Author: dbgoog99

  • Cerita Sex Super Duper Menikmati Kepuasan Berhubungan Dengan Bibiku

    Cerita Sex Super Duper Menikmati Kepuasan Berhubungan Dengan Bibiku


    11679 views

    Buah dada bibi yang tidak besar tetapi padat itu kelihatan samar-samar dibalik dasternya yang tipis, turun naik secara teratur.Meskipun dalam posisi terlentang, tetapi buah dada bibi kelihatan muncul ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil. Menyaksikan panorama yang menarik itu saya betul-betul terangsang luar biasa.

     

    Cersex Stw – Secara cepat kemaluanku segera bereaksi jadi keras dan berdiri secara gagahnya, siap tempur. Pelan-pelan kuberjongkok dari sisi tempat tidur dan tanganku secara berhati-hati kuletakkan secara halus pada belahan kemaluan bibi yang imut itu yang tetap tertutupi CD.

    Pelan-pelan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan sisi paha atasnya yang betul-betul licin putih mulus dan benar-benar menggairahkan.Kelihatan bibi cukup bergeliat dan mulutnya cukup tersenyum, mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Saya lakukan aktivitasku dengan berhati-hati takut bibi terjaga.

    Pelan-pelan kusaksikan sisi CD bibi yang tutupi kemaluannya mulai kelihatan basah, ternyata bibi mulai terangsang . Dari mulutnya kedengar suara mendesis perlahan-lahan dan tubuhnya menggelinjang-geliat pelan-pelan. Saya semakin tersangsang menyaksikan panorama tersebut. Segera kubuka semua pakaian dan CD-ku, hingga saat ini saya bertelanjang bundar. Penisku yang 19 cm itu sudah berdiri kuat menganguk-angguk cari mangsa.

    Dan saya membelai-belai buah dadanya, ia tetap tertidur saja. Saya tahu jika puting dan klitoris bibiku tempat paling sukai dicumbui, saya tahu hal itu dari beberapa film bibiku. Lantas tanganku yang satu mulai gerilya di wilayah vaginanya. Selanjutnya pelan-pelan saya memotong CD mini bibi dengan gunting yang ada disebelah tempat tidur bibi.Saat ini kemaluan bibi terpajang secara jelas tidak ada penutup kembali.

    Pelan-pelan ke-2 kaki bibi kutarik melebar, hingga ke-2 pahanya terpentang. Dengan berhati-hati saya naik ke atas tempat tidur dan bercongkok di atas bibi. Ke-2 lututku melebar dari sisi pinggul bibi dan kuatur sebegitu rupa agar tidak sentuh pinggul bibi. Tangan kananku menekan di kasur tempat tidur, pas dari sisi tangan bibi, hingga saat ini saya ada dalam posisi 1/2 merayap di atas bibi.Tangan kiriku menggenggam tangkai penisku. Pelan-pelan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang sudah basah tersebut. Kepala penisku yang lebih besar itu kugosok-gosok dengan berhati-hati pada bibir kemaluan bibi.

    Kedengar suara erangan perlahan-lahan dari mulut bibi dan tubuhnya cukup mengeliat, tetapi matanya masih tetap tertutup. Pada akhirnya kutekan pelan-pelan kepala kemaluanku memotong bibir kemaluan bibi.Saat ini kepala kemaluanku terjepit antara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi masih tetap kedengar suara mendesis perlahan-lahan, namun tubuhnya terlihat mulai resah. Saya tidak ingin ambil risiko, saat sebelum bibi sadar, saya harusnya menaklukan kemaluan bibi dengan tempatkan posisi penisku dalam lubang vagina bibi.

    Karenanya selekasnya kupastikan tempat penisku supaya tegak lempeng pada kemaluan bibi. Dengan kontribusi tangan kiriku yang tetap menuntun penisku, kutekan pelan-pelan tetapi tentu pinggulku ke bawah, hingga kepala penisku mulai menerobos ke lubang kemaluan bibi.Terlihat sesaat ke-2 paha bibi bergerak melebar, seolah-olah memuat tekanan penisku ke lubang kemaluanku.

    Tubuhnya mendadak tergetar menggelinjang dan ke-2 matanya tiba-tiba terbuka, terbeliak kebingungan, melihatku yang bertopang di atasnya. Mulutnya terbuka seolah-olah siap untuk berteriak. Secara cepat tangan kiriku yang menggenggam penisku kulepaskan dan cepat-cepat kudekap mulut bibi supaya jangan berteriak.

    Karena pergerakanku yang mendadak itu, posisi berat tubuhku tidak bisa kujaga kembali, mengakibatkan semua berat bokongku langsung menekan ke bawah, hingga tidak bisa dihindari kembali penisku menerobos masuk ke lubang kemaluan bibi secara cepat.Tubuh bibi tersentak ke atas dan ke-2 pahanya berusaha untuk dirapatkan, dan ke-2 tangannya automatis menggerakkan ke atas, menampik dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tetapi ketahan oleh bekapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” desahnya tidak terang.

    Selanjutnya tubuhnya mengeliat-geliat dengan luar biasa, terlihat bibi benar-benar terkejut dan mungkin saja kesakitan karena penisku yang lebih besar menerobos masuk ke kemaluannya dengan mendadak.Walaupun bibi merontak-rontak, namun sisi pinggulnya tidak bisa berubah karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat.

    Karena beberapa gerakan bibi dengan ke-2 kaki bibi yang meronta-ronta itu, penisku yang sudah tenggelam dalam vagina bibi berasa dipelintir-pelintir dan seolah-olah dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina bibi. Ini memunculkan kepuasan yang sulit digambarkan.Karena telah kepalang tanggung, karena itu tangan kananku yang semula bertopang pada tempat tidur kulepaskan. Saat ini semua tubuhku menekan dengan rapat ke atas tubuh bibi, kepalaku kuletakkan dari sisi kepala bibi sekalian berbisik kekuping bibi.

    “Bii.., bii.., ini saya Eric. Tenang bii.., sshheett.., shhett..!” bisikku.

    Bibi tetap coba melepas diri, tetapi tidak sanggup karena tubuhnya yang imut itu teperangkap di bawah badanku. Sekalian masih tetap dekap mulut bibi, saya menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara perlahan mulai kugerakkan turun naik secara teratur.Pelan-pelan tubuh bibi yang semula tegang mulai menurun.Kubisikan kembali ke kuping bibi,

    “Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji jangan berteriak yaa..?”Pelan-pelan tanganku kulepaskan dari mulut bibi.Selanjutnya Bibi berbicara,

    “Riic.., apa yang kau lakukan ini..? Kamu sudah memerkosa Bibi..!”Saya diam saja, tidak menjawab apapun, cuma pergerakan pinggulku semakin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi, khususnya di bagian putingnya yang sangat mengeras.Ternyata walaupun muka bibi tetap memperlihatkan hati geram, namun reaksi tubuhnya tidak bisa sembunyikan hatinya yang mulai terangsang tersebut.

    Menyaksikan kondisi bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan kembali.Pada akhirnya dari mulut bibi kedengar suara, “Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!”Dengan tetap meneruskan pergerakan pinggulku, pelan-pelan ke-2 tanganku bertopang pada tempat tidur, hingga saya saat ini dalam posisi 1/2 bangun, mirip orang yang lakukan push-up.Dalam posisi ini, penisku menusuk kemaluan bibi dengan bebas, lakukan beberapa serangan secara langsung ke lubang kemaluan bibi.

    Kepalaku pas ada di atas kepala bibi yang terbaring di kasur. Ke-2 mataku melihat ke bawah ke mata bibi yang meram terbuka dengan sayu. Dari mulutnya masih tetap kedengar suara mendesis-desis. Selang sesaat sesudah merasa tentu jika bibi sudah dapat kutaklukan, saya stop dengan aktivitasku. Sesudah mengambil penisku dari dalam kemaluan bibi, saya tiduran 1/2 tidur dari sisi bibi.

    Samping tanganku mengelus-elus buah dada bibi khususnya di bagian putingnya.
    “Eehh.., Ric.., mengapa kau kerjakan ini ke bibimu..!” ucapnya.Saat sebelum menjawab saya tarik badan bibi menghadapku dan merengkuh tubuh imutnya dengan berhati-hati, tetapi lekat ketat ke tubuh.

    Bibirku cari bibinya, dan dengan gaungs kulumat habis. Woowww..! Saat ini bibi menyongsong kecupanku dan lidahnya turut aktif menyongsong lidahku yang menari-nari di mulutnya.Selang sesaat kuhentikan kecupanku tersebut. Sekalian melihat secara langsung ke ke-2 matanya dengan mesra, saya berbicara, ”

    Bii.. sebetulnya saya benar-benar sangat sayang sama Bibi, Bibi benar-benar elok kembali ayu..!”Sekalian berbicara itu kucium kembali bibirnya sekilas dan meneruskan perkataanku, “Setiaap kali menyaksikan Bibi bermesrahan dengan Paman, saya kok merasa benar-benar cemburu, seolah-olah Bibi ialah punyaku, menjadi Bibi jangan geram yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak dapat mengendalikan diri ingin mempunyai Bibi sepenuhnya.”

    Usai berbicara itu saya menciumnya dengan mesra dan dengan tidak terburu-buru.Kecupanku ini kali benar-benar panjang, seolah-olah ingin mengisap napasnya dan belahan jiwanya masuk ke diriku. Ini kulakukan dengan hati kasih sayang yang setulus-tulusnya. Ternyata bibi dapat rasakan hati sayangku kepadanya, hingga dekapan dan kecupanku itu dibalasnya tidak kalah mesra .

    Sejumlah lama selanjutnya saya hentikan kecupanku dan aku juga tiduran terlentang dari sisi bibi, hingga bibi bisa menyaksikan keseluruhnya tubuhku yang telanjang tersebut. “Iih.., besar sekali barang kamu Ricc..! Itu penyebabnya barusan Bibi merasa benar-benar penuh pada tubuh Bibi.” ucapnya, mungkin punyaku lebih besar dibanding punyai paman.Lantas saya mulai merengkuhnya lagi dan memulai menciumnya.

    Itil V3
    Kecupanku dimulai dari mulutnya turun ke leher dan terus ke-2 buah dadanya yang tidak besar tetapi padat tersebut. Di bagian ini mulutku melumat-lumat dan mengisap-hisap ke-2 buah dadanya, khususnya pada ke-2 ujung putingnya berubah-ubah, kanan dan kiri.Sementara aksiku sedang berjalan, tubuh bibi menggelinjang-geliat kepuasan. Dari mulutnya kedengar suara mendesis-desis tidak hentinya.

    Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus. Mahfum, bibi tidak pernah melahirkan. Bermain sesaat di sini selanjutnya turun semakin ke bawah, ke arah target khusus yang berada pada lembah antara ke-2 paha yang putih mulus tersebut. Di bagian kemaluan bibi, mulutku secara cepat melekat ketat pada ke-2 bibir kemaluannya dan lidahku bermain ke lubang vaginanya.

    Mencari dan pada akhirnya sapu dan menjilat gundukan daging kecil di bagian atas lubang kemaluannya. Selekasnya berasa tubuh bibi tergetar dengan luar biasa dan ke-2 tangannya mencekram kepadaku, menekan ke bawah dibarengi ke-2 pahanya yang menegang dengan kuat.

    Keluh kesah panjang keluar mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..!”Sekalian tetap terus dengan aktivitasku itu, pelan-pelan kutempatkan sikap tubuh hingga sisi pinggulku ada sejajar dengan kepala bibi dan dengan 1/2 berjongkok. Posisi tangkai kemaluanku sama persis ada di depan kepala bibi. Ternyata bibi mahfum akan kemauanku itu, karena berasa tangkai kemaluanku digenggam oleh tangan bibi dan tarik ke bawah. Sekarang berasa kepala penis menerobos masuk antara daging empuk yang hangat.

    Saat ujung lidah bibi mulai bermain di sekitar kepala penisku, sesuatu hati nikmat mendadak menyebar dari bawah naik terus ke seluru tubuhku, hingga dengan tidak berasa keluar erangan kepuasan dari mulutku.Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, sama-sama hisap-mengisap, jilat-menjilat seolah-olah berlomba ingin memberi kepuasan pada keduanya.

    Sesaat selanjutnya saya hentikan aktivitasku dan tiduran terlentang dari sisi bibi. Selanjutnya sekalian terlentang saya menarik bibi ke atasku, hingga saat ini bibi tidur telungkup di atasku. Tubuh bibi dengan perlahan kudorong cukup ke bawah dan ke-2 paha bibi kupentangkan.

    Ke-2 lututku dan bokongku cukup kunaikkan ke atas, hingga secara berasa penisku yang panjang dan masih tegang itu langsung terjepit antara ke-2 bibir kemaluan bibi.Dengan sesuatu penekanan oleh tanganku pada bokong bibi dan sentakan ke atas bokongku, karena itu penisku langsung menerobos masuk ke lubang kemaluan bibi. Ambles semua batangku.”Aahh..!” kedengar keluh kesah panjang kepuasan keluar mulut bibi.Saya selekasnya menggoyang pinggulku secara cepat karena terlihat jika bibi mau klimaks.

    Bibi tambah semangat ikut juga menyeimbangi dengan menggoyang bokongnya dan menggelinjang-geliat di atasku. Kusaksikan mukanya yang elok, matanya 1/2 terpejam dan rambutnya yang panjang terurai, sedang ke-2 buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku.Saat kusaksikan pada cermin besar di almari, terlihat pinggul bibi yang berayun-ayun di atasku. Tangkai penisku yang lebih besar sesaat kelihatan sesaat lenyap saat bibi bergerak turun naik di atasku. Ini membuatku menjadi semakin terangsang.

    Mendadak suatu hal mendesak dari dalam penisku cari jalan keluar, ini memunculkan sesuatu hati nikmat pada semua tubuhku. Selanjutnya air maniku tanpa bisa ditahan menyemprotkan dengan keras ke lubang vagina bibi, yang pada waktu bersama juga berasa berdenyut dengan kencangnya dibarengi tubuhnya yang ada di atasku tergetar dengan luar biasa dan terlonjak-lonjak.

    Ke-2 tangannya dekap tubuhku dengan keras.Pada waktu bersama kami berdua alami orgasme dengan dasyat. Pada akhirnya bibi telungkup di atas tubuhku dengan lemas sekalian dari mulut bibi kelihatan senyum senang.”Riic.., terima kasih Ric. Kau sudah memberi Bibi kepuasan sejati..!”Sesudah istirahat, selanjutnya kami bersama ke kamar mandi dan sama-sama bersihkan diri keduanya.

    Sementara mandi, kami berangkulan dan berciuman dibarengi ke-2 tangan kami yang sama-sama mengelus-elus dan memijit-mijit keduanya, hingga secara cepat gairah kami terbangkit kembali. Dengan 1/2 menuntun tubuh bibi yang imut itu dan ke-2 tangan bibi menggelantung pada leherku,

    ke-2 kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan dengan tempatkan satu tangan pada bokong bibi dan menekan, penisku yang telah tegang kembali menerobos ke lubang kemaluan bibi.”Aaughh.. oohh.. oohh..!” kedengar rintihan bibi sementara saya menggerakan-gerakan bokongku mundur-maju sekalian menekan ke atas.Dalam posisi ini, di mana berat tubuh bibi seutuhnya tertumpu pada kemaluannya yang terganjel oleh penisku, karena itu secara cepat bibi capai klimaks.

    “Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” dengan keluh kesah panjang dibarengi tubuhnya yang melafalkanng, bibi capai orgasme, dan selang sesaat terkulai lemas dalam gendonganku.Dengan penisku tetap ada dalam lubang kemaluan bibi, saya terus menuntunnya. Saya bawa bibi ke arah tempat tidur.

    Pada kondisi badan yang basah kugenjot bibi yang sudah lemas dengan bergairah, sampai saya orgasme sekalian menekan kuat-kuat bokongku. Kupeluk tubuh bibi erat-erat sekalian rasakan airmaniku menyemprotkan-nyemprot, tumpah dengan deras ke lubang kemaluan bibi, isi seluruh lubuk-relung didalamnya.

     

  • Video Bokep Kanna Nozomi dipijitin dua cowok

    Video Bokep Kanna Nozomi dipijitin dua cowok


    2890 views

     

  • Teen Kimmy Granger POV Sex

    Teen Kimmy Granger POV Sex


    2047 views

  • Cerita Sex Mesum Dalam Kelas

    Cerita Sex Mesum Dalam Kelas


    28958 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Mesum Dalam Kelas ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita SexCerita sexku ini terjadi setahun lalu saat aku masih di bangku SMU kelas 2 terlebih dahulu perkenalkan diriku biasa dipanggil Arif aku tergolong orang yang haus sex dan nafsu besar demi kepuasan sex ku terpenuhi kadang aku melakukan diluar kendali, hobiku yang disekolah selalu mengintip cewek cewek dikamar mandi sambil onani.
    Kadang pula aku mengintip cewek yang sedang latihan cheerleaders jika sedang latihan biasanya cewek cewek tersebut memkai celana yang seksi kadang juga ada yang pakai rok jadi aku selalu berimajinasi di tingkat dua sambil ngocok peliku.

    Ada juga aku pernah dengan nekat di tempat ganti cewek yang sedang ganti baju olahraga, aku lihat paha pahanya dan celana dalamnya. Jangankan Siswi sekolah yang jadi pelampiasanku soal sex, bahka guru guru yang masih muda dan cantik pokoknya yang penuh gairah juga aku lakukan bermajinasi dengannya, dan semua kejadian diatas aku rangkum dengan hubungan sex sama salah satu siswi yang cantik namanya Rani.
    Tapi tidak seperti biasanya, nafsu tidak bergejolak, hanya biasa-biasa saja. Malah, yang ada aku justru jatuh cinta sama dia. Dan kayaknya sih dia juga. Tidak hanya itu, anak-anak juga sering meledek ataupun mencomblangkan aku sama dia.

    Pada awalnya saat aku melihat tingkah laku dan ekspresi wajahnya, aku menilai dia sebagai cewek yang bukan nafsu besar. Rani memang tidak sexy, badannya tidak berisi-berisi banget. Pantatnya juga tidak bahenol. Dadanya juga mungkin kurang sedikit dari 34.

    Tapi kulit putihnya, pahanya yang sering kelihatan dan leher seragamnya yang suka kendor membuat nafsuku jadi lama-lama bergejolak. Model rambutnya sangat kusuka. Ikal, belah tengah agak ke pinggir, dan berwarna hitam kebiruan/blue black.

    Tapi, pikiranku tertutup oleh Ja-Im (jaga image) di depan dia, dan berpikir nanti saja kalau sudah jadian saja baru bisa ngapa-ngapain. Suatu hari, aku menjalankan niat nekatku seperti biasa. Pertama aku bersembunyi di WC kamar mandi cewek.

    Aku tahu pada hari itu cewek-cewek cheer mau gladi resik, jadi sekalian memakai seragam lomba yang tentunya sedikit terbuka (sudah gitu ditambah pula cewek-ceweknya sexy-sexy lagi). Yang kulihat waktu itu adalah beragam model celana dalam yang beberapa menyelip di belahan pantat, mulai dari yang putih polos, polkadot, biru, dan lain-lain.
    Barang yang di bawah segera berdiri tegak, dan aku mencoba membuka retsleting perlahan. Setelah beberapa saat aku mulai onani, tiba-tiba ada cewek yang masuk ke WC, lalu ngobrol-ngobrol sama cewek-cewek cheers itu.
    Dan ketika kulihat sepatunya, ternyata Rani. Dia lalu sedikit membetulkan rok abu-abunya, kemudian mengangkat kedua kakinya bergantian ke tembok untuk membetulkan tali sepatu. Saat itu kulihat jelas paha mulusnya yang putih bersih. Situs IDN Poker Online

    Cerita Sex Mesum Dalam Kelas Betapa kencangnya tititku waktu itu. Tapi sebelum aku bisa mengeluarkan spermaku, cewek-cewek sudah pergi semua. Akhirnya aku mengambil tempat lainnya itu dari kelas. Aku mengintip dan melanjutkan onani sambil duduk di kursi dekat jendela.

    Fuuhhh.., cheers itu sexy-sexy sekali. Tidak lama, tiba-tiba ada seseorang yang lewat di depan kelasku yang sepertinya adalah cewek. Tiba-tiba lagi, belum sempat aku membetulkan celana, cewek tersebut masuk kelasku.

    Ternyata si Rani..! Kagetku tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata ataupun tulisan dengan bahasa apapun.

    Maluku juga bernasib sama. Cat merah pun mungkin masih kalah merah dibanding wajahku. Rani lalu setengah berteriak.
    “Yaampuuunnn.., si Arifff.. ngapain kamuuu..?” (Rani kalau ngomong denganku pakai aku-kamu). Rani melihatku dengan setengah senyum malu-malu.

    Bibirnya yang tersenyum dia tutupi dengan kedua telapak tangannya seperti orang menyembah. Dengan terbata-bata aku berbicara,

    “Eehh.., Ran.., ini…” Dia langsung memotong omongan gagapku itu, kembali dengan ekspresi senyuman,

    “Hahaa.., dasar..! Sini dong bantuin nyariin buku LKS-LKS yang ketinggalan…”
    Sejenak aku justru bingung. Rani yang sudah melihatku setengah bugil bawah kok biasa-biasa saja, dan malah minta tolong mencarikan buku lagi..? Pikirku, ya sudahlah.., semoga saja dia tidak ’ember’ (cerita-cerita sama orang lain).

    Dengan pura-pura tidak ada apa-apa, aku langsung menghampirinya dan membuka serta mencari-cari di lemari kelas. Rani berdiri di dekatku sambil membungkuk. Waktu aku sedang mencari-cari buku, aku menyadari kalau Rani memperhatikan aku.

    Saat kulihati dia, dan kutanya, “Kenapa, Ran..?”, dia hanya menjawab, “Ehem.., Ooh.., enggaaak…” dengan nada manja. Lalu sekilas kulihat leher seragamnya agak turun, sehingga buah dadanya yang terbalut bra terlihat.

    Memang sih tidak besar dan tidak kecil, tapi dapat membuat nafsuku bangkit. Lalu kuteruskan lagi mencari buku-bukunya. Tahu-tahu, Rani mendekatkan wajahnya ke pipi kananku, dan menciumnya lembut.
    Akibatnya, bulu kudukku jadi merinding. Apalagi ditambah ciuman Rani merambat sampai ke daerah kuping.

    Aku setengah berbisik, “Ran..,” dia malah meneruskan ciumannya ke bibirku. Tanpa pikir panjang, kuterima dan kubalas ciumannya. Tidak mau kalah. Rani lalu melingkari kedua tangannya di leherku. Aku pun memeluk badan pinggangnya sambil sekali-sekali kuelus pantatnya.

    Rani memulai ciuman lidahnya. Kubalas lagi, kutabrak-tabrakkan lidahnya di dalam mulutku itu dengan lidahku. Ternyata diam-diam Rani nafsuan juga. Aku mencoba menyelipkan salah satu tanganku ke balik kemeja seragamnya yang sudah keluar.

    Punggungnya benar-benar enak dielus. Ciumanku sudah lumayan lama. Rani nampak menikmati mengulum-ngulum lidahku. Kemudian, Rani membuka kemejanya sendiri dan kemejaku juga. Untung saja waktu itu aku kebetulan tidak memakai kaos dalam, jadi tidak terlalu repot-repot.

    Rani lalu mencopot bra-nya, modelnya yang tidak memakai tali. Saat sepintas kulihat, payudaranya nampak kencang dan sedikit membesar, mungkin ereksinya cewek. Apalagi saat kuraba-raba, terasa sekali betapa kencangnya payudara Rani.

    Putingnya berwarna merah muda. Masih dalam posisi berdiri, kuturunkan kepalaku dan kuelus payudara indahnya itu dengan lidahku. Sekelilingnya kubasahi dan kujilati kembali. Rani menikmati jilatan lidahku ke payudaranya.

    Ia meresponnya dengan, “Aahhh.., uughhh..,” dan dengan sedikit jambakan ke rambutku. Tidak berapa lama setelah menghisap ‘pepaya bangkok’, Rani menuntunku untuk duduk di kursi, dan dia melucuti celana abu-abu dan celana dalamku.

    Rani ingin ‘spongky-spongky’ (oral seks/alias jilat titit). Sebelum mulai, Rani sempat mengocok-ngocok sedikit sambil mendesah, “Aghh.., ahh..,” Kini aku tahu bagaimana rasanya apa yang banyak orang bilang seperti terkena getaran atau sengatan listrik.
    Barangku langsung ereksi sekeras-kerasnya. Rani mulai pelan-pelan memasukkan tititku ke mulutnya, agak malu-malu. Saat bibirnya mengenai ujung Tititku itu, aku langsung refleks mendongak ke atas, kedua tanganku mencengkeram pinggir meja dan kursi dengan keras.

    Cerita Sex Mesum Dalam Kelas Namun, setelah beberapa lama Rani naik turun menghisapi tititku, sudah mulai biasa. Ternyata nikmat sekali. Rani juga sekali-sekali menjilati sekeliling tititku, dan kemudian lanjut menghisap. Saat itu mungkin itulah ereksi terbesar dan terkerasku selama ini, dan juga mungkin terpanjang.

    Rani memegang pangkal batang tititku dengan keras. Rani yang kadang mengelus bulu testisku dan menjilatinya membuatku sangat geli namun bukan geli untuk tertawa, melainkan geli nikmat. Selama kegiatan sex itu, aku dan Rani tidak mengeluarkan dialog apa-apa kecuali hanya mendesah,

    “Aghg.. ehhh…” dan desahan-desahan lainnya. Tidak lama kemudian, Rani tidak mendudukiku, tapi ia justru berjongkok dan mulai meng-onani-kan aku. Sejenak aku berpikir mungkin ia belum mau perawannya hilang.

    Tetap saja pada akhirnya aku tidak perduli. Aku menerima kocokannya yang ternyata lebih enak daripada kocokanku sendiri.

    Apalagi bila kocokan tangannya mengenai pangkal kepala tititku, wuiihhh.., mungkin seperti listrik ratusan volt. Mungkin karena nafsuku yang sangat besar, orgasme-ku sedikit lagi tercapai.

    Aku langsung menyuruh Rani bersiap-siap, meskipun untuk ngomong pun susah karena desahan, “Ran.., ehh… hhh… bentar lagi..” Rani tidak menjawab. Namun dia sudah siap membuka rongga mulutnya di depan kemaluanku.

    Lalu, “Crooottt..!” akhirnya aku ejakulasi. Setelah beberapa semprotan, aku sempat berhenti beberapa detik, dan kuangkat badan Rani.

    Aku bermaksud untuk menyiram spermaku tidak hanya di wajahnya saja, namun di payudaranya juga (seperti di film-film biru).

    Akhirnya setelah kutahan, kuteruskan siraman air maniku itu ke dadanya, meskipun tinggal beberapa semprotan. Rani kemudian terdiam sejenak.

    Dia menghempaskan kelelahannya. Sambil melihati dadanya yang tersiram mani, ia juga mengelap wajahnya yang lebih penuh dengan cairan hangat putih kental dengan telapak tangannya. Rani lalu berkata,

    “Iiihh.., Arif banyak amat siihh..!” sambil tersenyum. Kemudian ia mengambil handuk kecil yang sering ia bawa dari tasnya, dan lanjut membersihkan maniku lagi.

    Setelah itu, ia yang masih telanjang bulat menduduki pahaku sambil melingkari tangannya di leherku. Lalu ia berkata, “Arif.., yang ini (sambil menunjuk ke selangkangangannya) jangan dulu yah.., kalo mau kayak tadi aja..”

    Aku langsung mengerti maksudnya dengan mengangguk sambil tersenyum. Kemudian, setelah ia memelukku dengan erat, ia menyuruh supaya segera berpakaian.

    “Arif.., ayo beres-beres, pakean lagi.., nanti tau-tau ada guru atau petugas sekolah looo..!” Aku dan Rani segera berpakaian dan keluar kelas dengan hati-hati setelah mengambil LKS yang dia cari tadi, dan memasang tampang biasa-biasa supaya tidak dicurigai. Situs IDN Poker Online

    Malamnya, akhirnya aku dan Rani resmi jadian. Lumayan aneh kan, terbalik, jadian setelah bercinta duluan. Sejak itu hingga sekarang, aku tidak pernah lagi mengintip dan onani melihat cewek cheers, di WC cewek ataupun guru-guru wanita.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Video Bokep Eropa Ava Taylor casting ngentot oleh Holly Michaels dan direkamnya

    Video Bokep Eropa Ava Taylor casting ngentot oleh Holly Michaels dan direkamnya


    2419 views

  • Kisah Memek nafsu di rumah rusak

    Kisah Memek nafsu di rumah rusak


    3096 views

    Duniabola99.com – Namaku Carline (20thn) atau biasa juga dipanggil Fei Chen, terlahir sebagai keturunan Chinese di Indonesia. aku anak kedua dari 3 bersaudara yang semuanya perempuan, ciciku Christine (22 thn), adikku Evelyn (16 thn). Seperti umumnya gadis Chinese, kulit kami bertiga sangat putih dan mulus karena aku selalu merawatnya, tapi adikku yang terkenal paling putih diantara kami bertiga. Kata orang, wajah kami bertiga sangat innocent sehingga membuat penasaran para pria yang melihatnya, dan ciciku yang tercantik diantara kami bertiga. Aku agak tomboy, adikku malah sangat feminim, ciciku terkesan cuek.


    Papaku pengusaha garment home industri yang cukup sukses. Keluargaku mulai berantakan sejak aku mengetahui mamaku menjadi simpanan Pak Nurdin, sopir keluarga kami dan papa mengizinkannya karena dia kena penyakit impoten 5 tahun yg lalu sehingga tidak dapat memberi kepuasan pada mama. Umur papa dan mama memang terpaut jauh 10 tahun, sekarang mama berumur 38 tahun, dulu mereka menikah diusia muda karena menurut selentingan mereka kebablasan. Mama jadi sering menginap ditempat lain bersama sopir itu, sedangkan papa menyibukkan diri dengan pekerjaannya sehingga kami, ketiga anaknya sudah terlupakan.

    Dirumah seringkali hanya ada kami bertiga bersama para buruh garment papa, sopir truk dan kernetnya yang kerjanya malasmalasan dirumah karena kerjanya hanya order barang seminggu sekali. kalau papa dan mama sedang tidak dirumah, mereka seringkali menggoda kami bertiga sehingga kami semua sangat ketakutan kalau bertemu mereka.

    Terus terang kami bertiga sangat risih terhadap mereka yang sering melihat kami dengan pandangan menelanjangi itu. Kami hanya berani memarahi mereka kalau kami semua ada dirumah atau kalau ada papa dan mama, kalau mereka tidak ada kami semua lebih suka diam dikamar karena bila keluar kamar para buruh itu sering menggoda kami secara kurang ajar. kejadian ini tidak diketahui papa atau mama karena kami sendiri malu untuk menceritakannya. Apalagi setelah hubungan mama dan sopir kami mulai diketahui buruhburuhku, mereka seakan mendapat angin segar untuk lebih bisa bersikap semaunya pada kami bertiga yang notabene adalah putri majikan mereka sendiri. Mereka menganggap papa sangat pelit dan suka memeras tenaga mereka, padahal bagi kami sudah merupakan keharusan untuk bekerja keras, bukan memeras karena mereka bekerja pada papa, jadi sudah seharusnya begitu. Papaku tahu hal ini, tapi keluarga kami harus mempertahankan mereka bekerja pada kami karena kebetulan daerah rumah kami dikelilingi rumahrumah penduduk pribumi yang ratarata kumuh, jadi bila papa memecat mereka, bukan mustahil akan memicu kerusuhan yang sasarannya tentu rumahku.

    Singkat cerita, sejak aku sering memergoki mama sedang disetubuhi Pak Nurdin, aku malah jadi ingin terus menontonnya, seakan adegan live sex, aku sering mengintipnya bila mereka ada dirumah, bagiku mulanya hanya ingin membandingkan penis Albert, pacarku dengan penis pria lain dan aku sangat terkejut karena ternyata penis Pak Nurdin jauh lebih besar dibanding penis Albert. Aku masih perawan karena aku dan Albert belum berani bersetubuh, kami hanya berani melakukan oral sex. Sejak aku sering mengintip itu, gairahku seringkali bangkit terutama bila melihat priapria pribumi yang kekar seperti Pak Nurdin, celakanya semua buruh dirumah kami ratarata punya perawakan yang kekar dengan kulit yang gelap menghitam, mungkin karena sering bekerja dipanas matahari, sehingga dadaku sering bergolak bila sedang dirumah. Aku tidak tahu apa reaksi cici dan adikku terhadap mama, tapi aku tidak peduli, yang jelas reaksiku menjadi horny bila melihat mereka sedang berdua dirumah. Terlebih bila buruhku bekerja, mereka terbiasa bertelanjang dada, sungguh jauh beda dari Albert yang berdada kurus rata dengan kulit putihnya. Tapi aku tidak berani bertatapan langsung dengan mereka, karena aku takut melihat kegarangan wajah mereka, aku hanya berani melihat dari jendela kamarku. Kalaupun aku keluar dari kamarku, tentu kulit mukaku menjadi merah sekali karena mereka sering menggoda dan melecehkanku dengan ucapan yang jorok.

    Dahulu aku sering marah bila mereka mengolokolokku, tapi anehnya sekarang aku malah merasa sudah biasa bila dilecehkan mereka, dadaku bergetar hebat bila mereka memandangku dengan penuh nafsu. Terbayang kembali diotakku adegan mama yang bertubuh putih dan masih kencang digumuli oleh nurdin sampai merintihrintih, sepertinya nikmat sekali. Aku mulai berpikir ada kelainan pada diriku, tapi dorongan dalam dadaku ini sulit untuk dibendung sehingga pada akhirnya aku harus mengalah pada nafsuku sendiri. Aku mulai berani memakai rok 10 cm diatas lutut dalam rumah, padahal dulunya aku hanya memakai itu waktu jalanjalan atau kepesta saja. Hasilnya mudah ditebak, mata para buruhburuhku seperti mau loncat melihatku keluar kamar dengan pakaian begitu.
    Dulah : waw, liat si amoy itu putih amat pahanya ya.. gua jadi pengen nih. hahaha
    Kodir : Iya, tumben ya si neng keluar pake rok pendek gitu
    Odet : Woi, non, seringsering dong pake rok mini gitu, putih tenan pahanya non. boleh dipegang gak nih?:
    Suhe : gua bisa langsung ngecrot nih
    Arman : Neng sini dong ngobrol sama kitakita biar akrab, koq sombong banget sih

    Darahku berdesir mendengar komentarkomentar jorok mereka, tapi aku tidak berani meresponnya, aku dengan cepat berlari melintasi tempat kerja mereka diiringi tawatawa kurang ajar tapi anehnya lagilagi aku menikmatinya, terbayang dipikiranku bila aku disetubuhi mereka dengan penuh nafsu, tentu nikmat sekali. Vaginaku terasa berdenyut bila memikirkan itu. Saat aku balik kekamarku pun terdengar lagi celotehan kotor dan suitsuitan mereka. Aku segera berpikir untuk mengusir pikiran itu, bayangkan saja aku masih perawan, masa sebagai gadis suci malah mengobralnya pada priapria yang notabene adalah pekerjaku sendiri, sungguh sangat memalukan sekali. Aku langsung saja tertidur dikamarku, ada rasa menyesal dalam diriku. Hari berikutnya gairah itu datang kembali dan bahkan semakin tak terkendali. Aku sungguh telah menjadi gadis yang menderita exhibist, aku kegilaan memamerkan tubuhku pada pekerjaku dengan maksud supaya mereka melecehkanku, menggodaku atau bahkan agar mereka berani menyentuh tubuhku, menyetubuhiku dengan liar. Aku mulai tak dapat berpikir jernih, bahkan aku sudah tidak mempedulikan Albert. Aku seringkali menolak ajakan kencannya. Aku lebih suka dirumah terutama bila cici dan adikku sedang kuliah.


    Suatu hari secara tidak sengaja aku mengintip dan menguping pembicaraan 5 orang buruhku yang kebetulan sedang membicarakanku sambil tertawatawa.
    Odet : Dir, gua hari ini koq belum liat neng Carline ya, padahal udah kangen liat badannya yang putih itu, aduh coba kalau gua bisa ngentotin dia, pasti enak banget kayaknya ya
    Kodir : Bukan cuma elu yang kepingin, gua juga udah lama pengen ngentotin si non kalau bisa sih bukan cuma Carline, tapi kakak dan adiknya juga. hahaha
    Dulah : Ternyata kita samasama punya minat ngentotin amoy ya.. hahahaha betul sekali deh, kayaknya badan mereka tu enak sekali ya buat kita gumulin seharian, putihputih lagi, mulus pula dalamnya.hahaha
    Arman : Ah si abang bisanya cuma ngomong aja, berani gak kalau beneran, bilang langsung sama non Carline, kali aja dia mau sama kita
    Suhe : Mimpi kali yee, mana ada amoy yang mau sama kitakita, buat ngentot lagi, mustahil bang, kecuali kita yang mulai duluan ngerjain dia, biar dia juga tau rasa terlalu sombong sama kita, iya ga?
    Dulah : Akur, sekalian kita kasi pelajaran sama bokapnya yang pelit itu, boleh aja gaji ga naek, tapi anaknya yang kita naekin. hahaha, kan adil namanya.

    Terdengar suara riuh rendah digudang tempat mereka bekerja, aku terkesima mendengarnya, serasa sumsumku mau copot dilanda gairah asing yang melanda tubuhku.
    Kodir : Tapi gimana caranya Dul, biar non Carline mau kita ewe bersamasama, gua jadi gak tahan nih pengen melumat susunya, pasti badannya lebih putih lagi ya.. sedapp!
    Dulah : Gimana kalau kita kasih obat perangsang aja diminumannya, trus dikamarnya kita kasih juga film porno yang maen keroyokan biar dia horny, baru kita sergap
    Arman : Bagus juga tuh rencana, nanti biar gw rekam biar dia tutup mulut
    Odet : Setuju, besok aja kita jalanin, gua punya obat perangsang super yang bisa bikin cewek kepingin semaleman, jangan lupa juga obat biar dia ga bunting, biar bisa kita pake terus. heheheh
    Dulah : gua sih malah pengen buntingin tuh amoy, biar tau rasa terutama bapaknya yang pelit pasti pingsan liat anaknya kita entotin sampe bunting, malah kalau bisa semua anaknya kita buntingin, pasti rame ya dir.
    Kodir : Wah kalo masalah buntingbuntingan gw mikirmikir dulu deh, nanti malah kita yang kena bui, bapaknya kan banyak kenal pejabat polisi, kalau mau juga suruh aja tementemen kita yang diterminal buat buntingin mereka, jadi bisa langsung kabur kalo ketauan, iya ga? yang penting kan kita puas ngentotin mereka.
    Odet : Udah deh bang, jangan ngehayal, non Carline aja belum dapet, udah mikir yang lainlain, kita garap Carline dulu aja pas bokapnya ga dirumah, toh kayaknya tuh amoy udah pengen dientot, liat aja bajunya sekarang kan jadi berani liatin ke kitakita, kalian sadari gak?

    Arman : Betul juga lu det, gua koq baru sadar ya, dulu kan non Carline selalu pake celana panjang, jeans lagi kalau dirumah, lha, sekarang koq dia maumaunya pake celana pendek dirumah, apa gak takut lagi sama kita?
    Kodir : hahaha bukan takut lagi mungkin man, tapi sengaja liatin sama kita.hahaha dulu ibunya juga gitu sama bang Nurdin, eh malah mau diewe, sekarang jadi kecanduan deh
    Dulah : dasar amoyamoy munafik, sok kaya lagi, akhirnya malah kecanduan kontol bang nurdin, Mungkin anaknya juga bakal kayak gitu ya, kita coba besok, anaknya kan lebih muda, pasti lebih enak dibanding ibunya, siapatau malah jadi ketagihan kayak ibunya
    Odet : Pasti bang, udahlah kita jadiin aja rencana kita besok, kontol gua jadi tegang nih, kirakira masih perawan gak ya si Carline itu.
    Arman : Ah, lu kayak gak tau aja pergaulan mereka, ke kita aja mereka nutup diri, tapi ke sesamanya kan ga, apalagi non Carline kan suka dugem sama pacarnya, pasti udah ga perawanlah

    Aku segera kembali kekamarku, pikiranku meracau sekali mengingat obrolan mereka itu, dadaku serasa mau pecah menahan birahi yang menerpaku, tapi aku harus berpikir jernih, aku masih virgin dan aku tidak mau menyerahkan keperawananku begitu saja, tapi gairah ini seakan tidak peduli pada virginitas. Aku menutup mataku, tapi tetap tak dapat mengusir rasa itu dalam dadaku, akhirnya aku seperti kesetanan berfikir untuk besok, bukan untuk menghindari buruhburuhku, tapi bersiapsiap menyambut apapun yang terjadi padaku. Paginya aku mandi membersihkan tubuhku lalu pergi kuliah seperti biasa purapura tidak tahu apa yang akan terjadi. Di kampus pun aku tidak sabar ingin cepat pulang. akhirnya jam 11 siang aku cepatcepat memacu mobil new accordku ke rumah. Tiba dirumah aku langsung menuju kamarku, hari terasa panas sekali, dipicu gairah birahi aku berganti pakaianku, baju tanktop dan rok pendek seperti biasa kupakai. Sudah kebiasaanku minum segelas air sepulang kuliah, hari itupun aku minum segelas air putih yang sengaja sudah kusiapkan sejak pagi. Terasa segar, tapi sejam sesudahnya kepalaku menjadi pusing, aku sadar para buruhku sedang menjalankan rencananya, gairahku menjadi terbakar diselasela panasnya udara hari itu, dadaku seakan meluap, tubuhkupun bereaksi seakanakan tidak sabar ingin disentuh tangantangan kasar itu. Aku teringat film porno yang dibicarakan buruhku dan benar saja dimejaku telah ada setumpuk DVD porno, entah siapa yang menyimpannya dengan masuk kekamarku. Seakan tidak tahu aku memutar filmfilm itu, hampir pingsan aku menahan gejolak birahi yang melanda tubuhku, aku mulai bepikir para buruhku tentu menaruh obat perangsang pada air minumku.


    Gairah yang memang sudah ada sejak semula menjadi kian bertambah dipicu perangsang dan film porno yang mereka berikan cukup untuk membuatku segera keluar kamar dan melihat para buruhku, berharap mereka cukup jantan untuk bertanggung jawab atas birahi yang mereka timbulkan padaku, karena aku masih sadar bahwa aku seorang gadis tidak boleh meminta lebih dulu apalagi masalah birahi, gengsiku masih tinggi. Jadi kubiarkan saja mata mereka melumat tubuhku ketika aku lewat gudang tempat kerja mereka, mereka bersorak ketika melihatku.
    Neng, kepanasan ya, sini dong, biar kita bukain baju neng, pasti asik, Arman mulai menggodaku.
    Mereka semua bertelanjang dada karena memang sudah kebiasaan mereka bekerja apalagi hari panas begini.
    Sini aja lah non, kita tau koq non kepanasan, kita bikin asik yuk non, mama non juga mau koq di telanjangin sama Nurdin, Kodir yang sudah terlihat horny berusaha membujukku.
    Ada apa bang? buka aja jendelanya biar ga panas, papa kan belum beli ac buat ruangan ini, kataku purapura ketus tidak mengerti.
    Non carline bukain jendelanya dong, kita udah ga kuat kepanasan nih, Odet cengarcengir mesum memandangku.
    Kalian tau masalah mama? gimana mulanya sampai mama bisa begitu sama Pak Nurdin? teriakku ketika sadar ucapan mereka tadi telah menyinggungnyinggung mama, aku sudah tidak tahan lagi menahan gejolak nafsuku.
    Sini Non, biar gua ceritain mama lu yang jadi lonte sekarang, tapi buka dulu baju lu, nanti kita ajarin juga ke Nonpasti demen deh, teriak Dulah dengan muka garangnya.

    Dengan langkah ingin tahu akupun menuruti perintah Dulah, aku masuk ke gudang tempat kerja mereka, tempat yang selama ini aku tidak berani memasukinya, kotor dan bau keringat diruangan itu.
    Heh, lu masih belum buka baju, ayo buka! atau mau kita yang bukain?, Dulah kembali teriak seakan memberi sugesti padaku.
    Keempat temannya serentak mendekatiku dan menarik tanganku
    Sini non biar abang yang buka, ga usah malumalu ya, nanti juga non kalau ketagihan pasti mau buka sendiri, Arman yang mulai menyentuh punggungku.
    Bang, kalau mau cerita, cerita aja, kenapa harus bukabuka baju segala, kataku seolah mempertahankan kehormatanku.
    Harus neng!, karena kita juga tau neng Carline lagi horny, nanti kalau diceritain, neng bisa lebih horny lagi, kan lebih enak kalau sambil telanjang, kalau mau kita telanjang samasama aja gimana? kodir mulai melecehkanku lagi.
    Mereka rupanya sudah menebak bahwa aku sudah ingin digarap sehingga tanpa tedeng alingaling lagi Dulah berkata, Udahlah ga usah banyak bacot, buka cepet Non, karena kita semua mau nyoba ngentotin lu sekalian meriksa amoy kayak lu masih perawan atau ga? lu pasti bisa dipake kan?
    Seharusnya aku marah dan takut mendengarnya, tapi aku malah senang tapi purapura ketakutan.
    Saya masih perawan bang, jangan perkosa saya bang, ampun! Nanti papa marah, kataku dengan wajah tegang.

    Mereka tertawa bergelak mendengar katakataku yang terdengar aneh.
    Dasar amoy sombong, udah horny juga masih purapura malah bawabawa bapaknya segala, lu tuh malah mau kita bikin bunting tau!! harusnya lu seneng dapet hadiah anak dari kita.
    Coba neng abang periksa apa bener nih masih perawan? duh mulusnya dada neng, pasti pentilnya merah ya
    Kodir berani meraba dadaku yang masih memakai tanktop. Anehnya aku seakan terkena hipnotis akibat sentuhan itu, aku diam saja ketika tangantangan kasar mereka melucuti pakaianku satupersatu hingga aku hanya mengenakan bra dan celana dalam saja.
    Bang, ampun, Fei Chen ga mau hamil, jangan bang, Fei janji gakan sombong lagi sama abangabang, rintihku masih purapura.
    Rintihanku ternyata membiuat mereka semakin beringas.
    Hehehe telat neng, kontol kita udah ngaceng nih, ga kan hamil koq, abang punya obatnya, Odet berkata sambil mulai membuka celana panjangnya, terlihat gembungan besar dalam celana dalamnya, bulu kudukku bergidik melihatnya, tapi tulangku terasa lemas sekali.
    kalo lu hamil pun apa peduli gua, lo emang harus kita bikin hamil biar ga pada sombong, ayo det sekalian buka semuanya, gila putih banget euy, mulus lagi, gua mau ngecrot banyak nih, pasti dalemnya lebih mulus lagi, kata Odet lagi.

    Secara tibatiba aku merasa dadaku dingin ketika Odet menarik braku sampai terlepas. mereka tertawatawa sambil membuka celana masingmasing.
    Buset! baru sekarang gua liat susu amoy, putih banget non! pentilnya pink lagi, pasti memek non juga pink ya, Kodir berkata keras sekali.
    Dadaku memang cuma berukuran 32B, tapi bentuknya bulat tegak menantang. Sesaat kemudian Dulah melepas celana dalamku sambil tidak henti menjilat payudaraku yang sudah mengeras.
    Non, kita maen dikamar lu aja yah, biar ada kasurnya, masa lu mau kita entotin dimeja, Dulah berkata sambil memanggul tubuhku seperti ringan sekali.
    Diiringi tertawa temannya aku beramairamai di gotong kekamarku lalu mereka mengunci pintu kamarku dari dalam.
    Dul, periksa dulu bener ga dia masih perawan, Arman berkata penasaran.
    Ayo lu tengkarak diranjang lu, gua periksa dulu memek lu.., kata Dulah.
    Aku menuruti katakata dulah, aku telentang diatas ranjangku.
    Wah, bener kata lu dul, memeknya pink, mirip film bokep jepang, jembutnya tipis lagi, neng buka pahanya donk, biar kita semua liat memek neng, Kodir menyuruhku mengangkang sambil tangannyapun ikut membuka pahaku.
    Dengan sangat malu aku membuka kedua belah pahaku, terasa angin menyentuh lubang vaginaku. aku merasa sangat terhina dalam keadaan ini, mengangkang dan dipelototi mata buas para buruhku.Tapi dadaku sudah terbakar nafsu sehingga aku malah menikmatinya.


    Anjrit, ni amoy emang masih perawan, rejeki nomplok nih dir, memeknya udah basah gini lagi. Heh Non lu ga pernah sama pacar lu gitu?, Dulah bertanya padaku
    Aku menggeleng lemah.
    Hahaha kita beruntung amat ya dapet barang mewah gini, siapa yang mau duluan hayo?, kata Dulah.
    Suhe berkata lantang, Ga usah rebutan, suruh aja nih amoy pilih sendiri kontol mana yang beruntung dapetin perawannya.
    Semua buruhku ternyata sudah telanjang bulat, aku merasa ini akhir masa keperawananku, terlihat penispenis yang ratarata hitam itu sudah tegak mengeras.
    Kodir yang maju lebih dulu, neng, jilat dulu kontol kita ya
    Dia memasukkan penisnya dalam mulutku, terasa lain ketika aku mengoral Albert, mulutku terasa lebih penuh oleh penis Kodir yang melesak sampai tenggorokanku, lidahku terbiasa bermain dalam mulutku ketika aku mengoralnya membuat Kodir merem melek menikmatinya.
    Duh enak bener neng, udah biasa ya, gimana rasanya kontol gua? enak kan?, Kodir meracau.
    Aku merasakan aroma menyengat pada penis kodir, tapi aku menikmatinya.
    Hai, gantian donk Dir, kitakita juga mau dikaraoke sama non Carline, yang lain teriakteriak minta jatah, akhirnya satu persatu penis mereka masuk dalam mulutku, sampai mulutku terasa bau aroma penis mereka.

    Rupanya mereka kuat sekali karena kalau aku mengoral Albert, dalam 10 menit spermanya sudah keluar, tapi para penis buruhku ini malah terasa makin membesar dan mengeluarkan cairan pelumas dari kepala penisnya yang sudah disunat itu, sungguh berbeda dengan albert, penisnya tidak berkepala karena dia tidak disunat sehingga cairan pelumasnya masih dalam kulit penisnya. Benarbenar sensasi yang membuat darahku berdesir melihat penispenis hitam yang mengkitat didepan wajahku. Penis Dulah yang terbesar tapi tidak sepanjang penis arman, sementara penis yang lainnya miripmirip, tapi tetap lebih besar dari milik albert yang hanya kirakira 10 cm waktu ereksi. ini ratarata bisa sampai 20 cm, duakali lipat dari segi panjangnya dan juga besarnya
    Nah non ayo pilih penis yang mana yang non mau buat pertama kalinya?, Suhe memintaku memilih penis dari buruhburuh yang mengelilingiku.
    Aku kembali merasa terhina dengan katakata itu.
    Aku menggeleng lemah lirih sekali aku berkata, Yang mana aja bang, Fei udah ga tahan tanpa sadar aku mengakuinya.
    Iya gua tau, tuh memek lu udah keliatan basah. Dir, ambil saputangan disitu, kita tutup aja matanya biar ga liat siapa yang ambil perawannya, iyakan Non, yang penting nanti kita bikin lu enak waktu diperawanin, Dulah menyuruh Kodir, matakupun ditutup oleh saputanganku sendiri.
    Farahku bergolak menikmati sensasi ini, dalam keadaan terhina aku malah tidak tahu siapa yang pertama menyetubuhiku, tanpa sadar pula aku makin membuka kedua pahaku hingga lubang vaginaku terasa sedikit terbuka. Terdengar tawatawa kurang ajar yang makin melecehkanku.

    Tuh kan anak pasti mirip ibunya, ni cewek bakal jadi calon lonte kita hahaha, ayo kita undi siapa yang beruntung, terdengar suara mereka tertawatawa aku tidak melihat apa yang mereka lakukan tetapi sesaat kemudian terasa ada lidah yang menjilati vaginaku.
    Aku semakin tidak tahan,, para buruhku seakan mau mempermainkanku, mereka tidak bersuara sama sekali sehingga aku tidak tahu saat ada benda tumpul yang berusaha menerobos vaginaku, aku tahu sesaat lagi aku akan melepas virginku, aku berusaha supaya tidak tegang dan melemaskan otototot tubuhku.aku merasakan penis itu berusaha menerobos vaginaku yang masih sempit tertutup.Penis itu menekan kuat sekali sampai aku merasa ada yang pedih sekali, aku mengerang kesakitan, penis yang telah terbenam itu tibatiba dicabut keluar dari vaginaku, perih sekali rasanya. Lalu aku merasakan penis memasuki vaginaku kembali, rasa nikmat mulai menjalari sekujur tubuhku diselasela perihnya vaginaku.penis itu maju mundur sebentar lalu keluar lagi, lalu penis itu masuk lagi. Aku mulai sadar pastilah kelima buruhku sedang bergantian menggagahiku, karena penis ketiga ini terasa berbeda dari yang sebelumnya, begitupun dengan peniispenis sesudahnya. Setelah kelima penis itu bergiliran memasuki lubang vaginaku, terdengar suara riuh rendah buruhku yang telah berhasil memerawaniku.
    Neng sekarang buka penutup matanya, pasti neng mau liat kan? aku mengangguk pelan, lalu kubuka penutup mataku.
    Aku kaget sekali waktu kulihat darah merah tua mengalir diantara kedua pahaku, dipenis kelima buruhkupun ada darahku.

    Nah sekarang lu udah bebas kita entotin, hahaha lu pasti bingung siapa yang pertama tadi? mulai sekarang lu harus mau kita entotin, sekarang lu telentang lagi kayak tadi, buka mata lu lebarlebar biar lu tau enaknya kontol kita, Dulah dengan kasar mendorong tubuhku sampai terjengkang keatas kasurku, rupanya dia sudah ingin menggagahiku lagi.
    Aku menurut saja meskipun vaginaku masih terasa sakit, diiringi sorak para buruhku aku kembali membuka kedua pahaku memperlihatkan vaginaku yang sudah berdarah.Penis Dulah begitu besar ketika menyeruak memasukiku, aku terpejam menikmatinya, aku tidak sadar telah merintihrintih menikmatinya.
    he Non, memek lu ternyata enak juga ya, lebih enak dari memek perek terminal Dir, coba kalau semua amoy kayak lu, pasti laku dah, Odet yang dari tadi memperhatikan kami mengeluselus kedua putingku lalu menyedotnya.
    Suhe yang bertugas memegangi kakikupun sibuk mengeluselus kedua pahaku, sementara Dulah menindihku diantara kedua pahaku, arman sibuk mengocokngocok penisnya dan kodir menyuruhku mengulum penisnya. Seluruh otot ditubuhku seakan copot ketika aku merasakan arus orgasme pada vaginaku. Inikah rasanya orgasme nikmat sekali. Dulah semakin mempercepat gerakannya, terasa penisnya sudah keras sekali dalam tubuhku, lima belas menit kemudian terasa ada aliran hangat membanjiri rahimku, rupanya Dulah sudah mencapai klimaks. Spermanya banyak sekali dirahimku sampai yang meleleh keluar vaginakupun banyak.


    Wuah benerbener enek ni amoy, gua udah lama nungguin saat ini, anjrit banget Dir lu cobain deh, Dulah melepaskan penisnya dari vaginaku, melelehlah sperma dulah bercampur darah dan mungkin juga cairan orgasmeku.
    Neng, sekarang giliran abang ya, Dul lu tega, memeknya udah disiram begini, dibersihin dulu ya neng, Kata kodir sambil mengambil tisu dan mulai mengorek vaginaku.
    Setelah bersih Kodir memintaku dalam posisi nungging. Aku yang sudah dikuasai birahi sudah tidak peduli siapa yang menyetubuhiku, aku hanya ingin merasakan orgasme lagi.dan lagi, pantas saja mamaku betah bersama Nurdin. Aku menuruti Kodir, lalu dia memasukkan penisnya dalam vaginaku, masih terasa ngilu pada posisi dogi ini, tapi karena vaginaku sudah licin oleh sperma dulah, penis Kodir pun berhasil memasuki vaginaku.
    hhmmmmm, bang, aku melenguh sejadijadinya saat kenikmatan itu menguasai tubuhku.
    Penis Kodir yang panjang bergerak maju mundur menggedor rahimku, sementara tangantangan jahil odet, arman dan suhe masih sibuk menggerayangi sekujur tubuhku. Tibatiba tubuhku mengejang saat puncak kenikmatan datang, tawapun kembali meledak dikamarku.
    Si non udah ngerasa keenakan tuh, terusin Dir, lebih dalem lagi, liat matanya sampe merem melek gitu.enak ya non?, ucap Odet setengah melecehkanku.
    Tanpa mempedulikannya aku mengangguk.
    Mmhhhh enak bang aduuuhh, tak terasa glombang orgasme kembali menimpaku.

    Baca juga : Cerita Dewasa Lubang Kenikmatan Tante Erni Yang Wangi Pandan

    Inilah keuntungan jadi wanita, bisa orgasme berulangulang. Penis Kodir masih saja terus menyodoknyodok vaginaku, dia telah tahu titik lemah wanita, aku melenguh sejadijadinya menikmati perlakuan ini.
    Non, daripada ributribut nih emut aja kontol gua, Odet memegangi penisnya menuju mulutku.
    Benarbenar tak sadar aku membuka mulutku menyambut penis Odet yang tampak berurat tegang. Dia memaju mundurkan pantatnya sehingga penisnya pun ikut maju mundur dalam mulutku.
    Non Carline keliatan cantik sekali kalo lagi kayak gini ya, liat susunya bergerakgerak, aku tak tahu siapa yang nyeletuk begitu.
    Neng Carline gua mau keluar nih, didalem ya neng, sperma Kodir akhirnya muncratmuncrat dalam vaginaku.
    Mulutku tetap mengulum penis Odet karena gerakan odet pun semakin cepat sampai akhirnya diapun menyemprotkan spermanya dalam mulutku, terasa asin, jijik sekali.
    Telen aja non, nanti kebiasa malah jadi enak koq, Odet rupanya tahu aku mau memuntahkan spermanya.


    Aku mengangguk sambil berusaha menelan cairan spermanya yang kental. masih mending makan telor mentah pikirku karena baunya aneh sekali. Baru kali itu aku menelan sperma, dengan Albert dia selalu keluar diluar mulutku. Sekarang tubuhku sudah penuh lelehan sperma, dan Arman yang sedari tadi mengocokngocok penisnya mulai maju mendekatiku.
    Neng masih tetep nungging ya, gua mau coba anus lu, kata Arman membuatku kaget sekali.
    Jangan bang, jangan lewat situ, takut, cegahku sambil menutupi anusku dengan tangan.
    Dulah terlihat menyeringai, dia sudah ada dikasurku, sambil memegangi tanganku dia berkata, Elu nurut aja deh,biar kita jebol semua lubang dibadan lu, nanti juga lu kebiasa, jadi hari ini sekalian aja bukan cuma memek sama mulut lu tapi juga anus lu.
    Tenaga dulah sangat kuat bagiku, dalam posisi tak bisa bergerak penis Arman masuk dalam anusku, berkalikali gagal sampai Arman meludahi anusku.
    Anjing lu susah bener, omel Arman.
    Setengah berteriak menahan sakit aku sampai menggigit bibirku.
    Tahan neng, dikit lagi, arman terus menyodok anusku.
    Dan dia berhasil menerobos anusku dan langsung orgasme karena daritadi dia sudah lama mengocok penisnya.
    Gila sempit banget nih bool, baru masuk aja gua udah ngecrot, katanya kecewa.
    Semua menertawakannya, janganjangan lu ga tahan lama man.

    Aku merasa lega setelah semua sudah membuang hajat najisnya. Dalam keadaan telanjang bulat aku masih telentang dikasurku dengan posisi kaki mengangkang, rasa nyeri, perih dan linu masih ada dalam vaginaku.
    hari ini neng boleh istirahatin memek neng ya, lain kali kita maennya semaleman. Mulai sekarang lu harus layanin kita semua kapanpun, dimanapun kecuali kalo lu lagi haid, itu juga lu harus buktiin dulu kalo lu benerbener haid, Suhe ambil kanera itu cepat, Tak lama Dulah memotret tubuh telanjangku dengan kamera digital milikku.
    Non, kamera ini kita pinjem dulu, kalo lu macemmacem, inget gua punya kamera yang isinya tubuh lu hahhahaha, kata Dulah.
    Aku menghela nafas panjang, kenapa harus begitu pikirku, tanpa kamerapun aku masih mau disetubuhi mereka, tapi ah aku tidak ambil pusing jadi kubiarkan saja mereka mengambil kamera dan mengambil foto bugilku.
    Tapi jangan sampai tersebar ya bang, Fei malu kalo sampe ketauan, aku memohon.
    Tenang aja non, ini rahasia kita koq, ini cuma buat jagajaga aja, Odet menimpaliku.
    Lah, masih takut ketauan segala, mama lu juga sekarang malah terangterangan, Udah sekarang lu gua suntik dulu biar ga hamil, karena kita masih mau entotin lu laen kalim ayo cepat tengkurap!, perintah Dulah, yang segera kuikuti karena akupun tidak ingin hamil oleh mereka.

    Setelah disuntik aku diberi sebutir pil yang katanya supaya aku terlindungi dari penyakit. Aku tidak tahu mereka mendapat obat seperti itu darimana tapi aku tidak mau ada resiko hamil, jadi kuturuti saja anjuran mereka. Hari sudah sore, tak terasa sudah 4 jam yang lalu aku digilir para buruhku, aku masih tergolek dikamarku tanpa busana. Benarbenar pengalaman yang tak terlupakan. Aku mandi setelah cici dan adikku pulang. Sejak saat itu sikapku pada buruhku berubah 180 derajat, seakan aku sudah menjadi milik mereka. Setiap rumahku sepi, aku berani berkeliaran dirumah tanpa pakaian, dan merekapun berani memasuki kamarku, menyetubuhiku dengan bebas. Kalau aku berkunjung ke gudangpun, mereka tidak ragu lagi merabaraba pahaku yang sengaja kuperlihatkan pada mereka, mereka pun tidak ragu lagi menyetubuhiku digudang. Demikianlah pembaca sekalian, sampai sekarang aku selalu ketagihan untuk disetubuhi. Merekapun punya jadwal tidur bersamaku. Cerita berikutnya aku membawa cici dan adikku untuk disetubuhi bersamasama, tunggu kelanjutan cerita ini pada kesempatan berikutnya.

  • Kisah Memek Menyumbat punggung kakak

    Kisah Memek Menyumbat punggung kakak


    2913 views

    Duniabola99.com – Aku ada seorang kakak. Dia merupakan seorang kakitangan kerajaan, Suaminya bekerja sendiri sebagai kontraktor. Memang dia banyak duit. Anaknya pun dah besar-besar. Kakak aku ni berumur 50 tahun, dah nak bersara lagi beberapa tahun lagi. Kalau tengok dari angka usianya, memang kalian andaikan dia sudah berusia.
    Tapi sebenarnya dia masih cantik. Dengan wajah putih berseri, kakak ku yang sentiasa bertudung memang kelihatan berusia kerana tubuhnya yang gempal dan berlemak.
    Buah dadanya tidak setegang zaman mudanya, namun ianya mengkal meski pun sudah melayut. Pasti bergegar jika berjalan. Peha dan punggungnya yang semakin lebar dengan lemak kelihatan gebu dan montok. Bontotnya mempunyai lentikan yang maut. Jika berjalan tak ubah seperti itik.

    Senang kata tonggeklah. Peha dia yang gebu tu macam drumstick, nampak sedap menyelerakan. Perut dia yang berlemak dan bertayar spare nampak membuncit. Tidaklah kelihatan seperti orang yang mengandung, tetapi nampaklah tembamnya hingga ke tundun, dan sudah pastinya membuatkan tubuhnya kelihatan semakin tonggek.

    Sejak aku kanak-kanak, kakak ku itulah yang menjadi dewi hati ku. Dan setelah aku akil baligh dan tahu melancap, dialah sumber inspirasi untuk ku melepaskan syahwat ku.

    Imaginasi hubungan kelamin yang berbagai gaya menjadi objek angan ku dan yang paling menjadi kegemaran adalah persetubuhan melalui punggungnya yang lebar dan tonggek. Kegilaan ku kepadanya semakin menjadi-jadi hingga aku tergamak melancap ketika melihatnya tidur dan menyemburkan air mani ku ke atas tubuhnya, terutamanya punggungnya.

    Bukan sekali, malah berkali-kali ku lakukannya. Berkali-kali air mani ku menodai punggungnya dan meninggalkan kesan yang jelas kelihatan setelah ianya kering. Paling melampau yang telah ku lakukan kepadanya adalah melancap dan memancutkan benih ku ke dalam mulutnya ketika dia sedang tidur dengan mulut sedikit ternganga.

    Namun, itu adalah kelakuan ku yang ku lakukan ketika aku tingkatan 3. Ketika itu kakak ku baru berumur 35 tahun dan anaknya baru sahaja mencecah 5 tahun. Kelakuan buruk ku itu sentiasa berlaku setiap kali mereka pulang ke rumah ibu bapa ku.

    Selepas tamat SPM, aku melanjutkan pelajaran ke luar negara. Pulang setahun sekali dan kadang kala tidak bertemu langsung dengan kakak ku. Ini membuatkan ku rindu kepadanya.


    Selama lebih kurang 6 tahun aku diperantauan, aku menemui kakak ku hanya sekali sahaja dan peluang itu tidak ku lepaskan dengan menjamah tubuhnya, terutamanya punggungnya dengan hanya melancap sepuas hati ku. Begitu banyak air mani yang ku tumpahkan di tubuh dan pakaiannya. Kelakuan kakak ku juga ku lihat semakin mengghairahkan.

    Dia semakin gemar memakai skirt yang ketat dan sudah pasti tubuh montok kakak ku itu semakin menggiurkan ku. Tidak cukup dengan itu, nafsu ku semakin terangsang dengan gayanya yang semakin gemarkan menonggeng dan melentikkan tubuhnya di hadapan ku. Kelihatan dia seakan menggoda ku. Ia membuatkan aku sentiasa memikirkan pelbagai cara untuk menikmati tubuhnya dan membawa kepada tumpahnya air mani ku di atas tubuhnya yang sedang tidur. Setiap perbuatan jahat ku lakukan ketika ketiadaan suaminya.

    Cuti semester tamat dan aku pulang ke luar negara bersama sehelai kain batik lusuhnya yang ku curi dari bakul pakaian kotornya. Itulah pengubat rindu ku tatkala berada di tempat orang. Setiap kali ku rindu, ku cium kain batik itu di bahagian punggungnya. Ku simpan di bekas kedap udara agar baunya tidak hilang. Kekadang ku fikirkan boleh tahan juga psycho diri ku ini. Dengan hanya kain batiknya, ku sudah membazirkan air mani ku dan menggunakannya untuk melancap dengan membalut zakar ku.

    Selepas bau punggung kakak ku hilang sama sekali ditenggelami bau air mani ku, baru lah ku cuci dan ku gunakannya sebagai objek melancap ku yang membayangkan persetubuhan dengan kakak kandung ku.

    Setelah tamat pengajian dan kerja kursus, aku kembali ke tanah air danketika itu umur ku 27 tahun manakala kakak ku 47 tahun. Aku amat terkejut melihat keadaan diri kakak ku yang semakin tembam dan sangat berbeza dari dulu. Kakak ku yang sudah lama tidak bertemu dengan ku kelihatan seakan malu-malu setelah melihat ku. Anaknya sudah dua orang, seorang sudah pun berumur 17 tahun dan seorang lagi 14 tahun.

    Kedua-duanya perempuan. Kemontokan tubuh kakak ku membuatkan dia merasa rendah diri dan sering mengatakan dia sudah tua dan gemuk, tidak secantik dahulu. Namun bagi ku berbeza pula. Aku semakin meminatinya dan tanpa ku sedari, aku semakin menyintainya. Setiap kali ku melihat kakak ku, nafsu ku bergelora di lubuk hati ku.


    Jiwa ku bergetar menahan gelojak batin seorang adik yang bernafsu kepada kakak kandungnya. Tubuhnya yang semakin montok berlemak bagaikan mencabar nafsu ku. Apatah lagi apabila ianya berpakaian bagaikan sarung nangka, sendat dan mendedahkan lengkuk tubuhnya, terutamanya apabila kakak ku berkain batik, punggungnya yang licin kerana tidak memakai pakaian dalam kelihatan montok dan bulat.

    Lentikkan punggung tonggeknya yang menjadi sumber lancap ku sejak dulu menjadi semakin memberahikan. Perut kakak ku meski pun lebih buncit berbanding dulu, namun ketembaman tundunnya membuatkan ku seringkali menelan air liur ku sendiri. Apatah lagi pehanya yang gebu dan padat itu. Pertama kali aku melihat kakak ku setelah pulang dari perantauan, aku segera ke tandas di lapangan terbang melepaskan air mani ku. Aku tidak dapat menahan gelora nafsu ku kepada kakak kandung ku itu.

    Kakak ku mengajak aku tinggal di banglonya sementara menantikan panggilan kerja dari perbadanan yang membiayai pengajian ku di luarnegara. Aku yang banyak menghabiskan masa di rumahnya membantunya membersihkan halaman rumah dan pelbagai kerja-kerja pertukangan mudah yang mampu ku lakukan, lantaran mereka tidak mengambil sebarang pembantu rumah. Sekurang-kurangnya dapat juga aku mengambil hati abang ipar ku. Meskipun dia seorang lelaki yang baik dan rapat kepada ku, namun aku perlu membalas budi mereka yang mengajak ku tinggal bersama-sama. Hendak tinggal di kampung, yang tinggal hanya abang ngah dan keluarganya. Mak dan ayah sudah lama meninggal dunia.

    Sepanjang aku bersendirian di rumah, aku mengambil peluang menjalankan misi memuaskan nafsu ku. Aku masuk ke dalam biliknya, ku buka almarinya dan ku temui deretan baju kurung serta kebaya milik kakak ku. Mata ku tertarik kepada sepasang baju kurung sutera licin yang ku lihat pernah dipakai kakak ku sewaktu menjemput ku pulang di airport. Baju yang membaluti tubuh montok kakak ku dengan sendat hingga membuatkan aku melancap di tandas airport. Aku buka seluar ku dan ku lancapkan zakar ku menggunakan kainnya yang lembut itu.

    Di fikiran ku terbayang kemontokan tubuh kakak kandung ku yang berpunggung tonggek dan lebar itu. Aku membayangkan kelembutan daging punggungnya yang berlemak dinikmati zakar ku. Aku cium baju kurung itu sedalam-dalamnya.

    Zakar ku keras dilancap menggunakan kain sutera yang licin dan lembut. Aku teruskan melancap menggunakan baju kurung sutera kakak ku hinggalah akhirnya aku melepaskan air mani ku membasahi baju kurung kakak ku, tepat di bahagian punggungnya. Biar nanti dia pakai baju kurung itu bersama bekas air mani ku.

    Pada petangnya, sewaktu anak-anak saudara ku kembali ke sekolah atas aktiviti sukan, aku kembali menceroboh bilik kakak ku. Aku selongkar almari pakaiannya dengan berhati-hati agar tidak nampak bersepah.


    Aku menjumpai pelbagai jenis tudung milik kakak ku di dalam laci. Mata ku tertarik kepada tudung satin berwarna kuning yang pernah dipakai kakak ku sewaktu aku pulang cuti semester dahulu. Malah, kerana tudung itulah aku berkali-kali melancap sewaktu pulang cuti semester hingga air mani ku memancut di wajahnya di dalam angan ku. Aku ambil kain tudung satin berwarna kuning itu dan ku cari lagi apa-apa yang boleh ku curi untuk memuaskan nafsu ku. Mata ku tertumpu kepada lipatan berbagai jenis kain batik basahan.

    Aku memilih salah satu yang seringkali membuatkan nafsu ku bergelora tidak menentu dan yang sering membuatkan air mani ku meledak dilancap sendirian. Aku terpikat dengan salah satu kain batik yang dipakainya beberapa hari lepas, kain batik yang membuatkan air mani ku dibazirkan buat kali pertama sejak ku tinggal di rumah kakak ku lantaran keberahian melihatkan tubuh kakak ku yang montok dan melentik tonggek dibaluti kain batik yang ku maksudkan.

    Ku tutup almarinya dengan sempurna dan ku bawa kedua-dua kain tersebut ke dalam bilik ku dan terus sahaja ku setubuhi zakar ku yang keras dengan kain tudung satin kuning milik kakak kandung ku. Ku kocok zakar ku perlahan-lahan bagi menikmati kelembutan dan kelicinan tudung satin yang menyelimuti zakar ku. Zakar ku menegang dengan penuh kenikmatan.

    Wajah kakak ku yang memakai tudung satin kuning itu bermain-main di fikiran. Bayangan tudung yang licin membaluti kepala kakak kandung ku itu sungguh memberahikan ku. Aku menyeru namanya di dalam kenikmatan. Ku bayangkan mulut comelnya menghisap zakar ku. Kepalanya yang bertudung satin kuning yang licin itu ku bayangkan turun naik mengolom segenap zakar keras ku sambil ku sebut namanya berkali-kali lantaran kesedapan. Akhirnya ku lepas kan air mani ku hingga tudung satin kuning milik kakak ku itu habis lecun dengan air mani ku yang baunya kuat memenuhi bilik ku.


    Aku terkujat-kujat disaat ku rocoh tudung satin licin itu di zakar ku. Air mani ku memancut penuh keghairahan. Aku sebut nama kakak ku perlahan bersama kenikmatan. Nikmatnya melancap menggunakan tudung satin milik kakak kandung ku. Aku kepenatan dan terlena sendiri.

    Esoknya, sewaktu aku sendirian lagi di rumah, aku pulangkan kain batik kakak ku yang menjadi pengubat rindu ku sewaktu berada di luar negara. Kain batik lusuh yang penuh dan hamis dengan bau air mani ku itu ku letakkan di dalam longgokan pakaian kotor kakak ku. Kain batik dan tudung satin yang ku curi semalamnya masih berada di dalam simpanan ku. Namun hati ku berdebar disaat ku terlihat sesuatu di dalam bakul pakaian kotor itu. Kelihatan, baju kurung sutera yang menjadi mangsa lancapan ku pada pagi semalamnya berada di dalam bakul pakaian kotor.

    Sedangkan kakak ku masih belum lagi memakainya. Adakah kakak ku dapat mengesan perbuatan ku. Ku belek baju kurung sutera itu untuk kepastian. Sah, memang itulah baju kurungnya. Kesan air mani yang bertompok besar di bahagian punggungnya membuktikannya. Aku serta merta gugup. Patutlah dari malam tadi sampailah ke pagi tadi, kakak ku asyik senyum meleret kepada ku.

    Aku pada mulanya agak hairan dengan senyumannya, namun tidak ku endahkan lantaran malam tadi pun kakak ku hanya memakai baju kelawar yang besar dan kurang menarik minat nafsu ku. Rupa-rupanya dia senyum kerana sudah tahu akan perbuatan ku. Langsung aku teringat akan kain batik serta tudung satin yang ku curi dari simpanan kakak ku semalamnya. Aku sedapkan hati bahawa dia tidak tahu akan hal tersebut.

    Petangnya, kakak ku pulang dari kerja dan ku lihat dia mencuci pakaian di dapur. Dari pangkin yang terletak di luar belakang banglonya, ku lihat sahaja kelakuan kakak ku mencuci pakaian. Tubuhnya yang masih sendat dibaluti baju kurung sutera kerana baru pulang dari kerja itu nampak mengghairahkan ku, lebih-lebih lagi kedudukan ku membolehkan aku melihatnya seluruh tubuh dan perbuatannya dari sisi. Maka, sudah tentu lentikan tubuhnya dan punggungnya yang tonggek itu menjadi perhatian utama ku.


    Perhatian ku kemudiannya tertarik kepada perbuatan kakak ku yang kelihatan seakan terkejut dan matanya tertumpu kepada sesuatu yang berada di dalam tangannya. Ku perhatikan, kakak ku rupa-rupanya sedang melihat kepada kain batik lusuh yang ku letakkan di bakul pakaian kotornya pagi tadi. Dia belek-belek kain batik itu dan ku lihat dia menghidu kain itu seakan ingin mengetahui bau apa yang menusuk hidungnya. Kemudian dia tersenyum dan memasukkan kain batik itu ke dalam mesin basuh. Setelah kakak ku siap memasukkan pakaian dan mesin pun mula mencuci, kakak ku melemparkan pandangan ke luar dan matanya tepat memandang ke arah ku yang sedang memerhatikan setiap perbuatannya. Kakak ku tersenyum kepada ku, wajahnya kelihatan sungguh ceria. Kemudian dia berlalu hingga hilang dari pandangan ku.

    Pada satu hujung minggu, setelah aku bangun dari tidur dan mandi, aku menuju ke dapur untuk bersarapan. Rumah sungguh sunyi tanpa suara anak-anak saudara ku. Yang kelihatan hanyalah kakak ku berada di dapur sedang membakar roti. Ku tanyakan kepada kakak ku ke mana perginya semua orang. Kakak ku mengatakan anak-anaknya dan suaminya pergi shopping di pusat bandar. Jadi maknanya hanya tinggal kami berdua sahaja ketika itu. Sambil bersarapan, mata ku tak jemu memandang kakak ku.

    Tubuh gebunya yang sendat dengat t-shirt menyerlahkan kemontokan tubuhnya. Malah, punggungnya nampak sendat memakai kain batik lusuh yang pernah menjadi bahan lancap ku dan dipenuhi air mani ku sewaktu di luar negara dulu. Lentikan punggungnya menyerlahkan betapa tonggeknya punggung kakak ku. Kakak ku kelihatan sengaja menyelakkan bajunya yang sendat itu ke pinggang seakan mempamerkan punggungnya untuk menjadi tatapan ku. Kemudian kakak ku bertanya, mengapa aku melihatnya tak henti-henti. Aku tergamam dengan soalannya, aku hanya mengatakan tiada apa-apa. Kemudian dia bertanyakan adakah kerana kain batik yang dipakainya itu. Aku hanya diam.

    Dia bertanya lagi kepada ku kenapa kain batiknya penuh dengan air mani sambil senyuman tak henti terukir di bibirnya. aku tidak tahu apa hendak dijawab lagi. Aku hanya diam. Kemudian dia bertanya lagi, mengapa aku menggunakan baju kurung suteranya untuk melancap dan mengapa tidak melancap sahaja dihadapannya. Hati ku berbelah bahagi dengan soalannya itu.


    Aku akui, memang aku cukup bernafsu ketika itu. Kakak ku melemparkan ku dengan soalan-soalan yang cukup sukar untuk ku jawab. Malah, dia juga melentik-lentikkan tubuhnya seakan menggoda ku. Lebih teruk lagi, dia mengatakan kenapa tidak ku lancap sahaja di hadapannya. Sungguh tercabar nafsu ku ketika itu. Sesungguhnya zakar ku keras yang teramat sangat di dalam seluar pendek sukan ku. Ku bangun dari kerusi dan aku hampiri kakak ku. Dia melihat zakar ku yang membonjol di seluar pendek sukan ku.

    Dia hanya tersenyum dan ku lihat dia juga turut menelan air liurnya sendiri. Ku rapatkan tubuh ku ke sisi tubuhnya membuatkan zakar ku mencucuk pinggulnya. Ku lakukan berkali-kali. Kakak ku dengan lembut memegang zakar ku yang membonjol di dalam seluar pendek ku. Dia merocohnya perlahan sambil matanya melihat mata ku dalam. Aku hampiri wajahnya dan aku kucup bibir kakak ku. Kakak ku memejamkan mata dan menerima kucupan ku. Kami berkucupan seakan-akan bukan adik beradik kandung.

    Aku memberanikan diri memegang pinggulnya dan ku ramas-ramas daging yang lembut berlemak itu. Kakak ku lantas memeluk ku. Zakar ku terus rapat menghimpit perut buncitnya. Tubuh montok kakak kandung ku akhirnya berada dalam dakapan ku. Aku kucup rambutnya dan ku ciumi telinganya. Ku ucapkan kata-kata sayang dan rindu yang mendalam kepadanya. Aku juga turut meluahkan betapa aku benar-benar mencintainya sejak aku mengenalinya sebagai kakak kandung ku sejak dari kecil lagi.

    Kakak ku mendongak memandang wajah ku. Senyuman terukir di bibirnya. Pipinya yang gebu ku elus manja. Ku kucup keningnya yang nipis. Kemudian sekali lagi kami berkucupan dan berpelukan. Zakar ku kuat menekan perut kakak ku yang berlemak. Sambil mengucupnya dalam pelukan, aku singkap kain batik yang sendat membaluti punggungnya ke pinggang. Ku raba punggung tonggeknya, tiada tanda-tanda kewujudan seluar dalam tersarung di tubuhnya. Kakak ku menggelek-gelek punggungnya seakan malu dengan perbuatan ku.

    Dia melepaskan bibirnya dari mulut ku. Dengan senyum-senyum malu, dia ketawa kecil dan cuba menurunkan kembali kain batik lusuhnya yang ku singkap tadi. Kelihatan dia malu-malu kepada ku. Aku tarik tangannya ke arah zakar ku yang keras di dalam seluar pendek ku. Kakak ku memegang zakar ku dan melancapkan ku dengan seluar pendek sukan ku masih menyarung zakar ku. Aku lorotkan seluar pendek ku hingga terlucut ke lantai. Kakak ku memegang zakar ku lembut. Dia mendongakkan wajah melihat ku. Sambil tersenyum dia berkata zakar ku semakin gagah. Aku diam melihat kakak ku melancapkan zakar ku.


    Ku paut pinggang kakak ku yang berlemak. Punggungnya yang tonggek ku raba dan ramas penuh perasaan dan keberahian. Zakar ku semakin menegang di dalam genggaman kakak kandung ku. Ku cium lehernya dan seterusnya ku hidu aroma tubuhnya. Keberahian ku semakin membuak-buak. Ku sebut nama kakak ku berkali-kali sambil menyatakan perasaan nikmat yang ku kecapi dilancap tangannya yang lembut. Kakak ku dengan masih tersenyum mengatakan zakar ku nakal kerana suka main pancut-pancut di pakaiannya.

    Aku hanya tersengih mendengar kata-katanya. Kakak ku menyingsing kain batik lusuh yang dipakainya ke atas. Kemudian sebahagian kainnya yang lembut itu digunakan bagi menutupi zakar ku. Terangguk-angguk zakar ku keberahian akibat pergeselan antara kepala takuknya dengan kain yang lembut itu. Aku mendesah gelisah hasil perbuatan kakak ku. Zakar ku kelihatan menongkat kain batik kakak ku yang menutupinya. Kakak ku kemudian melakukan sesuatu yang sememangnya ku nanti-nantikan.

    Tangannya yang lembut itu pun lantas memegang zakar ku yang diselumuti kain batik lusuhnya. Zakar ku di rocoh perlahan-lahan di dalam balutan kain batiknya yang pernah menjadi objek nafsu ku dahulu. Nafsu ku serta merta menggunung tinggi angkara tangan kakak ku yang lembut merocoh zakar ku. Ku lihat kakak ku takjub melihat bonjolan zakar ku yang dilancap di dalam kainnya. Tidak ku tahu apakah perasaannya memegang kemaluan adik kandung sendiri yang keras itu, malah sedang melancapkannya dalam gelombang syahwat. Ku usap perut buncit kakak ku yang berlemak. Punggungnya sekali lagi ku ramas.

    Timbul keinginan ku untuk menyetubuhi kakak ku dengan lebih serius dan melepaskan air mani ku di dalam tubuh saudara kandung seibu sebapa ku itu. Ku meminta untuk mengucup punggungnya yang ku gilakan sejak kecil. Kakak ku mengizinkan dan melepaskan zakar ku dari genggamannya. Langsung ku terus membongkok di belakangnya dan menciumi belahan punggungnya yang dibaluti kain batik lusuh itu. Ku hidu aroma punggung yang selama ini hanya menjadi sasaran air mani ku di atasnya.

    Perlahan-lahan ku singkap kain batiknya ke atas. Kakak ku menundukkan tubuhnya dan memaut mesin basuh bagi memudahkan perbuatan ku. Kain batiknya yang ku selak ku sangkutkan ke pinggangnya. Kucupan sayang dari seorang adik yang psycho akan ketonggekkan punggung kakak kandungnya hinggap di permukaan kulit punggung kakak. Ku hidu segenap punggungnya yang berlemak dan berselulit itu. Ku jilat daging montok yang selama ini menjadi tempat persetubuhan ku di dalam angan-angan.


    Jilatan ku maju ke belahan punggungnya. Lubang dubur kakak kandung ku itu seakan bergerak-gerak sendiri. Ku dekatkan wajah ku dengan lubang duburnya dan ku kucup laluan najis kakak kandung ku itu. Kakak ku merengek kecil dan berkata dia kegelian diperlakukan begitu. Ku jilat lubang najisnya. Ku sedut air liur ku yang mencuci laluan beraknya. Kakak ku melentikkan punggung menandakan dia juga seronok lubang duburnya dijilat oleh adik kandungnya. Aku meludah beberapa kali di pintu gua najisnya. Niatku agar laluan masuknya mudah dan tidak menyakitkan kekasih kandung ku itu.

    Aku bangun dan ku rapatkan zakar ku di belahan punggungnya. Zakar ku di tekan punggungnya hingga tenggelam di belahan daging punggungnya yang berlemak dan lebar. Ku bisikkan di telinganya bahawa punggungnya kelihatan semakin menarik. Kakak ku bertanya kepada ku, menarik yang macam mana maksud ku.

    Ku katakan kepadanya bahawa punggungnya semakin tonggek dan besar serta membuatkan ku semakin tidak keruan. Kakak ku hanya ketawa kecil. Kemudian ku hunuskan zakar ku ke pintu keluar najisnya yang ku jilat tadi. Kakak ku merintih halus disaat kepala zakar ku menekan lubang duburnya. Kakak ku mengeluh panjang sebaik kepala zakar ku menceroboh lubang kumbahan miliknya. Kakak ku meminta ku berhenti sebentar dan ku turuti kemahuannya. Dengan seluruh kepala kemaluan adiknya yang masih melekat di lubang punggungnya, kakak ku membetulkan kedudukannya berdiri. Kedua-dua sikunya menongkat tubuhnya di atas mesin basuh di kedudukan yang paling selesa baginya. Sementara tubuhnya semakin dilentikkan mengikut keselesaan duburnya menerima sulaan zakar adik kandungnya.

    Kemudian kakak ku meminta ku meneruskan namun dengan perlahan-lahan. Aku pun dengan lembut menekan dan mengensot zakar ku dengan perlahan sehinggalah seluruh kemaluan ku hilang di dalam terowong kumbahan najis milik tubuh kakak ku. Ku biarkan zakar ku di peram sejenak di dalam lubang idaman ku itu. Aku tekan-tekan zakar ku hingga peha ku rapat di punggungnya. Kemudian ku terus tarik zakar keras ku hingga hampir keluar dari lubang nikmat terlarang itu dan ku kembali menusuknya jauh ke dalam laluan sempit itu hingga ke pangkal zakar ku. Kakak ku mengerang kuat. Ku lakukan sekali lagi dan dia mengerang lagi.

    Tanpa berfikir panjang, ku terus sorong tarik zakar ku di lubang dubur kakak ku. Kakak ku melolong kuat kerana duburnya di liwat laju oleh ku. Ku peluk tubuh gempalnya dan ku hayun zakar ku ke dalam punggung tonggeknya yang berlemak itu. Aku sungguh ghairah meliwat dubur kakak kandung ku itu. Malah ku nikmatinya tanpa memerlukan paksaan. Zakar ku keluar masuk lubang yang secara normalnya hanya menjadi tempat najis di keluarkan. Mungkin kerana bentuk punggung kakak ku yang tonggek, malah lebar dan bulat berlemak, bersama persembahannya yang sentiasa tampil sendat dan seksi dihadapan ku membuatkan ku hilang kewarasan hingga tergamak meliwat kakak kandung ku sendiri.


    Aku lunaskan keberahian yang selama ini ku pendamkan. Ku hayun zakar keras ku bertalu-talu ke dalam dubur kakak ku yang tonggek dan lebar. Wanita yang ketika itu berusia 47 tahun, bertubuh montok dan berpunggung tonggek, isteri orang dan juga ibu kepada 2 orang anak perempuan kelihatan sedang menonggeng di mesin basuh membiarkan punggung lentiknya di liwat oleh adik kandungnya sendiri. Di wajahnya ku lihat raut kesengsaraan dan keberahian silih berganti dalam henjutan tubuhnya yang sedang ku tunggang.

    Kemudian kakak ku meminta ku agar segera memuntahkan benih ku. Aku menanya kepadanya ingin ku lepaskan benih ku di mana. Kakak ku memberitahu ku bahawa aku boleh melepaskan air mani ku di mana-mana sahaja yang ku ingini. Dengan punggung lebarnya yang semakin melentik itu, nafsu ku semakin hilang kawalan. Rengekan suaranya yang meminta ku melepaskan air mani membuatkan aku semakin tidak keruan. Punggung tonggeknya semakin menolak zakar ku menusuk lebih dalam. Aku keberahian di tahap paling maksima. Dubur empuk kakak kandung ku yang lebar berlemak itu ku tujah semakin laju. Zakar ku keras bak kayu, menusuk lubang dubur yang enak dan berselulit itu. Gegaran punggung tonggeknya semakin memaksa air mani ku untuk segera keluar dari kantungnya.

    Ku katakan kepadanya bahawa aku ingin lepaskan air mani di dalam duburnya. Kakak ku meminta agar aku meneruskan keinginan ku. Berkali-kali dia meminta ku menyemai benih ku di dalam lubang najisnya yang selalu ku idamkan itu. Aku sudah tidak mampu lagi bertahan. Akhirnya tumpah jua benih adik kandungnya ini di dalam lubang najisnya.

    Aku menolak zakar ku jauh ke dalam lubang dubur kakak ku. Ku bagaikan menikmati satu gelombang kenikmatan yang tiada taranya. Aku bagaikan berada di khayalan. Zakar ku memancut-mancutkan benih zuriat ku ke dalam dubur kakak kandung ku sendiri. Kerana kenikmatan yang begitu agung ku rasakan ketika itu, ku luahkan segala perasaan sayang dan cinta ku kepada kakak ku. Ku luahkan betapa aku menggilai tubuh montoknya yang melentik itu. Ku luahkan kepadanya betapa ku sungguh bernafsu kepada punggungnya yang tonggek itu dan ingin menikmatinya setiap hari.


    Kakak ku hanya mampu diam menerima curahan air mani ku yang memancut-mancut laju dari zakar keras ku. Hanya hembusan nafasnya yang kencang dapat ku dengari. Kakak ku membiarkan aku menghabiskan sisa-sisa air mani ku yang terakhir di dalam duburnya. Dia melentikkan punggungnya dan mengisar zakar ku seakan mahu ianya menyemburkan air zuriat ku lebih dalam.

    Kakak ku pun menarik punggungnya ke hadapan selepas zakar ku tidak lagi berdenyut di dalam lubang punggungnya. Sebaik sahaja zakar ku tercabut dari lubang kumbahan najis kakak ku, mengalirlah air mani ku laju dari lubang duburnya. Bunyi decitan jelas kedengaran dari muara duburnya yang dibanjiri air mani ku. Kakak ku menutup lubang punggungnya dengan telapak tangannya dan berlari anak menuju ke tandas. Aku hanya melihat dalam keadaan kelelahan. Dari luar tandas, ku dengar bunyi-bunyian cirit birit memenuhi ruang tandas berserta diselangi bunyi kentut. Sungguh lucah sekali bunyinya dan aku sungguh teruja dengan hasil nafsu ku.

    Tidak lama kemudian kakak ku keluar dari tandas dengan wajah yang kusut. Nampak jelas dia juga kelelahan. Bibirnya cuba untuk senyum namun kelihatan payah. Jalannya juga bersimpang siur dan menonggeng serta terkangkang. Aku pimpin kakak ku menuju ke ruang tamu. Ku baringkan dia di atas sofa panjang. Kakak ku menarik leher ku dan mengucup pipi ku dalam keadaan yang lemah. Dia berbisik agar biar pecah di perut, jangan pecah di mulut. Aku faham dan memberikannya jaminan bahawa perkara itu tidak akan bocor kepada sesiapa pun.

    Ku usap ubun-ubunnya dan ku kucupi dahinya. Aku temani dia yang lemah diliwat oleh ku hingga kakak ku terlena. Aku biarkan kakak ku lena di sofa panjang dan aku naik ke bilik ku. Bilik air ku buka dan seluruh tubuh ku cuci. Zakar ku yang telah bergelumang di dalam laluan najis kakak kandung ku itu ku cuci demi menjaga kebersihan dan keselamatannya.


    Sejak dari hari bersejarah itulah, maka secara rasminya aku dan kakak ku menjadi loving couple yang paling hangat di ranjang. Meski pun kakak ku itu merupakan seorang ibu kepada 2 orang anak, serta isteri kepada seorang suami, namun ianya tidak menghalang kami untuk mengecapi persetubuhan sumbang mahram yang mengasyikkan. Malah setiap kali pulang dari pejabat, jika aku berada di rumah sewa yang ku diami sekarang, kakak ku pasti akan datang bersama alasan menjenguk adik bujangnya ini.

    Walau pun hakikatnya, kehadirannya hanyalah demi tuntutan nafsu semata-mata. Kakak ku akui, layanan yang ku berikan kepadanya beratus kali ganda lebih baik daripada yang diterima dari suaminya. Meski pun tidak membuahkan hasil, sekurang-kurangnya kakak ku puas dengan pukulan nafsu adik kandungnya yang begitu berahi kepadanya ini.

    Namun apa yang paling menggembirakan ku adalah, dia tahu selera ku terhadap pakaian-pakaian yang membaluti tubuhnya. Maka tidak hairanlah selain dari pakaian-pakaian ku, pakaian-pakaian kakak ku juga turut memenuhi almari pakaian di rumah sewa ku. Sudah pastinya, pakaian-pakaian tersebut antara yang menjadi kegemaran ku seperti kain-kain batiknya, baju-baju kurung satin serta sutera miliknya berserta tudung-tudung satin dan baju-baju t-shirt yang sendat dan jarang.

    Setiap kali bertemu, air mani ku memang tidak pernah dibazirkan. Sekiranya tidak mengisi lubang duburnya, pasti ianya akan mengisi lubuk bunting atau pun di lahap mulutnya yang sentiasa dahagakan minuman air zuriat yang pekat dan mengenyangkan seleranya itu bersama-sama pakaian-pakaian keberahian ku yang membaluti tubuh montoknya. Sepanjang tiga tahun kami menjalinkan hubungan kelamin adik beradik yang bagaikan suami isteri ini, amat jarang sekali kami bersetubuh tanpa seurat benang.


    Aku lebih gemarkan menyetubuhi kakak kandung ku dalam dirinya dibaluti pakaian-pakaian yang mengghairahkan ku. Kakak ku faham akan kehendak ku dan sebenarnya dia juga dapat merasakan penangan ku sungguh hebat dan mengasyikkan sekiranya tubuhnya dibaluti pakaian-pakaian yang ku mahukan. Maka tidak hairanlah dia sering meminta pendapat ku tentang pakaian-pakaian baru yang dipakainya, samada adakah ianya menarik untuk ku atau tidak.

    Beberapa bulan lepas kakak ku menginap di rumah sewa ku selama seminggu. Demi rindunya dan keberahiannya kepada ku, dia sanggup membohongi keluarganya dengan mengatakan bahawa dia mengikuti kursus di sebuah pulau peranginan. Walhal, sebenarnya kakak ku ingin berbulan madu bersama ku berdua di rumah sewa ku tanpa ada apa-apa halangan. Aku pergi kerja ada yang membuatkan sarapan untuk ku. Aku pulang kerja ada yang menyajikan makan malam untuk ku.

    Hidangan batin tidak perlu lagi di nyatakan, kerana terlalu kerap kami melakukannya tidak kira walau di mana sahaja dan bila-bila masa sahaja sekali pun. Malah pernah aku sanggup pulang sebentar ke rumah sewa ku sewaktu rehat tengahari semata-mata ingin menikmati hidangan tengahari yang melazatkan berupa tubuh seorang kakak kandung yang montok dan dibaluti baju kurung satin yang sendat. Hasilnya adalah, aku pulang ke pejabat dalam keletihan beserta beberapa kesan gigitan cinta di leher ku yang akhirnya menjadi usikan teman-teman sepejabat ku.

    Aku tidak tahu sampai bilakah hubungan cinta terlarang ini akan berakhir. Walau pun kakak ku pernah mengajukan persoalan ini kepada ku, namun aku sukar untuk memberikan jawapannya lantaran aku begitu mencintainya dan aku ingin hidup bersama dengannya serta tak mahu kebahagiaan ini lenyap begitu sahaja. Cinta dan keberahian ku kepadanya meluap-luap dan tidak pernah kurang meskipun ke sedari usianya semakin meningkat beserta ciri-ciri fizikalnya yang kini lebih mirip atau lebih sesuai untuk digelar ‘makcik’.


    Mungkin keberahian yang terpendam sejak dari kecil membuatkan cinta dan nafsu ku kepadanya adalah sesuatu yang hakiki dan tidak mungkin akan dapat dipisahkan lagi. Sesungguhnya hanya masa yang mampu memberikan ku jawapan yang sebenar. Selagi air mani ku masih lagi mampu memenuhi terowong najis di punggung tonggeknya itu, selagi itulah aku kan terus berahi kepadanya. Hanya dialah cinta ku, hanya dialah kekasih ku….

  • Kisah Memek Melayani Dokter Kecantikan Cabul

    Kisah Memek Melayani Dokter Kecantikan Cabul


    2702 views

    Duniabola99.com – Seorang gadis muda bernama Sela Terpaksa harus melayani nafsu bejat pemilik klinik kesehatan demi mendapatkan pekerjaan dklinik itu. Dengan Modus cek kesehatan Pada akhirnya Sela disetubuhi oleh dokter pemilik klinik kecantikan.


    Panggil saja aku Sela, usiaku 20 tahun. Aku bekerja di salah satu klinik kecantikan. Lulus SMA aku tidak meneruskan pendidikanku. Bekerja mencari uang sudah jadi pilihanku. Banyak pengalaman kerja yang aku dapatkan dari yang menjadi pelayan toko penjaga konter cellular semua sudah aku rasakan. Pedihnya mencari uang untuk mencukupi kebutuhanku yang semakin hari semakin banyak.

    Memenuhi kebutuhan rumah membantu ibuku yang hanya buruh cuci dan setrika. Aku memiliki satu adik yang masih bersekolah di bangku sekolah menengah pertama. Ayahku sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Ibuku tulang punggung keluarga jadi mau nggak mau aku harus membantu segala kebutuhan yang ada di rumah. Aku memiliki paras yang cantik kulitku juga putih.

    Aku selalu mudah memperoleh pekerjaan, selain penampilanku aku juga pandai berbicara dan menarik perhatian orang. Namun kini aku bekerja di sebuah klinik kecantikan. Padahal aku hanya lulusan SMA tidak seperti teman-temanku yang pernah berkuliah dan memiliki pengalaman tentang perawatan wajah. Dulu awalnya interview dengan Pak Dedi yang punya Klinik kecantikan.

    Aku memberanikan diri untuk mengirim lamaran di klinik tersebut. Ya aku PD aja percaya jika aku lolos dan bisa bekerja di klinik itu. Penampilanku yang rapi dan menarik perhatian itu membuat aku semakin percaya diri. Waktu interview selama 3 hari dan semua terlewatkan dengan sangat lancar. Apalagi saingan aku wajah dan penampilannya jauh berbeda denganku.


    Aku lebih cetar tentunya, setiap kali datang interview semua orang selalu saja memandangiku dari atas hingga ke bawah. Hari ke-3 itu penentuan diterima atau tidaknya. Dan saat itu harus berhadapan dengan pemilik klinik yaitu Pak Dedi. Ntah kenapa biasanya aku dapat nomor awal tetapi ini paling akhir. Aku menunggu berjam-jam namun aku harus tetap sabar.

    Satu persatu masuk untuk wawancara langsung dengan pemilik klinik itu. Kira-kira 30 0rang sudah memasuki ruangan itu. Masih tersisa 10 lagi rasanya udah kucel make-up ku. Aku bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan memakai make-up kembali supaya Fresh. Seger rasanya udah nggak lengket lagi dan kembali dengan ke-PD an ku,“nona Sela Hapsari….” Terdengar suaraku dipanggil dengan lantang
    Aku memasuki ruangan yang hanya ada Pak Dedi pemilik klinik. Ketika awal masuk aku berjabat tangan dengannya, tampak wajahnya memandangiku dengan sedikit aneh. Memegang tangangku juga lama sekali setelah itu aku duduk dan diamelepaskan tanganku,Ketika aku duduk dia masih saja memandangiku dengan tajam. Pria yang kira-kira ber umur 35 tahun itu sepertinya aneh karena selalu memandangiku dengan penuh makna. Aku hanya menundukkan kepala saja, pakaian yang aku kenakan memang seksi sesuai kriteria yang diinginkan. Mungkin dia terpesona dengan kecantikan ku,“dengan mb Sela ya, cantik sekali…”“iya pak..hhe terimakasih pak…”
    Sekitar 30 menit pak Dedi mewawancarai aku. anehnya lagi pertanyaannya tidak sesuai dia bertanya yang menurutku tidak begitu penting. Karena lebih kepada kepribadiank namun aku tetap menjawab semua pertanyaannya dengan baik. Sorotan matanya begitu tajam, aku semakin tidak mengerti apa yang dia pikirkan. Aku memang berpenampilan sexy dengan lipstick yang merah merona.


    Penampilan yang sangat pas jika bekerja di klinik ini,“mbak Sela sebenarnya untuk ada satu lagi sessionnya, yaitu cek kesehatan. Disini banyak berhadapan dengan pasien yang berbeda-beda keluhannya. Alat yang digunakan juga tidak sembarang alat. Takutnya kesehatan mbak Sela kurang mendukung..”
    “oh gitu ya pak.. saya nurut saja pak yang penting saya bisa diterima sebagai karyawan disini..”
    “silahkan berbaring di tempat tidur yang sudah disediakan saya cuci tangan terlebih dahulu ya mbak…”
    Ternyata pas aku lihat papan namanya pak Dedi itu seorang dokter. Pantes aja dia mau ngecek kesehatan tubuhku. Aku langsung saja berbaring ditempat tidur itu. Pak Dedi tidak kunjung datang aku gelisah kedinginan ACnya terasa banget. Terdengar pak Dedi sedang mengunci pintu dan kemudian mendekati aku,
    “sebelumnya maaf ya mbak..,” tangan pak Dedi membuka kancing bajuku.

    Kala itu aku memakai kemeja, jas ketat dan rok mini. Payudaraku yang besar terlihat menonjol dan aku memakai rok yang sangat mini. Dia membuka kancing bajuku yang paling atas dan memasukkan stetoskop dia sentuh-sentuh dadaku dengan alatnya itu. Terus dia menekan alatnya, heran ngeceknya kok lama sekali. Semakin kebawah mengenai payudaraku aku merasa geli.

    Aku juga pernah periksa ke dokter tapi ini kok lama sekali. Pak Dedi sepertinya ada maksud lain,“sexy, putih, bersih dan kenyal…” ucap pak Dedi
    “maksdunya pak????????”
    “kamu sexy aku suka deh sama kamu…” tangannya membelai wajahku.
    “apa-apaan ini pak jangan seperti ini pak…” ucapku dengan ketakutan.
    “udah nurut aja sama bapak nanti kamu pasti saya terima sebagai karyawan disini…”
    “jangan pak..jangan lakukan ini…”
    Tampaknya Pak Dedi tidak menghiraukan perkataanku. Dia langsung mendekati dan wajahnya berada didepan wajahku. Aku tampak ketakutan dengan wajah ganas pak Dedi. Bibirnya semakin dekat dengan bibirku dan akhirnya dia mengecup bibirku.

    Aku tidak bisa menolaknya karena saat itu aku ketakutan dan yang ada dipikiranku aku harus bekerja disini. Terpaksa aku hanya terdiam sementara bibirku terus di kulum dengan lembut. Sesekali kepalaku bergerak dan ciuman itu lepas , namun pak Dedi menarik wajahku kembali dia menciumi bibirku. Tangannya membuka kancing bajuku yang masih tertutup. Dari atas hingga ke bawah sehingga aku tidak mengenakan baju. Dinginny ruangan membuat aku badanku terasa kaku. Sepertinya dia sengaja membuat ruangan ini dingin,
    “tenang saja Sela malam ini aku akan menghangatkan tubuhmu…”Aku masih saja terdiam, kemudian pak Dedi meraba payudaraku. Kedua tangannya meraba-raba payudaraku hingga tubuhku bergetar karena sangat geli. Lalu dia mendekatkan wajahnya di depan kedua payudara dan langsung saja menciumi dengan penuh kenafsuan,

    “aaaaaahhhhhh pak….aaaahhhhhhh……”Aku sedikit mendesah karena merasakan kenikmatan. Sebelumnya aku pernah melakukan hubungan seks dengan mantan pacar aku. Lama-lama aku merasakan kenikmatan dengan berbagai belaian pak Dedi. Tanpa perlawanan apapun aku hanya terbaring dengan manja. Pak Dedi berada diatasku sebelumnya ida melepas pakaiannya.

    Walaupun sudah berumur pak Dedi tampak gagah ketika tidak mengenakan baju. Aku lihat kulitnya juga bersih mulus semulus kulitku. Aku lihat penis pak Dedi mulai tegak ketika dia hanya mengenakan celana dalam. Ntah aku juga horny saat itu melihat ke gagahan pak Dedi. Setelah itu pak Dedi langsung saja membuka bra ku dan langsung menciumi payudaraku.

    Putingku dijilati dengan lidahnya. Tubuhku semakin bergetar dibuatnya melayang,
    “aaahhhhhhhh….aaaaaaaahhhhhhh….pak….aaaahhhhh…..ooohhh….aaahhhhh……”
    Kedua payudaraku dijilati hingga aku lemas kemudian dia mengulumnya. Seperti bayi yang menyusu ibunya pak Dedi begitu beringas“aaaaakkkkkkkkhhhhhhh…..pak……ooohh…..aaakkkhhh….oohhhhh…paaakkk….aaahhhhhh….”Desahan yang bisa aku ucapkan terus dia mencoba membuat aku semakin horny. Tubuhku dibelai dengan sangat lembut dan bibirnya semakin turun ke bawah. Pusarku diciumi tubuhku semakin menggeliat manja,
    “aaahhhhh…pak……aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh……” Lalu dia meraba melepaskan rok miniku secara perlahan. Tangannya meraba-raba memekku dari atas hingga ke bawah. Aku semakin tak kuasa menahan hawa nafsu yang sangat memuncak itu. Memekku terlihat dengan sedikit bulu kemaluan. Jemarinya membuka lipatan demi lipatan memekku aku mendesah keras, “aaaaaaaaaaahhhhhhhhh……pak…..aaaaaaaahhhhh nikkmaaatt ahhhh….”
    Jemarinya menyusuri bagian demi bagian dan akhirnya salah satu jarinya bisa masuk kedalam lubang memekku. Jarinya berhasil masuk dan berputar-putar didalam aku merasaka kenikmatan hingga mengluarkan cairan dari memekku, “oooohhhh…aaahhh…..aaaaaaahhh….ooohh…..aaaaaakkkhhh…lagi pak….aaaahhhh”

    Penis pak Dedi memanjang dan siap untuk beraksi. Tampak dia melepaskan jemarinya dan mendekatkan penis tepat didepan mulutku. Dia meminta aku mengulum penis besarnya. Aku memasukkan penis itu ke dalam mulut dan aku kulum dengan lembut, “ooohhh enak sekali….aaahhh lebih masukkk lagi aaaaahhhhh….”
    Tangan pak Dedi menekan kepalaku agar lebih menunduk dan seluruh penisnya mausk ke dalam mulutku. Sambil aku kocok penisnya dia tampak merasakan kenikmatan yang lebih.

    Dengan tiba-tiba dia melepas penisnya dan dia gesek-gesekkan di memekku. Perlahan dia masukkan penisnya ked alma lubang kenikmatanku.
    Perlahan tapi pasti karena sudah tidak perawan lagi memekku mudah untuk dimasuki,
    “aaahhhhhhh…..aaaahhhhh…..aaaaahhh………”
    Dia menekan penisnya agar masuk kedalam memekku. Masuklah seluruh batang penis pak Dedi ke dalam memekku. Dia menekan terus penisnya hingga mentok ke dalam memekku,
    “aaaahhhh…oohhh aakkkhbhhh pak….aaaahhh…ooohhh…terus pak….”
    Kakiku diangkat ke atas dan mengangkang lebar. Penisnya keluar masuk membuat aku semakin memuncak. Tangan pak Dedi tidak henti-hentinya meremas payudaraku dengan keras. Tubuhku menggeliat manja saat itu. Gerakan semakin keras penis seras tidak bisa keluar lagi, tertancap di dalam memekku. Keringat bercucuran dingin berubah menjadi kehangatan,


    “ooohhhhh….aaahhh….ooohhh…aahhh…ooohhhhhhhhhh………”
    Aku beberapa kali mengeluarkan cairan dari memekku. Terlihat sangat basah aku sangat merasakan kenikmatan yang lebih. Tak lama kemudian pak Dedi menegeluarkan spermanya,
    “cccccrrrrooooootttt….ccccrrrrooooootttt…..cccrrrrooootttt………”
    Sperma itu keluar dan dia semprotkan di bibir dan tubuhku. Aku menelan sedikit sperma yang menempel di bibirku. Tubuhku banyak sperma sehingga terasa sangat lengket. Aku segera bangun dan membersihkan tubuhku sembari menggunakan pakaian kembali. Akupun dipastikan bekerja di klinik itu dengan gaji yang lumayan. Sejak saat itu aku dan pak Dedi sering melakukan hubungan seks dan kemudian aku diberi uang olehnya.

  • Video bokep Yua Ariga bercinta sambil makan coklat

    Video bokep Yua Ariga bercinta sambil makan coklat


    2969 views

    Situs Agen Sbobet

  • Foto Bugil Cewek seksi yang lucu Lanna Carter menjilati mainan kacanya dan mengebor vaginanya sendiri

    Foto Bugil Cewek seksi yang lucu Lanna Carter menjilati mainan kacanya dan mengebor vaginanya sendiri


    2206 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang yang melepaskan semua pakaiannya Lanna Carter diatas tempat tidurnya menampakkan toketnya yang kecil dan memamerkan memeknya yang mulus tanpa bulu berwarna merah merekah dan memasukkan alat bantu sex terbuat dari kaca hingga memeknya becek dan terkulai lemas.

  • Vidio bokep Charlotte Stokely dan Lena Anderson lesbian pirang

    Vidio bokep Charlotte Stokely dan Lena Anderson lesbian pirang


    1928 views

  • Kisah Memek Malam Naas Sepasang Gadis Berjilbab

    Kisah Memek Malam Naas Sepasang Gadis Berjilbab


    3044 views

    Duniabola99.com – Waktu sudah larut malam saat Wiwin dan Anisya pulang larut malam karena keasyikan berbelanja hingga lupa waktu ketika jalan-jalan dari sebuah mall di kota Bandung, kota tempat mereka menuntut ilmu pada sebuah PTN terkemuka. Saat itu kampus mereka sedang liburan semester yang lumayan lama, sehingga banyak di antara teman-teman mereka yang memilih pulang kampung, namun bagi Wiwin dan Anisya lebih memilih untuk tetap tinggal di kota Bandung karena tidak banyak yang dapat mereka kerjakan untuk mengisi waktu liburan di Jakarta kota asal mereka.


    Sampai di tempat kost mereka kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitarnya sudah sepi begitupula di dalam kost-kostan karena semua penghuninya pulang ke kampung atau kota asal mereka masing-masing untuk memanfatkan waktu liburan kuliah mereka, dan kini tinggallah mereka berdua saja yang masih bertahan di dalam areal kost yang luas dan besar itu. Walau usia mereka terpaut jauh, mereka berdua sangatlah akrab karena selain mereka tinggal sekamar dan berasal dari, di Palembang, kampus mereka juga satu fakultas.

    Wiwin saat ini berusia 26 tahun, sementara Anisya baru berusia 18 tahun. Keduanya memiliki wajah yang cantik, Wiwin dengan kulit yang kuning langsat serta bentuk badan yang tingggi sekitar 170 cm, dengan ukuran bra 34B nampak anggun dengan penampilan kesehariannya yang berjilbab tetapi selalu modis, sedangkan Anisya yang juga selalu berjilbab memiliki tubuh yang mungil yang tinggi badannya hanya sekitar 156cm dan wajah yang imut-imut tetapi memiliki ukuran payudara yang besar 36C dengan tubuh yang proporsional toge pasar (toket gede pantat besar) serta kulit yang sangat putih sampai urat2 nadinya terlihat transparan. Banyak pria yang tertarik kepada mereka berdua, karena bukan saja mereka cantik dengan jilbab yang mereka kenakan, namun mereka juga pandai dalam bergaul dan ringan tangan. Akan tetapi dengan halus pula mereka menolak berbagai ajakan yang ingin menjadikan mereka sebagai kekasih atau pacar dari para pria yang mendekati mereka.

    Wiwin saat ini lebih memilih berkonsentrasi untuk menghadapi sidang skripsinya, sedang Anisya yang baru menamatkan tahun pertamanya di kampus tersebut lebih memilih untuk aktif di organisasi keagamaan di kampus dari pada pacaran atau bersenang-senang layaknya remaja pada umumnya.

    Sesampainya di kost, Wiwin langsung menuju ke kamar kost dan membuka pintu, sedangkan Anisya mampir dulu ke kamar mandi yang terletak agak jauh dari kamar kost mereka. Setelah membuka kamar, Wiwin begitu terkejut ketika dilihatnya kamar mereka sudah berantakan seperti habis ada pencuri. Belum lagi sempat memeriksa segalanya, tiba-tiba kepala Wiwin sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.

    Wiwin tidak tahu apa-apa sampai tubuhnya digoncang-goncang seseorang hingga tersadar dan menemukan dirinya sudah dalam keadaan terikat di kursi tempat biasanya dia duduk untuk belajar dan mulutnya disumpal kain, sehingga tidak dapat bersuara. Belum lagi lama dia siuman, matanya terbelalak ketika melihat pemandangan di sekitarnya, ia melihat dua pria di depannya. Yang menyuruhnya bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya berambut gondrong dia hanya mengenakan celana jeans kumal, badannya telanjang penuh dengan tatto. Dan satu orang lagi juga berbadan agak gemuk, berambut acak-acakan juga hanya mengenakan celana jeans.


    Wajah mereka khas, usia mereka sekitar 40 tahunan. Sementara kamar kost mereka dalam keadaan tertutup rapat, jendela pun yang tadinya agak sedikit terbuka kini telah tertutup rapat. Tidak beberapa lama kemudian mata Wiwin kembali terbelalak dan ingin menjerit, karena kedua orang itu ternyata dikenalnya. Yang membangunkan dia bernama Asan dan satu lagi bernama Thomas atau sering dipangil Liem. Mereka berdua adalah teman dari Henry pemilik kost yang sering nongkrong di tempat itu, pekerjaan mereka tidak jelas.

    Memang beberapa waktu yang lalu Wiwin dan Anisya dikenalkan oleh Henry kepada Asan dan Liem. Karena dengan setengah memaksa Henry, Asan dan Liem ingin dikenalkan dengan Wiwin dan Anisya yang waktu itu baru pulang dari kampus. Rupanya mereka berdua tertarik dengan kecantikan Wiwin dan Anisya yang selalu berjilbab dan menyimpan misteri (karena tidak pernah pacaran). Akan tetapi rupanya cinta mereka bertepuk sebelah tangan, Wiwin dan Anisya lebih sering menghindar untuk bertemu dengan Asan dan Liem. Dan yang membuat hati Wiwin menjerit dan panas adalah begitu sadar sepenuhnya dan mengetahui Asan sedang duduk di pinggir ranjang mereka sambil memangku Anisya yang saat itu sudah tinggal memakai BH dan celana dalamnya saja yang berwarna putih dan berjilbab biru.

    Anisya sambil menangis memohon-mohon minta dilepaskan, air matanya telah membasahi wajah berjilbabnya yang cantik itu. Tapi si Asan yang badannya jauh lebih besar itu tidak menghiraukannya, dia mulai meremas-remas payudara Anisya yang memang sangat besar itu yang masih terbungkus BH itu, kemudian menjilati leher Anisya dengan menyingkap jilbabnya.

    Pria itu lalu berkata, “Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat..!”

    Setelah itu dilumatnya dengan rakus bibir indah Anisya dengan bibirnya, “Hmp.., cup.., cup..,” begitulah bunyinya saat kedua bibir mereka beradu.

    Air liur pun sampai menetes-netes keluar, rupanya lidah Asan bermain di dalam rongga mulut Anisya.

    Sementara itu Liem yang berada di samping Wiwin berkata kepada Wiwin, “Hei, elo sudah bangun ya, teman elo ini boleh juga, gue pake dia dulu ya, baru setelah itu giliran elo, nah sekarang elo perhatikan gue baik-baik kalo sampe elo nanti engga bisa muasin nafsu gue, mampus deh elo..!” sambil mengelus-elus kepala Wiwin yang berjilbab.

    Wiwin mau berontak tapi tidak dapat berbuat apa-apa, Wiwin pun mulai pucat.

    Lalu Asan yang masih memangku Anisya menyudahi serbuan bibirnya dan berkata, “Ok Sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang!”

    Dia menyuruh Anisya berlutut di depannya dan menyuruhnya membukakan celana jeans kumalnya, lalu mengulum batang kemaluannya.

    Sambil menangis Wiwin memohon belas kasih, “J.. ja.. angan… tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini!”

    Belum selesai berkata, tiba-tiba, “Pllaakkk..!” si Asan menampar pipinya dan menjambak jilbab birunya.


    Dengan paksa Anisya dibuat berlutut di depannya, “Masukkan ke dalam mulut elo, hisap atau gue bunuh elo..!”

    Terpaksa dengan putus asa dan wajah yang pucat dan gemetar, Anisya membuka celana Asan dan begitu dia menurunkan celana dalam Asan tampaklah kemaluan Asan yang telah membesar dan menegang. Tanpa membuang waktu Asan segera memasukkan kemaluannya itu ke mulut Anisya yang mungil itu. Batang kemaluannya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Anisya yang berjilbab.

    “Hhmppp.., emphh.. mpphh..!” begitulah suara Anisya saat mulutnya dijejali dengan kemaluan Asan.

    Liem juga tidak tinggal diam, rupanya nafsu telah memenuhi otaknya, setelah dia melepas celana jeansnya dia berdiri di samping Anisya, menyuruh Anisya mengocokkan batang kemaluannya yang juga telah membesar dengan tangannya yang sangat putih dan halus. Batang kemaluan Liem tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Anisya yang masih berjilbab itu dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali kemaluan Asan dan tangan kanannya mengocok batang kemaluan Liem.

    “Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis cantik berjilbab ini, lain dari cewek kebanyakan..!” kata Asan.

    “Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih..!” timpal Liem.

    Beberapa lama kemudian nampak tubuh Asan menegang, seluruh badannya mengejang, dan, “A.. akh..!” Asan akhirnya berejakulasi di mulut Anisya.

    Cairan putih kental memenuhi mulut Anisya menetes di pinggir bibirnya hingga mengenai pinggir jilbabnya yang lebar, dan Anisya terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka dan juga kuatnya pegangan tangan Asan di kepalanya yang berjilbab.

    Setelah itu mereka melepas BH dan CD Anisya, sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang dengan hanya menyisakan jlilbab penutup kepalanya, tampaklah payudara dan bulu-bulu kemaluannya yang masih halus dan jarang.

    “Waw cantik sekali cewek berjilbab ini.” ujar Liem sambil memandangi tubuh bagian dada dan bawah Anisya yang sedang terisak-isak ketakutan.

    Kali ini Liem duduk di pinggir ranjang dan menyuruh Anisya berjongkok di depannya sambil terus memijati dan mengocok batang kemaluan dengan tangannya. Anisya terpaksa menuruti kemauan Liem itu sambil sesekali dipaksa untuk menjilati ujung batang kemaluannya, sehingga Liem mendengus keenakan. Sementara itu si Asan mengambil posisi berbaring di bawah kemaluan Anisya dan menjilati liang vaginanya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang kemaluan itu.

    Seketika itu Anisya kaget dan, “Ehhgh.., iihh… iih.. eggmhh..!” Anisya pun merintih-rintih jadinya, badannya menggeliat-geliat akibat tusukan jari-jari serta jilatan lidah Asan di kemaluan Anisya.

    “Ayo jilbab binal.., kocok terus barang gue..!” bentak Liem sambil menampar kepala Anisya.

    Kembali Anisya mengocok kemaluan Liem sambil badannya terus meliak-liuk karena kemalunnya mendapat serangan dari tangan dan lidah Asan. Dari bibirnya pun terus terdengar suaranya merintih-tintih.


    Sekitar 10 menit dikocok, Liem memuncratkan maninya dan membasahi jilbab, wajah serta rongga mulut Anisya. Kali ini Anisya sudah tidak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu Liem jadi gusar, dia lalu menjambak jilbab biru Anisya dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang.

    “Pelacur berjilbab..! Kurang ajar, berani-beraninya membuang air maniku. Kalo sekali lagi begitu, kurontokkan gigi elo, dengar itu..!” bentaknya.

    Asan pun terpaksa menyudahi aktifitasnya dan ikut-ikutan menampar Anisya.

    “Goblok..! Gue lagi asyik nikmatin memek elo. Elo jangan macem-macem ya..!” bentak Asan.

    Anisya hanya dapat menangis memegangi pipinya yang merah akibat dua kali tamparan itu. Nampak kemarahan Wiwin bangkit karena teman dekatnya diperlakukan begitu. Wiwin meronta-ronta di kursinya, tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksi Wiwin si Asan berkata, “Kenapa? Elo tidak terima ya pacar elo gue pinjam, tapi sayang sekarang elo nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..! Abis ini giliran elo yang gue entot..! Hahaha..!”

    Mereka kembali menggerayangi tubuh Anisya, kali ini Asan merentangkan tubuh Anisya di tempat tidur dan membuka lebar kedua pahanya, dan segera mulai memasukkan batang kejantanannya ke liang kemaluan Anisya.

     

    “J.. jangan. Aduh.., tto.. long.., Mbak Wiwin. Ampun Bang..!” pinta Anisya sambil mencoba berontak tapi dengan sigapnya Liem membantu Asan dengan memegangi kedua tangan Anisya.

    Batang kemaluan yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang kemaluan Anisya yang masih sempit, sehingga dari wajah Anisya yang berjilbab itu terlihat dia menahan sakit yang amat sangat, tangisannya pun semakin keras.

    Setelah hampir seluruh batang kemaluannya terbenam di dalam liang kemaluan Anisya, Asan mulai memaju-mundurkan pantatnya, mulai dengan irama pelan hingga dengan cepat. Keringat pun dengan deras membasahi kedua tubuh itu. Beberapa saat kemudian dari sela-sela kemaluan Anisya mengucur darah segar bercampur dengan cairan bening hingga warnanya berubah menjadi merah muda meleleh membasahi paha Anisya.

    “Aakkh.. aahh.. aaa. ouhh.. ss.. aakit. ooh. aampuun.. ohh..,” begitulah erangan dan teriakan Anisya merasakan sakitnya.

    Rupanya teriakan dan erangan Anisya menambah nafsu dan semangat Asan untuk terus memompakan kemaluannya dengan keras dan cepat hingga badan Anisya pun terbanting-banting dan terguncang-guncang keras. Anisya kini hanya pasrah mengikuti irama Asan dan kedua tangan Anisya pun kini sudah dilepas oleh Liem.

    Selama beberapa menit disetubuhi oleh Asan, tiba-tiba badan Anisya menegang sampai secara refleks dia yang masih berjilbab tetapi telah disetubuhi pertama kali oleh orang tak dikenalnya denganbaik itu malah memeluk kepala Asan yang sedang asyik menggenjotnya. Dia rupanya mengalami orgasme sampai akhirnya melemas kembali. Asan pun menyudahi gerakan memompanya namun kemaluannya masih tetap tertanam di dalam liang vagina Anisya.

    “He… he… he… Baru kali ini kan loe ngerasain pria cokin, gimana rasanya enak engga, jawaabb..!” bentak si Asan sambil menarik jilbab biru Anisya yang lebar.

    Karena takut mereka semakin gila, terpaksa dengan berlinang air mata Anisya menjawab, “E.. e.. enak, enak sekali..!”

    “Jawab lebih keras supaya teman loe dengar pengakuan loe suka dientot meski pake jilbab..!” kata Liem.


    “I.. iya, s.. saya suka sekali bercinta meski.. pun sa.. saya berjilbab. Saya cewek berjilbab yang suka dientot” jawabnya dengan suara terbata-bata.

    “Tuh, kamu dengar kan, apa kata teman elo, dia meski pake jilbab tapi suka dientot, ha.. ha.. ha..!” ejek mereka pada Wiwin yang hanya dapat meronta-ronta sambil menangis di kursinya.

    Hatinya benar-benar serasa mau meledak tapi dia tidak dapat berbuat apa-apa.

    Kemudian si Asan mencabut kemaluannya dan membuat posisi badan Anisya gaya posisi anjing hingga jilbabnya yang lebar itu tertarik ke depan menampakkan sebagian rambutnya yang agak panjang itu, dia kemudian memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke pantatnya Anisya hingga terbenam seluruhnya.

    Karena rasa perih dan sakit yang tidak terhingga, maka Anisya berteriak memilukan, “Aaakkhh.. sakiiiiit jangggaaaaaaan!”

    Lalu dia menariknya lagi, dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu di pantat Anisya hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelalak.

    “Ooughh.. Uuaaaggghhhhh!” Anisya mendengus keras menahan rasa perih dari lubang duburnya, seluruh badannya kembali mengeras lolongannya pun kembali terdengan memilukan, “Aahh… ouh.. aah..! Aa.. mpun.., ssakit. Aakhh.. Ampuuun baaaanng!”

    Kini Asan meyodomi Anisya dengan irama yang keras dan cepat hingga Anisya menggelepar-gelepar hingga jilbabnya pun berkibar-kibar terlempar ke sana kemari, dan badannya kini mulai melemah dan lemas akibat digenjot habis2an secara brutal lewat lupang pantat oleh Asan. Seorang gadis yang telanjang bulat dan hanya mengenakan jilbab sebagai penutup keaplanya kini disodomi lewat lubang pantat oleh lelaki yang tidak dikenalnya…

    Tidak beberapa lama Asan akhirnya mencabut kemaluannya dari lubang dubur Anisya dengan kasar. Kembali darah segar mengucur deras dari liang dubur Anisya yang masih berjilbab itu meski telah telanjang bulat, sementara Anisya tertelungkup jatuh ke kasur disertai rintihan panjang melemah, “Aahh..!”

    Namun Asan belum juga puas, kemaluannya masih garang. Kini ditelentangkannya Anisya dan kembali Asan meniduri Anisya dan memasukkan kembali batang kemaluannya ke lubang vagina Anisya yang telah lemas itu, dan kembali Asan menggenjot tubuh lunglai berjilbab tu.

    Tidak lama Asan pun berejakulasi di rahim Anisya. Lolongan kepuasan keluar dari mulut Asan disaat menyemprotkan spermanya yang jumlahnya banyak itu hingga meluber keluar dari sela-sela kemaluan Anisya. Anisya yang berjilbab lebar itupun merintih lirih, dan akhirnya bersamaan dengan itu Anisya pun pingsan karena kehabisan tenaga dan rasa sakit yang tidak terhingga.

    Dengan perasaan puas Asan pun merebahkan badannya di samping Anisya yang tergeletak tidak bergerak.


    “Akhirnya gue perawanin juga elo. Dasar cewek berjilbab sombong..!” ujarnya sambil mengehela napas dan memotret Anisya yang masih berjilbab tetapi penuh dengan keringat dan ceceran sperma lelaki itu dengan hape berkamera.

    Sesudah itu kini Liem yang tadi menjadi penonton mulai mendekati Wiwin yang masih terikat lemas di kursinya.

    “Hei, teman elo boleh juga tuh. Nah, sekarang giliran elo yang servise gue. Asal elo tau gue itu naksir berat ama elo, tapi elo menghindar melulu. Gue tau gue jelek dan gue beda ama yang elo bayangkan jadi pacar elo. Buat gue itu engga soal, sekarang gue cuma mau perkosa elo. Udah gitu elo bebas, tapi kalo elo berontak, Mati elo..!”

    “PLAAK..!” sebuah tamparan keras menghantam kepala Wiwin hingga Wiwin yang masih diikat di kursi itu terjatuh bersama kursinya.

    “Hmmph..!” dengan mulut tersumbat Wiwin berteriak.

    Kemudian dia menarik dan meletakkan tubuh Wiwin mengembalikan ke posisi semula. Dengan pisau dapur milik kedua mahasiswi itu dia merobek-robek baju kaos lengan panjang yang dikenakan oleh Wiwin. Nafas Wiwin tersentak ketika dengan cepat Liem dengan pisaunya melucuti BH dan celana panjang bahan kain nilon yang dikenakannya. Sekarang Wiwin hanya memakai celana dalamnya yang berwarna merah model g-string yang sangat seksi serta sepasang kaos kaki putih setinggi lutut yang selalu dikenakannya dan jilbab berwrana merah maneyala. Payudaranya yang penuh bulat terbuka, tubuhnya putih mulus masih dalam posisi terikat di tempat duduknya.

    “Hmph.., hmph..!” Wiwin meronta sambil memandang Liem dengan putus asa, matanya memerah dan air matanya mengalir deras membasahi pipinya, wajahnya yang berjilbab pucat pasi.

    Karena dia menyadari yang akan terjadi pada dirinya, yaitu sebagai pemuas nafsu bejat.

    “Diem brengsek..!” kata Liem, “PLAK..!” sekali lagi tamparan kuat mendarat di pipi Wiwin, membuat kepala Wiwin tersentak. “Pake jiulbab tapi lihat cdnya aja seksi abnget gini pasti di luar alim tapi dalemnya basah terus nich akrena gatel”. Sambil memotert wiwin yang kini hanya berjilbab, cerkaos kaki dan bercelana dalam sangat seksi itu serta payudaranya btepampang dengann jelsaanya.

    Kemudian ia membuka ikatan Wiwin dan membantingnya ke tempat tidur dalam posisi telungkup, dan setelah itu dia merentangkan kedua tangan Wiwin serta melebarkan kedua kaki Wiwin hingga posisi Wiwin kini seperti orang merangkak. Wiwin hanya dapat pasrah mengikuti kemauan Liem. Tepat di hadapannya terdapat kaca rias, setinggi tubuh manusia. Kaca itu biasanya digunakan Wiwin dan Anisya untuk berdandan sebelum pergi kuliah.

    Leim lalu menarik tali string celana dalam Wiwin dengan kasar dan menjatuhkannya ke lantai. Sekarang Wiwin dapat melihat dirinya melalui cermin di depannya telanjang bulat, dan jhanya mengenakan jilbab dengan di belakang dilihatnya Liem sedang mengagumi dirinya.


    “Gila bener! Gue suka pantat cewek berjilbab. Lo bener-bener oke karena gak pernah disentuh cowok!”

    Liem menampar pantat sekal Wiwin yang sebelah kiri yang membuat Wiwin menjerit kaget.

    Lalu tanpa menunggu lagi, Liem yang mulai dirasuki nafsu sex memperlihatkan penisnya yang sudah keras. Liem hanya membiarkan jilbab merah yang masih tetap membungkus kepala Wiwin dan sepasang kaos kaki putih yang masih dikenakan Wiwin, mungkin ini dapat membuat nafsu Liem semakin menjadi. Karena memang dengan mengenakan jilbab, wajah Wiwin jadi nampak cantik dan seksi seperti komentar kebanyakan teman-temannya.

    Kemudian Liem menyelipkan penisnya di antara kedua kaki Wiwin lewat belakang.

    “Ooh.., ampun Pak Liem. Ampunn.., jangann.. jangan! Ampun, jangan..!” Wiwin mulai menangis dan rasa tegang menyeliputi hatinya.

    Sambil menoleh ke belakang dan memandang Liem, Wiwin mencoba untuk meminta belas kasihan. Terlihat air mata meleleh dari matanya. Namun Liem terus mengancam dengan pisau dapur yang masih digenggamnya.

    Liem tidak perduli Wiwin memohon-mohon. Kepala penisnya kemudian menyusuri belahan pantat Wiwin, terus menuju ke bawah, kemudian maju mendekati bibir vaginanya. Setelah tangan si Liem memegang pinggul Wiwin, dengan satu gerakan keras penisnya bergerak maju.

    “Arrgghh.., ahh.., Ampun..!” Wiwin menjerit-jerit ketika penis Liem mulai membuka bibir vaginanya dan mulai memasuki lubang kemaluannya.

    Kaki Wiwin mengejang menahan sakit ketika penis Liem terus menembus masuk tanpa ampun menusuk-nusuk selaput daranya.

    Dari wajah berjilbabnya bibirnya yang seksi menganga membentuk huruf O dan mengeluarkan rintihan-rintihan, “Oohhh.., oouugghh.., aa.. ampuun Bangg..! Aakkhh..!”

    Badannya pun tersodok-sodok. Liem terus bergerak memompa maju mundur memperkosa Wiwin. Ketika kepala Wiwin terjatuh lunglai kesakitan, dia menarik jilbab di kepala Wiwin sehingga kepalanya kembali terangkat dan Wiwin kembali dapat melihat dirinya yang hnaya mengenakan jilbab disetubuhi oleh Liem melalui cermin di depannya.


    Kadang-kadang Liem menampar pantat Wiwin berulang kali, juga dilihatnya payudara Wiwin yang lumayan padat dengan puting mononjol itu tersentak-sentak setiap kali Liem menyodok penisnya ke dalam vagina Wiwin dan dia hanya dapat pasrah mengerang-ngerang dan merintih. Tiba-tiba Liem mengeluarkan penisnya dari vaginanya. Wiwin langsung meronta dan berlari menuju pintu, berharap seseorang akan melihatnya minta tolong, biarpun dirinya telanjang bulat dan hanya berjilbab.

    Tapi tiba-tiba Asan yang ternyata sudah pulih terlebih dahulu menyambar pinggangnya sebelum Wiwin sampai ke pintu depan.

    “Ahh, tolong! Tolompphh..,” teriakan Wiwin dibungkam oleh tangan Asan, sementara itu Liem mendekat dan memukul Wiwin dengan keras.

    Wiwin pun jatuh terjelembab ke lantai.

    “Dasar Bandel ya..!” ujar Liem.

    Kemudian Liem mengikat tangan Wiwin menjadi satu ke depan dengan jilbabnya yang ujungnya lumayan panjang. Setelah itu, Wiwin didorong hingga terjatuh di atas lutut dan sikunya. Sekarang Liem memasukkan penisnya ke mulut Wiwin.

    “Mmpphh..!” Wiwin mencoba berteriak dengan penis yang sudah masuk di dalam mulutnya.

    Sementara itu Liem dengan tenang terus menggerakkan penisnya di mulut Wiwin. Kedua tangan Liem memegang jilbab di kepala Wiwin dengan kencangnya menggerak-gerakkan maju dan mundur. Mata Wiwin tertutup dan wajahnya memerah, air matanya masih meleleh turun di pipinya, baru pertama kali dalam seumur hidupnya dia diperlakukan seperti ini.

    Setelah beberapa lama mengocok kemaluannya di rongga mulut Wiwin, terlihat tanda-tanda Liem akan mencapai klimaksnya, gerakan memaju-mundurkan kepala Wiwin yang berjilbab semakin cepat.

    Dan, “Akkh… Croot.., croot..!” Liem berejakulasi di mulut Wiwin, sperma yang keluar jumlahnya cukup banyak sehingga meluber keluar dari mulut Wiwin dan turut membasahi jilbabnya.

    Wiwin hanya dapat mendengus-dengus dan dengan terpaksa menelan semua sperma yang dimuntahkan Liem tadi, sementara pegangan tangan Liem di kepala Wiwin yang berjilbab semakin kencang, sehingga sulit bagi Wiwin untuk menarik kepalanya.

    Setelah semprotan sperma yang terakhir, barulah Liem mencabut kemaluan dari mulut Wiwin yang kini mulutnya terlihat penuh dengan lendir memenuhi rongga mulutnya hingga ke bibirnya dan pinggir jilbabnya. Dengan napas puas Liem mencapakkan Wiwin hingga telentang di kasur.


    “Siap, siap Sayang. Gue musti ngerasain pantat lo yang putih mulus dan sekal ini..!” tiba-tiba terdengar suara Asan yang sudah berada di samping Wiwin.

    Wiwin memandang Asan dengan wajah ketakutan. Dia tahu bagaimana Asan memperlakukan Anisya hingga pingsan.

    Kemudian Asan menoleh ke Liem yang duduk di belakangnya untuk istirahat setelah klimaks tadi.

    “Ja.. jangan, jangann.. Bang Asan.. saya nggak mau diperkosa di situ Bang..! Ampun Bang. Rasanya ssakit.., kasihani saya Bang..! Saya bersedia jadi pacar abang dan emlayani abang” ujar Wiwin memelas kepada Asan.

    “He Anjing. Gue tetep nggak perduli lo mau apa nggak..! Yang jelas loe harus terus melayani kami akalau akmi namua kalau ngagk foto-foto dan rekaman di hape ini akan akmi sebar”

    Asan menarik tubuh Wiwin hingga dia terjatuh di atas sikunya lagi ke lantai, dan mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi. Kemudian dia menempatkan kepala penisnya tepat di tengah liang masuk anusnya.

    Setelah itu dia membuka belahan pantat Wiwin lebar-lebar.

    “Ampun, jangan..! Sakit..! Ampun Bang Asan. Ampun..! Aakkhh..!”

    Asan mulai mendorong masuk, sementara Wiwin mejerit-jerit minta ampun. Wiwin meronta-ronta tidak berdaya, matanya terbelalak, hanya semakin menambah gairah Asan untuk terus mendorong masuk penisnya. Wiwin terus menjerit, ketika perlahan seluruh penis Asan masuk ke anusnya.

    “Ampun..! Sakit sekali! Ampun! Ooughh.. iihh..!” jerit Wiwin, ketika Asan mulai bergerak pelan-pelan keluar masuk anusnya.

    “Buset! Pantat cewek berjilbab emang sempit banget! Cewek berjilbab emang cocok buat beginian!” kata Asan sambil mengusap-usap buah pantat Wiwin.

    Sementara itu darah segar terlihat mulai mengalir menetes-netes membasahi paha dan kasur.

    “Bener-bener pantat kualitas nomer satu!” omel Asan sambil terus memompa kemaluannya.

    Tangisan Wiwin makin keras, “Sakit! Sakit sekali! Ampun, sakit! Sakit Pak, ampun..!”

    Sementara itu badannya mengejang-ngejang menggelepar-gelepar menahan rasa sakit yang teramat sangat, tubuhnya semakin basah oleh keringatnya.


    “Gila, gue bener-bener seneng sama pantat Ceqwek berjilbab!” ujar Asan sambil terus menyodomi Wiwin.

    Hingga akhirnya tubuh Asan mengejan keras, kepalanya menengadah ke atas, cengkraman tangan di pinggang Wiwin pun semakin keras dan urat-uratnya pun kini terlihat pertanda sebentar lagi dia akan mencapi klimaksnya.

    Asan berejakulasi di lubang pantat Wiwin yang semakin kepayahan dan tubuhnya melemah. Asan pun dengan menghela napas lega kembali menjatuhkan tubuhnya ke samping tubuh Wiwin yang juga terjatuh telungkup badannya lemas dan menahan rasa sakit yang tidak terhingga di lubang duburnya yang kini mengalami pendarahan.

    Suara yang terdengar dalam kamar kost itu hanya tangisan Wiwin, tangisan yang benar-benar menyayat hati, yang membuat Liem kembali bangkit nafsunya. Liem berjongkok membalikkan tubuh Wiwin yang tadinya telungkup menjadi telentang. Kemudian menarik kaki Wiwin, lalu membukanya dan menekuk hingga kedua pahanya menyentuh buah dadanya.

    Kini posisi Wiwin yang dari tadi telah diagauli dengan segala macam p[sisi tetapi teruis mengenakan jilbabtelah siap untuk disetubuhi lagi, Liem meraih penisnya yang telah kembali tegang dan memeganginya, memandang ke arah Wiwin yang memalingkan wajahnya dari Liem, matanya terpejam erat-erat wajahnya yang masih mengenakan jilbab merah nampak cantik walau penuh dengan keringat, spema dan air mata. Liem mengarahkan penisnya ke vagina Wiwin, cairan yang keluar dari penisnya membasahi vaginanya, membantu membuka bibir vagina Wiwin. Wiwin mengerang dan merintih, tubuhnya kembali meronta-ronta, giginya menggeretak, Liem nampak menikmati jeritan Wiwin ketika dia menghunjamkan penisnya ke vaginanya yang telah basah oleh darah dan cairan vaginanya.

    “Aahhgghh..!” Liem mulai memperkosa Wiwin.

    Kaki Wiwin terangkat karena kesakitan dan rintihan terdengar dari tenggorokannya. Tubuhnya mengejang berusaha melawan ketika Liem mulai bergerak dengan keras di vagina Wiwin. Liem menarik penisnya sampai tinggal kepalanya di vagina Wiwin sebelum didorong lagi masuk ke dalam rahimnya. Liem semakin bersemangat mompakan batang kemaluannya di dalam rahim Wiwin.


    Nafsu telah membakar dirinya sehingga gerakannya pun semakin keras, sehingga semakin cepat tubuh Wiwin pun lemas tergoncang-goncang dan tersodok-sodok. Dan suatu ketika dengan kasarnya dicampakkannya jilbab yang menutupi kepala Wiwin oleh Liem, sehingga tergerailah rambut indah seukuran bahu milik Wiwin. Kini pada setiap hentakan membuat rambut indah Wiwin tergerai-gerai menambah erotisnya gerakan persetubuhan itu. Sambil terus menggenjot Wiwin, bibir Liem kini dengan leluasa melumat dan menjilati leher jenjang Wiwin yang tidak tertutup jilbab dan menyedot salah satu sisi leher Wiwin.

    Gerakan dan hentakan-hentakan masih berlangsung, iramanya pun semakin cepat dan keras. Wiwin pun hanya dapat mengimbanginya dengan rintihan-rintihan lemah dan teratur, “Ahh.. ohh.., ooh.. ohh.. oohh..!” sementara tubuhnya telah lemah dan semakin kepayahan.

    Akhirya badan Liem pun menegang dan tidak beberapa lama kemudian Liem berejakulasi di rahim Wiwin. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak. Liem nampak menikmati semburan demi semburan sperma yang dia keluarkan, sambil menikmati wajah Wiwin yang telah kepayahan dan sudah tidak mengeanakn jilbab itu.

    Liem mengerang kenikmatan di atas badan Wiwin yang sudah lemah yang sementara rahimnya menerima semburan sperma yang cukup banyak.

    “Aauughh.. oh..!” Wiwin pun akhirnya tersentak tidak sadarkan diri dan jatuh pingsan menyusul Anisya temannya yang terlebih dulu pingsan tetapi masih berjilbab.

    Badan Liem menggelinjang dan mengejan disaat melepaskan semburan spermanya yang terakhirnya dan merasakan kenikmatan itu. Batinnya kini puas karena telah berhasil menyetubuhi dan memperkosa serta merengut keperawanan Wiwin gadis mahasisiwi cantik yang selalu berjilbab dan ditaksirnya itu.

    Senyum puas pun terlihat di wajahnya sambil menatap tubuh lunglai Wiwin yang tergelatak di bawahnya. Liem pun ibarat telah memenangkan suatu peperangan, akhirnya terjatuh lemas lunglai tertidur dan memeluk tubuh Wiwin yang tergolek lemah.


    Begitulah malam itu Asan dan Liem telah berhasil merenggut kegadisan dua orang gadis cantik berjilbab yang ditaksirnya. Waktu pun berlalu, fajar pun hampir menyingsing, kedua tubuh gadis itu masih tidak bergerak. Bekas keringat, cairan sperma kering dan darah mulai kering nampak menghiasi tubuh telanjang tidak berdaya kedua gadis cantik berjilbab itu.

    Pagi itu saat Asan dan Liem sudah rapih mengenakan pakaian mereka, tiba-tiba Henry sang pemilik kost mendatangi kamar kedua gadis itu. Saat itu dia bersama Acong teman Henry yang juga teman Asan dan Liem.

    “Hei.., kalian disini rupanya.” ujar Henry.

    Dan seketika matanya terbelalak ketika melihat ke dalam kamar kost dan melihat tubuh kedua gadis berjilbab itu telah telanjang tergeletak tidak bergerak.

    “Wah elo-elo abis pesta disini ya..? Aku kira mereka gadis baik-baik karena selalu pake jilbab ternyata doyan ngentot juga” tanya Henry yang berpikir kalau pesta sex ini dilakukan suka sama suka.

    Tanpa menjawab, Liem dan Asan dengan tersenyum hanya berlalu meninggalkan Henry dan Acong yang terbengong-bengong.

    Saat Liem dan Asan berjalan meninggalkan kamar kost, mereka sempat melirik ke belakang. Rupanya Henry dan Acong sudah tidak terlihat lagi dan kamar kedua gadis itu kembali rapat terkunci. Kini rupanya giliran Henry dan Acong yang tidak mengira kalau wiwin dan anisya diperkosa sehingga mereka ikut berpesta menikmati tubuh kedua gadis berjilbab yang malang itu (mereka mengira kalau wiwin dan anisya lagi teler).

    Memang rupa-rupanya Henry juga memendam cinta kepada gadis-gadis itu dan kali ini dia dibantu oleh Acong dapat leluasa menikmati tubuh gadis-gadis itu. Kembali tubuh Anisya dan Wiwin yang sudah tidak sadarkan diri menjadi bulan-bulanan. Henry dan Acong pun leluasa berejakulasi di mulut dan rahim gadis-gadis berjilbab itu sepuas-puasnya.

  • Hiromi Hello Titty

    Hiromi Hello Titty


    2358 views

  • Kisah Memek Blue Filem

    Kisah Memek Blue Filem


    2902 views


    Duniabola99.com – Setelah hampir tiga tahun aku bertugas diutara aku mohon bertukar berhampiran dengan kampong halamanku. Permohonan aku diterima keranaada kekosongan. Buat beberapa bulan pertama aku berkerja saperti biasa tanpa ada apa-apa aktiviti, maklumlah di-tempat orang. Tiap-tiaphujung minggu aku akan pulang ke-kampong yang hanya 120km jauhnya. Biasalah ditempat kerja seseorang itu akan mencari kawan yang sesuai. Akhirnya aku bertemu dengan seorang perkerja hospital yang pada anggapan ku boleh di-jadikan kawan, ini kerana semasa aku di-masukkanke hospital kenalan baru ku itu kerap ingin membantu sekira-nya aku perlukan apa-apa. Persahabatan kami terjalin begitu erat sehingga-lah aku discharge seminggu kemudian.Dia mengetahui nama ku dari “MedicalShit” yang tergantung dihujung katil. Dia membahasakan nama-nya sebagai abang ngah.

    Selalu juga selepas dia habis shift petang dia akan singgah kerumahku, maklumlah aku masih bujang dan menyewa seorang diri. Ada juga diabertanya mengapa aku tidak berkongsi dengan teman lain. Aku memberitahunyayang aku lebih selesa tinggal seorang.

    Satu malam abang ngah muncul semasa aku sedang menonton b/f seorang diri. Aku perhatikan yang dia agak malu-malu dan memberitahu aku yang dia belum pernah menonton apa yang sedang aku tontoni. Akhirnya dia hilangmalu dan ikut sama menonton dengan begitu asyik.

    Aku di-fahamkan yang abang ngah sudah beristeri dan mempunyai tiga oranganak. Selepas dari malam itu apabila dia singgah di-rumah ku dia akan bertanya kalau-kalau ada yang baru. Aku dapat perhatikan yang dia benar-benarbelum pernah menonton b/f.

    Satu petang entah macam-mana aku terlepas cakap dengan menanya sama ada isterinya pernah menonton b/f atau pun tidak. Dia terdiam buat seketika sebelum menjawab yang dia tidak mempunyai vedio player. Aka memberitahu dia yang aku sedia meminjamkan vedio player aku. Dengan lurus dia memberitahuku yang dia akan bertanya dengan isterinya sama ada dia mahu atau pun tidak.

    Esok-nya selepas duty dia datang kerumah ku dan memberitahu ku yang isterinya ingin menonton. Aku kemas vedio player ku untuk dia bawa pulang bersama dengan beberapa keping tape. Malangnya aku terpaksa pergi kerumahnyakerana dia tak tahu cara memasang player tersebut.

    Malam itu-lah pertama kali aku kerumah-nya. Aku perhatikan yang rumahnya agak sunyi. Aku di-beritahu yang anak-anaknya bermalam di-rumah nenek mereka.Dia hanya tinggal berdua dan memberitahu aku yang isterinya malu hendak keluar. Maklumlah kami belum pernah bertemu sebelum ini.


    Setelah player aku pasang dan memberitahunya cara-cara hendak pasang tape aku minta diri untuk pulang. Belum sempat aku melangkah keluar kawankumemberitahu yang isterinya menyuruh aku minum dulu. Aku duduk semula di-kerusi set yang agak lusuh. Bila aku amati kaedaan rumahnya aku dapat rasakan yang kawan ku adalah seorang yang kurang berada.

    Belum pun habis sebatang rokok isterinya yang kelihatan macam perempuan kampong dengan pakaian biasa keluar membawa minuman. Pada masa itu aku tidak merasakan apa-apa pun, maklumlah sebelum ini aku sudah biasa dengan perempuan yang agak sosial. Kawan memperkenalkan isterinya yang dipanggil Non sambilmenuang air minuman untuk ku. Habis minum aku minta diri untuk pulang.

    Sampai dirumah aku membayangkan kaedaan kenalanku bersama dengan isterinya menonton b/f. Entah macam mana ingatan ku untuk mengendap mereka muncul.Walaupun aku kurang mengetahui kaedaan persekitaran rumahnya aku tidakambil pusing kerana apa yang aku tahu rumahnya agak terpencil, di-dalam kebun getah jauh dari jiran-jiran..

    Aku mematikan ingin kereta dalam jarak 20 meter dari rumahnya. Aku berjalan kaki dengan begitu berhati-hati.Kaedaan dalam rumahnya hanya di-terangi cahaya t.v. Aku mencarilubang. Kebetulan rumahnya benaan papan maka senanglah aku mencari lubang untuk memudahkan aku mengendap.

    Aku lihat kawan ku sedang duduk berlunjur di-atas kerusi set dengan si-isteri bersandar di-dadanya dalam kaedaan hanya berkemban. Aku dapat lihat kawan ku sedang mengentel-gentel putting tetek isterinya dan sekali sekalamencium tengkoknya yang sedang asyik menonton.

    Mereka menonton dalam kaedaan begitu setia kerana sanggup menunggu hinggatamat dengan aku jenuh menunggu menantikan tindakan lanjut mereka. Tamat cerita si-isteri terus ke-bilik, kawanku pula aku perhatikan macam tak kesah saja. Aku sudah mendapat posisi yang agak selesa dengan lubang berhampiran dengan katil mereka.

    “Ngah, kita main ia” aku dengar isterinya bersuara setelah kawan ku masuk.

    “Ah tak payah-lah, semalam bukan kita dah main” balas kawan ku.

    “Alah ngah boleh-lah” rengek isterinya sambil menarik tangan kawan ku.

    “Esok saja-lah, ngah penat” balas kawan ku sambil memusingkan badan membelakangi isterinya.

    Aku agak kecewa kerana tidak dapat menyaksikan apa-apa yang sepatutnya.Aku hanya dapat melihat yang isterinya sukar hendak tidur. Mengering kekirisalah ke-kanan salah. Kawan ku sudah berdengkur. Ada juga aku terfikir yang aku hendak memanggilnya, tetapi tertahan kerana khuatir. Setelah tiada adengan yang boleh di-tonton aku pulang dalam kaedaan sia-sia.

    Selang beberapa hari kawan ku datang. Aku bertanya kalau dia ingin menontonyang lain- Bangsa Negro, agak ganas. Dia mahu. Sebentar kemudian dia pulang. Aku mengambil masa sebelum kerumahnya. Dari intian ku kedudukanmereka macam malam dulu juga. Isterinya bersandar ke-dada kawan ku dengankain yang dia pakai sudah tidak menutupi dadanya lagi. Kawan ku asyik mengentel teteknya saja. Sekali sekala aku perhatikan tangan kawan ku merayap di-dalam kain isterinya hingga ke-bawah perut. Aku merasa seronokkerana kali ini tentu mereka main.

    Tamat cerita setelah t.v. di-matikan aku lihat kawan ku menatang isterinyayang sudah bogel menuju ke-bilik. Tak semena-mena “Meretol” ku mengeras.

    “Malam ni kita main puas-puas ia Non kerana start esok Ngah duty malam” kawan ku bersuara setelah meletakkan isteri-nya di-atas katil sambil menanggalkan kain sarongnya. Dalam cahaya samara-samar aku perhatikan yangsenjata kawan ku sederhana saja.

    Setelah dia mencium dan merapa tubuh isterinya ala kadar dia pun melebarkankangkang isterinya dan terus tertiarap di-atas perut isterinya denagan ponggong-nya di-gerakkan ke-atas ke-bawah. Tak sampai beberapa minit diaterus tiarap di-atas perut isterinya.

    “Apa-lah Ngah ni cepat sangat” isterinya mengomel, mungkin belum puas. Tanpa menjawab kawan ku bangun dan terus kedapur. Setelah dia masuk ke-bilik semula isterinya bangun dan menuju ke-dapur. Aku juga turut menuju ke-dapur.


    “Apa-lah Ngah ni kita belum puas lagi dia dah selesai” isterinya mengomeldengan kedengaran bunyi curahan air. Mungkin dia sedang membasuh cipap-nya.Sampai di-dalam bilik aku perhatikan yang dia begitu sukar untuk tidur.

    Aku tinggalkan mereka setelah “Meretol” ku reda dik perbuatan tangan ku sendiri. Sepanjang perjalanan pulang aku mencari idea bagaimana hendakbertindak. Apa tah lagi setelah mendengar yang bermula malam esok kawan ku duty malam.

    Malam esoknya aku memberanikan diri untuk pergi kerumah kawan ku. Aku perhatikan hanya ruang tamu saja yang bercahaya di-terangi oleh cahaya dari t.v. Aku cuba mengintai, rupa-nya si-Non sedang menonton b/f dengan tangan kanan berada di-celah kelengkang-nya.

    Setelah puas mengintai baru aku pura-pura memanggil nama kawan ku. Lama juga baru kedengaran suara Non bertanyakan siapa. Bila aku beritahu siapa aku dan datang dengan tujuan apa baru Non yang sudah berpakaian membukapintu sambil bersuara, “Abang Ngah tiada, dia kerja malam”.

    “Kalau begitu tak apa-lah Non biar saya pulang” kata ku sambil menghulurkantape yang aku bawa.

    “Apa salahnya kalau abang ngah tiada, masuklah dulu” Non berkata.

    Aku buat-buat jual mahal sebelum masuk dan bertanya, “Mana anak-anak Non?”.

    “Mereka sudah tidur” balas Non yang duduk berdepan dengan ku.

    Lama juga kami terdiam sebelum aku buat pura-pura tahu tanda-tanda di-tubuhNon konon-nya Non belum pernah mendapat kepuasan yang sebenar bila melakukan seks. Non hanya tunduk, aku dapat perhatikan yang dia kerapmengerling ke-arah kelengkang ku. Maklumlah aku sengaja mengenakan seluar sukan yang ketak dan benjolan “Meretol” ku pula agakketara kerana aku tidak memakai underwear.

    Kerana aku sudah agak masak dengan body-languagge seseorang aku faham apa yang Non sedang fikirkan.Gelora nafsunya masih membara kerana baru lepasmenonton. Aku bertanya kalau-kalau dia hendak menonton tape yang baru aku bawa Aku bangun dan duduk di-sebelahnya setelah tape dipasang. Aku perhatikan dia tak membantah apabila aku pegang tangan-nya. Aku cuba memegangpehanya, juga tiada bantahan. Kini tangan ku sudah di-atas bahunya. Kerana tiada bantahan aku terus merangkul tubuhnya sebelum aku merapatkan bibirkuke-bibirnya. Apa respond.

    Kini aku bertindak agak berani dengan memasukkan tangan ku ke-dalam baju kurungnya sambil mengentel-ngentel putting teteknya.Selesai tayangan aku bangun untuk memasang tape lain. Non membuat aksi yang dia tak mahu aku pasang tape lain sambil merapakan kedua pehanya dalam kaedaan benar-benargian sebelum bangun menuju ke bilik sambil memandang kearah ku penuh erti.Aku faham dan ikut Non ke-bilik.

    Sampai di-dalam bilik aku tanggalkan pakaian Non sebelum aku rebahkan badan-nya di-atas katil yang agak usang bertilamkan tilah kekabu yang sudah agak keras. Aku lakukan segala apa yang aku tahu tidak pernah di-lakukan oleh kawanku. Aku jilat cipap-nya yang sudah begitu berair. Non mengerang kesedapan sambil merapatkan pehanya dengan kepala ku berada dicelah kelengkang-nya yang membuat aku hampir lemas.

    Aku menanggalkan pakaianku sebelum menjilat semula cipap Non yang membuatdia semakin berkehandak hingga dia merayu agar aku memasukkan “Meretol”ku. Sambil membelakangi Non, dengan mengunakan air luir ku, aku bahasi “GAMBIR SARAWAK” , dan menyapu kepala “Meretol”ku yang sudah begitu bersedia.Tujuan-nya adalah agar aku lambat terair.

    “Meretol” ku aku tekankan dengan pelan-pelan setelah Non sendiri melebarkan kangkang-nya. Non mengetap bibir menahan kesedapan bila “Meretol” ku, aku tekan santak ke-pangkal. Aku membuat aksi sorong-tarik, sorong-tarik hingga Non merengek kesedepan semasa dia hendak terair.


    “Bagaimana Non, puas tak?” aku bertanya setelah dia reda. Kerana sebelum ini kawan ku gaggal untuk memberinya satu kepuasan yang total. Non tidak menjawab. Apabila dia perasan yang aku sedang merenung wajahnya dia memejamkan mata.

    Aku mencabut “Meretol” ku yang masih tegang dan baring sambil bersuara, “Non naik atas badan saya, kerana saya mahu Non mendapat kepuasan. Sambil mengangkang, Non memegang “Meretol” ku sambil menghalakan-nya ke-sasaran lubang cipapnya yang masih lagi mengharap..

    Aku menyuruh Non membuat aksi turun-naik turun-naik ponggong-nya selagimanadia mampu. Sambil menekan dadaku Non melajukan pergerakan turun-naiknya sambil bersuara terketar-ketar beberapa kali, “aduh sedapnya” sebelum berhentisetelah dia terair buat kali kedua.

    Kini aku menyuruh Non menonggeng kerana aku hendak menyumbat “Meretol” ku ke-dalam lubang cipap Non dari arah belakang. Tetek Non yang besar kerana sudah beranak tiga berbuai-buai, mengikut rentak hayunan ku. Sekali lagi Non merintih, sambil mengerakkan ponggong-nya arah kebelakang bila aku membuataksi menyorong. Akhirnya aku melepaskan beberapa das ledekan cecair yang agak pekat, membuatkan Non benar-benar mendapat kepuasan dengan ledakan cecair yang suam-suam panas.

    Kami baring terlentang buat seketika kerana kepenatan.

    “Apa macam Non, puas tak?” aku bertanya sambil mengereng kearahnya.

    Non memberitahu aku yang dia belum pernah merasa begitu puas selama perkahawinan-nya dan bertanya berbagai-bagai soalan. Ada diantara soalan-nyayang tidak aku jawab. “Untung-nya ada “GAMBIR SARAWAK” aku berkata di-dalam hati sambil menopok-nopok cipap Non yang masih basah.

    Petang esok-nya aku berkunjung kerumah kawan ku. Dia sedang menarah rumput di-halaman rumah-nya dengan di-temani oleh Non. Kawan ku berhenti menarah bila melihat aku. Aku cuba meninjau kalau-kalau perbuatan ku malam tadi di-ketahuinya.

    Non saperti biasa, berkadeaan malu-malu. Kawan ku menyuruh isterinya mengambil air minuman. Sambil berjalan Non ada juga curi-curi memandang kearah kelengkang ku.

    Tanpa pengetahuan kawan ku Non memberi isyarat agar malam nanti aku sudi datang. Aku membalas isyaratnya yang aku pasti datang. Selesai minum kawanku menyambung semula tugas nya. Non yang percaya aku pasti datang mengangkatbekas minuman dengan berkelakuan “TIDAK SABAR MENANTI TUJAHAN MERETOL KU DENGAN KEPALA TAKUK-NYA DI-LUMUR DENGAN AIR GAMBIR SARAWAK”.

    Saperti di-isyaratkan tepat pada waktunya aku tiba dengan di-sambut oleh Non yang hanya berkemban dengan towel. Ketiga-tiga anak-nya sudah di-paksa tiduragak awal. Non menyuruh aku tunggu sebentar kerana dia hendak membasahkan badan dengan alasan panas. Aku juga turut bersiram sama dengan alasan yang serupa.Sambil bersiram dalam kaedaan bogel kami bercumbuan. Aku cuci cipap Non yambil bersuara, “Misti di cuci bersih-bersih kerana nanti saya hendak jilat”. Non aturut sama membersihkan”ku sambil menyua-nyuakan-nya kearah lubang cipap-nya.


    Selesai bersiram dengan berlagak seolah-olah sudah lama berkenalan, kamiberpimpingan tangan dalam kaedaan bogel menuju ke-bilik. Setelah baring Non menyuruh aku menjilat cipap-nya kerana dia kata seronok bila aku jilatmalam kelmarin. Aku memberitahunya yang aku sedia dengan syarat dia sudi mengulum “Meretol” ku. Lama baru dilakukan-nya setelah puas di-suruh.Akumenjilat cipapnya sambil memainkan lidahku dibijik kelentitnya sehingga dia sudah tidak dapat bertahan lagi untuk aku menyumbatkan “Meretol” ku kedalam lubang cipapnya.

    Sebelum membenamkan “Meretol” ku, aku lakukan saperti biasa dengan menyapu basahan dari “GAMBIR SARAWAK” keseluruh kepala takukku sebagai penghalang dari cepat terair.

    Non saperti biasa akan bersuara kesedapan bila dia climax. Aku pula akan melakukan segala pergerakan untuk memuaskan Non. Bagi diri ku berapa lama aku boleh bertahan bergantung kepada rasa kebas di-kepala takuk ku mengikutkadar banyak atau sedikit cecair dari “GAMBIR SARAWAK”.

    “Non dah tak tahan lagi, lubang nonok Non terasa pedih, cepat-lah” Non bersuara sambil mencekau-cekau belakang ku setelah dia terair beberapa kali.Aku pula masih setia berdayung sambil memaksa agar aku cepat pancut kerana kasihan melihat Non.

    “Taka pa, nanti bila saya pancut hilang-lah rasa pedih” aku menenangkan Non sambil melajukan aksi sorong-tarik ku.

    Akhir-nya aku melepaskan satu ledakan yang padu. Non terdiam menahan kesedapandan cekauan jari-jarinya di-belakang aku reda.

    Kali ini kami sama-sama letih dan baring terkangkang buat seketika. Non duduk di-sisi ku sambil memegang “Meretol” ku. Mungkin mencari rahsia bagaimana ia-nya begitu bertenaga. Aku membiarkan saja sambil mengentel-gentel putting tetek-nya. Non membongkokkan badan-nya seraya menyuakan tetek-nya untuk aku nonyot.

    Merasakan yang “Meretol” ku sudah tegang semula, Non menyiaraap di-atas badanku dengan menghalakan cipapnya kearah muka ku. Non mengulum “Meretol” ku.Aku menjilat-jilat cipapnya.

    Tanpa di-suruh, Non bangun mengangkang sambil menyuakan “Meretol” ku ke-sasaran.Aku pasti kali ini cipap Non tidak akan merasa pedih kerana ubat kebas tidaksempat aku lumurkan di-kepala takuk ku.

    Setelah dia climex aku menyuruh Non baring. Aku memasukkan “Meretol” ku setelah aku melipat kedua belah kaki Non hingga ke-dua lutut hampir mencecahteteknya. Terasa yang aku sudah hapir, aku melajukan tujahan ku.

    Akhir-nya kami pancut bersama. Non membalas senyum ku. Aku memberitahu Nonyang aku merasakan pancutan kami kali ini akan membuat perutnya berisi. Nonmenyatakan kalau andaian ku tepat dia tik merasa apa-apa kerana abang ngah ada.


    Aku minta diri untuk pulang setelah membersih kan badan. Kali ini Non tidakmengunakan body-languagge lagi, tetapi telah berani bersuara menyuruh aku datang malam nanti.

    Permintaan Non dalam mencari kepuasan tetap aku tunaikan bila kawan ku nite-shift. Untuk menghilangkan sangsi jiran abang ngah, aku kerap berkunjung kerumahnya bila abang ngah berada di-rumah. Non saperti biasa akan berkelakuan malu-malu.

    Sehingga abang ngah pernah menegurnya dengan berkata, “apa yang hendak di-malukan, bukankah encik Latiff sudah macam keluarga kita” “lebih dari keluarga” aku berkata didalam hati sambil memandang kearah Non.

    Satu hari semasa aku sedang breakfast aku bertemu dengan abang ngah dan Non. Aku mempelawa mereka minum bersama. Mereka terima pelawaan ku. Selesai breakfastabang ngah minta diri takut terlambat ke-kelinik sambil membelawa aku kerumah mereka kerana menurut kata abang ngah dia off.

    Malamnya aku kerumah abang ngah. Sambil beborak aku sempat bertanya tujuanmereka ke-kelinik. Dengan nada gembira abang ngah memberitahu aku yang Nonsudah hamil tiga bulan. Aku cuba mencongak kalau-kalau ia-nya hasil dari perbuatanku di-malam aku membuat ramalan. Aku rasa mungkin.

    Setelah melayan anak-anaknya, Non yang kini sudah tidak berapa malu lagi duduk di-sebelah abang ngah. “Non jangan kerja berat-berat” aku bersuara.

    “Betul kata encik Latif” sampok abang ngah.

    “Ah apalah kamu berdua ni” balas Non dan terus berlalu untuk mengambil minuman.

    Aku memerhatikan lengok Non semasa dia berjalan sambil berkata di-dalam hati, “Bila agaknya “Meretol” aku dapat masuk ke-dalam lubang cipap Non.

    “Non minggu depan abang ngah duty malam, jangan lah Non berkerja kuat sanggat,takut memudaratkan kandungan Non” abang ngah bersuara semasa Non duduk di-sisinya setelah menuang air minuman.

    Non menganggukkan kepala sambil mencuri pandang kearah kelengkangku yang sedang berkhayal setelah mendengar percakapan abang ngah.

    Setelah agak lama aku meminta diri untuk pulang. Sebelum pulang abang ngah menyuruh aku membawa pulang vedio player kerana kata-nya mereka sudah tidakmemerlukan-nya lagi.

    “Abang ngah, gara-gara b/f-lah perut Non berisi” aku mendengar Non bersuarasemasa aku sedang mengemas vedio player ku yang membawa tuah kepada “Meretol” ku.


    “Salah Non, kerana hendak menonton cerita yang bukan-bukan” balas abang ngah.

    “Bukan kerana b/f, bila sudah menjadi suami isteri, biasa-lah isteri akanmengandung” sampok ku sambil menuju ke-muka pintu.

    Dalam perjalan pulang aku bersiul-siul kecil sambil membayangkan “Meretol” ku masuk ke-dalam lubang cipap Non dalam dia berkaedaan hamil. Tentu seronok.

    Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri

  • Foto Ngentot Istri pirang Alexis Fawx menikmati seks oral sebelum bercinta dengan kontol besar

    Foto Ngentot Istri pirang Alexis Fawx menikmati seks oral sebelum bercinta dengan kontol besar


    2232 views

    Duniabola99.com – foto ibu pirang Alexis Fawx lagi horney memberikan oral sex kepada pria muda berkontl gede dan gemuk dan mendapatkan entotan diatas sofa rumahnya.

  • Kisah Memek Ngintip Mbak Eka Yang Bohay

    Kisah Memek Ngintip Mbak Eka Yang Bohay


    3451 views

    Duniabola99.com – Pada saat itu saya mempunyai teman akrab yang bernama Deni, Saya dan dia sama–sama sekolah di sekolah yang sama, hanya berbeda kelas, dia di kelas II-E, sedangkan saya di kelas II-F, tetapi kami berteman. Deni adalah seorang anak yang berkecukupan dan bisa dibilang kaya.


    Deni mempunyai dua rumah, rumah yang satu dipakai oleh kedua orang tuanya, sedangkan rumah yang satunya lagi oleh orang tuanya dikontrakkan ataupun dikoskan kepada para pegawai atau mahasiswa, dan kebetulan sekali Deni diam di rumah yang dikontrakkan tadi. Dengan alasan biar tidak susah dan jauh dari sekolah dan ingin belajar hidup sendiri, maka Deni diperbolehkan tinggal di rumah yang satunya itu.

    Memang kebutuhan hidup Deni selalu dipenuhi oleh orang tuanya, dimana kedua orang tuanya bekerja dan Deni mempunyai adik 2 orang, tetapi masih kecil–kecil. Di rumah Deni yang dikoskan tersebut, dari sekian banyak orang yang tinggal, ada seorang wanita yang bernama Eka. Sebut saja Mbak Eka, Mbak Eka tersebut mempunyai bentuk tubuh yang aduhai, dengan ciri-ciri dia mempunyai tinggi sekitar 160 cm dengan badan ideal dan wajah imut–imut, kulit putih, pokoknya cantik dan rambut hitam panjang sebahu.

    Mbak Eka tersebut sudah keluar sekolah SMA telah 2 tahun dan pada waktu itu Mbak Eka bekerja di perusahaan swasta yang masuk kerjanya selalu kebagian masuk siang atau biasa disebut shift dua.

    Deni dan saya sendiri suka pulang sekolah siang hari, kira–kira pukul 13:00 siang, karena saya sekolah pagi. Setiap pulang sekolah Deni selalu pulang ke rumah. Yang ada di rumah hanyalah tersisa Mbak Eka saja, sebab yang lainnya bekerja berangkat pagi dan baru pulang sore hari. Setiap sehabis pulang sekolah, Deni sering sekali dan bahkan hampir tiap hari mengintip Mbak Eka yang sedang mandi untuk pergi ke kantor.

    Kamar mandi di rumah Deni hanya satu, dan Deni tidur di kamar atas, sedangkan kamar mandi tersebut ada celah yang menembus dari atas. Kata si Deni biar cahaya matahari masuk ke kamar mandi untuk mengirit uang. Deni mengintip Mbak Eka yang imut–imut dan berbody mulus itu. Mbak Eka pun mempunyai payudara yang tidak kalah dari model–model majalah top Idonesia dan mempunyai bulu–bulu yang seksi di sekitar alat kelaminnya.

    Pada saat mandi Mbak Eka sering sekali selalu seperti meraba–raba payudaranya sendiri, dan tidak jarang juga Mbak Eka suka seperti menggosok–gosokkan tangannya ke alat kelaminnya. Pernah juga Mbak Eka sepertinya memasukkan tangannya sendiri ke dalam alat kelaminnya atau goa hiro-nya itu dengan mendesah seperti kesakitan dan kenikmatan,


    “Eeh.. ehh.. uuhh.. uuhh.. iihh.. ahh..”

    Karena Deni sering sekali mengintip Mbak Eka mandi pada siang hari untuk pergi ke kantor, Deni menjadi terobsesi untuk menyetubuhi Mbak Eka. Deni pun setelah mengintip Mbak Eka mandi, dia sering sekali langsung melakukan kocokan terhadap alat kelaminnya (loco–loco), karena Deni terangsang oleh bentuk tubuh sensual milik Mbak Eka. Karena Deni sering melakukan hal tersebut, akhirnya Deni pun meminta foto-nya Mbak Eka dengan alasan buat kenang–kenangan.

    Mbak Eka pun memberikannya tanpa curiga sedikit pun. Rasa nafsu birahinya Deni pun semakin meningkat, sebab Deni melakukan onani terhadap alat kelaminnya sambil memandangi foto Mbak Eka. Hampir tiap hari Deni setelah pulang sekolah selalu melakukan aktifitasnya seperti itu. Hubungan Deni dan Mbak Eka memang dekat, karena Mbak Eka pun kepada Deni sudah menganggap seperti adik sendiri, sedangkan Deni ingin sekali menjadi pacar Mbak Eka, apalagi berhubungan badan dengannya, itulah impian Deni.

    Mbak Eka memang selalu hobby nonton film yang semi porno, seperti film remaja barat. Tidak jarang juga menonton bersama Deni di ruang tengah tamu. Bila ada film baru, Deni selalu membawa teman–teman kami, khususnya cowok dan kalau cewek sulit diajaknya, bahkan banyak yang bilang film yang kami tonton itu jorok.

    Hingga suatu hari, Mbak Eka kebetulan libur dan Deni setelah habis pulang sekolah langsung bertanya kepada Mbak Eka,

    “Mbak kok belum mandi..? Enggak masuk kantor yah Mbak..?”

    Dengan nada semangat Mbak Eka pun menjawab,

    “Enggak Den, kan Mbak hari ini libur Deni..”

    Pada waktu itu munculah ide gila dibenak Deni. Deni langsung pergi ke sebuah rental VCD yang letaknya tidak jauh dari rumah Deni. Waktu itu Deni sangat beruntung, Deni mendapatkan kaset vCD tersebut, dan film yang dipinjam Deni bukanlah film cerita tentang kehidupan remaja yang selalu dipinjam dan ditonton oleh kami. Film yang dipinjam Deni pada waktu itu film luar yang memang sebuah film yang bukanlah film semi, melainkan film vulgar atau blue film ataupun bisa dibilang film porno.

    Setelah dari tempat penyewaan VCD, Deni segera pulang dengan perasaan sudah tidak sabar ingin menonton film tersebut bersama–sama Mbak Eka.

    Sesudah sampai, Mbak Eka bertanya pada Deni, “Deni habis dari mana, kok kayaknya cape Den..?”


    Deni langsung menjawab dengan nafas kelelahan,

    “Ohh.. oh.., i.. ini Mbak, habis pinjam film, Mbak mau nonton enggak..?” dengan hati yang berharap supaya Mbak Eka pun ikut menonton.

    Dan Mbak Eka pun menjawab, “Emangnya film apaan tuh Den..?”

    “Oh.., ini filmnya pasti deh okey, Mbak pokoknya pasti ingin nonton deh..!”

    Mbak Eka pun akhirnya ingin tau juga apa film tersebut, “Oke deh Den, tapi Mbak Eka beres–beres dulu yach Den..!”

    “Iyah deh Mbak, Deni tunggu di atas..”

    Memang di kamar Mbak Eka tidak ada TV dan kebetulan di kamar Deni ada TV.

    Setelah menonton Mbak Eka sangat terkejut melihat film tersebut.

    “Den kok ini film-nya full gar amat, dan Kamu harusnya enggak nonton yang ginian Den..?”
    “Ah Embak.., kan Deni udah gede Mbak, masa harus nonton film Doraemon melulu, bosankan Mbak.. lagian biar tidak jenuh.”

    Mbak Eka pada waktu itu terlihat dirinya terangsang oleh adegan–adegan yang diperagakan di film tersebut, terlihat Mbak Eka saat menonton duduknya tidak mau diam dan sekali-kali Mbak Eka pun sepertinya menelan air ludahnya. Deni pun pada waktu itu sudah pasti batang kejantanannya sudah menegang, yang rasanya ingin juga melakukan adegan–adegan seperti di film tersebut, karena sang putri sebagai lawan mainnya sudah di depan mata dia.

    Tapi setelah film kedua selesai, Mbak Eka langsung meminta ijin untuk pergi ke kamar tidurnya dan Deni pun membereskan kaset VCD tersebut. Tidak lama kemudian Mbak Eka masuk ke kamar mandi, tetapi Deni pada saat itu tidak ingin lagi mengintip Mbak Eka, melainkan ingin sekali berhubungan tubuh bersama Mbak Eka.

    Deni sambil menunggu Mbak Eka keluar dari kamar mandi, berpura-pura menonton TV di tengah rumah tersebut. Tidak lama kemudian terlihatlah Mbak Eka keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk saja sehingga pada saat itu Deni pun semakin terangsang ingin sekali langsung menerkam Mbak Eka.
    Mbak Eka pun sambil jalan menuju ke kamar tidurnya bertanya kepada Deni, “Deni Kamu mau mandi juga..?”

    Deni langsung menjawab, “Ah enggak Mbak..!”

    Tidak lama kemudian Mbak Eka masuk kamar, dan Deni pada saat itu langsung saja secara diam–diam ingin mengintip Mbak Eka. Hari itu adalah suatu keberuntungan bagi Deni, karena ternyata pintu kamar Mbak Eka tidak ditutup rapat. Pada waktu itu Deni yang tidak berpikir panjang langsung saja masuk ke dalam kamar Mbak Eka dan langsung menutup pintu Mbak Eka dan menguncinya. Mbak Eka sangat terkejut karena pada saat itu Mbak Eka sedang memakai CD-nya yang baru sampai ke pahanya.


    “Deni.., Kamu apa–apaan Deni..? Kamu berani kurang ajar Den..?” kata Mbak Eka terkejut.

    Tanpa dihiraukannya omongan Mbak Eka, Deni langsung menerkam Mbak Eka bagaikan harimau menerkam rusa. Langsung saja Mbak Eka berontak dan marah. Deni mendorong Mbak Eka ke kasur tidur dan langsung menutup mulut Mbak Eka agar bungkam seribu kata.

    Deni pada saat itu memang sudah kemasukan setan, Deni langsung menyiumi bibir Mbak Eka sampai dengan payudara Mbak Eka sambil memegang kedua tangan Mbak Eka. Posisi mereka pada saat itu Deni di atas badan Mbak Eka yang hanya memakai CD sampai dengan pahanya. Mbak Eka pun berontak, sehingga Deni menyiumi bibir Mbak Eka tersebut merasa sulit. Setelah itu, Deni menyiumi bibir, leher dan sampai payudara Mbak Eka. Setelah ada 10 menit dengan gigitan kecil, akhirnya Mbak Eka sepertinya sudah pasrah akan tindakan Deni tersebut.

    Karena terlihat di wajah Mbak Eka sudah pasrah dan tidak berontak lagi sambil meneteskan air mata, akhirnya Deni melepaskan bajunya dan celananya hingga Deni tidak memakai sehelai kain apa pun. Deni langsung saja melepaskan CD yang akan dipakai oleh Mbak Eka yang hanya sampai di pahanya. Secara sepontan Deni memegang kedua kaki Mbak Eka dan langsung menariknya sehingga alat kelamin Mbak Eka sudah di ujung pintu kenikmatan.

    Tanpa basa–basi Deni memasukkan batang kejantanannya yang sudah menegang dari tadi dengan bantuan tangannya, tetapi anehnya batang kejantanan Deni sulit sekali dimasukkan ke dalam liang keperawanan Mbak Eka, sehingga Deni berusaha secara paksa.

    Akhirnya Deni dapat menembus tembok sempit liang kewanitaan Mbak Eka, sehingga Mbak Eka langsung menjerit kesakitan,

    “Ahh.. ahh.. aawww..” karena pada saat itu kesucian Mbak Eka sudah hilang oleh batang kejantanannya Deni.

    Karena mendengar Mbak Eka menjerit, nafsu birahinya Deni semakin bertambah. Deni terus mengayun batang keperkasaannya ke depan, mundur-depan-mundur untuk menuju gerbang kenikmatan yang diharapkan Deni pada klimaksnya berhubungan seks. Sekitar 15 menit kemudian, Mbak Eka merasakan liang senggamanya sudah lecet, sehingga Mbak Eka ingin sekali melepaskan batang kejantanan Deni dari liang kewanitaannya.


    Tetapi Deni tidak melepaskannya, malahan menarik paha Mbak Eka agar tetap pada keadaannya. Hal ini mengakibatkan Mbak Eka terlihat lemas sekali dan tidak lagi berontak, karena memang sudah benar-benar lelah di 20 menit terakhir setelah perlakuan tidak senonoh yang dilakukan Deni terhadapnya. Tidak lama kemudian, batang kejantanan Deni pun terasa hangat, lecet, dan akhirnya terasa deyutan–deyutan seperti ingin mengeluarkan cairan. Dan akhirnya cairan penyumbur Deni pun menyempot ke dalam liang senggama milik Mbak Eka.

    Karena deni melihat Mbak Eka sudah lemas, Deni pun segera mengambil tindakan langsung menggenjot kembali batang kemaluannya ke dalam dan keluar liang senggama Mbak Eka secara cepat. Dari mulai sempit hingga terasa liang senggama Mbak Eka semakin lebar. Memang kali ini tidak menyempit lagi, laju jalannya batang kemaluan Deni tidak terhimpit lagi dan terasa saat itu pula terlihat adanya cairan yang dikeluarkan dari liang senggama Mbak Eka. Pemandangan ini membuat Deni bertambah semangat.
    Mbak Eka pada saat kelelahan hanya bisa mengucapkan, “Ahh.. ahh.. iih.. uuhh.. aaw.. uuh.. iihh.. eehh..” saja.

    Dan deni tidak berkata apa–apa karena terlalu nikmatnya perasaan yang dapat Deni rasakan saat itu.

    Hingga ada 1 jam berlanjut, Deni akhirnya melepaskan batang kejantanannya dari dalam liang kewanitaan Mbak Eka. Terlihat cairan mani yang bercampur antara yang dikeluarkan oleh batang keperkasaan Deni dengan air mani yang dikeluarkan oleh Mbak Eka. Mbak Eka hanya tergeletak setelah Deni tidak lagi menggagahinya. Mbak Eka terhempas ke dalam penderitaan birahi dengan tubuh tidak tutupi apa–apa dan matanya sayu meneteskan air mata. Deni karena kelelahan juga tergeletak di samping Mbak Eka dan menikmati keberhasilan dirinya yang telah mencapai kenikmatan dalam berhubungan badan yang selalu diinginkannya.

    Setelah beberapa lama, Deni dan Mbak Eka tergeletak di kasur. Deni segera bangun dan langsung menerkam Mbak Eka kedua kalinya dengan memeras payudara Mbak Eka, sehingga Mbak Eka kembali mengucapkan desahannya.

    “Ahh.. ahh.. Den jangan.. diterusin Denn.. jangann.. Denn..!”

    Deni tidak menghiraukan ucapan Mbak Eka tetapi justru langsung Deni meraba–raba dan sekali-kali memasukkan tangannya ke dalam liang kewanitaan Mbak Eka. Mbak Eka menjerit kesakitan karena liang senggamanya seperti dirobek–robek oleh tangan nakal Deni.


    “Aaawww.. awww.. iihh.. uuhh.. aauuw..!”

    Seteleh itu keluarlah cairan yang hangat dari liang senggama Mbak Eka. Deni langsung menjilati cairan tersebut dari liang kewanitaan yang sudah banjir milik Mbak Eka. Mbak Eka pun anehnya tidak kesakitan, tetapi justru kegelian.

    “Den.. Den.. aduh.. geli.. Den.. geli.. Den..!”

    Karena batang keperkasaan Deni masih sangat tegang tetapi Deni juga melihat Mbak Eka sudah benar–benar kelelahan. Akibatnya, Deni langsung mengocok (mengonani) batang kejantanannya dengan tangannya dengan frekuensi yang sangat cepat, sehingga Deni ingin mengeluarkan air maninya. Tanpa memberi aba-aba, Deni langsung menyodorkan kemaluabnnya tepat di mulut Mbak Eka. Tidak lama kemudian air mani menyempot ke mulut Mbak Eka dan langsung Deni menyusut-nyusutkan batang kejantanannya ke mulut Mbak Eka yang masih tergeletak kelelahan di kasur.

    Deni langsung mengambil tangan Mbak Eka dengan bantuan tangannya sendiri untuk memegang batang keperkasaannya yang sudah loyo. Deni menyuruh Mbak Eka untuk memegang dengan kepalan yang keras dengan bantuan tangan Deni dan langsung mengayunkan keluar ke dalam hingga Deni merasa puas pada saat itu.

    Setelah kejadian tersebut, hubungan Deni dan Mbak Eka menjadi renggang. Dan beberapa minggu sesudah itu, akhirnya Mbak Eka pindah kontarkan. Tidak lagi di rumah Deni. Dan akhirnya Deni sangat kehilangan Mbak Eka karena memang secara diam–diam Deni pun mencintai Mbak Eka.
    “Mbak Eka-ku sayang Mbak Eka-ku malang..” ucap Deni dengan menyesal.

  • Foto Ngentot anal Taylor Sands dengan kontol gede

    Foto Ngentot anal Taylor Sands dengan kontol gede


    2083 views

    Duniabola99.com – foto cewek cantik Taylor Sands dientot anal oleh pria berkontol besar dan gemuk diatas sofa hingga becek.

  • Video Bokep Kimmy Granger Threesome Dengan Ganas

    Video Bokep Kimmy Granger Threesome Dengan Ganas


    2682 views

  • Foto Ngentot anal pakai kondom dengan Perempuan Latina

    Foto Ngentot anal pakai kondom dengan Perempuan Latina


    2193 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang sexy pantat bahenol memek pink ngentot anal pakai kondom dengan pria berkontol gede.

  • Pembantu Muda Yang Panass

    Pembantu Muda Yang Panass


    15211 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Pembantu Muda Yang Panass ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita SexSebulan ini kami kerepotan soalnya yang biasanya membersihkan rumah pulang kampung, aku telepon dia untuk balik lagi kesini katanya sudah tidak bisa karena dia menjaga orang tuanya yang sudah tua di kampungnya, sedikit pusing juga tidak ada pembantu dirumah.

    Tapi memang nasib sedang mujur atau beruntung tak lama kemudian satu hari orang tua mendapatkan penggantinya, sebut saja nama Sania dia berasal dari desa Jawa tengah dia tamatan SD wajahnya yang lugu tapi memberi khas wajah desa yang oriental di usianya yang masih 18 tahun wajahnya begitu cantik.

    Awalnya istri aku tidak setuju akan pembantu ini karena dia tau kalau suaminya kadang kumat menjelma menjadi buaya darat hehe, tapi dengan segala cara aku meyakinkan istriku dengan berbagai alasan yang masuk akal.

    Pembantu Muda Yang Panass Sudah sebulan Sania menjadi pembantu dirumah aku, dia cukup gesit melakukan semua pekerjaannya dari ngepel, mencuci pakain, membantu memasak dan lain sebagainya, hampir satu minggu ini aku amati terus pekerjaan sungguh teliti dia jika melakukan sesuatunya, tapi lama kelamanaan wajah Sania semakin cantik.
    Sehingga aku melihat bodynya yang seksi bibirnya yang sensual, dagunya yang lancip membuat aku betah dirumah, saat itu di bulan Agustus 2015 tepatnya hari Sabtu karena memang di kerjaanku kalau sabtu dan minggu libur aku sengaja unutk bangun ebih awal dari hari sebelumnya, dan istriku kalau hari sabtu belum tentu libur karena dia bekerja di bidang jasa.

    Aku putuskan untuk langsung mandi biar fresh aku baru ingat kalau uair PAM di tempat ku ini sudah empat hari ini mati, yang biasanya aku mandi di kamar mandi dalam terpaksa aku mandi di kamar mandi satunya, saat keluar dari kamar aku mendengar suara air yang mengacur siapa lagi kalau bukan Sania, ceritasexdewasa.org dia sedang mandi di belakang penampungan air PAM.
    Kamar mandi ke dua pun aku lihat ternyata belum ada airnya jadi aku terus berjalan menuju dapur untuk mendidihkan air untuk membuat kopi biar segar, karena letak dapur dan penampunga air pam bersebelahan hanya terutup pintu aku iseng aja unutk mengintip Sania yang sedang mandi dan Waooooww tubuhnya bugil telanjang.

    Tak disangka dia sedang asyk menyabuni tubuhnya aku lihat payudaranya yang tidak begitu besar tai menantang terlihat putingnya yang coklat masih keras dan kencang membikin rodalku yang di dalam celana langsung menunjukan kejantananya. Agen Poker

    Sayangnya karena dia mandinya jongkok, meqinya nggak begitu keliatan bro, selesai mandi doi pakai handuk sambil deg-deg an takut ketahuan Aku keluar dari dapur menuju ruang tamu dan tanpa sepengetahuan doi.
    Aku ikutin dari belakang menuju kamarnya, dan Aku intip lagi ohh… ternyata dia punya kebiasaan kalo mo Subuhan gak pake apa-apa cuma jubah luar aja(tau kan maksud Aku) yg nutupin seluruh badannya.

    Pagi hari itu juga Aku gak nahan, sambil ngebayangin si Sania, Aku paksa istri Aku ngelayanin sampai 2 kali hahaha …gak kuat bro.

    Pembantu Muda Yang Panass Hari-hari selanjutnya Aku jadi rajin bangun pagi dan walau PAM udah lancar lagi, tp Aku masih bisa ngintip Sania dikamarnya sehabis dia mandi.
    Kebiasaan ngintip itu, bikin menambah ngeres otak Aku, dan keinginan mo menyetubuhi Sania makin bertambah besar.

    Hari itu mungkin hari Naas bagi Sania, tp hari beruntung buat Aku bro… hari itu hari Minggu pagi buta, Bini Aku sepulang kerja hari sabtu ada acara di kantornya sampai malam, akhirnya bilang nggak pulang ke rumah, dia pulang ke rumah orang tuanya yang nggak begitu jauh dari kantornya.

    Kesempatan neh, setan & iblis mulai main-main di otak Aku. seperti biasa, Sania bangun pagi terus langsung mandi, kali ini Aku nggak ngintip dia mandi.

    Tapi langsung masuk ke kamarnya, sambil deg-deg an nunggu dia selesai mandi yang ditunggu akhirnya datang juga…(kayak acara di TV ). pas dia lagi buka handuk tanpa bra bre bro lagi dengan tenaga yang dipinjemin setan, Aku langsung peluk dan Aku cium, doi gelagepan dan tentunya kaget bukan kepalang.

    “hhp..hppp” Sania berusaha untuk berontak tapi tau sendiri Setan ma Iblis udah nurunin ilmunya ma Aku, jadi doi gak bisa apa2 hehehe, mula-mula Sania Aku ancam, bahwa Aku udah punya photo bugilnya dan akan Aku sebarin ke kampungnya kalo dia nggak mau diem (padahal sih bohong, mana berani Aku moto doi, ketahuan bini berabe hehehe…) dan juga Aku ancam kalo dia gak mo nurut Aku bisa keras ma dia, dan Aku janji kalo dia nurut Aku akan tambah gajinya, akhirnya dengan terpaksa doi Nurut.

    Pembantu Muda Yang Panass

    Pembantu Muda Yang Panass

    “Pak… saya mau diapain”

    “sttt diem aja … pokoknya kamu taunya enak..”

    “Jangan perkosa saya pak!” kata Sania memelas

    “Siapa yang mau perkosa kamu, saya nggak akan perkosa kamu kok…saya cuma pengen cium aja”kata Aku untuk berusaha nenangin dia.

    Karena Aku udah yakin Sania gak berontak lagi, mulai bibir Aku yang dari tadi melahap ganas bibirnya, menjelajah kesekitar buah dadanya yang putih mulus dan bagai buah mangga mengkel itu.

    Sekitar agak lama juga Aku nyiumin dan menghisap buah dada dan putingnya Sania, sambil tangan Aku membelai belai lembut bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu tidak begitu lebat.

    “Pak.. jangan pak… saya belum pernah begini” ujar Sania, walau begitu tubuhnya mulai bereaksi.

    “Udah tenang aja gak papa kok…” jari tanganku mulai masuk pelan-pelan di sekitar bibir vaginanya puting susunya bertambah tegang.
    “Pakk..jangannn.” namun tanngannya berkata lain, tangannya memegangi kepalaku yang asyik menyedot dan memainkan putting susunya, seakan didekapnya, tidak mau dilepaskan

    Setelah puas dengan buah dadanya aku dorong dia ke tempat tidur dan mulailah menjelajah vaginanya uhh.. bersih bro vaginanya (ye..abis mandi, gimana gak bersih. dengan gemas Aku lahap dan Aku isep bibir meqinya, kadang Aku sedot. Sania meracau gak jelas

    “ehmmm pakk…teruss..pak” sudah banyak cairan bening memenuhi rongga meqinya, dan lidah Aku terus bermain di dalam meqinya sambil tangan Aku berusaha untuk membuka celana Aku sendiri.

    Mr. P Aku udah tegang dari tadi, setelah Aku lihat Sania udah horny banget, pelan pelan Aku pasang pengaman di Mr. P Aku dan Aku tempelin Mr.P Aku ke Miss V nya perlahan-lahan Aku masukin, ternyata walau udah banyak cairan susah juga Bro…maklum perawan hehehe…, kirain reaksi Sania nggak mau, ternyata karena udah horny kali ya, dia malah Bantu ngepasin Punya Aku ke Ms. V nya.

    “Pak…sakit pak, perihh…”

    “iya sakit sedikit, ntar juga enaknya banyak”

    Pembantu Muda Yang Panass Akhirnya dengan perjuangan keras bobollah keperawanan Sania, beserta lumatan bibir Aku ke bibirnya yang seksi itu, Mr. P Aku maju mundur tak kenal lelah,
    “Gimana sekarang udah enak kan?”

    “Hhee.. ehh….”

    Beberapa menit kemudian. Agen Poker

    “Pak .. eh.. Pak….saya…saya mau Pipis “ sambil merem melek akhirnya kakinya mengejang dan tangannya mencegkeram pundak Aku keras banget.
    Sania mencapai orgasme, mungkin untuk yang pertama kalinya. Dan Aku lihat dia lemas, tapi Aku gak perduli Aku kocok terus Mr. P Aku di dalam meqinya yang udah banyak cairan bercampur darah.

    “Ampun pak…ampunn…Sania capek”

    “Sebentar lagi sayang…” nggak sadar Aku ngomong sayang biasanya cuam ke bini,
    Tidak lama berselang Aku juga mencapai Orgasme.

    “Surt… Bapak juga dah mau keluar nehhh…”

    “Ehmmm… crot..crot”

    Seluruh badan Aku lemas, dan Aku rebah disamping Sania yang kelihatan menangis.

    “Pak… Sania takut nih”

    “Tenang…kamu gak bakalan hamil kok, dan nggak bakalan ada yang tahu…”

    Hari berganti hari, perbuatan kayak gini Aku ulang setiap ada kesempatan dan Sania dengan rela sekarang ngelayanin Aku, dan yang pasti Aku selalu siap pakai pengaman demi keamanan Rumah tangga Aku juga tentunya.
    Gaji yang Aku janjiin juga nggak lupa Aku tepatin, jadi lah Sania pengasuh yang multi fungsi, bisa ngasuh anaknya dan Bapaknya.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Hilang Perawan Akibat Nafsu Teman Yang Mengoda

    Hilang Perawan Akibat Nafsu Teman Yang Mengoda


    2677 views


    Duniabola99.com – Pada hari itu Desi berniat untuk menginap di kost temanya didaerah semarang, karena pagi harinya dia akan interview. Namun apa yang terjadi sesampainya disana. Devi malah di inapkan di kost cowok, Alhasil Devi-pun kehilangan keperawana-nya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

    Pada suatu ketika sebut saja namanya Desi bertempat tinggal sekitar 2 jam perjalanan dari daerah Semarang, usia 22 tahun perawakannya tinggi, putih , bersih, badan bisa dibilang kurus dan memiliki buah dada yang padat , kira kira 34B lah. Sebuah body ideal buat seorang wanita dan kayaknya dia tipe cewek hyper. Dia seorang perawat lulusan akademi keperawatan di daerah semarang.

    Setelah lulus dia ingin melamar kerja di salah satu Rumah Sakit daerah semarang barat. Pada suatu hari Desi meminta tolong temannya yang bernama Winda untuk menginap di kostnya, karena jadwal test interview Rumah sakit tersebut dimulai jam 06.00 wib. Kalau Desi berangkat dari rumah, takut telat dan tidak bisa mengikuti test tersebut, maka Desi kemudian menelpon Winda,
    “ Halo, Win ”
    “ Iya Dev, ada apa ??? ”
    “ Bantuin aku lah Win, Boleh gak aku nginep di kost kamu, satu malam aja, soalnya besok ada test interview pagi…, ”
    “ Wah ori Dev gak bisa Dev…. Soalnya malam ini cwok ku nginep kostku…, ”
    “ Gimana donk, mintain bantuan ama temen kamu dong ma…. Aku nginep semalem aja…. Pleasss…???, ”
    “ Ouw yaudah Dev, coba aku tanyakan dulu sama temenku, dan nanti aku kabarin lagi ya, ”

    “ Makasih ya Win, pokoknya plisss bantu aku ?? ”
    Selang beberapa menit kemudian, Winda menelpon Desi dan berkata bahwa ada salah satu temanya yang boleh ditumpangi kost semalem, dan akhirnya Desi pun berangkat dari rumahnya sekitar jam 19.00 malam dan sampai ke Semarang jam 22.00 malam dan langsung menemui Winda untuk mengantarkan ke tempat kost temannya tersebut.

    Pada saat itu hujan deras Winda boncengan sama Desi menggunakan motor menuju tempat kost temannya. Sesampai di tempat kost, kemudian Winda mengetuk pintu dan keluarlah temannya dari dalam kamar kost dan ternyata teman Winda penghuni kamar kost tersebut adalah seorang laki laki sebut saja namanya Dody kemudian Desi bersalaman den berkenalan.
    Sejenak Desi shok dan kaget ternyata dia ingin diinapkan di kost si Dody, kemudian Desi menarik dan membisiki Winda :
    “ Kok kamu gitu sich Win sama aku, masa iya aku kamu kamu suruh tidur di kost Dody ? ”
    “ Udah kamu tenang aja Dev, dia baik kok, dia sahabat aku dari jaman aku SMP, percaya deh sama aku, ”…
    “ Tapi gmana doooonk,,, aku kan gak enak….????, ”
    “ Yaudah kalo nggak mau, apa kamu mau cek in aja di hotel??? Aku anter…??? “
    “ Aku lagi gak ada uang Win, ”
    “ Yaudah kamu tidur sini aja, lagian kan Cuma numpang 5 jam kan ? besok kamu jam 5 udah berangkat test, ”

    Karena cuaca hujan deras, uangpun juga gak ada, akhirnya Desi mau menginap di kost Dody tersebut. Winda pun meninggalkan Desi. Kemudian Desi masuk ke kost Dody dan meminta ijin untuk menginap semalam. Kemudian keduanya pun mengobrol. Selang beberapa waktu, Desi Tanya kepada Dody dimana Kamar mandinya, karena Desi ingi berganti baju karena basah.

    Kemudian Dody menunjukan Kamar mandinya dan mengantarnya. Masuklah Desi ke kamar mandi dan berganti baju. Ketika ingin berganti pakaian, ternyata Desi lupa nggak bawa BRA dari rumah, Sedangkan BRA yang dipakai basah kehujanan. Pada aat itu Desi pun bingung, dan dengan terpaksa Desipun hanya memakai kaos singlet ketat tanpa BRA dan celana Boxer.

    Dengan malu malu dan rasa tidak enak Desi keluar kamar mandi dengan menutup dadanya yang besar dan montok. Dody seketika kaget dan bengong melihat body Desi yang ideal dengan perut yang kurus namun buah dadanya besar dan montok dan melihat tidak ada tali Bra di pundaknya. Munculah niat jahat dan pikiran mesum, Kemudian diantar kembali kekamar oleh Dody.

    Sampai di kamar Desi dengan malu malu Desi bilang kepada Dody, bahwa dia mau tidur karena besok berangkat pagi jam 5. Namun Desi mulai merasa tidak nyaman karena Dody terus memandanginya dengan wajah Mesum dan penuh nafsu. Namun Desi percaya apa kata Winda, bahwa Dody orangnya baik. Kemudian Dody menyuruh Desi tidur di kasur dan Dody tidur dengan menggunakan tikar dilantai.
    Dody berkata seperti itu karena kasurnya kecil hanya ukuran 1 orang saja (maklum kost murah ukuran 3 x 3 meter) berdekatan dengan kasur yang dipakai tidur Desi. Tak lama kemudian Desi langsung tertidur karena capek. Saat itu Dody belum bisa tidur dan masih mainan Handphone. Saat itu Dody melihat tidurnya miring menghadap ke tembok membelakangi Dody.

    Hal itu membuat bokong Devi yang semok dan montok tanpa selimut, kemudian punggungnya terlihat tanpa tali Bra. Seketika Kontol Dody mulai tegang dan sesekali Dody memotret tubuh Desi menggunakan HP nya. tidak lama kemudian Desi pun berubah posisi terlentang, terlihat buah dadanya yang montok dan putingnya yang menonjol terlihat dari singlet yang dipakainya.
    Dody terus memotret tubuh Desi beberapa kali. Karena Susana sepi dan hujan deras, tanpa berfikir panjang Dody kemudian mendekati Desi dan tidur disampingnya. Seketika itu Desi kaget dan terbangun seraya memberontak dan berkata.

    “ Kamu mau apa Mas Dody ?, ”
    “ Tenang saja Dev, kita butuh kehangatan malam ini, ”
    “ Mas, tolong jangan apa-apakan aku mas, aku masih virgin mas, ” ucapnya sambil menangis ketakutan.
    “ aku gak akan ngapa-ngapain kamu, aku hanya pengen tidur di deket kamu, ”
    “ jangan mas, aku gak mau mas, Mas Dody jangan…., ”
    “ percuma kamu teriak, gak aka nada yang dengar …. “
    Dengan penuh nafsu kemudian Dody menarik Desi dengan kuat hingga Desi dalam keadaan terlentang dan langsung ditindik dengan tubuh Dody. Dalam keadaan menangis, bibir manisnya diciumi oleh Dody, tangannya di pegang keatas dan di tekan kuat oleh Dody. Dody terus menciumi bibir dan leher Desi. Karena sudah tidak melawan, akhirnya Desi pun pasrah dengan keadaan.
    Dody-pun meremas buah dada Desi yag besar dan montok. Desi hanya bisa menangis sambil meronta, namun tak dihiraukan oleh Dody,
    “ kita nikmati malam ini Desi ,”
    “ tidak mas jangan, aku belum pernah melakukan seperti ini” ucap Desi sambil menangis dan memberontak.

    “ aku ajari malam ini cara bercinta, ”
    “ jangan mas, jangan… Please jangan Mas, ”
    Karena sudah tidak bisa berbuat apa apa, Desipun hanya pasrah dan menangis, .. Melihat Desi sudah terlihat lemas dan pasrah, tanpa menunggu lama, Dody langsung membuka kaos Singlet Desi, terlihat Buah dadanya yang montok padat dan putih bersih terawat, putingnya yang mancung berwarna cokelat kehitaman, menambah birahi Dody.
    Kemudian Dody menghisap dan menjilat puting Desi, sambil meremas buah dadanya dengan cengkraman yang penuh nafsu,
    “ aku bener bener beruntung bisa melihat buah dada indahmu dek,”
    “ jangan mas, aku mohon jangan Mas Dody, aku belum pernah seperti ini, ”
    Nafsu Dody semakin tak tertahan, dia kemudian melepas celananya dan menarik tangan Desi untuk memegang dan mengocok kontolnya. Namun Desi tidak mau dan terus memberontak. Tanpa buang waktu kemudian diarahkan kontolnya ke mulut Desi sambil di sodok sodokan ke wajah Desi. Saat itu Desi yang sudah tidak berdaya hanya bisa memberontak.

    Kontol yang sudah tegang dan nafsu yang tidak bisa tertahan, akhirnya Dody tanpa kata langsung melepas kaos singlet Desi dan melepaskan celana Desi. Saat itu nampak jembut Desi yang lebat dan halus, dengan paha yang putih mulus, Dody langsung memegang memek Desi dan menciumi bibir Desi.
    Kemudian Dody langsung meDevdih tubuh Desi yang sudah telanjang, dia buka paha Desi dan mulai menyodokan Kontolnya ke memek Desi. Desi sudah pasrah dan sudah tidak bisa memberontak. Berulang kali Dody berusaha memasukan Kontolnya tetap tidak bisa. Sampai saat itu Desi menangis kesakitan namun sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi, dia hanya merintih saja.

    Dody kemudian membasahi memek Desi dengan air liurnya yang di taruh tangan kemudian mengusapkan ke memek Desi berulang kali. Dengan penuh nafsu dan memaksakan untuk masuk kedalam memek Desi, pada akhirnya kontol Dody masuk ke memek Desi, Maka langsunglah Dody menggenjot keluar masuk dengan birahi memek Desi yang masih perawanan itu.
    Apalagi saat itu Dody melihat buah dada nya yang montok padat Ditambah lagi putting yang mancung dan tangisan Desi, tanpa berfikir dan menghiraukan Desi, Dody terus menggenjot memek Desi dengan Kontolnya, sesekali sambil meremas dan mengisap putting Desi. Desi terus menangis tersedu dan menahan rasa sakit, karena baru pertama melakukan sex.

    Setelah sekitar 15 menitan dan Dody sudah merasakan orgasme ingin mengeluarkan sperma, kemudian di cabut kontolnya dari memek Desi dan mengeluarkannya ke wajah hingga tercecer sampai leher dan buah dada Desi. Setelah mengeluarkan sperma ke wajah Desi, Dody terkejut, seluruh batang kontolnya berdarah,
    “ kamu benar benar masih perawan Dev???, ”
    “ aku gak pernah melakukan seperti ini mas, ” ucapnya sambil menangis dan memejamkan mata.
    “ maafkan aku ya Dev ??? aku gak tau kalo kamu benar benar masih perawan , ”
    “ aku sudah tidak berharga lagi mas, ini yang aku jaga dan hanya ini yang berharga dari aku mas, tapi mas sudah mengambilnya, ”
    Kemudian Dody membersihkan spermanya yang tercecer dimuka Desi lalu memeluk dan menenangkannya. Satu persatu pakaian Desi di ambilkan dan Desipun memakainya. Sunguh malang sekali Desi ini, Semoga saja Dody bertanggung jawab dengan kehilangan keperawan dari Desi.

  • Video bokep  Konatsu Hinata disiram minyak dan diikat dikursi

    Video bokep Konatsu Hinata disiram minyak dan diikat dikursi


    2916 views

  • Video Bokep Eva Lovia pencinta porno

    Video Bokep Eva Lovia pencinta porno


    2449 views

     

  • Kisah Memek Sang Perawan

    Kisah Memek Sang Perawan


    6612 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Sang Perawan ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2018.

    Duniabola99.com – Gadis yang masih duduk di kelas 2 SMP ini memang sudah menampilkan kecantikan dan kemolekannya namanya Lolita, di sekolah dia sering membuat teman temannya untuk mengagumi kecantikan tubuhnya dan keseksian tubuhnya tubuh yang langsing dengan rambut panjang matanya bersayu sayu , tak hanya teman sekolahnya yang di buat merangsang tapi para guru guru dan penjaga sekolah juga bernafsu jika melihat tubuh Lolita an dari situlah ada rencana jahat yang telah disusun untuk bisa menikmati tubuh Lolita.


    Hari sabtu tepatnya Lolita di panggil oleh pak Dayat menyuruh penjaga sekolah untuk menemuinya di kantor,

    “mba mba anda di panggil pak Dayat untuk menghadap??

    “kenapa ya pak, aku di panggil??? Aku di panggil

    Akhirnya Lolita menurut,ia menuju ruangan pak Dayat dengan Supri dibelakangnya.

    Supri terus menatap tubuh Lolita dari belakang,terutama dibagian pantat yang masih tertutup rok biru itu.sungguh indah bentuknya.

    Akhirnya Lolita sampai diruangan pak Dayat.

    “selamat siang pak!”sapa Lolita.

    “selamat siang,oh kamu silahkan masuk.” jawab pak Dayat.

    Baru saja Lolita duduk,tiba-tiba dari belakang ada yang membekap mulutnya ternyata itu adalah pak asep seorang satpam disekolah tersebut.seketika itu pula kepala Lolita terasa pusing,matanya mulai terasa berat hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.

    “akhirnya kita dapet juga”.seru Supri.

    “ayo cepat bawa dia”.sambung pak Dayat.

    Setelah beberapa saat tak sadarkan diri,akhirnya kesadaran Lolita mulai kembali,dia merasa berbaring ditempat yang empuk,tubuhnya masih lemas,serasa ada bau yang menyengat dari tubuhnya serta ada rasa lengket disana sini.hingga akhirnya dia sadar disekelilingnya ada pak Dayat,pak asep dan pak Supri yang sedang memainkan kontol mereka,dan rasa lengket dan aroma menyengat itu adalah sperma dari ketiga lelaki tersebut.

    Lolitapun segera bangkit dan mencoba untuk lari,namun terlambat pak Supri segera menangkapnya dan menariknya kembali kematras.akibat tarikan pak Supri yang kuat,membuat beberapa kancing baju seragam Lolita terlepas.kontan saja langsung membuat lelaki yang melihatnya bernafsu.

    Begitupun mereka bertiga,mereka langsung berebut untuk meremas toket Lolita yang baru saja tumbuh.mereka tak memperdulikan jeritan dan erangan Lolita yang merasa kesakitan karna toketnya diremas begitu kuat.

    “wah,empuk banget nih susu..enak..bikin gemes aja deh”. Celoteh Supri.

    “iya,pentilnya juga bagus,warnanya coklat muda”. Sambung pak asep.

    Kemudian pak Dayat menarik bra Lolita yang sudah melorot itu untuk melepaskannya.


    Kini toket mungil yang baru tumbuh itu benar-benar terlihat jelas.sepasang toket itu bergerak naik turun mengikuti tarikan nafas Lolita yang semakin berat.nampak baju seragam yang masih melekat kini basah oleh keringat Lolita dan juga bekas sperma ketiga pria tersebut.diwajahnya yang imut juga ada noda sperma yang bercampur dengan airmatanya.

    Melihat toket yang begitu menggoda,pak asep dan pak Supri berebut untuk menghisapnya,kini kedua toket Lolita menjadi santapan dta lelaki bejad yang tak berperasaan.sementara pak Dayat sudah menyikap rok biru milik Lolita dan menurunkan celana dalamnya,

    Dia begitu terperangah menyaksikan memek muridnya yang masih berupa garis lurus dan ditumbuhi sedikit rambut.pak asep dan pak Supripun menghentikan aktiviasnya dan mencopot seragam smp milik Lolita.kini yang melekat ditubuh Lolita hanya rok biru yang kini melingkar dipinggulnya.

    Kemudian pak asep dan pak Supri mengangkat kaki Lolita dan menariknya hingga menyentuh toket Lolita dan membuat pantatnya terangkat.hal itu memudahkan pak Dayat untuk menggarap memek Lolita.

    Pertama pak Dayat menjilati memek Lolita dan mulai menyentuh memek Lolita,jari-jari pak Dayat berusaha membuka bibir memek Lolita.namun,tak nampak lubang disana ini membuktikan bahwa memek itu masih sempit dan perawan.

    Perlahan pak Dayat memasukan kedua jempol tangannya dan kembali membuka memek Lolita,kini lubang kecil mulai nampak kemudian pak Dayat menyentuh klitoris Lolita dan lubang itu mulai membuka sedikit demi sedikit.pak Dayat melanjutkan aksinya kini dia meludahi lubang memek Lolita yang mulai terbuka,air liur pak Dayat langsung memenuhi lubang tersebut dan meleleh kebawah.

    “sekarang waktunya sayang!”. Kata pak Dayat sambil mengarahkan kontolnya kememek Lolita.

    “jangan pak,tolong saya masih perawan,jangan pak…”. Pinta Lolita.

    Namun itu tak menyurutkan niat ketiga bajingan itu.asep dan Supri tak henti-hentinya meremas dan menyedot toket Lolita.

    “min,susunya enak banget yah..kenyal banget!”. Komentar asep.


    “iya,tapi sayang belum keluar air susunya”. Balas Supri.

    Pak Dayat mulai menempelkan kontolnya dan bersiap untuk memperkosa Lolita.

    “jangan pak…jangaaaann….!”. Jerit Lolita yang mulai merasakan kontol pak Dayat masuk ke memeknya.

    Namun,pak Dayat tak memperdulikan itu.bahkan dia terus berusaha menanamkan kontolnya dimemek Lolita.

    “gila nih memek,sempit banget…enaak..”. Erang pak Dayat.

    Lolita hanya bisa pasrah dan meneteskan air matanya.tiba-tiba Lolita menjerit keras.

    “aaaahhh……sakiiiiit!!!”. Jerit Lolita.

    Rupanya kontol pak Dayat sudah masuk seutuhnya ke memek Lolita.sementara dia menghentikan gerakannya untuk memberi waktu kepada memek Lolita dan merasakan kehangatan memek muridnya.

    Sementara pak Supri dan pak asep masih asik memainkan toket mungil milik Lolita,puting Lolita yang baru tumbuh menjadi mainan yang tak membosankan.sementara tangan Lolita mereka gunakan untuk mengocok kontol mereka sambil sesekali memaksa Lolita untuk mengoral kontol mereka.

    Lolita mulai merasakan pegal ditubuhnya apalagi dengan posisi kaki yang diangkat dan direntangkan lebar oleh pak Dayat semakin membuat terasa pegal.

    Sebelum pak Dayat menggenjot memek Lolita,rupanya pak asep dan pak Supri yang sedari tadi kontolnya dikocok oleh tangan lembut Lolita dan sesekali dihisap juga oleh mulut mungil Lolita,mulai merasakan orgasme.merekapun segera menumpahkan sperma mereka kewajah dan toket Lolita crot…crot…crot,bahkan pak asep memaksa Lolita membuka mulut dan menumpahkan sebagian spermanya disana.

    “gila kocokannya enak banget,tangannya lembut!”. Komentar Supri.

    “iya,mulutnya juga enak buat nyepong”. Sambung pak asep.

    Akhirnya mereka menjauh dan memberi kesempatan kepada pak Dayat untuk menggenjot memek Lolita.

    Pak Dayat mulai menggerakan kontolnya perlahan,tentu saja ini membuat Lolita kesakitan dan merasa panas pada memeknya.

    “ah,,,,sakiiittt…t!”rintih Lolita.

    Namun pak Dayat tak memperdulikannya,dia malah terus menambah kecepatan kontolnya hingga menimbulkan suara diantara alat kelamin mereka.toket Lolita berguncang tak tentu karena genjotan pak Dayat.hal itu membuat pak Dayat gemas kemudian mengambil seragam putih milik Lolita untuk mengelap toket Lolita yang penuh dengan sperma asep dan Supri.setelah bersih pak Dayat meremas toket kanan Lolita dan menghisap puting toket kiri Lolita.lama kelamaan pak Dayat merasa kontolnya basah,rupanya Lolita sudah mencapai orgasme.

    “wah,muridku keenakan ampe ngeluarin peju”. Celoteh pak Dayat.

    Mendengar itu Lolita langsung malu,wajahnya yang penuh sperma semakin membuat nafsu pak Dayat meninggi.hingga akhirnya pak Dayat merasa akan klimaks dan mempercepat gerakannya.

    “aah…ahh…ahh…enaaak”. Lengkuh pak Dayat.


    Hingga beberapa detik kemudian pak Dayat mencapai puncak dan menyemburkan banyak sekali sperma dimemek Lolita.sambil menuntaskan orgasmenya,pak Dayat meremas toket Lolita dengan sekuat tenaga.hal ini membuat Lolita menjerit sejadi-jadinya.

    “aaaahhh….sakit pak..udah..udah.. Cukup pak”jerit Lolita.

    “diam kamu,telen aja semua peju bapak dimemekmu!”. Bentak pak Dayat.

    Akhirnya pak Dayat terkulai lemas diatas tubuh Lolita.kaki Lolita yang sedari tadi diangkatpun kini sudah diturunkan.

    Pak Dayat benar-benar menggilai muridnya ini.kontolnya masih tertancap dalam memek Lolita dan mulai mengecil hingga akhirnya terlepas.

    Nampak sperma bercampur darah mengalir dari memek siswi smp tersebut.kemudian pak Dayat bangkit dan memaksa Lolita untuk mengoral kontolnya.

    “ayo manis,bersihin kontolku yah..!perintah pak Dayat.

    Lolitapun dengan terpaksa membuka mulutnya dan mengemut kontol pak Dayat.setelah itu,pak Dayat mengambil rambut panjang Lolita yang juga basah oleh sperma untuk mengelus kontolnya.setelah puas,pak Dayat mundur.namun penderitaan Lolita belum selesai,karena masih ada asep dan Supri yang menunggu giliran mereka.

    Supri segera merebahkan diri disebelah tubuh Lolita,kemudian asep membopong Lolita dan menaruhnya diatas kontol Supri.kemudian mereka bekerja sama untuk memasukan kontol Supri ke memek Lolita.

    “cepet sep,bantuin gue masukin kontol kememeknya Lolita”. Perintah Supri.

    Akhirnya perlahan kontol itu menembus memek Lolita. Lolita yang sudah lemas pasrah saja mendapat perlakuan tersebut,sementara tubuhnya masih ditopang oleh asep sambil asep meremas toket Lolita.

    Supri terus menyodok memek Lolita dari bawah,kemudian asep yang sudah tidak sabar langsung mendorong tubuh Lolita hingga menempel ke dada Supri.

    Yang terjadi selanjutnya adalah asep berusaha menyodomi Lolita.pertama-tama dia membuka kaki Lolita lebar-lebar kemudian pantat Lolita yang bulat juga dibuka kemudian dijilatinya.setelah itu,asep mulai memasukan jari telunjuknya keanus Lolita.tentu saja itu membuat Lolita kesakitan,apalagi masih ada kontol dimemeknya.


    Setelah dirasa cukup,asep mulai mengarahkan kontolnya kelubang anus Lolita yang sedang berada diatas tubuh Supri.merasa ada benda aneh yang masuk keanusnya kontan membuat Lolita kaget dan kesakitan.

    “aduuuhh…sudaah..jangaaaann…!!!”. Jerit Lolita.

    Tangispun kembali pecah,namun tak mengurangi nafsu kedua orang tersebut.kini tubuh gadis smp itu berada diantara dua tubuh lelaki yang sedang mengejar kenikmatan masing-masing.

    Rambut Lolita yang panjang menjadi mainan baru untuk asep.rambut yang basah oleh keringat itu dielus-elusnya.sementara tangan Supri terus meremas toket Lolita yang menempel didadanya.

    mereka terus menggenjot tubuh Lolita yang sudah semakin lemah,hingga akhirnya mereka orgasme dan menumpahkan sperma dikedua lubang milik Lolita.

    “ah,gue nyampeee..gila nih memek enak bangeett..!”. Jerit Supri.

    “iya pantatnya juga semog legit!”. Sambung asep.

    Lolita hanya menangis dan berharap semua cepat berakhir.kontol asep dan Supri masih betah ditempatnya merasakan kehangatan lubang milik Lolita.hingga akhirnya asep bangkit dan mengangkat tubuh Lolita.

    “sekarang giliranku!”. Ucap asep seakan tak kenal lelah.

    Tanpa basa-basi dia mengangkangi kaki Lolita dan segera menggenjot memeknya.tangannya tak henti-hentinya meremas toket Lolita sambil terkadang melumatnya.dia juga beberapa kali mencium bibir Lolita yang sensual dan juga leher jenjang milik Lolita.hingga akhirnya datanglah orgasmenya dan lagi-lagi memek Lolita menjadi tempat pembuangan sperma.

    Kini mereka semua sudah lemas,nampak jelas terdengar hembusan nafas dari mereka.sudah lebih dari 3 jam mereka menggarap tubuh Lolita yang sudah tak berdaya.mereka juga memperkosa Lolita dengan posisi berdiri dan tubuh Lolita diapit ditengah.


    Mereka juga menggantung tubuh Lolita secara terbalik dan memisahkan kaki kiri dan kanan sehingga memperlihatkan memeknya,mereka bergantian memasukan jari dan meludahi kedua lubang milik Lolita.

    Tak hanya itu,mereka juga menyuruh Lolita push-up,sit-up dan kayang dalam keadaan bugil dan ada beberapa pensil menancap dimemek dan anusnya.setelah puas mereka memanggil anak buahnya yang tak lain adalah murid kelas 2 dan 3 yang terkenal bengal dan nakal.jumlah mereka ada 20 orang.

    “wah,akhirnya kesampean juga ngentotin Lolita”ujar salah satu dari mereka.

    “iya neh udah lama gue napsu ama nih anak apalagi kalo gue Lolitat toketnya..rasanya pengen gue remes ampe pecah!”. Sambung yang lain.

    Tubuh Lolita yang berdiri terikat tak bisa berbuat banyak

    Dan akhirnya mereka bergantian menggenjot memek Lolita dan yang belum kebagian mengocok kontol mereka dan menyemburkan ditubuh Lolita.

    Lutut Lolita terasa lemas.mungkin jika tangannya tak terikat dia sudah jatuh,kini memek Lolita sudah merah dan dipenuhi sperma.

    Mereka melepas ikatan Lolita dan menelentangkannya dimatras dan kembali menggarapnya.

    Sungguh,ini pengalaman yang sangat pahit bagi Lolita.gadis smp itu harus mengalami tindak kekerasan seksual dari guru dan teman-temannya.

    Sejak saat itu,murid-murid yang sudah merasakan memek Lolita terus meminta “jatah” dari Lolita.bahkan seseorang dari mereka pernah memainkan memek Lolita disaat sedang pelajaran.tentu saja sang guru tak curiga karna dia adalah pak Dayat.Lolita juga sering disuruh mengoral atau mengocok kontol mereka.

    kini,entah bagaimana nasib Lolita.karna tak kuat dengan semua itu,perlakuan mereka yang terakhir sungguh tak manusiawi.mereka menelanjangi Lolita ditengah lapangan setelah bubar sekolah,mereka juga memaksa Lolita bermain basket tanpa sehelai benangpun.


    Disela-sela ia main basket ada saja pria yang menggerayangi tubuhnya bahkan memperkosa Lolita dalam posisi berdiri.setelah itu,mereka membaringkan tubuh bugil Lolita ditengah lapangan dibawah terik matahari dan tongkat satpam dimemeknya.para pria mengocok kontol mereka dan memuntahkan sperma ditubuh Lolita,bahkan ada yang mengencingi dia.sekarang Lolita pergi entah kemana.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Pasutri.

  • Foto Bugil pirang Alix Lynx bermain dengan vaginanya pakai stoking

    Foto Bugil pirang Alix Lynx bermain dengan vaginanya pakai stoking


    2178 views

    Duniabola99.com – foto gadis muda cantik berambut pirang dengan toket yang bulat padat berisi Alix Lynx membuka celana dalamnya menampilkan memeknya yang tembem dan sangat hot yang akan membuat agan agan melakukan coli sambil membayangkannya hingga puas maximal. Jagan lupa siapkan tisu ya gan sebelum milihat lihat foto-fotonya

    Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,

  • Videp Bokep ibu mengajari anak dan teman untuk sex bertiga

    Videp Bokep ibu mengajari anak dan teman untuk sex bertiga


    2522 views

  • Foto Ngentot Olivia Devine  tidak tahan lagi bercinta diluar

    Foto Ngentot Olivia Devine tidak tahan lagi bercinta diluar


    2023 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang Olivia Devine putih cantik ngentot dengan pacarnya dihutan yang terbuka dibawah terik matahari.

  • Foto Bugil Remaja amatir muda Amelia Pearl memamerkan payudara kecil dan menyebarkan vagina

    Foto Bugil Remaja amatir muda Amelia Pearl memamerkan payudara kecil dan menyebarkan vagina


    2054 views

    Duniabola99.com – foto gadis cantik manis Amelia Pearl kurus mengangkat roknya disamping tangga memarkan memenya yang tidak berbulu dan berwarna pink sambil ngangkang. Agen Judi Bola

  • Cerita Sex Terobsesi Dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu

    Cerita Sex Terobsesi Dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu


    1385 views

    Foto Bokep KoreaNarasi Seks Terobsesi dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu – Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik berjudul Narasi Seks Mengambil Keperawanan Bu Tiara Atasanku. Namaku Sarmila, Saya ialah seorang Emak rumah Tangga, anakku dua orang, suamiku putra seorang figur agama yang mempunyai sebuah Yayasan Pendidikan Terintegrasi yang cukup populer di kotaku. Kehidupan rumah tanggaku mirip orang berumah-tangga umumnya. Awalannya kita tinggal asrama guru yang ada di komplek Yayasan punya mertuaku.

    Tapi saat ini, kita dapat membuat rumah sendiri dari pendapatan suamiku mengajarkan di Yayasan kepunyaannya orang tuanya itu, dan pendapatan gerai kecilku di muka gerbang Yayasan jual jasa service pengisian pulsa selular, dan loket pembayaran PLN, PDAM, dan sebagainya. Karena keseharianku cuma duduk di toko menanti customer, saya mempunyai waktu yang lumayan banyak untuk berseluncur di dunia Maya. Tulisan ini main-main ku tulis, untuk tuangkan suara hatiku yang tidak dapat dipisah pada beberapa orang di sekitarku, termasuk suamiku.

    Narasi Seks Terobsesi dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu
    Narasi Dewasa Terkini Kehidupan saat kecilku, ku merasai berbeda jauh dgn keadaanku waktu ini. Saya tinggal dengan orang tuaku di dalam rumah kecil yang cuma mempunyai satu ruang memiliki ukuran sekitaran 3m x 5m (kurag lebih demikian). Dinding papan yang tidak rata, dan lantai seperti piano, tiap keping papan mempunyai suaranya sendiri. Kamar mandi dan dapur cuma berdinding kain tanpa atap. Ruangan khusus mau tak mau di penyekat dgn dinding plastik untuk memberikan kesan-kesan kamar.

    Saya ialah anak tunggal. Emakku sebelumnya pernah hamil saat saya berumur tujuh tahun, sebagai wanita yang barusan tinggalkan babak balita, saya benar-benar suka karena akan mempunyai adik bayi. Tapi selanjutnya Emak keguguran waktu tengah bekerja di sawah bersama Babehku. Semenjak saat itu, saya tidak pernah kembali memperoleh pertanda akan mempunyai adik bayi. Semenjak saat itu juga, saya mulai terima sajian panorama kegiatan malam suami istri yang baru kupahami saat saya masuk SMP.

    Entahlah karena umurku yang sudah tidak balita kembali, atau oleh karena Emakku yang tidak berhasil memberikan adik padaku, saya merasa ke-2 orag tuaku makin kerap lakukan hubugan suami istri, Mengapa mereka tidak pernah jemu bermain dalam selimut, sedangkan saya sendiri merasa jemu serta terlatih dgn panorama bugil ke-2 orang tuaku itu, walaupun sebenarnya saat itu, saya tidak memahami mengapa mereka lakukan tersebut. Pikirku, seperti tersebut langkah orang dewasa tidur.

    Waktu saya beranjak dewasa, lingkungan dan dari pengalaman apa yang ku saksikan mulai memberikan pandagan jika tersebut yang diartikan dgn bercinta, di mana lelaki masukkan tangkai kemaluannya ke lobang kemaluan wanita. Makin saya mulai dewasa, saya merasa malu sendiri saat harus terbangun di malam hari, oleh irama lantai yang dimaikan oleh permainan sex orang tuaku. Panorama beraroma birahi itu berasa makin pemali untuk ku tonton, walaupun awalnya saya bahkan juga sebelumnya sempat merasa jemu menyaksikan kegiatan rutin malam yang mereka kerjakan.

    Diusiaku yang makin dewasa, saya kerap berpura-pura tertidur waktu ke-2 orang tuaku mulai masuk session pemanasan. Sesuatu malam, saya kembali terbangun dan saya berpura-pura tidur. Ku saksikan Babeh menciumi bibir Emak, selanjutnya langsung ke leher, dan turun ke wilBabeh dada sekalian melepas apapun itu yang tutupi buah dada Emakku. Buah dada Emak yang bundar kuat, diciumi, dilumat, diremas, dan terus dimain-mainkan oleh Babeh.

    Ku saksikan, Emak cuma terpejam dan kelihatannya ia nikmati apa yang dilaksanakan Babeh padanya., khususnya waktu Babeh mulai melepas sarung yang dikenai Emak jam tidur dan memulai tempelkan mukakan di selangkangan Emak. Benar-benar terang ku lihat gestur yang keluar badan Emak. Badannya menggeliat dgn desahan kecil yang keluar bibirya. Saat itu saya belum mengetahui, apa yang dilaksanakan Babeh di muara lubang kemaluan Emak, dan buat apa dia lakukan tersebut. Setahuku hubugan suami istri ialah di antara ke-2 alat kelamin mereka, tidak ada hubungan dgn muka.

    Hingga kemudian ku dengar sepotong kalimat dari Emakku yang mengusung sedikit badannya dgn bertumpu siku seolah ingin menyaksikan apa yang dilaksanakan Babeh di kemaluannya….

    “Terus, yah! jilat terus, yah!… Oooohh” Desah Emak sekalian mengusung ke-2 kakinya menunjuk lagit dan membuka kain sarung yang menyelimuti. Tidak berapakah lama selanjutnya, Emak jatuhkan lagi badannya, tapi ini kali, ke-2 tangannya menggenggam betisnya sendiri dan menariknya sampai lututnya sentuh buah dadanya yang kuat. Waktu tersebut, akhirya saya tahu yang dilaksanakan Babeh di kemaluan Emak. Dia mainkan lidahnya di belahan kemaluan Emak yang berrambut.

    Waktu Emak sedang terkangkang dgn kaki yang tetap ia pegang, ku saksikan Babeh berdiri dan memulai melepaskan sarungnya lantas denga cepat dia turunkan dan melepas celana dalamnya. Tersebut pertama kalinya, saya menyaksikan alat kelamin lelaki yang ku mengenal dgn istilah Kontol. Besar, panjang dan dikitari oleh rambut yang lebat.

    Tanpa menanti lama, Babeh duduk antara pagkal paha Emak dan memulai arahkan ujung tangkai kemaluannya ke lobang kemaluan Emak. Babeh memasukkanya dgn perlahan-lahan sampai pada akhirnya ambles masuk ke kemaluan Emak. Waktu Babeh menarik lagi keluar tangkai kemaluannya dan menusukkannya lagi ke, Waktu tersebut Emak keluarkan suara yang lebih serupa teriakan….

    “Oooh!…” Keriah Emak ketahan. Saya yang kaget dengar suara itu, secara spontan bangun dari tempatku tiduran.

    “Behh!… Emak kenapa…!!?” melihatku terjaga, mereka kaget. Emak langsung menarik, sarung yang sudah terlepas dari badannya dan tutupi sejumlah kecil badannya yang bugil. Sementara Babeh, cuma termenung dan biarkan kemaluannya masih tetap tertanjap di lobang kemaluan Emak.

    “Tidak ada apa-apa, Sayg! Mari tidur lagi…” Kata Emak sekalian berusaha meraihku dgn badan yang tidak sanggup dia gerakkan karena terkunci oleh tusukan kemaluan Babeh di kemaluannya.

    “Babeh ama emak sedang apa?” Kataku dgn bahasa simpel coba cari jawaban atas apa yang ku dengar di luar dan ku saksikan di rumah.

    “Babeh sedang isi perut Emak dgn dede bayi…” Kata Babeh yang kelihatan mulai membuag rasa kagetnya.

    “Mari tidur kembali, Sayg!” Kata Babeh sekalian mulai bergerak lagi perlahan-lahan memompa badan Emak.

    “Emak gag apapun?” Kataku kembali sekalian berajak merapat dan tiduran dilegan Emak.

    “Iya…! Emak tidak ada apa-apa, Sayg! Sini tidur dekat Emak, ya! Mari tutup matanya….” Kata Emak membujukku.

    “Emakk….” kataku, sekalian mengusung kepalaku untuk melihat muka Emak.

    “Iya, Sayg…!? Jawab Emak dgn tenang, setenang badannya yang terus bergerak karena Babeh terus memacu lobang kemaluan Emak dgn kemaluannya seakan tidak peduli dgn kedatanganku.

    “Sarmila ingin pipis… temani ke belakang, Makk!” Kataku yang waktu Emak memang ingin pipis.

    Emak tidak segera menjawab. Dia melihat muka Babeh dan memberikan kode dgn keningnya. Babeh menjawab dgn keningnya, lantas Emak melihatku dan berbicara:

    “Dapat tahan sesaat tidak, Sayg?” Kata Emak.

    Itil V3
    “Mengapa, Makk?” Tanyaku kembali.

    “Agar Babeh tuntaskan tugas Babehh sesaat, ya Sayg! Kata Emak…

    “Babeh kerjakan apa, Bu?” Tanyaku kembali.

    “Lhoo… kan barusan Babeh sidah bilang… Babeh kembali membuat dede untuk Sarmila…” Jawab Emak coba menentramkanku. Saya cuma manggut-manggut seakan memahami.

    Peristiwa malam itu seolah memberikan peluang untuk bebas nikmati panorama pemali yang tidak semestinya ku tonton. Saya duduk sekalian memerhatikan Emak yang terkangkang karena kemaluan Babeh yang terus masuk keluar di lobang kemaluan Emak.

    Melihatku melihat Babeh yang terus mainkan kemaluannya di lobang kemaluannya, Emak pada akhirnya minta Babeh untuk meredam birahinya. Babehpun mengalah dan mengambil kemaluannya dari lobang kemaluan Emak. Babeh jatuhkan badannya di atas sebuah bantal sekalian menarik sarungnya dan tutupi kemaluannya yang tetap kelihatan tegak berdiri. Sementara Emak bangun dan raih sarung dan membalutkannya ke badannya. Dia selanjutnya temaniku ke belakang untuk membuang air kecil.

    Waktu lagi ada di dalam kamar mandi terbuka tanpa atap itu, saya melemparkan lagi pertanyaan pada Emak.

    “Mengapa Babeh membuat dede di perut Emak?” Kataku sekalian pipis. Emak cuma tersenyum medengar pertanyaanku, Dia tidak memberikan jawaban, tapi cuma ambil segayung air untuk bersihkan wilBabeh selangkanganku.

    “Masalahnya kita punyai ini . Maka Dedenya dapat keluar… Babeh tidak punyai!” Kata Emak.

    “Ooh…!” Jawabku yang sanggup terima jawaban Emak untuk anak seusiaku saat itu. Sesudah saya usai membuang air kecil, kita kembali lagi ke kamar dan Emak tiduran sekalian merengkuhku. Tidak lama berlalu, ku merasai badan Emak bergoyg lagi. Saya berusaha lagi bangkit kembali, tapi Emak meredamku dan membali merengkuhku sekalian berbisik.

    “Sayg! malam telah terlarut, esok Sarmila kan sekolah kembali. Kelak terlambat bangunnya…” Kata Emak meneangkanku. Pada akhirnya ku coba pejamkan mata, walaupun menasaran karena badan Emak bergoyg lagi. Ku coba melihat di sela di antara badanku dan badan Emak. Ku saksikan sarung yang membalut badan Emak sisi bawah kembali terkuak. Sementara Salah satunya kaki Emak terangkut ke atas dan digenggam oleh tangan Babeh. Ku saksikan ada kaki Babeh antara selangkangan Emak.

    “Maaakk….!” Saya panggil lagi Emak dgn suara sedikit berbisik.

    “Mmhh…?” jawab Emak singkat.

    “Babeh masukkan kontol ke lobang ee, ya, Bu?” Tanyaku kembali.

    “Sayg!Sudah… jangan bicara kembali,…” jawab Emak dgn suara semakin tinggi. Saya pada akhirnya cuma diam simpan tanda pertanyaan dalam hatiku. Akhirya saya tidur kembali membelakangi Emak da merengkuh guling yang ada disebelah sebeluhku.

    Rasa ingin tahu yang dihias oleh nada-nada lantai dan situasi gubuk kecilku yang terus bergoyg membuatku tidak bisa dgn gampang pejamkan mata. Sesudah beberapa saat, saya kembali lagi meghadap ke Emak, sekalian terus merengkuh guling. Pemadangan baru yang lain kembali ku tonton. Saat Emak duduk di selangkangan Babeh dan mengulum kemaluan Babeh. Babeh yang ketahui saya belum tidur cuma tersenyum melihatku. Dia kelihatannya biarkan saja saya menyaksikan mereka bertelanjang riang.

    Tidak berapakah lama selanjutnya, Emak berdiri dan melagkahi badan Babeh lantas ambil sikap duduk di mana kemaluan Babeh berdiri yang tegak. Degnan Salah satunya tanganya, ia pegang kemaluan Babeh yang besar dan panjang, lantas arahkan ujung kemaluan Babeh kembali lagi ke lobang kemaluannya. Sementara itu tangan satunya menggenggam belahan kemaluannya lantas dia mulai turunkan bokongnya perlahan-lahan sampai kemaluan Babeh kembali ambles masuk ke dalam lobang kemaluannya.

    Emak mulai ambil ancang-ancang dgn turunkan badannya ke belakang dgn bertumpu pada ke-2 lengannya, lantas ku saksikan Emak mulai mainkan patatnya mundur-maju, hingga kemaluan Babeh masuk keluar di lobang kemaluannya. Desahan untuk desahan terdengar kembali, dan bersatu dgn irama lantai.

    Posisi semacam itu kelihatannya tidak demikian nyaman untuk Emak. Dia selanjutnya membalik badannya di depan dan bertopang lagi dgn ke-2 tangannya. Emak menggoyg lagi bokongnya mundur-maju seperti berusaha menggaruki gatal dalam kemaluannya dgn sebuah alat yang namanya kemaluan.

    Tidak berapakah lama dgn posisi itu, Babeh merengkuh badan Emak dan bergulir lantas Babeh putar posisi mereka bercinta sejumlah derajat hingga kaki Emak menyentuh hampir mukaku. Tapi saat itu, Babeh langsung mearik kaki Emakdan mengangkangkan lagi ke dua kakinya. Entahlah menyengaja atau tidak, posisi itu membuatku bisa menyaksikan permukaan kemaluan Emak yang banyak rambut lebat.

    Dgn ke-2 kaki yang terkangkang, ku tonton dgn terang saat Babeh arahkan kemaluannya ke selangkangan Emak dan meerobos masuk memotong bibir kemaluan Emak yang kelihatan gemuk. Dapat ku saksikan dgn terang bibir kemaluan Emak bergerak senirama dgn pergerakan masuk keluarnya kemaluan Babeh di lobang kemaluanya tersebut.

    Makin lama, Babeh makin cepat mengocak lobang kemaluan Emak dgn kemaluannya. Desahan Emak makin kuat, kadang-kadang dia meracau tidak karuan,, hingga kemudian Babeh berhenti dgn sebuah tusukan dalam ke lobang kemaluan Emak. kaki Emak jatuh di ke-2 segi badannya, dan Babeh juga roboh di atas badan Emak.

    ***

    Makin saya memahami dgn sex, makin saya diberikan pemadangan-pemandangan yang pada akhirnya menggairahkanku untuk melakukan. Sampai sesuatu saat, keperawananku pada akhirnya harus lepas karena dorongan birahiku sendiri. Pas sesudah saya menamatkan pendidikan SMA, saya tidak sanggup untuk meredam pergolakan keinginan bercinta yang cuma dapat ku peroleh dari bermasturbasi.

    Siapa lelaki yang untung memperoleh keperawananku? Ia tidak lain ialah Babehku sendiri. Waktu pulang dari Acara perpisahan sekolah, dgn baju seragam putih Abu-Abu yang penuh dgn berwarna-warni perpisahan, saya menyaksikan Babehku sedang mandi. Waktu tersebut, saya lagsung bertandang ke Babehku ke kamar mandi dan melepaskan atribut kesiswaanku, sekalian tribut kewanitaanku di muka Babeh yang sedang mandi. Melihatku berdiri tanpa baju sekalian tersenyum kecil ke Babeh, lantas ku ucapkan:

    “behhh! lihatlah aku….!! Saya tidak lagi beberapa anak, kan?”

    “Ya, pasti, Sayg?” jawab Babeh tanpa gestur melihat badanku.

    “Apa rambut-rambut ini belum tebal untuk disebutkan remaja?” tanyaku kembali.

    “Apa tujuanmu, Sayg?” jawab Babeh kelihatan kebingungan pahami apa tujuan pertanyaanku.

    “Behh! Ajari saya lakukan itu, Behh!” Pintaku.

    “Lakukan apa?” Bertanya Babehku makin kebingungan.

    Dgn melemparkan senyumku ke Babeh. Saya segera mengambil langkah dekati Babeh yang masih basah dgn cuma kenakan celana dalam. Ku pegang dan ku raba-raba berbeda yang ada pada celaa dalamnya, lantas ku ucapkan:

    “Saya ingin inni, behh!” Bisikku sekalian melingkarkan lenganku di leher Babeh dan coba mencium bibirnya.

    Babeh cuma termenung menyaksikan kelakuanku yang aneh, tapi beberapa saat selanjutnya dia menyongsong kecupanku, lantas melingkarkan tangannya di pinggangku, hingga badanku mendekat ke badan Babeh. Dalam posisi itu, ku coba untuk menyisipkan jariku masuk ke celana dalamnya dan menggenggam benda yang benar-benar ku idam-idamkan sudah sejak lama.

    Sebagai lelaki normal, Babeh sepertiya tidak sanggup meredam dorongan birahinya saat ada seorang wanita tanpa baju memikat dan ajaknya untuk bercinta. Ku merasai kemaluannya mulai menegang. Waktu tersebut ku coba keluarkan benda itu dari celana dalam Babeh.

    Hembusan darah penuh keinginan, seolah mengucur kuat waktu Babeh mulai mainkan jarinya di belaha kemaluanku., yang bersambung dgn permainan lidahnya yang membuatku lemas dan nyaris tidak sanggup kembali berdiri dgn cuma ia kaki menyokong badanku. Untungnya Babeh lumayan kuat untuk menyongsong badanku dan membaringkanku di lantai kamar mandi yang basah.

    Dalam situasi birahi yang naik-turun, dan dorongan gairah syahwat yang tidak tertahan, pada akhirnya Babeh dgn style 1/2 memaksakan, dia buka selangkanganku dan memulai arahkan tangkai kemaluannya ke lobang vaginnaku yang telah tersaji prima dan tidak peduli kembali pada status jalinan darah, asal gairah tercurahkan.

    Perlahan-lahan tapi tentu, kemaluan Babeh mulai memaksakan masuk ke dalam lobang kemaluanku yang betul-betul masih perawan. Sanpai pada akhirnya, dgn sedikit penekanan memaksakan, kemaluan Babeh sukses menyobek mahkota keperawananku.

    Hal pertama yang ku merasai ialah berikut rasanya saat kemaluan isi ruangan dalam kemaluan. Gesekan, penekanan, sentuhan, dan kehangatan yang tidak dapat didapat dari hal-hal lain selainnya benda yang cuma dipunyai oleh lelalki tersebut. Kemaluan Babeh berasa sesak dalam lobang kemaluanku. Pergerakannya masuk keluar lobang kemaluanku, seolah bersinggungan kuat dgn dinding kemaluanku paling dalam.

    Makin lama gesekan-gesekan di dindig kemaluanku itu makin membuatku rasakan kemaluanku makin keluarkan banyaka cairan, entahlah apa dan tiba darimanakah. tapi cairan itu membuat gesekan makin berasa licin dan memberikan kepuasan tertentu. Saya tidak lagi pikirkan asumsi jika lelaki sukai lobang yang kesat,. Yang ada dibenakku, saya ingin selekasnya capai pucuk kepuasan dgn kemaluan yang lagi ada dalam kemaluanku.

    Tidak menanti berapakah lama, pucuk kepuasan itu mulai berasa dan saya seolah terbang melejit medekatiya, dan….

    “Ooohhh…!” Sebuah desahan melambungkanku ke alam yang penuh dgn kepuasan. Saygnya, saat itu, Babeh akhiri perjalananku di alam kepuasan dgn sebuah hujaman keras yang menyadarkanku jika Babeh sudah menumpahkan cairan sperma dalam kemaluanku.

    Saat itu, kepuasan secara langsung berakahir dgn rasa ketakutan akan hamil di luar pernikahan dan memiliki kandungan anak dari buah cinta Babeh.

    Hari untuk hari ku lalui dalam rasa ketakutan dan keinginan supaya hal yag tidak diharapkan itu tidak akan perah terjadi. Walaupun saat sesudah lakukan jalinan tubuh dgn Babeh, saya segera berusaha keluarkan dan bersihkan cairan sperma Babeh dari lobang kemaluanku. Tapi kekuatiran masih tetap tidak dapat ku membuang dari pikiran.

    Rasa ketakutan ini, membuatku berpikiran jauh di depan, pikirkan gagasan apa yang akan ku kerjakan saat ini harus terjadi. Penyesalanku, ialah mengapa tidak dari saat sebelum melakukanya saya pikirkan jauh di depan.

  • Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy


    2807 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Aku merupakan seorang mahasiswa  di salah satu perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah semester akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Sebab itu aku jadi sering main ke tempat abangku di Jakarta.

    Waktu aku ke Jakarta. Ketika aku sampai mampir ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah dan sopan kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Gading. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Merry, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Sherly, duduk di kelas 2 SMP.

    Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Gading untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.

    Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Gading. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis “Hallo, Oom Rendy..!” Sherly yang baru masuk tersenyum.
    “Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Sherly sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
    Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah..

    Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Sherly duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.
    “Ih! Oom Rendy! Begitu, tho, caranya..? Sherly sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
    Gugup aku menjawab, “Sherly.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”
    “Aahh, Oom Rendy. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Sherly  di sekolah lebih serem.”

    Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Sherly justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Sherly terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.

    Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Sherly sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan.. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

    Setelah makanan siap, aku memanggil Sherly . Dan.., sekali lagi astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celanaku.

    Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

    “Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!”
    “Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian.. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”
    Mia mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan.
    “Yang bener.. Sherly pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!”
    “Aahh.. Oom Rendy ngeledek..!”
    Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan.. tersandung!

    Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Sherly mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Nafas Sherly makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
    “Uuuhh.. mmhh..” Sherly menggelinjang.
    Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.
    Aahh..! Sherly menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!

    Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Sherly yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Sherly. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

    “Ehh.. mmaahh..,” tangan Sherly meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.
    Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.
    “Ooohh.. aduuhh..,” Sherly mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
    Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Sherly akan terlonjak dan nafas Sherly seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

    Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Sherly tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Sherly.
    “Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Sherly membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.
    Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Sherly  dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Sherly dan aroma kemaluan Sherly di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

    Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Sherly, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Sherly menekan pantatku dari belakang.
    “Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm..”
    Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Sherly semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Sherly  masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil. Markas Judi Online Dominoqq

    Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Sherly memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Sherly terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

    Sebentar kemudian kernyit di dahi Sherly menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Sherly mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.
    “Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm..”
    Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Sherly, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Sherly sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Sherly  segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Sherly makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

    Setelah tubuh Sherly melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Sherly tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.

    Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
    “Aduh, Oom.. Sherly lemes. Tapi enak banget.”
    Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Sherly yang masih amat kencang.

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan.. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Sherly.. entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Sherly kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.

    Kembali ke rumah Boneng, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Sherly pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kemaluanku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku “blowjob”, aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Video Bekep Eropa cewek rusia francheska ngeotot threesome anal

    Video Bekep Eropa cewek rusia francheska ngeotot threesome anal


    2398 views

  • Big Fucking Titty Milf getting Fucked

    Big Fucking Titty Milf getting Fucked


    2158 views

  • Foto Ngentot Istri Latin Esperanza Gomez memek dicukur

    Foto Ngentot Istri Latin Esperanza Gomez memek dicukur


    2066 views

    Duniabola99.com – foto cewek latin rambut pirang ngentot dengan suaminya yang berkontol gede diatas sofa dan menghantam keras memeknya.

  • Kisah Memek Bermain Dengan Wanita Bule

    Kisah Memek Bermain Dengan Wanita Bule


    2558 views

    Duniabola99.com – Ini adalah pengalaman sekali seumur hidupku. Saat ini saya sekolah di Australia. Disini banyak disco party yang diselenggarakan juga oleh anak-anak Indonesia. Nah kebetulan last weekend tempo hari ada party di satu pub di Downtown. Saya pergi kesana dengan beberapa rekanku. Pembaca semuanya kan tahu bila rutinitas di party lebih malam lebih ramai.


    Party ini baru diawali jam 10 malam, namun saya pergi sekitaran jam 11. Nyatanya yang datang telah agak banyak. Kurang lebih jam 12 malam, telah banyak orang yang disco, minum-minum, merokok di smoking ruang. Saat ini baru di keluarkan ketentuan kalau tiap-tiap bar atau pub di Perth tidak bisa merokok didalam, jadi di party ini disiapkan tempat merokok. Pokoknya suasananya enak sekali deh.

    Selalu saya minum-minum dengan rekanku di dekat barnya. Bar ini dekat sekali dengan tempat disco-nya, jadi sembari minum-minum serta bercakap kita dapat mengecengin orang yang tengah disco. Rekanku mengajakku minum, kuladeni namun dia menyuruhku yang pesan minumannya. Kebetulan ada waitress yang lewat, kupanggil lantas kupesan minuman beer. Waitress-nya orang Amerika. Berwajah oke, selalu body oke, buah dadanya kurang lebih 36B, pokoknya oke. Rekanku selalu mengajakku taruhan $500 bila saya dapat bersenggama dengan waitress itu. Saya sanggupi taruhannya.

    Saat waitress-nya datang membawa minuman, kuberi tipnya agak besar (disini bila pesan apa-apa harus bayar panduan). ” Oh, thank you. My name is Stephanie. Do you need anything else? Call me if you want to order again. ” Waitress-nya tampak suka sekali. Kubilang kalau saya kelak pesan sekali lagi ke dia. Selalu dia pergi sekali lagi meladeni orang yang lain yang ingin pesan minum.

    Setelah beer-nya habis, kupanggil sekali lagi si waitress itu, pesan minuman sekali lagi. Saat datang, kubayar sembari saya menggodanya. Nyatanya dia sukai. Habis menggoda sembari bercakap sebentar, kutanya jam berapakah dia usai kerja. Saya katakan saya ingin mengajaknya berjalan-jalan. Dia katakan beres jam 2 pagi. Saya katakan kelak kutunggu ditempat yang kutunjuk. Dia katakan oke. Beres langkah pertamaku.


    Pada akhirnya saat ini telah jam 2 pagi. Rekan-temanku telah tidak sabar mendengar berita baiknya, namun mereka pergi sekali lagi ke tempat beda. Selalu saya segera ketemu waitress itu yang telah siap pergi, tak akan menggunakan baju kerja. Lagian party kan agak gelap jadi tidak demikian terang memandangnya. Saat saya ketemu dia, wow man, bodinya serta buah dadanya membuatku terangsang. Selalu kubawa saja dia ke restoran Thailand (restorannya buka hingga pagi), bebrapa bercakap mengenainya sembari minum. Nyatanya bercakap dengannya enak sekali kelihatannya saya telah mengenalnya mulai sejak dahulu. Pada akhirnya omongannya merembet ke arah gituan. Saya telah bernafsu sekali.

    Pelan-pelan kudekati dia selalu kucium pipi, ke leher hingga pada akhirnya ke bibirnya. Kebetulan kita duduknya agak mojok jadi tidak demikian terlihat orang yang lain, telah demikian saya pernah lihat jam tunjukkan jam 4 pagi, jadi telah sepi sekali. Nyatanya saya terima responnya. Kutanyakan padanya apakah ingin gituan denganku. Tahu-tahunya dia ingin. Pada akhirnya kita sepakat ingin ke tempatku soalnya tidak demikian jauh. Segera saja kami pergi ke tempatku.

    Di mobil, tanganku telah mulai gatal. Satu tangan pegang setir, satu sekali lagi berkelana. Pelan-pelan tanganku menyelusup ke paha selalu ke daerah selangkangannya. Kebetulan dia menggunakan rok, jadi tanganku tak ada kesusahan masuk ke sela-sela pahanya. Dia nikmati benar elusanku. ” Mmmh.. mmh.. oohh.. ohh.. ” Sesudah kurang lebih 10 menit saya terasa CD-nya mulai agak basah, saya berhenti mengelus-elus sekali lagi soalnya telah tiba. Setelah tiba di apartemenku, kugendong dia sembari ciuman. Lidahku juga beraksi. Dia agresif sekali. Ke-2 tangannya memeluk leherku, selalu kakinya ke pinggangku. Hingga di kamarku, kita masih tetap ciuman. Tanganku mulai meraba buah dadanya yang aduhai besarnya.

    Baru kesempatan ini saya rasakan buah dada orang bule, mimpi apa saya semalam. Kuremas-remas buah dadanya, dia makin nafsu saja. Saya telah tidak tahan menginginkan bersetubuh dengannya, kubuka baju dan roknya. Dia juga buka baju serta celanaku. Saat ini dia tinggal menggunakan BH serta CD hitam, sedang saya tinggal menggunakan CD, saya memandangnya menjadi tambah nafsu. Kelihatannya warna hitam itu lambang warna sex. Kupeluk dia dari belakang sembari mengelus-elus buah dadanya sembari mencium lehernya.


    Selalu kubuka BH-nya. Ini event yang menggairahkan. Kuelus-elus buah dadanya yang mulus itu. Dia juga nampaknya terangsang sekali. Kubuka CD-nya bebrapa perlahan selalu giliran dia buka CD-ku. Kemaluanku telah tegang sekali. Dia lihat kemaluanku lantas mengelus-elus batang kemaluanku. ” Oh.. oh.. mmhh.. ” tidak berapakah lama automatis dia mengisap batang kemaluanku ” Oh.. yes.. oh.. ” Mainan lidah serta mulutnya yang telah mahir itu buat kemaluanku tegang prima. Telah 10 menit kurang lebih dia mengisap batang kemaluanku. Saya telah nyaris keluar namun kutahan serta kusuruh dia berhenti. Selalu kurebahkan dia di ranjang. Kubuka pahanya lebar-lebar, terlihat bulu kemaluannya rapi berwarna coklat serta liang kemaluannya yang merah merekah.

    Kujilati buah dada serta puting susunya. Dia meringis kesenangan. Kurang lebih kujilati sekitaran 5 menit buah dadanya dengan bergiliran kanan serta kiri. Selalu kujilati serta kumainkan klitorisnya, tanganku yang satu mengelus-elus pahanya, satu sekali lagi mengelus-elus buah dadanya. Dia nikmati enaknya jilatanku, ” Mmmhh.. ooh.. yes.. baby.. uuhh.. faster.. uhh.. ” Sesudah nyaris 10 menit dia mulai orgasme. Dia telah seperti kemasukan setan, kupercepat pergerakan lidahku.

    Pada akhirnya dari liang kemaluannya keluarkan banyak cairan. Kujilati cairannya hingga bersih walau agak bau serta asam. Namun saya sukai. Saya mulai aksiku namun terlebih dulu saya menggunakan kondom dahulu takut kemungkinan penyakit. Kuarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya yang telah terangsang sekali, selalu kumasukkan bebrapa perlahan, ” Bless.. ” masuklah batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, ” Oh.. mmhh.. ” saya tak ada problem memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, soalnya dia telah tidak perawan sekali lagi serta kemaluannya telah agak basah. Pelan-pelan kugenjot dia sembari berciuman.

    Sebagian waktu lalu, tempo permainanku kupercepat. Dia meringis kesenangan, kupercepat sekali lagi, dia makin agresif. Kurang lebih 15 menit permainan kami berjalan, dia keluarkan cairan sekali lagi. Saya dapat rasakan karna pergerakanku semakin licin.


    Sesudah ambil nafas sebentar, saya katakan ingin ganti tempat doggy model. Selalu dia menungging di dekat tepi ranjang. Kuelus-elus pantatnya yang montok, lalu kuarahkan kemaluanku serta memasukkan bebrapa perlahan. Tanganku mengelus-elus buah dadanya, ” Ohh.. uuh.. uhh.. ” dia kesenangan. Selalu kugenjot sekali lagi makin cepat, dia mulai klimaks saat ini, ” Ohh.. ahh.. aahh.. mmhh.. ” dia ingin keluar, namun saya masih tetap dapat menahan punyaku. Pada akhirnya liang kemaluannya berlepotan cairan kewanitaannya. Kucabut kemaluanku sembari membalikkan tubuhnya serta menyuruhnya rebahan di pinggir ranjang.

    Kujilati bibir kemaluannya hingga bersih lantas kusuruh dia main diatas. Saya rebahan, lantas dia dengan tempat jongkok diatas tubuhku coba memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. ” Bless.. ” dia menggoyangkan pinggulnya serta pantatnya. Dia percepat goyangannya ” Aahh.. aahh.. ahh.. ” saya katakan kalau saya telah ingin keluar. Dia menggenjot sebentar lalu berdiri melepas kondomku, selalu dia menghisap batang kemaluanku dengan ganas. ” Oh.. sangat nikmat.. ” pada akhirnya spermaku muncrat didalam mulutnya, enak sekali rasa-rasanya. Dia menjilati spermaku hingga bersih.

    Setelah permainan ini usai, kita tidur dalam kondisi bugil. Kita baru bangun jam 3 sore, lantas kuantarkan dia pulang. Hingga di tempat tinggalnya, saya telah janjian ingin ketemu sekali lagi serta bertanya nomor teleponnya. Pada akhirnya saya telepon rekanku serta pada akhirnya bisa $500 dari rekanku itu. Lumayan $500 buat menutupi bayar apartemenku serta bisa kesenangan tidak ada tara sekali lagi. Sering-sering taruhan seperti begini oke juga.


  • Foto Bugil Gadis remaja dengan rambut merah memamerkan vagina botaknya

    Foto Bugil Gadis remaja dengan rambut merah memamerkan vagina botaknya


    2575 views

    Duniabola99.com – foto gaid pirang bugil melepas semua pakaiannya menampilkan toketnya yang kecil dan memamerkan memeknya yang botak. Fortunebet99

    Kumpulan foto gadis, kumpulan foto cewek cantik Tumblr, Foto-foto Cewek Cantik karyawan Indomaret Imut Banget, Gudang Foto Cewek Cantik & seksi, Kumpulan Foto Cewek2 Cantik Berjilbab Terbaru 2019, Kumpulan Foto Cewek Cantik,

  • Ibuku mengajari ku hisap kontol gede dan ngentot saat mabuk

    Ibuku mengajari ku hisap kontol gede dan ngentot saat mabuk


    2542 views