
Author: dbgoog99
-

Hentai015
-

Kisah Memek Rahasia Ku Dengan Tetanggaku

Duniabola99.com – Awal Kisah ini Di mulai saat baru saja terima rapor cawu I, Kelas 2 SMA. Rumah Yang Tepat Berhadapan dengan Rumah ku baru saja di tempat penghuni baru, pindahan dari Gorontalo, Suami istri Dengan 2 anak, Seorang cowo dan seorang cewe. Suami nya bekerja di salah satu instansi pemerintah sebagai seorang pejabat Oom U sangat sibuk dan sering dinas ke jakarta.
Sang Suami Ternyata kenalan Baik dengan Kakaku yang nomor 2, jadi keluargaku dan keluarga baru tersebut cepat menjad akrab. Aku Memanggil mereka Dengan Oom dan Tante U.
Tante U seorang wanita berdarah manado, cantik , putih dan sangat menarik hati. Penampilan nya selalu OK dan sangat Serasi. Kedua Anak Tante U, Sangat akrab denganku, Yang sulung perempuan usianya 3,5tahun. Sedangkan adik nya berumur 2 tahun. sering aku mengajak mereka bermain, Maklum Aku anak laki2 paling bungsu dari 6 bersaudara. Aku di sukai Anak- anak kecil dan cepat sekali akrab dengan mereka.Hingga akhir cawu III, kehidupan rumah tangga mereka harmonis saja. Tante U
memang sering pergi sesaat setelah Oom U berangkat ke kantor, biasanya pukul 13.00 sampai sekitar 14.00 WIB tante U sudah kembali. Hal itu sering tante U lakukan setelah mereka bertempat tinggal kira-kira enam bulan di rumah tersebut.Jika Oom U ke luar kota, tante U pulang agak lebih sore, kadang malah sehabis maghrib baru tante U pulang mengendarai mobil sedan HONDA PRESTIGE warna merahnya.
Beberapa kali aku yang membukakan pintu garasinya, karena saat itu aku sedang di rumahnya bermain dengan kedua anaknya. Biasanya jika tante U pergi anak-anak biasa dijaga oleh pembantunya dan adik perempuan Oom U. Adik perempuan Oom U sebaya denganku, tapi walaupun aku sering bermain dengan-nya aku nggak tertarik padanya. Aku hanya merasa kasihan kepadanya, karena seringkali dia mengeluh karena perlakuan tante U kepadanya tidak baik. Pernah aku melihat dia dimarahi tante U dan disiram air bekas cucian pakaian yang banyak sabunnya. Namun aneh kepadaku tante U sangat baik, namun hal itu aku anggap hal yang biasa saja.Cawu I kelas tiga berakhir, saat libur dua minggu aku gunakan waktuku untuk
jalan-jalan sama temen-teman ke suatu tempat rekreasi di dekat kotaku.
Jaraknya lebih kurang 45 km dari kotaku, tempat itu terletak di lereng gunung dan berhawa sejuk, berbeda dengan kotaku yang panas. Aku masih ingat saat itu hari Senin, kira-kira jam 10.00 WIB, saat aku berlibur di tempat rekreasi itu kulihat mobil tante U diparkir di halaman sebuah restaurant; aku tak berpikiran apa-apa waktu itu, bahkan ketika kuberpapasan dengan tante U yang digandeng mesra oleh seorang lelaki dan di belakang mereka bergandengan pula sepasang teman tante U aku tetap belum paham dan mengerti apa sebenarnya yang terjadi dan tante U lakukan bersa-ma teman-temannya.
Mungkin karena memang saat itu secara kejiwaan aku masih polos dan lugu
serta belum mengenal arti cinta atau hubungan laki-laki dan perempuan aku
menganggap hal tersebut biasa saja, bahkan aku menyapa tante U dengan sopan.Mendengar dan melihat aku spontan tante U nampak terperanjat dan kaget dan segera melepaskan pelukan lelaki temennya tadi. Kemudian dia menghampiriku dan basa-basi menanyakan acaraku di tempat itu. Sebelum kami berpisah tante U menggamitku seraya memasukkan sesuatu ke dalam kantong bajuku, kemudian dia berpesan agar aku merahasiakan pertemuan tadi dengan siapapun.
Aku mengangguk dan berjanji tak akan bercerita pada siapapun tentang pertemuanku dengannya di tempat rekreasi tersebut. Sesaat setelah kami berpisah kurogoh saku bajuku, ternyata tante U memberiku uang sejumlah Rp.50.000,- , aku heran bercampur senang. Aku gunakan uang itu untuk mentraktir temen-temen.
Seusai liburan, seperti biasanya kujalani masa-masa studiku seperti biasa.
Di kelas aku boleh dikata sebagai murid dengan prestasi belajar yang baik,
kelasku termasuk kelas unggulan yang murid-muridnya dipilih dari 10 terbaik
di masing-masing kelas 2. Dari kelas satu hingga kelas tiga, aku biasa menduduki rangking tiga besar. Aku setiap hari berangkat dan pulang sekolah
dengan jalan kaki bersama teman-temanku. Pada hari Sabtu kelasku pulang agak cepat dari biasanya, karena dua orang guru yang seharusnya mengajar di
kelasku tidak masuk, dan waktu kosong diisi dengan mencatat pelajaran dari
guru mata pelajaran lain yang berikutnya. Seperti biasa aku pulang jalan kaki, kira-kira 1 kilo meter dari sekolahanku tiba-tiba sebuah mobil merah berhenti di sampingku dan segera kukenali siapa pengemudinya, dialah tante U. Aku sempat terkesima melihat penampilannya, dia nampak cantik sekali apalagi dengan kacamata hitamnya wah sungguh bukan main. Dia buka jendela pintu mobilnya dan memintaku segera naik ke mobilnya, mengajak-ku pulang bersama. Kuterima ajakannya dan aku segera masuk dan duduk di dalam mobilnya yang ber AC dan empuk jok kursinya. Dia tidak mengajakku langsung pulang, tetapi jalan muter-muter dengan mobil-nya. Kulirik dia, sungguh sangat cantik, dan secara tak sengaja kulihat paha putih dan mulus miliknya yang terbuka diantara belahan rok spannya, benar-benar membuatku terkesima.Setelah beberapa menit kami berjalan tante U berdehem, membuatku terperanjat dan segera memalingkan mukaku ke luar jendela.
Diajaknya aku ngobrol tentang pertemuanku di tempat rekreasi dahulu, dan
menanyakan padaku apakah aku bercerita pada orang lain. Aku jawab bahwa aku tak bercerita pada siapapun dan aku katakan sekali lagi bahwa aku tak akan bercerita kepada siapapun tentang hal itu. Mendengar hal itu tante U nampak lega dan menghela nafas panjang.
Sesampainya di rumah, seperti biasanya aku membantu membukakan pintu pagar dan garasi rumahnya. Diparkirnya mobilnya dan saat aku menutup pintu pagar rumah serta berpamitan pulang dipanggilnya aku. Aku mendekatinya dan
mengikutinya masuk ke ruang keluarga. Dia segera duduk di sofa di depan TV
ruang keluarga, dan memintaku duduk didekatnya. Serta merta dipeluknya aku
dan diciumnya pipiku kanan dan kiri, sambil dia mengucapkan terima kasih.
Aku diam saja. Kemudian dipegangnya mukaku dengan kedua belah tangannya dan secepat kilat diciumnya bibirku dan mulutku dilumatnya, aku hanya
terperangah kaget dan tak bereaksi apapun. Sesaat kemudian dilepas pelukannya dan dia tersenyum padaku.
Segera dia bangkit dan memintaku pulang.Entah kenapa sejak kejadian itu aku jadi semakin membayangkan dia, aku ingin
semakin sering ketemu dengannya, di dalam mimpikupun sering terbayang tante U. Setiap kali bertemu dia selalu melempar senyum padaku. Aku jadi semakin sering melamun dan membayangkan dia.
Sebulan sejak kejadian itu kudengar kabar bahwa tante U ketahuan selingkuh.
Kulihat tante dan oom U sering bertengkar. Oh.. ya, adik perempuan oom U
sekarang nggak tinggal di rumah itu lagi., anak tante U yang sulung sudah masuk playgroup. Sejak terdengar berita itu, tante U jarang keluar lagi seperti biasanya, paling-paling dia keluar hanya sebentar untuk keperluan antar jemput anaknya yang playgroup.
Aku tetap seperti biasa, tetap main ke rumah tante U dan ngobrol dengan tante dan oom U, bagiku mereka seperti kakaku sendiri.Pada suatu hari menjelang terima rapor dan libur Cawu II di sekolahku seperti biasa diadakan lomba-lomba kesenian dan olah raga, dan kami pulang lebih awal. Aku masih ingat hari itu hari Kamis, aku pulang sekitar jam 09.00 WIB. Sesaat setelah aku masuk ke rumah dan berganti pakaian, kudengar telepon berdering. Segera kuangkat dan dari seberang sana terdengar suara tante U. Mengetahui aku yang menerima tante U bilang wah kebetulan nih. katanya, tante mau minta tolong sebentar… Tante U memintaku segera ke rumahnya. Aku segera mengunci pintu-pintu rumah dan meletakkan anak kunci di tempat biasanya, maklum di rumah nggak ada siapa-siapa. Bapak, Ibu dan kakak-kakaku tak ada di rumah.
Segera aku pergi ke ruamah tante U. Suasana rumah tante U nampak sepi,
segera aku pencet bel rumah dan tante U nampak membukakan pintu dan
mempersilakan aku segera masuk. Aku terpesona melihatnya, dia sungguh cantik dan seksi sekali, dengan gaun tipis warna pink yang kadang menampakkan lekuk indah tubuhnya, dengan belahan lebar di dadanya, sehingga sedikit nampak tersembul buah dadanya yang putih dan halus kulitnya. Jantungku berdetak keras ketika pandang mata kami beradu, tante U tersenyum dan kubalas senyum manisnya dengan senyum pula.Kami mengobrol di ruang keluarga sambil menonton TV, aku menanyakan tentang kedua anaknya, tante U bilang mereka berdua ke Jakarta; ke rumah uwaknya diantar oom U. Jadi rumah saat itu sepi, cuman kami berdua saja. Tante U mengobrol sambil menyilangkan kaki kanannya ke atas kaki kirinya, sehingga, gaun tipisnya terbuka dan terlihat jelas pahanya yang putih dan halus. Aku tak henti-henti melirik dan memper-hatikannya. Tante U pura-pura tak tahu, bahkan secara sengaja gaunnya ditarik ke samping, sehingga paha mulusnya nampak tersembul keluar, sungguh suatu pemandangan yang sangat merangsang, dan tanpa terasa batang kemaluanku langsung berdiri tegak dan keras.
Sesaat setelah ngobrol, tante U berjalan ke arah TV dan mengambil sesuatu di
rak VCD.Segera dipasang dan dinyalakan VCD tadi, aku kaget dan malu; karena ternyata VCD tersebut VCD porno dan baru sekali itu seumur hidupku melihat adegan-adegan panas di dalam VCD tersebut. Tante U duduk di dekatku dan merapatkan badannya ke tubuhku. Diletakkan tangan kanannya di paha kiriku dan dielus-elusnya, kemudian di raihnya tangan kiriku dan diletakkannya di atas paha kanannya, dimintanya aku mengelus pahanya, secara naluri tanganku tidak hanya berhenti mengelus pahanya, bahkan lebih dari itu, langsung menuju ke celah pahanya yang tertutup celana dalam pink tipis. Kugosok dan kutekan tanganku ke vagina yang masih tertutup celana, nampak tante U senang dan kadang dikepitnya pahanya untuk menjepit tanganku yang nakal menyelusup masuk ke dalam Cd-nya dan menusukkan jariku kedalam memiawnya.
Sesaat kami melakukan hal itu yakni saling mengelus sambil melihat adegan TV
yang sangat merangsang. Tiba-tiba diraih dan dipeluknya kepalaku, dan segera dibenamkannya mukaku ke dadanya, ternyata tante U tak mengenakan BH, sehingga mukaku langsung menyentuh buah dadanya yang hangat dan lunak. Aku menurut saja dan segera tanganku bereaksi, menjalar kian kemari, membuka ikatan gaun tipis yang dikena-kan tante U, dan segera mencampakkannya jauh-jauh ke lantai. Dan nampak seluruh tubuh tante U tak tertutup apapun kecuali CD pink yang masih melekat ketat di memiawnya.Buah dada tante U sekarang sudah tak tertutup apa-apa lagi, dan segera tante U menempelkannya di mukaku. Aku bereaksi mencium dan mengulum puting susunya, kemudian bibirku menjalar kelehernya, akhirnya mulut kami saling mengulum.
Tangan tante U bergerak melepas kaos dan membuka resleiting celana pendek
jeans yang kukenakan, kemudian secara sigap di raihnya batang kemaluanku dan digosoknya dengan tangan kanannya. Pelan-pelan direbahkannya badanya di sofa, dan ditariknya badanku sehingga menindihnya.Kami saling mencium kembali, dan secara naluri aku meniru adegan yang ada di
VCD porno tadi, pelan-pelan bibirku bergerak ke bawah, menyusuri lehernya
yang putih. Terus turun dan turun ke bawah, hingga mencapai buah dadanya,
dan segera kuhisap dan kuremas buah dadanya yang putih dan sudah mengeras. Terdengar tante U mengerang dan merintih. Di remas-remas batang kemaluanku yang sudah mengeras dan dikocoknya pelan. Sungguh luar biasa rasanya, sebab baru pertama ali aku merasakan hal tersebut. Tiba-tiba di dorongnya tubuhku, lalu dia duduk di sofa menghadapku, di suruhnya aku berdiri dan segera dilepas CD ku. Dengan terlepasnya CD tadi nampak tugu monasku tegak berdiri dengan keras, segera dihisap dan dikulum dengan mulutnya, aku mengerang dan mendesis keenakkan.Sesaat kemudian dia lepas pula celana dalamnya, dan segera dibaringkan
tubuhnya di sofa sambil dibuka ke dua belah pahanya. Aku terkesima takjub
melihat pemandangan di depanku, nampak jelas celah vagina yang berwarna
kemerahan diantara ke dua belah pahanya yang putih.
Segera mukaku menyerbu ke vaginanya dan aku jilati vaginanya seperti apa
yang kulihat di adegan VCD . Tante U mengerang dan melenguh, pantatnya
sesekali didorongnya ke atas, sehingga mulut dan lidahku semakin keras
menempel di vaginanya.
Adegan tersebut berlangsung sekitar lima menit, setelah itu di raihnya bahuku dan ditariknya badanku sehinga menindih tubuhnya lagi, mulutnya meraih dan mencium mulutku serta dimainkan lidahnya, tangan-nya memegang penisku dan menempel serta menggosoknya di liang kemaluannya. Sesaat kemudian dibimbingnya penisku memasuki vaginanya dan kemudian kami berpacu
mengumbar nafsu sepuas hati kami. Aku benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa, belum pernah sekalipun aku merasakan sebelumnya, dengan cepat dan keras kuhentakkan penisku dalam liang vaginanya. Tante U mengerang,merintih dan menggerak-gerakkan pinggulnya naik turun seirama dengan
gerakkanku. Mulutku menciumi lehernya, kadang ke buah dadanya dan akhirnya mengulum bibirnya sambil menggerakkan pinggulku naik turun untuk menarik dan mendorong penisku dalam liang vagina tante U.Sesaat kemudian tante U terdengar mengerang keras dan memintaku untuk
mempercepat gerakkan pinggul-ku. , tiba-tiba dia mempererat pelukkannya dan mengejang keras sambil dari mulutnya keluar teriakkan teriakan agak keras, tak lama kemudian terasa sesuatu yang hangat membasahi batang kemaluanku dan terasa vaginanya bertambah licin, tiba-tiba dia mengendurkan pelukkannya dan menghela nafas panjang ooooh..nugi. oohh.., dan segera diraihnya muka dan dilumatnya mulutku dengan ciuman yang panjang., sementara pinggulku tetap bergerak naik turun..
Pelan-pelan di dorongnya badanku dan dikempitkan kedua kakinya di pantatku,
sehingga pantatku tak dapat bergerak naik turun.Nampak rasa puas dan senyum manisnya.., oohh.. nugi.., kau belum keluar
ya..? Terus terang aku nggak tahu maksud perkataannnya.., tiba-tiba di
gulingkan tubuhku, sehingga kami berdua jatuh di lantai di atas karpet.
Tubuhku menelentang, di raihnya CD nya dan di lap vaginanya, sesaat kemudian tante U jongkok tepat di atas Penisku. Dipegang dan dibenamkannya penisku ke dalam vaginanya, lalu dia gerakkan tubuhnya naik turun, sehingga Penisku menggosok dinding dalam liang vaginanya. Kedua belah tangannya menekan dadaku, dan kepalanya mengangguk-angguk seirama gerakan tubuhnya. Cepat tangganku meraih dan meremas-remas buah dadanya. Rambutnya tergerai lepas dan berulang kali menyentuh wajahku.Tante U mengerang dan sesekali memiawik agak keras., untung rumah tante U
agak besar, sehingga erangan dan teriakannya nggak terdengan dari luar.
Ohhh. aah… aduh. nugi.. Enak. sungguh enak.. Ohh., yach.. Yach.. Sambil
digerakkannya tubuhnya, persis seperti orang menunggang kuda liar.., aku
mengimbangi gerakkannya dengan menaik turunkan pantatku, sehingga membuat tante U semakin liar dan histeris. Tiba-tiba dia membungkuk dan menggerakkan tubuhnya semakin cepat, sambil jarinya memutar-mutar dinding luar vaginanya. Suara erangannya semakin keras dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, serta memeluk tubuhku erat sekali.
Terasa kembali cairan hangat membasahi Penisku, saat itu Penisku sudah
mulai berdenyut-denyut, seperti hendak memuntahkan sesuatu. Keringat sudah membasahi tubuh kami berdua, desakan dan dorongan letupan diujung Penisku semakin terasa, tapi gerakan tante U sudah mulai lemah dan pelan dan akhirnya berhenti, tubuhnya terkulai lemas menindih tubuhku.
Penisku masih keras, namun desakan, dorongan dan denyutan kembali
hilang…, kembali lagi tante U tersenyum dan mengulum mulutku..ohh. nugi..
Tante puuaaasss… Sambil tetap dalam posisi telungkup di atas tubuhku,
tante U, menghujani mukaku dengan ciuman yang bertubi-tubi..
Penisku masih menancap keras dan dalam di memiawnya, bila pinggul tante U
bergerak, maka terasa enak dan nikmat rasanya. Dalam posisi seperti itu
mulut kami saling berpagut, dan ciuman yang panjang yang seolah tak akan
selesai kami lakukan, lidah tante U menyulusuri sekujur wajahku, ke leherku
dan kembali kemulutku dengan batang kemaluanku masih tetap di liang
vaginanya.
Saat kami sedang asyik bercumbu, terdengar dering telepon berbunyi. Tante U
segera bangkit dan menuju ke pesawat telepon. Diangkatnya gagang telepon
sambil jari telunjuknya ditempelkan dimulutnya sebagai isyarat agar aku
diam. Tante U menerima telepon sambil berdiri merapat ke dinding, ternyata
telepon dari oom U di kantor. Mataku tak hentinya menatap tubuh dan
wajahnya; sungguh pemandangan yang indah dan hampir aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku alami sesaat tadi. Aku cubit tanganku terasa sakit, berarti ini bukan mimpi. Melihat apa yang aku lakukan tante U tersenyum
geli, dilambaikan tangannya agar aku mendekatinya. Tanpa disuruh untuk kedua kalinya aku segera bangkit dan menghampirinya. Kupeluk tubuhnya dari
belakang dan mulutku langsung menyerbu leher putihnya, sementara tanganku
meremas-remas buah dadanya. Matanya terpejam, menikmati apa yang aku
perbuat, tangan kirinya meraih kepalaku dan ditariknya menuju buah dadanya.
Segera kurobah posisi tubuhku sehinga menempel tubuhnya dalam posisi
berhadapan. Tangan kiri tante U meraih Penisku yang masih tegang dan keras, digosok dan dikocoknya pelan, aduh. nikmat sekali…
Sambil menelepon tante U tetap memintaku mencumbuinya, namun jika aku mau mencium mulutnya, maka segera didorongnya mukaku.., aku mengerti maksudnya maka bagian tubuh lainnya yang menjadi sasaranku. Lidahku menjilati sekujur tubuhnya.., menghisap pentil susunya, meremas buah dadanya dan terus ke bawah. Kaki kirinya segera kuangkat dan kuletakan di atas meja di dekat kami bercumbu, sehingga celah vaginanya terbuka menganga, yang dengan segera kujilati. Tangan kiri tante U memegang dan menekan kepalaku ke memiawnya, sementara tangan kanannya tetap memegang gagang telepon. Dia nampak menahan rasa nikmatnya agar tak keluar erangan dari mulutnya…, tiba-tiba didorongnya mukaku menjauh dari memiawnya dan jarinya memberi isyarat agar aku sementara menghentikan cumbuannku.Sesaat kemudian diletakkannya gagang telepon dan langsung diraih tanganku
dan segera ditariknya aku menuju kamarnya. Segera ditutup dan dikunci
pintunya, langsung diraihnya tubuhku dan kami berguling-guling dan saling
tindih di atas kasur tempat tidurnya. Tempat tidurnya nyaman, empuk dan
bersih. Kembali kami saling mencumbu dan merangsang satu sama lain. Tante U menelentangkan badannya, dan memintaku menindih tubuhnya dalam posisi
terbalik. Penisku tepat dimukanya dan memiawnya persis dimukaku, aku segera
tahu maksudnya.. Dan segera kami bereaksi, kujilati memiawnya yang tanpa
rambut, bau memiawnya membuatku semakin mabuk kepayang.., dikulum dan
disedotnya Penisku., sehingga semakin keras dan tegang. Lebih kurang 10
menit hal itu kami lakukan, selanjutnya tanpa diminta kubalik posisi tubuhku
dan segera kumasukan batang penisku ke liang vaginanya dan kugerakkan
pantatku naik turun dengan cepat dan keras.., tante U mengerang-ngerang..dan teriakkannya sesekali terdengar lepas tak ditahannya… Kugenjot terus memiawnya, kupacu gerakkanku dan lagi-lagi dia mempererat dan mengencangkan pelukannnya.. sambil merintih oohhh..aahhh..uuuh. nugi.nugi. teruusss.teruss sayang..auuw.enak nugi. teruus.., diraihnya mukaku.dan dilumatnya mulutku.., eehmm.ehmm..suara yang keluar dari mulut tante U saat menciumku, setiap kali kuhentakkan Penisku keras-keras ke memiawnya, sesaat kemudian tubuhnya mengejang dan kepalanya bergoyang-goyang kekiri dan ke ke kanan, sambil mulutnya mengerang keras. Pinggulnya menghentak-hentak dengan keras mengimbangi gerakanku, keringat kami bercucuran, membasahi tubuh kami. Dan pada suatu hentakan yang keras tante U mendekap kepalaku keras-keras dan melolong histeris dan akhirnya kedua kakinya terkulai lemas., saat itu diujung Penisku. terasa ada yang berdenyut dan sepertinya mau kencing..,aku bilang sama tante U..tante aku pengin pipis rasanya tante.., tante U menjawab biar.. terus. aja .biarkan pipis di memiaw tante aja..ayo. Mendengar jawabannya aku sudah nggak peduli lagi., kupercepat gerakan pantatku dan terasa desakan dan denyutan di Penisku semakin menjadi saat ujung Penisku menggesek dinding dalam liang vagina tante U. Dan akhirnya aku tak dapat menahan lagi kencingku.., kubuang air kencingku dalam vagina tante U, tapi aneh.rasanya nikmat sekali tidak seperti bila aku kencing biasa di kamar mandi… ooh.. Aah. tante…tante.. Setelah itu aku merasa lega dan nikmat…, dan sesaat kemudian gerakan dan hentakan tubuhku berhenti., badanku terasa ringan dan lemas sekujur.dan aku telungkup di atas tubuh tante U.Kupandang wajahnya dan kami saling menatap. Tante U tersenyum, tangannya mengusap wajahku dan meyibak rambutku yang tergerai. Ohh..ya. aku lupa menceritakan bahwa peraturan di sekolahku cukup memberi keluasaan kepada murid, sehingga murid laki-laki tidak dilarang memelihara rambut panjang. Mengikuti hal itu, akupun mempunyai rambut ikal panjang sebahu…, sehingga membuat penampilaku layaknya pemain band saja.
Tante U mencium mulutku dan mengusap rambutku. Dia berbisik.., gimana
rasanya ? Enak apa nggak ?
Aku tak menjawab namun tersenyum saja, dan langsung kupeluk dia dan kucium mulutnya. Nugi., kau jangan cerita siapapun ya. tentang apa yang kita
lakukan barusan. Aku mengangguk mengiyakan.
Pelan-pelan didorongnya tubuhku kesamping dan kami berbaring sambil
berpelukan., kami bercumbu dan bercanda seperti anak kecil. Kadang aku gemas dan kuremas buah dadanya, jika tante U gemas padaku diremasnya Penisku. Sesaat kemudian kami bangun dan tante U segera menggandengku ku kamar mandi yang memang ada di dalam kamarnya. Segera diguyur dan disiramnya tubuhnya dengan air, dari shower sambil berendam di bathtub warna pink. Kubantu tante U menggosok dan menyabuni tubuhnya. Saat aku menyabuni kakinya, tanganku iseng meraba memiawnya dan memasukkan jariku ke dalam memiawnya. Tante U mendesis., secara naluri aku segera menjilati memiawnya.., dan terdengar erangan dan rintihannya. Kembali kami bercumbu dan bercinta sepuas-puasnya di kamar mandi, di atas lantai kamar mandi yang dingin kugenjot memiawnya dengan keras dan bernafsu., sampai akhirnya tante U mencapai klimaks-nya, yang kami lanjutkan hingga kemudian akupun kembali mencapai klimaks pula.
Jam berdentang 12 kali, jadi sudah tiga jam aku di rumah tante U, 2 jam lagi
oom U datang. Segera kami berpakaian, tante U ke luar kamar mengambil
pakaianku dan pakaiannya yang berserakan di lantai ruang tamu. Setelah
kukenakkan dan kurapikan pakainku aku segera pulang. Saat aku hendak keluar, tante U meraih tubuhku dan menciumku, sambil berpesan..agar rahasia kami tersimpan rapat, serta berjanji besok akan mengulang lagi apa yang kami
lakukan pagi tadi.
Inilah pengalaman pertamaku dengan wanita, yang tak lain tetanggaku sendiri.
Aku bersyukur bisa bercinta dengan wanita cantik tetanggaku. Wanita cantik
yang sering dikagumi oleh gadis-gadis mahasiswi yang kost di rumahku.
Dan selanjutnya selama liburan cawu II, kami tak pernah melewatkan kesempatan untuk bercumbu setiap hari, hingga suatu hari tante U bilang
kalau oom U hendak kursus di Jakarta selama 4 bulan. Mendengar itu aku amat
gembira. Bisa kubayangkan hari-hari yang menyenangkan saat aku dan tante U bercinta sepuas hati setiap hari.Benar kata tante U, hari minggu malam oom U berangkat ke Jakarta naik kereta api, aku diminta tante U menemaninya mengantar oom U ke stasiun. Tentu saja dengan senang hati kulakukan hal tersebut. Saat mau berangkat oom U berpesan kepadaku untuk menemani tante U dan anak-anaknya di rumah. Aku mengangguk mengiyakan dan melirik tante U, tante U tersenyum penuh arti padaku. Saat pulang dari stasiun tante U menyetir mobilnya sambil tangannya meremas tanganku, sementara dua anaknya duduk di jok belakang sambil bercanda. Kuremas tangannya dan kucium punggung tangannya, tante U tersenyum penuh arti. Selanjutnya selama 4 bulan kami lalui hari-hari indah kami, aku sering diminta tante U menemaninya ke super market untuk belanja atau untuk keperluan lain, padahal kesempatan itu sering kami gunakan untuk bercinta di rumah seoarang kenalan tante U, yang bernama tante H.
-

Foto Ngentot Loredana, memberi pejantan yang lebih muda blowjob

Duniabola99.com – foto cewek kurus pirang Loredana memeknya dijilat dan membalasnya dengan menghisap kontol dengan kuat hingga kenikmatan dan membobol memek dengan keras oleh kontol besar berakhir dengan menembakkan air mani yang banyak diatas memeknya yang berjembut pirang.
-

Foto Ngentot Lucy Doll dalam kaus kaki merah muda mendapatkan gaya doggystyle

Duniabola99.com – foto cewek cantik berambut coklat Lucy Doll pertama kali ngentot dengan pacarnya yang berpenis gede diatas sofa putih panjang dan ketahuan oleh ibunya.
-

Seduce Japanese Teen To Fuck

-

Kisah Memek sepasang kekasih yang romantis

Duniabola99.com – Sebut saja namanya Karina. Karina tak bisa menolak ajakan teman yang ia sukai itu. Dua tahun sudah mereka saling mengenal, sejak keduanya sama-sama duduk di bangku kelas satu. Dan perasaan suka itu muncul di hati Karina tak lama setelah pertemuan pertamanya. Kalau tidak karena Muhris memberi sinyal yang sama, Karina tentu sudah melupakan perasaannya. Tapi cowok itu terus saja bersikap spesial kepadanya, hingga cinta jarak jauh mereka terjalin erat meski tanpa kontak fisik.
Lalu 3 bulan yang lalu saat menjelang Ujian Akhir Sekolah. Kelas pria dan wanita yang biasanya terpisah mulai digabung di beberapa kesempatan karena alasan peningkatan intensitas pelajaran. Siswa putra duduk di barisan depan, sedang yang putri di bagian belakang. Tapi Muhris duduk di barisan putra paling belakang sedang Karina di barisan putri paling depan. Maka tak ayal Muhris berada tepat di depan Karina. Dan itulah awal kontak terdekat yang terjadi pada mereka.
alignnone wp-image-6063″ src=”http://duniabola99.com/wp-content/uploads/2018/09/1-87.jpg” alt=”” width=”660″ height=”989″ />
Biasalah Awalnya purapura pinjam alat tulis, tanya buku, ini itu Tapi senyuman makin sering tertukar dan kontak batin terjalin dengan pasti. Kadang ada alasan bagi keduanya untuk tidak keluar buru-buru saat istirahat, hingga ada masa singkat ketika mereka hanya berdua di dalam kelas; tanyatanya pelajaranalasan basi yang paling disukai setiap orang. 2 bulan lebih dari cukup untuk memupuk rasa cinta. Meski pacaran adalah terlarang, dan keduanya belum pernah saling mengutarakan cinta, tapi semua teman mer
Eka tahu keduanya adalah sepasang kekasih. Hubungan cinta yang unik di jaman yang serba bebas ini. Dan Karina begitu menikmati perasaannya. Setiap waktu teramat berharga. Sekilas tatapan serta seulas senyuman selalu menjadi bagian yang menyenangkan.
Lalu cinta mulai berkembang saat kenakalan muncul perlahan-lahan. Karina sempat ragu saat Muhris memintanya untuk datang ke Mall M sepulang sekolah sore itu. Sejuta perasaan bahagia membuncah di hati Karina, bercampur dengan rasa takut dan kegugupan yang luar biasa. Ia nyaris pulang lagi saat sore itu ia berdiri di pintu Mall untuk bertemu dengan Muhris. Tapi cowok itu keburu melihatnya hingga ia tak dapat menghindar lagi.
Ia tahu bahwa dirinya salah tingkah selama kencan pertama mereka. Malamnya Karina tak bisa tidur. Membayangkan tentang betapa menyenangkannya kencan mereka, saat untuk pertama kalinya Muhris menggenggam tangannya selama berkeliling melihat-lihat banyak hal. Seluruh tubuhnya terasa panas dingin. Muhris bahkan membelikan sebuah hadiah berupa kalung mutiara yang sangat mahal untuk ukuran dirinya. Untaian mutiara itu sangat indah, putih memancarkan kilau yang terang.
Cowok itu berkata,
Walaupun aku tak akan dapat melihatmu mengenakan kalung itu, kuharap kamu mau tetap mengenakannya. Dan tentu saja ia senantiasa mengenakan kalung mutiara itu.
Satu bulan itu dihiasi dengan kencan sembunyi-sembunyi yang sangat mendebarkan.
Seperti bermain kucing-kucingan dengan semua orang yang Karina kenal. Kalau ada satu saja orang yang tahu Karina berduaan dengan seorang pria di Mall, maka Karina tak dapat membayangkan petaka apa yang akan menimpanya. Tapi berhenti dari melakukan itu ia yakini lebih mengerikan daripada terus menjalaninya. Karena, di sore itu, di satu sudut yang sepi di dalam Mall, tiba-tiba saja Muhris mencium pipinya dengan cepat tanpa mengatakan apapun juga. Hanya sekilas, dan Muhris membuat seolah-olah itu tak pernah terjadi. Tapi pengaruhnya sangat besar pada diri Karina. Karena seluruh perasaannya bergemuruh dan membuncah. Bercampur aduk hingga ia hanya bisa diam saja seperti orang bodoh.
Sisa sore itu berlalu tanpa ada dialog apapun, karena Karina tahu wajah putihnya telah berubah semerah udang rebus. Meninggalkan kesan terindah yang terbawa ke dalam mimpi bermalam-malam sesudahnya. Tiga hari sejak peristiwa itu Karina selalu berusaha menghindar dari Muhris. Ia merasa malu, bingung dan takut. Bagaimanapun juga satu sisi perasaannya masih memiliki keyakinan bahwa cinta mereka mulai melewati batas. Tapi ia belum tahu cara kerja nafsu. Karena ketika akhirnya mereka bertemu kembali, Karina tak bisa menolak saat di banyak kesempatan Muhris mencium pipinya berkalikali; kanan dan kiri.
Bahkan, saat Muhris semakin nakal dengan meremas tangannya, memeluk tubuhnya dan mencium bibirnya (meski semua itu dilakukan Muhris tak lebih dari lima detik saja), Karina hanya terpana dan sangat menikmati semuanya.
Sebelum berpisah, Muhris berbisik pelan kepadanya,
Kamu mau, kan, main ke rumah esok sore? Anehnya, seperti seorang yang terhipnotis, Karina mengangguk
Maka, sore itu, dengan mengenakan gamis bercorak ceria khas remaja dengan hiasan renda bunga melati, dipadukan dengan jilbab pink yang disemati bros berbentuk kupu-kupu, juga sebuah tas jinjing dari kain kanvas, Karina duduk di sofa ruang tamu di rumah Muhris. Menunggu kekasihnya mengambilkan dua gelas jeruk dingin dan sepiring buahbuahan segar. Matanya menatap ke sekeliling ruangan dan mendapatkan kesan yang sangat menyenangkan. Kesan itu didapat, sebagian karena bagaimanapun ini adalah rumah orang yang ia cintai, dan sebagiannya lagi karena pemiliknya memiliki cukup banyak uang untuk menata dengan demikian indahnya.
Karina tak tahu banyak soal dekorasi, tapi sesungguhnya rumah itu memang didesain dengan nuansa klasik yang sesuai dengan alam pegunungan tempat rumah itu berdiri. Perabotan, dari mulai lampu-lampu, tempat duduk, meja, lukisan-lukisan serta berbagai hal didominasi oleh corak bambu dan kayu asli. Sementara dedaunan dan tanaman hijaubercampur antara imitasi dan buatanmenghiasi sudut-sudut yang tepat. Air terjun buatan dibangun di samping ruang tamu, dengan cahaya matahari yang hangat menyinari dari kaca jendela samping. Wilayah itu ditutup oleh kaca bening yang dialiri air dari atas, sehingga mengesankan suasana hujan yang indah dan menimbulkan bunyi gemericik air yang terdengar menyenangkan.
Lukisan pedesaan dipasang di satu sudut yang tepat bagi pandangan mata, dengan gaya naturalis hingga setiap detail nampak sangat jelas. Seperti sebuah foto namun memancarkan aura magis yang lebih kentara. Karina sempat terpana dengan semuanya, dengan kesejukan yang melingkupi seluruh dirinya, sampai ia tak sadar kalau Muhris telah duduk di sebelahnya, sedang menata gelas dan piringpiring. Maaf, ya Seadanya. Habisnya Umi lagi ke Bandung ikut seminar, nemenin Abi Karina tersipu malu.Ia berasal dari keluarga yang lebih sederhana, sehingga rasa mindernya muncul saat mendapati rumah yang demikian besar dan mewah ini ternyata milik pacarnya.
Nggak apaapa, Ris. Karina seneng, kok Karina merasakan suaranya tercekat di tenggorokan.
Sore itu Karina lalui dengan sangat menyenangkan. Ngobrol berdua, bercanda, tertawa, nonton film, main game PS hingga makan malam. Karina baru tahu bahwa ternyata Muhris bisa memasak. Pintar malah. Kelezatan rasanya melebihi masakan yang pernah ia buat.
Dengan malu ia mengakui itu di hadapan kekasihnya, yang membalasnya dengan ciuman pipi kanan yang lembut.
Aku tetep cinta kamu, kok Perlu diketahui bahwa Karina saat itu berusia 16 tahun dan memiliki tubuh yang mulai matang sebagai seorang gadis. Posturnya juga tinggi dengan wajah manis yang terkesan keibuan.
Tapi percayalah bahwa ia sangat polos, lebih polos dari gadis SD di kota besar yang telah mahir urusan peluk dan cium. Desa tempat ia tinggal sangat jauh dari arus informasi dan pengaruh buruk ibukota. Maka ia tak menaruh prasangka apapun saat Muhris mengajaknya menginap di rumahnya malam itu.
Memang ini urusan yang tabu di desanya, tapi kepolosan Karina membuatnya yakin bahwa Muhris tak akan melakukan hal buruk terhadapnya. Sehingga, pilihan berbohong ia lakukan agar bisa berduaan terus dengan kekasihnya. Ia telah bilang pada orang rumah bahwa ia akan menginap di rumah Ririn. Ia tahu orang tuanya tak akan curiga, karena hal itu biasa ia lakukan di waktuwaktu ujian sekolah. Apalagi menjelang Ujian Akhir seperti sekarang.
Suasana malam sangat sunyi dan suara jengkerik telah berganti dengan burung malam. Tak berapa lama rintik hujan mulai turun, dan Karina tak menyadarinya sampai hujan itu berubah jadi deras. Sangat deras, karena di musim penghujan seperti ini hal seperti itu selalu saja terjadi. Kalau tidak karena suasana cinta yang tengah meliputinya, Karina tak akan betah di rumah orang dalam situasi seperti itu.
O, iya Sebetulnya Karina dan Muhris tidak benarbenar berdua di rumah, karena ada Hana, adik perempuan Muhris yang sekarang duduk di bangku kelas 1 SMP. Makanya Karina tidak terlalu merasa sungkan, karena ia bisa bermain dengan Hana juga di sepanjang sore dan malam itu. Muhrislah yang agak kerepotan karena harus meminta Hana agar berjanji tidak memberitahukan keberadaan Karina kepada orang tua mereka. Hana sebetulnya tidak susah dibujuk. Hanya saja keberadaannya menyulitkan karena ciumanciuman harus dilakukan secara hatihati. Peluk dan cium beberapa waktu yang lalu memang mendapatkan perlawanan (meski setengah hati) dari Karina. Tapi hal itu tak berlaku malam ini, karena kini Karina merasa lebih santai dan bebas.Di satu kesempatan Muhris memeluknya sembari mencium bibirnya sekilas. Di kesempatan lain ia dipeluk dari belakang, tepatnya saat ia mencuci piring bekas makan malam dan pria itu mengendapendap dari belakang dan begitu saja melingkarkan tangan di pinggangnya. Karina sempat menjerit pelan dan berusaha meronta, tapi tangannya yang memegang piring dipenuhi busa sabun hingga susah untuk bergerak. Ia hanya menggelinjang pelan dan merengek lemah, saat pelukan itu makin erat dan ciuman di pipinya membuatnya terbius.
Hampir saja Hana melihat perbuatan mereka, kalau Muhris tidak buruburu melepaskan pelukan di pinggang yang ramping itu. Setelah mandi malam yang menyenangkan, di dalam bathtub air hangat yang penuh busa dan peralatan mandi yang lengkap milik Umi Muhris, Karina bergabung dengan kakak beradik di ruang TV. Ia mengenakan busana malam yang lebih santai (setidaknya untuk ukuran gadis berjilbab); kemeja kaus lengan panjang putih bermotif garis warna biru dengan bawahan rok katun berwarna biru lembut, dipadukan jilbab simpel berwarna biru senada. Parfum aroma bunga khas remaja ia seprotkan di tempattempat yang tepat untuk menyegarkan dirinya.
Lalu ia duduk di samping Hana yang sedang tertawa menyaksikan film kartun di televisi. Mata Karina saat itu tertuju penuh ke televisi, namun pikirannya terbang ke alam tertinggi yang penuh imajinasi. Pelukan dan ciuman hangat dari Muhris mau tak mau membangkitkan gairah terpendam yang selama ini tersembuyi jauh di dasar jiwanya. Ia mengalami semacam sensasi aneh yang baru dikenalnya, yang sangat memabukkan dan membuatnya lupa diri. Jam baru pukul delapan malam namun kegelisahannya telah memuncak. Karina tak tahuatau mungkin tak berani mengakuibahwa dirinya telah dipenuhi sensasi seks yang menyenangkan. Terlebih ini adalah masamasa suburnya.
Letupanletupan kecil yang dipicu oleh Muhris membuatnya perlahanlahan tebawa ke arus deras, hingga sulit terbendung oleh keremajaannya yang sedang membara. Penghalang dirinya untuk melakukan halhal yang lebih seronok adalah rasa malu, takut serta ketidaktahuan yang besar tentang kondisikondisi semacam ini. Tapi pancinganpancingan yang dilakukan oleh Muhris dengan lihai membawanya pada pengalamanpengalaman terlarang yang sangat menggairahkan. Semuanya akibat kepolosan sang gadis remaja. Jam delapan lewat dua puluh menit Muhris bangkit dari duduknya dan menarik tangan Karina agar mengikutinya. Hana tak sadar karena ia terfokus pada acara televisi. Karina menurut dan dadanya berdebar kencang saat Muhris menariknya ke lantai dua.
Kalau Karina sedikit lebih gaul, ia akan tahu Muhris bermaksud melakukan sesuatu, tapi Karina jauh lebih polos dari yang orang kira, hingga ia justru merasa senang saat Muhris mengajaknya untuk melihatlihat kamarnya. Ia senang bisa tahu isi dalam kamar kekasih yang ia cintai. Karina kagum pada suasana kamar Muhris yang menyenangkan. Ia juga terkejut saat menemukan foto dirinya dalam pose separuh badan terpampang di dinding kamar. Foto itu ditutupi Muhris oleh poster pemain bola, hingga tidak ada yang tahu bila setiap malam ia menarik poster itu dan memandangi foto gadis yang tersenyum manis di sana. Karina setengah lupa tentang kapan ia membuat foto itu. Ia merasa foto itu lebih cantik dari aslinya.Tapi Muhris menjelaskan bahwa program komputer photoshop dapat melakukan banyak hal, seperti membuat gadis secantik dirinya terlihat lebih segar dan mempesona. Karina tersipu malu. Tapi itu belum seberapa, karena tibatiba Muhris menarik dirinya agar berhadapan, lalu mengeluarkan sepasang anting mutiara dari kotak beludru di saku celananya. Karina terperanjat.
Muhris berbisik mesra,
Ini pasangan kalung yang pernah kuberikan. Aku mau kamu mengenakannya Mata Karina berkacakaca.
Kalau saja ia berani, ia sudah memeluk pria di hadapannya dan menciumnya bertubitubi. Tapi ia terlalu malu untuk melakukan hal semacam itu. Ia hanya salah tingkah, saat Muhris meletakkan antinganting itu di telapak tangannya dan berkata lagi,
Aku pasangkan sekarang, ya
Tapi Suara Karina serak dan lirih.
Tapi kenapa?
Karina malu
Kok malu? Bukankah kita saling mencintai?! Masihkah kita saling tertutup? Karina bingung untuk menjawab, karena ini adalah momen pertama dalam hidupnya ketika ia harus membuka jilbabnya di hadapan seorang lakilaki.Wanitawanita yang biasa berbikini di kolam renang atau berpakaian seksi di Mallmall tentu tak akan paham kenyataan ini. Tapi Karina adalah perempuan yang sejak belasan tahun lalu selalu menutup seluruh bagian tubuhnya dan tak memamerkannya pada siapapun kecuali keluarganya. Melepas jilbab baginya sama seperti melepas rok di depan kamera bagi gadis keumuman. Aneh? Memang! Tapi itulah kenyataannya.
Ia setengah menangis saat tak kuasa menolak permintaan Muhris yang menyudutkan itu. Ia memang diam. Tapi dadanya bergemuruh hebat saat jemari Muhris melepasi jarum dan peniti yang menyemati jilbabnya. Ia tertunduk dalam dan menahan nafas saat tangan kekasihnya menarik lepas jilbabnya.
Tangannya yang gemetar meremasremas ujung kaus, dan tanpa sadar ia menggigit bibirnya sendiri saat Muhris menarik dagunya agar mereka bisa saling bertatapan serta membelai rambutnya dengan mesra; rambut yang hitam lurus sepanjang bahunya.
Kamu cantik sekali, Karina Suara itu terdengar lirih, dan Karina hanya terpejam menahan semua perasaannya.
Itu adalah ekspresi terbodoh yang pernah ia lakukan, atau justru yang terbaik, karena semuanya mendorong Muhris untuk mengecup bibirnya dengan lembut.
Ciuman hangat dan penuh cinta, membawa Karina terbang tinggi dan melupakan dunia ini.
Mmmh Karina hanya terpejam pasrah. Tubuhnya gemetar hebat.
Tapi mulutnya terbuka lebar saat lidah Muhris mulai menjulur dan menggelitiki rongga mulutnya. Lidahnya ikut bergerak meski masih sangat kaku, saling menggelitiki untuk mendapatkan sensasi aneh yang sempurna. Tangannya begitu saja memeluk lengan Muhris yang kokoh, yang saat itu tengah melingkarkannya di pinggangnya sendiri. Waktu seakan berhenti. Dan keduanya terpaku seperti sepasang patung sihir. Hanya helaan nafas yang terdengar di selasela ciuman membara dan dipenuhi gelora cinta. Kedua tubuh itu merapat dan saling bergesekan, seakan tak dapat terpisahkan. Saling memberikan rasa hangat yang aneh dan membangkitkan seluruh saraf yang tertidur.
Keduanya baru berhenti ketika nafas mulai habis dan terengahengah kelelahan. Karina kaget dan merasa malu sekali.
Mulutnya basah akibat ciuman panas itu. Tapi ia tak dapat berbuat apaapa selain menanti yang terjadi selanjutnya. Ia membiarkan Muhris memasang antinganting di kedua telinganya.Ia menahan rasa geli saat jari jemari Muhris seakan menggelitik kedua telinganya, dan menurut saja ketika pria itu menuntunya ke hadapan cermin besar.
Lihat Kamu cantik sekali.. Karina melihat sekilas ke cermin, menyaksikan dirinya sendiri tanpa jilbab, dengan dihiasi antinganting dan kalung mutiara dari kekasihnya.
Ia merengek manja dan menutup muka dengan telapak tangannya.
Aah Muhris jahat Karina malu
Malu sama siapa? Mereka bercanda dengan mesra dan lebih hangat.Ciuman tadi telah menyingkapkan tabir kekakuan yang telah terbentuk selama ini. Mereka kini lebih mirip sepasang kekasih, dengan pelukan dan ciuman hangat yang sarat nuansa cinta. Pagi itu adalah pagi terindah bagi Karina. Menghidangkan sarapan di meja makan untuk Muhris membuatnya merasa seperti seorang istri yang melayani suaminya. Muhris dan adiknya sangat puas dengan masakannya. Canda tawa menghiasi makan pagi mereka yang berlangsung dengan santai. Seusai makan Hana langsung berangkat sekolah, meninggalkan sepasang sejoli yang dimabuk asmara itu tanpa kecurigaan apapun. Membiarkan keduanya menikmati hari dalam kemesraannya.
Tapi, kalau kamu berpikir malam itu keduanya melakukan hubunganhubungan khusus suami istri, percayalah bahwa kamu salah besar. Mereka masih terlalu penakut untuk melakukan hubungan yang lebih jauh. Meskipun ciuman mereka semakin panas, aktivitas lain masih terhitung sopan karena tangan Muhris tak pernah bergerilya seperti tangan para professional. Masih tetap pelukan sopan yang tak melibatkan rabaan ataupun sentuhan lain. Keduanya tidur terpisah dan tak ada aktivitas nakal di malam hari. Karina pulang dari rumah Muhris sekitar pukul sepuluh pagi, setelah banyak ciuman tambahan sehabis sarapan dan mandi pagi.
Kepada orang rumah ia bilang sekolah pulang cepat. Seharian ia lebih banyak mengunci diri dalam kamarnya, menikmati sensasi imajinasi yang semakin liar dibanding waktu sebelumnya. Pertemuan selanjutnya ternyata lebih lama dari yang diduga. Keduanya benarbenar tersibukkan oleh tugastugas sekolah, hingga baru bertemu lagi (untuk berduaan tentunya) dua minggu setelahnya. Keluarga Muhris berlibur ke rumah nenek di luar kota. Alasan ujian membuat Muhris bisa menghindar dari paksaan orang tuanya, sehingga rumahnya bebas selama satu minggu penuh. Itulah saat yang tepat untuk bermesraan dengan Karina, dan ia telah menyiapkan banyak hal untuk pekan yang istimewa itu.
Karina datang pagi hari itu dengan mengenakan seragam sekolahnya. Perpisahan yang cukup lama ternyata membuat gadis itu lebih agresif, sehingga, meskipun tetap Muhris yang harus memulainya, Karina memberikan balasan yang sedikit liar dan nakal. Muhris sampai megapmegap kewalahan. Sesudahnya mereka tertawatawa sambil berpelukan di atas sofa, sembari mata mereka menatap layar TV tanpa bermaksud menontonnya. Sekitar menjelang siang Karina dibonceng Muhris untuk main ke Mall M. Setelah itu dilanjutkan ke taman L dan bermain sepeda air di sana. Mereka juga melakukan banyak hal yang menyenangkan, yang membuat mereka lupa waktu.
Hari telah senja ketika keduanya memutuskan untuk pulang, saat langit berubah gelap dan tibatiba saja menjadi hujan yang sangat deras sebelum keduanya tiba di rumah. Tak sampai lima menit ketika keduanya berubah basah kuyup, dan Karina telah menggigil kedinginan saat perjalanan belum mencapai setengahnya. Keduanya tiba di rumah saat menjelang makan malam. Oleholeh yang mereka beli di jalan telah basah kuyup dan tak ada satu bagianpun yang kering dari diri mereka. Tubuh Karina menggigil hebat dan wajahnya pusat pasi. Bibirnya agak membiru. Muhris bergegas membawa gadis itu ke dalam rumah dan menyiapkan air panas di bathtub kamar atas.Sementara menunggu gadis itu mandi, ia menyiapkan dua gelas susu coklat panas dan sekaleng biskuit kacang. Ia sendiri langsung mandi setelah itu, dan keduanya selesai setengah jam kemudian. Karina baru sadar bahwa ia tidak memiliki pakaian ganti, dan kebingungan sampai mengurung diri di kamar mandi. Muhris berusaha meminjamkan pakaian ibunya, tapi pakaian bersih ibunya terkunci dalam lemari. Sementara itu pakaian Hana juga tak muat dan terlalu kecil.
Untunglah Muhris ingat bahwa di kamar tamu ada pakaianpakaian saudara sepupunya, yang biasa disimpan di sana untuk dipakai jika menginap di rumah Muhris.
Tapi Sepupuku tidak berjilbab. Jadi pakaiannya agak Kamu coba aja deh cari yang pas. Aku tunggu di ruang TV Karina kebingungan sendiri di kamar tamu itu.
Ia agak risih karena semua pakaian di dalam lemari itu adalah pakaianpakaian yang gaul, serba ketat dan serba minim. Cukup lama ia memilih dan tidak menemukan juga pakaian yang cocok untuk dirinya, sehingga ia memilih pakaian yang menurutnya agak paling sopan. Tapi tetap saja serba minim. Dengan malu ia mengenakan pakaian pilihannya dan menghampiri kekasihnya di ruang TV. Wajah Muhris berubah kaget dan matanya bergerak kesanakemari; mata yang biasa Karina temukan pada priapria nakal di pinggir jalan.
Tapi Karina tahu semua ini karena dirinya, dan setengah menangis ia berusaha menutupi keterbukaan dirinya dengan kedua tangan. Bagaimana tidak?! Inilah pertama kalinya seumur hidup ia mengenakan pakaian minim di hadapan seorang pria, meskipun itu adalah kekasihnya juga. Sepupu Muhris bertubuh lebih pendek dan kecil dari dirinya, sehingga kaus pink tipis bergambar Barbie yang ia kenakan benarbenar melekat ketat di tubuhnya, menampakkan lekuklekuk yang nyata dan mempesona. Bahkan bagian pusarnya tidak betulbetul tertutupi, meskipun berkalikali ia berusaha menarik kaus itu ke bawah.
Sementara itu, celana hijau lumut selututnya juga sama ketatnya, dan tidak benarbenar selutut, karena tubuh Karina yang tinggi. Karina sebetulnya memiliki kulit yang putih bersih dan lekuk yang indah, sehingga ia nampak cantik menawan dengan pakaian seksi itu. Terlebih rambut panjangnya masih setengah basah, menciptakan sedikit gelombang yang menambah aura kecantikannya. Tapi Karina tak terbiasa dengan halhal seperti itu, hingga ia merasa dirinya buruk dan norak.
Ia takut Muhris meledeknya, serta jengah dengan keterbukaannya sendiri.
Kamu cantik sekali, Karina Suara Muhris terdengar bergetar, dan Karina merinding ketika pria itu malah mendekatinya dan berusaha memeluknya.
Ia berusaha menghindar dan tangannya menolak pelukan Muhris.
Karina malu Jangan, Muhris Jangan
Lho Kenapa? Karina hanya menggeleng dan Muhris berusaha menghormatinya.Mereka menghabiskan malam dengan menonton TV dan menghabiskan susu hangat di meja. Namun Karina agak lebih pendiam dan gelisah. Tangannya terusterusan memeluk bantal besar, berusaha menutupi apa yang ada di baliknya. Ia tak tahu bahwa pria di sebelahnya lebih gelisah lagi, meski alasannya sedikit berbeda. Ia terlalu sibuk oleh pikirannya sendiri hingga tak sadar bahwa mata Muhris terus menelusuri dirinya, seolah berusaha menelanjangi. Awalnya Karina tak sadar pada sentuhan itu. Berkalikali Muhris mencium pipinya, tapi ia menganggap wajar hal tersebut. Itu hal yang biasa mereka lakukan, dan Karina menganggapnya sebagai sun sayang yang biasa ia dapatkan.
Tapi Muhris kini telah melingkarkan tangan kiri melalui sandaran sofa dan mendarat di bahunya. Sedang tangan kanan diletakkan di atas lutut Karina yang terbuka. Cuaca memang sangat dingin akibat hujan yang tidak juga berhenti, hingga elusan di lututnya terasa nyaman dan menghangatkan, membuat Karina setengah tak sadar ketika elusan itu makin merambat ke atas pahanya yang sedikit tersingkap.Karina sangat suka nonton sinetron dan tayangan di TV adalah sinetron favoritnya. Adegan dan katakata romantis di layar kaca seperti memberi hipnotis tersendiri. Adegan ciuman memang disensor, tapi hal itu justru membuatnya tak kuasa menolak saat ciuman Muhris beralih ke bibir basahnya. Untunglah saat itu sedang iklan, hingga ciuman dari Muhris dapat diterima oleh Karina sepenuhnya, yang baru sadar bahwa posisi duduk kekasihnya sangat mengintimidasi dirinya.
Cerita Mesum Romantis
Tapi ciuman itu begitu manis dan menyenangkan, memunculkan rasa hangat yang menggelora yang sangat ia rindukan. Tak perlu menunggu lama untuk membangitkan hasrat gadis itu. Pengalaman telah mengajarkan banyak hal kepadanya, sehingga lidahnya langsung menyambut saat Muhris mulai mengajaknya bermainmain. Bibir Karina termasuk agak tipis, merah dan masih alami. Namun lidahnya lincah dan pandai bergerak.
Dengan daya dukung kecerdasan di atas ratarata, ia menjadi gadis yang cepat belajar dan tahu bagaimana cara memuaskan lawan mainnya. Muhris sendiri sangat kaget dengan kecepatan Karina dalam mempelajari tekniktekik baru, hingga di akhir pertandingan lidah mereka, ia membiarkan sang gadis mengalahkannya hingga pipi gadis itu merona akibat agresivitasnya sendiri.
Ketika berciuman Karina lupa pada apapun. Tapi setelah selesai ia baru sadar bahwa sejak tadi tangan kanan Muhris terusterusan membelaibelai pahanya, bergantian antara kanan dan kiri. Kini ia benarbenar merasakan rangsangan itu, rangsangan yang lebih terkesan dewasa dibanding sekedar ciuman bibir. Tangannya bertindak cepat, mencegah Muhris sesaat sebelum tangan kekasihnya itu menyentuh bagian pangkal pahanya. Mulut mereka terdiam dan hanya mata yang berbicara. Muhris meminta, Karina menolak halus. Tangan Muhris bergerak lagi, tapi Karina mencegah lagi.
Muhris tersenyum manis.
Maaf, ya Aku kelewatan Karina ikut tersenyum.
Lebih baik kita dengar musik aja, ya! Kita berdansa. Seperti di film. Karina diam menunggu dan manut saja pada apa yang diinginkan kekasihnya.Suara lembut mengalun dari player, dan tangan Muhris menjulur padanya. Karina grogi karena ia belum pernah berdansa sebelumnya. Muhris meyakinkan bahwa ia sama tidak tahunya seperti Karina. Jadi tak usah malu karena mereka hanya berdua di sini. Dengan langkahlangkah kaku tubuh mereka bergerak pelan, saling berpelukan. Keduanya tertawa pada gerakan masingmasing, tapi tetap merasa senang karena ciuman dimulai lagi beberapa saat sesudahnya. Tubuh Karina hampir sama tingginya dengan Muhris, hingga ia tak perlu berjinjit untuk menyambut pagutan pria itu.
Ia tak tahu bahwa kecantikannya makin memesona diri Muhris dan keremajaannya terus memancingmancing gairah. Belum lagi aroma parfum menebar dari seluruh tubuhnya. Tangan Muhris tak tahan untuk tidak mengeluselus tubuh bagusnya, bergerak dari pinggang ke arah atas. Karina masih setengah menganggap elusan itu adalah bagian dari gerakan berdansa. Ciuman bibir Muhris membuat tubuhnya lemas, hingga elusan itu ia nikmati saja seperti halnya ciuman di bibirnya.
Terasa geli saat menyentuh bagian samping dadanya.
Mmmh Mmhhh Elusan tangan Muhris makin mengarah ke dada Karina, membelai-belai benda yang lunak dan empuk itu.
Gadis itu mengejang karena rasa aneh yang melandanya. Itu adalah sentuhan pertamanya, dan ia masih sangat sensitif. Tangannya secara refleks berusaha mencegah, tapi Muhris yang tak mau gagal lagi berusaha menahan Karina agar tetap diam. Ciumannya makin liar hingga Karina tak bisa mengelak. Remasan di dadanya terasa makin nyata, membuat Karina terengahengah akibat rangsangan hebat di tubuhnya. Ia tak kuasa mencegah remasan itu, karena bagaimanapun dirinya ternyata menikmatinya. Keduanya terengahengah akibat ciuman yang panjang itu. Sedang muka Karina makin memerah, karena ia benarbenar terangsang oleh remasan tangan Muhris di dadanya. Payudaranya yang berisi membuat genggaman Muhris terasa penuh.Ia membiarkan dirinya terdesak ke dinding, hingga ia tidak sampai merosot jatuh saat remasan tangan Muhris makin lincah dan mempermainkan puncaknya yang masih tertutup kaus. Ia hanya mendongak setengah terpejam dan tangannya yang bingung merapat ketat di tembok. Ia makin belingsatan karena di saat yang bersamaan ciuman Muhris mendarat di dagu dan lehernya bertubitubi. Lehernya cukup panjang dan jenjang, hingga kepala Muhris dapat terbenam di sana dan memagutmagutnya seperti ular. Karina merasakan air mata mengalir lewat sudut matanya. Ia sangat kebingungan mengenali perasaannya saat ini. Remasan tangan kanan Muhris berganti menjadi ciuman bibir. Ia sempat menunduk dan hanya melihat rambut kekasihnya.
Kepala Muhris terbenam di buah dadanya yang telah mengeras kencang, dan Karina dapat mendengar kecipakkecipuk saat Muhris melahap dadanya itu dengan sedikit buas.
Muhris Muhris Ohhh. Apa yang kamu lakukan sama Karinaaa Mmhhh Jangan, Ris Aahh Muhris telah menggulung kaus ketatnya ke arah atas, berusaha menyingkapkannya agar buah dada itu lebih leluasa dinikmati.
Lelaki itu terus meremasremas dengan lembut dan penuh perasaan. Menjepit dan mempermainkan putting susunya yang masih tertutup BH tipis berwarna krem. Mungkin Muhris merasa gemas mendapati payudara yang demikian empuk dan kenyal itu, payudara perawan yang masih sangat sensitif dari sentuhan. Keadaan Karina kini sungguh mengenaskan. Kekasihnya menyerangnya di berbagai tempat, mempermainkan dirinya seperti sebuah boneka. Bibir dan tangan kiri di payudaranya, tangan kanan di selasela pahanya.
Semuanya adalah sensasi yang baru pertama kali ia rasakan. Dulu ketika ia belum pernah mengalaminya, ia selalu berjanji bahwa ia hanya akan melakukan ini dengan suaminya di atas ranjang pernikahan. Dulu ketika hal ini tak pernah terbersit dalam benaknya, ia sangat yakin mampu menjaga kehormatannya. Tapi kini ketika benarbenar mengalaminya, ia tak tahu apakah ia akan tetap sekuat itu. Sentuhansentuhan ini terlalu melenakan dirinya, dan membangunkan perasaan rindunya yang telah lama terpendam.
Ia sangat bingung hingga hanya mampu meneteskan air mata dan meremas remas rambut Muhris.
Aku sayang kamu, Karina Mmmh Aku sayang kamu Terdengar rayuan Muhris di selasela kesibukannya.
Karina hanya mampu menjawabnya dengan eranganerangan aneh, karena saat itu tangan kanan Muhris telah menembus langsung ke pangkal pahanya. Jari jemari pria itu menggosokgosok dan mempermainkan di tempat yang paling sensitif, hingga Karina merasakan celananya basah oleh cairan yang tak ia kenal sebelumnya. Memang sentuhan tersebut bukanlah sentuhan langsung karena tubuh Karina masih tertutup CD tipis dan celana ketatnya. Tapi ini adalah sentuhan pertamanya, dan semuanya sudah lebih dari cukup untuk membangkitkan rangsangan dahsyat itu.Apalagi setelah beberapa lama Muhris tidak juga menghentikan aktivitasnya, melainkan menggesekgesek dengan lebih liar. Kemaluannya terasa seperti diadukaduk, hingga makin lama ia makin merasakan desakan yang aneh sangat sulit ia pahami.
Ia tak dapat menahan perasaannya. Ia terus mengerang mengerang hingga desakan itu makin menuju ke arah puncak Ia tak sanggup bertahan lagi
Aaahh Aaahh Akhhhhh. Karina menjerit panjang saat orgasme melanda tubuhnya untuk pertama kalinya. Tubuhnya mengejang kuat, melengkung seperti busur. Kakinya merapat menjepit tangan Muhris yang tak juga berhenti bergerak. Ia merasakan letupanletupan dahsyat seperti sebuah terpaan badai. Dunia dipenuhi warna yang berpadu dengan indahnya.
-

Hentai004

-

Video Bokep Asia cewek berpakaian kimono dipaksa mastrubasi

-

Ngentot Dosen yg sangat HOT

Duniabola99.com – Cerita ini berawal ketika aku menginjak semester tiga jurusan mesin di universitas terkenal di jogja. saat itu kami mendapat dosen baru yang baru diterima untuk mengajar mata kuliah matematika (pelajaran yang paling kubenci) tepat hari senin sekitar pukul 13.00 siang, pelajaran pun dimulai seperti biasa, perkenalan diri usai lanjut dengan session pelajaran. karena semalaman bermain game di gamenet, akupun tertidur diruangan.
yang dipojok kok tidur..?? tanya dosen ku
semua teman kelas melihat ke arahku. Aku masih tampak tenang, maklum saat itu aku tertidur. lama tak ada jawaban, bu dosen pun menghampiriku dan menepuk pundakku, seraya berkata.
Niat kuliah gk..?? tanyanya dengan nada rendah.
Aku pun kaget sambil melihatnya dengan mata sayup. Sekejab aku hanya terdiam sambil mendengar sorakan hhhuuuu!!! dari temantemanku. Tanpa panjang lebar, bu dosen menyuruhku maju ke depan untuk menyanyikan lagu dara juang sebagai hukumannya.Ayo maju pintanya..
Aku segera beranjak dari kursi menuju depan sambil tertunduk malu. Karena lagu yang dipintanya tidak fase kuhafal, bu dosen menyuruh ku push up saja dengan alasan biar tidk ngantu. Tanpa pikir panjang, segera kulakukan. 20 kali serasa berat untuk tubuh yang kurang fit.
Usai pelajaran, aku dan temanteman bermain bola basket disekitar halaman kampus. Jam 5 kurang, aku berhenti dan segera menuju parkiran untuk pulang. Dibenakku hanya terlintas game PB dan blog ku yang tidak kunjung mendapatkan PR google dan terkenal seperti terselubung. Sesampainya di parkiran, kulihat bu dosen yang tadi menghukumku sedang kebingungan meliaht ban motornya kempes. Kesempatan pun diusap dengan kenekatan, segera kuhampirinya.
Kenapa bu tanya ku
Ban motornya kempes jawabnya sambil melihat jam tangan.
Kalau keburuburu,ibu pake saja motor ku, biar nanti q tambal motornya pinta ku dengan sangat sopan.
Trus kamunya gimana..?? tanyanya
Gampang saja bu, bisa numpang teman atau nanti biar saya membawa motor ibu. Besok baru di balikin jawabkuBerbincangbincang sebentar, ia pun menyetujuiny.
Jadi lupa nh, Nama ibu siapa ya..?? tan
aku penuh alasan
Ow.. Belum tau toh..?? panggil aja NitaTanpa basa basi, bu Nita mengeluarkan selembar kartu nama.
Kalau ada apa2, telpon saja ya.. ungkapnya.
Ia pun pergi menggunakan motor ku. Setelah ku tambal ban motor bu Nita, aku segera pulang. Sesampainya di kost, aku iseng misscall no bu nita untuk memasikan kebenaran nomer bu Nita. 5 menit berlalu bu Nita merespon dengan sms.
Ini siapa ya..?
Dengan cepat Aku membalasnya.
Ini nomer Brian bu, yang punya motor yang ibu pakai jawabku singkat..
Bu Nita membalasnya selang 3 menit.Ow ya.. Motor mau di pakai Brian..? Tanya bu Nita
Dalam benakku, ini waktu yang tepat untuk bertemu bu Nita diluar jam kuliah.
Iya bu.. Mau ke rumah bibi jam 7an gitu, bagaiman kalau aku ambil aja si tempat ibu pinta ku..
Gak usah, biar ibu aja yang anter motornya jawabnyaAku segera memberikan alamat kost ku dan tidak lebih dari 20 menitan, bunita sampai di depan kost ku. Hatiku berdebar kencang menemuinya di di depan kost. Namun dalam hatiku berbinarbinar melihatnya tersenyum manis dengan wajah yang sangat cantik, berbeda saat di kampus. Bu Nita kali ini mengenakan jeans panjang ketat dengan pakaian kemeja tanpa lengan berberbalut switter hitam. Aku segera menghamprinya dengan wajah santai..
Sudah lama disini bu..? Tanya ku..
Belum kok Yan jawabnya singkat dengan melontarkan senyuman manis..
Sekarang bu Nita mau kemana..? Tanya ku lagi memecakan suasana.
Mau cari makan dulu. Ow Iya, Brian jangan pangil Bu gitu dong.. Panggil aja Mbak atau Nita ajaAku pun hanya tersenyum tipis untuk memberikan respon yang baik. Setelah beberapa menit berbincangbincang akhirnya aku berinisiatif menemaninya untuk makan. Dengan motor ku, aku dan Nita pergi ke salah satu warung makan di kawasan Malioboro. Saat dalam perjalanan, terasa jelas tangan Nita memelukku dari belakang yang membuatku terangsang dan sempat penisku berdiri. Bantinku merasa kegirangan dengan aksi nekat Nita.
Dingin ya..? Tanyaku sambil menoleh kebelakang
Ya lumayan.. jawab dengan suara yang sedikit gementaran.Sesudah menghabiskan menu makanan yang disajikan, aku mengajak Nita untuk nongkrong sejenak di alunalun selatan yogya. Disitulah aku mulai mengeluarkan jurus andalan dan rayuan gombal gembel dan setiap perkataan ku selalu mendapat senyuman dari bu nita.
Kamu asik juga ya di ajak ngobrol puji Nita kepada ku
Baru tau ya..? dengan nada nakal di imbangi dengan senyuman.Aku mulai menatap mata bu nita yang begitu sayup akibat ngantuk, ku pandanginya terus tanpa sepata kata pun yang keluar dari mulut kita berdua. Bu Nita tampak menyadari tatapanku yang semakin tajam, dia mulai menoleh ke arahku dan balik menatapku. Hampir satu menit kita saling pandang, aku tersadar dan malu.
Kenapa Yan..? sambil tersenyum sedikit meledek aksi tatapan maut ku
Ehh.. gak apaapa kok Mbk sambil tersipu malu.
Coba balik sini.. pintanyaAku pun menuruti permintaanya..
Hahahahaha.. Kamu gak sadar ya kalau di bibir mu masih ada sambalnya Kontan bu nita pada ku..
Yang benar aja jawabku sambil mengusap bagian mulutku.Aku pun gak mau kalah dengan kepolosan bu nita.
Tuh.. Mulut mbak juga masih ada lalapannya kataku seraya tersenyum..
Masa sih..? mana.. jawabnyaSaat itu ku berniat membersihkan bekas lalapan yang masih tertingal di bagian mulut bu Nita. Sebenarnya tidak ada lalapan yang seperti ku katakana padanya. Itu hanya akal bulusku untuk menyentuh bibirnya. Kuarahkan jempolku kebibirnya, mata mbak Nita dipejamkan. Melihat mbak Nita memejamkan matanya, aku mulai menyodorkan bibirku dan tepat mengulum bibirnya yang tipis. Sontak mbak Nita membuka matanya dan menatapku. Bibirku masih menempel dibibirnya seraya melanjutkan kulumanku berulangulang. Mbak Nita hanya bias pasrah dan aku kun semakin menggila.
Setelah puas menciuminya, tanganku mulai ku arahkan di payudaranya yang masihranum dan tertutup busana. Kurabah tonjolan itu dengan lembut dan mbak Nita hanya bisa pasrah. Gelora nafsuku semakin membara, kuputuskan mengajaknya ke sebuah hotel dekat tempat sekita. Tampak mbak Nita tau apa keinginanku dan menurutiku begitu saja. Aku memilih kamar di lantai tiga, walaupun bukan sekelas VIP namun nyaman untuk beristirahat sejenak. Saat membuka pintu kamar, kemaluanku sudah menegang dan langsung saja kutarik tangan mbak nita dan segera menciumi sekitar lehernya seraya tangan kiriku menutup pintu kamar.
Desahan demi desahan begitu jelas terdengar keeluar dari mulutnya. Semakin dia mendesa, semakin buas kusuri lekuk tubuhnya dan menciuminya. Kurebahkan badannya dikasur dan mulai ku buka kancing bajunya hingga terlihat Bra dan dadanya. Sengaja kulepaskan Branya tanpa membuka bajunya, kutindih dari atas dan kini tangan ku mulai kumainkan di dadanya. Mulai ku eluselus dengan kasih sayang penuh nafsu.
Setelah puas memainkan tonjolan itu, kini ku telusuri bagian selangkangannya. Kurabahrabah bagian sensitifnya dan Ahhh desahan mbak Nita semakin menjadi2. Kuturunkan celana panjangnya dan nampak wajah mbak Nita kemerahan.
Jangan Brian, Mbak gak mau.. Ucapnya.
Saat itu aku berhenti melorotkan celananya sambil ku menatapnya.
Memang kenapa mbak..? Tanyaku.
Mbak takut nanti ada yang tau kalau mbak sama Brian keluhnya.
Tenang aja mbak, gak ada yang tau kita berduaan jawabku
Tanganku mulai melanjutkan aksi mencopot celananya. Aksi ku mendapat hambatan tangan mbak nita yang berusaha menahan tanganku untuk tidak menelanjanginya, namun itu siasia. Berhasil ku turunkan celananya dan kini ku buka celanaku dan tampak rudalku yang besar terlihat jelas. Mbak nita terkaget menatap rudalku yang begitu tampak mengerikan besarnya. Ku basahi peniku dengan ludah dan kini mulai ku tusuk bagian kewanitaannya.
AHHHHH..Sakit Brian desahnya.
Berulang kali aku ingin menembus kemaluannya namun sangat terasa susah. Ku lumasi lagi penisku dengan ludah, kali ini ludahku sengaja ku perbanyak dan mulai kusuap ke mulut vagina mbak Nita.
AHHHHH.. Cukup Brian, Sakit..!! keluhnya
Ku tak pedulikan perkataannya, ku tekan perlahan lahan dan plooozzz, pnisku berhasil masuk keliang kewanitaannya. AHHHH..!!! desahan mbak Nita semakin keras. Kurasakan denyut ronggarongga vagina mbak Nita, Ohhh, ternyata vagina mbak Nita mengeluarkan darah dan tampak mbak Nita begitu kesakitan. Aku pun mulai mengerakkan penisku maju dan mundur dengan perlahanlahan. Desahan,erangan,keluhan mulai terdengar dari mulutDosenku yang super hot itu. Aku pun mulai mempercepat permainanku dan kini secara bersamaan ku peluk dia dan kulumat bibirnya.
Hanyak 5 menitan ku nikmati isi vagina dosenku itu, kini ku rasa diriku mulai ingin mencapai klimaks. Ku perbuas ciuman ku yang mengarah ke bibirnya dan sesekali kuarahkan lidahku ke leher mulusnya. Mbak Nita masih terus menahan sakit dan nikmat yang menyatu di persenggaan pertamanya dengan ku. Kutekan dalamdalam penisku ke vaginanyadan AHHHHH!! Akupun mencapai klimaks, semprotan lahar ku begitu kental dan begitu banyak didalam vagina mbak Nita. Ia hanya bisa menatapku dengan kaget, merasakan setiap semburan lahar panasku yang kini ulai menembus dan mulai dirasakannya masuk diperutnya.
Aku masih diatasnya dan memeluknya tanpa peduli kekawatirannya bila nantinya dia hamil. Aku menciuminya dan mulai kubelai dank u berkata:
Mbak Nita masih perawan ya..? tanyaku
Mbak Nita hanya terdiam dan melihatku. Sekitar 2 menit kita saling menatap lalu mbak Nita berkata:
Setelah ini berlalu, gimana kalau terjadi apa2 denganku..? ucapnya dengan nada menyesal
Aku akan bertanggung jawab kok mbak, percaya padaku, asal hanya aku yang melakukan ini ke mbak jawabku sembari menciumi keningnya yang basah oleh keringat.
Kita pun saling berpelukan dan mulai bercanda, mencolek satu sama lain.
Nah itulah sedikit pengalaman admin tulis berdasarkan kisah nyata dari teman sekampus yang didetailkan dengan singkat di cerita dewasa yang khusus buat anda semua. Nantikan cerita berikut dan pastikan anda yang pertama kali membaca cerita yang dibuat oleh Admin beritau berdasarkan kisah nyata ataupun maya.
-

Cerita Sex Terkini Ngentot Dengan Wanita Asia Idamanku
Cersex Terbaru – Bacaan Seks Terkini Ngentot dengan Wanita Asia Idamanku – Bacaan seks, bacaan dewasa, bacaan ngentot, bacaan panas, narasi sex terkini 2023. Kenalkan nama saya Thomas, Saya seorang expat (bule) yang sudah lama ada di Jakarta, dan saya ingin menanyakan ke anda: Sudah pernahkah anda mempunyai fantasi seksual pada seorang perempun? Wanita itu bisa jadi siapa pun! Dapat menjadi guru anda di sekolah dahulu, dosen di kampus, rekan kerja, bos atau bawahan bahkan bisa saja pembantu di dalam rumah anda! Yang terang wanita itu tentu mempunyai suatu hal yang membuat napas anda sesak setiap mengingatnya.
Well, saya punyai! dan yakin atau tidak, sy adalah lelaki yang untung antara juta-an lelaki yang lain, kenapa? Karena anda akan temukan jika semua mimpi dan fantasi seksual saya bisa menjadi realita.Kelompok Bacaan Seks Terkini 2023 Ngentot dengan Wanita Asia Idamanku
narasi ngentot
Sejak dahulu saya memang menyenangi wanita Asia, mungkin salah satunya argumen kenapa saya ingin diberikan tugas oleh kantor saya di Jakarta, tempat yang semula saya tidak pernah mengetahui keberadaannya, tempat yang semula saya tidak mengetahui bakal ada wanita seperti Rani.
Hmmh, Rani.. Ia memang tidak mempunyai buah dada sebesar Pamela Anderson, tp buah dadanya yang sedikit lebih besar dibanding kepalan tanganku selalu terpikir dalam blouse kerjanya tertutupi bra hitam pas di bawah leher panjang dan pundak cantik warna kuning langsat ciri khas wanita Asia.Rani memang tidak mempunyai bentuk badan seindah Cindy Crawford, tetp pinggangnya yang kecil selalu temani pinggul cantik bak apel dan hmm.. bokongnya yang ranum selalu terpikir! Tidak ketinggal kaki kecilnya yang panjang bak peragawati menyokong pahanya yang putih bersih tertutupi rok mininya yang seksi! Tidak akan habis keinginanku inginkan dianya! Terpikir selalu diriku di atas badannya yang ramping putih meremas buah dadanya! Menarik turun rok mininya! Dan memasukkan alat kejantananku di dalam kemaluannya! Memompanya dgn cepat! Serta lebih cepat! Dan..
“Thomas?”
“Oh.. Hi! Ran..” dgn gelagapan saya menjawab panggilan Rani yang entahlah sudah berapakah lama ada di hadapanku yang sedang melamun sekalian minum sendiri di Hard Rock Kafe ini. He he he, malunya saya!
“Thomas, kamu kembali ngapain di sini?” Satu kali lagi ia menyapaku.
“Ran! Tidak kira bertemu kamu di sini”, jawabku cepat tutupi terkejutku.
Rani menjawab dgn senyum sekalian berbicara:
“Saya sich memang kerap kesini! Senang dech dapat bertemu kamu, hihi.. kamu sendiri kan? Saya gabung kamu yah? yah?”Sempat sebelum saya menjawab, Rani sudah menarik kursi dan duduk di sampingku, dan saya berpikiran
“Ya Tuhan begitu anehnya ini..” Lantas seterusnya kita berdua sudah asyik bicara ngalor-ngidul.
Tidak kusangka Rani rupanya kuat minum. Perbincangan kami diwarnai oleh order baru yang selalu tiba menukar gelas cocktailnya yang mulai kosong
Sementara fokusku untuk minum sudah luluh-lantak dihancurkan sepasang pundak cantik didampingi leher panjang di atas belahan dada putih punya Rani, si fantasi seksualku yang mendadak tiba mendekati! Rani malam ini lebih seksi dari umumnya tertutupi gaun sackdressnya yang warna merah berpijar. Dan kuberpikir ,
“Oh Tuhan mimpi apa saya tadi malam?” Tidak berasa jam sudah memperlihatkan jam 3 pagi.
Dari langkah Rani bicara dan raut wajahnya, kutahu bergelas-gelas cocktail yang Ia minum sudah memberi hasil sama sesuai yang diinginnya. Rani mabuk. Tidak ada sesuatu hal lain yang dapat kulakukan selainnya minta kunci mobilnya dan memaksakan untuk membawanya sampai di dalam rumah. Rani tidak menantang dan dgn pasrah masuk ke mobil di atas bangku penumpang depan.
Kumulai memakai mobilnya sampai mendadak Rani berbicara,
“Thom! Saya tidak dapat pulang kembali mabuk kaya beginih.. Ke rumah kamu saja yahh.. saya tidur rumah kamu dahulu bisa kan Thom?” Saya berpikiran
“Terima kasih Tuhanku!”
Setelah tiba di apartemenku, kubimbing ia ke kamar tidurku, Rani duduk langsung pada tempat tidur. Tersenyum saya sekalian melepas sepatunya, kuberpikir
“Ya Tuhan begitu cantik dan sexynya sepasang kaki putih seperti kapas ini.. dan mmmppphhhh..” Mendadak kedengar bisikan-bisikan yang berbicara,
Jangan Thomas! Ia mabuk! Kamu tidak bisa menggunakan peluang! Itu tidak gentleman!” Lantas,
“Man! saksikan begitu sexynya bahu sang Rani, lehernya.. pahanya.. Ohh” Dan,
“Thomas! Kamu bukanlah orang semacam itu!” Lantas,
“Ingat Thomas! Kapan kembali kamu punyai peluang semacam ini, jangan bodoh!”
“Apes!!” dalam hatiku.Ada seorang wanita elok dan seksi, idamanku, fantasy seksualku, duduk pada tempat tidurku dan saya justru kebingungan harus bagaimana.
“Apes! Apes! Apes!” Saat saya sedang repot sendiri dgn pikiranku, mendadak,
“Thomashh.. sini Thomas.. Hhh” rintih Rani.
Dengan tidak berpikir 2x saya merapat seperti anak buah diundang majikan dan berbicara,
“I.. Iya Ran.. Ada yang kamu ingin? Air putih mungkin?”
“Saya ingin kamuhh, Thomas sayangggggg..” Rani menjawab.
“Deg deg!” tidak dapat kutahan degup jantungku yang makin menderu-deru.
Belum kuberpikir selanjutnya, kusaksikan jari-jari imut Rani sudah ada di ikat pinggangku bersama dgn tangan putih dengan bulu lembutnya.
“Saya ingin kamu Thomas.. ” Satu kali lagi Rani buka bibirnya yang basah dan ranum memeras,
“Iya Thomashh.. malam hari ini!” Rani melanjutkan desahannya.
“Tp.. Ran..” belum kuhabis berkata, mendadak jari-jari imut barusan dgn perlahan-lahan buka ikat pinggangku dan dgn kontribusi lengan yang cantik dengan bulu lembut barusan menarik turun celana blue jeansku dgn gampang tanpa perlawanan dariku.
“Ohh Rani.. Saya tidak tahu ini betul dilaksanakan atau..” jawabku.
“Ssstttt.. Saya selalu ingin ketahui bagaimana rasanya dgn orang putih sepertimu Thomas.. ” Rani menggunting, dan memulai menarik turun celana dalamku.
“Hmmh, memang Punyanya bule sepertimu lebih besar dibanding ke orang kita.” Rani dgn genit melihati alat kemaluanku yang memang mulai mengeras.
“Ran..” Saya yang merasa harus menjelaskan suatu hal.sebuah hal. dipotong Kembali olehnya sekalian berbicara,
“Kamu harus tahu kedahsyatan cewek Indonesia Thommmmm.. mmhh,” sekalian berbicara begitu Rani dekatkan muka cantiknya ke jantananku dan sekalian mengedip-ngedipkan bulu matanya yang panjang dan lentik.
Bacaan Seks Terkini Ngentot dengan Wanita Asia Idamanku
Rani mulai mengecupnya,
“Mmmuuah.. cup.. cup..” Bibirnya yang merah ranum mulai menelusuri kepala kejantananku yang mulai mengeras dan terus mengeras.
“Saya tidak pernah dgn barang segede begini.. hihi,” godanya genit dan ini kali menjulurkan lidahnya ke tangkai kemaluanku dari bawah kembali lagi ke atas sentuh kepala kejantananku kembali.
“Mmmhh,” godanya kembali.
“Shh.. hh,” saya hanya dapat mendesis, tidak terpikir begitu terangsangnya saya oleh peristiwa ini! Dan,
“Emmhh,” Rani masukkan 1/2 alat kejantananku di dalam mulutnya yang imut, dan kepalanya mulai bergerak turun naik secara perlahan-lahan.
“Ughhooghh.. Rani! yeah!” Saya mendesah meredam rasa nikmat dari mulut Rani yang basah dan hangat.
Rani sesaat menarik keluar kejantananku dari mulutnya dan berbicara,
“mmmpphhh.. Sedap tidak sayang?” Lantas melumat lagi dan mengisap kejantananku ini kali dgn irama yang bisa lebih cepat, “mmmppphhhh.. mm..mm..”
“Arrgghh!! Rani! Oh Rani..” Saya mulai mengeluh cukup keras karena rasakan lidah lembut Rani bergerak dalam mulutnya yang hangat sementara kepala Rani terus bergerak turun naik semakin bertambah cepat.
“Ouuggghhhhhhh!!” Ini kali saya tidak bisa meredam keinginan yang melimpah-luap dalam diriku.
Kutarik turun gaun sackdress yang digunakannya hingga kelihatan punggung putih mulus dengan bulu lembut sedikit tertutup oleh rambutnya yang panjang dan hitam lebat. Rani tidak menggunakan bra. Selanjutnya kuteruskan kembali menarik turun sampai kelihatan celana dalam putih tipis berenda yang membalut bokong putih kemerah-merahan yang ranum.
Lantas kujulurkan tanganku yang panjang coba raih lubang kewanitaan yang terselinap di bawah bokong ranum putih kepunyaannya. Dan terjamah olehku daging lembut sedikit dengan bulu yang sudah basah oleh cairan lubrikasi pertanda siap untuk bercinta!
“Ohh Rani.. hh kamu telah basah,” ku berbicara terbata-bata.
“Hmm.. hmm..” Kata-kataku dijawab Rani dgn hisapan yang bisa lebih cepat dan liar berasa cepat melumat semua tangkai kejantananku.
“Ghhaahh.. Rani!!” Saya mengeluh lagi dan memulai menggerakkan jari-jariku pada bagian apa dari lubang kemaluannya yang dapat kuraih! Trus dan trus kujulurkan jariku sampai sentuh klitorisnya.
“mmmmppphhhh!” Ini kali berasa reaksi Rani karena Dia mengeluh keras sekalian membalasnya dgn percepat hisapan dan lumatannya ke tangkai kejantananku.
“mmmmpphhhhh!! hmm,” saya tidak ingin kalah dan membalasnya lagi dgn getarkan dengan cepat sekali jariku di atas klitorisnya!
“Ouuuhhhhh.. ohhoohh,” tidak kuat Rani keluarkan kejantananku dari dalam mulutnya, mendesah dan memulai memegang tangkai kejantananku dan mengocak cepat turun naik.
“Uhh.. mmmpphhhh.. ooohhh.. yeahh!!” Berdua kami mengeluh, mendesah, nikmati sentuhan masing-masing hingga kemudian Rani mendadak dekatkan wajahnya kepadaku.
Rani mulai menciumi dan melumat bibirku dgn bibirnya yang merah basah. Kubalas kecupannya sekalian kupeluk dan kuelus punggung mulus dan rambutnya yang terurai ada di belakang.
“mmmppphhhhh..” Sekalian berciuman, Rani melebarkan ke-2 kaki mulus tingkatannya dan naik keatas ku.
“Saat ini Thomaasss.. hh.. hh.. ambil saya sekaranghh..” Rani berbicara dgn napas mengincar sekalian melihat rekat mukaku dgn wajah cantiknya.
Dgn penuh gairah kutarik turun celana dalamnya dan kupegang tangkai kejantananku dgn tangan kanan, jg selangkangan Rani dgn tangan kiri. Lantas mulai masukkan dgn perlahan-lahan kepala kejantananku di dalam lubang kemaluannya yang merah berpijar basah banyak rambut-rambut hitam lembut cantik di atasnya.
“Hoohh.. sshh,” Rani mendangak ke atas sekalian pejamkan matanya dan mendesis rasakan kepuasan penetratif kepala kejantananku di lubang memeknya yang lantas lusuhbut dgn masukkan tangkai kejantananku lebih dalam . “Zlleeebbbb!”
“Uhh.. yeah!! Thomashh!”
“Ohh Raniiiiii..” sekalian kuangkat tubuh Rani sedikit dan kulepas kembali hingga turun naik di atas tubuhku.
“Ouurgghh.. ahh..” Ini kali Rani mengeluh makin keras dgn raut muka sedikit meringis sekalian berbicara kembali, “Terus Thomashh.. gerakin kembali bisa lebih cepat shh.. mmmpppphhhh.. yeahh..”
Itil V3
Terang-terangan tidak gampang buatku untuk bergerak cepat memompa Rani turun naik dalam capitan kewanitaannya yang sempit dan hangat seakan ingin mengisap semua kejantananku masuk ke.
“Ohh.. mm.. mmmppphhhh.. shh.. yeahh..” Rani tanpa berhenti-hentinya mendesah, mengeluh dan menggeram mesra bersamaan kunaikkannya kecepatan badannya yang mulai basah berkeringat turun naik di atasku sekalian kubenamkan terus lebih dalam kejantananku ke lubang kemaluannya yang makin hangat berasa meremas-remas dan memijat-mijat kejantananku.
“Ohh Rani.. ohh kamu sukai sayanghh?” Saya menanyakan di antara rintihan, buruan napas dan erangan kita berdua.
“Hhh.. Cepat kembali sayanghh.. mmhh. cepat lagihh!” Rintih Rani makin semangat dan memulai menggerak-gerakan pinggul mulus sexynya dgn pergerakan erotis kekiri dan kekanan yang membuat lubang kemaluannya makin sempit hangat membara, mengisap dan memuntahkan kuat kejantananku masuk keluar makin cepat dan keras.
“Arrgghhhhh!! Yeaaaahhhhh!” Marahku sekalian membalasnya dgn memacukan bokongku ke atas untuk menolong kejantananku menusuk dan menyerang lebih dalam .
“Mppphhhhhh.. oohh. oooohhh.. ahh.. ohh.. uuhh.. uhh.. uhh..urrgghhaa!” Jerit Rani menyongsong pacuan luar biasa yang kuberikan padanya tiada henti hingga kelihatan muka elok Rani pejamkan ke-2 matanya lantas meringis luar biasa sekalian menggigit bibir bawah yang merah basah.
“Mmmhh!!” dan buka mulutnya kembali
“Uuucccccchhhhhhhh!!” Berasa semua badannya menggeliat, tergetar luar biasa ke arah pucuk kepuasan dan orgasme berkali-kali yang kuberikan padanya tanpa ampun. Simak juga: Bacaan Seks Terkini 2023 Konsumen Servis Restoran Stik
Berasa sakit pegangan jari-jemarinya yang imut sedikit mencakar dan menggengam keras di ke-2 bahuku di ikuti dgn semua badannya menegang dgn saat itu juga. Pada akhirnya,
“Serr!” Berasa cairan hangat mengguyuri tangkai kejantananku yang sedang memompa keras dalam lubang kemaluannya. Yah! Pucuk orgasme. Rani sudah meraihnya.
“Uuuccchhhhh.. hoh.. hh.. hh.. hoh.. hohh.. hh,” tersengal-sengal napas Rani mengincar.
Semua badannya yang putih cantik sudah habis basah kuyup oleh keringatnya, tidak ketinggal rambutnya yang jg tidak kalah basah. Berasa tegang badannya menyusut. Genggamannya melemas, dan badannya jatuh kurang kuat lesu di atas badanku yang jg sudah basah kuyup diguyur keringat.
“Oooooohh..hh..hh.. mmmppphhhhhh kamu memang luar biasa Thomas.. saya tidak pernah merasa sepuas ini oleh lelaki sebelumnya..” Papar Rani.
Saya anggap tidak perlu saya katakan kembali apa yang terjadi selanjutnya, karena narasi ini bukanlah berkenaan diriku, tetapi berkenaan fantasi seksualku, di mana saya mengharap andapun akan alami hal yang sama dgn fantasi seksual anda. -

Foto Ngentot anal Mandy Dee yang sangat keras

Duniabola99.com – foto cewek pirang yang suka makan permen dan menhisap kontol panjang dan mendapatkan ngentot anal keras yang sangat nikmat.
-

Foto Bugil Remaja panas dengan payudara besar Sophia diikat di luar ruangan bermain dengan vagina botaknya

Duniabola99.com – foto cewek remaja yang diikat diluar ruangna Sophia bertoket gede dan melekakukan mastubasi.
-

Video Bokep Asia Shiona Suzumor hisap kontol kecil

-

Kisah Memek Selingkuh dengan adik ipar sendiri

Duniabola99.com – Aku terbangun saat merasakan ada tangan yang menggerayangiku, Aku melihat Dimas berjongkok di samping tempat tidur ku dengan sebelah tangan disusupkan ke bawah baju tidur ku yg tipis dan sebelahnya lagi hilang dalam celana boxernya. Terkejut bukan main, kutepiskan tangannya. Di sampingku, tampak suamiku tidur membelakangi aku. Setengah berbisik aku marah pada Dimas.
“Jangan gila, Dim. Kalo ketahuan abangmu, aku bisa jadi janda beneran”
Tapi yang kulihat Dimas hanya senyum² saja, malah sekarang tangannya mulai meraba² pahaku.Aku memang ‘selingkuh’ dengan adik iparku. Tapi hanya sebatas pada permainan seks. Aku tak pernah punya perasaan padanya. Tapi aku tidak bisa menolak tongkat ajaib dibalik boxernya. Nikmatnya lain dari kepunyaan suamiku.
Biasanya aku bercinta dengan Dimas saat Hermawan , suamiku, tidak ada. Tapi kali ini Dimas benar² gila. Tengah malam begini dia masuk ke kamarku dan menggerayangi aku yang sedang tidur di samping suamiku. Aku juga heran bagaimana Dimas bisa masuk karena biasanya aku selalu mengunci pintu kamar saat akan tidur. Ini kulakukan karna aku malas berpakaian setelah bercinta dengan Hermawan dan Hermawan pun tahu sifatku. Dia selalu membiarkanku tidur telanjang. Malam ini, setelah adu mulut dengan suamiku, acara bercinta pun terkorbankan. Masalah sepele akhirnya membuatnya tidur membelakangiku. Aku yang merasa tidak bersalah jg tak mau kalah. Aku tidak akan minta maaf.
Entah berapa lama aku tidur sampai aku terbangun saat Dimas menggerayangi tubuhku. Sedikit memaksa, aku menariknya keluar dari kamar. Aku meninggalkannya di luar kamar dan berbalik masuk tanpa suara. Takut Hermawan terbangun. Pintu kamar kukunci dan aku mengeceknya sampai ² kali, kemudian aku kembali berbaring di samping Hermawan. Mencoba U/ tidur lagi ternyata tidak gampang. Rasanya sentuhan tangan Dimas tak mau lepas dari pikiranku. Jelas² membuatku horny, apalagi kalau membayangkan sesuatu dibalik boxer ketatnya itu. Ahh.. Aku terangsang. Tapi aku gengsi kalau harus minta ke Hermawan . Nekat karna sudah terangsang, pelan² sekali aku bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamarku. Lalu aku masuk ke kamar Dimas yang letaknya persis di sebelah kamarku. Dimas tersenyum nakal padaku.“Akhirnya…………”
Sengaja digantung kata²nya.
“Kok nekat gitu sih tadi? Gimana caranya Dim masuk? Perasaan tadi aku mengunci pintu kamar kok.”
“Ada deh..”
“Jawab dulu.”
“Oh.. Jadi Yuniar kesini cuman buat tanya² toh? Kirain buat ini..” sambil mengelus² penisnya.
Jujur saja, aku lebih memilih untuk tidak perlu tahu alasannya mengapa masuk ke kamarku daripada harus kehilangan momen bercinta dengan Dimas. Toh, Hermawan jg tidak tahu Dimas masuk ke kamar kami.“Kok bengong sih?”
Memang aku belum sempat menjawab apa². Aku naik ke tempat tidur Dimas dan mengelus Kontol nya yang sudah tegak dan keras.
“Memang untuk ini, tapi kalo bonus jawaban dari pertanyaanku tadi, lebih bagus lagi.”
Dimas tertawa lumayan keras. Tanpa pikir panjang aku bungkam mulutnya dengan bibirku. Bisa gawat kalo Hermawan bangun. Dimas memang kurang jago bermain lidah, tapi kekurangannya itu tertutupi dengan pusaka miliknya yang lebih besar dan panjang dari kepunyaan Hermawan . Sambil berciuman tangan Dimas sudah menyusup ke balik baju tidurku. Payudara ku diremas² dengan penuh nafsu. Aku juga beraksi, tanganku langsung masuk ke celana boxernya dan menggenggam Kontol nya yang besar dan hangat. Pelan² aku mengocoknya. Tiba² Dimas melepas ciumannya. Aku pikir dia akan mempelorotkan boxernya dan menyuruhku meng-oralnya. Tapi ternyata aku salah.
“Yuk, pindah ke kamarmu. Hermawan pasti udah nunggu”
Aku terrbengong. Masi dalam keadaan bingung, Dimas menarik tanganku keluar dari kamarnya dan masuk ke kamarku. Dan benar, Hermawan sudah bangun dan duduk di tepi ranjang. Aku speechless. Dimas mengunci pintu kamar dan membimbingku ke tempat tidur, sementara Hermawan hanya melihat. Tidak ada sorot marah atau kecewa dari matanya. Ini yang membuatku semakin bingung. Aku hanya bisa menurut, ditarik bahkan saat Dimas membaringkan aku di tempat tidur. Lalu Dimas melepas baju tidurku dengan tenang. Aku melihat ke arah Hermawan , tapi Hermawan masi tenang² saja. Aku bisa gila dibuat keadaan ini. Nampaknya Hermawan memang sudah tahu kalo aku dan Dimas sudah pernah bercinta. Pikiranku masi melayang² saat Dimas memainkan lidahnya di Memek ku. Terkejut dan berusaha bangkit, ternyata Hermawan buka suara.“Yuniar tiduran aja.”
Hah? Tak salah dengar? Hermawan menyuruhku tiduran dan membiarkan lidah Dimas menjilati Memek ku. Lalu Hermawan yang membaringkan aku karena aku tidak bergerak sama sekali saat Hermawan menyuruhku tiduran.
“Lanjutkan kerjaanmu, Dim” kata Hermawan.Lalu Hermawan mencium bibirku. Sementara bibir di pangkal pahaku dijilat dan dihisap² oleh Dimas. Ternyata abang beradik ini mengerjaiku. Rasa penasaranku hilang ditelan kenikmatan yang aku rasakan. Hermawan melepas ciumannya dan membiarkan mendesah². Dimas masi menjilati Memek ku yang makin basah. Air liurnya bercampur dengan cairan pelumasku. Kini Hermawan duduk di tepi ranjang memperhatikan aku dan Dimas.
Aku yang sudah terangsang hebat menggesek²kan jariku ke ujung toket gede ku yang keras. Dimas berdiri dan melepas boxernya. Nampak Kontol nya yang panjang dan besar berdiri tegak. Pelan² Dimas memasukkan Kontol nya ke Memek ku. Aku merasakan sensasi kenikmatan baru. Rasa aneh tapi enak sekali saat Dimas mendorong masuk Kontol nya disaksikan oleh Hermawan suamiku.
Dimas mulai bekerja, mengoyang pantatnya maju mundur. Kontolnya menggaruk² dinding Memek ku. Hanya ada satu kata yang bisa mendeskripsikan keadaan ini : Nikmat!!!! Aku mulai berani beraksi. Menggoyangkan pinggulku seirama goyangan Dimas. Tak lama Dimas mencabut Kontol nya, dan berganti ke posisi Doggy Style. Posisi ini yang paling disukai Dimas. Aku menikmati setiap goyangan Dimas. Diam² aku melirik Hermawan . Hermawan ternyata juga terangsang. Kontol nya dikeluarkan dari celananya dan dikocok. Tusukan Kontol Dimas makin kuat makin liar. Aku juga hampir mencapai orgasme. Dimas makin menggila, menggoyang Kontol nya makin cepat. Pahanya dan pantatku yang beradu juga menimbulkan bunyi. Aku orgasme menerima rangsangan begitu nikamat dari Kontol Dimas, sementara Dimas masi berusaha mencapai kenikmatannya. Hermawan juga mengocok makin cepat melihat acara live yang disuguhkan aku dan adiknya. Tiba² Dimas mencabut Kontol nya dan menembakkan spermanya ke punggungku. Setelah isi Kontol nya dikeluarkan semua, aku berbalik dan mengulum Kontol nya. Membersihkan sisa² sperma di ujung kepala Kontol nya. Tiba² Hermawan memelukku dari belakang.“Giliranku, sayang”
Lalu aku berbaring dan membuka kakiku lebar² utk jalan masuk Kontol Hermawan . Dimas sekarang sudah memakai kembali boxernya dan mendekatiku. Bersamaan dengan masuknya Kontol Hermawan ke Memek ku, Dimas mendaratkan bibirnya ke toket ku. Aku digenjot suamiku dan payudaraku disedot adik iparku. Aku hanya bisa mendesah nikmat. Hermawan yang sedari dari sudah mengocok Kontol nya tidak butuh waktu yang lam utk mencapai titik nikmatnya. Hermawan menyemprotkan spermanya ke dalam Memek ku lalu mencabut Kontol nya dan lanjut meng-oralku karna dia tahu aku belum sempar orgasme dengannya. Hermawan memang lebih lihai memainkan lidahnya dibandingkan Dimas. Hermawan menjilat² dan menyedot² Memek ku sampai akhirnya aku orgasme. Kelelahan digarap abang beradik ini aku tertidur pulas tak berapa lama setelah permainan panas ini usai.
Keesokan paginya aku baru mendapat jawaban dari rasa penasaranku. Ternyata Hermawan yang meminta Dimas memberiku kenikmatan. Hermawan yang membuka pintu utk Dimas dan ternyata saat dinas beberapa waktu yang lalu, saat pertama kali aku bercinta dengan Dimas, itu juga atas permintaan Hermawan . Hermawan tahu aku tipe hypersex dan takkan tahan ditinggal tanpa sex. Maka Hermawan ‘menugaskan’ Dimas utk menggantikan posisinya saat dia dinas keluar kota.
-

Kisah Memek Spesial Adik Iparku

Duniabola99.com – Perkenalkan namaku Bayu, aku mempunyai seorang istri yang lumayan cantik. Rambut hitam panjang dan lurus, kulitnya putih mulus, matanya kecoklatan. Ukuran toketnya lumayan gede 36B. Aku pertama kali jatuh cinta sama istriku gara-gara kepencut sama toketnya.
Tapi Dicerita ini, aku akan bercerita tentang adik istriku atau adikm iparku yang gak kalah mulus sama istriku. Namanya Ayu, umurnya 25tahun. Kalau dilihat dari bodynya sih hampir mirip tapi masih lebih montok adik iparku.Waktu itu aku pulang kerja agak malam. Istriku yang penakut mengajak adiknya untuk tidur di rumah kami untuk menemaninya (tapi itu tanpa sepengetahuanku). Aku sampai rumah pukul 23.00 WIB. Rasa penat dengan pekerjaan ditambah udara dingin buat aku horni berat. Aku langsung saja mandi. Pintu kamar mandi sengaja kubuka lebar dan aku menikmati air hangat untuk melepas lelahku. Karena aku sudah horni berat, aku memutuskan untuk ngocok kontolku. Tapi pada saat sedang asyik-asyiknya ngocok dan kontolku lagi tegang maksimal. Tiba-tiba.. Cerita Seks Dewasa
Ayu : Lho mas Bayu sudah pulang…kog gak kedengeran suara mobilnya.
Aku sangat kaget banget mendengar suara Ayu, spontan saja aku langsung balik badan.
Aku : Ayu…kamu nginep sini ya?
Ayu : Iya mas, mba Yuyun yang nyuruhku untuk nginep disini soalnya dia takut di rumah sendiri katanya mas pulang malem. Oya mas mandi kog pintunya gak ditutup sih…
Aku : Maaf habisnya udah kebiasaan sih…lagian aku kira gak ada kamu
Ayu : Oh…ih tuh burung mas goyang-goyang hahahaaa…
Aku : Ini bukan burung lagi ini kontol namanya
Ayu : Hahaaaa…habisnya lucu sih geleng-geleng kayak burung cari makan…hahahaaa
Aku : Hahahaa…bisa aja kamu Yuk..oya tengah malem gini bangun mau ngapain?
Ayu : Kebelet pipis mas…kan kamar mandinya cuma satu aja…minggir mas aku mau pipis dulu.
Aku : Gak lihat apa aku mandi aja belum selesai…ya udah pipis di toilet aja.
Ayu : Tapi mas, aku kalau pipis kebiasaan harus lepas celana biar gak basah
Aku : Ya udah lepas aja gitu aja kog repot lagian aku juga gak ganggu pipismu kog.
Ayu : Entar kamu lihat memek aku lagi…
Aku : Kalau cuma memek setiap hari aku juga lihat memek kakak kamu dah biasa.
Ayu : Kalau memekku beda mas,special edition, masih seret belum pernah dimasukin kontol bengkak kayak punyamu.
Aku : Jelas aja kamu mainnya sama brondong yang kontolnya kecil hahahaaa..Dan karena sudah kebelet banget Ayu pun melepas celananya dan terlihatlah memek mungilnya. Aku pun melihatnya cara dia pipis.
Aku : Jadi itu ya memek specialnya, Spesial empuk maksudnya.
Ayu : Ih mas gangguin aja, tuh liat kontolmu yang keras kayak batang kayu. Kasian ya udah horni, tapi mbak Yuyunnya udah tidur, gak bisa tersalurkan akhirnya ngocok deh..hahahhaa…
Aku : Dasar Ayu…
Ayu : Mau Ayu bantuin mas?
Aku : Bantuin apa?
Ayu : Ya buat bantuin biar ketegangan dikontol mas reda…tapi jangan bilang sama mbak Yuyun ya mas….janji…
Aku : Beres jangan khawatir…ayo Yuk buruan…keburu kakak kamu bangun.
Dan tanpa disuruh tangan imut Ayu langsung meremas dan mengocok kontolku yang sudah sangat menegang.
Ayu : Ukuran kontolmu gede juga ya mas, pantes mbak Yuyun hobi ngentot sama kamu mas. Bukanya dulu pas masih pacaran kamu pernah mengirim gambar kontolmu ke hp dia. Dia samapi kanget dan melempar Hpnya. Karena aku penasaran akhirnya aku mengambil Hpnya dan melihat gambar kontolmu. Dan sekarang gak nyangka kalau bakal megang langsung kontol kakak iparku sendiri.
Hampir 10 menit Ayu mengocok kontolku, bukannya keluar tapi malah bikin kontolku makan tegang dan keras.
Ayu : Lho mas, udah 10 menit aku mengocoknya bukanya keluar malah tambah besar dan keras kan jadi pegal tangaku.
Aku : Kalau tanganmu pegal gantian aja pakai mulutmu.
Ayu : Maksudmu aku suruh nyepong kontolmu gitu?
Aku : Iyalah..biar cepet keluar dan kamu gak pegal lagi.
Ayu : YA udah buruan siram dulu tuh kontolmu masih bnayak sabunnya
Setelah kusiram air, Ayu pun langsung melahap kontolku dengan liarnya.
Aku : Pinter juga kamu nyepong…kontoku rasanya nyut-nyutan Yuk… Enak banget deh…kamu pasti sering nyepong pacarmu ya?
Ayu : Udah jangan banyak omong mas nikmatin aja. Emang aku dulu sering nyepong mantan-mantanku mas. Dan baru kali ini aku nyepong kontol yang usianya paling tua.
Aku : Biarpun tua tapi besar dan mantab kan Yuk…hahahahaAyu : Bisa ja kamu mas, udah ah diam jadi gak fokus nih nyepongnya
10 menit sudah Ayu nyepongin kontolku tapi tetep aja aku belum bisa keluar.
Ayu : Mas aku kog jadi horni gini ya…habisnya daritadi mainin kontolmu terus sih…memekku jadi basah deh.
Aku : Coba sini aku pegang
Aku langsung meraba memek Ayu dan ternyata benar memeknya sudah basah. Tanpa panjang lebar lagi langsung saja jari tengaku kumasukkan dalam lubang memeknya. Kukocok memeknya dan Ayu pun mendesah pelan.
.Ayu : Ssthhhh..aaaahhh…enak banget mas…kocokanmu nikmat sekali…kocok terus maasss…aaaahhhh….aku mau keluar maaasss…
Aku : Tahan dulu Yuk, aku yang daritadi aja belum keluar masa kamu yang gitu aja udah mau keluar.
Ayu : Ya udah kalau gitu masukin ja kontolmu ke dalam lubang memekku…Aku juga horni berat nih mas…
“Sleeeppp…bleeesss….” akhirnya kontolku masuk ke dalam lubang memek Ayu.
Aku : Benar katamu Yuk…memekmu benar-benar spesial…spesial seret kayak masih perawan..aaahhh…
Ayu : Hehehe…ternyata enakan sama kontol gede ya mas…aaahhh…genjot terus maaasss…aaahhh….aku mau keluar maasss…
Aku : Kita keluarin bareng ya Yuuukk…keluarin dimana Yuk?
Ayu : Diluar aja mass…takut hamil
Aku dan Ayu : Aaahhhh…yeessss…ooohhh….. (kita berdua meraih orgasme bersamaan.
Cairan spermaku pun berceceran diperut Ayu semua, setelah itu aku basuh spermaku yang menempel pada perutnya dan kucebokin memek AyuAyu : Enak banget mas, jadi ketagihan. Sekarang maunya sama kontol gede aja ga mau sama kontol kecil lagi…sini mas kubersihin kontolmu.
Aku dan Ayu mandi bareng. Setelah selesai kami berdua berbenah. Aku langsung masuk ke kamar tidur di samping istriku, sedangkan Ayu masuk ke kamar sebelah.
Aku jadi khilaf karena melihat memek adik iparku sendiri. Khilaf yang membawa kenikmatan.
-

Kisah Memek ngentot tukang bangunan yang kekar dan bringas

Duniabola99.com – Pagi itu seperti biasa aku bangun lebih pagi dari mas Deni, kusiapkan sarapan meski hanya beberapa lembar roti dan selai dan segelas kopi hitam hangat sebelum ia berangkat kerja. Begitu ia selesai berpakian ia pun sarapan dengan santai nya ditemani olehku. Sebelum tak lupa mas Deni mencium keningku mesra diiringi senyumnya yg hangat dan pergi pagi-pagi sekali mengejar kereta ke tempat ia bekerja.
Begitulah keseharian kami berdua. Sudah 3 tahun lamanya kami menikah. Bermodal tabungan dan sedikit bantuan orangtua kamipun bisa angkat kaki dari Pondok Mertua Indah dan mencicil rumah mungil di luar kota jakarta sebagai tempat tinggal kami.
Seharihari aku bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga, meskipun memang ironisnya aku belum pantas menyandang predikat ibu. Mungkin memang belum rejeki, dan memang saatnya belum tepat bagi kami untuk memiliki keturunan. Jadi seharihari aku mengisi waktu luangku dengan membereskan rumah dan memasak. Komplek tempat tinggalku tergolong baru, dan banyak rumah belum terisi jadi aku banyak melakukan aktivitas apapun itu untuk mengusir kesepianku.
Sudah 5 hari ini aku memiliki aktivitas baru, yaitu mengawasi pekerjaan tukang yg tengah memperluas bangunan rumahku. Kebetulan bulan lalu mas Deni mendapat tambahan uang dari bonus akhir tahunnya. Uang tersebut lantas kami tabung dan sisanya kamu pergunakan untuk membangun kanopi penutup garasi di areal depan rumah kami.
Selamat pagi bu.. Sapa sang mandor pak Ihksan dengan ramah.
Oh pak Ihksan, silakan masuk pak Ujarku dengan tak kalah ramah.Tepat pukul 9 pagi pak Ihksan dan anak buahnya memulai pekerjaannya. Pekerjaan membangun kanopi tergolong mudah dan tak memakan banyak tenaga, sehingga mampu dilakukan hanya dengan 2 orang saja. Pagi itu seperti harihari sebelumnya pak Ihksan datang bersama Wawan atau biasa dipanggil Acong keponakannya untuk membantu mengerjakan kanopi kami.
Pak Ihksan yg sudah berumur sekitar 40an itu lebih kearah memandori pekerjaan anak buahnya saja yg tenaganya lebih kuat. Sedangkan Wawan keponakannya itu yg kirakira berumur sekitar pertengahan 20an, tak jauh beda denganku, lebih banyak melakukan pekerjaan berat dibawah komando pak Ihksan.
Silahkan pak diminum airnya Sapaku ramah sambil membawakan nampan berisi kopi dan air putih dan menaruhnya di teras.
Oh iya makasih bu Santi.. Jawab pak Ihksan dengan sopan sambil tersenyum sambil terus melanjutkan pekerjaannya.Berbeda dengan pak Ihksan, Wawan tak banyak bicara. Ia lebih banyak diam dan berkonsentrasi bekerja. Bahkan pada awalnya kukira ia memiliki kelainan sangking ia tak pernah kudengar berbicara satu kali pun. Namun satu hal yg membuatku agak risih dengan Wawan adalah bagaimana ia kerap memperhatikanku. Seringkali ia menatapku dengan tajam, yg membuatku jadi agak salah tingkah apabila bertemu mata dengannya.. Hal itulah yg kadang membuatku tak ingin lamalama di luar, padahal kapan lagi aku punya teman mengobrol meski hanya sebatas pak Ihksan.
Dan saat itu sama seperti harihari sebelumnya, kali ini pun Wawan menatapku dengan seksama. Ia memandangiku lekatlekat dari ujung rambut hingga ujung kaki sembari menggergaji rangka kanopi di teras rumah. Harus kuakui, Wawan memiliki aura misterius yg membuatku penasaran. Entah karena sikapnya yg begitu pendiam, atau karena alasan lain. Bukan sekali dua kali ia memergokiku dengan cepat ketika aku tengah diam-diam memperhatikannya. Dengan cepat menoleh dan membalas tatapan mataku seakan tahu bahwa aku sedang mengamatinya.Akan tetapi ada satu hal yg mengusik rasa penasaranku. Meski selalu bekerja tanpa menggunakan baju, Wawan tak pernah melepaskan Kalung hitam yg melingkar di lehernya. Kalung wasiat itu seperti terbuat dari kulit dengan bandul berbentuk persegi berwarna hitam juga yg mengingatkanku pada aksesoris yg sering dipakai di sinetron laga di televisi. Ada satu hal lagi yg membuatku janggal, yaitu ia kerap kali mengusap-usap atau memain-mainkan kalung yg terlingkar di lehernya tersebut sembari ia berbisik-bisik seperti berdzikir. Tak jarang ia memandangiku lekat-lekat sembari melakukan kebiasan anehnya tersebut yg membuatku makin risih saja.
Entah sejak kapan dimulainya, tapi akhir-akhir ini aku kerap mendapat mimpi aneh. Sebuah mimpi samar dimana aku didatangi sesosok pria tanpa busana. Aku tak dapat mengingat jelas bagaimana wajah pria tersebut kecuali badannya yg tegap berotot. Tanpa basa-basi si pria dalam mimpiku tersebut mendekapku dan mulai merengkuh tubuhku. Kemudian entah bagaimana ceritanya, si pria tersebut mulai menggauliku. Ia dengan beringas menyetubuhiku hingga akhirnya akupun terbangun di tengah-tengah mimpi aneh/buruk tersebut dengan bercucuran keringat.
Yg membuatnya makin aneh adalah aku terus mendapat mimpi tersebut terus menerus selama beberapa setelahnya. Dan seperti biasa, didalam mimpi tersebut sang pria tiba-tiba datang dan kemudian menyetubuhiku. Satu hal yg menjadi kesamaan di setiap mimpi adalah sebelum menggauliku, sosok misterius itu selalu memaksaku untuk mengoral kemaluannya, yg anehnya dalam mimpi itu selalu kulayani dengan senang hati.
Meski aku tak bisa ingat bagaimana perawakan si sosok yg kerap datang di mimpiku itu, uniknya aku bisa ingat betul bagaimana bentuk kemaluan si pria itu. Aku dapat merasakan bagaimana baunya, teksturnya ketika aku mengulumnya dalam mulutku. Bahkan aku bisa mengingat rasanya di kemaluanku. Aku jadi seperti dibuat mimpi basah tiap malam, dan terbangun dengan cairan kemaluan yg menetesnetes di celana dalamku.
Dan begitulah selama beberapa hari berturu-tturut, aku terbangun dari mimpi buruk tersebut dengan keringat yg mengucur deras. Namun tetap saja aku tak bisa mengingat wajahnya seperti apa. Hingga pada suatu saat aku tengah duduk di teras, memperhatikan pekerjaan pak Ihksan dan Wawan. Tanpa sadar aku tengah mengamati Wawan lekat-lekat. Kuperhatikan badannya yg berotot, berkilat keringat diterpa matahari, kulitnya yg gelap namun bersih.. dan akupun tercekat ketika Wawan balik memandangku, seakan mengetahui bahwa ia tengah diamati.Akupun segera masuk kedalam rumah dan menenggak air putih dengan nafas terengah-engah. Mungkinkah aku memimpikan Wawan selama ini?
Semakin hari aku semakin tak bisa melupakan mimpi-mimpiku di malam hari tersebut. Kadang aku merasa bingung menemukan diriku tengah melamun membaygkan mimpiku tersebut. Akupun tak mengerti kenapa aku jadi sering mengingat-ingat mimpi erotis itu, dan membaygkan bilaman si pria yg datang itu adalah Wawan. Akupun terus berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran aneh tersebut dan berusaha untuk tdk memikirkannya sama sekali dan membuangnya jauh-jauh.
Suatu ketika di minggu ke dua, aku tengah mempersiapkan kopi dan air putih bagi pak Ihksan dan Wawan. Hari itu aku malas sekali untuk mandi pagi, dan tetap menggunakan gaun tidurku semalam yg dilapis oleh cardigan tipis sewarna dengan gaun tidurku itu. Aku terkaget ketika melihat Wawan datang sendiri tanpa didampingi pak Ihksan.
Eng.. pak Ihksan kemana? Tanyaku dengan canggung.
..Pak Ihksan sakit. Istirahat dirumah. Jawab Wawan pendek. Kupikir-pikir baru kali ini aku mendengar suaranya dan bertanya langsung kepadanya.
Ooh.. Saya taruh disini ya minumnya.. Ujarku pelan sembari menaruh nampan. Entah kenapa suaranya yg berat membuatku jadi sedikit ciut.
Wawan tak menjawab dan langsung menaruh peralatan yg dibawanya. Dengan santai ia melepas bajunya dan menggantungnya di pagarku. Aku terdiam. Entah kali ini aku begitu berhasrat untuk memandangi badannya lama-lama. Kupandangi badannya yg mulai berkeringat mengaduk semen, berkilat-kilat. Entah bagaimana reaksi mas Deni apabila memergokiku tengah melamun memelototi pria lain seperti ini. Yg jelas saat itu aku sama sekali lupa dengan mas Deni, benar-benar lupa.Lamunanku tersadar ketika lagi-lagi Wawan memergokiku tertangkap basah memandanginya. Dengan wajah bersemu akupun segera masuk tanpa banyak bicara. Didalam rumah aku mengatur napas, aku tak habis pikir bisa berbuat sebodoh itu. Beberapa waktu berselang aku memutuskan untuk menonton tv saja. Namun lagi-lagi aku tak bisa berkonsentrasi dan pikiranku melayg membaygkan mimpi-mimpi erotis yg kualami.
Sebuah ketukan pelan membuyarkan fantasiku. Akupun terlonjak duduk dari lamunanku. Kucoba untuk meredakan debaran jantungku yg sedari tadi berdegup kencang melamunkan mimpi tak senonoh tersebut. Akupun segera berjalan keluar dan membuka pintu.
Permisi bu. Hujan, saya berhenti dulu. Ujar Wawan pendek.
Aku seperti orang bodoh hanya berdiri didepan pintu dengan mata terbelalak dan mulut menganga. Tak menygka Wawan berada di depan pintu berdiri sedekat itu denganku.
Iiya mas, silakan saja. Ujarku cepat.
Kulihat tubuhnya basah kuyup diguyur hujan. Ternyata aku tak menyadari turun hujan sangking asiknya melamun tadi. Akupun balik badan dan meninggalkan Wawan yg berdiri mematung di teras memandangi hujan lebat yg mengguyur teras rumah. Rupanya ia tadi sempat memindahkan rangka-rangka kanopi terlebih dahulu sehingga badannya basah kuyup kehujanan. Kupikir-pikir kasihan juga kalau ia kedinginan seperti itu, bisabisa ia sakit juga dan malah pekerjaan rumahku jadi terbengkalai.
. Eng, silakan mas kalau mau bersih-bersih di kamar mandi.. Ujarku canggung sambil tertunduk membuka pintu sedikit mempersilahkannya masuk.Sementara Wawan balas memandangiku sejenak, kemudian berjalan mengikutiku masuk kedalam rumah. Segera setelah memberikannya handuk akupun berlari kedalam kamar dan berdiam diri.
Duh, kenapa jadi deg-degan begini sih?! Umpatku dalam hati.
Aku terduduk di atas kasur, kemudian merebahkan diriku dengan kedua kakiku menjuntai kebawah. Aku memejamkan mata berusaha meredakan debaran jantungku. Pikiranku melayg tak terkendali, membaygkan tubuh kekar Wawan yg tengah diguyur shower di dalam kamar mandiku, membaygkan bulir-bulir air jatuh ke sela-sela tubuhnya. Aku menghela napas panjang, tak mengerti dengan pikiranku sendiri.
Tanpa kusadari Wawan ternyata telah selesai membersihkan tubuhnya. Ia berjalan pelan keluar kamar mandi dan memandang masuk kedalam kamar. Posisi kamar mandi tersebut berseberangan dengan kamar tidurku, jadi siapapun yg keluar dari kamar mandi dapat dengan mudah melongok kedalam kamar tidurku apabila pintunya terbuka. Dan sialnya kala itu aku lupa menutup pintu kamar tidurku, sehingga Wawan dapat langsung melihatku yg tengah merebahkan diri diatas kasur begitu ia keluar dari kamar mandi.
Saya sudah selesai, bu. Ujar Wawan pendek.
Aku terlonjak kaget dan terduduk. Suara tersebut sangat dekat. Dan benar saja, Wawan berada di ambang pintu kamar tidurku. Aku terdiam mematung menunduk kebawah menghindari sorotan matanya. Entah sejak kapan ia berdiri disana. Mungkinkah sedari tadi ia memandangiku yg sedang merebahkan diri di kasur?. Yg paling mencengangkan adalah tiba-tiba dengan perlahan Wawan melangkah masuk kedalam kamarku, dan merapatkan pintu dibelakangnya.Aku tercekat diam seribu bahasa. Otaku berusaha mencerna apa yg tengah dilakukan Wawan, dan memikirkan bagaimana ia berani-beraninya punya nyali masuk kedalam kamarku. Nyaliku makin ciut tiap kali Wawan melangkah mendekat, perlahan ia mempersempit jarak antara kami berdua. Badanku lemas, antara panik, takut dan terkesima. Terkesima oleh tubuh telanjangnya yg menawan yg kala itu hanya terlilit selembar handuk putih diatas lututnya. Wawan memandangiku lekat-lekat tanpa kata-kata.
Sementara aku makin tertunduk ketakutan dan panik diterpa sorotan matanya yg tajam.
Jantungku berdegup kencang ketika kurasakan sentuhan lembut Wawan di ujungujung rambutku. Benarkah itu tangannya? Apa ini hanya Khayalanku belaka?. Sementara itu aku masih tak berani mendongak dan memastikannya. Entah kenapa tak terbesit untuk mengusirnya. Kenekatan Wawan kala itu menciutkan nyaliku.Sementara itu jantungku tak berhenti berdetak kencang tak terkendali tiap punggung jemari mengusap lembut rambut pendek terurai ku. Diusapnya lembut dari pangkal ke ujung rambutku yg tergerai di sisi wajahku. Aku tak mampu melawan dan hanya bisa mematung. Ingin rasanya aku melawan, namun anehnya aku tak mampu. Jangankan berontak, mengangkat wajah melawan tatapannya pun aku tak sanggup.
Hingga akhirnya dengan segenap kekuatanku, aku berhasil berontak dan menepis tangannya dari wajahku. Kutampar tangannya hingga melayg, dan dengan serta merta kudorong badannya dengan kedua tanganku dengan niatan mengusirnya keluar dari kamarku.
Egghh! Keluar kamu!!
Namun badanku yg jauh lebih mungil darinya tentu tak membuatnya bergeming sedikitpun. Malah berbalik aku yg terjengkang kebelakang dan jatuh berlutut di lantai. Saat itulah tibatiba Wawan menggenggam pinggir handuknya, dan meloloskan handuknya turun hingga jatuh ke lantai. Posisi ku yg berlutut di hadapannya otomatis langsung berhadapan dengan bagian tubuh bawahnya, sejajar dengan pinggangnya. Kini Wawan telanjang bulat di depanku tanpa sehelai benangpun kecuali kalung wasiat yg melingkar di lehernya.
Dan di saat itu lah semuanya menjadi makin tak terkendali. Sesaat kemudian aku kembali terdiam mematung berlutut, antara kaget dan terpana. K0ntol Wawan yg setengah keras itu tepat berhadapan satu jengkal jauhnya dari wajahku. Otakku langsung bereaksi mengusik alam bawah sadarku, mengulang lagi memori mimpimimpi yg kualami beberapa malam ini. Bentuk k0ntol yg berada di depanku ini benar-benar familiar. Ya, ini adalah k0ntol si sosok misterius yg kerap menghantui malamku. Aku memang tak pernah ingat dengan sosoknya, namun aku hapal betul dengan k0ntol itu. Ternyata memang benar, tak lain dan tak bukan k0ntol itu adalah k0ntol Wawan sendiri.
Seperti dirundung rasa haru dan rindu karena akhirnya bisa melihatnya langsung, kuperhatikan dengan seksama k0ntol Wawan yg tepat menodong wajahku itu. Bagaimana tiap-tiap guratan di batang k0ntolnya, kantung zakarnya, urat-urat di sekliling batagnya, kepala k0ntolnya yg sedikit lonjong berkilat, bahkan bentuk rambut kemaluannya memang benar sangat kuhapal.
Bak tengah melihat ular kobra yg siap mematuk, kupandangi k0ntolnya yg gagah menantang. Kuakui panjangnya mungkin hanya selisih lebih panjang 23CM dari milik mas Deni. Mungkin karena ukuran kepala k0ntolnya yg berbeda dan sedikit lebih besar. Tapi yg paling kentara adalah diameternya. Meski juga barangkali hanya berselisih 23CM diameternya dari milik mas Deni, tapi yg jelas membuatnya jadi terlihat lebih tebal dan gendut. Aku jadi menelan ludah grogi ketika teringat bagimana rasa k0ntol itu di mulutku dan di kemaluanku di dalam mimpiku.Dan kemudian tanpa berkata-kata, Wawan kembali mengelus wajahku lembut dengan tanganya. Sementara itu ia perlahan memajukan pinggangnya kian mendekat, mengecilkan jarak antara wajahku dan kemaluannya. Namun kali ini aku tak lagi panik atau berontak, aku malah merasa tenang bahkan menunggu-nunggu. Hingga akhirnya aku bisa menghirup aroma kemaluannya yg bercampur sabun merasuk kedalam hidungku. Secara naluriah aku memejamkan mata menikmati baunya yg khas. Mataku perlahan terpejam syahdu seiring Wawan mendekatkan k0ntolnya.
Ach
Aku terpekik kecil ketika pipi halusku bersinggungan dengan hangatnya kulit batang k0ntol Wawan. Teksturnya yg tak rata begitu terasa di pipi kananku. Masih dengan mata terpejam kubiarkan k0ntol Wawan menjelajahi wajahku. Mulai dari pipi, kemudian beralih ke hidungku hingga daguku bisa merasakan kantung zakarnya di daguku. Tangan Wawan yg tadinya hanya mengelus pipiku, kini beralih memegangi belakang kepalaku. Otomatis bibirku jadi mengecup pangkal kemaluan Wawan. cerita sex
Hhhmm
Wawan mendengus pelan. Diarahkannya lagi kepalaku hingga kini bibirku mengecup naik ke batang kemaluannya, dan kemudian mengecup kepala k0ntolnya lembut. Dan akupun seperti mengerti akan keinginan Wawan, kugerakkan bibirku mencumbui lubang urine nya yg terasa sedikit basah dan asin.
Mmhcch.. Mmmhcccup.. Cuppphmm.. Cupphhmmmmm
Dengan jinaknya kutimpali dengan kecupan mesra gerakan kepala k0ntol Wawan yg berputar di sekeliling bibirku. Perlahan namun pasti Wawan menggerakan k0ntolnya maju, membuka bibirku yg tertutup rapat. Kini tanpa harus banyak menggerakan tangannya, kepalaku secara otomatis bergerak pelan mencumbui k0ntolnya hingga masuk sedikit demi sedikit.Bibirku kini sedikit menganga, berganti dari menciumi menjadi mengulum kecil meski baru sebatas kepala k0ntolnya saja.
Kunikmati dan kukecap mesra rasa k0ntol Wawan di mulutku. Aku tak pernah mengoral k0ntol siapapun sebelumnya, bahkan k0ntol mas Deni sekalipun. Pengalaman oralku hanya dari mimpi mimpi yg kualami saja. Namun kini dengan giatnya aku mengisapi batang kemaluan Wawan kian dalam hingga kini sudah setengah batangnya masuk kedalam mulutku.Wawan pun kian bersemangat dan mulai menggerakkan pinggulnya lebih kencang. Kini aku hanya diam dan pasif saja melebarkan mulutku membiarkan kontol tebal Wawan mengawini mulutku. Kepalaku kini bersandar di pinggir kasur menahan sodokan k0ntol Wawan keluar masuk di mulutku. Wawan pun mulai agak sedikit beringas. Dipeganginya kuat-kuat kedua sisi wajahku sambil sesekali ia menjejalkan k0ntolnya hingga ke kerongkonganku. Aku terbatukbatuk mual akibat ulahnya, namun tetap saja aku memasrahkan diriku sepasrahpasrahnya.
Uuggghhhhh
Wawan pun menggeram ketika ia membenamkan k0ntolnya dalam dalam kedalam mulutku. Barulah aku tahu besarnya beda 23CM tersebut. Dadaku terasa sesak, oksigen tertahan di kerongkonganku akibat k0ntol Wawan yg terbenam dalam. Aku tercekik hingga tak terasa wajahku merah padam dan air mataku mengalir dari sisi sisi mataku yg masih terpejam. Terasa ujung k0ntol Wawan menyentuh sisi terdalam kerongonganku.OHOK.. OHOK.. OHOKKK..!!!
Aku terbatuk-batuk ketika oksigen kembali masuk ke paruparuku. Kumuntahkan sedikit lendir lengket kerongonganku hingga jatuh membasahi gaun malamku. Nampak k0ntol Wawan berkilat basah oleh ludahku ketika ia mencabutnya dari dalam mulutku. Tersisa jalinan bening lendir ludahku tadi yg masih tertaut di sisi bibirku dan kepala k0ntolnya. Rasanya lama sekali tadi ia men deep throat ku, mungkin 30 detik, mungkin 1 menit aku tak tahu. Tapi entah bagaimana aku tak marah malahan begitu puas bisa mengoral k0ntolnya seperti itu.
Wawan dengan lembut menyeka sisa sisa ludah di bibirku. Dengan perlahan ia mambantuku berdiri yg masih agak lemas tadi. Namun kemudian dengan cepat Wawan mendorong tubuhku hingga aku jatuh terbaring di atas kasur. Dengan sedikit berdebardebar aku memperhatikan Wawan yg masih berdiri di sisi kasur. Dengan perlahan diangkatnya kedua kakiku keatas kasur. Diusapnya lembut telapak kakiku, dan dimainkannya sebentar gelang kaki yg terikat di pergelangan kananku. Tanpa basabasi kemudian Wawan mencium telapal kakiku gemas. Dikecupnya jemari kaki mungilku dan diisapnya kuatkuat.
Emggghhh..!
Serta merta badanku menggeliat karena sensasi geli yg ditimbulkannya. Kemudian seperti macan yg mendekati mangsanya, Wawan ikut naik keatas kasur dan merangkak diatas tubuhku. Telapaknya yg kasar meraba pergelangan kakiku dan naik hingga ke lututku. Badanku kini merinding sejadijadinya. Apalagi kini tangannya sudah naik lagi menyusuri pahaku dan bahkan sudah tiba di tepian celana dalamku. Kontan aku merapatkan pahaku malu barangkali ia hendak melucuti celana dalamku. Namun aku dikejutkan oleh gerakannya yg sangat mendadak, ketimbang menurunkan cd ku ia malah menjambak ujung gaun tidurku dan menyingkapnya keatas.Aku menggeliat kecil menahan wajahku yg merah padam ketika Wawan berhasil menyingkap gaunku hingga ke atas dadaku. Terpampanglah sudah kedua payudaraku di hadapannya. Aku yg memang kala itu tak mengenakan bra, kini harus merelakan kedua gunung kembarku menjadi tontonannya. Yg membuatku makin malu adalah kedua puting sususku ternyata sudah mencuat keras, tanda bahwa aku memang juga senang diperlakukan seperti itu olehnya.
Wawan menatapi nanar dadaku. Kuakui memang payudaraku tak terlalu besar (hanya 32B), tapi bentuknya yg bulat padat serta kedua puting susuku yg sedikit panjang berwarna kemerahan pastilah tetap membuat Wawan dahaga. Benar saja, tanpa banyak bicara Wawan segera melahap dada kiriku hingga habis.
Aaaauuhhh..!!
Aku mendesah geli sembari membungkam bibiku ketika Wawan menyedot payudaraku kuatkuat. Tak hanya dilahapnya dadaku, namun juga dengan lidahnya ia menjawiljawil puting susuku dalam mulutnya seperti hewan yg kelaparan.
Aaahmmmsslrrrpp.. Nyaammhhhccttttt..
Hingga berdecitdecit bibirnya menetek di payudaraku. Payudaraku yg sebelahnya juga ikut dimainkannya menggunakan tangannya. Kasar memang, tapi terasa begitu nikmat menurutku. Puting susuku bergantiganti digelitkinya, ditariknya, dipuntirnya, ditariknya kuatkuat hingga makin memanjang, bahkan disentilsentilnya hingga terasa agak ngilu.
Puas menetek kanan dan kiri, Wawan menyudahi permainannya. Tak hanya dia, akupun jadi terengahengah dibuatnya. Setelah nafasnya terkumpul kembali, Wawan kini beranjak turun menciumi perut dan pusarku. Aku hanya bisa tengadah kegelian dan sesekali melirik kebawah mencari tahu perbuatannya.Aakh!!
Kembali aku tersentak kaget ketika tangan Wawan mengusapi paha dalamku dan kemudian berganti mengusapi selangkanganku. Percuma saja kuapit pahaku eraterat, karena Wawan pun sudah menyadari ada sesuatu di celana dalamku. Dengan bertenaga disentaknya kedua pahaku hingga terkangkang. Kembali kualihkan wajahku menahan malu kala Wawan menemukan noda basah memanjang di muka celana dalamku. Noda basah vertikal itu tercetak di sepanjang garis khayal bibir kemaluanku. Dengan lembut, Wawan mencolek noda basah tersebut yg tak pelak ikut mencolek kemaluanku dari luar.
Aungghhhh
Aku meringis dan kembali membungkam bibirku tatkala kurasakan aliran listrik yg memecut tubuhku saat Wawan mencolek celana dalamku. Melihat reaksiku Wawan makin menggencarkan gerakan telunjukku. Kini diusap dan digosokgosokkannya makin cepat telunjuknya, seakan memancinf cd aku agar lebih basah lagi. Aku hanya bisa menggeliat dan mendesah terbatabata berjinjit diatas kasur akibat rasa enak yg ditimbulkannya.Badanku makin menggeliat liar ketika akhirnya telunjuk Wawan berhasil masuk menelusup dari selasela celana dalamku. Kugigit bibirku kuatkuat ketika akhirnya kurasakan secara langsung telunjuk Wawan di bibir kemaluanku. Telunjuknya mengusapi bibir kemaluanku naik turun dari sudut atas hingga kebawah berulang kali. Dinikmatinya telunjuknya yg kini jadi basah berminyak oleh memekku. Yg membuatku makin lupa daratan yaitu ketika Wawan menggelitiki sudut atas bibir memekku. Dengan tepat ia menemukan tonjolan kecil yg tersembunyi itu dan diutakutiknya dengan cepat. Kontan saja badanku makin menggeliat bak cacing kepanasan.
Heemmmff..heeemmmgfffff.
Aku mendesah berat ketika klentitku dirangsang oleh ujung telunjuknya. Ia tahu betul aku benarbenar menikmatinya hingga ia kini hanya berfokus memainkan klentitku saja. Badanku melayg layg keasyikan ketika Wawan memutuskan meloloskan cd ku, dan kemudian dengan cepat mengganti telunjuknya dengan ujung lidahnya. Lidahnya yg basah yg hangat, serta Teksturnya yg khas makin menambah keasyikan yg kurasakan.
Kini berganti giliran Wawan yg mengoral diriku. Aku baru kali merasakan rangsangan foreplay yg begini nikmatnya, nyaris menyamai nikmat hubungan seks yg kulakukan dengan mas Deni. Mas Deni tak pernah merangsangku sedemikian binal dan kotor. Kemana saja aku selama ini? Baru kali aku begitu puas dan tak ingin sudah dipermainkan seperti ini. Wawan dengan semangat mencumbu memekku. Bibirnya dan lidahnya men French kiss kemaluanku tanpa ragu. Baru kali inilah kurasakan memekku sebecel ini.
Tak hanya dari cairan pelumasku saja, tapi juga dari ludah Wawan yg mencumbu kemaluanku Posisiku yg kini nampak seperti katak yg siap dibedah, mengangkang selebarlebarnya membiarkan Wawan terus melakukan perbuatan bejatnya kepadaku. Mataku terpejampejam sangking begitu nikmatnya rangsangan Wawan. Namun tepat saat dimana tinggal sedikit lagi aku mencapai puncak kenikmatan, Wawan menyudahi oralnya. Entah karena lelah, atau memang ia sengaja. Yg pasti aku langsung dongkol dan merasa kesal. Ingin rasanya aku berteriak dan merengekrengek kepadanya minta diteruskan lagi, namun aku malu. Aku hanya bisa melirik Wawan dengan pandangan bertanyatanya dan sedikit melirik memohon.Wawan nampaknya memang tahu jelas aku sudah mempasrahkan diriku sepenuhnya padanya. Dengan perlahan ia mensejajarkan dirinya diatasku. Tanpa ingat malu kurengkuh leher Wawan dan kuciumi gemas bibirnya. Biarlah ia berpikir aku pelacur atau binal, yg penting aku ingin sekali dituntaskan birahiku saat ini juga. Wawan pun untungnya diam dan hanya membalas cumbuanku tanpa berkata apaapa. Kuciumi bibirnya mesra seakan merayunya lagi untung melanjutkan pencabulannya terhadapku. Wawan ternyata diamdiam sudah mempersiapkan diri.
Tanpa kusadari Wawan sudah mengarahkan moncong k0ntolnya tepar di depan bibir memekku. Mataku membelalak berbinar ketika kurasakan kepala k0ntolnya mencocol lembut lubang kemaluanku. Dengan berdebardebar tak sabaran, segera kuposisikan lagi kedua kakiku mengangkang bersiap menyambut k0ntol yg amat kurindukan itu.
Wawan tak terlalu buruburu mempenetrasi diriku, hingga aku jadi kegatalan sendiri dibuatnya. Pertamatama Wawan menggesekgesekkan batang k0ntolnya dahulu, melumurinya dengan cairan pelumasku. Lalu dengan lembut digosoknya pula kelentitku dengan moncong k0ntolnya, yg membuat badanku ngilungilu sedap. Sembari terus kucumbui lehernya dan dagunya, kadang kala sengaja kuangkat dan kumajukan pinggulku agar cepatcepar Wawan memasukkan batang jantannya meski terus meleset.
Akhirnya disaat birahiku sudah tak terbensung lagi di ubunubunku, saat itulah Wawan membidik lubang kemaluanku. Perlahan namun pasti kepala k0ntol Wawan mulai terbenam masuk di rongga memekku. Dengan mendesah tertahan, kunikmati segenap batang Wawan yg berjejal masuk di lubang yg selama ini hanya boleh dimasuki oleh maa Deni.
Ooooouugghhhhhhnggg..oohhhhhhh
Kurasakan bagaimana sedapnya otot dinding kemaluanku yg dipaksa merenggang lebih dari biasanya. Diameter k0ntol Wawan yg mengungguli punya mas Deni memaksa memekku beradaptasi lagi. Meski licin dan sudah amat basah, tetap saja terasa bagaimana sesak dan sempitnya memekku melawan k0ntol gendut Wawan. Wawan dengan lihainya menarik mundur batang k0ntolnya, kemudian menggenjot lebih dalam lagi dari sebelumnya. Terus perlahan seperti itu hingga akhirnya bermenitmenit kemudian kedua pangkal kemaluan kami bertemu. Wawan menggeram puas merasakan k0ntolnya yg terbenam dalam di rahimku. Begitu pula aku yg menemukan sensasi kenikmatan mampu menelan habis k0ntol Wawan yg notabene jauh lebih dahsyat yg biasanya kurasakan.
Kami berdua lalu terdiam sejenak menikmati pertautan kemaluan kami. Terasa ada chemistry diantara kami lantaran kedua kemaluan kami terasa begitu pas satu sama sama lain. Biasanya milik mas Deni tak pernah bisa sepas ini. Namun kini k0ntol Wawan menyatu dengan sempurna dengan memekku. K0ntolnya mampu meraih sudutsudut rongga terdalam yg tak pernah dicapai mas Deni sebelumnya. Begitu pula besarnya, baru ini aku merasakan memekku penuh sesak dijejali k0ntol sedemikian gendut. Meskipun agak ngilu kurasa, namun tak bisa kupungkiri aku benarbenar menyukai otot memekku merenggang lebar seperti ini.Bermenit-menit kemudian kami masij saja diam saling menikmati kedutan dan remasan kemaluan satu sama lain. Kami saling berpandangan mesra sembari berciuman lembut. Hingga akhirnya Wawan berinisiatif menggenjot pinggulnya perlahan.
PLOK!
Ouuwwwwhhh..mmsssssshhhSekali tamparan cepat bunyi kemaluan kami beradu. Wawan dengan sangat pelan menarik mundur k0ntolnya keluar. Aku dapat merasakan bagaimana rongga memekku seakan ikut tertarik keluar kala ia mengambil ancang ancang mundur. Dan kemudian dengan cepat Wawan mendesak maju menghantam memekku hingga mentok lagi seluruhnya.
Ranjang pernikahanku dan mas Deni kini berderitderit kencang. Nampak bagaimana tubuh Wawan yg berkilat seksi oleh keringat bergerak berirama diatasku. Dari belakang aku nampak tenggelam dibawah badan Wawan. Yg terlihat mungkin hanya punggung Wawan saja, dan juga hanya ada dua buah tangan yg mencengkram tengkuk serta mencakar punggungnya gemas. Juga sepasang kaki yg melilit pinggul Wawan eraterat sembari merenggangakan dan menjinjitkan jarijari kaki mungilnya bak seorang balerina.
Ouggh.. Ugghh.. Uuuuuhmmmm
Wawan menggeram ketika menyudahi genjotannya setelah temponya menurun. Aku hanya bisa terengahengah dengan ekspresi sakau dibawah tubuh Wawan. Wawan menoleh sekilas ke arah lemari di seberang ranjang, dan kemudian ia punseperti mendapatkan ide. Ia pun memutar tubuhku hingga aku berbaring kesamping. Kemudian diputarnya badanku dengan mudahnya (karena memang badanku jauh lebih kecil darinya) sehingga kini aku berposisi merangkak di depannya.
Semua dilakukanya tanpa mencabut k0ntolnya dari memekku. Lantas ia menggeser tubuhku hingga kini kami berdua berhadapan dengan cermin di pintu lemari tersebut. Kini aku berpegangan di pinggir kasur sementara Wawan mulai memacu lagi kuda poninya.
Aaaawwwwh Aaaaaaahhhh Aaaaaaaaaaaaahhh!
Kini tanpa lagi malu-malu aku mulai berteriak sekencangkencangnya. Aku menjerit–jerit bak orang disiksa. Tentunya aku tengah disiksa kenikmatan oleh Wawan saat ini. Entah kenapa dengan menghadap cermin seperti itu naluri binalku muncul perlahan. Aku seperti tak mengenal sosok wanita yg tengah asyik menjerit-jerit didalam cermin itu. Benarkah itu santi? Istri dari Deni? Akupun tak percaya bahwa itu adalah diriku. Wanita didalam cermin itu tengah asyik mengaduh dan mendesah membiarkan dirinya dinikmati oleh tukang bangunan yg hina. Ya, mungkin wanita di cermin itu juga wanita hina. Hina karena membiarkan dirinya menikmati kenikmatan terlarang dan mengkhianati suaminya.
Aaaghhh terusss.. Terus mas Wawaniiii.. Terussssssss
Akupun mulai berani membuka mulut dan memanggil-Cmanggil Wawan. Wawan dengan beringasnya menjambak rambutku dan mencengkram pundakku dari belakang, agar hentakannya bisa lebih kuat lagi. Wawan pun mencondongkan badannya dan berbisik tak kalah binal dariku.Iyaaa mas Wawan.. Aaauwwwwh Hajar terus masss hajar masss..
Hmmmggg..rrrrkamu suka kan?!
Iya masss Santi suka masss.. Suka banget maaaasssh.. Aaaauuggghh
Hmmmgghhh.. Aku kuat khan? Ugfhh.. Uffghh.. Ga kaya suami kamu loyo.. Uffghh
He eh mass.. Enakk masss.. Santi seneng massss.. Auuuuhh!!
Pilih mana.. Uffgh.. Aku apa suami.. Ufgh.. Kamu??
Aaaasgghh Santi sama mas Wawan ajaaa Aaahhh santi nikmatt sama aauhh.. Mas Wawaniiii!
Mulai sekarang.. Nffhhhkamu jadi..ssshhm..istriku aja yah.. Uufgghh
Mhmhhh.. Iyah iyah mass.. Santi mau jadi istri mas Wan.. Awwugh.. Mas Wawanii!!
Gghrrrr.. Bagusss Tak hamilin yaah?? Mau?? Uffgh..
Iya mas Wawaaannnn.. Hamilin santi masshhh.. Hamilin masss.. Semprotin aauwwwhh yg.. Banyak massss.. Ighhh..aaahhhh
Uggfhhg nih.. Nih Mmmggaaaaaaaaahhh!!!!Wawan kemudian menghentakkan dalam-dalam k0ntolnya dan menyemburkan benihnya kedalam rahimku. Tentu saja kusambut semburannya dengan orgasme ku yg talah kalah dahsyat. Kami berdua sama-sama kejang menikmati klimaks terindah yg pernah kami alami ini. Hingga kemudian tubuh kami berdua rubuh diatas kasur. Benih Wawan meleleh-leleh diantara sela kemaluanku. Kami berdua segera nyaris terlelap bahkan tak sampai ingat untuk mencabut kemaluan kami berdua. Kamipun akhirnya tertidur saling menimpah satu sama lain masih dalam keadaan seperti tadi.
Kurengkuh mesra suami baruku yg mendengkur diatas tubuhku ini dan kemudian ikut terlelap bersamanya.
-

Kisah Memek Menu Spesial

Duniabola99.com – Sebut saja namaku Hendra, 19 tahun. Aku seorang mahasiswa di salah satu PTN di kotaku, kota A saat ini aku baru tahun pertama kuliah. Aku akan menceritakan pengalaman seksku, memang bukan yang pertama tapi masih asyik untuk diceritakan. Aku teringat pengalamanku dengan adik sepupu ibuku.
Kejadian ini terjadi kira-kira 1 bulan yang lalu. Ketika itu saat liburan semester 1, aku pergi ke kota P dimana di kota itu aku dilahirkan. Memang kepergianku itu sudah lama kurencanakan dandidorong oleh sepupu ibuku yang di kota P, (aku memanggilnya dengan sebutan mama, sedangkan ibuku sendiri kupanggil ibu). Karena aku selalu dimanja dan menganggapnya benar-benar seperti ibuku sendiri. Baiklah aku akan menceritakan sedikit tentang keluarga mamaku ini. Ia berumur lebih kurang 43 tahun, wajahnya lumayan cantik, badannya tinggi kira-kira 167 cm, ukuran dadanya lumayan besar 36 C, terlihat sangat menantang juka berdiri tegap. Rambutnya ikal sebahu lebih sedikit, pinggangnya ramping dan pantatnya aduhai cukup menggairahkan diusianya yang sudah melebihi 40 tahun ini. Dan mengenai suaminya, bekerja di sebuah perusahaan yang cukup terkenal, dan hanya akan pulang 3 hari dalam 2 minggu, anak-anaknya yang pertama cewek umur 21 tahun sekarang sedang studi di luar propinsi kota P, dan yang kedua cowok sebaya denganku tapimasih sekolah di salah satu Sekolah Kejuruan di kota P.Aku sampai di kota P, hari senin pukul 03:00 siang, karena aku memang sengaja berangkat dengan perkiraanku sampai di kota P sore hari karena aku akan bisa istirahat di malam harinya. Tapi sialnya aku saat itu malah tidak bisa istirahat karena aku selalu diganggu sepupuku yang masih sekolah itu. Dengan ajakan kemana-mana. Tapi memang dasar suka bermain, akhirnya aku pergi juga malam harinya. Aku memang sangat rindu akan keadaan kota P, karena memang sudah 3 tahun lebih aku tidak pernah ke kota P, ditambah lagi dengan saudaraku ini yang karena sebaya dan setipe denganku, sebut saja nama saudaraku itu Jermy. Malam itu, karena aku belum istirahat dan di tambah lagi dengan pergi jalan-jalan aku langsung tergeletak tidur sampai pagi harinya, aku terbangun kira-kira pukul 09:00 pagi. Kulihat Jermy sudah tidak ada pasti sudah pergi sekolah, pikirku.
Aku langsung mandi. Sehabis mandi aku berencana mau sarapan di lantai bawah, karena memang rumah sepupuku ini memang cukup besar dan berlantai 2. Aku sampai di bawah dan melihat mama lagi di dapur tidak tahu lagi ngapain. Sepertinya sedang bersih-bersih, aku melihat meja makan bundar yang terbuat dari marmer kosong tidak ada apa-apa di situ, tiba-tiba mama datang.Udah bangun Hend, tanya mama.Udah Ma, udah mandi lagi khan udah wangi, sambil mengangkat tanganku.Belum sarapan yach. tanya mama lagi.Iyach belum Ma, sediain dong Ma Hendra khan lapar. balasku dengan manja.Udah kamu duduk aja di menja makan, ntar Mama sediain yang special buat Hendra, ujarnya sambil melangkah ke dalam kamarnya.
Tak lama kemudian mama keluar, aku yang lagi bengong duduk di meja makan.Tunggu yach. katanya singkat.Yup.. balasku.Sekarang kamu tutup mata biar Mama sediain buat kamu, sarapan special, kata mama.Tanpa banyak bertanya aku langsung saja menutup mata dan menunggu, gerangan apakah sarapan special buatku.Udah Mama. tanyaku penasaran.Tunggu sebentar. balas mamaku.Aku merasa suaranya dekat sekali kalau tidak salah di meja makan, dan tiba-tiba ia memegang kepala dari arah depan. Aku sepertinya mencium sesuatu yang wangi yang pernah kukenal, belum habis aku melamun, mama berkata sambil mendekatkan kepalaku ke sumber bau yang cukup wangi itu.
Udah kamu sekarang buka mata, dan cicipi sarapan specialmu.Ahh aku terbelalak kaget saat melihat mama sudah tidak memakai apa-apa lagi. Ia duduk mengangkang di atas meja dari batu itu dan tangan kanannya memegang kepalaku. Jantungku berdegub kencang melihat selangkangan mama yang berwarna merah kekuningan, bulu halus yang tertata rapi di sekitar tepian lubang vaginanya, buah dadanya bergelayut indah. Penisku langsung terbangun dari tidurnya dan berdiri keras menyesakkan celana trainingku (aku memang suka memakai celana training di rumah).
Ayo Sayang, cicipi sarapanmu. katanya sambil mengedipkan sebelah matanya. Tanpa pikir panjang, aku yang telah pernah melakukan oral seks langsung menusukkan lidahku ke dalam vaginanya dan menyedotnya dengan penuh nafsu. Aku menghisap vaginanya dan mengeluar-masukkan lidahku di dalam vaginanya. Aaah.. ehmmm.. enak.. Sayang terusin. desahnya. Klitorisnya kuhisap-hisap, ia semakin menggelinjang dan pantatnya terangkat sedikit, nafasku semakin memburu. Kakinya merangkul kepalaku dan menjepitnya dengan keras, aku nyaris kehabisan nafas. Tangan kananku mencari lubang pantatnya dan memasukkan jari tengahku ke dalamnya dan mengeluar-masukkan di lubang itu. Ah.. ah.. ah.. ooohh.. nikmat sekali Sayang ia semakin menggelinjang.Kira-kira 12 menit lidahku bergerilya di vaginanya, aku turun ke bawah dan mengangkat kakinya. Aku melihat lubang anusnya berwarna kecoklatan dan langsung lidahku bermain di sana dan ia seperti buang air menahan nafas dan lubang pantatnya terbuka sedikit demi sedikit dan memudahkan permainan lidahku di dalam anusnya.
Setelah beberapa saat aku berdiri kemudian membuka pakaianku, ia hanya memandang sampaI aku membuka celana trainingku dan ia melotot tak bekedip melihat penis pusakaku telah berdiri tegap dan menantang.
Wow.. besar sekali. gumannya lembut, tapi masih dapat kudengar. Pusakaku ini memang kuakui besar untuk remaja seusiaku, panjangnya kira-kira 20 cm dengan diameter 6 cm. Ia langsung tengkurap di atas meja makan dan memegang penisku dan langsung mengeluarkan lidahnya.Ah.. ehmmm.. desahku, mulutnya mulai berusaha memasukkan penisku ke dalam mulutnya tapi sepertinya kemaluanku terlalu besar untuk bisa muat di dalam mulutnya tapi karena ia tetap berusaha, aku menyentakan pinggulku ke depan, Ehghhhkk ia tersedak tapi kemaluanku berhasil masuk, walaupun sedikit sakit karena terkena giginya. Sepertinya mulutnya cuma pas buat ujungnya saja dan tanpaknya ia kepayahan dengan mulutnya tetap berisi kemaluanku. Aku mulai memaju-mundurkan pantatku seolah-olah aku sedang menyetubuhi vaginanya, tapi tiba-tiba ia mencengkeram pahaku dengan kuat. Pandangannya seperti memohon untuk mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya dan akhirnya aku mengeluarkan dari mulutnya, aku hanya tersenyum melihat ia megap-megap. Setelah kemaluanku keluar dari mulutnya, Hend kamu kasar.. katanya kembali memegang dan mengelus penisku dan aku menggelinjang ketika ia mulai kembali menghisap kepala kemualuanku, Ah.. enak.. Ma.. Ma tanganku memegang rambutnya yang ikal dan tanpa sadar aku mengacak-ngacak rambutnya.Lalu aku naik ke atas meja makan itu dan melakukan posisi 69 dan aku menyedot kembali vaginanya, belum lama aku menjilati vaginanya yang berbau wangi itu tubuhnya mulai mengejang dan mulutnya berhenti menjilati penisku dan kemudian ia memekik lirih. Ohhh.. ahhh.. enakkk.. Sayang.. Kemudian dari vaginanya keluar cairan putih. Ser.. slur.. slur.. Cairan itu banyak sekali dan aku langsung menjilatinya dn menelan sampai habis dan membersihkan tepiannya. Ia mulai lemas dan aku rasanya mulai tak sabar untuk memasukkan penisku ke dalam lubang kemaluannya yang sudah mengkilap karena ludah dan maninya.
Aku turun dan menarik kakinya sehingga kedua kakinya terjuntai ke bawah dan aku mengarahkan kemaluanku ke vaginanya. Yach.. masukkan sekarang Sayang.. nafas mama semakin memburu berartiia kembali bernafsu dan, Bles.. shhh.. penisku yang besar masuk ke dalam vaginanya tanpakesulitan lagi. Ah.. beh.. shetttss.. pekik mamaku merasakan kemaluanku amblas di dalam lembah kenikmatannya. Aku mulai mengocoknya. Bleb.. bleb.. begitu bunyi ketika aku mulai mengocok kemaluanku dengan penuh semangat. Mama hanya menggigit bibirnya menahan nikmat. Tanganku meremas kedua payudaranya yang menantang itu, putingnya yang besar berwarna coklat tua kuhisap dan meremasnya dengan kuat. Akh.. ahhh.. nikmhhmmat Sayannggg.. sambil memilin keduaputingnya secara bergantian, goyangan pinggulku kupercepat dan bergerak sangat beraturan. Aku naik ke atas dan mencium bibirnya dan memainkan lidahku di dalam rongga mulutnya dan lidah kami saling memilin dengan bibir saling menghisap. Kemaluanku terasa disedot-sedot oleh diding vaginanya dan terasa dipijit.
Ma.. ahhh.. enak sekali Ma.. aku semakin bersemangat.Heendraaa.. lebih kencang.. rintihnya memberi semangat kepadaku, aku merasakan kemaluanku disedot dan badannya mulai mengejang kaku, aku tahu pasti ia sudah hampir pada puncaknya, aku mempercepat gerakanku dengan nafas ngos-ngosan dan tiba-tiba ia memekik sambil mencekeram bahuku dengan kuat.Ah.. Mama keluuaarrr Sayang.. nafasnya turun naik, penisku terasa dijepit kuat sekali dan terasa semburan cairan kental panas yang banyak di sekitar kemaluanku dan sedotannya membuatku merasakan sesuatu pada diriku. Badanku terasa melayang dan Ah.. ah.. owwhhh.. Maammaaaaku keluar Ma.. teriakku di rumah yang besar ini. Ia malah mendekapku dengan kuat. Kemaluanku mengeluarkan sperma dengan banyak sekali mungkin sampai 7 kali sembur di dalam vaginanya, hingga spermaku memenuhi rahim mamaku, terasa penuh oleh campuran cairan mamaku dan spermaku sendiri.Sepuluh menit kemudian aku mencabut kemaluanku dan mengelapnya begitu juga badanku yang mengkilat karena keringat. Mama pun bangkit dan kemudian aku berkata, Wah.. enak sekali sarapan pagi special Ma.. candaku.Mau nambah.. kedip mata mamaku.Tentu dong, sapa takut.. ujarku meremas lembut dua bukit kembarnya.Waktu itu pukul 11:30 siang. Kemudian aku bermain lagi dengan mamaku sepuasnya sampai Jermy pulang dan kemudian aku, mama dan Jermy makan siang bersama. Dalam makan siang aku selalu memandang mama seolah aku tidak percaya kalau aku telah melakukan permainan seks dengannya.
Siang itu, Jermy harus pergi praktek di tempat yang ditunjuk sekolah karena itu ia harus pergiselama seminggu.Ma.. Jermy akan pergi praktek lapangan kira-kira seminggu. izin Jermy pada mamanya.Yach nggak pa-pa Sayang, khan itu keharusan.. itu khan untuk nilai lapor juga.Hend.. jangan balik dulu ke A yach.. tunggu aku balik dari praktek, baru kamu balik ke A. Kasihan khan mama sendiri, Papa khan baru balik 10 hari lagi. kata Jermy setengah memohon, karena ia memang sayang pada mama dan takut terjadi apa-apa pada mamanya jika ditinggal sendiri.Yach tentu, Jermy. ujarku tersenyum pada mama dengan penuh arti.Pukul 03:00 siang Jermy pergi dengan sepeda motornya dan akan kembali minggu depan.Ma, apa menu makan malam kita Ma.. tanyaku sambil mencolek pantatnya yang bahenol.
Sejak saat itu hampir setiap waktu hingga Jermy pulang aku melakukannya dengan mama, baik di tempat tidur, kamar mandi, dapur, garasi dan kadang sampai di gudang. Dan paling enak bagiku mungkin di atas meja makan.Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri
-

Cerita Sex Ngentot Paling nikmat Ditiduri Bapak Tiri
Link Bokep – Narasi Seks Pemerkosaan Paling nikmat Ditiduri Bapak Tiri – Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik berjudul Narasi Seks Enaknya Serong dengan Kekasih Temanku. Ayahku telah sekitaran tiga tahun wafat, tinggalkan ibu dan beberapa anak, saya dan adikku Purba yang tetap kecil. Sekarang Purba telah duduk di kelas 8 SD sedang saya telah tamat SMU, mulai kuliah di Sekolah tinggi Pariwisata dan Perhotelan. Walau mendapatkan dana pensiun tapi sangat kecil banyaknya. Mahfum, ayahku cuma karyawan kecil di Pemda KMS
Untuk bertahan hidup dan ongkos sekolahku dan Purba, ibuku mau tak mau buka toko jamu dari sisi rumah. Cukup, karena selainnya berjualan jamu ibu jual rokok, permen, beberapa alat tulis, baju beberapa anak dan lain-lain. Sudah pasti, saya menolong ibu semaksimal mungkin. Siapa kembali yang dapat menolong beliau selainnya saya?

setubuhian, narasi seks setubuhian, narasi dewasa pemerkosaan, cerita setubuhian paling nikmat, disetubuhi oleh bapak tiri, narasi pemerkosaan terkini 2024
Narasi Ngentot 2024 Purba tetap kekecilan agar dapat menolong dan memahami mengenai kesusahan hidup. Walau umur ibu telah berkepala 4 namun tetap elok dan bentuk badannya masih bahenol dan menarik. Mahfum ibu memang sukai memiara badannya dengan jamu Jawa. Disamping itu, semenjak usia muda ibu memang elok. Ibuku campuran, ayahnya belanda dan Ibu Sunda. Ayahku sendiri dari suku Ambon tapi kelahiran Banyumas. Dia lebih Jawa daripada Ambon, walau namanya Ambon. Sepanjang hidup sampai wafat ayah bahkan juga tidak pernah menyaksikan Ambon.
Ayah wafat karena kecelakaan bis saat bekerja di Jakarta. Bis yang ditumpanginya mengebut dan nabrak truk bak yang berisi bahan bakar bensin. Truk dan bis sama kebakar dan tidak ada seorang penumpangpun yang selamat termasuk ayahku.Semenjak itu, ibuku menjanda sampai 3 tahun lama waktunya. Baru satu tahun lalu sembunyi-sembunyi ibu berpacaran dengan duda tanpa anak, rekan satu kantor ayahku dahulu. Namanya SuSanto, umurnya sama dengan ibuku, 42 tahun. Sebetulnya saya telah berprasangka buruk, karena Pak Herman (saya panggil-nya “Pak” karena rekan ayahku) yang tempat tinggalnya jauh kerap tiba minum jamu dan bercakap dengan ibuku. Semakin lama mereka menjadi dekat serta lebih banyak ngobrolnya dibanding minum jamu. Kecurigaanku bisa dibuktikan saat di suatu hari. ibu panggilku dan dibawanya berbicara secara eksklusif.
“Ini Cyn”, kata ibu saat itu.
“Ayahmu kan telah 3 tahun tinggalkan kita, hingga ibu telah lumayan lama menjanda.”Aku segera dapat menerka apa yang hendak disebutkan ibu seterusnya. Saya cukup dewasa untuk ketahui begitu sepinya ibu ditinggalkan ayah. Ibu masih terbilang muda dan elok, tentu saja dia perlu seorang untuk menemaninya, meneruskan kehidupan. Saya sadar karena saya wanita walau tidak pernah menikah.
“Ibu tidak dapat terus-terusan hidup sendiri. Ibu perlu seorang untuk menemani ibu dan menjaga kalian berdua, kamu dan adikmu masih perlu pelindungan, masih perlu kasih-sayang dan sudah pasti perlu ongkos untuk meneruskan study, kalian untuk ibu sudi menikah lagi dengan Pak Herman dengan keinginan masa datang kalian lebih terjaga.
“Kamu memahami?” demikian kata ibu.
“Ibu ingin menikah dengan Pak Herman?” saya segera saja mengguntingnya.
“Tidak ada apa-apa kok Bu, Pak Herman kan orang baik, duda kembali. Apalagi ia kan sisa rekan ayah dahulu!”.
“Ternyata kamu cukup dewasa agar dapat baca segala hal yang terjadi sekitarmu, Cyn”, ibu tersenyum. “Kamu betul-betul serupa ayahmu.”Tidak berapakah lama selanjutnya ibu menikah dengan Pak Herman dengan simpel dan cuma didatangi oleh famili dekat. Setelah itu ibu dibawa ke rumah Pak Herman , dan rumah kami, gerai dan semua didalamnya jadi tanggung jawabku. Ibu tiba pagi hari sesudah gerai saya membuka dan pulang sore hari dijemput Pak Herman setelah pulang dari kantor.
Kehidupan kami berbahagia dan biasa-biasasaja sampai di suatu hari, sekitaran 4 bulan sesudah ibu menikah, sesuatu bencana di rumah tangga terjadi tanpa sepengetahuan ibuku. Saya memang menyengaja diam dan tidak mengulas kejadian itu ke ibuku, saya tidak mau mencederai hatinya. Saya terlampau sayang pada ibu dan biarkanlah kutanggung sendiri.
Peristiwa itu berawal saat saya lagi ada di dalam rumah ibuku (rumah Pak Herman ) ambil barang-barang dagangan atas suruhan ibu. Hal itu biasa kulakukan jika saya tidak sedang kuliah. Bahkan juga saya kerap tidur di dalam rumah ibuku bersama adik. Seringkali satu hari penuh saya ada di rumah ibu saat ibu ada di rumah kami jaga gerai jamu.
Terkadang saya memang perlu ketenangan belajar saat tengah hadapi ujian semester. Rumah ibu Sepi pada siang hari karena Pak Herman bekerja dan ibu jaga gerai, sedangkan di dalam rumah itu tidak ada pembantu. Siang itu ibu menyuruhku ambil barang-barang di dalam rumah Pak Herman karena stok di gerai habis. Ibu memberikan kunci supaya saya bisa masuk ke rumah dengan bebas. Tapi saat saya tiba rupanya rumah tidak digembok karena Pak Herman ada di dalam rumah. Saya sedikit bingung, mengapa Pak Herman pulang dari kantor demikian awalnya, apa sakit?
“Lho, Bapak kok telah pulang?” tanyaku dengan sedikit bingung.
“Sakit ya Pak?”.
“Ah tidak”, jawab Pak Herman.
” Ada banyak surat ketinggal. kamu sendiri mengapa kesini? Diminta ibumu ya?”.
“Iya Pak, mengambil barang-barang dagangan”, jawabku biasa saja.Seperti umumnya saya terus nyelonong masuk ke dalam ruangan dalam untuk ambil barang yang kuperlukan. Tidak kusangka, Pak Herman meng ikutiku dari belakang. Saat saya telah ambil barang dan akan kembali, Pak Herman berdiri demikian dekat sama diriku hingga nyaris kami bertabrakan. Saya terkejut serta lebih terkejut saat mendadak Pak Herman merengkuh pinggangku. Belum saya protes, Pak Herman telah mencium bibirku, dengan lekatnya.
Barang dagangan jatuh dari tanganku saat saya berusaha menggerakkan badan Pak Herman supaya melepas badanku yang dipeluknya kuat sekali. Tapi rupanya Pak Herman telah kerasukan setan jahanam. Dia benar-benar tidak mempedulikan doronganku serta makin memperkuat dekapannya. Saya gagal melepas diri. Pak Herman menekan badanku dengan badannya yang lebih besar dan berat. Saya ingin berteriak tapi mendadak tangan kanan Pak Herman tutup mulutku.
“Jika kamu berteriak, semua tetangga akan banyak yang datang dan ibumu akan malu”, ucapnya dengan suara serak. Napasnya tersengal-sengal meredam gairah. “Berteriaklah supaya kita malu!” Saya menjadi ketakutan dan tidak berani berteriak. Perasaan takut dan kasihan ke ibu membuat saya luluh. Pikirku, bagaimana jika sampai seseorang tahu apakah yang sedang terjadi dan apa yang dibuat suami ibuku padaku.
Belum juga saya jernih berpikiran Pak Herman menggeretku masuk ke dalam ruang tidur dan mendorongku sampai jatuh terlentang pada tempat tidur. Dengan ganasnya Pak Herman menindih badanku dan menciumi mukaku. Sementara tangannya yang kanan masih tetap dekap mulutku, tangan kirinya ambil suatu hal dari dalam kantong celananya. Benda kecil licin selekasnya dipaksa masuk ke mulutku. Benda kecil yang rupanya kapsul lunak itu pecah dalam mulut dan mau tak mau ketelan.
Sesudah menelan kapsul itu mataku menjadi berkunang-kunang, kepalaku menjadi sangat berat dan anehnya, nafsu seksku muncul secara mendadak. Jantungku berdebar-debar keras sekali dan saluran darahku berasa sangat cepat. Entahlah bagaimana, saya pasrah saja serta demikian mengidamkan sentuhan seorang lelaki. Nafsu itu demikian mencapai puncak dan menggelora itu tiba secara mendadak serang semua badanku.
Samar-samar kusaksikan muka Pak Herman menyeringai di atasku. Pelan-pelan dia bangun dan melepas semua bajuku. Selanjutnya dia buka bajunya sendiri. Saya tidak dapat menampik. Diriku seperti terbang di atas awang-awang dan walau tahu apakah yang sedang terjadi, tapi benar-benar tidak ada niat untuk menantang.
Begitupun saat Pak Herman yang sudah tidak kenakan pakaian menindih badanku dan menggerayangi semua tubuhku, saya pasrah saja. Bahkan juga saat saya rasakan sesuatu benda asing masuk badanku, saya tidak dapat melakukan perbuatan apapun. Tidak dapat untuk menampik, karena saya rasakan kepuasan hebat dari benda asing yang mulai tembus dan bergerak dalam lubang kewanitaanku. Kesadaranku entahlah ada di mana. Namun saya tahu, apa yang terjadi pada diriku, Saya sudah disetubuhi Pak Herman !
Saat siuman, kudapati diriku terlentang di tempat tidur Pak Herman (yang tempat tidur ibuku) tanpa baju. Bajuku berantakan di bawah tempat tidur. Sprei morat-marit dan kusaksikan bintik darah di sprel tersebut. Saya menangis.., saya tidak perawan kembali! Saya telah kehi1angan apa yang paling berharga dalam kehidupan seorang wanita. Saya merasa jijik dan kotor. Saya bangun dan sisi bawah badanku berasa sakit sekali.., ngilu! Tapi saya masih tetap berusaha bangun dan secara tertatih-tatih jalan ke kamar mandi.domino 99
Kusaksikan jam dinding, Wah.., Telah 3 jam saya ada di rumah tersebut. Saya harus selekasnya pulang supaya ibu tidak menanti-nanti. Saya selekasnya mandi dan bersihkan diri dan berhias secara cepat. Kuambil barang dagangan yang tertinggal di lantai dan selekasnya pulang. Pak Herman tidak terlihat kembali, mungkin telah kembali lagi ke kantor. Kubiarkan tempat tidur morat-marit dan sprei berdarah itu masih tetap ada di sana. Saya tidak perduli. Hatiku benar-benar luluh lantak. Kebencianku ke Pak Herman demikian dalam. Di suatu saat, saya akan membalas.
“Kok lama sekali?” bertanya ibu saat saya tiba.
“Bannya kempes Bu, nambal dahulu!” jawabku sekalian coba tutupi peralihan mukaku yang sudah pasti pucat dan malu.Kuletakkan barang dagangan di atas meja dan maunya pengin sekali saya merengkuh ibu dan meminta maaf dan bercerita apa yang sudah dilaksanakan suaminya kepadaku. Tapi hati kecilku larang. Saya tidak ingin membuat ibu bersedih dan sedih. Saya tidak ingin ibuku kehilangan kebahagiaan yang barusan didapatkannya. Saya tidak dapat memikirkan bagaimana remuknya hati Ibu jika ketahui apa yang sudah dilaksanakan suaminya kepadaku. Biarkanlah Untuk saat ini kusimpan sendiri kegetiran hati ini.
Dengan argumen akan ke rumah rekan, saya mandi dan bersihkan diriku (kembali). Di dalam kamar mandi saya menangis sendiri, menggosok semua badanku dengan sabun berulang-kali. Jijik rasanya saya pada badanku sendiri. Demikian keluar dan kamar mandi saya segera rias dan pamit untuk ke rumah rekan. Walau sebenarnya saya tidak ke rumah siapa saja. Saya larikan motorku keluar kota dan memarkirnya di tambak yang sepi. Saya duduk menyepi sendiri di situ sekalian kuras air mataku.
“Ya Tuhan, ampunilah semua dosa-dosaku” ratapku seorang diri.
Itil V3
Baru sore mendekati magrib saya pulang. Ibu telah dijemput Pak Herman pulang ke tempat tinggalnya hingga saya tidak harus berjumpa sama lelaki bobrok tersebut. Gerai masih membuka dan adik yang mengawasinya. Saat saya pulang, saya yang gantikan jaga gerai dan adik masuk untuk belajar.Untuk sekian hari lama waktunya saya menyengaja tidak mau berjumpa Pak Herman. Malu, tidak suka dan takut bersatu aduk dalam hatiku. Saya menyengaja sibukkan diri ada di belakang jika pagi-pagi Pak Herman tiba mengantarkan ibu ke gerai. Sorenya saya menyengaja pergi secara beragam argumen saat Pak Herman jemput ibu pulang.
Tetapi walau saya telah berusaha untuk selalu menghindari, kejadian itu toh terulang kembali. Kejadian ke-2 itu menyengaja dibuat Pak Herman dengan akal liciknya. Saat sore hari jemput ibu, Pak Herman menjelaskan jika dia barusan beli sebuah sepeda kecil untuk adikku, Purba. Sepeda itu ada di dalam rumah Pak Herman dan adik harus diambil nya sendiri. Sudah pasti adikku sangat senang dan saat Pak Herman merekomendasikan supaya adik tidur di tempat tinggalnya, adik sepakat serta ibu dengan suka hati mendorongnya. Bertiga mereka naik mobil dinas Pak Herman pulang ke rumah mereka. Karena tidak ada seseorang di dalam rumah, saat sebelum Jam sembilan gerai telah kututup.
Setelah tiba di dalam rumah dan memberikan sepeda kecil ke adik, Pak Herman berargumen harus kembali lagi ke kantor sebab ada tugas yang perlu diakhirinya malam itu . Ibu tidak berprasangka buruk dan benar-benar tidak menduga kelau keperginya suaminya sebetulnya tidak ke kantor, tetapi lagi ke gerai untuk nemperkosaku.
Saat itu telah jam sepuluh malam dan gerai telah lama saya tutup. Mendadak saja Pak Herman telah ada di rumah. Ternyata Dia punyai kunci punya ibu sehingga dia dapat bebas masuk keluar rumah kami. Saya sangat terkejut dan ingin melabraknya, tapi kembali dengan tenang dan muka menyeringai, Pak Herman mengancamku
“Mari, berteriaklah supaya semua tetangga tiba dan tahu apakah yang telah saya kerjakan padamu!” gertaknya serius.
“Mari berteriaklah supaya ibumu malu dan semua keluargamu tercoreng!” imbuhnya dengan suara serak.Satu kali lagi saya terperanjat. Mulutku mau berteriak tapi kata-kata Pak Herman sekali mengganggu hatiku. Hati takut akan kedengar tetangga, ketakutan nama ibuku bisa menjadi tercoreng, kekhawatiran jika tetangga akan ketahui kejadian setubuhianku, saya cuma berdiri terdiam melihat muka penuh gairah yang siap menangkapku. Saya tidak dapat berpikir tenang tagi. Cuma hati takut dan takut yang tetap mendesak perasaanku.
Saat sebelum saya sanggup memutuskan apa yang hendak kulakukan, Pak Herman telah maju dan dekap badanku. Satu kali lagi saya ingin berteriak tapi suaraku terganggu di kerongkongan. Entahlah bagaimana awalannya tetapi yang saya tahu lelaki itu telah menindih badanku tanpa baju. Yang terang, malam itu saya mau tak mau layani gairah suami ibuku yang menggelora.
Dengan garang ayah tiriku itu perlakukan saya seperti pelacur. Dia memerkosaku berulang-kali tanpa belas
kasihan. Dengus napasnya yang berat dan badannya yang menindih badanku apalagi saat ada suatu hal benda keras segera masuk menyodok memotong sisi peka dan paling terhormat untuk kewanitaanku membuat saya mendesah kesakitan. Saya betul-betul dijadikan pemuas gairah yang betul-betul tidak memiliki daya.Pak Herman kuat sekali. Dia memaksakanku kembali ke sana kesini ganti posisi berulang-kali dan saya mau tak mau menurut saja. Nyaris dua jam Pak Herman jadikan badanku sebagai bulan-bulanan gairah seksnya.
Bukan bermain! Demikian dia akan usai kusaksikan Pak Herman mengambil batangannya dari kemaluanku dengan pergerakan cepat dia mengocak-ngocokkan batangannya yang keras itu dengan samping tangannya dan dalam perhitungan beberapa menit kusaksikan cairan putih kental menyemprotkan dengan beberapa dan derasnya keluar tangkai kejantanannya, cairan putih kental itu secara hangatnya menyemprotkan membasahi muka dan badanku, ada rasa jijik di hatiku selainnya kurasakan amis dan asin yang kurasakan saat cairan itu menetes ke arah bibirku, kemudian dia lesu dan tergeletak dari sisi badanku, badanku sendiri seperti remuk dan tidak berkekuatan.
Semua badanku berasa sangat sakit, dan air mata bercucunan di pipiku. Tetapi terang-terangan saja, saya capai orgasme. Suatu hal yang tidak pernah kualami sebelumnya. Entahlah apa yang membuat sedikit ada hati suka dalam hatiku. Rasa senang dan kepuasan yang masih sama sekali tidak dapat saya ketahui.
Saya sendiri tidak paham bagaimana dapat terjadi, tapi terkadang saya malah kangen dengan tindakan Pak Herman padaku tersebut. Saya telah berusaha berulang-kali menepiskan hati itu, tapi sering kali ada di benakku. Bahkan juga terkadang saya inginkan kembali dan kembali! Edan kan?
Dan memang, saat di suatu sore ibu sedang pergi ke luar kota dan Pak Herman mandatangiku kembali, saya tidak menampiknya. Saat dia telah ada di atas badanku yang telanjang, saya malah nikmati dan menyeimbanginya dengan penuh semangat. Ternyata apa yang sudah dilakukan Pak Herman padaku sudah jadi seperti candu yang membuatku jadi ketagihan dan suka. Saya sekarang mulai nikmati semua permainan dan nafsu yang hebat yang tidak dapat kuceritakan sekarang ini dengan kata-kata.
Pak Herman demikian bernafsu dan nikmati semua lekuk-lekuk badanku dengan liarnya, aku juga mulai berani berusaha untuk rasakan beberapa bagian badan seorang lelaki, aku juga sekarang mulai berani untuk balas mencumbui, membelai semua sisi badannya dan memulai berani untuk menyentuh tangkai kejantanan ayah tiriku ini, demikian keras, panjang dan hangat. Saya nikmati dengan benar-benar, Luar Biasa!
Di akhir permainan Pak Herman kelihatan sangat senang dan begitupun saya. Tetapi karena malu, saya tidak berbicara apapun saat Pak Herman tinggalkan kamarku. Saya menyengaja diam saja, supaya tidak memperlihatkan jika saya senang dengan permainan tersebut. Bagaimana juga saya ialah seorang wanita yeng masih mempunyai rasa malu.
Namun, saat Pak Herman telah pergi ada rasa sesal dalam hati. Ada hati malu dan takut. Bagaimana juga Pak Herman ialah suami ibuku. Pak Herman sudah menikah dengan ibuku dengan cara sah hingga dia jadi ayah tiriku, alternatif ayah kandungku. Ialah dosa besar lakukan jalinan tidak pantas di antara anak dan ayah tiri. Haruskah kulanjutkan tatap muka dan jalinan penuh gairah dan maksiat ini?
Di saat sepi sediri saya termenung dan memilih untuk menjauh dan Pak Herman, dan tidak lakukan jalinan gelap itu kembali. Tetapi di saat ada peluang dan Pak Herman mendatangiku dan ajak “bermain” saya tidak pernah kuasa menampiknya. Bahkan juga terkadang jika dua atau 3 hari saja Pak Herman tidak tiba menengokku, saya merasa rindu dan ingin sekali rasakan jamahan-jamahan hangat darinya.
Hati tersebut yang selanjutnya membuat saya makin salah jalan dan makin terpikat oleh “permainan” Pak Herman yang hebat luar biasa. Dengan penuh kesadaran pada akhirnya saya jadi wanita simpanan Pak Herman di luar pengetahuan ibuku.
Sampai saat ini rahasia kami tetap tertutup rapat dan tatap muka kami tidak terjadi di dalam rumah kembali, tapi semakin banyak di losmen, beberapa hotel kecil dan di beberapa tempat peristirahatan. Yah disitu saya dan Pak Herman dapat bermain cinta dengan penuh sensasi rasa yang lebih tinggi dan tidak khawatir akan ketahuan oleh ibuku, sekarang saya dan ayah tiriku telah semacam jadi suami istri.
Untuk menghambat beberapa hal yang memungkinkan terjadi, saat lakukan hubungan seksual Pak Herman selalu menggunakan kondom dan aku juga rajin minum jamu telat bulan. Semua itu sudah pasti di luar setahu ibu. Saya memang senang dan berbahagia dalam hal penyukupan kebutuhan biologis, tapi sebetulnya jauh dalam lubuk hati-aku benar-benar terbuncang. Bagaimana tidak? Saya sudah mengambil suami ibuku sendiri dan “mengkonsumsinya” dengan berganti-gantian. Terkadang saya merasa kasihan ke ibu yang menyukaiku. Jika saja sampai ibu tahu jalinan gelapku dengan Pak Herman , Ibu pasti bersedih sekali. Hatinya akan remuk dan jiwanya tercabik-cabik. Bagaimanakah mungkin anak yang sangat dicintainya dapat tidur dengan suaminya? Sampai kapan saya akan jalani hidup yang tidak pantas dan sarat dengan maksiat ini?
Entahlah, saat ini saya masih kuliah. Mungkin jika kelak telah lulus dan menjadi sarjana saya dapat keluar dan lingkugan rumah dan bekerja di kota lain. Sekarang ini mungkin saya belum mempunyai kemampuan untuk pergi, tapi kelak saya pasti pergi jauh dan cari lelaki yang betul-betul sama sesuai dan dapat kuandalkan sebagai suami yang bagus, dan tentu saja kuharapkan lebih gagah dari yang kudapatkan dan kurasakan sekarang ini. Mungkin dengan itu saya dapat lupakan Pak Herman dan lupakan kejadian-peristiwa yang malu-maluin tersebut.
-

Video Bokep Scarlet Red memek pink ngentot dengan pria hitam kontol gede diats ayunan
-

Kaisey Dean Picked Up Off The Street To fuck

-

Kisah Memek Di Periksa Dokter Jadi Sange

Duniabola99.com – Dokter Khusus Dapat Bonus Dari Pasien – Perkenalakan aq Andi (nama samaran) usia 30 thn, wni keturunan cina-manado, tinggal di kota Semarang. Aq bekerja di pengelolaan gedung mall yang cukup besar di kota ini.
Ditempat ini, aq tak hanya dikenal sebagai salah satu staf perusahaan, tapi juga orang mengenal aq sebagai ‘dokter’, walaupun aq tak pernah merasakan bangku kuliah di kedoktoeran, tapi karena kemampuanku untuk mengobati sebagai penyakit baik penyakit medis maupun non medis, mereka sering datang ke kantorku untuk berkonsultasi.
Pada suatu hari telpon di kantorku berdering. Saat kucapkan, ‘Hallo’ terdengar suara merdu dari seberang sana.
“Selamat siang, bisa bicara dengan Pak Andi?”
“Ya, saya sendiri, dengan siapa saya bicara?”
“Oh, ini Pak Andi? Pak, ini Vania dari toko xxx ” Aq hanya mengiyakan, aq tau itu adalah sebuah toko handphone di mall ini.Aq mengira dia pasti akan membicarakan masalah operasional, atau komplain tentang pengelolaan gedung ini. Ternyata dugaanku meleset.
“Ada yang bisa saya bantu Bu Vania?” Aq biasa memanggil semua orang dengan sebutan Bu, baik masih muda ataupun sudah berumur, sekedar untuk formalitas.
“Saya dengar-dengar cerita tentang Bapak, saya ingin bertemu dengan Bapak, kapan Bapak ada waktu?”
“Saya selalu ada waktu Bu, silakan datang kapan saja Anda suka.”
15 menit kemudian, gadis muda berusia 22 taun ini telah ada didepanku dan menceritakan segala keluhannya. Dia merasa tidak PD dan minder dengan penampilannya, padahal menurutku dia sudah dalam segala hal, dari wajahnya yang cantik, ukuran tubuhnya sangat proporsional, kulitnya yang kuning langsat tanpa noda, hanya saja dadanya kecil, tapi paVig tidak nilai totalnya 8 (menurutku).
“Apa yang membuat Ibu berpikir demikian? Saya rasa Ibu sudah memiliki segalanya. Saya yang gemuk gini aja PD kok” Dia tersipu sambil berbisik,
“Maaf Pak, tolong jangan panggil saya Ibu, saya masih single, panggil saya Vania.” Aq mengangguk.
”Dan jangan panggil aq Pak, panggil aja Andi.” Dia mengangguk.
“Dan.., kamu bisa menyimpan rahasia ngga Andi?” Aq memastikan hal itu kepadanya. Kemudian dia menceritakan, bahwa dia minder dengan dadanya yang berukuran hanya 34A.
Aq cukup kaget, karena sebelumnya aq tidak pernah menjumpai “pasien” yang mempunyai keluhan seperti ini.
“Vania, jujur saja aq baru pertama kali menghadapi keluhan seperti ini. Kamu pasti tau kan, kalau selama ini aq hanya menangani pasien pasien dengan keluhan yang ‘lumrah’, Aq ngga tau bisa berhasil atau tidak. Lagipula aq punya istri, gimana aq harus menjelaskan ke istriku?” Vania mengangguk dan tersenyum,
“Aq tidak akan menceritakannya kepada siapapun, aq juga malu kalau sampai orang tau. Dan aq harap kamu mau mencobanya dulu, kita ngga tau hasilnya kalau belum mencoba dulu kan?” Aq berpikir keras sebelum aq menyanggupinya.Vania tersenyum dan memberikan kartunamanya kepadaku.
“Aq tunggu kamu di rumahku malam ini jam delapan.”
Jam delapan lewat lima menit aq sudah berada di rumah Vania. Rumahnya tidak begitu besar tapi terasa nyaman dan sejuk.“Kamu tinggal sendiri di sini?” tanyaku.
“Ngga, sama temen-temen, tapi pada punya acara sendiri-sendiri ama pacarnya. Makanya aq nyuruh kamu datangnya hari ini, biar dirumah ngga ada orang. Yuk cepetan, nanti keburu temen-temen pulang” Aq mengangguk dan mengikuti Vania yang melangkah ke kamarnya.Kamarnya didominasi warna pink muda, dingin hembusan angin dari AC terasa di kulitku, membuatku merinding. Dengan malu-malu Vania membuka kaos dan branya, dan aq menyuruhnya tidur terlentang. Sejenak aq agak grogi karena baru pertama kali melihat tubuh wanita selain istiku setengah telanjang, tapi bagaimanapun aq harus melaksanakan kewajibanku. Aq mulai terapi dengan memijit titik-titik darah yang berada di pundak dan dada atasnya. Setelah kurasa darahnya telah mengalir lancar, aq mulai memijit toketnya dengan pijitan yang lembut.
Toketnya kecil tetapi terasa kencang. Vania memejamkan matanya dan sesekali mengeluarkan lenguhan dan erangan saat tanganku menyentuh putingnya yang berwarna coklat muda itu. Tak kusadari, adikku mulai berdiri. Bagaimanapun juga, aq sebagai manusia normal tetap bisa terangsang, apalagi berada dalam satu ruangan dengan wanita muda yang cantik setengah telanjang dan aq sedang memijit toketnya.
“Andi.., jangan disitu terus dong mijitnya, geli..” Aq terkejut, tanpa kusadari pijitanku lebih sering berada di daerah sekitar putingnya.“Ha? ehm.. iya.. maaf.” Vania mungkin melihat wajahku yang memerah, dia tertawa dan berkata,
“hi..hi..hi.., kenapa? Kamu terangsang ya..? Ngga pa pa deh, aq juga suka kok.. Cuma agak geli aja..” kata-katanya membuatku semakin gugup.“eh.. kayaknya hari ini cukup dulu deh Vi, mungkin besok bisa diterusin..” jawabku. Vania semakin ngakak,
“Andi.. kamu kok lugu banget sih? Nggak pa pa.. terusin aja.. Kenapa? takut ketauan istri kamu ya?”
Vania merengkuhku dalam pelukannya dan mencium bibirku dengan lembut. Aq terhenyak, tapi dia kembali menarikku dan memagut bibirku dengan penuh nafsu. Dalam kebingunganku dia berbisik,
“Andi.., sudah lama aq menantikan hal ini.., begitu lama aq memendamnya.., aq sayang kamu Andi.. Bercintalah denganku Andi..” Aq cuma bisa duduk diam kayak orang bego.
“Aq pikir kamu salah orang Vi.. Kalau kamu pikir aq bisa membuat kamu bahagia, kamu bener-bener salah.. Aq gemuk, eemm.. barangku kecil.. terus.. ekonomiku pas-pasan, dan yang terutama, aq sudah punya istri dan anak.. Kamu becanda.. Kamu pasti becanda kan?” tanyaku tak percaya. Vania tersenyum manis dan berkata,
“Ndi, biar kujelaskan dulu.., dari dulu aq memang suka dengan pria yang bertubuh gemuk. Aq ngga peduli barangmu kecil atau apa.. kamu lihat juga dong, susuku kan kecil juga. Aq rela jadi istrimu yang kedua, dan lagian aq kan kerja juga, jadi kamu ngga usah bingung masalah perekonomian..” Jelasnya panjang lebar.
Vania menatap mataku dalam-dalam, seakan ingin menunjukkan ketulusan hatinya. Kupeluk dia erat-erat, Vania menciumi seluruh wajahku, dan kubalas ciumannya dengan tak kalah bernafsu.Vania membuka satu persatu kancing kemejaku lalu tangannya membelai dada dan perutku dengan lembut. Kurasakan bulu ?bulu halus di sekujur tubuhku berdiri. Sentuhan tangannya begitu lembut. Vania tidak berhenti, dia memelorotkan celana panjang dan celana dalamku, lalu dengan sigap dia memegang adikku yang sudah berdiri tegak. Barangku memang tidak panjang, bahkan bisa dikatakan ukuran mini.
Vania mulai mengelus-elus adikku dan mengocoknya dengan lembut. Jari-jarinya yang lentik terasa dingin saat menyentuh batang kemaluanku. Aq tak mau kalah, kulepaskan celana pendek yang dia kenakan, dan terlihat dia memakai CD semi transparant sehingga terbayang rerimbunan bulu-bulu yang tidak begitu lebat. Kuelus bukit kemaluannya dari luar CD yang ia kenakan, Vania melenguh,
“ooogghhhhh.. Andi.., aq milikmu..” Aq hisap puting susunya yang telah mengeras, lalu aq mainkan dengan lidahku, kupuntir-puntir dengan bibirku sementara tangan kiriku meremas-remas toketnya yang satu lagi, dan tangan kananku menyelusup masuk di balik CDnya dan membelai bukit kemaluannya. Perlahan kubuka belahan memeknya, terasa sekali memeknya telah basah oleh cairan yang keluar terus menerus dari memeknya.
Kumainkan kelentitnya dengan jari tengahku, Vania mengerang dengan sangat keras, merasakan kenikmatan yang dia terima saat ini.“ooogghhh..ooohhh.. aaahhhh teruuss Dee, teruuss.. ooohhhhh..” Aq terus memainkan kelentitnya sambil terus menyusu padanya, sementara tangannya masih terus mengocok-ngocok kemaluanku dengan lembut, dan sesekali pegangannya agak mengencang, apabila dia merasakan kenikmatan.
Aq tak sabar lagi, jari tengahku aq masukkan sedikit demi sedikit ke dalam lubang memeknya, spontan dia berteriak dan menarik tubuhnya,
“jangan..”
Aq memandangnya dengan perasaan heran, kemudian dia berbisik di telingaku,
“I’m still virgin.., aq ngga mau perawanku hilang oleh jari, aq ingin dengan ini,” katanya sambil mengelus kemaluanku.” Lagi-lagi aq terkejut. Aq tidak menyangka masih ada gadis sekarang yang bisa menjaga keperawanannya sampai usia yang cukup matang. Dan lagi-lagi kebimbangan hadir dalam pikiranku, masa aq harus memerawaninya?
“Vi, kamu masih perawan?” tanyaku tak percaya. Dia mengangguk.
“Aq ingin memberikan mahkotaku ini kepada orang yang ku cintai. Aq sudah bilang, aq rela menjadi istri kedua. Toh nanti pada akhirnya aq akan memberikannya padamu juga, jadi untuk apa kita tunggu lama-lama?” Vania mengatakan hal ini dengan mantap.
Sejenak kemudian dia merebahkan dirinya diatas kasur sambil mengangkangkan kakinya lebar-lebar.
“Aq siap untuk menerimamu sayang..” Setelah ia mengatakan ini, aq langsung berlutut di depannya dan kupeluk dia erat-erat.Dia menciumi wajahku dan aq memulai mneggesek-gesekkan batang kemaluanku di lipatan memeknya. Terasa sekali banyaknya cairan yang keluar dari liang kewanitaannya.
Perlahan-lahan kutusukkan k0ntolku ke memeknya, Vania memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya. Sedikit-sedikit kudorong k0ntolku, dan kurasakan ada yang sedikit mengganjal, lalu kudorong sekuat tenaga, bleess..“Eeeggghhhh..ooouugghhh..” Vania menjerit tertahan, dan terasa ada cairan hangat yang membasahi k0ntolku, mengalir keluar ke pangkal pahaku.
Lalu aq perlahan mulai menggoyangkan pantatku maju mundur dan terasa jepitan memek Vania di k0ntolku. Vania mulai merasakan nikmat, terlihat dari nafasnya yang memburu dan desahan-desahannya yang membuat suasana bertambah merangsang.
“mmpphh..mmpphh..oooghhh..ooghhhh.. Andio.. teruuss.. aauughhhh..
“Aduh.. Pelan dikit Andi.. “
“Vania.. oooghhhh.. nikmat banget sayang.. oouuh.. goyangin pantatnya Vi..”
“Ooouuhh.. aq ngga tahan Andi.. enak banget.. terus.. aahh.. uuhh.. aq.. aq.. ngga tahan lagi.. aahh..Andi..”
“Jangan ditahan Vi.., keluarin aja.. “
“Andi.. Auuhh.. aq sayang kamu Andio..”
serrr..serrr..serrrrr.. terasa hangat di k0ntolku saat Vania mengalami orgasme.
Aq tetap menggoyangkan pantatku maju mundur semakin cepat sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian akibat gesekan k0ntolku dengan memek Vania.
Crekk..crekk..crekk..clokk.. crekkk..
Vania terkulai lamas merasakan kenikmatan yang baru saja dia dapatkan, aq pun merasa akan mencapai klimaks,
“Vi, aq.. mau.. keluaarr..”
“iyaa.. Keluarin aja.. di daleem..” beberapa detik kemudian, aq memuncratkan seluruh energiku di dalam memeknya
croott..croott.. croott.. croott.. Beberapa kali pejuhku menyemprot di dalam memek Vania.
Aq merebahkan diri di samping Vania, dan sepintas kulihat pejuhku bercampur darah perawan Vania mengalir keluar dari memek Vania. Kulihat wajah Vania begitu damai dengan nafas yang masih agak memburu. Beberapa saat kemudian Vania membuka matanya dan tersenyum kepadaku, sambil memelukku ia berkata,
“Andi, jangan tinggalkan aq yah.. Aq sayang banget sama kamu..” Aq hanya mengangguk pelan, walau di hatiku masih terdapat kebimbangan.Sampai aq menulis cerita ini hubunganku dengan Vania masih tetap berjalan tanpa ada orang yang mengetauinya.
Istriku sempat curiga denganku, tetapi setelah kujelaskan bahwa Vania adalah rekan kerja, dia percaya dan tidak pernah lagi menanyakan hal ini lagi.
-

Foto Bugil cewek manis dengan kulit sempurna Mazzy menyentuh vaginanya yang sangat sensitif

Duniabola99.com – foto gadis remaja cantik membuka pakaian dalamnya menampakkan toketnya yang padat bulat dan memeknya yang mulus berwarna pink sambil memainkan jarinya di memeknya diatas sofa putih yang empuk sampe becek memeknya.
-

Kisah Memek Aku Ngewe Dengan Tiga Laki-laki Di Tempat Karoke

Duniabola99.com – Aku seorang wanita berumur 30 tahun, ibu dari dua orang anak, Tentunya statusku nikah dengan seorang suami. Kami telah terikat perkimpoian selama tujuh tahun. Aku nikah setelah berhasil meraih gelar kesarjanaanku di kota Bandung.
Suamiku normal-normal saja, demikian juga dengan hubungan seks ku. Aku melakukannya sekitar 2 atau 3 kali seminggu dengan suamiku. Namun semuanya berubah ketika aku mengalami suatu hal yang tidak kuduga sebelumnya pada tiga bulan yang lalu. Ternyata kemampuan seksku lebih dari yang kuduga sebelumnya.
Aku biasa dipanggil Ratih. Tinggi badanku sekitar 156 cm dengan berat 49 kg. Ukuran BH-ku 34C, pinggulku yang agak besar berukuran 100 cm semakin menonjol dengan pinggangku yang hanya 58 cm itu. Walaupun dari rahimku telah terlahir dua orang anakku, bodyku sih oke-oke saja. Hampir tidak ada perubahan yang mencolok.Kembali pada kejadian yang gila. Mula-mula aku bertemu temanku, Merry saat aku sedang berbelanja di sebuah mall. Ia adalah sobatku sewaktu di SMA dulu. Saat itu ia bersama dua orang teman laki-lakinya, yang langsung dikenalkannya kepadaku. Mereka bernama Yanto dan Andi.
Mereka ternyata adalah teman-teman yang enak diajak bicara. Akhirnya kami pun menjadi akrab. Siang itu kami melanjutkan obrolan sambil makan di sebuah restoran. Setelah pertemuan itu, ternyata Yanto sering menelepon ke rumahku walaupun ia sudah tahu bahwa aku ini seorang istri dengan dua orang anak.
Dalam pembicaraan telepon, ia memang sering mengeluarkan rayuan gombalnya kepadaku tapi tetap ia menjadi teman bicara yang enak. Ia berusaha mengajakku makan siang dengan gigihnya. Hal itu yang membuatku menyerah juga. Akhirnya aku menyetujuinya juga. Syaratnya, makan siangnya harus ramai-ramai.
Aku, Merry, Yanto, dan Andi bertemu di tempat yang sudah kami sepakati bersama. Bersama kedua teman cowok kami, ikut serta pula tiga orang teman mereka yang lain: Eko, Benny, dan Adi. Mereka semua rata-rata berusia delapan tahun lebih tua daripada aku dan Merry. Kami makan siang bersama di sebuah restoran yang ada fasilitas karaokenya. Kami makan dengan ramainya sambil berkaraoke. Memang aku pun senang berkaraoke.
“Ayo, Rat… nyanyi lagi…,” mereka menyemangatiku kala aku melantunkan lagu. Ternyata ketiga cowok keren itu merupakan teman yang enak untuk gaul. Wawasan mereka luas dan menyenangkan. Akhirnya kami cepat menjadi akrab. Ternyata, baru kusadari nanti bahwa inilah kekeliruanku….
Seminggu kemudian aku diundang lagi, kali ini oleh Andi, untuk makan siang dan berkaraoke lagi. Tanpa pikir panjang dan tanya-tanya lagi, aku pun langsung menyetujuinya. Aku bolos masuk kantor setelah makan siang, lalu pergi ke tempat karaoke mesum bersama mereka.
Nah, di saat itulah terjadi sesuatu yang tidak kuduga. Ternyata aku dibawa ke tempat karaoke mesum yang khusus untuk berkaraoke saja. Bukannya sebuah restoran. Tempatnya berupa sebuah kamar tertutup dengan kursi panjang. Kali ini Merry pun tidak ikut. Jadi hanya aku dengan keTiga cowok itu.
Karena sudah telanjur masuk ke sana, akhirnya kucoba menenangkan diri. Walaupun aku agak deg-degan juga pada awalnya. Kenyataannya, akhirnya suasana menjadi seru ketika secara bergantian kami berkaraoke. Aku pun dipesankan minuman whisky-cola yang membuat badanku jadi hangat.
Akhirnya mereka meminta berdansa denganku saat salah satu di antara mereka bernyanyi. Saat melantai itulah, lama-kelamaan mereka berani merapatkan dadanya ke tubuhku dan menekan serta menggesek-gesek payudaraku. Anehnya, aku malah diam dan mencoba menikmati apa yang mereka perbuat kepadaku, yang lama-lama membuatku terbakar dan menikmati permainan ini. Mereka bergantian berdansa denganku.“Ratih, badanmu hot sekali,” ujar Yanto berbisik di telingaku sambil bibirnya mencium belakang telingaku, membuatku merinding nikmat… Tangannya lalu tanpa malu-malu lagi meremas payudaraku. Aku pun terangsang hebat….
“Aahhh… jangaaannnn…,” kataku ketika Yanto dengan beraninya membuka kancing blusku dan menyusupkan tangannya ke dalamnya… Tangannya meremas dan memilin puting payudaraku dengan semakin hotnya…
Aku sebenarnya masih menyimpan sedikit rasa malu karena semua aksi kami ditonton oleh yang lainnya dengan tatapan penuh nafsu…. Anehnya, seperti dibius, tubuhku tidak berontak. Tanganku sama sekali tidak berusaha melepaskan tangan Yanto yang terus menggerayangi payudaraku yang kini terbuka lebar…
“Mmmhhh…,” rintihku penuh kenikmatan. Hanya itu yang ternyata sanggup keluar dari bibirku…
Yanto akhirnya mengulum bibirku dan menindih rapat-rapat tubuhku di atas sofa.
Aku benar-benar lupa diri ketika jari-jemari Yanto bergerilya di dalam celana dalamku. Ia terus menggelitik bibir lubang vaginaku yang sudah basah dan rasanya menebal itu. Spontan yang lainnya pun ikut-ikutan. Dengan liar akhirnya ketiga cowok itu mengerubuti tubuhku.
Akhirnya, tahu-tahu tubuhku sudah bugil tanpa sehelai benang pun dan digeluti bersama oleh mereka. Yantolah yang lebih dahulu menusukkan senjatanya ke dalam lubang kemaluanku. Lalu Adi memasukkan senjatanya ke dalam mulutku.
Andi mengisap puting kiri payudaraku sambil membimbing tangan kiriku untuk mengelus-elus senjatanya. Sementara itu Eko mengisap puting yang sebelahnya sambil melakukan hal yang sama pula terhadap tangan kananku. Terakhir, Benny menggosok-gosokkan senjatanya ke wajahku.
“Aacchhh….,” aku mendapat orgasme pertama ketika Yanto sedang asyik-asyiknya menggenjot tubuhnya di atas tubuhku. Spontan, kedua tanganku meremas penis Andi dan Eko yang ada dalam genggamanku dengan keras….
Aku sendiri tak bisa mengeluarkan lenguhan kenikmatanku secara lepas karena penis Adi yang hangat itu dengan serunya terus bermain di mulutku. Adi yang tahu aku baru saja orgasme hanya menyeringai kepadaku. Tampaknya ia pun semakin semangat memompa mulutku….
“Ratiih…,” desah Yanto menggeliat ketika memuntahkan maninya di dalam lubangku. Hangat dan terasa kental memenuhi lubang kemaluanku. Dipegangnya pantatku erat-erat supaya semua spermanya masuk ke dalam tubuhku…. Adi tambah semangat mengocok senjatanya di dalam mulutku
“Mmmmphh, aghhh….,” tubuhku bergetar menggeliat.Setelah Yanto selesai, posisinya langsung diganti Benny yang sejak tadi hanya mengosok-gosokkan senjatanya yang panjang dan besar di wajahku. Langsung ditancapkannya ke dalam lubangku yang hangat, sudah penuh dan licin dengan cairan milik Yanto. Benny begitu semangatnya menyetubuhiku.Bayangkan… payudaraku dihisap putingnya oleh Eko dan Andi seperti dua bayi besar. Sementara lubang kemaluanku mulai dihunjam oleh senjata Benny dengan ganasnya. Di mulutku, Adi akhirnya menyemprotkan cairannya dengan deras dan langsung kuhisap kuat-kuat.
“Aaaacchhh….,” air mani Adi yang terasa hangat asin seperti kuah oyster masuk ke dalam tenggorokanku.
Bersamaan dengan itu, Benny juga menyemprotkan maninya di lubang vaginaku. Multiorgasme…. Aku sudah mendapakannya tiga atau empat kali dan masih ada Eko dan Andi yang belum kebagian menyemprotkan cairannya. Tubuh Adi dan Benny berkelojotan dan akhirnya terhempas. Andi menggantikan posisi Adi. Penisnya yang bengkok ke atas terasa penuh di mulutku.
Eko menepis Benny dari atas tubuhku. Untuk yang ketiga kalinya, lubang vaginaku dimasuki oleh orang yang berbeda…. Ternyata senjata milik Eko lah yang paling panjang dan besar. Aku khawatir kalau penis Eko agak susah untuk masuk ke dalam vaginaku.
Syukurlah, ternyata tak sesulit yang kubayangkan karena lubang vaginaku telah penuh dengan cairan dari dua orang yang terdahulu. Benar saja, terasa sangat mantap dan nikmat ketika senjata Eko menggesek lubangku yang sudah terasa panas dan semakin tebal rasanya. Napasku sampai terengah-engah dibuatnya…
“Rat…. iseeepp yang kuaaattt….,” ternyata Andi tidak kuat dengan isapan mulutku. Ia akan segera mencapai klimaks. Aku pun segera mematuhi perintahnya dengan mengisapnya lebih kuat lagi….
Penis Andi pun memuncratkan cairan maninya di dalam mulutku. Terasa air mani Andi lebih strong aromanya, lebih hangat, lebih kental, dan lebih banyak memenuhi mulut dan tenggorokanku. Aku sampai agak gelagapan karena mulutku jadi penuh dan hampir tersedak….
Namun aku berusaha untuk tenang… Pelan-pelan kutelan sperma Andi yang membludak. Sementara bibirku tetap mencengkram penis Andi supaya tak lepas…. Setelah penis Andi kering benar dan mulai mengkerut, barulah aku melepaskannya…. Ia pun lalu tergeletak di atas kepalaku.Sekarang tinggal aku dan Eko…. Eko pun lalu mengubah posisinya menjadi ‘missionary position’. Sambil penisnya terus mengocok kemaluanku, tubuhnya pun menindih tubuhku. Wajah kami pun berhadap-hadapan dekat sekali… Sambil terus beraktivitas, Eko tersenyum padaku.
“Rat, kamu hebat sekali…,” katanya.
Aku pun tersenyum malu.
“Oh, Eko…,” bisikku. Lalu seperti sepasang kekasih, kami pun saling berciuman bibir.
Tak lama kemudian, Eko juga menggeliat menyemburkan cairannnya ke dalam lubang kemaluanku. Tubuhku terasa lemas tetapi bergetar kuat mengiringi muncratnya cairan Eko. Eko semakin mendorong pangkal pahanya ke pangkal pahaku supaya cairannya masuk semua ke tubuhku…
Rasanya aku sudah orgasme enam kali ketika akhirnya Eko menggelepar dan terbaring tepat di samping tubuhku. Kami pun lalu berbaring telentang sambil berpelukan dan menikmati hasil persetubuhan kami…. Selesailah pertempuran besar antara aku dan ketiga cowok siang itu di ruang karaoke mesum.
Walaupun ber-AC, namun udara saat itu tetap terasa panas. Badan kami bercucuran keringat. Apalagi aku, karena selain basah oleh keringatku sendiri, juga bercampur dengan keringat ketiga cowok yang barusan menyetubuhiku….
Belum lagi dengan tumpahan air mani mereka yang berceceran di seluruh bagian tubuhku…. Setelah itu, semuanya terdiam. Tak ada satu pun di antara kami yang saling bercakap. Beberapa cowok tertidur karena kelelahan. Akhirnya, beberapa puluh menit kemudian, kami pun berbenah-benah.Celakanya, di kamar itu tidak ada kamar mandi. Akhirnya, aku hanya mengelap cairan ketiga lelaki yang memenuhi lubang vaginaku dan menetes ke pahaku dengan bra dan celana dalamku saja. Lalu aku memakai bra dan celana dalamku yang agak basah dan lengket itu.
Disusul dengan blouse, rok serta blazer yang tadinya bertebaran di lantai. Yang membuatku senang, Eko ikut membantuku berpakaian. Paling tidak, aku merasa dihargai dan tidak sekedar menjadi pemuas nafsu mereka…. Mereka pun segera memakai kembali baju dan celananya.
Jam lima sore, kami keluar dari karaoke mesum itu. Berarti empat jam sudah kami berada di dalamnya karena kami masuk pada pukul satu siang. Sedangkan aku sendiri digilir oleh mereka lebih kurang selama satu setengah jam non-stop. Waah, aku kagum juga dengan daya tahanku…. walaupun rasanya kakiku pegal-pegal dan ngilu. Begitu juga selangkanganku dan mulutku….Waktu melewati kasir rasanya aku malu juga. Walaupun mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam tapi wajahku tetap merasa memerah. Make up ku telah berantakan dan rasanya minyak wangiku telah berubah menjadi bau aroma air mani….
Mungkin kasir wanita tempat karaoke mesum itu bisa mengendus baunya… atau malah mungkin ia sedang membayangkan kejadian yang baru saja kualami. Sementara itu, di paha dan kakiku terasa mani mereka merembes mengalir keluar dari lubang vaginaku. Untung sesampainya di rumah, suamiku belum pulang… Cepat-cepat aku ke kamar mandi membersihkan tubuh dan pakaianku.
Ternyata, malamnya suamiku menagih jatahnya juga… Untung aku sudah membersihkan badanku dan menyemprotkan minyak wangi untuk menghilangkan aroma sperma ketiga cowok itu waktu di karaoke mesum… Walaupun komentar suamiku membuatku deg-degan, mudah-mudahan ia tidak curiga….
“Rat, punyamu kok rasanya lain banget… tebel…,” bisik suamiku di telingaku…“Terima kasih, ya… Enak…,” lanjut suamiku setelah ia menyemprotkan cairannya beberapa menit kemudian. Lalu ia tertidur pulas di sampingku.
Ia tidak tahu sudah jadi orang keempat hari itu yang memuncratkan cairannya untukku.
-

Foto Bugil cewek menggunakan berbagai mainan seks pada vagina bengkak

Duniabola99.com – foto cewek pirang toketnya kecil cantilk memeknya besar dan tembem memasukkan banyak mainan sex sambil duduk diatas kursi.
-

Video Bokep Eropa ibuku mengajari aku dan temanku ngentot saat belajar

-

Video Bokep Asia Yuu Tsujii ngentot anal sampai squirt di ranjangnya

-

Kisah Memek Desahan ABG Yang Masih Perawan

Duniabola99.com – Awal kerja saya selalu tidur kalau gak di kantor ya di mess tapi setelah saya pikir pikir mungkin lebih enakan mengontrak rumah atau ngekos dari situ saya mencari informasi kebetulan tempat yang mau aku huni dekat dengan rumah om saya letaknya ada di kampung, masyarakatnya masih asik satu sama lain masih kenal.
Saya juga dari kampung tapi untuk suasana beda dari kampung saya, disini terlihat pendatang & penghuni lama saling menyapa & akrab, kemudian hari setelah saya mendapatkan rumah kontrakan saya berkeliling ke rumah tetangga tetangga untuk memperkenalkan diri, & laporan juga kepda kepala RT setempat menyetorkan tanda pengenal kebetulan rumahnya hadap hadapan dengan rumah kontrakan.Tetangga kiri saya, tinggal keluarga yang lumayan besar, terdiri dari 2 anak laki2 & 3 anak perempuan ( sebenarnya perempuan ada 2 lagi tetapi telah berumah tangga & ikut suami mereka), Pak Arka saya menyebutnya, seorang pesiunan PNS asli warga kampung sini, beristrikan dengan bu Lusi asli Kalimantan masih ada keturunan d****k yang terkenal putih, & cantik.
Begitu pula dengan tiga anak perempuannya yang tersisa mewarisi kecantikan dari ibu mereka. Tiga wanita tetangga saya ini pada usia yang mulai mekar & segar yaitu , pertama Tamara, amat cantik, paling cantik iantara adik2nya, tubuhnya kecil langsing 160/42 , putih , 17 tahun jalan Kelas 3 SMA,
Kedua Deshi, kelas 1 SMA , wajahnya manis menyenangkan, 160/45, lebih berisi, putih, agak tomboy, rambut pendek,dan agak cuek, ketiga Salma baru kelas 2 SMP , 160/42 Body paling baik diantara kakaknya, putih rambut panjang ikal, amat murah senyum.
Kisah ini saya fokuskan ke Tamara, yang tertua dari 3 gadis ABG tetangga kiri rumahku itu, dirumah Tamara berpakaian apa adanya, pakaian rumahanlah, kadang kaos , tank top , daster, celana pendek , seperti ABG jaman sekarang, sehingga kadang menampilkan putih mulus kulitnya.
Dari kaki hingga paha yang kecil , putih mulus, dengan sedikit bulu-bulu halus di tiap tiap jengkal kulit kakinya & tangannya, bulu2 ini yang membikin saya senantiasa mengkhayal & penasaran ingin tahu lebih dalam isi dibalik bajunya, kalau berangkat sekolah pagi senantiasa melalui depan rumah & sengaja saya tunggu sambil pura2 bersihin motor atau nyapu.
Atau lain-lain ( namanya bujangan semua dilakukan sendiri ), & Tamara senantiasa tersenyum menyapa, cuma sebatas itu saja sebab kami belum pernah resmi berkenalan. Pada suatu waktu, seperti biasa saat berangkat sekolah melalui depan rumahku, tiba-tiba Tamara datang menghampiriku, suatu kejaian yang diluar kebiasaan, hatiku mulai dag dig dug ada apa gerangan ini.Sepertinya Tamara juga berjalan ke arahku dengan agak ragu-ragu,
“hai mas lagi ngapain ?” tanyanya ,
“ lagi manasin motor” jawabku, aduh wajah cantik ini sekarang bener-bener dapat kunikmati dari dekat.
“ maaf mas, boleh Tamara minta tolong mas Eros “ katanya masih dengan nada ragu-ragu,
“ mas Eros ada computer dirumah” lanjutnya , “ada” , jawabku,
“saya dapat tugas dari sekolah mas, boleh pinjam Komputer , untuk ngetik laporan, kalau ke rental waktunya sedikit, & tidak boleh bapak kalau pulang malam” celotehnya, weesss kesempatan nih, naluri buaya saya mulai terusik,
“ Ooo gitu boleh dik Tamara , ntar malam ya, tunggu saya dari kantor ya paling abis magrib saya telah datang” jawabku , “kalau mau pake internet juga boleh” lanjutku, “bener mas!! Kebetulan saya juga harus cari data di internet mas” katanya,
“ya udah ntar malam , ya , kalau saya dah pulang maen aja kesini “ kemudian setelah pamit ia kembali jalan membelakangiku, oooo .. memang Tamara gadis cantik, terus kuperhatikan , keliahatan lehernya kecil putih & jenjang & rambut halus, seharian di kantor saya membayangkan wajah cantik Tamara, & apa yang ntar malam terjadi, sambil menyusun rencana busuk.
Akhirnya jam 18.30 saya hingga dirumah & langsung mandi, sekitar jam 19.00 bel rumah berbunyi, hehehe ini saat yang ditunggu-tunggu, saya lansung keluar membuka pagar, anjriiiiiiiit ternyata betul si Tamara , cantik banget, pakai span jean mini , & baju merah muda dengan lengan pendek, Kulitnya yang putih mulus dihiasi dengan rambut haluss, suatu pemandangan yang luar biasa mempesona. “ malam mas” sapanya ,
“malam dik Tamara” balasku,“ sendirian aja, deshi sama salma kemana ?” tanyaku,
“ ada mas dirumah lagi belajar juga” jawabnya, “ oo gitu, ayo masuk, jangan sungkan-sungkan, laptopnya telah mas nyalahin kok” kata saya mempersilahkan. Kemudian Tamara langsung menuju laptopku yang telah saya nyalain.
Saya langsung ke dalem ambil minuman & makanan kecil yang telah saya siapin kebetulan saya tadi sempat mampir di mini market, tak lupa saya tuangkan sebungkus bubuk perangsang yang beberapa hari kemarin saya pesen melalui toko sex online dr Surabaya 75 rb.
4 bungkus, “ kok repot2 mas”katanya,
“ga kebetulan ada kok” jawabku , “ dilanjut ya dik, saya nonton TELEVISI “ kata saya , saya langsung nyalahin TELEVISI & nonton tidak jauh dari ia, sambil nonton sekali-sekali saya lirik ia, sambil kepala saya geleng2, “ hm, emang cantik wanita ini, pacuma mulus bener, dalemannya gimana ya” kata bathinku, saya terus nonton TELEVISI & sempat kuliat ia minum jus jambu yang telah kuseiakan, entar lagi kena nih.
Sekitar 10 menit kemudian “mas!” “ ya Tamara ada apa?” jawabku,
“ boleh buka internet?” tanyanya,
“ silahkan aja , tau caranya kan” jawabku ,
“ya mas” jawabnya. Kebetulan komputerku telah saya set , begitu masuk internet explorer langsung masuk web site duniabola99.com yang isinya foto2 bugil & cerita seru juga, saya lirik ia ternyata ia masih buka situ situ tidak browsing yang lain.
Kulihat mukanya telah bersemu merah, mungkin obat perangsang yang saya berikan juga telah mulai bekerja.
“mas “ tiba2 ia memanggil,“ ada apa Tamara “ saya langsung berdiri & mendekatinya.
” Cara buka ini gimana?” katanya, rupanya ia mau buka cerita seru yang judulnya” bercinta dengan ABG “ , padahal kalau mau niat buka tinggal klik ..aja tidak usah panggil aku, hmmm.
Pasti dah horny nih anak, kemudian saya langsung pegang mouse sementara tangannya masih diatasnya, sambil kugenggam tangannya, ia diam aja, tercium wangi rambutnya, & paha atasnya terlihat putih mulus sebab saya sambil jongkok dibelakangnya, tinggal klik aja dik kata saya sambil mengarahkan kursor, “rambutmu wangi sekali dik “ kata saya tidak sadar “ ah mas dapat aja “ jawabnya.
“ mas kerap liat gambar & cerita seperti ini ya” tanya ,
“ iya dik, mas kan masih sendiri, kesepian tiap malam, jadi ya buat hiburan aja” , “ memang mas belum pernah melakukan” tanyanya, waaah anak ini tanyanya telah mulai menjurus Kontolku kurasa tambah besar.
“ ya pernah sih dulu ma pacar, tetapi sekarang dah putus” jawabku,
“ mang sampai ngapain aja, ML juga kah”tanyanya.
“ iyalah “ jawabku, “
dik Tamara sudah punya pacar?” tanyaku,
“sudah mas, teman satu sekolah ” jawabnya,
“ dah ngapain aja” tanyaku, “ cium-cium biasa aja mas, trus pacarku meremas toketku, itu aja “ jawabnya ,
“ enak ga? “ tanya saya “
enak juga mas” jawabnya,
“belum pernah lebih, kayak pegang kontol atau punyamu diisep “ tanya saya ,
“belum mas, emang enak gitu”katanya,
“ ya enaklah maucoba?” tanya saya iseng, ia tersenyum & kemudian diam aja, wah saya bingung nih apa maksud senyumnya mau apa tak ya, kulihat nafasnya aga memburu, & duduknya gelisah sambil matanya tetap menatap laptopku.Setelah diam sejenak saya yang masih berada dibelakangnya memberanikan diri , menciumi rambutnya, ia diam saja, terus ke arah tengkuknya , Tamara tetep diam aja, nafasnya tambah memburu & kontolku telah semakin besar, saya coba tempelkan burungku di punngungnya sambil terus mencium rambut & tengkuknya.
“dik” kamu cantik sekali, bolehkah mas menciumu, mas dah tidak tahan” bisikku di deket telinganya, ia diam aja terus tanganku langsung turun meraba pacuma yang putih mulus & berbulu, kuraba-raba terus , akhirnya ia tidak tahan & membalikkan badan langsung mencium bibirku,
“ mas saya juga pingin” katanya, terus kami berciuman bibir hingga lidah…lama sekali sambil tanganku meraba pacuma & punggungnya, toketnya yang kecil terasa menempel di di dada saya begitu pula Kontolku menempel di perutnya.
“ dik pindah ke sofa yuk” bisikku , tanpa menunggu jawaban kutuntun ia ke sofa sambil terus berciuman, gila… enak sekali ABG ini, ciumannya telah professional banget, dudukkan di sofa & kemudian kubaringkan, tanganku telah mulai bergerilya ia atas dadanya yang masih tertutup bajunya,
“ sayang dibuka dikit ya bajunya” bisikku, ia diam saja, berarti ya nih, sambil terus berciuman, tanganku membuka baju atasnya sekaligus kait bh, kumasukkan tanganku ke toketnya & kuremas pelan-pelan , ia menggelinjang menahan kenikmatan.
Kubuka sedikit lagi, & terlihat bukit kecil yang amat indah, toket putih, dengan punting yang merah jambu , masih amat kenyal sekali, tanpa kusadari tangannya telah mengelus-elus Kontolku , saya semakin semangat mengulum bibir & lidahnya terus saya geser ke lehernya, leher jenjang yang putih, kukecup berkali-kali, ia mulai bersuara.
“ oooh…oooh..geli mas…enakk” saya tak perduli langsung saya pindah ke dadanya , kukulum putingnya & kupijat-pijat sekitar putingnya dengan lidahku , nafasnya semakin memburu, & tangannya mulai membuka kancing celanaku.
Akhirnya tersembulah batang torpedoku yang besar, ia terus mengelus-elus dengan tangannya yang kecil mungil, kubuka seluruh baju atasnya sehingga ia Topless, badannya baik sekali, putih kecil , tangannya yang kecil panjang ditumbuhi rambut halus.
Terus ku kulum & kupijat toketnya kanan & kiri bergantian, kepalanya semakin mendongak menahan nikmat, & tangannya melepas torpedoku & menjambak rambutku & semakin menekan kepala saya kedadanya.“ dik mau hisap Burungku gak” bisikku ,
“ tidak tau caranya mas” jawabnya,
“ biasa aja, anggap saja makan eskrim jilat & kulum, tetapi jangan hingga kena gigi” kataku,
“ kucoba ya mas” jawabnya kemudian langsung ia melorot, tanganya yang mungil memegang pangkal torpedoku sambil dipijat, lidahnya mulai menjilat-jilat kepala torpedoku,
“ ooouuuch dik enak sekali” saya mulai meracau, “ kulum dik “ pintsaya ia mulai memasukkan torpedoku ke mulutnya yang kecil & merah., hampir tak muat torpedoku, & mulai mengocok, memaju mundurkan kepalanya” enaaaaak dik ..terus…” saya semakin meracau, tangannya masih memijit buah pelirku, sementara tanganku mencari toketnya & kuremas pelan-pelan.
Setelah sekitar 10 menit terasa cairan didalam torpedoku telah mendesak pingin keluar, dengan kenikmatan yang luar biasa kusemprotkan cairan sperma itu dimulutnya. “ Uaaaaaaaah …uaaaaaaah.enaaaak dik !!!” Beberapa kali kusemprot mulutnya, kemudian saya duduk di sofa dengan lemas, ia memutahkan kembali sperma yang kusemprotkan tadi di asbak ,
“ enak sekali dik sedotannmu , kamu cepat belajar” ,
“iya mas saya juga enaak”,
“ terimah kasih ya dik, mas puas banget hari ini”
“ sama-sama mas” jawabnya , sambil memakai BH & baju atasnya kembali.
“ dik mas boleh minta lagi kapan2 , mas janji mas akan puaskan adik “ kataku,
“ boleh mas, besok malam saya kesini lagi, tugas jg belum selesai, ya udah mas dah malem, met ketemu besok” pamitnya.
Semalaman saya tak dapat tidur, gambaran kejaian tadi terus menari-nari iatas pembaringanku, berutung sekali saya kontrak rumah disini, dapat mendapatkan gadis ABG secantik ia, besok malam janji datang lagi.
Tak sabar saya menantikan malam berikutnya, pagi menjelang sang surya mulai menampakkan kekuasaannya terhadap dunia, seperti biasa saya bersiap ke kantor, sambil menunggu Tamara lewat, tak lama berselang Tamara telah kelihatan berjalan.
Dengan baju seragam sekolahnya putih abu-abu, seragam putih atas agak ketat sedangkan rok abu-abu bawahnya panjang, masih keliahatan amat cantik & segar.“pagi mas “ sapanya ,
“ pagi dik, eh dapat tidur gak semalem” tanyaku, ia tersenyum “ jam 12.00 baru dapat tidur” jawabnya,
“ntar malem jadi kesini lagi” tanyaku,
“ ya mas ngelanjutan tugas kemarin yang belum kelar” katanya, “ tugas apa tugas.” Candaku, ia tersenyum & berlalu dari hadapanku.
Kemudian pak arka bapak Tamara melalui “ dik eros terima kasih lo , Tamara telah dibantu ngerjain tugas” katanya,
“ iya, pak sama –sama, tak masalah kapan aja nanti saya bantu, mau kemana pak” jawabku sekaligus bertanya, “ ini mau bayar tagihan listrik” katanya, “ooo hati2 pak” kataku, kemudian pak arka langsung berlalu.
Hari itu dikantor saya telah tak kosentrasi bekerja, membayangkan apa yang terjadi nanti malam, setelah merapikan meja jam 16.30 saya langsung pulang perjalanan dari kantor kerumah 1 jam, 17.30 dah nyampe rumah & langsung mandi, terus saya nyalahin laptop, & nonton TV.
Sekitar jam 19.00 bel berbunyi” inilah saat2 yang ditunggu-tunggu “ kata bathinku, langsung ku buka pintu pagar & kembali saya terpaku., Tamara ternyata berpakaian yang lebih sexy lagi malam ini, ia pake kaos ketat tanpa lengan merah, & celana pendek merah pula, amat kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus, tiap ketemu kayaknya tambah cantik aja hehehe,
“ oee.. kenapa diam mas, saya tidak disuruh masuk” katanya menyadarkan lamunanku, “ ooo iya-iya silahkan masuk, sorry kamu cantik sekali sih maam ini” kata saya setelah melewati saya , kulirik dadanya, wah kelihatannya ia tidak pake BH, telah persiapan nih, saya juga cuma berpakaian kaos oblong, & celana pendek kolor aja.
“ langsung aja dik tugasnya dikerjain, bentar saya ambilin minum” kataku, kali ini udah tidak pake obat perangsang lagi.kulihat ia telah mulai ngerjain tugasnya, tak lama kemudian ia telah buka internet, saya diam saja sambil sekali-sekali melirik paha yang mulus sambil nonton TV.
Setelah beberapa lama telah tidak tahan rasanya langsung saya dekati ia, & kuserbu bibirnya dengan agak kasar, tetapi ternyata responnya amat positif, ia juga membalas serbuanku dengan semangat 45 , ternyata dari tadi Tamara juga telah horny.
Tanpa piker panjang kulepas kaosnya & memang benar Tamara memang tak memakai BH, saya tidak peduli kulepas juga kaosku, & langsung saya kulum, toketnya, kupijat-pijat dengan lidahku bergantian “mmmas ouhhh..ouhhh “ ia mulai meracau, tanganku mulai kuselipkan ke celana pendeknya , & ku setuh memeknya,Ternyata telah basah dengan cairan kewanitaannya, terus kumainkan jari tanganku di sekitar memeknya tanpa membuka celananya, & ia sendiri melakukan hal yang sama terhadap torpedoku, di remas-remas torpedoku yang telah membesar , yang besarnya hampir sama dengan pergelangan tangannya,
“ mas besar sekali punya mas” katanya , “ iya dik , itu yang akan muasin adik nanti” kataku, sambil terus mengulum putingnya yang telah amat mengeras & kenyal. Kunikmati keindahan ini sepenuh hatiku, kemudian saya bopong ia ke sofa, & kulorot celana pendeknya sekaligus celana dalamnya, wauwww benar-benar pemandangan yang amat indah,
Memeknya kecil, ditumbuhi rambut yang jarang, anehnya biarpun dig a begitu gemuk , tetapi memeknya menggunung amat bagus, terlihat cuma belahan dua daging yang ditempelkan, klitorisnya masih tersembunyi di dalam,
Paha hingga kakinya amat mulus putih, ramping & bulunya yang bikin saya tidak tahan, suatu keindahan yang alami, langsung aja kukulum kembali toketnya kuputer-puter dengan lidahku, langsung kususuri tubuhnya dengan lidahku, kujilatin semua dari mulai kening, wajahnya, lehernya, tangannya, kembali kedada,
Pelan-pelan turun ke perut kemudian ke pangkal pahanya, ia mulai meracau “ mmmmas enakk…masss enak..” kuteruskan aktivitasku pangkal pacuma kujilatin & kuputer-puter, kemudian kesisi berikutnya terus turun perlahan hingga ujung kakinya ,
Pindah ke jari kaki satunya teruss naik lagi ke arah pangkal pahanya, ia semakin meracau, kubuka liang Memeknya & dominasi warna merah muda terlihat didepanku, langsung kujilat & kusedot belahan memeknya,
Tamara semakin menggelinjang sambil mengangkat-angkat pacuma , kusapu terus lidahku di sekitar memeknya, kemudian ku sedot & kucucup klitorisnya, ia mengangkat pinggulnya lama & kedua tangannya menekan kepalsaya semakin dalam, kutusuk-tusuk bagian tengahnya dengan lidah.
Ia semakin meracau & cairan kenikmatan semakin mengalir dari sela-selanya, hmmmmm… nikmati sekali cairan perawan….” Ouhhhhh ahhhhhh. Ouuuuuh aaahhhh “ cuma itu yang terdengar dari bibir mungilnya, setelah sekitar 15 menit saya telah tak tahan,Kuposisikan badannya di sofa, punggungnya saya ganjal dengan bantal sofa yang ada, kemudian kuarahkan kepala torpedoku, ia langsung meraih torpedoku & digesek-gesekkan ke bagian tengah memeknya., ouuuuh nikmat mas…. Massukkkkkan mas, kembali ia meracau, shhettttt saya tidak perduli keperawananku mas….yang penting enaaaakkkkk ouch, Tamara mulai terbuai dan menikmati persetubuhan kami. Hingga akhirnya Tamara mulai ketagihan setiap hari kalau ada waktu luang Tamara main ke rumah izin untuk mengejrjakan PR tapi di selangi dengan ngentot perawan ABG.
-

Toned and brunette Tiffany Star gets fucked by Tommy huge cock

-

Cerita Sex Berhubungan Dengan Istri Juragan Atau Bosku Sendiri
Putri masih muda umurnya saat ini baru 30tahun, ia menikah dgn suaminya di saat dia berumur 20, sedangkan suaminya seorang duda beranak satu berumur 40tahun. Anak tirinya Ditta saat ini berumur 18tahun. Hingga kini Putri belum bisa memberi turunan ke suaminya, mungkin ini yang membuat tubuh Putri masih tetap seksi khususnya ke-2 buah dadanya yang tetap kuat.

Cersex Terbaru – Ini hari suaminya memang pulang telat karena harus melayani rekanan kerja dan Ditta sendiri bermalam di rumah temannya, sekarang ini Putri sendiri di rumah. Malam makin terlarut, udara dingin karena hujan dan kesepian tidak ada yang temani bercakap membuat Putri mulai mengantuk, tanpa berasa Putri mulai tertidur di atas sofa. Jam didinding mulai memperlihatkan pas jam 1, sedangkan Putri yang lelap dalam tidurnya tidak mengetahui blouse yang tutupi tubuhnya sudah tidak tutupi tubuhnya secara prima, tali blousenya sudah tidak dipundaknya tetapi sudah ada ditangannya, ini membuat ke-2 buah dadanya kelihatan dgn terang, sedangkan di bagian bawah sudah terangkut hingga lembah kepuasannya yang ditutupi oleh rambut hitampun kelihatan dgn terang.
Waktu itu di luar Kelihatan sebuah kendaraan masuk pelataran rumah Putri, dari dalam kendaraan turun seorang pemuda memiliki badan atletis, pemuda ini selanjutnya buka pintu belakang kendaraan, sang pemudapun kelihatan masukkan 1/2 tubuhnya di dalam kendaraan, selang tidak lama sang pemuda dgn cukup 1/2 menggeret menolong keluar seorang lelaki 1/2 baya pada keadaan mabok sekali, sesudah lelaki 1/2 baya itu ada di luar kendaraan, pemuda itu mulai memapah lelaki itu mengarah pintu rumah Putri sambil tidak lupa tutup pintu kendaraan dan mengamankannya.
Sampai dimuka pintu, pemuda itu keluarkan kunci pintu dan buka pintu itu sambil masih tetap memapah lelaki itu, sesampai di dalam pemuda itu tidak lupa tutup pintu rumah dan mengamankannya lagi, selanjutnya pemuda itu memapah lelaki itu ke arah ruang tidur, waktu jalan ke arah ruang tidur pemuda itu hentikan jalannya di ruangan keluarga, matanya terbeliak menyaksikan panorama yang menghidupkan birahi, ia menyaksikan ke-2 buah dada Putri yang putih dan mulus lembah kepuasannya yang ditutupi oleh rambut hitam, menyaksikan itu semua sang pemudapun menelan air liurnya berulang-kali sementara, sisi bawah tubuhnya pelan-pelan mulai bergerak.
Tanpa menghabiskan waktu kembali pemuda itu dgn cepat memapah tubuh bossnya yang mabok berat mengarah ruang tidur, yang memang tidak terlampau jauh dgn ruangan keluarga, sesudah merebahkan tubuh bossnya dan buka sepatunya, pemuda itu keluar kamar tidur dan tutup pintunya, selanjutnya ia ke arah lagi keruangan keluarga di mana Putri tetap lelap dalam tidurnya, sesampai dimuka Putri tanpa menghabiskan waktu kembali pemuda itu mulai melepas pakaian, sepatu, celana dan celana dalamnya, hingga tubuh atletisnya tidak kenakan satu helai benangpun.
Terlihat kemaluan pemuda itu sudah berdiri dgn tegak sekali. Pelan-pelan pemuda itu mulai duduk selain Putri, ke-2 tangannya mulai meremas-remas ke-2 buah dada Putri, dgn penuh gairah pemuda itu mulai menjilat-jilati putting susu Putri dan terkadang diterpali dgn sedotan-sedotan, mulut bekerja tanganpun tidak ingin ketinggal, tangan yang satu meremas-remas buah dada Putri, dan yang satunya mulai mengelus-elus lembah kepuasan Putri, saat tangannya mulai sentuh kemaluan Putri, ia rasakan Kemaluan Putri sudah basah, kelihatannya Putri sedang mimpi ditiduri, selanjutnya pemuda itu mulai masukkan jemari tengahnya di dalam lubang Putri yang sudah basah itu, dgn pergerakan pelan-pelan dikeluar masukan jarinya itu dikemaluan Putri.
Semua laganya itu membuat Putri mulai mendesah kenikmatan, entahlah karena karena tindakan sang pemuda atau karena ia sedang nikmati mimpinya. Sesudah rasakan kemaluan Putri makin basah pemuda itu selanjutnya keluarkan jemari tangannya, lantas dia mulai mengangkangkan ke-2 kaki Putri dan arahkan kemaluannya kekemaluan Putri, dgn pelan-pelan sang pemuda mulai mendesakkan kemaluannya kelubang kemaluan Putri, sang pemuda tidak ingin tergesa-gesa masukkan kemaluannya ia takut Putri terjaga, pelan-pelan tangkai kemaluan sang pemuda mulai masuk ke lubang kemaluan Putri, dia rasakan kemaluan Putri benar-benar sempit sekali, kelihatannya kemaluan Putri jarang-jarang digunakan atau kemaluan suaminya kecil hingga lubang kemaluan Putri masih sempit, dikit demi sedikit kemaluannya mulai tenggelam dilubang kemaluan Putri, dgn pergerakan perlahan-lahan sang pemuda mulai turunkan tubuhnya hingga tempatnya mulai menindih tubuh Putri dan ke-2 tangannya mulai disembunyikan kebadan Putri.
Sambil merengkuh tubuh Putri dgn cukup kuat dan bibirnya mulai mengulum bibir Putri, sang pemuda memasukkan kemaluannya dalam-dalam di dalam lubang kemaluan Putri, karena pergerakan itu Putri tersentak dan terjaga dari tidurnya, matanya terbeliak saat menyaksikan muka sang pemuda, tetapi Putri tidak dapat berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh sang pemuda, Putri rasakan tidak cuma mulutnya saja yand sedang dilumat tetapi kemaluannya juga sedang disumpal oleh kemaluan sang pemuda ini, dan Putri mulai rasakan sang pemuda gerakkan kemaluannya dilubang kemaluannya.
Blesssleepbleessslepppbleess.sleeeppp.. Kelihatan Mata Putri yang semula terbeliak karena terkejut pelan-pelan mulai menurun sayu, kelihatannya Putri mulai rasakan kepuasan ditiduri oleh sang pemuda, Putri mengenal sang pemuda sebagai Helga salah seorang bawahan suaminya, yang ia tidak memahami bagaimana Helga dapat masuk ke tempat tinggalnya dan bagaimana Helga dapat dgn bebasnya masukkan kemaluannya di dalam lubang kemaluannya, tapi Putri tidak ingin berpikiran banyak mengenai hal tersebut yang ada pada pikirannya saat ini ialah nikmati sikatan kemaluan Helga. hmmhh.hhhmmmhhh.hhmmmhhhh kedengar desahan dari mulut Putri yang tetap dilumat oleh Helga, karena Helga takut jika dia bebaskan lumatannya Putri akan berteriak. Mata Putri mulai merem terbuka nikmati sikatan-sodokan kemaluan Helga yang besar jika dibanding dgn suaminya, menyaksikan Putri mulai nikmati entotannya Helga mulai berani melepas lumatan dibibir Putri dan memulai menjilat-jilati leher dan telinga Putri, laganya ini makin menambah desahan-desahan Putri makin jadi.
“Ouuhhhssshhhhh..aaahhhhh.Hellgggaa..kon toool llmuuuueenaakk sekali dan besar sshhhhaaahhhh” Putri mendesah kepuasan nikmati entotan Helga. “Hmmhhhh..slrrppp..hmmmm.kemaluan ibu eenaaakkkoohhhh.sslrrpppp.seempiitt sekali ooohhhh.slllrrpppp..” Helga melenguh kenikmatan rasakan kemaluan Putri yang masih sempit sambil masih tetap mengsedot-sedot buah dada Putri.
Putri rasakan kepuasan duniawi yang tidak pernah dia alami awalnya, sepanjang pernikahannya dgn suaminya tidak pernah ia rasakan enaknya ditiduri, sejauh ini suaminya selalu capai kepuasan lebih dulu, sedangkan dia belum capai kepuasan, jangankan untuk capai orgasme, untuk rasakan kenikmatan saja Putri tidak pernah merasainya, berlainan dgn sekarang ini saat kemaluannya disikat-sodok oleh kemaluan Helga yang memang dalam ukuran saja semakin lebih besar serta lebih panjang dari punyai suaminya, apalagi Helga masih terbilang muda.
Ke-2 individu ini sudah tidak ingat apapun kembali selainnya nikmati persebadanan mereka yang makin mengganas, Helga makin cepat mengeluar masukan kemaluannya di dalam lubang kemaluan Putri yang makin basah, sedangkan Putri sendiri dgn semangat 45 menggoygkan bokongnya menyeimbangi pergerakan Helga, keringat sudah mengucur dari ke-2 tubuh mereka. “Ouughhh Helga.teruussss.ooughhh enaaakkkk.sekaalliii.oughhhh.tekaaaann yang dalam, Oughhh.puaskaannnakuuuu..yaaahhh,aaaahhhh.” Lenguhan Putri makin jadi.
Helga meng ikuti tekad Putri dgn menekan lebih dalam kemaluannya dilubang kemaluan Putri, dia rasakan ujungnya kepala kemaluannya sentuh sisi terdalam kemaluan Putri. “Aaagghhhakuuu..sudah tidak kuat laaagiiiiouugghhhh helllgggaa saya ingin keluar ough enaaaaakkkk sekali kemaluanlmuuuu..aaaagghhhhhh..Helga.akuuukeluaaarrrrr aaaaghhhhhhh”. Putri mengeluh.
“Srrr..cccreeet.ssssrrrrr..” pada akhirnya Putri capai pucuk kepuasannya, tubuhnya melafalkanng saat dia capai kepuasannya, kemaluannya berdenyut waktu keluarkan lahar kepuasannya, Helga sendiri rasakan kemaluan Putri seperti meremas-remas kemaluannya, Helgapun lantas menekan lebih dalam kemaluannya dan biarkan kemaluannya tenggelam sesaat di dalam lubang kemaluan Putri.
Putri merengkuh erat-erat Helga, sedangkan kakinya dia tautkan dgn kuat ada di belakang pinggul Helga, hingga kemaluannya Helga makin tenggelam dikemaluannya, sesaat selanjutnya Putri melepas dekapan dan hubungan kakinya dibadan Helga, sedangkan diwajahnya memancar kepuasan. “Helga kamu benar-benar luar biasa, sejauh ini tidak pernah saya alami enaknya bercinta”, Putri berbisik ditelinga Helga. Saya merasa sedap ngentot ibu, kemaluan ibu benar-benar sempit. Helga menyahut bisikan-bisikan Putri, sambil dgn pelan-pelan mulai memaju undurkan kembali kemaluannya.
Hmmmaahh..kamu belum keluar. Putri menanyakan, karena dia rasakan kemaluan Helga tetap keras. Hmm..kupikir kamu sudah usai. Belum, ibu masih ingin kembali? bertanya Helga. Hmmmmemang kamu bisa untuk aku senang kembali. Putri kembali menanyakan. He..he..kita coba, apa saya dapat buat ibu senang kembali atau tidak. Jawab Helga sambil mulai percepat pergerakannya, sedangkan tangannya mulai meremas-remas ke-2 bukit buah dada Putri. Kita ganti posisi, agar saya yang memacu kemaluanmu, saat ini kamu duduk. Putri menyahutnya, karena dia sendiri tidak ingin buang kesempatan kali ini.
Helga selanjutnya tarik badan Putri tanpa melepas kemaluannya dari lubang kemaluan Putri, dgn sedikit berputar-putar Helgapun lantas duduk disofa, sedangkan posisi Putri saat ini sudah dipangkuannya, dgn posisi ini Helga lebih bebas untuk main di susunya Putri, ke-2 tangannya dgn penuh gairah meremas-remas ke-2 bukit kembar Putri, mulutnyapun ikut-ikutan berlaga, ke-2 putting susu Putri bergiliran dijilati dan dikulum dan dihisap-sedot oleh Putri, tindakan Helga ini pelan-pelan mulai menghidupkan lagi birahi Putri, dgn pelan-pelan Putri mulai menaikturunkan pinggulnya, gesekan-gesekan kemaluan Helga didinding kemaluannya membuat birahinya mencapai puncak lagi dgn cepat.
Ouuughhh.Helgaiiiihiisaaaapppp.tteeeteeek kku..ooughhhhyyaaachhh.demikian aaaghhhh kemaluanmu sedap sekaaaliii Putri mengeluh sambil percepat pergerakan turun-naiknya. Klo ingin keluar kamuuuuu.kkassiihtahuuuyaachhhh.. Putri berbisik dalam telinga Helga.
Hmmhhhssslllrpppp..hhmmmmhh.ok..aaaagghh hhh.,. Helga menjawab sambil masih tetap mengsedot-sedot tetek Putri. Sleeppp..blessssleeppp.bleesss.slleeepppp.ble essss.. kemaluan Helga kelihatan masuk keluar dalam lubang kemaluan Putri dgn pesatnya, karena Putri pinggul Putri turun naik dgn cepat.
Putri benar-benar nikmati persebadanannya ini, gerakkannya makin cepat dan makin tidak teratur, lenguhan-lenguhan kepuasan mereka berduapun makin sering kedengar, nikmati persebadanan ini mereka berdua lupa dgn status mereka, dalam pikiran mereka cuman satu bagaimana capai kepuasan persebadanan ini.
OuughhhHelgaiiiiiakkuuuu.mauuuuu,keelll uuaaa rrrlagioooohhhhh.aaaagghhh enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii..kemaluanmuuuu Putri mengeluh saat dia merasa jika dia akan capai kembali pucuk kepuasannya. Sementara itu Helga merasa jika dia akan capai pucuk kepuasannya, Helga juga menolong Putri yang akan capai pucuk kepuasannya dgn menggenggam pinggul Putri dan menolong gerakkan pinggul Putri turun naik dgn cepat.
OuuughhhhhBuuu.aaakkkuuuu jugaaamau kelluaaaarrr..aaaagghhhhhh.. kemaluan ibuuuu enaaakkk sekaaalliiiiiooougghhhh.buuuuaku tidak taaahhaaannnlaagi. Helgapun mengeluh rasakan pucuk orgasmenya yang sudah diujung kepala kemaluannya.
Creeetttt.creeeettt.sssrrr..ccreeettt.. kemaluan Helga menyemprot airmaninya di dalam lubang kemaluan Putri, bersamaan dgn kemaluan Putri menyemprot lahar kepuasannya, Putri rasakan hangatnya sperma Helga didinding lubang kemaluannya, sedangkan Helga rasakan hangat dibatang kemaluannya karena disiram oleh lahar kepuasan Putri. Ke-2 nya berangkulan dgn kuat nikmati saat paling akhir pucuk kepuasan dari persebadanan mereka, ke-2 bibir mereka berpagutan dgn mesra, Putri sendiri dgn pelan-pelan menggoygkan pinggulnya nikmati beberapa sisa kepuasan dari kemaluan Helga.
Tidak lama berlalu Putri bergerak dari pangkuan Helga, dari lubang kemaluannya kelihatan cairan putih mulai mengucur perlahan-lahan, sedangkan kemaluan Helga yang mulai mengerut terlihat mengkilap karena cairan kepuasan Putri, ke-2 nya selanjutnya bergerak ke arah kekamar mHelga untuk bersihkan diri.
Sesudah bersihkan diri ke-2 nya kembali keruangan keluarga dan memulai kenakan pakaian mereka, lantas Helga mohon pamit pulang, diterpali oleh Putri dgn ciuman mesra dibibirnya, dan bisikan-bisikan mesra ditelinganya, Terima kasih yach, atas malam yang cantik ini Dibalas oleh Helga dgn senyum dan kata-kata yang memikat, Jika ibu ingin kepuasan kembali, kontak saya saja Putripun tersenyum atas bujukan Helga ini, Tentu, Sesudah Helga pulang, Putri ke arah ruang tidurnya, malam hari ini Putri tidur dgn pulas dimulutnya terukir senyuman kepuasan.
TAMAT
-

Video Bokep Miku Ohashi madi sambi main busa sabun

-

Cerita Sex Menikmati Hubungan Intim Pacar Sahabat Atau Temanku Sendiri
Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain.

Foto Bokep Korea – Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.
Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.
Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.
Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.
Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.
Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.
Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.
Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.
Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.
Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.
Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.
Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.
Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.
Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.
Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.
Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.
Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.
Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.
Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.
Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.
Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.
Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”
Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.
Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.
Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.
Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .
Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.
Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.
Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.
Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.
Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.
Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.
Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.
Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.
Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.
Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.
Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.
Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.
Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”
Narasi Seks Nikmati Keelokan Badan Kekasih Temanku
Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain. Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.
Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.
Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.
Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.
Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.
Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.
Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.
Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.
Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.
Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.
Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.
Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.
Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.
Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.
Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.
Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.
Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.
Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.
Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.
Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.
Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.
Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”
Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.
Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.
Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.
Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .
Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.
Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.
Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.
Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.
Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.
Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.
Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.
Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.
Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.
Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.
Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.
Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.
Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”
-

Cute Brunette Trinity Rae Gets Drilled

-

Foto Bugil cewek sexy cantik Marina Woods pakai stocking

Duniabola99.com – foto cewek cantik pakai stocking putih yang sangat hot dan mengoda memiliki toket yang kecil dan menampilkan memeknya yang tanpa bulu sambil mengangkang dengan lebar.
-

Hentai038

-

Kisah Memek Tante may pemuas napsu

Duniabola99.com – Setelah tamat dari SMU, aku mencoba merantau ke Jakarta. Aku berasal dari keluarga yang tergolong miskin. Di kampung orang tuaku bekerja sebagai buruh tani. Aku anak pertama dan memiliki dua orang adik perempuan, yang nota bene masih bersekolah. Judi Bola Sbobet
Aku ke Jakarta hanya berbekal ijazah SMU. Dalam perjalanan ke Jakarta, aku selalu terbayang akan suatu kegagalan. Apa jadinya aku yang anak desa ini hanya berbekal Ijazah SMU mau mengadu nasib di kota buas seperti Jakarta. Selain berbekal Ijazah yang nyaris tiada artinya itu, aku memiliki keterampilan hanya sebagai supir angkot. Aku bisa menyetir mobil, karena aku di kampung, setelah pulang sekolah selalu diajak paman untuk narik angkot. Aku menjadi keneknya, paman supirnya. Tiga tahun pengalaman menjadi awak angkot, cukup membekal aku dengan keterampilan setir mobil. Paman yang melatih aku menjadi supir yang handal, baik dan benar dalam menjalankan kendaraan di jalan raya. Aku selalu memegang teguh pesan paman, bahwa : mengendarai mobil di jalan harus dengan sopan santun dan berusaha sabar dan mengalah. Pesan ini tetap kupegang teguh.Di Jakarta aku numpang di rumah sepupu, yang kebetulan juga bekerja sebagai buruh pabrik di kawasan Pulo Gadung. Kami menempati rumah petak sangat kecil dan sangat amat sederhana. Lebih sederhana dari rumah type RSS ( Rumah Susah Selonjor). Selain niatku untuk bekerja, aku juga berniat untuk melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi. Dua bulan lamanya aku menganggur di Jakrta. Lamar sana sini, jawabnya selalu klise, ” tidak ada lowongan “.
Pada suatu malam, yakni malam minggu, ketika aku sedang melamun, terdengar orang mengucap salam dari luar. Ku bukakan pintu, ternya pak RT yang datang. Pak RT minta agar aku sudi menjadi supir pribadi dari sebuah keluarga kaya. Keluarga itu adalah pemilik perusahaan dimana pak RT bekerja sebagai salah seorang staff di cabang perusahaan itu. Sepontan aku menyetujuinya. Esoknya kami berangkat kekawasan elite di Jakarta. Ketika memasuki halaman rumah yang besar seperti istana itu, hatiku berdebar tak karuan. Setelah kami dipersilahkan duduk oleh seorang pembantu muda di ruang tamu yang megah itu, tak lama kemudian muncul seorang wanita yang tampaknya muda. Kami memberi hormat pada wanita itu. Wanita itu tersenyum ramah sekali dan mempersilahkan kami duduk, karena ketika dia datang, sepontan aku dan pak RT berdiri memberi salam ” selamat pagi”. Pak RT dipersilahkan kembali ke kantor oleh wanita itu, dan diruangan yang megah itu hanya ada aku dan dia si wanita itu.
” Benar kamu mau jadi supir pribadiku ? ” tanyanya ramah seraya melontarkan senyum manisnya. ” Iya Nyonya, saya siap menjadi supir nyonya ” Jawabku. ” jangan panggil Nyonya, panggil saja saya ini Ibu, Ibu Maya ” Sergahnya halus. Aku mengangguk setuju. ” Kamu masih kuliah ?” ” Tidak nyonya eh…Bu ?!” jawabku. ” Saya baru tamat SMU, tapi saya berpengalaman menjadi supir sudah tiga ahun” sambungku.Wanita itu menatapku dalam-dalam. Ditatapnya pula mataku hingga aku jadi slah tingkah. Diperhatikannya aku dari atas samapi kebawah. ” kamu masih muda sekali, ganteng, nampaknya sopan, kenapa mau jadi supir ?” tanyanya. ” Saya butuh uang untuk kuliah Bu ” jawabku. ” Baik, saya setuju, kamu jadi supir saya, tapi haru ready setiap saat. gimana, okey ? ” ” Saya siap Bu.” Jawabku. ” Kamu setiap pagi harus sudah ready di rumah ini pukul enam, lalu antar saya ke tempat saya Fitness, setelah itu antar saya ke salon, belanja, atau kemana saya suka. Kemudian setelah sore, kamu boleh pulang, gimana siap ? ” ” Saya siap Bu” Jawabku. ” Oh..ya, siapa namamu ? ” Tanyanya sambil mengulurkan tangannya. Sepontan aku menyambut dan memegang telapak tangannya, kami bersalaman. ” Saya Leman Bu, panggil saja saya Leman ” Jawabku. ” Nama yang bagus ya ? tau artinya Leman ? ” Tanyanya seperti bercanda. ” Tidak Bu ” Jawabku. ” Leman itu artinya Lelaki Idaman ” jawabnya sambil tersenyum dan menatap mataku. Aku tersenyum sambil tersipu. lama dia menatapku. Tak terpikir olehku jika aku bakal mendapat majikan seramah dan se santai Ibu Maya. Aku mencoba juga untuk bergurau, kuberanita diri untuk bertanya pada beliau. ” Maaf, Bu. jika nama Ibu itu Maya, apa artinya Bu ? ” ” O..ooo, itu, Maya artinya bayangan, bisa juga berarti khayalan, bisa juga sesuatu yang tak tampak, tapi ternyata ada.Seperti halnya cita-citamu yang kamu anggap mustahil ternyata suatu saat bisa kamu raih, nah,,,khayalan kamu itu berupa sesuiatu yang bersifat maya, ngerti khan ? ” Jawabnya serius. Aku hanya meng-angguk-angguk saja sok tahu, sok mengerti, sok seperti orang pintar.
Jika kuperhatikan, body Ibu Maya seksi sekali, tubuhnya tidak trlampau tinggi, tapi padat berisi, langsing, pinggulnya seperti gitar sepanyol. Ynag lebih, gila, pantatnya bahenol dan buah dadanya wah…wah…wah…puyeng aku melihatnya.
Dirumah yang sebesar itu, hanya tinggal Ibu Maya, Suaminya, dan dua putrinya, yakni Mira sebagai anak kedua, dan Yanti si bungsu yang masih duduk di kelas III SMP, putriny yang pertama sekolah mode di Perancis. Pembantunya hanya satu, yakni Bi Irah, tapi seksinya juga luar biasa, janda pula !Ibu Maya memberi gaji bulanan sangat besar sekali, dan jika difikir-fikir, mustahil sekali. Setelah satu tahu aku bekerja, sudah dua kali dia menaikkan agjiku, Katanya dia puas atas disiplin kerjaku. Gaji pertama saja, lebih dari cukup untuk membayar uang kuliahku. Aku mengambil kuliah di petang hari hingga malam hari disebuah Universitas Swasta. Untuk satu bulan gaji saja, aku bisa untuk membayar biaya kuliah empat semster, edan tenan….sekaligus enak…tenan….!!! dasar rezeki, tak akan kemana larinya.
Masuk tahun kedua aku bekerja, keakraban dengan Ibu Maya semakin terasa. Setelah pulang Fitness, dia minta jalan-jalan dulu. Yang konyol, dia selalu duduk di depan, disebelahku, hingga terkadang aku jadi kagok menyetir, eh…lama lama biasa.
Disuatu hari sepulang dari tempat Fitnes, Ibu Maya minta diatar keluar kota. Seperti biasa dia pindah duduk ke depan. Dia tak risih duduk disebelah supir pribadinya. Ketika tengah berjalan kendaraan kami di jalan tol jagorawi, tiba-tiba Ibu maya menyusuh nemepi sebentar. Aku menepi, dan mesin mobil BMW itu kumatikan. Jantungku berdebar, jangan-jangan ada kesalahan yang aku perbuat.
” Man,?, kamu sudah punya pacar ? ” Tanyanya. ” Belum Bu ” Jawabku singkat. ” Sama sekali belum pernah pacaran ?” ” Belum BU, eh…kalau pacar cinta monyet sih pernah Bu, dulu di kampung sewaktu SMP” ” Berapa kali kamu pacaran Man ? sering atau cuma iseng ?” tanyanya lagi. Aku terdiam sejenak, kubuang jauh-jauh pandanganku kedepan. Tanganku masih memegang setir mobil. Kutarik nafas dalam-dalam. ” Saya belum pernah pacaran serius Bu, cuma sebatas cintanya anak yang sedang pancaroba” Jawabku menyusul. ” Bagus…bagus…kalau begitu, kamu anak yang baik dan jujur ” ujarnya puas sambil menepuk nepuk bahuku. Aku sempat bingung, kenapa Bu Maya pertanyaannya rada aneh ? terlalu pribadi lagi ? apakah aku mau dijodohkan dengan salah seorang putrinya ? ach….enggak mungkin rasanya, mustahil, mana mungkin dia mau punya menantu anak kampung seprti aku ini ?!
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kepuncak, bahkan sampai jalan-jalan sekedar putar-putar saja di kota Sukabumi. Aku heran bin heran, Bu Maya kok jalan-jalan hanya putar-putar kota saja di Sukabumi, dan yang lebih heran lagi, Bu Maya hanya memakai pakaian Fitness berupa celana training dan kaos olah raga. Setelah sempat makan di rumah makan kecil di puncak, hari sudah mulai gelap dan kami kembali meneruskan perjalanan ke Jakarta. Ditengah perjalanan di jalan yang gelap gulita, Bu Maya minta untu berbelok ke suatu tempat. Aku menurut saja apa perintahnya. Aku tak kenal daerah itu, yang kutahu hanya berupa perkebunan luas dan sepi serta gelap gulita. Ditengah kebun itu bu Maya minta kaku berhenti dan mematikan mesin mobil. Aku masih tak mengerti akan tingkah Bu Maya. Tiba-tiba saja tangan Bu Maya menarik lengaku. ” Coba rebahkan kepalamu di pangkuanku Man ?” Pintanya, aku menurut saja, karena masih belum mengerti. Astaga….setelah aku merebahkan kepalaku di pangkuan Bu Maya dengan keadaan kepala menghadap keatas, kaki menjulur keluar pintu, Bu Maya menarik kaosnya ketas. Wow…samar-samar kulihat buah dadanya yang besar dan montok. Buah dada itu didekatkan ke wajahku. Lalu dia berkata ” Cium Man Cium…isaplah, mainkan sayang …?” Pintanya. Baru aku mengerti, Bu Maya mengajak aku ketempat ini sekedar melampiaskan nafsunya. Sebagai laki-laki normal, karuan saja aku bereaksi, kejantananku hidup dan bergairah. Siapa nolak diajak kencan dengan wanita cantik dna seksi seperti Bu Maya.Kupegangi tetek Bu Maya yang montok itu, kujilati putingnya dan kuisap-isap. Tampak nafas Bu Maya ter engah-engah tak karuan, menandakan nafsu biarahinya sedang naik. Aku masih mengisap dan menjilati teteknya. Lalu bu Maya minta agar aku bangun sebentar. Dia melorotkan celana trainingnya hingga kebawah kaki. Bagian bawah tubuh Bu Maya tampak bugil. Samar-samar oleh sinar bulan di kegelapan itu. ” Jilat Man jilatlah, aku nafsu sekali, jilat sayang ” Pinta Bu Maya agar aku menjilati memeknya. Oh….memek itu besar sekali, menjendol seperti kura-kura. tampaknya dia sedang birahi sekali, seperti puting teteknya yang ereksi. Aku menurut saja, seperti sudah terhipnotis. Memek Bu Maya wangi sekali, mungkin sewaktu di restauran tadi dia membersihkan kelaminnya dan memberi wewangian. Sebab dia sempat ke toilet untuk waktu yang lumayang lama. Mungkin disana dia membersihkan diri. Dia tadi ke tolilet membawa serta tas pribadinya. Dan disana pula dia mengadakan persiapan untuk menggempur aku. Kujilati liang kemaluan itu, tapi Bu Maya tak puas. Disuruhnya aku keluar mobil dan disusul olehnya. Bu Maya membuka bagasi mobil dan mengambil kain semacam karpet kecil lalu dibentangkan diatas rerumputan. Dia merebahkan tubuhnya diatas kain itu dan merentangnya kakinya. ” Ayo Man, lakukan, hanya ada kita berdua disini, jangan sia-siakan kesempatan ini Man, aku sayang kamu Man ” katanya setengah berbisik, Aku tak menjawab, aku hanya melakukan perintahnya, dan sedikit bicara banyak kerja. Ku buka semua pakaianku, lalu ku tindih tubuh Bu Maya. Dipeluknya aku, dirogohnya alat kelaminku dan dimasukkan kedalam memeknya. Kami bersetubuh ditengah kebun gelap itu dalam suasana malam yang remang-remang oleh sinar gemintang di langit. Aku menggenjot memek Bu Maya sekuat mungkin. ” jangan keluar dulua ya ? saya belum puas ” Pintanya mesra. Aku diam saja, aku masih melakukan adegan mengocok dengan gerakan penis keluar masuk lubang memek Bu Maya. Nikmat sekali memek ini, pikirku. Bu Maya pindah posisi , dia diatas, dan bukan main permainannya, goyangnyanya.
” Remas tetekku Man, remaslah….yang kencang ya ?” Pintanya. Aku meremasnya. ” Cium bibirku Man..cium ? Aku mencium bibir indah itu dan kuisap lidahnya dalam-dalam, nikmat sekali, sesekali dia mengerang kenikmatan. ” Sekarang isap tetekku, teruskan…terus…..Oh….Ohhhh…..Man…Leman…Ohhh…aku keluar Man….aku kalah” Dia mencubiti pinggulku, sesekali tawanya genit. ” kamu curang….aku kalah” ujarnya. ” Sekarang gilirang kamu Man….keluarkan sebanyak mungkin ya? ” pintanya. ” Saya sudah keluar dari tadi Bu, tapi saya tetap bertahan, takut Ibu marah nanti ” Jawabku. ” Oh Ya?…gila..kuat amat kamu ?!” balas Bu Maya sambul mencubit pipiku.
” Kenapa Ibu suka main di tempat begini gelap ?” ” Aku suka alam terbuka, di alam terbuka aku bergairah sekali. Kita akan lebih sering mencari tempat seperti alam terbuka. Minggu depan kita naik kapal pesiarku, kita main diatas kapal pesiar di tengah ombak bergulung. Atau kita main di pinggir sungai yang sepi, ah… terserah kemana kamu mau ya Man ?”Selesai main, setelah kami membersihkan alat vital hanya dengan kertas tisue dan air yang kami ambil dari jiregen di bagasi mobil, kami istirahat. Bu Maya yang sekarang tidur di pangkuanku. Kami ngobrol panjang lebar, ngalor ngidul. Setelah sekian lama istirahat, kontolku berdiri lagi, dan dirasakan oleh kepala Bu maya yang menyentuh batang kejantananku. Tak banyak komentar celanaku dibukanya, dan aku dalam sekejap sudah bugil. Disuruhnya aku tidur dengan kaki merentang, lalu Bu Maya membuka celana trainingnya yang tanpa celana dalam itu. Bu Maya mengocok-ngocok penisku, diurutnya seperti gerakan tukang pjit mengurut tubuh pasiennya. Gerakan tangan Bu Maya mengurut naik-turun. Karuan saja penisku semakin membesar dan membesar. Diisapnya penisku yang sudah ereksi besar sekali, dimainkannya lidah Bu Maya di ujung penisku. Setelah itu, Bu Maya menempelkan buah dadanya yang besar itu di penisku. Dijepitkannya penisku kedalam tetek besar itu, lalu di goyang-goyang seperti gerakan mengocok. ” Giaman Man ? enah anggak ? ” ” Enak Bu, awas lho nanti muncrat Bu” jawabku.. ” Enggak apa, ayo keluarkan, nanti kujilati pejuhmu, aku mau kok ?!” . Bu Maya masih giat bekerja giat, dia berusaha untuk memuaskan aku. Tak lama kemudian, Bu Maya naik keposisi atas dan seperti menduduki penisku, tapi lobang memeknya dimasuki penisku. Digoyang terus…hingga aku merasakan nikat yang luar biasa. Tiba -tiba Bu Maya terdiam, berhenti bekerja, lalu berjata :” Rasakan ya Man ? pasti kamu bakal ketagihan ” Aku membisu saja. dan ternya Ohh….memek Bu Maya bisa melakukan gerakan empot-empot, menyedot-nyedot dan meng-urut-urut batang kontolku dari bagian kepala hingga ke bagian batang bawah, Oh….nikmat sekali, ini yang namanya empot ayam, luar biasa kepiawaian Bu Maya dalam bidang oleh seksual. ” Enak syang ?” tanyanya. Belum sempat aku menjawab, yah….aku keluar, air maniku berhamburan tumpah ditenga liang kemaluan Bu Maya.
” Itu yang namanya empot-empot Man, itulah gunanya senam sex, berarti aku sukses l;atihan senam sex selama ini ” Katanya bangga. ” Sekarang kamu puasin aku ya ? ” Kata Bu Maya seraya mengambil posisi . Ku tancapkan lagi kontolku yang masih ereksi kedalam memek bu Maya, Ku genjot terus. ” Yang dalam man…yang dalam ya..teruskan sayang…? oh….enak sekali penismu…..oh….terus sayang ?!” Pinta Bu Maya. Aku masih memuaskan Bu Maya, aku tak mau kalah, kujilati pula lubang memeknya, duburnya dan seluruh tubuhnya. Ternyata Bu Maya orgasme setelah aku menjlati seluruh tubuhnya. ” kamu pintar sekali Man ? belajar dimana ? ” ” Tidak bu, refleks saja” Jawabku.
Sebelum kami meninggalkan tempat itu, Bu Maya masih sempat minta satu adegan lagi. Tapi kali ini hanya sedikit melorotkan celana trainingnya saja. demikian pula aku, hanya membuka bagian penis saja. Bu Maya minta aku melakukanya di dalam mobil, tapi ruangannya sempit sekali. Dengan susah payang kami melakukannya dan akhirnya toh juga mengambil posisinya berdiri dengan tubuh Bu Maya disandarkan di mobil sambil meng-angkat sedikit kaki kanannya.Sejak saat malam pertama kami itu, aku dan Bu Maya sering bepergian keluar kota, ke pulau seribu, ke pinggir pantai, ke semak-semak di sebuah desa terpencil, yah pokoknya dia cari tempat-tempat yang aneh-aneh. Tak kusadari kalau aku sebenarnya menjadi gigolonya Bu Maya. Dan beliaupun semakin sayang padaku, uang mengalir terus ke kocekku, tanpa pernah aku meminta bayaran. Dia menyanggupi untuk membiayai kuliah hingga tamat, asal aku tetap selalu besama Bu Maya yang cantik itu.
-

Kisah Memek Masturbasi Dengan Bantal Guling

Duniabola99.com – Aq hidup sendirian, dgn cara yg jauh lebih sederhana daripada ketika masih bersuami. Sebagian besar gajiku habis untuk makan sehari-hari dan membeli pakaian. Sewaktu masih bersuami, aq tak begitu peduli dgn pakaian, sehingga tak banyak membelinya.Kini, setelah bekerja, aq memerlukan pakaian-pakaian yg sesuai. Selain itu, aq juga mulai menata masa depan: aq sekolah lagi, kursus bahasa Inggris. Setiap akhir bulan, hanya sedikit yg bisa ku sisakan untuk menambah tabungan.
Tempat tinggal ku tertata rapi. Ada 1 kamar tidur, dapur kecil, kamar mandi dan ruang tamu. Sepi sekali rasanya hidup sendirian pada bulan-bulan pertama.Tetapi entah knp, aq mulai menyukai kesendirian itu. Terlebih lagi, baru kali ini aq merasa mengurus diriku sendiri, setelah sejak lahir diurus orang lain. Bahkan semasa remaja sampai menikah pun hidupku selalu diintervensi orang lain. Kini aq bebas, dan ternyata melegakan!Kehidupan sex ku kini muncul kembali, setelah lama tak tersentuh. Aq tak punya teman khusus pria, dan perlahan-lahan kebutuhan sex aq penuhi secara mandiri. Betul-betul lengkap rasanya kesendirian ku; tak ada suami pemberi nafkah, tak ada laki-laki pemuas dahaga birahi. Semuanya kujalankan sendiri saja.
Jika birahi ku datang, pada saat sendirian menonton TV, aq akan menutup semua korden. Volume TV ku besarkan, lampu aq padamkan. Duduk di sofa, aq angkat kedua kaki ku, bersandar santai ke jok yg empuk. Di dlm rumah, aq tak pernah memakai pakaian dlm, dan daster longgar adalah satu-satunya pembalut tubuhku. Dgn kaki terkangkang dan mata setengah terpejam, aq menikmati tangan dan jariku sendiri.
Aq biasanya mulai dgn mengelus-elus daerah sekitar kewanitaan ku yg terasa hangat. Telapak tangan q dgn ringan menekan-nekan bagian atas, tempat bulu-bulu halus yg menghitam lebat. Pada saat seperti itu, kedua tangan ku aktif di bawah sana. Yg satu mengusap-usap bagian atas, yg lain meraba-raba bibir-bibirnya, menguak sedikit dan menyentuh-nyentuh bagian dlm yg cepat sekali menjadi basah.
Dgn ibu jari, ku tekan-tekan pula klitoris ku, yg selalu tersembunyi di balik kulit kenyal. Aq sering mendesah nikmat setiap kali klitoris itu seperti tergelincir ke kiri ke kanan akibat perlakuan tanganku. Dgn cepat, rasa hangat menyebar ke seluruh tubuh ku, dan cairan-cairan cinta terasa merayap ke bawah, ke liang kewanitaan ku.
Mataku akan terpejam, menikmati kenikmatan itu. Kadang-kadang aq membayangkan mendiang suami ku, tetapi akhir-akhir ini semakin sulit rasanya. Aq lebih mudah membayangkan sembarang pria, atau bintang film pujaanku, atau sama sekali seorang yg tak pernah ku temui. Seseorang yg hanya ada dlm hayal ku.
Tak berapa lama, bibir kewanitaan ku terasa menebal, dan saling menguak seperti bunga yg merekah. Dgn jari tengah dari tangan yg lain, ku telusuri celah-celah kewanitaanku. Aq tdk pernah punya kuku panjang, karena selain menghalangi aq mengetik dgn cepat, juga karena aq malas merawatnya.Tanpa kuku, jari tengah ku dapat leluasa menimbulkan geli-gatal di bawah sana. Turun ke bawah, sampai mendekati lubang pelepasan ku, lalu naik lagi, melewati liang senggama yg mulai berdenyut-denyut lemah, melewati lubang air seni, terus … naik lebih tinggi, bertemu telapak tangan ku yg lain yg masih mengusap-usap klitoris ku. Oh,.. betapa nikmat permainan yg perlahan-lahan dan sepenuhnya dlm kendali ku ini. Terkadang jauh lebih nikmat daripada dilakukan orang lain!
Lama-lama, aq tak tahan lagi. Sekaligus 2 jari ku masukkan ke dlm lubang kewanitaan ku. Aq memutar-mutar kedua jari itu di dlm, agar dinding-dinding kewanitaan ku mendapat sentuhan-sentuhan. Mula-mula sentuhan itu cukup ringan saja. Tetapi lalu aq mulai mengerang, karena geli-gatal semakin memenuhi seluruh tubuhku, dan rasanya ingin digaruk-diurut di bawah sana.
Terutama di dinding bagian atas, tempat sebuah bagian yg sangat sensitif, entah bagian apa namanya. Bagian itu membuat tubuhku mengejang jika tersentuh jari. Ke sanalah jari tengah ku menuju, mengurut-urut dan menekan-nekan. Semakin lama semakin cepat dan keras. Aq bahkan sampai merasa perlu mengangkat pinggulku, membuat posisi duduk ku semakin terkangkang.Pada saat seperti itu, tak ada yg bisa menghentikanku. Kalau telpon berdering, aq biarkan. Kalau pun ada yg mengetuk pintu, barangkali juga akan ku diamkan (tetapi belum pernah ada tamu pada saat seperti ini!). Mungkin gempa bumi pun tak kan mampu mengehentikanku. Tangan ku bergerak dgn cepat dan keras. Mata ku terpejam erat, mulut ku tak berhenti mengerang, karena itu aq perlu mengeraskan volume televisi.
Lalu klimaks akan datang dgn cepat, menyerbu seluruh tubuhku, berawal dari dlm lubang kewanitaanku, tempat kedua jariku (kadang-kadang tiga jari) mengaduk-aduk. Tanganku yg lain tak lagi sanggup berada di atas klitoris, karena pada saat klimaks aq perlu berpegangan ke sofa, kalau tdk ingin jatuh bergelimpangan ke lantai.
Klimaks ku selalu menggelora, selalu membuatku menggelinjang-gelinjang tak karuan. Kedua kaki ku akhirnya terhempas ke lantai, menegang dan menekan seperti hendak melompat. Tubuh ku bergetar. Nafas ku memburu. Kenikmatan ku tak mudah tergambarkan kata-kata.
Lalu timbul perasaan nyaman, tetapi gatal-geli belum hilang. Maka biasanya aq langsung mematikan tivi dan pergi ke kamar tidur. Di ranjang, aq melanjutkan lagi kegiatan itu, kali ini dgn bantuan bantal guling. Kujepit erat bantal guling yg terbungkus kain halus-licin. Ku gesek-gesekan kewanitaan ku di sana, sehingga sering kali bungkus bantal harus kucuci keesokan paginya.
Setelah menggesek-gesek dgn bantal guling, kembali ku masukkan jari-jari tanganku. Dgn cepat jari-jari itu membawakan pada ku klimaks yg berikutnya, yg seringkali lebih nikmat daripada yg pertama, apalagi karena ku lakukan sambil tidur, dgn kedua kaki terangkat sampai kedua lutut menyentuh payudara ku.Baru lah kemudian aq tertidur dgn rasa letih yg nyaman. Otot-otot tubuhku terasa bagai sehabis dipijat. Seperti sehabis berolahraga, lalu dipijat seorang yg ahli. Nyaman dan damai sekali tidur ku, dgn senyum kepuasan membayang tipis di bibirku. Biasanya aq baru terbangun di pagi hari.











