Author: dbgoog99

  • Foto Ngentot cewek Eropa sedang mengayunkan kontol keras ini di depan kamera

    Foto Ngentot cewek Eropa sedang mengayunkan kontol keras ini di depan kamera


    2355 views

    Duniabola99.com – fogo cewek eropa pirang ngentot dengan pria yang tidak dikenalnya berpenis besar dan berbadan kekar diruangan sauna yang menejbolkan memeknya yang merah merekah dan menyemprotkan sperma diatas memeknya yang bulunya baru dicukur.

  • Cerita Sex Terkini Behubungan Dengan Ibu Sandra Pimpinan Bank

    Cerita Sex Terkini Behubungan Dengan Ibu Sandra Pimpinan Bank


    673 views

    Cersex TerbaruBacaan Seks Terkini 2023 Ibu Sandra Pimpinan Bank – Bacaan seks, bacaan dewasa, bacaan ngentot, bacaan panas, narasi sex terkini 2023. Hallo, kenalkan nama saya Hengky (nama rahasia tentu saja). Sekarang ini sich berumur 37 tahun. Memiliki seorang istri dan dua orang anak. usia 8 dan tujuh tahun. Dapat disebut kami keluarga yang berbahagia. Anakku 1 cowok dan 1 cewek, cocok sdh. Istriku? Well, ucapkan I am a lucky bastard. Istriku seorang yang elok dan seksi, tinggi tubuhya 169cm buah dadanya dapat disebutkan proposional dgn badannya, montok ataupun lebih persisnya sedikit chubby.
    Saya memang tidak sukai cewek yang kurus dan entahlah mengapa cewek chubby selalu membuatku terangsang. Chubby bukan ndut atau overweight. Istriku sukai berpakain yang seksi, itu didukung oleh kulitanya yang putih mulus dan perawakan badannya yang bohay.
    Kelompok Bacaan Seks Terkini 2023 Ibu Sandra Pimpinan Bank
    Bacaan Seks Terkini 2023 Ibu Sandra Pimpinan Bank
    Rambutnya yang panjang seketiak membuat ia sangat enak untuk dilihat. dan saya mengetahui kalau kita pergi jalan ke mall, tentu banyak mata lelaki yang menyaksikannya, meskipun hanya sepintas. membuat gw senang sekalian teransang (sakit kali gw). Tinggiku 185cm dgn berat 90kg. Penisku standar orang indonesia sich. tidak panjang seperti di film BF atau seperti di narasi dewasa yang lain. Saya tidak pernah ngukur berapakah panjangnya, tp yang dapat kubanggakan ialah diameternya. Dapat disebut lebih gemuk dibandingkan teman yang saya mengenal, sedikit ada garis-garis urat dgn kepala penis yang lumayan besar. Saya tidak tahu standar besar itu bagaimana, tp penisku banyak memberikan kepuasan banyak cewek . Maka saya percaya punyaku memang lumayan bagus.

     

    awalnya, gw ngesex dgn pembantu tetangga yang berusia 50-an tp masih baik untuk di-ML. Well, itu sekitaran 5-6 bulan yang kemarin. Saat ini bu lastri dah pulang daerah nemenin adek-nya yang suaminya wafat. Kemungkinan tidak akan kembali dan tetangga sebelahku sdh ambil pembantu baru yang maish muda, kurus, poin dan tidak menarik perhatianku. yah, lenyap dech sumber pemuasanku . Maka sejumlah bulan akhir gw hanya kadang-kadang ngesex dgn kenalan lama yang memang dahulu pernah ngesex.

    Sampai dua bulan akhir ini, gw punyai tempat pemuasan masih tetap. Lebih muda sedikit dari bu lastri, lebih ramping sedikit dari bu lastri (bahkan juga lebih ramping sedikit dari istriku), tp buah dadanya montok. Damn! gw sukai sekali dengan cewek yang berbuah dada montok. Ia berumur lebih tua 7-8 tahuan dari gw dech. Cukup tinggi meskipun tidak tinggi-tinggi sekali, tidak tahu dech tingginya berapakah. Perutnya rata, walau sebenarnya anaknya 2 dan sudah gede-gede. Ia nikah muda, menjadi anaknya sekrang paling tua sdh kuliah. Namaya bu Sandra.

    Bu Sandra sekarang ini jadi kepala cabang sebuah bank. Waktu gw tetap kerja di bank itu, bu Sandra masih menjadi kepala pemasaran. Orang yang murah senyuman dan supel. Meskipun sdh berusia, tp performa dan fisiknya maish bagus. Ia rajin senam dan kadang-kadang perawatan. Kulitnya putih dan rambutnya sebahu dan selalu memakai ikat rambut hiasan. Selalu pakai rok, tidak pernah gw saksikan ia pakai celana panjang (apalagi celana pendek). Selalu memakai pakaian dalaman yang cukup redah dan blazer.

    gw kerja di bank, kawan-kawan dan gw kerap sejumlah kalai bergurau dapat menyetubuhi bu Sandra. Tp kita tidak ada yang bernai macem-macem ke ia karena ia orangnya kelihatan tegas dan bukan “murahan”. Saat gw sdh keluar bank, kedengar isu kalau ia pisah. Tidak tahu mengapa. Gw tidak pernah kontek dai semenjak keluar bank.

    Sampai satu saat, “nasib” menghadapkan kita…. untuk sama-sama memberikan kepuasan.
    Hari itu gw kembali ingin jalan ke mall. Tidak ada pikiran untuk “memburu”, lagian gw memang kembali ingin jalan. Jemu ajah di dalam kantor. FYI, sebenarnay sekretarisku itu cukup cakep dan seksi, tp seperti kata peribahasa, don’t shit where you eat . Maka gw tidak pernah apapun in sekretaris gw. Akhir gw datang di food court. order makan, duduk rileks sekalian melihatin cewek-cewek ABG dgn baju yang seksi. I wish, i can fuck those young girls. Tp, gw tidak berani, karena gw bukan type cowok yang dapat bertanggungjawab. Sesudah sekitaran 1 jam makan dan duduk rileks, gw jalan di mall untuk sightseeing. Saat melalui sebuah restoran, dari kaca gw saksikan muka yang cukup kerabatr. Rupanya bu Sandra.
    Kembali bicara dgn dua orang yang tampakny klien usaha kali. Bajunya bu Sandra masih inget sekali dech. Daleman warna putih yang cukup rendah, blazer hitam dan rok span putih . Benar-benar cocok sekali dgn kulitnya yang putih. Damn! sesudah beberapa tahun tidak saksikan ia, bu Sandra tetap menarik ajah. Gw menyengaja tidak terlalau jauh dari restoran itu, saksikan beberapa toko yang disampingnya ajah. Untunglah tidak berlama-lama ke-2 tamu bu Sandra pergi, tp bu Sandra tetap di dalam, kayakanya tetap nikmati makanannya dan kadang-kadang ngetik di hapenya. Gw ngototin masuk tuch restoran, disongsong oleh pelayan, tp saya menunjuk bu Sandra dan berketepatan bu Sandra saksikan ke gw.
    “Masih inget sama saya bu?” sekalian saya jalan perlahan dekatinya.
    “Loh? pak Hengky khan?” sekalian bu Sandra berdiri dan jabat tangan.
    Yah, kita bercakap ajah dan berbasa basi, tp kadang-kadang gw mengambil pandang menyaksikan belahan dadanay yang kelihatan sedikti dari kembali pakaian dalamnya. Tidak ada yang memikat buat di obrolin, seperti umumnya masalah pekerjaan dan yang lain.
    Lantas “berpura-pura” tanay masalah keluarga, anak lantas suami.
    “Oh, saya dengan suami sdh pisah. belum mengetahui yah?” tetap tersenyum.
    “Oh, sorry bu… kapan cerainya? maaf saya tidak tahu” jawab gw pura=pura begog.
    “Pisah sich, tidak ada persetujuan pisah. Ia tinggal dirumahnya sendiri, saya di rumah sendiri” jawab bu Sandra.
    “ouhh, lantas beberapa anak bagaimana bu?” ini kali benar-benar serius, karena gw belum mengetahui.
    “Turut saya, tp kadang-kadang ke bapaknya ” jawab bu Sandra tenang.
    Tidak terlampau detil ia narasi meskipun tidak bertanya. Sepertinya ia tidak ingin bercerita lebih detil masalah “pisah” sama suaminya. Tp gw mulai SSI, siapa tahu sukses.
    “Lantas bu Sandra tidak nikah kembali?”
    “Hahaha… sudah tua pak Hengky, tidak mikir ingin nikah dech”
    “Loh, bu Sandra masih elok kok. Bisa membuat cowok ngelirik lah”
    “Aduh, hahah… dapat ajah pak Hengky ini”
    “Saya ajah sukai bu melihatin bu Sandra di dalam kantor. Kalau bu Sandra melalui selalu membuat saya deg-deg-an” Kata gw dgn cuek. tidak perduli dech tersinggung apa tidak ia.
    “Oh yah? wah, nakal rupanya yah pak Hengky ini” dgn suara yang rileks. Tidak geram pertanda.
    Saya lanjut SSI gw tanpa merendahkan dianya. Ia justru seringkali ketawa dan mengkap dgn rileks rayuan gw.
    Kita juga tukar PIN. Lantas saya lanjutin SSInya ke ia.
    “Kalau malem tidur sendiri kalau gituh saat ini?”
    “Loh? pertanyaannya loh… haha, mancing nih pertanyaannya” jawab bu Sandra rileks.
    “Khan ucapnya tidak menikah kembali dan pisah dengan suami”
    “Yah, tidak perlu dijawab khan kalau gituh… memang mengapa? ingin nemenin emangnya?”
    “Kalau kadang-kadang dapat kok nemenin bu Sandra. tidak nolak saya”
    “Haha. nakal rupanya pak Hengky ini. Saya berpikir alim loh dahulu”
    … dan beragam SSI gw dijawab rileks sama bu Sandra. Kita masih narasi yang cukup nyerempet sedikit gituh. Gw harus juga “sedikit” bohong dgn narasi kalau istriku dingin dan gw jarang-jarang dapat porsi, tp tidak jajan, hanya self servis.

    Gw bingung kalau bu Sandra rupanya tidak risi, justru serius denger ceritaku.
    Kita tetap menceritakan ngalor ngidul, kadang-kadang tidak sempret dgn SSI.
    Tp tidak ada apa-apa, kita pada akhirnya pamitan. Janjian satu saat dapat berjumpa kembali. Dan hari itu kita pisah tidak terjadi apa-apa. Yah gw sich rileks ajah, meskipun ingin sekali.
    Sekian hari kita tidak pernah kontak-an. Ia tidak contact, gw tidak contact. Sampai satu saat saat main-main saksikan up-date status beberapa orang di hape gw, saksikan punyai bu Sandra yang didalamnya “menjaga diri di jalan yah sayang”. Langsung gw chat ia.
    “Wah, sudah dapat pasangan bu Sandra?”
    “Hahah… anakku keluar kota sama temannya. pikiranmu loh pak Hengky”
    “Ouhh… wah, sendiri di rumah donk. tidak takut?” pancingku
    “Ah, sudah biasa kok.” jawabannya pendek.
    Damn! sulit sekali sich nih orang. Sepertinya tidak nolak, tp tidak kasih lampu hijau. Gw ciba terus sich.
    “Sampai kapan anaknya pergi? 2-2-nya?” masih mancing gw.
    “Sampai minggu kembali. hanya satu orang, yang 1 sama bapaknya sampai minggu. hayoo, mengapa nanya-nanya?”
    Wah, kok sepertinya ada “keinginan” nih.
    “Tidak papah, siapa yang tahu bu Sandra ingin saya datangi”
    “haha.. kalau ingin dateng, yah dateng ajah. Hanya bertamu ajah khan?”
    “Memang bisa kalau nginep?” pancingku kembali
    “Loh? dicari istrinya kelak. genting saya… haha”
    “Tidak kok, percaya tidak. nginep satu hari dech” ngotot dech gw.
    “Memang berani pak Hengky?”
    Wah, chat seterusnya ulur tarik dech sama bu Sandra masalah dapat nginep apa tidak. Bu Sandra terlihat entahlah memang jual mahal atau sangsi. tidak tahu dech gw. Lumayan banyak rayuan sich hingga kemudian ia mengizinkan gw nginap satu hari dirumahnya. Tp sore datengnya, karena esok siang ia tetap kerja.
    Yipieeee…
    Untuk masalah pergi nginep satu hari, istriku tidak berprasangka buruk. Karena dgn pekerjaan gw ini, kerap gw pergi keluar kota 1-2 hari untuk share masalah . Maka ia tidak akan berprasangka buruk. Paling suruh membeli oleh-olehan. Tp itu dapat ditata dech.
    Gw menyengaja tidak membawa mobil dan gw naik taxi ke rumah bu Sandra. Singkat kata, sore gw naek taxi ke rumah bu Sandra. Perumahan yang elit. Tp seperti perumahan gw, kayaknay warganya cuek dgn tetangga. Rumah ia cukup mojok. Rupanya sampai sana, ada pembantunya. Aduh, tidak dapat macem-macem ini. Sialan gw berpikir! bu Sandra belum pulang, tp pembantunay udha dititipin pesan . Maka gw dipersilakan masuk di ruangan tamu dan menanti. Sepanjang 1 jam gw tunggu dan bicara dgn pembantunya, rupanya ia pembantu harian, dateng pagi pulang sesudah bu Sandra dateng. Fiuhh, sukurlah. Gw percaya tentu bisa execusi bu Sandra. Asala sabar ajah.
    Pada akhirnya bu Sandra pulang. Cocok ia masuk, gw menyengaja menyaksikan sisi dadanya. Ia pakai pakaian batik terusan yang pendek dgn belahan dada rendah. Menjadi lebih terang kelihatan belahan dadanya. Pahanya juga kelihatan mulus sekali. Duh, asli gw menyengaja sekali saksikan belahannya.
    Sesudah basa-basi dan salam-salaman. Siapin makan, bercakap lantas pembantunya pamit pulang. Pada akhirnya kita berdua dech.
    Bu Sandra masih pakai pakaian kerjanya belum mandi. Kita bercakap sekalian makan dan gw masih kadang-kadang melihat dadany. Gw menyengaja tidak curi pandang. tp benar-benar menyaksikan saat momentnya cocok.
    “Heh, matamu itu kok nakal sich” dgn suara rileks tanpa geram.
    Tp sedikit berbeda. Ia lebih rileks, tidak jaim. yahh… seperti waSandra biasa yang umumnya dech. Gw cukup terkejut ajah, karena baru ini kali saksikan ia semacam itu.
    “Yah, saya khan masih normal bu. ada yang cantik yah saya sukai lihatnya”
    Bu Sandra ketawa rileks. gw terus SSI ke ia, ia tanggapin dgn rileks tanpa geram sama sekalipun. Narasi masalah istriku yang dingin (hahaha..). Saat usai makan, ia membawa ke dapur, gw bantuin ke dapur. meskipun ia katakan tidak perlu, tp tetep gw bantuin. Di dapur kadang-kadang tangan kita bersinggungan saat bantuin ia nyuci. masih sekalian narasi rileks.
    Lantas ia pamit ingin mandi dahulu. Gw tanpa malu dan takut, ngotot ajah dech bicara
    “Saya belum mandi nih bu”
    “Kamar mandi ada tuch dari sisi. saya mandi dikamar” sekalian ternseyum.
    Kita guyonan masalah itu dgn SSI tetep jalan, hingga kemudian..
    “haha.. sudah saya sangka kamu ingin nakal di sini” lantas masuk kamarnya, tanpa tutup pintu kamarnya.
    Gw saksikan ia mengambil handuk dan masuk kamar mandi, tp pintu kamar mandinya ditutup tidak rapat. Damn! ini tentu lampu hijau. Langsung gw jalan masuk kamarnya dan buka pintu kamar mandinya perlahan-lahan. Bu Sandra sdh melepaskan pakaiannya dan kembali melilitkan handuk di tubuhnya.
    Bacaan Seks Terkini 2023 Ibu Sandra Pimpinan Bank
    Untuk memendekkan narasi, saya tidak tulis apa ajah sanjungan dan beberapa cerita disana. Dgn tanpa malu gw langsung membuka pakaian semua saat bu Sandra tetap bersihkan wajahnya. Saat ia usai bersihkan muka dan saksikan dari kaca gw telanjang, ia hanya tersenyum. Gw dekap ia dari belakang dan berusaha perlahan-lahan ingin membuka handuknya. Ia “berpura-pura” ngelarang waluapun tanpa perlawanan. Saat sdh dapat terbuka, gw benar-benar takjub akan tubuhnya. Putih, mulus, perut kempes, meskipun ada kerut-kerut sedikit dimana-mana, tp kelihatan bagus.
    Toketnya padat, dgn pentil coklat yang cukup gemuk. Gw sempat bengong sekalian ngelus tubuhnya.
    “Sedih yah saksikan aslinya?” sekalian pasang muka cukup serius.
    “Bagaimana kalau kita mandinya kelak ajah dan saya tunjukkin sedih apa tidak”
    Lantas perlahan-lahan dari kamar mandi gw ambil giring ke tempat tidurnya, ia nurut ajah masih tetep posisi membelakagi gw.
    Sampai dikamar deket tempat tidur, gw puter tubuhnya. Saat bertatapan, gw langsung cium bibirnya perlahan-lahan. bu Sandra balas kecupan gw dan perlahan-lahan lidah kita sama-sama berjumpa. Gw cium ia sekalian terus memainakn lidah gw, sepertinya bu Sandra menikmatinya. bu Sandra terus membalasnya kecupan gw, bahakn ia dapat menyeimbangi sama-sama hirup lidah kita. Tanganku mengelus punggungnya, sedangkan bu Sandra hanya merengkuh gw doang. Tanganku meremas lembut bokong bu Sandra yang rupanya masihlah padat.
    bu Sandra mengeluh perlahan. Jemari gw perlahan-lahan mengelus perlahan belahan bokongnya, dgn satu tangan berusaha buka belahan bokong dan satu tangan berusaha mengelus segi dalam bokongnya. Jariku kugosok perlahan dan mengelus lubang bokongnya. Cukup sedikit basah rupanya. Gile, rupanya bu Sandra masih basah sekali sampai ke wilayah bokong. Ada erangan lembut dari bu Sandra, sekalian ia mengigit perlahan bibirku. Jariku makin turun agar dapat merasakan mekinya yang sdh basah. Jariku tambah gesit mainkan didaerah antara bokong dan meki tersebut. Makin kedengar erangan bu Sandra. Ada goyangan kecil di bokongnya.
    Gw berusaha untuk selalu mainkan jarinya, apalgi goyangannya semakin kerasa dan erangan sekalian kecupan semakin kedengar.
    Tpii…
    Sorry pembaca, memang cukup keputus dan memang membuat kentang. Tp itu yang terjadi seterusnya.
    Mendadak bu Sandra melepas kecupan gw, melepaskan tanganku yang kembali asyik dan duduk di tempat tidur sekalian meredam kepalanya. Tidak ada isak tangin, tidak ada perkataan, hanya duduk dan kedengar masih tetap ada tersisa desahan yang berusaha dilepaskan. Asli gw kebingungan mengapa. Gw berpikir gw lakukan kekeliruan. gw berjongkok dan berusaha meredam gairah dan menanyakan kedia ada apakah. Ia katakan tidak terjadi apa-apa, tp tidak ingin saksikan gw. pada akhirnya gw hanya jongkok ajah sekalian pegang pahanya.
    Asli gw gairah sekali, tp gw tidak berani maksa. Ia katakan sorry, lantas katakan suruh gw pulang, tp dgn suara datar dan bukan emosi. gw katakan tidak dapat dan kasih argumen. lantas ia suruh gw tidur dikamar anaknya ajah kalau gituh. Gw terang tidak ingin, hanya gw tidak katakan. Tp gw tetap rileks bertanya mengapa. Gw tidak tahu berapakah menit, tp beberapa saat selanjutnya gw berusaha bertanya dan ia berusaha defensive. Sebetulnya sebel dan ingin cabut ajah dech, tp geu tidak ingin percuma dan kentang. Dasarnya gw berusaha tenang dech. Hingga kemudian ia luluh dan narasi. Sebetulnya ia tidak ingin seperti ginih, tp sejumlah ini hari ia memang kembali meredam emosi karena rupanya suaminya sdh tinggal dgn waSandra lain.
    Anaknya narasi ke ia. Ia berusaha tabah dan tidak emosi. Di dalam kantor dan depan beberapa anaknya juga ia berusaha memperlihatkan ia tidak dipengaruhi, walau sebenarnya ia emosi sekali. Beberapa saat selanjutnya ia “sharing” ke gw sekalian telanjang kita berdua. Shit! penis gw sampai lemas kembali. Kelihatan ia cukup menitikkan air mata meskipun tidak sampai nangis meraung-raung.
    Sehingga ia sebetulnya ingin membuktikkan dalam diri sendiri kalau ia tetap menarik dan dicintai pria, tp tiba-tiba “pikiran normal”-nya kembali. Sialan! ia meminta maaf dan ingin suruh saya tidur di dalam kamar anaknya. Pada akhirnya gantian saya yang sharing. Narasi jujur dan mengapa gw boong. Ia menjadi bengong dan tidak nangis kembali. Entahlah berapakah lama kita beberapa cerita dan justru menjadi sesion sama-sama bertanya jawab. Pada akhirnya bu Sandra dapat ketawa kembali. Kelihatannya ada yang membuat kita berdua lega gituh. meskipun ia cukup sebel karena gw boong untuk pdkt ke dia…
    Akhirnya….
    Perlahan-lahan tp tentu, bu Sandra dekati gw dan merengkuhku dan secara langsung mencium bibir gw. Sekalian duduk di tempat tidur kita berciuman dan sama-sama mengisap lidah. Perlahan-lahan kudorong bu Sandra ketempat tidur tidak ada perlawanan. Saat bu Sandra sdh diranjang, ia tempatkan posisi kakinya langsung menjepit tubuhku . Maka kakinya langsung bersilang di belakangku. Kita masih tetep berciuman dan sama-sama mengisap lidah. Berikut saya sukanya bini orang, tidak perlu diajar kembali serta lebih pintar.
    Itil V3
    Entahlah berapakah lama kita kecupan, yang tentu lama. Bu Sandra kayakany sukai sekali berciuman. Tp pinggangnya terus bergoyang sepertinya berusaha menggesek mekinya dgn penisku. Berasa sekali mekinya basah sekali. Lantas gw merasai tangannya berusaha menggenggam penisku untuk menuntun masuk ke dalam mekinya. Saat ujung penisnya sentuh masuk mekinya perlahan-lahan, bu Sandra cukup mengeluh. Ia katakan perlahan-lahan, karena dah lama tidak pernah ngesex.
    Kudorong perlahan penisku masuk, bu Sandra tetap mengeluh perlahan. Biuh, seperti ngese sama perawan. Walau sebenarnya cocok penisu masuk, mekinya licin dan tidak terlampau geret seperti bu lastri. Sesudah penisku masuk semua, ku goyang masuk keluar perlahan. bu Sandra mendesah perlahan. Kutambah kecepatan untuk masuk keluarnya. Kakinya semakin menjepit pinggangku, kecupan kita sudha lepas. gw menyaksikan bu Sandra terpejam sekalian mulutnya gaak terbuka. Kugoyang terus penisku masuk keluar dgn kecepatan yang masih tetap. Toket bu Sandra cukup bergoyang, bu Sandra tidak stop mendesah. Gw tidak terasa ingin keluar sama sekalipun. karena mungkin barusan sempat lemas dan turn off kali. Saat coba kusodok cukup keras kedalam mekinya, bu Sandra cukup teriak sekalian memukul perlahan tubuhku.
    “Sakit bu?”
    “shtt… g-ak kok. terkejut ajah”
    Lantas kuulangi sikat cukup dalam ke saat mekinya, keluar kembali jeritannya kecilnya.
    Lantas kutambah sedikit kecepatan penisku masuk keluar, bu Sandra makin mendesah
    “ouhhh… sshhtt… ahhhgghh…” tp matanay terpejam.
    Tidak berapakah lama…
    “ohhh… saya ingin keluar”… bu Sandra menggoyahkan bokongnya, penis gw tanda tangan kedalam mekinya.
    bu Sandra gerakkan bokongnya terus dan pada akhirnya ia meningkatkan bokongnay dan menekan kebadanku. Tangannya memelku ku kuat.
    Kadang-kadang bokongnya seperti tergetar.
    “ouhhh… ohhhh… ouhhh…”. Kedekatkan kepalaku ke kepala bu Sandra, ia menyambutnya dgn mencium bibirku. Kecupan mesra, bukan french kiss.
    Gw belum orgasme, tp orgasme pertama bu Sandra terang membuat ia lemas dan gw tidak sampai hati memaksakan. Kakinya terkulai dan terlepas dari capitannya. tangannya sdh lepas selain tubuhnya. ia buka matanya…
    “ehhm… sorry yah? sakit tidak?”
    “tidak kok bu, tenang ajah…” kucium bibirnya kembali mesra.
    Tersebut orgasme pertama bu Sandra. Setelah itu kita mandi dan dikamar mandi, sekalian ia duduk di closet, bu Sandra mengoral penisku. Cukup pandai ia mengoral penisku. Bahkan juga ia dapat masukan semua ke mulutnya penisku, Sampai keluar dan tanpa ragu meredam dan biarkan sperma semua keluar di dalam mulutnya dan ia menelannya. wow, gw sukai sekali melihatnya.
    Usai mandi, usai keringkan tubuh. kita kembali lagi ke tempat tidur dan tertutupi selimut sekalian telanjang. Kita lanjut narasi masalah pasangan kita. Masalah seks pasangan kita. Malem itu sampai subuh kita ngesex kurang lebih 2-3x dech. Bahkan juga kita sempat order makan karena kelaperan dan kedinginan.
    Pagi kita bangun dan saya diminta berpindah kamar anaknya saat sebelum pembantunya dateng. Siangnya, pembantunya diminta pulang dgn argumen ia ingin pergi keluar kota. Pada akhirnya, hari itu kita ngesex seringkali.
    Gw tidak kira kalau bu Sandra senafsu tersebut. Terang-terangan gw sampai lelah dan penis gw menjadi panas. Gw mengakui ke ia kalau gw tidak kuat. Ia hanya ketawa dan tidak persoalkan, karena suaminya ia gituh, justru lebih tidak kuat daripada gw.
    Sampai sekrang, ia TTM masih tetap gw. Justru semenjak ngesex sama gw, ia menjadi rajin menjaga badannya. Ia katakan agar gw tetep sukai. Ia tidak pernah senang kalau maen hanya sekali. Meskipun kalau orgasme ia lebih cepat keluar, tp tidak cukup hanya sekali. Karena permasalahan pekerjaan dan waktu, kita memang jarang-jarang berjumpa. Tp kalau berjumpa, ditegaskan jika pasti dipuas-puasin. Kalau kita bertemu, mustahil tidak ngesex. Justru sepertinya gw pemuasannya ia. Seringkali gw yang tidak kuat daripada bu Sandra. Tp ia tidak ingin gw meminum obat kuat atau semacamnya. Gw tidak ingin sich.
    Untunglah bu Sandra berusaha jaga jalinan kita masih tetap aman. Ia tidak ingin terlihat orang kalau ia ada jalinan dgn pria lain dan ia tidak ingin kalau sampai rumah tanggaku permasalahan.
    Ia ngakunya turut KB, aliran kandungnya diapit. Mudah-mudahan dech, tp sudah beberapa waktu ini aman sich. Kita hanya dapat bertemu satu bulan 1-2x doang sich. Ia selalu ngajak ngesex dirumahnya, tidak pernah ingin di hotel short time. Terbaru 2x kita di hotel, itu juga karena curi peluang ke luar kota. Gw justru yang takut kalau ngesex dirumahnya justru di-grebek. Baca : Bacaan Seks Terkini Dinda Wanita Elok Junior di Kantor
    Tp untunglah tidak. Argumennya ia takut kedapatan orang kalau ke hotel. Setiap hari paling hanya melalui telepon. Ia tidak ingin phone seks atau menonton BF. Bahkan juga ia “maksa” saya untuk membuka utang di cabangnya ia, supaya ada argumen untuk bertemu muka. Meskipun tidak ngapa-ngapain sich, Karena di mobil ajah ia tidak ingin macem-macem. Untung angsuran pinjamannya rendah.
    Bu Sandra yang keliatannya jaim gituh, rupanya gairahnya besar. Walau sebenarnya ia tidak terlampau sukai pedes dan tidak ada bulu lembut lebat pada tangan atau kakinya. Tp kalau masalah seks, ia gairah sekali. Bahkan juga, ia ingin coba lubang bokongnya gw masukkin. bu Sandra dan gw sama pertama kalinya maen di lubang bokong. Seringkali kita lakukan, tp tidak kerap.
    Repotnya, setiap kali usai ngesex sama bu Sandra, gw perlu 1-2 hari baru dapat gairah dengan istri kembali. Apa karena mungkin “kekurangan” yah? Mudah-mudahan sudi. Cerita riil dari gw. well, 80% riil 20% bumbu-nya. Kalau sudi, saya mau mencoba tulis cerita yang lain.

  • Foto Ngentot remaja Giselle Leon memiliki vagina yang diisi dengan sperma ayah tirinya

    Foto Ngentot remaja Giselle Leon memiliki vagina yang diisi dengan sperma ayah tirinya


    2316 views

    Duniabola99.com – foto gadis cantik Giselle Leon manis megulum penis ayah tiriny yang gede dan memeknya yang berwarna pink berbulu tipis dicukur rapi dan temben disisi oleh air mani ayahnya yang banyak hingga tak muat menampung dan menetes netes.

  • anak tiriku membutuhkan konseling

    anak tiriku membutuhkan konseling


    2630 views

  • Cerita Sex Berhubungan Dengan Anak Boss yang Butuh Kepuasan Sesaat

    Cerita Sex Berhubungan Dengan Anak Boss yang Butuh Kepuasan Sesaat


    7261 views

    Pada awalnya ayahku membutuhkan seorang tenaga dinas luar pada bagian penempatan iklan, tetapi karena jam kerjanya tidak begitu panjang saran ayahku ditampik oleh bossnya bila harus memperkejakan orang khusus pada bagian ini.

    Cersex Stw – Entahlah gagasan darimanakah aqu yang waktu itu masih kuliah diambil ayah untuk isi sisi itu, dgn jam kerja jam 13:00 sampai dgn jam 17:00, terang aqu dapat lakukan sepulangnya sekolah.
    Beberapa hari pertama bekerja aqu di-training ke perwakilan sah harian ibu-kota yang keseluruhnya bertempat di jalan Gajah Mada Jakarta. Semua informasi harian nasional aqu sudah mengenal, dan dari beberapa agen iklan yang ke situ, cuma aqulah yang paling muda. Tiap usai aqu diharuskan lagi ke kantorku yang di wilayah Kota. Bosku sudah cukup usia, dan jika perhitungan cermat sekali, tetapi lama waktunya meminta ampun, umumnya menanti Bosku hitung, aqu sekedar duduk ada di belakang ruang kantor yang memang khusus tempat ngumpulnya beberapa sales dari seksi lain.

    Dan di ruang kantor depan cuma ada empat orang, satu salah satunya ialah putri tunggal Bosku yang memegang sebagai direktur operasional, orangnya putih bersih, sangat tinggi mungkin 180 cm-an, waktu itu jika berdiri aqu paling sepundaknya. Selalu kenakan span pendek dgn stoking hitam. Panggulnya saat jalan nyaris ditegaskan semua orang melihatnya. Pantatnya yang bundar dan dadanya yang membusung menambahkan daya magnetnya sebagai wanita.
    Sebetulnya putri Bosku ini pengantin baru, tetapi entahlah mengapa justru tidak kerasan di dalam rumah, terkadang aqu jika sedang terlambat dapat sampai jam 19.00 malam dan Pacar masih tetap ada di dalam kantor. Menurut isu yang tersebar di kelompok sales (aqu kerap menguping).

    Suaminya impoten dan aqu tahu jika panggul, pantat dan payudaranya bagus juga hasil dari nguping, karena waktu itu aqu kurang memahami permasalahan itu, yang terang menyaksikan paha sedikit saja, kemaluanku segera berdiri dgn tegaknya, ditambahkan lagi aqu kerap baca buku porno, terang hasilnya masturbasi 3-5 kali setiap hari. Tiap ada peluang tentu aqu langsung masturbasi, umumnya di WC, khususnya di WC kantor, dasarnya tiap ada peluang.
    Aqu sering kali memikirkan putri Bosku ini saat masturbasi, khususnya jika di WC kantor. Sebetulnya aqu sich tidak bodoh-bodoh sangat dalam masalah itu, perjakaqu juga sudah kulepas di lokasi WTS Kali Jodo, tetapi kan mustahil aqu ke situ tiap hari, darimanakah uangnya? Walau sebenarnya buat pertempuran, aqu punyai modal yang cukup.

    Aqu sebelumnya pernah di WC sekolah dgn kawwan kawwan menghitung besar gagang kemaluan, dan rupanya aqu menjadi juara, baik dalam panjang atau Diameternya. Akhirnya aqu juga dipanggil di sekolah “konde” alias “kemaluan besar”. Nach saat masturbasi aqu juga berangan-angan demikian, aqu seperti seorang pahlawan yang bisa memberikan kepuasan wanita-wanita kawwan onaniku dgn senjata kebanggaanku.
    Tidak berasa tiga bulan sudah aqu bekerja, sampai di suatu hari, sebab ada iklan kolom yang jumlah uangnya besar dan pada text-nya ada kekeliruan, aqu harus menanti sampai malam, dan apesnya hasil pembaruannya justru membuat salah jumlah giro yang aqu membawa, untunglah sisi kasir tetap berbaik hati dan menggantikannya dgn pertanda terima sesaat. Jam 19:30 aqu sampai di dalam kantor, lampu sudah dimatikan semua, cuma pos satpam dan ruang putri Bosku saja yang tetap berpijar, aqu langsung ke ruangnya.

    “Selamat malam Bu,” sapaqu santun.
    “Malam, baru usai Ndra?”
    “Yah Bu, barusan ada kekeliruan, menjadi harus menanti.”
    “Oh..”
    “Saat ini saya ingin laporan dgn siapa, Bu?” tanyaqu.
    “Oh iya Mama sudah pulang, sini saya yang kalkulasi!” Aqu meyerahkan semua bon padanya.
    “Saya nantikan di luar, Bu,” aqu pamitan.
    “Silahkan,” jawabannya singkat.

    Aqu ke arah kantor belakang, rupanya tidak ada seorangpun di situ, mungkin sudah terlampau malam. Aqu selekasnya ke kamar mandi dan mengkhayalkan making love dgn putri Bosku. Bersamaan dgn angan-anganku yang makin cantik aqu mulai melepaskan celanaqu lantas mulai mengocak-ngocok kemaluanku dgn perlahan-lahan, busa sabun yang membaluri gaganganku berasa sangat nikmat, pergerakanku makin cepat, dan coba capai pucuk kepuasan secepat-cepatnya.

    Tetapi karena ini hari aqu sudah 4 kali mengocak, di WC universitas, WC rumah dan paling akhir di WC kantor 2x, aqu cukup sulit keluar, aqu saksikan kepala gaganganku sampai memeras, tetapi mendadak saja, “Brakk..” pintu terbuka dan menyembullah muka yang ada dalam angan-anganku, aqu terkejut 1/2 mati, begitupun Pacar sampai berteriak. Aqu selekasnya cari celanaqu, tetapi apesnya karena pintu terbuka terang aqu tidak dapat ambil celanaqu yang ada dibalik pintu kamar mandi.
    “Maaf, Bu, saya lupa mengamankan pintu,” aqu selekasnya meminta maaf tanpa mempedulikan gaganganku yang
    masih ereksi,
    “Eh.. tidak apa,” Bosku juga cukup grogi dan kusaksikan pandangan matanya tertuju pada gaganganku yang tetap mengacungkan menunjuk langit-langit, dan tanpa diduga Pacar masuk langsung ke kamar mandi dan mengamankan pintunya,
    “Ehh, Ibu ingin ngapain?” aqu tetap ketidaktahuan atas sikapnya.
    “Kamu tenang saja yah Ndra,” kata Bosku.

    Pacar langsung melepaskan semua bajunya dan telanjang bundar di depanku, aqu mulai mengetahui kemauannya, tetapi aqu masih taqut karena Pacar ialah Bosku, untunglah Pacar dahulu yang mulai. Aqu yang tetap kenakan pakaian langsung dilepaskan, dan Bosku langsung dgn liarnya menciumi semua tubuhku, tangannya langsung memegang gaganganku dan menarik-nariknya dgn keras. Benar-benar enaknya hebat.

    “Ndra, kemaluan kamu besar, membuat saya senang yah!” aqu juga tidak dapat tinggal Diam, semua khayalanku yang kudapat dari buku stensilan kupraktekan.

    Aqu mulai melumat bibir Bosku sekalian tanganku main di ke-2 payudaranya yang membusung padat. Pentilnya yang kecil dan kemerahan aqu pilin-pilin, terkadang aqu seka perlahan-lahan. Bibir dan lidahku terus menyebar mencari leher dan melumat payudaranya, Bosku cuma mengeluh perlahan. Rezeki ini betul-betul aqu gunakan sebagus-baiknya untuk memberikan kepuasan khayalanku, semua sisi tubuh Bosku tidak ada yang lepas dari jilatanku, dimulai dari jemari tangan, leher, payudara, perut, panggul, pantat, lubang kemaluannya yang lebat sampai paha dan jemari kakinya kujilat dan kucium.

    Dan saat lidahku main di lubang kemaluannya Pacar mengusung samping kakinya ke bathup, dgn demikian aqu makin bebas mengisap klitorisnya dan masukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, Bosku meremas-remas rambutku makin kuat, sekalian terus menjilat ke-2 tanganku, meremas dan memilin ke-2 pentil payudaranya,

    “Achh, Ndra..” rambutku berasa ingin tertarik dari akarnya saat Bosku melepaskan klimaksnya yang pertama. Aqu tidak demikian peduli, aqu terus menciumi semua sisi tubuhnya, dan saat aqu menciumi punggungnya, senjataqu berasa nikmat tertahan antara belahan pantatnya yang besar, tetapi mungkin Bosku sudah naik kembali gairahnya. Dituntunnya senjataqu dari belakang,

    “Dorong, Ndra!” aqu langsung lebih memajukan panggulku dan senjataqu berasa masuk lorong hangat yang sempit, “Achh, sedap Ndra, terus yang dalam!” Bosku semakin meracau, sedangkan aqu sendiripun rasakan nikmat yang luarbiasa, capitan lubang kemaluannya berasa sekali meremas gagang kemaluanku.

    Perlahan-lahan aqu gerakkan panggulku mundur-maju, sedangkan tanganku tidak tinggal Diam meremas danmemilin payudaranya, semakin lama pergerakanku makin cepat. Semua urat syarafku berasa cukup kaqu dan saluran darahku makin cepat. Aqu coba keluarkan spermaqu secepat-cepatnya, tetapi mungkin karena kebanyakan masturbasi aqu justru sulit keluar, sanpai Bosku klimaks 8 kali dan alami beragam jenis style baru aqu mulai rasakan spermaqu sudah berasa di ujung gaganganku,

    “Bu.. saya ingin keluar..”
    “Sesaat, Ndra, tahan!”

    Pacar lantas menggerakkan panggulnya di depan hingga gaganganku tercopot, Pacar langsung mengocak gagang kemaluanku dgn tangannya yang lembut, sedangkan bibir dan lidahnya mengelitik ujung dadaqu dgn raqusnya. Napasku seperti berhenti saat dgn kuatnya Pacar melumat ujung dadaqu dan percepat kocokan tangannya di gagang kemaluanku. Pada akhirnya semua tubuhku seperti bergidik dan tergetar saat spermaqu memancar dgn seringkali renyutan-denyutan kepuasan di semua gagang kemaluanku. Kusaksikan Bosku tersenyum senang,

    “Ndra, kamu termasuk luar biasa dalam masalah ini, besok-besok kawwanin Ibu kembali, yah!” aqu cuma menggangguk, dan tanpa banyak kata-kata kembali Bosku langsung kenakan bajunya kembali dan meninggalkanku sendiri di dalam kamar mandi.

    Entahlah mimpi apa aqu tadi malam bisa bercinta dgn Bosku, yang terang semenjak waktu itu aqu menjadi tidak kurang uang. Sayg saat ini Pacar sudah keluar negeri meng ikuti suaminya, jika tidak jelas tetap bersambung sampai sekarang ini.

  • Foto Ngentot Gadis sekolah nakal Amirah Adara dengan pria bertopeng

    Foto Ngentot Gadis sekolah nakal Amirah Adara dengan pria bertopeng


    2173 views

    Duniabola99.com – foto cewek sekolahan dientot oleh pria bertopeng dan memiliki kontol yang gede dan hitam.

  • Mai Kamio cewek cantik ngentot dengan pacarnya disofa

    Mai Kamio cewek cantik ngentot dengan pacarnya disofa


    2194 views

  • Video bokep Silvia Rubi penuh tato kalah main catur

    Video bokep Silvia Rubi penuh tato kalah main catur


    2198 views

  • Foto Bugil Si rambut merah muda dengan kaus kaki hitam membelai vaginanya yang tidak berbulu di sebuah kursi

    Foto Bugil Si rambut merah muda dengan kaus kaki hitam membelai vaginanya yang tidak berbulu di sebuah kursi


    1934 views

    Duniabola99.com – foto cewek berambut merah cantik sexy melepaskan pakaiannya sambil memakai kaus kaki hitam selutut dan mengangkang lebar kakinya untk memamerkan memeknya yang masih sempit sambil duduk diatas kursi dan juga memainkan jari-jarinya di memeknya.

  • Foto Ngentot gadis eropa melakuakn hisap kontol dan mengocoknya sebelum masuk kememeknya

    Foto Ngentot gadis eropa melakuakn hisap kontol dan mengocoknya sebelum masuk kememeknya


    2204 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang eropa hidung bertindik cantik sexy lagi sange menggoda pacarnya saat baru bangun tidur untuk melakukan hubungan sex ngentot dan mehisiap kontol pacarnya sebelum melakukan ngentot.

  • Kisah Memek Merasakan Toket Gede Pembantu Binal

    Kisah Memek Merasakan Toket Gede Pembantu Binal


    3327 views

    Duniabola99.com – Pak Mahdi dapat digolongkan sebagai kaum menengah ke atas. Dia kerja untuk sebuah multinational company di bidang telekomunikasi. Dia memiliki 2 buah kendaraan & sebuah rumah yang sangat cukup untuk ditinggali oleh Dia, istrinya & seorang anak tunggalnya. Bahkan Pak Mahdi dapat mempekerjakan seorang pembantu untuk mengurus rumahnya.

     

    Nuning, 22 tahun, itulah nama pembantu tersebut. Dia berasal dari sebuah kampung di Dekat Cilacap Jawa Tengah. Sudah hampir 1 tahun dia mengabdi kepada Pak Mahdi & keluarganya.

    Perlakuan Pak Mahdi & keluarganya benar – benar membuatnya betah walaupun dia harus berpisah dengan suaminya yang menjadi petani di kampungnya. Jika pekerjaan rumahnya sudah selesai, dia akan pergi ke taman & berkumpul bersama pembantu – pembantu lain di perumahan tempat Pak Mahdi tinggal.

    Pak Mahdi hanya memiliki seorang anak. Istrinya merasakan trauma hebat akibat kelahiran anak pertamanya yang hampir merenggut nyawanya, sehingga sangat takut untuk dapat hamil lagi. Hans nama anak satu – satunya. Saat ini usDianya sudah 18 tahun.

    Dia bersekolah di sebuah SMA swasta yang bonafid. Maklum, kedudukannya sebagai anak tunggal membuat semua perhatian & harta dari Pak Mahdi tertuju kepadanya.

    Sore itu pukul 3 sore. Hans telah pulang dari sekolahnya. Hans merasa sangat lelah hari itu sehingga ajakan temannya untuk nongkrong di mall dia tolak. Dia hanya ingin sampai di rumah & bersantai. Sampai di rumah dia langsung berganti pakaian & menuju ruang TV. Dia nyalakan tv & duduk sambil menyandarkan punggunya di sofa empuk. Pak Mahdi sendiri tentu saja masih ada di kantornya.

    Dengan kemacetan Jakarta membuat dia paling cepat bisa sampi di rumah pukul 7 malam. Sedangkan istrinya tidak jauh berbeda, sebagai sesama karyawan tentu istrinya pun merasakan apa yang suaminya rasakan. Sedangkan Nuning, dia sedang mengerjakan tugas sehari – harinya. Kali ini dia sedang menyapu lantai di sekitar ruang TV tempat Hans berada.

    Sebenarnya tidak ada acara tv yang menarik bagi hans, Dia pun mulai merasa bosan. Namun, sesaat sebelum Hans beranjak dari sofa malasnya. Tiba – tiba.

    HAP!

    Tiba2 saja Nuning duduk mengangkang di depan Hans. Belum selesai kekagetan Hans. Tiba2 saja Hans didekap oleh Nuning ke dada besarnya.

    5 menit sebelumnya…..

    “Aduhhhh kenapa sih aku jadi mikirin film bokep dari si Inah tetangga sebelah terus. Mana mas parto akhir – akhir ini klo diajak telponan jorok suka gamau…huh..”

    Begitulah, kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan oleh kalangan atas. Para pembantu pun merasakan perkembangan teknologi informasi, apalagi kalau bukan untuk saling tukar video bokep. & pagi tadi, Inah menyebarkan video porno barunya ke pembantu – pembantu lain.

    Berbeda dengan Inah & sebagian pembantu lainnya yang di malam harinya bisa bertemu suaminya (Inah adalah pembantu yang tinggal di sekitar kompleks itu, sehingga pagi datang ke majikan, sore bisa pulang), Nuning adalah tipe pembantu yang tinggal di rumah majikan & biasanya pulang setahun dua kali saja.

    Walhasil Nuning pun kali ini bingung ketika birahinya sedang naik. Biasanya di malam hari dia akan mengajak suaminya melakukan phone sex. Namun entahlah, akhir – akhir ini suaminya menolak dengan alasan lelah setelah seharian mencangkul sawah. Namun tiba – tiba Nuning melihat Hans.

    “Loh kok tumben den ganteng udah pulang. Aduhhhh emang ganteng bener anak majikanku ini. Ga salah deh klo den hans jadi idola pembantu2 disini hihih. Duh makin gatel deh nih meki”.

    Nuning menyapu dengan tidak tenang. Dia berpikir untuk berbuat nekat. Dia tahu risikonya sangat besar. Jika Hans menolak & melaporkan ke ortunya maka sudah dipastikan karir Nuning sebagai PRT di rumah ini akan lenyap.

    Namun Nuning membayangkan juga reward yang akan dia dapat jika dia berhasil. Bukan hanya hasratnya saat ini saja yang akan terpuaskan. Tapi tentunya ke depannya pun tidak akan sulit bagi dirinya untuk bersetubuh dengan Hans.


    Dia juga sudah membayangkan betapa dia akan menjadi buah bibir di kalangan rekan – rekannya sesame pembantu. Bagaimana tidak, dia berhasil menaklukan hati pujaan para pembantu di kompleks ini. Ahhhhhh membayangkannya saja sudah basah.

    “haduhhh bodo amat. Meki gue udah kaga bisa diajak kompromi. Masa dih den hans kaga suka ama toket gue. Pak sarip aja ampe kelojotan”

    Ya pak sarip, satpam kompleks, memang pernah dibuat KO hanya dengan jepitan toket 38D milik Nuning. Nuning terpaksa melakukan itu karena saat itu ketika sedang booming video Ariel – Luna, Nuning yang penasaran dengan video tersebut disyaratkan oleh Pak Sarip untuk berhubungan badan dengannya jika ingin dikirimkan video Ariel – Luna.

    Untung saja baru titfuck saja Pak Sarip sudah KO. Sehingga aman lah meki Nuning dari kontol pak sarip. Walau Nuning jablay (jarang dibelai), namun dDia juga pilih-pilih untuk melampiaskan nafsunya hehehe.

    “hmmphhhh”
    “ahhh den hans ayo nikmati susu mbak Nuning. Ayo den ganteeeng” Hans tidak berdaya didekap oleh Nuning
    “hmmmphhhh” hans mencoba melepaskan dekapan itu karena tidak bisa bernapas. Namun kuat sekali dekapan Nuning.

    Nuning melepaskan dekapan itu sejenak. Secepat kilat dia melepaskan kaos & branya lalu mendekap hans kembali.

    Hans yang masih kaget langsung menarik napas panjang ketika dilepaskan. Namun tidak sampai 5 detik kemudDian

    “hmmmmmppphhhhh” namun kali ini mukanya langsung bertemu kulit toket Nuning. Dia merasakan nikmatnya kekenyalan toket Nuning.
    “ayo den hans rasain gimana toket mbak Nuning. Ahhhh” Nuning sambil menggoyang2kan pinggulnya.

    Tentunya sambil menggesek-gesekk an vaginanya ke tonjolan di celana Hans. Walaupun Keduanya masih menggunakan bawahannya namun gesekan itu sangat terasa karena Nuning memakain rok lebar & celana dalam, sedangkan hans menggunakan celana boxer & celana dalam rider di dalamnya. Alhasil vagina yang berlapis celana dalam langsung bergesekan dengan kontol yang beralaskan boxer.


    Hans mulai merasakan nikmatnya permainan ini tangannya mulai meremas2 toket Nuning. Memang Nuning tidak wangi seperti pacarnya Cinthya yang dengan parfumnya mampu memabukkan dirinya. Wangi tubuh yang dDia cium saat ini adalah wangi alami khas perempuan desa.

    Tidak wangi memang, namun entah mengapa Hans senang dengan wangi ini. Kulit Nuning pun tidak semulus Cinthya, namun hans sangat senang dengan kekencangan kulit dari Nuning. Kekencangan kulit khas dari wanita yang sehari – hari bekerja membersihkan rumah.

    Nuning yang mulai merasakan adanyaya kerjasama dari Hans lalu melepaskan dekapannya.

    “hahhh hahhh hahhhh. Gila hah hah. Ampir bunuh saya mbak Nuning nih hah hah!!”
    “ ehehheeh jangan marah dong ganteng. Nih isep lagi susunya mbak”

    Kali ini hans langsung melahap putting kiri Nuning. Terlihat betul gerakan hans masih kaku. Dia hanya menghisap-hisap putting Nuning. Terlihat memang hans belum berpengalaman.

    Nuning perlahan melepaskan celana dalamnya. Sehingga kali ini di dalam rok nya tidak ada lagi yang melindungi memeknya. Nuning melanjutkan goyangan pinggulnya. Terasa kontol hans semakin keras.

    “hihihi ada yang ngaceng nih. Hayooooo”
    “mmmmhh mmmhh. Gimana lagi. Digesek-gesek gitu sama mbak Nuning hihihih”
    “kluarin dong kontolnya. Kasian tuh kesempitan hihihi”

    Hans pun langsung menurunkan celana pendek & celana dalamnya. Setelah kontol itu muncul. Nuning langsung mengocok-ngocok nya. Pas segenggam besarnya. Lumayan pikir Nuning. Walau tentu saja belum sebesar kontol suaminya di rumah.

    “Siap den menuju surga dunDia? Hihihi”

    Nampaknya Nuning sudah tidak sabar merasakan kontol. Tentu saja, ini sudah bulan ketiga semenjak terakhir kali dDia pulang ke kampung. Lagipula dia merasakan rangsangan Hans tidak ada apa – apanya. Jadi dia pikir langsung saja ditancap.

    “iii iiiya iya”
    “hihihii belum pernah ya sebelumnya?”

    Hans menggeleng. Dalam hati Nuning merasa puas sekali. Siapa sangka dia akan mendapatkan perjaka dari hans si ganteng hihih.

    “eh bentar sebelum dimasukin” Nuning mengambil HP nya yang dia sakukan di rok. Lalu dia melakukan selfie dengan Hans
    “ih buat apa mbak?”
    “buat disombongin dong ke pembantu-pembantu lain. Den hans kan favoritnya pembantu-pembantu sini. Klo lagi masturbasi atau gituan sama suaminya katanya pada bayangin den hans hihihi”


    Hans tidak peduli. Dia masih saja memainkan toket Nuning. Dia tidak pernah menyangka ada toket sebesar ini. Dia pernah secara tidak sengaja menyentuh toket pacarnya, & sangat jauh ukurannya daripada toket di depannya ini. Hans & Cinthya memang belum pernah ML. paling jauh yang mereka lakukan hanyalah kissing. Itu pun hanya ciuman tempel bibir. Bukan French kiss.

    “siap yaaaaa.. ahhhhhh” Nuning akhirnya memasukkan kontol itu ke memeknya.

    Setelah masuk seluruhnya, Nuning diam & tidak goyang dahulu. Dia sedikit tersenyum menahan tawa melihat muka Hans yang dilanda kenikmatan untuk pertama kalinya. Nuning semakin gemas dengan muka anak majikannya ini

    “hihihi kenapa den ganteng?”
    “ouhhhhh ouhhhhhhh” Hans fokus dengan kenikmatan yang dirasakan kontolnya

    Nuning pun lalu mencium-cium wajah tampan Hans saking tidak kuatnya menahan gemas. Dia basahi seluruh muka dari Hans. Hans yang merasa nikmat hanya pasrah saja menerima kebinalan pembantunya itu.

    Perlahan – lahan Nuning mulai menggoyangkan pinggulnya sambil tetap menikmati ketampanan muka hans. Ciuman & hisapan – hisapan dari Nuning mulai turun ke leher dari Hans. Nuning meninggalkan banyak cupangan di leher Hans tersebut.

    “mmmuuachh mmmm cup cupppp” Nuning sangat menikmati mengeksplor Hans, Wangi tubuh hans yang sering merawat diri benar – benar memabukkan Nuning.

    Jika ditelaah mungkin sudah tidak ada lagi bagian wajah & leher Hans yang bebas dari liur Nuning.

    Nuning semakin bersemangat menggoyangkan pinggulnya. Terlihat Hans yang baru pertama kali ngeseks benar – benar kewalahan menghadapi kebinalan Nuning yang memang sudah banyak pengalaman dalam hal ini.

    “mmhhh ahh ahhh uhhhh mmmmmhhhh” Terlihat hans berusaha keras menahan dorongan spermanya untuk segera keluar. Mukanya memerah.

    Namun apa daya, belum sampai 5 menit kemudDian.

    “Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” Sperma kental keluar dari kontol Hans di dalam memek Nuning.
    “Hans, heh Hans. Bangun kamu. Kebiasaan klo nonton tivi ampe ketiduran. Pindah ke kamar sana” Tiba – tiba Hans terbangun karena dibangunkan ibunya yang langsung berlalu ke kamar.

    Hans yang terbangun lalu dia meraba raba tubuhnya. Ternyata Dia masih berpakaian lengkap. Namun dia memang merasa ada sesuatu yang lengket di celana dalamnya.

    “Huh sial ternyata mimpi basah doang. Gue kirain beneran nyata”

    Dari kamar, Ibunya lalu berterDiak

    “Hans ati-ati ah kalo tidur pake selimut. Sekarang lagi jaman demam berdarah. Tuh leher kamu bentol-bentol digigit nyamuk”

    Hans kaget. Hah bentol – bentol. Sekilas lalu dia bertukar pandang dengan Pembantunya Nuning yang sedang berada di pintu dapur. Terlihat Nuning tersenyum geli lalu mengedipkan sebelah matanya pada Hans sambil menggigit bibir.

    “Hah…yang tadi mimpi ga sih??”


    Hans yang masih bingung lalu mendengar HP nya berbunyi tanda ada SMS masuk. Dia buka ternyata dari nomor yang tidak dia kenal. & isinya adalah…

    “makasih ya mas hans. Kapan-kapan kita ewean lagi ya. Tapi nanti mas hans nya minum obat kuat dulu ya biar mainnya lama hihihihi”
    “glek” Hans senang sekaligus bingung sekaligus takut.

    Senang karena dia benar – benar merasakan tubuh nikmat pembantunya. & mungkin bukan hanya saat itu saja. Ke depannya mungkin dia akan lebih sering menikmati tubuh pembantunya.

    Bingung karena kenapa dia bisa menikmati bermain seks dengan pembantunya. Padahal oembantunya sangat berbeda tipenya dibandingkan paacarnya saat ini. CInthya, perempuan keturunan Chinese dengan kulit mulus & wajah cantik tiada tara.

    Dan takut, bagaimana jika pembantunya cerita ke orang tua atau orang di sekitar kompleksnya. Bisa hancur nama baiknya. Apalagi dia ingat pembantunya sempat mengambil foto.


    Sementara di dapur, Nuning masih tersenyum-senyum penuh kemenangan. Dia yakin hans sudah takluk pada dirinya. Dia bisa memenuhi kebutuhan seksualnya kapan saja. Bukan dengan orang sembarangan, tapi orang yang paling ganteng sekompleks ini. Hihihi.

  • Big Breasted MILF Ren Mizumori Gives Head In POV

    Big Breasted MILF Ren Mizumori Gives Head In POV


    2269 views

  • Video Bokep Asia cewek jepang ngentot setelah pulang kerja masih pakai seragam

    Video Bokep Asia cewek jepang ngentot setelah pulang kerja masih pakai seragam


    2435 views

  • Foto Bugil Gadis remaja dengan rambut merah memamerkan vagina botaknya

    Foto Bugil Gadis remaja dengan rambut merah memamerkan vagina botaknya


    2582 views

    Duniabola99.com – foto gaid pirang bugil melepas semua pakaiannya menampilkan toketnya yang kecil dan memamerkan memeknya yang botak. Fortunebet99

    Kumpulan foto gadis, kumpulan foto cewek cantik Tumblr, Foto-foto Cewek Cantik karyawan Indomaret Imut Banget, Gudang Foto Cewek Cantik & seksi, Kumpulan Foto Cewek2 Cantik Berjilbab Terbaru 2019, Kumpulan Foto Cewek Cantik,

  • Video Bokep Marry Lynn dan Scarlet Red main sepatu roda

    Video Bokep Marry Lynn dan Scarlet Red main sepatu roda


    1851 views

     

  • Video Bokep Eva Lovia pencinta porno

    Video Bokep Eva Lovia pencinta porno


    2454 views

     

  • Video Bokep Aisha membuat cinta dengan pacarnya

    Video Bokep Aisha membuat cinta dengan pacarnya


    2151 views

    Cerita Sex

  • Foto Bugil  cewek pirang Jessica Bantley diruang kantor

    Foto Bugil cewek pirang Jessica Bantley diruang kantor


    2142 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang toket bulat Jessica Batnley melepaskan semua pakaiannya didalam kantor setelah semua orang sudah pulang.

  • Kisah Memek Rani Perawan Adik Ipar

    Kisah Memek Rani Perawan Adik Ipar


    3036 views

    Duniabola99.com – Rani adalah wanita yang sudah aku nikahi hampir satu setengah tahun ini, hingga sekarang dia hamil 7 bulan. Waktu Rani hamil 7 bulan aku mengharuskannya untuk istirahat total, jadi sekarang semua pekerjaan rumah semua aku yang pegang. Namun lama-lama aku merasakan kecapekan karena aku sudah sibuk dengan urusan kantorku sendiri. Tapi aku sudah terlanjur bilang kepada istriku kalau semua urusan aku yang akan pegang.


    Semakin lama pekerjaan kantorku semakin keteteran, bahkan aku sering mendapatkan teguran dari atasanku yang semakin lama semakin gak karuan. Akhirnya waktu malam menjelang tidur, aku meminta kepada istriku kalau adik perempuannya aku suruh datang kerumah untuk sekdar membantu. Awalnya istriku tidak menyetujuinya, namun setelah aku menceritakan kronologi kerjaanku dikantor akhirnya istriku menyetujuinya. Dan istriku berjanji besok agi akn menyuruh adiknya untuk tinggal dirumah.

    Keesokan harinya setelah aku pulang kerja, aku sudah melihat sosok Nila sudah berada dirumahku. Dan “Eehh Nila, datang kapan ??” tanyaku. “Tadi siang mas” jawabnya singkat sambil tersenyum. “Mbakmu dimana Nil??” tanyaku menyaka istriku. “Kayaknya Dikamar mas” jawab Nila. “Yaudah mas tinggal dulu ya” kataku. “Iyha mas” jawab Nila singkat. Kemudian aku pergi meninggalkan Nila dan aku menuju kamar, namun baru beberapa langkah aku kembali melihat kebelakang melihat Nila. Dia terlihat sangat cantik dan juga imut, meski badannya gak terlalu seksi namun wajahnya sangat menggairahkan.

    Suatu hari sifat keisengankupun kumat lagi.saat Nila mandi aku mengintipnya.saat itu Rani sedang tak ada dirumah lantaran harus ke dokter kandungan.dengan sedikit tehnik yang kupelajari di kala SMA dulu.aku berhasil menggintip Nila. ternyata tubuh Nila memang sangat sensual kedua payudaranya bukan Cuma besar ,tapi sangat indah dan kenyal.ingin saat itu aku meremasnya dan mengulum kedua putingng nya yang hitam kecoklatan itu.namun aku nggak ingin terburu-buru melihat tubuh adik ipar kan nggak setiap hari jadi harus kunikmati waktu emas ini sebaik-baiknya.

    Matakupun mulai menyisir tubuh Nila secara perlahan-lahan leher jejangnya,dadanya,serta memek perawannya yang diselimuti bulu-bulu halus, saat ia menyabuni tubuhnya ,juga saat ia keramas semua terlihat dengan sangat detail.benar-benar pemandangan yang eksotis.tak akan tertukar dengan pemandangan gunung willis sekalipun pokoke oke.dan tanpa sadar “adik kecil”kupun terbangun.

    Namun aku harus menelan ludah. jam menunjukan pukul delapan aku harus bersiap-siap ke kantor.dan dikantorpun aku tak berkonsentrasi bayang-bayang tubuh Nila mengisi terus seluruh otakku.ingin rasanya aku pulang dan mengentot sorang wanita Dan begitu aku pulang. Aku jadi pusing tujuh keliling batang kemaluanku sudah “READY FOR ACTION” namun aku tak bisa meminta “jatah” ke Rani lantaran ia hamil tua maka akupun memutuskan untuk menggumbar hawa nafsuku dengan melihat VCD porno alias BF aku harus melihat vcd ginian waktu tengah malam. lantaran pada tengah malam begini biasanya Rani dan Nila pasti sudah tidur terlelap.Rani paling nggak suka kalau aku liat vcd beginian.dan kalau ketahuan Nila yang masih ABG itu bisa hilang wajahku.

    Saat aku tengah asyik-asyiknya melihat tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku

    “Nil…..Nila ka……mu be…belum tidur”ujarku gelagapan saat mengetahui bahwa yang menepuk pundakku adalah Nila.

    sembari menyetop jalannya BF dengan remote televisi yang terletak dismping sofa tempatku duduk.

    ”belum,mas malam ini panas banget,ya jadi gerah nih”
    “oh…”jawabku datar.
    “mas,mas suka ngeliat yang beginian ya?”
    “ah,nggak juga Cuma iseng doang kok,eh Nila jangan bilangin hal ini ke mbak Rani ya soalnya dia nggak suka kalo mas ginian”
    “boleh aja mas pake rahasia-rahasiaan tapi……”
    “tapi apa?”
    “mas harus kasih liat tuh vcd ke Nila” gila kali nih anak, baru lulus SMA sudah berani liat beginian .


    tapi ya sudah lah toh aku sudah ketangkep basah jadi mau nggak mau kustel lagi deh BF tersebut.dan kami pun melihat BF itu berduaan di sofa kayak Romi dan yuli.

    Akhirnya tibalah adegan dimana pemain pria dikulum batang kemaluaannya oleh si pemain wanita.

    “mas kenapa sih kok tuh cowok seneng banget waktu “anunya” dikulum sama sicewek itu”Tanya Nila kujawab saja dengan jujur
    “ehh….tuh cowok kerangsang kali. aku bilangin ya Nil cowok itu kalo dikulum anunya bakal kerangsang.”
    “emang kalo “anunya” mas digituin mas ya kerangsang?”
    “jelas dong”kataku saat itu.

    gila nih anak pertanyaannya kok menjurus amat ke hal-hal khusus dewasa.

    “mas,mas mau nggak kalo digituin sama Nila.”
    “gendheng kamu Nil,aku ini kan kakak iparmu bagaimana kalau mbak Rani tau”
    “lho,mbak Rani kan sudah tidur mas,nggak bakalan tahu deh” belum sempat aku berkata apa-apa Nila sudah membuka celana ku dan langsung mungulum kemaluanku.aku gelagapan.

    Suara mulut Nila yang tertahan DI penisku itu akhirnya membuat aku kerangsang juga.akhirnyapelan-pelan aku mulai mengikuti permainnan lidah Nila kugoyangkan pantatku searah dan perlahan.kubelai-belai rambut Nila yang terurai panjang.sementara itu Nila mengulum kemaluanku bagai seorang bayi mengulum lollipop mulutnya mengulum mengitari kemaluanku ia menngigit lembut kepala kemaluanku dan saat itulah aku memmekik ringan.hingga akhirnya: air surgawiku tertumpah semua ke mulut Nila .Nila berusaha menelan semuanya dan setelah itu dengan jilatan-jilatan kecilnya ia menbersihkan kemaluanku hinngga bersih dan klinclong.

    “hah….hah mas aku kan sudah ngulumin punyanya mas,sekarang giliran emas dong yang ngulumin punya Nila”
    “oke deh Nil buka dong dasternya biar mas kulumin memek kamu ” dengan cepatnya Nila membuka baju dasternya bahkan juga bra dan cdnya .

    dan setelah itu kulihat lagi tubuh Nila polos tanpa sehelai benangpun sama persis dengan yang kulihat dikamar mandi tempo hari(saat aku mengintipnya remember).maka dengan segera tanganku mengengam kedua buah gumpalan dagingnya dan mulai meremasnya dengan kasar sembari kadang-kadang memainkan putingnya yang sudah mengeras akibat rangsangan ransangan yang didapatnya ketika menggulumku tadi

    “akh……oooooooh……mas jangan mas kulumin memekku dulu dong pleeeeaaze”
    ‘ini dulu baru itu Nil”kataku menirukan bunyi iklan di tv sembari menciumi kedua daging kembar itu bergantian.

    Setelaah puas menciumi kedua susu Nila barulah aku mulai menciumi memeknya pertama kujilati bulu-bulu halusnya rintihan Nila terdengar. tampaknya titik lemah Nila ada di memeknya.itu dapat dibuktikan .begitu ia mengerakan pantatnya dengan antusias membiarkan lidahku menari bergerak bebas didalam memeknya yang semNil dan begitu kutemukan chrytorysnya(yg sebesar kacang kedelai) lansung saja kukulum tanpa ammpun.


    “akh………oooooooooo…………….akkkhh………………… akh………oooooooooo…………….akkkhh………………… akh………oooooooooo…………….akkkhh…………………maaaaas maaaasukin aja burung mas ke dalam memek aku akh…………….”
    “tapi ,Nila kamu kan masih perawan”
    “askh….nggak peduli pokoke puasin aku mas”kata Nila sembari menancapkan penisku ke vaginanya.
    “aaaaaaaaaaaaaaaaaa…………..oooooooooo………….” masuklah semua penisku seiring dengan erangan Nila menahan sakitnya hujaman penisku.

    setelah itu mulailah kugenjot tubuh Nila semakin lama semakin cepat.Nila terus memekik keras namun aku sudah gelap mata.maka semakin keras erangan Nila semakin keras pula goyanganku.

    Aku terus mengoyang Nila hingga akhirnya Nila mencapai klimaks. Cairan orgasmenya keluar bersama darah keperawanannya.tubuh kami berdua bagai bermandi keringat.kubiarkan Nila istirahat sekitar 15 menit.saat itu kulihat Nila menyeka air matanya mungkin ia menangis karena menahan sakitnya hujaman “penisku”.kejadian ini mengingatkanku saat kuperawani Rani.
    kala itu Rani juga mengeluarkan air mata..dasar adik kakak sama saja. Lalu kubiarkan sekali lagi Nila mengulum anuku hingga keluar cairan surgawi untuk kedua kalinya kali ini fekwendsinya lebih banyak karena kulihat Nila tak mampu menelannya..air surgawiku tampak belepotan diwajahnya.kubantu Nila untuk membersihkan spermaku di wajahnya dengan kertas tissue.setelah itu kami akhiri perbuatan nista kami ini dengan cumbuan mesra.

    “Nila,kita baru saja melakukan sebuah perbuatan yang dilarang oleh agama,sadarkah kamu,Nila”
    “ah,nggak papa mas.apa urusannya agama sama kita.toh kita Cuma melakukan hubungan sex tidak lebih”masyaallah …! Dia

    Cuma berkata seperti itu setelah berselingkuh dengan aku,kakak iparnya sendiri ck…ck…..ck…

    “tapi aku kan sudah memerawanimu itu sama artinya dengan merusak masa depanmu dan aku juga telah menghianati cinta mbakyumu Rani”
    “ah mas ini gimana toh asal kita nggak buka mulut siapa sih yang tahu kalau aku sudah nggak segelan lagi”
    “tapi…” “dan lagipula mas kan nggak maksa aku nglakuin ginian,orang aku yang mau kok,mas asal mas tau aja ya aku tuh sudah lama menunggu saat dimana
    “segelku” dibuka sama mas,makanya tadi waktu mas ngintip aku biarin aja.”
    “jadi kamu tau kalo tadi pagi aku……”


    “ya,jelas tau dong mas ,mas dimataku mas itu seorang yang gagah dan baik jadi aku nggak akan nyesel ngasih keperawananku ke mas”
    “tapi gimana kalau sampai mbak Rani tahu he…”
    “kita rahasiain hal ini dari semua orang mas gimana mas setuju nggak?”
    “baiklah aku rasa inijalan yang baik untuk kita berdua Nila aku mohon anggap saja malam ini tak pernah terjadi” dan mulai saat itu kami merahasiakan hal ini pada siapapun.

    Nila tinggal dikost-kostsan dengan alasan agar lebih dekat ke fakultas dimana ia menimba ilmu.(padahal ia tinggal di kost-kostsan untuk menghindari kecurigaan Rani}ia hidup tanpa beban seolah-olah apayang telah kulakukan tak pernah terjadi namun kin giliran aku yang repot karena aku tak bisa melupakan nikmatnya oral sex Nila.

  • Kisah Memek Selingkuh Dengan Kakak Ipar

    Kisah Memek Selingkuh Dengan Kakak Ipar


    3020 views

    Duniabola99.com – Hallo kawan-kawan penggila cerita dewasa perkenalkanlah diriku nama saya Tutik aku berumur 22 tahun, setelah lulus sekolah SMA aku saat ini masih menganggur, banyak yang menawari aku pekerjaan tapi diriku masih suka bermain, Aku mempunyai kakak kandung yang bernama Rani.


    Kakak Ipar ku itu telah merenggut kegadisanku. Dan aku menjadi terbuai dan tergoda oleh Ipar ku yang perkasa itu. Cerita seks ku ini dimulai ketika aku tinggal di rumah kak Rani setelah pembantunya memutuskan untuk berhenti bekerja di rumah itu. Dia sudah menikah dan sudah dikarunia momongan, Tak sedikitpun yang terbersik untuk menyakiti Kak Rani kakak kandungku sendiri. Aku hanya tak kuasa melawan godaan seks dari Mas Ferry suaminya, sehingga kami terlibat hubungan seksual yang begitu jauh.

    Sejak saat itu, kak Rani kelihatan kewalahan mengurusi rumahnya, manalagi harus mengurusi suami dan kedua orang anaknya yang masih kecil. Karena itu, aku menawarkan diri untuk tinggal bersamanya. Hitung – hitung aku bisa meringankan bebannya.

    Tawaranku disambut baik kak Rani, di malah sangat bersyukur aku mau tinggal bersamanya, mengurus anak-anak, dan membereskan rumah.

    Aku hanya menghabiskan waktuku di rumah. Aku memang tidak pernah berusaha mencari kerja, karena aku pikir aku anak perempuan dan akhirnya akan mengurusi rumah tangga dan suami kelak. Di rumah kak Rani aku juga bisa menghibur diri.

    Semua fasilitas lengkap. Kala kak Rani dan suaminya berangkat kerja, aku pun bisa memanfaatkan semua yang ada di rumah. Mulai dari makanan yang serba tersedia, nonton film sampai main playstation.

    Aku hanya mengurus dua anak kak Rani, itu pun tidak perlu terlalu repot, karena mereka sudah cukup besar untuk diperingatkan. Praktis pekerjaan yang berat, hanya menyiapkan makan minum untuk kak Rani dan suaminya. Setelah itu aku bisa bebas kembali. Itu sebabnya aku betah tinggal di rumah.

    Setiap habis gajian, suami kak Rani Ferry selalu memberiku uang jajan yang lumayan banyak untuk membeli kosmetik dan pakaian.

    Malah, mereka ingin agar tinggal di rumah itu saja selamanya. Meskipun katanya aku sudah menikah nanti, aku masih bisa tetap tinggal di rumah itu.

    Rumah kak Rani memang cukup luas untuk menampung dua keluarga. Jumlah kamar saja ada lima biuah, ditambah ruang tamu dan ruang keluarga yang sangat lapang.

    Bulan ketujuh aku tinggal di rumah itu, suami kak Rani sakit. Ia mengalami patah tulang setelah mengalami kecelakaan di perbatasan kota.


    Ferry harus istirahat selama dua bulan. Karena kak Rani sibuk kerja, aku yang harus menggantikannya mengurusi mas Ferry. Mulai dari kebutuhan makan, minum sampai ini dan itu semua aku lakukan. Maklumlah kak Rani wanita karier yang sangat sibuk. Ia baru bisa pulang pada malam hari.

    Dari sinilah bencana berawal. Diam-diam, mas Ferry sering memperhatikanku. Aku sangat sadari itu, tapi aku berusaha untuk menyembunyikannya.

    Lama – lama mas Ferry tambah berani ia mulai memegangi tanganku dan mencoba merayuku untuk berhubungan seks, aku hanya diam dan berusaha menghindar dari bujuk rayunya, karena itu kuanggap hanya sebatas gurauan belaka.

    Suatu siang ketika aku tidur lelap di dalam kamar, tiba-tiba ada beban berat yang menindih tubuhku. Aku sempat terperanjat kaget dan berusaha berontak, namun kekuatan itu kian dahsyat menindihku. Tak kuasa aku melawan semuanya, dan akhirnya, mas Ferry.


    Sejak itulah petualangan kisah seks kami bermula. Tak ada rasa lagi rasa berontak dalam diriku malah, aku jadi lupa kalau Ferry adalah kakak iparku. Kami melakoni petualangan porno itu tanpa batas.

    Aku dan Ferry betul – betul merengkuh kenikmatan seksual, tanpa pernah tercium oleh kak Rani. Sampai detik ini pun kami masih menjalaninya. Kapan mengakhirinya, aku juga tak tahu.

  • Video Bokep Eropa baru belajar ngentot semprot kemuka

    Video Bokep Eropa baru belajar ngentot semprot kemuka


    2464 views

  • Foto Ngentot Gadis remaja nakal Blair Williams dengan ayah tirinya

    Foto Ngentot Gadis remaja nakal Blair Williams dengan ayah tirinya


    2110 views

    Duniabola99.com – foto gadis cantik tubuh sexy Blair Wililams yang lagi selfie hot bagian tubuhnya pantat yang bahenol membuat ayahnya tergoda untuk melakukan hubungna sex di ruagan tegah atas sofa disaat ibunya lagi membuat makan malam.

  • Cerita Sex Si Cantik Meimei Selingkuhanku

    Cerita Sex Si Cantik Meimei Selingkuhanku


    2436 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Si Cantik Meimei Selingkuhanku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Sejak peristiwa sexku dengan Diana aku semakin aktif untuk mengikuti senam, yach biasa untuk menyalurkan hasratku yang menggebu ini.

    Kegiatan ini semua tentunya juga rapi karena ku nggak kepingin istriku tahu hal ini. Suatu ketika aku diperkenalkan pada teman-teman diana satu kelompok, dan pinter sekali diana bersandiwara dengan berpura-pura telah bertemu denganku pada suatu pesta pernikahan seseorang sehingga temannya tidak ada yang curiga bahwa aku telah berhubungan dengan diana.

    Hari ini, seusai senam jam 08.30 aku harus langsung kekantor untuk mempersiapkan pertemuan penting nanti siang jam 14.00. Kubelokkan kendaraanku pada toko buku untuk membeli perlengkapan kantor yang kurang, saat aku asyik memilih tiba-tiba pinggangku ada yang mencolek, saat kutoleh dia adalah Meimei teman diana yang tadi dikenalkan.
    “Belanja Apa De…, kok serius banget…”, Tanyanya dengan senyum manis.
    “Ah enggak cuman sedikit untuk kebutuhan kantor aja kok…”

    Akhirnya aku terlibat percakapan ringan dengan Meimei. Dari pembicaraan itu kuperoleh bahwa Meimei adalah keturunan cina dengan jawa sehingga perpaduan wajah itu manis sekali kelihatannya. Matanya sipit tetapi alisnya tebal dan…, Aku kembali melirik kearah dadanya.., alamak besar sekali, kira-kira 36C berbeda jauh dengan diana sahabatnya.
    “Eh.., De aku ada yang pengin kubicarakan sama kamu tapi jangan sampai tahu diana ya”, pintanya sambil melirikku penuh arti.
    “Ngomong apaan sih.., serius banget mei…, apa perlu?”, tanyaku penuh selidik.
    “Iya perlu sekali…, Tunggu aku sebentar ya…, kamu naik apa..”, tanyanya lagi.
    “Ada kendaraan kok aku…” timpalku penasaran. Akhirnya kuputuskan Meimei ikut aku walaupun mobilnya ada, nanti kalau omong-omgngnya sudah selesai Meimei tak antar lagi ketempat ini.
    “Masalah apa mei kamu kok serius banget sih…”, tanyaku lagi.
    “Tenang De…, ikuti arahku ya…, santai saja lah…”, pintanya.

    Cerita Sex Si Cantik Selingkuhanku Sesekali kulirik paha Meimei yang putih itu tersingkap karena roknya pendek, dan Meimei tetap tidak berusaha menutupi. Sesuai petunjuk arah dari Meimei akhirnya aku memasuki rumah besar mirip villa dan diceritakan oleh Meimei bahwa tempat itu biasa dipakai untuk persewaan.

    “Ok mei sekarang kita kemana ini dan kamu mau ngomong apaan sih”, tanyaku tak sabar, setelah aku masuk ruangan dan Meimei mempersilahkan duduk.
    “Gini De langsung aja ya…, Kamu pernah merasakan Diana ya..?”, tanyanya.
    Deg…, dadaku berguncang mendengar perkataan Ana yang ceplas ceplos itu.
    “Merasakan apaan sih mei?”, tanyaku pura-pura bodoh.
    “Alaa De jangan mungkir aku dikasih tahu lho sama Diana, dia menceritakan bagaimana sukanya dia menikmatimu…, Hayooooo masih mungkir ya…”.

    Aku hanya diam namun sedikit grogi juga, nampak wajahku panas mendengar penuturan Meimei yang langsung dan tanpa sungkan tersebut. Aku terdiam sementara Meimei merasa diatas angin dengan berceloteh panjang lebar sambil sesekali dia senyum dan menyilangkan kakinya sehingga nampak pahanya yang mulus tanpa cacat. Aku hanya cengar cengir saja mendengar semua omomgannya.
    “Gimana De masih mau mungkir nih…, Bener semua kan ceritaku tadi…?”, Tanyanya antusias.

    Aku hanya tersenyum kecut. Kuperhatikan Meimei meninggalkan tempat duduknya dan tak lama kemudian dia keluar sambil membawa dua gelas air minum. Meimei kembali menatapku tajam aku seperti tertuduh yang menunggu hukuman. Tak lama berselang kembali Meimei berdiri dan duduk disampingku.

    “De…”, sapanya manja.
    Aku melirik dan, “Apa?”, jawabku kalem.
    “Aku mau seperti yang kau lakukan pada Diana De…”, aku sedikit terkejut mendengar pengakuannya dan tanpa membuang waktu lagi kudekatkan bibirku pada bibirnya.
    Pelan dan kurasakan bibir Meimei hangat membara. Kami berpagut bibir, kumasukkan lidahku saat bibir Meimei terbuka, sementara tanganku tidak tinggal diam.

    Kusentuh lembut payudaranya yang kenyal dia tersentak kaget. Bibirku masih bermain semakin larut dalam bibirnya. Meimei kelihatan menikmati sekali sentuhan tanganku pada payudaranya. Sementara tangan kananku mengusap lembut punggungnya. Meimei semakin menjadi leherku diciumi dan tangan Meimei berada dipunggungku. Tanganku beroperasi semakin jauh dengan meraba paha Meimei yang mulus dia semakin menggelinjang saat tangan kananku mulai masuk dalam payudaranya. Tanpa menunggu reaksi lanjutan aku menaikkan BH sehingga tanganku dengan mudah menyentuh puting yang mulai mengeras. Markas Judi Online Dominoqq

    Cerita Sex Si Cantik Selingkuhanku Kudengar nafas Meimei memburu dengan diselingi perkataan yang aku tak mengerti. Meimei mulai pasrah dan kedua tangaku menaikkan kaos sehingga kini Meimei hanya memakai rok mini yang sudah tidak lagi berbentuk sedangkan BH hitam sudah tidak lagi menutup payudaranya. Kudorong perlahan Meimei untuk berbaring di Sofa, Aku terkagum melihat putihnya tubuh yang nyaris tanpa cacat.

    Kuperhatikan putting susunya memerah dan kaku, bulu-bulu halus berada disekitar pusar menambah gairahku. Meimei hanya terpejam dan aku mulai menurunkan rok mini setelah jariku berhasil menyentil pengait dibawah pusar. Kini Meimei hanya tinggal memakai CD dan BH hitam kontras dengan warna kulitnya. Aku bergegas mempreteli pakaianku dan hanya tinggal CD.

    Cepat-cepat kutindih tubuh mulus itu dan Meimei mulai menggelinjang merasakan sesuatu mengganjal dibawah pusarnya. Aku turun menciumi kakinya sesenti demi sesenti.
    “Enggghh hhss”, hanya suara itu yang kudengar saaat mulutku beraksi di lutut dan pahanya.

    Penisku terasa sakit karena kejang. Mulutku mulai menjalar di paha.., benar-benar kunikmati sejengkal demi sejengkal. Tanganku mencoba menelusuri daerah disela pahany, Dan kudengar suara itu semakin menjadi saat tanganku berhasil menyusup dari pinggir CD hitam dan berhasil menemukan tempat berbulu dengan sedikit becek didalamnya.

    Tanganku terus membelai bulu-bulu kaku dan tangan satunya berusaha mempermudah dengan menurunkan CD didaerah pada berpapasan dengan mulutku. Kusibak semua penghalang yang merintangi tanganku untuk menjamah kemaluan, dan kini semakin nampak wajah asli kemaluan Ana indah montok putih kemerahan dengan bulu jarang tapi teratur letaknya.

    Cerita Sex Si Cantik Selingkuhanku Mataku terus mengawasi kemaluan Meimei yang menarik, kulihat klitorisnya membengkak keluar merah muda warnamya…, aku semakin terangsang hebat.

    Mulutku masih disela pahanya sementara tanganku terus menembus liang semakin dalam dan Meimei semakin menggelinjang terkadang mengejang saat kupermainkan daging kecil disela gua itu. Kusibakkan dua paha dengan merentangkan kaki kanan pada sandaran sofa sedangkan kaki kiri kubiarkan menyentuh lantai.

    Cerita Sex Si Cantik Meimei Selingkuhanku

    Cerita Sex Si Cantik Meimei Selingkuhanku

    Kini kemaluan Meimei semakin terbuka lebar. Mulutku sudah tak sabar ingin merasakan lidahku sudah berdecak kagum dan berharap cepat menerobos liangnya beradu dengan daging kecil yang manja itu dengan bulu yang tidak banyak. Kumisku bergeser perlahan beradu dengan bulu halus milik Meimei dan dia hanya bisa terpejam dengan lenguhan panjang setengah menjerit.

    Kubirakan dia mengguman tak karuan. Lidahku mulai menjilat dan bibirku menciba menghisap daging kecil milik Meimei yang menjorok keluar. Kuadu lidahku dengan daging kecil dan bibirku tak henti mengecup, kurasakan kemaluan semakin basah.

    Meimei berteriak semakin keras saat tangaku juga mengambil inisiatif untuk meremas payudaranya yang bergerak kiri kanan saat Meimei bergoyang kenikmatan. Aku juga tidak tahan melihat semua ini. Kutarik bibirku menjauh dari kemaluanya dan kulepas Cdku sehingga nampaklah batang penisku yang sudah tegak berdiri dengan ujung merah dengan sedikit lendir.

    Kusaksikan Meimei masih terpejam kudekatkan ujung penisku sampai akhirnya menyentuh kecil kemaluan Meimei . Jeritan Meimei semakin menjadi dengan mengangkat pantatnya supaya penisku menjenguk lubangnya. Kujauhkan penisku sebentar dan kulihat pantat Meimei semakin tinggi mencari. Kugesek gesekkan lagi penisku dengan keras, aku terkejut tiba-tiba tanfan Meimei menagkap batang penisku dan dituntun menuju lubang yang telah disiapkan.

    Cerita Sex Si Cantik Selingkuhanku Denga lembut dan sopan penisku masuk perlahan. Saat kepala penis masuk Meimei menjerit keras dan menjepitkan kedua kainya dipinggangku. Kupaksakan perlahan batang penisku akhirnya berhasil menjenguk lubang terdalam milik Meimei. Kaki Meimei kaku menahanku dia membuka mata dan tersenyum.

    “Jangan digoyang dulu ya De…”, pintanya dan dia terpejam kembali.
    Aku menurut saja. Kurasakan kemaluan Meimei berdenyut keras memijit penisku yang tenggelam dalam tanpa gerak. Akhirnya Meimei mulai menggoyangkan pantatnya perlahan. Aku merasakan geli yang luar biasa. Kuputar juga pantatku sambil bergerak maju mundur dan saat penisku tenggelam kurasakan bibir kemaluan Meimei ikut tenggelam dengan kulit penisku.

    Tak seberapa lama aku merasakan penisku mulai panas dan geli yang berada diujung aku semakin menekan dan manarik cepat-cepat. Meimei merasakan juga rupanya, dia mengimbangi dengan menjepitkan kedua kakinya dipinggangku sehingga gerak penisku terhambat. Saat penis masuk karena bantuan kaki Meimei semakin dalam kurasakan tempat yang dituju.
    Aku tidak kuat dan, “mei aku mau keluar”, lenguhku.

    Meimei hanya tersenyum dan semakin mempererat jepitan kakinya. Akhirnya, Kutekan semua penisku dalam-dalam dan kusaksikan Meimei terpejam dan berteriak keras. Kurasakan semprotan luar biasa didalam kemaluan Meimei. Dan aku terus menggoyangnya, tiba-tiba Meimei berteriak dan tangannya memelukku kuat-kuat.

    Bibirnya menggigit dadaku sementara pantatnya terus mengejang kaku, aku hanya terdiam merasakan nikmatnya semua ini.
    Aku menindih Meimei dan penisku masih kerasan didalam liang sanggamanya. Meimei mengelus punggungku perlahan seolah merasa takut kehilangan kenikmatan yang sudah direguknya. Perlahan kujauhkan pantatku dari tubuh Meimei dan kurasakan dingin penisku saat keluar dari liang kenikmatan. Aku terlentang merasakan sisa-sisa kenikmatan.

    Meimei kembali bergerak dan berdiri. Dia tersenyum melangkah menuju kamar mandi. Kudengar suara gemericik air mengguyur…,
    Meimei kembali mendekatiku, aku duduk diatas karpet untuk berdiri hendak membersihkan penisku yang masih belepotan, aku terkejut saat Meimei kembali mendorongku untuk tidur.
    “Eh mei aku mau ke kamar mandi dulu.., bersih- bersih nih…”
    Tapi tak kudengar jawaban karena Meimei menunduk di sela pahaku dan kurasakan mulut Meimei kembali beraksi memanjakan penisku dengan lidahnya. Aku geli menggelinjang merasakan nikmatnya kuluman mulut Ana ke penisku. Telur penisku dijilat dan dihisap perlahan. Serasa ujung syarafku menegang.

    Cerita Sex Si Cantik Selingkuhanku Kujepit kepalanya dengan dua pahaku, Aku mulia menggumam tak karuan tapi Meimei semakin ganas melumat penisku. Ujung penisku dihisap kuat-kuat kemudian dilepas lagi dan tangnnya mengocok tiada henti. Akhirnya aku menyerah untuk merasakan kenikmatan mulut Meimei yang semakin menggila. Kulihat kepala Meimei naik turun mengelomoh penisku yang menegang. Saat mulutnya menghisap kusaksikan pipi Meimei kempot seperti orang tua.

    Penisku dikeluarkan dari mulutnya dan kusaksikan kepala penisku sudah memerah siap untuk menyemprotkan air kehidupan. Meimei kembali menggoyang mulutnya untuk penisku tiada henti. Kepala penisku mendapat perlakukan istimewa. Dihisap dan dikulum. Lidahnya menjilat dan mengecap seluruh bagian penisku. Tangan Meimei membantu mulutnya yang mungil memegangi penisku yang mulai tak tentu arah. Aku kegerahan, kupegang kepalanya dan kuataur ritme agar aku tidak cepat keluar.

    Hanya suara aneh itu yang sanggup keluar dari mulutku. Aku mencoba duduk untuk melihat seluruh gerakan Meimei yang semakin liar pada penisku. Kepala Meimei tetap dalam dekapan tangaku, kuciumi rambutnya yang halus dan kobelai punggungnya yang putih licin, dia mulai berkeringat mengagumu penisku. Mulut Meimei berguman menikmati ujung penisku yang semakin membonggol. Tanganku kuarahkan untuk meremas payudaranya. Saat kegelianku datang, payudaranya jadi sasaran amuk tanganku. Kuremas kuat Meimei hanya mengguman dan melenguh. Gila, Sayang aku tidak berhasil mengatur waktu yang lebih lama lagi untuk tidak mengeluarkan cairanku. Mulut Meimei sekain ganas melihat tingkahku yang mulai tak karuan. Lenguhku semakin keras. diluar dugaan Meimei semakin kuat melakukan kuluman dan hisapan peda penisku. Akhirnya aku tidak tahan merasakan kenikmatan yang tiada tara ini. Kuangkat pantatku tinggi – tinggi, rupanya Meimei mengerti maksudku, dimasukkannya dalam-dalam penisku dan kurasakan Meimei tambah kuat menghisap cairanku aku jadi merasa tersedot masuk dalam mulutnya.

    Tak seberapa lama setelah cairanku habis, Meimei masih mengulum dan membersihkan sisa-sisa dengan mulutnya. Aku hanya bisa tengadah merasakan semuanya. Setelah itu Meimei mulai melepas mulutnya dari penisku. Kulihat semuanya sudah bersih dan licin. Meimei tersenyum dan dia mengelus dadaku yang masih telanjang. Aku baru bisa berdiri dan menuju ke kamar mandi saat Meimei beranjak dari duduknya untuk membuatkan aku minuman. Kubersihkan diriku. Aku minum sejenak, dan Meimei hanya diam saja memandangiku.
    “Kenapa mei…?”, tanyaku.
    Dia memandangku dan berkata, “Maaf ya De sebenarnya aku tadi hanya memancingmu saja kok, aku nggak tahu kamu udah pernah main ama Diana atau belum, abisan aku lihat tatapan mata Diana sama kamu kadang mesra sekali sih aku jadi curiga”
    “Gila, kupikir”, tapi aku hanya senyum saja mendengarnya.

    Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.45 aku harus bergegas untuk menyiapkan rapat. Kami berdua menuju ke toko tempat Meimei memarkir mobilnya. Selama diperjalanan kami semakin mesra dan berkali-kali kudengar lenguh manja Meimei seakan masih menikmati sisa-sisa orgasmenya. Tangankupun sekali-kali tidak lagi takut menelungkup disela pahanya atu penggelayut dipayudaranya yang besar. Bahkan Meimei semakin membiarkan pahanya terbuka lebar dengan rok terangkat untuk mempermudah tanganku mengembara dikemaluannya.

    Meimei pun tak mau kalah penisku jadi sasaran tangannya saat tangaku tidak menempati kemaluannya. Kurasakan penisku tegang kembali. Meimei hanya tersenyum dan meraba terus penisku dari luar celana. Akhirnya sampai juga ditempat Meimei memarkir mobil dan kami berpisah, Meimei memberikan kecup manja dan ucapan terima kasih.
    Aku hanya tersenyum dan bergumam, “Besok aku mau lagi..”
    Meimei mengangguk dan berkata “Kapanpun Ade mau, Meimei akan layani”
    Hati setanku bersoak mendengar jawaban yang mengandung arti kemanjaan sebuah penis dan keganasan kemaluan memerah dengan bulu halus. Diana tidak mengetahui kalau aku sering merasakan kemaluan Meimei yang putih dan empuk itu. Mereka masih tetap akrab dan berjalan bersama seperti biasanya.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Foto Ngentot Young Layla London dan Nicole Bexley bercinta dengan pria tua

    Foto Ngentot Young Layla London dan Nicole Bexley bercinta dengan pria tua


    1944 views

    Duniabola99.com – foto dua cewek cantik yang merakan kelulusannya dan dientot oleh pria tua dengan kontol gede dengan hot dan menembakkan sperma yang banyak ketoket yang gede. Situs Judi Online

  • Video Bokep Nana Fujii squiert memek sempit digangbang ramai-ramai

    Video Bokep Nana Fujii squiert memek sempit digangbang ramai-ramai


    2582 views

  • Foto Bugil Jessica Malone memisahkan bibir vaginanya setelah membuka baju

    Foto Bugil Jessica Malone memisahkan bibir vaginanya setelah membuka baju


    1885 views

    Duniabola99.com – foto cewewk rambut merah Jessica Malone mengangkat bajunya memeperlihatkan toketnya yang baru tumbuh dan melepaskan CDnya didepan cermin sambil duduk dikursi sofa dan ngangkang memamerkan memeknya yang baru dicukur dan memainkan jarinya kedalam lubang memeknya. Joker118

  • Video Bokep Karina Grand memijiti kontol gede lalu masuk kememeknya

    Video Bokep Karina Grand memijiti kontol gede lalu masuk kememeknya


    2159 views

  • Video Bokep Luna Ora dan Tess tekanan memek

    Video Bokep Luna Ora dan Tess tekanan memek


    2295 views

     

  • Kisah Memek Ulah ABG smp

    Kisah Memek Ulah ABG smp


    4134 views

    Duniabola99.com – Masa itu masa awal kenalanku, masa awal naluri lelakiku bermain. Dan dia menjadi awal dari semua nafsu seks masa puber yang bergejolak. Cerita panas berikut menceritakan aksi seksku pada masa smp.

    Namaku [ Sensor ], ketika aku SMP, aku tinggal dengan saudaraku di Jakarta, di rumah itu aku bersama tiga orang anak dari saudaraku itu yang usianya sebayaku kecuali Marlena si bungsu, gadis kecil yang masih kelas enam SD.

    Setahun sudah aku tinggal dengan mereka, di usia puber sepertiku, semakin hari tubuh Marlena yang biasa kupanggil Lena, terlihat semakin bongsor saja, dengan kulitnya yang putih bersih semakin terlihat menggairahkan nafsuku. Maklumlah turunan dari ibunya yang bertubuh bongsor dan montok.


    Setiap pulang sekolah aku selalu meluangkan waktu untuk ngobrol-ngobrol dengan Lena, sekedar untuk melihatnya dari dekat, apalagi payudaranya mulai terlihat bentuknya. Aku pun mulai mengincarnya, suatu ketika aku akan mendekatinya, pikirku.

    Dihari berikutnya saat Marlena pulang dari sekolah langsung menuju ke kamar tempat cucian-cucian yang belum kering, karena di rumah lagi tidak ada orang, akupun mengikutinya. Aku berusaha agar kedatanganku tidak mengagetkannya.
    “Len…udah pulang..?” iya kak, sambil melepas sepatunya.
    “Awas dong…mau ganti baju nih…!” katanya memohon.
    “Iya..aku keluar deh..tapi kalo udah ganti baju boleh masuk lagi ya…!” pintaku padanya.
    “Iya…..boleh…” ungkapnya.

    “Aku masuk ya…!” pintaku dari luar sambil membuka pintu. Wow..seperti bidadari Marlena memakai daster kecilnya yang bertali satu, jantungku berdegup kencang seakan tidak percaya akan pemandangan itu.
    “Len…kamu cantik sekali pakai baju itu..!” ungkapku jujur padanya.
    “Masa sih..!” kata Marlena sambil berputar bergaya seperti peragawati.
    “Aku boleh bilang sesuatu nggak Len…?” tanyaku agak ragu padanya.
    “Mau bilang apaan sih kak…serius banget deh kayaknya…!” ungkap Marlena penasaran.
    “A..aku.. boleh peluk kamu nggak..,sebentar aja…!” ungkapku memberanikan diri.
    “Aku janji nggak ngapa-ngapain….sungguh..!” janjiku padanya.
    “Iiih…peluk gimana sih.., emang mau ngapain…, nggak mau ah…!” bantahnya.
    “Sebentar….aja….ya…Len..” kembali aku membujuknya, jangan sampai dia jadi takut padaku.
    “Ya udah cepetan ah…yang enggak-enggak aja sih…” ungkapnya agak genit sambil berdiri membelakangiku.

    Tak kusia-siakan aku langsung memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di tubuhnya yang kecil mulus, dan padat itu, lalu tanganku kuletakkan di bagian perutnya, sambil ku usap-usap dengan perlahan.
    Gila..kontolku langsung berdenyut begitu menyentuh pantat Marlena yang empuk dan bentuknya sedikit menungging menyentuh ke arah kontolku. Langsung saja kugesek-gesekkan pelan-pelan di pantatnya itu.

    “Iiih….diapain sih tuh…udah….ah…!” seru Marlena sambil berusaha melepaskan pelukanku.
    “Aku terangsang Len…abis kamu cantik sekali Len…!” ungkapku terus terang.

    Marlena pun membalikkan badannya menghadapku, sambil menatapku penuh rasa penasaran.
    “Anunya bangun ya kak…?” tanya Marlena heran.
    “Iya Len…aku terangsang sekali…” ungkapku sambil mengelus-elus celanaku yang menyembul karena kontolku yang sudah tegang.
    “Kamu mau lihat nggak Len…?” tanyaku padanya.
    “Nggak ah…entar ada orang masuk lho…!” katanya polos.
    “Kita kunci aja dulu pintu gerbangnya ya…!” ungkapku, sambil beranjak mengunci pintu gerbang depan.
    Sementara Marlena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu.

    Sekembali mengunci pintu gerbang depan, kulihat Marlena masih di kamar itu menunggu dengan malu-malu, tapi juga penasaran.
    “Ya udah aku buka ya…..?” ungkapku sambil menurunkan celana pendekku pelan-pelan.
    Kulihat Marlena mengbuang muka pura-pura malu tapi matanya sedikit melirik mencuri pandang ke arah kontolku yang sudah kembali ngaceng.
    “Nih lihat….cepetan mumpung nggak ada orang…!” ungkapku pada Marlena sambil kuelus-elus kontolku di depannya. Marlena pun melihatnya dengan tersipu-sipu.
    ”Iiih ngapain sih…. Malu tahu…!” ungkapnya pura-pura.
    “Ngapain malu Len…kan udah nggak ada orang…” kataku berdebar-debar.

    “Mau pegang nggak….?” Ungkapku sambil menarik tangan Marlena kutempelkan ke arah kontolku. Tampak muka Marlena mulai memerah karena malu, tapi penasaran. Masih dalam pegangan tanganku, tangan Marlena kugenggamkan pada batang kontolku yang sudah ngaceng itu, sengaja ku usap-usapkan pada kontolku, dia pun mulai berani melihat ke arah kontolku.

    “Iiiih…takut ah…gede banget sih…!” ungkapnya, sambil mulai mengusap-ngusap kontolku, tanpa bimbinganku lagi.
    “Aaaah…ooouw….terus Len…enak banget…!” aku mulai merintih. Sementara Marlena sesuai permintaanku terus menggenggam kontolku sambil sesekali mengusap-usapkan tangannya turun naik pada batang kontolku, rasa penasarannya semakin menjadi melihat kontolku yang sudah ngaceng itu.
    “Aku boleh pegang-pegang kamu nggak Len…?” ungkapku sambil mulai mengusap-usap lengan Marlena, lalu bergeser mengusap-usap punggungnya, sampai akhirnya ku usap-usap dan kuremas-remas pantatnya dengan lembut. Marlena terlihat bingung atas tingkahku itu, di belum mengerti apa maksud dari tindakanku terhadapnya itu, dengan sangat hati-hati rabaan tanganku pun mulai keseluruh bagian tubuhnya, sampai sesekali Marlena menggelinjang kegelian, aku berusaha untuk tidak terlihat kasar olehnya, agar dia tidak kapok dan tidak menceritakan ulahku itu kepada orang tuanya.
    “Gimana Len…….?” ungkapku padanya.
    “Gimana apanya…!” jawab Marlena polos.

    Aku kembali berdiri dan memeluk Marlena dari belakang, sementara celanaku sudah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas. Marlena pun diam saja saat aku memeluknya, sentuhan lembut kontolku pada daster mini warna bunga-bunga merah yang dipakai Marlena membuatku semakin bernafsu padanya. akupun terus menggesek-gesekkan batang kontolku di atas pantatnya itu. Sementara tangan Marlena terus menggenggam batang kontolku yang menempel di pantatnya, sesekali dia mengocoknya pelan-pelan.
    Tak lama setelah itu perlahan kuangkat daster tipis Marlena yang menutupi bagian pantatnya itu, lalu dengan hati-hati kutempelkan batang kontolku diatas pantat Marlena yang tidak tertutupi oleh daster tipinya lagi.

    “Len….buka ya celana dalamnya….!” pintaku pelan, sambil membelai rambutnya yang terurai sebatas bahunya itu.
    “Eeeh….mau ngapain sih….pake dibuka segala…?” tanyanya bingung.
    “Nggak apa-apa nanti juga kamu tahu… Lena tenang aja…!” bujukku padanya agar dia bersikap tenang, sambil perlahan-lahan aku turunkan celana dalam Marlena.
    “Tuh kan…..malu…masa nggak pake celana dalam sih…!” ungkapnya merengek padaku.
    “Udah nggak apa-apa….kan nggak ada siapa-siapa..!” aku menenangkannya.

    “Kamu kan udah pegang punyaku…sekarang aku pegang punyamu ya…Len..?” pintaku padanya, sambil mulai ku usap-usap memeknya yang masih bersih tanpa bulu itu.
    “Ah..udah dong…geli nih…” ungkap Marlena, saat tanganku mengusap-usap selangkangan dan memeknya.
    “Ya udah….punyaku aja yang ditempelin deket punyamu ya..!” ungkapku sambil menempelkan batang kontolku ditengah-tengah selangkangan Marlena tepat diatas lubang memeknya. Pelan-pelan kugesek-gesekkan batang kontolku itu di belahan memek Marlena. Lama kelamaan memek Marlena mulai basah, semakin licin terasa pada gesekkan batang kontolku di belahan memek Marlena, nafsu birahiku semakin tinggi, darahku rasanya mengalir cepat keseluruh tubuhku, seiring dengan degup jantungku yang makin cepat.

    Masih dalam posisi membelakangiku, aku meminta Marlena membungkukkan badannya ke depan agar aku lebih leluasa menempelkan batang kontolku di tengah-tengah selangkangannya. Marlena pun menuruti permintaanku tanpa rasa takut sedikitpun, rupanya kelembutan belaianku sejak tadi dan segala permintaanku yang diucapkan dengan hati-hati tanpa paksaan terhadapnya, meyakinkan Marlena bahwa aku tidak mungkin menyakitinya.
    “Terus kita mau ngapain nih…?” ungkap Marlena heran sambil menunggingkan pantatnya persis kearah kontolku yang tegang luar biasa. Kutarik daster tipisnya lalu kukocok-kocokkan pada batang kontolku yang sudah basah oleh cairan memek Marlena tadi. Lantas aku masukan kembali batang kontolku ketengah-tengah selangkangan Marlena, menempel tepat pada belahan memek Marlena, mulai kugesek-gesekan secara beraturan, cairan memek Marlena pun semakin membasahi batang kontolku.
    “Aaah…Len…enaaaak….bangeet…!” aku merintih nikmat.
    ”Apa sih rasanya….emang enak…ya…?” tanya Marlena, heran.
    “Iya…Len…rapetin kakinya ya…!” pintaku padanya agar merapatkan kedua pahanya.

    Waw nikmatnya, kontolku terjepit di sela-sela selangkangan Marlena. Aku terus menggenjot kontolku disela-sela selangkangannya, sambil sesekali kusentuh-sentuhkan ke belahan memeknya yang sudah basah.
    “Ah geli nih…. udah belum sih…jangan lama-lama dong…!” pinta Marlena tidak mengerti adegan ini harus berakhir bagaimana.
    “Iya…Len… sebentar lagi ya…!” ungkapku sambil mempercepat genjotanku, tanganku meremas pantat Marlena dengan penuh nafsu.

    Tiba-tiba terasa dorongan hebat pada batang kontolku seakan sebuah gunung yang akan memuntahkan lahar panasnya.
    “Aaaaakh…aaaoww…Leenn…aku mau keluaarr…crottt…crott…crottt.. oouhh…!” air maniku muncrat dan tumpah diselangkangan Marlena, sebagian menyemprot di belahan memeknya.
    “Iiiih….jadi basah..nih…!” ungkap Marlena sambil mengusap air maniku diselangkangannya.
    “Hangat…licin…ya…?” ungkapnya sambil malu-malu.
    “Apaan sih ini….namanya..?” Marlena bertanya padaku.
    ”Hmm…itu namanya air mani…Len…!” jelasku padanya.

    Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lalu dia cium baunya, sambil tersenyum. Aku pun menatap Marlena sambil melihat reaksinya setelah melihat tingkahku padanya itu. Tapi untunglah Marlena tidak kaget atas tingkahku itu, cuma sedikit rasa ingin tahu saja yang terlihat dari sikapnya itu.
    Aku sungguh beruntung dengan keadaan di rumah itu sore itu yang telah memberiku kesempatan untuk mendekati Marlena gadis kecil yang cantik.

    Marlenapun menurunkan daster mininya sambil mengusapkannya ke selangkangannya yang belepotan dengan air maniku, lalu dipakainya kembali celana dalamnya yang kulepas tadi.
    “Len…makasih ya…udah mau pegang punyaku tadi…!” ungkapku pada Marlena yang masih terheran-heran atas ulahku tadi.
    “Kamu nggak marahkan kalau besok-besok aku pengen seperti ini lagi..?” pintaku pada Marlena.
    “Iya…nggak apa-apa…asal jangan lagi ada orang aja..kan malu…!” ungkap Marlena polos.

    Setelah itu Marlena pun bergegas mengambil tas sekolahnya berlalu ke dalam kamarnya, aku benar-benar merasa puas dengan kepolosannya tadi, pokoknya nanti aku akan bujuk dia untuk seperti itu lagi, kalau perlu kuajari yang lebih dari itu.

  • Kisah Memek Menunggu Hujan Reda

    Kisah Memek Menunggu Hujan Reda


    3859 views


    Duniabola99.com – Kisah ini terjadi antara aku dan isteri jiran sebelah rumah. Kebetulan ketika sebulan sebelum aku berkahwin aku telah mendapat jiran baru. Hisham dan Norlin pasangan suami isteri serta 2 anak. Khabarnya mereka telah membeli rumah tersebut so bila dapat jiran baru rajin juga la saling bertegur sapa. Sikap aku yang ramah membuatkan aku rajin menyapa si suami atau isterinya. Tapi apa yang aku perasan Norlin memang nampak mudah mesra dan kerap kali juga dia yang menegur aku dahulu dan akutak nafikan kerapkali juga aku berangan nak bersetubuh dengan Norlin bila terpandang susuk tubuhnya yang amat menarik perhatianku.


    Dari perbualan dengan Hisham aku mendapat tahu isterinya Norlin lebih tua setahun dari aku dan muda 3 tahun dari Hisham. Walaupun aku baru berkahwin tetapi bila terpandang isterinya yang berkulit cerah serta susuk tubuh yang menarik dengan buah dada yang agak besar buat aku cukup teransang dan isteri akulah yang akan tetap menjadi mangsa bila aku teringin. Walaupun aku suka melihat Norlin tetapi aku tidak pernah terfikir untuk menggangu kehidupannya suami isteri lagi pun aku sudah beristeri.

    Setelah setahun lebih berjiran bersama suatu pagi Norlin menegur aku yang sedang mencuci kereta sambil dia menjemur pakaian dihadapan rumah kebetulan hari tersebut aku bercuti sebab terpaksa menghabiskan cuti tahunan dan suaminya pula, Hisham outstation dan isteri aku pula bekerja. “tak kerja hari ni azree?” tegurnya.. “tak la.. saja nak habiskan cuti..” jawabku sambil mencuri curi pandang ke buah dadanya. “lin tak kerja?” tanya ku pula.. “alaaa.. penat la hari hari kerja, saja cuti nak rehat rehat.. anak pun hantar ke nursery..” katanya sambil tersenyum.

    Berderau darah aku bila Norlin yang menghadap aku memakai T-shirt putih dgn berkain batik tiba tiba menunduk untuk mengambil pakaian didalam bakul, terserlah buah dadanya yang tergantung itu yang membuat aku cukup geram! “azree.. malam tadi lin dengar kuat laa..” katanya sambil tersipu sipu bila dia melihat aku masih terlopong memandangnya. “err.. bunyi apa?” tanya ku kehairanan… “malam tadikan malam jumaat” katanya sambil malu malu “ohhh…ye ke?” jawab ku spontan.

    Aku cukup terkejut dengan apa yang Norlin maksudkan. Memang aku projek malam tadi dgn wife aku.. ye lah malam sunat sebab tu pukul 10 malam dah masuk bilik. Kebetulan master bedroom aku bersebelahan dengan master bedroom Norlin.. “Hisham balik bila?” tanyaku untuk menukar topik.. “lusa kut” jawab Norlin sambil menyidai branya berwarna hitam yang ku agak bersaiz 36C itu.. tiba tiba dalam hati aku terasa ingin mengusik lin walaupun sejak berjiran aku hanya bertegur sapa begitu sahaja dan inilah kali pertama aku berbual dengannya. “amboi.. besarnya” tegur ku berani walaupun dadaku berdegup kencang.


    Kalau Norlin tak mulakan tadi aku pun tak berani nak mula nak usik usik pasal ni. “apa yang besar..?” soal Norlin seolah terkejut. “tu haa.. yang lin tengah pegang tu..” jawabku dengan nada yang tak bersungguh sungguh sebab aku pun tak biasa bersembang lama dengan Norlin apatah lagi hal yang sensitif begini. “ohhh.. biasa je.. kenapa.. macam tak biasa tengok je” ujar Norlin sambil tersenyum senyum.

    Aku mula memberanikan diri melayan perbualan Norlin ” ohhh.. yang lin punya tak pernah tengok laa.. ” jawabku sambil ketawa ketawa kecil nak hilangkan perasaan gementar. Niat nak mencuci kereta dah separuh jalan. Tangan aku yang bersabun tadi pun dah kering. “kalau nak tengok kena datang rumah la..”jawab Norlin sambil terus menyidai pakaian tanpa memandang aku, mungkin malu tapi mahu!! itu yang terlintas dalam hatiku.

    Sambil mencuci tangan ke paip yang bersempadanan dengan rumahnya aku berkata dengan nada lebih perlahan “lin datang sini aje la.. ” entah dari mana datang idea sebegitu terus terpacul dari mulutku. Sungguh pun begitu dalam hati aku masih ragu ragu disebabkan sepanjang hidup aku tak pernah mengadakan hubungan seks dengan mana mana wanita melainkan isteri aku seorang sahaja, apatah lagi dengan isteri orang. “boleh juga.. bila?” tanya Norlin tersipu sipu sambil mengangkat bakul pakaian yang telah habis dijemur.

    Berderau darah aku bila melihat lihat cara Norlin begitu bersungguh sungguh sedangkan aku sendiri seolah olah macam tak percaya dengan apa yang sedang berlaku. “sekarang la.. masuk ikut pintu belakang” jawabku pantas.

    Selepas memerhatikan Norlin masuk aku pun terus masuk kedalam rumah menuju ke pintu belakang. Memang kebiasaannya pada hari bekerja kawasan belakang rumah aku agak sunyi sepi sebab kebanyakan jiran jiran aku berkerja suami isteri. Tak sampai 5 minit aku membuka pintu Norlin sudah tercegat dimuka pintu dapur.

    Dengan berkain batik dan T-shirt putih tadi Norlin tersenyum memandangku “masuklah.. buat macam rumah sendiri” pelawa ku sambil menuju kearah Norlin lalu menutup pintu. Berselisih dengannya bagaikan berada dikedai menjual perfume.. “wanginya..” tegurku sambil memegang tangan Norlin lalu aku menariknya kebilik ku. “nak buat apa ni?” Tanya Norlin seperti berpura pura dengan tindakanku “kan tadi nak tunjukkan sesuatu..” kataku sambil tersenyum lalu terus menarik perlahan tangannya. Norlin tersenyum sambil berpesan “jangan gopoh gopoh ye..”. Dibilik aku terus menyuruh Norlin duduk diatas tilam empuk tempat aku bertarung dengan isteriku malam tadi lalu aku duduk disisinya.


    Tanpa membuang masa diatas katil secara perlahan aku mula bercumbu dengannya sambil sebelah tanganku memaut bahunya dan sebelah lagi merayap rayap dibahagian dadanya. Norlin cuma membiarkan sahaja kelakuan aku terhadap tubuhnya. Aku terus mengucup bibir panas Norlin dan dia membalas dengan menghisap lidahku dan memainkan lidahnya kedalam mulutku sambil tanganku tak henti henti meramas kedua dua belah buah dada yang besar dan tegang itu.

    Degupan jantungku masih kuat masih terkejut dengan apa yang sedang aku lakukan sekarang ni.. Aku mula terasa tangan Norlin meraba raba kearah pangkal pahaku mencari cari sesuatu. Aku terus melondehkan seluar pendekku ke sehingga terkeluar batangku yang keras menegang lalu ku halakan tangann Norlin ke batangku. Seperti yang ku duga Norlin terus mengenggam dan meramas ramas dengan penuh geram, agak lama mulut aku bertaut di bibirnya, hinggakan rontaannya makin lemah, suaranya tidak lagi berbunyi, sehingga tiada lagi rontaan, sebaliknya tangan Norlin memeluk erat leher aku. Aku dapat merasakan bibirnya mula membalas ciuman aku.

    Apa lagi, aku pun mula menciumnya dengan mesra dan penuh kelembutan dia membalas sambil mengeratkan pelukannya. Terasa akan lidahnya dijulurkan, aku menyambut lalu menghisap lidahnya lalu berselang seli aku dan Norlin berhisap lidah. Agak lama kami berkucupan, bertautan bibir dan lidah sambil berpelukan mesra. Kemudian Norlin meleraikan tautan itu diikuti dengusan yang memberahikan Kami bertentang mata, tangan masih lagi dilengkarkan, badan masih lagi rapat, nafas makin kencang.. semakin berahi, kemaluan aku makin menegang.

    Renungan matanya yang redup itu bagaikan meminta sesuatu, lantas aku halakan sekali lagi bibirku ke bibirnya. Kami saling berkucupan mesra, sesekali ciuman dilarikan ke arah leher yang putih itu, aku cium, aku gigit dan aku jilat batang lehernya. Norlin hanya menggeliat kegelian bila diperlakukan sedemikian. Suara rengekkan manjanya menerjah ke dalam lubang telingaku. Tshirt yang dipakainya aku selakkan keatas hingga menampakkan coli warna hitam yang dipakainya.


    Kepala dan rambut aku diramas dan dipeluk erat bila dadanya aku cium dan teteknya aku ramas. Leen terus merintih keenakkan yang cukup membangkitkan nafsu. Aku semakin berani membuka Tshirt yang dipakainya sambil aku terus mencium dan mengucup wajahnya. Mulut kami terus bertautan akhirnya Norlin meluruskan tangan agar baju T itu dapat dilucutkan dari tubuhnya.

    Kini, bahagian atas tubuh Norlin hanya berbalut coli saja. Aku leraikan ciuman mulut lalu mencium pangkal buah dada di atas colinya. Aku mencium, menjilat seluruh pangkal buah dadanya sambil meramas-ramas. Suara rintihan Norlin makin kuat apabila aku memicit puting teteknya dari luar coli. Norlin merangkul erat dan meramas-ramas rambutku. Sambil mencium dan meramas buah dadanya, aku lengkarkan tangan ke belakang dan mula mencari kancing penyangkuk coli yang dipakai. Jumpa, dan aku terus lucutkan kancing itu. Perlahan-lahan aku menarik coli hitamnya ke depan dan terus mencampakkan ke lantai.

    Terpukau mata aku bila menatap dihadapan mata buah dadanya yang putih kemerahan yang tadi hanya mampu aku lihat dari jauh saja. Aku renung dan gentel-gentelkan putting teteknya sambil mulut mencium dan menjilat yang sebelah lagi. Suara rengekkan Norlin makin manja, makin ghairah aku dengar. Habis kedua-dua belah buah dadanya aku jilat.. aku hisap semahunya..ku gigit gigit manja putingnya dan diikuti rangkulan yang erat Norlin kepalaku kedadanya.

    Sambil mengulum puting buah dadanya aku membuka T Shirt yang aku pakai tadi lalu campakkan ke bawah. Kehangatan tubuh Norlin membangkitkan nafsu ghairahku. Aku terus memeluk erat Norlin sambil berkucupan mulut. Buah dadanya terasa hangat bergesel dengan dadaku. Perasaan yang sukar digambar, berpelukan dengan wanita lain selain dari isteriku sendiri dalam keadaan tidak berbaju, teteknya yang pejal menekan-nekan dadaku ke kiri dan ke kanan mengikut alunan nafsu.

    Setelah agak lama berkucupan berpelukan aku menatap sekujur tubuh yang separuh bogel di depan mata. Aku bangun berdiri.. Norlin hanya memandang sayu melihat aku melorotkankan seluar yang ku pakai dan bertelanjang bulat dihadapannya. Kemaluanku yang dah keras menegang dari tadi itu memerlukan sesuatu untuk dijinakkan. Aku kembali berbaring disisinya lalu aku mula meleraikan simpulan kain batiknya dan dengan lembut aku menarik kain itu ke bawah, lalu terus melucutkan terus dari tubuhnya. Segitiga emasnya hanya ditutupi secebis kain berwarna hitam yang mesti aku lucutkan juga. Aku usapkan kemaluannya dari luar, terasa basah dan melekit pada hujung lurah yang subur itu. Pahanya aku raba dan usap sambil lidah kini menjilat dan mencium pusatnya.


    Terliuk-lentok tubuh gebu Norlin diperlakukan begitu. Kedua tanganku memegang seluar dalamnya dan mula melurutkan ke bawah dengan punggung Norlin diangkatnya sedikit, dan terlucutkan benteng terakhir yang ada pada tubuh norlin maka aku tak lepaskan peluang menatap sekujur tubuh lemah yang tidak dibaluti seurat benang pun yang berada di depan mata minta dijamah. Aku terus membelai buah dadanya yang menegang itu.

    Aku kembali mengulum puting buah dada Norlin sambil tangan kananku merayap ke arah lembah lalu mengusap sekitar lembah itu. Segitiga emas milik Norlin akan aku terokai sekejap lagi.. aku mula mengusap dan menggosok di rekahan bawah lembah itu. Terangkat-angkat punggung Norlin menahan keenakan dan kenikmatan yang sukar digambarkan oleh kata kata. Yang kedengaran hanyalah rintihan dan desisan manja lagi mempesonakan. Kelihatan kemaluannya berair dikelilingi bulu-bulu nipis berjaga rapi.

    Aku sentuh lurah kemaluannya, terangkat tubuhn Norlin menahan keenakan. Aku sentuh lagi dan menggeselkan jari-jari aku melewati lurah itu, suara mengerang mengiringi liuk-lentok tubuhnya. Kelentitnya aku mainkan.. aku gentelkan hinggakan suara yang dilepaskan kali ini agak kuat dengan badan terangkat kekejangan. Terasa basah jari aku waktu tu.. aku masih cuba bertahan untuk melayan aksi Norlin yang cukup menghairahkan dan sekarang aku tahu Norlin sudah sampai ke kemuncaknya. Aku terfikir juga untuk menjilat kemaluannya tetapi niat aku terbantut bila melihat kemaluan Norlin dah mula berair membasahi cadar katilku.

    Aku terus menghempapkan tubuh aku ke atas tubuhnya dengan lembut sambil mencium wajahnya. ku geselkan kemaluanku dengan kemaluannya. Terasa nyilu dihujung kemaluanku bila bergesel dengan bulu dan air mazi Norlin yang mula membasahi lurah keramat itu. Setelah mendapatkan kedudukan yang selesa, aku pegang kemaluanku lalu aku halakan ke lubang kemaluannya. Sebagai seorang isteri yang berpengalaman Norlin tahu apa yang akan aku lakukan lalu dia membuka dan meluaskan kangkangnya sedikit.

    Setelah berada betul betul di hujung kemaluannya aku pun menghalakan batangku ke kemaluan Norlin secara perlahan-lahan diikuti dengan rengekan kami berdua bersilih ganti. Aku terus menujah masuk perlahan lahan hingga sampai dasar kemaluannya dan aku biarkan sekejap bila melihat Norlin mengerutkan mukanya sambil mengetapkan bibirnya..Aku terus mencium leher dan mulutnya berulang kali. bila ku lihat keadaan Norlin agak tenang aku mula mendayung.. menyorong masuk dan keluar perlahan lahan sambil Norlin terus mendakap bontotku dengan kedua belah kakinya sambil memeluk erat tubuhku.

    Kenikmatan pada waktu itu tidak terkata.. begitu berbeza ketika peluk dicumbu rayu oleh Norlin jika dibandingkan dengan isteriku. Memang terasa nikmat ketika berada diatas tubuh Norlin sambil aku tak henti henti memuji keenakan bersetubuh bersamanya. Inilah kali pertama dalam hidup aku bersetubuh dengan orang lain selain isteriku.. isteri orang pula…


    Pengalaman Norlin sebagai isteri yang sudah hampir 5 tahun itu digunakan sepenuhnya untuk melayan aku yang sememangnya agak kaku ketika mula menyentuh tubuhnya. Aku terus melakukan hayunan demi hayunan ke kemaluan Norlin dengan di iringi suara mengerang yang agak kuat sambil itu panorama di bawah cukup indah bila melihatkan batangku keluar masuk dari lubang kemaluan Norlin disamping bunyi irama yang cukup melekakan.

    Air mazi Norlin begitu banyak mula membasahi tilam.. Norlin memeluk erat tubuhku semasa berdayung, punggungnya bergerak atas bawah mengikuti rentak dayungan. Sesekali dia menggoyang-goyangkan punggungnya membantu dayungan aku, terasa kenikmatan yang tiada tolok bandingnya. sungguh pun aku mempunyai isteri tapi pengalaman Norlin dalam hubungan seks ini begitu mengasyikkan aku dan aku terus melajukan dayungan diiringi dengan suara rengekan Norlin yang makin kuat sambil itu aku leka melihat ayunan dan gegaran buah dada Norlin yang berayun mengikut rentak.

    Norlin memejam rapat matanya dan sesekali mengetapkan bibir menahan kepedihan. Norlin mula mengerang dan aku dapat rasa macam dah nak terpancut keluar, aku lajukan lagi hayunan menujah masuk jauh kedasar kemaluan Norlin sedalam yang boleh diikuti dengan jeritanNorlin yang agak nyaring lalu terpancutlah air mani aku jauh ke dasar kemaluannya. Tubuh ku terkulai di atas tubuh Norlin yang matanya masih terpejam rapat dengan mulut yang sedikit terbuka sambil mendengus kesedapan disamping dadanya berombak laju..

    Titisan peluhku membasahi kedua belah buah dada Norlin, aku juga berpeluh sehingga terasa meleleh di belakang. Batang aku yang dari tadi terendam didalam kemaluan Norlin semakin lembik akibat muntahan yang padu tadi. Aku kucup dahi Norlin lalu dia membukakan mata sambil tersenyum memandangku. Aku membalasnya dengan mengucup mesra bibirnya.. Aku masih terbaring atas tubuh Norlin di atas tilam empuk yang dibasahi dengan air mazi dan peluh. Terasa degupan jantung yang kencang didada Norlin… isteri jiranku sendiri yang baru sahaja aku menjamah tubuhnya. Memang terasa perbezaan melakukan hubungan seks dengan wanita yang lebih berpengalaman..

    Norlin memeluk erat tubuhku sambil mengucapkan terima kasih. Katanya sudah agak lama dia tidak mencapai kepuasan sebegini sambil memuji muji kemampuan aku melakukan hubungan seks yang lebih lama berbanding dengan suaminya. Aku minta keizinan untuk manarik keluar kemaluanku yang mula lembik.. Norlin mengangguk setuju dan aku terus baring terlentang kepenatan.

    Tak sampai 5 minit terbaring Norlin bangun duduk disisiku dan mula mengusap usap batangku yang lembik.. dengan kedua belah tangannya Norlin bermain main kemaluanku sehingga keras semula sambil tangan kiriku menggentel biji kelentitnya yang masih basah. Bila batangku sudah cukup keras menegang Norlin bingkas bangun lalu naik keatas tubuhku sambil perlahan lahan membenamkan batangku ke dalam kemaluannya.

    Norlin terus menghenjut sambil kedua belah tanganku memegang dan meramas buah dadanya. Sesekali Norlin merapatkan dadanya ke dadaku lalu berkucupan… aku dan Norlin bertarung lagi dengan aku memberi peluang kepada Norlin untuk berada di atas tubuh aku pula. Dalam tempoh beberapa jam aku bersamanya aku sempat memancut 3 kali. Memang terasa cukup puas bersetubuh dengan Norlin.


    Aku tersedar bila isteriku menelefonku untuk mengingatkan aku jangan lupa menjemputnya sekejap lagi. Ku lihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 4 petang. . Aku bingkas bangun ku lihat Norlin masih terlena kepenatan. Kemaluannya kelihatan masih basah dan masih sedikit terbuka. Aku mengucup bibir Norlin untuk mengejutkannya.

    Dengan tergesa gesa Norlin bangun dan memakai pakaiannya. Sebelum keluar melalui pintu belakang kami sempat berpelukan berciuman. Aku tidak lupa mempelawa Norlin untuk datang lagi jika berkesempatan. Norlin angguk tanda setuju tanpa sepatah perkataan pun yang keluar dari mulutnya. Dari raut wajahnya aku tidak pasti sama ada Norlin happy atau menyesal dengan apa yang berlaku hari ini.

    Aku terus menukarkan cadar katil bilik aku yang berselerakan dan dibasahi peluh dan air mazi dan air mani aku dan Norlin. Dua hari selepas itu Norlin ada menelefon hp aku katanya dia dapat no hp aku dari suaminya yang memesan jika ada apa apa hal boleh minta tolong dari jiran sebelah semasa ketiadaannya. Norlin menyatakan dia cukup puas dan seronok semasa bersamaku cuma buat masa ini dia belum terfikir lagi untuk mengadakan hubungan seks bersamaku lagi..

    Ternyata rasa bersalah telah menyelubungi dirinya. Aku cuba menenangkan Norlin supaya jangan memikirkan sangat soal itu anggap seolah olah tidak pernah ada apa apa yang berlaku. Dua tiga bulan lagi aku akan berpindah ke rumah sendiri. Terus terang sehingga kini aku masih mengharap untuk bersama Norlin lagi.

  • Vidio bokep Megan Rain dan Rahyndee James threesome dengan penis gede diatas sofa

    Vidio bokep Megan Rain dan Rahyndee James threesome dengan penis gede diatas sofa


    2090 views

  • Foto Bugil Charity menunjukkan tubuhnya yang lentur dan menyebar vaginanya botak

    Foto Bugil Charity menunjukkan tubuhnya yang lentur dan menyebar vaginanya botak


    2396 views

     

    Duniabola99.com – foto cewek cantik pirang Chartity bugil melepaskan semua pakaiannya menampilakan toketnya kecil padat dan menampilkan memeknya yang bulunya sudah dicukur habis sambil berpose hot disofa putih empuk.

    Kumpulan majalah online dewasa, Foto majalah dewasa, cerita dunia, Dunia artis, Dunia maya, Dunia model, Popular word, Foto Cewek Cantik, Foto Cewek Seksi, Foto cewek cantik asia, Cewek mulus, cewek tokek besar, cewek cantik, cewek seksi, Foto cewek tokek kecil, Foto cewek tokek besar, Foto cewek manis

  • Kisah Memek Tak bisa menahan nafsu birahi gara-gara tidur sekamar dengan sepupu ku

    Kisah Memek Tak bisa menahan nafsu birahi gara-gara tidur sekamar dengan sepupu ku


    2673 views

    Duniabola99.com – Sebelumnya kuperkenalkan diri namaku Rudy tinggi 170 cm berat badan 55 kg umurku sekarang 20 tahun asalku dari Sragen sekarang aku telah masuk jenjang perguruan tinggi negeri di kota Solo. Pengalaman seks yang pertama kualami terjadi sekitar 3 tahun lalu, tepatnya waktu aku masih duduk di bangku SMU kelas 2. Karena rumahku berasal dari desa maka aku kost dirumah kakakku.


    Saat itu aku tinggal bersama kakak sepupuku yang bernama Mbak Fitri berusia 30 tahun yang telah bersuami dan mempunyai 2 orang putri yang masih kecil-kecil, namun di tempat tinggal bukan hanya kami berempat tapi ada 2 orang lagi adik Mbak Fitri yang bernama Wina waktu itu berumur 19 tahun kelas 3 SMK dan adik dari suami kak Fitri bernama Asih.

    Kejadian tersebut terjadi karena seringnya aku mengintip mereka betiga saat mandi lewat celah di dinding kamar mandi. Biarpun salah satu diantara mereka suadah berumur kepala 3 tapi kondisi tubuhnya sangat seksi dan menggairahkan payudaranya montok, besar dan belahan vaginanya woow…terlihat sangat oh…

    Saat malam hari saat aku tidur dilantai beralaskan tikar, di ruang tamu yang gelap bersama Mbak Wina, awalnya sich aku biasa-biasa saja tapi setelah lama seringnya aku tidur bersama Mbak Wina maka aku akhirnya tak tahan juga. Malam-malam pertama saat dia tertidur pulas aku cuma berani mencium kening dan membelai rambutnya yang harum.

    Malam berikutnya aku sudah mulai berani mencium bibirnya yang seksi mungil, tanganku mulai meremas-remas buah dadanya yang padat berisi lalu memijat-mijat vaginanya yang, oh ternyata empuk bagai kue basah yang……oh…oh.., aku melihat matanya masih terpejam pertanda ia masih tertidur tapi dari mulutnya mendesah dengan suara yang tak karuan.

    “Ah…..ught…..hhhhhh….hmmmm” desahan Mbak Wina mulai terdengar.

    Tanganku terus bergerilya menjamah seluruh tubuhnya.saat aku menciumi vaginanya yang masih tertutup calana, ia mulai terbangun aku takut sekali jangan-jangan ia akan berteriak atau marah-marah tapi dugaan ku meleset. Ia malah berkata,

    ”Dik teruskan….. aku sudah lama mendambakan saat-saat seperti ini ayo teruskan saja……..”

    Bagai mendapat angin segar aku mulai membuka t-shirt yang ia gunakan kini terpampang buah dada yang seksi masih terbungkus BH. BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yang sudah mengeras gantian aku emut yang kiri dan kanan bergantian.

    “Mbak, maafkan aku tak sanggup menahan nafsu birahiku!”
    “Nggak apa-apa kok dik aku suka kok adik mau melekukan ini pada mbak karena aku belum pernah merasakan yang seperti ini” jawab Mbak Wina.

    Setelah puas kupermainkan payudarnya lalu aku mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap gulita aku tahu tempat vagina yang menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dengan lembut.

    “Cup…cup…sret…. srettttttttttt”, suara jilatan lidahku.
    “Ought……ought….terus dik enak…..!!!”

    Karena takut ketahuan penghuni rumah yang lain aku dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan penisku yang mulai tegang kedalam vaginanya yang basah.

    “Ehmm…oh…ehhhhh…. mmmmhhh”, rintih kakakku keenakan.

    Setelah kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga dengan dia.

    “Crot..cret…crettttttt…. crettttttttttt”, akhirnya spermaku kukeluarkan di dalam vaginanya.
    “Oh……”

    Rupanya ia masih perawan itu kuketahui karena mencium bau darah segar.


    “Terima kasih dik kamu telah memuaskan Mbak, Mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yach?”
    “Ok deh mbak”, sahutku.

    Setelah selesai memakai pakaian kembali aku dan dia tidur berpelukan sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut penghuni rumah yang lain pada tahu,sehingga suatu ketika kejadian itu aku ulang lagi.

    Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi,saat mbak Fitri dan adiknya Asih bersama keuarga yang lain pergi ke supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yang sepi yang ada hanya aku dan Mbak Wina, aku mulai menutup seluruh pintu dan jendela. Kulihat Mbak Wina sedang menyeterika dengan diam-diam aku memeluknya dengan erat dari balakang.

    “Dik jangan sekarang aku lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yach…… sayang….!” pinta Kak Wina.

    Tapi aku yang sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan ganas.

    “Hm…eght…. hmmmmm……. eght…!”

    Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak leluasa melakukan cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang kamar. Kubaringkan ia di ranjang yang bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kami berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel.

    Wow……tubuh kakakku ini memang benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal, payudaranya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan yang bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho……. bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yang rimbun.

    Kami berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu terjadi sebab saat kami melakukan yang pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya. Sehingga tidak bias melihat tubuh masing-masing.

    Aku mulai menciumi muka tanpa ada yang terlewatkan, turun ke lehernya yang jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke payudaranya yang mulai mengeras, kujilati payudara gantian kanan kiri dan kugigit kecil bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.


    Setelah puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yang kenyal di tumbuhi bulu yang lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke bagian dinding dalam vagina itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai ia keenakan menjambak rambutku.

    “Ught..ugh…hah oh….oh…..”desahan nikmat keluar dari mulut Kak Wina.

    Setelah kira-kira 15 menit aku permainkan vaginanya rasanya ada yang membanjir di vaginanya rasanya manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai bersih, rupanya ia mulai orgasme. Ah enaknya..

  • Pengalaman Ngentot Bersama Bibiku

    Pengalaman Ngentot Bersama Bibiku


    3081 views


    Duniabola99.com – Ini diawali dari jaman aku sma. Dulu waktu aku sma, aku selalu pilihpilih dalam mencintai wanita. Hal ini yang jadi awal mula cerita seks sekaligus cerita sex yang akan aku ceritakan disini. Itulah mungkin yang mengakibatkan cerita seks sedarah ini terjadi. Aku tak pernah mendekati seorang cewek pun di SMA. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang jelekjelek amat.

    Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti basket, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi temanteman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian.

    Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD.

    Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi. Sebab ia kelihatan muda. Aku baru sadar ketika aku menelpon hpnya dan dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benarbenar berdebardebar.

    Capek Dek Iwan?, tanyanya.

    Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi, jawabku. Tapi mbak Dewi masih cantik ya?

    Ia ketawa, Adaada saja kamu.

    Selama tinggal di rumahnya mbak Dewi. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali halhal yang bisa aku ketahui dari mbak Dewi. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anakanaknya. Aku sering mengajari mereka pelajaran sekolah.

    Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satusatunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benarbenar jatuh cinta padanya. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron.

    Nggak tidur Wan?, tanyanya.

    Masih belum ngantuk mbak, jawabku.

    Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagilagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam.

    Kamu banyak diam ya, katanya.

    Eh..oh, iya, kataku kaget.

    Mau ngobrolin sesuatu?, tanyanya.

    Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja, jawabku.

    Ah kamu, adaada aja

    Serius mbak

    Makasih

    Restorannya gimana mbak? Sukses?

    Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktuwaktu saja ke sana, katanya. Gimana kuliahmu?

    Ya, begitulah mbak, lancar saja, jawabku.

    Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek.

    Makasih, nggak usah ah

    Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?

    Ia tersenyum, Ya udah, pijitin saja

    Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bhnya. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tercium bau harum parfumnya.

    Kamu sudah punya pacar Wan?, tanya mbak Dewi.

    Nggak punya mbak

    Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?

    Saya aja yang nggak tertarik ama mereka

    Lha koq aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta

    Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya

    Masa?

    Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda, aku mencoba memancing.

    Siapa?

    Mbak Dewi.

    Ia ketawa, Adaada saja kamu ini.

    Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?,

    Ia diam.

    Semenjak aku bertemu mbak Dewi, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Dewi. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Sesak hingga aku tak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak, kataku.

    Wan, aku ini bibimu, katanya.

    Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak, kataku sambil memeluknya dari belakang.

    Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.

    Maaf wan, mbak perlu berpikir, kata mbak Dewi beranjak. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kirakira. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayupsayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Aku pun mencoba menguping.

    Apa yang harus aku lakukan?.Apa

    Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah.

    Paginya, mbak Dewi selesai menyiapkan sarapan. Anakanaknya sarapan. Aku baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan. Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Kami benarbenar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju aku keluar kamar. Tampak mbak Dewi melihatlihat isi kulkas.

    Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?, tanyanya.

    Apa mbak?

    Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis,katanya.

    OK

    Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkitungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anakanak, katanya. Aku mengangguk.

    Kami naik mobil mengantarkan anakanak mbak Dewi sekolah. Lalu kami pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Namun setiap kali aku bilang ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius.

    Harihari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku membelikan sebuah gaun. Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah.

    Saat itu anakanak mbak Dewi sedang sekolah. Mbak Dewi merenung di sofa. Aku lalu datang kepadanya. Dan memberikan sebuah kotak hadiah.

    Apa ini?, tanyanya.

    Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini,

    Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkacakaca ia mencoba menahan air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.

    Indah sekali, berapa harganya?, tanyanya.

    Ah nggak usah dipikirkan mbak, kataku sambil tersenyum. Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak

    Sebentar ya, katanya. Ia buruburu masuk kamar sambil membawa gaunnya.

    Tak perlu lama, ia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benarbenar cantik.

    Bagaimana wan?, tanyanya.

    Cantik mbak, Superb!!, kataku sambil mengacungkan jempol.

    Ia tibatiba berlari dan memelukku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. Terima kasih

    Aku cinta kamu mbak, kataku.

    Mbak Dewi menatapku. Aku tahu

    Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah first kiss kita. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Mbak Dewi mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya.

    Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung, katanya.

    Aku juga bingung mbak

    Kami berciuman lagi. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Aku membuka resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, saat itulah aku mendapati dua buah bukit yang ranum. Dadanya benarbenar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CDnya.

    Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat, katanya.

    Aku lalu benarbenar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku cinta mbak Dewi. Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku. Ia menggelinjang. Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita.

    Tidak wan, jangan.AAAHH, mbak Dewi memiawik.

    Kenapa mbak? kataku.

    Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. Aku keluar wan

    Ia bangkit lalu menurunkan CDku. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya.

    Gantian sekarang, katanya sambil tersenyum.

    Ia memegang penisku, diremasremas dan dipijatpijatnya. Ohaku baru saja merasakan penisku dipijat wanita. Tangan mbak Dewi yang lembut, hangat lalu mengocok penisku. Penisku makin lama makin panjang dan besar. Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohhsensasinya luar biasa.

    Kalau mau keluar, keluar aja nggak apaapa wan, kata mbak Dewi.

    Nggak mbak, aku ingin keluar di situ aja?, kataku sambil memegang liang kewanitaannya.

    Ia mengerti, lalu aku didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless.Masuk semuanya. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah.

    Ohh.wanenak wan, katanya.

    OhhhmbakMbak Dewiahhh, kataku.

    Dadanya naik turun. Montok sekali, aku pun meremasremas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kami dan suara dua daging beradu. Plokplok..plok..cplok..!! Waanmbak keluar lagiAAAHHHH

    Mbak Dewi ambruk di atasku. Dadanya menyentuh dadanku, aku memeluknya erat. Vaginanya benarbenar menjepitku kencang sekali. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa.

    Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punya anak darimu wan, katanya.

    Aku tak menyianyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan. Aku menindih mbak Dewi, kupeluk ia, dan aku terus menggoyang pinggulku. Rasanya udah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH.

    Oh wanwanmbak keluar lagi, mbak Dewi mencengkram punggungku. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Dewi mencengkramku erat sekali, aku keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi.

    Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Mbak Dewi masih di pelukanku. Mbak Dewi dan aku terbangun. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Waktu jamnya menjemput anakanak mbak Dewi sepertinya.

    Mbak Dewi menyentuh penisku. Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkalikali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?

    eh?, aku kaget.

    Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anakanakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu, katanya.

    Aku lalu memeluknya, aku bersedia mbak.

    Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. Mbak Dewi sedikit rakus setelah ia menemukan partner sex baru. Ia suka sekali mengoral punyaku, mungkin karena punyaku terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya. hehehetapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Sampai kini pun ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik.

  • Cerita Sex Terbaru Akhirnya Suamiku Memperoleh Bersetubuh Dengan Pria Lain

    Cerita Sex Terbaru Akhirnya Suamiku Memperoleh Bersetubuh Dengan Pria Lain


    14515 views

    Namaku ialah Rudi, sebagai seorang pelaku bisnis muda saya sdh dapat disebutkan sukses. Saya dapat berbicara demikian karena selainnya punyai usaha yang mapan, rumah yang eksklusif, saya mempunyai seorang istri yang elok namanya Riyanti.

    Cersex Stw – Tapi ada satu perihal yang membuatku tidak bisa disebutkan sebagai lelaki yang sukses, jika saya sendiri benar-benar tidak dapat memberi nafkah batin untuk istriku.

    Kondisi ini terjadi di tahun ke-2 perkawinanku, di mana waktu itu saya alami kecelakaan yang nyaris mengambil nyawaku. Akibatnya karena kecelakaan itu dokter katakan jika saya tidak dapat kembali memberikan nafkah batin, apalagi turunan untuk istriku. Ini membuat saya dan Riyanti cukup terpukul, tetapi kami berdua sudah janji jika ini cuma rahasia antara kami berdua.

    Terkini Pada tahu keempat perkawinan kami, orangtua kami mulai menanyakan kapan kami dapat memberikan mereka cucu. Saya dan Riyanti cuma dapat menjawab secepat mungkin, walau sebenarnya dlm hati kami menangis karena sudah bohong pada orang-tua kami berdua.
    Sesuatu hari saya entahlah darimanakah mendapatkan gagasan edan, dan saat lusuhpaikan pada istriku seperti yang sdh kuduga dia menampik mentah-mentah ideku itu. Gagasan yang kumaksud ialah saya akan carikannya lelaki lain untuk menghamilinya. Terang-terangan hali ini kulakukan karena tidak sampai hati menyaksikan Riyanti istriku, terus-terusan dipenuhi walau sebenarnya saya tahu dia sendiri tidak senang.

    Pada akhirnya dgn semua rayu bujuk aku juga sukses membuat Riyanti sepakat dgn gagasan ini.

    ” Tp mas bagaimana jika saya hamil apa kamu, akan menyukaiku ?” bertanya Riyanti padaku.
    ” Sudah pasti sayang saya lakukan ini supaya kamu dapat memperoleh kepuasan dan supaya kita berdua dapat punyai anak.” jawabku kepadanya.

    Kami berdua sudah sepakat, tinggal cari lelaki yang ingin melakukan. Hal ini susah karena Riyanti ajukan syarat jika dia ingin melakukan tp harus dgn yang masih perjaka, alasanya supaya tidak terserang penyakit kelamin. Pada akhirnya sesudah menelusurinya kami temukannya, ya nama pemuda itu ialah Aswin, seorang pemuda berumur tujuhbelasan. Saat saya menanyakan pada Riyanti apa dia ingin dgn pemuda itu dia tidak menampik, karena dia percaya masih perjaka.

    Tdklah susah membuat Aswin tinggal di rumah kami, orangtua Aswin ialah pesuruh di rumah mertuaku, dgn argumen menjadikan sebagai pesuruh dan satpam di rumah kami, kami sukses ajak Aswin untuk tinggal dengan kami.

    Sepanjang sekian hari tinggal di rumah kami saya dan Riyanti memeriksa karakter dari Aswin, dan kami berdua sepakat jika gagasan kami bisa dilaksanakan. Malam hari ini kami berdua akan selekasnya melakukan.

    Malam itu saya menyengaja panggil Aswin ke dlm kamar supaya bisa jalankan gagasan kami. Kedengar suara ketukan dipintu selanjutnya suara.

    ” Pak izin apa saya bisa masuk” kata Aswin tanpa sadar apa yang dia akan jumpai
    ” Masuk Win pintunya tidak digembok” jawabku kepadanya.

    Lantas iapun masuk dan kaget menyaksikan Riyanti istriku tidur telanjang dada di atas kasur sementara sisi bawah tertutup selimut.

    ” pak ada apakah ini, apalagi mengapa ibu telanjang demikian?” bertanya Aswin.

    Sdh kuduga ia ini cukup polos orangnya, lantas selekasnya saja aku juga menjawab.

    “Win bapak ingin minta bantuan, kamu ingin kan. Bapak ingin kamu puasin ibu malam hari ini jika dapat buat ibu hamil, kamu dapat kan.” Kataku kepadanya.
    “tp pak ,tp.”

    Tanpa kuduga Riyanti bangun dari tempat tidur lantas ke arah Aswin. Selekasnya saja dia buka celana punya Aswin lantas iapun raih k0ntol kepunyaannya selanjutnya mengulumnya.

    Aswin tidak dapat melakukan perbuatan apapun dia terkejut ketiak menyaksikan badan polos Riyanti yang selanjutnya selekasnya mainkan k0ntol kepunyaannya.

    “Anggh bu saya ngak tahan saya seperti akan kencing,” ucapnya
    ” Mengeluarkan saja Win saya ingin meminum.” Jawabannya.

    Rupanya Riyanti mulai jadi liar sepanjang 2 tahun tidak mendapatkan kehangatan semacam itu, sudah membuat lupa diri dan jadi liar. Saya yang menyaksikan benar-benar suka rupanya Riyanti dapat memperoleh kepuasan, supaya tidak mengusik saya putuskan keluar kamar.

    Selang beberapa saat Aswin mulai keluarkan air maninya, tanpa berpikir panjang Riyanti selekasnya mengisap habis semua sekalian bersihkan k0ntol Aswin dgn lidahnya.
    Seterusnya Riyanti selekasnya naik ketempat tidur sekalian berbicara.

    “Membuang semua bajumu lantas tolong saya Win, malam hari ini kamu harus dapat untuk memberikan kepuasanku” Ucapnya pada Aswin.

    Seperti diperhitungkan Aswin masih tetap sedikit kebingungan tp dia selekasnya lakukan apa yang diperintah oleh istriku.
    Di lain faksi sesudah menyaksikan Aswin dlm kondisi telanjang bundar, Riyanti istriku takjub dlm umur masih terbilang muda k0ntol kepunyaannya sdh besar, tentu dia akan senang malam hari ini berpikir istriku.

    Aswin yang masih bingung harus melakukan perbuatan apa sesudah menyaksikan dari jarak dekat badan istriku, mulai lakukan apa yang diperintah oleh Riyanti.

    ” Aswin mari puaskan ibu, kamu coba remas dan hirup susu ibu, mari Win.”

    Aswin mulai meremas dan mengisap susu istriku, sampai istriku berbicara.

    “Auch Win jangan kamu gigit ibu sakit.” Ucapnya
    “maafkan Aswin bu Aswin ngak menyengaja, maafkan Aswin kembali ya bu.” Kata Aswin dlm suara memelas seakan takut dimarahin.
    “ya sudah ibu maafkan saat ini kamu jilat meqi ibu tp perlahan-lahan ya.”

    Aswin juga selekasnya menjilat-jilati meqi istriku sekalian tangannya meremas susu punya istriku.

    “Bu meqi ibu kok harum?” bertanya Aswin
    “Kamu sukai Win, coba saat ini kamu masukan jemari kamu ke dalamnya Win.”

    Aswin juga selekasnya lakukan apa yang diminta, selang beberapa saat Riyanti istriku mulai mendapatkan orgasme pertama kalinya saat Aswin mengisap meqinya.

    “Apa ini bu kok asin tp lekat.” Bertanya Aswin.

    Riyanti istrku sedikit geli dengar perkataan Aswin, lantas iapun menanyakan kepadanya.

    “Win ibu ingin bertanya kamu dah sebelumnya pernah beginian ama wanita apa belum?”bertanya istriku pada Aswin.
    “Belum bu sama ibu malah yang pertama karena saya terkejut saat menyaksikan ibu telanjang lantas mainkan punyai saya.”jawabannya.
    “Sehingga kamu masih perjaka, jika begitu kamu sukai ngak ma badan ibu?” Bertanya istriku.
    “Sukai bu badan ibu bagus apalagi meqi ibu harum.” Jawabannya
    “Sehingga kamu ingin kan membuat ibu senang malam hari ini, apa kamu takut Win sama bapak.”
    “Saya takut sama bapak jika saya didakwa melakukan perbuatan tidak baik ama ibu.”
    “Kamu ngak perlu takut Win tujuan kamu bapak ama ibu sama membawa ke sini agar kamu dapat membuat ibu hamil, menjadi kamu ingin kan. Jika kamu ingin mencoba membawa bantal kecil itu kesini Win.” Pinta istriku.

    Aswin juga selekasnya bangun dan ambil bantal kecil yang ada di atas bangku, selanjutnya memberinya pada Riyanti istriku. Riyanti juga selekasnya menggunakan bantal kecil itu di bawah pinggulnya, dia coba buat posisi di mana dia dapat cepat hamil.

    “Win bagaimana apa kamu dah siap?” bertanya istriku.

    Aswin juga selekasnya siap-siap dia menempatkan k0ntolnya pas dimulut meqi istriku.

    “Perlahan-lahan Win sdh lama ibu tidak dimasuki k0ntol yang asli apalagi sebesar punyamu itu, angggh perlahan Win ibu sakit.”

    Saya tahu istriku tentu sakit karena sesudah saya dipastikan impoten oleh dokter, meskipun dia mendapatkan kepuasan dari seks toys, istriku benar-benar tidak ingin menggunakan dildo. Istriku itu cuma ingin menggunakan vibarator getar yang terpasang pada clirotisnya.

    “Maaf bu habis punyai ibu sempit sekali menjadi Aswin harus sedikit maksa masuknya.”
    “Ya sdh, ibu dah ngak sakit kembali sekarangkamu dorong mundur-maju ya.”

    Aswin mulai mainkan kepunyaannya didalam meqi istriku.

    “Bu mentok bu.”

    Riyanti terkejut tp dia menyaksikan masih tetap ada k0ntol punya Aswin yang ada di luar. Riyanti berpikiran anak selainnya besar rupanya panjang .

    Sesudah limabelas menit mainkan k0ntolnya Aswin merasa dia akan keluar kembali.

    “Bu rasanya saya ingin keluar.”
    “Ibu Win kita keluar sama di dalam. Anggggh Win ibu keluar.”

    Aswin merasa k0ntol kepunyaannya diguyur suatu hal selanjutnya dia dipaksakan lebih intim dgn istriku, karena Riyanti melingkarkan kakinya hingga Aswin seperti terkunci. Selang beberapa saat Aswin mulai keluarkan pejunya.

    “Win jangan diambil dahulu ibu ingin kamu keluar semua dahulu, lantas jika ibu dah katakan bisa baru kamu ambil keluar.”

    Ya sepanjang beberapa saat Aswin dan istriku sama-sama tindih. Istriku ingin supaya sperma punya Aswin dapat selekasnya masuk kerahimnya dan membuat dianya hamil. Tidak lama Aswin selekasnya tiduran dikasur, dia kelihatannya senang. Dik0ntolnya terlihat tersisa cairan darinya dan Riyanti.

    Riyanti yang menyaksikannya selekasnya bersihkan k0ntol itu dgn mulutnya. Dia seperti belum juga senang dgn jalinan intim yang barusan terjadi.

    “Win kamu masih kuatkan ibu tetap kepengin kembali. Dasarnya kamu malam hari ini harus dapat muasin ibu.” Kata Riyanti.
    “Baik bu.”
    “Ngak kamu panggil bu coba saat ini kamu panggil saja mbak.” Kata istriku.
    “Baik bu eh mbak tp saya haus ingin minum.”kata Aswin.
    “Ya kamu minum dahulu dimeja ada air.” Kata Riyanti yang bangun dari tempat tidur lantas minum jamu yang sudah dipersiapkan.
    “Mbak apa itu kok kaya jamu sich?” bertanya Aswin.
    “Iya ini memang jamu tp jamu buat kesuburan kamu harus juga minum ini ya Win supaya mbak dapat cepat hamil.” Kata Riyanti pada Aswin.

    Aswin juga minum jamu itu, lantas ronde ke-2 dgn Riyanti diawali.

    “Win mbak ingin bertanya kamu sebelumnya pernah ngak saksikan badan wanita telanjang awalnya?”

    Aswin juga menjawab.

    “Kalau saksikan sebelumnya pernah, saat itu kembali ngintip gadis yang pada mandi di sungai, tp kalau bermain ama mbak malah yang pertama.”
    “Uh kamu membuat mbak greget mari masukkan punyai kamu jangan mainkan tangan kamu terus disusu mbak kelak mbak geram lo.”

    Ya yang terjadi malam itu Aswin dipaksakan oleh istriku supaya ingin layani gairahnya yang sudah dikubur sepanjang 2 tahun. Beragam jenis style diberikan pada Aswin tp yang kerap dilaksanakan ialah style yang cepat membuat hamil, yakni style di mana pinggul diangkat hingga air mani cepat masuk ke dalam kandungan.
    Pagi harinya saya kembali masuk ke dalam kamar kusaksikan Aswin masih bermain dgn istriku, tp ini kali posisi doggie.

    “Ana apa kamu belum juga senang, semalam memang berapakah kali?” tanyaku.
    “6x sama yang saat ini, heh heh heh….., mas ingin kerja ya kalau begitu nantikan bentar ya sesudah ini usai saya mandi lantas siapin makan.” Kata Riyanti.
    “Ngak perlu kamu puasin saja dahulu, saya mudah kok dapat makan pagi dikantor.”

    Demikianlah sampai pergi kekantor saya tetap menyaksikan Riyanti bermain dgn Aswin, dlm hati saya senang sebab bisa menyaksikan senyuman Riyanti kembali.
    Pulang kantor aku juga menanyakan pada ia.

    ” Ana sampai jam berapakah kamu bermain sama Aswin, terlihat ampe lemah begitu?” tanyaku.
    “Sampai jam dua siang, memang seling ama tidur dan makan. Tp saya maen sepuluh ronde ama ia, saya saja sampai ngak kehitung berapakah kali orgasme mas.” Jawab Riyanti.
    “Tp kamu baik saja kan, ia ngak kasar ama kamu kan.”
    ‘Ngak mas, mas nanti malam saya meminta izin mau bermain kembali ama Aswin bisa ngak mas.” Pinta istriku.
    “Bisa saja tp kamu harus inget, kamu jangan sampai dikasari ama ia.” Jawabku.

    Ya malam-malam seterusnya aku juga mengikhlaskan Riyanti istriku tidur dgn lelaki lain yakni Aswin. Cerita ini tetap berlanjut menjadi nantikan kelajutannya.

  • Cerita Sex Menikmati Hubungan Intim Pacar Sahabat Atau Temanku Sendiri

    Cerita Sex Menikmati Hubungan Intim Pacar Sahabat Atau Temanku Sendiri


    2992 views

    Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain.

     

    Foto Bokep Korea – Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.

    Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.

    Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.

    Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.

    Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.

    Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.

    Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.

    Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.

    Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.

    Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.

    Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.

    Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.

    Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.

    Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.

    Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.

    Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.

    Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.

    Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.

    Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.

    Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.

    Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.

    Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”

    Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.

    Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.

    Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.

    Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .

    Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.

    Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.

    Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.

    Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.

    Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.

    Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.

    Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.

    Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.

    Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.

    Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.

    Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.

    Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.

    Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”

    Narasi Seks Nikmati Keelokan Badan Kekasih Temanku

    Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain. Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.

    Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.

    Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.

    Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.

    Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.

    Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.

    Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.

    Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.

    Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.

    Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.

    Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.

    Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.

    Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.

    Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.

    Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.

    Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.

    Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.

    Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.

    Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.

    Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.

    Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.

    Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”

    Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.

    Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.

    Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.

    Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .

    Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.

    Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.

    Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.

    Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.

    Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.

    Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.

    Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.

    Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.

    Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.

    Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.

    Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.

    Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.

    Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”