
Author: dbgoog99
-

Video bokep Aruna Aghora memberi cintanya pada suaminya
-

Kisah Memek Selingkuh dengan bu RT

Duniabola99.com – sebagai bu RT yang mendampingi Pak RT, walau umur sudah cukup matang penampilan tetap harus enak dilihat. Usia Bu Haritono sebenarnya tidak muda lagi bisa disebut ibu setengah baya. Mungkin menjelang 40 tahun. Sebab suaminya, Pak Hariiono yang menjabat Ketua RT di kampungku sebentar lagi memasuki masa pensiun. Aku mengetahui itu karena hubunganku dgn keluarga Pak Hariiono cukup dekat. Maklum sebagai tenaga muda aku sering diminta Pak Hariiono untuk membantu berbagai urusan yang berkaitan dgn kegiatan RT.
Namun berbeda dgn suaminya yang sering sakit-sakitan, sosok istrinya wanita beranak yang kini menetap di luar Jawa mengikuti tugas sang suami itu, jauh berkebalikan. Kendati usianya hampir memasuki kepala empat, Bu Hari (begitu biasanya aku dan warga lain memanggil) sebagai wanita belum kehilangan daya tariknya. Memang beberapa kerutan mulai nampak di wajahnya. Tetapi buah dadanya, pinggul dan pantatnya, sungguh masih mengundang pesona. Aku dapat mengatakan ini karena belakangan terlibat perselingkuhan panjang dgn wanita berpostur tinggi besar tersebut..
Kisahnya berawal ketika Pak Hariiono mendadak menderita sakit cukup serius. Ia masuk rumah sakit dalam keadaan koma dan bahkan berhari-hari harus berada di ruang ICU (Intensive Care Unit) sebuah RS pemerintah di kotaku. Karena ia tidak memiliki anggota keluarga yang lain sementara putri satu-satunya berada di luar Jawa, aku diminta Bu Hari untuk membantu menemaninya selama suaminya berada di RS menjalani perawatan. Dan aku tidak bisa menolak karena memang masih menganggur setamat SMA setahun lalu.
“Kami bapak-bapak di lingkungan RT meminta Mas Rhidhoo mau membantu sepenuhnya keluarga Pak Hariiono yang sedang tertimpa musibah. Khususnya untuk membantu dan menemani Bu Hari selama di rumah sakit. Mau kan Mas Rhidhoo,?”
Begitu kata beberapa anggota arisan bapak-bapak kepadaku saat menengok ke rumah sakit. Bahkan Pak Nandang, seorang warga yang dikenal dermawan secara diam-diam menyelipkan uang Rp 100 ribu di kantong celanaku yang katanya untuk membeli rokok agar tidak menyusahkan Bu Hari. Dan aku tidak bisa menolak karena memang Bu Hari sendiri telah memintaku untuk menemaninya. Hari-hari pertama mendampingi Bu Hari merawat suaminya di RS aku dibuat sibuk. Harus mondar-mandir menebus obat atau membeli berbagai keperluan lain yang dibutuhkan. bahkan kulihat wanita itu tak sempat mandi dan sangat kelelahan. Mungkin karena tegang suaminya tak kunjung siuman dari kondisi komanya.
Menurut dokter yang memeriksa, kondisi Pak Hariiono yang memburuk diduga akibat penyakit radang lambung akut yang diderita. Maka akibat komplikasi dgn penyakit diabetis yang diidapnya cukup lama, daya tahan tubuhnya menjadi melemah. Menyadari penyakit yang diderita tersebut, yang kata dokter proses penyembuhannya dapat memakan waktu cukup lama, berkali-kali aku meminta Bu Hari untuk bersabar. Fastbet99
“Sudahlah bu, ibu pulang dulu untuk mandi atau beristirahat. Sudah dua hari saya lihat ibu tidak sempat mandi. Biar saya yang di sini menunggui Pak Hari,” kataku menenangkan.
Saranku rupanya mengena dan diterima. Maka siang itu, ketika serombongan temannya dari tempatnya mengajar di sebuah SLTP membesuk (oh ya Bu Hari berprofesi sebagai guru sedang Pak Hari karyawan sebuah instansi pemerintah) ia meminta para pembesuk untuk menunggui suaminya.
“Saya mau pulang dulu sebentar untuk mandi diantar Nak Rhidhoo. Sudah dua hari saya tidak sempat mandi,” katanya kepada rekan-rekannya.
dgn sepeda motor milik Pak Hari yang sengaja dibawa untuk memudahkan aku kemana-mana saat diminta tolong oleh keluarga itu, aku pulang memboncengkan Bu Hari. Tetapi di perjalanan dadaku sempat berdesir. Gara-gara mengerem mendadak motor yang kukendarai karena nyaris menabrak becak, tubuh wanita yang kubonceng tertolak ke depan. Akibatnya di samping pahaku tercengkeram tangan Bu Hari yang terkaget akibat kejadian tak terduga itu, punggungku terasa tertumbuk benda empuk. Tertumbuk buah dadanya yang ku yakini ukurannya cukup besar. Ah, pikiran nakalku jadi mulai liar. Sambil berkonsentrasi dgn sepeda motor yang kukendarai, pikiranku berkelana dan mengkira-kira membayangkan seberapa besar buah dada milik wanita yang memboncengku. Pikiran kotor yang semestinya tidak boleh timbul mengingat suaminya adalah seorang yang kuhormati sebagai Ketua RT di kampungku. Pikiran nyeleneh itu muncul, mungkin karena aku memang sudah tidak perjaka lagi.Aku pernah berhubungan seks dgn seorang WTS kendati hanya satu kali. Hal itu dilakukan dgn beberapa teman SMA saat usai pengumuman hasil Ebtanas. Setelah mengantar Bu Hari ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahku, aku pamit pulang mengambil sarung dan baju untuk ganti.
“Jangan lama-lama nak Rhidhoo, ibu cuma sebentar kok mandinya. Lagian kasihan teman-teman ibu yang menunggu di rumah sakit,” katanya.
Dan sesuai yang dipesannya, aku segera kembali ke rumah Pak Hari setelah mengambil sarung dan baju. Langsung masuk ke ruang dalam rumah Pak Hari. Ternyata, di meja makan telah tersedia segelas kopi panas dan beberapa potong kue di piring kecil. Dan mengetahui aku yang datang, terdengar suara Bu Hari menyuruhku untuk menikmati hidangan yang disediakan.
“Maaf Nak Rhidhoo, ibu masih mandi. Sebentar lagi selesai,”
suaranya terdengar dari kamar mandi di bagian belakang. Tidak terlalu lama menunggu, Ia keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ke kamarnya lewat di dekat ruang makan tempatku minum kopi dan makan kue. Saat itu ia hanya melilitkan handuk yang berukuran tidak terlalu besar untuk menutupi tubuhnya yang basah. Tak urung, kendati sepintas, aku sempat disuguhi pemandangan yang mendebarkan. Betapa tidak, karena handuk mandinya tak cukup besar dan lebar, maka tidak cukup sempurna untuk dapat menutupi ketelanjangan tubuhnya.
Ah,.. benar seperti dugaanku, buah dada Bu Hari memang berukuran besar. Bahkan terlihat nyaris memberontak keluar dari handuk yang melilitnya.
Bu Hari nampaknya mengikat sekuatnya belitan handuk yang dikenakannya tepat di bagian dadanya. Sementara di bagian bawah, karena handuk hanya mampu menutup persis di bawah pangkal paha, kaki panjang wanita itu sampai ke pangkalnya sempat menarik tatap mataku. Bahkan ketika ia hendak masuk ke kamarnya, dari bagian belakang terlihat mengintip buah pantatnya. Pantat besar itu bergoyang-goyang dan sangat mengundang saat ia melangkah. Dan yang tak kalah syur, ia tidak mengenakan celana dalam. Bicara ukuran buah dadanya, mungkin untuk membungkusnya diperlukan Bra ukuran 38 atau lebih. Sebagai wanita yang telah berumur, pinggangnya memang tidak seramping gadis remaja. Tetapi pinggulnya yang membesar sampai ke pantatnya terlihat membentuk lekukan menawan dan sedap dipandang. Apalagi kaki belalang dgn paha putih mulus miliknya itu, sungguh masih menyimpan magnit. Maka degup jantungku menjadi kian kencang terpacu melihat bagian-bagian indah milik Bu Hari. Sayang cuma sekilas, begitu aku membatin. Situs Dewasa
Tetapi ternyata tidak. Kesempatan kembali terulang. Belum hilang debaran dadaku, ia kembali keluar dari kamar dan masih belum mengganti handuknya dgn pakaian. Tanpa mempedulikan aku yang tengah duduk terbengong, ia berjalan mendekati almari di dekat tempatku duduk. Di sana ia mengambil beberapa barang yang diperlukan. Bahkan beberapa kali ia harus membungkukkan badan karena sulitnya barang yang dicari (seperti ia sengaja melakukan hal ini). Tak urung, kembali aku disuguhi tontonan yang tak kalah mendebarkan. Dalam jarak yang cukup dekat, saat ia membungkuk, terlihat jelas mulusnya sepasang paha Bu Hari sampai ke pangkalnya. Paha yang sempurna, putih mulus dan tampak masih kencang.
Dan ketika ia membungkuk cukup lama, pantat besarnya jadi sasaran tatap mataku. Kemaluannya juga terlihat sedikit mengintip dari celah pangkal pahanya. Perasaanku menjadi tidak karuan dan badanku terasa panas dingin dibuatnya.Apakah Bu Hari menganggap aku masih pemuda ingusan? Hingga ia tidak merasa canggung berpakaian seronok di hadapanku? Atau ia menganggap dirinya sudah terlalu tua hingga mengira bagian-bagian tubuhnya tidak lagi mengundang gairah seorang laki-laki apalagi laki-laki muda sepertiku? Atau malah ia sengaja memamerkannya agar gairahku terpancing?
Pertanyaan-pertanyaan itu serasa berkecamuk dalam hatiku. Bahkan terus berlanjut ketika kami kembali berboncengan menuju rumah sakit. Dan yang pasti, sejak saat itu perhatianku kepada Bu Hari berubah total.
Aku menjadi sering mencuri-curi pandang untuk dapat menatapi bagian-bagian tubuhnya yang kuanggap masih aduhai. Apalagi setelah mandi dan berganti pakaian, kulihat ia mengenakan celana dan kaos lengan panjang ketat yang seperti hendak mencetak tubuhnya. Gairahku jadi kian terbakar kendati tetap kupendam dalam-dalam. Dan perubahan yang lain, aku sering mengajaknya berbincang tentang apa saja di samping selalu sigap mengerjakan setiap ia membutuhkan bantuan. Hingga hubungan kami semakin akrab dari waktu ke waktu. Sampai suatu malam, memasuki hari kelima kami berada di rumah sakit, saat itu hujan terus mengguyur sejak sore hari. Maka orang-orang yang menunggui pasien yang dirawat di ruang ICU, sejak sore telah mengkapling-kapling teras luar bangunan ICU. Maklum, di malam hari penunggu tidak boleh memasuki bagian dalam ruang ICU. Dan pasien biasanya memanfaatkan teras yang ada untuk tiduran atau duduk mengobrol. Dan malam itu, karena guyuran hujan, lahan untuk tidur jadi menyempit karena pada beberapa bagian tempias oleh air hujan.
Sementara aku dan Bu Hari yang baru mencari kapling setelah makan malam di kantin, menjadi tidak kebagian tempat. Setelah mencari cukup lama, akhirnya aku mengusulkan untuk menggelar tikar dan karpet di dekat bangunan kamar mayat. Aku mengusulkan itu karena jaraknya masih cukup dekat dgn ruang ICU dan itu satu-satunya tempat yang memungkinkan untuk berteduh kendati cukup gelap karena tidak ada penerangan di sana. Awalnya Bu Hari menolak, karena posisinya di dekat kamar mayat. Namun akhirnya ia menyerah setelah mengetahui tidak ada tempat yang lain dan aku menyatakan siap berjaga sepanjang malam. “Janji ya Rhid (setelah cukup akrab Bu Hari tidak mengembel-embeli sebutan Nak di depan nama panggilanku),
kamu harus bangunkan ibu kalau mau kencing atau beli rokok. Soalnya ibu takut ditinggal sendirian,” katanya. “Wah, persediaan rokokku lebih dari cukup kok bu. Jadi tidak perlu kemana-mana lagi,” jawabku.
Nyaman juga ternyata menempati kapling dekat kamar mayat. Bisa terbebas dari lalu-lalang orang hingga bisa beristirahat cukup tenang. Dan kendati gelap tanpa penerangan, bisa terbebas dari cipratan air hujan karena tempat kami menggelar tikar dan karpet terlindung oleh tembok setinggi sekitar setengah meter. Sambil tiduran agak merapat karena sempitnya ruang yang ada, Bu Hari mengajakku ngobrol tentang banyak hal. Dari soal kerinduannya pada Dewi, anaknya yang hanya bisa pulang setahun sekali saat lebaran sampai ke soal penyakit yang diderita Pak Hariiono.
Menurut Bu Hari penyakit diabetis itu diderita suaminya sejak delapan tahun lalu. Dan karena penyakit itulah penyakit radang lambung yang datang belakangan menjadi sulit disembuhkan.
“Katanya penyakit diabetes bisa menjadikan laki-laki jadi impotensi ya Bu?”
“Kata siapa, Rhid?”
“Eh,.. anu, kata artikel di sebuah koran,” jawabku agak tergagap.
Aku merasa tidak enak berkomentar seperti itu terhadap penyakit yang diderita suami Bu Hari.
“Rupanya kamu gemar membaca ya. Benar kok itu, makanya penyakit kencing manis di samping menyiksa suami yang mengidapnya juga berpengaruh pada istrinya. Untung ibu sudah tua,” ujarnya lirih.
Merasa tidak enak topik perbincangan itu dapat membangkitkan kesedihan Bu Hari, akhirnya aku memilih diam. Dan aku yang tadinya tiduran dalam posisi telentang, setelah rokok yang kuhisap kubuang, mengubah posisi tidur memunggungi wanita itu. Sebab kendati sangat senang bersentuhan tubuh dgn wanita itu, aku tidak mau dianggap kurang ajar. Sebab aku tidak tahu secara pasti jalan pikiran Bu Hari yang sebenarnya. Tetapi baru saja aku mengubah posisi tidur, tangan Bu Hari terasa mencolek pinggangku.“Tidurmu jangan memunggungi begitu. Menghadap ke sini, ibu takut,” katanya lirih.
Aku kembali ke posisi semula, tidur telentang.
Namun karena posisi tidur Bu Hari kelewat merapat, maka saat berbalik posisi tanpa sengaja lenganku menyenggol buah dada wanita itu. Memang belum menyentuh secara langsung karena ia mengenakan daster dan selimut yang menutupi tubuhnya. Malangnya, Bu Hari bukannya menjauh atau merenggangkan tubuh, tetapi malah semakin merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Seperti anak kecil yang ketakutan saat tidur dan mencari perasaan aman pada ibunya. Akhirnya, dgn keberanian yang kupaksakan – karena ku yakin saat itu Bu Hari belum pulas tertidur – aku mulai mencoba-coba. Seperti yang dimauinya, aku mengubah kembali posisi tidur miring menghadapinya. Jadilah sebagian besar tubuhku merapat ketat ke tubuhnya hingga terasa kehangatan mulai menjalari tubuhku. Sampai di situ aku berbuat seolah-olah telah mulai lelap tertidur sambil menunggu reaksinya.
Reaksinya, Bu Hari terbangkit dan menarik selimut yang dikenakannya. Selimut besar dan tebal itu ditariknya untuk dibentangkan sekaligus menutupi tubuhku. Jadilah tubuh kami makin berhimpitan di bawah satu selimut. Akhirnya, ketika aku nekad meremas telapak tangannya dan ia membalas dgn remasan lembut, aku jadi mulai berani beraksi lebih jauh. Kumulai dgn menjalari pahanya dari luar daster yang dikenakannya dgn telapak tanganku. Ia menggelinjang, tetapi tidak menolakkan tanganku yang mulai nakal itu. Malah posisi kakinya mulai direnggangkan yang memudahkanku menarik ke atas bagian bawah dasternya. Baru ketika usapan tanganku mulai menjelajah langsung pada kedua pahanya, kuketahui secara pasti ia tidak menolaknya. Tanganku malah dibimbingnya untuk menyentuh kemaluannya yang masih tertutup celana dalam. Seperti keinginanku dan juga keinginannya, telapak tanganku mulai menyentuh dan mengusap bagian membusung yang ada di selangkangan wanita itu. Ia mendesah lirih saat usapan tanganku cukup lama bermain di sana. Juga saat tanganku yang lain mulai meremasi buah dadanya dari bagian luar Bra dan dasternya.
Sampai akhirnya, ketika tanganku yang beroperasi di bagian bawah telah berhasil menyelinap ke bagian samping celana dalam dan berhasil mencolek-colek celah kemaluannya yang banyak ditumbuhi rambut, dia dgn suka rela memereteli sendiri kancing bagian depan dasternya. Lalu seperti wanita yang hendak menyusui bayinya, dikeluarkannya payudaranya dari Bra yang membungkusnya. Layaknya bayi yang tengah kelaparan mulutku segera menyerbu puting susu sebelah kiri milik Bu Hari. Kujilat-jilat dan kukulum pentilnya yang terasa mencuat dan mengeras di mulutku. Bahkan karena gemas, sesekali kubenamkan wajahku ke kedua payudara wanita itu. Payudara berukuran besar dan agak mengendur namun masih menyisakan kehangatan. Sementara Ia sendiri, sambil terus mendesis dan melenguh nikmat oleh segala gerakan yang kulakukan, mulai asyik dgn mainannya. Setelah berhasil menyelinap ke balik celana pendek yang kukenakan, tangannya mulai meremas dan meremas penisku yang memang telah mengeras. Kata teman-temanku, senjataku tergolong long size, hingga Ia nampak keasyikkan dgn temuannya itu. Tetapi ketika aku hendak menarik celana dalamnya, tubuhnya terasa menyentak dan kedua pahanya dirapatkan mencoba menghalangi maksudku.
“Mau apa Rhid,.. jangan di sini ah nanti ketahuan orang,” katanya lirih.
“Ah, tidak apa-apa gelap kok. Orang-orang juga sudah pada tidur dan tidak bakalan kedengaran karena hujannya makin besar.” Hujan saat itu memang semakin deras.Entah karena mempercayai omonganku. Atau karena nafsunya yang juga sudah memuncak terbukti dgn semakin membanjirnya cairan di lubang kemaluannya, ia mau saja ketika celananya kutarik ke bawah. Bahkan ia menarik celana dalamnya ketika aku kesulitan melakukannya. Ia juga membantu membuka dan menarik celana pendek dan celana dalam yang kukenakan.
Akhirnya, dgn hanya menyingkap daster yang dikenakannya aku mulai menindih tubuhnya yang berposisi mengangkang. Karena dilakukan di dalam gelap dan tetap dibalik selimut tebal yang kupakai bersama untuk menutupi tubuh, awalnya cukup sulit untuk mengarahkan penisku ke lubang kenikmatannya. Namun berkat bimbingan tangan lembutnya, ujung penisku mulai menemukan wilayah yang telah membasah.
Slep.. penis besarku berhasil menerobos dgn mudah liang sanggamanya. Aku mulai menggoyang dan memaju-mundurkan senjataku dgn menaik-turunkan pantatku. Basah dan hangat terasa setiap penisku membenam di vaginanya. Sementara sambil terus meremasi kedua buah dadanya secara bergantian, sesekali bibirnya kulumat. Maka ia pun melenguh tertahan, melenguh dan mengerang tertahan.Ah, dugaanku memang tidak meleset tubuhnya memang masih menjanjikan kehangatan. Kehangatan yang prima khas dimiliki wanita berpengalaman. Dihujam bertubi-tubi oleh ketegangan penisku di bagian kewanitannya, Ia mulai mengimbangi aksiku. Pantat besar besarnya mulai digerakkan memutar mengikuti gerakan naik turun tubuhku di bagian bawah. Memutar dan terus memutar dgn gerak dan goyang pinggul yang terarah. Hal itu menjadikan penisku yang terbenam di dalam vaginanya serasa diremas. Remasan nikmat yang melambungkan jauh anganku entah kemana. Bahkan sesekali otot-otot yang ada di dalam vaginanya seolah menjepit dan mengejang.
“Ah,.. ah.. enak sekali. Terus, ah.. ah,”
“Aku juga enak Rhid, uh.. uh.. uh. Sudah lama sekali tidak merasakan seperti ini. Apalagi punyamu keras dan penjang. Auh,.. ah.. ah,” Sampai akhirnya, aku menjadi tidak tahan oleh goyangan dan remasan vaginanya yang kian membanjir. Nafsuku kian naik ke ubun-ubun dan seolah mau meledak. Gerakan bagian bawah tubuhku kian kencang mencolok dan mengocok vaginanya dgn penisku.
“Aku tidak tahan, ah.. ah.. Sepertinya mau keluar, shh, ah, .. ah,”
“Aku juga Rhid, terus goyang, ya .. ya,.. ah,” Setelah mengelojot dan memuntahkan segala yang tak dapat kubendungnya, aku akhirnya ambruk di atas tubuh wanita itu. Maniku cukup banyak menyembur di dalam lubang kenikmatannya. Begitupun Ia, setelah kontraksi otot-otot yang sangat kencang, ia meluapkan ekspresi puncaknya dgn mendekap erat tubuhku.Dan bahkan kurasakan punggungku sempat tercakar oleh kuku-kukunya.
Cukup lama kami terdiam setelah pertarungan panjang yang melelahkan.
“Semestinya kita tidak boleh melakukan itu ya Rhid. Apalagi bapak lagi sakit dan tengah dirawat,” kata Ia sambil masih tiduran di dekatku. Aku mengira ia menyesal dgn peristiwa yang baru terjadi itu.
“Ya Maaf Bu,.. soalnya tadi,..”
“Tetapi tidak apa-apa kok. Saya juga sudah lama ingin menikmati yang seperti itu. Soalnya sejak 5 tahun lebih Pak Hari terkena diabetis, ia menjadi sangat jarang memenuhi kewajibannya. Bahkan sudah dua tahun ini kelelakiannya sudah tidak berfungsi lagi. Cuma, kalau suatu saat ingin melakukannya lagi, kita harus hati-hati. Jangan sampai ada yang tahu dan menimbulkan aib diantara kita,” ujarnya lirih.
Plong, betapa lega hatiku saat itu. Ia tidak marah dan menyesal dgn yang baru saja terjadi. Dan yang membuatku senang, aku dapat melampiaskan hasrat terpendamku kepadanya. Kendati aku merasa belum puas karena semuanya dilakukan di kegelapan hingga keinginanku melihat ketelanjangan tubuhnya belum kesampaian. Dan seperti yang dipesankannya, aku berusaha mencoba bersikap sewajar mungkin saat berada diantara orang-orang. Seolah tidak pernah terjadi sesuatu yang luar biasa diantara kami
Kendati aku sering harus menekan keinginan yang menggelegak akibat darah mudaku yang gampang panas saat berdekatan dgnnya. Dan sejak itu lokasi teras di belakang kamar mayat menjadi saksi sekitar tiga kali hubungan sumbang kami. Hubungan sumbang yang terpaksa kuhentikan seiring kedatangan Bu Haritini, adik Pak Hariiono yang bermaksud menengok kondisi sakit kakaknya.
Hanya terus terang, sejak kehadirannya ada perasaan kurang senang pada diriku. Sebab sejak Ia ada yang menemani merawat suaminya di rumah sakit, kendati aku tetap diminta untuk membantu mereka dan selalu berada di rumah sakit, aku tidak lagi dapat menyalurkan hasrat seksualku. Hanya sesekali kami pernah nekad menyalurkannya di kamar mandi ketika hasrat yang ada tak dapat ditahan. Itu pun secara kucing-kucingan dgn Bu Rina dan segalanya dilaksanakan secara tergesa-gesa hingga tetap tidak memuaskan kami berdua. Sampai suatu ketika, saat Pak Hari telah siuman dan perawatannya telah dialihkan ke bangsal perawatan yang terpisah, Bu Rina menyarankan kepada Ia untuk tidur di rumah.
“Kamu sudah beberapa hari kurang tidur Mbak, kelihatannya sangat kelelahan. Coba kamu kalau malam tidur barang satu dua hari di rumah hingga istirahat yang cukup dan tidak jatuh sakit. Nanti kalau kedua-duanya sakit malah merepotkan. Biar yang nunggu Mas Har kalau malam aku saja ditemani Dik Rhidhoo kalau mau” ujarnya.Ia setuju dgn saran adik iparnya. Ia memutuskan untuk tidur di rumah malam itu. Maka hatiku bersorak karena terbuka peluang untuk menyetubuhinya di rumah. Tetapi bagaimana caranya pamit pada Bu Rina?
Kalau aku ikut-ikutan pulang untuk tidur di rumah apa tidak mengundang kecurigaan?
Aku jadi berpikir keras untuk menemukan jalan keluar. Dan baru merasa plong setelah muncul selintas gagasan di benakku. Sekitar pukul 21.00 malam, lewat telepon umum kutelepon rumahnya. Wanita itu masih terjaga dan menurut pengakuannya tengah menonton televisi. Maka nekad saja kusampaikan niatku kepadanya.
Dan ternyata ia memberi sambutan cukup baik.
“Kamu nanti memberi tanda kalau sudah ada di dekat kamar ibu ya. Nanti pintu belakang ibu bukakan. Dan sepeda motornya di tinggal saja di rumah sakit biar tidak kedengaran tetangga. Kamu bisa naik becak untuk pulang,” katanya berpesan lewat telepon. Untuk tidak mengundang kecurigaan, sekitar pukul 23.00 aku masuk ke bangsal tempat Pak Hari dirawat menemani Bu Rina. Namun setengah jam sesudahnya, aku pamit keluar untuk nongkrong bersama para Satpam rumah sakit seperti yang biasa kulakukan setelah kedatangan Bu Rina. Di depan rumah sakit aku langsung meminta seorang abang becak mengantarku ke kampungku yang berjarak tak lebih dari satu kilometer. Segalanya berjalan sesuai rencana.
Setelah kuketuk tiga kali pintu kamarnya, kudengar suara Ia berdehem. Dan dari pintu belakang rumah yang dibukakannya secara pelan-pelan aku langsung menyelinap masuk menuju ruang tengah rumah tersebut. Rupanya, bertemu di tempat terang membuat kami sama-sama kikuk. Sebab selama ini kami selalu berhubungan di tempat gelap di teras kamar mayat. Maka aku hanya berdiri mematung, sedang Ia duduk sambil melihat televisi yang masih dinyalakannya. Cukup lama kami tidak saling bicara sampai akhirnya Ia menarik tanganku untuk duduk di sofa di sampingnya. Setelah keberanianku mulai bangkit, aku mulai berani menatapi wanita yang duduk di sampingku. Ia ternyata telah siap tempur. Terbukti dari daster tipis menerawang yang dikenakannya, kulihat ia tidak mengenakan Bra di baliknya. Maka kulihat jelas payudaranya yang membusung. Hanya, ketika tanganku mulai bergerilya menyelusuri pangkal paha dan meremasi buah dadanya ia menolak halus.
“Jangan di sini Rhid, kita ke kamar saja biar leluasa,” katanya lirih.
Ketika kami telah sama-sama naik ke atas ranjang besar di kamar yang biasa digunakan oleh suami dan dia, aku langsung menerkamnya. Semula Ia memintaku mematikan dulu saklar lampu yang ada di kamar itu, tetapi aku menolaknya.
“Saya ingin melihat semua milikmu,” kataku.
“Tetapi aku malu Rhid. Soalnya aku sudah tua,.”
Persetan dgn usia, dimataku, Ia masih menyimpan magnit yang mampu menggelegakkan darah mudaku. Sesaat aku terpaku ketika wanita itu telah melolosi dasternya. Dua buah gunung kembarnya yang membusung nampak telah menggantung. Tetapi tidak kehilangan daya pikatnya. Buah dada yang putih mulus dan berukuran cukup besar itu diujungnya terlihat kedua pentilnya yang berwarna kecoklatan. Indah dan sangat menantang untuk diremas. Maka setelah aku melolosi sendiri seluruh pakaian yang kukenakan, langsung kutubruk wanita yang telah tiduran dalam posisi menelentang. Kedua payudaranya kujadikan sasaran remasan kedua tanganku. Kukulum, kujilat dan kukenyot secara bergantian susu-susunya yang besar menantang. Kesempatan melihat dari dekat keindahan buah dadanya membuat aku seolah kesetanan. Dan Ia, wanita berhidung bangir dgn rambut sepundak itu menggelepar.
Tangannya meremas-remas rambut kepalaku mencoba menahan nikmat atas perbuatan yang tengah kulakukan. Dari kedua gunung kembarnya, setelah beberapa saat bermain di sana, dgn terus menjulurkan lidah dan menjilat seluruh tubuhnya kuturunkan perhatianku ke bagian perut dan di bawah pusarnya. Hingga ketika lidahku terhalang oleh celana dalam yang masih dikenakannya, aku langsung memelorotkannya.
Ah, vaginanya juga tak kalah indah dgn buah dadanya. Kemaluan yang besar membusung dan banyak ditumbuhi rambut hitam lebat itu, ketika kakinya dikuakkan tampak bagian dalamnya yang memerah. Bibir vaginanya memang nampak kecoklatan yang sekaligus menandakan bahwa sebelumnya telah sering diterobos kemaluan suaminya. Tetapi bibir kemaluan itu belum begitu menggelambir. Dan kelentitnya, yang ada di ujung atas, uh,.. mencuat menantang sebesar biji jagung. Tak tahan cuma memelototi lubang kenikmatan wanita itu, mulailah mulutku yang bicara. Awalnya mencoba membaui dgn hidungku. Ah, ada bau yang meruap asing di hidungku. Segar dan membuatku tambah terangsang. Dan ketika lidahku mulai kumainkan dgn menjilat-jilat pelan di seputar bibir vaginanya besar itu, Ia tampak gelisah dan menggoyang-goyang kegelian.“Ih,.. jangan diciumi dijilat begitu Rhid. Malu ah, tapi, ah..ah.. ah,”
Tetapi ia malah menggoyangkan bagian bawah tubuhnya saat mulutku mencerucupi liang nikmatnya. Goyangannya kian kencang dan terus mengencang.
Sampai akhirnya diremasnya kepalaku ditekannya kuat-kuat ke bagian tengah selangkangnya saat kelentitnya kujilat dan kugigit kecil. Rupanya ia telah mendapatkan orgasme hingga tubuhnya terasa mengejang dan pinggulnya menyentak ke atas.
“Seumur hidup baru kali ini vaginaku dijilat-jilat begitu Rhid, jadinya cepat kalah. Sekarang gantian deh Aku mainkan punyamu,” ujarnya setelah sebentar mengatur nafasnya yang memburu. Aku dimintanya telentang, sedang kepala dia berada di bagian bawah tubuhku. Sesaat, mulai kurasakan kepala penisku dijilat lidah basah milik wanita itu. Bahkan ia mencerucupi sedikit air maniku yang telah keluar akibat nafsu yang kubendung. Terasa ada sensasi tersendiri oleh permainan lidahnya itu dan aku menggelinjang oleh permainan wanita itu. Namun sebagai anak muda, aku merasa kurang puas dgn hanya bersikap pasif. Terlebih aku juga ingin meremas pantat besarnya yang montok dan seksi. Hingga aku menarik tubuh bagian bawahnya untuk ditempatkan di atas kepalaku. Pola persetubuhan yang kata orang disebut sebagai permainan 69. Kembali vaginanya yang berada tepat di atas wajahku langsung menjadi sasaran gerilya mulutku. Sementara pantat besarnya kuremas-remas dgn gemas. Tidak hanya itu jilatan lidahku tidak berhenti hanya bermain di seputar kemaluannya. Tetapi terus ke atas dan sampai ke lubang duburnya.
Rupanya ia telah membersihkannya dgn sabun baik di kemaluannya maupun di anusnya. Maka tak sedikit pun meruap bau kotoran di sana dan membuatku kian bernafsu untuk menjilat dan mencoloknya dgn ujung lidahku. Tindakan nekadku rupanya membuat nafsunya kembali naik ke ubun-ubun. Maka setelah ia memaksaku menghentikan permainan 69, ia langsung mengubah posisi dgn telentang mengangkang. Dan aku tahu pasti wanita itu telah menagih untuk disetubuhi. Ia mulai mengerang ketika batang besar dan panjang milikku mulai menerobos gua kenikmatannya yang basah. Hanya karena kami sama-sama telah memuncak nafsu syahwatnya, tak lebih dari 10 menit saling genjot dan menggoyang dilakukan, kami telah sama-sama terkapar. Ambruk di kasur empuk ranjang kenikmatannya. Ranjang yang semestinya tabu untuk kutiduri bersama wanita itu. Malam itu, aku dan dia melakukan persetubuhan lebih dari tiga kali. Termasuk di kamar mandi yang dilakukan sambil berdiri.
Dan ketika aku memintanya kembali yang keempat kali, ia menolaknya halus.
“Tubuh ibu cape sekali Rhid, mungkin sudah terlalu tua hingga tidak dapat mengimbangi orang muda sepertimu. Dan lagi ini sudah mulai pagi, kamu harus kembali ke rumah sakit agar Bu Rina tidak curiga,” katanya.Aku sempat mencium dan meremas pantatnya saat Ia hendak menutup pintu belakang rumah mengantarku keluar. Ah,.. indah dan nikmat rasanya. Usia Pak Hari ternyata tidak cukup panjang. Selama sebulan lebih dirawat di rumah sakit, ia akhirnya meninggal setelah sebelumnya sempat dibawa RS yang lebih besar di Semarang. Di Semarang, aku pun ikut menunggui bersamanya serta Bu Rina selama seminggu. Juga ada Mbak Dina dan suaminya yang menyempatkan diri untuk menengok. Hingga hubunganku dgn keluarga itu menjadi kian akrab. Namun, hubungan sumbangku dgnnya terus berlanjut hingga kini. Bahkan kami pernah nekad bersetubuh di belakang rumah keluarga itu, karena kami sama-sama horny sementara di ruang tengah banyak sanak famili dari keluarganya yang menginap. Entah kapan aku akan menghentikannya, mungkin setelah gairahnya telah benar-benar padam.
-

Foto Bugil remaja dalam gaun pendek memamerkan pantat panas dan vagina di luar dan di dalam ruangan

Duniabola99.com – foto gadis remaja cantik pirang mengangkat gaunnya yang sexy menampakkan pantat yang bahenol dan padat dan toketnya yang gede diluar ruangan dan juga melakukan mastrubasi dengan alat pengeter yang besar di rumahnya hingga memeknya yang merah merekah becek.
-

Foto Bugil Yarina A melepaskan dasternya dan berpose hot

Duniabola99.com –sedang mencari foto ngentot yang terupdate setiap hari? temukan di Duniabola99 yang selalu update dan membagikan. Foto-foto ngentot pilihan terbaik duniabola99. Nexiasbet
-

Foto Bugil Indah Latina remaja Violet Starr meluncur celana panjang

Duniabola99.com – foto cewek latin toket gede pantant bahenol Violet Starr melepaskan semua pakainnya menampakkan memeknya yang berbulu lebat dan juga tembem diatas tempat tidurnya. Pastigol
-

Kisah Memek Nikmatnya Bercinta Di Kolam Renang Hotel

Duniabola99.com – “Ayolah, cobalah dahulu,” ujar salah seorang wanita yang berada dipinggir kolam. Bahasa itu seperti sebuah canda dari sekelompok wanita yang aku yakin sekali memiliki postur dan raut wajah yang cantik.Salah satunya telah membuka sepatu dan telah menangalkan pakaiannya hingga nampak tinggal berbikini saja.Mereka adalah Chaterine Zeta Jones dan Julia Roberts.
Tanpa sungkan, wanita yang berbikini tsb (Chaterine Zeta Jones) terjun kekolam, menampakkan bra nya yang basah dan samar terlihat bentuk indah dari payudara tsb.Tak lama kemudian, ia menangalkan semua pakaian bikininya dan membuangnya kepinggir kolam.
Kolam itu dalamnya hanya sebatas pinggan orang dewasa.
Sunguh pesta yang menyenangkan bagi mereka.
“Aku tidak tahu,” kata Julia Roberts yang berada di pinggir kolam, sambil mengigit bibirnya.
“Oh, ayolah,” kata Catherine Zeta-Jones, sambil berdiri didalam kolam, secara tidak sadar ia telah memperlihatkan bentuk telanjangnya dalam remang2 cahaya kolam.
“Santailah sedikit, kau pasti membutuhkan itu. Aku tahu kau ingin membuang semua stress, ini sangat baik sekali.”
“Sepertinya menarik,” balas Julia Roberts sedikit bergumam. “Tapi….aku tidak begitu nyaman dengan ruang publik yang terbuka ini.”
“Ayolah,” balas Catherine kembali. “Akan kutunjukkan padamu.” Dia memutar dan menunjukkan bokongnya pada Julia dengan melompat di kolam tersebut.
“Rasanya menyenangkan sekali…ayolah!”, ajaknya sedikit menghasut.Julia mengigit bibirnya dan sedikit tercengang. “Apa2 an ini?” Ia kemudian melepaskan semua pakaiannya dan ikut berbikini.
Terlihat bagaimana bentuk seksi tubuh wanita itu walaupun sedikit kurus dibanding Catherine, tapi payudara dan bokongnya sangat indah..
“Ya tuhan,” Julia berteriak saat terjun kekolam dan membilas rambutnya. “Kau benar, Aku sangat membutuhkan ini.” sahutnya girang.
“Betulkan…?,” balas Catherine meyakinkan. “Setelah beberapa bulan yang melelahkan, kau pasti butuh ini.”
Merekapun asyik bermain di kolam tersebut sambil bersenda gurau. HokiJudi99
Mereka bersandar dipinggir kolam dengan badan tertelungkup. Dan bercerita ttg segala sesuatu yang ringan sambil tertawa.
Tanpa mereka sadari, seorang bertubuh atletis juga sedang menuju kolam tersebut dan ingin masuk kekolam tersebut.
Ia memperhatikan kedua wanita tersebut, seakan mereka cuek dgn kondisi sekitarnya.
Namanya David.
David adalah plan manager hotel tersebut dan ingin melepas lelah sambil memeriksa hasil kreasi pada kolam VIP jacuzzi ini. Terutama pada pancaran gelembung air dari dasar kolam dan spotlight lampu diseputar kolam. Ia pun membuka pakaian kerjanya dan hanya mengunakan celana dalam. Tekanan gelombang didasar kolam tsb ia rasakan dengan kakiknya, dan berharap tingkat pressure gelembung tersebut tidak menganggu pengujung yang ingin bersantai.Ia tersenyum dengan kreasi yang dibuatnya. Sepertinya kedua wanita tersebut menikmati dan menyukainya.
Sekarang ia memperhatikan lampu sorot yang berada dalam kolam. Dan kelihatannya cukup membuat suasan menjadi romantis dikeremangan malam.
Ia berhenti sejenak dengan pekerjaannya dan memandang kedua wanita tersebut. Ia coba memberanikan diri untuk berkenalan dan siapa yang ditujunya. Merekapun berkenalan.
Agaknya Dave sedikit fokus thd Julia.
“Dengar baik-baik, ladies,” kata David sedikit membuka percakapan santai.
“KAlian berdua pasti ingin merasakan yang lebih nikmat?, sangat2 nikmat? tanya Dave?”
“Yeah……” balas kedua wanita tersebut.
Sambil tersenyum David membuka celana dalamnya dan mengibas-ngibaskan diatas kepalanya.
Kedua wanita tsb terkejut tetapi girang. “Wooow…”kata Julia yang tertawa, sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Whatta…”, balas Chaterine tertawa.
Dave nekat dan maju kearah Julia. Ia menarik julia dan mencium tangannya, dan karena Julia seperti kegirangan dengan aksi Dave, ia mau saja ditarik Dave kedalam pelukannya, perlahan dan pasti Dave mencium bibir Julia. Spontan dan macho sekali!.
Julia merespon dengan perlahan, membiarkan lidahnya memasuki mulutnya sambil membiarkan pria tersebut mengendong dalam pangkuannya. Tepat diatas pahanya.Sepertinya pesta malam itu menjadi sedikit liar!
Julia malah merapatkan dirinya, dan berusaha mengarahkan vagina dan pantatnya pada penis pria perkasa tersebut. Ia pun ikut mengesek2 pantatnya pada pangkuan Dave sambil memandang Catherine. Chaterine hanya terbelalak sambil tersenyum.
Dave merasakan bahwa penisnya telah menyenggol bibir vagina Julia.
Karena ‘lampu hijau dalam alunan seks kolam’ sudah menyala, Dave pun mencari-cari sarang vagina Julia dan memberanikan diri untuk melakukan penetrasi pemanasan.
Ibarat gayung bersambut, aksi Dave mendapat tanggapan positive dari Julia. Ia pun merangkul erat pundak Dave. Amazing…..!
Aksi penetrasi Dave sepertinya sudah berjalan mulus, sehingga Dave berusaha melanjutkan untuk usaha yang ‘lebih dalam’ lagi.
Julia hanya tersenyum dan merapatkan tubuhnya pada sang pria sehingga memberi keleluasaan bagi Dave untuk menekan lebih keras lagi.
Julia collaps akibat adegan tersebut, Penis Dave telah menembus dalam vaginanya. Ia merintih nikmat.
Dave menyandarkan Julia pada bibir kolam sehingga tambah leluasa dalam ‘memompa’ vagina Julia dalam remangnya kolam.
David merasakan Catherine mendekati dan merasakan payudaranya menempel pada tubuh belakangnya. Sepertinya emosi birahinya mulai ‘mengamuk’.Tanpa disangka, Chaterine menjadi histeris halus saat David merangkul pantatnya dan menusukkan jarinya pada lubang anus Chaterine.
Semua ini tidak menganggu konsentrasi DAve dalam mengenjot Julia.
Dave memang lihai dalam berhunbunga dengan setiap wanita dan pintar menarik perhatian setiap wanita yang digodanya.
“Kemarilah,” David memutarkan tubuh Catherine kesampingnya. “Julia, masukkan jarimu pada memek Catherine,” David memerintah kalem.
Tanpa mengurangi genjotannya terhadap memek Julia, Julia memindahkan tanganya dan mengarahkan jarinya ke memek Catherine.
Chaterine mengerang asyik sebagaimana Juliapun demikian akibat genjotan David yang keras.
Julia kemudian berbalik arah membelakangi Dave dan menginginkan Dave untuk memasukkan penisnya dalam lubang anusnya. Tentu saja Dave tidak menolak.
Julia sedikit meringis akibat kedatangan benda tumpul dalam anusnya, tapi Dave tidak perduli. Semakin Julia meringis, semakin keras Dave menembak anus Julia.
Tangan Dave tidak tinggal diam, sebagaimana ia memainkan clitoris Julia dan menusuk memeknya dengan jarinya. Ya….Dua lobang Julia kena sasaran tembak!
Akhirnya Julia merasakan saatnya untuk orgasme, “Ohhh…god…i’m comming!..” lengkingnya halus.
Chaterine menekan Julia agar jarinya tidak keluar dari memeknya.
Karena Julia telah selesai, Dave pun melepaskan penisnya dan berbalik arah ke Chaterine.
Ia menyuruh Chaterine bersandar di kolam dengan tangan melipat kebelakang diatas kolam.Dave mengangkat kedua kaki Chaterine ke pundaknya.
Dan dari atas permukaan air terlihat jelas bagaimana memek Chaterine sedikit membuka siap menghadapi lawan tandingnya.
Perlahan Dave mengarahkan penisnya ke vagina Chaterine, dan blessss…. sekali hujaman keras yang dilakukan Dave, membuat badan belakang Chaterine membentur cukup kuat pada dinding kolam.
David berusaha menunduk untuk melumat payudara Chaterine….dan setelah ia dapatkan, ia lumat habis kedua puting tersebut secara bergantian.”
Pantatnya berusaha memberikan goyangan terbaik pada memek Chaterine.
Puas dengan aksi tersebut, Dave menyuruh Julia untuk segera naik keatas kolam dan memintanya untuk mengangkangi kepala Julia.
Kemudian setelah Julia tepat berada diatas kepala Chaterine, Dave menyuru Julia jongkok dan menyuruh pula Chaterine untuk memainkan memek Julia dengan lidahnya. Sungguh pemandangan yang fantastis.
Dave tambah bersemangat menerjang memek Chaterine melihat pemandangan demikian.
Chaterine sering menjerit histeris akibat sentakan Dave.
Air dikolam tersebut, membuat lubang vagina Chaterine tidak lagi licin, malah tambah keset. Disinilah letak nikmatnya aksi seks kolam ini.
Tak puas dengan itu, Dave melepaskan penis dari memek Chaterine dan coba mengarahkannya pada bagian bawahnya. Ya…lobang anus Chaterine menjadi sasaran berikutnya!.
Ia mencari2 lobang tersebut dengan mengarahkan penisnya dibantu dengan tangan Chaterine.
Sepertinya Dave telah menemukan lubang anus tersebut. Dan kali ini….ia lakukan lagi tusukan secara keras dan mendadak.
Semua tanpa ada penetrasi lebih dahulu.!Chaterine terbelalak hebat akibat aksi Dave ini. Dengan sedikit menahan paha Dave, Chaterine berusaha mengurangi tekanan paha Dave pada anusnya.
Tetapi DAve adalah type pria perkasa tanpa kompromi.
Sangahan tangan tersebut tidak bisa menahan terjangan berikutnya dari penis Dave.
Sehingga Chaterine terkadang lepas kontrol dari kulumannya terhadap memek Julia.
“Dave tolong kembali ke vaginaku”, pinta Chaterine. “Aku ingin keluar Dave…”, sambung Chaterine.
Davepun melepaskan penisnya dan kembali mengarahkan penisnya pada memek Chaterine.
Kali ini tangan DAve berusaha merangkul batas penyangga dinding pinggir kolam.
Dan kemudian ia melakukan genjotan pada memek Chaterine dengan keras dan cepat frekwensinya.
Gemercik air menambah seru adengan seks tersebut.
Dave memberi isyarat pada Chaterine bahwa ia akan segera keluar dan menanyakan Chaterine apakah ia juga telah siap.
“Lakukan Dave…i almost done…aku hampir selesai”, kata Chaterine.
Dan dirangkulnya keras tubuh Chaterine pertanda Dave sedang menyemprotkan sperma ke memek Chaterine, demikian pula Chaterine yang melepas kulumannya pada memek Julia untuk merangkul Dave karena ia pun sedang orgasme keras.
“Ohhhh yesss….yesss…yess….”, jerit Chaterine puas merasakan sperma Dave merasuk dalam vaginanya.
Merekapun saling berciuman bersama sebagai tanda puas.
“Ok…girls, anything you need more just ask”, kata Dave.
You can stay here for more 3 day with free, balas Dave yang memberikan nginap tambahan gratis selama 3 hari jika mereka masih ingin memperpanjang menginap di hotel ini.
Mereka tersenyum dan segera kembali kekamarnya masing2.
Aku sendiri seorang engineer biasa dari hotel tersebut hanya bisa melakukan masturbasi melihat keadaan tersebut.Berbahagialah Dave yang memiliki kuasa, wajah yang tampan dan fisik yang menawan.
Artis kalau sudah demikian, tidak lagi memandang siapa yang diajak kencan.
Selagi mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, siapapun itu mereka siap melakukan.
-

Foto Bugil Remaja kulit putih memamerkan payudaranya yang tegas

Duniabola99.com – foto gadis cantik putih membuka bikinya menampilkan toketnya yang bulat dan padat dan juga menangkang lebar menampilkan memeknya yang tanpa bulu berwarna pink.
Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,
-

Yua Ariga dientoto om om ditempat umum dirauangan terbuka

-

Foto Ngentot Pacar pirang kurus, Elizabeth Jolie, mendapat pantat mungilnya yang botak dipukul

Duniabola99.com – foto cewek pirang cantik ngentot dengan pacarnya berkontol besar dengan gaya doggystyle dan menjilati penis pacarnya yang gede hingga sperma berlepotan dimulutnya. SuperBandar
-

Kisah Memek Memek Mbak Fiona

Duniabola99.com – Bu Fiona dia adalah atasanku yg masih baru, dia menjabat sebagai acounting manager baru 3 minggu, biasanya aku sering dipanggil ke ruangannya untuk menjelaskan budget yg terjadi pada bulan kemarin. Umurnya kutaksir sekitar 27 tahunan. Sebagai atasan, sebelumnya kupanggil “Bu”, walau umurku sendiri 5 tahun di atasnya.
Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yg lalu, ia mengatakan lebih suka jika di panggil “Mbak”. Sejak waktu itu mulai terbina suasana serta hubungan kerja yg hangat, tak terlalu formal. Terutama sebab sikapnya yg ramah. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali jika sesertag bersama teman kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.Serta tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah serta nyaman jika memansertag wajahnya yg cantik serta lembut menawan. Ia memang menawan sebab sepasang bola matanya sewaktu-waktu bisa bernar-binar, atau menatap dgn tajam. Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte.
Mungkin telah menduduki jabatan yg cukup tinggi dalem umur yg relatif muda, kepercayaan dirinya pun cukup tinggi untuk menyuruh seseorang melaksanakan apa yg diinginkannya. Bu Fiona selalu berpakaian formal. Ia selalu mengenakan blouse serta rok hitam yg agak menggantung sedikit di atas lutut.
Jika sesertag berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memansertag lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Walau bagian bawah roknya lebar, tetapi aku bisa melihat pinggul yg samar-samar tercetak dari baliknya. Sangat menarik, tak besar tetapi jelas bentuknya membongkah, memaksa mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keindahannya.
Di dalem ruang kerjanya yg besar, persis di samping meja kerjanya, terbisa seperangkat sofa yg sering dipergunakannya menerima tamu-tamu perusahaan. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yg lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.Aku merasa beruntung jika dipanggil Bu Fiona untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Aku selalu duduk persis di depannya. Serta jika kami terlibat dalem pembicaraan yg cukup serius, ia tak menyadari roknya yg agak tersingkap. Di situlah keberuntunganku. Aku bisa melirik sebagian kulit paha yg berwarna gading. Kasertag-kasertag lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya.
Tapi mataku selalu terbentur dalem kegelapan. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi serta kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan bisa kupastikan apakah rambut-rambut halus yg tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Jika kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Betis yg indah serta bersih. Terawat.
Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Bu Fiona..
“Bayu, aku merasa bahwa kamu sering melirik ke arah betisku. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yg tiba-tiba berdebar.
“Bayu, salahkah dugaanku?”
“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Bu Fiona tersenyum sambil menatap mataku.
“Mengapa?” Aku membisu. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.“Aku suka kaki Mbak. Suka betis Mbak. Indah. Serta..,” setelah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.
“Aku juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi rambut-rambut.”
“Persis seperti yg kuduga, kamu pasti berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Fiona sambil sedikit mendorong kursi rodanya.
“Agar kamu tak penasaran menduga-duga, bagaimana kalo kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”“Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yg kaku itu.
“Kompensasinya apa?”
“Sebagai rasa hormat serta tanda terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman.”
“Bagus, aku suka. Bagian mana yg akan kamu cium?”
“Betis yg indah itu!” “Hanya sebuah ciuman?” “Seribu kali pun aku bersedia.”
Mbak Fiona tersenyum manis ditahan. Ia berusaha manahan tawanya.
“Serta aku yg menentukan di bagian mana saja yg harus kamu cium, OK?”
“Deal, my lady!”
“I like it!” kata Bu Fiona sambil bangkit dari sofa.Ia melangkah ke mejanya lalu menarik kursinya hingga ke luar dari kolong mejanya yg besar. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yg besar serta empuk itu, Bu Fiona tersenyum.
Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pesona yg membutuhkan sanjungan serta pujaan.
“Periksalah, Bayu. Berlutut di depanku!” Aku membisu. Terpana mendengar perintahnya. “Kamu tak ingin memeriksanya, Bayu?” tanya Bu Fiona sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Bibir Bu Fiona masih tetap tersenyum ketika ia lebih merenggangkan kedua lututnya.
“Bayu, kamu tahu warna apa yg tersembunyi di pangkal pahaku?” Aku menggeleng lemah, seolah ada kekuatan yg tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.
Tatapanku terpaku ke dalem keremangan di antara celah lutut Bu Fiona yg meregang. Akhirnya aku bangkit menghampirinya, serta berlutut di depannya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Wajahku menengadah. Mbak Fiona masih tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, serta sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya. “Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Serta dgn patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya. Bu Fiona menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Pada waktu itulah aku menbisa kesempatan memansertag hingga ke pangkal pahanya.
Kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Pasti ia memakai G-String, kataku dalem hati. Sebelum paha kanannya benar-benar tertopang di atas paha kirinya, aku masih sempat melihat rambut-rambut ikal yg menyembul dari sisi-sisi celana dalemnya. Segitiga tipis yg hanya selebar kira-kira dua jari itu terlalu kecil untuk menyembunyikan semua rambut yg mengitari pangkal pahanya. Bahkan sempat kulirik baygan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu.
“Suka?” Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Bu Fiona ke atas lututku. Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Kulepaskan klip tali sepatunya. Lalu aku menengadah. Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Fiona mengangguk. Tak ada komentar penolakan. Aku menunduk kembali. Mengelus-elus pergelangan kakinya.
Kakinya mulus tanpa cacat. Ternyata betisnya yg berwarna gading itu mulus tanpa rambut halus. Tapi di bagian atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi rambut-rambut halus yg agak kehitaman. Sangat kontras dgn warna kulitnya.
Aku terpana. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Aah, aku menghembuskan nafas. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Wajahku sangat dekat dgn lututnya. Hembusan nafasku ternyata membuat rambut-rambut itu meremang.
“Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Kenyal.
“Suka, Bayu?” Aku mengangguk.
“Tunjukkan bahwa kamu suka. Tunjukkan bahwa betisku indah!”Aku mengangkat kaki Bu Fiona dari lututku. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yg menekuk itu. Aku sedikit membungkuk agar bisa mengecup pergelangan kakinya. Pada kecupan yg kedua, aku menjulurkan lidah agar bisa mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Akibat kecupanku, Bu Fiona menurunkan paha kanan dari paha kirinya.
Serta tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalem kanannya. Sebab ingin melihat lebih jelas, kugigit bagian bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Bu Fiona mengangkat daguku. Aku menengadah.
“Kurang jelas, Bayu?” Aku mengangguk.Bu Fiona tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Tak pernah aku melihat paha semulus serta seindah itu. Bagian atas pahanya ditumbuhi rambut-rambut halus kehitaman. Bagian dalemnya juga ditumbuhi tetapi tak selebat bagian atasnya, serta warna kehitaman itu agak memudar. Sangat kontras dgn pahanya yg berwarna gading.
Aku merinding. Sebab ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalem lututnya. Serta paha itu semakin jelas. Menawan. Di paha bagian belakang mulus tanpa rambut. Sebab gemas, kukecup berulang kali. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Serta ketika hanya berjarak kira-kira selebar telapak tangan dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku berubah menjadi ciuman yg panas serta basah.
Sekarang hidungku sangat dekat dgn segitiga yg menutupi pangkal pahanya. Sebab sangat dekat, walau tersembunyi, dgn jelas bisa kulihat baygan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan terselip membayg di bagian tengah segitiga itu. Kebasahan yg dikelilingi rambut-rambut ikal yg menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalem-dalem. Tercium aroma segar yg membuatku menjadi semakin tak berdaya.Aroma yg memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Bu Fiona. Ingin kusergap aroma itu serta menjilat kemulusannya. Bu Fiona menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Menarik nafas berulang kali. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya sehingga roknya semakin tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha.
“Suka Bayu?”
“Hmm.. Hmm..!” jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis serta lutut kirinya. Lalu kuraih pergelangan kaki kanannya, serta meletakkan telapaknya di pundakku. Kucium lipatan di belakang lututnya.Bu Fiona menggelinjang sambil menarik rambutku dgn manja. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalem serta semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Serta ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yg menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Bu Fiona mendorong kepalaku.
Aku tertegun. Menengadah. Kami saling menatap. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Bu Fiona menarik telapak kakinya dari pundakku. Ia lalu menekuk serta meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Pose yg sangat memabukkan. Sebelah kaki menekuk serta terbuka lebar di atas kursi, serta yg sebelah lagi menjuntai ke karpet.
“Suka Bayu?”.
“Hmm.. Hmm..!”.
“Jawab!”.
“Suka sekali!”Pemandangan itu tak lama. Tiba-tiba saja Mbak Fiona merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.
“Nanti ada yg melihat baygan kita dari balik kaca. Masuk ke dalem, Bayu,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.
Aku terkesima. Mbak Fiona merenggut bagian belakang kepalaku, serta menariknya perlahan. Aku tak berdaya. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Lalu Bu Fiona tiba-tiba membuka ke dua pahanya serta mendaratkan mulut serta hidungku di pangkal paha itu.
Kebasahan yg terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Semakin basah. Serta di situlah hidungku mendarat. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yg sangat menyegarkan. Aroma yg sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala. “Suka Bayu?”. “Hmm.. Hmm..!” “Sekarang masuk ke dalem!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.Aku merangkak ke kolong mejanya. Aku sudah tak bisa berpikir waras. Tak peduli dgn segala kegilaan yg sesertag terjadi. Tak peduli dgn etika, dgn norma-norma bercinta, dgn sakral dalem percintaan.
Aku hanya peduli dgn kedua belah paha mulus yg akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yg akan menjambak rambutku, telapak tangan yg akan menekan bagian belakang kepalaku, aroma semerbak yg akan menerobos hidung serta memenuhi rongga dadaku, kelembutan serta kehangatan dua buah bibir kewanitaan yg menjepit lidahku, serta tetes-tetes birahi dari bibir kewanitaan yg harus kujilat berulang kali agar akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yg sudah sangat ingin kucucipi.
Di kolong meja, Bu Fiona membuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Tapi ia menepis tanganku. “Hanya lidah, Bayu! OK?” Aku mengangguk. Serta dgn cepat membenamkan wajahku di G-string yg menutupi pangkal pahanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalem-dalemnya. Bu Fiona terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku. .
“Rupanya kamu sudah tak sabar ya, Bayu?” katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku.
“Hm..!”
“Haus?”
“Hm!”
“Jawab, Bayu!” katanya sambil menyelipkan tangannya untuk mengangkat daguku. Aku menengadah.
“Haus!” jawabku singkat.Tangan Bu Fiona bergerak melepaskan tali G-string yg terikat di kiri serta kanan pinggulnya. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yg basah mengkilap. Sepasang bibir yg di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yg berwarna pink. Aku termangu menatap keindahan yg terpampang persis di depan mataku.
“Jangan diam saja. Bayu!” kata Bu Fiona sambil menekan bagian belakang kepalaku.
“Hirup aromanya!” sambungnya sambil menekan kepalaku sehingga hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya. Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak bisa bergerak. Bibirku terjepit serta tertekan di antara dubur serta bagian bawah kemaluannya.Sebab harus bernafas, aku tak mempunyai pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Hanya sedikit udara yg bisa kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalem lagi. Bu Fiona terpekik. Pinggulnya diangkat serta digosok-gosokkannya hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yg mulai mengalir dari sumbernya.
Aku mendengus. Bu Fiona menggelinjang serta kembali mengangkat pinggulnya. Kuhirup aroma kewanitaannya dalem-dalem, seolah kemaluannya adalah nafas kehidupannku.
“Fantastis!” kata Bu Fiona sambil mendorong kepalaku dgn lembut. Aku menengadah. Ia tersenyum menatap hidungku yg telah licin serta basah.“Enak ‘kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.
“Segar!” Bu Fiona tertawa kecil. “Kamu pandai memanjakanku, Bayu. Sekarang, kecup, jilat, serta hisap sepuas-puasmu. Tunjukkan bahwa kamu memuja ini,” katanya sambil menyibakkan rambut-rambut ikal yg sebagian menutupi bibir kewanitaannya.“Jilat serta hisap dgn rakus. Tunjukkan bahwa kamu memujanya. Tunjukkan rasa hausmu! Jangan ada setetes pun yg tersisa! Tunjukkan dgn rakus seolah ini adalah kesempatan pertama serta yg terakhir bagimu!”
Aku terpengaruh dgn kata-katanya. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiarap kalimat yg diucapkannya. Aku memang merasa sangat lapar serta haus untuk mereguk kelembutan serta kehangatan kemaluannya. Kerongkonganku terasa panas serta kering. Aku merasa benar-benar haus serta ingin segera menbisakan segumpal lendir yg akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku.
Lalu bibir kewanitaannya kukulum serta kuhisap agar semua kebasahan yg melekat di situ mengalir ke kerongkonganku. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap berganTiaran. Kepala Bu Fiona terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku.
Pinggulnya terangkat serta terhempas di kursi berulang kali. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yg bergerak amelr di dinding kewanitaannya. Ia merintih seTiarap kali lidahku menjilat clitnya. Nafasnya mengebu. Kasertag-kasertag ia memekik sambil menjambak rambutku.“Ooh, ooh, Bayu! Bayu!” Serta ketika clitnya kujepit di antara bibirku, lalu kuhisap serta permainkan dgn ujung lidahku, Bu Fiona merintih menyebut-nyebut namaku..
“Bayussss, nikmat sekali sayg.. Bayu! Ooh.. Bayu oooooooooooooooo!”Telapak kakinya menghentak-hentak di bahu serta kepalaku. Paha kanannya sudah tak melilit leherku. Kaki itu sekarang diangkat serta tertekuk di kursinya. Mengangkang. Telapaknya menginjak kursi. Sebagai gantinya, kedua tangan Bu Fiona menjambak rambutku. Menekan serta menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.
“Bayu, julurkan lidahmuu! Hisap! Hisaap!”Aku menjulurkan lidah sedalem-dalemnya. Membenamkan wajahku di kemaluannya. Serta mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir kemaluannya, kedutan yg menghisap lidahku, mengunsertag agar masuk lebih dalem. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku. Kuhisap seluruh kemaluannya. Aku tak ingin ada setetes pun yg terbuang.
Inilah hadiah yg kutunggu-tunggu. Hadiah yg bisa menyejukkan kerongkonganku yg kering. Kedua bibirku kubenamkan sedalem-dalemnya agar bisa langsung menghisap dari bibir kemaluannya yg mungil.
“Bayuuu! Hisap Bayuuuuuuu!”Aku tak tahu apakah rintihan Bu Fiona bisa terdengar dari luar ruang kerjanya. Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Aku hanya peduli dgn lendir yg bisa kuhisap serta kutelan. Lendir yg hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yg mengalir membasahi kerongkonganku. Lendir yg langsung ditumpahkan dari kemaluan Bu Fiona, dari pinggul yg terangkat agar lidahku terhunjam dalem.
“Oh, fantastisssssssssssssssss,” gumam Bu Fiona sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.Ia menunduk serta mengusap-usap kedua belah pipiku. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.
“Aku puas sekali, Bayu,” katanya. Kami saling menatap. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kelembutan yg memancar dari bola matanya yg menatap sendu.“Bayu.”
“Hm..”
“Tatap mataku, Bayu.” Aku menatap bola matanya.
“Jilat cairan yg tersisa sampai bersih”
“Hm..” jawabku sambil mulai menjilati kemaluannya.
“Jangan menunduk, Bayu. Jilat sambil menatap mataku. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat kemaluanku.”
Aku menengadah untuk menatap matanya. Sambil melingkarkan kedua lenganku di pinggulnya, aku mulai menjilat serta menghisap kembali cairan lendir yg tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.
“Kamu memujaku, Bayu?”
“Ya, aku memuja betismu, pahamu, serta di atas segalanya, yg ini.., muuah!” jawabku sambil mencium kewanitaannya dgn mesra sepenuh hati. Bu Fiona tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku. -

Brother Fingers and Fucks not Sister-daddi

-

Kinsley Eden dan Chloe Amour semua bisnis

-

Cerita Sex Perawanin Gadis Pemandu Lagu Yang Hot
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Perawanin Gadis Pemandu Lagu Yang Hot ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Kehidupan rumah tanggaku sebetulnya sangat bahagia. Istriku cantik, seksi dan selalu menggairahkan.
Dari pernikahan kami kini telah terlahir seorang anak laki-laki yang kini berusia delapan tahun dan seorang anak cantik berusia tiga tahun, aku cuma pegawai negeri yang kebetulan punya kedudukan dan jabatan yang lumayan.Tapi hampir saja biduk rumah tanggaku dihantam badai. Dan memang semua ini bisa terjadi karena keisenganku, bermain-main api hingga hampir saja menghanguskan mahligai rumah tanggaku yang damai. Aku sendiri tidak menyangka kalau bisa menjadi keterusan begitu.
Awalnya aku cuma iseng-iseng main ke sebuah klub karaoke. Tidak disangka di sana banyak juga gadis-gadis cantik berusia remaja. Tingkah laku mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja datang ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Wajahnya cantik, Tubuhnya juga padat dan sintal, kulitnya kuning langsat. Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun. Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian.
Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu kalau aku sejak tadi memperhatikannya. Sambil tersenyum dia menghampiriku, dan langsung saja duduk disampingku. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya di atas pahaku. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.
“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.
“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.
“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.
Aku tidak bisa langsung menjawab. Sungguh mati, aku benar-benar tidak tahu kalau gadis muda belia ini sungguh pandai merayu. Sehingga aku tidak sanggup lagi ketika dia minta ditraktir minum. Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Bahkan aku mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.
Cerita Sex Perawanin Gadis Pemandu Lagu Hampir tengah malam aku baru pulang. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi seperti kembali ke masa remaja.
Esoknya Aku datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga datang ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Malam itu aku benar-benar lupa pada anak dan istri di rumah. Aku bersenang-senang dengan gadis yang sebaya dengan adikku. Kali ini aku justru pulang menjelang subuh.Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Aku jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Dia menyebut namanya Reni. Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.
Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali ternyata Reni tidak menolak ketika aku mampir di halaman depan sebuah losmen. Dan dia juga tidak menolak ketika aku membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan.Jari-jariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan wajahnya dan lehernya kuhujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan gairah. Aku mendengar dia mendesah kecil dan merintih tertahan. Aku tahu kalau Reni sudah mulai dihinggapi kobaran api gairah asmara yang membara.
Perlahan aku membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan satu persatu aku melucuti pakaian yang dikenakan Reni, hingga tanpa busana sama sekali yang melekat di tubuh Reni yang padat berisi.Reni mendesis dan merintih pelan saat ujung lidahku yang basah dan hangat mulai bermain dan menggelitik puting payudaranya. Sekujur tubuhnya langsung bergetar hebat saat ujung jariku mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Tapi itu sudah cukup membuat Reni menggelinjang dan semakin bergairah.
Tergesa-gesa aku menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan, dan menuntun tangan gadis itu ke arah batang penisku. Entah kenapa, tiba-tiba Reni menatap wajahku, saat jari-jari tangannya menggenggam batang penis kebanggaanku ini, Tapi hanya sebentar saja dia menggenggam penisku dan kemudian melepaskannya. Bahkan dia melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya.Cerita Sex Perawanin Gadis Pemandu Lagu “Jangan, Omm…”, desah Reni tertahan, ketika aku mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya.
“Kenapa?” tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya.
“Aku…, hmm, aku…” Reni tidak bisa meneruskan kata-katanya. Dia malah menggigit bahuku, tidak sanggup untuk menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya. Saat itu Reni kemudian tidak bisa lagi menolak dan melawan gairahnya sendiri, sehingga sedikit demi sedikit lipatan pahanya yang menutupi vaginanya mulai sedikit terkuak, dan aku kemudian merenggangkannya kedua belah pahanya yang putih mulus itu sehingga aku bisa dengan puas menikmati keindahan bentuk vagina gadis muda ini yang mulai tampak merekah.
Dan matanya langsung terpejam saat merasakan sesuatu benda yang keras, panas dan berdenyut-denyut mulai menyeruak memasuki liang vaginanya yang mulai membasah. Dia menggeliat-geliat sehingga membuat batang penisku jadi sulit untuk menembus lubang vaginanya. Tapi aku tidak kehilangan akal. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Saat itu juga aku menekan pinggulku dengan kuat sekali agar seranganku tidak gagal lagi.Cerita Sex Perawanin Gadis Pemandu Lagu Yang Hot
Berhasil!, begitu kepala penisku memasuki liang vagina Reni yang sempit, aku langsung menghentakkan pinggulku ke depan sehingga batang penisku melesak ke dalam liang vagina Reni dengan seutuhnya, seketika itu juga Reni memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di bahuku, Seluruh urat-urat syarafnya langsung mengejang kaku. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Saat itu aku juga sangat tersentak kaget, aku merasakan bahwa batang penisku seakan merobek sesuatu di dalam vagina Reni, dan ini pernah kurasakan pula pada malam pertamaku, saat aku mengambil kegadisan dari istriku. Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini aku juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu aku sukai ini. Dan aku seolah masih tidak percaya bahwa Reni ternyata masih perawan.
Aku bisa mengetahui ketika kuraba pada bagian pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Aku benar-benar terkejut saat itu, dan tidak menyangka sama sekali, Reni tidak pernah mengatakannya sejak semula. Tapi itu semua sudah terjadi. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar-kobar.Aku mulai menggerak-gerakan tubuhku, agar penisku dapat bermain-main di dalam lubang vagina Renny yang masih begitu rapat dan kenyal, Sementara Reni sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak di wajahnya dia sudah bisa mulai merasakan kenikmatan dari gerakan-gerakan maju mundur penisku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi. Markas Judi Online Dominoqq
Malam itu juga Reni menyerahkan keperawannya padaku tanpa ada unsur paksaan. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan aku sendiri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya. Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Reni yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.
Cerita Sex Perawanin Gadis Pemandu Lagu “Maafkan aku, Reni. Aku tidak tahu kalau kamu masih perawan. Seharusnya kamu bilang sejak semula…”, kataku mencoba menghibur.
Reny hanya diam saja. Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Sebentar saja sudah terdengar suara air yang menghantam lantai di dalam kamar mandi. Sedangkan aku masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.
Aku menunggu sampai Reni keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah. Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Bagaimanapun aku sudah merenggut kegadisannya. Dan itu terjadi tanpa dapat dicegah kembali. Reni duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.
Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Reni menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika aku membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Gairahku kembali bangkit saat handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan terbentang pemandangan yang begitu menggairahkan datang dari keindahan kedua belah payudaranya yang kencang dan montok, serta keindahan dari bulu-bulu halus tipis yang menghiasi di sekitar vaginanya.
Dan secepat kilat aku kembali menghujani tubuhnya dengan kecupan-kecupan yang membangkitkan gairahnya. Reni merintih tertahan, menahan gejolak gairahnya yang mendadak saja terusik kembali.
“Pelan-pelan, Omm. Perih…”, rintih Reni tertahan,semi barat klik dini saat aku mulai kembali mendobrak benteng pagar ayunya untuk yang kedua kalinya. Renny menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendiri, saat aku sudah mulai menggerak-gerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur.Perlahan tapi pasti, Reni mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sementara gerakan-gerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Beberapa kali Reni memekik tertahan dengan tubuh terguncang dan menggeletar bagai tersengat kenikmatan klimaks ribuan volt. Kali ini Reni mencapai puncak orgasme yang mungkin pertama kali baru dirasakannya.
Tubuhnya langsung lunglai di pembaringan, dan aku merasakan denyutan-denyutan lembut dari dalam vaginanya, merasakan kenikmatan denyut-denyut vagina Reni, membuatku hilang kontrol dan tidak mampu menahan lagi permainan ini.. hingga akhirnya aku merasakan kejatan-kejatan hebat disertai kenikmatan luar biasa saat cairan spermaku muncrat berhamburan di dalam liang vagina Renny.cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Video bokep Jepang ngentot baru pulang dari kantor

-

Foto Bugil Hot berambut merah remaja mencintai fingering vaginanya orgasme di depan umum

Duniabola99.com – foto gadis cantik merambut merah memakai gaun putih dan melepasnya ditempat umum memperlihatkan toketnya yang gede menantang dan juga memeknya yang tembem dan bulunya baru dicukur. Daftar Poker
-

Moms Teach Sex how to make a sex tape

-

Video Bokep eropa mendapat pelajaran karena mengintip

-

Sweetheart Sara Luvv gets Lesbian Ass Licking

-

Video Bokep Lesbians hanya yang terbaik dan Hot

-

Cerita Sex Enaknya Berhubungan Dengan Pramugari Sebelum Terbang Landas
Pakaiannya putih ketat dibuat dari bahan yang plastis memberikan lekukan badannya yang prima. Perutnya datar dan pinggangnya yang melekuk benar-benar aduhai. Tidak kusadari ia menyaksikan ke arahku.
“Kok melihatin seperti begitu sich Mas?” Mukaku langsung merah padam memikul malu.

Cersex Terbaru – Saya gelagapan katakan, “Maaf Non habis kamunya cakep sekali sich.” Di luar sangkaan ia hanya tersenyum kecil.
Sekalian ulurkan tangannya ia berbicara,
“Nama saya Nilla, nama kamu siapa?” saya cukup bengong sesaat tetapi selanjutnya memegang tangannya dan menjawab,
“Eh.. nama saya Ricky.” Tangannya halus sekali.
Pikiranku mulai ngeres. Wah sedap sekali jika yang digenggam itu kemaluanku.
“Kok jabat tangannya tidak lepas-lepas sich?” saya tersentak kembali dan meminta maaf.Saya ambil majalah dan memulai membacanya untuk tutupi mukaku yang mulai merah meredam malu. Saya memang bisa disebut jarang-jarang ada kekasih meskipun saya bisa disebut cukup. Jika permasalahan sex, saya sich individual pengalaman masih tidak ada, hanya masturbasi saja pernahnya. Saya telah ngebet sekali nge-seks dengan cewek tetapi sampai saat ini keberuntungan masih tidak ada.
“Eh kamu sebelumnya pernah sekolah di SMP XXX (edited) kan? ” tanyanya secara mendadak.
“Kamu kok tahu?”
“Barusan waktu melihat kamu rasanya saya sebelumnya pernah melihat kamu sich, apalagi ngedenger nama kamu. Saya dahulu pernah sama kelas dengan kamu.”
“Tetapi rasanya tidak ada yang namanya Nilla di kelasku.”
“Saat itu saya belum mengganti nama, saat itu namaku Gizha , inget tidak?” Saya seperti tersentak saja, sang Geizha itu kekasih mimpiku, meskipun tubuhnya tidak perfect tetapi elok sekali.
Tetapi cewek yang di muka mataku ini keliatannya lain sekali, lebih elok.
“Oh kamu toh, edan, kamu berbeda sekali. Kamu dahulu seperti anak kecil saja, saat ini seperti bidadari saja,” timpalku.
Ia hanya tersipu saja, selanjutnya kami mulai bercerita kondisi masing-masing. Rupanya sesudah lulus SMP, ia pergi ke Kanada untuk belajar dalam sana. Dari Kanada, ia jalan-jalan ke Taiwan dan diperjalanan kembali ke Kanada tetapi akan ada di L.A untuk saat ini. Sementara di Kanada, ia tidak ada cowok, ucapnya sich tidak ada yang memburu ia. Edan, pikirku, cewek cakep, bodi perfect seperti ia tidak ada yang memburu.
Pada akhirnya makan malam mulai disajikan. Sebagai penumpang First Class, kami disodori berbagai tipe arak dan anggur.
“Whisky please,” ucapku ke si pramugari.
Ia tuangkan satu gelas Whisky. Nilla rupanya memutuskan untuk minum Brandy. Saat makan malam disajikan, lampu mulai diredupkan. Mendadak saja saya ada rasa untuk mengutarakan hatiku padanya yang tidak tersampaikan saat di Surabaya.
“Nil, saya ingin bertanya nih tetapi kamu jangan terkejut ya..” Sekalian masih tetap kunyah ia melihat ke arahku dan menggangguk. “Nil, saya waktu di xxxx (edited) dahulu sudah mulai senang dengan kamu, tetapi tidak ada peluang dan keberanian.”
“Rik, kamu mah gombal,” jawabannya sekalian minum Whisky-nya.
“Nil, yang ingin saya tanyain, jika contohnya saya ngejar kamu bagaimana?”
“Bergantung,” jawabannya polos. Saya tidak banyak bertanya kembali, kata “bergantung” telah membuatku lenyap semangat dan patah semangat.
Pada akhirnya piring kami diambil lagi dan waktu sudah cukup malam dan saya telah ingin tidur. Saya meminta selimut ke pramugari pesawat itu dan Nilla juga meminta selimut. Tetapi pramugarinya kembali dan memberitahukan jika selimutnya tinggal satu saja tetapi selimut ini cukup buat 2 orang. Pada akhirnya saya dan Nilla sharing selimut itu dan tempat menyimpan tangan di tengah-tengah kuangkat. Saya masih tidak dapat tidur, pikirkan sang Nilla.
Buatku kata “bergantung” ialah sebuah tolakan lembut yang menyakitkan. Sebelumnya pernah saya menanti jawaban seorang cewek yang memberikan kata “bergantung” tapi rupanya ia telah mempunyai kekasih. Mendadak saja saya rasakan kepala Nilla di bahuku, ternyata ia tertidur dan tidak menyengaja. Saya lihat mukanya yang manis dan cakep tersebut. Bibir imutnya seolah memikatku untuk menciumnya. Tapi saya sukses meredam gairahku dan memulai membenarkan dudukku. Saya melihat kembali, seolah saya ingin sekali melihati ia terus.
Pada akhirnya tanpa perduli risiko, tanganku, kutaruh di pinggangnya sementara tangan satunya kutaruh ada di belakang kepalanya dan kucium bibirnya. Tanpa diperhitungkan, lidahnya mulai menerobos bibirku dan pada akhirnya lidah kami bertarung dalam mulut kami. Tangannya menarikku agar lebih dekat. Pada akhirnya kami istirahat untuk ambil napas.“Nil, apa sich tujuanmu ‘tergantung’?”
“Tujuanku, bergantung kamu ingin tidak ngejar saya. Jika kamu ingin, sich saya terima saja.” Saya takjub, rupanya barusan ia hanya bermain hard-to-get.
Kucium ia satu kali lagi tetapi ini kali saya mulai ciumi lehernya dan kupingnya. Tanganku mulai masuk ke pakaiannya yang ketat tersebut.
Pada akhirnya tanganku mulai sentuh sisi dasar payudaranya, dengan 1 pergerakan mulus, tanganku mulai memegang payudaranya yang lentur tersebut. Pentilnya yang telah berdiri itu kumainkan dengan ibu jariku. Ia hanya mendesah kecil. Ia melepaskan kecupan kami dan di bawah selimut yang hangat itulah melepas kaos dan BH-nya.
Penumpang lain telah tidur dan kami duduk di atas bangku paling belakang, hingga tidak ada yang bisa menyaksikan atau menyangka apa yang kami kerjakan. Kemudian kami mulai meneruskan permainan kami yang edan ini. Tanganku mulai meraba-raba masuk celananya tidak bisa disangka, rupanya ia tidak menggunakan celana dalam. Tanganku mulai mencari “rimba” kemaluannya dan pada akhirnya temukan klitorisnya yang sudah berdiri seperti pentil payudaranya.
Saat tanganku sentuh klitorisnya, ia tergetar sedikit. Kubenamkan kepalaku di bawah selimut dan dengan lahapnya kuhisap dan kujilat pentilnya sementara tanganku repot bermain-main dengan klitoris dan lubang kemaluannya. Desahannya mulai cukup cepat dan saya mulai takut kedapatan dan ketangkap . Maka kucium ia sekalian tanganku masih tetap main di kemaluannya.Pada akhirnya ia mendapatkan klimaks dan jeritannya hanya kedengar dalam mulutku. Ledakan klimaksnya benar-benar hebat dan tanganku banjir oleh air bah klimaksnya seakan-akan seperti bendungan pecah keluar lubang kemaluannya. Celananya sekarang juga sudah basah oleh air klimaksnya. Tanganku yang untuk pertamanya kali bermain-main dengan kemaluan cewek ini mulai pegal.
Pada akhirnya kubetulkan posisi dudukku dan kupeluk ia. Ia menggunakan lagi kaosnya dan bertumpu pada dadaku.
“Rik, kamu belum senang kan, saya puasin yah?” Saya mulai gelagapan, jangan-jangan sang Nilla mau bermain di pesawat.
Saya tidak ingin memikul malu jika kedapatan beberapa orang, menjadi saya katakan,
“Nil, kamu kelihatannya lelah, kamu istirahat saja, kamu jika ingin puasin saya bisa saja tetapi kelak saja.” Pada akhirnya pesawat kami datang di Honolulu, Hawaii untuk isi bahan bakar.
Kami dibolehkan menanti dalam pesawat atau turun pesawat dan melihat-lihat kondisi Hawaii dari ruangan tunggu. Saya dan Nilla turun pesawat dan ke ruangan tunggu. Kami punyai 2 jam untuk jalanan.
“Nil, kita ingin ngapain?” tanyaku sekalian menggamit tangannya bak sepasang pacar.
“Kamu penginnya apa?” jawabannya sekalian memberi senyum seribu makna. Waktu masuk, saya menyaksikan ada iklan hotel dalam airport.
Kuajukan saranku untuk istirahat dalam hotel. Nilla sepakat saja dan kami pesan satu kamar. Sesampainya di dalam kamar, saya segera merebahkan diri di tempat tidur sesudah melepaskan kaos dan sepatu dan kaos kakiku. Nilla berdiri di muka tempat tidur dan menghidupkan TV, acara yang ditaygkan ialah MTV. Ia jalan perlahan dekati tempat tidur tanpa melepas contact mata. Pinggulnya mengarah ke kanan dan kiri dengan seksinya.
Dengan pergerakan yang mulus, ia mulai berdansa dengan seksinya. Satu-satu bajunya dilepaskan sampai tubuhnya tidak terbungkus satu helai kain juga. Tangkai kemaluanku telah tegang dan keras seperti baja. Pelan-pelan ia naik ke tempat tidur. Dengan ke-2 lututnya, ia menyokong tubuhnya dan ia mulai merunduk dan menNilgkapkan selimut tempat tidur yang kupakai. Sabukku dilepasnya dan celanaku diambil sampai ke lutut.
Tangkai kemaluanku sangat mencolok dan kepalanya keluar sisi atas celana dalamku. Kutendang celanaku ke lantai. Celana dalamku dipelorotnya dan mulutnya yang kecil itu mulai mengulum tangkai kemaluanku.
Semua itu dilakukan tanpa melepas contact matanya dari mataku. Pergerakan mulutnya yang turun naik disertai sedotannya yang keras benar-benar membuat gairahku meletus. Pinggulku, kugerakkan turun naik selaras dengan turun naik mulutnya.
Kepalanya kupegang dan setiap kepalanya turun, kudorong kepalanya serendah mungkin supaya semua tangkai kemaluanku ditelannya sedalam mungkin. Pada akhirnya klimaksku mulai menaiki naik dengan tajam, pergerakan mulutnya mulai cepat dan hisapan-hisapannya makin keras.
“Nil, saya ingin keluar nih, jika kamu tidak lepasin entar saya akan nyemprot di mulut kamu nih..” ucapku.
Ia tidak menggubris peringatan yang kuberikan, bahkan juga pergerakannya semakin dipercepat.
“Ohh yess.. arghh..” Saya menjerit keras.
Saya seakan melayg di dimensi ke-4 dan kepuasan yang kudapat tidak bisa digambarkan kata-kata saat saya menyemprot spermaku dalam mulutnya yang imut tersebut. Semua spermaku ditelannya dan tangkai kemaluanku dijilatinya supaya tidak ada setetes sperma juga yang akan ketinggalan.Ia melihatku dan menanyakan,
“Bagaimana, saya luar biasa tidak?” Luar biasa? Apa yang dilakukan benar-benar luar biasa dan mungkin ia penjilat kemaluan lelaki yang terbaik di dunia.
Saya tidak tahu berapakah tahun ia latihan dan berapakah tangkai kemaluan yang sudah ia hirup.
“Nil, saya tidak tahu bagaimana bilangnya, kamu bukan luar biasa kembali, kamu the best.”
“Rik, saya tahu kamu hanya basa basi saja. Barusan itu pertama kalinya saya coba ngisep kontol orang loh..”
“Yang benar saja, saya tidak yakin Nil. Saat saya cowok pertama yang kamu isep.”
“Okay dech Rik, saya ceritain dech. Saya dahulunya ada beberapa cowok, tetapi semua tidak pas. Setiap kali saya sama cowok-cowokku yang dahulu tiba, kami sampai petting.”
“Terus?”
“Yah, waktu sampai heavy petting, kusuruh cowokku ‘ngisep aku’ tetapi tidak ada yang ingin . Maka satu-satu saya putusin.”
“Nach apa hubungan dengan kamu ‘ngisep aku’?”
“Saya sayang dengan kamu Rik, argumen ke-2 saya putusin cowok-cowokku yang dahulu karena saya tidak dapat ngelupain kamu.
Saya masih inget saat itu saya terganggu dengan orang jahat di dekat Mal Galaxy, kamu membantu saya. Jika tidak ada kamu saya tidak tahu akan bagaimana. Semenjak saat itu saya mulai senang dengan kamu.” Hatiku mulai terjamah dengan ucapannya tersebut.
Kupeluk ia dan kucium bibirnya. Kecupanku mulai menyebar ke pipinya, kupingnya, dagunya dan lehernya. Tidak berapakah lama, kecupanku sampai ke buah dadanya. Sekalian kucium dan kujilat pentil buah dadanya yang mulai keras dan tegak, tanganku mencari perutnya, hutannya dan pada akhirnya jariku masuk ke lubang kemaluannya. Ia mulai mendesah kecil. Tangannya mengelus kepalaku dan rambutku. Kecupanku mulai turun ke bawah sampai ke lubang kemaluannya.
Klitorisnya yang sudah berdiri yang tegak kelihatan terang. Kujilat sekali dan dampaknya benar-benar hebat. Jeritan-jeritan kepuasan mulai keluar mulutnya. Sekalian jariku masuk keluar lubangnya yang sempit itu, kujilati klitorisnya dengan penuh semangat. Berbau odor sex yang keluar kemaluannya berasa wangi di hidungku, menambahkan semangatku. Jilatanku keras dan cepat. Irama sikatan jariku kupercepat dan kuperlambat, membuat Nilla menggelinjang dan menjerit kenikmatan.
“Rik, kontolmu Rik, masukkan dong..”
“Nil, kamu sudah sebelumnya pernah belum?”
“Kok tanya sich? Tentu belum lah!”
“Nil, pertama kalinya akan sakit loh.”
Itil V3
“Begini saja Nil, saya berbaring di tempat tidur and kamu mengangkang di atasku, terus kamu saja yang masukkan supaya kamu sedap. Jika begitu, semua kamu yang ngatur. Jika sakit diem, jika sudah biasa masukkan kembali.”
“Suka-suka kamu dech.” Pada akhirnya ia juga mengangkang di atas tangkai kemaluanku dan berat tubuhnya didukung lututnya.
Pelan-pelan ia turunkan tubuhnya. Tangannya menggenggam tangkai kemaluanku dan ditujukannya ke lubang kemaluannya. Lubang kemaluannya sempit sekali. Dikit demi sedikit tangkai kemaluanku ditelan lubang kemaluannya. Kurasakan ada kendala di muka tangkai kemaluanku, ternyata ia masih betul-betul perawan.
“Nil, waktu hymen kamu pecah kamu tentu merasakan sakit menjadi kamu kerasin saja supaya sekali masuk langsung.” Ia menurut saranku dan memakai semua berat tubuhnya dan gravitasi, ia turunkan tubuhnya.
Di saat yang sama, kuangkat lututku untuk menyokong tubuhnya. Jeritannya bergema dalam kamar yang kecil itu dan seprei tempat tidur diremasnya kuat-kuat. Kami istirahat sesaat, supaya lubang kemaluannya dapat menyesuaikan karena ada tangkai kemaluanku dalam lubang kemaluannya. Sesudah lebih kurang 3 menit, kutidurkan ia di tempat tidur. Ke-2 kakinya di bahuku dan saya menanyakan,
“Nil, saya mulai ya?”
“Iya Rik, tetapi jangan sakiti saya.”
“Tenang jika sakit katakan saja, saya tentu setop.” Pinggulku mulai kugerakan mundur-maju dan jariku bermain-main dengan klitorisnya.Irama sikatanku diawali irama yang perlahan, dan irama itu kadangkala kupercepat. Erangan kepuasan bergema dalam kamar. Nilla sudah klimaks 2x sepanjang irama ini kupermainkan. Pada akhirnya klimaksku juga sudah merapat. Iramanya kupercepat dan Nilla juga meng ikuti iramaku dan tarik tanganku supaya tangkai kemaluanku dapat masuk sedalam mungkin.
Cocok saat sebelum saya klimaks, kurasakan dinding lubang kemaluan Nilla mengeras dan mencekram tangkai kemaluanku dengan kuatnya dan ia juga memperoleh klimaksnya satu kali lagi. Tidak lebih dari dua detik, aku juga menyemprot spermaku dalam lubang kemaluannya. Tubuh kami penuh keringat dan aku juga tiduran di samping Nilla.
Kami kenakan pakaian lagi dan segera ke arah pesawat, karena kami cuma ada sepuluh menit saat sebelum pesawatnya pergi. -

Foto Ngentot Cewek Latina mengganggu sesi yoga untuk bercinta dengan orang asing

Duniabola99.com – foto cewek yang lagi yoga dipagi hari diganggu orang asing cewok berbadan kekar dan diajak untuk melakukan hubungan seks dirumahnya dan menghantam keras memeknya oleh kontol besar dan menelan banyak sperma.
-

Video bokep Honoka Orihara pamer toket gede dan mastrubasi
-

Foto Ngentot Gadis pirang bercinta seteleh diberi setangkai bunga mawar merah

Duniabola99.com – foto gadis pirang duduk sendirian diberi bunga oleh pria yang gak dikenalnya dan diajaka ngentot dirumahnya dan memeknya yang masih sempit berwarna merah jambu dibobol oleh kontol besar hingga berkekspresi kesakitan. Joker123
-

Video Bokep Wakaba Onoue dientot hingga terkulai lemas diatas ranjang

-

Cerita Sex Tetangga
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Tetangga ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Aku pikir tidak perlu aku sebutkan nama dan tempat ku yang pastinya aku akan berbagai pengalam cerita
sexku , usiaku yang mau mendekati kepala empat ini kalau di pikir pikir aku seharusnya sudah punya
anak, aku dan istriku sudah menikah selma 10 tahun, begitu wajahku yang tidak ganteng tubuh saya kayak
orang cacingan.Tapi aku sungguh beruntung mendapatkan istri yang begitu cantik membuat para tetangga pada iri
denganku bisa dikatakan istriku paling cantik di lingkungannya. Istriku bernama Nieta Isteriku Ada
satu kebiasaanku yang mungkin jarang orang lain miliki, yaitu keinginan sex yang tinggi.Mungkin para pembaca tidak percaya, kadang-kadang pada siang hari selagi ada tamu pun sering saya
mengajak isteri saya sebentar ke kamar untuk melakukan hal itu. Yang anehnya, ternyata isteriku pun
sangat menikmatinya. Walaupun demikian saya tidak pernah berniat jajan untuk mengimbangi kegilaanku
pada sex. Mungkin karena belum punya anak, isteriku pun selalu siap setiap saat.Kegilaan ini dimulai saat hadirnya tetangga baruku, entah siapa yang mulai, kami sangat akrab. Atau
mungkin karena isteriku yang supel, sehingga cepat akrab dengan mereka. Suaminya juga sangat baik,
usianya kira-kira sebaya denganku. Hanya isterinya, woow busyet.., selain masih muda juga cantik dan
yang membuatku gila adalah bodynya yang wah, juga kulitnya sangat putih mulus.Mereka pun sama seperti kami, belum mempunyai anak. Mereka pindah ke sini karena tugas baru suaminya
yang ditempatkan perusahaannya yang baru membuka cabang di kota tempatku.Aku dan isteriku biasa memanggil mereka Mas Geri dan Mbak Deshi. Selebihnya saya tidak tahu latar
belakang mereka. Boleh dibilang kami seperti saudara saja karena hampir setiap hari kami ngobrol, yang
terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.Pada suatu malam, saya seperti biasanya berkunjung ke rumahnya, setelah ngobrol panjang lebar, Geri
menawariku nonton VCD blue yang katanya baru dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak karena
selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya
itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Geri ikut nonton bersama kami.“Waduh, gimana ini Ger..?”
Nggak enak nih..!”
“Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak bisa dipegang.
Kalau Mas nggak keberatan, Mbak diajak sekalian.” katanya menyebut isteriku.
Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi setelah kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya aku pamit sebentar
untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.“Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..?” kata isteriku ketika kuajak.
Akhirnya aku malu juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Geri.
Mendingan langsung tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya aku tidak bertemu Geri, karena sudah
lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya aku hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika aku
lewat, dia menanyaiku tentang yang tadi malam. Aku bilang Nieta tidak mau kuajak sehingga aku langsung
saja tidur.Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang
sejak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak be,
kutunda keberangkatanku ke kantor, aku kembali ke rumah menemui isteriku.Seperti biasanya kalau sudah begini aku langsung menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin karena
sudah biasa Nieta tidak banyak protes. Yang luar biasa adalah pagi ini aku benar-benar gila. Aku
bergulat dengan isteriku seperti kesetanan. Kemaluan Nieta kujilati sampai tuntas, bahkan kusedot
sampai isteriku menjerit. Edan, kok aku sampai segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu
tidak terpikirkan olehku lagi.Isteriku sampai terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Nieta langsung memegang
kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan saat itu. Sungguh, tidak dapat
kuceritakan.“Mas.., sekarang Mas..!” pinta isteriku memelas.
Akhirnya aku mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Nieta. Dan tempat tidur kami pun ikut
bergoyang.Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya,
“Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?”
Aku diam saja karena malu mengatakan bahwa sebenarnya Deshi lah yang menaikkan tensiku pagi ini.
Sorenya Geri datang ke rumahku,“Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..?” tanyanya setelah kami berbasa-basi.
“Maksudmu apa Ger..?” tanyaku heran.
“Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi dia melihat Mas dan Mbak Nieta bergulat setelah ngobrol
dengannya.”Loh, aku heran, dari mana Deshi nampak kami melakukannya? Oh iya, baru kusadari ternyata jendela kamar
kami saling berhadapan.Geri langsung menambahkan,
“Nggak usah malu Mas, saya juga maniak Mas.” katanya tanpa malu-malu.
“Begini saja Mas,” tanpa harus memahami perasaanku, Geri langsung melanjutkan,
“Aku punya ide, gimana kalau nanti malam kita bikin acara..?”
“Acara apa Ger..?” tanyaku penasaran.
“Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?”
“Pesta apaan..? Gila kamu.”
Cerita Sex Tetangga “Pokoknya tenang aja Mas, kamu cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang
nyediain. Kita berempat aja, sekedar refing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?”Malamnya, menjelang pukul 20.00, Geri bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum,
kami ngobrol tentang masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan
cenderung maniak pada sex.Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak aneh kurasakan. Aku tidak dapat
menjelaskan perasaan apa ini, mungkin pengaruh minuman yang dibawakan Geri dari rumahnya.Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, aku mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak
begitu kencang terasa seperti menyelimuti pendengaranku. Kulihat Geri juga menarik isterinya dan
menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Nieta juga semakin bergairah. Aku belum pernah merasakan
perasaan seperti ini. Markas Judi Online DominoqqTidak berapa lama Nieta sudah telanjang bulat, entah kapan aku menelanjanginya. Sesaat aku merasa
bersalah, kenapa aku melakukan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan
olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.Kuperhatikan Geri perlahan-lahan mendudukkan Deshi di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang
dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan
memikirkan kenapa hal ini dapat terjadi di dalam rumahku.Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya aku sudah menikmati permainan itu. Deshi juga tinggal hanya
mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka
menantang.Perlahan-lahan Geri membuka BH Deshi, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul setelah
penutupnya terbuka.“Kegilaan apa lagi ini..?” batinku.
Seolah-olah Geri mengerti, karena selalu saya perhatikan menawarkan bergantian denganku. ceritasexdewasa.org Kulihat
isteriku yang masih terbaring di sofa dengan mulut terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan
nafsu yang menggelora, seolah-olah tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Geri.Kemudian kudekati Deshi yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan badan yang sedikit
gemetar karena memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang
putih mulus dengan lembut.Sementara Geri kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Nieta yang biasanya aku lah yang
melakukannya.Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati daerah kemaluan Deshi. Kuelus bagian itu, walau masih tertutup
celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan wanita sudah terasa, dan bagian tersebut sudah mulai basah.Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja.
Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bagian yang berada di antara kedua paha Deshi
ini.“Peluklah aku Mas, tolonglah Mas..!” erang Deshi seolah sudah siap untuk melakukannya.
Tetapi aku tidak melakukannya. Aku ingin memberikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya
malam ini.Kutatapi seluruh bagian tubuh Deshi yang memang betul-betul sempurna. Biasanya aku hanya dapat
melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi
dapat menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi
bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, mulut kemaluannya
sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.“Sshh.., akh..!” Deshi menggelinjang nikmat.
Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan menggunakan dua jari, Deshi mendesis.
Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Deshi, kuhisap bagian putingnya, tubuh Deshi bergetar
panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas.Posisi Deshi sekarang berbaring miring, sementara aku berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya.
Perlahan dia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku sekarang yang bergetar hebat.Deshi memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir aku tidak sanggup menikmatinya. Luar
biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan seperti ini. Sementara di atas Sofa Geri dan isteriku
seperti membentuk angka 69.Nieta ada di bawah sambil mengulum kemaluan Geri, sementara Geri menjilati kemaluan Nieta. Napas kami
berempat saling berkejaran, seolah-olah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang
entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Deshi, dia melenguh hebat hingga kemaluanku terlepas dari
mulutnya. Gantian aku sekarang yang menciumi kemaluannya. Kepalaku seperti terjepit di antara kedua
belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya
sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Deshi
terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya aku segera memasukkan kemaluanku ke
lubangnya.Cerita Sex Tetangga Cepat-cepat kurengkuh kedua pahanya dan menariknya ke bibir meja, kutekuk lututnya dan kubuka pahanya
lebar-lebar supaya aku dapat memasukkan kemaluanku sambil berjongkok. Perlahan-lahan kuarahkan
senjataku menuju lubang milik Deshi.Ketika kepala kemaluanku memasuki lubang itu, Deshi mendesis,
“Ssshh.., aahhk.., aduh enaknya..! Terus Mas, masukkan lagi akhh..!”
Dengan pasti kumasukkan lebih dalam sambil sesekali menarik sedikit dan mendorongnya lagi. Ada
kenikmatan luar biasa yang kurasakan ketika aku melakukannya. Mungkin karena selama ini aku hanya
melakukannya dengan isteriku, kali ini ada sesuatu yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.Tanganku sekarang sudah meremas payudara Deshi dengan lembut sambil menGerapnya. Mulut Deshi pun
seperti megap-megap kenikmatan, segera kulumat bibir itu hingga Deshi nyaris tidak dapat bernapas,
kutindih dan kudekap sekuat-kuatnya hingga Deshi berontak.Pelukanku semakin kuperketat, seolah-olah tidak akan lepas lagi. Keringat sudah membasahi seluruh
tubuh kami. Geri dan isteriku tidak kuperhatikan lagi. Yang kurasakan sekarang adalah sebuah
petualangan yang belum pernah kulalui sebelumnya. Pantatku masih naik turun di antara kedua paha
Deshi.Luar biasa kemaluan Deshi ini, seperti ada penyedot saja di dalamnya. Kemaluanku seolah tertarik ke
dalam. Dinding-dindingnya seperti lingkaran magnet saja. Mata Deshi merem melek menikmati permainan
ini.Erangannya tidak pernah putus, sementara helaan napasnya memburu terengah-engah. Posisi sekarang
berubah, Deshi sekarang membungkuk menghadap meja sambil memegang kedua sisi meja yang tadi tempat dia
berbaring, sementara saya dari belakangnya dengan berdiri memasukkan kemaluanku.Hal ini cukup sulit, karena selain ukuran kemaluanku lumayan besar, lubang kemaluan Deshi juga semakin
ketat karena membungkuk.Kukangkangkan kaki Deshi dengan cara melebarkan jarak antara kedua kakinya. Perlahan kucoba memasukkan
senjataku. Kali ini berhasil, tapi Deshi melenguh nyaring, perlahan-lahan kudorong kemaluanku sambil
sesekali menariknya.Lubangnya terasa sempit sekali. Beberapa saat, tiba-tiba ada cairan milik Deshi membasahi lubang dan
kemaluanku hingga terasa nikmat sekarang. Kembali kudorong senjataku dan kutarik sedikit. Goyanganku
semakin lincah, pantatku maju mundur beraturan. Sepertinya Deshi pun menikmati gaya ini.Buah dada Deshi bergoyang-goyang juga maju-mundur mengikuti irama yang berasal dari pantatku. Kuremas
buah dada itu, kulihat Deshi sudah tidak kuasa menahan sesuatu yang tidak kumengerti apa itu.
Erangannya semakin panjang.Kecepatan pun kutambah, goyangan pinggul Deshi semakin kuat. Tubuhku terasa semakin panas. Ada sesuatu
yang terdorong dari dalam yang tidak kuasa aku menahannya. Sepertinya menjalar menuju kemaluanku. Aku
masih berusaha menahannya.Segera aku mencabut kemaluanku dan membopong tubuh Deshi ke tempat yang lebih luas dan menyuruh Deshi
telentang di bentangan karpet. Secepatnya aku menindihnya sambil menekuk kedua kakinya sampai kedua
ujung lututnya menempel ke perut, sehingga kini tampak kemaluan Deshi menyembul mendongak ke atas
menantangku. Segera kumasukkan senjataku kembali ke dalam lubang kemaluan Deshi.Cerita Sex Tetangga Pantatku kembali naik turun berirama, tapi kali ini lebih kencang seperti akan mencapai finis saja.
Suara yang terdengar dari mulut Deshi semakin tidak karuan, seolah menikmati setiap sesuatu yang
kulakukan padanya.Tiba-tiba Deshi memelukku sekuat-kuatnya. Goyanganku pun semakin menjadi. Aku pun berteriak sejadinya,
terasa ada sesuatu keluar dari kemaluanku. Deshi menggigit leherku sekuat-kuatnya, segera kurebut
bibirnya dan menggigitnya sekuatnya, Deshi menjerit kesakitan sambil bergetar hebat.Mulutku terasa asin, ternyata bibir Deshi berdarah, tapi seolah kami tidak memperdulikannya, kami
seolah terikat kuat dan berguling-guling di lantai. Di atas sofa Geri dan isteriku ternyata juga sudah
mencapai puncaknya.Kulihat Nieta tersenyum puas. Sementara Deshi tidak mau melepaskan kemaluanku dari dalam kemaluannya,
kedua ujung tumit kakinya masih menekan kedua pantatku. Tidak kusadari seluruh cairan yang keluar dari
kemaluanku masuk ke liang milik Deshi. Kulihat Deshi tidak memperdulikannya.Perlahan-lahan otot-ototku mengendur, dan akhirnya kemaluanku terlepas dari kemaluan Deshi. Deshi
tersenyum puas, walau kelelahan aku pun merasakan kenikmatan tiada tara. Nieta juga tersenyum, hanya
nampak malu-malu. Kemudian memunguti pakaiannya dan menuju kamar mandi.Hingga saat ini peristiwa itu masih jelas dalam ingatanku. Geri dan Deshi sekarang sudah pindah dan
kembali ke Jakarta. Sesekali kami masih berhubungan lewat telepon. Mungkin aku tidak akan pernah
melupakan peristiwa itu. Pernah suatu waktu Deshi berkunjung ke rumah kami, kebetulan aku tidak ada di
rumah. Dia hanya ketemu dengan isteriku. Seandainya saja..cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Cerita Sex Berhubungan Yang Tidak Dapat Di Hindarkan
Terlebih-lebih waktu Meyta sedang tidur terlentang pada tempat tidurnya, terbayg dan berasa kemaluan besar hitam lelaki itu mengaduk-aduk lobang kemaluannya yang memunculkan hati kesan dan membuat semua badan Meyta panas dingin diliputi kepuasan yang tidak terbaygkannya. Kadang- terkadang ada hati yang mendesaknya untuk ingin alami kejadian itu, tetapi di lain faksi hati lembutnya dan harga diri sebagai seorang wanita yang bermartabat tinggi, mengingati jika kejadian yang dirasakan itu merupakan sesuatu setubuhian yang beringas yang tidak patut untuk diingat kembali.

Cersex Stw – Hari untuk hari berakhir dgn cepat tidak ada peristiwa spesial, beberapa pekerjaan di kantornya makin repot mengambil alih waktu Meyta, hingga peristiwa itu bisa mulai dilupakannya. Sampai di suatu hari, mendadak terjadi demo beberapa mahasiswa disekitaran Bundaran Semanggi tidak jauh dari kantor tempat Meyta bekerja. Karena keadaan di saat itu benar-benar menghangat, karena itu pimpinan kantor memilih untuk pulangkan beberapa pegawainya lebih cepat untuk menghambat terjadi beberapa hal yang tidak diharapkan.
Saat itu baru memberikan jam 14.30 siang, tiap pegawai cepat-cepat mengepaki barang- barangnya di meja, mengamankan laci dan lemari-lemari pada ruangan kerja masing-masing serta cepat- cepat turun dari gedung kantor untuk cepat-cepat pulang. Demikian pula dgn Meyta, dgn cepat ia membenahi beberapa surat yang bersebaran di meja kerjanya dan selekasnya ditempatkan ke laci meja kerjanya. Setelah mengamankannya dgn rapi Meyta selekasnya keluar ruangan kerjanya dan segera ke arah lift untuk turun ke bawah.
Di lantai 25 tempat Meyta bekerja itu telah kosong, semua pegawai telah turun lebih dulu, hanya Meyta sendiri yang menanti lift untuk turun ke bawah. Setelah lift yang turun di atas terbuka, Meyta dgn cepat selekasnya masuk ke dalam dalamnya dan selekasnya lift itu tutup lagi dan bergerak turun. Mendadak Meyta mengetahui, ia hanya berdua dgn seorang dalam lift itu dan waktu bersama orang itu menegur Meyta dgn lembut,
“Meyta, ingin pulang ya!” dgn terkejut Meyta selekasnya mengusung wajahnya dan menyaksikan ke belakang, ke suara itu berasal. Wajahnya tiba-tiba jadi merah setelah mengetahui jika orang itu yang hanya berdua saja dgn ia ialah Mr. Rasyid yang bejad tersebut. Meyta hanya diam tidak menyongsong panggilan Mr. Rasyid itu. Mr. Rasyid coba tawarkan jasanya untuk mengantarkan Meyta pulang dgn argumen di saat itu kendaraanumum tidak ada yang bekerja karena demo beberapa mahasiswa di sepanjangnya jalan Sudirman. Namun penawaran Mr. Rasyid itu ditampik dengan lembut oleh Meyta.
Sesampainya di bawah, demikian lift terbuka, Meyta cepat-cepat keluar dan jalan di depan gedung untuk cari taksi, sedangkan Mr. Rasyid ke arah tempat parkir untuk ambil mobilnya yang kebenaran hari itu dibawa sendiri olehnya tanpa supir. Dgn resah Meyta menanti taksi di muka kantor, namun tidak kelihatan satu juga taksi dan kendaraan umum yang lain lewat di muka gedung itu, sedangkan tindakan mahasiswa yang sedang berdemonstrasi di sepanjangnya jalan itu makin panas saja. Sementara dalam kegundahan itu, mendadak sebuah mobil stop di depannya dan waktu kaca jendela mobil itu terbuka, kepala Mr. Rasyid menonjol keluar,
“Ayolah, jangan takut, silahkan kuantar anda pulang, kondisi makin beresiko jika anda terjerat di sini!” Menyaksikan keadaan sekitarnya yang makin genting itu, dgn mau tak mau Meyta terima ajakan Mr. Rasyid itu. Dgn cepat Meyta masuk ke mobil Mr. Rasyid dan mobil itu selekasnya tinggalkan pas itu. Dalam mobil, Mr. Rasyid bertanya Meyta arah tempat tempat tinggal Meyta. Selekasnya Meyta menerangkan jika ia ada di wilayah Kebayoran Baru. Karena arah ke Kebayoran Baru lewat Jl. Sudirman tertutup oleh beberapa mahasiswa yang sedang berdemonstrasi arah Jl. Gatot Subroto untuk putar lewat Jl. Buncit Raya masuk ke dalam wilayah Kebayoran Baru. Namun sepanjangnya jalan Gatot Subroto rupanya macet keseluruhan, pada akhirnya Mr. Rasyid mengajukan usul untuk singgah dahulu ke apartement temannya yang berada di dekat situ sekalian menanti lalu lintas lancar kembali. Karena tidak ada alternatif lain, karena itu pada akhirnya Meyta menyepakati saran itu. Mendapatkan kesepakatan Meyta, selekasnya Mr. Rasyid ambil lajur kiri darijalan dan berbelok pada suatu jalan kecil yang ke arah sebuah bangunan apartement yang tidak jauh tempatnya.
Setelah memarkir mobilnya, ke-2 nya masuk ke dalam lobby dan ke arah lift. Apartment teman Mr. Rasyid berada di lantai 9, setelah lift stop mereka ke arah apartement dengan nomor 916. Mr. Rasyid selekasnya menekan bel yang berada depan pintu dan selang beberapa saat pintunya terbuka dan kelihatan seorang lelaki India yang berusia lebih kurang 35 tahun, berparas ganteng dgn badan yang tinggi tegap dan berkulit gelap dgn ke-2 tangannya dan dadanya yang sektor banyak rambut hitam lebat. Mr. Rasyid selekasnya mengenalkan Meyta ke temannya yang rupanya namanya Kumar Punjab yang ialah seorang tenaga pakar pada suatu pabrik tekstil yang berada di Jakarta Selatan.
Ke-2 lelaki itu terturut sesaat dalam pembicaraan dengan bahasa mereka, yang tidak dipahami oleh Meyta, yang hanya dapat melihat mereka dgn pandangan mata berprasangka buruk. Setelah ambil tempat duduk pada suatu bangku panjang yang berada di kamar tamu, Meyta memerhatikan kondisi apartement itu. Apartement itu hanya terdiri dari 1 kamar, dan ruangan duduk yang menyambung jadi satu dgn kamar makan dan dapur yang berada paling ujung dari ruang itu. Kelihatan apartement itu ialah apartement yang ditempati oleh bujangan, di mana pada tempat bersihkan piring kelihatan gelas dan piring kotor tetap menggeletak belum dicuci. Setelah bercakap-cakap sesaat, Kumar minta diri sesaat untuk keluar, karena akan beli minuman dingin dan makanan kecil di toko makanan yang berada di ground floor.
Sepergian Kumar, situasi antara Meyta dan Mr. Rasyid jadi cukup kikuk, kepala Meyta hanya menunduk ke bawah tanpa berani melihat ke Mr. Rasyid. Kelihatan bibir bawah Meyta cukup tergetar dan ke-2 jari-jari tangannya sama-sama memegang dgn kuat. Meyta cukup gugup, sekalian membaygkan apa yang terjadi beberapa waktu lantas, waktu lelaki di hadapannya itu memerkosanya dgn beringas. Tebersit dgn terang bagaimana lelaki itu menekan badannya ke atas meja dan mengangkangi ke-2 pahanya, dan menidurinya dgn garang. Seolah-olah tetap berasa nyeri kemaluannya dikocak-kocok oleh senjata lelaki itu, namun hati nikmat mendadak menerpanya waktu membaygkan ke-2 puting susunya tergores-gesek pada dada sektor memiliki rambut tebal dari Mr. Rasyid, waktu ia terduduk dan terlonjak-lonjak di atas pangkuan Mr. Rasyid karena senjata Mr. Rasyid menyikat-nyodok lobang kemaluannya. Membaygkan hal itu, mendadak kemaluannya dirasa basah.
Menyaksikan raut muka Meyta yang beralih-alih dan matanya yang makin sayu saja, Mr. Rasyid yang telah eksper itu, tidak ingin melewati momen yang menguntungkannya. Selekasnya ia beralih duduk dari sisi Meyta di bangku panjang dan saat sebelum Meyta mengetahui apa yang terjadi, ke-2 tangan Mr. Rasyid dgn cepat telah merengkuh pundak Meyta dan selekasnya menarik badan Meyta melekat ke badannya. Dagu Meyta diangkatnya menengadah ke arahnya hingga ke-2 mata mereka sama-sama melihat. Mata Mr. Rasyid berkilat-kilat melihat muka Meyta yang ayu itu dan pada akhirnya terdiam pada ke-2 bibir Meyta yang merah mengembang yang sedang tergetar dgn lembut.
Pelan-pelan Mr. Rasyid tundukkan kepalanya dan bibirnya yang kasar yang banyak kumis lebat sentuh ke-2 bibir Meyta yang imut dan pelan-pelan mulai melumat bibir-bibir yang cantik yang telah pasrah tersebut. Mendekati beberapa saat, waktu Mr. Rasyid mulai rasakan badan Meyta tidak tegang kembali dan bibirnya mulai melemas, karena itu lidahnya selekasnya didesak masuk menerobos ke mulut Meyta dan sapu langit-langit dan permainkan lidah Meyta. Ini membuat badan Meyta tergetar dan kepalanya terasanya melayg-layg dan tanpa berasa kedengar keluh kesah lembut keluar mulut imut itu,
“Ooohh.. eehhmm..!” Rasakan Meyta mulai memberi respon laganya itu, Mr. Rasyid selekasnya tingkatkan gempurannya. Secara perlahan tangannya selekasnya buka kancing-kancing blouse yang dikenai Meyta dan selekasnya melepasnya dari badan Meyta.
Selekasnya kelihatan BH Meyta yang putih tutupi ke-2 buah dadanya yang kecil imut tersebut. BH itu tidak dapat tahan lama membuat perlindungan ke-2 gundukan daging kenyal itu, karena selekasnya tercampakkan oleh tangan-tangan lelaki itu. Dgn cepat ke-2 bukit kenyal imut itu jadi target mulut dari Mr. Rasyid, yang selekasnya mencium dan menghisap-hisap puting yang telah tegang tersebut. Badan Meyta hanya dapat menggelinjang-geliat dan dari mulutnya keluar suara mirip orang kepedasan. Menyaksikan kondisi Meyta yang telah pasrah itu, Mr. Rasyid tidak ingin sia-siakan momen yang ada, dgn terampil ke-2 tangannya selekasnya menanggalkan rok dan sekaligus CD Meyta, hingga saat ini Meyta terbujur terlentang di atas bangku dgn badan yang mulus yang tidak tertutupi selembar benang juga.
Lelaki India itu menindihkan badannya pada Meyta yang telah terbujur pasrah di atas bangku, sekalian ia membenahi posisi badannya supaya senyaman mungkin, lelaki itu dgn ke-2 tangannya buka kaki Meyta dan selekasnya tempatkan badannya pas ada di tengah, antara ke-2 paha Meyta yang telah terkangkang tersebut. Dgn tangan kirinya menggenggam gagang kemaluannya yang besar itu, lelaki itu mulai arahkan kemaluannya, ke targetnya yang telah pasrah terbuka di bawahnya. Demikian kepala kemaluan berjumpa dgn belahan bibir kemaluan luarnya, badan Meyta kelihatan tergetar dan ke-2 tangannya mencekram dgn kuat di bangku, pandangan matanya jadi sayu, wajahnya keringatan. Dgn pelan-pelan Mr. Rasyid mulai menggerakkan kemaluannya masuk lubuk badan Meyta yang paling rahasia tersebut. Selaras dgn masuknya kemaluan Mr. Rasyid yang besar itu, mata Meyta kelihatan membalik ke atas dan rintihan enaknya kedengar terang keluar mulut imutnya,
“Aahh.. eehhmm..” pada awalnya cukup sulit masuknya, sedikit-sedikit, kelihatan Mr. Rasyid gerakkan pantatnya mundur-maju dgn pelan-pelan, sekalian mulutnya mencium bibir cantik Meyta.
Tidak berlalu selanjutnya mendadak dgn sesuatu sentakan keras, lelaki itu menekan pinggulnya dan terus menggerakkan kemaluannya, hingga tenggelam semuanya ke lobang kemaluan Meyta. Cocok waktu mentok tidak dapat masuk kembali Meyta menggigit bibirnya, dan..
“Aahdduhh..” kedengar jeritan lembut kesakitan atau mungkin kepuasan keluar mulutnya. Seterusnya perlahan-lahan Mr. Rasyid mulai gerakkan masuk keluar kemaluannya, bangku itu berderit-derit meredam pergerakan dan penekanan badan Mr. Rasyid yang besar itu dalam tubuh imut Meyta, kembali rintihan, desahan, dan lenguhan ciri khas kepuasan kedengar penuhi ruang, makin lama makin keras, badan Meyta menggelinjang dalam dekapan ketat Mr. Rasyid yang besar, terkadang kelihatan Meyta mengusung kepalanya, giginya menggigit bibir bawahnya meredam kepuasan yang menerpa semua pori-pori badannya, terkadang ia menjerit kecil jika lelaki India itu menekan terlalu dalam.
Beberapa saat selanjutnya, rintihan Meyta makin keras, dan cairan badannya berasa makin banyak, badannya melenting kaku dan dari mulutnya keluar suara mirip orang kritis, Meyta tengah dibuai hatinya yang sedang ke arah pucuk kepuasan. Wajahnya betul-betul elok di saat itu, setelah diterpa stres demikian lama, kelihatannya ini seperti pelepasan untuk dia. Sisi dalam dinding kemaluannya menjepit keras dan berdenyut, badannya terhentak- hentak, Meyta alami orgasme yang hebat, yang membuat hatinya melayg-layg dan setelah saat kepuasan itu berkurang, badannya terhempas lemas di bangku. Dadanya kelihatan turun naik dgn napas mengincar seolah-olah orang yang baru menuntaskan lari cepat 100 m dan ke-2 matanya terkatup rapat. Bercak-bercak keringat menghiasi pelipisnya mengisyaratkan satu ronde dari sesuatu pertarungan hebat yang banyak makan tenaga, yang barusan diakhirinya.
Namun untuk Mr. Rasyid pertempuran ini belum usai, bahkan juga untuknya ini baru set permulaan atau set pemanasan saja. Menyaksikan Meyta yang ayu itu telah tergeletak lemas itu dgn ke-2 matanya yang tertutup dan badannya yang langsing itu terbaring pasrah, memunculkan sesuatu hati kesan pada Mr. Rasyid. Lelaki India itu benar-benar mengucapkan syukur dapat kuasai dan nikmati badan wanita ayu itu yang langsing dan mulus tersebut. Dgn kemaluannya yang besar tetap tenggelam dalam kemaluan wanita itu, Mr. Rasyid merengkuh badan Meyta dan mengusungnya dari bangku.
Saat ini badan yang langsing dari wanita itu digendong oleh lelaki itu, ke-2 bukit kecil dgn putingnya yang mencolok keras dari buah dada Meyta tertekan rapat dan tergores-gesek pada rambut-rambut lebat pada dada Mr. Rasyid. Kepala Meyta terkulai lemas bertumpu pada bahu lelaki itu, ke-2 tangan Mr. Rasyid menggenggam ke-2 bongkahan pantat Meyta dan ke-2 kaki Meyta melingkar pada pinggang Mr. Rasyid. Dari belakang terlihat belahan pantat Meyta mengembang dan kemaluan hitam besar lelaki India itu tetap bersarang dalam lobang kemaluan wanita itu yang menjepit rapat gagang kemaluan itu. Mr. Rasyid bawa badan wanita itu mendekat ke tembok ruang itu, memencetnya di tembok dan memulai menggerakkan pantatnya sendiri mundur-maju menekan pantat Meyta ke tembok, akibatnyakemaluanku yang hitam besar itu menerobos masuk keluar kemaluan Meyta yang telah basah oleh cairan kepuasan yang keluar di saat wanita itu alami orgasme. Pergerakan pantat lelaki itu makin lama makin cepat dan tekanannya makin dalam saja. Badan Meyta menggelinjang-geliat,
“Ooohh.. oohh.. eehhmm..!” suara lirih kedengar keluar mulut Meyta setiap lelaki itu menekan pantatnya dgn kuat.
Sementara sedang asyik-asyiknya Mr. Rasyid mengerjai Meyta yang telah lemas itu, mendadak pintu apartement tersebut terbuka di luar dan Kumar Punjab yang ucapnya akan beli minuman masuk, ke-2 tangannya bawa minuman Fanta merah 2 botol besar. Ia menyaksikan sesaat pada tindakan Mr. Rasyid yang sedang mengerjai Meyta itu dgn senyuman-senyum. Sementara itu Meyta yang kaget dgn kehadiran Kumar itu, merasa benar-benar malu dan coba melepas diri dari Mr. Rasyid, namun Mr. Rasyid dgn kuat masih tetap merengkuh Meyta dan meneruskan aktivitasnya tersebut. Selanjutnya Mr. Rasyid dgn masih tetap menanamkan kemaluannya ke kemaluan Meyta ambil sikap duduk di atas bangku dgn ke-2 kakinya terjulur mengangkang di lantai dan Meyta ada dalam sikap duduk di atas pinggul Mr. Rasyid dgn ke-2 kakinya terkangkang di sisi kiri kanan pinggul Mr. Rasyid. Kemaluan Mr. Rasyid masih tetap ada dalam kemaluan Meyta dan saat ini ke-2 tangan Mr. Rasyid menggenggam pinggul Meyta dan mengusung ke atas dan menekan lagi ke bawah berulang- kembali hingga kemaluan Meyta saat ini yang kelihatan aktif menelan dan keluarkan kemaluan hitam besar tersebut.
Itil V3
Sementara itu Kumar Punjab yang telah menempatkan minuman yang dibawa ke atas meja, dgn cepat selekasnya melepas pakaian yang dikenainya dan sekaligus CD-nya, hingga telanjang bundar. Kelihatan senjatanya yang tidak kalah besarnya dgn Mr. Rasyid telah tegang siap tempur. Badannya tegap dengan bulu dgn ke-2 pahanya yang gempal tertutupi rambut tebal. Selanjutnya Kumar dekati ke-2 orang yang sedang bergulat di atas bangku itu dan berjongkok antara ke-2 kaki Mr. Rasyid yang terbuka, hingga tempatnya pas ada di belakang pantat Meyta.Menyaksikan itu Meyta selekasnya mengetahui akan bahaya yang akan menerpanya dan coba melawan, namun dgn cepat ke-2 tangan Mr. Rasyid selekasnya membungkam badan Meyta ke badannya, hingga Meyta telungkup di atas badan Mr. Rasyid yang bertumpu 1/2 tidur di bangku. Ternyata dalam soal mengerjai wanita dengan bersama, ini bukan yang pertama kalinya mereka kerjakan, pada dua minggu yang lantas, mereka mengolah Kinan, wanita manis yang memiliki tubuh putih langsing yang bekerja pada perusahaan tempat Kumar Punjab bekerja. Masih terbayg-bayg di pikiran Kumar bagaimana badan putih mulus Kinan menggelinjang-geliat dan jeritan- jeritan ketahan yang keluar mulutnya, waktu kemaluannya mulai menerobos belahan pantat Kinan dalam posisi yang sama dengan waktu ini. Kumar berkemauan untuk rasakan kembali pengalaman yang mengasyikan tersebut.
Kumar yang telah ada pas pada posisi belakang pantat Meyta, merundukan kepalanya dan menjilat-jilat pantat Meyta. Lidahnya bermain pada lobang dubur Meyta, hingga memunculkan hati yang benar-benar geli pada Meyta yang tidak dapat digambarkan, mengakibatkan badan Meyta menggelinjang-geliat dgn kuat dan..
“Aagghh.. jaanggaan.. jaanggaan.. kerjakan itu!” Meyta berusaha melepas diri, namun bekapan tangan Mr. Rasyid pada badannya terlampau kuat, hingga Meyta hanya dapat menggerak-gerakan pantatnya ke kanan kiri, tapi juga tidak dapat berubah terlampau jauh, karena kemaluan besar Mr. Rasyid tetap tertanam dalam kemaluan Meyta.
Kumar meneruskan aktivitasnya itu dan saat ini ia membasahi pantat dan sisi dubur Meyta dgn ludahnya, sedangkan dgn ibu jarinya yang telah basah dgn ludah, mulai didesak masuk ke lobang dubur Meyta dan diputar-putar di situ. Meyta terus menggelinjang-geliat dan mendesah,
“Jaannggaann jaannggaan.. aadduuhh.. aadduuhh.. saakiitt.. saakiitt..!” namun Kumar tidak menanggapinya dan terus meneruskan aktivitasnya. Selang saat setelah merasa cukup membasahinya, Kumar sekalian menggenggam dgn tangan kiri kemaluannya yang telah tegang itu, tempatkan kepala kemaluannya pas di tengah-tengah lobang masuk dubur Meyta yang telah basah dan licin tersebut.
“aaduhh, janggaann! Sakkiit! aammpuunn, aammppuunn! Aagkkh” Kumar mulai menggerakkan masuk, terus masuk. Sementara Meyta menjerit-jerit dan menggelepar-gelepar kesakitan. Meyta meronta- ronta tidak memiliki daya, hanya makin menambahkan nafsu Kumar untuk selalu menggerakkan masuk. Meyta terus menjerit, waktu perlahan-lahan semua kemaluan hitam besar Kumar masuk ke dalam duburnya.
“aauugghh..! Saakkiit! jerit Meyta waktu Kumar mulai bergerak perlahan-lahan masuk keluar dubur Meyta. Pada akhirnya dgn badan berkeringat meredam sakit, Meyta terkulai lemas telungkup di atas badan Mr. Rasyid kecapekan dan tidak memiliki daya.
Secara memiliki irama Kumar menekan dan menarik kemaluannya dari lobang dubur Meyta, di mana setiap Kumar menekan ke bawah, tidak saja kemaluannya yang tenggelam ke lobang dubur Meyta, tapi kemaluan Mr. Rasyid tertekan masuk lebih dalam ke lobang kemaluan Meyta. Sangat memengapkan menyaksikan ke-2 kemaluan besar hitam itu ada di ke-2 lobang bawah Meyta.Kelihatan ke-2 kaki Meyta yang terkangkang itu tergetar-getar kurang kuat setiap Kumar menekan masuk kemaluannya ke lobang duburnya. Dalam kesakitan dan ketakberdayaan itu, Meyta telah pasrah terima tindakan ke-2 lelaki itu.
Selang beberapa saat mereka tukar posisi, saat ini Kumar duduk melonjor di atas bangku dgn kemaluannya masih tetap ada dalam lobang dubur Meyta, hingga badan Meyta tertidur terlentang di atas badan Kumar dgn ke-2 kakinya terpentang lebar diambil melebar oleh ke-2 kaki Kumar dari bawah dan Mr. Rasyid ambil posisi di atas Meyta. Mr. Rasyid mulai memompa kemaluannya masuk keluar kemaluan Meyta, yang saat ini makin basah saja, cairan pelumas yang keluar dalam kemaluan Meyta mengucur ke bawah, hingga membasahi dan melicinkan lobang duburnya, ini membuat kemaluan Kumar yang tengah bekerja pada lobang duburnya jadi licin dan lancar, hingga dgn pelan-pelan hati sakit yang dirasa Meyta perlahan-lahan lenyap ditukar dgn hati nikmat yang menjalar ke semua badannya.
Meyta bisa mulai nikmati ke-2 kemaluan besar lelaki itu yang sedang mengolah kemaluan dan lobang duburnya. Pelan-pelan hati nikmat yang dirasanya melingkupi seluruh kesadarannya, menyebar dgn deras tidak tertahan seperti air terjun yang tumpah deras ke danau tempat penampungan, memunculkan getaran luar biasa pada semua sisi badannya, tidak teratasi dan meletus menjadi orgasme yang fantastis menerpanya. Setelah itu badannya terkulai lemas, Meyta terlentang pasrah seolah-olah tidak sadarkan diri dgn ke-2 matanya terkatup. Menyaksikan kondisi Meyta itu makin menghidupkan gairah Mr. Rasyid, lelaki itu jadi benar-benar kasardan ke-2 tangan Mr. Rasyid menggenggam pinggul Meyta dan lelaki itu menekan pinggulnya keras-keras di depan dan
“Aduuh.. aauugghh..!” keluh Meyta rasakan seolah-olah kemaluannya terbelah dua diterobos kemaluan Mr. Rasyid yang besar tersebut. Ke-2 mata Meyta terbeliak, kakinya menggelepar-gelepar dgn kuatnya di ikuti badannya yang meliuk meredam serangan kemaluan Mr. Rasyid pada kemaluannya.
Dgn buasnya Mr. Rasyid gerakkan pinggulnya mundur-maju dgn cepat dan keras, hingga kemaluannya masuk keluar pada kemaluan Meyta yang sempit tersebut. Mr. Rasyid merasa kemaluannya seperti diapit dan dipijit-pijit dan Meyta rasakan kemaluan lelaki itu seolah-olah sampai pada dadanya, mengaduk-aduk didalamnya, selain itu sesuatu hati yang benar-benar aneh mulai berasa menyebar dari sisi bawah badannya mengambil sumber dari kemaluannya, langsung ke semua badannya berasa sampai pada ujung-ujung jari-jarinya.
Meyta tidak dapat memvisualisasikan hati yang sedang menyelimuti, namun badannya kembali terasanya mulai melayg-layg dan sesuatu hati nikmat yang tidak dapat digambarkan berasa menyelimutinya semua badannya. Hal yang dapat dilakukan di saat itu hanya mengerang-erang,
“aahh.. sshh oouusshh!” sampai sesuatu saat hati enaknya itu tidak dapat dikontrol kembali terasanya menyebar dan kuasai semua badannya dan mendadak meletus membajiri keluar berbentuk sesuatu orgasme yang hebat yang menyebabkan semua badannya tergetar tidak teratasi dibarengi tangannya yang menggapai-gapai seolah-olah orang yang ingin terbenam cari pegangan. Ke-2 kakinya berkelejotan. Dari mulut Meyta keluar sesuatu erangan,
“aaduhh.. laagii.. laagii.. oohh.. oohh..” Ini berjalan lebih kurang 20 detik terus-terusan. Sementara itu ke-2 lelaki itu terus lakukan kegiatannya, dgn memompa kemaluan-kemaluan mereka masuk keluar kemaluan dan dubur. Mr. Rasyid jadi benar-benar terangsang menyaksikan gestur muka Meyta dan mendadak Mr. Rasyid rasakan sisi dalam kemaluan Meyta mulai bergerak- gerak lakukan pijitan-pijitan kuat pada keseluruhnya gagang kemaluannya. Pergerakan kaki Meyta dibarengi goygan pinggulnya datangkan sesuatu kepuasan pada kemaluan ke-2 lelaki itu, berasa seperti diurut-urut dan diputar-putar.
Mendadak dengan bersama Mr. Rasyid dan Kumar rasakan suatu hal gelombang yang menerpa dari pada tubuh mereka, cari jalan keluar lewat kemaluan masing-masing, berasa sesuatu ledakan yang mendadak menggerakkan keluar, hingga secara besamaan kemaluan mereka berasa membesar seolah-olah ingin pecah dan..
“Aaduuh!” dengan bersama tangan-tangan mereka merengkuh erat-erat badan Meyta dan pinggul mereka dgn kemampuan penuh yang satu menekan ke bawah dalam-dalam pada pinggul Meyta yang menyebabkan keseluruhnya kemaluannya tenggelam ke kemaluan Meyta, dibarengi sesuatu semprotan air mani yang keluar dan menyemprotkan dengan deras ke kemaluan Meyta, sedang Kumar mengusung ke atas pinggulnya menggerakkan masuk kemaluan tenggelam habis ke lobang dubur Meyta, sekalian menyembur cairan kental panas ke lobang dubur Meyta. Terima semprotan cairan kental panas pada lobang kemaluan dan lobang duburnya Meyta rasakan sesuatu kesan yang tidak dapat digambarkan dgn kata-kata, hanya reaksi badannya yang tergetar-getar dan gestur wajahnya yang seolah-olah rasakan sesuatu kengiluan yang tidak terbaygkan, di ikuti badannya yang terbaring lemas, tidak dapat bergerak. Meyta terbuai oleh kehebatan orgasme yang dirasakannya dan diterima dari ke-2 lelaki itu.
Setelah istirahat sesaat, Kumar dgn cepat selekasnya sembuh kembali dan kemaluannya telah tegak dgn gagah siap tempur. Meyta yang masih terlentang lemas di bangku tidak dikasih peluang oleh Kumar, selekasnya ditindihnya. Dgn cepat kemaluannya dilelepkan ke kemaluan Meyta dan Kumar Punjab terus mengerjai Meyta yang terlihat sangat lemas dan hanya dapat mengikuti saja apa yang diharapkan oleh Kumar. Berulang-kali terlihat Meyta alami orgasme yang hebat, itu terlihat setiap kali dari getaran badannya yang di ikuti oleh ke-2 kakinya yang berkelejotan. Ke-2 matanya kelihatan sayu, seolah-olah orang yang sangat mengantuk.
Mr. Rasyid dan Kumar Punjab terus mengerjai wanita ayu itu dengan berganti-gantian terus- menerus sampai mendekati sore hari. Meyta alami orgasme berkali-kali selama waktu tersebut. Mendekati jam 5 sore mereka hentikan aktivitasnya, tinggalkan Meyta yang terlentang lemas di bangku dgn kaki yang terkangkang dan dari kemaluannya tetap mengucur beberapa sisa air mani dari ke-2 lelaki itu. Sejam setelah tenaganya sembuh, Meyta dgn tertatih-tatih bangun dari bangku dan pergi ke kamar mandi untuk bersihkan badannya. Setelah itu bersama Mr. Rasyid yang 1/2 memapahnya mereka pamitan dan Mr. Rasyid mengantarkan Meyta ke tempat tinggalnya. Sepanjangnya jalan pulang, Meyta hanya dapat diam diri merenung akan apa yang barusan dirasakannya. Ada hati kebingungan yang menerpa dianya yakni di antara hati senang atas kepuasan yang dirasanya dan hati tidak suka pada ke-2 lelaki itu atas tindakan mereka pada dianya.
Peristiwa ini adalah kejadian buruk yang paling akhir yang dirasakan Meyta, karena selang beberapa saat Mr. Rasyid dan beberapa tenaga asing di grup perusahaan tempat Meyta bekerja memilih untuk tidak lagi perpanjang kontrak kerja mereka sehubungan dgn kritis ekonomi yang terjadi yang berpengaruh pada usaha grup perusahaan itu. Satu tahun selanjutnya Meyta berjumpa dgn seorang lelaki yang asal dari pulau seberang yang benar-benar memesonanya dan benar-benar menyukainya dan setelah pacaran beberapa waktu, mereka meneruskan dgn pernikahan. Meyta saat ini tetap bekerja pada perusahaan itu dan di kehidupan keluarganya hidupnya benar-benar bahagia dgn suaminya yang penuh pemahaman, hingga secara perlahan dia dapat lupakan semua peristiwa jelek yang sebelumnya pernah dirasakannya itu, dan dapat nikmati curahan kasih sayang suaminya kepadanya.
-

Foto Ngentot gadis pirang di dapur

Duniabola99.com – foto cewek cantik pirang lagi minum di dapur dan disamperin pacarnya yang lagi sange berkontol besar untuk mengentotnya dan setelah melepaskan celana yoganya yang ketak dan melakukan hantaman yang keras dimemeknya yang tidak berbulu diatas kursi dapur.
-

Awesome Asian POV Show Along Akubi And Asami

-

Cerita Sex Berhubungan Denga Gadis Yang Paling Cantik di Sekolah
Patricia duduk di atas bangku belakang mobil bersama Ayahnya. Sementara pengemudinya mengemudikan mobil tersebut. Mereka baru pulang dari acara pesta pernikahan putra rekanan usaha Ayahnya. Di saat tersebut Patricia berbicara,

Cersex Stw – “Aduh, kok kepalaku cukup pusing dan perut mual ya.”
“Apa karena mungkin dampak makanan barusan,” bertanya Ayahnya.
“Dapat selesai. Awalnya saya tidak apapun kok.”
“Memang kamu demam?”
“Tidak sich, saya tidak merasa demam. Hanya pusing dan mual saja.”
“Ingin singgah ke dokter dahulu?”
“Bisa dech.”Terkini Pada akhirnya mereka singgah ke dokter praktik yang searah dgn tempat tinggalnya. Sesampai pada tempat dokter, mereka harus menanti di ruangan nantikan kurang lebih 15 menit. Waktu tersebut ada seorang bapak-bapak dan dua lelaki muda yang semenjak kedatangan Patricia, menjadi melihat-lirik ke arahnya. Tidak harus bingung. Karena kedatangan Patricia demikian menonjol disana. Ibaratnya dunia ini putih hitam saat sebelum hadirnya. Semenjak hadirnya, jadi penuh warna. Karena wanita itu benar-benar cakep dan menarik. Bentuk badannya juga cantik. Kulitnya putih. Ditambahkan lagi saat itu dia memakai minyak wangi mahal dan berhias penuh karena mendatangi acara pesta pernikahan. Wuaahh! Sudah pasti dia segera mengundang perhatian beberapa orang disitu dan mereka yang punyai pikiran kotor (seperti 3 orang barusan) saat itu juga menjadi langsung mupeng memikirkan mukanya yang cakep dan badannya yang seksi menarik.
Gaun acara pesta yang dikenainya saat itu warna putih berbahan kain yang tebal dan benar-benar cocok dgn badannya. Tidak terlalu kecil dan tidak kebesaran, benar-benar cocok melekat di badannya. Hingga kelihatan terang keelokan bentuk badannya. Pinggangnya yang ramping, pinggulnya yang mencolok, dan dadanya yang mencolok dibalik gaun tebal yang membalut badan cantik tersebut. Ditambahkan juga, belahan dada atas yang sedikit terlihat. Wajarlah, namanya gaun acara pesta wanita. Meskipun tidak dapat disebutkan benar-benar terbuka, tapi tetap memperlihatkan ke-sexy-an penggunanya. Apalagi jika penggunanya ialah Patricia! Membuat orang sakit juga dibikin menjadi mupeng dan lupa akan sakitnya, seperti 3 orang barusan.Pada akhirnya diundanglah nama Patricia. Dan masuk Patricia kedalem didampingi oleh Ayahnya. Memang patut jika Ayahnya masuk menemaninya. Anak wanita usia 18 tahun pasti tidak bagus didiamkan masuk sendiri ke dalam kamar tertutup berdua dgn dokter lelaki yang umurnya dalam saat puber ke-2 . Apalagi jika anak wanitanya secantik dan se-sexy Patricia. Apalagi hal tersebut dapat membuat orang mupeng yang sedang menanti di ruangan nantikan menjadi melayg-layg pemikirannya membaygkan peristiwa yang nggak-nggak di dalam ruang itu (benar tidak sich? hehehe). Dokter yang mengeceknya ialah dokter Warsitho. Umurnya 40 tahun lebih. Mukanya kebapakan dan papar bahasanya benar-benar santun kelihatannya dia asal dari kelompok priyayi.
Dia dengarkan dgn penuh pemahaman sekalian melihat Patricia dgn serius. Tapi gantenggnya benar-benar susah diterka apa dia dengarkan serius keluh kesah Patricia atau mungkin sembunyi-sembunyi mupeng dgn wanita itu? Sesudah dengar keluh kesah Patricia, dia akan mengeceknya di ruangan check.. Ruangan check ialah ruang kecil di dalam ruangan diskusi itu yang terbatasi oleh swinging door yang tidak ada kuncinya. Patricia masuk ke dalam ruangan check itu bersama dokter Warsitho tanpa diantarkan Ayahnya. Mungkin Ayahnya tidak ikut-ikutan masuk karena dia tidak ingin menyaksikan waktu Patricia buka pakaiannya. Apalagi kondisinya cukuplah aman karena ruangan check itu cuma terbatasi swinging door yang tidak ada kuncinya. Hal tersebut diterangkan oleh dokter Warsitho karena dia tidak mau orang berpikir yang bukan-bukan jika dia punyai niat buruk pada putrinya. Apalagi dia sadar jika Patricia itu ialah wanita muda yang hebat cakepnya dan seksi juga.
Di dalam ruang itu, seperti umumnya dokter Warsitho akan mengecek dgn alatnya. Karena itu dia berbicara dgn santun,
“Maaf dik, pakaiannya tolong dibuka sesaat ya.”
“Wah, jika ini saja apa tidak dapat, dok?”
“Ngerinya kurang terang, tetapi ok, saya coba dahulu ya.”
“Aduh, maaf, mungkin pakaian kamu ini terlampau tebal, menjadi saya tidak dapat dengar.”
Mendadak Patricia jadi terlihat resah.
“Aduh bagaimana ya…”
“Hanya sesaat saja kok,” kata Dokter Warsitho dgn senyuman pemahaman seakan dia mahfum akan kegelisahan wanita ini. Dia memahami jika wanita muda seperti ia, pastilah risi jika diminta buka pakaiannya di muka seorang pria berusia seperti dianya. Meskipun ke seorang dokter sekalinya.
“Saya cuma ingin mengecek sisi perut kamu yang mual tersebut. Tidak lama kok.. Paling beberapa saat.”
“Apa tidak ada jalan lain, dok?”
“Ya tidak ada. Kalau kamu ingin pulih ya perlu dicheck,” ucapnya mulai tidak sabar. Dia merasa sedikit tersinggung karena disangkanya pasti wanita ini menduga dia punyai pikiran yang bukan-bukan.
“Ehmmm….ok dech,” kata Patricia dgn sangsi.Tapi yang dilaksanakan Patricia kemudian benar-benar aneh. Semestinya dia buka retsleting gaun dipunggungnya. Tapi yang dilaksanakan malah dia mengusung rok gaunnya itu dan meningkatkannya ke atas sampai ke pangkal pahanya. Baru selanjutnya diakuinya jika gaun itu sisi pinggangnya ketat. Hingga mustahil dia mengusungnya lagi hingga ke perutnya. Hingga pada akhirnya gaunnya di turunkan lagi. Tetapi dia telanjur memperlihatkan pahanya yang putih mulus dan celana dalam warna coklat mudanya di muka dokter Warsitho.
“Tidak perlu demikian dik,” kata dokter Warsitho ternyata dia bingung dan memulai berprasangka buruk jangan-jangan wanita ini cakep cakep tetapi perubahan otaknya cukup tidak kelar.
“Saya hanya ingin check perut kamu pada bagian sini yang barusan kamu katakan cukup sakit itu,” ucapnya sekalian menunjuk sisi atas perutnya sendiri dgn keinginan agar Patricia memahami tujuannya tanpa perlu menjelaskannya dengan eksplisit.
“OK,” kata Patricia dgn kurang kuat. Ternyata pada akhirnya Patricia memahami . Karena dia mulai buka retsleting gaunnya di punggungnya. Setelah sebelumnya sempat ragu sesaat, di turunkannya gaun itu sampai hanya perut.“Ahh!”
Dokter Warsitho secara spontan berseru terkejut dan matanya terbeliak. Karena sekarang sisi atas badan Patricia telanjang tidak ada penutup satu helai benang juga! Hingga dia dapat menyaksikan terang buah dada ranum yang cantik punya wanita muda yang menarik khususnya untuk pria seumur seperti dianya tersebut. Semenjak barusan dia telah agak-agak mupeng dgn kecantikan dan ke-sexy-an wanita ini. Apalagi saat ini disajikan panorama cantik semacam itu dalam jarak demikian dekat! Buah dada putih itu terlihat padat berisi dan kuat dgn ke-2 puting imutnya yang fresh kemerahan mencolok di depan. Apalagi ac ruang yang cukup dingin, membuat puting buah dada Patricia menjadi semakin perky dan mencolok.
Dokter Warsitho telah belasan tahun jadi dokter dan dia cukup kerap mengecek pasien wanita. Tapi saat itu jantungnya berdegap kuat menyaksikan buah dada ranum yang cantik dan fresh terpajang terang di muka matanya. Dan itu bukan dada seorang ibu-ibu 1/2 usia yang bodynya sudah tidak karuan, tetapi itu dada punya wanita muda yang cakep!
Gaun acara pesta Patricia itu memanglah bukan gaun yang membeli menjadi tetapi gaun yang khusus dibikin untuk dianya. Karena itu itu gaun itu demikian cocok di badannya. Apalagi Patricia termasuk wanita yang benar-benar perhatian dalam hal menjaga badannya hingga dia tidak kegemukan sejak gaun itu dibikin. Dan pada bagian depan gaun itu sudah ada seperti bra yang melekat jadi satu dgn gaun tersebut. Hingga penggunanya tidak harus menggunakan bra kembali.
Pasti untuk membikin gaun semacam ini tidak mudah karena harus diukur benar-benar tepat agar cocok digunakan oleh sang pengguna. Tidaklah aneh jika gaun itu mahal harga dan pembikinnya juga ialah seorang penjahit hebat (omong-omong, penjahitnya wanita bukan lelaki). Tersebut penyebabnya mengapa sejak dari barusan Patricia terlihat sangsi untuk turunkan gaunnya. Karena untuk buka sisi perut pasti harus melalui dada. Sementara dia tidak menggunakan bra yang terpisahkan dari gaunnya tersebut. Dgn di turunkannya gaun itu pasti automatis dadanya menjadi terbuka bebas.
Awalnya disangkanya dokter dapat mengecek dianya tanpa dia perlu buka gaunnya. Jika tahu ini, pasti dia tidak kesini saat sebelum pulang ke rumah dan mengganti baju dahulu. Tetapi karena telah telanjur sampai di sini dan masuk ke dalam ruangan check dan takut dokter itu tersinggung, menjadi ya bolehkah buat, mau tak mau direlakan dadanya disaksikan dokter tersebut. Itu toh untuk kesehatan dianya. Yang tidak terang ialah ajakan terkejut dokter Warsitho barusan ialah benar-benar terkejut atau mungkin karena terpesona oleh buah dada wanita muda ini?
Tapi dokter Warsitho ternyata tahu bagaimanakah cara berlaku dengan professional. Karena sesudah sesaat terkejut dan secara spontan melihat buah dada ranum yang cantik itu, dia selekasnya mengalihkan mukanya 30 derajat waktu melekat-nempelkan alatnya itu di sejumlah tempat di perut Patricia. Tetapi, sebetulnya, apalah maknanya mengalihkan muka semacam itu, karena toh dia bisa menyaksikan dgn terang sekali dalam posisi semacam itu. Karena jaraknya memang demikian dekat. (Tetapi memang jika tidak bisa menyaksikan benar-benar, malah lebih bahaya. Jika salah tempat justru lebih genting .) Selang beberapa saat, dia berbicara,
“OK, telah usai,” sekalian melihat muka Patricia. Pasti waktu itu juga dia dapat menyaksikan buah dadanya dgn terang sekali tanpa perlu melihatnya langsung. Tapi kemudian justru pandangan matanya melihat ke buah dada telanjang itu, sebelumnya terakhir ditutup lagi dgn gaun tersebut.
Sesudah dgn rapi Patricia tutup gaunnya kembali, Dokter Warsitho berbicara,
” Semestinya jika tahu demikian barusan kamu tidak perlu dicheck. Dapat segera saya kasih obat saja.”
(Sangat aneh, mengapa bicaranya baru saat ini ya??) Kemudian kembalilah mereka ke ruangan diskusi tersebut.
“Bagaimana dok?”
“Ooh, tidak apapun kok. Bukan permasalahan serius. Karena mungkin salah makanan saja,” ucapnya sekalian senyuman-senyum. Entahlah apa tujuan senyumnya tersebut.“Apalagi putri bapak badannya benar-benar sehat dan ini muda. Hingga sakit apa pun itu cepat pulihnya. Oh iya, omong-omong, putrinya usia berapakah?”
Aneh dokter ini, ngapain tanya usia semua?
“18 tahun.”
“Ooh, masih terbilang muda sekali. Badan masih tetap fresh. Tentu cepat pulih. OK, ini saya kasih resepnya.”
“Terima kasih dok.”
“Sama. Kelak kalau belum pulih , jangan sungkan-sungkan singgah ke sini kembali.”
“Dan ingat,” imbuhnya,
“Kesehatan badan itu wajib sekali.”‘Patricia sedang memakai mobilnya ke arah tempat fitness. Dia mulai rajin olahraga karena ingin agar badan masih tetap bugar. Disamping itu untuk jaga agar berat dan bentuk badan masih tetap bagus. agar otot-otot badan masih tetap kencang. Khususnya sisi buah dadanya. Dia cemas jika buah dadanya akan cepat melembek atau sagging. Apalagi akhir-akhir ini mulai kerap diremas-remas dan terbuncang-guncang karena benda tumpul. Dia tidak mau buah dadanya menjadi melembek dan buruk sesudah usia 30-an atau akhir 20-an. Karena itu dia rajin olahraga mulai dari sekarang ini. Saat sebelum semua telat. Meskipun masih terbilang muda, tetapi dia cukup wise ternyata. Sesudah memarkir mobilnya, selang beberapa saat masuk dia ke arah tempat fitness tersebut. Disitu lumayan banyak orangnya. Ada yang tua atau yang seumuran ia ataupun lebih tua sedikit.
Baik lelaki atau wanita. Saat itu Patricia menggunakan celana pendek putih yang cukup pendek. Hingga terlihat terang pahanya yang putih mulus. Sementara atasannya dia menggunakan kaus tanktop ketat tanpa lengan warna kuning. Terlihat terang dadanya yang mencolok dibalik kaus tanktopnya tersebut. Dan terlihat sedikit belahan sisi atas dadanya karena kaus yang dikenai itu berleher rendah. Rambutnya digulung-gulung dan diikat. Agar tidak mengusik waktu olahraga. Dia saat itu siap-siap meng ikuti kelas aerobik. Di dalam ruang itu ada banyak lelaki dan bapak-bapak yang semenjak sebelumnya mencuri-curi pandang kearahnya. Selang beberapa saat, dimulailah latihan aerobiknya.
Sepanjang satu jam penuh Patricia fokus penuh dgn exercise-nya tersebut. Tapi yang kasihan lelaki-lelaki dan beberapa bapak disana karena banyak yang terpecah fokusnya. Sesudah usai aerobik, badan Patricia jadi basah penuh dgn keringat dan napasnya tersengal-sengal. Kaus tanktop-nya sekarang menjadi basah kuyup karena keringatnya. Hingga menjadi basah melekat di badannya. Dan bra yang dikenai di dalemnya menjadi tercetak dgn terang, khususnya karena berwarna yang cukup gelap. Dia tidak segera mandi di shower tetapi menanti sampai dianya cooling down dan badannya kering lebih dulu. Dia melepaskan ikatan rambutnya hingga sekarang rambutnya tergerai bebas. Rambutnya juga menjadi cukup basah karena keringat di kepalanya.
Saat itu dia jalan ke arah sisi lain, ke arah tempat latihan kencangkan otot dgn memakai alat. Sedikit orang yang olahraga disitu saat itu. Saat itu dia lakukan suatu hal, yang jika orang menyaksikannya, tentu dibikin mupeng setelah oleh perbuatannya tersebut. Karena mendadak dia melepaskan kaus tanktop yang menempel basah di badannya tersebut. Yang menyaksikannya cukup kecewa karena di dalemnya bukan bra biasa yang tipis dan seksi tetapi sport bra. (Sport bra ialah bra khusus dipakai untuk olahraga menjadi memiliki bentuk semakin lebih besar dan kuat dibandingkan bra biasa.
Peranan intinya selainnya tutupi dada membuat perlindungan buah dada dari guncangan waktu lakukan olahraga yang karakternya “high impact”, seperti aerobik baru saja). Sebetulnya untuk sajam saat ini ialah hal yang cukup normal wanita cuma menggunakan atasan sport bra doang pada tempat fitness. Tetapi tetap ada yang mupeng dibikinnya karena bagaimana juga melihat panorama wanita melepaskan pakaiannya, meskipun di dalemnya masih tetap ada susunan yang tutupi badannya, pasti adalah panorama yang benar-benar menggairahkan untuk lelaki. Apalagi jika wanitanya cakep dan badannya putih mulus dan seksi seperti Patricia. Waktu Patricia sedang jalan-jalan dan melihat- saksikan orang yang olahraga disana, mendadak ada suara yang panggilnya. Suara yang tidak asing untuknya.
Itil V3
“Patricia?! Lho kok kamu ada di sini?” Patricia selekasnya melihat ke hadirnya suara,
“Eh, Pak Rohmad. Lho, kok bapak ada juga di sini?”
“Saya khan part-time instructor di sini. Kamu telah lama fitness di sini?”
“Baru bulan kemarin joinnya.”
“Sangat bagus kamu turut fitness di sini. Karena olahraga itu sangat penting untuk kesehatan badan. Dan kesehatan badan itu wajib sekali maknanya,” kata Pak Rohmad.
“Sepakat Pak. Karena itu saat ini saya olahraga dgn teratur. Agar badan masih tetap sehat,” kata Patricia.Seterusnya mereka bercakap-cakap sesaat.
Pak Rohmad ialah guru olahraga di sekolah Patricia. Di umurnya yang akhir 30-an atau awalnya 40-an itu, dia termasuk seorang dgn stamina yang lumayan tinggi dan fisik yang kuat. Mahfum, dia ialah orang yang rajin olahraga beragam jenis. Badannya kekar. Kulitnya sawo masak. Rambutnya dipotong cepak dan berkumis, membuat gantenggnya terlihat ganas. Pak Rohmad ialah suami dari Bu Ratinuk, kepala sekolah di sekolah tersebut. Walau badannya kekar, tapi Pak Rohmad termasuk sebagai suami takut istri. Karena mungkin Bu Ratinuk ialah atasannya di sekolah. Atau karena mungkin Bu Ratinuk semakin tinggi pendapatannya. Atau karena mungkin Bu Ratinuk asal dari keluarga cukup kaya. Atau karena mungkin Bu Ratinuk orangnya benar-benar cerewet. Hingga dalam kehidupan setiap hari Pak Rohmad semakin banyak menurut dan tidak berani menantang istrinya. Cuman satu saja Bu Ratinuk selalu menurut dan kalah dgn suaminya, yakni saat di atas tempat tidur. Dalam ini, Bu Ratinuk benar-benar senang dgn “performnce” suaminya tersebut.Beberapa waktu mereka bercakap-cakap itu, sembunyi-sembunyi kemaluan Pak Rohmad menjadi mengeras .
Umumnya dia menyaksikan Patricia di sekolah waktu dia selalu menggunakan baju seragam yang rapi dan santun. Dia mengetahui wanita ini selalu menggunakan bajunya dgn rapi. Bahkan juga menyaksikannya menggunakan baju olahraga sekolah juga jarang-jarang sekali atau justru sebelumnya tidak pernah. Karena dia ialah guru olahraga untuk siswa lelaki. Dan guru olahraga untuk siswa wanita ialah Bu Zaire. Dan olahraga untuk lelaki dan wanita selalu dipisah. Tapi sekarang Patricia benar-benar berlainan. Dia terlihat demikian seksi dgn baju yang kurang menempel di badannya. Dia menyaksikan Patricia yang badannya cuma dibalut sport bra dan celana pendek sport yang betul-betul pendek dan cukup ketat. Sementara beberapa badannya ter-ekspos dgn terang.Dalam jarak demikian dekat dia dapat menyaksikan dgn terang daya magnet seksual anak didiknya itu yang demikian
menarik dan menghidupkan gairah tiap lelaki normal, termasuk dianya saat itu. Mukanya yang elok innocent. Badannya yang basah mengkilat penuh dgn keringat. Rambutnya yang cukup basah karena keringat, tergerai dgn bebas. Kulitnya yang putih mulus. Dadanya yang mencolok dibalik sport branya. Belahan atas buah dadanya yang terbuka seakan memikat untuk membikin beberapa lelaki termasuk dianya ingin tahu seperti apakah memiliki bentuk keseluruhannya.Perut dan ke-2 tangannya yang telanjang. Pahanya yang putih mulus kelihatan terang sampai nyaris pangkalnya. Pinggulnya yang mencolok dibalik celana sport yang pendek dan ketat tersebut. Hingga Pak Rohmad, yang di sekolah selalu berlaku santun, sekarang menjadi mupeng dgn Patricia, wanita favorite sekolah tersebut. Kemudian Pak Rohmad bawa Patricia berkeliling-keliling sekalian memperlihatkan sejumlah alat olahraga. Tujuan bagusnya pasti menerangkan faedah beberapa alat itu pada anak didiknya. Tapi dia punyai maksud tertentu, untuk bersihkan mata nikmati badan Patricia yang seksi dan mulus tersebut. Mumpung dia dapat peluang sangatlah baik hari tersebut. Belum pasti dia mendapatkan peluang semacam ini kembali.
Patricia menggunakan kaus olahraga tanpa lengan dgn celana pendek yang ketat. gelorabirahi.com Ini kali dia
olahraga latih otot badannya khususnya anggota badan depannya.. Saat itu dia sedang dituntun oleh Pak Rohmad. Ternyata dia menyengaja cari peluang agar dapat “menuntun” Patricia olahraga dengan betul. Dan hari itu pada akhirnya dia mendapatkan peluang yang diidamkan tersebut. Saat itu Patricia sedang duduk di alat fitness tersebut. Ke-2 tangannya bergerak buka dan tutup sekalian menggenggam sisi dari alat itu (tidak tahu apa nama alat ini. Tetapi alat ini ada selalu pada tempat fitness). Sementara Pak Rohmad di sampingnya memerhatikannya. Apa yang diperhatikannya? Memerhatikan exercise yang dilaksanakan Patricia tentu saja.Tapi benar-benar susah dipercayai jika sejak dari barusan dia tidak sekalian memerhatikan paha Patricia yang putih mulus tersebut. dadanya yang mencolok dibalik pakaian olahraganya. Apalagi waktu Patricia buka tangannya, membuat dadanya terlihat lebih terbuka dan membusung. Dan tempatnya yang berdiri semakin tinggi dibandingkan Patricia yang sedang duduk, membuat bisa menyaksikan semakin banyak gumpalan daging buah dada Patricia. Kemudian Patricia latihan sit up. Pak Rohmad memotivasinya untuk mampu melakukan 40 kali.
Hingga kemudian Patricia sukses melakukan 40 kali. Setiap Patricia membungkuk di depan dan mengusung badannya, Pak Rohmad selalu berusaha melihat gundukan buah dada sisi atas wanita itu yang kelihatan dari sela pakaiannya. Hingga dia dapat menyaksikannya sekitar 40 kali . Kemudian Patricia berbaring tengkurap di atas matras yang cukup tinggi. Sementara Kakinya disangkutkan ke alat fitness dgn dikasih beban. Selanjutnya kakinya digoygnya turun naik dan ditekuk untuk mengusung beban tersebut.
Pak Rohmad memantaunya sekalian melingkari dari sisi, belakang, dan depan. Hingga dia dapat memberikan nasihat dan berikan motivasi anak didiknya tersebut. Sementara matanya pasti jelalatan melihati badan seksi yang sedang tengkurap tersebut. Apalagi dia dapat dgn bebas memelototinya tanpa risiko kedapatan khususnya waktu dari sisi dan ada di belakang. Waktu dari sisi: dia dapat memelototi dgn terang pinggul Patricia yang mencolok yang terikat celana pendek yang ketat dan seksi tersebut. Bisa juga menyaksikan punggung wanita yang sedang tengkurap itu keseluruhannya. Waktu ada di belakang: dia dapat melihat pahanya yang putih mulus dan pinggul dan sisi kemaluannya yang tertutup celana pendek tersebut. Waktu di muka: dia dapat menyaksikan gundukan buah dada sisi atas yang kelihatan dari belahan leher pakaiannya.
Paling akhir Patricia latihan mengusung badannya. Ke-2 tangannya raih dua ring di atas kepalanya. Selanjutnya berusaha mengusung badannya ke atas. Ini benar-benar sangat berat. Hingga Pak Rohmad menolong mengusungnya ke atas dgn menggenggam pinggangnya dan kaki dan pahanya. Waktu menggenggam pinggang, pasti dia tidak menggenggam pakaiannya tetapi kulit pinggangnya. Karena menggenggam pakaiannya tentu saja akan licin. Selainnya pinggang terkadang dia menolong mengusung badan Patricia dgn menggenggam paha wanita tersebut. Bahkan juga sempat dia melingkarkan ke-2 tangannya di paha Patricia sekalian dia berdiri ada berada di belakangnya dgn jarak benar-benar dekat. Hingga kepalanya menyentuh hampir pinggul wanita tersebut.
“Bagaimana rasanya, Patricia,” bertanya Pak Rohmad sesudah sesion latihan itu usai.
“Wah, cape sekali dan badan menjadi pegal-pegal sich Pak. Tetapi rasanya sedap sekali. Apalagi kelak malem, dapat tidur sedap dech,” kata Patricia.
“Memang olahraga itu penting untuk kesehatan badan,” kata Pak Rohmad. Apalagi olahraga yang memberi kepuasan batin, kata Pak Rohmad dalam hatinya. Tidak lama kemudian…Patricia sedang telanjang bundar di dalam kamar mandi fitness tersebut. Dia menyirami beberapa sisa sabun di badannya dgn air hangat yang keluar shower. Pak Rohmad sudah berdiri telanjang bundar di dekatnya. Jarak di antara ke-2 nya paling sekitaran 1/2 mtr. saja. Sudah pasti kemaluannya juga sudah ikut-ikutan “berdiri”. Tetapi walau demikian ke-2 nya tidak dapat sama-sama menyaksikan. Karena seorang ada di ruang khusus wanita dan yang lain kembali di ruang khusus lelaki yang pintu masuk ke-2 nya jauh. Namun kebenaran saat itu ke-2 nya ambil tempat di ujung. Hingga jika diukur dgn GPS, ke-2 nya berdiri benar-benar bersisihan. Namun ada tembok pembatas yang tebal.
Malamnya,
Pak Rohmad tampil hebat di atas tempat tidur, hingga Bu Ratinuk istrinya yang umumnya cerewet saat itu menjadi “jinak” dan demikian penurut padanya.. Dan demikian kondisi selanjutnya. Pada beberapa hari di mana Pak Rohmad “menuntun” Patricia olahraga dengan betul, malamnya dia selalu tampil dgn lebih gagah.Matahari barusan tenggelam. Hari sudah beralih menjadi gelap. Situasi sekolah itu terlihat sudah sunyi dan tidak kelihatan seorang juga. Jika orang menyaksikan di luar, pasti mereka menduga jika di dalam kompleks sekolah yang besar itu tidak ada seorang manusia juga. Tapi hal tersebut tidak betul. Sebab ada rumah Pak Sarip yang berada pada bagian belakang sekolah yang ditempati oleh penghuninya, yakni Pak Sarip dan Bu Sarip. Tetapi pada bagian depan kompleks sekolah, semestinya tidak ada orang sama sekalipun. Apalagi pintu gerbang yang menyambungkan sisi depan dan belakang sekolah sudah digembok dari depan. Hingga Pak Sarip juga tidak dapat masuk ke dalam wilayah ini. Andaikan dia ingin keluar kompleks, dia harus keluar melalui pintu belakang sekolah. Selainnya mereka, semestinya tidak ada seseorang di dalam kompleks sekolah tersebut..
Tapi…ternyata tidak betul . Karena di dalam satu ruang tertutup, persisnya di dalam aula olahraga pada bagian depan sekolah, beberapa lampu berpijar dan kedengar beberapa suara aneh di dalemnya. Hantukah itu??? Rupanya bukan hantu. Di dalam aula itu terdapat dua orang yang segalanya serba berbeda, yakni berbeda tipe kelamin, berlainan angkatan, ketidaksamaan warna kulitnya kontras sekali, tapi ke-2 nya sedang asyik lakukan satu aktivitas olahraga dengan bersama. Dan olahraga yang dilaksanakan itu bukan olahraga biasa. Karena wanita muda dan putih itu terlihat sedang mendesah-desah. Dianya sedang ditindih oleh bapak berkulit sawo masak yang umurnya sekitaran 40 tahunan. Ke-2 nya telanjang bundar. Kemaluan bapak itu sudah menyikat-nyodok ke dalam kemaluan wanita putih barusan. Rupanya wanita itu ialah Patricia, siswa favorite sekolah tersebut. Dan bapak yang sedang menindihnya itu ialah Pak Rohmad, guru olahraga sekolah tersebut. Karena itu mari kilas balik sebentar…
Sore itu usai praktikum, Patricia tidak segera pulang ke rumah. Dia bermain dgn sejumlah temannya, berganti-gantian melemparkan bola basket ke dalam ringnya. Di ujung satunya ada banyak siswa dari kelas lain lakukan hal yang sama. Disamping itu ada juga sejumlah siswa yang sedang sekedar duduk sekalian bicara dan bergurau. Dalam pada itu, pada bagian lain ruang, Pak Rohmad sedang mengajarkan olahraga ke siswa kelas siang. Olahraga yang diberikan saat itu ialah senam matras, seperti roll depan, roll belakang, dan lain-lain. Sesudah jam pelajaran olahraga usai, Pak Rohmad bertandang ke beberapa anak yang sedang bermain basket itu selanjutnya dia memberikan contoh dan saran-masukan ke mereka. Kemudian dia meberbicara dgn siswa-murid yang sedang sekedar duduk tersebut. Selang beberapa saat Pak Rohmad bersama tiga siswa lelaki jalan ke matras yang awalnya digunakan buat olahraga itu dan bicara berkenaan olahraga matras disitu. Selang beberapa saat Patricia merasa cukup bermain. Dia akan selekasnya pulang. Sesudah pamitan dgn beberapa temannya dia jalan ke pintu keluar aula tersebut. Tapi saat itu dia menyaksikan Pak Rohmad dan sejumlah siswa itu yang sedang meberbicara hebat. Karena ingin ketahui, dia ikut-ikutan nimbrung, sampai cukup lama.. Pasti tiga siswa lelaki barusan seperti keruntuhan rezeki nomplok, mendadak dapat bicara bersama dgn Patricia.
Mereka bicara cukup lama, hingga pada akhirnya beberapa teman bermainnya yang barusan justru pulang lebih dulu. Selang beberapa saat, tiga lelaki yang sedang meberbicara dengannya pamitan pulang . Karena mereka pulang, Patricia turut pamitan . Tetapi saat selanjutnya Pak Rohmad ajaknya berbicara mengenai olahraga fitness. Karena pada intinya sukai bicara, pada akhirnya dia asyik bicara dgn Pak Rohmad. Saat itu dia tidak terlampau khawatir karena dilihatnya masih tetap ada sejumlah siswa yang tidak dikenalinya sedang melemparkan-lempar bola ke ring basket. Jadilah dia dan Pak Rohmad keasikan bicara beberapa macam mengenai olahraga. Malah Pak Rohmad memberikan contoh-contoh mengenai olahraga matras. Sementara Patricia repot memerhatikannya dan terlibat percakapan dgn Pak Rohmad.
Tidak berasa sudah melalui 1/2 jam mereka meberbicara. Mendadak Patricia tersadarkan jika saat itu ruang aula sudah sepi. Semuanya orang sudah pergi. Cuma dia dan Pak Rohmad saja yang masih ada di aula tersebut. Saat itu dia merasa cukup risi berdua sendiri dgn Pak Rohmad di dalam ruang yang luas tapi kosong tersebut. Apalagi saat itu dia ada dalam jarak lumayan dekat dgn Pak Rohmad. Sementara dia sudah merasakan seringkali Pak Rohmad melihati dianya seakan seperti menggeraygi badannya saja. Ditambahkan lagi dia menyaksikan ada benjolan lumayan besar dibalik celana pelatihan yang dikenai Pak Rohmad. Karena itu dia selekasnya pamitan pulang,
“Wah, mau gelap nih. Saya perlu pulang dahulu dech Pak.” Tapi Pak Rohmad justru berbicara,
“Wah, saat ini kembali hujan, Patricia. Jika kamu pulang saat ini, demikian keluar pagar depan pasti juga basah kuyup. Apalagi, satpam yang pekerjaan menjaga di muka ini hari ialah Pak Sudin. Ia orangnya sukai nyebar isu. Saya tidak mau ia ngelihat kita keluar berdua lantas nyebar isu yang nggak-nggak ke beberapa anak. Hal tersebut tidak bagus untuk saya tetapi lebih tidak bagus kembali untuk kamu, anak wanita yang masih perawan. Bagaimana jika kita nanti dulu beberapa saat? Sepuluh / lima belas menit telah saatnya jam pulang untuknya. Dan siapa yang tahu saat itu hujan sudah surut,” ucapnya menasihati.“Dan kamu tidak harus cemas, saya akan menanti dan jaga kamu di sini sampai kamu pulang,” imbuhnya kembali.
Entahlah karena mungkin karakter bitchy dalam dianya sembunyi-sembunyi mulai ada, atau sekadar main-main ingin ketahui apa yang akan dilaksanakan Pak Rohmad seterusnya, atau memang karena takut kehujanan dan digosipin, atau karena terkena dampak wibawa Pak Rohmad, saat itu Patricia mengikuti saja kata- kata gurunya tersebut. Sesaat dia terlihat sangsi, tapi pada akhirnya dia berbicara, “Ehmmm, baik kalau hanya sepuluh menit.”
“OK, jika demikian, untuk isi waktu, saya perlihatkan sejumlah aktivitas olahraga yang bermanfaat,” kata Pak Rohmad.
“Olahraga itu sangat penting untuk mempertahankan kesehatan badan, lho, Patricia.”
“Dan kesehatan badan itu wajib sekali maknanya dalam kehidupan kita,” begitu khotbah singkat Pak Rohmad ke Patricia.Sekalian berbicara, dia jalan ke dalam menjauhi dari pintu keluar. Patricia meng ikuti langkah kaki Pak Rohmad tersebut. Tapi waktu Patricia jalan ke arah tengah ruang itu, saat selanjutnya justru Pak Rohmad kembali arah dan tutup pintu keluar itu dan mengamankannya. Hingga sekarang tidak ada seorang juga yang tahu mereka berdua berada di dalam, dan tidak ada seorang juga yang dapat buka pintu itu di luar terkecuali yang mempunyai kuncinya. Dan Bu Zaire, guru olahraga wanita yang menggenggam kunci sudah pulang semenjak barusan, demikian jam pelajaran olahraga usai.
“Sini, saya perlihatkan bagaimana kamu dapat memakai alat ini untuk kesehatan badan kamu,” kata Pak Rohmad. Dia jalan ke arah pipa besi horizontal yang disanggah oleh dua pipa besi vertikal di pinggirnya (yang biasa dipakai untuk senam di olimpiade). Lantas dia memberikan contoh. Dia melonjak raih palang horizontal itu dgn ke-2 tangannya. Selanjutnya dia menarik badannya keatas seringkali. Benar-benar luar biasa sekali! Walau umur telah atau nyaris kepala empat, tetapi dia mampu melakukan seringkali tanpa membuat napasnya ngos-ngosan.
“Nach, saat ini gantian kamu coba.”
“Wah, saya tidak dapat Pak. Itu sangat berat. Khan dahulu pernah coba pada tempat fitness,” kata Patricia.
“Tidak apapun coba kembali. Siapa yang tahu justru dapat. Ayuk, silahkan saya tolong naik, maaf,” kata Pak Rohmad. Walau mulutnya ucapkan kata “maaf” tapi dia tidak memberikan peluang wanita itu menampik. Karena saat itu dia segera menggenggam pinggang wanita itu dan mengusungnya. Hingga sekarang mau tidak mau Patricia harus menggenggam palang besi itu dgn ke-2 tangannya jika tidak ingin dianya digenggam terus oleh Pak Rohmad.Sesudah Patricia raih palang itu, baru Pak Rohmad melepas pegangannya. Lantas dia berbicara,
“Nach, saat ini coba angkat badan kamu,” kata Pak Rohmad.
“Wah, saya tidak kuat Pak. Sangat berat,” kata Patricia yang hanya dapat geser badannya ke atas sejumlah senti saja.
“Jika demikian, silahkan saya tolong,” kata Pak Rohmad sekalian dia berjongkok di muka wanita itu dan menggenggam pergelangan kakinya.
“Huuahhh,” serunya waktu mengusung ke-2 kaki Patricia keatas.
“Kamu coba angkat badan kamu semakin tinggi , telah saya tolong nih,” kata Pak Rohmad sekalian
mengadahkan kepalanya ke atas. Benar-benar dia ialah orang yang pintar manfaatkan peluang. Walau sebenarnya saat itu Patricia kenakan rok abu-abu yang panjangnya sejumlah senti di atas lutut! Pasti saat itu Pak Rohmad dapat menyaksikan panorama cantik di atas kepalanya tersebut. Sekurang-kurangnya, paha putih mulus itu tentu terkena dilihatnya. Makin tinggi Patricia mengusung badannya, makin banyak juga yang dilihatnya. Bahkan bisa saja celana dalam wanita itu sukses dilihatnya sekaligus. Tapi kemudian justru kurang lebih ajar .“Sesaat, tahan dahulu ya……Nah saat ini saya tolong kembali.”
Dan…dipegangnya pantat wanita itu yang terlihat sedikit mencolok dibalik rok abu-abunya tersebut. Patricia merasa pantatnya digenggam gurunya itu, pasti menjadi risi. Tapi dia tidak dapat berontak dalam posisi semacam itu. Pada akhirnya yang dapat dilaksanakan hanya melepaskan pegangannya itu agar dapat landing di lantai kembali. Waktu dia lakukan itu pasti badannya turun langsung ke bawah sampai kakinya sentuh lantai kembali. Tapi yang tidak diduganya, waktu dia jatuhkan dianya itu, Pak Rohmad tidak melepas pegangannya justru dia berusaha tangkap badannya. Akibatnya…kini ke-2 tangan pak Rohmad menjadi melekat di badannya, dan….ke-2 tangannya sama persis melekat di ke-2 buah dadanya! Pasti ini benar-benar surprise yang tidak diduga untuk Pak Rohmad. Seperti peribahasa, tujuan hati merengkuh gunung, apa daya mendadak “gunungnya” telah ada di dalam pegangan tangan lebih dulu. Dirasanya buah dada Patricia yang empuk dan nyaman tersebut. Patricia saat itu juga memeras wajahnya ketahui ke-2 tangan Pak Rohmad yang hitam dan berotot itu pas landing di dadanya.
“Kamu tidak apapun, Patricia?” bertanya Pak Rohmad dgn kurang ajar karena ke-2 tangannya masih saja melekat, seolah malas melepaskan gunung kembar punya wanita tersebut.“Oh tidak, sa-saya tidak apapun, Pak,” kata Patricia belum juga lenyap rasa kagetnya tersebut. Dia mengundurkan dianya melepas dadanya dari tangan Pak Rohmad. Tapi mendadak justru Pak Rohmad mendekatkan ke dianya dan…mmphhhh!…segera di cium dan dikuncinya bibir wanita itu dgn bibirnya, yang karena pergerakan pesatnya, wanita itu tidak sebelumnya sempat (atau tidak ingin??) menghindari. Bibirnya di cium demikian pasti Patricia berusaha berontak. Tapi Pak Rohmad terlampau kuat untuk ditantangnya. Atau karena mungkin dia melakukan dgn 1/2 hati saja? Yang terang sekarang justru dianya menjadi didekap erat-erat oleh Pak Rohmad, membuat dianya benar-benar tidak bisa berdaya! Sekarang Pak Rohmad dgn bebas melumat habis bibir wanita tersebut.
Dia terlihat bergairah sekali dgn Patricia. Ditelusuri semua bibirnya. Dirasanya bibir Patricia yang benar-benar fresh dan nikmat tersebut. Sementara Patricia yang tidak dapat menantang di dalam pelukan itu berusaha meronta. Tapi tidak terang apa itu hanya rontaan tipu-tipuan saja atau mungkin memang benar-benar tidak berdaya. Mungkin dia 1/2 meronta tapi juga 1/2 nikmati. 1/2 berontak tetapi 1/2 pasrah. Saat itu Patricia seperti kucing malu yang kelihatannya ingin melepas diri, tetapi sebetulnya ingin terus dibelai-belai. Yang terang untuk Pak Rohmad saat itu benar-benar membuat terangsang luar biasa ke kucing betina muda yang manja tetapi malu tersebut. Apalagi dia rasakan wangi badan dan wangi rambut Patricia yang demikian terang. dirasanya badannya yang hangat yang melekat pada badannya sendiri. Bahkan juga ke-2 dada wanita itu sekarang menempel ditubuhnya! Sementara wanita itu, walau berusaha meronta-ronta, tapi kelihatannya justru pasrah bibirnya diciumi oleh pak gurunya. Benar-benar bertentangan sekali! Benar-benar seperti kucing. Waktu ingin dipepet, berusaha kabur. Tapi demikian terkena pada tangan, ingin saja sekujur badannya dibelai-belai.
Lantas Pak Rohmad membelakangi Patricia. Digenggamnya ke-2 tangan wanita itu dari belakang. Dirasanya ke-2 tangannya yang hangat. Disentuh-rabanya. Sekarang dia benar-benar mengetahui begitu lembut kulit tangan wanita tersebut. Dalam pada itu, hidungnya mencium rambut Patricia, menghirup bau wangi merebak. Diciuminya rambut tersebut. Selanjutnya dia mencium tengkuk leher wanita tersebut. Hmmm, demikian putih dan lembut. Patricia terdorong badannya waktu Pak Rohmad menciumi tengkuknya. Kumis minimnya mengelitik tengkuk lehernya yang putih lembut. Membuat dianya menggelinjang kegelian.
-

Kisah Memek Mbak Nadia Pelampiasanku

Duniabola99.com – Perkenalkan nama saya Adi. Umur saya 22 tahun. Kejadian ini terjadi saat saya masih berumur 18 tahun. Saya kost di sebuah rumah di Surabaya karena saya sekolah di smu XXX. Tempat kost saya memang sepi karena pemilik rumah pindah ke rumah sebelah ( maklum kampung ).
Tempat kost saya sebenarnya besar karena menjadi satu dengan ruang tamu, karena pemilik kost pindah jadi ruang itu dibagi jadi 3 bagian untuk jadi kamar kost. Dinding tempat kost saya hanya terbuat dari papan triplek. Saya menempati kamar paling ujung dekat kamar mandi. Saya kira tempat kost saya hanya untuk anak sekolah ternyata beberapa minggu kemudian datang sepasang suami istri kost ditempat itu. Mereka menempati kamar paling depan dekat pintu, jadi kamar tengah masih kosong. Nama mereka adalah Irfan umur 35 tahun sedangkan istrinya Nadia berumur 29 tahun dan belum punya anak. Kami cepat akrab karena hobi saya dengan mas irfan sama yaitu nonton bola. Jadi mau gak mau saya juga akrab dengan mbak Nadia.Saya sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan mbak Nadia karena bodynya biasa saja agak gemuk tidak cantik tapi mempunyai payudara montok dan pantat yang montok juga. Suatu malam saya tak bisa tidur karena kontol saya ngaceng berat. Lalu terlintas dipikiran saya untuk mengintip mas irfan dan mbak Nadia. Saya keluar kamar masuk ke kamar tengah yang memang tak pernah dikunci saya mencari lubang untuk ngintip. Karena keadaan kamar gelap jadi mudah untuk mencari lubang karena kamar mereka terang jadi papan triplek yang berlubang akan mengeluarkan cahaya. Akhirnya saya menemukan sebuah lubang yang cukup untuk ngintip. Waktu saya ngintip saya kaget karena ternyata body mbak Nadia lumayan bagus kalau telanjang dengan pentil berwarna kecoklatan dan vaginanya ternyata mulus tanpa sehelai rambutpun mungkin baru saja dicukur. ‘’aaahhhh uuuuhhhhhhh yessssss’’, rintih mbak Nadia tak lama kemudian mas irfan mengejang sepertinya mau keluar dan benar ‘’aahhhhhh aakkkuuuuu keluaaarrrrrrr, aaaaaahhhhhh’’, telihat ekspresi wajah mbak Nadia kecewa mungkin dia belum keluar tapi suaminya udah selesai. ‘’ mas aku belum keluar nih’’, kata mbak Nadia dengan cemberut ‘’ maaf dik, aku udah gak kuat ‘’ kata mas irfan dengan ngos-ngsosan dan langsung tidur.
Kemudian mbak Nadia memakai daster tanpa memakai daleman apapun lalu keluar kamar sepertinya mau ke kamar mandi. ‘’ kreeek’’, suara pintu dibuka. Aku masih di kamar tengah sambil menunggu mbak Nadia masuk kamar mandi. Setelah mbak Nadia masuk kamr mandi saya langsung keluar lalu pergi mengikuti mbak Nadia kekamar mandi untuk ngintip dia. Saya tahu di pintu kamar mandi ada lubang yang cukup besar tapi hanya saya yang tahu. Saya intip mbak Nadia ternyatadia lagi masturbasi dengan memasukan gagang sikat gigi ke vaginanya ‘ ’aaaaahahhhh ooooohhhhh’’, erang mbak Nadia ‘’kalau kau tak puas aku bisa memuaskanmu mbak’’, batinku, taklama kemudian ‘’aaaaaahhhhhhhhh’’, jerit mbak Nadia rupanya dia sudah orgasme. Setelah itu mbak Nadia membilas vaginanya dengan air. Aku langsung sembunyi di bawah meja yang tidak dipakai. Kulihat mbak Nadia masuk ke kamarnya lagi. Aku masuk kekamar mandi tercium aroma vagina mbak Nadia membuat aku terangsang berat dan langsung onani sambil membayangkan mbak Nadia. 15 menit kemudian aku merasa aku mau keluar ‘’ aaaaahhhhhh mbak Nadiaaaaaaaa’’, croot crooot banyak sekali sperma ku yang keluar.
Suatu hari mbak Nadia mengalami kecelakaan. Motornya kena serempet mobil mbak Nadia yang kaget langsung jatuh ke aspal lalu membentur aspal dan akhirnya pingsan. Mbak Nadia koma selama beberapa hari di rumah sakit. Saya hanya beberapa kali menjenguk mbak Nadia karena kesibukan saya disekolah. Setelah 2 bulan dirawat mbak Nadia diperbolehkan pulang dengan syarat seminggu sekali dibawa lagi ke rumah sakit untuk control. Waktu hari kepulangannya saya membantu membawakan beberapa barangnya karena mas irfan yang mendorong mbak Nadia dengan kursi roda. Yang saya dengar mbak Nadia mengalami patah tulang tangan kiri dan luka lecet yang sangat berat di kaki kanan dan sedikit ditangan kanan. ’’ Terima kasih ya di untung ada kamu, kalau nggak mas bisa repot’’, kata mas irfan ‘’ya mas sama-sama namanya juga tetangga’’, setelah meletakan barang-barangnya dikamar saya langsung pergi karena sudah janjian dengan teman. Sebenarnya saya kasihan juga dengan mbak Nadia karena kalau mau buang air harus dipispot karena mbak Nadia tidak boleh terkena air, jadi kalau mandi ya harus seka pakai air hangat. Suatu hari sepulang sekolah waktu aku mau masuk kamar aku mendengar kalau ada yang memanggilku ‘’ adi,adii’’, ternyata mbak Nadia. Saya mendekat ke pintu kamarnya, saya tak langsung masuk karena jam segitu mas irfan lagi kerja. ‘’ ada apa mbak?’’, tanyaku, ‘’ kamu masuk aja gak papa’’, katanya. Lalu saya masuk ‘’ada apa mbak’’, ‘’tolong ambilkan pispot aku mau buang air ‘’, kata mbak Nadia. ‘’buka dasterku di’’, aku membuka bagian bawah dasternya.Aku kaget karena mbak Nadia tiodak memakai celana dalam langusung kelihatan vaginanya. Aku langsung bengong melihat itu dan kontolku langsung ngaceng. ‘’dekatkan ke memekku di’’, aku kaget mendengar itu ‘’ ta…tapi mbak’’, kataku. ‘’ sudahlah cepat aku sudah tak tahan’’, aku mendekatkan pispot ke vagina mbak Nadia. Ternyata vagina mbak Nadia lebih indah kalau dilihat dari dekat merah merekah dengan itil sebesar kacang tanah. Seerrrr suara kencing mbak Nadia. ‘’ tolong kamu cuci memekku ya di’’, katanya, aku kaget ‘’ tapi mbak ini ga’’, belum selesai aku ngomong mbak Nadia bilang ‘’ aku tahu kamu pasti malu kan tapi maaf di, tadi aku gak tahan karena mas irfan kerja jadi aku than dari tadi sambil nunggu kamu pulang. Kalau aku ngompol mas irfan bisa marah-marah’’, ‘’aku ganti baju dulu ya mbak soalnya besok masih dipakai’’. Lalu aku pergi kekamarku langsung ganti baju. Aku yang sudah terangsang berat jadi kepikiran untuk menyetubuhi mbak Nadia mumpung gak ada siapa-siapa. Aku pakai kaos dan celana pendek tanpa celana dalam.
Aku masuk kekamar mbak Nadia ‘’ gimana caranya mbak’’, kataku ‘’ kamu basahi dulu kain lap yang ada diatas meja’’, lalu aku kekamar mandi untuk membasahi kain lap. ‘’ terus gimana lagi mbak’’, ‘’ kamu lap memeku’’, katanya. Tangan ku gemetar saat mengelap vaginanya ‘’ maaf mbak’’, kataku. Aku melap sambil duduk di bawah tempat tidurnya karena posisinya lagi tiduran. Sambil mengelap aku melorotkan celanaku tanpa sepengetahuan mbak Nadia. ‘’ sudah mbak’’, kataku tanpa berdiri ‘’ ya udah makasih ya di’’, kata mbak Nadia. Aku langsung berdiri dan menempatkan kontolku di lubang vaginanya ‘’ kamu mau ngapain di’’, kata mbak Nadia panic. Tanpa menghiraukan suaranya aku langsung memasukan kontolku bleesss ‘’ aaahhhh’’, erangku ‘’ aw sakit di’’, kata mbak Nadia. Langsung kugenjot vagina mbak Nadia, vagina mbak Nadia ternyata sangat sempit mungkin terlalu lama ga dipakai karena sakit atau kontol mas irfan yang kecil aku tak tahu yang penting nikmat. ‘’aaaahhhh mbaaakk nadiaaaaaa’’, erangku. Mbak Nadia tidak bisa berbuat banyak karena masih sakit. ‘’ tolong hentikan di’’, mohon mbak Nadia. Aku merasakan kalau vagina mbak Nadia mulai becek mungkin dia mulai bisa menikmatinya. Kontolku mulai lancar keluar masuk vagina mbak Nadia membuat aku melayang ‘’ ahhhhaa oooohhhhh’’, desah ku ‘’aaaahhhh uuhhhh sudah di aaahhh’’, kata mbak Nadia.
Rupanya mbak Nadia sudah terangsang karena terdengar dari suaranya yang tak lagi menjerit tapi mendesah. Tak lama kemudian ‘’aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh’’, erangnya. Seeerrr seeerrrr, seperti ada yang menyiram kontolku. Sepertinya mbak Nadia sudah orgasme. Sudah 20 menit lebih aku menyetubuhi mbak Nadia aku merasa pertahananku akan jebol. ‘’aaaahhhhhhhhhh yeeeeeeeeeesssss ooooooohhhhhh mbaaaaaaaaaak Nadiaaaaaaaa’’, croot croot spermaku keluar. Seeerrrr seeeerr rupanya mbak Nadia orgasme untuk yang kedua kalinya. ‘’ maafkan aku mbak aku ga tahan’’, dengan memalingkan muka mbak Nadia berkata ’’sudah pergi sana’’. Sekilas terlihat kepuasan dari wajah mbak Nadia. Aku keluar dari kamar mbak Nadia lalu masuk kekamarku. Aku merenung sebentar aku merasa puas sangat puas akhirnya aku bisa merasakan vagina mbak Nadia.Tapi aku takut kalau mbak Nadia bilang ke suaminya, aku bisa dihajar. Beberapa hari setelah kejadian itu pukul 14 mbak Nadia memanggilku ‘’ di Adi’’. ‘’ ya mbak’’, aku masuk ke kamarnya ‘’ ada apa mbak’’, kataku sedikit gemetar ‘’ mbak mau ngomong sesuatu’’, jangan-jangan ngomongin itu pikirku. ‘’ kejadian yang kemarin aku minta maaf mbak, aku khilaf’’,, kataku ‘’ kenapa kamu ngelakuin itu’’. katanya ‘’ maaf mbak aku ga tahan melihat vagina mbak Nadia’’, kataku ‘’ tapi kamu kan ngerti keadaanku, seharusnya kamu harus bisa tahan’’. ‘’ sekali lagi maaf mbak’’, kataku ‘’ ya udah mbak maafin, tapi mbak mau minta tolong lagi’’, lanjutnya ‘’ mbak mau dibelikan makan?’’, tanyaku ‘’ enggak. mbak mau buang air besar tolong kamu anterin mbak ke kamar mandi’’, katanya ‘’ mbak bukanya aku mau nolak, tapi kalau aku khilaf lagi gimana mbak’’. Tanyaku ‘’ya kamu tahan dong’’, katanya ‘’ terus aku harus gimana mbak’’, ‘’ sekarang kamu gendong aku ke kursi roda’’. Lalu aku mebantu mbak Nadia bangun dan aku dudukan ke kursi roda. ‘’ bawa aku ke wc ‘’, katanya. Aku mendorong kursi roda kekamar mandi.
‘’gendong aku, terus dudukan ke kloset’’, katanya. Aku melakukan apa yang dia katakan. ‘’ aku tunggu diluar ya mbak’’, kataku. ‘ ’ya’’. ‘’ di’’, aku masuk ‘’ ya mbak aku udah selesai, tolong kamu cebokin aku ya pliss’’, katanya. ‘’Waduh cebokin?iuh”, pikirku. ‘’ gimana caranya mbak’’, tanyaku ‘’ ya kamu siram anusku lalu bersihkan tanganmu’’, katanya ‘’ kalau begini aku ga bisa mbak, kalau kaki mbak kena air gimana?’’, kataku ‘’ begini saja aku ambilkan plastic, terus aku bungkus kaki mbak gimana’’, kataku ‘’ya udah terserah kamu’’, katanya. Lalu akun pergi mengambil plastic di kamar ku sekalian melepas celana dalam ku karena dari tadi udah terangsang. Kemudian aku kembali, lalu aku bungkus kaki dan tangan mbak Nadia. ‘’ sekarang mbak nungging aja kalau duduk sulit mbak’’, kataku Berpikir sejenak ‘’ ya udah deh’’,katanya. Kemudian aku bantu mbak Nadia turun kemudian nungging ‘’buset bagus banget pantatnya kalau nungging’’, pikirku, kelihatan vaginanya sempit dan anusnya ada sedikit kotorannya. Setelah itu aku menyiram anusnya kemudian aku kasih sabun terus aku bilas. Tanpa sepengetahuanya aku melepas celanaku kemudian aku posisikan kontolku di vaginanya. ‘’sudah belum?’’, tanyanya. ‘’belum,bentarlagi masuk’’, kataku ‘’apanya yang masuk’’, katanya ‘’ kontolku’’, kataku. Blessss ‘’aaaahhhhhhh’’ ‘’ aw sudah jangan lagi di, aaaahhhhhhh’’, Aku setubuhi dia dikamar mandi, plok plok plok suara tubuhku berbenturan dengan pantatnya , tak lama kemudian ‘’aaaaahhhhhhh oooooooooohh”, erang ku bebarengan dengan erangannya croooot crooot seeerrr seerrr kita keluar sama-sama.
Setelah itu aku antar dia ke kamarnya dia langsung menangis ‘’keluar kamu’’, katanya. aku keluar dan kembali kekamarku. Setelah kejadian itu dia tak pernah minta pertolonganku lagi sempai dia sembuh total. Suatu hari waktu aku lagi di kamar ada yang mengetuk pintu kamarku tok!tok!tok! ‘’masuk’’, kataku. Aku kaget karena yang masuk adalah mbak Nadia. ‘’ada apa mbak”, kataku, ‘’ aku mau ngomong sesuatu”, katanya. ‘’kejadian yang dulu aku minta maaf mbak”,kataku ‘’emangnya kamu ga bisa nahan nafsu kamu ya, udah tahu aku sakit masih kamu perkosa juga’’, katanya ‘’maaf mbak, aku khilaf”kataku ‘’dari dulu kamu ngomongnya khilaf terus, tapi masih aja aku kamu perkosa juga, dikamar mandi lagi, emang apa sih yang bikin kamu nafsu”. Katanya “aku kan lagi sakit, parah lagi”, lanjutnya “aku terangsang melihat vagina mbak”, kataku “aku g bisa nahan nafsuku kalau lihat vagina mbak”,lanjutku “emang kamu udah pernah lihat vagina”,katanya ‘’udah mbak, tapi di film atau di gambar porno mbak”,kataku ‘’tapi waktu kamu perkosa mbak kamu kan busa bilang dulu”,katanya.Aku kaget mendengar jawabannya. “maksudnya mbak?”,tanyaku “ya kamu bilang kamu terangsang, jangan main masukin aja, memeku masih kering langsung kamu masukin rasanya kayak dirobek vaginaku”,katanya “maaf mbak”, kataku “tapi jujur kontol kamu itu lebih besar daripada punya mas irfan”, katanya “aku juga tahu kamu biasnya ngintipin waktu mbak sama mas irfan berstubuh”,lanjutnya, aku kaget bukan main ternyata mbak Nadia tahu kelakuanku. “maaf mbak”,kataku “iya dari tadi kamu minta maaf terus kayak mau lebaran aja. Aku juga mau jujur setiap aku main sama mas irfan aku ga pernah ngerasain yang namanya orgasme, tapi sama kamu aku bisa keluar sampai dua kali”,katanya “sekarang kamu harus aku hukum, atau kamu aku laporin ke mas irfan”, katanya ‘’hukumanya apa mbak”, kataku “dulu kamu perkosan aku, sekarang aku yang perkosa kamu”, katanya, dia langsung menyerbuku menciumi aku sama meremas kontolku. Dia meremas bijiku sangat keras sampai aku keskitan “ aw sakit mbak jangan keras-keras”, kataku “ bodo amat dulu kamu perkosa aku, aku teriak sakit tapi kamu terus aja”’ katanya, rupanya dia mau balas dendam. Kemudian dia bangkit melepas pakaianya, terus dia juga melepas pakaian ku.
Dia langsung menjilati kontolku “ooowwwhhh”, rasanya seperti diawang-awang nikmatnya,ternyata dia jago beginian. Setelah itu giliran ku menjilati vaginanya “ aaahhhhhhhn terus di nikmaaaaattt aaahhhhhh”, erangnya aku langsung memasukan kontolku bleessss ahhhhhhh ternyata kalau pakai rangsangan mudah sekali masuknya tidak sesulit waktu kuperkosa dia. “aaaaahhhhhhhyyeeeessssss oooohhhhh”, erang kami berdua “lebih cepat aku mau keluar oooooooohh”, katanya kemudian sseeeeerrr seeerr mbak Nadia sudah orgasme. Tak lama kemudian aku yang akan keluar “ aku maaaau keeluar mbak”, kataku “tunggu bentar lagi akujuga”, katanya dan “ aaahhhhhhhho ooooohhhh yyessssss”, erang ku bareng dengan mbak Nadia. Aku langsung ambruk ketubuh mbak Nadia. Aku cium bibirnya dia balas dengan ganas. “kamu hebat adi”, katanya “mbak juga hebat vagina mbak sempit nikmat”, kataku “tadi aku keluarin didalem apa mbak g takut hamil?”, tanyaku “kalau hamil mau diapain lagi, lagipula itunanti juga jadi anaknya mas irfan”, katanya. Lega aku mendengarnya.
Setelah kejadian itu kami hamper tiap hari bersetubuh. Bahkan kami pernah nekat berhubungan, padahal suaminya lagi berbincang dengan pemilik kost didepan rumah. Aku masuk kamarnya langsung aku masukin kontolku ke vaginanya. Rasanya lebih nikmat dari biasanya. Kami juga pernah melakukan sambil dia masak. Aku masukin dari belakang, mbak Nadia sambil menggoreng. Ngentot sambil masak nikmaaaaat. Sampai akhirnya mbak Nadia melahirkan, aku berharap itu anaku tapi ternyata itu anaknya mas irfan. Tetapi anak keduanya adalah anaku. Akhirnya aku lulus dan harus kembali kekotaku sidoarjo. Tapi tak kehilangan kontak dengan mbak Nadia. Setiap minggu aku pergi ke Surabaya untuk bersetubuh dengan mbak Nadia yang montok.
-

Video Bokep Asia Sofia Takigawa bersama dengan 2temannya

-

Foto Bugil Istri remaja menggemaskan Allie Haze membentang vagina ketat dan lubang pantat

Duniabola99.com – foto cewek dengan gaun pink dan melepaskannya diatas kursi panjang dan memainkan jari jari tangan di memeknya yang tanpa bulu.
Kumpulan majalah online dewasa, Foto majalah dewasa, cerita dunia, Dunia artis, Dunia maya, Dunia model, Popular word, Foto Cewek Cantik, Foto Cewek Seksi, Foto cewek cantik asia, Cewek mulus, cewek tokek besar, cewek cantik, cewek seksi, Foto cewek tokek kecil, Foto cewek tokek besar, Foto cewek manis
-

Kisah Memek Ngentot Pramugari Binal Di Toilet

Duniabola99.com – Aku adalah mahasiswi disebuah universitas swasta di kota “S”, nama initialku Rus, dan aku pernah mengirimkan cerita “Rahasiaku” ke teman ku. Awal mula aku mengalami Making Love dengan seorang wanita yang mengubah orientasi seksualku menjadi seorang biseksual, aku mengalami percintaan sesama jenis ketika usiaku 20 tahun dengan seorang wanita berusia 35 tahun, entah mengapa semuanya terjadi begitu saja terjadi mungkin ada dorongan libidoku yang ikut menunjang semua itu dan semua ini telah kuceritakan dalam “Rahasiaku.”.
Wanita itu adalah Ibu Kos-ku, ia bernama Tante Maria, suaminya seorang pedagang yang sering keluar kota. Dan akibat dari pengalaman bercinta dengannya aku mendapat pelayanan istimewa dari Ibu Kos-ku, tetapi aku tak ingin menjadi lesbian sejati, sehingga aku sering menolak bila diajak bercinta dengannya, walaupun Tante Maria sering merayuku tetapi aku dapat menolaknya dengan cara yang halus, dengan alasan ada laporan yang harus kukumpulkan besok, atau ada test esok hari sehingga aku harus konsentrasi belajar, semula aku ada niat untuk pindah kos tetapi Tante Maria memohon agar aku tidak pindah kos dengan syarat aku tidak diganggu lagi olehnya, dan ia pun setuju. Sehingga walaupun aku pernah bercinta dengannya seperti seorang suami istri tetapi aku tak ingin jatuh cinta kepadanya, kadang aku kasihan kepadanya bila ia sangat memerlukanku tetapi aku harus seolah tidak memperdulikannya. Kadang aku heran juga dengan sikapnya ketika suaminya pulang kerumah mereka seakan tidak akur, sehingga mereka berada pada kamar yang terpisah.
Hingga suatu hari ketika aku pulang malam hari setelah menonton bioskop dengan teman priaku, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, karena aku mempunyai kunci sendiri maka aku membuka pintu depan, suasana amat sepi lampu depan sudah padam, kulihat lampu menyala dari balik pintu kamar kos pramugari itu,“Hmm.. ia sudah datang,” gumamku, aku langsung menuju kamarku yang letaknya bersebelahan dengan kamar pramugari itu. aku bersihkan wajahku dan berganti pakaian dengan baju piyamaku, lalu aku menuju ke pembaringan, tiba-tiba terdengar rintihan-rintihan yang aneh dari kamar sebelah. Aku jadi penasaran karena suara itu sempat membuatku takut, kucoba memberanikan diri untuk mengintip kamar sebelah karena kebetulan ada celah udara antara kamarku dengan kamar pramugari itu, walaupun ditutup triplek aku mencoba untuk melobanginya, kuambil meja agar aku dapat menjangkau lubang udara yang tertutup triplek itu.
Lalu pelan pelan kutusukan gunting tajam agar triplek itu berlobang, betapa terkejutnya aku ketika kulihat pemandangan di kamar sebelahku. Aku melihat Tante Maria menindih seorang wanita yang kelihatan lebih tinggi, berkulit putih, dan berambut panjang, mereka berdua dalam keadaan bugil, lampu kamarnya tidak dipadamkan sehingga aku dapat melihat jelas Tante Maria sedang berciuman bibir dengan wanita itu yang mungkin pramugari itu. Ketika Tante Maria menciumi lehernya, aku dapat melihat wajah pramugari itu, dan ia sangat cantik wajahnya bersih dan mempunyai ciri khas seorang keturunan ningrat.Ternyata pramugari itu juga terkena rayuan Tante Maria, ia memang sangat mahir membuat wanita takluk kepadanya, dengan sangat hati-hati Tante Maria menjilati leher dan turun terus ke bawah. Bibir pramugari itu menganga dan mengeluarkan desahan-desahan birahi yang khas, wajahnya memerah dan matanya tertutup sayu menikmati kebuasan Tante Maria menikmati tubuhnya itu. Tangan Tante Maria mulai memilin puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya menggigit kecil puting payudara sebelahnya. Jantungku berdetak sangat kencang sekali menikmati adegan itu, belum pernah aku melihat adegan lesbianisme secara langsung, walaupun aku pernah merasakannya. Dan ini membuat libidiku naik tinggi sekali, aku tak tahan berdiri lama, kakiku gemetaran, lalu aku turun dari meja tempat aku berpijak, walau aku masih ingin menyaksikan adegan mereka berdua.
Dadaku masih bergemuru. Entah mengapa aku juga ingin mengalami seperti yang mereka lakukan. Kupegangi liang vaginaku, dan kuraba klitorisku, seiring erangan-erangan dari kamar sebelah aku bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku dan tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku dan aku membayangkan juga wajah cantik pramugari itu menciumiku, dan tak terasa cairan membasahi tanganku, walaupun aku belum orgasme tapi tiba-tiba semua gelap dan ketika kubuka mataku, matahari pagi sudah bersinar sangat terang.
Aku mandi membersihkan diriku, karena tadi malam aku tidak sempat membersihkan diriku. Aku keluar kamar dan kulihat mereka berdua sedang bercanda di sofa. Ketika aku datang mereka berdua diam seolah kaget dengan kehadiranku. Tante Maria memperkenalkan pramugari itu kepadaku,
“Rus, kenalkan ini pramugari kamar sebelahmu.”..
Kusorongkan tangan kepadanya untuk berjabat tangan dan ia membalasnya,
“Hai, cantik namaku Vera, namamu aku sudah tahu dari Ibu Kos, semoga kita dapat menjadi teman yang baik.”
Kulihat sinar matanya sangat agresif kepadaku, wajahnya memang sangat cantik, membuatku terpesona sekaligus iri kepadanya, ia memang sempurna. Aku menjawab dengan antusias juga,“Hai, Kak, kamu juga cantik sekali, baru pulang tadi malam.”
Dan ia mengangguk kepala saja, aku tak tahu apa lagi yang diceritakan Tante Maria kepadanya tentang diriku, tapi aku tak peduli kami beranjak ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia semua masakan yang dihidangkan oleh Tante Maria, kami bertiga makan bersama. Kurasakan ia sering melirikku walaupun aku juga sesekali meliriknya, entah mengapa dadaku bergetar ketika tatapanku beradu dengan tatapannya.
Tiba-tiba Tante Maria memecahkan kesunyian,“Hari ini Tante harus menjenguk saudara Tante yang sakit, dan bila ada telpon untuk Tante atau dari suami Tante, tolong katakan Tante ke rumah Tante Diana.”
Kami berdua mengangguk tanda mengerti, dan selang beberapa menit kemudian Tante Maria pergi menuju rumah saudaranya. Dan tinggallah aku dan Vera sang pramugari itu, untuk memulai pembicaraan aku mengajukan pertanyaan kepadanya,“Kak Vera, rupanya sudah kos lama disini.”
Dan Vera pun menjawab, “Yah, belum terlalu lama, baru setahun, tapi aku sering bepergian, asalku sendiri dari kota “Y”, aku kos disini hanya untuk beristirahat bila perusahaan mengharuskan aku untuk menunggu shift disini.”
Aku mengamati gaya bicaranya yang lemah lembut menunjukan ciri khas daerahnya, tubuhnya tinggi semampai. Dari percakapan kami, kutahu ia baru berumur 26 tahun. Tiba-tiba ia menanyakan hubunganku dengan Tante Maria. Aku sempat kaget tetapi kucoba menenangkan diriku bahwa Tante Maria sangat baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku tidak berhenti disitu saja, karena Vera mengakui hubungannya dengan Tante Maria sudah merupakan hubungan percintaan.Aku pura-pura kaget,
“Bagaimana mungkin kakak bercinta dengannya, apakah kakak seorang lesbian,” kataku.
Vera menjawab, “Entahlah, aku tak pernah berhasil dengan beberapa pria, aku sering dikhianati pria, untung aku berusaha kuat, dan ketika kos disini aku dapat merasakan kenyamanan dengan Tante Maria, walaupun Tante Maria bukan yang pertama bagiku, karena aku pertama kali bercinta dengan wanita yaitu dengan seniorku.”
abg gila sex
Kini aku baru mengerti rahasianya, tetapi mengapa ia mau membocorkan rahasianya kepadaku aku masih belum mengerti, sehingga aku mencoba bertanya kepadanya,
“Mengapa kakak membocorkan rahasia kakak kepadaku.”
Dan Vera menjawab, “Karena aku mempercayaimu, aku ingin kau lebih dari seorang sahabat.”
Aku sedikit kaget walaupun aku tahu isyarat itu, aku tahu ia ingin tidur denganku, tetapi dengan Vera sangat berbeda karena aku juga ingin tidur dengannya. Aku tertunduk dan berpikir untuk menjawabnya, tetapi tiba-tiba tangan kanannya sudah menyentuh daguku.Ia tersenyum sangat manis sekali, aku membalas senyumannya. Lalu bibirnya mendekat ke bibirku dan aku menunggu saat bibirnya menyentuhku, begitu bibirnya menyentuh bibirku aku rasakan hangat dan basah, aku membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yang sedkit kering, sementara bibirku juga merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya memasuki rongga mulutku dan kami seperti saling memakan satu sama lain. Sementara aku fokus kepada pagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksabaju kaosku, bahkan ia merobek baju kaosku. Walau terkejut tapi kubiarkan ia melakukan semuanya, dan aku membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sebentar karena dasternya yang kubuka harus dibuka melewati wajahnya.
Kulihat Bra hitamnya menopang payudaranya yang lumayan besar, hampir seukuran denganku tetapi payudaranya lebih besar. Ketika ia mendongakkan kepalanya tanpa menunggu, aku cium leher jenjangnya yang sexy, sementara tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Aku sangat bernafsu saat itu aku ingin juga merasakan kedua puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya dan tersembul putingnya merah muda tampak menegang, dengan cepat kukulum putingnya yang segar itu.Kudengar ia melenguh kencang seperti seekor sapi, tapi lenguhan itu sangat indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk tubuhnya, baru kurasakan saat ini seperti seorang pria, dan aku mulai tak dapat menahan diriku lalu kurebahkan Vera di sofa itu. Kujilati semua bagian tubuhnya, kulepas celana dalamnya dan lidahku mulai memainkan perannya seperti yang diajarkan Tante Maria kepadaku. Entah karena nafsuku yang menggebu sehingga aku tidak jijik untuk menjilati semua bagian analnya. Sementara tubuh Vera menegang dan Vera menjambak rambutku, ia seperti menahan kekuatan dasyat yang melingkupinya.
Ketika sedang asyik kurasakan tubuh Vera, tiba-tiba pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, dan Tante Maria sudah berdiri di depan pintu. Aku agak kaget tetapi matanya terbelalak melihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya dan tanpa basa-basi ia membuka semua baju yang dikenakannya, lalu menghampiri Vera yang terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, lalu dijilatinya leher Vera secara membabi buta, dan tanggannya yang satu mencoba meraihku.
Aku tahu maksud Tante Maria, kudekatkan wajahku kepadanya, tiba-tiba wajahnya beralih ke wajahku dan bibirnya menciumi bibirku. aku membalasnya, dan Vera mencoba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Vera. Aku benar-benar merasakan sensasi yang luar biasa kami bercinta bertiga. Untung waktu itu hujan mulai datang sehingga lingkungan mulai berubah menjadi dingin, dan keadaan mulai temaram. Vera kini melampiaskan nafsunya menjarah dan menikmati tubuhku, sementara aku berciuman dengan Tante Maria. Vera menghisap klitorisku, aku tak tahu perasaan apa pada saat itu. Setelah mulut Tante Maria meluncur ke leherku aku berteriak keras seakan tak peduli ada yang mendengar suaraku. Aku sangat tergetar secara jiwa dan raga oleh kenikmatan sensasi saat itu.
Kini giliranku yang dibaringkan di sofa, dan Vera masih meng-oral klitorisku, sementara Tante Maria memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Maria yang sedikit kusut di makan usia, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Vera menjelejah pahaku dan lidah Tante Maria mulai menjelajah bagian sensitifku. Pahaku dibuka lebar oleh Vera, sementara Tante Maria mengulangi apa yang telah dilakukan Vera tadi, dan kini Vera berdiri dan kulihat ia menikmati tubuh Tante Maria. Dijilatinya punggung Tante Maria yang menindihku dengan posisi 69, dan Vera menelusuri tubuh Tante Maria. Tetapi kemudian ia menatapku dan dalam keadaan setengah terbuai oleh kenikmatan lidah Tante Maria. Vera menciumi bibirku dan aku membalasnya juga, hingga tak terasa kami berjatuhan dilantai yang dingin. Aku sangat lelah sekali dikeroyok oleh mereka berdua, sehingga aku mulai pasif.
Tetapi mereka masih sangat agresif sekali, seperti tidak kehabisan akal Vera mengangkatku dan mendudukan tubuhku di kedua pahanya, aku hanya pasrah. Sementara dari belakang Tante Maria menciumi leherku yang berkeringat, dan Vera dalam posisi berhadapan denganku, ia menikmatiku, menjilati leherku, dan mengulum payudaraku. Sementara tangan mereka berdua menggerayangi seluruh tubuhku, sedangkan tanganku kulingkarkan kebelakang untuk menjangkau rambut Tante Maria yang menciumi tengkuk dan seluruh punggungku.
ngentot perawan
Entah berapa banyak rintihan dan erangan yang keluar dari mulutku, tetapi seakan mereka makin buas melahap diriku. Akhirnya aku menyerah kalah aku tak kuat lagi menahan segalanya aku jatuh tertidur, tetapi sebelum aku jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih saling menghamburkan gairahnya. Saat aku terbangun adalah ketika kudengar dentang bel jam berbunyi dua kali, ternyata sudah jam dua malam hari. Masih kurasakan dinginnya lantai dan hangatnya kedua tubuh wanita yang tertidur disampingku. Aku mencoba untuk duduk, kulihat sekelilingku sangat gelap karena tidak ada yang menyalakan lampu, dan kucoba berdiri untuk menyalakan semua lampu. Kulihat baju berserakan dimana-mana, dan tubuh telanjang dua wanita masih terbuai lemas dan tak berdaya. Kuambilkan selimut untuk mereka berdua dan aku sendiri melanjutkan tidurku di lantai bersama mereka. Kulihat wajah cantik Vera, dan wajah anggun Tante Maria, dan aku peluk mereka berdua hingga sinar matahari datang menyelinap di kamar itu.Pagi datang dan aku harus kembali pergi kuliah, tetapi ketika mandi seseorang mengetuk pintu kamar mandi dan ketika kubuka ternyata Vera dan Tante Maria. Mereka masuk dan di dalam kamar mandi kami melakukan lagi pesta seks ala lesbi. Kini Vera yang dijadikan pusat eksplotasi, seperti biasanya Tante Maria menggarap dari belakang dan aku menggarap Vera dari depan. Semua dilakukan dalam posisi berdiri. Tubuh Vera yang tinggi semampai membuat aku tak lama-lama untuk berciuman dengannya aku lebih memfokuskan untuk melahap buah dadanya yang besar itu. Sementara tangan Tante Maria membelai-belai daerah sensitif Vera. Dan tanganku menikmati lekuk tubuh Vera yang memang sangat aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami Tante Maria yang memang berukuran besar, sehingga kami bertiga bebas untuk berguling, dan melakukan semua kepuasan yang ingin kami rengkuh. Hingga pada hari itu aku benar-benar membolos masuk kuliah.
Hari-hari berlalu dan kami bertiga melakukan secara berganti-ganti. Ketika Vera belum bertugas aku lebih banyak bercinta dengan Vera, tetapi setelah seminggu Vera kembali bertugas ada ketakutan kehilangan akan dia. Mungkin aku sudah jatuh cinta dengan Vera, dan ia pun merasa begitu. Malam sebelum Vera bertugas aku dan Vera menyewa kamar hotel berbintang dan kami melampiaskan perasaan kami dan benar-benar tanpa nafsu. Aku dan Vera telah menjadi kekasih sesama jenis. Malam itu seperti malam pertama bagiku dan bagi Vera, tanpa ada gangguan dari Tante Maria. Kami bercinta seperti perkelahian macan yang lapar akan kasih sayang, dan setelah malam itu Vera bertugas di perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.
Entah mengapa kepergiannya ke bandara sempat membuatku menitikan air mata, dan mungkin aku telah menjadi lesbian. Karena Vera membuat hatiku dipenuhi kerinduan akan dirinya, dan aku masih menunggu Vera di kos Tante Maria. Walaupun aku selalu menolak untuk bercinta dengan Tante Maria, tetapi saat pembayaran kos, Tante Maria tak ingin dibayar dengan uang tetapi dengan kehangatan tubuhku di ranjang. Sehingga setiap satu bulan sekali aku melayaninya dengan senang hati walaupun kini aku mulai melirik wanita lainnya, dan untuk pengalamanku selanjutnya kuceritakan dalam kesempatan yang lain.
-

Kisah Memek Tante Ratna Yang Aduhai

Duniabola99.com – Edang tidur2an didepan tv ketika seorang datang dan mengetuk pintu rumahku, ketika kubuka pintu..kulihat seorang wanita berusia 35 tahunan dan menanyakan “ibunya ada dik?”…
lalu ku jawab “maaf, tante siapa? ibu ada dikamar, sebentar saya panggilkan”
sambil tersenyum dia bilang “saya ratna, temannya ibu kamu dari cilandak..itulah awal perkenalanku dengan tante ratna, yg belakangan baru aku ketahui bahwa dia adalah “renteneir”, dan ibuku terlilit hutang yg lumayan banyak sama dia…terus terang kehidupan kami dikala itu sangatlah sulit… semenjak ayahku yg lebih memilih meninggalkan ibuku demi istri baru, aku bersama kakak dan adik2ku hanya tinggal dirumah petakkan, dan hidup dengan sangat kekurangan…
hari2 terus berlalu, semakin sering aku bertemu dengan tante ratna, karena hampir setiap hari dia selalu kerumah untuk menagih cicilan hutang…
Pagi itu hari minggu 12 april 1995 (masih ku ingat jelas)
aku baru saja bangun tidur, sambil menikmati secangkir teh manis hangat..
sampai kudengar langkah kaki menuju pintu depan rumahku, belum saja dia mengetuk, pintu sudah kubuka…
aku : “eh tante..cari ibu ya?”
tante ratna : “iya,masih dirumah nggak? tante kesiangan nih…tante bilang sih jam 9 mau kesini, sekarang udah jam 10 lebih”
aku : “iya, ibu lagi nganter adik2 tuh ke gereja kayaknya…saya aja baru bangun nih, mungkin sebentar lagi tan…tunggu saja kalo mau”
tante : “gitu ya? ya udah deh tante tunggu aja…”setelah kupersilahkan duduk, aku pun ke dapur untuk membuatkan minuman untuknya…
Tante : “wah repot2 kamu Di…tante kan bisa ambil sendiri..”
aku : “gak apa2 tante…gak repot kok”
Tante : “kamu sendirian dirumah?”
aku : “iya nih tan, aku aja baru bangun..tau2 udah gak ada siapa2, kakak aku sih biasa dia kalo hari minggu ngajar karate di sekolahan..”
tante : “oh gitu…lha kamu sendiri gak kemana-mana? ”
aku : “nggak tan, kalo aku paling dirumah aja nonton tv atau kerumah temen di sebelah..”
tante : “gak pacaran?..eh ngomong2 udah punya pacar belum kamu?”
aku : “hehehehe…masih kecil tan, belum bisa cari uang sendiri, aku gak mau pacaran, nanti kalo udah kerja baru deh..”
tante : “masih kecil gimana? emang umur kamu berapa?”
aku : “aku khan baru 14th tan..baru kelas 3 smp”
tante : ” hah..14th kok bongsor ya? tante kira kamu sma..hehehe”
aku : “ah tante bisa aja…emang sih banyak yg bilang kalo aku bongsor, maaf tan..permisi sebentar aku tinggal mandi dulu gak apa2 ya..”
tante : “wah belom mandi ya? ih pantesan bau..hehehe, ganteng2 kok jorok belum mandi, ya udah mandi aja sana…apa mau tante yg mandiin?
(sambil tersenyum nakal)
aku : “ah tante bisa aja…sebentar ya tan..” tapi belum sempat aku berdiri dari tempat dudukku, tangan tante ratna langsung menarik tangan ku…
tante : “sebentar sini Di..tante gak bercanda kok, mau nggak tante mandiin..
enak loh..beneran deh gak bohong”…
seketika itu juga jantungku berdegup kencang, mukaku memerah ketika tante ratna meletakkan tangannya di pahaku..
tante : “beneran kok Di, tante janji deh gak cerita siapa2…kamu gak usah takut..tante khan gak galak hehehehehe…sini deh” tangan kanan tante menarik pinggangku, seraya menyuruhku untuk lebih rapat duduk didekatnya,
aku masih membisu tak dapat berkata apa2 ketika tangan kirinya sudah masuk kedalam celanaku dan meremas buah zakarku…
aku : “aah tante” (sambil merintih keenakkan ketika ia memainkan buah zakarku)
tante : ” tenang aja ya sayang…pokoknya tante jamin enak deh” bisik tante ratna sambil menjilat telingaku…kemudian leherku, akupun mengerang ketika dia menghisap pentil dadaku…
aku : “tante…akh…hmmmnnn…aaaak h…”
kemudian bibirnya terus menciumi perutku, dan aku makin tak kuasa ketika kepala penisku mulai dijilati dan dikulum-kulum olehnya…aku hanya bisa mengerang tanpa bisa menolak apalagi berontak…saat tante ratna melahap buah zakarku, dan memainkannya dengan lidahnya…ooohh…kemudian tante mulai membuka baju dan roknya…aku pun makin terpana dengan kemontokkan tubuhnya…payudaranya…ooh tante…tante : “sini sayang…kamu jilatin ini ya” sambil mendorong kepalaku kearah vaginanya yg ditumbuhi bulu2 halus…aku pun langsung saja menjilati vagina tante ratna dengan rakus…
tante : “OOOhhh…dandi…terus sayang…ooohh…jangan berhenti sayang…ooooh…iya sayang disitu…iya terus…terus..terus…oaaaahh ….”
setelah beberapa menit kujilati vaginanya…
tante : ” kamu hebat Di…” tante ratna meregangkan kedua kakinya, sambil menarik penisku… “sini sayang, masukkan kesini…aaaaahhh…” ia pun mengerang, ketika penisku mulai masuk ke dalam vaginanya, sambil kedua tangannya mendorong dan menarik pantatku…tante ratna terus mengerang
” Ooooh Dandi…terus sayang…Oooh Tuhan…Aaaahhhkh..”
setelah beberapa menit, aku langsung merasakan ketegangan, seluruh tubuhku terasa kaku…dan akhirnya, Aaaaaaakkkhhhh….tapi tangan tante ratna terus menekan pantatku sehingga aku “keluar” di”dalam”nya…dan kemudian dia membiarkan aku terkapar lemas diatas tubuhnya,
tante: “hehehe…kamu jagoan Di..” sambil mencium keningku…” tante janji, gak akan bilang siapa2 sayang…kamu nggak usah takut..ini rahasia kita berdua ya sayang…”
aku : “tapi gimana kalo ibu aku tau? atau suami tante?..”
tante : “nggak, mereka nggak bakal tau…tenang aja ya sayang…pokoknya tante janji deh…terus terang tante sudah “kepingin” sama kamu dari dulu…akhirnya dapet juga..hehehehe…”Setelah kejadian pagi itu, kami pun semakin sering melakukannya di setiap ada kesempatan, tante ratna mengajariku bermacam gaya…dari foreplay dan seterusnya…dan setiap kali aku orgasme, tante ratna selalu menyuruhku untuk orgasme di dalam vaginanya, dia bilang lebih nikmat rasanya… bahkan kadang dia menyuruhku untuk “keluar” di mulutnya…awalnya aku takut kalo nanti dia hamil, ternyata tante ratna jujur padaku bahwa sesungguhnya dia tidak akan pernah bisa mempunyai keturunan (mandul) dan kedua anaknya yg masih kecil2 adalah anak hasil adopsi…
Berhubungan dengannya perlahan kehidupan ekonomi keluargaku membaik…walaupun aku selalu berbohong pada ibuku, mengenai uang yg tante ratna sering berikan kepadaku…selain itu diapun memenuhi segala macam kebutuhan sekolahku dari keperluan membeli buku, sampai membiayai uang sekolah untuk masuk SMU, malahan sejak kami berhubungan dia tidak pernah lagi menagih hutang ke ibuku, padahal jumlahnya hampir 30jt.Tiga tahun aku menjalin hubungan dengan tante ratna, sampai saat krisis moneter menimpa indonesia, tante ratna memutuskan pindah ke solo bersama suami dan kedua anak angkatnya…
sampai sekarang aku tak pernah lagi mendengar kabar beritanya…
karena semenjak krisis moneterpun rumahku pindah ke daerah yg lebih terpencil.Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri
-

Cerita Sex Nafsu Bosku
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Nafsu Bosku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Aku baru kerja 4 bulan di perusahaan asing di Jakarta bos saya namanya M Richard yang berasala dari
USA umurnya 45 tahun dengan waktu yang cepat kami semua karyawan sudah kenal dekat dengan Mr. Rich
biasanya dipanggil seperti itu.Hobi kita sama yaitu bermain golf perusahaan kami bergerak di bidang advertising katanya teman
sekantor istri dari sibos cantik tubuhnya seksi kayak bintang Hollywood, karena aku belum pernah
melihat istri si Bos, hanya meilhat fotonya yang terpampang di ruangannya.Meja kantor saya memang aku desain dengan nyaman dan aku selipakn foto aku dan istriku Nindy yang
berasal dari Bandung dan berumur 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Richard melihat foto itu,
secara spontan dia memuji kecantikan Nindy dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Richard sering
melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.Suatu hari Richard mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek,
sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.“Dik, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Nindy juga, sekalian makan malam”.
“Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.
“Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.
“Okelah!”, kataku.
Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Nindy. Pada mulanya Nindy agak segan juga untuk
pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan
tetapi setelah kuyakinkan bahwa Richard dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Nindy
mau juga pergi.“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”.
“Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.
“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas.
Kalau melihat Nindy, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang,
dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Richard yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku
mengenakan kemeja batik, sementara Nindy memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan
tergerai tanpa hiasan apapun.Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu
terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi
sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.“Oh Diko dan Nindy yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Lillian istrinya Richard”.
Ternyata Lillian badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis
dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Richard. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.
“Hallo Mam.., kenalin, ini Nindy istriku”.Cerita Sex Nafsu Bosku Setelah Nindy berkenalan dengan Lillian, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam,
sementara Richard mengajakku ke teras balkon apartemennya.“Gini lho Dik.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani
nggak kamu ngerjakan iklan itu”.“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih,
ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar.
Senyum Richard segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.“Eh Dik.., gimana Lillian menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.
“Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.
“Seksi nggak?”.
“Lha.., ya.., jelas dong”.
“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Lillian untuk kamu
gimana?”.Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan
tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu.Sambil masih tersenyum-senyum, Richard melanjutkan, “Nggak ada paksaan kok, aku jamin Nindy dan
Lillian pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada
saya.., aman kok!”.Membayangkan tampang dan badan Lillian aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa
menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue
film.Tapi dilain pihak kalau membayangkan Nindy dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar,
rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Richard telah melanjutkan dengan
pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Nindy sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, “Dia tidak suka style yang aneh-aneh,
maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau vaginanya dijilatin, maka dia akan sangat
terangsang!”.“Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian vagina, ada bau khas wanita terpancar
dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Richard.“Kalau Lillian sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.
Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan
senjataku diisap mulut mungil Lillian itu.Kemudian lanjut Richard meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong
my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja”.“Nanti minuman Nindy aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”,
saya agak terkejut juga, apakah Richard akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Rina? Wah kalau
begitu tidak rela aku.Aku setuju asal Rina mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Richard cepat-
cepat menambahkan,“Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya,
“Oke, nanti kamu duduk di sebelah Lillian ya, Nindy di sampingku”.Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Richard. Setelah makan malam selesai
kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat
halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan
keringatnya lebih banyak keluar.Cerita Sex Nafsu Bosku Melihat tanda-tanda itu, Richard mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Nindy, “Nin.., mari
duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”, dan tampa menunggu jawaban Nindy, Richard segera
berdiri, menarik kursi Nindy dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah.
Aku ingin mengikuti mereka tapi Lillian segera memegang tanganku.“Dik, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”. Memang dari ruang
makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Richard mulai bergerilya di pundak dan punggung
Nindy, memijit-mijit dan mengusap-usap halus.Sementara Nindy kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya
terdengar desahan setiap kali tangan Richard yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit
pundaknya.Lillian kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut,
dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi
panjang tersebut.Terlihat tindakan Richard semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan
kancing kemeja batik Nindy hingga kancing terakhir. BH Nindy segera menyembul, menyembunyikan dua
bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya.Kelihatan mata Nindy terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga,
“Apakah Nindy telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Richard?, atau apakah Nindy pingsan
atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Richard?”.Nindy tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu
berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Nindy seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan
Richard dikulitnya dan ciuman nafsu Richardpun disambutnya dengan gairah.Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung,
aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Richard yang sedang duduk di
sampingku.Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok
Lillian, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya
sedang mengerjai wanita mungil.Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari
tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Lillian yang mungil itu, “aahh..,
aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.Sementara itu di ruang sebelah, Richard telah meningkatkan aksinya terhadap Nindy, terlihat Nindy
telah dibuat polos oleh Richard dan terbaring lunglai di sofa.Badan Nindy yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya
yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang
membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka
dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Richard.Kemudian Richard menarik Nindy berdiri, dengan Richard tetap di belakangnya, kedua tangan Richard
menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Nindy, yang dengan
matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian
yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka.Menunjukan Nindy menikmati benar permainan dari Richard terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari
Richard berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Richard meremas-remas puting
susunya, terlihat seluruh badan Nindy yang bersandar lemas pada badan Richard, bergetar dengan hebat.Saat itu juga tangan Lillian telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus
berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan
melepaskan bajuku sendiri.Setelah Lillian selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus
seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah
mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang.Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Richard, tentu aku kalah jauh dan kalau aku
langsung main tusuk saja, tentu Lillian tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai
teknik yang lain dari lain.Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara
kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.Kududukkan Lillian kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah
vaginanya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang vaginanya.Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Lillian berteriak-teriak keenakan
dengan suara keras,” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya dan tubuhnya
menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat
bersamaan suara Nindy terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah,“Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat
Richard pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Nindy sekarang telah telentang di atas
sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Richard sedang berjongkok diantara kedua paha Nindy
yang sudah terpentang dengan lebar.Kepalanya terbenam diantara kedua paha Nindy yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Richard
sedang mengaduk-aduk kemaluan Nindy yang mungil itu. Terlihat badan Nindy menggeliat-geliat dan kedua
tangannya mencengkeram rambut Richard dengan kuat. ‘’Aku sendiri makin sibuk menjilati vagina Lillian yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan
dan dari mulutnya terdengar erangan,“Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot
penisku.“Aahh.., Dik.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Lillian menekan
ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan
hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding vaginanya pun semakin deras, saat ia
mencapai organsme.Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap
lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih
jauh.Ketika aku menengok ke arah Richard dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Nindy kini
telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi
sofa, punggung Nindy bersandar pada sandaran sofa.Sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak
Richard. Richard mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Nindy yang telah terpentang
lebar.Cerita Sex Nafsu Bosku Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Richard yang terletak diantara kedua pahanya yang
berbulu pirang itu, penisnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang
kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala penisnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.Terlihat Richard memegang penis raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan
Nindy yang sudah sedikit terbuka, terlihat Nindy dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata
Richard yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya.Kedua tangan Nindy kelihatan mencoba menahan badan Richard dan badan Nindy terlihat agak melengkung,
pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Richard pada bibir vaginanya.Akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Nindy dan tangan kirinya tetap menuntun
penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan Nindy, sambil mencium telinga kiri Nindy, terdengar
Richard berkata perlahan,“Niinn.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Nini hanya menggeleng-
geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke
arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Richard itu dan mulutnya terkatup rapat
seakan-akan menahan kengiluan.Richard, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina Nindy yang
telah basah itu, biarpun kedua tangan Nindy tetap mencoba menahan tekanan badan Richard.Mungkin, entah karena tusukan penis Richard yang terlalu cepat atau karena ukuran penisnya yang over
size, langsung saja Nindy berteriak kecil,“Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis,
mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Nindy yang mengangkang itu terlihat menggelinjang.Kepala penis Richard yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam kemaluan Nindy, kedua bibir
kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Richard, sehingga belahan kemaluan Nindy terlihat
terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Richard itu.Kedua bibir kemaluan Nindy tertekan masuk begitu juga clitoris Nindy turut tertarik ke dalam akibat
besarnya kemaluan Richard.Richard menghentikan tekanan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Nin.., saya sudah
menyakitimu.., maaf yaa.., Niin!”.“aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih..,
sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.Nindy mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di
pungung Richard.Cerita Sex Nafsu Bosku
“Niinn.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Nindy masih merasa sakit”,
sahut Richard dan tanpa menunggu jawaban Nindy, segera saja Richard melanjutkan penyelaman penisnya ke
dalam lubang vagina Nindy yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.Ketika kepala penisnya telah terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Nindy, terlihat muka Nindy
meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi hanya kedua bibirnya terkatup
erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.Terdengar Richard bertanya lagi, “Niinn.., sakit.., yaa?”, Nindy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,
sambil kedua tangannya meremas bahu Richard dan Richard segera kembali menekan penisnya lebih dalam,
masuk ke dalam lubang kemaluan Nindy.Secara pelahan-lahan tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya.
Ketika penis Richard telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina Nindy, terlihat Nindy telah
pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Richard.Akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Richard menekan lebih
dalam lagi, kembali terlihat wajah Nindy meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat
menggeletar,Tetapi karena Nindy tidak mengeluh maka Richard meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja,
“Blees”, Richard menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan
memepetin pinggul Nindy rapat-rapat pada sofa.Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Nindy, “Aduuh”, sambil kedua tangannya
mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke
atas menahan tekanan penis Richard di dalam kemaluannya.Richard mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina Nindy sejenak, agar tidak menambah sakit
Nindy sambil bertanya lagi,“Niinn.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Nindy dengan mata
terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang,“aagghh.., kit!”, lalu Richard mencium wajah Nindy dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat
Richard bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil Nindy dalam
pelukannya.Tak selang lama kemudian terlihat badan Nindy bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan
panjang,“Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Nindy bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada
pantat Richard, Nindy mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Nindy
terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Richard yang masih tetap berayun-ayun
itu.Cerita Sex Nafsu Bosku aah, suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh
penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.“Dik.., ayo aku mau kamu”, suara Lillian penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Lillian sama
dengan posisi tadi, hanya saja kini senjataku yang akan masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan
Lillian masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan dari dinding vagina Lillian pada saat rudalku
hendak menerobos masuk.“Lill.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos
liang vaginanya. “Aagghh”, mata Lillian terpejam, sementara bibirnya digigit.Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan
gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan Lillian setiap aku menyodokkan
penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa
liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya.“Ahh.., ahh”, Lillian makin keras teriakannya.
“Ayo Dik.., terus”.
“Enakk.., eemm.., mm!”.
Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Lill.., boleh di dalam..,
yaah”, aku perlu bertanya pada dia, mengingat aku bisa saja sewaktu-waktu keluar.“mm..”.
Kaki Lillian kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku semakin mempercepat gerakan
sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Lillian juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.“Nih.., Lill.., terima yaa”.
Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Lillian
dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan
maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina Lillian.Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Lillian, sementara cairan hangat
maniku masih terus memenuhi rongga vagina Lillian, tiba-tiba badan Lillian bergetar dengan hebat dan
kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya,
“..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Lillian juga mengalami orgasme dengan dahsyat.Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan
erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa
yang baru kami alami.Aku kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Lillian. Dengan
isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati
penisku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya aku merebahkan diri di samping
Lillian.Kini kami menyaksikan bagaimana Richard sedang mempermainkan Nindy, yang terlihat tubuh mungilnya
telah lemas tak berdaya dikerjain Richard, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Richard
terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan.Mulai saat ini Richard mengerjai Nindy dengan sangat brutal dan kasar. Nindy benar-benar dipergunakan
sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Richard menyakiti Nindy, tetapi dilihat dari
ekspressi muka dan gerakan Nindy ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Nindy atas
apa yang dilakukan oleh Richard terhadapnya.Richard mencabut penisnya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Nindy berjongkok diantara kedua
kakinya, kepala Nindy ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Nindy sambil
memegang belakang kepala Nindy.Dia membantu kepala Nindy bergerak ke depan ke belakang, sehingga penisnya terkocok di dalam mulut
Nindy. Kelihatan Nindy telah lemas dan pasrah, sehingga hanya bisa menuruti apa yang diingini oleh
Richard, hal ini dilakukan Richard kurang lebih 5 menit lamanya.Richard kemudian berdiri dan mengangkat Nindy, sambil berdiri Richard memeluk badan Nindy erat-erat.
Kelihatan tubuh Nindy terkulai lemas dalam pelukan Richard yang ketat itu. Tubuh Nindy digendong
sambil kedua kaki Nindy melingkar pada perut Richard dan langsung Richard memasukkan penisnya ke dalam
kemaluan Nindy.Ini dilakukannya sambil berdiri. Badan Nindy terlihat tersentak ke atas ketika penis raksasa Richard
menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Nindy terlihat
seperti anak kecil dalam gendongan Richard.Kaki Nindy terlihat merangkul pinggang Richard, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Richard.
Richard berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Nindy. Pantat Nindy terlihat merekah dan
tiba-tiba Richard memasukkan jarinya ke lubang pantat Nindy.“Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Richard, badan Nindy terlihat menggeliat-geliat
dalam gendongan Richard. Suatu pemandangan yang sangat seksi.Ketika Richard merasa capai, Nindy diturunkan dan Richard duduk pada sofa. Nindy diangkat dan
didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Nindy terkangkang di samping paha Richard dan Richard
memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy dari bawah.Dari ruang sebelah saya bisa melihat penis raksasa Richard memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan
Nindy yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Richard menyentuh paha Nindy.Kedua tangan Richard memegang pinggang Nindy dan membantu Nindy memompa penis Richard secara teratur,
setiap kali penis Richard masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di
pinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis
Richard. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.Kemudian Richard mendorong Nindy tertelungkup pada sofa dengan pantat Nindy agak menungging ke atas
dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Richard akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi
yang paling disukai oleh Nindy.Dari belakang pantat Nindy, Richard menempatkan penisnya diantara belahan pantat Nindy dan mendorong
penisnya masuk ke dalam lubang vagina Nindy dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua
penisnya amblas ke dalam vagina Nindy.Jari jempol tangan kiri Richard dimasukkan ke dalam lubang pantat. Nindy setengah berteriak,
“aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Richard yang dahsyat itu. Badan Nindy dicoba ditarik
ke depan, tapi Richard tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Nindy dan
mengikuti arah badan Nindy bergerak.Nindy benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan
sudah berubah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Richard mencapai payudara Nindy dan mulai
meremas-remasnya.Tak lama kemudian badan Nindy bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari
mulutnya terdengar,“Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Nindy mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Richard mendorong habis
pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Nindy, penisnya terbenam seluruhnya
ke dalam kemaluan Nindy dari belakang.Sementara badan Nindy bergetar-getar dalam orgasmenya, Richard sambil tetap menekan rapat-rapat
penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya
yang berada di dalam lubang vagina Nindy ikut berputar-putar mengebor liang vagina Nindy sampai ke
sudut-sudutnya.Setelah badan Nindy agak tenang, Richard mencabut penisnya dan menjilat vagina Nindy dari belakang.
Vagina Nindy dibersihkan oleh lidah Richard. Kemudian badan Nindy dibalikkannya dan direbahkan di
sofa. Richard memasukkan penisnya dari atas, sekarang tangan Nindy ikut aktif membantu memasukkan
penis Richard ke vaginanya.Kaki Nindy diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Richard. Richard terus menerus memompa vagina Nindy.
Badan Nindy yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Richard, yang terlihat oleh saya hanya pantat
dan lubang vagina yang sudah diisi oleh penis Richard.Kadang-kadang terlihat tangan Nindy meraba dan meremas pantat Richard, sekali-kali jarinya di masukkan
ke dalam lubang pantat Richard.Gerakan pantat Richard bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan
cepat keluar masuk di dalam lubang vagina Nindy, tiba-tiba,“Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak,
Richard menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Nindy ke sofa, sehingga penisnya
terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Nindy.Pantat Richard terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Nindy, sambil
kedua tangannya mendekap badan Nindy erat-erat. Dari mulut Nindy terdengar suara keluhan, “Sssh..,
sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Richard kemudian merebahkan diri di atas badan Nindy
yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina Nindy. Nindy melihat ke saya dan
memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat.Aku tidak bisa melihat ekspresi Richard karena terhalang olah tubuh Nindy. Yang jelas dari sela-sela
selangkangan Nindy mengalir cairan mani. Kemudian Nindypun seperti kebiasaan kami membersihkan penis
Richard dengan mulutnya, itu membuat Richard mengelinjang keenakan.Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat
bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu.cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Video Bokep Eropa Jenna Reid mastrubasi berakhir dengan entotan di hotel










