Author: dbgoog99

  • Foto Ngentot Remaja muda yang manis dengan payudara kecil mungil

    Foto Ngentot Remaja muda yang manis dengan payudara kecil mungil


    2642 views

    Duniabola99.com – foto gadis remaja toketnya baru tumbuh pirang ngentot dengan pacarnya yang berkontol gede yang dibangunkan saaat lagi tidur diatas ranjangnya dengan banyak posisi posisi yang hot dan membakkan sperma yang banyka kedalam memeknya hingga menetes netes.

  • Video Bekep Asia dokter cantik jepang mengobati pasiennya

    Video Bekep Asia dokter cantik jepang mengobati pasiennya


    2642 views

  • Kisah Memek Alex, Burung Mudaku

    Kisah Memek Alex, Burung Mudaku


    2642 views

    Duniabola99.com – Sebut saja namaku Haryani, saat menikah aku tidak tahu kalau ternyata suamiku masih berstatus suami sah orang lain, namun belakangan kuketahui nasi sudah menjadi bubur. Pada akhirnya dia pun mengakui kalau sudah punya anak isteri, namun apalah artinya aku yang lemah dan bodoh ini jika harus bersikeras untuk menuntutnya. Kendatipun aku tahu akan sangat menyakiti isteri sahnya, jika ia mengetahui. Suamiku adalah seorang perwira yang mempunyai kedudukan penting di sebuah propinsi (tidak kusebut tempatnya).


    Usianya sudah mencapai 55 tahun dan aku sendiri baru mencapai 27 tahun. Fasilitas yang diberikan dan ketakutanku lah yang membuatku sangat tak berdaya untuk menentang keberadaanku. Aku dibelikan sebuah villa yang sangat mewah yang terletak tidak begitu jauh dari kota tempat suamiku bertugas. Semua fasilitas yang diberikan kepadaku sangatlah mewah bagiku, aku mendapatkan sebuah mobil pribadi, telepon genggam dan perangkat entertainment di rumah. Namun ini semua ternyata masih kurang, aku ingin punya momongan, aku ingin dicintai dan disayangi. Kenyataannya aku hanya tempat persinggahan saja. Belakangan kudengar bahwa suamiku juga punya WIL lain selain aku, malahan kadang ia juga jajan kalau sedang keluar kota, kabar ini kudapatkan dari isteri ajudannya sambil wanti-wanti agar aku tutup mulut. Aku sendiri memang sudah kenal dekat dengan keluarga ajudan suamiku, namun demikian sampai saat ini rahasia ini masih tersimpan cukup rapi. Bagaimanapun juga aku kesal dan sedih dengan kondisi seperti ini, sehingga timbul niatku untuk berperilaku serupa.

    Pada suatu hari suamiku bertindak ceroboh dengan menitipkan anak bungsunya kepadaku, beliau memperkenalkanku sebagai ipar ajudannya. Anak itu memanggilku Mbak maklum dia masih SMP dan usinya pun masih 14 tahun. Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya agak kurang bila dibanding dengan anak-anak di kampungku. Maklumlah ia adalah anak pejabat tinggi. Jam 21.00 bapaknya telepon, meminta Alex (sebut saja nama anak itu begitu) untuk tidur di rumah karena bapak ada urusan. Aku jadi curiga pasti dia ada kencan dengan orang lain. Alex pun belum tidur, ia lagi asyik nonton televisi di ruang keluarga. Akhirnya timbul niat burukku untuk memperdaya Alex, namun bagaimana caranya? aku dihadapkan pada jalan buntu. Akhirnya spontan kumasukkan VCD-VCD porno ke dalam player untuk saya hidangkan kepada Alex. Aku hidupkan oven selama 3 menit yang kebetulan isinya adalah daging yang sudah masak sejak siang tadi. Langsung saja kurayu dia untuk menyantapnya sehingga kami pun menyantap daging panggang dan sambal kecap bersama-sama. Sambil basa-basi kutanyakan sekolahnya, tampaknya kemampuannya di sekolah biasa-biasa saja, terbukti dengan kekurang antusiasannnya bicara tentang sekolah. Ia lebih suka bicara tentang video game dan balap motor. Joker123

    Kupegang tengkuknya dan kupijit sambil kukatakan, “Kamu pasti capek, sini Mbak pijitin…” Dia pun diam saja, maklum dia adalah anak yang manja. Kuraih remote control dan kutekan play untuk CD yang pertama, film-filmnya adalah jenis vivid dengan tema seks yang cukup halus. Tampaknya Alex sangat menyukainya, ah pucuk di cinta ulam pun tiba. Sambil kupijit sekujur tubuhnya, kuamati roman mukanya. Kukatakan tidak usah malu, karena itu hanya film saja (tidak sungguhan). Muka Alex tegang, setiap ada adegan orang berpelukan (cuma berpelukan) aku suruh dia telentang untuk pijatan bagian depan. Sambil telentang Alex tetap memperhatikan film yang tampaknya mulai disukainya itu. Kini acara di film mulai ke adegan yang cukup panas, seorang wanita melepas pakaiannya sehingga tinggal pakai celana dan BH dalam saja. Alex semakin tegang dan agak kupercepat tanganku mengarah ke pangkal pahanya. Pura-pura kupijit pahanya dengan menyentuh kemaluannya, dia terkejut ketika kemaluannya yang tegang kesentuh tanganku. Pucat pasi mukanya, namun kunetralisir dengan mengatakan “Tenang Alex, semua orang sama, adalah hal yang sangat wajar bila seseorang terangsang. Karena semua orang mempunyai nafsu.” “Malu Mbak”, jawab Alex. Kalau orang banyak malu, tapi Alex kan sendirian cuma sama Mbak. Mbak nggak malu kok. Dengan berkata demikian kubuka bajuku sehingga aku hanya pakai BH saja. Akupun heran juga kagum, anak seumur dia juga bisa tegang dan tampak tidak berdaya, jauh dari sikap sehari-hari yang agak arogan. Namun aku mulai menyukainya tanpa memikir yang jauh ke depan mengingat bapaknya sendiri juga berbuat serupa terhadap saya. Film terus berputar, tubuh Alex terasa hangat malah aku khawatir kalau dia sakit, dia tampak pucat entah takut apa bagaimana, aku tidak tahu.


    Alex hanya melirik buah dadaku tanpa berani menatap langsung, dia tetap memperhatikan film dengan seksama. Saat kupegang lagi kemaluannya dia hanya diam saja, tak kusia-siakan kesempatan ini kuremas kemaluan yang berukuran agak kecil itu. Akupun sudah tidak memperhatikan film lagi, kubuka celana Alex dan kuperhatikan kemaluannya. Tampak bersih dan mulai ditumbuhi bulu-bulu halus, aku semakin bernafsu melihatnya. Langsung kuterkam dengan mulutku dan kumulai menjilatnya, Alex hanya terdiam sambil kadang pinggulnya bergerak menikmatinya. Kuhisap kemaluannya dan dia pun teriak Uh.. Mbak.. kubiarkan anak kecil itu menggelinjang, kubimbing tangannya ke payudaraku. Ah, dia malah meremas kuat sekali. Kumaklumi dia sangat lugu dalam hal ini, aku tidak menyesal malah menyukainya. Aku hisap terus, dia pun semakin bergerak tidak karuan sambil teriak-teriak ah, uh, ah, uh. Kemudian dia teriak keras sambil tubuhnya gemetar disusul oleh cairan hangat dari kemaluannya. Aku telan cairan asin dan pekat ini tanpa rasa jijik sedikit pun, dan dia pun diam lemas terkulai. Kupeluk dia, dan kubisikkan kata-kata, “Enakkan”, sambil aku tersenyum, dia balas pelukanku dan hanya bicara “Mbak..” Aku bimbing dia ke kamar mandi dan kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur dan aku yakin nanti akan bangun lagi. Agen Joker123

    Kemudian kami pun tidur bersama di depan televisi di atas karpet, dia tampak kelelahan dan tidur pulas. Aku pun puas meski tidak sampai coitus. Menjelang subuh aku bangun, dan kulihat dengan seksama tubuh Alex yang sedang tidur telanjang. Nafsuku bangkit lagi dan kucoba membangunkan burung kecil itu, ternyata berhasil dan kuulangi lagi perbuatan tadi malam dengan pertambahan Alex meningkatkan variasi permainan. Tampaknya Alex mulai mengikuti naruninya sebagai makhluk bernafsu, ia mungkin meniru adegan film tadi malam. BH-ku dibuka dan dijilati, aku pun merasakan kenikmatan dari anak bau kencur, kubayangkan anak dan bapaknya mengerjaiku seperti sekarang, ah tak mungkin. Aku tuntun tangan Alex ke kemaluanku yang sejak tadi malam belum tersentuh sama sekali. Kubimbing tangannya menggesek-gesek kemaluannya dan ia pun memahami keinginanku. Gerakan-gerakan Alex dan servicenya kepadaku masih sangat kaku, mungkin perlu beberapa kali aku melatihnya. Tiba-tiba ia menarik paksa celana dalamku dan BH-ku pun dilucuti. Kubiarkan dia berkreasi sendiri, tampak wajahnya masih tegang tapi tidak setegang tadi malam dan ia pun mulai tidak sopan kepadaku, ah biarlah. Aku didorong hingga telentang, dan ia pun langsung menindihku. Dicobanya memasukkan burung kecil itu ke dalam kemaluanku, namun berkali-kali ia tidak berhasil. Ia pun semakin penasaran, ah suami kecilku ini mesti banyak belajar dariku.


    Kubimbing kemaluannya memasuki kemaluanku dan ia pun menggesek-gesekkannya. Terasa nafsuku merasuk ke sekujur tubuhku, kini penantianku tadi malam hampir tercapai dan ah nikmat sekali, suami kecilku bisa memuaskanku kali ini. Dengan cepat aku bangun dan kuhampiri burung kecil yang masih menantang itu, kuhisap dalam-dalam, dia pun mengerang kenikmatan dan terus menerus kuhisap hingga badannya bergetar dan lagi-lagi air liur burung kecil yang hangat itu menjadi bagian dari dagingku. Hari sudah terang, dan segera kami mandi air hangat bersama-sama. Aku merasa puas dan Alex hanya diam saja, entah apa yang dipikirkan. Menyesalkah? aku tidak tanya. Kenyataannya kisah ini masih berlangsung, sekarang Alex sudah SMA dan masih tetap dalam bimbinganku.
    Pagi harinya bapaknya Alex (yang juga suamiku) datang dan dengan tanpa menaruh curiga sedikitpun. Ini adalah pengalaman pertamaku dengan burung muda.

  • Video Bokep jepang Uika Hoshikawa squirt ranjang sampai basah becek

    Video Bokep jepang Uika Hoshikawa squirt ranjang sampai basah becek


    2639 views

  • Kisah Memek bercinta dengan guru bahasa inggris

    Kisah Memek bercinta dengan guru bahasa inggris


    2639 views

    Duniabola99.com – Sejalan dengan waktu, kini aku bisa kuliah di universitas keinginanku. Namaku Jack, sekarang aku tinggal di Yogyakarta dengan fasilitas yang sangat baik sekali. Kupikir aku cukup beruntung bisa bekerja sambil kuliah sehingga aku mempunyai penghasilan tinggi.


    Berawal dari reuni SMA-ku di Jakarta. Setelah itu aku bertemu dengan guru bahasa inggrisku, kami ngobrol dengan akrabnya. Ternyata Ibu Shinta masih segar bugar dan amat menggairahkan. Penampilannya amat menakjubkan, memakai rok mini yang ketat, kaos top tank sehingga lekuk tubuhnya nampak begitu jelas. Jelas saja dia masih muda sebab sewaktu aku SMA dulu dia adalah guru termuda yang mengajar di sekolah kami. Sekolahku itu cuma terdiri dari dua kelas, kebanyakan siswanya adalah wanita. Cukup lama aku ngobrol dengan Ibu Shinta, kami rupanya tidak sadar waktu berjalan dengan cepat sehingga para undangan harus pulang. Lalu kami pun berjalan munuju ke pintu gerbang sambil menyusuri ruang kelas tempatku belajar waktu SMA dulu.

    Tiba-tiba Ibu Shinta teringat bahwa tasnya tertinggal di dalam kelas sehinga kami terpaksa kembali ke kelas. Waktu itu kira-kira hampir jam dua belas malam, tinggal kami berdua. Lampu-lampu di tengah lapangan saja yang tersisa. Sesampainya di kelas, Ibu Shinta pun mengambil tasnya kemudian aku teringat akan masa lalu bagaimana rasanya di kelas bersama dengan teman-teman. Lamunanku buyar ketika Ibu Shinta memanggilku.
    “Kenapa Jack”
    “Ah.. tidak apa-apa”, jawabku. (sebetulnya suasana hening dan amat merinding itu membuat hasratku bergejolak apalagi ada Ibu Shinta di sampingku, membuat jantungku selalu berdebar-debar).
    “Ayo Jack kita pulang, nanti Ibu kehabisan angkutan”, kata Ibu Shinta.
    “Sebaiknya Ibu saya antar saja dengan mobil saya”, jawabku dengan ragu-ragu.
    “Terima kasih Jack”.

    Tanpa sengaja aku mengutarakan isi hatiku kepada Ibu Shinta bahwa aku suka kepadanya, “Oh my God what i’m doing”, dalam hatiku. Ternyata keadaan berkata lain, Ibu Shinta terdiam saja dan langsung keluar dari ruang kelas. Aku panik dan berusaha minta maaf. Ibu Shinta ternyata sudah cerai dengan suaminya yang bule itu, katanya suaminya pulang ke negaranya. Aku tertegun dengan pernyataan Ibu Shinta. Kami berhenti sejenak di depan kantornya lalu Ibu Shinta mengeluarkan kunci dan masuk ke kantornya, kupikir untuk apa masuk ke dalam kantornya malam-malam begini. Aku semakin penasaran lalu masuk dan bermaksud mengajaknya pulang tapi Ibu Shinta menolak. Aku merasa tidak enak lalu menunggunya, kurangkul pundak Ibu Shinta, dengan cepat Ibu Shinta hendak menolak tetapi ada kejadian yang tak terduga, Ibu Shinta menciumku dan aku pun membalasnya.

    Ohh.., alangkah senangnya aku ini, lalu dengan cepat aku menciumnya dengan segala kegairahanku yang terpendam. Ternyata Ibu Shinta tak mau kalah, ia menciumku dengan hasrat yang sangat besar mengharapkan kehangatan dari seorang pria. Dengan sengaja aku menyusuri dadanya yang besar, Ibu Shinta terengah sehingga ciuman kami bertambah panas kemudian terjadi pergumulan yang sangat seru. Ibu Shinta memainkan tangannya ke arah batang kemaluanku sehingga aku sangat terangsang. Lalu aku meminta Ibu Shinta membuka bajunya, satu persatu kancing bajunya dibukanya dengan lembut, kutatap dengan penuh hasrat. Ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka kecil ternyata amat besar dan indah, BH-nya berwarna hitam berenda yang modelnya amat seksi.

    Karena tidak sabar maka kucium lehernya dan kini Ibu Shinta setengah telanjang, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahan kunikmati keindahan tubuhnya. Aku pun membuka baju sehingga badanku yang tegap dan atletis membangkitkan gairah Ibu Shinta, “Jack kukira Ibu mau bercinta denganmu sekarang.., Jack, tutup pintunya dulu dong”, bisiknya dengan suara agak bergetar, mungkin menahan birahinya yang juga mulai naik.


    Tanpa disuruh dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentu agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke Ibu Shinta. Kini aku jongkok di depannya. Menyibak rok mininya dan merenggangkan kedua kakinya. Wuih, betapa mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggunduk dibungkus celana dalam warna hitam yang amat minim. Sambil mencium pahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas liang senggamanya dan klitorisnya yang juga besar. Lidahku makin naik ke atas. Ibu Shinta menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di pangkal pahanya.
    “Mau apa kau sshh… sshh”, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat.
    “Ooo… oh.. oh..”, desis Ibu Shinta keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di gundukan liang kenikmatannya. Tampak dia keenakan meski masih dibatasi celana dalam.

    Serangan pun kutingkatkan. Celananya kulepaskan. Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat. Lidahku kemudian bermain di bibir kemaluannya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Ibu Shinta makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya. “Aahh… Kau pintar sekali. Belajar dari mana hh…”

    Tanpa sungkan-sungkan Ibu Shinta mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat batang kemaluanku yang ereksi maksimal, meremas-remasnya beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak. Semula Ibu Shinta seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti melekat di mulutnya. “Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu?”, tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar. Aku tak menjawab. Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu. Biar tidak merepotkanku, BH-nya kulepas. Kini dia telanjang dada. Tak puas, segera kupelorotkan rok mininya. Nah kini dia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.

    “Nggak adil. Kamu juga harus telanjang..” Ibu Shinta pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir celana dalamku. Batang kemaluanku yang tegak penuh segera diremas-remasnya. Tanpa dikomando kami rebah di atas ranjang, berguling-guling, saling menindih. Aku menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal kenikmatan miliknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. Ibu Shinta mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan batang kemaluanku ke mulutnya.


    “Gantian dong..” Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kemaluanku ke mulutnya yang mungil. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kemaluanku masuk ke rongga mulutnya. “Justru di situ nikmatnya.., Selama ini sama suami main seksnya gimana?”, tanyaku sambil menciumi payudaranya. Ibu Shinta tak menjawab. Dia malah mencium bibirku dengan penuh gairah. Tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangannya yang mulai basah. Aku tahu, perempuan itu sudah kepengin disetubuhi. Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri.
    Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, batang kemaluanku pun sudah ingin segera menggenjot liang kenikmatannya. Pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus liang kenikmatannya, kurasakan tubuh Ibu Shinta agak gemetar. “Ohh…”, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke liang kenikmatannya. Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.

    Tiga menit setelah kugenjot, Ibu Shinta menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme. Genjotan batang kemaluanku kutingkatkan. “Ooo… ahh… hmm… ssshh…”, desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat. “Sekarang Ibu Shinta berbalik. Menungging di atas meja.., sekarang kita main dong di atas meja ok!” Aku mengatur badannya dan Ibu Shinta menurut. Dia kini bertumpu pada siku dan kakinya. “Gaya apa lagi ini?”, tanyanya.
    Setelah siap aku pun mulai menggenjot dan menggoyang tubuhnya dari belakang. Ibu Shinta kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.
    “Capek?”, tanyaku. “Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau remuk tulang-tulangku”.
    “Tapi kan nikmat Bu..”, jawabku sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.
    “Ya deh kalau capek. Tapi tolong sekali lagi, aku pengin masuk agar spermaku keluar. Nih sudah nggak tahan lagi batang kemaluanku. Sekarang Ibu Shinta yang di atas”, kataku sambil mengatur posisinya.

    Aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya kubimbing agar memegang batang kemaluanku masuk ke selangkangannya. Setelah masuk tubuhnya kunaik-turunkan seirama genjotanku dari bawah. Ibu Shinta tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku. Apalagi diiringi dengan lenguhan dan jeritannya saat menjelang orgasme. Ketika dia mencapai orgasme aku belum apa-apa. Posisinya segera kuubah ke gaya konvensional. Ibu Shinta kurebahkan dan aku menembaknya dari atas. Mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kemaluanku. “Oh Ibu Shinta.., aku mau keluar nih ahh..” Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam liang kenikmatannya. Ibu Shinta kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kemaluanku. Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu.

    Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan beruntun yang baru saja kami rasakan. Setelah itu kami bangun di pagi hari, kami pergi mencari sarapan dan bercakap-cakap kembali. Ibu Shinta harus pergi mengajar hari itu dan sorenya baru bisa kujemput.


    Sore telah tiba, Ibu Shinta kujemput dengan mobilku. Kita makan di mall dan kami pun beranjak pulang menuju tempat parkir. Di tempat parkir itulah kami beraksi kembali, aku mulai menciumi lehernya. Ibu Shinta mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Ibu Shinta makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang. “Uuuhh.., mmmhh..”, Ibu Shinta menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun membuka dengan paksa baju dan rok mininya.

    Aaahh..! Ibu Shinta dengan posisi yang menantang di jok belakang dengan memakai BH merah dan CD merah. Aku segera mencium puting susunya yang besar dan masih terbungkus dengan BH-nya yang seksi, berganti-ganti kiri dan kanan. Tangan Ibu Shinta mengelus bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tidak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan nampaklah bukit kemaluannya. Akupun segera membenamkan kepalaku ke tengah ke dua pahanya. “Ehhh…, mmmhh..”. Tangan Ibu Shinta meremas jok mobilku dan pinggulnya bergetar ketika bibir kemaluannya kucumbui. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan menjilatinya dengan perlahan.
    “Ooohh.., aduuuhh..”. Ibu Shinta mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku membelai klitorisnya yang membuat tubuh Ibu Shinta terlonjak dan nafas Ibu Shinta seakan tersendak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Ibu Shinta tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Ibu Shinta. “Mmmhh…, mmmhh.., ooohhm..”. Ketika Ibu Shinta membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku, kini iapun mulai menyedot. Tanganku bergantian meremas dadanya dan membelai kemaluannya. “Oouuuh Ibu Shinta.., enaaaak.., teruuuss…”, erangku.

    Ibu Shinta terus mengisap batang kemaluanku sambil tangannya mengusap liang kenikmatannya yang juga telah banjir karena terangsang menyaksikan batang kemaluanku yang begitu besar dan perkasa baginya. Hampir 20 menit dia menghisap batang kemaluanku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar. “Ibu Shinta.., ooohh.., enaaak.., teruuus”, teriakku. Dia mengerti kalau aku mau keluar, maka dia memperkuat hisapannya dan sambil menekan liang kenikmatannya, aku lihat dia mengejang dan matanya terpejam, lalu.., “Creet.., suuurr.., ssuuur..”
    “Oughh.., Jack.., nikmat..”, erangnya tertahan karena mulutnya tersumpal oleh batang kemaluanku. Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya aku juga tidak kuat menahan ledakan dan sambil kutahan kepalanya, kusemburkan maniku ke dalam mulutnya, “Crooot.., croott.., crooot..”, banyak sekali maniku yang tumpah di dalam mulutnya.
    “Aaahkk.., ooough”, ujarku puas. Aku masih belum merasa lemas dan masih mampu lagi, akupun naik ke atas tubuh Ibu Shinta dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Ibu Shinta dan aroma kemaluan Ibu Shinta di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Ibu Shinta, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Ibu Shinta menekan pantatku dari belakang. “Ohm, masuk.., augh.., masukin”


    Perlahan kemaluanku mulai menyeruak masuk ke liang kemaluannya dan Ibu Shinta semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku terasa tertahan oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu hentakan, tembuslah halangan itu. Ibu Shinta memekik kecil. Aku menekan lebih dalam lagi dan mulutnya mulai menceracau, “Aduhhh.., ssshh.., iya.., terus.., mmmhh.., aduhhh.., enak.., Jack”
    Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Ibu Shinta, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Ibu Shinta sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kemaluanku menancap hingga pangkal di kemaluannya. Tanpa perlu diajari, Ibu Shinta segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan menggosok payudaranya, klitoris dan pinggulnya, dan kamipun berlomba mencapai puncak.

    Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Ibu Shinta makin menggila dan iapun membungkukkan tubuhnya dengan bibir kami saling melumat. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku. Setelah tubuh Ibu Shinta melemas, aku mendorongnya hingga telentang, dan sambil menindihnya, aku mengejar puncak orgasmeku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Ibu Shinta tentu merasakan siraman air maniku di liang kenikmatannya, dan iapun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua. Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.

  • Kisah Memek Masih ABG Pembantuku Yang Binal

    Kisah Memek Masih ABG Pembantuku Yang Binal


    2639 views

    Duniabola99.com – Aku seorang pedagang umur 35 tahun, istriku 32 tahun guru SMA. kisah ini terjadi dua tahun lalu, tepatnya satu bulan sebelum puasa. Aku mempunyai pembantu namnya Dian. orangnya cukup tinggi hampir setinggi aku yaitu kira-kira 165cm, semampai, badanya langsing dengan kedua tetek yang masih sekal dan mencuat dengan ukuran teteknya kira2 34. saya hanya kira-kira aja, karena belum pernah melihatnya.


    Dina sudah bekerja di rumah sejak empat tahun yang lalu, yaitu sejak anak kedua saya lahir. ia sangat sayang sama anak saya. istri saya pun percaya ama dia. karena istri saya bekerja maka semua urusan pengurusan rumah tangga diserahkan kepad si Dina. Dina ini hanya tamat SD sekarang umurnya sudah 17 tahun. lagi segarnya memang.

    Sering Dina ini ketiduran di Sofa keluarga sambil mengendong anak saya sementara istri saya telah tertidur pulas.. dekat sofa atau didepan nya ada TV ukuran 34 Inc.. disamping sofa keluarga ada meja makan. saya biasanya suka mengetik hasil transaksi bisnis di meja makan itu sampai larut malam. karean seringnya Dina ketiduran di atas sofa depan TV, lama2 saya memperhatikan ia juga.

    Cantik dan sensual juga si Dina ini pikirku. Dengan kulit bersih sawo matang, rambut terurai panjang sebahu, dan kaki jenjang… selayaknya si Dina tidak pantas jadi pembantu. saya tipe suami yang setia. belum pernah merasakan memek dan harumnya gadis lain selain istri ku. oya istriku cukup cantik dengan kulit putih mulus dan bodi bahenol. kalo sedang hubungan intim ia sangat liar sekali. nafsu sex nya sangat kuat. kembali ke DIna. kadang2 waktu ia ketiduran di sofa, belahan dadanya sedikit mengintip.

    pada suatu malam saya lagi pengen maen, namun istri ku lagi dapet bulan. dan seperti biasa si Dian pembantuku, ketiduran dekat sofa yang menghadap ke arah saya. saya iseng menghamprinya, dengan tangan gemetar, takut istri saya bangun.. saya belai rambutnya. ia diam aja. trus saya usap2 pipinya,.. eh..eh.. ia diem aja..trus saya mulai raba2 dadanya yang masih dalam bungkus bajunyanya, sementara anaknya ia peluk sambil tidur..saya mulai curiga ia ketiduran atau pura2 tidur.. kemudian saya kecup keningnya terus matanya dan mendarat di bibirnya.. eh,,ia diam aja. Agen Judi Bola

    Saya penasaran… saya mulai isep mulutnya.. dan ia bergerak pelan..saya kaget..kemudian saya lepas ciuman saya… ia tertidur lagi. trus saya cium lagi bibirnya sambil tangan saya membelai-belai teteknya masih dalam bungkus bajunya… saya jadi penasaran., ia betul2 tidur atau tidak..saya takut juga..terus saya duduk di kursi makan menenangkan diri..saya lihat si DIna masih terpenjam matanya..tiba-tiba ia bangun karena anaknya saya dipelukkan bangun minta sisu… trus si dian bikinkan susu anak saya (laki).


    Setelah menyuapin anak saya dengan susu, anak saya tertidur lagi,.. si Dina minta pamit ke saya untuk nidurin anak saya ke kamar anak saya yang nomor satu… saya mengangguk sambil sibuk kerja. setelah satu jam saya lihat si Dina tidak keluar dari kamar anaknya saya. saya penasaran, kenapa ia ngak keluar dari kamar anak saya. saya dekati kamar anak saya… dan saya buka pintu pelan2 takut ketahuan istri saya…tiba saya kaget ternyata si Dina tertidur pulas bersama anak saya.. dan yang lebih saya panas dingin adalah roknya tersingkap membuat paha nya mulus terbentang dalam kondisi mengangkang.

    Saya masuk kekamar pelan2. trus saya berdiri disamping ranjang.. saya liaht wajah dina ia betul2 tertidur pulas… saya usap pelan-pelan celana dalam dekat memeknya pelan-pelan, sambil tangan kiri saya mengusap2 teteknya yang menonjol seski… saya terus mengusap2 memeknya,,dan setekah cukup lama saya merasakan celana dalamnya basah. saya kaget ternyata ia menikmati usapan tangan saya.

    Saya mulai curiga jangan2 ia pura tidur. saya menuju mulutnya. saya kecup pelan2 mulutnya sambil tangan saya terus mengusap teteknya. mulutnya saya isep keras. terdengar lenguhan nafasnya…perutnya terangkat. dadanya ia busungkan ke atas.. aku makin penasaran. aku buka kancing bajunya diatas dadanya. sekaranag bajunya sebelas atas tersingkap. terlihat dua bukit kembar yang ranum dan montok..saya terkesima. bentuk teteknya indah sekali. masih kenceng. beda ama tetek istriku yang mulai kendor dan tidak begitu besar ukurannya.


    Saya membelai teteknya dengan penuh sayang.. sekali-kali bibir saya mebngusap2 kulit teteknya yang mulus. lagi-lagi ia mendesah pelan. tangan kananku akau selipkan di antara daging tetek dan behanya.. agak sempit, saya berusaha masukin tangan saya.. hmm bukan maen..terasa daging teteknya kenyal dan dingin sejuk sekali. saya remas2 tetek berkali sambil tangan saya bergantian meremes2 teteknya. mulut saya terus mengecup bibirnya. lidah saya kadang saya masukin kedalam mulutnya. ada sedikit respon saat lidahku akau masukin kedalam mulutnya. ia sedikit mengisap lidah saya. saya tambah nyakin kayaknya ia pura-pura tidur. meskipun matanya terpenjam, namun napsu nya mulai naik.

    Saya tak sabaran lagi pengen lihat teteknya secara utuh. saya buka tali BH nya dan sekarang teteknya betul2 dah teanjang. namun untuk jaga2 aku tetap tidak melepas bajunya yang tersingkap. hanya bhnya yang saya lepas talinya kemudian saya tarik ke atas sehingga teteknya yang montok itu menyembul keluar. saat itu juga saya langsung menyergap kedua putingnya. saya isep2 bergantian kiri dan kanan,. sementara tangan kanan saya terus memasukkain jari tangan saya kedalam memeknya..dia mengelinjang2 dengan pelan. puas mengisap putingnya.

    Kontol saya sudah sangat tegang sekali. saya lepas celana pendek saya. terus memperhatikan mulutnya yang sedikit terbuka, matanya masih terpenjam, kayaknya ia pura2 tidur…trus aku naikin dadanya, posisi ia telentang pasrah. Sampai di dadanya, paha saya geser dikit ke atas. terus kontol saya yang udah asngat tegang langsung aku sodorkan kedalam mulutnya. aku masukin dengan paksa kontol ku yang besar dan tegang itu ke mulutnya.. agak susah dn ada sedikit penolakan. tetapi penolakan tersebut tidak begitu kuat. saya terus memassukkan kontol saya kedalam mulutnya.. saya majukan pelan-pelan…terasa kontol saya menyentuh giginya..ia mengerakkan giginya..wow..ia betul-betul ngak tidur.. nagk mungkin ia tidur,


    Melihat ia menggerakan giginya sambil menekan kontol saya..ohghhh sensai yang luar bisa…sambil memmaju mundurklan kontol saya kedalam mulutnya, tangan saya yang kiri menjulur ke arah teteknya aku remas2 teteknya wow betul nikmatnya..ia masih perawan pikirku..dan belum pengalaman yang beginian. saya ingat istri saya..saya berdiri dari dari atas dadanya kontol saya lepaskan dari mulutnya..namun saya kaget.. pada saat kontol saya lepaskan dari mulutnya pelan2 tiba mulutnya menjepit kontolku. aku agak susah menarik kontolku… namun pelan2 akhirnya kontolku lepas.

    Aku biarkan ia telentang dengan baju tersingkap dan kedua teteknya menyembul bebas dengan seksinya. aku pakai celana dan terus aku kekamar mengintip istri ku..wow ternyata ia tidurnya sangat pulas,… aku tutup pintu kamarku da kembali kekamar anakku yang ada si Dnna.. begitu aku lihat di ranjang, posisi Dina tidak berubah posisinya.. aku semakin dapat angin. kontol masih tegang dan tidak turun2… aku elus memeknya masih pakai celan dalam.

    Memeknya dah basah sekali. aku buka celan dalamnya pelan2 terus, aku pelorotkan sampai ke mata kakinya, aku ngak berani melepas total celana dalamnya. pelan2 aku naikin dia dan kontolku aku arahkan ke lobak memeknya yang bsah itu.. aku bimbing kontol ku yang panjang dan tegang ke arah lobang memeknya. kakinya aku reanggangkan.. lobang memeknya masih sempit. kuliahat wajahnya pasarh dan mata nya tetap terpenjemn dan kelihatan mulutnya bergeraka menahan nikmat.. ia pura2 tidur. tetapi saya ngak peduli yang pemting aku lagi masukin kontolku ke memeknya….sempit. dan susah sekali masuk kontolnya. ia mendesah pelan-pelan.


    Badan ku aku rebahkan diatas bdannya. teteknya menekan dadaku.wow nikmat banget.. tiba-tiba tanganya ia rangkulkan ke leherku dan menekan2 pinggulnya ke arah kontol ku yang sedang bersusah payah menuju lobang kenikmatannya. pelan2 kontol ku masuk..dan seperti batang kontolku telah amblas. ia merintih2 ngak karuan tetapi dengan mata yang masih terpenjamn. mulutnya aku ciumi lagi dengan ganasnya…ia membalas ciuman ku.

    Sekarang ia dah mulai menghisap2 lidahku dan mengginggit ujung lidah dengan pelan.. napsu ku tak karuan.. ia terus menekan pinggulnya ke arah kontol..tibah ia tersendak oughhh.ooughhh..oughh… bersamaan dengan terasa kontol ku menembus sesuatu.. aku lihat kebawah pada saat aku maju mundurkan kontolku..ada warna merah mudah di batang kotolku yang lagi maju mundur tersebut…aku kaget dan ngak sadar ternyata aku telah memecah perawanya.. tetapi ia kelihatan senyum tipis,

    Wajahnya menegang… ada rasa penyesalan..namun kenikmatan duniawa mengalahkan semuanya.. akhir aku genjot kontol keluar masuk memeknya sambil tanganku tak henti2nya meremas2 kedua tetek nya seksi.. sementara mulutku terus mengisap2 lidahnya dan mencupang lehernya…..ough..nikmat.. tiba-tiba ia mengejang bersaman dengan itu akupun menyemburkan air mani panas kelobang memeknya. cukup banya air mani….yang masuk kelobang memeknya..akhir aku lemas.. dan diam-diam aku tarik kontoku dari lubang memeknya.

    aku turun dari ranjang. aku lihat anakku masih tidur pulas. dan pembantuku Dina juag dalam keadaan tidur pulas… dan matanya terpenjamn. aku rapikan pakaiannya setelah celana dalam dan bhnya aku kancingin lagi… aku keluar kamar anakku.. masuk ke kamar tidurku dan kulihat istri tidur dengan pulas., untung ia ngak bangun.


    Besok paginya aku bangun, istriku dah berangkat kerja. kulihat Dina, sikapnya menunjukkan biasa saja…ia sempat tanya ke saya,.. pak semalam aku mimpi aneh deh…kok lain dan anuku terasa perih…terus ia bilang kenapa ada warna merah ya pak di paha dan dalam celananya..ia nanya dengan lugu.. aku pura ngak tahu…namun kelihatan ia puas. sambil tersenyum ia pergi kekamar mandi sambil nyuci banu.

  • Kisah Memek Ngentot Dengan Tante Kis yang Seksi

    Kisah Memek Ngentot Dengan Tante Kis yang Seksi


    2639 views

    Duniabola99.com – Selama aku masih menganggur, aku sering ke rumah Tante Kis. Selama di sana aku membantu membersihkan halaman dan mengatur perkakas rumah. Maklum tanteku itu hidup sendirian.


    Untuk urusan angkat-mengangkat (mengangkat barang red) ia tidak sanggup. Suatu sore setelah aku menggeser pot di halaman agar kelihatan rapi, aku mau ke kamar mandi, mau cuci tangan dan buang air. Toilet Tante Kis ada di dalam kamarnya, sehingga kalau mau ke kamar mandi harus ke kamarnya dulu. Tanpa ragu-ragu kubuka kamar yang tidak terkunci itu untuk menuju kamar mandi. Begitu kubuka pintu kamarnya aku kaget, kulihat Tante Kis baru saja selesai mengeringkan badannya dengan handuk sehabis mandi. Saat kubuka pintu tadi, Tante Kis sedang dalam keadaan telanjang membelakangiku. Tante Kis rupanya tidak menyadari kalau aku sedang memperhatikan pinggul dan bokongnya dengan gemetar. Beberapa menit kemudian kututup kembali pintunya, dengan perasaan yang galau dan takut karena memasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.

    Malamnya aku tidak bisa tidur, kemaluanku berdiri terus. Aku keluar dari kamar, rupanya Tante Kis sedang nonton TV sendirian. Aku mau menegurnya tapi tunggu dulu, Tante Kis sedang memakai pakaian yang merangsang, pahanya yang putih tersingkap, sementara tangan kanannya rupanya sedang mengelus kemaluannya sendiri. Aku diam-diam duduk agak di belakang posisi duduknya sambil memperhatikan tingkahnya tersebut dengan sedikit was-was. Akhirnya dengan perasaan yang makin kacau aku kembali ke kamar. Kemaluanku yang makin tegang akhirnya kukeluarkan juga, sambil kuelus-elus.

    Beberapa menit kemudian kejantananku sudah sedemikian kencang dan terasa ingin keluar.
    Tiba-tiba terdengar suara Tante Kis, “Kenapa Tok, kepanasan ya?”
    “Eh.. iya Tante,” jawabku terbata-bata.
    “Kamu kenapa?” tanyanya tanpa melihat ke arah kemaluanku.
    Aku penasaran dan dengan memberanikan diri, kubiarkan terus kemaluanku tergerai di luar celana dalamku.
    “Nggak tahu nih Tante, ini tegang terus,” sambil kutunjukkan kemaluanku.
    Tante Kis melihatnya sekilas dengan tenang. Tante Kis terus masuk ke kamarku tanpa mempedulikan lagi kejantananku yang menantang.
    “Tok, tolongin Tente dong, kelilipan nih..” sambil mengucek-ngucek matanya.
    Aku berdiri dan kuhampiri, instingku mengatakan bahwa ini adalah isyarat saja agar aku mendekatinya.


    Pikiranku sudah sangat jorok. Kuhampir Tante Kis, senjataku yang sudah siap tempur mengarah lurus ke depan menuju perutnya. Lalu kupeluk Tante Kis, batang kemaluanku terjepit di perutnya, tanganku meremas ke arah payudaranya. Rupanya Tante Kis tidak memakai BH. Aku semakin berani, kusingkapkan dasternya, kugapai payudaranya dengan penuh nafsu. Tante Kis diam saja. Tenang saja dia. Kuciumi lehernya dari belakang, payudaranya masih kencang. Beberapa saat kemudian payudaranya makin keras dan putingnya makin menantang. Nafas Tante Kis sudah mulai mendesah-desah tanda dia mulai terangsang.

    Kubuka dasternya, kulihat tubuhnya yang putih mulus. Kulepas celana dalamnya, bulu kemaluannya lebat di atas kulitnya yang putih. Tanpa kusadari kami sudah saling berpelukan tanpa dibatasi selembar benangpun. Tante Kis sudah membalas ciumanku dengan buasnya. Tubuhku semuanya diciumi, sampai ke bawah, terus ke perut, terus ke bawah lagi dan sampailah ke arah kemaluanku yang sudah ia genggam sejak tadi, barangkali takut kusembunyikan. Aku mengambil posisi duduk di pinggir tempat tidur, sementara dengan gerakan yang berpengalaman ia mulai mengulum dan menjilati kejantananku sambil tangannya mengocok dengan lembut. Aku merasa nikmat yang luar biasa, bersamaan dengan itu keluarlah maniku, sebagian menyemprot ke hidungnya yang mungil. Tante Kis masih mengocok-ngocok sambil meremas-remas kemaluanku, sehingga tuntas sudah sperma yang kukeluarkan tadi. Tante Kis kelihatan puas. Apalagi aku, seribu kali puas. Tante Kis masih terus mempermainkan kemaluanku yang sudah tidak sekeras tadi meskipun belum juga menyusut. Tante Kis terus mempermainkan kemaluanku. “Kontol kamu bagus To, besar lagi.” Aku tidak menjawab, hanya tersenyum manja. Oleh kelihaian tangannya, segera kurasakan kembali rasa nikmat seperti saat ngaceng tadi. “To, kontolmu sudah ngaceng lagi. Masukin ke gawukku yuk.” Lalu Tante Kis mengambil posisi terlentang di sebelahku, mani yang menempel di wajahnya sudah dibersihkan dengan bantal.

    Tanpa diperintah lagi, aku mengambil posisi sebaliknya. Kuarahkan kemaluanku ke liang senggamanya yang merah merekah, dibimbingnya batang kejantananku dengan tangannya, digosok-gosokkan kepala kemaluanku di atas liang senggamanya yang sudah basah ke arah atas dan bawah kemaluannya. Kemudian diarahkan tepat di depan gerbang kemaluannya. Sekali lagi tanpa diperintah dan hanya berdasarkan naluri saja kutusukkan seluruh batang kemaluanku ke dalam liang sorganya. Liang senggamanya terasa sempit, dan dindingnya terus memijit-mijit kemaluanku yang semakin mengeras di dalam goa nikmatnya. Kudengar ia menjerit-jerit kecil menikmati gesekan kemaluanku dengan sempurna. Tanpa kusadari bokongku sudah naik turun yang mengakibatkan batang kemaluanku keluar masuk liang senggamanya. (Barangkali pembaca belum kuceritakan bahwa sakalipun aku belum pernah main perempuan, dengan Tante Kis ini, baru pertama kalinya aku melakukan sendiri apa yang dinamakan senggama, seperti yang pernah kulihat di film biru)


    Tidak lama kemudian nafas Tante Kis semakin cepat, bersamaan dengan itu ia semakin kencang menaikkan pinggulnya sehingga liang kenikmatannya meremas-remas mesra batang kejantananku. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Dan kudengar Tante Kis berteriak, “Keluarkan sama-sama To..” Ia mendekap kuat-kuat punggungku, diciuminya bibirku dengan buasnya. Tubuhnya mengejang dan, “Ooohh.. Iihhh.. Oohh..” suaranya kali ini keras sekali, di malam yang sunyi.

    Kami tidur bersama malam itu. Ia pulas sekali tertidur. Sedangkan aku tidak. Mataku terus melotot. Kejantananku tidak mau kompromi, tetap tegak sempurna. Sekali-kali kuremas payudaranya, ia tetap tidur lelap, kuelus goa kenikmatannya, ia juga diam saja. Kudekatkan lampu duduk di depan selangkangannya. Kupermainkan liang kewanitaannya, kuelus, kusibakkan kedua bibirnya dan kuperhatikan semuanya. Kuraba-raba klitorisnya yang tersembunyi di atas bibir kemaluannya. Oh, baru pertama aku melihat pemandangan ini. Sekali-kali Tante Kis bangun untuk kemudian tertidur lagi. “Aku ngantuk Tok,” katanya pelan. Melihat kemaluannya yang bebas tersebut, kumanfaatkan dengan sepuas-puasnya. Akhirnya kukecup juga bibir Tante Kis lalu kujilati, Tante Kis kulihat bergelinjang kegelian sebentar. Lama kuhisap-hisap, kujilati klitorisnya sampai basah. Basah oleh ludahku bercampur dengan lendir yang keluar dari liang senggamanya. Diangkat-angkatnya pinggul Tante Kis, menandakan ia keenakan, seakan ingin lidahku terus menjilatinya.


    Melihat Tante Kis sudah memberikan tanggapan, segera kutiduri lagi Tante Kis untuk kedua kalinya. Tante Kis kali ini bersikap pasif mungkin masih kelelahan, kumasukkan kejantananku, kali ini terasa agak seret. Tante Kis merintih, “Pelan-pelan Tok, sakit..” Aku menurutinya. Pelan-pelan kumasukkan batang kejantananku ke dalam liang senggamanya yang seret itu, sampai semuanya habis tertelan oleh kemaluan Tante Kis. Kugoyang sebentar, keluarlah maniku dengan deras.


    Begitulah, berkali-kali kusetubuhi Tante Kis, baik dalam keadaan sadar maupun tidak. Aku tidak bisa menghitung berapa kali air maniku muncrat. Sampai akhirnya aku benar-benar kelelahan dan tertidur.

    Sejak saat itu aku jadi sering ke rumah Tante Kis. Sampai akhirnya aku diterima kerja di kota lain. Saat ini usianya mungkin sudah 35 tahun. Kadang-kadang aku masih suka mengunjunginya, dan tidak lupa memberikan siraman air kenikmatan ke dalam kemaluannya.

  • Kisah Memek Ada Apa Dengan Amelia

    Kisah Memek Ada Apa Dengan Amelia


    2638 views

    Duniabola99.com – Cinta kadang mendatangkan kebahagiaan & keindahan yang tiada tara, namun kadang semua itu harus berakhir dengan air mata & kesedihan yang amat mendalam. Kekuatan cinta dapat mengubah kehidupan seseorang berbalik 180 derajat, dapat menghipnotis hingga kita bisa lupa akan segala2nya, dengan kekuatan cinta pula seseorang mampu melakukan apa saja demi orang yang sangat dicintai. Kisah ini bukanlah karangan dari khayalan nafsu & sex semata, melainkan kisah yang memang benar-benar aku alami, aku akan berbagi pengalaman agar siapapun yang membacanya dapat mengambil hikmah dari kisahku ini, jangan sampai kejadian yang seperti aku alami ini terulang kembali.Namaku Amelia, usia 23 thn, aku seorang karyawati sebuah perusahaan kontraktor asing dibilangan Jakarta. Berawal ketika aku duduk dibangku kls 3 disalah satu SMU Swasta di Jakarta. Januari ’98, Sepulang sekolah, aku dan 2 sahabatku Dian & Gita berencana untuk jalan-jalan di Pondok Indah Mall sekedar window shopping & ngeceng, yaah maklum deh namanya juga ABG, lagi ganjen-ganjen & rajin-rajinnya cari perhatiaan sama yang namanya cowok.


    Setelah ganti baju, kitapun berangkat dengan menggunakan BMWnya Gita, dia yang paling cantik dan tajir diantara kita b’2. Setelah puas puter-puter, kitapun makan di Olala café, tempat yang tidak akan pernah aku lupakan. Sedang asik-asiknya kita ngobrol, salah satu pelayang datang menghampiri kami “Maaf mba mengganggu, eem..mas-mas yang duduk dibelakang nitip salam tuh, ini ada es cream untuk mba b’3 dari mereka” Spontan kami b’3 menoleh kearah cowok yang ditunjuk pelayan. Woow..ternyata 2 cowok yang ganteng, keren dan sungguh rapi, “Psst, boleh juga tuh! Kayanya sih udah pada gawe tuh cowo ” Gita dengan pelan memberi komentar tentang kedua cowok itu. Singkat cerita kitapun berkenalan dan saling bertukar cerita. Rio dan Iqbal, ya itulah nama kedua cowok itu, mereka bekerja di salah satu perusahaan Jepang dibilangan Sudirman Jakarta. Rio memeng tidak seganteng Iqbal, tingginya kira-kira 180, badannya tegap, kulitnya bersih dan berkarisma, pokoknya enak dipandang deh. Hampir sejam kita ngobrol, aku dan kedua sahabatku putuskan untuk pulang, setelah saling bertukar no. telp. kitapun berpisah. Setiba dirumah, aku masih benar-benar tidak bisa melupakan bayangan wajah Rio. Siapa sangka, tepat jam 9 malam telp. rumahku berdering, bergegas kuangkat, “Selamat malam, bisa bicara dengan Amelia?” dengan cepat kujawab “Ya malam, ini aku sendiri, siapa ya ?” “Rio” Teeng..jantungku tiba-tiba berdetak kencang, aku sama sekali tidak menyangka kalau dia bakalan telp. Seneng, gembira, yaah pokoknya hapy banget deh. Kitapun ngobrol panjang lebar, nggak terasa 3 jam kami ngobrol.

    Dari situ aku ketahui kalau dia itu orang Bandung, S1 di Unpad Bandung, S2 di Jepang dan tinggal di Cilegon. Sabtu, selesai jam sekolah, seperti biasa aku nggak langsung keluar kelas melainkan ngobrol dengan teman-teman kelasku, tiba- tiba HPku bunyi, kulihat dari layar ‘RIO” lagi nama itu membuat aku senang, bergegas kuangkat “Hai mel, sudah pulang belum? Aku ada digerbang sekolah kamu nih”. GERBANG, belum lagi kujawab, buru-buru aku keluar kelas dan kutengok kegerbang, yaa..RIO, dia duduk didalam mobil Taft hitam, tangannya masih memegang HP, “Hai, aku ada diatas” sambil melambaikan tangan memberi kode keberadaanku, dia pun menoleh kearahku tersenyum menatapku. Aku tanpa sadar loncat-loncat kegirangan, “Bentar aku turun ya” setelah mengambil tas dikelas, akupun setengah berlari menuruni anak tangga, agak cape memang maklum deh kelasku kan letaknya dilantai 3.

    Kamipun jalan untuk makan siang. Seperti sudah saling kenal lama, tidak ada rasa canggung diantara kita. Sejak saat itu aku dan Rio semakin dekat, setiap hari kami selalu kontak melalui telp, setiap sabtu dia selalu menjemputku ke sekolah, minggu pagi kami joging disenayan atau pergi berenang, pokoknya hari-hari ku menjadi semakin indah bersama Rio. Minggu, akhir Maret’98. Salah satu hari yang sangat berkesan dalam awal perjalanan cintaku. Sehabis lari pagi ketika kami akan pulang, dari dalam dashboard mobil, Rio memberi setangkai bunga mawar merah yang masih kuncup, “Mel, aku sayang kamu ” Romantiis..ya sungguh romantis saat itu, dia mengecup keningku. “Makasih ya Rio” sambil tersenyum ku cium bunga pemberiannya.


    Tidak ada yang berubah diantara kami, malah kami semakin dekat. Malamnya aku benar-benar tidak bisa tidur, aku terus memegang bunga pemberiannya. Hari-hariku semakin bersemangat, Rio sangat perhatian kepadaku, makan, tidur, belajar, selalu diingatkannya. Begitupun sebaliknya, aku juga memberi perhatian penuh untuk pacarku yang amat aku cintai. Dia adalah pemicu semangat belajarku, akupun jadi semakin giat belajar, karena aku nggak mau kelihatan bodoh dihadapannya. “Sayang aku nggak mau loh nilai pelajaran kamu menurun karena dekat denganku, aku mau prestasimu bertahan, malah kalau bisa naih” kata- kata itu yang membuatku semakin terus berusaha. Kedekatanku dengan Rio mendapat lampu hijau dari orang tua dan saudara- saudaraku, dia begitu sopan dan santun, baik dalam perbuatan maupun dalam bertutur kata, mungkin itu yang membuat dia mendapat nilai tambah dari orang tuaku. Akhir April ”98 Rio terserang demam hingga tidak dapat kerja. Panik, ya aku sungguh panik dan cemas saat itu, aku putuskan untuk menjenguknya. Jum’at aku bolos sekolah, dengan menggunakan Bus aku pergi ke Cilegon. Sesampainya disana aku langsung kekamarnya, RIO..cintaku sedang terbaring diatas tempat tidur, wajahnya yang bersih telihat merah, aku menghampirinya, kuraih tangannya, panas..ya panas yang aku rasakan dari tangannya, kucium tangan itu tanpa sadar air mataku menetes jatuh membasahi tangannya “Sayang, kamu jangan sakit dong, aku nggak tega ngeliatnya ”. Matanya menatapku sayu “Aku nggak apa-apa sayang, cuma agak demam, besok juga sembuh” Dengan senyum yang dipaksa dia mencoba meyakini aku, “Nggak, kamu harus ke dokter, biar aku temenin yah? Please”.

    Dengan menggunakan taksi kami berangkat ke RS yang letaknya agak jauh dari rumah Rio. Setelah diperiksa dan diberi obat, kamipun pulang. Sesampai dirumah aku langsung memberi Rio makan, kusuapi dia pelan-pelan lalu kuberi dia obat dari dokter tadi. Tidak lama Rioku pun tertidur, aku menatap wajahnya, air mataku terus menetes, mungkin karena lelah & kebanyakan menangis akupun tertidur disampingnya. Aku terbangun ketika ku merasakan ada seseorang yang mencium keningku, RIO ku, cintaku, dia memandangku, pandangan yang penuh kasih sayang, pandangan yang begitu dekat. “Makasih ya sayang, aku semakin sayang sama kamu mel” kembali dikecupnya keningku “Kedatangan & pehatianmu membuat demamku pergi karena nggak tega ngeliat air mata kamu”, sambil tersenyum kupegang keningnya “Iya tuh sudah mendingan ” Ternyata sudah tidak sepanas tadi yang kurasakan “Tapi obatnya terus diminum sampai habis ya? Aku nggak mau kamu sakit lagi loh ” Rio mencium pipiku, kali ini bibirnya lama menempel dipipiku “Aku sayaang banget sama kamu mel, aku janji deh ngabisin obatnya, karena aku nggak mau liat kamu nangis lagi sayang ”.

    Tanpa kami sadari, bibir kami sudah saling menempel, sangat lembut Rio mencium & mengulum bibirku, lama sangat lama kami berciuman, ciuman yang selama ini belum pernah aku rasakan, ciuman yang penuh rasa sayang & nafsu. Tiba-tiba HPku bunyi, kamipun mengakhiri ciuman itu. HOME terlihat dari layar HPku, “Telp dari rumah yang ” Sejenak kami berpandangan sebelum ahkirnya aku menjawab telp, terdengan suara mamaku “Kamu lagi dimana mel? Ini udah jam 5, Kok kamu belum pulang?” Dengan rasa takut aku menjawab rentetan pertannya mamaku, “Aku masih di RS, ada temenku yang dirawat, bentar lagi juga pulang kok ”. Selesai telp, aku langsung merapikan diri & pamit untuk pulang “Sayang aku pulang dulu ya ?” Rio bersikeras mengantarku pulang, tapi aku menolaknya, akhirnya dia meminta temannya untuk mengantarku pulang. Sekali lagi dia menciumku, tapi kali ini cuma sebentar, karena temannya telah datang. Sabtu pagi keesokan harinya aku kembali bolos sekolah, setelah jajian dengan kedua sahabatku yang juga akan bolos, akupun pergi ke Cilegon. Setibanya disana aku melihat Rio sedang duduk didepan TV, sepertinya dia habis mandi, badannya sudah terlihat segar, tidak seperti Rio yang kemarin aku lihat. Dia hanya menggeleng- menggeleng ketika malihat kami b’3, “Duh, nakal-nakal amat sih ni anak, pasti pada bolos deh!”, kami b’3 hanya senyum- senyum. Kedua sahabatku tidak mampir, mereka langsung pergi meninggalkanku dan berjanji akan menjemputku sore nanti.


    Seperti sudah lama nggak bertemu, kamipun saling melepas rindu, bermanja-manja aku dipangkuannya, tangannya tak henti-hentinya membelai- belai rambutku yang panjang, sesekali didekapnya aku erat- erat, saling bersuapan saat makan siang, benar-benar saat yang sangat indah, penuh canda & rasa cinta kasih. Seiring bertambahnya waktu, semakin bertambah pula rasa sayang dan cinta ku terhadap Rio-ku. Saat itu, saat yang benar-benar tidak dapat aku lupakan. Disela-sela canda kami, Rio meraih tanganku, tawa kamipun terhenti, mata kami saling berpandangan dekat..dekat..sangat dekat hingga akhirnya mata kamipun terpejam, bibir kami saling beradu, dikecupnya bibirku lembut, dikulumnya perlahan, akupun membalasnya dengan rasa sayang, “Rio aku sangat mencintaimu” hati kecilku berulang-ulang mengatakan kata-kata itu. Direbahkannya tubuhku diatas bantal, kami terus saling berciuman, ciuman yang sangat penuh cinta dan nafsu. Kali ini tidak hanya bibirnya yang aktif, tangannya pun mulai bergerak memasuki daerah telarang. Dirabanya tubuhku dengan pelan, rabaan yang mampu membuat bulu kudukku berdiri dan dapat membangkitkan gairah nafsuku. Dibukanya kancing bajuku satu persatu hingga akhirnya terbuka semuanya.., Kamipun hanyut dalam gairah nafsu yang amat membara. Aku menagis dalam pelukan Rio, tangisan penuh penyesalan. Namun semuanya telah terjadi dan aku rela memberikan segalanya demi orang yang sangat aku cintai, telah ku serahkan kesucianku untuk Rio-ku. Ternyata kejadian itu membuat kami ketagihan, jika ada kesempatan kami selalu melampiaskan hawa nafsu kami.

    Seperti layaknya suami- istri kami sudah tidak canggung-canggung lagi untuk melakukannya. Juni’98 Hari yang benar-benar membuatku panik. Aku mulai menghitung hari & menunggu-nunggu akan datangnya tamu bulananku yang biasa datang setiap awal bulan, namun sudah 15 hari lewat tamu itu tak kunjung- kunjung tiba. Bel tanda istirahatpun bunyi, dengan panik ku ambil HP dari dalam tasku, ku cari tempat yang sepi & aman agar bisa dengan leluasa berbicara. RIO nama yang aku cari dalam daftar memory phone book, “Sayang aku takut, ini sudah pertengahan, tapi aku belum mens juga” aku benar-benar tak kuasa untuk bicara. Rio menenangkanku, diyakininya aku, sifat yang benar-benar aku suka darinya, dia dapat membuatku aman & tenang. Sepulang sekolah diapun menjemputku, kami pergi kerumah salah satu temanku untuk meminjam baju. Setelah mengenakan baju bebas, kami menuju klinik untuk memastikan “ADA APA DENGANKU ” sebenarnya, tes laboraturiumpun keluar. Bagai disambar petir, tubuhku lemas, nyaris aku terjatuh, Rio dengan sigap mendekapku, dibimbingnya aku kedalam mobil, “Sayang semua ini sudah resiko dari perbuatan kita, kita berdua akan mencari jalan keluar yang terbaik ya sayang ”.

    Aku hanya terdiam, air mataku terus berjatuhan. “Kita akan menikah sayang ”, spontan aku menoleh kearah Rio, aku menggeleng keras, “Nggak mungkin, aku nggak bisa, aku takut !” Yaa.. kata-kata yang hanya bisaku sesali saat ini. Terlintas dalam benakku saat itu bayangan keluarga dan orang tuaku, sungguh aku panik, fikiranku buntu, aku hanya bisa menangis dalam pelukan kekasih yang amat aku cintai. Untunglah saat itu aku sudah menyelesaikan EBTA/ EBTANAS, hasilpun diumumkan. Rengking 3, suatu kejutan dalam nilai studiku, selama ini aku hanya masuk dalam urutan 10 besar. Gembira dan bahagia yang terlihat dari pancaran wajah kedua orang tuaku, tapi tidak denganku, hatiku sangat hancur, sedih & kecewa. Disaat aku membutuhkan pegangan dan membutuhkan jalan keluar dari masalahku, RIO cintaku datang membuatku tenang “Sayang, coba kamu ikut UMPTN, pilih PTN diluar kota yang agak jauh dari Jakarta. Kita akan menikah disana, kamu bisa melahirkan anak kita & membesarkannya bersama-sama menunggu saat yang tepat untuk memberitahukan semuanya kepada keluarga kita. Bagai mana sayang? Kamu setuju ?” Tanpa fikir panjang, akupun mengiyakannya, karena hanya itulah jalan terbaik untuk keluar dari masalahku. Akhirnya akupun ikut UMPTN, kupilih UGM dan UNDIP. Juli’98. Hari yang sangat aku nanti-nanti, pengumuman UMPTN pun keluar. Lewat surat kabar aku dengan teliti mencari satu persatu nama, tiba-tiba kriing..belum lagi aku selesai, telp dirumahku berdering, kuhentikan pencarianku untuk mengangkat telp, “Selamat ya sayang, kamu diterima tuh di UNDIP” terdengar dari sebrang suara Rio-ku Seakan tak percaya, kubuka lagi koran yang masih ku pegang, baris bawah kolom ketiga “AMELIA ” tertera namaku disana, akupun menarik nafas panjang penuh kelegaan.


    Aku mulai merapikan pakaian, buku, perlengkapan sehari untuk aku bawa nanti, karena aku akan pindah ke Semarang ya Semarang, kota dimana aku akan melewatkan masa-masa berat disana. Setelah segalanya rapi tersusun, badanku terasa letih, akupun merebahkan badanku diatas tempat tidur, pandanganku lurus kedepan menatap langit-langit kamarku. Aku terkejut, sejenak aku menahan nafas, kurasakan ada sesuatu yang bergerak pelan dari dalam perutku. Kuletakkan telapak tanganku tepat diatas perutku, sesuatu yang kecil yah sangat kecil bergerak berlahan didalamnya, tapi hidup. Kupejamkan mataku, kurasakan, kurasakan dengan mendalam, kutunggu beberapa saat, yaa..aku dapat merasakan kehadirannya. Tanpa terasa air mataku kembali terjatuh “Yaa Tuhan, terima kasih tuhan, 2 kebahagiaan telah kau berikan kepadaku, anakku hidup, dia bergerak, aku dapat merasakannya, terima kasih tuhan ” Mataku terus terpejam, air mataku terus berjatuhan, hatiku tak henti-hentinya berterima kasih kepada tuhan. Agustus ’98. Keluarga dan cintaku Rio mengantar kepindahanku ke Semarang. Karena disana aku tidak punya sanak saudara sama sekali, kedua orang tuaku terlihat sangat berat untuk melepaskanku, tapi aku dapat meyakini mereka. Aku mengontrak sebuah rumah yang sangat kecil dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi dan ruang tamu didaerah simpang lima. 3 hari aku bersama orang tuaku dan kekasih yang amat aku cintai Rio-ku. Minggu pagi dengan berat mereka meninggalkanku, orang-orang yang amat berarti dalam hiduku harus kembali ke Jakarta.

    Kutahan air mataku agar tidak menetes keluas, kuyakini kepada mereka kalau aku mampu dan bisa mandiri. Setelah mobil yang dikendarai mereka benar-benar hilang dari pandanganku, bergegas aku masuk kedalam rumah, kukunci pintu, kakiku tak sanggup berjalan lagi, aku teduduk lemas dibalik pintu, air mata yang sedariku tahan tidak dapat kubendung lagi, menangis ya hanya menangis yang dapat aku lakukan..setelah kesedihanku terluapkan, hati dan fikiranku mulai tenang. Senin, hari pertamaku sendiri dikota Semarang. Sebelum aku kekampus kuawali lembaran baru dalam hidupku dengan bangun pagi dan menyempatkan diri untuk jalan pagi menghirup udara segar disekitar rumahku yang katanya sih jalan pagi itu bagus buat orang yang sedang hamil. Hari demi hari telah berlalu, tidak terasa 2 minggu telah berlalu. Tidak ada waktu untuk aku bergaul dan bermain dengan teman-teman kampus. Aku memilih untuk menyendiri, memikirkan rencana yang akan aku jalani dikemudian hari. Hari-hari aku habiskan dirumah, menulis surat, membaca buku tentang kehamilan, 2x sehari aku minum susu dan vitamin untuk ibu hamil, aku sangat menjaga kehamilanku. Setiap 3 kali seminggu aku menerima surat dari kekasihku, walaupun setiap hari kami saling telpon tapi kami tetap berkomunikasi lewat surat.

    Setiap kali aku menerima suratnya, selalu aku membacanya berulang-ulang, kata-katanya begitu indah, penuh dengan perhatian dan cinta kasih. Jum’at ke-3 bulan agustus, Rio berencana untuk datang, hari yang sangat aku nantikan. Sepulang kuliah aku langsung kembali kerumah, kulihat mobil Rio sudah parkir tepat didepan rumah kontrakanku. Bergegas aku berlari masuk kedalam rumah, aku terhenti didepan pintu, Rio-ku..dia menatapku dan menghampiriku. Kami saling berpelukan, pelukan yang sangat erat, diciumnya kening dan pipiku. Seakan tak mau dipisahkan, kami berpelukan lama..lama sekali, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kami. Kupandangi wajah orang yang sangat aku cintai ‘Rio-ku ”, dia meneteskan air mata “Sayang..aku sayang kamu mel, sayang banget, maafin aku ya sayang ” Kalimat pertama yang terucap dari mulut cintaku, begitu pelan dan terputus-putus. Kulihat air matanya terus menetes. Setelah puas melepas rindu, kamipun duduk. Tangan rio mengusap-usap perutku yang mulai kelihatan membesar, kehamilanku telah memasuki bulan ke-4.

    Dirasakannya gerakan halus dari dalam perutku, sesekali matanya menatapku, tangannya membelai rambutku, kembali diciumnya pipiku berulang-ulang. Disingkapnya kemeja yang menutupi perutku, diciumnya perutku dengan lembut, lama..sangat lama dia menempelkan bibirnya diatas perutku, matanya terpejam, air matanya menetes deras membasahi perutku. Minggu 24 Agustus 1998, Hari yang sangat berarti dalam hidupku, kami MENIKAH. Tidak ada orang yang menyaksikan, tidak ada resepsi, tidak ada tamu, keluarga, saudara, teman yang yang hadir, hanya aku, Rio dan penghulu. Rio memberiku cincin 10 gr dan seperangkat alat sholat. Kami hanya melakukan ijab qabul dan kamipun resmi menjadi suami istri. Hari2ku bersama suami tercinta begitu sangat indah saat itu, ia membuatku sangat bahagia. Setiap hari ia menjemputku kekampus, pergi membeli perlengkapan bayi, periksa kehamilan ke RS, dia menemaniku dengan penuh cinta kasih dan kesabaran yang mendalam. Tidak terasa 10 hari aku bersamanya, diapun harus kembali ke Jakarta. Kembali kami dipisahkan, sangat berat rasanya bagi kami untuk berpisah tapi keadaan saat itu yang mengharuskan kami untuk saling berjauhan. Rio- ku berjanji untuk selalu mengunjungiku setiap bulan untuk menengok keadaanku dan menemaniku ke RS untuk memeriksa kehamilan. Walaupun sangat berat, aku harus melepaskan kepulangan Rio-ku. Kembali aku sendiri.


    Kujalani aktifitasku seperti biasa. Semakin hari perutku semakin membesar yang membuatku membatasi kegiatanku karena aku merasa cepat lelah. November ’98 kehamilanku memasuki bulan ke7. Bulan yang sangat berat buatku. Kembali aku dihadapkan dengan satu masalah yang sangat sulit aku pecahkan & sangat sulit dicari jalan keluarnya. Aku dihadapkan dengan jatuhnya liburan kuliah yang bertepatan dengan akan menikahnya kakakku. Tidak ada alasanku untuk tidak pulang ke Jakarta. Sedangkan kondisiku dengan perut yang sudah besar tidak memungkinkan untuk menemui orang tua dan keluargaku. Rio kembali ia membuatku tenang, dia datang untuk membuatku tenang, tegar dan tabah. Dengan menggunakan pesawat, akhirnya aku kembali ke Jakarta. Kami langsung menuju Cilegon. Dengan keadaan yang sangat membuatku resah, kami berdua berusaha mencari jalan pemecahannya. 30 November 98. Kembali aku harus berkorban demi cinta. Bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke-20, dan kehamilanku yang ke7 bulan, disalah satu RS di Jakarta aku menjalani oprasi Ceasar. Buah cintakupun lahir, dengan berat 2.95 panjang 48, PEREMPUAN. 6 hari aku dirawat dan akhirnya diperbolehkan pulang. Aku, Rio dan buah cinta kami tinggal bersama di Cilegon. Tanpa sanak saudara dan keluarga yang mengetahuinya. Hari-hari kami kewati bersama, penuh dengan kebahagiaan. Terpancar dari wajah suami yang sangat aku cintai sinar kebahagiaan yang begitu besar. “ANDALUSIA ” ya itulah nama indah yang diberikan Rio buat buah cinta kami, nama yang begitu indah dan penuh pengharapan. Desember’98.

    Kakakku menikah, aku dan Rio kembali ke Jakarta untuk menghadiri resepsi. Anak kami tinggal bersama pengasuhnya. Ketika aku menemui orang tuaku, aku dan Rio berakting seakan- akan baru datang dari Semarang dan akting kami pun berhasil. Dengan berbagai alasan, ku curi-curi waktu untuk dapat mengunjungi dan melihat anakku. Walau tidak lama aku dapat melihatnya tapi buatku itu sudah lebih daripada cukup. Saat hari raya tiba, aku dan Rio seperti main kucing-kucingan dari kelurga kami, kami saling bergantian menjaga Cia (nama panggilan anak kami). Januari 1999. Hari raya telah lewat dan libur kuliahkupun telah usai, saatnya aku harus kembali ke Semarang untuk melanjutkan study ku. Kembali kami dihadapkan dengan satu permasalahan baru, “Siapa yang akan mengurus anak kami ?” pertanyaan yang harus mendapat jawaban sesegera mungkin. Ku putuskan untuk membawa anakku ke Semarang, “Tapi bagaimana jika tiba-tiba orang tuaku datang?” mau kutitip dimana anakku nanti. Belum lagi kami mendapat jawaban, datang permasalahan baru, suamiku tercinta harus segera berangkat ke Jepang untuk urusan kantornya. Panik sungguh panik kami saat itu. Aku putuskan untuk mengalah, sekali lagi aku harus berkorban, STUDY ku harus kukorbankan kali ini. Dengan alasan kembali ke Semarang, aku pamit kepada kedua orang tuaku. Aku kembali ke Cilegon untuk mengurus anakku selama kepergian Rio. 3 bulan Rio ditugaskan, berarti 3 bulan aku meninggalkan kuliahku, 3 bulan aku dan anakku ditinggalkan, tapi aku rela menjalaninya demi cintaku yang teamat dalam kepada Rio. Dengan penuh cinta kasih aku merawat buah hatihu sendiri. Rio selalu memantau kami dari jauh lewat telp.

    Dalam sehari Rio sangat sering menelpon walaupun tidak pernah lama, itu karena kesibukaanya yang sangat padat, namun buatku perhatian yang diberikannya itu sudah lebih dari pada cukup. Waktu yang kunanti-nanti akhirnya tiba. Cintaku Rio akhirnya kembali, kebahagiaanku ahkirnya kembali dengan kembalinya suami tercinta ditengah- tengah kami. Ntah kenapa aku tidak kuasa untuk kembali ke Semarang, aku tidak kuasa meninggalkan suami dan anakku yang amat aku cintai. Tidak terasa hampir 4 bulan aku meninggalkan kuliahku. Belum lagi sebulan Rio kembali, belum lagi sebulan kami bersama, kembali aku dikejutkan oleh kabar yang sangat tidak dapat aku terima. Rio suamiku yang sangat aku cintai dan kasihi harus kembali ke negeri sakura, dia dimutasi dan akan melanjutkan S3nya disana. Sungguh aku tak sanggup dan tak kuasa menerima keputusan itu, aku sungguh tidak percaya.. “Sayang, aku sungguh mencintaimu mel, aku nggak bisa meninggalkan kamu dan anak kita disini. Kalian harus ikut bersamaku. Aku akan membuka semua rahasia ini kekeluargamu dan keluargaku, kita akan menikah kembali secara resmi, kita hadapi segala resikonya bersama ya sayang ?” dipeluknya aku dengan kasih, aku hanya terdiam dan menangis dipelukannya. Kembali terulang lagi, situasi yang sangat sulit yang pernah aku alami sebelumnya. Bagai dipersimpangan jalan yang amat sulit kupilih, orang tua & study ku atau suami & anakku. Kali ini aku mengambil keputusan yang salah, yang sangat fatal dalam perjalanan cintaku, yang hanya bisaku sesali saat ini dan mungkin akan kusesali seumur hidupku.


    Aku bersikeras menyelesaikan kuliahku, baru aku akan membuka rahasia ini kepada orang tuaku, aku sungguh tidak ingin mengecewa mereka. Rio berusaha meyakiniku, tapi kali ini dia tidak dapat meyakiniku, karena aku menganggap keputusan yang kuambil adalah yang terbaik. Rio hanya terdiam, terlihat kekecewaan yang amat mendalam dari pancaran wajahnya. Mei 99. Aku putuskan untuk pergi ke Semarang. Bersama suami tercinta, aku kembali untuk melanjutkan kuliahku. Sepanjang perjalan Rio berulang-ulang meyakiniku “Kamu benar-benar yakin atas keputusanmu sayang ?” aku hanya mengangguk setiap ia bertannya. Semalam ia menemaniku dan ia pun kembali ke Cilegon. Pikiranku kembali buntu, hari- hariku hampa, aku tidak dapat konsentrasi, yang ada hanya bayangan suami dan anakku. Setiap hari aku hanya dapat menangis dan menangis. Hanya seminggu aku bertahan sendiri, ku telp orang tuaku untuk meminta izin kembali keJakarta. Dengan alasan tidak bisa pisah dan tidak sanggup sendiri. Walaupun dengan rasa kecewa, akhirnya orang tuaku mengizinkan aku untuk kembali. Orang tuaku memaklumi ketidak betahanku diSemarang, karena sebelumya memang aku tidak pernah hidup pisah, selain itu aku adalah anak bungsu dari 5 bersaudara dan aku anak perempuan satu- satunya. Pertengahan Mei 99. 2 belahan hatiku Rio dan anakku terbang ke Jepang. Kuantar kepergiannya dengan air mata, air mata yang terasa sangat perih dan pedih. Rio, sekali lagi dia memintaku untuk ikut bersama, tapi sungguh bodoh aku saat itu karena aku menolaknya, “Rio aku sangat mencintaimu, sungguh aku nggak mau kehilanganmu, aku nggak mau jauh dari kamu, tapi aku nggak bisa apa-apa. Biar aku selesaiin kuliahku dulu ya? Aku nggak mau gagal lagi, aku nggak mau ngecewain orang tuaku untuk kedua kalinya. Setelah selesai aku akan nyusul kamu dan cia, mudah-mudahan sebelum kuliahku selesai kalian udah kembali kesini dan kita bisa kumpul lagi” Air mataku terus mengalir, Rio hanya terdiam. Kudekap Cia erat, kuciumi dia, air mataku semakin deras mengalir. Siapa sangka itu adalah hari terakhirku meliahat dan mencium buah hati yang sangat berarti dalam hidupku.

    Setelah kepergiannya, hari-hariku kembali hampa dan kosong seperti kehilangan pegangan hidup. Setiap hari air mataku berjatuhan, aku hanya bisa memandangi foto kedua belahan hatiku. Juni’99 Aku didaftarkan disalah satu Akademi Sekertaris di Jakarta, setelah melalui beberapa tes, akhirnya aku diterima. Ku mulai lembaran baru dalam perjalanan studyku. Kali ini aku berjanji pada diriku sendiri, aku harus menyelesaikan kuliahku dengan sungguh-sunguh, aku nggak mau gagal untuk kedua kalinya. Hari-hariku mulai sibuk dengan jadwal kuliah yang sangat padat. Senin-sabtu aku kuliah dari pagi hingga malam baru sampai dirumah (maklum jarak antara rumah dan kampus terbilang jauh, selatan ke timur). Tidak terasa kesibukanku membuat hubunganku dengan Rio semakin merenggang, walaupun tidak terputus. Kami masih berkomunikasi lewat telp, surat dan internet. Semakin hari waktu kami untuk berkomunikasi semakin singkat. Dengan didasari rasa cintaku yang mendalam dan keinginan untuk menyelesaikan kuliahku dengan baik, aku pun benar-benar dalam belajar. Tidak terasa 3 tahun telah berlalu. Jum’at 26 Juli 2002. Hari terakhirku UAS, ketika akan keluar dari kelas, HPku bunyi ‘RIO’menelpon ku, bergegas kuangkat, “Sayang, aku tunggu digerbang kampus kamu ya ?” Seakan nggak percaya, aku mengok keluar..RIO-ku dia berdiri tepat didepan gerbang kampus, bergegas aku berlari menghampirinya.

    Dia tersenyum melihatku. Nggak perduli banyak orang yang melihat, langsung ku peluk dia, kembali dibelainya rambutku (kali ini Rio hanya bisa membelai rambutku yang pendek. Mungkin karena stres rambutku rontok dan terpaksa aku memotongnya) belaian yang lama tidak aku rasakan, belaian yang penuh kasih sayang. Dirangkulnya aku menuju mobil. Sungguh suasana yang tidak pernah aku duga sebelumnya, suasana yang tegang, kaku, dingin dan penuh tanda tanya. Tidak banyak kata-kata yang keluar dari mulutnya. “Bagaimana ujiannya sayang ?” dengan tersenyum aku menjawab “lumayan, mudah2an hasilnya bagus, doain ya ”. Dia hanya menganggukan kepala, pandangannya lurus kedepan. “Kapan kamu dateng?”tanyaku, “3 hari yang lalu” jawaban yang sangat singkat, “Kok nggak ngabarin aku sih?” Rio tidak langsung menjawab “Aku nggak mau ngeganggu konsentrasi kamu”dijawabnya tanpa menoleh kearahku. “Cia mana? Kamu bawakan dia? Duh aku kangen banget nih. Udah 3 thn aku nggak ketemu, gimana ya reaksinya kalau ketemu mamanya ?” Rio terdiam, dia sama sekali tidak menjawabku. Kutatap wajahnya dalam- dalam, dia berusaha menahan air mata yang akan keluar, semakin aku penasaran, jantungku mulai berdetak kencang “Sayang, Cia nggak apa- apakan?” Rio menggelengkan kepalanya pelan, “Jawab dong Rio, ada apa ?”, “Dia baik-baik aja, dia ada diJepang”pelan Rio menjawab, aku semakin panik dibuatnya “Sama siapa dia disana? Kenapa kamu tinggal?”kugoyang-goyang badannya, “nanti aku jelasin ya” kembali Rio terdian dan terus menatap kedepan.


    Senja telah tiba & langitpun mulai terlihat gelap. Diparkirnya mobil tepat dipinggir pantai. Sepi, suasana sangat sepi saat itu, tidak banyak orang yang terlihat. Aku dan Rio tidak beranjak dari dalam mobil, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami. Rio mulai membalikkan badannya kearahku, matanya menatapku tajam, tatapan yang membuat aku jadi binggung. tiba-tiba diraihnya tubuhku, didekapnya aku erat, sangat erat “Mel, aku sayang kamu mel, sungguh aku mencintai kamu, maafin aku sayang. Aku sudah membuat hidup kamu susah, aku manusia yang sungguh tidak tau diri, tidak tau berterima kasih ”. Semakin binggung aku dibuatnya “ada apa Rio? Tolong dijelasin, aku nggak ngerti”. Rio tidak menjawab, air mata yang sedari tadi ditahannya tumpah diatas bahuku, terasa membasahi baju yang aku kenakan, dia menagis terisak2, “Mel sungguh aku sayang kamu Mel, aku nggak mau kehilangan kamu, kenapa semua ini harus terjadi Mel? Maafin aku please ” Dekapannya semakin erat, hampir tidak bisa bernafas aku dibuatnya.

    Lebih dari setengah jam Rio menangis sambil mendekapku. Berlahan ku lepaskan dekapannya, matanya yang masih berlinang air mata menatapku tajam “Aku sudah nikah Mel ” Bagai disambar petir, bagai tertimpa batu godam, hatiku bagai tertusuk duri yang teramat tajam, darah ditubuhku berhenti mengalir, mulutku kaku tidak dapat berkata, tubuhku lemas seketika, aku tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja aku dengar, “Maafin aku sayang ” diraihnya tanganku, “Gimana dengan anak aku Rio?” air mataku tidak henti2nya berjatuhan. Rio mulai menceritakannya dari awal hingga akhir, matanya tidak berani menatapku. Ternyata dia menikah dengan wanita Jepang, teman kuliahnya sewaktu dia mengambil S2 dulu, mereka bertemu kembali dan wanita itu yang mengurus segala kebutuhan anakku, mandi, makan, tidur, bermain dan yang mengurus saat anakku sakit, semua..semuanya dia yang mengurus, hingga akhirnya kira-kira dua thn yang lalu mereka putuskan untuk menikah. Dari hasil pernikahannya mereka belum memiliki anak.

    Aku tak kuasa mendengar cerita itu, walau beribu pertanyaan yang bersarang dibenakku tentang wanita itu, tapi tidak satupun yang dapat aku lontarkan, karena aku yakin hanya akan menambah luka dihatiku. Rio berusaha meyakiniku kalau anakku baik-baik saja disana. Dikeluarkannya dompet dari saku belakang celananya, diambilnya sebuah foto dan diberikan kepadaku. Air mataku semakin deras mengalir, terasa sangat panas, kulihat anakku sedang tersenyum, dia menggunakan gaun putih panjang, rambutnya lurus sebahu ..sungguh manis dia, anakku sudah terlihat besar, “Dia mirip kamu sayang, mirip banget” aku sama sekali tidak menghiraukan perkataannya, aku terus menangis memandangi foto anakku. “Kalo kamu sayang dia, biarkan dia bahagia dengan orang yang selama ini dianggap sebagai mamanya, karena dia akan sakit kalau dipisahkan, mereka sudah menyatu Mel ”, Spontan kutatap matanya ” kamu jahat Rio, kamu tega ” Kembali diraihnya tubuhku, dipeluknya aku “Suatu saat kamu akan mengerti Mel, disaat yang tepat kamu pasti akan melihat anak kita. Nanti kamu akan menyadari bahwa bukan aku yang memisahkan kalian, tapi keadaan”.

    Kupejamkan mataku, kusadari kebodohanku, aku sadar disaat segalanya telah terlambat. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar Rio dan anakku, Rio benar-benar menghilangkan jejaknya, seakan ditelan bumi, dia benar-benar menghilang dariku, hilang bersama dengan anakku, darah dagingku. Kebencian..kadang aku merasa benci jika mengingat kekasih yang amat aku cintai telah menghianati cinta suci, tapi rasa benciku tidak sebanding dengan rasa cintaku yang teramat mendalam, yaah..itulah KEKUATAN CINTA, kekuatan yang dapat mengalahkan segala-galanya. Pertahankanlah cinta yang telah kamu miliki, karena sekali salah dalam mengambil keputusan, cinta itu akan pergi dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi. Penyesalan ya hanya penyesalan yang akan datang, seperti yang aku alami saat ini dan mungkin seumur hidupku akan aku rasakan. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu janganlah mengharapkan balasan cinta tapi tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya tetapi jika tidak berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu berbanggalah karena dicintai tapi berbahagialah bisa mencintai.


    Butuh waktu singkat untuk menyukai seseorang, tapi butuh waktu seumur hidup untuk melupakan orang yang benar-benar kita cintai. Sebab itu, jangan pernah memulai belajar melupakan tapi mulailah belajar mempertahankan.. Rio cintaku, dimanapun kamu saat ini, seberapun kecewanya aku, aku akan tetap mencintaimu. Maafkan segala kesalahanku, aku begitu egois, kesalahan ku sangat fatal, tapi bukan bearti aku tidak mencintaimu. Telah ku lakukan segalanya demi cintaku padamu, CIA adalah buah dari cinta kita. Saat-saat bersamamu dan buah cinta kita, adalah saat dimana aku begitu merasakan kebahagian yang begitu besar, tapi kenapa kamu begitu teganya memisahkan aku Rio? Aku hanya mengharapkan keajaiban, keajaiban yang dapat mengembalikan orang yang sangat aku cintai, kasihi & sayangi, akankah ia datang untuk kedua kalinya pada ku?

  • Kisah Memek Grace

    Kisah Memek Grace


    2637 views

    Duniabola99.com – Cermula ketika saya mengikuti test penerimaan karyawan sebuah perusahaan di kota Mataram.Pada hari Sabtu jam 10.20 yang telah ditentukan, saya diinterview pada session terakhir.


    “Saudara Andi, silakan” panggil resepsionis cewek itu mengajak saya ke sebuah ruangan.

    Di ruangan itu sudah duduk seorang wanita yang cantik, seperti artis mandarin yang ternyata adalah seorang Manager HRD. Memakai setelan hem, dalamnya berwarna putih dan jasnya merah serta dipadu rok mini merah, kulitnya putih bersih karena masih ada keturunan tionghoa. Saya perkirakan umurnya masih muda sekitar 26 tahunan.

    “Permisi Bu..”

    “Selamat pagi, silakan duduk” sapanya ramah mempersilakan saya duduk di sofa yang cuma dibatasi dengan meja kecil hingga kami saling berhadapan.

    “Oh ya, kenalkan saya Grace”

    “Andi Bu” jawab saya sambil bersalaman dengannya.

    “Panggil Mbak aja ya”

    “Iya.. Mbak”

    Setelah acara tanya jawab mengenai bidang yang saya lamar dan bagaimana tanggapan dari perusahaan, akhirnya sampailah pada pertanyaan yang terakhir.

    “Dulu apa pekerjaannya, Andi?” tanya Grace sambil menopangkan sebelah kakinya yang putih itu
    .
    Duh cantiknya cewek ini, udah putih, cantik lagi seperti artis Mandarin di Hongkong itu, pikirku. Kuperkirakan tingginya 170 cm/56 kg dengan pinggang yang langsing, pokoknya seksi deh.

    “Sampai sekarang sih masih sebagai free guide” jawab saya jujur.

    “Maksudnya..?”

    “Pemandu tour lepasan untuk turis domestik, begitu”

    “Oh gitu, sebetulnya perusahaan ini membutuhkan orang yang berkualitas tinggi”

    “Jadi maaf ya, Andi belum bisa memenuhi syarat yang ditentukan perusahaan”

    “Nggak apa-apa kok Mbak, saya bisa menerimanya”

    “Oh ya, saya cuma sebentar di Lombok ini, kira-kira dua mingguan”

    “Maksud Mbak..?” tanya saya nggak ngerti.

    “Kalo saya minta Andi menjadi tour guide saya selama dua minggu, berapa biayanya?”

    “Terserah Mbak aja, pokoknya ditanggung puas deh jalan-jalan ke pulau Lombok” jawab saya senang, meskipun tidak dapat pekerjaan tapi ada order nih, cantik lagi.

    “Besok ya, jam 09.00 di hotel Senggigi Beach, saya tunggu”

    “Ya Mbak, pasti saya datang”

    “Permisi Mbak”

    “Ya, silakan” jawab Mbak Grace mengantar saya keluar ruangan.

    Tepat jam 09.20 esoknya, saya sampai di hotel Senggigi Beach tempat Mbak Grace menginap.

    “Selamat pagi Mbak, kamar Mbak Grace yang mana ya?” tanya saya pada recepsionis hotel itu.

    “Oh, Pak Andi ya, sudah ditunggu di lobi hotel sama Ibu Grace”

    “Terima kasih Mbak”

    “Sama-sama”

    Ternyata Mbak Grace sudah menunggu di lobi dengan kaos ketat berwarna biru hingga samar-samar kelihatan payudaranya yang masih terbungkus BH menonjol di balik kaos gaulnya dan dipadu celana panjang jins, kelihatannya jauh sekali dari formalitas.


    “Maaf Mbak, kelamaan nunggu ya?”

    “Nggak apa-apa kok, tapi panggil Grace aja ya”

    “Ya Mbak.. E.. Eh.. Grace”

    “Andi, bisa nyopir khan?”

    “Bisa.. emangnya kenapa”

    “Tadi saya pinjam mobil kantor untuk jalan-jalan”

    “Oh, bisa kok Mbak, jadi kita nggak perlu pake taksi”

    “Grace pengin liat tempat gerabah dulu ya”

    “Ya, ayo kita berangkat sekarang” ajak saya sambil menggandeng tangannya, rupanya Grace tidak keberatan saya gandeng tanggannya yang putih mulus itu.

    Pada jam 09.40 kami berangkat ke desa Banyumulek, tempat gerabah khas Lombok yang luarnya memakai anyaman rotan itu, jaraknya di luar kota Mataram. Setelah sampai, Grace membeli beberapa gerabah hingga jam 12.10 dan kami kembali lagi ke Mataram untuk makan siang.

    “Terus mau kemana lagi Grace?” tanya saya padanya dalam mobil yang akan menuju hotel.

    “Temenin saya berenang yuk”

    “Ayo, tapi saya nggak bawa baju renang nich”

    “Ah, gampang nanti saya beliin, gimana?”

    “OK boss”

    Maka sampailah kami di hotel Senggigi Beach, ternyata kolam renang tidak begitu ramai dengan orang, cuma ada beberapa bule sedang berjemur.

    “Tunggu di sini ya Ndi, saya mau ganti baju dulu” celoteh Grace sambil berlalu ke ruang ganti.

    Setelah beberapa saat, wow.. Grace sudah berganti dengan baju renang yang seksi sekali, berwarna putih selaras dengan kulitnya dan payudaranya menonjol dari balik baju renangnya.

    “Ayo Ndi, kok bengong aja” katanya mengagetkan saya dan kami pun berenang di dalam kolam yang cukup besar itu.

    Kami berenang sampai jam 17.10 sore dan lalu Grace mengajak saya mengakhiri dulu acara renangnya.

    “Sampai besok ya Ndi”

    “Ya, sampai besok Grace” jawab saya sambil menelan ludah karena membayangkan betapa putih dan seksinya Grace memakai pakaian renangnya itu.

    Beruntung sekali jika saya bisa memeluk atau bahkan making love dengannya. Ah tapi itu cuma angan-angan saya saja. Hari berikutnya saya antar Grace ke pemandian alam Suranadi, tempat air awet muda di Narmada, dan beberapa tempat wisata lainnya.

    “Kita ke mall yuk” ajak Grace sambil menggandeng tangan saya mesra bagai sepasang kekasih saja.

    “Ada acara apa nich ke mall?” tanya saya sambil melirik Grace yang duduk dengan santai dan seenaknya, bahkan kadang-kadang rok mininya memperlihatkan hampir separuh lebih pahanya yang putih mulus hingga si boy jadi tidak tenang, kapan ya bisa bergesekan dengannya, pasti sedap, pikirku.

    “Saya mau beli pakaian atas nich” jawabnya.

    Selama sepuluh hari berlalu, kami sudah menjadi akrab sekali. Siang itu Grace mengenakan kaos ketat putih bergambar panda yang dipadu dengan rok jins mini berwarna biru dengan sabuknya yang besar, saya tidak tahu apakah ini model baju gaul jaman sekarang atau kreasi Grace sendiri. Mall Cilinaya itu sungguh ramai pada saat hari Minggu, hingga saya bisa menggandeng pinggang Grace yang ramping itu dan wangi tubuhnya sungguh harum sekali. Rupanya Grace tidak keberatan saya peluk pinggangnya. Ini baru lumayan, pelan-pelan ada kesempatan nih, pembaca.


    “Kita cari baju yuk” ajaknya ke toko baju dalam mall tersebut.

    “Okey..”

    “Ini bagus nggak Ndi?” tanyanya sambil memperlihatkan hem merah.

    “Bagus juga kok Grace, cobain aja” jawabku.

    “Iya deh” jawabnya sambil menuju ruang ganti.

    Tentu saja saya mengikutinya dan membantu menutup kain tempat mencoba baju itu, namun yang membuat saya berdebar-debar, ternyata ada celah sedikit untuk mengintip ruang ganti itu, mungkin saja Grace tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Pertama-tama Grace membuka kaos ketat warna putihnya hingga sekarang tampak kelihatan BH warna kuningnya yang sungguh indah, membuat si boy langsung berdiri, kemudian ia mencoba hem merah itu dan ternyata pas sekali dengan bentuk tubuh Grace. Setelah cocok dan membayar harganya, saya mengajak Grace mencoba naik cidomo (semacam dokar yang ditarik oleh kuda), sedangkan mobil masih diparkir di Mall supaya aman.

    “Gimana Grace, rasanya naik cidomo?” tanya saya sambil memperhatikan rok mininya yang tadi agak tersingkap pada saat naik cidomo hingga kelihatan sedikit celana dalamnya yang berwarna putih polos. Si boy langsung berdiri hingga celana jins saya jadi sesak.

    “Lucu ya, naik cidomo begini”

    “Ya, ini namanya kendaraan tradisional khas daerah sini”

    “Oh, gitu..”

    Setelah bolak balik naik cidomo, kami kembali ke hotel supaya Grace bisa beristirahat.

    “Ndi, kamu tadi ngintip saya ya?” tanya Grace tiba-tiba sambil menatap saya lekat.

    “E.. Eh.. Ya.. Nggak sengaja kok” kata saya tergagap-gagap karena kaget bahwa Grace tahu tadi saya memperhatikan wilayah pribadinya. Saya pasrah saja kalau akan dimaki atau bahkan diusir.

    “Mmh.. Gitu ya”

    “Maaf ya Grace, saya nggak sengaja kok, kalo Grace nggak suka saya bisa pergi sekarang kok” jawab saya sambil akan meninggalkannya.

    “Tunggu.. Ndi, sebetulnya Grace nggak apa-apa kok”

    “Terima kasih kalo begitu” jawab saya yang tidak jadi meninggalkannya, bahkan sempat duduk di hadapannya kembali.

    “Gimana badannya Grace?” tanyanya lagi dengan antusias.

    Wah ada kesempatan lagi, saya ingin berusaha membujuk Grace supaya mau making love dengan saya siang ini, paling-paling ditolak atau diusir, itu resikonya.

    “Seksi sekali” jawabku.

    “Yang bener” tanyanya memastikan.

    “Abis bodinya Grace seksi sich, rajin fitness ya”

    “Iya, ini akibat latihan fitness”

    “Ndi, masuk kamar yuk, soalnya panas di luar” ajak Grace tiba-tiba sambil menggandeng tangan saya masuk kamar kelas VIP itu, sungguh kamar yang bagus sekali.

    Tiba-tiba HP Grace berdering, dan Grace menjawab HP-nya sambil duduk di sofa. Wow, sekarang dengan jelas sekali kelihatan CD-nya yang berwarna putih karena duduknya yang agak membuka kedua pahanya itu. Sungguh pemandangan yang indah sekali. Setelah Grace menutup HP-nya, Grace menatap saya dengan pandangan yang lain.


    “Ada apa Grace?” tanya saya sambil duduk di sampingnya.

    “Mungkin satu atau dua hari lagi saya kembali ke Jakarta” jawabnya sambil menyandarkan kepalanya pada pundak saya.

    “Lho, kok cepat sekali” tanya saya sambil mengelus pundak kirinya pelan.

    “Biasa, panggilan dari bos besar..” jawabya sambil mengusap-ngusap paha kiri saya dengan mesra.

    “Gimana kalo sekarang, Andi kasih hadiah”

    “Hadiah apa, pasti asyik nih?” celoteh Grace penasaran sambil menatap saya serius.

    “Gimana, kalo hadiahnya berupa ciuman”

    “Hush, ngawur kamu, khan udah kukasih liat” celotehnya sambil nyengir.

    “Lho, ini khan ada rasanya” jawab saya nggak mau kalah sambil tangan kanan saya mengusap-usap pipinya yang putih mulus.

    “Geli tau..” tolaknya manja.

    “Lama-lama enak kok” rayu saya sambil mencium lehernya, bahkan menjilatinya sedikit demi sedikit supaya Grace merasakan rangsangan.

    “Jang.. An.. Ndi.. Kamu.. Nakal..” sentak Grace sambil mendorong tubuh saya, namun dorongannya malah membuat kami berdua jatuh ke sofa dengan posisi saya menindih Grace.

    Kesempatan itu tak saya sia-siakan karena langsung saja saya cium bibirnya yang merah basah. Beberapa saat Grace masih memberontak lemah dan pergumulan itu semakin membuat tangan kanan saya menekan-nekan payudaranya yang masih terbungkus kaos dan tangan kiri saya memegang kepalanya.

    “Mmh..” guman Grace karena mulutnya penuh oleh lidah saya yang berusaha membelitnya dan kembali ke lehernya yang putih bersih, terus menjilatinya dengan gemas.

    “Sst.. Jann.. Ngan.. Sst..” celotehan dan sedikit rintihan Grace membuat saya tahu bawah Grace sekarang agak terangsang, dan perlawanannya sudah mulai semakin lemah.

    “Aduh.. Sst.. Ndi.. Pelan-pelan..” rintihnya sambil memegang tangan saya yang sedang meremas payudaranya.


    Tangan saya kembali bergerilya ke bawah punggungnya, dan berusaha melepas BH putihnya hingga akhirnya lepas juga. Dengan tiba-tiba BH itu disentak oleh Grace sendiri hingga lepas ke lantai dan menarik kaosnya hingga ke atas. Tampak jelas payudaranya yang putih mulus dengan putingnya yang sudah berdiri kencang.

    “Ndi.. Pakai kondom ya..?” pinta Grace sambil meraba-raba si boy dengan pelan.

    “Ya Grace..” jawab saya sambil membuka kondom yang sudah saya persiapkan dari tadi. Grace sekarang sudah melepas kaos ketatnya hingga tinggal tersisa rok mini dan CD putihnya.

    “Tunggu Grace, biar saya saja yang nanti melepasnya” cegah saya saat melihatnya akan membuka roknya, dan sekarang saya juga sudah membuka pakaian dan celana panjang hingga bugil tinggal tersisa CD saja.

    “Ini rahasia kita berdua lho” bisik Grace sambil menatap saya tajam dan saya lihat di matanya ada keinginan yang terpendam dan sudah lama tak tersalurkan.

    “Oke boss..” jawab saya sambil menciumnya dengan hangat dan disambut dengan gemas oleh Grace, bahkan tangan saya dengan bebas meremas payudaranya yang kiri dan kanan secara bergantian. Kemudian ciuman saya turun ke payudaranya dan melumatnya, menghisap bahkan menggigit putingnya hingga Grace merintih. Itu saya lakukan selama beberapa menit.

    “Sst.. mmh.. terus.. sst.. ke bawah.. dikit.. sst..” pinta Grace sambil merintih tidak karuan sambil mendorong kepala saya memintaku mencium dan menjilat pusarnya.

    Tangan kanan saya juga aktif merayap pada pahanya dan semakin naik ke bawah hingga masuk ke dalam roknya dan menyentuh vaginanya yang terbungkus CD. Saya usap-usap beberapa menit, kemudian tangan saya masukkan ke dalam CD putihnya dan mengorek-ngorek lubang vaginanya hingga mengeluarkan cairan.

    “Sst.. Ndi.. Aduh.. Geli.. Sst..” rintih Grace sambil berusaha membuka roknya. Karena birahinya sudah cukup tinggi, saya bantu untuk membuka rok beserta CD-nya hingga Grace bugil sama sekali dan kelihatan bodinya yang padat dan montok.

    “Ayo Ndi, buka juga dong, kok bengong..” pinta Grace tidak sabar sambil membuka CD saya dan keluarlah si boy dengan tegaknya. Grace sampai tercengang melihat si boy yang agak bengkok ini.

    Bagaimana saya tidak bengong melihat cewek cantik putih mulus dan seksi di hadapan saya dengan ukuran payudara 34B ini. Kami sama-sama bugil sekarang dan saya mengambil posisi agak berjongkok untuk menghisap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus dan tercukur rapi, sedangkan Grace tiduran di sofa sambil membuka pahanya agak lebar.

    “Lho, kok bengong” tanya Grace sambil membimbing kepalaku agar lebih dekat pada vaginanya.

    “Ehh..” jawabku kaget tapi cuma sesaat karena berikutnya, vaginanya sudah saya jilat, yang pada awalnya baru pada bibir vagina dan lama-kelamaan pada lubang vaginanya mencari biji kacangnya serta menghisapnya lebih keras, bahkan bulu-bulu halusnya juga ikut tersapu dengan jilatan dan hisapan saya.


    “Sst.. Oh.. Yes.. Sst.. Mmh..” rintih Grace panjang sambil menggerakkan pinggulnya ke atas sampai wajah saya terbenam semua dalam permukaan vaginanya. Sementara tangan kiri saya meremas-remas payudaranya silih berganti dengan dibantu tangan Grace sendiri.

    “Sst.. Teru.. Ss.. Ndi.. Sstss.. Mmh.. Sst.. Saya.. Kelu.. Ar.. Arkh..” jerit Grace karena dengan tiba-tiba menjepit kepala saya dengan kedua pahanya.

    Rupanya Grace telah mengalami orgasmenya yang pertama karena saya tahu begitu banyak cairannya yang keluar.

    “Grace, mau nggak isep si boy?” tanya saya menghentikan gerakan menghisap cairan vaginanya sambil menyodorkan si boy padanya.

    “Mmh.. Gimana ya, Grace belum pernah tuch” jawabnya sangsi karena mungkin Grace memang belum pernah menghisap kemaluan cowok.

    “Gini, kuajarin, Grace lumat aja dan jilat dulu kepalanya ya” bujuk saya sambil membimbing Grace duduk di sofa dan saya berdiri di hadapannya mengulurkan kontol. Tangan kanannya saya arahkan untuk memegang kontol saya dan memintanya mengocok pelan.

    “Begini ya..?” tanya Grace sambil mengocok kontol saya pelan dan mengurutnya hingga si boy semakin keras saja.

    Rupanya si Grace cepat belajarnya, dan saya semakin menikmatinya.

    “Bagus.. Sekarang kulum Grace.. Sst.. Ya.. Gitu..” pinta saya lirih karena dengan cepatnya Grace mengulum kepala kontol saya dan semakin lama semakin ke dalam hingga kontol saya sampai masuk semua pada mulutnya, bahkan kadang-kadang tanpa diminta, Grace menjilati buah zakar saya tanpa jijik dan kembali mengulum dan menghisap kontol saya dengan irama yang kadang cepat kadang pelan.

    “Sst.. Udah Grace.. Cukup..” pinta saya karena sudah tidak kuat menahan hisapan Grace yang semakin lama se makin liar saja.

    “Ayo Ndi, Grace udah nggak tahan nich..” jawab Grace sambil memasangkan kondom pada kontol saya.

    Kemudian Grace rebah telentang lagi di sofa dengan masih memegang kontolku yang sudah memakai kondom dan mengarahkannya pada bibir vaginanya. Kontol saya gesek-gesekkan dulu pada bibir vaginanya untuk pemanasan hingga membuat Grace mendesis kegelian.

    “Sst.. Geli.. Ndi.. Udah masukin aja..”

    “Auwh.. Sst.. Pelan.. Sst..” jerit Grace karena kepala kontol saya sudah masuk setengah pada vaginanya dan akhirnya masuk semua dalam vaginanya.

    “Sst.. Aduh.. Mmh.. Sstss..” rintih Grace begitu kontol saya masuk semua dan menggoyangkan pinggulnya dengan pelan. Saya juga memompa kontol saya keluar masuk vaginanya dengan perlahan dan semakin lama makin cepat.

    “Sst.. Ndi.. Mmh.. Sst.. Ce.. Petan.. Sst..” pinta Grace pada saya karena saya memperlambat sodokan kontol saya.

    “Mmh.. Nah.. Gitu.. Ter.. Us.. Ssttss..”

    “Grace.. En.. Ak.. Nggak.. Sst..?” tanya saya tersengal-sengal karena Grace semakin aktif memutar-mutar pinggulnya, bahkan tangan kanannya memegang pantat saya dan menekannya dengan keras hingga kontol saya semakin dalam masuk ke vaginanya.

    “Sstss.. Enak.. Ndi.. Sstt..” jawabnya lirih karena kedua tangan saya silih berganti meremas payudaranya yang kadang-kadang saya isap puting susunya bergantian.

    “Sstssrtt.. Udah.. Ndi.. Kelu.. Arin.. Samaan.. Sst..” pinta Grace yang rupanya sudah tidak tahan pada sodokan kontol saya yang keluar masuk makin cepat diimbangi pula dengan cepatnya goyangan pinggul Grace.


    “I.. Ya.. Grace.. Sst..” desis saya lirih karena saya dengan kuat juga diputar-diputar oleh pinggul Grace yang kencang itu hingga kontol saya rasanya senut-senut dijepit oleh vaginanya.

    Beberapa puluh menit saya dan Grace melakukan making love itu dengan bersemangat hingga kepala Grace menoleh ke kiri-ke kanan tak beraturan. Rupanya pertahanan saya sudah akan bobol dan akhirnya saya memberi aba-aba pada Grace disertai dengan pelukan Grace yang makin kencang.

    “Sst.. Ayo.. Grace.. Sst..”

    “Ssrtrrsst.. Arkhkk..” jerit Grace melengking sambil menjepit kontol saya dengan erat, disertai sodokan kontolku yang makin cepat dan akhirnya..

    Crot.. croot.. croot.. Tiga kali tembakan saya muntahkan dalam vaginanya tapi masih di dalam kondom. Grace akhirnya lunglai sambil memeluk saya dengan hangat.

    “Hahh.. Lega rasanya..”

    “Gimana rasanya Grace?” tanya saya sambil membelai rambutnya yang harum itu.

    “Enak gila” jawabnya sambil tersenyum.

    Selama dua hari, sejak kejadian itu saya sering melakukan making love dengan Grace, bahkan sering Grace yang memulai lebih dulu. Akhirnya pada hari terakhir saya mengantar Grace ke bandara Selaparang. Hari masih pagi kira-kira jam 05.25, karena pesawatnya akan berangkat jam 07.00. Mungkin Grace masih ingin curhat pada saya mengenai beberapa hal.

    “Wah, masih sepi ya..”

    “Iya Grace, baru kita aja yang datang, tapi nggak apalah, kita khan bisa ngobrol” jawab saya santai.

    “Iya, ya”

    Pagi itu Grace mengenakan hem yang baru dibelinya dan dipadu dengan rok jins mini kesukaannya yang berwarna putih. Setelah mengobrol sekitar lima belas menit, Grace kelihatannya gelisah dan mengajak saya ke toilet wanita.

    “Saya tunggu di sini ya”

    “Udah ayo masuk, mumpung nggak ada orang” pinta Grace sambil menggandeng tangan saya masuk ke toilet wanita itu.

    Lalu kami masuk ke kamar mandi di pojok yang kosong. Gila juga Grace, nanti kalau ada yang tahu bagaimana, pikirku. Belum sempat saya berpikir panjang, Grace sudah melepas celana dalamnya yang berwarna merah dan mendorong saya duduk di atas toilet modern itu.

    “Eh.. Grace.. Gimana kalo ada orang nich” jawab saya bingung, tapi akhirnya saya lepas juga celana jins beserta CD saya hingga si boy nongol dengan tegaknya.

    “Sst.. Udah diam aja kamu” jawab Grace sambil meremas kontol saya hingga tegak sempurna.

    “Tapi belum pake kondom nich”

    “Nggak usah, Grace pengin yang original, ayo..” pintanya sambil mengarahkan kontol saya pada vaginanya.
    Saya juga membantunya dengan memegang pantatnya hingga masuk semua kontol saya pada vaginanya. Posisi saya yang duduk memangku Grace dan Grace berhadapan dengan saya mengakibatkan tekanan vaginanya lebih terasa.


    “Sst.. Ndi.. Ayo.. Cepetan.. Sst..”

    “Iya..” jawab saya sambil dengan cepat menyodokkan kontol keluar masuk vaginanya.

    Untung saja pagi itu belum ramai oleh penumpang dan toilet itu belum ada yang mendatanginya hingga Grace dan saya bisa making love dengan nikmat yang bercampur dengan perasaan berdebar-debar.

    “Sst.. Sayang.. Cepet.. Ssrrtt..” rintih Grace sambil menggoyang pinggulnya dengan liar.

    “Sst.. Mmhmm.. Ssrttss..” desisnya.

    “Grace.. Sst..” desis saya lirih sambil tangan saya melepas kancing hemnya dan masuk ke dalam BH-nya serta meremas payudaranya dengan pelan, bahkan kadang-kadang saya cium juga bibirnya yang merah basah dengan gemas, yang dibalasnya dengan ciuman yang liar juga.

    “Ssrtss.. Ssttrtss..” rintih Grace pelan sambil mempercepat goyangan pinggulnya.

    Dan akhirnya kegiatan yang berlangsung kurang lebih 40 menit itu saya akhiri dengan mempercepat sodokan kontol saya dengan cepat hingga akhirnya muncratlah lahar putih saya dalam vaginanya dengan keras tanpa penghalang kondom.

    “Sst.. Arkhkk..” jerit Grace sambil memeluk saya dengan erat karena bersamaan dengan keluarnya lahar putih saya, juga keluar lahar putih dari Grace. Hingga beberapa saat saya dan Grace masih menikmati sensasi itu dengan berciuman lembut.

    “Trim’s ya Ndi..”

    “Sama-sama Grace, kapan-kapan main-main ke Lombok lagi ya” jawab saya sambil membereskan celana dan baju, begitu pula dengan Grace yang mengganti celana dalamnya dengan yang berwarna hijau lumut.

    Setelah rapi, saya dan Grace keluar toilet untuk mengobrol lagi menunggu pesawat yang masih belum berangkat juga. Beberapa saat kemudian baru Grace berangkat ke Jakarta dengan membawa dan meninggalkan sejuta kenangan. Selamat jalan Grace, terima kasih atas amplop dan kenangannya serta ijinmu agar saya bisa mengirimkan cerita pengalaman kita berdua ini, salam sayang dari sahabatmu Andi. Jangan lupa ya kirim komentarmu atas cerita saya ini.


    Bagi para cewek atau ibu-ibu yang ingin jalan-jalan ke pulau Lombok bisa menghubungi saya lewat email, dijamin pasti puas, bahkan bisa curhat. Khusus untuk cewek-cewek yang tinggal di pulau Lombok bisa langsung berkenalan dengan saya. Saya biasa rental internet di belakang mall Cilinaya sekitar hari Senin pagi jam 08.45 atau sore jam 17.30, biasa duduk di pojok nomor 8 atau nomor 2.

  • Video bokep Misaki Tsubasa dengan pacarnya badan penuh keringat kenikmatan

    Video bokep Misaki Tsubasa dengan pacarnya badan penuh keringat kenikmatan


    2636 views

  • Video Bokep Eropa memek pertama kali menetes dengan air mani segar

    Video Bokep Eropa memek pertama kali menetes dengan air mani segar


    2635 views

  • Video Bokep Asia Chihiro Nishikawa diikat dan dientot kasar oleh 3pria dirumah

    Video Bokep Asia Chihiro Nishikawa diikat dan dientot kasar oleh 3pria dirumah


    2635 views

  • me and my wife and her best friend hot sex

    me and my wife and her best friend hot sex


    2634 views

  • Foto Bugil Gadis muda Lia diatas meja dapur rumah

    Foto Bugil Gadis muda Lia diatas meja dapur rumah


    2633 views

    Duniabola99.com – foto gadis perawan muda Lia bugil melepaskan semua bajunya di dapur diatas meja ngangkang lebar-labar sambil memainkan memeknya yang tidak berbulu sampai becek.

  • Foto Ngentot Chloe Cherry dengan ayah tirinya saat temannya tidur

    Foto Ngentot Chloe Cherry dengan ayah tirinya saat temannya tidur


    2633 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang toket kecil dientot oleh ayah tirinya disaat teman tidur disamping ranjangnya dan mendapatkan hantaman keras oleh kontol ayah tirinya yang keras dan besar dimemeknya yang berbulu tipis tipis dan menembakkan sperma yang banyak diatas perutnya.

  • Video bokep Miho Ichiki toket gede mastrubasi

    Video bokep Miho Ichiki toket gede mastrubasi


    2632 views

  • Kisah Memek Seks Dengan Mahasiswi

    Kisah Memek Seks Dengan Mahasiswi


    2630 views

    Duniabola99.com – Ketika itu Aku adalah seorang manajer di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Walaupun aku sudah lama bekerja tetapi aku masih melajang. Cerita ini diawali saat aku bertemu seorang mahasiswi yang sedang magang di kantorku.Mahasiswi tersebut bernama Nofi.Aku tidak begitu tahu kuliah apa yang ia ambil, tetapi ia bekerja sebagai sekretaris di kantorku tersebut!

    Nofi merupakan gadis yang sangat manis,berkulit putih layaknya wanita keturunan Chinese, memiliki tubuh langsing bak gitar,rambutnya berwarna hitam kecoklatan dgn panjang sebahu,dan raut wajahnya mirip-mirip Dian Sastrowardoyo.Penampilan Nofi sangat menarik perhatian pria2 di kantorku,krn dia berpenampilan layaknya mahasiswi di kampus.Ini menjadi angin segar tersendiri untuk kami para pria hidung belang!


    Suatu hari Nofi datang ke ruanganku untuk meminta tanda tanganku.Aku terkejut melihat penampilannya yang sexy sekali.Ia mengenakan kaos hitam lengan pendek yg sangat ketat,rok mini berbahan jeans yg di atas lutut,dan sepasang sandal hak tinggi utk wanita.Aku bisa melihat bentuk payudaranya yg membusung dr balik kaos ketat itu dgn jelas dan juga pahanya yg putih mulus itu bisa kupandangi sepuasku.

    Nofi masuk ke ruanganku dan menyerahkan beberapa dokumen utk kutandatangani.Saat ia berada di dekatku,sepintas tercium harum semerbak dari tubuhnya yang sedikit2 mulai merangsang kontolku.Kulihat Nofi agak tegang,jadi kupersilakan ia duduk di depan mejaku.Sambil pura2 baca dokumen,aku mulai sedikit2 bicara dengannya,basa basi layaknya atasan dan bawahan,sambil saling berkenalan.”Kamu kok sering bgt pakai baju itu sih??”,tanyaku pada Nofi.Nofi jadi tersipu malu mendengar pertanyaanku seraya menjawab,”Habisnya kata temen2 aku keliatan cantik kayak model klo aku pakai baju ini.Memangnya kenapa pak??”.”Ngga apa2 kok,saya juga suka ngeliat kamu berpakaian seperti ini,betul2 cantik kayak model.”,ujarku padanya.”Bapak bisa aja ah,”,tukas Nofi sambil tersipu malu.

    Kuberanikan diri bertanya lebih jauh padanya,”Nofi,kamu udah punya pacar belum??”.”Sudah,pak.”,jawab Nofi.Aku agak kecewa mendengarnya,tp aku terus berusaha memancingya untuk bicara ttg seks.”Beruntung sekali orang yg jadi cowo kamu,dia pasti bahagia sekali bisa berhubungan seks dengan cewe sesexy kamu.”,ujarku sambil bercanda.Nofi tiba2 terlihat sedih,ternyata dia belum pernah sekalipun berhubungan seks dgn pacarnya dan hal itu membuatnya malu di hadapan teman2nya di kampus yg sudah pernah berhubungan seks dgn pacar masing2 dan pacar Nofi juga orangnya sangat alim shg sulit diajak ngesex.Aku hanya menggangguk saja mendengar penuturannya.Terlihat hasrat Nofi utk merasakan nikmat duniawi,tetapi pengetahuannya ttg sex juga masih tergolong dangkal.

    “Pak,temen2 saya bilang sex itu nikmat.Bener ga sih??”,tanya Nofi padaku.Aku sempet terkejut mendengar pertanyaannya,lalu kujawab,”Bener,temen2 kamu itu bener.Sex itu mang nikmat kok,temen2 saya juga bilang begitu.Saya sendiri juga blom pernah nyoba sih”.Nofi terlihat makin sedih,menyadari ketidakmampuan dirinya dalam berhubungan seks.Kuhibur ia sejenak,sambil kuajak bercanda dan berkata,”Gimana klo kamu coba ML sama saya skrng disini,nanti saya ajarin teknik2nya deh biar cowo kamu bisa tunduk ama kamu di atas ranjang,bahkan bisa aja cowo kamu yang ketagihan nanti” .


    Nofi terlihat gelisah,”Gimana nanti klo ketauan/diintip orang2 sini,pak??”,tanyanya padaku.”Tenang,kita seks kilat aja,sekitar 10-15 menitan.”,ujarku.Nofi pun menerima tawaranku,dan akupun bersorak kegirangan dalam hati.”Kesempatan bagus nih.”,ujarku dalam hati.Kebetulan setiap ruang untuk direktur dan manajer di kantorku ada toilet pribadi yang terpisah dgn toilet umum.Kutuntun Nofi masuk ke dalan toilet pribadi dalam ruanganku,dgn maksud agar suara kami tak terdengar ke luar.

    Aku segera mengunci pintu toilet dari dalam,seraya mulai memeluk Nofi.Lalu aku duduk di atas kloset dan kusuruh Nofi duduk di atas pangkuanku,dgn posisi payudaranya menghadap wajahku.Sejenak kunikmati harum tubuhnya,sambil menjamah2 kaos ketatnya yg hitam legam itu.Lalu aku menyibakkan rok mininya yg terbuat dr jeans itu,shg terlihatlah paha putih mulus dan cd Nofi yang berwarna hitam.krn ini seks kilat,maka aku hanya memelorotkan cd Nofi sedikit,lalu kuselipkan kontolku pada cd Nofi,menuju memeknya yang masih berbulu jarang itu.

    Tanpa kesulitan,aku berhasil mencapai ‘target’,kontolku sudah menancap pd memek Nofi.kedua tanganku memegang pinggul Nofi dan menggerakkannya ke atas-bawah.nikmat sekali rasanya,dan raut wajah Nofi menunjukkan bahwa ia sangat menikmati perhelatan ini,pdhal ini pertama kali untuknya.desahan2 Nofi menjadi makin tak terkendali,pertanda dirinya sudah tenggelam dalam nikmat duniawi.sekali2 ia menjambak rambutku dan menekan kepalaku shg wajahku menempel di atas payudaranya,sambil kujilati dan kuhisap payudara yg tertutup kaos ketat itu.kulumat bibir Nofi dengan maksud utk meredam suara desahannya.sengaja kulepaskan kedua tanganku dari pinggulnya,dan pinggul Nofi sudah bergerak naik turun dgn sendirinya.lama kelamaan pinggul Nofi bergerak tak beraturan!mantabs banget pokoknya.

    Kuselipkan kedua tanganku ke dalam kaos ketat Nofi,melewati BHnya,dan akhirnya memegang payudaranya tanpa dilapisi apapun.sejuk rasanya sewaktu kupegang payudaranya,sepertinya ia kedinginan dari tadi sewaktu kuajak ngobrol.tak lupa tanganku menjamah bagian2 tubuh Nofi yg lain seperti pantat,paha,kaki,dll.kuangkat kaki kiri Nofi dgn tanganku sekitar 60 drajat,lalu kujilati pahanya yg mulus.kadang aku kembali melumat bibirnya bila ia mulai mendesah tak karuan.kontolku sudah becek sekali krn terus berada dlm memek Nofi yg basah itu.


    tak terasa 15 menitpun sudah berlalu.kami belum sempat orgasme,tetapi paling tidak bisa merasakan nikmat duniawi dlm sekejap mata.kusadarkan Nofi yang sudah larut dlm nikmat duniawi itu.Nofi yg tersadar jd tersipu malu krn sadar dirinya sudah seperti wanita murahan saja.kucoba mancabut kontolku yg dijepit memek Nofi dr tadi,awalnya sulit krn godaan utk terus lanjut,tetapi akhirnya bisa setelah berhasil melemaskan kontolku.Nofi buru2 mengencangkan celana dalamnya dan aku merapikan celana panjangku,lalu kubantu mengeringkan kaos ketat Nofi yg basah krn ludahku tadi.untung saja ludahku yg menempel pada paha Nofi sudah kering.

    aku pun keluar lebih dulu dr toilet utk mengecek keadaan di luar ruang kantorku.kebetulan banyak karyawan sedang makan siang,jd keadaan relatif aman.”Kapan2 kita lanjutin lagi deh yg tadi,tp di luar kantor.Gimana,seks itu nikmat kan??”,ujarku pada Nofi.Nofi hanya mengangguk sambil tersenyum malu.Lalu Nofi pun segera keluar dr ruanganku dan kembali ke meja kerjanya.

  • Video Bokep Eropa Dengan Kakek kekar di dalam mobil

    Video Bokep Eropa Dengan Kakek kekar di dalam mobil


    2630 views

  • Kisah Memek Malam Yang Indah Bersama Adik Sepupu

    Kisah Memek Malam Yang Indah Bersama Adik Sepupu


    2628 views

    Duniabola99.com – Kedua barbel kecil masing-masing seberat 5 kilogram terasa telah kian berat saja kuayun-ayunkan bergantian. Keringatku telah sejak tadi berseleweran membasahi seluruh tubuhku yang kuperhatikan lewat cermin sebesar pintu di depanku itu telah tambah mekar dan kekar. Kalau dibandingkan dengan atlet binaraga, aku tak kalah indahnya.


    Aku hanya tersenyum sambil kemudian menaruh kedua barbelku dan menyeka keringat di dahi. Kuperhatikan jam telah menunjukan pukul 22:39 tepat. Ya, memang pada jam-jam seperti ini aku biasa olahraga berat untuk membentuk otot-otot di tubuhku. Suasana sepi dan udara
    sejuk sangat aku sukai. Kamar kost-ku di pinggirn utara kota Jogja memang menawarkan hawa dinginnya. Itulah sebabnya aku sangat betah kost di sini sejak resmi jadi mahasiswa hingga hampir ujian akhirku yang memasuki semester delapan ini.

    Sudah jadi kebiasaanku, aku selalu berolahraga dengan telanjang bulat, sehingga dapat kuperhatikan tubuhku sendiri lewat cermin itu yang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawo matang gelap. Rambut kasar memenuhi hampir di seluruh kedua lengan tangan dan kaki serta dadaku yang membidang ke bawah, lebih-lebih pada daerah kemaluanku. Rambutnya tumbuh subur dengan batang zakarnya yang selalu terhangati olehnya. Kuraba-raba batang kemaluanku yang mulai beranjak tegang ereksi ini. Hmm, ouh, mengasyikan sekali. Air keringatku turut membasahi batang zakar dan buah pelirku. Dengan sambil duduk di kursi plastik aku berfantasi seandainya ini dilakukan oleh seorang wanita. Mengelus-elus zakarku yang pernah kuukur memiliki panjang 20 centimeter dengan garis lingkar yang 18 centimeter! Mataku hanya merem melek saja menikmati sensasi yang indah ini. Perlahan-lahan aku mulai melumuri batang zakarku dengan air liurku sendiri. Kini sambil menggenggam batang zakar, aku terus menerus melakukan mengocok-ngocok secara lembut yang berangsur-angsur ke tempo cepat.

    Aku tengah menikmati itu semua dengan sensasiku yang luar biasa ketika tiba-tiba pintu kamar kost-ku diketok pelan-pelan. Sial, aku sejenak terperangah, lebih-lebih saat kudengar suara cewek yang cukup lama sekali tak pernah kudengar.
    “Mas, Mas Wid? Ini aku, Irma!”
    Irma? Adik sepupuku dari Pekalongan? Ngapain malam-malam begini ini datang ke Jogja? Gila! Buru-buru aku melilitkan kain handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untuk membukakannya. “Irma?” ucapku sambil menggeser posisiku berdiri untuk memberi jalan masuk buat adik sepupuku yang terkenal tomboy ini. Irma terus saja masuk ke dalam sambil melempar tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yang memang tersedia di setiap kamar kost ini. Sejenak aku melongok keluar, sepi, hanya gelap di halaman samping yang menawarkan kesunyian. Pintu kembali kututup dan kukunci. Aku hanya menghela nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tas ransel Irma.


    Tak berapa lama Irma keluar dengan wajah basah dan kusut. Rambutnya yang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut saat menyadari bahwa kini Irma hanya memakai kaos oblong khas Jogja. Rupanya ia telah melepas celana jeans biru ketatnya di kamar mandi. Kulit pahanya yang kuning langsat dan ketat itu terlihat jelas. “Ada masalah apa lagi, hmm? Dapat nilai jelek lagi di sekolahan lalu dimarahi Bapak Ibumu?” tanyaku sambil mendekat dan mengelus rambutnya, Irma hanya terdiam saja. Anak SMU kelas dua ini memang bandel. Mungkin sifat tomboynya yang membuat dirinya begitu. Tak mudah diatur dan maunya sendiri saja. Jadinya, aku ini yang sering kewalahan jika ia datang mendadak minta perlindunganku. Aku memang punya pengaruh di lingkungan keluarganya.

    Irma hanya berdiri termangu di depan cermin olah ragaku. Walau wajahnya merunduk, aku dapat melihat bahwa dia sedang memandangi tubuhku yang setengah telanjang ini.
    “Lama ya Mas, Irma nggak ke sini.”
    “Hampir lima tahun,” jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dan tangannya luka lecet kecil.
    “Berantem lagi, ya? Gila!” seruku kaget menyadari memar-memar di leher, wajah, kaki, dan entah dimana lagi.
    “Irma kalah, Mas. Dikeroyok sepuluh cowok jalanan. Sakit semua, ouih. Mas, jangan bilang sama Bapak Ibu ya, kalau Irma kesini. Aduh..!” teriak tertahan Irma mengaduh pada dadanya.
    “Apa yang kamu rasakan Ir? Dimana sakitnya, dimana?” tanyaku menahan tubuhnya yang mau roboh.
    Tapi dengan kuat Irma dapat berdiri kembali secara gontai sambil memegangi lenganku.
    “Seluruh tubuhku rasanya sakit dan pegal semua, Mas, ouh!”
    “Biar Mas lihat, ya? Nggak apa-apa khan? Nggak malu, to?” desakku yang terus terang aku sudah mulai tergoda dengan postur tubuh Irma yang bongsor ketat. Irma hanya mengangguk kalem.
    “Ah, Mas Wid. Irma malah pengin seperti dulu lagi, kita mandi bareng.. Irma kangen sama pijitan Mas Wid!” ujar Irma tersenyum malu.


    Edan! Aku kian merasakan batang kemaluanku mengeras ketat. Dan itu jelas sekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam benda keras yang hendak menyodok keluar. Dan Irma dapat pula melihatnya! Perlahan kulepas kaos oblong Irma. Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudian membiarkan tanganku kemudian melepas BH ukuran 36B serta CD krem berenda ketatnya. Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yang indah itu, banyak memar menghiasinya. Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya. Dengan gemetaran, jemariku menggerayangi wajahnya, bibirnya, lalu leher dan terus ke bawahnya. Cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembut buah dadanya yang ranum ini. “Mas Wid.. enak sekali Mas, teruskan yaa.. ouh, ouh..!” pinta mulut Irma sambil merem-melek. Mulutku kini maju ke dada Irma. Perlahan kuhisap dan kukulum nikmat puting susunya yang coklat kehitaman itu secara bergantian kiri dan kanannya. Sementara kedua jemari tanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras. Mulut Irma makin merintih-rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani. Irma menantangku, sedotan pada puting susunya makin kukeraskan sambil kuselingi dengan memilin-milin puting-puting susu tersebut secara gemas.

    “Auuh, aduh Mas Wid, lebih keras.. lebih kencang, ouh!” menggelinjang tubuh Irma sambil berpegangan pada kedua pundakku. Puting Irma memang kenyal dan mengasyikan. Kurasakan bahwa kedua puting susu Irma telah mengeras total. Aku merendahkan tubuhku ke bawah, mulutku menyusuri kulit tubuh bugil Irma, menyapu perutnya dan terus ke bawah lagi. Rambut kemaluan Irma rupanya dicukur habis, sehingga yang tampak kini adalah gundukan daging lembut yang terbelah celah sempitnya yang rapat. Karuan lagi saja, mulutku langsung menerkam bibir kemaluan Irma dengan penuh nafsu. Aku terus mendesakkan mulutku ke dalam liang kemaluannya yang sempit sambil menjulurkan lidahku untuk menjilati klitorisnya di dalam sana. Irma benar-benar sangat menggairahkan. Dalam masalah seks, aku memang memliki jadwal rutin dengan pacarku yang dokter gigi itu. Dan kalau dibandingkan, Irma lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak hanya melumat-lumat bibir kemaluan Irma, tapi juga menyedot-nyedotnya dengan ganas, menggigit kecil serta menjilat-jilat.


    Tanpa kusadari kain handukku terlepas sendiri. Aku sudah merasakan batang kemaluanku yang minta untuk menerjang liang kemaluan lawan. Karuan lagi, aku cepat berdiri dan meminta Irma untuk jongkok di depanku. Gadis itu menurut saja. “Buka mulutmu, Dik. Buka!” pintaku sambil membimbing batang kemaluanku ke dalam mulut Irma. Gadis itu semula menolak keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya. Akhirnya Irma menurut saja. Irma mulai menyedot-nyedot keras batang kemaluanku sembari meremas-remas buah zakarku. Ahk, sungguh indah dan menggairahkan. Perbuatan Irma ini rupanya lebih binal dari Sinta. Jemari Irma kadangkala menyelingi dengan mengocok-ngocok batang kemaluanku, lalu menelannya dan melumat-lumat dengan girang.

    “Teruskan Dik, teruskan, yeeahh, ouh.. ouh.. auh!” teriakku kegelian. Keringat kembali berceceran deras. Aku turut serta menusuk-nusukan batang kemaluanku ke dalam mulut Irma, sehingga gadis cantik ini jadi tersendak-sendak. Tapi justru aku kian senang. Kini aku tak dapat menahan desakan titik puncak orgasmeku. Dengan cepat aku muntahkan spermaku di dalam mulut Irma yang masih mengulum ujung batang kemlauanku.
    “Croot.. creet.. crret..!”
    “Ditelan Dik, ayo ditelan habis, dan bersihkan lepotannya!” pintaku yang dituruti saja oleh Irma yang semula hendak memuntahkannya. Aku sedikit dapat bernafas lega. Irma telah menjilati dan membersihkan lepotan air maniku di sekujur ujung zakar.

    “Maass, ouh, rasanya aneh..!” ujar Irma sambil kuminta berdiri. Sesaat lamanya kami saling pandang. Kami kemudian hanya saling berpelukan dengan hangat dan mesra. Kurasakan desakan buah dadanya yang kencang itu menggelitik birahiku kembali.

    “Ayo Dik, menungging di depan cermin itu!” pintaku sambil mengarahkan tubuh Irma untuk menungging. Irma manut. Dengan cepat aku terus membenamkan batang kemaluanku ke liang kemaluan Irma lewat belakang dan melakukan gerakan maju mundur dengan kencang sekali. “Aduuh, auuh.. ouh.. ouh.. aah.. ouh, sakit, sakit Mas!” teriak-teriak mulut Irma merem-melek. Tapi aku tak peduli, adik sepupuku itu terus saja kuperkosa dengan hebat. Sambil berpegangan pada kedua pinggulnya, aku menari-narikan batang kemaluanku pada liang kemaluan Irma.
    “Sakiit.. ouhh..!”
    “Blesep.. slep.. sleep..” suara tusukan persetubuhan itu begitu indah.
    Irma terus saja menggelinjang hebat.

    Aku segera mencabut batang kemaluanku, membalikkan posisi tubuh Irma yang kini telentang dengan kedua kakinya kuminta untuk melipat sejajar badannya. sementara kedua tangannya memegangi lipatan kedua kakinya. Kini aku bekerja lagi untuk menyetubuhi Irma.
    “Ouuh.. aahhk.. ouh.. ouh..!”
    Dengan menopang tubuhku berpegangan pada buah dadanya, aku terus kian ganas tanpa ampun lagi menikam-nikam kemaluan Irma dengan batang kemaluanku.
    “Crroot.. cret.. creet..!”
    Menyemprot air mani zakarku di dalam liang kemaluan Irma. “Maas.. ouuh.. aduh.. aahk!” teriak Irma yang langsung agak lunglai lemas, sementara aku berbaring menindih tubuh bugilnya dengan batang kemaluanku yang masih tetap menancap di dalam kemaluanya.


    “Dik Irma, bagaimana kalau adik pindah sekolah di Jogja saja. Kita kontrak satu rumah.. hmm?” tanyaku sambil menciumi mulut tebal sensual Irma yang juga membalasku. “Irma sudi-sudi saja, Mas. Ouh..” Entah, karena kelelehan kami, akhirnya tidur adalah pilihannya. Aku benar-benar terlelap.

  • Kisah Memek Malam Pertamaku Yang Hot

    Kisah Memek Malam Pertamaku Yang Hot


    2628 views

    Duniabola99.com – Sebut saja nama ku Lilis, aku seorang pegawai swasta di sebuah perusahaan di Kota S, usia saya 19 tahun, tinggi badan 168 Cm, berat badan 50 Kg, cukup ideal untuk seorang wanita seumuran 19 tahun. saya ingin berbagi cerita tentang malam pertama ku dgn suami.


    Suamiku berusia 27 tahun lumayan jauh usianya dgn ku, panggil saja nama suami ku Ihksan.

    Pada bulan April kemarin kami baru saja melakukan pernikahan, dan undangan yg datang cukup banyak karena semua temanteman dan saudara dari jauh pada datang.

    Setelah selesai resepsi pernikahan kirakira jam 10 an malam kamipun putuskan untuk beristirahat karena kelelahan seharian menerima undangan.Saya pun mandi bersihbersih dan membaringkan badan di ranjang yg di rias.

    Neng, Aa lemes tolong pijitin dong sambil bernada manja suamiku meminta ku untuk memijitinnya, karena aku jg kelelahan jadi aku pun menolaknya,
    ayo dong Neng, pijitin Aa dosa loh kalo gak nurut sama suami, Aku pun terpaksa harus menurutinya, maklum aku baru jadi seorang istri
    ya udah deh a, Neng pijitin, tapi gantian yah a, aku jg pegel pegel a,
    Iyaaa istriku sayang,,,, nanti Aa pijitin malah nanti pijitnya di kasih plus, plus cium. Hehehehe,
    IsHHhh, si Aa udah genit ajah,,, Aku pun mulai pijitin kakinya.

    aahhh,,, uuhhh, enak Neng,,, aku langsung lepasin pijitan ku
    gantian dong a, aku jg pegel,,, lalu suamiku pun mulai memijit mijit kaki aku, entah knp saat telapak tangannya menyentuh kulit ku, aku menjadi merinding dan merasa terangsang dan ternyata pijitan suamiku makin naik dari betis lalu ke paha aduuhhh,,,,,
    Knp Neng,,? enak pijitan Aa ?, aku sadar aku mulai terangsang, namun aku malu menampakkan muka merangsang aku,
    Neng, malam pertama nih ?,

    emang knp a? aku pura pura bloon karena malu untuk membahasnya, tak lama ternyata pijatan tangan suamiku terus naik dan berhenti di selangkangan paha aku, aku sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa merangsangku, aku pun mengerang
    emmhhhh,,,,, uhhhh.,
    knp Neng? aku hanya dia dan mulai mendesah,
    udah gak kuat yah neng? dalam hati aku berkata
    suamiku lama nih, aku udah gak kuat jg.


    suamiku terus saja memijitmijit selangkangan ku, sesekali dia menyetuh memek ku dgn jari kelingkingku dan membuat aku sulit menahan gairahku. Karena aku sudah tak tahan lagi, aku langsung bangun dan merangkul suamiku serta ku kecup bibirnya dgn liar,

    emmhhh,,,emmmhhh ayo Aa,
    emh emh, udah gak tahan yah ?, aku tdk menghiraukan ucapan suamiku, aku langsung bukakan saja baju dan celana suami ku dan suamiku pun membukakan baju ku,
    Neng, pegang coba penis Aa, terus kocok pelan pelan biar berdirinya tegak, akupun perlahan memegang penis suamiku yg lumayan panjang kira kira 15 Cm, entah knp setelah aku memegang penis suami ku, aku malah menjadi semakin tak tahan ingin memasukanny ke dalam memek ku,

    Aa, masukin yah?,
    emh emh, si Eneng bener bener udah gak sabar nih ya,,, aku pun melentangkan badan ku, dan suamiku pun mulai menyodorkan penisnya ke arah memekku, setelah menempel penisnya di memek ku, suamiku malah menggesek gesekkan kepala penisnya di titil ku dan itu membuat aku semakin terangsang, aku merasakan aku akan orgasme
    uuppppphhhhh,,,,,ahhhh,,,,,
    jangan berisik Eneng sayang yg lain belum pada tidur, aku pun lemas karena telah orgasme duluan, namun suamiku terus menggesek gesekkan penisnya ke titil ku, aku merasa geli namun setelah beberapa saat aku merasa terangsang kembali, dan kini penis suamiku siap masuk kandang,


    pelan pelan Aa, perih,
    iyah sayang,,, sedikit demi sedikit penis suamiku pun masuk
    eemmmmmhh,,, sakit Aa.. dan Sleppp !! penis suamiku pun masuk sepenuhnya ke memek ku, aku merasa perih, sakit dan kaku merasa ada yg mengganjal di memek ku,
    arrgghh,,,, perlahan suamiku menarik penisnya dan memasukannya lagi pula secara perlahan, setelah beberapa kali genjotan rasa sakit yg pertama kali saat penis suami ku masuk berubah menjadi rasa yg nikmat dan membuat aku semakin bergairah.

    setelah beberapa kali genjotan lalu kita pun mengganti posisi,

    neng, berdiri terus nungging yah,,,,
    heeemmhhmmhh,,, tapi matiin lampunya Aa, Eneng malu.
    ya udah Aa matiin,,,. Lalu aku pun berdiri dan tangan ku berpegangan pada jendela kamar, tiba tiba zzleeepppp !! penis suamiku masuk melalui jalan belakang, aku pun kaget namun itu membuat aku semakin liar saja menghadapi suamiku, dia genjot perlahan penisnya lalu kedua tangannya masuk di sela sela ketiak ku memegang tete ku dan mempermainkan puting ku,

    emmmpppphhhh..,
    hessssshhhhhh,,, aaarrrrhhhhh aku merasa sudah tdk tahan lagi karena putingku di permainkan sehingga membuatku semakin lebih terangsang dan akhirnya
    aarrgggghhhhh,,,,,,,,,, aku tarik rambut suamiku dgn repleks,
    udah neng,,,? aku hanya diam saja, karena sesungguhnya aku orgasme kedua kalinya, tiba tiba suamiku pun menyuruhku untuk ganti posisi, kali ini suamiku terlentang di bawah dan aku dia atas


    masukin sama Eneng penis Aa nya yah,,, dan Zleeeppp !!
    Arrrrhhhhgggg,,,, posisi ku di atas ternyata lebih nikmat dari posisi ku yg tadi, aku pun menggenjot suamiku naik turun arrrhhh enak neng,, aku merasa posisi ku di atas membuat ku lebih cepat untuk orgasme
    neng,,, arrrhHHHhh neng,,,, suamiku sepertinya akan orgasme pula dan saat aku goyang kan pinggulku secara memutar suamiku pun

    meladeninya dgn cara menggerakan pinggulnya jg dan akhirnya seperti ada cairan kental yg deras menyembur memek ku

    aarrgghhh nengg ternyata suamiku telah oragasme namun setelah beberapa saat suamiku orgasme aku pun sepertinya akan merasakan hal yg sama seperti ada aliran listrik yg berjalan dari seluruh tubuhku menuju memek ku dan akhirnya aaarhhhh,,,,,,,,,,,,,,,aarrrRRRhhhhh aku pun lemas dan jatuh di pelukan suamiku, dan kami pun tertidur sampai lelap dan penis suamiku pun masih tertancap di memek ku sampai pagi.

  • Kisah Memek Nikmatnya Memecahkan Perawan Pacarku Yang Istimewa

    Kisah Memek Nikmatnya Memecahkan Perawan Pacarku Yang Istimewa


    2626 views

    Duniabola99.com – Kali ini menceritakan hubungan Sex hilangnya perjaka dan perawan dari pasangan anak SMA yang bernama Agung dan Adel. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

    Anggap saja namaku Agung ( nama samara), aku akan menceritakan pengalaman ku dulu yang mungkin akan aku ceritakan dengan bahasa seadanya ( maklum baru pertama berbagi cerita di web dewasa), hhe. Okey, jadi begini. Cerita Sex-ku ini berawal dari ketika aku masih duduk dibangku sekolah kelas 1 SMA. Ketika itu aku yang masih tergolong anak baru gede bermaksud ingin mendekati teman sekolahku.


    Wanita yang aku dekati itu sih biasa-biasa saja kalau kata teman-teman sekolahku, yah yang namanya cinta mau orang bilang apa bagiku dia adalah wanita yang paling cantik di dunia, hhe… gombal dikit. Maaf sebelumnya para penikmat cerita sex, didalam cerita ini aku tidak bisa menjelaskan sedetail mungkin tentang wanita yang aku dekati ini yang sebut saja nama dia adalah Adel.

    Adel ini adalah seorang gadis Abg yang sedang-sedang saja, begitu pula dengan bentuk tubuh, payudara dan bagian pantatnya. Kembali ke pribadi masing-masing, cantik itu relative, jika kita suka ya kita merasa dia cantik, kalau kita tidak suka mau secantik apapun wanita itu ya bagi kita dia biasa-biasa saja,hhe… betul nggak para pembaca. Seperti yang aku aku katakan tadi Adel ini mempunyai body biasa, dan wajah yang lumayan (menurutku).

    Kalau berbicara tentang payudara dan pantat Adel mempunyai yang ukuran yang biasa-biasa saja. Namun walaupun Adel biasa saja, namun Adel ini berkulit putih dan mempunyai wajah yang menggemaskan, pokoknya aku suka banget deh. Selama aku masih dalam rangka pendekakatan, setahuku Adel tidak pernah tahu dan mengerti seputar sex, dia masih polos sekali para pembaca.

    Singkat cerita setelah beberapa bulan melakukan pendekatan kepada Adel, pada akhirnya akupun bisa mendapatkanya dan kini statusku dengan dia adalah berpacaran, hhe. Nah dari sininlah awal keseruan cerita sex-ku. Karena dia sudah resmi menjadi pacarku, aku-pun mulai mengajarkan kepada Adel untuk mengenal dan melakukan hal-hal yang berbau sex. Pada awalnya sih memang sulit sekali, namun dengan trik hebatku diapun akhirnya mau.

    Pada hari itu, aku sudah merancang rencana agar aku bisa melakukan hal mesum dengan Adel pacarku itu. Pada hari itu aku memasang muka marah saat bersama Adel, setiap Adel mengajak aku ngobrol pada saat itu aku diam saja dan berpura-pura murung. Dengan hal itu, maka Adel-pun merespon aku,

    “ Kamu kenapa sih sayang, kog dari tadi aku ajak ngobrol kamu diem aja, dan kamu dari tadi cemberut aja, kamu kenapa sih sayang ???, “ ucapnya penasaran kepadaku.

    Ini nih, saat aku melakukan trik busukku,

    “ Auk ah, aku kesel banget sama kamu, gara-gara kamu aku di ledekin sama temen-temen, katanya masak aku cowok nggak jantan, “ ucapku berpura-pura marah.

    “ Lah, kog bisa gara-gara aku sih Yank, emang aku salah apa, hhu, “, tanyanya penasaran.


    “ Iyalah jelas ini gara-gara kamu, kamu tahu nggak aku di ledekin sama temen-temen katanya aku nggak jantan gara-gara aku nggak pernah ngapa-ngapain sama kamu, kan malu, ” ucapku mulai memancing Adel,

    Pada saat itu Adel tidak menjawab dan terdiam saja. Tidak kusangka setelah sore hari, caraku itu ternyata sukses kawan. Kalian tahu Adel pada sore harinya dia menelepon aku tidak aku sangka dia berbicara lewat telefon bahwa dia ingin ML sama aku pada malam hari di rumahnya. Wow gila nggak tuh, patut dicoba para pembaca caraku ini, hhe. Lanjut. Saat itu dia memberitahukan aku bahwa aku harus kerumahnya pada pukul 00.00 WIB.

    Aku tahu maksud Adel menyuruhku kerumahnya pada jam itu, karena pada jam itu semua keluarganya yang ada di rumahnya pasti sudah tertidur lelap dan pasti akan aman tanpa hambatan. Seketika itu aku dihadapkan dengan rasa senang dan bingung, aku bingung karena harus bagaimana agar aku bisa keluar jam segitu dan aku senang karena Adel pada akhirnya mengabulkan keinginanku untuk melakukan hubungan sex.

    Namun pada akhirnya akupun nekat kabur dari rumah dengan cara melompat diam-diam dari jendela kamarku dan menuju kerumah Adel. Singkat cerita sampailah aku dengan motor yang disambut dengan seorag Adel yang sudah menunggu di depan rumahnya dengan baju tidur yang sangat tipis dan hamper transparan. Sesampainya disana, kami-pun dengan diam-diam masuk kerumah Adel yang besar dan mewah.

    Dengan extra hati-hati, aku dan Adel melompat dari jendela kamarnya. Sesampai-nya di kamarnya kami pun segera melakukan pemanasan. Saat itu kami awali dengan aku membuka kaos kami. Setelah kami sama-sama telanjang setengah dada aku pun lansung memeras buah dada-nya, dengan penuh nafsu saat itu aku melucuti piyamanya yang tipis dan tak lupa aku melepaskan tali bra-nya.

    Setelah terbuka Tali Bra-nya aku-pun mulai melepas Bra milik Adel yang mengganggu tangan ku pada saat aku meremas payudaranya. Pada awalnya aku menganggap payudara Adel kecil, namun setelah kini aku melihatnya langsung, Wow… cukup besar kawan. Payudara Adel yang sudah tanpa Bra itu terlihat sanagt kencang dan padat sekali, sungguh melihat itu nafsuku semakin membara saja, rasanya ingin sekali segera meremas dan mengkulumnya,

    Aku yang sudah nafsu berat, saat itu aku-pun langsung melucuti celana beserta celana dalamnya yang minim itu. Pada saat itu Adel-pun mendadak agresif lalu melucuti celanaku dan celana dalamku. Tanpa komando Adel-pun mulai meraih kejantananku dan membimbing kejantananku kedalam mulutnya,

    “ Oughhh… Ssssshhh… nikmat enak sayang… Aghhhhhh… terus kayak gitu sayang… Aghhh…, ” desahku.

    Sungguh pada saat itu aku tidak menyangka Adel bisa melakukan hal seperti itu. Sungguh nikmat sekali kuluman Adel pada kejantananku. Bebrapa menit dia mengkulum kejantananku dengan lincah-nya. Namun ketika sedang enak-enaknya tiba-tiba Adel menghentikan kulumanya dan,

    “ Sayang kamu bawa kondom nggak, ” ucapnya mengejutkanku.

    Pada saat itu aku tidak menjawab pertanyaanya, memang sebenarnya aku sengaja tidak membawa benda itu. Tanpa buang waktu lagi, aku-pun langsung mendorongnya sampai jatuh pada ranjangnya dan aku-pun langsung menghujani ciuman pada bibirnya yang nikmat dan merah merekah itu. Kami yang saat itu sama-sama nafsu, Adel-pun kemudian merespon ciumanku dengan mengadu lidah dengan liarnya.

    Ditengah kenikmatan itu, air liur kami menjadi satu di dua mulut yang saling berpangutan di iringi dengan tangan kananku yang mulai menjamah payudara Adel dan tangan kiri-ku memainkan vagina Adel dengan perlahan. Sedikit demi sedikit aku melakukan hal itu. Kira-kira setelah 5 menit jariku bermain pada area kewanitaan Adel, aku merasakan tanganku mulai dibasahi oleh lendir kawin dari vagina Adel.

    Setelah puas kami melakukan warming up, kemudian kami-pun memulai melakukan yang lebih hot. Kini aku mulai mengkulum pentil-nya yang sebelah kanan dan yang kiri aku remas dengan tanganku yang sesekali menarik putingnya yang mulai keras. Lidahku yang saat itu asik dengan memainkan putting itu, tak lupa aku menghisap payudaranya yang kenyal dan mulai keras karena rangsanganku,

    “ Ughhh… Sssss… Aghhh… Oughhh…. Terus saying… Aghhhh…., ” desahnya.


    Mendengar desahnnya, saat itu aku semakin menggila dan aku melakukan itu semakin keras dan mulutku mulai menurun ke bagian bawah melewati perut dan sampai ke tempek nya yang basah dengan air yang terus mengalir dari dalam Vagina-nya dan dia masih saja merengek tetapi dia ingin di teruskan karena nikmatnya mungkin. Setelah beberapa menit aku menyuruhnya mengkulum lagi Penis-ku.

    Saat itu akupun sudah tidak sabar lagi ingin menikmati keperawanannya dan dia langsung menghisap tanpa ragu. Saat itu kuluman-nya yang kuat membuatku geli dan nikmat yang luar biasa. Setelah beberapa menit berlalu aku menggesek-gesek vaginanya dan dia merengek tidak jelas karena masih dengan posisi dia mengkulum Penis-ku. Karena aku ingin segera menikmatinya aku memasukan kejantanan-ku ke dalam sangkarnya dengan dia terlentang, tetapi agak sulit karena masih sempit.

    Setelah susah payah, pada akhirnya Penisku-pun berhasil menembus selaput darahnya dan dengan dorongan kecil akhirnya sobek dan dia menjerit kesakitan dicampur kenikmatan,

    “ Aow……. Sakit sayang, Aghhhhhhhh…………, ” jeritnya lirih.

    Setelah kejantananku sudah tertanam didalam liang senggama Adel, aku-pun kini mulai memaju mundurkan Penis-ku. Namun ditengah hunbungan sex kami itu, aku melihat Adel merasa kesakitan,

    “ Aoww… Ughhhh… Sakit sayang, pelan-pelan ya sayang, Aghhhhhhh…., ” ucapnya.

    Mendengar perkataan Adel yang seperti itu aku-pun mulai memperlambat permainan sexs-ku. Namun hal itu hanya bertahan sebentar saja, aku yang sudah tidak tahan lagi, aku kembali mempercepat genjotan penis-ku kedalam liang senggama Adel,

    “ Ouhggg… enak sayang… rasanya aku pingin kencing sayang… Aghhh…. Sssssshhhh…., ” ucapnya.


    Aku yang sudah tahu dari film porno, Adel pada saat itu bukanlah ingin kencing, namun dia pada saat itu akan medapatkan klimaksnya. Melihat Adel seperti itu aku makin mempercepat gerakan kejantananku kedalam liang senggamanya,

    “ Iya gitu sayang, Aghhh… Enak… Oughhh…, ” desahnya semakin menjadi-jadi saja.

    Pada akhirnya dia mengeluarkan cairan itu di Penis-ku merasa hangat memang hebat dan tahu cara memuaskanku dan setelah itu aku merubah posisi menjadi aku menusuknya dari belakang kali ini masuknya mudah dan arena tamengnya sudah sobek jadi tidak lagi ada yang menghalangi pedangku dan dia yang memaju mundurkan tubuhnya dan akupun mengikuti irama itu.

    Beberapa menit kemudian dia mengejang dan kembali Klimaks di saat itu aku sudah ingin keluar dan tetapi aku takut dia hamil dan aku juga tak sudi perjakaku diambil oleh cewek yang aku dekati karena iseng belaka.

    Aku mengeluarkannya di luar saat aku membalikan badannya maksudku mengeluarkan di mulutnya tetapi belum sampai sudah moncrot deh air maninya tepat di kepalanya dan aku menyuruhnya mencoba rasa itu dan dia meminumnya dan berkata,

    “ oohh enak rasanya ini cairan apa ? kencing ya ? , ” tanyanya polos.

    ” bukan sayang, ini namanya air kenikmatan lelaki alias sperma, ” ucapku.

    Aku pun memberitahunya bahwa itu air mani aku berpikir cewek ini sebenarnya tidak pernah sekalipun melihat film porno tetapi dia dapat melakukan gerakan-gerakan itu dari mana kan tidak mungkin udah pernah. Tetapi aku masih belum puas aku memasukan lagi Penisku ke mulutnya dan dia tanpa di suruh dia melakukan itu sendiri. Setelah bosan aku kembali memasukan Penis-ku ke Vagina-nya.


    Saat itu dengan telapak kakinya menempel di lantai aku memasukan itu dari atas dan setelah beberapa saat dia berKlimaks dengan meringik terus-menerus , aku mau keluar dan aku lansung menyuruhnya menghisap dan keluarlah lagi cairan itu di mulutnya yang menggairahkan setelah itu kami lemas dan kami tertidur pulas dengan Penis-ku yang masih di dalam mulut Adel.

    Singkat cerita, aku-pun dibangunkan Adel pagi sekali tepatnya subuh. PAda saat itu aku dibangunkan agar cepat pulang sebelum di ketahuan oleh orang-orang di rumah. pada sat itu akupun bergegas memakai pakaianku lagi dan sebelum aku pergi aku mencium mulutnya dan pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku-pun tertidur pulas. pada hari itu karena capek aku tidak masuk sekolah dan begitu juga Adel.

  • Kisah Memek Citra Sodara-Ku Yang Manis

    Kisah Memek Citra Sodara-Ku Yang Manis


    2625 views

    Duniabola99.com – Jadi begini, (begitu juga boleh). hari minggu ada acara keluarga didaerah bo*or. nah, waktu itu ane ngeliat Citra ponakan dari tante ane. waktu pertama ane ngeliat dia, ane udah jatuh hati sama doi, terus ane kenalan sama doi.
    kalo diliat dari badannya .. jadi, dadanya sekitar B Cup, untuk remaja seperti Doi luar binasa gan. kulitnya putih, langsing. terus ada tatto disekitar lehernya.
    kamu kuliah di universitas mana ?? (ane mulai percakapan)
    Citra: aku kuliah di universitas yang gk jauh dari rumah ane.
    nah… akal bulus ane pun jalan, ane mintain nomer hpnya doi. nah, malam pun datang, Doi ngajakin ane jalan² kedaerah yang gk bisa ane sebutin namanya.
    daerah itu pas banget deh, tempat yang cocok buat remaja pacaran. nah, ane nanya sama doi. “kamu udah punya pacar belum ??” , terus doi bilang kalo doi masih jomblo. behhh… kesempatan nggak bakal 2 kali. langsung aja ane tanya kenapa doi belum punya pacar !.


    terus Doi bilang, “nggak ada yang naksir sama aku”
    ane nggak percaya tuh doi bilang begitu.
    terus ane pancing, “kok dileher kamu ada tatto sih ?”
    terus doi bilang ini cuman tatto yang nggak permanen,

    nahh… menit pun berjalan seiiring waktu berputar.
    waktu tepat pukul 21:00. ane bilang ke Doi, “udah malem nih, kita pulang yuk”, niatnya sih ane pengen lama² sama DOI. tapi keburu ane bilang begitu dan DOI pun setuju, ya udah deh, ane sama DOI cabut sambil melihat indahnya kota BO*OR, ane bawa motor kesayangan ane yang sering diikut sertakan balap liar di kota.

    waktu diperjalanan pulang, DOI meluk badan ane. udah mana tangannya tepat dibawah si otong lagi, udah mana didaerah BO*OR cuacanya dingin.

  • Video Bokep Asia Harua Narimiya ngetot sampai terkencing-kencing

    Video Bokep Asia Harua Narimiya ngetot sampai terkencing-kencing


    2625 views

  • Kisah Memek Keperjakaanku Di Ambil Tante

    Kisah Memek Keperjakaanku Di Ambil Tante


    2625 views

    Duniabola99.com – Namaku Rano usiaku baru menginjak 17 tahun dan aku sebentar lagi akan duduk dibangku kuliah, aku akan menceritakan pengalamanku ketika kehilangan keperjakaanku waktu masih duduk dibangku SMA kelas 2.


    Wajahku biasa-biasa aja ngak ada yang istimewa, namun aku memiliki kelebihan mungkin agak luar biasa dibandingkan dengan orang kebanyakan yaitu mempunyai kontol yang lumayan besar lebih kurang 18 cm dengan diameter 4,5 cm. Padahal waktu tidur adek kecil ku itu Cuma 6 cm.

    Cerita ini berawal dari adanya hajatan dirumah nenekku yang dari ibu, kebetulan adik ibuku menikah. Semua keluarga dari ibu bermalam dirumah nenek mulai dua hari sebelum pesta dilangsungkan.
    Rumah nenekku tidak terlalu besar sedangkan keluarga dari ibuku semua berjumlah 14 orang beserta anak-anaknya yang ikut kerumah nenekku, semua datang sekeluarga hanya tanteku yang bernama Tante Lia datang sendiri karena suaminya sedang tugas keluar kota dan belum mempunyai anak. Tante Lia usianya sekitar 36 tahun wajahnya cantik dan tubuhnya sedikit gemuk namun padat terawat maklum orang kaya.

    Karena dirumah udah penuh, maka tante Lia mau menginap di losmen dekat rumah nenekku, aku mengantarnya naik motor, kemudian tanteku memilih kamar VIP yang full AC, malam itu aku pulang dan bermalam dirumah nenekku.
    Pagi harinya aku disuruh mengantarkan makanan ke tante Lia, aku pergi mengantar seorang diri dan kebetulan tante lia baru bangun dari tidurnya.
    “Masuk Rano..”katanya sambil membukakan pintu kamar nya
    “Baik tante”, jawabku sambil masuk dan meletakkan makanan diatas meja dalam kamarnya.
    “Tante terlambat bangun nih… habis semaleman tante ngak bisa tidur… kayaknya losmen ini serem deh Rano, jadi tante agak takut jadinya..”, dia bercerita
    “Eh… tunggu dulu ya… tante mau mandi dulu trus mau bonceng sama rano ke Rumah Ibu, tante males mau naik becak”, sambungnya.
    “baik tante..”, jawabku.


    Tante Lia masuk kek amar mandi sedangkan aku duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar losmennya.
    Suara air mengguyur badannya kudengar, dan tiba-tiba otak kotorku berjalan ketika kulihat lobang kunci kamar mandinya. Aku berjalan pelan-pelan menuju kamarmandinya terus aku mengintip kedalam, kulihat tanteku lagi menyabuni seluruh tubuhnya dan aku terpana melihat tubuhya yang mulus dengan buah dada yang besar dan kulihat lagi bulu vaginanya yang rapi, mungkin tante Lia rajin merawat dan mencukur bulu vaginanya, aku menelan ludah dan otomatis kontolku langsung menegang.
    Agak lama aku mengintip tante Lia mandi sambil nafasku ngos-ngosan ngak tahu kenapa sampai akhirnya tante Lia selesai aku cepat-cepat duduk kembali dikursi sambil pura pura SMS. Seolah-olah ngak terjadi apa-apa. Agen Bola Terpercaya

    “Hayo SMS sama pacarnya ya ?” Tiba-tiba terdengar suara tante Lia didepan ku
    “eh enggak tante…masih belum punya pacar “jawabku gugup, maklum orang berbuat salah pasti pikirannya kalut
    “Rano… kamu keluar dulu ya… tante mau ganti baju trus kita berangkat, biar tante mau makan dirumah ibu aja”, kata tanteku.
    Aku keluar dari kamarnya dan menunggu diruang loby sampai akhirnya tanteku datang dan kami berdua berangkat kerumah nenek.

    Malam harinya sekitar jam 9 malam tante lia minta diantarkan ke losmen lagi, dan tante Lia cerita sama ibuku bahwa tante Lia agak ketakutan tidur sendiri di losmen. Dia meminta aku untuk menemaninya, dan ibuku mengizinkannya, jadilah aku malam itu menginap di losmen menemani tante Lia. Berhubung tempat tidurnya single bed maka aku tidur dibawah.


    Tante lia tiduran sambil menerima telpon dari mas Agus suaminya, dari omongannya tante Lia cerita lagi ditemani aku karena takut keadaan losmen yang seram ini menurutnya. Sekitar jam 11 malam aku bangun pingin pipis habis hawa AC membuat ku mau pipis, aku pergi kekamar mandi dan malai pipis… serr… lega rasanya. Setelah aku membasuk kontolku mataku tertuju pada celana dalam berwarna crem yang ada digantungan di kamar mandi.
    Iseng aku memegangnya dan kuperiksa celana dalam itu, lalu karena penasaran kucium celana dalam itu pas dibagian yang menutupi lobang vaginanya, kuhirup aromanya dan serr… darahku mengalir deras dan detak jantungku deg-deggan langsung aja aku horny saat itu, kuulang ulang mencium CD itu dan aku tambah horny saja. Kontolku tegak setegak-tegaknya.

    Dalam pikiranku berkata, wah berarti tante Lia saat ini tidur ngak pake CD dan ketika keluar dari kamar mandi mataku otomatis tertuju pada bawah pusar tante Lia yang saat itu terlentang dengan dengkuran yang halus, namun tidak dapat kulihat dengan jelas karena lampu kamar yang redup. Malam itu aku ngak bisa tidur, terbayang tubuh tante Lia yang lagi mandi juga terbayang Cdnya juga terbayang yang lain-lainnya dengan kontolku yang tegak ngak tidur-tidur… sialan… umpatku dalam hati.

    Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, namun mataku ngak bisa terpejam, tiba-tiba aku dengar suara:
    “Ranoo… Rano.”
    Aku pura-pura ngak mendengar.
    “Ran…ranoo”, kali ini suaranya agak keras dan kayak orang gemetaran.
    “Iya tante Lia ada apa?”, tanyaku sambil pura-pura lemas.
    “Tolong Rano tante pinjam selimutnya, ngak tahu nih tante kedinginan..”, balasnya.
    Aku bangun dan berjalan menghampirinya sambil menyerahkan selimut yang aku jadikan alas”, kamu tidur diatas aja rano disamping tante…”
    “Iya tante…”, jawabku, tetapi dadaku tambah deg-degan, maklum otakku mulai ditumbuhi hal-hal porno.
    “Sini selimutnya berduain biar kamu ngak kedinginan”, katanya, seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut aja memepetkan badanku kedekat tante, maklum selimutnya kecil jadi untuk berdua harus mepet.
    Tante Lia miring membelakangiku sedang aku masih terlentang, kudengar nafasnya teratur dengan halus menandakan dia terlelap lagi, aku menghadap tanteku dan tak sengaja kontolku menyentuh pantatnya, ada desiran aneh didarahku dan rasa hangat dikemaluanku, aku sengaja menyentuhkan kemaluanku di pantatnya dan rasa hangat itu kembali menjalar, semakin kudekatkan dan semakin menempel aku makin merasakan kehangatan itu, aku berhati-hati sekali takut tante Lia terbangun aku menyingkapkan daster bagian belakang tante Lia keatas, oww… terlihat jelas buah pinggulnya yang kembar sangat mulus, maklum belum punya anak, dan diantara dua belah pantatnya aku liat ada sebuah gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Pikiranku makin tak karuan dan kulihat penisku, nampak diujungnya mengeluarkan cairan bening yang lincin langsung kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku.


    Perlahan aku sentuhkan penisku ke gundukan berbulu milik tante Lia, “ohh…”, aku merintih perlahan merasakan sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Lia, kugerakkan sedikit pantatku untuk menekan vagina tante Lia, namun aku tidak tahan menahan sesuatu yang hendak meledak keluar dari dalam penisku dan croot… croot… croooot… aku keluar… kupejamkan mataku untuk menikmatinya,
    Kulihat spermaku banyak tumpah dibulu vagina dan paha bagiaan dalam tante lia, karena takut tante Lia terbangun maka aku segera tidur, dengan senyum penuh kepuasan.

    “Rano…bangun udah jam 8 pagi”, sayup kudengar ada orang membangunkanku, aku segera membuka mata dan melihat tante Lia sudah selesai mandi. Tante Lia memakai handuk yang dililitkan didadanya sambil tersenyum tante lia menghampiriku dan duduk disebelahku:
    “Rano tadi malam kamu mimpi ya..?”
    “Eng…”, belum sempat aku menjawab tante lia meneruskan bicaranya.
    “Berarti sekarang kamu sudah aqil balig, kamu harus mandi wajib, tadi pagi di paha dan pantat tante banyak kena tumpahin sperma kamu”, kata tante Lia.
    “Maaf tante… Rano ngak sengaja”, jawabku spontan karena terkejut, “mati aku… Duh malunya…”, bathinku dalam hati.
    “Nah lihat ku… burung kamu bangun mulai tadi…”, kata tante lia sambil matanya melihat kebawah peruntuku.
    Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku lupa memasukkan burungku kedalam sangkarnya dan mulai pagi tadi dilihat sama tante Lia.
    “Maaf tante…”, kataku dengan malu-malu sambil menarik celanaku dan memasukkan batangku kedalam Cdku, tiba- tiba.
    “Jangan dimasukkan dulu rano…! rano kan sudah dewasa sekarang… namun rano belum diketahui rano itu sempurna apa tidak…”, kata tante Lia.
    “Sempurna gimana tante..??”, tanyaku sambil menggeruntukan dahiku, untuk yang ini aku memang ngak tahu, bukan pura pura ngak tahu.
    “Kadang ada orang yang sukanya sesama jenisnya sendiri, trus ada yang impoten akhirnya ditinggal pergi sama istrinya, jadi tante pingin tahu Rano sempurna apa tidak, kamu keluarin lagi deh burungnya!”, perintah tante Lia, Akupun spontan mengeluarkan lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih kaku.
    Kulihat Tante Lia menelan ludah sedikit melirik kepenisku, dan tante lia berkata “Rano diam aja ya nanti, Rano pejamkan mata aja kalau takut sakit, ini Cuma tes aja koq…”
    “Baik tante.”

    Aku memejamkan mata, dan aku rasakan tante lia naik keatas tubuhku tanpa melepas handik yang dipakainya, dan kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu dan basah sehingga aku merasa sedikit geli dan terkejut .
    “Emm..”, aku berguman sambil terpejam.
    “Kenapa rano…sakit..??”, agak berbisik suara tante lia dengan nafas sedikit bernafsu.
    “Enggak tante…ngak apa-apa.”
    Ada sedikit gerakan yang dilakukan tante Lia sehingga vaginanya menekan penisku kearah atas trus kebawah dan itu berlangsung beberapa saat, aku merasakan geli yang luar biasa dan aku menggigit bibir bawahku supaya tidak bersuara, aku membuka sedikit mataku ingin melihat wajah tante Lia, ternyata tante Lia memejamkan matanya juga sambil menggigit bibirnya juga, gesekan antara vagina tante Lia dan penisku makin licin sehingga berbunyi “tet… pret… pret… pret…” setiap tante Lia memaju mundurkan vaginanya diatas penisku.
    Kemudian tante Lia berhenti bergerak, dan dengan nafas agak tak teratur bilang:
    “Rano… sekarang tes terakhir ya…”
    “iya tante… Rano siap”.


    Aku merasakan jari tante Lia memegang penisku bagian tengahnya, sesaat kemudian aku merasakan kepala penisku menyeruak suatu lubang yang agak lebar sehingga gampang masuknya, aku merasakannya sambil memejamkan mata dan menikmatinya.
    Ketika baru sepertiga masuk aku merasakan ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali, dan lobang itu kayaknya seperti cincin, kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang itu yaitu tante Lia berusaha untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya namun agak kesulitan.
    Kurasakan tekanan tante Lia makin kuat terhadap penisku dan sepertinya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasanya nyilu nyilu enak sehingga aku keluar suara.
    “aakh…”
    Tante Lia menghentikan gerakannya .
    “Gimana rano… Sakit..??”
    “Enggak tante ngak apa apa…”
    Tiba-tiba kurasakan lobang cincin itu berkedut-kedut dan meremas perbatasan antara kepala penisku dan batangnya, tadi mungkin kepalanya sudah melewati cincin itu, dan sepertinya kepala penisku diempot oleh benda didalam vagina tante lia.
    “Akh… akh…”, tiba-tiba tante lia bersuara.
    Kembali kurasakan jepitan cincin itu makin kuat dan penisku sepertinya tersiram air hangat didalam vagina tante Lia, akupun kehilangan kendali merasakan jepitan itu dan tidak dapat menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam penisku dan aku terpekik akh… Crooot…croot..crot… Sekitar 4 kali cairan itu menyemprot kedalam vagina tante Lia.
    Penisku masih tertanam didalam vagina tante Lia beberapa saat kuliahat tante lia masih memejamkan matanya…
    “Udah tante tesnya…??”, tanyaku.
    “Emm udah… Rano, ternyata kamu laki-laki yang normal”, jawabnya sambil mengangkat pantatnya melepaskan penisku divaginanya, trus tante lia berjalan ke kamar mandi.

    Aku melihat kearah penisku, disana ternyata banyak berlepotan cairan berwarna putih, ada yang kental ada yang bening sebagian lagi ada di bulu-buluku yang masih halus, aku berpikir dalam hati.
    Seandainya tes ini dilakukan setiap hari, mungkin aku tidak adak menolaknya…









  • Foto Ngentot Riley Reid dan Elsa Jean makan vagina di penjara sebelum threesome

    Foto Ngentot Riley Reid dan Elsa Jean makan vagina di penjara sebelum threesome


    2623 views

    Duniabola99.com – foto 2 cewek cantik Riley Reid dan Elsa Jean yang lagi dipenjara saling menjilat memek sebemul datang petugas yang berpenis besar dan mengentot threesome yang sangat hot dan saling merebut air mani. Fortunebet99

  • Kisah Memek Cili Api

    Kisah Memek Cili Api


    2622 views

    Duniabola99.com – Mula-mula sekali aku nak bagi tau disini,aku ni bukan laki yang baik, aku berkenan kat budak pompuan ni. namanya ani, dia punya badan….aci kerat jari…ribu pun boleh bayakk… masa tu aku baru 2-3 tahun kawin…dulu budak ni kerja ofis bawah… aku selalu curi pandang badan dia…36-24-36 beb..kelas gitu… tapi.. ditakdirkan… dia dapat masuk kerja kat ofes aku…aku kata dalam hati aku..bagi aku sebulan,aku mesti dapat dia…aku apa kurang…muka taklah lawa,tapi pakai kereta sport beb!!!..masuk hari ke 5 dia kerja, aku yang tak pernah tegur dia, lalu beranikan diri mengajak dia ikut aku ke KL…ada kerja kata aku…dia ok… Agen Judi Togel

    Di KL aku tidoq di Shangrila…first time…aku relaks..dari perilaku dia…kalau aku mau..dapat malam tu..tapi..orang lama…nak pi mana….lepas balik KL, minggu depan tu aku ajak dia ke Hatyai..dia kata lama tak ke sana…orait latu…lepas cek-in aku terus mandi..bila habis dia mandi pulak..hangat dia kata…keluar saja,dia pakai tuala duduk depan cermin dok kibas rambut,kote aku apa lagi…tak besaq sangat…dalam 6″ saja..tapi maknya yang selalu dok rasa kote aku kata..waa..macam itu cili api..manyak panas wooo…sambung…aku beranikan diri aku peluk dia dari belakang..dia releks saja…terus aku jilat leher dia..dia terus pusing dan cium aku…(dia tengah frust dengan balak dia masa tu)…aku terus tarik tuala aku dan dia…aku angkat dia atas katil…aku jilat habih..dari atas sampai kekaki.. mengeliat.. siap terangkat punggung dia…aku tala kote aku kat mulut dia…baru nak belajaq..kena gigi..biasalah tu…apom dia ni jenis tembam dan licinnnn.. aku cukup suka yang licin..ada bulu..tak cute..

    Aku ingat aku kat bawah tu… dekat-dekat 1/2 jam kot..sambil tangan aku meramas tetek dia…puting pun baru kecik…lepas tu…aku sorong kote aku tala kat apom dia…masuk saja kepala…dia kata…masih virgin..aku kata…tak pa tak masuk habih…aku sorong pelan-pelan..mana nak tahan beb…kalau aku tahan mangkok..mau 1/2 mangkok air dia..aku terus benam semua…terangkat kepaka dia..menjerit syok pun ada..sakit pun ada kot..kaki dia mengeletag tahan,aku bab position ni..kira ok… dekat 1/2 jam aku nak keluag dah aku tala dalam mulut dia…dia hisap sampai nak tekendon aku…malam tu aku balaih dia 4 round…esok balik..dia kata kat aku.. yang dia dah lama minat kat aku,dia tau aku dah kawin.. jgn takut dia kata….dia tak kacau aku…

    Aku ada `port’ aku sendiri…aku sewa rumah dekat rumah cina..privecy sikit…habih kerja saja…kami pi sana ..hari-hari..dah lama..dia ni pandai lebih dari aku..untuk pengetahuan hangpa dia ni kuat seks..laki boleh lari malam…dia kalu hisap..macam tak mau lepaih..dia cukup suka buah tungging…feveret aku tu…aku nanti hentam sampai berbunyi…bab dia duduk atas..lagi sempoi..sambil dia dok ayak..dia nanti ramas teloq aku…lepas keluag…dia nanti pi basuh..releks..10-15 minit dia nanti hisap lagi kote aku…balaih lagi…dia yang best semenjak aku main dengan dia…tak pernah setitik pun aku buang keluag…semua dalam mulut dia…kalau dalam ofes..dia duduk belakang sekali aku nanti pi duduk sebelah dia..orang didepan tak perasan punya..tangan aku nanti seluk dari bawah kain terus ke apom dia…sat saja mesti basah..aku tarik tangan aku..aku jilat..dia kata..`u sayang kat I sungguh’ aku bagi signal..kami masuk toilet..sambil tungging aku balaih dia…dalam ofes meja mana yang kami tak guna,habis bangku semua staff kami duduk atau dia tungging masa kami `cunggit’…lepas ofes hours tu…nak jadi cerita dalam ofes tu ada satu maknya yang belum dia aku dok angkat nama dia anna…orang sabah…doa seks tak gila sangat …tapi…dia suka kalu aku lepas mani aku kat dalam punggung dia…manyak panas dia kata..


    Satu hari tu..tengah aku dok main dengan ani ni..dia mai di `port’ aku..terkejut aku..dia ada kunci juga…dia lama tak dapat…maknya ni kalau lama tak dapat..dia pandai pujuk dan cari aku…akupun slowtalk kat depa dua-dua…`u dua-dua kawan ..apa macam kalau kita main sama..gila lu…anna kata..lepas aku ayat dia..lama jugak..dia ok…ani pulak segan…pompuan..aku bagi gia stim…telanjang dua-dua…tengah aku dok taji belakang anna..ani kata nak try..sakit dak??..aku kata KY ada,aku try kat dia mengerang habis…masa nak keluag mani aku…ani nganga mulut dia…anna tanya kat dia…best ka?…lepas 1/2 jam..depa pulak rogol aku.. terbalik… dah tak segan dah depa …aku main macam tu dengan depa… ada kot..4 kali…di ofes depa makin ngam…aku selamat…tapi aku nak kata disini…aku kalau tak kahwin lagi…mau aku ambik ani jadi bini aku…kalau suruh apa-pun dia buat… tak bantah punya…aku pernah sound kat dia..jadi no.2..dia kata kat aku.. kesian kat kakak…lani dia dah kahwin dah,anak 1.. naik merz lagi..maknya tu baru kawin.. baby 5 bulan dalam perut…dua-dua masih kontek aku…kawan..salah ka?talipon saja beb…aku nak tambah sikit..masa ani kawin aku pi ….dia tengok aku…meleleh ayak mata dia..dia bisik kat aku…`sampai mati..dia ingat kat aku’…lani..kalau dia tak puas dengan laki dia…dia bayang muka aku…tangan dia gedik-gedik kat apom…mesti keluag..dia kata…laki dia…5-10 minit saja…aku..sampai mengeletag lulut dia kata…cerita ni…betoi..satupun aku tak tambah…dia akan jadi kenangan sampai aku mati….lani aku releks…jaga family aku…bini aku tu…org.utara kata…`raja manusia’..untuk ani…nombor handset aku tak tukag punya…



  • Video Bokep Asia Eri Hosaka memek temben dientot banyak pria

    Video Bokep Asia Eri Hosaka memek temben dientot banyak pria


    2621 views

  • Kisah Memek GADIS BISPAK MASIH PERAWAN

    Kisah Memek GADIS BISPAK MASIH PERAWAN


    2621 views

    Duniabola99.com – Malam minggu malam yg ditunggu tunggu para remaja untuk berwakuncar…banyak remaja yg membawa pacarnya ke mall ,bukan untuk membelikan sang pacar barang mewah tapi hanya sekedar meneraktir pacar ke bioskoop atau makan di kedai makan yg jumlahnya cukup banyak di setiap mall…tapi bagaimana klo lagi jomblo seperti gw saat ini…? no problem…malam ini walaupun gw sendirian pasti gw pulang ama cewek ,paling enggak sama bispak….hehehee…tapi nasib memang lagi mujur..


    Saat gw menunggu empek empek yg baru gw pesen tiba tiba datang dua orang gadis remaja 17 /18 tahunan duduk di dekat meja gw…sambil cekikikan…mereka melirik ke arah gw….wah bispak neh pikir gw….yg satu berambut panjang, susunya gede banget….yg satu berambut pendek sebahu, susunya sedang sedang aja…tapi dua duanya berkulit kuning bening…dan berwajah manis…setelah berkenalan yg berambut panjang namanya yuni dan yg berambut pendek nita…mereka blom punya pacar( gleg gleg….perawankah …gleg )
    Setelah makan bersama gw ajakin mereka untuk nonton film di salah satu bioskop yg ada di mall itu…dan mereka mau aja asal di bayarin….

    Didalam bioskop gw duduk di tengah nita di sebelah kanan dan yuni di sebelah kiri…baru lima menit film nya di putar tangan gw mulai bergerak …jatuh di bahu mereka trus turun kebawah ,pertama tangan yg kanan meremas susu nita yg ngak terlalu besar tapi sangat kenyal…wow…nita ngak marah malah diem aja menikmati remasan gw…trus tangan kiri gw juga ngak mau kalah meremas susunya sih yuni yg besar itu….kenyal,besar..wow … yunipun ngak marah malah kayaknya ketagihan untuk diremas lebih lanjut…. akhirnya gw ngak tahan lagi gw bilang sama mereka kita keluar aja yuk…film nya ngak rame ini…. kata gw lagi dan merekapun setuju….sampai di mobil mereka bilang nita ngak bisa ikut mau pulang aja…. karena sakit perut lagi mens seh…katanya …lalu gw anterin kerumah sih nita…tinggal sih yuni neh…

    Gw bawah ke hotel salak..di bogor…chek in….trus masuk kamar….sambil minum bier yuni menari nari depan gw…gw biarin dia minum dua botol heineken bier…trus dia mulai membuka bajunya wow…dua buah gunung mencuat kedepan di bungkus bHnya yg tipis…gw samperin dia gw remes remes lagi susunya yg mengkal itu dengan lincahnya gw buka tali bhnya …susunya yg besarpun terpampang bebas di depan mata gw …puting yg ke merahan itu gw masukin kemulut gw….dengan lidah gw gw isepin…sampai dia membesar dan mengeras…hhhsst…geli….hsst cuman itu yg keluar dari mulut yuni….trus gw prosotin roknya….cdnya …sekarang yuni terlanjang bugil…..bulu jembutnya blom begitu banyak…yg membuat kontol gw ngaceng….


    Belom sempet gw rabah buljemnya yuni sudah berjongkok didepan gw memberikan blowjob…wow….kontol gw di pegangnya sambil lidahnya bermain di kepala kontol gw….wow…sadapppppppnya…..kelur masuk mulut yuni yg hangat diputerin lidahnya di kepala kontol gw di masukin lagi kedalam mulutnya….biji peler gw sekali sekali di ciumin..wow komplit banget..akhirnya gw ngecrot di mulutnya….sperma putih membasahi mulut yuni yg mungil itu….trus gw suruh dia rebahan di kasur….sekarang giliran gw beraksi…gw buka celahan bibir memeknya yg masih berwarna pink yg sudah mulai mengkilat oleh cairan birahinya….gw masukin lidah gw…gw cari itunya dengan lidah gw…gw jilatin itilnya sampai dia menjerit menahan orgasme…sambil tangannya meremas rambut gw….trus gw amabil posisi…gw naik ke atas ranjang …gw buka pahanya lebar lebar….gw bawah kontol gw kecelahan memeknya …gw gesek gesekin di celah celah memeknya itu…

    Husssst…hhhssst…aaghhh…rintihan nya mulai terdengar..gw terusin sampai memeknya menjadi banjir cairan pelumas yg hangat dan bening itu….baru gw tekang ke arah lobang nya yg masih kecil itu …tapi baru sampai kepalanya saja yg masuk yuni mulai menjerit aauggh… pelan pelan ….kamu yg pertama..wah…masih perawan neh…ngak di sangka gw dpt perawan lagi….pelan pelan gw tarik kontol gw trus gw dorong lagi sampai permukaan lobangnya….akhirnya yuni bisa lagi menikmati permainan gw…dan lobangnya semakin becek dan licin…. sampai akhirnya gw ngak tahan …gw dorong semua kontol gw kedalam memek perawan yuni yg sempit itu…yuni menjerit..auughh sakit….sambil mencubit tangan


    Gw….augh….augh…dan darah perawan yuni membasahi kontol gw….gw tarik pelahan lahan keluarlah beberapa tetes darah dari memeknya membasahi sprei rajang hotel salak…pelahan tapi pasti gw mulai mengoyangkan kontol gw…dorng masuk tarik lagi mulanya pelahan lalu semakin lama semakin cepat sampai yuni ngak merasa sakit lagi…dan memeknya semakin licin gw dorong dengan cepat kedalam keluar kedalam keluar….erangan sakit yuni berubah menjadi erangan nikmat…hhsst….trus…. yg dalem….trus…..hhssstt….gw berubah posisi menjadi seperti org berpush up…sehingga kontol gw bisa masuk kedalam semuanya…urat urat di sekitar kontol gw membuat yuni menjadi tambah nikmat…..uugh hhsst…aagh….

    Jeritnya…yaaay yyaaa….yuni sudah mencapai puncak kenikmatannya di susul sama gw….dua macam cairan hangat bersatu di dlam satu lobang….woow..nikmatnya……gw cabut kontol gw…bersamaan dengan keluarnya kontol gw keluar juga cairan hangat bercampur darah perawan dan sperma gw..dari memeknya…. hhmm ternyata dugaan gw salah dia bukan cewek bispak ,cuman cewek yg lagi jomblo kayak gw….yg sama sama butuh….ke esokan harinya…. gw bawah dia kerumah nita…sejak saat itu yuni dan nita menjadi temen seks gw ….kadang kadang kita main trio…..nita sampai saat ini blom gw perawanin….tunggu sampai memek yuni ngk sempit lagi baru nita gw perawanin…. saat ini cukup dengan lidah saja….ehhehheh….

  • Kisah Memek Askar

    Kisah Memek Askar


    2621 views


    Duniabola99.com – Nama saya Yusman, “Man”. Boleh kenal tak? Itu msg yang saya terima pada 5hb Oktober 2007, dari 012-85xxxxx Saya stay kat Alor Gajah, umur 29thn.

    Setelah berbicara panjang lebar, msg dan btanya tentang apa yang menjadi kesukaan masing-masing, kami pun sepakat berjumpa pada 7hb oktober kat Alor Gajah, Melaka.

    Pada 7hb, 9.45am . Kami berjumpa first time, dekat bas stand Alor Gajah, “Saya dah sampai, saya kat stand teksi Alor Gajah”, itu pesan msg yang saya terima daripada Yusman.

    Saya pun berjalan, datang menemui Yusman. Pertama kali saya nampak dia, saya terkejut! Kulit dia coklat gelap, style rambut khas seorang askar menambah tegas wajahnya, badan tap – macam seorang askar.

    Kami pun saling berjabat tangan, menyebutkan nama masing-masing. “Jom kita gi Tampin, sewa bilik kat sana ”, dia mempelawa dan mengulurkan helmit. Saya meraih helmit tuh, dan kemudian naik ke motor bernombor …….

    Moto pun melaju kearah luar Bandar, tetiba dekat simpang depan kilang Honda Alor Gajah, moto memusing balik. “Jom kita gi semak kat sana , tempat dia ok jugak, Tampin jauh. Next time le kita gi sana ”, Yusman memberitahu. Motor pun membelok kanan, menuju kilang Honda – simpang pertama kemudian membelok kanan lagi, lepas tu ikut kiri. Berhenti …

    Kami turun dan dia menolak moto masuk kedalam semak, agak terlindung daripada pandangan orang. Dia bakar sebatang rokok dan … sekali sentap, dia membuka butang seluar saya. Apalagi … saya buka leh sekali zip jeans saya.

    Dia kuarkan semua batang saya, dia hisap dan sedut. Perasaan saya lain macam, batang saya kena sedut ngan seorang lelaki berbadan tegap, sasa. Bila saya nampak dia dah puas menghisap dan menyedut batang saya, saya pun meminta izin untuk fuck dia. Dia cuba mengelak, “saya hisapkan batang awak sampai kuar” cakap dia. “saya tak boleh pancut bila tak fucking”, saya menyambung. “tolonglah bagi saya fuck lubang jubor awak”, saya meminta lagi. Yusman diam dan kemudian “Awak boleh fuck saya, tapi buat perlahan. Ini yang first time saya kena fuck”. “OK”, saya mengangguk.


    Dia kemudian turun kat saliran air yang kering, dan menonggeng. Saya gigit buntut dia dan menyapukan KY kat kepala batang saya. Perlahan saya jolok kan batang saya dalam lubang buntut dia, baru kepala konek saya je yang masuk dia dah meringis, menahan sakit. Saya cuba menggigit tetek dia yang keras, buat dia stim dan dapat mengurangkan rasa sakit dia kat lubang buntut Tak lama sangat cam biasa, saya dah mula rasa nak terpancut mungkin sebab lubang buntut Yusman yang memang sangat ketat, teruna lagi.

    “Man, saya dah nak pancut”, saya tetiba memberitahu. “Pancut kat luar le, saya nak minum sperm awak”, Yusman menyambung. Tapi bila kesedapan tuh dah melampau, saya terus jolok keluar masuk batang saya dalam lubang Yusman, hingga terpancut kat dalam. Yusman tetiba membalikkan badan dia, hingga le batang saya yang tengah pancutkan sperm tuh terlepas daripada lubang dia. Dia kemudian merentap batang saya, dan menyedut kuat tanpa ada rasa jijik. Puiiihhhhh, sedap tak terkira. Yusman, menjilat semua sisa air mani yang menetes dekat kepala batang saya, sambil tangan nya melancap batang nye sendiri. Saya cuba tundukkan badan saya dan menggigit-gigit tetek dia, yang membuat dia mengerang, melenguh. Tak lama kemudian dia pun pancut.

    Kami duduk rehat kejap, kemudian membersihkan diri ngan saputangan dan memasang seluar masing-masing.

    “saya nak jumpa awak lagi”, Yusman bercakap. “OK, terimakasih awak dah tolong saya pancut”, saya menyambung. “sama leh”, Yusman pun bercakap lagi. “Jom kita cabut, saya hantar awak gi bas stand Alor Gajah”, Yusman memberitahu.

    Tak lama kemudian kami pun sampai kat bas stand, saya turun daripada moto, melepaskan helmit dan menghulurkan kat dia, “Terimakasih banyak Man. Jumpa lagi. Bye”. Jam dah menunjukkan 1pm lebih.


    …………………….. Lama takda kabar berita, raya dah dekat. Kami pun sibuk ngan family.

    15hb, msg Man masuk. “Jom kita jumpa, saya nak rasa batang abang (dia membahasakan saya sebagai abang) yang besar tuh”, 012-85xxxxx (15Oct, 4.47pm). “OK, qt jumpa pada 18hb, belah petang”, saya reply msg dia. “tapi, bila abg fuck saya, buat slow sikit – hari tuh lubang buntut saya naya – ada darah kuar”, dia membagi tahu dalam msg.

    Setelah berbalas msg, kami pun sepakat. Jumpa pada 18hb pukul 6.30petang. Dia datang ambik kat Londang, depan Kolej Matrikulasi.

    18hb Okt 2007, kurang daripada 6.30pm . Saya dah duduk terpacak menunggu Man kat bas stop Taman Bidara, seperti yang dah saya msg kat dia tengah hari tadi. Tak lama kemudian saya nampak Man dengan motor dia, berhenti depan saya. Dia menghulurkan helmit dan moto kami pun melaju mengarah ke Pantai Pengkalan Balak.

    Setelah agak lama round kat tepi pantai, kami berhenti depan “Angin laut Challet”. Chek in dan masuk kedalam bilik nombor 7, tingkat 2.

    Masuk je dalam bilik, pintu dikunci – Man cam nak gila, merentap seluar saya, menarik kuar batang saya yang belum keras betul. Dia kulom dan sedut kuat, buat saya sakit cam nak menjerit. Risau tengok dia yang macam dah gila.


    Tak lama kemudian … saya cuba ambil alih, saya baringkan dia kemudian menggigit buntut dia. Saya jilat daripada pangkal peha naik keperut, kemudian terus ke tetek dan leher dia. Bau rokok tercium kuat, dia memang perokok.

    Saya telentangkan dia, kemudian sapukan KY lebih lebih kat lubang buntut dia, saya cuba masukkan 2 jari. Bila dia dah mula melenguh, saya pun jolok kan kepala batang masuk dalam lubang buntut dia, saya kuar masuk kan kepala batang. Bila saya tengok dia tak selesa, saya sapukan KY lagi dan minta dia mengiring. Saya cuba masukkan semua batang saya. Plup, konek saya dah dapat masuk penuh dalam lubang buntut Man. Saya diam kan sekejap, bila dia dah mula rasa selesa, dia cuba gerakkan badan dia. Saya pun beri jalan kat dia mengatur seberapa dalam konek saya dalam lubang buntut dia yang dia nak.

    Puuiiihhhhh, semakin lama semakin laju dia gerakkan badan dia, nampak nye dia dah mula selesa ngan konek kat lubang buntut dia, dan dah rasa sedap. Dah mula lah dia bergerak pantas. Saya gigit tetek dia, saya remas dada dia yang tap gila, keras. Sesekali saya pukul buntut dia.


    Bila dia dah mula penat, dia meminta saya segera pancut dalam lubang jubor dia. Dia nak rasa macam hari tu lagi. “Apsal kena pancut cepat Man?”, saya bertanya. “Lepas nih, saya kena pergi Port Dickson, esok saya ada kelas”, dia membagi tahu. “Kelas apa pulak?”, saya menyambung bertanya. “Saya askar, tengah belajar kejuruteraan khas askar kat Port Dickson”, dia membagi tahu, yang membuat saya terkejut. Dalam hati saya bercakap, patut le badan dia tap gila, kulit yang keras, dan style rambut pendek khas askar, main pun macam nak gila, GANAS.

  • Hentai037

    Hentai037


    2619 views

  • Kisah Memek Saat Cinta Bersemi

    Kisah Memek Saat Cinta Bersemi


    2619 views

    Duniabola99.com – Sebelum aku memulai pengalamanku ini, aku akan memperkenalkan diri. Panggil saja aku Clara. Aku adalah keturunan Chinese dan berumur 21 tahun. Sekarang aku kuliah di negara Australia, tepatnya di kota Perth yang sangat sepi dan indah.Kisah ini dimulai ketika aku diperkenalkan oleh teman akrab sekaligus teman baikku dengan seorang Pemuda tampan yang berasal dari Jakarta. Sebut saja namanya Paul. Setelah kami berkenalan, Paul, serta dan teman-temanku mengajak pergi ke daerah pelabuhan di Perth yang dikenal dengan nama Fremantle. Kami bersama-sama makan Fish and Chip di sana. Paul kelihatan tertarik padaku dan secara jujur, aku juga tertarik pada Paul tetapi aku tetap biasa saja terhadap dia. Kami bercakap-cakap mengenai asal usul kami masing-masing sampai kami menghabiskan makanan kami masing-masing.

    Saat itu adalah malam minggu, jadi kami merasa canggung sekali kalau cuma diisi dengan istirahat di rumah saja. Oleh karena itu, temanku yang bernama Erlina memberikan ide untuk pergi ke diskotik di Perth yang terkenal dengan sebutan EXCAPADE. Aku sih setuju saja karena aku juga tidak mempunyai pekerjaan yang harus diselesaikan dan akhirnya kami bersama-sama pergi ke EXCAPADE dan aku tidak tahu apakah memang ini nasibku atau memang disengaja, Erlina meninggalkanku hingga aku cuma berdua dengan Paul, dan dia pergi berdansa dengan teman cowoknya yang bernama Albert.

    Aku tidak tahu mesti bicara apa dengan Paul dan Paul juga kelihatan bingung mau bicara apa denganku karena kita sudah membicarakan segalanya tadi siang dan aku melihat bahwa Paul kelihatan seperti pemalu. Tak lama kemudian, Paul mengajakku pergi ke bawah untuk minum-minum sambil ngobrol. Kami memesan brandy dan minum sampai kepalaku pusing karena terlalu banyak minum. Karena aku sudah mabuk dan tidak tahan lagi, Paul membopongku dan mengajak Albert dan Erlina pulang karena Paul kasihan melihat aku yang sudah “teler” karena terlalu banyak minum brandy. Terus terang, baru kali itu aku merasakan Brandy. Di dalam mobil, aku hanya tiduran di pangkuan Paul karena aku sudah tidak kuat lagi dan aku juga tidak mengerti mengapa Paul memelukku dengan mesranya dan terus terang saat dia memelukku, vaginaku sudah sangat basah. Selama perjalanan, aku hanya dapat mendengar samar-samar suara percakapan Paul, Albert dan Erlina dan suara radio yang sedang menyala karena kepalaku berat sekali.

    Akhirnya tibalah kami di rumah Albert. Albert menyuruh Paul untuk membopongku ke sebuah kamar yang sangat privacy. Sebenarnya kamar itu biasa dipakai untuk orang tua Albert jika mereka datang mengunjungi anaknya di Perth, tapi saat itu Albert menyuruh Paul untuk menemaniku di kamar yang biasanya dipakai oleh orang tuanya. Paul membopongku masuk ke kamar itu dan Paul mengambil kain basah untuk membantuku sadar dari rasa pusing yang teramat berat. Paul kemudian mengusap-usap wajahku dan mencium bibirku sambil mengucapkan bahwa dia sebenarnya suka padaku tetapi dia mencium bibirku dengan malu-malu.


    Setelah beberapa jam kemudian, aku sadar karena dia memberiku air dingin di kepalaku. Kebetulan saat itu sedang musim dingin dan aku merasakan kedinginan yang amat sangat. Kemudian aku meminta Paul untuk memelukku. Paul mendekatiku dan memelukku dengan mesranya dan di saat dia memelukku, aku mencium bibirnya dan mengulum lidahnya. Saat itu juga, Paul mulai memainkan tangannya di dadaku dan memilin puting di dadaku yang masih tertutup baju dan BH hitam, hal ini membuatku menjadi basah sekali. Secara refleks, aku hanya mendesah kecil tapi aku yakin Paul mendengar desahanku karena jarak telinganya dan muluku sangat dekat.
    Paul membukakan baju yang sedang kupakai dan dia juga membuka baju dan celananya. Sekarang kami dalam keadan telanjang dan kembali Paul mengulum lidahku di dalam mulutnya dan mulutnya sudah menguasai tubuhku. Lidahnya menyapu seluruh badanku dan membuatku menjadi kegelian bercampur kenikmatan karena aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini sebelumnya. Dengan mesranya, Paul membuka selangkanganku dan menjilati vaginaku serta memainkan lidahnya di klitorisku yang membuat aku menjadi mendesah-desah tidak keruan sambil tanganku mengelus-elus rambutnya yang pendek. Aku menekan kepalanya supaya aku bisa mendapatkan kenikmatan maksimum.

    Selang 15 menit kemudian, aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dan seperti ada sesuatu yang mendesak untuk keluar dari dalam tubuhku dan aku tidak kuat lagi menahannya dan dengan getaran hebat, aku menjepit kepala Paul yang sedang menjilati vaginaku dan aku merasakan kenikmatan saat aku mengeluarkan cairan kewanitaan dan aku menyadari kalau aku sudah mencapai klimaks.

    Paul tersenyum dan menanyakan apakah aku puas dengan permainannya. Aku mengatakan bahwa aku puas dengan jilatan “maut”-nya. Akhirnya, dia memberitahu bahwa dia akan menunjukkan sesuatu yang lebih enak lagi. Setelah dia menyarungkan penisnya yang sudah berdiri dengan kondom, dengan pelan-pelan dia memasukkan penisnya yang lumayan panjang ke dalam vaginaku. Ketika dia memasukkan penisnya, aku merasakan sakit dan membuatku berteriak kecil karena aku takut kedengaran oleh teman kami yang berada di sebelah. “Owww, Paulll.., Sakittt..”, teriakku dengan manja. Paul hanya membalas teriakanku dengan kuluman bibir sambil membiarkan penisnya yang masih menancap di dalam vaginaku. Setelah aku dapat menguasai keadaan, Paul mulai memainkan penisnya dengan memaju mundurkan tubuhnya dan aksi ini membuatku mulai mendesah-desah karena aku mulai merasakan kenikmatan bercinta. Vaginaku menjadi sangat basah dan basah. Sambil masih terus memajumundurkan tubuhnya, Paul memainkan tangannya dan memilin puting susuku sehingga aku merasakan kegelian bercampur kenikmatan.


    Setelah 20 menit berlalu, terlihat Paul masih unggul sementara aku semakin terangsang. Setelah dia melepaskan penisnya dalam genggaman vaginaku, dia berdiri dan menyuruhku untuk berdiri. Kemudian Paul secara refleks menggendongku, sehingga aku secara refleks menyilangkan kakiku di punggung Paul dan penis Paul berhasil masuk kembali ke vaginaku. Terus terang aku juga bingung kenapa itu bisa terjadi, tetapi masa bodoh karena aku merasakan kenikmatan dunia. Ku menggoyang-goyangkan badanku ke depan dan ke belakang sambil mendesah-desah.

    Selang 20 menit kami saling memaju-mundurkan badan kami, aku ingin mengeluarkan cairan kewanitaanku dan aku juga tahu dari mimik wajah Paul bahwa dia juga akan klimaks. Akhirnya kami sama-sama berteriak, “Paulll.., gueee.., dapattt..”, dan Paul juga teriak sambil masih terus menggoyangkan badannya. “Claraaa.., enakkk.., bangettt..”.

    Akhirnya setelah kami mencapai kenikmatan itu, aku merasa lemas sekali begitu pula dengan Paul. Setelah itu, Paul melepaskan penisnya dari dalam vaginaku dan membuka kondom yang menutupi penisnya. Setelah dia membuang kondom itu ke tempat sampah di dekat pintu, dia berbaring sambil memelukku dan mencium keningku sambil mengucapkan, “I Love You”. Aku membalasnya dengan ciuman di bibir karena aku sangat mencintainya. Setelah kami berciuman, aku minta izin untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan darah perawanku yang masih menetes dari dalam vaginaku. Tentu saja, besoknya aku ngomong ke temanku Albert supaya mengganti bed cover yang penuh dengan darah perawanku dan temanku cuma tersenyum genit kepada kami berdua.





  • Cerita Sex Kisah Tragis

    Cerita Sex Kisah Tragis


    2618 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Kisah Tragis ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Nasib yang tak beruntung ditimpa oleh Kina mahasiswi yang wajahnya cantik dan mungil tersebut, dimana
    nasibnya diperkosa secara bergilir oleh teman kampusnya, Kina yang masih muda mempunyai tubuh yang
    memang menggoda kaum para laki laki, apalagi dengan payudara yang besar dan bulat, rambut pendeknya
    dan mudah bergaul dengan siapa saja.

    Di kampus dan pergaulannya dia sering mengenakan jilbab, Bandar Judi Pulsa walau begitu jika sedang dirumah dia tak
    berjilbab dan berpakain santai seperti cewek kebanyakan.

    Kejadiannya bermula pada hari sabtu siang ketika Kina baru saja pulang dari kampus dan hendak
    beristirahat. Tiba-tiba hp miliknya berdering.dilayar tercantum nama Doni.dia adalah teman kampus
    Kina.

    “halo don, ada apa?”. sapa Kina.

    “halo juga, ga aku cuma mau ngajak kamu belajar bareng dirumahku!” Jawab Doni.

    “sama sapa aja?” Tanya Kina lagi.

    “sama aku, Heri, Tio, Agus terus Evi, Ika sama Tika juga ikut”.jelas Doni.

    Karna merasa ada cewek lain yang ikut akhirnya Kina pun mengiyakan ajakan Doni.

    SekKinar pukul 3 sore dia menuju rumah Doni yang berjarak tak jauh dari kost-kostan Kina .dia
    mengenakan jilbab hKinam serta kaus lengan panjang Bandar Bola Pulsa berwarna merah muda serta celana jeans yang makin
    membuat lekuk tubuhnya terlihat walau dia berjilbab.

    Berapa saat kemudian Kina sampai dirumah Doni disana sudah ada Agus, Tio dan Heri namun dia belum
    melihat ada cewek yang datang.

    “eh kalian dah nyampe, mana Vivi sama yang lain?” Tanya Kina.

    Mereka tak menjawab pertanyaan Kina. Agus langsung bangkit dan mengunci pintu sedangkan Tio, Heri dan
    Doni menghampiri Kina yang berdiri kebingungan.

    “eh,apa-apaan ini? apa yang akan kalian lakukan?”. Kina mulai panik dengan keadaan ini.

    “tenang sayang, kKina akan bersenang senang sampai pagi!” Doni menimpali Kina dengan senyum yang aneh.

    Sementara Tio dan Heri mulai menghampiri Kina dan memegang kedua tangan Kina .Agus langsung maju dan
    memeluk Kina dan memaksa memagut bibir mungil Kina. Tio dan Heri mulai bergerilya dipayudara mungil
    Kina yang menawan.

    Doni tak mau kalah dia memeluk Kina dari belakang tangannya bergerilya ke daerah selangkangan Kina,
    mengelus vagina Kina dari luar. Doni mulai mencari retsleting celana Agen Judi Bonus Besar jeans Kina untuk membukanya.

    Kina tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya dipegang erat oleh Tio dan Heri.sementara Agus
    yan memagut bibirnya membuat dia susah bernafas.

    Akhirnya Doni berhasil membuka celana jeans milik Kina dan menurunkannya sampai batas mata kaki.Doni
    kembali berdiri dan kembali meraba vagina Kina .kali ini dia langsung menyentuh vagina Kina melalui
    celah cd warna krem milik Kina .

    “wah, mem3k kamu anget banget, jembutnya juga halus!”. komentar Doni.

    Cerita Sex Kisah Tragis Tio dan Heri tak mau kalah mereka mulai melucuti kaos yang dikenakan Kina, Agus pun berhenti memagut
    Kina untuk memudahkan Tio dan Heri membuka kaos Kina. Kini Kina berdiri dengan jilbab dan bh serta cd
    saja, dikelilingi oleh 4 pria yang menatapnya dengan buas seolah-olah siap menghabisi mangsanya.

    “bener-bener mulus nih cewek, susunya juga montok”. komentar Heri.

    Kina yang merasa risih langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutup payudara dan vaginanya.

    “wah, jangan malu-malu gitu dong, kamu khan cantik”. timpal Tio.

    Kemudian Agus mendekat dan memeluk tubuh Kina tangannya bergerilya dipunggung Kina untuk mencari
    pengait bh Kina. kemudian tanpa ragu-ragu Agus membuka bh hKinam milik Kina. Semua pria menatap kagum
    pada payudara Kina yang ranum dengan pentil merah muda yang terlihat begitu segar dan menggoda.

    Tanpa komando mereka mengerubuti tubuh bugil Kina. Doni dan Agus berbagi payudara Kina sementara Tio
    melepas cd Kina dan mulai memainkannya dia menjilat dan membuka vagina Kina dengan kedua jarinya tak
    lupa dia juga menggosok klitoris mungil milik Kina.

    Sementara Tio memeluk Kina dari belakang dan mencium bibir Kina dengan semangat. Beberapa kali mereka
    berpindah peran hingga semua mencicipi bibir, payudara, vagina dan pantat sekal Kina. Entah sudah
    berapa kali Kina orgasme, tubuhnya terasa lemas.

    Mungkin jika tak ditopang oleh Agus, Kina sudah jatuh lemas. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat yang
    semakin memancarkan aroma khas yang menggoda pria disekKinarnya. Bola Online Depo Pulsa Mereka sudah merasakan cairan vagina
    Kina yang manis dan gurih, sudah hampir 30 menit mereka menggerayangi Kina diruang tamu dalam posisi
    berdiri.hingga akhirnya Doni mengambil gelang besi yang terikat tambang.

    Kemudian dia memasangkan gelang itu dikaki kanan Kina, kemudian Doni menarik tambang dan memaksa Kina
    yang lemah untuk melangkah. Doni membawa Kina ke kamarnya. Disana ada tempat tidur yang cukup luas.

    Kemudian Doni memasang gelang lagi dikedua tangan Kina kemudian mengaitkan dengan tambang untuk
    menggantungkan Kina. Kembali Kina akan diperkosa dalam keadaan berdiri. Kini kondisinya lebih parah
    karena tangannya terikat keatas yang semakin mengekspos keindahan tubuhnya. Ketiaknya juga menjadi
    daya tarik tersendiri

    SekKinar pukul 02.00 dini hari, Agus terbangun dari tidurnya dia merasakan ada benda kenyal dan empuk
    dKinangannya. Ternyata itu adalah payudara Kina yang masih terlelap. Agus memandang wajah Kina yang
    terlelap dengan jilbab dikepalanya.

    Betapa manis dan cantiknya wajah itu. Kemudian dia mulai meremas payudara milik Kina, tentu saja hal
    itu membuat Kina terkejut dan bangun dari tidurnya. Tak hanya itu, Agen Judi Slot222 semua yang ada disitupun ikut
    terbangun bahkan Heri yang dari semalam jarinya berada divagina Kina langsung menyodoknya. JerKinan
    dan tangisan Kina pun kembali pecah.

    “toloongg…jangaaan..saya udah cape…” rintih Kina .

    Namun tanpa ampun mereka terus menggerayangi tubuhnya.bahkan mereka sudah bersiap untuk memperkosa
    Kina. Kali ini mereka akan main secara keroyokan. Dini hari memang waktu yang sangat menggairahkan.
    Mereka mengangkat tubuh Kina, sementara Tio sudah terlentang menunggu vagina Kina.

    “ayo cepat masukin, kont0l gue pengen ngebor mem3knya lagi.” Perintah Tio.

    Kemudian mereka memapah Kina kemudian mengarahkan vagina Kina ke penis Tio. Kemudian dari arah
    belakang Heri mulai mengarahkan penisnya ke pantat Kina, sementara Doni memaksa membuka mulut Kina dan
    memasukan penisnya kesana.

    Agus mengarahkan tangan Kina dan mengarahkan untuk mengocok penisnya. Mereka terus menggarap tubuh
    Kina dan mengejar klimaks masing-masing. Sepertinya mereka tak memperdulikan kondisi Kina yang lemas.

    Cerita Sex Kisah Tragis Kondisi pagi hari yang sepi menambah sensasi erotis dikamar itu. Selang berapa lama, Heri mulai
    mencapai klimaks disusul Tio, Agus kemudian Doni. Mereka saling bertukar posisi hingga akhirnya mereka
    lemas dan mengakhiri permainannya.

    Kini tubuh Kina kembali berlumur sperma dan keringat. Namun itu semua belum berakhir karena hari masih
    panjang dan esok adalah hari minggu. Jadi mereka masih punya banyak kesempatan untuk meniduri Kina .

    Pagi akhirnya datang, mereka terbangun sekKinar pukul 08.00. Rasa pegal dan lemas tentu melanda mereka
    semua, terlebih Kina yang menjadi pelampiasan keempat pria tersebut. Mereka menggendong Kina dan
    membawanya kekamar mandi Doni, karna ukurannya yang mewah dan cukup luas, memungkinkan mereka masuk
    semua kesana.

    Tio mulai memutar kran shawer, air dingin mengalir mengenai tubuh Kina membuat dia tersentak, mereka
    mengkerubuti Kina dan berebut untuk menyabuninya.

    Jilbab yang dari kemarin melekatpun mulai dicopot, kini nampak jelas rambut pendek sebahu Kina yang
    telah basah, kemudian Heri mengambil shampo dan mulai mengkeramasi rambut Kina .Namun tak hanya rambut
    yang dikepala, rambut vagina Kina juga ikut dikeramasi bahkan disela aktivKinasnya,Cerita Sex Dewasa

    Heri masih sempat meremas payudara Kina dan memagut bibir Kina, posisinya yang berada dibelakang tubuh
    Kina membuat penisnya menempel dipantat Kina yang sekal. Tak dapat dihindari lagi. Penis Heri pun
    mulai mencari lubang anus milik Kina untuk disodomi.

    Dalam posisi berdiri Kina kembali mengalami pelecehan seksual,bahkan kini Agus mulai maju dan
    mengangkat kaki kanan Kina untuk kemudian memasukan penisnya kelubang vagina Kina .kini Kina diapit
    oleh dua orang pria dibawah siraman air yang dingin.setelah Heri dan Agus selesai, kini giliran Tio
    dan dino.

    Tubuh Kina lemas setelah beberapa kali klimaks, andai Tio tak menopang tubuhnya mungkin dia sudah
    ambruk tak berdaya. Tio mendapat anus Kina sementara dino mendapat vagina. Setelah masing masing
    mencapai klimaks, mereka mendudukan Kina dipinggir bath-up. Agus mengambil cukuran jenggot milik dino
    hendak mencukur bulu vagina Kina .

    “ayo manis, dicukur dulu jembutnya biar tambah imut..hehehe..!” Kata Agus.

    Heri dan Tio pun membuka kaki Kina lebar-lebar. Sementara dino mengoleskan krim disekKinar vagina
    Kina. Kini Agus sudah siap untuk mencukur bulu vagina Kina. Kina yang nampak tak setuju mencoba
    menutup kakinya,

    Namun peganan Heri dan Tio dikakinya begitu kuat hingga membuat usahanya sia-sia. Selang satu menit,
    Agus sudah selesai mencukur bulu kemaluan Kina. Kemudian mereka memapah Kina dan menepatkannya didepan
    cermin yang besar hingga membuat pantulan tubuhnya terlihat jelas.

    “gimana cantik, bagus ga hasil karyaku?” Tanya Agus sambil mencubit vagina Kina yang kini plontos.
    Lagi-lagi Kina hanya menangis dan meratapi nasibnya.

    SekKinar pukul 09.00 akhirnya mereka selesai mandi, namun tak ada satu pun yang berpakaian. Semuanya
    masih bugil termasuk Kina yang kini juga sudah tidak mengenakan jilbab lagi, bahkan tubuh bugil itu
    dibiarkan basah oleh mereka.

    Karna menurut mereka, tubuh Kina menjadi semakin sexy. Dengan tubuh basah dan bugil, mereka membawa
    Kina ke dapur mereka ingin Kina memasak sesuatu untuk mereka. Akhirnya Kina memasak nasi goreng untuk
    mereka, disela-sela aktivKinasnya memasak, mereka juga bergantian jongkok dibawah Kina untuk menjilati
    vaginanya dan memainkan klitorisnya dengan jari mereka. Tak jarang, ketika mencapai klimaks Kina
    merasa lemas dan hampir terjatuh. Heri dan teman-temannya juga bergantian mengemut payudara Kina .

    Cerita Sex Kisah Tragis Setelah makanan siap, mereka memapah Kina dan membaringkannya dimeja makan.Disekeliling Kina dKinaruh
    berbagai lauk pauk, bahkan Heri menaruh ice cream di vagina, payudara dan perut Kina.

    Setelah itu, dia juga menuangkan susu kental manis disekujur tubuh Kina dari kepala sampai kaki. Tentu
    saja ini terasa amat menyiksa bagi Kina, karna dia harus menahan dinginnya ice cream di daerah
    sensitifnya.

    Namun tak demikian dengan ke empat pria yang ada bersama Kina, disela-sela mereka menikmati makanan,
    mereka juga menikmati ice cream serta susu kental manis yang berada ditubuh Kina .

    “wah, ini ice cream terenak yang pernah gue rasain. Ice cream rasa mem3k!” Komentar Tio.

    “apalagi ini, susu rasa susu hahahaha!” Sambung Agus yang sedang menjilati susu kental manis yang
    berada di payudara Kina .

    Selesai makan,mereka mempersilahkan Kina untuk makan, namun kali ini menunya khusus. Mereka mencampur
    nasi yang akan dimakan oleh Kina dengan sperma mereka berempat.

    “ayo, sarapan nasi campur peju pasti sehat!” Celoteh Doni.

    Kina juga tak boleh turun dari meja,dia harus makan dalam posisi merangkak seperti anjing. Tentu saja
    Kina merasa terhina dan sedih mendapatkan perlakuan tersebut.

    “tolong hentikan, kapan kalian akan melepaskanku?” Tanya Kina lirih.

    Namun tak ada satupun yang menjawab. Doni dan Heri yang duduk disebelah kanan Kina langsung meremas
    payudara Kina yang menggantung dengan indah sementara Agus dan Tio dipayudara satunya lagi.

    Setelah itu, Tio bangkit dan mengambil sesuatu dilemari es. Ternyata dia mengambil dua batang
    mentimun, langsung tia mengangkat satu kaki Kina dari samping dan memasukan batang mentimun itu
    kevagina Kina. Tentu saja hal itu membuat Kina kaget dan memekik.

    “aaaaawww…..aaahhhh…..apa yang kalian lakukan?” Pekik Kina .

    Kembali vagina Kina merasa amat dingin, dia juga merasakan sakit karena vaginanya yang masih kering
    dan tekstur timun yang tidak halus. Heri mulai tertarik akan hal tersebut lalu mengambil sebuah wortel
    dan langsung memasukannya keliang anus milik Kina.

    Sementara Kina yang belum menyelesaikan makannya dipaksa mengulum batang penis milik Agus. Sementara
    Doni menikmati kedua payudara Kina yang menggantung bebas. Setelah beberapa menit, cairan vagina Kina
    mulai mengalir, kemudian Tio mencabut timun yang berada didalam vagina Kina dan memaksa Kina untuk
    memakanya.

    “ayo manis, rasakan mentimun rasa mem3k dan peju!” Perintah Tio dengan sedikit memaksa.
    Tak hanya itu, Heri juga memaksa Kina untuk memakan wortel yang tadi dimasukan kelubang anus Kina.

    Setelah selesai, mereka kembali berpindah tempat, kali ini mereka menuju keruang tengah. Agus yang
    menggendong Kina didepan tak mau kehilangan kesempatan dia memasukan penisnya ke vagina Kina dalam
    posisi berdiri dan berjalan.

    Payudara Kina bergesekan dengan dada Agus yang berbulu, sesampainya diruang tamu, Agus yang belum
    klimaks langsung memepet tubuh Kina ditembok kemudian dia semakin cepat menggenjotnya.akhirnya Agus
    klimaks juga dia langsung lemah dan menjatuhkan Kina dari gendongannya, Kina pun langsung duduk tak
    sanggup berdiri karena kaki yang sudah lemas.

    Tio menyeret tubuh Kina dan disuruh melakukan oral sex kepada mereka semua yang kini sudah duduk
    disofa panjang.

    Tanpa pilihan Kina melakukan hal tersebut sambil terkadang juga disuruh mengocok batang penis mereka.
    Tak hanya dimulut, mereka juga mengeluarkan sperma diluar yang mengenai rambut, wajah, leher serta
    payudaranya.

    Setelah selesai Tio mengangkat tubuh Kina dan mendudukannya diatas penisnya. Dia menggenjot dengan
    penuh semangat, payudara Kina yang berguncang membuat Tio gemas kemudian meremasnya dan terkadang
    menggigit puting Kina .

    “aw…sakiiiitt….!” Rintih Kina yang merasa Tio meremas payudaranya begitu keras.

    Cerita Sex Kisah Tragis Setelah klimaks, Kina harus melayani Heri dan Doni semetara Agus sudah mendapat jatah pertama.

    Setelah selesai semua, Kina pun lemas tubuh bugil dan mungilnya kini tergolek lemah dikarpet, tubuhnya
    penuh dengan sperma dan bekas merah, terutama dibagian payudaranya. Merekapun terus menggilir Kina
    sampai malam, kadang diruang tamu, didapur, tangga dan berbagai tempat dirumah itu.

    Mereka juga sempat mendandani Kina menggunakan seragam smu, karna tubuh dan wajahnya yang imut Dia
    masih terlihat pantas mengenakan seragam smu. Sementara mereka berempat berperan sebagai gurunya.

    Kina kembali digenjot bergilir dengan kemeja putih dan rok abu-abu masih melekat pada dirinya.setelah
    cukup puas memperkosa dan menyiksa Kina, akhirnya mereka mengantarkan Kina kembali ke kost-annya.

    Sejak saat itu, mereka bebas menikmati tubuh Kina dimanapun kapanpun. Bahkan mereka sempat mengeroyok
    Kina di toilet kampus. Kina pun harus siap melayani mereka baik semua ataupun perorangan. Itulah
    sekelumit kisah wanita cantik nan imut yang mengalami nasib tragis.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Foto Bugil Remaja pirang memainkan pisang besar di memeknya

    Foto Bugil Remaja pirang memainkan pisang besar di memeknya


    2617 views

    Duniabola99.com – foto gadis muda  berambut pirang membuka gaunnya menampilan memeknya yang pink dan dimasukin pisang dan timun untuk membuatnya becek.

    Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,

  • Kisah Memek tempat kost putri

    Kisah Memek tempat kost putri


    2617 views

    Duniabola99.com – Aku seorang mahasiswa di Jogja, dank au anak perantauan disini aku gnekost dirumah yang biasanya dijadikan tempat kost anak mahasiwa baik putra maupun putri, tempat huniku di kelilingi banyak kost cewek, dimana cerita ini aku akan berbagi pengalamanku dengan kost putrid yang berada di belakang kostku,


    Singkat cerita aku dan penghuni kos putra yang lainnya memang sudah kenal dan lumayan akrab dengan penghuni kos putri belakang, jadi kalo ada yang perlu bantuan tinggal bilang saja.

    Aku sering sekali main ke kosan putri itu untuk sekedar ngobrol-ngobrol saja diruang tamunya, itupun kalau dikosanku lagi sepi, maklum saja aku sendiri yang angkatan tua yang nyaris gak ada kerjaan, sedangkan yang lainnya masih sibuk dengan kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya.

    Saking seringnya aku main ke kosan belakang, ketujuh cewek penghuninya sudah sangat terbiasa dengan kehadiranku disana, dan ada satu orang cewek bernama Ana, tingginya sekitar 165cm, beratnya sekitar 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin cuma 34A, pernah sehabis mandi masih dengan balutan handuk sejengkal diatas lutut dia lewat didepanku dengan santainya.

    Aku yang masih sangat normal sebagai lelaki sempat melongo melihat pahanya yang mulus ternyata, dan dia cuek aja tampaknya.

    Sampai suatu hari, sewaktu liburan UAS sekitar menjelang sore saat aku datang ke kosan belakang seperti biasa, disana hanya ada Ana sendiri, dia memakai daster bunga-bunga tipis selutut, dia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir dia lagi mengerjakan tugas

    “lagi ngapain, An? Yang laen kemana?” tanyaku didepan pintu, “eh Mas Zaky, lagi suntuk nih, lagi ngegame aja, yang laen kan mudik mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sambil masih memainkan mousenya

    “masuk mas”.

    Aku pun masuk dan duduk di karpetnya

    “ emang kamu ga mudik juga An?”

    “aku kan ngambil SP mas, males klo harus ngulang reguler” jawabnya.

    “lagi ngegame apa sih?” tanyaku lagi

    “ini nih maen monopoly, abis yang ada cuma ini” sambil merubah posisi kakinya bersila dan sempat memperlihatkan pahanya, akupun melongo lagi di sajikan pahanya itu, sampai akhirnya dia sadar dan sambil menutup pahanya dia bilang

    “hayo ngliatin apa?”

    “eh ngga, ga liat apa-apa” jawabku gelagapan

    “hayooo ngaku, pasti nafsu ya, dasar cowo” dia bilang

    “yeee jangan cowo aja donk yang salah, yang bikin nafsu kan cewe” kataku membela diri

    “wuuu ngeles aja” dia bilang sambil melanjutkan gamenya tadi, “eh mas punya film ga? BT nih”

    “film apa ya? Yang di tempatku kan dah di tonton semuanya” jawabku

    “yaaah apa aja deeeh” dia memohon

    “apa dong, ya emang udah ga ada lagi, ada juga bokep tuh klo mau”

    “mau dong mas mau” dia bilang

    aku kaget mendengar itu langsung bilang

    “beneran nih, nanti kepengen repot lagi”

    “udah sana ambilin, aku iseng ni mas”

    “tapi nontonnya bareng ya” kubilang

    “iihh ga mau ah, nanti malah mas zaky pengen, bisa diperkosa aku”

    “ga bakalan atuh sampe kaya gitu, mau diambilin ga niy? Tapi nonton bareng ya”

    “iya deh, ambil sana” pintanya.

    Secepatnya aku lari ke kos lalu mengcopy bokep yang ada di komputer dikamarku, aku copy yang bagus-bagus saja, kemudian setelah selesai aku langsung berlari ke kamar Ana dan menyerahkannya. Ana pun langsung mengcopy yang ada di flashdiskku.


    Kamipun menontonnya, aku duduk berada disebelah kirinya, dan dia duduk sambil memegang bantal. Kami tak ada bicara saat film itu dimulai. Baru beberapa menit menonton, aku mulai horny karena baru kali ini aku nonton bokep sama cewek yang bukan pacarku berdua saja, kontan saja akupun agak-agak salah tingkah berganti-ganti posisi duduk demi menutupi kontolku yang sudah berdiri tegang.

    Tak berapa lama sepertinya diapun mulai merasakan hal yang sama, nafasnya mulai tak teratur dan agak berat seperti ada yang ditahan, duduknya pun mulai berganti posisi dan sekarang bersila sambil memeluk bantalnya itu. Seandainya aku yang jadi bantalnya, hmmmmm. Akhirnya aku memberanikan diri bertanya

    “kenapa, An? hayoo”

    “apaan sih, ga kenapa-napa ko, mas tuh yang kenapa dari tadi gerak-gerak terus?” dia merengut

    “ yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek manis berdua aja lagi” kubilang

    “emangnya kenapa klo nonton ma cewek berdua aja”, sepertinya dia memancingku

    nekad saja aku bilang

    “ya, jadi kepengen lah jadinya”

    “tuuh kan bener yang aku bilang tadi” Dia melanjutkan

    “ mas zaky suka ya begituan?”

    dan aku jawab asal

    “ya sukalah, enak sih”

    “lah kamu sendiri suka nonton bokep ya? Dah dari kapan? Jangan-jangan kamu juga udah lagi?” langsung aku cecar saja sekalian

    “iihhh, apaan sih” dia bilang,

    “udahhh ngaku ajah, udah pernah kan?kalo udah juga ga papa, rahasia aman kok, hehe” aku cecar terus

    “mmmm tau ah” dia malu tampaknya, kemudian dia mengalihkan dan bertanya

    “mas zaky klo begituan suka jilatin kaya gitu mas” sambil menunjuk adegan cowok lagi jilatin memek cewek

    “iya, suka, di oral juga suka, kenapa? Pengen ya hehehe”

    “ihhhh orang cuma nanya” jawabnya malu-malu

    “kamu emangnya belom pernah di oral kaya gitu An?”

    “belom lah,aku sebenernya pernah ML 2 kali, tp cowokku ga pernah tuh ngejilatin ‘itu’ku, aku terus yang disuruh isepin ‘anu’nya “ akhirnya dia ngaku juga

    “ wahh keenakan cowokmu donk, diisep terus kontolnya ma kamu, dah jago dunk, jadi pengen, hehe”

    “wuuu sana ma pacarmu sana” katanya

    “pacarku kan jauh An” jawabku.

    Aku langsung bergeser merapatkan diri disamping dia

    “ Din, mau aku jilatin memeknya ga?” aku langsung aja abis udah ga tahan. Dia diam saja, aku cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, aku dekatkan bibirku ke bibirnya dan kamipun berciuman dengan sangat bernafsu. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh “mmmh” sambil tetap berciuman.


    “An, udah lama aku pingin ngerasain ngentot sama kamu” kataku

    “aku juga mas, aku kan sering mancing mas zaky, tapi mas kayanya ga ngerasa” dia bilang

    “ihh pake mancing-mancing segala, kan tinggal ajak aja aku pasti mau”

    “yeee masa aku yang ajak” katanya manja sambil menggelayutkan tangannya dileherku

    “berarti boleh dong memeknya aku jilat” sambil kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih terbalut dasternya

    “lom diijinin aja tangannya udah megang memekku nih” sambil tersenyum kemudian menciumiku.

    Aku langsung melumat bibirnya sambil mengangkat dasternya hingga tanganku dan memeknya hanya dibatasi CD tipis saja.

    Ana sudah mulai memasukkan tangannya kedalam celana(saat itu aku hanya menggunakan celana boxer) dan CD ku sampai menyentuh kontolku dan kemudian mengelusnya lembut

    “mmmhhh Ana sayang”

    Aku membuka kaosku lalu melepaskan dasternya sekalian hingga tersisa CD dan bra nya saja.

    “kamu seksi An”

    “mas zaky juga kontolnya gede, Ana suka banget, Ana isep ya?”

    “iya An, aku juga ga sabar pingin memek km”

    Akupun berdiri, Ana memelorotkan celana sekaligus CDku sampai kontolku seperti melompat kedepan mukanya saking tegangnya, Ana sedikit kaget saat melihat kontolku yang memiliki panjang sekitar 17cm

    “mas, gede ih, pacarku ga segede ini kontolnya”

    Saat dia sudah membuka mulutnya ingin melahap kontolku, aku langsung menariknya hingga berdiri

    “sebentar sayang, dah ga sabaran pengen isep ya?”

    Ana mengangguk manyun

    “kita 69 yuk sayang”

    Aku membuka tali bra nya dan lalu cdnya kuturunkan, terlihat bersih memeknya tanpa jembut.

    “memek kamu bersih sayang”

    “baru kemaren aku cukur mas, abis suka gatel kalo ada bulunya, mas suka ngga?”

    “suka banget sayang” sambil kuciumi memeknya.

    Ana naik ke kasurnya dengan posisi telentang mengundangku, akupun naik dan memposisikan kontolku berhadapan dengan mukanya lalu mukaku didepan memeknya.

    Aku mulai menjilati memeknya dengan lembut , Ana tanpa ragu memasukkan kontolku ke mulutnya dan mengocoknya perlahan

    “oughhh, mmmhhh Ana sayang” memek Ana terasa sangat legit aku menjilati klitorisnya yang kemerahan

    “hmpffhhh….mmmpphhh” Ana melenguh

    Sekitar 5 menit kami di posisi ini, kami sudah sama-sama tidak tahan, aku mengubah posisiku berada di atas tubuh telentang Ana dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya sudah agak basah setelah oral tadi, aku menggesek-gesekkan kontolku sesaat

    “ohhhh, masukin masku sayang, Ana ga tahan lagi mmmmhhh”

    Aku senang mendengarnya memohon minta di entot. Aku menekankan kontolku perlahan, baru kepalanya yang masuk, agak sulit, aku hentakkan sedikit, Ana menggigit bibirnya, dan akhirnya kontolku berhasil memasuki lubang senggamanya


    Sempit dan seret rasanya membuatku merasakan kenikmatan saat aku awal bercinta dengan pacarku, namun ini terasa lebih mungkin karena lebih menantang. Aku memompa memeknya perlahan-lahan, Ana mengikuti gerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Aku genjot terus sambil kupeluk Ana dan menciumi bibirnya yang merah basah.

    “mmh. Hmmpppf….sayang enak banget sayang, memek kamu sempit banget, kontolku kaya dipijet-pijet”

    “ he emh mas, oughhh terus mas, masukin terus mas, biar Ana jepit kontolnya, ahhhhh” bicaranya terengah-engah

    Aku menggenjot terus sampai akhirnya kontolku amblas didalam memeknya. Aku semakin cepat memompa liang senggamanya.

    “ahhh,,ohhhh, masku,,,ohh,,entot aku ohh..enak banget mas sayang, Ana pingin oohhhhh dientot mas terus, ayo ooougghhh” Ana sudah tak karuan omongannya saking menikmatinya.

    15 menitan kami bercinta dalam posisi tersebut dan aku memintanya nungging untuk posisi doggy , Ana menurut saja, aku masukkan kontolku kememeknya lagi dan sekarang sudah agak lancar walaupun masih terasa sempitnya seperti memeras dan menyedot kontolku masuk.

    Aku memegang pantatnya yang mulus bersih sambil aku pompa tak terlalu cepat, Anapun memajumundurkan memeknya hingga seperti akan menelan kontolku seluruhnya dan sangat nikmat rasanya.

    Aku mempercepat genjotanku di memeknya, Ana sedikit berteriak kenikmatan

    “auhh mas,, mmmhh terus mas, enak ahhh…kontol mas…oohhh sayang”

    Nafasku semakin memburu dan bernafsu mendengar ocehannya itu membuat genjotanku menjadi sangat cepat

    “sayang, aku kluarin dimana sayang…ah ah oughh”

    “didalem…argh aja sayang auuhhh ga papa, Ana juga mau keluar mmmhhh”

    Genjotanku cepat sekali karena spermaku sudah tak tertahankan lagi mau keluar.

    “arrrgghhh aku keluar sayanggg”

    Dan saat itu juga tubuh Ana mengejang orgasme

    “ahhhhhhh, aku juga ssssshh mas”

    Aku muntahkan spermaku dalam lubang memek Ana, aku memutar tubuh Ana dengan kontol masih tertancap di memeknya,aku memeluk dan menciumnya

    “kamu hebat sayang, memek kamu hebat jepitannya”

    “mas zaky juga”

    Dia mengajakku ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh kami, dengan masih telanjang kami keluar kamar dan menuju kamar mandi. Aku membersihkan seluruh tubuhnya dengan perasaan sayang yang luar biasa, dan diapun melakukan hal yang sama kepadaku.

    Setelah selesai membersihkan tubuh kami, kami kembali kekamarnya dan memakai kembali pakaian kami,saat itu dia bilang kepadaku

    “makasih ya mas, udah ngasih kepuasan buat aku, enak banget ngentot sama kamu mas”

    “sama-sama sayang, besok-besok lagi ya?”

    “siap mas. Muachh” jawabnya sambil menciumku

    Akupun kembali ke kosku dengan hati sangat senang dan saat ada kesempatan berdua kamipun melakukannya lagi. Atau saat sama-sama tidak tahan kami janjian ke hotel untuk memuaskan nafsu kami.

  • Rino Sakuragi berdua dengan pacarnya dikamar

    Rino Sakuragi berdua dengan pacarnya dikamar


    2616 views

  • Kisah Memek Bermain Dengan Wanita Bule

    Kisah Memek Bermain Dengan Wanita Bule


    2616 views

    Duniabola99.com – Ini adalah pengalaman sekali seumur hidupku. Saat ini saya sekolah di Australia. Disini banyak disco party yang diselenggarakan juga oleh anak-anak Indonesia. Nah kebetulan last weekend tempo hari ada party di satu pub di Downtown. Saya pergi kesana dengan beberapa rekanku. Pembaca semuanya kan tahu bila rutinitas di party lebih malam lebih ramai.


    Party ini baru diawali jam 10 malam, namun saya pergi sekitaran jam 11. Nyatanya yang datang telah agak banyak. Kurang lebih jam 12 malam, telah banyak orang yang disco, minum-minum, merokok di smoking ruang. Saat ini baru di keluarkan ketentuan kalau tiap-tiap bar atau pub di Perth tidak bisa merokok didalam, jadi di party ini disiapkan tempat merokok. Pokoknya suasananya enak sekali deh.

    Selalu saya minum-minum dengan rekanku di dekat barnya. Bar ini dekat sekali dengan tempat disco-nya, jadi sembari minum-minum serta bercakap kita dapat mengecengin orang yang tengah disco. Rekanku mengajakku minum, kuladeni namun dia menyuruhku yang pesan minumannya. Kebetulan ada waitress yang lewat, kupanggil lantas kupesan minuman beer. Waitress-nya orang Amerika. Berwajah oke, selalu body oke, buah dadanya kurang lebih 36B, pokoknya oke. Rekanku selalu mengajakku taruhan $500 bila saya dapat bersenggama dengan waitress itu. Saya sanggupi taruhannya.

    Saat waitress-nya datang membawa minuman, kuberi tipnya agak besar (disini bila pesan apa-apa harus bayar panduan). ” Oh, thank you. My name is Stephanie. Do you need anything else? Call me if you want to order again. ” Waitress-nya tampak suka sekali. Kubilang kalau saya kelak pesan sekali lagi ke dia. Selalu dia pergi sekali lagi meladeni orang yang lain yang ingin pesan minum.

    Setelah beer-nya habis, kupanggil sekali lagi si waitress itu, pesan minuman sekali lagi. Saat datang, kubayar sembari saya menggodanya. Nyatanya dia sukai. Habis menggoda sembari bercakap sebentar, kutanya jam berapakah dia usai kerja. Saya katakan saya ingin mengajaknya berjalan-jalan. Dia katakan beres jam 2 pagi. Saya katakan kelak kutunggu ditempat yang kutunjuk. Dia katakan oke. Beres langkah pertamaku.


    Pada akhirnya saat ini telah jam 2 pagi. Rekan-temanku telah tidak sabar mendengar berita baiknya, namun mereka pergi sekali lagi ke tempat beda. Selalu saya segera ketemu waitress itu yang telah siap pergi, tak akan menggunakan baju kerja. Lagian party kan agak gelap jadi tidak demikian terang memandangnya. Saat saya ketemu dia, wow man, bodinya serta buah dadanya membuatku terangsang. Selalu kubawa saja dia ke restoran Thailand (restorannya buka hingga pagi), bebrapa bercakap mengenainya sembari minum. Nyatanya bercakap dengannya enak sekali kelihatannya saya telah mengenalnya mulai sejak dahulu. Pada akhirnya omongannya merembet ke arah gituan. Saya telah bernafsu sekali.

    Pelan-pelan kudekati dia selalu kucium pipi, ke leher hingga pada akhirnya ke bibirnya. Kebetulan kita duduknya agak mojok jadi tidak demikian terlihat orang yang lain, telah demikian saya pernah lihat jam tunjukkan jam 4 pagi, jadi telah sepi sekali. Nyatanya saya terima responnya. Kutanyakan padanya apakah ingin gituan denganku. Tahu-tahunya dia ingin. Pada akhirnya kita sepakat ingin ke tempatku soalnya tidak demikian jauh. Segera saja kami pergi ke tempatku.

    Di mobil, tanganku telah mulai gatal. Satu tangan pegang setir, satu sekali lagi berkelana. Pelan-pelan tanganku menyelusup ke paha selalu ke daerah selangkangannya. Kebetulan dia menggunakan rok, jadi tanganku tak ada kesusahan masuk ke sela-sela pahanya. Dia nikmati benar elusanku. ” Mmmh.. mmh.. oohh.. ohh.. ” Sesudah kurang lebih 10 menit saya terasa CD-nya mulai agak basah, saya berhenti mengelus-elus sekali lagi soalnya telah tiba. Setelah tiba di apartemenku, kugendong dia sembari ciuman. Lidahku juga beraksi. Dia agresif sekali. Ke-2 tangannya memeluk leherku, selalu kakinya ke pinggangku. Hingga di kamarku, kita masih tetap ciuman. Tanganku mulai meraba buah dadanya yang aduhai besarnya.

    Baru kesempatan ini saya rasakan buah dada orang bule, mimpi apa saya semalam. Kuremas-remas buah dadanya, dia makin nafsu saja. Saya telah tidak tahan menginginkan bersetubuh dengannya, kubuka baju dan roknya. Dia juga buka baju serta celanaku. Saat ini dia tinggal menggunakan BH serta CD hitam, sedang saya tinggal menggunakan CD, saya memandangnya menjadi tambah nafsu. Kelihatannya warna hitam itu lambang warna sex. Kupeluk dia dari belakang sembari mengelus-elus buah dadanya sembari mencium lehernya.


    Selalu kubuka BH-nya. Ini event yang menggairahkan. Kuelus-elus buah dadanya yang mulus itu. Dia juga nampaknya terangsang sekali. Kubuka CD-nya bebrapa perlahan selalu giliran dia buka CD-ku. Kemaluanku telah tegang sekali. Dia lihat kemaluanku lantas mengelus-elus batang kemaluanku. ” Oh.. oh.. mmhh.. ” tidak berapakah lama automatis dia mengisap batang kemaluanku ” Oh.. yes.. oh.. ” Mainan lidah serta mulutnya yang telah mahir itu buat kemaluanku tegang prima. Telah 10 menit kurang lebih dia mengisap batang kemaluanku. Saya telah nyaris keluar namun kutahan serta kusuruh dia berhenti. Selalu kurebahkan dia di ranjang. Kubuka pahanya lebar-lebar, terlihat bulu kemaluannya rapi berwarna coklat serta liang kemaluannya yang merah merekah.

    Kujilati buah dada serta puting susunya. Dia meringis kesenangan. Kurang lebih kujilati sekitaran 5 menit buah dadanya dengan bergiliran kanan serta kiri. Selalu kujilati serta kumainkan klitorisnya, tanganku yang satu mengelus-elus pahanya, satu sekali lagi mengelus-elus buah dadanya. Dia nikmati enaknya jilatanku, ” Mmmhh.. ooh.. yes.. baby.. uuhh.. faster.. uhh.. ” Sesudah nyaris 10 menit dia mulai orgasme. Dia telah seperti kemasukan setan, kupercepat pergerakan lidahku.

    Pada akhirnya dari liang kemaluannya keluarkan banyak cairan. Kujilati cairannya hingga bersih walau agak bau serta asam. Namun saya sukai. Saya mulai aksiku namun terlebih dulu saya menggunakan kondom dahulu takut kemungkinan penyakit. Kuarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya yang telah terangsang sekali, selalu kumasukkan bebrapa perlahan, ” Bless.. ” masuklah batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, ” Oh.. mmhh.. ” saya tak ada problem memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, soalnya dia telah tidak perawan sekali lagi serta kemaluannya telah agak basah. Pelan-pelan kugenjot dia sembari berciuman.

    Sebagian waktu lalu, tempo permainanku kupercepat. Dia meringis kesenangan, kupercepat sekali lagi, dia makin agresif. Kurang lebih 15 menit permainan kami berjalan, dia keluarkan cairan sekali lagi. Saya dapat rasakan karna pergerakanku semakin licin.


    Sesudah ambil nafas sebentar, saya katakan ingin ganti tempat doggy model. Selalu dia menungging di dekat tepi ranjang. Kuelus-elus pantatnya yang montok, lalu kuarahkan kemaluanku serta memasukkan bebrapa perlahan. Tanganku mengelus-elus buah dadanya, ” Ohh.. uuh.. uhh.. ” dia kesenangan. Selalu kugenjot sekali lagi makin cepat, dia mulai klimaks saat ini, ” Ohh.. ahh.. aahh.. mmhh.. ” dia ingin keluar, namun saya masih tetap dapat menahan punyaku. Pada akhirnya liang kemaluannya berlepotan cairan kewanitaannya. Kucabut kemaluanku sembari membalikkan tubuhnya serta menyuruhnya rebahan di pinggir ranjang.

    Kujilati bibir kemaluannya hingga bersih lantas kusuruh dia main diatas. Saya rebahan, lantas dia dengan tempat jongkok diatas tubuhku coba memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. ” Bless.. ” dia menggoyangkan pinggulnya serta pantatnya. Dia percepat goyangannya ” Aahh.. aahh.. ahh.. ” saya katakan kalau saya telah ingin keluar. Dia menggenjot sebentar lalu berdiri melepas kondomku, selalu dia menghisap batang kemaluanku dengan ganas. ” Oh.. sangat nikmat.. ” pada akhirnya spermaku muncrat didalam mulutnya, enak sekali rasa-rasanya. Dia menjilati spermaku hingga bersih.

    Setelah permainan ini usai, kita tidur dalam kondisi bugil. Kita baru bangun jam 3 sore, lantas kuantarkan dia pulang. Hingga di tempat tinggalnya, saya telah janjian ingin ketemu sekali lagi serta bertanya nomor teleponnya. Pada akhirnya saya telepon rekanku serta pada akhirnya bisa $500 dari rekanku itu. Lumayan $500 buat menutupi bayar apartemenku serta bisa kesenangan tidak ada tara sekali lagi. Sering-sering taruhan seperti begini oke juga.