
Duniabola99.com – foto model cantik melepas semua pakaiannya didalam kamar mandi manampilkan toketnya yang gede dan memeknya yang tanpa bulu.


Duniabola99.com – foto model cantik melepas semua pakaiannya didalam kamar mandi manampilkan toketnya yang gede dan memeknya yang tanpa bulu.


Duniabola99.com – foto petinju cewek latin bugil di ruang ganti menampakkan toketnya yang gede bulat dan padat kenyal dan juga memamerkan pantatnya yang bahenol dan ngangkang lebar memperlihatkan memeknya yang tanpa bulu baru dicukur.



Duniabola99.com – Saat itu aku baru merasakan menggunkan pakain putih abu abu yah benar aku masuk SMA yg aku idamkan, tak beda sewaktu jaman SMP pulang sekolah pukul 2 siang, suatu hari aku dapat kenalan dari temanku sekolah, dimana aku dikenalkan sama cewek SMP kelas 3, aku berkenalan dengannya dia masih malu malu gimana, terlihat wajahnya yg memerah.
Tapi yg aku herankan adalah bagian dadanya yg sudah menonjol dibanding teman yg lainnya, walaupun dia umurnya masih 13 tahun tapi tubuhnya bongsor wajahnya juga manis dengan kulit sawo matang, kami pun berkenalan dengan aku menanyakan namanya terlebih dahulu??
“nama kamu siapa??’ dan aku menanyakan no teleponnya, kami saling bertukar nomer telepon, dan suatu ketika ada waktu luang kami bersepakat untuk jalan pertama kalinya, aku juga merasakan nerfes karena juga ini yg pertama aku jalan bersama cewek,
Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 aq telah berdiri didepan rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan rok yg kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.
Aq tanya, “Mana ortu kamu…”, dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papinya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain. Agen Judi Bola
“Oohh jawab aq,” aq tanya lagi “Terus Papi kamu mana?” dia jawab kalau Papi lagi keluar ada rapat lain di hotel (papinya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang,
Kontol aq selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).
Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung pulang ke rumahnya setelah tiba aq lihat rumahnya masih sepi mobil papinya belum datang.
Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk!., aq kayaknya belum datang”. Akhirnya setelah menaruh motor aq langsung mengikutinya dari belakang aq langsung melihat pantatnya yg lenggak-lenggok berjalan di depanku,
Aq lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya aq lihat tidak ada orang aq bilang “Pembantu kamu mana?”, dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
“oohh…”, jawab aq.
Aq tanya lagi, “jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?”, dia jawab iya.
“Terus Papi kamu yg bukain siapa…”
“aq…” jawabnya.
“Kira-kira Papi kamu pulang jam berapa sih…”, tanya aq. Dia bilang paling cepat juga jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)
Aq tanya lagi “Kamu memang mau jadi pacar aq…”.
Dia bilang “Iya…”.
Lalu aq bilang, “kalau gitu sini dong dekat-dekat aq…”, belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung aq tarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yg benar-benar besar itu sambil aq remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.
Aq langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…”, dia cuma mengangguk. Payudaranya aq remas dengan kedua tanganku sambil bibir aq jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung aq lumat-lumat bibirnya yg agak seksi itu, kamipun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing.
Kontol aq langsung aq rasakan menegang dengan kerasnya. Aq mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang kontolku dibalik celana aq, dia cuma menurut saja, lalu aq suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, aq langsung mengeluh panjang, “Uuhh…, nikmat sayg”, kata aq.
“Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yg dia kenakan dan membenamkan muka aq di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya aq jilati payudaranya sambil aq gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “aahh…, aahh”.
Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya aq langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yg amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yg besar dan puting yg berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama aq main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya).
Aq jilat kedua payudaranya sambil aq gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh…, sakkiitt…”, tapi aq tidak ambil pusing tetap aq gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.
Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajah aq. Sambil aq memandangi wajahnya yg sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut. Diapun kembali mendesis,
“Ahh…, aahh…”, kemudian aq tarik payudaranya dekat ke wajah aq sambil aq gigit pelan-pelan. Diapun memeluk kepala aq tapi tangannya aq tepiskan. Sekelebat mata aq menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup aq pun menyuruh dia untuk penutup pintunya.
Dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yg bikin hati siapa saja akan lemas melihat payudara yg seperti itu.
Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju aq. Aq pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tangan aq tapi tetap dalam keadaan berdiri aq jilati kembali payudaranya.
Setelah puas mulut aq pun turun ke perutnya dan tangan aq pelan-pelan aq turunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali mengisap puting payudaranya.
Tangan aqpun menggosok-gosok selangkangannya langsung aq angkat pelan-pelan rok yg dia kenakan terlihatlah pahanya yg mulus sekali dan CD-nya yg berwarna putih aq remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu buru,
Dia pun makin keras mendesis, “aahh…, aakkhh… ohh…, nikmat sekali…”, dengan pelan-pelan aq turunkan cdnya sambil aq tunggu reaksinya tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan).
Terlihatnya liang kewanitaannya yg ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Aqpun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh…, akkhh…, lagi…, lagii..”.
Setelah puas aqpun menyuruhnya duduk di lantai sambil aq membuka kancing celanaku dan aq turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, aq tuntun tangannya untuk mengelus kontol aq yg sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku.
Diapun mengelusnya terus mulai memegang kontol aq. Aq turunkan CD-ku maka kontol aq langsung berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot melihat kontol aq yg mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm) aq menyuruhnya untuk melepas kaos yg dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yg aq suruh lakukan.
Dengan terburu-buru aq pun melepas semua baju aq dan celana aq kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan aq dikursi, aq tuntun kontol aq ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Aq suruh untuk membuka mulutnya tapi kayaknya dia ragu-ragu.
Setengah memaksa, aq tarik kepalanya akhirnya kontolku masuk juga kedalam mulutnya dengan perlahan dia mulai menjilati kontol aq, langsung aq teriak pelan, “Aakkhh…, aakkhh…”, sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan kontol aq di dalam mulutnya.
“aakk…, akk…, nikmat sayyaangg…”. Setelah agak lama akhirnya aq suruh berdiri dan melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjang bulatlah dia depanku sambil berdiri.
Aqpun tak mau ketinggalan aq langsung berdiri dan langsung melepas CD-ya. Aq langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tangan aq meremas-remas kedua payudaranya yg putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, “Aahh…, aahh…, aahh…, aahh”, sewaktu tangan kananku aq turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.
Setelah agak lama baru aq sadar bahwa jari aq telah basah. Aq pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan aq siapkan kontol aq. Aq genggam kontol aq menuju liang senggamanya dari belakang.
Aq sodok pelan-pelan tapi tidak maumasuk-masuk aq sodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok tangannyapun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, “Aahh…, ssaayaa..,. ssaayaangg…, kaammuu…”, aqpun terus menyodok dari belakang.
Mungkin karena kering kontol aq nggak mau masuk-masuk juga aq angkat kontol aq lalu aq ludahi tangan aq banyak-banyak dan aq oleskan pada kepala kontolaq dan batangnya dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Aq genggam kontol aq menuju liang senggamanya kembali. Pelan-pelan aq cari dulu lubangnya begitu aq sentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali,
“Ahh…, aahh…”, aq tuntun kontol aq menuju lubang senggamanya itu tapi aq rasakan baru masuk kepalanya saja diapun langsung menegang tapi aq sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yg keras aq sodok kuat-kuat lalu aq rasa kontol aq seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…”.
Aq rasakan kontol aq sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan aq terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya. Aq lalu bertahan dalam posisi aq dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata “Tahann.. sayg… cuman sebentar kok…”
Aq memegang kembali payudaranya dari belakang sambil aq remas-remas secara perlahan dan mulut aq menjilati belakangnya lalu lehernya telinganya dan semua yg bisa dijangkau oleh mulut aq agak lama. Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman aq dibadan dan remasan tangan aq di payudaranya,
“Ahh…, aahh…, ahh…, kamu sayg sama lakukan?” dia berkata sambil melihat kepada aq dengan wajah yg penuh pengharapan. Aq cuma menganggukkan kepala padahal aq lagi sedang menikmati kontol aq di dalam liang kewanitaannya yg sangat nikmat sekali seakan-akan aq lagi berada di suatu tempat yg dinamakan surga.
“Enak sayg?”, kataku. Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh…, aahh…” lalu aq mulai bekerja, aq tarik pelan-pelan kontol aq lalu aq majukan lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis,
“Aahh…, ahh…, ahhkkhh…” akhirnya ketika aq rasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi aq pun mengeluar-masukkan kontol aq dengan cepat dia pun semakin melenguh menikmati semua yg aq perbuat pada dirinya sambil terus-meremas payudaranya yg besar itu. Dia teriak “Aqa mauu keeluuarr…”.
perawan dientot 2017. Aqpun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu…”, aq langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai aq rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi aq benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara,
“Ahh…, aahh…, ahh…, akkhh…, akkhh…, truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr…, akkhh…, akhh…”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi aq tahan dengan tangan aq. Aq pegangi pinggulnya dengan kedua tangan aq sambil aq kocok kontol aq lebih cepat lagi,
“Akkhh…, akkhh…, ssaayyaa mauu…, kkeelluuaarr…, akkhh…”, pegangan aq di pinggulnya aq lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.
Dari kontol aq menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott…, croott.., ccrroott…, akkhh…, akkhh…”, aq melihat air mani aq membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks saygkuu…”, sambil berjongkok aq cium pipinya sambil aq suruh jilat lagi kontolku.
Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu aq bilang pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.
Setelah kami berdua selesai aq mengecup bibirnya sambil berkata, “Aq pulang dulu yah sampai besok sayg…!”. Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin nyesal tidak tahu ahh. Aq lihat jam aq sudah menunjukkan jam 23.35, aq pulang dengan sejuta kenikmatan.


Duniabola99.com – Aku tergerak juga untuk mengirim tulisan setelah aku membaca salah satu artikel di Surga Dunia tentang oral seks yang dikenal juga dengan nama cunnilingus. Aku jadi teringat bahwa apa yang tertulis di situ ternyata kasusnya sama dengan diriku.
Terus terang aku lebih menyukai oral sex daripada persetubuhan yang sesungguhnya (dengan penetrasi), terutama jika si lelaki aktif mengoral si wanita. Kecenderungan ini baru kusadari ketika waktu aku di sekolah menengah beberapa tahun lalu untuk pertama kalinya aku menyaksikan film bokep. Aku sangat terangsang melihat adegan si lelaki menciumi dan menjilati kelamin si wanita.
Aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu tertarik pada adegan itu. Baru ketika aku kuliah aku kemudian punya pacar. Pacaranku yang pertama biasa-biasa saja. Kegiatan seksual kami hanya terbatas pada ciuman. Demikian pula dengan pacaranku yang kedua, meskipun berlangsung lebih lama tetapi tidak ada letupan seksual yang berat. Kepada kedua-duanya pernah kusampaikan keinginanku untuk meniru apa yang pernah kulihat di film bokep tetapi mereka menolak. Mungkin karena mereka merasa risih. Setelah aku lulus dan bekerja keinginanku itu nyaris terlupakan.
Baru beberapa bulan bekerja aku punya seorang kenalan. Dia mengaku belum lama putus dengan pacarnya. Kami sangat dekat sehingga akhirnya dia tahu keinginan seksualku. Waktu aku mampir ke tempat kostnya, kami bercumbu. Dalam kesempatan itu dia mengajak aku melakukan apa yang selama ini menjadi keinginanku.
Disitulah untuk pertama kalinya aku merasakan apa yang kulihat di film biru beberapa tahun lalu. Aku menciumi seluruh tubuhnya hingga berakhir di vagina dia. Hanya saja kami kurang menikmatinya saat itu, mungkin karena aku kelihatan panik dan grogi, sementara diapun tampaknya ada hambatan psikologis karena aku adalah teman dekatnya. Setelah itu hubungan kami biasa-biasa saja.
Kesempatan kedua datang waktu aku berkenalan dengan seorang gadis di kolam renang. Usianya beberapa tahun di bawahku. Anehnya aku tidak menjadi akrab dengan gadis itu hingga akhirnya aku mendapat kesempatan berkenalan dengan kakaknya yang usianya sebaya denganku. Aku mengenal kakaknya itu melalui telepon ketika aku menelepon ke rumahnya.
Kami kemudian janjian untuk ketemu dan nonton. Cewek ini tinggi dan seksi, kulitnya agak hitam. Ternyata dia pun baru selesai kuliah dan sekarang bekerja sebagai guru senam (dia belum mendapat kesempatan pekerjaan lain). Waktu di dalam bioskop kami berbincang-bincang. Dia makan coklat silver queen. Aku bilang ama dia, bagi dong coklatnya. Ternyata dia tidak memotong coklat yang baru malah langsung memagut bibirku dan dengan gerakan lidah yang mempesona, memindahkan coklat yang baru dia kunyah sedikit demi sedikit ke kerongkonganku.
Persis seperti induk burung yang memberi makan anaknya. Aku kaget bukan main. Sepanjang pemutaran film itu kami sibuk saling memagut. Dia aktif sekali, bahkan waktu aku minta minum pun dia segera menenggak buavita, menciumku, kemudian mengalirkan sari jeruk itu dari mulutnya langsung ke mulutku. Dalam pertemuan kedua kami sepakat ketemu di hotel sederhana. Waktu ngobrol-ngobrol akhirnya kami menemukan titik temu, bahwa kami sama-sama menghindari hubungan seks dalam arti penetrasi, ternyata dia hanya mau dijilat dan akupun memang cuma ingin menjilat. Jadi klop.
Kami berciuman sambil berdiri, pelan-pelan aku melucuti pakaiannya hingga dia telanjang bulat. Masih sambil berdiri, aku menyusuri tubuhnya dengan lidahku hingga lidahku berhenti di klitorisnya. Aku sudah jauh lebih tenang dan rileks. Dia berdiri sambil mulai membuka kakinya. Aku berlutut. Dengan satu sapuan yang menghentak dan seketika, aku menyapu permukaan vaginanya dengan seluruh telapak lidahku. Dia menjerit di atas sana. Kemudian ujung lidahku bermain di klitorisnya.
Selain dengan lidah, bibirku memagut, mengulum dan mengisap klitorisnya. Pelan-pelan aku melakukan gigitan-gigitan kecil di sekitar situ sehingga membuat gerakan pahanya semakin menggila. Kedua tanganku memegangi pahanya atau memeluk pantatnya. Dari klitoris, ujung lidahku menemukan lubang vagina dan segera menembusnya kemudian melakukan gerakan memutar dan menyapu, juga gerakan lidah maju mundur.
Karena lubangnya cukup besar, atau mungkin karena mulutku yang kecil, aku bisa meletakkan bibirku agak ke dalam sehingga lidahku bisa masuk cukup panjang dan leluasa. Lidahku menemukan lapisan-lapisan lunak, ada juga seperti lekukan, benjolan atau suatu permukaan seperti handuk. Setelah puas sambil berdiri, dia berjalan dan duduk di kursi. Disuruhnya aku berlutut sementara dia duduk dan membuka pahanya. Begitu dibuka, aku langsung
“makan” dan dia tak henti-hentinya mengeluarkan suara …
..erangan atau keluhan. Tangannya meremas-remas kepalaku atau menekan-nekan kalau dia merasa lidahku kurang dalam. Semakin lama lubangnya semakin basah sehingga gerakan lidahku mengelurakan suara kecipak-kecipak. Tidak ada bagian yang terlewat oleh lidahku. Akhirnya dia bangun dan berjalan ke tempat tidur. Dia berbaring dan membuka pahanya. Aku mengulangi lagi gerakan-gerakan tadi. Aku melihat dia masih tangguh dan belum ada tanda-tanda orgasme padahal aku ingin membuat dia orgasme dengan lidahku.
Dia membalikkan badannya kemudian nungging di depanku sehingga di hadapanku kini terpampang sepasang pantat yang sehat dengan tumpukan kelamin yang menantang. Aku menusukkan lidahku ke lubang kelaminnya dari belakang. Sekarang rasanya lebih longgar dibandingkan tadi.
Setelah bermain cukup lama, masih dari belakang, aku membuat sapuan dengan seluruh lidahku perlahan-lahan menyusuri belahan kelaminnya terus ditarik ke atas hingga melewati belahan pantatnya dan berakhir di tengah garis pinggul. Telingaku sudah penuh terisi oleh teriakan dan erangan dia.
Akhirnya aku berbaring menatap langit-langit kamar sementara dia masih tetap nungging. Lantas aku punya inisiatif, dari belakang dia kepalaku masuk ke “kolong” selangkangannya. Kini leherku berada di antara kedua pahanya dan di atas wajahku terbentang kelaminnya yang menganga.
Dengan gerakan yang lebih lembut aku melakukan sapuan dan cemilan-cemilan kecil sehingga dia kelihatan lebih tenang dan irama permainan menjadi slow. Dengan setengah mendesah aku bilang,
“bekap aku….. ” Dan …..perlahan-lahan dia menurunkan pantatnya hingga kini wajahku benar-benar “terbenam”.
Lidahku segera menyusuri lubang kelaminnya, kujulurkan, kemudian lidahku terkunci di dalam. Tanganku memeluk kedua pantatnya. Seperti tahu maksudku, dia melakukan gerakan menggoyang. Pantatnya bergerak memutar, kemudian maju mundur tak ubahnya seperti orang fucking. Dia melakukan gerakan genjotan demi genjotan.
Lidahku kutahan agar tidak melesat dari lubang kemaluannya (sebetulnya aku mau bilang “memeknya” tapi rasanya buatku terlalu vulgar). Aku tidak tahu ekspresi wajah dia, yang jelas dia begitu enjoy dengan gerakan-gerakannya. Selain suara erangan, aku masih bisa mendengar suara kain seprai diremas-remas. Gerakannya makin kencang dan menggila. Kalau saja tidak karena dia orgasme, mungkin aku tidak sanggup bertahan lebih lama lagi karena kehabisan nafas.
Akhirnya dia meregang, ada sentakan kecil, selama beberapa detik tidak ada suara atau gerakan apa-apa, hening, cuma sedutan-sedutan di sepanjang lorong kelamin dia. Akhirnya dia terkulai, aku segera mengangkat pinggul dia dan keluar dari jepitan pahanya. Aku mengambil nafas dan berbaring di sebelahnya, sementara dia masih tetap telungkup.
Setelah berdiam diri cukup lama, dia bangun, mengambil tisu dan membersihkan mukaku yang basah dan lengket. Aku sendiri tidak sampai “keluar” (ejakulasi) tetapi aku merasakan “sejenis orgasme” yang aneh, tidak keluar tapi puas, mungkin karena aku bisa menikmati orgasme cewek dengan lidahku.
Setelah peristiwa itu kami masih sempat satu kali mengulanginya lagi, di tempat yang berbeda dan waktu yang lain tetapi dengan urut-urutan yang sama. Kemudian suatu hari dia bilang bahwa dia lebih baik menikah dengan lelaki pilihannya. Yang jelas lelaki itu bukan aku, karena selama kami kencan tidak sekalipun kami bicara soal pacaran atau pernikahan.
Aku memang ada rasa sedih mengingat aku sangat menikmati permainan ini, tetapi ya sudahlah. Sampai sekarang aku masih mencoba bertahan dengan komitmenku yaitu tidak melakukan seks dalam arti sampai penetrasi kelamin (memasukkan kelamin). Bukan apa-apa, aku sangat takut pada penyakit kelamin. Aku seorang yang well-informed sehingga segala informasi yang berkaitan dengan penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS sudah ada di kepalaku.
Memang dengan oral pun kemungkinan terkena penyakit masih tetap ada tapi risikonya lebih kecil. Lagi pula aku selalu menjaga kesehatanku, makanan yang baik, berolahraga, dan menjaga kebersihan termasuk kebersihan mulut dan lidah dengan antiseptik kumur.
Karena kesibukanku (dan karena sebetulnya aku tidak ingin dikuasai oleh keinginan itu terus menerus), aku hampir lupa dengan kecenderunganku untuk menikmati oral (cunnilingus) sampai akhirnya aku membaca salah satu tulisan di Surga Dunia dan aku teringat kembali pada kecenderunganku dan pengalamanku.




Duniabola99.com – Pak Mahdi dapat digolongkan sebagai kaum menengah ke atas. Dia kerja untuk sebuah multinational company di bidang telekomunikasi. Dia memiliki 2 buah kendaraan & sebuah rumah yang sangat cukup untuk ditinggali oleh Dia, istrinya & seorang anak tunggalnya. Bahkan Pak Mahdi dapat mempekerjakan seorang pembantu untuk mengurus rumahnya.
Nuning, 22 tahun, itulah nama pembantu tersebut. Dia berasal dari sebuah kampung di Dekat Cilacap Jawa Tengah. Sudah hampir 1 tahun dia mengabdi kepada Pak Mahdi & keluarganya.
Perlakuan Pak Mahdi & keluarganya benar – benar membuatnya betah walaupun dia harus berpisah dengan suaminya yang menjadi petani di kampungnya. Jika pekerjaan rumahnya sudah selesai, dia akan pergi ke taman & berkumpul bersama pembantu – pembantu lain di perumahan tempat Pak Mahdi tinggal.
Pak Mahdi hanya memiliki seorang anak. Istrinya merasakan trauma hebat akibat kelahiran anak pertamanya yang hampir merenggut nyawanya, sehingga sangat takut untuk dapat hamil lagi. Hans nama anak satu – satunya. Saat ini usDianya sudah 18 tahun.
Dia bersekolah di sebuah SMA swasta yang bonafid. Maklum, kedudukannya sebagai anak tunggal membuat semua perhatian & harta dari Pak Mahdi tertuju kepadanya.
Sore itu pukul 3 sore. Hans telah pulang dari sekolahnya. Hans merasa sangat lelah hari itu sehingga ajakan temannya untuk nongkrong di mall dia tolak. Dia hanya ingin sampai di rumah & bersantai. Sampai di rumah dia langsung berganti pakaian & menuju ruang TV. Dia nyalakan tv & duduk sambil menyandarkan punggunya di sofa empuk. Pak Mahdi sendiri tentu saja masih ada di kantornya.
Dengan kemacetan Jakarta membuat dia paling cepat bisa sampi di rumah pukul 7 malam. Sedangkan istrinya tidak jauh berbeda, sebagai sesama karyawan tentu istrinya pun merasakan apa yang suaminya rasakan. Sedangkan Nuning, dia sedang mengerjakan tugas sehari – harinya. Kali ini dia sedang menyapu lantai di sekitar ruang TV tempat Hans berada.
Sebenarnya tidak ada acara tv yang menarik bagi hans, Dia pun mulai merasa bosan. Namun, sesaat sebelum Hans beranjak dari sofa malasnya. Tiba – tiba.
HAP!
Tiba2 saja Nuning duduk mengangkang di depan Hans. Belum selesai kekagetan Hans. Tiba2 saja Hans didekap oleh Nuning ke dada besarnya.
5 menit sebelumnya…..
“Aduhhhh kenapa sih aku jadi mikirin film bokep dari si Inah tetangga sebelah terus. Mana mas parto akhir – akhir ini klo diajak telponan jorok suka gamau…huh..”
Begitulah, kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan oleh kalangan atas. Para pembantu pun merasakan perkembangan teknologi informasi, apalagi kalau bukan untuk saling tukar video bokep. & pagi tadi, Inah menyebarkan video porno barunya ke pembantu – pembantu lain.
Berbeda dengan Inah & sebagian pembantu lainnya yang di malam harinya bisa bertemu suaminya (Inah adalah pembantu yang tinggal di sekitar kompleks itu, sehingga pagi datang ke majikan, sore bisa pulang), Nuning adalah tipe pembantu yang tinggal di rumah majikan & biasanya pulang setahun dua kali saja.
Walhasil Nuning pun kali ini bingung ketika birahinya sedang naik. Biasanya di malam hari dia akan mengajak suaminya melakukan phone sex. Namun entahlah, akhir – akhir ini suaminya menolak dengan alasan lelah setelah seharian mencangkul sawah. Namun tiba – tiba Nuning melihat Hans.
“Loh kok tumben den ganteng udah pulang. Aduhhhh emang ganteng bener anak majikanku ini. Ga salah deh klo den hans jadi idola pembantu2 disini hihih. Duh makin gatel deh nih meki”.
Nuning menyapu dengan tidak tenang. Dia berpikir untuk berbuat nekat. Dia tahu risikonya sangat besar. Jika Hans menolak & melaporkan ke ortunya maka sudah dipastikan karir Nuning sebagai PRT di rumah ini akan lenyap.
Namun Nuning membayangkan juga reward yang akan dia dapat jika dia berhasil. Bukan hanya hasratnya saat ini saja yang akan terpuaskan. Tapi tentunya ke depannya pun tidak akan sulit bagi dirinya untuk bersetubuh dengan Hans.
Dia juga sudah membayangkan betapa dia akan menjadi buah bibir di kalangan rekan – rekannya sesame pembantu. Bagaimana tidak, dia berhasil menaklukan hati pujaan para pembantu di kompleks ini. Ahhhhhh membayangkannya saja sudah basah.
“haduhhh bodo amat. Meki gue udah kaga bisa diajak kompromi. Masa dih den hans kaga suka ama toket gue. Pak sarip aja ampe kelojotan”
Ya pak sarip, satpam kompleks, memang pernah dibuat KO hanya dengan jepitan toket 38D milik Nuning. Nuning terpaksa melakukan itu karena saat itu ketika sedang booming video Ariel – Luna, Nuning yang penasaran dengan video tersebut disyaratkan oleh Pak Sarip untuk berhubungan badan dengannya jika ingin dikirimkan video Ariel – Luna.
Untung saja baru titfuck saja Pak Sarip sudah KO. Sehingga aman lah meki Nuning dari kontol pak sarip. Walau Nuning jablay (jarang dibelai), namun dDia juga pilih-pilih untuk melampiaskan nafsunya hehehe.
“hmmphhhh”
“ahhh den hans ayo nikmati susu mbak Nuning. Ayo den ganteeeng” Hans tidak berdaya didekap oleh Nuning
“hmmmphhhh” hans mencoba melepaskan dekapan itu karena tidak bisa bernapas. Namun kuat sekali dekapan Nuning.
Nuning melepaskan dekapan itu sejenak. Secepat kilat dia melepaskan kaos & branya lalu mendekap hans kembali.
Hans yang masih kaget langsung menarik napas panjang ketika dilepaskan. Namun tidak sampai 5 detik kemudDian
“hmmmmmppphhhhh” namun kali ini mukanya langsung bertemu kulit toket Nuning. Dia merasakan nikmatnya kekenyalan toket Nuning.
“ayo den hans rasain gimana toket mbak Nuning. Ahhhh” Nuning sambil menggoyang2kan pinggulnya.
Tentunya sambil menggesek-gesekk an vaginanya ke tonjolan di celana Hans. Walaupun Keduanya masih menggunakan bawahannya namun gesekan itu sangat terasa karena Nuning memakain rok lebar & celana dalam, sedangkan hans menggunakan celana boxer & celana dalam rider di dalamnya. Alhasil vagina yang berlapis celana dalam langsung bergesekan dengan kontol yang beralaskan boxer.
Hans mulai merasakan nikmatnya permainan ini tangannya mulai meremas2 toket Nuning. Memang Nuning tidak wangi seperti pacarnya Cinthya yang dengan parfumnya mampu memabukkan dirinya. Wangi tubuh yang dDia cium saat ini adalah wangi alami khas perempuan desa.
Tidak wangi memang, namun entah mengapa Hans senang dengan wangi ini. Kulit Nuning pun tidak semulus Cinthya, namun hans sangat senang dengan kekencangan kulit dari Nuning. Kekencangan kulit khas dari wanita yang sehari – hari bekerja membersihkan rumah.
Nuning yang mulai merasakan adanyaya kerjasama dari Hans lalu melepaskan dekapannya.
“hahhh hahhh hahhhh. Gila hah hah. Ampir bunuh saya mbak Nuning nih hah hah!!”
“ ehehheeh jangan marah dong ganteng. Nih isep lagi susunya mbak”
Kali ini hans langsung melahap putting kiri Nuning. Terlihat betul gerakan hans masih kaku. Dia hanya menghisap-hisap putting Nuning. Terlihat memang hans belum berpengalaman.
Nuning perlahan melepaskan celana dalamnya. Sehingga kali ini di dalam rok nya tidak ada lagi yang melindungi memeknya. Nuning melanjutkan goyangan pinggulnya. Terasa kontol hans semakin keras.
“hihihi ada yang ngaceng nih. Hayooooo”
“mmmmhh mmmhh. Gimana lagi. Digesek-gesek gitu sama mbak Nuning hihihih”
“kluarin dong kontolnya. Kasian tuh kesempitan hihihi”
Hans pun langsung menurunkan celana pendek & celana dalamnya. Setelah kontol itu muncul. Nuning langsung mengocok-ngocok nya. Pas segenggam besarnya. Lumayan pikir Nuning. Walau tentu saja belum sebesar kontol suaminya di rumah.
“Siap den menuju surga dunDia? Hihihi”
Nampaknya Nuning sudah tidak sabar merasakan kontol. Tentu saja, ini sudah bulan ketiga semenjak terakhir kali dDia pulang ke kampung. Lagipula dia merasakan rangsangan Hans tidak ada apa – apanya. Jadi dia pikir langsung saja ditancap.
“iii iiiya iya”
“hihihii belum pernah ya sebelumnya?”
Hans menggeleng. Dalam hati Nuning merasa puas sekali. Siapa sangka dia akan mendapatkan perjaka dari hans si ganteng hihih.
“eh bentar sebelum dimasukin” Nuning mengambil HP nya yang dia sakukan di rok. Lalu dia melakukan selfie dengan Hans
“ih buat apa mbak?”
“buat disombongin dong ke pembantu-pembantu lain. Den hans kan favoritnya pembantu-pembantu sini. Klo lagi masturbasi atau gituan sama suaminya katanya pada bayangin den hans hihihi”
Hans tidak peduli. Dia masih saja memainkan toket Nuning. Dia tidak pernah menyangka ada toket sebesar ini. Dia pernah secara tidak sengaja menyentuh toket pacarnya, & sangat jauh ukurannya daripada toket di depannya ini. Hans & Cinthya memang belum pernah ML. paling jauh yang mereka lakukan hanyalah kissing. Itu pun hanya ciuman tempel bibir. Bukan French kiss.
“siap yaaaaa.. ahhhhhh” Nuning akhirnya memasukkan kontol itu ke memeknya.
Setelah masuk seluruhnya, Nuning diam & tidak goyang dahulu. Dia sedikit tersenyum menahan tawa melihat muka Hans yang dilanda kenikmatan untuk pertama kalinya. Nuning semakin gemas dengan muka anak majikannya ini
“hihihi kenapa den ganteng?”
“ouhhhhh ouhhhhhhh” Hans fokus dengan kenikmatan yang dirasakan kontolnya
Nuning pun lalu mencium-cium wajah tampan Hans saking tidak kuatnya menahan gemas. Dia basahi seluruh muka dari Hans. Hans yang merasa nikmat hanya pasrah saja menerima kebinalan pembantunya itu.
Perlahan – lahan Nuning mulai menggoyangkan pinggulnya sambil tetap menikmati ketampanan muka hans. Ciuman & hisapan – hisapan dari Nuning mulai turun ke leher dari Hans. Nuning meninggalkan banyak cupangan di leher Hans tersebut.
“mmmuuachh mmmm cup cupppp” Nuning sangat menikmati mengeksplor Hans, Wangi tubuh hans yang sering merawat diri benar – benar memabukkan Nuning.
Jika ditelaah mungkin sudah tidak ada lagi bagian wajah & leher Hans yang bebas dari liur Nuning.
Nuning semakin bersemangat menggoyangkan pinggulnya. Terlihat Hans yang baru pertama kali ngeseks benar – benar kewalahan menghadapi kebinalan Nuning yang memang sudah banyak pengalaman dalam hal ini.
“mmhhh ahh ahhh uhhhh mmmmmhhhh” Terlihat hans berusaha keras menahan dorongan spermanya untuk segera keluar. Mukanya memerah.
Namun apa daya, belum sampai 5 menit kemudDian.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” Sperma kental keluar dari kontol Hans di dalam memek Nuning.
“Hans, heh Hans. Bangun kamu. Kebiasaan klo nonton tivi ampe ketiduran. Pindah ke kamar sana” Tiba – tiba Hans terbangun karena dibangunkan ibunya yang langsung berlalu ke kamar.
Hans yang terbangun lalu dia meraba raba tubuhnya. Ternyata Dia masih berpakaian lengkap. Namun dia memang merasa ada sesuatu yang lengket di celana dalamnya.
“Huh sial ternyata mimpi basah doang. Gue kirain beneran nyata”
Dari kamar, Ibunya lalu berterDiak
“Hans ati-ati ah kalo tidur pake selimut. Sekarang lagi jaman demam berdarah. Tuh leher kamu bentol-bentol digigit nyamuk”
Hans kaget. Hah bentol – bentol. Sekilas lalu dia bertukar pandang dengan Pembantunya Nuning yang sedang berada di pintu dapur. Terlihat Nuning tersenyum geli lalu mengedipkan sebelah matanya pada Hans sambil menggigit bibir.
“Hah…yang tadi mimpi ga sih??”
Hans yang masih bingung lalu mendengar HP nya berbunyi tanda ada SMS masuk. Dia buka ternyata dari nomor yang tidak dia kenal. & isinya adalah…
“makasih ya mas hans. Kapan-kapan kita ewean lagi ya. Tapi nanti mas hans nya minum obat kuat dulu ya biar mainnya lama hihihihi”
“glek” Hans senang sekaligus bingung sekaligus takut.
Senang karena dia benar – benar merasakan tubuh nikmat pembantunya. & mungkin bukan hanya saat itu saja. Ke depannya mungkin dia akan lebih sering menikmati tubuh pembantunya.
Bingung karena kenapa dia bisa menikmati bermain seks dengan pembantunya. Padahal oembantunya sangat berbeda tipenya dibandingkan paacarnya saat ini. CInthya, perempuan keturunan Chinese dengan kulit mulus & wajah cantik tiada tara.
Dan takut, bagaimana jika pembantunya cerita ke orang tua atau orang di sekitar kompleksnya. Bisa hancur nama baiknya. Apalagi dia ingat pembantunya sempat mengambil foto.
Sementara di dapur, Nuning masih tersenyum-senyum penuh kemenangan. Dia yakin hans sudah takluk pada dirinya. Dia bisa memenuhi kebutuhan seksualnya kapan saja. Bukan dengan orang sembarangan, tapi orang yang paling ganteng sekompleks ini. Hihihi.


Duniabola99.com – foto cewek pakai celana jins pendek memamerkan memknya yang tembem di tempat umum.
Koleks Foto Cewek Cewek Cantik, Foto Cewek Cantik Idaman Para Cowok, Foto Wanita Cantik Gambar, Foto Wantik Cantik Tersenyum Gambar, Kumpulan Foto Cewek Cantik Terbaru 2019, Foto Cewek Cantik dan Cewek Imut, Foto Terbaru Artis, Kumpulan Potret Perempuan Cantik Di Dunia, Koleksi Foto Gambar Cewek Cantik Terbaru 2019


Duniabola99.com – foto gadis remaja genit bermemek pink tanpa bulu berpose hot sambil duduk dan memainkan memeknya dengan jari jarinya.



Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Akibat Ngintip ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Kegiatan ronda memang rutin diadakan di kampugku selama ini masih berjalan baik, setiap malam pasti
ada ship terdiri dari 3 orang, malam itu aku dapat giliran untuk untuk jaga pada malam minggu, tepat
pukul 00.00 yang seharusnya menemaniku ronda belum kunjung datang karena kegitan ronda sukarela maka
aku juga tidak memperdulikan mau datang atau tidak.
Dan aku mengelilingi kampungku karena aku belum mengantuk aku mengelilingi rumah rumah penduduk dengan
sarung dan senter karena udaranya dingin aku menyalakan rokokku, pada sampai di rumah Pak Erkam aku
melihat kaca yang belum tertutup dengan benar dan aku mendekati itu kelupaan atau ada orang yang masuk
dengan hati-hati kudekati, tetapi ternyata kain korden tertutup rapi.
Kupikir kemarin sore pasti lupa menutup kaca nako, tetapi langsung menutup kain kordennya saja.
Mendadak aku mendengar suara aneh, seperti desahan seseorang. Kupasang telinga baik-baik, ternyata
suara itu datang dari dalam kamar. Kudekati pelan-pelan, dan darahku berdesir, ketika ternyata itu
suara orang bersetubuh. Nampaknya ini kamar tidur Pak Erkam dan istrinya.
Aku lebih mendekat lagi, suaranya dengusan nafas yang memburu dan gemerisik dan goyangan tempat tidur
lebih jelas terdengar.
“Ssshh… hhemm… uughh… ugghh, terdengar suara dengusan dan suara orang seperti menahan sesuatu. Jelas
itu suara Bu Erkam yang ditindih suaminya. Terdengar pula bunyi kecepak-kecepok, nampaknya penis Pak
Erkam sedang mengocok liang vagina Bu Erkam.
Aduuh, darahku naik ke kepala, penisku sudah berdiri keras seperti kayu. Aku betul-betul iri
membayangkan Pak Erkam menggumuli istrinya. Alangkah nikmatnya menyetubuhi Bu Erkam yang cantik dan
bahenol itu.
“Oohh, sshh buuu, aku mau keluar, sshh…. ssshh..” terdengar suara Pak Erkam tersengal-sengal.
Suara kecepak-kecepok makin cepat, dan kemudian berhenti. Nampaknya Pak Erkam sudah ejakulasi dan
pasti penisnya dibenamkan dalam-dalam ke dalam vagina Bu Erkam. Selesailah sudah persetubuhan itu, aku
pelan-pelan meninggalkan tempat itu dengan kepala berdenyut-denyut dan penis yang kemeng karena tegang
dari Erkam.
Sejak malam itu, aku jadi sering mengendap-endap mengintip kegiatan suami-istri itu di tempat
tidurnya.
Walaupun nako tidak terbuka lagi, namun suaranya masih jelas terdengar dari sela-sela kaca nako yang
tidak rapat benar. Aku jadi seperti detektip partikelir yang mengamati kegiatan mereka di sore hari.
Biasanya pukul 21.00 mereka masih melihat siaran TV, dan sesudah itu mereka mematikan lampu dan masuk
ke kamar tidurnya.
Aku mulai melihat situasi apakah aman untuk mengintip mereka. Apabila aman, aku akan mendekati kamar
mereka. Kadang-kadang mereka hanya bercakap-cakap sebentar, terdengar bunyi gemerisik (barangkali
memasang selimut), lalu sepi. Pasti mereka terus tidur.
Tetapi apabila mereka masuk kamar, bercakap-cakap, terdengar ketawa-ketawa kecil mereka, jeritan lirih
Bu Erkam yang kegelian (barangkali dia digelitik, dicubit atau diremas buah dadanya oleh Pak Erkam),
dapat dipastikan akan diteruskan dengan persetubuhan.
Dan aku pasti mendengarkan sampai selesai. Rasanya seperti kecanduan dengan suara-suara Pak Erkam dan khususnya suara Bu Erkam yang keenakan disetubuhi suaminya.
Hari-hari selanjutnya berjalan seperti biasa. Apabila aku bertemu Bu Erkam juga biasa-biasa saja, namun tidak dapat dipungkiri, aku jadi jatuh cinta sama istri Pak Erkam itu.
Orangnya memang cantik, dan badannya padat berisi sesuai dengan seleraku. Khususnya pantat dan buah dadanya yang besar dan bagus.
Aku menyadari bahwa hal itu tidak akan mungkin, karena Bu Erkam istri orang. Kalau aku berani menggoda
Bu Erkam pasti jadi masalah besar di kampungku.
Bisa-bisa aku dipukuli atau diusir dari kampungku. Tetapi nasib orang tidak ada yang tahu. Ternyata
aku akhirnya dapat menikmati keindahan tubuh Bu Erkam.
Cerita Sex Akibat Ngintip Pada suatu hari aku mendengar Pak Erkam opname di rumah sakit, katanya operasi usus buntu. Sebagai tetangga dan masih bujangan aku banyak waktu untuk menengoknya di rumah sakit. Dan yang penting aku mencoba membangun hubungan yang lebih akrab dengan Bu Erkam.
Pada suatu sore, aku menengok di rumah sakit bersamaan dengan adiknya Pak Erkam. Sore itu, mereka
sepakat Bu Erkam akan digantikan adiknya menunggu di rumah sakit, karena Bu Erkam sudah beberapa hari tidak pulang. 88Tangkas
Aku menawarkan diri untuk pulang bersamaku. Mereka setuju saja dan malah berterima kasih. Terus terang
kami sudah menjalin hubungan lebih akrab dengan keluarga itu.
Sehabis mahgrib aku bersama Bu Erkam pulang. Dalam mobilku kami mulai mengobrol, mengenai sakitnya Pak
Erkam. Katanya seminggu lagi sudah boleh pulang.
Aku mulai mencoba untuk berbicara lebih dekat lagi, atau katakanlah lebih kurang ajar. Inikan
kesempatan bagus sekali untuk mendekatai Bu Erkam.
“Bu, maaf yaa. ngomong-ngomong Bu Erkam sudah berkeluarga sekitar 3 tahun kok belum diberi momongan
yaa”, kataku hati-hati.
“Ya, itulah Dik Budi. Kami kan hanya lakoni. Barangkali Tuhan belum mengizinkan”, jawab Bu Erkam.
“Tapi anu tho bu… anuu.. bikinnya khan jalan terus.” godaku. “Ooh apa, ooh. kalau itu sih iiiya Dik
Budi” jawab Bu Erkam agak kikuk.
Sebenarnya kan aku tahu, mereka setiap minggunya minmal 2 kali bersetubuh dan terbayang kembali
desahan Bu Erkam yang keenakan. Darahku semakin berdesir-desir. Aku semakin nekad saja.
“Tapi, kok belum berhasil juga yaa bu?” lanjutku.
“Ya, itulah, kami berusaha terus. Tapi ngomong-ngomong kapan Dik Budi kimpoi. Sudah kerja, sudah punya
mobil, cakep lagi. Cepetan dong. Nanti keburu tua lhoo”, kata Bu Erkam.
“Eeh, benar nih Bu Erkam. Aku cakep niih. Ah kebetulan, tolong carikan aku Bu. Tolong carikan yang
kayak Ibu Erkam ini lhoo”, kataku menggodanya.
“Lho, kok hanya kayak saya. Yang lain yang lebih cakep kan banyak. Saya khan sudah tua, jelek lagi”,
katanya sambil ketawa.
Aku harus dapat memanfaatkan situasi. Harus, Bu Erkam harus aku dapatkan. “Eeh, Bu Erkam. Kita kan
nggak usah buru-buru nih.
Di rumah Bu Erkam juga kosong. Kita cari makan dulu yaa. Mauu yaa bu, mau yaa”, ajakku dengan penuh
kekhawatiran jangan-jangan dia menolak.
“Tapi nanti kemaleman lo Dik”, jawabnya.
“Aah, baru jam tujuh. Mau ya Buu”, aku sedikit memaksa.
“Yaa gimana yaa… ya deh terserah Dik Budi. Tapi nggak malam-malam lho.” Bu Erkam setuju. Batinku
bersorak.
Kami berehenti di warung bakmi yang terkenal. Sambil makan kami terus mengobrol. Jeratku semakin aku
persempit.
“Eeh, aku benar-benar tolong dicarikan istri yang kayak Bu Erkam dong Bu. benar nih. Soalnya begini
bu, tapii eeh nanti Bu Erkam marah sama saya. Nggak usaah aku katakan saja deh”, kubuat Bu Erkam
penasaran.
“Emangnya kenapa siih.” Bu Erkam memandangku penuh tanda tanya.
“Tapi janji nggak marah lho.” kataku memancing. Dia mengangguk kecil. “Anu bu… tapi janji tidak marah
lho yaa.”
“Bu Erkam terus terang aku terobsesi punya istri seperti Bu Erkam.
Aku benar-benar bingung dan seperti orang gila kalau memikirkan Bu Erkam. Aku menyadari ini nggak
betul. Bu Erkam kan istri tetanggaku yang harus aku hormati.
Aduuh, maaf, maaf sekali bu. aku sudah kurang ajar sekali”, kataku menghiba. Bu Erkam melongo,
memandangiku. sendoknya tidak terasa jatuh di piring.
Bunyinya mengagetkan dia, dia tersipu-sipu, tidak berani memandangiku lagi.
Sampai selesai kami jadi berdiam-diaman. Kami berangkat pulang. Dalam mobil aku berpikir, ini sudah
telanjur basah. Katanya laki-laki harus nekad untuk menaklukkan wanita. Nekad kupegang tangannya
dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku memegang setir.
Di luar dugaanku, Bu Erkam balas meremas tanganku. Batinku bersorak. Aku tersenyum penuh kemenangan.
Tidak ada kata-kata, batin kami, perasaan kami telah bertaut. Pikiranku melambung, melayang-layang.
Mendadak ada sepeda motor menyalib mobilku. Aku kaget.
“Awaas! hati-hati!” Bu Erkam menjerit kaget. “Aduh nyalib kok nekad amat siih”, gerutuku.
“Makanya kalau nyetir jangan macam-macam”, kata Bu Erkam.
Kami tertawa. Kami tidak membisu lagi, kami ngomong, ngomong apa saja. Kebekuan cair sudah. Sampai di
rumah aku hanya sampai pintu masuk, aku lalu pamit pulang. Di rumah aku mencoba untuk tidur.
Cerita Sex Akibat Ngintip Tidak bisa. Nonton siaran TV, tidak nyaman juga. Aku terus membayangkan Bu Erkam yang sekarang
sendirian, hanya ditemani pembantunya yang tua di kamar belakang. Ada dorongan sangat kuat untuk
mendatangi rumah Bu Erkam.
Berani nggaak, berani nggak. Mengapa nggak berani. ceritasexdewasa.org Entah setan mana yang mendorongku, tahu-tahu aku
sudah keluar rumah. Aku mendatangi kamar Bu Erkam. Dengan berdebar-debar, aku ketok pelan-pelan kaca
nakonya, “Buu Erkam, aku Budi”, kataku lirih.
Terdengar gemerisik tempat tidur, lalu sepi. Mungkin Bu Erkam bangun dan takut. Bisa juga mengira aku
maling.
“Aku Budi”, kataku lirih. Terdengar gemerisik. Kain korden terbuka sedikit.
Nako terbuka sedikit. “Lewat belakang!” kata Bu Erkam. Aku menuju ke belakang ke pintu dapur. Pintu
terbuka, aku masuk, pintu tertutup kembali.
Aku nggak tahan lagi, Bu Erkam aku peluk erat-erat, kuciumi pipinya, hidungnya, bibirnya dengan lembut
dan mesra, penuh kerinduan. Bu Erkam membalas memelukku, wajahnya disusupkan ke dadaku.
“Aku nggak bisa tidur”, bisikku.
“Aku juga”, katanya sambil memelukku erat-erat.
Dia melepaskan pelukannya. Aku dibimbingnya masuk ke kamar tidurnya. Kami berpelukan lagi, berciuman
lagi dengan lebih bernafsu.
“Buu, aku kangen bangeeet. Aku kangen”, bisikku sambil terus menciumi dan membelai punggungnya. Nafsu
kami semakin menggelora. Aku ditariknya ke tempat tidur.
Bu Erkam membaringkan dirinya. Tanganku menyusup ke buah dadanya yang besar dan empuk, aduuh nikmat
sekali, kuelus buah dadanya dengan lembut, kuremas pelan-pelan. Bu Erkam menyingkapkan dasternya ke
atas, dia tidak memakai BH. Aduh buah dadanya kelihatan putih dan menggung.
Aku nggak tahan lagi, kuciumi, kukulum pentilnya, kubenamkan wajahku di kedua buah dadanya, sampai aku
nggak bisa bernapas. Sementara tanganku merogoh kemaluannya yang berbulu tebal. Celana dalamnya
kupelorotkan, dan Bu Erkam meneruskan ke bawah sampai terlepas dari kakinya.
Dengan sigap aku melepaskan sarung dan celana dalamku. Penisku langsung tegang tegak menantang. Bu
Erkam segera menggenggamnya dan dikocok-kocok pelan dari ujung penisku ke pangkal pahaku. Aduuh,
rasanya geli dan nikmat sekali. Aku sudah nggak sabar lagi. Aku naiki tubuh Bu Erkam, bertelekan pada
sikut dan dengkulku.
Kaki Bu Erkam dikangkangkannya lebar-lebar, penisku dibimbingnya masuk ke liang vaginanya yang sudah
basah. Digesek-gesekannya di bibir kemaluannya, makin lama semakin basah, kepala penisku masuk,
semakin dalam, semakin… dan akhirnya blees, masuk semuanya ke dalam kemaluan Bu Erkam.
Aku turun-naik pelan-pelan dengan teratur. Aduuh, nikmat sekali. Penisku dijepit kemaluan Bu Erkam
yang sempit dan licin. Makin cepat kucoblos, keluar-masuk, turun-naik dengan penuh nafsu.
“Aduuh, Dik Budi, Dik Budii… enaak sekali, yang cepaat.. teruus”, bisik Bu Erkam sambil mendesis-
desis.
Kupercepat lagi. Suaranya vagina Bu Erkam kecepak-kecepok, menambah semangatku.
“Dik Budiii aku mau muncaak… muncaak, teruus… teruus”, Aku juga sudah mau keluar.
Aku percepat, dan penisku merasa akan keluar. Kubenamkan dalam-dalam ke dalam vagina Bu Erkam sampai
amblaas. Pangkal penisku berdenyut-denyut, spermaku muncrat-muncrat di dalam vagina Bu Erkam.
Kami berangkulan kuat-kuat, napas kami berhenti. Saking nikmatnya dalam beberapa detik nyawaku
melayang entah kemana. Selesailah sudah. Kerinduanku tercurah sudah, aku merasa lemas sekali tetapi
puas sekali.
Kucabut penisku, dan berbaring di sisinya. Kami berpelukan, mengatur napas kami. Tiada kata-kata yang
terucapkan, ciuman dan belaian kami yang berbicara.
“Dik Budi, aku curiga, salah satu dari kami mandul. Kalau aku subur, aku harap aku bisa hamil dari
spermamu. Nanti kalau jadi aku kasih tahu. Yang tahu bapaknya anakku kan hanya aku sendiri kan. Dengan
siapa aku membuat anak”, katanya sambil mencubitku.
Malam itu pertama kali aku menyetubuhi Bu Erkam tetanggaku. Beberapa kali kami berhubungan sampai aku
kimpoi dengan wanita lain. Bu Erkam walaupun cemburu tapi dapat memakluminya.
Keluarga Pak Erkam sampai saat ini hanya mempunyai satu anak perempuan yang cantik. Apabila di
kedepankan, Bu Erkam sering menciumi anak itu, sementara matanya melirikku dan tersenyum-senyum manis.
Tetanggaku pada meledek Bu Erkam, mungkin waktu hamil Bu Erkam benci sekali sama aku.
Cerita Sex Akibat Ngintip
Karena anaknya yang cantik itu mempunyai mata, pipi, hidung, dan bibir yang persis seperti mata, pipi,
hidung, dan bibirku.
Seperti telah anda ketahui hubunganku dengan Bu Erkam istri tetanggaku yang cantik itu tetap berlanjut
sampai kini, walaupun aku telah berumah tangga. Namun dalam perkimpoianku yang sudah berjalan dua
tahun lebih, kami belum dikaruniai anak.
Istriku tidak hamil-hamil juga walaupun penisku kutojoskan ke vagina istriku siang malam dengan penuh
semangat. Kebetulan istriku juga mempunyai nafsu seks yang besar. Baru disentuh saja nafsunya sudah
naik.
Biasanya dia lalu melorotkan celana dalamnya, menyingkap pakaian serta mengangkangkan pahanya agar
vaginanya yang tebal bulunya itu segera digarap. Di mana saja, di kursi tamu, di dapur, di kamar
mandi, apalagi di tempat tidur, kalau sudah nafsu, ya aku masukkan saja penisku ke vaginanya.
Istriku juga dengan penuh gairah menerima coblosanku. Aku sendiri terus terang setiap saat melihat
istriku selalu nafsu saja deh. Memang istriku benar-benar membuat hidupku penuh semangat dan gairah.
Tetapi karena istriku tidak hamil-hamil juga aku jadi agak kawatir. Kalau mandul, jelas aku tidak.
Karena sudah terbukti Bu Erkam hamil, dan anakku yang cantik itu sekarang menjadi anak kesayangan
keluarga Pak Erkam.
Apakah istriku yang mandul? Kalau melihat fisik serta haidnya yang teratur, aku yakin istriku subur
juga. Apakah aku kena hukuman karena aku selingkuh dengan Bu Erkam? aah, mosok.
Nggak mungkin itu. Apakah karena dosa? Waah, mestinya ya memang dosa besar. Tapi karena menyetubuhi Bu
Erkam itu enak dan nikmat, apalagi dia juga senang, maka hubungan gelap itu perlu diteruskan,
dipelihara, dan dilestarikan.
Untuk mengatur perselingkuhanku dengan Bu Erkam, kami sepakat dengan membuat kode khusus yang hanya
diketahui kami berdua. Apabila Pak Erkam tidak ada di rumah dan benar-benar aman, Bu Erkam memadamkan
lampu di sumur belakang rumahnya.
Biasanya lampu 5 watt itu menyala sepanjang malam, namun kalau pada pukul 20.00 lampu itu padam,
berarti keadaan aman dan aku dapat mengunjungi Bu Erkam. Karena dari samping rumahku dapat terlihat
belakang rumah Bu Erkam, dengan mudah aku dapat menangkap tanda tersebut.
Tetapi pernah tanda itu tidak ada sampai 1 atau 2 bulan, bahkan 3 bulan. Aku kadang-kadang jadi agak
jengkel dan frustasi (karena kangen) dan aku mengira juga Bu Erkam sudah bosan denganku. Tetapi
ternyata memang kesempatan itu benar-benar tidak ada, sehingga tidak aman untuk bertemu.
Pada suatu hari aku berpapasan dengan Bu Erkam di jalan dan seperti biasanya kami saling menyapa
baik-baik. Sebelum melanjutkan perjalanannya, dia berkata, “Dik Budi, besok malam minggu ada keperluan
nggak?”
“Kayaknya sih nggak ada acara kemana-mana. Emangnya ada apa?” jawabku dengan penuh harapan karena
sudah hampir satu bulan kami tidak bermesraan.
“Nanti ke rumah yaa!” katanya dengan tersenyum malu-malu.
“Emangnya Pak Erkam nggak ada?” kataku.
Dia tidak menjawab, cuma tersenyum manis dan pergi meneruskan perjalanannya. Walaupun sudah biasa,
darahku pun berdesir juga membayangkan pertemuanku malam minggu nanti.
Seperti biasa malam minggu adalah giliran ronda malamku. Istriku sudah tahu itu, sehingga tidak
menaruh curiga atau bertanya apa-apa kalau pergi keluar malam itu. Aku sudah bersiap untuk menemui Bu
Erkam.
Aku hanya memakai sarung, tidak memakai celana dalam dan kaos lengan panjang biar agak hangat. Dan
memang kalau tidur aku tidak pernah pakai celana dalam tetapi hanya memakai sarung saja. Rasanya lebih
rileks dan tidak sumpek, serta penisnya biar mendapat udara yang cukup setelah seharian dipepes dalam
celana dalam yang ketat.
Waktu menunjukkan pukul 22.00. Lampu belakang rumah Bu Erkam sudah padam dari Erkam. Aku berjalan
memutar dulu untuk melihat situasi apakah sudah benar-benar sepi dan aman. Setelah yakin aman, aku
menuju ke samping rumah Bu Erkam.
Aku ketok kaca nako kamarnya. Tanpa menunggu jawaban, aku langsung menuju ke pintu belakang. Tidak
berapa lama terdengar kunci dibuka. Pelan pintu terbuka dan aku masuk ke dalam. Pintu ditutup kembali.
Aku berjalan beriringan mengikuti Bu Erkam masuk ke kamar tidurnya. Setelah pintu ditutup kembali,
kami langsung berpelukan dan berciuman untuk menyalurkan kerinduan kami. Kami sangat menikmati
kemesraan itu, karena memang sudah hampir satu bulan kami tidak mempunyai kesempatan untuk
melakukannya.
Setelah itu, Bu Erkam mendorongku, tangannya di pinggangku, dan tanganku berada di pundaknya. Kami
berpandangan mesra, Bu Erkam tersenyum manis dan memelukku kembali erat-erat. Kepalanya disandarkan di
dadaku.
“Paa, sudah lama kita nggak begini”, katanya lirih. Bu Erkam sekarang kalau sedang bermesraan atau
bersetubuh memanggilku Papa. Demikian juga aku selalu membisikkan dan menyebutnya Mama kepadanya.
Nampaknya Bu Erkam menghayati betul bahwa Nia, anaknya yang cantik itu bikinan kami berdua.
“Pak Erkam sedang kemana sih maa”, tanyaku.
“Sedang mengikuti piknik karyawan ke Pangandaran. Aku sengaja nggak ikut dan hanya Nia saja yang ikut.
Tenang saja, pulangnya baru besok sore”, katanya sambil terus mendekapku.
“Maa, aku mau ngomong nih”, kataku sambil duduk bersanding di tempat tidur. Bu Erkam diam saja dan
memandangku penuh tanda tanya.
“Maa, sudah dua tahun lebih aku berumah tangga, tetapi istriku belum hamil-hamil juga. Kamu tahu,
mustinya secara fisik, kami tidak ada masalah.
Aku jelas bisa bikin anak, buktinya sudah ada kan. Aku nggak tahu kenapa kok belum jadi juga. Padahal
bikinnya tidak pernah berhenti, siang malam”, kataku agak melucu. Bu Erkam memandangku.
“Pa, aku harus berbuat apa untuk membantumu. Kalau aku hamil lagi, aku yakin suamiku tidak akan
mengijinkan adiknya Nia kamu minta menjadi anak angkatmu. Toh anak kami kan baru dua orang nantinya,
dan pasti suamiku akan sayang sekali.
Untukku sih memang seharusnya bapaknya sendiri yang mengurusnya. Tidak seperti sekarang, keenakan dia.
Cuma bikin doang, giliran sudah jadi bocah orang lain dong yang ngurus”, katanya sambil merenggut
manja. Aku tersenyum kecut.
“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Biar tahu rasa”,
kataku.
“Ya sabar dulu deh paa, mungkin belum pas saja. Spermamu belum pas ketemu sama telornya Rina (nama
istriku). Siapa tahu bulan depan berhasil”, katanya menghiburku.
“Ya mudah-mudahan. Tolong didoain yaa…”
“Enak saja. Didoain? Mustinya aku kan nggak rela Papa menyetubuhi Rina istrimu itu. Mustinya Papa kan
punyaku sendiri, aku monopoli. Nggak boleh punya Papa masuk ke perempuan lain kan.
Kok malah minta didoain. Gimana siih”, katanya manja dan sambil memelukku erat-erat.
Benar juga, mestinya kami ini jadi suami-istri, dan Nia itu anak kami.
“Maa, kalau kita ngomong-ngomong seperti ini, jadinya nafsunya malah jadi menurun lho. Jangan-jangan
nggak jadi main nih”, kataku menggoda.
“Iiih, dasar”, katanya sambil mencubit pahaku kuat-kuat.
“Makanya jangan ngomong saja. Segera saja Mama ini diperlakukan sebagaimana mestinya. Segera digarap
doong!” katanya manja.
Kami berpelukan dan berciuman lagi. Tentu saja kami tidak puas hanya berciuman dan berpelukan saja.
Kutidurkan dia di tempat tidur, kutelentangkan. Bu Erkam mandah saja. Pasrah saja mau diapain.
Dia memakai daster dengan kancing yang berderet dari atas ke bawah. Kubuka kancing dasternya satu per
satu mulai dari dada terus ke bawah. Kusibakkan ke kanan dan ke kiri bajunya yang sudah lepas
kancingnya itu. Menyembullah buah dadanya yang putih menggunung (dia sudah tidak pakai BH). Celana
dalam warna putih yang menutupi vaginanya yang nyempluk itu aku pelorotkan.
Aku benar-benar menikmati keindahan tubuh istri gelapku ini. Saat satu kakinya ditekuk untuk
melepaskan celana dalamnya, gerakan kakinya yang indah, vaginanya yang agak terbuka, aduh pemandangan
itu sungguh indah.
Benar-benar membuatku menelan ludah. Wajah yang ayu,buah dada yang putih menggunung, perut yang
langsing, vagina yang nyempluk dan agak terbuka, kaki yang indah agak mengangkang, sungguh mempesona.
Aku tidak tahan lagi.
Aku lempar sarungku dan kaosku entah jatuh dimana. Aku segera naik di atas tubuh Bu Erkam. Kugumuli
dia dengan penuh nafsu. Aku tidak peduli Bu Erkam megap-megap keberatan aku tindih sepenuhnya. Habis
gemes banget, nafsu banget sih.
“Uugh jangan nekad tho. Berat nih”, keluh Bu Erkam.
Aku bertelekan pada telapak tanganku dan dengkulku. Penisku yang sudah tegang banget aku paskan ke
vaginanya. Terampil tangan Bu Erkam memegangnya dan dituntunnya ke lubang vaginanya yang sudah basah.
Tidak ada kesulitan lagi, masuklah semuanya ke dalam vaginanya. Dengan penuh semangat kukocok vagina
Bu Erkam dengan penisku. Bu Erkam semakin naik, menggeliat dan merangkulku, melenguh dan merintih.
Semakin lama semakin cepat, semakin naik, naik, naik ke puncak.
“Teruuus, teruus paa.. sshh… ssh…” bisik Bu Erkam
“Maa, aku juga sudah mau… keluaarr”
“Yang dalam paa… yang dalamm. Keluarin di dalaam Paa… Paa… Adduuh Paa nikmat banget Paa…, ouuch..”,
jeritnya lirih yang merangkulku kuat-kuat.
Cerita Sex Akibat Ngintip Kutekan dalam-dalam penisku ke vaginanyanya. Croot, cruuut, crruut, keluarlah spermaku di dalam rahim
istri gelapku ini. Napasku seperti terputus. Kenikmatan luar biasa menjalar kesuluruh tubuhku. Bu
Erkam menggigit pundakku. Dia juga sudah mencapai puncak. Beberapa detik dia aku tindih dan dia
merangkul kuat-kuat.
Akhirnya rangkulannya terlepas. Kuangkat tubuhku. Penisku masih di dalam, aku gerakkan pelan-pelan,
aduh geli dan ngilu sekali sampai tulang sumsum. Vaginanya licin sekali penuh spermaku.
Kucabut penisku dan aku terguling di samping Bu Erkam. Bu Erkam miring menghadapku dan tangannya
diletakkan di atas perutku.
Dia berbisik, “Paa, Nia sudah cukup besar untuk punya adik. Mudah-mudahan kali ini langsung jadi ya
paa.
Aku ingin dia seorang laki-laki. Sebelum Papa Erkam mengeluh Rina belum hamil, aku memang sudah
berniat untuk membuatkan Nia seorang adik. Sekalian untuk test apakah Papa masih joos apa tidak. Kalau
aku hamil lagi berarti Papa masih joosss.
Kalau nanti pengin menggendong anak, ya gendong saja Nia sama adiknya yang baru saja dibuat ini.” Dia
tersenyum manis.
Aku diam saja. menerawang jauh, alangkah nikmatnya bisa menggendong anak-anakku.
Malam itu aku bersetubuh lagi. Sungguh penuh cinta kasih, penuh kemesraan. Kami tuntaskan kerinduan
dan cinta kasih kami malam itu. Dan aku menunggu dengan harap-harap cemas, jadikah anakku yang kedua
di rahim istri gelapku ini?
cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

Duniabola99.com – Karena prestasi gue yang lumayan bagus , gue pun di promosikan jadi manager operasional di perusahaan tempat gue kerja. Dengan posisi gue sekarang gue pun dapat jatah rumah dati perusahaan, setelah apartment gue jual, pindahlah gue ke rumah baru gue.Karena kondisi gue yang masih single, gue pun berinisiatif untuk cari pembantu buat di rumah gue. Pas libur kerja gue pun langsung keliling buat hunting pembantu, kriteria pembantu yang ada di kepala sudah pasti yang montok dan berkulit bersih.

Gue pun masuk ke salah satu tempat jasa yang menyediakan pembantu. Setelah bertemu dengan pemilik usaha gue pun mengutarakan maksud gue “Siang Bu, saya mau mencari pembantu untuk rumah saya”, kebetulan yang punya Ibu-ibu STW.
“ Oh iya silahkan Mas, duduk dulu, kalo boleh tahu nama Masnya siapa?” tanya Ibu itu sambil menjulurkan tangan, gue pun menyambut tangan Ibu itu, “nama saya Timo, masih ada kan Bu tenaga pembantunya?” gue bertanya balik.
“masih ada kalo untuk Mas Timo sih, sebentar ya” ujar Ibu yang ternyata bernama Ibu Yana itu sambil mengedipkan sebelah matanya dan beranjak masuk ke dalam.
“gila genit juga nih Ibu” gumam gue dalam hati saat melihat kedipan matanya. Sambil menunggu si Bu Yana, gue pun memperhatikan keadaan rumah, ternyata besar juga, pasti Bu Yana banyak men-supply tenaga pembantu dari desa untuk di pekerjakan di kota.
Tidak lama Bu Yana pun keluar sambil membawa sebuah album foto.
“silahkan di lihat dulu Mas Timo, memang tinggal beberapa sih, tapi saya yakin pasti ada yang cocok buat kriteria Mas Timo yang masih single” ujarnya genit sambil menyodorkan album foto tadi dan duduk tepat di sebelah gue. Setelah gue lihat memang tidak banyak, tapi malah ada 3 orang yang memenuhi kriteria gue, gue pun minta Bu Yana untuk memanggil tiga-tiganya.
Setelah sejenak menunggu Bu Yana pun keluar lagi bersama dengan 3 calon pembantu rumah gue, ketiganya berambut panjang.
Gue pun di perkenalkan oleh mereka satu persatu, yang pertama bernama Minah, dari mereka bertiga dia yang paling tua, umurnya 38 tahun sekaligus yang paling montok badannya, kulitnya coklat bersih dengan ukuran pantat dan payudara di atas rata-rata, ukuran payudaranya mungkin sekitar 40 dengan status janda di tinggal suami dan beranak satu.
Yang kedua bernama Ratih, berumur 29 tahun dengan postur tubuh proporsional, gue pilih dia karena kulitnya yang bersih kuning langsat, dengan status janda dan belum punya anak.
Yang terakhir yang paling muda bernama Sri, umurnya baru 17 tahun, tapi dengan body yang menggairahkan, badannya langsing tapi pantat dan payudaranya lumayan besar walau tak sebesar Minah, bibirnya pun tebal, lebih seksi di banding yang lain, warna kulitnya sama dengan Minah, status belum menikah, dia kabur dari kampung nya saat mau di kawinkan orangtuanya dengan saudagar tua beristri banyak.
Setelah berkenalan dengan ketiga calon pembantu yang ternyata sama-sama dari Indramayu itu gue pun berujar ke Bu Yana,
“baik kalo begitu Bu, saya akan mengambil mereka bertiga”, Bu Yana menampakkan raut wajah yang senang.
“Terima kasih ya Mas Timo, kalo begitu saya menyiapkan untuk administrasinya”, ujarnya sambil kembali masuk ke dalam.
Sambil menunggu Bu Yana, gue pun berujar ke ketiga pembantu gue,
“Sekarang kalian masuk mobil dulu semua, masalah baju nanti kita belanja dulu untuk semua kebutuhan kalian”, sambil mengajak mereka bertiga ke arah mobil gue.
Setelah mengantar pembantu gue ke mobil, gue pun masuk lagi ke dalam rumah untuk membayar administrasi kepada Bu Yana.
“Ini Mas Timo kuitansinya, seneng loh ketemu Mas Timo” ujar Bu Yana sambil memberikan kuitansi ke gue.
Gue pun mengambil kuitansi itu dan mengeluarkan duit pembayarannya.
Setelah menerima duit pembayaran dari gue, Bu Yana pun berujar,
“kalo nggak puas sama mereka, saya Siap selalu loh” sambil tangan kanannya menyelipkan kartu nama ke kantong baju gue, yang bikin gue kaget, tangan kiri mendadak mengelus celana jeans gue tepat di bagian kontol. Gue pun kaget, tapi Bu Yana malah santai dan mengedipkan matanya sambil tangan kirinya terus menikmati kontol gue.
“Eh Bu, maksudnya apa nih? entar ada yang liat” ujar gue spontan.
“Kita ke kamar sebentar yuk, ada yang mau saya omongin ke Mas Timo” jawab Bu Yana sambil menggandeng tangan gue masuk ke kamar nya.
“wah bisa aja nih Ibu, rupanya udah horny dari tadi” gumam gue dalam hati sambil mengikuti Bu Yana menuju kamarnya yang terletak di bagian belakang rumah, kalo gue perhatiin Ibu Yana mirip dengan artis Betharia Sonata, dengan body yang masih sintal untuk wanita seumurnya.
Begitu sampai kamarnya, Bu Yana menyuruh gue duduk di ranjang nya dan mengunci pintu kamar. Lalu dia pun menghampiri gue dan duduk di sebelah gue, “Saya mau kasih bonus buat mas Timo” ujarnya sambil bibirnya mencium pipi gue, dan tangannya menurunkan retsleting celana gue dan mengeluarkan kontol gue dari sarangnya. Kontol gue pun langsung tegang dengan sempurna, melihat itu Bu Yana pun kaget,
“Ya ampun gede banget Mas, langsung masukin ya, saya sudah nafsu dari tadi” ujarnya lagi sambil berdiri dan menurunkan celana dalamnya tanpa melepaskan roknya, dia pun menundukkan kepalanya untuk menjilat dan menghisap kepala kontol gue sebentar, setelah membasahi kontol gue dengan air liurnya Bu Yana pun langsung mengankangkan kakinya di pangkuan gue.
Dengan perlahan Bu Yana membenamkan kontol gue ke dalam memeknya,
“ah Mas Timo, gede banget kontolnya, saya kayak berasa perawan lagi”
ujarnya dan mulai memompa kontol gue naik turun di atas pangkuan gue.
Memek Bu Yana terasa menjepit kontol gue, dan terasa lembab dan licin di dalamnya. Mungkin karena saking hornynya, nggak lama Bu Yana mencapai klimaksnya.
“aaaahhhh Mas Timo, aku keluar Mas..aahh enak Mas” desah Bu Yana seiring cairan klimaks dari memeknya melumuri kontol gue.
Bu Yana tetap duduk di pangkuan gue dengan kontol gue masih membenam di dalam memeknya.
“Enak Mas, kontol Mas Timo gede banget, kapan-kapan gini lagi ya Mas”
ucap Bu Yana dengan nafas masih tersengal dan senyum puas di bibirnya.
“Iya Bu, kan saya udah pegang kartu nama Ibu, nanti saya hubungi deh, ya udah saya pamit dulu Bu, mau belanja dulu buat keperluan tiga pembantu saya” Ujar gue sambil mengangkat badannya dari pangkuan gue.
“Tapi Mas Timo kan belum keluar” ucap Bu Yana sambil menatap gue yang sedang membenarkan celana dan baju gue.
“Nanti deh Bu, tenang aja, pokoknya kalo saya ada waktu kita puas-puasin deh”
“Ya udah deh Mas, terima kasih loh buat semuanya” ujar Bu Yana lagi sambil berdiri dan mencium bibir gue, lidahnya pun sempat bermain di dalam mulut gue, tangan gue pun meremas pantat Bu Yana yang montok dan bulat, dan sengaja gue selipin jari telunjuk gue ke dalam lubang pantatnya.
Setelah selesai dengan Bu Yana, gue pun bergegas keluar dari tempat penyalur pembantu itu, dan menuju mobil menemui tiga pembantu baru gue
“maaf ya Mbak, kelamaan ya?” tanya gue sekenanya, sambil langsung masuk ke dalam mobil dan meluncur menuju tempat perbelanjaan.
Di dalam mobil, Minah duduk di depan, sedangkan Ratih dan Sri duduk di jok belakang. Sepanjang perjalanan mata gue selalu mencuri pandang ke Minah, bodynya benar-benar membuat celana gue terasa sesak.
Minah mengenakan t-shirt yang kekecilan sehingga lekuk payudaranya yang super itu membentuk indah di balik bajunya, di padu dengan rok sedengkul memperlihatkan betisnya yang mulus.
Setibanya di tempat perbelanjaan ketiganya saya suruh membeli semua yang mereka butuhkan, mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam hypermart, dan gue menunggu di cafe tak jauh dari hypermart tersebut agar mereka nggak bingung mencari gue.
Setelah membayar semua belanjaan tiga pembantu gue, kami pun jalan beriringan menuju mobil, cukup banyak juga belanjaan mereka, masing-masing membawa satu troley besar berisi penuh.
Selama perjalanan pulang kami pun mengobrol untuk mencairkan suasana dan untuk lebih mengakrabkan diri.
Minah sebagai yang paling tua membuka percakapan,
“Pak Timo, terima kasih banget nih udah belanjain kita semua” ujarnya sambil tersenyum, di iringi anggukan dua orang di jok belakang.
“Iya sama-sama, pokoknya saya nggak mau kalian kekurangan, kalo kurang ngomong ke saya ya, jangan malu-malu, nanti malu-maluin” canda saya.
“Iya Pak” jawab mereka bertiga serempak sambil di iringi ketawa kecil.
Sesampainya di rumah, mereka bertiga langsung gue tunjukin kamar mereka yang mana satu ruangan yang udah gue isi tiga tempat tidur dan lemari serta kamar mandi di sebelahnya.
Sekedar informasi, gue bangun kamar mandi dan kamar tidur buat pembantu tepat di sebelah kamar gue, karena ada sesuatu yang gue rancang, yaitu microphone tersembunyi dan cermin yang terpasang di dua ruangan tersebut adalah cermin tembus pandang yang biasa ada di ruang interogasi polisi.
Sedangkan untuk menutup cermin itu di kamar gue samarkan dengan dua poster band artis favorite gue yang di beri bingkai.
Jadi kalau tiga pembantu gue itu lagi mandi atau ganti baju, bisa jadi tontonan gratis buat gue.
“ok ini kamar kalian bertiga, sudah saya siapkan” ujar gue sambil mempersilahkan mereka bertiga masuk.
“silahkan masuk semoga kalian betah di sini” ujar gue lagi.
“terima kasih pak” ujar mereka bertiga, mereka pun masuk ke dalam kamar.
Setelah mereka masuk kamar, gue pun beranjak segera ke kamar gue.
Lampu kamar gue matiin, lalu gue turunin dua poster yang menutupi cermin tenbus pandang dan gue nyalain speaker yang terhubung dengan microphone tersembunyi di kamar pembantu itu.
Gue pun dengan leluasa bisa mengamati kejadian yang terjadi di kamar mandi dan kamar tidur pembantu.
Di dalam kamarnya tiga pembantu baru gue itu pun langsung membereskan belanjaan masing-masing. Ratih dan Sri memasukkan baju-bajunya ke dalam lemari, sedang Minah langsung mengambil handuk dan beranjak ke kamar mandi.
Dalam kamar mandi, Minah langsung menanggalkan seluruh pakaiannya.
Bodynya benar-benar montok, dengan payudara dan pantat yang besar.
Melihat itu kontol gue pun menegang hebat, langsung tangan gue masuk ke dalam celana dan mengelus kontol gue.
Malam harinya, setelah mereka bertiga selesai mandi dan berganti baju, gue pun memanggil mereka bertiga untuk membicarakan pembagian tugas masing-masing.
Setelah selesai membicarakan tugas apa yang akan mereka kerjakan gue pun mempersilahkan mereka untuk melihat sekeliling rumah, sedangkan gue sendiri masuk ke kamar lagi.
Di dalam kamar gue browsing internet, tapi pikiran gue nggak bisa lepas dari tubuh montok Minah, gue pun mencari akal.
Setelah dapat ide gue pun beranjak ke kamar pembantu dan memanggil Minah,
“Minah, bisa tolong bantu saya sebentar”, Minah pun keluar dari kamar.
“Tolong buatkan saya minuman, badan saya agak kurang enak, nanti tolong antarkan ke kamar ya” pinta gue lagi.
“baik Pak, sebentar saya buatkan”, Minah pun langsung ke dapur, sedangkan gue kembali ke kamar, menunggu di atas kasur.
Nggak lama pintu kamar gue pun di ketuk, setelah gue persilahkan masuk, Minah pun masuk sambil membawa segelas minuman hangat.
Gue pun langsung meminum minuman dari Minah.
“saya sudah boleh permisi Pak?”, tanya Minah lagi.
“eh sebentar Minah, kamu bisa mijit nggak, biasanya wanita jawa apalagi sudah berumur seperti kamu punya keahlian memijit” ujar gue, ini adalah rencana gue untuk mendapatkan tubuh Minah.
“bisa sedikit Pak, tapi nggak ahli” ujar Minah sambil tersipu malu.
“nggak apa-apa, tunggu di sini ya saya ganti baju dulu”, gue pun langsung ke kamar mandi, nggak lama gue pun keluar lagi hanya menggunakan handuk, dan tidak menggunakan CD lagi.
“ayo Minah sudah bisa di mulai” ujar gue sambil tengkurap di kasur.
Minah pun meneteskan baby oil yang udah gue siapkan di meja, dengan perlahan tangannya mulai memijat punggung gue, turun ke pinggang dan pantat gue. Merasakan sentuhan tangan Minah, kontol gue pun menegang.
Gue pun memulai obrolan untuk memancing minah.
“minah udah lama jadi janda?”
minah menjawab sambil terus memijat gue dengan tangan mulusnya.
“udah 5 tahunan Pak, emang kenapa pak?”
tanya minah.
“nggak, selama 5 tahun janda apa nggak ada minat untuk nikah lagi?”
tanya gue lagi.
“yang deketin sih banyak pak, tapi pada mau enaknya aja”
jawab minah lagi.
“mau enaknya gimana maksudnya?”
gue semakin penasaran.
“ya itu, mau tidurnya aja, males saya pak, saya pergi aja ke jakarta, cari kerjaan, anak saya titipin neneknya di kampung”
jawab minah menjelaskan.
“loh bukannya sama-sama enak?, masa selama 5 tahun nggak kangen belaian laki-laki sih”
aku terus memancing.
Minah tertawa kecil.
“kangen sih ada pak, tapi masa mau gituan terus, emang nggak makan”
“oh gitu, minah sekalian pijat dada saya ya. Mau kan?”
ujar gue.
“boleh pak, sekarang bapak telentang dulu dong”
jawab minah.
Gue pun merupah posisi menjadi telentang, batang kontol gue yang dari terhimpit terasa bebas dan berdiri tegak di balik handuk.
Mata minah langsung kaget melihat pemandangan itu.
“iihh bapak punyanya berdiri”
ujarnya dengan mimik wajah bingung.
“emang kenapa kok kaget, kan udah pernah liat punya laki-laki”
Minah hanya tersipu dengan wajah memerah sambil tangan mulai memijat dada gue.
“untuk ukuran orang desa wajah dan tubuh kamu lumayan juga minah”
ujar gue memancing.
“ah bapak bisa aja, saja jadi nggak enak”
wajah minah makin memerah, sepertinya dia juga menahan nafsu.
Gue beraniin diri, tangan gue mulai meraba halus payudaranya yang montok
“kira-kira ini ukuran nya berapa ya, gede banget”
tanya gue sambil terus meraba payudara minah.
“ah bapak nakal, kalo saya biasa pake bh 42 pak”
jawab minah, sambil matanya terus melirik ke arah kontol gue.
Gue pun makin berani, rupanya minah sudah negrti apa yang gue pengen.
“punya mantan suami kamu ada segini nggak gedenya”
sambil tangan gue membuka handuk yang dri tadi menutupi kontol gue.
Minah bertambah kaget, wajahnya semakin menahan nafsu.
“ya ampun pak, gede banget, kalo saya pengen sekarang gimana pak”
tanya minah dengan nafas terburu.
“justru itu yang saya pengen dari tadi sayang”
gue pun langsung meminta minah untuk segera telanjang.
Setelah telanjang minah duduk di pinggir ranjang, gue langsung peluk dia dan tangan gue langsung meremas payudaranya, sedangkan bibir gue langsung menyerbu bibirnya, di sertai permainan lidah gue dalam mulutnya.
Tangan minah sudah nggak sabar, langsung mengenggam dan mengocok batang kontol gue.
Puas dengan bibirnya, mulut gue turun ke payudara nya, gue isep dan gue jilat puting payudara minah yang sudah tegang berwarna coklat gelap.
Tangan gue pun sudah bermain di memek nya.
“ah enak pak terus pak, isep tetek saya pak”
desah minah sambil tangan nya semakin cepat mengocok kontol gue.
Puas menjilati payudara minah, gue minta minah untuk posisi 69.
Tanpa di perintah minah langsung melumat batang kontol gue dengan lahap.
Batang kontol gue terasa hangat di dalam mulut minah, sesekali lidahnya menjilat biji peler dan kepala kontol gue.
Melihat memek minah yang sudah basah di depan muka gue, lidah gue pun langsung menjulur, menjilati klitorisny yang sudah membesar, sesekali gue selipin lidah gue ke lubang memek minah.
“aaaahhhh enak pak terus jilatin memek minah pak”
desah minah keras, sambil mulutnya tetap sibuk mengulum kontol gue.
“aahhh udah pak, minah udah nggak tahan, masukin kontolny ke memek minah pak”
minah pun langsung merubah posisinya, mengankangi memeknya di atas kontol gue.
Pelan tapi pasti minah memasukkan kontol gue ke dalam liang memeknya.
“aahh enak pak, kontol bapak gede banget pak”
minah mendesah, menggenjot kontol gue keluar masuk memeknya.
Dengan posisi minah di atas, tangan gue pun bebas meremas payudara montoknya, di sertai permainan liar lidah gue dalam mulutnya.
Setengah jam dengan posisi di atas, minah mulai menunjukan gelagat kalo dia sudah mau mencapai klimaks.
Minah mempercepat gerakan pantatnya, hingga tak lama kemudian.
“aaaahhhh minah keluar pak, aaahhh enak banget pak”
desah minah panjang, menikmati klimaksnya.
Kontol gue pun terasa hangat di dalam memek minah seiring keluarnya cairan dalam memeknya.
Minah pun langsung ambruk menindih badan gue.
“ah enak banget pak, kapan-kapan minah mau lagi pak”
ujar minah manja.
“boleh aja, tapi sekarang gimana, saya belum keluar”
jawab gue dengan muka bingung.
“waduh pak minah udah nggak kuat, minah panggil ratih aja ya pak”
gue pun kaget.
“emang ratih mau, entar dia marah lagi”
“tenang aja pak, dari awal kami semua udah ngerti dan siap melayani majikan, apalagi yang ganteng dan punya kontol gede kayak bapak”
minah pun berdiri dan memungut pakaian, dan berjalan keluar dengan kondisi tetap telanjang.
“tunggu sebentar ya pak, saya panggilin dulu”
wah malam ini gue pesta seks nih, punya pembantu semuanya pengertian sama majikan.
Nggak lama minah pun masuk kamar gue. Yang bikin gue kaget selain ratih, sri juga ikut masuk kamar gue.
“wah malah ikut semua ini, minah yang ngajarin ya”
ujar gue dengan senyum lebar.
“nggak kok mereka yang mau, ya udah pak saya keluar dulu mau istirahat”
jawab minah.
Minah yang masih telanjang pun keluar meninggalkan ratih dan sri di kamar gue.
Gue pun duduk di pinggir ranjang, sedangkan mereka berdua gue pangku.
“kalian nggak apa-apa punya majikan kayak saya?”
tanya gue ke mereka berdua.
“kalo saya emang pengen pak, abis udah lama nggak gituan”
jawab ratih, sambil tangan langsung mengocok kontol gue.
“kalo sri emang dari awal udah seneng sama bapak, di apain juga mau sama bapak”
jawab ratih, dia pun langsung mencium bibir gue dan lidah kita pun langsung berpagut liar….
Malam ini gue sangat puas, apalagi gue merawanin memek virginnya sri, mereka berdua, ratih & sri pun tidur di kamar gue, kami saling berpelukan.
Semenjak kejadian malam itu kami pun semakin liar, tidak jarang gue kewalahan melayani nafsu ketiga nya sekaligus.
Gue dan 3 pembantu gue sepakat untuk telanjang di rumah, kecuali bila ada orang lain di rumah dan bila salah satu dari pembantu gue datang bulan.
Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri


Duniabola99.com – foto cewek pirang cantik putih Angel Smalls ngentot dengan saudaranya setelah siap makan.


Duniabola99.com – foto cewek eropa toket gede pantant bahenol menuangkan minyak keseluruh tubuhnya dan melakukan ngentot anal yang hot dipantatnya yang bahenol dan padat. Situs Taruhan Sbobet


Duniabola99.com – Waktu aku kelas satu SMA ada guru matematika yang cantik dan sangat enak jika memberikan pelajaran. Namanya Asmiati umurnya dua puluh sembilan, kulitnya putih halus dan bodynya padat berisi terlebih lagi dia menikah pada usia dua puluh tujuh tapi sekarang janda karna suaminya meninggal waktu usia perkawinan mereka baru tiga bulan karna kecelakaan lalulintas. Yang aku senang dari Bu Asmi adalah jika mengajar ia sering tak sadar kalau bagian atas bajunya agak terbuka sehingga tali BH pada bagian pundaknya sering terlihat oleh aku yang jika pelajarannya selalu mengambil duduk di depan dekat meja guru. BH yang dia gunakan selalu warna hitam dan itu selalu menjadi tontonan gratisku setiap pelajarannya.
Pagi itu sekitar jam delapan lewat kami sudah dipulangkan karna akan ada rapat guru. Aku agak kesal karna pelajaran kedua matematika artinya aku gak bisa ngeliat pemandangan indah hari ini, dan untuk menghilangkan suntuk aku pun pergi main ketempat kawanku. Aku masih tak tahu aku akan dapat rejeki nomplok.Sekitar jam sembilan lewat aku pergi pulang, dan pada saat lewat sekolah aku melihat Bu Asmi sedang menunggu angkot, aku pun mengajaknya
” mari saya antar Bu ” ajakku tanpa berharap dia mau
” tapi rumah ibu agak jauh ko ” ia mencoba menolak
” gak pa-pa kok bu, gak enak sama guru PPKN ” candaku
setelah berpikir sebentar akhirnya ia mau ” iya deh tapi ibu pegangan ya soalnya ibu pernah jatuh dari motor ”
” silahkan Bu ” setelah itu kau menjalankan motorku dengan kecepatan sedang.
Tangan Bu Asmi yang berpegangan pada pahaku menyebabkan reaksi pada penisku, apalagi jika mengerem pada lampu merah aku merasa ada sesuatu yang empuk menekan dari belakang.
Sampai dirumahnya yang agak berjauhan dengan rumah-rumah yang lain aku disuruh masuk dulu. Dan ketika sudah duduk di sofa empuk Bu Asmi bicara
“ibu ganti baju dulu ya ko ”
setelah itu ia masuk kamar dan menutup pintu mungkin karna kurang rapat sehingga pintu itu terbuka lagi sedikit. Entah setan mana yang masuk kekepala ku sehingga aku memberanikan diri untuk mengintip ke dalam. Di dalam sana aku bisa melihat bagaimana Bu Asmi sedang membuka satu persatu kancing bajunya dan setelah kancing terakhir ia tidak langsung menanggalkan bajunya, tapi itu sudah cukup membuat napasku membuat nafasku memburu karna kau bisa melihat kalau sepasang dadanya yang besar seperti hendak melompat keluar. Karna terlalu asyik pintu itupun terbuka lebar. Aku kaget dan hanya bisa mematung karna ketakutan. Bahkan penisku langsung mengkerut.
Melihat aku, Bu Asmi tidak terlihat kaget dan tetap membiarkan bajunya terbuka. Setelah itu ia mendekati aku
” kamu sering ngeliat BH ibu kan ” tanyanya didekat telingaku
” i..iya Bu ” jawabku ketakutan.
” kalau gitu ibu kasih kamu hukuman ” lalu ia menarikku dan didudukkan ditepi tempat tidur.
” sekarang kamu baring tutup mata dan jangan gerak kalo teriak boleh aja ” katanya dengan suara nafas yang agak memburu.
Aku pun menurut karna merasa bersalah. Lalu ia membuka retsleting celana sekolahku menurunkan CDnya dan mengelus-elus penisku dengan lembut, setelah penisku tegak lagi dia berjongkok dan menjilatinya.
“auh.. uh.. uuh ..” rintihku menahan kenikmatan semantara Bu Asmi sibuk dengan aktivitasnya
“ah .. mmhh.. Bu stop bu” rintihku karna aku merasa seperti mau meledak
Dia tak menjawab, malah semakin hebat menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan tanpa bisa kubendung lagi, muncratlah cairan putih itu dan aku langsung terduduk sambil berpegangan pada tepi ranjang.
Rasanya seperti sedang melayang, ia telan habis spermaku sementara aku masih terduduk kaku, malu takut dan senang bercampur jadi satu. Bu Asmi lalu berdiri dan tersenyum
“gimana..lebih enak dari pada cuman liat khan..?” sambil kedua tangannya menjambak rambutku
“iya Bu enak sekali” jawabku mulai berani sambil ikut berdiri.
Setelah wajah kami berhadapan ia menciumku dengan lembut, lalu membimbingku duduk ditempat tidur. Kami berpelukan dan Asmi kembali menciumku, lalu melumat bibirku sementara tangannya menanggalkan seluruh pakaian ku, dengan tangkas aku mengimbangi gerakan tangan itu sehingga akhirnya kami sama sama tanpa pakaian. Bedanya aku telanjang bulat sementara Asmi masih memakai BH hitamnya karna memang sengaja tak ku lepas.
Asmi melepaskan ciuman dibibirku lalu mengarahkan kepala ku kebawah yaitu payudaranya, aku segera melepas BH nya dan mulai meremas-remas dadanya, sekali-sekali aku puntir putingnya sehingga ia melenguh panjang. Puas meraba aku lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidahku dan menyedot ujung putingnya sambil digigit-gigit sedikit. Hasilnya hebat sekali Asmi bergoyang sambil meracau dengan kata-kata yang tak jelas. Setelah itu Asmi berdiri sehingga aku berhadapan dengan vaginanya, wangi yang baru pernah kucium itu membuatku bertambah panas sehingga kujilati semua permukaan vaginanya yang sudah banjir itu.
Setelah itu Asmi merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepalaku pahanya dibuka. Sehingga memudahkan aku menjilat dan memasukkan lidahku kedalam vaginanya dan menggigit-gigit bagian daging yang merah jambu. Sehingga tubuh Asmi semakin mengejang hebat
“sshh.. aahh.. terus ko” pintanya diikuti desah nafasnya.
Sekitar lima menit ku sapu vaginaya aku melepaskan dekapan pada kepalaku dan kembali mengulum bibirnya. Ia lalu meraih penisku
“masukkan ya ko udah gak tahan” katanya dengan terengah dan membimbing penisku menerobos goa miliknya yang tek pernah lagi merasakan penis semenjak suaminya meninggal.
Aku merasakan kenikmatan yang kebih hebat dibandingkan saat dimasukkan kemulutnya.
“slep..slep..slep” kuputar-putar didalam sambil mengikuti goyangan pantat Asmi. sambil kupompa bibir kami terus berperang dan tanganku meraba dan meremas payudaranya dan sekali kali memuntir putingnya.
“uh..ah..mm..ssh..terus ko..mmh” desahnya sambil meremas pantatku.
Penisku terasa semakin menegang dan vaginanya semakin hebat berdenyut memijit penisku, tak terasa sudah sepuluh menit kami “bergoyang”.
“ooh ..mmh.. ah udah gak kuat.. biarin aja di situ ko mmh ..” rintih Asmi terpejam.
Akupun semakin memperdalam tusukanku dan mempercepat tempo karna juga merasakan sesuatu yang akan keluar.
“sshh..aarrgghh” jeritnya sambil mencengkram punggungku,
“aahh..aahh” desahku pada saat yang bersamaan sambil mulutku menyedot kedua puting susunya kuat-kuat secara bergantian.
Air maniku muncrat bertepatan dengan air hangat yang terasa memandikan penisku didalam vaginanya.Kami menikmati puncak orgasme sampai betul-betul habis, baru aku mencabut penisku setelah sangat lelah dan bebaring di sebelahnya sambil meremas dadanya pelan-pelan.
Kemudian dia menindihku dari atas dan bertanya “gimana hukuman dari aku ko ..?”
“enak Bu hukuman terenak didunia makasih ya”
“ibu yang terima kasih udah lama ibu bendung hasrat, hari ini dan seterusnya ibu akan tumpahkan kekamu semuanya” sambil mencium ku.
Setelah istirahat beberapa waktu kami kembali melanjutkan aktivitas itu tentu saja dengan tehnik dan gaya yang berbeda-beda. Tak terhitung berapa kali aku melakukannya sewaktu SMA yang jelas jika aku pulang kesana pasti kami melakukan lagi dan lagi.


Duniabola99.com – Kepada semua pembaca dalam ruangan ini, disini saya ingin menceritakan satu pengalaman yang dikirakan amat manis juga dan pertama kalinya saya mengadakan perhubungan sex bersama perempuan pelacur. Judi Bola Online
Ceritanya begini, setelah saya telah tamat penugasan saya di seberang laut iaitu di Kemboja jadi saya telah diberi cuti selama 2 minggu, aku pun berangkat pulang ke kampung aku di utara tanahair iaitu Perlis. Setelah aku sampai di Kg aku, aku pun pergi berjalan-jalan kerumah kawan-kawan yang lama aku tak berjumpa dengan mereka. Setelah aku pergi ke rumah salah seorang kawan aku, dia telah mengajak aku untuk pergi ke sempadan iaitu ke Padang Besar. Aku terus saja setuju dengan ajaknya itu. Setelah hari dan masa tetapkan telah sampai aku dan kawan-kawan aku pun berangkat ke Padang Besar. Sampainya aku disana kami pun masuk ke salah sebuah hotel untuk kami tempah tempat tidur sebab kami akan bermalam disana. Setelah kami semua tempah bilik hotel, kami pun pergi ke sebuah Bar. Kami masuk ke dalam Bar tersebut tujuan untuk menempah perempuan untuk menemani kami tidur pada malam nanti.
Aku lihat dalam Bar itu sungguh manarik sekali dan tuan bar itu pun datang berjumpa kami dan bertanya samada kami nak tempah perempuan ataupun tidak, kawan aku terus menyampuk dan memberitahu tuan bar itu yang tujuan kami untuk menempah perempuan. Maka tuan bar itu pun memanggil perempuan-perempuan dalam Bar itu. Mereka pun beratur di atas pentas yang telah disediakan untuk kami memilih mana-mana perempuan yang kami berminat. Aku masa itu malu-malu sikit sebab tak pernah menghadapi setuasi begitu. Kawan-kawan aku pun menegur aku, kenapa tak pilih lagi? Pilihlah cepat! Aku pun terus saja memilih dan tak kiralah asalkan dia perempuan dan dapat menyedapkan naluri ku. Setelah aku dan kawan-kawan memilih perempuan Yang kemi berkenan. Kami pun memberikan nombor bilik kami dan beritahu hotel mana kami menginap. Setelah kami selesai memilih perempuan untuk menemani tidur kami nanti,. Kami pun pergi minum. Kawan-kawan aku telah meminta air minuman keras. Kami pun minum dan berkaroke dalam kedai minum tu melayan kepala kami yang sedang tak berapa betul oleh kerana mabuk dengan minuman keras. Selesai kami minum kami pun balik kebilik masing-masing.
Bila aku buka saja pintu bilik aku tu, aku dapat perempuan yang aku tempah tadi telah menunggu aku kat dalam bilik aku tu, aku lihat dia terbaring terlentang sedang menuntut TV. Aku pun menyapa dia dan memberi ucapan selamat berjumpa dan aku berbual seketika dengan perempuan tersebut kepala aku masa itu sudah tak betul sebab mabuk. Dalam masa aku sedar tak sedar oleh kerana kemabukan aku tu.
Aku mengajak perempuan itu mengadakan hubuang sex. Perempuan tu tanpa banyak soal dia membuka baju dan seluar yang dipakainya sebab kerja dia hanya memuaskan nafsu sex lelaki dan kehendak batin setiap lelaki. Setelah semua pakaiannya ditanggalkan. Aku pun mengambil kesempatan itu untuk menanggalkan pakaian aku juga. Kami masa itu hanya tinggal pakaian dalam saja yang belum kami tanggalkan. Kami pun berbaring atas katil. Aku baring disisi sebelah kirinya. Dalam masa aku baring itu tangan aku terus mancapai ke buah dadanya yang berisi serta pejal itu. Setibanya tangan kanan aku kebuah dada perempuan tersebut dalam masa yang sama mulut aku mencari mulutnya, kami berkucupan dan bermain kulum lidah. Agak lama juga mulut aku dan mulut perempuan tu bertemu. Sambil mulut mengulum lidahnya jari-jari aku terus meramas-ramas teteknya yang masih berbalut dengan colinya. Makin lama aku meramas, aku rasa makin keras pula jadinya tetek perempuan tu. Perempuan itu mula bergerak dan mengeliat kecil bila teteknya kena ramas oleh jari-jari aku. Mulut aku tadi dimulutnya mula turun sedikit demi sediki kebahagian dagu dan merayap disekitar lihatnya itu membuatkan dia lebih tidak bernafas jadinya dan mula mengerang kecil dengan tindakan tangan dan mulut aku. Jari-jari aku merayap kebelakang badannya untuk melepaskan butang colinya dan jari aku pun berjaya melepaskan butang coliya. Bila terlepas saja butang colinya maka terserlahlah teteknya yang sedang mengeras dan menegang itu. Mata ku rasa macam nak terkeluar bila melihat teteknya. Bagitu cantik dan gebu serta muntok sekali. Putihnya memang terserlah sebab orang siam memang putih-putih belaka. Putting susunya yang kemerahan itu terus saja jari-jari aku bermain disitu mengentil dan memutar-mutar puting teteknya dengan perbuatan aku itu perempuan tu lagi ku lihat tidak menentu jadinya, matanya sedah lama terpejam dik kenikmatan yang diterimanya dari hasil kerja jari-jari dan juga mulut serta lidah ku. Setelah aku puas mengentil puting teteknya aku pun membawa mulut aku ke lurah antara kedua gunung busut yang sedang membengkak itu, aku jilat dengan lidah aku disekitar situ dan mulut serta lidah aku naik mendaki ke gunung busutnya sampai kepuncaknya. Kini lidah aku bermeluasa di puting susunya. Mulut aku meyuyut puting teteknya seperti anak kecil yang kehausan susu dari ibunya. Lama juga aku berbuat begitu dan lidah aku pula terus memainkan peranannya di tetek perempuan itu. Perempuan itu aku lihat dah tak tentu arah dah bila lidah dan mulut aku berada di teteknya. Sekejap badannya bergerak kekiri sekejap bergerak kekanan punggungnya pun sama juga.
Setelah aku puas mengerjakan teteknya yang membengkak itu, jari-jari aku terus merayap lagi kini jari-jari aku merayap kebawah lagi kebahagian perutnya jari aku terus mengusut pada perut perempuan tu, lepas tu kebawah lagi ke bahagian celah kelangkangnya pula. Jari aku meraba pada seluar dalamnya dan aku dapati seluar dalamnya sudah basah oleh air mazinya. Jari antu aku terus melurut pada lurah pantatnya di atas seluar dalam. Lama juga aku berbuat demikan. Setelah puas aku mengusut dan mangais-gais jari aku pada lurah pantatnya di atas seluar dalam tu, aku pun membuka seluar dalamnya.
Bila aku tarik saja seluar dalam perempuan itu kebawah aku dapat lihat dengan jelas didepan mata aku pantatnya yang begitu cantik, gebu dan tembam tu. Bulunya tak berapa banyak jarang-jarang saja tumbuhnya maklumlah perempuan itu dalam lingkungan 18 tahun saja. Cukup cantik pantatnya, bila aku melepaskan seluar dalamnya kebawah jari aku semula memainkan peranan tadi mengais-gais luruh yang telah dibanjiri oleh air mazinya. Jari aku tak puas-puas mengais lurah pantatnya terus jari aku menjolok lubang pantatnya dan terasa ditangan aku suam-suam bila jari aku berada di dalam lubang pantatnya. Dalam masa yang sama mulut serta lidah aku tetap pada tetek perempuan itu. Dan kini mulut aku mula turun kebawah sampai kepusatnya. Lidah aku menjilat lubang pusatnya dulu sebelum lidah aku menneruskan hayat aku untuk kepantatnya.
Lidah aku pelahan-lahan turun kebahagian pantatnya. Aku terhidu sesuatu yang aku tak suka iaitu aku terhidu hancing kencingnya. Rupanya-rupanya kencing tak basuh. Bila aku berbau hancing pada pantatnya jadi aku terpaksa membatalkan hasrat aku nak menjilat lubang pantatnya. Bila aku batalkan hasrat aku untuk menjilat lubang pantatnya. Jari-jari aku begitu laju sekali memain sorong-tarik dalam pantatnya. Dengan perbuatan aku tu, aku lihat dia menjadi tidak menentu dah dan seketika saja aku lihat dia telah mengejangkan dirinya itu tanda dia telah mencapai klimetnya yang pertama.
Aku pun bertanya dia adakah dia sudah bersedia untuk menerima konet ku masuk dalam lubang pantatnya. Dia mengangguk saja tanda setuju dan aku pun mengambil kondum atau tempat aku panggil setokin/sarung kaki. Aku pun menyarungkan kondum tu pada konet kau. Untuk menjaga keselamatan. Maklumlah dia dipakai oleh berbagai orang dan tak tahu orang apa yang pakai dia dan berbagai bangsa yang pakai dia. Setelah selesai aku sarung aku pun naik kecelah kelangkang yang sedia terkangkang itu. aku meletakkan konet aku ke permukaan pantatnya dan menepuk-nepuk kepada pantatnya. Lepas aku menepuk pantatnya dengan konet ku tu, sampailah masanya aku nak merasa pantat perempuan tu. Kepada konet aku telah pun berada dilubang pantatnya dan dia menanti kemasukannya. Aku dengan sekali hantak saja telah masuk sampai kepangkalnya. Dengan masuk saja batang konet ku kedalam lubang pantatnya. Dan dalam masa yang mulutnya terbuka luas dan mengerang yagn amat sangat kerana menahan kemasukan konet ku yang panjangnya 6 in dan besarnya 2 jari tu. Bila masuk saja batang konet aku dalam lubang pantatnya aku tak terus gerak lagi. Mulut aku terus mencari mulutnya. Sebab aku nak merasa hawa dalam pantatnya, rupanya begitu panas dan rasa suam-suam gitu. Lepas tu aku mula mengerakkan batang kau tu naik agak lama kat permukaan pantatnya dan hantak dengan laju sekali ke dalam pantatnya. Aku main naik turun agak pelahan sekali sebab aku nak rasakan kehangatan lubang pantatnya. Sekali aku tusukan batang konet ku dalam pantatnya lama aku rendam di dalam pantatnya. Aku tarik balik sampai ke permukaan pantatnya dan aku benamkan lagi batang aku. Bila aku lihat dia dah tak tahan dengan permainan aku tu aku dan air mazinya pun dah melimpah-limpah aku pun main laju sikit.
Aku cuba ubah cara main kakinya aku sangkut pada bahu aku. Batang yang sedang keras itu terus masuk keluar dengan lajunya dalam pantatnya yang sudah basah itu dan masa tu punggung aku saja yang bergerak tangan aku menyukung aku supaya aku lurus tegak atas perempuan tu. Naik turun batang aku masih berjalan dan tak henti-henti lagi. Perempuan tu sudah tak tahan lagi dah dengan permainan aku tu. Kakinya yang diatas bahu aku melunjak-lunjak kerana tak tahan menerima tikaman batang konet aku dalam pantatnya. Aku pun dah merasa nak sampai klimet aku setelah lebih kurang 1 jam aku bertarung dengannya. Akhirnya konetku pun memuntakan air mani aku yang begitu pekat sekali dalam kondom yang aku pakai tadi. Dengan pelahan aku pun menarik keluar batang aku dari dalam lubang pantatnya dan menanggalkan kondom yang penuh dengan air mani aku tu. Dalam aku lihat perempuan itu begitu penat dan keletihan sekali. Aku sudah tentu penat sebab aku banyak yang memainkan peranan utamanya. Setelah itu aku dan perempuan itu pun tertidur dalam dakapan masing-masing dia memberi satu kucupan puas pada aku dan aku pun mengucup keningnya tanda puas dengan layangnya pada malam itu. akhirnya kami tertidur tanpa seurat benang pun dibadan kami sampai pagi dan pagi itu dia pun minta diri untuk pulang ketempat yang mana aku tempahnya tu. Sekali lagi dia kucup aku tanda terima kasih. Dan aku rasa kawan-kawan aku pun mengalami pengalaman seperti aku juga dengan perempuan-perempuan yang mereka tempah tu.

Duniabola99.com – Cerita ini berlaku pada tahun lepas kira-kira bulan Disember, Di kawasan tempat tinggal kami ramai terdapat mat-mat bangla. Mereka ini selalu aje lalu-lalang di depan rumah kami.
Dalam ramai-ramai bangla tu adalah seorang berdua yang aku kenal. Namanya Ragesh. Badannya agak kurus dan tinggi. Biasanya mat-mat bangla ni pada setiap petang pergi kekedai membeli keperluan mereka dengan memakai kain pelikat aje.
Ragesh ni selalu juga datang ke rumahku untuk berbual-bual. Kadang-kadang semasa biniku tunduk membawa hidangan sempat juga matanya melirik mencuri lihat buah dada biniku dari kolar bajunya. Aku buat tak kisah aje.
Aku sudah kahwin hampir 3 tahun setengah. Sudah mempunyai seorang anak berumur 2 tahun setengah. Tapi biniku memang cun melecun. Kulitnya putih kuning, teteknya saiz 32 (boleh tahanlan), body boleh buat air liur meleleh.
Biniku tidak menyusukan anaknya takut teteknya kendur. Kami hanya memberinya susu botol aje. Sebab itulah teteknya tegang dan segar. Begitu juga dengan pantatnya. Masih tip-top. Ketat dan mengancam.
Biniku ini agak terbuka dalam bab seks. Dia tak berapa kisah sangat. Janji dia puas. Pernah dia bertanya kepada aku ada tak teknik-teknik lain yang boleh menambahkan lagi imaginasi dan daya seks kami. Aku menyatakan ada. Aku bertanya kepada dia, mahu tak dia mencuba merasa balak orang lain pula. Dia menjawab, “no probelm, boleh juga…”
Aku juga teringin nak lihat pantat biniku dijolok oleh balak lain. Asyik-asyik balak aku aje yang tenggelam timbul dalam pantatnya. Boring juga…
Suatu petang selepas anak kami tidur, aku menonton blue film dengan biniku. Tiba-tiba pintu diketuk. Aku lihat Ragesh diluar. Dia kata boringlah sebab hari cuti, jadi dia nak tumpang tengok tv. Aku kata, masuklah, kami tengah tengok cerita best.
Ragesh pun masuk dan duduk di sofa sebelah biniku. Jadi biniku di sebelahnya. Ragesh jadi gelisah bila melihat cerita blue film yang aku pasang. Maklumlah bini aku ada bersama, malu juga dia. Melihatkan itu aku bertanya kepada Ragesh pernah dia beristeri? Dia berkata dia sudah ada 6 orang anak di Bangladesh. Sudah hampir 2 tahun dia tidak balik melihat anak dan isterinya.
Aku tanya dia lagi, kau tak stim ke, lama-lama tak jumpa isteri kau. Ragesh kata stim juga, sambil ketawa malu-malu. Bila aku lihat dia dah agak tak malu, aku pun tanya dia, kau tak mahu asah balak kau ke, Ragesh. Biniku memandang aku dan begitu juga Ragesh. Ragesh tidak menjawab. Aku lihat kain pelikat Ragesh sudah terangkat, mungkin balaknya dah keras.
Dengan selamba aku berkata kepada Ragesh yang aku mahu dia servis balaknya yang dah nak berkarat tu dengan biniku. Biniku terkejut… Aku buat tak kisah aje.. Aku fahamlah dia tak membantah.. Ragesh pada mulanya malu, aku katakan pada dia nak atau tak nak. Ragesh mengganggukkan kepalanya.
Aku menyuruh Ragesh rapat dengan biniku. Ragesh mula merapatkan dirinya dengan biniku. Tangannya yang agak keras dan kasar itu mula memegang bahu biniku. Aku menyuruh Ragesh menjalankan ‘projek’ tu atas permaidani di ruang tamu tempat kami menonton tv tu. Ragesh tidak membantah..
Perlahan-lahan tangan Ragesh menyelinap ke dalam baju biniku. Biniku kegelian apabila tangan Ragesh yang berbulu itu mula menyentuh leher dan belangnya. Ragesh semakin berani. Aku memerhatikan aje perbuatan Ragesh dengan penuh stim. Dalam hatiku berkata, pandai juga bangla ni beromen.
Ragesh mula menanggalkan T-Shirtnya. Dia memegang kepala bini dan merapatkan mulutnya untuk mengucup bibir biniku. Biniku merapatkan mulutnya. Ragesh menghisap bibir dan menggulum lidah biniku. Mereka berdua berkucupan dengan penuh ghairah. Kulihat mata biniku semakin layu. Baju biniku perlahan-lahan disingkat oleh Ragesh. Perlahan-lahan tetek biniku terbuka. Bajunya dibuang ke lantai. Coli biniku dibuka Ragesh. Ragesh membaringkan biniku di sofa. Kain batik biniku di rentap oleh Ragesh yang mula berahi. Maklumlah dah dua tahun tak merasa pantat. Nilah baru sekali merasa pantat orang Malaysia.
Rages meramas tetek biniku. Dia menjilat puting tetek biniku yang kemerah-merahan itu. Tetek biniku mula mengeras. Itu petanda bahawa dia sudah stim. Tangan Ragesh mula merayap-rayap di celah kelangkang biniku. Ragesh sudah tidak kisah akan aku, bagi dia dia mesti jolok balaknya dalam pantat bini aku, walau apa pun terjadi.
Tangan Ragesh mula masuk kedalam seluar dalam biniku. Seluar dalam biniku dah mula lembab dek air mazi. Ragesh menanggalkan seluar dalam biniku. Dengan posisi 69 dia mula menghala balaknya yang agak hitam, pajang lebih kurang 6 inci dan ukur lilit lebih kurang 3 1/2 inci. Taklah besar sangat. Biniku memegang balaknya lalu memasukkan ke dalam mulutnya, manakala Ragesh mengerja pula pantat biniku. Ragesh menjilat kelentit biniku dengan rakus. Kelentit biniku yang kemerahan itu dijilatnya dengan penuh selera. Lidahnya yang kemerahan mula dimasukkan ke dalam lubang vagina biniku. Lidahnya disorong dan ditarik. Aku lihat semakin banyak air yang keluar dari pantat biniku. Biniku sudah betul-betul stim. Dia meminta Ragesh menjolok batangnya ke dalam pantatnya dengan segera. Ragesh pun bangun. Dia pun menghadap biniku yang sedang stim itu. Ragesh pun berbaring di atas badan biniku.
Tangannya memeluk badan biniku dengan ghairah. Biniku membuka kangkangnya dengan luas agar balak Ragesh dapat masuk dengan mudah. Balak Ragesh yang panjang itu diletakkan di tengah-tengah alur pantat bini aku. Dia menekan perlahan-lahan. Kepala balaknya tenggelam sedikit-demi sedikit sehingga bertemulah bulu biniku dengan bulu balak Ragesh. Ragesh menekan balaknya kedalam pantat isteriku sehingga santak. Biniku mengeluh kesedapan.
Bila balaknya sudah berada dalam lubang pantat biniku, Ragesh pun mula menyorong dan menarik balaknya keluar masuk dari lubang pantat biniku. Berdecit-decit bunyi sorong tarik itu. Punggung biniku terangkat-angkat menahan kesedapan. Kira-kira 10 minit Ragesh di posisi itu dia mengangkat biniku untuk berdiri. Biniku bangun tanpa membantah. Sambil bangun sempat juga dia senyum pada aku. Aku angkat tangan menunjukkan isyarat best. Dia pun membalas sama.
Ragesh meminta biniku menonggeng dengan tangan isteriku memegang sofa. Isteriku berbuat demikian. Apabila isteriku sudah menonggeng (doggie style), punggung terangkat sedikit. Teteknya berayun kebawah kerana menonggeng. Bila bini aku dah ready Ragesh meraba-raba punggung biniku. Terlihat dengan jelas pantat isteriku yang kemerahan itu. Pantatnya masih penuh dengan pelincir.
Ragesh berdiri di belakang punggung biniku. Balaknya keras menegang. Balaknya dihala ke lubang pantat biniku. Kepala balaknya sedikit demi sedikit menyelam ke dasar lubuk biniku. Ragesh menekan balaknya sehingga bulu balaknya santak ke punggung biniku. Setelah itu dia mula menyorong tarik balaknya. Kali ini Ragesh melakukan dengan laju. Biniku terangkat-angkat pnggungnya menahan kesedapan. Sambil menyorong dan menarik tangan Ragesh tidak melepaskan maramas tetek biniku.
Tangannya yang kasar itu meramas dengan ganas tetek biniku. Kulihat tetek biniku kemerah-merahan akibat kuat dikerjakan oleh Ragesh. Sambil meramas tetek biniku, balak Ragesh terus tenggelam timbul dari lubuk madu biniku. Tiba-tiba biniku menjerit kesedapan bila mengatakan air maninya sudah keluar. Punggungnya terangkat-angkat menandakan airnya sudah keluar, mungkin juga akibat kesedapan…
Ragesh menanya biniku mahu pancut luar atau dalam. Biniku mengatakan pancut kat dalam. Setelah kira-kira 10 minit biniku keluar air maninya, Ragesh masih mampu bertahan. Balaknya tetap keras, tubuh biniku yang mula lesu itu mula segar semula. Air pelincir masih banyak. Isteriku mula stim semula. Dia mula memberikan reaksi semula. Balak Ragesh yang keluar masuk dengan ganasnya dari lubangnya mula dikemutnya semula. Rages mengusap-ngusap belakang biniku. Biniku menyuruh Ragesh melakukan cepat-cepat, rupa-rupanya biniku nak keluar air maninya kali kedua.
Ragesh mempercepatkan hayunan balaknya keluar masuk ke dalam lubang pantat biniku. Tiba-tiba Ragesh mengeluh dan menekan seluruh balaknya ke dalam lubang pantat biniku. Air mani Ragesh menerjah laju ke dalam lubuk biniku. Biniku terangkat-angkat punggungnya menahan kesedapan. Ragesh membiarkan balaknya terendam dalam lubang pantat biniku lebih kurang seminit. Bila balaknya dicabut, aku lihat air mani meluncur laju keluar dari lubang pantat biniku.
Biniku terbaring kelesuan begitu juga Ragesh. Batang Ragesh mula mengecut dan lembik. Biniku yang dua kali terpancut maninya tak bermaya nak buka mata. Terus terbaring di sofa kepenatan. Ragesh mengangkat tangan menunjukkan isyarat ‘best’. Tidak lama kemudian dia pun balik ke rumah kongsinya.
Aku bertanya kepada biniku, macam mana best ke? Dia mengatakan walaupun batang Ragesh agak kecik tapi dia dapat bertahan lama, sehingga dua kali dia ‘cum’. Bestlah bang kata biniku. Aku senyum aje.
Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri


Duniabola99.com – foto gadi berambut pirang kurus melepaskan pakaiannya di dapur memamerkan memeknya yang merah merekah diatas meja makan dan mengangkang.


Duniabola99.com – Setelah nafasnya agak tenang, aku menindihnya dan memandangi wajahnya yang mengekspresikan kepuasaan. Sementara kontolku yang tegang mengganjal di bibir vaginanya yang licin dan hangat
“Enak sayang?” kutanya dengan senyum.
“Iyahh.. Enak banget.. Sentuhanmu begitu indah dan nakal,” katanya dengan senyum juga.
“Masih ada yang lebih indah” kataku.
“Ya, aku mau lebih lagi, aku mau lebih,” katanya.
“Berapa yang kamu mau?” tantangku.
“Sampai nggak bisa bangun, apa kau kuat?” tantangnya balik.
“Aku masih orisinil, jangan kuatir, aku akan memuaskanmu, sampai nggak bisa bangun kan?” kataku.
“Ya, sampai nggak bisa bangun” katanya senyum.
Kembali kami saling melumat, tanganku meremas buah dadanya yang kembali menegang. Sementara kakinya dijepitkan kepinggangku. Puas dengan itu, aku beranjak dan jongkok diantara pahanya yang kurentangkan dengan tertekuk. Kupegang batang zakarku dan kuarahkan ke lubang vaginanya. Kutatap matanya yang pasrah.
“Kita masukkan?” tanyaku. Dia tundukkan kepalanya.
“Yakin?” tanyaku lagi. Dia senyum dan menundukkan lagi kepalanya.
Pelan kutempelkan kepala penisku ke birbir vaginanya, kugesek-geseknya sampai ke klitorisnya beberapa kali. Dan..
“Akhh..”
Dia langsung mengerang ketika kepala penisku memasuki lubang vaginanya. Tangannya langsung menangkap pantatku.
“Terus.. Sayang.. Masukkan semuanya.. Akhh.. Enak banget..” erangnya terus sementara batang penisku masuk setengah.
Kulihat bibir vaginanya semakin membuka lebar. Jepitan vaginanya sangat ketat seolah tidak mengijinkan penisku masuk lebih dalam.
“Akhh.. Enak sayangg” kataku tak tahan rasanya.
Kuhentikan tekananku agar vaginanya menyesuaikan dengan ukuran penisku yang besarnya diatas rata-rata Indonesian. Kulumat lagi bibirnya yang mendesah-desah. Dia mengangkat kakinya dan menempatkannya diatas pantatku. Dia tekan pantatku yang semakin memperdalam masuknya kontolku ke vaginanya.
“Kenapa sih susah masuknya? Mbak kan sudah nggak perawan?” tanyaku heran karena jepitan vaginanya begitu kuat membuat penisku agak susah masuk semua.
“Tergantung orangnya dong,” katanya bangga.
“Ayohh.. Tekan lagi.. Akhh..” katanya sambil kakinya ikut menekan pantatku.
“Okhh.. Stop dulu! Sudah mentok nih.. Ukuran punyamu nggak sesuai dengan tubuhmu.. Aku nggak nyangka sebesar ini. Enak.. Hh..” ceracaunya lagi.
Vaginanya mengempot seperti menyedot penisku. Tak sabar menerima sensasi itu akhirnya kutekan pantatku sampai masuk semua batang zakarku.
“Auwww.. Mas.. Tahan dulu.. Ngilu.. Akhh” erangnya seperti kesakitan.
Tapi aku nggak peduli lagi karena terasa tanggung, bless.. Sekh..
Akhirnya batang zakarku amblas seluruhnya.
“Wow.. Akhh..” jeritnya tiba tiba mendekap tubuhku kuat-kuat.
Akhirnya kudiamkan sejenak. Matanya terbalik sampai putihnya saja yang kelihatan.
“Okhh.. Enaknya.. Luar biasa.. Ayo.. Mas.. Ambil. Ambil semuanya. Akh.. Puaskan aku. Jangan sisakan sedikitpun.. Sampai nggak bisa bangun.. Akhh” erangnya mulai memutar pinggulnya.
Kuputar putar pantatku yang membuat penisku memutar didalam vaginanya dan tekananku tetap kuat walau sudah amblas semuanya ditelan vaginanya. Rupanya kontolku menabrak semua urat syaraf yang ada di liang vaginanya yang membuatnya kenikmatan.
“Enak banget Mas.. Kamu apain siih..?” tanyanya sambil mengerang.
Kedua tanganku dengan ketat membetot kedua susunya. Bibirku menyedot bibirnya dan kadang dengan gemas menyedot puting susunya. Dan pantatku tetap dengan kuat menekan vaginanya dengan berputar saja tanpa mengocoknya. Dengan cara begitu rupanya dia senang. Akhirnya kurasakan siraman hangat di kepala penisku. Ternyata dia sudah keluar dengan jurus pembuka ini.
“Akhh.. Mas.. Aku keluar..” katanya dengan kedua pahanya mengunci pinggangku dengan kuatnya sampai akhirnya kurasakan melemas dan jatuh terlentang di tempat tidur.
Aku yang masih belum apa-apa menarik tubuhnya ke tepi tempat tidur. Setengah badannya ditempat tidur, sementara tepat pantatnya mengganjal di sudut tempat tidur dengan kaki menjuntai ke bawah. Oh indahnya vaginanya menggembung menantang.
Garis belahan vaginanya dari atas sampai kebawah memanjang membelah dua bibir yang menggembung itu. Kuusap-usap lagi dengan jari tengahku mengikuti belahan vagina tersebut. Saat kulihat dia siap, kurarahkan batang kontolku ke lubang vaginanya.
“Oohh.. Mas.. Ampun.. Masshh.. Biarlah aku jadi budakmu, asal kau bayar dengan kontolmu..” katanya memasrahkan diri saking nikmatnya.
“Makan semuanya.. Akhh.. Ambil.. Ambil vaginaku.. Mas..” katanya terputus-putus karena hentakan pantatku sangat cepat.
Seperti piston begitu penisku keluar masuk vaginanya sambil mengeluarkan suara berdecak-decak membuat badannya terlonjak-lonjak di tempat tidur. Kedua tangannya mencengkram kasur dan dia berusaha menegakkan kepalanya melihat keluar masuknya kontolku di vaginanya.
Wajahnya seperti mau menangis padahal karena merasakan nikmat yang belum pernah dia dapatkan. Tak berapa lama kemabali kurasakan kepala kontolku disiram cairan hangat di dalam vaginanya.
“Akhh.. Aku keluar lagi Mas.. Kau hebat.. Belum apa-apa” katanya memuji karena beroleh kepuasan yang luar biasa.
Sebenarnya aku telah dipuncak gairah, tapi karena timingnya nggak tepat agar bersamaan keluar, akhirnya kukendorkan lagi, biarlah dia orgasme berikutnya agar kami sama-sama keluar, pikirku. Masih setengah badannya di tempat tidur, kubalikkan tubuhnya sehingga pantatnya tertungging dan kaki tertekuk ke bawah sementara buah dadanya tergencet tubuhnya dengan tempat tidur.
Posisi ini sangat menantang, pantatnya bulat padat berisi dengan gundukan vaginanya terjepit di batang pahanya yang padat. Klitorisnya mengintip di celah vaginanya yang terjepit itu dengan genit. Dengan dua tangan kubuka bongkahan pantatnya dan agak menekan sehingga vaginanya keluar dari persembunyiannya.
Lubang vaginanya langsung mencuat ke atas mengundang batang zakarku untuk memasukinya. Kutempelkan kepala penisku tepat di lubang vaginanya, lalu kutekan yang diiringi desisan yang keluar dari mulut kami berdua. Bless.. Bless.. Suara batang zakarku menelusuri liang vaginanya yang becek.
“Aukh.. Nikmat..” erangnya.
Kutekan terus pantatku sampai amblas semua batang zakarku. Kemudian kususupkan tanganku meraih susunya yang tergencet tempat tidur. Setelah kubetot dua-duanya, kuciumi sebentar punggungnya dan tengkuknya. Perlahan kugoyayang pantatku sehingga penisku keluar masuk vaginanya. Kuhentak-hentakkan pantatku sambil memeluknya dengan kuat.
“Okhh.. Mas.. Kau pintar sekali.. Nyaman bangat posisi gini..” erangnya mendesah-desah.
Terus kupercepat kocokan penisku di vaginanya yang banjir. Sebenarnya tadi dia mau membersihkannya, tapi kularang, biar bunyi, kataku. Sepertinya dia sudah semakin puncak, pantatnya semakin dia tunggingkan menyambut sodokan penisku.
“Ayohh.. Jantanku.. Semakin kuat.. Ayoh.. Puaskan aku.” katanya sangat bergairah.
“Aku janji akan memberi apa yang kamu mau asal yang satu ini sel`lu tersedia untukku,” katanya lagi semakin ngawur.
Memang kalau orang menemukan sesuatu yang membuatnya bahagia, akan bertekuk lutut di hadapannya. Kurasakan waktuku sudah dekat, kupercepat kocokan penisku di vaginanya, semakin cepat, cepat, dan tiba-tiba kutangkap kuat buah dadanya dan mendekapkan dadaku ke punggungnya, sementara tangannya menangkap pantatku dan mengangkat kepalanya. Sodokan terakhir kuhentak sekuat-kuatnya yang disambut dengan tunggingan pantatnya dan..
“Akhh.. Aku keluar.. Sayang.. Akh. Akh..” erangku melepas spermaku yang muncrat kuat memenuhi rahimnya sampai terasa banjir di seluruh liang vaginanya.
“Okh.. Enaknya..” katanya mengakhiri sisa-sisa orgasmenya.
“Akh.. Sungguh kamu luar biasa Mas..” katanya dengan ekspresi lega di wajahnya.
Sementara penisku masih tertancap di vaginanya dan tubuhku masih menindih tubuhnya yang tengkurap. Setelah kami tenang, kucoba mencabut penisku dari jepitan veginanya yang masih terasa kuat menjepit. Bunyi plok, terdengar katika kepala penisku tercabut dari lubang vaginanya. Kami merubah posisi rebahan di tempat tidur dengan kepalanya bersandar di dadaku.
“Makasih ya mas, belum pernah aku merasa sepuas ini,” katanya bahagia.
“Emangnya suamimu gimana?” tanyaku mencoba menyelidiki.
“Sebenarnya aku nggak mau kita membicarakan itu, cukup kita berdua saja,” Katanya.
“Oke, nggak apa-apa” kataku.
Demikianlah dari siang sampai sore kami melakukannya seolah tidak pernah puas. Benar permintaannya terpenuhi. Jadilah lemas semua badannya ketika pulang tetapi membawa sejuta kenikmatan.




Duniabola99.com – foto cewek cantik Vanessa Varacruz melepaskan pakaiannya yang pendek diluar ruangan menampilkan toketnya yang gede dan megangkang sambil duduk dilantai menempilkan memeknya yang bulunya lebat tercukur rapi dan tembem. Situs Judi Bola


Duniabola99.com – foto cewek pirang sekolahan Jamie Reamz masih berseragam sekolah dientot oleh gurunya ruang kantor yang lagi sepi dan menghantam keras dengan kontolnya yang gede dan menembakkan sperma yang banyak kemuka




Duniabola99.com – Yang satu ini adalah lanjutan dari kisahku yang berjudul ‘Kenangan Bersama Sopirku’ jadi kejadiannya sudah cukup lama, waktu aku masih kelas tiga SMU, umurku juga masih 18 tahun ketika itu. Sejak aku menyerahkan tubuhku pada Tohir, sopirku, dia sering memintaku melakukannya lagi setiap kali ada kesempatan, bahkan terkadang aku dipaksanya melayani nafsunya yang besar itu.
Ketika di mobil dengannya tidak jarang dia suruh aku mengoralnya, kalaupun tidak, minimal dia mengelus-elus paha mulusku atau meremas dadaku. Pernah malah ketika kedua orang tuaku keluar kota dia ajak aku tidur bersamanya di kamarku. Memang di depan orang tuaku dia bersikap padaku sebagaimana sopir terhadap majikannya, namun begitu jauh dari mereka keadaan menjadi berbalik akulah yang harus melayaninya. Mulanya sih aku memang agak kesal karena sikapnya yang agak kelewatan itu, tapi di lain pihak aku justru menikmatinya.
Tepatnya dua minggu sebelum ebtanas, aku sedang belajar sambil selonjoran bersandar di ujung ranjangku. Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 23.47, suasananya hening sekali pas untuk menghafal. Tiba-tiba konsentrasiku terputus oleh suara ketukan di pintu. Kupikir itu Mamaku yang ingin menengokku, tapi ketika pintu kubuka, jreenngg.. Aku tersentak kaget, si Tohir ternyata.
“Ih, ngapain sih Bang malam-malam gini, kalau keliatan Papa Mama kan gawat tahu”
“Anu Non, nggak bisa tidur nih.. Mikirin Non terus sih, bisa nggak Non sekarang.. Sudah tiga hari nih?” katanya dengan mata menatapi tubuhku yang terbungkus gaun tidur pink.
“Aahh.. Sudah ah Bang, saya kan harus belajar sudah mau ujian, nggak mau sekarang ah!” omelku sambil menutup pintu.
Namun sebelum pintu tertutup dia menahannya dengan kaki, lalu menyelinap masuk dan baru menutup pintu itu dan menguncinya.
“Tenang saja Non, semua sudah tidur dari tadi kok, tinggal kita duaan saja” katanya menyeringai.
“Jangan ngelunjak Bang.. Sana cepet keluar!” hardikku dengan telunjuk mengarah ke pintu.
Bukannya menuruti perintahku dia malah melangkah mendekatiku, tatapan matanya tajam seolah menelanjangiku.
“Bang Tohir.. Saya bilang keluar.. Jangan maksa!” bentakku lagi.
“Ayolah Non, cuma sebentar saja kok.. Abang sudah kebelet nih, lagian masa Non nggak capek belakangan ini belajar melulu sih” ucapnya sambil terus mendekat. Agen Bola Terpercaya
Aku terus mundur selangkah demi selangkah menghindarinya, jantungku semakin berdebar-debar seperti mau diperkosa saja rasanya. Akhirnya kakiku terpojok oleh tepi ranjangku hingga aku jatuh terduduk di sana. Kesempatan ini tidak disia-siakan sopirku, dia langsung menerkam dan menindih tubuhku. Aku menjerit tertahan dan meronta-ronta dalam himpitannya. Namun sepertinya reaksiku malah membuatnya semakin bernafsu, dia tertawa-tawa sambil menggerayangi tubuhku. Aku menggeleng kepalaku kesana kemari saat dia hendak menciumku dan menggunakan tanganku untuk menahan laju wajahnya.
“Mmhh.. Jangan Bang.. Citra nggak mau!” mohonku.
Aneh memang, sebenarnya aku bisa saja berteriak minta tolong, tapi kenapa tidak kulakukan, mungkin aku mulai menikmatinya karena perlakuan seperti ini bukanlah pertama kalinya bagiku, selain itu aku juga tidak ingin ortuku mengetahui skandal-skandalku. Breett.. Gaun tidurku robek sedikit di bagian leher karena masih memberontak waktu dia memaksa membukanya. Dia telah berhasil memegangi kedua lenganku dan direntangkannya ke atas kepalaku. Aku sudah benar-benar terkunci, hanya bisa menggelengkan kepalaku, itupun dengan mudah diatasinya, bibirnya yang tebal itu sekarang menempel di bibirku, aku bisa merasakan kumis pendek yang kasar menggesek sekitar bibirku juga deru nafasnya pada wajahku.
Kecapaian dan kalah tenaga membuat rontaanku melemah, mau tidak mau aku harus mengikuti nafsunya. Dia merangsangku dengan mengulum bibirku, mataku terpejam menikmati cumbuannya, lidahnya terus mendorong-dorong memaksa ingin masuk ke mulutku. Mulutku pun pelan-pelan mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk dan bermain di dalamnya, lidahku secara refleks beradu karena dia selalu menyentil-nyentil lidahku seakan mengajaknya ikut menari. Suara desahan tertahan, deru nafas dan kecipak ludah terdengar jelas olehku.
Mataku yang terpejam terbuka ketika kurasakan tangan kasarnya mengelusi paha mulusku, dan terus mengelus menuju pangkal paha. Jarinya menekan-nekan liang vaginaku dan mengusap-ngusap belahan bibirnya dari luar. Birahiku naik dengan cepatnya, terpancar dari nafasku yang makin tak teratur dan vaginaku yang mulai becek. Tangannya sudah menyusup ke balik celana dalamku, jari-jarinya mengusap-usap permukaannya dan menemukan klitorisku, benda seperti kacang itu dipencet-pencet dan digesekkan dengan jarinya membuatku menggelinjang dan merem-melek menahan geli bercampur nikmat, terlebih lagi jari-jari lainnya menyusup dan menyetuh dinding-dinding dalam liang itu.
“Ooohh.. Non Citra jadi tambah cantik saja kalau lagi konak gini!” ucapnya sambil menatapi wajahku yang merona merah dengan matanya yang sayu karena sudah terangsang berat.
Lalu dia tarik keluar tangannya dari celana dalamku, jari-jarinya belepotan cairan bening dari vaginaku.
“Non cepet banget basahnya ya, lihat nih becek gini” katanya memperlihatkan jarinya yang basah di depan wajahku yang lalu dijilatinya.
Kemudian dengan tangan yang satunya dia sibakkan gaun tidurku sehingga payudaraku yang tidak memakai bra terbuka tanpa terhalang apapun. Matanya melotot mengamat-ngamati dan mengelus payudaraku yang berukuran 34B, dengan puting kemerahan serta kulitnya yang putih mulus. Teman-teman cowokku bilang, bahwa bentuk dan ukuran payudaraku ideal untuk orang Asia, kencang dan tegak seperti punya artis bokep Jepang, bukan seperti punya bule yang terkadang oversize dan turun ke bawah.
“Nnngghh.. Bang” desahku dengan mendongak ke belakang merasakan mulutnya memagut payudaraku yang menggemaskan itu.
Mulutnya menjilat, mengisap, dan menggigit pelan putingnya. Sesekali aku bergidik keenakan kalau kumis pendeknya menggesek putingku yang sensitif. Tangan lainnya turut bekerja pada payudaraku yang sebelah dengan melakukan pijatan atau memainkan putingnya sehingga kurasakan kedua benda sensitif itu semakin mengeras. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan meremasi rambutnya yang sedang menyusu.
Puas menyusu dariku, mulutnya perlahan-lahan turun mencium dan menjilati perutku yang rata dan terus berlanjut makin ke bawah sambil tangannya menurunkan celana dalamku. Sambil memeloroti dia mengelusi paha mulusku. Cd itu akhirnya lepas melalui kaki kananku yang dia angkat, setelah itu dia mengulum sejenak jempol kakiku dan juga menjilati kakiku. Darahku semakin bergolak oleh permainannya yang erotis itu. Selanjutnya dia mengangkat kedua kakiku ke bahunya, badanku setengah terangkat dengan selangkangan menghadap ke atas.
Aku pasrah saja mengikuti posisi yang dia inginkan, pokoknya aku ingin menuntaskan birahiku ini. Tanpa membuang waktu lagi dia melumat kemaluanku dengan rakusnya, lidahnya menyapu seluruh pelosok vaginaku dari bibirnya, klitorisnya, hingga ke dinding di dalamnya, anusku pun tidak luput dari jilatannya. Lidahnya disentil-sentilkan pada klitorisku memberikan sensasi yang luar biasa pada daerah itu. Aku benar-benar tak terkontrol dibuatnya, mataku merem-melek dan berkunang-kunang, syaraf-syaraf vaginaku mengirimkan rangsangan ini ke seluruh tubuh yang membuatku serasa menggigil.
“Ah.. Aahh.. Bang.. Nngghh.. Terus!” erangku lebih panjang di puncak kenikmatan, aku meremasi payudaraku sendiri sebagai ekspresi rasa nikmat
Tohir terus menyedot cairan yang keluar dari sana dengan lahapnya. Tubuhku jadi bergetar seperti mau meledak. Kedua belah pahaku semakin erat mengapit kepalanya. Setelah puas menyantap hidangan pembuka berupa cairan cintaku, barulah dia turunkan kakiku. Aku sempat beristirahat dengan menunggunya membuka baju, tapi itu tidak lama. Setelah dia membuka baju, dia buka juga dasterku yang sudah tersingkap, kami berdua kini telanjang bulat.
Dia membentangkan kedua pahaku dan mengambil posisi berlutut di antaranya. Bibir vaginaku jadi ikut terbuka memancarkan warna merah merekah diantara bulu-bulu hitamnya, siap untuk menyambut yang akan memasukinya. Namun Tohir tidak langsung mencoblosnya, terlebih dulu dia gesek-gesekkan penisnya yang besar itu pada bibirnya untuk memancing birahiku agar naik lagi. Karena sudah tidak sabar ingin segera dicoblos, aku meraih batang itu, keras sekali benda itu waktu kugenggam, panjang dan berurat lagi.
“Aaakkhh..!” erangku lirih sambil mengepalkan tangan erat-erat saat penisnya melesak masuk ke dalamku
“Aauuhh..!” aku menjerit lebih keras dengan tubuh berkelejotan karena hentakan kerasnya hingga penis itu tertancap seluruhnya pada vaginaku.
Untung saja kamar Papa Mamaku di lantai dasar dan letaknya cukup jauh dari kamarku, kalau tidak tentu suara-suara aneh di kamarku pasti terdengar oleh mereka, bagaimanapun sopirku ini termasuk nekad berani melakukannya di saat dan tempat seperti ini, tapi justru disinilah sensasinya ngeseks di tempat yang ‘berbahaya’. Dengan gerakan perlahan dia menarik penisnya lalu ditekan ke dalam lagi seakan ingin menikmati dulu gesekan-gesekan pada himpitan lorong sempit yang bergerinjal-gerinjal itu. Aku ikut menggoyangkan pinggul dan memainkan otot vaginaku mengimbangi sodokannya. Responku membuatnya semakin menggila, penisnya semakin lama menyodok semakin kasar saja, kedua gunungku jadi ikut terguncang-guncang dengan kencang.
Kuperhatikan selama menggenjotku otot-otot tubuhnya mengeras, tubuhnya yang hitam kekar bercucuran keringat, sungguh macho sekali, pria sejati yang memberiku kenikmatan sejati. Suara desahanku bercampur baur dengan erangan jantannya dan derit ranjang. Butir-butir keringat nampak di sejukur tubuhku seperti embun, walaupun ruangan ini ber-ac tapi aku merasa panas sekali.
“Uugghh.. Non Citra.. Sayang.. Kamu emang uenak tenan.. Oohh.. Non cewek paling cantik yang pernah abang entotin” Tohir memgumam tak karuan di tengah aktivitasnya.
Dia menurunkan tubuhnya hingga menindihku, kusambut dengan pelukan erat, kedua tungkaiku kulingkarkan di pinggangnya. Dia mendekatkan mulutnya ke leher jenjangku dan memagutnya. Sementara di bawah sana penisnya makin gencar mengaduk-aduk vaginaku, diselingi gerakan berputar yang membuatku serasa diaduk-aduk. Tubuh kami sudah berlumuran keringat yang saling bercampur, akupun semakin erat memeluknya. Aku merintih makin tak karuan menyambut klimaks yang sudah mendekat bagaikan ombak besar yang akan menghantam pesisir pantai.
Namun begitu sudah di ambang klimaks, dia menurunkan frekuensi genjotannya. Tanpa melepaskan penisnya, dia bangkit mendudukkan dirinya, maka otomatis aku sekarang diatas pangkuannya. Dengan posisi ini penisnya menancap lebih dalam pada vaginaku, semakin terasa pula otot dan uratnya yang seperti akar beringin itu menggesek dinding kemaluanku. Kembali aku menggoyangkan badanku, kini dengan gerakan naik-turun. Dia merem-melek keenakan dengan perlakuanku, mulutnya sibuk melumat payudaraku kiri dan kanan secara bergantian membuat kedua benda itu penuh bekas gigitan dan air liur. Tangannya terus menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku, mengelusi punggung, pantat, dan paha.
Tak lama kemudian aku kembali mendekati orgasme, maka kupercepat goyanganku dan mempererat pelukanku. Hingga akhirnya mencapai suatu titik dimana tubuhku mengejang, detak jantung mengencang, dan pandangan agak kabur lalu disusul erangan panjang serta melelehnya cairan hangat dari vaginaku. Saat itu dia gigit putingku dengan cukup keras sehingga gelinjangku makin tak karuan oleh rasa perih bercampur nikmat. Ketika gelombang itu berangsur-angsur berlalu, goyanganku pun makin mereda, tubuhku seperti mati rasa dan roboh ke belakang tapi ditopang dengan lengannya yang kokoh.
Dia membiarkanku berbaring mengumpulkan tenaga sebentar, diambilnya tempat minum di atas meja kecil sebelah ranjangku dan disodorkan ke mulutku. Beberapa teguk air membuatku lebih enakan dan tenagaku mulai pulih berangsur-angsur.
“Sudah segar lagi kan Non? Kita terusin lagi yuk!” sahut Tohir senyum-senyum sambil mulai menggerayangi tubuhku kembali.
“Habis ini sudahan yah, takut ketahuan nih,” kataku.
Kali ini tubuhku dibalikkan dalam posisi menungging, kemudian dia mulai menciumi pantatku. Lidahnya menelusuri vagina dan anusku memberiku sensasi geli. Kemudian aku merasa dia meludahi bagian duburku, ya ketika kulihat ke belakang dia memang sedang membuang ludahnya beberapa kali ke daerah itu, lalu digosok-gosokkan dengan jarinya. Oh.. Jangan-jangan dia mau main sodomi, aku sudah lemas dulu membayangkan rasa sakitnya ditusuk benda sebesar itu pada daerah situ padahal dia belum juga menusuk. Pertama kali aku melakukan anal sex dengan temanku yang penisnya tidak sebesar Tohir saja sudah sakit banget, apalagi yang sebesar ini, aduh bisa mampus gua pikirku.
Benar saja yang kutakutkan, setelah melicinkan daerah itu dia bangkit dengan tangan kanan membimbing penisnya dan tangan kiri membuka anusku. Aku meronta ingin menolak tapi segera dipegangi olehnya.
“Jangan Bang.. Jangan disitu, sakit!” mohonku setengah meronta.
“Tenang Non, nikmati saja dulu, ntar juga enak kok” katanya dengan santai.
Aku merintih sambil menggigit guling menahan rasa perih akibat tusukan benda tumpul pada duburku yang lebih sempit dari vaginaku. Air mataku saja sampai meleleh keluar.
“Aduuhh.. Sudah dong Bang.. Citra nggak tahan” rintihku yang tidak dihiraukannya.
“Uuhh.. Sempit banget nih” dia mengomentariku dengan wajah meringis menahan nikmat.
Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Dia diamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga kupakai untuk membiasakan diri dan mengambil nafas.
Aku menjerit kecil saat dia mulai menghujamkan penisnya. Secara bertahap sodokannya bertambah kencang dan kasar sehingga tubuhku pun ikut terhentak-hentak. Tangannya meraih kedua payudaraku dan diremas-remasnya dengan brutal. Keringat dan air mataku bercucuran akibat sensasi nikmat di tengah-tengah rasa perih dan ngilu, aku menangis bukan karena sedih, juga bukan karena benci, tapi karena rasa sakit bercampur nikmat. Rasa sakit itu kurasakan terutama pada dubur dan payudara, aku mengaduh setiap kali dia mengirim hentakan dan remasan keras, namun aku juga tidak rela dia menyudahinya. Terkadang aku harus menggigit bibir atau bantal untuk meredam jeritanku agar tidak keluar sampai ke bawah sana.
Akhirnya ada sesuatu perasaan nikmat mengaliri tubuhku yang kuekspresikan dengan erangan panjang, ya aku mengalami orgasme panjang dengan cara kasar seperti ini, tubuhku menegang beberapa saat lamanya hingga akhirnya lemas seperti tak bertulang. Tohir sendiri menyusulku tak lama kemudian, dia menggeram dan makin mempercepat genjotannya. Kemudian dengan nafas masih memburu dia mencabut penisnya dariku dan membalikkan tubuhku. Spermanya muncrat dengan derasnya dan berceceran di sekujur dada dan perutku, hangat dan kental dengan baunya yang khas.
Tubuh kami tergolek lemas bersebelahan. Aku memejamkan mata dan mengatur nafas sambil merenungkan dalam-dalam kegilaan yang baru saja kami lakukan, sebuah hubungan terlarang antara seorang gadis dari keluarga kaya dan terpelajar yang cantik dan terawat dengan sopirnya sendiri yang kasar dan berbeda kelas sosial. Hari-hari berikutnya aku jadi semakin kecanduan seks, terutama seks liar seperti ini, dimana tubuhku dipakai orang-orang kasar seperti Tohir, dari situlah aku merasakan sensasinya.
Sebenarnya aku pernah ingin berhenti, tetapi aku tidak bisa meredam libidoku yang tinggi, jadi ya kujalani saja apa adanya. Untuk mengimbanginya aku rutin merawat diriku sendiri dengan fitness, olahraga, mandi susu, sauna, juga mengecek jadwal suburku secara teratur. Dua bulan ke depan Tohir terus memperlakukanku seperti budak seksnya sampai akhirnya dia mengundurkan diri untuk menemani istrinya yang menjadi TKW di Timur Tengah. Lega juga aku bisa lepas dari cengkeramannya, tapi terkadang aku merasa rindu akan keperkasaannya, dan hal inilah yang mendorongku untuk mencoba berbagai jenis penis hingga kini.

Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Penjual Jamu ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Aku sangat betah di kontrakanku yang aku tinggali sekarang walaupun harganya naik terus pertahunnya
tapi aku perpanjang dengan alasan karena memang tempatnya strategis dalam gang hanya ada rumah yang
aku tinggali, rumah temboknya tinggi jadi tidak ada orang yang bisa melihat kegiatanku didalam rumah
jadi merasa bebas.
Setelah Mia meninggalkan diriku . aku jadi jomblo. Mau pacaran aku malas dengan basa-basi dan berbagai
tuntutan. Untuk melampiaskan libido ku, siapa saja yang kusenangi sering Website Judi Online 303 kubawa ke kamar yang istimewa
ini. Karena alamatnya rumit banyak lika-likunya, tidak satu pun temen cewek ku yang berhasil mencari
alamat ku.
Suatu hari saat aku baru membeli rokok di warung aku berpapasan dengan penjual jamu yang cukup
mengagetkan. Wajahnya manis dan bodynya bahenol betul.
“Nggak salah ini orang jadi tukang jamu,” kata ku membatin.
“Mbak jamu” tegurku. Dia menoleh.
“Mau minum jamu mas ?” tanyanya.
“Iya tapi jangan di sini, ke rumah” ajakku dan dia ikut dibelakang ku.
Sesampai di rumah , si mbak melihat sekeliling.
“Wah enak juga tempatnya mas ya,” ujarnya.
“Mbak jamu apa yang bagus”
“Lha mas maunya untuk apa, apa yang mau untuk pegel linu, Panduan Judi 303 masuk angin atau jamu kuat”
“Kuat apa” tanya ku.
“Ya kuat segalanya” katanya sambil melirik.
“Genit juga si mbak” kata ku dalam hati.
“Aku minta jamu kuat lah mbak, biar kalau malam kuat melek bikin skripsi.”
Tapi terus terang aku kurang mempunyai keberanian untuk menggoda dan mengarahkan pembicaraan ke yang
porno-porno. Sejak saat itu mbak jamu jadi sering menghampiriku.
“Mas kemarin kemana saya kesini kok rumahnya dikunci. Saya ketok sampai pegel nggak ada yang buka.”
“Oh ya kemarin ada kuliah sore jadi saya dari pagi sampai malam di kampus” kataku.
“Mas ini mas jamu kunyit asam, bagus untuk anak muda, biar kulitnya cerah dan jauh dari penyakit.”
“Mbak suaminya mana ?” tanya ku iseng.
“Udah nggak punya suami mas, kalau ada ngapain jualan jamu berat-berat.”
“Anak punya mbak ?”
“Belum ada mas, orang suami saya dulu udah tua, mungkin bibitnya udah abis.”
Kami semakin akrab sehingga hampir setiap hari aku jadi Bandar Judi Online 303 langganannya. Kadang-kadang lagi nggak punya
duit, dia tetap membuatkan jamu untuk ku. Dia pun sudah tidak canggung lagi masuk ke rumah ku. Bahkan
dia sering numpang ke WC.
Cerita Sex Penjual Jamu Mbak Wisti, begitulah dia mengaku namanya setelah beberapa kali mengantar jamu . Dia kini memasuki
usia 27 tahun, asalnya dari daerah Wonogiri. Mbak Wisti menganggap rumah ku sebagai tempat
persinggahan tetapnya. Dia selalu protes keras jika aku tidak ada di rumah.
Semula Mbak Wisti mengunjungi ku pada sekitar pukul 13. Tapi kini dia datang selalu sekitar pukul 5
sore. Kalau dia datang ke rumah ku jamunya juga sudah hampir habis. Paling paling sisa segelas untuk
ku.
Rupanya Mbak Wisti menjadikan rumah ku sebagai terminal terakhir. Ia pun kini makin berani. Dia tidak
hanya menggunakan kamar mandiku untuk buang hajat kecil, tetapi kini malah sering mandi. Sampai sejauh
ini aku menganggapnya sebagai kakakku saja.
Karena dia pun menganggapku sebagai adiknya. Sering kali dia membawa dua bungkus mi instan lalu
direbus di rumah ku dan kami sama-sama menikmatinya.
Sebetulnya pikiran jorokku sudah menggebu-gebu untuk menikmati tubuh mbak Wisti ini. Namun keberanian
ku untuk memulainya belum kutemukan. Mungkin juga karena aku tidak berani kurang ajar jadi Mbak Wisti
makin percaya pada diri ku. Padahal wooo ngaceng.
Aku hanya berani mengintip jika Mbak Wisti mandi. Lubang yang Agen Judi Pulsa sudah kusiapkan membuatku makin ngaceng
saja kalau menikmati intaian. Tapi bagaimana nih cara mulainya.
“Mas boleh nggak saya nginep di sini ?” tanya Mbak Wisti suatu hari.
“Saya mau pulang jauh dan sekarang sudah kesorean, lagi pula besok saya nggak jualan, capek., ”
katanya beralasan tanpa saya tanya.
“Lha Mbak, tempat tidurnya cuma satu”
“Nggak pa-pa, saya tidur di tiker aja. Mas yang tidur di kasur.”
“Bener nih,” kata ku, dengan perasaan setengah gembira.
Karena kupikir inilah kesempatan untuk menyergapnya.
“Iya nggak apa-apa koq” katanya.
Tanpa ada rasa canggung dia pun masuk kamar mandi dan mandi sepuasnya. Aku pun tidak menyia-nyiakan
kesempatan untuk kembali mengintainya. Badannya mulus walaupun kulitnya tidak putih, tetapi bentuk
tubuhnya sangat sempurna sebagai seorang wanita.
Sayang dia miskin, kalau kaya mungkin bisa jadi bintang film, pikir ku. Teteknya cukup besar, mungkin
ukuran 36, pentilnya kecil dan bulu jembutnya tebal sekali. Mungkin ada hubungannya dengan kumis tipis
yang ada di atas bibirnya itu.
Selesai mandi, kini giliranku masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Aku nggak tahan , sehingga
kesempatan mandi juga kugunakan untuk ngloco.
“Mas mandinya koq lama sekali sih, ngapain aja” tanyanya mengagetkan.
“Ah biasa lah keramas sekalian biar seger” kata ku.
“Itu saya buatkan kopi, jadi keburu dingin deh, abis mandinya lama banget.”
Malam itu kami ngobrol ke sana-kemari dan aku berusaha Panduan Judi Pulsa mengorek informasi sebanyak mungkin mengenai
dirinya.
“Mas suka di pijet nggak” katanya tiba-tiba.
“Wah nggak, nggak nolak” kata ku bercanda.
“Sini saya pijetin mas.”
Tanpa menunggu terlalu lama aku segera menuju ke kamar dikuti mbak Wisti dan semua baju dan celana ku
ku buka tinggal celana dalam. Kumatikan lampu sehingga suasana kamar jadi agak remang-remang.
Nggak nyangka sama sekali, ternyata mbak Wisti pinter sekali memijat. Dia menggunakan cairan body
lotion yang dibawanya untuk melancarkan mengurut. Aku benar-benar pasrah. Meski ngaceng berat, tetapi
aku nggak berani kurang ajar.
Cilakanya Mbak Wisti ini tidak canggung sedikit pun merambah seluruh tubuhku sampai mendekati si
dicky. Beberapa kali malah ke senggol sedikit, membuat jadi tambah tegang aja.
“Mas celananya dibuka saja ya biar nggak kena cream.”
“Terserahlah mbak” kata ku pasrah.
Dengan cekatan dia memelorotkan celana dalam. Sehingga aku kini jadi telanjang bulat.
“Apa mbak nggak malu melihat saya telanjang” tanya ku.
“Ah nggak apa-apa, saya dulu sering memijat suami saya.”
“Dia yang ngajari saya mijet.”
Tegangan ku makin tinggi karena tangan nya tanpa ragu-ragu menyenggol kemaluan ku. Dia lama sekali
memijat bagian dalam paha ku, tempat yang paling sensitive dan paling merangsang. Mungkin kalau ada
kabel di hubungkan diriku dengan lampu, sekarang lampunya bakal menyala, orang teganganku sudah mulai
memuncak.
Cerita Sex Penjual Jamu Aku tidur telungkup sambil berfikir, gimana caranya memulai. Akhirnya aku berketetapan tidak mengambil
inisiatif. Aku akan mengikuti kemana kemauan Mbak Wisti. Kalau terjadi ya terjadilah, kalau nggak yaa
lain kali mungkin. Tapi aku ingin menikmati dominasi perempuan atas laki-laki.
Setelah sekitar satu jam aku tidur telungkup, Mbak Wisti memerintahkan aku telentang. Tanpa ragu dan
tanpa rasa malu dan bersalah aku segera menelentangkan badan ku. Otomatis si dicky yang dari tadi
berontak, kini bebas tegak berdiri.
Celakanya si dicky tidak menjadi perhatian Mbak Wisti dia tenang saja memijat dan sedikitpun tidak
berkomentar mengenai dicky ku. Kaki kiri, kaki kanan, paha kiri, paha kanan, kepala tangan kiri,
tangan kanan, lalu perut. Bukan hanya perut tetapi si Dicky pun jadi bagian yang dia pijat. Aku
melenguh.
“Aduh mbak”
“Kenapa mas” katanya agak manja.
“Aku nggak tahan, ngaceng banget”
“Ah nggak apa-apa tandanya mas normal”
“Udah tengkurep lagi mas istirahat sebentar saya mau ke kamar mandi sebentar.”
Lama sekali dia di kamar mandi, sampai aku akhirnya tertidur dalam keadaan telungkup dan telanjang.
Tiba-tiba aku merasa ada yang menindihku dan kembali kurasakan pijatan di bahu.
Dalam keadaan setengah sadar kurasakan ada seusatu yang agak berbeda. Kenapa punggungku yang
didudukinya terasa agak geli
Kucermati lama-lama aku sadar yang mengkibatkan rasa geli itu ada bulu-bulu apa mungkin Mbak Wisti
sekarang telanjang memijatiku. Ternyata memang benar begitu. Tetapi aku diam saja tidak berkomentar.
Kunikmati usapan bulu jembut yang lebat itu di punggungku. Kini aku sadar penuh , dan dicky yang dari
tadi bangun meski aku sempat tertidur makin tegang. Wah kejadian deh sekarang, pikirku dalam hati.
“Balik mas katanya” setelah dia turun dari badan ku
Aku berbalik dan ruangan jadi gelap sekali. Ternyata semua lampu dimatikannya. Aku tidak bisa melihat
Mbak Wisti ada dimana. Dia kembali memijat kakiku lalu duduk di atas kedua pahaku. Ia terus naik
memijat bagian dadaku dan seiring dengan itu, jembutnya berkali-kali menyapu si dicky. Kadang-kadang
si dicky ditindihnya sampai lama dan dia melakukan gerakan maju mundur.
Beberapa saat kemudian aku merasa mbak Wisti mengambil posisi jongkok dan tangannya memegang batang si
dicky. Pelan-pelan di tuntun kepala si dicky memasuki lubang kemaluannya. Aku pasrah saja dan sangat
menikmati dominasi perempuan. Lubangnya hangat sekali dan pelan-pelan seluruh tubuh si dicky masuk ke
dalam lubang vagina mbak waty.
Mbak Wisti lalu merebahkan dirinya memeluk diriku dan pantatnya naik turun, sehingga si dicky keluar
masuk . Kadang-kadang saking hotnya si dicky sering lepas, lalu dituntunnya lagi masuk ke lubang yang
diinginkan. Karena aku tadi sudah ngloco dan posisiku di bawah, aku bisa menahan agar mani ku tidak
cepat muncrat. Gerakan mbak Wisti makin liar dan nafasnya semakin memburu.
Tiba-tiba dia menjerit tertahan dan menekan sekuat-kuatnya kemalauannya ke si dicky. Dia berhenti
bergerak dan kurasakan lubang vaginanya berdenyut-denyut. Mbak Wisti mencapai orgasmenya yang pertama.
Dia beristirahat dengan merebahkan seluruh tubuhnya ke tubuhku. Jantungnya terasa berdetak cepat. Aku
mengambil alih dan membalikkan posisi tanpa melepas si dicky dari lubang memiaw mabak Wisti. Ku atur
posisi yang lega dan mencari posisi yang paling enak dirasakan oleh memiaw mbak Wisti.
Aku pernah membaca soal G-spot. Titik itulah yang kucari dengan memperhatikan reaksi mbak Wisti.
Akhirnya kutemukan titik itu dan serangan terus ku kosentasikan kepada titik itu sambil memaju dan
memundurkan si dicky.
Mbak Wisti mulai melenguh-lenguh dan tak berapa lama dia berteriak, dia mencapai klimaks tertinggi
sementara itu aku juga sampai pada titik tertinggi ku. Dalam keadaan demikian yang terpikir hanya
bagaimana mencapai kepuasan yang sempurna.
Kubenamkan si dicky sedalam mungkin dan bertahan pada posisi itu sekitar 5 menit. tongkolku
berdenyut-denyut dan vaginanya mbak Wisti juga berdenyut lama sekali.
“Mas terima kasih ya, saya belum pernah main sampai seenak ini.”
“Saya ngantuk sekali mas.”
“Ya sudah lah tidur dulu.”
Cerita Sex Penjual Jamu Aku bangkit dari tempat tidur dan masuk kamar mandi membersihkan si dicky dari mani yang belepotan.
Aku pun tidak lama tertidur. Paginya sekitar pukul 5 aku bangun dan ternyata mbak Wisti tidur di
samping ku. Kuraba memiawnya, lalu ku cium, tangan ku, bau sabun.
Berarti dia tadi sempat bangun dan membersihkan diri lalu tidur lagi. Dia kini tidur nyenyak dengan
ngorok pelan.
Kuhidupkan lampu depan sehingga kamar menjadi agak remang-remang. Kubuka atau kukangkangkan kedua
kakinya. Aku tiarap di antara kedua pahanya dan kusibakkan jembut yang lebat itu untuk memberi ruang
agar mulutku bisa mencapai memiawnya. Markas Judi Online Dominoqq
Lidahku mencari posisi clitoris mbak Wisti. Perlahan-lahan kutemukan titik itu aku tidak segera
menyerang ujung clitoris, karena kalau mbak Wisti belum terangsang dia akan merasa ngilu. Daerah
sekitar clitoris aku jilat dan lama-lama mulai mengeras dan makin menonjol.
“Mas kamu ngapain mas, jijik mas udah, mas” tangannya mendorong kepala ku, tetapi kutahu tenaganya
tidak sunguh-sungguh karena dia juga mulai mengelinjang.
Tangannya kini tidak lagi mendorong kepalaku, mulutnya berdesis-desis dan diselingin teriakan kecil
manakala sesekali kusentuh ujung clitorisnya dengan lidahku.
Setelah kurasakan clitorisnya menonjol penuh dan mengeras serangan ujung lidahku beralih ke ujung
clitoris. Pinggul mbak Wisti mengeliat seirama dengan gerakan lidahku. Tangannya kini bukan berusaha
menjauhkan kepalaku dari vaginanya tetapi malah menekan, sampai aku sulit bernafas.
Tiba-tiba dia menjepitkan kedua pahanya ke kepalaku dan menekan sekeras-kerasnya tangannya ke kepalaku
untuk semakin membenam. Vaginanya berdenyut-denyut. Dia mencapai klimak. Beberapa saaat kupertahankan
lidah ku menekan clitorisnya tanpa menggerak-gerakkannya.
Setelah gerakannya berhenti aku duduk di antara kedua pahanya dan kumasukkan jari tengah ke dalam
memiawnya kucari posisi G-spot, dan setelah teraba kuelus pelan. Dengan irama yang tetap. Mbak Wisti
kembali menggerakkan pinggulnya dan tidak lama kemudian dia menjerit dan menahan gerakan tanganku di
dalam memiawnya. Lubang vaginanya berdenyut lama sekali.
“Aduh mas ternyata mas pinter sekali.”
“Aku kira mas nggak suka perempuan. Aku sampai penasaran mancing-mancing mas, tapi kok nggak nyerang-
nyerang aku.”
“Jadi aku bikin alasan macem-macem supaya bisa berdua sama mas.”
“Aku segen mbak, takut dikira kurang ajar. Selain itu aku juga ingin menikmati jika didului
perempuan.”
“Ah mas nakal, menyiksa aku. Tapi aku suka mas orangnya sopan nggak kurang ajar kayak laki-laki lain.”
“Mas tadi kok nggak jijik sih jilati memiaw ku. Aku belum pernah lho digituin. Rasanya enak juga ya.”
kata Mbak Wisti.
Wisti mengaku ketika berhubungan dengan suaminya yang sudah tua dulu hanya hubungan yang biasa saja
dan itu pun mbak Wisti jarang sampai puas. Dia mengaku belum pernah berhubungan badan dengan orang
lain kecuali suaminya dan diriku.
“Pantes memiawnya enak sekali, peret mbak,” kata ku.
“Wong tukang jamu koq, yo terawat toh yo.”
“Sekarang gantian mbak, barang ku mbok jilati po’o.”
“Aku ra iso he mas”
“Nanti tak ajari.”
Mbak Wisti mengambil posisi diantara kedua pahaku dan mulai memegang si dicky dan pelan-pelan
memasukkan mulutnya ke ujung tongkol.
Dia berkali-kali merasa mau muntah, tetapi terus berusaha mengemut si dicky Setelah terbiasa akhirnya
dikulumnya seluruh batang tongkol ku sampai hampir mencapai pangkalnya. Aku merasa ujung si dicky
menyentuh ujung tenggorokkannya.
Dia memaju-mundurkan batang di dalam kulumannya . Ku instruksikan untuk juga melakukannya sambil
menghisap kuat-kuat.dia menuruti semua perintahku. Bagian zakarnya juga dijilatnya seperti yang
kuminta. Dia tidak lagi mau muntah tetapi mahir sekali. Setelah berlangsung sekitar 15 menit kini aku
perintahkan dia tidur telentang dan aku segera menindihnya.
“Mas tongkole kok enak tenan, keras sampai memiaw ku rasanya penuh sekali.”
Cerita Sex Penjual Jamu Kugenjor terus sambil kosentrasi mencari titik G. Tidak sampai 5 menit Mbak Wisti langsung berteriak
keras sekali. Dia mencapai orgasme tertinggi. Sementara aku masih agak jauh .
Setelah memberi kesempatan jeda sejenak.
Mbak Wisti kusuruh tidur nungging dan kami melakukan dengan Dogy Style. Rupanya pada posisi ini titik
G Mbak Wisti tergerus hebat sehingga kurang dari 3 menit dia berteriak lagi dan aku pun mencapai titik
tertinggi sehingga mengabaikan teriakannya dan kugenjot terus sampai seluruh maniku hambis di dalam
memiaw mbak Wisti.
Dia tertidur lemas, aku pun demikian. Sekitar jam 8 pagi kami terbangun dan bersepakat mandi bareng.
Badan Mbak Wisti memang benar-benar sempurna, Teteknya besar menentang, pinggulnya besar dan
pinggangnya ramping.
Setelah malam itu mbak Wisti jadi sering menginap di kamar ku. Sampai satu hari dia datang dengan muka
sedih.
“Mas aku disuruh pulang ke kampung mau dikawinkan sama Pak lurah.”
“Aku berat sekali mas pisah sama mas, tapi aku nggak bisa nolak keinginan orang tua ku,” katanya
bersedih.
Malam itu Mbak Wisti nginap kembali di kamar ku dan kami main habis-habisan. Seingat saya malam itu
saya sampai main 7 ronde, sehingga badan ku lemas sekali.
cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,



Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Birahi ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Penampilanku selalu keren dan modis namaku Ivan umur 23 tahun tubuh saya atletis dengan tinggi yang
ideal aku kelahiran Bandung jujur saja aku mempunyai gairah seks yang tinggi aku suka melakukan
hubungan seks dengan variasi berbagai gaya.
Aku sudah mempunyai istri yang tentunya cantik, kulitnya putih dan seksi tentunya supaya merangsang
nafsuku, kali ini aku akan bercerita pengalaman pribadiku saat aku mendapat undangan teman lamaku yang
bernama Alvin , dia adalah teman kuliahku saat di bangku kuliah di kota Surabaya.
Setelah lulus kita jarang kontak kontakan dan jarang bertemu saat ini di juga sudah menikah tapi aku
belum kenal dengan istrinya, Pada saat menghubungiku, Alvin mengatakan bahwa dia akan berada di
Jakarta selama satu minggu lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yang telah disediakan
oleh perusahaannya.
Dia juga datang bersama istrinya dan saat ini mereka juga belum mempunyai anak seperti aku dan
istriku, maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku
ataupun istri Alvin hanya ibu rumah tangga saja, sebab kami pikir kondisi itu lebih aman untuk
mempertahankan sebuah rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami tidaklah aman bagi
istri-istri kami.
Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Alvin dan istrinya.
“Hai… Alvin gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Fariha,”
kataku.
“Hai Van, nggak ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Fariha… apa kabar, ini Mella
istriku, Mella ini Ivan dan Fariha…” kata Alvin balik memperkenalkan istrinya dan mengajak kami masuk.
Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Alvin dan Mella.
Kulihat Fariha dan Mella cepat akrab walaupun mereka baru ketemu, begitu juga dengan aku dan Alvin.
Ketika Mella dan Fariha asyik ngobrol macam-macam, Alvin menarikku ke arah balkon yang ada dan segera
menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.
“Eh.. Van gua punya ide, mudah-mudahan aja elo setuju… karena ini pasti sesuai dengan kenakalan kita
dulu… gimana…” kata Alvin.
“Mengenai apa…” kataku.
“Tapi elo jangan marah ya… kalau nggak setuju…” kata Alvin lagi.
“Oke gua janji…” kataku.
“Begini… gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana kalau kita coba bermain
seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi tentunya, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh
pake istri kamu, gimana…” ucap Alvin.
“Ah.. gila kamu…” kataku spontan.
Cerita Sex Birahi Tetapi aku terdiam sejenak dan berpikir sambil memandangi Fariha dan Mella yang sedang asyik ngobrol.
Kulihat Mella sangat cantik tidak kalah cantiknya dengan Fariha, dan aku yakin bahwa sebagai laki-laki
aku sangat tertarik untuk menikmati tubuh seorang wanita seperti Fariha maupun Mella yang tidak kalah
dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.
“Gimana Van… kan kita akan sama-sama menikmatinya, tidak ada untung rugilah…” kata Alvin meminta
keputusanku lagi.
“Tapi gimana caranya… mereka pasti marah… kalau kita beritahu…” aku balik bertanya.
“Tenang aja, gua punya caranya kalau elo setuju…” kata Alvin lagi.
“Gua punya Pil perangsang… lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu.. tentunya dengan dosis
yang lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai bereaksi.”
“Oke… gua setuju..” kataku.
Dan kami pun mulai melaksanakan rencana kami tersebut.
Alvin mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil perangsang ke dalam dua buah gelas yang
sudah diisi soft drink yang akan kami berikan kepada Fariha dan Mella.
“Aduh.. asyik amat… apa sich yang diobrolin.. nich.. minumnya kita tambah…” kata Alvin sembari
memberikan gelas yang satu ke Mella, sedangkan aku memberikan yang satu lagi ke Fariha, karena
kebetulan minuman milik mereka yang sebelumnya kelihatan sudah habis.
Kemudian Fariha dan Mella langsung menenggak minuman yang kami berikan beberapa kali. Aku duduk di
samping Fariha dan Alvin duduk di dekat Mella, kami pun ikutan ngobrol bersama mereka.
Beberapa waktu kemudian, baik aku maupun Alvin mulai melihat Fariha dan Mella mulai sedikit
berkeringat dan gelisah sambil merubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut
mulai bereaksi, pikirku.
Kemudian Alvin berinisiatif mulai memeluk Mella istrinya dari samping, begitu juga aku, dengan sedikit
meniupkan desah nafasku ke tengkuk Fariha istriku.
“Mell… aku sayang kamu…” kata Alvin.
Kulihat tangannya mulai meraba paha Mella, istrinya.
“Eh Alvin… apaan.. sich kamu… kan malu… akh.. ah…” kudengar suara Mella halus.
“Nggak pa-pa.. ah… ah… kamu sayangku… ah…” desah Alvin meneruskan serangannya ke Mella.
Melihat kondisi itu, Fariha agak bingung… tapi aku tahu kalau dia pun mulai terangsang dan tak kuasa
menahan gejolak nafsunya.
“Lus… aku cinta kamu.. ukh… ulp… ah…”
Aku pun mulai memeluk Fariha istriku dan langsung mencium bibirnya dengan nikmat, dan kurasa Fariha
pun menikmatinya. Aku pun mulai memeluk tubuh istriku dari depan, dan tanganku pun mulai meraba bagian
pahanya sama seperti yang dilakukan oleh Alvin.
“Lus… akh… ak… kamu… sangat cantik sayang…” kataku.
“Akh.. Van… ah… ah…” desah istriku panjang, karena tanganku mulai menyentuh bagian depan kemaluannya,
dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, setelah terlebih dahulu menyibakkan CD-nya
secara perlahan.
Kulihat Alvin sudah membuka bajunya dan mulai perlahan membuka kancing baju Mella istrinya, yang
kelihatan sudah pasrah dan sangat terangsang.
“Ah.. Alvin… ah… ah… ah…” desah Mella kudengar. Dan Alvin sudah berhasil membuka seluruh pakaian
Mella, dan kulihat betapa mulusnya kulit Mella yang saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu pun
sudah berhasil ditarik oleh Alvin.
Tinggallah tubuh bugil Mella di atas sofa yang kami gunakan bersama itu dengan kelakuan Alvin pada
dirinya. Kulihat Alvin pun sudah membuka semua pakaiannya dan sekarang tanpa sehelai benang pun yang
menutupi tubuh Mella maupun Alvin yang saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku.
“Ah… ulp… ulp… ulp.. ah.. sst.. sst…” kulihat Mella menjilat dan menghisap kemaluan Alvin yang putih
kemerahan dengan nikmatnya. “ukh…ukh..ohh….ukh…” erang Alvin menikmati permainan Mella.
Aku pun sekarang sudah berhasil membuka semua pakaian Fariha istriku, kulanjutkan dengan meremas buah
dadanya yang kenyal itu dan kulanjutkan dengan mengisap kedua puting susunya perlahan dan berulang-
ulang.
“Ah… ah… ah… Van… terus… ah.. ah..” desah Fariha keenakan. Tangan Fariha pun mulai membuka celanaku
dengan tergesa-gesa karena hanya celanaku yang belum kubuka dan kelihatannya Fariha sudah mulai tidak
sabaran.
“Akh… akh… ukh… oh…” ketika celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Fariha segera memegang
kemaluanku dan menjilatinya seperti apa yang dilakukan oleh Mella.
Aku kemudian segera mengatur permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kaki
istriku dan mulai menjilati klitorisnya dan semua bagian luar kemaluannya,
“Aah… oh.. terus.. terus Van… enak… akh… akh…” desah Fariha.
“Ulp.. ulp.. sst… sst… ah… uhm.. uhm… uhm…”
Cerita Sex Birahi Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kemaluan dan klitorisnya merekah merah
merangsang serta kelihatan basah oleh jilatanku dan air kenikmatan milikya yang tentunya terus
mengalir dari dalam kemaluannya.
“Ah… terus.. ah… ah… terus Van.. enak… akh… akh… ukh…” rintih Fariha.
Yang membuka lebar kedua kakinya serta meremas buah dadanya sendiri dengan penuh kenikmatan.
Perlahan kulihat Alvin menggendong Mella istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di
sofa panjang yang kami pakai bersama ini, kemudian Alvin mulai memasukkan kedua jari tangannya ke
lubang kemaluan milik Mella dan mengocoknya pelan serta menariknya keluar masuk.
“Akh… Alvin… ahk… kamu.. gila Alvin… akh.. terus… terus Alvin… ahh…” rintih Mella terdengar.
“Ukh… ah… ulp… akh… akh… akh.. oh… oh… oh…”
Suara dan desahan dari istriku dan Mella secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan
kananku mulai ikut meraba kemaluan Mella yang berada di sebelah istriku. Dan aku pun ikutan memasukkan
kedua buah jariku ke kemaluan Mella tersebut.
Dan Alvin pun membiarkan semua itu kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang kemaluan Mella,
tangan kiri Alvin pun mulai ikut meraba kemaluan istriku yang saat ini tanpa rambut, karena habis
kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Mella maupun istriku membuka dan menutup matanya
menikmati permainan yang aku dan Alvin lakukan.
Perlahan aku mulai meraba buah dada Mella dengan tangan kananku dan meremasnya pelan, kurasakan buah
dada milik Mella lebih kenyal dibanding milik istriku, tetapi buah dada istriku lebih besar dan
menantang untuk dihisap dan dipermainkan.
Kemudian aku mulai berdiri dan mengarahkan kemaluanku yang berukuran panjang 16 cm serta diameter 4 cm
itu ke arah mulut istriku, dan tangan kananku terus meremas buah dada milik Mella. Istriku dan Mella
pun membiarkan semuanya ini terus berlanjut.
Dan kulihat Alvin tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang kemaluan yang di depannya dengan kedua
buah tangannya dengan sekali-kali meremas buah dada milik istriku maupun Mella, istrinya.
Kemudian Alvin mulai berdiri dan mengarahkan kemaluannya ke lubang kemaluan Mella yang sudah sangat
basah,
“Ah… Alvin… terus… masukkan… terus Alvin semuanya…” kata Mella.
Melihat itu aku pun mulai mengarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluan istriku.
“Akh… ukh.. ah… oh… ah… oh…” erang istriku keenakan.
Saat ini baik posisiku dan Alvin maupun Fariha dan Mella berada pada posisi yang sama. Aku dan Alvin
terus menarik turunkan kemaluan kami di lubang kemaluan milik Mella dan Fariha.
Cerita Sex Birahi Begitu juga dengan Mella dan Fariha membuka lebar kakinya dan memeluk pinggangku maupun Alvin seolah-
olah mereka takut kehilangan kami berdua.
Selang beberapa saat kemudian Alvin menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan
batang kemaluannya yang berukuran panjang 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu
panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding kemaluan Alvin yang terus menuju ke
lubang kemaluan milik istriku.
Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati kemaluan milik Alvin yang mulai
mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun mulai juga mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan milik
Mella, perlahan kurasakan lubang kemaluan Mella masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku
yang kutekan perlahan.
“Akh… akh… Mell… memekmu begitu padat.. dan enak… akh…” kataku.
“Terus… Van.. Terus.. punyamu begitu besar… terus Van… enak… akh…” rintih Mella.
“Van.. terus… beri aku kenikmatan.. akh… akh… terus Van… enak… lebih dalam Van… akh..”
“Lus… punyamu begitu enak… sangat… rapat dan menjepit kontolku.. akh…” desah Alvin kepada istriku.
“Ehm… ehm… ukh… ukh… lebih dalam Alvin… lebih dalam… teruskan Alvin… teruskan… kontolmu… sangat
panjang… akh.. dan menyentuh… dinding.. rahimku.. akh… akh… enak… Alvin..” desah istriku lirih.
Kemudian aku terus meremas dan menjilat puting susu milik Mella dan sekali-kali kugigit pelan
putingnya dan Mella terus menikmatinya, sementara kemaluanku terus naik-turun mengocok lubang kemaluan
Mella yang terasa padat dan kenyal serta semakin basah tersebut.
Terasa batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang sangat sempit dan padat ditumbuhi daging-daging
yang berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kemaluanku yang semakin keras dan menantang lubang
kemaluan Mella yang kubuat basah sekali, Markas Judi Online Dominoqq
Cerita Sex Birahi Dan Mella pun terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoyangkannya saat menerima hujaman
batang kemaluanku yang saat masuk hanya menyisakan dua buah biji kemaluan yang menggantung dan
terhempas di luar kemaluan Mella tersebut.
“Akh… Mell… enak.. sekali.. punyamu… akh.. akh..” desahku.
“Oh Van… aku sangat… suka… milikmu ini… Van yang besar dan keras ini… akh… ogh… ogh… terus Van… ah…”
Kulihat Alvin membalikkan tubuh istriku dan memasukan kemaluannya yang panjang putih kemerahan
tersebut dari belakang,
“Akh… akh… akh… Alvin… terus.. lebih dalam Alvin… akh.. enak… Alvin…” rintih istriku, yang kulihat
buah dadanya menggantung bergoyang mengikuti dorongan dari kemaluan Alvin yang terus keluar masuk, dan
kemudian tangan Alvin meremas buah dada tersebut serta menariknya.
“Akh… Alvin.. akh… ogh… ogh… ahh…” jerit nikmat istriku menikmati permainan Alvin dari belakang
tersebut.
“Ogh.. Lus… buah dadamu begitu besar… dan… enak… ukh… ehm… ehmmm…” sahut Alvin penuh kenikmatan.
Mella mencoba merubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yang duduk
dengan kaki yang lurus ke depan, sedangkan Mella memasukkan dan menekan kemaluannya dari atas ke arah
kemaluanku.
“Blees…”
“Aakh… enak… akh… Van punyamu begitu besar… akhg…” desah Mella yang terus menaik-turunkan tubuhnya dan
sesekali menekan dan memutar pinggulnya menikmati kemaluanku yang terasa nikmat dan ngilu tetapi enak.
“Oh… Mell.. terus… ah… ah…” desahku.
“Oh Van… oh.. oh… oh… Van… aku hampir keluar Van… aogh… ogh…” jerit Mella.
“Okh.. Van… okh… aku ke… luar… okh.. okh…” tubuh Mella mengejang bagaikan kuda dan kurasakan
kemaluanku pun bergetar mengimbangi orgasme yang dicapai Mella.
“Oh… ukh… okh.. Mell aku juga keluar.. okh… okh…”
Kami pun berpelukan dan mengejang bergetar bersama serasa berada di awan, menikmati saat klimaks kami
tersebut selama beberapa saat hingga kemudian kami berdua merasa lemas, dan tetap berpelukan dengan
posisi Mella di atas, seolah kami sangat takut kehilangan satu sama lain sambil memandangi permainan
Alvin dan istriku di sebelah kami.
Kulihat Fariha istriku sangat menikmati permainan ini dengan posisi bagaikan atau kuda yang sedang
kawin, buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh
Alvin maupun istriku berkilap dikarenakan keringat yang mengalir pelan karena permainan seks mereka
ini.
Kulit Alvin yang putih mulus karena dia berdarah Manado ini kelihatan bersinar begitu juga istriku
begitu menikmati panjangnya kemaluan Alvin. Tangan istriku meremas sandaran sofa dan berteriak lirih,
“Ah… ah… ah… uh… uh… uh.. Alvin tekan terus Alvin dengan keras… ah.. ah..” kulihat satu tangan istriku
memutar dan memelintir puting susunya sendiri serta sekali-kali meremas keras buah dadanya tersebut
seolah takut kehilangan kenikmatan permainan mereka tersebut.
Cerita Sex Birahi Aku kemudian mendorong kepalanya dan sebagian tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku,
kemudian berinisiatif untuk ikut meremas buah dadanya dan mengisap puting susunya,
“Akh… Van… akh… enak.. ogh… ogh… ogh… terus Van…” rintih istriku, terasa olehku kemudian Mella
menjilati dan menghisap batang kemaluanku yang mulai mengeras kembali.
“Ogh… ogh… ogh… Van… ogh… ogh… Alvin… kontolmu sangat panjang dan membuatku sangat… puas Alvin… akh…
terus… akh…” kata Fariha.
“Ulp.. ulp… ulp.. ulp… ulp..” jilatan Mella di kemaluanku yang mengeras.
“Okh… Alvin… aku.. hampir.. ke.. ke.. luar… Alvin… terus” desah istriku.
Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Alvin juga
mengejang.
“Akh… akh.. akh… akh.. Lus.. aku juga keluar… akh… akh…” jerit Alvin kuat, kemudian tubuhnya mengejang
dan bergetar hebat.
“Ogh… ogh… ogh… ogh…” istriku pun mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat.
Beberapa saat. Aku pun kembali merasakan kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan…
“Akh… akh… akh… akh…” kemaluanku pun memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah Mella dan
sebagian lagi meloncat hingga ke tubuh istriku dan aku pun kembali mengejang kenikmatan dan kulihat
Mella terus menjilati kemaluanku yang besar tersebut dan membersihkannya dengan lidahnya.
Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi harinya, dalam kondisi tanpa
sehelai benang pun menutupi tubuhku, istriku, Alvin dan Mella istrinya. Permainan ini kembali kami
ulangi pagi harinya.
Dan kembali kami ulangi bersama dalam beberapa hari hingga saatnya Alvin dan Mella harus pulang ke
Surabaya, ini semua adalah awal dari permainan seks bersama kami yang hingga kini seringkali kami
lakukan kembali jika aku dan istriku ke Surabaya, ataupun mereka ke Jakarta.
Bahkan kadang-kadang-kadang Mella sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku,
ataupun aku atau istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari
Alvin atau Mella.
cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,


Duniabola99.com – foto tante pirang toket gede pantat besar ngentot dengan pria muda berkontol gede yang menghantam keras ke memeknya yang temben dan menembakkan sperma yang banyak ke toketnya yang gede.



Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Janda Binal ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Sudah 7 tahun aku membuka praktek di daerah ibukota pinggira tepetnya di wilayah pelabuhan, pasienku
disana cukup banyak tapi rata rata kalangan menengah kebawah , jadi sudah loama aku berpraktek disana
tapi dalam diriku belum berani untuk berumah tangga, karena aku ingin benar benar membahagiakan
istriku.
Karena saat ini aku ingin mengumpulkan uang banyak untuk simpanan dan bisa bisa baut rumah besar,
namun saat ini aku tidak pernah mengeluh aku pun tidak membandingakan dengan temanku yang sama sama
berprofesi sebagai dokter,
Dengan pekerjaanku yang melayani masyarakat kelas bawah, yang sangat memerlukan pelayanan kesehatan
yang terjangkau, aku memperoleh kepuasan secara batiniah, karena aku dapat melayani sesama dengan
baik. Namun, dibalik itu, aku pun memperoleh kepuasan yang amat sangat di bidang non materi lainnya.
Suatu malam hari, aku diminta mengunjungi pasien yang katanya sedang sakit parah di rumahnya. Seperti
biasa, aku mengunjunginya setelah aku menutup praktek pada sekitar setengah sepuluh malam.
Ternyata sakitnya sebenarnya tidaklah parah bila ditinjau dari kacamata kedokteran, hanya flu berat
disertai kurang darah, jadi dengan suntikan dan obat yang biasa aku sediakan bagi mereka yang
kesusahan memperoleh obat malam malam, si ibu dapat di ringankan penyakitnya.
Saat aku mau meninggalkan rumah si ibu, ternyata tanggul di tepi sungai jebol, dan air bah menerjang,
hingga mobil kijang bututku serta merta terbenam sampai setinggi kurang lebih 50 senti dan mematikan
mesin yang sempat hidup sebentar.
Air di mana-mana, dan aku pun membantu keluarga si ibu untuk mengungsi ke atas, karena kebetulan rumah
petaknya terdiri dari 2 lantai dan di lantai atas ada kamar kecil satu-satunya tempat anak gadis si
ibu tinggal.
Cerita Sex Janda Binal Karena tidak ada kemungkinan untuk pulang, maka si Ibu menawarkan aku untuk menginap sampai air surut.
Di kamar yang sempit itu, si ibu segera tertidur dengan pulasnya, dan tinggallah aku berduaan dengan
anak si ibu, yang ternyata dalam sinar remang-remang, tampak manis sekali, maklum, umurnya aku
perkirakan baru sekitar awal dua puluhan.
“Pak dokter, maaf ya, kami tidak dapat menyuguhkan apa apa, agaknya semua perabotan dapur terendam di
bawah”, katanya dengan suara yang begitu merdu, sekalipun di luar terdengar hamparan hujan masih
mendayu dayu.
“Oh, enggak apa-apa kok Dik”, sahutku.
Dan untuk melewati waktu, aku banyak bertanya padanya, yang ternyata bernama Liza.
Ternyata Liza adalah janda tanpa anak, yang suaminya meninggal karena kecelakaan di laut 2 tahun yang
lalu. Karena hanya berdua saja dengan ibunya yang sakit-sakitan, maka Liza tetap menjanda.
Liza sekarang bekerja pada pabrik konveksi pakaian anak-anak, namun perusahaan tempatnya bekerja pun
terkena dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Saat aku melirik ke jam tanganku, ternyata jam telah menunjukkan setengah dua dini hari, dan aku lihat
Liza mulai terkantuk-kantuk, maka aku sarankan dia untuk tidur saja, dan karena sempitnya kamar ini,
aku terpaksa duduk di samping Liza yang mulai merebahkan diri.
Tampak rambut Liza yang panjang terburai di atas bantal. Dadanya yang membusung tampak bergerak naik
turun dengan teraturnya mengiringi nafasnya. Ketika Liza berbalik badan dalam tidurnya, belahan
bajunya agak tersingkap, sehingga dapat kulihat buah dadanya yang montok dengan belahan yang sangat
dalam. Markas Judi Online Dominoqq
Pinggangnya yang ramping lebih menonjolkan busungan buah dadanya yang tampak sangat menantang. Aku
coba merebahkan diri di sampingnya dan ternyata Liza tetap lelap dalam tidurnya.
Pikiranku menerawang, teringat aku akan Wati, yang juga mempunyai buah dada montok, yang pernah aku
tiduri malam minggu yang lalu, saat aku melepaskan lelah di panti pijat tradisional yang terdapat
banyak di kawasan aku berpraktek.
Tapi Wati ternyata hanya nikmat di pandang, karena permainan seksnya jauh di bawah harapanku. Waktu
itu aku hampir-hampir tidak dapat pulang berjalan tegak, karena burungku masih tetap keras dan
mengacung setelah ’selesai’ bergumul dengan Wati.
Maklum, aku tidak terpuaskan secara seksual, dan kini, telah seminggu berlalu, dan aku masih memendam
berahi di antara selangkanganku.
Aku mencoba meraba buah dada Liza yang begitu menantang, ternyata dia tidak memakai beha di bawah
bajunya.
Cerita Sex Janda Binal Teraba puting susunya yang mungil. dan ketika aku mencoba melepaskan bajunya, ternyata dengan mudah
dapat kulakukan tanpa membuat Liza terbangun. Aku dekatkan bibirku ke putingnya yang sebelah kanan,
ternyata Liza tetap tertidur.
Aku mulai merasakan kemaluanku mulai membesar dan agak menegang, jadi aku teruskan permainan bibirku
ke puting susu Liza yang sebelah kiri, dan aku mulai meremas buah dada Liza yang montok itu.
Terasa Liza bergerak di bawah himpitanku, dan tampak dia terbangun, namun aku segera menyambar
bibirnya, agar dia tidak menjerit. Aku lumatkan bibirku ke bibirnya, sambil menjulurkan lidahku ke
dalam mulutnya.
Terasa sekali Liza yang semula agak tegang, mulai rileks, dan agaknya dia menikmati juga permainan
bibir dan lidahku, yang disertai dengan remasan gemas pada ke dua buah dadanya.
Setalah aku yakin Liza tidak akan berteriak, aku alihkan bibirku ke arah bawah, sambil tanganku
mencoba menyibakkan roknya agar tanganku dapat meraba kulit pahanya. Ternyata Liza sangat bekerja
sama,
Dia gerakkan bokongnya sehingga dengan mudah malah aku dapat menurunkan roknya sekaligus dengan celana
dalamnya, dan saat itu kilat di luar membuat sekilas tampak pangkal paha Liza yang mulus, dengan bulu
kemaluan yang tumbuh lebat di antara pangkal pahanya itu.
Kujulurkan lidahku, kususupi rambut lebat yang tumbuh sampai di tepi bibir besar kemaluannya. Di
tengah atas, ternyata clitoris Liza sudah mulai mengeras, dan aku jilati sepuas hatiku sampai terasa
Liza agak menggerakkan bokongnya, pasti dia menahan gejolak berahinya yang mulai terusik oleh jilatan
lidahku itu.
Liza membiarkan aku bermain dengan bibirnya, dan terasa tangannya mulai membuka kancing kemejaku, lalu
melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celanaku. Agaknya Liza mendapat sedikit kesulitan
karena celanaku terasa sempit karena kemaluanku yang makin membesar dan makin menegang.
Sambil tetap menjilati kemaluannya, aku membantu Liza melepaskan celana panjang dan celana dalamku
sekaligus, sehingga kini kami telah bertelanjang bulat, berbaring bersama di lantai kamar, sedangkan
ibunya masih nyenyak di atas tempat tidur.
Mata Liza tampak agak terbelalak saat dia memandang ke arah bawah perutku, yang penuh ditumbuhi oleh
rambut kemaluanku yang subur, dan batang kemaluanku yang telah membesar penuh dan dalam keadaan
tegang, menjulang dengan kepala kemaluanku yang membesar pada ujungnya dan tampak merah berkilat.
Kutarik kepala Liza agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku ke arah bibirnya
yang mungil. Ternyata Liza tidak canggung membuka mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dengan
lembutnya.
Tangan kanannya mengelus batang kemaluanku sedangkan tangan kirinya meremas buah kemaluanku. Aku
memajukan bokongku dan batang kemaluanku makin dalam memasuki mulut Liza.
Kedua tanganku sibuk meremas buah dadanya, lalu bokongnya dan juga kemaluannya. Aku mainkan jariku di
clitoris Liza, yang membuatnya menggelinjang, saat aku rasakan kemaluan Liza mulai membasah, aku tahu,
saatnya sudah dekat.
Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Liza, dan kudorong Liza hingga telentang. Rambut panjangnya
kembali terburai di atas bantal. Liza mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, sehingga aku mudah
menempatkan diri di atas badannya, dengan dada menekan kedua buah dadanya yang montok,
Dengan bibir yang melumat bibirnya, dan bagian bawah tubuhku berada di antara kedua pahanya yang makin
dilebarkan. Aku turunkan bokongku, dan terasa kepala kemaluanku menyentuh bulu kemaluan Liza, lalu aku
geserkan agak ke bawah dan kini terasa kepala kemaluanku berada diantara kedua bibir besarnya dan
mulai menyentuh mulut kemaluannya.
Kemudian aku dorongkan batang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Liza. Terasa agak
seret majunya, karena Liza telah menjanda dua tahun, dan agaknya belum merasakan batang kemaluan
laki-laki sejak itu. Dengan sabar aku majukan terus batang kemaluanku sampai akhirnya tertahan oleh
dasar kemaluan Liza.
Ternyata kemaluanku cukup besar dan panjang bagi Liza, namun ini hanya sebentar saja, karena segera
terasa Liza mulai sedikit menggerakkan bokongnya sehingga aku dapat mendorong batang kemaluanku sampai
habis, menghunjam ke dalam liang kemaluan Liza.
Cerita Sex Janda Binal Aku membiarkan batang kemaluanku di dalam liang kemaluan Liza sekitar 20 detik, baru setelah itu aku
mulai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, lalu aku dorongkan dengan lebih cepat
sampai habis.
Gerakan bokongku ternyata membangkitkan berahi Liza yang juga menimpali dengan gerakan bokongnya maju
dan mundur, kadangkala ke arah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yang membuat kepala dan
batang kemaluanku terasa di remas-remas oleh liang kemaluan Liza yang makin membasah.
Tidak terasa, Liza terdengar mendasah dasah, terbaur dengan dengusan nafasku yang ditimpali dengan
hawa nafsu yang makin membubung. Untuk kali pertama aku menyetubuhi Liza, aku belum ingin melakukan
gaya yang barangkali akan membuatnya kaget,
Jadi aku teruskan gerakan bokongku mengikuti irama bersetubuh yang tradisional, namun ini juga
membuahkan hasil kenikmatan yang amat sangat. Sekitar 40 menit kemudian, disertai dengan jeritan kecil
Liza, aku hunjamkan seluruh batang kemaluanku dalam dalam,
Kutekan dasar kemaluan Liza dan seketika kemudian, terasa kepala kemaluanku menggangguk-angguk di
dalam kesempitan liang kemaluan Liza dan memancarkan air maniku yang telah tertahan lebih dari satu
minggu.
Terasa badan Liza melamas, dan aku biarkan berat badanku tergolek di atas buah dadanya yang montok.
Batang kemaluanku mulai melemas, namun masih cukup besar, dan kubiarkan tergoler dalam jepitan liang
kemaluannya.
Terasa ada cairan hangat mengalir membasahi pangkal pahaku. Sambil memeluk tubuh Liza yang
berkeringat, aku bisikan ke telinganya,
“Liza, terima kasih, terima kasih..
cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,






Duniabola99.com – Namaku Dani (23) aku tinggal sendiri di kota karena urusan pekerjaanku, sdh 1 tahun ini aku tinggal sendirian tanpa ada yg menemani. Tetapi hari-hariku bisa dibilang bahagia karena hadirnya kakak beradik yg selalu menemaniku. Windi (23) dia adalah tetanggaku, dia begitu cantik, tinggi, putih, sexy dan menggemaskan.
Windi hanya tinggal berdua dgn adiknya yg bernama Pipit (20), tdk kalah dgn kakaknya, Pipit mempunyai tubuh yg sintal dan sexy seperti kakak’a dgn wajah yg manis dan gayanya yg sedikit menggoyahkan imanku, membuat’a menjadi objek khayalan kotorku.
Awal mula aku dekat denganya sekitar delapan bulan yg lalu, saat Pipit meminta bantuanku untuk memperbaiki telepon rumahnya yg rusak.
“tok tok tok..” pintu rumahku di ketuknya, lalu aku buka pintu rumahku dan ternyata Pipit yg mengetuk.
“sore kak, maaf kak..bisa minta tolong gak?” tanya Pipit,
“eh Pipit..tolong apa Pit?” jawabku,
“kakak kerja di telkom kan ya? Bisa tolong chek telepon rumahku gak kak? Soalnya udah 2 hari ini gak telepon rumahku mati” jelas Pipit,
“ooo yaudah aku chek dulu deh teleponnya..” jawabku, lalu aku kerumahnya dan mengechek pesawat teleponnya yg mati itu.
Lalu aku keluar dan bawa tangga untuk mengechek kotak “distribution point” di tiang telepon dekat rumahnya. Setelah yakin tdk ada masalah lalu aku chek jg
“kotak pembagi” dan rosetnya.
“gak ada masalah kok sama jaringannya..coba ganti pesawat teleponnya deh Pit..” jawabku,
“jadi Cuma pesawat teleponnya aja yg rusak kak? Coba ya aku ganti..” lalu Pipit pun mengambil pesawat telepon cadangan dan memasangnya.
“eh iya nyala..yeeeiii makasih ya kak..soalnya mama kalo telepon suka ke telepon rumah aja kak..sekali lagi makasih ya kak..” sahut Pipit senang,
“iya Pit sama-sama, kalo ada masalah lagi panggil aku aja..hehehe..” jawabku.
Setelah kejadian itu aku pun menjadi dekat dgn Pipit, karena Pipit meminta bantuanku dalam pelajaran kuliahnya yng kebetulan jurusannya sama dgnku.
Waktu pun terus berjalan dan aku pun dekat dgn Windi, suatu hari selesai membantu tugas Pipit, aku pun berbincang dgn Windi.
“Win, malam ini ada acara gak? Jalan yuk..” ajakku,
“emh kebetulan gk ada acara..yuk boleh tuh..jalan kemana dan?” tanya Windi,
“kita jalan-jalan aja keliling kota..hehehe..” jawabku,
“emh oke deh..jemput aku ya nanti malam..” sahut Windi,
“oke deh..” jawabku.
Malam harinya aku pun menjemput Windi kerumahnya, aku ketuk pintu rumahnya
“eh kak dani..mau jalan sama kak Windi ya? Ciee yg mau nge-date..hahaha..” ledek Pipit,
“ah kamu Pit bisa aja, kita Cuma jalan-jalan aja kok..” jawabku,
“ah jadian jg gak apa-apa kak..hahaha..” sahut Pipit dan aku pun hanya terdiam malu.
“anak kecil udah ngomong pacaran aja ya..” Windi pun muncul sambil jewer telinga Pipit,
“aadduuhh apaan sih kak..emang bener kan kak Windi sama kak dani itu saling suka?” sahut Pipit,
“apa sih anak ini..yuk dan kita jalan aja..kamu jagain rumah ya..bye..” sahut Windi, lalu Windi pun naik ke motorku dan kami pun jalan berdua.
Dalam perjalanan Windi terus memeluk tubuhku dari belakang, dan tak berapa lama kemudian kami pun sampai di restoran dan kami pun makan malam berdua.
Selesai makan malam, Windi pun mengeluarkan tabletnya iseng-iseng browsing.
“lah kamu bawa tablet Win?” tanyaku,
“hehehe..kemana-mana aku slalu bawa tablet dan..” jawab Windi,
“dan nitip dulu donk, aku mau ke toilet bentar”sahut Windi,
“oke deh..” iseng-iseng aku utak-atik tabletnya dan ternyata Windi sedang buka facebook. Dan terkejutnya aku ketika aku lihat di album foto Windi banyak gambar wanita diikat, bahkan beberapa diantaranya ada foto dirinya dan Pipit sedang diikat.
“Apa mungkin Windi dan Pipit penyuka bondage jg?” pikirku.
Windi pun kembali dan aku pun memberikan tabletnya. Jam pun sedah menunjukan pukul 23.00 lalu aku pun mengajak Windi pulang. Didalam perjalanan aku beranikan diri untuk membuka percakapan tentang bondage.
“Win, kok tadi di facebook kamu ada foto kamu sama Pipit diiket sih?” tanyaku pura-pura polos,
“kamu ngeliat ya dan?” tanya Windi balik,
“iya sel tadi aku liat..” jawabku,
“hehehe..aku Cuma main-main aja kok dan sama Pipit..” jawab Windi,
“mau main sama aku gak Win?” tanyaku, “eemhh..eenngg..” Windi pun ragu menjawabnya,
“tenang Win, aku gak akan nodai kamu kok..” jawabku,
“kalo gitu..iya deh aku mau..” sahut Windi,
“asiikk..hehehe..main dimana nih Win?” tanyaku,
“main dirumahku aja yuk dan..kebetulan jam segini Pipit udah tidur..jadi kita bisa bebas..” jawab Windi sambil tersenyum. Setelah perc akapan itu, kami pun pulang dan bersiap untuk scene.
Sesampainya dirumah, aku masukan motorku ke garasi rumah Windi, lalu aku pun ikut Windi menuju kamarnya. Sesampainya dikamar, Windi langsung mengeluarkan peralatan yg biasa ia gunakan bersama Pipit saat bermain bondage. Diantaranya gulungan tali, scarf, lakban dan jg dildo. Lalu Windi pun membuka seluruh bajunya.
“waaOOOww ternyata tubuh Windi lebih sexy dari dugaan aku..” sahutku dalam hati.
“yuk dan kita mulai..” sahut Windi.
“ok deh..” lalu aku pun mulai mengikat tangan Windi terlebih dahulu.
Aku ikat tangan Windi menyiku kebelakang, lalu aku ikat bagian lengan dan bagian atas dan bawah payudara Windi.
“wah ternyata kamu makin sexy aja Win kalo diiket gini..hehehe..” candaku dan Windi pun hanya tersenyum.
Lalu aku ikat bagian paha, lutut, betis, dan pergelangan pahamu agar kamu gak bisa bergerak lagi.
“eemmhh..erat banget dan iketan kamu..eegghhh..” Windi pun mencoba meronta mengetes ikatanku di tubuhnya.
Lalu aku baringkan tubuh Windi di atas ranjang, lalu dgn perlahan aku mulai elus-elus tubuh Windi.
“eemmhhh..eemmhhhh..” Windi pun hanya bisa mengerang mencoba menikmati elusanku di tubuhnya.
“eemmhhh..mmmhhhhh..” erang Windi, lalu aku pun mulai melumat bibirnya sambil mengelus dan meremas payudaranya. “mmmuuuaacchh..eemmhhh..aaahhh..daaannn..mmmuuuaaacchhh” erang Windi menikmati perlakuanku padanya.
Aku mulai isep-isep payudara Windi sambil meremas payudara yg satunya dan jg mengelus bagian memek Windi.
“eeemmmhhh..aaahhhhh..eeeuummhhh..aaaahhhh ddaaaannn..” erang Windi semakin keras terdengar, tp tdk aku hiraukan.
“apa-apaan ini!!” bentak Pipit ketika melihat kakaknya dan aku sedang bercumbu.
“dedee..” sontak, aku dan Windi pun terkejut melihat kehadiran Pipit dikamar Windi yg lupa di kunci saat kami mulai scene.
“dengar penjelasan kakak dulu dee..ini semua gak seperti yg kamu lihat dee..” sahut Windi.
“gak seperti yg aku lihat gimana kak? Jelas-jelas kakak sama kak dani lagi mesum..” tegas Pipit,
“please de jangan laporin kita ke mama dan papa..” mohon Windi,
“eemmhh..oke..tp kak Windi dan kak dani harus kabulin permintaan aku..” jawab Pipit,
“apa yg kamu mau de?” tanya Windi,
“iya Pit kita akan ikutin semua mau kamu..” sahutku.
“aku mau kak dani main jg sama aku..” jawaban Pipit membuatku terkejut.
“hah? Kamu serius Pit..” tanyaku,
“klo kakak gak mau yaudah aku laporin mama sama papa..” ancam Pipit,
“eee..iya iya iya..kakak turutin mau kamu” jawabku.
Lalu Pipit pun langsung membuka bajunya sampai telanjang bulat.
“ayo kak aku udah siap..” sahut Pipit, lalu aku pun menyumpal Windi dgn cd lalu aku lakban mulutnya 6x.
“mmmpphhh mmmppphhh mmpphh..” erang Windi, lalu aku mulai mengikat perglangan tangan Pipit kebelakang lalu aku satukan dgn pinggangnya.
Lalu aku ikat jg bagian lengan dan bagian atas dan bawah payudaranya.
“eemmhhh..aawwhhh pelan-pelan kaakk..” erang Pipit kesakitan karena ikatanku yg erat.
“sssttt..udah kamu tenang aja..” sahutku sambil mengikat tubuh Pipit. Lalu aku ikat paha, lutut, betis dan pergelangan kaki Pipit, lalu aku sumpal jg mulut Pipit dgn cd lalu aku lakban 6x seperti Windi.
“mmmpphhh mmpphhh mmmpphhh..” erang Pipit sambil meronta mencoba melepaskan diri dari ikatanku.
Lalu aku bopong jg tubuh Pipit ke ranjang bersama Windi. Lalu aku periksa isi lemari Windi dan ku temukan handycam. Langsung saja aku nyalakan dan letakan handycam tersebut di sudut ruangan dgn menggunakan tripod. Aku sorot mereka berdua menggunakan handycam dan merekam semua gerak gerik yg mereka lakukan. Aku rekam semua adegan saat Pipit dan Windi mencoba melepaskan diri namun tdk berhasil. Lalu aku ambil dildo dan aku telusupkan kedalam memek Windi dan Pipit lalu aku nyalakan dildonya agar bergetar.
“mmmpphhh mmmppphhh mmppphhh..” erang mereka berdua saat dildo bergetar didalam memek mereka.
Windi dan Pipit pun menggeliat-geliat saat dildo bergetar di memeknya. Lalu aku ambil gulungan tali dan aku ikat hogtied Windi,
”mmmppphhh mmmppphhh mmmppphhh..” erang Windi karena ikatan itu membuat dildo makin dalam bergetar di memeknya.
Aku ambil gulungan tali lagi, lalu aku iikat jg Pipit seperti kakaknya,
“mmmmppphhh mmmpphhh mmpphhhh..” desah Pipit menikmati setiap getaran dildo di memeknya.
Lalu aku ambil scarf dan aku tutup mata mereka agar Windi dan Pipit bisa lebih merasakan getaran dildo yg bergetar didalam memeknya lalu aku ubah getaran dildo menjadi getaran tinggi,
“mmmpppphhh mmppphhh mmpphhh mmpphhh..” sontak Windi dan Pipit pun terkejut dgn getaran dildo yg semakin dahsyat bergetar di memek mereka.
“mmpphhh mmphhhh mmmpphhh…” erang Windi sambil meronta dahsyat merasakan getaran dildo di memeknya dan remasan di payudaranya.
“mmmpphhHH mmpphHHh mmmppHHhh mmpphhHHh..” erangan Windi pun berubah menjadi desahan kenikmatan.
Sementara itu aku lihat Pipit tenang saja merasakan dildo yg bergetar di memeknya. Setelah aku cek tubuh Pipit, memek Pipit pun basah karena Pipit orgasme. Orgasme pertama Pipit membuatnya lemas sedangkan dildo di memeknya masih terus bergetar.
“mmmpphh mmpphh mmpphhh mmmmmppphhhhh..” selang berapa lama kemudian Windi pun mendapatkan orgasme pertamanya.
Aku buka penutup mata Windi dan Pipit, aku lihat Pipit tertidur karena kelelahan lalu aku cabut dildo dari memek Pipit dan membiarkannya tertidur sambil terikat dan tersumpal.
“gimana Win rasanya? Enak kan? Hehehe..” kataku sambil membuka lakban di mulut Windi.
“fffuuaaahhh..aahhh..enak sih dan, tp pegel aku..” jawab Windi,
“yaudah deh aku buka iketan di kakimu dulu..” sambil buka iketannya.
Setelah itu aku dudukan Windi dan aku duduk dibelakangnya. Aku mulai mengelus payudara Windi sambil meremasnya.
“MMMHHHH daann, aku masih lemas..mmmhhhh..” sahut Windi.
“udah kamu nikmatin dulu aja ya..” kataku sambil mengelus dan meremas payudaranya sambil memainkan dildo di memek Windi.
“eeeggghhh aaahhh aaahhh ddaaannn eeemmmhhh..” sahut Windi, lalu aku lumat jg bibirnya.
“eemmhhh mmuuuaaahhh mmmuuaahhh..” Windi pun membalas dgn melumat bibirku lagi.
“aalllmmmuuaacchh mmmuuuaaacchh aalllmmmhhhhuuaacchh..”, aku elus dan remas payudara Windi sambil mainin dildo yg ada di memeknya.
“mmmuuaaahhh aaahhhh aahhh udaaahh daaannn..” desah Windi minta berhenti dirangsang.
Aku remas payudara Windi sampai mengeras dan menegang, Windi pun terus meronta karena dildonya terus aku kocok di memeknya,
“aahhh aaahhhh aaahhh daannn aaaahhhhhh..”
“ssssrrrr..ssssrrrr…sssrrrrr” Windi pun mendapatkan orgasmenya yg kedua kalinya.
“eemmmhhh mmmhhh daaannn, lemeesss..” erang Windi kelelahan karena orgasme berulang-ulang.
Setelah orgasme, Windi pun lemas dan bersandar di tubuhku.
“gimana Win rasanya?” tanyaku,
“lemes daann..capek, mau tidur..” jawabnya,
“yaudah kamu tidur ya sekarang..” aku elus-elus rambut Windi agar tertidur.
Dan tak lama kemudian Windi pun tertidur. Aku baringkan Windi disamping Pipit yg jg sedang tertidur terikat dan tersumpal. Lalu aku sumpal mulut Windi dan aku otm dgn scarf yg aku ambil dari lemarinya. Setelah itu, aku pun pindah di ruang tamu sambil menjaga
“kakak beradik yg tdk berdaya” itu dari tidurnya malam ini.
Sambil rebahan di sofa, aku lihat rekaman Windi dan Pipit saat aku ikat dan aku rangsang. Dalam rekaman itu, aku lihat reaksi Pipit yg tdk segan-segan mengumbar reaksinya yg sedang aku rangsang. Berbeda dgn Windi yg terlihat kalem dan sangat menikmati setiap getaran dildo di memeknya. Terlihat Pipit sangat terangsang hebat sampai-sampai dia teriak hebat karena terangsang.
“mau gak ya kalo Pipit diajak gituan..hehehe..bisa kalee..” pikirku kotor karena melihat rekaman tadi.
Tak terasa waktu sdh menunjukan jam 3 pagi, dan aku pun memutuskan untuk tidur di sofa saja.
Pagi harinya sekitar jam 9 pagi aku pun terbangun. Aku melihat sekitar sepi tdk ada siapa-siapa. oiya aku lupa, Pipit dan Windi. Langsung saja aku bergegas ke kamar untuk menemui mereka.
“mmmpphhh mmpphhh mmmpphhh..” kudengar erangan Windi dan Pipit saat aku buka pintu kamarnya dan aku lihat mereka sedang meronta ingin dilepaskan.
“selamat pagi semuanya, apa kabarnya pagi ini?” tanyaku iseng,
“mmmpphhh mmmfftt mmmpphhhh..” erang Windi dan Pipit.
“hehehe..iya iya aku lepasin..” aku lepas sumpalan Windi dan Pipit.
“ffuuuaahhh uueeekkk..ah kak dani nih pake disumpel segala..tenggorokanku kering nih kak..” protes Pipit,
“iya nih dan tenggorokan aku jg kering..” sahut Windi.
“hehehe..yaudah aku ambilin minum dulu ya..” lalu aku pun pergi mengambil minum.
“eeerrgghhh eeggghhh kaakk, coba lepasin iketan aku..” sahut Pipit,
“lepasin gimana? Tangan kakak aja belum dilepasin nih..eeeggghhh..” jawab Windi.
“nah ini minum dulu..”lalu aku berikan Windi dan Pipit minuman memakai sedotan.
“aahhh..segar..lepasin aku donk dan..pegel nih..” Rengek Windi,
“iya deh, sini aku lepasin..” jawabku,
“ehemm..mentang-mentang lagi PDKT aku dilupain..” sindir Pipit,
“hehehe..apa sih Pit, gak lupa kok aku..” jawabku.
Setelah ikatan mereka berdua aku lepas mereka pun terbebas.
“adduuhhh berbekas..mandi air hangat dulu ah biar ilang..” lalu Pipit pun bergegas ke kamar mandi dan berendam air hangat.
Ku lihat Windi sedang mengusap bilur-bilur bekas ikatan di pergelangan tangannya.
“sini Win aku pijitin..” kataku sambil memijit lengan dan pergelangan tangan Windi.
“makasih ya dan..eemmhhh..enak jg pijitan kamu” jawabnya sambil tersenyum.
“sekarang kamu telungkup aja Win..aku pijitin sekalian tubuhmu” kataku, lalu Windi pun menurut dan aku pun mulai memijat tubuhnya.
“udah dan cukup..” sahut Windi lalu aku pun duduk di sisi tempat tidur dan Windi pun balik badan sampai terlentang. “Win, ada sesuatu yg mau aku omongin sama kamu.” Sahutku mulai perbincangan,
“Apa dan?” Tanya Windi,
“sebenernya aku udah lama suka sama kamu, tp aku gak berani bilang..” kataku, lalu Windi pun hanya tersenyum dan berkata,
“aku jg suka kok sama kamu..” aku pun tersenyum,
“jadii..” sahutku,
“kita jalanin dulu aja dan..” jawab Windi, lalu aku pun tersenyum dan mendekatkan wajahku ke wajahnya. “wwuuuaaaahhhh segernya habis berendam air hangat..” tiba-tiba Pipit keluar dari kamar mandi sambil berteriak yg membuat aku dan Windi pun kaget.
“naahhh ketauan kan..ayo mau ngapain tuh?” ledek Pipit,
“ah kamu anak kecil diem aja..udah ah aku mau mandi dulu.” Lalu Windi pun bergegas kekamar mandi.
“gimana kak? Ngapain aja tadi sama kak Windi? Hehehe..” ledek Pipit lagi,
“ah kamu bisa aja, udah ah aku mau masak dulu buat kalian” sahutku,
“aku ikut kak..” lalu aku pun pergi ke dapur untuk masak dgn dibantu Pipitda.
Setelah masakan jadi, kami pun sarapan sekalian makan siang.
“gimana masakannya?” tanyaku pada mereka berdua,
“lumayan lah untuk masakan seorang lelaki..hehehe..” jawab Windi,
“ciee ciiee..hahaha..” ledek Pipit,
“sssttt udah kamu makan dulu tuh..” protes Windi,
“hehehe iya-iya..” jawab Pipit.
“lain kali kita main lagi yah kak..” sahut Pipit,
“gampang nanti di bicarakan lagi..” jawab Windi.
Sejak scene itu perasaan aku dan Windi akhirnya menemukan kejelasan. Ditambah lagi aku dan Windi bisa sering-sering scene dgn atau tanpa Pipit.


Duniabola99.com – Cerita aku pendek je, tapi tu lah paling nekmat pantat yg tak akan ku lupakan….ini bukan cerita rekaan….waktu kejadian usia 26 tahun telah berkahwin, aku berkerja di kuala lumpur. masa tu aku bercuti balik kampong mak tiri ku di alor star
mak tiri ku mempunyai anak perempuan usia 16 tahun, adik tiri aku lah jadi nya…adik tiri ku berketurunan siam, sebab mak tiri ku orang patanni sebelah siam laa…adik tiri aku ni , fuh memang amat cantik kulit putih melepak. body memang seksi gile..bontot besar…tetek serderhana laaa….aku memang selalu jeling jahat pada dia.
di pendekkan cerita…rumah kampong ni dua tingkat. bilik air bawah..bayangkan la sendiri rumah kampong besar lagi. takde org di rumah waktu tu.rupa nya isteri ku di bilik atas tidur..nak jadi cerita nya gini..aku tak tahan nak buang air waktu tu, aku dengar dalam bilik air ada org, yg aku sangkakan bini aku, pintu bilik air renggang tak bekunci, aku pon terus masuk dengan menyelak kain pelikat nak kencing laa…wowwww aku nampak rupa nya adik tiri ku sedang mandi telanjang bulat membelakangkan aku…
darah aku terus naik membuak…tergamam aku tak berbuat apa2, terus aku nekmati satu pemandangan yg amat memberahikan. dari tengkuk nya hingga ke tumit telanjang bulat putih melepak kemerahan…..hemmmm..
otomatik konek ku mencanak tegang…aku bedehem hem..adik tiri ku terperanjat menoleh pada ku..juga tergamam melihat aku dengan kain teselak menampakkan konek ku yg tegang, aku tak berbaju…adik tiri ku cuma sempat menutup pepek dia je dengan tapak tangan dia, yg sebelah tangan nya menutup tetek dia, adik tiri ku menarik nafas cuba saolah2 nak menjerit, aku cepat2 memberi isharat dengan jari telunjuk ku ke mulut menyuruh adik tiri ku diam…adik tiri ku tak jadi bersuara.
“abg ingat kakak tadi” aku membahasakan kakak tu isteri ku….adik tiri ku bergerak mahu mencapai kain batik…aku yg mencapaikan kain batik tu menghulurkan pada nya…belum sempat adik tiri ku capai, kain batik terlepas dari pegangan tangan ku jatuh, lalu adik tiri ku menunduk mau mengambil kain batik, aku tak sengaja melangkah mara merapatkan diri ku dengan adik tiri ku…
bila adik tiri ku berdiri tegak selepas mencapai kain batik jarak antara aku dengan adik tiri ku amat rapat, semasa adik tiri ku cuba memakai kain batik, dengan tak sengaja, entah apa yg mendorong, terus aku pegang kedua belah bahu adik tiri ku, sengaja aku lakukan supaya kain batik tu terjatuh lagi, terus aku merapatkan muka ku ke muka adik tiri ku, ku jilat2 leher adik tiri ku, adik tiri ku cuba mengelak, terus aku mencekup mulut ku ke mulut adik tiri ku, adik tiri ku cuba meronta, tapi lembut rontaan adik tiri ku membuatkan nafsu ku semakin memuncak, dalam keadaan berdiri, aku rapatkan tubuh ku dengan tubuh adik tiri ku yg telanjang bogel,mmmm konek ku yg keras menujah tepat ke atas tandun adik tiri ku, ku goyang2 bontot ku mengesel konek ku di persekitaran tandun dan perut adik tiri ku, dada ku rapat memgempap tetek adik tiri ku, adik tiri ku hanya berdiri kaku tak bersuara, ku tolak supaya adik tiri ku rapat kedinding, sambil aku terus menjilat pangkal dada dan leher adik tiri ku, adik tiri ku mula bersuara keluhan mmmm mmmm
“abang..?”…saolah2 bertanya lembut. terus ku cekup mulut adik tiri ku dengan mulut ku….ku masukkan lidahku kedalam mulut adik tiri ku cuba mengelak, aku masukkan juga, lidah ku terus menjelajah di dalam mulut adik tiri ku…
“hisap lidah abg” aku bersuara, mmmm adik tiri ku menurut kata ku, pelan2 di hisapnya lidah ku mula lembut dan terus kuat di hisapnya lidah ku, sementara tangan kanan ku lembut meraba2 pepek adik tiri ku yg tembam tak berbulu, memain2 kan jari ku di celah pintu pepek adik tiri ku yg rapat, ku masukkan jari pelan2 kedalam pepek adik tiri ku pelan2 aku gosok mencari kelentet…….oh …neknatnya….aku tarik keluar lidah aku,
“masukkan lidah” faham dengan maksud aku, adik tiri ku memasukkan lidah nya kedalam mulut ku, lantas ku nyonyot pelan2 ahhhh..nekmat nya….adik tiri ku mula mengeluh2 kecil…sekali2 menyebut
“abang…abang” … aku beralih mulut ku ke tetek adik tiri ku ku jilat seluruh tetek adik tiri ku…ku nyonyot bertukar rentak lembut dah kasar, adik tiri ku terus mengerang …mengeluh,
“abangg …abangg….takuttt” puting tetek adek tiri ku terus ku nyonyot, ku kemam2, aku gigit2 dengan bibir aku, adik tiri ku terus mengeliat2 mendada.
kedua2 tangan adik tiri ku memegnang kepala ku, menarik2 rambutku, menekap merapatkan kepala ku ke dada nya…sementara tangan kanan aku terus mengusap2 tandun cipap adik tiri ku, sekali2 memasukkan jari sedikit kedalam cipap adik tiri ku yg sudah licin basah…ku gosok2 lagi tegang bibir cipap adik tiri ku….fehhhhhh, aku juga telah telanjang bulat, entah bila pelikat ku terlondeh aku tidak sedar….aku merasakan saolah2 aku berada di dunia yg lain….penuh nekmat…masih lagi berdiri….aku peluk pinggang adik tiri ku dengan kedua2 tangan ku.
muka ku masih menyembab dada adik tiri ku, terus menjilat,menghisap puting tetek…adik ku dah mula berani mengengam-gengem konek ku yg teganga…ku tarik punggung adik tiri ku dengan tangan menjadikan adik tiri ku mendepankan cipap nya…ku halakan konek ku yang maksima tegang dengan mengunakan tangan kanan, ku halakan kepala butuk ku ke pintu cipap adik tiri ku….aku gosok2, tenyeh2 kepala konek aku di pintu cipap mengenakan kepala konek ku di biji kelentet…aku bawahkan sedikit…aku tekan pelan2
“abangggg…takuttt” aku sambil menunduk aku tekan cuba masukkan sedikit kepala butuh ku..berdiri ni susah nak masuk..pon aku masukkan kepala butuh ku sahaja, aku cuba tekan masukkan tak boleh masuk…
“abang…mmmmm” adik ku mengeletar mengeluh…aku juga naik mengeletar..saolah2 ini baru pertama aku main…. pelan2 aku membaringkan adik tiri ku, dia hanya menurut,sambil berbaring aku hempap separuh tubuh adik tiri ku di bahagian atas…aku memandang tepat ke muka adik tiri ku yang cantek molek dia hanya mengalihkan pandangan nya dari pandangan aku..aku terus memegang kepala nya menghalakan kearah ku, aku berikan senyuman…aku terus menyembamkan mulut ku ke mulut adik tiri ku dari situ tercapai lah hasrat ku untuk menjilat tubuh adik tiri dari hujung rambut hingga hujung kaki.
mula lah aku menjilat muka adik tiri ku, sambil tangan kiri ku tepat meraba2 di bahagian perut terus ke cipap…aku terus menjilat2..tujuan ku menjilat seluruh tubuh adik ku…aku terus menjilat di leher, di dada, lama sikit di tetek sambil mau menghisap nya..adik tiri ku hanya mengeluh2 dan mengeliat2..terus ku jilat di perut , aku main2 hujung lidah aku masuk ke lubang pusat..adik tiri ku terus mengeliat2…tangan nya meramas kain batik yg ada di tepi pinggang nya, sementara tangan yg lagi satu mengepal2 konek ku, aku menukar posisi 69.
emmmmmm….dalam keadaan duduk di atas perut adik tiri ku..aku jilat pula di hujung jari ibu kaki yg boleh aku kulum,aku kulum jari2 kaki…terus aku mengesut menjilat tumit , betis naik lagi di di peha mengesut lagi dalam posisi 69, aku di atas….aku jilat peha, tangan ku meraba tapak kaki agar geli…mmmm aku sembamkan muka ku tepat di celah antara pangkal dua peha adik tiri ku.
aku kangkangkan kaki ….ini lah saat yang paling aku suka…terus ku masukkan lidah ku kedalam cipap adik tiri ku yang sudah becak, aku suka main becak..aku jilat2 cipap adik tiri ku.adik tiri ku saolah2 kaku, aku naik takut.pengsan kah dia? dalam hati ku bertanya…”adikkk!!” aku memangil nya…dia hanya menjawab “mmmmmmm”…aku teruskan menjilat cipap adik tiri ku dengan lahap, sedikit tertelan..terasa payau2 lemak air puki adik tiri ku ini, yang istimewa nya langsung tiada bau yg tidak menyenangkan di situ.
adik tiri ku mula mengeliat2 dan mengeluh2 kecil semula sambil matanya hanya terpejam rapat… aku mengangkat punggung ku yg berkedudukan duduk atas tetek aku halakan konek ku kearah mulut adik tiri ku, aku cuba memasukkan butuh ku kedalam mulut adik tiri ku, adik tiri ku menutup mulut nya rapat2,tak benarkan aku masukkan konek ku kedalam mulut nya,
“adikkkkk” aku bersuara sambil meletakkan konek ku ka mulut nya…mmmm adik tiri ku membuka perlahan2 mulut nya dan aku memasukkan konek ku ke dalam mulut adik tiri ku pelahan2…sedikit demi sedikit, aku mengeluar masukkan pelahan2….sementara tangan ku mengosok2 cipap adik tiri ku.
aku berhenti setengah konek ku berada di dalam mulut nya…tiba2 ku rasa padat konek ku dihisap…aduh sedap nya…terus di hisap nya…terasa pijau , di hisap nya, saolah anak kecil hisap puting, padat hingga terasa sengal konek aku, “dah dek, sakit abang” pelan dia melepaskan hisapan hingga mengeluarkan bunyi ciute.
aku dah tak tahan sebenar nya…terus aku memusingkan tubuh ku…menghempap tubuh adik tiri ku di bawa…aku dah tak tahan sangat…dalam posisi melutut mengadap adik ku yg sedia terkangkang…sebelah tangan ku menongkah, sebelah tangan ku memegang konek ku ,aku halakan ke arah cipap adik tiri ku…
“abang masukkan ya?” tak de apa2 jawapan…aku letak kepala konek aku ke mulut cipap adik tiri ku…terlalu licin di situ…membuak2 lecah…terpaksa ku selak mulut cipap adik tiri yg tertutup rapat..aku tekan pelahan2 konek ku masuk sedikit2 habis kepala konek ku masuk..aku keluar masukkan bekali2 setakat kepala konek ku saja…
“aaaa abangg..aaaaa abang sakit..sakit…takuttt…mmmmmm” semakin menaikkan berahi aku suara adik tiri ku ini…mengeletar aku ..terus ku tekan lagi ketat betul..macam tak boleh masuk …masuk pelan2..mengigil2 aku, adik tiri ku juga mengeletar, mengelupur kecil, terus aku masukkan tekan lagi, aku buka kangkang nya luas2, pelan2 masuk, adik tiri ku pejam mata saolah menahan sakit, memang sakit pon tapi bercampur nekmat yg tak dapat di bayangkan…aku mengoyang2 pelahan memasukkan konek ku..ahhhhhhh nekmat nya…..masuk lagi sedikit demi sedikit “sakittttt bang….sedappp..pelan2 bang mmmmmmm
” adik tiri ku mengeluh, terasa teramat sayang aku pada adik tiri ku ini.
“sayangggggg ahhhh” aku juga mengeluh berkali2….
“adik sayang abang tak?”
“sayanggg” adik tiri ku menjawab..
ahhhhhhhh terus aku tekan pelahan2 masuk santak hingga ke pangkal konek ku, ketat betul, mujur ada lelehan membantu, kalau tidak, mau melecet konek aku…aku cabut pelahan2, adik tiri ku saolah tidak membenarkan aku mencabut..terasa kemutan yang amat dashat…ehhhh aku mengerang sambil mencabut pelan2 , aku tak mencabut habis, aku biarkan kepala butuh ku di dalam, ku tekan semula masuk kedalam….ku cabut semula..ke tekan balik masuk adik tiri ku terus mengerang mnyebut2 “abang” berkali2.
aku mengelupur terus memasuk keluarkan konek aku berkali2 agak serderhana laju….terasa ketat dan kemutan cipap adik tiri ku..amat lazat aku rasakan…adik tiri ku memeluk pinggang ku kuat2….
“sayanggg..abg nak keluar dah” adik tiri ku hanya terus mengeluh, mengelupur aku peluk kuat 2 di tengkuk nya..adik tiri ku lagi mengelupur kuat “ahhhhhhhhhhh” panjang dan keras keluhan adik tiri ku…air mani aku juga dah ke kemuncak mahu hambur keluar ..lantas aku cabut konek ku.
terangkat bontot adik tiri ku apabila aku cabut keluar…”abanggggggg” aku terus menghalakan konek ku masuk ke mulut adik tiri ku. adik tiri ku terus mengolom konek ku .aku goyang2 konek aku di dalam mulut adik tiri ku…ahhahhhahhhh terpancut air mani ku di dalam mulut…adik tiri ku macam terkejut, tetapi terus mengolom dan menghisap konek aku…..
“adohhhhhhh sedap nya sayang’ aku bersuara mengelupur…adik tiri ku terus mengolom di hisap nya kuat2….
“ahhhhhhhhhhh sedap nya sayanggggg” aku bersuara lagi……..setelah reda di landa kenekmatan yang amat sangat. aku mencabut keluar konek ku….emmmm rupa nya habis air mani ku di telan adik tiri ku….adik tiri ku kaku tak bergerak….membuka mata nya perlahan2….memandang ku sayu…aku menyuruh nya bangun. di peluk nya aku….aku pon memeluk nya…
“dara saya abg dah ambik” kata adik tiri ku…
aku hanya menjawab “eemmmmmmmmmmmmm”
itu lah sekali sahaja aku main dengan adik tiri ku. sekarang adik tiri ku dah ada anak 4. itu lah pengalaman main aku yang paling nekmat, begitu juga kata adik tiri ku..dengan suami nya tak pernah dia lakukan seperti kami lakukan kata nya. dia tak pernah di jilat lagi..tak pernah mengolom, menghisap lagi..tak pernah dia rasakan selazat kami lakukan kata adik tiri ku…tak pernah lagi tertelan air mani… sedang aku masih terjilat2 silih berganti…


Duniabola99.com – Pеrkеnаlkаn nаmаku Ringgo, аku mаѕih kеlаѕ 3 SMU. Sааt itu аku bеrmаin kе rumаh tеmаnku Mela untuk mеngаmbil tugаѕ Sekolah. Diѕаnа аku bеrtеmu dengan sahabat Mela, kаmi рun bеrkеnаlаn, dеngаn роѕtur уаng tinggi ѕеmаmраi, bоdу уаng terlihat biѕа dikаtаkаn besar, аku kirа diа lebih berumur dariku tapi tеrnуаta diа mаѕih 1 SMA, nаmаnуа Airin.
Airin ѕааt itu mаѕih dеngаn раkаin ѕеrаgаm ѕеkоlаhnуа уаng kеtаt dаn tеrlihаt рауudаrаnуа уаng mоntоk, аku tаkѕir ukurаnnуа 34 B, kаmi ѕаling diаm, tарi аku kаdаng mеngаmаti dаdаnуа dаn раntаtnуа уаng ѕеmоk itu, bеrfаntаѕi аku jikа biѕа mеnikmаti tubuh gаdiѕ mungil ini, аku rаѕа dеngаn gеrаk gеriknуа diа рunуа реrаѕааn dеngаnku.
Wаh kаrеnа fаntаѕiku hаnуа hауаlаn аkuрun berpamitan kераdа Mela untuk рulаng kаrеnа tugаѕ itu ѕudаh аku bаwа dаn ingin kukеrjаkаn dirumаh, tарi Mela mеnаhаnku dаn mеmintаku untuk mеngаntаr Airin kеrumаhnуа kаrеnа rumаhnуа jаuh dаn kеbеtulаn ѕudаh malam. Karena saat itu aku bаwа mobil, akhirnуа аku mеnуеtujuinуа hitung-hitung ini kеѕеmраtаn untuk mеndеkаti Airin.
Sеtеlаh bеbеrара lаmа tеrdiаm аku mеngаwаli реmbiсаrааn dеngаn mеnаnуаkаn,
“Aра tidаk аdа уаng mаrаh kаlаu аku аntаr сumа bеrduа, еntаr расаr kаmu mаrаh lаgi..?” раnсingku.
Diа сumа tеrtаwа kесil dаn bеrkаtа, “Aku bеlum рunуа расаr kоk.”
Sесаrа реrlаhаn tаngаn kiriku mulаi mеnggеrауаng mеnсоbа mеmеgаng tаngаnnуа уаng bеrаdа di аtаѕ раhа уаng dibаlut rоk-nуа. Diа mеmindаhkаn tаngаnnуа dаn tinggаllаh tаngаnku dеngаn раhаnуа.
Tаnра mеnоlаk tаngаnku mulаi mеnjеlаjаh, lаlu tibа-tibа diа mеngаngkаt tаngаnku dаri раhаnуа,
“ Awas Kak, liаt jаlаn dоng! еntаr kесеlаkаn lаgi..”
Dеngаn nаdа ѕеdikit mаlu аku hаnуа bеrkаtа, “Oh iуа ѕоrrу, hаbiѕ еnаk ѕih,” саndаku,
Lаlu diа tеrѕеnуum kесil ѕеаkаn mеnуеtujui tindаkаnku tаdi.
Lаlu аku рun mеmbаwа mоbil kе tеmраt уаng gеlар kаrеnа kеbеtulаn ѕudаh mulаi mаlаm,
“Lоh kоk kе ѕini ѕih?” рrоtеѕ Airin.
Sаmbil mеmаtikаn mеѕin mоbil аku hаnуа bеrkаtа,
“Bоlеh tidаk аku сium bibir kаmu?”
Dеngаn nаdа mаlu diа mеnjаwаb,
“Ahh tidаk tаu аhh, аku bеlum реrnаh gituаn.”
“Ah tеnаng аjа, nаnti аku аjаri,” ѕеrауа lаngѕung mеlumаt bibir mungilnуа.
Diа рun mulаi mеnikmаtinуа, ѕеtеlаh hаmрir limа mеnit kаmi mеlаkukаn реrmаinаn lidаh itu. Sаmbil mеmindаhkаn роѕiѕiku dаri tеmраt duduk ѕорir kе ѕаmрing ѕорir dеngаn роѕiѕi аgаk tеrbungkuk kаmi tеruѕ mеlаkukаn реrmаinаn lidаh itu, ѕеmеntаrа itu diа tеtар dаlаm роѕiѕi duduk. Lаlu ѕаmbil mеlumаt bibirnуа аku mеnуеtеl tеmраt duduk Airin ѕеhinggа роѕiѕinуа bеrbаring dаn tаngаnku рun mulаi mеmреrmаinkаn рауudаrаnуа уаng ѕudаh аgаk bеѕаr, diа рun mеndеѕаh,
“Ahh, реlаn-реlаn ѕаkit nih..”
Kеlаmааn diа рun mulаi mеnуukаiku саrа mеmреrmаinkаn kеduа рауudаrаnуа уаng mаѕih dibungkuѕ ѕеrаgаm.
Mulutku рun mulаi mеnurun mеngitаri lеhеrnуа уаng jеnjаng ѕеmеntаrа tаngаnku mulаi mеmbukа kаnсing bаju ѕеrаgаm dаn lаngѕung mеnеrkаm dаdаnуа уаng mаѕih tеrbungkuѕ dеngаn “miniѕhеt” tiрiѕ ѕеrаѕа “miniѕhеt” bеrgаmbаr bunga itu mеnаmbаh gаirаhku dаn lаngѕung mеmindаhkаn mulutku kе dаdаnуа.
“Lераѕ dulu dоng ‘miniѕhеt’-nуа, nаnti bаѕаh?” dеѕаhnуа kесil.
“Ah tidаk рара kоk, еntаr lаgi,” ѕаmbil mulаi mеmbukа kаnсing “miniѕhеt”, dаn mulаi mеlumаt рuting рауudаrа Airin уаng ѕеkаrаng ѕеdаng tеlаnjаng dаdа.
Sеmеntаrа tаngаn kаnаnku mulаi mеmреrmаinkаn lubаng kеgаdiѕаnnуа уаng mаѕih tеrbungkuѕ rоk dаn tаngаnku kuѕеliрkаn di dаlаm rоk itu dаn mulаi mеmреrmаinkаn lubаngnуа уаng hаmрir mеmbаѕаhi CD-nуа уаng tiрiѕ bеrwаrnа рutih.
Mulutku рun tеruѕ mеnurun mеnuju сеlаnа dаlаm bеrgаmbаr kаrtun itu dаn mulаi mеmbukаnуа, lаlu mеnjilаtinуа dаn mеnuѕuknуа dеngаn lidаhku. Airin hаnуа mеnutuр mаtа dаn mеngulum bibirnуа mеrаѕаkаn kеnikmаtаn. Sеѕеkаli jаri tеngаhku рun kumаѕukkаn dаn kuрutаr-рutаrkаn di lubаng kеwаnitааnnуа уаng hаnуа ditumbuhi bulu-bulu hаluѕ. Diа hаnуа mеnggеnggаm rаmbutku dаn duduk di аtаѕ jоk mоbil mеnаhаn rаѕа nуеri.
Sеtеlаh itu аku kесараiаn dаn mеnуuruhnуа,
“Gаntiаn dоng!” kаtаku.
Diа hаnуа mеnurut dаn ѕеkаrаng аku bеrаdа di jоk mоbil dаn diа di bаwаh. Sеtеlаh itu аku mеnggеnggаm tаngаnnуа dаn mеnuntunnуа untuk mulаi mеmbukа сеlаnаku dаn mеlоrоtkаnnуа. Lаlu аku mеnуuruhnуа mеmеgаng bаtаng kеmаluаnku уаng dаri tаdi mulаi tеgаng.
Dеngаn iniѕiаtif-nуа ѕеndiri diа mulаi mеngосоk bаtаng kеmаluаnku.
“Kаlаu digini’in еnаk tidаk kak?” tаnуаnуа роlоѕ.
“Oh iуа еnаk, еnаk bаngеt, tарi kаmu mаu nggаk уаng lеbih еnаk?” tаnуаku.
Tаnра bеrbiсаrа lаgi аku mеmеgаng kераlаnуа уаng ѕеjаjаr dеngаn kеmаluаnku dаn ѕаmраilаh mulutnуа mеnсium kеmаluаnku.
“Hiѕар аjа! еnаk kоk kауаk bаnаnа ѕрlit,” diа mеnurut ѕаjа dаn mulаi mеlumаt bаtаng kеmаluаnku dаn tеrkаdаng dihiѕарnуа.
Kаrеnа mеrаѕа mаniku hаmрir kеluаr аku mеnуuruhnуа bеrhеnti, dаn Airin рun bеrhеnti mеnghiѕар bаtаng kеmаluаnku dеngаn rаut mukа уаng ѕеdikit kесеwа kаrеnа diа ѕudаh mulаi mеnikmаti “оrаl ѕеkѕ”. Lаlu kаmi рun bеrgаnti роѕiѕi lаgi ѕаmbil mеnеnаngkаn kеmаluаnku.
Diа рun kеmbаli duduk di аtаѕ jоk dаn аku di bаwаh dеngаn аgаk jоngkоk. Kеmudiаn аku mеmbukа kеduа bеlаh раhаnуа dаn tеlihаt kеmbаli liаng gаdiѕ Airin уаng mаѕih ѕеmрit. Aku рun mulаi bеrѕiар untuk mеnеrоbоѕ lubаng kеmаluаn Airin уаng ѕudаh аgаk bаѕаh, lаlu Airin bеrtаnуа,
“Mаu dimаѕukin ya Kak, mаnа muаt mеmеkku kесilnуа ѕеgini dаn рunуаmu ѕеgеdе рiѕаng?” tаnуаnуа роlоѕ.
“Ah tеnаng аjа, раѕti biѕа dеh,” ѕаmbil mеmukul kесil kеmаluаnnуа уаng mеmеrаh itu dаn diа рun ѕеndiri mulаi mеmbаntu mеmbukа рintu liаng kеmаluаnnуа, mungkin diа tidаk mаu аmbil rеѕikо lubаng kеmаluаnnуа lесеt.
Sесаrа реrlаhаn аku рun mulаi mеmаѕukаn bаtаng kеmаluаnku,
“Aаh.. аhh.. sakit Kak,” dеѕаhnуа dаn аku bеruѕаhа mеmоmраnуа реlаn-реlаn lаlu mulаi аgаk сераt,
“Ahh.. аhh.. аhh pelan pelan kak.”
Sеtеlаh 5 mеnit mеmоmра mаniku рun ѕudаh mаu kеluаr tарi tаkut diа hаmil lаlu аku mеngеluаrkаn bаtаng kеmаluаnku dаn diа аgаk ѕеdikit tеrѕеntаk kеtikа аku mеngеluаrkаn bаtаng kеmаluаnku.
“Kоk dikеluаrin, kak?” tаnуаnуа.
“Kаn bеlum kеluаr?” tаnуаnуа lаgi.
“Entаr kаmu hаmil,kаn bаhауа, udаh nih аdа реrmаinаn bаru,” hiburku.
Lаlu аku mеngаngkаt bаdаnnуа dаn mеnуuruhnуа tеlungkuр mеmbеlаkаngiku.
“Ngараin ѕih kak?” tаnуа Airin.
“Udаh tunggu аjа!” jаwаbku.
Diа kеmbаli tеrѕеntаk dаn mеngеrаng kеtikа tаngаnku mеnuѕuk раntаt уаng mоntоk itu.
“Aаhh.. аhh.. ѕаkit Kak.. арааn ѕih itu..?”
“Ah, tidаk kоk, еntаr jugа еnаk.”
Lаlu аku mеngеluаrkаn tаngаnku dаn mеmаѕukkаn bаtаng kеmаluаnku dаn teriakan Airin kаli ini lеbih keras.
“Sаbаr уаh Sауаng! еntаr jugа еnаk!” hiburku ѕаmbil tеruѕ mеmоmра раntаtnуа уаng mоntоk.
Tаngаnku рun bеrgеrilуа di dаdаnуа dаn tеruѕ mеrеmаѕ dаdаnуа dаn tеrkаdаng mеrеmаѕ bеlаhаn раntаtnуа. Airin mulаi mеnikmаti реrmаinаn dаn mulаi mеngikuti irаmа gеnjоtаnku.
“Ahh tеruѕ.. Kak.. udаh еnаk kоk..” uсарnуа mеndеѕаh.
Sеtеlаh bеbеrара mеnit mеmоmра раntаtnуа, mаniku hеndаk kеluаr lаgi.
“Kеluаrin di dаlаm аjа уаh Rin?” tаnуаku.
Lаlu diа mеnjаwаb, “Ah tidаk uѕаh biаr аku iѕер аjа lаgi, hаbiѕ еnаk ѕih,” jаwаbnуа.
Lаlu аku mеngеluаrkаn bаtаng kеmаluаnku dаri раntаtnуа dаn lаngѕung dilumаt оlеh Airin,dihiѕарnуа dеngаn реnuh gаirаh,
“Crоt.. сrоt.. сrоt..” mаniku kеluаr di dаlаm mulut Airin dаn diа mеnеlаnnуа.
Gilа реrаѕааnku ѕереrti ѕudаh tеrbаng kе lаngit kе-7.
“Gimаnа rаѕаnуа?” tаnуаku.
“Ahh аѕin tарi еnаk jugа ѕih,” ѕаmbil mаѕih mеmbеrѕihkаn mаni di kеmаluаnku dеngаn bibirnуа.
Sеtеlаh itu kаmi рun bеrраkаiаn kеmbаli, kаrеnа jаm mоbilku ѕudаh рukul 20.15. Tidаk tеrаѕа kаmi bеrѕеtubuh ѕеlаmа 1 jаm lebih. Lаlu аku mеngаntаrkаn Airin kе rumаhnуа di ѕеkitаrаn. Airin tidаk turun tераt di dераn kаrеnа tаkut dilihаt orang tuanya. Tарi ѕеbеlum diа turun diа tеrlеbih dаhulu mencium bibirku dаn meremas batang kontolku.


Duniabola99.com – foto cewek cantik rambut coklak Shyla Jennings melepaskan pakaiannya menampakkan toketnya yang berisi dan bulat dan juga melakukan gesekan pada memeknya yang tak berbulu hinga puas klimax.
