Author: dbgoog99

  • Video bokep Marie Konishi dikerjai oleh 3pria dirumahnya

    Video bokep Marie Konishi dikerjai oleh 3pria dirumahnya


    3020 views

  • Video Bokep Eropa ngento cewek cantik dalam mobil pertama kali bertemu

    Video Bokep Eropa ngento cewek cantik dalam mobil pertama kali bertemu


    13041 views

  • Kisah Memek Sensasi Sinto

    Kisah Memek Sensasi Sinto


    2379 views

    Duniabola99.com – Mungkin libidoku yang tinggi atau apa aku sendiri tidak tahu. Sejak menikah, hubunganku dengan Hariono sudah tidak baik. Hariono adalah tipe anak Mama. Setelah kami menikah aku diboyong ke rumah orang tuanya. Di rumah tersebut aku merasa tidak betah karena Mama Hariono yang cerewet dan selalu membela anaknya dari pada peduli terhadap diriku. Sehingga ringkas cerita tak lama usia perkawinan kami.

    Aku pun pulang ke rumah kedua orang tuaku. Suamiku tetap tinggal bersama orang tuanya karena kami masing-masing berkeras untuk mempertahankan ego dan pendapat kami. Namun hubungan suami istri tetap berlangsung hingga kami dikarunia 3 orang anak. Terkadang hubungan kami lakukan di rumah Hariono, terkadang kami lakukan di rumah orang tuaku. Tak jarang kami lakukan di hotel tatkala Hariono memiliki uang lebih, karena sebenarnya Hariono tidak memiliki penghasilan selain bergantung dari pemberian orang tuanya.

    Dan aku pun hidup bersama ke-3 anakku dari kedua orang tuaku juga. Ini berlangsung bertahun-tahun hingga saat ini. Kehidupan macam ini kusadari tidak baik namun aku pun tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin beginilah garis hidupku. Celakanya Hariono bukanlah tipe lelaki yang setia. Di luar sepengetahuanku, dia sering berganti perempuan. Hingga pernah suatu hari seorang teman baikku memergoki suamiku sedang intim dengan Merry yang juga sahabatku. Mereka berhubungan hingga di atas tempat tidur. Laporan yang sampai ke telingaku ini juga sempat kubuktikan saat Hariono sedang check in di sebuah hotel bersama Merry, karena diam-diam kubuntuti dari belakang sepak terjang mereka mulai saat Hariono menjemput Merry di rumahnya hingga mereka berangkulan mesra memasuki kamar di sebuah hotel.

    Dengan demikian jatah Hariono meniduriku jadi berkurang. Biasanya kami bisa melakukan 3 kali seminggu. Akhir-akhir ini paling banyak hanya seminggu sekali Hariono mengajakku making love. Itu pun atas inisiatif dariku dan tak jarang ia lakukan secara terburu-buru karena harus dilakukan di atas mobilnya. Hal ini terus terang membuatku sangat tersiksa karena kehausan akan permainan sex yang selalu kudambakan.


    Untuk mencapai hasrat yang kuinginkan, sering kulakukan dengan masturbasi di rumah. Kulakukan di kamar tidur atau di kamar mandi yang ada di dalam kamar tidurku. Aku memang tidur sendirian karena ke-3 anakku setiap hari selalu bersama kedua orang tuaku. Memang sejak aku kembali ke rumah orang tuaku, anak-anakku praktis menjadi milik ibuku yang sangat mencintai cucu-cucunya.

    Walau aku sudah memiliki 3 momongan, body dan penampilanku tetap bagaikan seorang gadis. Apa lagi usiaku yang relatif sangat muda. Bahkan tidak seorangpun percaya kalau aku sudah menikah, apa lagi sudah memiliki anak. Ini merupakan suatu karunia yang luar biasa bagi diriku. Dan yang membuatku lebih bangga lagi, bila aku sedang jalan di Mall, selalu kurasakan banyak mata nakal memandangku penuh arti dan tak jarang mereka juga berani menggodaku. Aku merasakan nikmat saat itu. Apa lagi kalau ada cowok ganteng dan macho yang berani menggangguku. Hatiku terasa sangat sejuk sekali. Akibatnya tak jarang saat aku pulang, kubayangkan wajah laki-laki di mall tadi sambil melakukan masturbasi. Kuusap sendiri vagina, klitorisku dan kumainkan jari lentikku ke dalam lubang vaginaku hingga aku mengalami klimaks yang luar biasa.

    Pada suatu saat, tanpa sengaja aku berkenalan dengan seorang cowok yang usianya jauh di atas usiaku. Sebut saja Sinto yang berusia 40 tahun. Sinto sudah memiliki keluarga dan berpenghasilan cukup, bahkan merupakan salah seorang tokoh masyarakat di kotaku. Aku tidak akan menceritakan kisah perkenalanku dengan Sinto. Ringkas ceritanya kami telah sering berkirim SMS. Sinto yang selalu meneleponku karena selain menghemat pulsaku, juga demi menjaga hubungan Sinto dengan keluarganya.


    Sinto orangnya dewasa sekali, demikian juga tutur katanya. Orangnya juga cukup ganteng bila dibandingkan dengan Hariono. Yang jelas postur tubuh Sinto lebih atletis. Maklum, dia juga mantan olahragawan. Terus terang sosok Sinto sudah merasuki tubuh dan kehidupanku. Sering kubayangkan Sinto saat masturbasi. Saat itu kami belum pernah melakukan hubungan sex karena Sinto pandai menghargaiku, tidak seperti laki-lain yang langsung mengarah ke hal yang satu itu. Hal ini justru menyiksa batinku yang memang sebenarnya sudah haus akan sex.
    Semakin hari SMS dari Sinto sudah mulai menjurus ke arah sana. Mulai dari menanyakanku sedang apa, pakai baju apa dan sebagainya. Saat itu kujawab sejujurnya melalui SMS bahwa aku sedang horny di kamar.

    Kuceritakan keadaanku dengan sejujurnya bahwa aku baru saja selesai mandi, tubuhku bugil hanya dibalut kimono tipis saat itu. Dan Sinto membalas SMS-ku yang mulai menjurus ke arah yang jorok namun aku tidak tersinggung bahkan justru menikmatinya, karena terus terang hal ini telah lama kunanti-nantikan. Sinto membalas SMS-ku dengan mengatakan bahwa ia jadi terangsang saat membayangkan seandainya saat ini dia berada di sampingku saat aku berada dalam posisi seperti saat ini. Sinto mengatakan via SMS bahwa hal yang akan dilakukannya adalah menciumku, mengulum bibirku, menjilat telingaku, leherku rata ke bawah hingga payudaraku, kemudian menjilat serta menghisap putingku secara bergantian.

    Sambil membaca SMS Sinto, aku membayangkan kata-katanya sambil tanganku yang satu mulai meraba serta meremas-remas payudaraku. Akibatnya bibir kemaluanku pun mulai basah karena cairan hangat mulai mengalir deras dari liang vaginaku. Pada SMS berikutnya, Sinto mengatakan bahwa jilatannya akan terus turun menjelajah perut hingga pusarku dan dia tidak akan melewati sejengkal pun tubuh mulusku yang memang telah lama ia idam-idamkan. Jilatannya akan terus berlanjut ke bawah hingga kedua belah pahaku, lututku hingga seluruh jari-jari dan telapak kakiku. Bersamaan dengan itu aku juga melakukan rabaan dan belaian pada tubuhku sesuai dengan isi SMS Sinto. Aku hanya dapat mengerang karena dari liang vaginaku dapat kurasakan cairan bening yang terus mengalir deras membasahi sprei tempat tidurku. Kimono yang kukenakan pun sudah awut-awutan hingga akhirnya kulepaskan sekalian hingga aku pun dalam keadaan bugil tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhku.


    Ingin rasanya aku meremas dan mengusap vaginaku yang sudah terasa sangat gatal menanti belaian. Namun aku bertahan hingga mengikuti alur cerita Sinto yang dikirim melalui SMS. SMS berikutnya, Sinto menyampaikan bahwa ia meneruskan jilatan lidahnya naik ke pahaku hingga bagian dalam selangkanganku. Lidahnya akan menjelajah bibir vaginaku. Dan saat itu jari-jari tanganku pun menjelajah ke vaginaku. Jariku mengelus lembut bibir vaginaku. Sungguh tak tak dapat kulukiskan dengan kata-kata kenikmatan yang luar biasa melanda diriku, hingga aku melenguh bagaikan seekor sapi..

    “Ooouuhh.. Uuhh! Aahh..! Clep..! Sleep..!”

    Bersahutan antara suara lenguhanku dengan suara kecipak vaginaku. Akupun mengalami orgasme yang luar biasa hanya dengan khayalanku bersama SMS dari Sinto. Rupanya Sinto masih mengirim SMS-nya bahwa ia akan menjilati klitorisku, menggigit kecil dan menghisap habis cairan yang mengalir dari dalam vaginaku.
    Kubalas SMS Sinto dengan menyampaikan sejujurnya apa saja yang kulakukan saat membaca SMS-nya dan juga kuceritakan sejujurnya bahwa aku telah mengalami orgasme dan sensasi yang luar biasa. Selanjutnya Sinto meneleponku dan mengajakku untuk bertemu. Dia berjanji akan memberikan kenikmatan yang nyata bagi diriku. Terus terang hatiku berdebar karena selama ini kami belum pernah mengobrol sejauh itu dan aku pun belum pernah melakukan hubungan sex dengan orang lain selain dengan Hariono, namun ajakan Sinto untuk bertemu kusetujui. Kami berjanji besok pagi bertemu di sebuah hotel berbintang tertua di kotaku. Sayangnya hotel tersebut saat ini sudah tutup karena pailit dan baru akan direnovasi setelah mendapat investor baru.

    Keesokan harinya kami pun bertemu di hotel M. Rupanya Sinto sudah memesan kamar. Jadi kami pun tidak perlu berlama-lama di lobby hotel dan langsung masuk ke kamar. Dalam kamar, Sinto langsung mencium dan melumat bibirku. Kubalas pagutannya dengan liar karena aku memang sudah sangat haus dan sangat mendambakannya. Tangan Sinto meremas bongkahan pantatku. Aku pun tak ketinggalan melepas kancing bajunya. Tak berapa lama kami pun sudah hampir telanjang bulat. Sinto hanya mengenakan CD dan aku pun hanya menggunakan setelan BH dan CD mini berenda yang berwarna hitam.


    Melihat apa yang kukenakan saat ini, Sinto sepertinya bertambah nafsu. Batang kemaluannya yang cukup besar tersembul dari CD warna putihnya yang segera kuperosotkan dan kuremas batang kemaluannya yang sudah membesar sejak tadi. Ukuran panjangnya normal tapi diameter dan kekerasannya luar biasa menurutku. Batang kemaluan laki-laki yang panjang sering kulihat di BF, tapi batang kemaluan sebesar ini belum pernah kulihat, memang luar biasa.

    Sinto pun mulai melakukan serangan dengan bibir dan lidahnya sesuai dengan janjinya kemarin. Kalau kemarin dia hanya menyampaikannya via SMS, saat ini langsung dia praktekkan ke tubuhku. Mulai dari bibir, telinga, leher hingga kedua payudaraku habis dilalapnya. Memang Sinto sangat piawai melakukan hal ini karena tanpa kusadari BH-ku sudah terlepas sejak tadi. Mungkin aku terlalu menikmati jilatannya sambil tanganku terus meremas dan mengocok batang kemaluannya hingga aku tidak sadar saat BH-ku terlepas.

    Semua ini kami lakukan sambil berdiri hingga kakiku terasa lumpuh dan tubuhku mulai gontai bagaikan ingin pingsan sampai saatnya Sinto membopong tubuhku ke tempat tidur sambil terus melakukan jilatan sensasionalnya hingga ke tubuh bagian bawahku. Tangan kirinya tetap meremas payudaraku. Mulutnya menjelajah ke perutku sambil sesekali lidahnya menjulur di pusarku. Tangan kanannya memerosotkan CD miniku hingga ke lutut dan diteruskannya dengan kedua kakiku hingga aku benar-benar bugil tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh molekku.


    Kami telah benar-benar bugil saat lidah Sinto menjelajah terus ke bawah pahaku. Dijilatinya terus hingga ke jari dan telapak kakiku bergantian kiri dan kanan, hingga entah berapa banyak sudah cairan hangat yang mengalir deras dari dalam liang vaginaku saat itu. Aku pun merasakan sensasi dan kenikmatan yang luar biasa. Aku tak kuasa lagi meremas batang kemaluan Sinto. Kedua tanganku telentang meremas bantal dan sprei di sekelilingku sambil tubuhku menggeliat bagaikan ular di padang pasir kepanasan.

    Sementara itu bibir dan lidah Sinto terus bergeriliya menelusuri pahaku hingga belahan paha bagian dalam. Naik sedikit ke arah selangkanganku, sesekali lidahnya menyentuh bibir vaginaku sehingga cairan hangat dari dalam lubang kenikmatanku mengalir tak terbendung. Sinto tahu dan merasakan itu. Dan langsung dibenamkan mulutnya di vaginaku seakan tak rela cairan itu mengalir merembes ke sprei dengan sia-sia. Dihisap dan ditelannya semua cairan yang ada.

    Bibir vaginaku dan bibir Sinto saling menempel hingga lubang vaginaku berhadap-hadapan dengan mulut Sinto, seakan dua buah ujung selang karet yang saling menempel. Disedotnya semua cairan yang ada dan yang mengalir keluar hingga seakan liang vaginaku disedot vaccum cleaner. Belum cukup sampai di situ, lidah Sinto terus dijulurkannya dan menari-nari di klitorisku dan sesekali lidahnya dijulurkan memasuki liang vagina dan menyentuh dinding vaginaku, hingga aku pun mengalami orgasme, mungkin yang kedua karena saat orgasme yang pertama tadi kurasakan saat jilatan Sinto menyentuh bibir vaginaku. Saat ini jiwaku seakan sudah melayang ke langit ke tujuh. Desahanku sudah meracau sangat keras sambil tanganku meremas dan menjambak rambut kepala Sinto.


    Selesai dengan jilatannya, Sinto pun kembali mencium bibirku sambil batang kemaluannya diarahkannya ke bibir vaginaku. Didorong-dorongkannya pelan, tapi karena vaginaku sudah mengalami lubrikasi sejak tadi maka tanpa kesulitan batang kemaluan Sinto yang mirip rudal itu langsung dengan mudahnya bisa masuk ke dalam lubang vaginaku yang nampaknya sudah menganga lebar saat kubuka pahaku lebar-lebar dan aku mengalami kenikmatan yang luar biasa dan entah berapa kali aku mengalami orgasme lagi selama permainan ini, hingga akhirnya aku dan Sinto mencapai orgasme yang bersamaan.

  • Serunya di kamar Hotel Berselingkuh

    Serunya di kamar Hotel Berselingkuh


    3089 views


    Aku seorang ibu rumah tangga biasa namaku Delia setiap hari aku berada di rumah, akhirnya akupun mencari kesibukan dengan banyak berkumpul dengan para wanita sosialita. Sebenarnya hidupku tidak sepi-sepi amat karena aku tinggal di rumah keluarga suamiku, ada kedua mertuaku yang masih sibuk bekerja juga di perusahaannya sendiri. Juga anakku yang kini sudah dua orang Nana 3 tahun dan Dika 12 tahun.

    Akupun memiliki suami mas Imran yang bertanggung jawab pada keluarga, diapun begitu hot memuaskan aku di dalam melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita sex paling hot, tapi akupun menghianatinya juga. Mungkin aku terbawa pergaulan dengan teman-temanku yang menganggap selingkuh sudah di anggap hal yang biasa bahkan katanya membuat kita lebih bergairah menjalani kehidupan ini.

    Tepat di usia pernikahanku yang ke 12 tahun aku menghianati suamiku, dan bukan dengan orang lain melainkan dengan orang rumah juga. Meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan keluarga suamiku tapi dia tinggal di rumah besar ini juga. Namanya mas Soni dia merupakan sopir keluarga, setiap hari kerjanya mengantar orang rumah ke kantor dan kembali lagi ke rumah sampai tenaganya di butuhkan.

    Oleh karena itu mas Soni selalu berada di rumah setiap hari, karena aku selalu sibuk dengan arisan dan juga acara kumpul-kumpul dengan teman-temanku akhirnya mas Soni yang sering mengantarku. Awal mula aku tertarik padanya ketika aku meminta dia untuk masuk kedalam ruangan tempat kami mengadakan acara, saat itu dia membawakan barang yang akan aku bawa.

    Tapi di dalam semua pada heboh bilang “Aduuh jeng Delia suaminya cakep banget jeng..” Aku kaget dan hendak mengklarifikasi tapi ketika semua berkata seperti itu akhirnya akupun hanya tersenyum saja “Mas boleh kenalan tidak..?” Kata jeng Vika pada mas Soni dan aku lihat mas Soni begitu tersipu malu di buatnya dan ketika aku melihatnya dengan seksama dia memang begitu cakep dan gagah.

    Sejak hari itu aku selalu memperhatikan mas Soni bahkan aku seperti wanita yang kesepian, yang haus akan adegan cerita sex. Padahal kehidupan seks dengan suamiku masih sama seperti dulu, tapi akhir-akhir ini aku sering melamunkan mas Soni bahkan tidak jarang aku membayangkan melakukan adegan cerita hot bersamanya. Aku benar-benar terhipnotis pada mas Soni.

    Lama kelamaan akupun tidak mampu membendungnya segala cara aku coba untuk mengambil hatinya “Mas Soni beli aja buat keluarganya…” Kataku sembari tersenyum ketika kami sedang berada di sebuah toko pakaian di salah satu mal “Saya belum menikah bu…” Wiihhh mendengar dia berkata seperti itu akupun menjadi lebih senang lagi akhirnya akupun membelikannya baju yang pas buat dia.

    Untuk melancarkan aksiku aku bukan cuma membelikannya baju tapi juga sering curhat sesuatu yang gak penting padanya, sampai akhirnya kamipun menjadi begitu dekat tapi kemudian aku sadar kalau aku harus bersikap wajar di depan mereka semua. Karena pernah sekali ketika aku melewati dapur secara tidak sengaja aku mendengar Lilis pembantuku yang genit.

    Berkata seperti ini pada mas Soni “Mas Soni kok deket sama bu Delia.. jangan ada apa-apa ya..” Soni langsung menjawab “LIs..kamu ini apa sih..jangan fitnah gitu lho” Kata mas Soni marah dan mbok Sinah pembantuku yang lain berkata “Huuss..kamu tuh LIs.. awas kedengaran majikan di pecat kamu..” LIlis manggut-manggut sambil manyun “Ya..iya Lilis kan cuma bercanda..”.

    Karena aku mengubah sikapku pada Soni di depan mereka akhirnya merekapun tidak pernah mencurigai aku suka pada mas Soni. Sampai pada suatu ketika aku sedang ada acara di luar kota dan harus menginap setelah aku pamit pada suamiku dia memutuskan untuk menyuruhku membawa sopir sendiri dan Soni menjadi pilihannya untuk mengantarku aku senang mendengarnya.

    Dengan penuh semangat akupun pergi dengan Soni, setelah melakukan perjalan selama kurang dari 6 jam kamipun sampai. Aku istirahat di hotel tempat aku menginap aku beda kamar dengan Soni, tapi setelah terbangun dari tidur istirahatku akupun segera mandi dan keluar memesan makanan ke dalam kamar hotel sekaligus melancarkan aksiku untuk berdua dengan mas Soni aku sengaja memesan untuk dua orang.

    Setelah aku telpon dia untuk datang ke kamarku, diapun datang dan menyantap makanan yang telah aku pesan. Setelah itu kami mengobrol berdua sampai akhirnya aku dapat membuat gairah mas Soni bangkit, ketika aku mendekatkan tubuhku padanya diapun langsung agresif dengan memelukku lalu mecium bibirku kamipun saling pagut dengan mesra dan gairah kami berdua sama-sama memuncak.

    Tanganku melingkar di lehernya “Aaaaggggggghhh… aaaaagggghhhh… aaaaggghhhh… aaaggghhh..” Aku mencoba mendesah tepat di telinganya hingga diapun semakin terangsang “Ooouugggggghh… maaaas… aaaggggghhh…. aaaaaggghhhhh… eeeeuuummmmmhhhppppp….. aaaaggggghhhhh…” Desahku tanpa menghiraukan apapun lagi aku begitu menikmatinya.

    Hingga tidak terasa kini tubuhku sudah dalam keadaan telanjang dan mas Soni sudah menindihku “Aku masukin ya sayaaang…. eeeehhhhhggggg…” Dia masih bertanya lirih padaku “Iyaaaa maaas.. ayyoooo… aaaaggggghhhh…. aaaaggghhhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhhh..” Kataku sembari langsung mendesah begitu dia bergoyang di atas tubuhku yang sudah menggeliat.

    Bagai pemain dalam adegan cerita hot kami terus berburu “OOouuuuggggghhh… aaaagggghh… aaagggghhh… maaaaas… aaagggghhhh… aaaaagggghhhh… aaaagggghhh.. ” Diapun sama-sama menikmati adegan seks ini, di tambah aku semakin hot ikut menggoyangkan tubuhku juga karena benar kata teman-temanku melakukan hubungan intim dengan selingkuhan lebih nikmat rasanya.

    Tidak lama kemudian kamipun sama-sama mendesah dan mengerang dengan kerasnya “OOouuuggggghhhh…. aaaaaaggggghh… aaaaagggghhh… aaaaghh.. sa.. saaayaaang… aaagggh… aaaaagggggghhhhh…” Kamipun berdua sama-sama terpuaskan berulang kali mas Soni menciumku dan akupun senang dia melakukan hal itu kini tubuh kami sudah basah bersimbah keringat.

    Sungguh aku begitu puas melakukan adegan cerita sex ini dengan mas Soni, selama 3 hari kami melakaukan hal itu. Meskipun masih terasa kurang tapi akhirnya mas Soni mengajaku pulang dia bilang takut ada yang curuga dengan hubungan kami. Dia memintaku untuk merahasiakan hal ini dan dia berjanji akan selalu ada untukku dan sampai detik ini kami masih berhubungan secara backstreet.

  • Kisah Memek berkuncung kerumah istri pilot yang kesepian

    Kisah Memek berkuncung kerumah istri pilot yang kesepian


    3332 views

    Duniabola99.com – Ini bermula ketika aku sedang bekerja di salah satu dealer mobil di kota, aku melihat sosok wanita seksi dengan payudara besar sekali. oh ternyata ibu muda pelangganku, ini adalah kisah ku denganya, mari kita simak.


    ini terjadi ketika aku bekerja pada sebuah dealer mobil di Jakarta. Ketika itu aku berumur 24 tahun. Pada saat pertama kali menjadi salesman kendaraan bermotor terutama jenis sedan, aku mulai mencari pelanggan di daerah pondok indah.

    Karena kendaraan yang aku jual termasuk kelas atas, maka tentunya lokasi ini yang paling cocok. Kebetulan aku diberitahu temanku , kalau temannya yang bekerja sebagai pilot sedang mencari kendaraan.

    Setelah diberi tahu rumah temanku tersebut, aku langsung meluncur menuju rumah yang dimaksud. Rumah tinggi dengan pagar berwarna hijau muda, demikian temanku memberikan tanda-tanda rumah tersebut. Aku segera memarkir kendaraanku di depan rumah. Bel kutekan, dan kemudian keluarlah seekor anjing herder menyambutku.

    “Hhhrrr…. gukk.. ggukkk…. hrr…”. Wah sempat ciut juga nyaliku. Kemudian tak berapa lama kemudian keluar seorang bapak memanggil berteriak…”Jeffry… jeffry… masukk…”, katanya.Wah keren banget nama si anjing ini. Aku jadi inget temenku di kantor yang bernama jeffry, untungnya dia nggak gua ajak ke sini. Kalo gua ajak bisa- bisa marah sama yang punya anjing.

    ” Cari siapa pak?” tanya pak tua penjaga rumah.” Pak Dedi ada?” tanyaku.” Ada pak, lagi di dalam, silahkan masuk” katanya sambil membuka gerbang rumah.Kemudian akupun masuk dan duduk di teras rumah. Tak berapa lama kemudian seorang bapak yang kira – kira umurnya 35 tahunan, keluar dan menemuiku.
    ” Dedi ” katanya sambil menyalamiku.” Bagus ” kataku sambil balas menyalami.” Ini pak, saya mau menawarkan mobil BMW yang seri…”” Oh ya ..saya sudah tau, saya udah ditelpon Diana kemaren ” katanya memotong pembicaraanku.” mm..oh ya..? .ini brosurnya pak.dan bapak bisa lihat – lihat spesifikasinya.” kataku.

    Pak dedi menerima brosurku dan membacanya sekilas.” Begini dik Bagus, saya mau ke Amerika selama 2 minggu ini, untuk urusan lanjutnya istri saya saja yang ke showroom” katanya.Kemudian dia memanggil istrinya…” Venn, sini bentar sayang….”. Wah, mesra banget nih pak Dedi.


    Tak lama kemudian seorang wanita datang.” Ini loh Venn, saya kan udah janji mau kasih hadiah ultah ke kamu, nah pak Bagus ini yang dari showroom, nanti kamu yang urus semuanya yah, selama papa ke Amerika.” Kata pak Dedi kepada istrinya.”Ok pah” katanya sambil mengulurkan tangannya ke arahku.”Diana..” katanya.
    Wah halus banget tangannya. Sebagai gambaran, Nia istri pak Dani ini tingginya sekitar 160 an, body sexy , rambut sebahu, wajah cantik mirip bintang sinetron WG, umur sekitar 32 tahunan, dada sekitar 36B.”Oh ya.kalo gitu , besok ibu saya persilahkan ke showroom kami” kataku sambil menyerahkan kartu namaku.

    “Pak, saya mau permisi dulu, besok ibu kami tunggu di showroom ” kataku sambil mejabat tangan pak Dedi.Dan akupun meluncur kembali mencari prospek yang lain.Selama dalam perjalanan pulang terbayang -bayang selalu wajah bu Diana yang cantik, bodynya yang sexy..mmmm..

    Tulait.tulait.tulait ..bunyi HP ku membangunkanku dari tidur. Wah udah jam 07.00 pagi.”Selamat pagi, bisa bicara dengan pak Bagus? ” kata suara di seberang.”Yah, saya sendiri…” kataku.”Pak Bagus, ini Diana, yang mau ke showroom bapak…nanti saya datang jam 10 an pagi yah…” kata suara merdu itu.
    “Ok deh bu, saya tunggu nanti.” jawabku kegirangan.”Tapi pak, mm…. sopir saya lagi pulang kampung, dan pak Dani sudah ke amrik tadi pagi, bisakah bapak kesini? Maaf ya pak, kalo tidak menganggu.” katanya.”Wah bener juga, ntar kalo mobilnya langsung dibawa siapa yang nyetir yah?” pikirku.”Ok deh bu….saya segera ke sana ” jawabku.

    “Makasih pak, saya tunggu yah, bye ” katanya. Kemudian telpon ditutup.Wah pucuk dicinta ulam tiba……Akupun segera mandi dan membawa kijangku menuju rumah bu Diana.Tak usah berpanjang lebar..akhirnya aku antar bu Diana menuju showrom.”Pak Bagus udah nikah?” tanyanya membelah kebisuan.”Belum bu, Ibu udah berapa lama nikah sama pak Dani? Tanyaku

    “Ooo…belum toh, udah 6 tahun ini nikah sama pak Dani ” katanya.”Putranya berapa bu? ” tanyaku. Bu Diana terdiam sebentar.”Belum punya dik,….habisnya bapak sering ke LN” katanya.Wah kasihan bu Diana ini, udah lama nikah belum punya anak juga, sering ditinggal pergi pasti kesepian, pikiranku udah mulai ngeres.


    Tak lama kemudian sampailah ke showroom, dan bu Diana jadi membeli mobil tersebut.Dua hari kemudian, sore hari saat aku pulang kantor, telpon berbunyi.”Selamat sore dik Bagus, bisa ke sini sebentar? Saya mau menanyakan surat- surat mobil yang kemaren” katanya.”Memang kenapa bu? ” jawabku.

    “Yah kesini bentar aja dik, ibu tunggu loh” katanya.”Baik bu ” jawabku.Akupun langsung meluncur ke rumah bu Diana. Sampai di depan rumah pagar sudah terbuka, dan mobilku disuruhnya dimasukkan ke dalam saja, katanya banyak pencurian mobil akhir-akhir ini.

    Bu Diana menyilahkan aku masuk dan menutup pintu depan. Keadaan sepi saat itu, sepertinya tidak ada orang lagi di rumah itu.Kemudian bu Diana duduk di depanku. Dia mengenakan T- shirt, dan celana pendek. Tampak sangat cantik sekali sore itu. Dan tubuhnya harum sekali.

    “Ini loh dik, Ini dulu pernah ganti warna yah mobilnya…? ” katanya sambil merundukkan badan. Karena T-shirtnya longgar, kelihatan sepasang payudaranya yang menggantung, membuatku jadi tidak konsentrasi pada pertanyaannya.”Mm….ehh..y a bu…ada apa bu?” kataku tergagap gara – gara liatin sepasang payudaranya yang keliatan.

    “Wah di Bagus kenapa? ini loh dik, mobil ini pernah ganti cat yah?” tanyanya mengulangi sambil tersenyum simpul.”Oh.iya bu…..ini kebetulan dulu punya teman saya, memang pernah dicat ulang, soalnya dia suka bosenan orangnya” kataku.

    “Ohh…gitu yah….” katanya sambil manggut-mangut..”Dik Bagus, sebenernya ibu cuma mau ngajak di Bagus ke sini aja kok..nggak keberatan kan nemenin ibu.” katanya. Wah makin mengarah nih bu Diana.”Nggak bu…” sambil menahan nafas. Kemudian bu Diana duduk di sampingku dan meremas tanganku.

    “Panggil aja Diana….Bagus punya pacar?” tanyanya sambil memegang pundakku.Wah makin panas nih , pikirku. “Udah , tapi barusan putus” kataku sekenanya.Kemudian kuberanikan meremas tangannya kembali.”Diana kesepian yah…ditingal pak Dani…emang udah berapa hari gak gituan? ” tanyaku nekat.

    “Ah…kamu nakal deh., udah sebulan ini…..” katanya sambil tersenyum genit dan memegang pahaku. Wah makin nekat nih, pikirku. Jangan dilewatkan kesempatan ini bleh….. terdengar suara setan yang telah membelenggu diriku.Langsung kucium bibir Diana….aku lilit-lilit lidahnya dengan lidahku.Sepertinya diapun mengimbangi permainan lidahku di mulutnya.


    Kemudian aku mulai aku raba-raba payudaranya dari permukaan t-shirt yang dikenakannya.”Den…pindah ke kamar aja yookk” ajaknya.Kamipun pindah ke kamar. Luas sekali kamarnya, ukurannya 6×6 m. Ada springbed, home theatre, dan kamar mandinya.

    Akupun sudah nggak tahan lagi untuk mengeksplorasi setiap jengkal tubuh Diana.kubuka kaos yang dikenakannya, langsung aku kulum dan jilatin putingnya yang sudah mengeras.”Mmmm… mmmmm… mmmm…. hhsss…. aaahhhh… mmm” hanya desahan-desahan itu yang kudengar dari mulut Nia. Kemudian aku mulai ciumin lehernya yang jenjang, tanpa meninggalkan sejengkal pun.

    Aku jilatin lagi putingnya sambil meremas pelan-pelan setiap sudut sudut payudaranya. Sambil dia berdiri aku jilatin pusernya. Dianapun kelihatan mulai tak tahan lagi, dia pegangi rambutku sambil mendesah – desah tak karuan. Kemudian aku rebahkan dia di springbed. ” kamu buas banget deh den…..hhh” katanya sambil tersenyum genit.

    Kemudian aku angkat kakinya ke atas, aku jilatin jari – jari kakinya yang halus dan bersih, aku jilatin betisnya, sambil meraba – raba pahanya. Betisnya sangat halus dan terawat, begitupun dengan pahanya. Kemudian aku buka celana pendeknya , dan kangkangin kakinya membentukk huruf V. Wah ternyata dia nggak pake celana dalam. Kayaknya memang sudah persiapan buat ML.

    Kemudian aku jilatin jembutnya yang tipis dan rapi menghiasi kemaluannya .”Ahh Denn…. mmm… hhhh…. ahhhhh…. mmmm” hanya itu yang keluar dari mulut Diana ketika kujilati memeknya. Kemudian aku jilatin bibir memeknya atas bawah bergantian dengan pelan dan pasti. Tak kusisakan sejengkalpun untuk mengeksplorasi bibir memeknya.

    “Oohhhhhhh… mmmmm…… ahhhhh… Bagusymmm…. sshhh… mm……:” hanya itu yang berkali kali terdengar dari mulut Nia.Aku jilatin clitorisnya sambil aku lilit dengan lidahku keras-keras.”Ahhhh dennnn… laggiii… mmm….. dennnn.. ahhhh…” makin ngak jelas desahannya. Aku terus jilatin clitorisnya… aku masukkin jariku ke dalam memeknya dan aku keluar masukkin, sambil terus menjilatin clitorisnya.

    ” Ahhhh… mmmmm…… mm..ooohh… Dennnn.. aahhh….. kammu… apaiinnnn.. mmmemekku…. ohhhhh. ” katanya sambil mendesah desah nggak karuan dan menggoyang goyangkan pinggulnya kiri kanan.Aku lebih intensifkan jilatanku dan diapun mulai memegang – megang kepalaku dan akhirnya……..”Aahh…. denn… akkkuu……. nyammmpeee.. aaahh……. ahhhhhh…. mmm” katanya sambil membenam- benamkan mukaku ke memeknya.


    Terasa cairan membasahi lidahku…….. dan kemudian dia bangun dari posisinya dengan wajah berkucuran keringat. Dan payudaranya pun mengkilap basah oleh keringat, membuatku makin terangsang.”Denn.. kamu hebattt… belum pernah aku merasakan seperti ini” katanya sambil memelukku.

    “Terima kasih yah Den, sering- seringlah kamari. Aku selalu menunggumu…” bisiknya.

  • Foto Ngentot gadis muda menerima cipratan air mani di payudaranya setelah bercinta

    Foto Ngentot gadis muda menerima cipratan air mani di payudaranya setelah bercinta


    2212 views

    Duniabola99.com – foto gadis muda ngentot dengan pacarnya untuk pertama kali dan menelan semua air mani yang ditumpahkan pacarnyan yang berkontol gede dan mehantam memeknya dengan keras di atas sofa.

  • Video Bokep Eropa memergoki ibutiriku dengan pacarku didapur

    Video Bokep Eropa memergoki ibutiriku dengan pacarku didapur


    2344 views

  • Kisah Memek Ngewe dengan Sekretarik seksi, Sinta

    Kisah Memek Ngewe dengan Sekretarik seksi, Sinta


    2483 views

    Duniabola99.com – Hari Senin itu adalah hari kerja pertama bagi Shinta. Saat itu Shinta terlihat sedang sibuk di kantornya. Walau gajinya sebagai sekretaris tidak seberapa besar tapi ia dengan senang hati melakoni profesinya itu. Saat ia sedang menyiapkan beberapa arsip untuk diberikan kepada supervisornya dalam laporan bulanan rapat sore nanti, tiba-tiba saja perutnya terasa sakit tak karuan.


    Segera saja ia bangkit dari duduknya menuju kamar kecil di ruang belakang kantornya. Saking buru-burunya, ia tidak membaca lagi tulisan atau gambar yang menunjukkan bahwa WC itu untuk pria atau untuk wanita. Ia langsung masuk saja.

    Namun.., begitu tiba di dalam WC itu, ia melihat seorang pria bertubuh atletis sedang pipis. Ups! Pria itu terkejut dan menoleh.., “Eh Shinta.., kamu salah masuk.., ini WC pria..” Shinta terkejut setengah mati. Ternyata sang supervisor sedang pipis di situ.

    Dan tanpa sengaja, kedua mata Shinta terarah pada benda panjang bulat dari ritsluiting celana panjang yang sedang dipegang sang supervisor. Ternyata batang kemaluan si supervisor belum dimasukkan ke sarangnya. Dengan muka tersipu memerah karena malu, Shinta membuang mukanya dan segera ingin berlalu dari tempat itu. Sial..! gerutunya dalam hati.

    Tapi rupanya si supervisor tidak ingin membuang kesempatan emas itu. Dengan sigapnya tangan Shinta ditarik dan tubuhnya disandarkan ke tembok. “Shin.. sudah lama sebenarnya aku ingin menikmati keindahan tubuhmu.. Pasti kau juga pernah mendengar bahwa di kantor ini yang paling perkasa adalah aku.. Nah sekarang tiba saatnya kita mencoba apa yang kamu dengar dari teman-teman..”

    Mendengar itu Shinta kaget setengah mati. Ia tidak menyangka bahwa supervisor yang sangat dihormati karena kharismanya, memiliki hati yang demikian bejadnya. “Tapi Pak.., saya sedang sakit perut nih.., lagian Bapak ‘khan supervisor saya.., masa Bapak tega melakukannya pada saya?”


    “Oh.., jangan kuatir Shin.., cuma sebentar kok.. Ibu Edi saja pernah melakukannya denganku kok..”, kata si supervisor sambil dengan kasar membuka kancing stelan atas yang dipakai Shinta. “Ja.., jangan Pak.., tolong jangan.., ingat posisi Bapak di kantor..”, jerit Shinta.

    “To.., tolong.., tolong..!”, tampak Shinta berusaha meronta-ronta karena tangan si supervisor mulai masuk ke dalam BH-nya yang berukuran super besar, 38C. Dan.., bret.., bret.., baju Shinta terlihat sudah sobek di sana sini.. Dan dengan sekali hentakan, BH Shinta turun dan jatuh ke lantai.

    Walau sudah berusaha mendorong dan menendang tubuh atletis itu, namun nafsu si supervisor yang sudah demikian buas terus membuatnya bisa mencengkeram tubuh mulus Shinta yang kini hanya mengenakan celana dalam dan terus menghimpitnya ke tembok WC itu. Solaire99

    Karena merasa yakin bahwa ia sudah tidak bisa lari lagi dari sana, Shinta hanya bisa pasrah. Sekarang mulut si supervisor sudah mulai menghisap-hisap puting susunya yang besar. Persis seperti bayi yang baru lahir sedang menyusu ke ibunya. Gairah dalam diri Shinta tiba-tiba muncul dan bergejolak.

    Dengan sengaja diraihnya batang kemaluan si supervisor yang sudah berdiri dari tadi. Dan dikocok-kocokknya dengan pelan. Memang batang kemaluan itu amat besar dan panjang. “Wah, pasti enak nih kalo ngisi lubang gue.., udah lama gue ngangenin batang kenikmatan yang segini besar dan panjangnya..”, pikir Shinta dalam hati.

    Sementara itu tangan si supervisor pun sudah melepaskan seluruh celana dalam putih yang dikenakan Shinta.. Dan si supervisor pun ikut membuka semua pakaiannya.., hingga kini keduanya sama-sama dalam keadaan tanpa busana selembar benangpun.

    Si supervisor mengangkat kaki kanan Shinta ke pinggangnya lalu dengan perlahan ia memasukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaan Shinta. Bles.., bless.., jebb.., setengah dari batang kemaluan itu masuk dengan sempurna ke liang surga wanita yang rupanya sudah tidak lagi perawan itu.

    Shinta terbeliak kaget merasakan besarnya batang kemaluan itu di dalam liang kewanitaannya. Si supervisor terus saja mendorong maju batang kemaluannya sambil mencium dan melumat bibir Shinta yang seksi itu. Shinta tak mau kalah.

    Ia pun maju mundur menghadapi serangan si supervisor. Jeb.., jeb.., jebb..! Batang kemaluan yang besar itu keluar masuk berkali-kali.. Shinta sampai terpejam-pejam merasakan kenikmatan yang tiada taranya.. Sakit perutnya pun sudah terlupakan.


    Sepuluh menit kemudian, mereka berganti posisi. Shinta kini berpegangan ke bagian atas kloset dan pantatnya di hadapkan ke si supervisor. Melihat pemandangan menggairahkan itu, tanpa membuang-buang waktu lagi si supervisor segera memasukkan batang kemaluannya dari arah belakang kemaluan Shinta.., bless.., bless.., jeb.., jebb..! Si supervisor dengan asyik melakukan aksinya itu. Tangan kanannya berusaha meraih payudara Shinta sambil terus menusukkan batang kemaluan supernya ke kewanitaan Shinta.

    “Bapak duduk aja sekarang di atas kloset ini.., biar sekarang gantian saya yang aktif..”, kata Shinta di tengah-tengah permainan mereka yang penuh nafsu. Supervisor itu pun menurut. Tanpa menunggu lagi, Shinta meraih batang kemaluan yang sudah 2 kali lebih keras dan besar itu, untuk segera dimasukkan ke liang kenikmatannya. Ia pun duduk naik turun di atas batang kemaluan ajaib itu. Sementara kedua mata si supervisor terpejam-pejam merasakan kenikmatan surgawi itu. Kedua tangannya meremas-remas gunung kembar Shinta. “Ooh.., oh.., ohh..”, erang Shinta penuh kenikmatan.

    Batang kemaluan itu begitu kuat, kokoh dan keras. Walau sudah berkali-kali ditusukkan ke depan, belakang, maupun dari atas, belum juga menunjukkan akan menyemburkan cairan putih kentalnya. Melihat itu, Shinta segera turun dari pangkuan supervisor itu. Dengan penuh semangat ia meraih batang kemaluan itu untuk segera dimasukkan ke mulutnya. Dijilatnya dengan lembut kemudian dihisap dan dipilin-pilin dengan lidahnya.. ooh.., oh.., oohh.., kali ini ganti si supervisor yang mengerang karena merasakan kenikmatan. Lima belas menit kemudian, wajah si supervisor tampak menegang dan ia mencengkeram pundak Shinta dengan sangat erat.. Shinta menyadari apa yang akan terjadi.., tapi ia tidak menghiraukannya.., ia terus saja menghisap batang kemaluan ajaib itu.., dan benar.., crot.., crot.., crott..! Semburan air mani masuk ke dalam mulut seksi Shinta tanpa bisa dihalangi lagi. Shinta pun menelan semua mani itu termasuk menjilat yang masih tersisa di batang kemaluan supervisor itu dengan lahapnya..


    Sejak peristiwa di WC itu, mereka tidak henti-hentinya berhubungan intim di mana saja dan kapan saja mereka bernafsu.., di mobil, di hotel, di rumah si supervisor (bahkan walau sang isteri sedang hamil).





  • Foto Bugil gadis cantik Colleen A diats ranjang besar

    Foto Bugil gadis cantik Colleen A diats ranjang besar


    1915 views

    Duniabola99.com – foto gadis muda pirang Colleen A melepas pakain tidurnya diatas ranjang memperlihatkan toketnya yang gak besar  dan memamerkan memeknya yang merkah dan tembem tanpa bulu. MarkasJudi

  • Video bokep Cinta dimusim Panas, Gerson dan Mindy

    Video bokep Cinta dimusim Panas, Gerson dan Mindy


    6227 views

    Hokibet99

  • Video bokep asia Yui Misaki Akari Kato lesbian dengan penis palsu

    Video bokep asia Yui Misaki Akari Kato lesbian dengan penis palsu


    2122 views

  • Video Bokep Eropa dakota skye dan aspen ora sedang asik disofa

    Video Bokep Eropa dakota skye dan aspen ora sedang asik disofa


    2038 views

  • Kisah Memek Ngentot Dengan Calon Tanteku

    Kisah Memek Ngentot Dengan Calon Tanteku


    3079 views

    Duniabola99.com – Ini terjadi kira-kira 2 tahun yang lalu, tapi setiap kali aku membayangkannya, seolah-olah baru saja terjadi kemarin peristiwa yang sangat indah ini.Aku mempunyai seorang paman yang belum menikah. Pamanku ini bisa dibilang banyak yang suka. Hal ini disebabkan karena pamanku adalah pengusaha kaya tapi ia terlalu cerewet dalam memilih pendamping hidupnya. Sebenarnya ia telah banyak diperkenalkan dgn wanita-wanita muda oleh keluargaku, tetapi tetap ia bilang inilah itulah, semuanya tidak cocok dgn matanya, katanya.
    Sampai pada suatu saat, ketika aku kebetulan sedang bertamu ke rumahnya, datang teman pamanku dgn seorang wanita yang sangat cantik dan Seksi, semampai, langsing, pokoknya kalau menurut saya, layak dikirim untuk jadi calon miss universe.


    Kemudian kami diperkenalkan dgnnya, wanita itu bernama Dianaa, ternyata namanya pas sekali dgn wajahnya yang memang Dianaa itu. Ia berusia 24 tahun dan saat itu ia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan teman pamanku itu. Kemudian kami bercakap-cakap, ternyata Dianaa memang enak untuk diajak ngobrol. Dan aku melihat sepertinya pamanku tertarik sekali dgnnya, karena aku tahu matanya tidak pernah lepas memandang wajah Dianaa.

    Tapi tidak demikian halnya dgn Dianaa. Ia lebih sering memandangku, terutama ketika aku berbicara, tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. Aku mulai berpikir jangan-jangan Dianaa lebih menyukaiku. Tapi aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan. Tapi aku tetap saja memandangnya ketika ia sedang berbicara, kupandangi dari ujung rambut ke kaki, rambutnya panjang seperti gadis di iklan sampo, kulitnya putih bersih, kakinya juga putih mulus, tapi sepertinya dadanya agak rata, tapi aku tidak terlalu memikirkannya.

    Tidak terasa hari sudah mulai malam. Kemudian sebelum mereka pulang, pamanku mentraktir mereka makan di sebuah restoran chinese food di dekat rumahnya di daerah Sunter. Ketika sampai di restorant tersebut, aku langsung pergi ke WC dulu karena aku sudah kebelet. Sebelum aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. Ternyata adalah Dianaa.
    “Eh, ada apa Diana?”
    “Enggak, aku pengen kasih kartu nama aku, besok jangan lupa telpon aku, ada yang mau aku omongin, oke?”
    “Kenapa enggak sekarang aja?”
    “Jangan, ada paman kamu, pokoknya besok jangan lupa.”

    Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dgn seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Dianaa sih. Tapi aku tidak mau pikir panjang lagi, lagipula nanti aku bisa-bisa susah tidur, soalnya kan besok harus masuk kerja.
    Besoknya saat istirahat makan siang, aku meneleponnya dan bertanya langsung padanya.
    “Eh, apa sih yang mau kamu omongin, aku penasaran banget?”
    “Eee, penasaran ya, Han?”
    “Iya lah, ayo dong buruan!”
    “Eh, slow aja lagi, napsu amet sih kamu.”
    “Baru tahu yah, napsu aku emang tinggi.”
    “Napsu yang mana nih?” Dianaa sepertinya memancingku.
    “Napsu makan dong, aku kan belum sempat makan siang!”
    Aku sempat emosi juga rasanya, sepertinya ia tidak tahu aku ini orang yang sangat menghargai waktu, terutama jam makan siang, soalnya aku sambil makan dapat sekaligus main internet di tempat kerjaku, karena saat itu pasti bosku pergi makan keluar, jadi aku bebas surfing di internet, gratis lagi.
    “Yah udah, aku cuma mau bilang bisa enggak kamu ke apartment aku sore ini abis pulang kerja, soalnya aku pengen ngobrol banyak sama kamu.”
    Aku tidak habis pikir, nih orang kenapa tidak bilang kemarin saja.
    Lalu kataku, “Kenapa enggak kemarin aja bilangnya?”
    “Karena aku mau kasih surprise buat kamu.” katanya manja.
    “Ala, gitu aja pake surprise segala, yah udah entar aku ke tempat kamu, kira-kira jam 6, alamat kamu di mana?”
    Lalu Dianaa bilang, “Nih catet yah, apartment XX (edited), lantai XX (edited), pintu no. XX (edited), jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”
    “Bye-bye Han.”


    Setelah telepon terputus, lalu aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Apa bisa aku menyentuhnya nanti, tetapi langsung aku berpikir tentang pamanku, bagaimana kalau nanti ketahuan, pasti tidak enak dgn pamanku. Lalu aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku.
    Tidak lama pun waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, sudah waktunya nih, pikirku. Lalu aku pun mulai mengendarai motorku ke tempatnya. Lumayan dekat dari tempat kerjaku di Roxymas. Sesampainya di sana, aku pun langsung menaiki lift ke lantai yang diberitahukan. Begitu sampai di lantai tersebut, aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya.

    Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, Yu..”
    Dianaa tersentak kaget, “Wah aku kira siapa, pake tepuk segala.”
    “Kamu khan kasih surprise buat aku, jadi aku juga mesti kasih surprise juga buat kamu.”
    Lalu ia mencubit lenganku, “Nakal kamu yah, awas nanti!”
    Kujawab saja, “Siapa takut, emang aku pikirin!”
    “Ayo masuk Han, santai aja, anggap aja rumah sendiri.” katanya setelah pintunya terbuka.
    Ketika aku masuk, aku langsung terpana dgn apa yang ada di dalamnya, kulihat temboknya berbeda dgn tembok rumah orang-orang pada umumnya, temboknya dilukis dgn gambar-gambar pemandangan di luar negeri. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Tapi hebat juga kalau cuma kerja sebagai sekretaris mampu menyewa apartment. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.
    Sambil aku berkeliling, Dianaa berkata, “Mau minum apa Han?”
    “Apa saja lah, asal bukan racun.” kataku bercanda.

    “Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Dianaa sambil tertawa.
    Sementara ia sedang membuat minuman, mataku secara tidak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, ketika kulihat satu persatu, ternyata lebih banyak film yang berbau porno. Aku tidak sadar ketika ia sudah kembali, tahu-tahu ia nyeletuk, “Han, kalo kamu mau nonton, setel aja langsung..!”
    Aku tersentak ketika ia ngomong seperti itu, lalu kubilang, “Apa aku enggak salah denger nih..?”
    Lalu katanya, “Kalo kamu merasa salah denger, yah aku setelin aja sekarang deh..!”
    Lalu ia pun mengambil sembarang film kemudian disetelnya. Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa ia tidak tahu kalau aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini.
    “Duduk sini Han, jangan bengong aja, khan udah aku bilang anggap aja rumah sendiri..!” kata Dianaa sambil menepuk sofa menyuruhku duduk.
    Kemudian aku pun duduk dan nonton di sampingnya, agak lama kami terdiam menyaksikan film panas itu, sampai akhirnya aku pun buka mulut, “Eh iya, tadi di telpon kamu bilang mau ngomong sesuatu, apa sih yang mau kamu ngomongin..?”
    Dianaa tidak langsung ngomong, tapi ia kemudian menggenggam jemariku, aku tidak menyangka akan tindakannya itu, tapi aku pun tidak berusaha untuk melepaskannya.


    Agak lama kemudian baru ia ngomong, pelan sekali, “Kamu tau Han, sejak kemarin bertemu, kayaknya aku merasa pengen menatap kamu terus, ngobrol terus. Han, aku suka sama kamu.”
    “Tapi khan kemarin kamu dikenalkan ke Paman aku, apa kamu enggak merasa kalo kamu itu dijodohin ke Paman aku, apa kamu enggak lihat reaksi Paman aku ke kamu..?”
    “Iya, tapi aku enggak mau dijodohin sama Paman kamu, soalnya umurnya aja beda jauh, aku pikir-pikir, kenapa hari itu bukannya kamu aja yang dijodohin ke aku..?” kata Dianaa sambil mendesah.
    Aku pun menjawab, “Aku sebenarnya juga suka sama kamu, tapi aku enggak enak sama Paman aku, entar dikiranya aku kurang ajar sama yang lebih tua.”
    Dianaa diam saja, demikian juga aku, sementara itu film semakin bertambah panas, tapi Dianaa tidak melepaskan genggamannya. Lalu secara tidak sadar otak pornoku mulai bekerja, soalnya kupikir sekarang kan tidak ada orang lain ini. Lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ia menoleh padaku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dgn pelan, “Dianaa, aku cinta kamu.”
    Ia tidak menjawab, tapi memejamkan matanya. Kupikir ini saatnya, lalu pelan-pelan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya. Dianaa pun lalu membalasnya sambil memelukku erat-erat. Tanganku tidak tinggal diam berusaha untuk meraba-raba buah dadanya, ternyata agak besar juga, walaupun tidak sebesar punyanya bintang film porno. Dianaa menggeliat seperti cacing kepanasan, mendesah-desah menikmati rangsangan yang diterima pada buah dadanya.

    Kemudian aku berusaha membuka satu persatu kancing bajunya, lalu kuremas-remas payudar yang masih terbungkus BRA itu.
    “Aaahh, buka aja BH-nya Han, cepat.., oohh..!”
    Kucari-cari pengaitnya di belakang, lalu kubuka. Wah, ternyata lumayan juga, masih padat dan kencang, walaupun tidak begitu besar. Langsung kusedot-sedot putingnya seperti anak bayi kehausan.
    “Esshh.. ouwww.. aduhh.. Han.. nikmat sekali lidahmu.., teruss..!”
    Setelah bosan dgn pDianaadaranya, lalu kubuka seluruh pakaiannya sampai bugil total. Ia juga tidak mau kalah, lalu melepaskan semua yang kukenakan. Untuk sesaat kami saling berpandangan mengagumi keindahan masing-masing. Lalu ia menarik tanganku menuju ke kamarnya, tapi aku melepaskan pegangannya lalu menggendongnya dgn kedua tanganku.


    “Aouww Han, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menggeliat manja melingkari leherku.
    Kemudian kuletakkan Dianaa pelan-pelan di atas ranjangnya, lalu aku menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dgn mesranya sambil berpelukkan erat. Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dgn lembut, Dianaa mendesah-desah nikmat. Tidak lama aku bermain di dadanya, mulutku pelan-pelan mulai menjilati turun ke perutnya, Dianaa menggeliat kegelian.
    “Aduh Han, kamu ngerjain aku yah, awas kamu nanti..!”
    “Tapi kamu suka khan? Geli-geli nikmat..!”
    “Udah ah, jilati aja memek aku Han..!”
    “Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”

    Langsung saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagi langsung saja kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Dianaa menggoyang-goyangkan pinggulnya dgn liar seakan-akan tidak mau kalah dgn permainan lidahku ini.
    “Oohh esshh aaouuw uuhh teeruss.., lebih dalemm, oohh.. nikmat sekali..!”
    Agak lama juga aku bermain di klitorisnya sampai-sampai terlihat banjir di sekitar vaginanya.
    “Han, masukkin aja titit kamu ke lobang aku, aku udah enggak tahan lagi..!”
    dgn segera kuposisikan diriku untuk menembus kemaluannya, tapi ketika kutekan ujung penisku, ternyata tidak mau masuk. Aku baru tahu ternyata dia masih perawan.

    “Dianaa, apa kamu tidak menyesal perawan kamu aku tembus..?”
    “Han, aku rela kalau kamu yang ngambil perawan aku, bagi aku di dunia ini cuma ada kita berdua aja.”
    Tanpa ragu-ragu lagi langsung kutusuk penisku dgn kuat, rasanya seperti ada sesuatu yang robek, mungkin itu perawannya, pikirku.
    “Aduh sakit Han, tahan dulu..!” katanya menahan sakit.
    Aku pun diam sejenak, lalu kucium mulutnya untuk meredakan rasa sakitnya. Beberapa menit kemudian ia terangsang lagi, lalu tanpa buang waktu lagi kutekan pantatku sehingga batang kemaluanku masuk semuanya ke dalam lubangnya.
    “Pelan-pelan Han, masih sakit nih..!” katanya meringis.
    Kugoyangkan pinggulku pelan-pelan, lama kelamaan kulihat dia mulai terangsang lagi. Lalu gerakanku mulai kupercepat sambil menyedot-nyedot puting susunya. Kulihat Dianaa sangat menikmati sekali permainan ini.
    Tidak lama kemudian ia mengejang, “Han, aa.. akuu.. mau keluuuaaaarr.., teruss.. terus.., aahh..!”
    Aku pun mulai merasakan hal yang sama, “Diana, aku juga mau keluar, di dalam atau di luar..?”
    “Keluarin di dalem aja Sayang.. ohh.. aahh..!” katanya sambil kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku dan terus menggoyangkan pantatnya.
    Tiba-tiba dia menjerit histeris, “Oohh.. sshh.. sshh.. sshh..”
    Ternyata dia sudah keluar, aku terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga menyentuh ke dasar liang senggamanya.


    “Sshh.. aahh..” dan, “Aagghh.. crett.. crett.. creet..!”
    Kutekan pantatku hingga batang kejantananku menempel ke dasar liang kenikmatannya, dan keluarlah spermaku ke dalam liang surganya.
    Saat terakhir air maniku keluar, aku pun merasa lemas. Walaupun dalam keadaan lemas, tidak kucabut batang kemaluanku dari liangnya, melainkan menaikkan lagi kedua pahanya hingga dgn jelas aku dapat melihat bagaimana rudalku masuk ke dalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu kemaluannya yang menggoda. Kubelai bulu-bulu itu sambil sesekali menyentuh klitorisnya.
    “Sshh.. aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu.
    Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. Kami saling berpelukan selama kira-kira satu jam sambil meraba-raba.
    Lalu ia berkata kepadaku, “Han, mudah-mudahan kita bisa bersatu seperti ini Han, aku sangat sayang pada kamu.”
    Aku diam sejenak, lalu kubilang begini, “Aku juga sayang kamu, tapi kamu mesti janji tidak boleh meladeni paman aku kalo dia nyari-nyari kamu.”
    “Oke boss, siap laksanakan perintah..!” katanya sambil memeluku lebih erat.

    Sejak saat itu, kami menjadi sangat lengket, tiap malam minggu selalu kami bertingkah seperti suami istri. Tidak hanya di apartmentnya, kadang aku datang ke tempat kerjanya dan melakukannya bersama di WC, tentu saja setelah semua orang sudah pulang. Kadang ia juga ke tempat kerjaku untuk minta jatahnya. Katanya pamanku sudah tidak pernah mencarinya lagi, soalnya tiap kali Dianaa ditelpon, yang menjawabnya adalah mesin penjawabnya, lalu tak pernah dibalas Dianaa, mungkin akhirnya pamanku jadi bosan sendiri.
    Aku dan ia sering jalan-jalan ke Mal-Mal, untungnya tidak pernah bertemu dgn pamanku itu. Sampai saat ini aku masih jalan bersama, tapi ketika kutanya sampai kapan mau begini, ia tidak menjawabnya. Aku ingin sekali menikahinya, tapi sepertinya ia bukan tipe cewek yang ingin punya keluarga. Tapi lama-lama kupikir, tidak apalah, yang penting aku dapat enaknya juga.

  • Video Bokep Eropa Ngentot bertiga disaat membuat kue

    Video Bokep Eropa Ngentot bertiga disaat membuat kue


    2233 views

  • Video Bokep Honoka Orihara diikat tanganya disiksa dengan kenikmatan

    Video Bokep Honoka Orihara diikat tanganya disiksa dengan kenikmatan


    2397 views

  • Kisah Memek Askar

    Kisah Memek Askar


    2517 views


    Duniabola99.com – Nama saya Yusman, “Man”. Boleh kenal tak? Itu msg yang saya terima pada 5hb Oktober 2007, dari 012-85xxxxx Saya stay kat Alor Gajah, umur 29thn.

    Setelah berbicara panjang lebar, msg dan btanya tentang apa yang menjadi kesukaan masing-masing, kami pun sepakat berjumpa pada 7hb oktober kat Alor Gajah, Melaka.

    Pada 7hb, 9.45am . Kami berjumpa first time, dekat bas stand Alor Gajah, “Saya dah sampai, saya kat stand teksi Alor Gajah”, itu pesan msg yang saya terima daripada Yusman.

    Saya pun berjalan, datang menemui Yusman. Pertama kali saya nampak dia, saya terkejut! Kulit dia coklat gelap, style rambut khas seorang askar menambah tegas wajahnya, badan tap – macam seorang askar.

    Kami pun saling berjabat tangan, menyebutkan nama masing-masing. “Jom kita gi Tampin, sewa bilik kat sana ”, dia mempelawa dan mengulurkan helmit. Saya meraih helmit tuh, dan kemudian naik ke motor bernombor …….

    Moto pun melaju kearah luar Bandar, tetiba dekat simpang depan kilang Honda Alor Gajah, moto memusing balik. “Jom kita gi semak kat sana , tempat dia ok jugak, Tampin jauh. Next time le kita gi sana ”, Yusman memberitahu. Motor pun membelok kanan, menuju kilang Honda – simpang pertama kemudian membelok kanan lagi, lepas tu ikut kiri. Berhenti …

    Kami turun dan dia menolak moto masuk kedalam semak, agak terlindung daripada pandangan orang. Dia bakar sebatang rokok dan … sekali sentap, dia membuka butang seluar saya. Apalagi … saya buka leh sekali zip jeans saya.

    Dia kuarkan semua batang saya, dia hisap dan sedut. Perasaan saya lain macam, batang saya kena sedut ngan seorang lelaki berbadan tegap, sasa. Bila saya nampak dia dah puas menghisap dan menyedut batang saya, saya pun meminta izin untuk fuck dia. Dia cuba mengelak, “saya hisapkan batang awak sampai kuar” cakap dia. “saya tak boleh pancut bila tak fucking”, saya menyambung. “tolonglah bagi saya fuck lubang jubor awak”, saya meminta lagi. Yusman diam dan kemudian “Awak boleh fuck saya, tapi buat perlahan. Ini yang first time saya kena fuck”. “OK”, saya mengangguk.


    Dia kemudian turun kat saliran air yang kering, dan menonggeng. Saya gigit buntut dia dan menyapukan KY kat kepala batang saya. Perlahan saya jolok kan batang saya dalam lubang buntut dia, baru kepala konek saya je yang masuk dia dah meringis, menahan sakit. Saya cuba menggigit tetek dia yang keras, buat dia stim dan dapat mengurangkan rasa sakit dia kat lubang buntut Tak lama sangat cam biasa, saya dah mula rasa nak terpancut mungkin sebab lubang buntut Yusman yang memang sangat ketat, teruna lagi.

    “Man, saya dah nak pancut”, saya tetiba memberitahu. “Pancut kat luar le, saya nak minum sperm awak”, Yusman menyambung. Tapi bila kesedapan tuh dah melampau, saya terus jolok keluar masuk batang saya dalam lubang Yusman, hingga terpancut kat dalam. Yusman tetiba membalikkan badan dia, hingga le batang saya yang tengah pancutkan sperm tuh terlepas daripada lubang dia. Dia kemudian merentap batang saya, dan menyedut kuat tanpa ada rasa jijik. Puiiihhhhh, sedap tak terkira. Yusman, menjilat semua sisa air mani yang menetes dekat kepala batang saya, sambil tangan nya melancap batang nye sendiri. Saya cuba tundukkan badan saya dan menggigit-gigit tetek dia, yang membuat dia mengerang, melenguh. Tak lama kemudian dia pun pancut.

    Kami duduk rehat kejap, kemudian membersihkan diri ngan saputangan dan memasang seluar masing-masing.

    “saya nak jumpa awak lagi”, Yusman bercakap. “OK, terimakasih awak dah tolong saya pancut”, saya menyambung. “sama leh”, Yusman pun bercakap lagi. “Jom kita cabut, saya hantar awak gi bas stand Alor Gajah”, Yusman memberitahu.

    Tak lama kemudian kami pun sampai kat bas stand, saya turun daripada moto, melepaskan helmit dan menghulurkan kat dia, “Terimakasih banyak Man. Jumpa lagi. Bye”. Jam dah menunjukkan 1pm lebih.


    …………………….. Lama takda kabar berita, raya dah dekat. Kami pun sibuk ngan family.

    15hb, msg Man masuk. “Jom kita jumpa, saya nak rasa batang abang (dia membahasakan saya sebagai abang) yang besar tuh”, 012-85xxxxx (15Oct, 4.47pm). “OK, qt jumpa pada 18hb, belah petang”, saya reply msg dia. “tapi, bila abg fuck saya, buat slow sikit – hari tuh lubang buntut saya naya – ada darah kuar”, dia membagi tahu dalam msg.

    Setelah berbalas msg, kami pun sepakat. Jumpa pada 18hb pukul 6.30petang. Dia datang ambik kat Londang, depan Kolej Matrikulasi.

    18hb Okt 2007, kurang daripada 6.30pm . Saya dah duduk terpacak menunggu Man kat bas stop Taman Bidara, seperti yang dah saya msg kat dia tengah hari tadi. Tak lama kemudian saya nampak Man dengan motor dia, berhenti depan saya. Dia menghulurkan helmit dan moto kami pun melaju mengarah ke Pantai Pengkalan Balak.

    Setelah agak lama round kat tepi pantai, kami berhenti depan “Angin laut Challet”. Chek in dan masuk kedalam bilik nombor 7, tingkat 2.

    Masuk je dalam bilik, pintu dikunci – Man cam nak gila, merentap seluar saya, menarik kuar batang saya yang belum keras betul. Dia kulom dan sedut kuat, buat saya sakit cam nak menjerit. Risau tengok dia yang macam dah gila.


    Tak lama kemudian … saya cuba ambil alih, saya baringkan dia kemudian menggigit buntut dia. Saya jilat daripada pangkal peha naik keperut, kemudian terus ke tetek dan leher dia. Bau rokok tercium kuat, dia memang perokok.

    Saya telentangkan dia, kemudian sapukan KY lebih lebih kat lubang buntut dia, saya cuba masukkan 2 jari. Bila dia dah mula melenguh, saya pun jolok kan kepala batang masuk dalam lubang buntut dia, saya kuar masuk kan kepala batang. Bila saya tengok dia tak selesa, saya sapukan KY lagi dan minta dia mengiring. Saya cuba masukkan semua batang saya. Plup, konek saya dah dapat masuk penuh dalam lubang buntut Man. Saya diam kan sekejap, bila dia dah mula rasa selesa, dia cuba gerakkan badan dia. Saya pun beri jalan kat dia mengatur seberapa dalam konek saya dalam lubang buntut dia yang dia nak.

    Puuiiihhhhh, semakin lama semakin laju dia gerakkan badan dia, nampak nye dia dah mula selesa ngan konek kat lubang buntut dia, dan dah rasa sedap. Dah mula lah dia bergerak pantas. Saya gigit tetek dia, saya remas dada dia yang tap gila, keras. Sesekali saya pukul buntut dia.


    Bila dia dah mula penat, dia meminta saya segera pancut dalam lubang jubor dia. Dia nak rasa macam hari tu lagi. “Apsal kena pancut cepat Man?”, saya bertanya. “Lepas nih, saya kena pergi Port Dickson, esok saya ada kelas”, dia membagi tahu. “Kelas apa pulak?”, saya menyambung bertanya. “Saya askar, tengah belajar kejuruteraan khas askar kat Port Dickson”, dia membagi tahu, yang membuat saya terkejut. Dalam hati saya bercakap, patut le badan dia tap gila, kulit yang keras, dan style rambut pendek khas askar, main pun macam nak gila, GANAS.

  • Cerita Sex Adikku

    Cerita Sex Adikku


    4550 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Adikku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita SexSekarang aku sudah menikah dan mempunyai anak, kali ini aku akan berbagi pengalamanku dengan adik
    kandungku yang mana mencoba menikmati memekku.

    Perkenalkan namaku Monic umurku saat ini 23 tahun, dan kejadian ini terjadi 1 tahun kemarin dengan
    adikku yang berumur 17 tahun, aku anak ke dua dari 3 saudara yang pertama dia sudah menikah ikut
    suaminya dan aku dan adikku amasih ikur dengan orang tua.

    Aku sendiri berperawakan sedang, tinggiku 160cm berat badan 52kg, orang bilang aku montok, terutama
    pada bagian pinggul/pantat. Payudaraku termasuk rata-rata 34 saja. Kulitku yang putih selalu menjadi
    perhatian orang-orang bila sedang berjalan keluar rumah.

    Aku mempunyai seorang pacar berusia 2 tahun diatasku, dia adalah kakak kelas kuliahku. Aku dan pacarku
    berpacaran sudah 2 tahun lebih, dan selama itu paling jauh kami hanya melakukan petting, sailng raba,
    saling cium dan saling hisap.

    Pacarku sangat ingin menerobos vaginaku jika saat petting, tapi aku sendiri tidak ingin hal itu
    terjadi sebelum kami menikah, jadi aku mengeluarkan air maninya dengan cara swalayan, yaitu mengocok
    kontolnya. Aku juga kerap dipaksa menghisap kontol pacarku yang mana sebenernya aku agak jijik
    melakukannya.

    Keseringan petting dengan pacarku membuatku menjadi haus akan belaian lelaki dan selalu iingin
    disentuh, sehari saja tidak dibelai rasanya tersiksa sekali… entah kenapa aku jadi ketagihan…
    Sampai akhirnya kau sendiri melakukannya dengan tanganku sendiri dikamarku sendiri. Sering aku
    meraba-raba payudaraku sendiri dan mengusap-usap memeku sendiri sampai aku orgasme.

    Inilah kesalahan ku, aku tidak menyadari kalau selama ini adikku John sering mengintip aku… ini aku
    ketahui setelah dia mengakuinya saat berhasil membobol keperawananku, kakaknya sendiri.

    Awal mulanya, ketika itu aku, mamaku dan adikku John pergi ke supermarket 500m dekat rumah. Karena
    belanjaan kami banyak maka kami memutuskan untuk naik becak. Saat itu aku memakai celana panjang ketat
    setengah lutut, dan karena kami hanya naik satu becak, aku memutuskan untuk di pangku adikku,
    sedangkan mamaku memangku belanjaan. Bola Tangkas

    Cerita Sex Adikku Diperjalanan yang hanya 500m itu, ketika aku duduk di pangkuan adikku, aku merasakan sesuatu
    bergerak-gerak dipantatku, aku sadar bahwa itu kontol adikku, keras sekali dan berada di belahan
    pantatku. Aku membiarkannya, karena memang tidak ada yang bisa kulakukan.

    Bahkan ketika di jalan yang jelek, semakin terasa ganjalan dipantatku. Karena aku juga sangat rindu
    belaian pacarku yang sudah 3 hari tidak ke rumah, diam diam aku menikmatinya.

    Sejak kejadian itu, aku sering melihat dia memperhatikan tubuhku, agak risi aku diperhatikan adikku
    sendiri, tapi aku berusaha bersikap biasa.

    Suatu hari, aku dan pacarku melakukan petting di kamarku… Aku sangat terangsang sekali… dia meraba
    dan membelai-belai tubuhku. Sampai akhirnya pacarku memaksakku membuka celana dalamku dan memaksaku
    untuk mengijinkannya memasukkan kontolnya ke memekku. Tentu saja aku keberatan, walaupun aku sangat
    terangsang tapi aku berusaha untuk mempertahankan keperawananku.

    Dalam ketelajanganku aku memohon padanya untuk tidak melakukannya. Dan anehnya aku malah berteriak
    minta tolong. Hal ini di dengar oleh adikku John, dia langsung menerobos kamarku dan mengusirnya, saat
    itu juga pacarku ketakutan, karena memang badan adikku jauh lebih besar.

    Aku lansung menutupi tubuhku yang telanjang dan aku yakin adikku melihat ketelajanganku. Dan pacarku
    sendiri langsung memakai pakaiannya dan pamit pulang.

    Sejak itu, pacarku jadi jarang ke rumah. Dari selentingan teman-teman ku, pacarku katanya mempunyai
    teman cewe lain yang sering jalan dengannya. Tentu saja aku sedih mendengarnya, tapi aku juga merasa
    beruntung tidak ternodai olehnya.

    Suatu malam aku berbincang-bincang dengan adikku, ceritasexdewasa.org aku berterima kasih padanya karena dia telah
    menggagalkan pacarku menodaiku. Aku kaget ketika adikku ngomong bahwa, aku ngga bisa menyalahkan
    pacarku karena memang bodyku sexy sekali dan setiap laki-laki pasti ingin merasakan tubuhku. Ketika
    kutanya, jika setiap lelaki, apakah adikku juga ingin merasakan tubuhku juga… dia menjawab:

    “Kalau kakak bukan kakakku, ya aku juga pengen, aku kan juga lelaki”

    aku sangat kaget mendengar jawabannya tapi aku berusaha itu adalah pernyataan biasa, aku langsung aja
    tembak, “emang adik pernah nyobain cewe?”

    dia bilang “ya, belum kak”…. itulah percakapan awal bencana itu.

    Malam harinya aku membayangkan bercinta dengan pacarku, kau merindukan belaiannya… lalu aku mulai
    meraba-raba tubuhku sendiri… tapi aku tetap tidak bisa mencapai apa yang aku inginkan… sekilas aku
    membayangkan adikku… lalu aku memutuskan untuk mengintip ke kamarnya… Malam itu aku mengendap-
    endap dan perlahan-lahan nak keatas kursi dan dari lubang angin aku mengintip adikku sendiri.

    Cerita Sex Adikku Aku sangat kaget sekali ketika melihat adikku dalam keadaan tak memakai celana dan sedang memegan alat
    vitalnya sendiri, dia melakukan onani, aku terkesima melihat ukuran kontolnya, hampir 2 kali pacarku,
    gila kupikir, kok bisa yah sebesar itu punya adikku.

    Dan yang lebih kaget, di puncak orgasmenya dia meneriakkan namaku… Saat itu perasaanku bercampur
    baur antar nafsu dan marah… aku langsung balik kekamarku dan membayangkan apa yang baru saja aku
    saksikan.

    Pagi harinya, libidoku sangat tinggi sekali, ingin dipuaskan adikku tidak mungkin, maka aku memutuskan
    untuk mendatangi pacarku. Pagi itu aku langsung kerumah pacarku dan kulihat dia sangat senang aku
    datang ditariknya aku ke kamarnya dan kami langsung bercumbu… saling cium saling hisap dan
    perlahan-lahan baju kami lepas satu demi satu sampai akhirnya kami telanjang bulat.

    Gilanya begitu aku melihat kontolnya, aku terbayang kontol adikku yang jauh lebih besar darinya…
    sepert biasa dia menyuruhku menghisap kontolnya, dengan terpaksa aku melakukannya, dia merintih-rintih
    keenakkan dan mungkin karena hampir orgasme dia menarik kepalaku.

    “Jangan diterusin, aku bisa keluar katanya”

    lalu dia mula menindihi ku dan dari nafasnya yang memburu kontolnya mencari-cari lubang memekku…
    begitu unjung kontolnya nempel dan baru setengah kepalanya masuk, aku kaget karena dia sudah langsung
    orgasme, air maninya belepotan diatas memekku… “Ohhhhh…” katanya.

    Dia memelukku dan minta maaf karena gagal melakukan penetrasi ke memekku. Tentu saja aku sangat
    kecewa, karena libidoku masih sangat tinggi.

    “Puaskan aku dong… aku kan belum…” rengekku tanpa malu-malu.

    Tapi jawabannya sangat menyakitkanku… “Maaf, aku harus buru-buru ada janji dengan sisca” katanya
    tanpa ada rasa ngga enak sedikitpun.

    Aku menyembunyikan kedongkolanku dan buru-buru berpakaian dan kami berpisah ketika keluar dari
    rumahnya.

    Diperjalanan pulang aku sangat kesal dan timbul kenginanku untuk menyeleweng, apalagi selama
    diperjalanan banyak sekali lelaki yang mengodaku dar tukang becak, kuli bangunan sampai setiap orang
    di bis.

    Begitu sampai rumah aku memergoki adikku yang akan pergi ke sport club, dia mengajakku untuk ikut dan
    aku langsung menyanguppinya karena memang aku juga ingin melepaskan libidoku dengan cara berolah raga.

    Di tempat sport club, kam berolah raga dari senam sampai berenang dan puncaknya kami mandi sauna.
    Karena sport club tersebut sangat sepi, maka aku minta adikku satu kamar denganku saat sauna.

    Saat didalam adikku bilang “kak, baju renangnya ganti tuh, kan kalau tertutup gitu keringatnya ngga
    keluar, percuma sauna”

    Cerita Sex Adikku

    Cerita Sex Adikku

    “Abis pake apa” timpalku, “aku ngga punya baju lagi”

    “Pake celana dalem sama BH aja kak, supaya pori-porinya kebuka” katanya

    Pikirku, bener juga apa katanya, aku langsung keluar dan menganti baju renangku dengan BH dan celana
    dalam, sialnya aku memakai celana dalam G-string putih sehabis dari rumah pacarku tadi… Tapi “ah,
    cuek aja.. toh adikku pernah liat aku telanjang juga”.

    Begitu aku masuk, adikku terkesima dengan penampilanku yang sangat berani… kulihat dia berkali-kali
    menelan ludah, aku pura-pura acuh dan langsung duduk dan menikmati panasnya sauna.

    Keringat mencucur dari tubuhku, dan hal itu membuat segalanya tercetak didalam BH dan celana
    dalamku… adikku terus memandang tubuhku dan ketka kulihat kontolnya, aku sangat kaget, dan
    mengingatkanku ke hal semalam ketika adikku onani dan yang membuat libidoku malah memuncak adalah
    kepala kontolnya muncul diatas celana renangnya.

    Aku berusaha untuk tidak melihat, tapi mataku selau melirik ke bagian itu, dan nafasku semakin memburu
    dan kulihat adikku melihat kegelisahanku. Aku juga membayangkan kejadian tadi pagi bersama pacarku,
    aku kecewa dan ingin pelampiasan.

    Dalam kediaman itu aku tidak mampu untuk bertahan lagi dan aku memulainya dengan berkata:

    “Ngga kesempitan tuh celana, sampe nongol gitu”

    “Ia nih, si otong ngga bisa diajak kompromi kalo liat cewe bahenol” katanya

    “Kasian amat tuh, kejepit. Buka aja dari pada kecekik” kataku lebih berani. cerita ml sedarah

    “Iya yah…” katanya sambil berdiri dan membuka celananya…

    Aku sangat berdebar-debar dan berkali-kali menggigit bibirku melihat batang kemaluan adikku yang
    begitu besar.

    Tiba-tiba adikku mematikan mesin saunanya dan kembali ke tempatnya.

    “Kenapa dimatiin” kataku

    “Udah cukup panas kak” katanya

    Memang saat juga aku merasa sudah cukup panas, dan dia kembali duduk, kami saling memandang tubuh
    masing-masing. Tiba-tiba cairan di memekku meleleh dan gatal menyelimuti dinding memekku, apalagi
    melihat kontol adikku.

    Akal warasku datang dan aku langsung berdiri dan hendak keluar, tapi adikku malah mencegahku
    “nanti kak”. cerita ml sedarah

    “Kan udah saunanya ” timpalku, aku sangat kaget dia berada tepat di depanku dengan kontol mengacung ke
    arahku, antara takut dan ingin.

    “Kakak udah pernah gituan belum kak” kata adikku

    “Belum” kataku, “emang kamu udah..?” lanjutku

    “Belum juga kak, tapi pengen nyoba” katanya

    “Nyoba gimana???? Nantikan juga ada saatnya” kataku berbalik kearah pintu dan sialnya kunci lokerku
    jatuh, ketika aku memungutnya, otomatis aku menunggingi adikku dan buah pantatku yang besar menempel
    di kontolnya.

    Gilanya aku malah tetap diposisi itu dan menengok ke arah adikku. Dan tak kusangka adikku memegang
    pinggulku dan menempelkan kontolnya dibelahan pantatku yang hanya tertutup G-string.

    “Oh kak…. bahenol sekali, aku pengen nyobain kak” katanya dengan nafas memburu.
    cerita ml sedarah
    “Aw… dik ngapain kamu” timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, karena memang aku juga
    menginginkannya.
    “Pengen ngentot kakak” katanya kasar sambil menekan batangnya kepantatku.

    Aku menarik pantatku dan berdiri membelakanginya, “Aku kan kakakmu John, inget dong”

    Adikku tetap memegang pinggulku “tolong kak.. asal nempel aja.. nga usah dimasukkin, aku ngga tahan
    banget”

    Cerita Sex Adikku “Tolong kak,” katanya memelas. Aku di suruh nagpain juga mau kak, asal bisa nempelin aja ke memek
    kakak”.

    Pikiranku buntu, aku juga punya libido yang tak tertuntaskan tadi pagi.. dan membayangkan pacarku
    menunggangi sisca, libidoku tambah naik.. “Persetan dengan pacar brengsek” batinku.

    “Jangan disini” pintaku.

    “Sebentar aja kak, asal nempel aja 1 menit” katanya meremas pinggulku.

    “Kakak belum siap” kataku.

    “Kakak nungging aja, nanti aku panasin” katanya.cerita ml sedarah

    Bagai terhipnotis aku menuruti apa katanya, sambil memegang grendel pintu, aku menungginginya dan
    dengam pelan-pelan dia membuka G-stringku dan melemparkannya. Dan dia jongkok di belakangku dan
    gilanya dia menjulurkan lidahnya menjilat memeku dari belakang…

    “Oh… ngapain kamu dik…” kataku tanpa melarangnya.

    Dia terus menjulurkan lidah dan menjilati memekku dari belakang.. ohhhh… gila pikirku… enak
    banget, pacarku saja ngga mau ngejilatin memekku, adikku sendiri dengan rakus menjilati memekku

    “Gila kamu dik, enak banget, belajar dimana” rintihku…

    Tanpa menjawab dia terus menjilati memekku dan meremas remas bokongku sampai akhirnya lama-lama
    memekku basah sekali dan bagian dalam memekku gatal sekali…

    Tiba-tiba dia berdiri dan memegang pinggulku..

    “Udah panas kak” katanya mengarahkan kontolnya kepantatku dan memukul-mukul kepala kontolnya
    kepantatku.

    “udah….” kataku sambil terus menungging dan menoleh ke arah adikku…
    “Jangan bilang siapa-siapa yah dik” kataku.

    Adikku berusaha mencari lubang memekku dengan kepala kontolnya yang besar… dia kesulitan…
    “Mana lubangnya kak..” katanya.

    Tanpa sadar aku menjulurkan tangan kananku dan menggengam kontolnya dan menuntun ke mulut goaku.

    “Ini dik” kataku begitu tepat di depannya, “gesek-gesek aja yah dik”.

    “Masukin dikit aja kak” katanya menekan kontolnya.

    “aw… dik, gede banget sih” kataku, “pelan-pelan….”.

    Begitu kepala kontolnya membuka jalan masuk ke memekku, adikku pelan-pelan menekannya.. dan
    mengeluarkannya lagi sedikit sedikit… tapi tidak sampai lepas… terus ia lakukan sampai membuat aku
    gemas….

    “Oh.. dik…. enak…. dik…. udah yah…” kataku pura-pura…..

    “Belum kak…. baru kepalanya udah enak yah….”

    “Memang bisa lebih enak…???” kataku menantang.

    Dan…. langsung menarik pinggulku sehingga batang kontolnya yang besar amblas ditelan memekku”
    Aku merasakan perih luar biasa dan “aw…. sakit dik…” teriakku.

    Adikku menahan batangnya didalam memekku …. “Oh…kak…nikmat banget…..” dan secara perlahan dia
    menariknya keluar dan memasukannya lagi, sungguh sensasi luar biasa. Aku merasakan nikmat yang teramat
    sangat, begitu juga adikku…

    “Oh, kak… nikmat banget memekmu..” katanya.

    “Ssssshhhh… ia dik… enak banget” kataku.

    Cerita Sex Adikku Lima belas menit dia mengenjotku, sampai akhirnya aku merasakan orgasme yang sangat panjang dan nikmat
    disusul erangan adkku sambil menggengam pinggulku agar penetrasinya maksimum.

    “Oh.. kak.. aku keluar.. nikmat banget…” katanya

    Sejenak dia memelukku dari belakang, dan mulai mencabut kontolnya di memekku…
    “Ma kasih kak” katanya tanpa dosa dan memakaikan celanaku lagi.

    Aku bingung bercampur menyesal dan ingin menangis. Akulangsung keluar dan membersihkan diri sambil
    menyesali diri.. “kenapa adikku????”

    Dalam perjalanan pulang adikku berulang-ulang minta maaf atas perbuatannya di ruangan sauna… Aku
    hanya bisa berdiam merenungi diriku yang sudah tidak perawan lagi…

    Kejadian itu adalah awal petualangan aku dan adikku, Karena dua hari setelah itu kembali kami
    besetubuh, bahkan lebih gila lagi.. kami bisa melakukannya sehari 3 sampai 5 kali sehari semalam.

    Setahun sudah aku di tunggangi adikku sendiri sampai ada seorang kaya, kenalan bapakku melamarku, dan
    kami menikah. Untungnya suamiku tidak mempermasalahkan keperawananku.

    Akhirnya aku di karunia seorang anak dari suamiku, bukan dari adikku.. karena aku selalu menjaga
    jangan sampai hamil bila bersetubuh dengan adikku.

    Sampai sekarang aku tidak bisa menghentikan perbuatanku dengan adikku, yang pertama adikku selalu
    meminta jatah, di lain pihak aku juga sangat ketagihan permainan sex nya.

    Demikian kisah nyataku dengan adikku.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Cerita Sex Terbaru Akhirnya Suamiku Memperoleh Bersetubuh Dengan Pria Lain

    Cerita Sex Terbaru Akhirnya Suamiku Memperoleh Bersetubuh Dengan Pria Lain


    14439 views

    Namaku ialah Rudi, sebagai seorang pelaku bisnis muda saya sdh dapat disebutkan sukses. Saya dapat berbicara demikian karena selainnya punyai usaha yang mapan, rumah yang eksklusif, saya mempunyai seorang istri yang elok namanya Riyanti.

    Cersex Stw – Tapi ada satu perihal yang membuatku tidak bisa disebutkan sebagai lelaki yang sukses, jika saya sendiri benar-benar tidak dapat memberi nafkah batin untuk istriku.

    Kondisi ini terjadi di tahun ke-2 perkawinanku, di mana waktu itu saya alami kecelakaan yang nyaris mengambil nyawaku. Akibatnya karena kecelakaan itu dokter katakan jika saya tidak dapat kembali memberikan nafkah batin, apalagi turunan untuk istriku. Ini membuat saya dan Riyanti cukup terpukul, tetapi kami berdua sudah janji jika ini cuma rahasia antara kami berdua.

    Terkini Pada tahu keempat perkawinan kami, orangtua kami mulai menanyakan kapan kami dapat memberikan mereka cucu. Saya dan Riyanti cuma dapat menjawab secepat mungkin, walau sebenarnya dlm hati kami menangis karena sudah bohong pada orang-tua kami berdua.
    Sesuatu hari saya entahlah darimanakah mendapatkan gagasan edan, dan saat lusuhpaikan pada istriku seperti yang sdh kuduga dia menampik mentah-mentah ideku itu. Gagasan yang kumaksud ialah saya akan carikannya lelaki lain untuk menghamilinya. Terang-terangan hali ini kulakukan karena tidak sampai hati menyaksikan Riyanti istriku, terus-terusan dipenuhi walau sebenarnya saya tahu dia sendiri tidak senang.

    Pada akhirnya dgn semua rayu bujuk aku juga sukses membuat Riyanti sepakat dgn gagasan ini.

    ” Tp mas bagaimana jika saya hamil apa kamu, akan menyukaiku ?” bertanya Riyanti padaku.
    ” Sudah pasti sayang saya lakukan ini supaya kamu dapat memperoleh kepuasan dan supaya kita berdua dapat punyai anak.” jawabku kepadanya.

    Kami berdua sudah sepakat, tinggal cari lelaki yang ingin melakukan. Hal ini susah karena Riyanti ajukan syarat jika dia ingin melakukan tp harus dgn yang masih perjaka, alasanya supaya tidak terserang penyakit kelamin. Pada akhirnya sesudah menelusurinya kami temukannya, ya nama pemuda itu ialah Aswin, seorang pemuda berumur tujuhbelasan. Saat saya menanyakan pada Riyanti apa dia ingin dgn pemuda itu dia tidak menampik, karena dia percaya masih perjaka.

    Tdklah susah membuat Aswin tinggal di rumah kami, orangtua Aswin ialah pesuruh di rumah mertuaku, dgn argumen menjadikan sebagai pesuruh dan satpam di rumah kami, kami sukses ajak Aswin untuk tinggal dengan kami.

    Sepanjang sekian hari tinggal di rumah kami saya dan Riyanti memeriksa karakter dari Aswin, dan kami berdua sepakat jika gagasan kami bisa dilaksanakan. Malam hari ini kami berdua akan selekasnya melakukan.

    Malam itu saya menyengaja panggil Aswin ke dlm kamar supaya bisa jalankan gagasan kami. Kedengar suara ketukan dipintu selanjutnya suara.

    ” Pak izin apa saya bisa masuk” kata Aswin tanpa sadar apa yang dia akan jumpai
    ” Masuk Win pintunya tidak digembok” jawabku kepadanya.

    Lantas iapun masuk dan kaget menyaksikan Riyanti istriku tidur telanjang dada di atas kasur sementara sisi bawah tertutup selimut.

    ” pak ada apakah ini, apalagi mengapa ibu telanjang demikian?” bertanya Aswin.

    Sdh kuduga ia ini cukup polos orangnya, lantas selekasnya saja aku juga menjawab.

    “Win bapak ingin minta bantuan, kamu ingin kan. Bapak ingin kamu puasin ibu malam hari ini jika dapat buat ibu hamil, kamu dapat kan.” Kataku kepadanya.
    “tp pak ,tp.”

    Tanpa kuduga Riyanti bangun dari tempat tidur lantas ke arah Aswin. Selekasnya saja dia buka celana punya Aswin lantas iapun raih k0ntol kepunyaannya selanjutnya mengulumnya.

    Aswin tidak dapat melakukan perbuatan apapun dia terkejut ketiak menyaksikan badan polos Riyanti yang selanjutnya selekasnya mainkan k0ntol kepunyaannya.

    “Anggh bu saya ngak tahan saya seperti akan kencing,” ucapnya
    ” Mengeluarkan saja Win saya ingin meminum.” Jawabannya.

    Rupanya Riyanti mulai jadi liar sepanjang 2 tahun tidak mendapatkan kehangatan semacam itu, sudah membuat lupa diri dan jadi liar. Saya yang menyaksikan benar-benar suka rupanya Riyanti dapat memperoleh kepuasan, supaya tidak mengusik saya putuskan keluar kamar.

    Selang beberapa saat Aswin mulai keluarkan air maninya, tanpa berpikir panjang Riyanti selekasnya mengisap habis semua sekalian bersihkan k0ntol Aswin dgn lidahnya.
    Seterusnya Riyanti selekasnya naik ketempat tidur sekalian berbicara.

    “Membuang semua bajumu lantas tolong saya Win, malam hari ini kamu harus dapat untuk memberikan kepuasanku” Ucapnya pada Aswin.

    Seperti diperhitungkan Aswin masih tetap sedikit kebingungan tp dia selekasnya lakukan apa yang diperintah oleh istriku.
    Di lain faksi sesudah menyaksikan Aswin dlm kondisi telanjang bundar, Riyanti istriku takjub dlm umur masih terbilang muda k0ntol kepunyaannya sdh besar, tentu dia akan senang malam hari ini berpikir istriku.

    Aswin yang masih bingung harus melakukan perbuatan apa sesudah menyaksikan dari jarak dekat badan istriku, mulai lakukan apa yang diperintah oleh Riyanti.

    ” Aswin mari puaskan ibu, kamu coba remas dan hirup susu ibu, mari Win.”

    Aswin mulai meremas dan mengisap susu istriku, sampai istriku berbicara.

    “Auch Win jangan kamu gigit ibu sakit.” Ucapnya
    “maafkan Aswin bu Aswin ngak menyengaja, maafkan Aswin kembali ya bu.” Kata Aswin dlm suara memelas seakan takut dimarahin.
    “ya sudah ibu maafkan saat ini kamu jilat meqi ibu tp perlahan-lahan ya.”

    Aswin juga selekasnya menjilat-jilati meqi istriku sekalian tangannya meremas susu punya istriku.

    “Bu meqi ibu kok harum?” bertanya Aswin
    “Kamu sukai Win, coba saat ini kamu masukan jemari kamu ke dalamnya Win.”

    Aswin juga selekasnya lakukan apa yang diminta, selang beberapa saat Riyanti istriku mulai mendapatkan orgasme pertama kalinya saat Aswin mengisap meqinya.

    “Apa ini bu kok asin tp lekat.” Bertanya Aswin.

    Riyanti istrku sedikit geli dengar perkataan Aswin, lantas iapun menanyakan kepadanya.

    “Win ibu ingin bertanya kamu dah sebelumnya pernah beginian ama wanita apa belum?”bertanya istriku pada Aswin.
    “Belum bu sama ibu malah yang pertama karena saya terkejut saat menyaksikan ibu telanjang lantas mainkan punyai saya.”jawabannya.
    “Sehingga kamu masih perjaka, jika begitu kamu sukai ngak ma badan ibu?” Bertanya istriku.
    “Sukai bu badan ibu bagus apalagi meqi ibu harum.” Jawabannya
    “Sehingga kamu ingin kan membuat ibu senang malam hari ini, apa kamu takut Win sama bapak.”
    “Saya takut sama bapak jika saya didakwa melakukan perbuatan tidak baik ama ibu.”
    “Kamu ngak perlu takut Win tujuan kamu bapak ama ibu sama membawa ke sini agar kamu dapat membuat ibu hamil, menjadi kamu ingin kan. Jika kamu ingin mencoba membawa bantal kecil itu kesini Win.” Pinta istriku.

    Aswin juga selekasnya bangun dan ambil bantal kecil yang ada di atas bangku, selanjutnya memberinya pada Riyanti istriku. Riyanti juga selekasnya menggunakan bantal kecil itu di bawah pinggulnya, dia coba buat posisi di mana dia dapat cepat hamil.

    “Win bagaimana apa kamu dah siap?” bertanya istriku.

    Aswin juga selekasnya siap-siap dia menempatkan k0ntolnya pas dimulut meqi istriku.

    “Perlahan-lahan Win sdh lama ibu tidak dimasuki k0ntol yang asli apalagi sebesar punyamu itu, angggh perlahan Win ibu sakit.”

    Saya tahu istriku tentu sakit karena sesudah saya dipastikan impoten oleh dokter, meskipun dia mendapatkan kepuasan dari seks toys, istriku benar-benar tidak ingin menggunakan dildo. Istriku itu cuma ingin menggunakan vibarator getar yang terpasang pada clirotisnya.

    “Maaf bu habis punyai ibu sempit sekali menjadi Aswin harus sedikit maksa masuknya.”
    “Ya sdh, ibu dah ngak sakit kembali sekarangkamu dorong mundur-maju ya.”

    Aswin mulai mainkan kepunyaannya didalam meqi istriku.

    “Bu mentok bu.”

    Riyanti terkejut tp dia menyaksikan masih tetap ada k0ntol punya Aswin yang ada di luar. Riyanti berpikiran anak selainnya besar rupanya panjang .

    Sesudah limabelas menit mainkan k0ntolnya Aswin merasa dia akan keluar kembali.

    “Bu rasanya saya ingin keluar.”
    “Ibu Win kita keluar sama di dalam. Anggggh Win ibu keluar.”

    Aswin merasa k0ntol kepunyaannya diguyur suatu hal selanjutnya dia dipaksakan lebih intim dgn istriku, karena Riyanti melingkarkan kakinya hingga Aswin seperti terkunci. Selang beberapa saat Aswin mulai keluarkan pejunya.

    “Win jangan diambil dahulu ibu ingin kamu keluar semua dahulu, lantas jika ibu dah katakan bisa baru kamu ambil keluar.”

    Ya sepanjang beberapa saat Aswin dan istriku sama-sama tindih. Istriku ingin supaya sperma punya Aswin dapat selekasnya masuk kerahimnya dan membuat dianya hamil. Tidak lama Aswin selekasnya tiduran dikasur, dia kelihatannya senang. Dik0ntolnya terlihat tersisa cairan darinya dan Riyanti.

    Riyanti yang menyaksikannya selekasnya bersihkan k0ntol itu dgn mulutnya. Dia seperti belum juga senang dgn jalinan intim yang barusan terjadi.

    “Win kamu masih kuatkan ibu tetap kepengin kembali. Dasarnya kamu malam hari ini harus dapat muasin ibu.” Kata Riyanti.
    “Baik bu.”
    “Ngak kamu panggil bu coba saat ini kamu panggil saja mbak.” Kata istriku.
    “Baik bu eh mbak tp saya haus ingin minum.”kata Aswin.
    “Ya kamu minum dahulu dimeja ada air.” Kata Riyanti yang bangun dari tempat tidur lantas minum jamu yang sudah dipersiapkan.
    “Mbak apa itu kok kaya jamu sich?” bertanya Aswin.
    “Iya ini memang jamu tp jamu buat kesuburan kamu harus juga minum ini ya Win supaya mbak dapat cepat hamil.” Kata Riyanti pada Aswin.

    Aswin juga minum jamu itu, lantas ronde ke-2 dgn Riyanti diawali.

    “Win mbak ingin bertanya kamu sebelumnya pernah ngak saksikan badan wanita telanjang awalnya?”

    Aswin juga menjawab.

    “Kalau saksikan sebelumnya pernah, saat itu kembali ngintip gadis yang pada mandi di sungai, tp kalau bermain ama mbak malah yang pertama.”
    “Uh kamu membuat mbak greget mari masukkan punyai kamu jangan mainkan tangan kamu terus disusu mbak kelak mbak geram lo.”

    Ya yang terjadi malam itu Aswin dipaksakan oleh istriku supaya ingin layani gairahnya yang sudah dikubur sepanjang 2 tahun. Beragam jenis style diberikan pada Aswin tp yang kerap dilaksanakan ialah style yang cepat membuat hamil, yakni style di mana pinggul diangkat hingga air mani cepat masuk ke dalam kandungan.
    Pagi harinya saya kembali masuk ke dalam kamar kusaksikan Aswin masih bermain dgn istriku, tp ini kali posisi doggie.

    “Ana apa kamu belum juga senang, semalam memang berapakah kali?” tanyaku.
    “6x sama yang saat ini, heh heh heh….., mas ingin kerja ya kalau begitu nantikan bentar ya sesudah ini usai saya mandi lantas siapin makan.” Kata Riyanti.
    “Ngak perlu kamu puasin saja dahulu, saya mudah kok dapat makan pagi dikantor.”

    Demikianlah sampai pergi kekantor saya tetap menyaksikan Riyanti bermain dgn Aswin, dlm hati saya senang sebab bisa menyaksikan senyuman Riyanti kembali.
    Pulang kantor aku juga menanyakan pada ia.

    ” Ana sampai jam berapakah kamu bermain sama Aswin, terlihat ampe lemah begitu?” tanyaku.
    “Sampai jam dua siang, memang seling ama tidur dan makan. Tp saya maen sepuluh ronde ama ia, saya saja sampai ngak kehitung berapakah kali orgasme mas.” Jawab Riyanti.
    “Tp kamu baik saja kan, ia ngak kasar ama kamu kan.”
    ‘Ngak mas, mas nanti malam saya meminta izin mau bermain kembali ama Aswin bisa ngak mas.” Pinta istriku.
    “Bisa saja tp kamu harus inget, kamu jangan sampai dikasari ama ia.” Jawabku.

    Ya malam-malam seterusnya aku juga mengikhlaskan Riyanti istriku tidur dgn lelaki lain yakni Aswin. Cerita ini tetap berlanjut menjadi nantikan kelajutannya.

  • Kisah Memek Ngentot Memek Sempit Adik Pacarku

    Kisah Memek Ngentot Memek Sempit Adik Pacarku


    2974 views

    Duniabola99.com – Aku seorang cowok yang masih sekolah di SMU faforit di kotaku, dan saat ini aku masih duduk di kelas 2 SMU. Namun sudah hampir dua tahun ini aku menjalin hubungan dengan Aulia teman satu kelasku, kami begitu mesra sampai-sampai di juluki rome and julie oleh teman satu kelas bahkan satu sekolahpun tahu kalau kami sepasang kekasih karena seringnya kami jalan berdua.


    Aku begitu mencintai Aulia karena dia begitu cantik di tambah dengan tubuh sintalnya. Yang membuat kami menjadi pusat perhatian di sekolah karena Aulia yang bertubuh seksi dan juga aku yang merupakan salah satu murid cowok terkeren di sekolah. Namaku Jordan dan merupakan anak kebanggaan mamaku karena aku satu-satunya anak cowok di rumahku karena kedua kakakku peremuan semua.

    karena itu mama begitu memanjakan aku tidak jarang dia memberikan apapun yang aku mau. Sehingga aku menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab, seperti halnya aku sering melakukan adegan layaknya dalam cerita ngentot. Baik itu dengan gadis yang sudah aku anggap pacar atau hanya sekedar pelampiasan nafsu saja tanpa satu ikatan apapun dan aku tidak terlalu memikirkan hal itu.

    Karena bagiku melakukan adegan layaknya dalam cerita ngentot seperti sudah menjadi keharusan. Bagaimanapun juga aku lelaki yang sudah beranjak dewasa, dan sudah lumrah juga jika harus melakukan hal itu. Begitu juga dengan Aulia pacarku kami sering melakukan hubungan intim seperti pasangan suami istri baik itu di rumah Aulia ataupun di rumahku sendiri.

    Karena mama memberikan kebebasan padaku untuk membawa setiap teman ke kamarku baik itu teman cowok maupun teman cewek. Apalagi Aulia yang memang sudah aku kenalkan sebagai pacarku, jadi Aulia sudah akrab dengan keluargaku bahkan dengan mama mereka sudah seperti teman sendiri. Karena mamaku juga begitu gaul layaknya anak muda hingga begitu supel setiap bertemu dengan teman-temanku.


    Begitupun aku sering kali main kerumah Aulia, dia merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Aulia memiliki adik yang tidak terpaut jauh umurnya Nadia namanya, tapi Nadia sekolah di SMU yang lain dengan Aulia namun dia memang satu tingkat di bawah Aulia, karena Nadia merupakan adiknya meski hanya beda umur satu tahun dan kalau di lihat Nadia lebih putih daripada Aulia.

    Tapi dia kalah seksi jika di banding dengan Aulia yang berbody montok sedangkan Nadia tubuhnya begitu langsing dan lebih tepatnya kurus. Aku juga suka melihat nadia jika aku bermain ke rumah Aulia dan dia juga begitu suka bercanda denganku bahkan dia tidak segan-segan untuk mencubit bahkan dengan manja memukul ringan padaku dan akupun sering membalasnya.

    Hingga pada suatu hari aku sedang main ke rumah Aulia hari itu tepatnya hari minggu. Saat itu Aulia sedang tidak berada di rumahnya karena ada kepentingan keluarga dan dia yang ikut dalam rombongan keluarganya sedangkan di rumah Aulia hanya tinggal Nadia. Kamipun mengobrol dan bercanda hari itu, sampai akhirnya aku semakin dekat dengan Nadia.

    Namun bukannya berusaha untuk menghindari Nadia juga semakin manja mendekatkan tubuhnya padaku. Saat itulah kami dengan penuh nafsu saling melumat bibir kami masing-masing, layaknya pemain dalam adegan cerita ngentot kami semakin liar bermain lidah dalam mulut bahkan Nadia begitu fasih membuatku semakin bergairah saja dia memberikan permainan sex yang baru bagiku.


    Dengan melumat bibirku sampai dengan mengocok kontolku yang masih berada di dalam celana dalamku, dan aku menikmatinya ” Ooouuuggghh… eeeeuuummppphhh….. eeeeuuuummmppphh…. aaaaaggggghhh… ” Terasa bergetar seluruh tubuhku kala itu, sedangkan nadia semakin liar memainkan tanganya dalam memegang kontolku yang sudah semakin menegang.

    Karena tidak tahan juga menikmati aksi tangan Nadia akupun membuka celanaku sambil mengacungkan kontolku pada memeknya. Saat itu juga aku masukkan kontolku dalam lubang memek tersebut ” OOouuwww…. pelan.. dong… kak… aaaaaggggghhhhh… ” Teriak Nadia begitu aku masukkan kontolku dan aku tahu kalau hal ini bukan pertama kali dia lakukan.

    Terlihat Nadia memejamkan mata ketika aku bergerak di atas tubuhnya ” OOooouuuuggghh…. oooooouuuggghh… aaaaaaggggghhh… aaaaaaggggghhhh…. aaaaagggggghh… oooouuuggghh… ” Kini dia mendesah sambil terus memejamkan mata sambil memegang lenganku yang mulai basah oleh keringat yang mengucur dari dalam pori-poriku karena gerakan yang aku lakukan.

    Semakin lama aku semakin cepat bergerak di atas tubuh Nadia yang terlihat mengimbangi permainanku dengan cara ikut bergerak sesuai dengan gerakan yang aku lakukan ” OOouuggghh…. oooouuuggggghhhh…. oooouuuuggghhh… aaaaaaaggggghhh… ” Kini aku tidak lagi melambatkan gerakanku tapi aku terus bergoyang dengan cepat hingga bergetar seluruh tubuhku.

    Begitu juga Nadia yang berada di bawah tubuhku dia semakin menggelinjang sambil terus mendesah panjang ” OOoooouuuuggghhh…. oooouuugghhh…. oooouuuggghhhh…. aaaaagggghhh….. aaaaagggghhh… aaaagggghhh… ” Dan aku juga tidak lagi dapat menahan larva hangat yang seolah akan segera tumpah dari dalam tubuhku dan akupun mengerang saat itu.


    Dengan gerakan cepat akupun menekan kontolku lebih dalam layaknya pemain dalam cerita ngentot ” OOoouuuggghh… aaagggghh… aaaaagggghhh… aaaaaggghh… ” Saat itulah tumpah sperma dari dalam kontolku memenuhi lubang memek Nadia yang saaat itu langsung memeluk tubuhku lebih erat bahkan dia tidak mau ketika aku hendak turun dari tubuhnya setelah aku merasa lelah, akhirnya akupun lunglai di atas tubuhnya.

  • Foto Ngentot Peta Jensen pamer tubuh di tepi kolam renang dan dientot kontol gede

    Foto Ngentot Peta Jensen pamer tubuh di tepi kolam renang dan dientot kontol gede


    2201 views

    Duniabola99.com – foto cewek bertoket gede berpose hot ditepi kolam renang lalu melakukan hubungan sex ngentot dengan pria bertubuh kekar dan kontol berurat besar dan penisnya dijepitkan kepayudaranya  dan menelan semua sperma yang dikuluarkan.

  • Foto Bugil Gadis kurus Christy mengungkapkan vagina berbulu setelah kalah di catur

    Foto Bugil Gadis kurus Christy mengungkapkan vagina berbulu setelah kalah di catur


    2236 views

    Duniabola99.com – foto gadis pirang Christy sange saat bermain catur dan mengangkat gaunnya meperlihatkan bulu bulunya yang lebat dan menampilkan toketnya yang kecil. Joker388

  • Foto Bugil cewek cantik melepas celana jeans memperlihatkan vagina botak yang sempurna

    Foto Bugil cewek cantik melepas celana jeans memperlihatkan vagina botak yang sempurna


    2177 views

    Duniabola99.com – foto cewek berambut coklat membuka Agen Nova88 baju bulu bulunya dan melepaskan celana jinsnya yang panjang menampilkan tubuhnya yang hot dan memamerkan memeknya yang tembem tanpa bulu dan merah merekah. Judi Bola Nova88

  • Annika Albrite dan Riley Reid Bercinta lesbian didapur

    Annika Albrite dan Riley Reid Bercinta lesbian didapur


    2049 views

  • Foto Bugil pelacur seksi remaja membentang birir vagina

    Foto Bugil pelacur seksi remaja membentang birir vagina


    2118 views

    Duniabola99.com – foto pelacur pirang sexy bugil pamer payudara kecil dan membentangkan memeknya.

  • Foto Bugil Brittani Jayde memamerkan payudara bagus dan pantat seksi

    Foto Bugil Brittani Jayde memamerkan payudara bagus dan pantat seksi


    2323 views

    Duniabola99.com – foto gadis sexy Brittani Jayde lepas bikininya di kamarnya yang masih gelap mamamerkan memeknya yang botak tanpa bulu.

  • Foto Bugil Gadis pirang muda mengagumi dirinya di cermin

    Foto Bugil Gadis pirang muda mengagumi dirinya di cermin


    2086 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang yang mengangkat gaunnya menampilkan toketnya yang kecil dan menangakang lebar menampilkan memeknya yang tanpa bulu didepan cermin sambil berpose hot.

  • Foto Bugil Linda G memamerkan  pantat yang bagus dan vagina botak

    Foto Bugil Linda G memamerkan pantat yang bagus dan vagina botak


    2340 views

    Duniabola99.com – fot gadis kurus bertoket kecil memamerkan memeknya yang tembem tercukur botak tanpa bulu sambil duduk dan tidura disofa.

  • Kisah Memek Bercinta Dengan Istri Bos

    Kisah Memek Bercinta Dengan Istri Bos


    3701 views

    Duniabola99.com – Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sebuah cerita yang diambil dari pengalaman nyata. Cerita ini adalah pengalaman yang terjadi pada diri saya sendiri. Kejadian ini terjadi pada saat saya masih bekerja pada bos saya di rumahnya. Semua nama di cerita ini adalah nama samaran untuk melindungi orang yang terlibat dalam cerita ini.

    Pengalamanku ini terjadi pada saat aku masih bekerja sebagai penulis di rumahnya. Saya adalah seorang penulis yang bekerja pada seorang agen penulisan, sebutlah nama samaran bosku adalah Gilang. Bosku Gilang menggunakan salah satu kamar rumahnya untuk dijadikan kantor tempat bawahannya bekerja. Saat ini Gilang hanya memiliki satu orang bawahan, yaitu saya sendiri.

    Pekerja Gilang yang lain telah keluar karena perlakuan Gilang yang tidak adil. Gilang sering kali memotong, bahkan tidak membayar pekerjaan bawahannya. Namun Gilang tetap tidak belajar dari pengalamannya, Gilang tetap tidak membayar hasil kerja dari pekerja terakhirnya ini.Tidak hanya itu, Gilang memiliki sifat yang suka berselingkuh. Saya sering kali disuruh menginap di rumahnya untuk menyelesaikan banyak pekerjaan yang sering kali tidak dibayar. Sebenarnya, saya sendiri sudah ingin keluar saat itu. Namun, saat itu aku masih memiliki uang di bosku yang tidak bisa kutinggalkan begitu saja.

    Setelah sekian banyaknya pekerjaanku yang tidak dibayar, aku mulai berpikir untuk memanfaatkan keadaan. Istri bosku adalah seorang wanita yang cantik, sebutlah namanya Siska. Hampir semua orang yang datang ke rumah Gilang, datang karena istrinya. Namun, sayang Gilang adalah tukang selingkuh.Malam-malam selama aku menginap selalu dipenuhi oleh pertengkaran suami istri di tengah malam. Gilang biasanya pergi pada pagi atau siang hari dan pulang tengah malam setiap hari. Setelah pulang, Gilang mulai bertengkar di tengah malam dan mengganggu siapapun yang mendengarnya. Saat malam, istrinya selalu tidur menunggu Gilang pulang tengah malam.

    Pada suatu malam, aku sedang menginap di rumah Gilang untuk mengeprin beberapa buku. Jam sepuluh malam Gilang belum pulang ke rumah. Aku tahu Gilang sedang meniduri selingkuhannya atau sedang dalam perjalanan pulang. “Ngapain sih selingkuh? Istri sudah cantik seperti Siska disia-siakan seperti itu, sedang hamil pula!” Pikirku sambil menunggu mesin prin di depanku. Pada saat itu aku tersadar dan berpikir “Benar! Sia-sia sekali istri secantik itu dibiarkan begitu saja! Kukerjai saja dia sebagai ganti upah kerjaku yang tidak Gilang bayar.” Aku mulai memikirkan rencana untuk megerjai istri Gilang, bosku sendiri. Aku tahu kalau pintu yang memisahkan tempat kerjaku dan rumah utama telah macet dan tidak bisa dikunci.

    Aku bisa mengerjai istri Gilang dengan bebas, aku hanya perlu berhati-hati saat melakukannya agar tidak ketahuan. Aku berusaha mendengarkan dari balik pintu suara tidur di rumah utama. Setelah yakin bahwa tak ada suara tanda-tanda aktivitas di dalam rumah utama, aku memberanikan diri untuk membuka pintu.

    Pintu itu cukup didorong sedikit agar bisa terbuka karena kuncinya sudah rusak. Aku mendorongnya perlahan agar tidak menimbulkan suara keras. Satu desakan lembut, dan pintu tersebut terbuka. Aku mengintip sedikit memastikan bahwa istri Gilang tertidur pulas.

    Matanya tertutup, nafasnya teratur, saatnya bersenang-senang. Aku merangkak dan mendekat perlahan-lahan dengan jantung berdetak keras dan nafas memburu. Rasa takut ketahuan dan terangsang bercampur, sungguh campuran perasaan yang menarik dan menyenangkan.

    Setelah dekat, aku memandang tubuh Siska dengan takjub. Kulit putih yang yang tampak sangat halus. Tubuh yang indah dengan wajah yang cantik ini telah membuat banyak pria ingin menidurinya. Perutnya membuncit karena dia sedang hamil lima bulan, “Kejam sekali Gilang, istri sedang hamil dia malah selingkuh dengan perempuan lain.” kataku dalam hati. “Well kalau Gilang tidak mau istrinya, sebaiknya untukku saja.” pikirku, lagipula aku selalu penasaran dengan wanita hamil.

    Siska tidur dengan posisi membelakangiku dengan kaki terbuka. Baju dasternya yang berwarna biru tua tersingkap hingga memperlihatkan kaki indahnya yang berwarna putih. Celana dalamnya yang berwarna krem terlihat dengan jelas, aku yakin tindakanku ini benar-benar di luar dugaan mereka. Aku menyingkapkan daster Siska untuk melihat tubuhnya lebih banyak lagi.

    Terlihatlah seluruh pantat Siska di depan mataku. Pelan-pelan aku mengelusnya dari paha hingga ke pantatnya, agar Siska tidak terbangun. Aku sangat takut Siska tiba-tiba terbangun dan melihat perbuatanku padanya, aku akan berada dalam masalah besar. Aku menciumi pantat Siska dan terkadang menjilatnya sedikit.

    Saat aku sedang menikmati pantat Siska, tiba-tiba aku mendengar suara motor mendekat. “Gilang pulang!” pikirku dengan panic. Aku merapikan daster Siska dan segera kembali ke ruangan tempat kerjaku. Mesin prin masih terus mengeprin buku yang seharusnya aku awasi. Setelah menanyakan pekerjaanku, Gilang dan Siska kembali melakukan rutinitasnya bertengkar di tengah malam.

    Keesokan paginya Gilang mengizinkan aku untuk pulang sebentar dan tidur dan tidur beberapa jam. Siangnya aku ditelepon untuk datang lagi ke rumah Gilang dan meneruskan proses mengeprin buku. Tak lama kemudian, Gilang pergi dengan alasan akan pergi ke beberapa penerbit.

    “Padahal tak usah berbohong karena baik aku ataupun istri Gilang sudah mengetahui Gilang akan pergi ke tempat selingkuhannya.” pikirku dalam hati. Setelah pertengkaran yang cukup hebat dengan istrinya, pergilah Gilang dari rumah.

    Sekali lagi, seperti biasa, Gilang meninggalkan istrinya serumah dengan pria lain. Jam setengah sepuluh malam rumah sudah sepi, hanya suara mesin prin yang sedang bekerja. “Saatnya aku beraksi” pikirku sambil menyiapkan kertas yang banyak di mesin prin. Aku mendorong pintu dan masuk ke kamar tidur Siska.

    Siska sedang tidur nyenyak dengan pakaian yang tersingkap hingga mencapai dadanya. “Wow! Kemarin aku puas menciumi pantatnya, sekarang ke payudaranya ah!” pikirku. Aku menaikkan dasternya lebih tinggi lagi, hingga seluruh payudaranya terlihat. Aku meremasnya perlahan dan menciuminya.

    Kemudian, aku tertarik untuk melihat putting payudaranya. Aku menarik BH Siska ke bawah perlahan-lahan. Aku takut Siska terbangun saat aku sedang melucuti pakaiannya. Ternyata puting Siska sangatlah lucu, mirip dengan puting payudara anak-anak. Puting payudara Siska ukurannya kecil, berwarna coklat gelap, lingkaran sekelilingnyapun tidak besar.

    Aku tidak tahan lagi, aku ingin menghisap payudaranya, walaupun aku takut Siska terbangun. Aku membuka mulutku dan bersiap menghisap puting coklat Siska. Mulutku menutup dan puting Siska berada dalam dalam bibirku. Aku berhenti sebentar dan memperhatikan wajah Siska, takut Siska terbangun. Aroma puting Siska sangat wangi, seperti wangi vanilla, kusadari dia sedang hamil dan payudaranya sedikit basah. Kemudian aku menghisapnya perlahan-lahan dan selembut mungkin.

    Beberapa lama aku menghisap putting payudara Siska yang wangi dan lezat. Aku mulai lupa diri dan ingin menusukkan penisku ke vagina Siska. Aku kemudia memposisikan tubuhku agar dapat mensetubuhi Siska. Walau aku takut Siska terbangun, aku ingin mencoba terlebih dahulu. Aku menarik celana dalam Siska dari belakang dengan perlahan. Tak lama kemudian aku berhasil melihat belahan pantatnya. Kemudian diikuti dengan lubang pantatnya dan lubang vaginanya.

    Lubang pantat Siska berwarna coklat gelap, bergerak-gerak mengikuti irama nafas Siska, Kadang lubang tersebut berkedut-kedut beberapa kali, aku tidak tahu mengapa. Kemudian aku mulai memposisikan tubuhku untuk menyetubuhi Siska. Aku menempelkan kepala penisku ke vagina Siska untuk melihat reaksinya. Siska terlihat masih tidur dan belum terbangun sama sekali, tampaknya Siska kalau sudah tertidur sulit untuk bangun.

    Aku menjadi semakin berani untuk menyetubuhi Siska. Aku menekan penisku ke dalam vagina Siska lebih dalam dengan perlahan. Aku sempat merasakan sempitnya vagina Siska dan panas tubuhnya di sekeliling penisku. Namun, tiba-tiba Siska melenguh keras dan menutup kakinya hingga penisku tertarik keluar. Aku kaget setengah mati, kukira Siska akan terbangun dan memergokiku sedang menyetubuhinya. Penampilanku sekarangpun sudah tidak bisadisangkal, dengan penis tegang keluar dari celana. Pakaian Siska-pun sedang dalam posisi hampir terbuka.

    Aku segera merapikan pakaian Siska dan pergi dari kamar tidurnya. Kemudian melanjutkan pekerjaanku mengawasi mesin prin. Tak lama kemudian, Gilang pulang dan menanyakan pekerjaanku. Setelah bertengkar, Gilang dan Siska tidur, meninggalkan aku sendirian di tempat kerjaku.

    Aku mulai berpikir untuk mengerjai Siska dengan lebih cepat dan tidak perlahan-lahan. Terlalu banyak waktu terbuang hanya untuk berhati-hati dan takut ketahuan. Gilang keburu pulang dan resiko ketahuan yang besar menjadi pikiranku selama beraksi.

    Kemudian aku mendapat ide untuk menggunakan obat tidur. Aku segera mencari di internet untuk membeli obat tidur. Setelah memesan, obat tidur tersebut datang tiga hari kemudian. Aku menyusun rencana untuk menggunakan obat tidur tersebut pada Siska.

    Malamnya Gilang sedang pergi dan Siska sedang menonton televisi di ruang tamu. Kemudian aku segera membuat alasan untuk membuat kopi agar dapat masuk ke rumah utama. Begitu Siska lengah aku memasukkan obat tidur cair ke minumannya dan kedua anaknya yang masih kecil. Aku masuk kembali ke ruang kerjaku. Setelah kutunggun lama suara televisi masih menyala, namun tidak terdengar suara Siska ataupun anak-anaknya.


    Aku memberanikan diri untuk masuk dan membuka pintu dengan cara normal. Setelah aku masuk ternyata Siska dan kedua anaknya masih berada di ruang tamu. Siska tertidur di kursi dan anaknya tertidur di lantai masih memegang mainan yang sedang dimainkannya. Aku menggelengkan kepala, tidak percaya bahwa aku akan memperkosa wanita hamil yang sedang tidur.

    Aku kemudian menguji apakah Siska sudah sudah benar-benar tertidur atau belum. “Teh Siska, teh Siska bangun” kataku sambil menepuk dan menggoyangkan tubuhnya. Siska tidak juga bangun dan masih tertidur pulas. Untuk meyakinkan aku meremas payudaranya perlahan, kemudian aku meremasnya dengan keras untuk melihat reaksinya. Ternyata Siska tidak juga terbangun, nampaknya obat tidur tersebut benar-benar berfungsi dengan baik.

    Kemudian aku menyeret tubuh Siska ke kamar tidurnya. Aku tak punya banyak waktu karena Gilang akan segera pulang, dan aku tak ingin dia memergokiku sedang memperkosa istrinya. Aku cepat-cepat membuka bajunya dan bajuku sendiri. Kuciumi seluruh badannya dengan penuh nafsu, karena aku tahu kini apapun yang kuperbuat Siska takkan terbangun.

    Kuposisikan tubuh Siska dengan posisi terlentang hingga aku bebas menjamah seluruh tubuhnya. Perutnya yang sedang hamil tampak membusung ke atas. Kemudian aku menghisap putting payudaranya, tidak seperti beberapa hari lalu, malam ini aku menghisapnya dengan keras.

    Kuremas payudara Siska yang satu lagi, satu kuremas, satu kuhisap terkadang bergantian. Setelah beberapa lama, kurasakan tanganku basah di payudara Siska, dan hanya ada satu penjelasan, ini air susu Siska. Setelah terpana sebentar, aku mulai menjilati air susunya. Ternyata rasanya cukup enak dan wangi. Aku masih belum puas merasakan air susu Siska dan masih ingin terus meminumnya.

    Aku menghisap air susu Siska dari putting payudara, kuremas kemudian setelah susunya keluar aku hisap hingga habis, terus seperti itu. Setelah beberapa saat aku tahu teknik untuk mengeluarkan air susunya tanpa harus meremasnya dengan tangan. Setelah aku merasa enek, enek karena air susu yang seharusnya untuk bayi, lucu sekali.

    Karena aku merasa sudah cukup puas dengan payudaranya, aku ingin melakukan hal yang lain. Aku melihat bibir Siska yang indah dan jadi sangat ingin menciumnya. Aku mendekatkan wajah dan mencium bibirnya. Rasa mulut Siska jujur saja rasa mi instan, sepertinya di baru makan mi instan.

    Aku mengeluarkan penisku dan mendekatkannya ke wajah Siska. Setelah menggosokkannya ke bibir Siska, aku menekan penisku ke dalam mulut Siska. Setelah memasuki mulut Siska aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk. Mulut Siska dipenuhi penisku dan becek karena liurku. Kemudian Siska bergerak secara reflek berusaha mengeluarkan penisku dari mulutnya. “Sayang sekali…” pikirku dalam hati.


    Aku mengganti tergetku pada vaginanya, yang belum kusentuh dari tadi. Aku membuka kedua kaki Siska hingga posisinya kini mengangkang, siap dimasuki penisku. Aku tidak ingin melakukannya dengan pelan, aku ingin melakukannya dengan keras dan kasar, toh Siska takkan terbangun kali ini.

    Kugosokkan penisku di bibir lubang vagina Siska agar tak meleset saat kumasukkan. Setelah letaknya tepat aku segera bersiap untuk memasukkan penisku ke vagina Siska. Dengan satu hentakan keras, BLESSS aku menusukkan penisku ke dalam vagina Siska sekuat tenaga. Siska tetap diam saja, hanya ekspresi wajahnya yang sedikit mengerut.

    Aku mendiamkan sebentar penisku di dalam vagina Siska, mencoba meresapi panas tubuhnya dan gerakan di dalam vaginanya. Vagina Siska seakan bernapas dengan jepitan yang mengeras dan mengendur di sekeliling penisku. Penisku mulai kukeluarkan dan kuhentakkan kembali dengan keras. Aku melakukannya beberapa kali karena setiap kali melakukannya vagina Siska berkedut-kedut di bagian dalam.

    Setelah melihat jam, ternyata sudah lewat setengah jam sejak aku mulai bermain dengan tubuh Siska. Aku mulai menggenjot badan Siska dengan cepat dan kuat. PLOK PLOK PLOK PLOK suara paha kami saat bertemu karena genjotanku. Sambil terus kugenjot, aku menciumi seluruh permukaan tubuhnya. Lenguhan-lenguhan kecil keluar dari bibirnya yang indah. Payudara dan seluruh dadanya kujilati, kuremas, dan kuhisap dengan rakus. Perutnya yang membusung kupeluk dan kuciumi pula, aku ingin merasakan dengan jelas kalau aku sedang memperkosa wanita hamil dan berjilbab pula.

    Sekarang yang membuatku bingung adalah apakah aku harus mengeluarkan maniku di luar atau di dalam. Setelah hampir setengah jam menggenjot tubuh Siska, aku merasakan maniku sudah siap keluar. Pada saat merasakan sudah mencapai puncaknya, aku memutuskan untuk mengeluarkan maniku di dalam vagina Siska. Kutekan keras penisku ke dalam vagina Siska agar maniku keluar di tempat paling dalam di tubuh Siska.

    CROT CROT CROT maniku akhirnya keluar di dalam vagina Siska. Aku dapat merasakan maniku keluar dan membanjiri vagina Siska. “Oh, oh, oh yeah,” kataku tak kuasa menahan nikmat orgasme yang membuat seluruh tubuhku menegang. Setelah kulepaskan penisku dari vagina Siska, air maniku sedikit menetes dari vaginanya.


    Aku berpikir, “Bagaimana dengan bayi di dalam rahimnya ya?” karena aku baru saja memasukkan sperma dalam jumlah besar. Aku pernah mendengar kalau seorang wanita akan keguguran kalau diperkosa pada saat mengandung. Tapi kemudian aku berpikir lagi, “Memang aku peduli? Aku rasa tidak! Lebih baik aku teruskan, karena bagaimanapun sudah terlambat menyesal sekarang.”

    Setelah tenagaku pulih, aku siap untuk bermain dengan tubuh Siska minimal satu kali lagi. Tubuh Siska kuposisikan agar menungging, karena aku ingin memperkosanya dari belakang. Kunaikkan pantatnya ke atas dan menciumi pantatnya. Pada saat sedang asyik menciumi, aku melibat lubang anusnya. Aku terpana dengan gerakannya yang seakan mengundangku untuk melakukan anal seks padanya. Namun, aku terpaksa harus menolak, karena jika ketahuan ada bekas anal seks, mereka akan curiga.

    Kumasukkan sekali lagi penisku ke dalam vagina Siska dari belakang. Setelah posisiku mantap, aku genjot vagina Siska dengan cepat dan kuat. Kini tak hanya terdengar suara paha saja yang terdengar. Kini, suaranya terdengar lebih becek karena banyaknya cairan dalam vagina Siska.

    Setelah puas dengan posisi menungging, kuangkat tubuh Siska hingga dia berada dalam posisi mendudukiku. Aku harus terus menahan tubuh Siska agar tak terjatuh. Posisi duduk membuat ukuran perut Siska yang sedang hamil terlihat dengan jelas. Sambil terus merabai tubuhnya dari belakang, aku terus menggenjot tubuh Siska.

    Perut dan payudara Siska bergoncang mengikuti gerakan genjotanku. Remasanku pada payudara Siska semakin keras hingga air susunya memercik ke kasur. Namun, posisi duduk cukup membuat pegal karena aku harus menahan berat tubuh Siska. Aku mengganti posisi agar aku dapat kembali menikmati tubuh Siska dengan nyaman.


    Kurebahkan tubuh Siska dengan posisi menyamping dan aku di belakangnya. Kuangkat kaki Siska yang kanan dan menyelipkan kaki kananku di antara kaki Siska. Kemudian, kumasukkan penisku kembali ke vagina Siska yang sudah becek karena cairan dari vaginanya.

    Kulanjutkan genjotanku pada Siska, sambil menciumi seluruh tubuhnya. Tanganku meremas payudaranya yang indah dengan keras. Puting payudara Siska kupuntir dan kucubit sepuasnya. Setelah beberapa saat aku mulai mencapai puncak kenikmatanku. Aku angkat kaki Siska agar aku dapat menggenjot vaginanya dengan kecepatan maksimal.

    Dengan posisi berlutut aku menggenjot vagina Siska dengan kencang. Kuangkat bagian bawah tubuh Siska agar mani yang kukeluarkan langsung masuk dan tak tumpah kemana-mana. Saat mencapai orgasme aku tak kuasa menahan getaran tubuhku. “Oh! Ah! Oh!” aku melenguh karena kenikmatan orgasme yang menguasai tubuhku.

    Setelah kucabut penisku, aku tetap mengangkat bagian bawah tubuh Siska agar air maniku tidak keluar dari vagina Siska. Setelah beberapa saat, aku membersihkan tubuh Siska yang penuh air liurku menggunakan kain lapel. Kubersihkan vagina Siska dari air mani yang menetes.

    Kurapikan pakaian Siska dan kuposisikan seperti orang yang tidur. Kubaringkan kedua anak Siska di tempat tidurnya. Kemudian aku kembali mengawasi mesin prin yang ternyata kehabisan kertas. Jam setengah satu Gilang pulang ke rumah dan menanyakan pekerjaanku. Perbedaannya malam itu tak ada pertengkaran karena Siska masih tidur dan Gilang tidak menyadari apa yang kulakukan pada istrinya.

    Kini dengan berbekal obat bius, setiap aku menginap di rumah Gilang aku selalu memperkosa Siska. Siska dan Gilang tidak pernah menyadarinya atau tidak perduli aku tidak tahu. Pernah beberapa kali aku memperkosa Siska saat Gilang sedang tidur di sampingnya. Tentu saja aku harus keluar sebelum ada masalah yang terjadi yang menyebabkanku masuk penjara.


    Karena memperkosa Siska sudah mulai membosankan dan tidak menarik lagi, aku memutuskan keluar dari tempat kerja Gilang. Aku keluar dari tempat kerja Gilang karena aku sudah muak kerja tanpa dibayar oleh Gilang. Beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar bahwa istri Gilang telah melahirkan. Saat aku berkunjung ke rumah Gilang, aku melihat bayi yang tadinya berada dalam kandungan Siska.

    Anak Siska ternyata sangat lucu dan sehat tanpa ada cacat sama sekali. Ternyata pemerkosaan yang kulakukan pada Siska sama sekali tidak berpengaruh pada rahim Siska dan kandungannya. Sekarang aku keluar untuk selamanya dari tempat kerja Gilang karena bosan, sudah tidak ada lagi yang bisa kulakukan di sini.

  • Foto Bugil  Pirang remaja Foxy perlahan mengungkap lekuknya yang seksi

    Foto Bugil Pirang remaja Foxy perlahan mengungkap lekuknya yang seksi


    1892 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang melepaskan semua pakaiannya diatas temapt tidurnya menampakkan memeknya yang tembem jembul dicukur rapi dan tipis-tipis dan juga menampilakan toketnya yang gede.

  • Mantan Murid Kukentot

    Mantan Murid Kukentot


    2878 views

    Kisah ini berawal dari keberanian manta muridku, Sandi. Tampaknya sejak SD dia sudah sering mengintip dan memperhatikan tubuhku yang molek. Sebenernya cerita dewasa ini tak layak diceritakan. Tapi, apa mau dikata perbuatan itu telah kami lakukan, dan kenikmatan itu ingin kami bagikan disini.

    “Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.
    “Aku hampir keluar!” Sandi bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras batang kemaluan Sandi. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.

    “Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.
    “Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak ‘bercinta’ sama Ibu!” Erang Sandi
    “Ibu juga, Ibu juga, vagina Ibu keenakaan…!” Balasku.
    “Aku sudah hampir keluar, Buu…, vagina Ibu enak bangeet… ”
    “Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku juga mau keluarr!”

    Namaku Asmiati, tinggi 160 sentimeter, berat 56 kilogram, lingkar pinggang 65 sentimeter. Secara keseluruhan, sosokku kencang, garis tubuhku tampak bila mengenakan pakaian yang ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua anak berusia 44 tahun dan bekerja sebagai seorang guru disebuah SLTA di kota S.

    Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.

    Kira-kira 6 tahun yang lalu saat usiaku masih 38 tahun salah seorang sehabatku menitipkan anaknya yang ingin kuliah di tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan akhirnya aku menyetujuinya. Nama pemuda itu Sandi, kulitnya kuning langsat dengan tinggi 173 cm. Badannya kurus kekar karena Sandi seorang atlit karate di tempatnya. Oh ya, Sandi ini pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru SD.

    Sandi sangat sopan dan tahu diri. Dia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja dia sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis bersama. Aku juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila di depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Sandi memperlihatkan sikap yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan keindahan garis tubuhku.

    Sekitar 3 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah S-2 keluar negeri selama 2, 5 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan kebutuhan sex-ku yang masih menggebu-gebu. Walau usiaku sudah tidak muda lagi, tapi aku rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 5 kali. Mungkin itu karena olahraga yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan kepergiannya otomatis aku harus menahan diri.

    Awalnya biasa saja, tapi setelah 2 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat aku menjadi uring-uringan dan menjadi malas-malasan. Seperti minggu pagi itu, walau jam telah menunjukkan angka 9. Karena kemarin kedua anakku minta diantar bermalam di rumah nenek mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran di sofa di depan TV. Tak lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Sandi.

    Kudengar suara langkahnya mendekatiku.

    “Bu Asmi..?” Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mataku, ternyata Sandi sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku sedang mengenakan baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjadi berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.

    “Bu Asmi..?” Suara Sandi terdengar keras, kukira dia ingin memastikan apakah tidurku benar-benar nyeyak atau tidak.

    Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.

    Lalu kurasakan Sandi mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas selembut mungkin.

    Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu aku merasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak di dalam tubuhku, aku sudah lama merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria. Aku memutuskan tetap diam sampai saatnya tiba.

    Sekarang tangan Sandi sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti amalah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam. Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Sandi mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku disertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.

    Tangan kanan Sandi mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yang masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas jari-jari Sandi menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku. Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Sandi mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

    “Sandi!! Ngapain kamu?”

    Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Sandi menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Sandi mecium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh tenagaku. Tapi Sandi makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, tapi aku pura-pura menolak.

    “Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu… ” Sandi melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.

    “Kamu kan bisa denagan teman-teman kamu yang masih muda. Ibukan sudah tua,” Ujarku lembut.

    “Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmi.. Saat SD saya sering mengintip BH yang Ibu gunakan… Saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya,” jawab Sandi.

    “Ah kamu… Ya sudah terserah kamu sajalah”

    Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah olehnya.

    Lalu Sandi melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin membara, aku minta izin ke WC yang ada di dalam kamar tidurku. Di dalam kamar mandi, kubuka semua pakaian yang ada di tubuhku, kupandangi badanku di cermin. Benarkah pemuda seperti Sandi terangsang melihat tubuhku ini? Perduli amat yang penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan remaja yang masih panas.

    Keluar dari kamar mandi, Sandi persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak berpenutup sehelai benangpun.

    “Body Ibu bagus banget.. ” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.

    “Ibu hebat…,” desisnya.

    “Apanya yang hebat..?” Tanyaku sambil mangacak-acak rambut Sandi yang panjang seleher.

    “Badan Ibu enggak banyak berubah dibandingkan saya SD dulu” Katanya sambil terus melumat puting susuku. Nikmat sekali.

    “Itu karena Ibu teratur olahraga” jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. DIbukanya sendiri baju kaosnya, sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.

    Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Sandi minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.

    “Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!” Cegahku sambil menciumnya.

    Sandi tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya ?” godanya.

    “Kamu juga sudah enggak kuatkan sebenarnya San,” Balasku sambil mencubit perutnya yang berotot.

    Sandi tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di atas ranjang. Ternyata Sandi pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Sandi yang besar.

    Berbeda dengan suamiku, Sandi nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.

    Sandi menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Sandi, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.

    “Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak ‘bercinta’ sama Ibu…,” dia berbisik persis di telingaku. Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Sandi, hingga terasa tangan kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.

    Mataku terpejam rapat, seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Sandi semakin memburu, sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya…!!!

    Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Sandi memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.

    “Oohh…,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Sandi mulai memaju mundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.

    “Saann, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.

    Sandi tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.

    “Oohh…, toloongg.., gustii…!!!”

    Sandi malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.

    “Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”

    Sandi terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Sandi sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.

    “Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.

    “Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ‘bercinta’ sama Ibu!” Sandi menyodok-nyodok semakin kencang.

    “Sodok terus, Saann!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”

    “Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”

    “Oh, ah, uuugghhh… ”

    “Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss…”

    Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Sandi, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!

    Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin sudah ada lima tahun aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Sandi mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, sebelum kemudian dia memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.

    Kuturuti permintaan Sandi. Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku hingga menungging. Sandi mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.

    Lalu perlahan terasa dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memaju mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja memulai permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.

    Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Sandi dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Sandi segera menunduk, dikecupnya pipiku.

    “San.. Kamu hebat banget.. Ibu kira tadi kamu sudah hampir keluar,” kataku terus terang.

    “Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut di telingaku.

    Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Sandi mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.

    Sandi melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.

    “Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Ssann!!”

    Sandi tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin kuat. Tubuhku sampai terguncang-guncang. Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku merambat naik semakin tinggi. Kurasakan Sandi pun kali ini segera akan mencapai klimaks. Maka kuimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku cepat-cepat. Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan berlawanan dengan gerakan Sandi. Pemuda itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun segera akan orgasme.

    Tiba-tiba Sandi menyuruhku berbalik. Dicabutnya penisnya dari kemaluanku. Aku berbalik cepat. Lalu kukangkangkan kedua kakiku dengan setengah mengangkatnya. Sandi langsung menyodokkan kedua dengkulnya hingga merapat pada pahaku. Kedua kakiku menekuk mengangkang. Sandi memegang kedua kakiku di bawah lutut, lalu batang penisnya yang keras menghunjam mulut vaginaku yang menganga.

    “Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.

    “Aku hampir keluar!” Sandi bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras batang kemaluan Sandi. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.

    “Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.

    “Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak ‘bercinta’ sama Ibu!” Erang Sandi

    “Ibu juga, Ibu juga, vagina Ibu keenakaan…!” Balasku.

    “Aku sudah hampir keluar, Buu…, vagina Ibu enak bangeet… ”

    “Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku juga mau keluarr!”

    “Ah, oh, uughhh, aku enggak tahan, aku enggak tahan, aku mau keluaaar…!”

    “Yaahh teruuss, sodok teruss!!! Ibu enak enak, Ibu enak, Saann…, aku mau keluar, aku mau keluar, vaginaku keenakan, aku keenakan ‘bercinta’ sama kamu…, yaahh…, teruss…, aarrgghh…, ssshhh…, uughhh…, aarrrghh!!!”

    Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa berdenyut-denyut kencang. Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat bersamaan, Sandi menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.

    “Oohhh…!!!” dia pun menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan mani di dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam waktu persis bersamaan seperti itu.

    Lalu tubuh kami sama-sama melunglai, tetapi kemaluan kami masih terus bertautan. Sandi memelukku mesra sekali. Sejenak kami sama-sama sIbuk mengatur nafas.

    “Enak banget,” bisik Sandi beberapa saat kemudian.

    “Hmmm…” Aku menggeliat manja. Terasa batang kemaluan Sandi bergerak-gerak di dalam vaginaku.

    “Vagina Ibu enak banget, bisa nyedot-nyedot gitu…”

    “Apalagi penis kamu…, gede, keras, dalemmm…”

    Sandi bergerak menciumi aku lagi. Kali ini diangkatnya tangan kananku, lalu kepalanya menyusup mencium ketiakku. Aku mengikik kegelian. Sandi menjilati keringat yang membasahi ketiakku. Geli, tapi enak. Apalagi kemudian lidahnya terus menjulur-julur menjilati buah dadaku.

    Sandi lalu menetek seperti bayi. Aku mengikik lagi. Putingku dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil. Kujambaki rambut Sandi karena kelakuannya itu membuat birahiku mulai menyentak-nyentak lagi. Sandi mengangkat wajahnya sedikit, tersenyum tipis, lalu berkata,

    “Aku bisa enggak puas-puas ‘bercinta’ sama Ibu… Ibu juga suka kan?”

    Aku tersenyum saja, dan itu sudah cukup bagi Sandi sebagai jawaban. Alhasil, seharian itu kami bersetubuh lagi. Setelah break sejenak di sore hari malamnya Sandi kembali meminta jatah dariku. Sedikitnya malam itu ada 3 ronde tambahan yang kami mainkan dengan entah berapa kali aku mencapai orgasme. Yang jelas, keesokan paginya tubuhku benar-benar lunglai, lemas tak bertenaga.

    Hampir tidak tidur sama sekali, tapi aku tetap pergi ke sekolah. Di sekolah rasanya aku kuyu sekali. Teman-teman banyak yang mengira aku sakit, padahal aku justru sedang happy, sehabis bersetubuh sehari semalam dengan bekas muridku yang perkasa.

  • Kisah Memek Titipan spesial khusus untuk om robert

    Kisah Memek Titipan spesial khusus untuk om robert


    2615 views

    Duniabola99.com – Namaku Karina, usiaku 17 tahun dan aku adalah anak kedua dari pasangan Menado-Sunda. Kulitku putih, tinggi sekitar 168 cm dan berat 50 kg. Rambutku panjang sebahu dan ukuran dada 36B. Dalam keluargaku, semua wanitanya rata-rata berbadan seperti aku, sehingga tidak seperti gadis-gadis lain yang mendambakan tubuh yang indah sampai rela berdiet ketat. Di keluarga kami justru makan apapun tetap segini-segini saja.Suatu sore dalam perjalanan pulang sehabis latihan cheers di sekolah, aku disuruh ayah mengantarkan surat-surat penting ke rumah temannya yang biasa dipanggil Om Robert. Kebetulan rumahnya memang melewati rumah kami karena letaknya di kompleks yang sama di perumahan elit selatan Jakarta.

    Om Robert ini walau usianya sudah di akhir kepala 4, namun wajah dan gayanya masih seperti anak muda. Dari dulu diam-diam aku sedikit naksir padanya. Habis selain ganteng dan rambutnya sedikit beruban, badannya juga tinggi tegap dan hobinya berenang serta tenis. Ayah kenal dengannya sejak semasa kuliah dulu, oleh sebab itu kami lumayan dekat dengan keluarganya.

    Kedua anaknya sedang kuliah di Amerika, sedang istrinya aktif di kegiatan sosial dan sering pergi ke pesta-pesta. Ibu sering diajak oleh si Tante Mela, istri Om Robert ini, namun ibu selalu menolak karena dia lebih senang di rumah.

    Dengan diantar supir, aku sampai juga di rumahnya Om Robert yang dari luar terlihat sederhana namun di dalam ada kolam renang dan kebun yang luas. Sejak kecil aku sudah sering ke sini, namun baru kali ini aku datang sendiri tanpa ayah atau ibuku. Masih dengan seragam cheers-ku yang terdiri dari rok lipit warna biru yang panjangnya belasan centi diatas paha, dan kaos ketat tanpa lengan warna putih, aku memencet bel pintu rumahnya sambil membawa amplop besar titipan ayahku.

    Ayah memang sedang ada bisnis dengan Om Robert yang pengusaha kayu, maka akhir-akhir ini mereka giat saling mengontak satu sama lain. Karena ayah ada rapat yang tidak dapat ditunda, maka suratnya tidak dapat dia berikan sendiri.

    Seorang pembantu wanita yang sudah lumayan tua keluar dari dalam dan membukakan pintu untukku. Sementara itu kusuruh supirku menungguku di luar.
    Ketika memasuki ruang tamu, si pembantu berkata, “Tuan sedang berenang, Non. Tunggu saja di sini biar saya beritahu Tuan kalau Non sudah datang.”
    “Makasih, Bi.” jawabku sambil duduk di sofa yang empuk.

    Sudah 10 menit lebih menunggu, si bibi tidak muncul-muncul juga, begitu pula dengan Om Robert. Karena bosan, aku jalan-jalan dan sampai di pintu yang ternyata menghubungkan rumah itu dengan halaman belakang dan kolam renangnya yang lumayan besar. Kubuka pintunya dan di tepi kolam kulihat Om Robert yang sedang berdiri dan mengeringkan tubuh dengan handuk.

    “Ooh..” pekikku dalam hati demi melihat tubuh atletisnya terutama bulu-bulu dadanya yang lebat, dan tonjolan di antara kedua pahanya.
    Wajahku agak memerah karena mendadak aku jadi horny, dan payudaraku terasa gatal. Om Robert menoleh dan melihatku berdiri terpaku dengan tatapan tolol, dia pun tertawa dan memanggilku untuk menghampirinya.

    “Halo Karin, apa kabar kamu..?” sapa Om Robert hangat sambil memberikan sun di pipiku.
    Aku pun balas sun dia walau kagok, “Oh, baik Om. Om sendiri apa kabar..?”
    “Om baik-baik aja. Kamu baru pulang dari sekolah yah..?” tanya Om Robert sambil memandangku dari atas sampai ke bawah.
    Tatapannya berhenti sebentar di dadaku yang membusung terbungkus kaos ketat, sedangkan aku sendiri hanya dapat tersenyum melihat tonjolan di celana renang Om Robert yang ketat itu mengeras.

    “Iya Om, baru latihan cheers. Tante Mella mana Om..?” ujarku basa-basi.
    “Tante Mella lagi ke Bali sama teman-temannya. Om ditinggal sendirian nih.” balas Om Robert sambil memasang kimono di tubuhnya.
    “Ooh..” jawabku dengan nada sedikit kecewa karena tidak dapat melihat tubuh atletis Om Robert dengan leluasa lagi.
    “Ke dapur yuk..!”

    “Kamu mau minum apa Rin..?” tanya Om Robert ketika kami sampai di dapur.
    “Air putih aja Om, biar awet muda.” jawabku asal.
    Sambil menunggu Om Robert menuangkan air dingin ke gelas, aku pindah duduk ke atas meja di tengah-tengah dapurnya yang luas karena tidak ada bangku di dapurnya.
    “Duduk di sini boleh yah Om..?” tanyaku sambil menyilangkan kaki kananku dan membiarkan paha putihku makin tinggi terlihat.
    “Boleh kok Rin.” kata Om Robert sambil mendekatiku dengan membawa gelas berisi air dingin.

    Namun entah karena pandangannya terpaku pada cara dudukku yang menggoda itu atau memang beneran tidak sengaja, kakinya tersandung ujung keset yang berada di lantai dan Om Robert pun limbung ke depan hingga menumpahkan isi gelas tadi ke baju dan rokku.
    “Aaah..!” pekikku kaget, sedang kedua tangan Om Robert langsung menggapai pahaku untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
    “Aduh.., begimana sih..? Om nggak sengaja Rin. Maaf yah, baju kamu jadi basah semua tuh. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om Robert sambil buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan kaosku.

    Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om Robert yang berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka kaosku. Putingku tercetak semakin jelas di balik kaosku yang basah dan hembusan napasku yang memburu menerpa wajah Om Robert.
    “Om.. udah Om..!” kataku lirih.
    Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.

    “Kamu cantik, Karin..” ujarnya lembut.
    Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan menciumku tepat di bibir. Aku refleks memejamkan mata dan Om Robert kembali menciumku tapi sekarang lidahnya mencoba mendesak masuk ke dalam mulutku. Aku ingin menolak rasanya, tapi dorongan dari dalam tidak dapat berbohong. Aku balas melumat bibirnya dan tanganku meraih pundak Om Robert, sedang tangannya sendiri meraba-raba pahaku dari dalam rokku yang makin terangkat hingga terlihat jelas celana dalam dan selangkanganku.

    Ciumannya makin buas, dan kini Om Robert turun ke leher dan menciumku di sana. Sambil berciuman, tanganku meraih pengikat kimono Om Robert dan membukanya. Tanganku menelusuri dadanya yang bidang dan bulu-bulunya yang lebat, kemudian mengecupnya lembut. Sementara itu tangan Om Robert juga tidak mau kalah bergerak mengelus celana dalamku dari luar, kemudian ke atas lagi dan meremas payudaraku yang sudah gatal sedari tadi.

    Aku melenguh agak keras dan Om Robert pun makin giat meremas-remas dadaku yang montok itu. Perlahan dia melepaskan ciumannya dan aku membiarkan dia melepas kaosku dari atas. Kini aku duduk hanya mengenakan bra hitam dan rok cheersku itu. Om Robert memandangku tidak berkedip. Kemudian dia bergerak cepat melumat kembali bibirku dan sambil french kissing, tangannya melepas kaitan bra-ku dari belakang dengan tangannya yang cekatan.

    Kini dadaku benar-benar telanjang bulat. Aku masih merasa aneh karena baru kali ini aku telanjang dada di depan pria yang bukan pacarku. Om Robert mulai meremas kedua payudaraku bergantian dan aku memilih untuk memejamkan mata dan menikmati saja. Tiba-tiba aku merasa putingku yang sudah tegang akibat nafsu itu menjadi basah, dan ternyata Om Robert sedang asyik menjilatnya dengan lidahnya yang panjang dan tebal. Uh.., jago sekali dia melumat, mencium, menarik-narik dan menghisap-hisap puting kiri dan kananku.

    Tanpa kusadari, aku pun mengeluarkan erangan yang lumayan keras, dan itu malah semakin membuat Om Robert bernafsu.
    “Oom.. aah.. aah..!”
    “Rin, kamu kok seksi banget sih..? Om suka banget sama badan kamu, bagus banget. Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin mencuat dan tegang.
    “Ahh.., Om.. gelii..!” balasku manja.

    “Sshh.. jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘Robert’ aja ya, Rin. Kamu kan udah gede..” ujarnya.
    “Iya deh, Om.” jawabku nakal dan Om Robert pun sengaja memelintir kedua putingku lebih keras lagi.
    “Eeeh..! Om.. eh Robert.. geli aah..!” kataku sambil sedikit cemberut namun dia tidak menjawab malahan mencium bibirku mesra.

    Entah kapan tepatnya, Om Robert berhasil meloloskan rok dan celana dalam hitamku, yang pasti tahu-tahu aku sudah telanjang bulat di atas meja dapur itu dan Om Robert sendiri sudah melepas celana renangnya, hanya tinggal memakai kimononya saja. Kini Om Robert membungkuk dan jilatannya pindah ke selangkanganku yang sengaja kubuka selebar-lebarnya agar dia dapat melihat isi vaginaku yang merekah dan berwarna merah muda.

    Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun pindah ke atas dan mulai mengerjai klitorisku dari atas ke bawah dan begitu terus berulang-ulang hingga aku mengerang tidak tertahan.
    “Aeeh.. uuh.. Rob.. aawh.. ehh..!”
    Aku hanya dapat mengelus dan menjambak rambut Om Robert dengan tangan kananku, sedang tangan kiriku berusaha berpegang pada atas meja untuk menopang tubuhku agar tidak jatuh ke depan atau ke belakang.

    Badanku terasa mengejang serta cairan vaginaku terasa mulai meleleh keluar dan Om Robert pun menjilatinya dengan cepat sampai vaginaku terasa kering kembali. Badanku kemudian direbahkan di atas meja dan dibiarkannya kakiku menjuntai ke bawah, sedang Om Robert melebarkan kedua kakinya dan siap-siap memasukkan penisnya yang besar dan sudah tegang dari tadi ke dalam vaginaku yang juga sudah tidak sabar ingin dimasuki olehnya.

    Perlahan Om Robert mendorong penisnya ke dalam vaginaku yang sempit dan penisnya mulai menggosok-gosok dinding vaginaku. Rasanya benar-benar nikmat, geli, dan entah apa lagi, pokoknya aku hanya memejamkan mata dan menikmati semuanya.
    “Aawww.. gede banget sih Rob..!” ujarku karena dari tadi Om Robert belum berhasil juga memasukkan seluruh penisnya ke dalam vaginaku itu.
    “Iyah.., tahan sebentar yah Sayang, vagina kamu juga sempitnya.. ampun deh..!”
    Aku tersenyum sambil menahan gejolak nafsu yang sudah menggebu.

    Akhirnya setelah lima kali lebih mencoba masuk, penis Om Robert berhasil masuk seluruhnya ke dalam vaginaku dan pinggulnya pun mulai bergerak maju mundur. Makin lama gerakannya makin cepat dan terdengar Om Robert mengerang keenakan.
    “Ah Rin.. enak Rin.. aduuh..!”
    “Iii.. iyaa.. Om.. enakk.. ngentott.. Om.. teruss.. eehh..!” balasku sambil merem melek keenakan.

    Om Robert tersenyum mendengarku yang mulai meracau ngomongnya. Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku dan ternyata itu membuat Om Robert semakin nafsu saja.
    “Awwh.. awwh.. aah..!” orgasmeku mulai lagi.
    Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja dan diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om Robert yang masih berdiri tanpa mencabut penisnya dari dalam vaginaku. Diputar begitu rasanya cairanku menetes ke sela-sela paha kami dan gesekannya benar-benar nikmat.

    Kini posisiku membelakangi Om Robert dan dia pun mulai menggenjot lagi dengan gaya doggie style. Badanku membungkuk ke depan, kedua payudara montokku menggantung bebas dan ikut berayun-ayun setiap kali pinggul Om Robert maju mundur. Aku pun ikut memutar-mutar pinggul dan pantatku. Om Robert mempercepat gerakannya sambil sesekali meremas gemas pantatku yang semok dan putih itu, kemudian berpindah ke depan dan mencari putingku yang sudah sangat tegang dari tadi.

    “Awwh.. lebih keras Om.. pentilnya.. puterr..!” rintihku dan Om Robert serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.
    Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang melihat Om Robert yang sedang merem melek keenakan. Gila rasanya tubuhku banjir keringat dan nikmatnya tangan Om Robert di mana-mana yang menggerayangi tubuhku.

    Putingku diputar-putar makin keras sambil sesekali payudaraku diremas kuat. Klitorisku digosok-gosok makin gila, dan hentakan penisnya keluar masuk vaginaku makin cepat. Akhirnya orgasmeku mulai lagi. Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Begitu juga dengan Om Robert, akhirnya dia ejakulasi juga dan memuncratkan spermanya di dalam vaginaku yang hangat.

    “Aaah.. Riin..!” erangnya.
    Om Robert melepaskan penisnya dari dalam vaginaku dan aku berlutut lemas sambil bersandar di samping meja dapur dan mengatur napasku. Om Robert duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.

    “Sini Om..! Karin bersihin sisanya tadi..!” ujarku sambil membungkuk dan menjilati sisa-sisa cairan cinta tadi di sekitar selangkangan Om Robert.
    Om Robert hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan. Setelah bersih, gantian Om Robert yang menjilati selangkanganku, kemudian dia mengumpulkan pakaian seragamku yang berceceran di lantai dapur dan mengantarku ke kamar mandi.

    Setelah mencuci vaginaku dan memakai seragamku kembali, aku keluar menemui Om Robert yang ternyata sudah memakai kaos dan celana kulot, dan kami sama-sama tersenyum.
    “Rin, Om minta maaf yah malah begini jadinya, kamu nggak menyesal kan..?” ujar Om Robert sambil menarik diriku duduk di pangkuannya.
    “Enggak Om, dari dulu Karin emang senang sama Om, menurut Karin Om itu temen ayah yang paling ganteng dan baik.” pujiku.
    “Makasih ya Sayang, ingat kalau ada apa-apa jangan segan telpon Om yah..?” balasnya.
    “Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.”
    “Iya Rin, kamu juga. Om aja nggak nyangka kamu bisa muasin Om kayak tadi.”
    “He.. he.. he..” aku tersipu malu.

    “Oh iya Om, ini titipannya ayah hampir lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan ayah pada Om Robert.
    “Iya, makasih ya Karin sayang..” jawab Om Robert sambil tangannya meraba pahaku lagi dari dalam rokku.
    “Aah.. Om, Karin musti pulang nih, udah sore.” elakku sambil melepaskan diri dari Om Robert.
    Om Robert pun berdiri dan mencium pipiku lembut, kemudian mengantarku ke mobil dan aku pun pulang.

     

    Di dalam mobil, supirku yang mungkin heran melihatku tersenyum-senyum sendirian mengingat kejadian tadi pun bertanya.
    “Non, kok lama amat sih nganter amplop doang..? Ditahan dulu yah Non..?”
    Sambil menahan tawa aku pun berkata, “Iya Pak, dikasih ‘wejangan’ pula..”
    Supirku hanya dapat memandangku dari kaca spion dengan pandangan tidak mengerti dan aku hanya membalasnya dengan senyuman rahasia. He..he..he..

     

  • Kisah Memek MALAM PERTAMA PENGANTIN BARU

    Kisah Memek MALAM PERTAMA PENGANTIN BARU


    11436 views

    Duniabola99.com – Ada pengantin baru yang baru saja menikah dan akan melaksnakan bulan madu atau honey moon di hotel berbintang. Nah pada saat pasangan suami istri tersebut telah sampai di hotel, sang suami yg masih lugu, bertanya kepada sang isteri ” Ma,,, kita ngapain aja dimalam pertama ?” Kemudian sang isteri menjawab ” aku juga ga’ tau pah ,,,, biasanya kalau pengantin baru ngapain aja dimalam pertama “.


    Akhirnya mereka berdua kebingungan …. lalu sang suami berkata ” Ma , tunggu disini aja yah , papa akan turun ke loby hotel mau nanyain ke orang orang tentang malam pertama . Akhirnya sang suami turun kebawah loby hotel dan pas banget dia masuk ke bar hotel tersebut ,,, Lalu sang suami menemukan seorang om .. Lalu ia mennyakan hal tersebut ke si Om Tersebut “Om… boleh nanya gak?” si Om menjawab “Mau nanya apa de’? ” Apa sih yg biasa dilakukan jika malam pertama ? ” tanya sang suami …. ” wah … itu gak bisa diterangkan de’ .. harus dipraktekkan ‘ jawab si om tersebut . “Kalau gitu om ayo naik ke kamar saya kita praktekkan diatas,,, di atas ada isteri saya” kata si suami , “Ok lah ” kata si om tersebut .

    Kemudian mereka sampai ke kamar lalu si suami berkata ” ayo om praktekkan segera biar saya bisa belajar ” lalu si Om berkata ” iya , kamu tunggu disini depan pintu dan jgan pindah tempat yah ” . Kemudian si Om tersebut membuat sebuah garis yang tidak boleh dilewati sang suami dan berkata ” Kamu gak boleh ngelewatin garis ini , kalau lewat saya akan berhenti mempraktekkanya ” “Ok deh Om ,,, saya janji ” kata si suami .. Silahkan om segera dimulai.

    Sang Istri kebingungan dan Diam saja …Akhirnya si om tersebut mulai menelanjangi sang isteri tersebut , dan si suami hanya senyum senyum saja . “Koq suami saya diam diam saja aku ditelanjangi kyk gini” pikir sang isteri dalam hati …. Kemudian si Om melakukan hubungan sex dengan si isteri tersebut ah…aha,,,, aha….. sang isteri menangis terseduh seduh .


    Ketika mereka selesai ,,,, si suami malah Senyum senyum terus ,,,, ntah apa yg ada di benaknya … Si om, kemudian keluar kamar dan sang istri turun dari ranjang sambil menangis dan bertanya kepada suaminya ” Pah , koq papa diam diam aja aku digituin sama si om itu ,,,,, ” suami hanya tersenyum riang ” pah ,, papa kamu kenapa sih senyum senyum tersus ” ….”Gak koq ” kata si suami . “Terus kenapa papa malah senyum ketika aku di gituin sama om -om itu ?” tanya sang isteri . Kemudian sang suami menjawab … ” Tapi kamu jagn bilang ma Om – Om yang tadi yah ?” …” iya aku gak bilang koq” kata sang isteri . “Serius?” awas kalau kamu bilang sama si Om.yg tadi… ” kata sang suami . “Iya aku janji gak bakalan bilang ,,ayo dong kasi tau “!! Lalu sang suami menjawab dengan senyuman polosnya…” Kamu jagan Bilang sama si Om yg tadi kalau aku Udah 3 kali keluar dari garis ” wkwkwkkwkwkwkw…..

  • Video Bokep Asia Marie Konishi disuruh hisap kontol rame-rame

    Video Bokep Asia Marie Konishi disuruh hisap kontol rame-rame


    2091 views

  • Video Bokep Ryo Makoto mastrubasi disofa

    Video Bokep Ryo Makoto mastrubasi disofa


    2108 views

  • Foto Bugil Pirang alami Hayley Marie Coppin melepas bikini di pantai berpasir

    Foto Bugil Pirang alami Hayley Marie Coppin melepas bikini di pantai berpasir


    2128 views

    Duniabola99.com – foto cewek eropa putih pirang cantik melepas bikinya yang pantai yang cantik dan duduk diatas pohon tumbang. 

    Kumpulan majalah online dewasa, Foto majalah dewasa, cerita dunia, Dunia artis, Dunia maya, Dunia model, Popular word, Foto Cewek Cantik, Foto Cewek Seksi, Foto cewek cantik asia, Cewek mulus, cewek tokek besar, cewek cantik, cewek seksi, Foto cewek tokek kecil, Foto cewek tokek besar, Foto cewek manis

  • Video Bokep Asia cewek jepang Mimi Aku ngentot bertiga didepan umum

    Video Bokep Asia cewek jepang Mimi Aku ngentot bertiga didepan umum


    2563 views