
Duniabola99.com – foto cewek cantik yang sedang terangsang memainkan toketnya yang gede dan bulat padat kenyal hingga memeknya basah diatas tempat tidurnya saat baru bangun pagi. Agen Togel Terpercaya


Duniabola99.com – foto cewek cantik yang sedang terangsang memainkan toketnya yang gede dan bulat padat kenyal hingga memeknya basah diatas tempat tidurnya saat baru bangun pagi. Agen Togel Terpercaya



Duniabola99.com – foto gadis model cantik melepas gaun merahnya dan berpose hot memamerkan toketnya yang gede dan memeknya yang tidak berbulu.




Duniabola99.com – Sore itu seperti biasa aku dan keluargaku berkumpul bercanda ria di ruang keluarga. Aku, papa dan mama kami bertiga termasuk keluarga yang haromis.
Perkenalkan namaku Andri umur 16 tahun, ibuku Mayang usia 42 tahun, sedangkan ayahku Ranu usianya 47 tahun. Kami bertiga selalu menghabiskan waktu bersama kalau sore hari seperti itu. Sedangkan bila pagi sampai jam 5 sore kita bertiga sibuk dengan urusan masing-masing aku sekolah, ibuku sibuk dengan bisnis laundrynya, dan sedangkan ayahku bekerja sebagai pemborong. Walaupun hidup kami pas-passan kami tetap bahagia karena selalu bisa berkumpul seperti ini.
Sore itu ayahku sedang memegang kartu ditanggannya untuk mengajak aku dan mamaku bermain kartu bersama untuk mengusir bosan. Akhirnya kami bertiga bermain kartu bersama memang benar kata ayahku permainan kartu ini awalnya menghilangkan rasa bosan kami bertiga yang sedari tadi hanya ngobrol-ngobrol sambi lihat televisi. Setelah bermain cukup lama akhirnya kami bertiga merasa bosan dengan permainan kartu ini. Ayahku yang menetahui situasi itu langsung mencetuskan ide gilanya, memang ayahku adalah orang yang paling kreatif diantara kami bertiga tapi kali ini ide ayahku tdk bisa diterima dengan akal sehat.
Ayah pun mulai mengutarakan ide gilanya itu
“Kalian tampaknya udah merasa bosan iya?” Tanya ayahku kepada aku dan mamaku.
“Iya nih yah udah bosen dari tadi gini-gini aja” jawabku menyauti pertanyaan dari ayah.
“Iya bener tuh kata Andri yah mama juga udah mulai bosan” sambung mamaku.
“Ya udah ayah kali ini punya ide, gimana kalau yang kalah harus membuka pakaiannya satu-persatu?” Ayah mengutarakan ide gilanya saat itu kepada kamu dengan senyum-senyum nggak jelas.
“Apa yah? Apa ayah ini sudah gila?” Sahut mamaku sedikit sewot.
“Kenapa seh ma? Apa mama takut?” Tanya ayahku kepada mamaku.
“Ayah ini apa2an masak yang kalah harus lepas baju? Gimana kalau mama yang kalah?” Ucap mamaku melemparkan pertanyaan balik pada ayahku.
“Emang kenapa ma? Disini kan cuma kita bertiga tdk ada orang lain” sahut ayahku.
“Kok malah debat sih?” Tanyaku kesal kepada orang tuaku.
“Oke deh mama berani, ayo kocok kartunya” ujar mamaku mengakhiri perdebatan mereka.
Akhirnya ayahku mengocok kartunya dan membaginya rata pada kami bertiga. Permainan pertama pun berlangsung sangat sengit kita bertiga saling adu strategi dan akhirnya aku yang kalah.
Lalu ayahku segera berkata,
“Ayo Ndri buka kaos kamu terus kamu kocok lagi kartunya.
“Iya2 yah” jawabku sedikit sewot karena kalah pada permainan pertama.
Mamaku hanya senyam-senyum melihat kekalahanku. Akhirnya kartu kuocok lagi untuk permainan kedua. Dipermainan kedua ini mamaku yang akhirnya kalah.
Dengan sangat senang aku menyuruh mama untuk membuka bajunya,
“Ayo ma buka bajunya hehehehehe” ocehku sambil tertawa melihat kekalahan mama.
“Iya tdk toh mama hanya lepas jilbab dulu” sahut mamaku.
“Kok gitu? Mama curang ah” timpalku sewot mendengar kata2 mama.
“Iya gk bisa gitu ma perjanjiannyakn baju bukan jilbab jadi mama harus lepas baju dan jilbabnya tetep aja dipakai” ayahku coba menerangkan aturan permainannya pada mamaku.
Akhirnya mamaku melepas kancing2 bajunya dan terlihatlah toket mama yang masih terbungkus bh warna putih. Dipermainan ketiga mama kalah lagi aku dan ayah memaksa mama untuk membuka celanannya. Permainan ini berlangsung terus sapek tak terasa tubuh kami bertiga benar bugil tanpa ada apa-apa lagi yang menutupi tubuh kita.
Aku sempat terkesan waktu melihat mama membuka bhnya ternyata toket mama gede banget. Sebelumnya aku tak pernah memperhatikan toket mam karena tertutup oleh jilbab-jilbabnya. Ayah yang sudah menyadari kalau aku sedari tadi sudah terangsang melihat bentuk toketh mamaku mulai memancingku. Ayah pun mengambil tindakan dengan menggeser tempat duduknya dan mendekatkan tubuhnya pada mama. Ayahku juga mulai mengraya2 toket mama.
“Apaan sih ayah ini malu tuh dilihat Andri” kata mama menghentikan tingkah ayah.
“Nggak papa ma biarin aja Andri kan udah gede” jawab papa singkat.
Karena takut ayah marah mama membiarkan tanggan ayah meremas-remas kedua toketnya itu. Aku pun sangat terangsang melihat tanggan ayahku yang sedang asyik dengan pekerjaan barunya saat itu.
“Andri pengen ya?” Goda ayah padaku.
“Ayah apaan sih?” Mamaku coba memeringatkan ayah.
“Halah Nggak papa ma toh Andri juga butuh edukasi tentang sex” jawab ayahku ringan.
“Enngg……..akkk kok yah” jawabku terbatah2.
“Ah jangan bo’ong ah Andri, tuh buktinya udah tegang banget” kata ayahku sambil menuding batang penisku.
“Ternyata punyamu lebih gede dari punya ayah iya Ndri?” Lanjut ayahku.
Sedangkan mamaku masih bengong melihat batang penisku mungkin mamku takjub dengan ukuran kotolku yang lebih besar dari punya ayah. Ayah terus meremas toket mama seperti orang kesurupan sambil lidahnya menjilati leher mama.
“Ngapain kamu bengong aja disitu Ndri? Sini bantu ayah” ayahku membuyarkan lamunanku.
“Ah ayah ini apaan sih? Masak Andri diajak beginian?” Sahut mamaku tapi pandangannya tdk berpaling dari batang penisku.
“Biarin aja deh ma toh mama juga pengen ngerasain penisnya Andri yang gede itukn?” Ayah langsung to the point kepada mama.
Mamaku tak menjawab kata2 terakhir yang terlontar dari mulut ayahku. Akupun tetap terdiam dan membisu ditempatku duduk, aku belum percaya kalau ayahku segila ini.
“Ayo Ndri kok malah bengong” kata2 ayah membuyarkan lamunanku.
“Andri harus ngapain yah?” Tanyaku yang tampak begitu polosnya.
“Sini kamu jilatin meqi mamamu” perintah ayah mendengar pertanyaan bodohku.
Bagai kerbau yang dicocok hidungnya akupun bankit dari tempatku duduk dan mendekat ke tubuh ayah dan mama. Sebenarnya aku masih ragu menuruti perintah ayah karena sebelumnya aku belum pernah melakukan hal yang seperti ini. Aku pun mendekatkan kepalaku dengan meqi mama. Aku sempat menghetikan kepalaku tepat didepan meqi mama karena sebenarnya aku jijik melakukan hal ini, tapi ayah memaksaku.
Akhirnya kulakukan perintah ayahku menjilati meqi mamaku. Pertama-tama aku agak sedikit kaku melakukan hal seperti ini tapi lama-kelamaan aku sudah mulai terbiasa. Karena aku sudah mulai terbiasa mama mulai menjambak rambutku untuk membenamkan kepalaku kepada meqinya sampai-sampai aku tdk bisa bernafas. Walaupun aku sulit untuk bernafas karena mamaku mebenamkan kepalaku tapi herannya justru aku lebih menikmati permainanku.
Mamaku mulai meracau,
“Terus Andri terus jilat itil mama Ndri, ayah juga sedot yang kuat pentil mama mainkan susu mama yah” racau mamku.
Aku dan papaku terus melakukan pekerjaannya masing-masing. Sampai papa menghentikan jilatanku.
“Ndri berhenti menjilat meqi mamamu dulu” ucap ayahku sembari bediri disebelah mama dan penisnya tepat pada muka mama.
“Iya yah” jawablku menuruti perintah ayahku.
“Ma ayo sekarang giliranmu mainin penis ayah” perintah ayahku yang ditujuhkan pada mama.
“Dan kamu Andri terusin jilat meqi mamamu dari belakang” lanjut ayah.
Mama yang mengerti permintaan ayaj langsung mengubah posisinya mamau langsung nungging dan menyergap penis ayah sedangkan aku asyik menjilati meqi mama. Kelihatannya mama semakin liar menyepong penis ayah yang ukurannya sedikit lebih kecil dari punyaku mungkin mama usah terbiasa maini penis ayah.
Setelah ayah merasah puas dengan sepongin mama sekarang ayah menyuruhku untuk mengantikan posisinya lalu ayah sekaran berpindah kebelakang. Kemudian ayah langsung membuka lebar kedua paha mama dan memasukan kotolnya kedalam lubang meqi mama. Mama sempat menjerit kecil ketika penis ayah berhasil sepenuhnya masuk kedalam meqi mama. Sedangkan aku yang ada didepan mama langsung memajukan penisku tepat pada bibir mama.
Mungkin mama sudah mengerti maksudku mama langsung meraih penisku dan mejilati kepala penisku pertama-tama. Rasanya ngilu campur geli membuatku meringis2 keenakan. Melihat hal itu mama langsung memasukan penisku kemulutnya. Rasanya hangat sekali, mama mulai memaju mundurkan penisku yang berada didalam mulutnya.
“Achh……geli ma geli” racauku menahan geli.
“Udah nikmatin aja Ndri” ucap ayah mendengar racauanku.
“Emb penismu ahhhh ge ahhh de banget Ndri ahhh” kata mama yang sedikit terputus-putus karena mendapat serangan dari ayah.
Mama terus mengulum penisku dan sekali2 menyedot batang penisku rasanya enak banget aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.
10 menit berselang ayah mengerang keras sekali tampaknya dia sudah sampai pada puncaknya. Tubuh ayah seketika lemas tak berdaya. Ayah kemudian mencabut penisnya yang masih tertanam dimeqi mama, begitu penis ayah dicopot terlihat jelas olehku ada cairan putih pekat keluar dari meqi mama.
“Ndri sekarang giliranmu ayo lakukan” perintah papa
Akupun nurut-nurut aja. Sekarang posisi mama sedang tidur terlentang pahanya terbuka lebar untuk memudahkanku memasukan peniskuyang sedari tadi pengen sekali dimasukan. Aku mengarahkan batangku ke meqi mama walaupun meqi mama sudah licin karena sperma dari ayah tapi aku masih kesulitan untuk memasukannya. Akhirnya denga telaten mama membimbingku, penisku dipegang oleh mama dan langsung diarahkan pas lubang meqinya. Karena lubang meqi mama yang sudah licin oleh sperma ayah penisku langsung masuk seluruhnya ke meqi mama. Mama menyeruak dan mengadahkan kepalanya keatas. Sekarang aku dengan perlahan mulai mengerakan pinggulku maju mundur.
“Ayo Ndri penismu enak” ujar mama.
“Iya ma meqi mama juga nikmat” jawabku
“Och…….Och…..Och….Och…..” Mama tdk berbicara lagi hanta desahan dan desahan yang keluar dari mulutnya.
Setelah hampir sepuluh menit ayah bangkit dari kursi tempatnya beristirahat. Ia mengisyaratkn padaku untuk membalik badanku akupun menurutinya. Sekarang mam yang berada diatas tubuhku tanpa pikir panjang ayah langsung mengarahkan penisnya ke anus mama. Dengan bantuan dari air liurnya akhirnya penis ayah bisa masuk seluruhnya ke anu mama. Mama hanya bisa mendesah entah dia telah menaha kenikmatan atau kesakitan aku tdk tau itu. Ayah dengan kasar menghajar anus mama.
“Aduh yah Och……terus…….yah Och…..Och…” Desahan mama
Akupun tak mau kalah dengan ayah aku langsung mempercepat gerakanku. Dan mama pun mendesah semakin keras.
“Och……kaaaa….llliiiiiaaannn bbbeeeeee nnneeerrrrr beee nnneeeerr hhhhheeebbbaattt” desahan mama.
“Oooccchhhhh kaaalllllaauuu bbeeeegggiiiinnniiii mmmmaaammmmaaaa gggaakkkk kkkuuuuuaaaatttt” lanjut desahan mama.
“Ooooocchhhhhhhh” akhirnya mama mendesah panjang tanda orgasme telah didapatkannya.
“Kamu kuat banget Ndri belum keluar-keluar juga” tanya mama padaku.
“Hehehe gk tau juga ma” jawabku singkat.
Aku yang belum mencapai puncak sendiri berusaha mengerakan tubuh mama dan dibantu oleh ayah.
Mama terus kami serang daru lubangnya sampai 5 menit kemudian ada rasa geli pada ujung penisku seperti ada benda yang memaksa untuk keluar dari dalam, meskipun kutahn tetap tak bisa dan akhirnya.
“Croooottttt croootttt croootttt croootttt”
Sperma keluar membuat penuh seisi meqi mama dipenuhi oleh sperma dan ayah. Tubuhku langsung lemas dan si Andri junior juga langsung melemaskan tubuhnya. Sekarang tinggal ayah yang menutaskan birahinya. Entah sampai kapan ayah mampu begitu yang jelas hari ini aku puas sekali.







Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Nafsu Liar ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Tina adalah sosok wanita yang dulu pernah singgah dihatiku dan menghiasi kehidupan Sex ku. Aku dan Tina
mempunyai kesamaan yaitu suka dengan gaya Sex bebas, hingga kmai sering melakukan dimana saja kami ingin
melakukan sensasi Sex.
Hingga akhirnya kami tak dapat dipersatukan karena orang tua Tina menjodohkannya dengan laki-laki
pilihan orang tuanya. Dan Tina pun pasrah dengan keputusan orang Judi Bola Pakai Pulsa tuanya. Dan kemudian aku pun menikah
dengan wanita yang sebenarnya tidak aku cintai karena didalam hatiku hanya ada Tina seorang. Hingga aku
berpikiran kalau suatu saat aku pasti bisa kembali lagi dengan Tina.
Dan benar 2 tahun aku menikah hubungan keluargaku berjalan tidak harmonis, aku dan istriku sering ribut
karena masalah masalah sepele, hingga akhirnya akupun bercerai dengan istriku karena aku sudah tidak
tahan dengan keadaan waktu itu. dikeadaanku yang kurang menyenangkan itu, tiba-tiba Tina datang lai
dikehidupanku. Tina datang disaat waktu yang tepat, dan ternyata Tina menghubungiku dan megajaku untuk
bertemu karena dia ingin bercerita tentang kehidupannya yang juga tidak harmonis. Dan akupun bercerita
kepada Tina kalau aku sudah bercerai dengan istriku.
Dan setelah pertemuan itu suatu siang Tina pun menghubungiku untuk kekantornya. Dan tanpa menunggu lama
Meluncurlah aku kekantornya di sebuah building di jalan utama ibu Judi Bola Pulsa303 kota. Karena hari itu hari sabtu,
praktis sebagian besar kantor tutup. Demikian juga di lantai tempat kantor Tina, hanya kantornya yang
buka, itupun sudah tidak ada karyawan piket karena memang cuma setengah hari.
Karenanya, Tina sendiri yang membukakan pintu dan menyambutku dengan penuh semangat. Akupun demikian,
walaupun sempat terpana sebelumnya melihat dirinya yang semakin cantik, sensual dan sexy, apalagi dengan
penampilannya siang itu yang mengenakan fortuner putih, rok mini ketat dan sepatu tinggi hingga
menampakkan kejenjangan kakinya serta kemulusan kulitnya yang mulus, walaupun tubuhnya tetap tidak
berubah, yaitu mungil dan ramping.
Cerita Sex Nafsu Liar “Aku selesai’in kerjaanku dulu ya., abis itu baru kita jalan..”, Kata Tina sambil mengajakku ke mejanya
setelah kita ngobrol-ngobrol di ruang tamu.
Tina lalu duduk di kursinya sambil menyelesaikan pekerjaan di komputernya.
“Aku pijetin yah..,” Kataku sambil berdiri di belakang kursinya berbarengan dengan mampirnya kedua
tanganku di pundaknya untuk Bandar Sbobet303 memijat.
“Hmm.., enaknya.., udah lama ya kamu nggak mijet aku.., aku kangen sama tanganmu..,” katanya lagi sambil
menggeliat manja.
“Kangen sama bibirku juga nggak?,” bisikku kemudian yang kubarengi dengan ciumanku di kupingnya.
Tina langsung menggeliat, apalagi waktu kraag blousenya agak kusingkap dan ciumanku menjalar ke leher
dan tengkuknya yang mulus. Aroma tubuhnya yang alami kurasakan lagi setelah sekian lama tak berjumpa
dengannya.
“Ssshh.., kamu nggak berubah yah..,” Rintih Tina kenikmatan sambil mematikan computernya.
“Kaya’nya kita nggak perlu keluar dari sini deh.., sebentar ya, aku kunci dulu pintu depannya,” katanya
lagi.
Agak lama Tina mengunci pintu depan, dan waktu balik ke ruang kerjanya, mataku terbelalak melihat Tina
hanya tinggal mengenakan blazer merahnya yang terkancing seadanya tanpa apa-apa lagi di dalamnya. Tanpa
bicara, Tina langsung menggandengku menuju ruang meeting kecil yang hanya berisi meja bulat dan beberapa
kursi.
“Aku kangen melihat tubuhmu,” katanya lagi.
Sementara aku buka pakaianku semua, Tina mendekatiku dan tiba-tiba melumat bibirku yang langsung
kusambut dengan meneroboskan lidahku Bandar Sbobet777 dan menari-nari di dalam mulutnya sambil kadang-kadang mengulum
lidahnya.
Begitu aku bugil total, Tina meyuruhku duduk di kursi meeting, sementara dia ambil posisi berdiri
dihadapanku sambil pelan-pelan membuka kancing blazernya dengan gaya erotis. Setelah itu, disingkapnya
masing-masing ke samping sehingga muncullah pemandangan yang amat indah. Buah dadanya yang ranum, bulat,
dan padat dengan pentilnya yang merah muda itu nampak mencuat menantang, apalagi dengan tubuhnya yang
makin basah oleh keringat sehingga kulitnya yang mulus makin berkilat. Belum lagi aku terkagum-kagum
melihatnya, Tina langsung duduk dipangkuanku dengan mengangkangkan pahanya bertumpu di pegangan tangan
kursiku sehingga posisi buah dadanya tepat persis di mukaku.
“Udah lama kamu nggak menyantap susuku, ayo dong isep”, Goda Tina sambil meneruskan melepas blazernya
dan menaruh kedua tangannya ke atas senderan kursiku dan menyodorkan dadanya hingga kepalaku terbenam di
antara dua bukitnya yang kenyal itu.
Penisku mulai berdiri lagi dengan perlakuannya ini, apalagi aku bebas menghirup aroma tubunya yang
bercampur antara parfum dan keringatnya itu. Muncul ideku untuk bermain-main dulu dengan menciumi
lehernya yang jenjang dan terus ke belakang telinganya. Tina menggeliat kegelian dan membuat hidung dan
bibirku menjalar ke ketiaknya yang halus bersih itu, setelah sebelumnya menelusuri lengannya yang
lembut. Disitu kuciumi sepuas-puasnya dan kujilat-jilat seputar ketiaknya yang merupakan salah satu
kesukaannyaa juga.
Cerita Sex Nafsu Liar Kegeliannya membuat kepala Tina menengadah kebelakang sehingga buah dadanya siap dilumat dengan mulutku
yang makin liar. Kujilati mulai dari bawah buah dadanya, terus kesamping dan berlama-lama di seputar
putingnya yang makin mengeras. Tina yang nggak sabar, mendorong putingnya ke mulutku yang langsung
kusambut dengan jilatan panjang, gigitan kecil dan kemotan-kemotan halus di putingnya. Tubuhnya makin
menggelinjang ketika tanganku juga beraksi mengusap-usap selangkangannya yang ternyata sudah basah dari
tadi.
Jariku mulai menyusup ke vaginanya dan kugosok-gosok klentitnya. Tidak Cuma itu, jari-jarikupun
menerobos masuk ke vaginanya yang terbuka bebas dengan gerakan maju-mundur yang makin lama makin cepat,
dan ..
“Aaggh..sudah dong, sudaah”, Erang Tina yang badannya mengejang sambil mendekap erat mukaku di buah
dadanya sampai aku sulit bernafas, sementara jariku merasakan hangatnya cairan dari vaginanya.
Rupanya Tina baru saja mencapai klimaksnya dengan posisi kedua pahanya yang masih mengangkang dan
masing-masing bertumpu pada sandaran tangan kursiku.
Tubuhnya lalu kuangkat dari kursi dan kurebahkan di meja bulat di depanku dengan posisi kedua kakinya,
dari batas lutut menjuntai ke bawah, agar Tina bisa beristirahat sebentar mengembalikan tenaganya.
Sementara beristirahat, aku yang duduk kembali di kursi mengangkat kedua kakinya, melepas sepatu
tingginya, dan menaruh di pangkuanku sambil kupijat Main Slot Pakai Pulsa lembut dari ujung kaki hingga betisnya. Kupandang
sejenak kakinya yang bener-bener mulus bersih dengan jari-jari kakinya yang rapi dan tanpa kutek itu
serta betisnya yang ramping berisi. Tina menikmati sekali pijatanku, bahkan waktu kugantikan tugas
tanganku dengan bibirku yang menelusuri seluruh permukaan kulit kakinya.
“Aawh..sshh,..geli sayang,” Rintihnya lagi namun tetap pasrah menyerahkan kakinya untuk kuciumi dan
kujilati dari mulai tumit, telapak kaki hingga jari-jari kakinya.
Selain kumainkan lidahku, tak lupa kukemot satu persatu jari kakinya yang kutahu paling dia suka.
Tina menikmati sekali permainanku ini sampai posisi kedua kakinya jadi tak beraturan karena menahan geli
dan nikmat. Walaupun kedua kakinya masih kuciumi, pahanya mulai terbuka sedikit, sehingga satu tanganku
bisa bebas menjamah kemulusan paha dan selangkangannya. Puas dengan kakinya, kulanjutkan ciumanku ke
atas menelusuri betisnya yang indah, bagian dalam lutut, dan pahanya. Sempat kukecup-kecup lembut kedua
paha dalamnya sambil tanganku terus menjelajah ke vaginanya. Tina menggelinjang, tapi tanpa sadar malah
memajukan duduknya ke pinggir meja dan kedua kakinya dikangkangkan ke masing-masing ujung meja, sehingga
selangkangannya makin terbuka lebar membuatku makin bernafsu.
Tanpa tunggu lagi, kupindahkan mulutku ke vaginanya yang nampak basah, dan kedua tanganku menjamah buah
dadanya di atas. Jilatan-jilatan dan isepan-isepanku di vagina inilah yang paling disukai Tina. Dari
menyusuri bibir vaginanya, kuarahkan kemudian lidahku ke clitorisnya dan kumainkan dengan ujung lidahku
hingga Tina mengerang hebat. Tak cuma itu, clitorisnya tak luput juga dari kuluman bibirku yang
kubarengi dengan liukan lidahku yang makin liar.
“Mas, kencengin lidahnya mas”, Pinta Tina sambil tangannya tiba-tiba menekan kepalaku lebih dalam.
Aku tahu maksud Tina yang minta lidahku dikerasin seolah penis dan ditarik maju-mundur ke liang
vaginanya. Tina meronta-ronta, apalagi ketika clitorisnya kujilat berulang-ulang lalu kujulurkan lebih
dalam menembus liang vaginanya bersamaan dengan makin cepatnya gerakan maju-mundur pinngul Tina, dan.
“aghh”..aagh!!” Tubuhnya melengkung dan mengejang. Kepalanya direbahkan kebelakang dan kedua pahanya
dirapatkan sehingga menjepit kepalaku yang masih berada di selangkangannya sambil tangannya terus
menekan kencang.
Tanpa istirahat lagi, dengan cepat aku berdiri dari kursi lalu mengangkat kedua kakinya tinggi ke atas
dan kutumpangkan masing-masing di pundakku, sehingga posisi penisku tepat berada di depan liang
vaginanya yang persis berada di pinggir meja.
“Ooowh ..,” teriak Tina begitu penisku yang tegak keras bak meriam masuk lurus ke liang vaginanya.
Cerita Sex Nafsu Liar Langsung kugerakkan maju-mundur pinggulku yang membuat Tina menjerit-jerit kecil karena menahan geli,
setelah mencapai klimaks sebelumnya. Pinggulnya diputar-putarkan mengimbagi gerakan penisku yang makin
lama makin cepat bergerak maju-mundur. Tina makin pasrah waktu pergelangan kakinya kupegang dan
kukangkangkan ke samping sambil terus menggenjot vaginanya. Baru sebentar Tina tak tahan, dan lebih
memilih melingkarkan kakinya ke pinggangku sambil terus menggoyang-goyang pinggulnya.
Kesempatan ini kupergunakan dengan merapatkan badanku ke tubuhnya yang indah itu, dan dengan tak henti
menggenjot vaginanya, bibir dan tanganku ikut bekerja. Tanganku meremas gundukan buah dadanya yang
ranum, dan bibirku merajalela di wajah dan lehernya. Penisku menghujam makin cepat ke liang vaginanya.
Kedua tanganku kemudian menahan kedua tangannya dan bibirku kuturunkan ke putingnya untuk kujilat dan
kukemot habis-habisn.
Sehingga ” Aaagghh..!!,” Teriak Tina dan aku hampir bersamaan. Kedua tubuh bugil kami sama-sama
menegang.
Kedua kakinya kencang sekali menghimpit pinggangku, dan tangannya beralih menekan kepalaku ke buah
dadanya.
Kami sama-sama terdiam beberapa saat menikmati ledakan yang luar biasa. Keringat mengucur deras
membasahi meja meeting itu walaupun AC terasa dingin. Kulepaskan tubuhku kemudian sambil memandangi
tubuh Tina yang indah mulus itu terlentang di atas meja. Tampangnya yang sensual itu masih tersenyum
kepuasan, dan membuatku gemas. Lalu aku mulai lagi menjelajahi seluruh lekuk liku tubuhnya dengan
jilatan-jilatan nakal, Tina cuma bisa menggelinjang pasrah dan dengan manja berkata lagi, ” Coba deh
kamu tiap hari ke kantorku.
cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,




Duniabola99.com – foto cewek cantik Vanessa Varacruz melepaskan pakaiannya yang pendek diluar ruangan menampilkan toketnya yang gede dan megangkang sambil duduk dilantai menempilkan memeknya yang bulunya lebat tercukur rapi dan tembem. Situs Judi Bola




Duniabola99.com – Setelah mendapat pengalaman pertama, aku menjadi ketagihan melakukan hubungan layaknya suami istri lagi. Tak sia-sia rasanya keperjakaanku diberikan kepadanya. Sebab, Bu Suti tidak pernah menolak ketika aku ajak untuk bersetubuh.
Bu Suti memiliki susu kecil ukuran 32 B, badan langsing dengan tinggi badan 158 cm, dan memiliki pantat bahenol. Kulitnya tidak seputih kulitku dan kulitnya pun tidak semulus dan sekencang kulit abg. Maklum sudah 48 tahun. Tapi, darinya aku selalu memperoleh kenikmatan yang tiada tara. Keluarga Bu Suti, setiap pagi selalu sepi sebab, kedua cucu yang tinggal bersamanya sekolah pagi dan biasa berangkat bareng suaminya yang hendak pergi bekerja.
Di rumahnya hanya Bu Sutilah perempuan satu-satunya. Sebab, kedua cucunya adalah laki-laki. Kedua cucunya itu dititipkan oleh anaknya dengan alasan kalau tinggal bersama mereka di kampung tidak ada yang mengurus anaknya. Suami istri itu keduanya bekerja pagi pulang sore. Pagi itu, adikku yang masih berusia satu tahun menangis terus. Maka, walaupun belum jam 09.30 WIB (jam biasa aku mengantar adikku) aku antarkan saja adikku itu ke rumah nenekku.
Ketika lewat rumah Bu Suti terlihat ia sedang menyapu halaman rumahnya. Dengan iseng sambil menggendong adikku, aku remas pantat bahenolnya. Bu Suti cemberut sambil menatapku yang berjalan sambil cengengesan. Setelah menitipkan adikku dan memberikan uang untuk jajan adikku pada nenekku. Aku segera bergegas kembali ke rumah.
Aku lihat Bu Suti masih menyapu halaman rumahnya. Dengan sedikit berbisik, aku ajak Bu Suti ke rumah. Ketika Bu Suti sudah mengiyakan akan menyusul ke rumahku, aku pun segera ke rumah dengan perasaan senang dan deg degan menunggu apa yang akan terjadi sebagai pengalaman keduaku. Seperti biasa, aku lucuti seluruh pakaianku sampai telanjang bulat. Kemudian aku lilitkan handuk untuk menutup kontolku yang sudah tegang dan keras membayangkan persetubuhan yang bakal terjadi antara aku dan Bu Suti.
Tak lama, pintu rumahku terbuka. Jantungku berdetak kencang sekali. Aku menjadi bingung mesti bagaimana dan mulai dari mana. Antara aku dan Bu Suti hanya saling menatap. Ku lihat Bu Suti, sesekali memandang ke arah kontolku yang sudah tegang dan mengeras di balik handuk. Tersungging senyum di wajahnya, membuat ketegangan yang aku alami berangsur- angsur menjadi lebih tenang.
“ayo, Dek Puji ada perlu apa manggil ibu ke rumah?” tanya Bu Suti yang seolah senang mempermainkan perasaanku yang serba salah. “eemm ini bu. Aku boleh ngulangin kayak kemarin?” pintaku penuh harap. “idih, ibu kan sudah tua. Sudah loyo. Kalau setiap hari begituan mana sanggup!” jawabnya sambil tetap tersenyum menatapku.
“ah, ibu belum juga dicoba kok sudah bilang tidak sanggup!” sergahku. “yaudah deh, tunggu sebentar ya. Ibu mau ke rumah dulu ngambil handuk biar nanti kalau udah begituan biar langsung mandi.” jawabnya dengan sedikit genit. Aku menggangguk mengiyakan sambil terus menatap pantat bahenolnya ketika ia berjalan ke luar pintu rumahku.
Bongkahan pantatnya itu membuatku berkali-kali menelan ludah. Betapa bahenolnya pantat Bu Suti sampai membuat hasrat birahiku naik sampai ke ubun-ubun. Sambil bersantai di kursi menunggu Bu Suti, aku mencoba mengingat segala adegan film porno yang sering aku tonton.
Namun, aku pun menjadi ragu apakah Bu Suti akan mau diajak bersetubuh dengan berbagai gaya. Ketika aku mulai terlena dengan lamunanku, Bu Suti masuk rumah membawa handuk dan perlengkapan mandi. Baju warna hitam tanpa lengan dengan belahan dada rendah dan agak longgar menambah seksi penampilannya walaupun susunya ukuran kecil. Dari bawah makin membuat panas penampilannya sebab, legging cream yang dipakainya begitu mencetak setiap lekuk kaki, paha, dan pantatnya yang bahenol. Tak hanya itu, saking ketat legging yang dipakainya membuat garis memeknya tercetak dengan indah dan menggiurkan naluri kelelakianku.
Bu Suti pun menawarkan diri untuk memulai persetubuhan di dalam kamarku. Tanpa banyak basa basi aku gandeng ia menuju kamarku. Di dalam kamar, tanganku mulai bergerilia menjamah setiap lekuk tubuhnya, terutama susu kecil dan pantat bahenol yang lebih sering jadi sasaran kenakalan kedua telapak tanganku. Aku elus, aku remas, aku usap, dan remas lagi susu dan pantatnya dengan halus. Bu Suti menikmati dan membalas mengelus punggungku serta kontol yang sedari tadi tegak mengacung di balik handukku. aku jilat dan kenyot halus lehernya yang jenjang.
Terasa gurih keringat lehernya dilidahku yang semakin bernafsu melakukan tugasnya. Hingga akhirnya, bibirku sudah mencaplok bibirnya. Kami berpagutan dengan liar. Tak lupa, lidah kami saling kenyot saling lilit dan saling memberi jilatan-jilatan penuh gairah. Entah berapa banyak liur kami yang tertukar dan tertelan habis. Sehingga nafsu kami semakin lama semakin menjadi-jadi. Erangan demi erangan, ke luar dari mulut Bu Suti. Matanya merem melek seiring erangan yang keluar dari mulutnya. “emmmmhhhh ssshhhh deeeek puujiiii suuuussssuuuu ibbbbbuuuuu diiikenyyyyoooott yaaaa!” pintanya dengan suara bergetar sambil membuka baju dan kutang cream yang melekat di tubuhnya.
Tanpa banyak bicara, aku jilat melingkar bagian hitam susunya, aku kenyot-kenyot puting hitam yang sudah mengeras. Ukuran putingnya seukuran kelingking. Sungguh menggairahkan sekali. Kedua telapak tanganku bergantian menjamah susunya. Meremas lembut. Sampai akhirnya sebelah tanganku aku arahkan ke tengah selangkangannya.
Aku gesek-gesekan jari tengahku diantara memeknya sambil lidahku terus menjilati susu dan mengeyot lembut puting susunya. “eemmmm ddeeeeeeek maaaassssuuukkiiiiinnn uuuuddddaaaahhhh gaaakkk taaaahaaaann gggaaaatttteeelllll memmmmeeekkk ibbbuuuu!” pintanya sambil mengerang. Sesuai pintanya aku mulai turunkan legging cream dan celana dalamnya langsung. Tampak bulu-bulut hitam memeknya. Aku bimbing ia untuk berbaring di atas kasurku. Aku amati sebentar memeknya dan mulai mengarahkan wajahku pada memeknya.
Aku jilat liang memeknya, aku kenyot-kenyot itilnya. Ia semakin menggelinjang merespon kelincahan lidah dan mulutku. Tangan Bu Suti menjambak rambutku. Ditekan- tekannya kepalaku pada memeknya sampai akhirnya kepalaku ditekannya kuat-kuat terbenam di memeknya. Terasa cairan hangat mengalir dari liang memeknya. “ssssshhhh aaaaaaaaahhhhhh keeellluaaaaarrrrr deeeeekkkk!” erangannya sambil tetap menekan kepalaku dalam-dalam pada memeknya. Dengan perlahan ia menaik turunkan pantatnya pada wajahku yang ia tekan diantara memeknya. Tampak mulai kendur cengkramannya pada kepalaku. Sehingga aku mulai menegakan badanku.
Terlihat senyum Bu Suti penuh kepuasan. Aku pun tersenyum sambil mengarahkan telapak tanganku untuk meremas susunya. Aku jilat dan kenyot susunya. Bu Suti membalas mengusap-usap kepalaku dengan lembut sehingga aku merasa begitu disayanginya. Tangan Bu Suti kini menggapai kontolku dikocoknya perlahan dan mulai mengarahkannya pada lubang memeknya. Dengan perlahan tak seperti pengalaman pertamaku dengan Bu Suti, aku dorong perlahan-lahan kontolku.
Terasa nikmat dan hangat lubang memeknya. Kontolku terasa dipijit di dalam memeknya. Bu Suti mulai menggoyangkan pinggulnya memutar. Kontolku terasa diempot-empot. Nikmat sekali. Aku mulai semakin membenamkan kontolku lebih dalam dengan memaju mundurkan dengan perlahan. “ssssshhh deeeekkkk leeebbbiiihhh cccceeeeeepppaaaattt eeemmmhhhh eeennnaaaakkk.” pintanya sambil terus mendesah.
Aku mulai menambah kecepatan gerakan kontolku. Sehingga bunyi “plok plok plok” semakin keras terdengar. Kedua tangan Bu Suti mulai meraba, meremas lembut dadaku. Aku semakin bergairah. Mempercepat kocokanku. Sampai akhrinya, terasa memeknya berkedut-kedut. “aaaaaaaahhhhhh aaaaaahhhhh ssssshhhhhhhh!” erangannya menikmati orgasme kedua sambil tangannya menahan tubuhku supaya menghentikan gerakan dalam memeknya.
Peluh membanjiri tubuh kami. Ku lihat wajahnya tersenyum puas. Aku cabut kontolku dalam memeknya. Sambil berbisik ku minta ia menungging agak tinggi dengan di topang lututnya dan badan atas telungkup di kasur. Tanpa ada penolakan ia menuruti permintaanku. Dengan posisi nungging, pantat bahenolnya terlihat bulat. Aku amati liang memeknya yang semakin merekah. Dan aku mulai maju mengarahkan kontolku ke lubang memeknya. Bles kontolku terbenam di dalamnya. Dengan kontol yang sudah terbenam dalam, aku mulai atur gerakan cepat dan perlahan memaju mundurkan kontolku.
Tiba-tiba muncul pikiran lain dalam otakku ketika melihat lubang duburnya. Aku jiati jari tengah tangan kiriku dengan ludah. Aku arahkan jari tersebut mengusap-usap lubang duburnya. Bu Suti semakin liar melenguh, mendesah, dan mengerang. Aku semakin liar mengocok memeknya dengan kontolku yang lincah di dalamnya. Aku coba menusuk duburnya dengan jari tengahku yang basah. Ia pun makin melenguh. “aaaaaahhhhh ssssssshhhhh ssssshhhhh.” lenguhnya sambil memutar-mutar pantatnya. Tak terasa jari tengahku sudah masuk setengahnya.
Suara Bu Suti mendesah dan meringis karena perih nikmat pada duburnya. Aku semakin cepat mengocok kontolku. sedangkan jari tengah di duburnya aku biarkan karena peret dan tercengkram kuat otot duburnya. Tubuh kami semakin banyak dibanjiri peluh. Bu Suti semakin cepat memutar dan menekan-nekan pantatnya. Kontolku terempot-empot di dalam memeknya sehingga aku merasakan kepala kontolku mulai gatal dan geli.
Hingga akhirnya Bu Suti mendahului orgasme akibat kocokan kontolku yang brutal pada memeknya. “ssssssshh aaaaaaaaahhhh keeeellluaaaar laaaagggiiii!” lenguhannya begitu enak terdengar. Memeknya berkedut-kedut sehingga kontolku yang sudah gatal dan geli memuntahkan banyak sperma di dalam liang memeknya. Aku biarkan sperma tumpah dan terkuras habis di dalam memeknya.
Sampai akhirnya badanku ambruk menindih tubuhnya dengan kontol yang masih terbenam di memeknya. Ketika sudah surut gelora yang membakar hasrat birahi. Aku cabut kontolku dari dalam memek Bu Suti. Aku rebahkan tubuhku di sampingnya. Bu Suti membalikan badannya mengarah padaku. Wajahku ia cium-cium dengan lembut. Sedangkan aku diam saja sambil terus ngos-ngosan.
Tangan Bu Suti dengan lembut mengusap dadaku. Mungkin sudah 10 menit kita berbaring bersama di atas kasur. Akhirnya Bu Suti bangkit dan melilitkan handuk pada tubuhnya untuk pergi mandi. Sungguh penampilan Bu Suti walau sudah tua tapi membuatku begitu nyaman berada di sampingnya. Dengan berbekal handuk aku pun mengikuti Bu Suti ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi kita pipis bareng sambil tanganku iseng meremas-remas susu kecil dan kendor milik Bu Suti.
Bu Suti geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat ulahku. “udah ah, ibu capek. Nanti kamu mau lagi.” katanya tanpa menghindarkan tanganku pada susunya. “iya bu, aku masih mau! soalnya aku pengen nyobain begituan di kamar mandi.” jawabku sambil memperlihatkan kontolku yang sudah tegak berdiri. “tapi ibu sudah gak kuat. Kalau ibu begituan lagi ibu bisa kelelahan dan ketiduran.
Mana pekerjaan ibu masih banyak di rumah.” bantahnya mencoba menenangkan hasratku. “ya udah deh bu. bagaimana kalau ini ibu hisap atau dijilatin aja?” pintaku sambil mengarahkan kontolku ke arahnya. “iya deh ibu coba, tapi cuci dulu burungnya!” jawab Bu Suti. Sungguh senang sekali Bu Suti mau melakukannya. Tidak seperti kemarin ia menolak untuk menghisap kontolku.
Dengan semangat aku cuci kontolku dari sisa-sisa lendir yang lengket. Setelah melap kontolku dengan handuk, aku arahkan kontolku pada mulut Bu Suti yang setia berjongkok dihadapanku. Dengan ragu-ragu ia membuka mulutnya dan mendorong kepalanya perlahan. Akhirnya, dengan perlahan kontolku masuk ke dalam mulutnya. Terasa nikmat, geli, dan hangat. Secara natural, Bu Suti mulai memaju mundurkan mulutnya. Agak ngilu ketika kepala kontolku berkali-kali mengenai giginya. “emmmhhh enaaakk bu.
Tolong sambil kepala burungku dikenyot pelan-pelan bu.” pintaku sambil merasakan sensasi yang baru aku alami dioral perempuan. Kontolku merasakan sensasi luar biasa. Hangat, geli, dan basah ketika berkali-kali ke luar masuk mulutnya. Apalagi Bu Suti mulai memainkan lidahnya yang terasa dingin di kulit kontolku. “emmmmhhh” rasanya seperti melayang di awang-awang. Sesekali kepala kontolku dikenyotnya pelan-pelan dan menggemaskan. uh rasanya, menenangkan jiwa. “haduh dek, leher ibu pegel. Kamu lama banget ke luarnya.” keluhnya sambil tangannya mengocok-ngocok kontolku. “iya nih bu. Nikmat sih tapi kayanya aku gak akan ke luar kalau sama mulut ibu.” jawabku. “aduh, terus gimana biar kamu cepet ke luar?” tanyanya dengan gemas sambil tidak berhenti mengocok kontolku. “ya, burung aku masukin ke memek ibu aja biar cepet ke luar.” jawabku. “yaudah deh ayo.
padahal ibu udah cape ini lutut udah gemeter kayak mau copot.” ujar Bu Suti sambil nyengir. Perlahan aku duduk di lantai kamar mandi sambil bersandar pada dinding. Aku minta Bu Suti untuk naik di atas pangkuanku. Awalnya ia terlihat bingung tapi dengan sabar aku arahkan badannya supaya dia leluasa memasukan kontolku ke dalam memeknya. Sampai akhirnya ia paham dan mulai menggoyang pantatnya memutar. Terasa, cairan hangatnya mulai membasahi memeknya sehingga terasa licin dan membuat kontolku leluasa.
Aku minta Bu Suti untuk mengkolaborasikan gerakan memutar, maju mundur, dan turun naik. Hasilnya, kontolku merasakan kenikmatan yang tiada duanya. Dinding memeknya terasa mencengkram dan meremas-remas kontolku. Sungguh enak sekali memek wanita tua ini.
Tanganku yang sedari tadi berada di pinggangnya mulai aku naikan untuk meremas-remas susu dan memilin-milin putingnya sehingga Bu Suti mulai merem melek dan mendesah dengan penuh kenikmatan. “ehhhhmmmmm aaaaaaahhhhh aaaaaaahhh ssshhhhhhhhh.” desahnya merasakan sensasi kontol dan kenakalan kedua tanganku.
Aku dekatkan lidahku menjilati lehernya yang sudah basah oleh keringat. Terasa bau persenggamaan tercium hidungku membuatku semakin bergairah oleh sensasi tersebut. Emm nikmatnya. “deeeekkkk aaaahhhhhh sssshhhhh ibuuuu caaapppeeeeekk eeemmmmmhhh peeeggggeeeelll ouuuuuhhhhh.” ujarnya sambil mendesah menikmati. “gantian aja bu, aku di atas. Ibu rebahan aja di lantai.” jawabku. Bu Suti mulai mencabut kontolku dan merebahkan badannya di lantai sambil mengangkangkan kakinya lebar-lebar.
Aku mulai menghujamkan kontolku. Dengan gerakan cepat aku kocokan kontolku keluar masuk memeknya. Bu Suti mendesah dan mengerang hebat akibat gerakan maju mundur secara cepat yang aku lakukan. Kontolku merasakan geli dan gatal. Tidak akan lama lagi aku akan mencapai orgasme, Aku semakin buas menambah kecepatan maju mundur. Sampai akhirnya, kedua telapak tangan Bu Suti mencengkram kuat punggungku. Desahannya semakin menjadi-jadi. Dan akhirnya kita sama-sama orgasme. Nafasku ngos-ngosan. Cape tapi nikmat sekali.
Aku cabut kontolku yang sudah dibalut lendir dari memeknya lalu duduk bersandar pada dinding kamar mandi. Bu Suti dengan perlahan bangkit dan menggapai gayung untuk membersihkan memeknya. Pengalaman kedua bersama Bu Suti diakhiri dengan acara mandi bareng. Usai kita mandi, aku lihat jam dinding menunjukan pukul 11.38 WIB. Aku pasti kesiangan tiba di sekolah. Tak terasa sungguh, ternyata lebih dari 3 jam setengah kita habiskan untuk bersenggama memburu kenikmatan. Namun, walaupun demikian aku tak menyesal karena Bu Suti selalu memberikan kepuasan padaku dan selalu bersedia jika aku ajak ia ngentot.








Duniabola99.com – foto cewek pembantu pirang penuh tato sangat sexy Sarah Jessie ngentot dengan anak bosnya didapur dan melakukan hubungan ngentot yang hot dan menembakkakan sperma yang banyak ke mukanya.




Duniabola99.com – Disebuah Kota yang sejuk dan indah disitulah aku tinggal, saat itu usiaku baru 18 tahun, aku sekolah disebuah SMA swasta dikotaku, kegiatanku selain sekolah aku juga suka berolah raga, maka tidak aneh jika postur badanku atletik sebut saja namaku anto
Kisah ini dimulai saat aku menginap di rumah seorang tetangga sebelah rumahku, dia seorang ibu dengan 2 orang anak suaminya seorang wiraswasta yang kadang jarang pulang ke rumah, sebut saja namanya mbak ririn, malam itu aku diminta menginap dirumah oarng tuanya mbak ririn yang letaknya tidak jauh dari rumahku mengingat orangtuanya sedang pergi keluar kota dan kebetulan malam itu ada siaran langsung pertandingan sepakbola yang memang menjadi hobbyku makanya aku mengiyakan saat mbak ririn memintaku untuk menginap di rumah orangtuanya, memang hubungan keluargaku dengan mbak ririn sudah seperti saudara jadi dia nggak segan-segan meminta pertolongan padaku.
Malam itu saat aku sedang asik menonton per tandingan sepakbola, dia datang dengan anaknya yang masih kecil umurnya kira-kira 2 tahun.
“ Lagi nonton apa to ?” Tanya dia padaku
“ Biasa mbak” jawabku sambil terus menonton pertandingan di televise
“ kamu udah maka to?” tanyanya lagi padaku
“ sudah mbak, tadi sebelum kesini saya makan dulu “ jawabku lagi
“oh…”, “ ya udah kalo begitu,mbak tidurin lia dulu ya” kata mbak ririn padaku sambil membawa anaknya ke kamar, “ Oh, iya to, nanti kamu tidur di kamar depan aja ya” kata mbak ririn sebelum masuk kekamarnya. “ iya, mbak “ jawabku singkat.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, sebentar lagi pertandingan sepakbola akan segera selesai, tiba-tiba mbak ririn keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian tidur yang memperlihatkan lekukan badannya. “kamu belum tidur, to ? “ Tanya mbak ririn padaku. “ belum mbak, sebentar lagi “ jawabku sambil aku mencuri pandangan kea rah mbak ririn yang tampak begitu menggoda hasrat kelelakianku. Situs Judi Bola
“ mbak sendiri belum tidur ?” tanyaku pada mbak ririn
“ mbak, gak bisa tidur to… gak tau kenapa ? “ jawab mbak ririn padaku
“mbak boleh temenin kamu disini to ?” Tanya mbak ririn “ nanti kalo mbak udah ngantuk baru mbak tidur “ lanjutnya.
“ Boleh dong mbak, “ jawabku
Malam itu aku habiskan waktu dengan mengobrol dengan mbak ririn, saat aku ngobrol sesekali aku memperhatikan lekuk badan mbak ririn yang menggodaku walaupun dia sudah mempunyai 2 orang anak tapi dia pandai merawat tubuhnya sehingga terlihat masih segar, apa lagi kedua buah dadanya yang berukuran cukup besar yang selalu tidak pernah lepas dari pandanganku saat aku mengobrol dengannya. Malam semakin larut akhirnya aku tak kuasa menahan hasrat kelelakianku, aku takut mbak ririn tau apa yang sedang aku rasakan dan aku bayangkan, aku nggak mau mbak ririn marah.
“mbak, udah malam”, “ saya tidur dulu ya…” kataku sambil beranjak dari tempat dudukku.
“ emang kamu udah ngantuk ya, to ? “ Tanya mbak ririn padaku
“ iya mbak”. “ lagian nanti pagi saya harus latihan mbak “ jawabku
“ ya udah kalo begitu “ jawab mbak ririn singkat.
Malam itu aku tidur dikamar depan, hayalanku melayang dan membayangkan apa yang aku lihat saat aku ngobrol sama mbak ririn tadi. Malam itu kebetulan hujan turun di daerahku menambah suasana mendukung hayalanku tentang mbak ririn, andai saja mbak ririn mau malam ini tidur denganku, semakin aku menghayal semakin hilang rasa ngantukku padahal sudah hampir 2 jam aku berada di kamar, tapi rasa ngantuk itu gak kunjung datang juga.
Saat aku menghayal tentang mbak ririn, nggak tau setan apa yang menghampiriku sehingga aku berani melangkahkan kakiku menuju kamar mbak ririn, sesampainya aku didepan kamar mbak ririn aku beranikan diri untuk membuka pintu kamarnya, ternyata pintunya tidak di kunci, setelah pintu terbuka aku beranikan diri masuk ke kamar mbak ririn dengan perasaan yang nggak karuan antara nafsu dan takut, aku dekati tempat tidur mbak ririn, disana aku lihat mbak ririn sedang tertidur dengan pulas dan disampingnya anaknya yang berumur 2 tahun juga tertidur disisinya.
Aku tertegun beberapa saat memperhatikan tubuh indah yang ada di hadapanku, ingin rasanya aku menjamahnya tapi aku tidak memiliki keberanian untuk melakukannya karena aku takut mbak ririn marah padaku. Dengan hati berdebar-debar aku beranikan diri membangunkan mbak ririn yang sedang tertidur “ mbak….mbak rin “ kataku sambil menyentuh kakinya. Mendengan suaraku mbak ririn terbangun dari tidurnya, ia sepertinya kaget karena aku sudah ada di dalam kamarnya.
“ ada apa to?” tanyanya sambil kebingungan. “ saya nggak bisa tidur mbak “ jawabku dengan suara bergetar menahan nafsuku. “kamu mau tidur disini ?” Tanya mbak ririn sambil menggeser posisinya. “ lia gimana mbak ?” tanyaku dengan perasaan yang gak karuan. “ Emang kamu mo ngapain to?” Tanya mbak ririn dengan suara yang agak meninggi dan rasa takut. Mendengar pertanyaan itu aku langsung pergi meninggalkan kamar mbak ririn dengan perasaan bersalah dan takut mbak ririn marah. Sesampainya aku di kamarku aku rebahkan diriku di tempat tidur, aku menyesali apa yang sudah terjadi tadi tapi tetap saja bayangan tubuh mbak ririn tetap mengodaku sampai akhirnya aku tertidur lelap.
Pagi hari saat matahari mulai menyapa, aku terbangun dan langsung mengarahkan kakiku kea rah kamar mandi yang terletak di dekat dapur, saat aku melintas aku melihat mbak ririn sedang menyiapkan sarapan pagi. “ udah bangun to ?” Tanya mbak ririn mengagetkanku. “ ehhh.. udah mbak” jawabku dengan suara gugup, sambil terus berlalu menuju kamar mandi. Sesampai dikamar madi aku bergegas mandi dank arena aku sudah tidak sanggup menahan hasrat nafsuku maka aku melakukan o**ni maka tumpahlah lahar panas pagi itu di kamar mandi.
Selesai mandi aku bergegas kekamarku untuk segera pergi latihan dengan menahan rasa malu dan bersalah. “mbak, saya pamit ya” kataku pada mbak ririn yang saat itu masih asik di dapur. “ saya mau latihan dulu mbak “ kataku lagi. “ loh, kamu nggak makan dulu to ?” Tanya mbak ririn padaku. “makasih mbak”.”udah terlalu siang” kataku sambil menuju keluar. “ ya udah ati-ati perginya ya” kata mbak ririn. “ya, mbak” jawabku singkat. “makasih ya to” katanya lagi sambil memperhatikanku keluar dari rumahnya, aku hanya mengangguk tanpa berani menatapnya.
Cerita Sex Main Kuda Bareng Mbak Rin Seminggu setelah kejadian itu, aku sering kali menghindar untuk ketemu dengan mbak ririn, aku merasa malu atas apa yang aku lakukan waktu itu. Di suatu siang saat keluargaku sedang tidak ada di rumah tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh sesorang dari luar. Aku bergegas membukakan pintu, aku pikir orang tuaku pulang dari undangan, saat pintu aku buka. Aku terkejut ternyata yang datang adalah mbak ririn.”ehh..mbak” kataku sambil menahan rasa malu. “ kamu kemana aja to?”Tanya mbak ririn. Aku tidak menjawab. “masuk mbak” kataku sambil mempersilahkan mbak ririn masuk. Mbak ririn melangkah masuk kerumahku. “pada kemana to?”.”kok sepi” Tanya mbak ririn. “lagi pada pergi ke undangan mbak” jawabku singkat. Mbak ririn duduk di kursi sopa di hadapanku .”to….kamu marah sama mbak ya?” Tanya mbak ririn padaku. “marah kenapa mbak?” tanyaku dengan perasaan bingung. “ akhir-akhir ini kamu selalu menghindar untuk ketemu mbak kan?” tanyanya lagi. Aku terdiam “ nggggak kok mbak” jawabku.
“kalo nggak, kenapa setelah kejadian yang kamu nginep di rumah orang tua mbak kamu selalu mnghindak ketemu mbak?” Tanya mbak ririn. “saya malu mbak”.”saya minta maaf, kalo saya udah lancang masuk kekamar mbak”.”saya takut mbak marah” jawabku sambil tertunduk malu.”kamu ini aneh to” kata mbak ririn sambil tertawa “masa begitu aja mbak marah sih” kata mbak ririn lagi. “emang apa sih yang kamu mau dari mbak?” Tanya mbak ririn padaku. Mendengar pertanyaan itu aku memandang mbak ririn dengan pandangan tajam. “loh kok malah bengong !!!“ kata mbak ririn lagi yang mengejutkaku. Aku hanya tersenyum . “ kapan kamu mau nginep lagi?” Tanya mbak ririn lagi. “nggak tau mbak” jawabku singkat. Sedang asik-asiknya kami mengobrol tiba-tiba ibuku pulang “ehhh…ada mbak ririn” sapa ibuku . “ dah lama mbak ?” Tanya ibuku. “ iya…tante”. “ tadi sih tante” jawab mbak ririn singkat. “ ini tante, saya mau minta tolong sama anto buat jagain rumah mama lagi mala mini “ kata mbak ririn pada ibuku. “ ohhhh… boleh aja “ jawab ibuku. Setelah itu kami ngobrol banyak hal sampai akhirnya mbak ririn pamit pulang dan sebelum pulang Ia sempat mengingatkan aku untuk menjaga rumah ibunya dan memberikan kunci rumah kepadaku.
Malam itu aku tidur di rumah orang tuanya mbak ririn, suasana malam yang begitu dingin ditambah hujan rintik-rintik membuat suasana hening. Untuk melepas rasa sepiku aku mencoba mencari hiburan dengan menonton televisi, tapi setelah beberapa kali aku cari acara yang menarik untuk aku tonton ternyata nggak ada yang menarik maka aku putuskan untuk menonton video yang ada di leptopku, kebetulan di leptopku banyak sekali video yang dapat mengusir penatku. Satu demi satu video blue yang ada di leptopku aku putar tanpa aku perhatikan keadaan disekitarku karena aku pikir aku hanya sendirian di rumah itu. Tapi tiba-tiba “ Anto…… “ suara itu mengejutkan aku. Aku terkejut dan memalingkan muka ke arah suara itu. Ternyata mbak ririn sudah berdiri di depan pintu kamarku. “ loh..kok mbak bisa masuk sih “ tanyaku pada mbak ririn “ kan pintunya udah saya kunci mbak?” tanyaku lagi. Mbak ririn hanya tersenyum “ mbak jugakan punya kunci rumah ini to “ jawab mbak ririn. “mbak udah lama ?” tanyaku pada mbak ririn. “ iya…” jawab mbak ririn singkat. “kamu lagi nonton film apa to” Tanya mbak ririn padaku. “ini mbak…” jawabku sambil malu-malu. Mbak ririn berjalan mendekati meja dimana leptopku diletakkan. “ ohhhhhhh….” Ujar mbak ririn. Sampil terus memperhatikan adegan yang terjadi dalam film di leptopku. “kamu suka nonton film gituan ya to” Tanya mbak ririn sambil duduk di samping tempat tidur. “ iya…mbak “ jawabku polos.
“kalo mbak suka juga?” aku balik bertanya sama mbak ririn. “ sapa sih yang gak suka nonton film begituan” jawab mbak ririn. “ tapi mbak lebih seneng praktekinnya” kata mbak ririn sambil tertawa nakal. “ ahh..mbak bisa aja “ jawabku sambil memandang kearah mbak ririn. Akhirnya kami berdua ngobrol tentang banyak hal terutama tentang seks ternyata mbak ririn suka juga membicarakan masalah yang satu ini, makin lama obrolan kami makin seru dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. “mbak..gimana hubungan seks mbak sama om Doni” tanyaku dengan berhati-hati. Mbak ririn menarik napas panjang “ mbak nggak mau cerita itu to” jawabnya. “ loh..emang kenapa?” tanyaku. Akhirnya setelah beberapa saat mbak ririn mau juga menceritakan hubungannya dengan om Doni suaminya, dia bercerita bahwa hubungannya baik-baik aja hanya beberapa bulan belakangan ini mbak ririn merasakan hubungannya dengan om doni kurang greget tidak seperti sebelum-sebelumnya .
aku mendengarkan cerita mbak ririn dengan seksama. “mbak, kalo saya denger cerita mbak tadi rasanya mbak ama om doni harus mencari vareasi dong” saranku. “ jangan gitu-gitu aja” ujarku lagi.”gitu-gitu aja gimana maksudnya?” Tanya mbak ririn. “ ya.. gitu “. “ saya nggak bisa jelasin mbak” jawabku dengan nada gugup. “maksud kamu mbak harus nonton film dulu?”. “ atau vareasi posisi berhubungan gitu?” Tanya mbak ririn. “ ya…mungkin itu salah satu yang bisa membantu mbak ama om doni supaya lebih hot lagi “ jawabku nakal. “ kamu bisa aja to” kata mbak ririn. “ kaya kamu udah pengalamn aja” kata mbak ririn lagi sambil tersenyum. “ ada saran lain gak ?” Tanya mbak ririn. Aku tersenyum “ maaf ya mbak mungkin saran saya ini konyol “ kataku. “ Apa?” Tanya mbak ririn penasaran. “ Mungkin mbak harus coba ama orang lain “ kataku. “ maaf ya mbak, jangan marah”.”inikan Cuma saran” ujarku lagi.
Mbak ririn terdiam. Mungkin dia sedang memikirkan matang-matang saranku tadi.
“tapi dengan siapa mbak harus melakukannya to?” Tanya mbak ririn
“siapapun pasti mau mbak, soalnya mbak kan masih cantik, seksi lagi “ jawabku nakal
“ kamu bisa aja to “. Kata mbak ririn sambil tersipu manja. “ kalo mbak pilih kamu, kamu mau nggak?” Tanya mbak ririn.
Aku terkejut mendengar pertanyaan itu. Padahal dalam hatiku itulah yang aku inginkan. Tapi aku berusaha jual mahal . “ loh…kenapa harus saya mbak ?” tanyaku.
Mbak ririn menarik napas panjang. “ ya..udah lupain aja to…” jawab mbak ririn sambil beranjak dari duduknya. “ mbak tidur dulu ya.” Katanya. “ slamat malam to” ujarnya lagi.
Aku terdiam dan terpaku dan tidak menjawab apa yang mbak ririn ucapkan. Aku hanya memandang berlalunya mbak ririn di hadapanku dan keluar dari kamarku.
Aku merasa menyesal kenapa tidak aku iyakan aja pertanyaan mbak ririn tadi. Hayalanku melambung jauh membayangkan kami berdua bercinta, bergumul dan saling meregang. Ohhhh indahnya jika terwujud gumanku dalam hati.
Karena aku merasa haus aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil segelas air minum, sesampainya didapur aku terkejut karena aku melihat mbak ririn ada disana sedang mengambil air minum juga. Tetapi yang membuat aku terpesona adalah mbak ririn hanya menggunakan kaos putih yang tipis tanpa menggunakan bawahan.
“ mbak….” Kataku.
“ ehhh…kamu to “ katanya. “ mo ambil minum ya?” tanyanya lagi
“ iya …mbak “ jawabku sambil terus memperhatikan tubuh mbak ririn yang terlihat menggodaku
Aku melangkahkan kakiku mendekati mbak ririn. Pikiranku sudah tidak karuan antara hasrat dan takut. Tapi aku beranikan diri untuk lebih dekat dengan mbak ririn. Saat sudah dekat entah kenapa keberaniaku timbul lebih besar untuk memeluk mbak ririn.
“ mbak….boleh saya minta sesuatu, mbak ?” tanyaku
“ kamu mau minta apa to “ tanyaku
“ boleh saya peluk mbak “ tanyaku
Mbak ririn tersenyum. “ sini …” katanya sambil mengulurkan kedua tanganya ke arahku.
Tanpa pikir panjang aku peluk mbak ririn dengan eratnya. Dan tanpa aku sadari kemaluanku ternyata sudah tegang. Dengan sedikit keberanian aku kecup kening mbak ririn dan diapun terbawa suasana itu. Mbak ririn memejamkan matanya. Tanpa menunggu waktu lama aku kecup bibir dan aku lumat habis bibir mbak ririn yang terlihat sangat menikmati permainanku, aku telusuri rongga mulutnya dengan lidahku….dan diapun membalasnya dengan nafsunya yang membara.
Tidak hanya disitu, tanganku mulai beraksi meremas kedua buah dadanya yang montok. Diapun mendesah “ ahhhhhh….anto “ desahnya. Aku tidak peduli aku coba singkapkan kaos yang dia gunakan aku masukkan tanganku ke celana dalamnya, aku elus kemaluannya. Ternyata sudah basah. “ ohhhhh.. anto kamu nakal “ desahnya lagi. Aku makin bernapsu. Aku angkat kaos yang dipakain mbak ririn ternyata dia tidak menggunakan BH langsung aku isap putingnya yang selama ini menggoda imanku, aku lumat putingnya, aku isap. “ ooohhhhh….annntooooo” desahnya membuat napsuku semakin membara.
“ mbak, aku saying mbak” kataku
“ mmmmhhhmmmm ….” Desahnya tanpa bisa mnjawab
“ to…. Jangan disini, dikamar aja ya “ ajaknya padaku
Akupun mengikuti kemauannya menuju kamarnya.
Sesampainya dikamarnya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini, aku langsung lucuti kaos yang dipakai mbak ririn dan sedikit memaksa aku pelorotkan celana dalam yang dipakainya.
“ sabar dong toooo “ kata mbak ririn
Aku tidak pedulikan perkataan mbak ririn, aku dorong dia ke tempat tidur aku buka kakinya dan aku jilat kemaluannya dengan lidahku. “ uhhhh….ssstttt… ohhhhhh “ desahnya
Aku terus mempermainkan lidahku di dalam kemaluannya, ia menggelinjang penuh kenikmatan dan setelah beberapa saat aku mempermainkan lidahku dikemaluannya ia menekan kepalaku sehingga aku makin terpendan di dalam kemaluannya.
“ ohhhh…antooo….yesssss…terussssss tooooo “ desahnya penuh napsu
“ ohhhhh….ssssssSSSSssss….anto kamu nakal “ ujarnya
Akhirnya aku merasakan ada cairan manis yang keluar dari kemaluannya, aku tidak berhenti dan terus menjilat dan menghisapnya. “ to…udah saying, gentian ya “ kata mbak ririn
Akupun menghentikan kegiatannku. Mbak ririnpun duduk di atas tempat tidur dan ia menariku untuk lebih mendekat. Tanpa ragu-ragu ia membuka celanaku dan tanpa kemaluanku yang sudah menegang
Ia mengusap kemaluanku dengan lembutnya dan akhirnya ia mengulumnya dengan penuh napsu
“ ohhh… mbak…..SSsssss “ desahku
Dia terus mengocok kemaluanku, mbak ririn memang sudah berpengalaman dengan hal ini.
“ ohhhhh….yesssssss “ desahku lagi
“ mmmmhhhhmmm…. “ desahnya
“ mbak udah, mbak “ kataku
Mbak ririnpun menghentikan kegiatannya.
“ aku masukin ya mbak “ pintaku dengan penuh napsu
Mbak ririn nggak menjawab ia hanya mengangguk tanda setuju.
Maka dengan bantuan tangannya aku arahkan kemaluanku kea rah kemaluannya. blesssssssssssssssssssss, mbak ririn sedikit tersentak sambil menyeringai….bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess ooohhh bleess bleess bleess aku tarik ulur penisku keluar masukandalam vag|na mbak ririn……..
“ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh “ desahan panjang keluar dari mulut mbak ririn
Setelah puas dengan gerakan tadi aku lanjutkan pergerakan ku, kulipat kakinya keatas sehinga aku merasakan kemaluannya menyempit kugoyang kemaluanku dengan penuh napsu….srelp srelp srelp sreppppp kutahan dan ku putar kemaluanku dalam vaginanya…
“mbaaaaaaaaaaaaakkk aku…oooohhhh”. cretttttttttt cretttttt crettttttttt “ ooohhh “ mbak ririn memeluku dengan erat
“oooooohhhhhh….” dia juga berteriak ternyata dia juga merasakan lahar panas tumpah dari dalam vaginanya.
Tubuh kami basah oleh keringat, kamipun saling berpandangan dan tersenyum tanda suka dan gembira.
“ Anto, makasih ya “ katanya
“ makasih apa mbak?” tanyaku
“ kamu udah memberikan kepuasan sama mbak “ katanya
Aku hanya tersenyum. Dan akhirnya malam itu kamipun tidur berdua dengan tanpa sehelai benangpun. Dan kami ulangi beberapa kali hubungan itu layaknya suami istri.
Setelah kejadian itu, kami selalu menyempatkan untuk melakukannya baik itu dirumah mbak ririn, dirumah orang tuanya malah sempat waktu itu karena mbak ririn tahu dirumahku hanya ada aku ia memintaku untuk melayaninya dikamarku. Dan sejak hubungan gelapku dengan mbak ririn aku sering mendapat tambahan uang saku untuk sekolahku.


Duniabola99.com – Longweekend kemarin saya main di rumah sahabatku yang terletak di Bandung, sekarang saya bekerja sebagai seketariat di perusahaan mobil, saya belum berumah tangga walau umurku sudah 30an tahun saya menikmatinya , tapi jangan salah saya sudah mempunyai cowok juga yang sudah berjalan 1 tahun ini.
Suatu pagi saya segera bangun untuk bersiap-siap. saya segera menuju kamar mandi. Seperti biasa, saya langsung melepas piyamaku. Setelah tak ada sehelai benangpun di tubuhku, sayapun mulai menggosok gigi. Sambil menggosok gigi, kuperhatikan tubuhku dicermin yang ada dihadapanku.
Tubuhku memang montok, apalagi di bagian pinggul karena saya hampir tak ada waktu untuk fitness, tetapi toh saya tak perduli, saya bahagia dengan tubuhku ini. Sambil menyikat gigi ku pegang buah dadaku, yang menurutku biasa saja, tetapi tak menurut teman-temanku.
Menurut mereka buah dadaku seperti mau tumpah, mungkin karena saya selalu memakai bra yang tak menutupi semua buah dadaku. saya terus meraba buah dadaku sambil terus menyikat gigi, rasanya geli…lama-lama saya justru lebih fokus pada remasan tanganku daripada menyikat gigiku. Akhirnya saya tersadar…kuputuskan menghentikan kegiatan menyenangkan diriku itu lalu bergegas bersiap-siap.
Setelah memasukkan barang ke H…. J…ku (nanti dikira dapet sponsor), saya segera melaju ke arah tol menuju B. Sebelum berangkat saya sempat meminta alamat V, dan ia segera mengirim SMS alamat lengkapnya. Bukan sekali ini saya ke kota B, tetapi Baru dua minggu yang lalu Vina pindah rumah ke daerah CL, dan saya tak tahu sama sekali dimana itu. saya pikir toh nanti bisa tanya sama orang di jalan.
Sesampainya di B, saya mulai mengikuti petunjuk SMS V untuk menuju ke rumahnya, tapi…jalanan di kota B ini sangat membingungkan. Setelah berputar-putar saya memutuskan untuk bertanya. Di depanku saya melihat kerumunan anak SMP yang baru pulang sekolah, saya lalu meminggirkan mobilku untuk bertanya pada salah satu dari antara mereka.
“Permisi dik, mau tanya alamat ini”, sambil kutunjukkan isi SMS dari V.
“Oooh…dari sini lurus terus nanti ada toko CK, tante belok kiri terus belok kanan, nanti belok kanan lagi, terus ambil kiri, terus ada tanjakan belok ke kanan. Naik terus nanti tanya aja lagi sama orang disitu”, ia memberikan penjelasan panjang lebar.
Diberi penjelasan seperti itu saya langsung kebingungan, tanpa pikir panjang saya langsung minta tolong padanya.
“Aduh, tante bingung nih! Kamu bisa anterin aja ga? Nanti tante kasih ongkos pulang” kataku.
Dia seperti kebingungan.
Saya pun berkata, “Tenang ga akan diculik kok”, kataku sambil tersenyum.
Dia makin kelihatan kebingungan.
“Kalau kamu takut, ajak saja temen kamu”, saya meyakinkannya, karena saya sudah pusing mencari alamat V.
Akhirnya ia setuju dengan syarat boleh mengjak temannya dan diberi ongkos pulang.
Dia pun mengajak dua orang temannya. saya menyuruh salah satu dari mereka untuk duduk di depan sebagai penunjuk jalan, lagipula saya tak mau dikira sepagai sopir antar jemput anak sekolahan.
Didalam mobil saya berkenalan dengan mereka. Yang duduk didepan bernama Fariz, sedangkan dua temannya yang duduk dibelakang bernama Dharma dan Aziz. Dari obrolan kami ku ketahui mereka baru kelas 2 SMP.
Selama perjalanan kuperhatikan mereka semua mencuri-curi pandang tubuhku. Saat itu saya mengenakan tank top biru muda dan hot pants. Yang paling kuperhatikan tentu saja Fariz karena ia duduk didepan.
Setiap kali kuperhatikan ia langsung membuang muka, karena takut ketahuan olehku. Umur-umur segitu anak cowok memang memiliki fantasi seks yang luar biasa. Fariz terus saja mencuri pandang buah dadaku yang “luber”. Akhirnya kuputuskan kubiarkan saja mereka melihat toketku, kupikir sebagai bahan masturbasi mereka nanti…Akhirnya sampai juga kami di rumah V.
Vina langsung menyambutku, tetapi dengan tatapan heran.
“Siapa itu Cel?”, tanyanya.
“Oh..mereka guide”, kataku sambil tersenyum pada mereka.
“Masuk dulu yuk!”, ajakku pada mereka. “Ga buru-buru kan?”, tanyaku lagi.
Akupun mengambil tas kecilku. saya dan Vina masuk mendahului mereka.
Rumah V –menurutku sih villa, bukan rumah- berada didaerah yang elite, sehingga jarak antar tetangga tak terlalu dekat.
Vina juga hidup sendiri, sama seperti saya. ia editor sebuah majalah wanita.
Begitu masuk rumah, Vina langsung menunjukkan kamarku, “kamar lo di atas ya Lyn, yang itu tuh”, katanya sambil menunjukkan kamarku.
Kita ngobrol dibawah yuk, katanya kepada ketiga anak itu sambil turun menuju ruang tamu.
Aku pun menuju kamarku, ketika baru teringat bahwa saya lupa membawa tas yang berisi pakaian.
Aku pun memanggil Fariz, “Riz, bisa minta tolong ambilkan tas tante yang hitam di mobil?”.
Fariz tampak terkejut, “Bisa tante”.
“Tau cara bukanya kan?”, tanyaku lagi.
“Tau kok!”, jawabnya.
Akupun memberikan kunci mobilku kepadanya.
Akupun menuju kamarku. Sesampainya di kamar, saya langsung menutup pintu dan menuju kamar mandi, saya sudah tak tahan menahan pipis sejak di tol tadi.
Ketika saya baru mengeluarkan pipisku, tiba-tiba Fariz masuk.
Akupun terkejut. Sial, saya lupa mengunci pintu kamar dan lupa menutup pintu kamar mandi karena sudah tak tahan.
Fariz tampak terkejut melihatku sedang duduk di toilet, “Ma..maaf tante, saya lupa mengetuk pintu”. ia terpaku di depan pintu.
Cepat-cepat kubilang padanya, “Udah cepet masuk tutup pintunya, tar keliatan orang!”.
Masih kebingungan diapun masuk dan menutup pintu, matanya masih terpaku padaku.
“Lihat apa kamu?”, tanyaku menyadarkannya.
“Eh..ngga liat apa-apa tan”, katanya sambil membalikkan badan.
Setelah selesai sayapun berkata padanya, “Maaf ya, tante lupa kunci pintu”.
“Ng…ga pa pa tan, saya keluar dulu”, katanya.
Busyet polos amat anak ini, pikirku. Tiba-tiba muncul niat isengku, melihatku pipis saja sudah kebingungan bagaimana kalau melihatku bugil?
“Riz, tante bisa minta tolong lagi ga?”, pertanyaanku menghentikan langkahnya.
“Bi..bisa tan”, rupanya ia masih shock.
“Tolong pijitin tante dong, tante pegel nih nyetir dari J”, tanyaku.
Rupanya permintaanku ini lebih mengagetkannya. Niat isengku semakin menjadi-jadi.
“Nanti tante tambahin deh ongkosnya”, tambahku lagi.
Rupanya kata-kataku yang terakhir ini membuat ia tersadar.
“Bo..boleh deh tan”, katanya.
Aku pun memanggil V untuk meminta lotion untuk membalur tubuhku.
“Mau ngapain lo?”, tanya Vina setengah berbisik kepadaku.
“Mau tau aja”, kataku kepadanya.
Vina yang merupakan petualang seks sejati langsung mengerti maksudku.
“Bisa aja lo cari variasi”, katanya lagi. “Bisa ikutan dong?”, tanyanya.
“Tuh masih ada dua lagi”, kataku sambil menunjuk Dharma dan Aziz.
“Wah cerita baru buat blog gue nih”, katanya bersemangat.
Diapun memberikan lotion kepadaku.
Akupun menutup pintu tanpa kukunci, toh tak ada siapa-siapa selain kami berlima dirumah ini.
“Nih lotionnya”, kataku sambil menyerahkan lotion kepada Fariz.
Saya pun menuju kamar mandi, lalu keluar lagi dengan hanya mengenakan handuk. saya telah melepaskan semua pakaian dalamku. Perasaan ini mulai membuatku bergairah.
Fariz tampak terkejut melihatku, karena handuk yang kukenakan benar-benar hanya menutupi toket dan kemaluanku saja.
Saya pun berbaring telungkup di tempat tidur dan menurunkan handukku sehingga hanya menutupi bagian pantatku.“Ayo..tunggu apa lagi”, kataku kepada Fariz yang tampak tertegun melihat tubuhku yang hampir telanjang.
Diapun duduk disebelahku dan mulai menuang lotion ke atas punggungku. Fariz pun mulai memijitku.
Saya berusaha memulai pembicaraan untuk memecah kesunyian.
“Kamu sekarang kelas 2 SMP ya. Udah punya pacar?”, tanyaku.
“Be..belum tan”, jawabnya gugup.
“Kamu kok grogi gitu? Belum pernah mijit cewek ya?”, tanyaku jahil.
“Be..belum pernah tan”, jawabnya singkat.
“Udah..kamu pijit kaki tante aja, soal pegal”.
Farizpun mulai memijit kakiku.
“Agak keatas sedikit Riz”, kataku sambil mengarahkan tangannya ke pahaku.
Dia tampak semakin gugup.
Pijatan didekat daerah kemaluanku membuatku secara tak sadar melebarkan pahaku, menurutku Fariz dapat melihat bulu kemaluanku yang tak terlalu lebat itu.
“Tetapi kamu pernah masturbasi kan?”, kataku mulai memancing.
“Mmm….”, ia terdiam.
“Ga mungkinlah seumuran kamu belum pernah masturbasi”, kataku lagi.
“Pernah tan”, jawabnya pelan.
Kamipun terdiam.
“Agak keatas lagi Riz”.
Fariz pun memijit dekat pantatku.
“Udah pernah ML?”, kataku makin tak tahan.
“Be..belum tan”.
Wah perjaka batinku. saya pun menarik handuk yang menutupi pantatku sehingga kini saya benar-benar bugil.
Fariz benar-benar terkejut.
“Sekarang pijitin pantat tante aja, dari tante duduk nyetir terus”.
Farizpun mulai memijit pantatku yang montok bersih itu. sayapun makin lama makin melebarkan kedua pahaku.
“Riz…”.
“Iya tan”.
“Kamu mau pegang ‘itu’ tante?”, tanyaku nakal. “Pegang aja Riz, ga pa pa kok”, pancingku lagi.
Fariz memindahlan tangannya dari pantatku kea rah kemaluanku. ia mulai memegang bulu kemaluanku. Nafsuku makin tak tertahan.
“Gerakin tanganmu maju mundur Riz”, kataku mengarahkan.
Fariz pun mulai menggerakkan tangannya di atas kemaluanku. Gesekan antara tangannya dan bulu kemaluannya makin membuat memekku basah. sayapun sedikit menunggingkan badanku untuk mempermudah tangan Fariz bermain di atas kemaluanku.
“Masukin jari tengah kamu Riz”, pintaku setengah memohon.
Fariz pun mulai mengerti jalannya permainan ini. ia mulai memasukkan jari tengahnya kedalan memekku sambil terus menggosok-gosoknya. Sentuhan tangannya sesekali menyentuh klitorisku, dan itu makin membuatku bernafsu.
Suaraku makin lama makin meracau karena keenakan.
“Iya Riz..yang itu. Gosok ‘itu’ tante Riz”.
“Yang mana tante?”, katanya polos.
Akupun tersadar, ia masih terlalu polos.
Lalu saya membalikkan tubuhku, sehingga Fariz kini dapat melihat seluruh rubuhku yang telah bugil dengan leluasa.
“Kamu mau pegang toket tante?”, tanyaku sambil memgang kedua tangannya dan mengarahkannya ke kedua toketku. saya meremas tangannya sehingga tangannya itu meremas kedua buah dadaku.
Setelah meremas-remas buah dadaku, saya pun menarik kepala Fariz dan mengarahkannya ke dadaku. Diapun mulai menjilati putingku, mataku terpejam sayapun makin mendesah tak karuan.“Oouuh…aaahh…euuhhh…”, saya mulai liar.
Tanganku tak tinggal diam. saya mulai meraba celana Fariz dan memegang kemaluannya yang saya yakin sudah tegang dari tadi. Tanganku menarik retsletingnya dan mengeluarkan kemaluannya. Tak terlalu besar, hanya sedikit lebih panjang dari genggamanku, mungkin karena ia masih kelas 2 SMP. Tanganku mulai memainkan kejantannya, saya mulai mengocoknya.
Akhirnya saya berhenti. sayapun duduk dan mulai melucuti seragam Fariz. Kulihat badannya yang masih polos itu. Kemaluannya baru sedikit ditubuhi bulu-bulu halus. saya menyuruhnya terlentang. sayapun mulai melakukan oral kepadanya dalam posisi berlutut.
“Hmmph…mmph…mmphh”, suara mulutku yang sedang mengulum batang kemaluannya sambil tanganku memainkan kedua bolanya.
“Aahhhh…ahhhh…enak tan”, Fariz berteriak keenakan.
Fariz merubah posisinya dari tidur menjadi duduk. Tangannya kini memainkan buah dadaku. Sesekali saya berhanti mengulum batang kejantanannya untuk menikmati remasan tangan Fariz. Tangan kiriku kini beralih memainkan klitorisku. saya benar-benar menikmati semua ini.
Tiba-tiba Fariz berteriak,
“Aa..aa..aaahhhhh, geli banget tan. Aaahh..aaahh…aaahhh…ma..ma..mau kkkelluuaaarrr”, saya makin mempercepat mulutku dan makin menghisap kuat-kuat batang kejantannya.
Tak berapa lama…..
“AAAAHHHHHHH…AAAHHHHHH…AAAAHHHHHH”, Fariz mengeluarkan cairan spermanya didalam mulutku. saya sempat terkejut, karena banyak sekali cairan pejuh yang dikeluarkan anak kelas 2 SMP ini. Tetapi itu kupikir karena jarang sekali bermasturbasi.
Pejuh yang telah dikeluar didalam mulutku ku keluarkan lagi ke atas batang kemaluannya, hanya untuk kuhisap lagi. Fariz terlihat begitu menikmati oral seks ini. Akhirnya kutelan semua pejuh Fariz, dan kuhisap lagi kemaluannya untuk membersihakan sisa-sisa spermanya.
“Enak Riz?”, tanyaku puas.
“Enak banget tante. Beda ya sama masturbasi”, jawabnya polos.
Aku hanya tertawa sambil menjawab, “ada yang lebih enak, mau?”.
Akupun mulai mengulum kembali batang kejantanan Fariz yang telah terkulai. saya sengaja melakukan oral terlebih dahulu kepada Fariz, supaya nanti saat permainan utama ia tak cepat ‘keluar’. Pelan-pelan saya mulai menjilati kemaluannya.
Posisi Fariz kini tiduran kembali dengan kedua kaki diangkat, sehingga kepalaku berada dikedua pahanya. Jilatanku mulai berubah menjadi kuluman. Semakin lama semakin cepat, sayapun mulai memperkuat hisapanku pada kepala kontolnya. Sesekali paha Fariz menjepit kepalaku menahan rasa geli di kontolnya. Ketika kontol fariz telah berdiri lagi saya menghentikan oralku.
“Eh..kenapa tante?”, tanyanya heran.
“Gantian dong, masa kamu aja yang enak?!”, kataku.
“Maksudnya?”.
Saya pun mulai berbaring dan menarik Fariz ke pelukanku. sayapun mulai menciumnya. Mula-mula ia seperti risih, tetetapi permainan lidahku mulai mengajarinya untuk berciuman. Kami terus berpelukan sambil berciuman, sesekali kontolnya menyentuh klitorisku dan ini membuatku makin menggila. Puas berciuman saya mengarahkan kepalanya ke bauah dadaku. Kini Fariz telah tahu apa yang harus dilakukan.
Nafsuku makin tak tertahan. saya mengangkat kepala Fariz, “Riz, jilatin ‘itu’ tante”.
“Yang mana tante?”.Aku mengambil posisi bersandar pada pinggiran tempat tidur. Kutekuk pahaku dan kubuka lebar-lebar pahaku. Kedua tanganku memegang memekku, jari-jariku menyisir bulu kemaluan. Setelah terlihat jelas kemaluanku yang telah basah dari tadi, kutunjukan klitorisku dengan kedua jari telunjuk.
“Yang itu Riz, jilatin ‘itu’ tante”, pintaku setengah memelas.
“Yang ini tante?”, katanya sambil menyentuh klitorisku.
Sontak saya menggelinjang, sentuhan tangan Fariz pada klitorisku membuat tubuhku seperti melayang.
Dia tampaknya menikmati hal ini.
“Yang ini ya?”, tanyanya lagi sambil mulai memainkan klitorisku.
“Aaaahhhh…ii..iiyyaaa…yang itu. Ka..kha..kamu nakal ya”, kataku mulai terengah-engah.
“Aaaahhhh…oouuuhh….uuuhhhhh….jilatin aja Riz”, kataku tak tahan sambil menurunkan kepalanya kekemaluanku.
Fariz mulai menjilati memekku, mula-mula meras aneh, mungkin karena aroma khas memek yang telah basah. sayapun makin melebarkan pahaku, sambil tanganku membuka memekku agar tampak klitorisku oleh Fariz.
“Jilatin yang ini Riz”, kataku sambil menunjukkan letak klitoris.
Fariz mulai menjilati klitorisku dengan lidahnya. sayapun memegang kepalanya dan menggerakkan kepala Fariz naik turun di atas klitorisku. Gerakan lidah Fariz yang kasar menari diatas klitorisku membuatku hampir mencapai orgasme.
Cepat-cepat kuangkat kepala Fariz dan kutarik badannya kearahku. Dengan tisak sabar kupegang batang kemaluannya yang telah keras kembali, kuarahkan ke memekku.
Cllep…bleessshhh…kontolnya langsung masuk kedalam memekku yang sudah semakin basah.
“Aaaaahhhh…”, teriakku.
Saya mulai memegang pinggang fariz dan menggerakkannya maju mundur.
Plok..plok..plookk…cloopps…clooppss….suara selangkangan kami beradu ditengah semakin banjirnya cairan memekku.
“Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aaahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…terus Riz…eennaaak”, teriakku.
Saya mulai manarik-narik rambutnya, sambil sesekali kuciumi Fariz dengan brutal.
“Hmmmppph..hmmmppp…aahhhh..hmmpphh…ooohhh….ohhh yyeesss..hmmmppphhhh”.Kakiku kini melingkari pinggang Fariz agar kontolnya bisa masuk sedalam-dalamnya kedalam memekku.
Tubuhnya menempel dengan tubuhku, kamipun bermandikan keringat. Sensasi bersetubuh dengan bocah polos yang masih perjaka ini benar-benar membuatku bernafsu. Tangan Fariz mulai memainkan kembali buah dadaku. Tak berapa lama saya merubah posisi. saya berjongkok di atas Fariz. Ku pegang kontolnya dan kumasukkan kedalam memekku.
Plok..plok..plok..memekku berbunyi karena sangat basah.
Kugoyangkan badanku maju mundur, kontol Fariz melesak penuh kedalamku. Goyangan ini makin menggesek klitorisku.
“Aaahhhhh…ooouuuhhhhh….eenaaaakkkkkk”.
Aku tahu sebentar lagi fariz akan ejakulasi yang kedua, sehingga saya marubah posisiku menjadi “doggy style”.
Tubuhku bersandar pada sandaran temapt tidur. Fariz tanpa permisi langsung memasukkan kontolnya dengan tak sabar.
“Ah!” jeritku.
Fariz makin tak sabaran. ia terus memompa memekku dengan batangnya, batang yang baru sekali ini merasakan nikmatnya dunia. ia terus menggerakkan tubuhnya maju mundur, makin lama makin cepat, sambil tangannya memegang pinggulku.
“Ah..ah..ah…teerrruuus Riz….terruuusss…..aaaaahhhh”.
“Tan, Faarriizz maau kke…..lluaarr….giimaannaa nihhhh…..aahhhh…ahhh?”.
“Ahhh…aahhh…kkee…ahh…keeluaarinn aja Riz…aahhhhh”.
Plok..plook…clooppss….cloppss….
Akupun mulai bersiap meneriam muntahan pejuh fariz didalam memekku, saya pun mulai mencapai orgasme yang sejak tadi kutahan.
“Aahhhhh…tteerrruuussss Rizzzzz…tante ju….Ah!..ga mau keeluuuarrr……aaahhhhh…terusss”.
Fariz terus mempercepat kocokan kontolnya di dalam memekku.
“aahh…ahhh..AAAAHHHHHHHHH….!!!!”
Fariz memuntahkan seluruh spermanya didalam memekku. Kurasakan semprotan kuatnya di dinding memekku, seperti dikejutkan oleh sengatan listrik. Memekku langsung terasa hangat dan basah oleh cairan spermanya, tetapi saya tak menghentikan goyangannya. Tak berapa lama….
“Oh…oh…oh…ah..ah..ah..ah..ah..AAAAHHHHHHH!!!!”, sayapun berteriak karena orgasme.
Memekku makin basah oleh karena cairan kami berdua. saya tak membiarkan Fariz melepaskan kontolnya dari memekku, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku.
“Gimana Riz, lebih enak dari yang tadi kan?”, tanyaku.
“He..he..he..iya tan, jauh lebih enak”, jawabnya sambil mengikuti goyangan pinggulku.
Bersamaan dengan mengecilnya kontol Fariz, keluar jugalah cairan spermanya dari dalam memekku. Cairan pejuh itu langsung menempel pada kami berdua. saya langsung berbalik dan menghisap cairan pejuh yang ada pada kontol Fariz.
Sambil merasa kegelian Farisz berkata, “Makasih ya tan, ga rugi nganterin tante”.
“Aku juga ga rugi dianterin kamu”, jawabku singkat lalu kembali mengulum kontol Fariz.
Setelah kontol Fariz bersih dari pejuh kamipun berbaring terlentang tanpa pakaian, sambil Fariz memainkan buah dadaku.


Duniabola99.com – Malam telah larut dan jam telah menunjukan pukul 9 malam. Sedari siang tadi kakakku bersama suaminya menghadiri pertemuan sebuah Network Marketing dan diteruskan dengan pertemuan khusus para leaders. Untuk menghilangkan suntuk, aku connect ke internet dan berbagai macam situs aku buka, seperti biasa pasti terdapat banyak situs porno yang asal nyrobot. Bandar Sakong Online
Biasanya aku langsung close karena aku enggak enak dengan kakakku, tetapi malam ini mereka tidak ada dirumah, hanya bersama dengan seorang baby sitter cantik keponakanku, namanya Imah baru berumur 19 Tahun dan berasal dari Wonosobo. Memang agak kolotan dan dusun sekali, tetapi kalau aku perhatikan lagi Imah memiliki body yang lumayan bagus dengan wajah yang tidak terlalu jelek.
Kami biasa mengobrolkan acara tivi atau terkadang Im-im (panggilan Imah sehari-hari) aku ajari internet meskipun hasilnya sangat buruk. Entah kenapa malam ini keinginanku untuk melihat situs porno sangat besar dan libidoku naik saat aku lihat foto-foto telanjang di internet, tanpa aku sadari Im-im keluar dari kamar dan berjalan ke arahku entah sudah berapa lama dia berdiri disampingku ikut memperhatikan foto-foto telanjang yang ada di monitor komputer.
“Apa enggak malu ya..?” tanya Im-im yang membuatku kaget dan segera aku ganti situsnya dengan yang “normal”. Dengan berusaha tenang, aku minta Imah mengulangi pertanyaannya.
“Itu lho tadi, gambar cewek telanjang yang Mas buat, emangnya nggak malu kalau dilihat orang?”
Memang Imah sangat lugu dan ndusun kalau soal beginian. Dengan santai aku jawab sembari menyuruhnya duduk disebelahku.
“Begini Im, ini foto bukan aku yang buat, orang yang buat ini (sambil aku perlihatkan lagi situs yang memuat foto telanjang tadi), merekakan model yang dibayar jadi ngapain malu kalau dapat duit.”
Kemudian Im-im melihat lebih seksama satu per satu foto telanjang itu dengan posisi badan agak membungkuk sehingga terlihat jelas bulatan kenyal panyudaranya, sudah sejak lama aku menikmati pemandangan ini dan aku sangat terobsesi untuk tidur dengan Im-im. Aku tersentak kaget saat Imah si baby sitter cantik bertanya soal foto dimana seorang cowok sedang menjilati vagina cewek.
“Apa nggak geli ceweknya dijilati kayak gitu terus lagian mau-maunya cowok itu jilatin punya ceweknya padahalkan tempat pipis?”.
Dengan otak yang sudah kotor aku mulai berfikir bagaimana aku memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
“Gini Im, vaginanya cewek kalau dijilatin oleh cowok malah enak, memang awalnya geli tapi lama-lama ketagihan ceweknya. Kamu belum pernah coba kan?” tanyaku pada Im-im sambil tanganku membuka foto-foto yang lebih hot lagi.
“Belum pernah sama sekali, tapi kalau ciuman bibir dan susuku diremes sudah pernah, aku takut kalau nanti hamil”. (memang Im-im sangat terbuka tentang pacarnya yang di Bogor dan pernah suatu hari cerita kalau pacarnya ngajak tidur di hotel tapi Im-im nggak mau).
“Kalau Cuma kayak gitu nggak bakal bikin hamil, gemana kalau kamu coba, nanti kalau kamu hamil aku mau tanggungjawab dan nggak perlu bingung soal uang, terus kalau ternyata kamu nggak hamil, kamu nanti aku ajari gaya-gaya yang ada difoto ini. Gimana?”
Dan Im-im cuma diam sambil lihatin wajahku, sebenarnya aku tahu dia naksir aku sudah lama tapi karena posisi dia hanya baby sitter cantik yang membuatnya nggak PD.
“Benar ya.., janji lho?” pintanya dengan sedikit ragu.
Dan dengan wajah penuh semangat aku bersumpah untuk menepati janjiku, meskipun aku enggak ada niat untuk menepati janjiku. Aku putuskan sambungan internet dan mulai “melatih” Im-im dengan diawali teknik berciuman yang sudah pernah dia rasakan dengan pacarnya,
sentuhan halus bibirnya yang lembut membuatku membalas dengan ganas hingga tanpa terasa tanganku telah meremas payudara Imah yang memang masih kencang. Desahan halus mulai muncul saat bibirku menelusuri lehernya yang agak berbulu seolah Im-im menikmati semua pelatihan yang aku berikan.
Aku merasa cumbuan ini kurang nyaman, aku dan Imah pindah ke dalam kamar Im-im, perlahan aku rebahkan tubuhnya dan bibirku bergantian menjelajah bibir dan lehernya sedangkan tanganku berusaha membuka kaos dan BH-nya dan kini separoh tubuh Imah telah bugil membuat libidoku tidak karuan.
Tanpa ada keluhan apapun Imah terus mendesah nikmat dan tangannya membimbing tangan kiriku meremas teteknya yang bulat sedangkan payudara kanannya aku lumat dengan bibirku hingga terdengar jeritan kecil Im-im. Entah berapa lama aku mencumbu bagian atas tubuhnya dan sebenarnya keinginanku untuk bercinta sudah sangat besar tetapi aku tahu ini bukan saat yang tepat.
Perlahan aku turunkan celana pendek dan celana dalamnya bersama hingga Imah sepenuhnya bugil dan ini yang membuat dia malu. Untuk membuat Imah tidak merasa canggung aku mencumbunya lebih ganas lagi sehingga kini Imah mendesah lebih keras lagi dan tangan kanannya meremas kaosku untuk menyalurkan gairahnya yang mulai memuncak.
Bibirku kini mulai menjalar kebawah menuju vaginanya yang tertutup kumpulan bulu hitam, perlahan aku angkat kedua pahanya hingga posisi selakangannya terlihat jelas. Samar-samar terlihat lipatan berwarna merah di vaginanya dan aku tahu baru aku yang melihat surga dunia milik Im-im.
Kini bibirku mulai menjilati vaginanya yang mulai banjir dengan halus agar Im-im tidak merasa geli dan ternyata rencanaku berjalan lancar, desahan yang tadi menghiasi cumbuanku dengan Imah kini mulai diselingi lenguhan dan jeritan kecil yang menandakan kenikmatan luar biasa yang sedang dirasakan baby sitter cantik keponakanku.
Semakin lama semakin banyak lendir yang keluar dari kemaluannya yang membuatku lebih bergairah lagi, tiba-tiba seluruh tubuh Imah kejang dan suara lenguhannya menjadi gagap sedangkan kedua tangannya meremas kuat kasurnya. Dengan diiringi lenguhan panjang Imah mencapai klimak, tubuhnya bergerak tidak beraturan dan aku lihat sepasang teteknya mengeras sehingga membuatku ingin meremasnya dengan kuat.
Setelah kenikmatannya perlahan turun seiring tenaganya yang habis terkuras membuat tubuhnya yang bugil menjadi lunglai, dengan kepasrahannya aku menjadi sangat ingin segera menembus vaginanya dengan penisku yang sedari tadi sudah tegang.
“Imah merasa sangat aneh, bingung aku jelasin rasanya” katanya dengan perlahan.
“Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, aku takut kalau terjadi apa-apa,” sambil memelukku erat. Sambil kukecup keningnya, aku jawab kekhawatiranya.
“Ini yang disebut kenikmatan surga dunia dan kamu baru merasakan sebagian. Imah nggak perlu takut atau khawatir soal ini, kan aku mau tanggungjawab kalau kamu hamil,” sambil kubalas pelukannya.
Sekilas aku lupa libidoku dan berganti dengan perasaan ingin melindungi seorang cewek, kemudian tanpa disengaja tangan Im-im menyentuh penisku sehingga membuat penisku kembali menegang. Wajah Imah tersipu malu saat aku lihat wajahnya yang memerah, kucium bibirnya dan tanpa menunggu komandoku Im-im membalasnya dengan lebih panas lagi dan kini Imah terlihat lebih PD dalam mengimbangi cumbuanku. Teteknya aku remas dengan keras sehingga Im-im mengerang kecil.
Kini bajuku dibuka oleh sepasang tangan yang sedari tadi hanya mampu meremas keras kasur yang kini sudah acak-acakan spreinya dan aku imbangi dengan melepas celana pendekku dan segera terlihat penis yang sudah tegang karena aku terbiasa tidak memakai CD saat dirumah.
Melihat pemandangan itu, Imah malu dan menjadi sangat kikuk saat tangannya aku bimbing memegang penisku dan setelah terbiasa dengan pemandangan ini aku membuat gaya 69 dengan Imah berada diatas yang membuatnya lebih leluasa menelusuri penisku.
Setelah beberapa lama aku bujuk untuk mengulumnya, akhirnya Im-im mau melakukan dan menjadi sangat menikmati, sedangkan aku terus menghujani vaginanya dengan jilatan lidahku yang memburunya dengan ganas. Karena tidak kuat menahan rasa nikmat yang menyerang seluruh tubuhnya,
Im-im tak mampu meneruskan kulumannya dan lebih memilih menikmati jilatan lidahku di vaginanya dan aku tahu Imah si baby sitter cantik menginginkan kenikmatan yang lebih lagi sehingga tubuh bugilnya aku rebahkan sedangkan kini tubuhku menindihnya sembari aku teruskan bibirku menjelajahi bibirnya yang memerah.
Perlahan tanganku menuntun tangan kanan Im-im untuk memegang penisku hingga berada tepat di depan mulut vaginanya, aku gosok-gosok penisku di lipatan vaginanya dan mengakibatkan sensasi yang menyenangkan, erat sekali tangannya memelukku sambil telus mengerang nikmat tanpa memperdulikan lagi suaranya yang mulai parau.
Vaginanya semakin basah dan perlahan penisku yang tidak terlalu besar mendesak masuk ke dalam vaginanya dan usahaku tidak begitu berhasil karena hanya bisa memasukkan kepala penisku. Perlahan aku mencoba lagi dan dengan inisiatif Im-im yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya lebih terbuka lebar yang membuatku lebih leluasa menerobos masuk vaginanya dan ternyata usahaku tidak sia-sia. Dengan sedikit menjerit Imah mengeluh,
“Aduh.., sakit. Pelan-pelan dong” dengan terbata-bata dan lemah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saat seluruh penisku telah masuk semua, aku diam sejenak untuk merasakan hangatnya lubang vaginanya.
Perlahan aku gerakkan penisku keluar-masuk liang vaginanya hingga menjadi lebih lancar lagi, semakin lama semakin kencang aku gerakkan penisku hingga memasuki liang paling dalam. Berbagai rancauan yang aku dan Imah keluarkan untuk mengekspresikan kenikmatan yang kami alami sudah tidak terkendali lagi, hampir 15 menit aku menggenjot vaginanya yang baru pertama kali dimasuki penis hingga aku merasa seluruh syaraf kenikmatanku tegang.
Rasa nikmat yang aku rasakan saat spermaku keluar dan memasuki lubang vaginanya membuat seluruh tubuhku menegang, aku lumat habis bibirnya yang memerah hingga Im-im dan kedua tanganku meremas teteknya yang mengeras. Akhirnya aku bisa merasakan tubuh Im-im yang lama ada dianganku.
Kami berdua tergolek lemah seolah tubuhku tak bertulang, kupeluk tubuh Imah si baby sitter cantik dengan erat agar dia tidak galau dan setelah tenagaku pulih aku berusaha memakaikan baju padanya karena Im-im tidak mampu berdiri lagi. Saat aku hendak mengenakan CD aku lihat sedikit bercak merah dipahanya dan aku bersihkan dengan CD ku agar Im-im tidak tahu kalau perawannya sudah aku renggut tanpa dia sadari.
Kami berdua melakukan hal itu berulangkali dan Imah semakin pintar memuaskanku dan selama ini dia tidak hamil yang membuatnya sangat PD. Tanpa disadari 2 tahun aku menikmati tubuhnya gratis meskipun kini Imah tidak menjadi baby sitter cantik keponakanku sebab kakakku telah pindah rumah mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan ke daerah lain.
Sekarang Im-im menjadi penjaga rumahku dan sekaligus pemuas nafsuku saat pacar-pacarku tidak mau aku ajak bercinta. Saat lebaran seperti biasa Imah pulang kampung selama 2 minggu dan yang membuatku kaget dia membawa seorang cewek sebaya dengan Imah dan bernama Dina yang merupakan sepupunya.
Memang lebih cantik dan lebih seksi dari Imah yang membuatku berpikir kotor saat melihat tubuh yang dimiliki Dina yang lugu seperti Imah 2 tahun lalu. Pada malam harinya, setelah kami melepas rasa kangen dengan bercinta hampir 2 jam, Imah tiba-tiba menjadi serius saat dia mengutarakan maksudnya.
“Mas, aku sudah 2 tahun melayani Mas untuk membereskan urusah rumah dan juga memberikan kepuasan diranjang seperti yang aku berikan saat ini,” Imah terdiam sejenak.
“Aku ingin tahu, apakah ada keinginan Mas untuk menikahiku meskipun sampai saat ini aku tidak hamil. Apa Mas mau menikahiku?”
Aku terhenyak dan diam saat disodori pertanyaan yang tidak pernah terlintas sedikitpun selama 2 tahun ini. Lama aku terdiam dan tidak tahu mau berkata apa dan akhirnya Imah meneruskan perkataannya.
“Imah tahu kalau Mas nggak ada keinginan untuk menikahiku dan aku nggak menuntut untuk menjadi suamiku, 2 tahun ini aku merasa sangat bahagia dan sebelum itu aku telah mencintai Mas dan menjadi semakin besar saat aku tahu Mas sangat perhatian denganku.”
Imah terdiam lagi dan aku memeluknya erat penuh rasa sayang dan Imah pun membalas pelukanku.
“Tapi.., aku ingin lebih dari ini. Aku ingin bisa menikmati cinta dan kasih sayang seorang suami dan itu yang membuatku menerima pinangan seorang pria yang rumahnya tidak jauh dari desaku.” Aku terhenyak dan menjadi lebih bingung lagi dan belum bisa menerima kabar yang benar-benar mengagetkanku.
Kami berdua hanya bisa diam dan tanpa terasa meleleh air mataku dan aku baru merasa bahwa aku ternyata benar-benar menginginkannya, namun ternyata sudah terlambat. Keesokan harinya aku mengantar Imah si baby sitter cantik ke terminal untuk kembali pulang ke desanya dan menikah dengan seorang duda tanpa anak, menurutnya calon suaminya akan menerimanya meskipun dia sudah tidak perawan.
Dengan langkah gontai aku kembali ke mobilku dan melalui hari-hariku tanpa Imah si baby sitter cantik.

Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Tante Diva Sungguh Menggoda Imanku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Aku berasal dari desa dan memutuskan pergi merantau ke Jakarta disaat umurku tujuh belas tahun, orang tuaku yang panik akan keadaanku jadi aku dititipkan di rumah Diva, Diva merupakan tanteku ini masih berumur 29 tahun mempunyai suami yang super sibuk dengan bisnisnya.
Karena Ekonomi Keluargaku sedang tidak memadai akhirnya aku tidak dapat meneruskan kuliah, Tanteku sempat memintaku untuk meneruskan kuliahku dengan dibiayaiin mereka, namun aku menolak. Alasanku tidak ingin merepotkan mereka dan aku ingin coba bekerja. padahal aku sangat ingin kuliah.
Disaat Aku coba kirim cv kebeberapa perusahaan, dan beberapa perusahaan memanggilku.. disaat itu om melarangku saat aku ingin pergi interview, katanya,
”kamu gak usah dateng om sudah urus kerjaan buatmu dikantor tante diva.” akhirnya aku bekerja dikantor tante diva, setiap hari aku harus berangkat kerja naik mobil bersama tante, maklum aku gak bisa nyetir mobil jadi tante yg nyetir, dikantornya tante seorang manager yg sangat dihormati.
Cerita Sex Tante Diva Sungguh Menggoda Aku sangat suka masturbasi, koleksi film bokepku banyak dari yg indonesia, bule, korea, jepang, china, india sampe arabpun ada.hehehe setiap 2 hari sekali aq masturbasi sambil nonton bokep, paling sering dipagi hari ketika bangun tidur kontol aq tegang..hehe sampai akhirnya tante diva tau ketika aq sedang asyik mengkocok kontolku.
Tante masuk kamarku untuk memanggilku sarapan.
“van sarapan dulu, ehhh kamu lagi asyik yak?!”, ujarnya sambil tersenyum dan dia menutup pintu kamarku lagi sambil berkata,
Cerita Sex Tante Diva Sungguh Menggoda Imanku
“selesein dulu tuch sampe keluar..” aq kaget setengah mati dan sangat malu sekali.. aq lupa.mengunci pintu kamar rupanya semalam. aq sangat heran karena.tante tidak memarahiku tp malah tersenyum..dan seharian itu kerjaanku jadi kacau karena masih malu banget sm tanteku.
Selesai makan malam aq langsung buru.buru masuk kamar. keesokan harinya aku terbangun ketika spermaku keluar karena aq mimpi.basah, dan kontol aq masih tegang serta berdenyut-denyut..rasanya pagi itu aq ingin masturbasi lagi.
Kucari hp ku dan kunyalakan film bokep jepang..kuusap-usap kontol aq yg masih dibungkus CD..sesekali kumasukan tangan kedalam CD untuk mengkocok-kocok kontolku. Markas Judi Online Dominoqq
Ketika tanganku sedang asyik mengkocok tiba-tiba terdengar suara tante diva,
” van keluarin aja kontolnya biar tante yang kocokin.
”pintanya manja.. spontan aq tersentak kaget.
Cerita Sex Tante Diva Sungguh Menggoda “udah kamu gak perlu malu sm tante, tante juga lagi horny karena udara pagi ini dingin banget.” tante diva mendekatiku dan duduk dikasurku sambil tangannya menarik CD ku dan kontolku mencuat keluar karena udah tegang sedari tadi.
“jangan tante nanti ketauan om…!!”, ujarku..
“gpp van, om tidak ada dirumah, dia tadi jam 5 berangkat ke papua untuk urusan kantorny”
Tanpa banyak bicara lagi tante diva langsung mengulum kontol aq..disedot-sedot kepala kontol aq…dijilati dari testis, batang dan kepala kontolnya…uggghhhh bigini yakk rasanya dioral…nikmat banget.
Melihatku merem melek keenakan permainan lidah tante diva makin belingsatan..dia sangat nafsu banget kulumin kontolku..dihisapnya dalam-dalam kontolku… aaakkkkhhhh…gila nikmat banget banget tante…ujarku.. tak mau kalah dengan permainan tante diva.
Tanganku mulai berani memegang payudara tante diva yg berukuran 34b, tidak terlalu besar tp masih padat berisi dan kenyal.. kuselipkan tanganku masuk dalam piyama yg tante diva kenakan..rupanya dia tidur tidak mengenakan bra.
Kuusap-usap puting kanannya..tanganku yg 1 lagi membelai rambutnya yg halus dan lembut sebahu panjangnya. kupilin-pilin putingnya yg mulai mengeras dan kuremas dengan lembut… aq semakin bergairah dibuatnya dan kuangkat tubuhnya agar aq bisa mencium bibirnya yg tipis.
Kukulum bibirnya, kuhisap-hisap lidahnya.. eehhmmmm…hmmm..gumam tanteku.. tanganku terus bergerilya kali ini kedua payudaranya bisa kuremas-remas..kujepit kedua putingnya dan kugesek-gesek dengan ujung jariku.. aaahhhh…desahnya menggoda…terus vannn…enak banget, katanya…kuciumi lehernya telinganya terus turun ke payudaranya… aq hisap kuat putingnya.
Sssssllllluuuurrrrppppp….ssssshhhhh….begitu terdengar suara hisapanku.. aaaaakkkkhhhhhhh….nikmat banget vaaannnn….kamu hebat banget!! lengkuhnya..sambil matanya terpejam menikmati jilatanku…tangan kiriku kuselipkan masuk CD tante diva,kucari itilnya, rupanya tante diva udah sangat terangsang.
Memeknya basah banget.. foreplay kamu hebat…terusin van, puasin tante hari ini..ujarnya manja.. tanpa ragu kupijit-pijit lembut itilnya yg mungil..kutekan kebawah keatas..tante diva jd belingsatan.. tubuhnya mengeliat.
Jariku kumainkan disekeliling itilnya..sesekali kumasukan jari tengahku keliang memeknya yg udah basah banget…kulepasin semua piyama tante diva dan CD nya hingga telanjang bulat, kubuka kakinya lebar-lebar lalu kujilatin memeknya.
cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,


Duniabola99.com –Siang itu suasana kantor PT. Suka Seks begitu sepi. Di sebuah ruangan, di lantai dua, sang manajer, Ir Basmir namanya, tengah melamun. Sambil duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke atas meja, ia terus saja berpikir.
Ya, ia memang sedang kasmaran dengan seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Linda, bawahannya sendiri. Linda memang cantik dan seksi. Di usianya yang baru mencapai 28 tahun, tubuhnya memang sempurna dan menantang birahi setiap pria yang memandangnya. Terutama dadanya yang terlihat amat membusung indah.
Linda ini sudah cukup lama bekerja di kantor itu. Ia kini menjadi Kepala Bagian Pemasaran dan Distribusi yang membawahi 70 orang karyawan. Berkali-kali Basmir mengajak Linda untuk makan malam, tetapi selalu ditolaknya. Berbagai alasan diutarakannya.
Capailah, atau alasan lain, mungkin dia sudah punya pacar. Inilah yang membuat Basmir berpikir keras sejak tadi. “Hmm.. gimana caranya supaya ia bisa takluk di pelukanku..? Nah.. aku tahu sekarang.. Aku akan menemui orang itu nanti malam..” tiba-tiba Basmir teringat seseorang yang mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk mendapatkan Linda. Dengan penuh semangat, ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah hutan terpencil sekitar 15 kilometer dari rumahnya.
Rupanya, orang yang ia tuju adalah seorang tua yang tidak lain adalah dukun ilmu hitam. Namanya Mbah Za’in. Orang ini terkenal di seantero kota itu sebagai dukun santet yang amat sakti. Apapun keinginan orang yang datang padanya pasti tercapai. Ia belum pernah gagal. Orang yang datang padanya tinggal memberinya upah, baik uang ataupun barang yang lain. Tidak jarang mereka menghadiahkan wanita untuk ditiduri oleh sang dukun. Tua-tua keladi, makin tua nafsunya makin jadi.
Saat Basmir sampai di rumah tua itu, segera saja ia mengetuk pintu. “Siapa di situ?” terdengar suara Mbah Za’in dari dalam. “Permisi, Mbah.. boleh saya masuk..?” teriak Basmir. “Ya, silahkan..” jawab Mbah Za’in sambil membuka pintu kayu yang sudah agak reyot itu. Setelah disuruh masuk, Basmir langsung duduk di ruangan tengah rumah tua itu yang penuh dengan bau kemenyan. Bulu kuduknya terasa mulai berdiri.
Diperhatikannya seluruh isi ruangan itu. Memang menyeramkan suasananya. Ada tengkorak, kepala macan, kain-kain bergelantungan yang berwarna hitam dan merah darah, lalu seperti tempat pedupaan yang berada persis di hadapannya. “Ada perlu apa, Nak Basmir malam-malam kemari..?” tiba-tiba Sang Dukun bertanya. Basmir tentu saja kaget tidak kepalang. Ia tidak menyangka Mbah Zain mengetahui namanya.
Benar-benar sakti. “Eh.. anu Mbah.., saya butuh pertolongan.. saya suka dengan seorang gadis.. Linda namanya, kebetulan bawahan saya sendiri di kantor.. tapi saya selalu ditolaknya bila saya mengajaknya keluar makan malam.. Nah ini fotonya..” jawab Basmir dengan terbata-bata sambil mengeluarkan dari kantong kemejanya selembar foto close-up seorang gadis berambut panjang sebahu yang amat cantik. “Oh begitu..” jawab Mbah Za’in sambil memegang foto itu dan kemudian mengelus-elus jenggot putihnya yang panjang. “Bisa.. bisa.. tapi apa upahnya nanti kalo kau berhasil mendapatkan dia, heh..?”
“Jangan kuatir, Mbah.. Saya sediakan 100 juta rupiah buat Mbah.. dan kalo saya bisa mendapatkan dia malam ini juga, setengahnya saya berikan dalam bentuk cek sekarang juga.. Gimana Mbah..?” “Baiklah..” jawab si dukun, “Kalo begitu buka pakaianmu.. kau cukup hanya mengenakan celana dalam saja, lalu duduklah dengan posisi bersila di hadapanku..” Basmir pun menuruti semua perintah si dukun. Setelah itu, Mbah Za’in kemudian membaca beberapa mantera dan menabur kemenyan di atas pedupaan di depannya.
Tidak lama kemudian, terdengar petir menggelegar dan lampu ruangan itu tiba-tiba padam lalu hidup lagi. Basmir pun kemudian memejamkan matanya. Saat itu juga, roh sukma Basmir seperti terlepas dari tubuhnya dan seperti melayang pergi ke luar rumah itu. Roh sukma Basmir yang setengah telanjang itu bergerak menuju rumah Linda yang berjarak sekitar 18 kilometer dari sana. Di rumahnya, Linda tengah berusaha tidur. Ia mengenakan daster putih yang amat transparan. Di baliknya, ia tidak mengenakan apa-apa lagi.
Payudaranya yang berukuran 38 jelas terlihat, demikian juga dengan bulu-bulu kemaluannya yang menghitam. Setiap malam, ia selalu tidur dengan cara begitu. Ia merasa gerah karena panasnya udara yang terus saja menaungi ruangan kamarnya. Tiba-tiba saat ia ingin terlelap, berhembuslah angin yang terasa menusuk sum-sum tubuh. Ia terbangun. Jendela kamarnya tiba-tiba saja terbuka dan angin itu masuk. Dan memang angin aneh itu adalah terpaan roh sukma Basmir kiriman sang dukun.
Roh sukma Basmir bisa melihat posisi tubuh Linda tapi Linda tidak melihat apa-apa. Ia hanya merasakan terpaan angin aneh itu. Sekonyong-konyong seperti ada dua tangan kekar merobek baju daster Linda. Linda yang kaget menjadi ketakutan setengah mati. Ia berusaha melawannya. Tapi ia kalah cepat. Daster itu lebih dulu robek. Ia kini telanjang. Dan roh sukma Basmir dengan sengaja mendorong tubuhnya jatuh telentang ke ranjang. Dengan cepat roh Basmir mencium bibir, wajah, leher dan payudara Linda yang besar itu.
Linda berusaha melakukan perlawanan. Tapi ia bingung, sebab ia merasakan ciuman-ciuman itu tapi sosok yang menciumnya tidak terlihat. Beberapa menit kemudian, karena putus asa, ia menyerah. Roh Basmir kemudian membuka celana dalamnya. Lalu penisnya yang sudah membesar diarahkan ke mulut Linda. Karena sudah merasa terangsang oleh ciuman-ciuman itu, Linda pun mulai mengulum penis besar tegak yang tidak kelihatan tapi terasa wujudnya itu. Ia mengulum, menghisap-hisap, dan menjilat penis itu.
Kalau ada orang yang melihat Linda saat itu, pastilah orang itu akan mengira bahwa Linda sedang berpantomim dengan memperagakan gerakan oral seks. Tapi Linda memang merasa ada penis besar tegak sedang dihisap dan dijilat-jilatnya. Tanpa membuang waktu lagi, roh sukma Basmir segera membuka kedua kaki Linda. Tampak sekarang liang kewanitaannya yang sudah basah karena terangsang berat. Roh Basmir pun segera mengarahkan penisnya ke liang kemaluan Linda.
Dengan sekali dorongan, “Bless.. jeb.. bless..” masuklah penis besar tegak itu ke lubang senggama Linda. Linda terlihat merem-melek merasakan senjata aneh itu keluar masuk di liang ajaibnya. Darah segar pun mengalir keluar dari vaginanya. Darah perawan, karena memang selama ini Linda belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Karena merasa keenakan, Linda pun mengimbanginya dengan menggerak-gerakkan tubuhnya ke atas, ke bawah dan berputar-putar.
Kemudian roh sukma Basmir pun mengangkat tubuh Linda dan menyuruhnya untuk menungging. Ia lantas menusukkan penisnya dari belakang. Dan penis itu pun masuk tanpa halangan lagi. Linda terlihat menikmati tusukan penis itu. Dan sejam kemudian, roh sukma Basmir pun seperti akan mencapai puncak orgasmenya dan ia pun menumpahkan maninya ke sekujur tubuh Linda yang saat itu telah tergolek tidak berdaya.
Setelah puas, roh itu seolah-olah terbang kembali ke tempat asalnya. Linda yang kemudian tersadar, menjadi bingung dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi. Tapi kemudian ia sadar bahwa sesosok makhluk tanpa bentuk telah menodainya dan ia tidak tahu siapa sebenarnya makhluk itu. Ia lantas menangis tersedu-sedu. Nasi sudah menjadi bubur.
Ya, keperawanannya telah hilang. Entah apa yang akan dikatakannya pada Robert, pacarnya bila akhirnya mereka menikah suatu hari nanti. Sementara itu di rumah sang dukun, Basmir yang telah berpakaian lengkap kembali, tersenyum puas. “Terima kasih Mbah.. Ini cek senilai 50 juta yang tadi saya janjikan.. Saya akan memberikan sisanya bila Mbah mampu membuat Linda menjadi tergila-gila pada saya..” ujarnya dengan senyuman licik di wajahnya.
“Oh.. itu gampang.. telan saja telur empedu rusa Kalamujeng ini.. dijamin besok pun gadis itu akan kau nikmati lagi kesintalan tubuhnya..” jawab si dukun sambil mengambil sebuah benda mirip telur hijau kecil dari kantong jubah lusuhnya. Tanpa pikir panjang lagi, Basmir menelan telur itu. Keesokan harinya, apa yang dikatakan Mbah Za’in benar-benar terjadi.
Saat suasana kantor pagi itu belum terlalu ramai, pintu kantor Basmir diketuk seseorang. Ketika Basmir menanyakan siapa yang mengetuk, suatu suara lembut berujar, “Maaf Pak.. saya ingin berbicara sebentar dengan Bapak..” Mendengar suara itu, bukan main girangnya hati Basmir. Ya, itu suara Linda. Inilah kesempatan yang ia tunggu-tunggu.
Dengan bergegas ia membuka pintu itu, dan ternyata benar. Linda tampak cantik berdiri di sana dengan mengenakan rok mini. Sebuah senyuman genit tampak di wajahnya. Tanpa membuang waktu lagi, Basmir menarik tangan Linda. Ia lalu membawanya ke sofa besar di pojokan ruang kantornya itu. Dengan cepat ia mencium bibir Linda dan Linda pun membalasnya dengan semangat. Tangan Basmir pun segera menggerayangi tubuh mulusnya. Pertama-tama yang dituju adalah tentu saja buah dada besarnya.
Dibukanya kancing kemeja Linda, lalu disingkapkannya BH-nya, dan segera saja payudara itu diremas-remasnya tanpa ampun. Linda tentu saja menggelinjang hebat. Lalu ia dengan inisiatif sendiri membuka semua pakaiannya. Melihat itu, Basmir tak mau kalah. Penisnya sudah tegang seperti siap untuk berperang. Tanpa disuruh lagi, saat keduanya sudah telanjang total, Linda jongkok dan meraih penis itu untuk dikulum, dihisap-hisap lalu dijilatnya sambil membelai-belai kantong zakar Basmir.
Basmir merasakan kenikmatan surga dunia yang tiada taranya. Kepala penisnya dijilat-jilat dengan penuh nafsu oleh Linda. Setelah penis itu benar-benar tegak, kini giliran Basmir yang mencoba membuat Linda terangsang. Diciuminya bulu-bulu kemaluan Linda, lalu lidahnya dengan sengaja dijulurkan ke dalam vagina Linda sambil berusaha menarik-narik keluar klitorisnya.
“Uh.. uh.. uh.. uh.. aduh nikmatnya.. Terus Bas.. terus..” kata Linda dengan tangannya memegang kepala Basmir yang kini sedang bergerilya di pangkal pahanya. “Masukin sekarang aja, Bas.. kumohon, Sayangku..” Mendengar itu, Basmir segera mengajak Linda bermain di atas meja kantornya yang cukup besar. Basmir rebahan di sana dan Linda langsung naik ke atas pahanya.
Posisi mereka berhadapan. Dengan penuh kelembutan, Linda membawa penis Basmir yang sudah tegak dan besar itu ke liang kenikmatannya. Dan ia pun dengan sengaja menurunkan pantatnya Dan, “Bless.. bless.. jeb.. plouh..” penis itu tak ayal lagi masuk separuhnya ke lubang kemaluan Linda. Sementara Linda terus saja naik turun di atas pahanya, Basmir segera dengan posisi duduk meraih payudara Linda dan mencium serta menghisapnya seperti seorang bayi yang sedang disusui oleh ibunya.
Setengah jam berlalu, tapi permainan birahi mereka belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kemudian Basmir turun dari meja itu, lalu menyuruh Linda menungging dengan tangan berpegangan pada pinggiran meja itu. Penisnya yang kini telah basah oleh cairan vagina Linda kembali diarahkan ke lubang senggama Linda.
Dengan sekali tancap, penis itu masuk. “Bless.. bless.. clop.. plak.. plak..” terdengar bunyi daging paha keduanya bergesekan dengan keras. Tiba-tiba saja, kedua mata Basmir terbeliak yang berarti ia sebentar lagi akan ejakulasi. “Di dalam atau di luar, Lin..?” tanyanya di tengah-tengah puncak nafsunya. “Di dalam aja deh.. biar nikmat, Bas..” jawab Linda seenaknya. Dan benar saja, “Crot.. crot.. crot.. crot..” sebanyak sembilan kali semprot, mani Basmir keluar di dalam liang senggama milik Linda. Sisa-sisa mani yang ada pada kepala penis Basmir, kemudian dibersihkan oleh Linda dengan lidah dan mulutnya. Bahkan sebagian di antaranya ada yang ditelan olehnya.
Keduanya kemudian saling melemparkan senyum puas. Sejak itu, Basmir dan Linda menjadi sepasang kekasih. Dimana pun mereka memiliki kesempatan, mereka selalu berhubungan seks. Sampai saat itu, Linda tidak pernah tahu bahwa Basmir lah yang pertama memperawaninya melalui roh sukmanya. Memang hebat ilmu hitam si Mbah Za’in..

Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik dengan Saya seorang mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Panggil saja saya Borris. Narasi ini adalah cerita riil saya yang hingga kini tetap berjalan walaupun saya mengakui saya jemu dan ingin cari pengalaman lain sama wanita yang berlainan juga.

Cersex Stw – ini bermula dari cerita berpacaran saya dengan Mia, seorang mahasiswi yang berlainan universitas dengan saya. Sesudah saya pacaran dengannya sepanjang 2 bulan, baru Mia memperlihatkan segi kehidupan aslinya, jika ia pengikut sex bebas. Kondisi itu saya kenali dari perkataannya sendiri saat saya usai makan dengannya dalam suatu warung mahasiswa ciri khas Yogyakarta. Saat itu ia narasi jika sepanjang 3 bulan ia sebelumnya tidak pernah disentuh lelaki termasuk saya.
Kelompok Sex Bebas, narasi seks bebas, mahasiswi sukai sex bebas, narasi mahasiswi pengikut sex bebas, narasi seks mahasiswi elok ngentot
Narasi Sex Bebas Tujuannya sudah pasti rasakan kepuasan seksual yang sejauh ini disanggupinya dari bekas kekasihnya yang sebelumnya saat sebelum saya. Kontan saya terkejut berat dengar hal tersebut. Tangkai kemaluan saya segera tegak dan seolah ingin loncat keluar.
“Mengapa kamu mendadak menjadi horny ini..?” bertanya saya.
“Saya 3 hari ini habis menonton BF bersama teman- teman kosku..,” jawabannya, “Ayolah.., kamu ingin ya..?” pintanya.
Saya makin tidak karuan dengar permohonannya itu sekalian menggelayut pada lenganku dengan manja. Pada akhirnya kuputuskan untuk melayaninya, walaupun saya tidak pernah melakukan benar-benar sama wanita mana saja. Ia terlihat suka sekali dengar ketersediaanku melayaninya malam tersebut. Di kepalaku mulai muncul beberapa pikiran yang kotor sekalian berimajinasi dengan kemolekan badannya yang sintal, langsing dan berisi itu (payudaranya memiliki ukuran 34 A, kurang lebih begitu dech). Saat itu juga saja motorku langsung kubawa ke tempat kost-nya yang bebas, dan lelaki bisa masuk, karena tetangga sekitaran memiliki jarak cukup jauh dengan rumah tersebut. Sampai di kost-nya, saya memarkirkan motorku dan secara langsung digandeng masuk ke kamarnya.
Beberapa teman satu kost-nya langsung menghina kami saat kami barusan masuk, “Waaahh, telah kepingin ya.. setelah yang tempo hari tersebut..?” kata salah seorang pada mereka dan secara langsung disongsong teriakan yang lain.
Saya cuma diam saja, sedang Mia ketawa kecil sekalian berbicara, “Biarin..! Orang saya ingin kok..!”
Sesampai di dalam kamar, Mia segera mengamankan pintu dan secara langsung menabrakku sampai saya tersuruk di atas kasurnya. Ia mulai menangkap bibirku dengan kecupannya yang penuh gairah. Saya tidak ada pikiran untuk hentikan perbuatannya tersebut. Saya segera melayani kecupannya yang garang itu dengan garang juga. Tangan Mia mulai merayap di kemaluanku yang tetap tertutup celana. Saya tidak ingin kalah , kusergap payudaranya dengan remasan yang halus sekalian kulepaskan satu-satu kancing pakaiannya.
Pada akhirnya ia juga berdiri karena melihatku mulai bergairah dan mulai buka pakaiannya. Ia mulai menolongku buka bajuku sampai celana dan sekalian celana dalamku lepas dari badanku dan dilemparnya saja ke pinggir tempat tidurnya. Demikian demikian sebaliknya, kulucutkan pakainnya sampai kami sama telanjang bundar. Tanpa berpikir panjang, saya direbahkannya di kasur dalam sikap duduk, dan sekarang mukanya telah ada pas di muka tangkai kejantananku yang telah tegak berdiri.
“Saya rindu sama kemaluan lelaki..!” ucapnya sekalian mengocak-ngocok halus tangkai kemaluanku.
Saya makin menggelinjang. Baru pertama kalinya tangkai kemaluanku dikocak dengan cewek. Kocokannya makin berasa dan saya makin mendesah luar biasa. Tidaklah sampai dua menit ia mengocak, mendadak mulutnya ditujukannya ke tangkai kejantananku dan dia mulai mengulumnya. Edan..! Kesan yang hebat. Saya berkesan dengan permainan mulutnya, kadang-kadang disedot, dimainkan memakai gigi, dikulum, dijilat dan banyak dech.
Sesudah cukup lama dan saya mulai benar-benar terangsang, kuangkat ia ke sebelahku dan saat ini saya yang berlutut di lantai, sedang Mia yang saat ini duduk di atas kasur. Saya tidak tahan ingin coba rasakan menjilat-jilati kepunyaannya yang gundul tidak ada selembar bulu juga itu, karena nampaknya Mia telah cukurnya. Saya mengawali dengan permainkan vaginanya lebih dulu memakai jari- jariku.
“Sssttt… aaahhh… terus..!” rintihnya saat jariku mulai masuk daerang lubang senggamanya.
Saya mulai permainkan gairahnya dengan jari-jariku, ia mulai meronta dengan mengusung-angkat bokongnya. Sesaat sesudah itu saya mulai menjilat-jilati dengan semua jenis langkah di lembah yang gersang itu, dimulai dari kumasukkan lidahku ke lubangnya sampai kuputar-putar di lipatannya yang membuat Mia makin meronta seperti orang yang kerasukan birahi. Sekitaran 10 menit saya mainkan lubang senggamanya, Mia mulai tidak kuat.
“Maaass… akuuu.. maauu.. keluarr… aaahhh… masukkan saja pake… batangmu… Mass.., uuuhh… aaahh..!” rontanya sekalian mengusung-angkat terus bokongnya, dan kepalaku tetap ditekannya, seolah ia meminta jangan dilepaskan lidahku pada lembahnya.
Saya tidak memedulikan rintihannya sampai satu saat, “Seerr… haaahh… haaahh..!” Mia mengelinjang luar biasa rasakan orgasmenya. Lubang kemaluannya tidak kubiarkan tidak bekerja, saya tetap permainkan lubangnya itu dengan jariku. Mia tetap meronta. Langsung ia tangkap batanganku, dikocaknya dan dikulumnya penuh semangat. Saya sedikit meronta karena seolah Mia membalasnya tindakanku kepadanya.
Pada akhirnya saya segera saja merebahkannya dalam posisi terlentang, saya mulai menuntun tangkai kejantananku yang tegang luar biasa itu ke lubang senggamanya, dan, “Slepp..!” batangankusudah masuk penuh. Saat rudalku itu masuk penuh, Mia mendesah, ” Haaahh.. Maaasss.. goyang..!” rintihnya manja. Kuturuti saja ucapannya, saya mulai menggoyang pinggulku dan menyikat- nyodok lubang kepuasannya dengan tangkai kejantananku.
Rintihan untuk rintihan berganti-gantian keluar mulut kami. Hingga kemudian Mia makin menggelenjang tidak pasti, saya tahu jika ia mau orgasme kembali. Menyaksikan tanda-tanda itu,langsung kupercepat pergerakanku hingga kemudian, “Serr.. serr.. serr..!” keluarlah cairan kepuasan itu dari lubangnya.
“Stop… Stoop dulu… hhuuhhh… huuhh.. haaahh, jangan.. ditarik Mas..! Biarin saja..” pintanya. Aku juga tidak mengambil kemaluanku dan saat itu juga kurasakan tangkai kejantananku dihisap-hisap lubang vaginanya, gilaa..! sangat nikmat. Selang beberapa saat saya dibaringkan ke kasur dengan posisi terlentang. Sekarang posisi Mia berada di atas pada kondisi duduk sekalian mengocak batanganku dan menuntun kembali ke lubang kemaluannya.
“Sleepp..!” “Oohh.. lubangmu sedap sekali Say..!” kataku.
“Punyai kamu membuat saya edan Mas..!” ucapnya sekalian menaik-turunkan badannya di atas badanku.
Tanganku tidak diam saja, kuraih payudaranya dan kukulum, kuhisap payudaranya berganti-gantian sambilkumulai meremas berganti-gantian tanpa stop. Rontaan Mia makin luar biasa dan makin kelojotan ia. Aku juga mulai tidak kuat, karena posisi berikut yang paling kusukai, karena tangan dan mulutku tidak stop hinggap di anggota badan wanita yang paling kusukai, yakni payudara. Sesudah sekitaran 15 menit kami sama-sama memacu birahi, pada akhirnya rasanya saya tidak bisa kembali meredam kemauanku ledakkan laharku.
“Saayy… saya maauuu keluar Saayy..!” rintihku.
“Nantikan saya Massss… nanti keluarnya saya kocokin saja..!” kata Mia yang membuatku terkejut 1/2 mati dan secara langsung memikirkan bagaimana enaknya dikocakin tangannya saat ingin orgasme.
Sesaat kemudian, saya rasakan capitan pangkal paha Mia makin keras, dan rontaannya makin tidak teratur, dan saya sedikit mulai rasakan ingin keluar. Saat itu juga tangkai kemaluanku rasakan ada cairan yang mengguyuri dari dalam rahimnya sekalian Mia kelihatan kelojotan tidak teratur. Saya belum rasakan ingin keluar waktu itu.
“Mia, keluarin saya donk..!” pintaku mendesah sekalian meremas buah dadanya yang ranum tersebut. Saat itu juga ia telah mengocak tangkai kejantananku dan secara langsung membasahinya dengan ludahnya,disedotnya dan dikulumnya seperti sedang makan es cream. Tidak ada satu menit saya telah menumpahkan air maniku ke lehernya sekalian kocokannya jalan terus tidak stop. Setelahitu ia bersihkan tangkai rudalku dengan jilatannya.
“Saya nanti malem ingin kembali ya..?” pintaku.
“Saya ingin kembali kok Mass..!” ucapnya dengan dibarengi kecupan halus di bibirku.
Semenjak waktu itu saya mulai suka hubungan seksual dan kami berdua sebelumnya tidak pernah sungkan-sungkan kembali jika sedang pengin lakukan hubungan seksual. Sebelumnya pernah kami melakukan satu hari 3x. Bahkan juga kami sebelumnya pernah cuma lakukan 10 hari dengan oral sex saja, ingat waktu itu Mia baru menstruasi. Tetapi penjelajahan seksku belum stop sampai disana.
Sebelumnya pernah sesuatu saat, permainan hubungan seksual kami dilihat Ibu kos Mia dan 2 orang rekan kost-nya. Sampai saat Mia telah lulus dan kembali lagi ke kota aslinya, saya tetap bermain ke kos Mia karena sesudah keperginya Mia, saya menjadi simpanan Ibu kos Mia dan seorang rekan kos Mia yang sempat juga melihat kami lakukan hubungan seksual itu sampai sekarang ini.Narasi Seks Riil Mahasiswi Pengikut Sex Bebas
Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik dengan Saya seorang mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Panggil saja saya Borris. Narasi ini adalah cerita riil saya yang hingga kini tetap berjalan walaupun saya mengakui saya jemu dan ingin cari pengalaman lain sama wanita yang berlainan juga.
Narasi cersex ini bermula dari cerita berpacaran saya dengan Mia, seorang mahasiswi yang berlainan universitas dengan saya. Sesudah saya pacaran dengannya sepanjang 2 bulan, baru Mia memperlihatkan segi kehidupan aslinya, jika ia pengikut sex bebas. Kondisi itu saya kenali dari perkataannya sendiri saat saya usai makan dengannya dalam suatu warung mahasiswa ciri khas Yogyakarta. Saat itu ia narasi jika sepanjang 3 bulan ia sebelumnya tidak pernah disentuh lelaki termasuk saya.
Kelompok Sex Bebas, narasi seks bebas, mahasiswi sukai sex bebas, narasi mahasiswi pengikut sex bebas, narasi seks mahasiswi elok ngentot
Narasi Sex Bebas Tujuannya sudah pasti rasakan kepuasan seksual yang sejauh ini disanggupinya dari bekas kekasihnya yang sebelumnya saat sebelum saya. Kontan saya terkejut berat dengar hal tersebut. Tangkai kemaluan saya segera tegak dan seolah ingin loncat keluar.
“Mengapa kamu mendadak menjadi horny ini..?” bertanya saya.
“Saya 3 hari ini habis menonton BF bersama teman- teman kosku..,” jawabannya, “Ayolah.., kamu ingin ya..?” pintanya.
Saya makin tidak karuan dengar permohonannya itu sekalian menggelayut pada lenganku dengan manja. Pada akhirnya kuputuskan untuk melayaninya, walaupun saya tidak pernah melakukan benar-benar sama wanita mana saja. Ia terlihat suka sekali dengar ketersediaanku melayaninya malam tersebut. Di kepalaku mulai muncul beberapa pikiran yang kotor sekalian berimajinasi dengan kemolekan badannya yang sintal, langsing dan berisi itu (payudaranya memiliki ukuran 34 A, kurang lebih begitu dech). Saat itu juga saja motorku langsung kubawa ke tempat kost-nya yang bebas, dan lelaki bisa masuk, karena tetangga sekitaran memiliki jarak cukup jauh dengan rumah tersebut. Sampai di kost-nya, saya memarkirkan motorku dan secara langsung digandeng masuk ke kamarnya.
Beberapa teman satu kost-nya langsung menghina kami saat kami barusan masuk, “Waaahh, telah kepingin ya.. setelah yang tempo hari tersebut..?” kata salah seorang pada mereka dan secara langsung disongsong teriakan yang lain.
Saya cuma diam saja, sedang Mia ketawa kecil sekalian berbicara, “Biarin..! Orang saya ingin kok..!”
Sesampai di dalam kamar, Mia segera mengamankan pintu dan secara langsung menabrakku sampai saya tersuruk di atas kasurnya. Ia mulai menangkap bibirku dengan kecupannya yang penuh gairah. Saya tidak ada pikiran untuk hentikan perbuatannya tersebut. Saya segera melayani kecupannya yang garang itu dengan garang juga. Tangan Mia mulai merayap di kemaluanku yang tetap tertutup celana. Saya tidak ingin kalah , kusergap payudaranya dengan remasan yang halus sekalian kulepaskan satu-satu kancing pakaiannya.
Pada akhirnya ia juga berdiri karena melihatku mulai bergairah dan mulai buka pakaiannya. Ia mulai menolongku buka bajuku sampai celana dan sekalian celana dalamku lepas dari badanku dan dilemparnya saja ke pinggir tempat tidurnya. Demikian demikian sebaliknya, kulucutkan pakainnya sampai kami sama telanjang bundar. Tanpa berpikir panjang, saya direbahkannya di kasur dalam sikap duduk, dan sekarang mukanya telah ada pas di muka tangkai kejantananku yang telah tegak berdiri.
“Saya rindu sama kemaluan lelaki..!” ucapnya sekalian mengocak-ngocok halus tangkai kemaluanku.
Saya makin menggelinjang. Baru pertama kalinya tangkai kemaluanku dikocak dengan cewek. Kocokannya makin berasa dan saya makin mendesah luar biasa. Tidaklah sampai dua menit ia mengocak, mendadak mulutnya ditujukannya ke tangkai kejantananku dan dia mulai mengulumnya. Edan..! Kesan yang hebat. Saya berkesan dengan permainan mulutnya, kadang-kadang disedot, dimainkan memakai gigi, dikulum, dijilat dan banyak dech.
Sesudah cukup lama dan saya mulai benar-benar terangsang, kuangkat ia ke sebelahku dan saat ini saya yang berlutut di lantai, sedang Mia yang saat ini duduk di atas kasur. Saya tidak tahan ingin coba rasakan menjilat-jilati kepunyaannya yang gundul tidak ada selembar bulu juga itu, karena nampaknya Mia telah cukurnya. Saya mengawali dengan permainkan vaginanya lebih dulu memakai jari- jariku.
“Sssttt… aaahhh… terus..!” rintihnya saat jariku mulai masuk daerang lubang senggamanya.
Saya mulai permainkan gairahnya dengan jari-jariku, ia mulai meronta dengan mengusung-angkat bokongnya. Sesaat sesudah itu saya mulai menjilat-jilati dengan semua jenis langkah di lembah yang gersang itu, dimulai dari kumasukkan lidahku ke lubangnya sampai kuputar-putar di lipatannya yang membuat Mia makin meronta seperti orang yang kerasukan birahi. Sekitaran 10 menit saya mainkan lubang senggamanya, Mia mulai tidak kuat.
“Maaass… akuuu.. maauu.. keluarr… aaahhh… masukkan saja pake… batangmu… Mass.., uuuhh… aaahh..!” rontanya sekalian mengusung-angkat terus bokongnya, dan kepalaku tetap ditekannya, seolah ia meminta jangan dilepaskan lidahku pada lembahnya.
Saya tidak memedulikan rintihannya sampai satu saat, “Seerr… haaahh… haaahh..!” Mia mengelinjang luar biasa rasakan orgasmenya. Lubang kemaluannya tidak kubiarkan tidak bekerja, saya tetap permainkan lubangnya itu dengan jariku. Mia tetap meronta. Langsung ia tangkap batanganku, dikocaknya dan dikulumnya penuh semangat. Saya sedikit meronta karena seolah Mia membalasnya tindakanku kepadanya.
Pada akhirnya saya segera saja merebahkannya dalam posisi terlentang, saya mulai menuntun tangkai kejantananku yang tegang luar biasa itu ke lubang senggamanya, dan, “Slepp..!” batangankusudah masuk penuh. Saat rudalku itu masuk penuh, Mia mendesah, ” Haaahh.. Maaasss.. goyang..!” rintihnya manja. Kuturuti saja ucapannya, saya mulai menggoyang pinggulku dan menyikat- nyodok lubang kepuasannya dengan tangkai kejantananku.
Rintihan untuk rintihan berganti-gantian keluar mulut kami. Hingga kemudian Mia makin menggelenjang tidak pasti, saya tahu jika ia mau orgasme kembali. Menyaksikan tanda-tanda itu,langsung kupercepat pergerakanku hingga kemudian, “Serr.. serr.. serr..!” keluarlah cairan kepuasan itu dari lubangnya.
“Stop… Stoop dulu… hhuuhhh… huuhh.. haaahh, jangan.. ditarik Mas..! Biarin saja..” pintanya. Aku juga tidak mengambil kemaluanku dan saat itu juga kurasakan tangkai kejantananku dihisap-hisap lubang vaginanya, gilaa..! sangat nikmat. Selang beberapa saat saya dibaringkan ke kasur dengan posisi terlentang. Sekarang posisi Mia berada di atas pada kondisi duduk sekalian mengocak batanganku dan menuntun kembali ke lubang kemaluannya.
“Sleepp..!” “Oohh.. lubangmu sedap sekali Say..!” kataku.
“Punyai kamu membuat saya edan Mas..!” ucapnya sekalian menaik-turunkan badannya di atas badanku.
Tanganku tidak diam saja, kuraih payudaranya dan kukulum, kuhisap payudaranya berganti-gantian sambilkumulai meremas berganti-gantian tanpa stop. Rontaan Mia makin luar biasa dan makin kelojotan ia. Aku juga mulai tidak kuat, karena posisi berikut yang paling kusukai, karena tangan dan mulutku tidak stop hinggap di anggota badan wanita yang paling kusukai, yakni payudara. Sesudah sekitaran 15 menit kami sama-sama memacu birahi, pada akhirnya rasanya saya tidak bisa kembali meredam kemauanku ledakkan laharku.
“Saayy… saya maauuu keluar Saayy..!” rintihku.
“Nantikan saya Massss… nanti keluarnya saya kocokin saja..!” kata Mia yang membuatku terkejut 1/2 mati dan secara langsung memikirkan bagaimana enaknya dikocakin tangannya saat ingin orgasme.
Sesaat kemudian, saya rasakan capitan pangkal paha Mia makin keras, dan rontaannya makin tidak teratur, dan saya sedikit mulai rasakan ingin keluar. Saat itu juga tangkai kemaluanku rasakan ada cairan yang mengguyuri dari dalam rahimnya sekalian Mia kelihatan kelojotan tidak teratur. Saya belum rasakan ingin keluar waktu itu.
“Mia, keluarin saya donk..!” pintaku mendesah sekalian meremas buah dadanya yang ranum tersebut. Saat itu juga ia telah mengocak tangkai kejantananku dan secara langsung membasahinya dengan ludahnya,disedotnya dan dikulumnya seperti sedang makan es cream. Tidak ada satu menit saya telah menumpahkan air maniku ke lehernya sekalian kocokannya jalan terus tidak stop. Setelahitu ia bersihkan tangkai rudalku dengan jilatannya.
“Saya nanti malem ingin kembali ya..?” pintaku.
“Saya ingin kembali kok Mass..!” ucapnya dengan dibarengi kecupan halus di bibirku.
Semenjak waktu itu saya mulai suka hubungan seksual dan kami berdua sebelumnya tidak pernah sungkan-sungkan kembali jika sedang pengin lakukan hubungan seksual. Sebelumnya pernah kami melakukan satu hari 3x. Bahkan juga kami sebelumnya pernah cuma lakukan 10 hari dengan oral sex saja, ingat waktu itu Mia baru menstruasi. Tetapi penjelajahan seksku belum stop sampai disana.
Sebelumnya pernah sesuatu saat, permainan hubungan seksual kami dilihat Ibu kos Mia dan 2 orang rekan kost-nya. Sampai saat Mia telah lulus dan kembali lagi ke kota aslinya, saya tetap bermain ke kos Mia karena sesudah keperginya Mia, saya menjadi simpanan Ibu kos Mia dan seorang rekan kos Mia yang sempat juga melihat kami lakukan hubungan seksual itu sampai sekarang ini.


Duniabola99.com – foto cewek pirang ngentot anal dengan pacarnya yang berkontol gemuk didalam kamarnya diatas kursi dan juga ditempat tidurn


Duniabola99.com – foto cewek pirang Olivia Devine putih cantik ngentot dengan pacarnya dihutan yang terbuka dibawah terik matahari.


Duniabola99.com – Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini ialah kisah nyata dheri pengalaman ngentot aku dengan mama dan bude aku.
Cerita ini dimulai ketika aku berumur 20 tahun. Saat itu bude ratna datang dan bermalam selama beberapa hari di rumah karena suaminya sgilag bteriakkat keluar kota.
Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. bude ratna berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat.
Aku suka lihat bude ratna kalau telah menggunakan celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, mteriaksang. bude ratna ialah adik kandung Papa aku.
Waktu itu hheri aku tidak masuk kusarih. Aku diam di rumah bersama mama dan bude ratna. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dheri kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada dan setengah pacuma yang putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat mengnafsukan.
Saat itu gak tahu secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama walau gak begitu besar tapi masih bagus bentuknya.
Yang terutama jadi perhatian aku ialah memek mama yang dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin mengasuhnya.
Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sgilag melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi.
Aku dekati pintu, lalu aku intip dheri lubang kunci. Terlihat mama sgilag membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yang aku fokuskan.
Secara otomatis tangan aku meraba kontol dheri luar celana, lalu meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh mteriaksang mama. Karena telah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil berimajinasi menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku klimak.
Sore hherinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.
“Roy..!” panggil mama.
“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.
“Ada apa, Ma?” tanya aku.
“Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.
“Iya, Ma…” jawab aku.
Waktu itu mama menggunakan daster. Aku mulai memijit kaki mama dheri betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku.
Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.
“Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya mama.
“Seluruh badan mama,” jawab aku.
“Ya telah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
“Ayo lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.
“Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.
“Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.
Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat ialah mengusap agak keras.
Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang menggunakan celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.
“Kok dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.
“Mm.. Roy takut mama marah…” jawab aku.
“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.
Karena telah memperoleh angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dheri luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku.
Karena birahi aku telah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.
Jheri tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jheri aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jheri tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam.
Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jheri aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.
Karena telah basah, aku nekad masukkan jheri aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat.
“Roy, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.
“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
“Roy tidak tahan membatalkan birahi…” kataku lagi.
“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.
“Sini berbhering dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.
“Sini berbhering Roy,” ujar mama lagi.
“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.
“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemususan aku berbhering di samping mama.
Mama menatapku sambil mengelus rambut aku.
“Kenapa berbirahi dengan mama, Roy,” tanya mama lembut.
“Mama marahkah?” tanya aku.
“Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar mama.
“Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.
“Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama.
“Kamu benar-benar mau akung?” tanya mama.
“Maksud mama?” tanya aku.
“Dua jam lagi Papa kamu balik…” cuma itu yang keluar dheri mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dheri luar celana.
Aku kaget sekaligus bahagia. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami saling mencium mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.
“Buka baju kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.
Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sgilagkan aku tetap berdiri.
“Kontol kamu besar, Roy…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.
“Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, akung?” tanya mama.
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, gak tahu apa artinya.
Lalu mama menherik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dheri kontol sampai ke kepalanya.
Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hjilatan dan permainan lidah mama sangat pandai.
Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kepuasan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.
“Enak akung?” tanya mama sambil menengadah menatapku.
“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.
“Sini akung. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menherik tanganku.
Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.
“Ayo, Roy.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.
Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu kontol kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang gak tahu bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.
“Enak, Roy?” tanya mama.
“Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.
“Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.
“Karena mama akung kamu, Roy…” jawab mama.
“Sangat akung…” lanjutnya.
“Lagipula detik ini mama memang sgilag ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.
Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.
“Roy juga sangat akung mama…” ujarku.
“Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.
“Mama mau keluar…” desah mama lagi.
Tak lama kurasakan tubuh mama menggelinjang lalu mendekap aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..
“Ohh.. Enak akungg…” desah mama lagi ketika dia mencapai klimak.
Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dheri kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..
“Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.
“Keluherin akung…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
“Keluherin di dalam aja akung biar enak…” bisik mama mesra.
Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.
“Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.
“Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.
“Lekas berbaju, Papa kamu sebentar lagi balik!” kata mama.
Lalu kamipun segera berbaju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.
Malam hherinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, aku dan bude ratna masih nonton TV. bude ratna menggunakan kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena telah biasa melihat seperti itu.
Tiba-tiba bude ratna bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya bude ratna.
“Hayo, ngapain..?” tanya bude ratna lagi sambil tersenyum.
“Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.
“Kok lama amat. Sampe lebih dheri satu jam,” tanyanya lagi.
“Curigaan amat sih, bude?” kataku sambil tersenyum.
“bude cuma merasa aneh saja waktu bude denger ada suara-suara yang bagaimanaa gitu…” ujar bude ratna sambil tersenyum.
“Kayak suara yang lagi enak…” ujar bude ratna lagi.
“Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…” ujarku sambil bangun.
“Maaf dong, Roy. bude becanda kok…” ujar bude ratna.
“Kamu mau kemana?” tanya bude ratna.
“Mau tidur,” jawabku pendek.
“Temenein bude dong, Roy,” pinta bude.
Aku kembali duduk dikursi di samping bude ratna.
“Ada apa sih bude?” tanyaku.
“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab bude ratna.
“Kamu telah mempunyai pacar, Roy?” tanya bude ratna.
“Belum bude. Kenapa?” aku balik bertanya.
“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?” tanya bude lagi.
“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.
“Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya bude ratna slow sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.
Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.
“Ni bude lagi horny kayaknya…” pikir aku.
Tanpa banyak kata, aku cium bibir bude ratna. bude ratnapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono bude ratna. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dengan mesra sambil ujung jheri aku memainkan puting toketnya.
“Mmhh..”
Suara bude ratna mendesah tertahan karena kami masih tetap saling mencium. Tangan bude ratnapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dheri luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.
“Roy, pindah ke kamar bude, yuk?” pinta bude ratna.
“Iya bude…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar bude ratna.
Setiba di kamar, bude ratna dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di tubuh aku.
“Ayo Roy, bude telah gak tahan…” ujar bude ratna sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.
Aku segera menindih tubuh telanjang bude ratna. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke toketnya. Aku jilat dan hjilat puting toket bude ratna sambil meremas toket yang satu lagi.
“Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah bude ratna sambil tangannya memegang kepala aku.
Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, bude ratna segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek bude ratna bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek bude ratna terutama bagian kelentitnya.
“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus akung…” desah bude ratna sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat.
Tak berapa lama tiba-tiba bude ratna mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.
“Oh, Roy.. bude keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah bude ratna.
Aku bangun, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek bude ratna, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. bude ratna langsung membalas ciumanku dengan mesra.
“Isep dong kontol Roy, bude…” pintaku.
Bude ratna mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah bude ratna dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya.
Bude ratna langsung menghjilat dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontolnya lebih pintar dheri mama.
“Udah bude, Roy udah pengen setubuhi bude…” kataku.
bude ratna melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.
“Ayo, Roy.. bude telah tidak tahan…” bisik bude ratna.
Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek bude ratna.
“Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…” kata bude ditengah-tengah persetubuhan kami.
“Ah, biasa saja, bude…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.
Selang beberapa lama, tiba-tiba bude ratna mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.
“Roy, terus setubuhi bude.. Mmhh.. Ohh.. bude mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.
Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.
“Tente udah keluar, akung…” bisik bude ratna.
“Kamu hebat.. Kuat…” ujar bude ratna.
“Terus setubuhi bude, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.
Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera klimak. Kupertcepat gerakanku.
“Roy mau keluar, bude…” kataku.
“Jangan keluarkan di dalam, akung…” pinta bude ratna.
“Cabut dulu…” ujar bude ratna.
“Sini bude isepin…” katanya lagi.
Aku cabut kontolku dheri memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. bude ratna lalu menghjilat kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut bude ratna banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut bude ratna.
bude ratna dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan bude ratna.
Aku segera berbaju. bude ratna juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.
“Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan bude,” ujar bude ratna.
“Kalo bude butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya bude sambil mendekap aku.
“Kapan saja bude mau, Roy pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.
“Terima kasih, akung,” ujar bude ratna.
“Roy kembali ke kamar ya, bude? Mau tidur,” kataku.
“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.
Besoknya, setelah Papa bteriakkat ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.
“Roy, semalam kamu ngapain di kamar bude ratna sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.
Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum.
Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kasarin. Kamu suka bude kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.
“Iya, Ma.. Roy suka bude ratna,” jawabku.
“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kasarin…” ujar mama.
“Kasarin hati-hatilah…” ujar mama lagi.
“Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.
“Karena mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.
“Terima kasih ya, Ma…” kataku.
“Roy akung mama,” kataku lagi.
“Roy, bude dan Papa kamu sgilag keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.
“Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.
“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.
“Roy akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.
“Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..
Sejak detik itu hingga detik ini aku kawin dan mempunyai 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan bude ratna kalau ada kesempatan. Walau telah agak berumur tapi kemengnafsukanan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik.
Baik itu di rumah bude ratna kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di panasel.
Silahkan dengan mama, aku telah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan cuma 2 kali.

Foto Bokep Korea – Narasi Seks Terkini 2024 Untuk 5JT Kulepas Keperawananku – Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik berjudul Narasi Seks Terkini Bercinta dengan Lisa Majikan Elok. Sebutlah saja saya Diana. Umurku 19 tahun dan saya kuliah di salah satunya kampus populer di Jakarta. Saya akan bercerita masalah yang kuhadapi karena kurang uang untuk ongkos kuliah, aku juga layani gairah beberapa lelaki hidung belang, bahkan juga wanita lesbi/biseks juga kulayani untuk mendapatkan uang.
Ceritaku ini bermula di saat saya kurang uang untuk masuk ke dalam perguruan tinggi terkenal di Jakarta. Saya asal dari sebuah kota kecil di luar Pulau Jawa. Orangtuaku kesusahan saat mengongkosiku. Walau sebenarnya saya betul-betul inginkan pendidikan gelar sarjana tersebut.

perawan, keperawanan, narasi perawan, narasi seks 2024
Narasi Seks Terkini Saya telah berusaha cari beasiswa, tetapi susah sekali. Saya hanya mendapat potongan harga uang pangkal, walau sebenarnya ongkos untuk mengelana di luar kota dan ongkos per semester cukup banyak.
Tetapi, karena kegigihanku, saya memilih untuk terus berusaha kuliah. Saya punyai kepercayaan dapat mencari pekerjaan part time atau beasiswa saat kuliah. Semester pertama saya kuliah masih baik saja.
Saat kuliah benar ada kesusahan ongkos tetapi tetap bisa kuatasi, tetapi waktu masuk semester ke-2 , saya betul-betul tersuruk, saya tidak bisa kerja, perlu peralatan kuliah dan lain-lain. Sampai satu saat,, saya sedang surfing ke internet cari materi pekerjaan kuliah, tanpa menyengaja masuk ke dalam situs porno.
Kusaksikan-lihat di situ banyak pria hidung belang yang memerlukan rekan kencan dan siap memberikan bayaran. Aku pikir iseng kutulis no telpnya. Siapa yang tahu saat tertekan dapat kepakai. Dua minggu berakhir, saya tidak dapat membenahi keadaan keuanganku.
Orangtuaku tidak pernah kuhubungi. Saya tidak ingin mereka kuatir, walau sebenarnya mereka sendiri sulit cari uang . Maka, mau tidak mau saya membulatkan tekad mengirimi sms ke pria itu, umurnya 27 tahun. Namanya Adit.
Secara singkat, kami juga ketemu, mukanya serupa actor Risky hanggono, namun dia lebih hitam, ucapnya sich ada turunan Arab. Kuutarakan persoalanku. Dia cuma ketawa. Dia janji akan mengongkosi kepentingan kuliahku jika saya ingin tidur dengannya. Saya cukup sangsi. Ku tawari ia bagaimana jika kencan saja.
Tetapi dia tidak ingin, dia penginnya ML denganku. “Tetapi, saya masih perawan.” “Betulan? Hari begini sulit mencari perawan.” “Benar.” “Kalau kebukti lo perawan, gw ikhlas memberi dobel buat lo!” “Tetapi..” saya sangsi. “Tenang saja. Memek lo sempit, sedap. Gw bayar dobel buat memek perawan seperti lo. OK!” “awalannya memang geret, lo tahan ya.” Adit melumat bibirku kembali, agar saya tidak berteriak kesakitan. Adit juga keluarkan setumpuk uang dari tasnya.
Wow! Uang itu cukup buat beli kepentinganku. Karena telah patah semangat, aku juga siap melayaninya. Malam minggu tersebut saya mengikhlaskan keperawananku untuk Adit. Kami masuk ke dalam sebuah hotel, di situ kami juga cek in.
Saat masuk kamar, saya sebelumnya sempat berbeda pikiran, tetapi mendapatkan gempuran kecupan terus-menerus dari Adit membuatku tidak memiliki daya. Mulutku disedotnya. Lidahnya sapu semua permukaan mulutku. Sementara tangan Adit sudah meremas-remas bokongku. Saya mulai terangsang. Dalam perhitungan detik, Adit telah telanjang bundar.
Badannya kekar dengan bulu. Sementara penisnya besar sekali, sekitaran 15 cm berdiameter 5 cm. Saya menjadi takut. Adit malah tersenyum. Dia mulai buka kaos dan celanaku. Saat ini saya cuma menggunakan BH dan CD. Diremas-remasnya payudaraku yang tetap terbungkus BH. Dia juga masukkan tangannya ke CDku. “Punyamu lebet ya?” Saya demikian malu, cuma diam saja.
Pada akhirnya BH dan CD ku dibukanya. Kami sama-sama sudah bugil. Dia menggendongku ke arah tempat tidur. Di situ dia menindih badanku. Dia melumat lagi bibirku, lidah kami sama-sama berpagutan. Jujur saja saya tidak terlatih tetapi untuk uang aku juga mulai berusaha menikmatinya. Sesudah senang berciuman, dia menjilat-jilati leherku.
Dijilatinya payudaraku secara halus. Saya mulai melayang-layang. Disedotnya putting coklatku sekalian diremas-remas membuat putting susuku menegang. Tidak lama, dia tempelkan penisnya ke payudaraku. Kemudian dia tempelkan penisnya ke memekku.
Disentuhnya klitorisku dengan penis besarnya. Saya betul-betul tidak kuat saat dia menggosokikan penisnya ke wilayah paling sensitifku. Pada akhirnya, memekku sangat basah.
Adit mulai masukkan penisnya ke memekku. Saya betul-betul kesakitan saat kepala penisnya masuk. “Dit, ampun.. jangan. Sakit!” “Sakiit..! Ouch..Oh !” raungku sekalian menarik sprei meredam sakit. Dan mendadak “Blesh!” penisnya juga masuk ke dalam memekku. Kurasakan selaput darahku tentu sudah robek. Aku juga menangis.
Melihatku menangis, Adit tidak stop, dia malah semakin liar. Memekku dipacunya demikian liar dan cepat. Payudaraku dihisap olehnya membuat saya termenung. Saya mulai rasakan pertanda orgasme. 5 menit selanjutnya “CROT! CROT!” Aku juga orgasme untuk pertamanya kali. Adit semakin bergairah melihatku telah orgasme. Dia mengubah posisi, saat ini saya ada di atas, saya diminta menjilat-jilati dadanya yang dengan bulu.
Saya jijik tetapi kepalaku didorongnya sampai sentuh dadanya. Dengan mau tak mau, saya mulai menjilat-jilati dadanya. Saya benar-benar takut jika diminta menjilat-jilati penisnya. Saya tentu tidak mampu. 10 menit selanjutnya, badan kami sama melafalkanng, aku juga orgasme kembali.
Dia melepas penisnya dan mengubah badanku ke bawah. penisnya ditujukan ke payudaraku Spermanya membasahi dadaku, Adit menjilat-jilati semua sperma nya kemudian dia tiduran sekalian merengkuhku.
Sepintas kusaksikan darahku melekat di sprei. Saya menjadi kecewa dengan diriku yang demikian rendah. Besok paginya kami bermain 1 ronde kembali. Memekku menjadi sakit dihajarnya. Saat sebelum cek out, kami mandi kucing. Saya diminta nungging di dalam kamar mandi dan dia menyodomiku. Kemudian kami sama-sama menyabuni badan pasangan. Sesudah senang, saya dibayarkan lima juta olehnya.






Duniabola99.com – Cerita Seks Dewasa ini terjadi dikarenakan ibuku adalah salah seorang dosen di salah satu universitas. Cerita Sex ini tidak pernah aku lupakan karena sangat istimewa sekali dihatiku. Ibuku adalah seorang dosen komputer di sebuah perguruan tinggi di *********** Ia memiliki banyak mahasiswa maupun mahasiswi dan karena kepiawaian Ibuku dalam mengajar, banyak mahasiswanya yang datang ke rumahku unuk meminta diajar secara privat.
Kisah ini adalah nyata yang terjadi ketika Ibuku sedang tidak di rumah. Namaku adalah Joe. Saat itu aku sedang dalam masa pengangguran karenanya aku hanya tinggal di rumah sehingga membuatku sangat bosan karena kegiatanku sepanjang hari hanya menonton VCD dan bermain komputer saja.
Tetapi kebosananku berakhir ketika salah seorang mahasiswi Ibuku datang kerumah. Ingrid namanya, dia kuliah di Universitas **** ***** (edited). Karena Ibuku kebetulan sedang ada urusan, maka Ingrid menunggunya datang dikarenakan ada urusan yang sangat penting dengan Ibuku. Karena aku tidak ada pekerjaan dan aku sangat bosan dengan kegiatanku, maka aku menemaninya menunggu Ibuku. Tetapi, aku sengaja tidak memberitahukan kepadanya bahwa Ibuku sedang pergi ke luar kota bersama Bapakku selama beberapa hari. Jika kuperhatikan dengan seksama, Ingrid sama sekali tidak jelek. Bagiku dia bahkan menarik sekali, dengan proporsi badan yang bagus dan seksi dan dikombinasikan dengan rambutnya yang panjang tergerai dan hitam. Sekilas wajahnya mirip dengan Maudy Kusnaedi dan karenanya aku tidak bosan-bosannya menatap Ingrid sambil terus mengajaknya bercakap-cakap sambil menawarkannya minum segelas air jeruk.
Sampai suatu ketika, dia minta ijin untuk pergi ke WC dan aku menunjukkannya lokasi WC yang berada di belakang kamar orang tuaku. Di saat dia pergi kesana, aku memasukkan pil perangsang yang kubeli sewaktu aku masih berkuliah di luar negeri dulu. Pil perangsang itu larut dengan air jeruk tetapi tidak memberikan perubahan pada warna maupun rasa air jeruk itu sendiri. Setelah itu, aku hanya tersenyum-senyum memikirkan rencanaku selanjutnya sambil menunggu Ingrid keluar dari WC. Setelah Ingrid kembali dari WC, ia kembali duduk dan mengajakku ngobrol mengenai bisnis orang tuaku sambil meminum air jeruk yang kusuguhkan kepadanya. Beberapa menit setelah ia meminumnya, ia memperlihatkan reaksi dari obat tersebut, dia berkali-kali meminta maaf kepadaku karena ia merasa kegerahan dan setelah itu ia mulai membuka pakaiannya. Judi Bola Online
Di saat ia membuka pakaiannya, aku dapat melihat sosok Ingrid yang hanya mengenakan BH dan celana dalamnya. Hal ini membuat penisku mendadak berdiri dan siap dimasukkan ke “lubang kenikmatan”. Aku mengajak Ingrid ke kamarku sambil kuberikan alasan agar aku dapat menyalakan Air Conditioner sehingga dia tidak lagi kegerahan. Ia percaya saja dan mengikutiku ke kamar. Di dalam kamarku, ia duduk di ranjang sambil sesekali mengusap dadanya. Aku menjadi tidak tahan melihat adegan ini sehingga aku mulai mencium bibirnya. Ketika aku menciumnya, tidak ada perlawanan sama sekali. Kami bermain lidah hingga 10 menit. Dikala kami bermain lidah, aku mulai membuka BH dan celana dalamnya. Setelah dia bugil, kemudian aku membuka pakaianku sendiri. Disaat aku sedang membuka pakaianku, Ingrid mengusap-usap tubuhnya dan memainkan jari-jarinya di sekitar vaginanya sehingga membuatnya basah. Aku tidak tahan lagi maka kudekati vaginanya dan memainkan lidahku di dalam vaginanya.
Aku sempat terkejut karena ternyata Ingrid masih perawan sehingga aku berpikir bahwa ini adalah hari keberuntunganku. Aku terus menjilati vagina Ingrid berulang-ulang dan diiringi dengan desahan Ingrid yang sangat sensual, “Hmm…, shhh…, aahh…”. Aku tidak peduli dan terus menjilatinya hingga beberapa saat kemudian Ingrid menjepit kepalaku dengan kedua kakinya sehingga membuatku menjadi sulit bernafas selama beberapa saat dan tubuhnya mendadak menjadi gemetar dan ia berteriak tertahan sambil melengkungkan punggungnya yang membentuk siluet yang indah sekali. Aku mengerti kalau dia sedang klimaks, aku senang sekali tetapi juga sekaligus belum puas, why? Karena aku sendiri belum memperoleh kepuasan darinya. Setelah ia terbaring lemas karena klimaks tersebut, aku segera saja memasukkan penisku yang panjang karena sudah tegang ke dalam vagina Ingrid. Ketika penisku merobek keperawanannya, ia berteriak kesakitan dan aku merasakan penisku telah dibasahi oleh darah segar keperawanannya, tapi aku tidak ambil peduli. Sambil kucium bibirnya yang seksi, tanganku bermain di puting susunya, juga kutusukkan penisku ke dalam liang vaginanya.
Teriakan yang tadi kudengar lama kelamaan berubah menjadi desahan-desahan dan tangannya mulai aktif memegang dan menekan-nekan selangkanganku seakan- akan menginginkan agar aku memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tusukanku di dalam liangnya membuatnya mendesah-desah sensual dan memintaku mempercepat gerakan. Aku terus mempercepat gerakanku hingga dapat kurasakan vaginanya semakin basah. Ia memintaku mengubah posisi. Ia sekarang berada di atas. Dengan hati-hati ia menindihku dan memasukkan penisku yang masih tegang ke dalam liang vaginanya. Dengan posisi berbaring, kupeluk punggung Ingrid sambil menaik-turunkan tubuhnya sehingga aku merasa semakin nikmat karena pijitan vaginanya. Aku semakin mempercepat gerakan sehingga membuat adegan yang kami lakukan semakin panas karena Ingrid terus menggenjot tubuhku sambil tangannya memainkan puting susunya sambil sesekali menekan-nekan payudaranya yang cukup besar itu.
Setengah jam terus berlalu dan aku mulai merasakan seolah-olah akan ada ledakan dalam diriku dan dirinya. Aku mengetahui bahwa dia akan klimaks lagi karena dia semakin kuat mendesah dan juga semakin cepat menggenjot tubuhku. Aku semakin tidak tahan dan kusemprotkan cairan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya dan di saat yang bersamaan pula, Ingrid berteriak dengan disertai getaran hebat sambil semakin cepat menggenjotku. Penisku terasa seperti sedang di”pipis”in olehnya karena ada cairan yang mulai membasahi penisku.
Setelah beberapa menit kami bersama-sama melepaskan nafsu, aku mencium bibir Ingrid dan memeluknya. Aku bermain cinta dengannya hingga sore hari dan kemudian kuberitahu padanya bahwa orang tuaku baru akan kembali seminggu kemudian. Tetapi di luar dugaanku, karena justru hal ini malah membuatnya senang karena itu berarti dia bisa tinggal untuk bercinta bersamaku selama seminggu. Setelah itu, aku dan Ingrid terus menerus bercinta di rumahku sampai dengan Ibuku kembali dari luar kota.


Duniabola99.com – Jangan pernah berpikir Tut, aku akan menceraikanmu. Kalau memang maumu hendak menyiksa perasaanku, mending kugantung saja perkawinan ini. Dengan begitu, kita seri. Kamu bisa bahagia dengan mencari di luar, begitu pun denganku. Tapi soal status, jangan lupa, kamu masih tetap istriku… selamanya!
Kata-kata Mas Santoso tiba-tiba mengiang di telingaku. Malam, sudah tua benar. Jam di dinding kamar hotel yang kutempati dengan Bram, kekasih baruku, telah menunjukkan pukul 24.15. Tapi aku masih termangu di depan jendela, mencoba mengurai kembali perjalanan hidupku. Dari keinginan orangtuaku untuk mengawinkan aku dengan Mas Santoso yang sebenarnya tak pernah kucintai, sampai dengan sederet petualanganku dengan lelaki lain yang memberikan kenikmatan berlebih-lebih.
Entahlah, mungkin karena aku tak pernah mencintai Mas Santoso, setiap ia menuntut haknya sebagai suami, aku selalu ogah-ogahan. Kalau toh harus melayaninya, itupun kulakukan dengan terpaksa. Hasilnya, sungguh jauh dari memuaskan. Itu pula kesan yang diperoleh Mas Santoso dariku. “Kalau begini terus, bisa-bisa aku impoten. Soalnya di atas ranjang, kamu tak ubahnya sepotong batang pisang. Dingin, kayak es”, gerutu Mas Santoso.
Sejak menikah dengan Mas Santoso 4 tahun lalu, rasanya bisa dihitung dengan jari aku melakukan hubungan suami-istri dengannya. Terus terang, aku lebih banyak menolak daripada melayani hasrat seksualnya. Kalau toh mau, ya itu tadi, dengan setengah hati. Artinya, aku juga tak pernah bermimpi bisa mendapatkan kenikmatan surga duniawi saat berhubungan intim dengannya.
Sebaliknya jika melakukan dengan pria lain, rasa yang kudapatkan sungguh dahsyat luar biasa. Aku mampu berperan aktif di ranjang. Mencoba memuaskan pasanganku, dan sebaliknya berharap kepuasan setimpal darinya. Tak mampu kuingat lagi, dengan beberapa pria yang bukan suamiku aku pernah tidur bersama. Salah satunya adalah Bram, seorang mahasiswa hukum usianya terpaut 5 tahun lebih muda dari usiaku sendiri yang sudah menginjak kepala 3.
Aku kenal denga Bram karena ia kost di rumah seorang tetangga. Posturnya yang tinggi dan tegap, membuat fantasiku melayang membayangkan yang bukan-bukan. Sampai akhirnya dengan seribu satu cara dan rayuan, pemuda asal Flores itu dengan senang hati kuseret ke atas ranjang.
“Kok ngelamun, apa yang Mbak pikirkan?” Suara bariton Bram membuyarkan lamunanku. Ternyata, ia sudah terbangun dari lelapnya, setelah sore tadi kami melewatkan permainan babak pertama. “Di sini kitakan mau senang-senang. Jadi kalau bisa, yang lain-lain dilupakan dulu”, rajuk Bram sambil menarik tubuhku kepelukannya.
Dada Bram yang bidang, bulu-bulu dadanya yang keriting dan gelap, menimbulkan rasa geli serta getaran hebat. Benar kata Bram, kenapa aku mesti melamunkan sesuatu yang seharusnya tak menyita pemikiranku benar. Apalagi menurut keyakinanku, Mas Santoso saat ini pun pasti tenggelam dalam pelukan Sri, sekretaris di perusahaan kontraktor miliknya. Saya begitu yakin tentang hal itu, karena akhir-akhir ini Mas Santoso sudah jarang pulang. Salah seorang pegawainya yang begitu dekat denganku, suatu ketika memergoki mobil Mas Santoso diparkir di depan rumah kost Sri.
Tangan kekar Bram yang dipenuhi bulu-bulu lebat, meraih bagian belakang leherku, dan dengan begitu otomatis wajahku terdongak. Kesempatan itu tak disia-siakannya, bibirku dilumatnya dengan kecupan kuat disertai gelitikan lidahnya. Tak lama kemudian, lidahnya menjalar ke leher, dada, terus kebawah… Aku menggelinjang beberapa kali, geli campur nikmat. Aku yang sejak tadi tak mengenakan sehelai pakaian pun, membuatnya lebih gampang mencumbuku. “Yang begini kan lebih menyenangkan Mbak, daripada mikir yang nggak-nggak”, kata Bram sambil membopong tubuhku ke atas ranjang. Situs Judi Online
Tapi anehnya, pada setengah angkatan Bram menghentikan langkahnya. Ia justru duduk di tepian ranjang, sambil tetap memeluk tubuhku di atas tubuhnya. Dalam posisi berhadap-hadapan, aku duduk dipangkuannya. Bram jadi leluasa mencumbu bagian depan dadaku. Berkali-kali ia mencium dan mengulum puncak dari dadaku. Aku merasa nikmat yang luar biasa. Tapi meski tubuhku meliuk-liuk menahan geli dan kenikmatan yang begitu dahsyat, Bram tak mencoba menghentikan cumbuannya. Sebaliknya, ia semakin ganas mencium dan mengulum, terus begitu, berulang-ulang seperti tak pernah bosan. Ketika kurasakan sesuatu mengaliri sekujur tubuhku, dan karenanya aku jadi sedikit tegang, sambil tersenyum nakal, Bram sedikit mengangkat tubuhku. Dengan kelihaian luar biasa, tiba-tiba saja tubuh kami sudah menyatu. Di atas pangkuannya, aku mulai memacu. Cepat dan semakin cepat. Sementara Bram dengan tatap melenguh, berusaha mengimbangi gerakanku dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Aduh, rasanya aku melayang-layang dibuatnya.
Saat kelelahan mulai menyergap tubuh kami, Bram berinisiatif dengan mengubah posisi. Kami berbaring sambil tetap berpagut mesra. Ia tetap menggelutiku, bergerak-gerak di atas tubuhku, dari samping maupun belakang. Dan ketika sesuatu yang menggelegak seakan hendak termuntahkan, Bram memelukku erat-erat sambil mendesis, “Oohh.. yes!”
Jauh sebelum dekat dengan Bram, aku mengenal mitra kerja suamiku di perusahaan jasa kontruksi, namanya Pieter. Pria Manado yang menikah dengan wanita asal Kediri itu ternyata naksir berat kepadaku. Padahal ia sangat tahu, aku ini istri kolega bisnisnya. Dari kerlingan mata yang dilakukan sembunyi-sembunyi, senyum penuh arti, sampai terpukau di pantatku saat Mas Santoso lengah.
Sampai suatu malam, ketika Pieter datang ke rumahku, kemesraan itu terjadilah. Sebab baru seperempat jam Pieter duduk di ruang depan. Mas Santoso pamit akan keluar sebentar membeli sesuatu. Tinggallah aku dengan Pieter meneruskan obrolan. Satu jam lewat, perbincangan kami mulai menemukan titik kejenuhan, tapi Mas Santoso belum kembali juga. Sampai akhirnya, tiba-tiba Pieter menyeletuk, “Nggak usah ditunggu suamimu, paling-paling ia kerumah Sri. Sebab siang tadi lewat telepon, ia sudah janjian makan malam dengan sekretaris itu.”
Anehnya, meski menerima kabar tak menyenangkan itu aku masih bisa tertawa, tertawa lepas. Seperti tak ada beban. Melihat sikapku tak berubah, Pieter jadi semakin berani. Ia menyeret kursinya mendekatiku. Ketika obrolan kembali mengalir, kedua tanganku sudah berada digenggamannya. Sampai akhirnya dengan suara mendesah ia berkata, “Kamu cantik sekali Tut. Kalau Santoso sampai membiarkanmu merana begini, rugi besar dia. Percayalah, semua laki-laki akan mengatakan kamu cantik, menggairahkan. Termasuk aku, begitu mengagumimu.”
Aku tahu, kata-kata yang meluncur dari mulut Pieter benar-benar tulus. Justru. Dengan pengakuannya itu, timbul simpatiku kepadanya. Maka ketika Pieter berdiri dan mulai memelukku, aku tak berusaha menolak. Bahkan dengan penuh perasaan, aku ganti mendekapnya penuh kemesraan. Tapi rupanya, sudah lama Pieter memendam sesuatu kepadaku. Buktinya, ia tak cukup memeluk dan menciumku untuk menumpahkan perasaannya. Ketika pagutan-pagutan hangat membuat kami semakin terbakar, ia berani membimbingku masuk ke kamar.
Dengan tenang, tanpa takut dipergoki Mas Santoso, Pieter melanjutkan cumbuannya sambil melolosi satu-persatu pakaianku. “Sudah lama sebenarnya gelora hati ini ingin kutumpahkan kepadamu. Tapi aku masih ragu, apakah engkau mau menerimanya”, ucap Pieter dengan nafas memburu, sembari mendaratkan ciuman-ciuman mautnya di wajah, leher dan dadaku.
Dalam keadaan telentang, dan akhirnya tanpa selembar kain pun, aku hanya bisa pasrah, sambil berharap sesuatu yang menyenangkan itu tiba juga, Tapi Pieter agaknya pintar menyenangkan seorang wanita, Geraknya tetap pelan, hati-hati tapi penuh perasaan. Dan ketika gerakanku sudah seperti cacing kepanasan, ia mahfum bahwa saatnya tiba. Dengan sepenuh hati, ia menghimpitku dan mulai melakukan gerakan-gerakan teratur naik turun. Tetap pelan, tapi justru hal itu membuatku penasaran. “Ayo Piet, cepat, cepat…”, Pintaku seperti kurang sabar.
Bagiku, sebuah pengalaman baru melakukan hubungan intim dengan tempo yang terkesan lambat, tapi bertenaga dan penuh perasaan. Ternyata, hasilnya jauh lebih menyenangkan. Sampai akhirnya ketika pelabuhan yang kami tuju sudah di depan mata, aku baru sadar puncak kepuasan itu telah kami raih bersama-sama. Saking bahagianya, aku sampai menangis sambil menggigit pundak Pieter. “Kamu sungguh hebat”, pujiku.
Lepas dari pelukan Pieter, seorang pejabat di pemerintahan berhasil menggaet hatiku. Pak Sos, namanya. Usianya sudah hampir setengah abad, tapi penampilan yang wangi dan rapi sempat membuatku mabuk kepayang. Satu hal lagi, ketika aku jatuh dalam pelukan Pak Sos, suamiku-Mas Santoso-sedang dililit persoalan keuangan berkaitan dengan tendernya yang sepi sebagai seorang kontraktor. Akibatnya, hal itu jadi semacam faktor pendorong intimnya hubunganku dengan Pak Sos. Selain mendapatkan kepuasan biologis, Pak Sos juga memberiku dukungan finansial. Bahkan aku pernah dibelikan sebuah rumah cukup mewah di pinggiran kota, meski akhirnya dengan alasan tertentu kujual lagi.
Aku pertama kali kenal dengan Pak Sos berkaitan dengan proyek tender suamiku yang belum turun juga. Karena berbagai cara yang ditempuh untuk membujuk Pak Sos yang punya kewenangan menggolkan proyek itu, Mas Santoso akhirnya minta bantuanku. “Mungkin karena kamu seorang wanita, Pak Sos bisa lunak hatinya”, begitu harapan suamiku.
Apa boleh buat, permintaan Mas Santoso mesti kupenuhi. Ketika tiba di ruang kerjanya yang besar dan ber-AC, kesan yang muncul pertama saat bertatap muka dengan Pak Sos adalah berwibawa tapi cuek. Tanpa membuang-buang waktu, aku mulai melancarkan jurus-jurus rayuan. Tapi seperti yang kuduga, Pak Sos tak gampang ditundukkan dengan cara-cara klise begitu. Aku mulai putus asa. Apalagi dengan angkuhnya Pak Sos berujar, “Bilang sama suamimu, nggak etis dia menyuruh istrinya merayuku untuk mendapatkan tender. Katakan padanya, apakah harga istrinya cuma sebuah tender?”
Telingaku jadi panas, aku nyaris menangis mendengarnya. Tapi meski begitu, kira-kira sepekan kemudian datang surat dinas dari kantor Pak Sos, yang isinya menjelaskan bahwa beliau setuju mendapatkan proyek yang diinginkannya. Mas Santoso tampak berbunga-bunga, tapi sebaliknya dengan aku. Menyadari semua itu aku jadi muak. Aku merasa telah dipermainkannya, dijadikan umpan agar dia berhasil mendapatkan proyek yang diinginkannya.
Sampai suatu siang, ketika Mas Santoso sudah berangkat ngantor, tanpa diduga Pak Sos menelepon ke rumah. Mula-mula, dia cuma basa-basi. Mulai menanyakan soal rumah tangga sampai menyinggung pekerjaan Mas Santoso, “Apa kamu nggak tersinggung dengan cara-cara suamimu mendapatkan tender proyek, sampai melibatkan istrinya untuk melobi-lobi begitu?” tanya Pak Sos.
Yang pasti dari pembicaraan pertelepon selama 30 menit itu, aku akhirnya tahu bahwa Pak Sos ternyata bukan tipe lelaki yang cuek dan kaku seperti yang kuduga sebelumnya. Sebaliknya, jika sudah mengobrol cukup lama dengannya, aku menyadari kalau ia cukup hangat dan romantis sebagai lelaki. Lebih dari itu, lewat suaranya yang serak-serak basah, ia begitu perhatian pada lawan jenisnya. Misalnya ketika aku mengutarakan keinginan untuk bekerja, Pak Sos dengan antusias menanggapi bahwa hal itu bisa gampang kudapatkan, asal aku tak pilih pekerjaan, atau berhitung soal pendapatan yang kuperoleh, “Kalau mau, ada lowongan di perusahaan milik kolega yang saya jamin pasti mau menerimamu. Kalau kamu serius, datanglah besok ke kantorku. Kita bicarakan lebih detil di sini”, undangnya. Keesokan hari, lewat tengah hari seperti waktu yang kami sepakati, aku datang ke kantor Pak Sos. Aku sempat kecewa ketika sampai di depan pintu, ada tulisan: Keluar. Artinya, seperti kebiasaan di kantor-kantor pemerintah, si pejabat tak ada di tempat karena sedang keluar ruangan. Tapi saat aku termangu di depan pintu, seorang bawahan Pak Sos datang mendekati sambil berbisik, “Bu Tut, silakan masuk saja, Pak Sos ada di dalam kok. Ia sengaja membuat tulisan begitu, agar tak ada yang mengganggunya.”
Pak Sos memang ada di ruangannya, tersenyum-senyum di atas kursi besarnya begitu melihat kedatanganku. Aku dipersilakan duduk, sementara ia membuka lemari es kecil untuk mengambil 2 botol softdrink. Tak lama kemudian kami tenggelam pada obrolan yang lebih serius, menyangkut keinginanku untuk bekerja. Ketika pembicaraan berganti topik, soal rumahtanggaku, soal hubanganku dengan Mas Santoso, nada bicara Pak Sos jadi terdengar lembut, teduh dan begitu hangat. Tak terasa, ketika aku begitu hanyut menceritakan nasib perkawinanku, ia sudah berdiri begitu dekat denganku. Ketika tetes-tetes air mata membasahi pipiku, Pak Sos dengan merengkuh pundakku dan kemudian memelukku penuh perasaan.
Kami tenggelam dalam keharuan yang dalam. Tapi ketika perasaan kami sudah begitu menyatu, keharuan itu mendadak saja jadi gelora yang berkobar-kobar, manakala tangan Pak Sos yang sangat terlatih mulai bergerak liar di bagian-bagian tubuhku yang paling sensitif. Ketika kancing-kancing blusku telah terbuka semua, aku seperti tak sadar kalah dalam posisi telentang di atas meja kerja Pak Sos, dan ia dengan begitu bernafsu, menghimpit dan mencumbuiku.
Kami seperti 2 manusia yang kehilangan akal. Di atas meja itu kami memperagakan permainan aneh yang yang menyenangkan, setelah Pak Sos melepas pertahanan terakhir dari kain paling tipis yang kukenakan. Nafas Pak Sos memburu seiring dengan gerakan-gerakan yang teratur. Di atas meja, hanya dengan melihat langit-langit atap ruangannya, aku terhentak-hentak dan merasakan tubuhku seperti tengah mengambang. Dan ketika puncak kenikmatan telah kami raih bersama, sadarlah aku bahwa hal itu seharusnya tak kami lakukan di kantornya. Sambil tersipu-sipu, aku membenahi kembali pakaianku yang berantakan. Tapi Pak Sos cepat menghibur, “Jangan merasa bersalah, tenang-tenang saja. Mau kuambilkan minuman lagi?”
Sejak beberapa bulan lalu, ia harus pindah kerja di kota Malang karena ada mutasi pekerjaan. Karena itu untuk melipur kesepian hati, aku berkenalan dengan Bram, pemuda tanggung yang ternyata lebih bisa memuaskan soal urusan ranjang, dibanding suami sahku, Mas Santoso. Tentang laki-laki terakhir, hingga detik ini masih terikat perkawinanku meski ia sudah jarang pulang, karena lebih suka menginap di rumah Sri, sekretarisnya. Aku sendiri, terus terang saja rasanya tak cukup siap untuk menghentikan semua kesenangan ini.


Duniabola99.com – Namaku Rano usiaku baru memijak 17 th. serta saya sebentar sekali lagi juga akan duduk dibangku kuliah, saya juga akan bercerita pengalamanku saat kehilangan keperjakaanku saat masih tetap duduk dibangku SMA kelas 2.
Wajahku bebrapa umum saja ngak ada yang istimewa, tetapi saya mempunyai keunggulan mungkin saja agak mengagumkan dibanding dengan orang umumnya yakni memiliki kontol yang lumayan besar kurang lebih 18 cm dengan diameter 4, 5 cm. Walau sebenarnya saat tidur adek kecil ku itu Hanya 6 cm.
Narasi ini bermula dari ada hajatan di rumah nenekku yang dari ibu, kebetulan adik ibuku menikah. Semuanya keluarga dari ibu menginap di rumah nenek mulai dua hari sebelumnya pesta dilangsungkan.
Tempat tinggal nenekku tidaklah terlalu besar sedang keluarga dari ibuku semuanya sejumlah 14 orang bersama anak-anaknya yang turut kerumah nenekku, semuanya datang sekeluarga cuma tanteku yang bernama Tante Lia datang sendiri karna suaminya tengah pekerjaan keluar kota serta belum juga memiliki anak. Tante Lia usianya sekitaran 36 th. berwajah cantik serta badannya sedikit gemuk tetapi padat tertangani maklum orang kaya.
Karna di rumah telah penuh, jadi tante Lia ingin bermalam di losmen dekat tempat tinggal nenekku, saya mengantarnya naik motor, lalu tanteku pilih kamar VIP yang full AC, malam itu saya pulang serta menginap di rumah nenekku.
Pagi harinya saya diminta mengantarkan makanan ke tante Lia, saya pergi mengantar seseorang diri serta kebetulan tante lia baru bangun dari tidurnya.
“Masuk Rano.. ”katanya sembari membukakan pintu kamar nya
“Baik tante”, jawabku sembari masuk serta menempatkan makanan di atas meja dalam kamarnya.
“Tante terlambat bangun nih… habis semaleman tante ngak dapat tidur… sepertinya losmen ini serem deh Rano, jadi tante agak takut jadinya.. ”, dia bercerita
“Eh… tunggulah dahulu ya… tante ingin mandi dahulu trus ingin bonceng sama rano ke Tempat tinggal Ibu, tante males ingin naik becak”, sambungnya.
“baik tante.. ”, jawabku.
Tante Lia masuk kek amar mandi sedang saya duduk di kursi yang ada didalam kamar losmennya.
Nada air mengguyur tubuhnya kudengar, serta mendadak otak kotorku jalan saat kulihat lobang kunci kamar mandinya. Saya jalan bebrapa perlahan menuju kamarmandinya selalu saya mengintip dalam, kulihat tanteku sekali lagi menyabuni semua badannya serta saya terpana lihat badanya yang mulus dengan buah dada yang besar serta kulihat sekali lagi bulu vaginanya yang rapi, mungkin saja tante Lia rajin menjaga serta mencukur bulu vaginanya, saya menelan ludah serta automatis kontolku segera menegang.
Agak lama saya mengintip tante Lia mandi sembari nafasku ngos-ngosan ngak tahu mengapa hingga pada akhirnya tante Lia usai saya cepat-cepat duduk kembali dikursi sembari pura pura SMS. Seakan-akan ngak berlangsung apa-apa.
“Hayo SMS sama pacarnya ya? ” Mendadak terdengar nada tante Lia dimuka ku
“eh tidak tante…masih belum juga miliki pacar “jawabku gugup, maklum orang melakukan perbuatan salah tentu fikirannya kalut
“Rano… anda keluar dahulu ya… tante ingin ganti baju trus kita pergi, agar tante ingin makan di rumah ibu aja”, kata tanteku.
Saya keluar dari kamarnya serta menanti diruang loby hingga pada akhirnya tanteku datang serta kami berdua pergi kerumah nenek.
Malam harinya sekitaran jam 9 malam tante lia minta diantarkan ke losmen sekali lagi, serta tante Lia narasi sama ibuku kalau tante Lia agak ketakutan tidur sendiri di losmen. Dia memohon saya untuk temaninya, serta ibuku mengizinkannya, jadilah saya malam itu bermalam di losmen temani tante Lia. Berhubung tempat tidurnya single bed jadi saya tidur di bawah.
Tante lia tiduran sembari terima telpon dari mas Agus suaminya, dari omongannya tante Lia narasi sekali lagi ditemani saya karna takut kondisi losmen yang seram ini menurut dia. Sekitaran jam 11 malam saya bangun pingin pipis habis udara AC buat ku ingin pipis, saya pergi kekamar mandi serta malai pipis… serr… lega rasa-rasanya. Sesudah saya membasuk kontolku mataku tertuju pada celana dalam berwarna crem yang ada digantungan di kamar mandi.
Iseng saya memegangnya serta kuperiksa celana dalam itu, lantas karna penasaran kucium celana dalam itu cocok di bagian yang menutupi lobang vaginanya, kuhirup aromanya serta serr… darahku mengalir deras serta detak jantungku deg-deggan segera saja saya horny waktu itu, kuulang ulang mencium CD itu serta saya lebih horny saja. Kontolku tegak setegak-tegaknya.
Dalam fikiranku berkata, wah bermakna tante Lia sekarang ini tidur ngak pakai CD serta saat keluar dari kamar mandi mataku automatis tertuju pada bawah pusar tante Lia yang waktu itu terlentang dengan dengkuran yang halus, tetapi tidak bisa kulihat dengan terang karna lampu kamar yang redup. Malam itu saya ngak dapat tidur, terbayang badan tante Lia yang sekali lagi mandi juga terbayang Cdnya juga terbayang yang lain-lainnya dengan kontolku yang tegak ngak tidur-tidur… sialan… umpatku dalam hati.
Kulirik jam telah tunjukkan jam 2 awal hari, tetapi mataku ngak dapat terpejam, mendadak saya dengar nada :
“Ranoo… Rano. ”
Saya pura-pura ngak mendengar.
“Ran…ranoo”, kesempatan ini suaranya agak keras serta seperti orang gemetaran.
“Iya tante Lia ada apa? ”, tanyaku sembari pura-pura lemas.
“Tolong Rano tante pinjam selimutnya, ngak tahu nih tante kedinginan.. ”, balasnya.
Saya bangun serta jalan menghampirinya sembari menyerahkan selimut yang saya menjadikan alas”, anda tidur di atas saja rano selain tante…”
“Iya tante…”, jawabku, namun dadaku lebih deg-degan, maklum otakku mulai ditumbuhi beberapa hal porno.
“Sini selimutnya berduain agar anda ngak kedinginan”, tuturnya, seperti kerbau dicucuk hidungnya saya nurut saja memepetkan tubuhku kedekat tante, maklum selimutnya kecil jadi untuk berdua mesti mepet.
Tante Lia miring membelakangiku tengah saya masih tetap terlentang, kudengar nafasnya teratur dengan halus mengisyaratkan dia terlelap sekali lagi, saya menghadap tanteku serta tidak berniat kontolku menyentuh pantatnya, ada desiran aneh didarahku serta rasa hangat dikemaluanku, saya berniat menyentuhkan kemaluanku di pantatnya serta rasa hangat itu kembali menyebar, makin kudekatkan serta makin melekat saya semakin rasakan kehangatan itu, saya waspada sekali takut tante Lia terbangun saya menyingkapkan daster sisi belakang tante Lia keatas, oww… tampak terang buah pinggulnya yang kembar begitu mulus, maklum belum juga miliki anak, serta di antara dua belah pantatnya saya simak ada satu gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Fikiranku semakin tidak karuan serta kulihat penisku, terlihat diujungnya keluarkan cairan bening yang lincin segera kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku.
Perlahan-lahan saya sentuhkan penisku ke gundukan berbulu punya tante Lia, “ohh…”, saya merintih perlahan-lahan rasakan sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Lia, kugerakkan sedikit pantatku untuk menghimpit vagina tante Lia, tetapi saya tidak tahan menahan suatu hal yang akan meledak keluar dari dalam penisku serta croot… croot… croooot… saya keluar… kupejamkan mataku untuk menikmatinya,
Kulihat spermaku banyak tumpah dibulu vagina serta paha bagiaan dalam tante lia, karna takut tante Lia terbangun jadi saya selekasnya tidur, dengan senyum penuh kenikmatan.
“Rano…bangun telah jam 8 pagi”, sayup kudengar ada orang membangunkanku, saya selekasnya buka mata serta lihat tante Lia telah usai mandi. Tante Lia menggunakan handuk yang dililitkan didadanya sembari tersenyum tante lia menghampiriku serta duduk disebelahku :
“Rano barusan malam anda mimpi ya..? ”
“Eng…”, belum juga pernah saya menjawab tante lia melanjutkan bicaranya.
“Berarti saat ini anda telah aqil balig, anda mesti mandi harus, barusan pagi di paha serta pantat tante banyak terkena tumpahin sperma kamu”, kata tante Lia.
“Maaf tante… Rano ngak sengaja”, jawabku spontan karna terperanjat, “mati aku… Duh malunya…”, bathinku dalam hati.
“Nah saksikan ku… burung anda bangun mulai tadi…”, kata tante lia sembari matanya lihat kebawah peruntuku.
Astagaaaaaa… Rupanya semalam saya lupa memasukkan burungku dalam sangkarnya serta mulai pagi barusan diliat sama tante Lia.
“Maaf tante…”, kataku dengan malu-malu sembari menarik celanaku serta memasukkan batangku dalam Cdku, tiba- tiba.
“Jangan dimasukkan dahulu rano…! rano kan telah dewasa sekarang… tetapi rano belum juga di ketahui rano itu prima apa tidak…”, kata tante Lia.
“Sempurna bagaimana tante..?? ”, tanyaku sembari menggeruntukan dahiku, untuk yang ini saya memanglah ngak tahu, bukanlah pura pura ngak tahu.
“Kadang ada orang yang sukanya sesama macamnya sendiri, trus ada yang impoten pada akhirnya ditinggal pergi sama istrinya, jadi tante pingin tahu Rano prima apa tidak, anda keluarin sekali lagi deh burungnya! ”, perintah tante Lia, Akupun spontan keluarkan sekali lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih tetap kaku.
Kulihat Tante Lia menelan ludah sedikit melirik kepenisku, serta tante lia berkata “Rano diam saja ya kelak, Rano pejamkan mata saja bila takut sakit, ini Hanya tes saja koq…”
“Baik tante. ”
Saya pejamkan mata, serta saya rasakan tante lia naik keatas badanku tanpa ada melepas handik yang dipakainya, serta kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu serta basah hingga saya terasa sedikit geli serta terperanjat.
“Emm.. ”, saya berguman sembari terpejam.
“Kenapa rano…sakit..?? ”, agak berbisik nada tante lia dengan nafas sedikit bernafsu.
“Enggak tante…ngak apa-apa. ”
Ada sedikit pergerakan yang dikerjakan tante Lia hingga vaginanya menghimpit penisku kearah atas trus kebawah serta itu berjalan sebagian waktu, saya rasakan geli yang mengagumkan serta saya menggigit bibir bawahku agar tidak bertemura, saya buka sedikit mataku menginginkan lihat muka tante Lia, nyatanya tante Lia pejamkan matanya juga sembari menggigit bibirnya juga, gesekan pada vagina tante Lia serta penisku semakin licin hingga berbunyi “tet… pret… pret… pret…” tiap-tiap tante Lia memaju mundurkan vaginanya di atas penisku.
Lalu tante Lia berhenti bergerak, serta dengan nafas agak tidak teratur katakan :
“Rano… saat ini tes paling akhir ya…”
“iya tante… Rano siap”.
Saya rasakan jari tante Lia memegang penisku sisi tengahnya, tidak lama kemudian saya rasakan kepala penisku menyodok satu lubang yang agak lebar hingga mudah masuknya, saya merasakannya sembari pejamkan mata serta menikmatinya.
Saat baru sepertiga masuk saya rasakan ujung penisku mengenai seperti dinding yang berlobang kecil sekali, serta lobang itu sepertinya seperti cincin, kepala penisku terukur ke sana serta kurasakan pemilih lobang itu yakni tante Lia berupaya untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya tetapi agak kesusahan.
Kurasakan desakan tante Lia semakin kuat pada penisku serta kelihatannya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasa-rasanya nyilu nyilu enak hingga saya keluar nada.
“aakh…”
Tante Lia hentikan pergerakannya.
“Gimana rano… Sakit..?? ”
“Enggak tante ngak apa apa…”
Mendadak kurasakan lobang cincin itu berkedut-kedut serta meremas perbatasan pada kepala penisku serta batangnya, barusan mungkin saja kepalanya telah melalui cincin itu, serta kelihatannya kepala penisku diempot oleh benda di dalam vagina tante lia.
“Akh… akh…”, mendadak tante lia bertemura.
Kembali kurasakan jepitan cincin itu semakin kuat serta penisku kelihatannya tersiram air hangat di dalam vagina tante Lia, akupun kehilangan kendali rasakan jepitan itu serta tidak bisa menahan suatu hal yang juga akan keluar dari dalam penisku serta saya terpekik akh… Crooot…croot.. crot… Sekitaran 4 kali cairan itu menyemprot dalam vagina tante Lia.
Penisku masih tetap tertanam di dalam vagina tante Lia sebagian waktu kuliahat tante lia masih tetap pejamkan matanya…
“Udah tante tesnya…?? ”, tanyaku.
“Emm udah… Rano, nyatanya anda lelaki yang normal”, jawabnya sembari mengangkat pantatnya melepas penisku divaginanya, trus tante lia jalan ke kamar mandi.
Saya lihat kearah penisku, di sana nyatanya banyak berlepotan cairan berwarna putih, ada yang kental ada yang bening beberapa sekali lagi berada di bulu-buluku yang masih tetap halus, saya berfikir dalam hati.
Kalau tes ini dikerjakan sehari-hari, mungkin saja saya tidak adak menampiknya…


Duniabola99.com – Hai namaku Z (bukan nama sebenar) tapi cerita ini adalah pengalaman kali pertama aku mengadakan hubungan seks aku ngan Shakila. Semasa kejadian ini aku berumur 20 tahun Shakila 3 tahun lebih muda dari aku (tingkatan 5). Tapi shakila ni bukannya sebarangan awek kalau korang nak tahu dia nie lah awek yang paling aku sayang sejak aku bercinta. Dia punya body mengalahkan gadis2 sebaya aku. Utuk memendekan ceritanya pada satu hari aku mengajaknya keluar ke bandaraya X. Kami keluar naik motor RXZ aku. Dah lah motor aku pakai jek absober punya rapat dia duduk kat aku sampai terasa teteknya yang sederhana besar kat belakang aku. Daftar Judi Slot
Kami pergi tengok wayang cerita Hollowman. Ceritanya bermula dipertengahan filem tue pabila Shakila meletakan kepalanya kat atas bahu aku. Aku dengan selamba meletakan tangan aku kat atas peha dia. Tiba2 dia pegang tangan tangan aku dan melatakannya kat badan dia sambil berkata abang nak main tak tetek ayang nie (aku paggil dia ayang). Aku pun tak kisah sebab kiri, kanan dan belakang kami tak der orang. Aku pun ramas2 lah tetek awek aku tue tapi dari luar je lah. Lama jugak lah aku main dalam 30 minit ader kot.
Lebih habis tengok wayang aku bawak dia ke Mcdonald dan kami makan kat tingkat atas. kebetulan kat sana tak der orang. Aku pun ajak lah dia project ngan aku. Dia kata tak kisah. Aku pun mula cium bibir dia yang halus tue. Aku mungulum lidah dia sambil dibalas oleh kucupan Shakila yang lembut dan halus tue. Tangan aku mula meramas2 tetek dia yang semakin keras. Shakila kata dia nak kulum batang aku. Dia pun bukak zip seluar aku dan terus menggulum batangku yang semakin keras tue. Dia punya kulum power wo.
Aku bukak baju shakila dan terserlah branya yang berwarna putih tue didepan mata aku. Shakila meminta aku membuka branya. Dengan perlahan lahan terbukaklah dia dan terserlahlah buah dadanya yang putih gebu tue kat depan mata aku. Putingnyer yang berwarna merah lembut tue terus ku hisap sambil tangan aku menyeluk ke dalam kainnya. Aku dapat merasakan pantatnya sudah pun berair. Shakila kelihatan sudah hanyut. Terus saja ku bukak kain dan seluar dalamnya. Akhirnya terdedah jugak pantat awek aku nie. Pantat Shakila putih gebu dan masih tak bulu lagi. Aku pun menjilat dan hisap pantat Shakila dengan rakus. Shakila mengeliat kesedapan sambil kedengaran suaranya mendengus…. aaahhhh… eeemmm… aaaaaarrrrgggh…
Aku pulak tetap terus jilat dan hisap pantat Shakila sambil mengigit lembut pada kelentik yang berwarna merah tue. Lepas tu aku beralih ke teteknya yang gebu tu pula. Sambil hisap aku meramas ramas tetek Shakila tue. Aku dapat merasakan Shakila sudah mulai kilmax. Kedengaran suara halus Shakila meminta aku memasukkan batang aku kat dalam pantat dia. Abang masuklah cepat ayang tak tahan nie…. emmmm….. aaaahhhhh.
Aku pun membaringkan Shakila kat atas meja mcdonald panjang tue. Dengan pelan aku memasukkan batang aku yang tengah stim gila tue ke dalam pantat Shakila. Setelah teliti menatang sasaran, akhirnya terpasaklah batang aku tu di dalam pantat Shakila yang tengah basah tue. Awek aku nie memang dara lagi so macam biasalah mesti berdarahkan aku menolak batangku pelan2 dan semakin lama semakin laju. Shakila menjerit halus menahan kesakitan. Aduhh……. aaaaaahhhhhh….. eeemmmmmaa…. aaaarrrrhhhhh… Aku meneruskan hayunan sambil mengulum lidah awek aku nie……
Tiba tiba Shakila mengelupur lebut apabila merasakan sesuatu yang panas dan melekik lekik mula memenuhi dasar lubang pantatnya. Rupa rupanya ccccuuuuppppp…… ccccuuuupp…… ccccuuuupppp….. ccuuuppp………. bebarapa das air mani aku mula terpancut di dalam pantat Shakila.
Aku cabut batang aku keluar dan kami pun terus pakai semula pakain kami tadi. Yelah takut ader lak yang naik tingkat atas mcdonald nie (siang tingkat atas memang tak bukak tapi aku selamba jer). Tu pun nasib baik masa kami tengah projet tak der pekerja yang naik, kalau tak nahas ler kami.
Lepas tue aku hantar Shakila balik rumah dan kata dia nak kejadian tadi berulang lagi. Aku senyum jer…hi.. hi..




