
Author: dbgoog99
-

Video bokep Jepang Yui Nishikawa menemui pacarnya
-

Foto Ngentot Pelacur pirang Alix Lynx menggoda pacar teman baik

Duniabola99.com – foto pelacur cantik pirang toket menggoda melepas roknya memperlihatkan memeknya kepada pacar teman baiknya dan melakukan hubungan sex ngentot didalam toilet dengan gaya doggystyle yang hot dan menelan semua air mani yang dikeluarkan ini beberapa foto dari Alix Lynx. Agen Judi Bola Sbobet
-

Video Bokep Eropa ibuku mengajari aku dan temanku ngentot saat belajar

-

Big Breasted MILF Ren Mizumori Gives Head In POV

-

Sex and the TEEN Baby Sitter

-

Foto Bugil Cewek pirang fleksibel Alexis Monroe menjilat jari kakinya sendiri saat mengambil foto narsis

Duniabola99.com – foto cewek lagi narsis melepas bhnya dan selfie didepan kaca memperlihatkan toketnya yang gede.
Kumpulan majalah online dewasa, Foto majalah dewasa, cerita dunia, Dunia artis, Dunia maya, Dunia model, Popular word, Foto Cewek Cantik, Foto Cewek Seksi, Foto cewek cantik asia, Cewek mulus, cewek tokek besar, cewek cantik, cewek seksi, Foto cewek tokek kecil, Foto cewek tokek besar, Foto cewek manis
-

Foto Bugil Wu Muxi berpose telanjang untuk menunjukkan payudaranya yang sempurna

Duniabola99.com – foto cewek asia cantik manis bugil berpose hot untuk majalah menampakkan toketnya yang gede bulat dan padat dan juga menampilkan pantatnya yang behenol diatas meja dan ranjang.
Koleksi Foto Memek Cewek Cantik Ngangkang, Foto Tante Cantik Cuma Pakai BH CD, Foto Hot Tante Janda Muda Kena Crot, Foto Hot Tante Janda Muda Kena Crot, Kumpulan Foto Cewek Cantik Terbaru & imut, Kumpulan foto cewek cantik, Kumpulan Gadis Cantik Berbaju Seksi,
-

Cerita Sex Meniknati Hubungan Intim Saat Melakukan Pijitan Yang Santai
Bro…ini Mbak Riyani. Tukang pijat berlangganan nyokap aqu. Dasarnya lo akan santai dech. Biayanya lo bertanya sendiri ke orangnya ya. Aqu hanya nganterin doank ke sini. Tar kalau sudah usai, lo anter sendiri ia pulang atau lo kasih biaya.”,terang temanku.

Nonton Bokep – “Oke. Sip.. Tengkyu ya.”,jawabku.
Seperginya temanku, kupersilahkan Mbak Riyani ini untuk segera ke kamarku. Tempat di mana
aqu dipijat nanti. Mbak Riyani telah bawa minyak sendiri ternyata.“Mbak Riyani, biasa dibayarkan berapakah sama ibunya teman saya untuk pijat?”, tanyaqu sambil mulai
melepaskan baju.
“Panggil Mbak Riyani saja, Mas. Umumnya sich rerata 50rb,Mas.”,jawabannya.
“Ohh…iya.. Saya anggap barusan yang mijat tua lho. Mbak Riyani ini kelihatannya masih terbilang muda ya..”,ujarku.
“Dapat saja, Mas. Ya usia saya sekitaran 29 tahun ini. Terima kasih jika disebut masih terbilang muda.”,jawabannya.Ya…Mbak Riyani ini diusianya yang ke-29, masih terlihat muda. Kulitnya terlihat tetap kuat.
Aqu mulai tiduran, dgn hanya kenakan sepotong celana kolor. Mbak Riyani mulai membaluri
kakiku dgn minyak. Setelah melemaskan sejumlah persendian, Mbak Riyani mulai memijat dgn perlahan.
Sambil memijat itu, kami mengobrol supaya tidak jemu.“Lho, suaminya Mbak kerja apa? Mungkin jika pas dapat saya menjadikan pengemudi pada tempat kerja saya.
Masalahnya saya kembali perlu pengemudi.”,tanyaqu.
“Saya telah pisah sekitaran satu tahun yang lantas, Mas. Suami saya nikah kembali.”,jawabannya.
“Ohh…Maaf, saya tidak tahu, Mbak. Tetapi tetap nafkahi anak?”,tanyaqu.
“Belum mempunyai anak, Mas . Maka saya tinggal hanya sama ibu saya. Ingin tidak mau, ya saya menjadi pemijat.
Karena saya dahulu sempat juga bekerja di tempat pijat.”,balasnya.Setelah mengobrol basa-basi lumayan lama, tidak berasa Mbak Riyani telah usai memijat sisi
belakang badanku. Waktunya sekarang aqu telentang, supaya Mbak Riyani dapat memijat kaki, perut dan dada.
Setelah telentang, Mbak Riyani mulai memijat lagi sisi kakiku. Dari bawah, sampai kepangkal
paha. Memang betul menurut pengetahuan Permupengan. Saat badan kita merasa santai, karena itu sang “otong”
bisa menjadi tegang. Demikian demikian sebaliknya. Dan itu sekarang terjadi padaqu.Mbak Riyani tetap memijat sisi pahaqu. Dari paha bawah sampai ke pangkalnya. Tiba2
kemaluanku menegang. Sebetulnya aqu cukup malu dgn peristiwa ini dan berusaha untuk
tutupinya dgn guling, atau apalah supaya Mbak Riyani tidak ketahuinya. Tetapi ternyata, telah
telat. Mbak Riyani melihat seringkali mengarah selangkanganku, selanjutnya tersenyum kecil.“Aduhh..Maaf..Mbak..Saya tidak ada pikiran macem2 kok.”,ujarku.
“Tidak apapun,Mas. Saya telah terbiasa. Memang umumnya demikian. Saat badan santai,bagian-bagian
otot akan bereaksi kebalikannya.”,jawabannya.
“Ya…namun saya menjadi merasa tidak sedap. Malu .”,jawabku. Mbak Riyani tersenyum. Entahlah
mengapa, pijatan Mbak Riyani berasa lama sekali diarea pahaqu. Bahkan juga saat dia mulai memijat
pangkal pahaqu dan tidak menyengaja sentuh tangkai kemaluanku meskipun Hanya
nyerempet, rasanya berbeda. Kemaluanku semakin berdenyut2 dan mengeras. Mbak Riyani terlihat
kadang-kadang melihat kemaluanku sambil tangannya terus memijat.Selanjutnya, pijatan Mbak Riyani berpindah kearea dada dan perut. Saat dia memijat perut, kadangkala dia
memijat perutku sisi bawah. Jelas saja tangannya menyenggol kepala kemaluanku yang sedang
berdiri yang tegak tersebut. Kelihatannya Mbak Riyani cuek saja dan masih tetap melanjutkan memijat. Aqu yang menjadi salah
kelakuan sendiri karena malu, tetapi semakin lama horny.Mbak Riyani menggunakan baju biasa. Tidak kurang atau kedodoran. Dia menggunakan rok panjang dgn
kaos kasual di bagian atasnya. Cukup gaul untuk seorang pemijat.Seringkali tangan Mbak Riyani dgn tidak menyengaja menyenggol kepala kemaluanku. Kemaluanku
terlihat membubung, sesampainya celana kolor yang kupakai seaakan tergerak keatas oleh suatu hal.sebuah hal.
Ya…kesalahanku ialah, saat dipijat aqu tidak menggunakan celana dalam. Supaya santai, pikirku. Ternyata…Aqupun semakin lama jadi horny tidak karuan. Apalagi saat Mbak Riyani yang waktu itu ada disamping
kiriku akan memijat tangan kananku. Bukanlah berpindah tempat, dia justru mendorongkan badannya
cenderung mengarah tangan kananku,sesampainya badannya kadang-kadang berasa bertopang pada badanku.Buah dadanya berasa menekan dadaqu. Makin horny saja jadi. Kicoba menyingkirkan rasa horny itu
dgn ajak Mbak Riyani mengobrol. Tetapi gagal. Bahkan juga Mbak Riyani menceritakan mengenai
kesusahan ekonomi yang dirasakannya sekarang ini. Ucapnya dia sedang memerlukan uang 200rb. Sampai hal-hal
pribadinya melaju dari mulutnya. Main-main,otak nakalku bekerja.“Mbak. Kalau mijit yang kanan, Mbak tidak berpindah saja ke kanan?”,tanyaqu.
“Mengapa,Mas ?”,tanyanya kembali.
“Emmm…nggak sich. Hanya, kalau Mbak tidak berpindah taqutnya justru membuat yang bawah barusan tambah
tidak karuan,Mbak.”,balasku sekalian bergurau.
“Ohh…Hahaha…Iya,kelak baru berpindah kok,Mas. Saat ini Mas nya santai saja dahulu.”,katanya.Bagaimana dapat santai jika sang “otong” tegang dan otak menjadi ngeres begini? Pikirku… Mbak Riyani masih tetap
dalam tempatnya. Justru yang ada,seringkali berasa kemaluanku kesenggol dgn biasanya. Karena
tidak kuat,pada akhirnya perasaan nakalku keluar .“Wahh…si Mbak tidak berpindah nih . Maka tambah berdiri kan tuch. Trus bagaimana dong. Badan saya
santai,tetapi yang bawah sepertinya tidak santai tuch,Mbak.”,protesku.
“Ohh…ya Maaf,Mas.”,jawabannya singkat sekalian tersenyum.
“Wahh,..semestinya Mbak bisa juga buat santai donk. Kan ucapnya agar semua badan santai.”,candaqu.
“Dibikin santai bagaimana tujuannya,Mas?”,bertanya Mbak Riyani.
Setelah Ssi cukup keras,pada akhirnya Mbak Riyani sukses kurRiyani. Dgn imbalan 100rb
tentu saja,hanya BJ. Aqu dapat berpikiran semacam itu karena banyak hal.Pertama,Mbak Riyani memerlukan uang. Ke-2 ,sebetulnya aqu tidak berpikir akan mngejak
Mbak Riyani exe. Dan Ke-3 ,Mbak Riyani wajahnya cukup manis,dan mempunyai buah dada yang
woow…toge… Kulitnya kuning langsat,bersih dan kuat.“Bagaimana,Mbak? Jika ingin ya,mari.. jika tidak mau,ya tidak apapun. Pijat biasa saja.”,tawarku.
“Emmm…gimana ya,Mas. Sebetulnya saya tidak pernah begini-beginian. Saya tidak pernah jual diri
sejauh ini. Tetapi..karena saya perlu uang,dan telah lama ditinggalkan suami,ya…aku ingin
dech..”,jawabannya.
“Nah…gitu donk. Ini 100rb ditambahkan biaya pijat 50rb,jadi 150rb.”,ujarku sekalian menyimpan uang ke
pinggir tempat tidur.
Uang juga selekasnya masuk ke tas kecil Mbak Riyani. BJ dengan harga 100rb ? Mahal ,pikirku.Ahh…namun tidak apapun dech.. Sesekali,pikirku. Tetapi kan yang penting dapat CIM.
Pada akhirnya setelah setuju,Mbak Riyani mulai buka celana kolorku dan melepasnya. Dia
menyimpan kolor itu di atas meja pinggir tempat tidur. Setelah bersihkan sisa2 minyak ditangannya, tangan
Mbak Riyani mulai memijat tangkai kemaluanku. Sangat nikmat rasanya. Perlahan-lahan dia mulai memijit
dan mengocak turun-naik. Aqupun minta Mbak Riyani untuk buka kaos yang dikenainya.Mbak Riyanipun mengikuti,dan kelihatanlah buah dada tersebut. Besar,padat,dan kenyal. (mahfum, Mbak
Riyani belum turun mesin). Sambil tangan Mbak Riyani memijat kemaluanku, tanganku
meremas buah dadanya. Berasa sekali buah dada itu mengencang. Kumainkan putingnya,dan
makin lama puting itu menegang. Mbak Riyani mulai menjilat-jilati kepala kemaluanku. Lantas
mengisapnya perlahan-lahan. Tidak lama,kemaluanku juga masuk-keluar di dalam mulut Mbak Riyani.Kadang-kadang dia mainkan lidahnya dgn sapu dari tangkai sampai kepala kemaluanku. Halus sekali BJ
dari Mbak Riyani. Aqu sangat horny satu waktu tersebut. Kadang-kadang,kuremas pantat Mbak
Riyani yang tetap tertutup rok panjangnya.
“Mbak,bisa aqu pegang pantatnya dari dalam saja ?”,tanyaqu.Mbak Riyani menganggguk sekalian terus mengisap kemaluanku. Kuremas-remas pantatnya.
Cukup,dan yang penting tidak tepos. Tanganku makin nakal. Kuselipkan jariku dan membelai
belahan pantatnya. Kadang-kadang kusenggol perlahan kemaluannya. Berasa sekali bulu jembi Mbak Riyani
bersinggungan dgn jariku.
“Mbak,memeknya aqu mainkan bisa kan?”,tanyaqu.
“Bisa,Mas. Asal perlahan-lahan saja ya. Dan jangan semakin lama,Mas”,jawabannya.Aqupun langsung menyisipkan jari-jariku di dalam cd Mbak Riyani. Mbak Riyani terlihat sedikit
buka selangkangannya. Kubelai perlahan bibir kemaluannya. Lantas kuelus-elus klitorisnya. Mbak
Riyani nampaknya mulai bergairah. Kedengar seringkali dia meredam napas. Jemari tanganku mulai
makin badung.Kumasukkan jemari tengahku perlahan-lahan di dalam lubang kemaluan Mbak Riyani. Kemaluan itu basah.
Ternyata telah terangsang. Bless… Hangat sekali kemaluan Mbak Riyani. Aqu gerakkan jariku
masuk-keluar dgn perlahan-lahan.“Mpphh…Mpphh….”,desah Mbak Riyani dgn perlahan.
Ternyata karena terlampau horny,aqu akan ejaqulasi lebih dulu. Sekitaran 15 menit
berlalu,kemaluanku berasa berdenyut tidak karuan. Mbak Riyani terus mengisap kemaluanku.
Sambil tangan kanannya mengocak tangkai kemaluanku.“Mbak…Mau keluar nih…Ohhh…”,ujarku..
“Keluarin saja,Mas. Di mulut saya. Mengeluarkan semua…Mpphhh….”,jawabannya.
Mbak Riyani terus mengeluar-masukkan kemaluanku di dalam mulutnya. Semakin lama tidak dapat
kutahan. Hisapan Mbak Riyani terlampau nikmat.CROOT…CROTT..CROOT….Air maniqu muncrat di dalam mulut Mbak Riyani. Seringkali
semprotan,kelihatannya cairan kental itu penuhi rongga mulut Mbak Riyani.
“Mpphh….Mppphhh….Mpphhh…”,desahnya bersamaan dgn muncratnya air maniqu.
Tangan Mbak Riyani terlihat mengocak seringkali saat lahar panasku muntah. Sangat nikmat
rasanya… Luaaar Biasaaa…Ternyata air maniqu itu ditelan Mbak Riyani. Terlihat setelah dia menelan air maniqu,dia masih
mengisap dan menjilat-jilati kepala kemaluanku sampai tidak ada lelehan air mani yang keluar. Mbak Riyani
terus mengisap sampai kemaluanku mulai melemas,lantas diselesaikan acara mengisap tersebut.Aqu belum juga menggunakan celanaqu. Menyengaja kubiarkan diriku telanjang. Mbak Riyani
kelihatannya nikmati aktivitas barusan. Lantas,setelah beberapa saat dia istirahat,dia kembali
memijat. Dgn aqu yang masih telanjang,dan dia telanjang sisi atasnya. Sejam berakhir,kemaluanku
justru menegang lagi. Tetapi ini kali Mbak Riyani membisikkan suatu hal padaqu.“Tegang kembali ya,Mas ? Yang barusan kurang?”,bertanya ia.
“Iya..kurang sepertinya. Hahaha… Tetapi biarin dech,tidak apapun,Mbak.”,jawabku.
“Tidak apapun,Mas. Jika Mas ingin tambah kembali,saya ingin kok. Tidak Hanya ngemut saja,Mas.
Langsung bermain.”,katanya.
“Namun…nambah kembali bayarnya?”,tanyaqu.
“Tidak,Mas. Gratis. Karena saya daritadi juga ingin. Saya coba tahan2 cocok ngemut barusan lama-
lama saya ingin ,Mas. Telah lama tidak merasakan rasanya itu,Mas.”,terangnya sekalian
menunjuk kemaluanku yang mulai menegang lagi.“Betulan nih,Mbak?”,tanyaqu pastikan.
“Betulan,Mas. Kira saja sebagai bonus. 100rb hanya ngemut rasanya saya tidak sedap . Maka
ini kali,bermain tetapi tidak mesti bayar,Mas. Karena saya ingin.”,jelasnya.Dan akhirnya…tanpa menanti lama,kami melaqukan pemuasan gairah waktu itu . Mumpung
rumah kembali sepi,pikirku. Dari narasi awalnya,setelah Bj hebat yang membuatku Crot itu,Mbak
Riyani ternyata terangsang. Setelah istirahat satu jam ( saya yang istirahat,Mbak Riyani tetep mijit
badan saya tetapi nyantai),Mbak Riyani yang menyaksikan kemaluanku kembali tegang,justru tawarkan
exe gratis. Sudah pasti tidak kutolak. Toh,,berdasar berita dari temanku itu,Mbak Riyani memang
orangnya sehat dan bersih. Selainnya bahenol tentu saja.“Tempat tinggalnya sepi kan,Mas ? Kelak taqutnya cocok neak kembali gituan,ada orang.”,tanyanya.
“Sepi kok. Kelak sore baru pada pulang . Maka tenang saja,Mbak.”,jawabku.
Mbak Riyani mulai melepaskan rok panjang yang digunakannya. Lantas celana dalam warna biru muda yang
dikenainya juga turut dipelorotkannya. Ditempatkannya di pinggir tempat tidur.“Mbak,diemut kembali ya. Agar semakin tegang dahulu.”,pintaqu.
Mbak Riyani menggangguk perlahan sekalian tersenyum. Selanjutnya dia mulai mengisap kemaluanku
kembali. Posisi masih sama dengan barusan. IA bertimpuh disamping kiriku dgn kepala menghadap
kekemaluanku dan selangkangannya menghadap kearahku. Mbak Riyani buka ke-2 pahanya.Nampaklah kemaluan yang daritadi belum kusaksikan ini. Jembinya tidak lebat. Rapi. Dan kemaluannya itu
tidak warna hitam atau gelap. Justru dapat kubilang bersih. Aqupun arahkan tanganku ke
kemaluan Mbak Riyani. Kuleus-elus bibir kemaluannya. Kadang-kadang kumainkan klitorisnya yang terlihat
menegang tersebut. Dan kumasukkan jariku di dalam lubang kemaluannya. Masuk-keluar kugerakkan
jariku sampai kemaluan Mbak Riyani mulai basah. Dan itu membuat mendesah. Ini kali
desahannya lebih kuat dari awal.
“Aghhh…Ya..Mas…Teruuss….Mppphh….”,rintihnya sambil mengemut kemaluanku.
Dua jemari kumasukkan di dalam lubang tersebut. Mbak Riyani makin mendesah.“Oghhh…Masss…Teruuss…Mas…aghhh…”,erangnya.
Aqu terus mainkan jariku di tempat kemaluan Mbak Riyani. Mbak Riyani terlihat repot mengisap
kemaluanku sekalian kadang-kadang mendesah. Kemaluanku telah mengeras,begitupun kemaluan Mbak
Riyani yang telah basah.
“Saat ini saja,Mbak.”,ajakku.Mbak Riyani mengakhiri hisapannya,lantas selekasnya bergerak untuk duduk di atasku. Dia menempati
selangkanganku. Perlahan-lahan digenggamnya tangkai kemaluanku dan ditempatkannya di dalam
kemaluannya. Dgn sedikit penekanan,pada akhirnya kemaluanku tenggelam di dalam kemaluan Mbak Riyani.
Kemaluan Mbak Riyani meskipun basah tetapi berasa peret. Perlahan-lahan,Mbak Riyani mulai bergerak
menggoyg badanku.
“Aghh…Aghhh….”,rintihnya sambil bergoyg turun-naik.Buah dadanya kelihatan mengikuti pergerakan badannya. Kuraih buah dada itu dan kuremas-remas.
Kadang-kadang kumainkan putingnya yang menegang.Mbak Riyani terus bergoyg,bahkan juga pergerakannya kadang-kadang
putar pinggulnya.“Ohh…ya..Mbak…Teruss..Mbak…”,rintihku.
Kuangkat badan sisi atasku,sampai posisi Mbak Riyani sekarang kupangku. Sambil nikmati goygan
Mbak Riyani,aqu mengisap puting buah dadanya. Kujilati dgn penuh gairah. Mbak Riyani
melingkarkan tangannya di bahuku.“Oghhh…Ya..Masss….Enaak..Mass…Aghhh…”,erangnya.
Beberapa saat berlalu,kuminta Mbak Riyani untuk nungging. Dia juga mengikuti. Setelah
nungging,aqu mulai menanamkan kemaluanku di dalam kemaluannya dari
belakang.”Ughhh….”,rintihnya saat kemaluanku memotong kemaluannya.Aqu mulai bergerak mundur-maju dgn perlahan. Kadang-kadang kucoba untuk menepuk perlahan pantat Mbak
Riyani yang besar dan bundar tersebut.“Aghh…Teruuss…Masss…Aghhh….Lebihh..cepaat…Masss…”,rintihnya.Kupercepat pergerakanku.
Tanganku berpegangan di pinggulnya. Dan selang beberapa saat.”Mass…Aqu
keluaarr..Mass…Aghh….Aghhhhh…”,erangnya.Kepala Mbak Riyani tidak lagi mendingak
keatas,tetapi kebawah. Badannya menggeliat kecil. Jarinya terlihat meremas bantal.Ternyata Mbak Riyani orgasme. Berasa satu waktu orgasme itu,kemaluan Mbak Riyani seperti
mencekram kemaluanku dan memijat-mijatnya . Maka kuhentikan pergerakanku sesaat. Setelah
orgasme nya kelihatan berkurang,aqu bergerak lagi. Mbak Riyani tetap mendesah tidak
karuan.”Mppphh….Mpphhh…Mas….Ohh….”,erangnya.Aqu terus menyerang kemaluan Mbak Riyani
dgn kemaluanku. Buah dadanya menggantung bebas dan bergerak selaras dgn pergerakan badannya
saat kugenjot. Lumayan lama dgn doggy,kuminta Mbak Riyani untuk telentang. Mbak Riyani selekasnya
mengubah badan dan tiduran telentang. OA buka ke-2 pahanya. Terlihat sekali
kemaluan itu memeras dan basah. Klitorisnya menegang. Kugesek-gesekkan perlahan-lahan kepala
kemaluanku dibibir kemaluannya. Lantas kumasukkan perlahan-lahan. Kutekan kemaluanku makin dalam.
Mbak Riyani terlihat pejamkan matanya.Selanjutnya aqu memompa kemaluanku di dalam kemaluan Mbak Riyani. Aqu bergerak mundur-maju.
Kutaruh ke-2 kaki Mbak Riyani bertopang pada ke-2 bahuku. Kugoyg badan sintal itu dgn cepat.“Aghhh…Aghhh..Teruss…Masss….Ahhh….”,rintihnya dgn mata terpejam.Lantas kuturunkan
kakinya,dan dilingkarkannya di pinggangku. Seolah menolongku mendorongkan
kemaluanku di dalam kemaluannya. Tangannya memegang lenganku. Kadang-kadang,kujilati puting
buah dadanya. Dan beberapa saat selanjutnya..”Teruuss,,,Mass…Aghhh…Aqu mau…keluaar
lagiiihh…Aghhh…Masss…”,erangnya dgn keras.Dan betul saja,beberapa menit ke depan,Mbak Riyani orgasme. Matanya terpejam dgn mulut
keluarkan rintihan panjang. Kakinya menekan pinggangku sampai pergerakanku berhenti.
Tangannya mencekram lenganku.“Ooghhh…Oghh…Mppphhh…..”,erangnya nikmati orgasme.Tidak sampai satu menit aqu kembali
memacu badan Mbak Riyani. Dia masih
mendesah.”Sedap,Mbak?”,tanyaqu.”Iya..Mass..Ahh….”,jawabannya sambil mendesah perlahan.”Kelak
dikeluarin di mana,Mbak? Di mulut kembali?”,tanyaqu.”Didalem saja,Mas. Tidak apapun.”,jawabannya.Kuhentikan pergerakanku.”Tidak taqut hamil,Mbak? Ini tidak ada kesepakatan tanggung-jawab
lho,Mbak. Saya kan bayar.”,balasku.“Iya,Mas,Saya tahu…Tenang saja. Saya biasa minum jamu kok.”,jawabannya sekalian tersenyum.
Dengar itu aqu menjadi lega. Dan aqu menggoyg lagi badan bahenol Mbak Riyani.Kumainkan
puting buah dadanya dgn lidahku. Kadang-kadang kuhisap sekalian aqu terus mengoyg
selangkangannya.”Mass…suka netek ke saya,ya..?”,tanyanya.“Iya,Mbak. Teteknya membuat gemes.”,jawabku.Aqu terus memacu Mbak Riyani sampai sejumlah
menit selanjutnya.“Mbak…Aqu ingin..keluar…ohh….ohhh…”,rintihku.
“Keluariin…Mass…Aghhh…Aghhh….Mppphh…..Ahh…”,erangnya.Dan betul saja,kupercepat pergerakanku…CROOTT…CROOT…CROOOT…CROTT…Tumpahlah cairan
kentalku di dalam kemaluan Mbak Riyani. Kutekan kemaluanku lebih dalam. Aqu bertimpuh ditubuh
Mbak Riyani,sekalian mengisap puting buah dadanya. Dan Mbak Riyani mendesah perlahan
nikmati tiap semprotan air maniqu yang menghangatkan kemaluannya.Lantas,kucabut
kemaluanku.”Sini,Mas…Aku emut.”,katanya.Kusodorkan kemaluanku kemulut Mbak Riyani. Dan selekasnya dijilati dan disedotnya kemaluanku. Aqu
merasa kegelian dan sangat nikmat.Setelah usai bersihkan onderdil,Mbak Riyani kenakan pakaian lagi. Aqu kembali
kenakan kolorku. Dia minta istirahat sesaat. Dan memijatku lagi sepanjang 15 menit. Service
Mbak Riyani ini spesial menurutku. Baygkan,habis Bj,trus exe,masih ingin mijat. Setelah
kurasa cukup,aqu yang semula membayar uang sejumlah 150rb untuk Mbak Riyani,sekarang
kutambahkan 50rb kembali sebagai panduan. 200rb untuk BJ dan exe 2x crot ya…murahlah.Kami terlibat perbincangan
sesaat saat sebelum Mbak Riyani kuantar pulang. “Mbak,kapan-kapan jika saya ingin pijat kembali saya
kontak Mbak saja ya.”,kataqu.“Oya,Mas. Bisa. Kapan pun. Tetapi jika yang bermain seperti barusan,saya siap juga Mas terkecuali cocok kembali
tanggal merah,saya Hanya dapat gunakan mulut saja.”,jawabannya.”Oke,Mbak. Tetapi benar lho,Mbak. Barusan
itu sedap sekali bermain sama Mbak.”,ujarku.“Saya ,Mas. Saya senang sekali barusan. Justru maunya tambah kembali. Tetapi waktunya yang tidak
cocok.”,katanya.
“Ohh..jika ingin tambah kembali,ya bisa. Kapan?’,tanyaqu.
“Ya…kapan saja Mas panggil saya. Tetapi saya penginnya janganlah sampai orang2 tahu ya,Mas. Saya soanya
penginnya hanya sama Mas saja memberi bonusnya. Masalahnya sepanjang mijat,baru sama Mas saja saya
ngelaquin seperti barusan.”terangnya.
“Iya,Mbak. Kelak kalau ada waktu saya panggil kembali. Tetapi bukan mijit saja ya,Mbak.”,candaqu.Mbak Riyani tersenyum. Hari mulai beranjak sore,dan selekasnya kuantarkan Mbak Riyani pulang.
Tempat tinggalnya tidak terlampau jauh dari rumahku.Betul-betul pemijat yang pakar. Pakar saat membuat pelanggan senang. Senang dgn langkah yang berbeda. 200rb
untuk service spt itu ? Wahh…beruntung sekali…
Kelihatannya akan seringkali untuk “pijat” nih… -

Kisah Memek Gara-gara SPP – 3
Duniabola99.com – Kini tampak jelas terlihat payudara Lia yang berukkuran 34D itu, karena seragamnya yang basah seperti tercetak mengikuti bentuk tubuhnya. Ia tampak terkejut dan hendak berteriak, tapi ia tahan, sepertinya takut penghuni rumahku curiga.

Mengetahui kekhawatirannya, aku segera memberitahu bahwa saat itu keadaan rumahkku sedang kosong, orangtuaku ke luar kota, tapi pembantuku aku bilang sedang tidak ada, (padahal mereka mungkin sedang pacaran) jadi aku bilang tinggal kami berdua yang ada di dalam rumah, kontan saja dia langsung hendak memukulku, tapi kuhindari dan berlari ke atas, ke kamarku, dan seperti yang kuduga dia mengejarku.
Aku segera masuk dan menghidupkan handycam, membiarkan alat itu merekam sendiri dengan menaruhnya di tempat yang telah kupersiapkan, yaitu di antara pakaianku yang menggantung di dinding di sebelah pintu, dan mengambil posisi di luar jangkauan kamera. Dan biarkan semuanya terekam dengan sendirinya.
Dan setelah beberapa saat kemudian baru dia masuk, aku tahu Lia pasti tadi mencari-cari kamarku, karena dia lantai dua ini ada 3 kamar, kamarku, kamar kakakku dan kamar tamu.
Ia masih pasang tampang merajuk kemudian aku dipukulnya dengan manja. Kemudian aku kembali menanyakan permintaanku yang kedua, bahwa ia kuminta datang ke rumahku dengan tanpa pakaian dalam sama sekali, dan ia benar datang tanpa mengenakan BH, tapi bagian bawahnya belum terbukti, kalo itu tak dapat dibuktikannya, aku tidak akan mememinjamkan uangku padanya.
“Ayo sekarang buktikan kalo, kamu gak pake celana dalam!” perintahku padanya, “Kalo gak, aku gak bakal pinjemin duit buat kamu”. Kataku lagi.Lia tampak keberatan.. Dan bingung.
“Ya udah. Kalo gak bisa buktikan, pinjam duitnya juga batal dong!?” kataku mendesak.
Aku tahu itulah senjataku yang tidak bisa dia tolak. Aku terus memintanya untuk memperlihatkan bahwa dia memang benar tidak memakai CD.
“Kalo malu, ya udah gak usah dari deket”, kataku sambil berjalan dengan maksud agar Lia menghadap ke kamera yang ada di belakangku tanpa aku menghalagi kamera.
Akhirnya ia pun menyerah, dengan masih menghadap ke arahku dan ke arah kamera tentunya, ia berjalan mundur untuk menjauhiku, sampai di depan lemari pakaian, sehingga ia tidak bisa mundur lagi.
“Ayo tunjukin, nanti aku kasih duit”, kataku mengingatkan tujuannya datang ke rumahku.
Kemudian dengan perlahan, tangannya mulai menarik roknya ke atas, tampaklah pahanya yang putih mulus sampai ke atas pusarnya, dan terlihatlah bagian vaginanya yang bersih dan terawat rapi, hanya tampak beberapa bulu halus di sekitarnya.
Aku tadinya mengira akan melihat bulu hitam lebat, seperti milik Widi, tapi ternyata, vagina Lia, tampak bersih, dan terawat, dan sejak saat itulah aku menyukai vagina yang terawat, tidak ditumbuhi bulu lebat.Melihat aku terbengong alias terkejut, Lia tidak langsung menurunkan rok pendeknya. Dia malah sepertinya bangga melihatku terkagum-kagum akan keindahan daerah v-nya.
“Kamu cantik sekali Lia”, kataku terlontar begitu saja dari mulutkku.
Memang harus diakui bahwa sebenernya Lia itu cantik dan sexy, dengan wajahnya yang cantik mirip Dina Lorenza bagiku, dan kulitnya yang putih, makin menambah kecantikannya, ditambah lagi, buah dadanya yang besar dan pantatnya yang berisi, makin menimbulkan kesan sexy.
Memang sebenarnya aku dulu waktu kelas satu, sempat suka padanya, tapi karena aku cenderung pemalu dengan cewek, akhirnya aku hanya sekedar suka, karena kemudian banyak cowok yang jadi pacarnya, dan beredarlah isu bahwa ia itu pecun. Dan akhirnya akupun jadian dengan Widi, itupan karena dicomblangi oleh temanku yang ceweknya adalah sobatnya Widi, sampai sekarang. Kini perasan itu hadir lagi, ada sedikit rasa suka di hatiku. Tapi perasaan itu akhirnya kubuang jauh-jauh, Lia kan terkenal pecun, batinku dalam hati.
Setelah tersadar, aku lalu mengelurkan dompetku dan mengeluarkan uang Rp. 50 ribu, dan memberikan kepadanya.
“Ini bonus buat pertunjukan yang tadi” kataku.
Hatiku sebenarnya berharap Lia menolaknya, tapi harapanku ternyata salah, Lia malah mendekat dan mengulurkan tangannya menerima uang pemberianku. Lia pada awalnya menunjukan sedikit perasaan malu, tapi segera sirna digantikan oleh senyumnya yang mengembang di bibirnya yang mungil. Segera ia memasukan uang itu ke dalam saku roknya. Dan kembali pikiranku berkata, “Dasar pecun!”“OK sekarang kembali ke rencana semula, yaitu sesi pemotretan” kataku pada Lia.
“Sesuai kesepakatan kan? 1 rol berarti 400 ribu, ya kan?!”, tanya Lia padaku memastikan.
“Iya, deal!” jawabku.Kemudian berlangsunglah acara pengambilan foto-foto sexy Lia, yang dengan tanpa diketahuinya adegan itu juga terekam oleh kamera handycam yang tersembunyi di sela-sela baju yang tergantung di dinding dekat pintu yang tertutup.
Saat itu Lia kuminta melepaskan beberapa kancing bajunya untuk menambah kesan sexy, belahan dadanya yang putih dan sexy menimbulkan daya tarik sendiri, kemudian berlajut kuminta Lia untuk melepaskan seluruh kancing bajunya, sehingga kini dari atas sampai bagian perutnya yang rata terlihat dengan jelas.
Lia tampaknya semakin asyik dan tidak malu-malu lagi, jika ia malu maka aku akan berkata, “Aku kan sudah melihat bagian yang terpenting yang kau miliki, kenapa harus malu. Lagian ini hanya untuk jaminan kok!”
Dan kata-kata itu mujarab sekali, Lia pun kemudian tak malu lagi, melakukan pose-pose yang aku minta. Semua pose yang ada di kepalaku sudah aku minta pada Lia untuk melakukanya.Kini tubuh indahnya benar-benar terekspose secara lebih vulgar, karena kini seragam Lia sudah berganti dengan kaos dalam tipis milikku, tadi sempat kuminta ia melepaskan bajunya dan menggantinya dengan kaos dalam tipis milikku.
Setelah beberapa kali berfoto, kuminta ia membuka kaosnya dan membiarkan bagian atas tubuhnya tidak tertutupi sehelai benang pun, tadinya ia agak malu dan menutupi kedua payudaranya dengan tangannya, tapi setelah kudesak dan kurayu ia mau berpose tanpa menutupi kedua payudaranya.
Sedang roknya kini telah bertambah pendek karena aku gunting 10 cm lebih pendek. Sehingga kini rok itu benar-benar tidak bisa menutupi keindahan tubuh bagian bawahnya, saat ia membungkuk, akan terlihat bagian kewanitaannya menyembul di sela-sela belahan pantatnya yang indah.
Tadinya Lia menolak roknya aku potong, karena takut dimarahi ibunya saat pulang ke rumah nanti, tapi karena aku desak, agar makin sexy kataku, akhirnya dia merelakan rok seragamnya aku potong.
Tak terasa, sudah satu roll film aku habiskan untuk mem-fotonya.
“Wah udah satu roll nih,” kataku padanya, sambil mengeluarkan dompetku lagi. Karena sesuai janjiku, aku harus membayarnya 400 ribu setiap roll-nya.Lia pun menerima uang yang aku berikan dan kembali memasukannya ke dalam sakunya.
“Mau tambah lagi nggak?” tanyaku.
“Iya dong, kan belum cukup uangnya!” balasnya sambil senyum.
“Tapi aku gak mau gini terus ah, bosen, aku ingin gaya yang lain, dan lokasi yang lain”, kataku lagi.
“Gimana kalo di kolam renang belakang?!” tanyaku.
“Boleh aja, asyik juga sepertinya” jawabnya senang.
“Kalo gitu, mulai saat ini, kamu lepas semua kain yang menempel di badanmu, aku ingin kamu tidak mengenakan seutas benangpun selama berada di lingkungan rumahku ini!!” aku mulai berkata agak keras padanya.
“Dan sejak saat ini, aku yang berkuasa terhadap dirimu, dan kamu harus menuruti semua perkataanku kamu mengerti?!!”
“Kalau kamu mau menuruti semua kemauanku, kamu akan kukasih bonus uang lagi!!”
“Tapi kalo tidak foto-foto ini akan aku sebarkan Lia..!!” kataku lagi sambil memperlihatkan satu roll film yang ada di genggamanku.
“Ayo buka semua pakaianmu!!” kataku sambil menepuk pantatnya yang terbuka dengan agak keras, kerena roknya yang kini sangat pendek itu telah tersingkap.Tampak ia agak terkejut, dan hampir menangis, mungkin dia kaget melihat perubahan sikapku, yang tadinya lembut kini berubah sedikit kasar padanya.
Kini Lia benar benar tidak punya pilihan lagi, karena tentunya ia tak ingin foto-fotonya tersebar luas, ia akan malu sekali jika teman-temanya melihat foto-foto itu, walau ia sama sekali tidak telanjang dalam foto foto itu, tapi secara keseluruhan sepertinya tak ada bagian tubuhnya yang tidak dapat dengan jelas terlihat.
Lia terdiam sejenak..“Ayolah Lia, buka semua pakaianmu, aku tahu, di sekolah kamu terkenal sebagai pecun, aku yakin bukan sekali ini saja kamu bugil di depan laki-laki, sudah pasti kamu sudah seringkali telanjang di depan cowok!” kataku padanya.
“Akui saja?! “Betul kan?!” desakku padanya.Lia hanya diam.. Dan kemudian mengangguk kecil.
“Nah benar kan kataku, nah mulai sekarang kamu adalah pecunku, dan kamu sekarang harus menuruti semua keinginanku”.
“Kalo kamu kuminta datang, segera datang!, pokoknya apapun permintaanku, kamu harus turuti!!”.
“Kalau tidak kamu tahu sendiri akibatnya!, kamu mau kan jadi pecunku..?!!” aku berkata padanya dengan nada sedikit keras.Lia mengangguk..
“Jawab dong, jangan diam aja” kataku lagi.
“Iya, aku mau..” jawabnya kemudian.Nah mulai saat itu resmilah Lia menjadi pecunku, Tapi yang paling sering adalah, Lia kujadikan objek eksibisiku, seperti juga saat itu.
Bersambung . . . .
Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri
-

Video Bokep Jepang lagi tidur dihotel tiba tiba kontol dihisap cewek
-

Kisah Memek Terangsang Ketika Merabah Payundara Kenyal

Duniabola99.com – Dinding rumah mulai agak kusam,tandanya rumah harus segera ada perhatian. Ya plafon juga sudah ada sedikit ada sedikit kerusakan,ya lumyan lama rumah ini berdiri sekitar 5 tahun yang lalu. Suasanya halaman yang dulunya asri oleh bunga warna-warni kini seakan tiada lagi,hanya tertinggal berbagi saja,bunga tulip,melati satu batang,bunga anggrek pemberian tante.
Semua itu prediksiku harus segera di percepat mengingat rumahku sebagai tempat kost,Penghuninya biar nyaman yang “punya rumah kudu”perhatian juga.Mengingat service itu dimana saja harus baik.Aku Punya tempat kos-kosan,dengan menjadikan rumah sebagai tempat beristirihat sejenak bagi yang membutuhkan,
Tapi dalam yang ku alami aku tidak pernah menduga ada kejadian mengesankan,ini ceritanya,Pertama kali aku mengenalnya adalah saat pulang dari Jakarta, dia adalah siswa sekolah keguruan yang ada di kotaku pada saat itu,dia cantik,manis dan bertubuh mungil dengan kulit putih.Dasar nasibku lagi mujur tak lama berselang dia pindah kost kerumahku jadi mudah bagiku tuk lebih jauh mengenalnya. Ternyata orangnya supel dan pandai bergaul, sehingga aku tambah berani tuk menyatakan perasaan hatiku, lagi-lagi aku beruntung dia menerima pernyataanku ,ukh bahagianya aku. Suatu hari aku ada acara keluar kota ,iseng aku mengajaknya pergi,ternyata dia menyambut ajakanku.
Sepanjang jalan menuju luar kota kami ngobrol sambil bercanda mesra,kadang tanganku iseng pura –pura tak disengaja menyentuh pahanya mulanya dia menepis tanganku tapi lama kelamaan membiarkan tanganku yang iseng mengelus pahanya yang putih dan gempal,aku memberanikan diri mengelus- elus pahanya sampai kepangkal pahanya . Dia tetap diam bahkan seperti menikmati elusan tanganku.
Aku tarik tanganku dari rok hitamya lalu bertanya padanya boleh nggak aku menyentuh payudaranya yang membukit dibalik baju berwarna pink.mulanya dia menolak ,aku coba merayunya bahwa aku ingin mengelus walau hanya sebentar.
Akhirnya dia mengangguk pelan,langsung aja tanganku menyusup kebalik bajunya dan mengusap,mengelus bahkan saat kuremas susu nya yang mungil dan kenyal dia hanya mendesah dan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang kami kendarai.
Kupermainkan putting susu nya dengan dua jari dia semakin mendesah ,sambil tetap menyetir aku tarik reslting celanaku dan aku keluarkan penisku yang telah menegang sejak tadi bak laras tank baja ,aku pegang tangannya dan kutarik kearah penisku, saat tangannya menyentuh penisku yang besar dan panjang dia tarik kembali tangannya mungkin kaget karena baru pertama kali.
Dengan sedikit basa basi kembali kutarik tangannya tuk memegang penisku akhinya dia menyerah kemudian mulai mengelus penisku perlahan.
“ Jaka,punyamu besar sekali hampir sebesar pergelangan tanganku “ katanya
“ Hmm,susu mu juga kenyal sekali “ kataku sambil menikmati elusan tangannya pada penisku Tak lama kami sampai di kota tujuan,langsung aku cari tempat untuk menginap setelah itu pergi lagi tuk belanja keperluan selama di kota itu.Malam kami ngobrol diberanda depan kamar tempat kami menginap sambil nonton tv ,kami duduk berdampingan sekali kali tanganku bergerilnya ditubuhnya ternyata dia dibalik baju tidurnya dia hanya memakai cd sehingga tanganku bisa bebas meremas remas susu nya dan mempermainkan putingnya .
“ Akh,Jaka jangan terlalu keras “ katanya kala kuremas dengan rasa gemas.
“ Maaf,habis susu mu kenyal sekali “ kataku
“ Iya ,tapi sakit “ katanya
“ Iya pelan deh,kita pindah kedalam yuk “ kataku berbisik padanya dan mengangguk perlahan.Sesampainya didalam aku peluk dia dari belakang,kuciumi tengkuknya yang putih dengan penuh nafsu dia bergelinjang kegelian sedangkan kedua tanganku bergerilya pada tubuhnya.
“ Akh,Jaka ………..shhhhhhhh “ kata mendesah Tanganku mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan kulepas bajunya hanya tinggal cd nya yang berwarna hitam.Kukulum bibirnya ,dia membalas kulumanku dengan penuh gairah.
Tangannya mengusap-usap penisku sesekali meremasnya sehingga aku merasakan nikmat yang tak terhingga.
“Ukh,…teruskan yang “ kataku
“ Ikh besar sekali,panjang lagi “ katanya.
“ Ssssst ,”kataku sambil mengulum putting susu nya yang makin menegang,tanganku kupergunakan untuk menurunkan cdnya .Kuusap perlahan gundukan daging empuk yang ditumbuhi bulu – bulu hitam halus ,dia menggelinjang kegelian dan kulanjutkan dengan menggelitik belahan memeknya hangat terasa.
“Akh,….teruskan pelan pelan “katanya sambil meremas penisku.
Kemudian aku menurunka kulumanku pada susu nya ke pusarnya ,dia mengangkat pinggangnya keenakan kuteruskan ciumanku pada memeknya dan menegang saat lidahku yang kasar menjilati memeknya yang merah merekah. Dia mengimbangi permainan lidahku dengan menggoyangkan pinggulnya bibirnya tak henti-henti mendesah .
“Sekarang giliranmu sayang “kataku padanya sambil menyodorkan penisku kemulutnya .Perlahan tapi pasti dia mulai menciumi batang kemaluanku yang sejak tadi menegang ,saat dia mulai mengulum penisku terbang rasanya menahan rasa nikmat . Setelah itu kutelentangkan kekasihku yang putih, susu nya yang mungil menggunung dengan memeknya yang merah merekah dibalik bulu- bulu hitam halus .
Perlahan – lahan aku menaikinya ,kugosok-gosokkan penisku pada belahan memeknya dia meregang sambil mendesah tak karuan merasakan nikmatnya gosokkan penisku.Kemudian kutekan sedikit demi sedikit penisku pada memeknya ,pinggulnya naik seakan menyuruh agar penisku segera dimasukkan pada memeknya.
“Ayo,akh aaaaaaaakh teruskan sayangku” katanya sambil menarik pinggangku
“Baiklah ,sayang aku masukkan ya “ kataku sambil menekan penisku agar masuk lebih dalam lagi pada lubang memeknya perlahan karena takut dia kesakitan,sempit sekali.
“Aduh..,sakit Jaka akh……..” katanya “Sebentar juga hilang “ kataku,penisku keluar masuk memeknya yang terasa basah dan hangat.Rupanya ini pengalaman pertama baginya karena ada noda darah pada pangkal pahanya.
“Terus ….lebih cepat akh………ukh nikmat sekali kontolmu yang” katanya berani mungkin karena pengaruh rasa nikmat dari keluar masuknya penisku yang panjangnya 16 cm,penisku pun mulai merasakan nikmat dari gesekan dengan dinding dalam memeknya.
“Akh…….terus goyang pinggulmu “ kataku padanya,dan dia menuruti kataku menggoyangkan pinggulnya Tak lama dia mengerang sambil memelukku erat rupanya dia telah mencapai orgasme,dia berbaring lemas dibawaku sedangkan penisku masih menancap pada memeknya yang terasa basah .
Terlihat ada air mata pada ujung kelopak matanya ,melihat itu aku segera berbisik padanya bahwa aku akan bertanggung jawab atas semua ini.Barulah dia berubah riang kembali dan aku mulai aktifitas kembali menaik turunkan penisku dan dia merespon gerakanku dengan bersemangat . -

Foto Bugil Gadis muda Lia diatas meja dapur rumah

Duniabola99.com – foto gadis perawan muda Lia bugil melepaskan semua bajunya di dapur diatas meja ngangkang lebar-labar sambil memainkan memeknya yang tidak berbulu sampai becek.
-

Foto Bugil raven Benita menyebar kakinya yang panjang dan seksi

Duniabola99.com – foto gadis putih mulus Raven Benita membuka celananya didapur, sambil duduk memamerkan memeknya yang sempit berwarna merah jambu dan berbulu lebat diatas kursi dan berpose hot.
-

Video Bokep Alexis Brill bersiap untuk bercinta

-

Kisah Memek Dengan SPG Cantik

Duniabola99.com – Namaku Niko ku duduk sendirian menikmati pemandangan pantai sore itu, baru pertama kali aku merasakan patah hati sampai seperti ini. Mungkin karena sudah lama aku menjalin hubungan dengannya kalau di pikir-pikir hubunganku menginjak usia 2 tahun lebih dengan Nindy pacarku, dan sekarang dia memutuskan aku tanpa ada kesalahan atau alasan kenapa dia memutuskan aku.
Padahal kami sering melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita sex dan ternyata itu bukan satu jaminan bagi kami untuk tetap langgeng sampai pada kata pernikahan, padahal sebelumnya aku sudah memikirkan kalau masa depanku akan berakhir dengan Nindy tapi kini semua harapan itu pupus. Setelah Nindy menyatakan untuk menjauh dariku tanpa alasan yang jelas.Jadilah aku sendiri dalam kesedihan dan aku pikir aku tak akan bisa melupakan kejadian ini selamanya. Namun aku tidak menyangka kalau tidak butuh waktu lama untuk menemukan pengganti Nindy karena selang dua bulan sejak aku putus dengannya aku bertemu dengan gadis yang menarik hatiku, Vika namanya meskipun aku belum tahu juga alasan sebenarnya.
Apa aku hanya melampiaskan kekecewaanku padanya atau aku memang tertarik pada Vika, yang jelas pertama kali bertemu kami langsung berkenalan dan pada pertemuan kedua aku sudah berani menciumnya seperti dalam cerita dewasa. Namun masih sebatas ciuman semata tidak lebih, sampai akhirnya kamipun berjanji untuk bertemu yang kedua kalinya pada malam minggu ini.
Karena aku masih seorang mahasiswa di sebuah kampus ternama, maka aku bilang kalau aku akan menemuinya setelah pulang dari kampus. Dan Vika bekerja di sebuah toko kecantikan. Sebenarnya umur kami tidak jauh berbeda karena saat ini kami sama-sama berusia 23 tahun, Vika memang pantas bekerja di sebuah toko kecantikan karena dia memiliki wajah yang begitu cantik.
Sesuai janji yang telah kami sepakati akupun langsung menuju ke salah satu cafe yang menjadi tempat janjian kami. Ternyata aku yang sampai duluan di cafe tersebut dan menunggu Vika hingga satu jam lebih sebenarnya aku sudah males buat menunggunya terlalu lama tapi ketika dia menelpon dan memberitahu alasannnya telat akupun bisa memakluminya dan bersedia menunggu.Dari jauh aku lihat Vika tergopoh-gopoh menghampiri aku ” Maaf ya mas Niko … Vika telat…. ” Akupun mempersilahkan dia duduk dan kulihat dia begitu terengah-engah nafasnya ” Kamu lari ke sini Vik… ” Dia memandangku dan menggangguk aku jadi trenyuh menlihatnya ” Kenapa nggak pelan-pelan saja sich aku bisa nunggu kok apalagi kamu bilang kalau bakalan telat…. ” Kataku sambil terus menatapnya.
Dia tersenyum dan berkata ” Aku tidak mau membuat mas Niko lama nunggunya…. ” Aku segera memanggil pelayan cafe dan kembali memandang wajah Vika ” Ya sudah kita makan aja dulu…. ” Kulihat dia mengangguk dan akmipun menyantap makanan yang telah aku pesan, kutatap wajah Vika begitu cantik dan ayunya mungkin karena itu dia di terima sebagai SPG alat kecantikan.
Setelah selesai akupun mengajaknya keluar dengan mengendarai mobilku, akupun menuju salah satu rumah pribadi keluargaku yang berada di pinggiran kota ini. Kurang lebih menempuh perjalanan satu jam lebih kamipun sampai dan akupun menyuruh Vika masuk. Sepertinya dia ragu untuk masuk kedalam rumah tapi aku bilang kalau tidak ada siapa-siapa dan aku tidak akan macam-macam padanya.
Aku lihat dia tersenyum dengan candaanku, dan akupun membawanya ke ruang keluargaku di sana Vika duduk dan akupun sama duduk santai sambil berselonjoran sambil berkata “Kalau mau minum atau mau apa kamu ambil saja….” kataku pada Vika namun dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum padaku, sampai akhirnya akupun ketiduran di sana mungkin aku kecapekan karena perjalanan tadi.Ternyata begitu aku bangun Vika tidak ada di ruangan ini lagi, dan aku lihat lampu sudah menyala semua aku yakin kalau Vika yang melakukannya. Dan akupun mencari Vika namun di ruang tamu dan di dapur tidak ada dia, akhirnya akupun masuk kamar tidur utama ternyata dia berada di sana karena aku mendengar guyuran air di dalam kamar mandi, aku tersenyum dan hendak kembali ke ruang keluarga.
Sebelum mataku melihat pakaian Vika berada di atas tempat tidur, belum habis rasa kagetku tiba-tiba aku lihat dia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang menutup sebagian tubuhnya. Dapat aku lihat pahanya begitu mulus dan juga teteknya yang kelihatan setengahnya saat itu juga mataku tidak berkedip ka rena dia terlihat pemain cerita dewasa yang sangat seksi.
Saat itu juga naluri lelakiku membuat mendekatinya tanpa rasa canggung lagi, kemudian aku peluk tubuh Vika yang masih terbalut handuk. Karena sudah pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita sex akhirnya akupun menyusuri setiap lekuk tubuhnya dengan bibirku dan hal itu membuat Vika menggelinjang menikmati senntuhanku, dan aku semakin liar bermain dengan lidahku.Saat itulah aku melabuhkan kontolku pada lubang memeknya ” Oouugghh.. pelan sayang… ” Kata Vika begitu aku hentak dengan sedikit keras kontolku. Kemudian aku goyang pinggulku dengan seiring irama yang sama, kini terdengar desahan Vika begitu lembut ” Ooouuuggghhh….. oooouuugghh… sa…yang… nik… mat… sayang…… aaagghh … Aaaaaaghh… ” Desahnya membuatku semakin bergairah saja.
Kemudian aku tidak tahan juga semakin cepat aku bergerak layaknya adegan cerita sex di atas tubuhnya, kembali Vika mendesah panjang sekali lagi bahkan dia sesekali menghapus keringat yang mengucur dari keningku ” Ooouuugggghhhh…. sayang…. ooouuuggghhhhh…. oooouuuuugggghhhh…… aaaaagggghhhh….. ” Semakin cepat aku menggoyang pantatku.
Aku lihat Vika sudah beberapa kali mendesah panjang menandakan kalau dia sudah mengalami klimaks beberapa kali ” Ooouuugghh… aaaaaggggghhhh…. sa… yang…. aaaagggghhh….aaaaagghh… ” Saat Vika mendesah seperti itu akhirnya akupun mengejang dan kurasakan kontolku menumpahkan sesuatu pada memek Vika dan terasa hangat dan juga terasa nikmat rasanya.Semakin dalam aku menekan kontolku dan saat itu juga aku memeluk tubuhnya dengan begitu erat ” Ooooouuuggghh…. sayang…… aaaagggghhh… nikmat sayang…. aaagggghhhhhh… ” Tubuhku terkulai lemas di atas tubuh Vika yang dengan mesranya langsung memeluk tubuhku, dan beberapa kali juga aku cium wajahnya karena dia telah memberikan kepuasan padaku.
-

Sky Yui Kyouno Sky Angel

-

Cerita Sex Thalia
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Thalia ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.
Cerita Sex – Perpisahan sekolah sudah semakin dekat, aku dan teman teman berencana berlibur di pantai pangandaran, kami sudah menyewa penginapan yang mana dekat dengan bibir pantai kami semua berpasangan dengan pacarnya, kita sangat senang dan keliling bersama sama saat malam hari yang mempunyai pacar jalan jalan menyusuri suara ombak di pantai.
Terlalu asyik ada sebagian mereka untuk kembali ke penginapan dan ada juga yang bercinta dengan pasangannya masing masing, pada malam ke dua teman temanku melanjutkan dengan mengelilingi di sekitar pantai, singkat cerita tinggallah aku dan Thalia di penginapan, aku tanya dia “kenapa kamu tidak ikut keluar”
Thalia menjawab “Kepalaku lagi pusing nih jadi agak malas untuk keluar. Karena aku sebagai teman kasihan melihat keadaan Thalia seperti itu jadi aku temenin dia di kamarnya, malam itu aku menonton tv kira kira pukul 7 malam karena Thalia gerah dia izin mau mandi , aku sih cuek saja mendengar perkataan itu aku masih asikk nonton tv nya.
Setelah 10 menitan Thalia memanggil aku unutk mengambilkan handuknya karena lupa tidak terbawa saat masuk ke kamar mandi, ya udah aku bantu dia katanya suruh bawa masuk handuknya dan tiak terkunci pintu kamar mandinya aku sedikit kaget mendengar perkataan tersebut, lalu aku masuk dengan mata sedikit tertutp takutnya entar dikira ngintip atau gimana.
Aku sungguh gugup dan hatiku berdebar dengan perlahan lahan tanganku yang kanan memberikan handuk kepada Thalia tangan kiriku menutup mataku,
“Ini handuknya Thalia taruh mana”kataku
“bawa sini soalnya tangaku tidak nyampe saya lagi di shower masuk saja gak apa apa kok “ kata Thalia , mendengar perkataan itu aku langsung masuk saja.
“saya taruh sini ya handuknya di tempat wastafel , karena jaraknya wastafel dan shower hanya tertutup oleh tirai tipis jadi seakan akan siluet tubuh Thalia terkihat jelas, sungguh kagetnya lagi saat meletakkan handuk tangan Thalia langsung menyentuh tanganku kemudian dia kelaur dari tirai tipisnya terlihat tubuh telanjang Thalia masih basah total.
Aku terpesona dengan payu daranya yang besar dan indah itu, kulitnya yang putih dan mulus tiba tiba penisku langsung tegang dan keras pemandangan indah pokoknya, tak lama kemudian tangan Thalia memegang tanganku menyuruh untuk memegang buah dadanya dan merasakan detak jantungnya.
Dia berkata “ooh, Wolf. Saya sudah tidak tahan lagi.
Usaplah payudaraku ini dan kita main yuk!”. Slot Online
Sebagai cowok normal, saya pasti ereksi. Lalu pelan-pelan tangan kananku memeras payudaranya yang kanan.
“Yaa, itu Wolf. Nikmat sekali.
Teruskan Wolf!”. Sewaktu tanganku meremas pelan payudaranya, Tangan Thalia dengan ringan membuka kancing-kancing bajuku.
Setelah kancing bajuku terlepas semua, Bibirnya yang ranum dan merah merekah itu pelan-pelan mencium dan menjilati dadaku.
Lidahnya yang panjang itu terasa nikmat sekali di dadaku. Lalu dia kubalas dengan tangan kananku yang kuarahkan ke pantatnya yang besar dan bersih dan tangan kiriku memeluknya yang diteruskan dengan ciuman saya yang hot di bibirnya itu.
Dia mengerang dan menikmatinya, beberapa detik kemudian tangannya membuka retseleting celanaku dan kemudian memelorotinya. Begitu celana dalamku dibuka, penisku yang sudah ereksi dari tadi langsung meloncat keluar.
Melihat penisku yang sudah membesar dan memanjang, dia langsung membungkukkan badannya dan mulutnya itu dengan pelan mengulum penisku.
Terasa nikmat sekali “Aah.., Thalia.., enak.., terusin!”. Lidahnya itu dengan leluasa menjilati permukaan penisku dan puncaknya, lidahnya diarahkan ke pucuk penisku.
Setelah berselang beberapa detik, giginya itu langsung menggigit penisku dan langsung mengocoknya. Setelah setengah jam kita melakukan foreplay di kamar mandi, ternyata dia masih belum puas juga.
“Wolf, yuk kita lanjutin di tempat tidur! saya pengin lebih hot lagi”.
Dengan perlahan, saya angkat dia dalam keadaan sama-sama telanjang bulat. Setelah sampai di pinggir tempat tidur, perlahan-lahan saya taruh badannya di atas tempat tidur. Masih dalam keadaan membungkuk, saya ciumi bibirnya dan saya jilat payudaranya yang makin membesar itu.
“Oyaa, terusin Wolf, terusin”, Mendengar omongannya saya jadi semakin buas menikmati tubuhnya. Saya rebahkan badannya menjadi dalam keadaan telentang, susunya yang membesar terlihat bagai Gunung Bromo yang menjulang tinggi.
Payudaranya itu langsung saya serbu dengan jilatan lidahku. Setelah itu, mulutku diarahkan ke arah selangkangannya. Terlihat bulu vaginanya lebat bak hutan perawan yang masih belum terjamah.
Cerita Sex Thalia Dengan asyik, tanganku mengobrak-abrik bulu vaginanya dan terlihatlah dinding daging tipis alias vaginanya. Langsung saya jilati vaginanya dengan buas dan Thalia langsung menjerit kenikmatan sambil mengerang dan berkata
“Terusin Wolf, terusin”. Masukin lidahmu itu ke ‘dompet’ku”.
Anehnya vaginanya yang rata-rata orang bilang vagina cewek itu biasanya kebanyakan bau tak sedap, tapi vagina Thalia terasa harum dan nikmat. Baunya yang justru harum itu membuat saya makin terangsang lagi untuk lebih lama menikmati vaginanya.
Sambil menciumi vaginanya, kedua tanganku juga meraba kedua belah payudaranya, Thalia hanya mengerang lagi dan memegang kedua tanganku dengan erat. Setelah setengah jam saya terus begitu, akhirnya Thalia minta posisinya diganti ke atas.
Saya turuti dech, masa saya terus yang gerilya? Saya langsung pindah jadi di bawah dan Thalia di atas. Sebelum mulai aksinya, Thalia pertama-tama meremas sendiri kedua payudaranya dan mimik wajahnya itu yang membuatku tambah syuur.
Sehabis meremas-remas sendiri kedua payudaranya, dia langsung memulai aksinya dengan mencium dan menjilati bibirku seraya tangannya meremas-remas dadaku yang agak bidang dan meraba-raba puting susuku.
Bibirnya benar-benar fantastik, terasa nikmat dan pokoknya tidak bisa saya uraikan dengan kata-kata. Puas dengan menciumi dan menjilati bibirku, perhatiannya mengarah pelan-pelan ke bawah. Slot Online
Pertama-tama dia menciumi dan menjilati leherku dan kadang-kadang menggigit leherku, serasa benar-benar nikmat.
Sambil menikmati leherku, tangan kanannya berpindah posisi menjadi di penisku. Dengan enaknya dia mengocok penisku, ke atas.., ke bawah.., ke atas.. Dan seterusnya. Kocokannya benar-benar membuat mataku merem melek.
Kemudian setelah menciumi, menjilati dan menggigit leherku, matanya tertuju ke dadaku. Lidahnya langsung menjilati puting susuku.
Tapi dia cuma sebentar menjilati puting susuku, perhatiannya langsung tertuju ke penisku yang sudah besar dari tadi.
Bibirnya langsung menjilat penisku, terasa nikmat sekali. Lidahnya itu yang membuatku puas sekali, dengan pelan-pelan lidahnya mnjilati penisku sambil tangannya yang kecil itu terus mengocoknya.
“Aach Thalia.., Nikmat sekali Ohh”, Selang beberapa menit kemudian, sewaktu dia masih mengocok penisku.
Terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari penisku dan serasa hendak meletus keluar. saya bilangin ke Thalia,
“Awas, saya mau keluar. Tahan dulu kocokanmu
Jangan sampai spermaku keluar saya masih pengin nerusin!!”,
Tapi dengan cuek dia malah bertambah giat dan keras mengocok penisku sambil lidahnya menjilati pucuk penisku. ceritasexdewasa.org Beberapa menit kemudian keluarlah cairan kenikmatan yang berwarna putih yang disebut sperma.
Dan spermaku mengenai mulutnya dan ada sebagian yang sengaja dijilat dan ditelan Thalia. Terasa nikmat sekali!, Thalia terus menjilati sisa-sisa sperma yang keluar dari penisku. Sementara Thalia masih sibuk dengan penisku, aku istirahat sejenak dalam kenikmatan yang tiada taranya.
Sewaktu saya masih istirahat, terasa Thalia masih sibuk dengan penisku. Karena saya kasihan Thalia belum mencapai orgasme, Langsung saja saya bangun dan meneruskan aksi. Saya suruh Thalia pindah posisi jadi di bawah, langsung dia turuti.
Sejenak sebelum memasukkan penisku, saya kocok sebentar penisku agar membesar dan Thalia membantuku dengan ikut mengocoknya. Selang beberapa detik kemudian penisku langsung berdiri lagi dan langsung saya masukkan ke vaginanya.
Thalia langsung teriak dan mengerang kenikmatan, “Aacchh”. Tetapi terasa posisiku kurang nikmat, saya cabut lagi penisku dan saya taruh bantal di atas pantat Thalia supaya penisku terasa nikmat masuk divaginanya.
Cerita Sex Thalia Begitu saya masukin penisku dalam-dalam, terasa vaginanya hangat dan sudah penuh cairan yang membuat penetrasi penisku terasa nikmat dan licin. Ini pertanda Thalia sudah mengalami orgasme sebelum saya masukin penisku.
Penisku, aku tarik pelan-pelan, masukin lagi pelan-pelan dan demikian seterusnya. Thalia lagi-lagi berteriak kecil dan mengerang. Saya biarin Thalia berteriak dan mengerang, saya terusin aksiku dengan membuat variasi seperti menggoyang pinggulku.
Selang 45 menit saya meneruskan aksiku, Thalia pelan-pelan berbisik “Wolf, saya sudah tidak kuat lagi.., saya sudah pengin keluar.., Cairan spermaku sudah mau keluar!”.
Ternyata benar juga, beberapa detik kemudian di penisku terasa ada banyak cairan yang menyelimuti. Saya biarkan penisku di dalam vagina Thalia selama beberapa menit selama Thalia orgasme. Sebab saya baca, cewek senang kalau sewaktu dia orgasme, penis cowoknya berada dalam-dalam di vaginanya.
Dan benar juga kata buku, Thalia terlihat sangat puas. Begitu dia selesai orgasme, beberapa menit kemudian selama penisku masih di dalam, terasa spermaku masih mau keluar. Buru-buru saya cabut penisku dari vagina Thalia dan Thalia langsung menyambutnya dengan kuluman yang hebat sekali.
Sekali lagi spermaku langsung tumpah ke arah muka Thalia, sekeliling bibirnya langsung dipenuhi dengan spermaku yang ternyata banyak sekali. Sebagian cairan putih itu masuk ke mulutnya dan sebagian ada yang tumpah ke payudaranya dan ke sprei.
Thalia memintaku untuk menjilat spermaku yang tumpah ke payudaranya dan saya turuti. Lidahku menyapu sisa-sisa spermaku di payudaranya dan Thalia terlihat benar-benar menikmatinya. Setelah puas, saya dan dia langsung lemas dan langsung tidur sambil dalam keadaan polos sampai pagi (tanpa berselimut).
Cerita Sex Thalia
Pagi-paginya dia sudah bangun dan nonton TV masih dalam keadaan telanjang. Langsung tubuhnya yang indah itu saya tutupi dengan jaketku supaya tidak masuk angin, dia menolak seraya berbisik,
“Wolf, lue hebaat sekali tadi malam. Baru lu cowok yang bisa muasin saya. cowok yang lain yang pernah nidurin saya terasa hambar. saya pengin lagi Wolf. saya pengin pagi dan malam selanjutnya kita terus bertelanjang bugil dan main terus.
Kita cek out saja dari penginapan ini. Kita bilang ke anak-anak kalau kita ada urusan lain dan harus cepat pulang ke Bandung.
Terus kita cek in ke hotel lain”.
Ternyata saya lebih gila daripada dia, saya terima saja. Beberapa jam kemudian teman-temanku datang, saya langsung pamit mau pulang sama Thalia.Mereka percaya saja. Langsung deh kita cabut dan cek in di penginapan yang jauh dari mereka. Dan pengalaman itu diteruskan di hotel yang baru, siang malam saya dan Thalia mengadakan pesta seks tanpa istirahat. Slot Online
Kecuali buat makan, dan minum. Setiap kali sehabis bersetubuh, saya dan Thalia merasakan kenikmatan yang tiada tara.
cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
-

Video bokep Jepang Maya Mizuki memandikan pacarnya
-

Waking Her Up For A Sextape

-

Foto Ngentot Gadis perguruan tinggi Alexis Crystal mendapat pukulan dan creampied di atas bola yoga

Duniabola99.com – foto cewek yang lagi gym pantat bahenol pirang Alexis Crystal dientot ditempat gym diatas bola yoga dan memeknya dibobol keras dan menembakkan air mani yang banyak kedalam memeknya. Agen Judi Bola
-

Video Bokep Eropa cewek toket kecil pulang renang ngentot dimobil

-

Foto Ngentot Laura Lion ngentot anal seks dan cumshot di wajahnya

Duniabola99.com – foto cewek eropa toket gede pantant bahenol menuangkan minyak keseluruh tubuhnya dan melakukan ngentot anal yang hot dipantatnya yang bahenol dan padat. Situs Taruhan Sbobet
-

Kisah Memek Dewasa Ibu Maya Yang Baik
Cerita Sex ini berjudul ” Dewasa Ibu Maya Yang Baik ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2018.

Duniabola99.com – Setelah tamat dari SMU, aku mencoba merantau ke Jakarta. Aku berasal dari keluarga yang tergolong miskin. Di kampung orang tuaku bekerja sebagai buruh tani. Aku anak pertama dan memiliki dua orang adik perempuan, yang nota bene masih bersekolah.
Aku ke Jakarta hanya berbekal ijazah SMU. Dalam perjalanan ke Jakarta, aku selalu terbayang akan suatu kegagalan. Apa jadinya aku yang anak desa ini hanya berbekal Ijazah SMU mau mengadu nasib di kota buas seperti Jakarta. Selain berbekal Ijazah yang nyaris tiada artinya itu, aku memiliki keterampilan hanya sebagai supir angkot. Aku bisa menyetir mobil, karena aku di kampung, setelah pulang sekolah selalu diajak paman untuk narik angkot. Aku menjadi keneknya, paman supirnya. Tiga tahun pengalaman menjadi awak angkot, cukup membekal aku dengan keterampilan setir mobil. Paman yang melatih aku menjadi supir yang handal, baik dan benar dalam menjalankan kendaraan di jalan raya. Aku selalu memegang teguh pesan paman, bahwa : mengendarai mobil di jalan harus dengan sopan santun dan berusaha sabar dan mengalah. Pesan ini tetap kupegang teguh.Di Jakarta aku numpang di rumah sepupu, yang kebetulan juga bekerja sebagai buruh pabrik di kawasan Pulo Gadung. Kami menempati rumah petak sangat kecil dan sangat amat sederhana. Lebih sederhana dari rumah type RSS ( Rumah Susah Selonjor). Selain niatku untuk bekerja, aku juga berniat untuk melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi. Dua bulan lamanya aku menganggur di Jakrta. Lamar sana sini, jawabnya selalu klise, ” tidak ada lowongan “.
Pada suatu malam, yakni malam minggu, ketika aku sedang melamun, terdengar orang mengucap salam dari luar. Ku bukakan pintu, ternya pak RT yang datang. Pak RT minta agar aku sudi menjadi supir pribadi dari sebuah keluarga kaya. Keluarga itu adalah pemilik perusahaan dimana pak RT bekerja sebagai salah seorang staff di cabang perusahaan itu. Sepontan aku menyetujuinya. Esoknya kami berangkat kekawasan elite di Jakarta. Ketika memasuki halaman rumah yang besar seperti istana itu, hatiku berdebar tak karuan. Setelah kami dipersilahkan duduk oleh seorang pembantu muda di ruang tamu yang megah itu, tak lama kemudian muncul seorang wanita yang tampaknya muda. Kami memberi hormat pada wanita itu. Wanita itu tersenyum ramah sekali dan mempersilahkan kami duduk, karena ketika dia datang, sepontan aku dan pak RT berdiri memberi salam ” selamat pagi”. Pak RT dipersilahkan kembali ke kantor oleh wanita itu, dan diruangan yang megah itu hanya ada aku dan dia si wanita itu.
” Benar kamu mau jadi supir pribadiku ? ” tanyanya ramah seraya melontarkan senyum manisnya. ” Iya Nyonya, saya siap menjadi supir nyonya ” Jawabku. ” jangan panggil Nyonya, panggil saja saya ini Ibu, Ibu Maya ” Sergahnya halus. Aku mengangguk setuju. ” Kamu masih kuliah ?” ” Tidak nyonya eh…Bu ?!” jawabku. ” Saya baru tamat SMU, tapi saya berpengalaman menjadi supir sudah tiga ahun” sambungku.
Wanita itu menatapku dalam-dalam. Ditatapnya pula mataku hingga aku jadi slah tingkah. Diperhatikannya aku dari atas samapi kebawah. ” kamu masih muda sekali, ganteng, nampaknya sopan, kenapa mau jadi supir ?” tanyanya. ” Saya butuh uang untuk kuliah Bu ” jawabku. ” Baik, saya setuju, kamu jadi supir saya, tapi haru ready setiap saat. gimana, okey ? ” ” Saya siap Bu.” Jawabku. ” Kamu setiap pagi harus sudah ready di rumah ini pukul enam, lalu antar saya ke tempat saya Fitness, setelah itu antar saya ke salon, belanja, atau kemana saya suka. Kemudian setelah sore, kamu boleh pulang, gimana siap ? ” ” Saya siap Bu” Jawabku. ” Oh..ya, siapa namamu ? ” Tanyanya sambil mengulurkan tangannya. Sepontan aku menyambut dan memegang telapak tangannya, kami bersalaman. ” Saya Leman Bu, panggil saja saya Leman ” Jawabku. ” Nama yang bagus ya ? tau artinya Leman ? ” Tanyanya seperti bercanda. ” Tidak Bu ” Jawabku. ” Leman itu artinya Lelaki Idaman ” jawabnya sambil tersenyum dan menatap mataku. Aku tersenyum sambil tersipu. lama dia menatapku. Tak terpikir olehku jika aku bakal mendapat majikan seramah dan se santai Ibu Maya. Aku mencoba juga untuk bergurau, kuberanita diri untuk bertanya pada beliau. ” Maaf, Bu. jika nama Ibu itu Maya, apa artinya Bu ? ” ” O..ooo, itu, Maya artinya bayangan, bisa juga berarti khayalan, bisa juga sesuatu yang tak tampak, tapi ternyata ada.Seperti halnya cita-citamu yang kamu anggap mustahil ternyata suatu saat bisa kamu raih, nah,,,khayalan kamu itu berupa sesuiatu yang bersifat maya, ngerti khan ? ” Jawabnya serius. Aku hanya meng-angguk-angguk saja sok tahu, sok mengerti, sok seperti orang pintar.
Jika kuperhatikan, body Ibu Maya seksi sekali, tubuhnya tidak trlampau tinggi, tapi padat berisi, langsing, pinggulnya seperti gitar sepanyol. Ynag lebih, gila, pantatnya bahenol dan buah dadanya wah…wah…wah…puyeng aku melihatnya.Dirumah yang sebesar itu, hanya tinggal Ibu Maya, Suaminya, dan dua putrinya, yakni Mira sebagai anak kedua, dan Yanti si bungsu yang masih duduk di kelas III SMP, putriny yang pertama sekolah mode di Perancis. Pembantunya hanya satu, yakni Bi Irah, tapi seksinya juga luar biasa, janda pula !
Ibu Maya memberi gaji bulanan sangat besar sekali, dan jika difikir-fikir, mustahil sekali. Setelah satu tahu aku bekerja, sudah dua kali dia menaikkan agjiku, Katanya dia puas atas disiplin kerjaku. Gaji pertama saja, lebih dari cukup untuk membayar uang kuliahku. Aku mengambil kuliah di petang hari hingga malam hari disebuah Universitas Swasta. Untuk satu bulan gaji saja, aku bisa untuk membayar biaya kuliah empat semster, edan tenan….sekaligus enak…tenan….!!! dasar rezeki, tak akan kemana larinya.
Masuk tahun kedua aku bekerja, keakraban dengan Ibu Maya semakin terasa. Setelah pulang Fitness, dia minta jalan-jalan dulu. Yang konyol, dia selalu duduk di depan, disebelahku, hingga terkadang aku jadi kagok menyetir, eh…lama lama biasa.
Disuatu hari sepulang dari tempat Fitnes, Ibu Maya minta diatar keluar kota. Seperti biasa dia pindah duduk ke depan. Dia tak risih duduk disebelah supir pribadinya. Ketika tengah berjalan kendaraan kami di jalan tol jagorawi, tiba-tiba Ibu maya menyusuh nemepi sebentar. Aku menepi, dan mesin mobil BMW itu kumatikan. Jantungku berdebar, jangan-jangan ada kesalahan yang aku perbuat.
” Man,?, kamu sudah punya pacar ? ” Tanyanya. ” Belum Bu ” Jawabku singkat. ” Sama sekali belum pernah pacaran ?” ” Belum BU, eh…kalau pacar cinta monyet sih pernah Bu, dulu di kampung sewaktu SMP” ” Berapa kali kamu pacaran Man ? sering atau cuma iseng ?” tanyanya lagi. Aku terdiam sejenak, kubuang jauh-jauh pandanganku kedepan. Tanganku masih memegang setir mobil. Kutarik nafas dalam-dalam. ” Saya belum pernah pacaran serius Bu, cuma sebatas cintanya anak yang sedang pancaroba” Jawabku menyusul. ” Bagus…bagus…kalau begitu, kamu anak yang baik dan jujur ” ujarnya puas sambil menepuk nepuk bahuku. Aku sempat bingung, kenapa Bu Maya pertanyaannya rada aneh ? terlalu pribadi lagi ? apakah aku mau dijodohkan dengan salah seorang putrinya ? ach….enggak mungkin rasanya, mustahil, mana mungkin dia mau punya menantu anak kampung seprti aku ini ?!Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kepuncak, bahkan sampai jalan-jalan sekedar putar-putar saja di kota Sukabumi. Aku heran bin heran, Bu Maya kok jalan-jalan hanya putar-putar kota saja di Sukabumi, dan yang lebih heran lagi, Bu Maya hanya memakai pakaian Fitness berupa celana training dan kaos olah raga. Setelah sempat makan di rumah makan kecil di puncak, hari sudah mulai gelap dan kami kembali meneruskan perjalanan ke Jakarta. Ditengah perjalanan di jalan yang gelap gulita, Bu Maya minta untu berbelok ke suatu tempat. Aku menurut saja apa perintahnya. Aku tak kenal daerah itu, yang kutahu hanya berupa perkebunan luas dan sepi serta gelap gulita. Ditengah kebun itu bu Maya minta kaku berhenti dan mematikan mesin mobil. Aku masih tak mengerti akan tingkah Bu Maya. Tiba-tiba saja tangan Bu Maya menarik lengaku. ” Coba rebahkan kepalamu di pangkuanku Man ?” Pintanya, aku menurut saja, karena masih belum mengerti. Astaga….setelah aku merebahkan kepalaku di pangkuan Bu Maya dengan keadaan kepala menghadap keatas, kaki menjulur keluar pintu, Bu Maya menarik kaosnya ketas. Wow…samar-samar kulihat buah dadanya yang besar dan montok. Buah dada itu didekatkan ke wajahku. Lalu dia berkata ” Cium Man Cium…isaplah, mainkan sayang …?” Pintanya. Baru aku mengerti, Bu Maya mengajak aku ketempat ini sekedar melampiaskan nafsunya. Sebagai laki-laki normal, karuan saja aku bereaksi, kejantananku hidup dan bergairah. Siapa nolak diajak kencan dengan wanita cantik dna seksi seperti Bu Maya.
Kupegangi tetek Bu Maya yang montok itu, kujilati putingnya dan kuisap-isap. Tampak nafas Bu Maya ter engah-engah tak karuan, menandakan nafsu biarahinya sedang naik. Aku masih mengisap dan menjilati teteknya. Lalu bu Maya minta agar aku bangun sebentar. Dia melorotkan celana trainingnya hingga kebawah kaki. Bagian bawah tubuh Bu Maya tampak bugil. Samar-samar oleh sinar bulan di kegelapan itu. ” Jilat Man jilatlah, aku nafsu sekali, jilat sayang ” Pinta Bu Maya agar aku menjilati memeknya. Oh….memek itu besar sekali, menjendol seperti kura-kura. tampaknya dia sedang birahi sekali, seperti puting teteknya yang ereksi. Aku menurut saja, seperti sudah terhipnotis. Memek Bu Maya wangi sekali, mungkin sewaktu di restauran tadi dia membersihkan kelaminnya dan memberi wewangian. Sebab dia sempat ke toilet untuk waktu yang lumayang lama. Mungkin disana dia membersihkan diri. Dia tadi ke tolilet membawa serta tas pribadinya. Dan disana pula dia mengadakan persiapan untuk menggempur aku. Kujilati liang kemaluan itu, tapi Bu Maya tak puas. Disuruhnya aku keluar mobil dan disusul olehnya. Bu Maya membuka bagasi mobil dan mengambil kain semacam karpet kecil lalu dibentangkan diatas rerumputan. Dia merebahkan tubuhnya diatas kain itu dan merentangnya kakinya. ” Ayo Man, lakukan, hanya ada kita berdua disini, jangan sia-siakan kesempatan ini Man, aku sayang kamu Man ” katanya setengah berbisik, Aku tak menjawab, aku hanya melakukan perintahnya, dan sedikit bicara banyak kerja. Ku buka semua pakaianku, lalu ku tindih tubuh Bu Maya. Dipeluknya aku, dirogohnya alat kelaminku dan dimasukkan kedalam memeknya. Kami bersetubuh ditengah kebun gelap itu dalam suasana malam yang remang-remang oleh sinar gemintang di langit. Aku menggenjot memek Bu Maya sekuat mungkin. ” jangan keluar dulua ya ? saya belum puas ” Pintanya mesra. Aku diam saja, aku masih melakukan adegan mengocok dengan gerakan penis keluar masuk lubang memek Bu Maya. Nikmat sekali memek ini, pikirku. Bu Maya pindah posisi , dia diatas, dan bukan main permainannya, goyangnyanya.
” Remas tetekku Man, remaslah….yang kencang ya ?” Pintanya. Aku meremasnya. ” Cium bibirku Man..cium ? Aku mencium bibir indah itu dan kuisap lidahnya dalam-dalam, nikmat sekali, sesekali dia mengerang kenikmatan. ” Sekarang isap tetekku, teruskan…terus…..Oh….Ohhhh…..Man…Leman…Ohhh…aku keluar Man….aku kalah” Dia mencubiti pinggulku, sesekali tawanya genit. ” kamu curang….aku kalah” ujarnya. ” Sekarang gilirang kamu Man….keluarkan sebanyak mungkin ya? ” pintanya. ” Saya sudah keluar dari tadi Bu, tapi saya tetap bertahan, takut Ibu marah nanti ” Jawabku. ” Oh Ya?…gila..kuat amat kamu ?!” balas Bu Maya sambul mencubit pipiku.
” Kenapa Ibu suka main di tempat begini gelap ?” ” Aku suka alam terbuka, di alam terbuka aku bergairah sekali. Kita akan lebih sering mencari tempat seperti alam terbuka. Minggu depan kita naik kapal pesiarku, kita main diatas kapal pesiar di tengah ombak bergulung. Atau kita main di pinggir sungai yang sepi, ah… terserah kemana kamu mau ya Man ?”Selesai main, setelah kami membersihkan alat vital hanya dengan kertas tisue dan air yang kami ambil dari jiregen di bagasi mobil, kami istirahat. Bu Maya yang sekarang tidur di pangkuanku. Kami ngobrol panjang lebar, ngalor ngidul. Setelah sekian lama istirahat, kontolku berdiri lagi, dan dirasakan oleh kepala Bu maya yang menyentuh batang kejantananku. Tak banyak komentar celanaku dibukanya, dan aku dalam sekejap sudah bugil. Disuruhnya aku tidur dengan kaki merentang, lalu Bu Maya membuka celana trainingnya yang tanpa celana dalam itu. Bu Maya mengocok-ngocok penisku, diurutnya seperti gerakan tukang pjit mengurut tubuh pasiennya. Gerakan tangan Bu Maya mengurut naik-turun. Karuan saja penisku semakin membesar dan membesar. Diisapnya penisku yang sudah ereksi besar sekali, dimainkannya lidah Bu Maya di ujung penisku. Setelah itu, Bu Maya menempelkan buah dadanya yang besar itu di penisku. Dijepitkannya penisku kedalam tetek besar itu, lalu di goyang-goyang seperti gerakan mengocok. ” Giaman Man ? enah anggak ? ” ” Enak Bu, awas lho nanti muncrat Bu” jawabku.. ” Enggak apa, ayo keluarkan, nanti kujilati pejuhmu, aku mau kok ?!” . Bu Maya masih giat bekerja giat, dia berusaha untuk memuaskan aku. Tak lama kemudian, Bu Maya naik keposisi atas dan seperti menduduki penisku, tapi lobang memeknya dimasuki penisku. Digoyang terus…hingga aku merasakan nikat yang luar biasa. Tiba -tiba Bu Maya terdiam, berhenti bekerja, lalu berjata :” Rasakan ya Man ? pasti kamu bakal ketagihan ” Aku membisu saja. dan ternya Ohh….memek Bu Maya bisa melakukan gerakan empot-empot, menyedot-nyedot dan meng-urut-urut batang kontolku dari bagian kepala hingga ke bagian batang bawah, Oh….nikmat sekali, ini yang namanya empot ayam, luar biasa kepiawaian Bu Maya dalam bidang oleh seksual. ” Enak syang ?” tanyanya. Belum sempat aku menjawab, yah….aku keluar, air maniku berhamburan tumpah ditenga liang kemaluan Bu Maya.
” Itu yang namanya empot-empot Man, itulah gunanya senam sex, berarti aku sukses l;atihan senam sex selama ini ” Katanya bangga. ” Sekarang kamu puasin aku ya ? ” Kata Bu Maya seraya mengambil posisi nungging. Ku tancapkan lagi kontolku yang masih ereksi kedalam memek bu Maya, Ku genjot terus. ” Yang dalam man…yang dalam ya..teruskan sayang…? oh….enak sekali penismu…..oh….terus sayang ?!” Pinta Bu Maya. Aku masih memuaskan Bu Maya, aku tak mau kalah, kujilati pula lubang memeknya, duburnya dan seluruh tubuhnya. Ternyata Bu Maya orgasme setelah aku menjlati seluruh tubuhnya. ” kamu pintar sekali Man ? belajar dimana ? ” ” Tidak bu, refleks saja” Jawabku.
Sebelum kami meninggalkan tempat itu, Bu Maya masih sempat minta satu adegan lagi. Tapi kali ini hanya sedikit melorotkan celana trainingnya saja. demikian pula aku, hanya membuka bagian penis saja. Bu Maya minta aku melakukanya di dalam mobil, tapi ruangannya sempit sekali. Dengan susah payang kami melakukannya dan akhirnya toh juga mengambil posisinya berdiri dengan tubuh Bu Maya disandarkan di mobil sambil meng-angkat sedikit kaki kanannya.Sejak saat malam pertama kami itu, aku dan Bu Maya sering bepergian keluar kota, ke pulau seribu, ke pinggir pantai, ke semak-semak di sebuah desa terpencil, yah pokoknya dia cari tempat-tempat yang aneh-aneh. Tak kusadari kalau aku sebenarnya menjadi gigolonya Bu Maya. Dan beliaupun semakin sayang padaku, uang mengalir terus ke kocekku, tanpa pernah aku meminta bayaran. Dia menyanggupi untuk membiayai kuliah hingga tamat, asal aku tetap selalu besama Bu Maya yang cantik itu.
Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Pasutri.
-

Video bokep Amarna Miller dan Vanessa Staylon bercanda didepan cermin
-

Cerita Sex Berhubungan Intim Sama Cewek Perawan Universitas
Langsung aqu peras otak untuk cari langkah dekatinya, mahfum baru kali itu aqu berusaha untuk melamar wanita untuk menjadi kekasih.Secara singkat pada akhirnya aqu peroleh Sabri jadi kekasihku. Awal mula kita berpacaran jalan biasa saja dalam makna normal saja, layaknya seperti remaja lain yang pacaran.

Foto Bokep Barat – Tapi saat satu saat aqu mengajak Sabri keluar untuk rayakan Valentines Day ia meminta janji yang aqu katakan waktu di jalan. Memang waktu itu aqu berikan ia surprise seikat mawar merah pertanda cintaqu kepadanya, terlihat ia kejutan sekali dan menanyakan “Wah, kamu ini senangnya kok membuat surprise sich sayg. Masih tetap ada surprise kembali tidak kelak?” Aqu jawab saja sekenaqu, “Oh, tentu ada doong..” sekalian otakku berputar-putar kerana memang aqu tidak ada surprise kembali buatnya.
Saat di mobil tetap di parkir sebuah rumah makan yang tempatnya memang cukup gelap sesudah kita usai makan dan akan pulang, Sabri meminta lagi janjiku itu “Mana doong, ucapnya ada surprise kembali buat aqu?” rajuknya manja. Aqu terhenyak kebingungan, belum aqu berpikiran tanpa kusadari aqu menyorongkan mukaku ke muka cantiknya untuk mencium pipinya. Tetapi rupanya wanitaku itu justru menyambutnya dgn bibir sensualnya sampai bibir kita sama-sama beradu. Aqu sebelumnya sempat terkejut , mahfum baru kali itu aqu mencium bibir wanita.
Tetapi kerana saat SMA aqu kerap baca buku dewasa dan simak film BF karena itu aqu juga selekasnya berusaha untuk menyeimbangi wanitaku dgn mainkan bibirku di bibirnya. Tidak lama kita berciuman, mungkin ia rasakan aqu yang demikian canggung dalam berciuman, alamak.. malu sekali aqu. Memang untuk Sabri, aqu ini ialah kekasihnya yang ke-3 sesudah putus dgn kekasih-pacarnya yang sebelumnya menjadi ia sudah eksper dalam soal cium-mencium dan sex dibanding dgn aqu yang cuma tahu teorinya saja. Tetapi berikut awalnya dari semua narasi cantik kita waktu pacaran.Semenjak waktu itu selanjutnya aqu menjadi suka untuk mencium bibir sensual wanitaku itu, bahkan juga justru ia yang menuntun tanganku untuk membelai-belai sisi tubuhnya. Di suatu pada saat kita berciuman pada sebuah lembah yang sepi di tepi sawah aqu dibikin lagi malu oleh Sabri kerana waktu itu memang aqu cuma mencium bibirnya saja dan tanganku anteng cuma merengkuh pinggul atau punggungnya. Dituntunnya tanganku ke arah buah dadanya yang memiliki ukuran 36B itu, dan kembali aqu terhenyak kerana kekenyalan bukit cantik kembar itu. Tanganku menelungkupi buah dada itu walaupun tetap tertutup pakaian, tetapi ada rasa nikmat dan senjataqu menjadi tegang.
Lantas aqu bebaskan kecupanku sekalian melihatnya tetapi tanganku tetap memegang buah dadanya “Ada apakah sayang?” bertanya Sabri Aqu tersipu malu, selanjutnya Sabri menanyakan, “Ingin pegang ini hh..?” sekalian matanya melihat ke buah dadanya yang cantik tersebut. “Bisa..?” tanyaqu, tanpa menjawab Sabri langsung tarik tanganku masuk ke dalam kaos ketatnya sampai ke BH-nya dan dipelorotkan satu tali BH-nya hingga buah dadanya menyembul keluar. Tanganku juga menelungkupi lagi buah dadanya yang montok dan kenyal itu cuma perbedaannya saat ini tidak ada penghambat hingga putingnya yang bundar dan keras itu berasa di telapak tanganku. Sabri mendesah dan kembali kita berciuman, senjataqu juga jadi makin tegang dan merekah dalam celana jeansku.
Kerana gairahku sudah tiba ubun-ubun kugesekkan kemaluanku ke perutnya, Sabri makin mendesah rasakan besarnya senjataqu. Semua itu kita laqukan sekalian berdiri bertumpu pada suatu pohon. Kerana tempat itu cukup terbuka pada akhirnya kita mengakhiri cumbuan kita kerana taqut kedapatan masyarakat sekitaran. Tapi kemudian aqu menjadi makin berani dan pandai dalam bercumbu,kerap kita melaqukan di rumahku di waktu kerjakan pekerjaan universitas berdua, disokong situasi rumah yang sepi kerana ke-2 orangtuaqu bekerja dan adikku waktu itu masih sekolah cuma ada pembantu yang menyambi membuka warung kelontong dalam garasi rumahku.
Terkadang kita bercumbu waktu di bioskop, di mobil, sampai di dalam kamar kecil universitas bahkan juga saat kita berdua boncengan naik motor Sabri kerap meremas-remas dan mainkan gagang kemaluanku dari belakang.Di sofa waktu di rumahku kita bercumbu dgn hot-nya, aqu membuka kaos ketat Sabri yang menggunakan resleting di muka sebagai kancing (menyengaja aqu belikan kaos itu buatnya agar gampang dibuka saat ingin bercumbu). Aqu membuka BH-nya hingga tampaklah buah dadanya yang menyembul cantik di hadapanku.
Selanjutnya aqu remas-remas dgn pergerakan putar di luar ke arah ke. Sementara itu aqu melumat bibir sensualnya, selanjutnya turun ke lehernya. Aqu jilati lehernya sampai ke telinganya, Sabri mendesah perlahan tanda ia mulai terangsang. Jilatanku terus turun sampai selanjutnya ke buah dadanya. Aqu jilati dan caplok buah dada itu, kusedot-sedot, lantas kujilati putingnya. Sabri meremas rambutku sekalian menekan kepalaqu ke dadanya.
Terus kulaqukan itu pada buah dada yang satu kembali. Jilatanku turun ke perut, kujilati perutnya Sabri menggeliat
kegelian. Tetapi jilatanku tidak dapat turun kembali kerana terhambat celana panjang katunnya. Gairahku makin mencapai puncak, kemaluanku tegang sekali ingin cari lubang kepuasannya untuk kumasuki.Kurebahkan ia di atas sofa itu selanjutnya kugulung ke atas sampai ke paha celana katunnya. Kelihatan betis cantiknya melawan dan paha mulusnya yang putih itu seolah panggilku untuk mengelusnya. Langsung kucium, jilati, dan elus mulai betis cantiknya sampai ke pahanya.
Memang aqu selalu tertarik dgn wanita yang elok seksi dan memiliki sepasang kaki yang cantik dan panjang seperti Sabri wanitaku tersebut. Gagang kemaluanku sudah tambah tegang dalam celana pendekku yang kukenakan dan aqu tidak kuat kembali, selanjutnya aqu tindih tubuh Sabri sekalian mengepaskan kemaluanku yang tegang itu di lobang kemaluannya yang tetap tertutup celana katun tersebut.
Sabri merengkuhku dan kugesek-gesekkan gagang kemaluanku di sana sekalian tanganku tidak henti mengelus betis mulus dan meremas pahanya.“Ssh.. ah.. ah.. ah.. ehm.. sayg, I want it real baby.. ehm.. ehmm.. ssh..” desah Sabri di kupingku. Aqu tidak perduli dgn ucapannya, gesekanku kupercepat buah dada Sabri bergerak kerana desakanku di tubuhnya. Sabri makin tidak karuan pergerakannya, sekalian menggigit bibir bawahnya ia terus mendesah dan aqu makin terangsang oleh desahannya tersebut. Selang beberapa saat Sabri
mempererat dekapannya sekalian memasukkan mukanya ke dadaqu yang dengan bulu dan berteriak ketahan (taqut kedapatan pembantuku soalnya), “Aaahh.. sayaangg.. oohh.. aqu keluar baby.. eehh.. hhmm..” Kuhentikan gesekanku di kemaluannya, dan Sabri melepas dekapannya sekalian mengecup bibirku dan berbicara “Kamu huebat sayg..” dgn matanya yang cantik mengerjap-ngerjap seolah tetap nikmati orgasmenya tersebut. Saat ini tinggal aqu yang belum habis, Sabri seolah memahami kemauanku selanjutnya bangun dan buka celanaqu selanjutnya raih gagang kemaluanku yang berdiri yang tegak itu, dielusnya perlahan-lahan selanjutnya dikocaknya lantas dikulumnya gagang kemaluanku. Geli sekali rasanya, tetapi sedap sekali! Lain sekali rasanya jika aqu masturbasi sendiri memakai guling yang sejauh ini kerap aqu laqukan.Dihisap-sedot oleh mulutnya kemaluanku, tetapi selanjutnya aqu ambil kepalanya dan kusuruh Sabri untuk telungkup di atas sofa. Sesudah telungkup kupandangi pantatnya yang padat bundar tersebut lantas kuremas- remas. Aqu lantas mengangkanginya dan menggesekkan gagang kemaluanku sebelumnya di betis cantiknya lantas di paha putih mulusnya selanjutnya usai di pantat bulatnya yang tetap tertutup
celana katun tersebut. Kugesekkan, ooh.. sangat nikmat pantatnya sekalian tanganku meremas-remas buah dadanya dan kuciumi pipi dan lehernya. Gesekanku di pantatnya makin kupercepat, sampai Sabri tergerak di depan kerana pergerakanku. Pada akhirnya penantianku nyaris sampai, “Oh.. Sabri.. pantatmu sedap sekali.. uuh.. aqu ingin keluar sayg.. aah..” dan, “Creet.. croot.. croot..” air maniku terpancar keluar dalam celana dalamku. Aqu terkulai lemas menindih Sabri yang masih telungkup sementara gagang kemaluanku tetap di pantatnya yang bundar tersebut.Kemudian kita membereskan pakaian dan kerjakan lagi pekerjaan kuliah kita. Nach, karena itu saat kita bisa pekerjaan dalam kuliah, kita suka masalahnya dapat peluang untuk bercumbu riang, untuk membuat lancar itu aqu dan Sabri selalu berdua membuat barisan sendiri (mahfum, kita berdua memang sama punyai gairah yang besar).
Tapi itu belum berapa, pucuknya saat mahasiswa angkatanku akan melangsungkan studi tur ke Jakarta, sudah pasti aqu dan Sabri menjadi panitia pokok dan kerana aqu memegang sebagai sekretaris Himpunan Mahasiswa Jalur. Karena itu automatis rumahku menjadi base camp beberapa anak panitia untuk membikin beberapa surat lawatan ke beberapa instansi di Jakarta dan perizinan dan membuat buletin
studi tur. Nach, saat sebelum beberapa teman tiba Sabri pagi-pagi sekali sudah tiba di rumahku, tidak lain maksudnya untuk bercumbu mesra itu barusan. Tapi bukan itu yang akan kuceritakan, kerana ada pengalaman lain yang tidak terlewatkan bagiku untuk kuceritakan di sini.Singkat kata studi tur kita jalan prima,aqu dan Sabri sudah mempunyai gagasan Sabri untuk memisah diri dari kelompok sesudah lawatan paling akhir dalam suatu kantor organisasi dunia di Jakarta. Kita berdua setuju untuk tidak meng ikuti kelompok yang saat sebelum pulang ke Y akan singgah wisata di Dunia Fantasi, kerana nanti rupanya kita berdua membuat dunia fantasi kita. Untuk menipu dosen dan beberapa teman yang lain, kita pamit memisah diri dari kelompok dgn tujuan masing-masing. Sabri akan ke rumah kakak wanitanya di Bekasi dan aqu akan ke rumah Pakde di Jakarta Selatan. Tapi sesudah aqu telephone ke Pak De rupanya beliau satu keluarga sedang berada di Pucuk sepanjang tiga hari dan di dalam rumah cuma ada pembantu saja. Dengar itu Sabri langsung ajakku ke rumah kakaknya saja, aqu menurut saja kerana aqu tidak demikian tahu kota Jakarta.
Setelah tiba di dalam rumah kakak wanitanya, aqu diperkenalkan dgn suaminya. Tidak berapakah lama aqu makin dekat dgn keluarga muda itu. Mereka belum memiliki anak dan ada di perumahan dgn satu pembantu. Kerana kakak ipar Sabri ialah karyawan yang repot, beliau seorang manajer pada sebuah perusahaan konstruksi alat berat, karena itu sampai di dalam rumah sudah raih dan secara langsung tertidur di dalam kamar. Dan kakak Sabri seorang ibu rumah-tangga biasa. Aqu dikasih ruang tidur yang terpisahkan dari kamar Sabri, tapi di suatu malam Sabri menyelusup ke kamar yang kutempati. Mula- mula kita cuma ngobrol-ngobrol saja mengulas gagasan kembalinya kita berdua, tetapi makin lama kita makin mendekat dan secara langsung berciuman. Memang sepanjang studi tur kita “puasa” tidak bercumbu, karena itu peluang itu tidak kita menyia-nyiakan apalagi kakak Sabri dan suaminya sudah tertidur di dalam kamar atas dan pembantu sudah melar semenjak jam sembilan malam.
“Sayg! tolong membuka bajuku doong.. agar sedap,” kata Sabri Lantas kita bergulingan di atas kasur sama-sama menindih menyelesaikan keinginan yang ketahan.
Di antara bercumbu kedengar suara benda jatuh di teras depan. Aqu melepas kecupanku dan keluar mengecek, rupanya cuma satu ekor kucing yang menyenggol pot tanaman. “Apes..!” gerutuku,
“gangguin orang kembali senang saja tuch kucing.” Tetapi untungnya seisi rumah tidak ada yang terjaga karena kucing buluk tersebut. Lantas kembali aqu masuk ke dalam kamar meneruskan permainanku dgn Sabri Mulai kulumat bibirnya, kumainkan lidahku di mulutnya, kucium lehernya dan kujilati telinganya. “Aaah.. sayg, kamu.. hh.. rindu tidak sam.. sama aqu?” bertanya Sabri sekalian tersengal-sengal meredam rangsanganku. Aqu tidak menjawab kerana mulutku repot menciumi lehernya. Tanganku melepaskan BH- nya, tetapi Sabri merajuk dan menggunakan lagi BH tersebut. “Enngg.. sayg jangan gunakan tangan doong.. ngelepasnya pakai mulut kamu donk yaang.. please..” gila tenan, baru ini kali Sabri meminta yang serba aneh sama aqu. Tetapi aqu patuhi tekadnya.
Kugigit tali BH-nya lantas kupelorotkan sampai ke lengan, sedangkan itu untuk buka cup BH-nya kugigit pinggirannya dan kupelorotkan ke bawah sampai hidungku menyenggol putingnya yang sudah tegak mengeras tersebut. “Aaauuw.. geli sayg, teruss.. sayg yang satunya kembali..” pinta Sabri manja.
Kembali aqu melaqukan hal yang sama pada buah dada yang satunya sampai menyembul, keluarlah dua bukit kembar yang montok, besar dan cantik itu di muka mataqu. Dgn buas langsung kucaplok buah dada kirinya, kusedot-sedot dan kujilati putingnya sementara tangan kiriku meremas-remas buah dada kanannya. Selanjutnya berganti-gantian kucaplok buah dada kanan sementara buah dada kiri kuremas-remas sekalian kumainkan putingnya (kerana buah dada kiri Sabri yang paling peka terserang rangsangan). Buah dadanya saat ini basah oleh air liurku hingga terlihat mengkilap didera sinar lampu kamar 5 Watt. Jilatanku turun ke perutnya, tanganku repot mengelus-elus betis cantik dan paha putih mulus Sabri Lantas kupelorotkan celana pendek yang dikenai Sabri hingga saat ini ia cuma menggunakan celana dalam saja. Aqu turun ke bawah untuk menciumi betis Sabri lantas naik ke atas menciumi pahanya sampai ke paha sisi dalam sampai kecupanku sampai di selangkangannya pas di lobang kemaluan dan klitorisnya yang tetap tertutup celana dalam. Kelihatan sudah basah celana dalam Sabri waktu itu. “Auuw sayg sedap.. ehmm.. teeruzz sayg.. lepas saja celanaqu..
ooh..” ceracau Sabri.Dengar itu tanpa diminta untuk yang ke-2 kalinya langsung kutarik celana dalam Sabri sampai lepas. Aqu terheran menyaksikan kemaluan Sabri yang sekelilingnya banyak bulu-bulu halus itu, sumpah baru ini kali aqu menyaksikan yang aslinya. Rupanya lebih cantik dibanding yang ada dilukis dewasa pada internet kerana dapat segera disentuh dan dijilati. Aqu tetap terkesima dan kebingungan menyaksikannya, lantas aqu terpikir sebuah episode di film BF yang sebelumnya pernah kutonton. Karena itu aqu juga selekasnya mengikuti episode itu, pertama kali kusentuh bibir kemaluan Sabri, “Eeeh.. hhmm..” desah Sabri Lantas kujulurkan lidahku dan memulai menjilat-jilati bibir kemaluannya, berasa asin dan bau ciri khas keperempuanan Sabri tapi makin membuatku bergairah. Selanjutnya lidahku menjilat-jilati klitorisnya yang mulai membesar itu, “Aaauw.. sayg, kamu apain anuku?” bertanya Sabri Tapi belum kujawab, Sabri berbicara, “Lagii doongg..” mintaqu untuk menjilat-jilati klitorisnya . “Oouw.. sedap sekali.. ehmm.. aduh.. sayy.. aanngg.. ehh..” ceracau Sabri sementara kujilati klitorisnya. Cairan kepuasan makin deras keluar lobang kemaluan Sabri dan tanpa sangsi kujilati, berasa asin dan baunya yang ciri khas benar-benar menggairahkanku.
Selanjutnya aqu bangun dan mengangkangi tubuh Sabri lantas kuletakkan gagang kemaluanku di lembah di antara ke-2 bukit kembarnya (sesudah kulepas pakaian dan celanaqu tentu saja). Kutekan dgn tangan ke-2 buah dadanya untuk menjepit gagang kemaluanku itu, sekalian merem terbuka kugesekkan gagang kemaluanku sampai sentuh dagu Sabri Selanjutnya aqu meminta Sabri untuk mengulum gagang kemaluanku, belum ia siap aqu sudah menyorongkan gagang kemaluanku ke mulutnya sampai masuk separuhnya. Sabri cuma diam, tetapi aqu selekasnya menarik dan menyorongkan kemaluanku bolak-balik. Mungkin kerana Sabri tidak siap ia cuma pasif saja hingga kutarik gagang kemaluanku. Sesudah jemu dgn style itu selanjutnya aqu merayap turun sekalian tanganku mengelus-elus kemaluan Sabri yang makin basah.
Itil V3
Kerana aqu sudah tidak kuat meredam gairah untuk menyebadani Sabri apalagi menyaksikan pandangan Sabri yang sayu yang sudah sama gairah, kuarahkan gagang kemaluanku yang mengacungkan tegak itu ke lobang kemaluannya. Tapi apa yang terjadi, saat hampir ujung kemaluanku berkenaan bibir kemaluannya, Sabri meredam perutku dgn tangannya, “Sayg kamu ingin ngapain? Ingin dimasukin yah.. jangan doong.. aqu kan masih perawan!” Busyet! gila tenaann, aqu seolah-olah disikat geledek dengar pengaquan Sabri dgn 1/2 tidak yakin. mungkin Sabri yang jadi pembinaku dan demikian pandai dalam soal sex yang notabene sudah pacaran sekitar 3x itu tetap perawan? “Please.. sayg.. tolong donk ngertiin aqu.. kita cicipin itu kelak kalau kita sudah nikah saja ya sayaangg..” lanjut Sabri Dengar itu aqu luluh , kerana aqu sendiri berprinsip tidak akan menghancurkan wanita cantikku ini saat sebelum menikah. Tetapi bagaimana donk, kemaluanku yang masih tegang itu saat hanya dianggurin saja. Lantas kubelai rambut Sabri yang masih kukangkangi itu sekalian berbicara, “Oke saygku, aqu tidak akan maksa kamu.. tetapi kita lanjutin donk acara kita. Saat sudah di pucuk kok ketahan, kita bermain seperti umumnya saja, gesek-gesekan okey?” sekalian kukecup kening dan bibirnya. Kemudian tangan Sabri yang meredam perutku dilepasnya hingga dgn cepat kuarahkan gagang kemaluanku untuk kugesekkan di bibir kemaluannya.“Cepak.. cepok.. cepak.. cepok..” bunyi gesekan kemaluanku dgn bibir kemaluan Sabri yang sudah benar-benar basah tersebut. Untungnya kasur itu cuma diadakan di atas alas di lantai hingga tidak ada bunyi derit tempat tidur karena pergerakan kita yang liar. Sabri cuma merem terbuka sekalian kadang-kadang mengeluh nikmat terima perlaquanku. Makin lama terlihat Sabri makin nikmati permainan kita itu dgn menggoyg-goygkan pinggulnya, hingga membuat aqu nekad arahkan kepala kemaluanku ke lubang kemaluannya. Kutekan sedikit hingga cukup masuk ke, yah.. kurang lebih cuma kepala kemaluanku saja, berasa hangat. Kutarik dan kutekan berulang-kali secara berhati-hati supaya tidak menghancurkan keperawanan Sabri Kuhentikan pergerakanku selanjutnya kucium bibir Sabri Berasa kemaluanku diapit
ketat, rasanya nyeri tetapi sedap sekali. “Sayg, kamu masukkan ya?” bertanya Sabri sekalian dadanya naik
turun kerana napasnya terengah-engah meredam gairah. “Tidak kok, hanya digesekin di luar saja,”
aqu mengelak (walau sebenarnya sich iya walaupun hanya sedikit).Kemudian kuganti style, sebagaimana umumnya Sabri kusuruh telungkup langsung kemaluanku kugesekkan di pantatnya yang empuk-empuk padat tersebut. Ehhm.. sangat nikmat rasanya. Nyaris aqu ingin keluar di pantat Sabri tetapi dgn semua daya usaha kutahan. Kubalikkan tubuh Sabri dgn halus kukecup bibirnya, buah dadanya, perutnya lantas kugesekkan kemaluanku di betis cantik Sabri Woouuwww..
makin tegang dan nikmaat. Apalagi aqu paling gairah dgn betis mulus dan cantik punya wanita. Gesekanku berganti-gantian di ke-2 betis cantiknya, begitupun dgn paha mulus putihnya, sampai berasa sudah di ujung air maniku ingin keluar “tempatnya”. Kembali gagang kemaluanku kugesekkan di bibir kemaluan Sabri, belum 5 kali gesekan aqu juga keluar dgn kesuksesannya, “Aaah.. Sabri sayg.. uuh.. aqu keluar ahh.. enaakk..”“Croot.. creet.. craat.. criit..”
Air maniku juga muncrat di perut Sabri dan beberapa di pangkal pahanya. Sabri kaget terkejut, lantas selekasnya bangun dan raih celana dalamku yang kebenaran berantakan di dekat tubuhnya dan selekasnya melap kemaluannya dari air maniku. Aqu mahfum menyaksikannya dan menolong bersihkan, lantas aqu gandeng ia ke kamar mandi untuk membersihkan kemaluannya dgn sabun antiseptik agar air maniku tidak masuk ke dalam rahimnya. Terang-terangan kita tidak siap jika Sabri hamil lebih dulu. Sesudah dikeringkan dgn handuk, aqu dekap tubuh bugil seksinya dan kukecup kening dan bibirnya sambil kubelai rambut harumnya. Ia mencubit dada berbuluku, sekalian berbicara, “Iiih.. kamu bandel sekali siih sayg, kelak kalau aqu hamil bagaimana hayoo!” Mata bundar cantiknya mendelik ke arahku, tapi bukanlah aqu menyesal tetapi justru gaungs menyaksikan mukanya saat sedang geram begitu menjadi tambah terlihat elok sekali. Akhirnya aqu peluk tubuhnya ke dekapanku dan kemaluanku kembali tegang.
Sesudah keluar kamar mandi kita membereskan diri dan Sabri kembali lagi ke kamarnya kembali sesudah mencium bibirku dgn halus lantas aqu tertidur kecapaian. Sampai esok harinya aqu terjaga cahaya matahari sudah jelas tembus kamar dan mataqu tertumbuk pada bintik merah cukup tidak terang dan masih tetap sedikit basah di seprei kasurku. Ya ampuun, jika betul itu bintik darah bermakna memang Sabri masih perawan dan aqulah yang ambil keperawanannya meskipun aqu tidak berniat begitu. Baru aqu yakin memang Sabri ialah wanita baik, hingga membuatku tambah cinta. Maafkan aqu sayg, aqu sudah berprasangka jelek dengan kamu, ohh wanita cantikku rupanya masihlah ada wanita seperti kamu yang tetap jaga kesuciannya.
Tetapi peristiwa itu justru tidak membuat kita berdua jera, bahkan juga malam selanjutnya kita melaqukan kembali di kamarku sebelumnya setelah Sabri katakan padaqu jika lobang kemaluannya linu kusodok dgn gagang kemaluanku. “Tetapi kamu jangan jera lho sayaang.. malam nanti kembali yaah..” bisiknya manja saat kita jalanan di Mall. Sampai selanjutnya kita pulang ke Y di atas kereta dgn diam-diam kita sama-sama cium bibir dan remas sisi tubuh kita yang sensitif rangsangan.
Nach, tersebut pengalaman pribadiku yang tidak dapat kulupakan sampai saat ini meskipun sekarang ini aqu dan Sabri sudah pisah kerana banyak rintangan seperti hal yang benar-benar konsep buat kita berdua yang mengadang jalinan kita. Dgn sadar dan berat hati meskipun berasa pedih dan sakit di dada, kita mengakhiri jalinan kita, dan sudah sejak putus dgn Sabri empat tahun kemarin di tahun akhir 96, aqu belum temukan alternatif Sabri sebagai belahan jiwaqu. Sabri, aqu selalu dan masih tetap menyukaimu meskipun kita tidak dapat berpadu, kamu masih tetap berada di hatiku sebagai sisi dari memory cantik hidupku sejauh ini. Maafkan atas semua perlakuanku padamu sepanjang kita memadu kasih dan kudoakan mudah-mudahan kamu berbahagia bersanding dgn orang yang betul-betul dapat menuntun dan menyukaimu untuk selama-lamanya. Aqu akan ikut berbahagia jika kamu rasakan berbahagia permaisuriku. Terima kasih atas semua perhatianmu dan kasih saygmu kepadaqu yang sudah kau beri dan jangan kau melupakan aqu sayang.
-

Kisah Memek Seks Dengan Mahasiswi

Duniabola99.com – Ketika itu Aku adalah seorang manajer di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Walaupun aku sudah lama bekerja tetapi aku masih melajang. Cerita ini diawali saat aku bertemu seorang mahasiswi yang sedang magang di kantorku.Mahasiswi tersebut bernama Nofi.Aku tidak begitu tahu kuliah apa yang ia ambil, tetapi ia bekerja sebagai sekretaris di kantorku tersebut!
Nofi merupakan gadis yang sangat manis,berkulit putih layaknya wanita keturunan Chinese, memiliki tubuh langsing bak gitar,rambutnya berwarna hitam kecoklatan dgn panjang sebahu,dan raut wajahnya mirip-mirip Dian Sastrowardoyo.Penampilan Nofi sangat menarik perhatian pria2 di kantorku,krn dia berpenampilan layaknya mahasiswi di kampus.Ini menjadi angin segar tersendiri untuk kami para pria hidung belang!
Suatu hari Nofi datang ke ruanganku untuk meminta tanda tanganku.Aku terkejut melihat penampilannya yang sexy sekali.Ia mengenakan kaos hitam lengan pendek yg sangat ketat,rok mini berbahan jeans yg di atas lutut,dan sepasang sandal hak tinggi utk wanita.Aku bisa melihat bentuk payudaranya yg membusung dr balik kaos ketat itu dgn jelas dan juga pahanya yg putih mulus itu bisa kupandangi sepuasku.Nofi masuk ke ruanganku dan menyerahkan beberapa dokumen utk kutandatangani.Saat ia berada di dekatku,sepintas tercium harum semerbak dari tubuhnya yang sedikit2 mulai merangsang kontolku.Kulihat Nofi agak tegang,jadi kupersilakan ia duduk di depan mejaku.Sambil pura2 baca dokumen,aku mulai sedikit2 bicara dengannya,basa basi layaknya atasan dan bawahan,sambil saling berkenalan.”Kamu kok sering bgt pakai baju itu sih??”,tanyaku pada Nofi.Nofi jadi tersipu malu mendengar pertanyaanku seraya menjawab,”Habisnya kata temen2 aku keliatan cantik kayak model klo aku pakai baju ini.Memangnya kenapa pak??”.”Ngga apa2 kok,saya juga suka ngeliat kamu berpakaian seperti ini,betul2 cantik kayak model.”,ujarku padanya.”Bapak bisa aja ah,”,tukas Nofi sambil tersipu malu.
Kuberanikan diri bertanya lebih jauh padanya,”Nofi,kamu udah punya pacar belum??”.”Sudah,pak.”,jawab Nofi.Aku agak kecewa mendengarnya,tp aku terus berusaha memancingya untuk bicara ttg seks.”Beruntung sekali orang yg jadi cowo kamu,dia pasti bahagia sekali bisa berhubungan seks dengan cewe sesexy kamu.”,ujarku sambil bercanda.Nofi tiba2 terlihat sedih,ternyata dia belum pernah sekalipun berhubungan seks dgn pacarnya dan hal itu membuatnya malu di hadapan teman2nya di kampus yg sudah pernah berhubungan seks dgn pacar masing2 dan pacar Nofi juga orangnya sangat alim shg sulit diajak ngesex.Aku hanya menggangguk saja mendengar penuturannya.Terlihat hasrat Nofi utk merasakan nikmat duniawi,tetapi pengetahuannya ttg sex juga masih tergolong dangkal.
“Pak,temen2 saya bilang sex itu nikmat.Bener ga sih??”,tanya Nofi padaku.Aku sempet terkejut mendengar pertanyaannya,lalu kujawab,”Bener,temen2 kamu itu bener.Sex itu mang nikmat kok,temen2 saya juga bilang begitu.Saya sendiri juga blom pernah nyoba sih”.Nofi terlihat makin sedih,menyadari ketidakmampuan dirinya dalam berhubungan seks.Kuhibur ia sejenak,sambil kuajak bercanda dan berkata,”Gimana klo kamu coba ML sama saya skrng disini,nanti saya ajarin teknik2nya deh biar cowo kamu bisa tunduk ama kamu di atas ranjang,bahkan bisa aja cowo kamu yang ketagihan nanti” .
Nofi terlihat gelisah,”Gimana nanti klo ketauan/diintip orang2 sini,pak??”,tanyanya padaku.”Tenang,kita seks kilat aja,sekitar 10-15 menitan.”,ujarku.Nofi pun menerima tawaranku,dan akupun bersorak kegirangan dalam hati.”Kesempatan bagus nih.”,ujarku dalam hati.Kebetulan setiap ruang untuk direktur dan manajer di kantorku ada toilet pribadi yang terpisah dgn toilet umum.Kutuntun Nofi masuk ke dalan toilet pribadi dalam ruanganku,dgn maksud agar suara kami tak terdengar ke luar.Aku segera mengunci pintu toilet dari dalam,seraya mulai memeluk Nofi.Lalu aku duduk di atas kloset dan kusuruh Nofi duduk di atas pangkuanku,dgn posisi payudaranya menghadap wajahku.Sejenak kunikmati harum tubuhnya,sambil menjamah2 kaos ketatnya yg hitam legam itu.Lalu aku menyibakkan rok mininya yg terbuat dr jeans itu,shg terlihatlah paha putih mulus dan cd Nofi yang berwarna hitam.krn ini seks kilat,maka aku hanya memelorotkan cd Nofi sedikit,lalu kuselipkan kontolku pada cd Nofi,menuju memeknya yang masih berbulu jarang itu.
Tanpa kesulitan,aku berhasil mencapai ‘target’,kontolku sudah menancap pd memek Nofi.kedua tanganku memegang pinggul Nofi dan menggerakkannya ke atas-bawah.nikmat sekali rasanya,dan raut wajah Nofi menunjukkan bahwa ia sangat menikmati perhelatan ini,pdhal ini pertama kali untuknya.desahan2 Nofi menjadi makin tak terkendali,pertanda dirinya sudah tenggelam dalam nikmat duniawi.sekali2 ia menjambak rambutku dan menekan kepalaku shg wajahku menempel di atas payudaranya,sambil kujilati dan kuhisap payudara yg tertutup kaos ketat itu.kulumat bibir Nofi dengan maksud utk meredam suara desahannya.sengaja kulepaskan kedua tanganku dari pinggulnya,dan pinggul Nofi sudah bergerak naik turun dgn sendirinya.lama kelamaan pinggul Nofi bergerak tak beraturan!mantabs banget pokoknya.
Kuselipkan kedua tanganku ke dalam kaos ketat Nofi,melewati BHnya,dan akhirnya memegang payudaranya tanpa dilapisi apapun.sejuk rasanya sewaktu kupegang payudaranya,sepertinya ia kedinginan dari tadi sewaktu kuajak ngobrol.tak lupa tanganku menjamah bagian2 tubuh Nofi yg lain seperti pantat,paha,kaki,dll.kuangkat kaki kiri Nofi dgn tanganku sekitar 60 drajat,lalu kujilati pahanya yg mulus.kadang aku kembali melumat bibirnya bila ia mulai mendesah tak karuan.kontolku sudah becek sekali krn terus berada dlm memek Nofi yg basah itu.
tak terasa 15 menitpun sudah berlalu.kami belum sempat orgasme,tetapi paling tidak bisa merasakan nikmat duniawi dlm sekejap mata.kusadarkan Nofi yang sudah larut dlm nikmat duniawi itu.Nofi yg tersadar jd tersipu malu krn sadar dirinya sudah seperti wanita murahan saja.kucoba mancabut kontolku yg dijepit memek Nofi dr tadi,awalnya sulit krn godaan utk terus lanjut,tetapi akhirnya bisa setelah berhasil melemaskan kontolku.Nofi buru2 mengencangkan celana dalamnya dan aku merapikan celana panjangku,lalu kubantu mengeringkan kaos ketat Nofi yg basah krn ludahku tadi.untung saja ludahku yg menempel pada paha Nofi sudah kering.aku pun keluar lebih dulu dr toilet utk mengecek keadaan di luar ruang kantorku.kebetulan banyak karyawan sedang makan siang,jd keadaan relatif aman.”Kapan2 kita lanjutin lagi deh yg tadi,tp di luar kantor.Gimana,seks itu nikmat kan??”,ujarku pada Nofi.Nofi hanya mengangguk sambil tersenyum malu.Lalu Nofi pun segera keluar dr ruanganku dan kembali ke meja kerjanya.
-

Kisah Memek Perkasanya tetanggaq

Duniabola99.com – Aku Sintia, aku tinggal disatu komplex perumahan. aku kerja sebagai karyawati disatu perusahaan asuransi jiwa terbesar disini. Aku resminya si dah nikah, tapi dah ampir 2 tahun kosong terus. Suamiku punya bisnis yang cukup sukses, dia sangat menekuni kerjaannya, sehingga jelaslah kalo sukses dalam segi materi. Cuma dia tu sangat workaholik sehingga kerjaan menjadi istri pertamanya sedang aku istri yang gak tau deh ke brapa. waktunya abis untuk ngurusi kerjaannya, tiap ari larut malem baru pulang, weekend juga lebi sering ngurus kerjaannya daripada ngegelutin aku, gak heran deh kalo aku kosong trus dan 2 tahun dikawinin juga. Temen2 kantor suka ngeledekin aku jablay, ya memang bgitulah adanya, aku cuman senyum ja kalo diledekin gitu, padahal aku menggebu2 nunggu siapa yang mo blay aku, tapi aku malu untuk mulai duluan. temen2 lelaki di kantor si banyak yang oke punya, tapi ya itu, aku mulai untuk inisiatif duluan dan temen2ku juga sopan2 banget untuk mengajakku kearah yang nikmat itu. Jadilah jablayku berkepanjangan.
Kalo weekend, aku suka jalan pagi ma temen deketku di komplex rumah, dia suka ngasuh anjingnya, gak tau deh ras apa, bagus si anjingnya, besar, bulunya panjang2 tapi bukan herder atawa doberman. Aku taunya cuma 2 ras anjing itu aja, yang laennya walahualam bisawab. Sebenarnya aku takut ma anjing besar gitu, tapi kayanya si gak galak. cuman kalo ketemu dia suka menciumi kakiku dan kadang menjilat betisku, aku suka menggelinjang dijilat gitu, sayang anjing yang ngejilatin hihi. Sering juga si kalo lagi jalan pagi ma temenku aku ktemu ma tetanggaku selang satu rumah dari rumahku. Tu bapak rajin jalan pagi, umurnya 40an kayanya si, seumuran misua gitulah, cuman liat badannya tegap atletis, ganteng pula, seneng ja aku ngelihatnya. Coba ja dia mau blay aku, hihi ngarep mode on ni ye. Kalo ktemu cuma berhai hai basa basi gitu. Aku manggil dia pak dan dia manggil aku bu, formal banget ya.Sampe satu pagi weekend, dah terang si, aku telat keluar rumah sehingga gak ktemu temeku lagi. Memang si temenku biasanya jalan masi gelap. etika jalan didepan rumah si bapak, dia keluar rumah. “Mo jalan pagi ya bu, kok siang?” sapanya. “Iya ni pak, kesiangan, bapak juga tumben siang”. “Iya liat ibu jalan ndirian ya makanya aku kluar juga, jalan bareng yuk”. “Oke pak. Manggil aku Sintia aja deh pak, jangan bu sgala, kan Sintia masi muda blon ibu2”. “Iya, masi muda, cantik, sexy”. “Masak si pak, badan kecil gini, apa sexynya”. “Ya sexylah Sin, biar kamu imut tapi kan body kamu proporsional banget, itu namanya sexy juga”. Aku seneng ja dipuji gitu, soale yang dirumah gak perna muji aku. “Tersanjung ni Sintia pak”. “Gak nyanjung kok, memang kenyataannya gitu. Kamu kok gak perna kliatan misuanya Sin”. “Dia sibuk banget pak, jarang dirumah deh”. “Wah jablay dong ya”. “Iya ni, temen2 kantor juga bilang gitu. Bapak ndiri kok lebi sering kliatan dirumah, kerjanya dari rumah ya pak”. “Aku partner ma temenku, dia yang operasional, jadi aku skali2 ja kekantor kalo mo miting atao ada keperluan bisnis laennya”. “Wah enak dong pak, masi muda dah bisa snatai, tiap bulan tinggal nrima berjut jut ya pak, bole tu dibagi ke Sintia”. “Dia tertawa saja, “Jut jut panya”. “Iya ya masak cuman jut2, ratusan jut harusnya”. “wah itu mah gak sebulan lah Sin. Trus kamu ngapain ja kalo malem”. “Ya bengong ndirian ja pak, pulang, makan, beberes, liat tv trus bo2, mo ngapain lagi”. “Bosen dong ya”. “Banget, bapak ndiri pa gak bosen dirumah terus”. “Aku si ada ja yang dikerjain, kan kerjaan kantor suka dikirim kurir ke rumah”. “Kayanya bapak juga ndirian dirumah ya”. “Iya si, keluarga gak mo diboyong kemari, jadi ya pisah rumah deh, paling sebulan sekali aku kesana”. “Dimana si pak kluarganya”. Dia menyebutkan satu kota. “Oh gak jauh dong”. “Iya si, tapi kalo nglaju tiap ari mah cape lah, palagi macetnya itu lo”. “wah setornya sebulan sekali dong pak”. “Setor paan”. “Ya setor duit dan setor yang satu itu”, sengaja aku mancing2 dia. “Yang satu paan si”. “Pura2 gak tau ja ni sibapak”. “beneran gak tau tu”. “Masak si, Sintia jadi malu ni ngomongnya”. “Kok malu, kan masi pake baju, kalo bugil baru malu, apa enggak ya”. Kami tertawa aja. “masak bugil gak malu si pak, kalo dikamar ya enggak, tapi kalo depan bapak ya malu lah”. “Kok malu, coba deh bugil, ntar saya blay”, dia tertawa, wah dia mulai anget juga neh ngomongnya. “Mangnya bapak mo liat Sintia bugil didepan bapak, trus nanti diperkosa lagi”. “Kan kamu maunya kan”. “Ya gak lah pak, masak diperkosa, yang romantis2 gitu dong”. “Beneran mau yang romantis? aku juga mau kok”. Wah dah nyambung ni ngomongannya, tapi aku masi jual mahal.
“Ntar bapak kecewa lagi kalo dah liat Sintia bugil”. “Kayanya si enggak, liat dari luar ja dah sexy gini, palagi kalo dibugilin”, dia menggandeng tanganku dan mengajakku pulang. wah dah gak nahan dia rupanya. “Pak, ntar diliat tetangga, masak kita gandengan”. Dia melepaskan gandengannya. “Kita keluar aja yuk, jangan dirumahlah kalo mo berbugil ria”. Aku diem aja, wah kejadian ni, asik. “Mangnya bapak mo ngajak Sintia kemana”. “Kevila aja yuk, punya temenku, jarang banget ditinggalin, gak jauh kok”. Aku cuman ngangguk. Sampai dirumah kita janjian ktemu digerbang komplex aja supaya gak menyolok pergi bareng. Aku masuk rumah beberes ja, aku bawa bikiniku dan seperangkat baju ganti dan dalemannya, kosmetik ringan juga aku masukin ke tas kecilku. Aku memang dandannya yang simel2 saja sehingga gak banyak perlu kosmetik, hemat kan jadi prempuan kaya aku. Deket rumahku ada ojek mangkal, segera saja aku minta tukang ojek nganter aku keluar komplex. Diluar gerbang komplex, kulihat mobil si bapak dah nunggu. aku turun dari ojek dan bayar ongkosnya. Setelah yakin gak da yang memperhatikan aku segera aku menyelinap masuk mobilnya. “Bawa apaan tu Sin”. “Baju ganti pak”. “Mangnya perlu pake baju ya”. “Ih si bapak”, kataku manja sambil mencubit lengannya. “Kita cari sarapan dulu ya Sin”. “terserah bapak aja deh”. “Manggilnya jangan bapak lah, formal amir”. “Kok gak hasan pak”. Dia tertawa, ngerti maksudku apa dengan hasan. “Abis musti manggil apa, om deh ya, kan om lebi tua dari Sintia”. Dia senyum2 ja mendengarnya. Dia ngajak aku mampir di warung bubur ayam. “pernah makan bubur dimari Sin”. “Blon perna om, om tau aja tempt makan enak”. “ya kudu tau lah”. Memang enak banget bubur ayamnya, setelah makan dia ngajak aku ke mini market deket warung bubur ayam itu, beli camilan, mi nstan, minuman dan keperluan divila. Katanya si vilanya gak da papanya. “Makanan beli disana aja ya, deket situ ada warung sunda kok, enak makanannya”. “atur aja deh om”. Mobilpun mluncur menuju ke tekape. Di jalan aku becanda2 ja ma si om, dia humoris sehingga aku suka terpingkal2 mendengar guyonannya yang vulgar2 itu. Tangannya sering ngelus2 pahaku yang masi dilapisi jins ketat. “Dah gak sabar ya om”. Dia cuma senyum sambil mencubit pelan pahaku, sehingga aku menggelinjang.
Sesampainya aku disana, hari sudah lewat tengah hari. “Kita cari makan dulu yuk say”. “Kok say si om”. “Iya aku kan sayang ma kamu”. “wah senengnya disayang ma lelaki ganteng”. “Mangnya aku ganteng ya say”. “Banget, dibanding ma yang dirumah. Bodi om asik lagi, gak krempeng”. “Bwahnya juga asik kok say”. aku senyum aja sambil ngebayangin kaya apa kontolnya kalo dah ngaceng, jadi horny deh. Warung yang dibilang sibapak menyediakan makanan prasmanan, serba sunda, makan tinggal nyomot2 lauknya aja. Kenyang banget deh kalo maen comot makanan, abis smuanya kliatannya enak si. Si bapak membayar bil makanannya dan segera meluncur ke vila temennya. Gerbangnya tertutup, si bapak membunyikan klakson 4 kali, dari balik gerbang muncul bapak2 tua, dia manggut ke bapak dan membukakan gerbangnya. Bapak tua tu yang membersihkan dan nungguin vila. “Dah beres semuanya gan, makanan ada di meja, saya pamit dulu ya gan”. Si bapak kulihat menyelipkan uang warna merah 2 lembar ke tangan si bapak. “makasih banyak pak”. Tu bapak tua segera menutup gerbang vila dan tinggallah kami berdua disitu.Vilanya gak besar, halaman depannya kecil, tapi cukup untuk menampung 2 mobil, pager tinggi melingkari bangunan. Tapi di bagian belakangnya luas sekali, dipenuhi pepohonan rimbun, bahkan ada pool yang cukup besar. ada beberapa payung dipinggir pool dan ada saung yang dipenuhi dengan taneman merambat, romantis sekali suasananya. Dipojokan halaman ditempat yang agak tertutup kulihat ada mesin cuci pakean dan rak buat ngejemur pakean. Ruang dalem sebra minimalis, ada ruang besar yang berfungsi sebagai ruang keluarga dan ruang makan lengkap denga peralatan audiovisual dan lemari es serta dispenser, dapur dengan peralatan memasaknya, dan 2 kamar tidur besar dengan kamar mandi didalem. Kamar mandinya serba alami, ada gentong dengan ciduk batok kelapa, wastafel dan kaca rias. Ada juga shower dibagian kamar mandi yang terbuka. Kamar mandinya ternyata nyambung dengan pool dibelakang. Efisien banget ngatur pembagian lahannya, abis brenang bisa bebersih di kamar mandi, langsung masuk kamar, gitu kali maksudnya ya. Kulihat di meja makan sudah tersaji hidangan ala sunda juga, karena sudah makan ya buat ntar malem aja. Ada microwave oven sehingga gak ribet kalo mo ngangetin.
Segera aku menuju ke kolam renang. “Say, kamu bawa bikini gak, tuker dulu gih sana”. aku mengambil bikiniku dan segera menuju kekamar mandi. Ketika keluar berbikini ria, kembali dia menyambut dengan vulgarnya, “Wah say, bener2 napsuin kamu”. Langsung aja aku tenggelam dalam pelukan si bapak. Dia meletakkan tangannya di pahaku, tangan itu merabai pahaku secara perlahan sambil tangan satunya merangkulku dan mulai mremas tokedku. “Kan toked Sintia gak besar, kok om jadi napsu ngeremesnya si”. “kamu kan imut, pasti punya kamu juga rapet banget, jarang dipake kan”. aku meringis dan mendesah lebih panjang. Sementara lidahnya menjilati leherku, ke atas terus menggeliitik kupingku dan menyapu wajahku. Dia memegang tanganku dan meletakkannya diatas gundukan besar diselangkangannya yang masih tertutup celpen. Kuremas gundukan itu, “wah om besar banget si”. “Mangnya punya misua kecil ya say”. “besar juga si, tapi punya om super besar dan panjang lagi, apa muat segini dimasukin di mem3k Sintia”. Bibirku dipagutnya, kami berciuman dengan hot, lidah kami keluar saling jilat dan belit. Sambil berciuman, dia mengurai ikatan bra bikiniku sehingga tokedku terekspos sudah. Dia langsung mencaplok toked kiriku dengan liar dan ganas, pipinya sampai kempot menyedot benda itu. Tangan satunya mengorek-ngorek memekku dari samping cd bikiniku yang minim sambil mengelusi punggungku. Dia masih terus menciumiku, lidahnya terus menyapu rongga mulutku, begitu pula aku dengan liar beradu lidah dengannya. Jempolnya menggesek-gesek pentilku diselingi pencetan dan pelintiran. Aku sendiri makin intens mremas kontolnya. Kini dia suruh aku merunduk (sehingga posisiku setengah berbaring ke samping) dan mengemut kontolnya. Dengan bernafsu, aku melayani kontolnya dengan mulut dan lidah, mula-mula kujilati buah pelir dan batangannya dengan pola naik-turun, sampai di kepalanya sengaja aku gelitik dengan lidah dan kukulum sejenak. Pemiliknya sampai mengerang-ngerang keenakan sambil mremasi tokedku. Ikatan cd bikiniku diurai juga sehingga dengan mudah dia bisa mengobok-obok memekku dengan jari-jarinya, liang itu pun semakin becek akibat perbuatannya, cairanku nampak meleleh keluar dan membasahi jarinya. “Enngghh.. Uuuhh.. Uhh!” desahku disela-sela aktivitas menyepong.
Kemudian dia rebahan di matras dan dia suruh aku naik ke wajahnya, rupanya dia mau menjilati memekku, posisi 69 gitu. Kontolnya terus kukocok-kocok sambil mengemut pelirnya. Aku menyentil-nyetilkan lidah pada lubang kencingnya sehingga dia mengerang nikmat. “Ayo dong say, aku masukin ya, jangan cuma dibikin geli gitu” katanya sambil menekan kontolnya masuk ke mulutku, aku membelakak karena sesak. Aku memaju-mundurkan kepalaku mengemut kontolnya. Mulutku penuh terisi oleh batang besar itu sehingga hanya terdengar desahanku tertahan. dia menjulurkan lidahnya menyapu bibir memekku. Tangan kanannya mengelus-elus pantat dan pahaku, tangan kirinya dijulurkan ke atas memijati tokedku. pinggulku yang meliuk-liuk keenakan. Lidahnya menjilat lebih dalam lagi, dipakainya dua jari untuk membuka bibir memekku dan disapunya daerah itu dengan lidahnya. Memekku jadi tambah basah baik oleh ludah maupun cairanku sendiri. “Emmh.. Emmhh.. Angghh!” aku mendesah tertahan dengan mata merem-melek. Cairan bening meleleh membasahi memekku dan mulutnya makin mendekat ke selangkanganku dan menyedot memekku selama kurang lebih lima menit, selama itu tubuhku menggelinjang hebat dan sepongan terhadap kontolnya makin bersemangat.
Puas menikmati memekku, dia mengambil posisi duduk dan menaikkan aku ke pangkuannya. Tangannya yang satu membuka lebar bibir memekku sedangkan yang lain membimbing kontolnya memasuki liangku. Aku menurunkan tubuhku menduduki kontolnya hingga melesak ke dalam diiringi eranganku panjang. Terasa sekali benda bulat panjang nesar itu membelah memekku yang blon perna kemasukan kont0l sebesar itu. Diapun juga melenguh nikmat akibat jepitan memekku yang kencang itu. Aku mulai naik-turun di pangkuannya, tokedku diremasi dengan gemas. Aku terus menaik-turunkan tubuhku dengan bersemangat, semakin lama makin cepat dan mulutku menceracau tak karuan. Makin kerasa desakan kontolnya yang selain besar juga panjang sehingga seakan2 meembus masuk ke perutku. “Oohh.. Aauuhh.. Aahh!” lolongku dengan kepala mendongak ke langit bersamaan dengan tubuhku yang mengejang, kudekapnya kepalanya erat-erat sehingga wajahnya terbenam di belahan tokedku. Aku ambruk di pelukannya dengan kont0l masih tertancap. Dia mendekapku dan mencumbuku mesra, lidah kami berpaut dan saling menghisap. Dia mengambil minum dari dalem rumah, diberikannya ke aku dan langsung kutenggak sehingga abis. “Wah exhausted ya say”. “iya om, kan abis kerja keras. om belon ngecret tu”.
Aku direbahkannya kematras. Kedua pergelangan kakiku dipegangnya lalu dia bentangkan pahaku lebar-lebar. Setelah menaikkan kedua betisku ke bahu, dia menyentuhkan kepala kontolnya ke bibir memekku. Kembali memekku diregangkan maksimal untuk menampung kont0l besar yang menerobos masuk. Dia kembali mengerang nikmat akibat jepitan dinding memekku. “Uuuhh.. Uhh.. Sempit banget sih” erangnya ketika melakukan penetrasi. Dia mulai menggerakkan kontolnya pelan, aku merespon dengan rintihan. Dia menaikkan tempo permainannya, disodok aku sesekali, digoyangnya ke kiri dan kanan untuk variasi, tak ketinggalan tangannya mremasi pantatku. Aku semakin menggeliat keenakan, desahanku pun semakin mengekspresikan rasa nikmat Dia merundukkan badannya agar bisa menyusu dari tokedku, diemut-emut dan ditariknya pentilku dengan mulutnya.Sekitar limabelas menit kemudian aku mulai mengejang dan mengerang panjang menandai klimaksku. Tapi dia tanpa peduli terus menggenjotku hingga beberapa menit kemudian. Diapun mulai mengejang, “Crot dimana say”. “Didalem ja om biar tambah nikmat”. “hehhhh”, desahnya ketika dia menancapkan kontolnya dalam2 di memekku dan kemudian terasa sekali semburan pejunya yang banyak banget. Dia rebah menindihku. “Nikmat banget say”. aku seneng ja dipuji kaya gitu. “Sintia juga nikmat banget om, masi ada ronde kedua kan om”. Dia hanya menggangguk dan mencium bibirku. Karena lelah berbaur nikmat, aku jadi terlelap di saung itu, waktu aku bangun hari dah gelap, lampu saung blon dinyalakan. Aku segera bangun dan menuju ke rumah. aku mandi dulu menyegarkan badan. selesai mandi aku keluar hanya mengenakan t shirt kedodoran yang menjadi semacam rok mini buat aku, didalemnya tentu ja polos.
Si om lagi ngangetin makanan di microwave oven. “Dah laper lagi ya say, kan kerja keras barusan”. Aku cuma ngangguk. Selesai ngangetin makanan, dia pergi mandi sedang aku melahap makanan. Selesai makan, si om belon kluar dari kamar. Aku duduk di sofa sambil ngeliat tv, pake parabola tentunya. Aku mencari film dari channel yang hanya memutar film, pastinya di channel filmnya puti semuanya, gak da yang blau. Tak lama lagi, si om kluar hanya dengan lilitan anduk dipinggang. dia mendekati dan memelukku, berpelukan mulut kami mulai saling memagut, lidah bertemu lidah, saling jilat dan saling belit, kugenggam kontolnyanya dan kupijati. Elusannya mulai turun dari punggungku ke bongkahan pantatku yang lalu dia remasi. Segera saja tshirt yang kukenakan sudah terlepas. dia masi ja terbengong-bengong menyaksikan keindahan tubuhku, tangannya merabai paha dan pantatku. “Say cukur jembut yah, jadi rapih deh hehehe..” komentarnya terhadap jembutku yang secara berkala kurapihkan pinggir-pinggirnya hingga bentuknya memanjang. Menanggapinya aku hanya tersenyum seraya mendekatkan memekku sejengkal dan sejajar dari wajahnya, seperti yang sudah kuduga, dia langsung melahapnya dengan rakus. “Eemmhh.. Yess!” desahku begitu lidahnya menyentuh memekku. Kurenggangkan kedua pahaku agar lidahnya bisa menjelajah lebih luas. Sapuan lidahnya begitu mantap menyusuri celah-celah kenikmatan pada memekku. Aku mendesah lebih panjang saat lidahnya bertemu itilku yang sensitif. Mulutnya kadang mengisap dan kadang meniupkan angin sehingga menimbulkan sensasi luar biasa.
Sementara tangannya terus mremas pantatku dan sesekali mencucuk-cucuk pantatku. Aku mengerang sambil mremas rambutnya sebagai respon permainan lidahnya yang liar. Puas menjilati memekku, dia menyuruhku duduk menyamping di pangkuannya. Dengan liarnya dia langsung mencaplok tokedku, pentilku dikulum dan dijilat, tangannya menyusup diantara pahaku mengarah ke memekku. Selangkanganku terasa semakin banjir saja karena jarinya mengorek-ngorek lubang memekku.
Selain tokedku, ketiakku yang bersih pun tak luput dari jilatannya sehingga menimbulkan sensasi geli, terkadang dihirupnya ketiakku yang beraroma parfum bercampur keringatku. Tanganku merambat ke bawah mencari kontolnya, benda itu kini telah mengeras seperti batu. Kuelusi sambil menikmati rangsangan-rangsangan yang diberikan padaku. Jari-jarinya berlumuran cairan bening dari memekku begitu dia keluarkan. Disodorkannya jarinya ke mulutku yang langsung kujilati dan kukulum, terasa sekali aroma dan rasa cairan yang sudah akrab denganku. Tubuhku ditelentangkan di meja ruang tamu dari batu granit hitam itu setelah sebelumnya dia singkirkan benda-benda diatasnya. Nafasku makin memburu ketika kontolnya menyetuh bibir vaginaku. “Cepet om, masukin dong, nggak tahan lagi nih!” pintaku sambil membuka pahaku lebih lebar seolah menantangnya. Karena mejanya pendek, si om harus menekuk lututnya setengah berjinjit untuk menusukkan kontolnya. Aku menjerit kecil ketika kepala kontolnya yang besar mulai membelah lubang memekku. Selanjutnya kami larut dalam birahi, aku mengerang sejadi-jadinya sambil menggelengkan kepala atau menggigit jariku. Kini dia berdiri tegak memegangi kedua pergelangan kakiku, sehingga pantatku terangkat dari meja. Tokedku terguncang-guncang mengikuti irama goyangannya yang kasar. Dalam waktu duapuluh menit saja aku sudah dibuatnya orgasme panjang sementara dia sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar.
Sekarang dia merubah posisi dengan menurunkan setengah tubuhku dari meja, dibuatnya aku nungging dengan kedua lututku bertumpu di lantai, tetapi badan atasku masih di atas meja sehingga kedua tokedku tertekan di sana. Dia kembali menusukku, tapi kali ini dari belakang, posisi seperti ini membuat sodokannya terasa makin deras saja. Aku ikut menggoyangkan pantatku sehingga terdengar suara badan kami beradu yaitu bunyi plok.. plok.. tak beraturan yang bercampur baur dengan erangan kami. Tak lama kemudian aku kembali orgasme, tubuhku lemas sekali setelah sebelumnya mengejang hebat, keringatku sudah menetes-netes di meja. Namun sepertinya dia masih belum selesai, nampak dari kontolnya yang masih tegang.Aku cuma diangkat dan dibaringkan di sofa, lumayan aku bisa beristirahat sebentar karena dia sendiri katanya kecapekan tapi masih belum keluar. Kami menghimpun kembali tenaga yang tercerai-berai. Dia kemudian menggendong tubuhku dan membawaku ke kolam. “Say, kita nyebur juga yuk, biar seger” ajaknya. Aku menganggukkan kepala menyetujuinya walaupun diluar sudah gelap, hanya diterangi lampu yang ada di saung sehingga cahaya hanya remang saja. diapun melangkah turun ke air, di sana tubuhku dia turunkan hingga terendam air. Hmm.. Rasanya dingin dan menyegarkan, sepertinya keletihanku agak terobati oleh air. Air kolam merendamku hingga dada ke atas, aku sandaran pada dinding kolam mengendurkan otot-ototku. Dia kembali menghampiri dan menghimpit tubuhku. Diciumnya aku dibibir sejenak lalu ciumannya merambat ke telinga dan leher sehingga aku menggeliat geli. Kontolnya kugenggam lalu kukocok di dalam air. Dia angkat satu kakiku dan mendekatkan kontolnya ke memekku. Dengan dibantu tanganku dan dorongan badannya, masuklah kont0l itu kembali ke memekku.
Air semakin beriak ketika dia memulai genjotannya yang berangsur-angsur tambah kencang. Kakiku yang satunya dia angkat sehingga tubuhku melayang di air dengan bersandar pada tepi kolam. Aku menengadahkan wajah menatap langit yang sudah gelap dan mengeluarkan desahan nikmat dari mulutku. Mulutnya melumat tokedku dan mengisapnya dengan gemas membuatku semakin tak karuan. Dia memang sungguh perkasa, padahal kan sebelumnya dia sudah membuat aku klojotan. Aku sudah mulai kecapekan karena sodokan-sodokan brutalnya. Gesekan-gesekan kontolnya dengan dinding memekku seperti menimbulkan getaran-getaran listrik yang membuatku gila. Mataku mebeliak-beliak keenakan hingga akhirnya aku klimaks lagi bersamaan dengan dia. Pejunya yang hangat mengalir mengisi memekku. “Say keluar nih aku. ngentotin kamu nikmat banget deh. Mem3k kamu peret abis sehingga kerasa banget empotannya.” “abis kontol om besar si. Sintia kan baru sekali ini ngerasain kont0l segede punya om, terang ja peret banget jadinya.” Setelah napas ngos2anku mereda, kami keluar kolam, aku diajak ke kamar. Karena cape, aku sbentar saja sudah terlelap diranjangnya yang besar, masi telbul tentunya.
Ketika aku terbangun, hari dah terang kayanya, sinar matahari kelihatan menembus gorden kamar. Si om masuk membawa nampan berisi toast, kopi dan creamernya serta gula. “Sarapannya ini aja ya say. Kamu tidur nyenyak sekali”. “Iya om, kan kemaren kerja keras ma om, baru sekali ini ada kont0l XL yang ngaduk2 mem3k Sintia sampe terkapar gini, bentar lagi maen lagi ya om”. “wah kamu hyper juga neh, makan dulu lah”. “Bukannya hyper om tapi memanfaatkan kesem0patan sebaik2nya”. Dia tertawa. Dia melapisi toast dengan mentega kemudian mengoleskan sele nanas buat aku. Kemudian dia menuangkan creamer kedalam kopi dan menambahkan sesendok teh gula, diaduknya dan diberikannya juga ke aku, “Kalo kurang manis tambah gulanya ndiri ya”. “Sintia kan dah manis om, gak perlu gula lagi”. “Kamu bukan cuma manis, tapi nikmat banget In”. Kami berdua pun melahap semua yang dihidangkannya. “Dah kenyang om, skarang….” “Waktunya have fun”. Dia duduk selonjoran di ranjang dan mendekap aku yang duduk membelakanginya bersandar pada tubuhnya. Toked kiriku segera dipencet-pencet dan dimainkan pentilnya. Pahaku terbuka lebar dan dipangkalnya tangannya bermain-main diantara kerimbunan jembutku, mengelusi dan mengocok dengan jarinya. Tak ketinggalan bahu kiriku yang dicupangi olehnya. Aku hanya mendesah dengan ekspresi wajahku menunjukkan kepasrahan dan rasa nikmat. aku kemudian menelungkup diselangkangannya.Akupun menggenggam kontolnya dan mulai memainkan lidahku, kuawali dengan menjilati hingga basah kepala kontolnya, lalu menciumi bagian batangnya hingga pelirnya. Kantong bola itu kuemut disertai mengocok batangnya dengan tanganku. Perlahan tapi pasti benda itu ereksi penuh karena teknik oralku. Dia menikmati sekali permainan lidahku, dia terus merem-melek dan mendesah tak henti-hentinya saat kontolnya kukulum dan kuhisap-hisap. Lama juga aku mengkaraokenya, sampai mulutku pegal.
Kemudian dia memagut bibirku yang kubalas dengan tak kalah hot, aku memainkan lidahku sambil tanganku memijat kontolnya. Aku berbaring telungkup diranjang, dia menaikiku lalu menciumku sembari mengelusi punggungku, aku mendesah merasakan rangsangan erotis itu. Ciumannya makin turun sampai ke pantatku, disapukannya lidahnya pada bongkahan yang putih sekal itu, diciumi, bahkan digigit sehingga aku menjerit kecil. Mulutnya turun ke bawah lagi, menciumi setiap jengkal kulit pahaku. Betis kananku dia tekuk, lalu dia emuti jari-jari kakiku. Beberapa saat kemudian dia
menekuk paha kananku ke samping sehingga pahaku lebih terbuka. Aku mulai merasakan jari-jarinya menyentuh memekku, dua jari masuk ke liangnya, satu jari menggosok itilku. Rambutku dia sibakkan dan aku merasakan hembusan nafasnya terasa dekat wajahku. Leher dan tengukku digelikitik pakai lidahnya, juga telingaku, aku tertawa-tawa kecil sambil mendesah dibuatnya. Aku suka rangsangan dengan sensasi geli seperti ini.Dia mengangkat pantatku ke atas, kutahan dengan lututku dan kupakai telapak tangan untuk menyangga tubuh bagian atasku. Sesaat kemudian aku merasakan benda tumpul menyeruak ke memekku. Aku terpejam menghayati moment-moment penetrasi itu. Aku tak kuasa menahan desahanku menerima hujaman-hujaman kontolnya ke dalam tubuhku. Sensasi yang tak terlukiskan terutama waktu dia memutar-mutar kontolnya dimemekku, rasanya seperti sedang dibor saja, aku tak rela kalau sensasi ini cepat-cepat berlalu, makannya aku selalu mendesah: “Terus.. Terus.. Jangan pernah stop!” Kocokannya padaku bertambah cepat dan kasar, otomatis eranganku pun tambah tak karuan, sesekali bahkan aku menjerit kalau sodokannya keras. Karena sudah tak bisa bertahan lagi, aku mengalami orgasme dahsyat, sementara dia tak mempedulikan kelelahanku, justru semakin gencar menyodokku.
Tanpa melepas kontolnya dia baringkan tubuhku menyamping dan menaikkan kaki kiriku ke pundaknya, dengan begini kontolnya menancap lebih dalam ke memekku. Selangakanganku yang sudah basah kuyup menimbulkan bunyi kecipak setiap menerima tusukan. Sambil terus menggenjot, dia menyorongkan kepalanya ke tokedku, pentilku ditangkap dengan mulut kemudian digigit dan ditarik-tarik, aku merintih dan meringis karena nyeri, namun juga merasa nikmat. Aku merasakan sebentar lagi giliran aku klimaks, dinding memekku makin berdenyut. “Ayoo.. om, terus.. Sintia sudah mau..!” desahku dengan nafas tersenggal-senggal. Tak lama kemudian aku merasakan tubuhku makin terbakar, aku menggeliat2. Desahan panjang menandakan orgasmeku bersamaan dengan mengucurnya cairan cintaku membasahi selangkanganku. Dia melepas kontolnya dan menurunkan kakiku, pejunya dikeluarkan di dadaku, setelah itu dia ratakan cairan kental itu ke seluruh tokedku hingga basah mengkilap. Belum habis rasa lelahku, dia sudah tempelkan kepala kontolnya di bibirku, menyuruh membersihkannya. Dengan sisa-sisa tenaga aku genggam benda itu dan menyapukan lidahku dengan lemas, kujilat bersih dan sisa-sisa pejunya kutelan saja.Akhirnya kami pun terbaring bersebelahan, keringatku bercucuran dengan deras, dadaku naik-turun dengan cepat karena ngos-ngosan. “Napa gak dingecretin didalem om, kan lebi nikmat”. “Buat variasi ja say”. Selesai itu, kami bebenah. Terbayar deh rasanya blayku sekian lama, mulai hari ini aku gak akan jablay lagi karna ada tetangga perkasa yang bisa memuaskan aku yang selama ini ditelantarkan misua.
-

Cerita Sex Ketagihan Kontol
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Ketagihan Kontol ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Malam itu tidak biasanya aku yang bisa menjemput istriku yang sehabis mengajar , karena jadwalnya mundur satu jam awalnya jam 10 malam menjadi jam 11 malam istriku baru pulang, malam itu suasana di perumahan sungguh sepi, tapi aku sudah berniat untuk menjemput istriku, aku lewat pintu belakang rumah.
Dimana memang agak rimbum saat aku buka pintu sedikit ternyata istriku sudah berada dibelakang tapi yang aku herankan istriku seolah olah berbicara kepada seoarang ternyata dia sedang bersama penjaga malam komplek namanya Pak Latif dia pria tua yang berumuran 60 an tahun.
“Terima kasih, Pak Latif….!!! ” kata istriku pelan
“Aah, nggak papa, saya senang, kok tolongin, ibu….!!!!! ,” kata Pak Latif sambil cengar cengir dan tak kunyana tangan kiri Pak Latif memegang tangan istriku dan mengarahkan ke selangkangan nya yang menyembul, sedang tangan kanan Pak Latif langsung meremas remas payudara kanan istriku.
Akupun teringat omongan Pak Latif saat awal-awal aku berkenalan. dimana Pak Latif pernah bercerita sering wanita yang sudah bersuami di desanya dibuatnya kelenger oleh batang kemaluan, dan nama Latif adalah nama olok-oloknya kepanjangan Besar Anunya sebesar punya kuda, dan Pak Latif tak punya tempat tinggal tetap sehingga tidurnya berpindah-pindah di rumah teman-teman se desa nya yang ada di kotaku dan ia juga pernah bercerita padaku, istri temannya sering dia setubuhi saat suaminya tidur pulas.
Esok malamnya aku bersembunyi beberapa meter sebelum jalan masuk perumahanku dan beberapa saat kemudian dari kejauhan kulihat Pak Latif tengah membonceng istriku dengan sepeda bututnya dan aku mengambil posisi yang terlindung tapi dapat melihat dari dekat.
Hatikupun berdegup kencang saat kulihat istriku bergayut menempelkan payudara kanannya ke pinggang Pak Latif dan kakiku hampir tak dapat berdiri saat kulihat kedua tangan istriku sedang mengocok dan mengelus-elus batang kemaluan Pak Latif yang sebesar batang kemaluan kuda itu sehingga aku sempat melihat jari-jari tangan istriku tak dapat menggenggam batang kemaluan Pak Latif.
Beberapa saat Pak Latif dan istriku berlalu, aku sedikit berlari agar aku sampai di rumah sebelum istriku dan Pak Latif sampai dengan mengambil jalan pintas, tetapi karena kurang hati-hati aku terperosok dan kurasakan kakiku terkilir, sehingga aku tak dapat berjalan cepat.
Akupun berusaha berjalan dengan menyeret kakiku, dan akhirnya dengan susah payah aku sampai di rumah. Aku lewat pintu dapur dan kulihat sepeda Pak Latif ada di balik rerimbunan pintu samping.
Dengan perlahan aku masuk dan menuju ruang tamu dengan hati-hati dan kudengar suara “croop croop” dari ruang tamu, akupun membuka sedikit selambu yang menutup ruang tamu dan ruang tengah.
Cerita Sex Ketagihan Kontol Matakupun seakan terlepas dari tempatnya saat kulihat istriku sedang berjongkok di depan Pak Latif dan tengah mengulum batang kemaluan Pak Latif yang besar panjang dan berurat-urat sebesar cacing tanah sehingga mulut istriku kesulitan mengulum batang kemaluannya yang amat besar itu.
Sedangkan tangan kanan Pak Latif menyusup di blouse kuning istriku sedang meremas-remas payudara kiri istriku dan tangan kanan Pak Latif membelaibelai rambut pendek istriku.
Punggung kaki kanan Pak Latif tengah menggosok-ngosok selangkangan istriku yang duduk jongkok terkangkang dan di atas meja tamu kulihat BH tipis cream dan celana dalam merah istriku tergeletak di dekat tas kerja istriku.
“Oooooohhhhh. …eeuuunaak Bu Mia ?!!!!!” kudengar Pak Latif mendesis, akupun benar-benar tak kuat menopang tubuhku dengan satu kaki melihat istriku tengah “membayar” kebaikan Pak Latif untuk menjemputnya dari jalan raya, sehingga akupun jatuh tersungkur dan membuat istriku dan Pak Latif kaget.
“Bu Mia, mungkin suami ibu ..????” kudengar bisikan Pak Latif. Merekapun berlari mendapatiku tersungkur. “Kenapa, mas? tanya istriku. Aku tak menjawab dan merekapun tahu kakiku terkilir karena celanaku berlepotan tanah.
Akhirnya akupun dipijat oleh Pak Latif dan memang agak berkurang sakitnya. Akupun disuruh Pak Latif beristirahat dan Pak Latif akan kembali esok pagi. Pak Latif pun berpamitan dan Kudengar istriku mendesis pelan sebelum pintu depan ditutup.Setelah pak Latif pergi, istriku menanyakanku darimana dan kujawab aku akan menjemput nya tadi, tapi ditengah jalan terjatuh. Keesokkan paginya Pak Latif datang dan memijitku lagi dan terakhir aku tak mengerti kenapa Pak Latif menusuk-nusuk batang kemaluanku dengan sarung kerisnya dan Pak Latif memberiku ramuan untuk diminumkan kepadaku oleh istriku.
Pagi itu istriku memakai daster dari kaos yang agak ketat, daster ini kesukaanku karena mempunyai resleting di depan sampai ke perut dan aku tahu pagi itu istriku tak mengenakan BH karena kedua puting susu istriku yang besar menonjol dari daster kaos ketatnya dan istriku merias diri seperti akan berangkat kerja.
Istriku dan Pak Latif keluar dari kamar, sambil menarik pintu kamar, akan tetapi tidak tertutup rapat dan masih sedikit terbuka, setelah aku berpura-pura tidur sehingga aku masih dapat mendengar pembicaraan mereka.
“Sudah, Jeng Yati…..!!! ” terdengar kata Pak Latif menyebut istriku “Jeng”.
“Aku masih takut, Pak ……!!!!” bisik istriku
“Ayo dicoba saja, Jeng Mia…..!!! ,” bisik lagi Pak Latif. Kemudian Istriku masuk kamar kembali dan aku sedikit kaget saat istriku mengelus elus batang kemaluanku dan aku pura-pura terbangun, sementara batang kemaluanku langsung bangun, kemudian istriku melepas celana dalam nya.
“Eeeeehhh… Diikkk, apa… Pak Latif sudah pulang….? tanyaku
“Sudah…!!! ” istriku menjawab singkat dan kini mengocok batang kemaluan ku, sambil naik keatas tempat tidur dan mengkangkangkan kedua kaki di atas tubuhku, sementara selangkangannya mendekati batang kemaluanku dan….. “Crot crot crot” tak tahan aku, air maniku lansung keluar saat menempel bulu-bulu kemaluan istriku.
“Aaaaahhhhhh. ….maaasssss. …..!!!! !,” bisik istriku yang terus mengocok batang kemaluan ku dan tak lama kemudian bisa berdiri lagi dan untuk kedua kalinya airmaniku tersenbur kembali saat masih menempel di bulu-bulu kemaluan istriku .
“Mas kok, begini terus. Sudah berapa bulan, mas. Aku sudah pingin sekali, mas. Aku pingin penyaluran.. !!” kata istriku sambil melap air maniku di bulu-bulu kemaluan nya.
Kemudian Istriku keluar kamar dan kudengar bisikan Pak Latif “nanti malam…,yaaa. . , Jeng Mia…!!!
”Siangnya aku menahan sakit di batang kemaluan dan utamanya di lubang kencingku sebelum istriku berangkat mengajar, aku tak mengatakan pada istriku dan akupun terkulai dan tertidur hingga kudengar pintu depan terbuka saat istriku pulang.
“Pak Latif saya masih takut, aahhhh…..! !” terdengar bisikan istriku “Ayo, cepat, Jeng Mia,….” suara mendesak Pak Latif berbisik.
Aku menutup wajahku berpura pura tidur saat istriku masuk kamar dan kulihat istriku merias diri dan melepas semua yang menempel tubuh sintal istriku tak terkecuali celana dalam dan BHnya pun tak lagi di tempatnya dan mengambil kaim panjang dan melilitkan ketubuh sintalnya sehingga lekuk tubuh istriku dimana kedua payudara dan kedua puting nya menonjol di bagian dada dan pantat bahenol nya.
“Mas mas ..!!!” istriku membangunkanku.
“Eeeh ? ada apa, dik….?” tanyaku “Eee ? aku eeee ?.
Pak Latif mau mijit aku mas?!!!” kata istriku terbata-bata.
“Lho, kamu sakit atau terjatuh…. ?? tanyaku.
“Eehh enggak mas, ee katanya dia bisa mengurangi nafsuku ..!!!!” kata istriku mengagetkanku. Tapi lidahku kelu, tak dapat berbicara.
“Maass kan tak bisa memuaskanku, sedangkan aku pingin sekali, Pak Latif bisa mengurangi nafsuku, mas, bolehkan…. ????” aku hanya diam dan diam, istriku pun menganggapku setuju.
“Paaakk…Pak Latif, ayoo…masuk siniii…, pak..!!!” istriku memanggil Pak Latif.
Cerita Sex Ketagihan Kontol Pak Latif yang mengenakan sarung membawa tas plastik itupun masuk kamarku. Kemudian istriku tidur tengkurap diatas tempat tidur disampingku dengan posisinya berlawanan denganku sehingga kaki istriku di dekat kepalaku dan Pak Latif duduk dipinggir ranjang.
Serta mulai memijat betis istriku, telapak kaki dan kemudian kedua tangan istriku. Kelihatan pijatan Pak Latif wajar-wajar saja, sampai akhirnya Pak Latif memijat tengkuk istriku dan kulihat mulutnya komat kamit seperti membaca sesuatu, kemudian Pak Latif meniup tengkuk istriku dan terdengar istriku mendesis
“Eccch ?eeeeccchhhhh. …!!” 2 kali dan ke 3 kalinya istriku semakin mendesis.
“Dibalik badannya, Jeng….!!!! !!” perintah Pak Latif pada istriku dan Pak Latif memijat kedua tangan istriku dan kemudian kaki istriku.
Pak Latif akhirnya memijit punggung dan telapak kaki istriku dan istriku semakin mendesis-desis dan tubuhnya mulai meregang.
“Ini mulai, Jeng Mia,…!!!” kata Pak Latif semakin intensif memijit telapak kaki istriku dan istriku makin lama makin meregangkan kedua kakinya dan kedua lututnya semakin tertekuk. Begitu Pak Latif memijat kedua pergelangan kaki istriku, istriku langsung mengkangkangkan kedua kakinya sehingga terlihat olehku selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu-bulu lebat.
“Wuuh Jeng Mia sangat tinggi ini..!!!” kata Pak Latif dan tangan kanannya meraih tas plastiknya dan kuingat Mbah Muklis, dan Pak Latif membuka bungkusan yang berisi sarung keris sebesar batang kemaluan orang dewasa tapi tanpa keris dan diletakkan diantara kedua kaki istriku yang terkangkang tanpa sepengetahuan istriku.
Pak Latif berdiri dan mendudukkan istriku dan Pak Latif kemudian duduk bersila di belakang istriku, Pak Latif memijat tengku istriku kembali dan meniup niup tengkuk istriku dan kulihat kedua tangan istriku lunglai dan istriku mendesis desis sedangkan sarung keris itu merayap mendekato selangkangan istriku dimana istriku semakin mengkangkangkan kedua kakinya.
Istriku semakin lunglai dan tubuh istriku rebah ke dada Pak Latif yang sudah mengkangkangkan kedua kaki di samping tubuh istriku
“Paak apa ituuuu…paaakkkk? !!!!” istriku mendesis saat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menempel di selangkangannya dan pantat bahenolnya pun bergetar.
“Paaak apaaa oooooooccccchhhhh ….paaakkkk ?!!!!!!!” istriku merintih panjang.
“Biar nafsumu keluar, Jeng…..!!! !” kata Pak Latif dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa bergetar dan kudengar bunyi “kecepak di selangkangan istriku, sambil pantat bahenol bergetar.
Aku hanya bisa melotot melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa mulai menguak bibir vagina istriku dan membuat istriku mengkangkangkan kedua kaki nya lebih lebar-lebar lagi.
“Paaaaak Deraaan ooooohhhhh.. ..kookkkk masuuuk?..paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu mulai menembus masuk liang vagina istriku. Markas Judi Online Dominoqq
“Apanya yang masuk, Jeng …..???? tanya Pak Latif berpura pura.
“Nggak tahu paaak..iiiii. ..oooooggggghhhh hhh…… paaakkkk. ….!!!!” istriku mendesis “Lho, masuk kemana…..? ” tanya lagi Pak Latif
“EEEcccgggghhhhh. .. ke…keeee.. . amuuukuuuu?paaaakkkk ?!!!!” istriku merintih dan mulai menceracau menandakan nafsu nya sudah mulai naik.
“Anu, apa Jeng Mia….? “OOcch anuu….kuuu. … paaaak,….! !!!” istriku merintih-rintih dan kedua tangan Pak Latif mulai turun ke kedua lengan istriku dan…..
“Paaaak….jaaaa. …jaaangaannnn. ..paaaakkkkk. …aaaa.. ..aaaaaddaaa. .. ….ssuuuu.. suu….. uuuamikuuuu. .paaaakkkkkkk. ….!!!!! ” istriku mendesis panjang terputus-putus saat kedua tangan keriput Pak Latif mulai meremas-remas kedua payudaranya,
“Anu apa, Jeng Mia…..? bisik Pak Latif di telinga kanan istriku dimana kepalanya terkulai dibahu kiri Pak Latif.
Sementara itu, ujung tumpul sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu berputar menggetarkan pantat bahenol istriku dan
“Toroookkuuuuuu paaaaak adaa yang….maaaaa. .. maaaasuuk toroookkuuuu? !!” istriku meracau dan
“Hhhhuuuuuaaaaggggg hhhhhh… .aaaaaaaddduuuuu uhhhhh… …beee.. beeesaaa arrrrr…… aaaammmmmaaaatttttt ….paaaakkkkkk ?..!!!!” rintih istriku dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menembus makin dalam liang vagina nya.
“Ayo….jeeengg. sambil… dilihat.. ..!!!!,” kata Pak Latif enteng sambil menyungkapkan kain panjang istriku hingga selangkangan istriku terlihat dan Pak Latif menundukkan kepala istriku yang lunglai ke selangkangan nya, yang mulai dijejali sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu.
“Iiiiihhhhhhh. …aaaaappaaa iiiiniii…. paaaaaakkkkkk ?!!!!!” rintih istriku, kemudian…
“Beeeuuuuzzzaaarrrr ..aaaaammaaaaatt tt….paaaakkkkk? .ooooo hhhh…paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih saat dia melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu menembus masuk ke liang vaginanya dan kulihat bibir vagina istriku menggelembung seolah-olah ditiup.
Karena desakan sarung keris besar itu di dalam liang vagina nya sehingga dia semakin mengkangkangkan kedua kaki nya lebar-lebar. Istriku mengerang-erang keras seirama dengan meluncur keluar masuknya sarung keris tersebut menembus liang vaginanya
Cerita Sex Ketagihan Kontol “Nngngngaaaaaaaccch hhh ??beeezzaaaaaarrr hghghghghghhh ??!!!!!” sambil kepala nya lunglai bersandar di bahu kiri Pak Latif dan kedua tangan keriput Pak Latif menyusup ke kain panjang bagian atas istriku dan dengan gemasnya Pak Latif meremas-remas payudara istriku yang menggelinjang- gelinjang.
Sementara mulut istriku merintih-rintih, mengerang dan menggeram, dan bahkan badannya kemudian mengejan-ngejan dengan keras karena sarung keris besar tersebut mulai menghujam makin dalam keluar masuk di liang vagina nya.
Sementara itu, Pak Latif berhasil melepas ikatan kain panjang istriku dan terkuaklah kedua payudara montok istriku, lalu kedua tangan keriput Pak Latif mulai meremas remas lagi dengan ganas kedua payudara istriku dan jari-jari tangan Pak Latif memelintir sambil menarik-narik kedua puting susu istriku secara bergantian seolah Pak Latif sedang merempon sapi betina yang sudah waktunya mengeluarkan air susunya
“Paaaaaak ??oooooooohhhhh. …..paaaakkkk. ..!!!” rintih istriku saat mulut Pak Latif mencaplok payudara kanannya dan tak lama setelah itu bunyi “sreep sreep” terdengar menandakan air susu istriku telah keluar akibat jilatan lidah Pak Latif di puting susu kanan istriku.
Pak Latif membentangkan tangan kanan istriku yang lunglai agar Pak Latif mudah mengempot payudara istriku dan kulihat istriku benar- benar menikmati perlakuan Pak Latif, penjaga malam itu, sementara pantat bahenolnya bergoyang.
Berputar maju mundur akibat sarung keris yang keluar masuk di liang vagina nya dan tubuhnya terus bergetar hebat, nafas istriku mendengus-dengus oleh perbuatan Pak Latif di payudara nya dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa yang menghujam keluar masuk semakin cepat di liang vagina istriku membuat ia mandi keringat dan….. “Paaaak…paaaaakkk k Deraaaaaan.. .aaaaa… .aaaaaakuuu. …..oooccccchhh hh…paaaaaak ….aaa aa….aaaakuuu nggaaaaaak taahaaaan ? aaaa…aaakuuuu. ..keee… .keeeluaaaar ?paaaaakkkkk. …..!!!! ” istriku mengerang keras dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dengan kuat ketika dia mengalami orgasme yang dasyaattt malam itu.
Rupanya sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa di liang vagina nya tak berhenti juga keluar masuk di liang vagina nya dan bahkan semakin cepat membuat nafas istriku semakin mendengus-dengus seperti kuda betina yang digenjot tuannya untuk berlari kencang.
Dimana pantat bahenol nya tersentak-sentak dan terangkat angkat tak karuan dan Pak Latif yang sudah menghabiskan air susu payudara kanan istriku, langsung mencaplok dan mengempot dan menyedot nyedot payudara kiri istriku sementara jari-jari tangan kanan Pak Latif tak henti-hentinya mremelintir sambil menarik-narik puting susu kanan istriku dan istrikupun mengangkat pinggulnya ke atas dannnn
“Paaaaak…ooohhhhh ……… .aaaa…aaakuuuu u keluar lagiiiiiiiiii ??.paaakkkkk.. .. !!!!!” istriku mengerang mencapai orgasme keduanya.
Pak Latif rupanya sudah tak sabar lagi dan dia menidurkan istriku yang sudah mengkangkangkan kedua kaki dan mulutnya komat kamit. Selanjutnya, sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu pun muncul dan keluar dari liang vagina istriku dan seolah mengerti perintah.
Sarung keris itu masuk ke tempatnya semula dan Pak Latif menutupkan sarungnya di kedua kaki istriku yang sudah kegatalan ingin disetubuhi Pak Latif, penjaga malam perumahanku dan
“Hgggggggggghhhhhh ??..aaaaaaagggghhhhhh hh……! !!!!!” kudengar suara istriku menggeram saat kulihat pantat Pak Latif mulai turun naik diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar seolah punggung istriku digebuk keras.
“ppppfffaaaak ?. amppffuuuuunnnn ?.beeezzzzzaaaaaarrr seeekaliiiiiii kontooolmuuu paaaaak ? hhhgggggggggghhhhhh h ?..rooobeeeeek naaatniiii liaaaangkuuuu paaaaaak hhhgggggggggghhhhhh ?.!!!!!”
Kulihat kedua jari-jari tangan istriku yang lunglai itu mencengkeram lengan Pak Latif yang menopang tubuhnya saat menggenjot batang kemaluan nya ke liang vagina istriku dan entah karena kebesaran kedua kaki istriku terkangkang lebar.
Sehingga sarung Pak Latif pun tersingkap dan betapa kagetnya aku saat kulihat batang kemaluan Pak Latif sebesar kuda itu sudah separuh menjejali liang vagina istriku, dimana bibir vagina istriku seolah-olah ditiup menggelembung besar karena desakan batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif itu.
Pak Latif berhenti menghujamkan batang kemaluan sebesar kuda nya saat istriku melenguh keras dan pingsan. Aku mengira Pak Latif akan melepas batang kemaluannya yang sebesar kuda dari liang vagina istriku yang pingsan.Tapi mulut Pak Latif komat kamit dan begitu wajah istriku ditiup oleh Pak Latif, istriku pun tersadar kembali dan Pak Latif menjejalkan kembali batang kemaluan sebesar kuda nya ke liang vagina istriku sehingga kudengar gemeletuk gigi istriku merasakan liang vagina seolah robek.
Pak Latif kini mempermainkan kelentit istriku dan istriku mulai mengerang kembali mendapatkan kenikmatan hasrat seksualnya, sehingga bunyi “cek cek” lendir vagina istriku terdengar kembali menandakan nafsu istriku mulai naik dan suara lendir vagina istriku semakin keras dan seperti tak percaya kulihat batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif mulai masuk ke dalam liang vagina istriku perlahan namun pasti.
“kontolmu besaaar ? kontolmu besaaar paaak eeeccch aku nggak pernaaaah merasakan uuummpppfff paaaakk akuuuu oooocccch paaaaaaakk engngngngngngngng ??.”
Istriku mengejan keras saat mencapai orgasme ketiganya malam itu dan hal itu memudahkan batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif semakin masuk ke liang vagina istriku yang berlendir karena orgasmenya sehingga tak kusangka batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif amblas keseluruhan ke liang vagina istriku dan Pak Latif menindih tubuh istriku \.
Kulihat kedua tangan Pak Latif meremas remas kedua payudara istriku kembali, mulutnya mengulum bibir merah istriku dan istriku meladeni kuluman Pak Latif dan kulihat lidah Pak Latif menyusup ke rongga mulut istriku dan menjilati dalam rongga istriku yang kian terangsang kembali dimana jari-jari tangan istriku meremas remas punggung Pak Latif .
Mulai menggoyangkan pantatnya dan istriku mencengkeram punggung Pak Latif disertai nafas istriku mendengus- dengus dan tak lama kemudian pantat bahenol tersentak sentak mencapai orgasmenya ke empat.
Malam itu, Pak Latif menyetubuhi istriku tanpa henti dan aku hanya dapat menghitung pantat bahenol istriku tersentak sentak lebih dari enam kali dan akhirnya Pak Latif menggenjot pantatnya naik turun semakin lama semakin cepat dan menghujam kan batang kemaluan sebesar kuda diserati erangan panjang dan bunyi “preet preeet”berulang ulang dari liang vagina istriku saat Pak Latif menumpahkan airmaninya di rahim istriku.
Keesokkan paginya Pak Latif baru pulang meninggalkan istriku yang hampir pingsan dan seharian istriku tak dapat turun dari tempat tidur karena liang vagina dan bibir vagina istriku membengkak. Hari-hari berikutnya.Istriku menolak dengan halus saat Pak Latif mengajak istriku bersetubuh dan sebagai gantinya sering kulihat istriku mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif dan istriku selalu berusaha menelan air mani Pak Latif saat Pak Latif ejakulasi di mulut istriku .
Rupanya istriku hampir tiap hari mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif dan bahkan sering kulihat dua kali sehari dan hal ini merontokkan kesehatan Pak Latif yang akhirnya jatuh sakit dan pulang ke desanya.
cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Ngentot Memek Basah Mahasisiwi

Duniabola99.com – Kali ini berdasar kisah nyata seorang sahabat kami. Saya punya sahabat sebut saja Oka ( nama samaran )asal Bali. Kami kuliah Surabaya. Pengalaman ini terjadi saat kami mengawali kuliah dan bersama dalam satu kontrakan. Suka duka kami lalui bersama sampai dalam hal pacaran pun kami saling membantu dalam berbagai hal. Hingga suatu waktu Oka mendapatkan seorang pujaan hati sebut saja Restu ( nama samaran juga), Restu setiap hari diantar jemput kalau kuliah karena mereka satu kampus dan kebetulan kontrakan Oka berdekatan dengan kost tempat tinggal Restu. Mereka berdua bagaikan Romeo dan Juliet. Dimana ada Oka di situ ada Restu. Hubungan mereka pun semakin akrab dan intim.Suatu ketika, malam Minggu tepatnya Restu minta diantar ke tempat sahabatnya yang sedang merayakan ulang tahun. Acara sangat meriah sekali, hingga jam 12 Malam acara masih berlangsung. Tetapi Restu mengajak oka untuk pulang , karena waktu yang sudah kelewat malam. Sebenarnya Oka pun menolak karena begitu meriahnya pesta ulang tahun temannya Restu tersebut. Dan akhirnya Oka pun menyanggupi untuk segera mengantar pulang Restu, malam semakin larut dan udara dingin pun menyelimuti dan menghembus sepoisepoi dalam deru sepeda motor Varionya Oka, Sesampai di kost tempat Restu ternyata pintu gerbang Kosnya sudah dikunci, padahal Restu sudah pesan kepada Ibu kostnya agar pintu jangan dikunci!. Dan akhirnya Oka pun kasih solusi.
aEsRestu.. gimana kalau tidur saja di kontrakanku,aEt kata Oka.
Restu terdiam sejenak ( pura pura malu).
aEsGimana ya.. aku kan enggak enak sama temen temanmu Oka,aEt jawab Restu.
aEsItu bisa diatur, nanti yang penting kamu mau tidak, dari pada tidur di jalan,aEt kata Oka sambil senyum.
aEsAyolah keburu dilihat orang kan nggak enak di jalanan seperti ini Res,aEt kata Oka.Restu pun menyetujinya, mereka pun bergegas menuju kontrakan Oka Sesampainya di rumah kontrakan tampak sunyi dan hanya hembusan angin malam karena sahabatsahabat Oka pada malam mingguan dan tidak ada yang pulang di rumah kontrakan.
aEsAyo masuk, kok diam saja,aEt kata Oka menyapa Restu.
aEsSahabatsahabatmu dimana Oka?aEt tanya Restu.
aEsMereka kalau malam Minggu jarang tidur di rumah,aEt jawab Oka.
aEsOoo gitu,aEt jawab Restu.Akhirnya Restu dipersilakan istirahat di kamar Oka.
aEsNan, selamat bobok ya..aEt kata Oka.
Restu pun tampak kelelahan dan tertidur pulas. Setengah jam kemudian Oka kembali ke kamarnya untuk melihat Restu dan sengaja kunci pintu kamar tidak diberikan kepada Restu, tapi betapa kagetnya Oka melihat Restu tidur hanya menggunakan BH dan celana dalam, karena saat itu posisi tubuh Restu miring hingga selimut yang menutupi tubuhnya bagian punggung tersingkap! Kontolnya oko pun seketika langsung ngaceng saat ituEntah setan mana yang menyusup di benak Oka. Oka pun langsung mendekat ke arah Restu, dengan tenangnya Oka langsung mencium bibir Restu. Restu pun terbangun.
aEsApaapaan kamu Oka?aEt jawab Restu sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Tanpa pikir panjang Oka langsung menarik selimut dan Oka pun langsung menindih Restu yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Restu merontaronta dan Oka pun tidak menggubris, ia berusaha melepas BH dan CDnya. Tenaga Oka lebih kuat hingga akhirnya BH dan CD Restu terlepas dengan paksa oleh Oka. Nampak jelas buah dada Restu dan bulu lembut memeknya. Restu kelelahan tanpa daya dan hanya menangis memohon kepada Oka. Oka tetap melakukan aksinya dengan meraba dan mencium semua tubuh Restu tanpa terlewatkan. Restu terus memohon, Oka pun tak mengiraukannya.Dan setelah puas menciumi memek Restu, Oka melakukan aksi lebih brutal. Ia mengangkat kedua kaki Restu di atas perut dan dengan cepat Oka mencoba memasukkan kontolnya ke dalam memek imout Restu.
Restu menjerit tertahan dan hanya isak tangis yang terdengar, aEsKumohon Oka, hentikan!aEt seru Restu dalam isak tangisnya.
Dan kontol Oka masuk dalam memek Restu walaupun di awal masuknya cukup sulit.
Oka pun mulai menggoyang pinggulnya hingga kontolnya terkocok di dalam memek Restu. Darah segar pun keluar dari liang jinak Restu, ia pun terus memohon.
aEsuuuuuuuh.. uhhhhhhh.. hentikan Oka..!aEt desah Restu.
Tampak sekali wajah Restu menunjukkan kelelahan, dan sekarang hanya terdengar erangan kenikmatan di antara kedua insan ini.
aEsooh.. ooooh.. ooooh..aEt Oka pun terus mengocok kontolnya dalam memek Restu dan beberapa saat kemudian terasa Oka akan mengeluarkan sperma, ia pun langsung mencabut dan mengocoknya dari luar dan.. aEsCroot.. Croot.. crottttt..aEt sperma Oka muncrat tepat di bibir dan sekitar wajah mulus si Restu.
Mereka kelelahan dan akhirnya tertidur.Hari menjelang pagi saat itu jam menunjukkan pukul 07:30 pagi, Restu terbangun bersamaan dengan itu Oka juga terbangun. Oka melihat Restu yang sedang mengenakan BH dan CD.
aEsAntar aku pulang sekarang Oka..aEt kata Restu.
aEsIya.. aku cuci muku dulu,aEt jawab Oka.
Oka pun mengantar Restu pulang ke kostnya.Selang beberapa bulan hubungan mereka mulai retak, ada selentingan kabar kalau Oka mendekati cewek lain sebut saja Cristina, dan akhirnya Oka dan Restu resmi bubaran. Tapi reaksi Oka tidak sampai di situ, justru setelah putus dengan Restu ia gencar mendekati Cristina. Dengan berbagai cara dan upaya akhirnya Oka berhasil mendapatkan Cristina dan mereka resmi jadian. Sama seperti yang dilakukannya dulu, ia sering antar jemput kuliah Cristina dan kalaupun jemput Cristina biasanya tidak langsung pulang melainkan jalanjalan kemana saja sambil cari makan tentunya. Sering pula Cristina diajak ke tempat kontrakan Oka lebih sering dibandingkan Restu pacar yang dulu.
Pagi itu kuliah jam ke2 mereka satu ruangan tapi dosen tidak hadir jadi kosong, mereka berdua bergegas ke tempat Oka, sampai di kontrakan rumah sepi soalnya sahabatsahabat ada yang ke kampus dan ada juga yang masih tidur. Mereka berdua langsung masuk kamar Oka, Cristina tiduran di ranjang sambil mendengarkan musik. Oka masuk membawakan kopi susu dan tanpa basa basi Oka membelai rambut Cristina dan Cristina pun bersandar dalam dekapan Oka. Oka langsung mencium bibir Cristina dan tangannya mulai masuk dalam baju street Cristina dan meremasremas toked.
aEsOka.. jangan dong..aEt desah Cristina.
aEsEnggak apaapa, kan cuma dikit,aEt kata Oka, tapi Oka terus menyerang, ia melepas seluruh pakaian Cristina dan Cristina pun hanya diam tanpa perlawanan, dan jelas sudah seluruh tubuh Cristina yang kuning langsat dan toked lumayan montok.
Mereka mulai bergelut mencium dan meremas satu sama lain.aEsCrist, blowjob dong kontokku!aEt kata Oka.
Dibimbingnya kepala Cristina menuju kemaluan Oka dan, aEsEm.. kemaluanmu besar juga Oka,aEt kata Cristina.
Oka hanya diam menikmati hisapan mulut Cristina. Oka pun langsung saja menjilati dan menghisap memek Cristina hingga mereka melakukan posisi 69.Kemudian Oka duduk dengan kaki dijulurkan, ia minta Cristina duduk di atasnya layaknya seorang anak kecil. Tepat kontol Oka masuk dalam liang memek Cristina.
aEsPelanpelan Oka..aEt kata Cristina mendesah.
Cristina mulai menaikturunkan pinggulnya dan kontolnya Oka masuk seluruhnya dalam memek merahnya Cristina.
aEsuuuuh.. ah.. .aEt desah Cristina sambil menggoyangkan pinggulnya seperti goyang dandut ngebor di tv tv.Oka pun merespon gerakan tersebut. Dan mereka melakukan gerakan yang seirama, aEsAh.. ah.. ah..aEt desah Cristina semakin keras.
aEsAku nggak kuat Oka..aEt Oka hanya diam menikmati gerakangerakan yang dimainkan Cristina.
Dan akhirnya, aEsUgh.. ugh.. ugh.. ahh..aEt desah Cristina yang tubuhnya mengelenjang sambil memeluk tubuh Oka.
Ternyata Cristina mencapai puncak kenikmatan. Dan Oka membalikkan tubuh Cristina tepat di bawah badannya, Oka mulai mengocok kontolnya yang belum lepas dari memek Cristina, dan aEsAhk..aEt desah Oka dan beberapa saat kemudian Oka mencabut kontolnya dan meletakkan di bibir Cristina dan aEsCroot.. Croot.. Serr..aEt sperma Oka muncrat tepat di seluruh wajah Cristina. Mereka pun akhirnya berpelukan setelah mencapai kepuasan.
Semenjak kejadian itu mereka sering melakukannya di kontrakan Oka. Entah siang atau malam karena Cristina sering menginap dan tidur satu ranjang bersama Oka. Hubungan mereka semakin intim dan hanya bertahan selama 8 bulan. Hal itu disebabkan Restu mantan pacar yang dulu mengajak membina hubungan kembali. Oka akhirnya pisah dengan Cristina dan kembali lagi dengan Restu.Suatu sore Restu datang ke kontrakan Oka, Restu langsung masuk menunggu di kamar Oka karena diminta sahabatsahabat Oka.
aEsOka baru mandiaEt kata salah seorang sahabatnya.
aEsOoo,aEt jawab Restu, dan beberapa saat kemudian Oka masuk dan hanya mengenakan handuk dilingkarkan di pinggulnya.
aEsSama siapa Res..aEt kata Oka.
aEsSendiri,aEt jawab Restu sambil mendekat ke arah Oka.
Oka tanggap dengan situasi itu, ia langsung mencium bibir Restu dan melepas baju street warna biru muda yang dipakai Restu. Oka langsung mencopot BH dan menghisap puting susu Restu.
aEsAh.. ah..aEt desah Restu.
Tangan Restu langsung meremas kontol Oka yang saat itu handuknya telah jatuh ke lantai. Oka mulai melapas celana panjang Restu serta CDnya. Mereka bergumul di atas ranjang.
aEsAh.. ah..aEt desah Restu yang semakin merasakan kenikmatan.
Oka mengangkat kaki kiri Restu kemudian dengan sergapnya Oka mulai memasukkan kontolnya ke dalam memek Restu sambil kaki kiri Restu tetap terangkat.
aEsBleess, bleess..aEt kemaluan Oka masuk seluruhnya dalam memek, Oka suka dengan posisi seperti itu karena memek terasa sempit.Oka mulai menggerakkan kemaluannya keluarmasuk.
aEsAh.. ah.. ah..aEt erangan kenikmatan keluar dari bibir Restu, Oka pun merasakan kenikmatan pula.
aEsUgh.. ugh..aEt desah Oka pelan. Beberapa saat kemudian Oka melepas kontolnya, Restu mulai menghisap dan menjilati kontol Oka sambil dikocok dengan jarijemari lembut Restu.
aEsKulum dong Res..aEt desah Oka. Restu turuti saja apa kemauan Oka.
Kemudian Oka kembali memasukkan kontolnya dalam memek Restu, aEsBless..aEt langsung masuk dan Restu sempat menjerit tertahan karena menahan sakit.
Kemudian Oka mulai menggerakkan kontolnya, aEsBleess.. bleess..aEt kemaluan Oka keluarmasuk.
aEsAh.. ah.. ugh..aEt tubuh Restu mulai bergetar dan mengelejang.
aEsAku keluar Oka..aEt desah Restu tapi Oka masih mengocok kontolnya dalam memek Restu dan Restu hanya menahan.
Kedua tangannya mencengkeram kuat bibir tempat tidur sambil menahan gerakan yang Oka lakukan. Oka mulai bergetar, aEsUgh..aEt desahnya.
aEsDi luar apa di dalam Res..aEt kata Oka pelan.
Restu hanya diam dan aEsCroot.. croot.. serr..aEt cairan sperma Oka keluar di dalam memek Restu.
Oka pun rebah sambil memeluk tubuh Restu yang hangat dan sudah lunglai.
Mereka tersenyum puas.
aEsKamu pinter dech sekarang Res..aEt kata Oka.
aEsPinter apaaE?an,aEt jawabnya.
aEsPinter ngentotnya, belum lagi bulu memek kamu tambah lebat dan indah sajaaEt
Restu hanya tersenyum saja sambil tangannya membelai batang Kontol Oka. Jam sudah menungjukan Setengah Delapan malam dan meraka pun memutuskan untuk mencari makan keluar dan bergegas mengunakan kembali pakaian mereka masing2. -

Foto Bugil Model kutu buku Lottii Rose memamerkan payudara alaminya yang besar

Duniabola99.com – foto cewek cantik sikutu buku Lotti Rose yang membuka semua pakaiannya menampilan toket gedenya dan juga pantatnya yang bahenol di saat baru bangun pagi.
-

Foto Bugil Remaja seksi Dakota Skye memamerkan payudara kecil dan menyebarkan vagina botak

Duniabola99.com – foto gadis remaja sexy berambut sebahu pirang membuka celana dalamnya memarkan memeknya yang merekah berbulu tipis dan mengangkang lebar memamerkannya.
Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,
-

Video bokep Silvia Rubi penuh tato kalah main catur

-

Video Bokep Eropa memergoki ibutiriku dengan pacarku didapur

-

Kisah Memek Mendapatkan rangsangan yang tidak terduga

Duniabola99.com – Aku adalah seorang mahasiswi semester akhir aku mengambil jurusan politik tapi tidak sama dengan lainnya yang suka demontrasi diluar kegiatan kampus aku lebih memilih urusan kampusku selesai dan cowo dari pada urusan politik, banyak yang mengagumiku akan tubuh indahku tinggi badanku 176 cm seksi dan langsing pastinya.
Kejadian ini bermula ketika aku baru saja usai pulang dari ruang baca skripsi (tempat kumpulan skripsi alumni) perpustakaan setelah selesai menyusun beberapa bab skripsi yang harus kuperbaiki tatkala siang tadi usai menghadap dosen pembimbing skripsiku.
Saat itu keadaan sudah gelap (pukul 19.00) dan kantin pun sudah tutup, praktis tidak ada lagi mahasiswa yang nongkrong di kantin dan kalaupun ada hanya sebagian kecil saja sehingga aku pun memutuskan untuk langsung menuju ke lapangan parkir khusus mahasiswa yang berada disamping kampus.
Tempat parkir sudah agak sepi, hanya tersisa beberapa mobil saja milik mahasiswa S2 ataupun S1 yang kebetulan masih ada jadwal kuliah malam. Kebetulan mobilku tadi siang mendapat tempat parkir agak jauh ke sudut lapangan parkir.
Lapangan parkir itu sendiri sebenarnya adalah tanah kosong yang ditimbun oleh batu dan pasir serta dikelilingi oleh pagar seng yang tertutup rapat sehingga tidak dapat dilihat oleh orang dari luar. Mobilku adalah Suzuki Escudo berwarna gelap keluaran terakhir yang kebetulan sempat dibeli oleh Papaku sebelum krismon berawal.
Di jajaran mobil yang parkir terlihat hanya ada tinggal 3 mobil lagi yakni satu Toyota kijang berwarna biru gelap dan satu Panther long chassis berwarna hijau gelap serta sebuah Feroza berwarna hitam dimana posisi ketiganya adalah tepat mengelilingi mobilku.
Feroza ada tepat dipojok lapangan parkir yang berarti berada tepat di sebelah kiri mobilku, sedangkan Kijang ada di sebelah kanan dan Panther tersebut ada di depan mobilku dengan posisi parkir paralel sehingga menghalangi mobilku keluar. Aku terus terang agak kesal karena selain sudah lelah dan banyak masalah sehubungan dengan skripsiku, eh…, ternyata malam-malam begini masih harus mendorong mobil lagi.Aku berjalan sedikit setelah sebelumnya meletakkan tas dan buku serta diktat beserta bahan skripsi di mobil, aku melihat-lihat kalau-kalau masih ada tukang parkir atau satpam di gerbang masuk parkiran yang tidak seberapa jauh.
Sebab gerbang keluar parkiran sangat jauh letaknya dari posisi mobilku. Ternyata gerbang masuk telah tertutup dan dirantai sehingga untuk mencari orang aku harus menuju ke gerbang keluar. Karena agak malas jalan aku pun terpaksa kembali ke mobil dan berinisiatif mendorong Panther tersebut sendirian.
Dengan agak bingung aku letakkan telapak tangan kiriku di belakang mobil tersebut sementara tangan kanan di sisi kanan mobil. Ternyata Panther tersebut tidak bergerak sama sekali. Aku curiga jangan-jangan pemiliknya telah memasang rem tangan sebelumnya. Karena itu aku berniat mengempiskan ban mobil sialan itu.
Saat sedang asyik berjongkok dan mencari posisi pentil ban belakang sebelah kanan Panther tersebut, mendadak aku merasakan kehadiran orang di dekatku, tatkala aku menoleh ternyata orang tersebut adalah Ryan teman sekampusku yang sebelumnya sudah lulus namun pernah satu kelas denganku di MKDU.
Ryan adalah seorang pria kelahiran Sumatera berbadan hitam tinggi besar (185 cm / 90 kg), dengan perut buncit, berwajah jelek (mukanya terus terang hancur banget penuh parut karena bekas jerawat) dengan gigi agak tonggos dan kepala peyang serta bermata jereng keluar.
Tak heran kalau banyak gadis-gadis sering menjadikannya bahan olok-olokan dalam canda mereka karena keburukan wajahnya namun tanpa sepengetahuannya, sebab selain wajah Ryan sangat sangar, dia juga dikenal berkawan dengan banyak pentolan kampus dan juga kabarnya memiliki ilmu hitam. Namun dia juga dikenal sangat pede, dan itulah yang menjadikannya olok-olokan bagi para gadis karena dia tidak pernah malu-malu menatap wanita cantik yang disukainya dengan berlama-lama.Terus terang jantungku agak berdegup karena perasaanku merasa tidak enak, terutama karena aku mengetahui bahwa Ryan selama ini sering menatapku berlama-lama dan caranya menatapku terasa sangat menelanjangi, seolah-olah ingin memperkosaku.
Namun aku berusaha bersikap tenang agar tidak menimbulkan akibat buruk karena menurut teman-teman, jika kita terlihat tenang maka lawan kita cenderung ragu untuk berniat jahat. Namun ternyata Ryan tidak berbuat apa-apa dan hanya berkata, “Ada yang bisa saya bantu, Ling?”,
“Ehh…, nggg…, anu…, ini mobil sialan diparkir begini, mana susah lagi dorongnya”, sahutku agak canggung. “Mari saya bantu, kamu pegang samping kanan ini yach”, ujar Ryan memberi aba-aba agar aku berada dibelakang samping kanan Panther sialan itu.
Tatkala aku sedang dalam posisi siap mendorong dari arah kiri, kutengokkan kepala ke arah kiri, ternyata Ryan tidak berada pada posisi belakang mobil itu melainkan berada tepat di belakangku dan tangannya dengan cepat telah berada di atas tanganku dan jemarinya telah meremas jemariku dengan lembut, mesra namun kuat. “Ehhhh … apa-apaan nih Ryann….?”, ujarku panik.
Namun Ryan dengan tenang dan lembut malah menghembuskan nafasnya di balik telingaku dan membisikkan sesuatu yang tidak jelas (mungkin sejenis mantera) lalu menambahkan “Aku mencintaimu Mei Ling”, ujarnya lembut. Mendadak aku merasa lemas, namun aku masih sempat berucap “Lepaskan aku Ryan kamu ini udah gila kali?”, ujarku lemah.
Tapi aku semakin tak berdaya melawan hembusan lembut di belakang telingaku dan kecupan mesranya di belakang leherku tepatnya di bulu-bulu halus tengkukku. Nampaknya Ryan menggunakan sejenis pelet tingkat tinggi yang mampu membuatku tak berdaya dan hanya bisa pasrah menikmati tiap cumbuannya.Makin lama cumbuan Ryan semakin hebat dan herannya aku yang biasanya sangat jijik kepadanya seperti terbangkitkan gairah birahiku, apalagi Ryan tidak hanya mencium pundak, tengkuk dan telingaku saja, namun tangannya juga telah mulai bermain mengusap-usap daerah terlarang milikku.
Yah, tangan kiri Ryan telah mengeluarkan kemejaku dari balik celana jeans yang kukenakan dan masuk ke balik celanaku hingga menembus celana dalamku dan mengusap-usap dengan lembut bukit kemaluanku. Aku hanya bisa mendesah lemah dan mulai merasakan rangsangan yang demikian kuat.
Mendadak Ryan menarik dan membimbingku ke arah mobilku dan tangannya menarik pintu belakang sebelah kanan mobilku yang memang tidak sempat kukunci. Lantas ia merebahkanku di jok tengah Escudo milikku dan merebahkan sandarannya.
Kemudian ia mendorong tubuhku ke dalam dan menekuk kakiku hingga posisi kakiku terlipat ke atas sehingga dengan mudahnya kemaluanku terkuak dan pahaku miring ke samping. Lantas dengan segera Ryan menutup pintu dan mengambil kunci mobilku serta menguncinya dari dalam melalui central lock di pintu depan.
Aku semakin tidak berdaya dengan usapannya di kemaluanku apalagi dia telah membuka kancing, gesper dan ritsluiting celana jeansku dan tangannya telah menarik turun celana dalamku. Kemudian Ryan menarik dengan cepat celana jeansku lalu kemudian menarik lagi celana dalamku hingga terlepas semuanya.
Aku selama itu hanya bisa pasrah lemas tidak tahu mengapa, mungkin akibat mantera miliknya yang begitu dahsyat. Mungkin juga karena diriku telah dilanda birahi yang sangat hebat karena terus terang, aku memang begitu mudah terangsang sehingga itu pula yang menyebabkan aku telah kehilangan keperawanan di tangan mantan kekasihku di awal masuk kuliah dulu.
Namun di luar itu semua yang kurasakan adalah kenikmatan yang teramat sangat karena selanjutnya bukan lagi jemari Ryan yang bermain pada permukaan kemaluan dan klitoris serta pada daerah G-Spot milikku, namun kini justru giliran lidahnya bermain-main di sana dengan kemahiran yang sangat luar biasa jauh daripada yang mampu dilakukan oleh mantan kekasihku. Sehingga tanpa kusadari, aku justru mencengkeram kepala Ryan dan menekannya ke arah kemaluanku agar rangsangan yang kuterima semakin kuat.
Namun rupanya Ryan bukan sembarang pria jantan biasa, tampaknya ia begitu mahir atau justru tengah dikuasai oleh hawa nafsu iblis percabulan (kudengar orang-orang pemilik ilmu hitam, hawa nafsunya adalah murni hawa nafsu iblis) sehingga ia bukan saja memainkan lidahnya ke sekitar klitoris dan daerah G-Spot milikku, namun juga mulutnya mampu menghisap dan lidahnya memilin-milin klitorisku sehingga tanpa kusadari aku semakin diamuk birahi dan memajukan kemaluanku sampai menempel ketat di wajahnya.Dan sungguh mengejutkan, tiba-tiba desakan kenikmatan melanda seluruh diriku, membuat badanku terlonjak-lonjak akibat perasaan nikmat yang dahsyat yang melingkupi diriku, perasaanku seakan melayang-layang dan denyutan-denyutan nikmat terasa pada bagian dalam kemaluanku.
Aku mengalami klimaks untuk pertama kalinya hanya dengan oral sex dari seorang pria, padahal mantan kekasihku hanya mampu membuatku klimaks setelah mengkombinasikan oral sex dengan persetubuhan dan itu memakan waktu yang cukup lama. Tubuhku terus mengejan dengan kuat dan kurasakan vaginaku sangat basah dan aku serasa melayang diawang-awang dengan pahaku yang membekap erat wajah dan kepala Ryan.
Beberapa saat kemudian kurasakan tangan Ryan membelai lembut pahaku dan membukanya dengan lembut namun kuat (sebenarnya sejak aku mengalami klimaks akibat dioral oleh Ryan, aku sudah menganggap lembut segala perlakuannya mungkin karena sudah pasrah dan dibuat puas kali).
Dan aku hanya bisa menatapnya dengan sayu yg sungguh kali ini bukan tatapan sayu bohong-bohongan seperti yg dilakukan teman-temanku kalau lagi berusaha memikat cowo idamannya namun aku menatap demikian akibat pengaruh klimaks dan rasa lemas namun nikmat yang masih terasa melanda sekujur tubuhku.
Saat itu kuperhatikan bahwa Ryan pun mulai membuka kemeja lengan pendeknya dan tanpa kusadari akupun ikut melucuti kaos singlet miliknya serta membantunya membukakan ritsluiting celananya yang dengan sigap diikuti oleh gerakan cepat dari tangan Ryan yang langsung menurunkan celana luar beserta celana dalamnya.
Aku terus terang sungguh sangat terkejut melihat “senjata kejantanan” milik Ryan yang sangat besar dan panjang berwarna coklat agak gelap dengan diameter yang terus terang akupun agak ngeri untuk memegangnya.
Terus terang aku sempat berfikir kemaluanku bakal terasa sakit seandainya dia benar-benar menyetubuhiku, namun ternyata itu semua hanyalah khayalanku belaka, karena Ryan tidak langsung menghunjamkan “rudal”-nya itu ke dalam kemaluanku namun layaknya seorang gentleman ia mengusap-usap dulu kemaluanku yang sudah basah itu dengan ujung kemaluannya hingga aku kegelian dan terangsang kembali dan dengan dibantu oleh jari-jari Ryan yang juga bermain didaerah G-Spot-ku serta diclitorisku akupun dibuat semakin becek dan siap untuk dimasuki.Dan ketika aku mulai semakin mendsah-desah, Ryan pun dengan sigap memasukan batangannya ke dalam lubang kemaluanku namun tidak semuanya hanya sebagian ujungnya saja (bagian apa ya namanya, palkon kali ya?) Setelah itu karena dilihatnya aku agak sedikit meringis
(terus terang saat itu agak terasa sedikit sakit selain karena aku sudah lama tidak bersenggama sejak putus dari mantanku, juga karena ukuran Ryan yang agak besar) Ryan diam sejenak, setelah dilihatnya ekspresi wajahku sudah normal kembali, ia pun mulai bergoyang memaju-mundurkan senjatanya namun dengan sedikit demi sedikit, jadi tidak langsung amblas main tancap seperti yang dilakukan oleh mantan kekasihku.
Aku pun mulai merasakan sedikit nyaman dengan ukuran “senjata” Ryan dan perlahan-lahan kembali terangsang dan dapat menikmatinya. Namun harus kuakui Ryan ternyata benar-benar seorang pria yang sangat gentle dan juga jantan, ia tidak saja begitu lembut “memerkosa” diriku namun juga sangat memperhatikan kenyamanan dan kepuasanku, bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan mantan pacarku yang pernah tidur denganku, Ryan seperti-nya sungguh mengerti keinginanku.
Ia tidak saja perlahan-lahan dan dengan penuh kelembutan “memerkosa” diriku namun juga aktif membantu merangsang diriku hingga aku benar-benar sangat terangsang sehingga walaupun ukuran kejantanannya menurutku sangat menyeramkan, namun aku tidak merasa sakit dan dapat menikmatinya.
Seiring semakin terangsangnya diriku, Ryan pun perlahan-lahan mulai semakin dalam menancapkan kemaluannya. Akupun semakin lama semakin horny dan semakin tidak kuat lagi menahan desakan kenikmatan yang makin memuncak dan semakin tidak tertahankan itu.
Hingga akhirnya merasa menyentuh awang-awang dan merasakan kenikmatan yang sungguh tidak pernah kualami sebelumnya dengan para kekasihku, tanpa sadar aku melenguh keras “Ooooahh…, Ryannnnn..”, dan akupun meremas kuat belakang kepalanya dan menjepit erat pinggangnya dengan kedua paha dan kaki sekuat-kuatnya dan juga mengangkat pinggulku hingga kemaluanku berhimpit kuat dengan kemaluannya dan yang masih kuingat adalah saat itu diriku terasa basah dan nikmat sekali.Basah baik pada lubang kemaluanku maupun sekujur tubuhku yang penuh oleh peluh keringatku maupun keringat dan cairan liur Ryan (ia sangat aktif menjilati sekujur tubuhku baik leher hingga ke payudaraku). Dan selanjutnya akupun terbaring lemas tak berdaya, namun Ryan tidak meneruskan perbuatannya walaupun ia belum mencapai klimaks
Tapi justru beristirahat sambil menunggu diriku siap kembali sungguh ia laki-laki yang tahu diri tidak egois seperti pria-pria lainnya walaupun sebagai orang yang sedang memperkosaku ia sebenarnya punya “hak” berbuat sesukanya tapi ternyata bisa dibilang ia adalah “pemerkosa yang baik hati” yang pernah singgah dalam hidupku.
Setelah beristirahat sejenak dan melihat kondisiku yang sudah agak pulih, Ryan mulai meneruskan aksinya yang tertunda tadi. Pada babak berikut ini, gaya permainannya diubah, sekarang ia melakukan serangan dengan tehnik “Total Foot Ball. Gaya serangannya menggebu-gebu dan tekanan-tekanan penisnya benar-benar mengarah pada sasaran-sasaran strategis pada liang kemaluanku.
Setiap kali Ryan menancapkan penisnya yang besar itu kedalam lubang kemaluanku, maka tekanan penisnya menarik seluruh bibir kemaluanku melesak kedalam, sehingga klitorisku pun ikut tertekan masuk dan tergesek-gesek dengan batang penisnya yang dilingkari oleh urat-urat menonjol.
Hal ini membuatku menggelinjang-gelinjang nikmat, “Aaagghhh…, aaddduuhh…, Ryannn…, peeelllannn-peellannn…, doongg…!”, akan tetapi kali ini Ryan tidak mengurangi serangan-serangannya, tempo permainannya malah ditingkatkan, semakin aku menggeliat-geliat, semakin menggebu-gebu Ryan memompakan kemaluannya ke dalam liang vaginaku.
Kali ini aku benar-benar dipermainkan habis-habisan oleh Ryan. Perasaan nikmat dan rasa geli telah merambat dari daerah bagian bawah badan keseluruh tubuhku, sehingga perasaanku serasa melayang-layang bagaikan layang-layang yang putus talinya, terbang melayang dipermainkan angin. Perasaan nikmat dan geli akhirnya tidak tertahan lagi dan,“…Ryaaaannnn…, aakkkuuu…, aakkkaaann meeelleedaakkkk…, aaauuuggghhh…, ooohhhh….!!”,
dengan suatu desahan panjang disertai kedua pahaku mengejang dengan keras menjepit melingkari pantat Ryan, aku mencapai klimaks yang hebat dan pada saat bersamaan Ryan juga mencapai klimaks nya dan dengan pelukan yang sangat erat pada badanku, Ryan mendorong pantatnya kuat-kuat, menekan pinggulku rapat-rapat, sehingga kemaluannya amblas keseluruhan ke dalam liang vaginaku, sambil meyemprotkan cairan kental hangat ke dalamnya.
Semprotan demi semprotan kuat dari cairan hangat kental tersebut terasa memenuhi seluruh rongga-rongga di dalam relung vaginaku, menimbulkan perasaan sensasi yang datang bertubi-tubi melanda diriku, benar-benar suatu kenikmatan klimaks yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Kami berdua berpelukan erat-erat selama beberapa detik, sambil menghayati denyutan-denyutan pada kemaluan kami masing-masing. Setelah melewati puncak kenikmatan klimaks tersebut, maka kami terkapar dalam keadaan lemas sambil tetap berpelukan dengan erat. Dengan perlahan-lahan suatu kesadaran mulai merambati pikiranku, seperti awan yang ditiup angin, aku mulai menyadari apa yang sedang terjadi pada diriku.
Kesadaranku mulai pulih secara perlahan-lahan dan menyadari bahwa aku baru saja melakukan persetubuhan yang seru dengan Ryan, orang yang selama ini aku anggap sebagai preman di kampus yang tidak pantas diajak sebagai seorang teman. Sambil masih telentang di atas jok mobil aku mencoba menganalisis mulai dari kejadian yang pertama, dan segera menyadari bahwa aku telah dikerjai Ryan dengan ilmu hitamnya.
Menyadari itu, aku mencoba memberontak dan mendorong Ryan dari atas tubuhku, akan tetapi Ryan justru semakin kuat mendekapku, Ryan terus membujuk dan mengelus-elus seluruh tubuhku, sehingga tak berselang lama kemudian aku terlena lagi dan babak kedua “pemerkosaan” itu terjadi lagi, bahkan lebih seru dan lebih mengasyikan daripada sebelumnya.Aku benar-benar tidak peduli lagi, apakah ini disebabkan oleh ilmu hitam Ryan atau apapun, akan tetapi yang jelas ini suatu persetubuhan yang sangat mengasyikkan. Karena itu kulayani permainan Ryan kali ini bahkan dengan tidak kalah serunya.
-

Video bokep Belle Claire Showstopper

-

Video bokep Mimi Aku bersama banyak pria dipemandian air panas












