Author: dbgoog99

  • Foto Ngentot Cewek Brazil Gina Valentina dengan kakak tirinya

    Foto Ngentot Cewek Brazil Gina Valentina dengan kakak tirinya


    2902 views

    Duniabola99.com – foto cewek brazil toket gede dan pantat bahenol ngentot dengan kakak tirirnya diruang tengah saat lagi nonton film bersama orang tuanya dan melkukakan doggystyle disaat orang tuannya kedapur dan menembakkan sperma yang banyak ke dalam memeknya.

  • Video Bokep Jepang dokter sexy Erika Nishino sange ngentot pasien

    Video Bokep Jepang dokter sexy Erika Nishino sange ngentot pasien


    2830 views

  • Petite Latina Sophia Torres Gets Stretched

    Petite Latina Sophia Torres Gets Stretched


    2159 views

  • Derita Marshanda

    Derita Marshanda


    2954 views


    Duniabola99.com – Saat itu adalah hari yang melelahkan bagi Marshanda. Artis cilik yang biasa dipanggil Chacha ini tampat kelelahan, karena seharian penuh ia mengikuti syuting Bidadari dari pagi hingga malam. Saat tiba di depan rumahnya, orang tuanya membuka garasi untuk memasukkan mobil.

    Aduh Sapu tanganku jatuh. Ucap Marshanda pelan agar tidak terdengar orang tuanya.

    Artis cilik yang cantik itu sengaja mengendap keluar dari mobil yang hampir masuk garasi, keluar rumah untuk mengambil satu tangannya yang kebetulan jatuh tidak jauh dari pintu rumahnya. Saat keluar, seorang tukang becak yang dikenalnya, Pak Darso berumur 50 tahun lewat di depannya.

    Cari apa nak Marshanda? Tanyanya ramah.
    Mau ngambil sapu tangan saya di depan tuh Marshanda menunjuk ke depannya.

    Saat Marshanda menunduk mengambil satu tangannya, tibatiba sebuah tangan kekar menutup hidungnya, sementara tangan lain dengan sebilah pisau terhunus mengarah ke dekat lehernya. Marshanda terkejut bukan main. Ternyata pak Darso yang melakukannya.

    Kamu diam saja! Ikut becak saya ke rumah, kalau tidak mau mati. Di rumah cuma ada saya dan cucu saya Hendro Ucapnya dengan garang dan napas terengah.

    Akhirnya Marshanda terpaksa menurut diajak ke rumah Pak Darso. Ia cemas, tentu ayah ibunya akan mencaricarinya. Sampai di rumahnya, Pak Darso menyuruh Marshanda masuk ke kamarnya, sementara ia menutup pintu rumah dan menguncinya dari dalam.

    Sekarang kamu menurut saja. Sudah lama saya mencari kesempatan seperti ini. Biar kamu pantas jadi cucuku, malam ini kamu menggantikan istriku Ujar pak tua itu dengan suara keras.

    Maksudnya Bapak apaa? Tanya Marshanda gemetar.
    Wajah cantiknya itu kini seperti kelinci yang ketakutan. Tidak terlihat lagi senyum manis Si Lala di wajahnya.

    Duduk saja! Dan ikuti perintahku perintah Pak Darso.
    Saat itu Marshanda mengenakan kaus putih berlengan pendek dan bawahan berupa rok selutut terbuat dari bahan jeans. Tukang becak itu segera mendekat sehingga tubuhnya tinggal berjarak seperempat meter dari Marshanda yang duduk di pembaringan kamar pak tua itu.

    Dengan tanpa malu lagi, tukang becak yang sudah kesetanan itu membuka resleting celananya sendiri dan mengeluarkan penisnya yang berwarna coklat tua, panjang 20 cm dan berdiameter 3 cm itu. Mata Marshanda melotot. Baru sekali ini ia melihat penis lakilaki. Pak Darso mendekatkan jalan tolnya itu ke dekat mulut Marshanda.

    Jilat, isap kemudian emutemut seperti es krim. Tapi jangan digigit Ujarnya keras.
    Awalnya Marshanda menolak. Tetapi setelah diancam akan dibunuh, terpaksa artis cilik cantik yang baru kelas 1 SMP itu menurut. Mulut kecilnya mulai mengulum penis pak Darso. Pertama sekedar menjilatjilatnya, lalu mulai memasukkan penis itu kedalam mulutnya, bagian kepalanya saja. Namun pak Darso terus melesakkan penisnya yang besar dan panjang itu sampai lebih setengahnya ke mulut Marshanda.

    Marshanda gelagapan. Sungguh tidak disangka, bahwa pada malam itu ia akan mendapatkan pelecehan yang amat menyakitkan seperti itu, oleh tetangganya sendiri, sudah tua lagi. Dengan amat terpaksa Marshanda terus mengulum dan menjilati jalan tol pak Darso. Pak Darso yang memberi petunjuk, sambil menjambak rambut anak kecil yang juga artis terkenal itu, memaju mundurkan penisnya dengan paksa.

    Setelah lebih sepuluh menit, pak Darso berhenti. Ia menyuruh Marshanda berbaring. Artis cilik itupun menurut saja. Pertama kali, pak Darso langsung menciumi dan melumat mulut mungil Marshanda. Dengan ganas ia mengunyah dan menyantap mulut artis cilik cantik itu dengan lahap, sehingga terdengar suara kecipak kecipuk seperti orang makan dengan rakus. Sejurus kemudian, pak Darso mulai menyingkap rok Marshanda ke atas, hingga batas perut.

    Kontan terlihatlah kedua bongkah paha artis cilik itu yang amat mulus, meski masih kecil karena ia memang masih tergolong awal remaja, bahkan masih anakanak. Celana dalamnya yang berwarna biru laut berendarenda, terbuat dari sutra halus juga terlihat menutupi kemaluannya yang masih kecil, tetapi sudah menggunduk indah. Mulut Pak Darso melahap kemaluan Marshanda sambil mengeluselus pahanya yang mulus.

    Auhhh, auuuh, sudah pak, sudaaaah, ampun pak, ampuuun, Aaaaaaaaaaah Marshanda merintih pasrah.

    Tidak kelihatan lagi gayanya yang cerdik seperti dalam sinetron Bidadari. Kini Marshanda hanya seorang anak kecil cantik yang sedang diganyang habis oleh tetanggganya, seorang tukang becak yang sudah berumur. Baju kaus Marshanda pun dilepas oleh Pak Darso dengan kasar, sehingga terlihatlah BH sempit yang dikenakan oleh Marshanda menutupi dua bongkah payudaranya yang baru tumbuh.

    BH itupun direnggut paksa oleh pak Darso. Lalu rok yang dikenakan Marshanda juga ditariknya ke bawah sehingga terlepas. Kini Andriani Marshanda, pemeran Lala, anak susu bendera itu tinggal mengenakan celana dalam kecil berwarna biru. Meskipun belum montok, tetapi tubuhnya amat mulus dan indah sekali, enak dipandang dan amat merangsang.

    Pak Darso mulai menjilati seluruh jengkal tubuh anak baru gede itu dengan rakus sekali, sehingga badan Marshanda penuh dengan air liurnya. Tak lama kemudian, napasnya sudah makin memburu, Pak Darso tidak tahan, celana dalam, pertahanan terakhir Marshdanda pun dipelorotkan dengan paksa. KIni Marshanda sudah bugil total. Terlihatlah gundukan kemaluannya yang belum ditumbuhi rambut itu dengan indah.

    Garis kemaluannya masih terlihat jelas dengan bibir vagina agak keriput karena terlalu menggembung. Nafsu pak Darso tak tertahankan lagi. Tanpa sempat melumat lagi kemaluan itu dengan mulutnya, ia langsung mengarahkan penis besarnya ke vagina Marshanda yang sudah menantang itu. Marshanda sadar apa yang akan terjadi. Ia memelasmelas minta ampun. Tetapi pakda Darso sudah tidak memperdulikan rengekan anak kecil itu. Ia harus menjebol kemaluan artis cilik cantik tetangganya ini.

    Kepala penisnya mulai melesak, sedikit demi sedikit memasuki kemaluan Marshanda yang empuk sekali, tetapi amat sempit. Memang agak sulit. Tetapi tak lama kemudian, ia berhasil menjebol selaput dara Marshanda, artis cilik itu menjerit histeris. Karena rumahnya agak terpencil, suara itu tak mengundang kecurigaan para tetangga.

    jalan tol besar Pak Darso mulai menghujam makin dalam, akhirnya hampir seluruhnya tertanam di kemaluan Marshanda. Pak tua itu mulai memajumundurkan penisnya di kemaluan nikmat Marshanda.

    Aaah Uuuuh Aaaah Hanya rintihan pasrah yang terdengar dari Marshanda.
    Baru kemudian disusul tangisnya karena ia sadar bahwa keperawanannya telah hilang diambil oleh Pak Darso. Tidak puas dengan cara itu, Pak Darso menyuruh Marshanda menungging. Ia mulai menggarap Marshanda dari belakang dengan setengah berdiri dan kedua tangan Marshanda bertumpu di pinggiran tempat tidur.

    Tangan Pak Darso meremasremas payudara Marshanda. Penisnya maju mundur secara teratur. jalan tol besar Pak Darso mengobrakabrik kemaluan Marshanda yang tentu saja masih terlalu kecil. Tubuh Marshanda yang sudah hangat, kini makin hangat karena menahan sakit bercampur nikmat. Keringatnya bercucuran. Pak Darso yang sudah berumur itu terus menggenjot Marshanda, hingga akhirnya meledaklah air maninya di dalam vagina Marshanda.

    Aaaah Terdengar erangan mereka secara bersamaan.
    Marshanda menangis sesenggukan karena ia sudah betulbetul habis diperkosa. Tanpa mereka sadari, cucu pak Darso yang bernama Hendro dan baru berusia 10 tahun itu menonton apa yang dilakukan kakeknya. Pak Darso tentu saja terkejut.

    Kamu jangan bilang siapasiapa ya kalau saya sudah memperkosa Marshanda Si cucu mengangguk.
    Tapi Kek, saya mau ngerasain juga dong. Boleh kan? Tanyanya dengan lugu.
    Karena takut ketahuan orang lain. si kakek membolehkannya.

    Jangan, jangan perkosa saya lagi. Saya capek dan sakit Tolong jangan! Jerit Marshanda memelas.
    Tetapi si cucu sudah tidak sabar lagi. Dipeluknya tubuh Marshanda, artis idolanya itu dengan ganas. Setelah melepas seluruh pakaiannya sendiri sehingga ia pun telanjang bulat, ia mulai menindih Marshanda. Penisnya yang belum begitu besar, ia paksakan untuk masuk ke kemaluan Marshanda.

    Ia menggenjot dengan nafsu, mengocokngocok kemaluan Marshanda dengan penis kecilnya itu tanpa ampun. Marshanda hanya bisa merintihrintih. Tetapi rintihan itu makin lama berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tampaknya ia juga menikmati genjotan anak kecil yang pantas manjadi adiknya tersebut.

    Marshanda sepertinya mulai menikmati pemerkosaan tersebut. Hilang sudah keangkuhan Marshanda, keangkuhan si Lala dalam sinetron bidadari. Sekarang dia sedang diperkosa seorang anak kecil! Hendro tidak puaspuasnya memandangi wajah cantik Marshanda yang kini merintihrintih tidak karuan, sementara penisnya yang kecil itu semakin mengeras dalam kemaluan Marshanda.

    Dengan agak susah karena terlalu pendek, Hendro menciumi mulut Marhanda yang indah dan mungil itu dengan air liur menetesnetes saking nafsunya. Akhirnya setelah 10 menit bersetubuh, muncratlah air mani anak kecil itu yang kembali mengisi rahim Marshanda. Sampai tengah malam, secara bergantian kakekcucu itu menggarap sang artis cilik idola mereka, hingga Marshanda pingsan. Baru setelah puas, mereka melemparkan tubuh artis cantik itu di jalan depan rumahnya.

    Namun ternyata mimpi buruk Marshanda belum berakhir sampai di sini. Dari kejauhan, lima orang anak kecil teman dan juga tetangga Hendro mendekati tubuh telanjang Marshanda. Kemudian mereka mengangkatnya ke sebuah rumah kosong di dekat situ. Secara bergantian mereka menggunakan kesempatan emas itu untuk memperkosa Marshanda secara bergiliran.

    Kapan lagi bisa ngesot sama Marshanda. Ujar seorang anak berusia 10 tahun bernama Andri kegirangan.
    Akhirnya dengan ganas, tubuh bugil Marshanda yang sudah pingsan itu kembali digarap semalam suntuk. Si Andri yang pertama kali menindih Marshanda. Dengan telanjang bulat, ia menindih tubuh mulus Marshanda yang sudah tidak berdaya itu, dipeluknya dengan erat, sementara penisnya langsung menghujam ke lubang kemaluan Marshanda yang sudah mulai melebar, setelah dipaksa menelan penis Pak Darso dan cucunya, Hendro.

    Pantatnya maju mundur menikmati kemaluan Marshanda yang sungguh nikmat. Bagaimana tidak nikmat, bisa menjebol kemaluan artis idola seperti Marshanda. Kemudian secara bergiliran mereka semua menikmati tubuh mulus Marshanda dengan penuh kenikmatan. Baru sebelum matahari terbit, mereka meletakkan kembali tubuh artis cilik naas itu di depan rumahnya. Pagi hari, keluarganya heboh. Tapi semuanya sudah terlanjur terjadi. Kasihan sekali Marshanda.

  • Foto Bugil Latina Apolonia yang indah bermain dengan vaginanya

    Foto Bugil Latina Apolonia yang indah bermain dengan vaginanya


    2146 views

    Duniabola99.com – foto cewek lantin memeinkan memekna setelah bangun pagi dalam keadaaan bufgil.

  • Foto Ngentot Pegulat wanita seksi Mia Li diikat keras di atas ring

    Foto Ngentot Pegulat wanita seksi Mia Li diikat keras di atas ring


    2535 views

    Duniabola99.com – foto pegulat yang melakukan hubungan sex ngentot didalam arena dan ceweknya diikat dihatam keras oleh kontol yang besar dan hitam.

  • Video Bokep Eve dan Elle jilatan maut hingga orgams

    Video Bokep Eve dan Elle jilatan maut hingga orgams


    2190 views

  • Video Bokep Rui Natsukawa mengajak cowoknya kekamar

    Video Bokep Rui Natsukawa mengajak cowoknya kekamar


    2353 views

  • Kisah Memek Tetangga Ku Entot Akibat Aku Intip

    Kisah Memek Tetangga Ku Entot Akibat Aku Intip


    5868 views

    Duniabola99.com – Aku adalah seorang karyawan yang bekerja di Perusahaan Multimedia, sedangkan istriku adalah sales sebuah produk jamu dari Madura. Kami telah dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang sudah duduk di kelas 1 SD.


    Di depan rumahku tinggallah pasangan muda suami istri yang telah memiliki seorang putra berusia 4 tahun yang diasuh oleh seorang pembantu yang datang jam 7 pagi pulang jam 4 sore. Tetanggaku ini adalah seorang wiraswasta bidang percetakan sedangkan istrinya adalah karyawati di sebuah instansi.

    Dari cerita yang pernah mereka ucapkan, dulu mereka pernah mengikuti suatu aliran yang sangat fanatik, itulah sebabnya istri tetanggaku ini selalu mengenakan jilbab lebar yang selalu menutupi kepala dan dadanya dan juga selalu mengenakan pakaian longgar yang panjang sampai ke mata kaki.

    Dari cerita istriku, kuketahui bahwa sang istri sangat memperhatikan masalah hubungan suami istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Hal ini karena istri tetanggaku ini merupakan pelanggan tetap istriku dalam membeli jamu dari Madura, terutama jamu yang berhubungan dengan hubungan suami istri seperti “sari rapet”, “Pria perkasa” ataupun jamu lainnya yang selalu berhubungan dengan hubungan suami istri.

    Walaupun selalu mengenakan jilbab lebar, tetap saja tidak bisa menutupi kecantikan, keanggunan dan putihnya kulit istri tetanggaku ini, sehingga aku sering membayangkan bagaimana keadaan tubuhnya bila tidak mengenakan busana, pastilah sangat seksi dan sangat menggairahkan.

    Disamping sebagai seorang wiraswasta, tetanggaku ini aktif di sebuah LSM yang memperhatikan perkembangan perekonomian masyarakat. Karena persaingan bisnis yang semakin ketat, akhirnya usaha tetanggaku ini bangkrut, dan akhirnya ia lebih memfokuskan diri untuk mengeluti LSM yang ia ikuti. Dan ternyata di LSM yang digelutinya ini, ia mendapatkan kepercayaan untuk mengawasi pencairan dana masyarakat di luar kota dengan honor yang lumayan untuk menghidupi keluarganya. Sehingga ia harus kerja di luar kota dan seminggu sekali baru pulang ke rumah.

    Pada suatu hari istriku berkata bahwa komputer tetanggaku bermasalah dan minta tolong padaku untuk segera memperbaikinya, sebab tidak mungkin harus menunggu suaminya pulang dan lagi pula banyak pekerjaan mendesak yang harus dikerjakannya. Dan katanyanya walaupun ia sedang ada dikantor, aku dipersilahkan untuk memperbaiki komputer di siang hari, sebab ada pengasuh anaknya di rumah.

    Obsesiku terhadap istri tetanggaku ini seperti mendapat peluang. Aku menyanggupi untuk memperbaiki komputernya.

    “besok akan ku kerjakan..” kataku pada istriku.

    Keesokan harinya sebelum aku ke rumah tetanggaku, aku persiapkan beberapa spy cam (“Kamera pengintai”) ukuran kecil tanpa kabel yang aku hubungkan ke komputerku.


    Ternyata sistem operasi komputer tetanggaku ini bermasalah, maka harus ku install ulang supaya normal kembali. Pada saat penginstallan sedang berlangsung, aku menanti pengasuh tetanggaku ini lengah atau keluar memberi makan asuhannya. Saat pengasuh anak tersebut keluar, maka kugunakan kesempatan ini untuk masuk ke kamar tetanggaku dan meletakkan 2 buah spy cam ditempat yang tepat dan tersembunyi yang bisa menangkap aktivitas tempat tidur dan sekitarnya.

    Setelah perbaikan sistem operasi komputer tetanggaku selesai, aku segera pulang dan menyalakan komputer untuk mengetes apakah spy cam yang aku letakkan berfungsi dengan baik. Dan ternyata alat kecil memang benar-benar canggih, selain bentuknya kecil dan tanpa kabel, ternyata daya tangkap gambarnya pun nyaris sempurna dan yang lebih canggihnya lagi adalah kemampuannya melakukan zoom.

    Mulailah pada jam-jam tertentu aku memantau keadaan kamar tersebut. Dari hasil pantauan tersebut, tedapat beberapa moment yang aku rekam, diantaranya merekam tubuhnya yang sedang telanjang bulat dan berlenggang lenggok didepan cermin sehabis mandi, merekam kegiatan dirinya yang sedang terangsang di malam hari pada saat suaminya di luar kota, bahkan sempat ku rekam bagaimana ganasnya ia di tempat tidur pada saat suaminya pulang dari luar kota. Situs Judi Online Terbaik

    Rupanya dibalik keanggunan dan kealiman penampilan luar istri tetanggaku ini, ternyata dalam berhubungan suami istri dia sangat ganas dan binal membuat suaminya kewalahan, dan sering kali terlihat dia masih bernafsu tetapi suaminya sudah ambruk dan akhirnya dia hanya bisa gelisah tidak bisa diam melihat suaminya tidur kecapaian.

    Akhir-akhir ini kesibukan tetanggaku ini semakin padat, sehingga jadwal kepulangannya menjadi tak menentu, terkadang dua minggu sekali bahkan pernah sampai dua bulan baru pulang. Bahkan pernah secara bercanda istri tetanggaku ini berkata pada istriku :

    “Bu…, saya mah jablay…(jarang dibelai maksudnya) “

    “Kenapa gitu ?” tanya istriku pada.

    “Habis si Bapak jarang pulang, dan kalo pulangpun hanya satu malam setelah itu pergi lagi.. Saya mah punya suami… tapi jarang sekali bermesraan “ katanya dengan nada sedih.

    Pada suatu hari, istriku cerita padaku bahwa pada tadi siang ketika istriku bertamu ke tetanggaku, dia melihat istri tetanggaku sedang menangis. Dan ketika ditanya mengapa, istri tetanggaku menjawab terisak “Si Bapak, tadi malam pulang, tapi belum ngapa-ngapain dia sudah pergi lagi dengan temannya malam itu juga dan sampai sekarang belum pulang. Padahal saya lagi pingin-pinginnya..”

    Mendengar cerita istriku, aku menjadi tergoda untuk mengisi kekosongan kasih sayang ini. Tapi bagaimana caranya? dan tak mungkin aku dapat menggoda seorang istri yang selalu taat menjalankan perintah agama. Apalagi dia selalu mengenakan jilbab dan tidak pernah memberi kesempatan kepada bukan muhrimnya untuk berbicara bebas dengannya.


    Akhirnya aku punya ide untuk mengancamnya akan menyebarkan video rekaman dirinya yang sedang telanjang dan yang sedang berhubungan dengan suaminya. Rekaman tersebut aku simpan di CD.

    Pada malam hari ketika istriku sudah tidur, kuletakkan CD rekaman tersebut di depan pintunya dan kuhubungi HP istri tetanggaku ini dari HP-ku dengan menggunakan nomor yang baru kubeli siang tadi

    “Bu…, Coba ibu buka pintu depan dan ambil amplop yang tersimpan dibawah pintu, sekarang..! Isinya adalah CD berisi video rekaman yang harus ibu tonton di komputer” kataku memerintah tanpa memberi kesempatan padanya untuk bertanya siapa yang menelepon.

    Aku mengintip dari dalam rumahku, tak lama kemudian aku melihat pintu depannya terbuka, kemudian dia keluar dengan jilbab lebar dan baju longgar yang biasa dikenakan kemudian melihat keadaan sekitarnya, lalu setelah yakin tidak ada seorangpun, lalu dia melihat ke bawah dan mengambil amplop yang aku simpan dan dengan tergesa-gesa pintu itupun dia tutup kembali.

    Kira-kira setengah jam kemudian, HP-ku bunyi dan setelah kulihat ternyata istri tetanggaku menghubungiku. Begitu aku tekan tombol terima, langsung terdengar suara serak seperti orang yang sangat marah tapi tak berdaya

    “Anda siapa ? Dan apa maksudnya memperlihatkan video ini pada saya ? “ tanyanya.

    “Saya hanyalah seorang penggemar berat ibu. Dan saya ingin semua orang tahu bahwa tubuh ibu sangat menggairahkan dan ibu sangat binal dan ganas di tempat tidur” jawabku santai.

    “Apa maksudnya…?” katanya dengan nafas yang mulai tersekat

    “Akan saya perbanyak CD ini dan akan saya bagikan ke setiap rumah di lingkungan ini, juga akan kirim ke internet agar orang sedunia tahu apa dan bagaimana ibu. “ jawabku masih dengan nada santai dan kalem.

    “Ja…jangan…jangan…!” potongnya mulai gugup.

    “Apa yang sebenarnya kamu inginkan…, mau uang…? Berapa…?” katanya memelas dan suara melemah.

    “Saya nggak mau uang…” jawabku

    “Lalu apa..?” susulnya

    “Saya hanya ingin bisa menikmati tubuh ibu yang sangat menggairah…” kataku menggodanya.

    “Tidak mungkin …..Aku nggak sudi….”

    “Ya…nggak apa-apa.. Tapi ibu jangan kaget kalau esok hari semua tetangga akan ribut karena memiliki rekaman tersebut..” jawabku mengancam

    “jangan…jangan dilakukan ….tolonglah kasihani saya…” katanya lagi memelas

    “Tidak akan saya lakukan…asal ibu memenuhi keinginan saya” kataku lagi.

    Lama dia tidak menjawab…

    Dan akhirnya…

    “Baiklah… saya menyerah…, tapi kumohon…. Kamu harus menghapus semua rekaman ini “ katanya dengan nada yang sangat berat dan pasrah karena kalah


    “Baiklah…, sekarang ibu harus membuka pintu depan, kemudian ibu harus menunggu saya di kamar ibu. Kalu tidak ibu lakukan maka saya tidak akan datang” jawabku memberikan perintah.

    Tak lama kemudian, kulihat pintu depan terbuka sedikit dan beberapa menit kemudian kulihat dimonitor bahwa dia telah ada di dalam kamar dan duduk gelisah diatas kasur menunggu apa yang akan terjadi.

    Kumatikan komputerku dan aku keluar rumah secara mengendap-ngendap menuju rumah tetanggaku melalui pintu depan yang terbuka, kemudian kututup dan kukunci. Lalu dengan perasaan deg-degan aku menghampiri kamarnya kubuka pintunya dan kututup kembali serta kukunci. Begitu melihatku dia langsung berdiri dan berkata kaget dan marah

    “Ohh..ternyata bapak..! Kenapa bapak melakukan ini padaku. Apa bapak tak takut kalau saya laporkan ke istri bapak ?” Ancamnya

    “Laporkan saja dan saya akan menyebarkan rekaman itu. Yang paling rugi kan bukan saya, tapi ibu sendiri ?” jawabku menekannya

    “Jadi gimana ? mau batal ?” sambil aku membalikkan badan seolah-olah akan keluar kamar.

    “Jangan…saya menyerah…” katanya pelan dan terisak meneteskan air mata.

    “Baiklah kalau begitu…” kataku sambil menghampirinya.

    Dia duduk mematung di pinggir tempat tidur ketika kuhampiri. Aku duduk disampingnya, dia menggeserkan badannya seperti yang ketakutan, tapi aku menahannya sambil berkata

    “Ingat, jika ibu tidak melayaniku malam ini, maka ancamanku akan kulaksanakan !” kataku mengancam. Akhirnya dia diam dengan badan menggigil ketakutan dan mata yang terpejam.

    Tangan kananku memeluknya dari belakang. Kudekatkan wajahku ke wajahnya. Dia masih memejamkan matanya. Ohhh betapa cantik wajahnya, bibirnya yang tipis dan basah menggodaku untuk menciumnya

    Dia diam saja mematung, bahkan badannya terasa sangat dingin. Tapi aku tak peduli, aku terus mengulum bibirnya yang tertutup rapat dan terkadang lidahku menjilati bibirnya. Dia mulai bereaksi tapi hanya sekilas setelah itu dia tetap diam sambil memejamkan mata.

    Tanganku membuka jilbab lebar yang ia kenakan dan melemparkannya ke lantai, maka tampaklah rambut indah dengan leher jenjang merangsang menopang wajahnya yang terlihat sangat cantik dan menggemaskan, walaupun dengan mata terpejam dan ekspresi wajah yang tegang.

    Bibirku mulai menciumi dagu, pipi, dan seputar lehernya yang sangat merangsang, beberapa kali kurasakan ada reaksi dari dirinya dengan keluarnya keluhan dari mulutnya.

    “Euh….euh….”

    Hanya segitu, lalu dia diam lagi seperti sedang bertahan untuk tidak tergoda atas rangsangan yang kulakukan pada dirinya. Lalu tanganku menarik seleting baju panjang yang terdapat dipunggungnya dan bajunya kutarik ke bawah, tampaklah tubuh putih mulus yang harum dengan buah dada yang montok terhalang oleh BH yang masih menahannya agar tidak tumpah. Kutarik pengait BH hingga BH tersebut terlepas dan kulemparkan ke lantai, maka tampaklah buah dada yang benar-benar montok menggairahkan tergantung bebas dihadapanku.

    Badannya semakin kaku, kudorong paksa agar dia berbaring di kasur, lalu dengan tergesa-gesa karena bernafsu tanganku mulai meremas buahdada indah tersebut yang kiri dan kanan secara bergantian.


    Ouh… betapa mengasyikkan dan puasnya dapat mempermainkan buah dada dari seorang wanita yang biasanya tertutup baju longgar dan jilbab yang lebar. Mulutku mulai menjilati dan menciumi seluruh permukaan kulis halus di sekujur tubuh terbukanya. Terkadang disertai dengan kecupan serta hisapan yang mengasyikan. Dan akhirnya bibirku menuju buah dadanya . Buah dada sekal dan montok itu aku hisap dan gigit-gigit gemas penuh nafsu, kemudian aku kebagian puting susunya yang sudah mulai tegak menantang. Kupilin-pilin dengan bibir dan lidahku..

    “Ouh…ouh…euh…..euh… ssstt…hhhssstttt…” Erangan halus dan desis nikmat keluar dari mulutnya tanpa disadarinya

    Tapi segera diam kembali setelah dia menyadarinya apa yang sedang terjadi. Tampak sekali terjadi pergulatan batin yang sangat hebat antara mempertahankan harga diri dan kehormatan melawan gairah nafsu yang sudah mulai bangkit mempengaruhinya. Hal ini tampak dari gerakan tubuhnya mulai menggelinjang dan merespon setiap sentuhan dan rangsangan yang kuberikan padanya. Peperangan antara rasa terhina dan rasa nikmat yang ia terima demikian hebatnya sehingga tampak dari keringat yang mulai bercucuran dari tubuhnya.

    Badan dan tubuhnya sangat menikmati rangsangan yang kuberikan tetapi pikirannya melarang untuk merespon, sehingga reaksi yang diberikan menjadi tidak konstan, terkadang melenguh menikmati dan terkadang lagi diam mematung tidak memberikan respon atas rangsangan yang kuberikan padanya. Tapi aku terus memberikan rangsangan-rangsangan kenikmatan padanya dengan terus memilin dan meremas buah dadanya yang indah.

    Usahaku memberikan hasil. Dia menjadi lebih sering mendesah dan melenguh menahan nikmat yang dirasakan, walaupun dengan malu-malu sambil tetap berusaha menjaga harga dirinya agar tidak jatuh dihadapanku.

    “Ouh… oohh…ouh….” Erangan nikmatnya menjadi lebih sering kudengar.

    Kedua tangannya mencengkram kasur dengan sangat kuat hingga urat-urat halus tangannya menonjol menandakan bahwa dia sedang dilanda kenikmatan dan rangsangan birahi yang teramat sangat.

    Aku mulai menanggalkan baju longgarnya dari tubuhnya dan menjatuhkannya kelantai. Mataku nanar diliputi nafsu yang semakin menggebu melihat tubuh bugil merangsang di hadapanku yang hanya menyisakan CD yang menghalangi keindahan vaginanya. Lalu kutanggalkan CD yang menghalangi pemandangan indah ini. Dan…. Terpampanglah tubuh telanjang yang benar-benar indah membangkitkan gelora birahi yang semakin tak tertahankan. Penisku semakin tegang melihat pemandangan itu

    Tanpa membuang waktu, aku menciumi kedua paha indah yang putih, mulus serta harum ini. Kugunakan lidahku untuk mengulas semua permukaan paha baik yang kiri maupun yang kanan secara bergantian.

    Erangannya menjadi semakin nyaring dan sering

    “Ouh…ohhh…Pak…ouh….ouh…” rupanya rasa malu dan marahnya sudah semakin kalah oleh rasa nikmat yang kuberikan.

    Bibir dan lidahku, lalu naik keatas kebagian selangkangannya yang menjanjikan berjuta-juta kenikmatan. Vagina itu begitu indah dikelilingi oleh rimbunnya jembut hitam nan halus. Kujilati jembut indah itu. Dia mengerang keras….

    ”Aaahh….ohhh”

    Badannya mulai bergetar seperti dialiri listrik, mulutnya ternganga dengan nafas seperti tertahan, lalu

    “Aahhh…ouh….ouh…” erangannya semakin keras menandakan bahwa harga dirinya semakin kalah oleh rasa nikmat yang kuberikan

    Kusibakkan bibir vagina yang menutupi liang vagina indahnya, terlihatlah lorong sempit memerah yang basah berlendir. Lidahku terjulur untuk mengkait-kait lorong itu. Badannya semakin bergetar dan erangannya sudah berganti menjadi jeritan-jeritan tertahan.

    “Aahh….Aahhh….Ouhh…nikmat…ouh….” mulutnya mulai meracau.

    Jempol tangan kananku tak diam, kugunakan untuk menekan dan memutar-mutar klentitnya yang semakin menonjol keras. Gerakannya sudah semakin menggila dan tangannya sudah tak malu-malu lagi mengusap dan menekan-nekan kepalaku agar lebih dalam memasukkkan lidahku kedalam liang vaginanya kurasakan semakin berkedut.


    “Aahh…aahhh… ouh…. Pak….ouh…..terusssss…ouh…” jeritannya semakin keras, pantatnya semakin maju menekan wajahku…

    Akhirnya dengan tak sabar kedua kakinya dia naikkan keatas pundakku dan menjepit leherku dengan keras sambil melonjak-lonjak tak karuan dan menjerit-jerit menjemput nikmat yang bertubi-tubi datang padanya hingga akhirnya ia menjerit panjang

    “Aaaaaaahhhhh…………….” Badannya melenting, pantatnya terangkat dan tangannya mencengkram kaku di kepalaku serta kakinya semakin keras menjepitku seperti tang raksasa .

    Lalu beberapa detik kemudian pantatnya berkedut-kedut dan liang vaginanya berkontraksi sangat hebat dan melamuri lidahku dengan cairan kenikmatan.

    Dan setelah itu badannya terhempas ke kasur, cengkraman tangannya dikepalaku melemah demikian juga dengan jepitan kakinya di leherku. Setelah itu yang kudengar adalah helaan nafas yang tersengal-sengal seperti orang baru selesai melakukan lari sprint 100 meter.

    Tanpa dia kehendaki, istri tetanggaku ini telah mengalami orgasme yang sangat hebat yang aku berikan dalam sesi pemanasan ini.

    Aku berdiri dipinggir kasur, kuperhatikan bahwa matanya terbuka dengan pandangan yang menggambarkan orang yang baru saja mendapatkan kenikmatan orgasme.

    “Bagaimana bu ? Enak khan..?” tanyaku menggodanya

    Dia hanya diam dan membuang muka, tapi dari wajahnya, kutahu dia tidak menampik dengan apa yang kuucapkan padanya. Dia hanya membuang muka…. malu….

    Aku mulai menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan. Kini akupun sudah telanjang bulat. Aku naik ke tempat tidur dan merangkak menghampiri dirinya, sambil berbisik

    “Sudahlah..Bu…, tak perlu malu…., nikmati saja…. Apalagi yang Ibu pertahankan dariku ? Semua bagian tubuh Ibu yang paling rahasiapun sudah aku jelajahi , bahkan Ibu sudah mendapatkan puncak kenikmatan orgasme yang akhir-akhir ini jarang Ibu dapatkan…” Kataku mempengaruhi pendiriannya , sambil kembali merangsang dirinya dengan memberikan ciuman hangat pada bibirnya dan meremas buah dadanya yang tak membosankan untuk diremas dan dipilin-pilin.

    Rupanya kata-kataku mempengaruhi pendiriannya sehingga akhirnya dia membalas ciumanku dengan sangat ganas dan bernafsu ditambah lagi bahwa dirinya memang sudah terbakar nafsu berahi setelah sekian lama aku berikan rangsangan-rangsangan yang mengantarnya mencapai orgasme yang sangat hebat.

    Ciumannya padaku semakin panas dan menggairahkan, bahkan tangannya sudah berani meremas dan mengocok penisku yang sudah sangat tegang. Akhirnya badannku kuputar 180 derajat sehingga kepalaku yang berada di atas menghadap vaginanya dan wajahnya yang berada di bawah menghadap penisku.

    Kurengkuh pantatnya yang montok lalu kembali lidah dan bibirku mempermainkan vaginanya sekali lagi dengan cara yang berbeda. Kembali dia melenguh..

    “Ouh….ouh…..Aku tak tahan…aku tak tahan…Ouhhh” erangnya.


    Tak kupedulikan erangannya, aku terus menjilati dan menghisap vaginanya dan terkadang aku tusukkan lidahku kedalam liang vaginanya yang beraroma khas. Gerakan pantatnya semakin menjadi. Dan tiba-tiba aku merasa bibirnya mulai melumat penisku dengan penuh nafsu.

    Aku…melayang…dengan apa yang dia lakukan sehingga bibir dan lidahku diam bekerja…. Jilatan dan hisapan pada penisku semakin bervariasi

    “Ouhh….” Akupun melenguh nikmat..

    Aku takut. Bahwa pertahannanku akan bobol, maka aku konsentrasikan mengoral kembali vaginanya dengan ganas dan cepat. Dia menjerit…

    “Aaah…pak…aku tak tahan……aku tak tahan.. masukkan…. Sekarang auh…”

    Tak kupedulikan permintaannya, aku semakin bersemangat mengoral vagina indah ini. Tiba-tiba badannya menghentak menggulingkan tubuhku kemudian dia bangun , memutarkan badannya , kemudian dalam posisi menungging dia mengarahkan penisku yang sedang berdiri tegak ke arah liang vaginanya yang sudah sangat basah, lalu menekan pantatnya ke bawah dan…

    Blessshh….Penisku mulai memasuki liang vaginanya perlahan-lahan. Mataku nanar berkunang-kunang merasakan kenikmatan yang sukar ‘tuk dibayangkan. Perlahan-lahan pantatnya mulai turun naik, sementara kedua tangannya merengkuh pundakku dari belakang sambil bibirnya dengan penuh nafsu menciumi dan menghisap bibirku.

    Gerakan pantatnya semakin cepat, kepala sudah mulai terdongak sambil mengeluarkan nafas mendengus seperti orang orang yang sedang ‘pushup’

    “Ehh..euh…hekks…hekss…euh…” dengusan itu terus menerus keluar seiring dengan hempasan pantatnya menekan selangkanganku sehingga penisku seperti dikocok-kocok, dipelintir dan dihisap-hisap dengan sangat nikmat. Mataku terbeliak-beliak menahan nikmat yang tak terperi

    Merasa kakinya kurang nyaman, akhirnya istri tetanggaku meluruskan kakinya sehingga dia telungkup menindih tubuhku. Tangannya masih meraih pundakku sebagai pegangan dan buah dadanya ditempelkan pada dadaku. Kemudian kembali memaju mundurkan pantatnya agar vaginanya dapat bergesekan dengan penisku dan penisku dapat keluar masuk hingga sampai ke pangkalnya.

    Gerakannya semakin cepat, kedua kakinya mulai kejang-kejang lurus dan erangannya semakin memburu

    “ Ouh…hekss….heks…heks…”

    Dan akhirnya…dia kembali menjerit panjang

    “Aaaaaahhhhkkkks……….”

    Badannya kembali melenting terdiam kaku, mulutnya menggigit pundakku dan kedua tangannya menarik pundakku dengan sangat keras dan kaku, dan beberapa detik kemudian keluar helaan nafas panjang darinya seperti melepas sesuatu yang sangat nikmat…

    ”Ouhhhhhh…”

    Pantatnya berkedut-kedut, dan terjadi konstraksi yang sangat hebat di dalam vaginanya yang kurasakan sangat mencengkram kuat-kuat seluruh batang penisku dan diakhiri dengan kedutan-kedutan dinding vagina yang memijit penisku membuatku diriku melenguh menerima sensasi yang sangat nikmat dari vagina istri tetanggaku ini.

    “ohh….” Keluhku.

    Kedutan pantatnya makin lama makin melemah dan akhirnya tubuhnya ambruk menindih tubuhku

    Cukup lama dia menikmati sensasi orgasme sambil telungkup lemas diatas tubuhku. Kemudian mata terbuka menatapku sambil berkata

    “Sudah sangat lama ..aku tak merasakan sensasi orgasme yang demikian nikmat…makasih pak ! “ katanya sambil mengecup bibirku. Sudah hilang rasa malu dan marahnya padaku.

    Aku hanya tersenyum manis padanya sambil membalas kecupannya dengan menghisap bibirnya dalam-dalam.

    Kedua tanganku memeluknya dan meletakkan telapak tanganku pada kedua pundaknya yang masih telungkup menindih tubuhku. Lalu pantatku, kugerakan keatas dan kebawah sambil kedua tanganku menarik pundaknya kebawah membuat penisku yang masih tegang menggesek dinding vagina dan memberikan kenikmatan padaku dan padanya. Penisku dengan lancar keluar masuk liang vaginanya yang masih tetap sempit menjepit dan meremas-remas penisku dengan ketat. Sensasi kenikmatan mulai kembali menjalari seluruh urat syarafku dan akupun mulai mendengus nikmat

    “Ouhhh…ouhh…”


    Akibat gerakanku ini, membangkitkan kembali gairahnya yang baru saja mendapatkan orgasme dan gesekan-gesekan ini memberikan kenikmatan-kenikmatan padanya sehingga akhirnya pantatnya kembali bergerak maju mundur dan keatas kebawah meraih kenikmatan yang lebih.

    Dia kembali memompakan tubuhnya diatas tubuhku, dan gerakannya makin lama semakin cepat dan kembali erangan nikmat nya yang khas keluar dari mulutnya

    “Ehh..euh…hekks…hekss…euh…” dengusan itu terus menerus keluar seiring dengan hempasan pantatnya menekan selangkanganku sehingga penisku seperti dikocok-kocok, dipelintir dan dihisap-hisap dengan sangat nikmat. Dan kembali mataku terbeliak-beliak menahan nikmat.

    Gerakannya semakin cepat, dan tak lama kemudian kembali kedua kakinya kejang-kejang lurus dan erangannya semakin memburu

    “ Ouh…hekss….heks…heks…”

    Dan akhirnya…dia kembali menjerit panjang

    “Aaaaaahhhhkkkks……….”

    Badannya kembali melenting terdiam kaku, mulutnya menggigit pundakku dan kedua tangannya menarik pundakku dengan sangat keras dan kaku, dan beberapa detik kemudian keluar helaan nafas panjang darinya seperti melepas sesuatu yang sangat nikmat…

    ”Ouhhhhhh…”

    Pantatnya berkedut-kedut, dan terjadi konstraksi yang sangat hebat di dalam vaginanya yang kurasakan sangat mencengkram kuat-kuat seluruh batang penisku dan diakhiri dengan kedutan-kedutan dinding vagina yang memijit penisku membuatku diriku melenguh kembali menerima sensasi yang sangat nikmat dari vagina istri tetanggaku ini.

    “ohh….” Keluhku.

    Kedutan pantatnya makin lama makin melemah dan akhirnya tubuhnya kembali ambruk menindih tubuhku untuk kesekian kalinya.

    Pencapaian orgasme yang ia dapatkan di atas tubuhku, terus dilakukannya berulang-ulang, hingga akhirnya untuk yang kesekian kalinya dia benar-benar ambruk diatas tubuhku dan tidak bisa bergerak lagi karena kehabisan tenaga.

    Dia menggelosorkan tubuhnya disamping tubuhku, sambil berbaring miring saling berhadapan dan berpelukan. Dia berkata padaku dengan tersengal-sengal kehabisan napas

    “Pak …aku sangat lelah… namun sangat puas…..tapi kepuasanku belum sempurna kalau vaginaku belum disemprot oleh ini..” katanya sambil meraih penisku yang masih tegang menantang.

    Luar biasa besar nafsu sex yang dimiliki istri tetanggaku yang berjilbab lebar ini. Apakah karena dia memang jarang mendapatkan nafkah batin dari suaminya yang jarang pulang, atau seperti dugaanku bahwa dia memiliki nafsu yang sangat besar karena buktinya dia sering membeli jamu-jamu kuat pada istriku.

    Aku yang belum mencapai puncak, tidak ingin berlama-lama istirahat takut nafsuku surut dan penisku melemah, maka aku mulai menindihnya dan tanganku kembali meremas-remas buah dada indah miliknya serta memilin-milin putting susunya yang menjulang menantang. Kemudian kembali bibirku menciumi bibirnya dengan penuh nafsu.


    Nafsunya bangkit kembali walaupun dengan tenaga yang masih lemah, tangannya meraih penisku dan diarahkan kedepan liang vaginanya, pahanya terbuka lebar memberi jalan pada penisku untuk segera menelusuri liang nikmat vaginanya. Ku dorong pantatku begitu kepala penisku tepat berada di liang vaginanya . Dan

    Blessh…., penisku kembali menjelajahi liang sempit yang sudah sangat basah milik istri tetanggaku ini dan “ouhh…” lenguh kami berbarengan menahan nikmat.

    Pantatku mulai mengayuhkan penisku agar lancar keluar masuk menggesek-gesek dinding vagina yang selalu memberikan sensasi nikmat. Gerakanku makin lama makin cepat dan berirama.

    Pinggulnya mulai bergerak membalas setiap gerakannku, sehingga lenguhanku dan erangan nikmat dari terdengar saling bersahutan

    “Ouh…ohhh…enak…banget…ohhhh…” dengusku..

    “Auh…auh…makasih Pak….ouh….nikmat…oh…” erangnya

    Gerakanku makin lama makin cepat dan keras tak beraturan sehingga terdengar suara yang cukup keras dari beradunya dua selangkangan

    Plok…plok…plok…

    Demikian pula dengan gerakan pinggulnya semakin keras menyambut setiap gerakan pantatku., sehingga bunyi beradunya selangkangan semakin keras

    Plok…plok…plok…

    Dan akhirnya mulutku mulai meracau..

    ”Ouh…Bu…Aku …mau … keluar, aku mau… keluar ouh…”

    Dan dia juga meracau sambil menarik-narik tubuhku dengan keras

    “ Ayo.. pak… bareng… bareng…”

    Dan akhirnya secara bersamaan kami menjerit bersahutan melepas nikmat mencapai orgasme. Badanku dan badannya melenting dan menjerit

    “Aaaaahhhh….”

    Dan …cret…cret…cret sperma kentalku terpancar beberapa kali membasahi seluruh rongga vagina istri tetanggaku ini dan dibalas dengan kontraksi dan kedutan-kedutan yang hebat didalam liang vaginanya yang menandakan kami mendapat puncak orgasme yang tak terlukiskan nikmatnya.

    Lalu badanku ambruk jatuh menimpa tubuhnya dan kugelosorkan kesamping tubuhnya agar tidak membebaninya. Kami berbaring sambil berpelukan dan merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme dengan mata terpejam dan nafas tersengal-sengal seperti habis berlari dikejar harimau.

    Tak lama kemudian , matanya terbuka dan memandangku dengan tatapan penuh kepuasan serta berkata dengan suara yang lemah

    “Baru kali ini aku dapat merasakan berkali-kali orgasme yang luar biasa nikmatnya dalam satu kali persetubuhan..huhh… benar-benar melelahkan namun sangat memuaskan dan tak mungkin terlupakan…” Katanya sambil mencium mesra bibirku.

    Lalu sambungnya lagi “Kalau tahu senikmat dan sepuas ini yang kudapat dari Bapak.. Bapak tidak perlu mengancamku segala…” katanya sambil tersenyum.

    “Dan aku rela … menanggung segala akibatnya asal aku bisa mendapatkan nikmat seperti ini dari Bapak…” katanya mulai melantur…

    Kuperhatikan jam dinding sudah menunjukkan jam 1.30 malam, sudah larut. Aku harus segera pulang. Maka aku berdiri dan mengenakan pakaianku dan bertanya padanya “Apakah kita bisa mengulanginya lain waktu ?”

    “Tentu…Pak, bahkan malah aku yang meminta pada bapak untuk bisa memberikan kenikmatan seperti tadi lagi dan lagi “ katanya sambil mencubit mesra pinggangku.


    Kemudian dia juga mengenakan pakaiannya kembali lengkap dengan jilbab lebarnya dan kami keluar kamar berbarengan. Sampai di ruang tamu, dia berhenti sejenak dan memberi isyarat padaku agar aku diam dulu di tempat dan dia akan keluar rumah melihat situasi di luar apakah ada orang. Dan setelah yakin tidak ada orang diluar dan memberi isyarat padaku bahwa di luar aman. Sebelum aku keluar dari rumah dia memberikan kecupan yang hangat dan mesra di bibirku sambil berbisik

    “Jangan lupa ya… seminggu 2 kali bapak harus memberi kenikmatan padaku…”

    Wah… nekad juga rupanya istri tetanggaku yang alim ini, jika sudah tahu sesuatu yang sangat nikmat yang bisa dia dapatkan dari diriku. Dengan mengendap-ngendap aku masuk ke rumahku dan kudapati istriku masih tidur dengan nyenyaknya.

    Sejak saat itu kami selalu menyempatkan diri secara sembunyi-sembunyi untuk berpacu meraih nikmat. Dan hal itu berlangsung sampai sekarang , tanpa aku tahu kapan hal ini akan berakhir. Tapi tingkah lakunya di lingkungan tidak berubah. Dia tetap tampak sebagai istri yang solehah dengan jilbab lebar dan baju longgar panjang yang selalu dikenakan. Tapi jika sudah berduaan denganku, dia bagaikan kuda liar dan binal yang bisa membuat diriku melayang-layang meraih nikmat.

    Ada kejadian mendebarkan yang pernah kami lakukan. Saat itu adalah hari sabtu dan istri tetanggaku pulang kerja jam 1 siang, sedangkan bagiku hari sabtu adalah hari libur. Istriku tidak ada di rumah mengajak jalan-jalan anakku sambil mengambil pesanan barang. Sedangkan pada saat itu aku sangat ingin menyetubuhi tetanggaku, karena hampir seminggu tidak ada kesempatan menikmati tubuhnya.

    Pada saat aku duduk di ruang tamu, kulihat tetanggaku menghampiri rumahku dan kemudian mengetuk pintu. Pintu kubuka, Dia terlihat kaget dan senang karena yang membuka adalah aku. Lalu dia bertanya

    “Ada Ibu , Pak ?”

    “Mau cari Ibu atau cari saya…?” kataku sambil berbisik.

    “Ibu bisa …, bapak juga boleh…” jawabnya sambil tersenyum. Lalu “Tapi kalau ketemu Ibu keperluannya beda..dengan bila bertemu dengan Bapak..” lanjutnya dengan penuh arti.

    “Masuk dulu, Bu ! ‘Nggak enak dilihat tetangga..” kataku mempersilahkan masuk.

    Diapun masuk dan duduk di kursi tamu yang membelakangi jendela, sementara itu pintu rumahku tetap terbuka, akupun bertanya padanya

    “Ada perlu apa, ke Ibu ?”

    “Biasalah… Pak, keperluan perempuan…, saya mau beli jamu kuat dan jamu khusus untuk wanita…, siap-siap… karena hari ini suami saya pulang…”


    “Kalau gitu…, jatah saya kapan..? padahal saya lagi pingin nich..!”

    “Sebenarnya saya juga lagi pingin…, tapi… gimana yah…?” dia menjawab dengan bingung.

    “Kalau sekarang.., gimana ? “ kataku sambil mengahmpiri dirinya dan duduk disebelahnya dan langsung menciumnya dengan nafsu.

    Dia membalas ciumanku, kemudian melepaskan ciumanku sambil mendorong tubuhku dan berkata

    “Ihh, nekad..!”

    “Habis…, udah ‘ga tahan sich..!” jawabku sambil mencubit dagunya dengan gemas

    “Sebenarnya…, saya juga udah ‘ga tahan…., tapi dimana…?, orang lain pasti akan curiga, kalau kita lakukan sekarang di kamar bapak ?” bisiknya dengan nafas yang mulai tersengal-sengal didorong hawa nafsu yang mulai sudah menguasainya.

    “Kita main disini saja, di ruang tamu, sehingga dari jendela kita bisa melihat kalau ada yang datang. Dan biarkan pintu terbuka… biar orang lain tak curiga…” Usulku nekad.

    Kebetulan pintu tamuku sejajar dengan pintu pagar, sehingga dari jendela akan terlihat kalau ada yang akan masuk ke halaman rumahku. Tetapi posisi ruang tamuku agak tersembunyi sehingga segala aktivitas di dalamnya tidak terlhat dari luar.

    “Jangan ah.., Pak. Berbahaya….” Jawabnya, namun nampaknya dia sudah mulai tergoda dengan usulku.

    “’Ngga lah… asal kitanya jangan bersuara….., saya ingin merasakan sensasi nikmat bercampur rasa takut ketahuan…….” Aku semakin memaksanya sambil kembali melumat bibirnya dengan nafsu yang membara.

    Nampaknya gairah nafsu berahi sudah menguasainya sehigga melupakan rasa takutnya dan dia membalas lumatan bibirku dengan ganas dan kedua tangannya merengkuh kepalaku agar semakin rapat bibir kami menempel. Tanganku meremas buah dadanya yang terhalang oleh baju longgar dan jilbab yang dikenakannya. Matanya terpejam menikmati ciuman yang panas bergelora. Dan dia semakin liar menciumku sambil menahan agar erangan nikmat tak keluar dari mulutnya.

    Nafas kami berdua semakin tersengal-sengal, tanganku beralih ke bawah, kutarik baju panjang yang menutup kaki dan pahanya dan tanganku langsung menyusup keselangkangannya. Kurasakan CD-nya sudah sangat basah, rupanya sensasi bercinta sambil was-was takut ketahuan membuat gairah rangsangan melayang tinggi begitu cepat dan membanjiri vaginanya.

    Kusisipkan jari-jariku dari pinggir CD yang dikenakan, sehingga jari tanganku menyentuh permukaan vagina yang ditumbuhi jembut lembut yang merangsang. Dengan penuh nafsu tanganku mengusap bahkan mengobok-obok permukaan vigina yang semakin memacu gairahku. Jari-jariku mempermainkan lipatan vaginanya yang basah. Tetanggaku mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan giginya gemeretak menahan nikmat yang menimpa dirinya dan menahan nafas agar suara erangan nikmatnya tak keluar.

    Lalu jempol memutar dan menekan klitorisnya yang menonjol keras, badannya bergetar…, mulutnya semakin rapat tertutup.., kepala terdongak dengan mata yang terpejam. Nafasnya semakin terengah-engah menahan nikmat yang tak terhingga.

    Sementara jempolku memberikan rangsangan kenikmatan pada dirinya, jari tengahku kuputar dengan gerakan mengebor menembus liang vagina yang semakin basah dan licin. Tubuhnya bergelinjang hebat dan melonjak-lonjak melambungkan dirinya sehingga melayang-layang. Gerakan jari tengahku yang menerobos liang vagina sambil berputar terus kuperdalam dan badannya semakin bergelijang hebat, kepalanya semakin keras menekan sandaran kursi sehingga pinggangnya melenting, dengan suara yang tertahan keluar lenguhan nikmat tanpa dapat dia tahan


    “Uuhhhhh……”

    Jempolku terus menekan dan memutar klitorisnya, sedangkan jari tengahku semakin cepat memutar dan mengocong liang vaginanya. Tubuhnya semakin hebat terguncang hingga akhirnya melenting kejang dan kaku, dan dari mulutnya keluar suara tercekik..

    ”Akkkhhhhh…..”. Jari tengahku terasa seperti dijepit oleh dinding basah dengan sangat kuat disertai dengan kedutan-kedutan yang keras dan cepat.

    Lalu tubuhnya melemas dan punggungnya terhempas pada sandara kursi.

    Nafasnya tersengal-sengal seperti atlit yang baru mencapai finish. Ya…, tetanggaku baru saja mencapai finish dengan memperolah kenikmatan orgasme yang sangat sensasional.

    Aku mencabut jariku dari liang vaginanya yang becek, ku arahkan jari tengahku pada hidungku dan kuhirup dalam-dalam aroma lendir vagina yang menempel pada jari tengahku yang basah kuyup itu . Aroma itu begitu merangsang berahiku dan membuatku nikmat. Aku begitu menikmati aroma vagina itu lalu dengan penuh perasaan kujilati lendir vagina yang menempel dijariku dengan jilatan-jilatan yang rakus hingga jari tengahku kesat bersih dari lendir vagina yang menempel.

    Di dalam kelelahannya, tetanggaku memperhatikan apa yang kulakukan, dia merasa puas dan bangga melihat aku dengan rakusnya menjilati lendir vaginanya yang menempel di jariku. Gairahnya gembali bangkit mengalahkan rasa lelah yang menderanya. Tubuhya bangkit, Tangannya membuka sleting celana panjangku dan mengeluarkan batang penisku yang sangat keras dan tegang dari pinggir CD yang kukenakan.

    Penisku langsung berdiri bebas dengan gagahnya terbebas dari kungkungan celanaku. Tetanggaku menggenggam pangkal penisku dengan jari-jarinya yang halus dan secara perlahan dan pasti lidahnya terjulur menjilati kepala penisku, bahkan seluruh batang penisku dijilatinya dengan penuh gairah seperti sedang menjilati es krim yang sangat nikmat. Akupun melenguh pelan menahan

    nikmat..”Uhhh…”.

    Jilatannya begitu lincah bergairah dan membuatku melayang-layang nikmat pantatku melonjak-lonjak sehingga kepala penisku menekan-nekan mulutnya, seperti sedang mengejar sesuatu yang lebih nikmat. Nafasku semakin memburu ketika dengan asyik dan penuh gairah dia terus menjilati kepala penisku tanpa memperhatikan gelinjang tubuhku yang semakin keras menekan mulutnya. Lalu

    “Akhhhhs…” Suaraku seperti tercekik dan nafas sesak, ketika secara tiba-tiba mulut tetanggaku mencaplok batang penisku.

    Rongga mulutnya terasa panas dan sangat nikmat sehingga membuat mulutku ternganga, badanku kaku dan dadaku sesak susah bernafas.

    Dengan lincahnya, tetanggaku terus mengocok dan menghisap penisku membuatku semakin melayang. Jilbab yang dikenakannya bergoyang-goyang menampilkan pemandangan yang sangat erotis dari seorang wanita berjilbab lebar yang sedang asyik memberikan kenikmatan oral pada diriku.


    Penisku yang berada dalam genggaman tangan dan mulutnya terasa makin membengkak keras. Menyadari itu tetanggaku semakin bergairah mengoralku dan berharap mulutnya dapat disemprot oleh spermaku pada saat aku orgasme. Sebagaimana yang sering terjadi jika dia mengoral suaminya dan dia sangat puas, bahagia dan bangga jika dapat membuat suaminya orgasme oleh oralnya. Dan selama ini dia selalu berhasil membuat suaminya orgasme.

    Gerakan oralnya semakin bevariasi membuatku semakin melayang dan penis yang semakin membengkak. Namun aku belum juga mencapai puncak, hanya nafasku saja yang semakin tersengal-sengal dan batang penis yang semakin keras membengkak.

    Akhirnya dia tak tahan oleh nafsunya sendiri yang terus meningkat minta dipuaskan, vaginanya terasa sangat basah dan gatal. Dia bangkit melepaskan penisku dari mulutnya kemudian melepaskan CD-nya yang sudah sangat basah. CD itu dimasukkannya ke dalam saku baju longgar yang masih menempel di tubuhnya. Kemudian berdiri membelakangiku.

    Aku tahu apa yang dilakukannya. Kuhentikan gerakannya dan dudukku pindah ke kursi yang langsung menghadap jendela sehingga kami bisa lihat jika ada yang mau masuk ke pagar rumahku. Aku masih berpakaian lengkap, hanya penisku saja yang menerobos keluar dari sleting celana yang terbuka.

    Istri tetaggaku berdiri mengangkangi pahaku dengan paha yang terbuka lebar, dia menarik ujung bawah baju longgarnya hingga ke pinggang dan kubantu pegangi ujung baju itu agar tidak melorot jatuh. Lututnya menekuk agar pantatnya mendekati selangkanganku, dia raih penisku dan diarahkan ke mulut liang vaginanya yang sangat basah. Lalu….

    Blesshhh…. perlahan-lahan dia menurunkan pantatnya hingga kepala penisku menerobos liang vaginanya. Gerakannya demikian perlahan, sehingga penerobosan kepala penisku pada liang vaginanya begitu lama dan sangat nikmat, mataku terpejam menikmati nikmat yang kurasakan dan dengan pelan mulutku mengeluh.

    “Uhhh…..”

    Gerakan penerobosan itu terhenti ketika pantatnya menekan sangat rapat bagian bawah perutku sehingga batang penisku amblas hingga kepangkalnya. Dia menekan cukup lama vaginanya, kurasakan sambutan meriah dilakukan oleh dasar liang vaginanya terhadap kepala penisku. Kepala penisku serasa dihisap dan diremas nkmat oleh vagina tetanggaku ini. Dinding vaginanya tak henti-hentinya berkedut memberikan sensasi nikmat pada ujung-ujung syarat nikmat yang ada pada seluruh permukaan kepala dan batang penisku.

    Secara perlahan pinggulnya berputar agar batang penisku mengucek dan mengocok dinding vaginanya, kenikmatan semakin melambungkanku. Semakin lama gerakan pinggulnya semakin bervariasi, berputar, melonjak, bergoyang, patah-patah bahkan maju-mundur membua batang penisku seperti diplintir dan digiling oleh mesin penggilingan nikmat.

    Semakin lama gerakannya semakin cepat, dan nafasnya semakin memburu dan tak lama kemudian badannya melonjak-lonjak keras dan diakhiri dengan tekanan vagina yang sangat kuat sehingga penisku masuk sedalam-dalamnya, dinding vaginanya dengan dahsyat memeras dan menjepit batang penisku dengan sangat kuat serta kedutan-kedutan dinding vagina begitu cepat.


    Badannya terdiam kaku, mulutnya terkatup rapat menahan agar jeritan nikmatnya tak keluar dan kepalanya ditekankan pada pundakku, lalu beberapa detik kemudian badannya terhempas lunglai diatas tubuhku, nafasnya terengah-engah. Kusibakan jilbab lebar yang menutupi wajahku, tetanggaku menoleh kearahku dan menciumku lembut dan mesra sebagai tanda bahwa sangat puas dengan orgasme yang baru digapainya.

    Sambil berciuman kurasakan bahwa jepitan dan kedutan dari dinding vaginanya semakin melemah, pantatku menghentak keatas, sehingga batang penisku yang masih tegang menggesek dinding vagina yang semakin basah dan licin, rasa nikmat kembali menjalar ditubuhku mengakibatkan pantatku tanpa dapat kukendalikan pantatku menghentak-hentak agar gesekan dan kocokan penisku di dalam vaginanya terus-menerus memberikan rasa nikmat pada penisku.

    Hentakan-hentakan tubuhku menyebabkan gairah kembali bangkit dan dia membalas hentakan-hentakan pantatku dengan gerakan pinggul yang liar, semakin lama semakin liar dan tak lama kemudian kembali dia mengejang menggapai nikmat dengan mulut yang terkatup rapat ditandai dengan remasan dan jepitan yang kuat dari dinding vaginanya pada batang penisku.

    Beberapa kali dia mencapai orgasme dalam posisi seperti itu dalam jeda waktu hanya beberapa menit untuk setiap pencapaian orgasme berikutnya.Hingga akhirnya dia benar-benar terkulai lemah tidak mampu membalas hentakan-hentakanku. Kubiarkan dia terkulai beberapa menit di atas tubuhku sambil badannya kepeluk dari belakang dan pipinya kucium dan secara perlahan kuremas-remas buahdadanya dari luar baju longgarnya.

    Setelah kurasakan tenaganya terkumpul, kuangkat tubuhnya agar kerdiri bersamaaan dengan tubuhku, namun kutahan agar penisku tidak lepas dari vaginanya, kudorong tubuhnya agar mendekat ke kursi tamu yang berada tepat membelakangi jendela, kutekan punggungnya agar membungkukkan badan dengan memegang bagian atas sandaran kursi yang berada di pinggir jendela sebagai pegangan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, Sedangkan penisku masih menusuk vaginanya dari belakang melalui belahan pantatnya, suatu posisi dogy style sambil berdiri. Ujung baju lebar yang ia kenakan semakin aku sibakkan ke arah pinggangnya sehingga kedua tanganku dapat memegang pantatnya yang putih bulat menggairahkan.


    Perlahan aku mulai mengerakkan pantatku agar penisku menusuk-nusuk vaginanya lebih dalam. Cengkraman vaginanya dalam posisi seperti ini semakin kuat menjepit membuat kenikmatanku semakin bertambah, basah dan licinnya vagina membuat gesekan dan kocokan penisku begitu lancar di dalam vaginanya. Kepalanya terangguk-angguk menerima hentakan dan dorongan pinggulku.

    Kenikmatan kembali menjalar ke seluruh pebuluh darahnya, dia membalas sodokan penisku dengan menggoyang dan memutar pinggulnya laksana seorang penari dangdut membuat kenikmatan yang kuterima semakin bertambah. Semakin lama goyang pinggulnya semakin liar dan menghentak-hentak dan tak memerlukan waktu lama kembali tubuhnya kejang kaku, tangannya mencengkram sandaran kursi dengan sangat kuat, kepalanya terdongak ke atas. Dengan jerit tertahan kembali dia mengalami orgasme yang hebat. Kudiamkan sejenak ketika dia menikmati sensasi orgasmenya, karena pada saat itu aku sangat menikmati cengkraman, jepitan dan kedutan-kedutan dinding vagina pada penisku.

    Setelah kedutan dan cengkraman dinding vaginanya melemah, kembali aku menusuk-nusukkan penisku. Setelah beberapa detik kemudian pinggulnya kembali bergerak liar membalas sodokan-sodokan penisku, dan hanya beberapa menit berselang kembali dia mengalami orgasme untuk yang entah keberapa kalinya pada saat itu.

    Beberapa kali ia orgasme dalam posisi seperti itu hingga akhirnya tubuhnya ambruk ke atas kursi dan mengeluh pelan dan panjang.

    “Uuhhhhhhh………”

    Pada saat itu, aku merasa orgasme akan menghampiriku, maka tubuhnya langsung kubalik agar telentang dengan kepala berada pada sandaran kursi bagian tengah. Kedua tanganku kugunakan untuk membuka lebar-lebar pahanya sehingga vaginanya yang basah dan licin semakin jelas terlihat mempesona. Kuarahkan kepala penisku pada mulut liang vaginanya dan dengan cepat kudorong penisku hingga amblas sampai ke pangkalnya. Lalu dengan semangat yang menggila aku pompa tubuhnya dengan hentakan-hentakan yang liar dan tak terkendali.

    Beberapa saat sebelum aku meraih puncak orgasmeku, samar-samar kulihat istri dan anakku pulang dan sedang ngobrol dengan temannya beberapa meter sebelum tiba di depan rumah. Rasa takut yang datang tiba-tiba menyebabkan aku menjerit tertahan dan spermakupun muntah tanpa dapat kubendung. Cret…..cret…. cretttt……. Uhhh…. suatu pencapaian oragsme yang sangat mendebarkan dan membuat jatung ini serasa mau copot.

    Dengan tergesa-gesa aku mencabut penisku yang masih beberapa kali memancarkan sperma, sehingga beberapa tetes sperma menempel pada baju longgar yang dikenakan tetanggaku. Kumasukkan penisku yang masih setengah tegang ke balik celanaku dan kutarik sleting. Aku sedikit khawatir karena bagian depan celanaku begitu basah oleh cairan kenikmatan tetanggaku. Aku langsung mengeluarkan beberapa dus jamu dari dalam lemari dan menyimpannya di atas meja, sementara tetanggaku berusaha merapihkan baju longgar dan jilbabnya agar tidak mencurigakan. Ada sedikit basah di sana-sini oleh keringat kami yang membanjir.


    Tetanggaku berusaha duduk tenang, dan tak lama kemudian istri dan anak-anakku masuk ke rumah melalui pintu yang sengaja terbuka.

    “Eehhh… ada tamu…! Udah lama, Bu ?” kata istriku seraya matanya melirik beberapa dus jamu yang kusimpan di atas meja.

    “Ahh…., ‘Ngga… baru saja…., Anu bu …, saya mau beli jamu yang biasa…, namun ternyata bapak tidak tahu, malah akhirnya dia perlihatkan semuanya pada saya…” Sahut tetanggaku berbohong dengan lihainya, sambil berusaha menutupi kegugupannya….

    “Oohhh…, emangnya bapak udah pulang ? ” tanya istriku dengan senyum penuh arti

    “Kabarnya malam ini dia pulang…” jawab tetanggaku pula

    “Harus siap-siap dong…., biar asyik !” goda istriku sambil tertawa genit pada tetanggaku, kemudian dia menambahkan lagi “Panas sekali udara saat ini, Badan saya saya basah oleh keringat…” Kata istriku memperlihatkan bajunya yang basah oleh keringat.

    “Betul.., Bu ! Akan turun hujan barangkali…..” jawab tetanggaku seolah-olah mendapatkan alasan yang tepat atas keringat yang membasahi baju longgarnya.

    Kutinggalkan mereka berdua di ruang tamu dan aku masuk ke kamarku sambil berbaring dan merenung kejadian luar biasa yang baru saja terjadi. Tak lama kemudian tetanggaku pulang dan istriku menghampiriku. Dia duduk di pinggir tempat tidur dan berkata


    “Pah…, kalau pipis jangan jorok…, malu kan sama tetangga, lihat tuh bagian depan celana Papah basah !” sambil menunjuk bagian depan celanaku.

    “Anu…, Mah tadi tersiram dari gayung…, waktu papah pipis” kataku berbohong.

    Kejadian itu betul-betul mendebarkan, namun aku merasakan sensasi yang luar biasa pada waktu melakukannya, apalagi hampir-hampir saja istriku memergoki apa yang kami lakukan. oleh sebab itu sejak hari itu, aku selalu berhati-hati jika ingin bercinta dengan tetanggaku.



  • Video bokep suster Ai Suzuki ngentot diranjang hotel

    Video bokep suster Ai Suzuki ngentot diranjang hotel


    3544 views

  • Kisah Memek Remaja SMP Bertubuh Seksi

    Kisah Memek Remaja SMP Bertubuh Seksi


    3083 views

    Duniabola99.com – Saat itu aku baru merasakan menggunkan pakain putih abu abu yah benar aku masuk SMA yg aku idamkan, tak beda sewaktu jaman SMP pulang sekolah pukul 2 siang, suatu hari aku dapat kenalan dari temanku sekolah, dimana aku dikenalkan sama cewek SMP kelas 3, aku berkenalan dengannya dia masih malu malu gimana, terlihat wajahnya yg memerah.


    Tapi yg aku herankan adalah bagian dadanya yg sudah menonjol dibanding teman yg lainnya, walaupun dia umurnya masih 13 tahun tapi tubuhnya bongsor wajahnya juga manis dengan kulit sawo matang, kami pun berkenalan dengan aku menanyakan namanya terlebih dahulu??

    “nama kamu siapa??’ dan aku menanyakan no teleponnya, kami saling bertukar nomer telepon, dan suatu ketika ada waktu luang kami bersepakat untuk jalan pertama kalinya, aku juga merasakan nerfes karena juga ini yg pertama aku jalan bersama cewek,

    Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 aq telah berdiri didepan rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan rok yg kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.

    Aq tanya, “Mana ortu kamu…”, dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papinya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain. Agen Judi Bola

    “Oohh jawab aq,” aq tanya lagi “Terus Papi kamu mana?” dia jawab kalau Papi lagi keluar ada rapat lain di hotel (papinya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang,

    Kontol aq selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).

    Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung pulang ke rumahnya setelah tiba aq lihat rumahnya masih sepi mobil papinya belum datang.

    Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk!., aq kayaknya belum datang”. Akhirnya setelah menaruh motor aq langsung mengikutinya dari belakang aq langsung melihat pantatnya yg lenggak-lenggok berjalan di depanku,


    Aq lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya aq lihat tidak ada orang aq bilang “Pembantu kamu mana?”, dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.

    “oohh…”, jawab aq.

    Aq tanya lagi, “jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?”, dia jawab iya.

    “Terus Papi kamu yg bukain siapa…”

    “aq…” jawabnya.

    “Kira-kira Papi kamu pulang jam berapa sih…”, tanya aq. Dia bilang paling cepat juga jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)

    Aq tanya lagi “Kamu memang mau jadi pacar aq…”.

    Dia bilang “Iya…”.

    Lalu aq bilang, “kalau gitu sini dong dekat-dekat aq…”, belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung aq tarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yg benar-benar besar itu sambil aq remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.

    Aq langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…”, dia cuma mengangguk. Payudaranya aq remas dengan kedua tanganku sambil bibir aq jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung aq lumat-lumat bibirnya yg agak seksi itu, kamipun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing.

    Kontol aq langsung aq rasakan menegang dengan kerasnya. Aq mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang kontolku dibalik celana aq, dia cuma menurut saja, lalu aq suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, aq langsung mengeluh panjang, “Uuhh…, nikmat sayg”, kata aq.

    “Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yg dia kenakan dan membenamkan muka aq di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya aq jilati payudaranya sambil aq gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “aahh…, aahh”.


    Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya aq langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yg amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yg besar dan puting yg berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama aq main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya).

    Aq jilat kedua payudaranya sambil aq gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh…, sakkiitt…”, tapi aq tidak ambil pusing tetap aq gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.

    Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajah aq. Sambil aq memandangi wajahnya yg sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut. Diapun kembali mendesis,

    “Ahh…, aahh…”, kemudian aq tarik payudaranya dekat ke wajah aq sambil aq gigit pelan-pelan. Diapun memeluk kepala aq tapi tangannya aq tepiskan. Sekelebat mata aq menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup aq pun menyuruh dia untuk penutup pintunya.

    Dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yg bikin hati siapa saja akan lemas melihat payudara yg seperti itu.

    Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju aq. Aq pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tangan aq tapi tetap dalam keadaan berdiri aq jilati kembali payudaranya.

    Setelah puas mulut aq pun turun ke perutnya dan tangan aq pelan-pelan aq turunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali mengisap puting payudaranya.

    Tangan aqpun menggosok-gosok selangkangannya langsung aq angkat pelan-pelan rok yg dia kenakan terlihatlah pahanya yg mulus sekali dan CD-nya yg berwarna putih aq remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu buru,

    Dia pun makin keras mendesis, “aahh…, aakkhh… ohh…, nikmat sekali…”, dengan pelan-pelan aq turunkan cdnya sambil aq tunggu reaksinya tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan).


    Terlihatnya liang kewanitaannya yg ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Aqpun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh…, akkhh…, lagi…, lagii..”.

    Setelah puas aqpun menyuruhnya duduk di lantai sambil aq membuka kancing celanaku dan aq turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, aq tuntun tangannya untuk mengelus kontol aq yg sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku.

    Diapun mengelusnya terus mulai memegang kontol aq. Aq turunkan CD-ku maka kontol aq langsung berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot melihat kontol aq yg mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm) aq menyuruhnya untuk melepas kaos yg dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yg aq suruh lakukan.

    Dengan terburu-buru aq pun melepas semua baju aq dan celana aq kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan aq dikursi, aq tuntun kontol aq ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Aq suruh untuk membuka mulutnya tapi kayaknya dia ragu-ragu.

    Setengah memaksa, aq tarik kepalanya akhirnya kontolku masuk juga kedalam mulutnya dengan perlahan dia mulai menjilati kontol aq, langsung aq teriak pelan, “Aakkhh…, aakkhh…”, sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan kontol aq di dalam mulutnya.

    “aakk…, akk…, nikmat sayyaangg…”. Setelah agak lama akhirnya aq suruh berdiri dan melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjang bulatlah dia depanku sambil berdiri.

    Aqpun tak mau ketinggalan aq langsung berdiri dan langsung melepas CD-ya. Aq langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tangan aq meremas-remas kedua payudaranya yg putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, “Aahh…, aahh…, aahh…, aahh”, sewaktu tangan kananku aq turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.

    Setelah agak lama baru aq sadar bahwa jari aq telah basah. Aq pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan aq siapkan kontol aq. Aq genggam kontol aq menuju liang senggamanya dari belakang.

    Aq sodok pelan-pelan tapi tidak maumasuk-masuk aq sodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok tangannyapun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, “Aahh…, ssaayaa..,. ssaayaangg…, kaammuu…”, aqpun terus menyodok dari belakang.

    Mungkin karena kering kontol aq nggak mau masuk-masuk juga aq angkat kontol aq lalu aq ludahi tangan aq banyak-banyak dan aq oleskan pada kepala kontolaq dan batangnya dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Aq genggam kontol aq menuju liang senggamanya kembali. Pelan-pelan aq cari dulu lubangnya begitu aq sentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali,


    “Ahh…, aahh…”, aq tuntun kontol aq menuju lubang senggamanya itu tapi aq rasakan baru masuk kepalanya saja diapun langsung menegang tapi aq sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yg keras aq sodok kuat-kuat lalu aq rasa kontol aq seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…”.

    Aq rasakan kontol aq sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan aq terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya. Aq lalu bertahan dalam posisi aq dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata “Tahann.. sayg… cuman sebentar kok…”

    Aq memegang kembali payudaranya dari belakang sambil aq remas-remas secara perlahan dan mulut aq menjilati belakangnya lalu lehernya telinganya dan semua yg bisa dijangkau oleh mulut aq agak lama. Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman aq dibadan dan remasan tangan aq di payudaranya,

    “Ahh…, aahh…, ahh…, kamu sayg sama lakukan?” dia berkata sambil melihat kepada aq dengan wajah yg penuh pengharapan. Aq cuma menganggukkan kepala padahal aq lagi sedang menikmati kontol aq di dalam liang kewanitaannya yg sangat nikmat sekali seakan-akan aq lagi berada di suatu tempat yg dinamakan surga.

    “Enak sayg?”, kataku. Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh…, aahh…” lalu aq mulai bekerja, aq tarik pelan-pelan kontol aq lalu aq majukan lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis,

    “Aahh…, ahh…, ahhkkhh…” akhirnya ketika aq rasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi aq pun mengeluar-masukkan kontol aq dengan cepat dia pun semakin melenguh menikmati semua yg aq perbuat pada dirinya sambil terus-meremas payudaranya yg besar itu. Dia teriak “Aqa mauu keeluuarr…”.
    perawan dientot 2017. Aqpun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu…”, aq langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai aq rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi aq benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara,

    “Ahh…, aahh…, ahh…, akkhh…, akkhh…, truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr…, akkhh…, akhh…”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi aq tahan dengan tangan aq. Aq pegangi pinggulnya dengan kedua tangan aq sambil aq kocok kontol aq lebih cepat lagi,


    “Akkhh…, akkhh…, ssaayyaa mauu…, kkeelluuaarr…, akkhh…”, pegangan aq di pinggulnya aq lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.

    Dari kontol aq menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott…, croott.., ccrroott…, akkhh…, akkhh…”, aq melihat air mani aq membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks saygkuu…”, sambil berjongkok aq cium pipinya sambil aq suruh jilat lagi kontolku.

    Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu aq bilang pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.

    Setelah kami berdua selesai aq mengecup bibirnya sambil berkata, “Aq pulang dulu yah sampai besok sayg…!”. Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin nyesal tidak tahu ahh. Aq lihat jam aq sudah menunjukkan jam 23.35, aq pulang dengan sejuta kenikmatan.

  • Kisah Memek cinta terlarang Halimah

    Kisah Memek cinta terlarang Halimah


    3416 views


    Duniabola99.com – Halimah dan Sidek tinggal menyewa di sebuah kampung.Sidek,yang berumur 51 tahun dan bekerja sebagai buruh kontrak menebang hutan,seringkali masuk ke hutan sehingga berhari-hari lamanya,malah kadang-kala sehingga sebulan tak balik ke rumah.Manakala Halimah pulak,berumur 48 tahun,menjadi suri rumahtangga sepenuh masa menjaga anaknya Shidah yang masih bersekolah rendah.Anaknya Meon,yang berumur 20 tahun bekerja sebagai seorang mekanik di bengkel motorsikal yang terletak selang 2 buah rumah dari rumahnya.Jarak umur Meon dengan adiknya memang jauh,malah Halimah dan Sidek sendiri tidak menyangka bahawa mereka masih boleh menimang cahaya mata setelah sekian lama disangkakan hanya Meon sahajalah anak tunggalnya. Cerita Bokep Indonesia
    Kerja Meon sebagai mekanik bermula sejak dia habis sekolah.Lantaran masalah kewangan keluarganya,dia tidak dapat menyambung pelajaran ke peringkat universiti.Demi membantu keluarga,Meon bekerja di bengkel Abu.Bermula sebagai budak suruhan,Meon kini sudah pandai membaiki motorsikal,hasil didikan Abu yang percaya dan yakin dengan kebolehan Meon.Wang gajinya lebih kepada membantu Ibu dan adiknya mengalas perut lantaran bapaknya,Sidek yang jarang pulang ke rumah akibat bertugas di pedalaman dan jauh dari rumah.

    Halimah yang merupakan suri rumahtangga sepenuh masa,masih cantik orangnya.Berwajah putih berseri dengan tahi lalat di kiri dagunya,sering memakai tudung ketika keluar rumah,menyembunyikan rambutnya yang pendek paras bahu.Selalu jugak Halimah merasakan dahaga dan kegersangan menikmati hubungan seks suami isteri lantaran hidupnya yang selalu ditinggalkan suami.Namun apakan daya,dia tetap teruskan hidup bersama anak-anaknya.Malah,Halimah jugakpernah terniat untuk curang demi tuntutan kegersangan nafsu seksnya yang seringkali sukar untuk dibendung,namun tiada siapa yang ingin mengoratnya lantaran statusnya sebagai isteri orang.Halimah tahu,hanya bontot tonggeknya yang besar dan lebar itulah sahaja senjatanya lantaran bentuknya yang memang tonggek dan melentik,namun walaupun dia cantik,tetapi tubuhnya tidak terlalu seksi untuk dipertontonkan kepada masyarakat.Bertubuh yang berisi,kedua-dua teteknya yang sederhana besar malah sedikit melayut,perut yang buncit,peha dan bontot tonggek yang lebar memberi kemungkinan bahawa tiada siapa yang bernafsu seks kepadanya.Ini mendorong Halimah untuk memendamkan sahaja kegersangan nafsu seksnya sendirian.Sejak suaminya masuk ke hutan 2 minggu lalu,dia tidak pernah merasakan kenikmatan hubungan seks.Pernah jugak dia melancapkan lubang cipapnya sendirian,tidak seronok rasanya,jadi,terpendamlah sahaja perasaan berahinya.

    Namun,sudah hendak menjadi cerita,pada satu pagi yang indah,Shidah menyertai rombongan sekolahnya pergi ke Kuala Lumpur dan esok baru pulang ke rumah,tidur di sekolah di Kuala Lumpur,menurut kata gurunya.Jadi hanya tinggal Halimah dan Meon sahajalah di rumah.Oleh kerana hari itu adalah hari Ahad dan bengkel motorsikal ditutup,maka Meon mengambil keputusan untuk bangun lewat pada pagi yang indah itu.Halimah yang sendirian menonton rancangan “Selamat Pagi Malaysia” merasa boring kerana tiada teman borak,lantaran Shidah sudah pergi mengikuti rombongan sekolahnya.Lantas dia teringatkan Meon yang sedang tidur di biliknya.

    Halimah kemudiannya terus masuk ke dalam bilik Meon,dilihatnya anaknya itu masih berselimut di atas katil.Digerakkan kaki Meon supaya bangun dari tidur.Dengan mata yang kelat,Meon membukakkan matanya.Terlihat Emaknya sedang berdiri di tepi katil memerhatinya.

    “Meon,dah pukul 9:00 pagi ni…!!!Nape tak bangun lagi ni,Sayang…!!!Mak boring la sorang-sorang…!!!”kata Halimah.
    “Hmmm…jap lagi Meon bangun…!!!”balas Meon sambil kembali melelapkan matanya.
    “Bangun tau,Sayang…!!!Kejap lagi kalau Mak datang tak bangun,Mak siram dengan air…!!!”kata Halimah sambil tersenyum dan berlalu dari bilik anak bujangnya.

    Meon,yang terjaga itu sukar hendak melelapkan matanya kembali.Namun dia cuba jugak melelapkan matanya tetapi sukar.Terlalu saying rasanya hendak meninggalkan katil di pagi hari Ahad yang dingin itu.Kabus yang masih menerawang menyejukkan suasana.Batang kote Meon yang semulajadi keras sendiri selepas bangun tidur menongkat selimut yang di pakainya.Perlahan-lahan diurut-urut batang kotenya dari luar selimut,fikirannya terbayangkan Nor,anak Haji Ali yang selalu menjadi modalnya melancapnya itu.

    Tiba-tiba Emaknya muncul kembali.Meon pun pura-pura tidur kerana takut Emaknya perasan kelakuannya yang sedang mengurut-urut batang kotenya yang sedang mencanak menongkat selimut itu.’


    “Ish…ish…ish…masih tak bangun lagi si bujang ni…!!!”bisik hati Halimah.
    Namun,perhatiannya tertarik kepada bonjolan yang menongkat tinggi selimut anaknya.Serta-merta perasaannya berdebar.Naluri keberahian seorang wanita yang dahagakan sentuhan nafsu seks itu terus bangkit melihat kain yang menyelimuti anaknya di tongkat oleh batang kote anaknya yang sedang keras itu.Niatnya yang hendak mengejutkan Meon serta-merta mati.Apa yang ada difikirannya adalah gelora keinginan nafsu seks ingin melihat batang kote keras milik anaknya.

    Halimah yang menyangka anaknya masih tidur itu perlahan-lahan duduk di tepi katil.Tangannya terasa ingin sekali memegang batang kote yang sedang keras menegak itu.Sudah lama rasanya dia tidak dapat memegang batang kote suaminya.Keinginannya telah mendorong Halimah untuk memberanikan diri memegang batang kote Meon.Batang kote Meon dipegangnya dengan lembut.Kekerasan otot batang kote anaknya menambah keberahian Halimah untuk melihatnya dengan lebih dekat lagi.Perlahan-lahan Halimah menyelak selimut Meon,maka terpampanglah tubuh Meon yang tidur tanpa seurat benang di hadapan matanya.Batang kote Meon yang sudah tidak tertutup itu diusapnya dengan lembut.Hampir sama dengan batang kote milik suaminya.Halimah mengusap-usap batang kote Meon dengan perasaan berahi.Keinginan nafsu seksnya yang merindukan batang kote suaminya itu telah menghilangkan kewarasannya dan membuatkannya lupa bahawa dia sebenarnya sedang bernafsu seks memegang batang kote anaknya sendiri.

    Meon yang pura-pura tidur itu,berdebar-debar merasakan batang kotenya dipegang oleh Emaknya.Dia tidak menyangka bahawa Emaknya tergamak dan berani memegang batang kotenya.Hendak dibukak matanya,takut Emaknya memarahinya pulak kerana lambat bangun tidur dan menipu berpura-pura tidur.Jadi Meon mengambil keputusan membiarkan sahaja perlakuan Emaknya terhadap batang kotenya.

    Sentuhan lembut tapak tangan dan jari-jemari Halimah di batang kote Meon membangkitkan kenikmatan kepada Meon.Batang kotenya menegang dengan secukup-cukupnya dan ini memberikan perasaan sensasi kepada Halimah untuk memegangnya dengan lebih kuat lagi.Halimah kemudiannya terus melancapkan batang kote Meon dengan nafasnya yang semakin terburu-buru.Bukan senang nak merasa batang kote lelaki,jadi,peluang dah ada depan mata,inilah masanya…

    Meon yang masih berpura-pura tidur itu benar-benar menikmati kesedapan batang kotenya dilancapkan oleh Emaknya sendiri.Dia membiarkan Emaknya terus melancapkan batang kotenya dan difikirannya terbayangkan Nor anak Haji Ali yang sedang melancapkan batang kotenya.Keberahiannya akhirnya memuncak dan membuatkan air maninya memancut keluar dari batang kotenya yang keras dan sedang dilancapkan oleh Emaknya Halimah.

    Halimah yang teruja dengan pancutan demi pancutan air mani anaknya Meon itu terus melancapkan batang kote anaknya sehingga tiada lagi air mani yang keluar.Aroma air mani yang sudah lama tidak menusuk ke hidungnya memberikannya satu perasaan yang melambangkan sedikit kepuasan.Air mani anaknya yang melekit di tangannya diciumnya dan dihirupnya sedikit demi sedikit dengan penuh bernafsu seks.Meon yang terkejut mendengar bunyi hirupan itu membuka sedikit matanya dan terlihat olehnya bahawa Emaknya Halimah sedang menjilat air maninya yang berlumur di tangan.Berdebar-debar perasaan Meon ketika itu.Dia tidak menyangka bahawa Emaknya Halimah mampu bertindak dengan sebegitu rupa.

    Halimah yang puas merasa air mani anaknya yang melekit di tangannya kembali bangun dari katil dan menyelimuti anaknya.Dia kemudian keluar dari bilik Meon dan kembali ke ruang tamu menonton TV.Terasa saying hendak mencuci tangannya.Bau air mani lelaki yang dirindui itu terasa sayang hendak dihilangkan dari tangannya.Kalau boleh,dia ingin tangannya terus melekat dengan air mani anaknya itu buat selama-lamanya.Perasaan bersalah ada sedikit bersawang dalam mindanya,namun baginya ia tidak perlu dirisaukan kerana perbuatannya itu langsung tidak disedari oleh anaknya.Dia melakukannya ketika anaknya sedang lena.

    Namun berbeza pulak bagi Meon,dia benar-benar tidak menyangka bahawa batang kotenya dilancapkan oleh Emaknya sendiri.Malah,air maninya jugak dinikmati oleh Emaknya dengan penuh nikmat di hadapan matanya sendiri.Meon terasa malu kepada dirinya sendiri,jugak kepada Emaknya.Namun begitu,kenikmatan yang baru sahaja dinikmati secara tiba-tiba membangkitkan seleranya dan kalau boleh dia ingin Emaknya melakukannya lagi, tetapi perasaan hormatnya sebagai anak serta-merta mematikan hasratnya.Baginya,yang lebih baik adalah,merahsiakan perkara ini dan membiarkan Emaknya masih menganggap bahawa dirinya sedang tidur ketika perkara itu berlaku.
    Hari itu,mereka anak-beranak berlagak seperti tiada apa-apa yang berlaku.Masing-masing buat hal sendiri.Namun di hati masing-masing,hanya Tuhan saja yang tahu…

    Pada petangnya,Halimah yang selesai mengangkat pakaian di ampaian terlihat kelibat anaknya yang sedang terbaring di sofa.Bunyi TV masih kedengaran namun tidak pasti adakah anaknya sedang tidur atau tidak.Perlahan-lahan dia menghampiri anaknya dan dia melihat mata anaknya terpejam rapat.Terlintas di fikirannya ingin mengulangi kembali saat-saat indah menikmati batang kote keras anaknya di dalam genggamannya.


    Sementara itu,Meon yang terbaring di sofa sebenarnya tidak tidur.Dia sebenarnya ingin memancing Emaknya kerana kenikmatan batang kotenya dilancapkan pagi tadi mendorongnya untuk menikmatinya sekali lagi.Dia tahu bahawa Emaknya terhendap-hendap memastikan adakah dirinya sedang tidur.Jadi Meon sengaja mematikan dirinya di atas sofa.

    Halimah sedar,inilah masanya yang paling sesuai untuk melepaskan giannya.Tanpa segan silu,Halimah terus menyelakkan seluar pendek sukan anaknya.Batang kote anaknya yang gemuk dan panjang itu dipegang dan terus dilancapkannya.Tidak sampai seminit,batang kote anak bujangnya itu sudah pun mengeras di dalam genggamannya.Halimah berkali-kali menelan air liurnya melihatkan batang kote yang keras di hadapan matanya itu diusap-usap dan dirocoh-rocoh oleh tangannya yang gebu.Semakin dilancap semakin galak kerasnya.Kepala takuk batang kote Meon yang kembang berkilat bak kepala cendawan itu dimainkan dengan ibu jarinya.Meon sedikit menggeliat kerana ngilu.Serta-merta Halimah memperlahankan rentaknya kerana takut Meon akan terjaga.

    Halimah sedar,seleranya kepada batang kote anak lelakinya itu semakin meluap-luap di lubuk keinginan nafsu seksnya.Dia tahu apakah risiko melakukan perkara terkutuk itu,lebih-lebih lagi bersama darah dagingnya sendiri.Halimah menggigit bibirnya kegeraman.Halimah tidak peduli,tekaknya seolah-olah berdenyut ketagihan melihatkan batang kote tegang anaknya di depan matanya sendiri.Nafasnya semakin laju.Halimah akhirnya membuat keputusan nekad.Keberahiannya yang sudah semakin hilang pedoman itu membuatkan dia berani membenamkan batang kote anaknya ke dalam mulutnya yang lembap itu.

    Meon sekali lagi menggeliat kesedapan.Batang kotenya yang sedang dipegang oleh Emaknya tiba-tiba merasakan memasuki lohong yang hangat dan basah.Perlahan-lahan dia membukak matanya kecil.Dilihatnya batang kotenya kini sudah separuh hilang di dalam mulut Emaknya.Terlihat olehnya raut muka Emaknya yang masih cantik itu sedang mengulum-ngulum batang kotenya dengan matanya yang tertutup.Hidung Emaknya kelihatan kembang-kempis bersama deruan nafas yang semakin laju.Inilah pertama kali Meon merasai bagaimana sedapnya batang kotenya dinikmati oleh mulut seorang wanita.Kenikmatan yang dirasai membuatkan dia tidak peduli siapakah wanita yang sedang mengulum-ngulum batang kotenya itu,lebih-lebih lagi ianya bukan dilakukan secara paksa.Meon cepat-cepat kembali memejamkan matanya apabila dilihat Emaknya seakan ingin membukak mata.

    Halimah yang yakin anaknya tidur mati,perlahan-lahan menghisap batang kote anaknya.Perlahan-lahan dia menghirup air liurnya yang meleleh di batang kote anaknya.Penuh mulut Halimah menghisap-hisap batang kote Meon.Semakin lama Halimah menghisap-hisap batang kote Meon,semakin dia lupa bahawa dia sedang menghisap-hisap batang kote anaknya sendiri.Perasaan Halimah yang diselubungi keinginan nafsu seks membuatkan dia semakin galak menghisap-hisap batang kote anaknya.Batang kote keras yang penuh menujah lelangit mulutnya dirasakan sungguh mengghairahkan,air mazi anaknya yang sebati dengan air liurnya dirasakan sungguh menyelerakan.Sudah lama benar dia tidak menikmati batang kote suaminya.Dirinya seolah seorang budak kecil yang sedang kemaruk setelah mendapat barang pemainan baru.


    Meon semakin tidak dapat tahan.Hisapan Emaknya di batang kotenya yang keras menegang itu membuatkan Meon semakin tak keruan.Dia nekad,apa nak jadi,jadilah.Dia tak dapat bertahan lagi berpura-pura tidur sebegitu.Akhirnya di saat air maninya hendak meledak,Meon memberanikan dirinya memegang kepala Emaknya Halimah.Kepala Emak Kandungnya yang sedang galak turun-naik menghisap-hisap batang kotenya itu dipegang dan ditarik rapat kepadanya,membuatkan batang kotenya terbenam jauh ke tekak Halimah,Emak Kandungnya sendiri.Halimah terkejut,jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.Serta-merta dia merasakan teramat malu apabila disedarinya anaknya sedar dengan perbuatannya.Malah,anaknya memegang kepalanya sementara batang kote anaknya itu semakin terbenam jauh ke dalam mulutnya.Halimah cuba menarik kepalanya dan cuba mengeluarkan batang kote anaknya dari dalam mulutnya namun dia gagal.Meon menarik kepala Halimah serapat mungkin ke tubuhnya dan serentak itu,memancut-mancut air mani Meon memenuhi mulut Halimah.Meon benar-benar kenikmatan.

    Halimah yang sedar batang kote anaknya itu sedang memuntahkan air mani di dalam mulutnya terus diam tidak meronta.Dia membiarkan sahaja mulutnya menerima pancutan demi pancutan padu air mani anaknya sehingga tidak dapat ditampung oleh mulutnya yang comel itu.Halimah tiada pilihan,dia tidak dapat menolak kepalanya agar batang kote anaknya memancut di luar mulutnya.Maka,dalam keterpaksaan,berdegup-degup Halimah meneguk air mani anaknya yang menerjah kerongkongnya.Cairan pekat yang meledak dari batang kote anak bujangnya yang dihisap itu ditelan sepenuhnya bersama air mata yang mula mengalir ke pipinya.
    Pautan tangan Meon di kepala Emaknya Halimah semakin longgar,seiring dengan air maninya yang semakin habis memancut dari batang kotenya.Halimah mengambil peluang itu dengan terus menarik kepalanya sehingga tercabut batang kote Meon dari mulutnya.Segera Halimah bangun dan berlari menuju ke dalam biliknya.Meon yang tiba-tiba merasakan penyesalan itu segera bangun menuju ke bilik Emaknya.Pintu bilik Emaknya terkunci dari dalam.Meon mengetuk pintu perlahan berkali-kali sambil suaranya lembut memanggil-manggil Emaknya.Namun hanya suara esakan Emaknya di dalam bilik yang didengarinya.
    “Makk…Maaf,Makk…!!!Meon minta maaf,Mak…!!! Meon tak sengaja,Makk…!!!Makkkkk…!!!”rayu Meon di luar bilik Emaknya.

    Sementara di dalam bilik,Halimah sedang tertiarap di atas katil,memekup mukanya di bantal dengan air matanya yang semakin berjujuran di pipinya yang gebu.Rasa penyesalan akibat pengaruh keinginan nafsu seksnya sendiri telah membuatkan dirinya seolah-olah hilang harga diri sehingga sanggup melakukan perkara terkutuk itu dengan anak kandungnya sendiri.Halimah benar-benar menyesal atas segala perbuatannya.Dia sedar,ini semua bukan salah anaknya.Ini semua salahnya.Halimah tersedu-sedan mengenangkan kesilapannya di atas katil sendirian,membiarkan anaknya,Meon sendirian memujuknya di luar biliknya…

    “Meon,mari makan,Sayang…!!!”ajak Halimah kepada Meon di pintu bilik Meon.
    Meon yang sedang termenung di tebing katil seolah tidak menghiraukan Emaknya.Fikirannya merasa bersalah dan malu atas apa yang telah berlaku pada petang tadi.Halimah sedar perubahan anaknya.Dia terus duduk rapat di sebelah Meon.Jari-jemarinya kemas memegang telapak tangan Meon.Diramas dengan lembut jari-jemari Meon.

    “Mak,Meon rasa bersalah sangat kat Mak…!!!Meon nak minta maaf banyak-banyak,Mak…!!!”kata Meon sambil matanya masih terus menatap kosong ke lantai.
    “Meon,Mak yang sepatutnya minta maaf,Sayang…!!! Meon tak salah langsung,Sayang…!!!Kalau bukan Mak yang mulakan dahulu,perkara ni takkan terjadi,Sayang…!!!”kata Halimah.


    Mereka terdiam seketika.Suasana sepi malam yang mula menjelma seolah memberikan ruang untuk dua beranak itu berbicara secara peribadi dari hati ke hati.Halimah menarik tangan Meon yang digenggamnya ke atas pehanya yang gebu.Jari-jemari anaknya diramas dengan lembut,penuh kasih sayang dari seorang Emak kepada anaknya sendiri.

    “Kenapa Mak buat macam tu…???Mmmm…boleh Meon nak tahu tak,Mak…???”tanya Meon sedikit gugup.
    Halimah terdiam sejenak.Otaknya ligat mencari jawapan bagi soalan yang terlalu sensitif dari anaknya itu.Secara tak langsung,dia gugup hendak menjawabnya.Tangannya yang kemas memegang tangan anaknya di atas pehanya yang lembut itu semakin ditarik ke arah tundun lubang cipapnya.Fikirannya bercelaru,buntu.

    “Kenapa,Mak…???”sekali lagi Meon bertanyakan kepada Halimah.
    “Susah Mak nak cakap la,Sayang…!!!Hal orang perempuan la,Sayang…!!!Nanti Meon tahu la,Sayang…!!!”kata Halimah ringkas dan dia terus berdiri lalu keluar dari bilik Meon,meninggalkan anaknya diam sendirian.

    Meon keliru dengan jawapan Emaknya.Akal mentahnya tidak berapa memahami objektif jawapan Emaknya.Dia hanya mampu melihat Emaknya berlalu keluar dari biliknya meninggalkannya sendiri bersama seribu satu persoalan di kepala.Bontot tonggek lebar Emaknya yang tonggek itu kelihatan melenggok ketika melangkah keluar.Daging bontot tonggeknya yang bulat dan montok kelihatan membonjol di kain batik lusuh yang dipakai Emaknya.Meon menelan air liur melihat harta berharga milik Emaknya Halimah.Hatinya berdebar,perasaannya tiba-tiba bercelaru.Rasa kasihan dan sayang kepada Emaknya Halimah yang sebelum ini terbit dari hatinya secara tiba-tiba di selinap masuk oleh perasaan nafsu seks yang terlalu malu bagi dirinya untuk memikirkan.Meon lantas bangun menuju ke dapur,terlihat Emaknya sedang duduk mendagu di meja makan.Mata Emaknya seolah-olah merenung kosong hidangan makan malam yang telah disediakan di atas meja.Perlahan-lahan Meon menghampiri Emaknya,dipegangnya kedua-dua bahu Emaknya lembut.Meon menunduk dan mulutnya menghampiri telinga Emaknya.

    “Meon berjanji pada Mak yang cuma kita berdua aje yang tahu pasal ni,Mak…!!!Mak jangan la risau apa-apa pun…!!!Meon teramat sangat sayangkan Mak…!!!”bisik Meon di telinga Emaknya.
    Halimah merasakan sejuk hatinya mendengar kata-kata Meon yang lembut itu.Jari-jemari Meon yang sedang memegang bahunya terasa sungguh selesa.Haba dan hembusan nafas dari Meon di telinganya membangkitkan bulu roma Halimah.Perasaan terus berdebar-debar menyelinap ke dadanya bersama selautan rasa sayang yang tinggi menggunung kepada anak bujangnya itu.Halimah menoleh perlahan memandang wajah Meon yang hampir rapat di pipinya.Layanan dan sikap Meon kepadanya seolah-olah mengisi sedikit kekosongan batinnya yang merindukan belaian lelaki,iaitu suaminya.

    Wajah mereka saling berhadapan.Meon mengukir senyuman yang ikhlas di bibirnya,begitu jugak dengan Halimah.Pipi gebu Halimah diusap oleh Meon dengan lembut.Halimah memejamkan matanya.Bibirnya yang lembap dan comel terbukak sedikit.Meon yang seperti dipukau dengan paluan gendang syaitan itu pun tanpa ragu-ragu terus membenamkan mulutnya mengucup bibir Emaknya.Mereka berdua kemudiannya terus saling berkucupan bibir dan mulut,penuh kasih sayang.Perasaan yang sejak mulanya lambang kasih sayang antara Emak dan anak akhirnya bertukar menjadi perasaan kasih sayang yang berlambangkan seks yang saling memenuhi dan memerlukan.


    Tangan Halimah kemudiannya dengan perlahan-lahan mengusap rambut anak bujangnya yang sedang hangat mencumbui bibirnya.Bibir Halimah ligat meneroka mulut Meon yang nampaknya masih tidak mahir dalam permainan manusia dewasa itu.Nafas masing-masing saling bertukar silih-berganti.Degupan jantung dua insan itu semakin kencang,seiring dengan deruan keinginan nafsu seks yang semakin bergelora.Halimah semakin lemah,dia terus memeluk tubuh Meon.Tertunduk Meon dipeluk oleh Emaknya,mulutnya masih mengucup bibir Emaknya.Ghairah Meon kembali bangkit,lebih-lebih lagi apabila bayangan Emaknya menghisap batang kotenya di pagi dan petang hari itu silih-berganti di kotak fikirannya.Meon semakin berani memulakan langkah,tangannya yang tadi memegang bahu Emaknya kini menjalar ke kedua-dua tetek Emaknya yang masih berbalut t-shirt.Kekenyalan kedua-dua tetek Emaknya yang tidak memakai coli itu dirasakan sungguh mengasyikkan.Puting kedua-dua tetek Emaknya yang semakin keras dan menonjol di permukaan t-shirt digentel lembut berulang kali,Halimah semakin terangsang dengan tindakan anaknya itu.Ini mendorong Halimah untuk meraba dada anaknya yang bidang itu.Tangannya kemudian turun ke pinggang anaknya dan seterusnya dia menangkap sesuatu yang keras dan membonjol menujah kain pelikat yang dipakai oleh anaknya.Batang kote Meon yang semakin keras di dalam kain pelikat digenggam oleh Halimah.

    Dirocoh-rocoh batang kote anaknya dengan penuh bernafsu seks.Perasaan penuh bernafsu seks yang melanda Halimah mendorongnya untuk mengulangi sekali lagi perbuatannya seperti di waktu siang tadi.Halimah kemudiannya terus melepaskan kucupan di bibir anaknya.Senyuman terukir di wajahnya,mempamerkan rasa keberahian yang tiada selindung lagi.Halimah kemudiannya terus melucutkan kain pelikat Meon,maka luruhlah kain pelikat yang Meon pakai ke lantai dan sekaligus mendedahkan batang kotenya yang sasa dan berotot itu tegak mengeras menghala muka Emaknya.Halimah tahu kehendak Meon.Malah,dia jugak sebenarnya menginginkannya jugak.Perlahan-lahan Halimah membenamkan batang kote keras Meon ke dalam mulutnya.

    Meon memerhatikan sahaja perbuatan Emaknya tanpa selindung lagi.Sedikit demi sedikit batang kotenya dilihat tenggelam ke dalam mulut Emaknya yang comel.Tahi lalat di dagu Emaknya menambahkan lagi kecantikan wajah Emaknya yang sedang menghisap-hisap dengan perlahan-lahan batang kotenya.

    Halimah semakin galak menghisap-hisap batang kote anaknya.Perasaan keibuan yang sepatutnya dicurahkan kepada anaknya sama sekali hilang.Keinginan nafsu seks dan kerinduan batinnya menguasai akal dan fikiran membuatkannya hilang pertimbangan sehingga tergamak bermain keinginan nafsu seks bersama dengan anak kandungnya sendiri.Halimah benar-benar tenggelam dalam arus gelora keinginan nafsu seks.Batang kote anaknya yang dihisap-hisap dan keluar-masuk di dalam mulutnya benar-benar memberikan sensasi kelazatan menikmati batang kote lelaki yang dirindui selalu.Setiap lengkok batang kote anaknya disedut dan dinikmati dengan penuh perasaan.Tangan kirinya mengusap-usap lubang cipapnya dari luar kain batik.Sungguh bertuah dirinya dirasakan pada ketika itu,kedahagaan batin dan nafsu seksnya yang selama ini membelenggu jiwanya terasa seolah-olah terbang jauh bersama angin.Dirinya merasakan begitu dihargai.Jiwanya semakin tenteram dalam gelora keinginan nafsu seksnya sendiri.

    Meon pulak benar-benar menikmati betapa lazatnya merasakan batang kotenya dihisap-hisap oleh mulut Emaknya.Wajah Emaknya yang sedang terpejam mata menikmati batang kotenya dengan penuh bernafsu seks itu memberikan satu kenikmatan yang sukar untuk diucapkan.Matanya tertancap kepada tangan Emaknya yang sedang menggosok-gosok lubang cipap.Kain batik yang dipakai oleh Emaknya kelihatan terperosok ke bawah kelengkang akibat kelakuan Emaknya itu.Peha gebu Emaknya yang kelihatan lembut dan menyelerakan membangkitkan selera nafsu seks Meon.Serta-merta Meon menarik batang kotenya keluar dari dalam mulut Emaknya.Meon kemudiannya terus tunduk mengucup Emaknya dan sekaligus dia memeluk tubuh Emaknya.Halimah membalas perlakuan Meon dengan kembali mengucupinya.Sambil bibirnya mengucup bibir Emaknya,Meon menarik Halimah agar berdiri dan Halimah terdorong untuk mengikut sahaja kemahuan Meon.Mereka pun kemudiannya sama-samaberdiri dan berpelukan erat,dengan bibir masing-masing yang saling berkucupan penuh keberahian.Meon kemudiannya terus mengusap-usap kelangkang Emaknya.Kain batik lusuh yang menutupi lubang cipap Emaknya terasa basah akibat lendir nafsu seks yang semakin banyak membanjiri lohong kewanitaan Emaknya Halimah itu.Meon kemudiannya terus menyelakkan kain batik Emaknya ke atas,batang kote mudanya yang tidak pernah memasuki mana-mana lubang cipap wanita kekok untuk memulakan langkah yang berani itu.

    Halimah tahu kelemahan yang dihadapi oleh anaknya.Sambil tersenyum,dia terus menyingkap kain batiknya ke atas dan berpusing menghadap meja makan,mempamerkan bontot tonggeknya yang tidak dilindungi sebarang seluar dalam kepada anaknya.Meon seperti terpukau menatap bontot tonggek Emaknya yang putih berseri dan bulat menggebu di hadapan matanya.Bontot tonggek lebar Emaknya diusap-usap dan diramas-ramas dengan penuh bernafsu seks.Usapannya kemudian semakin penuh bernafsu seks,dari pinggang turun ke peha,kelentikan bontot tonggek Emaknya yang tonggek benar-benar membakar keinghinan nafsu seksnya.Sementara itu Halimah mencapai batang kote Meon yang terpacak di belakangnya.Tanpa segan silu,Halimah kemudiannya terus menarik batang kote Meon agar mengambil posisi yang memudahkan untuk mereka menjalankan misi yang seterusnya.Batang kote Meon ditarik sehingga terselit di celah kelengkangnya.Meon yang membiarkan sahaja tindakan Emaknya itu terdorong ke hadapan memeluk belakang tubuh Emaknya dan batang kotenya terus menyelinap ke celah kelengkang Emaknya yang sememangnya sudah terlalu licin dan becak dengan lendiran nafsu seks.Halimah kemudiannya terus menonggekkan tubuhnya dan tubuhnya maju-mundur menggesel-geselkan batang kote Meon di celah kelengkangnya.Bunyi lagaan dan geselan batang kote Meon yang keras di kelengkangnya berdecup-decup di ruang dapur.Meon yang pertama kali menikmati pengalaman yang mengasyikkan itu terangsang yang teramat sangat.Tangannya tak henti-henti meraba-raba dan meramas-ramas bontot tonggek lebar Emaknya yang tonggek menyentuh perutnya.


    Halimah sudah tidak sabar-sabar lagi,tangannya segera mencapai batang kote Meon yang keras di alur kelengkangnya dan memandunya masuk ke mulut lubang cipap segala kenikmatan miliknya.Dia sudah tidak peduli batang kote siapa yang sedang dipegangnya itu.Baginya,peluang menikmati batang kote lelaki bagi mengubati kesakitan keinginan nafsu seks dan batinnya tidak seharusnya dilepaskan begitu sahaja.Dengan sekali lentik sahaja,lubang cipapnya dengan mudah menerima seluruh batang kote keras anaknya menceroboh terowong lubang cipapnya yang sudah lama dahagakan tujahan batang kote lelaki buat kali pertama.Halimah hanya membiarkan batang kote hangat Meon terendam di lubuk lubang cipapnya.Statusnya sebagai Emak kepada anak lelakinya itu sudah hilang begitu sahaja.Keinginan nafsu seksnya benar-benar menghilangkan kewarasannya sebagai seorang Emak,sehingga sanggup menyerahkan seluruh tubuhnya,malah mahkota kewanitaan yang selama ini hanya dinikmati oleh suaminya seorang,dinikmati oleh anaknya atas keinginannya dan kerelaannya sendiri.Halimah benar-benar khayal menikmati batang kote anaknya menunjal-nunjal pangkal lohong lubang cipap nikmatnya.Dia kemudiannya terus mengemut-ngemut batang kote anaknya semahu hatinya,terasa seperti ingin sahaja dia melumatkan batang kote itu di dalam lubang cipapnya.

    Manakala Meon pulak benar-benar menikmati kemutan yang dirasakan oleh batang kotenya yang terendam di dalam lubang cipap Emaknya yang hangat itu.Seluruh otot batang kotenya yang mengembang keras terasa dihimpit oleh dinding lubang cipap Emaknya yang lembut dan licin itu.Terasa seolah-olah batang kotenya disedut-sedut oleh lubang cipap Emaknya.Meon kemudian perlahan-lahan menujah-nujahkan batang kotenya di dalam lubang cipap Emaknya Halimah itu sehingga kepala cendawannya yang berkembang pesat itu menghenyak-henyak pangkal lubang cipap wanita yang seharusnya disanjung sebagai ibu.Perasaan sayang Meon yang sebelum itu sekadar antara anak kepada ibu semakin dihantui keinginan nafsu seks yang membara.Keberahian yang diciptakan Emaknya Halimah itu telah mendorong Meon untuk menyayangi Emaknya Halimah itu seolah-olah seorang kekasih,yang rela untuk memberikan kenikmatan hubungan seks sumbang mahram antara darah daging.Meon tahu,dari lubang cipap yang sedang ditujahnya dengan batang kotenya itulah dirinya keluar satu masa dahulu.Namun kini lubang cipap itu sekali lagi dia masuki dengan penuh kerelaan,hanya cara dan permainan perasaan sahaja yang berlainan.

    Begitu jugak dengan Halimah.Terfikir jugak di benaknya bahawa batang kote lelaki yang sedang dinikmati di liang lubang cipapnya itu adalah milik seorang bayi yang keluar dari liang lubang cipap yang ditujah itu dahulu.Namun kini,bayi itu sudah besar dan kembali memasuki liang lubang cipapnya atas desakan keinginan nafsu seksnya dan batinnya sendiri.Perasaan berahi Halimah yang selama ini terpendam terasa seolah-olah ingin meletup di perutnya.Peluh semakin timbul di dahi dan tubuhnya bersama nafasnya yang semakin laju dan sempit.Halimah sudah lama tidak merasakan perasaan sebegini.Naluri kewanitaannya semakin merangsang agar perasaan itu semakin memenuhi akalnya.Halimah semakin tidak keruan.Batang kote yang semakin galak menujah lubang cipapnya semakin menenggelamkan Halimah dalam lautan keinginan nafsu seks.Akhirnya Halimah menikmati puncak kenikmatan seksnya sendiri.Tubuhnya bergegar bersama ototnya yang mengejang.Batang kote anaknya yang menujah lubang cipapnya dari arah belakang buat kali pertamadihimpit penuh kegeraman.Bontot tonggeknya semakin dilentikkan agar batang kote anaknya itu semakin kuat menghentak dasar lubang cipapnya.Halimah benar-benar hilang akal.Dia benar-benar di puncak segala nikmat yang selama ini dirindukan.

    Meon hanya memerhati perubahan demi perubahan pada tubuh Emaknya.Dia tahu bahawa Emaknya baru sahaja mengalami satu kenikmatan yang terlalu nikmat.Belakang baju t-shirt Emaknya nampak basah dengan peluh.Begitu jugaklah dengan bontot tonggek Emaknya yang terdedah,terasa perutnya akan peluh Emaknya yang membasahi bontot tonggek Emaknya itu.Kemutan yang begitu sedap dirasakan jugak semakin longgar.
    “Meon…terima kasih,Sayanggg…!!!Mak teramat sangat cintakan dan sayangkan Meon sekarang ni,Sayanggggg…!!!”kata Halimah sambil menoleh kebelakang melihat Meon yang masih berdiri gagah.
    Meon hanya tersenyum,tangannya meramas-ramas lembut daging lembut di pinggul Emaknya.Lemak-lemak yang menambah kegebuan dan kebesaran bontot tonggek Emaknya diusap-usap dengan penuh kasih sayang.Halimah tahu bahawa Meon perlukan kenikmatan seperti dirinya.Halimah kemudiannya terus melentikkan tubuhnya,sambil menekankan batang kote Meon agar tenggelam lebih dalam dan menghenyak-henyak dasar lubang cipapnya.Bontot tonggeknya digelek-gelekkan seperti penari dangdut di kelab malam,membuatkan batang kote Meon menikmati lebih geseran dengan dinding lubang cipapnya.Meon merintih kecil menahan gelora kenikmatan.Halimah tahu,Meon menikmati perbuatannya.


    “Sedap,Sayanggg…???”tanya Halimah dengan penuh manja.
    “Uuuhhh…Seee…Sedap Mmm…Makkk…!!! Ooooohhhhh…!!!”jawab Meon tersekat-sekat.
    Batang kotenya semakin ditekan ke dalam lubang cipap Emaknya Halimah itu.Bontot tonggek Emaknya yang tonggek itu ditatap dengan penuh bernafsu seks.Halimah sekali lagi menoleh melihat Meon yang sedang penuh bernafsu seks menatap bontot tonggeknya.
    “Mak cantik tak,Sayanggg…???”tanya Halimah menggoda anaknya.
    “Ooohhh…Mak cantikkk…!!!Mmm…Mmakk…Meon… Ttt…tak tahannn…!!!”rintih Meon tak tahan di goda oleh Emaknya Halimah itu.
    “Nanti kalau Mak nak lagi boleh tak Meon tolong buatkan,Sayanggg…???”Tanya Halimah penuh kelembutan dan godaan kepada anaknya yang sudah semakin di ambang puncak kepuasan nafsu seks.
    “Ooohhh…Makkkk…!!!”rintih Meon.Meon semakin tidak tahan melihat Halimah tak henti-henti menggodanya.
    Tubuh Halimah yang menonggeng di tepi meja itu memberikan sensasi keberahian yang meluap-luap kepada Meon.Dia benar-benar tidak menjangka dirinya telah menyetubuhi lubang cipap Emaknya Halimah itu buat kali pertama.Bontot tonggek Emaknya yang tonggek itu semakin menaikkan keinginan nafsu seks Meon.Keinginan nafsu seks dan keberahian Meon semakin kritikal.Dia tidak mampu bertahan lagi.Malah,dia ingin meluahkan perasaannya kepada Emaknya Halimah itu tentang apa yang diingininya,demi perasaannya yang benar-benar ingin menikmati kepuasan nafsu seks yang terlalu sukar untuk diungkapkan itu.
    “Ooohhhhh…Makkk…Meon nak selalu,Makkkkk…!!! Meon…sss…stim…ppp…pada…bbb…bontot tonggek Makkk…!!!”akhirnya Meon meluahkan perasaannya yang ingin sekali diluahkan.
    “Sayanggg…Meon anak Makkk…!!!Meonnn Sayangg…!!!”Halimah jugak menikmati perasaan berahi yang sedang melanda Meon.
    “Makkk…Ahhhhhhh…!!!”rintih Meon.
    Cuurrrrrr…Cruuuttttt…Cruttttt…akhirnya terpancutlah air mani jantan anak muda itu ke dalam lubang cipap dan rahim Emak kandungnya Halimah sendiri itu buat kali pertama.

    Meon menikmati betapa sedapnya melepaskan air mani di dalam liang lubang cipap Emaknya Halimah itu buat kali pertama.Air maninya yang banyak memancut keluar dari batang kotenya yang keras meleding di dalam lubang cipap Emaknya itu memancut-mancut dengan sepuas-puasnya.Halimah memejamkan mata menikmati air mani anaknya yang hangat memenuhi lubang cipapnya.Dasar lubang cipapnya terasa disirami air mani yang hangat yang memancut–mancut memenuhi segenap rongga lubang cipapnya yang sepatutnya hanya untuk suaminya seorang sahaja.Namun akibat desakan keinginan nafsu seksnya yang kegersangan,rongga lubang cipapnya yang biasanya disirami oleh air mani suaminya kini dipenuhi oleh air mani anaknya atas kerelaannya sendiri.
    Mereka berdua kelesuan,namun masih lagi di kedudukan yang sama.Halimah masih terpejam matanya,menonggeng berpaut di tepi meja makan.Kain batiknya yang diselakkan ke atas pinggang masih mendedahkan bontot tonggeknya yang sedang dihimpit rapat oleh anaknya yang sedang terpejam matanya,menikmati saki-baki keindahan dan kenikmatan menyetubuhi lubang cipap Emaknya Halimah itu sendiri.Batang kote Meon masih terendam di dalam lubuk lubang cipap Halimah,seolah-olah begitu sayang untuk melepaskan saat-saat manis itu hilang begitu sahaja.Perasaan kasih dan sayang yang selama ini diperuntukan untuk seorang ibu hilang bersama angin malam,diganti oleh perasaan kasih dan sayang yang sepatutnya hanya dimiliki oleh seorang kekasih.Halimah kepuasan,dahaga keinginan nafsu seksnya dan batinnya yang selama ini mencengkam akhirnya terurai sudah.Kenikmatan yang dialami sebentar tadi sama sekali tidak disesali,malah dia benar-benar menghargainya.Bagaikan harga sebuah maruah kepada seorang suami,bukan lagi kepada seorang anak.Halimah merelakannya,disetubuhi lubang cipapnya oleh darah dagingnya sendiri,demi kepentingan keinginan nafsu seknya dan batinnya sendiri.Dia tahu,dirinya kini bukan lagi dimiliki oleh suaminya seorang,malah anaknya sendiri jugak,yang sudah menikmati tubuhnya.Anaknya kini ‘suami’nya,yang didambakan belaian penuh bernafsu seks untuk dinikmati melebihi dari suaminya.Demi keinginan nafsu seks dan kasih saying yang semakin membara,Halimah kini mencintai ‘suami’ barunya…iaitu anak lelaki kesayangannya Meon…
    *************************************************


    Pada satu pagi,selepas beberapa bulan bermulanya hubungan seks sulit di antara dua beranak itu,Halimah sedang menjemur kain di belakang rumah.Beberapa meter dari tempat menjemur pakaian,sepasang mata sedang galak meratah seluruh pelusuk tubuh Halimah yang sedang berkemban kain batik sahaja,mendedahkan bahagian atas dadanya serta keseluruhan bahunya yang putih melepak itu.Rambutnya yang kering,tanda masih belum mandi terikat di belakang,mempamerkan wajahnya yang cantik.Meon bersandar di bingkai tingkap dapur merenung tubuh Emaknya Halimah itu yang selalu diratah sejak beberapa bulan yang lalu.

    Halimah sedar Meon sedang memerhatikannya.Dia hanya membiarkan sahaja,malah kadangkala sengaja dia menonggeng sehingga melentik-lentik bontot tonggeknya di hadapan Meon.Biar Meon stim dan terus setia berkhidmat untuknya.Baginya,taraf Meon kini sudah lebih tinggi di ranjang berbanding suaminya.Asal ada sahaja peluang,tak dapat banyak,sikit pun jadilah buat stim-stim dan lepaskan rindu.Terutama ketika suaminya pulang dan berada di rumah.

    Dah seminggu suaminya berada di rumah.Esok suaminya akan kembali bertugas di hutan.Projek penebangan balak masih belum selesai di kawasan itu.Banyak lagi kawasan yang masih belum dijelajah.Sepanjang minggu itu,Sidek dan Halimah kerap melakukan hubungan seks suami isteri bersama.Maklumlah,Sidek dah lama tak dapat,paling kuat pun cuma dapat dilancap oleh perempuan Indonesia yang bekerja di pondok kantin pekerja.Itu pun kena modal.

    Oleh kerana keadaan tak clear untuk buat projek,maka Meon hanya kerap menikmati batang kotenya dihisap-hisap dan dilancap oleh Emaknya Halimah itu sahaja.Biasanya ketika Sidek keluar ke kedai membeli rokok ataupun ketika hanya mereka berdua sahaja berada di dapur.Jadi Meon sedikit berasa bosan kerana tak dapat nak buat lebih-lebih dengan Emaknya Halimah itu.Malah,kadangkala malam-malam dia sendirian melancapkan batang kotenya di atas katil sambil mencuri dengar suara rengekan Emaknya Halimah yang kedengaran perlahan.Cemburunya mula bangkit,namun apakan daya.

    Tetapi pada pagi itu,mereka berpeluang menikmati kembali keghairahan hubungan seks sumbang mahram terlarang.Ianya terjadi sewaktu Sidek keluar minum di warung kopi setelah diajak oleh kawannya.
    Selesai menjemur pakaian,Halimah terus masuk ke dalam rumah.Dilihatnya kasut anaknya Shidah tiada di depan rumah.Matanya melilau mencari kelibat Shidah di rumah jiran,ternampak sekumpulan kanak-kanak sedang bermain batu seremban di serambi rumah.Salah seorang dari mereka adalah anaknya,Shidah.Nampak macam baru sampai kerana Halimah nampak anaknya Shidah sedang menanggalkan kasut dan naik ke serambi.Di hatinya berbisik gembira,ada peluang keemasan menanti.

    Segera Halimah menuju ke dapur dan terlihat Meon masih berdiri di tingkap,kali ini dia melemparkan pandangan yang jauh ke luar tingkap.
    “Hai…merenung jauh nampak…???Teringat kat siapa tu,Sayang…???”tanya Halimah,mengejutkan Meon dari lamunan.
    “Teringat kat Mak la…!!!”jawab Meon ringkas.
    Sambil meletakkan bakul pakaian yang kosong ke atas lantai,Halimah kemudiannya terus membongkokkan tubuhnya dan mengambil peluang melentikkan bontot tonggeknya,biar dijamu mata anaknya.Meon hampir terbeliak menonton aksi menggoda Emaknya Halimah itu.Tubuh gebu yang sedang berkemban itu ditatap penuh bernafsu seks.Bontot tonggek Emaknya Halimah yang bulat dan lebar itu ditatap penuh minat.Terus sahaja Meon mendapatkan Emaknya Halimah itu dan mereka berdua kemudiannya terus saling berpelukan dan jugak saling berkucupan penuh bernafsu seks,cuba menghilangkan kerinduan yang meronta-ronta.Tubuh dua beranak itu saling memeluk-meluk dan jugak saling meraba-raba seluruh tubuh pasangan seolah kegersangan yang begitu mendalam sedang melanda naluri keberahian masing-masing.

    Halimah sudah tidak sabar-sabar lagi.Lubang cipapnya sudah basah akibat keghairahan ingin menikmati batang kote anaknya.Perasaan berahinya yang mengundang rasa cinta sehingga merelakan seluruh tubuhnya disetubuhi oleh anak kandungnya semakin menguasai diri.Halimah pun kemudiannya terus memusingkan tubuhnya dan berdiri sambil berpaut pada tepi mesin basuh.Bontot tonggeknya yang sudah memang tonggek itu semakin dilentikkan ke arah Meon yang sedang mengurut-urut batang kotenya yang sudah terjulur keluar dari celah tuala yang masih terlilit di pinggang.Halimah kemudiannya terus menyingkap kainnya ke atas pinggang,mempamerkan bontot tonggeknya yang montok dan lebar itu kepada anaknya.Meon stim,lancapan di batang kotenya semakin laju sehingga ianya benar-benar keras agar mudah menyelinap masuk ke dalam lubuk syurgawi lubang cipap Emaknya Halimah itu sendiri,tetapi matanya tertarik kepada sesuatu.Ada sesuatu di celah bontot tonggek Emaknya Halimah itu. Meon kemudiannya terus menunduk dan mencolet sedikit dan baru dia tahu,ianya adalah air mani bapaknya yang masih melekat di celah bontot tonggek Emaknya Halimah itu,tetapi kenapa di lubang bontot tonggeknya…???Ah,Meon tak kisah.Cairan yang melekat di hujung jarinya dipalitkan di kain batik kemban Emaknya Halimah yang terselak di pinggang.Meon kemudiannya terus menjulurkan kepala takuk batang kotenya di muara lubang cipap Emaknya Halimah itu.Halimah kemudiannya terus membantu batang kote Meon untuk masuk ke dalam lubang cipapnya buat kali pertama pada hari tersebut ( kali secara keseluruhannya).Lubang cipapnya penuh dengan batang kote anaknya.Tubuhnya yang menonggeng di mesin basuh mempamerkan lubang cipapnya sendiri sedang dijolok oleh batang kote anaknya dari arah belakang.


    Meon kemudiannya terus menghayun-hayunkan batang kotenya di dalam lubang cipap Emaknya Halimah itu,dari perlahan kepada laj dan sebaliknya.Halimah benar-benar tak tahan. Dia tak macam ini ketika bersama dengan suaminya.Mungkin seleranya sudah lebih kepada anaknya,Meon.

    “Ooooohhhhh…Ooooohhhhh…Meonnnn…!!!Erghhh…Sedapnyaa,Sayanggg…!!!Ooooohhhhh…!!!”rengek Halimah.
    Meon terus memacu lubang cipap Emaknya Halimah itu dengan batang kotenya dengan sekuat kuderat anak muda itu.Emaknya Halimah itu benar-benar tenggelam dalam gelora keinginan nafsu seksnya sendiri.Keberahian Halimah akhirnya memuncak.Melengkung tubuhnya bagai udang,bersama dengan peluh yang terbit kecil di tubuhnya.
    Meon tahu bahawa Emaknya Halimah itu gemar jika dia meneruskan permainan non-stop.Maka dia terus memacu batang kotenya di dalam lubang cipap Emaknya Halimah itu dengan penuh bernafsu seks meskipun ketika itu Emaknya Halimah itu sedang kelelahan setelah puas menikmati puncak kenikmatan.

    “Meonn suka pada Mak tak,Sayanggg…???”tanya Halimah dengan lembut,menggoda anaknya yang sedang memacu lubang cipapnya yang selesa menonggeng di tepi mesin basuh.
    “Suka sangat,Makkk…!!!Ooohhh…Mak seksi sangat laaa…!!!Ooooohhhhh…!!!”Meon bersuara penuh bernafsu seks.
    “Seksi sangat ye,Sayanggg…Tang mana…???Bontot Mak ni ker,Sayanggg…???Mmmmmm… Aaaaahhhhh…!!!”goda Emaknya Halimah sambil melenggok-lenggokkan bontot tonggeknya.
    “Uuuhhh…Uuuhhh…Uuuuuhhhhh…!!!Seksinyaa… bontot Makkkkk…!!!Ooooohhhhh…!!!”desah Meon dalam keadaan yang penuh bernafsu seks.
    “Meon nak pancut dah ker sekarang ni,Sayanggg…???”tanya Halimah.
    “Ye,Makkk…!!!Ooooohhhhh…tak tahan lagi, Makkkkk…!!!Ooooohhhhh…!!!”rengek Meon dengan muka yang semakin berkerut menahan sesuatu yang semakin ingin meledak keluar dari batang kotenya.
    “Ooohhh…kerasnyaaa…!!!Aaaaahhhhh…da… dalammm,Sayanggg…!!!”pinta Halimah ghairah.
    “Aaahhh…!!!Aaahhh…!!!Makkkkk…!!!”rengek Meon bersama air maninya yang pekat memancut laju dan banyak memenuhi segenap rongga lubang cipap Emaknya Halimah itu buat kali pertama pada hari tersebut ( kali secara keseluruhannya).

    “Ooohhh Meonnn…!!!Ooohhh…banyaknya, Sayanggg…!!!Ooohhh…banyaknya air mani, Sayanggggg…!!!”rengek Halimah merasakan batang kote sasa anaknya berdenyut-denyut melepaskan air mani di dalam lubang cipapnya.
    Setelah puas,mereka berdua terus menjalankan aktiviti masing-masing.Halimah kemudiannya terus masuk ke dalam bilik air dan mandi,sementara Meon pulak terus menuju ke biliknya,memakai pakaian dan duduk menonton TV di ruang tamu.Dihati masing-masing bermain soalan yang sama berulang kali.Bilalah Sidek nak balik bertugas…???
    *************************************************


    Pagi tadi,awal-awal lagi Sidek telahpun keluar pergi bertugas.Kali ini perginya agak lama, mungkin sebulan ataupun 2 bulan.Halimah berlagak sedih di saat-saat pemergian suaminya,sedangkan di hatinya bersorak kegirangan.Setelah pemergian Sidek,Halimah kemudiannya terus masuk ke dalam bilik air untuk mandi dan membersihkan dirinya.Sisa-sisa air mani Sidek yang masih pekat di celah bontot tonggeknya dibersihkan.Begitu jugak dengan kesan air mani Sidek yang kering dan melekat di perutnya yang buncit itu.
    Selesai mandi,Halimah terus masuk ke dalam biliknya.Rambutnya dikeringkan dengan menggunakan tuala.Seluruh tubuhnya dilap sehingga kering.Tangannya kemudiannya terus membukak almari pakaian,memilih pakaian apa yang hendak dipakai pada hari itu.Kain batik merah dipilihnya.Tanpa memakai seluar dalam,dia pun terus menyarungkan kain batik di tubuhnya.Lilitan di pinggang diikat kemas.Kemudian dia memilih baju apa yang hendak dipadankan.Matanya tertarik dengan baju t-shirt kuning cair yang terlipat kemas.Terus dicapainya dan dibelek-belek.Nampak kecil baju itu,pasti ianya akan sendat di tubuhnya.Malah, agak singkat.Pasti tundun lubang cipapnya dan perutnya yang buncit itu akan jelas kelihatan.Halimah terus memakai coli berwarna hitam dan disarungkan baju t-shirt itu ke tubuhnya.Tubuhnya ibarat sarung nangka yang sendat dibalut baju t-shirt kuning cair yang ketat dan singkat.Seluruh lengkuk dan bonjolan di tubuhnya jelas kelihatan.Dia kelihatan seksi berpakaian sebegitu.Meskipun tubuhnya tidak ramping lagi seperti di usia muda,namun kemontokan tubuhnya yang mengembang seiring dengan usianya benar-benar terserlah.Lengannya yang montok dan gebu kelihatan sendat,begitu jugak dengan tubuhnya yang sendat dibaluti bau t-shirt itu.Coli hitam yang dipakai dapat dilihat dengan jelas dari baju yang dipakai.Perutnya yang buncit serta tundun lubang cipapnya yang membukit tembam terpampang di balik kain batik yang katat membalut dirinya.Apatah lagi bontot tonggeknya.Tubuhnya yang lentik itu semakin menyerlahkan bontot tonggeknya yang tonggek lantaran baju t-shirt dan kain batik yang dipakai amat sendat.Kemontokan bontot tonggek lebarnya yang besar itu tidak mampu disembunyikan oleh baju t-shirtnya.Baju t-shirtnya terselak ke pinggang,menyerlahkan seluruh bontot tonggeknya yang sendat dibaluti kain batik merah itu.Halimah mengambil tudung berwarna kuning,dipakai di kepalanya dan kemudian dia terus keluar menuju ke bengkel tempat Meon bekerja.

    Suasana di bengkel tersebut tidak terlalu sibuk.Bos Meon keluar minum di kedai kopi di hujung sana.yang tinggal hanyalah Meon dan seorang pelanggan yang sedang menunggu motorsikalnya siap dibaiki oleh Meon.Halimah berjalan menuju ke arah Meon yang sedang mencangkung membaiki sesuatu di bawah enjin motorsikal.Mata pelanggan yang sedang menunggu motorsikalnya siap dibaiki itu terpukau melihat seluruh tubuh montok Halimah yang sedang berjalan menuju ke arah Meon.Kedua-dua tetek Halimah yang sederhana dan sedikit melayut itu ditatap dengan penuh geram.Perut buncit Halimah yang sendat dibaluti t-shirt itu ditatap dengan penuh bernafsu seks sehingga pandangannya turun ke tundunnya yang tembam.

    Halimah kemudiannya terus menghampiri Meon.Meon yang sedar akan kehadiran Emaknya Halimah itu serta-merta menghentikan tugasnya sebentar.Pandangan matanya seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.Seluruh tubuh montok Halimah ditatapnya dari atas dan sampai ke bawah.
    “Eeerrrr,Mak…!!!Ada apa,Mak…???”tanya Meon kepada Emaknya Halimah itu.
    “Takde apa-apa…!!!Mak cuma nak cakap aje…!!!Jom balik rumah kejap…Mak ada buat sarapan sikit…!!!Kamu belum sarapan lagi tadi kan…???”kata Halimah cuba nak memancing anaknya.
    “Eeemmm…kejap lagi,ye Mak…!!!Meon nak tunggu Bos datang dulu la,takut tak siap motor Pakcik ni…!!!”jawab Meon.

    “OK,tapi cepat sikit ye…!!!”kata Halimah sambil berlalu meninggalkan Meon.
    Mata Meon dan mata pelanggan itu bulat memerhatikan lenggokkan bontot tonggek Halimah yang montok dan sendat dibaluti oleh kain batik merah itu.Kemudian Meon menyambung kembali tugasnya.
    “Nak,itu Mak kamu ye…???”tanya pelanggan yang menunggu motorsikalnya siap itu.
    “Ye,Pakcik…!!!Kenapa,Pakcik…???”jawab Meon.

    “Takde apa-apa…!!!Eeehhh…kamu buat dulu la ye,Pakcik nak beli rokok kejap…!!!”kata Pakcik itu.
    Meon mengangguk sahaja sementara lelaki itu terus berlalu dari situ.Tujuannya bukanlah ke kedai rokok tetapi mengikut Halimah pulang dari jauh.Kemudian dia nampak Halimah masuk ke rumah melalui pintu dapur.Lelaki itu pun terus menuju ke sana.Pintu dapur yang tidak tertutup itu membolehkan dia melihat kelibat Halimah menyusun juadah sarapan pagi di atas meja makan.

    “Eeehhh…Pakcik,buat apa kat situ…???”tanya Halimah setelah disedarinya dirinya diperhatikan oleh seseorang dari luar rumah.

    “Takde apa-apa…!!!Pakcik saja nak jalan-jalan…!!!Kamu tinggal kat sini ye…???”tanya lelaki itu.
    “Ye,Pakcik…!!!Eeerrr…Pakcik yang ada kat bengkel tadi,kan…???”tanya Halimah.
    “Ye…!!!Ooohhh…boleh kita berbual kejap tak…???Boleh tak saya nak masuk ke dalam…???”tanya lelaki itu sambil kakinya terus melangkah masuk sebelum dipelawa oleh Halimah.
    “Eeerrr…ooohhh…masuk la…!!!”jawab Halimah serba tak kena.
    Kemudian lelaki itu terus berdiri dekat dengan Halimah yang sedang menunduk-nunduk menyediakan sarapan di atas meja makan.Bontot tonggek Halimah yang tonggek dan sendat berkain batik itu ditatapnya geram.
    “Adik,saya suka tengok Adik ni dari bengkel tadi…!!!”kata lelaki itu kepada Halimah.
    “Suaminya mana…???”tanya lelaki itu kepada Halimah pulak.
    “Dia keluar pergi buang air besar…!!!Itu hah…kat jamban belakang rumah…!!!”kata Halimah menipu lelaki itu sambil jarinya menunjuk kepada tandas di belakang rumah yang sebenarnya sudah tidak digunakan lagi.
    “Ooohhh…dia ada kat sini ye…!!!OK la…Pakcik pun nak cepat ni…!!!Tapi sebelum suami Adik tu keluar dari jamban,boleh tak Adik tolong Pakcik sekejap…???”kata lelaki itu.
    “Tolong apa,Pakcik…???”tanya Halimah.


    Tanpa berkata apa-apa,lelaki itu pun terus mengeluarkan batang kotenya yang sudah tegang dari zip seluar yang sudah dibukaknya.Dilancapkan batang kotenya sendiri di hadapan Halimah sambil matanya melahap seluruh kemontokan tubuh Halimah.

    Halimah tahu kehendak lelaki itu,tetapi dia tidak berselera dengan lelaki yang sudah tua itu.Dilihatnya batang kote lelaki itu sudah tegang namun tak semantap kepunyaan anaknya,Meon.
    “Dik,Pakcik suka sangat pada badan Adik tu…!!!Tolong buatkan Pakcik ye…!!!Tolong ye…!!!”kata lelaki itu sambil menghulurkan batang kotenya kepada Halimah.

    “Apa ni,Pakcik…???Baik Pakcik keluar sebelum saya jerit kuat-kuat,biar suami saya belasah Pakcik sampai mati…!!!Cepat,keluar…!!!”bentak Halimah sambil terus menolak lelaki itu keluar dari rumah.
    Menyedari peluangnya untuk menikmati tubuh wanita montok itu tidak kesampaian,lelaki itu terus melancap laju,dengan harapan air maninya sempat menyembur keluar selagi tubuh montok yang sendat dibaluti pakaian-pakaian yang sendat itu masih di depan mata.Sambil dia berundur ke belakang akibat ditolak oleh Halimah,sambil itulah dia mengambil kesempatan untuk menjamu matanya sambil melancap memerhati tubuh seksi itu.

    Akhirnya memancut-mancut air mani lelaki itu terus ke perut,tundun lubang cipap dan peha Halimah.Habis bertompok baju t-shirt dan kain batik Halimah dengan lendir pekat lelaki tua itu.Halimah semakin geram,ditolaknya tubuh lelaki itu lebih kuat.Lelaki itu pun mengambil kesempatan menyimpan batang kotenya yang semakin mengecil kembail ke dalam seluar.

    “OK,saya keluar…!!!OK…terima kasih ye,Dik…!!!”kata lelaki tua itu sambil terus keluar dari rumah,sambil tangannya mengambil peluang meramas pinggul Halimah dan terus berlalu keluar dari situ.
    Halimah berdebar-debar.Selama ini disangkakan tubuhnya tidak menarik lagi,tetapi nampaknya dia silap.Rupa-rupanya masih ada orang yang mengharap untuk menikmati tubuhnya.Mungkin cara pemakaian yang harus dititikberatkan untuk menampilkan tubuhnya agar kelihatan lebih seksi.Jika sebelum ini,hanya baju kurung yang longgar selalu menyarung tubuhnya untuk keluar rumah,kini Halimah tahu,dia harus lebih berani mengenakan pakaian yang lebih mendedahkan kemontokan tubuhnya.Halimah terus masuk ke dalam biliknya,menanggalkan seluruh pakaiannya.Halimah berbogel mencari pakaian di dalam almari pakaian.Matanya tertumpu kepada sepasang kebaya Jawa yang terlipat kemas di almarinya.Itu baju yang dipakai sewaktu Meon masih kecil dahulu.Tak tahulah samada masih muat atau tidak.Dengan berhati-hati Halimah menyarungkan kain batik lepas itu di tubuhnya.

    “Hhhmmm…masih ketat jugak…!!!Tak la teruk sangat,selesa juga…!!!”bisik hati Halimah sambil memusing-musingkan tubuhnya bergaya di hadapan cermin.
    Bontot tonggeknya kelihatan sendat dibaluti kain batik lepas itu.Tundun lubang cipapnya semakin jelas ketembamannya bersama perutnya yang buncit.Kakinya dihulurkan ke hadapan.Kulit betisnya yang putih dan licin itu terserlah kelihatan dari belahan kainnya.Kainnya diselakkan lagi belahannya dan seluruh kakinya,dari hujung kaki sehingga ke peha jelas kelihatan.

    Kemudian Halimah memakai baju kebaya berwarna merah yang jarang dan bersulam bunga-bungaan itu.Agak sendat juga membalut tubuhnya tetapi masih boleh selesa dipakai.Halimah bergaya di depan cermin.Seluruh tubuhnya sendat dibaluti kebaya Jawa yang ketat.Bajunya yang jarang jelas mempamerkan coli hitam yang terikat di tubuhnya yang putih melepak.Lurah kedua-dua teteknya kelihatan jelas di celah bukaan dada baju kebaya itu.Baju kebayanya kelihatan singkat di paras pinggang,mendedahkan seluruh bentuk bontot tonggeknya yang tonggek dan besar itu terserlah kegebuannya di sebalik kain batik lepas yang sendat.Halimah kemudian terus keluar dari bilik dan menuju ke dapur.Ketika itu dia mendengar suara Meon memberi salam dan kelibat Meon masuk ke dapur mencuri tumpuannya.


    Meon terpaku melihat Emaknya Halimah itu bergaya sebegitu.Keberahiannya serta-merta bangkit dan segera dia memeluk tubuh Emaknya Halimah itu,kemudiannya terus saling berkucupan penuh bernafsu seks sambil tangannya meraba-raba seluruh pelusuk tubuh Emaknya Halimah itu.Halimah membiarkan segala perbuatan anaknya,dia suka diperlakukan begitu oleh anaknya.Halimah sedar,Meon tak tahan melihat dirinya berpakaian sebegitu,lalu dua pun terus berlutut di hadapan Meon.Batang kote Meon yang keras itu ditarik keluar dari seluar pendek yang Meon pakai.Halimah kemudiannya terus menghisap-hisap batang kote anaknya yang sedang bernafsu seks itu.

    Meon sungguh terangsang melihat Emaknya Halimah itu yang lengkap berbaju kebaya yang sendat itu sedang berlutut menghisap-hisap batang kotenya.Dia membiarkan sahaja Emaknya Halimah itu melahap-lahap seluruh batang kotenya.Batang kotenya terasa hangat keluar-masuk di mulut comel Emaknya Halimah itu.
    Halimah jugak sudah terangsang.Lalu dia terus bangun berdiri dan memeluk tubuh sasa Meon.Batang kote Meon yang keras dihimpit di perutnya yang lembut.Terasa kehangatan batang kote anaknya seolah-olah menyerap masuk ke daging dan lemak perutnya yang buncit.

    “Meon sayang pada Mak tak…???”tanya Halimah sambil tangannya mula merocoh-rocoh batang kote anaknya.
    “Sayang sangattttt…!!!Kenapa Mak pakai baju lawa-lawa macam ni…???”tanya Meon.
    “Hari ni hari istimewa,Sayang…!!!Mak rindu sangat kat Meon la,Sayanggg…!!!”kata Halimah.
    Mereka kembali saling berkucupan seperti sepasang kekasih.Masing-masing saling meraba-raba tubuh di antara satu sama lain dengan penuh bernafsu seks.Halimah yang tahu keinginan Meon kemudiannya terus menonggeng sambil berpaut di tepi meja makan.Bontot tonggeknya digelek-gelek menggoda.Meon kemudiannya terus menyelakkan kain batik lepas Emaknya Halimah itu dan terus menusuk batang kote kerasnya masuk jauh ke dalam lubuk lubang cipap gatal Emaknya Halimah yang sedang kebanjiran itu buat kali pertama pada hari tersebut ( kali secara keseluruhannya).Tangannya memegang pinggul Emaknya Halimah itu dan dia terus memacu sekuat hatinya.
    Terjerit-jerit Halimah kesedapan menikmati tubuhnya dan jugak lubang cipapnya dibelasah oleh anaknya dalam keadaan menonggeng di meja makan.Halimah kemudiannya melentikkan tubuhnya dan ini membuatkan Meon semakin tak boleh tahan.Tubuh Emaknya Halimah yang gebu dan sendat berbaju kebaya itu menggoncang keinginan nafsu seksnya.Batang kotenya semakin meleding keras mengembang pesat di dalam lubang cipap Emaknya Halimah itu.Nafasnya semakin terburu-buru seiring dengan peluh jantannya yang semakin timbul di dahinya.Akhirnya…

    Crrruuutttt…crrruuutttttt…memancut-mancut air mani Meon membanjiri liang lubang cipap Emaknya Halimah itu buat kali pertama pada hari tersebut ( kali secara keseluruhannya).
    Halimah kemudiannya terus mengemut-ngemutkan batang kote Meon dengan lubang cipapnya agar mereka menikmati saat-saat indah itu dengan lebih lama.Setelah selesai,mereka berdua kemudiannya terus bersarapan pagi bersama-sama.Selepas selesai bersarapan pagi,Meon kembali ke bengkel dan menyambung kerjanya,sementara Halimah pulak terus mengemaskan meja makan dan dapur.
    Tiba-tiba,kedengaran suara lelaki memberi salam.Dia kenal akan suara itu.Segera dia menuju ke pintu dapur.Terlihat suaminya Sidek tersenyum-senyum berjalan menuju ke arahnya dari kereta yang diletakkan di halaman rumah.
    “Eeehhh…Abang…!!!Ada apa-apa yang tertinggal ker,Bang…???”tanya Halimah sambil tersenyum ke arah suaminya.
    “Mesin gergaji tertinggal la,Mah…!!!Eeehhh… cantiknya Mah hari ni…???Kenapa ni…???”tanya Sidek sambil terus masuk ke rumah.
    “Alah…tadi Mah belek-belek baju-baju lama kat almari tu dan ternampak pulak la baju kebaya ni,tu yang Mah cuba pakai ni…!!!OK tak,Bang…???”tanya Halimah kepada suaminya.
    “Hmmm…OK jugak…!!!Tak tahan Abang tengok sarung nangka ni…!!!”kata suaminya sambil tangannya meraba perut dan tundun lubang cipap isterinya.
    Mereka berdua kemudiannya terus masuk ke dalam bilik.Halimah memulakan langkah mengucup bibir suaminya.Sidek tak tahan memeluk tubuh Halimah.Tangannya meramas setiap inci tubuh isterinya yang montok berlemak itu.Halimah terus menanggalkan seluar suaminya dan terus menangkap batang kote suaminya yang keras menegak.Dilancapkan batang kote suaminya sehingga Sidek menggeliat kesedapan.
    “Tolong hisap batang kote Abang ni,Mah…!!!”pinta Sidek kepada isterinya.
    Halimah menurut.Dia terus melabuhkan bontot tonggeknya di tepi katil.Sidek berdiri merapati isterinya.Batang kotenya yang keras itu didekatkan ke muka isterinya.Halimah kemudiannya terus mengulum-ngulum batang kote Sidek.Mulutnya menghisap-hisap batang kote Sidek dengan penuh perasaan,sehingga matanya terpejam menikmati batang kote lelaki yang keras menongkah mulutnya.
    “Ooohhh…sedapnya,Mahhh…!!!Hisap kuat lagi,Sayanggg…!!!”pinta Sidek penuh nafsu.
    Halimah semakin galak menghisap-hisap batang kote suaminya.Kepala takuk batang kote Sidek yang berkilat itu dinyonyot kuat.Sesekali lidahnya menyapu seluruh kepala batang kote Sidek dengan penuh bernafsu seks.Sidek tak tahan diperlakukan sebegitu.Dia benar-benar merasakan nikmat diperlakukan sebegitu.Halimah mahu Sidek puas di mulutnya.Dia mahu Sidek cepat-cepat pergi kerja.Lagi cepat Sidek meninggalkan rumah lagi bagus.Hatinya berdebar-debar jugak.Nasib baik Sidek balik bukan sewaktu dia dan anaknya sedang asyik berasmara dan saling melakukan hubungan seks sumbang mahram di dapur tadi.Jika tidak,pasti buruk padahnya.


    Sidek semakin tak tahan,hisapan dan kuluman Halimah di batang kotenya semakin laju dan menyedapkan.Bunyi air liur yang Halimah sedut menambah keberahian Sidek.Akhirnya,memancut-mancut air mani Sidek menyembur di dalam mulut Halimah.Halimah seperti biasa,meneguk setiap air mani yang ditakungnya.Berdegup-degup tekaknya meneguk air mani Sidek yang pekat dan kental itu.
    Sidek kepuasan,terduduk di tepi Halimah yang menyandarkan kepala di bahunya.Tangan Sidek sibuk meramas seluruh bontot tonggek Halimah.Halimah hanya membiarkan sahaja.
    “Abang,nanti tak terlewat ker nak pergi ke tempat kerja…???Dah pukul 10:00 pagi ni…!!!”kata Halimah.
    “Alah…sabar la,Sayang…!!!Kalau dapat lagi seround dua ker apa salahnya…!!!”kata Sidek sambil tangannya mula menjalar masuk ke belahan kain batik lepas Halimah.
    Tangan Sidek mengusap-usap peha Halimah yang licin dan gebu itu.Kemudian tangannya meraba bulu-bulu halus di tundun lubang cipap Halimah yang tembam dan seterusnya jarinya menjalar ke belahan kelengkang Halimah yang becak itu.

    Sidek bermain-main jarinya di lubuk lubang cipap Halimah.Halimah terangsang.Jari hantu Sidek masuk menerobos ke lubang cipap berahinya,sehingga diselaputi cairan yang licin dan melekit.Berulang-ulang kali Sidek menjolok lubang cipap Halimah dengan jarinya.Halimah hanya membiarkan penuh rela.Matanya terpejam menikmati lubang cipapnya dilancapkan suaminya.
    Sidek mengeluarkan jarinya dari lubang cipap Halimah,jarinya yang berlumuran dengan lendir itu dicium.Serta-merta mukanya berubah.
    “Mah,cuba bagitahu pada Abang macam mana boleh ada air mani kat dalam lubang cipap Mah ni…???”tanya suaminya dalam nada sedikit marah.
    “Alah…Abang ni,bukan ker itu air mani Abang sendiri…???Bukan ker pagi tadi kita main…???”kata Halimah sambil terus bangun berdiri melindungi lubang cipapnya dari disentuh lagi oleh Sidek.
    “Hey…mana ada…!!!Bila masa pulak Abang pancut lepas kat dalam lubang cipap Mah ni…???Bukan ker pagi tadi Mah yang mintak Abang pancut lepas kat dalam lubang bontot Mah tu…???Lebih baik Mah cakap,air mani siapa ni…!!!Jangan fikir Abang tak kenal baunya…!!!”marah Sidek.
    Halimah serta-merta kaget.Wajahnya pucat lesi,peluh dingin mula menitik di dahinya.Dia terlupa bahawa pada pagi itu dia sendiri yang menginginkan lubang bontotnya disetubuhi oleh batang kote suaminya.Halimah sudah tiada alasan lagi yang hendak diberikan.Dia terus diam membisu.

    “Mah…Abang tak sangka yang Mah sanggup berlaku curang kat belakang Abang…!!!Ini baru sekejap aje Abang tinggalkan…!!!Entah macam mana kalau dah kena tinggal berbulan-bulan lamanya nanti…!!!Abang kecewa sangat,Mah…!!!Abang sangat kecewa,Mah…!!!”herdik Sidek.
    “Baiklah,Abang nak Mah bagitahu sekarang jugak siapa punya kerja ni…???”tanya Sidek.
    Halimah diam.Walau mati pun dia tidak akan beritahu siapa punya angkara.Pasti teruk nanti kalau suaminya tahu itu adalah hasil hubungan seks sumbang mahram sulit antara dia dan anaknya,Meon.Sidek terus bertanyakan soalan yang sama,malah semakin keras.Namun setelah bosan dengan sikap Halimah yang membisu seribu bahasa.
    Akhirnya Sidek mengalah.Dia kemudian membawa masalah itu ke pengetahuan Pejabat Agama Islam Daerah.Akhirnya Halimah diceraikan dengan talak 1 bersaksikan hakim dan hak penjagaan anak diserahkan kepada Sidek.Di Mahkamah Syariah,Halimah hanya diam membisu tidak berkata-apa-apa.Hatinya bagai menanti detik kegembiraan yang sekian lama dinantikan.Selepas sah dirinya diceraikan,dia bagaikan terlepas dari belenggu.Shidah tidak lagi menetap bersamanya.Dia dijaga oleh neneknya,ibu mertuanya yang jugak ibu bekas suaminya,Sidek.Tetapi Meon mengambil keputusan untuk menetap bersama dengan Halimah atas alasan sudah lebih had umur penjagaan dan sudah bekerja serta mampu menjaga diri sendiri.Lebih-lebih lagi dia memberikan alasan supaya dapat menjaga Emaknya Halimah itu yang kini menjanda dan sendirian.
    “Meon,Abah nak cakap sikit…!!!”kata Sidek sambil menarik Meon ke satu sudut yang tiada orang di luar Mahkamah Syariah.

    “Abah nak kau jaga Mak kau tu baik-baik…!!!Shidah biar Abah yang jaga sebab Abah dapat hak untuk jaga dia…!!!Kau perhatikan sikit Mak kau tu…!!!Kalau kau nampak ada lelaki lain dengan dia,terpulang la pada kau nak pelupuh belasah sampai cacat ataupun mampus…!!!Aku dah tak ada hati lagi dengan Mak kau tu…!!!Tapi kalau dia cakap nak kahwin lagi,kau suruh dia kahwin cepat-cepat…!!!Faham tak…???”terang Sidek kepada Meon.
    Meon mengangguk tanda faham akan setiap permintaan ayahnya.Di hatinya berdebar-debar membayangkan bagaimanakah agaknya nanti bila hanya tinggal dia dan Emaknya Halimah itu sahaja yang hidup bersama.Malah ada jugak rasa bersalah di hatinya kerana akibat keterlanjurannya bersama dengan Emaknya Halimah itulah ibubapa dia bercerai-berai.Nasib baik ayahnya tak tahu air mani siapakah yang dipersoalkan lantaran Emaknya Halimah itu yang mengambil sikap tutup mulut dan berdiam diri demi melindungi hakikat sebenar hubungan seks sumbang mahram sulit mereka dua beranak.

    Sepanjang perjalanan pulang dari Mahkamah Syariah,Halimah yang membonceng di belakang Meon memeluk rapat anak bujangnya.Sesekali jika ada peluang,batang kote anaknya diusap-usap.Meon membiarkan sahaja perbuatan gatal Emaknya Halimah itu.Di bibirnya terukir senyuman kemenangan untuk memiliki Emaknya Halimah itu.Baginya,tiada perempuan lain yang mampu memberikan kenikmatan seks sehebat Emaknya Halimah itu.Malahan,baginya seluruh tubuh Emaknya Halimah itu sudah cukup lengkap dan sudah cukup seksi untuk dirinya.Meon sudah mula terfikir,apakah perkara pertama yang ingin dilakukan setibanya di rumah nanti.
    Halimah rapat memeluk Meon.Kedua-dua teteknya sengaja ditekan ke tubuh anaknya.Tangannya menyeluk kelengkang Meon sebaik sahaja mereka memasuki halaman rumah mereka.Rasa cintanya kepada Meon semakin meluap-luap.Perasaan Halimah ibarat seorang pengantin yang baru pulang dari bernikah.Tidak sabar-sabar lagi rasanya ingin mempersembahkan tubuhnya kepada maharaja yang masih muda dan gagah.Malah baru lepas memenangi tubuhnya di medan perang.


    Halimah kemudiannya terus membawa Meon masuk ke dalam bilik.Meon kemudiannya terus memaut pinggang Emaknya Halimah itu dan meramas-ramas bontot tonggek Emaknya Halimah yang lembut dan berlemak itu.Bibir mereka berdua kemudiannya terus mula memagut sesama sendiri setibanya di tepi katil di dalam bilik Halimah.Benteng yang selama ini menjadi pemisah untuk selalu bersama akhirnya runtuh sudah.Tiada lagi halangan,tiada lagi gangguan.Setiap masa dan setiap hari adalah detik bersama yang terlalu sukar untuk diucapkan.Bagaikan pengantin baru mereka berkelakuan sewaktu berdua-duaan di dalam rumah.Sampaikan sanggup Meon mengambil cuti seminggu demi menikmati peluang menyetubuhi tubuh dan lubang cipap seorang wanita yang hamper pencen,yang sentiasa ketagihkan batang kotenya dan benar-benar memuaskannya.
    Cukuplah masa seminggu,tubuh Meon yang sasa menjadi semakin susut,Halimah pulak sampai demam-demam.Semuanya gara-gara kemaruk menikmati setiap inci tubuh di antara satu samal lain.Maklumlah bagaikan pengantin baru.Terciptalah sebuah kasih sayang yang penuh bernafsu seks dan tidak kenal jemu,sepasang kekasih yang terlalu sebati laksana suami isteri,hidup di alam nan nyata bertopengkan watak sepasang ibu dan anak…

  • Video bokep Akari Asagiri dikerjaai tukang pijit ngentot anal

    Video bokep Akari Asagiri dikerjaai tukang pijit ngentot anal


    3920 views

  • Video Bokep Jepang Anne toket gede ngocok memek

    Video Bokep Jepang Anne toket gede ngocok memek


    2165 views

  • Foto Ngentot anal dengan gaya anjing oleh sepasang kekasih di kamarnya

    Foto Ngentot anal dengan gaya anjing oleh sepasang kekasih di kamarnya


    1978 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang ngentot anal dengan pacarnya yang berkontol gemuk didalam kamarnya diatas kursi dan juga ditempat tidurn

  • Kisah Memek Tergoda Lekuk Tubuh Indah Istri Temanku

    Kisah Memek Tergoda Lekuk Tubuh Indah Istri Temanku


    3127 views

    Duniabola99.com – Kami coba mengadu nasib di kota Kabupatenku dgn mengontrak rumah yg sangat sederhana. Beberapa bi&g usaha saya coba tekuni agar dapat menanggulangi keperluan hidup kami sehari-hari, namun hingga kami mempunyai 3 orang anak, nasib kami tetap belum banyak berubah.


    Kami masih hidup pas-pasan & bahkan harapanku semula untuk mempertebal kecintaanku terhadap istriku malah justru semakin merosot saja. Untung saja, saya orangnya pemalu & sedikit mampu bersabar serta terbiasa dalam penderitaan, sehingga perasaanku itu tidak pernah diketahui oleh siapapun termasuk kedua orangtua & saudara-saudaraku.

    Entah pengaruh setan dari mana, suatu waktu tepatnya Bulan Oktober aku sempatkan diri berkunjung ke rumah teman lamaku sewaktu kami sama-sama di SMA dulu. Sebut saja namanya Andik.

    Dia baru saja pulang dari Kalimantan bersama dgn istrinya, yg belakangan saya ketahui kalau istrinya itu adalah anak majikannya sewaktu dia bekerja di salah satu perusahaan swasta di sana. Mereka juga melangsungkan perkawinan bukan atas dasar saling mencintai, melainkan atas dasar jasa & balas budi.

    Sekitar pukul 16.00 sore, saya sudah tiba di rumah Andik dgn naik ojek yg jaraknya sekitar 1 km dari rumah kontrakan kami. Merekapun masih tinggal di rumah kontrakan, namun agak besar dibanding rumah yg kami kontrak.

    Maklum mereka sedikit membawa modal dgn harapan membuka usaha baru di kota Kabupaten kami. Setelah mengamati tanda-tanda yg telah diberitahukan Andik ketika kami ketemu di pasar sentral kota kami, saya yakin tidak salah lagi, lalu saya masuk mendekati pintu rumah itu, ternyata dalam keadaan tertutup.

    “Dog.. Dog.. Dog.. Permisi ada orang di rumah” kalimat penghormatan yg saya ucapkan selama 3 kali berturut-turut sambil mengetuk-ngetuk pintunya, namun tetap tidak ada jawaban dari dalam. Saya lalu mencoba mendorong dari luar, ternyata pintunya terkunci dari dalam, sehingga saya yakin pasti ada orang di dalam rumah itu.

    Hanya saja saya masih ragu apakah rumah yg saya ketuk pintunya itu betul adalah rumah Andik atau bukan. Saya tetap berusaha untuk memastikannya. Setelah duduk sejenak di atas kursi yg ada di depan pintu, saya coba lagi ketuk-ketuk pintunya, namun tetap tidak ada tanda-tanda jawaban dari dalam.

    Akhirnya saya putuskan untuk mencoba mengintip dari samping rumah. Melalui sela-sela jendela di samping rumahnya itu, saya sekilas melihat ada kilatan cahaya dalam ruangan tamu, tapi saya belum mengetahui dari mana sumber kilatan cahaya itu.


    Saya lalu bergeser ke jendela yg satunya & ternyata saya sempat menyaksikan sepotong tubuh tergeletak tanpa busana dari sebatas pinggul sampai ujung kaki. Entah potongan tubuh laki-laki atau wanita, tapi tampak putih mulus seperti kulit wanita.

    Dalam keadaan biji mataku tetap kujepitkan pada sela jendela itu untuk melihat lebih jelas lagi keadaan dalam rumah itu, dibenak saya muncul tanda tanya apa itu tubuh istrinya Andik atau Andik sendiri atau orang lain.

    Apa orang itu tertidur pula sehingga tersingkap busananya atau memang sengaja telanjang bulat. Apa ia se&g menyaksikan acara TV atau se&g memutar VCD porno, sebab sedikit terdengar ada suara TV seolah film yg diputar.

    Pertanyaan-pertanyaan itulah yg selalu mengganggu pikiranku sampai akhirnya aku kembali ke depan pintu semula & mencoba mengetuknya kembali. Namun baru saja sekali saya ketuk, pintunya tiba-tiba terbuka lebar, sehingga aku sedikit kaget & lebih kaget lagi setelah menyaksikan bahwa yg berdiri di depan pintu adalah seorang wanita muda & cantik dgn pakaian sedikit terbuka karena tubuhnya hanya ditutupi kain sarung. Itupun hanya bagian bawahnya saja.

    “Selamat siang,” kembali saya ulangi kalimat penghormatan itu.

    “Ya, siang,” jawabnya sambil menatap wajah saya seolah malu, takut & kaget.

    “Dari mana Pak & cari siapa,” tanya wanita itu.

    “Maaf dik, numpang tanya, apa betul ini rumah Andik,” tanya saya.

    “Betul sekali pak, dari mana yah?” tanya wanita itu lemah lembut.

    “Saya tinggal tidak jauh dari sini dik, saya ingin ketemu Andik. Beliau adalah teman lama saya sewaktu kami sama-sama duduk di SMA dulu,” lanjut saya sambil menyodorkan tangan saya untuk menyalaminya. Wanita itu mebalasnya & tangannya terasa lembut sekali namun sedikit hangat.

    “Oh, yah, syukur kalau begitu. Ternyata ia punya teman lama di sini & ia tak pernah ceritakan padaku,” ucapannya sambil mempersilahkanku masuk. Sayapun langsung duduk di atas kursi plastik yg ada di ruang tamunya sambil memperhatikan keadaan dalam rumah itu, termasuk letak tempat tidur & TVnya guna mencocokkan dugaanku sewaktu mengintip tadi


    Setelah saya duduk, saya berniat menanyakan hubungannya dgn Andik, tapi ia nampak buru-buru masuk ke dalam, entah ia mau berpakaian atau mengambil suatu hi&gan.

    Hanya berselang beberapa saat, wanita itu sudah keluar kembali dalam keadaan berpakaian setelah tadinya tidak memakai baju, bahkan ia membawa secangkir kopi & kue lalu diletakkan di atas meja lalu mempersilahkanku mencicipinya sambil tersenyum.

    “Maaf dik, kalau boleh saya tanya, apa adik ini saudara dgn Andik?” tanyaku penuh kekhawatiran kalau-kalau ia tersinggung, meskipun saya sejak tadi menduga kalau wanita itu adalah istri Andik.

    “Saya kebetulan istrinya pak. Sejak 3 tahun lalu saya melangsungkan pernikahan di Kalimantan, namun Tuhan belum mengaruniai seorang anak,” jawabnya dgn jujur, bahkan sempat ia cerita panjang lebar mengenai latar belakang perkawinannya, asal usulnya & tujuannya ke Kota ini.

    Setelah saya menyimak ulasannya mengenai dirinya & kehidupannya bersama Andik, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa wanita itu adalah suku di Kalimantan yg asal usul keturunannya juga berasal dari suku di Sulawesi.

    Ia kawin dgn Andik atas dasar jasa-jasa & budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta & kasih sayg yg mendalam, seperti halnya yg menimpa keluarga saya. Ia tetap berusaha & berjuang untuk menggali nilai-nilai cinta yg ada pada mereka berdua siapa tahu kelak bisa dibangun.

    Anehnya, meskipun kami baru ketemu, namun ia seolah ingin membeberkan segala keadaan hidup yg dialaminya bersama suami selama ini, bahkan terkesan kami akrab sekali, saling menukar pengalaman rahasia rumah tangga tanpa ada yg kami tutup-tupi.

    Lebih heran lagi, selaku orang pendiam & kurang pergaulan, saya justru seolah menemukan diriku yg sebenarnya di rumah itu. Karena senang, bahagia & asyiknya perbincangan kami berdua, sampai-sampai saya hampir lupa menanyakan ke mana suaminya saat ini. Setelah kami saling memahami kepribadian, maka akhirnya sayapun menanyakan Andik (suaminya itu).

    “Oh yah, hampir lupa, ke mana Andik sekarang ini, kok dari tadi tidak kelihatan?” tanyaku sambil menyelidiki semua sudut rumah itu.

    “Kebetulan ia pulang kampung untuk mengambil beras dari hasil panen orangtuanya tadi pagi, tapi katanya ia tidak bermalam kok, mungkin sebentar lagi ia datang. Tunggu saja sebentar,” jawabnya seolah tidak menghendaki saya pulang dgn cepat hanya karena Andik tidak di rumah.


    “Kalau ke kampung biasanya jam berapa tiba di sini,” tanyaku lebih lanjut.

    “Sekitar jam 8.00 atau 9.00 malam,” jawabnya sambil menoleh ke jam dinding yg tergantung dalam ruangan itu. Padahal saat ini tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 7.00 malam.

    Tak lama setelah itu, ia nampaknya buru-buru masuk ke ruang dapur, mungkin ia mau menyiapkan makan malam, tapi saya teriak dari luar kalau saya baru saja makan di rumah & melarangnya ia repot-repot menyiapkan makan malam.

    Tapi ia tetap menyalakan kompornya lalu memasak seolah tak menginginkan aku kembali dgn cepat. Tak lama sesudah itu, iapun kembali duduk di depan saya melanjutkan perbincangannya. Sayapun tak kehabisan bahan untuk menemaninya. Mulai dari soal-soal pengalaman kami di kampung sewaktu kecil hingga soal rumah tangga kami masing-masing.

    Karena nampaknya kami saling terbuka, maka sayapun berani menanyakan tentang apa yg dikerjakannya tadi, sampai lama sekali baru dibukakan pintu tanpa saya beritahu kalau saya mengintipnya tadi dari selah jendela. Ka&g ia menatapku lalu tersenyum seolah ada sesuatu berita gembira yg ingin disampaikan padaku.

    “Jadi bapak ini lama mengetuk pintu & menunggu di luar tadi?” tanyanya sambil tertawa.

    “Sekitar 30 menit barangkali, bahkan hampir saya pulang, tapi untung saya coba kembali mengetuk pintunya dgn keras,” jawabku terus terang.

    “Ha.. Ha.. Ha.. Saya ketiduran sewaktu nonton acara TV tadi,” katanya dgn jujur sambil tertawa terbahak-bahak.

    “Tapi bapak tidak sampai mengintip di samping rumah kan? Maklum kalau saya tertidur biasanya terbuka pakaianku tanpa terasa,” tanyanya seolah mencurigaiku tadi. Dalam hati saya jangan-jangan ia sempat melihat & merasa diintip tadi, tapi saya tidak boleh bertingkah yg mencurigakan.


    “Ti.. Ti.. Dak mungkin saya lakukan itu dik, tapi emangnya kalau saya ngintip kenapa?” kataku terbata-bata, maklum saya tidak biasa bohong.

    “Tidak masalah, cuma itu tadi, saya kalau tidur jarang pakai busana, terasa panas. Tapi perasaan saya mengatakan kalau ada orang tadi yg mengintipku lewat jendela sewaktu aku tidur. Makanya saya terbangun bersamaan dgn ketukan pintu bapak tadi,” ulasnya curiga namun tetap ia ketawa-ketawa sambil meman&giku.

    “M.. Mmaaf dik, sejujurnya saya sempat mengintip lewat sela jendela tadi berhubung saya terlalu lama mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Jadi saya mengintip hanya untuk memastikan apa ada atau tidak ada orang di dalam tadi. Saya tidak punya maksud apa-apa,” kataku dgn jujur, siapa tahu ia betul melihatku tadi, aku bisa dikatakan pembohong.

    “Jadi apa yg bapak lihat tadi sewaktu mengintip ke dalam? Apa bapak sempat melihatku di atas tempat tidur dgn telanjang bulat?” tanyanya penuh selidik, meskipun ia masih tetap senyum-senyum.

    “Saya tidak sempat melihat apa-apa di dalam kecuali hanya kilatan cahaya TV & sepotong kaki,” tegasku sekali lagi dgn terus terang.

    “Tidak apa-apa, saya percaya ucapan bapak saja. Lagi pula sekiranya bapak melihatku dalam keadaan tanpa busana, bapak pasti tidak heran, & bukan soal baru bagi bapak, karena apa yg ada dalam tubuh saya tentu sama dgn milik istri bapak, yah khan?” ulasnya penuh canda. Lalu ia berlari kecil masuk ke ruang dapur untuk memastikan apa nasi yg dimasaknya sudah matang atau belum.

    Waktu di jam dinding menunjukkan sudah pukul 8.00, namun Andik belum juga datang. Dalam hati kecilku, Jangan-jangan Andik mau bermalam di kampungnya, aku tidak mungkin bermalam berdua dgn istrinya di rumah ini. Saya lalu teriak minta pamit saja dgn alasan nanti besok saja ketemunya, tapi istri Andik berteriak melarangku & katanya,

    “Tunggu dulu pak, nasi yg saya masak buat bapak sudah matang. Kita makan bersama saja dulu, siapa tahu setelah makan Andik datang, khan belum juga larut malam, apalagi kita baru saja ketemu,” katanya penuh harap agar aku tetap menunggu & mau makan malam bersama di rumahnya.

    Tak lama kemudian, iapun keluar memanggilku masuk ke ruang dapur untuk menikmati hi&gan malamnya. Sambil makan, kamipun terlibat pembicaraan yg santai & penuh canda, sehingga tanpa terasa saya sempat menghabiskan dua piring nasi tanpa saya ingat lagi kalau tadi saya bilang sudah kenyg & baru saja makan di rumah. Malu sendiri rasanya.


    “Bapak ini nampaknya masih muda. Mungkin tidak tepat jika aku panggil bapak khan? Sebaiknya aku panggil kak, abang atau Mas saja,” ucapnya secara tiba-tiba ketika aku meneguk air minum, sehingga aku tidak sempat menghabiskan satu gelas karena terasa kenyg sekali.

    Apalagi saya mulai terayu atau tersanjung oleh seorang wanita muda yg baru saja kulihat sepotong tubuhnya yg mulus & putih? Tidak, saya tidak boleh berpikir ke sana, apalagi wanita ini adalah istri teman lamaku, bahkan rasanya aku belum pernah berpikir macam-macam terhadap wanita lain sebelum ini. Aku kendalikan cepat pikiranku yg mulai miring. Siapa tahu ada setan yg memanfaatkannya.

    “Bolehlah, apa saja panggilannya terhadapku saya terima semua, asalkan tidak mengejekku. Hitung-hitung sebagai panggilan adik sendiri,” jawabku memberikan kebebasan.

    “Terima kasih Kak atau Mas atas kesediaan & keterbukaannya” balasnya.

    Setelah selesai makan, aku lalu berjalan keluar sambil meman&gi sudut-sudut ruangannya & aku sempat mengalihkan perhatianku ke dalam kamar tidurnya di mana aku melihat tubuh terbaring tanpa busana tadi.

    Ternyata betul, wanita itulah tadi yg berbaring di atas tempat tidur itu, yg di depannya ada sebuah TV color kira-kira 21 inc. Jantungku tiba-tiba berdebar ketika aku melihat sebuah celana color tergeletak di sudut tempat tidur itu, sehingga aku sejenak membaygkan kalau wanita yg baru saja saya temani bicara & makan bersama itu kemungkinan besar tidak pakai celana, apalagi yg saya lihat tadi mulai dari pinggul hingga ujung kaki tanpa busana. Namun pikiran itu saya coba buang jauh-jauh biar tidak mengganggu konsentrasiku.

    Setelah aku duduk kembali di kursi tamu semula, tiba-tiba aku mendengar suara TV dari dalam, apalagi acaranya kedengaran sekali kalau itu yg main adalah film Angling Dharma yaitu film kegemaranku. Aku tidak berani masuk nonton di kamar itu tanpa dipanggil, meskipun aku ingin sekali nonton film itu. Bersamaan dgn puncak keinginanku, tiba-tiba,

    “Kak, suka nggak nonton filmnya Angling Dharma?” teriaknya dari dalam kamar tidurnya.

    “Wah, itu film kesukaanku, tapi saygnya TV-nya dalam kamar,” jawabku dgn cepat & suara agak lantang.

    “Masuk saja di sini kak, tidak apa-apa kok, lagi pula kita ini khan sudah seperti saudara & sudah saling terbuka” katanya penuh harap.

    Lalu saya bangkit & masuk ke dalam kamar. Iapun persilahkan aku duduk di pinggir tempat tidur berdampingan dgnnya. Aku agak malu & takut rasanya, tapi juga mau sekali nonton film itu.

    Awalnya kami biasa-biasa saja, hening & serius nontonnya, tapi baru sekitar setengah jam acara itu berjalan, tiba-tiba ia menawarkan untuk nonton film dari VCD yg katanya lebih bagus & lebih seru dari pada filmnya Angling Dharma, sehingga aku tidak menolaknya & ingin juga menyaksikannya. Aku cemas & khawatir kalau-kalau VCD yg ditawarkan itu bukan kesukaanku atau bukan yg kuharapkan.


    Setelah ia masukkan kasetnya, iapun mundur & kembali duduk tidak jauh dari tempat dudukku bahkan terkesan sedikit lebih rapat daripada sebelumnya. Gambarpun muncul & terjadi perbincangan yg serius antara seorang pria & seorang wanita Barat, sehingga aku tidak tahu maksud pembicaraan dalam film itu.

    Baru saja aku bermaksud meminta mengganti filmnya dgn film Angling Dharma tadi, tiba-tiba kedua insan dalam layar itu berpelukan & berciuman, saling mengisap lidah, bercumbu rayu, menjilat mulai dari atas ke bawah, bahkan secara perlahan-lahan saling menelanjangi & meraba, sampai akhirnya saya menatapnya dgn tajam sekali secara bergantian menjilati kemaluannya, yg membuat jantungku berdebar, tongkatku mulai tegang & membesar, sekujur tubuhku gemetar & berkeringat, lalu sedikit demi sedikit aku menoleh ke arah wanita disampingku yakni istri teman lamaku.

    Secara bersamaan iapun sempat menoleh ke arahku sambil tersenyum lalu mengalihkan pan&gannya ke layar. Tentu aku tidak mampu lagi membendung birahiku sebagai pria normal, namun aku tetap takut & malu mengutarakan isi hatiku.

    “Mas, pak, suka nggak filmnya? Kalau nggak suka, biar kumatikan saja,” tanyanya seolah memancingku ketika aku asyik menikmatinya.

    “Iiyah, bolehlah, suka juga, kalau adik, memang sering nonton film gituan yah?” jawabku sedikit malu tapi mau & suka sekali.

    “Saya dari dulu sejak awal perkawinan kami, memang selalu putar film seperti itu, karena kami sama-sama menyukainya, lagi pula bisa menambah gairah sex kami dikala sulit memunculkannya, bahkan dapat menambah pengalaman berhubungan, syukur-syukur jika sebagian bisa dipraktekkan.

    “Sungguh kami ketinggalan. Saya kurang pengalaman dalam hal itu, bahkan baru kali ini saya betul-betul bisa menyaksikan dgn tenang & jelas film seperti itu. Apalagi istriku tidak suka nonton & praktekkan macam-macam seperti di film itu,” keteranganku terus terang.

    “Tapi kakak suka nonton & permainan seperti itu khan?” tanyanya lagi.

    “Suka sekali & kelihatannya nikmat sekali yach,” kataku secara tegas.

    “Jika istri kakak tidak suka & tidak mau melakukan permainan seperti itu, bagaimana kalau aku tawarkan kerjasama untuk memperaktekkan hal seperti itu?” tanya istri teman lamaku secara tegas & berani padaku sambil ia mendempetkan tubuhnya di tubuhku sehingga bisikannya terasa hangat nafasnya dipipiku.

    Tanpa sempat lagi aku berfikir panjang, lalu aku mencoba merangkulnya sambil menganggukkan kepala pertanda setuju. Wanita itupun membalas pelukanku. Bahkan ia duluan mencium pipi & bibirku, lalu ia masukkan lidahnya ke dalam mulutku sambil digerak-gerakkan ke kiri & ke kanan, akupun membalasnya dgn lahap sekali.

    Aku memulai memasukkan tangan ke dalam bajunya mencari kedua payudaranya karena aku sama sekali sudah tidak mampu lagi menahan birahiku, lagi pula kedua benda kenyal itu saya sudah hafal tempatnya & sudah sering memegangnya.

    Tapi kali ini, rasanya lain daripada yg lain, sedikit lebih mulus & lebih keras dibanding milik istriku. Entah siapa yg membuka baju yg dikenakannya, tiba-tiba terbuka dgn lebar sehingga nampak kedua benda kenyal itu tergantung dgn menantang.

    Akupun memperaktekkan apa yg barusan kulihat dalam layar tadi yakni menjilat & mengisap putingnya berkali-kali seolah aku mau mengeluarkan air dari dalamnya. Ka&g kugigit sedikit & kukunyah, namun wanita itu sedikit mendorong kepalaku sebagai tanda a&ya rasa sakit.


    Selama hidupku, baru kali ini aku melihat peman&gan yg indah sekali di antara kedua paha wanita itu. Karena tanpa kesulitan aku membuka sarung yg dikenakannya, langsung saja jatuh sendiri & sesuai dugaanku semula ternyata memang tidak ada pelapis kemaluannya sama sekali sehingga aku sempat menatap sejenak kebersihan vagina wanita itu.

    Putih, mulus & tanpa selembar bulupun tumbuh di atas gundukan itu membuat aku terpesona melihat & merabanya, apalagi setelah aku memberanikan diri membuka kedua bibirnya dgn kedua tanganku, nampak benda kecil menonjol di antara kedua bibirnya dgn warna agak kemerahan.

    Ingin rasanya aku telan & makan sekalian, untung bukan makanan, tapi sempat saya lahap dgn lidahku hingga sedalam-dalamnya sehingga wanita itu sedikit menjerit & terengah-engah menahan rasa nikmatnya lidah saya, apalagi setelah aku menekannya dalam-dalam.

    “Kak, aku buka saja semua pakaiannya yah, biar aku lebih leluasa menikmati seluruh tubuhmu,” pintanya sambil membuka satu persatu pakaian yg kukenakan hingga aku telanjang bulat. Bahkan ia nampaknya lebih tidak tahan lagi berlama-lama meman&gnya.

    Ia langsung serobot saja & menjilati sekujur tubuhku, namun jilatannya lebih lama pada biji pelerku, sehingga pinggulku bergerak-gerak dibuatnya sebagai tanda kegelian. Lalu disusul dgn memasukkan penisku ke mulutnya & menggocoknya dgn cepat & berulang-ulang, sampai-sampai terasa spermaku mau muncrat.

    Untung saya tarik keluar cepat, lalu membaringkan ke atas tempat tidurnya dgn kaki tetap menjulang ke lantai biar aku lebih mudah melihat, & menjamahnya. Setelah ia terkulai lemas di atas tempat tidur, akupun mengangkanginya sambil berdiri di depan gundukkan itu & perlahan aku masukkan ujung penisku ke dalam vaginanya lalu menggerak-gerakkan ke kiri & ke kanan maju & mundur, akhirnya dapat masuk tanpa terlalu kesulitan.

    “Dik, model yg bagaimana kita terapkan sekarang? Apa kita ikuti semua posisi yg ada di layar TV tadi,” tanyaku berbisik.

    “Terserah kak, aku serahkan sepenuhnya tubuhku ini pada kakak, mana yg kakak anggap lebih nikmat & lebih berkesan sepanjang hayat serta lebih memuaskan kakak,” katanya pasrah. Akupun meneruskan posisi tidur telentang tadi sambil aku berdiri menggocok terus, sehingga menimbulkan bunyi yg agak menambah gairah sexku.

    “Ahh.. Uhh.. Ssstt.. Hmm.. Teeruus kak, enak sekali, gocok terus kakak, aku sangat menikmatinya,” demikian pintanya sambil terengah & berdesis seperti bunyi jangkrik di dalam kamarnya itu.

    “Dik, gimana kalau saya berbaring & adik mengangkangiku, biar adik lebih leluasa goygannya,” pintaku pa&ya.

    “Aku ini sudah hampir memuncak & sudah mulai lemas, tapi kalau itu permintaan kakak, bolehlah, aku masih bisa bertahan beberapa menit lagi,” jawabnya seolah ingin memuaskanku malam itu.

    Tanpa kami rasakan & pikirkan lagi suaminya kembali malam itu, apalagi setelah jam menunjukkan pukul 9.40 malam itu, aku terus berusaha menumpahkan segalanya & betul-betul ingin menikmati pengalaman bersejarah ini bersama dgn istri teman lamaku itu.


    Namun saygnya, karena keasyikan & keseriusan kami dalam bersetubuh malam itu, sehingga baru sekitar 3 menit berjalan dgn posisi saya di bawah & dia di atas memompa serta menggoyg kiri kanan pinggulnya, akhirnya spermakupun tumpah dalam rahimnya & diapun kurasakan bergetar seluruh tubuhnya pertanda juga memuncak gairah sexnya. Setelah sama-sama puas, kami saling berciuman, berangkulan, berjilatan tubuh & tidur terlentang hingga pagi.

    Setelah kami terbangun hampir bersamaan di pagi hari, saya langsung lompat dari tempat tidur, tiba-tiba muncul rasa takut yg mengecam & pikiranku sangat kalut tidak tahu apa yg harus saya perbuat.

    Saya menyesal tapi ada keinginan untuk mengulanginya bersama dgn wanita itu. Untung malam itu suaminya tidak kembali & kamipun berusaha masuk kamar mandi membersihkan diri. Walaupun terasa ada gairah baru lagi ingin mengulangi di dalam kamar mandi, namun rasa takutku lebih mengalahkan gairahku sehingga aku mengurungkan niatku itu & langsung pamit & sama-sama berjanji akan mengulanginya jika ada kesempatan.

    Saya keluar dari rumah tanpa ada orang lain yg melihatku sehingga saya yakin tidak ada yg mencurigaiku. Soal istriku di rumah, saya bisa buat alasan kalau saya ketemu & bermalam bersama dgn sahabat lamaku.

  • Kisah Memek Tante Ku Haus Akan Sex

    Kisah Memek Tante Ku Haus Akan Sex


    2807 views

    Duniabola99.com – Bocah kecil yg teriak minta susu itu yaitu sepupuku namanya Vero. Umurnya 5 th.. Mamanya kita sebut saja namanya mbak Vita. Mbak Vita adalah istri dari pamanku. Semestinya sich saya menyebutnya bibi tapi karna telah punya kebiasaan dari kecil saya menyebutnya mbak. Lagian dia juga gak keberatan jika kupanggil dengan sebutan mbak. Suami mba Vita atau pamanku bekerja diluar negeri cuma pulang satu tahun sekali. Mbak Vita tinggal dengan mertuanya yg tidak beda juga nenekku. Kebetulan saya juga tinggal dengan nenekku karna saya menginginkan bersekolah di Jawa. Sedang ke-2 orang tuaku tinggal di Jakarta.


    Saat itu umurku baru juga akan memijak 17 th.. Saya masih tetap sekolah SMA kelas 3 yg berada di kota Semarang. Hari itu kebetulan hari minggu jadi sekolahku libur. Pagi2 sekali nenekku telah pergi ke pasar. Automatis yg di tempat tinggal saya, mbak Vita serta anaknya. Nenek umumnya jika ke pasar tidak perbah sebentar.

    Saya serta mbak Vita sangatlah dekat, kami berdua sama-sama terbuka. Tapi saya tidak sempat berani macem2 sama dia. Jika berfikir macen2 sich tentu sempat hehehe.
    “Ma, mana susunya? ” celoteh Vero menagih susu yg dijanjikan mamanya.

    “Iya ini…tiap hari minum susu saja gak tau apa jika susu mahal” jawab mbak Vita sembari menyodorkan sebotol susu pada Vero.

    Memanglah Vero tiap-tiap bangun tidur serta sebelumnya tidur senantiasa minta susu. Kebetulan pagi itu saya baru usai sarapan pagi serta muncul keisenganku untuk bercanda pada mbak Vita.

    “Aku juga ingin susu donk mbak” kataku sembari menyodorkan gelas kepadanya.
    “Ini kan susu buat anak2…lagian anda juga telah gede minta susu” balas mbak Vita.
    “Emangnya jika telah gede gak bisa minum susu ya? ” tanyaku penasaran..
    “Bukannya gak bisa, tapi ini kan susu buat anak2” tegasnya.

    “Terus susu buat anak dewasa mana donk mbak? ” tanyaku coba memancing mbak Vita.
    “Ini” jawabnya singkat sembari menunjuk buah dadanya yg lumayan montok itu.
    Mendengar jawabnya jelas saja saya kaget, saya juga jadi malu karna tidak umumnya dia bercanda sampi segitunya.

    Sesungguhnya sich saya juga tau jika dia telah haus juga akan seks. Pikirkan saja sepanjang nyaris satu tahun tidak terkait tubuh dengan suaminya, siapa yang tahan. Kebetulan kamarku ada di lantai 2 pas diatas kamar mandi, serta lantai 2 cuma berlantaikan papan jadi saya seringkali iseng mengintip mbak Vita mandi dari lubang itu serta saya saksikan Mbak Vita begitu seringkali merangsang dianya di kamar mandi, umpamanya dengan meremas-remas toketnya sendiri serta mengelus-elus kemaluannya sendiri. Jadi dari itu saya ambil rangkuman bila dia seringkali terangsang.


    “He…kog bengong jadi ingin minum susu gak? ” tanyanya membuyarkan lamunanku.
    “Emangnya masih tetap keluar mbak? kan Vero telah 5 tahun” jawabku menetralkan kekagetanku.

    “Ga tau entar anda cobalah sendiri saja deh…” jawabnya sembari melaluiku menuju kamar mandi lalu berbisik manja di telingaku,
    “Pinta kamar mandi gak mbak kunci”
    Saat itu juga saya girang sekali, saya seringkali baca majalah porno serta kadang-kadang sempat juga lihat film porno dirumah rekanku. Saya seringkali berkhayal terkait tubuh dengan mbak Vita serta kelihatannya sebentar sekali lagi akan terwujud. Saya buka pintu kamar mandi perlahan-lahan serta kulihat mbak Vita tengah membelakangiku menggantung baju ganti yang juga akan dipakainya sesudah usai mandi. Dengan perlahan-lahan juga saya tutup pintu kamar mandi serta menguncinya tanpa ada nada.

    Mbak Vita mulai buka baju tidurnya tanpa ada membalikkan badannya. Kelihatannya dia tidak sadar bila saya telah ada didalam. Sesudah baju dilepaskan lalu tanganku menuju ke pengait BH-nya punya maksud menolong buka BH-nya. Dia kaget karna mendadak ada orang di belakangnya tetapi sesudah ketahui kalau yang di belakangnya yaitu diriku dia tersenyum serta membiarkan saya meneruskan aktivitasku. Sesudah BH-nya terbuka, lalu kulemparkan BH-nya ke tong tempat baju kotor.

    “Mbak, susunya bisa saya minum saat ini? ” tagihku padanya.

    Dia cuma mengangguk serta lalu membalikkan tubuhnya. Terlihatlah olehku dua buah toket yang sampai kini belum juga sempat saya saksikan dengan segera. Terlebih dulu saya cuma mengintip. Lalu dia menyodorkan toketnya kepadaku serta secara cepat saya sambar dengan mulut serta lidahku. Dia cuma mendesis tidak terang. Lumayan lama saya mengisap serta menjilat ke-2 toketnya buat dia selalu menggelinjang sembari menjambak rambutku. Toketnya kanan kiri dengan bertukaran jadi korban keganasan mulut serta lidahku.

    Mbak Vita lalu dengan perlahan-lahan buka kaosku serta tanpa ada kusadari kaosku telah lepas. Mungkin saja karna keasyikan nikmati toket kenyal punya mbak Vita. Sesaat tanganku yang kiri mulai meraba-raba perutnya sedang yang kanan meremas-remas toketnya samping kanan. Lidahku selalu mempermainkan putingnya samping kiri yang buat nafas Mbak Vita tidak teratur.


    Tanganku samping kiri mulai nakal dengan menyelinapkan jari-jariku ke celana tidurnya yang belum juga di buka. Tangan Mbak Vita juga tidak ingin kalah, dia juga mulai mencari-cari suatu hal di selangkanganku serta sesudah menemukannya dia pijat dengan lembut. Kemaluanku yang rasakan ada rangsangan dari luar celana makin meronta minta keluar. Mbak Vita yang telah memiliki pengalaman lalu buka reitsleting celanaku serta lalu melorotkannya ke bawah dengan memakai kakinya karna dia tidak dapat membungkuk sebab toketnya saat ini masih tetap ada dalam kekuasaanku.

    Demikian celana dalamku telah lepas, saat ini tangannya lebih nakal mulai mengocok perlahan-lahan batang kejantananku serta itu terang saja membuatku terbang tinggi, sebab baru kesempatan ini batang kejantananku dipegang oleh tangan seseorang wanita yang lembut. Desahan mbak Vita semakin jadi saat jilatanku turun ke perutnya serta bermain di sekitaran pusarnya serta lalu dengan sekali tarik celana tidurnya juga lepas serta saat ini di depanku berdiri seseorang wanita cuma dengan celana dalam krem yang bila di perhatikan lebih cermat dapat diliat transparan.

    Jilatanku makin turun ke bawah menuju ke kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu yang rapi tetapi karna telah basah tampak berantakan. Saya mulai menjilati liang kemaluannya dari luar CD-nya. Itu berniat kulakukan supaya dapat lebih merangsangnya. Serta nyatanya benar dia tidak sabar serta selekasnya turunkan CD-nya sendiri.

    Saya cuma tersenyum melihat ketidaksabarannya itu serta jilatan kulanjutkan sekali lagi tapi tetaplah belum juga menyentuh lubang kenikmatannya itu yang buat dia blingsatan dengan menggerakkan pinggulnya ke kiri serta ke kanan yang mempunyai tujuan supaya jilatanku berlanjut ke liang kemaluannya. Tampak kemaluannya telah banjir, karna tidak sempat rasakan cairan dari wanita jadi jilatanku merambah ke liang kemaluannya. Rasa-rasanya asin tapi dapat buat nikmat.

    Mbak Vita kembali mendesis keenakan,
    “Sssthh…aaahhh…terus Rikooo…” desahnya.
    Lidahkupun mulai bermain cepat. Selang beberapa saat badan Mbak Vita mengejang serta dibarengi dengan desahan panjang,
    “Ooooohhhh…nikmat sekali Rikoooo…aahhh…kamu benar-benar hebat…. ” rancunya menemani dianya menjangkau klimaksnya. Lalu dia juga duduk di lantai kamar mandi dengan perlahan-lahan. Sesudah senang dengan kemaluannya, saya kembali pada atas serta berusaha untuk melumat bibirnya. Bibir yang dari barusan mendesis tidak karuan itu lalu melumat bibirku yang barusan hingga di depannya. Lama kami sama-sama melumat sembari tangan kananku memainkan puting susunya serta tangan yang satunya sekali lagi mencari lubang kewanitaannya serta menekan-nekan klitorisnya yang pasti saja buat lumatan bibirnya makin jadi.


    Sembari berpagutan tangan mbak Vita kembali mencari batang yang barusan pernah dilepasnya karna kesenangan yang dia rasakan. Sesudah ketemu, lalu dia mulai mengocok kemaluanku yang sangatlah tegang serta jadi membesar sembari kadang-kadang menyeka sisi kepalanya yang telah keluarkan cairan bening kental.

    Lalu dengan perlahan kudorong kepalanya ke belakang supaya dia rebah ke lantai kamar mandi. Sesudah dia rebah, Mbak Vita mendorong dadaku lembut yang buat saya terduduk serta dia lalu bangkit kembali. Saya terperanjat, kukira dia sudah sadar dengan siapa dia tengah bermain, tetapi dengan saat itu juga keterkejutanku hilang sebab dia lalu dengan sikap merangkak memegangi kelaminku serta lalu dia memasukkan batang kontolku ke mulutnya.

    Merasa sangat nikmat sebab Mbak Vita begitu pintar memainkan kemaluanku didalam mulutnya. Saya dapat rasakan lidahnya bermain dengan lincahnya. Saya juga rasakan kepala kemaluanku dipermainkan dengan lidahnya yang lincah itu. Sesudah bermain lama dibawah situ, mulutnya lalu merambah ke atas menciumi perut, lalu dadaku serta lalu kembali pada mulutku, tetapi karna dia barusan melepas mulutnya dari kemaluanku, saya berupaya menghindar dari lumatan bibirnya serta coba supaya dia tidak tersinggung dengan mencium pipinya serta lalu telinganya.

    Tanganku lalu mengusap-usap selangkangannya serta terdengar dia berbisik kepadaku,
    “Masukan saat ini yuk Riko, mbak telah gak tahan sekali lagi nih”
    Lalu kurebahkan kembali badan mbak Vita di lantai kamar mandi. Kuguyur dia dengan segayung air serta satu gayung sekali lagi untuk disiramkan ke badan saya sendiri. Sesudah kami berdua basah, tangan kananku lalu meremas-remas toketnya sedang tangan kiriku memegang kejantananku menuju ke lubang sejuta kesenangan. Mbak Vita juga telah siap terima terjanganku dengan buka ke-2 kakinya supaya mempermudah batang kejantannanku masuk ke liang kewanitaannya.

    Dengan perlahan-lahan tapi tentu saya berusaha untuk memasukkan kontolku yang dari barusan telah tegak ke kemaluannya. Tetapi karna telah lama dia tidak tersentuh lelaki, buat kontolku agak sulit untuk menancapkannya. Sekian kali kudorongkan batang kontolku, tetapi agak sulit untuk berhasil, serta sesudah sebagian tusukan, pada akhirnya kontolku masuk dengan berhasil ke liang kewanitaannya.


    Cengkeraman liang kemaluannya benar-benar nikmat, karna waktu itu liang kemaluannya begitu sempit serta itu membuatku merem melek. Dengan pergerakan perlahan saya mulai menaik-turunkan pinggulku. Kulihat mbak Vita menggelinjang kesenangan hingga bola matanya hilang, serta dia juga meggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri serta ke kanan dengan maksud supaya semuanya ruangan di liang kemaluannya terjejali dengan kemaluanku yang telah mulai memompa. Tiap-tiap pompaan buat dia mendesah tidak karuan.

    Sesudah sebagian menit, dia lalu memelukku dengan erat serta membalikkan badanku serta badannya. Saat ini dia telah ada di atasku. Gantian dia yang menaik-turunkan pinggulnya menguber kesenangan yang tidak ada tara. Disamping itu tanganku yang telah bebas kembali memainkan toketnya serta mengusap-usap punggungnya.

    “Ooohhhh Rikoooo…. saya ingin keluuuaaarrr sayaaangg…” desahnya.

    Mendengar desahannya yang demikian seksi membuatku makin terangsang serta saya mulai rasakan ada suatu hal tenaga dalam yang menginginkan di keluarkan serta semuanya kelihatannya telah terkumpul di kejantananku.

    “Aku juga ingin keluar mbaaakk…aahhh…” desahku percepat pergerakan pinggulku dari bawah.
    “Kamu th. dahulu ya, agar mbak dahulu yg keluaarrr…” erangnya.

    Saya tahu tujuannya, suapaya saya tidak mengeluarkannya spermaku didalam memeknya, sebab dengan argumen apa pun saya tidak ingin sperma yang saya mengeluarkan ini jadi anak dari rahim bibiku sendiri. Saya berupaya untuk menahan, tidak lama kemudian merasa cengkeraman di kelaminku merasa kuat serta merasa hangat, badan Mbak Vita kembali mengejang.

    Bila saya tidak selekasnya mencabut kemaluanku dengan sedikit mendorong perut Mbak Vita, mungkin saja saya juga juga akan alami orgasme berbarengan dengan Mbak Vita. Untung saja saya sigap, tidak lama kemudian Mbak Vita terkulai lemas diatas badanku nikmati sisa-sisa kesenangan. Pahaku merasa hangat karna air maninya yang keluar dari liang kemaluan Mbak Vita.

    Kupeluk badannya serta membalikkan badannya karna saya belum juga terpuaskan. Saya kembali merangsang Mbak Vita dengan jilatan di sekitaran selangkangannya. Sesudah sekitar 3 – 4 menit Mbak Vita kembali terangsang serta menyuruhku untuk memasukan sekali lagi batang kejantannanku ke liang kewanitaannya. Tanpa ada ba-bi-bu sekali lagi, segera saya tancapkan kedalam kemaluannya.


    Kesempatan ini lebih gampang karna kemaluan kami berdua memanglah sudah licin. Sesudah memompa sebagian menit, saya kembali rasakan gelombang kesenangan serta dengan selekasnya saya mencabutnya serta mengocok-ngocoknya dengan tangan sendiri.

    Tetapi tidak diduga, Mbak Vita lalu menangkap kemaluanku serta menukar tanganku dengan tangannya serta lalu memasukkan kemaluanku kedalam mulutnya. SZungguh mengagumkan enaknya, terlebih permainan lidahnya membuatku tidak dapat bertahan lama serta pada akhirnya semuanya spermaku kukeluarkan didalam kuluman mulutnya.
    Dia seolah tidak ingin melepas kemaluanku yang tengah muntah serta dia mengisap habis semuanya muntahannya tanpa ada sisa.

    Sesudah saya rasakan pelumas dari dalam badanku habis, batang kemaluanku juga perlahan kembali mengecil. Lihat hal tersebut, Mbak Vita lalu melepas batang kemaluanku, serta tersenyum kepadaku. Lalu dia berbisik,
    “Riko terima kasih yah mbak senang sekali, mbak telah lama gak ngentot dengan pamanmu, kelak jika ada saat sekali lagi anda maukan puasin mbak sekali lagi? ” ucapnya manja.

    Dengan masih tetap terduduk di lantai saya mengangguk sembari tersenyum nakal pada Mbak Vita. Lalu kami juga mandi keduanya sama, sama-sama bersihkan diri serta kadang-kadang tanganku bergerak nakal menyentuh toketnya yang barusan pentilnya pernah mencuat.

    Sesudah peristiwa pertama itu, kami juga seringkali mengerjakannya di hari Minggu atau hari-hari libur di mana kondisi tempat tinggal tengah sepi. Terkadang di kamar mandi, terkadang di kamarnya.

    Tetapi sesudah sebagian bln. kami melakukanya, dia mendengar kalau suaminya yang diluar negeri telah menikah sekali lagi serta dia juga mengambil keputusan untuk kembali pada tempat tinggal orang tuanya di Jakarta. Serta sesudah kepergiannya atau lebih persisnya kepulangannya ke Jakarta saya tidak sempat mendengar beritanya sekali lagi hingga saat ini.

  • Kisah Memek Rayuan Threesome

    Kisah Memek Rayuan Threesome


    8068 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Rayuan Threesome ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2018.

     

    Duniabola99.com – Kali ini menceritakan pengalaman Sex pribadi dari seorang Pria bernama Dika pada saat dia masih kuliah dulu. Sungguh mujur sekali Dika ini, dalam satu tempo Dika bisa memperawani 2 gadis yang berstatus adik kakak ini. Kisah ini bisa terjadi ketika dika berkunjung dikos pacarnya yang bernama Lidya. Karena ketika itu mereka hanya berdua dikosan Lidya, maka terjadilah hubungan sex antara mereka berdua.Saking asiknya mereka melakukan hubungan sex, tidak diduga kakak dari Lidya datang dan mempergoki mereka yang sedang berhubungan sex. Singkat cerita kakak Lidya akhirnya-pun terjerat rayuan oleh dika dan merekapun melakukan hubungan sex threesome. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


    Sebut saja namaku Dika, aku akan membagikan yang pastinya seru dan dijamin bikin para pembaca sekalian Horny, hhe. Usiaku sekrang 30 tahun, aku Pria berkulit putih bersih, berpostur tubuh biasa ( tidak kurus dan tidak gemuk ). ini adalah pengalaman pribadiku. Ketika aku kuliah di Solo aku mempunyai pacar yang berasal dari Jambi, dia bernama Lidya ( nama samaran). Aku memanggilnya dengan panggilan sayang Beby.

    Saat itu dia masih sekolah di salah 1 SMU di Yogyakarta. Sebenarnya Lidya ini anaknya lugu dan baik hati. Namun dibalik keluguan Lidya itu, dia mempunyai nafsu sex yang luar biasa. Ketika itu setiap weekend aku selalu menyempatkan untuk mengunjungi Beby di kos-nya. Sebenarnya Kos-kosan Beby ini mempunyai aturan yang cukup ketat, soalnya kos-kosan Beby ini adalah kos khusus putri. Aturan kunjungan tamu pada siang hari dibatasi jam 09.00-12.00 dan lanjut sampai 16.00 s/d 21.00.

    Pada hari minggu saat aku ke berkunjung kekosan Beby waktu menunjukan pukul 11.00, secara aturan aku hanya mempunyai waktu 1 jam di Kosannya dong. Walaupun ketat aturannya tapi teman yang bermain boleh masuk ke kamar dengan catatan pintu tidak boleh ditutup rapat rapat. Waktu 1 jam itu aku manfaatkan dengan baik untuk mencumbunya.

    Bahkan aku menjelajahi sekujur tubuhnya dari ujung rambut sampai kakinya, kami saling bergumul bak berkelahi saja. Kebetulan tempat tidurnya tepat di belakang pintu kamar. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 1 siang, terpaksa kami hentikan permainan yang tanggung itu. Dan dengan berat hati kami berbenah ruangan yang sudah seperti kapal pecah.
    “ Mas Dika ke Kosnya Toni ya? ” tanya dia sambil membetulkan kancing bajunya.
    “ Iya Beb, emang kamu mau ikut ? ” tanyaku.
    “ Nggak ah Mas, Cuacanya panas banget soalnya, ” jawabnya,
    Kemudian sejenak kami saling mepandang seolah tidak terima dengan perpisahaan yang sesaat itu, dan tiba-tiba Beby-pun berkata,
    “ Emmm. Mendingan Mas nggk usah ke kos Toni deh Mas, Mending kita bobok siang bareng disini aja, gimana ??? ” pintanya,
    “ Emm gimana ya kan ketat disini aturanya ? ”
    “ Udah kita cuek aja Mas, kita kunci aja kamar dari dalam, biar Ibu Kos gak tahu! anggap aja Beby lagi tidur-kan beres? ” ucapnya,
    “ Ha Gila lu Beb ! ” kataku pendek.


    “ Mas Dika kan juga capek baru dari Solo, ntar di Kos Mas Toni gak bisa istirahat, paling juga bengong! ”
    Aku terdiam sejenak, benar juga yah ( pikirku).
    “ Benar nih gak takut sama Ibu kos? ”
    “ Siapa takut. ”
    “ Okelah, tapi ntar aku tak ke kamar mandi sebentar ”
    Sepulang dari kamar mandi kulihat dia udah ganti pakaian tidur dengan lengan terlihat mulus, kuning kecoklat coklatan.
    “ Beby tutup pintunya ya Mas… ”
    “ Hemmm… ”

    Kubaringkan badanku di kasur yang empuk, dan dia di sampingku sambil memelukku seolah tak mau kehilangan aku.

    “ Aduh… ” tiba tiba aja dia bergumam.
    “ Ada apa? ”
    “ Kurang ajar nih semut gigit paha Beby ” ujarnya sambil menyingkap daster bawahnya.
    “ Wah bener kurang ajar tuh semut gua aja belum pernah gigit paha Beby kok dia udah duluan… ”
    “ Emang mau gigit, tapi abis gigit mesti mati ya… Hi… Hi… ”
    “ Tu kan Mas, jadi merah… Emang kurang ajar semut itu! ”
    “ Sini Mas Dika cium biar sembuh… ” jawabku layaknya orang pacaran yang sok pahlawan.
    “ Gombal… ”
    Sambil iseng aku lihat pahanya yang digit semut itu dan, mantap… Mulus juga nih paha batinku. Aku usap paha itu dengan lembut beberapa kali, dan tiba tiba saja aku cium paha itu.
    “ Iihh geli Mas… ” Suara itu membuat ku birahi!
    “ Geli apa enak? ” bisikku, tanganku mulai menggerayangi buah dadanya.
    Dia diam saja, tanganku mulai kuselipkan dibalik bajunya dan menggerayangi pentilnya yang sudah mulai mengeras. Sementara tangan kiriku mulai menyelinap dibalik celana dalamnya dan kugesek gesek kan pada Kewanitaan-nya.


    Kusingkapkan dasternya keatas sehingga terlihat jelas gundukan Kewanitaannya di balik celana putihnya. Dia diam saja. Sedikit demi sedikit mulai aku tarik celana dalamnya ke bawah.
    “ Ayo terus kalau berani… ” tiba tiba aja dia berkata, aku sempat kaget dengan celetukannya itu.
    Dalam sekejap saja sudah aku telanjangi dia, mulus! Tanpa banyak acara lagi aku juga ikut telanjang, aku gesek gesekkan Kejantananku ke Kewanitaan-nya. Nikmat rasanya, tapi aku tak berpikir yang lain cukup gesek-gesek saja.
    Sambil bercanda dia bilang,
    “ Ayo kalau berani dimasukkan Mas ”.
    “ Gila kamu… ”
    “ Hi… Hi… Takut ya… ”
    “ Emang kenapa takut? ”
    “ Coba aja… ”

    Aku tahu dia cuma bercanda karena selama ini kita pacaran memang sangat berhati hati. Tapi dia terus mengejekku… Akhirnya tergoda juga aku. Aku masukkan helm Kejantananku ke Kewanitaannya yang jelas sudah basah kuyup, tapi aku masih ragu. Tapi terasa sangat hangat dan luar biasa… Aku masukan sedikit lagi dan hampir separuh Kejantananku sudah masuk.

    “ Mas jangan… Ingat ya… Jangan… ” katanya
    “ Kenapa… Kamu takut ya… ”
    “ Jangan Mas, keluarkan ” pintanya pelan.
    Aku terus menggesek gesekannya, nikmat rasanya! Tiba tiba saja dia menggeserkan pantatnya ke samping dan mendorong pahaku. Kejantananku terlepas, kami saling berpandangan sejenak.
    “ Mulai nakal ya? ”
    “ Habis ditantang sih… ”
    Dia mencium lembut bibirku, aku balas dengan lembut dan kami saling berpelukkan erat, aku ciumi leher dan telinganya, dia mulai menggeliat aku terus menyerangnya perlahan lahan aku cumbu buah dadanya dan terus aku merayap ke bawah sampai Kewanitaan-nya.
    Bau anyir yang merangsang keluar dari Kewanitaan nya, aku jilati Kewanitaannya, dia menggeliat nikmat, matanya terpejam. Aku semakin rakus melahapnya dan aku masukkan lidahku ke dalam Kewanitaannya. Dia menggeliat.
    “ Uuuhhhh… Enak Mas ”, Aku tambah semangat.
    “ Terus Mas… Enak… ”
    Aku lepas mulutku dan aku ganti dengan Kejantananku. Nafsu besar dan nikmat yang aku rasakan membuat ku tak sabar memasukkan Kejantananku.
    “ Aduh… Pelan pelan Mas ”
    “ Ya… ”


    Separuh Kejantananku sudah masuk, tapi susah sekali masuk lebih dalam. Aku tarik sedikit masuk lagi, mudur masuk, Mundur, Masuk tak terasa hampir masuk semua Kejantananku ke Kewanitaan-nya. Aku remas buah dadanya sambil aku ciumi lehernya, dia terlihat merem melek merasakan nikmatnya Kejantananku. Tiba tiba saja ada yang menarik Kejantananku dari dalam Kewanitaannya dan nikmat sekali…

    “ Akh… Enak sekali sayang… ”
    “ Tekan Mas… Tekan lagi… Pelan pelan… ”
    Aku merasakan Kejantananku keras dan terasa membesar didalam Kewanitaan Beby, aku sodokkan Kejantananku dengan pelan tapi pasti, dan semakin terasa ada yang menarik narik Kejantananku di dalam Kewanitaan.

    “ Aaaahhhh… Sakit Mas… Enak Mas… Terus… Terus… ”
    Erangan itu membuat aku semakin mengencangkan pelukanku terhadap dia, aku peluk dia erat-erat dan dia juga memelukku erat sekali sambil menahan sakit tapi enak…
    “ Uuuhhh… ” desis dari mulutnya sambil mengejang sekujur tubuhnya.
    “ Ehmmhh… ” badanku juga terasa mengejang nikmat sekali sperma ku kelar dengan deras memasuki Kewanitaannya.

    Terasa hangat Kejantananku, nikmat dan tak terucapkan dengan kata kata hanya erangan nikmat dari mulut kami berdua. Tiba tiba aku merasakan cairan hangat merampat di pahaku, aku terkejut bukan main. Aku tarik Kejantananku dari Kewanitaan Beby. Mataku terbelalak melihat cairan itu. Darah!
    “ Beb… ”

    “ Mas… Apa yang kita lakukan? ” Pandangannya juga nampak kaget.
    “ Maaf Beb… ” kataku.
    Tiba tiba saja Beby memelukku erat erat.
    “ Beby sayang Mas Dika ”
    “ Mas Dika juga sayang Beby ”
    Aku rebahkan dia di kasur yang empuk, kami saling berpandangan.
    “ Beby gak menyesal kok Mas, Beby senang ”, Ah, lega rasanya mendengar kata kata itu.
    Tok… Tok… Tiba tiba saja pintu di ketok! Kami kaget bukan main, bingung mau apa.
    “ Beb… Buka… Tidur ya… ”
    Kami tak bergerak cuma saling pandang, pelan pelan kami mengambil baju masing masing.
    “ Itu Teteh ”
    “ Diam aja Mas, pura-pura tidur gak dengar! ”
    “ Beb, Teteh pinjem hairdryer ”


    Badan ini rasanya panas dingin, kami tidak berani memakai baju karena takut berisik.
    “ Ceklek… ”
    Tiba-tiba saja pintu terbuka, ternyata Teteh punya juga kunci kamar Kos Beby yang memang berdampingan. Rasanya dunia mau runtuh saat itu.
    “ Beb… Mas… ”
    Teteh seolah tak percaya apa yang dilihatnya. Cepat cepat Teteh masuk dan mengunci kamar Beby, dan Teteh siap mengadili kami berdua yang masih telanjang.
    “ Apa apaan ini? ” Sambil melirik tempat tidur yang berantakan dan ada noda darah keperawanan Beby.

    “ Teh… Maaf kan saya Teh ” ucapku pelan.
    “ Saya yang bersalah Teh, bukan Beby ”
    “ Kenapa Mas Dika lakukan? Teteh udah percaya sekali ama Mas Dika! ” sambil meneteskan buliran air mata kekecewaan.

    “ Maaf Teh… ”
    Tiba tiba saja Teteh memelukku yang masih telanjang! dan Kejantananku menyentuh tubuhnya yang lebih kecil dari Beby. Pelukkan erat Teteh membuat Kejantananku berdiri lagi, dan aku bingung.
    “ Celaka nih, tegang lagi ”

    Beby pun ikut memeluk kami yang masih berpelukkan, buah dada Beby membuat aku tambah merangsang. Aku beranikan mencium bawah telinga Teteh yang masih terisak di pelukkanku. Harum juga karena Teteh memang baru selesai mandi. AKu tambah terangsang dan aku ciumi leher Teteh. Sedikit aku merasakan gerakan Teteh yang ternyata dia juga terangsang dengan ciumanku.

    ditambah posisi telanjangku dan Kejantananku yang menempel di sekitar pusar Teteh. Aku coba kencangkan pelukanku terhadap Teteh, sementara aku ganti mencium Beby yang juga memeluk Teteh, Beby menyabut ciumanku dengan lahapnya sementara Teteh yang ada dalam pelukan kami berdua pada posisi ditengah karena memang Beby memeluk Teteh dari belakang dan saya dari depan.

    Tak ayal Teteh cuma menggeliat diantara kami, tanganku turun kebawah ke arah pantat Beby yang tepat dibelakang Teteh. Aku tarik pantat Beby ke depan sehingga mendorong tubuh Teteh lebih merapat ketubuhku dan menjepit Kejantananku. Aku goyangkan pantat Beby perlahan lahan dengan harapan badan Teteh juga ikut bergoyang, dan harapanku itu terpenuhi.


    Badan Teteh bergoyang menggesek gesek Kejantananku, tangannya bertambah erat memelukku. Tiba tiba saja Mulut Teteh mulai menyerang leherku, rupanya dia juga gak tahan melihat aku dan Beby semangat berciuman. Tanganku mulai berani meraba buah dada Teteh dan Teteh tidak menolak bahkan seolah olah menikmatinya.

    Mata Beby memandangku dengan sorot tajam seolah melarang aku meraba kakaknya itu tapi aku pura-pura tidak melihat. Perlahan tanganku aku turunkan dan meraba Kewanitaan Beby dengan tangan kanan, dan tangan kiriku mulai merayap dibalik CD Teteh. Aku lihat Beby menikmati tanganku yang sudah meremas Kewanitaan nya, dia terlihat memejamkan matanya.

    “ Wah kesempatan bagus nih untukku ” batinku,
    Kewanitaan Teteh pun tak lepas dari tangan kiriku dan Teteh juga menikmatinya. Teteh sedikit melorotkan badannya dan mencium pentil susuku yang kecil dan dia terus bergerak ke bawah sambil meremas Kejantananku.

    Dan sesaat Teteh sudah sibuk dengan mulutnya menikmati Kejantananku. Teteh mendorong badanku hingga aku terjatuh di spring bed, Beby pun mendahului Tetehnya memegang Kejantananku seolah dia tak rela Kejantananku di jamah Tetehnya.

    Beby langsung memasukkan Kejantananku kedalam Kewanitaannya yang sudah basah dan sedikit noda darah masih ada, sementara Teteh harus puas melahap mulutku. Beby begitu semangat mengenjot Kejantananku dengan gerakan naik turun sambil mengerang kenikmatan.

    “ Ouhh… Ahhhh… ”
    Beby mengeluh sambil badanya mengejang, rupanya dia sudah keluar lagi.
    Teteh yang melihat Beby sudah klimaks memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil posisi mengarahkan mulutnya ke Kejantananku dan Kewanitaannya diarahkan ke mulutku, ketika itu posisiku dan posisi Teteh saling berlawanan.

    Kaki Teteh menjepit kepalaku sehingga aku dengan jelas melihat Kewanitaan Teteh yang dipenuhi rambut tipis disekelilingnya. Sementara Beby ada disamping kami berdua sambil meremas remas sendiri buah dadanya. Aku jilati Kewanitaan Teteh yang masih wangi karena habis mandi, aku masukan lidahku menyentuh dalam Kewanitaannya dan Teteh menikmatinya.

    “ Enak Mas… Terus… ”
    Hampir saja aku tidak bisa bernafas karena Teteh menekankan Kewanitaannya ke wajahku, aku dorong sedikit pantatnya supaya aku bisa bernafas. Aku balikkan badan Teteh, sehingga saat ini posisiku diatas Teteh.

    Aku tidak mau berlama lama melakukan oral sama Teteh, langsung saja aku masukkan Kejantananku ke Kewanitaan Teteh yang ternyata juga cukup kecil buat Kejantananku. Teteh agak kesakitan tapi tidak protes.
    “ Uhhh… Ssss… Aaaahhh… ”

    Akhirnya Kejantananku bisa masuk hampir semuanya, dan Teteh merasa kesakitan dan menggeser sedikit pantatnya kesamping tapi tetap aku buru ke samping sambil sedikit menggoyangnya.
    Kedua kaki Teteh diangkat menjepit pantatku seolah-olah dia ingin memasukkan Kejantananku lebih dalam lagi, aku berusaha memasukkan pelan pelan dan agaknya lebih lancar karena Kewanitaan Teteh sudah basah kuyup. Kaki Teteh menjepitku tambah kencang dan aku juga coba peluk Teteh lebih kencang.

    “ Sssss…. Aaahhh… ”
    Teteh melenguh dan nafasnya tersengal-sengal, ternyata dia mengalami puncak kenikmatan, aku rasakan badannya mengejang dan jepitan kakinya membuatku tak bisa bernafas tapi aku biarkan dia menikmati kenikmatan itu.


    Sedikit demi sedikit jepitan kaki dan pelukan Teteh mulai lepas, giliranku sekarang untuk menikmati kenikmatan bersama Teteh. Aku balikkan badan Teteh dan aku masukkan Kejantananku dari belakang dengan gaya anjing aku coblos Kewanitaan Teteh.

    So wow… sungguh nikmat sekali ternyata dengan gaya ini, aku menikmati sekali gaya ini. Kejantananku keluar masuk ke Kewanitaan Teteh seolah tak ingin berhenti apalagi diiring desahan Teteh yang pelan tapi sangat membuatku bernafsu. Hampir lima menit Kejantananku keluar masuk ke Kewanitaan Teteh dan akhirnya,

    “ Aaahhh… Nikmat Teh… ” badankupun mengejang nikmat,
    Aku peluk Teteh dari belakang sambil menikmati klimaksku. Kejantananku terasa membesar saat itu dan aku coba masukkan lebih dalam Kejantananku ke Kewanitaan Teteh. Tiba tiba saja terdengar suara seperti air tumpah. Aku kaget tapi bersamaan suara itu kenikmatan yang jauh lebih nikmat dari sebelumnya! Aku kaget sekali saat aku rasakan ada air hangat mengalir di antara Kejantananku.

    “ Jangan jangan… ”
    Cepat cepat aku keluarkan Kejantananku dari Kewanitaan Teteh, hah… Benar dugaanku. Darah! Ternyata Teteh juga masih perawan! berarti dalam 3 jam aku dapat dua perawan! Kakak Adik lagi!
    “ Hebat! ” dalam batinku. Ternyata aku laki laki paling beruntung dapat perawan 2 sekaligus!
    Tak kusadari aku lihat Beby disampingku meneteskan air Mata dan memejamkan matanya yang sudah sembab! Aku baru sadar ternyata adeganku dengan Teteh dilihat tanpa sensor oleh Beby! Pacarku! Dan adegan itu aku lakukan dengan kakaknya! Teteh! Saat itu aku gak tahu harus berbuat apa! Aku hanya memeluk Beby dan Teteh keluar dari kamar meninggalkan kami tanpa sepatah katapun.


    Hari hari berikutnya aku selalu membagi spermaku untuk mereka berdua untuk Beby dan Teteh, tapi saat itu aku selalu beranggapan Beby pacarku dan Teteh adalah selingkuhanku! Semua ini aku jalani dari tahun 2012 sampai 2013. Karena sejak tahun 2013 kami putus.
    Saat ini Beby dan Teteh sudah menikah, demikian juga dengan aku. Beby dapat suami orang Magelang dan Teteh dapat tetangganya di Palembang. Walaupun begitu Aku masih sering melakukan sex by phone dengan Beby paling tidak seminggu sekali dan sex di hotel sebulan sekali. Kami masih bisa menikmatinya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Pasutri.

  • Kisah Memek Dengan Pramugari Seksi

    Kisah Memek Dengan Pramugari Seksi


    2686 views

    Duniabola99.com – Waktu itu aku sedang dalam sebuah perjalanan menuju US atau amerika untuk keperluan bisnis. Mungkin ini keberuntungan ku kali ya, karena aku dilahirkan menjadi anak orang kaya dan mengurusi bisnis yang diluar negri sehingga aku sering pergi ke luar negri untuk tujuan bisnis, saat itu aku duduk di sebuah kursi bisnis, tak lama setelah aku merasa bosan terbang, karena waktunya sangat lama kudengar suara merdu di telingaku..

    ” Excuse me, sir… ” sebuah suara halus menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis sedang tersenyum padaku.
    ” Are you from upper deck? ” Aku mengangguk, ” Yeah… why? ” aku mengintip name tag di dadanya.

    Yufairana Sastri… wah nama indonesia nih ! ” I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time… ” jawabnya dengan sopan.

    ” Dari Indonesia ya kamu? ” todongku.
    ” Lho… iya ! Bapak dari Indo juga? ” tanya lagi.
    ” Uh kok Bapak sih… belum juga tua, kok dipanggil Bapak… panggil nama aja… aku Joe… ”
    ” Oh… saya Faira… Bapak eh… kamu mau ke LA ya? ” kemudian kami ngobrol ngalor ngidul selama tigapuluh menit. sbo303

    Ia sudah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum punya pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lalu tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan sementara mereka mengobrol, aku mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

    ” Yah… aku ditinggal sendiri deh, hehe… ” katanya setelah temannya pergi. ” Lho, kenapa? ” ” Jam istirahat… tadi aku uda istirahat 3 jam… dan habis ini giliran shift kedua istirahat. mestinya berdua-berdua, tapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam lagi baru balik. Untung aja gak penuh… ”

    ” Oh… gitu… ya… gapapa deh… aku temani… aku bosen banget dari tadi di atas… sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi… ”

    Faira tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan aku mulai meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali seperti orang Jepang. ” Kamu beneran nih belum punya cowok?” tanyaku iseng.


    ” Lagi ga ada… soalnya cowok terakhir membosankan banget. Dia ga fun dan old fashion… ” Lalu ia mulai bercerita tentang mantannya yang masih menganut adat kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita.

    ” Maaf ya, aku kok jadi cerita kayak gini… hihi… habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik sama aku ya… mungkin aku terlalu jelek ya… ” katanya menerawang.

    ” Gak, kok… kamu cantik banget… dan… ” aku menatap matanya, ” seksi… bodi kamu seksi banget. Daritadi aku membayangkan bodi kamu di balik seragam itu… ” tambahku dengan berani. Mungkin aku mulai mabuk karena dua gelas white wine.

    ” Masa? Kamu boong ya… Joe… aku kan ga seksi. Toket ku aja cuma 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh… ” Aku menatapnya dengan penuh napsu. 34B, boleh juga… ” Kalau kamu kasi aku kesempatan, aku mungkin bisa menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak… ” tantangku.

    Faira tampak terkejut. Tapi ia lalu melihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku ,” Beneran nih? ” ” Sumpah… ” Lalu Faira si pramugari hot memberi isyarat agar aku mengikutinya.

    Ia lalu mulai berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin karena suara mesin.

    Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia memakai bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu.

    ” Faira… kamu seksi banget… ” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Faira membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet.

    Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Faira mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Aku lalu berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya.

    Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak amat seksi. ” God, u re so sexy, baby… ” bisikku di telinganya.

    Lalu tanganku langsung sibuk membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Faira mulai meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak senang menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, aku langsung menciumi seluruh payudaranya.


    Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena siapa saja bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah.

    Faira si pramugari hot mulai berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kontol ku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Faira ke westafel dan kubuka celana dalamnya.

    Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing seperti cewek-cewek di luar pada umumnya.

    Kujilati memek nya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

    Kumasukan dua jari tanganku ke dalam mem*knya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam fairangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya.

    Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan ada orang yg mendengar dari luar.

    Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati mem*knya.
    ” Ahhh… ahhh… I’m gonna come… Arghhhh… uhhh… yes… yes… baby… ” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2.

    Dan jari-jariku makin mengocok mem*knya. Semenit kemudian, Faira si pramugari hot orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat.

    Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kontol ku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya.

    Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Faira melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kontol ku dengan penuh gairah.


    Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku.

    Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Faira si pramugari hot tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,

    ” Oh… gitu Joe… gigit seperti itu… I feel ******.. ” Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Faira makin terangsang. kontol ku terus memompa mem*knya dengan cepat, dan kurasakan mem*knya semakin menyempit… ” gila… mem*k lo kok menyempit gini, sih Faira… Oh… gila… ” Ia tersenyum senang.

    Mungkin ia suka latian body language, soalnya dulu mantanku yang guru BL, bisa mengatur mem*knya jadi sempit jadi gini, dengan latihan rutin. kontol ku keluar masuk mem*knya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Faira merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku.

    ” Ah joe… You’re so… soo… Ohh… i am gonna come… i m gonna come… again… Arghhh… Ohhhhh uhhhhhh… ” Faira orgasme untuk kedua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut kontol ku dari mem*knya yang banjir cairannya,

    dan membalikan tubuhnya menghadap westafel. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Faira si pramugari hot tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kontol ku ke mem*knya dari belakang.


    Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur karena keringat, tapi tubuh seksinya tampak sangat indah.

    Aku mulai memompa mem*knya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. ” yeah… I am your bitch… fu*k me real hard… please… ”

    Buset… ga nyangka penampilan manisnya ternyata hanya di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin terangsang. kontol ku makin cepat menusuk2 mem*knya yang semakin lama semakin terasa licin.

    Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Faira si pramugari hot naik turun sesuai irama kocokanku, dan aku semakin horny melihatnya menggumamkan kata-kata kasar. kontol ku semakin tegang dan terus menghantam mem*knya dari belakang.

    Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. ” Ah… baby… yeah… oh yeah… ” kontol ku terasa makin becek oleh cairan mem*knya.

    “Faira… aku juga mau keluar nih… ” ” oh tahan dulu… kasih aku… kont*lmu… tahan!!!!” Faira langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kontol ku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya.


    ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan. Faira si pramugari hot menyedot kontol ku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kontol ku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok kontol ku dengan gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Faira berlutut dan menjilati seluruh kontol ku dengan rakus.

    ” Kamu takut gak, kalau aku bilang, aku suka banget sama sperma cowok ?” bisiknya dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, aku menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga mau sama cewek hot begini… !!

    Setelah Faira si pramugari hot menjilat bersih kontol ku, ia memakaikan celana jeansku, lalu memakai seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam waktu 5 menit, ia sudah tampak seperti pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks seperti barusan. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu toilet.

    Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang.

    ” Baiklah, Pak Joe… saya harus siap-siap untuk meal service berikutnya, mungkin Bapak mau istirahat sejenak? ” godanya dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum aku ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang sangat panas.


    Habis flight itu, ia memberiku nomer telpon hotelnya di LA, dan kami ngeseks gila-gilaan tiap hari. Ternyata Faira si pramugari hot sangat hyper sex dan bisa orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan aku hanya mampu bucat 2 kali sehari.

    Dalam flight kembali ke LA, aku mengupgrade kursiku ke first class , karena ia bertugas di first class. Dan sekali lagi kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan teman kerjanya. Kami masih sering ketemu sampai hari ini. Kalau aku ke kota dimana dia tinggal.

    Pacarku? Masih jalan juga lah… jadi punya dua cewek, yang satu lagi baru pramugari hot ini deh…

  • Video bokep Ariana Marie ngentot romantis dengan pacarnya hingga becek

    Video bokep Ariana Marie ngentot romantis dengan pacarnya hingga becek


    2353 views

  • Foto Bugil Indah Latina remaja Violet Starr meluncur celana panjang

    Foto Bugil Indah Latina remaja Violet Starr meluncur celana panjang


    2151 views

    Duniabola99.com – foto cewek latin toket gede pantant bahenol Violet Starr melepaskan semua pakainnya menampakkan memeknya yang berbulu lebat dan juga tembem diatas tempat tidurnya. Pastigol

  • Kisah Memek Diajari seks oleh kakakku yang seorang lesbian

    Kisah Memek Diajari seks oleh kakakku yang seorang lesbian


    2987 views

    Duniabola99.com – Ini mungkin sebuah pengalaman yang paling gila (menurutku), karena orang pertama yang mengajarkan seks kepadaku adalah kakak kandungku sendiri. Aku adalah seorang gadis berumur 18 tahun (sekarang), dan kakakku sendiri berusia 23 tahun. Sudah lama aku mengetahui kelainan yang ada pada diri kakakku. Karena ia sering mengajak teman perempuannya untuk tidur di rumah, dan karena kamarku berada persis di sebelah kamarnya, aku sering mendengar suara-suara aneh, yang kemudian kusadari adalah suara rintihan dan kadang pula teriakan-teriakan tertahan. Tentu saja meskipun orang tuaku ada di rumah mereka tak menaruh curiga, sebab kakakku sendiri adalah seorang gadis.
    Ketika aku mencoba menanyakannya pada awal Agustus 1998, kakakku sama sekali tidak berusaha menampiknya. Ia mengakui terus terang kalau ia masuk sebuah klub lesbian di kampusnya, begitu juga dengan kekasihnya. Waktu itu aku merasa jijik sekaligus iba padanya, karena aku menyadari ada faktor psikologis yang mendorong kakakku untuk berbuat seperti itu. Kekasihnya pernah mengecewakannya, kekasih yang dicintainya dan menjadi tumpuan harapannya ternyata telah menikah dengan orang lain karena ia telah menghamilinya. Kembali pada masalah tadi, sejak itu aku jadi sering berbincang-bincang dengan kakakku mengenai pengalaman seksnya yang menurutku tidak wajar itu. Ia bercerita, selama menjalani kehidupan sebagai lesbian, ia sudah empat kali berganti pasangan, tapi hubungannya dengan mantan-mantan pacarnya tetap berjalan baik. Agen Nova88

    Begitulah kadang-kadang, ketika ia kembali mengajak pasangannya untuk tidur di rumah, pikiranku jadi ngeres sendiri. Aku sering membayangkan kenikmatan yang tengah dirasakannya ketika telingaku menangkap suara erangan dan rintihan. Aku tergoda untuk melakukannya. Pembaca, hubunganku yang pertama dengan kakakku terjadi awal tahun 2000, ketika ia baru saja putus dengan pasangannya. Ia memintaku menemaninya tidur di kamarnya, dan kami menonton beberapa CD porno, antara tiga orang cewek yang sama-sama lesbian, dan aku merinding karena terangsang secara hebat mengingat kakakku sendiri juga seperti itu.

    Awalnya, aku meletakkan kepalaku di paha kakakku, dan ia mulai mengelus-elus rambutku.
    “Aku sayang kamu, makasih ya, mau nemenin aku”, katanya berbisik di telingaku.
    Mendengar hal itu, spontan aku mendongakkan wajah dan kulihat matanya berlinang, mungkin ia teringat pada kekasihnya. Refleks, aku mencium pipinya untuk menenangkan, dan ternyata ia menyambutnya dengan reaksi lain. Di balasnya kecupanku dengan ciuman lembut dari pipi hingga ke telingaku, dan di sana ia menjilat ke dalam lubang telingaku yang membuat aku semakin kegelian dan nafsuku tiba-tiba saja naik. Aku tak peduli lagi meski ia adalah kakakku sendiri, toh hubungan ini tak akan membuatku kehilangan keperawanan. Jadi kuladeni saja dia. Ketika ia menunduk untuk melepaskan kancing-kancing kemejaku, aku menciumi kuduknya dan ia menggelinjang kegelian.
    “Oh.. all..”, desahnya.
    Aku semakin liar menjilati bagian tengkuknya dan memberi gigitan-gigitan kecil yang rupanya disukai olehnya.


    Ketika kusadari bahwa kemejaku telah terlepas, aku merasa tertantang, dan aku membalas melepaskan T-shirt yang ia kenakan. Ketika ia menunduk dan menjilati puting susuku yang rupanya telah mengeras, aku menggelinjang. Kakakku demikian lihai mempermainkan lidahnya, kuremas punggungnya.
    “Oohh.. Kaakk, ah.. geli”, Ia mendongak kepadaku menatap mataku yang setengah terkatup, dan tersenyum.
    “Kamu suka?”.
    “Yah..”, kujawab malu-malu, mengakui.

    Ia kembali mempermainkan lidahnya, dan aku sendiri mengusap punggungnya yang telanjang (kakakku tak biasa pakai bra ketika hendak tidur) dengan kukuku, kurasakan nafasnya panas di perutku, menjilat dan mengecup. Aku memeluknya erat-erat, dan mengajaknya rebah di peraduan, lantas kutarik tubuhku sehingga ia berada dalam posisi telentang, kubelai payudaranya yang kencang dan begitu indah, lantas kukecup pelan-pelan sambil lidahku terjulur, mengisap kemudian membelai sementara jemariku bermain di pahanya yang tidak tertutup. Aku menyibakkan rok panjang yang dipakainya kian lebar, dan kutarik celana dalamnya yang berwarna merah sementara ia sendiri mengangkat pantatnya dari kasur untuk memudahkanku melepaskan CD yang tengah dipakainya.

    Ketika aku meraba ke pangkal pahanya, sudah terasa begitu basah oleh cairan yang menandakan kakakku benar-benar sedang bergairah. Aku sendiri terus menggelinjang karena remasannya di payudaraku, tapi aku ingin lebih agresif dari pada dia, jadi kubelai lembut kemaluannya, dan merasakan jemariku menyentuh clitorisnya, aku membasahi jemariku dengan cairan yang ada di liang senggamanya kemudian kuusap clitorisnya, lembut pelan, sementara ia mendesah dan kemudian meremas rambutku kuat-kuat.
    “Oh.. Yeahh.. Ukkhh, ahh, terus, teruss, ahh”, celoteh kakakku dengan ributnya. Aku terus mengusap clitoris kakakku, dan tiba-tiba kurasakan tubuhnya mengejang kuat-kuat, jemarinya meremas punggungku, lantas ia merebah lemas.

    Aku memandang ke wajahnya yang bersimbah keringat, “Sudah Kak?” Ia mengangguk kecil dan tersenyum.
    “Thanks yah”, aku mengedik.
    Aku belum puas, belum. Kukeringkan jemariku sekaligus kemaluan kakakku, kemudian aku turun, dan menciumi pahanya.
    “Ohh.. teruskan terus.. yeah.. terus..”, aku tak peduli dengan erangan itu, aku mendesakkan kepalaku di antara kedua pahanya dan sementara aku mulai menjilati selangkangannya, kulepaskan ritsluiting rok kakakku, dan menariknya turun. Aku juga melepaskan sendiri celana jeans pendek yang tengah kupakai, kemudian aku memutar badanku sehingga kemaluanku berada tepat di atas wajah kakakku. Ia mengerti dan segera kami saling menjilat, pantat serta pinggul kami terus berputar diiringi desahan-desahan yang makin menggila. Aku terus menjilati clitorisnya, dan kadangkala kukulum, serta kuberi gigitan kecil sehingga kakakku sering berteriak keenakan. Kurasakan jemarinya bergerak mengelusi pantatku sementara tangan kirinya merayap ke pinggir dipan.


    Sebelum aku menyadari apa yang ia lakukan, ia menarik tanganku dan menyerahkan sebuah penis silikon kepadaku.
    “Kak?”, bisikku tak percaya.
    “Masukkan, masukkaan, please..” Ragu, aku kembali ke posisi semula dengan ia terus menjilati clitorisku, kumasukkan penis buatan itu perlahan-lahan, dan kurasakan ia meremas pantatku kuat-kuat, pinggulnya berputar kian hebat dan kadang ia mendorong pantatnya ke atas, aku sendiri menyaksikan penis itu masuk ke lubang kemaluan kakakku dan asyik dengan pemandangan itu, kusaksikan benda tersebut menerobos liang senggamanya dan aku membayangkan sedang bersetubuh dengan seorang lelaki tampan yang tengah mencumbui kemaluanku. Judi Online Nova88

    Lama kami berada dalam posisi seperti itu, sampai suatu ketika aku merasakan ada sesuatu di dalam tubuhku yang membuatku seolah merinding seluruh tubuh karena nikmatnya, dan tahu-tahu aku menegang kuat-kuat, “okh.. kaakk.. ahh.. ahh!” Tubuhku serasa luluh lantak dan aku tahu aku telah mengalami orgasme, kucium paha kakakku dan kumasukkan penis silikon itu lebih cepat, dan pada ritme-ritme tertentu, kumasukkan lebih dalam, kakakku mengerang dan merintih, dan terus-terang, aku menikmati pemandangan yang tersaji di depanku ketika ia mencapai orgasme. Terakhir, aku mencium clitorisnya, kemudian perut, payudara dan bibirnya. Lantas ketika ia bertanya, “Nyesel nggak?” aku menggeleng dengan tegas. Malam itu kami tidur dengan tubuh telanjang bulat, dan sekarang kami kian sering melakukannya.




  • Kisah Memek Perselingkuhan Dengan Suami Sahabatku

    Kisah Memek Perselingkuhan Dengan Suami Sahabatku


    2872 views

    Duniabola99.com – Aku duduk terpaku di teras depan rumah angin berhembus dan membelai rambutku. Di sini aku merenung tentang jalan kehidupanku bagaimana bisa aku berselingkuh dengan suami sahabatku sendiri, panggil namaku Meta di usia 25 tahun aku memilki kekasih yang tidak lain adalah suami dari sahabatku sendiri Desi namanya. Aku begitu dekat dengannya mulai dari masa sekolah dulu.


    Sampai akhirnya dia menikah dengan seorang pria yang dia kenal semenjak kuliah, Ardan namanya dia seorang pria yang begitu baik dan setia. Bahkan mereka berdua kerap membuatku cemburu melihat kelakuan keduanya yang selalu romantis. Dan hal itu sering membuatku merasa ingin menjadi Desi bersama melakukan adegan layaknya dalam cerita dewasa bahkan aku sering melirik Ardan secara sembunyi-sembunyi.

    Sebenarnya hal itu juga membuatku sesak dalam hati, tidak mungkin juga aku mencintai suami dari sahabatku sendiri. Dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, begitu juga Desi begitu baik padaku tapi bagaimana jika dia tahu kalau aku sahabatnya mencintai suaminya sendiri. Aku saja tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

    Karena hal itu juga aku harus pintar-pintar menyembunyikan hatiku. Di depan keduanya aku bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dalam hatiku, seperti hari ini aku sedang berada di rumah Desi karena dia memintaku untuk datang kesini. Dari pertama sampai dirumah ini aku tahu kalau keduanya habis saja melakukan adegan cerita dewasa karena tatapan merewka menandakan hal itu.


    Sebenarnya besok malam ada acara keluarga di rumah Desi, dan hari ini dia menyediakan semuanya sebelum hari H besok. Sampai akhirnya ada yang kurang dari persediaannya ” Meta aku minta tolong kamu beli barang yang kurang ya… ” Akupun beralasan padanya untuk menolak ” Aduh kenapa nggak kamu saja Des….. ” Kataku pada Desi karena aku tahu kalau dia akan menyuruh suaminya juga.

    Diapun mendekat sambil merengek padaku ” Tolong dong sayang… nanti biar kamu bareng mas Ardan soalnya aku sudah capek banget…. ” Kalau sudah begini aku tidak dapat emnolak permintaan Desi, kasihan juga dia merengek seperti itu dan aku tahu kalau dia mesti istirahat untuk acar keluarga besok apalagi kini ada keluarga Ardan yang juga ikut bergabung.

    Aku sudah lama bersahabatan dengan Desi karena itu aku tahu kalau ada acara keluarga dia akan sibuk menyiapkan semuanya. Akhirnya akupun berangkat dengan Ardan suaminya, selama dalam perjalanan aku banyak diamnya sempat aku melihat Ardan melirik ke arahku saat itu jantungku berdegup kencang karena salah tingkah juga berada dalam satu mobil hanya berdua dengan Ardan.

    Sampai di supermarket kamipun langsung membeli semua kebutuhan yang belum Desi beli, dan aku sudah membawa catatan kecil darinya. Ardan dengan setianya mendorong troli belanjaan aku lihat banyak mata yang melihat ke arah kami sampai di kasir akupun hendak membayar sebelum kasir tersebut bilang ” Wah kalian pasangan romantis banget… Baru honeymoon ya Mbak…. ” katanya dengan enteng.


    Sedangkan aku tersipu malu kala itu namun aku lihat Ardan hanya tersenyum menaggapi kata kasir tersebut. Lalu kamipun kembali menuju tempat parkir di mal tersebut, dan aku tidak menyangka sebelumnya karena begitu masuk dalam mobil tiba-tiba Ardan langsung mencium pipiku tapi aku langsung menolak dengan menarik tubuhku kebelakang melihatku seperti itu dia berkata padaku.

    Sambil menatapku dengan tajam ” Aku tahu kalau kamu juga rasakan hal yang sama denganku… Meta aku suka kamu dari dulu.. tapi aku tidak tahu harus bagaiaman menghadapi hal ini… ” Saat itu aku merasa begitu senang dengan perkataan Ardan, rupanya diapun merasakan hal yang sama padaku seperti aku yang mencintainya dari dulu tapi aku hanya bisa menyembunyikan perasaanku.

    Saat itulah aku terdiam ketika Ardan kembali mendaratkan bibirnya pada bibirku, bahkan kini aku membalasnya dengan begitu buasnya. Aku mainkan lidahku dalam rongga mulut Ardan diapun menerima dengan hangatnya ” Ooouughh… aku sayang… kamu …Meta….. sungguh… sa…yang…. ” Sampai akhirnya diapun mendorong tubuhku untuk setengah rebahan pada jok mobil.


    Kamipun saling melumat sedangkan tangan Ardan tidak diam lagi, dia terus menggerayangi tubuhku dan membuatku merasa seperti di awang-awang. karena hal ini adalah salah satu mimpi terindahku yang mejadi kenyataan. Akhirnya dia melorotkan celananya sampai aku lihat kontolnya sudah berada di posisi siap menerkamku dan akupun memberikan jalan untuknya masuk dalam selangkanganku.

    Dengan melebarkan paha akupun siap menerima kontol Ardan, begitu dia melesatkan kontolnya dalam memekku ” Ooouugghh… uuuuggghh…. uuuuggghhh…. aaaaaagggggghhhh…. Ar… dan… sa..yang… aaaagghh… ” dia tersenyum penuh nafsu kemudian kembali mencium seluruh wajahku hingga akhirnya bibirku menjadi santapan bibirnya untuk dia kulum sambil menggoyangku.

    Gerakan pinggul Ardan membuatku menggelinjang pasrah ” Oooouuuuggggggghhhh…. aaaaggggghhh…. aaaaagggggghhhh… oooouuuggghh… sayang… terus… aaaggghh… ” Desahku karena saking nikmatnya di goyang oleh Ardan. Diapun semakin mempercepat goyangan dan henatakan kontolnya pada memekku kembali aku menggeliat menahan nikmatnya kontol Ardan yang seakan menusuk dalam memekku.


    Sampai-sampai akupun di buat blingsatan olehnya dan desahanku semakin menjadi ketika dia memutar kontolnya dalam memekku ” Ooouugghh Ar.. dan… sayang… aaaagggghhh te…rus… aaaagghhhhh…. sayang…… aaaaaggggghh… aku nggak kuat… sayang… aaaggghh…. ” Kataku di bawah tubuh Ardan yang semakin menggila menggoyang pantatnya dan seakan memutar kontolnya dalam memekku.

    Sampai akhirnya aku lihat dia memejamkan mata dan menengadah ke atas, bagai pemain dalam cerita dewasa dia mengejang dan mengerang dengan kerasnya ” Ooouuuuggghhh… Meta… aku… nggak tahan sayang……… aaaaaaggggghh…. aaaggggghh… ” Muncrat sperma hangatnya dalam memeku bahkan memenuhi lubang memekku sampai akhirnya dia terkulai lemas di atas tubuhku.


  • Masih ABG Pembantuku Yang Binal

    Masih ABG Pembantuku Yang Binal


    3239 views


    Aku seorang pedagang umur 35 tahun, istriku 32 tahun guru SMA. kisah ini terjadi dua tahun lalu, tepatnya satu bulan sebelum puasa. Aku mempunyai pembantu namnya Dian. orangnya cukup tinggi hampir setinggi aku yaitu kira-kira 165cm, semampai, badanya langsing dengan kedua tetek yang masih sekal dan mencuat dengan ukuran teteknya kira2 34. saya hanya kira-kira aja, karena belum pernah melihatnya.

    Dina sudah bekerja di rumah sejak empat tahun yang lalu, yaitu sejak anak kedua saya lahir. ia sangat sayang sama anak saya. istri saya pun percaya ama dia. karena istri saya bekerja maka semua urusan pengurusan rumah tangga diserahkan kepad si Dina. Dina ini hanya tamat SD sekarang umurnya sudah 17 tahun. lagi segarnya memang.

    Sering Dina ini ketiduran di Sofa keluarga sambil mengendong anak saya sementara istri saya telah tertidur pulas.. dekat sofa atau didepan nya ada TV ukuran 34 Inc.. disamping sofa keluarga ada meja makan. saya biasanya suka mengetik hasil transaksi bisnis di meja makan itu sampai larut malam. karean seringnya Dina ketiduran di atas sofa depan TV, lama2 saya memperhatikan ia juga.

    Cantik dan sensual juga si Dina ini pikirku. Dengan kulit bersih sawo matang, rambut terurai panjang sebahu, dan kaki jenjang… selayaknya si Dina tidak pantas jadi pembantu. saya tipe suami yang setia. belum pernah merasakan memek dan harumnya gadis lain selain istri ku. oya istriku cukup cantik dengan kulit putih mulus dan bodi bahenol. kalo sedang hubungan intim ia sangat liar sekali. nafsu sex nya sangat kuat. kembali ke DIna. kadang2 waktu ia ketiduran di sofa, belahan dadanya sedikit mengintip.

    pada suatu malam saya lagi pengen maen, namun istri ku lagi dapet bulan. dan seperti biasa si Dian pembantuku, ketiduran dekat sofa yang menghadap ke arah saya. saya iseng menghamprinya, dengan tangan gemetar, takut istri saya bangun.. saya belai rambutnya. ia diam aja. trus saya usap2 pipinya,.. eh..eh.. ia diem aja..trus saya mulai raba2 dadanya yang masih dalam bungkus bajunyanya, sementara anaknya ia peluk sambil tidur..saya mulai curiga ia ketiduran atau pura2 tidur.. kemudian saya kecup keningnya terus matanya dan mendarat di bibirnya.. eh,,ia diam aja.

    Saya penasaran… saya mulai isep mulutnya.. dan ia bergerak pelan..saya kaget..kemudian saya lepas ciuman saya… ia tertidur lagi. trus saya cium lagi bibirnya sambil tangan saya membelai-belai teteknya masih dalam bungkus bajunya… saya jadi penasaran., ia betul2 tidur atau tidak..saya takut juga..terus saya duduk di kursi makan menenangkan diri..saya lihat si DIna masih terpenjam matanya..tiba-tiba ia bangun karena anaknya saya dipelukkan bangun minta sisu… trus si dian bikinkan susu anak saya (laki).

    Setelah menyuapin anak saya dengan susu, anak saya tertidur lagi,.. si Dina minta pamit ke saya untuk nidurin anak saya ke kamar anak saya yang nomor satu… saya mengangguk sambil sibuk kerja. setelah satu jam saya lihat si Dina tidak keluar dari kamar anaknya saya. saya penasaran, kenapa ia ngak keluar dari kamar anak saya. saya dekati kamar anak saya… dan saya buka pintu pelan2 takut ketahuan istri saya…tiba saya kaget ternyata si Dina tertidur pulas bersama anak saya.. dan yang lebih saya panas dingin adalah roknya tersingkap membuat paha nya mulus terbentang dalam kondisi mengangkang.

    Saya masuk kekamar pelan2. trus saya berdiri disamping ranjang.. saya liaht wajah dina ia betul2 tertidur pulas… saya usap pelan-pelan celana dalam dekat memeknya pelan-pelan, sambil tangan kiri saya mengusap2 teteknya yang menonjol seski… saya terus mengusap2 memeknya,,dan setekah cukup lama saya merasakan celana dalamnya basah. saya kaget ternyata ia menikmati usapan tangan saya.

    Saya mulai curiga jangan2 ia pura tidur. saya menuju mulutnya. saya kecup pelan2 mulutnya sambil tangan saya terus mengusap teteknya. mulutnya saya isep keras. terdengar lenguhan nafasnya…perutnya terangkat. dadanya ia busungkan ke atas.. aku makin penasaran. aku buka kancing bajunya diatas dadanya. sekaranag bajunya sebelas atas tersingkap. terlihat dua bukit kembar yang ranum dan montok..saya terkesima. bentuk teteknya indah sekali. masih kenceng. beda ama tetek istriku yang mulai kendor dan tidak begitu besar ukurannya.

    Saya membelai teteknya dengan penuh sayang.. sekali-kali bibir saya mebngusap2 kulit teteknya yang mulus. lagi-lagi ia mendesah pelan. tangan kananku akau selipkan di antara daging tetek dan behanya.. agak sempit, saya berusaha masukin tangan saya.. hmm bukan maen..terasa daging teteknya kenyal dan dingin sejuk sekali. saya remas2 tetek berkali sambil tangan saya bergantian meremes2 teteknya. mulut saya terus mengecup bibirnya. lidah saya kadang saya masukin kedalam mulutnya. ada sedikit respon saat lidahku akau masukin kedalam mulutnya. ia sedikit mengisap lidah saya. saya tambah nyakin kayaknya ia pura-pura tidur. meskipun matanya terpenjam, namun napsu nya mulai naik.Cerita Sex Abg

    Saya tak sabaran lagi pengen lihat teteknya secara utuh. saya buka tali BH nya dan sekarang teteknya betul2 dah teanjang. namun untuk jaga2 aku tetap tidak melepas bajunya yang tersingkap. hanya bhnya yang saya lepas talinya kemudian saya tarik ke atas sehingga teteknya yang montok itu menyembul keluar. saat itu juga saya langsung menyergap kedua putingnya. saya isep2 bergantian kiri dan kanan,. sementara tangan kanan saya terus memasukkain jari tangan saya kedalam memeknya..dia mengelinjang2 dengan pelan. puas mengisap putingnya.

    Kontol saya sudah sangat tegang sekali. saya lepas celana pendek saya. terus memperhatikan mulutnya yang sedikit terbuka, matanya masih terpenjam, kayaknya ia pura2 tidur…trus aku naikin dadanya, posisi ia telentang pasrah. Sampai di dadanya, paha saya geser dikit ke atas. terus kontol saya yang udah asngat tegang langsung aku sodorkan kedalam mulutnya. aku masukin dengan paksa kontol ku yang besar dan tegang itu ke mulutnya.. agak susah dn ada sedikit penolakan. tetapi penolakan tersebut tidak begitu kuat. saya terus memassukkan kontol saya kedalam mulutnya.. saya majukan pelan-pelan…terasa kontol saya menyentuh giginya..ia mengerakkan giginya..wow..ia betul-betul ngak tidur.. nagk mungkin ia tidur,

    Melihat ia menggerakan giginya sambil menekan kontol saya..ohghhh sensai yang luar bisa…sambil memmaju mundurklan kontol saya kedalam mulutnya, tangan saya yang kiri menjulur ke arah teteknya aku remas2 teteknya wow betul nikmatnya..ia masih perawan pikirku..dan belum pengalaman yang beginian. saya ingat istri saya..saya berdiri dari dari atas dadanya kontol saya lepaskan dari mulutnya..namun saya kaget.. pada saat kontol saya lepaskan dari mulutnya pelan2 tiba mulutnya menjepit kontolku. aku agak susah menarik kontolku… namun pelan2 akhirnya kontolku lepas.

    Aku biarkan ia telentang dengan baju tersingkap dan kedua teteknya menyembul bebas dengan seksinya. aku pakai celana dan terus aku kekamar mengintip istri ku..wow ternyata ia tidurnya sangat pulas,… aku tutup pintu kamarku da kembali kekamar anakku yang ada si Dnna.. begitu aku lihat di ranjang, posisi Dina tidak berubah posisinya.. aku semakin dapat angin. kontol masih tegang dan tidak turun2… aku elus memeknya masih pakai celan dalam.

    Memeknya dah basah sekali. aku buka celan dalamnya pelan2 terus, aku pelorotkan sampai ke mata kakinya, aku ngak berani melepas total celana dalamnya. pelan2 aku naikin dia dan kontolku aku arahkan ke lobak memeknya yang bsah itu.. aku bimbing kontol ku yang panjang dan tegang ke arah lobang memeknya. kakinya aku reanggangkan.. lobang memeknya masih sempit. kuliahat wajahnya pasarh dan mata nya tetap terpenjemn dan kelihatan mulutnya bergeraka menahan nikmat.. ia pura2 tidur. tetapi saya ngak peduli yang pemting aku lagi masukin kontolku ke memeknya….sempit. dan susah sekali masuk kontolnya. ia mendesah pelan-pelan.

    Badan ku aku rebahkan diatas bdannya. teteknya menekan dadaku.wow nikmat banget.. tiba-tiba tanganya ia rangkulkan ke leherku dan menekan2 pinggulnya ke arah kontol ku yang sedang bersusah payah menuju lobang kenikmatannya. pelan2 kontol ku masuk..dan seperti batang kontolku telah amblas. ia merintih2 ngak karuan tetapi dengan mata yang masih terpenjamn. mulutnya aku ciumi lagi dengan ganasnya…ia membalas ciuman ku.

    Sekarang ia dah mulai menghisap2 lidahku dan mengginggit ujung lidah dengan pelan.. napsu ku tak karuan.. ia terus menekan pinggulnya ke arah kontol..tibah ia tersendak oughhh.ooughhh..oughh… bersamaan dengan terasa kontol ku menembus sesuatu.. aku lihat kebawah pada saat aku maju mundurkan kontolku..ada warna merah mudah di batang kotolku yang lagi maju mundur tersebut…aku kaget dan ngak sadar ternyata aku telah memecah perawanya.. tetapi ia kelihatan senyum tipis,

    Wajahnya menegang… ada rasa penyesalan..namun kenikmatan duniawa mengalahkan semuanya.. akhir aku genjot kontol keluar masuk memeknya sambil tanganku tak henti2nya meremas2 kedua tetek nya seksi.. sementara mulutku terus mengisap2 lidahnya dan mencupang lehernya…..ough..nikmat.. tiba-tiba ia mengejang bersaman dengan itu akupun menyemburkan air mani panas kelobang memeknya. cukup banya air mani….yang masuk kelobang memeknya..akhir aku lemas.. dan diam-diam aku tarik kontoku dari lubang memeknya.

    aku turun dari ranjang. aku lihat anakku masih tidur pulas. dan pembantuku Dina juag dalam keadaan tidur pulas… dan matanya terpenjamn. aku rapikan pakaiannya setelah celana dalam dan bhnya aku kancingin lagi… aku keluar kamar anakku.. masuk ke kamar tidurku dan kulihat istri tidur dengan pulas., untung ia ngak bangun.

    Besok paginya aku bangun, istriku dah berangkat kerja. kulihat Dina, sikapnya menunjukkan biasa saja…ia sempat tanya ke saya,.. pak semalam aku mimpi aneh deh…kok lain dan anuku terasa perih…terus ia bilang kenapa ada warna merah ya pak di paha dan dalam celananya..ia nanya dengan lugu.. aku pura ngak tahu…namun kelihatan ia puas. sambil tersenyum ia pergi kekamar mandi sambil nyuci banu

  • Kisah Memek istri hamil minta ml dua lelaki

    Kisah Memek istri hamil minta ml dua lelaki


    2742 views

    Duniabola99.com – Telah 3 tahun saya dan istri saya menunggu hasil bahwa istri saya hamil, saya langsung membawa dia untuk periksa katanya sudah telat 2 bulan dan tentunya kabar yang sangat gembira buat saya, karena ini pertama kali saya menjadi bapak, istriku sudah sempat meminta beliin ini itu, saya rasa dia sudah ngidam, sempat meminta untuk memanjat kelapa juga meminta air degan yang masih segar langsung dari pohonnya.


    tapi permintaan kali ini amat aneh sekali & bikin saya terperanjat bingung bagaimana memenuhinya.

    Ketika kami asyik tiduran di kamar tiba tiba istriku bicara pelan :

    Mas sesungguhnya saya ini ngidam sesuatu yang agak aneh mas tetapi takut ngomong sama mas. Pasti naik pitam tetapi nggak tahu saya pusing banget, ngidam yang satu ini kayaknya semestinya dapat jadi beneran ..

    Ngidam apa sih sayang kalau dapat saya cari ya tentulah saya cari..Kata saya sambil baca koran.

    Bener nih gak naik pitam Mas..tetapi saya sesungguhnya gak mau tetapi entah sampe terbawa mimpi mas. Aneh banget. Saya ngidam ini mas…Angel istriku menyodorkan cakram dvd.

    Hmmmm apa nih ma

    hihihihihihihihi jadi pengen bercumbu nih

    kalau ngidam begini gampang…mas sekarang pun ok ok aja….Kata saya senyum senyum sambil menyalakan film bokep tersebut di player.

    Rupanya film tentang cewek disetubuhi rame rame.

    Wah masa pengen bercumbu rame rame beginiwah kau dapat aja Kata saya sambil asyik nonton film horny tersebut.

    Sambil tertunduk istriku berkata pelan2

    itu persoalannya saya sering mimpi disetubuhi sama cowok cowok ganteng yang berbatang besar gitu mas, aneh ya..apa saya ini telah sinting tetapi setiap saya tidur, mimpi itu langsung berputar di kepalaku.

    Sungguh saya kaget bukan main. Ini tak main main..ngidam model apa ini !

    Nggak ah !! gimana sih kau jangan bercanda Ngel..Teriakku naik pitam marah.

    Istriku menundukkan kepalanya sambil menangis.

    Habis saya memang kepengen gimana hayo

    Permintaannya memang sinting & bikin pusing kepala, sengaja 2 pekan ini saya biarkan. Akibatnya ia menangis tiap malam, saya sama sekali tak diajak bicara.

    Saya bener bener penasaran sesungguhnya yang ia inginkan detailnya bagaimana sih.

    Dik…ok ok…gini gini…sesungguhnya kau inginnya bagaimana sih sayang hmmmmm….

    Sambil masih menangis istriku berbicara tersendat sendat

    saya sesungguhnya Hanya ingin di gosok gosok aja kok mas, gak masuk beneran, Hanya penasaran aja gimana rasanya..bener gak masuk & lagi kan ia nanti pake kondom. Ia nanti juga gak meluk Angel.. boleh ya mas…Istriku kembali menangis.

    Kepalsaya benar benar pusing.Jelas saya tak terima istriku disetubuhi laki laki lain, sinting apa…!! Memang sih tak sampai masuk, tetapi kan nempel juga.

    Terpikir olehku mending saya cerai saja, tetapi menceraikan istri ketika hamil jelas jelas gak bener juga.

    Lisin temanku yang juga temannya Angel mengerti kesulitanku.

    Mat, itu memang permintaan gila, eh sorry saya gak bilang istrimu gila…tetapi itu permintaan yang lain dari pada yang lain.

    Terus saya semestinya gimana Sin masa saya semestinyacarikan gigolo wah..sinting apa !!

    Emosiku meledak ledak.

    Atau kau mau bantu Sin …saya tahu kau bersih tetapi aaahhhh gila, saya gak dapat memandang istriku disetubuhi orang lain.

    Tenang Mat, kan gak bercumbu beneran, hanya nempel saja…mungkin gak terlalu parah sih…& pake kondom lagi, cukup aman. Mungkin istrimu hanya ingin merasakan gosokan di klitorisnya.Lisin berupaya meredam kemarahanku.

    Beberapa hari saya tak dapat tidur, alhasil saya bulatkan tekadku, ok lah gak papa, semoga itu hanya keinginan di depan aja, nggak bener bener. Saya tahu karakter Angel, ia memang menggebu gebu di depan tetapi kalau di seriusin biasanya gak jadi, semoga saja.

    Dik…ok kita carikan cowok yang bersih ya..trus semestinyaberapa orang satu aja kan hah tiga !! kita coba 1 orang dulu aja gimana ok ok dua orang aja Kata saya berupaya merayu.

    Angel bersikeras meminta 3 orang..ini membuatku pusing tujuh keliling. 3 orang tak main main. Saya kawatir berdampak di kehamilannya, kalau keguguran gimana

    Sebab itu ia kan belum pernah mencoba bercumbu dengan lebih dari satu orang atau apa itu namanya threesome & sebangsanya..

    Sebab saya tak dapat mencarikan saya serahkan sendiri ke Angel untuk mencari. Saya menyerah…terserah dialah..asalkan ia semestinya yakin kalau cowok cowok itu bersih..sebab itu saya yakin ia Hanya ingin di depan aja, nggak bakalan beneran.

    Semula ia tak mau, alasannya dimana & bagaimana mencarinya.

    Tiga hari berlalu, saya tiduran sambil mengelus elus perutnya yang masih belum kelihatan hamilnya, Angel berkata pelan

    Mas…saya telah dapat..saya ajak si Lisin, sama Alex aja, mas kan juga kenal kan

    Lho…saya kapan itu sempat meminta tolong Lisin, ia gak enak katanya, tetapi kalau ia dapat bantu ya gak papa, saya lumayan percaya sama dia, tetapi kau bener bener gak masuk kan saya terus terang amat keberatan kalau terjadi coitus.

    Hanya gesek gesek aja kan Angel menggangguk angguk kan kepalanya Hanya gesek gesek klitoris aja tetapi sampe saya orgasme ya mas.

    Malam harinya saya diskusi dengan Lisin & Alex Saya hanya membantu saja Mat, jangan kuatir, gak bakalan masuk, saya hanya menggesekkan batangku saja, Alex juga telah setuju dengan rencanaku.Kata Lisin.

    Segera saya siapkan tempat tidur, rencananya saya hanya duduk di sebelahnya selama Angel dirangsang. Semoga saja tak terjadi hal hal yang tak saya inginkan, sungguh saya berharap ketika cowok cowok ini telah siap, Angel membatalkan rencananya.


    Angel muncul dengan memakai black lingerie dari La Zenza. Puting susunya yang merah muda membayang di balik bra tipis, Sementara stocking hitamnya yang berenda menempel lekat di pahanya yang mulus. Ahhh istriku memang menawan….dadsaya bergemuruh sebab cemburu.

    Lisin & Alex terpaku menatap istriku, mereka tampak sungkan dihadapanku. OK lalu saya semestinya bagaimana Tanya saya memecah kebekuan.

    ummmm…umm, kalau dapat mas jangan disini dong..saya malu, gimana kalau mas di kamar sebelah aja. Saya gak lama kok…kan hanya menggesek gesek aja gak lebih….kata istriku. & lagi nanti mas kan dapat memandang dari video yang mas buat.

    Nanti saya akan bener bener jaga Mat..Kata Alex pelan.

    Saya letakkan camera video di meja sebelah tempat tidur. Kemudian sambil berjalan ragu saya berlalu ke kamar sebelah. Sekilas saya memandang Alex menurunkan celana panjangnya.

    Di kamar sebelah saya tiduran di tempat tidur dengan galau, 5 menit berlalu, saya mendengar suara lirih rintihan istriku yang berulang ulang. 10 menit berlalu…..

    Kemudian terdengar derakan tempat tidur yang bergoyang goyang, sedikit terdengar jeritan istriku…mungkin ia orgasme..

    Ahh.. hatiku dibakar cemburu yang luar biasa. Kupukul dinding berkali kali sebab saya menyesal mengapa menyetujui keinginan istriku. Sungguh bodoh…!!

    20 menit berlalu….mengapa mereka lama sekali kembali terdengar rintihan & jeritan panjang istriku. Derakan tempat tidur terdengar bertambah keras.

    30 menit…saya tambah galau..mengapa lama sekali…45 menit…

    Tiba tiba pintu kamarku terbuka, Angel berjalan pelan masuk menyerahkan camera video. Tali lingerie yang kiri terlihat putus sehingga buah dadanya yang ranum menyembul keluar.

    Mas lihatnya nanti aja ya sesudah Lisin & Alex pulang…takut kalau mas marah. Nanti malah ribut…Angel berkata pelan sambil menyeka keringat di lehernya.

    Saya lihat Alex & Lisin masih menarik celananya ke atas. Di lantai saya lihat 2 kondom terisi penuh sprema Hhhh…saya menghela nafas…kalau mereka sampai ejakulasi tentu tak hanya sekedar menggosok klitoris…

    Mat…eeee..tadi..eeee maksudku begini…eeeeAlex tampak kikuk menjelaskan.

    Ok…ok…kalian pulanglah…tak perlu dijelaskan, saya dapat lihat dari filem ini kan thanks telah merepotkan. Kata saya dengan berjalan menuju televisi. Saya tak sabar ingin segera menontonnya.

    Sesudah mereka keluar & Angel menutup pintu depan, ia berjalan & duduk disampingku sambil berbisik ,

    Mas nanti jangan naik pitam ya…mungkin adegannya agak berlebihan… tetapi dilihat aja dulu mas…

    Saya diam saja sambil menyalakan TV. Adegan dimulai dengan Alex & Lisin melepas celana panjangnya. Terlihat istriku duduk di tempat tidur. ok sekarang kita semestinyabagaimana Ngel Suara Alex terdengar tak terlalu jelas.

    ummm kalian tiduran aja, nanti saya duduk diatas kalian, gak papa kan tetapi kalian diam aja lho tangan kalian jangan lari kemana mana…eh jangan lupa pake kondomnya…Alex mulai rebahan di tempat tidur sementara Angel istriku perlahan mulai menaiki tubuh Alex.

    Hmmm saya yakin Alex terangsang berat, terlihat batangnya telah menjulang tinggi padahal masih belum apa apa.

    Sekilas Angel memandang camera, kemudian dengan posisi woman on top , tubuhnya perlahan bergoyang maju mundur. Lisin duduk terdiam sambil memandang istriku.

    Dada saya bergemuruh, tubuhku menggigil memandang istriku memejamkan matanya, saya cemburu sebab Angel berupaya mencari kenikmatan dengan batang Alex. Goyangan Angel bertambah cepat dengan diiringi suara rintihan pendek pendek. Lisin kau siap siap dongBisik istriku.

    Kemudian tubuh istriku berpindah ke atas tubuh Lisin. Terlihat batang lisin amat besar, lebih besar dari milikku. Kembali Angel bergoyang di atas batang Lisin, kali lebih cepat. Rintihan dari mulutnya makin keras. aaahhh nikmat masmaaf ya masaaah nikmat mas

    Tampaknya Alex & Lisin turut terangsang, tangannya mulai bergentayangan ke payudara istriku yang bergoyang indah, berulang kali Angel menepisnya. Kali ini Lisin turut menggerakkan tubuhnya naik turun. Kurang ajarsaya khawatir batang Lisin masuk ke dalam memek istriku.

    Tubuh Angel makin bergetar. Lenguhannya makin keras. Rintihan histerisnya membuat diriku gemetar. Angel mengayunkan tubuhnya ke depan & kebelakang menyebabkan rambut panjangnya terlempar kesana kemari. Gerakan tubuhnya makin liar.

    Tiba tiba kulihat jemari Angel mengarah ke sela sela pahanya, rupanya ia ingin menggenggam batang milik Lisin. Sesuatu kejadian yang tak kuduga terlihat didepan layar. Angel memasukkan batang Lisin ke dalam vaginanya !!

    Ohhh..saya nggak kuat please saya gak kuatmasuk yaAngel merintih.

    Ahhh jangan Ngel..jangan ! Lisin berupaya melarang tetetapi nafsu mengalahkan suaranya.

    & batang besar Lisin perlahan memasuk memek istriku yang licin merekah. Wajah Lisin tampak kebingungan dengan berkali kali menghadap ke camera seakan meminta maaf bahwa itu bukan kehendaknya.

    Saya panik memandang apa yang ada didepan layar, sementara Angel istriku tertunduk merasa bersalah disebelahku.


    Ngekkenapa semestinya masuk Ngelkau sendiri yang janji untuk tak coitusgimana sih Ngel

    Saya kembali memandang ke layar. Batang Lisin yang besar tampak keluar masuk dengan cepat. Sesungguhnya meskipun hatiku cemburu tetapi pemandangan didepanku amat menggairahkan. Lekuk tubuh istriku benar benar sexy & menggairahkan. Gerakan Angel yang naik turun menyebabkan tempat tidur berderak derak. Rupanya ini yang tadi terdengar dari sebelah.

    Lisinkurang cepataaahhh lebih dalam dong.. aakhhTangan Angel meremas kuat sprei.

    Alex yang ada disampingnya berdiri & sepertinya berbisik ke istriku. Yang kulihat istriku hanya mengangguk angguk.

    Alex berjalan mengambil kondom di meja rias kemudian perlahan berjalan ke belakang istriku. Lisin masih sibuk memompa, sementara Angel lemas merebahkan tubuhnya ke dada Lisin. Dengan tenang Alex mengolesi anus istriku dengan pelicin. Apa yang akan ia lakukan

    Perlahan Alex mengarahkan batangnya ke anus istriku, sambil meremas pinggul & pantat, ia tekan batangnya memasuki anus istriku. Sinting !! saya benar benar shock memandang ini. Kulihat Angel sama sekali tak protes bahkan wajahnya tampak menikmati.

    Aaaaapelansakit..!!…pelan pelan

    Dalam sekejap batang Alex yang tak terlalu besar telah masuk semua sampai ke pangkalnya. Tak lama kemudian batang Lisin & Alex bergerak mempompa bergantian.

    Rintihan Angel makin keras, lenguhan panjang & pendek membuat kedua laki laki itu bertambah cepat bergantian mengayunkan batangnya. Memek istriku mencengkeram erat setiap hentakan & tarikan batang Lisin. Sementara Alex berulang kali menepuk pantat istriku…amat menggairahkan !

    Saya terpesona memandang kondisi istriku saat itu. Disebelahku Angel pun terpaku memandang dirinya sendiri di layar TV. Derakan tempat tidur semakin cepat bergantian dengan jeritan pendek istriku, menahan kenikmatan. Angel mengimbangi pompaan dua pria itu dengan goyangan & geliat pinggulnya.

    Angel benar-benar mengerahkan seluruh tenaganya untuk menggapai kepuasannya. Bermenit-menit telah lewat, gerakan mereka tak nampak mengendor. Saya yakin Angel mendapatkan multi orgasme. Mungkin orgasme beruntun yang amat panjang. & ia belum akan berhenti. Kepalsaya makin lama makin pusing memandang layar. Semuanya terasa bergoyang.

    Dalam keadaan telanjang & mengkilat sebab keringatnya, istriku menggelinjang, menciumi dada berbulu Lisin. Sungguh sebuah pemandangan yang amat mendebarkan & amat erotis. Tak heran dengan cepat Alex & Lisin mengalami ejakulasi

    Ngellllsaya keluar.!! TEriak Alex. Dengan cepat Lisin mengikuti

    Saya jugaaaa!!!Lisin tak mau kalah.

    Tak lama kemudian kedua laki laki itu menggelepar di sebelah istriku. Dada istriku naik turun menahan nafasnya yang memburu.

    Lisintolong masukkan lagi pleasesaya belum puas

    Lisin bangkit kembalihmmm rupanya ia masih kuat.

    Lepas kondomnya Di..gak usah pake…panas..ayo cepet !

    Saya terkejut, bagaimana mungkin istriku mengijinkan Lisin menyetubuhinya tanpa kondom. Dengan segera Lisin menghunjamkan batang raksasanya ke memek istriku dalam dalam. Matsaya mendadak kabur…

    Saya memandang Angel disebelahku…,

    Dek…sesungguhnya kau ini nyidam apa enggak sih kok jadi begini ceritanya

    Angel masih tertunduk,

    Maaf mas…maafkan aku…sesungguhnya dulu sebelum menikah dengan mas, kami telah sering main bertiga..Bisiknya.


    Saya memandang kembali ke layar kaca kembali, tampak sekarang Alex memuncratkan spermanya ke mulut istriku. Kepala saya tambah pusing.

    Jadi selama ini kalian berakting didepanku

    Ok Ok sekarang panggil mereka…cepat panggil mereka lagi !! jadi adek nggak nyidam kan

    sesungguhnya ! …saya mau kalian bercumbu lagi di depanku ! langsung ! tetapi saya juga ikutan main !! Teriakku ke istriku.

    Kita main ber empat ok ! & saya mau nonstop sampe pagi ! Sekaraang !

    Istriku memandangku dengan takutkemudian perlahan mengangkat HPnya.

    Kepala saya rasanya ingin pecah. Jadi istriku selama ini selalu bercumbu bertiga dengan mereka kenapa saya tak curiga selama ini seharusnya saya telah curiga ketika Angel telah tak perawan di malam pertama. Seharusnya saya curiga ketika Lisin & Alex berseia mengantarkan istriku ke Surabaya kapan itu.

    Aaaaaarrrgghhhh !!!! sungguh bodoh diriku !!!

  • Foto Ngentot gadis muda yang masih perawan dientot kontol gede

    Foto Ngentot gadis muda yang masih perawan dientot kontol gede


    3129 views

    Duniabola99.com – foto gadis muda pirang putih toketnya kecil lagi mencoba pakaian disamperin oleh pacarnya yang lagi sange berkontol besar dan melakukan hubungan seks ngentot diatas kursi dan memeknya yang pink tanpa bulu masih sempit dibobol oleh pacarnya yang berpenis besar dan menembakkan air mani kemulutnya.

  • Kisah Memek Ngentot pertama kali dengan pembantu baruku

    Kisah Memek Ngentot pertama kali dengan pembantu baruku


    4012 views

    Duniabola99.com – Saat ini aku sdh menjalin hubungan dgn seorang gadis yg sekolah di tempat yg sama dgnku. Dia bernama Echa dan hampir satu tahun aku bersamanya, aku merasakan senang dalam mengisi hari-hariku tp dia tak pernah mau melakukan hubungan badan, dia bilang kalau aku sayang dia aku tdk akan melakukan hal itu.


    Akupun akhirnya menyggupi permintaan Echa aku tdk pernah melakukan hal mesum padanya, walaupun sebenarnya aku ingin sekali melakukan hal itu sebagai cowok yg masih dalam masa labil, apalagi aku jg sering mendengar teman-temanku menceritakan tentang ngesex mereka dgn pacarnya. Dan aku hanya bisa jadi juru pendengar bagi mereka.

    Tanpa mengetahui apa yg dinamakan klimaks dan lainnya, tp akhirnya akupun dapat menikmati adegan seperti itu begitu mamaku menerima seorang pembantu baru utk membantu pekerjaan bi Narsih yg sdh agak lanjut usianya.Tp karena bi Narsih sdh dari dulu menjadi pembantu mama bahkan dia sdh di anggap salah satu anggota keluarga. Situs Judi Online

    Karena itu mama tdk memperhentikanya bahkan mama mencarikannya seorang teman, dan kali ini pilihan mama seorang gadis yg masih berumur 22 tahun. Wulan namnya, orangnya manis dan dia jg memiliki tubuh sintal dgn kulit kuning langsat yg bersih. kalau saja Wulan menjadi seorang model menurutku dia cocok sekali.


    Karena wajah dan tubuhnya begitu mendukung malah mamaku pernah bercanda padanya

    “Kenapa nggak jadi model saja kamu Nis…” Dia hanya tersenyum sambil berkata

    “Model apa bu.. orang Wulan cuma tamatan SD..” Aku lihat semakin hari Wulan terlihat centil bahkan sama papa saja dia langsung akrab dan mama hanya tersenyum melihat tingkah polah Wulan yg centil tanpa ada cemburu sekalipun.

    Singkat cerita, Hari ini aku baru pulang dari sekolah dan cuaca begitu menyeramkan dgn hujan deras yg mengguyur mulai pagi.
    Sedangkan ortu ku sdh 2 hari berada di luar kota, begitu sampai di rumah aku langsung masuk kedalam kamarku dan hanya main hp androidku. Makan siangku di anter oleh Wulan ke dalam kamar begitu jg piring setelah selesai makan Wulan yg mengambilnya ke kamarku.

    Ketika jam makan malam aku mendengar pintu kamarku terbuka sempat aku melihat dgn sedikit membuka kelopak mataku bi Narsih membangunkan aku

    “Den.. bangun makan malam dulu…” kata bi Narsih dgn malas aku jawab
    “Iya bi.. nanti aja.. ” Diapun bangun lalu pergi sambil berkata
    “Ya sdh nanti minta sama Wulan ya.. bibi mau tidur dulu udah ngantuk..” Diapun berlalu.

    Aku masih terasa malas sampai akhirnya perutku bersuara yg menandakan kalau dia sdh mulai lapar. Akupun teriak pada Wulan agar mebawakan makan malamku ke dalam kamar, dan setelah selesai makan malam aku segera beranjak masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhku. Setelah agak lama berada di bawah shower akhirnya akupun keluar dari dalam kamar mandi.


    Dgn hanya menggunakan handuk yg melilit di pingganggku, sewaktu aku mau mengambil baju tiba-tiba Wulan masuk kedalam kamar melihatku setengah bugil dia teriak

    “Aduh mas Toni… iiiihhhh malu aaahhh..” Akupun bermaksud menggoda Wulan aku dekati dia

    “Wulan nggak pingin ini… ” Sambil aku sodorkan penisku padanya dan aku tdk menduga apa yg dilakukan oleh Wulan.

    Diapun langsung melorotkan handukku hingga terlihat penisku yg masih bergelantungan tanpa CD. Aku hendak mundur namun Wulan keburu menangkapnya lalu dia memasukkan penisku kedalam mulutnya

    “Oooooggghhhhhh… Wuullll… uuuugghh…. oooogghh… peelaaannnnnnn… Wuullll… mmmpphhhhh..” Agak sakit penisku ketika dia menggigitnya namun terasa begitu nikmat ketika mulutnya mulai mengulum penis itu.

    Sampai-sampai aku bergelinjangan di buatnya karena memang baru pertama kali aku melakukan adegan seperti ini. Aku tdk berbuat apa-apa hanya melihat perlakuan Wulan padaku diapun menatapku sambil melucuti bajunya jg, saat itulah aku melihat tubuh Wulan begitu mulus membuat penisku semakin tegang saja kembali Wulan mengulum dalam mulutnya.

    Akupun kembali mengerang


    “Aaaaggghhhh… mmmpphhhhh.. Wuullll… oooogghhhhhh…. oooogghhhhhh… oooogghhhhhh… ” Wulan berhenti lalu dia menyuruhku utk naik ke atas tubuhnya yg sdh terlentang dgn pasrah, akupun menusukan penisku kedalam meqinya awalnya aku mengalami kesulitan tp akhirnya dgn batuan tangan Wulan akupun dapat menmbus meqinya.

    Aku terdiam menikmati kenikmatan ini, aku merasa penisku terasa hangat dalam meqi Wulan. Dan aku sadar ketika pantat Wulan mulai bergerak di bawah tubuhku akupun menggoyang pantatku dan lama-lama akupun begitu fasih mengikuti gerakannya

    “Oooogghghhhhh…. Oooogghghhhhh… Oooogghghhhhh… mmmpphhhhh…. Oooogghghhhhh… Oooogghghhhhh… Oooogghghhhhh..” Enak sekali rasanya.

    Kini aku begitu fasih menggerakan menggoyang pantatku seperti pemain dalam adegan cerita ngentot. Dan berulang kali aku menggoyang pantatku hingga berklai-kali aku mendesah


    “Ooogghhh… Wuullllllll… mmmpphhhhh… eennnaakkk… Wuullll….. ooogghhh…. ooogghhh..” Seruku di sela tubuhku sambil bergoyang, dan tak lama kemudian akupun merasa.

    Akan segera mengeluarkan sesuatu yg menyatu dalam selangkanganku

    “Oooooggghhhhhhh… Wull.. aaaku… sampeeee… oooggghhh… oooggghhh…” Tumpah jg air mani pertama kali tumpah dalam meqi seorang wanita.




  • Video Bokep Elle Alexandra dan Charlotte Stokely bermain didepan kamera dan lampu

    Video Bokep Elle Alexandra dan Charlotte Stokely bermain didepan kamera dan lampu


    2010 views

    Daftar Poker

     

     

  • Video Bokep Eropa ngentot dengan ibu dan kakak tiruku saat tercyduk sedang beronani

    Video Bokep Eropa ngentot dengan ibu dan kakak tiruku saat tercyduk sedang beronani


    2515 views

  • Cerita Sex Gigolo

    Cerita Sex Gigolo


    3883 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Gigolo ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita SexSenang bisa berbagi pengalaman sex, aku akan menceritakan kisahku menjadi pria gigolo, cerita ini
    nyata terjadi di kehidupanku dan pernah aku alamai , perkenalkan namaku Andi umurku 25 tahun aku dari
    Bandung, dan yang mengejutkan aku melayani semalan dengan 4 wanita sekaligus, profesi ini aku jalankan
    dari 3 tahun lalu.

    Aku mempunyai langganan namanya tante Mira dia janda tapi belum mempunyai anak dia tinggal di bandung
    orangnya cantik, payudaranya besar dia seorang yang kaya dan memiliki perusahaan di Bandung dan Di
    Surabaya dan memliki sahan di hotel berbintang di Bandung.

    Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita, dan kulihat ternyata nomor HP
    Tante Mira.

    “Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya.

    “Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?” kataku.

    “Kamu nanti sore ada acara nggak?” katanya.

    “Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?” tanyaku.

    “Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?” katanya.

    “Bisa tante.. aku siap kok?” jawabku.

    “Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu”, katanya.

    “Oke.. Tante”, balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun beranjak ke kamar mandi
    untuk mandi. Dewapoker88

    Sore jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Mira akan membawa teman relasinya.
    Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku.

    Ternyata itu mobil Tante Mira, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku mengunci seluruh
    pintu rumah dan jendela. Aku pun langsung masuk ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah
    masuk mobil pun bergerak maju menuju tujuan.

    Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik
    walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya
    besar,

    Dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Sari 39 tahun, payudaranya juga besar,
    kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta. Mereka adalah relasi bisnis Tante Mira dari
    Jakarta yang sedang melakukan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Mira refreshing ke villanya di
    kawasan Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa.

    Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa aku ini seorang
    gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku. Selang beberapa menit
    obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya
    mulai nakal meraba-raba paha dan selangkanganku.

    Cerita Sex Gigolo Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa,
    meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku sendiri, aku membuka reitsleting celana
    panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Lisa kaget
    dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu.

    Tante Lisa langsung bicara kepadaku,

    “Wow.. Ded, kontol kamu gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu..” katanya.

    “Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.

    “Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil kontolku dikocok-kocok dan
    diremas-remas, lalu dibelai mesra?” katanya.

    “Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Andi kasih”, kataku.

    Langsung disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan
    dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil
    disedot-sedot dan dikocok-kocok.

    Tante Sari yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang
    kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tanganku mulai membuka beberapa kancing baju
    Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.

    “Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Andi minta?” tanyaku.

    Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya.

    Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya, dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu
    lalu naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam liang kewanitaannya. Saat
    jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan medesah kenikmatan,

    “Akhhh.. akhhhh.. akhhh.. terus sayang..”

    Beberapa jam kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar.

    “Tante… Andi mau keluar nich..” kataku.

    “Keluarain di mulut Tante aja”, katanya.

    Selang beberapa menit, “Crooot.. crooot.. crottt..” air maniku keluar, muncrat di dalam mulut Tante
    Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku.

    Kemudian aku pun merobah posisi. Kini aku yang membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan
    melepaskan CD warna hitam yang dipakainya. Setelah CD-nya terlepas, ceritasexdewasa.org aku mulai mencium dan menjilat
    liang kewanitaannya yang sudah basah itu.

    Aku masih terus memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan
    tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan. Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi.

    Kini Tante Lisa kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya, “Blesss..
    belssss.” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaannya, dan Tante Lisa menggelinjang
    kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di
    liang kewanitaannya.

    Cerita Sex Gigolo Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak kuat menahan orgasme, kemudian kucabut batang kemaluanku
    dari liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan
    akhirnya, “Crooot.. crott.. croottt..” air maniku muncrat di dalam mulut Tante Lisa. Seketika itu juga
    kami berdua terkulai lemas.

    Kemudian aku pun tertidur di dalam mobil. sesampainya di villa Tante Mira sekitar jam 8 malam. Lalu
    mobil masuk ke dalam pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Mira memanggil penjaga
    villa, lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi.

    Kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur
    yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante Mira.

    Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke
    dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya.
    Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil
    melucuti pakaianku hingga bugil.

    Batang kemaluanku diserang oleh Tante Sari dan Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia
    mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Lisa. Dengan
    ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga
    aku kewalahan dan merasakan nikmat yang luar biasa.

    Kemudian kulihat Tante Sari sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan
    batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss.. bleeesss..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang
    kewanitaan Tante Sari, lalu Tante Sari menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang kewanitaan
    yang hangat dan sudah basah itu. Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam
    liang kewanitaan Tante Lisa, sedangakan Tante Mira meremas-remas payudara Tante Sari.

    Beberapa jam kemudian, Tante Sari sudah orgasme dan Tante Sari terkulai lemas dan langsung menjatuhkan
    tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku.

    Kini giliran Tante Mira yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih
    tegak berdiri ke liang senggamanya, “Bleesss.. bleesss..” batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang
    kewanitaan Tante Mira. Sama seperti Tante Sari, pinggul Tante Mira dinaik-turunkan dan diputar-putar.

    Setengah jam kemudian, Tante Mira sudah mencapai puncak orgasme juga dan dia terkulai lemas juga,
    langsung kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaan Tante Mira, lalu kusuruh Tante Lisa untuk
    berdiri sebentar, dan aku mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu,

    Lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya,
    “Blesss.. .bleeess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa.

    Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, dan terdengar
    desahan hebat,

    “Akhhh.. akhhh.. akhhh.. terus sayang.. enak..”

    Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit aku mengubah posisi, kusuruh dia membungkuk dengan
    gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang.

    “Akhhh.. akhhh..” terdengar lagi desahan Tante Lisa.

    Cerita Sex Gigolo

    Cerita Sex Gigolo

    Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di liang
    kewanitaannya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang
    menggantung itu. Aku merasakan liang kewanitaan Tante Lisa basah dan ternyata Tante Lisa sudah keluar.

    Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar
    pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya,
    “Blesss.. blessss.. blessss..” batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di
    dalam liang kewanitaannya. Selang beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante
    Lisa,

    “Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di luar?” tanyaku.

    “Di dalam aja Sayang..” pintanya.

    Kemudian, “Crottt.. crooottt.. croottt..” air maniku muncrat di dalam liang kewanitaan Tante Lisa,
    kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap
    dengan perkasanya di dalam liang kewanitaannya.

    Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melakukan hal yang sama di depan TV
    dekat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Not brother hard on won’t go away not sister helps

    Not brother hard on won’t go away not sister helps


    2405 views

  • Video bokep Ena Sweet ngentot dengan pacarnya dimusin panas

    Video bokep Ena Sweet ngentot dengan pacarnya dimusin panas


    2168 views

  • Video Bokep Eva Lovia pencinta porno

    Video Bokep Eva Lovia pencinta porno


    2506 views

     

  • Foto Ngentot Hardcore cewek berkaki panjang remaja seksi dalam gaun pendek

    Foto Ngentot Hardcore cewek berkaki panjang remaja seksi dalam gaun pendek


    2383 views

    Duniabola99.com – foto cewek jalan jalan sama pacarnya ketaman yang penuh bunga dan melakukan hubugan seks ngentot yang keras didalam semak semak berlas kain tipis dan bercinta hot dan menembakkan sperma ke atas memeknya yang bulu bulu tipisnya baru dicukur. Agen Sbobet

  • Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy


    2878 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Aku merupakan seorang mahasiswa  di salah satu perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah semester akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Sebab itu aku jadi sering main ke tempat abangku di Jakarta.

    Waktu aku ke Jakarta. Ketika aku sampai mampir ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah dan sopan kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Gading. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Merry, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Sherly, duduk di kelas 2 SMP.

    Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Gading untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.

    Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Gading. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis “Hallo, Oom Rendy..!” Sherly yang baru masuk tersenyum.
    “Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Sherly sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
    Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah..

    Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Sherly duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.
    “Ih! Oom Rendy! Begitu, tho, caranya..? Sherly sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
    Gugup aku menjawab, “Sherly.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”
    “Aahh, Oom Rendy. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Sherly  di sekolah lebih serem.”

    Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Sherly justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Sherly terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.

    Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Sherly sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan.. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

    Setelah makanan siap, aku memanggil Sherly . Dan.., sekali lagi astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celanaku.

    Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

    “Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!”
    “Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian.. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”
    Mia mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan.
    “Yang bener.. Sherly pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!”
    “Aahh.. Oom Rendy ngeledek..!”
    Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan.. tersandung!

    Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Sherly mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Nafas Sherly makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
    “Uuuhh.. mmhh..” Sherly menggelinjang.
    Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.
    Aahh..! Sherly menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!

    Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Sherly yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Sherly. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

    “Ehh.. mmaahh..,” tangan Sherly meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.
    Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.
    “Ooohh.. aduuhh..,” Sherly mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
    Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Sherly akan terlonjak dan nafas Sherly seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

    Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Sherly tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Sherly.
    “Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Sherly membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.
    Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Sherly  dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Sherly dan aroma kemaluan Sherly di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

    Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Sherly, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Sherly menekan pantatku dari belakang.
    “Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm..”
    Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Sherly semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Sherly  masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil. Markas Judi Online Dominoqq

    Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Sherly memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Sherly terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

    Sebentar kemudian kernyit di dahi Sherly menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Sherly mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.
    “Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm..”
    Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Sherly, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Sherly sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Sherly  segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Sherly makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

    Setelah tubuh Sherly melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Sherly tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.

    Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
    “Aduh, Oom.. Sherly lemes. Tapi enak banget.”
    Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Sherly yang masih amat kencang.

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan.. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Sherly.. entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Sherly kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.

    Kembali ke rumah Boneng, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Sherly pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kemaluanku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku “blowjob”, aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,