Author: dbgoog99

  • Asian Amateur Bimbo Goes Wild In Full Hardcore

    Asian Amateur Bimbo Goes Wild In Full Hardcore


    2005 views

  • Sakurai Yuri berpakaian seragam sekolah dientot 4 kontol

    Sakurai Yuri berpakaian seragam sekolah dientot 4 kontol


    2251 views

  • Kisah Memek Keperawanan Gadis Belia Sebagai PL di Tempat Karaoke

    Kisah Memek Keperawanan Gadis Belia Sebagai PL di Tempat Karaoke


    2397 views

    Duniabola99.com – Istri sudah punya. Anak juga sudah sepasang. Rumah, meskipun cuma rumah BTN juga sudah punya. Mobil juga meski kreditan sudah punya. Mau apalagi? Pada awalnya aku cuma iseng-iseng saja. Lama-lama jadi keterusan juga. Dan itu semua karena makan buah terlarang.

    Kehidupan rumah tanggaku sebetulnya sangat bahagia. Istriku cantik, seksi dan selalu menggairahkan. Dari perkimpoian kami kini telah terlahir seorang anak laki-laki yang kini berusia delapan tahun dan seorang anak cantik berusia tiga tahun, aku cuma pegawai negeri yang kebetulan punya kedudukan dan jabatan yang lumayan.

    Tapi hampir saja biduk rumah tanggaku dihantam badai. Dan memang semua ini bisa terjadi karena keisenganku, bermain-main api hingga hampir saja menghanguskan mahligai rumah tanggaku yang damai. Aku sendiri tidak menyangka kalau bisa menjadi keterusan begitu.

    Awalnya aku cuma iseng-iseng main ke sebuah klub karaoke. Tidak disangka di sana banyak juga gadis-gadis cantik berusia remaja. Tingkah laku mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja datang ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.

    Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Wajahnya cantik, Tubuhnya juga padat dan sintal, kulitnya kuning langsat. Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun. Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian.

    Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu kalau aku sejak tadi memperhatikannya. Sambil tersenyum dia menghampiriku, dan langsung saja duduk disampingku. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya di atas pahaku. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.
    “Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.
    “Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.
    “Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.

    Aku tidak bisa langsung menjawab. Sungguh mati, aku benar-benar tidak tahu kalau gadis muda belia ini sungguh pandai merayu. Sehingga aku tidak sanggup lagi ketika dia minta ditraktir minum. Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.

    Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Bahkan aku mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka. Fontana99

    Hampir tengah malam aku baru pulang. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi seperti kembali ke masa remaja.

    Esoknya Aku datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga datang ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Malam itu aku benar-benar lupa pada anak dan istri di rumah. Aku bersenang-senang dengan gadis yang sebaya dengan adikku. Kali ini aku justru pulang menjelang subuh.

    Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Aku jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Dia menyebut namanya Reni. Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.

    Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali ternyata Reni tidak menolak ketika aku mampir di halaman depan sebuah losmen. Dan dia juga tidak menolak ketika aku membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan.

    Jari-jariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan wajahnya dan lehernya kuhujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan gairah. Aku mendengar dia mendesah kecil dan merintih tertahan. Aku tahu kalau Reni sudah mulai dihinggapi kobaran api gairah asmara yang membara.


    Perlahan aku membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan satu persatu aku melucuti pakaian yang dikenakan Reni, hingga tanpa busana sama sekali yang melekat di tubuh Reni yang padat berisi. Reni mendesis dan merintih pelan saat ujung lidahku yang basah dan hangat mulai bermain dan menggelitik puting payudaranya. Sekujur tubuhnya langsung bergetar hebat saat ujung jariku mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Tapi itu sudah cukup membuat Reni menggelinjang dan semakin bergairah.

    Tergesa-gesa aku menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan, dan menuntun tangan gadis itu ke arah batang penisku. Entah kenapa, tiba-tiba Reni menatap wajahku, saat jari-jari tangannya menggenggam batang penis kebanggaanku ini, Tapi hanya sebentar saja dia menggenggam penisku dan kemudian melepaskannya. Bahkan dia melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya.
    “Jangan, Omm…”, desah Reni tertahan, ketika aku mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya.
    “Kenapa?” tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya.
    “Aku…, hmm, aku…” Reni tidak bisa meneruskan kata-katanya. Dia malah menggigit bahuku, tidak sanggup untuk menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya. Saat itu Reni kemudian tidak bisa lagi menolak dan melawan gairahnya sendiri, sehingga sedikit demi sedikit lipatan pahanya yang menutupi vaginanya mulai sedikit terkuak, dan aku kemudian merenggangkannya kedua belah pahanya yang putih mulus itu sehingga aku bisa dengan puas menikmati keindahan bentuk vagina gadis muda ini yang mulai tampak merekah.

    Dan matanya langsung terpejam saat merasakan sesuatu benda yang keras, panas dan berdenyut-denyut mulai menyeruak memasuki liang vaginanya yang mulai membasah. Dia menggeliat-geliat sehingga membuat batang penisku jadi sulit untuk menembus lubang vaginanya. Tapi aku tidak kehilangan akal. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Saat itu juga aku menekan pinggulku dengan kuat sekali agar seranganku tidak gagal lagi.

    Berhasil!, begitu kepala penisku memasuki liang vagina Reni yang sempit, aku langsung menghentakkan pinggulku ke depan sehingga batang penisku melesak ke dalam liang vagina Reni dengan seutuhnya, seketika itu juga Reni memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di bahuku, Seluruh urat-urat syarafnya langsung mengejang kaku. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Saat itu aku juga sangat tersentak kaget, aku merasakan bahwa batang penisku seakan merobek sesuatu di dalam vagina Reni, dan ini pernah kurasakan pula pada malam pertamaku, saat aku mengambil kegadisan dari istriku. Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini aku juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu aku sukai ini. Dan aku seolah masih tidak percaya bahwa Reni ternyata masih perawan.


    Aku bisa mengetahui ketika kuraba pada bagian pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Aku benar-benar terkejut saat itu, dan tidak menyangka sama sekali, Reni tidak pernah mengatakannya sejak semula. Tapi itu semua sudah terjadi. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar-kobar.

    Aku mulai menggerak-gerakan tubuhku, agar penisku dapat bermain-main di dalam lubang vagina Renny yang masih begitu rapat dan kenyal, Sementara Reni sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak di wajahnya dia sudah bisa mulai merasakan kenikmatan dari gerakan-gerakan maju mundur penisku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi.

    Malam itu juga Reni menyerahkan keperawannya padaku tanpa ada unsur paksaan. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan aku sendiri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya. Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Reni yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.
    “Maafkan aku, Reni. Aku tidak tahu kalau kamu masih perawan. Seharusnya kamu bilang sejak semula…”, kataku mencoba menghibur.

    Reny hanya diam saja. Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Sebentar saja sudah terdengar suara air yang menghantam lantai di dalam kamar mandi. Sedangkan aku masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.

    Aku menunggu sampai Reni keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah. Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Bagaimanapun aku sudah merenggut kegadisannya. Dan itu terjadi tanpa dapat dicegah kembali. Reni duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.

    Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Reni menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika aku membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Gairahku kembali bangkit saat handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan terbentang pemandangan yang begitu menggairahkan datang dari keindahan kedua belah payudaranya yang kencang dan montok, serta keindahan dari bulu-bulu halus tipis yang menghiasi di sekitar vaginanya.


    Dan secepat kilat aku kembali menghujani tubuhnya dengan kecupan-kecupan yang membangkitkan gairahnya. Reni merintih tertahan, menahan gejolak gairahnya yang mendadak saja terusik kembali.
    “Pelan-pelan, Omm. Perih…”, rintih Reni tertahan, saat aku mulai kembali mendobrak benteng pagar ayunya untuk yang kedua kalinya. Renny menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendiri, saat aku sudah mulai menggerak-gerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur.

    Perlahan tapi pasti, Reni mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sementara gerakan-gerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Beberapa kali Reni memekik tertahan dengan tubuh terguncang dan menggeletar bagai tersengat kenikmatan klimaks ribuan volt. Kali ini Reni mencapai puncak orgasme yang mungkin pertama kali baru dirasakannya.

    Tubuhnya langsung lunglai di pembaringan, dan aku merasakan denyutan-denyutan lembut dari dalam vaginanya, merasakan kenikmatan denyut-denyut vagina Reni, membuatku hilang kontrol dan tidak mampu menahan lagi permainan ini.. hingga akhirnya aku merasakan kejatan-kejatan hebat disertai kenikmatan luar biasa saat cairan spermaku muncrat berhamburan di dalam liang vagina Renny. Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Reni malam itu.

  • Foto Bugil cewek pirang Kristin Nicole menanggalkan pakaiannya di tempat tidur

    Foto Bugil cewek pirang Kristin Nicole menanggalkan pakaiannya di tempat tidur


    1970 views

    Duniabola99.com – foto cewek toket gede pirang Kristin Nicole melepas bikininya dan menampakkan memeknya yang tembem diatas kasur dan berpose hot. Cerita Sex Indonesia

  • Foto Bugil Gadis muda putih Carolina Sweets menampilkan pantatnya yang ketat sambil membuka baju

    Foto Bugil Gadis muda putih Carolina Sweets menampilkan pantatnya yang ketat sambil membuka baju


    2089 views

    Duniabola99.com – foto gadis putih eropa Carolina Sweets melepaskan semua pakaiannya dan melakukan mastrubasi dikamarnya hingga puas maximal dan terkulai lemas.

  • Kisah Memek Ibu Dosenku

    Kisah Memek Ibu Dosenku


    2815 views

    Duniabola99.com – Kejadiannya kira-kira 4 tahun yang lalu, ketika aku kuliah semester ketiga di sebuah lembaga pendidikan di Bekasi. Waktu itu, para mahasiswa baru sedang berkumpul untuk membahas tentang uang kuliah yang menurut brosurnya bisa dicicil selama 5 kali, namun kenyataannya para mahasiswa hanya diberikan kesempatan untuk mengangsurnya selama 3 kali. Bagiku sih sebenarnya tidak terlalu masalah, karena aku sudah membayar penuh selama satu tahun, namun karena rasa solideritas terhadap teman, akhirnya aku ikut berkumpul, dan ternyata oleh teman-temanku, aku dipercaya untuk mewakilkan dan menyampaikan keluhan mereka kepada manager lembaga yang bernama Ibu Ratih S.Pd.
    Akhirnya aku menuju lantai 4 untuk membicarakan masalah ini kepada Ibu Ratih, dan siapa tahu beliau bisa memberikan solusi yang terbaik untuk anak-anak didiknya. Ketika aku hendak mengetuk pintu ruangannya, terdengar samar-samar suara desah dan erangan yang berasal dari dalam ruangannya. Akupun tahu bahwa suara ini adalah suaranya Ibu Ratih, karena aku sangat hapal dengan suaranya ketika beliau masih memberi mata kuliah Akuntansi Dasar 1.

    Kuketuk berkali-kali, namun belum ada jawaban, akhirnya aku beranikan diri untuk langsung membuka pintu. Ku lihat diruang kerjanya, ternyata tidak ada, kucari kesana kemari, akhirnya aku menemukannya sedang serius menghadap kekomputer yang biasa digunakan oleh asistennya (letaknya terhalang oleh sebuah lemari yang berisi bermacam-macam jenis buku). Yang aku tahu, hari ini asistennya belum masuk karena 2 hari yang lalu dia mengalami kecelakaan. Dengan agak ragu aku mencoba mendekatinya.

    Dan ternyata.. Ibu Ratih sedang melihat adegan-adegan seks yang ada di internet. Wajar saja tadi terdengar suara orang mendesah keenakan, tidak tahunya waktu melihat adegan itu, Ibu Ratih pun merangsang dirinya sendiri dengan menggunakan jari-jari lentiknya. Aku jadi bingung dan deg-degan, karena sebagai lelaki yang beranjak dewasa, didepanku ada adegan seks yang ditampilkan dimonitor, dan yang lebih membuatku konak, ketika melihat Ibu Ratih yang sepertinya sedang diamuk birahi. Sambil mengangkat kedua kakinya ke atas meja, dan melebarkan kedua pahanya, jari-jari lentik Ibu Ratih terus keluar masuk lubang memeknya yang sudah terlihat basah.


    Karena takut ketahuan, dan takut dimarahi akan kelancanganku, pelan-pelan aku menuju pintu untuk keluar. Tetapi tiba-tiba..
    “Fik.. jika kamu teruskan langkahmu untuk keluar dari ruangan ini sekarang, nanti aku akan men-DO kamu dari sini. Karena kamu telah lancang memasuki ruangan saya tanpa sepengetahuan saya”.
    Karena beliau mengancam akan mengeluarkan saya, akhirnya langkah saya langsung terhenti dan dengan agak terbata-bata saya langsung meminta maaf atas semua kelancangan saya.

    Tanpa menunjukan ekspresi apapun, Bu Ratih berjalan mendekatiku sambil bertanya.
    “Apakah kamu tahu apa kesalahanmu?”
    Dengan gugup saya mengatakan bahwa saya telah lancang memasuki ruangan Ibu tanpa izin.
    “Dan kamu tahu apa hukumannya jika telah melakukan itu?”
    “Tidak Bu”, jawabku pelan.
    “Oke, sekarang kamu akan saya hukum sesuai dengan kesalahanmu, apa yang kamu lihat ketika kamu masuk ruangan ini?”
    “Ngga ada bu”.
    “Kamu jangan bohong yach, sebenarnya waktu kamu masuk, Ibu sudah mengetahuinya, sekarang jawab yang jujur, apa kamu melihat saya sedang melakukan sesuatu?”
    Akhirnya dengan gugup saya menceritakan semua kejadiannya.

    “Jika memberi keterangan jangan berbelit-belit begitu, saya tidak mengerti. Sekarang coba kamu peragakan semua yang kamu lihat”.
    Akhirnya saya mengambil posisi duduk didepan monitor yang masih menampilkan adegan bercinta antara 2 wanita dengan 1 pria. Dengan hati-hati saya mengangkat kedua kaki saya mengikuti apa yang tadi Ibu Ratih lakukan, namun karena saya terus melihat adegan di monitor itu, akhirnya saya hanya terbengong menyaksikan semuanya. Lama-lama tanpa saya sadari, kontol saya mulai menegang. Namun karena merasa malu takut ketahuan Ibu Ratih, aku pura-pura menyatakan kalau aku tidak bisa mempraktekkan semua yang tadi dilakukannya, karena saya tidak mempunyai memek.


    Tanpa disangka, Ibu Ratih malah berkata.
    “Kalo begitu, kamu pake memek saya saja, tapi jarinya tetap jari kamu”.
    Akhirnya Ibu Ratih memposisikan tubuhnya seperti waktu pertama kali saya lihat. Ragu-ragu saya mendekatinya dan bertanya.
    “Tapi kan tadi Ibu tidak pake CD, kenapa sekarang pake CD?”, tanyaku.
    “Coba sekalian kamu praktekkan cara membuka CD wanita, apakah kamu bisa?”.
    Akhirnya aku tahu bahwa aku akan mengalami hukuman yang sangat menyenangkan.

    Tanpa ragu-ragu lagi aku mendekati tubuh Ibu Ratih yang masih menaikan kaki dan melebarkan kedua pahanya di atas meja. Aku langsung menurunkan kedua kakinya dan meminta dia untuk berdiri.
    “Saya menghargai wanita tidak hanya di bagian tertentu, saya menghargai semua yang ada pada diri seorang wanita, maka izinkanlah saya untuk mencumbui semua yang ada di diri ibu”.

    Dengan tersenyum, akhirnya dia berdiri dan bertanya.
    “Kata-katamu cukup romantis, tapi saya minta jangan hanya di mulut saja”.

    Thanks God, akhirnya saya diberi kesempatan untuk merasakan apa yang selama ini cuma jadi hayalan saya tentang kecantikan dan kemontokan Ibu Ratih. Dengan lembut, saya mulai menciumi bibirnya yang merah merekah. Ternyata, Ibu Ratih sangat liar (mungkin karena sebelumnya sudah melihat adegan yang merangsang).
    “Fik, untuk sekarang ini, Ibu cuma butuh kontol kamu, kamu tidak perlu repot-repot untuk merangsang ibu, karena Ibu sudah tidak kuat lagi menahannya”
    Sambil berkata begitu, tanpa sempat membuka bajuku, Ibu Ratih langsung membuka celanaku dan mengarahkan kontolku ke memeknya.

    Walaupun tanpa foreplay terlebih dahulu, kontolku memang selalu siap jika disuruh ngentot cewe cantik, karena kontolku sudah terlatih sejak waktu SMA. Sambil berdiri, Ibu Ratih terus menarik dan mendorong pantatnya agar kontolku terus keluar masuk dari lubang memeknya. Aku hanya diam mematung menikmati hangatnya lubang memek Ibu Ratih, karena walaupun aku terlihat pasif, sepertinya Ibu Ratih sangat menikmatinya.
    “Terus Fik, enak banget kontolmu fik aacchh.. nikmatnya.. kontolmu Fik.. teruuzzhh.. aacchh.. uuhh hangat dan nikmatnya barang kamu Fik.. gede banget Fik.. terruuzzhh.. aacchh”
    Tanpa henti-hentinya Ibu Ratih mendesis seperti orang yang kepedasan.


    Meski dari dulu aku terobsesi untuk bisa bercinta dengan Ibu Ratih, namun aku tidak ingin terburu-buru dalam menikmatinya. Aku sengaja membiarkan Ibu Ratih agar dia mencapai puncak duluan, biar bisa memberikan kesan yang baik di matanya.
    “Aawww..” ternyata ketika Ibu Ratih mencapai orgasme, tanpa sadar tangannya yang semula memegang pantatku, langsung meremas dengan sekencang-kencangnya, tubuhnya bergetar sebentar, kemudian diam dan langsung memelukku.
    “Thanks ya Fik, kamu sudah membantu saya mencapai puncak”.

    Ketika pelan-pelan kucabut kontolku yang masih tegak berdiri, Ibu Ratih masih terlihat lelah, namun dari raut wajahnya terlihat sangat puas. Aku sengaja memberi waktu beberapa menit agar Ibu Ratih bisa istirahat dan menikmati sisa kenikmatannya. Beberapa menit kemudian, aku langsung membuka bajuku, menurutku, pertempuran baru akan dimulai, dan dengan perlahan akupun mulai membuka satu persatu pakaian Ibu Ratih. Karena waktu pertama melakukannya, Ibu Ratih tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membuka pakaian kami, mungkin saking ngebetnya, dia cuma menaikan roknya (yang kebetulan sudah tidak ber-CD), dan menurunkan celanaku.

    “Waktu istirahatnya sudah cukup Bu, sekarang mari kita ngentot lagi, dan tolong puaskan kontol saya dengan segala cara yang Ibu bisa”. Tanpa menunggu lama, kami yang sudah sama-sama telanjang sudah saling memeluk. Aku yang sangat mengagumi kemolekan Ibu Ratih, berusaha untuk menikmati seluruh tubuhnya. Kubaringkan Ibu Ratih dilantai, kedua susu yang padat itu semakin terlihat indah dan mengundangku untuk segera menikmatinya.
    “Yaa.. hisap terus sayaangg.. aacchh, teeruuss”
    Tanganku pun mulai mencari sasaran yang lain ketika bibirku masih memainkan kedua susunya. Pelan tanganku mulai turun dari kedua susunya dan terus kebawah menggerayangi perut, dan akhirnya jariku merasakan bulu-bulu halus yang tumbuh disekitar lubang kemaluannya.

    Ku usap dengan lembut pinggiran lubang kemaluannya, ternyata sudah sangat basah, mungkin karena dia sudah mulai diamuk birahi lagi. Kuelus terus sambil sesekali telunjukku kumasukkan ke dalam memeknya yang sudah terlihat sangat merah akibat terjadinya gesekan. Bibirku langsung berhenti mencumbu bibirnya, aku langsung mengarahkan mukaku kekemaluannya. Dengan kedua tanganku, aku lebarkan lubang memeknya, dan aku langsung menjilati “klit”nya yang agak sedikit “monyong” ke depan. Ibu Ratih seperti orang kesetanan ketika lidahku menyentuh daerah terlarangnya, dia menggelinjang seperti cacing kepanasan, mulutnya terus mendesis seperti ular, dan tangannya seperti mencari sesuatu untuk dipegang.


    Seperti kejadian sebelumnya, Ibu Ratih pun mengalami orgasme yang kedua ketika aku baru memainkan memeknya dengan lidah dan jariku. Namun karena nafsuku sudah tidak bisa kubendung lagi, aku tidak memberi dia kesempatan untuk beristirahat, setelah melihat dia terkulai dengan lemas, aku mulai memasukan kontolku ke dalam memeknya. Dengan mengangkat kedua pahanya, dan meletakkan kakinya dipundakku, aku langsung memaju mundurkan pantatku untuk mengeluar masukan kontolku ke dalam memeknya.

    Hampir 20 menit aku mengocok memeknya dengan kontolku, mungkin itu membuat gairah Ibu Ratih mejadi bangkit lagi, diapun berusaha untuk menggoyangkan pinggulnya agar kontolku bisa menstimulasi dinding memeknya secara menyeluruh. Aku mengerti apa yang dia inginkan, akhirnya tanpa menyabut kontolku, pelan-pelan kubalikan badannya dan menyuruh dia agar “menungging”. Secara visual, nafsuku langsung bertambah ketika melihat 2 bongkahan daging yang sangat besar dan tanpa berhenti memainkan kontolku, tanganku langsung meremas pantatnya yang sangat mulus, aku usap, aku remas, dan kadang-kadang aku menepuknya sehingga membuat warna kulitnya menjadi agak merah.

    Mungkin karena terlalu lelah, Ibu Ratih minta agar aku mencabut dulu kontolku, tapi mendengar dia ngomong begitu, nafsuku malah bertambah-tambah, tanganku langsung menarik rambutnya dan memperkencang gerakan kontolku. Ibu Ratih hanya bisa mendesah, mengerang dan merintih, tanpa bisa memberikan perlawanan lagi. Akhirnya dia hanya pasrah dan terus menikmati sensasi yang aku berikan. Akhirnya aku mencabut kontolku dan meminta Ibu Ratih agar segera mengulum kemaluanku. Mungkin saking lelahnya, dia membalikan badannya sangat lambat, aku yang sudah tidak tahan, langsung menarik wajahnya mengarahkan kontolku ke dalam mulutnya. Sambil terus kukocok, aku tetap memegang kepalanya agar ikut bergerak maju mundur.

    Tiba-tiba.. spermaku keluar banyak juga, sampai-sampai, sebagian keluar lagi dari sela bibirnya Ibu Ratih, aku sengaja mengeluarkan spermaku di dalam mulutnya, karena aku bilang, aku paling suka melihat spermaku ditelan oleh pasangan ngeseksku. Dengan cekatan, Ibu RatiHPun langsung menelan semua spermaku dan menjilati kepala kemaluanku, hingga tidak ada sedikitpun spermaku yang tidak tertelan olehnya.


    Akhirnya sampai juga aku mewujudkan impianku terhadap Ibu Ratih ini. Ternyata Tuhan telah mendengar dan mengabulkan keinginan yang ada di dalam hatiku. Setelah rapi-rapi, aku utarakan maksud kedatanganku ke ruangannya, dengan seksama, beliau mendengarkan apa menjadi permasalahan diantara anak didiknya, dengan bijak, akhirnya beliau mengatakan.
    “Kalau masalah ini akan segera dimeetingkan, dan kamu tidak usah terlalu kuatir, karena keputusan akhirnya tetap ada di tangan Ibu, yang penting jika hari minggu nanti kamu bersedia menemani Ibu check in, minggu depan masalah itu pasti selesai, bagaimana?”
    Dengan cepat, aku langsung menjawab, “Ya.. ya.. ya..”



  • Akubi Yumemi cantik sangat becek ngentot anal threesome

    Akubi Yumemi cantik sangat becek ngentot anal threesome


    2583 views

  • Kisah Memek Keperawananku di Renggut Ayahku

    Kisah Memek Keperawananku di Renggut Ayahku


    17102 views

    Duniabola99.com – Perkenalkan, namaku Nina, umurku 24 tahun. Aku memiliki kehidupan seks yang cukup menarik. Temanku memberitahuku mengenai situs RumahSeks dan ketika aku pertama kali browse RumahSeks, aku langsung tertarik untuk ikut mencurahkan kisahku di situs ini. Semoga kisahku ini dapat menjadi salah satu bacaan yang menarik. Kisah ini dimulai ketika aku merasakan seks-ku yang pertama dengan Papa tiriku ketika aku masih berumur 16 tahun. Pada saat umurku 3 tahun, Papa kandungku telah meninggal hingga ibu menikah lagi dengan Oom Mardi ketika umurku 5 tahun. Jadi, selama 11 tahun aku telah menganggapnya sebagai Papa kandungku, toh aku juga tidak ingat lagi akan kehadiran Papa kandungku. Namun, sejak kejadian ini aku tidak hanya menganggapnya sebagai Papa, tapi sekaligus juga sebagai pemuas nafsu birahiku. Begitupun Papa Mardi yang menganggapku sebagai anak sekaligus budak seks-nya.

    Untuk lebih memperjelasnya, aku memiliki tubuh yang cukup bagus dengan buah dada berukuran 34B. Kulitku putih bersih dengan rambut panjang sepunggung. Aku beberapa kali menonton dan membuka situs porno karena rasa penasaranku terhadap aktivitas seks yang sangat digemari di kalangan anak laki-laki. Ketika menonton film-film porno itu, ada rasa ingin mencoba karena kulihat betapa nikmatnya wajah sang wanita yang disetubuhi. Aku pun sering membayangkan bahwa yang ada di film itu adalah aku dan pria idamanku, namun ironisnya aku kehilangan keperawanan bukanlah dengan pria idamanku. Beginilah cerita awalnya..

    Pada suatu Minggu pagi, Ibuku tidak ada di rumah hampir sepanjang hari karena harus menunggui kakaknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Jadi, aku tinggal di rumah sendiri. Ketika aku berjalan ke ruang makan untuk makan pagi, aku hanya melihat Papa seorang diri sedang menyantap nasi goreng.

    “Pa, Mama mana? Kok gak ada?” tanyaku sambil mengucek mataku yang masih mengantuk.

    Pada saat itu Papaku tidak langsung menjawab, Ia tercengang untuk beberapa saat dan menatapku dengan pandangan tajam. Ketika kusadari, ternyata pada saat itu aku mengenakan daster putih tipis pendek yang tembus pandang hingga memamerkan lekuk tubuhku. Puting susuku terpampang jelas karena aku tidak memakai bra. Kurasakan mukaku memerah dan spontan aku menutupi dadaku. Agen Judi Online

    “Ehem.. Nin, Mama pergi sejak jam 4 subuh. Tante Firda mendadak koma,” kata Papa segera setelah sadar dari kagetnya.

    “Apa?! Tan.. Tante koma?” ujarku terbata-bata.

    “Iya, Nin. Papa tahu kamu kaget. Nanti kita jenguk jam 12 ya?”

    Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Tante Firda adalah tante favoritku. Ia sangat baik terhadap Ibu dan aku. Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk diriku.

    “Tenang Nin, masih ada harapan kok,” hiburnya sambil mengelus rambutku.


    Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Papa mengelus-elus punggungku ketika aku menangis, namun nafas Papaku terdengar berat dan kurasakan penisnya yang membesar menekan perutku. Aku segera melepaskan pelukanku namun Papa menahannya.

    “Pa, lepaskan aku!” jeritku ketakutan.

    “Tidak bisa, Nina sayang.. Salahmu sendiri menggoda Papa dengan baju tipismu itu,” ujar Papa, kemudian tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas.

    “Pa, jangan.. Nina gak mau, Pa!” isakku sambil memberontak, namun tenaga Papa jauh lebih kuat daripadaku, tak ada gunanya aku melawan juga.

    “Kamu diam saja, sayang.. Enak kok.. Nanti pasti kamu ketagihan,” bisik Papa sambil terengah-engah, setelah itu tangan Papa mulai menyusup ke dalam celana dalamku dan meremas kembali pantatku dari dalam.

    Aku berkali-kali melawan, namun tak berdaya karena perbedaan tenaga kami. Kemudian, Papa mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih lubang vaginaku.

    “Ohh.. Pa.. Ja.. Jangan,” rintihku.

    Namun, kurasakan birahiku mulai naik, bahkan lebih daripada ketika aku menonton film porno di kamarku diam-diam. Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang vaginaku yang mulai basah. Nafasku juga mulai cepat dan berat. Melihat reaksiku yang mulai pasrah dan terbawa nafsu, Papa melanjutkan aksinya. Ia membawaku ke sofa ruang tamu dan mendudukkan diriku di pangkuannya dengan posisiku memunggunginya. Tak lupa pula ia membuka celana dalamku dengan kasar. Tangannya dengan kasar membuka lebar-lebar pahaku sehingga vaginaku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya. Sebelum sempat melawan, dengan sigap tangannya kembali meraih vaginaku dan meremasnya.

    “Nin, memek kamu seksi banget.. Nanti Papa sodok ya..” bisik Papaku di telingaku dan menjilatinya ketika tangannya mulai bermain di klitorisku.

    Birahiku sudah tak tertahankan lagi hingga aku pun pasrah terhadap perlakuan Papaku ini. Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Papa terlihat mencari-cari titik rawan di klitorisku dengan cara menekan-nekan klitorisku dari atas ke bawah. Ketika akhirnya sampai di titik tertentu, aku meracau tak karuan.


    “Ahh.. Shh.. Paa..” desahku bernafsu.

    “Nin, Papa suka banget sama kamu..” balas Papa sambil mencium pipiku.

    Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan titik rawan itu dengan berirama. Rasanya bagaikan melayang dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15 menit kemudian, aku mendapat orgasmeku yang pertama.

    “Paa.. Nina pengen pipiss..” desahku tak tahan menahan sesuatu yang ingin meledak di dalam diriku, tanganku meremas tangan Papa yang sedang bermain di klitorisku dengan bernafsu.

    Di luar perkiraanku, Papa malah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku. Kurasakan jilatan lidah di bibir vaginaku, rasa menggelitik yang luar biasa menyerang tubuhku. Jilatan itu menjalar ke klitoris dan membuat vaginaku membanjir. Di sela jilatan-jilatan Papa yang maut, kurasakan gigitan lembut di klitorisku yang kian merangsang hasrat seks-ku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh papaku untuk terus dan tak berhenti.

    Melihat reaksiku, Papa semakin berani dan menggesekan jarinya di liang vaginaku yang sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, aku pun mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian. Vaginaku mengeluarkan cairan deras bening yang sebelumnya belum pernah kulihat. Papa tampak senang melihatku mengalami orgasme yang pertama. Setelah sensasi nikmat itu surut, kurasakan tubuhku lelah tak berdaya bagai tak bertulang. Papa membopongku ke kamarnya dan menidurkanku di kasur.

    Papa memelukku dengan lembut. Kami tidak berkata apa-apa. Papa kemudian membuka dasterku, kemudian Papa tampak semakin bernafsu ketika melihat payudaraku yang berukuran cukup besar. Hasratku sudah menurun dan rasa malu mulai menyergapku hingga aku segera menutupi payudara dan vaginaku dengan kedua tangan, namun Papa malah menyingkirkan tanganku dengan kasar. Lelah masih terasa karena orgasme tadi sehingga aku tidak mampu melawan.


    “Pa.. Jangan, Pa. Sudah cukup.. Nina takut..” isakku mulai menitikkan air mata. Melihat reaksiku, Papa malah semakin bernafsu.

    “Nina sayang. Papa entot kamu ya.. Oh, Nina. Memekmu pasti nikmat. Sini Papa entotin ya, sayang..” rayu Papa dengan nafas memburu karena nafsu.

    Dengan semangat 45, Papa meremas payudaraku dengan sangat keras. Pertama-tama, aku berteriak kesakitan namun Papa tak mempedulikan teriakan minta ampunku, malah tampak dia semakin bernafsu untuk menyetubuhiku. Jari-jarinya dengan terampil memilin putingku diselingi dengan cubitan keras sehingga lama kelamaan teriakanku berubah menjadi jeritan nikmat. Libidoku mulai naik lagi dan vaginaku mulai basah. Puting susuku yang berwarna merah muda sekarang berwarna merah tua karena cubitan-cubitan kerasnya, begitu pula dengan payudara putihku yang berubah menjadi kemerahan.

    “Ahh.. Ahh.. Ukhh.. Paa..” racauku tak karuan.

    Merasa puas melihat reaksiku, Papa membuka semua bajunya dan betapa terkejutnya aku melihat penis papaku yang berukuran besar. Dengan lihainya, Papa segera menggesekkan kepala penisnya yang kemerahan ke lubang vaginaku yang sudah basah. Aku merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidah Papa di vaginaku sebelumnya hingga kutanggapi sensasi luar biasa itu dengan rintihanan keras kenikmatan.

    “Ahh! Papaa.. Ohh.. Entotin Nina, paa..” racauku. Sudah hilang kesadaran akan harga diriku.

    Melihat lampu hijau dariku, Papa segera menjalankan aksinya. Dengan perlahan ia memasukkan kepala penisnya ke dalam liang vaginaku, namun terhalang oleh selaput daraku. Papa tampak kesulitan menembus selaput daraku. Akhirnya dengan satu sodokan keras, vaginaku berhasil ditembus untuk pertama kalinya. Rasa sakit luar biasa terasa di vaginaku. Papa dengan tanpa perasaan segera menyodok-nyodok penisnya dengan kuat dan keras di vaginaku yang masih sempit.

    Rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat bagaikan melayang di surga. Papa mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya vaginaku. Penis Papa yang panjang dan besar terasa menyodok dinding rahimku hingga membuatku orgasme untuk kedua kalinya. Papa tampak masih bernafsu menggenjot vaginaku. Kemudian Papa membalikkan badanku yang telah lemas dan menusukkan penisnya ke dalam vaginaku lewat belakang. Ternyata posisi ini lebih nikmat karena terasa lebih menggosok dinding vaginaku yang masih sensitif.

    “Oh Ninaa.. Memekmu bagaikan sorga, Nin.. Nanti Papa entotin tiap hari yaa.. Ahh..”

    Akhirnya setelah menggenjotku selama setengah jam, Papa mendapatkan orgasmenya yang luar biasa. Spermanya terasa dengan kuat menyemprot dinding vaginaku. Papa menjerit-jerit nikmat dan badannya mengejang-ngejang. Tangannya dengan kuat meremas payudaraku dan menarik-narik putingku. Setelah orgasmenya, Papa berbaring di sebelahku dan menjilati puting susuku. Putingku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Tampaknya Papa ingin membuatku orgasme lagi.


    Tangannya kembali menjelajahi vaginaku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam liang vaginaku. Papa menekang-nekan dinding vaginaku yang masih rapat. Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan Papa tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus. Wow! Rasanya ajaib sekali! Terasa seperti ingin pipis, namun nikmatnya tak tertahankan. Ternyata itulah G-Spot.

    Aku tidak bertahan lama dan akhirnya orgasme untuk ketiga kalinya. Badanku mengejang dan cairan orgasme kembali mengalir dengan deras bercampur darah keperawananku. Akhirnya, kami menyudahi permainan seks kami yang perdana dan mandi. Baru setelah itu, kami pergi ke rumah sakit.

    Sejak kejadian itu, kami menjadi sering melakukan hubungan seks dan mencari-cari kesempatan untuk melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain. Bahkan aku pernah membolos sekolah karena pada saat itu Papa sedang naik libidonya. Akhirnya kami memesan hotel dan sama-sama membolos, aku dari sekolah dan Papa dari kantornya. Papa juga mengajariku berbagai posisi dan bagaimana cara mengulum penis dengan benar (blow-job). Ilmu seks yang Papa berikan akhirnya membuatku dicintai oleh beberapa lelaki lain karena serviceku yang memuaskan.

    Itulah pengalaman seks-ku yang pertama kalinya dan tak akan kulupakan seumur hidup. Terima kasih,


  • Video bokep eropa Mindy dan Vanessa Decker passion sebagai lesbian

    Video bokep eropa Mindy dan Vanessa Decker passion sebagai lesbian


    2019 views

    Indogol

  • Kisah Memek Aku Ngentot Dengan Ayahku

    Kisah Memek Aku Ngentot Dengan Ayahku


    5044 views

    Duniabola99.com – Namaku adalah Regina, orang di rumah biasa memanggil ku Egin, demikian juga teman-temanku . Aku mempunyai postur tubuh yang lumayan tinggi, 170cm dengan berat 59 kg. Banyak yang bilang kalau aku memang seksi, montok dan menggemaskan. Karena memang kalau dilihat ukuran payudaraku yang juga besar, 36c. Umurku sekarang 25 tahun, sudah menjadi seorang wanita yang cukup matang. Namun aku memutuskan untuk belum menikah. Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta milik papiku di daerah Sudirman, Jakarta. Sudah 2 tahun aku bekerja di sana, sebagai general manager, yang membawahi sekitar 35 karyawan.


    Cerita ini berawal sekitar 7 tahun yang lalu, waktu itu aku kuliah semester 1 Beginilah kisahku….
    Semuanya ini berawal dari kehidupan keluargaku yang boleh di bilang berantakan….Papiku seorang pengusaha yang sukses…bergerak di bidang property yang cukup terkenal di Indonesia. Dia seorang yang gila kerja tetapi juga gila wanita, sehingga sepertinya beliau banyak memiliki wanita simpanan. Sedangkan mami selalu sibuk dengan kegiatan sosial, karena mami juga adalah seorang yang sangat aktif di sebuah partai yang bonafit. Dan tidak jarang aku memergoki mami sedang asyik bercanda mesra di handphonenya. Pernah satu kali aku, secara tidak sengaja membaca sms di handphone mamiku, isinya membuat aku jadi jijik, karena ternyata sms itu dari pacar-pacarnya. Yang paling membuatku tambah kesal setelah ku selidiki pacar-pacar mami itu adalah pemuda-pemuda yang biasa kita kenal dengan istilah gigolo. Hancur hatiku melihat semuanya ini terjadi dalam keluargaku.

    Hingga pada suatu malam, di saat aku tidur dalam kamarku aku merasakan ada sesuatu yang menggerayangi tubuhku. Awalnya aku merasa seperti ada binatang yang merayap dari ujung rambutku sampai ujung kaki, lalu akhirnya naik lagi dan berhenti di sekitar selangkanganku, antara sadar dan tidak aku membuka mataku, dan alangkah kaget nya aku setelah kulihat papi dengan tubuh tanpa selembar benang pun sedang mengelus-elus celana dalam ku sementara tangan kanannya sedang mengocok penisnya sendiri.

    Sambil berteriak aku berkata
    “paappiii….apa yang sedang papi lakukan???, tenang sayang jangan berteriak nanti semua orang bangun…., kata papiku.
    Sambil aku membereskan dasterku yang sudah berantakan, sementara papiku masih terus mengocok penisnya yang besar dan berurat itu.
    Lalu papiku berkata
    “ayo puaskan papi sayang….sudah lama papi melihat pertumbuhan badanmu yang semakin seksi….”.


    Sementara aku menjadi bengong dengan semua yang telah ku lihat, juga melihat sifat liar papi, aku juga mulai melirik ke arah penis papi yang menurutku sangat besar itu. Karena di banding dengan penis pacarku, penis papi jauh lebih besar dan panjang. Terus terang aku juga belum pernah merasakan apa yang namanya ML, aku dan pacarku hanya sebatas pegang-pegang alat kelamin saja…..tidak lebih dari itu, karena aku sangat takut untuk melakukan hal2 yang aku anggap tabu , maklum usiaku masih 18 tahun waktu itu.
    Lalu papi mulai meraba-raba ku lagi,

    “ayo sayang jangan takut, buka daster mu yuuuu….”.
    “tidak…seharusnya papi tidak berbuat ini….akukan anak papi sendiri….darah daging papi….!!!”.

    Lalu terhirup aroma minuman keras dari mulut papi, begitu kencangnya sehingga rasanya kamarku di penuhi aroma itu. Dan akupun segera tahu kalau papiku sedang mabuk berat dan disergap oleh nafsu birahi yang tak terbendung lagi.

    “Papi kan bisa melakukannya dengan mami atau wanita2 lain yang bisa papi bayar”, kataku.
    “Ach…mamimu sudah tidak perduli dengan papi, dan juga papi bosan dengan wanita2 itu, papi kepingin mencicipi kamu sayang….., balas papi.
    Antara bingung dan marah (namun dalam hatiku kagum melihat penis sebesar itu) akupun tidak tahu harus berbuat apa….akupun berkata
    “nanti kalau ketahuan mami atau orang lain bagaimana???”.
    “ach…..perduli setan dengan mereka semua……


    Sambil tangan nya yang kekar itu menarik tubuhku, papi mulai mencium bibirku dengan nafsu yang sudah membakarnya, dirobeknya daster ku hingga tubuhku hanya dibalut bra dan celana dalam saja. Aku pun tak kuasa melawan tenaga papiku yang begitu besar, walaupun aku sudah mencoba, namun sia saja, papiku malahan tambah liar karena melihatku meronta ronta….
    Akupun hanya bisa pasrah dan menangis saat papi menarik bra dan celana dalam ku, hingga sekarang tubuhku benar2 telanjang bulat.

    Papi pun mulai menjilat jilat puting susuku, sambil tangannya memainkan vaginaku. Dari yang tadinya aku meronta ronta, sekarang sedikit demi sedikit aku mulai menikmati permainan papi.

    “sshhhh….aaaaachhh…..ooooowwww…”
    “tttteeeerrruuuuusss……oooooohhhhh….” desahku.

    Akupun mulai di kuasai oleh nafsu yang bergerak perlahan menjalari tubuhku. Sementara papi dengan rakusnya mulai menjilati vagina ku, dan sesekali menghisap klitoris ku. Dan tangan ku pun mulai mencari cari rudal papi. Ku kocok pelan-pelan sambil mengimbangi serangan papi. Saking besarnya hingga tangan ku tidak muat lagi untuk menggenggam rudal papi.

    ” Ayo gin terus kocokin kontol papi…..
    ” sssssshhhh……aaahhhhh…..

    Dan akhirnya papi pun mengakhiri jilatan jilatannya dan kaki ku ditariknya, sambil berjongkok dia pun memegang batang penisnya dan langsung mengarahkan ke lubang vagina ku.

    ” papi nanti kalau egin hamil bagaimana???
    ” gampang nanti kita gugurin aja…..
    ” tapi egin belum pernah begini…..pelan2 ya….
    ” iya sayang ini juga pelan2….

    Papi mulai menempelkan penisnya di bibir vagina ku….

    ” aauuuuwwww…..sakit pi…….
    ” cuma sebentar sakitnya sayang…..abis itu pasti enak banget….
    Dia pun mulai menekan lagi….
    ” bless….ssrreeet…….ssrreeettt……
    ” oooouuuuwww…..pppaaaapppppiiiiiiii…….


    Akupun berteriak sekencang-kencangnya, tanpa perduli ada yang mendengar atau tidak. Papi pun mulai menggenjot tubuhku. Lama kelamaan aku pun tidak merasakan sakit lagi….tapi kenikmatan yang tiada taranya…..dan aku merasa penis papi memenuhi seluruh rongga rahimku. Akupun mulai mengikuti irama goyangan papi dengan menggoyang pantat ku ke kiri dan ke kanan.

    ” ssssshhhhh…aaaacchhhhh……ooooooohhhh….
    ” eeennnaaakkkk ssseeeekkkaaallllii ppaaapppp….
    ” ooooohhh……aaahhhh…..yyeeessss…..terus goyang sayang…..
    ” ppeeegggaannggg pppannntttaattt pppappi…..saaayaaannngg…
    ” oooohhhh….ttterrrruuussss……gggiiinnn…….

    Mulut papi mengulum-ngulum puting susuku, dan sesekali menjambak rambutku…..akupun sudah terbakar oleh birahi yang menyala-nyala…tidak sadar kalau lelaki yang sedang menyetubuhiku adalah papiku sendiri.

    ” pi…egin mau di atas ya….
    ” iya sayang…., sambil menghentikan genjotannya dan berbaring di sisiku
    Akupun mulai menaiki tubuh papiku yang sudah basah oleh keringat kami berdua. Dan aku mulai mengarahkan rudal papi ke lubang vaginaku…..
    “blesssek….oooohhhh…..

    Masuklah seluruh penis papi ke dalam vagina ku yang mungil. Tapi aneh, sekarang sudah tidak sakit lagi seperti pertama papi menusukkan penisnya tadi. Akupun mulai bergerak naik turun dan goyang ke kiri dan ke kanan, sambil kedua tangan papi meremas remas susuku.

    ” ahhhhh…ahhhhh…yyyeeeaahahhh……
    ” teeeruuuus…..gggooyyyaannnggg….sssayyyyaaannng g….
    ” aaaaahhhh….aaaahhhh…….aahhhh…ppppaaaappppi iii…..
    ” aaayyyyyoooo…..ssssoooodooookkkk….ppppiiii…. .
    ” yyyaaannngggg….kkkeeennncceeeenngg….oooohhhh.. ..


    Gerakanku semakin tidak beraturan dan mulutku meracau hebat…..hingga akhirnya ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam tubuhku.

    ” paaaapppiiii….eeegggiiinnn….uuuddaahh….ggaa. …tttaaahhhaannn….
    ” eeeggiiinnn…mmmaaauuu..kkkeellllluuuaarrrr…..

    Papi semakin gencar menaikkan pantatnya menghujam vaginaku….semakin cepat….dan cepat lagi….

    ” taaahhhaannn ssebbenntaarr ssaayaaannggg….
    ” papi jjjugggaa maauuu kkkellluuuarrr…..
    ” kkitaa kkkelluuaarriinnn ssaaammaa ssssaaammmaa yyayaaa…..
    ” ahhhh…..aaahhh….ahhhhh…aahhhh
    ” yyeeess…..yyeesss….
    ” aayyoooo….ssaayaaannggg….pppaaapppiii…kkkell llluuuaarr….
    ” cccrrootttzzzz….crooottssss…..ccrrotttsss…..
    ” eeeegggiinnnn jjjuuugggaaa kkkellluuuarrr pppaaapp……
    ” ssrrreeettt….srrreeeetttzz……aaaahhhhhhhh….

    Papi langsung membalikkan tubuhku dan menekan penisnya sambil mendekap tubuhku sekuat tenaga, begitu pun aku membalas memeluk tubuh papi, sampai aku merasa melayang di awan2. Tak terasa sudah 35 menit berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 3 lewat 10 menit, kami bertempur dengan hebatnya, sehingga ranjangku pun basah oleh peluh kami.


    ” kamu hebat sayang….” kata papi.
    ” papi ga sangka….
    ” iya tapi papi mau perkosa egin tadi…
    ” maafin papi ya…
    ” iya….tapi papi janji mau beliin egin apa aja yang egin minta…
    ” iya papi janji sayang…..

    Sambil mengecup keningku papi pun keluar dari kamar ku, dan aku pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dengan siraman air hangat….

    Setelah itu aku dan papi selalu mengulangi perbuatan ini kapan saja dan dimana saja kami suka, kadang di rumah, di hotel, di kantor papi, di kantor ku, di mobil, dll. Sampai saat ini (aku bekerja di perusahaan milik papi ku) kami pun masih tetap melakukannya, walau usia papi yang sudah hampir 60 tahun, dan tidak ada yang mengetahui perbuatan kami ini termasuk mami. Karena mamipun sibuk dengan gigolo2 nya, kurasa mami pun tahu, tapi dia tidak ambil pusing dengan ulah kami ini. Beginilah kisahku dengan papiku tercinta….

  • Cerita Sex Pak RT Yang Nakal

    Cerita Sex Pak RT Yang Nakal


    4209 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Pak RT Yang Nakal ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita SexPak Vito adalah ketua RT di daerah tempat aku tinggal. Ia sering datang ke rumahku untuk keperluan menagih iuran daerah dan biaya air ledeng. Dia adalah seorang pria berusia sekitar 50 tahunan dan mempuny…ai dua istri.
    Benar kata orang bahwa dia ini seorang bandot tua, buktinya kalau aku lewat di depannya, seringkali matanya jelalatan menatap padaku seolah-olah matanya tembus pandang ke balik pakaianku. Bagiku sih tidak apa-apa, aku malah senang kalau tubuhku dikagumi laki-laki, terkadang aku memakai baju rumah yang sexy kalau lewat di depannya. Aku yakin di dalam pikirannya pasti penuh hal-hal yang jorok tentangku.

    Pada suatu hari aku sedang di rumah sendirian. Aku sedang melakukan fitness untuk menjaga bentuk dan stamina tubuhku di ruang belakang rumahku yang tersedia beberapa peralatan fitness. Aku memakai pakaian yang enak dipakai dan menyerap keringat berupa sebuah kaus hitam tanpa lengan dengan belahan dada rendah sehingga buah dadaku yang montok itu agak tersembul keluar terutama kalau sedang menunduk apalagi aku tidak memakai BH, juga sebuah celana pendek ketat merk ‘Nike’ yang mencetak pantatku yang padat berisi.
    Waktu aku sedang melatih pahaku dengan sepeda fitness, tiba-tiba terdengar bel berbunyi, segera saja kuambil handuk kecil dan mengelap keringatku sambil berjalan ke arah pintu. Kulihat dari jendela, ternyata Pak Vito yang datang, pasti dia mau menagih biaya ledeng, yang dititipkan ayah padaku tadi pagi.

    Kubukakan pagar dan kupersilakan dia masuk.

    “Silakan Pak duduk dulu ya, sambil nunggu saya ambil uangnya” senyumku dengan ramah sambil mempersilakannya duduk di ruang tengah.
    “Kok sepi sekali Dik, kemana yang lain?”
    “Papa hari ini pulangnya malam, tapi uangnya udah dititip ke saya kok, Mama juga lagi arisan sama teman-temannya”.

    Seperti biasa matanya selalu saja menatapi tubuhku, terutama bagian dadaku yang agak terlihat itu. Aku juga sadar kalau dadaku sempat diintip olehnya waktu menunduk untuk menaruh segelas teh untuknya.

    “Minum Pak”, tawarku lalu aku duduk di depannya dengan menyilangkan kaki kananku sehingga pahaku yang jenjang dan putih itu makin terlihat.

    Nuansa mesum mulai terasa di ruang tamuku yang nyaman itu. Dia menanyaiku sekitar masalah anak muda, seperti kuliah, hoby, keluarga, dan lain-lain, tapi matanya terus menelanjangiku.

    “Dik Citra lagi olah raga yah, soalnya badannya keringatan gitu terus mukanya merah lagi” katanya.
    “Iya nih Pak, biasa kan cewek kan harus jaga badan lah, cuma sekarang jadi pegel banget nih, pengen dipijat rasanya, Bapak bisa bantu pijitin nggak?” godaku sambil mengurut-ngurut pahaku.

    Tanpa diminta lagi dia segera bangkit berdiri dan pindah ke sebelahku, waktu berdiri kuperhatikan ia melihat putingku yang menonjol dari balik kausku, juga kulihat penisnya ngaceng berat membuatku tidak sabar mengenggam benda itu.

    “Mari Dik, kesinikan kakinya biar Bapak pijat” Aku lalu mengubah posisi dudukku menjadi menyamping dan menjulurkan kakiku ke arahnya.

    Dia mulai mengurut paha hingga betisku. Uuuhh.. pijatannya benar-benar enak, telapak tangannya yang kasar itu membelai pahaku yang putih mulus hingga membangkitkan birahiku. Akupun mendesah-desah sambil menggigit bibir bawahku.

    “Pijatan Bapak enak ya Dik?” tanyanya.
    “Iya Pak, terus dong.. enak nih.. emmhh!” aku terus mendesah membangkitkan nafsu Pak Vito, desahanku kadang kusertai dengan geliat tubuh.

    Dia semakin berani mengelus paha dalamku, bahkan menyentuh pangkal pahaku dan meremasnya.

    “Enngghh.. Pak!” desahku lebih kuat lagi ketika kurasakan jari-jarinya mengelusi bagian itu.

    Tubuhku makin menggelinjang sehingga nafsu Pak Vito pun semakin naik dan tidak terbendung lagi. Celana sportku diperosotkannya beserta celana dalamku. Link Alternatif Depobos

    “Aawww..!” aku berlagak kaget sambil menutupi kemaluanku dengan telapak tanganku.

    Melihat reaksiku yang malu-malu kucing ini dia makin gemas saja, ditariknya celanaku yang sudah tertarik hingga lutut itu lalu dilemparnya ke belakang, tanganku yang menutupi kemaluan juga dibukanya sehingga kemaluanku yang berambut lebat itu tampak olehnya, klitorisku yang merah merekah dan sudah becek siap dimasuki.

    Pak Vito tertegun beberapa saat memandangiku yang sudah bugil bagian bawahnya itu.

    “Kamu memang sempurna Dik Citra, dari dulu Bapak sering membayangkan ngentotin kamu, akhirnya hari ini kesampaian juga”, rayunya Dia mulai melepas kemejanya sehingga aku dapat melihat perutnya yang berlemak dan dadanya yang berbulu itu.

    Lalu dia membuka sabuk dan celananya sehingga benda dibaliknya kini dapat mengacung dengan gagah dan tegak. Aku menatap takjub pada organ tubuh itu, begitu besar dan berurat aku sudah tidak sabar lagi menggenggam dan mengulumnya. Pak Vito begitu membuka pahaku lalu membenamkan kepalanya di situ sehingga selangkanganku tepat menghadap ke mukanya.

    “Hhmm.. wangi, pasti Adik rajin merawat diri yah” godanya waktu menghirup kemaluanku yang kurawat dengan apik dengan sabun pembersih wanita.

    Sesaat kemudian kurasakan benda yang lunak dan basah menggelitik vaginaku, oohh.. lidahnya menjilati klitorisku, terkadang menyeruak ke dalam menjilati dinding kemaluanku. Lidah tebal dan kumisnya itu terasa menggelitik bagiku, aku benar-benar merasa geli di sana sehingga mendesah tak tertahan sambil meremasi rambutnya. Kedua tangannya menyusup ke bawah bajuku dan mulai meremas buah dadaku, jari-jarinya yang besar bermain dengan liar disana, memencet putingku dan memelintirnya hingga benda itu terasa makin mengeras.

    “Pak.. oohh.. saya juga mau.. Pak!” desahku tak tahan lagi ingin mengulum penis itu.
    “Kalau begitu Bapak di bawah saja ya Dik” katanya sambil mengatur posisi kami sedemikian rupa menjadi gaya 69.

    Aku naik ke wajahnya dan membungkukkan tubuhku, kuraih benda kesukaanku itu, dalam genggamanku kukocok perlahan sambil menjilatinya. Kugerakkan lidahku menelusuri pelosok batang itu, buah pelirnya kuemut sejenak, lalu jilatanku naik lagi ke ujungnya dimana aku mulai membuka mulut siap menelannya. Oohh.. batang itu begitu gemuk dan berdiameter lebar persis seperti tubuh pemiliknya, sehingga akupun harus membuka mulutku selebar-lebarnya agar bisa mamasukkannya.

    Aku mulai mengisapnya dan memijati buah pelirnya dengan tanganku. Pak Vito mendesah-desah enak menikmati permainanku, sementara aku juga merasa geli di bawah sana, kurasakan ada gerakan memutar-mutar di dalam liang vaginaku oleh jarinya, jari-jari lain dari tangan yang sama mengelus-elus klitoris dan bibir vaginaku, bukan itu saja, lidahnya juga turut menjilati baik anus maupun vaginaku. Sungguh suatu sensasi yang hebat sekali sampai pinggulku turut bergoyang menikmatinya, juga semakin bersemangat mengulum penisnya.

    Selama 10 menitan kami menikmatinya sampai ada sedikit terganggu oleh berbunyinya HP Pak Vito. Aku lepaskan penisnya dari mulutku dan menatap padanya. Pak Vito menyuruhku mengambil HP-nya di atas meja ruang tamu, lalu dia berkata,

    “Ayo Dik, terusin dong karaokenya, biar Bapak ngomong dulu di telepon”. Aku pun tanpa ragu-ragu menelan kembali penisnya.

    Dia bicara di HP sambil penisnya dikulum olehku, tidak tau deh bicara dengan siapa, emang gua pikirin, yang pasti aku harus berusaha tidak mengeluarkan suara-suara aneh. Tangan satunya yang tidak memegang HP terus bekerja di selangkanganku, kadang mencucuk-cucukkannya ke vagina dan anusku, kadang meremas bongkahan pantatku.

    Cerita Sex Pak RT Yang Nakal Tiba-tiba dia menggeram sambil menepuk-nepuk pantatku, sepertinya menyuruhku berhenti, tapi karena sudah tanggung aku malahan makin hebat mengocok dan mengisap penis itu sampai dia susah payah menahan geraman nikmatnya karena masih harus terus melayani pembicaraan.

    Akhirnya muncratlah cairan putih itu di mulutku yang langsung saya minum seperti kehausan, cairan yang menempel di penisnya juga saya jilati sampai tak bersisa.

    “Nggak kok.. tidak apa-apa.. cuma tenggorokkan saya ada masalah dikit” katanya di HP.

    Tak lama kemudian dia pun menutup HP nya, lalu bangkit duduk dan menaikkanku ke pangkuannya, tangan kirinya dipakai menopang tubuhku.

    “Wah.. Dik Citra ini bandel juga ya, tadi kan Bapak udah suruh stop dulu, ee.. malah dibikin keluar lagi, untung nggak curiga tuh orang” katanya sambil mencubit putingku.
    “Hehehe.. sori deh Pak, kan tadi tanggung makannya saya terusin aja, tapi Bapak seneng kan” kataku dengan tersenyum nakal.
    “Hmm.. kalo gitu awas ya sekarang Bapak balas bikin kamu keluar nih” seringainya.

    Lalu dengan sigap tangannya bergerak menyelinap diantara kedua pangkal pahaku. Jari tengah dan telunjuknya menyeruak dan mengorek-ngorek vaginaku, aku meringis ketika merasakan jari-jari itu bergerak semakin cepat mempermainkan nafsuku. Pak Vito menurunkan kaos tanpa lenganku dari bahu dan meloloskannya lewat lengan kananku, sehingga kini payudara kananku yang putih montok itu tersembul keluar.

    Dengan penuh nafsu langsung dia lumat benda itu dengan mulutnya. Aku menjerit kecil waktu dia menggigit putingku dan juga mengisapnya kuat-kuat, bulatan mungil itu serasa makin menegang saja. Dia membuka mulutnya lebar-lebar berusaha memasukkan seluruh payudaraku ke mulutnya, di dalam mulutnya payudaraku disedot, dikulum, dan dijilat, rasanya seperti mau dimakan saja milikku itu.

    Sementara selangkanganku makin basah oleh permainan jarinya, jari-jari itu menusuk makin cepat dan dalam saja. Hingga suatu saat birahiku terasa sudah di puncak, mengucurlah cairan cintaku dengan deras. Aku mengatupkan pahaku menahan rasa geli di bawahku sehingga tangannya terhimpit diantara kedua paha mulusku. Setelah dia cabut tangannya dari kemaluanku, nampak jari-jarinya sudah belepotan oleh cairan bening yang kukeluarkan. Dia jilati cairanku dijarinya itu, aku juga ikutan menjilati jarinya merasakan cairan cintaku sendiri.

    Kemudian dia cucukkan lagi tangannya ke kemaluanku, kali ini dia mengelus-ngelus daerah itu seperti sedang mengelapnya. Telapak tangannya yang penuh sisa-sisa cairan itu dibalurinya pada payudaraku.

    “Sayang kalo dibuang, kan mubazir” ucapnya.

    Kembali lidahnya menjilati payudaraku yang sudah basah itu, sedangkan aku menjilati cairan pada tangannya yang disodorkan padaku. Tanganku yang satu meraba-raba ke bawah dan meraih penisnya, terasa olehku batang itu kini sudah mengeras lagi, siap memulai aksi berikutnya.

    “Enggh.. masukin aja Pak, udah kepingin nih”. Dia membalik tubuhku, tepat berhadapan dengannya, tangan kananya memegangi penisnya untuk diarahkan ke vaginaku.

    Aku membukakan kedua bibir vaginaku menyambut masuknya benda itu. Setelah kurasakan pas aku mulai menurunkan tubuhku, secara perlahan tapi pasti penis itu mulai terbenam dalam kemaluanku. Goyanganku yang liar membuat Pak Vito mendesah-desah keenakan, untung dia tidak ada penyakit jantung, kalau iya pasti sudah kumat. Kaosku yang masih menyangkut di bahu sebelah kiri diturunkannya sehingga kaos itu menggantung di perutku dan payudara kiriku tersingkap.

    Nampak sekali bedanya antara yang kiri yang masih bersih dengan bagian kanan yang daritadi menjadi bulan-bulanannya sehingga sudah basah dan memerah bekas cupangan. Kedua tangannya meremas-remas kedua payudaraku, ketika melumatnya terkadang kumisnya yang kasar itu menggesek putingku menimbulkan sensasi geli yang nikmat. Lidahnya bergerak naik ke leherku dan mencupanginya sementara tangannya tetap memainkan payudaraku. Birahiku sudah benar-benar tinggi, nafasku juga sudah makin tak teratur, dia begitu lihai dalam bercinta, kurasa bukan pertama kalinya dia berselingkuh seperti ini.

    Cerita Sex Pak RT Yang Nakal Aku merasa tidak dapat bertahan lebih lama lagi, frekuensi goyanganku kutambah, lalu aku mencium bibirnya. Tubuh kami terus berpacu sambil bermain lidah dengan liarnya sampai ludah kami menetes-netes di sekitar mulut, eranganku teredam oleh ciumannya. Mengetahui aku sudah mau keluar, dia menekan-nekan bahuku ke bawah sehingga penisnya menghujam makin dalam dan vaginaku makin terasa sesak. Tubuhku bergetar hebat dan jeritanku tak tertahankan lagi terdengar dari mulutku, perasaan itu berlangsung selama beberapa saat sampai akhirnya aku terkulai lemas dalam pelukannya.

    Dia menurunkanku dari pangkuannya, penisnya terlihat berkilauan karena basah oleh cairan cinta. Dibaringkannya tubuhku yang sudah lemas itu di sofa, lalu dia sodorkan gelas yang berisi teh itu padaku. Setelah minum beberapa teguk, aku merasa sedikit lebih segar, paling tidak pada tenggorokanku karena sudah kering waktu mendesah dan menjerit. Kaosku yang masih menggantung di perut dia lepaskan, sehingga kini aku bugil total.

    Sebelum tenagaku benar-benar pulih, Pak Vito sudah menindih tubuhku, aku hanya bisa pasrah saja ditindih tubuh gemuknya. Dengan lembut dia mengecup keningku, dari sana kecupannya turun ke pipi, hingga berhenti di bibir, mulut kami kembali saling berpagutan. Saat berciuman itulah, Pak Vito menempelkan penisnya pada vaginaku, lalu mendorongnya perlahan, dan aahh.. mataku yang terpejam menikmati ciuman tiba-tiba terbelakak waktu dia menghentakkan pinggulnya sehingga penis itu menusuk lebih dalam.

    Kenikmatan ini pun berlanjut, aku sangat menikmati gesekan-gesekan pada dinding vaginaku. Buah dadaku saling bergesekan dengan dadanya yang sedikit berbulu, kedua paha rampingku kulingkarkan pada pinggangnya. Aku mendesah tak karuan sambil mengigiti jariku sendiri. Sementara pinggulnya dihentak-hentakkan diatasku, mulutnya tak henti-hentinya melumat atau menjilati bibirku, wajahku jadi basah bukan saja oleh keringat, tapi juga oleh liurnya. Telinga dan leherku pun tak luput dari jilatannya, lalu dia angkat lengan kananku ke atas dan dia selipkan kepalanya di situ.

    Aahh.. ternyata dia sapukan bibir dan lidahnya di ketiakku yang halus tak berbulu itu, kumis kasar itu menggelitikku sehingga desahanku bercampur dengan ketawa geli.

    “Uuuhh.. Pak.. aakkhh..!” aku kembali mencapai orgasme.

    Vaginaku terasa semakin banjir, namun tak ada tanda-tanda dia akan segera keluar, dia terlihat sangat menikmati mimik wajahku yang sedang orgasme. Suara kecipak cairan terdengar jelas setiap kali dia menghujamkan penisnya, cairanku sudah meleleh kemana-mana sampai membasahi sofa, untung sofanya dari bahan kulit, jadi mudah untuk membersihkan dan menghilangkan bekasnya. Tanpa melepas penisnya, Pak Vito bangkit berlutut di antara kedua pahaku dan menaikkan kedua betisku ke pundaknya.

    Tanpa memberiku istirahat dia meneruskan mengocok kemaluanku, aku sudah tidak kuat lagi mengerang karena leherku terasa pegal, aku cuma bisa mengap-mengap seperti ikan di luar air.

    “Bapak udah mau.. Dik.. Citra..!” desahnya dengan mempercepat kocokkannya.
    “Di luar.. Pak.. aku ahh.. uuhh.. lagi subur” aku berusaha ngomong walau suaraku sudah putus-putus.

    Tak lama kemudian dia cabut penisnya dan menurunkan kakiku. Dia naik ke wajahku, lalu dia tempelkan penisnya yang masih tegak dan basah di bibirku. Akupun memulai tugasku, kukulum dan kukocok dengan gencar sampai dia mengerang keras dan menjambak rambutku. Maninya menyemprot deras membasahi wajahku, aku membuka mulutku menerima semprotannya.

    Setelah semprotannya mereda pun aku masih mengocok dan mengisap penisnya seolah tidak membiarkan setetespun tersisa. Batang itu kujilati hingga bersih, benda itu mulai menyusut pelan-pelan di mulutku. Kami berpelukan dengan tubuh lemas merenungi apa yang baru saja terjadi. Sofa tempat aku berbaring tadi basah oleh keringat dan cairan cintaku yang menetes disana. Masih dalam keadaan bugil, aku berjalan sempoyongan ke dapur mengambil kain lap dan segelas air putih.

    Cerita Sex Pak RT Yang Nakal Waktu aku kembali ke ruang tamu, Pak Vito sedang mengancingkan lagi bajunya, lalu meneguk air yang tersisa di gelasnya.

    “Wah Dik Citra ini benar-benar hebat ya, istri-istri Bapak sekarang udah nggak sekuat Adik lagi padahal mereka sering melayani Bapak berdua sekaligus” pujinya yang hanya kutanggapi dengan senyum manis.

    Setelah berpakaian lagi, aku mengantarnya lagi ke pintu depan. Sebelum keluar dari pagar dia melihat kiri kanan dulu, setelah yakin tidak ada siapa-siapa dia menepuk pantatku dan berpamitan.

    “Lain kali kalo ada kesempatan kita main lagi yah Dik”
    “Dasar bandot, belum cukup punya istri dua, masih ngembat anak orang” kataku dalam hati.

    Akhirnya aku pun mandi membersihkan tubuhku dari sperma, keringat, dan liur. Siraman air menyegarkan kembali tubuhku setelah seharian penuh berolahraga dan berolahsyahwat. Beberapa menit sesudah aku selesai mandi, ibuku pun pulang. Beliau bilang wangi ruang tamunya enak sehingga kepenatannya agak berkurang, aku senyum-senyum saja karena ruang itu terutama sekitar ‘medan laga’ kami tadi telah kusemprot pengharum ruangan untuk menutupi aroma bekas persenggamaan tadi.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Blonde milf fuck a hard cock in jail

    Blonde milf fuck a hard cock in jail


    2436 views

  • Foto Bugil Stephanie Christine mengungkap tubuh seksi

    Foto Bugil Stephanie Christine mengungkap tubuh seksi


    8826 views

  • Foto Ngentot Pelayan Jepang, Carol Vega, menyediakan rumah bagi pria dengan layanan seksual

    Foto Ngentot Pelayan Jepang, Carol Vega, menyediakan rumah bagi pria dengan layanan seksual


    2249 views

    Duniabola99.com – foto pelayan cantik langsing tinggi Carol Vega ngentot dengan majikannya saat lagi bersih bersih rumah dan menembakkan sperma yang banyak ke mulut.

  • Kisah Memek Alex, Burung Mudaku

    Kisah Memek Alex, Burung Mudaku


    2627 views

    Duniabola99.com – Sebut saja namaku Haryani, saat menikah aku tidak tahu kalau ternyata suamiku masih berstatus suami sah orang lain, namun belakangan kuketahui nasi sudah menjadi bubur. Pada akhirnya dia pun mengakui kalau sudah punya anak isteri, namun apalah artinya aku yang lemah dan bodoh ini jika harus bersikeras untuk menuntutnya. Kendatipun aku tahu akan sangat menyakiti isteri sahnya, jika ia mengetahui. Suamiku adalah seorang perwira yang mempunyai kedudukan penting di sebuah propinsi (tidak kusebut tempatnya).


    Usianya sudah mencapai 55 tahun dan aku sendiri baru mencapai 27 tahun. Fasilitas yang diberikan dan ketakutanku lah yang membuatku sangat tak berdaya untuk menentang keberadaanku. Aku dibelikan sebuah villa yang sangat mewah yang terletak tidak begitu jauh dari kota tempat suamiku bertugas. Semua fasilitas yang diberikan kepadaku sangatlah mewah bagiku, aku mendapatkan sebuah mobil pribadi, telepon genggam dan perangkat entertainment di rumah. Namun ini semua ternyata masih kurang, aku ingin punya momongan, aku ingin dicintai dan disayangi. Kenyataannya aku hanya tempat persinggahan saja. Belakangan kudengar bahwa suamiku juga punya WIL lain selain aku, malahan kadang ia juga jajan kalau sedang keluar kota, kabar ini kudapatkan dari isteri ajudannya sambil wanti-wanti agar aku tutup mulut. Aku sendiri memang sudah kenal dekat dengan keluarga ajudan suamiku, namun demikian sampai saat ini rahasia ini masih tersimpan cukup rapi. Bagaimanapun juga aku kesal dan sedih dengan kondisi seperti ini, sehingga timbul niatku untuk berperilaku serupa.

    Pada suatu hari suamiku bertindak ceroboh dengan menitipkan anak bungsunya kepadaku, beliau memperkenalkanku sebagai ipar ajudannya. Anak itu memanggilku Mbak maklum dia masih SMP dan usinya pun masih 14 tahun. Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya agak kurang bila dibanding dengan anak-anak di kampungku. Maklumlah ia adalah anak pejabat tinggi. Jam 21.00 bapaknya telepon, meminta Alex (sebut saja nama anak itu begitu) untuk tidur di rumah karena bapak ada urusan. Aku jadi curiga pasti dia ada kencan dengan orang lain. Alex pun belum tidur, ia lagi asyik nonton televisi di ruang keluarga. Akhirnya timbul niat burukku untuk memperdaya Alex, namun bagaimana caranya? aku dihadapkan pada jalan buntu. Akhirnya spontan kumasukkan VCD-VCD porno ke dalam player untuk saya hidangkan kepada Alex. Aku hidupkan oven selama 3 menit yang kebetulan isinya adalah daging yang sudah masak sejak siang tadi. Langsung saja kurayu dia untuk menyantapnya sehingga kami pun menyantap daging panggang dan sambal kecap bersama-sama. Sambil basa-basi kutanyakan sekolahnya, tampaknya kemampuannya di sekolah biasa-biasa saja, terbukti dengan kekurang antusiasannnya bicara tentang sekolah. Ia lebih suka bicara tentang video game dan balap motor. Joker123

    Kupegang tengkuknya dan kupijit sambil kukatakan, “Kamu pasti capek, sini Mbak pijitin…” Dia pun diam saja, maklum dia adalah anak yang manja. Kuraih remote control dan kutekan play untuk CD yang pertama, film-filmnya adalah jenis vivid dengan tema seks yang cukup halus. Tampaknya Alex sangat menyukainya, ah pucuk di cinta ulam pun tiba. Sambil kupijit sekujur tubuhnya, kuamati roman mukanya. Kukatakan tidak usah malu, karena itu hanya film saja (tidak sungguhan). Muka Alex tegang, setiap ada adegan orang berpelukan (cuma berpelukan) aku suruh dia telentang untuk pijatan bagian depan. Sambil telentang Alex tetap memperhatikan film yang tampaknya mulai disukainya itu. Kini acara di film mulai ke adegan yang cukup panas, seorang wanita melepas pakaiannya sehingga tinggal pakai celana dan BH dalam saja. Alex semakin tegang dan agak kupercepat tanganku mengarah ke pangkal pahanya. Pura-pura kupijit pahanya dengan menyentuh kemaluannya, dia terkejut ketika kemaluannya yang tegang kesentuh tanganku. Pucat pasi mukanya, namun kunetralisir dengan mengatakan “Tenang Alex, semua orang sama, adalah hal yang sangat wajar bila seseorang terangsang. Karena semua orang mempunyai nafsu.” “Malu Mbak”, jawab Alex. Kalau orang banyak malu, tapi Alex kan sendirian cuma sama Mbak. Mbak nggak malu kok. Dengan berkata demikian kubuka bajuku sehingga aku hanya pakai BH saja. Akupun heran juga kagum, anak seumur dia juga bisa tegang dan tampak tidak berdaya, jauh dari sikap sehari-hari yang agak arogan. Namun aku mulai menyukainya tanpa memikir yang jauh ke depan mengingat bapaknya sendiri juga berbuat serupa terhadap saya. Film terus berputar, tubuh Alex terasa hangat malah aku khawatir kalau dia sakit, dia tampak pucat entah takut apa bagaimana, aku tidak tahu.


    Alex hanya melirik buah dadaku tanpa berani menatap langsung, dia tetap memperhatikan film dengan seksama. Saat kupegang lagi kemaluannya dia hanya diam saja, tak kusia-siakan kesempatan ini kuremas kemaluan yang berukuran agak kecil itu. Akupun sudah tidak memperhatikan film lagi, kubuka celana Alex dan kuperhatikan kemaluannya. Tampak bersih dan mulai ditumbuhi bulu-bulu halus, aku semakin bernafsu melihatnya. Langsung kuterkam dengan mulutku dan kumulai menjilatnya, Alex hanya terdiam sambil kadang pinggulnya bergerak menikmatinya. Kuhisap kemaluannya dan dia pun teriak Uh.. Mbak.. kubiarkan anak kecil itu menggelinjang, kubimbing tangannya ke payudaraku. Ah, dia malah meremas kuat sekali. Kumaklumi dia sangat lugu dalam hal ini, aku tidak menyesal malah menyukainya. Aku hisap terus, dia pun semakin bergerak tidak karuan sambil teriak-teriak ah, uh, ah, uh. Kemudian dia teriak keras sambil tubuhnya gemetar disusul oleh cairan hangat dari kemaluannya. Aku telan cairan asin dan pekat ini tanpa rasa jijik sedikit pun, dan dia pun diam lemas terkulai. Kupeluk dia, dan kubisikkan kata-kata, “Enakkan”, sambil aku tersenyum, dia balas pelukanku dan hanya bicara “Mbak..” Aku bimbing dia ke kamar mandi dan kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur dan aku yakin nanti akan bangun lagi. Agen Joker123

    Kemudian kami pun tidur bersama di depan televisi di atas karpet, dia tampak kelelahan dan tidur pulas. Aku pun puas meski tidak sampai coitus. Menjelang subuh aku bangun, dan kulihat dengan seksama tubuh Alex yang sedang tidur telanjang. Nafsuku bangkit lagi dan kucoba membangunkan burung kecil itu, ternyata berhasil dan kuulangi lagi perbuatan tadi malam dengan pertambahan Alex meningkatkan variasi permainan. Tampaknya Alex mulai mengikuti naruninya sebagai makhluk bernafsu, ia mungkin meniru adegan film tadi malam. BH-ku dibuka dan dijilati, aku pun merasakan kenikmatan dari anak bau kencur, kubayangkan anak dan bapaknya mengerjaiku seperti sekarang, ah tak mungkin. Aku tuntun tangan Alex ke kemaluanku yang sejak tadi malam belum tersentuh sama sekali. Kubimbing tangannya menggesek-gesek kemaluannya dan ia pun memahami keinginanku. Gerakan-gerakan Alex dan servicenya kepadaku masih sangat kaku, mungkin perlu beberapa kali aku melatihnya. Tiba-tiba ia menarik paksa celana dalamku dan BH-ku pun dilucuti. Kubiarkan dia berkreasi sendiri, tampak wajahnya masih tegang tapi tidak setegang tadi malam dan ia pun mulai tidak sopan kepadaku, ah biarlah. Aku didorong hingga telentang, dan ia pun langsung menindihku. Dicobanya memasukkan burung kecil itu ke dalam kemaluanku, namun berkali-kali ia tidak berhasil. Ia pun semakin penasaran, ah suami kecilku ini mesti banyak belajar dariku.


    Kubimbing kemaluannya memasuki kemaluanku dan ia pun menggesek-gesekkannya. Terasa nafsuku merasuk ke sekujur tubuhku, kini penantianku tadi malam hampir tercapai dan ah nikmat sekali, suami kecilku bisa memuaskanku kali ini. Dengan cepat aku bangun dan kuhampiri burung kecil yang masih menantang itu, kuhisap dalam-dalam, dia pun mengerang kenikmatan dan terus menerus kuhisap hingga badannya bergetar dan lagi-lagi air liur burung kecil yang hangat itu menjadi bagian dari dagingku. Hari sudah terang, dan segera kami mandi air hangat bersama-sama. Aku merasa puas dan Alex hanya diam saja, entah apa yang dipikirkan. Menyesalkah? aku tidak tanya. Kenyataannya kisah ini masih berlangsung, sekarang Alex sudah SMA dan masih tetap dalam bimbinganku.
    Pagi harinya bapaknya Alex (yang juga suamiku) datang dan dengan tanpa menaruh curiga sedikitpun. Ini adalah pengalaman pertamaku dengan burung muda.

  • Foto Bugil Cewek remaja Jeff Milton penuh energi dan menampilkan tubuh langsing

    Foto Bugil Cewek remaja Jeff Milton penuh energi dan menampilkan tubuh langsing


    2158 views

    Duniabola99.com – foto gadis remaja pirang Jeff Milton melepas semua pakiaannya diatas renjangnya memperlihatkan toketnya yang bulat dan menggangkang lebar kakinya memamerkan memeknya yang tanpa bulu berwarna pink sambil meloncat-loncat diatas tempat tidurnya.

  • Kisah Memek Sensasi kenikmatan ngentot dengan 3 cewek cantik

    Kisah Memek Sensasi kenikmatan ngentot dengan 3 cewek cantik


    3080 views

    Duniabola99.com – Mungkin saking asyiknya kami bercumbu tanpa kami sadari rupanya dari tadi ada yang memperhatikan pergumulan kami berdua, Mbak Fitri dan adik suaminya, Asih sudah berdiri di pinggir pintu. Mungkin mereka pulang berdua tanpa suaminya dan kedua anaknya yang masih mampir ke rumah Pakdhenya mereka ketuk pintu tapi nggak ada sahutan lalu mereka menuju pintu daur yang lupa tak aku kunci.


    Aku dan Mbak Wina kaget setengah mati, malu takut bercampur menjadi satu jangan-jangan mereka marah dan menceritakan kejadian ini pada orang lain. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan kami berdua, mereka bahkan ikut nimbrung sehingga kami menjadi berempat.

    “Dik main gituan kok kakak nggak di ajak sich kan kakak juga mau, sudah seminggu ini suami kakak nggak ngajak gituan”, ucap Mbak Fitri.
    “Ini juga baru mulai kak!” sahutku.
    “Mas aku boleh nyoba seks sama Mas?” tanya Asih.
    “Boleh”.

    Aku dan Kak Wina selanjutnya menyuruh mereka berdua melepas seluruh pakaiannya.

    “Ck.. ck…ck……ck……”, guman ku.

    Sekarang aku dikerubung 3 bidadari cantik sungguh beruntung aku ini.

    Mbak Fitri tubuhnya masih sangat kencang payudaranya putih agak besar kira-kira 36 B vaginanya indah sekali. Sedangkan Asih tubuhnya agak kecil tapi mulus, dadanya sudah sebesar buah apel ukuranya 34 A vaginanya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yang belum begitu lebat.

    Pertama yang kuserang adalah Mbak Fitri karena sudah lama aku membayangkan bersetubuh dengannya aku menciumi dengan rakus pentilnya kuhisap dalam-dalam agar air susunya keluar, setelah keluar kuminum sepuasnya rupanya Mbak Wina dan Asih juga kepingin merasakan air susu itu sehingga kami bertiga berebut untuk mendapatkan air susu tersebut, sambil tangan kami berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam vagina satu sama lain.

    Setelah puas dengan permainan itu, aku meminta agar mereka berbaring baris sehingga kini ada 6 gunung kembar yang montok berada di depanku. Aku mulai mengulum susu mereka satu per satu bergantian sampai 6, aku semakin beringas saat kusuruh mereka menungging semua, dari belakang aku menjilati vagina satu persatu rasanya bagai makan biscuit Oreo di jilat terus lidahku kumasukkan ke dalam vagina mereka.

    Giliran mereka mengulum penisku bergantian.

    “Hoh…. hoooooooooo…… hhhhhhhhhh…… ehmmmmmmmmm”, desah mereka bertiga.

    Aku yang dari tadi belum orgasme semakin buas memepermainkan payudara dan vagina mereka, posisi kami sekarang sudah tak beraturan. Saling peluk cium jilat dan sebagainya pokok nya yang bikin puas, hingga mereka memberi isyarat bahwa akan sampai puncak.

    “Dik aku mau keluar”
    “Mas aku juga”
    “Aku hampir sampai”, kata mereka bergantian.
    “Jangan di buang percuma, biar aku minum!”, pintaku
    “Boleh”, kata Mbak Fitri.

    Aku mulai memasang posisi kutempelkan mulutku ke vagina mereka satu persatu lalu kuhisap dalam-dalam sampai tak tersisa, segarnya bukan main.


    “Srep.., srep”.

    Heran, itulah yang ada di benakku, aku belum pernah nge-sex sama mereka kok udah pada keluar, memang mungkin aku yang terlalu kuat. Karena sudah tidak sabar aku mulai memasukkan penisku de dalam vagina Mbak Wina kugenjot naik turun pinggulku agar nikmat, sekitar 5 menit kemudian aku gantian ke Kak Fitri, biarpun sudah beranak 2 tapi vaginanya masih sempit seperti perawan saja.

    “Dik enak……. Uh…… oh…..terussssssss!”, desahnya.
    “Emang kok Kak…….. hhhhhhh ehmm…..”
    “Mas giliranku kapan..?”, rupanya Asih juga sudah tak tahan.
    “Tunggu sebentar sayang.“

    Sekitar 10 menit aku main sama kak Fitri sekarang giliran Asih, dengan pelan aku masukkin penisku, tapi yang masuk hanya kepalanya. Mungkin ia masih perawan, baru pada tusukan yang ke 15 seluruh penisku bisa masuk ke liang vaginanya.

    “Mas……. sakit….. mas…… oght…….. hhohhhhhh…….”, jerit kecil Asih.
    “Nggak apa-apa nanti juga enak, Sih!”, ucapku memberi semangat agar ia senang.
    “Benar Mas sekarang nikmat sekali… oh.. ought..”

    Rupanya bila kutinggal ngeseks dengan Asih, kak Fitri dan Kak Wina tak ketinggalan mereka saling kulum, jilat dan saling memasukkan jari ke vaginanya masing-masing. Posisiku di bawah Asih, di atas ia memutar-mutar pinggulnya memompa naik turun sehingga buah dadanya yang masih kecil terlihat bergoyang lucu, tanganku juga tidak tinggal diam kuremas-remas putingnya dan kusedot, kugigit sampai merah.

    Karena sudah berlangsung sangat lama maka aku ingin segera mencapai puncak, dalam posisi masih seperti semula Asih berjongkok di atas penisku, kusuruh Mbak Fitri naik keatas perutku sambil membungkuk agar aku bisa menetek,

    eh…, bener juga lama-lama air susunya keluar lagi, kuminum manis sekali sampai terasa mual. Mbak Wina yang belum dapat posisi segera kusuruh jongkok di atas mulutku sehingga vaginanya tepat di depan mulutku, dan kumainkan klitorisnya. Ia mendesah seperti kepedasan.

    “Ah……… huah…….. hm…….!”

    Tanganku yang satunya kumasukkan ke vagina Mbak Fitri, kontolku digarap Asih, mulutku disumpal kemaluan Mbak Wina, lengkap sudah. Kami bermain gaya itu sekitar 30 menit sampai akhirnya aku mencapai puncak kenikmatan.

    “Ought……… hmmmmmm…… cret… crot…..”
    “Enak Mas…….!” desah Asih.

    Spermaku ku semprotkan kedalam vagina Asih dan keluarlah cipratan spermaku bercampur darah menandakan bahwa ia masih perawan. Kami berempat sekarang telah mencapai puncak hampir bersamaan, lelah dan letih yang kami rasakan.


    Sebelum kami berpakaian kembali sisa-sisa sperma di penisku di jilati sampai habis oleh mereka bertiga. Setelah kejadian itu kami selalu mengulanginya lagi bila ada kesempatan baik berdua bertiga maupun berempat. Namun sekarang kami sudah saling berjauhan sehingga untuk memuaskan nafsu birahiku aku sering jajan di kafe-kafe di kota Solo ini ataupun dengan teman-teman wanita di tempat kuliah yang akrab denganku.

    Tapi tak satu pun dari mereka yang menjadi pacarku. Nah, bagi teman-teman yang ingin berkenalan silakan kontak emailku. Pasti aku balas.

  • Foto Ngentot cewek sekolah Kate England cantik dan pirang

    Foto Ngentot cewek sekolah Kate England cantik dan pirang


    2136 views

    Duniabola99.com – foto cwewk pelajar pirang yang lagi sange memainkan pesil di memeknya dan mendapatkan entotan keras dari kakak tirinya dirumah dan juga menyemprotkan sperma yang banyak kedalam memeknya.

  • Vidio bokep Kimmy Granger dan Sydney Cole ngentot dengan atasan dihotel

    Vidio bokep Kimmy Granger dan Sydney Cole ngentot dengan atasan dihotel


    2050 views

  • Horny Petite Mae Olsen Gets The Cock

    Horny Petite Mae Olsen Gets The Cock


    2126 views

  • Cerita Sex Menikmati Hubungan Intim Pacar Sahabat Atau Temanku Sendiri

    Cerita Sex Menikmati Hubungan Intim Pacar Sahabat Atau Temanku Sendiri


    3039 views

    Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain.

     

    Foto Bokep Korea – Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.

    Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.

    Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.

    Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.

    Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.

    Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.

    Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.

    Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.

    Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.

    Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.

    Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.

    Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.

    Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.

    Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.

    Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.

    Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.

    Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.

    Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.

    Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.

    Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.

    Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.

    Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”

    Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.

    Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.

    Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.

    Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .

    Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.

    Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.

    Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.

    Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.

    Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.

    Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.

    Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.

    Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.

    Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.

    Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.

    Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.

    Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.

    Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”

    Narasi Seks Nikmati Keelokan Badan Kekasih Temanku

    Reymon dengan Sang Michael kembali bermain bola di halaman villa. Mereka memang pencandu bola, dan sepertinya gak akan hidup jika satu hari saja gak menyepak bola. Villa itu punyai tiga kamar, tetapi yang satu digunakan untuk menyimpani beberapa barang. Awalnya aqu mengatur agar aqu dengan Silvi sekamar, Reymon dengan Michael di dalam kamar lain. Tetapi waktu aqu bersih-bersih, Silvi masuk dan bicara jika ia ingin sekamar dengan Sang Michael. Aqu kaget , nekad ini anak. Tetapi aqu pikir-pikir, kapan kembali aqu dapat tidur bersama Sang Reymon jika gak di sini. Ya gak perlu sampai gitu-gituan sich, tetapi kan asyik jika dapat tidur bersama ia, mumpung jauh dari ayah dan Bunda-ku. Hehehe, mulai dech omes-ku keluar. Oke, pada akhirnya aqu sepakat, satu kamar buat Michael dan Silvi, satu kamar kembali buat Reymon dengan aqu. Sore-sore kita makan bersama, terus mendekati malam, kita bakar jagung di halaman.

    Asyik malam-malam bakar jagung didampingi lelakiku kembali. Wah, betul-betul situasinya memberikan dukungan. Hehehe, aqu mulai mikir yang beberapa macam, tetapi malu kan jika kedapatan dengan Sang Reymon. Karena itu aqu masih tetap diam berpura-pura biasa-biasa saja. Tetapi Sang Silvi sepertinya memerhatikan aqu, dan ia nyengir ke aqu, terus gilanya kembali, ia bicara begini, “Wah.. kelihatannya situasi begini gak akan berada di Bandung. Gak sedap jika dilaluin begitu saja ya.” Aqu telah melotot ke ia, tetapi ia justru nyengir-nyengir saja, justru ia tambahin kembali perkataannya yang edan betul itu, “Michael, sepertinya di sini terlampau ramai, kita jalanan yok!” Aqu telah gak tahu harus apa, eh Sang Michael dengannya, ia sepakat dengan ajakan Sang Silvi, dan saat sebelum pergi di bicara dengan Reymon, “Nach, saat ini elu harus belajar bagaimana triknya metahan diri jika elu hanya berdua dengan cewek cakep seperti Sang Cecilia.” Aqu hanya diam, malu donk disepet-sepet seperti begitu.

    Aqu lihati Sang Michael dengan Sang Silvi, bukanlah jalanan malah masuk ke dalam villa. Aqu menjadi gak tahu harus ngapain, aqu hanya diam, mudah-mudahan saja Reymon punyai bahan perkataan yang dapat dibicarakan. Eh, bukanlah bicara, ia justru diam , aqu menjadi betul-betul kebingungan. Apa aqu harus terus ini atau nyari-nyari bahan perkataan. Pada akhirnya aqu gak tahan, barusan aqu ingin bicara, eh.. Sang Reymon mulai membuka mulut, “Eh.. kamu gak dingin?” Duer.. Aqu kaget betul, gak menjadi dech aqu ingin bicara, sebenernya aqu memang ingin bicara jika di sini itu dingin dan aqu ingin mengajak ia ke. Tetapi gak maka aqu gak sadar justru aqu menggeleng kepala.

    Reymon bicara kembali, “Jika gak dingin, ingin donk kamu temanin aqu di sini, saksikan bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu saksikan..!” Reymon mendadak teriak sekalian menunjuk ke langit. Aqukontan berdiri kaget sekali, tidak dengan bintang jatuhnya, tetapi secara pekikan Sang Reymon, aduh.. malu betul jadi. Reymon ikut-ikutan berdiri, ia rangkul aqu dari belakang, “Sorry, aqu gak punyai tujuan ngagetin kamu. Hanya aqu senang saja dapat saksikan bintang jatuh bersama kamu.”Aqu hanya dapat diam, gak umumnya Reymon begini warm-nya dengan aqu. Ia justru tidak pernah dekap aqu seerat ini umumnya. Aqu lihat jam tanganku, jam 11.00 malam. Kuajak Reymon ke, telah malam sekali. Ia sepakat sekali, demikian masuk ke dalam villa kita disongsong bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kita berlari ke atas menyaksikan ada apakah di atas. Reymon sampai lebih dulu ke lantai atas, dan di nyengir, terus ia mengajak aqu turun kembali, tetapi aqu masih ingin tahu, benar ada apa di atas.

    Waktu aqu ingin ketok pintu kamar Silvi, mendadak ada pekikan halus, “Aw.. ah.. perlahan-lahan dong!” Edan aqu kaget 1/2 mati, tetapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus terdengaran bunyi gedubrak-gedubrak di dalamnya. Pintu dibuka sedikit, Michael muncul sekalian nyengir, “Sorry, ngeganggu kalian ya? gak terjadi apa-apa kok kita hanya..”Aqu dorong pintunya sedikit, dan aqu saksikan Sang Silvi kembali repot nutupi badannya gunakan selimut. Ia nyengir, tetapi wajahnya merah betul, malu kali ya. Aqu langsung nyengir, “Ya telah, lanjutin saja, kita gak keganggu kok.”Terus aqu mengajak Reymon ke bawah. Reymon nyengir, “Siapa coba yang gak dapat metahan diri, hehehe.” Mendadak ada sandal melayang-layang ke Reymon, tetapi ia segera ngelak sekalian nyengir, terus cepat-cepat berlari ke bawah.

    Aqu ikutan lari sekalian ketawa-ketiwi, dan kita berdua duduk di atas sofa sekalian dengarkan lagu di radio. Gak lama terdengaran kembali beberapa suara di atas.Aqu gak tahan dan secara langsung nunduk meredam tertawa. Edan, bisa-bisanya mereka berdua melanjutkan olah raga malamnya, walau sebenarnya telah pasti ketahuan sama kita berdua. Eh, di luar sangkaan aqu, Reymon bediri dan ajakku slow-dance, kebenaran lagu di radio itu lagu saat Reymon ngajak aqu jadian. Aqu menjadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Reymon bicara, dan bagaimana aqu pada akhirnya terima ia sesudah 3 bulan ia terus nunggui aqu. Reymon memang baik, dan ia betul-betul setia menantiiku. Usai dance, Reymon bertanya kembali, “Eh jika mereka berdua ketiduran, aqu tidur di mana? memang tidur dengan beberapa barang?” aqu malu sekali, bagaimana bicaranya.

    Tetapi pada akhirnya aqubuka mulut, “Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega satu waktu perkataan itu telah keluar. Tetapi aqu taqut , bagaimana ya reaksi Sang Reymon. Eh tahunya ia justru nyengir, “Oke dech jika kamu gak permasalahan. Sebenernya aqu juga mengantuk sich, aqu tidur saat ini ya.” Aqu menjadi salah kelakuan, Reymon naik ke lantai atas dan gak menyengaja aqu panggil ia, “Eh.. nantikan!” Reymon kembali, ia nyengir, “Oke.. oke.. mari naik, gak bagus anak cewek sendiri malam-malam begini.” Aqu sedikit canggung sich, baru ini kali aqu tidur sekasur sama lelaki, tetapi semakin lama lenyap . Kita berdua gak ngapa-ngapain, hanya diam gak dapat tidur. Dari kamar samping tetap terdengaran suara Silvi yang mendesah dan menjerit, dan kelihatannya itu yang membuat Reymon terangsang. Ia mulai berani remas-remas jariku. Aqu sich gak nolak, toh ia khan lelakiku.

    Tetapi aqu kaget sekali, Reymon duduk terus saat sebelum aqu tahu apakah yang akan ia laqukan, bibirku telah dilumatnya. Aqu ingin nolak, tetapi sepertinya badan justru ingin. So, aqu diamkan ia cium aqu, terus aqu balas kecupannya yang makin lama makin buas. Barusan aqu mulai cicipi bibirnya yang hangat di bibirku, aqu merasa ada yang meraba-raba badanku, dipayudara remasan lembut di dadaqu. Aqu tahu itu Reymon, aqu gak menampik. Aqu diamkan ia bermain-main sesaat di situ. Reymon semakin berani, ia angkat badanku dan ditempati di tepi kasur.

    Ia cium aqu satu kali lagi, terus ia ingin membuka baju tidurku. Aqu tahan tangannya, sedikit ada penampikan di kepalaqu, tetapi badanku sepertinya telah kepingin ingin coba, seperti apakah sich nge-sex tersebut. Pada akhirnya tanganku lemas, aqu diamkan Reymon membuka bajuku, ia membuka pakaian dan celananya sendiri. Ia hanya tersisa celana dalam putihnya. Aqu saksikan kemaluannya yang membayang dibalik celana dalamnya, tetapi aqu malu melihati semakin lama, so aqu mengganti saksikan badannya yang cukup selesai.

    Karena mungkin olahraganya yang betul-betul rajin. Aqu gak tahu apa aqu dapat tahan memberikan kepuasan Reymon, masalahnya aqu tahu sendiri bagaimana staminanya waktu ia bermain bola. 2×45 menit ia lari, dan ia selalu kuat sampai akhir. Aqu gak terpikir bagaimana laganya di atas kasur, jangan-jangan aqu harus terima kocokannya2x45 menit. Edan, jika begitu sich aqu dapat tidak sadarkan diri. Waktu aqu stop pikirkan stamina ia dan aqu, aqu baru sadar jika bra-ku telah dilepasnya.

    Saat ini dadaqu telanjang bundar. Aqu malu 1/2 mati, mana Reymon mulai meremas dadaqu kembali, yah dasarnya aqu gak tahu harus bagaimana, aqu hanya diam, merem siap terima apa yang akan ia laqukan. Mendadak remasan itu stop, tetapi ada suatu hal yang hangat disekitaran dadaqu, terus stop di putingku. Aqu terbuka sesaat, Reymon asyik menjilat-jilati putingku sekalian kadang-kadang menghisap-ngisap. Aqu semakin malu, mana ini baru pertama kalinya aqu telanjang di muka lelaki, apalagi ia bukan adik atau kakakku. Wah betulan malu dech. Semakin lama aqu bisa mulai nikmati bagaimana nikmatnya permainan lidah Reymon di dadaqu, aqu mulai berani membuka mata sekalian menyaksikan bagaimana Reymon menelusuri tiap lekuk badanku. Tetapi mendadak aqu diterkejutkan suatu hal yang sentuh selangkanganku. Pas pada bagian kemaluanqu.

    Aqu gak sadar mendesah panjang. Ternyata Reymon telah menelanjangiku bulat-bulat. Ini kali jarinya mengelus-elus kemaluanqu yang telah basah sekali. Ia tetap terus menjilat-jilati puting payudaraku yang telah mengeras sebelumnya terakhir ia berpindah ke selangkanganku. Aqu menarik napas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat perlahan-lahan sentuh kemaluanqu naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya itu sentuh klitoris-ku, aqu gak sadar mendesah kembali, dan tanganku gak menyengaja menyenggol gelas di atas meja dekat kasurku. Lantas “Prang..” gelas pada akhirnya pecah . Reymon stop, sepertinya ia ingin memberesi pecahan kacanya. Tetapi entahlah mengapa, karena mungkin aqu telah terlarut dalam gairah, aqu justru pegang tangannya terus aqu geleng-geleng, “Barkan saja, kelak aqu beresin. Lanjutin.. please..” Setelah itu aqu saksikan Reymon nyengir, terus diciumnya bibirku dan ia meneruskan bermainnya di selangkanganku.

    Reymon betul-betul jago mainkan lidahnya, betul-betul membuat aqu merem-melek kenikmatan. Lanjut di mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Aqu seperti kesetrum gak tahan, tetapi Reymon justru terus menerus memelintir-melintiri “kacang”-ku tersebut. “Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..” aqu telah gak tahu bagaimana aqu saat itu, yang terang mataqu kabur, semua terasanya mutar-mutar. Badanku lemas dan napasku mirip orang baru lari marathon. Aqu betul-betul pusing, terus aqu pejamkan mataqu, ada lonjakan-lonjakan nikmat di badanku dimulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan pada akhirnya membuat badanku kejang-kejang tidak dapat aqu kontrol. Aqu coba mengatur napasku, dan waktu aqu mulai tenang, aqu membuka mata, Reymon telah membuka celana dalamnya, dan kemaluannya yang nyaris optimal segera berdiri di muka mukaqu.

    Ia megangi tangkai kemaluannya gunakan tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aqu tahu ia ingin di-“karoake”-in, ada rasa jijik sich, tetapi gak adil donk, ia telah muasin aqu, masaaqu tolak kemauannya. So aqu membuka mulutku, aqu jilat sedikit kepala kemaluannya. Hangat dan membuat aqu suka. Aqu mulai berani menjilat kembali, terus dan terus. Reymon duduk di atas kasur, ke-2 kakinya didiamkan telentang. Aqu duduk di atas kasur, terus aqu bungkuk sedikit, aqu pegang tangkai kemaluannya yang besarnya cukup itu gunakan tangan kiriku, tangan kananku meredam badanku agar gak jatuh dan mulutku mulai bekerja. Sebelumnya hanya menjilat-jilati, terus aqu mulai emut kepala kemaluannya, aqu hirup sedikit terus kumasukkan semua ke mulutku, rupanya gak masuk, kepala kemaluannya telah menyikat ujung mulutku, tetapi masih tetap ada tersisa sejumlah senti kembali.

    Aqu gak maksakan, aqu gerakkan turun-naik sekalian aqu hirup dan kadang-kadang aqu gosok tangkai kemaluannya gunakan tangan kiriku. Reymon sepertiya senang dengan permainanku, ia melihati bagaimana aqu meng-“karaoke”-in ia sekalian kadang-kadang buka mulut sekalian sedikit berdesah. Sekitaran 5 menit akhir nya Reymon gak tahan, ia berdiri dan menggerakkan badanku ke kasur sampai aqu telentang, dibukanya pahaqu cukup lebar dandijilatnya satu kali lagi kemaluanqu yang telah kebanjiran. Terus digenggamnya kemaluannya yang telah tiba ke ukuran optimal. Ia arahkan kemaluannya ke kemaluanqu, tetapi gak segera ia saran, ia gosok-gosokkan kepala kemaluannya ke bibir kemaluanqu, baru beberapa menit selanjutnya ia dorong kemaluannya ke.

    Seakan ada suatu hal yang maksa masuk ke kemaluanqu, menggesek dindingnya yang telah dibasahi lendir. Kemaluanqu telah basah, tetap gak semua kemaluan Reymon yang masuk. Ia gak memaksakan, ia hanya mengocak-ngocok kemaluannya di situ-situ . Aqu mulai merem-melek kembali rasakan bagaimana kemaluannya menggosoki dinding kemaluanqu, betul-betul nikmat. Waktu aqu asyik merem-melek, mendadak kemaluan Reymon maksa masuk terus melesak ke kemaluanqu. “Aw.. ah..” kemaluanqu perih bukan bermain dan aqu teriak meredam sakit. Reymon tetap menghentak dua atau 3x kembali sebelumnya terakhir semua kemaluannya masuk menyobek selaput daraqu. “Stt.. tahan sesaat ya, kelak sakitnya lenyap.” Reymon membelai rambutku.

    Dibalik senyuman gairahnya aqu tahu ada rasa kasihan , karena itu aqu berkemauan meredam merasa sakit itu, aqu menggelengkan kepala, “Gak apapun.. aqu gak apapun. Terusin saja.. ah..” Reymon mulai gerakkan pinggangnya turun-naik. Kemaluannya menggesek-gesek kemaluanqu, sebelumnya lamban terus lama-lama semakin cepat. Merasa sakit dan perihnya selanjutnya lenyap diganti rasa nikmat hebat setiap Reymon menusukkan kemaluannya dan menarik kemaluannya. Reymon semakin cepat dan semakin keras mengocak kemaluanqu, aqu sendiri telah merem-melek gak tahan rasakan nikmat yang terus menerus mengucur dari dalam kemaluanqu. “Gak lama nantinya.. gak akan lama nantinya..” Reymon bicara dibalik napasnya yang telah gak karuan sekalian terus mengocak kemaluan aqu. “Aqu .. ah.. oh.. sesaat lagi.. ah.. aw.. ..” aqu bicara gak terang sekali, tetapi tujuannya aqu ingin bicara jika aqu hampir sampai klimaks.

    Mendadak Reymon mengambil kemaluannya dari kemaluanqu, ia telungkupi aqu, aqu sendiri telah lemas gak tahu Reymon ingin apa, tetapi secara perasaan aqu angkat bokongku ke atas, aqu tahan gunakan lututku dan kubuka pahaqu sedikit. Tanganku meredam badanku agar gak roboh dan aqu bersiap ditusukdari belakang. Betulan saja Reymon masukkan kemaluannya ke kemaluanqu dari belakang, terus ia kocok kembali kemaluanqu. Dari belakang kocokan Reymon gak terlampau keras, tetapi semakin cepat. Aqu telah semaksimal mungkin meredam badanku agar gak roboh, dan aqu merasai tangan Reymon meremas-remas dadaqu dari belakang, terus jarinya menggosoki puting payudaraku, membuat aqu seperti terserang dari 2 arah, depan dan belakang.

    Reymon keluarkan lagi kemaluannya dari kemaluanqu, ini kali ditempatkannya ke anusku. Ia betul-betul memaksa kemaluannya masuk, tetapi gak semua dapat masuk. Reymon kelihatannya gak perduli, ia mengocak anusku seperti mengocak kemaluanqu, ini kali hanya tangan kirinya yang meremas dadaqu, tangan kanannya repot bermain-main di selangkanganku, ia masukan jemari tengahnya ke kemaluanqu dan jempolnya menggosoki klitorisku. Aqu semakin merem-melek, anusku dikocak-kocok, klitorisku digosok-gosok, dadaqu diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus kemaluanqu dikocak-kocok gunakan jemari tengahnya. Aqu betul-betul gak kuat kembali, pada akhirnya aqu klimaks, dan aqu rasakan Reymon sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari kemaluan Reymon. Pada akhirnya aqu roboh , badanku lemas semua.

    Aqu saksikan Reymon roboh, ia telentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, rupanya aqu basah keringatan. Betul-betul kepuasan yang hebat.Gak tahu berapakah lama aqu ketiduran, waktu akhir nya aqu bangun. Aqu saksikan jam tangan, telah jam 2 subuh. Leherku kering, tetapi waktu aqu ingin minum , aqu ingat gelas di kamarku telah pecah karena tersenggol. Aqu saksikan ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aqu mengambil sapu, aqu sapu dahulu ke tepi tembok. Aqu turun ke bawah, tujuannya sich ingin mengambil minum di bawah, aqu masih telanjang sich, tetapi aqu cuek saja. Aqu berpikir sang Michael tentu masih tidur masalahnya ia tentu raih olah raga malam bersama Sang Silvi. Aqu turun dan ambil air dingin di kulkas. Kebenaran villanya Silvi cukup eksklusif, ada kulkas dan TV. Aqu mengambil sebotol Aqua, terus sekalian jalan aqu minum.

    Aqu duduk di atas sofa, gagasannya sich aqu hanya ingin sekedar duduk sesaat masalahnya di dalam kamar panas sekali. Gak tahu mengapa, tetapi aqu pada akhirnya ketiduran dan waktu aqu bangun aqu kaget 1/2 mati. Aqu lihatSi Michael dengan rileksnya turun dari tangga langsung ke arah kulkas, sepertinya ingin minum . Aqu kebingungan harus tutupi badanku gunakan apa, tetapi aqu terlambat Sang Michael telah membalik lebih dulu dan ia melongo menyaksikan aqu telanjang di depannya. Ia tetap melihatiku waktu aqu tutupi selangkanganku gunakan tangan, tetapi aqu sadar saat ini dadaqu terlihat, karena itu tanganku berpindah kembali ke dada, terus berpindah kembali ke bawah, aqu betul-betul kebingungan harus bagaimana, aqu malu 1/2 mati. Michael pada akhirnya kembali, “Sorry, aqu berpikir kamu masih tidur di dalam kamar . Maka.. selesai..” “Gak apapun, ini salahku.” Aqu tetap mencari suatu hal untuk tutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhir nya aqu sadar jika Michael telanjang.

    Kelihatannya ia berpikir aqu tetap di dalam kamar dengan Sang Reymon, karena itu ia cuek saja turun ke bawah. Aqu berpikir telah telat untuk malu, toh Michael telah melihatku di atas sampai ke bawah polos tanpa satu helai benangpun, apalagi aqu telah gak perawan kembali, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah dibolehkan kembali, aqu gak apapun.” Aqu ambil remot TV terus menghidupkan TV. Aqu setel VCD, aqu berpikir bagus aqu santai sesaat sekalian menonton TV. Michael kelihatannya telah cuek, ia kembali tetapi tidak akan melongo melihatiku telanjang, ia duduk sekalian turut menonton TV. Gilanya yang aqu setel justru VCD BF. Tetapi telah tanggung, aqu saksikan saja, perduli sangat apa kata Sang Michael, yang terpenting aqu dapat istirahat sekalian menonton TV. “Bagaimana semalem?” aqu membuka pembicaraan dengan Michael. Ia kembali, “Luar biasa, Silvi betul-betul luar biasa.”

    Michael bisa nyengir sebagaimana umumnya. Aqu menggangguk, “Reymon luar biasa, aqu nyaris tidak sadarkan diri dibuatnya.” Michael nyengir kembali, lantas kita bercakap sekalian kadang-kadang melihat TV. Sepertinya gak mungkin ada lelaki yang tahan bercakap tanpa memikirkan apapun dengan cewek yang sedang telanjang, apalagi sekalian menonton film BF. Setiap kali bicara aqu tahu mata Michael selalu nyasar ke bawah, ka dadaqu yang cukup memikat. Aqu gak beri pujian sendiri, tetapi memang dadaqu lumayan oke, ranum memikat, bahkan juga lebih seksi dari milik Silvi, itu penyebabnya Michael gak berhenti-berhenti melihati dadaqu jika ada peluang.

    Sedikit ada rasa senang dibalik rasa maluku, dan sepintas kusaksikan kemaluan Michael yang mulai tegang. Aqu nyengir dan kelihatannya Michael tahu apakah yang aqu sedang pikirkan. Ia pegang tanganku, “Bisa aqu pegang, itu jika kamu gak berkeberatan.” Wah berani ia, aqu menjadi sedikit tersanjung, terus aqu menggangguk. Michael berpindah ke sebelahku, ia dekap aqu dan tangannya mulai remas-remas dadaqu. Sebelumnya ia sedikit ragu, tetapi demikian tahu jika aqu gak nolak ia mulai berani dan lama-lama semakin berani, dan jarinya mulai nakal melintir puting payudaraku. Aqu mulai merem-melek sekalian putar badanku. Saat ini aqu duduk di paha Michael berhadap-hadapan. Michael langsung menyikat putingku dan lidahnya segera berlaga.

    Aqu sendiri telah kebawa gairah, aqu mulai mengocak kemaluannya gunakan tanganku dan kelihatannya Michael senang dengan permainanku. Aqu mulai terikut gairah, dan aqu telah gak perduli apa yang ia laqukan, yang terang sedap bagiku. Michael menggendongku, aku pikir ingin dibawa ke kamar mandi, masalahnya kamar di atas ada Silvi dengan Reymon, tetapi tebakanku salah. Ia justru menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aqu kaget , bagaimana jika ada yang saksikan kita telanjang di luar. Tetapi demikian Michael membuka pintu luar, aqu menyaksikan di seberang villa, sepasang lelaki-cewek kembali repot nge-sex. Cewek itu mendesah-desah sekalian kadang-kadang berteriak. Aqu saksikan kembali ke sekelilingnya, rupanya banyak pula yang nge-sex di situ.

    Ternyata villa-villa disekitaran sini memang tempatnya beberapa orang ngesex. “Bagaimana? kita taklukkan mereka?” Michael nyengir sekalian menggendongku. Aqu ikut-ikutan nyengir, “Siapa taqut?” terus Michael menyetubuhiku di rumput. Dingin tersisa air hujan yang tetap membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tetapi dadaqu lebih basah kembali dengan liurnya Sang Michael. Udara selain itu betul-betul dingin, telah di pegunungan, subuh-subuh kembali. Wah gak terpikir bagaimana dinginnya dech. Tetapi semakin lama rasa dingin itu lenyap, aqu justru semakin panas dan gairah, apalagi Michael jago betul mainkan lidahnya. Sayup-sayup aqu dengarkan suara cewek dari villa seberang yang telah gak karuan dan tak ada iramanya. Aqu semakin gairah kembali dengarnya, tetapi Michael kelihatannya lebih gairah , ia itu mirip orang kelaparan yang seakan akan nelan dua gunung kembarku bulat-bulat. Lama Michael bermain-main dengan dadaqu, dan pada akhirnya ia pegang kemaluannya meminta aqu meng-“karaokei”-in itu kemaluan yang besarnya cukup .

    Karena semalam aqu telah coba meng-“karaokei”-in kemaluan Reymon, saat ini aqu menjadi ketagihan, aqu menjadi juga senang meng-“karaoke”-in kemaluan, apalagi jika besarnya cukup seperti punyai Sang Michael. Karena itu gak perlu diminta 2x,langsung aqu caplok itu kemaluan. Aqu gak ingin kalah dari permainan ia di dadaqu, aqu hirup itu kemaluan kuat-kuat sampai kepalanya menjadi ungu sekali. Terus kujilati dimulai dari kepalanya sampai tangkai dan pelirnya gak ketinggal. Kusaksikan Michael melihati bagaimana aqu bermain di bawah sana. Kadang-kadang ia membuka mulut sekalian berdesah meredam nikmat.

    Aqu belum senang , kukocok tangkai kemaluannya gunakan tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sekalian kujilati perlahan-lahan. Michael merem-melek dan gak lama ia telah gak tahan kembali, kelihatannya sich ingin keluar, karena itu ia segera melepas kemaluannya dari mulutku. Aqu tahu ia gak ingin usai segera, karena itu aqu gak ngotot meng-“karaoke”-in kemaluannya kembali. Michael menyengaja biarkan kemaluannya istirahat sesaat, ia suruh aqu telentang sekalian mengangkang. Aqu menurut saja, aqu tahu Michael jago mainkan lidahnya, karena itu aqu suka satu waktu ia mulai jilati bibir kemaluanqu yang telah basah sekali. Betul saja, baru sebentaraqu telah dibuat merem-melek karena lidahnya yang jago sekali tersebut. Kelihatannya habis semua sisi kemaluanqu disapu lidahnya, dimulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke ke wilayah dinding dalam, sampai anusku gak ketinggal ia jilati. Aqu dengar, kelihatannya pasangan di seberang telah usai bermain, masalahnya telah gak terdengaran kembali suaranya, tetapi waktu aqu saksikan ke situ, aqu kaget.

    Cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki, tetapi bukan lelaki tadi. Lelaki tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan kemaluannya, mungkin ia telah senang. Saat ini cewek itu kembali meng-“karaoke”-in lelaki lain, semakin tinggi dari lelaki tadi. Edan itu cewek nge-sex dengan 2 lelaki sekalian. Tetapi aqu ambil kembali perkataanku, masalahnya aqu ingat, aqu dengan saja sama dia. Baru usai dengan Reymon, saat ini dengan Michael. Wah rupanya aqu dengan gilanya. Aqu nyengir sesaat, tetapi terus merem-melek waktu Michael mulai memelintir-melintir klitorisku gunakan bibirnya. Michael betul-betul pakar, gak lama aqu mulai pusing, aqu saksikan bintang di langit menjadi tambah banyak dan sepertinya mutar-mutar di kepalaqu. Aqu betul-betul gak dapat ngontrol badanku. Ada seperti strum dari selangkanganku yang terus menerus membuat aqu edan. “Ah.. ah.. Michael.. Ah.. stop dahulu Michael.. Ah.. Ah.. Shh..” aqu gak tahan dengan pucuk gairahku sendiri. Tetapi Michael justru terus menerus memelintir-melintir klitorisku.

    Aqu betul-betul gak tahan kembali, aqu kejang-kejang mirip orang ayan, tetapi sudahnya betul-betul sedap sekali, beberapa saat melalui, semua badanku masih lemas, tetapi aqu tahu ini belum usai. Saat ini bagianku membuat Michael merem-melek, karena itu aqu paksa duduk dan memulai menungging di muka Michael. Michael sendiri kelihatannya sudah gak tahan ingin keluarkan maninya, ia gak menanti lama nantinya, langsung ia tancapkan itu kemaluan ke kemaluanqu. Sedikit ada merasa sakit tetapi gak sesakit pertama kemaluanqu ditempatkan kemaluan Reymon. Michael gak menanti lama nantinya, ia segera mengocak kemaluanqu dan tangannya gak diam, langsung disikatnya dadaqu yang semakin ranum karena aqu menungging. Diremasnya sekalian dipelintir-pelintir putingnya. Aqu gak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk meredam hentakan-hentakan waktu Michael menyikatkan kemaluannya saja telah gak kuat. Aqu roboh ke tanah, tetapi Michael tetap terus mengocakku, dari belakang. “Ah.. euh.. ah.. aw..” aqu hanya dapat mendesah setiap Michael menyikatkan kemaluannya ke kemaluanqu.

    Aqu coba mengusung badanku tetapi aqu gak kuat, pada akhirnya aqu berserah, aqu diamkan badanku roboh seperti begitu. Michael memutarkan badanku, terus disikatnya kembali kemaluanqu dari depan. Aqu telah gak dapat ngapa-ngapain, setiap Michael menyikatkan kemaluannya selainnya dinding kemaluanqu yang tergores, klitorisku tergores-gesek, karena itu aqu semakin lemas dan merem-melek kenikmatan. Michael menggenggam kaki kiriku, terus diangkatnya ke pundak kanannya, terus ia mengusung kaki kananku, diangkatnya ke pundak kirinya. Aqu diam saja, gak dapat menampik, posisi apa yang ia ingin terserah, dasarnya aqu ingin segera disikat kembali. Aqu gak tahan langsung ingin dikocak. Rupanya kemauanku terkabulkan, Michael menyikatku kembali, kakiku kedua-duanya terangkut, mengangkang kembali, karena itu kemaluanqu terbuka lebih lebar dan Michael semakin bebas mengocak-ngocokkan kemaluannya. Kemaluanqu diaduk-aduk dan aqu bahkan juga telah gak dapat berdesah, aqu hanya dapat membuka mulut tetapi tak ada suara yang keluar. “Aqu ingin keluar, aqu ingin keluar..” Michael membisikkan sekalian ngos-ngosan dan tetap terus mengocakku. “Jangan di.. jangan di dalamnya. Ah.. ah.. oh.. aqu.. aqu gak ingin.. hamil.” Aqu hanya dapat bicara begitu, seenggannya tujuan aqu bicara begitu, aqu gak tahu apa suaraqu keluar atau gak, dasarnya aqu telah usaha, itu juga aqu paksa-paksakan. Aqu gatahu apa Michael tahu apa yang aqu omongin, tetapi yang terang ia tetap terus mengocakku.

    Baru beberapa menit melalui, ia mengambil kemaluannya, kakiku langsung roboh ke tanah. Michael mengangkang di perutku, dan ia sisipkan kemaluannya ke antara dadaqu yang telah montok sekali masalahnya aqu telah dipucuk gairah. Kujepit kemaluannya gunakan dadaqu, dan Michael mengocak-ngocok seakan tetap dalam kemaluanqu. Gak lama maninya muncrat ke muka dan bekasnya di dadaqu. Aqu sendiri klimaks kembali, kulepaskan tanganku dari dadaqu, maninya mengucur ke leherku, dan mani yang di pipiku mengucur ke mulutku. Aqu bahkan juga gak dapat tutup mulutku, aqu terlampau lemas. Aqu diamkan saja maninya masuk dan aqu telan saja sekaligus. Belum habis lemasku, Michael telah tempelkan kemaluannya ke bibirku. Aqu memaksa menjilat-jilati kemaluannya sampai bersih terus aqu telan tersisa maninya. Michael menggendongku ke, terus ia membaringkanku di atas sofa. Aqu lemas sekali karena itu aqu gak ingat kembali apa yang terjadi seterusnya.

    Yang terang baru jam 8.00 aqu baru bangun. Demikian aqu membuka mata, aqu sadar aqu masih telanjang. Aqu memaksa duduk, dan aqu kaget mengapa aqu berada di kamar Silvi. Terus yang membuat aqu lebih kaget kembali, aqu saksikan samping kiriku Michael masih tidur dan di kananku Reymon masih tetap tidur. Mereka berdua masih tetap telanjang seperti aqu. Belum habis kagetku, Silvi keluar kamar mandi di kamarku, ia kembali keringkan rambutnya dan dengan-dengan masih telanjang. Baru pada akhirnya aqu tahu jika tadi malam Silvi bangun dan menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. ia sich gak geram, masalahnya yang terpenting untuk dia Michael cinta sama dia, masalah Michael memberikan kepuasan gairah sama siapa, gak permasalahan untuk dia. Rupanya Silvi menyaksikan dari jendela bagaimana aqu dengan Michael nge-sex dan Reymon yang bangun subuh-subuh kaget menyaksikan aqu kembali nge-sex dengan Michael. Ia keluar kamar, kelihatannya ingin menyaksikan apa betul aqu kembali nge-sex dengan Michael, tetapi ia sebelumnya sempat melihat ke kamar samping dan menyaksikan Silvi yang menonton aqu dengan Michael nge-sex dari jendela.

    Reymon bisa langsung gagasan, so ia masuk ke dan ajak Silvi nge-sex . Singkat kata mereka pada akhirnya nge-sex di dalam kamar. Dan waktu aqu dengan Michael usai, Michael menggendongku ke atas dan menyaksikan Reymon dengan Silvi barusan usai nge-sex. Karena itu kita berempat pada akhirnya tidur bersama di kamarnya telanjang bundar. Hehehe, gak permasalahan, kita berempat justru semakin dekat. Malam nanti kita akan nge-sexlagi berempat, gak permasalahan buat aqu Reymon atau Michael yang menjadi pasanganku, yang terpenting aqu senang. Gak permasalahan siapakah yang muasin aqu. Seperti gagasan kita sebelumnya, malam itu kita nge-sex berempat bersama-sama. Asyik sesekali nge-sex bersama seperti begitu. Reymon tetap oke meskipun ia telah ngocok Silvi lebih dulu.

    Aqu tetap kerepotan hadapi kemaluannya yang edan tersebut. Michael gak kalah, diamkan ia masih ngos-ngosan waktu usai ngocok aqu, ia segera sikat Silvi yang baru usai dengan Reymon. Terus kita nge-sex kembali hingga kemudian dengan-dengan senang. Aqu senang sekali, masalahnya baru ini kali aqu dipuasi dua lelaki sekalian tanpa interval. Barusan usai satu, yang satunya telah menyikat-nyodok kemaluannya ke kemaluanqu. Dasarnya betul-betul senang sekali dech aqu. Masuk ke dalam narasi, malam hari ini kita gagasan gak akan nge-sex kembali, masalahnya telah raih sekali 2 hari gituan terus-terusan. Karena itu Reymon dengan Michael langsung lenyap demikian matahari mulai teduh. Mereka sich tentu bermain bola kembali, gak akan jauh dari tersebut. Silvi habiskan waktunya di villa, sepertinya ia raih sekali, nyaris sepanjang hari ia di dalam kamar. Aqu menjadi jemu sendiri, karena itu aqu memutuskan aqu ingin jalanan. Kebenaran di dekat situ ada air terjun kecil. Aqurencana ingin habiskan ini hari merendam di situ, agar badanku fresh kembali dan siap tempur kembali.

    Aqu gak segera ke air terjun, aqu jalanan dahulu melingkari kompleks villa tersebut. Besar , dan villanya bagus-bagus. Ada yang serupa kastil Sepanjangnya jalan aqu bertemu cukup beberapa orang, rerata sich beberapa orang yang kembali habiskan waktu di villa sekitaran sini. Sebagian besar orang yang bertemu melihati aqu. Mulai dari lelaki kece yang adadi halaman villanya, om-om genit yang repot memikati cewek yang melalui sampai tukang kebun di villa melihati aqu. Aqu sich hanya nyengir saja membalasnya mata-mata kekasur mereka. Gak aneh sich jika mereka melihatiku, permasalahannya aqu memang gunakan pakaian ngepas, atasanku kaos putih punyanya Sang Silvi yang kesempitan masalahnya kamarku digembok dan kuncinya terikut Reymon. Aqu malas cari ia, karena itu aqu gunakan saja kaos Sang Silvi yang terdapat di atas meja setrika. Itu aqu gak gunakan bra, masalahnya bra Silvi itu sempit sekali di aqu. memang sich dadaqu menjadi terlihat nonjol sekali dan putingnya terlihat dari kembali kaos sempit itu, tetapi aqu cuek saja, siapakah yang malu, ini kan teritori villa buat nge-sex, menjadi suka-suka aqu donk.

    Oh iya aqu menjadi lupa, bawahan aqu lebih edan . Aqu gak sampai hati menggugah Silvi hanya untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali penyayang Reymon bulan kemarin, ya aqu gunakan saja. Aqu ikat di kananku, tetapi setiap kali aqu mengambil langkah, paha kananku menjadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa kelirunya sich memarkan apa yang baik yang aqu punyai, betul gak? Singkat kata, aqu sampai ke air terjun kecil tersebut. Aqu jalanan cari lokasi yang sedap buat merendam. Kaosku mulai basah dan dadaqu semakin terang terlihat, apalagi Samping yang aqu gunakan, telah basah betul-betul terkena air cipratan terjun. Sedap sich fresh, tetapi semakin lama semakin sulit jalannya, masalahnya Samping aqu menjadi kerap keinjak. Aqu menjadi ingin segera merendam, masalahnya fresh sekali airnya, dan waktu aqu menjumpai lokasi yang sedap, aqu bersiap merendam, aqu lepas sandalku.

    Tetapi waktu aqu ingin melepaskan Samping-ku mendadak ada tangan yang menggenggam bahuku, aqu kembali rupanya seorang lelaki menodongi pisau lipat ke leherku. Aqu kaget camput taqut, tetapi secara perasaan aqu diam saja, salah-salah leherku kelak digoroknya. “Ingin.. ingin apa lo ke saya?” aqu bertanya pada orang yang sedang nodong pisau ke aqu. Aqu gak berani saksikan wajahnya, masalahnya aqu taqut sekali. Rupanya lelaki itu gak sendiri, seorang temannyamuncul dari kembali batu, ternyata mereka sudah ngincar aqu dari barusan. Temannya itu langsung membuka pakaian dan celana jeans-nya. Aqu terka jika mereka ingin memerkosa aqu. Rupanya tebakanku betul, orang yang menodongi pisau berbicara, “Saat ini lo membuka semua pakaian lo, cepat saat sebelum kesabaran saya habis!” Aqu menjadi ingat bagaimana beberapa korban setubuhian yang aqulihat di TV, aqu menjadi takut. Jangan-jangan demikian mereka usai setubuhi aqu, aqu dibunuh. Karena itu aqu beranikan diri bicara jika aqu gak berkeberatan muasin mereka asal mereka gak bunuh aqu. “Oke.. oke, aqu membuka pakaian. Tenang saja, aqu gak permasalahan muasin elu berdua, tetapi gak perlu gunakan nodong semua donk.” Aqu berusaha bicara, walau sebenarnya aqu kembali taqut 1/2 mati.

    Orang yang nodongin pisau justru memarahi aqu, “Goblok, mana ada cewek ingin disetubuhi, elu jangan macem-macem ya!” Aqu semakin taqut, tetapi otakku langsung bekerja, “Rileks donk, emangnya saya berani gunakan pakaian ginian jika saya gak siap disetubuhi orang? Lagian apa saya dapat lari gunakan samping seperti ginian?” Ke-2 orang itu melihati aqu, terus pada akhirnya pisau itu dilipat kembali. Aqu lega 1/2 mati, tetapi ini belum usai, aqu harus puasin mereka dahulu. Aqu mulai membuka Samping-ku, “Penginnya bagaimana, berdua sekalian atau satu-persatu?” Orang tadi nodongin pisau menyaksikan pada orang yang satunya, “Eloe dahulu dech. Saya kembali gak demikian suasana hati.” Temannya menggangguk-angguk dan secara langsung mencaplok bibirku. Aqu lihat-lihat, tampan nih orang. Aqu balas kecupannya, ia kelihatannya mulai lebih lembut, perlahan-lahan ia remas dadaqu dan tiba-tiba aqu telah disetubuhi di atas batu yang cukup besar. Ia gak segera bermain sikat, ia lebih suka bermain-main dengan dadaqu, karena itu aqu menjadi lebih santai, so aqu dapat nikmati bermainnya. “Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?”

     

  • Kisah Memek Memperkosa Santri Berpinggul Montok

    Kisah Memek Memperkosa Santri Berpinggul Montok


    5417 views

    Duniabola99.com – Tubuh Safira ternungging di ranjang. Ia menangis tersedu-sedu. Lekuk pantatnya yang bulat montok tampak tercetak jelas beserta garis celana dalamnya di permukaan kain jubahnya yang tertarik kencang karena posisi menunggingnya itu. Bahkan karena tipisnya kain jubahnya, Toni bisa melihat dengan cukup jelas warna celana dalamnya yang terbayang. Warna merah muda. Bajingan itu meneguk air ludah menyaksikan keindahan pantat cewek asal Jepara itu.

    “Ampuuun Maasss.. Jangan perkosa saya… Huuh huuuuhhuuu..!” ratap Safira memohon-mohon dengan wajah basah bersimbah air mata. Tapi tangisan dan ratapannya hanya semakin menambah nafsu birahi Toni.


    “Hehehe. Aku tidak akan memperkosamu, Manis. Cuma ingin tahu gimana rasanya memek perawan seorang santri kayak Safira…,” kata Toni sambil menyingkap jubah panjang birunya ke atas pinggulnya. Siswi kelas 2 madrasah Aliyah itu terpekik dan berusaha menutupi auratnya sebisa mungkin tapi sia-sia. Kini terpampanglah pantat putih montoknya yang terbungkus celana dalam pink yang tipis.

    “Ampuuun Masss, jangann lakukan ini padakuuuu, Mas… Kasihan Maasss…” ia hanya bisa menangis. Tapi Toni masih bisa menahan nafsu. Dia tak mau terburu-buru menikmati hidangan lezat yang terhidang di depan manya itu. Toni ingin melakukan blowjob pada tubuh Safira dulu. Kedua tangannya meremas-remas kedua bongkahan bulat pantat santri yang telah 10 kali khatam al Quran itu. Jari-jarinya menelusuri paha Safira yang putih mulus mengkilap, sampai akhirnya jari-jari itu menyentuh permukaan cdnya yang membukit. Gadis itu sedikit histeris ketika memek mungilnya yang tembam itu tersentuh oleh jemari lelaki. Toni menggosok-gosok dan meremas dengan gemas memek itu…

    “Arrrgggghhhhkkkhh…!!!! Oooukkkhhhh….Massss…! Arrgghhttt.. henttikaaaan…! Henttikkann Masss! Toloooong hentikaaan Masss… Jangaaan… Aaarrrggghhh….!” Suaranya bergetar, dan tubuh menggeliat-geliat liar. Tak lama kemudian Toni merasakan celana dalam gadis berjilbab lebar itu mulai basah oleh cairan memeknya yang keluar. Itu adalah tanda santri juara MTQ tersebut mulai terangsang oleh blowjob pada memeknya.

    “Sudaaah, sudaaah Masss… Aaaakkhhhhh… Safiraa tidaaak mauuu…” Safira memohon-mohon dengan air mata bercucuran deras di antara rasa nikmat yang melanda kemaluannya.

    Tempik gadis berjilbab itu seperti kue apem, mungil tapi tembam membukit dengan lekuk yang masih berbentuk segaris. Begitu bersih dan mulus dengan bulu-bulu halus habis dicukur. Safira memang selalu rajin dan telaten merawat auratnya yang paling berharga itu sehingga tak heran jika Toni merasakan memek itu begitu wangi karena rajin dibersihkan dengan sirih.


    Safira menangis tersedu-sedu sangat malu. Karena itulah pertama kali vaginanya dilihat oleh seorang lelaki. Jangankan vagina, betisnya pun tak pernah dilihat orang karena selalu tertutup rapat oleh jubah panjang. Kini Safira merasa begitu terhina, habis sudah dirinya. Habislah sudah kehormatannya sebagai seorang santri santun nan sholehah. Memeknya bukan hanya telah dilihat, tetapi juga sedang digarap oleh orang. Dicicipi, dinikmati, direngut kenikmatan surgawinya.

    Ia berusaha menghindar ketika lidah basah Toni menjilati alur pantat dan memeknya. Lidah itu mengkritik lubang anusnya yang mungil keriput, membuat nafas Safira tersengal-sengal. Tapi lidah itu begitu liar, mengulas dan menusuk-nusuk. Dengan tangan Toni melebarkan celah pantat indah Safira, agar lidahnya semakin leluasa menikmati lubang berak gadis itu.

    “Ooohh, jangaaan…” Safira tersedak ketika lidah Toni menyelinap ke dalam lubang anusnya. Tanpa rasa jijik sedikitpun, Toni terus menjilat bahkan kemudian menghisap-hisap lubang pembuangan Safira. Seolah-olah lubang berak gadis berjilbab itu makanan yang sangat lezat. Memang begitulah yang dirasakan Toni, lubang anus gadis itu baginya memang sungguh lezat dan gurih. Mengingat itulah pertama kalinya ia merasakan lubang dubur seorang gadis berjilbab. Santri lagi. Lubang anus Safira memang berbeda dengan lubang anus gadis-gadis lain yang pernah ia cicipi, baik aroma maupun rasanya. Rasanya manis-manis asem, sedangkan aroma yang dikeluarkannya sedikit legit dan lebih harum.

    Puas dengan lubang dubur, kini lidah Toni menjalar ke bawah, ke alur memek Safira yang sudah terkuak basah. Semakin lama memek itu semakin basah, tak henti-hentinya mengeluarkan cairan legit nan sedap. Tergetar-getar tubuh Safira diperlakukan sedemikian rupa. Scruppp scrupppppppp terdengar bunyi tembik mungil Safira disedot dan terdengar pekik lolong tangisan Safira meminta ampun dan belas kasihan
    .
    Seluruh tubuhnya terasa mengejang, Safira berusaha bertahan tapi jebol. Rasanya seluruh cairan tubuhnya berkumpul di vaginanya. Tubuhnya mengejang kaku dan akhirnya kenikmatan surga dunia itu meledak dashyat. Dari dalam liang tempik, cairan bening kekuning-kuningan menyembur keluar dengan deras. Begitu banyak seolah tak mengalir tak habis-habisnya.

    “Sluuurrppp…! Sluuurrrpp.. sluuuppp…!” Toni menghirup seluruh cairan orgasme Safira yang melekitkan keluar dengan amat rakus. Baru kali ini ia mencicipi cairan vagina perempuan yang begitu harum, lezat dan gurih. Ah, ternyata rasa cairan orgasme gadis berjilbab memang berbeda, simpulnya penuh kepuasan.
    “Ooohhh… Masss jahaaat… Huuuuhh huuuhhh..!” tangis Safira terisak-isak setelah mengeluarkan orgasme pertamanya yang begitu dashyat hingga seluruh persendian tubuhnya lemas. Memek mungil namun tembam gadis itu tampak kemerah-merahan.


    “Gimana rasanya, Sayang? Enakkan?” bisik Toni sambil menciumi pipi mulusnya yang basah oleh air mata.

    “Kau bajingan!” jerit Safira dengan mata merah.

    “Hahaha. Aku memang bajingan, tapi aku barusan telah memberimu kenikmatan…” tawa Toni penuh kemenangan,”Tapi itu belum apa-apa.. Aku akan membuatmu merasakan yang lebih nikmat lagi, memberimu pengalaman yang tak terlupakan..”

    Kini tubuh molek menggiurkan itu ditelentangkan di atas ranjang. Safira berusaha mempertahankan diri dengan mengatupkan kedua pahanya rapat-rapat dan menyilangkan kedua tangannya menutup buah dadanya yang kencang. Tapi apa dayanya menghadapi seorang lelaki yang sudah diamuk nafsu birahi. Toni merentangkan tangannya ke samping dengan kasar dan meremas sebelah buah dadanya. Safira merintih-rintih. Dengan buas mulut Toni kemudian mengulum dan menghisap kedua puting susunya yang meruncing tegak dan masih berwarna pink.

    “Ooh, Masss… suudaahh… sudaaah Maass…Aarrrrggghh..!”

    Safira hanya bisa memohon-mohon belas kasihan dengan suara serak di antara isak tangisnya yang mengiba ketika Toni berusaha mengangkangkan kedua paha mulusnya lebar-lebar agar selangkangannya terbuka. Tapi lelaki itu sudah menempelkan ujung batang penisnya ke bibir vaginanya yang basah.

    “Ampuun Masss… Huuuhhh jangaaaan…Safira gak mau dikenthuuu, Masss.. Huuhuuuu! Safiraa gaaak mauuu…!!!” tangisnya tersedu-sedu ketika kedua pahanya yang terkangkang lebar membuat lipatan memeknya terkuak, “Jangaaaan… jangaaan.. Ooh, jangaan…!”

    “Aaaaaaarrrrggggkkhhhhhhhhh… Jangaan Maasssssssss!!!” jerit Safira histeris ketika merasakan sesuatu benda tumpul yang hangat perlahan menyeruak masuk ke bibir vaginanya.

    Liang memek gadis itu berkedut-kedut menjepit erat batang penis Toni yang besar nan panjang, seperti menyedot-nyedot. Belum pernah rasanya ia mendapatkan liang memek senikmat ini.

    “Aaarrkkhhh…! Aaaarrkkhhh…” teriak Safira melengking setiap kali Toni menghentakkan pinggulnya menghujamkan batang kontol sedalam-dalam ke dalam liang tempiknya yang sempit. Namun setelah beberapa lama…

    “Oohhhh kentthuuu! Oohh kentthuuu…! Aaarrrkkhhhh!!” erang Safira dengan suara yang tiba-tiba berubah sangat manja. Kedua tangannya yang halus mencengkram pundak Toni, sementara kedua pahanya yang mulus menjepit kuat pinggang pemerkosanya. Wajahnya yang berjilbab lebar terdongak ke atas dengan kedua mata indahnya yang tampak merem-melek, sementara dari mulutnya yang mungil basah terdengar desisan, rintihan, desahan, erangan nikmat tiada henti.


    “Oooohhhh… Sudaaahh… Suddaaaah…. Ohhhh, eenaaakk, oohh enaaakk Massss… Ampuuuunn… ohh ampun…” gadis ABG berjilbab itu mengerang-erang hebat merasakan nikmatnya sensasi diperkosa orang. Setiap hujaman kontol Toni ke liang memeknya, disambut gadis berjilbab yang santun dan sholehah itu dengan hentakan pinggul indahnya ke atas.

    Sambil menangis, Safira naik ke atas tubuh Toni. Tubuhnya yang putih montok tampak begitu indah oleh keringat yang mengkilap. Pelan-pelan santri alim itu berjongkok di batang kontol Toni yang sudah mengacung tegang. Ia mendesis ketika ujung kontol Toni yang bulat menyentuk permukaan vaginanya yang basah kuyup. Dengan air mata bercucuran deras, ia lalu membuka kedua paha mulusnya lebar-lebar hingga selangkangannya terkangkang memamerkan memek indahnya yang telah diperawani. Jari-jemarinya yang lembut gemetar ketika meraih kontol Toni, mengenggamnya lalu menuntunnya ke lubang vaginanya yang sudah terkuak merah basah. Perlahan tapi pasti batang kejantananku itu ditempelkannya tepat-tepat di bibir lubang memeknya yang nikmat tersebut lalu ditekannya ke dalam. Bersamaan dengan itu ia menurunkan pantatnya semok… Hingga: Bleesss… bleeesss…!! Batang kontol Toni langsung terbenam ke dalam liang senggama gadis berjilbab itu sampai setengah.


    “Oooh, Tuhan nikmatnya!” Lenguh Toni. Liang basah yang baru pecah perawan itu terasa sempit sekali. Wajah cantik berjilbab putih yang basah oleh air mata itu tampak mengernyit menahan sakit. Kedua tangan Toni mencengkram pinggulnya erat-erat, lalu menghentakkan kontol ke atas.

    “Uugh!” keluhnya tertahan ketika seluruh batang kejantanan Toni melesat masuk ke dalam liang senggamanya. Air mata kembali meleleh di sudut matanya. Indah sekali melihat wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu begitu mengibakan. Seumur hidup tak pernah Toni bayangkan pemandangan seindah ini, di mana seorang gadis, seorang santri alim dan santun yang begitu cantik dan manis telanjang bulat dengan tubuh molek berkilau oleh keringat dan jilbab lebar masih terpasang di kepala duduk di atas tubuhnya dengan kontol besar nan panjangnya tertancap di liang vagina suci si gadis.

    “Ooohhhh… ooohhhh…arrrrkkhhhh… mauuu nyamppeeee… Firaaaaa mauuuu nyamppeeeee, Maasss…!!! Aaaaaaaaarrrrrkkhhhhhh…!!!!” gadis berjilbab itu menggerakkan pinggul moleknya sejadi-jadinya, menggoyangkan pantat bulatnya semakin cepat dan menghempaskan pinggulnya sekuat-kuatnya. Sehingga batang kontol Toni bak sepotong kayu menghujam-hujam liang senggamanya dengan keras dan deras.

    Tak perlu lama… Sepasang mata gadis dengan jilbab putih yang masih terpasang rapi di kepalanya itu mendelik ke atas. Wajahnya merah padam, dan mulutnya ternganga lebar. Indah sekali menyaksikan ekspresi wajahnya yang berjilbab itu merah padam menahan kenikmatan tak terlukiskan di puncak senggama.

    “Aaaaarrrkkkkhhhh keluaaarrrr….! Akuuuuuuu keeeluuuuuuaaaaarrrrrr…. Arrrggghkkkhh nikmmaaaattttt….!!!” Raungnya histeris dan menggerakan pinggul menjadi-jadi. Toni merasakan batang kontolnya laksana dimasukkan dalam mesin penggiring. Dan seeeerrrr… seeeerrr…seeerrr… cairan vagina Safira muncrat deras membasahi batang kontolnya. Terasa hangat dan lengket.

    Hampir magrib persetubuhan nikmat itu baru berakhir. Toni membantu gadis itu memakai kembali bra dan celana dalam serta jubah panjangnya. Agak terkangkang-kangkang Safira berjalan pulang ke asramanya. Kegadisannya hilang sudah, hatinya hancur berkeping-keping tapi harus diakui juga kalau ia telah mendapatkan kenikmatan yang luarbiasa selama diperkosa tiga jam lebih oleh pemuda begundal itu.

  • Video Bokep Eropa Natalie Lust ngentot sama tukang pizza

    Video Bokep Eropa Natalie Lust ngentot sama tukang pizza


    2835 views

  • Ngentot Pramugari Garuda Di Kamar Ganti

    Ngentot Pramugari Garuda Di Kamar Ganti


    2996 views

    Duniabola99.com – Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura. Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk sering keluar negeri bertemu dengan klien.Suatu waktu, aku harus terbang ke LA. Dan perjalanan selama 15 jam dari Singapura direct ke LA sangatlah panjang dan membosankan. Aku sudah menonton tiga film, makan dua kali dan masih ada sisa 7 jam perjalanan.

    Karena aku duduk di bussiness class di upper deck, aku bisa leluasa turun ke lower deck. Karena duaduanya adalah zone Bussiness Class. Sekitar lima menit, aku melihat pemandangan awan dari jendela kecil.

    Excuse me, sir sebuah suara halus menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis sedang tersenyum padaku. Are you from upper deck? Aku mengangguk, Yeah why? aku mengintip name tag di dadanya.

    Yuliana Sastri wah nama indonesia nih ! I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time jawabnya dengan sopan. Dari Indonesia ya kamu? todongku. Lho iya ! Bapak dari Indo juga? tanya lagi. Uh kok Bapak sih belum juga tua, kok dipanggil Bapak panggil nama aja aku Joe Oh saya Lia Bapak eh kamu mau ke LA ya? kemudian kami ngobrol ngalor ngidul selama tigapuluh menit.

    Ia sudah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum punya pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lalu tibatiba seorang pramugari lain menghampirinya dan sementara mereka mengobrol, aku mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

    Yah aku ditinggal sendiri deh, hehe katanya setelah temannya pergi. Lho, kenapa? Jam istirahat tadi aku uda istirahat 3 jam dan habis ini giliran shift kedua istirahat. mestinya berduaberdua, tapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam lagi baru balik. Untung aja gak penuh Oh gitu ya gapapa deh aku temani aku bosen banget dari tadi di atas sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi

    Lia tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan aku mulai meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali seperti orang Jepang. Kamu beneran nih belum punya cowok? tanyaku iseng. Lagi ga ada soalnya cowok terakhir membosankan banget. Dia ga fun dan old fashion

    Lalu ia mulai bercerita tentang mantannya yang masih menganut adat kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita. Maaf ya, aku kok jadi cerita kayak gini hihi habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik sama aku ya mungkin aku terlalu jelek ya katanya menerawang.

    Gak, kok kamu cantik banget dan aku menatap matanya, seksi bodi kamu seksi banget. Daritadi aku membayangkan bodi kamu di balik seragam itu tambahku dengan berani. Mungkin aku mulai mabuk karena dua gelas white wine. Masa? Kamu boong ya Joe aku kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh Aku menatapnya dengan penuh napsu. 34B, boleh juga Kalau kamu kasi aku liat, aku mungkin bisa menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak tantangku.

    Lia tampak terkejut. Tapi ia lalu melihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku , Beneran nih? Sumpah Lalu Lia memberi isyarat agar aku mengikutinya. Ia lalu mulai berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin karena suara mesin.

    Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia memakai bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. Lia kamu seksi banget desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Lia membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Lia mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Aku lalu berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak amat seksi. God, u re so sexy, baby bisikku di telinganya.

    Cerita Dewasa Lalu tanganku langsung sibuk membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Lia mulai meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak senang menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, aku langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlamalama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena siapa saja bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Lia mulai berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kont*lku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Lia ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing seperti cewekcewek di luar pada umumnya. Kujilati mem*knya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilinmilinnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

    Kumasukan dua jari tanganku ke dalam mem*knya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyoloknyolok ke dalam liangnya, dan jempolku merabaraba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampaisampai aku khawatir akan ada orang yg mendengar dari luar. Lalu tibatiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati mem*knya. Ahhh ahhh Im gonna come Arghhhh uhhh yes yes baby ia mendesahdesah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jarijariku makin mengocok mem*knya. Semenit kemudian, Lia benarbenar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat.

    Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kont*lku yang belum tegak benar. Jarijarinya dengan lihay mengusapngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Lia melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak gerak sendiri mengocok kont*lku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku.

    Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Lia tampak sangat menyukainya. Ia mendesahdesah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh , Oh gitu Joe gigit seperti itu I feel sexy Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Lia makin terangsang. kont*lku terus memompa mem*knya dengan cepat, dan kurasakan mem*knya semakin menyempit gila mem*k lo kok menyempit gini, sih Lia Oh gila Ia tersenyum senang. Mungkin ia suka latian body language, soalnya dulu mantanku yang guru BL, bisa mengatur mem*knya jadi sempit jadi gini, dengan latihan rutin. kont*lku keluar masuk mem*knya dengan lebih cepat, dan tibatiba mata Lia merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku.

    Ah joe Youre so soo Ohh i am gonna come i m gonna come again Arghhh Ohhhhh uhhhhhh Lia orgasme untuk kedua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut kont*lku dari mem*knya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Lia tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kont*lku ke mem*knya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acakacakan. Make upnya luntur karena keringat, tapi tubuh seksinya tampak sangat indah.

    Aku mulai memompa mem*knya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. yeah I am your bitch fu*k me real hard please

    Cerita Panas Buset ga nyangka penampilan manisnya ternyata hanya di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin terangsang. kont*lku makin cepat menusuk2 mem*knya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindahpindah, kadang mengusapngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Lia naik turun sesuai irama kocokanku, dan aku semakin horny melihatnya menggumamkan katakata kasar. kont*lku semakin tegang dan terus menghantam mem*knya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. Ah baby yeah oh yeah kont*lku terasa makin becek oleh cairan mem*knya.

    Lia aku juga mau keluar nih oh tahan dulu kasih aku kont*lmu tahan!!!! Lia langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kont*lku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ArGGGhhhh!! Oh yes !! erangku tertahan. Lia menyedot kont*lku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kont*lku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok kont*lku dengan gerakan makin pelan.

    Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Lia berlutut dan menjilati seluruh kont*lku dengan rakus. Kamu takut gak, kalau aku bilang, aku suka banget sama sperma cowok ? bisiknya dengan suara manis sekali. Di selasela engahanku, aku menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga mau sama cewek hot begini !!

    Setelah Lia menjilat bersih kont*lku, ia memakaikan celana jeansku, lalu memakai seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam waktu 5 menit, ia sudah tampak seperti pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks seperti barusan. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahanlahan membuka pintu toilet.

    Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang.

    Baiklah, Pak Joe saya harus siapsiap untuk meal service berikutnya, mungkin Bapak mau istirahat sejenak? godanya dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum aku ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang sangat panas.

    Habis flight itu, ia memberiku nomer telpon hotelnya di LA, dan kami ngeseks gilagilaan tiap hari. Ternyata Lia sangat hyper sex dan bisa orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan aku hanya mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke LA, aku mengupgrade kursiku ke first class , karena ia bertugas di first class. Dan sekali lagi kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan teman kerjanya. Kami masih sering ketemu sampai hari ini.Kalau aku ke kota dimana dia tinggal.

  • Reon Otowa catwalk poison 90

    Reon Otowa catwalk poison 90


    2232 views

  • Video Bokep Asia Mikan Kururugi ngentot diatas sofa coklat

    Video Bokep Asia Mikan Kururugi ngentot diatas sofa coklat


    2461 views

  • Foto Ngentot Sadie Love dengan alat bantu sex sebelum dibobol penis

    Foto Ngentot Sadie Love dengan alat bantu sex sebelum dibobol penis


    2380 views

    Duniabola99.com – foto gadis Sadie Love yang lagi sange memainkan pantatnya dengan alat bantu sex sebelum pantantnya yang behenol dihantam oleh kontol pacarnya yang gede didalam kamarnya diatas ranjang dan memasukkan sperma yang banyak didalam pantantnya hingga menetas keluar. Agen Sbobet

     

  • Cerita Sex Terobsesi Dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu

    Cerita Sex Terobsesi Dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu


    1441 views

    Foto Bokep KoreaNarasi Seks Terobsesi dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu – Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik berjudul Narasi Seks Mengambil Keperawanan Bu Tiara Atasanku. Namaku Sarmila, Saya ialah seorang Emak rumah Tangga, anakku dua orang, suamiku putra seorang figur agama yang mempunyai sebuah Yayasan Pendidikan Terintegrasi yang cukup populer di kotaku. Kehidupan rumah tanggaku mirip orang berumah-tangga umumnya. Awalannya kita tinggal asrama guru yang ada di komplek Yayasan punya mertuaku.

    Tapi saat ini, kita dapat membuat rumah sendiri dari pendapatan suamiku mengajarkan di Yayasan kepunyaannya orang tuanya itu, dan pendapatan gerai kecilku di muka gerbang Yayasan jual jasa service pengisian pulsa selular, dan loket pembayaran PLN, PDAM, dan sebagainya. Karena keseharianku cuma duduk di toko menanti customer, saya mempunyai waktu yang lumayan banyak untuk berseluncur di dunia Maya. Tulisan ini main-main ku tulis, untuk tuangkan suara hatiku yang tidak dapat dipisah pada beberapa orang di sekitarku, termasuk suamiku.

    Narasi Seks Terobsesi dengan Jalinan Sex Ayah dan Ibu
    Narasi Dewasa Terkini Kehidupan saat kecilku, ku merasai berbeda jauh dgn keadaanku waktu ini. Saya tinggal dengan orang tuaku di dalam rumah kecil yang cuma mempunyai satu ruang memiliki ukuran sekitaran 3m x 5m (kurag lebih demikian). Dinding papan yang tidak rata, dan lantai seperti piano, tiap keping papan mempunyai suaranya sendiri. Kamar mandi dan dapur cuma berdinding kain tanpa atap. Ruangan khusus mau tak mau di penyekat dgn dinding plastik untuk memberikan kesan-kesan kamar.

    Saya ialah anak tunggal. Emakku sebelumnya pernah hamil saat saya berumur tujuh tahun, sebagai wanita yang barusan tinggalkan babak balita, saya benar-benar suka karena akan mempunyai adik bayi. Tapi selanjutnya Emak keguguran waktu tengah bekerja di sawah bersama Babehku. Semenjak saat itu, saya tidak pernah kembali memperoleh pertanda akan mempunyai adik bayi. Semenjak saat itu juga, saya mulai terima sajian panorama kegiatan malam suami istri yang baru kupahami saat saya masuk SMP.

    Entahlah karena umurku yang sudah tidak balita kembali, atau oleh karena Emakku yang tidak berhasil memberikan adik padaku, saya merasa ke-2 orag tuaku makin kerap lakukan hubugan suami istri, Mengapa mereka tidak pernah jemu bermain dalam selimut, sedangkan saya sendiri merasa jemu serta terlatih dgn panorama bugil ke-2 orang tuaku itu, walaupun sebenarnya saat itu, saya tidak memahami mengapa mereka lakukan tersebut. Pikirku, seperti tersebut langkah orang dewasa tidur.

    Waktu saya beranjak dewasa, lingkungan dan dari pengalaman apa yang ku saksikan mulai memberikan pandagan jika tersebut yang diartikan dgn bercinta, di mana lelaki masukkan tangkai kemaluannya ke lobang kemaluan wanita. Makin saya mulai dewasa, saya merasa malu sendiri saat harus terbangun di malam hari, oleh irama lantai yang dimaikan oleh permainan sex orang tuaku. Panorama beraroma birahi itu berasa makin pemali untuk ku tonton, walaupun awalnya saya bahkan juga sebelumnya sempat merasa jemu menyaksikan kegiatan rutin malam yang mereka kerjakan.

    Diusiaku yang makin dewasa, saya kerap berpura-pura tertidur waktu ke-2 orang tuaku mulai masuk session pemanasan. Sesuatu malam, saya kembali terbangun dan saya berpura-pura tidur. Ku saksikan Babeh menciumi bibir Emak, selanjutnya langsung ke leher, dan turun ke wilBabeh dada sekalian melepas apapun itu yang tutupi buah dada Emakku. Buah dada Emak yang bundar kuat, diciumi, dilumat, diremas, dan terus dimain-mainkan oleh Babeh.

    Ku saksikan, Emak cuma terpejam dan kelihatannya ia nikmati apa yang dilaksanakan Babeh padanya., khususnya waktu Babeh mulai melepas sarung yang dikenai Emak jam tidur dan memulai tempelkan mukakan di selangkangan Emak. Benar-benar terang ku lihat gestur yang keluar badan Emak. Badannya menggeliat dgn desahan kecil yang keluar bibirya. Saat itu saya belum mengetahui, apa yang dilaksanakan Babeh di muara lubang kemaluan Emak, dan buat apa dia lakukan tersebut. Setahuku hubugan suami istri ialah di antara ke-2 alat kelamin mereka, tidak ada hubungan dgn muka.

    Hingga kemudian ku dengar sepotong kalimat dari Emakku yang mengusung sedikit badannya dgn bertumpu siku seolah ingin menyaksikan apa yang dilaksanakan Babeh di kemaluannya….

    “Terus, yah! jilat terus, yah!… Oooohh” Desah Emak sekalian mengusung ke-2 kakinya menunjuk lagit dan membuka kain sarung yang menyelimuti. Tidak berapakah lama selanjutnya, Emak jatuhkan lagi badannya, tapi ini kali, ke-2 tangannya menggenggam betisnya sendiri dan menariknya sampai lututnya sentuh buah dadanya yang kuat. Waktu tersebut, akhirya saya tahu yang dilaksanakan Babeh di kemaluan Emak. Dia mainkan lidahnya di belahan kemaluan Emak yang berrambut.

    Waktu Emak sedang terkangkang dgn kaki yang tetap ia pegang, ku saksikan Babeh berdiri dan memulai melepaskan sarungnya lantas denga cepat dia turunkan dan melepas celana dalamnya. Tersebut pertama kalinya, saya menyaksikan alat kelamin lelaki yang ku mengenal dgn istilah Kontol. Besar, panjang dan dikitari oleh rambut yang lebat.

    Tanpa menanti lama, Babeh duduk antara pagkal paha Emak dan memulai arahkan ujung tangkai kemaluannya ke lobang kemaluan Emak. Babeh memasukkanya dgn perlahan-lahan sampai pada akhirnya ambles masuk ke kemaluan Emak. Waktu Babeh menarik lagi keluar tangkai kemaluannya dan menusukkannya lagi ke, Waktu tersebut Emak keluarkan suara yang lebih serupa teriakan….

    “Oooh!…” Keriah Emak ketahan. Saya yang kaget dengar suara itu, secara spontan bangun dari tempatku tiduran.

    “Behh!… Emak kenapa…!!?” melihatku terjaga, mereka kaget. Emak langsung menarik, sarung yang sudah terlepas dari badannya dan tutupi sejumlah kecil badannya yang bugil. Sementara Babeh, cuma termenung dan biarkan kemaluannya masih tetap tertanjap di lobang kemaluan Emak.

    “Tidak ada apa-apa, Sayg! Mari tidur lagi…” Kata Emak sekalian berusaha meraihku dgn badan yang tidak sanggup dia gerakkan karena terkunci oleh tusukan kemaluan Babeh di kemaluannya.

    “Babeh ama emak sedang apa?” Kataku dgn bahasa simpel coba cari jawaban atas apa yang ku dengar di luar dan ku saksikan di rumah.

    “Babeh sedang isi perut Emak dgn dede bayi…” Kata Babeh yang kelihatan mulai membuag rasa kagetnya.

    “Mari tidur kembali, Sayg!” Kata Babeh sekalian mulai bergerak lagi perlahan-lahan memompa badan Emak.

    “Emak gag apapun?” Kataku kembali sekalian berajak merapat dan tiduran dilegan Emak.

    “Iya…! Emak tidak ada apa-apa, Sayg! Sini tidur dekat Emak, ya! Mari tutup matanya….” Kata Emak membujukku.

    “Emakk….” kataku, sekalian mengusung kepalaku untuk melihat muka Emak.

    “Iya, Sayg…!? Jawab Emak dgn tenang, setenang badannya yang terus bergerak karena Babeh terus memacu lobang kemaluan Emak dgn kemaluannya seakan tidak peduli dgn kedatanganku.

    “Sarmila ingin pipis… temani ke belakang, Makk!” Kataku yang waktu Emak memang ingin pipis.

    Emak tidak segera menjawab. Dia melihat muka Babeh dan memberikan kode dgn keningnya. Babeh menjawab dgn keningnya, lantas Emak melihatku dan berbicara:

    “Dapat tahan sesaat tidak, Sayg?” Kata Emak.

    Itil V3
    “Mengapa, Makk?” Tanyaku kembali.

    “Agar Babeh tuntaskan tugas Babehh sesaat, ya Sayg! Kata Emak…

    “Babeh kerjakan apa, Bu?” Tanyaku kembali.

    “Lhoo… kan barusan Babeh sidah bilang… Babeh kembali membuat dede untuk Sarmila…” Jawab Emak coba menentramkanku. Saya cuma manggut-manggut seakan memahami.

    Peristiwa malam itu seolah memberikan peluang untuk bebas nikmati panorama pemali yang tidak semestinya ku tonton. Saya duduk sekalian memerhatikan Emak yang terkangkang karena kemaluan Babeh yang terus masuk keluar di lobang kemaluan Emak.

    Melihatku melihat Babeh yang terus mainkan kemaluannya di lobang kemaluannya, Emak pada akhirnya minta Babeh untuk meredam birahinya. Babehpun mengalah dan mengambil kemaluannya dari lobang kemaluan Emak. Babeh jatuhkan badannya di atas sebuah bantal sekalian menarik sarungnya dan tutupi kemaluannya yang tetap kelihatan tegak berdiri. Sementara Emak bangun dan raih sarung dan membalutkannya ke badannya. Dia selanjutnya temaniku ke belakang untuk membuang air kecil.

    Waktu lagi ada di dalam kamar mandi terbuka tanpa atap itu, saya melemparkan lagi pertanyaan pada Emak.

    “Mengapa Babeh membuat dede di perut Emak?” Kataku sekalian pipis. Emak cuma tersenyum medengar pertanyaanku, Dia tidak memberikan jawaban, tapi cuma ambil segayung air untuk bersihkan wilBabeh selangkanganku.

    “Masalahnya kita punyai ini . Maka Dedenya dapat keluar… Babeh tidak punyai!” Kata Emak.

    “Ooh…!” Jawabku yang sanggup terima jawaban Emak untuk anak seusiaku saat itu. Sesudah saya usai membuang air kecil, kita kembali lagi ke kamar dan Emak tiduran sekalian merengkuhku. Tidak lama berlalu, ku merasai badan Emak bergoyg lagi. Saya berusaha lagi bangkit kembali, tapi Emak meredamku dan membali merengkuhku sekalian berbisik.

    “Sayg! malam telah terlarut, esok Sarmila kan sekolah kembali. Kelak terlambat bangunnya…” Kata Emak meneangkanku. Pada akhirnya ku coba pejamkan mata, walaupun menasaran karena badan Emak bergoyg lagi. Ku coba melihat di sela di antara badanku dan badan Emak. Ku saksikan sarung yang membalut badan Emak sisi bawah kembali terkuak. Sementara Salah satunya kaki Emak terangkut ke atas dan digenggam oleh tangan Babeh. Ku saksikan ada kaki Babeh antara selangkangan Emak.

    “Maaakk….!” Saya panggil lagi Emak dgn suara sedikit berbisik.

    “Mmhh…?” jawab Emak singkat.

    “Babeh masukkan kontol ke lobang ee, ya, Bu?” Tanyaku kembali.

    “Sayg!Sudah… jangan bicara kembali,…” jawab Emak dgn suara semakin tinggi. Saya pada akhirnya cuma diam simpan tanda pertanyaan dalam hatiku. Akhirya saya tidur kembali membelakangi Emak da merengkuh guling yang ada disebelah sebeluhku.

    Rasa ingin tahu yang dihias oleh nada-nada lantai dan situasi gubuk kecilku yang terus bergoyg membuatku tidak bisa dgn gampang pejamkan mata. Sesudah beberapa saat, saya kembali lagi meghadap ke Emak, sekalian terus merengkuh guling. Pemadangan baru yang lain kembali ku tonton. Saat Emak duduk di selangkangan Babeh dan mengulum kemaluan Babeh. Babeh yang ketahui saya belum tidur cuma tersenyum melihatku. Dia kelihatannya biarkan saja saya menyaksikan mereka bertelanjang riang.

    Tidak berapakah lama selanjutnya, Emak berdiri dan melagkahi badan Babeh lantas ambil sikap duduk di mana kemaluan Babeh berdiri yang tegak. Degnan Salah satunya tanganya, ia pegang kemaluan Babeh yang besar dan panjang, lantas arahkan ujung kemaluan Babeh kembali lagi ke lobang kemaluannya. Sementara itu tangan satunya menggenggam belahan kemaluannya lantas dia mulai turunkan bokongnya perlahan-lahan sampai kemaluan Babeh kembali ambles masuk ke dalam lobang kemaluannya.

    Emak mulai ambil ancang-ancang dgn turunkan badannya ke belakang dgn bertumpu pada ke-2 lengannya, lantas ku saksikan Emak mulai mainkan patatnya mundur-maju, hingga kemaluan Babeh masuk keluar di lobang kemaluannya. Desahan untuk desahan terdengar kembali, dan bersatu dgn irama lantai.

    Posisi semacam itu kelihatannya tidak demikian nyaman untuk Emak. Dia selanjutnya membalik badannya di depan dan bertopang lagi dgn ke-2 tangannya. Emak menggoyg lagi bokongnya mundur-maju seperti berusaha menggaruki gatal dalam kemaluannya dgn sebuah alat yang namanya kemaluan.

    Tidak berapakah lama dgn posisi itu, Babeh merengkuh badan Emak dan bergulir lantas Babeh putar posisi mereka bercinta sejumlah derajat hingga kaki Emak menyentuh hampir mukaku. Tapi saat itu, Babeh langsung mearik kaki Emakdan mengangkangkan lagi ke dua kakinya. Entahlah menyengaja atau tidak, posisi itu membuatku bisa menyaksikan permukaan kemaluan Emak yang banyak rambut lebat.

    Dgn ke-2 kaki yang terkangkang, ku tonton dgn terang saat Babeh arahkan kemaluannya ke selangkangan Emak dan meerobos masuk memotong bibir kemaluan Emak yang kelihatan gemuk. Dapat ku saksikan dgn terang bibir kemaluan Emak bergerak senirama dgn pergerakan masuk keluarnya kemaluan Babeh di lobang kemaluanya tersebut.

    Makin lama, Babeh makin cepat mengocak lobang kemaluan Emak dgn kemaluannya. Desahan Emak makin kuat, kadang-kadang dia meracau tidak karuan,, hingga kemudian Babeh berhenti dgn sebuah tusukan dalam ke lobang kemaluan Emak. kaki Emak jatuh di ke-2 segi badannya, dan Babeh juga roboh di atas badan Emak.

    ***

    Makin saya memahami dgn sex, makin saya diberikan pemadangan-pemandangan yang pada akhirnya menggairahkanku untuk melakukan. Sampai sesuatu saat, keperawananku pada akhirnya harus lepas karena dorongan birahiku sendiri. Pas sesudah saya menamatkan pendidikan SMA, saya tidak sanggup untuk meredam pergolakan keinginan bercinta yang cuma dapat ku peroleh dari bermasturbasi.

    Siapa lelaki yang untung memperoleh keperawananku? Ia tidak lain ialah Babehku sendiri. Waktu pulang dari Acara perpisahan sekolah, dgn baju seragam putih Abu-Abu yang penuh dgn berwarna-warni perpisahan, saya menyaksikan Babehku sedang mandi. Waktu tersebut, saya lagsung bertandang ke Babehku ke kamar mandi dan melepaskan atribut kesiswaanku, sekalian tribut kewanitaanku di muka Babeh yang sedang mandi. Melihatku berdiri tanpa baju sekalian tersenyum kecil ke Babeh, lantas ku ucapkan:

    “behhh! lihatlah aku….!! Saya tidak lagi beberapa anak, kan?”

    “Ya, pasti, Sayg?” jawab Babeh tanpa gestur melihat badanku.

    “Apa rambut-rambut ini belum tebal untuk disebutkan remaja?” tanyaku kembali.

    “Apa tujuanmu, Sayg?” jawab Babeh kelihatan kebingungan pahami apa tujuan pertanyaanku.

    “Behh! Ajari saya lakukan itu, Behh!” Pintaku.

    “Lakukan apa?” Bertanya Babehku makin kebingungan.

    Dgn melemparkan senyumku ke Babeh. Saya segera mengambil langkah dekati Babeh yang masih basah dgn cuma kenakan celana dalam. Ku pegang dan ku raba-raba berbeda yang ada pada celaa dalamnya, lantas ku ucapkan:

    “Saya ingin inni, behh!” Bisikku sekalian melingkarkan lenganku di leher Babeh dan coba mencium bibirnya.

    Babeh cuma termenung menyaksikan kelakuanku yang aneh, tapi beberapa saat selanjutnya dia menyongsong kecupanku, lantas melingkarkan tangannya di pinggangku, hingga badanku mendekat ke badan Babeh. Dalam posisi itu, ku coba untuk menyisipkan jariku masuk ke celana dalamnya dan menggenggam benda yang benar-benar ku idam-idamkan sudah sejak lama.

    Sebagai lelaki normal, Babeh sepertiya tidak sanggup meredam dorongan birahinya saat ada seorang wanita tanpa baju memikat dan ajaknya untuk bercinta. Ku merasai kemaluannya mulai menegang. Waktu tersebut ku coba keluarkan benda itu dari celana dalam Babeh.

    Hembusan darah penuh keinginan, seolah mengucur kuat waktu Babeh mulai mainkan jarinya di belaha kemaluanku., yang bersambung dgn permainan lidahnya yang membuatku lemas dan nyaris tidak sanggup kembali berdiri dgn cuma ia kaki menyokong badanku. Untungnya Babeh lumayan kuat untuk menyongsong badanku dan membaringkanku di lantai kamar mandi yang basah.

    Dalam situasi birahi yang naik-turun, dan dorongan gairah syahwat yang tidak tertahan, pada akhirnya Babeh dgn style 1/2 memaksakan, dia buka selangkanganku dan memulai arahkan tangkai kemaluannya ke lobang vaginnaku yang telah tersaji prima dan tidak peduli kembali pada status jalinan darah, asal gairah tercurahkan.

    Perlahan-lahan tapi tentu, kemaluan Babeh mulai memaksakan masuk ke dalam lobang kemaluanku yang betul-betul masih perawan. Sanpai pada akhirnya, dgn sedikit penekanan memaksakan, kemaluan Babeh sukses menyobek mahkota keperawananku.

    Hal pertama yang ku merasai ialah berikut rasanya saat kemaluan isi ruangan dalam kemaluan. Gesekan, penekanan, sentuhan, dan kehangatan yang tidak dapat didapat dari hal-hal lain selainnya benda yang cuma dipunyai oleh lelalki tersebut. Kemaluan Babeh berasa sesak dalam lobang kemaluanku. Pergerakannya masuk keluar lobang kemaluanku, seolah bersinggungan kuat dgn dinding kemaluanku paling dalam.

    Makin lama gesekan-gesekan di dindig kemaluanku itu makin membuatku rasakan kemaluanku makin keluarkan banyaka cairan, entahlah apa dan tiba darimanakah. tapi cairan itu membuat gesekan makin berasa licin dan memberikan kepuasan tertentu. Saya tidak lagi pikirkan asumsi jika lelaki sukai lobang yang kesat,. Yang ada dibenakku, saya ingin selekasnya capai pucuk kepuasan dgn kemaluan yang lagi ada dalam kemaluanku.

    Tidak menanti berapakah lama, pucuk kepuasan itu mulai berasa dan saya seolah terbang melejit medekatiya, dan….

    “Ooohhh…!” Sebuah desahan melambungkanku ke alam yang penuh dgn kepuasan. Saygnya, saat itu, Babeh akhiri perjalananku di alam kepuasan dgn sebuah hujaman keras yang menyadarkanku jika Babeh sudah menumpahkan cairan sperma dalam kemaluanku.

    Saat itu, kepuasan secara langsung berakahir dgn rasa ketakutan akan hamil di luar pernikahan dan memiliki kandungan anak dari buah cinta Babeh.

    Hari untuk hari ku lalui dalam rasa ketakutan dan keinginan supaya hal yag tidak diharapkan itu tidak akan perah terjadi. Walaupun saat sesudah lakukan jalinan tubuh dgn Babeh, saya segera berusaha keluarkan dan bersihkan cairan sperma Babeh dari lobang kemaluanku. Tapi kekuatiran masih tetap tidak dapat ku membuang dari pikiran.

    Rasa ketakutan ini, membuatku berpikiran jauh di depan, pikirkan gagasan apa yang akan ku kerjakan saat ini harus terjadi. Penyesalanku, ialah mengapa tidak dari saat sebelum melakukanya saya pikirkan jauh di depan.

  • Christen Courtney menggoda pacaarnya denga pakain hitam sexy

    Christen Courtney menggoda pacaarnya denga pakain hitam sexy


    2072 views

  • Yui Misaki dientot threesome di pantat dan memeknya yang berbulu lebat hingga becek

    Yui Misaki dientot threesome di pantat dan memeknya yang berbulu lebat hingga becek


    2167 views

  • Video Bokep Asia cewek jepang pijit plus plus ngentot hot

    Video Bokep Asia cewek jepang pijit plus plus ngentot hot


    2662 views

  • Kisah Memek Bercinta Bersama Mahasiswi Cantik, Anak Didik Ibuku

    Kisah Memek Bercinta Bersama Mahasiswi Cantik, Anak Didik Ibuku


    2631 views

    Duniabola99.com – Cerita Seks Dewasa ini terjadi dikarenakan ibuku adalah salah seorang dosen di salah satu universitas. Cerita Sex ini tidak pernah aku lupakan karena sangat istimewa sekali dihatiku. Ibuku adalah seorang dosen komputer di sebuah perguruan tinggi di *********** Ia memiliki banyak mahasiswa maupun mahasiswi dan karena kepiawaian Ibuku dalam mengajar, banyak mahasiswanya yang datang ke rumahku unuk meminta diajar secara privat.

    Kisah ini adalah nyata yang terjadi ketika Ibuku sedang tidak di rumah. Namaku adalah Joe. Saat itu aku sedang dalam masa pengangguran karenanya aku hanya tinggal di rumah sehingga membuatku sangat bosan karena kegiatanku sepanjang hari hanya menonton VCD dan bermain komputer saja.

    Tetapi kebosananku berakhir ketika salah seorang mahasiswi Ibuku datang kerumah. Ingrid namanya, dia kuliah di Universitas **** ***** (edited). Karena Ibuku kebetulan sedang ada urusan, maka Ingrid menunggunya datang dikarenakan ada urusan yang sangat penting dengan Ibuku. Karena aku tidak ada pekerjaan dan aku sangat bosan dengan kegiatanku, maka aku menemaninya menunggu Ibuku. Tetapi, aku sengaja tidak memberitahukan kepadanya bahwa Ibuku sedang pergi ke luar kota bersama Bapakku selama beberapa hari. Jika kuperhatikan dengan seksama, Ingrid sama sekali tidak jelek. Bagiku dia bahkan menarik sekali, dengan proporsi badan yang bagus dan seksi dan dikombinasikan dengan rambutnya yang panjang tergerai dan hitam. Sekilas wajahnya mirip dengan Maudy Kusnaedi dan karenanya aku tidak bosan-bosannya menatap Ingrid sambil terus mengajaknya bercakap-cakap sambil menawarkannya minum segelas air jeruk.

    Sampai suatu ketika, dia minta ijin untuk pergi ke WC dan aku menunjukkannya lokasi WC yang berada di belakang kamar orang tuaku. Di saat dia pergi kesana, aku memasukkan pil perangsang yang kubeli sewaktu aku masih berkuliah di luar negeri dulu. Pil perangsang itu larut dengan air jeruk tetapi tidak memberikan perubahan pada warna maupun rasa air jeruk itu sendiri. Setelah itu, aku hanya tersenyum-senyum memikirkan rencanaku selanjutnya sambil menunggu Ingrid keluar dari WC. Setelah Ingrid kembali dari WC, ia kembali duduk dan mengajakku ngobrol mengenai bisnis orang tuaku sambil meminum air jeruk yang kusuguhkan kepadanya. Beberapa menit setelah ia meminumnya, ia memperlihatkan reaksi dari obat tersebut, dia berkali-kali meminta maaf kepadaku karena ia merasa kegerahan dan setelah itu ia mulai membuka pakaiannya. Judi Bola Online

    Di saat ia membuka pakaiannya, aku dapat melihat sosok Ingrid yang hanya mengenakan BH dan celana dalamnya. Hal ini membuat penisku mendadak berdiri dan siap dimasukkan ke “lubang kenikmatan”. Aku mengajak Ingrid ke kamarku sambil kuberikan alasan agar aku dapat menyalakan Air Conditioner sehingga dia tidak lagi kegerahan. Ia percaya saja dan mengikutiku ke kamar. Di dalam kamarku, ia duduk di ranjang sambil sesekali mengusap dadanya. Aku menjadi tidak tahan melihat adegan ini sehingga aku mulai mencium bibirnya. Ketika aku menciumnya, tidak ada perlawanan sama sekali. Kami bermain lidah hingga 10 menit. Dikala kami bermain lidah, aku mulai membuka BH dan celana dalamnya. Setelah dia bugil, kemudian aku membuka pakaianku sendiri. Disaat aku sedang membuka pakaianku, Ingrid mengusap-usap tubuhnya dan memainkan jari-jarinya di sekitar vaginanya sehingga membuatnya basah. Aku tidak tahan lagi maka kudekati vaginanya dan memainkan lidahku di dalam vaginanya.

    Aku sempat terkejut karena ternyata Ingrid masih perawan sehingga aku berpikir bahwa ini adalah hari keberuntunganku. Aku terus menjilati vagina Ingrid berulang-ulang dan diiringi dengan desahan Ingrid yang sangat sensual, “Hmm…, shhh…, aahh…”. Aku tidak peduli dan terus menjilatinya hingga beberapa saat kemudian Ingrid menjepit kepalaku dengan kedua kakinya sehingga membuatku menjadi sulit bernafas selama beberapa saat dan tubuhnya mendadak menjadi gemetar dan ia berteriak tertahan sambil melengkungkan punggungnya yang membentuk siluet yang indah sekali. Aku mengerti kalau dia sedang klimaks, aku senang sekali tetapi juga sekaligus belum puas, why? Karena aku sendiri belum memperoleh kepuasan darinya. Setelah ia terbaring lemas karena klimaks tersebut, aku segera saja memasukkan penisku yang panjang karena sudah tegang ke dalam vagina Ingrid. Ketika penisku merobek keperawanannya, ia berteriak kesakitan dan aku merasakan penisku telah dibasahi oleh darah segar keperawanannya, tapi aku tidak ambil peduli. Sambil kucium bibirnya yang seksi, tanganku bermain di puting susunya, juga kutusukkan penisku ke dalam liang vaginanya.

    Teriakan yang tadi kudengar lama kelamaan berubah menjadi desahan-desahan dan tangannya mulai aktif memegang dan menekan-nekan selangkanganku seakan- akan menginginkan agar aku memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tusukanku di dalam liangnya membuatnya mendesah-desah sensual dan memintaku mempercepat gerakan. Aku terus mempercepat gerakanku hingga dapat kurasakan vaginanya semakin basah. Ia memintaku mengubah posisi. Ia sekarang berada di atas. Dengan hati-hati ia menindihku dan memasukkan penisku yang masih tegang ke dalam liang vaginanya. Dengan posisi berbaring, kupeluk punggung Ingrid sambil menaik-turunkan tubuhnya sehingga aku merasa semakin nikmat karena pijitan vaginanya. Aku semakin mempercepat gerakan sehingga membuat adegan yang kami lakukan semakin panas karena Ingrid terus menggenjot tubuhku sambil tangannya memainkan puting susunya sambil sesekali menekan-nekan payudaranya yang cukup besar itu.


    Setengah jam terus berlalu dan aku mulai merasakan seolah-olah akan ada ledakan dalam diriku dan dirinya. Aku mengetahui bahwa dia akan klimaks lagi karena dia semakin kuat mendesah dan juga semakin cepat menggenjot tubuhku. Aku semakin tidak tahan dan kusemprotkan cairan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya dan di saat yang bersamaan pula, Ingrid berteriak dengan disertai getaran hebat sambil semakin cepat menggenjotku. Penisku terasa seperti sedang di”pipis”in olehnya karena ada cairan yang mulai membasahi penisku.

    Setelah beberapa menit kami bersama-sama melepaskan nafsu, aku mencium bibir Ingrid dan memeluknya. Aku bermain cinta dengannya hingga sore hari dan kemudian kuberitahu padanya bahwa orang tuaku baru akan kembali seminggu kemudian. Tetapi di luar dugaanku, karena justru hal ini malah membuatnya senang karena itu berarti dia bisa tinggal untuk bercinta bersamaku selama seminggu. Setelah itu, aku dan Ingrid terus menerus bercinta di rumahku sampai dengan Ibuku kembali dari luar kota.


  • Video bokep Ariana Marie ngentot romantis dengan pacarnya hingga becek

    Video bokep Ariana Marie ngentot romantis dengan pacarnya hingga becek


    2344 views

  • Sanae Momoi toket gede pantat bahenol ngentot di kantor kecil

    Sanae Momoi toket gede pantat bahenol ngentot di kantor kecil


    2230 views

  • Cerita Sex Sakit Tapi Enak

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak


    3466 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Sakit Tapi Enak ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Sempat bedekuk kencang jika aku melihat adegan video sampai mulutku melongo dan itu pun aku tidak menyangka apa yang aku tonton itu adalah rekaman istrtiku dengan suami adik iparku mereka berdua sedang berhubungan intim sungguh aku tidak bias mempercainya, kenyataannya istriku telah mengkhianati.

    Erina, adik iparku berdiri di sebelahku mengamati reaksiku akan rekaman video tersebut. Tampak jelas dia terluka dan marah. Dia menemukan rekaman video ini dalam laci yang tersembuni di meja kerja suaminya hanya beberapa jam yang lalu.

    Adegan di TV terus berjalan, aku berjalan menuju pantr di ruang sebelah dan menuangkan minuman ke dalam dua buah gelas. Erina menerimanya tanpa sepatah katapun. Kami berdua meneruskan melihat rekaman video tersebut dalam diam.

    Tampak jelas betapa usaha Bob dalam mengolah bentuk tubuhnya, tapi aku merasa senang karena betapapun hasil latihannya telah membuat otot tubuhnya menjadi besar dan kekar tapi itu tak membuat batang penisnya jadi lebih besar.

    Setidaknya aku masih lebih hebat dibagian itu. Tentu saja, Vita terlihat menikmati apa yang didapatkan dari Bob terkecuali terhadap ukuran kejantanannya, aku cukup mengenal Vita akan hal ini.

    Isteriku mempunyai bentuk tubuh yang atletis. Dia rutin pergi ke gym dan selalu berusaha mengajakku ke tempat itu juga, tapi aku tak pernah punya ketertarikan dengan hal-hal semacam itu. Saat melihat adegan video tersebut, aku membayangkan apa mungkin hal tersebut akan mambawa perbedaanaE|

    Erina melangkah pergi untuk mengambil minuman, kupandangi dia, Erina berumur 10 tahun lebih muda dari isteriku dan memiliki bentuk tubuh yang lebih montok dibandingkan kakaknya. Payudaranya juga lebih besar. Aku melihat perkembangan kedewasaan tubuhnya hingga menjadi seorang wanita muda yang cantik dalam beberapa tahun belakangan.

    Dia dan Bob menikah dua tahun yang lalu. Vita dan aku menikah jauh sebelumnya dan sekarang sudah memiliki 3 orang anak. Kami akan segera merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke duapuluh.

    “Kamu tahu sudah berapa lama ini terjadi?” tanyaku begitu video tersebut berakhir. Vita menggelengkan kepala.

    “Mungkin sudah setahun lebih!” sambungnya ketus. Aku gelengkan kepala.

    “Tidak, ini terjadi baru-baru ini. Kelakuan Vita berubah aneh sejak sekitar bulan lalu dan sekarang aku baru mengerti sebabnya,” jawabku.

    “Kakak kandungku sendiri!” kata Erina dengan geram. Aku mengangkat bahu. Aku benar-benar tak bisa berkata apapun untuk membuat kenyataan ini menjadi lebih baik.

    “Apa yang akan kita lakukan?” tanyanya, tampak jelas nada kemarahan dalam suaranya.

    “Aku belum tahu,” ku hela nafas. Aku masih sangat terguncang untuk dapat berpikir jernih.

    “Abang belum tahu?” tanyanya tak percaya. Aku hanya mengangkat bahu kembali.

    “Kakakmu dan anak-anak sedang berakhir pekan di rumah pantai dan kakek nenek mereka juga ikut di sana. Aku rasa aku butuh waktu 24 jam untuk membuat keputusan drastis.”

    “Well, aku sudah tahu apa yang akan kulakukan!” potong Erina. Kupegang kedua bahunya dengan tanganku untuk meredakannya.

    “Bukankah Bob sedang diluar kota sekarang ini?”

    “Ya,” jawabnya, tapi segera menambahkan dengan nada marah sebelum aku mampu melanjutkan,

    “Mungkin sekarang ini dia sedang meniduri wanit lain lagi!”

    “Aku rasa tidak,” jawabku sambil menggelengkan kepala.

    “Apa?”

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak “Dengar, aku cukup mengenal Bob dengan baik dan dia bukan tipe lelaki yang suka main perempuan,” kataku, meskipun sadar betapa menggelikannya penjelasanku ini.

    “Kamu pasti bercanda,” tukas Erina. Aku hanya mengangkat bahu.

    “Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku tak percaya kalau Vita dan Bob sengaja melakukan ini.”

    “Itu kan sudah terlihat jelas di video itu!” teriak Erina.

    “Apa ada kelakuan Bob yang aneh akhir-akhir ini? Aku tahu kalau sekarang ini Vita sedang mengalami puber kedua. Dia baru saja memasuki usianya yang ke tiga puluh sembilan dan perasaan akan berumur empat puluh di tahun depan sangat membuatnya resah.”

    “Itu bukan alasan!”

    “Aku tidak bilang ini suatu alas an, tapi aku rasa itu bukan bagian dari penyebabnya,” jawabku. Erina menatapku dan menggelengkan kepala, tapi kemudian dia menarik nafas dan kelihatan agak sedikit mereda emosinya.

    “Sudah satu tahun kami mencoba untuk mendapatkan seorang bayi, tapi belum juga beruntung. Aku tahu itu sangat mengganggu Bob,” jelasnya sambil menggosok kedua lengannya, tapi kemudian ketenangannya sirna dan matanya berkilat marah, “Itu juga sangat menggangguku, tapi aku tidak lari dan tidur dengan salah satu saudaranya!”

    “Kamu benar,” jawabku, coba menenangkannya.

    “Tapi aku masih merasa kalau kita butuh waktu beberapa hari untuk berfikir sebelum membuat keputusan besar.”

    “Baiklah! Mungkin abang benar, tapi aku merasa itu tak akan membantu,” tukasnya, Rasa sakit dan marahnya terlalu besar untuk ditahannya.

    “Besok malam kamu kembali saja kemari dan kita bicarakan lagi,” tawarku. “Sebelum itu kita berdua punya waktu untuk menenangkan diri.”

    Erina terlihat tidak puas, tapi dia mengangguk setuju. Dia mengeluarkan video tersebut dari dalam player dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Aku berharap dia tidak melakukan suatu tindakan yang bodoh sampai dia merasa tenang.

    Kuputuskan untuk mandi, aku merasa kotor. Aku pergi ke kamar mandi, menyetel suhu air panas dan melihat pantulan bayanganku di dalam cermin.

    Kamar mandi ini mulai terisi uap panas saat kutatap mataku. Ini akan jadi sebuah malam yang panjang dan aku merasa ragu akankah berangkat kerja besok pagi.

    Erina dating ke rumahku malam berikutnya. Dia terlihat lebih kurang tidur dibandingkan aku, tapi setidaknya dia terlihat jauh lebih tenang dibandingkan kemarin.

    “Jadi, apa keputusan abang?” tanyanya langsung tanpa basa-basi. Aku mengangkat bahu.

    “Apa ini tidak membuat abang marah?” tanyanya gusar.

    “Tentu saja ini membuatku marah, tapi aku tetap tak bisa merubah apa yang sudah terlanjur terjadi.”

    Kenyataannya adalah aku lebih merasa sakit karena dikhianati dari pada kelakuan mereka.

    “Astaga, aku benar-benar heran dengan abang? Aku akan minta cerai pada Bob! Abang juga mestinya menceraikan Vita!” kata Erina.

    Aku gelengkan kepala, aku sudah punya keputusan sendiri.

    “Itu tak akan terjadi. Kakakmu Vita dan aku punya tiga orang anak. Kami sudah berumah tangga hamper dua puluh tahun,” kutarik nafas, lalu melanjutkan, “Aku sangat mencintai kakakmu, dan perbuatannya dengan Bob tak akan mampu menghapus cinta itu begitu saja. Aku merasa sakit dan aku akan mencari tahu kenapa dia merasa harus mengkhianatiku, tapi aku tak akan menceraikan dia.” Erina menatapku tajam.

    “Abang akan memaafkannya,” tanyanya tak percaya. Aku mengangguk. Erina menggelengkan kepalanya, air matanya mulai keluar. Aku merengkuhnya ke dalam pelukanku dan dia mulai terisak. Ini berlangsung untuk beberapa saat lamanya hingga akhirnya dia dapat mengendalikan diri.

    “Aku rasa aku tak akan bisa memaafkan Bob,” akhirnya dia berkata.

    “Erina, apa kamu benar-benar ingin berpisah dengan Bob?” tanyaku. Sejenak dia ragu sebelum akhirnya menggelengkan kepala.

    “Tapi aku tak bisa membiarkan begitu saja perbuatannya,” jawabnya lirih.

    “Ayo kita ambil minum dulu,” tawarku. Dia mengangguk setuju.

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak Gelas yang pertama terasa hanya untuk membasahi tenggorokan saja. Gelas yang ke dua baru terasa pengaruhnya. Aku bilang ingin pergi ke kamar mandi sebentar saat Erina menuangk minuman pada gelas ketiganya.

    Ketika aku keluar dari kamar mandi aku mendapati dia melihat rekaman video tersebut lagi. Aku menghela nafas, menghampirinya untuk mematikan TV.

    “Kamu tahu kan, ini tak akan membantu,” kataku. Di menghela nafas. Kami meminum gelas ketiga dalam diam. Kali ini giliran Erina yang pergi ke kamar mandi saat aku menuang gelas yang keempat. Aku masih belum merasa mabuk, tapi rasa sakit di hati sedikit terasa hilang.

    Erina keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arahku. Segera saja aku menyadari ada sesuatu yang berubah. Pertama, Erina terlihat sudah mengambil sebuah keputusan.

    Yang kedua, tak mungkin rasanya kalau tak melihat kalau beberapa kancing bajunya yang atas terbuka dan dia tak lagi memakai bra. Aku dapat melihat jelas putting payudaranya dari balik blouse-nya.

    “Erina, apa yang kamu lakukan?” tanyaku bingung.

    “Aku akan melakukan sesuatu yang mungkin bisa mempertahankan pernikahanku setelah pengkhianatan Bob. Aku akan meniduri abang,” jawabnya.

    Aku baru saja akan memprotesnya, tapi dia sudah langsung melumat bibirku.

    Disamping itu, kalau mau jujur, meskipun aku memutuskan untuk memaafkan Vita, aku juga sama terlukanya dengan Erina. Meniduri Erina, benar atau salah, mungkin saja akan menolong. Aku merasa sangsi kalau ini akan bisa menyakiti mereka.

    Dalam sekejap saja kami sudah tak berpakaian lagi dan aku terkejut melihat buah dada Erina bahkan lebih besar dari yang pernah kubayangkan.

    Ukuran payudara Vita breasts sekitar B cup. Tapi menurutku putingnya yang mesar mencuat itu terlihat seksi pada ukuran payudaranya.

    Payudara Erina yang jauh lebih besar dibandingkan isteriku tampak sangat menggiurkan. Mungkin ukurannya C cup, tapi sangat pasti kalau ini adalah ukuran full C cup.

    Putingnya tidak sepanjang punya kakaknya, tapi lebih gemuk. Dia tersenyum memergoki aku yang terpana melihat dadanya.

    “Ini milikmu sepenuhnya,” kata Erina sambil menyangga kedua buah dadanya dengan kedua tangannya sekaligus meremasnya menggoda.

    Kuhabiskan gelas keempatku dan segera membenamkan wajahku ke dalam dua bongkahan daging kenyal didepanku. Tangan Erina bergerak ke bawah untuk meraih batang penisku.

    “Wah, punya abang besar sekali!” katanya, gairahnya terdengar besar dalam nada suaranya. Aku bergerak turun menelusuri lekuk tubuhnya, melewati perutnya dan mulai menyapukan lidahku pada bibir vaginanya.

    Dia segera bersandar pada dinding di dekatnya dan memegangi kepalaku dengan kedua tangannya sambil mendesah. Segera saja tubuh Erina mulai tergetar ketika aku konsentrasi pada kelentitnya. Langsung saja dia meraih orgasme pertamanya dan aku harus menyangga tubuhnya sebelum dia jatuh. Lalu kugendong dia menuju ke kamar tidur.

    Kurebahkan tubuhnya di atas ranjang, Erina menjulurkan kedua lengannya ke depan menmintaku untuk segera naik. Aku merangkak menaiki tubuhnya dan memberinya sebuah ciuman yang dalam. Nafasnya tercekat saat ujung kepala penisku menemukan jalan masuk ke dalam vaginanya.
    “Kamu yakin mau melakukan ini?” tanyaku. Dia mengangguk.

    “Kakakku, isteri abang, meniduri suamiku. Aku rasa baru adil kalau aku menyetubuhi abang di atas ranjangnya sendiri. Ini cara untuk membalas kelakuan Bob dan Vita diwaktu yang sama,” nada amarah terdengar dalam jawabannya, tapi dia kemudian tersenyum dan menambahkan,

    “Lagipula, aku tak akan melepaskan begitu saja setelah melihat ukuran penis abang ini.” Kemudian segera saja lenguhan nikmat terlepas dari bibirnya saat dia menggunakan kakinya untuk menarik tubuhku ke arahnya.

    “Aku merasa sangat penuh!”

    Batang penisku hanya baru masuk 3/4nya saja ke dalamnya. Kudorongkan lagi, tapi dia merintih kesakitan. Aku coba hentikan, tapi dia tidak mengijinkanku.

    Nafasnya tersengal terdengar antara menahan deraan nikmat atau sakit, dan dia terus mengguna kan pahanya untuk menarikku semakin erat. Bahkan tangannya mencengkeram pantatku dan menariknya dengan keras hingga seluruh batang penisku terkubur dalam lubang anusnya.

    “Oh mami!” teriakan lepas keluar dari bibirnya saat aku berhasil membenamkan batang penisku seluruhnya. Aku diamkan tanpa bergerak agar dia terbiasa dengan ukuranku.

    “Ayo bang! Setubuhi aku!” akhirnya dia berkata dan memang itu yang segera akan aku lakukan. Pada awalnya secara perlahan kukeluar masukkan, tapi atas desakan Erina segera saja aku menyentaknya dengan keras dan cepat. Markas Judi Online Dominoqq

    Langsung saja orgasme kedua diraihnya dan tanpa henti. Aku piker dia akan pingsan saat teriakan nikmatnya terdengar keras sekali.

    “Erina, aku hamper keluar!” teriakku. Dia mendorong tubuhku berganti posisi hingga dia berada diatas dan mulai menunggangi batang penisku.

    “Lakukan, bang! Isi rahimku dengan benih abang!” ucapnya semakin membakar gairahku.
    “Tapi, kita tidak pakai pelindung!” kataku ragu.

    Tapi keraguanku malah semakin membuat pantulan tubuhnya semakin keras saja dan tak ayal aku langsung keluar jauh di dalam rahimnya. Kusemburkan begitu spermaku ke dalam vaginanya hingga meleleh keluar pada pahanya seiring pompaan naik turun tubuhnya di atasku.

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak

    Kami berdua rebah tak bergerak dengan tubuhnya yang masih menindihku untuk beberapa waktu. Akhirnya dia mengangkat kepalanya dan menatapku dengan diam.

    “Kamu tidak apa-apa?” tanyaku khawatir tapi dia malah tertawa.

    “Aku merasa sangat ehmmaE|! Saat ini, aku tidak tahu apakah akan meninggalkan Bob dan tak akan bicara dengan Vita lagi ataukah aku mestinya berterima kasih pada mereka. Abang sangat menakjubkan,” katanya. Aku tertawa dan menurunkan tubuhnya dari atasku.

    “Aya mandi, aku sangat ingin bermain lagi dengan dada montokmu ini,” Kataku sambil meremas buah dadanya lalu menggamit tangannya. Kami bawa serta gelas minuman yang kosong, mengisinya lagi untuk yang terakhir kalinya sebelum bergandengan tangan masuk ke kamar.

    Lansung saja kami habiskan gelas terakhir kami setelah mengatur suhu shower. Tawa riang tak hentinya keluar dari bibir kami saat air hangat mulai turun membasahi kedua tubuh berkeringat kami.

    Kusabuni dada montoknya dan menghabiskan setidaknya sekitar sepuluh menit meremasinya. Disaat yang bersamaan dia juga menyabuni batang penisku.

    Begitu penisku kembali mengeras, aku bergerak ke belakang tubuhnya, masih tetap meremasi buah dadanya. Aku mulai menciumi lehernya dan batang penisku kugesekkan pada celah bongkahan pantatnya. Penisku masih berlumuran sabun sehingga dengan mudah melesak masuk.

    Saat bibir kami saling melumat dalam ciuman yang dalam, kepala penisku terdorong masuk ke dalam lubang anusnya.

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak Erina merenggangkan pahanya dan penisku melesak masuk dengan sendirinya seakan punya maksud sendiri, Aku terkesiap dan berusaha menariknya keluar.

    “Sorry! Ini masuk begitu saja…” aku berusaha menjelaskan, tapi Erina malah menyeriangai lebar dan mendorong pantatnya ke belakang membuat kepala penisku semakin menyelam ke dalam lubang anusnya. Aku mengerang keenakan.

    “Jangan bilang kalau kak Vita tidak pernah mengijinkan abang melakukan anal seks?” tanyanya menggoda.

    “Tidak, tidak pernah,” jawabku.

    “Baiklah kalau begitu, kalau abang mau abang boleh merasa bebas menyetubuhi anusku semau abang!” katanya manantang dan bagai api yang disiram minyak, langsung saja aku lesakkan batang penisku jauh ke dalam lubang anusnya.

    Kedua tangannya terjulur kedepan pada dindning untuk menahan tubuhnya yang terguncang dengan keras oleh sodokanku. Buah dadanya yang montok terayun menggoda, membuatku dengan segera bergerak meremas keduanya. Tapi tanganku langsung beralih untuk mencengkeram pinggulnya untuk menjaga keseimbangan kedua tubuh kami karena ayunanku.

    “Ya! Terus bang! Dorong penis abang ke dalam anusku! Makin dalam bang!” teriak Erina dalam kenikmatan. Salah satu tangannya masih menahan tubuhnya pada dinding sedangkan yang satunya lagi mulai bergerak kea rah selangkangannya.

    “Yes!” teriaknya saat aku semakin keras mengayunkan batang penisku semakin ke dalam. Dapat kurasakan otot pantatnya yang mulai mengencang saat dia menggesek kelentitnya sendiri.

    Tak mampu lagi kutahan, kulesakkan seluruh batang penisku terkubur seutuhnya dalam cengkeraman lubang anusnya dan kembali, sekali lagi aku keluar dengan hebatnya.

    Sentakanku yang terakhir membuat kaki Erina benar benar terangkat dari lantai kamar mandi karena kerasnya. Dan hal tersebut membuat Erina bergabung bersamaku dalam ledakan orgasmu sejenak kemudian.

    Kami berjalan berpelukan dengan sempoyongan keluar dari kamar mandi menuju ke kamar tidur kembali. Aroma seks tercium sangat pekat di dalam kamar dan kami kesulitan untuk menemukan area sprei yang kering di tempat tidur.

    We stumbled out of the shower and back to the bedroom. The room smelled like sex and we had problems finding a dry spot on the bed. I was barely settled before Erina crawled between my legs and started blowing me.

    “Kamu benar-benar liar!” kataku.

    “Ternyata balas dendam itu rasanya jauh lebih manis dari yang kudugatimpalnya dengan tersenyum puas. Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Dia benar benar wanita muda yang penuh amarah, tapiaE| apapun itu adik iparku ini benar benar sangat menggairahkan!

    Erina merapatkan kedua daging payudaranya yang kenyal menjepit batang penisku dan mengocoknya begitu batangku mengeras lagi. Dia masih asik melakukannya ketika tiba-tiba saja Vita berjalan masuk ke dalam kamar tidur…!!!

    “Erina! Teganya kamu?” teriak Vita terdengar hamper menangis, tapi Erina Cuma tersenyum sinis.
    “Teganya aku? Kakak pasti bercanda! Coba kakak periksa rekaman video di bawah. Itu rekaman perselingkuhan Bob dengan kak Vita,” balas Erina said lalu kemudian dengan mata menatap kea rah kakaknya, dia memasukkan batang penisku hingga ke batangnya.

    “Anak-anak mana?” tanyaku merasa tak nyaman. Aku coba untuk bergerak, tapi Erina tak membiarkanku. Dia ingin agar Vita melihat aksi kami berdua.

    “Kutitipkan di rumah mami. Aku mau memberimu kejutan aE~a night out aloneaE?,” jelasnya, nampak jelas rasa kecewa dan terkejutnya.

    “Nah, aku rasa yang terkejut sekarang adalah kakak. Apa kakak benar-benar berharap kalau rekaman itu tak akan diketahui oleh siapapun?” Tanya Erina. Vita menggelengkan kepala.

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak “Kakak keliru,” kata Erina, lalu menambahkan dengan nada sinis.

    “Nah, sekarang impas kan?” tangis Vita benar-benar pecah sekarang dan dia berlari meninggalkan kamar. Bukannya merasa puas telah membalas dendam, tapi aku malah merasa sangat tidak enak. Kudorong tubuh Erina menjauh dan pergi menyusul Vita.

    Kutemukan dia di ruang keluarga, sedang menyaksikan rekaman videonya dengan Bob. Dia menoleh dan memandangku dengan tatapan yang berlinang air mata.

    “Aku sungguh-sungguh minta maaf!” ucapnya diantara isak tangisnya.

    “Itu terjadi begitu saja bulan lalu. Bob tengah frustrasi karena Erina tak juga hamil. Kami minum-minum dan aku tak ingat pasti apa yang terjadi kemudian, yang kuingat saat aku terbangun, kita tidur berdua di ranjangnya. Apakah kamu mau memaafkanku?” tanyanya.

    Aku hendak mulai menjawab, tapi Erina sudah berada di ruangan ini.

    “Abang percaya semua omong kosong ini? Itu mungkin benar kejadian pertama kalinya, tapi bagaimana dengan yang berikutnya? Kak Vita terlihat jelas sangat menikmatinya dalam video itu,” potong Erina dengan marah. Wajah Vita berubah merah oleh rasa malu.

    “Kami melakukannya cuma dua kali saja,” bela Vita lirih, meskipun dia sadar itu tak banyak membantunya.

    “Kejadian yang kedua terjadi saat Bob menelphone-ku untuk dating dan bicara. Aku juga terkejut saat mendapati ada sebuah kamera yang dalam keadaan siap rekam. Lalu dia memperlihatkan padaku rekamannya dengan Erina yang sedang bercumbu. Kami sepakat untuk menghentikan affair ini, tapi Bob ingin membuatsebuah video sebagai kenang-kenangan.”

    “Dan kakak tak mampu menolaknya, kan?” potong Erina dengan tajam.

    “Aku mau menolaknya!” jawab Vita, tapi kemudian meneruskan dengan suara pelan, “Tapi video kalian berdua benar-benar membuatku jadi terangsang. Melihatmu bercumbu dengan Bob sangat membuatku terangsang.”

    “Kakak jadi terangsang karena melihatku?” Tanya Erina tak percaya.

    Vita tak berani menatap kami berdua, tapi dia hanya mengangguk. Aku gelengkan kepala. Aku benar-benar kaget dengan apa yang dikatakan Vita barusan.

    “Erina, Vita dan aku menikah di usia muda. Aku tidak heran jika kakakmu membayangkan apa yang hilang dari masa mudanya setelah kami menikah dulu. Aku juga merasakan hal itu.”

    “Lalu apa abang berselingkuh di belakang kakak?” Tanya Erina asked. Kugelengkan kepala.
    “Tidak sampai hari ini,” jawabku. Vita mulai merasa tak nyaman.

    “Aku benar-benar minta maaf! Aku sangat mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu,” kata Vita. Aku tersenyum mendapati situasi ini. Ketakutan terbesarku adalah jika Vita sudah tidak mencintaiku lagi. Sekarang aku tahu itu tidak benar.

    “Aku tak akan meninggalkan kamu. Andai saja kamu ceritakan padaku tentang semua ini sebelum kamu membuat keputusan, mungkin kita bisa lakukan itu bersama.”

    “Bersama?” tanyanya. Dia terlihat jelas terkejut.

    “Ya. Vita, aku punya sebuah fantasi yang ikin kulakukan. Aku tak pernah menceritakannya padamu karena kupikir kamu sangat konservative tentang seks dan kupikir kamu akan marah jika kuajak membicarakannya. Aku tak ingin kehilangan kamu.”

    “Sungguhkah?” tanyanya, ketakutanna perlahan berubah menjadi sebuah harapan. Kurengkuh dia ke dalam pelukanku dan memberinya sebuah ciuman yang sangat dalam sebagai jawabannya.

    “Jadi, abang mengijinkan pria lain menikmati tubuh isteri abang?” Tanya Erina tak percaya Aku mengangkat bahu dan tersenyum.

    “Aku tak masalah jika Vita bercinta dengan orang lain, Cuma syaratnya aku harus ada di sana dan dia pulang ke rumah kembali bersamaku.”

    “Menakjubkan,” kata Erina, tak tahu harus berkata apalagi.

    “Erina, meskipun ini tak membantu, Bob mengatakan padaku kalau hanya dengankulah satu-satunya wanita yang pernah berselingkuh dengannya. Aku percaya padanya. Bob benar-benar mencintaimu,” kata Vita, masih memelukku. Erina masih tetap menggelengkan kepala.

    Kutarik kembali Vita dalam sebuah ciuman. Aku masih tetap telanjang, sedangkan Vita masih berpakaian lengkap. Aku mulai melucuti pakaiannya.

    Dan dia membantu mempercepatnya.

    “Hey, bagaimana dengan aku?” Tanya Erina. Vita memandangku seakan meminta ijin. Aku mengangguk, masih meraba-raba kemana ini akan berakhir. Isteriku menatap adiknya dan menyeringai lebar.

    “Erina, kamu sangat boleh bergabung dengan kami,” undangnya. “Sudah kukatakan, Aku sangat suka melihatmu bercinta dengan Bob.

    Kurasa melihatmu melakukannya dengan suamiku pasti akan lebih dahsyat lagi!” Aku sama terkejutnya dengan Erina, tapi aku sudah terlalu terangsang oleh wanita yang kunikahi hamper dua puluh tahun ini.

    Vita dan aku tak menunggu jawaban Erina lagi. Kupanggul Vita menuju ke kamar tidur kami dan melemparkan tubuhnya ke atas ranjang dengan posisi tengkurap.

    Dia protes soal aroma dan kenyataan kalau sepreinya telah habis dipakai, tapi protesnya tersebut langsung terhenti begitu kulesakkan batang penisku ke dalam lubang vaginanya. Kupegangi pinggulnya saat aku mulai bergerak keluar masuk.

    “Ya, setubuhi aku sayang!” teriaknya. Vita tidak pernah berkata mesum saat berhubungan seks sebelumnya. Birahiku benar-benar terbakar oleh perubahan isteriku ini. Kami berdua benar-benar terhanyut dengan irama persetubuhan ini hingga aku dikejutkan oleh sebuah tangan yang memegang buah zakarku.

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak “Jadi, akhirnya kamu putuskan untuk bergabung dengan kami,” kataku pada Erina. Dia mengangkat bahunya, tersenyum nakal dan kemudian menciumku.

    “Aku tak akan pernah melewatkan kesempatan untuk menikmati batang penis abang lagi,” katanya begitu lumatan bibirnya denganku berakhir. Kemudia dia menampar pantat Vita dengan keras. Vita teriak terkejut.

    “Disamping itu, aku masih belum memberikan hukuman pada wanita jalang yang sudah menyetubuhi suamiku ini,” katanya sebelum memberi sebuah tamparan lagi.

    “Hey! Hentikan,” cegahku. Aku mencintai Vita dan tidak ingin melihat dia disakiti.

    “Tidak apa-apa! Aku memang pantas mendapatkannya,” kata Vita, mengejutkanku, tapi kurasa Erina sudah mengira akan hal ini.

    “Nah kakakku yang jalang, kakak suka dengan kekerasan ya,” kata Erina dengan yakin sambil memilin putting kakaknya dengan kasar.

    Vita berteriak antara sakit dan nikmat. Baru saja aku mau menghentikan semua ini, tapi Vita malah mulai meledak orgasmenya. Ini akan menjadi sebuah eksplorasi yang menarik dilain waktu.

    Erina menarikku menjauh dan menaiki batang penisku. Tak perlu menunggu waktu untuk penyesuaian yang lama lagi seperti saat pertama kali, dia kemudian mulai bergerak naik turun di atasku sekali lagi. Aku sudah dekat dengan orgasmeku saat akhirnya Vita pulih kondisinya setelah ledakan orgasmenya. Dia melumat bibirku dengan liar sebelum tangannya bergerak meremas pangkal batang penisku.

    “Hey, hentikan, kakak merusak iramaku!” Erina komplain. Vita tersenyum, melepaskan cengkeramannya dan menarik Erina dalam sebuah ciuman. Ciuman keduanya sangat lama dan juga basah, tapi saat akhirnya selesai Erina kembali komplain.

    “Wanita jalang!” teriaknya, yang sebenarnya hanya terkejut oleh aksi Vita barusan. Isteriku hanya tersenyum.

    “Sudah kubilang kan, kalau melihatmu bisa membuatku sangat terangsang. Apa yang kamu harapkan saat memutuskan untuk bergabung dengan kami?” jawab Vita, dan kemudian tangannya bergerak ke bawah untuk memainkan kelentit Erina. Segera saja nafas Erina mulai tersengal.

    “Aku tidak tertarik pada wanita! Singkirkan tangan kakak!” perintahnya, tapi Erina tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan Vita.

    “Aku juga belum pernah melakukannya dengan seorang wanita sebelumnya. Aku rasa kamu juga. Bagaimana kamu tahu kalau kamu tak suka?” Tanya Vita.

    “Tapi aku kan adikmu!” jawab Erina. Vita tak menghiraukannya.

    “Aku yakin kalau mulutmu pasti akan lebih bermanfaat daripada hanya bicara tak karuan begitu,” jawab Vita, lalu kemudian kembali melumat bibir adiknya lagi.

    “Wow! Vita, ini sangat hot! Jika saja aku tahu lebih awal kalau kamu juga mau melakukannya denga wanita juga,” kataku dengan seringai lebar. Vita hanay mengangkat bahu.

    “Siapa kira? Aku juga tak pernah membayangkan sebelumnya sampai aku lihat videonya Erina dengan Bob,” jawabnya sebelum kemudian membungkuk kedepan untuk menghisap salah satu putting payudara Erina. Mengerang keras Erina mulai orgasme.

    Aku mencoba untuk bertahan, tapi segera saja aku seburkan spermaku ke dalam vagina Erina juga. Erina membuat kami berdua terkejut saat dia menjambak rambut kakaknya agar mendekat padanya dan melumat bibirnya dengan liar ditengah ledakan orgasme yang melandanya.

    Vita meraih batang penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya begitu orgasme yang mendera kami berdua mereda.

    “Iih, menjijikkan! Penis abang kan penuh dengan cairanku,” kata Erina dengan wajah menyeringai. Vita hanya tersenyum lalu mendorong tubuh adiknya hingga terlentang.

    Dia bergerak menaiki tubuh Erina dan duduk di atas dada montoknya. Membuat vaginanya berada sangat dekat ke mulut Erina. Erina meronta beberapa saat, tapi Vita lebih kuat dan lagipula tubuhnya berada di atas menindih Erina.

    “Sekarang giliranku untuk orgasme dank arena kamu sudah memakai penis suamiku untuk orgasme, kamu harus menggantikan tugasnya. Jilat vaginaku Erina!” perintah Vita. Aku hanya menyaksikan dengan terpesona.

    Aku tengah menyaksikan bagian dari diri Vita yang tak pernah kusangka dimilikinya. Erina mencoba memprotes, tapi Vita sama sekali tak mengacuhkan. Disorongkan vaginanya kea rah mulut adiknya dan mendesah keras beberapa saat kemudian ketika lidah Erina menelusup ke dalam lubang vaginanya.

    “Ya, begitu! Tepat di situ!” ceracau Vita. Mereka berdua seakan asyik masyuk dalam dunianya sendiri dalam beberapa menit ke depan sebelum pada akhirnya Erina mendorong tubuh Vita dari atasnya.

    “Hey!” protes Vita, tapi Erina cuma tertawa. Dia kemudian mengatur untuk melakukan posisi enam-sembilan dengan isteriku. Kuamati lidah Erina langsung melata keluar masuk ke dalam vagina kakaknya. Vita ragu untuk beberapa saat sebelum akhirnya lidahnya juga memberi aksi yang sama terhadap vagina Erina.

    Terlihat jelas bahwa kedua wanita ini sangat menikmati dan larut terhadap apa yang tengah mereka perbuat. Sudah cukup lama mereka saling memuaskan birahi satu sama lainnya dan aku yakin kalau keduanya sudah mendapatkan paling tidak sebuah orgasme.

    Batang penisku akhirnya sekali lagi mengeras sepenuhnya dan aku tengah bingung untuk memutuskan apa yang akan kulakukan. Erina melihat kebingunganku dan mengedip kepadaku sambil sebuah jarinya menyelip masuk ke dalam lubang anus Vita. Vita mengerang.

    Erina terus memainkan jemarinya di dalam lubang anus Vita sambil tetap mengoral vaginanya. Sejenak kemudian Erina mengisyaratkan padaku untuk mendekat.

    Dicengkeramnya batang penisku dan menempatkan kepala penisku tepat di lubang anus Vita. Kudoeng sedikit hingga kepalanya masuk sebelum Vita akhirnya menyadari apa yang tengah terjadi.

    “Tunggu!” teriaknya, tapi Erina tetap berkonsentrasi pada kelentitnya dan itu membuat perhatian Vita kabur. Kumasukkan beberapa centi lagi.

    “Hentikan, ini sakit!” erang Vita. Erina menampar pantat isteriku dengan keras.

    “Tapi rasanya sangat nikmat, kan?” tanyanya pada isteriku. Vita hanya mengerang. Kumasukkan lagi lebih dalam.

    “Ya!” Vita semakin mengerang keras.

    “Jadi, diam dan nikmati saja!” perintah Erina menampar pantat Vita lagi. Erina merangkak ke bawah tubuh Vita dan mulai mempermainkan kelentitnya.

    Aku terus mendorongkan penisku semakin ke dalam anus Vita. Rasanya sangat rapat dan aku tak yakin sepenuhnya apakah dia menikmati ini ataukah tidak.

    “Apa kamu ingin aku berhenti?” tanyaku meyakinkan.

    “Jangan! Masukkan seluruhnya. Sodomi aku!” teriak Vita. Dan jawaban itu membuatku melesakkan sisa penisku selurhnya tanpa ragu lagi. Dia langsung mulai orgasme. Kurasakan denyutannya seiring tiap sodokanku.

    Kusodomi Vita dengan keras dan cepat, membuat buah zakarku menghantam dahi Erina. Segera saja aku orgasme beberapa menit kemudian. Vita dan aku rebah kecapaian sedangkan Erina meberi kami masing-masig sebuah ciuman yang penuh nafsu yang dalam. Tak disangsikan lagi kalau dia juga sangat membutuhkan sebuah pelapasan yang sangat mendesak.

    Begitu kondisiku dan isteriku mulai pulih, tanpa menyia-nyiakan waktu lagi kami berdua langsung berkonsentrasi pada vagina Erina. Dengan bergantian lidah kami mengeksplorasi seluruh titik sensitifnya.

    Dan itu membuat Erina merintih memintaku agar segera menyetubuhinya langsung.

    Kuposisikan dia dalam dogy-style, Vita memposisikan dirinya diantara tubuhku dan Erina dan mencumbu anus adiknya dengan menggunakan lidah. Hal ini terlalu berlebihan untuk dapat ditahan Erina lebih lama lagi dan orgasme segera menggulungnya.

    Denyutan liar dinding vagina Erina tak mampu kutahan, kulit penisku yang terasa sangat sensisit segera memberiku ledakan orgasme yang berikutnya. Isteriku terus saja mencumbui lubang anus adiknya saat aku semburkan kembali spermaku di dalam vagina adik iparku untuk kesekian kalinya.

    Kami bertiga hanya mampu berbaring kelelahan dengan tubuh bersimbah keringat untuk sekian waktu. Saat akhirnya kami mampu bergerak, hanya dengan gerakan tubuh yang lemah dan pelan. Secara bregiliran kami mandi menyegarkan tubuh, berpakaian dan bertemu di meja makan. Vita menyiapkan sesuat untuk mengganjal perut kami semua yang kelaparan.

    “Aku lapar,” Erina said.

    “Aku juga,” timpalku.

    “Aku rasa kita sudah membangkitkan selera makan kita,” Vita tersenyum. Hampir disepanjang acara makan kami diwarnai keheningan. Masing-masing tenggelam dalam alam pikirannya. Aku lihat Vita sedang menata mentalnya untuk membuka omongan. Akhirnya dia menatapku begitu acara makan kita selesai.

    “Jadi, apakah kita semua baik-baik saja?” nada bicaranya terdengar nervous. Kami saling menatap satu sama lain dalam beberapa saat dan kemudia aku mengangguk. Senyuman Vita terkembang.

    “Bagaimana dengan kamu?” Tanya Vita pada adiknya.

    “Mmm, aku belum tahu,” jawab Erina dengan jujur, tapi kemudian dia tersenyum lebar dan bertanya,

    “Yang kamu maksud itu tentang kamu dan Bob atau kenyataan bahwa baru saja aku sadar kalu aku seorang lesbian yang juga menikmati hubungan incest?”

    “Kamu bukan lesbian,” jawabku sambil tersenyum.

    “Dia benar,” Vita menambahkan. “Kamu seorang biseksual yang menikmati hubungan incest.” Erina tidak bias menahan diri. Dia tertawa terbahak. Vita dan aku ikut tertawa, tapi dengan cepat tawa kami berhenti.

    “Erina, beri Bob kesempatan,” kata Vita dengan lebih serius. Erina menarik nafas.

    “Akan kupikirkan.”

    “Dan diskusikan dengannya soal belum juga hamilnya kamu. Kalian berdua mungkin harus membicarakan hal tersebut. Mungkin sekaranglah waktunya untuk datang ke dokter ahli.”

    “Wow, sekali nasehat langsung komplit,” jawab Erina dengan tersenyum. Dia terlihat agak bimbang.

    “Hei, kamu boleh menyewa suamiku sebagai gantinya kalau yang jadi masalahmu adalah Bob,” gurau Vita, mencoba untuk membuat adiknya tersenyum. Senyuman Erina semakin terkembang lebar saat tangannya bergerak mengelus perutnya.

    “Masalah itu mungkin sudah terpecahkan kalau memang yang bermasalah aadalah Bob. Minggu ini adalah periode masa paling suburku dan suamimu sudah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik saat mengisiku dengan spermanya.”

    Alis Vita’s, dan tentu saja alisku, terangkat karena terkejut. Kami saling mamandang dan kemudian menoleh ke arah Erina. Akhirnya kami bertiga hanya mengangkat bahu.

    “Itu issue untuk besok saja,” jawab Vita.

    “Kalau memang jadi,” Erina menambahkan.

    “Beritahu kami kalau akhirnya kamu memutuskan untuk memaafkan Bob,” kataku, merubah topic pembicaraan. “Akan tiba waktunya bagi Bob dan aku untuk membicarakannya, tapi itu persoalan lain lagi. Dan jika semuanya berjalan baik dan antara kamu dan Bob ok, aku rasa aku ingin melihat Bob dan Vita melakukannya secara langsung. Aku yakin itu akan terlihat lebih hebat dari pada di dalam video.”

    “Hanya selama aku diberi kesempatan dengan kamu lagi,” jawab Erina menimpali aE~tantanganku. Dia kemudian menoleh kea rah Vita dan dengan tersenyum menambahkan, “Tentu saja dengan kamu juga.”

    “Aku bisa menggaransi kalau soal itu,” balas Vita.

    Erina memberi sebuah pelukan pada kami berdua sebelum dia pergi. Vita dan aku saling menatap dalam kebisuan untuk beberapa saat.

    “Nah, sekarang bagaimana?” Tanya Vita. Awalnya aku hanya mengangkat bahu, tapi kemudian kuhembuskan nafas. Aku sadar jika kami berdua membutuhkan sebuah aturan dasar dalam hal ini.

    “Pertama, aku rasa kita harus saling setuju dan berjanji bahwa kita tidak akan saling bermain dengan orang lain tanpa persetujuan salah satu dari kita. Tak ada lagi affair,” jelasku dengan ringkas. Vita tampak sedikit malu dan mengangguk setuju.

    “Kita harus ekstra hati-hati terhadap anak-anak. Aku tidak mau gaya hidup kita yang baru ini membawa sebuah dampak bagi mereka semua,” Vita menambahkan.

    “Setuju.”

    “Kamu puny ide yang lain lagi?” Tanya Vita. Aku menyeringai.

    “Ya, masih ada sebuah hukuman yang menunggumu.”

    Cerita Sex Sakit Tapi Enak “Hukuman?” Tanya Vita, matanya berbinar.

    “Yeah, sekarang aku tahu kalau kamu suka sedikit kekerasan dan rasa sakit, aku rasa kita harus kembali lagi ke kamar. Lagipula anak anak tidak ada dan kita hanya berdua saja sekarang.”

    “Apa yang kamu rencanakan?” Tanya Vita curiga. Aku hanya tersenyum lebar.

    Kami habiskan beberapa jam berikutnya dengan saling memuaskan dan memanjakan satu sama lain. Tidak semua yang kami coba berjalan dengan baik, tapi saat itu tidak berjalan sesuai harapan, kami hanya tertawa dan kemudia mencoba sesuatu yang lainnya lagi.

    Untuk pertama kalinya Vita dan aku saling berbagi seluruh fantasi seksual dalam kehidupan dua puluh tahun perkawinan kami. Kami sadar kalau tidak semua fantasi tersebut bisa diwujudkan dalam satu malam ini, tapi kami sudah melakukan sebuah awal yang bagus.

    Mentari pagi hanya menunggu satu dan dua jam untuk terbit saat akhirnya kami merasa terlalu lelah untuk mencoba sesuatu yang lain lagi, tapi kami berdua belum merasa mengantuk juga. Sekali lagi kami mandi lagi dan melangkah menuju ke kamar tamu. Kamar ini memiliki pemandangan yang indah saat mentari terbit dan juga seprei yang bersih dan segar.

    Kami berdua berbaring dan berbincang seakan sudah tak saling bicara selama bertahun-tahun. Aku bahkan tak begitu yakin apa yang sedang kami diskusikan, tapi pada akhirnya aku merasa lebih dekat dengan isteriku melebihi sebelumnya. Manteri terbit mengantarkan kami berdua lelap dalam mimpi indah dengan saling memeluk.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Video Bokep Allie Knox dan Chloe threesome, kontol gede

    Video Bokep Allie Knox dan Chloe threesome, kontol gede


    2563 views