Author: dbgoog99

  • Kisah Memek Satu Keluarga Ngentot Bebas

    Kisah Memek Satu Keluarga Ngentot Bebas


    11173 views

    Duniabola99.com – Keingat jaman dulu waktu kecil aku sering melihat kedua orang tuaku menonton film porno di ruang keluarga, saat itu siang malam di putar terus film pornonya mereka cuek walaupun ada anak anaknya di sekitarnya, sempat juga aku menemui orang tuaku saat dia nonton filmdan terangsang mereka langsung bersetubuh di tempat itu.


    Semua pembantu yang ada di rumah sudah paham sifat nyonya dan tuan jadi tidak heran bila ayah dan ibuku sedang ngentot pembantu masuk di ruangan, pembatu yang ada di rumahku ada 4 yang mana kesemuanya adalah wanita. Karena aku dan adiku sewaktu masih usia SD karena masih polos menganggap itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh seorang ayah dengan ibu.

    Ketika aku pulang sekolah (aku sudah kls 1 SMP sedangkan adikku kls 6 SD )aku melihat kontol ayahku sedang dihisap oleh salah seorang pembantuku dan disamping ayahku ada ibuku yang bertelanjang dada memperhatikan sambil kadang-kadang berciuman dengan ayahku. Aku agak sedikit heran tapi.. ah mungkin hal yang biasa pikirku.

    “Pa.. kok sudah pulang dari kantor” kataku.

    Ayah dan ibuku kaget. “Eh.. sayang sudah pulang… bagaimana ujiannya?” tanya ibuku.

    “Lumayan lah.. ngga jelek” kataku.

    Aku langsung duduk di samping ibuku yang sedang bertelanjang dada itu.

    “Sana makan dulu Ted” kata ayahku.

    “Sudah Pah… tadi ada temen yang nraktir” kataku sambil tetap menatap pembantu kami yang bernama Dewi sedang menghisap kontol ayahku.

    “Lagi ngapain sih ma..?” tanya ku. Fontana99

    Ibuku hanya tersenyum saja.

    “Sudah Tuan..?” tanya si Dewi mungkin dia agak canggung diperhatikan olehku.

    “Belum dong Dewi….. sampe keluar maninya.. kamu ini ngga pernah beres kalo kerja” tegur ibuku.
    Kulihat ayah ku.. beliau sedang merem melek sambil berdesis-desis… Ssshh.. hhhss.. ahh.. terus wi.. ahh.. shh. Aku jadi penasaran bagaimana sih rasanya.. kok seperti yang nikmat betul.

    “Ma Teddy mau donk digituin kaya Papa” pintaku pada Mama.

    Mama tersenyum “Sini buka celanamu” perintah Mama.

    Aku langsung membuka celana dan menyodorkan kontolku pada Mama. Mama langsung menhisap kontolku dengan lembut dan tangannya kirinya memegang biji pelerku. Aku kontan merasakan nikmat2 geli.


    “Ahh… sshh.. Ma geli Ma… ssh ahh” tapi Mamaku tetap saja menghisap kontolku lebih dalam lagi. Aku melihat Papaku sedang berusaha memasukan kontolnya ke dalam memek si Dewi.

    “Lho kok Papa keterusan sih..” kata ibuku sambil tersenyum dan tangannya masih saja mengocok-ngocok kontolku.

    “Tanggung sih ma…” Kata Papaku.

    Kulihat si Dewi merem melek menerima hujaman kontol Papaku sambil sesekali menggoyangkan pantatnya. Tiba-tiba si Dewi memeluk erat pingang Papaku dan Papaku mencengkram bahu si Dewi “…aduh tuan udah mau keluar nih” erang si Dewi.

    “Bapak juga mau ke…luarrr…” kata Papaku dan Crott.. crott.. crot.. air mani Papaku di semburkan ke rahim si Dewi…. setelah itu mereka terkulai lemas dan tergolek bersama di karpet depan TV.

    “Teddy mau ngga masukin anunya ke memek Mama..?” tanya Mamaku sambil tangannya tetap mengocok kontolku, belum selesai dia bicara tiba-tiba.. Ahh.. ahh…… kontolku menyemburkan maninya sendi-sendi ini terasa lemas jadinya.

    “Yaaa… udah keluar… Mama kan belum di entot siang ini..” kata Mamaku kecewa.

    Papaku tertawa..” nanti malem aja.. kamu dapat giliran penuh…” kata Papaku.

    “Mammaa…” adiku ternyata sudah pulang diantar oleh Mang Ikin supir keluarga. Tenny langsung di sun pipinya oleh Mama.

    “Ma kok ngga pada pake baju sih?” tanya adiku itu.

    “Ngga apa-apa.. cuma gerah aja” kata Papaku menimpali.

    Malamnya ketika kami berempat sedang menonton sinetron aku dan adiku duduk dikarpet depan TV, sedang Papa dan Mamaku di atas sofa panjang. Ketika aku menoleh ke belakang, kulihat Mamaku sedang duduk di pangkuan ayahku sambil menyingkapkan dasternya dan terlihat jelas kontol Papaku diduduki oleh Mama.

    Pantat Mamaku naik turun dengan disertai goyangan yang erotis. Lalu mereka pindah ke karpet dan posisinya yaitu… ayahku berbaring sedangkan Mamaku di atas kontol Papa sambil menghadap ke arah Papa.

    Lalu Mamaku menaik turunkan pantatnya sambil disertai goyangan…. “ahh.. sshhh… ahh…” slleep.. sleep Sllepp…” Terus goyang Ma.. ahh.. sshh…”.

    Aku dan adiku saling berpandangan…. memang hal seperti ini sudah tidak asing lagi dipertontonkan kepada kami, tapi kami berdua sepertinya mempunya pikiran yang sama…. rasa penasaran akan rasanya.

    Tiba-tiba si Emi salah satu pembantu masuk ke ruang keluarga… melihat tuan dan nyonyanya sedang entotan tidak membuat si Emi canggung.

    “Nyonya.. makan malam nya sudah siap” kata si Emi.

    “Iya.. sebhen… thar.. sshh.. ahh” jawab ibuku.

    Aku hanya tersenyum saja. Tiba-tiba aku ada ide.. aku mengeluarkan kontolku dari balik celana… lalu minta si Emi untuk menghisap kontolku.

    Si Emi kaget… “nanti Nyonya dan Tuan marah lho Den” jawab si Emi

    “Ngga ah.. saya harus menyiapkan dulu minum buat makan nanti..” kata si Emi sambil ngeloyor pergi kebekalang. “Huh..” Aku bersungut-sungut. Tak habis akal.. aku menyodorkan kontolku ke mulut Mama yag sekarang posisinya menunggin dan Papaku sedang menusuknya dari belakang.

    Mamaku manyambut kontolku dengan mulutnya… aku merasa keenakan. Setelah kontolku memerah aku mencabutnya dari mulut Mamaku dan posisi merekapun berubah lagi…. Mamaku kembali menduduki kontol Papaku.

    Papaku memegang pinggul Mama sambil sesekali meremas buah dada Mama.Mama lalu membungkukan badannya untuk mencium bibir Papa.mereka berciuman dengan heboh…. hmmmpp… cpot.. cpot.. hmmp ashhh …sssshhh… ahhh.. ashhh… aough…..


    Aku bingung apa yang mesti dikerjain nih. lalu aku melihat lubang anus Mama.”Wah.. ada lobang yang masih nganggur nih..” pikirku. Aku lalu memasukan kontpolku di anus Mama. Mama kaget.. tapi..” pelan-pelan sayang …Ahhh… Sshh..” erang Mama.

    Aku langsung saja mengocokan kontolku dilubang anus Mama. Ahh sshh… ahh….. terus sayang.. masukan kontolmu… aahhh….. mmmhhh…

    Mama terlihat menikmati tentu saja akupun enjoy banget. Tapi Papa tampaknya terganggu dengan gerakan ku.

    “Ted.. jangan masukin kontol di situ… Papa jadi kagok nih” Akupun mencabut kontolku dengan kecewa.

    “Kak.. masukin di sini saja”. Tiba-tiba terdengar suara Tenny adiku dan diapun telah menyingkapkan dasternya dan membuka celana dalamnya. Aku tersenyum… “Makasih ya Ten.. kamu adik yang paling pengertian” kataku.

    Sebelum sempat aku Mamasukan kontolku ke lobang memeknya Tenny Papa dan Mama menghentikan kegiatannya.

    “Sini Mama bantuin” kata Mamaku, lalu dia mebimbing kontolku masuk ke memek Tenny.
    “Tahan sedikit ya sayang..” kata Mamaku kepada Tenny. Lalu kontolku masuk perlahan-lahan .”Ahh.. Agh…. sakit ma..” jerit Tenny tertahan.

    “Tenang sayang nanti juga enak..” hibur Mama, lalu Mama meremas-remas toket adiku itu yang masih sekepal tangan.

    “Gimana enak..?” tanya Mamaku ke Tenny. Adiku tidak menjawab hanya bibirnya mendesis ssshh.. aahhhh…. sshhh…. terus kak.. ssshhh.

    Papaku tertawa.. “Wah udah keenakan dia” kata Papa.

    “Ted..gantian donk..” pinta Papa.


    “Waduh Papa.. ngeganggu aja nih” jawabku, lalu kita pun bergantian. Papa memasukan kontolnya ke memek Tenny. Tenny menahan nafas ketika kontol Papa masuk ke lobang memeknya, ada sensasi yang luar biasa memeknya dimasuki kontol yang lebih besar. Aku lalu tanpa buang waktu lagi kembali memasukan kontolku ke anusnya Mama.

    “Aaahhh….. ssshh…. terus sayang…… aahhhhh… ahhh….” erang Mamaku.

    Lima belas menit kemudian kami berempat mengeluarkan air surgawi kami bersama. “aaaahhh………”

    Sejak saat itu kami sering melakukan hubungan sex. Itu bisa terjadi antar aku dan Mama, aku dan Tenny, Mama dan Papa, Papa dan Tenny. tidak jarang aku dan Papa menggarap para pembantu bersama.



  • Foto Ngentot Hardcore cewek berkaki panjang remaja seksi dalam gaun pendek

    Foto Ngentot Hardcore cewek berkaki panjang remaja seksi dalam gaun pendek


    2363 views

    Duniabola99.com – foto cewek jalan jalan sama pacarnya ketaman yang penuh bunga dan melakukan hubugan seks ngentot yang keras didalam semak semak berlas kain tipis dan bercinta hot dan menembakkan sperma ke atas memeknya yang bulu bulu tipisnya baru dicukur. Agen Sbobet

  • Arisa Nakano Gives Warm Japanese POV Blowjob On Cam

    Arisa Nakano Gives Warm Japanese POV Blowjob On Cam


    2124 views

  • Asian Amateur Group Sex With Two Brunette Babes

    Asian Amateur Group Sex With Two Brunette Babes


    2006 views

  • Video Bokep Eropa dakota skye dan aspen ora sedang asik disofa

    Video Bokep Eropa dakota skye dan aspen ora sedang asik disofa


    2124 views

  • Cerita Sex Menikmati Hubungan Intim Pacar Sahabat Atau Temanku Sendiri

    Cerita Sex Menikmati Hubungan Intim Pacar Sahabat Atau Temanku Sendiri


    3031 views

    Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain.

     

    Foto Bokep Korea – Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.

    Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.

    Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.

    Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.

    Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.

    Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.

    Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.

    Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.

    Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.

    Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.

    Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.

    Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.

    Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.

    Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.

    Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.

    Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.

    Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.

    Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.

    Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.

    Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.

    Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.

    Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”

    Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.

    Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.

    Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.

    Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .

    Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.

    Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.

    Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.

    Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.

    Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.

    Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.

    Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.

    Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.

    Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.

    Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.

    Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.

    Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.

    Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”

    Narasi Seks Nikmati Keelokan Badan Kekasih Temanku

    Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain. Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.

    Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.

    Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.

    Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.

    Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.

    Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.

    Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.

    Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.

    Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.

    Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.

    Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.

    Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.

    Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.

    Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.

    Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.

    Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.

    Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.

    Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.

    Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.

    Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.

    Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.

    Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”

    Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.

    Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.

    Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.

    Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .

    Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.

    Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.

    Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.

    Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.

    Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.

    Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.

    Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.

    Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.

    Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.

    Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.

    Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.

    Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.

    Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”

     

  • Kisah Memek Merasakan Toket Gede Pembantu Binal

    Kisah Memek Merasakan Toket Gede Pembantu Binal


    3360 views

    Duniabola99.com – Pak Mahdi dapat digolongkan sebagai kaum menengah ke atas. Dia kerja untuk sebuah multinational company di bidang telekomunikasi. Dia memiliki 2 buah kendaraan & sebuah rumah yang sangat cukup untuk ditinggali oleh Dia, istrinya & seorang anak tunggalnya. Bahkan Pak Mahdi dapat mempekerjakan seorang pembantu untuk mengurus rumahnya.

     

    Nuning, 22 tahun, itulah nama pembantu tersebut. Dia berasal dari sebuah kampung di Dekat Cilacap Jawa Tengah. Sudah hampir 1 tahun dia mengabdi kepada Pak Mahdi & keluarganya.

    Perlakuan Pak Mahdi & keluarganya benar – benar membuatnya betah walaupun dia harus berpisah dengan suaminya yang menjadi petani di kampungnya. Jika pekerjaan rumahnya sudah selesai, dia akan pergi ke taman & berkumpul bersama pembantu – pembantu lain di perumahan tempat Pak Mahdi tinggal.

    Pak Mahdi hanya memiliki seorang anak. Istrinya merasakan trauma hebat akibat kelahiran anak pertamanya yang hampir merenggut nyawanya, sehingga sangat takut untuk dapat hamil lagi. Hans nama anak satu – satunya. Saat ini usDianya sudah 18 tahun.

    Dia bersekolah di sebuah SMA swasta yang bonafid. Maklum, kedudukannya sebagai anak tunggal membuat semua perhatian & harta dari Pak Mahdi tertuju kepadanya.

    Sore itu pukul 3 sore. Hans telah pulang dari sekolahnya. Hans merasa sangat lelah hari itu sehingga ajakan temannya untuk nongkrong di mall dia tolak. Dia hanya ingin sampai di rumah & bersantai. Sampai di rumah dia langsung berganti pakaian & menuju ruang TV. Dia nyalakan tv & duduk sambil menyandarkan punggunya di sofa empuk. Pak Mahdi sendiri tentu saja masih ada di kantornya.

    Dengan kemacetan Jakarta membuat dia paling cepat bisa sampi di rumah pukul 7 malam. Sedangkan istrinya tidak jauh berbeda, sebagai sesama karyawan tentu istrinya pun merasakan apa yang suaminya rasakan. Sedangkan Nuning, dia sedang mengerjakan tugas sehari – harinya. Kali ini dia sedang menyapu lantai di sekitar ruang TV tempat Hans berada.

    Sebenarnya tidak ada acara tv yang menarik bagi hans, Dia pun mulai merasa bosan. Namun, sesaat sebelum Hans beranjak dari sofa malasnya. Tiba – tiba.

    HAP!

    Tiba2 saja Nuning duduk mengangkang di depan Hans. Belum selesai kekagetan Hans. Tiba2 saja Hans didekap oleh Nuning ke dada besarnya.

    5 menit sebelumnya…..

    “Aduhhhh kenapa sih aku jadi mikirin film bokep dari si Inah tetangga sebelah terus. Mana mas parto akhir – akhir ini klo diajak telponan jorok suka gamau…huh..”

    Begitulah, kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan oleh kalangan atas. Para pembantu pun merasakan perkembangan teknologi informasi, apalagi kalau bukan untuk saling tukar video bokep. & pagi tadi, Inah menyebarkan video porno barunya ke pembantu – pembantu lain.

    Berbeda dengan Inah & sebagian pembantu lainnya yang di malam harinya bisa bertemu suaminya (Inah adalah pembantu yang tinggal di sekitar kompleks itu, sehingga pagi datang ke majikan, sore bisa pulang), Nuning adalah tipe pembantu yang tinggal di rumah majikan & biasanya pulang setahun dua kali saja.

    Walhasil Nuning pun kali ini bingung ketika birahinya sedang naik. Biasanya di malam hari dia akan mengajak suaminya melakukan phone sex. Namun entahlah, akhir – akhir ini suaminya menolak dengan alasan lelah setelah seharian mencangkul sawah. Namun tiba – tiba Nuning melihat Hans.

    “Loh kok tumben den ganteng udah pulang. Aduhhhh emang ganteng bener anak majikanku ini. Ga salah deh klo den hans jadi idola pembantu2 disini hihih. Duh makin gatel deh nih meki”.

    Nuning menyapu dengan tidak tenang. Dia berpikir untuk berbuat nekat. Dia tahu risikonya sangat besar. Jika Hans menolak & melaporkan ke ortunya maka sudah dipastikan karir Nuning sebagai PRT di rumah ini akan lenyap.

    Namun Nuning membayangkan juga reward yang akan dia dapat jika dia berhasil. Bukan hanya hasratnya saat ini saja yang akan terpuaskan. Tapi tentunya ke depannya pun tidak akan sulit bagi dirinya untuk bersetubuh dengan Hans.


    Dia juga sudah membayangkan betapa dia akan menjadi buah bibir di kalangan rekan – rekannya sesame pembantu. Bagaimana tidak, dia berhasil menaklukan hati pujaan para pembantu di kompleks ini. Ahhhhhh membayangkannya saja sudah basah.

    “haduhhh bodo amat. Meki gue udah kaga bisa diajak kompromi. Masa dih den hans kaga suka ama toket gue. Pak sarip aja ampe kelojotan”

    Ya pak sarip, satpam kompleks, memang pernah dibuat KO hanya dengan jepitan toket 38D milik Nuning. Nuning terpaksa melakukan itu karena saat itu ketika sedang booming video Ariel – Luna, Nuning yang penasaran dengan video tersebut disyaratkan oleh Pak Sarip untuk berhubungan badan dengannya jika ingin dikirimkan video Ariel – Luna.

    Untung saja baru titfuck saja Pak Sarip sudah KO. Sehingga aman lah meki Nuning dari kontol pak sarip. Walau Nuning jablay (jarang dibelai), namun dDia juga pilih-pilih untuk melampiaskan nafsunya hehehe.

    “hmmphhhh”
    “ahhh den hans ayo nikmati susu mbak Nuning. Ayo den ganteeeng” Hans tidak berdaya didekap oleh Nuning
    “hmmmphhhh” hans mencoba melepaskan dekapan itu karena tidak bisa bernapas. Namun kuat sekali dekapan Nuning.

    Nuning melepaskan dekapan itu sejenak. Secepat kilat dia melepaskan kaos & branya lalu mendekap hans kembali.

    Hans yang masih kaget langsung menarik napas panjang ketika dilepaskan. Namun tidak sampai 5 detik kemudDian

    “hmmmmmppphhhhh” namun kali ini mukanya langsung bertemu kulit toket Nuning. Dia merasakan nikmatnya kekenyalan toket Nuning.
    “ayo den hans rasain gimana toket mbak Nuning. Ahhhh” Nuning sambil menggoyang2kan pinggulnya.

    Tentunya sambil menggesek-gesekk an vaginanya ke tonjolan di celana Hans. Walaupun Keduanya masih menggunakan bawahannya namun gesekan itu sangat terasa karena Nuning memakain rok lebar & celana dalam, sedangkan hans menggunakan celana boxer & celana dalam rider di dalamnya. Alhasil vagina yang berlapis celana dalam langsung bergesekan dengan kontol yang beralaskan boxer.


    Hans mulai merasakan nikmatnya permainan ini tangannya mulai meremas2 toket Nuning. Memang Nuning tidak wangi seperti pacarnya Cinthya yang dengan parfumnya mampu memabukkan dirinya. Wangi tubuh yang dDia cium saat ini adalah wangi alami khas perempuan desa.

    Tidak wangi memang, namun entah mengapa Hans senang dengan wangi ini. Kulit Nuning pun tidak semulus Cinthya, namun hans sangat senang dengan kekencangan kulit dari Nuning. Kekencangan kulit khas dari wanita yang sehari – hari bekerja membersihkan rumah.

    Nuning yang mulai merasakan adanyaya kerjasama dari Hans lalu melepaskan dekapannya.

    “hahhh hahhh hahhhh. Gila hah hah. Ampir bunuh saya mbak Nuning nih hah hah!!”
    “ ehehheeh jangan marah dong ganteng. Nih isep lagi susunya mbak”

    Kali ini hans langsung melahap putting kiri Nuning. Terlihat betul gerakan hans masih kaku. Dia hanya menghisap-hisap putting Nuning. Terlihat memang hans belum berpengalaman.

    Nuning perlahan melepaskan celana dalamnya. Sehingga kali ini di dalam rok nya tidak ada lagi yang melindungi memeknya. Nuning melanjutkan goyangan pinggulnya. Terasa kontol hans semakin keras.

    “hihihi ada yang ngaceng nih. Hayooooo”
    “mmmmhh mmmhh. Gimana lagi. Digesek-gesek gitu sama mbak Nuning hihihih”
    “kluarin dong kontolnya. Kasian tuh kesempitan hihihi”

    Hans pun langsung menurunkan celana pendek & celana dalamnya. Setelah kontol itu muncul. Nuning langsung mengocok-ngocok nya. Pas segenggam besarnya. Lumayan pikir Nuning. Walau tentu saja belum sebesar kontol suaminya di rumah.

    “Siap den menuju surga dunDia? Hihihi”

    Nampaknya Nuning sudah tidak sabar merasakan kontol. Tentu saja, ini sudah bulan ketiga semenjak terakhir kali dDia pulang ke kampung. Lagipula dia merasakan rangsangan Hans tidak ada apa – apanya. Jadi dia pikir langsung saja ditancap.

    “iii iiiya iya”
    “hihihii belum pernah ya sebelumnya?”

    Hans menggeleng. Dalam hati Nuning merasa puas sekali. Siapa sangka dia akan mendapatkan perjaka dari hans si ganteng hihih.

    “eh bentar sebelum dimasukin” Nuning mengambil HP nya yang dia sakukan di rok. Lalu dia melakukan selfie dengan Hans
    “ih buat apa mbak?”
    “buat disombongin dong ke pembantu-pembantu lain. Den hans kan favoritnya pembantu-pembantu sini. Klo lagi masturbasi atau gituan sama suaminya katanya pada bayangin den hans hihihi”


    Hans tidak peduli. Dia masih saja memainkan toket Nuning. Dia tidak pernah menyangka ada toket sebesar ini. Dia pernah secara tidak sengaja menyentuh toket pacarnya, & sangat jauh ukurannya daripada toket di depannya ini. Hans & Cinthya memang belum pernah ML. paling jauh yang mereka lakukan hanyalah kissing. Itu pun hanya ciuman tempel bibir. Bukan French kiss.

    “siap yaaaaa.. ahhhhhh” Nuning akhirnya memasukkan kontol itu ke memeknya.

    Setelah masuk seluruhnya, Nuning diam & tidak goyang dahulu. Dia sedikit tersenyum menahan tawa melihat muka Hans yang dilanda kenikmatan untuk pertama kalinya. Nuning semakin gemas dengan muka anak majikannya ini

    “hihihi kenapa den ganteng?”
    “ouhhhhh ouhhhhhhh” Hans fokus dengan kenikmatan yang dirasakan kontolnya

    Nuning pun lalu mencium-cium wajah tampan Hans saking tidak kuatnya menahan gemas. Dia basahi seluruh muka dari Hans. Hans yang merasa nikmat hanya pasrah saja menerima kebinalan pembantunya itu.

    Perlahan – lahan Nuning mulai menggoyangkan pinggulnya sambil tetap menikmati ketampanan muka hans. Ciuman & hisapan – hisapan dari Nuning mulai turun ke leher dari Hans. Nuning meninggalkan banyak cupangan di leher Hans tersebut.

    “mmmuuachh mmmm cup cupppp” Nuning sangat menikmati mengeksplor Hans, Wangi tubuh hans yang sering merawat diri benar – benar memabukkan Nuning.

    Jika ditelaah mungkin sudah tidak ada lagi bagian wajah & leher Hans yang bebas dari liur Nuning.

    Nuning semakin bersemangat menggoyangkan pinggulnya. Terlihat Hans yang baru pertama kali ngeseks benar – benar kewalahan menghadapi kebinalan Nuning yang memang sudah banyak pengalaman dalam hal ini.

    “mmhhh ahh ahhh uhhhh mmmmmhhhh” Terlihat hans berusaha keras menahan dorongan spermanya untuk segera keluar. Mukanya memerah.

    Namun apa daya, belum sampai 5 menit kemudDian.

    “Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” Sperma kental keluar dari kontol Hans di dalam memek Nuning.
    “Hans, heh Hans. Bangun kamu. Kebiasaan klo nonton tivi ampe ketiduran. Pindah ke kamar sana” Tiba – tiba Hans terbangun karena dibangunkan ibunya yang langsung berlalu ke kamar.

    Hans yang terbangun lalu dia meraba raba tubuhnya. Ternyata Dia masih berpakaian lengkap. Namun dia memang merasa ada sesuatu yang lengket di celana dalamnya.

    “Huh sial ternyata mimpi basah doang. Gue kirain beneran nyata”

    Dari kamar, Ibunya lalu berterDiak

    “Hans ati-ati ah kalo tidur pake selimut. Sekarang lagi jaman demam berdarah. Tuh leher kamu bentol-bentol digigit nyamuk”

    Hans kaget. Hah bentol – bentol. Sekilas lalu dia bertukar pandang dengan Pembantunya Nuning yang sedang berada di pintu dapur. Terlihat Nuning tersenyum geli lalu mengedipkan sebelah matanya pada Hans sambil menggigit bibir.

    “Hah…yang tadi mimpi ga sih??”


    Hans yang masih bingung lalu mendengar HP nya berbunyi tanda ada SMS masuk. Dia buka ternyata dari nomor yang tidak dia kenal. & isinya adalah…

    “makasih ya mas hans. Kapan-kapan kita ewean lagi ya. Tapi nanti mas hans nya minum obat kuat dulu ya biar mainnya lama hihihihi”
    “glek” Hans senang sekaligus bingung sekaligus takut.

    Senang karena dia benar – benar merasakan tubuh nikmat pembantunya. & mungkin bukan hanya saat itu saja. Ke depannya mungkin dia akan lebih sering menikmati tubuh pembantunya.

    Bingung karena kenapa dia bisa menikmati bermain seks dengan pembantunya. Padahal oembantunya sangat berbeda tipenya dibandingkan paacarnya saat ini. CInthya, perempuan keturunan Chinese dengan kulit mulus & wajah cantik tiada tara.

    Dan takut, bagaimana jika pembantunya cerita ke orang tua atau orang di sekitar kompleksnya. Bisa hancur nama baiknya. Apalagi dia ingat pembantunya sempat mengambil foto.


    Sementara di dapur, Nuning masih tersenyum-senyum penuh kemenangan. Dia yakin hans sudah takluk pada dirinya. Dia bisa memenuhi kebutuhan seksualnya kapan saja. Bukan dengan orang sembarangan, tapi orang yang paling ganteng sekompleks ini. Hihihi.

  • Foto Bugil gadis berambut pirang membuka celana pendek didapur

    Foto Bugil gadis berambut pirang membuka celana pendek didapur


    2238 views

    Duniabola99.com – foto gadi berambut pirang kurus melepaskan pakaiannya di dapur memamerkan memeknya yang merah merekah diatas meja makan dan mengangkang.

  • Aku Di Perkosa Mama Dan Tanteku Yang Binal

    Aku Di Perkosa Mama Dan Tanteku Yang Binal


    3578 views

    Duniabola99.com – Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini ialah kisah nyata dheri pengalaman ngentot aku dengan mama dan bude aku.

    Cerita ini dimulai ketika aku berumur 20 tahun. Saat itu bude ratna datang dan bermalam selama beberapa hari di rumah karena suaminya sgilag bteriakkat keluar kota.

    Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. bude ratna berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat.

    Aku suka lihat bude ratna kalau telah menggunakan celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, mteriaksang. bude ratna ialah adik kandung Papa aku.

    Waktu itu hheri aku tidak masuk kusarih. Aku diam di rumah bersama mama dan bude ratna. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dheri kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada dan setengah pacuma yang putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat mengnafsukan.

    Saat itu gak tahu secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama walau gak begitu besar tapi masih bagus bentuknya.

    Yang terutama jadi perhatian aku ialah memek mama yang dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin mengasuhnya.

    Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sgilag melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi.

    Aku dekati pintu, lalu aku intip dheri lubang kunci. Terlihat mama sgilag membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yang aku fokuskan.

    Secara otomatis tangan aku meraba kontol dheri luar celana, lalu meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh mteriaksang mama. Karena telah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil berimajinasi menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku klimak.

    Sore hherinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.

    “Roy..!” panggil mama.

    “Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.

    “Ada apa, Ma?” tanya aku.

    “Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.

    “Iya, Ma…” jawab aku.

    Waktu itu mama menggunakan daster. Aku mulai memijit kaki mama dheri betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku.

    Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.

    “Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya mama.

    “Seluruh badan mama,” jawab aku.

    “Ya telah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu.

    “Ayo lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.

    “Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.

    “Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.

    Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat ialah mengusap agak keras.

    Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang menggunakan celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

    “Kok dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.

    “Mm.. Roy takut mama marah…” jawab aku.

    “Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.

    Karena telah memperoleh angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dheri luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku.

    Karena birahi aku telah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

    Jheri tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jheri aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jheri tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam.

    Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jheri aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.

    Karena telah basah, aku nekad masukkan jheri aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat.

    “Roy, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.

    “Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.

    “Roy tidak tahan membatalkan birahi…” kataku lagi.

    “Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.

    “Sini berbhering dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.

    “Sini berbhering Roy,” ujar mama lagi.

    “Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.

    “Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemususan aku berbhering di samping mama.

    Mama menatapku sambil mengelus rambut aku.

    “Kenapa berbirahi dengan mama, Roy,” tanya mama lembut.

    “Mama marahkah?” tanya aku.

    “Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar mama.

    “Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.

    “Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama.

    “Kamu benar-benar mau akung?” tanya mama.

    “Maksud mama?” tanya aku.

    “Dua jam lagi Papa kamu balik…” cuma itu yang keluar dheri mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dheri luar celana.

    Aku kaget sekaligus bahagia. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami saling mencium mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.

    “Buka baju kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

    Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sgilagkan aku tetap berdiri.

    “Kontol kamu besar, Roy…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.

    “Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, akung?” tanya mama.

    Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, gak tahu apa artinya.

    Lalu mama menherik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dheri kontol sampai ke kepalanya.

    Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hjilatan dan permainan lidah mama sangat pandai.

    Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kepuasan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.

    “Enak akung?” tanya mama sambil menengadah menatapku.

    “Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.

    “Sini akung. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menherik tanganku.

    Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.

    “Ayo, Roy.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.

    Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu kontol kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang gak tahu bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.

    “Enak, Roy?” tanya mama.

    “Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.

    “Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.

    “Karena mama akung kamu, Roy…” jawab mama.

    “Sangat akung…” lanjutnya.

    “Lagipula detik ini mama memang sgilag ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.

    Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.

    “Roy juga sangat akung mama…” ujarku.

    “Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.

    “Mama mau keluar…” desah mama lagi.

    Tak lama kurasakan tubuh mama menggelinjang lalu mendekap aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..

    “Ohh.. Enak akungg…” desah mama lagi ketika dia mencapai klimak.

    Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dheri kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..

    “Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.

    “Keluherin akung…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.

    “Keluherin di dalam aja akung biar enak…” bisik mama mesra.

    Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.

    “Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.

    “Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.

    “Lekas berbaju, Papa kamu sebentar lagi balik!” kata mama.

    Lalu kamipun segera berbaju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

    Malam hherinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, aku dan bude ratna masih nonton TV. bude ratna menggunakan kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena telah biasa melihat seperti itu.

    Tiba-tiba bude ratna bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya bude ratna.

    “Hayo, ngapain..?” tanya bude ratna lagi sambil tersenyum.

    “Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.

    “Kok lama amat. Sampe lebih dheri satu jam,” tanyanya lagi.

    “Curigaan amat sih, bude?” kataku sambil tersenyum.

    “bude cuma merasa aneh saja waktu bude denger ada suara-suara yang bagaimanaa gitu…” ujar bude ratna sambil tersenyum.

    “Kayak suara yang lagi enak…” ujar bude ratna lagi.

    “Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…” ujarku sambil bangun.

    “Maaf dong, Roy. bude becanda kok…” ujar bude ratna.

    “Kamu mau kemana?” tanya bude ratna.

    “Mau tidur,” jawabku pendek.

    “Temenein bude dong, Roy,” pinta bude.

    Aku kembali duduk dikursi di samping bude ratna.

    “Ada apa sih bude?” tanyaku.

    “Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab bude ratna.

    “Kamu telah mempunyai pacar, Roy?” tanya bude ratna.

    “Belum bude. Kenapa?” aku balik bertanya.

    “Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?” tanya bude lagi.

    “Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.

    “Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya bude ratna slow sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

    Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.

    “Ni bude lagi horny kayaknya…” pikir aku.

    Tanpa banyak kata, aku cium bibir bude ratna. bude ratnapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono bude ratna. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dengan mesra sambil ujung jheri aku memainkan puting toketnya.

    “Mmhh..”

    Suara bude ratna mendesah tertahan karena kami masih tetap saling mencium. Tangan bude ratnapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dheri luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.

    “Roy, pindah ke kamar bude, yuk?” pinta bude ratna.

    “Iya bude…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar bude ratna.

    Setiba di kamar, bude ratna dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di tubuh aku.

    “Ayo Roy, bude telah gak tahan…” ujar bude ratna sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.

    Aku segera menindih tubuh telanjang bude ratna. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke toketnya. Aku jilat dan hjilat puting toket bude ratna sambil meremas toket yang satu lagi.

    “Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah bude ratna sambil tangannya memegang kepala aku.

    Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, bude ratna segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek bude ratna bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek bude ratna terutama bagian kelentitnya.

    “Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus akung…” desah bude ratna sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat.

    Tak berapa lama tiba-tiba bude ratna mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

    “Oh, Roy.. bude keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah bude ratna.

    Aku bangun, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek bude ratna, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. bude ratna langsung membalas ciumanku dengan mesra.

    “Isep dong kontol Roy, bude…” pintaku.

    Bude ratna mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah bude ratna dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya.

    Bude ratna langsung menghjilat dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontolnya lebih pintar dheri mama.

    “Udah bude, Roy udah pengen setubuhi bude…” kataku.

    bude ratna melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.

    “Ayo, Roy.. bude telah tidak tahan…” bisik bude ratna.

    Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek bude ratna.

    “Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…” kata bude ditengah-tengah persetubuhan kami.

    “Ah, biasa saja, bude…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

    Selang beberapa lama, tiba-tiba bude ratna mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

    “Roy, terus setubuhi bude.. Mmhh.. Ohh.. bude mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.

    Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.

    “Tente udah keluar, akung…” bisik bude ratna.

    “Kamu hebat.. Kuat…” ujar bude ratna.

    “Terus setubuhi bude, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.

    Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera klimak. Kupertcepat gerakanku.

    “Roy mau keluar, bude…” kataku.

    “Jangan keluarkan di dalam, akung…” pinta bude ratna.

    “Cabut dulu…” ujar bude ratna.

    “Sini bude isepin…” katanya lagi.

    Aku cabut kontolku dheri memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. bude ratna lalu menghjilat kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut bude ratna banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut bude ratna.

    bude ratna dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan bude ratna.

    Aku segera berbaju. bude ratna juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

    “Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan bude,” ujar bude ratna.

    “Kalo bude butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya bude sambil mendekap aku.

    “Kapan saja bude mau, Roy pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.

    “Terima kasih, akung,” ujar bude ratna.

    “Roy kembali ke kamar ya, bude? Mau tidur,” kataku.

    “Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.

    Besoknya, setelah Papa bteriakkat ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.

    “Roy, semalam kamu ngapain di kamar bude ratna sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.

    Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum.

    Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kasarin. Kamu suka bude kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

    “Iya, Ma.. Roy suka bude ratna,” jawabku.

    “Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kasarin…” ujar mama.

    “Kasarin hati-hatilah…” ujar mama lagi.

    “Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.

    “Karena mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.

    “Terima kasih ya, Ma…” kataku.

    “Roy akung mama,” kataku lagi.

    “Roy, bude dan Papa kamu sgilag keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.

    “Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.

    “Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.

    “Roy akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.

    “Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..

    Sejak detik itu hingga detik ini aku kawin dan mempunyai 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan bude ratna kalau ada kesempatan. Walau telah agak berumur tapi kemengnafsukanan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik.

    Baik itu di rumah bude ratna kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di panasel.

    Silahkan dengan mama, aku telah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan cuma 2 kali.

  • Video bokep Akari Asagiri dikerjaai tukang pijit ngentot anal

    Video bokep Akari Asagiri dikerjaai tukang pijit ngentot anal


    3899 views

  • Video Bokep Eropa memergoki ibutiriku dengan pacarku didapur

    Video Bokep Eropa memergoki ibutiriku dengan pacarku didapur


    2429 views

  • Video bokep Jepang seketaris yang lagi sange baru pulang kerja

    Video bokep Jepang seketaris yang lagi sange baru pulang kerja


    4869 views

    Fortunebet99

     

  • Video bokep Riley Reid dan Kimmy Granger berdua diruang tengah sofa

    Video bokep Riley Reid dan Kimmy Granger berdua diruang tengah sofa


    2172 views

  • Foto Bugil Jessica Marie Love menginspirasi dengan tubuh fantastis

    Foto Bugil Jessica Marie Love menginspirasi dengan tubuh fantastis


    2118 views

    Duniabola99.com – foto model cantik pirang Marie Love dengan tubuh sexynya melepas pakaian dalamnya yang sexy.

    Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,

  • Video bokep Loredana, memberi pejantan yang muda

    Video bokep Loredana, memberi pejantan yang muda


    6368 views

  • Kisah Memek ngentot dengan perjaka

    Kisah Memek ngentot dengan perjaka


    2771 views

    Duniabola99.com – Beberapa thn kebelakang, rumahku memang tergolong bebas untuk siapa saja, Mereka bebas datang kapanpun dan dgn siapapun. Khususnya para abg-abg yg broken home. Mau cewek atau cowok. Kadang aku berfikir, kenapa orangtuku mengijinkan ya? Apa mereka ga takut barang-barang ada yg hilang? Terbukti salah 1 hp dari mereka pernah hilang digondol teman-teman mereka-mereka jg. Tp lama kelamaan aku makin terbiasa dgn kehadiran mereka. Kata ortuku, kasian mereka yg jauh dari orang tuanya.


    Aku jarang sekali keluar kamar, meski mereka datang, aku selalu diam didalam kamar. Untuk apa keluar? Di kamar sudah ada tv, dan kamar mandi. Mau makan cukup kedapur yg posisinya dekat dgn kamarku. Segala yg aku perlukan tinggal aku minta belikan pada mereka siapa saja yg ada dirumah.

    Suatu hari, tiba-tiba aku mendengar suara laki-laki yg menyanyi-nyanyi diluar kamarku. Aku merasa baru dengar suara itu. Penasaran, aku keluar menuju dapur yg bedekatan dgn ruang tengah yg biasa dipakai kumpul oleh mereka. Diam didekat pintu dapur sambil lirik sana sini, basa-basi menyapa mereka, mungkin hari itu sekitar kurang lebih 15 orang yg sedang berada dirumahku. Bisa lebih dari 20 orang kalau dimalam minggu. Mereka biasa ketawa-ketawa, bermain gitar, minum-minum alkohol, kalau au sedang mood, aku suka ikut sebentar hanya untuk minum.

    Saat itu, tatapanku akhirnya berakhir pada seorang laki-laki berperawakan tinggi, dgn tubuh tegap dan kulit putih. Sial! Cowok ini langsung bikin aku tertarik. Gumamku dalam hati. Lalu dgn terlihat dingin, laki-laki itupun menatapku balik. Dgn acuh nya akupun memalingkan muka dan kembali ke dalam kamar. Didalam kamar aku langsung terduduk diatas kasur. Bayangan sosok laki-laki yg sedang berada didepan kamarku terus saja ada dikepalaku. Aku harus mendapatkannya.

    Hari terus berlalu, laki-laki itu belum kembali kerumahku. Aku fikir dia bukan seperti anak-anak yg lainnya. Yg tidur dirumahku. Emm, mungkin dia bukan anak broken home jg. Paling iseng-iseng maen. Tp, aku ga boleh nyerah buat dapetin dia.

    Siang itu, aku melihat ada Adit, salah 1 anak paling lama yg suka tinggal dirumahku sedang menaiki tangga sambil membawa ember jemuran pakaiannya. Aku lalu mengikutinya untuk ketempat jemuran. Sembari menjemur, Adit masih tdk sadar kalau ada aku disampingnya. Hahaha, dasar cowok, pandangan mata nya hanya bisa melihat lurus kedepan. Tdk sperti wanita yg bisa melihat samping kanan kiri walau dia sedang menatap lurus kedepan.

    Kucolek pinggangnya.

    “Wadaw teteh, kirain siapa!” Kata Adit, terlihat dia sangat kaget.

    “Hahahahhaa, serius amat sih ngejemurnya.” Kataku sambil tertawa terbahak-bahak. Lalu aku duduk disalah 1 bangku yg memang disediakan di atas untuk nongkrong anak-anak.

    Adit melanjutkan menjemur pakaiannya.

    “Dit, kemaren-kemaren ada cwo yg pake jaket coklat siapa?” Tanyaku.

    “Yg mana teh?” Tanya nya balik.

    “Itu yg rambutnya cepak pinggir-pinggirnya.” Jawabku.

    Adit terlihat berfikir dan mengingat-ingat. Dia menjemur pakaian terakhirnya.

    “Oohhh itu. Itu si Budi. Deket kok rumahnya teh. Tp dia tinggal sendiri, ortunya jadi TKW.” Kata Adit sambil menghampiriku dan duduk disampingku.

    “Kenapa? Tumben sih teteh tanya-tanya orang yg datang kerumah, biasanya jg cuex.” Lanjutnya sambil cengengesan.


    “Ya pingin aja atuh, namanya jg penasaran.” Jawabku.

    “Cieeee penasaran, pasti ada maunya.” Goda Adit. Dia melihat Hp nya yg tiba-tiba berdering. Aku cuma mesem-mesem digoda sperti itu.

    “Tp teh, dia jg nanyain teteh lho. Aku bilang aja jangan macem-macem ke teteh, karna teteh yg punya ini rumah. Dia nanya ke aku, katanya kok teteh pake pakaiannya sexy. Aku bilang aja, kalo emang kelakuan teteh tuh ga ada malunya, aurat diliat-liat. Hahahahahaaa.” Adit tertawa terbahak-bahak.

    Aku gak memperdulikan ucapan Adit soal pakaianku, yg ku fikir hanya bagaimana bisa dekat dgn Budi.

    “Kapan Budi kesini lagi?” Tanyaku.

    “Lah kayanya dia ada dibawah deh sekarang. Tadi kan yg sms dia. Katanya dah ada dirumah ini.” Jawaban Adit membuat aku kaget dan senang.

    “Serius Dit? Yuk ah ke bawah” kataku sambil berdiri dan berjalan cepat menuju tangga untuk kebawah tanpa memperdulikan jawaban Adit.

    Dibawah, diteras rumah, aku melihat Budi sedang duduk didepan jendela kamarku. Menunggu Adit mungkin. Kepalanya yg tadi menunduk melihat hp nya, sekarang menengadah melihatku. Dgn tanpa basa-basi aku mendekatinya lalu tersenyum.

    “Hey, Budi ya? Boleh minta no hp nya?” Kataku.

    Aku memang wanita yg malas berbasa-basi, kalau ada maunya, langsung bicara saja. Itu lebih enak menurutku.

    “Eh teteh, boleh.” Jawab nya terlihat sedikit kaget mendengar todonganku, lalu dia mengotak atik hp nya lalu menyerahkan padaku.

    Disana kulihat sebaris nomber hp. Kucatat di hp ku.

    “Makasih ya.” Kataku sambil berlalu dan masuk kerumah lalu ke kamarku.

    Gilak, aku seneng banget dapet no hp nya. Pelan-pelan tp pasti, aku kudu ngerasain ngentod ama dia. Akhirnya setiap hari, kami sms an. Bahkan saat dia ada dirumahkupun aku masih sms dia. Aku tetap malas keluar kamar. Hingga suatu hari, pembicaraan kami mengarah pada selangkangan. Dia dgn polosnya bilang, kalau belum pernah ML. WTF, berarti dapet perjaka lagi nih, fikirku. Aku terus saja memancingnya sampai dia tertarik ingin melakukannya. Dan pancinganku gak sia-sia. Umpan nya dimakan ikan. Dia pun mau.

    Saat dia sedang berada dirumahku, aku bilang, nanti malam dia kudu tidur dirumah ku bersama yg lainnya. Tengah malam dia keluar kamar dan tungguin aku didapur. Semuanya berjalan sesuai rencana. Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yg remang-remang. Aku duduk diatas meja dapur, dia berdiri didepanku. Dgn lahapnya dia mencium bibirku dan tangannya meremas-remas toketku. Dia lalu memintaku mengikutinya kekamar mandi tamu yg memang dekat dgn dapur.


    Tanpa basa basi lagi, dia dgn agak kasar menyuruhku menungging dgn bertumpuan tangan dan lututku diatas toilet duduk. Aku menurutinya. Aku yg hanya memakai baju tidur dgn model tengtop longgar dan terusan rok pendek, tanpa beha dan tanpa celana dalam akan memudahkan kami untuk ngentod. Dgn keadaan kamar mandi gelap, dia sepertinya kewalahan, susah mencari mana lubang yg benar.

    Akhirnya aku tuntun penisnya menuju lubang meqiku. Dan Blesssss, penisnya masuk kedalam meqiku. Aku mendesah kecil, takut terdengar orang serumah. Dia mengocok penisnya dgn cepat. Desahannya terdengar agak memburu. Dan creeettt, creeettt.. Ada rasa cairan hangat menyirami meqiku, mungkin cuma 2menit goyangannya dan dia sudah mengeluarkan spermanya didalam meqiku. Aghhhh, padahal aku belum apa-apa. Tp aku maklumi sih. Namanya perjaka. Kebanyakan belum bisa mengatur nafsunya.

    “Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku. Dia jongkok dihadapanku yg terduduk di atas toilet. Aku tersenyum dan mengelus wajahnya.

    “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku.

    “Oh jadi boleh lagi? Sekarang yuk, di meja dapur.” Katanya sambil menarikku keluar kamar mandi menuju dapur kembali.

    Dgn masih terburu-buru, dia menciumi wajahku, bibirku dan memainkan bibirnya didaerah toketku. Ughhh rasanya ingin mendesah, tp ga bisa karna takut membangunkan ortuku atau orang yg ada dirumah.


    Masih dgn tdk sabarnya, dia membuat pahaku mengangkang, dan dia menusukkan 1 jaringa kedalam lubang meqiku. Ughhhh aku mendesah pelan. Budi mencium bibirku, agar tdk keluar desahan yg lebih hebat saat dia mengocok keluar masuk jari nya didalam meqiku. Aku terhentak agak keras dgn tangan bertumpu kebelakang saat Budi menusukkan dalam-dalam jarinya kedalam meqiku, lalu dia menggoyang-goyangkannya didalam tanpa dia maju mundurkan.

    Siaaallll, itu tepat banget didaerah g-spotku. Ingin rasanya aku teriak menikmati kenikmatan itu. Tp sayangnya gak bisa. Dgn sedikit kasar, Budi menarik tubuhku agar bisa mencium bibirku. Mungkin dia khawatir aku beneran teriak. Aku melepaskan ciumannya dan memohon untuk dia memasukkan penisnya kedalam meqiku.

    “Masukin dong sayang, udah gak kuat.” Kataku dgn mata sayu menatapnya.

    Cahaya remang-remang yg masuk ke dapur dari ruang keluarga, membantu ku melihat penisnya yg lumayan besar dan putih. Aku pegang penisnya dan dgn perlahan mengarahkan ke meqiku dengam posisi aku mengangkang lebar diatas meja dapur. Dan sekali lagi, blesssss… Penis yg nikmat itu masuk kedalam meqiku.

    Aghhh, shiitttt nikmatnyaaa… Budi membiarkan beberapa detik penisnya didalam meqiku. Lalu dgn ritme perlahan, dia menarik dan memasukkan kembali penisnya kedalam meqiku. Dgn tubuh menyender ke tembok dan kaki mengangkang lebar, aku bisa melihat penisnya yg keluar masuk didalam meqiku. Aghh, rasanya benar-benar nikmat. Sialnya aku gak bisa mendesah dan teriak. Dgn terus mengocok, Budi menciumi leherku, aku benar-benar nyerah kalau sudah diciumi bagian kuping dan leher.


    Tanpa lama-lama lagi, aku memeluknya erat dan sedikit menggigit pundaknya agar tdk teriak. Ya, saat itu aku orgasme. Orgasme yg sangat nikmat. Nafasku memburu. Terdengar pula nafas Budi ikut menjadi cepat. Dan genjotannya pun sangat menghentak-hentakkan tubuhku. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang didalam dekapanku. Ternyata dia orgasme lagi. Lama-lama tubuhnya melemah dan aku melepaskan pelukanku. “Kenapa?” Tanyaku. Budi tersenyum dan mencium keningku.

    “Enak, makasih ya teh.” Katanya. Aku ikut tersenyum. Kami berciuman sebentar.

    Dan tanpa banyak bicara lagi, aku membereskan bajuku. Terburu-buru masuk ke kamar tidurku dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan meqiku drei sisa-sisa spermanya. Sepertinya, Budi jg menuju kamar mandi tamu. Dia ga berani ke kamar mandi kamar yg dia tempati. Ahhahaaa mungkin takut membangunkan anak-anak yg sedang lelap tertidur.

    Setelah malam itu, kami jadi semakin dekat dan sering ngentod. Dirumahku atau pun lebih bebas dirumahnya yg memang dia tempati sendirian. Bahkan kami pernah melakukan disiang bolong, ditempat umum. Ya tempat olah raga yg disana terdapat panggung kecil. Disisi panggung itulah aku menungging merasakan genjotan penis nya yg benar-benar bikin aku ketagihan.

  • Video bokep Joleyn Burst bermain poker

    Video bokep Joleyn Burst bermain poker


    3128 views

    Agen Sbobet Terpercaya

  • Foto Ngentot Olivia Blu mendapatkan gaya doggystyle keras di teras

    Foto Ngentot Olivia Blu mendapatkan gaya doggystyle keras di teras


    2153 views

    Duniabola99.com – foto pasangan yang lagi sange Olivia Blue ngentoto diluar rumah yang sangat hot dan menembakkan semua sperma ke dalam memeknya.

  • Kisah Memek Suster Suster haus sex

    Kisah Memek Suster Suster haus sex


    3116 views


    Duniabola99.com – Suatu siang di jalan Dharma Wangsa ke arah campus Airlangga sedang terjadi keributan, ngga’ jelas siapa lawan siapa… saat itu aku melintas dengan BMW M50ku sendirian dan sedang asyik dengerin radio Suara Surabaya… cuek saja saat melintasi perkelahian itu sambil sedikit menoleh ke arah seorang laki-laki yang sedang dikeroyok 4 orang lawannya… dia dikejar habis-habisan dan mencoba menerobos kerumunan penonton untuk mencari selamat. Terbelalak mataku bengitu sadar siapa lelaki yang sedang dikerjar tersebut… ternyata dia Kakak temanku… namanya Anton. Yang ngga’ jelas kenapa dia ada di sana dan dikeroyok orang segala, tapi aku sudah tidak sempat berpikir lebih jauh… segera saja aku pinggirkan kendaraanku dan aku turun untuk membantunya. Aku tarik dua orang yang sedang memukulnya karena Anton sudah jatuh terduduk dan dihajar berempat… sekarang Anton mengurus dua orang dan aku dua orang… memang masih tidak seiimbang… dalam perkelahianku aku berhasil menangkap satu dari lawanku dan aku jepit kepalanya dengan lengan kiriku sedang lengan kananku aku gunakan untuk menghajarnya… Starbet99


    sementara aku berusaha menggunakan kakiku untuk melawna yang satunya lagi… aku tak sempat lihat apa yang dilakukan Anton… waktu seakan sudah tidak dapat dihitung lagi demikian cepatnya sampai hal terakhir yang masih aku ingat adalah aku merasakan perih di pinggang kanan belakangku… dan saat kutengok ternyata aku ditusuk dengan sebilah belati dari belakang oleh entah siapa… sambil menahan sakit aku merenggangkan jepitanku pada korbanku dan berusaha melakukan tendangan memutar… sasaranku adalah lawan yang di depanku. Namun pada saat melakukan tendangan memutar sambil melayang… tiba-tiba aku melihat ayunan stcik soft ball ke arah kakiku yang terjulur… ngga’ ampun lagi aku jatuh terjerembab dan gagal melancarkan tentangan mautku… sesampainya aku di tanah dengan agak tertelungkup aku merasakan pukulan bertubi-tubi… mungkin lebih dari 3 orang yang menghajarku. Terakir kali kuingat aku merasakan beberapa kali tusukan sampai akhirnya aku sadar sudah berada di rumah sakit. Aku tidak jelas berada di rumah sakit mana yang pasti berisik sekali dan ruangannya panas… dalam ruangan tersebut ada beberapa ranjang… pada saat aku berusaha untuk melihat bagian bawahku yang terluka aku masih merasakan nyeri pada bagian perutku dan kaki kananku serasa gatal dan sedikit kebal ( mati rasa )… aku coba untuk geser kakiku ternyata berat sekali dan kaku. Kemudian aku paksakan untuk tidur… Sore itu aku dijenguk oleh Dian adik Anton… Link Alternatif Starbet99

    Dian ini teman kuliahku… dia datang bersama dengan Mita adiknya yang di SMA… katanya habis jenguk Anton dan Anton ada di ruang sebelah… ” Makasih ya Joss… kalo ngga’ ada kamu kali Anton sudah… ” katanya sambil menitikkan air mata… ” Sudahlah… semua ini sudah berlalu… tapi kalo boleh aku tau kenapa Anton sampe dikeroyok gitu ? ” tanyaku penasaran. ” Biasa gawa-gara cewec… mereka goda cewec Airlangga dan cowocnya marah makanya dikeroyok… emang sich bukan semua yang ngeroyok itu anak Airlangga sebagian kebetulan musuh Anton dari SMA, sialnya Anton saja ketemu lagi dan suasananya kaya’ gitu… jadi dech di dihajar rame-rame ” jawab Mita. ” Kak Jossy yang luka apanya saja ? ” tanya Mita. ” Tau nih… rasanya ngga’ keruan ” jawabku… ” Lihat aja sendiri… soalnya aku ngga’ bisa gerak banyak… kamu angkat selimutnya sekalian aku juga mo tau ” lanjutku pada Mita. ” Permisi ya Kak ” kata Mita langsung sambil membuka selimutku ( hanya diangkat saja ). Sesaat dia pandangi luka-lukaku dan mungkin karena banyak luka sehingga dia sampe bengong gitu… dan pas aku lihat pinggangku dibalut sampe pinggul dan masih tembus oleh darah… di bawahnya lagi aku melihat…. ya ampun pantes ni anak singkong bengong… meriamku tidak terbungkus apa-apa dan yang seremnya kepalanya yang gede kelihatan menarik sekali… seperti perkedel. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball. Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya dia melankolis sejati. ” Mita sini aku mo bilangin kamu ” kataku… Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku. ” Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat barusan… kamu suka ngga’ ? ” kataku berbisik. ” Serem ” bisiknya bales. ” Dian… kamu jangan lihat lukaku… nanti kamu makin nnga’ kuat lagi nahan tangismu ” kataku. ” Tapi paling tidak amu mo tau… boleh aku raba ? ” tanyanya… ” Silahkan… pelan-pelan ya… masih belum kering lukanya. ” jawabku. Dianpun memasukkan tangannya ke balik selimut… dan mulai meraba dari dada… ke perut… di situ dia merasakan ada balutan… digesernya ke kanan kiri… terus ke bawahan dikit… ” Kok perbannya sampe gini… lukanya kaya’ apa ? ” ” Wah aku sendiri belum jelas… ” aku jawab pertanyaan Dian.

    Turun lagi tangannya ke pinggul kanan… kena kulitku… terus ke tengah… kena meriamku… dia raba setengah menggenggam… untuk meyakinkan apa yang tersentuh tangannya… tersentak dan dia menarik tangannya sedikit sambil melepas pengangannya pada meriamku… ” Sorry… ngga’ tau…. ” ” Ngga’ apa-apa kok… malah enak kalo sekalian dipijitin… soalnya badanku sakit semua… ” kataku nakal. ” Nah…. Kak Dian pegang anunya Kak Joss ya ? ” goda Mita… Merah wajah Dian ditembak gitu. Dian terus saja meraa sampe pada kaki kananku dan dia menemukan gips… ” Lho… kok digips ? ” ” Iya patah tulangnya kali ” jawabku asal untuk menenangkan pikirannya… Dian selesai merabaiku… tapi tampak sekali dia masih kepikiran soal sentuhan pada meriam tadi… dan sesekali matanya masih melirik ke sekitar meriamku… sedang aku juga sedang menikmati dan membayangkan ulang kejadian barusan… Flash back lah. Tanpa sadar tiba-tiba meriamku meradang dan mulai bangun sehingga tampak pada selimut tipis kalo ada sesuatu perkembangan di sana. ” Kak Joss… anunya bangun ” bisik Dian padaku sambil dia ambil selimut lain untuk menutupnya… tapi tangannya berhenti dan diam di atasnya… ” Supaya Mita ngga’ ngelihat ” bisiknya lagi.


    Aku cuman bisa mengangguk… aku sadar ujung penisku masih dapat menggapai telapaknya… aku coba kejang-kejangkan penisku dan Dian seperti merasa dicolek-coleh tangannya. ” Mit… kamu pamit sama Mas Anton dech… kita bentar lagi pulang dan biar mereka istirahat… ” kata Dian… dan Mitapun melangkah keluar ruangan… ” Kak Joss…. nakal sekali anunya ya ” bisik Dian… aku balas dengan ciuman di pipinya. ” Dian… tolongin donk… diurut-urut itunya… biar lupa sakitnya… ” pintaku… ” Iya dech… ” jawab Dian langsung mengurut meriamku… dari luar selimut… biar ngga’ nyolok dengan pasien lain… walaupun antara ranjang ada penyekatnya… ” Ian… dari dalem aja langsung… biar cepetan…. ” pintaku karena merasa tanggung dan waktunya mepet sekali dia mo pulang., Dian menuruti permintaanku dengan memeriksa sekitar lebih dulu… terus tangannya dimasukkan dalam selimutku langsung meremas meriamku… dielusnya batangku dan sesekali bijinya… dikocoknya… lembut sekali… wah gila rasanya… lama juga Dian memainkan meriamku… sampe aku ngga’ tahan lagi dan crrooottt….. crot…. ccrrroooo..tttt…. beberapa kali keluar… Tiba-tiba Mita datang dan buru-buru Dian tarik tangannya dari balik selimut… sedikt kena spermaku telapak tangan Dian… dia goserkan pada sisi ranjang untuk mengelapnya… ” Sudah Kak Joss… aku sama Mita mo pulang…. ” pamit Dian… ” Sudah keluar khan… ” bisiknya pada telingaku… cup… pipiku diciumnya… ” Cepet sembuhnya… besok aku tengok lagi ” Dia sengaja menciumku untuk menyamarkan bisikannya yang terakhir. ” Eh… kalo bisa bilangin susternya aku minta pindah kelas satu donk… di sini gerah ” pintaku pada mereka. Merekapun keluar kamar dan melambaikan tangan… satu jam kemudian aku dipindahkan ke tempat yang lebih bagus… ada ACnya dan ranjangnya ada dua. Tapi ranjang sebelah kosong. Posisi kamarku agak jauh dari pos jaga suster perawat… itu aku tau saat aku didorong dengan ranjang beroda. ” Habis gini mandi ya ” kata suster perawat sehabis mendorongku… ngga’ lama kemudian dia sudah balik dengan ember dan lap handuk… dia taruh ember itu di meja kecil samping ranjangku dan mulai menyingkap selimutku serta melipatnya dekat kakiku.

    Terbuka sudah seluruh tubuhku… pas dia lihat sekita meriamku terkejut dia… ada dua hal yang mengagetkannya… yang pertama adalah ukuran meriam serta kepalanya yang di luar normal… besar sekali… dan yang kedua ada hasil kerjaan Dian… spermaku masih berantakan tanpa sempat dibersihkan… walaupun sebagian menempel di selimut… tapi bekasnya yang mengering di badanku masih jelas terlihat. ” Kok… kayaknya habis orgasme ya ? ” tanyanya. Lalu tanpa tunggu aju jawab dia ambil wash lap dan sabun… ” Sus… jangan pake wash lap… geli… saya ngga’ biasa ” kataku. Suster itu mulai dengan tanganku… dibasuh dan disabunnya… usapannya lembut sekali… sambil dimandiin aku pandangi wajahnya… dadanya… cukup gede kalo aku lihat… orangnya agak putih… tangannya lembut. Selesai dengan yang kiri sekarang ganti tangan kananku… dan seterusnya ke leher dan dadaku… terus diusapnya… sapuan telapak tangannya lembut aku rasakan dan akupun memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya. Sampe juga akhirnya pada meriamku… dipegangnya dengan lembut…. ditambah sabun… digosok batangnya… bijinya… kembali ke batangnya… dan aku ngga’ kuat untuk menahan supaya tetap lemas… akhirnya berdiri juga… pertama setengah tiang lama-lama juga akhirnya penuh… keras…. dia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih ” Ini kepalanya besar sekali… baru kali ini syya lihat kaya’ gini besarnya ” ” Sus… enak dimandiin gini… ” kataku memancing. Dia diam saja tapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan batangku… kaya’nya dia suka dengan ukurannya yang menakjubkan… ” Enak Mas… kalo diginikan ? ” tanyanya dengan lirikan nakal. ” Ssshh… iya terusin ya Sus… sampe keluar… ” kataku sambil menahan rasa nikmat yang ngga’ ketulungan… tangan kirinnya mengambil air dan membilas meriamku… kemudian disekanya dengan tangan kanannya… kenapa kok diseka pikirku… tapi aku diam saja… mengikuti apa yang mau dia lakukan… pokoknya jangan berhenti sampe sini aja… pusing nanti… Dia dekatkan kepalanya… dan dijulurkan lidahnya… kepala meriamku dijilatnya perlahan… dan lidahnya mengitari kepala meriamku… sejuta rasanya… wow… enak sekali… lalu dikulumnya meriamku… aku lihat mulutnya sampe penuh rasanya dan belum seluruhnya tenggelam dalam mulutnya yang mungil… bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur.

    Lama juga aku diisep suster jaga ini… sampe akhirnya aku ngga’ tahan lagi dan crooott…. crooott… nikmat sekali. Spermaku tumpah dalam rongga mulutnya dan ditelannya habis… sisa pada ujung meriamkupun dijilat serta dihisapnya habis… ” Sudah sekarang dilanjutkan mandinya ya… ” kata suster itu dan dia melanjutkan memandikan kaki kiriku setelah sebelumnya mencuci bersih meriamku… badanku dibaliknya… dan dimandikan pula sisi belakang badanku. Selesai acara mandi ” Nanti malam saya ke sini lagi nanti saya temenin… ” katanya sambil membereskan barang-barangnya. terakhir sebelum keluar kamar dia sempat menciumku… pas di bibir… hangat sekali… ” Nanti malam saya kasih yang lebih hebat ” begitu katanya. Akupun berusaha untuk tidur… nikmat sekali sore ini dua kali keluar… dibantu dua cewec yang berbeda… ini mungkin ganjaran dari menolong teman… gitu hiburku dalam hati… sambil memikirkan apa yang akan kudapat malam nanti akupun tertidur lelap sekali. Tiba-tiba aku dibangunkan oleh suster yang tadi lagi… tapi aku belum sempat menyanyakan namanya… baru setelah dia mo keluar kamar selesai meletakkan makananku dan membangunkanku… namanya Anna. Cara dia membangunkanku cukup aneh… rasanya suster di manapun tidak akan melakukan dengan cara ini… dia remas-remas meriamku… sambil digosoknya lembut sampe aku bangun dari tdurku. Langsung aku selesaikan makanku dengan susah payah… akhirnya selesai juga… lalu aku tekan bel… dan tak lama kemudian datang suster yang lain… aku minta dia nyalakan TV di atas dan mengakat makananku. Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang ditayangkan… tanpa konsentrasi sedikitpun. Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan mengganti perban… pada saat dia melihat meriamkupun dia takjub… ” Ngga’ salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga ” demikian komentarnya. ” Kenapa Sus ? ” tanyaku ngga’ jelas. ” Oo… itu tadi teman-teman bilang kalo pasien yang dirawat di kamar 26 itu kepalanya besar sekali. ” jawabnya. Setelah selesai denganmengobati lukaku dan dia akan tinggalkan ruangan… sebelum membetulkan selimutku dia sempatkan mengelus kepala meriamku… ” Hmmm… gimana ya rasanya ? ” gumamnya tanya meminta jawaban.


    Dan akupun hanya senyum saja. Wah suster di sini gila semua ya pikirku… soalnya aku baru kenal dua orang dan dua-duanya suka sama meriamku… minimal tertarik… dan lagian ada promosi gratis di ruang jaga suster kalo ada pasien dengan kepala meriam super besar… promosi yang menguntungkan… semoga ada yang terjerat ingin mencoba… selama aku masih dirawat di sini. Jam 10an kira-kira aku mulai tertidur… aku mimpi indah sekali dalam tidurku… karena sebelum tidur tadi otakku sempat berpikir jorok. Aku merasakan hangat sekali pada bagian selangkanganku… tepatnya pada bagian meriamku… sampe aku terbangun ternyata… suster Anna sedang menghisap meriamku… kali ini entah jam berapa ? Dengan bermalas-malasan aku nikmat terus hisapannya… dan aku mulai ikut aktif dengan meraba dadanya… suatu lokasi yang aku anggap paling dekat dengan jangkauanku. Aku buka kanding atasnya dua kancing… aku rogoh dadanya di balik BH putihnya… aku dapati segumpal daging hangat yang kenyal… kuselusuri… sambil meremas-remas kecil.. sampe juga pada putingnya… aku pilin putingnya… dan Sus Annapun mendesah… enath berapa lama aku dihisap dan aku merabai Sus Anna… sampe dia minta ” Mas… masih sakit ngga’ badannya ? ” ” Kenapa Sus ? ” tanyaku bingung. ” Enggak kok… sudah lumayan enakan… ” dan tanpa menjawab diapun meloloskan CDnya… dimasukkan dalam saku baju dinasnya. Lalu dia permisi padaku dan mulai mengangkangkan kakinya di atas meriamku… dan bless… dia masukkan batangku pada lobangnya yang hangat dan sudah basah sekali… diapun mulai menggoyang perlahan… pertama dengan gerakan naik turun…lalu disusul dengan gerakan memutar… wah… suster ini rupanya sudah prof banget… lobangnya aku rasakan masih sangat sempit… makanya dia juga hanya berani gerak perlahan… mungkin juga karena aku masih sakit… dan punya banyak luka baru.

    Lama sekali permainan itu dan memang dia ngga’ ganti posisi… karena posisi yang memungkinkan hanya satu posisi… aku tidur di bawah dan dia di atasku. Sampe saat itu belum ada tanda-tanda aku akan keluar… tapi kalo tidak salah dia sempat mengejang sekali tadi dipertengahan dan lemas sebentar lalu mulai menggoyang lagi… sampe tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar… dan seorang suster masuk dengan tiba-tiba… kaget sekali kami berdua… karena tidak ada alasan lain… jelas sekali kita sedang main… mana posisinya… mana bajua dinas Suster Anna terbuka sampe perutnya dan BHnya juga sudah kelepas dan tergeletak di lantai. Ternyata yang masuk suster Wiwik… dia langsung menghampiri dan bilang ” Teruskan saja An… aku cuman mau ikutan… mumpung sepi ” Suster Wiwikpun mengelus dadaku… dia ciumin aku dengan lembut… aku membalasnya dengan meremas dadanya… dia diam saja… aku buka kancingnya… terus langsung aku loloskan pakaian dinasnya… aku buka sekalian BHnya yang berenda… tipis dan merangsang… membal sekali tampak pada saat BH itu lepas dari badannya… dada itu berguncang dikit… kelihatan kalo masih sangat kencang… tinggal CD minim yang digunakannya. Suster Anna masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berputar… aku lhat saja dadanya yang terguncang akibat gerakannya yang mulai liar… lidah suster Wiwik mulai memasuki rongga mulutku dan kuhisap ujung lidahnya yang menjulur itu… tangan kiriku mulai merabai sekitar selangkangan suster Wiwik dari luar… basah sudah CDnya… pelah aku kuak ke samping… dan kudapat permukaan bulu halus menyelimuti liang kenikmatannya… kuelus perlahan… baru kemudian sedikit kutekan… ketemu sudah aku pada clitsnya… agak ke belakang aku rasakan makin menghangat.

    Tersentuh olehku kemudian liang nikmat tersebut… kuelus dua tiga kali sebelum akhirnya aku masukkan jariku ke dalamnya. Kucoba memasukkan sedalam mungkin jari telunjukku… kemudian disusul oleh jari tengahku… aku putar jari-jariku di dalamnya… baru kukocok keluar masuk… sambil jempolku memainkan clitsnya. Dia mendesar ringan… sementara suster Anna rebahan karena lelah di dadaku dengan pinggulnya tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri… suster Wiwik menyibak rambut panjang suster Anna dan mulai menciumi punggung terbuka itu… suster Anna makin mengerang… mengerang…. dan mengerang…. sampai pada erangan panjang yang menandakan dia akan orgasme… dan makin keras goyangan pinggulnya… sementara aku mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih keras dari sebelumnya… karena dari tadi aku tidak dapat terlalu bergoyang… takut lukaku sakit. Suster Anna mengerang…. panjang sekali seperti orang sedang kesakitan… tapi juga mirip orang kepedasan… mendesis di antara erangannya… dia sudah sampe… rupanya… dan… dia tahan dulu sementara… baru dicabutnya perlahan… sekarang giliran suster Wiwik… dilapnya dulu… meriamku dikeringkan… baru dia mulai menaikiku… batin… kurang ajar suster-suster ini aku digilirnya… dan nanti aku juga mesti masih membayar biaya rawat… gila… enak di dia… tapi….. enak juga dia aku kok… demikian pikiranku… ach… masa bodo…. POKOKNYA PUAS !!! Demikian kata iklan. Ketika suster Wiwik telah menempati posisinya… kulihat suster Anna mengelap liang kenikmatannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil di sampingku.


    Suster Wiwik seakan menunggang kuda… dia goyang maju mundur… perlahan tapi penuh kepastian… makin lama makin cepat iramanya… sementara tanganku keduanya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah… kenyal sekali rasanya… cukup besar ukurannya dan lebih besar dari suster Anna punya… yang ini ngga’ kurang dari 36… kemungkinan cup C… karena mantap dan tanganku seakan ngga’ cukup menggenggamnya. Sesekali kumainkan putingnya yang mulai mengeras… dia mendesis… hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya… desisan itu sungguh manja kurasakan… sementara suster Anna telah selesai dengan membersihkan liang hangatnya… kemudian dia mulai lagi mengelus-elus badan telanjang suster Wiwik dan tuga memainkan rambutku… mengusapnya… Kemudian karena sudah cukup pemanasannya… dia mulai menaiki ranjang lagi… dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas kepalaku… setengah berjongkok gayanya saat itu dengan menghadap tembok di atas kepalaku… dan kedua tangannya berpegangan pada bagian kepala ranjangku. Mulai disorongkannya liangnya yang telah kering ke mulutku… dengan cepat aku julurkan lidahku…. aku colek sekali dulu dan aku tarik nafas…. hhhmmmm…… harus khas liang senggama…. kujilat liangnya dengan lidahku yang memang terkenal panjang… kumainkan lidahku… mereka berdua mengerang berbarengan kadang bersahutan… Aku ingin tau sekarang ini jam berapa ? Jangan sampe erangan mereka mengganggu pasien lain… karena aku mendengarnya cukup keras… aku tengok ke dinding… kosong ngga’ ada jam dinding… aku lihat keluar… kearah pintu… mataku terbelalak… terkejut… shock… benar-benar kaget aku… lamat-lamat aku perhatikan… di antara pintu aku melihat seberkas sinar mengkilap… sambil terus menggoyang suster Wiwik… meninggalkan jilatan pada suster Anna… aku konsentrasi sejenak pada apa yang ada di belakang pintu… ternyata… pintupun terbuka… makin gila aku makin kaget… dan deg… jantungku tersentak sesaat… lalu lega… tapi… yang dateng ini dua temen suster yang sedang kupuaskan ini… kaya’nya kalo marah sich ngga’ bakalan.. mereka sepertinya telah cukup lama melihat adegan kami bertiga… jadi maksud kedatangannya hanya dua kemungkinan… mo nonton dari dekat atau ikutan… ternyata…. ” Wah… wah… wah… rajin sekali kalian bekerja… sampe malem gini masih sibuk ngurus pasien… ” demikian kata salah seorang dari mereka… ” Mari kami bantu ” demikian sahut yang lainnya yang berbadan kecil kurus dan berdada super… Jelas ini jawabannya adalah pilihan kedua.

    Merekapun langsung melepas pakaian dinas masing-masing… satu mengambil posisi di kanan ranjang dan satu ngambil posisi di kiri ranjang… secara hampir bersamaan mereka menciumi dada… leher… telinga dan semua daerah rangsanganku… akupun mulai lagi konsentrasi pada liang suster Anna… sementara kedua tanganku ambil bagian masing-masing… sekarang semua bagian tubuhku yang menonjol panjang telah habis digunakan untuk memuaskann 4 suster gatel…… malam ini… tidak ada sisa rupanya…. terus bagaimana kalo sampe ada satu lagi yang ikutan ? Jari-jariku baik dari tangan kanan maupun kiri telah amblas dalam liang hangat suster-suster gatel tersebut… untuk menggaruknya kali… aku kocok-kocokkan keluar masuk ya lidahku… ya jariku… ya meriamku… rusak sudah konsentrasiku… yang pasti… ini pengalaman gila kedua sejak peristiwa serupa dengan Donna adik Sammy Zara… Ini permainan Four Whell Drive ( 4 WD )atau bisa juga disebut Four Wheel Steering ( 4 WS )… empat-empatnya jalan semua… kaya’nya kau makin piawai dalam permainan 4DW / 4 WS ini karena ini kali dua aku mencoba mempraktekkannya. Lama sekali permainannya… sampe tiba-tiba suster Wiwik mengerang…. kesar dan panjang serta mengejang… Setelah suster Wiwik selesai… dan mencabut meriamku… suster Anna berbalik posisi dengan posisi 69… kami saling menghisap dan permainan berlanjut… sekali aku minta rotasi… yang di kananku untuk naik… yang di atas ( suster Anna ) aku minta ke kiri dan suster yang di kiri aku minta pindah posisi kanan.

    Tawaran ini tidak disia-siakan oleh suster yang berkulit agak gelap dari semua temannya… dia langsung menancapkan meriamku dengan gerakan yang menakjubkan… tanpa dipegang…. diambilnya meriamku yang masih tegang dengan liangnya dan langsung dimasukkan… amblas sudah meriamku dari pandangan. Diapun langsung menggoyang keras… rupanya sudah ngga’ tahan… Benar juga sekitar 5 menit dia bergoyang sudah mengejang keras dan mengerang…. mengerang…. panjang serta lemas. Sementara tingal dua korban yang belum selesai… aku minta bantuan suster yang masih ada di sana untuk membantu aku balik badan… tengkurap… kemudian aku suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah tubuhku…. sedangkan suster Anna aku suruh duduk di samping bantal yang digunakan suster kecil tadi. Perlahan aku mulai memasukkan meriam raksasaku pada liang suster yang bertubuh kecil ini… sulit sekali… dan diapun membantu dengan bimbingan test…. Setelah tertancap… tapi sayangnya tidak dapat habis terbenam… rasanya mentok sekali… dengan bibir rahimnya… akupun mulai menggoyang suster kecil dan menjilati suster Anna. Mereka berdua kembali mendesah…. mengerang…. mendesah dan kadang mendesis… kaya’ ular.


    Aku sulit sekali sebenarnya untuk mengayun pinggulku maju mundur…. jadi yang bisa aku lakukan cuman tetap menancapkan meriamku pada liang kenikmatan suster mungil ini sambil memutar pinggulku seakan meng-obok-obok liangnya… sedangkan dadanya yang aku bilang super itu terasa sekali mengganjal dadaku yang bidang… kenikmatan tiada tara sedang dinikmati si mungil di bawahku ini… dia mendesis tak keruan… sedang lidahku tetap menghajar liang kenikmatan suster Anna… sesekali aku jilatkan pada clitsnya… dia menggelinjang setiap kali lidahku menyentuh clitsnya… mendengar desisan mereka berdua aku jadi ngga’ tahan… maka dengan nekat aku keraskan goyangan pinggulku dan hisapanku pada suster Anna… dia mulai mengejang… mengerang dan kemudian disusul dengan suster yang sedang kutindih…. suster Anna sudah lemas… dan beranjak turun dari posisinya…. Aku tekan lebih keras suster mungil ini…. sambil dadanya yang menggairahkan ini aku remas-remas semauku… aku sudah merasakan hampir sampe juga… sedang suster mungil masih mengerang…. terus dan terus… kaya’nya dia dapat multi orgasme dan panjang sekali orgasme yang didapatnya…. aku coba mengjar orgasmenya… dan…. dan…. berhasil juga akuhirnya… aku sodok dan benamkan meriamku sekuat-kuatnya… sampe dia melotot… aku didekapnya erat sekali… dan ” Adu…..uh enak sekali… ” demikian salah satu katanya yang dapat aku dengar. Akupun ambruk diatas dada besar yang menggemaskan itu… lunglai sudah tubuh ini rasanya… menghabisi 4 suster sekaligus… suatu rekord yang gila… permainan Four Wheel Drive kedua dalam hidupku… pada saat mencabutnyapun aku terpaksa diantu suster yang lain… ” Kasihan pasien ini nanti sembuhnya jadi lama… soalnya ngga’ sempet istirahat ” kata suster yang hitam. ” Iya dan kaya’nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya’ malem ini ” sahut suster Wiwik. ” Kalo itu dibuat system arisan saja ” kata suster Anna sadis sekali kedengarannya.

    Emangnya aku meriam bergilir apa ? Malam itu aku tidur lelaap sekali dan aku sempat minta untuk suster mungil menemaniku tidur, aku berjanji tiap malam mereka dapat giliran menemaniku tidur… tapi setelah mendapat jatah batin tentunya. Suster mungil ini bernama Ratih dan malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali seperti pengantin baru dan sama-sama polos… sampe jam 4 pagi… dia minta jatah tambahan… dan kamipun bermain one on one ( satu lawan satu, ngga’ keroyokan kaya’ semalem ). Hot sekali dia pagi itu… karena kami lebih bebas… tapi yang kacau adalah udahannya… aku merasa sakit karena lukaku berdarah lagi… jadi terpaksa ketahuan dech sama yang lain kalo ada sesi tambahan… dan merekapun rame-rame mengobati lukaku…. sambil masih pengen lihat meriam dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semaleman. Abis gitu sekitar jam 5 aku kembali tidur sampe pagi jam 7.20 aku dibangunkan untuk mandi pagi. Mandi pagi dibantu oleh suster Dewi dan sempat diisep sampe keluar dalam mulutnya… nah suster Dewi ini yang kulitnya hitaman semalam. Nama mereka sering aku dapat setelah tubuh mereka aku dapat. Hari kedua Pagi jam 10 aku dibesuk oleh Dian dan Mita… mereka membawakan buah jeruk dan apel… aslinya sich aku ngga demen makan buah… setengah jam kami ngobrol bertiga. sampe suatu saat aku bilang pada Dian ” aku mo minta tolong Ian… kepalaku pusing… soalnya aku dari semaleman ngga’ dapet keluar… dan aku ngga’ bisa self service ” demikian kataku membuka acara… dan akupun bercerita sedikit kebiasaanku pada Dian dengan bumbu tentunya. Aku cerita kalo biasa setiap kali mandi pagi aku suka onani kalo semalemnya ngga’ dapet cewec buat nemenin tidur… dan sorenya juga suka main lagi… Dian bisa maklum karena aku dulu sempat samen leven dengan Nana temannya yang hyper sex selama 8 bulan lebih… dia juga tahu kehidupanku tidak pernah sepi cewec. Dengan dalih dia mo bantu aku karena hal ini dianggap sebagai bales jasa menyelamatkan jiwa kakaknya… yang aku selamatkan dari keroyokan kemarin… sampe akhirnya aku sendiri masuk rumah sakit.

    Dia minta Mita adiknya keluar dulu karena malu, tapi Mita tau apa yang akan dilakukan Dian padaku… karena pembicaraan tadi di depan Mita. Sekeluarnya Mita dari kamar… Dian langsung memasukkan tangannya dalam selimutku dan mulailah dia meremas dan mengelus meriamku yang sedang tidur… sampe bangun dan keras sekali… setelah dikocoknya dengan segala macam cara masih belum keluar juga sedang waktu sudah menunjukkan pukul 10.45 berarti jam besuk tinggal 15 menit lagi maka aku minta Dian menghisap meriamku. Mulanya dia malu… tapi dikerjakannya juga… demi bales jasa kaya’ya… atau dia mulai suka ? Akhirnya keluar juga spermaku dan kali ini tidak diselimut lagi tapi dalam mulut Dian dan ini pertama kali Dian meneguk spermaku… juga pertama kali teman kuliahku ini ngisep punyaku… kaya’nya dia juga belum mahir betul… itu ketahuan dari beberapa kali aku meringis kesakitan karena kena giginya. Spermaku ditelannya habis… sesuai permintaanku dan aku bilang kalo sperma itu steril dan baik buat kulit… benernya sich aku ngga’ tau jelas… asal ngomong aja dan dia percaya… setelah menelan spermaku dia ambil air di gelas dan meminumnya… belum biasa kali. Aku tengok ke jendela luar saat Dian ambil minum tadi… ternyata aku melihat jendela depan yang menghadap taman tidak tertutup rapat dan aku sempat lihat kalo Mita tadi ngintip kakaknya ngisep aku… Jam 11.05 mereka berdua pamit pulang… selanjutnya aku aku makan siang dan tidur sampe bangun sekitar jam 3 siang.


    Dan aku minta suster jaga untuk memindahkanku ke kursi roda… sebelum dipindahkan aku diobati dulu dan diberi pakeaian seperti rok panjang terusan agak gombor. dengan kancing banyak sekali di belakangnya. Pada saat mengenakan pakaian tersebut dikerjakan oleh dua suster shift pagi… suster Atty dan suster Fatima, pada saat mereka berdua sempat melihat meriamku… mereka saling berpandangan dan tersenyum terus melirik nakal padaku… aku cuek saja… pada saat aku mo dipindahkan ke kurasi roda aku diminta untuk memeluk suster Fatima… orangnya masih muda sekitar 23 tahunan kira-kira… rambutnya pendek… tubuhnya sekitar 159 Cm… dadanya sekitar 34 B… pada saat memeluk aku sedikit kencangkan sambil pura-pura ngga’ kuat berdiri… aku dekap dia dari pinggang ke pundak ( seperti merengkuh ) dengan demikian aku telah menguncinya sehingga dia tidak dapat mengambil jarak lagi dan dadanya pas sekali dipundakku… greeng… meriamku setengah bangun dapat sentuhan tersebut. ” Agak tegak berdirinya Mas… berat soalnya badan Masnya ” kata suster Fatima. Akupun mengikut perintahnya dengan memindahkan tangan kananku seakan merangkulnya dengan demikian aku makin mendekatkan wajahnya ke leherku dan aku dorong sekalian kepalaku sehingga dia secara ngga’ sadar bibirnya kena di leherku… sementara suster Atty membetulkan letak kursi roda… aku lihat pinggulnya dari berlakang… wah… bagus juga ya… Suster Fatima bantu aku duduk di kursi roda dan suster Atty pegang kursi roda dari belakang…pada saat mo duduk pas mukaku dekat sekali dengan dada suster Fatima… aku sempetin aja desak dan gigit dengan bibir berlapis gigi ke dada tersebut… karena beberapa terhenti aku dapat merasakan gigitan itu sekitar 2 detikan dech… dia diam saja… dan saat aku sudah duduk…. dan suster Atty keluar kamar… ” Awas ya… nakal sekali ” kata suster Fatima sambil mendelik.

    Aku tau dia ngga’ marah cuman pura-pura marah aja ” Satunya belum Sus ” kataku menggoda… ” Enak aja… geli tau ? ” jawabnya sewot. ” Nanti saya cubit baru tau ” lanjutnya sambil langsung mencubit meriamku… dan terus dia ngeloyor keluar kamar dengan muka merah… karena meriamku saat itu sudah full standing karena abis nge-gigit toket… jadi terangsang… ” Sus… tolong donk saya di dorong keluar kamar ” kataku sebelum sempat suster Fatima keluar jauh. Diapun kembali dan mendorongku ke teras kamar… menghadap taman. Aku bengong di teras… sambil menghisap rokokku… di pangkuanku ada novel tapi rasanya males mo baca novel itu… jadinya aku bengong saja sore itu di teras sambil ngelamun aku mikirin rencana lain untuk malam ini… mo pake gaya apa ya ? Tiba-tiba aku dikejutkan dengan telapak tangan yang menutup mataku… saipa ini ? Kok tanyannya halus… dingin dan kecil… ” Siapa ni ? ” kataku… Terus dilepasnya tangan tersebut dan dia ke arah depanku… baru kutau dia Mita adik Dian. Kok sendirian ? ” Mana Mita ? ” tanyaku… ” Lagi ketempat dosennya mo ngurus scripsi ” jawab Mita. ” Jadi ngga’ kesini donk ? ” tanyaku penasaran. ” Ya ngga’ lah… ini saya bawain bubur buatan Mama ” katanya sambil mendorongku masuk kamar… dia letakkan bubur itu di atas meja kecil samping ranjang. Terus kami ngobrol… sekitar 10 menit sampe aku bilang ” Mit… ach ngga’ jadi dech… ” kataku bingung gimana mo mulainya… maksudku mo jailin dia untuk ngeluarin aku seperti yang dilakukan kakaknya pagi tadi… bukankah dia juga udah ngintip… kali aja dia pengen kaya’ kakaknya… mumpung lagi cuman berduaan… ” Kenapa Kak ? ” aku tak menjawab hanya mengernyitkan dahi saja… ” Pusing ya ? ” tanyanya lagi. ” Iya ni… penyakit biasa ” kataku makin berani… kali bisa… ” Kak… gimana ya ? Tadi khan udah ? ” katanya mulai ngeti maksudku… tapi kaya’nya dia bingung dan malu… merah wajahnya tampak sekali. ” Mit… sorry ya… kalo kamu ngga’ keberatan tolongin Kakak donk… ntar malem Kakak ngga’ bisa tidur… kalo…

    ” kataku mengarah dan sengaja tidak menyelesaikan kata-kataku supaya terkesan gimana gitu…. ” Iya Mita tau Kak… dan kasihan sekali… tapi gimana Mita ngga’ bisa… MIta malu Kak… ” ” Ya udah kalo kamu keberatan… aku ngga’ mo maksa… lagian kamu masih kecil… ” ” Kak… Mita ciumin aja ya… supaya Kakak terhibur… jangan susah Kak… kalo Mita sudah besar dan sudah bisa juga mau kok bantuin Kak Jossy kaya tadi pagi ” kata dia sambil mencium pipiku. ” Iya dech… sini Kak cium kamu ” kataku dan diapun pindah kehadapanku. Dia membungkuk sehingga ada kelihatan dadanya yang membusung… aduh…. gila… usaha harus jalan terus ni… gimana caranya masa bodo… harus dapet… aku udah pusing berat. Dan Mitapun memelukku sambil membungkuk… aku cium pipinya, dagunya… belakang telinganya kadang aku gigit lembut telinganya… pokoknya semua daerah rangsangan… aku coba merangsangnya… ciuman kami lama juga sampe nafasnya terasa sekali di telingaku. Tangaku mencoba meremas dadanya… diapun mundur… mo menghidar… ” Mit… gini dech… aku sentuh kamu saja… ngga’ ngapain kok… supaya aku lebih tenang nanti malem ” ” Maaf Kak… tadi Mita kaget… Mita ngerti kok… Kak Joss gini juga gara-gara Mas Anton ” jawabnya penuh pengertian… atau dia udah kepancing ? Diapun kembali… mendekat dan kuraih dadanya… aku remas…dan dia kembali menciumku… dari tadi tidak ada ciuman bibir hanya pipi dan telinga… saling berbalasan… sampe remasanku makin liar dan mencoba menyusup pada bajunya… melalui celah kancing atasnya. Tangan Mita mulai turun dari dadaku ke meriamku… dan meremasnya dari luar… ” Aduh… enak sekali Mit… terusin ya… sampe keluar… biar aku ngga’ pusing nanti ” kataku nafsu menyambut kemajuannya. Lama remasan kami berlangsung… sampe akhirnya Mita melorot dan berjongkok di depanku dan menyingkap pakaianku… dia mulai mo mencium meriamku… dengan mata redup penuh nafsu dia mulai mencium sayang pada meriamku.


    ” Masukin saja Mit… ” kataku. Mitapun memasukkan meriamku dalam mulut mungilnya… sulit sekali tampaknya… dan penuh sekali kelihatan dari luar… dia mulai menghisap dan aku bilang jangan sampe kena gigi… Tak perlu aku ceritakan proses isep-isepan itu… yang pasti saat aku ngga’ tahan lagi… aku tekan palanya supaya tetap nancep… dan aku keluarkan dalam mulut mungil Mita… terbelalak mata Mita kena semprot spermaku. ” Telen aja Mit… ngga’ papa kok ” kataku… Diapun menelan spermaku… lalu dicabutnya dari mulut mungil itu… sisa spermaku yang meleleh di meriamku dan bibir mungilnya dilap pake tissue… dan dia lari ke kamar mandi…. sedang aku merapikan kembali pakaianku yang tersibak tadi. Ada orang datang… kelihatan dari balik kaca jendela… ” Sorry Joss… aku baru bisa dateng sekarang… ngga’ dapet pesawat soalnya ” kata Bang Johnny yang datang bersama dengan kak Wenda dan Winny… ” Iya ini juga langsung dari airport ” kata Kak Wenda. ” Kamu kenapa si… ceritanya gimana kok bisa sampe kaya’ gini ? ” tanya Winny… ” Lha kalian tau aku di sini dari mana ? ” tanyaku bingung. ” Tadi malem kami telpon ke rumah ngga’ ada yang jawab sampe tadi pagi kami telpon terus masih kosong ” kata Kak Wenda. ” Aku telpon ke rumahnya Donna yang di Kertajaya kamu ngga’ di sana… aku telpon rumahnya yang di Grand Family juga kamu ngga’ ada, malah ketemu sammy di sana ” kata Winny. ” Sammy bilang mo bantu cari kamu… terus siang tadi Donna telpon katanya dia abis nelpon Dian dan katanya kamu dirawat di sini dan dia cerita panjang sampe kamu masuk rumah sakit ” kata Winny lagi. Mereka tuh semua dari Jakarta karena ada saudara Kak Wenda yang menikah… dan rencananya pulangnya kemarin sore… pantes Kak Wenda telpon aku kemarin mungkin mo bilangin kalo pulangnya ditunda.

    Malah dapet berita kaya’ gini. Mita keluar dari kamar mandi yang ada dalam kamarku itu kaget juga tau banyak orang ada di sana dan dia kaya’nya kikuk juga… Setelah aku perkenalkan kalo ini Mita adiknya Dian dan kemudian Mita pamit mo jenguk kakaknya diruang lain. Kamipun ngobrol seperginya Mita dari hadapan kami. Winny memandangku dengan sedih… mungkin kasihan tapi juga bisa dia cemburu sama Mita… ngapain ada dalam kamar mandi dan sebelumnya cuman berduaan aja sama aku di sini. Selanjutnya tidak ada cerita menarik untuk diceritakan pada kalian semua… yang pasti mereka ngobrol sampe jam 5.20 karena minta perpanjangan waktu dan jam 5 tadi Mita datang lagi cuman pamit langsung pulang. Malamnya seperti biasa… kejadiannya sama seperti hari pertama… mandi sore diisep lagi… kali ini sustenya lain… dia suster Fatima yang sempet aku gigit toketnya tadi siang. Dan malemnya aku main lagi… dan tidur dengan suster Wiwik… suster Anna off hari itu… jadi waktu main cuman suster Wiwik, suster Ratih dan suster Dewi…

  • Foto Bugil  Cewek imut dalam gaun pink dilepas untuk menunjukkan payudara kecilnya dan vagina botak

    Foto Bugil Cewek imut dalam gaun pink dilepas untuk menunjukkan payudara kecilnya dan vagina botak


    2178 views


    Duniabola99.com – foto gadis imut pakai pakaian pink dan menampilkan toketnya yang kecil dan memampilkan memeknya yang tanpa bulu.

    Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,

  • Kisah Memek Ngentot Dengan Tante Kis yang Seksi

    Kisah Memek Ngentot Dengan Tante Kis yang Seksi


    2621 views

    Duniabola99.com – Selama aku masih menganggur, aku sering ke rumah Tante Kis. Selama di sana aku membantu membersihkan halaman dan mengatur perkakas rumah. Maklum tanteku itu hidup sendirian.


    Untuk urusan angkat-mengangkat (mengangkat barang red) ia tidak sanggup. Suatu sore setelah aku menggeser pot di halaman agar kelihatan rapi, aku mau ke kamar mandi, mau cuci tangan dan buang air. Toilet Tante Kis ada di dalam kamarnya, sehingga kalau mau ke kamar mandi harus ke kamarnya dulu. Tanpa ragu-ragu kubuka kamar yang tidak terkunci itu untuk menuju kamar mandi. Begitu kubuka pintu kamarnya aku kaget, kulihat Tante Kis baru saja selesai mengeringkan badannya dengan handuk sehabis mandi. Saat kubuka pintu tadi, Tante Kis sedang dalam keadaan telanjang membelakangiku. Tante Kis rupanya tidak menyadari kalau aku sedang memperhatikan pinggul dan bokongnya dengan gemetar. Beberapa menit kemudian kututup kembali pintunya, dengan perasaan yang galau dan takut karena memasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.

    Malamnya aku tidak bisa tidur, kemaluanku berdiri terus. Aku keluar dari kamar, rupanya Tante Kis sedang nonton TV sendirian. Aku mau menegurnya tapi tunggu dulu, Tante Kis sedang memakai pakaian yang merangsang, pahanya yang putih tersingkap, sementara tangan kanannya rupanya sedang mengelus kemaluannya sendiri. Aku diam-diam duduk agak di belakang posisi duduknya sambil memperhatikan tingkahnya tersebut dengan sedikit was-was. Akhirnya dengan perasaan yang makin kacau aku kembali ke kamar. Kemaluanku yang makin tegang akhirnya kukeluarkan juga, sambil kuelus-elus.

    Beberapa menit kemudian kejantananku sudah sedemikian kencang dan terasa ingin keluar.
    Tiba-tiba terdengar suara Tante Kis, “Kenapa Tok, kepanasan ya?”
    “Eh.. iya Tante,” jawabku terbata-bata.
    “Kamu kenapa?” tanyanya tanpa melihat ke arah kemaluanku.
    Aku penasaran dan dengan memberanikan diri, kubiarkan terus kemaluanku tergerai di luar celana dalamku.
    “Nggak tahu nih Tante, ini tegang terus,” sambil kutunjukkan kemaluanku.
    Tante Kis melihatnya sekilas dengan tenang. Tante Kis terus masuk ke kamarku tanpa mempedulikan lagi kejantananku yang menantang.
    “Tok, tolongin Tente dong, kelilipan nih..” sambil mengucek-ngucek matanya.
    Aku berdiri dan kuhampiri, instingku mengatakan bahwa ini adalah isyarat saja agar aku mendekatinya.


    Pikiranku sudah sangat jorok. Kuhampir Tante Kis, senjataku yang sudah siap tempur mengarah lurus ke depan menuju perutnya. Lalu kupeluk Tante Kis, batang kemaluanku terjepit di perutnya, tanganku meremas ke arah payudaranya. Rupanya Tante Kis tidak memakai BH. Aku semakin berani, kusingkapkan dasternya, kugapai payudaranya dengan penuh nafsu. Tante Kis diam saja. Tenang saja dia. Kuciumi lehernya dari belakang, payudaranya masih kencang. Beberapa saat kemudian payudaranya makin keras dan putingnya makin menantang. Nafas Tante Kis sudah mulai mendesah-desah tanda dia mulai terangsang.

    Kubuka dasternya, kulihat tubuhnya yang putih mulus. Kulepas celana dalamnya, bulu kemaluannya lebat di atas kulitnya yang putih. Tanpa kusadari kami sudah saling berpelukan tanpa dibatasi selembar benangpun. Tante Kis sudah membalas ciumanku dengan buasnya. Tubuhku semuanya diciumi, sampai ke bawah, terus ke perut, terus ke bawah lagi dan sampailah ke arah kemaluanku yang sudah ia genggam sejak tadi, barangkali takut kusembunyikan. Aku mengambil posisi duduk di pinggir tempat tidur, sementara dengan gerakan yang berpengalaman ia mulai mengulum dan menjilati kejantananku sambil tangannya mengocok dengan lembut. Aku merasa nikmat yang luar biasa, bersamaan dengan itu keluarlah maniku, sebagian menyemprot ke hidungnya yang mungil. Tante Kis masih mengocok-ngocok sambil meremas-remas kemaluanku, sehingga tuntas sudah sperma yang kukeluarkan tadi. Tante Kis kelihatan puas. Apalagi aku, seribu kali puas. Tante Kis masih terus mempermainkan kemaluanku yang sudah tidak sekeras tadi meskipun belum juga menyusut. Tante Kis terus mempermainkan kemaluanku. “Kontol kamu bagus To, besar lagi.” Aku tidak menjawab, hanya tersenyum manja. Oleh kelihaian tangannya, segera kurasakan kembali rasa nikmat seperti saat ngaceng tadi. “To, kontolmu sudah ngaceng lagi. Masukin ke gawukku yuk.” Lalu Tante Kis mengambil posisi terlentang di sebelahku, mani yang menempel di wajahnya sudah dibersihkan dengan bantal.

    Tanpa diperintah lagi, aku mengambil posisi sebaliknya. Kuarahkan kemaluanku ke liang senggamanya yang merah merekah, dibimbingnya batang kejantananku dengan tangannya, digosok-gosokkan kepala kemaluanku di atas liang senggamanya yang sudah basah ke arah atas dan bawah kemaluannya. Kemudian diarahkan tepat di depan gerbang kemaluannya. Sekali lagi tanpa diperintah dan hanya berdasarkan naluri saja kutusukkan seluruh batang kemaluanku ke dalam liang sorganya. Liang senggamanya terasa sempit, dan dindingnya terus memijit-mijit kemaluanku yang semakin mengeras di dalam goa nikmatnya. Kudengar ia menjerit-jerit kecil menikmati gesekan kemaluanku dengan sempurna. Tanpa kusadari bokongku sudah naik turun yang mengakibatkan batang kemaluanku keluar masuk liang senggamanya. (Barangkali pembaca belum kuceritakan bahwa sakalipun aku belum pernah main perempuan, dengan Tante Kis ini, baru pertama kalinya aku melakukan sendiri apa yang dinamakan senggama, seperti yang pernah kulihat di film biru)


    Tidak lama kemudian nafas Tante Kis semakin cepat, bersamaan dengan itu ia semakin kencang menaikkan pinggulnya sehingga liang kenikmatannya meremas-remas mesra batang kejantananku. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Dan kudengar Tante Kis berteriak, “Keluarkan sama-sama To..” Ia mendekap kuat-kuat punggungku, diciuminya bibirku dengan buasnya. Tubuhnya mengejang dan, “Ooohh.. Iihhh.. Oohh..” suaranya kali ini keras sekali, di malam yang sunyi.

    Kami tidur bersama malam itu. Ia pulas sekali tertidur. Sedangkan aku tidak. Mataku terus melotot. Kejantananku tidak mau kompromi, tetap tegak sempurna. Sekali-kali kuremas payudaranya, ia tetap tidur lelap, kuelus goa kenikmatannya, ia juga diam saja. Kudekatkan lampu duduk di depan selangkangannya. Kupermainkan liang kewanitaannya, kuelus, kusibakkan kedua bibirnya dan kuperhatikan semuanya. Kuraba-raba klitorisnya yang tersembunyi di atas bibir kemaluannya. Oh, baru pertama aku melihat pemandangan ini. Sekali-kali Tante Kis bangun untuk kemudian tertidur lagi. “Aku ngantuk Tok,” katanya pelan. Melihat kemaluannya yang bebas tersebut, kumanfaatkan dengan sepuas-puasnya. Akhirnya kukecup juga bibir Tante Kis lalu kujilati, Tante Kis kulihat bergelinjang kegelian sebentar. Lama kuhisap-hisap, kujilati klitorisnya sampai basah. Basah oleh ludahku bercampur dengan lendir yang keluar dari liang senggamanya. Diangkat-angkatnya pinggul Tante Kis, menandakan ia keenakan, seakan ingin lidahku terus menjilatinya.


    Melihat Tante Kis sudah memberikan tanggapan, segera kutiduri lagi Tante Kis untuk kedua kalinya. Tante Kis kali ini bersikap pasif mungkin masih kelelahan, kumasukkan kejantananku, kali ini terasa agak seret. Tante Kis merintih, “Pelan-pelan Tok, sakit..” Aku menurutinya. Pelan-pelan kumasukkan batang kejantananku ke dalam liang senggamanya yang seret itu, sampai semuanya habis tertelan oleh kemaluan Tante Kis. Kugoyang sebentar, keluarlah maniku dengan deras.


    Begitulah, berkali-kali kusetubuhi Tante Kis, baik dalam keadaan sadar maupun tidak. Aku tidak bisa menghitung berapa kali air maniku muncrat. Sampai akhirnya aku benar-benar kelelahan dan tertidur.

    Sejak saat itu aku jadi sering ke rumah Tante Kis. Sampai akhirnya aku diterima kerja di kota lain. Saat ini usianya mungkin sudah 35 tahun. Kadang-kadang aku masih suka mengunjunginya, dan tidak lupa memberikan siraman air kenikmatan ke dalam kemaluannya.

  • Asian Amateur porn video with young Nana Kurosaki

    Asian Amateur porn video with young Nana Kurosaki


    2089 views

  • Cerita Sex Mendapat Kepuasan Dari Istri Sahabatku Tidak Dapat Di Hindarkan

    Cerita Sex Mendapat Kepuasan Dari Istri Sahabatku Tidak Dapat Di Hindarkan


    3338 views

    “Nis, saya suka sekali berjumpa denganmu dan sudah lama kucari-cari, maukah kamu mengingap barang satu hari atau dua hari di rumahku?” ucapnya padaku sekalian merengkuhku dengan kuat sekali. Nama rekan kuliahku itu ialah “Nasir”.

    Foto Bokep Barat – “Kita saksikan saja kelak. Yang terang saya benar-benar bersyukur kita dapat bertemu pada tempat ini. Mungkin berikut namanya beruntung, karena saya benar-benar tidak menyangka kalau kamu ada di kota Makassar ini” jawabku sekalian membalasnya rangkulannya. Kami berpelukan lumayan lama disekitaran pasar sentra Makassar, persisnya pada tempat berjualan cakar.

    “Mari kita ke rumah dahulu Nis, kelak kita bercakap panjang lebar di situ, sekalian kuperkenalkan istriku” ajaknya sekalian membimbingku naik ke mobil Feroza kepunyaannya. Sesudah kami datang di pelataran rumahnya, Nasir lebih dulu turun dan selekasnya buka pintu mobilnya di samping kiri lantas menyilahkan saya turun.

    Saya benar-benar takjub menyaksikan rumah rumahnya yang dengan lantai 2. Lantai bawah dipakai sebagai gudang dan kantor perusahaannya, sedangkan lantai atas dipakai untuk tempat tinggal dengan istri. Saya cuma turut ada berada di belakangnya.

    “Berikut hasil usaha kami Nis sepanjang sekian tahun di Makassar” ucapnya sekalian memperlihatkan setumpukan beras dan ruang kantornya.
    “Wah lumayan hebat kamu Sir. Usahamu lumayan. Kamu benar-benar sukses dibandingkan saya yang masih belum terang sumber kehidupanku” kataku kepadanya.
    “Dar, Dar, berikut rekan kuliahku dahulu yang dulu pernah kuceritakan kemarin. Perkenalkan istri elok saya” teriak Nasir panggil istrinya dan secara langsung kami diperkenalkan.
    “Sidar”, kata istrinya menyebutkan namanya saat kusalami tangannya sekalian dia tersenyum ramah dan manis seakan memperlihatkan rasa keceriaan.
    “Anis”, kataku juga sekalian membalasnya senyumnya.

    Kelihatannya Sidar ini ialah seorang istri yang murah hati, ramah dan selalu memiara kecantikannya. Umurnya kutaksir baru sekitaran 25 tahun dengan badan sedikit langsing dan tinggi tubuh sekitaran 145 cm dan memiliki rambut cukup panjang. Tangannya berasa hangat dan lembut sekali.

    Sesudah usai menyambutku, Sidar lantas menyilahkanku duduk dan dia cepat-cepat masuk ke seakan ada masalah penting di dalamnya. Baru saja kami bincang-bincang sekitar perjalanan usaha Nasir dan pertemuannya dengan Sidar di Kota Makassar ini, dua cangkir kopi susu dan beberapa kue bagus disajikan oleh Sidar di meja yang terdapat di muka kami.

    “Silakah Kak, dicicipi sajian ala-ala kandungannya” ajakan Sidar sentuh secara langsung ke lubuk hatiku. Selain senyum manisnya, kehalusan suaranya, karena performa, kecantikan dan sengatan berbau farfumnya yang wangi tersebut. Dalam hati kecilku menjelaskan, betapa suka dan berbahagianya Nasir dapat memperoleh istri seperti Sidar ini. Andaikan saya memiliki istri seperti ia, tentu saya tidak dapat kemanapun

    “Eh, kok justru melamun. Ada permasalahan apa Nis sampai termenung demikian? Apa yang mengusik pikiranmu?” kata Nasir sekalian menggenggam bahuku, hingga saya benar-benar terkejut dan tersentak. “Ti.. Tidak ada permasalahan apapun kok. Cuma saya merenungkan sesaat mengenai tatap muka kita ini hari. Mengapa dapat terjadi yah,” alasanku.

    Sidar cuma termenung dengar kami bincang-bincang dengan suaminya, tetapi kadang-kadang dia melihatiku dan memperlihatkan muka cerianya. “Saat ini giliranmu Nis narasi mengenai perjalanan hidupmu bersama istri sesudah semenjak barusan cuma saya yang berbicara.

    Silakan saja narasi panjang lebar mumpun ini hari saya tidak ada aktivitas di luar. Kembali juga anggaplah ini hari ialah hari kelebihan kita yang penting dirayakan bersama-sama. Tidakkah demikian Dar..?” kata Nasir seakan mencari support dari istrinya dan waktunya siap dipakai khusus bagiku.

    “Ok, jika begitu saya akan sampaikan sedikit mengenai kehidupan rumah tanggaku, yang bertolak-belakang dengan kehidupan rumah tangga kalian” ucapanku sekalian membenahi dudukku di bangku empuk tersebut.

    “Maaf bila mau tak mau kuungkapkan dengan terang-terangan. Sebetulnya kedatanganku di kota Makassar ini oleh sebab dipacu oleh masalah rumah tanggaku.

    Saya selalu bercekcok dan berkelahi dengan istriku karena saya kesusahan memperoleh lapangan pekerjaan yang pantas dan mempu menjaga keluargaku. Pada akhirnya kuputuskan untuk tinggalkan rumah buat mencari kerja di kota ini.

    Eh.. Belum saya dapatkan tugas, mendadak kita bertemu barusan sesudah 2 hari saya ke situ kemari. Mungkin tatap muka kita ini ada maknanya. Mudah-mudahan saja tatap muka kita ini adalah jalan keluar untuk menangani kesusahan rumahtanggaku” Ceritaku dengan jujur pada Nasir dan istrinya.

    Dengar cerita bersedihku itu, Nasir dan istrinya tidak sanggup memberi komentar dan terlihat turut bersedih, bahkan juga kami semua termenung sesaat. Lantas secara serempak mulut Nasir dan istrinya terbuka dan seakan ingin menjelaskan suatu hal, tetapi mendadak mereka sama-sama melihat dan tutup lagi mulutnya seakan mereka sama-sama berharap untuk mengawali, tetapi justru mereka tertawa terbahak-bahak, yang membuatku bingung dan memaksakan tertawa.

    “Ini Nis, mungkin tatap muka kita ini betul ada maknanya, karena kebenaran sekali kami perlu rekan seperti kamu di dalam rumah ini.

    Kami kan belum sempat dianugerahi seorang anak, hingga kami selalu kesepian. Terlebih lagi bila saya ke luar kota contohnya ke Bone, karena itu istriku mau tak mau sendiri di dalam rumah walaupun sesekali dia panggil sepupunya untuk temani sepanjang saya tidak ada, tetapi saya masih tetap menghawatirkannya.

    Karena itu, bila tidak memperberat, saya harapkan kamu tinggal bersamaku. Anggaplah kamu telah peroleh lapangan pekerjaan baru untuk sumber mata pencarianmu. Semua kepentingan setiap harimu, saya coba memikul sama sesuai potensiku” kata Nasir sungguh-sungguh yang kadang-kadang diokein oleh istrinya.

    “Maaf teman, saya tidak ingin menyusahkan dan memberatkanmu. Biarkanlah saya mencari kerja pada tempat lain saja dan..” Belum saya usai berbicara, mendadak Nasir menggunting dan berbicara..
    “Jika kamu tolak tawaranku ini bermakna kamu tidak menganggapku kembali sebagai teman dekat. Kami tulus dan berniat baik kepadamu Nis” ucapnya.
    “Tapi,” Belum kuutarakan tujuanku, mendadak Sidar ikut juga berbicara..
    “Betul Kak, kami benar-benar memerlukan rekan di dalam rumah ini. Telah lama ini kami sedang pikirkan tetapi mungkin baru ini kali disandingkan orang yang pas dan sama sesuai hati nurani.

    Apalagi Kak Anis ini teman dekat lama Kak Nasir, hingga kami tidak butuh ragukan kembali. Bahkan juga kami benar-benar suka bila Kak sekaligus jemput istrinya untuk tinggal dengan kita di dalam rumah ini” perkataan Sidar memberikan dorongan kuat padaku.

    “Jika demikian, bolehkah buat. Mau tak mau kuterima dengan suka hati, sekalian kuucapkan terima kasih yang tidak terbatas atas budi bagusnya. Tetapi sayang, saya tidak mempunyai ketrampilan apapun untuk menolong kalian” kataku dengan pasrah.

    Mendadak Nasir dan Sidar bersama berdiri dan secara langsung sama-sama berangkulan, bahkan juga sama-sama mengecup bibir sebagai pertanda kebahagiaannya. Lantas Nasir meneruskan rangkulannya padaku dan mengecup pipiku, hingga saya sedikit malu dibikinnya.

    “Terima kasih Nis atas ketersediaanmu terima tawaranku mudah-mudahan kamu bahagia dan tidak kesusahan apapun itu di dalam rumah ini.

    Kami tidak memerlukan ketrampilanmu, tetapi kedatanganmu temani kami di dalam rumah ini. Kami cuma perlu rekan bermain dan ganti pikiran, karena tenaga kerjaku telah cukup buat menolong mengurus usahaku di luar. Kami setiap saat memerlukan nasihatmu dan istriku tentu merasa terhibur dengan kedatanganmu temani bila saya keluar dari rumah” ucapnya dengan senang dan suka dengar persetujuanku.

    Lebih kurang sebulan lama waktunya kami seakan cuma diberlakukan sebagai raja di dalam rumah tersebut. Makanku diurusi oleh Sidar, tempat tidurku kadangkala dibikin bersih olehnya, bahkan juga dia minta untuk membersihkan bajuku yang kotor tetapi saya berkeberatan.

    Sepanjang waktu itu juga, saya telah diperlengkapi baju, bahkan juga kamar tidurku dibelikan TV 20 inch komplet dengan VCD-nya. Saya benar-benar malu dan merasa berutang budi dari mereka, karena selainnya baju, aku juga dikasih uang kontan yang banyaknya lumayan besar buatku, bahkan juga terakhir kuketahui bila dia sering kirim baju dan uang ke istri dan beberapa anakku di Bone melalui mobil.

    Kami bertiga cukup dekat dan hidup pada sebuah rumah seperti saudara kandungan bersenda canda, bercengkerama dan berkawan tanpa batasan seakan tidak ada ketidaksamaan status seperti majikan dan pegawainya. Kebebasan pertemananku dengan Sidar mencapai puncak saat Nasir pergi ke Sulawesi Tenggara sepanjang sekian hari untuk bawa beras untuk dipasarkan di situ sebab ada keinginan dari langganannya.

    Saat malam pertama pemberangkatan Nasir, Sidar terlihat senang sekali seakan tidak ada kekuatiran apapun. Bahkan juga sebelumnya sempat menjelaskan ke suaminya itu jika dia tidak takut kembali ditinggal walaupun beberapa bulan lama waktunya karena telah ada yang mengawasinya, tetapi ucapannya itu dia anggap sebagai bentuk komedi pada suaminya. Nasir juga terlihat tidak ada kekuatiran tinggalkan istrinya dengan argumen yang masih sama.

    Malam itu kami (saya dan Sidar) melihat bersama di ruangan tamu sampai tengah malam, karena kami sekalian ganti pengalaman, termasuk masalah saat sebelum nikah dan background perkawinan kami masing-masing. Sikap dan perilaku Sidar sedikit berlainan dengan malam-malam sebelumnya. Malam itu, Sidar membuat kopi susu dan memberikanku bersama pisang susu, lantas kami cicipi bersama sekalian menonton.

    Dia makan sekalian tiduran di sampingku seakan dipandang biasa-biasa saja. Kadang-kadang dia mengubah badannya kepadaku sekalian menceritakan, tetapi saya berpura-pura berlaku biasa, walaupun ada ganjalan aneh dalam benakku. “Nis, kamu tidak berkeberatan khan temaniku menonton malam hari ini? Esok khan tidak ada yang mengusik kita hingga kita dapat tidur siang sepuas hati?” bertanya Sidar mendadak seakan dia tidak mengantuk sedikitpun.

    “Tidak kok Dar. Saya malah suka dan berbahagia dapat menonton bersama majikanku” kataku sedikit memujinya. Sidar lantas mencubitku dan..
    “Wii de.. De, kok saya diberitahu majikan. Sebel saya dengarnya. Ah, jangan kembali kata itu kembali dech, saya tidak sudi diundang majikan” ucapnya.
    “Hi.. Hi.. Hi, tidak salah khan. Maaf bila tidak suka, saya cuma bermain-main. Lantas saya harus panggil apa? Adik, Non, Nyonya atau apa?”
    “Terserah deh, yang terpenting bukan majikan. Tetapi saya lebih senang bila kamu panggil saya adik” ucapnya rileks.
    “Oke jika demikian penginnya. Saya akan panggil adik saja” kataku kembali.
    Malam makin terlarut. Tidak satu juga kedengar suara terkecuali suara kami berdua dengan suara TV. Sidar mendadak bangun dari pembaringannya.

    “Nis, apa kamu kerap menonton kaset VCD bersama istrimu?” bertanya Sidar dengan sedikit rendah suaranya seakan tidak ingin didengarkan seseorang. “Eng.. Sebelumnya pernah, tetapi sama sama orang lain karena kami menonton di tempat tinggalnya” jawabku sembunyikan sikap keherananku atas pertanyaannya yang mendadak dan agak aneh tersebut.

    “Kamu ingat judulnya? Atau alur ceritanya?” tanyanya kembali.
    “Saya lupa judulnya, tetapi pemainnya ialah Rhoma Irama dan ceritanya ialah permasalahan pertalian cinta” jawabku dengan berpura-pura berlaku biasa.

    “Masih ingin tidak kamu temani saya menonton film dari VCD? Kebenaran saya punyai kaset VCD yang banyak. Judulnya beberapa macam. Terserah yang mana Anis sukai” penawarannya, tetapi saya sebelumnya sempat berpikir jika Sidar akan putar film yang serba aneh, film orang dewasa dan umumnya khusus dilihat oleh suami istri untuk menghidupkan nafsunya. Sesudah aku pikir semua risiko, keyakinan dan dosa, saya lantas membuat argumen.

    “Sebetulnya saya suka sekali, tetapi saya takut.. Eh.. Maaf saya benar-benar mengantuk. Bila tidak berkeberatan, lain barangkali, tentu kutemani” kataku sedikit ragu dan takut alasanku salah. Tetapi pada akhirnya dia terima walaupun kelihatannya sedikit sedih di mukanya dan kurang semangat.

    “Baik bila memang kamu telah mengantuk. Saya tidak ingin benar-benar memaksakanmu, kembali juga saya cukup suka dan berbahagia kamu siap temaniku menonton sampai selarut ini. Mari kita masuk tidur” ucapnya sekalian mematikan TV-nya, tetapi saat sebelum saya tutup pintu kamarku, saya menyaksikan sesaat dia sebelumnya sempat memerhatikanku, tetapi saya berpura-pura tidak mempedulikannya.

    Di atas tempat tidurku, saya resah dan kebingungan memutuskan mengenai alasanku bila esok atau lusa dia ajakku lagi menonton film itu. Di antara ingin, malu dan perasaan takut selalu menghantukiku. Mungkin ia alami hal yang masih sama, karena dari dalam kamarku selalu kedengar ada pintu kamar terbuka dan tertutup dan air di dalam kamar mandi selalu terdengaran tertumpah.

    Sesudah kami makan malam bersama esok harinya, kami kembali menonton TV sama di ruangan tamu, tetapi performa Sidar ini kali cukup lain dari umumnya. Dia kenakan pakaian serba tipis dan tercium berbau farfumnya yang wangi menusuk hidup sepanjang ruangan tamu tersebut.

    Jantungku sebelumnya sempat berdebar-debar dan hatiku resah cari argumen untuk menampik ajakannya itu, walaupun pergolakan hati kecilku untuk meng ikuti tekadnya lebih besar dibanding penolakanku. Belum saya sebelumnya sempat temukan argumen pas, karena itu

    “Nis, masih ingat janjimu semalam? Atau kamu telah mengantuk kembali?” pertanyaan Sidar mendadak mengagetkanku.

    “O, oohh yah, saya ingat. Menonton VCD khan? Tetapi jangan yang seram-seram dong filmnya, saya tidak sukai. Kelak saya mimpi jelek dan membuatku sakit, khan ribet jadi” jawabku mengingati tidak untuk putar film porn.

    “Kita simak saja bermainnya. Kamu tentu suka melihatnya, karena saya percaya kamu tidak pernah melihatnya, kembali juga ini film baru” kata Sidar sekalian raih kotak yang berisi setumpukan kaset VCD lantas menarik sekeping kaset yang paling di atas seakan dia sudah menyiapkannya, lantas masukkan ke CD, lantas undur dua cara dan duduk di sampingku menanti apa kiranya yang hendak ada di monitor TV itu.

    Dag, dig, dug, getaran jantungku benar-benar keras menanti gambar yang hendak tampil di monitor TV. Sebelumnya saya percaya jika filmnya ialah film yang bisa dipertontonkan dengan umum karena gambar pertama kali yang ada ialah 2 orang gadis yang berloma naik speed board atau sampan dan sama-sama balapan di atas air sungat.

    Tetapi dua menit selanjutnya, ada juga 2 orang pria memburuhnya dengan naik kendaraan yang masih sama, pada akhirnya keempatnya berjumpa di pinggir sungai dan bergandengan tangan lantas masuk ke dalam salah satunya villa untuk santai bersama-sama.

    Selang beberapa saat mereka berpasang-pasangan dan sama-sama buka bajunya, lantas sama-sama merengkuh, mencium dan sebagainya seperti seperti suami istri. Niat penolakanku barusan mendadak terlewatkan dan terpindah dengan niat tekadku.

    Kami tidak sanggup keluarkan kata-kata, khususnya saat kami melihat dua pasang muda mudi bertelanjang bundar dan sama-sama menjilat-jilati kemaluannya, bahkan juga sama-sama mengadu alat yang paling vitalnya. Kami cuma dapat sama-sama melihat dan tersenyum.

    “Bagaimana Nis,? Asyik khan? Atau mengganti lainnya yang lucu-lucu?” pancing Sidar, tetapi saya tidak menjawab, justru saya melenguh panjang. “Apa kamu kerap dan suka menonton film beginian bersama suamimu?” gantian saya menanyakan, tetapi Sidar cuma melihatku tajam lantas menggangguk.

    “Hmmhh” kudengar suara napas panjang Sidar keluar mulutnya. “Apa kamu sebelumnya pernah praktikkan seperti pada film itu Nis?” bertanya Sidar saat salah seorang wanitanya sedang menungging lantas lelakinya menusukkan kontolnya dari belakang lantas mengocaknya dengan kuat.

    “Tidak, tidak pernah” jawabku singkat sekalian bernafas lagi panjang.
    “Maukah kamu mencoba kelak?” bertanya Sidar dengan suara rendah.
    “Sama siapa, kami khan pisah dengan istri untuk saat ini” kataku.
    “Bila kamu berjumpa istrimu kelak atau wanita lain contohnya” kata Sidar.

    “Yachh.. Kita simak saja kelak. Bisa kami coba kelak hahaha” kataku. “Nis, apa malam hari ini kamu tidak mau mencoba?” Bertanya Sidar sekalian sedikit rapatkan badannya padaku. Karena sangat rapatnya hingga badannya berasa hangatnya dan berbau wanginya.

    “Sama siapa? Apa sama wanita di TV itu?” tanyaku memancing. “Bagaimana bila dengan saya? Mumpung cuma kita berdua dan tidak akan ada orang yang lain tahu. Ingin khan?” Bertanya Sidar lebih terang ke arah sekalian sentuh tanganku, bahkan juga menyandar tubuhnya ke tubuhku.

    Benar-benar saya terkejut dan jantungku seakan lepas dengar perincian pertanyaannya itu, apalagi dia menyentuhku. Saya tidak sanggup kembali berpikiran apapun, tetapi terima apa yang ada malam tersebut. Saya tidak mungkin akan sanggup menampik dan menyebalkannya, apalagi saya benar-benar inginkannya, karena sudah beberapa waktu saya tidak lakukan seks dengan istriku. Saya coba rapatkan tubuhku juga, lantas mengelus tangannya dan merengkuh punggungnya, hingga berasa hangat sekali.

    “Apa kamu serius? Apa ini mimpi atau realita?” Tanyaku sangat senang. “Akan kubuktikan keseriusanku sekarang ini. Merasai ini sayang” mendadak Sidar melonjak lantas mengangkangi ke-2 pahaku dan duduk di atasnya sekalian merengkuhku, dan mencium pipi dan bibirku terus-menerus.

    Pasti saya tidak sanggup sia-siakan kesempatan kali ini. Saya selekasnya menyambutnya dan membalas dengan sikap dan perlakuan yang masih sama. Kelihatannya Sidar ingin selekasnya menunjukkan dengan melepaskan sarung yang digunakannya, tetapi saya belum ingin buka celana panjang yang terpakai malam tersebut.

    Pergumulan kami dalam sikap duduk lumayan lama, walaupun berulang-kali Sidar mintaku agar selekasnya melepas celanaku, bahkan juga dia sendiri seringkali berusaha buka kancingnya, tetapi sering kali kuminta supaya dia bersabar dan perlahan-lahan karena waktunya benar-benar panjang.

    “Mari Kak Nis, cepat sayang. Saya sudah tidak tahan ingin memberikan bukti” bujuk Sidar sekalian melepaskan rangkulannya lantas dia tidur terlentang di atas karpet abu-abu sekalian tarik tanganku untuk menindihnya. Saya tidak sampai hati biarkan dia ingin tahu terus, hingga saya selekasnya menindihnya.

    “Membuka celana sayang. Cepat.. Saya telah lelah nih, mari donk,” pintanya.

    Aku juga selekasnya mengikuti permohonannya dan melepaskan celana panjangku. Kemudian, Sidar menjepitkan ujung jemari kakinya ke sisi atas celana dalamku dan berusaha mendorongnya ke bawah, tetapi dia gagal karena saya menyengaja mengusung punggungku tinggi-tinggi untuk menghindariinya.

    Saat saya coba membuka pakaian daster yang dipakaianya ke atas lantas dia sendiri melepasnya, saya terkejut karena tidak kusangka jika dia benar-benar tidak gunakan celana. Dalam hatiku jika mungkin dia memang menyengaja bersiap akan bersetubuh denganku malam tersebut.

    Di bawah cahaya lampu 10 W yang diimbangi sinar TV yang makin hebat bermain bugil, saya benar-benar terang melihat sebuah lubang yang dikitari daging montok yang putih mulus yang tidak banyak bulu selembar juga. Terlihat mencolok sebuah benda imut seperti biji kacang di tengahnyanya.

    Rasanya cukup melawan dan meninggikan birahiku, tetapi saya masih tetap berusaha mengontrolnya supaya saya dapat semakin lama bermain dengannya. Dia saat ini telah bugil 100%, hingga kelihatan bentuk badannya yang langsing, putih mulus dan sangat indah dilihat.

    “Mari dong, nantikan apalagi sayang. Jangan dibiarkan saya teraniaya semacam ini” pinta Sidar tidak pernah stop agar selekasnya nikmati pucuknya.”Tenang sayang. Saya pasti memberikan kepuasanmu malam hari ini, tetapi saya masih ingin bermain semakin lama agar kita semakin banyak menikmatinya”kataku.. Secara perlahan-lahan tetapi tentu, ujung lidahku mulai sentuh pinggir lubang kepuasannya hingga membuat pinggulnya bergerak dan berdesis.

    “Nikmat khan jika ini?” tanyaku berbisik sekalian menggerakkan lidahku ke kanan dan ke kiri lantas memencetnya lebih dalam hingga Sidar 1/2 berteriak dan mengusung tinggi-tinggi bokongnya seakan dia menyongsong dan ingin perdalam masuknya ujung lidahku. Dia cuma menggangguk dan memperdengarkan suara desis dari mulutnya.

    “Auhh.. Aakkhh.. Iihh.. Uhh.. Oohh.. Sstt” suara itu tidak sanggup dikurangkan saat saya gocok-gocokkan lebih dalam dan keras dan cepat masuk keluar ke lubang kemaluannya. “Teruuss sayang, nikkmat ssekalii.. Aakhh.. Uuhh. Saya tidak pernah rasakan semacam ini awalnya” ucapnya dengan suara yang cukup keras sekalian menarik-narik kepalaku supaya lebih rapat .

    “Bagaimana? Siap menyongsong lidahku yang panjang kembali keras?” tanyaku sekalian melepas semua bajuku yang tetap sisa dan kamipun sama bugil. Persentuhan badanku tidak satu helai benangpun yang melapisnya. Berasa hangatnya udara yang keluar badan kami.

    “Iiyah,. Dari barusan saya menanti. Mari,. Cepat” kata Sidar terburu-buru sekalian buka lebar-lebar ke-2 pahanya, bahkan juga buka lebar-lebar lubang vaginanya dengan menarik kanan kiri ke-2 bibirnya untuk mempermudah jalannya kemaluanku masuk lebih dalam .

    Aku juga tidak ingin menahan-nahan kembali karena saya telah senang bermain lidah di mulut atas dan mulut bawahnya, apalagi ke-2 nya benar-benar basah. Saya lantas mengusung ke-2 kakinya sampai bertumpu ke bahuku lantas berusaha menusukkan ujung kemaluanku ke lubang vagina yang semenjak barusan menanti tersebut. Rupanya tidak sanggup kutembus sekalian sama sesuai kemauanku. Ujung kulit penisku ketahan, walau sebenarnya Sidar bukan perawan kembali.

    “Ssaakiit ssediikit.., ppeelan-pelan sedikit” kata Sidar saat ujung penisku sedikit kutekan cukup keras. Saya gerakkan ke kanan dan ke kiri tetapi juga belum sukses ambles.

    Saya turunkan ke-2 kakinya lantas raih sebuah bantal bangku yang di belakanku lantas kuganjalkan di bawah pinggulnya dan buka lebar ke-2 pahanya lantas kudorong penisku cukup keras hingga mulai masuk separuhnya. Sidarpun mendesah keras tetapi tidak berbicara apapun, hingga saya tidak perduli, justru makin kutekan dan kudorong masuk sampai ambles semuanya.

    Sesudah semua tangkai penisku tenggelam semua, saya sesaat stop bergerak karena lelah dan melenturkan tubuhku di atas badan Sidar yang diam sekalian bernafas panjang seakan baru ini kali nikmati benar persetubuhan.

    Sidar menggerak kembali -gerakkan pinggulnya dan aku juga menyambutnya. Bahkan juga saya ambil mundur-maju dikit demi sedikit sampai jalannya cukup cepat lantas cepat sekali. Pinggul kami bergerak, bergoyang dan berputar-putar selaras hingga memunculkan bunyi-bunyian yangberirama juga.

    “Tahan sesaat” kataku sekalian mengusung kepala Sidar tanpa mengambil penisku dari lubang vagina Sidar hingga kami dalam sikap duduk.

    Kami sama-sama merengkuh dan gerakkan pinggul, tetapi sesaat karena berasa susah. Lantas saya tiduran dan terlentang sekalian menarik ke Sidar meng ikutiku, hingga Sidar ada di atasku. Kusarankan supaya dia menggoyang, mengocak dan memompa dengan keras kembali cepat.

    Dia juga cukup memahami kemauanku hingga ke-2 tangannya bertopang di atas dadaku lantas menghentakkan cukup keras bolak kembali bokongnya ke penisku, hingga kelihatan kepalanya lemas dan seakan ingin jatuh karena baru kali itu dia melakukan dengan posisi semacam itu. Karenanya, kumaklumi bila dia cepat lelah dan selekasnya jatuhkan badannya melekat ke atas badanku, walaupun pinggulnya tetap bergerak turun naik.

    “Kamu mungkin benar-benar lelah. Bagaimana jika mengganti posisi?” kataku sekalian mengusung badan Sidar dan melapas rangkulannya.

    “Posisi bagaimana kembali? Saya beberapa kali sudah merasa sangat nikmat” tanyanya bingung seakan tidak tahu apakah yang akan kulakukan, namun masih tetap dia ikutinya permintaanku karena dia juga merasa begitu nikmat dan belum pernah merasakan permainan semacam itu sebelumnya.

    “Terima saja permainanku. Saya akan perlihatkan sejumlah pengalamanku”
    “Yah.. Yah.. Cepat kerjakan apa” ucapnya singkat.

    Saya berdiri lantas mengusung badannya dari belakang dan kutuntunnya sampai dia dalam posisi nungging. Sesudah kubuka sedikit ke-2 pahanya dari belakan, saya lantas menusukkan lagi ujung penisku ke lubangnya lantas mengocak dengan keras dan cepat hingga memunculkan bunyi dengan irama yang cantik bersamaan dengan pergerakanku.

    Sidar juga tersengal-sengal dan napasnya terputus-putus terima kepuasan tersebut. Posisi kami ini tidak lama karena Sidar tidak sanggup meredam rasa capeknya berlutut sekalian kupompa dari belakan. Karena itu, saya balikkan ke tempat awal yakni tidur terlentang dengan paha lebar terbuka lantas kutindih dan kukocok dari depan, lantas kuangkat ke-2 kakinya bertumpu ke bahuku.

    Posisi berikut yang membuat permainan kami mencapai puncak karena selang beberapa saat, Sidar berteriak-teriak sekalian merengkuh keras pinggangku dan mencakar-cakar punggungku. Bahkan juga kadang-kadang menarik keras mukaku melekat ke mukanya dan menggigitnya dengan gigitan kecil. Bersama dengan itu juga, saya rasakan ada cairan hangat mulai menyebar di tangkai penisku, khususnya saat berasa sekujur badan Sidar gemetaran.

    Saya masih tetap berusaha untuk menghindar dari tatap muka di antara spermaku dengan sel telur Sidar, tetapi telat, karena baru saya coba mengusung punggungku dan punya niat menumpahkan di luar rahimnya, tetapi Sidar justru mengikatkan tangannya lebih kuat seakan molorangku menumpahkan di luar yang pada akhirnya cairan kental dan hangat itu mau tak mau tumpah semuanya dalam kandungan Sidar.

    Sidar kelihatannya tidak menyesal, justru sedikit cerah menerimanya, tetapi saya diliputi perasaan takut kalau-kalau menjadi janin nanti, yang hendak membuatku malu dan jalinan persahabatanku amburadul. Sesudah kami sama capai pucuk, senang dan nikmati persetubuhan yang sebenarnya, kami lantas terkapar di atas karpet tanpa bantal. Monitor TV telah warna biru karena pergumulan filmnya semenjak barusan usai.

    Saya saksikan jam dinding memperlihatkan jam 12.00 malam tanpa berasa kami bermain lebih kurang 3 jam. Kami sama termenung dan tidak sanggup berbicara apapun itu sampai tertidur pulas. Sesudah terjaga jam 7.00 pagi pada tempat itu, rasanya tetap berasa lelah bersatu fresh.

    “Nis, kamu benar-benar luar biasa. Saya tidak pernah memperoleh kepuasan dari suamiku sejauh ini sama seperti yang kamu beri semalam” kata Sidar saat dia terjaga pagi itu sekalian merengkuhku.
    “Betul nih, jangan-jangan cuma gombal untuk menggembirakanku” tanyaku.
    “Sumpah.. Terang-terangan suamiku semakin banyak pikirkan kesukaannya dan posisi bermainnya cuman satu saja.

    Dia di atas dan saya di bawah. Terkadang dia lemah saat sebelum kami apapun. Kontolnya pendek sekali hingga tidak sanggup memberi kepuasan padaku sama seperti yang kami beri. Seandainya saja kamu suamiku, tentu saya berbahagia sekali dan selalu ingin bersetubuh, jika perlu tiap hari dan tiap malam” tuturnya seakan menyesali hubungan dengan suaminya dan memperbandingkan denganku.

    “Jangan sayang. Itu namanya telah jodoh yang tidak sanggup kita tolak. Kitapun berjodoh bersetubuh dengan serong. Biarlah. Yang terpenting kita telah menikmatinya dan terus akan menikmatinya” kataku sekalian menentramkannya sekalian mencium keningnya.

    “Maukah kamu terus-terusan memberikan kepuasan seperti semalam itu saat suamiku tidak ada di dalam rumah” tanyanya menuntut janjiku. “Iyah, tentu sepanjang aman dan saya tinggal bersamamu. Ada banyak permainanku yang masih belum kutunjukkan” kataku janji akan mengulangnya

    “Bagaimana jika istri dan beberapa anakmu kelak tiba?” tanyanya cemas.
    “Mudah ditata. Saya kan pembantumu, hingga saya dapat selalu dekat denganmu tidak ada keraguan istriku.

    Apalagi istriku tentu tidak kuat ada di kota karena dia telah terlatih di daerah bersama keluarganya tetapi yang kutakutkan bila kamu hamil tanpa dianggap suamimu” kataku. “Saya tidak akan hamil, karena saya akan makan pil KB saat sebelum bermain sama seperti yang kulakukan semalam, karena sudah kurencanakan” kara Sidar terang-terangan.

    Sesudah kami bincang-bincang sekalian berbaring di atas karpet, kami lantas ke kamar mandi setiap bersihkan diri lantas kami ke pelataran rumah bersihkan sesudah makan pagi pagi bersama-sama. Semenjak waktu itu, kami hampir tiap malam melakukan, khususnya saat suami Sidar tidak ada di dalam rumah, baik siang hari apalagi malam hari, bahkan juga seringkali kulakukan di kamarku saat suami Sidar tetap tertidur di kamarnya, karena Sidar sendiri yang bertandang ke kamarku saat sedang “haus”.

    Entahlah sampai kapan ini akan berjalan, tetapi yang terang sampai sekarang ini kami masih selalu ingin melakukan dan tidak ada pertanda keraguan dari suaminya dan dari istriku.

  • Kisah Memek Bermain cinta dengan anak kandung sendiri yang mempunyai body hot dan sexy

    Kisah Memek Bermain cinta dengan anak kandung sendiri yang mempunyai body hot dan sexy


    3019 views

    Duniabola99.com – Kehidupan dengan istriku pernikahan yang sudah menginjak usia 18 tahun aku rasa biasa biasa saja sudah tidak seperti dulu lagi, sekarang jika kami berhubungan tidak sehot apa yang aku tonton di film, biasanya di dalam film beradegan dengan gaya yang bervariatif saat itu aku sering berfantasi dengan wanita lain.
    Hal lain yang menarik perhaAmelnku adalah kenyataan kalau permainan lesbian sangat populer. Aku mulai tertarik dengan gadis muda yang mencumbui vagina gadis muda lainnya yang lembut, basah, dan biasanya tak berambut.

    Melihat film-film itu untuk berfantasi mulai mengubah kehidupanku. Aku mempunyai tiga orang anak gadis yang beranjak remaja. Aku mulai memperhatikan mereka, kulihat cara mereka berpakaian, cara jalannya, dan segala tingkah laku mereka.

    Mereka menjadi obsesiku sendiri! Kuamati lebih detil saat mereka bangun pagi untuk melihat putingnya yang mengeras di balik pakaian tidur mereka. Kunikmati puting mereka yang terayun saat mereka berjalan-jalan dalam rumah. Aku terus mengamati mereka sampai semuanya beranjak menjadi seorang gadis muda yang sempurna.

    Yang tertua adalah Irma. Dia mempunyai puting yang paling besar, branya mungkin D-cup atau lebih besar. Dia sesungguhnya tak terlalu cantik, tapi enak dipandang. Aku yakin teman-teman cowoknya banyak yang memperhatikan dadanya. Irma juga mempunya pantat yang kencang dan besar. Tapi meskipun dia yang paling tua di antara saudara-saudaranya, dia sering bertingkah seperti gadis berusia separuh umurnya.

    Yang paling muda Amel. Amel mungkin yang paling cantik di antara ketiganya. Masalahnya adalah dia pemalas, hanya duduk dan tak mengerjakan apa pun sepanjang waktu. Jadi pantatnya menjadi melebar..? Putingnya baru mulai tumbuh. Dan di samping itu dia tomboy, aku jadi mempertanyakan jenis kelaminnya. Dia lebih suka berada di antara cowok daripada cewek.

    Rahma yang di tengah, di antara anak-anakku, bentuk tubuhnya lah yang terbagus. Bagiku, dia mempunyai tubuh dalam fantasiku. Dia memiliki tubuh yang sempurna dengan bra B-cupnya, atau C-cup kecil.

    Rambutnya yang panjang hingga melewati bahunya, dan matanya selalu nampak mempesona. Masalahnya dia yang paling bandel. Selalu membuat masalah. Dia juga sadar kalau dia punya tubuh yang bagus dan selalu memakai pakaian yang memperlihatkan hal itu. Di antara anak-anakku, Rahma lah yang jadi bahan fantasi utamaku. Setiap kali aku menyetubuhi istriku, Rahma lah yang ada dalam benakku!

    Kisah ini bermula dengan Irma dan temannya Intan. Intan setahun lebih muda, tapi mereka sangat akrab. Intan selalu menginap di rumah kami setidaknya sekali sebulan. Intan sangat kurus, dadanya kecil, tapi sangat manis.

    Suatu malam saat Intan menginap, aku mulai melihat film porno seperti biasa. Suaranya kumatikan jadi aku dapat mendengar kalau ada orang yang mendekat. Lagipula aku dengar suara berisik dari kamar Irma.


    Kupikir mereka sedang sibuk dengan urusan gadis remaja dan begadang sampai pagi ngomongin tentang cowok dan sekolah, atau apapun yang menjadi urusan gadis seusia mereka. Entah bagaimana suara yang kudengar tak lagi seperti orang yang sedang ngobrol. Kadang kudengar suara erangan.. Yang lama-lama cukup keras juga.

    Aku mendekat ke pintu kamar Irma dan lebih mendengarkan apa yang tengah terjadi. Dan benar! Itu suara erangan dan cukup berisik! Kalau saja pintunya tak tertutup pasti kedengaran sampai luar dengan jelas. Lalu aku dengar teriakan kenikmatan.

    Kudorong pintunya sedikit terbuka. Apa yang kulihat didalam sangat mengejutkanku. Intan dan Irma berbaring di lantai dengan Amel diantara mereka. Kepala Intan berada diantara paha Irma dan kepala Amel ada di sela paha Irma..

    Setelah mataku dapat menyesuaikan dengan kegelapan kamar itu, kulihat dada Irma bergerak naik turun dengan cepat karena nafasnya. Putingnya ternyata lebih besar dari yang kubayangkan. Tangannya memelintir putingnya sendiri saat Intan menjilati kelentitnya dan dua jarinya yang terbenam pada vagina Irma. Mata Irma terpejam dalam kenikmatan yang diberikan Intan.

    Aku terus memperhatikan mereka hingga paha Irma mencengkeram kepala Intan dan terlihat sepertinya dia akan ‘memecahkan’ putingnya sendiri saat dia mendapatkan orgasmenya pada wajah Intan.

    Kelihatannya Intan juga telah orgasme dalam waktu yang sama, karena dia mengangkatkan kepalanya dari paha Irma dengan cairan vagina yang menetes jatuh di pipinya seiring dengan tubuhnya yang mengejang dan kudengar sebuah umpatan keluar dari bibirnya.

    Aku terkejut mundur saat kurasakan ada tubuh yang menekan punggungku. Saat kutengok, kulihat Rahma sedang berdiri di depanku. Rahma memandangku dengan mata indahnya dan bertanya..


    “Apa Papa menikmatinya?” lalu dia melihat ke bawah dan meremas penisku yang sudah keras.

    “Tak perlu dijawab, aku bisa lihat dan rasa Papa menikmatinya.”

    “Kenapa Papa tak lepas saja celana Papa dan bergabung dengan kami?” tanyanya bersamaan dengan tangannya yang bergerak masuk dalam celanaku dan mulai meremas penisku dengan pelan.

    Dan sepertinya aku tak menginginkan hal lain selain ikut bergabung dengan anak-anakku, tapi..

    “Papa nggak bisa, Mama kalian akan membunuh Papa.” Aku dengar suara Irma saat aku mulai menjauhi mereka.

    “Papa nggak tahu apa yang Papa lewatkan!”

    Sedihnya, aku tahu apa yang telah kulewatkan. Aku telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan tak hanya satu, tapi empat gadis muda yang panas. Fantasiku hampir saja jadi nyata.

    Aku pergi ke kamarku dan berbaring disamping isteriku. Biasanya saat aku dan isteriku melakukan hubungan seks terasa hambar. Kali ini saat aku merangkak ke atas tubuhnya, kusetubuhi dia dengan keras dan cepat. Aku keluar dalam beberapa menit saja, baru saja kukeluarkan penisku..

    “Bagaimana denganku?” kudengar isteriku bertanya dan memegang penisku yang masih keras.

    Dia bergerak naik di atasku dan segera memasukkan kembali penisku dalam vaginanya. Ini pertama kalinya dia berinisiatif. Dan kupikir ini juga pertama kalinya dia di atas. Isteriku bergerak naik turun dan dapat kurasakan tangannya yang mempermainkan kelentitnya saat dia bergerak diatasku.

    Melihat isteriku yang berusaha meraih orgasmenya membuatku terangsang kembali. Kuremas payudarnya, kubayangkan yang berada dalam genggamanku adalah milik Irma. Kupelintir putingnya diantara jariku, keras dan lebih keras lagi, tak mungkin menghentikan aku.

    Dia menggelinjang kegelian, tangannya semakin menekan kelentitnya. Ini pertama kalinya kurasakan cairan vagina isteriku menyemprot padaku. Orgasmenya kali ini terhebat dari yang pernah didapatkannya. Aku jadi berpikir apa dia benar-benar puas dengan kehidupan seks kami sebelumnya.


    Isteriku mulai melemah. Aku belum keluar kali ini, jadi kugulingkan tubuhnya kesamping dan segera menindihnya. Langsung kuhisap putingnya dengan bernafsu. Kusetubuhi dia dengan kekuatan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

    Aku mulai merasakan orgasmeku akan segera meledak. Saat puncakku semakin dekat, kugigit putingnya sedikit lebih keras, yang membawanya pada orgasmenya. Dan saat kurasakan dinding vaginanya berkontraksi pada penisku, kutembakkan spermaku jauh didalam tubuhnya untuk kedua kalinya dalam tiga puluh menit ini. Kuturunkan tubuhku dari atasnya.

    “Tadi sungguh hebat” kata isteriku.

    “Seharusnya kamu lebih sering seperti tadi.”

    Saat aku bangun keesokan harinya, isteriku sudah tak ada di sampingku. Tiba-tiba kejadian tadi malam kembali terbayang. Kupejamkan mataku menikmatinya dan tanganku bergerak kebawah mulai mengocok penisku yang mengeras. Aku hampir saja mendapatkan orgasmeku saat kudengar..

    “Kenapa Papa tak membiarkan kami saja yang melakukan untuk Papa?”

    Kubuka mataku segera dan terkejut saat melihat Irma dan Intan berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku tak dapat kucegah seiring dengan bayangan wajah Intan yang belepotan dengan cairannya Irma yang melintas di benakku.

    “Ups, terlambat!” kata Irma saat mereka meninggalkan kamar.

    Aku langsung bangkit dan segera mandi. Aku hampir selesai mandi saat tiba-tiba isteriku membuka pintu kamar mandi dan menyelinap masuk.

    “Anak-anak sudah pergi. Ayo bersenang-senang.”

    Isteriku berjongkok di depanku dan memasukkan penisku yang masih loyo ke mulutnya. Penisku mulai membesar dalam mulutnya karena rangsangan lidahnya yang bergerak liar. Penisku makin membesar dan kurasakan kepala penisku meluncur masuk ke tenggorokannya.

    Dia tak menariknya keluar dan bibirnya semakin ditekankan ke rambut kemaluanku. Lalu kurasakan dia mulai menelan, gerakan tenggorokannya serasa ombak hangat yang basah pada penisku. Dan hal ini pertama kalinya bagi kami juga. Rasanya sungguh dahsyat, sesuatu yang belum pernah kualami. Isteriku mempunyai keahlian yang disembunyikan dariku.

    Pelan-pelan dikeluarkannya penisku dari tenggorokannya lalu dimasukkannya lagi seluruhnya. Dia menatapku dengan penisku yang terkubur dalam mulutnya dan dengan pelan dikeluarkannya lagi.

    “Kamu menyukainya sayang?” tanyanya.

    Sebelum aku dapat menjawabnya dia melakukan hal itu lagi, menelanku seluruhnya. Dia mulai menggerakkanya keluar masuk dalam mulutnya, dan tetap memandangku saat dia melakukan itu. Isteriku mulai menaikkan temponya hingga aku tak dapat menahannya lebih lama lagi saat tiba-tiba dia berhenti..

    “Hei, hei, tunggu dulu bung. Belum waktunya. Lubangku yang lain perlu dimasuki, tahu.” katanya.

    Isteriku berdiri dan berputar. Dia membungkuk di depanku, merapatkan pantatnya padaku. Penisku terjepit di lubang anusnya maka kuarahkan pada vaginanya.

    “Siapa suruh mengalihkan senjatamu?” tanyanya.

    “Kembalikan ke tempat semula!”

    Dia meraihnya dan lalu mengembalikan penisku ke anusnya, sesuatu yang pernah kulakukan sebelumnya, tapi tidak dengannya. Pelan-pelan dia mendorong pantatnya ke belakang. Kulihat barangku jadi bengkok karena tekanan itu, kepala penisku mulai membelah lubang anusnya, tapi belum masuk. Kemudian tiba-tiba masuk begitu saja, hanya kepalanya saja.


    Dia mengerang. Lalu, dia terus menekan ke belakang dan memperhatikan aku memasukkan batang penisku seluruhnya. Aku tak dapat menolak rangsangan ini, kuraih pinggangnya dan mendorong lebih keras lagi untuk memastikan aku telah memasukinya seutuhnya.

    Kuputar pinggangku, memastikan dia dapat merasakan setiap mili senjataku didalamnya, aku terpukau akan pemandangan penisku yang terkubur dalam lubang anusnya. Lalu perlahan aku bergerak mundur.

    Saat hampir seluruhnya keluar kemudian kutekan lagi ke depan. Berikutnya aku benar-benar keluarkan penisku dan menggodanya, mengoleskan kepalanya saja pada lubang anusnya. Lalu benar-benar kusingkirkan menjauh dan melesakkan batang penisku kembali kedalam lubang anusnya. Aku bergerak maju mundur dengan cepat. Pelan, cepat, pelan dan keras.

    Tak terlalu lama orgasmeku mulai naik. Dia pasti dapat merasakannya karena dia mulai memainkan tangannya pada vaginanya, berusaha untuk meraih orgasmenya sendiri. Untung saja dia mendapatkannya sebelum aku.

    Saat kurasakan orgasmenya segera meledak, aku bergerak semakin liar. Pantatnya bergoyang dalam setiap hentakan. Dia mulai mengerang dengan keras seiring hentakanku terhadapnya. Tak kuhentikan gerakanku saat orgasme merengkuhnya, milikku segera datang! Kudorong diriku sejauh yang kubisa dan membiarkan spermaku bersarang dalam lubang anusnya.

    Isteriku berteriak saat orgasme datang padanya secara berkesinambungan seiring ledakan spermaku yang kuberikan padanya. Akhirnya, aku selesai, tapi dia mendapatkan orgasme sekali lagi saat kepala penisku keluar dari jepitan lubang anusnya.

    Isteriku membersihkan tubuhku lalu mendorongku keluar dari kamar mandi. Aku melangkah ke kamar kami dan berganti pakaian. Baru saja aku selesai memakai pakaian saat isteriku keluar dari kamar mandi dan muncul dalam kamar.

    “Tadi benar-benar indah” katanya.

    “Mungkin kita harus mengulanginya lagi nanti. Sekarang keluarlah dan nonton TV.”


    Anak-anakku, tanpa Intan pulang tak lama kemudian. Semuanya bertingkah normal. Aku lihat pertandingan bola, dan mereka melakukan apa yang biasa mereka kerjakan di hari Minggu sore.

    Sisa seminggu itu normal-normal saja. Gadis-gadis pergi ke sekolah dan Isteriku pergi kerja seperti biasanya. Tak ada seorangpun yang bicara atau menanyakan tentang kejadian minggu lalu. Isteriku terlalu letih Amelp malamnya sepulang dia kerja. Anak-anakku juga bersikap seperti tak pernah terjadi apapun. Aku jadi mulai berpikir apakah itu hanya khayalanku atau aku bermimpi tentang itu?

    Saat aku pulang kerja di hari Jum’at, anak-anaku meminta ijinku apa temannya boleh menginap nanti malam. Intan ingin meghabiskan kembali akhir minggunya bersama kami dan Rahma ingin temannya Ami bermalam juga.

    Aku suka Ami. Dia anggun. Kalau saja aku masih remaja, aku pasti akan mengajaknya kencan. Dia, seperti Rahma, memiliki sosok sempurna. Bedanya Ami memiliki wajah yang dapat membuatnya dengan mudah jadi seorang model kalau dia mau.

    Malam harinya semuanya pergi tidur lebih awal. Mereka benar-benar ingin lepas dari rutinitas hariannya, baik itu sekolah atau kerja. Saat kami bangun hari Sabtunya, semua orang memintaku untuk mengadakan pesta kebun. Maka, isteriku maengajak mereka semua pergi ke toko untuk belanja. Aku beristirahat sejenak kemudian pergi mandi. Ada kerjaan menungguku saat mereka pulang nanti.

    Saat mereka akhirnya pulang, sepertinya mereka memborong semua barang-barang di toko. Aku bilang pada mereka kalau hanya aku saja yang memasak pasti tak akan selesai. Bisa kacau jadinya. Akhirnya mereka bersedia berbagi tugas.

    Dengan semua belanjaan yang mereka borong, memerlukan hampir dua jam untuk memasaknya. Badanku bau asap dan terasa sangat letih. Saat aku masuk kedalam rumah, tak ada seorangpun di ruang keluarga ataupun dapur.

    “Hey! Dimana kalian?” teriakku, “Saatnya makan!”

    “Ya!” kudengar jawaban dari kamar Irma. Tapi tak ada seorangpun yang datang untuk makan.

    “Hey, kalian sedang apa sih? Apa nggak ada yang mau makan?” tanyaku jengkel.

    “Ada!” kembali hanya jawaban yang kudengar dari kamar Irma.

    Aku mendekat ke kamar Irma dan ternyata pintunya sedikit terbuka. Saat aku menengok kedalam, kulihat para gadis dengan berbagai posisi tanpa pakaian. Kudorong pintunya agar lebih terbuka.

    “Apa yang kalian lakukan?”

    “Sedang menunggu Papa.” Rahma menjawab dan mendekat lalu menarik tanganku agar masuk.

    “Kami membiarkan Papa minggu kemarin, tapi akhir pekan ini Papa tak akan dapat lolos dengan mudah.”

    “Sudah Papa bilang. Mama kalian akan membunuhku!” tangkisku.

    “Tidak, aku tak akan melakukannya!” kudengar suara isteriku saat kulihat dia mengangkat kepalanya di antara paha Irma.

    “Gadis-gadis ini menginginkanmu! Bisa apa aku menolak mereka?”


    Rahma menarik tanganku ke tengah kamar. Baru kemudian aku sadar kalau dia tak mengenakan selembar benangpun. Kupandangi tubuhnya. Apa yang kusaksikan ini jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Payudaranya besar tapi kencang dengan putingnya yang menunggu untuk segera dihisap.

    “Bisa apa aku menolak mereka?” pikirku saat aku rendahkan tubuhku dan mulai menghisap puting itu.

    Kurasakan puting Rahma membesar dalam mulutku, lalu kutaruh diantara gigiku dan mulai menggigitnya pelan. Saat aku sedang sibuk dengan itu kurasakan ada tangan yang menarik turun resletingku.

    Lalu tangan itu merogoh kedalam celana dalamku dan mengeluarkan penisku. Aku melihat ke bawah dan kudapati Ami sedang mengarahkan penisku ke mulutnya dan segera saja dihisapnya. Kutelusuri lekuk tubuh Irma dengan tanganku sampai pada vaginanya yang tak berambut, dan menyelipkan jariku padanya.

    Dapat kurasakan kehangatan dalam vaginanya dan basah saat jariki kutekankan masuk dengan pelan. Aku berusah untuk mendorongnya lebih dalam lagi, tapi terasa ada yang menahan gerakanku. Rahma memandangku..

    “Ya, Rahma masih perawan, dan jari Papa adalah benda pertama yang memasuki vagina Rahma. Rahma harap penis Papalah yang kedua.” aku membungkuk dan mencium Rahma, bibir kami seakan melebur bersama, sebuah ciuman yang sempurna.

    Sementara itu, Ami masih mengoralku. Usahanya jelas berdampak padaku. Aku melihat kebawah, kepalanya bergerak maju mundur pada batang penisku. Aku tak ingin mengeluarkan sperma pertamaku dalam mulut Ami sedangkan ada pilihan lainnya. Vagina perawan Rahma dihadapanku. Maka kukeluarkan penisku dari mulut Ami.

    “Kita dapat melanjutkannya nanti.” kataku padanya.

    Kudorong Rahma ke tempat tidur, menindihnya dengan lembut. Kucium dia lagi lalu ciumanku bergerak ke sekujur tubuh telanjangnya. Kujilati lehernya, dan kutinggalkan bekas disana agar dia mengingat kejadian indah ini nantinya.

    Kemudian aku bergerak ke dadanya, menghisapi putingnya. Ini mengakibatkan beberapa lenguhan keluar dari mulutnya. Saat kugigit lembut putingnya dan punggungnya terangkat sedikit keatas karena terkejut. Lalu turun ke perutnya hingga akhirnya bermuara pada vaginanya yang tak berambut.

    Kupandangi sejenak lalu kubenamkan hidungku pada celahnya. Aroma yang keluar dari vaginanya semakin membuatku mabuk. Saat kugantikan hidungku dengan lidah, akibatnya jadi jauh lebih baik lagi. Saat ujung lidahku merasakan untuk pertama kalinya hampir saja membuatku orgasme! Rahma telah basah dan siap untuk aksi selanjutnya. Penisku membesar dan keras hanya dengan membayangkan apa yang segera menantiku didepan wajahku ini.

    Ciumanku bergerak keatas dan berlabuh dalam lumatan bibirnya lagi seiring dengan kepala penisku yang menguak beranda keperawanannya.

    Rahma mengalungkan lengannya dileherku dan menjepit pinggangku dengan kakinya saat aku berusaha untuk memasukinya lebih dalam lagi. Dapat kurasakan kehangatan yang menyambut kepala penisku. Aku tak dapat menahannya lebih lama. Rahma sangat panas, basah dan rapat!

    Pelan namun pasti kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Dapat kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke-basahannya mengundangku masuk. Kehangatan vaginanya membungkus kepala penisku saat aku menyeruak masuk.


    Aku terus menekan kedalam dengan pelan meskipun aku ingin segera melesakkannya kedalam dengan cepat seluruh batang penisku. Akhirnya dapat kurasakan dinding keperawanannya, batas akhirnya sebagai seorang gadis untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Kupandangi dia tepat di mata.

    “Sayang, ini akan sedikit sakit, tapi Papa janji sakitnya hanya sebentar saja.” kurasakan kakinya menjepit pinggangku lebih rapat saat aku merobek pertahanan akhirnya. Akhirnya jebol juga dinding itu.

    “Aargh! Gila! Sakit, Pa!” katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Vaginanya mencengkeram batang penisku, ototnya bereaksi pada penyusup dan rasa sakit.

    “Tenang sayang, sakitnya akan segera hilang.” dan kuteruskan menekan ke dalam sampai akhirnya terbenam semua di dalamnya. Aku diam sejenak, membiarkannya untuk beradaptasi.

    “Gimana? Udah baikan?” tanyaku. Dia anggukkan kepalanya.

    “Aku hanya merasa penuh, rasanya aneh. Tapi juga terasa enak berbarengan.”

    Aku mulai menarik dengan pelan, hanya beberapa inchi, dan kemudian mendorongnya lagi dengan lembut. Aku khawatir menyakitinya, tapi dalam waktu yang sama aku tak ingin segera menembakkan spermaku. Aku ingin menikmati rasa vaginanya selama mungkin. Kurasa dia mulai dapat menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.

    Kupercepat kocokanku, menariknya hampir keluar dan menekannya masuk kembali dengan pelan, menikmati rasa sempit vaginanya pada penisku. Rahma mulai memutar pinggulnya seiring hentakanku. Tempo dan nafsu kami semakin meningkat cepat. Kurendahkan tubuhku dan mencium lehernya dan bahunya. Amelp gerakan tubuh kami mengantarku semakin dekat pada batas akhir.

    “Ya Pa! Ya! Rasanya Rahma hampir sampai!”

    “Papa juga sayang!” Dan kulesakkan ke dalamnya untuk yang terakhir kali. Menekan berlawanan arah dengannya mencoba sedalam mungkin saat kuledakkan sperma semprotan demi semprotan kedalam vaginanya. Dapat kurasakan cairan kami bercampur dan meleleh keluar dari vaginanya menuju ke buah zakarku.

    Tubuh Rahma bergetar di bawahku, tangan dan kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik dan kudorong lagi semakin dalam padanya saat persediaan spermaku akhirnya benar-benar kosong. Kutatap matanya lalu menciumnya.

    “Rahma, ini adalah seks terbaik yang pernah Papa dapatkan.” aku lupa kalau kami tak sendirian dikamar ini.

    “Aku dengar itu!” kata isteriku.

    “Kita akan lihat apa kita bisa mengubah anggapanmu itu!”

    Dengan para gadis-gadis itu dalam kamar ini, aku sadar ‘kesenanganku’ baru saja akan dimulai.

  • Foto Ngentot Cewek dengan gaun putrinya menghisap kontol sebelum bercinta

    Foto Ngentot Cewek dengan gaun putrinya menghisap kontol sebelum bercinta


    2195 views

    Duniabola99.com – foto cewek cantik pirang bermahkota bak putri dan memakai gaun putri yang cantik toket kecil jembut memeknya lebat menghisap kontol pacarnya yang gede sebelum diangkat untuk becinta hot.

     

  • Video Bokep Asia Minami Wakana kena gangbang 9 pria

    Video Bokep Asia Minami Wakana kena gangbang 9 pria


    2196 views

  • Foto Ngentot Tiri horny Alex Blake & Whitney Wright berbagi kontol

    Foto Ngentot Tiri horny Alex Blake & Whitney Wright berbagi kontol


    2338 views

    Duniabola99.com – foto gadis dengan memek masih sempit sange menggoda pacarnya yang berkontol gede untuk melakukan hubugan sex berakhir ngentot threesome dikamar.

  • Kisah Memek Hutan Nikmat

    Kisah Memek Hutan Nikmat


    3835 views


    Duniabola99.com – Sebenarnya aku hanya mau jalan-jalan saja hari itu. Karena di rumahku suntuk, akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan di hutan sekedar refreshing. Setelah lama jalan-jalan dan hari sudah menjelang sore, hutan itu juga sudah mulai gelap, aku melihat ada sosok yang sedang berjalan ke arahku. Makin lama, semakin jelas ternyata dia wanita, kutebak umurnya tidak lebih dari 15 tahun, malah mungkin kurang karena tubuhnya masih langsing dan dadanya juga belum begitu besar. Dia memakai celana pendek dan T-shirt.
    Ya ampun, pahanya yang putih itu membuatku menelan ludah. Pasti dia anak orang kaya yang sedang berkemah atau menginap di salah satu villa yang ada di sekitar hutan ini. Aku tidak tahu kenapa dia bisa sampai masuk hutan, sendirian lagi, yang jelas aku tidak tahan kalau harus melepaskan kesempatan yang baik ini, karena aku kebetulan sudah lama tidak pernah merasakan bagaimana nikmatnya tidur bersama anak di bawah umur.

    Aku cepat-cepat merunduk ke semak-semak yang ada sambil menunggu dia lewat. Begitu dia lewat langsung kusergap dari belakang sambil menutup mulutnya, soalnya biar sudah malam tapi kami masih ada di pinggiran hutan, jadi aku tidak mau ambil resiko orang-orang mendengar teriakan anak ini. Sambil meronta-ronta, kubawa dia masuk lebih jauh ke tengah hutan. Kalau sudah masuk di dalam hutan, aku jamin tidak ada yang bisa dengar teriakan dia, soalnya orang-orang di sekitar situ percaya kalau hutan itu angker, padahal mereka tidak tahu kalau ada tempat seukuran yang agak lapang tempat aku biasa menyepi. Ketika aku sampai ke tempat pribadiku, ada sinar bulan purnama yang menerangi tempat itu, kebeneran juga soalnya sekitarku sudah gelap gulita.

    “Lepaskan! Lepaskan! Jangan Om!” dia langsung berteriak-teriak ketika mulutku lepas dari mulutnya. Om? Enak aja dia panggil aku Om, langsung saja aku kepalkan tanganku dan kupukul keras-keras di perut. Dia langsung tersungkur ke tanah sambil memegang perutnya dan mengerang. Tidak hanya itu, langsung kutendang punggungnya sampai dia berguling-guling menabrak batang pohon yang sudah roboh. Setelah itu kutarik rambutnya yang sebahu sampai wajahnya dekat dengan wajahku.


    “Sekarang dengerin anak kecil!” kataku pelan tapi pasti.
    “Aku bukan om elo, tapi elo sebaiknya jangan banyak tingkah, kalo tidak mau mati! aku hanya pengen ngajarin elo kesenengan yang belon pernah elo dapetin di sekolah elo! Tau?!” Dia hanya menangis sambil mendorong-dorongku, tapi tenaganya sudah lemah gara-gara kutendang tadi.
    “Jawab goblok!” bentakku sambil menampar pipinya berkali-kali sampai memerah.
    “Ampuun, ampun!” dia menjerit kesakitan karena tamparanku tadi. Aku langsung saja tidak buang waktu, dia langsung kudorong ke batang kayu roboh tadi, sambil kutindih, kutelanjangi dia. Mulai dari T-shirtnya terus celana pendeknya, kutarik BH-nya sampai putus. Terakhir kulepaskan juga celana dalamnya sekaligus sepatu dengan kaos kakinya. Akhirnya dia telanjang bulat sambil meronta-ronta karena tangannya kupegangi dengan tangan kiriku. Wow, kulitnya benar-benar putih mulus, dadanya belum begitu besar tapi sudah membulat, kemaluannya juga masih jarang rambutnya. Dia mengerang lemas ketika kuraba dan remas dadanya.

    “Hei, lo suka ya! Sabar aja entar aku tunjukin yang lebih enak!” aku melihat sekelilingku, dan aku akhirnya menemukan cabang pohon dengan diameter sekitar 5 cm. Dia sudah tidak bisa bergerak karena kesakitan gara-gara pukulanku, tapi untuk amannya kupukuli juga perutnya berkali-kali sampai perutnya membiru. Dia masih sadar tapi yang pasti dia tidak mungkin bisa bergerak untuk lari dariku.

    “Nah, enaknya aku mulai dari mana nih?” tanyaku pada dia.
    “Dari depan atau dari belakang?” dia hanya bisa mengeluarkan desahan sakit, sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
    “Aku mulai dari depan aja ya? Pasti lo masih perawan kan?”
    Selesai berbicara begitu, aku langsung mendorong cabang pohon tadi masuk ke liang kewanitaannya. Karena sempit aku sampai harus melebarkan bibir kemaluannya supaya cabang tadi bisa masuk sedikit. Dia merintih-rintih ketika cabang tadi mulai masuk sedikit demi sedikit. Aku terus mendorong cabang tadi sambil memutar-mutarnya. Dia langsung menjerit kesakitan ketika kulakukan itu. Itu yang aku ingin dengar dari tadi, batang kemaluanku langsung tegang sekali. Ketika dia menjerit sekeras-kerasnya aku merasa cabang pohon tadi tidak bisa masuk lebih dalam lagi. Lalu aku mulai menarik dan mendorong cabang tadi sambil memutar-mutarnya, yang pasti akan membuat dia lebih kesakitan kalau kudengar dari jeritannya. Kepalanya mengeleng-geleng sampai terantuk-antuk ke batang pohon tempat dia berbaring sampai memohon aku agar aku berhenti. Bodoh benar dia, tentu saja aku tidak akan berhenti.


    Setelah beberapa kali tusukan, cabang pohon tadi mulai berubah jadi merah, karena darah yang keluar dari kemaluannya. Ada juga yang meleleh keluar dan mengalir turun lewat pahanya. Aku terus menusuk-nusuk liang kemaluannya sampai sekitar 10 menit, sampai dia tidak bisa mengerang hanya bisa mendesah dan mengigit bibir kesakitan. Kulihat ada darah juga di sekitar bibirnya gara-gara digigit terlalu keras olehnya.

    Akhirnya aku tidak bisa tahan lagi, aku harus masukan batang kemaluanku. Langsung saja kubuka celanaku, kemaluanku langsung bergoyang-goyang tegang. Lalu kucabut cabang pohon tadi dari liang kemaluannya, kulihat bibir-bibir kemaluannya langsung menutup lagi, diiringi tarikan nafas anak itu. Karena aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kubalikkan badannya yang sudah lemah lunglai itu sehingga pantatnya menghadap ke arahku. Kubuka belahan pantatnya, kulihat lubangnya kecil sekali, wah dia akan kesakitan kalau kumasukan batang kemaluanku, tapi aku tidak perduli, yang jelas aku tidak bisa membayangkan bagaimana nikmatnya jepitan lubang itu. Sambil membuka belahan pantatnya kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang kecil tadi, lalu kupegang bahu anak tadi erat-erat sambil mulai mendorong masuk.

    Ya ampun, sempit sekali, aku sampai meringis-ringis, dia juga mulai meronta-ronta begitu sadar apa yang telah kukerjakan di pantatnya. Tapi pelan-pelan, lubang tadi mulai membuka membuat batang kemaluanku mulai masuk sampai kepala kemaluanku dan terus maju pelan-pelan. Ketika kudorong kemaluanku, dia kembali merintih-rintih seakan-akan kehabisan nafas.


    Akhirnya dengan dorongan terakhir yang keras masuk juga batang kemaluanku ke lubang pantatnya. Lalu aku tidak menunggu-nunggu lagi, langsung saja aku maju mundur. Aku tidak pelan-pelan lagi sekarang, kugerakan pinggulku cepat dan keras. Sampai badan anak tadi terguncang-guncang, terdorong maju mundur. Kulihat dada dan perutnya mulai berdarah-darah karena bergesekan dengan kulit pohon yang kasar. Lama-kelamaan kemaluanku jadi kemerah-merahan, selain gara-gara sempit sekali, ada juga darah yang menempel ke batang kemaluanku. Sekitar 15 menit kugerakan pinggulku, darah yang keluar sudah ada di mana-mana. Sampai meleleh turun lewat pahanya ke tanah.

    Aku merasa aku akan keluar tidak lama lagi, begitu sudah hampir puncaknya, aku langsung mencabut kemaluanku dan langsung kutarik rambut anak itu. Dia langsung mengerang sakit, dan saat itu juga aku masukan kemaluanku ke mulutnya yang terbuka. Dia langsung tersengal-sengal karena kemaluanku masuk langsung masuk ke kerongkongannya, membuatnya sulit bernafas. Dia berusaha menarik kepalanya tapi tidak bisa, malah gara-gara gerakannya itu dan gesekan kemaluanku dengan lidahnya aku tidak bisa menahan lagi. Sambil mengerang kukeluarkan spermaku ke mulutnya langsung masuk lewat kerongkongan. Kulihat dia melotot ketika ada cairan ketal masuk ke dalam kerongkongannya. Kutahan kemaluanku di mulut anak itu sampai sekitar satu menit, sampai spermaku habis kukeluarkan ke mulutnya, ada juga yang kulihat meleleh keluar, mengalir lewat dagu, leher dan menempel di puting susunya.

    Akhirnya kutarik kemaluanku yang sudah mulai lemas dari mulutnya. Dia langsung tersungkur ke tanah dan muntah-muntah mengeluarkan isi perutnya.
    “Dasar lu goblok tidak tau barang enak!” kataku.
    “Muka lu kotor tuh, aku bersiin ya?” sambil berkata itu aku langsung kencing ke mukanya, air seniku membasahi seluruh wajah, rambut sampai dadanya. Langsung saja dia muntah-muntah lagi sampai lemas tidak berdaya, karena tidak ada lagi yang bisa dikeluarkan dari perutnya.


    Jamku sudah menunjukan jam 2 pagi, ketika aku kembali berpakaian. Aku hampiri dia yang tergolek lemas, kulihat air matanya mengalir terus walaupun dia tidak mengeluarkan suara tangisan.
    “Lu mau lagi?” tanyaku.
    Dia tidak bergerak hanya kulihat wajahnya yang pucat bertambah pucat lagi.
    “Ah, tapi punya lu udah rusak gara-gara ini. Aku jadi tidak nafsu!” kataku.
    “Lain kali aja deh!” kataku sambil menunjukan cabang pohon yang berlumuran darah ke wajahnya.

    Setelah selesai aku berbicara itu, langsung saja kupukul dadanya pakai cabang pohon yang kupegang, kupukul punggungnya, pahanya, kemaluannya. Kadang juga kutendang perutnya sampai dia tidak bergerak lagi, matanya melotot ngeri. Kuraba nadinya, ternyata masih ada denyutan. Aku langsung berdiri dan berjalan meninggalkan dia keluar hutan. Aku tidak peduli mau ada yang menemukan dia atau tidak, kalau dia tidak kuat dia bakalan mati juga. Lagipula siang nanti aku mau ke Jepang, jadi tidak ada yang bisa menemukan aku.

    Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri

  • Video Bokep Ui Kinari toket gede main main di jendela

    Video Bokep Ui Kinari toket gede main main di jendela


    2232 views

  • Foto Ngentot Alessandra Jane dengan pacarnya ditepi kolam renang

    Foto Ngentot Alessandra Jane dengan pacarnya ditepi kolam renang


    2775 views

    Duniabola99.com – foto pasangan muda Alessandra Jane ngentot ditepi kolam renang dan menelan semua spermanya.

  • Video bokep Kimmy Granger sange saat mask didapur

    Video bokep Kimmy Granger sange saat mask didapur


    2250 views

  • Kisah Memek SU

    Kisah Memek SU


    3236 views

    Duniabola99.com – Selepas peristiwa yang berlaku pada hari tersebut. Aku merasakan bahawa aku mempunyai isteri
    yang kedua yang boleh melayani nafsuku apabila isteriku tidak dapat melayanku ( Period )
    Perasaan gembira dan seronok sentiasa terbayang diwajahku mengenangkan peristiwa tengahari tadi.
    Pada keesokan harinya seperti biasa aku menghantar budak-budak ke sekolah termasuklah anak Su ..
    . adikku. Tapi hari ini ia tidak menghantar kerumahku sebaliknya su telah menelefonku untuk
    menjemput di rumahnya kerana hari ini ia masih lagi shift malam selepas menyiapkan anaknya ia
    nak masak masakan yang istimewa untuk anaknya yang sulung katanya… Akupun singgah dirumahnya
    untuk menjemput anaknya. Pada kebiasaannya aku tidak naik dulu hanya menunggu di dalam kereta
    sahaja tapi hari ini aku mengambil keputusan untuk masuk kerumahnya terlebih dahulu.. bukan apa
    nak tengok riaksinya selepas peristiwa semalam.. Fastbet99

    Dalam aku menunggu anaknya yang masih memakai setokin Su telah menghampiriku sambil berkata.
    Abang Am .. Boleh tolong Su tak.. apa dia jawabku…balik antar budak nanti tolong belikan Su
    barang-barang ini, sambil menghulurkan senarai barangan yang hendak dibeli. daripada apa yang
    ku tengok su nak masak laksa agaknya.

    Akupun tak berfikir panjang terus meninggalkannya dimuka pintu dan sempat aku mencubit pehanya
    sebelum meninggalkannya. Dalam perjalanan pergi dan balik dari menghantar budak-budak kesekolah
    aku berfikir, tak nampakpun riaksi yang berbeza pada su .. kecuali Su nampak lebih ceria. Akupun
    sampai membawa barang yang dipesan oleh Su…


    Su nak buat apa barang-barang ini semua…
    Su nak masaklah la bang.. nak buat apa lagi.. Kakak kerja ke hari ini bang… kerja jawabku…dia
    kena shift petang hari ini .. dan baru sahaja pergi sebelum abang datang kesini tadi…

    Dalam aku bersembang itu rupanya ada cerita di sebalik barang-barang yang dipesan tadi…

    Abang am… maafkan su.. sebenarnya Su nak masak semua ini esok… Esokkan hari jadi Along yang
    ketujuh….jadi Su bercadang untuk buat sedikit jamuan makan dan jemput kawan-kawan along untuk
    makan esuk….

    Abang Am … Kalu Su tanya sikit boleh tak…
    Apa dia Su… tanyalah, sambil aku merapatkan badanku ke badan su ….
    Bagaimana semalam ? Abang puas tak … tanya su..Maaflah bang Su nikan kurang pengalaman dalam
    perkara ini.. Masa Su bergelar isteri dulu Su memang jarang buat … Suami su macam tak bernafsu
    aje. Kalau buat pun sekejap aje.. bukak baju, seluar terus jolok, sorong tarikk lima enam kali
    dah sampai. manalah su puas.

    Su janganlah bimbang … abang cukup puas .. cuma beberapa perkara yang perlu Su tahu apabila
    berkeadaan bergitu.

    Sambil bercerita itu aku mula menarik badan su merapat kebadanku.. Aku memeluk Su dari belakang
    dan menyeluk dari bawah bajunya untuk memegang kedua belah teteknya.

    Aku mula meramas dengan perlahan-lahan.. kalau you all nak tahu bagaimana wanita paling sedap
    ketika teteknya diramas, lakukanlah bergini….. peganglah kedua-dua pangkal tetek dan urutlah
    kedepan iaitu keputing teteknya beberapa kali sambil bila sampai pada puting gentellah
    perlahan-lahan. Berginilah ku lakukan pada Su … Abang …kedengaran suara su memanggil ku…
    Ia sayang …Ssssss sedapnya … Su merintih… sambil aku mengurut serta meramas tetek Su aku
    menggigit-gigit leher serta tengkuknya dan kadangkala cuping telinga menggunakan bibir.

    Setelah Su kelihatan lesu dengan asakan yang ku lakukan itu… aku minta supaya Su bangun
    berhadapan denganku .. aku duduk diatas sofa milik seorang lagi adik iparku yang bergelar janda
    kini telah tidak tinggal dengan Su kerana su tak suka denganya kerana suka bawa balik teman lelakinya.


    Aki membuka semue butang baju kemeja jean Su serta membuka Colinya yang berwarna merah. Sambil
    aku mencium perutnya sahinggalah sampai pada pangkal teteknya.

    Aku mula menghisap putingnya yang sebelah kiri dan yang sebelah lagi ku ramas dan ku gentel
    puting yang semakin mengeras itu. Su semakin tidak karuan dan mendesah panjang..Sssss Aaaahhhhhh
    …Ahhhhhh Abang Am …buat lagi bang Su sedapni ….Dalam aku menyonyot teteknya tanganku telah
    merongkaikan kain batik yang dipakai oleh Su… Aku minta Su menjarangkan kakinya supaya terbuka
    celah kangkangnya. Aku cekup seluruh cipapnya.dan aku rasakan ia telahpun basah dan tanganku
    telah basah dan melekit… tapi aku tidak pedulu.aki terus menggentil -gentil bijinya …
    menyebabkan Su semakin mengeluh.. Kini su menarikku supaya berdiri dan membuka trak Bottomku dan
    terus sahaja meramas ramas batangku. Link Alternatif Fastbet99

    Su…. Apa yang su tahu berkenaan dengan Lubang su ni … tak tahu ang… akupun memasukkan jari
    hantuku untuk meneroka kedalam cipapnya…Apa Su rasa sekarang…Sedapnya bang… macam su dah
    nak orgasme..ni .Sabar su. Kalu su nak tahu … inilah biji yang dipanggil G Spot dimana kalau
    disentuh akan menimbulkan rasa nikmat yang tidak terkira. Sama ada dengan jari atau dengan batang
    lelaki semasa proses sorong tarik. Aku mengulangi beberapa kali dengan menyentuh biji dalam
    cipapnya yang dipanggil G spot. Aku nampak su sudah semakin gelisah. Abang… kenapa sedap
    sangatni..Beruntungyalah isteri abang mendapat suami yang banyak tahu rahsia nafsu perempuan…

    Abang … apa yang su perlu buat untuk abang masa ini… tak apa su, biar abang sahaja yang buat
    … hari ini adalah hari su… bersedialah untuk berjuang… abang akan pastikah Su benar-benar
    puas hari ini. Jam didinding telah menunjukkan pukul 03:00 petang ini bermakna sudah hampir
    setengah jam aku meromen Su. Aku mengangkat kaki kiri su dan minta ia memijak sofa… Su dah
    bersedia …. ia bang… abang nak masukkan ni… cepat su dah tak tahanni… dengan gaya
    berdiri aku memegang batangku dan menghalakan kearah cipapnya dan seperti biasa sebelum masuk
    aku akan menggosok-gosok kepala batangku ke cipap su … aku letakkan betul betul pada biji
    kelentit Su..sambil menggosok gosok kepala batangku. Semakin lama semakin licin dan semakin sedap
    … Abanggggggggggggggg ..sedapnya.. cepat masuk .. Su dah bersedia ni.


    Pelahan-lahan aku menolak kedalam dengan cermat, tapi kali ini agak mudah masuk berbanding
    semalam. Terus masuk habis. Mungkin peristiwa semalam telah memudahkan kerja-kerja yang dilakukan
    pada hari ini.

    Sambil berdiri aku mengongkek adik ku. Setelah hampir limaminit aku meminta supaya su berbaring
    didtas carpet. Tapi Su enggan sebaliknya ia telah membawa ku ke dalam bilik.

    Di dalam bilik aku meminta supaya Su berada diatas sambil duduk bercelapak diatasku. Kedua
    tanganku memegang buah dadaanya dan sambil itu aku menyonyot kedua – dua puting Su.. Su semakin
    mendesah cara ini juga adalah kelemahaan perempuan supaya cepat Klimaks. Abang Ammm Cepat goyang
    su dah nak Klimak ni. Mendengar kata-kata su aku semakin laju mengayak punggungku serta serentak
    dengan itu su dah semakin pandai dengan sama-sama mengayak bontotnya. Aku semakin hampir ke
    penghujung. Se sedia su … Abang nak sampaini.. Abang… Su juga …. Ahhhh……Ahhhhhh…..
    .Aaaaaahhhhh Sambil melajukan goncangan kami sama-sama sampai serentak. Su terbaring diatas
    perutku keletihan. perlahan – lahan aku memusingkan badan agar su juga berada mengiring sambil
    batangku masih berada di dalam cipapnya.

    Abang … Su puas bang … Abang pun bergitu juga su… Aku memimpin su ke bilik air dan kami
    mandi sama-sama sambil aku menggosok badannya bergitu juga su menggosok badanku.

    Aku berehat seketika …sambil menghilangkan letih sebelum aku ke sekolah untuk latihan Ko
    Kurikulum… Su masih didalam biliknya memakai pakaian. Dalam aku berehat keletihan …
    Terdengan ucapan salam dari luar .. aku panik…. Aku kenal suara itu. Ayu .. kakak kepada Su
    yang bergelar janda juga.

    Su keluar sambil menenangkan ku… Abang jangan imbang ..Pandailah Su bagi tahu dengan Kak Ayu…
    Ayu pun masuk .. dan amat terperanjat apabila ia melihatku ada disitu..

    Abang Am …. Abang buat apa kat sini …

    Saja temankan Su …. Kesian dia duduk sorang – sorang jadi abang temankanlah dia sambil sembang.

    Hie …. korang buat yang tak senonoh ya…


    Tu Su baru pakai baju …. abang Am pulak rambut masih basah lagi…

    Rileklah kak Ayu …. nantu Su ceritalah … setelah su menghulurkan segelas air oren.. aku pun
    beredar untuk latihan Ko Kurikulm di sekolah. Aku tinggalkan Su Dan Ayu sambil berpesan supaya
    ayu jangan balik dulu dan sekejap lagi aku akan datang.

    Sepanjang Peninggalanku…..

    Ayu benar-benar pelik dengan kehadiranku dirumah su … kerana selama ini aku memang yang
    terkenal dengan sikap pendiam dan tidak suka bertandang kecuali ada perkara penting….

    Kak Ayu …. Kalau Su cakap … Kak Ayu percaya tak… Haa.. apa dia… Sebenarnya Su dan abang
    Am baru selesai projek… Apa !!! … Su buat dengan abang Am .. Kau dah gilake …Diakan suami
    kak Na … kak long kita … Alah kak Ayu …. bukannya su nak rampas dia dari kak long, tapi
    apa salahnya kalau berkongsi batang….

    Kau ni memang dah gila agaknya … Kak ayu biar Su ceritakan bagaimana Su rela menyerah pada
    Abang Am….

    Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri

  • Cerita Sex Nafsu Bosku

    Cerita Sex Nafsu Bosku


    3663 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Nafsu Bosku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Aku baru kerja 4 bulan di perusahaan asing di Jakarta bos saya namanya M Richard yang berasala dari
    USA umurnya 45 tahun dengan waktu yang cepat kami semua karyawan sudah kenal dekat dengan Mr. Rich
    biasanya dipanggil seperti itu.

    Hobi kita sama yaitu bermain golf perusahaan kami bergerak di bidang advertising katanya teman
    sekantor istri dari sibos cantik tubuhnya seksi kayak bintang Hollywood, karena aku belum pernah
    melihat istri si Bos, hanya meilhat fotonya yang terpampang di ruangannya.

    Meja kantor saya memang aku desain dengan nyaman dan aku selipakn foto aku dan istriku Nindy yang
    berasal dari Bandung dan berumur 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Richard melihat foto itu,
    secara spontan dia memuji kecantikan Nindy dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Richard sering
    melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.

    Suatu hari Richard mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek,
    sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.

    “Dik, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Nindy juga, sekalian makan malam”.

    “Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.

    “Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.

    “Okelah!”, kataku.

    Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Nindy. Pada mulanya Nindy agak segan juga untuk
    pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan
    tetapi setelah kuyakinkan bahwa Richard dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Nindy
    mau juga pergi.

    “Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”.

    “Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.

    “Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas.
    Kalau melihat Nindy, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang,
    dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.

    Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Richard yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku
    mengenakan kemeja batik, sementara Nindy memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan
    tergerai tanpa hiasan apapun.

    Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu
    terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi
    sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.

    “Oh Diko dan Nindy yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Lillian istrinya Richard”.

    Ternyata Lillian badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis
    dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Richard. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.
    “Hallo Mam.., kenalin, ini Nindy istriku”.

    Cerita Sex Nafsu Bosku Setelah Nindy berkenalan dengan Lillian, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam,
    sementara Richard mengajakku ke teras balkon apartemennya.

    “Gini lho Dik.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani
    nggak kamu ngerjakan iklan itu”.

    “Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih,
    ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.

    Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar.
    Senyum Richard segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.

    “Eh Dik.., gimana Lillian menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.

    “Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.

    “Seksi nggak?”.

    “Lha.., ya.., jelas dong”.

    “Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Lillian untuk kamu
    gimana?”.

    Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan
    tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu.

    Sambil masih tersenyum-senyum, Richard melanjutkan, “Nggak ada paksaan kok, aku jamin Nindy dan
    Lillian pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada
    saya.., aman kok!”.

    Membayangkan tampang dan badan Lillian aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa
    menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue
    film.

    Tapi dilain pihak kalau membayangkan Nindy dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar,
    rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Richard telah melanjutkan dengan
    pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Nindy sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.

    Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, “Dia tidak suka style yang aneh-aneh,
    maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau vaginanya dijilatin, maka dia akan sangat
    terangsang!”.

    “Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian vagina, ada bau khas wanita terpancar
    dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Richard.

    “Kalau Lillian sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.
    Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan
    senjataku diisap mulut mungil Lillian itu.

    Kemudian lanjut Richard meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong
    my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja”.

    “Nanti minuman Nindy aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”,
    saya agak terkejut juga, apakah Richard akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Rina? Wah kalau
    begitu tidak rela aku.

    Aku setuju asal Rina mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Richard cepat-
    cepat menambahkan,

    “Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya,
    “Oke, nanti kamu duduk di sebelah Lillian ya, Nindy di sampingku”.

    Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Richard. Setelah makan malam selesai
    kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat
    halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan
    keringatnya lebih banyak keluar.

    Cerita Sex Nafsu Bosku Melihat tanda-tanda itu, Richard mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Nindy, “Nin.., mari
    duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”, dan tampa menunggu jawaban Nindy, Richard segera
    berdiri, menarik kursi Nindy dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah.
    Aku ingin mengikuti mereka tapi Lillian segera memegang tanganku.

    “Dik, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”. Memang dari ruang
    makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Richard mulai bergerilya di pundak dan punggung
    Nindy, memijit-mijit dan mengusap-usap halus.

    Sementara Nindy kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya
    terdengar desahan setiap kali tangan Richard yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit
    pundaknya.

    Lillian kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut,
    dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi
    panjang tersebut.

    Terlihat tindakan Richard semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan
    kancing kemeja batik Nindy hingga kancing terakhir. BH Nindy segera menyembul, menyembunyikan dua
    bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya.

    Kelihatan mata Nindy terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga,

    “Apakah Nindy telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Richard?, atau apakah Nindy pingsan
    atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Richard?”.

    Nindy tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu
    berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Nindy seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan
    Richard dikulitnya dan ciuman nafsu Richardpun disambutnya dengan gairah.

    Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung,
    aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Richard yang sedang duduk di
    sampingku.

    Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok
    Lillian, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya
    sedang mengerjai wanita mungil.

    Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari
    tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Lillian yang mungil itu, “aahh..,
    aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

    Sementara itu di ruang sebelah, Richard telah meningkatkan aksinya terhadap Nindy, terlihat Nindy
    telah dibuat polos oleh Richard dan terbaring lunglai di sofa.

    Badan Nindy yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya
    yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang
    membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka
    dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Richard.

    Kemudian Richard menarik Nindy berdiri, dengan Richard tetap di belakangnya, kedua tangan Richard
    menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Nindy, yang dengan
    matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian
    yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka.

    Menunjukan Nindy menikmati benar permainan dari Richard terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari
    Richard berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Richard meremas-remas puting
    susunya, terlihat seluruh badan Nindy yang bersandar lemas pada badan Richard, bergetar dengan hebat.

    Saat itu juga tangan Lillian telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus
    berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan
    melepaskan bajuku sendiri.

    Setelah Lillian selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus
    seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah
    mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang.

    Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Richard, tentu aku kalah jauh dan kalau aku
    langsung main tusuk saja, tentu Lillian tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai
    teknik yang lain dari lain.

    Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara
    kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.

    Kududukkan Lillian kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah
    vaginanya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang vaginanya.

    Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Lillian berteriak-teriak keenakan
    dengan suara keras,

    ” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya dan tubuhnya
    menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat
    bersamaan suara Nindy terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah,

    “Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat
    Richard pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Nindy sekarang telah telentang di atas
    sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Richard sedang berjongkok diantara kedua paha Nindy
    yang sudah terpentang dengan lebar.

    Kepalanya terbenam diantara kedua paha Nindy yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Richard
    sedang mengaduk-aduk kemaluan Nindy yang mungil itu. Terlihat badan Nindy menggeliat-geliat dan kedua
    tangannya mencengkeram rambut Richard dengan kuat. ‘’

    Aku sendiri makin sibuk menjilati vagina Lillian yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan
    dan dari mulutnya terdengar erangan,

    “Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot
    penisku.

    “Aahh.., Dik.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Lillian menekan
    ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan
    hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding vaginanya pun semakin deras, saat ia
    mencapai organsme.

    Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap
    lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih
    jauh.

    Ketika aku menengok ke arah Richard dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Nindy kini
    telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi
    sofa, punggung Nindy bersandar pada sandaran sofa.

    Sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak
    Richard. Richard mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Nindy yang telah terpentang
    lebar.

    Cerita Sex Nafsu Bosku Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Richard yang terletak diantara kedua pahanya yang
    berbulu pirang itu, penisnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang
    kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala penisnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.

    Terlihat Richard memegang penis raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan
    Nindy yang sudah sedikit terbuka, terlihat Nindy dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata
    Richard yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya.

    Kedua tangan Nindy kelihatan mencoba menahan badan Richard dan badan Nindy terlihat agak melengkung,
    pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Richard pada bibir vaginanya.

    Akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Nindy dan tangan kirinya tetap menuntun
    penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan Nindy, sambil mencium telinga kiri Nindy, terdengar
    Richard berkata perlahan,

    “Niinn.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Nini hanya menggeleng-
    geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke
    arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Richard itu dan mulutnya terkatup rapat
    seakan-akan menahan kengiluan.

    Richard, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina Nindy yang
    telah basah itu, biarpun kedua tangan Nindy tetap mencoba menahan tekanan badan Richard.

    Mungkin, entah karena tusukan penis Richard yang terlalu cepat atau karena ukuran penisnya yang over
    size, langsung saja Nindy berteriak kecil,

    “Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis,
    mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Nindy yang mengangkang itu terlihat menggelinjang.

    Kepala penis Richard yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam kemaluan Nindy, kedua bibir
    kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Richard, sehingga belahan kemaluan Nindy terlihat
    terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Richard itu.

    Kedua bibir kemaluan Nindy tertekan masuk begitu juga clitoris Nindy turut tertarik ke dalam akibat
    besarnya kemaluan Richard.

    Richard menghentikan tekanan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Nin.., saya sudah
    menyakitimu.., maaf yaa.., Niin!”.

    “aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih..,
    sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.

    Nindy mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di
    pungung Richard.

    Cerita Sex Nafsu Bosku

    Cerita Sex Nafsu Bosku

    “Niinn.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Nindy masih merasa sakit”,
    sahut Richard dan tanpa menunggu jawaban Nindy, segera saja Richard melanjutkan penyelaman penisnya ke
    dalam lubang vagina Nindy yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.

    Ketika kepala penisnya telah terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Nindy, terlihat muka Nindy
    meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi hanya kedua bibirnya terkatup
    erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.

    Terdengar Richard bertanya lagi, “Niinn.., sakit.., yaa?”, Nindy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,
    sambil kedua tangannya meremas bahu Richard dan Richard segera kembali menekan penisnya lebih dalam,
    masuk ke dalam lubang kemaluan Nindy.

    Secara pelahan-lahan tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya.
    Ketika penis Richard telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina Nindy, terlihat Nindy telah
    pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Richard.

    Akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Richard menekan lebih
    dalam lagi, kembali terlihat wajah Nindy meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat
    menggeletar,

    Tetapi karena Nindy tidak mengeluh maka Richard meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja,
    “Blees”, Richard menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan
    memepetin pinggul Nindy rapat-rapat pada sofa.

    Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Nindy, “Aduuh”, sambil kedua tangannya
    mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke
    atas menahan tekanan penis Richard di dalam kemaluannya.

    Richard mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina Nindy sejenak, agar tidak menambah sakit
    Nindy sambil bertanya lagi,

    “Niinn.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Nindy dengan mata
    terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang,

    “aagghh.., kit!”, lalu Richard mencium wajah Nindy dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat
    Richard bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil Nindy dalam
    pelukannya.

    Tak selang lama kemudian terlihat badan Nindy bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan
    panjang,

    “Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Nindy bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada
    pantat Richard, Nindy mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Nindy
    terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Richard yang masih tetap berayun-ayun
    itu.

    Cerita Sex Nafsu Bosku aah, suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh
    penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.

    “Dik.., ayo aku mau kamu”, suara Lillian penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Lillian sama
    dengan posisi tadi, hanya saja kini senjataku yang akan masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan
    Lillian masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan dari dinding vagina Lillian pada saat rudalku
    hendak menerobos masuk.

    “Lill.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos
    liang vaginanya. “Aagghh”, mata Lillian terpejam, sementara bibirnya digigit.

    Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan
    gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan Lillian setiap aku menyodokkan
    penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa
    liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya.

    “Ahh.., ahh”, Lillian makin keras teriakannya.

    “Ayo Dik.., terus”.

    “Enakk.., eemm.., mm!”.

    Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Lill.., boleh di dalam..,
    yaah”, aku perlu bertanya pada dia, mengingat aku bisa saja sewaktu-waktu keluar.

    “mm..”.

    Kaki Lillian kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku semakin mempercepat gerakan
    sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Lillian juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.

    “Nih.., Lill.., terima yaa”.

    Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Lillian
    dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan
    maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina Lillian.

    Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Lillian, sementara cairan hangat
    maniku masih terus memenuhi rongga vagina Lillian, tiba-tiba badan Lillian bergetar dengan hebat dan
    kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya,
    “..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Lillian juga mengalami orgasme dengan dahsyat.

    Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan
    erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa
    yang baru kami alami.

    Aku kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Lillian. Dengan
    isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati
    penisku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya aku merebahkan diri di samping
    Lillian.

    Kini kami menyaksikan bagaimana Richard sedang mempermainkan Nindy, yang terlihat tubuh mungilnya
    telah lemas tak berdaya dikerjain Richard, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Richard
    terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan.

    Mulai saat ini Richard mengerjai Nindy dengan sangat brutal dan kasar. Nindy benar-benar dipergunakan
    sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Richard menyakiti Nindy, tetapi dilihat dari
    ekspressi muka dan gerakan Nindy ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Nindy atas
    apa yang dilakukan oleh Richard terhadapnya.

    Richard mencabut penisnya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Nindy berjongkok diantara kedua
    kakinya, kepala Nindy ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Nindy sambil
    memegang belakang kepala Nindy.

    Dia membantu kepala Nindy bergerak ke depan ke belakang, sehingga penisnya terkocok di dalam mulut
    Nindy. Kelihatan Nindy telah lemas dan pasrah, sehingga hanya bisa menuruti apa yang diingini oleh
    Richard, hal ini dilakukan Richard kurang lebih 5 menit lamanya.

    Richard kemudian berdiri dan mengangkat Nindy, sambil berdiri Richard memeluk badan Nindy erat-erat.
    Kelihatan tubuh Nindy terkulai lemas dalam pelukan Richard yang ketat itu. Tubuh Nindy digendong
    sambil kedua kaki Nindy melingkar pada perut Richard dan langsung Richard memasukkan penisnya ke dalam
    kemaluan Nindy.

    Ini dilakukannya sambil berdiri. Badan Nindy terlihat tersentak ke atas ketika penis raksasa Richard
    menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Nindy terlihat
    seperti anak kecil dalam gendongan Richard.

    Kaki Nindy terlihat merangkul pinggang Richard, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Richard.
    Richard berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Nindy. Pantat Nindy terlihat merekah dan
    tiba-tiba Richard memasukkan jarinya ke lubang pantat Nindy.

    “Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Richard, badan Nindy terlihat menggeliat-geliat
    dalam gendongan Richard. Suatu pemandangan yang sangat seksi.

    Ketika Richard merasa capai, Nindy diturunkan dan Richard duduk pada sofa. Nindy diangkat dan
    didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Nindy terkangkang di samping paha Richard dan Richard
    memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy dari bawah.

    Dari ruang sebelah saya bisa melihat penis raksasa Richard memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan
    Nindy yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Richard menyentuh paha Nindy.

    Kedua tangan Richard memegang pinggang Nindy dan membantu Nindy memompa penis Richard secara teratur,
    setiap kali penis Richard masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di
    pinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis
    Richard. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.

    Kemudian Richard mendorong Nindy tertelungkup pada sofa dengan pantat Nindy agak menungging ke atas
    dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Richard akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi
    yang paling disukai oleh Nindy.

    Dari belakang pantat Nindy, Richard menempatkan penisnya diantara belahan pantat Nindy dan mendorong
    penisnya masuk ke dalam lubang vagina Nindy dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua
    penisnya amblas ke dalam vagina Nindy.

    Jari jempol tangan kiri Richard dimasukkan ke dalam lubang pantat. Nindy setengah berteriak,
    “aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Richard yang dahsyat itu. Badan Nindy dicoba ditarik
    ke depan, tapi Richard tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Nindy dan
    mengikuti arah badan Nindy bergerak.

    Nindy benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan
    sudah berubah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Richard mencapai payudara Nindy dan mulai
    meremas-remasnya.

    Tak lama kemudian badan Nindy bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari
    mulutnya terdengar,

    “Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Nindy mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Richard mendorong habis
    pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Nindy, penisnya terbenam seluruhnya
    ke dalam kemaluan Nindy dari belakang.

    Sementara badan Nindy bergetar-getar dalam orgasmenya, Richard sambil tetap menekan rapat-rapat
    penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya
    yang berada di dalam lubang vagina Nindy ikut berputar-putar mengebor liang vagina Nindy sampai ke
    sudut-sudutnya.

    Setelah badan Nindy agak tenang, Richard mencabut penisnya dan menjilat vagina Nindy dari belakang.
    Vagina Nindy dibersihkan oleh lidah Richard. Kemudian badan Nindy dibalikkannya dan direbahkan di
    sofa. Richard memasukkan penisnya dari atas, sekarang tangan Nindy ikut aktif membantu memasukkan
    penis Richard ke vaginanya.

    Kaki Nindy diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Richard. Richard terus menerus memompa vagina Nindy.
    Badan Nindy yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Richard, yang terlihat oleh saya hanya pantat
    dan lubang vagina yang sudah diisi oleh penis Richard.

    Kadang-kadang terlihat tangan Nindy meraba dan meremas pantat Richard, sekali-kali jarinya di masukkan
    ke dalam lubang pantat Richard.

    Gerakan pantat Richard bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan
    cepat keluar masuk di dalam lubang vagina Nindy, tiba-tiba,

    “Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak,
    Richard menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Nindy ke sofa, sehingga penisnya
    terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Nindy.

    Pantat Richard terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Nindy, sambil
    kedua tangannya mendekap badan Nindy erat-erat. Dari mulut Nindy terdengar suara keluhan, “Sssh..,
    sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.

    Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Richard kemudian merebahkan diri di atas badan Nindy
    yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina Nindy. Nindy melihat ke saya dan
    memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat.

    Aku tidak bisa melihat ekspresi Richard karena terhalang olah tubuh Nindy. Yang jelas dari sela-sela
    selangkangan Nindy mengalir cairan mani. Kemudian Nindypun seperti kebiasaan kami membersihkan penis
    Richard dengan mulutnya, itu membuat Richard mengelinjang keenakan.

    Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat
    bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Foto Ngentot anal Liza del Sierra sambil pakai sepatu hak tinggi

    Foto Ngentot anal Liza del Sierra sambil pakai sepatu hak tinggi


    2236 views

    Duniabola99.com – foto cewek bertinding ngentot sambil diikat diatas kursi kecil.

  • Video Bokep Carter Cruise dan Jenna Sativa nafsu lesbian dipagi hari baru bangun tidur

    Video Bokep Carter Cruise dan Jenna Sativa nafsu lesbian dipagi hari baru bangun tidur


    1908 views

    Autobet88

     

  • Foto Bugil cewek pirang Kristin Nicole menanggalkan pakaiannya di tempat tidur

    Foto Bugil cewek pirang Kristin Nicole menanggalkan pakaiannya di tempat tidur


    1963 views

    Duniabola99.com – foto cewek toket gede pirang Kristin Nicole melepas bikininya dan menampakkan memeknya yang tembem diatas kasur dan berpose hot. Cerita Sex Indonesia