Author: dbgoog99

  • Cerita Sex Nikmat Sekali

    Cerita Sex Nikmat Sekali


    2530 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Nikmat Sekali ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Waktu itu Ronal yang masih duduk di perkuliahan mempunyai teman akrab namanya Ghina di aberasal dari Sumatera dan katanya dia masih menumpang di rumah tantenya, kebetulan hobi kitra sama yaitu naik gunung pecinta alam kita sering bersama kadang aku juga maen kerumahnya, dan bisa lebih karena aku juga naksir dengan adik sepupunya namanya Lusi.

    Lusi adalah anak dari tante yang rumahnya ditumpangi oleh Ghina, walaupun aku sudah akrab dengan keluarganya tante tapi aku tak langsung pacari si Lusi, tapi selama perjalanan waktu sudah berubah dimana ayah Lusi yang wakil rakyat meninggal dunia.

    Jadi Sekarang Ibunya yang mengurus semua perusahaan yang dikendalaikan ayah Lusi, Harapanku untuk memacari Lusi tetap ada, walaupun saat aku berkunjung kerumahnya jarang bertemu langsung dengan Lusi, malah Ibunya yang namanya Ita menemaniku, karena kesibukannya Lusi yang di Jakarta sedang belajar di sekolah presenter stasiun TV swasta.

    Tapi sebenarnya kalau mau jujur Lusi masih kalah dengan ibunya. Bu Ita lebih cantik.,kulitnya lebih putih bersih, dewasa dan tenang pembawaannya. Sementara Lusi agak sawo matang, nurun ayahnya kali? Seandainya Lusi seperti ibunya: tenang pembawaannya, keibuan dan penuh perhatian, baik juga.

    Sekarang, di rumah yang cukup mewah itu hanya ada bu Ita dan seorang pembantu. Ghina sudah tidak di situ, sementara Lusi sekolah di ibukota, paling-paling seminggu pulang. Akhirnya saya di suruh bu Ita untuk membantu sebagai karyawan tidak tetap mengelola perusahaannya. Untungnya saya memiliki kemampuan di bidang komputer dan manajemennya, yang saya tekuni sejak SMA.

    Setelah mengetahui manajemen perusahaan bu Ita lalu saya menawari program akuntansi dan keuangan dengan komputer, dan bu Ita setuju bahkan senang. Merencanakan kalkulasi biaya proyek yang ditangani perusahaannya, dsb.

    Saya menyukai pekerjaan ini. Yang jelas bisa menambah uang saku saya, bisa untuk membantu kuliah, yang saat itu baru semester dua. Bu Ita memberi honor lebih dari cukup menurut ukuran saya. Pegawai bu Ita ada tiga cewek di kantor, tambah saya, belum termasuk di lapangan.

    Saya sering bekerja setelah kuliah, sore hingga malam hari, datang menjelang pegawai yang lain pulang. Itupun kalau ada proyek yang harus dikerjakan. Part time begitu. Bagi saya ini hanya kerja sambilan tapi bisa menambah pengalaman.

    Karena hubungan kerja antara majikan dan pegawai, hubungan saya dengan bu Ita semakin akrab. Semula sih biasa saja, lambat-laun seperti sahabat, curhat, dan sebagainya.

    Aku sering dinasehati, bahkan saking akrabnya, bercanda, saya sering pegang tangannya, mencium tangan, tentu saja tanpa diketahui rekan kerja yang lain. Dan rupanya dia senang. Tapi aku tetap menjaga kesopanan.

    Pengalaman ini yang mendebarkan jantungku, betapapun dan siapapun bu Ita, dia mampu menggetarkan dadaku. Walaupun sudah cukup umur wanita ini tetap jelita. Saya kira siapapun orangnya pasti mengatakan orang ini cantik bahkan cantik sekali.

    Dasar pandai merawat tubuh, karena ada dana untuk itu, rajin fitnees, di rumah disediakan peralatannya. Kalau sedang fitnees memakai pakaian fitnees ketat sangat sedap dipandang. Ini sudah saya ketahui sejak saya SMA dulu, tapi karena saya kepingin mendekati Lusi, hal itu saya kesampingkan.

    Data-data pribadi bu Ita saya tahu betul karena sering mengerjakan biodata berkaitan dengan proyek-proyeknya. Tingginya 161 cm, usianya saat kisah ini terjadi 37 tahun, lima bulan dan berat badannya 52 kg. Cukup ideal.

    Pada suatu hari saya lembur, karena ada pekerjaan proyek dan paginya harus didaftarkan untuk diikutkan tender. Pukul 22.00 pekerjaan belum selesai, tapi aku agak terhibur bu Ita mau menemaniku, sambil mengecek pekerjaanku.

    Dia cukup teliti. Kalau kerja lembur begini ia malah sering bercanda. Bahkan kalau minumanku habis dia tidak segan-segan yang menuang kembali, aku malah menjadi kikuk. Dia tak enggan pegang tanganku, mencubit, namun aku tak berani membalas.

    Cerita Sex Nikmat Sekali Apalagi bila sedang mencubit dadaku aku sama sekali tidak akan membalas. Dan yang cukup surprise tanpa ragu memijit-pijit bahuku dari belakang.

    “Capek ya..? Saya pijit, nih”, katanya.

    Aku hanya tersenyum, dalam hati senang juga, dipijit janda cantik. Apalagi yang kurasakan dadanya, pasti teteknya menyenggol kepalaku bagian belakang, saya rasakan nyaman juga. Lama-lama pipiku sengaja saya pepetkan dengan tangannya yang mulus, dia diam saja.

    Dia membalas membelai-belai daguku, yang tanpa rambut itu. Aku menjadi cukup senang. Hampir pukul 23.00 baru selesai semua pekerjaan, saya membersihkan kantor dan masih dibantu bu Ita. Wah wanita ini betul-betul seorang pekerja keras, gumanku dalam hati.

    Saya bersiap-siap untuk pulang, tapi dibuatkan kopi, jadi kembali minum.

    “Kamu sudah punya pacar Ron?”

    “Belum Bu”, jawabku

    “Masa.., pasti kamu sudah punya. Cewek mana yang tak mau dengan cowok ganteng”, katanya

    “Belum Bu, sungguh kok”, kataku lagi. Kami duduk bersebelahan di sofa ruang tengah, dengan penerangan yang agak redup. Entah siapa yang mendahului, kami berdua saling berpegangan tangan saling meremas lembut. Yang jelas semula saya sengaja menyenggol tangannya

    Mungkin karena terbawa suasana malam yang dingin dan suasana ruangan yang syahdu, dan terdengar suara mobil melintas di jalan raya serta sayup-sayup suara binatang malam, saya dan bu Ita hanyut terbawa oleh suasana romantis.

    Bu Ita yang malam itu memakai gaun warna hitam dan sedikit motif bunga ungu. Sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.

    Wanita pengusaha ini makin mendekatkan tubuhnya ke arahku. Dalam kondisi yang baru aku alami ini aku menjadi sangat kikuk dan canggung, tapi anehnya nafasku makin memburu, kejar-kejaran dan bergelora seperti gemuruh ombak di Pelabuhan Ratu. Saya menjadi bergemetaran, dan tak mampu berbuat banyak, walau tanganku tetap memegang tangannya.

    “Dingin ya Ron..?!”, katanya sendu.

    Sementara tangan kiriku ditarik dan mendekap lengan kirinya yang memang tanpa lengan baju itu.
    “Ya, Bu dingin sekali”, jawabku.

    Terasa dingin, sementara tangannya juga merangkul pinggangku. Bau wewanginan semerbak di sekitar, aku duduk, menambah suasana romantis

    “Kalau ketahuan Darti (pembantunya), gimana Bu?”, kataku gemetar.

    “Darti tidak akan masuk ke sini, pintunya terkunci”, katanya.

    Saya menjadi aman. Lalu aku mencoba mengecup kening wanita lincah ini, dia tersenyum lalu dia menengadahkan wajahnya. Tanpa diajari atau diperintah oleh siapapun, kukecup bibir indahnya.

    Dia menyambut dengan senyuman, kami saling berciuman bibir saling melumat bibir, lidah kami bertemu berburu mencari kenikmatan di setiap sudut-sudut bibir dan rongga mulut masing-masing. Tangankupun mulai meraba-raba tubuh sintal bu Ita, diapun tidak kalah meraba-raba punggungku dan bahkan menyusup dibalik kaosku. Aku menjadi semakin terangsang dalam permainan yang indah ini.

    Sejenak jeda, kami saling berpandangan dia tersenyum manis bahkan amat manis, dibanding waktu-waktu sebelumnya.

    Kami berangkulan kembali, seolah-olah dua sejoli yang sedang mabuk asmara sedang bermesraan, padahal antara majikan dan pegawainya. Dia mulai mencumi leherku dan menggigit lembut semantara tanganku mulai meraba-raba tubuhnya, pertama pantatnya, kemudian menjalar ke pinggulnya.

    “Sejak kamu kesini dengan Ghina dulu, saya sudah berpikir: “Ganteng banget ini anak!””, katanya setengah berbisik.

    “Ah ibu ada-ada saja”, kataku mengelak walaupun saya senang mendapat sanjungan.

    “Saya tidak merayu, sungguh”, katanya lagi.

    Kami makin merangsek bercumbu, birahiku makin menanjak naik, dadaku semakin bergetar, demikian juga dada bu Ita. Diapun nampak bergetaran dan suaranya agak parau.

    Kemudian saya beranjak, berdiri dan menarik tangan bu Ita yang supaya ikut berdiri. Dalam posisi ini dia saya dekap dengan hangatnya. Hasrat kelakianku menjadi bertambah bangkit dan terasa seakan membelah celana yang saya pakai.

    Cerita Sex Nikmat Sekali Lalu saya bimbing dia ke kamarnya, bagai kerbau dicocok hidungnya bu Ita menurut saja. Kami berbaring bersama di spring bed, kembali kami bergumul saling berciuman dan becumbu.

    “Gimana kalau saya tidur di sini saja, Bu”, pintaku lirih.

    Ia berpikir sejenak lalu mengangguk sambil tersenyum. Kemudian dia beranjak menuju lemari dan mengambil pakaian sambil menyodorkan kepada saya.

    “Ini pakai punyaku”, dia menyodorkan pakaian tidur.

    Lalu aku melorot celana panjangku dan kaos kemudian memakai kimononya.

    Aku menjadi terlena. Dalam dekapannya aku tertidur. Baru sekitar setengah jam saya terbangun lagi. Dalam kondisi begini, jelas aku susah tidur.

    Udara terasa dingin, saya mendekapnya makin kencang. Dia menyusupkan kaki kanannya di selakangan saya. Penisku makin bergerak-gerak, sementara cumbuan berlangsung, penisku semakin menjadi-jadi kencangnya, yang sesungguhnya sejak tadi di sofa.

    Aku berpikir kalau sudah begini bagaimana? Apakah saya lanjutkan atau diam saja? Lama aku berfikir untuk mengatakan tidak! Tapi tidak bisa ditutupi bahwa hasrat, nafsu birahiku kuat sekali yang mendorong melonjak-lonjak dalam dadaku bercampur aduk sampai kepada ubun-ubunku.

    Walaupun aku diamkan beberapa saat, tetap saja kejaran libido yang terasa lebih kuat. Memang saya sadar, wanita yang ada didekapanku adalah majikanku, tantenya Ghina, mamanya Lusi, tapi sebagai pria normal dan dewasa aku juga merasakan kenikmatan bibir dan rasa perasaan bu Ita sebagai wanita yang sintal, cantik dan mengagumkan.

    Sedikitnya aku sudah merasakan kehangatannya tubuhnya dan perasaannya, meski pengalaman ini baru pertama kali kualami.

    Aku tak kuasa berkeputusan, dalam kondisi seperti ini aku semakin bergemetaran, antara mengelak dan hasrat yang menggebu-gebu. Aku perhatikan wajahnya di bawah sorot lampu bed, sengaja saya lihat lama dari dekat, wajahnya memancarkan penyerahan sebagai wanita, di depan lelaki dewasa.

    Pelan-pelan tanganku menyusup di balik gaunnya, meraba pahanya dia mengeliat pelan, saya tidak tahu apakah dia tidur atau pura-pura tidur. Aku cium lembut bibirnya, dan dia menyambutnya. Berarti dia tidak tidur. Ku singkap gaun tidurnya kemudian kulepas, dia memakai beha warna putih dan cedenya juga putih.

    Aku menjadi tambah takjub melihat kemolekan tubuh bu Ita, putih dan indah banget. Ku raba-raba tubuhnya, dia mengeliat geli dan membuka matanya yang sayu. Jari-jari lentiknya menyusup ke balik baju tidur yang kupakai dan menarik talinya pada bagian perutku, lalu pakaianku terlepas. Kini akupun hanya pakai cede saja.

    “Kamu ganteng banget, Ron, tinggi badanmu berapa, ya?”, bisiknya. Saya tersenyum senang.

    “Makasih. Ada 171. Bu Ita juga cantik sekali”, mendengar jawabanku, dia hanya tersenyum.

    Aku berusaha membuka behanya dengan membuka kaitannya di punggungnya, kemudian keplorotkan cedenya sehingga aku semakin takjub melihat keindahan alam yang tiada tara ini. Hal ini menjadikan dadaku semakin bergetar.

    Betapa tidak?! Aku berhadapan langsung dengan wanita tanpa busana yang bertubuh indah, yang selama ini hanya kulihat lewat gambar-gambar orang asing saja. Kini langsung mengamati dari dekat sekali bahkan bisa meraba-raba.

    Wanita yang selama ini saya lihat berkulit putih bersih hanya pada bagian wajah, bagian kaki dan bagian lengan ini, sekarang tampak seluruhnya tiada yang tersisa. Menakjubkan! Darahku semakin mendidih, melihat pemandangan nan indah itu.

    Di saat saya masih bengong, pelan-pelan aku melorot cedeku, saya dan bu Ita sama-sama tak berpakaian. Penisku benar-benar maksimal kencangnya. Kami berdua berdekapan, saling meraba dan membelai.

    Kaki kami berdua saling menyilang yang berpangkal di selakangan, saling mengesek. Penisku yang kencang ikut membelai paha indah bu Ita. Sementara itu ia membelai-belai lembut penisku dengan tangan halusnya, yang membawa efek nikmat luar biasa.

    Tanganku membela-belai pahanya kemudian kucium mulai dari lutut merambat pelan ke pangkal pahanya. Ia mendesah lembut. Dadaku makin bergetaran karena kami saling mencumbu, aku meraba selakangannya, ada rerumputan di sana, tidak terlalu lebat jadi enak dipandang.

    Dia mengerang lembut, ketika jemariku menyentuh bibir vaginanya. Mulutku menciumi payudaranya dengan lembut dan mengedot puntingnya yang berwarna coklat kemerah-merahan, lalu membenamkan wajahku di antara kedua susunya.

    Sementara tangan kiriku meremas lembut teteknya. Desisan dan erangan lembut muncul dari mulut indahnya. Aku semakin bernafsu walau tetap gemetaran. Tanganku mulai aktif memainkan selakangannya, yang ternyata basah itu.

    Saya penasaran, lalu kubuka kedua pahanya, kemudian kusingkap rerumputan di sekitar kewanitaannya. Bagian-bagian warna pink itu aku belai-belai dengan jemariku. Klitorisnya, ku mainkan, menyenangkan sekali.

    Ita mengerang lembut sambil menggerakkan pelan kaki-kakinya. Lalu jariku kumasukkan keterowongan pink tersebut dan menari-nari di dalamnya. Dia semakin bergelincangan. Kelanjutannya ia menarikku.

    “Ayo Ron”aku tak tahan”, katanya berbisik

    Dan merangkulku ketat sekali, sehingga bagian yang menonjol di dadanya tertekan oleh dadaku.
    Aku mulai menindih tubuh sintal itu, sambil bertumpu pada kedua siku-siku tanganku, supaya ia tidak berat menompang tubuhku.

    Sementara itu senjataku terjepit dengan kedua pahanya. Dalam posisi begini saja enaknya sudah bukan main, getaran jantungku makin tidak teratur. Sambil menciumi bibirnya, dan lehernya, tanganku meremas-remas lembut susunya.

    Penisku menggesek-gesek sekalangannya, ke arah atas (perut), kemudian turun berulang-ulang Tak lama kemudian kakinya direnggangkan, lalu pinggul kami berdua beringsut, untuk mengambil posisi tepat antara senjataku dengan lubang kewanitaannya. Beberapa kali kami beringsut, tapi belum juga sampai kepada sasarannya. Penisku belum juga masuk ke vaginanya

    “Alot juga”, bisikku. Bu Ita yang masih di bawahku tersenyum.

    “Sabar-sabar”, katanya. Lalu tangannya memegang penisku dan menuntun memasukkan ke arah kewanitaannya.

    “Sudah ditekan… pelan-pelan saja”, katanya. Akupun menuruti saja, menekan pinggulku…

    “Blesss”, masuklah penisku, agak seret, tapi tanpa hambatan. Ternyata mudah! Pada saat masuk itulah, rasa nikmatnya amat sangat. Seolah aku baru memasuki dunia lain, dunia yang sama sekali baru bagiku.

    Cerita Sex Nikmat Sekali Aku memang pernah melihat film orang beginian, tetapi untuk melakukan sendiri baru kali ini. Ternyata rasanya enak, nyaman, mengasyikkan. Wonderful! Betapa tidak, dalam usiaku yang ke 23, baru merasakan kehangatan dan kenikmatan tubuh wanita.

    Gerakanku mengikuti naluri lelakiku, mulai naik-turun, naik-turun, kadang cepat kadang lambat, sambil memandang ekspresi wajah bu Ita yang merem-melek, mulutnya sedikit terbuka, sambil keluar suara tak disengaja desah-mendesah. Merasakan kenikmatannya sendiri.

    “Ah… uh… eh… hem””

    Ketika aku menekankan pinggulku, dia menyambut dengan menekan pula ke atas, supaya penisku masuk menekan sampai ke dasar vaginanya. Getaran-getaran perasaan menyatu dengan leguhan dan rasa kenikmatan berjalan merangkak sampai berlari-lari kecil berkejar-kejaran.

    Di tengah peristiwa itu bu Ita berbisik

    “Kamu jangan terlalu keburu nafsu, nanti kamu cepat capek, santai saja, pelan-pelan, ikuti iramanya”, ketika saya mulai menggenjot dengan semangatnya.

    “Ya Bu, maaf”, akupun menuruti perintahnya.

    Lalu aku hanya menggerakkan pinggulku ala kadarnya mengikuti gerakan pinggulnya yang hanya sesekali dilakukan. Ternyata model ini lebih nyaman dan mudah dinikmati. Sesekali kedua kakinya diangkat dan sampai ditaruh di atas bahuku, atau kemudian dibuka lebar-lebar, bahkan kadang dirapatkan, sehingga terasa penisku terjepit ketat dan semakin seret.

    Gerak apapun yang kami lakukan berdua membawa efek kenikmatan tersendiri. Setelah lebih dari sepuluh menit , aku menikmati tubuhnya dari atas, dia membuat suatu gerakan dan aku tahu maksudnya, dia minta di atas.

    Aku tidur terlentang, kemudian bu Ita mengambil posisi tengkurap di atasku sambil menyatukan alat vital kami berdua. Bersetubuhlah kami kembali.Ia memasukkan penisku rasanya ketat sekali menghujam sampai dalam.

    Sampai beberapa saat bu Ita menggerakkan pinggulnya, payudaranya bergelantungan nampak indah sekali, kadang menyapu wajahku. Aku meremas kuat-kuat bongkahan pantatnya yang bergoyang-goyang. Payudaranya disodorkan kemulutku, langsung kudot. Markas Judi Online Dominoqq

    Gerakan wanita berambut sebahu ini makin mempesona di atas tubuhku. Kadang seperti orang berenang, atau menari yang berpusat pada gerakan pinggulnya yang aduhai. Bayang-bayang gerakan itu nampak indah di cermin sebelah ranjang.

    Tubuh putih nan indah perempuan setengah baya menaiki tubuh pemuda agak coklat kekuning-kuningan. Benar-benar lintas generasi!

    Adegan ini berlangsung lebih dari lima belas menit, kian lama kian kencang dan cepat, gerakannya. Nafasnya kian tidak teratur, sedikit liar. Kayak mengejar setoran saja. Tanganku mempererat rangulanku pada pantat dan pinggulnya, sementara mulutku sesekali mengulum punting susunya. Rasanya enak sekali. Setelah kerja keras majikanku itu mendesah sejadi-jadinya”

    “Ah… uh, eh… aku, ke.. luaar..Ron..”, rupanya ia orgasme.

    Puncak kenikmatannya diraihnya di atas tubuhku, nafasnya berkejar-kejaran, terengah-engah merasakan keenakan yang mencapai klimaknya.

    Nafasnya berkejar-kejaran, gerakannya lambat laun berangsur melemah, akhirnya diam. Ia menjadi lemas di atasku, sambil mengatur nafasnya kembali. Aku mengusap-usap punggung mulusnya. Sesekali ia menggerak-gerakkan pinggulnya pelan, pelan sekali, merasakan sisa-sisa puncak kenikmatannya. Beberapa menit dia masih menindih saya.

    Cerita Sex Nikmat Sekali

    Cerita Sex Nikmat Sekali

    Setelah pulih tenaganya, dia tidur terlentang kembali, siap untuk saya tembak lagi. Kini giliran saya menindihnya, dan mulai mengerjakan kegiatan seperti tadi. Gerakan ku pelan juga, dia merangkul aku. Naik turun, keluar masuk.

    Saat masuk itulah rasa nikmat luar biasa, apalagi dia bisa menjepit-jepit, sampai beberapa kali. Sungguh aku menikmati seluruhnya tubuh bu Ita. Ruaar biasa! Tiba-tiba suatu dorongan tenaga yang kuat sampai diujung senjataku, aliran darah, energi dan perasaan terpusat di sana, yang menimbulkan kekuatan dahsyat tiada tara.

    Energi itu menekan-nekan dan memenuhi lorong-lorong rasa dan perasaan, saling memburu dan kejar-kejaran. Didorong oleh gairah luar biasa, menimbulkan efek gerakan makin keras dan kuat menghimpit tubuh indah, yang mengimbangi dengan gerakan gemulai mempesona.

    Akhirnya tenaga yang menghentak-hentak itu keluar membawa kenikmatan luar biasa”, suara tak disengaja keluar dari mulut dua insan yang sedang dilanda kenikmatan. Air maniku terasa keluar tanpa kendali, menyemprot memenuhi lubang kenikmatan milik bu Ita.

    “Ahh… egh… egh… uhh”, suara kami bersaut-sahutan.

    Bibir indah itu kembali kulumat makin seru, diapun makin merapatkan tubuhnya terutama pada bagian bawah perutnya, kuat sekali. Menyatu semuanya,

    “Aku” keluar Bu”, kataku terengah-engah.

    “Aku juga Ron”, suaranya agak lemah.

    “Lho keluar lagi, tadi kan sudah?! Kok bisa keluar lagi?!”, tanyaku agak heran.

    “Ya, bisa dua kali”, jawabnya sambil tersenyum puas.

    Kami berdua berkeringat, walau udara di luar dingin. Rasanya cukup menguras tenaga, bagai habis naik gunung saja, lempar lembing atau habis dari perjalanan jauh, tapi saya masih bisa merasakan sisa-sisa kenikmatan bersama.

    Selang beberapa menit, setelah kenikmatan berangsur berkurang, dan terasa lembek, saya mencabut senjataku dan berbaring terlentang di sisinya sambil menghela nafas panjang. Puas rasanya menikmati seluruh kenikmatan tubuhnya.

    Perempuan punya bentuk tubuh indah itupun terlihat puas, seakan terlepas dari dahaganya, yang terlihat dari guratan senyumnya. Saya lihat selakangannya, ada ceceran air maniku putih kental meleleh di bibir vaginanya bahkan ada yang di pahanya.

    Cerita Sex Nikmat Sekali Pengalaman malam itu sangat menakjubkan, hingga sampai berapa kali aku menaiki bu Ita, aku lupa. Yang jelas kami beradu nafsu hampir sepanjang malam dan kurang tidur.

    Keesokan harinya. Busa-busa sabun memenuhi bathtub, aku dan bu Ita mandi bersama, kami saling menyabun dan menggosok, seluruh sisi-sisi tubuhnya kami telusuri, termasuk bagian yang paling pribadi. Yang mengasyikkan juga ketika dia menyabun penisku dan mengocok-kocok lembut. Saya senang sekali dan sudah barang tentu membawa efek nikmat.

    “Saya heran barang ini semalaman kok tegak terus, kayak tugu Ghinas, besar lagi. Ukuran jumbo lagi?!”, katanya sambil menimang-nimang tititku.

    “Kan Ibu yang bikin begini?!”, jawabku. Kami tersenyum bersama.

    Sehabis mandi, kuintip lewat jendela kamar, Darti sedang nyapu halaman depan, kalau aku keluar rumah tidak mungkin, bisa ketahuan. Waktu baru pukul setengah enam. Tetapi senjata ini belum juga turun, tiba-tiba hasrat lelakiku kembali bangkit kencang sekali.

    Kembali meletup-letup, jantung berdetak makin kencang. Lagi-lagi aku mendekati janda yang sudah berpakaian itu, dan kupeluk, kuciumi. Saya agak membungkuk, karena aku lebih tinggi. Bau wewangian semerbak disekujur tubuhnya, rasanya lebih fresh, sehabis mandi.

    Lalu ku lepas gaunnya, ku tanggalkan behanya dan kuplorotkan cedenya. Kami berdua kembali berbugil ria dan menuju tempat tidur. Kedua insan lelaki perempuan ini saling bercumbu, mengulangi kenikmatan semalam.

    Ia terbaring dengan manisnya, pemandangan yang indah paduan antara pinggul depan, pangkal paha, dan rerumputan sedikit di tengah menutup samara-samar huruf “V”, tanpa ada gumpalan lemaknya.

    Aku buka dengan pelan kedua pahanya. Aku ciumi, mulai dari lutut, kemudian merambat ke paha mulusnya. Sementara tangannya mengurut-urut lembut penisku. Tubuhku mulai bergetaran, lalu aku membuka selakangannya, menyibakkan rerumputan di sana.

    Aku ingin melihat secara jelas barang miliknya. Jariku menyentuh benda yang berwarna pink itu, mulai bagian atas membelai-belainya dengan lembut, sesekali mencubit dan membelai kembali. Bu Ita bergelincangan, tangannya makin erat memegang tititku.

    Kemudian jariku mulai masuk ke lorong, kemudian menari-nari di sana, seperti malam tadi. Tapi bibir, dan terowongan yang didominasi warna pink ini lebih jelas, bagai bunga mawar yang merekah. Beberapa saat aku melakukan permainan ini, dan menjadi paham dan jelas betul struktur kewanitaan bu Ita, yang menghebohkan semalam.

    Gelora nafsu makin menggema dan menjalar seantero tubuh kami, saling mencium dan mencumbu, kian memanas dan berlari kejar-kejaran. Seperti ombak laut mendesir-desir menerpa pantai. Tiada kendali yang dapat mengekang dari kami berdua.

    Apalagi ketika puncak kenikmatan mulai nampak dan mendekat ketat. Sebuah kejutan, tanpa aku duga sebelumnya penisku yang sejak tadi di urut-urut kemudian dikulum dengan lembutnya. Pertama dijilati kepalanya, lalu dimasukkan ke rongga mulutnya.

    Rasanya saya diajak melayang ke angkasa tinggi sekali menuju bulan. Aku menjadi kelelahan. Sesi berikutnya dia mengambil posisi tidur terlentang, sementara aku pasang kuda-kuda, tengkurap yang bertumpu pada kedua tangan saya.

    Saya mulai memasukkan penisku ke arah lubang kewanitaan bu Ita yang tadi sudah saya “pelajari” bagian-bagiannya secara seksama itu. Benda ini memang rasanya tiada tara, ketika kumasukkan, tidak hanya saya yang merasakan enaknya penetrasi, tetapi juga bu Ita merasakan kenikmatan yang luar biasa, terlihat dari ekpresi wajahnya, dan desahan lembut dari mulutnya.

    “Ah”, desahnya setiap aku menekan senjataku ke arah selakangannya, sambil menekankan pula pinggulnya ke arah tititku. Kami berdua mengulangi mengarungi samodra birahi yang menakjubkan, pagi itu.

    Semuanya sudah selesai, aku keluar rumah sekitar pukul setengah delapan, saat Darti mencuci di belakang. Dalam perjalanan pulang aku termenung, Betapa kejadian semalam dapat berlangsung begitu cepat, tanpa liku-liku, tanpa terpikirkan sebelumnya.

    Sebuah wisata seks yang tak terduga sebelumnya. Kenikmatan yang kuraih, prosesnya mulus, semulus paha bu Ita. Singkat, cepat dan mengalir begitu saja, namun membawa kenikmatan yang menghebohkan.

    Betapa aku bisa merasakan kehangatan tubuh bu Ita secara utuh, orang yang selama ini menjadi majikanku. Menyaksikan rona wajah bu Ita yang memerah jambu, kepasrahannya dalam ketelanjangannya, menunjukkan kedagaan seorang wanita yang mebutuhkan belaian dan kehangatan seorang pria.

    Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, si kumbang muda makin sering mendatangi bunga untuk mengisap madu. Dan bunga itu masih segar saja, bahkan rasanya makin segar menggairahkan. Memang bunga itu masih mekar dan belum juga layu, atau memang tidak mau layu.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kisah Memek Pada Saat Remaja

    Kisah Memek Pada Saat Remaja


    2925 views

    Duniabola99.com – Telah mulai sejak berusia 7 atau 8 th. saya memiliki keingintahuan serta keinginan yang kuat juga akan sex. Dengan sembunyi-sembunyi saya seringkali membaca majalah dewasa punya orang tuaku. Umumnya hal tersebut kulakukan sebelum pergi sekolah serta orang tuaku tidak dirumah. Waktu membaca majalah itu saya juga beronani untuk memuaskan keinginanku.


    Ketika usiaku 10 th., keinginanku juga akan pemuasan sex makin besar, maklum waktu itu yaitu masa puber. Frekwensiku lakukan masturbasi juga makin seringkali, dalam satu hari dapat sampai 4 kali. Serta sehari-hari minimum 1 kali tentu saya kerjakan.

    Disuatu sore saat saya duduk di kelas 6 SD, waktu itu tak ada seseorang juga dirumah. Ayah tengah bertugas keluar kota, sedang Ibu serta adikku tengah ikuti satu aktivitas mulai sejak pagi. Saya pakai peluang itu untuk melihat blue film punya orang tuaku. Mulai sejak pagi telah 3 film saya putar serta telah 4 kali saya lakukan masturbasi. Tetapi keinginanku masih pula demikian besar.

    Ada adegan yang begitu saya gemari serta saya seringkali berkhayal kalau saya jadi pemeran pria dalam film itu. Adegan itu yaitu waktu seseorang pria tengah berbaring sesaat wanita pertama duduk diatas penis sang pria sembari menggoyangkan pinggulnya serta wanita ke-2 duduk pas diatas mukanya sesaat sang pria dengan lahapnya menjilati vagina wanita ke-2 itu.

    Saya selekasnya turunkan celanaku bersiap lakukan masturbasi sembari melihat adegan favoritku. Di tengahnya aktivitasku serta film tengah hot-hotnya, mendadak terdengar nada pintu pagar di buka. Waktu itu tunjukkan jam 20. 00, nyatanya Ibu serta adikku telah pulang. Selekasnya saya gunakan celanaku kembali serta keluarkan video dari playernya lalu menempatkannya kembali di tempatnya. Lantas baru saya membukakan pintu buat mereka.


    “Eh Wan, tolong bantu masukan beberapa barang dong”, Ibu memohonku membantunya membawa beberapa barang.
    “Iya Ma. Shin, disana ngapain saja? Koq kelihatannya lelah banget sich? ”, saya menegur adikku Shinta.
    “Wah, banyak. Pagi sesudah aerobik selalu jalan lintas alam. Hingga diatas telah siang. Selalu sorenya baru turun. Pokoknya lelah deh. ”, Shinta menerangkannya dengan semangat.

    Kemudian mereka mandi serta makan malam. Sesaat saya duduk di ruangan keluarga sembari melihat acara TV. Sesudah mereka usai makan malam, adikku segera menuju ke kamarnya diatas. Ibu turut gabung denganku melihat TV.

    “Wan, ada acara bagus apa saja? ”, Ibu ajukan pertanyaan padaku.
    “Cuma ini yang mendingan, yang lain jelek”, saya memberitahu kalau cuma acara yang tengah kutonton yang cukup bagus.

    Waktu itu acaranya yaitu film action. Kemudian ada perbincangan kecil pada saya serta Ibu. Karna capek, Ibu melihat sembari tiduran diatas karpet. Tidak lama setelah itu Ibu rupanya terlelap. Saya tetaplah melihat. Disuatu waktu, dalam film itu ada jalan narasi di mana rekan wanita sang jagoan tertangkap serta diperkosa oleh boss penjahat. Spontan saja penisku mengembang. Saya tetaplah melanjutkan melihat.

    Saat film tengah seru-serunya, tanpa ada berniat saya memandang Ibu yang tengah tertidur dengan tempat kemampuanng serta kaki yang terbentang. Baju tidurnya (daster) terungkap, hingga sedikit celana dalamnya tampak. Badanku segera bergetar karna nafsuku yang mendadak meledak. Tidak sempat terpikir olehku lakukan persetubuhan dengan Mamaku sendiri. Tapi panorama ini benar-benar mengundang selera. Pada umur 29 th., Ibu masih tetap tampak begitu menarik. Dengan kulit kuning, tinggi tubuh 161 cm, berat tubuh 60 kg, buah dada 36B ditambah bentuk pinggulnya yang aduhai, nyatanya sampai kini saya tidak mengerti kalau sesungguhnya Ibu begitu menggairahkan.


    Sampai kini saya betul-betul tidak sempat miliki fikiran aneh pada Ibu. Saat ini kelihatannya baru saya tersadar. Nafsu mendorongku untuk menjamah Ibu, tetapi sesaat saya sangsi. Bagaimana bila hingga Ibu terbangun. Tetapi dorongan nafsu memaksaku. Pada akhirnya saya membulatkan tekad sebelumnya setelah saya mengecilkan volume TV supaya tidak membangunkan Ibu. Saya bergerak mendekati Ibu serta ambil tempat dari arah kaki kanannya. Untuk meyakinkan supaya Ibu tidaklah sampai terbangun, kugerak-gerakkan tangan Ibu serta nyatanya memanglah tak ada reaksi.

    Rupanya karna capek sepanjang hari, ia jadi tertidur dengan begitu lelap. Dasternya yang terungkap, kucoba singkap lebih tinggi sekali lagi hingga perut serta tak ada kesusahan. Tapi itu belum juga cukup, saya singkap dasternya lebih tinggi sekali lagi dengan terlebih dulu saya pindahkan tempat ke-2 tangannya ke atas. Saat ini ke-2 buah dadanya bisa tampak dengan terang, karna nyatanya Ibu tidak kenakan bra. Segera saya sentuh buah dada kanannya dengan telapak tangan terbuka serta dengan perlahan-lahan saya remas. Sesudah senang meremasnya, saya hisap sisi putingnya lantas semua sisi buah dadanya.

    Mendadak Ibu mendesah. Saya kaget serta terasa takut bebrapa bila hingga Ibu terbangun. Namun sesudah kutunggu sebagian waktu tak ada reaksi beda darinya. Untuk memastikannya sekali lagi saya meremas buah dada Ibu lebih keras serta tetaplah tak ada reaksi. Walaupun masih tetap penasaran dengan sisi dadanya, tetapi saya takut bila tidak miliki cukup saat. Saat ini tujuan saya tujukan ke vaginanya. Ibu kenakan CD tidak tebal berwarna kuning hingga masih tetap tampak bulu kemaluannya.

    Saya raba serta saya ciumi vagina Ibu, tapi saya tidak senang karna masih tetap terhambat CD-nya. Jadi kuputuskan untuk turunkan CD-nya hingga semua vaginanya tampak. Tetapi hal tersebut tidak bisa kulakukan karna tempat kakinya yang terbentang menyusahkanku untuk menurunkannya. Jadi sangat terpaksa saya rapatkan kakinya hingga saya dapat turunkan CD-nya hingga lutut. Tapi mengakibatkan saya jadi tidak dapat mengeksplorasi vagina Ibu dengan leluasa karna kakinya saat ini merapat. Apakah saya mesti melepas semua? Pasti semakin lebih leluasa, tapi bila Ibu hingga terbangun juga akan beresiko karna saya akan tidak dapat secara cepat menggunakankannya kembali.


    Berhubung nafsuku telah memburu, jadi saya putuskan untuk melepaskannya semuanya. Lantas saya rentangkan kakinya. Saat ini vagina Ibu bisa tampak dengan terang. Tidak tahan sekali lagi, segera saya cium serta jilati vaginanya. Lebih jauh sekali lagi, dengan ke-2 tangan kubuka bibir-bibir vaginanya serta saya jilati sisi dalamnya. Saya betul-betul makin bernafsu, menginginkan rasa-rasanya saya telan vagina Ibu. Tidak lama sesudah saya jilati, vaginanya jadi basah. Sesudah senang mencium serta menjilati sisi vaginanya, penisku telah tidak tahan untuk dimasukkan kedalam vagina Ibu. Saya lalu berdiri untuk melepas celanaku. Lantas saya duduk sekali lagi diantara ke-2 kaki Ibu serta saya bentangkan kakinya lebih lebar.

    Dengan ambil tempat duduk serta ke-2 kakiku dibentangkan untuk menahan ke-2 kaki Ibu, saya tujukan penisku ke lubang vaginanya. Tangan kananku menolong buka lubang vagina Ibu sesaat saya dorong penisku perlahan-lahan. Saya rasakan penisku masuk daerah yang basah, hangat serta menjepit. Badanku gemetar hebat karna nafsu yang menekan. Sesudah sebagian waktu pada akhirnya semua penisku telah berhasil masuk kedalam vagina Ibu dengan tidaklah terlalu susah, mungkin saja karna Ibu telah melahirkan dua orang anak.

    Awalilah kugoyangkan pinggulku maju mundur dengan perlahan-lahan. Kurasakan kesenangan serta sensasi yang mengagumkan. Saya mengambil keputusan untuk memuaskan nafsuku, apapun yang berlangsung. Makin lama pergerakanku makin cepat. Dengan makin bernafsu, saya peluk badan Ibu serta mengulum dadanya, sesaat penisku selalu bergerak cepat menggosok-gosok vagina Ibu. Saya telah tidak perduli sekali lagi apakah Ibu juga akan terbangun atau tidak, agar juga terbangun saya selalu menggoyangnya hingga saya senang.

    Benar-benar nikmat. Bahkan juga lebih nikmat dari pada fantasiku sampai kini. Sesudah saya berjuang keras sepanjang 6 menit, pada akhirnya saya telah tidak tahan sekali lagi sampai saya benamkan penisku dalam-dalam ke vagina Ibu. Saya rasakan spermaku mengalir berbarengan dengan sensasi yang mengagumkan. Seolah melayang-layang beberapa hingga merasa sakit kepala. Saya biarlah penisku sebagian waktu didalam badan Mamaku.

    Sesudah cukup santai, saya cabut penisku. Saya senang. Saya tidak menyesal. Saya gunakan kembali celanaku. Sebelumnya saya gunakan kembali CD-Mama, saya puaskan diri dengan meremas-remas vagina Ibu. Kemudian saya atur kembali daster Ibu. Saya matikan TV serta naik menuju kamarku diatas. Saya segera rebahan diatas kasurku. Walaupun saya terasa capek tapi saya tidak dapat tidur memikirkan pengalaman ternikmat yang barusan saya rasakan. Pengalaman seseorang anak SD yang barusan lakukan hubungan sex dengan Mamanya sendiri.


    Memikirkan hal itu saja buat nafsuku bangkit kembali. Saya berfikir untuk kembali mengerjakannya dengan Ibu. Saya jalan keluar kamar menuju ruangan keluarga. Tetapi dimuka kamar Shinta adikku, tak tahu apa yang merubah fikiranku. Saya berfikir, bila Ibu saja tidur demikian lelapnya jadi pasti Shinta juga sekian. Terlebih sampai kini Shinta bila telah tidur susah sekali untuk dibangunkan.

    Perlahan-lahan saya buka kamarnya serta saya saksikan Shinta tertidur dengan memakai selimut. Saya masuk ke kamarnya serta saya tutup sekali lagi pintunya. Seperti yang telah saya kerjakan dengan Ibu, saya juga telah berkemauan juga akan menyetubuhi Shinta adikku sendiri. Meskipun ia bangun saya juga akan tidak perduli.

    Lantas saya singkap selimutnya serta saya bebaskan dasternya dan tidak CD-nya. Saat ini Shinta telah betul-betul bugil. Karna Shinta belum juga mempunyai buah dada, sasaranku segera ke vaginanya. Vaginanya benar-benar mulus karna belum juga ditumbuhi rambut. Saya rentangkan kakinya lantas saya cium serta jilati vaginanya. Sekali-kali saya gigit perlahan-lahan. Lantas saya buka lebar-lebar bibir vaginanya dengan jariku serta kujilati sisi dalamnya.

    Sesudah senang menciumi vaginanya, saya bersiap untuk menghunjamkan penisku kedalam vagina Shinta yang masih tetap mulus. Saya rentangkan kakinya serta saya letakkan melingkar di pinggangku. Saya menginginkan ambil tempat yang memungkinkanku bisa menyetubuhi Shinta dengan leluasa.Lantas kuarahkan penisku ke lubang vaginanya sesaat ke-2 tanganku menolong buka bibir vaginanya. Saya dorong perlahan-lahan tetapi nyatanya tidak semudah saya mengerjakannya dengan Ibu. Vagina Shinta demikian sempit, karna ia masih tetap kecil (waktu itu ia baru berumur 9 th.) serta sudah pasti masih tetap perawan. Tapi itu bukanlah rintangan bagiku. Saya selalu mendorong penisku serta sisi kepala penisku pada akhirnya berhasil masuk. Tetapi untuk lebih jauh begitu susah.

    Nafsuku telah mencapai puncak tapi masih tetap belum juga dapat masuk juga sampai membuatku jengkel. Karna saya telah berkemauan, jadi saya paksakan untuk mendorongnya sampai saya berhasil. Tetapi mendadak saja Shinta merintih. Saya diam sesaat serta nyatanya Shinta tidak bereaksi lebih jauh. Meskipun saya tidak perduli apakah Shinta juga akan tahu atau tidak, tetaplah saja semakin lebih baik bila Shinta tidak ketahuinya.


    Lalu saya mulai menggoyang pinggulku, namun pergerakanku tidak dapat selancar waktu mengerjakannya dengan Ibu, karna vagina Ibu basah serta tidaklah terlalu sempit, sedang punya Shinta kering serta sempit. Saya selalu menggesekan penisku didalam badan Shinta makin lama makin cepat sembari memeluk badannya. Ada ketidaksamaan kesenangan sendiri pada vagina Ibu serta Shinta. Karna vagina Shinta lebih sempit jadi cuma kurun waktu 3 menit saya telah menjangkau orgasme.

    Kubiarkan spermaku mengalir didalam vagina Shinta. Saya tidaklah perlu cemas karna saya tahu Shinta belum juga dapat hamil. Saya tekan penisku dalam-dalam serta saya peluk Shinta dengan erat. Sesudah senang saya gunakan sekali lagi baju Shinta baru saya gunakan bajuku sendiri. Saya berjingkat kembali pada kamarku serta tertidur hingga esok paginya.

    Saat pagi harinya saya agak cemas bila ketahuan. Tapi hingga saya pergi sekolah tak ada yang mencurigakan dari sikap Ibu ataupun Shinta. Mulai sejak waktu itu saya senantiasa terbayang kesenangan yang saya alami saat malam itu. Saya menginginkan mengulanginya. Dengan Ibu peluangnya dapat dikerjakan bila Ayah tidak dirumah. Jadi semakin lebih besar kesempatannya bila mengerjakannya dengan Shinta saja. Meskipun ketika mengerjakannya, saya tidak perduli bila di ketahui namun tetaplah semakin lebih aman bila mereka tidak ketahuinya. Jadi nyaris tiap-tiap malam, saya senantiasa bergerilya ke kamar Shinta. Tetapi saya cuma berhasil hingga step menanggalkan bajunya. Setiap saat penisku mulai masuk, Shinta senantiasa terbangun.

    Empat bln. mulai sejak pengalaman pertama, saya belum juga sempat sekali lagi lakukan seks. Pada bln. ke-5, saya masuk SMP serta pada pelajaran biologi saya mengetahui satu bahan kimia praktikum yang dipakai untuk membius. Waktu itu saya segera berfikir kalau saya dapat memakainya bersetubuh dengan Shinta sekali lagi.

    Sesudah pelajaran biologi, saya ambil sebotol obat bius untuk dibawa ke tempat tinggal. Saat malam hari sesudah semua tertidur, saya masuk ke kamar Shinta. Satu sapu tangan yang sudah diberi obat bius saya letakkan di hidung Shinta. Sesudah sebagian waktu, saya angkat sapu tangan itu serta mulai menanggalkan baju Shinta. Serta sesudah saya menanggalkan semua bajuku, saya naik ke ranjang Shinta serta duduk diantara ke-2 kakinya.


    Saya ambil tempat favoritku dengan meletakkan ke-2 kakinya memutari pinggangku. Saya masukan penisku ke vaginanya dengan perlahan-lahan hingga keseluruhnya penisku masuk. Goyangan pinggulku mulai menggoyang badan Shinta. Saya memeluk badannya dengan erat serta penisku bergerak keluar masuk secara cepat. Karna saya percaya Shinta akan tidak terbangun jadi saya dapat merubah tempat sesukaku. Seperti terlebih dulu, waktu pada puncaknya saya biarlah spermaku tertumpah didalam vaginanya.

    Mulai sejak waktu itu nyaris sehari-hari saya menyetubuhi adikku, Shinta. Kadang-kadang bila Ayah tengah diluar kota, saya juga menyetubuhi Ibu. Alangkah beruntungnya saya. Dengan ilmu dan pengetahuan, satu kendala nyatanya bisa dikerjakan dengan gampang.

  • Cerita Sex Karena Suami Repot Istri di Setubuhi Demgam Kakak Ipar

    Cerita Sex Karena Suami Repot Istri di Setubuhi Demgam Kakak Ipar


    4754 views

    Foto Bokep KoreaNarasi Seks 2024 Karena Suami Repot Istri di Setubuhi Kakak Ipar – Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik berjudul Narasi Seks Nikmati Keelokan Badan Kekasih Temanku. Saat saya menikah 2 tahun lalu, rasanya dunia ini cuma punyaku seorang. Bagaimana tidak, saya memperoleh seorang pria sebagai mimpi semua gadis di semua kampungku. Saya jadi istri seorang petinggi di kota yang sangat kaya.

    Pikirkan saja, suamiku mempunyai beberapa puluh hektar tanah di kampungku, belum ruko-ruko yang dikontrakan. Bukan hanya di wilayah kampungku tapi ada pula di beberapa daerah yang lain. Telah terpikir dalam benakku, tiap hari saya ada di rumah besar dan eksklusif (minimal untuk ukuran di kampungku), naik mobil bagus keluaran terkini.

     

    narasi seks, pemerkosaan, narasi seks setubuhian, narasi seks terkini, narasi seks 2024
    Narasi Seks 2024 Beberapa hariku sebagai istrinya memang menyenangkan dan membesarkan hati. Beberapa teman gadisku banyak yang iri dengan kehidupanku yang serba sedap. Walau saya sendiri tidak percaya dengan kebahagian yang kurasakan waktu itu. Hati kecilku kerap dipenuhi dengan kekuatiran yang setiap saat akan membuat hidupku jatuh menderita. Saya sebetulnya bukan salah satu wanita pengiring suamiku. Dia telah beristri dengan anak-anak. Mereka tinggal jauh di kota besar dan benar-benar tidak pernah tahu akan kehadiranku sebagai madunya.

    Saat menikah juga saya sudah mengetahui akan statusnya ini. Saya, entahlah mau tak mau atau memang menyukainya, memilih untuk menikah dengannya. Demikian juga sama orang tuaku. Mereka justru benar-benar menginginkan saya jadi istrinya. Mungkin mereka menginginkan kehidupan kami akan berbeda, derajat kami bertambah dan dilihat oleh semuanya orang daerah jika saya telah jadi istrinya. Mungkin sudah nasibku menjadi istri ke-2 , kembali juga hidupku cukup berbahagia dengan statusku ini.

    Semua itu kurasakan satu tahun lalu. Demikian mencapai tahun ke-2 , baru saya rasakan peralihan. Suamiku yang dahulunya seringkali ada di sisiku, sekarang mulai jarang-jarang ada di rumah. Pertama satu minggu sekali dia mengunjungiku, selanjutnya satu bulan dan paling akhir saya sudah tidak hitung entahlah berapakah bulan sekali ia tiba kepadaku untuk melepaskan kangen.

    Saya tidak berani menghubunginya. Saya takut semua itu justru akan membuat hidupku lebih menderita. Saya tidak dapat memikirkan jika istri pertama kalinya tahu kehadiranku. Tentu saja akan geram besar dan mengadukanku ke faksi berwajib. Biarkanlah saya tanggung semua penderitaan ini. Saya tidak ingin orang tuaku terikut menderita oleh permasalahan kami. Mereka telah hidup berbahagia, mempunyai rumah lebih besar, sawah dan ternak-ternak peliharaan pemberian suamiku.

    Hari hari yang kulalui makin tidak menarik. Saya berusaha untuk menyibukan diri beragam pekerjaan supaya tidak merasakan jemu ditinggalkan suami dalam waktu yang lama. Tapi semua itu tidak membuat hatiku tenang. Malah jadi resah, khususnya pada malam hari.

    Saya selalu termenung sendiri di tempat tidur sampai tengah malam menanti mengantuk yang tidak juga tiba. Kurasakan sprei tempat tidurku demikian dingin, tidak seperti pada beberapa hari awalnya pernikahan kami dahulu. Sprei tempat tidurku tidak pernah rapi, selalu berantakan dan hangat sisa pertarungan badan kami yang selalu berkeringat.

    Di saat-sat beginilah saya selalu rasakan duka cita yang dalam, resah mengidamkan kehangatan seperti dahulu. Kangen akan cumbuan hangat suamiku yang kelihatannya tidak pernah padam walau umurnya mulai menua.

    Jika sudah terpikir semuanya, saya jadi makin resah. Resah oleh hatiku yang menggelora. Bahkan juga belakangan ini makin menambah kepalaku pusing. Membuatku gelisah. Geram oleh suatu hal yang saya sendiri tidak memahami. Kegundahan ini kerap terikut dalam mimpiku.

    Di luar sadarku, saya kerap memikirkan cumbuan hangat suamiku. Bagaimana panasnya ciuman bibir suamiku di sekujur badanku. Saya menggeliat setiap terserang sentuhan bibirnya, tergetar rasakan sentuhan halus jari tangannya pada bagian tertentu badanku.

    Saya tidak sanggup mengendalikan diri. Pada akhirnya saya mencumbui diriku sendiri. Tangannku menggerayang ke semua badanku sekalian memikirkan semua itu punya suamiku. Pinggulku berputar-putar liar menyeimbangi pergerakan jari disekitaran pangkal pahaku.

    Bokongku terangkut tinggi-tinggi menyongsong tekanan benda khayalanku ke diriku. Saya melenguh dan mendesah kepuasan sampai pada akhirnya terkulai lemas di tempat tidur kembali lagi ke alam sadar jika semua itu adalah kepuasan semu. Air mataku jatuh bercucur, meratap nasibku yang tidak untung.

    Pelarianku itu jadi rutinitas tiap mendekati tidur. Jadi seperti kewajiban. Saya suka. Susah hilangkan rutinitas yang telah jadi keperluan bathinku. Saya tidak tahu sampai kapan semuanya akan usai. Saya telah jemu. Sedih, geram, bersedih dan entahlah apalagi yang ada pada hatiku sekarang ini. Ke siapa saya harus melepaskan semuanya? Suamiku? Entahlah kapan dia tiba kembali. Ke orangtua? Apa yang dapat mereka lakukan? Oohh.. saya cuma dapat menangisi kesengsaraan ini.

    Saya memang gadis daerah yang tidak tahu kondisi. Saya tidak pernah sadar jika kondisiku setiap hari mengundang perhatian seorang. Saya baru mengetahui selanjutnya jika rupanya Kang Hendi, suami kakakku, meng ikuti perkembanganku setiap hari. Mereka memang ada di rumahku. Saya menyengaja ajak mereka tinggal dengan, karena rumahku lumayan besar untuk memuat mereka bersama anak tunggalnya yang balita. Sekaligus temaniku yang hidup seorang diri.

    “Kasihan Neng Anna, temanin saja. Agar rumah kalian yang di situ dikontrakan saja” begitu anjuran orang tuaku saat itu.

    Aku juga tidak berkeberatan. Pada akhirnya mereka tinggal bersamaku. Semua jalan normal saja. Tidak ada persoalan antara kami semua, sampai sesuatu malam saat saya melakukan hal ‘rutin’ kaget 1/2 mati saat kusadari rupanya saya sedang tidak mimpi bercumbu dengan suamiku.

    Saat sebelum sadar, saya rasakan kepuasan yang hebat sekali. Berasa lain dengan angan-anganku sejauh ini. Apalagi saat puting payudaraku dijilat dan dihisap-hisap dengan penuh nafsu. Saya sampai mengeluh karena sangat enaknya. Rangsangan itu semakin luar biasa kuasai diriku.

    Ciuman itu makin mengganas, bergerak perlahan-lahan mencari perutku langsung ke bawah ke arah lembah yang banyak semak-semak lebat disekitaran selangkanganku. Saya nyaris berteriak karena sangat menikmatinya. Ini adalah suatu hal yang baru, yang tidak pernah dilaksanakan oleh suamiku. Bahkan juga dalam mimpipun, saya tidak pernah memikirkan sampai sepanjang tersebut.

    Di sanalah saya baru tersadarkan. Terjaga dari mimipiku yang cantik. Kubuka mataku dan melihat ke bawah badanku untuk ketahui apa yang sebetulnya terjadi. Mataku yang belum terlatih dengan kondisi gelap ruang kamar, menyaksikan suatu hal bergerak di bawah sana, antara ke-2 pahaku yang lebar terbuka.

    “Aduh mengapa sich ini..” gumamku 1/2 sadar sekalian menjulurkan tanganku ke bawah sana.

    Tanganku menggenggam suatu hal seperti rambut. Kuraba-raba dan baru kutahu jika itu ialah kepala seorang. Saya terkejut. Dengan refleks saya bangun dan mendekat ke ujung tempat tidur sekalian coba menyaksikan apa terjadi. Sesudah mataku terlatih dengan kegelapan, kusaksikan di situ rupanya seorang tengah merayap ke atas tempat tidur. Saya makin terkejut demikian kutahu orang itu ialah Kang Hendi, kakak iparku!

    Karena sangat terkejutnya, saya berteriak semaksimal mungkin. Tapi saya tidak dengar suara pekikan tersebut. Tenggorokanku terasanya tersekat. Cuma mulutku yang terbuka, menganga lebar-lebar. Ke-2 mataku melotot seolah tidak yakin apa yang kusaksikan di hadapanku ialah Kang Hendi yang bertelanjang dengan menggunakan cawat.

    Kang Hendi mendekati sekalian menyaratkan supaya jangan berteriak. Badanku makin minim ke ujung dinding. Takut, geram dan lain-lain bersatu aduk dalam dihatiku menyaksikan hadirnya di kamarku pada kondisi 1/2 telanjang semacam itu.

    “Kang! Kembali apa..?” cuma itu yang keluar mulutku sementara tanganku repot mengatur bajuku yang sudah tidak karuan.

    Itil V3
    Saya baru sadar rupanya semua kancing pakaian tidurku semua lepas dan sisi bawahnya telah terangkut sampai ke pinggang. Untungnya saja celana dalamku tetap kepakai rapi, cuma dadaku yang telanjang. Saya cepat-cepat tutupi tertelanjangan dadaku karena kusaksikan mata Kang Hendi yang liar kelihatannya tidak pernah berkedip-kedip melihat ke sana.

    Karena sangat ngerinya saya tidak dapat bicara apapun dan cuma melongo menyaksikan Kang Hendi makin merapat. Dia lantas duduk di bibir tempat tidur sekalian raih tanganku dan membisikan kata-kata rayuan jika saya ini elok tetapi kurang untung dalam perkawinannya. Dadaku terasanya ingin meletus dengar ucapannya.

    Apa hak ia untuk menjelaskan semuanya? Saya tidak perlu dengan belas kasihannya. Jika saja saya tak ingat akan istrinya, yang disebut kakakku sendiri. Telah kutampar mulut lancangnya tersebut. Apalagi dia telah berani-berani masuk ke kamarku malam-malam ini.

    Terpikir itu saya segera menanyakan, “Ke mana Teh Mirna?”.

    “Ssst, tenang dia kembali di dalam rumah yang di situ” kata Kang Hendi dengan tenang seakan tidak bersalah.

    Kurang ajar, runtukku dalam hati. Pantesan berani masuk ke dalam kamar. Tetapi kok Teh Mirna tidak ngomong-ngomong sebelumnya.

    “Kok ia tidak bilang-bilang ingin pulang ” Tanyaku bingung.

    “Semula ingin bicara. Tetapi Kang Hendi katakan tidak perlu kasihan Neng Anna telah tidur, agar kelak Abang yang bilangin” terangnya.

    Dasar lelaki kurang ajar. Istrinya dikelabui agar ia bebas masuk kamarku. Saya makin geram. Pertama dia telah kurang ajar masuk kamarku, ke-2 dia berani mengkhianati istrinya yang kakak kandungku sendiri!

    “Abang sadar saya ini adikmu . Abang ingin ngapain kesini.. Hanya.. ngh.. pakai gituan saja” kataku sambil melihat Kang Hendi sepintas. Saya tidak berani semakin lama karena takut menyaksikan pandangannya.

    “Neng..” panggilnya dengan suara parau.

    “Abang kasihan saksikan Neng Anna. Belakangan ini keliatannya makin menanggung derita saja” katanya selanjutnya.

    “Abang tahu darimanakah saya menanggung derita” sergahku dengan mata mendelik.

    “Eh.. jangan geram ya. Tersebut.. nggh.. Abang.. anu..” ucapnya dengan ragu.

    “Ada apakah kang?” tanyaku makin ingin tahu sekalian melihat mukanya lekat-lekat.

    “Anu.. eh, Abang saksikan kamu selalu kesepian. Lama ditinggalkan suami, menjadi Abang ingin Tolong kamu” ucapnya tanpa malu.

    “Tujuan Abang?”

    “Ini.. Abang, maaf neng.., sebelumnya pernah saksikan Neng Anna jika sedang tidur sukai..” bebernya setengah-setengah.

    “Jadi Abang sukai ngintip saya?” tanyaku makin sewot.

    Kusaksikan dia menggangguk kurang kuat untuk selanjutnya melihatku dengan penuh nafsu.

    “Abang ingin membantu kamu” bisiknya nyaris tidak kedengar.

    Kepalaku terasanya dihajar petir dengar pernyataan dan keberaniannya mengutarakan isi hatinya. Benar-benar kurang ajar lelaki ini. Bicara semacam itu tanpa merasa bersalah. Dadaku terasanya sesak oleh kemarahan yang tidak tersalurkan. Saya termenung seribu bahasa, tubuhku terasanya lemas tidak berkekuatan hadapi realita ini. Saya malu sekali pemuasanku sejauh ini diketahui seseorang. Saya tidak tahu sampai seberapa jauh Kang Hendi menyaksikan rahasia di badanku. Saya tidak ingin memikirkannya.

    Kang Hendi tidak berserah demikian saja menyaksikan amarahku. Ketidaktahuanku sudah membuat diriku kurang siaga. Saya tidak tahu semenjak kapan Kang Hendi rapatkan badannya kepadaku. Saya terjerat di ujung tempat tidur. Tidak ada jalan buatku untuk larikan diri. Semua tertutup oleh badannya yang lebih besar dariku.

    Saya sembunyikan kepalaku saat dia merengkuh badanku. Tercium wewangian ciri khas lelaki menyebar dari badan Kang Hendi. Saya rasa otot-otot badannya yang keras melekat di badanku. Ke-2 tangannya yang kekar melingkar hingga badanku yang lebih imut tertutup telah olehnya.

    Saya berontak sekalian menggerakkan dadanya. Kang Hendi justru memperkuat dekapannya. Saya tersengal-sengal dibikinnya. Tenagaku benar-benar tidak berarti dibandingkan kemampuannya. Kelihatannya usaha percuma semata menantang tenaga lelaki yang telah kesurupan ini.

    “Kang inget.. saya kan adik Abang . Lepasin saya kang. Saya janji tidak akan katakan sama teteh atau siapa saja..” pintaku memelas karena sangat putus asanya.

    Hibaanku benar-benar tidak diacuhkan. Kang Hendi sudah kerasukan. Mukaku diciumi penuh gairah bahkan juga tangannya mulai menarik-narik baju tidurku. Saya berusaha menghindari kecupan itu sekalian meredam bajuku agr tidak terbuka. Kami bergelut sama-sama bertahan.

    Kudorong badan Kang Hendi semaksimal mungkin sekalian terus menerus mengingati ia supaya hentikan perlakuannya. Lelaki yang telah kerasukan ini mana dapat dihindari, malah kebalikannya dia makin ganas. Baju tidurku yang dibuat dari kain tipis tidak sanggup meredam kemampuan tenaganya. Cukup dengan sekali sentakan, kedengar suara baju dirobek. Saya terpekik terkejut. Bajuku robek sampai ke pinggang dan menunjukkan dadaku yang sudah tidak tertutup apapun kembali.

    Kusaksikan mata Kang Hendi melotot melihat buah dadaku yang montok dan kenyal, menggelantung cantik dan menarik. Ke-2 tanganku secara cepat tutupi tertelanjanganku dari pandangan liar mata lelaki tersebut. Upayaku itu membuat Kang Hendi makin brutal. Dia geram dan menarik ke-2 kakiku sampai saya telentang di tempat tidur. Badannya yang lebih besar dan kekar itu langsung menindihku. Napasku sampai tersengal meredam beban di atas badanku.

    “Kang jangan!” cegahku saat dia buka tangannku di atas dadaku.

    Ke-2 tanganku ditangkap dan dijepit masing-masing disebelah kepalaku. Dadaku menjadi lebar terbuka mempertunjukkan keelokan buah dadaku yang membubung tabah ke atas. Kepalaku meronta-ronta demikian kurasakan mukanya merapat ke atas dadaku. Kupejamkan mataku.

    Saya tidak ingin melihat sisi badanku yang tidak pernah terjamah seseorang terkecuali suamiku itu, dirambah kasar oleh Kang Hendi. Saya tidak ikhlas dia menyentuhnya. Kucoba meronta di bawah himpitan badannya. Percuma saja. Air mataku langsung menetes di pipi. Saya tidak mampu meredam tangisku atas perlakuan tidak pantas ini.

    Kusaksikan muka Kang Hendi menyeringai suka melihatku tidak meronta kembali. Dia terus membujukku sekalian berbicara jika dianya malah membantu diriku. Dia, ucapnya, akan berusaha memberi apa yang sejauh ini kudambakan.

    “Kamu tenang saja dan cicipi. Abang janji akan perlahan-lahan. Tidak kasar asal kamu jangan berontak..” ucapnya selanjutnya.

    Saya tidak ingin dengarkan umbaran bualan dan rayuannya. Saya tidak ingin Kang Hendi ucapkan kata-kata semacam itu, karena saya tidak ikhlas diberlakukan semacam ini. Saya betul-betul tidak memiliki daya di bawah kekuasaannya. Saya cuma dapat terkulai pasrah dan mau tak mau biarkan Kang Hendi menciumi mukaku sesenang hati. Bibirnya dengan bebas mengulum bibirku, menjilat-jilati semua mukaku. Saya cuma diam tidak bergerak dengan mata terpejam.

    Hatiku menjerit rasakan cumbuannya yang makin liar, menggerayang ke leher dan teus turun ke atas dadaku. Saya meredam napas pada saat bibirnya mulai menciumi kulit di sekitar buah dadaku. Lidahnya menari-nari dengan bebas mencari kemulusan kulit buah dadaku. Terkadang lidahnya menjentik sesekali ke atas putingku.

    “Tidak ikhlas.. tidak ikhlas..!” jeritku dalam hati.

    Kudengar napasnya makin menderu kuat. Kedengar suara kecipakan mulutnya yang dengan rakus melumat semua payudaraku yang montok. Seakan ingin rasakan tiap inch kekenyalannya. Saya seolah terkesima oleh cumbuannya. Hatiku bertanya. Apa yang terjadi pada diriku.

    Ke mana tenagaku? Mengapa saya tidak berontak? Mengapa biarkan Kang Hendi melakukan perbuatan seenaknya padaku? Saya mendengus frustrasi oleh hatiku sendiri. Saya tidak suka pada diriku sendiri yang demikian gampang terkecoh oleh kemahirannya bercumbu. Terjadi perselisihan bathin dalam diriku. Di satu segi, saya tidak ingin diriku jadi target empuk gairah lelaki ini. Saya ialah seorang wanita bersuami. Terpandang. Mempunyai kehormatan.

    Saya bukan wanita murahan yang bisa sesenang hati cari kepuasan. Tapi di lain sisi, saya rasakan sesuatu tekanan dalam diriku sendiri. Sesuatu kemauan yang demikian kuat, meletus-letup tidak teratasi. Semakin lama semakin kuat desakannya. Badanku sampai bergetar luar biasa rasakan perang bathin ini. Saya tidak tahu yang mana semakin kuat. Tidakkah hati ini yang kuimpikan tiap malam?

    Tanpa tersadar dari bibirku melaju desisan dan rintihan halus. Walau benar-benar perlahan-lahan, Kang Hendi bisa dengarnya dan rasakan peralihan yang terjadi dari badanku. Dia ersenyum penuh kemenangan. Dia terlihat demikian percaya jika saya akan berserah padanya. Bahkan juga ke-2 tangkapan tangannya pada tanganku juga dilepaskan dan beralih ke atas buah dadaku untuk meremasnya. Dia benar-benar percaya saya tidak akan berontak walau tanganku telah terlepas dari tangkapannya.

    Memang tidak bisa disangkal kepercayaan Kang Hendi ini. Saya sendiri tidak manfaatkan terbebasnya tanganku untuk menggerakkan badannya dari atasku. Saya justru meletakkannya di atas kepala Kang Hendi yang bergerak bebas di atas dadaku. Tanganku justru meremas rambutnya, menekan kepalanya ke atas dadaku.

    “Kang sudah.. jangaann..!” rintihku tetap meminta stop.

    Oh benar-benar munafik sekali diriku! Mulutku terus menerus menghambat tetapi realitanya aka justru mendorongnya untuk melakukan perbuatan lebih jauh . Akal sehatku telah lenyap entahlah ke mana. Saya sudah tidak ingat akan suamiku, kakakku, atau diriku sendiri. Yang kuingat hanya rangsangan dahysat karena jilatan dan kuluman bibir Kang Hendi di sekitar putingku. Tangannku menggerayang di atas punggungnya.

    Meraba-raba kekerasan otot-otot pejalnya. Saya makin terbang melayang-layang, memikirkan keperkasaannya. Inikah jawaban atas semua mimpi-mimpiku sejauh ini? Haruskah semuanya kulakukan? Walau dengan kakak iparku sendiri? Apa saya harus mempertaruhkan semua? Pembelotan pada suamiku? Kakakku? Cuma untuk memberikan kepuasan kemauanku seorang? Aakkhh.. tidak.. tidak! jeritku ingat semuanya.

    Tetapi apa ingin dikata, cumbuan Kang Hendi yang demikian mahir kelihatannya tahu benar kemauanku. Keperluanku yang telah lumayan lama terkekang. Letupan nafsu wanita kesepian yang tidak pernah terlampiaskan. Peperangan dalam bathinku selesai telah dan saya lebih meng ikuti perasaan nafsu birahiku.

    “Akaangg..!” jeritku lirih tidak sadar panggil namanya saat puting susuku dihisap kuat-kuat.

    Saya menggeliat kegelian. Benar-benar sangat nikmat hisapan tersebut. Hebat. Kurasakan selangkanganku mulai basah, meradang. Badanku menggelinjang-geliat seperti ular kepanasan menyeimbangi permainan lidah dan mulut Kang Hendi di buah dadaku yang dirasa makin menggelembung keras.

    “Oohh Neng.. sangat bagus teteknya. Abang sukai sekali.. mmpphh.. wuiihh.. montok sekali” komentar Kang Hendi.

    Sebetulnya hatiku tidak terima ucapan-ucapan kotor yang keluar mulut Kang Hendi. Kelihatannya saya ini wanita murahan, yang umum mengobral badannya cuma untuk kepuasan lelaki hidung belang. Tapi hati itu pada akhirnya tertutup oleh kepiawaiannya saat mencumbu diriku. Badanku kelihatannya menyongsong hangat tiap ciuman hangat bibirnya. Tubuhku meliuk dan dadaku dibusungkan untuk memburu ciuman bibirnya. Kelihatannya malah akulah sebagai agresif. Liar seperti kuda binal yang baru lepas kandang.

    “Mmpphh.. Neng Anna.. jika saja Abang sejak dahulu tahu. Tentu saja Neng tidak perlu resah setiap malam sendiri. Abang tentu ingin nemenin semalamam..” celoteh Kang Hendi seolah tidak tahu begitu malunya diriku dengar perkataan tersebut.

    Saya sudah tidak peduli kembali dengan celotehan tidak senonohnya. Saya telah memilih untuk nikmati apa yang kunikmati sekarang ini. Kudorong kepala kang Hendi ke bawah telusur perutku. Saya ingin rasakan seperti saat kubermimpi barusan. Ternyata Kang Hendi memahami kemauanku. Dengan gairah menggelora, dia mulai bergerak. Ke-2 tangannya menelusup ke bawah badanku, menangkap pinggangku.

    Mengusung pinggulku sedikit selanjutnya tangannya tarik ke bawah raih pinggiran celana dalamku dan memelorotkannya sampai lepas dari ke-2 kakiku. Saya meng ikuti apa yang dia kerjakan. Saya sekarang telah terlepas. Baju tidurku entahlah telah tercampak di mana. Badanku telah telanjang bundar, tanpa satu helai benangpun yang merintangi.

    Kulirik Kang Hendi terbeliak melihati tertelanjanganku. Dia seakan tidak yakin dengan yang ada di depan matanya sekarang. Nafsuku seolah ingin meletus menyaksikan pandangan penuh daya tarik mata Kang Hendi. Membuatku begitu tersanjung. Saya senang dikarunia bentuk badan yang demikian cantik.

    Ke-2 dadaku membusung penuh, keras dan kenyal. Perutku ramping dan rata. Pinggulku mempunyai lekukan yang cantik dan bokongku bundar penuh, menungging cantik. Ke-2 kakiku panjang dan ramping. Dimulai dari pahaku yang gempal dan bentuk betisku yang menarik.

    Mungkin kang Hendi tidak pernah menduga akan keelokan badanku ini karena setiap hari saya selalu memakai baju yang sebelumnya tidak pernah menunjukkan lekukan badanku. Saya dapat memikirkan bagaimana terpesonanya Kang Hendi melihatku pada kondisi telanjang bundar.

    “Neng.. kamu elok sekali. Prima.. oohh sangat indah. Mmhh.. teteknya montok dan aakkhh.. lebat sekali..” puji Kang Hendi tidak berhenti-hentinya melihat selangkanganku yang disanggupi bulu hitam lebat, kontras dengan warna kulitku yang putih bersih.

    Mataku melihat ke bawah menyaksikan benjolan keras dibalik cawatnya. Uugghh.. kurasakan dadaku berdegub, selangkanganku berdenyut dan makin membasah oleh nafsu memikirkan tangkai keras dibalik cawatnya. Besar sekali dan panjang! Lenguhku dalam hati sekalian meredam rangsangan luar biasa.

    “Kaanngg.. ngghh.. jangan melihatin saja. Khan malu..” rengekku manja dengan style mulai bergenit-genit.

    Seolah baru sadar dari ketakjubannya, Kang Hendi lantas mulai berlaga.

    “Abisnya elok sekali kamu sich, Neng” ucapnya selanjutnya sambil melepas cawatnya sampai dia juga sekarang sama telanjang.

    Kusaksikan tangkai kontolnya yang keras itu meloncat keluar seakan ada pernya demikian terlepas dari kungkungan cawatnya. Mengacungkan tegang secara gagahnya. Saya terbeliak menyaksikannya. Betul saja besar dan panjang. Kusaksikan otot-ototnya melingkar di sekujur tangkai tersebut. Saya sudah tidak sabar ingin rasakan kekerasannya dalam genggamanku.

    Terang-terangan baru ini kali saya menyaksikan kontol selainnya punya suamiku. Dan apa yang dipunyai kang Hendi membuat punyai suamiku seperti punya anak kecil saja. Kembali lagi saya memperbandingkan. Cepat-cepat pikiran itu kubuang. Saya lebih sukai menyongsong kehadiran Kang Hendi menindih badanku .

    Sekarang saya segera menyongsong hangat kecupannya sekalian merengkuhnya dengan kuat. Kecupan Kang Hendi betul-betul menghanyutkan. Saya dibikinnya bernafsu. Apalagi kurasakan gesekan kontol yang keras di atas perutku makin menambah nafsuku meletus-ledak. Kang Hendi lantas menciumi lagi buah dadaku.

    Ini kali kusodorkan dengan segenap hati. Kurasakan hisapan dan remasannya dengan penuh kepuasan. Tanganku mulai berani lebih nakal. Menggerayang ke sekujur badannya, bergerak perlahan-lahan tetapi tentu ke batangnya. Hatiku berhembus kuat rasakan tangkai yang keras itu dalam genggamanku. Kutelusuri dimulai dari ujung sampai pangkalnya. Jariku menari-nari gesit mencari urat-urat yang melingkar di sekujur batangnya.

    Kukocok perlahan-lahan di atas ke bawah dan kebalikannya. Kedengar Kang Hendi melenguh perlahan-lahan. Aku ingin dia rasakan kepuasan yang kuberikan. Ujung jariku mengelitik moncongnya yang telah licin oleh cairannya. Kembali lagi Kang Hendi melenguh. Ini kali lebih keras.

    Mendadak saja dia mengubah badannya. Kepalanya sama persis ada di atas selangkanganku sementara kepunyaannya sama persis di atas mukaku. Kusaksikan batangnya bergelantung, ujungnya menggesek-gesek mulutku. Entahlah darimanakah keberanianku ada, mulutku langsung tangkap kontolnya. Kukulum perlahan-lahan.

    Sebenarnya saya tidak pernah lakukan ini ke suamiku sebelumnya. Saya tidak memahami mengapa saya dapat beralih menjadi binal, tidak ada perbedaannya dengan wanita-perempuan nakal di jalanan. Tetapi saya tidak perduli. Saya ingin rasakan kebebasan yang sebenar-benarnya. Aku ingin semua perasaanku melepaskan fantasi-fantasi liar yang ada pada diriku. Aku ingin nikmati semua.

    Kang Hendi tidak ingin kalah. Lidahnya menjulur mencari garis memanjang bibir kemaluanku. Saya kaget seperti terserang listrik. Badanku tergetar. Kurasakan darahku berhembus ke mana saja. Lidah Kang Hendi bermain gesit. Menjilat, menusuk-nusuk, menerobos rongga rahimku.

    Saya seperti melayang di awan. Ini adalah pengalaman yang hebat sepanjang hidupku. Saya tidak pernah rasakan dijilati semacam itu sebelumnya. Enaknya benar-benar tidak terhitung. Pinggulku tidak dapat diam, meng ikuti ke mana jilatan lidah Kang Hendi ada.

    Badanku seperti dialiri listrik bertenaga tinggi. Gemetaran meredam tekanan kuat dalam badanku. Rasanya saya tidak kuat terima kepuasan ini. Perutku melafalkanng. Kakiku mendekat, menjepit kepala Kang Hendi. Semua otot-ototku menegang. Jantungku terasanya stop.

    Saya bergelut semaksimal mungkin hingga kemudian ku tidak sanggup kembali dan secara langsung melepasnya disertai jeritan lirih dan panjang. Badanku menghentak berulang-kali meng ikuti semprotan cairan hangat dari dalam lubang memekku. Saya terhempas di atas tempat tidur dengan badan lesu tidak berkekuatan. Pucuk kepuasan yang kucapai ini kali benar-benar hebat dan dahysat. Saya merasa sudah terlepas dari suatu hal yang menyesakan dada sejauh ini.

    “Oohh.. Kaanngg.. ngghh.. sedap sekali..” rintihku tidak dapat mengendalikan diri.

    Saya sendiri tidak sadar dengan yang kuucapkan. Benar-benar malu-maluin sekali pernyataan atas kepuasan yang kurasakan waktu itu. Saya tidak ingin Kang Hendi memandang rendah diriku. Ku tidak ingin dia mengetahui saya benar-benar nikmati cumbuannya. Kusaksikan Kang Hendi tersenyum di bawah sana. Dia merasa telah memperoleh kemenangannya pada diriku.

    Dia senang dengan kehebatannya bercinta sampai sanggup membuatku orgasme terlebih dahulu. Saya tidak dapat banyak berbuat, karena harus kuakui jika diriku benar-benar memerlukannya sekarang ini. Memerlukan apa yang kuggengam dalam tanganku. Benda yang tentu saja akn memberi kepuasan yang lebih dari yang kudapatkan baru saja.

    Tanpa sadar jariku meremas-remas tangkai lagi kontolnya. Kukocok perlahan-lahan dan kumasukan ke mulutku. Kukulum dan kujilat-jilat. Kurasakan Kang Hendi meregang, mendesah kepuasan. Saya tersenyum menyaksikannya semacam itu. Saya ingin dia rasakan kepuasan juga. Kepuasan yang hendak membuat meminta-mohon padaku. Kulumanku makin panas. Lidahku melata-lata liar di sekujur batangnya. Saya berkemauan untuk keluarkan air maninya sekencang mungkin.

    Kedengar suara selomotan mulutku. Kang Hendi merintih-rintih kenikmatan. Rasain, runtukku dalam hati dan memulai tidak sabar ingin menyaksikan air maninya menyemburkan keluar. Di atas badanku, Kang Hendi menggerakkan pinggulnya seakan sedang bersenggama, namun waktu itu kontolnya menancap dalam mulutku.

    Kuhisap, kusedot kuat-kuat. Dia tetap bertahan. Saya berusaha lagi tapi kelihatannya dia belum menunjukkan pertanda. Saya mulai kecapaian. Mulutku berasa kaku. Sementara nafsuku mulai kembali bangkit. Lubang memekku mulai merekah dan basah kembali, dan kontol Kang Hendi masih tegang dan gagah gagah. Bahkan juga berasa lebih keras.

    “Sudah Neng. Mengganti posisi saja..” kata Kang Hendi selanjutnya sambil mengubah badannya dalam posisi biasanya bersetubuh.

    Kang Hendi memang mahir dalam bercinta. Dia tidak segera menanamkan kontolnya ke saat memekku, tapi digesek-gesekan dahulu disekitaran bibir kemaluanku. Dia kelihatannya menyengaja lakukan tersebut. Terkadang didesak seperti mau dimasukkan, tapi selanjutnya digeserkan lagi ke ujung atas bibir kemaluanku sentuh kelentitku. Kepalanya digosok-gosokan. Saya menjerit lirih karena sangat kenikmatan. Nyeri, sedap dan entahlah apalagi rasanya.

    “Kaangg.. aduuhh.. sudah kang! Sshh.. mmppffhh.. ayoo kang.. masukkan saja.. tidak tahan!” pintaku menjerit-jerit tanpa malu.

    Saya sudah tidak pikirkan kembali kehormatan diriku. Rasa gengsi atau apapun itu. Yang aku inginkan saat ini ialah dia selekasnya isi kekosongan lubang memekku dengan kontolnya yang lebih besar dan panjang. Saya hampir capai orgasme kembali cukup dengan memikirkan begitu enaknya kontol sebesar itu isi penuh lubang memekku yang rapat.

    “Sudah tidak tahan ya, Neng” guraunya hingga membuatku blingsatan meredam gairah. Kurang ajar sekali Kang Hendi ini. Dia mengetahui saya telah dalam kendaliannya menjadi dapat permainkan hatiku seenaknya.

    Saya gaungs sekali menyaksikannya menyeringai semacam itu. Di luar sangkaannya, saya segera menekan bokongnya dengan ke-2 tanganku semaksimal mungkin. Kang Hendi benar-benar tidak menduga ini. Dia tidak sebelumnya sempat meredamnya. Jadi tidak sangsi kembali tangkai kontolnya melesak ke lubang memekku. Saya selekasnya buka ke-2 kakiku lebar-lebar, memberikan jalan sebebas mungkin untuk kontolnya.

    Saya berteriak kegirangan dalam hati, pada akhirnya kontol Kang Hendi sukses masuk semuanya. Walau cukup memengapkan dan membuat lubang memekku tersingkap lebar-lebar, tapi saya senang dan lega karena kemauanku terwujud . Kusaksikan muka Kang Hendi terbeliak tidak menduga akan perlakuanku. Dia melihat ke bawah menyaksikan semua kontolnya tenggelam dalam lubangku. Saya tersenyum melihatnya.

    Dia balas tersenyum, “Kamu nakal ya..” ucapnya selanjutnya.

    “Awas, entar Abang membuat kamu mati kenikmatan. ”

    “Ingin doongg..” jawabku dengan genit sekalian merengkuh badan kekarnya.

    Kang Hendi mulai menggerakkan pinggulnya. Bokongnya kusaksikan turun naik secara teratur. Terkadang digeol-geolkan hingga ujung kontolnya sentuh semua lubuk-relung vaginaku. Saya ikut menyeimbanginya. Pinggulku berputar-putar penuh irama. Bergerak patah-patah, selanjutnya berputar-putar kembali. Goyangan ini muncul demikian saja dalam benakku. Mungkin sering menonton vokalis dangdut bergoyang di atas pentas.

    Tapi dampaknya benar-benar hebat. Kang hendi tidak berhenti-hentinya beri pujian goyanganku. Dia katakan tidak pernah rasakan goyangan sehebat ini. Saya tambah bernafsu. Pinggulku terus bergoyang tiada henti sekalian mengedut-edutkan otot vaginaku hingga Kang Hendi rasakan kontol seperti diemut-emut.

    “Akkhh Neengg.. eennaakkhh.., hebaathh.. uugghh..” erangnya berkali-kali.

    Kang Hendi percepat irama tusukannya. Kurasakan tangkai kontol besar itu masuk keluar lubang memekku secara pesatnya. Saya mengimbangi secara cepat juga. Aku ingin Kang Hendi bisa lebih cepat keluar. Saya ingin membuat KO! Kami sama-sama berlomba-lomba, berusaha sama-sama menaklukkan.

    Kuakui permainan Kang Hendi memang hebat. Mungkin jika saya belum orgasme barusan, tentu saja saya telah keluar lebih dulu. Saya tersenyum menyaksikan Kang Hendi terlihat berusaha keras untuk tetap bertahan, walau sebenarnya telah kurasakan badannya mulai melafalkanng-ngejang. Saya berpikiran dia akan selekasnya tumpah.

    Pinggulku meliuk liar bak kuda binal. Demikian juga Kang Hendi, bokongnya mengaduk-aduk cepat sekali. Semakin cepat, tidak teratur seperti barusan. Saya terperanjat karena mendadak saja berasa saluran kuat berhembus dalam badanku. Akh.. kelihatannya saya sendiri tidak kuat kembali.

    Memekku berasa mengembang makin lebar, ke-2 ujung puting susuku mengeras, muncul berdiri yang tegak. Mulut Kang Hendi langsung tangkapnya, mengisap ke-2 susu ku kuat-kuat. Menjilat-jilatinya dengan penuh gairah. Saya membusungkan dadaku sedapat mungkin dan oohh.. rasanya saya tidak kuat kembali bertahan.

    “Kang Hendi! Cepat keluarin ..!” teriakku sekalian menekan bokongnya kuat-kuat supaya mendesak selangkanganku.

    Beberapa menit selanjutnya saya selekasnya menyembur air maniku diikuti selanjutnya oleh semburan cairan hangat dan kental menyiram semua lubang memekku. Badan Kang Hendi tergetar keras. Dia dekap diriku erat-erat. Saya balas merengkuhnya. Kami lantas bergulingan di tempat tidur rasakan kepuasan pucuk permainan cinta ini dengan penuh kepuasan. Kami merasainya bersama.

    Kami tidak mempedulikan badan kami yang telah basah oleh peluh keringat, bantal berguguran ke lantai. Sprei amburadul tidak karuan, lepas dari ikatannya. Eranganku, jeritan nikmatku sama-sama bersahutan dengan marahannya. Ke-2 kakiku melingkar di sekitar pinggangnya. Saya tetap rasakan kedutan-kedutan tangkai kontol Kang Hendi saat memekku.

    Sangat nikmat permainan nafsu cinta yang sarat dengan gelora gairah birahi ini. Saya termenung rasakan beberapa sisa akhir kepuasan ini. Pikiranku menerawang jauh. Apa saya bisa rasakan kehangatan ini bersama Kang Hendi. Apa cuma sampai di sini saja ingat perselingkuhan ini sesuatu ketika akan tersingkap .

    Bagaimana mengakibatkan? Bagaimana hati kakakku? Orang tuaku, suamiku dan yang lain? Akh! Saya tidak ingin pikirkannya sekarang ini. Saya tidak ingin kepuasan ini terusik oleh beberapa hal lain. Aku ingin rasakan semua malam hari ini bersama Kang Hendi. Lelaki yang sudah memberi pengalaman baru dalam bercinta. Dia orang yang sudah membuat lembar baru dalam garis kehidupan saat depanku.

    Sejak kejadian pada malam itu, saya dan Kang Hendi selalu cari peluang untuk melakukan lagi. Dia memang seorang lelaki yang betul-betul jantan. Demikian gagah. Saya harus mengakui dia benar-benar sangat pintar memberikan kepuasan wanita kesepian seperti diriku. Dia selalu datang dalam pelukanku dengan style permainan yang berbeda.

    Saya tidak penah jemu melakukan, ada selalu yang baru. Salah satunya, yang adalah style favoritku, dia berdiri sekalian memangku badanku. Ke-2 kakiku melingkar di pinggangnya, tanganku bergelayut di lehernya supaya tidak jatuh. Selangkanganku lebar terbuka dan tangkai kontolnya menyerang dari bawah. Saya bergelayutan seperti pada ayunan menyeimbangi tusukan kontolnya.

    Kang Hendi lakukan semua itu sekalian jalan melingkari kamar dan baru stop di depan cermin. Saat kumenoleh kebelakang saya dapat menyaksikan bayang-bayang bokongku bergoyang-goyang sementara kontolnya kelihatan masuk keluar memekku. Benar-benar asyik sekali permainan dalam style ini.

    Tetapi perselingkuhanku dengan Kang Hendi berjalan tidak berlama-lama. Saya sangat ketakutan semuanya satu saat tersingkap. Karena itu saya memilih untuk berpindah dari kampungku supaya tidak berjumpa kembali dengannya. Terang-terangan saja, sesudah peristiwa itu, malah akulah yang kerap meminta untuk tiba ke kamarku malam-malam.

    Saya tidak pernah dapat mengendalikan diri. Apalagi jika sudah menyaksikannya bergurau mesra dengan kakakku. Sebelumnya pernah sesuatu kali saya ingin tahu untuk melihat mereka bercinta di kamarnya. Saya ketidaktahuan sendiri hingga kemudian berlari ke kamar dan melakukan sendiri sampai saya capai kepuasan karena menanti Kang Hendi terang mustahil karena istrinya ada di dalam rumah.

    Kondisi ini terang mustahil berjalan terus-terusan, selainnya akan tersingkap, aku juga rasanya akan menanggung derita harus bertahan semacam ini. Dengan berat hati pada akhirnya saya berpindah ke kota. Kujual semua hartaku, termasuk tempat tinggal, sawah dan ternak-ternak punyaku untuk modal kelak di kehidupanku yang baru. Terkecuali mobil karena kuanggap akan bermanfaat sebagai alat transportasi untuk mendukung aktivitasku kelak.

  • Foto Ngentot bintang porno Alana Summers dihantam keras kontol gede

    Foto Ngentot bintang porno Alana Summers dihantam keras kontol gede


    2119 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang cantik bintang porno Alana Summers ngentot dengan kontol gede yang menghantam keras ke memeknya dengan gaya doggystyle.

  • Kisah Memek Pecah Perawan Gadis ABG Tetangga

    Kisah Memek Pecah Perawan Gadis ABG Tetangga


    4274 views

    Duniabola99.com – Minggu sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung sejak kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa berdenyut-denyut bagian pucuknya. “Wah gawat gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian”, gumamku.


    Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi ketika ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdenyut-denyut. Nah, belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin. Salah-salah bisa ketularan HIV yang belum ada obatnya sampai sekarang. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali harus nancap. “Sekarang minta jatah..”. Sambil terus berusaha menenangkan diri, aku duduk-duduk di teras depan membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh.

    Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks aku mengalihkan pandangan ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat.
    “Selamat sore Om. Tante ada?”
    “Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung sampai lusa. Ada apa?”
    “Wah gimana ya..”
    “Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada keperluan apa”, kataku ramah.

    ABG berusia sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di kursi kosong sebelahku.
    “Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu”, tuturku sambil menelusuri badan gadis yang mulai mekar itu.
    “Anu Om, Tante janji mau minjemi majalah terbaru..”
    “Majalah apa sich?”, tanyaku. Mataku tak lepas dari dadanya yang tampak mulai menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih.
    “Apa saja. Pokoknya yang terbaru”.
    “Oke silakan masuk dan pilih sendiri”.

    Kuletakkan surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti.
    “Cari sendiri di rak bawah televisi itu”, kataku, kemudian membanting pantat di sofa.
    Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya sangat bagus untuk ABG seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya putih bersih. Ah betapa asyiknya kalau saja bisa menikmati tubuh yang mulai berkembang itu.

    “Nggak ada Om. Ini lama semua”, katanya menyentak lamunan nakalku.
    “Ngg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana”
    Selama ini aku tak begitu memperhatikan anak itu meski sering main ke rumahku. Tetapi sekarang, ketika penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah mangga telah mulai mengkal. Mataku mengikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, “inilah kesempatan bagi penismu agar berhenti berdenyut-denyut. Tapi dia masih kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang penting birahimu terlampiaskan”.


    Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-pelan.
    “Sudah ketemu Ren?” tanyaku.
    “Belum Om”, jawabnya tanpa menoleh.
    “Mau lihat CD bagus nggak?”
    “CD apa Om?”
    “Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini.”

    Gadis itu tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang. Aku memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan televisi kamar.
    “Film apa sih Om?”
    “Lihat saja. Pokoknya bagus”, kataku sambil duduk di sampingnya. Dia tetap tenang-tenang tak menaruh curiga.
    “Ihh..”, jeritnya begitu melihat intro berisi potongan-potongan adegan orang bersetubuh.
    “Bagus kan?”
    “Ini kan film porno Om?!”
    “Iya. Kamu suka kan?”
    Dia terus ber-ih.. ih ketika adegan syur berlangsung, tetapi tak berusaha memalingkan pandangannya.

    Memasuki adegan kedua aku tak tahan lagi. Aku memeluk gadis itu dari belakang.
    “Kamu ingin begituan nggak?”, bisikku di telinganya.
    “Jangan Om”, katanya tapi tak berusaha mengurai tanganku yang melingkari lehernya.
    Kucium sekilas tengkuknya. Dia menggelinjang.
    “Mau nggak gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak lo..”
    “Tapi.. tapi.. ah jangan Om.” Dia menggeliat berusaha lepas dari belitanku. Namun aku tak peduli. Tanganku segera meremas dadanya. Dia melenguh dan hendak memberontak.
    “Tenang.. tenang.. Nggak sakit kok. Om sudah pengalaman..”

    Tangan kananku menyibak roknya dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku mulai bermain di sekitar vaginanya, dia mengerang. Tampak birahinya sudah terangsang. Pelan-pelan badannya kurebahkan di ranjang tetapi kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi segera mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam.

    “Ohh.. ahh.. jangan Om”, erangnya sambil berusaha merapatkan kedua kakinya. Tetapi aku tak peduli. Malah celana dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas. Aku terpana melihat pemandangan itu. Pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya juga mungil. Tak menunggu lebih lama lagi, bibirku segera menyerbu vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan mengerang keenakan. Bahkan kemudian kakinya menjepit kepalaku, seolah-olah meminta dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi.


    Oke Non. Maka lidahku pun makin dalam menggerayangi dinding vaginanya yang mulai basah. Lima menit lebih barang kenikmatan milik ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung paling tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul kemudian BH hitamnya berukuran 32. Setelah kuremas-remas buah dadanya yang masih keras itu beberapa saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan mencium putingnya yang kecil.

    “Ahh..” keluh gadis itu. Tangannya meremas-remas rambutku menahan kenikmatan tiada tara yang mungkin baru sekarang dia rasakan.
    “Enak kan beginian?” tanyaku sambil menatap wajahnya.
    “Iii.. iya Om. Tapi..”
    “Kamu pengin lebih enak lagi?”

    Tanpa menunggu jawabannya aku segera mengatur posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang pasrah. Penisku pun sudah tak sabar lagi mendarat di sasaran. Namun aku harus hati-hati. Dia masih perawan sehingga harus sabar agar tidak kesakitan. Mulutku kembali bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang telah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Beberapa saat kugesek-gesekkan sampai Renny makin terangsang. Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurkan sehingga makin melesak ke dalam. Butuh waktu lima menit lebih agar kepala penisku masuk seluruhnya. Nah istirahat sebentar karena dia tampak menahan nyeri.

    “Kalau sakit bilang ya”, kataku sambil mencium bibirnya sekilas.
    Dia mengerang. Kurang sedikit lagi aku akan menjebol perawannya. Genjotan kutingkatkan meski tetap kuusahakan pelan dan lembut. Nah ada kemajuan. Leher penisku mulai masuk.
    “Auw.. sakit Om..” Renny menjerit tertahan.
    Aku berhenti sejenak menunggu liang vaginanya terbiasa menerima penisku yang berukuran sedang. Satu menit kemudian aku maju lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.. “Ouu..”, dia menjerit lagi. Aku merasa penisku menembus sesuatu. Wah aku telah memerawani dia. Kulihat ada sepercik darah membasahi sprei.


    Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Setelah agak tenang aku mulai menggenjot anak itu.
    “Ahh.. ohh.. asshh..”, dia mengerang dan melenguh ketika aku mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya pun makin keras. Mendengar itu aku makin bernafsu menyetubuhi gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya adalah ketika kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku.

    “Nggak sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?”
    “Ouu enak sekali Om..”
    Sebenarnya aku ingin mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi kupikir untuk kali pertama tak perlu macam-macam dulu. Terpenting dia mulai bisa menikmati. Lain kali kan itu masih bisa dilakukan.

    Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya. Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh beruntung aku ini.
    “Gimana? Betul enak seperti kata Om kan?” tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai setelah sama-sama mencapai klimaks.
    “Tapi takut Om..”
    “Nggak usah takut. Takut apa sih?”
    “Hamil”
    Aku ketawa. “Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong”
    Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas bisa meredakan adik kecilku.

    “Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti kita belajar berbagai gaya lewat CD”.
    “Kalau ketahuan Tante gimana?”
    “Ya jangan sampai ketahuan dong”
    Beberapa saat kemudian birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga.

  • Akubi Yumemi cantik sangat becek ngentot anal threesome

    Akubi Yumemi cantik sangat becek ngentot anal threesome


    2531 views

  • Video Bokep Asia cewek jepang cantik squirt dientot 3 orang

    Video Bokep Asia cewek jepang cantik squirt dientot 3 orang


    2770 views

  • Rebel Lynn gets her tight pussy slammed by angry guys cock

    Rebel Lynn gets her tight pussy slammed by angry guys cock


    2143 views

  • Video bokep Mikan Kururugi memek hitam becek

    Video bokep Mikan Kururugi memek hitam becek


    2052 views

     

  • Kisah Memek Sedarah Ngentot Kakak Ipar

    Kisah Memek Sedarah Ngentot Kakak Ipar


    4160 views

    Duniabola99.com – Pertama kenalkan dulu nama aku joni aku berasal dari kota S**A**Y* aku sekarang masih tergolong cukup muda karena umurku masih 21th sekarang aku masih kuliah di salah satu universitas ternama di kotaku dan jauh dari tempat tinggalku.
    Waktu itu aku sedang mencari kost untuk tempat tinggalku,karena tak mungkin aku laju dari rumah di karenakan jauh dan hanya makan waktu saja,nah mungkin hari ini hari yang sial buatku,sudah muter sana-sini mencari kost-kostan tak kunjung dapat.


    Aku sudah lelah mana hari sudah malam,tak mungkin aku pulang,aku bingung.dan aku coba untuk menelfon kaka aku yang sebenarnya punya rumah di dekat universitasku,kaka aku bernama feri dia orangnya suka banget yang namanya Sex,”cerita sex sedarah terbaru”karena aku diam-diam sering buka laptop kak feri dan terrnyata isi bokepnya banyak,dan aku kaget ketika aku melihat video bokep yang mirip kaka iparku yang bernama seli,dan aku kaget setelah aku buka,ternyata benar kak seli,sungguh montok sekali ini kaka q dengan ukuran toket 36b,yang membuat aku ingin meremas-remasnya.lalu aku menelfon kak feri

    -Aku:hallo kak,,,,

    -Ka feri:hallo,iya kenapa jon.
    -Aku:susah cari kost-kostn di sini kak,dari tadi gak dapet-dapet.
    -Ka feri:ya udah besok pagi cari lagi,untuk sementara tinggal dulu di tempat kaka.
    -Aku:tapi kak,,,,,,aku gak enak sama ka sely
    -Ka feri:udah gak papa,buruan cepat sini,,,,.di tutup telfonnya sama kak feri..
    Ya udahdeh gak papa nginep dulu di sana,,langsung aku menuju rumah ka feri yang gak jauh dari universitasku,,
    Tok, , , tok , ,, ,tok , , ,,di buka sama kak seli,,dan aku kaget ketika melihat kak sely,,,wow gede amat itu Toket gede kak seli,kak seli memakai baju tidur transparan dan bodynya keliatan walau samar samar.
    -Ka seli:sini masuk jon,malah bengong aja,,
    -Aku:e….iya kak,,ka feri mana ka,,
    -ka seli:tu di dalem udah tidur,kecapekan kerjaanya banyak jon,,
    -aku:wah kesempatan dalam pikiranku,,,
    -ka seli:Mu minum apa jon
    -aku:ah gak usah repot-repot ka,,kopi susu aja,,,hehehe
    ‘-ka seli:kamu ini bisa saja joni,,,,,
    Dan ka seli menuju jalan menuju dapur smbil aku melitah pantatnya yang semok bergoyang kanan kiri membuat ingin ngentotin kaka iparku.


    Tak lama ka seli datang membawa segelas kopi susus untukku
    Dan kami berdua duduk di sofa sambil ngobrol kesana kemari,,
    Di satt itu aku keceplosan karna kami keasikan bercanda;,,aku menanyakan ke ka seli,,
    La kok tumben ya ka feri langsung tidur emang gak maen di ranjang dulu,,,sambil bercanda,,
    ka seli langsung kaget mendengar pertanyaanku,,ka seli pun tak menjawab pertanyaanku,hanya diam saja,aku langsung bertanya kenapa ka seli aku salah iya,aku minta maaf ya ka.
    Gak papa kok joni….kami sudah lama gak begituan,,,,
    Emang kenapa ka,Cerita Sex Sedarah kakak ipar
    Kaka mu itu mungkin pekerjaannya masih banyak pulang kerja mandi langsung tidur.
    Yaa,sesekali kaka yang ajak duluan donk
    Udah jon,tapi kakamu tetep aja gak mau,katanya gak kuat capek banget,,
    Ya udah sabar aja ka,,emang kalo pengen banget aku gak menolak kok ka
    Sambil aku merangkul ka seli..kak seli pun tak menjawab,tetapi isarat badan taka da penolakan,,
    Aku pun langsung memaut bibir ka seli yang sexy,,,
    Tak aku sangka ka seli membalas ciumanku sambil memainkan lidahnya,,
    Aku pun tak mau kalah,,tanganku pun memainkan payudara ka seli yang selama ini aku idamkan,ketika aku remas toketnya bener-benr besar dan kenyal banget.Cerita Sex Sedarah terbaru

    Nafas ka seli pun terengah engah

    Tanpa kode ku langsung mengdarat ke bagian payudara Karena tak sabar ingin membuka baju ka seli..aku pun mulai menjilati putingnya yang masih merah besar pula
    Ka seli mulai mengeluarka desahanya ohh. … . .. . oh,,, , ,,iya jon aku sensitive banget kalo bagian situ,,te. . . . . . .rus joni
    Semakin aku menjilat bagian perut dan semakin turun,kubuka celana dalam ka seli,wooowww,ka memekmu gede banget ka,,ku cari klitorsnya,aku jilati,semakin lama
    Kurasakan ada denyutan,,
    Ka seli,,,te. . .rus job ahhh , , , , ,oh,. . . .kaka mau keluar jon . . . . ah. . . . . ah. . . . ah . . . .
    Ka seli mencengkrang kepalaku,di jepit pula,,,
    Ohhh belum pernah ku rasakan sedasyat ini jon,,,aku ingin malam ini kau jadi milikku jon puasin kaka lagi jon,,”cerita sex terbaru”,sambil membersihkan bekas sperma ka seli,,kita melanjutkan bercinta ke kamarku yang sudah di sediakan tadi buat aku tinggal,sesampainya di kamar ku lumat bibir ka seli,sambil tangan aq meraba ke toket yang gede nan padet itu,
    Ahhh , , , , , terus joniiii ahh, , ,
    Kuputar puta putinya sambil aq menjilatinya,,,semakin lama turun ke buah vaginanya ka seli yang masih seperti perawan ini,,aq jilati memek ka seli
    Cepet jon kaka udah gak sabar pengen ngersain kontolmu yang gede, , , ,
    Masukin ke memek kaka jonn,memek kaka udah basah banget ini jon,,,
    Kata ka seli sambil mendesah keenakan
    Oke ka saya masukin iya,,,,


    Sepertinya emang udah lama gak di pake,,memek ka seli seret banget kaya masih ranum,,apa memang kontolku yang gede,,
    Aku masukin perlahan ke memek ka seli
    Ahh h h hhhhh h h jonn, ,sakit , . . .. . . jon
    Tahan ka”cerita sex terbaru” ,memeknya seret banget, iya jon kontolmu emang gede,
    Blesss, , ,, , bless , , , ,bles , , ,,,,

    Ahirnya masuk juga walaupun belum sepenuhnya

    Dengan liar aku mulai memaikan memek ka seli, , ,
    Erangan erangan mulai keluar dari mulut ka seli
    Ahhhh ahhhhh ahhhhh terus jon. , . . .
    Dengan posisi doggy style aku mulai lebih kencang mengocok memek ka seli’’
    Jonniii kaka udah mau keluar, , , , ,
    Ya udah ka keluarin aja,,,
    Cengkraman ka seli sangat kuat,seolah olah menikmati kedasyatan permainan ini
    Crot, , , , crot, ,, , seeeeeerrrr
    Ahhh ahkkk ahhhkkk. . . .. . .
    Ka seli tengkurep lemas, , , ,
    Kubalikan badan ka seli ku masukan lagi penisku ke dalam memek ka seli yang udah becek banget
    Kukocok memek ka seli ,,,kumainkan maju mundur,,
    Nafsuku makin memuncak melihat toket ka seli yang super toge
    Bergoyang naik turun,


    Kaka aku sayang padamu,,memek kamu enak banget ka,,
    Kugenjot terus,keringatku sampai menetes ke tubuh ka seli
    Permainan semakin panas,aku sudah gak kuat,
    Ka aku udah mau keluar,,,
    Keluarin di dalem aja jon…
    Semakin kencang genjotanku
    Dan croooooooooooooooooooooooooott. . . . .. .crooooooooooot crottttttttt
    Ahkkk . . . . .. . .akh .. . . . .akh . .. . .. . . .
    Ku muntahkan semua spermaku ke dalam memek ka seli
    Ka seli membisikan ke telingaku”kamu hebat banget jon”
    Sambil di ciumnya aku
    Ku baringankan tubuhku menikmati sisa-sisa surga dunia,
    Jon aku sayang padamu,,
    Ka seli pun tidur menuju kamarnya
    lain kalo kita maen lagi kalo ada kesempatan kayak gini,”kata ka sely”
    Oke ka,,kami pun berpelukan…..
    Setelah kejadian itu kalo ada kesempatan kami sering bercinta. .
    Sampai ka seli hamil dan melahirkan , , ,
    Aku kaget ketika anaknya lahir,,sedikit dia mirip ama aku,,,
    Dan aku sangat berdosa dengan kejadian yang aku alami ini.


  • Kisah Memek Romansa Hangat Di Antara Kita

    Kisah Memek Romansa Hangat Di Antara Kita


    2515 views

    Duniabola99.com – Saat itu Lia yang sedang mengadakan liburan di sebuah tempat pariswisata yang terkenal dengan wisata pegunungan dan pantainya di sebelah timur pulau Bali, tanpa sengaja bertemu dengan diriku yang menjadi seorang pemain musik di cafe.


    Pertemuan itu sendiri terjadi di internet cafe, yang kebetulan saat itu aku sedang mengetik beberapa lagu-lagu karanganku sendiri yang sengaja aku simpan di folder mailku.

    Lia saat itu sedang mencari informasi tentang tujuan wisata yang ada di daerah itu, namun sampai beberapa saat sepertinya Lia tidak menemukan apa yang dia cari. Dengan sangat sopan dan ramah Lia memulai percakapan dengan menanyakan tempat-tempat yang bagus buat di kunjungi ke padaku.

    “Maaf apakah anda tahu tempat-tempat wisata unggulan daerah ini?” tanya Lia tiba-tiba.

    Aku yang saat itu duduk berjarak 2 meja darinya terkejut oleh pertanyaan spontan itu.

    “Anda bertanya kepada saya?” tanyaku kemudian.
    “Iya, maaf kalau mengejutkan anda!” Ujarnya kemudian.

    Dengan sedikit gugup, kemudian aku menjawab pertanyaan Lia, karena saat itu juga aku masih serius dengan file-file aku.


    “Di daerah ini yang menjadi primadona wisatanya adalah pegunungannya, kedua wisata pantai yang menawarkan pemandangan bawah air yang terkenal dengan karang birunya, setelah itu wisata budaya yang menampilkan objek rumah adat daerah ini,” terangku kemudian.

    Mungkin karena penjelasan ku cukup menarik buat Lia, dengan raut muka yang ramah, kemudian dia duduk di sebelah mejaku yang tanpa dia sengaja juga dia telah memandangi monitor di depanku yang saat itu terpampang file dari lirik lagu-lagu karanganku yang saat itu sedang aku print.

    “Kamu mengarang lagu sendiri yah?” tanya Lia lagi.
    “Iya, kebetulan aja aku pemain musik di cafe dan suka menulis lirik lagu,” terangku lagi.
    “Boleh aku baca lirik lagu-lagu kamu?” sahut Lia kemudian.
    “Silakan, dengan senang hati,” lanjutku dengan menarik kursi di sebelahku dan menyodorkan kepada Lia, yang saat itu sedang berdiri di sampingku.


    Setelah beberapa saat Lia membaca semua lirik lagu-lagu aku dengan serius, tak lama Lia berkata, “Kamu menulis kisah pribadi kamu menjadi lirik lagu yah?” tanya Lia lagi. Yang kemudian aku timpali dengan tersenyum kepada Lia.

    “Semua lirik lagu-laguku memang dari pengalaman pribadi, karena aku ingin apa yang menjadi kisah hidupku bisa aku rekam dalam bentuk sebuah seni dan akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagiku nantinya,” jelasku lebih jauh.
    “Oh iya, kita sudah lama ngobrol nih tapi belum mengenal nama masing-masing diantara kita” sahut Lia spontan. Lia mengawalinya dengan menyodorkan tangannya..
    “Lia..” ujarnya pendek. Yang kemudian giliran aku utuk melakukan hal yang sama.
    “Adietya,” sahutku juga.

    Dari perkenalan yang singkat itu, kami sudah saling akrab seperti layaknya teman lama. Saat itu juga dia memutuskan pergi besok paginya untuk mengisi acara liburannya dengan snorkeling di sebuah pulau kecil yang sepi dan berpasir putih.

    Waktu menunjukan pukul 08.00 WITA, sesuai janjiku dengan Lia. Aku sudah berdiri di depan kamarnya dan kemudian aku mengetuk pintunya. Tak lama ada sahutan dari dalam.

    “Pagi Adiet.. Tunggu bentar yah, aku sudah siap kok,” Dalam hitungan menit Lia sudah keluar dari kamarnya.
    “Ayo kita berangkat!” katanya kemudian.


    Dengan berjalan menyusuri pantai kita menuju ke perahu motor yang sudah aku pesan semalam. Sebelum naik ke atas perahu motor, aku mengambil peralatan snorkeling untuk kita berdua berupa dua pasang masker berikut finnya. Dalam perjalanan menuju pulau kecil yang hanya membutuhkan waktu 45 menit, aku menjelaskan pemandangan sekitar kita saat itu. Di samping kiri ada pemandangan Gunung Agung dari kejauhan, namun cukup jelas karena cuaca begitu bagus pagi itu.

    Sesampainya di tujuan aku dan Lia turun dari perahu motor dan kita lanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hamparan pasir putih. Aku sudah membuka kaos saat di perahu motor tadi, dan hanya mengenakan celana renang ketika menuju lokasi snorkeling. Tak lama setelah sampai di bawah rindangnya pohon cemara, Lia membuka kaos nya dan terpampanglah suatau pemandangan yang membuat jantungku berdetak sesaat.

    Saat itu Lia mengenakan bikini warna biru tua yang kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus. Mataku tertuju di tonjolan dadanya yang aku perkirakan berukuran 36b. Kemudian pandanganku beralih kebawah menuju pahanya yang mulus di topang oleh sepasang kaki jenjangnya, menjadikan pesona tubuh Lia semakin sempurna. Aku hanya bisa menelan ludah saat itu dan berhayal seandainya aku bisa memeluk tubuh yang sexy itu betapa beruntungnya diriku.

    “Hai.. Kenapa melamun?” tegurnya mengejutkanku.
    “Aku sudah siap nih” sahut Lia melanjutkan.
    “Baiklah kalau begitu” ujarku menimpali tegurannya.


    Ini adalah pengalaman pertama bagi Lia untuk snorkeling, dan sebelumnya Lia minta di ajarin sampai bisa. Hal yang paling sulit adalah saat bernafas melalui mulut, karena seluruh wajah tertutup oleh masker, kecuali bagian mulut.

    Dengan penuh kesabaran aku mengajari cara-cara snorkeling yang umum dilakukan. Pertama aku membantunya memasang masker yang mana saat itu aku berdiri begitu dekat dengan nya, aroma khas tubuh Lia tercium sesaat, ketika aku membetulkan anak rambut yang menutupi raut wajahnya.

    Kemudian Lia memasang fin sendiri, tanpa aku bantu. Tak lama berselang tubuh kita berdua sudah masuk ke dalam air. Perlahan aku berenang beriringan dengan Lia menuju ke tengah, yang aku perhatikan gaya berenang Lia sangat bagus. Setelah pengenalan di air cukup, akhirnya aku berenang agak menjauh, untuk memberikan kepercayan buat Lia melakukan snorkelingnya.

    Dari dalam air, beberapa kali aku sempat memandangi bentuk tubuh Lia yang aduhai dari arah belakang saat dia berenang, mulai dari belahan pantatnya yang ranum sampai ke tonjolan di dadanya yang menantang.


    Kembali aku berenang beriringan dengan Lia untuk meyakinkan kalau dia baik-baik aja. Saat sedang asyiknya kita berenang, tiba-tiba kaki Lia kram. Dengan tindakan spontan aku memeluknya, agar tidak tenggelam dan membawanya ke sebuah batu karang besar yang menonjol di tengah laut. Kita berdiri di atas batu karang yang, masih menyisakan bagian leher kita yang tidak tenggelam.

    “Thanks ya Diet.. Atas bantuannya,” Ujar Lia sesaat setelah kejadian itu.
    “Sama-sama,” timpalku kemudian.

    Setelah acara snorkeling yang melelahkan, kita bersepakat untuk istirahat di bawah pohon cemara yang ada di tepian pantai. Sambil ngobrol tentang pribadi kita masing-masing, Lia meluruskan kakinya yang jenjang di hamparan pasir putih. Lia bercerita tentang kisah asmaranya dengan mantan pacarnya yang berakhir, karena cowoknya yang super sibuk sudah jarang lagi memperhatikannya.

    Aku berusaha menghiburnya dengan mengatakan, kalau seandainya kalian tulus saling mengasihi hal itu tidak akan terjadi dan yang lebih terpenting adalah kedewasaan pasangan itu sendiri dalam menentukan sikap. Sepertinya Lia sangat senang dengan pendapatku yang demikian, hal itu terlihat dari sikapnya yang terpancar lewat senyumnya yang mengembang.


    “Makasih ya Diet.. Kamu sudah mau menjadi teman curhatku,” sahut Lia kemudian.
    Aku hanya tersenyum sambil mengatakan, “Saat ini aku sudah bisa membuat kamu tersenyum, mungkin saat lain kamu yang akan membuatku tersenyum.” timpalku pelan.

    Tak terasa kedekatan ini membuat tubuh kita semakin dekat, aku mendahuluinya dengan merengkuh tubuhnya untuk merapat ke pelukanku. Lia hanya diam sambil tersipu malu.

    “Betapa bahagianya seorang cowok jika mendapatkan dirimu Lia,” lanjutku lagi.
    “Kamu begitu baik, sabar, cantik dan memiliki tubuh yang sexy lagi,” tambahku kemudian

    Yang di jawab dengan senyumannya yang mempesona. Dengan sedikit keberanian aku mendekatkan bibirku ke bibir Lia yang terbuka basah yang kedua matanya juga sudah terpejam. Sangat beruntung sekali suasana pantai siang itu sepi dan yang lebih menguntungkan lagi, karena memang lokasi kita duduk jauh berada di ujung. Dengan lembut aku mengulum bibir Lia yang ranum, dan terdengar desahan halus darinya.

    “Ohh.. Diet,” desahnya. Sembari membisikan kata-kata mesra aku melanjutkan ciumanku.
    “Aku sayang kamu Lia,” bisikku pelan.

    Tanganku juga tak tingal diam, dengan perlahan aku mengelus punggung Lia yang hanya di lapisi bikini tanpa bra di dalamnya. Sesaat tindakan ini membuat Lia semakin terangsang yang diiringi dengan sikap memelukku erat.


    “Oh.. Diet teruskan,” desahnya lagi.

    Tanpa menghentikan tindakanku, tanganku yang satunya meremas payudara yang berukuran 36b itu dari luar bikini yang disambut dengan desahan berikutnya.

    “Ohh..” desah Lia kembali.

    Perlahan aku mulai membuka bikini Lia dari bagian atasnya dan berhenti sesaat sampai di pinggangnya, maka tersembulah payudara Lia yang ranum menggairahkan dengan di hiasi ujung nya yang merah dan mulai keras.

    Sepertinya Lia mulai terangsang sekali. Tanpa menunggu lama lidahku langsung mengecup permukaan payudar Lia dengan lembut dan pelan. Lidahku menelusuri setiap bagian payudaranya dengan lincah.
    Putingya aku hisap dengan lembut, sesaat setelah Lia bergetar pelan. Beralaskan kain pantai warna biru, aku merebahkan tubuh Lia yang sexy pelan.

    Aku melanjutkan kegiatanku dengan memegang telapak kaki Lia kemudian, sesaat setelah Lia menelentang dan mencumbui setiap jengkal kakinya. Di mulai dengan menjilati tepalak kakinya yang mulus dan jari-jari kakinya yang lentik. Lidahku juga menghisap ujung jari-jari kakinya, yang membuat Lia semakin menggelinjang lembut.


    “Oh.. Diet.. Kamu pintar menaikkan gairahku,” desahnya pelan.

    Berikutnya lidahku berpindah untuk memberikan kepuasan lagi ke bagian tubuh Lia yang lain. Kali ini adalah bagian lehernya yang aku mulai dengan mencumbu bagian belakang telinganya. Kembali Lia mendesah pelan..

    “Ohh.. Teruskan Diet,” desahnya.

    Setelah cukup lama tangan Lia berdiam diri, akhirnya tergerak juga untuk mengambil bagian di kesempatan ini. Tonjolan di celana renangku sudah begitu keras, setelah tangan Lia masuk membelai penisku dengan lembut.

    “Oh.. Lia.. Sss..” desahku kemudian.

    Kemudian aku lanjutkan untuk membuka sisa dari bikini Lia yang di pinggang dengan menariknya kebawah sampai ke pangkal kaki. Dengan lembut aku menjulurkan lidahku ke bagian perut Lia yang ternyata dia sedikit kegelian.

    “Hek.. Geli Diet,” ujarnya.

    Seketika aku menghentikan menjilati bagian perutnya, yang aku lanjutkan dengan menjlati pahanya bagian dalam yang berakhir di pangkalnya yang berbulu hitam dan sangat lebat, tapi tertata rapi dan beraroma khas.


    Tak lama berselang aku menjulurkan lidahku ke bibir luar vagina Lia dengan lembut. Hal ini menimbulkan sensasi tersendiri buat Lia.

    “Ohh.. Diet.. Sss..” desahnya bergetar.

    Kemudian aku lanjutkan dengan menjulurkan ujung lidahku di clitorisnya yang sudah menonjol dikit. Tubuh Lia semakin bergetar setelah menerima perlakuan lidahku.

    “Ohh.. Enak.. Sayang..” desahnya pelan. Lendir di lubang vagina Lia semakin deras keluar, menandakan kalau Lia begitu terangsang hebat.
    “Ohh.. Diet.. Masukin sekarang.. Sayang..” pintanya mesra.

    Sambil merangkak aku kembali menciumi bibir Lia yang terbuka, karena menahan rangsangan yang hebat. Dengan lembut aku memegang penisku dan mengarahkan nya ke lubang vagina Lia pelan. Tanpa kesulitan aku melesakan penisku ke dalam lubang vagina Lia, karena lendir Lia cukup memudahkan bagi penisku untuk menyeruak ke bagian dalam vaginanya.

    “Ohh.. Tekan lebih dalam.. Diet..” pintanya kemudian. Yang diiringi dengan bibirnya mendesis lirih.
    “Ssshh..” desis Lia. Perlahan dan lembut aku memaju mundurkan pinggulku untuk menusukkan penisku lebih dalam lagi.


    Sret.. Sret.., irama penisku beradu dengan vagina Lia. Setelah cukup lama bersentuhan, terasa tubuh Lia bergetar dan mendesirlah cairan di dalam vagina Lia dengan hangat, menyirami kepala penisku. Lia mencapai orgasmenya di barengi dengan jeritan nya yang menggairahkan.

    “Diet.. Aku sampai.. Ohh..” teriaknya lembut.

    Kemudian aku mengecup bibir Lia dengan lembut, dan kembali memaju mundurkan penisku. Dalam beberapa saat aku merasakan tanda-tanda akan mencapai puncak, seketika aku mempercepat kocokan ku ke dalam vagina Lia. Sret.. Sret.. Sret, bunyi penisku beradu dengan vagina Lia. Bergetar tubuhku saat aku menyemprotkan spermaku ke dalam vagina Lia dengan deras, sambil memeluk erat tubuh Lia yang sexy.


    “Ohh.. Sayang.. Enak.. Sekali..” jeritku sesaat setelah spermaku membasahi seluruh bagian dalam vagina Lia. Setelah itu aku kembali mengecup bibir Lia dengan lembut dan membisikkan kata-kata..
    “Makasih yah sayang.. Kamu sudah membahagiakan aku,” bisikku lembut.

    Begitulah seterusnya kisah cinta antara aku dan Lia yang berujung hubungan lebih serius sepulang nya Lia Ke Jakarta…


  • Cerita Sex Super Duper Menikmati Kepuasan Berhubungan Dengan Bibiku

    Cerita Sex Super Duper Menikmati Kepuasan Berhubungan Dengan Bibiku


    11686 views

    Buah dada bibi yang tidak besar tetapi padat itu kelihatan samar-samar dibalik dasternya yang tipis, turun naik secara teratur.Meskipun dalam posisi terlentang, tetapi buah dada bibi kelihatan muncul ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil. Menyaksikan panorama yang menarik itu saya betul-betul terangsang luar biasa.

     

    Cersex Stw – Secara cepat kemaluanku segera bereaksi jadi keras dan berdiri secara gagahnya, siap tempur. Pelan-pelan kuberjongkok dari sisi tempat tidur dan tanganku secara berhati-hati kuletakkan secara halus pada belahan kemaluan bibi yang imut itu yang tetap tertutupi CD.

    Pelan-pelan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan sisi paha atasnya yang betul-betul licin putih mulus dan benar-benar menggairahkan.Kelihatan bibi cukup bergeliat dan mulutnya cukup tersenyum, mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Saya lakukan aktivitasku dengan berhati-hati takut bibi terjaga.

    Pelan-pelan kusaksikan sisi CD bibi yang tutupi kemaluannya mulai kelihatan basah, ternyata bibi mulai terangsang . Dari mulutnya kedengar suara mendesis perlahan-lahan dan tubuhnya menggelinjang-geliat pelan-pelan. Saya semakin tersangsang menyaksikan panorama tersebut. Segera kubuka semua pakaian dan CD-ku, hingga saat ini saya bertelanjang bundar. Penisku yang 19 cm itu sudah berdiri kuat menganguk-angguk cari mangsa.

    Dan saya membelai-belai buah dadanya, ia tetap tertidur saja. Saya tahu jika puting dan klitoris bibiku tempat paling sukai dicumbui, saya tahu hal itu dari beberapa film bibiku. Lantas tanganku yang satu mulai gerilya di wilayah vaginanya. Selanjutnya pelan-pelan saya memotong CD mini bibi dengan gunting yang ada disebelah tempat tidur bibi.Saat ini kemaluan bibi terpajang secara jelas tidak ada penutup kembali.

    Pelan-pelan ke-2 kaki bibi kutarik melebar, hingga ke-2 pahanya terpentang. Dengan berhati-hati saya naik ke atas tempat tidur dan bercongkok di atas bibi. Ke-2 lututku melebar dari sisi pinggul bibi dan kuatur sebegitu rupa agar tidak sentuh pinggul bibi. Tangan kananku menekan di kasur tempat tidur, pas dari sisi tangan bibi, hingga saat ini saya ada dalam posisi 1/2 merayap di atas bibi.Tangan kiriku menggenggam tangkai penisku. Pelan-pelan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang sudah basah tersebut. Kepala penisku yang lebih besar itu kugosok-gosok dengan berhati-hati pada bibir kemaluan bibi.

    Kedengar suara erangan perlahan-lahan dari mulut bibi dan tubuhnya cukup mengeliat, tetapi matanya masih tetap tertutup. Pada akhirnya kutekan pelan-pelan kepala kemaluanku memotong bibir kemaluan bibi.Saat ini kepala kemaluanku terjepit antara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi masih tetap kedengar suara mendesis perlahan-lahan, namun tubuhnya terlihat mulai resah. Saya tidak ingin ambil risiko, saat sebelum bibi sadar, saya harusnya menaklukan kemaluan bibi dengan tempatkan posisi penisku dalam lubang vagina bibi.

    Karenanya selekasnya kupastikan tempat penisku supaya tegak lempeng pada kemaluan bibi. Dengan kontribusi tangan kiriku yang tetap menuntun penisku, kutekan pelan-pelan tetapi tentu pinggulku ke bawah, hingga kepala penisku mulai menerobos ke lubang kemaluan bibi.Terlihat sesaat ke-2 paha bibi bergerak melebar, seolah-olah memuat tekanan penisku ke lubang kemaluanku.

    Tubuhnya mendadak tergetar menggelinjang dan ke-2 matanya tiba-tiba terbuka, terbeliak kebingungan, melihatku yang bertopang di atasnya. Mulutnya terbuka seolah-olah siap untuk berteriak. Secara cepat tangan kiriku yang menggenggam penisku kulepaskan dan cepat-cepat kudekap mulut bibi supaya jangan berteriak.

    Karena pergerakanku yang mendadak itu, posisi berat tubuhku tidak bisa kujaga kembali, mengakibatkan semua berat bokongku langsung menekan ke bawah, hingga tidak bisa dihindari kembali penisku menerobos masuk ke lubang kemaluan bibi secara cepat.Tubuh bibi tersentak ke atas dan ke-2 pahanya berusaha untuk dirapatkan, dan ke-2 tangannya automatis menggerakkan ke atas, menampik dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tetapi ketahan oleh bekapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” desahnya tidak terang.

    Selanjutnya tubuhnya mengeliat-geliat dengan luar biasa, terlihat bibi benar-benar terkejut dan mungkin saja kesakitan karena penisku yang lebih besar menerobos masuk ke kemaluannya dengan mendadak.Walaupun bibi merontak-rontak, namun sisi pinggulnya tidak bisa berubah karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat.

    Karena beberapa gerakan bibi dengan ke-2 kaki bibi yang meronta-ronta itu, penisku yang sudah tenggelam dalam vagina bibi berasa dipelintir-pelintir dan seolah-olah dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina bibi. Ini memunculkan kepuasan yang sulit digambarkan.Karena telah kepalang tanggung, karena itu tangan kananku yang semula bertopang pada tempat tidur kulepaskan. Saat ini semua tubuhku menekan dengan rapat ke atas tubuh bibi, kepalaku kuletakkan dari sisi kepala bibi sekalian berbisik kekuping bibi.

    “Bii.., bii.., ini saya Eric. Tenang bii.., sshheett.., shhett..!” bisikku.

    Bibi tetap coba melepas diri, tetapi tidak sanggup karena tubuhnya yang imut itu teperangkap di bawah badanku. Sekalian masih tetap dekap mulut bibi, saya menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara perlahan mulai kugerakkan turun naik secara teratur.Pelan-pelan tubuh bibi yang semula tegang mulai menurun.Kubisikan kembali ke kuping bibi,

    “Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji jangan berteriak yaa..?”Pelan-pelan tanganku kulepaskan dari mulut bibi.Selanjutnya Bibi berbicara,

    “Riic.., apa yang kau lakukan ini..? Kamu sudah memerkosa Bibi..!”Saya diam saja, tidak menjawab apapun, cuma pergerakan pinggulku semakin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi, khususnya di bagian putingnya yang sangat mengeras.Ternyata walaupun muka bibi tetap memperlihatkan hati geram, namun reaksi tubuhnya tidak bisa sembunyikan hatinya yang mulai terangsang tersebut.

    Menyaksikan kondisi bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan kembali.Pada akhirnya dari mulut bibi kedengar suara, “Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!”Dengan tetap meneruskan pergerakan pinggulku, pelan-pelan ke-2 tanganku bertopang pada tempat tidur, hingga saya saat ini dalam posisi 1/2 bangun, mirip orang yang lakukan push-up.Dalam posisi ini, penisku menusuk kemaluan bibi dengan bebas, lakukan beberapa serangan secara langsung ke lubang kemaluan bibi.

    Kepalaku pas ada di atas kepala bibi yang terbaring di kasur. Ke-2 mataku melihat ke bawah ke mata bibi yang meram terbuka dengan sayu. Dari mulutnya masih tetap kedengar suara mendesis-desis. Selang sesaat sesudah merasa tentu jika bibi sudah dapat kutaklukan, saya stop dengan aktivitasku. Sesudah mengambil penisku dari dalam kemaluan bibi, saya tiduran 1/2 tidur dari sisi bibi.

    Samping tanganku mengelus-elus buah dada bibi khususnya di bagian putingnya.
    “Eehh.., Ric.., mengapa kau kerjakan ini ke bibimu..!” ucapnya.Saat sebelum menjawab saya tarik badan bibi menghadapku dan merengkuh tubuh imutnya dengan berhati-hati, tetapi lekat ketat ke tubuh.

    Bibirku cari bibinya, dan dengan gaungs kulumat habis. Woowww..! Saat ini bibi menyongsong kecupanku dan lidahnya turut aktif menyongsong lidahku yang menari-nari di mulutnya.Selang sesaat kuhentikan kecupanku tersebut. Sekalian melihat secara langsung ke ke-2 matanya dengan mesra, saya berbicara, ”

    Bii.. sebetulnya saya benar-benar sangat sayang sama Bibi, Bibi benar-benar elok kembali ayu..!”Sekalian berbicara itu kucium kembali bibirnya sekilas dan meneruskan perkataanku, “Setiaap kali menyaksikan Bibi bermesrahan dengan Paman, saya kok merasa benar-benar cemburu, seolah-olah Bibi ialah punyaku, menjadi Bibi jangan geram yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak dapat mengendalikan diri ingin mempunyai Bibi sepenuhnya.”

    Usai berbicara itu saya menciumnya dengan mesra dan dengan tidak terburu-buru.Kecupanku ini kali benar-benar panjang, seolah-olah ingin mengisap napasnya dan belahan jiwanya masuk ke diriku. Ini kulakukan dengan hati kasih sayang yang setulus-tulusnya. Ternyata bibi dapat rasakan hati sayangku kepadanya, hingga dekapan dan kecupanku itu dibalasnya tidak kalah mesra .

    Sejumlah lama selanjutnya saya hentikan kecupanku dan aku juga tiduran terlentang dari sisi bibi, hingga bibi bisa menyaksikan keseluruhnya tubuhku yang telanjang tersebut. “Iih.., besar sekali barang kamu Ricc..! Itu penyebabnya barusan Bibi merasa benar-benar penuh pada tubuh Bibi.” ucapnya, mungkin punyaku lebih besar dibanding punyai paman.Lantas saya mulai merengkuhnya lagi dan memulai menciumnya.

    Itil V3
    Kecupanku dimulai dari mulutnya turun ke leher dan terus ke-2 buah dadanya yang tidak besar tetapi padat tersebut. Di bagian ini mulutku melumat-lumat dan mengisap-hisap ke-2 buah dadanya, khususnya pada ke-2 ujung putingnya berubah-ubah, kanan dan kiri.Sementara aksiku sedang berjalan, tubuh bibi menggelinjang-geliat kepuasan. Dari mulutnya kedengar suara mendesis-desis tidak hentinya.

    Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus. Mahfum, bibi tidak pernah melahirkan. Bermain sesaat di sini selanjutnya turun semakin ke bawah, ke arah target khusus yang berada pada lembah antara ke-2 paha yang putih mulus tersebut. Di bagian kemaluan bibi, mulutku secara cepat melekat ketat pada ke-2 bibir kemaluannya dan lidahku bermain ke lubang vaginanya.

    Mencari dan pada akhirnya sapu dan menjilat gundukan daging kecil di bagian atas lubang kemaluannya. Selekasnya berasa tubuh bibi tergetar dengan luar biasa dan ke-2 tangannya mencekram kepadaku, menekan ke bawah dibarengi ke-2 pahanya yang menegang dengan kuat.

    Keluh kesah panjang keluar mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..!”Sekalian tetap terus dengan aktivitasku itu, pelan-pelan kutempatkan sikap tubuh hingga sisi pinggulku ada sejajar dengan kepala bibi dan dengan 1/2 berjongkok. Posisi tangkai kemaluanku sama persis ada di depan kepala bibi. Ternyata bibi mahfum akan kemauanku itu, karena berasa tangkai kemaluanku digenggam oleh tangan bibi dan tarik ke bawah. Sekarang berasa kepala penis menerobos masuk antara daging empuk yang hangat.

    Saat ujung lidah bibi mulai bermain di sekitar kepala penisku, sesuatu hati nikmat mendadak menyebar dari bawah naik terus ke seluru tubuhku, hingga dengan tidak berasa keluar erangan kepuasan dari mulutku.Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, sama-sama hisap-mengisap, jilat-menjilat seolah-olah berlomba ingin memberi kepuasan pada keduanya.

    Sesaat selanjutnya saya hentikan aktivitasku dan tiduran terlentang dari sisi bibi. Selanjutnya sekalian terlentang saya menarik bibi ke atasku, hingga saat ini bibi tidur telungkup di atasku. Tubuh bibi dengan perlahan kudorong cukup ke bawah dan ke-2 paha bibi kupentangkan.

    Ke-2 lututku dan bokongku cukup kunaikkan ke atas, hingga secara berasa penisku yang panjang dan masih tegang itu langsung terjepit antara ke-2 bibir kemaluan bibi.Dengan sesuatu penekanan oleh tanganku pada bokong bibi dan sentakan ke atas bokongku, karena itu penisku langsung menerobos masuk ke lubang kemaluan bibi. Ambles semua batangku.”Aahh..!” kedengar keluh kesah panjang kepuasan keluar mulut bibi.Saya selekasnya menggoyang pinggulku secara cepat karena terlihat jika bibi mau klimaks.

    Bibi tambah semangat ikut juga menyeimbangi dengan menggoyang bokongnya dan menggelinjang-geliat di atasku. Kusaksikan mukanya yang elok, matanya 1/2 terpejam dan rambutnya yang panjang terurai, sedang ke-2 buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku.Saat kusaksikan pada cermin besar di almari, terlihat pinggul bibi yang berayun-ayun di atasku. Tangkai penisku yang lebih besar sesaat kelihatan sesaat lenyap saat bibi bergerak turun naik di atasku. Ini membuatku menjadi semakin terangsang.

    Mendadak suatu hal mendesak dari dalam penisku cari jalan keluar, ini memunculkan sesuatu hati nikmat pada semua tubuhku. Selanjutnya air maniku tanpa bisa ditahan menyemprotkan dengan keras ke lubang vagina bibi, yang pada waktu bersama juga berasa berdenyut dengan kencangnya dibarengi tubuhnya yang ada di atasku tergetar dengan luar biasa dan terlonjak-lonjak.

    Ke-2 tangannya dekap tubuhku dengan keras.Pada waktu bersama kami berdua alami orgasme dengan dasyat. Pada akhirnya bibi telungkup di atas tubuhku dengan lemas sekalian dari mulut bibi kelihatan senyum senang.”Riic.., terima kasih Ric. Kau sudah memberi Bibi kepuasan sejati..!”Sesudah istirahat, selanjutnya kami bersama ke kamar mandi dan sama-sama bersihkan diri keduanya.

    Sementara mandi, kami berangkulan dan berciuman dibarengi ke-2 tangan kami yang sama-sama mengelus-elus dan memijit-mijit keduanya, hingga secara cepat gairah kami terbangkit kembali. Dengan 1/2 menuntun tubuh bibi yang imut itu dan ke-2 tangan bibi menggelantung pada leherku,

    ke-2 kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan dengan tempatkan satu tangan pada bokong bibi dan menekan, penisku yang telah tegang kembali menerobos ke lubang kemaluan bibi.”Aaughh.. oohh.. oohh..!” kedengar rintihan bibi sementara saya menggerakan-gerakan bokongku mundur-maju sekalian menekan ke atas.Dalam posisi ini, di mana berat tubuh bibi seutuhnya tertumpu pada kemaluannya yang terganjel oleh penisku, karena itu secara cepat bibi capai klimaks.

    “Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” dengan keluh kesah panjang dibarengi tubuhnya yang melafalkanng, bibi capai orgasme, dan selang sesaat terkulai lemas dalam gendonganku.Dengan penisku tetap ada dalam lubang kemaluan bibi, saya terus menuntunnya. Saya bawa bibi ke arah tempat tidur.

    Pada kondisi badan yang basah kugenjot bibi yang sudah lemas dengan bergairah, sampai saya orgasme sekalian menekan kuat-kuat bokongku. Kupeluk tubuh bibi erat-erat sekalian rasakan airmaniku menyemprotkan-nyemprot, tumpah dengan deras ke lubang kemaluan bibi, isi seluruh lubuk-relung didalamnya.

     

  • Asian POV Gets Young Hitomi Kitagawa To Scream

    Asian POV Gets Young Hitomi Kitagawa To Scream


    2050 views

  • Kisah Memek Tante lain yang beda dengan tante Nita

    Kisah Memek Tante lain yang beda dengan tante Nita


    2514 views

    Duniabola99.com – Kejadian hubungan saya dengan Tante Nita sudah lewat hampir 1 bulan, dan selama itu pula kami tidak pernah lagi melakukan hubungan badan. Dalam pikiran saya, mungkin Tante Nita sudah menyadari kekhilafannya, dan saya juga harus bisa melupakan kejadian tersebut dan menganggap kalau kejadian itu tidak pernah terjadi. Karena pada dasarnya saya juga merasa malu pada diri saya sendiri, tapi dilain pihak saya juga merasakan nikmatnya persetubuhan kami. Mungkin perasaan ini jugalah yang ada di dalam hati Tante Nita.


    Seperti biasanya, saya kalau sedang bernafsu sering saya lampiaskan pada film porno dan tentu saja akan berakhir dengan onani. Kalau setiap habis menonton film porno, saya sering membayangkan sangat ingin menikmati tubuh Tante Nita kembali.

    Pada suatu sore, ketika saya sedang menikmati film porno dan sedang dalam tahap sangat ingin melakukan hubungan seks, (mungkin seseorang kalau sekali sudah merasakan nikmatnya hubungan seks, akan sulit untuk melupakannya) tiba-tiba berdering telepon dan tentu saja membuatku terhentak seketika dan dengan sedikit mengomel saya bangkit dan menjawab teleponnya (pembaca dapat merasakan kalau kita sedang menikmati sesuatu, terus ada hal yang mengganggu).
    Dengan berat saya menjawab, “Halo.., mau cari siapa..?”
    Lalu terdengar suara seorang wanita, “Saya ingin mencari Endy, Endynya ada..?”
    Dengan sedikit rasa ingin tahu, saya jawab, “Yah, saya Endy, disana siapa yach..?”

    Kemudian terdengar suara yang agak genit tapi sangat merangsang, “Hayo.., sudah lupa yach sama saya, padahal belum juga satu bulan..!”
    Hati saya langsung berdebar-debar, lalu saya bertanya kembali, “Disana Tante Nita yach..?”
    Dan terdengar suara, “Emangnya kamu pikir sapa, sembarangan aja..!”
    Lalu saya pun berkata, “Ada keperluan apa Tante..?”
    Dengan pelan tetapi agak kesal, Tante Nita berkata, “Kamu kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, selain itu tante lagi pengen nih, kamu bisa khan nolongin tante..?”
    Dengan sedikit jahil saya bertanya lagi, “Nolongin apa tante..?”
    Tante Nita yang mungkin sudah kesal sekali, lalu berkata, “Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich.. apa kamu nggak ingin kenikmatan kayak waktu itu..?”


    Dalam hati, tentu saya saja saya sudah sangat berharap karena selain rangsangan dari film porno yang saya tonton, saya juga tidak merasa puas akan onani yang saya sering lakukan.
    Lalu saya berkata, “Tante tunggu yach, saya segera kesana, paling cuman 10 menitan.”
    Dan Tante Nita menjawab, “Yach udah.., cepatan yach, tante tunggu nih..!”

    Dalam 10 menit, saya sudah tiba di rumah Tante Nita, dan ternyata Tante Nita sudah menunggu saya di depan rumahnya, terlihat Tante Nita memakai setelan piyama. Lalu kami pun masuk ke dalam rumah dengan nafas terengah-engah. Bandar Judi
    Saya berkata, “Tante ini bikin capek saya aja..!”
    Dan dengan agak manja, Tante Nita berkata, “Masak gitu aja capek, tapi kamu juga dapat enaknya khan, kamu ini juga kok masih juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Nita, gimana sech..!”
    Dengan tertunduk saya berkata, “Iya juga sech, saya lupa tante.. eh.. Nita maksud saya.”

    Lalu saya masuk ke dapur dan mengambil minum. Tante Nita pun menyusul saya masuk ke dalam. Sesudah meminum habis air dalam gelas, saya segera menarik Tante Nita dan memeluknya. Dengan manja Tante Nita berusaha untuk melepaskan peluksan saya, tapi saya segera mendaratkan ciuman saya ke bibirnya. Tante Nita terlihat sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman saya dengan mengigit pelan lidah saya, tapi saya juga berusaha membalas ciumannya.

    Kami berciuman hampir 3 menit, lalu saya melepaskan ciuman saya dan bertanya, “Nit, saya bole nanya nggak..?”
    “Yach.., nanya aja, emang kenapa..? jawab Tante Nita.
    Lalu saya berkata kembali, “Kalo bole tau, kamu pake celana dalam warna apa hari ini..?”
    Dan Tante Nita berkata, “Eh kamu.. memalukan, masak nanya hal yang gituan..?”
    Saya berkata lagi, “Masak nggak bole sich..?”
    Tante Nita berkata, “Yach udah.., kamu lihat aja sendiri..!”
    Lalu tangan saya mulai bergerilya di sekitar wilayah pinggang ke bawah dan dengan pelan saya mulai membuka celana piyama nya dan telihat kalau Tante Nita memakai CD warna putih dan terlihat bayangan kehitam-hitaman di sekitar lipatan kakinya.

    Lalu Tante Nita berkata, “Nah udah tau khan, kok masih diam aja, kayak ngak pernah gituan aja..!”
    Dengan tersenyum saya lalu mengendong Tante Nita segera menuju kamarnya.
    Tante Nita berkata, “Kamu ini kok nggak sabaran sech..?”
    Sampai di kamarnya, saya membaringkan Tante Nita ke ranjang dan segera membuka pakaian serta celana saya, sehingga saya hanya tinggal memakai CD. Sedangkan terlihat kalau kemaluan saya sudah menegang. Lalu saya segera mencium bibir Tante Nita, sedangkan tangan saya mulai aktif bekerja meremas payudara Tante Nita. Kemudian saya pun membuka baju Tante Nita, sehingga tampaklah payudara Tante Nita yang masih terbungkus oleh BH yang berwarna putih juga (dalam pikiranku mungkin BH dan CD Tante Nita adalah satu set, sehingga tampak sangat serasi).


    Lalu tangan saya mulai bergerak ke belakang untuk mencari kait dan membuka BH-nya tante, tapi dengan tersenyum Tante Nita berkata, “Ini model baru Ndy.., kaitnya terletak di depan.”
    Dan tangan Tante Nita sendiri yang melepaskan kait BH-nya, sehingga tampaklah oleh saya payudara Tante Nita yang masih kencang. Saya segera menenggelamkan wajah saya ke dalam payudaranya. Dengan gerakan meremas dan mulut saya menghisap putingnya, Tante Nita mulai terangsang, ini terlihat dari erangan Tante Nita.
    “Uuh.. enak sekali.. terus Ndy.. ehmm..”

    Lalu tangan saya mulai bergerak ke bawah, masuk ke dalam celananya dan mulai menyentuh bagian di sekitar selangkangannya, meskipun hanya dari luar celana dalamnya.
    Lalu tante berkata dengan sedikit tertekan, “Ndy.. tante nggak tahan lagi nih..!”
    Tanpa berpikir panjang lagi, saya segera melepaskan celana sekaligus CD Tante Nita, karena nafsu saya juga telah memuncak. Lalu terlihatlah kemaluan Tante Nita yang ditumbuhi bulu-bulu yang terawat dengan rapih.

    Kepala saya segera turun dan segera menjilati kemaluan Tante Nita.
    Terdengar Tante Nita menjerit, “Aduh Ndy.., nikmat sekali.. terus.. tante merasa nikmat terus Ndy.. uh.. uh.. ahh..”
    Tiba-tiba tubuh Tante Nita mengejang dan pinggangnya terangkat ke atas. Saya mengetahui kalau Tante Nita sudah hampir mencapai klimaksnya, tapi saya segera menghentikan permainan saya, sehingga terlihat kalau Tante Nita sangat kecewa dan berkata, “Kamu kok gitu sech Ndy..!”
    Saya berkata lagi, “Nit, nanti saya akan memberikan kenikmatan yang sebenarnya, tapi sekarang kamu harus meluruskan kembali dulu adik saya ini..!” sambil menunjukkan batang kemaluan saya yang sudah agak mengecil.


    Saya bangkit dan segera mengarahkan kemaluan saya ke dalam mulut Tante Nita. Tante Nita nampaknya sangat liar dan segera melahap habis kemaluan saya, terlihat kalau kemaluan saya terbenam seluruhnya ke dalam mulut Tante Nita. Dengan gerakan menghisap Tante Nita berhasil membuat kemaluan saya sudah dalam keadaan siap tempur dan sudah dalam ukuran yang maksimum.

    Lalu Tante Nita menyuruh saya untuk memasukkan kemaluan saya ke dalam kemaluannya, lalu saya bergerak turun dan tubuh saya menimpa tubuh Tante Nita. Saya mengarahkan kemaluan saya ke lubang kemaluan Tante Nita. Dengan pelan tapi pasti, saya mulai menekan kemaluan saya ke dalam lubang Tante Nita. Karena sudah basah oleh ludah Tante Nita dan kemaluan Tante Nita sudah basah oleh cairan kemaluannya, sehingga memudahkan kemaluan saya menekan, meskipun masih terasa sakit di sekitar kepala kemaluan saya.
    Tante Nita mulai menjerit dengan tertahan, “Aduh.. duh.. sakit.. Ndy.. teruskan.. uh.. ah.. ehm.. tapi nikmat sekali..!”
    Karena ingin segera mencapai klimaksnya, saya pun segera membenamkan habis kemaluan saya dan terasa kenikmatan yang hebat baik saya maupun Tante Nita.

    Kemudian saya segera melanjutkannya dengan gerakan naik turun, sedangkan Tante Nita berusaha mengimbangi permainan saya dengan gerakan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Dan sesudah 5 menit, kemudian Tante Nita menjerit dan kakinya mengunci pinggang saya, kemudian mulai menendang ke atas.
    “Ndy.. saya sampai nih.. ah.. uh.. uh.. ehs.. nikmat sekali..!”desahnya menahan kenikmatan.
    Sedangkan tangannya bergerak tidak karuan dan mencakar punggung saya, tapi saya sudah tidak mempedulikannya lagi dan terus memompa kemaluan saya ke dalam lubang surgawi Tante Nita.

    Selang beberapa detik kemudian, saya merasa ada sesuatu yang akan meledak keluar, dan saya merasakan segera mencapai klimaks.
    Lalu saya berkata, “Nita, tahan.., sebentar lagi saya segera keluar..!”
    Saya mengerang, “Uuh.. uh.. enak sekali, sungguh enak sekali.”
    5 detik kemudian, saya pun menghujani kemaluan Tante Nita dengan siraman air sperma saya dan saya merasakan adanya cairan hangat dalam kemaluan Tante Nita dan dinding kemaluan Tante Nita menjadi agak licin.
    Saya tahu Tante Nita dan saya sudah mencapai orgasme bersamaan dan terdengar jeritan, “Uuh.. Ndy.. enak sekali.. tante sampai.. uh..!”


    Setelah mencapai orgasme, saya jatuh tertidur di samping Tante Nita.
    Tante Nita berkata, “Terima kasih Ndy.. tante puas sekali.., sudah lama tante nggak merasa puas seperti ini..!”
    Lalu saya tersenyum dan berkata, “Saya juga puas tante, kemaluan tante nikmat sekali, sungguh saya puas Nit..!”
    Kemudian kami pun saling berpelukan dan berciuman kembali.

    Setelah hampir setengah jam beristirahat, kami mengulangi kembali permainan seks kami, hanya kali ini Tante Nita berada di atas, sedangkan saya di bawah. Permainan ini hanya berlangsung sekitar 5 menit, karena kami masing-masing sudah lelah pada permainan yang pertama, sehingga pada permainan kedua ini kami merasa tidak senikmat permainan pertama. Setelah lelah dan tertidur, tidak sadar hari sudah sore, maka segera saya membersihkan diri dan ingin segera pulang ke rumah. Tante Nita mengantar saya sampai ke pintu rumahnya.
    Dia berkata, “Endy.., tante puas hari ini..!”
    Saya berkata membalasnya, “Saya juga tante, tante hebat sekali..!”

    Dengan tersipu, Tante Nita berkata, “Kapan-kapan kita lanjutkan lagi..?”
    Saya menjawab, “Iya Nita, saya akan dengan senang hati melayanimu, soalnya kamu hebat sech..! Saya suka deh ama kamu..”
    Tante Nita berkata lagi, “Iya, kalo kamu ingin, kamu bisa kok telepon tante, nanti kita bisa cari tempat yang aman, soalnya tante juga malu khan kalo tiap hari tante aja yang minta..!”
    Lalu saya berkata lagi, “Iya dech tante.., nanti kalo saya pengen, tante harus siap loh..!”
    Dengan senyuman, Tante Nita menganggukkan kepalanya.

    Saya kembali memeluk Tante Nita dan menciumnya, sedangkan tangan saya bergerak ke arah selangkangannya dan menggosoknya.
    Tapi Tante Nita berkata, “Udah donk Ndy.. Tante malu nih digituin terus..!”
    Tapi saya terus saja memainkan kemaluan Tante Nita dan berkata, “Malu apanya tante, saya juga udah pernah lihat ama menikmati seluruh tubuh tante kok, tante juga suka khan..?”
    Sambil tertunduk, Tante Nita berkata, “Aah.. udahlah.. lain kali aja deh, saya janji pasti akan terus memberi kenikmatan yang lebih ama kamu, udah dech yang lainnya udah mo pulang tuh..! (maksudnya keluarga Tante Nita) Kamu harus segera balik tuh..!”
    Lalu saya mengiyakannya dan segera melepas ciuman dan pelukan serta tangan saya dari selangkangan Tante Nita.


    Hubungan kami berlansung lama dan hampir 2 tahun. Kami selalu berhubungan dengan diam-diam dan saya selalu puas denga permainan Tante Nita. Sedangkan Tante Nita juga sebaliknya merasa puas akan permainan kami, tapi kami selalu melakukan hubungan seks dengan cara-cara yang tradisional dan tidak pernah mencoba gaya-gaya yang agak berani, seperti gaya anjing, 69 ataupun yang lainnya.

    Belakangan ini, dari cerita Tante Nita, saya tahu kalau suaminya (papa teman saya) mempunyai istri simpanan di luar, sehingga Tante Nita merasa sering ditinggalkan dan kebutuhan batinnya tidak pernah tercukupi.

    Setelah hubungan yang begitu lama, saya mulai merasakan kalau saya menyukai Tante Nita, tapi saya tidak tahu apakah saya mencintainya atau hanya perasaan karena kami sering berhubungan intim.
    Pernah sekali saya mengutarakannya, tapi Tante Nita memberi penjelasan, “Kamu ini hanya terbawa perasaan, diantara kita memang ada rasa suka, tapi tidak pernah saling mencintai, kita hanya membutuhkan masing-masing untuk memuaskan kebutuhan kita..!”
    Dan saya mulai mengerti kalau hubungan ini tidak akan berlangsung lama. Setelah saya melanjutkan pendidikan saya di luar kota, saya mulai jarang kembali ke kampung halaman saya. Tetapi saat saya kembali, saya dan Tante Nita selalu mencari kesempatan untuk melakukan hubungan seks kami.


    Cerita ini merupakan pengalaman nyata yang saya alami, bukan rekayasa. Meskipun dalam cerita ini, cerita seksnya kurang dominan, tapi saya ingin pembaca tahu konflik batin yang terjadi dan pertentangan-pertentangan dalam diri kita. Terima kasih atas perhatiannya, saran dan kritik saya tunggu di email saya.

  • Nozomi Yui disiksa kenikmatan oleh alat bantu sex sampai muncrat

    Nozomi Yui disiksa kenikmatan oleh alat bantu sex sampai muncrat


    2177 views

  • Video Bokep ngetot threesome di tempat gym

    Video Bokep ngetot threesome di tempat gym


    3351 views

  • Kisah Memek Pembokat jadi pelampiasan nafsuku

    Kisah Memek Pembokat jadi pelampiasan nafsuku


    4251 views

    Duniabola99.com – Ketika anak saya berumur satu tahun saya pindah rumah. Kami sering berganti-ganti pembantu. Paling lama mereka hanya bertahan satu tahun. Yang pertama dengan seorang gadis bernama Dayah. Usianya saat itu 26 tahun. Dia kami peroleh di sebuah penampungan PRT, semacam sebuah yayasan. Saat itu istri saya sedang memilih-milih sejumlah PRT yang ditawarkan pengelola
    Lalu saya lihat istri saya berbicara dengan gadis itu. Beberapa saat kemudian istri saya menghampiri saya. “Gimana kalau dia saja?” tanyanya. Saya bingung. Kalau melihat bagaimana gadis itu bersikap terhadap anak saya, rasanya dialah yang kami cari. Percayalah. Dia terlampau cantik sebagai PRT. Kulitnya coklat bersih. Tinggi sedang, ramah, periang. Dan, waduh. Teteknya sangat besar.

    Akhirnya gadis bernama Dayah itu kami ambil. Saya benar-benar tergoda oleh semua yang ada dalam diri Dayah. Kecantikannya, kebersihan kulitnya, teteknya, keramahannya. Dua bulan sejak dia ikut kami, saya sudah mulai punya pikiran kotor. Saya mulai mencari cara untuk bisa meniduri Dayah. Maukah dia? Serangan terhadap Dayah saya lakukan pada suatu malam ketika istri saya keluar kota. Birahi saya muncul sejak siang. Istri saya berpesan kepada Dayah supaya kalau malam Nisa tidur dengan dia. Soalnya istri saya paham betul tabiat saya kalau tidur malam. Sejak sore Nisa bersama saya, bercengkerama di depan TV, lalu tertidur sekitar jam 19.00. Saya tiduran di sebelahnya sambil nonton TV.

    Tapi sebenarnya pikiran saya sedang kacau oleh birahi dan keinginan untuk menikmati tubuh Dayah. Tetek gadis itu benar-benar sangat menggoda saya. Seperti apa rupanya tetek besar seorang pembokat? Saya ingin meremas-remasnya, ingin mengulum dan menjilatinya. Saya tiduran dengan berbalut sarung, tanpa baju. Hanya CD saja. Jam 20.00 Dayah meminta Nisa untuk dibawa ke kamarnya. Saya pura-pura menolaknya. “Sudah biar tidur sama saya saja,” kata saya. Saya diam saja. Gadis itu mengenakan kaos denga rok span di atas lutut. Dia duduk melipat lutut di sebelah Nisa. Hmm. Sepasang pahanya yang putih tersembul dari roknya. “Sudah kamu tiduran di situ dulu nanti kalau sudah waktunya aku bangunin terus kamu bawa Nisa ke kamarmu,” kata saya. Perangkap saya pasang.


    Dia tampak ragu dan bingung. “Sana ambil bantal kamu!” perintah saya. Dia beranjak. Sebentar kemudian datang lagi dengan membawa bantal dan selimut. Dia rebahkan tubuhnya di sisi Nisa. Dia balut tubuhnya dengan selimut. Tenggorokan saya seperti tersekat. Kering. Haus rasanya. Saya tidur dengan Dayah hanya dibatasi si kecil Nisa. Dayah mencoba memejamkan mata. Sesekali melirik ke arah TV. Lalu saya tidur menghadap ke arahnya. Memandanginya. Rupanya dia tahu saya memandangi. Sekilas dia memandang saya, lalu memejamkan mata. Saya memandangi terus. Semakin kagum, dan semakin panas dingin tubuh saya. Penis saya sudah tegang sejak tadi. Saya bingung bagaimana mengawali. Maukah Dayah menerima saya? Pikiran saya mulai kacau. Antara berani dan tidak. Saya mencoba tersenyum kepadanya ketika dia melirik saya. Dia tak bereaksi. Tampaknya dia tahu apa yang berkecamuk dalam benak saya.

    Saya memanggil namanya pelan. Dia membuka matanya. “Kamu cantik sekali.” Dia terbelalak dan merapatkan selimutnya. Saya terus memandanginya. Lalu saya lihat dia tersenyum tipis. “Kamu cantik sekali,” kata saya lagi. Wajahnya merah. Timbul keberanian saya. Saya mencoba meraih jemarinya yang tersembul dari selimut. Sesaat kemudian saya coba raih helai-helai rambutnya. Saya elus kepalanya. Dia diam. Saya makin berani. Nisa bergerak-erak seperti mau bangun. Dayah mencoba menengkan dengan menepuk-nepuk punggungnya. Kesempatan itu saya gunakan untuk meraih tangannya. Saya gengam. Dia diam, hanya matanya yang lurus ke arah mata saya. Saya cium tangan itu. Penis saya makin tegang. Saya ciumi punggung tangan itu, lalu telapak tangannya. Tak ada rekasi. Saya makin berani. Secepat kilat saya bergeser tempat. Kali ini di belakanganya. “Bapak jangan gitu, ahh,” dia menepis tangan saya yang mencoba memeluknya. Saya tersenyum dan kembali memeluknya. Kali ini dia diam. Saya merapatkan badan kepadanya. Saya gesek-gesekkan penis saya ke tubuhnya. Dia menggelinjang sebentar, dan berusaha menjauh, tapi tubuhnya terantuk tubuh kecil Nisa. Saya makin beringas.

    Saya buka selimutnya. Saya usap kakinya. Ke atas, di paha. Dia mendesis dan berusaha menghindar. “Saya tidur di kamar saja ahh.” Dia mencoba bangkit tapi saya menahannya. “Jangan.” …“Bapak nakal sih.” Saya menghentikan aksi. Sesaat kemudian hanya tangan saya yang saya taruh di pingangnya. Dia diam saja. Lalu saya kembali memeluknya. Ahh tepatnya mendekap dia. Saya gesek-gesek pelan tangan saya di bagian perutnya. Dia tak bereaksi. Saya terus berusaha memberi rangsangan dengan menyusupkan jari saya ke kulit perutnya. Tampaknya berhasil. Dia mendesis. Tak ada perlawanan. Tangan saya merayap pelan ke atas sampai terentuh dinding yang sangat tebal. Tetek yang luar biasa besarnya. Benar-benar baru kali ini saya liat tetek sebesar ini. Saya sentuh pelan-pelan. Saya takut dia menolaknya. Tapi tidak ada reaksi. Baru ketika saya pelan-pelan meremas, tubuhnya terlihat bergerak-gerak. Dia melenguh. Saya makin kalap. Remasan makin keras, dan menyelusuplah tangan saya ke dalam BH-nya. Tersentuh dagihg kenyal. Saya raba, saya remas. Dayah menggelinjang. “Hh..” Tangannya mencengkram tangan saya. Saya mulai menaiki tubuhnya. Sarung saya lepas. Saya hanya bercelana dalam.


    Dayah memejamkan mata. Saya cium bibirnya dengan tangan saya tetap meremas-remas payudara besarnya. Tanpa saya duga, dia membalas ciuman saya. Bakan menghisap lidah saya dengan rakus. Bibir saya bergerak turun ke leher. Selimut telah lepas dari tubuhnya. Saya singkap kaosnya, dan akhirnya, saya lihat kutang itu terlalu kecil untuk teteknya yang super besar. Hanya dengan sekali geser. Putingnya telah tersembul. Saya cium puting itu. Saya hisap, dan saya gelitik. Dia meronta-ronta. Tangannya memeluk saya erat-erat. Lalu saya cium lagi bibirnya. Tangan saya bergerak ke bawah, ke celah CD-nya, mengelus-elus semak-semak lembut, dan menggelitik sebuah celah yang telah basah. Dayah mencengkeram kepala saya, lalu menariknya. Dia mencium bibir saya. Melumatnya. Lidah saya disedot dengan hebatnya. Saya permainkan tangan di bawah, menyusuri sepasang bibir vagina. Kadang memutar-mutar di ujung bibir. Tangan Dayah telah mengocok penis saya. Mengocok dan meremas-remas dengan sangat kuatnya. Saya buka CD Dayah, hingga pangkal kakinya, lalu dia menendang sendiri CD itu, melayang ke dekat TV. Dia juga menarik CD saya. “Kamu masih perawan Dayah?” taya saya. Dia mengangguk sambil terus mengocok penis sya.

    Kocokan yang kasar. “Kamu mau saya masukkan ini saya?” saya memegang tangannya yang sedang mengocok penis. Dia mengangguk. Saya membalikkan tubuh saya, mengangkat kedua pahanya yang padat. Memeknya disinari cahaya TV. Saya terus menjilatinya. Dayah mengerang-erang. Saya coba menaruh penis saya di depan mulutnya. Tapi dia hanya meremas dan mengocoknya. Ketika lidah saya makin beringas menjilati memeknya, barulah dia memasukkan penis saya di mulutnya. Saya sibakkan bibir memeknya. Saya jilat-jilat isinya, jari tengah saya mencoba menusuk pelan. Dayah mengangkat pantatnya. Mulutnya menghisap-hisap penis saya. Terdengar bunyi sangat keras. Ketika saya merasa hendak ejakulasi, saya tarik penis saya. Saya ingin sperma saya jatuh di luar mulutnya. Serentak dengan itu saya mengulum kelentit.

    Dayah menarik pinggul saya dan menghisap kuat penis saya. Srtt srrtt Sperma saya pu terpancar. Tapi kali ini saya justru menekannya. Saya tidak ingin penis saya lepas dari mulutnya. Seluruh mani saya telah keluar. Sebagian telah masuk ke dalam kerongkongan Dayah. “Sekarang Dayah tiduran, aku masukin ya senjataku ke tempik Dayah” kata Saya. Tanpa perlu menjawab, Dayah merebahkan tubuhnya memasang posisi, kemudian Saya mulai menusukkan senjatanya kedalam lubang kenikmatan Dayah. “Auuu… pelan-pelan pakkk… masukinnya…” Dayah merasakan moncong senjata Saya memasuki lubang tempiknya. Setelah di rasa cukup masuk dan menyesuaikan di dalam lobang kenikmatan Dayah, mulailah Saya memaju-mundurkan senjatanya. “Ssshhh… enaaak pakkk… terusss… yang dalammm …”erang Dayah keenakan. “Accchhh…pakkk … aku moo keluuaarrrr… aahhh…” Dayah melenguh panjang, pertanda telah sampai orgasmenya.


    Dijepitnya pinggang Saya… dipeluknya dada Saya, seolah mau melumat tubuh Saya, Saya sedikit meringis merasakan jepitan kaki Dayah dan pelukan tangan Dayah di tubuhnya, tetapi Saya mengerti akan kenikmatan Dayah, maka dibiarkannya wanita itu menjepit tubuhnya. Setelah beberapa saat Saya memberi waktu untuk Dayah mengembalikan nafas liarnya, saya berinisiatif untuk merubah gaya, saya suruh Dayah untuk nungging membelakangiku, Saya melakukan dogy style. Inipun sensasi lain yang dirasakan Dayah, baru dengan Saya ini ia merasakan indahnya persetubuhan. Saya pun merasakan sensasi lain dari jepitan lubang Dayah, dengan posisi ini, lubang kemaluan Dayah semakin dirasakan sempit, Dayah, “saya mau keluar nihhh…aaahhh…” lenguh Saya. demikian juga Dayah yang semakin liar memeluk serta menggigit sarung saya, “aaacchh… emmmhhh… pakkk…” Kami terkapar dengan deru nafas yang saling berlomba, Dayah memeluk Saya, Saya membelai rambut Dayah. Kami saling mendekap, berpagutan, disela deru nafas kami berdua. Dia tersenyum lalu beranjak menuju kamar mandi. Saya puas. Benar-benar puas.

    Perseligkuhan dengan Dayah saya ulangi beberapa kali. Banyak sekali kesempatan terbuka. Segalanya berjalan sangat lancar. Kami melakukannya tidak hanya ketika istri saya serang keluar kota. Tetapi juga siang hari saat istri kerja dan aku pulang diam-diam.




  • Video bokep threesome Blake Eden, Bree Daniels dan Ellena Woods dipagi hari

    Video bokep threesome Blake Eden, Bree Daniels dan Ellena Woods dipagi hari


    2192 views

    IndoLiveAsia

     

  • Video Bokep Eropa Ngentot untuk pertama kalinya diajar ibuku

    Video Bokep Eropa Ngentot untuk pertama kalinya diajar ibuku


    2261 views

  • Cadence Lux dan Xandra Sixx setelah matahari terbenam

    Cadence Lux dan Xandra Sixx setelah matahari terbenam


    2044 views

  • Hentai034

    Hentai034


    2302 views

  • Kisah Memek Ngentot Anak SD Yang Bugil dan Memek Sempit

    Kisah Memek Ngentot Anak SD Yang Bugil dan Memek Sempit


    35271 views

    Duniabola99.com – Ini pengalamanku dengan anak kelas ENAM SD.. aqu tuh paling suka sama anak sekitar kelas ENAM SD sampai 3 SMP. Kalau aqu sendiri adalah mahasiswa tingkat satu di Buleleng.. Kisahny pada waktu itu aqu sedang naik motorke toko buku.. aqu sedang ingin cari buku komik..

    Pas sedang cari itu,, aqu melihat anak yang manis,, yah…. pokokny manis banget deh! putih,, dan karena baju yang dipakainy agak ketat,, gunungny yang agak baru tumbuh itu sedikit menjiplak di bajuny,, jadi kelihatan runcing begitu..Celana Dalam aqu ajak kenalan saja dya,, siapa tahu bisa dapat..

    Tidak usah aqu kasih tahu proses kenalanny yaa,, soalny…. ya gitu deeeh…. pokokny akhirny aqu tahu itu anak kelas ENAM SD dan aqu tahu nomor HPny.. Oooh iyaa,, namany adalah Linda,, aqu jadi lumayan sering menelepon dya.. Habis ternyta anakny asyik juga..

    Kita sering ngobrol tentang Boyband yang dya suka,, (enggak berarti aqu suka Boyband,, kebetulan adikku banyk tahu,, jadi aqu ikut-ikutan tahu)..aqu sudah beberapa kali ajak dya jalan-jalan ke Moll,, tapi jarang mau.. Sepertiny tidak dibolehi sama ibuny..

    Tapi akhirny bisa juga.. Sepertiny aqu memang sedang falling in lovee sama si Linda.. Setiap pulang sekolah,, dya sering aqu jemput,, lucu deh,, jadi seperti jemput adik sendiri,, nanti aqu dikira pembantu pribadiny sama temenny.. Biarin deh,, yang penting aqu sayang sama Linda.. Cerita Melakukan – Nah,, pada suatu hari waktu dya pulang sekolah,, aqu ajak saja ke rumahku.. Ternyta dyany mau.. Asyik,, pikirku.. Habis dya tidak pernah mau aqu ajak ke rumahku..


    Dan pas ketika kuajak ke kamarku,, dyany mau saja dan untung tidak ada yang melihatku bawa-bawa anak SD,, kan malu juga kalau ketahuan puny cewek anak SD.. Setelah beberapa kali aqu ajak ke rumah,, baru kali ini dya mau dan mau lagi ke kamar.. Kan kalau di kamar suasanany jadi lebih romance dan tenang karena berdua saja.. Di kamar kustel kaset West Life,, khan lumayan lembut tuh musikny.. dya suka banget sama itu Boyband.. Pertama-tama Kita ngobrol biasa tentang sekolahny,, guru-guruny,, temen-temenny,, biasalah anak SD.. Eh,, Kita akhirny ngobrol tentang pacaran,, aqu tany saja..

    ‘Pacar kamu siapa sih….???’ sambil senyum..
    ‘Bukanny kamu….’ jawabny..
    Waduh,, nih anak SD polos amat…. tapi aqu seneng sih,, dya ngaquin aqu..
    ‘iyaa nih Ma,, aqu sayang banget ama kamu,,’ rayuku..
    dyany dyam sambil menatapku malu.. Waduh wajahny itu lho,, masih Fresh dan dya manis sekali.. Tiba-tiba,, gara-gara meliat parasny yang cute itu,, aqu jadi ingin mencium bibirny,, tapi dya mau tidak ya???

    ‘Sayang,, kamu pernah ciuman belum???’ tanyqu..
    ‘Belum,, tapi suka deh ngeliat orang ciuman di film-film,,’ katany.. Agen Judi Online
    ‘Mau nyobain tidak???’ tanyqu,, to the point saja..
    dya dyam saja..
    ‘Sama kamu??? nggak ah,, taqut…. malu….’ kata Linda..
    ‘Nggak apa-apa lagi….’ jawabku..
    ‘Coba ya…. enak kok,,’ kataqu lagi..
    ‘Coba deh merem!’ kataqu..
    dya mencoba merem,, tapi melek lagi,, taqut katany.. Jantungny terasa deg-degan,, katany..
    ‘Santai saja,, tidak usah tegang,,’ kataqu..

    dya mulai merem,, perlahan aqu dekati wajahny,, mulai terasa hembusan nafasny.. Lalu perlahan kusentuh bibirku dengan bibirny.. Ketika bibir Kita mulai bersentuhan,, bibirku mulai bermain di bibirny,, dya belum merespon.. dya hany membiarkan bibirku memainkan bibirny,, terasa sekali hembusan nafasny,, bibirny yang begitu lembut tapi akhirny dya juga mulai memainkan bibirny..

    Sekitar lLinda menit Kita berciuman.. Nafas dya terengah-engah ketika selesai berciuman.. ‘GLindana enak tidak???’ tanyqu.. dya cuma tersenyum malu-malu,, ‘Mau lagi tidak??? tapi sekarang lebih seru lagi,, kumasukkan lidah ke mulut kamu,, terus kamu nanti isep lidahku di dalem mulut kamu ya…. dan nanti gantian kamu yang masukin lidah ke mulutku,, nanti kuisep,,’ kata aqu..


    dya merem lagi,, aqu dekati bibirku.. Begitu kena bibirny,, langsung aqu masukkan lidahku,, dya langsung menghisap,, ah enak,, geli dan nikmat,, terasa di mulut.. Setelah itu dya masukkan lidahny ke mulutku,, kuhisap lidahny lengkap beserta ludah yang ada di mulutny.. Ketika sedang asyik berciuman itu,, timbul ide nakal,, aqu mencoba meraba dadany yang masih baru tumbuh.. Ternyta dya tidak menolak,, dya masih terus menikmati berciuman dengan aqu.. aqu masih terus meraba-meraba dadany yang kalau dibilang sih masih kecil untuk ukurangunungnya,, tapi aqu suka sekali samagunungnya yang semacam itu,, runcing dengan puting yang baru tumbuh.. aqu mulai nekat,, kucoba masukkan ke dalam balik bajuny,, di balik kaus singletny (dya belum pakai BH,, tapi karena tidak pakai BH,, putingny yang baru tumbuh itu jadi menonjol keluar,, jadi kelihatan agak runcing dadany) terdapat gundukan kecil imut nan segar.. Eh,, ternyta dya mulai sadar dan menghentikan ciumanny..

    ‘Jangan dLindasukkin dong tanganny,,’ kata dya..
    Wah,, tampakny dya belum berani..
    ‘Maaf deh…. aqu terlalu nafsu,,’ kataqu..
    ‘Eh,, udah sore nih,, kamu aqu anter pulang dulu ya,,’ kataqu..
    Anak SD,, kalau belum pulang sampai sore nanti dicariin,, kan gawat kalau ibuny sampai tahu dya di kamarku.. Akhirny hari pertama dya di rumahku dyakhiri dengan belajar ciuman..

    Besok-besokny dya tidak pernah bisa main ke rumahku.. Soalny ibuny menjemput terus.. Nah,, seminggu setelah dya main ke rumahku,, akhirny dya mau lagi dyajak ke rumahku.. Pas pulang sekolah aqu ajak masuk lagi ke kamarku..
    ‘GLindana sayang??? masih mau terusin pelajaran ciuman kita minggu kemaren???’ tanyqu..
    dya tersenyum..
    ‘Mau dong…. yang pakai masukin lidah ya….’ kata Linda..
    ‘OK deh….’ jawabku..

    Dan mulailah Kita ber-French kissing.. Kita berciuman sampai beberapa menit.. Tapi aqu kepikiran lagi sama dada dya.. Karena saking nafsuny aqu ingin sekali merasakan dada cewekku ini.. aqu mencoba minta ke Linda.. ‘Ma…. aqu pengen liat…. liat dada kamu boleh nggak….??? Entar enak deh,, bisa lebih enak dari pada ciuman,,’ kataqu.. dya dyam saja sambil menatap ke arahku.. Akhirny dya mau juga setelah kubujuk.. dya aqu suruh duduk di tempat tidurku.. ‘Kamu tenang aja ya….’ dya mengangguk.. aqu perlahan-lahan membuka baju kemeja sekolahny,, satu per satu kancingny kubuka.. dya menatapku dengan perasaan yang tegang.. ‘Rilex aja lagi…. jangan tegang gitu…. tidak sakit kok,,’ kataqu.. Akhirny dya agak tenang..


    Begitu kebuka semua,, wah,, ternyta masih ada kaus singletny yang menghalangigunungnya mininy itu.. ‘aqu buka semua ya….’ kataqu.. dya mengangkat tanganny ke atas,, lalu kubuka singletny..Wow…. ternyta indah sekali man….! Kulitny yang putih mulus,, masih halus sekali,,gunungnyany yang baru muncul itu menampakkan suatu kesan yang amat indah,, putingny berwarna merah itu,, membuat lidahku ingin melumatny.. Dengan perlahan kusentuhkan lidahku ke susuny yang masih kecil itu.. (Pas: Kalau mau mencoba sama bocah yang baru tumbuh gunungny,,pelan-pelan,, soalny daerah itu masih sensitif bener.. Kalau kesentuh keras sedikit aja,, rasany sakit sekali sama dya.. Bener tidak???)..

    Lalu mulai kujilati dan tanganku mencoba menyentuh puting yang satu laginy.. dya merem ketika aqu menjilati putingny,, dya tinggal memakai rok merah,, seragamny.. dya merem ketika aqu menjilat,, menghisap,, menyentuh,, merabagunungnya imutny itu,, dan dya mulai mendesah kenikmatan,, ‘Ssshhssh…. mm….’ desahny,, aqu makin horny saja mendengarny dan aqu makin lancar mengerjai dadany itu.. aqu jilati bergantian kanan dan kiri,, dan aqu juga menjilati pusarny dan perutny.. Sedang menjilati tubuhny itu,, eeeh,, timbul lagi benak nakal.. Bentuk memekny gLindana ya??? aqu jadi penasaran gitu.. aqu masukkan tanganku ke dalam rokny.. Kuusap-usap Celana Dalam-ny yang melapisi memek imut-imut milik seorang anak kelas ENAM SD yang manis itu..

    ‘Linda…. kamu mau tidak membuka rok kamu….???’ tanyqu..
    ‘Mau kan sayang….???’ tanyqu lagi..
    ‘Tapi tidak apa-apa kan???’ tany Linda..
    ‘Nggak kok….’ kataqu..
    dya kusuruh tiduran.. aqu membuka rokny,, aqu peloroti rokny,, dya tinggal memakai celana dalamny yang berwarna merah (lucuuu deeeh,, ada gambar Heello Kiitty-ny),, dan akhirny aqu peloroti Celana Dalam-ny.. Terlihatlah sekujur tubuh telanjang seorang anak SD yang membuatku ingin melakukany.. Terlihat memek yang masih alus,, belum ada rambutny dan bibir memekny yang mulus juga,, dan aqu nafsu sekali.. aqu jilati memekny,, dyany kegelian,, sehingga badanny bergoyang ketika aqu jilati bagian dalam memekny..


    Tapi lama-lama kupikir,, aqu jahat sekali,, nih anak kan cewekku,, masa aqu tega sih.. Ya sudah,, aqu selesai saja.. Kalau aqu sampai Melakukan,, berarti aqu menghancurkan masa depan seorang anak.. aqu terus menjilati memekny,, dan aqu terus menjilati bagian klitorisny sampai dya bergoyang-goyang.. Akhirny dya mengalami orgasme,, ‘Aahh…. aqu lemes….’ Akhirny aqu sudahi jilati memekny dan kucium pipiny..

    ‘GLindana enak kan….???’ tanyqu..
    ‘iyaa….’
    ‘Tidak apa-apa khan???’ kataqu..
    ‘Udah sore tuh kamu mau pulang….???’ tany aqu..
    ‘iyaa deh,, tapi besok lagi ya….’ katany..
    ‘iyaa deh sayangku,,’ kataqu sambil kucium keningny..

    Yah begitulah ceritany,, aqu tidak tega untuk merenggut keperawanan cewekku sendiri.. aqu sama Linda jalan sampai dua bulan saja,, karena bosan.. aqu tidak pernah nge-Melakukan sama dya dan aqu sudah berjanji tidak mau Melakukan sama dya..




  • Hentai006

    Hentai006


    2386 views

  • brother Fucks not his sister with his Monster Cock

    brother Fucks not his sister with his Monster Cock


    2475 views

  • Foto Bugil Jenna Sativa melepas legging ketat dari kulit

    Foto Bugil Jenna Sativa melepas legging ketat dari kulit


    2454 views

    Duniabola99.com – foto cewek cantik beramput pendek Jenna Sativa melepas celana yoga ketatnya dan baju yang ketat menampakkan toketnya yang gede dan memamerkan memeknya yang berbulu lebat tidak dicukur.

    Kumpulan Foto Cewek Cantik Spesialis Penghibur, Koleksi Foto Cewek Cantik di Google Plus, Foto Foto Cewek Cantik YouTube, Foto cewek cantik Facebook, Foto Cewek cantik Instagram, koleksi foto gadis cantik, Kumpulan Foto Cewek Cantik Imut dan Manis 2019, Para Gadis Cantik dan Seksi di Indonesia, Gadis cantik berkerudung,

  • Tiny Blonde Student Fucks BBC Teacher

    Tiny Blonde Student Fucks BBC Teacher


    2411 views

  • Kisah Memek Bersama Istri Paman

    Kisah Memek Bersama Istri Paman


    3115 views

    Duniabola99.com – Kisah ini bermula ketika aku sedang berkunjung ke rumah pamanku yang ada di daerah, bagaimana selanjutnya ? Penasaran…

    Cerita Dewasa Kisah ini terjadi kira-kira 2 tahun yang lalu, tapi setiap kali aku membayangkannya, seolah-olah baru saja terjadi kemarin peristiwa yang sangat indah ini.


    Aku mempunyai seorang paman yang belum menikah. Pamanku ini bisa dibilang banyak istri. Hal ini disebabkan karena pamanku adalah pengusaha kaya tapi ia terlalu cerewet dalam memilih pendamping hidupnya. Sebenarnya ia telah banyak diperkenalkan dgn wanita-wanita muda oleh keluargaku, tetapi tetap ia bilang inilah itulah, semuanya cocok dgn matanya, katanya.

    Sampai pada suatu saat, ketika aku kebetulan sedang bertamu ke rumahnya, datang istri pamanku dgn seorang wanita yang sangat cantik dan Seksi, semampai, langsing, pokoknya kalau menurut saya, layak dikirim untuk jadi calon miss universe.

    Kemudian kami diperkenalkan dgnnya, wanita itu bernama Dina, ternyata namanya pas sekali dgn wajahnya yang memang Dina itu. Ia berusia 24 tahun dan saat itu ia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan teman pamanku itu. Kemudian kami bercakap-cakap, ternyata Dina memang enak untuk diajak ngobrol. Dan aku melihat sepertinya pamanku tertarik sekali dgnnya, karena aku tahu matanya tidak pernah lepas memandang wajah Dina.

    Tapi tidak demikian halnya dgn Dina. Ia lebih sering memandangku, terutama ketika aku berbicara, tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. Aku mulai berpikir jangan-jangan Dina lebih menyukaiku. Tapi aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan. Tapi aku tetap saja memandangnya ketika ia sedang berbicara, kupandangi dari ujung rambut ke kaki, rambutnya panjang seperti gadis di iklan sampo, kulitnya putih bersih, kakinya juga putih mulus, tapi sepertinya dadanya agak rata, tapi aku tidak terlalu memikirkannya.

    Tidak terasa hari sudah mulai malam. Kemudian sebelum mereka pulang, pamanku mentraktir mereka makan di sebuah restoran chinese food di dekat rumahnya di daerah Sunter. Ketika sampai di restorant tersebut, aku langsung pergi ke WC dulu karena aku sudah kebelet. Sebelum aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. Ternyata adalah Dina.

    “Eh, ada apa din?”
    “Enggak, gua pengen kasih kartu nama gua, besok jangan lupa telpon gua, ada yang mau gua omongin, oke?”
    “Kenapa enggak sekarang aja?”
    “Jangan, ada paman elu, pokoknya besok jangan lupa.”

    Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dgn seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Dina sih. Tapi aku tidak mau pikir panjang lagi, lagipula nanti aku bisa-bisa susah tidur, soalnya kan besok harus masuk kerja.

    Besoknya saat istirahat makan siang, aku meneleponnya dan bertanya langsung padanya.
    “Eh, apa sih yang mau elu omongin, gua penasaran banget?”
    “Eee, penasaran ya, Tonn?”
    “Iya lah, ayo dong buruan!”
    “Eh, slow aja lagi, napsu amet sih elu.”
    “Baru tahu yah, napsu gua emang tinggi.”
    “Napsu yang mana nih?” Dina sepertinya memancingku.
    “Napsu makan dong, gua kan belum sempat makan siang!”

    Aku sempat emosi juga rasanya, sepertinya ia tidak tahu aku ini orang yang sangat menghargai waktu, terutama jam makan siang, soalnya aku sambil makan dapat sekaligus main internet di tempat kerjaku, karena saat itu pasti bosku pergi makan keluar, jadi aku bebas surfing di internet, gratis lagi.


    “Yah udah, gua cuma mau bilang bisa enggak elu ke apartment gua sore ini abis pulang kerja, soalnya gua pengen ngobrol banyak sama elu.”
    Aku tidak habis pikir, nih orang kenapa tidak bilang kemarin saja.
    Lalu kataku, “Kenapa enggak kemarin aja bilangnya?”
    “Karena gua mau kasih surprise buat elu.” katanya manja.
    “Ala, gitu aja pake surprise segala, yah udah entar gua ke tempat elu, kira-kira jam 6, alamat elu di mana?”
    Lalu Dina bilang, “Nih catet yah, apartment XX (edited), lantai XX (edited), pintu no. XX (edited), jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”
    “Bye-bye Tonn.”

    Setelah telepon terputus, lalu aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Apa bisa aku menyentuhnya nanti, tetapi langsung aku berpikir tentang pamanku, bagaimana kalau nanti ketahuan, pasti tidak enak dgn pamanku. Lalu aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku.

    Tidak lama pun waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, sudah waktunya nih, pikirku. Lalu aku pun mulai mengendarai motorku ke tempatnya. Lumayan dekat dari tempat kerjaku di Roxymas. Sesampainya di sana, aku pun langsung menaiki lift ke lantai yang diberitahukan. Begitu sampai di lantai tersebut, aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya.
    Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, Yu..”
    Dina tersentak kaget, “Wah gua kira siapa, pake tepuk segala.”
    “Elu khan kasih surprise buat gua, jadi gua juga mesti kasih surprise juga buat elu.”
    Lalu ia mencubit lenganku, “Nakal elu yah, awas nanti!”
    Kujawab saja, “Siapa takut, emang gua pikirin!”
    “Ayo masuk Tonn, santai aja, anggap aja rumah sendiri.” katanya setelah pintunya terbuka.

    Ketika aku masuk, aku langsung terpana dgn apa yang ada di dalamnya, kulihat temboknya berbeda dgn tembok rumah orang-orang pada umumnya, temboknya dilukis dgn gambar-gambar pemandangan di luar negeri. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Tapi hebat juga kalau cuma kerja sebagai sekretaris mampu menyewa apartment. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.

    Sambil aku berkeliling, Dina berkata, “Mau minum apa Tonn?”
    “Apa saja lah, asal bukan racun.” kataku bercanda.
    “Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Dina sambil tertawa.
    Sementara ia sedang membuat minuman, mataku secara tidak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, ketika kulihat satu persatu, ternyata lebih banyak film yang berbau porno. Aku tidak sadar ketika ia sudah kembali, tahu-tahu ia nyeletuk, “Tonn, kalo elu mau nonTonn, setel aja langsung..!”

    Aku tersentak ketika ia ngomong seperti itu, lalu kubilang, “Apa gua enggak salah denger nih..?”
    Lalu katanya, “Kalo elu merasa salah denger, yah gua setelin aja sekarang deh..!”
    Lalu ia pun mengambil sembarang film kemudian disetelnya. Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa ia tidak tahu kalau aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini.


    “Duduk sini Tonn, jangan bengong aja, khan udah gua bilang anggap aja rumah sendiri..!” kata Dina sambil menepuk sofa menyuruhku duduk.
    Kemudian aku pun duduk dan nonTonn di sampingnya, agak lama kami terdiam menyaksikan film panas itu, sampai akhirnya aku pun buka mulut, “Eh Yu, tadi di telpon elu bilang mau ngomong sesuatu, apa sih yang mau elu ngomongin..?”
    Dina tidak langsung ngomong, tapi ia kemudian menggenggam jemariku, aku tidak menyangka akan tindakannya itu, tapi aku pun tidak berusaha untuk melepaskannya.

    Agak lama kemudian baru ia ngomong, pelan sekali, “Elu tau Tonn, sejak kemarin bertemu, kayaknya gua merasa pengen menatap elu terus, ngobrol terus. Tonn, gua suka sama elu.”
    “Tapi khan kemarin elu dikenalkan ke Paman gua, apa elu enggak merasa kalo elu itu dijodohin ke Paman gua, apa elu enggak lihat reaksi Paman gua ke elu..?”
    “Iya, tapi gua enggak mau dijodohin sama Paman elu, soalnya umurnya aja beda jauh, gua pikir-pikir, kenapa hari itu bukannya elu aja yang dijodohin ke gua..?” kata Dina sambil mendesah.

    Aku pun menjawab, “Gua sebenarnya juga suka sama elu, tapi gua enggak enak sama Paman gua, entar dikiranya gua kurang ajar sama yang lebih tua.”
    Dina diam saja, demikian juga aku, sementara itu film semakin bertambah panas, tapi Dina tidak melepaskan genggamannya. Lalu secara tidak sadar otak pornoku mulai bekerja, soalnya kupikir sekarang kan tidak ada orang lain ini. Lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ia menoleh padaku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dgn pelan, “Dina, gua cinta elu.”

    Ia tidak menjawab, tapi memejamkan matanya. Kupikir ini saatnya, lalu pelan-pelan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya. Dina pun lalu membalasnya sambil memelukku erat-erat. Tanganku tidak tinggal diam berusaha untuk meraba-raba buah dadanya, ternyata agak besar juga, walaupun tidak sebesar punyanya bintang film porno. Dina menggeliat seperti cacing kepanasan, mendesah-desah menikmati rangsangan yang diterima pada buah dadanya.

    Kemudian aku berusaha membuka satu persatu kancing bajunya, lalu kuremas-remas pDinadara yang masih terbungkus BRA itu.
    “Aaahh, buka aja BH-nya Tonn, cepat.., oohh..!”
    Kucari-cari pengaitnya di belakang, lalu kubuka. Wah, ternyata lumayan juga, masih padat dan kencang, walaupun tidak begitu besar. Langsung kusedot-sedot putingnya seperti anak bayi kehausan.


    “Esshh.. ouwww.. aduhh.. Tonn.. nikmat sekali lidahmu.., teruss..!”
    Setelah bosan dgn pDinadaranya, lalu kubuka seluruh pakaiannya sampai bugil total. Ia juga tidak mau kalah, lalu melepaskan semua yang kukenakan. Untuk sesaat kami saling berpandangan mengagumi keindahan masing-masing. Lalu ia menarik tanganku menuju ke kamarnya, tapi aku melepaskan pegangannya lalu menggendongnya dgn kedua tanganku.
    “Aouww Tonn, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menggelDinat manja melingkari leherku.

    Kemudian kuletakkan Dina pelan-pelan di atas ranjangnya, lalu aku menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dgn mesranya sambil berpelukan erat. Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dgn lembut, Dina mendesah-desah nikmat. Tidak lama aku bermain di dadanya, mulutku pelan-pelan mulai menjilati turun ke perutnya, Dina menggeliat kegelian.

    “Aduh Tonn, elu ngerjain gua yah, awas elu nanti..!”
    “Tapi elu suka khan? Geli-geli nikmat..!”
    “Udah ah, jilati aja memek gua Tonn..!”
    “Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”

    Langsung saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagi langsung saja kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Dina menggoyang-goyangkan pinggulnya dgn liar seakan-akan tidak mau kalah dgn permainan lidahku ini.
    “Oohh esshh aaouuw uuhh teeruss.., lebih dalemm, oohh.. nikmat sekali..!”
    Agak lama juga aku bermain di klitorisnya sampai-sampai terlihat banjir di sekitar vaginanya.

    “Tonn, masukkin aja titit elu ke lobang gua, gua udah enggak tahan lagi..!”
    dgn segera kuposisikan diriku untuk menembus kemaluannya, tapi ketika kutekan ujung penisku, ternyata tidak mau masuk. Aku baru tahu ternyata dia masih perawan.
    “Dina, apa elu tidak menyesal perawan elu gua tembus..?”
    “Tonn, gua rela kalau elu yang ngambil perawan gua, bagi gua di dunia ini cuma ada kita berdua aja.”

    Tanpa ragu-ragu lagi langsung kutusuk penisku dgn kuat, rasanya seperti ada sesuatu yang robek, mungkin itu perawannya, pikirku.
    “Aduh sakit Tonn, tahan dulu..!” katanya menahan sakit.
    Aku pun diam sejenak, lalu kucium mulutnya untuk meredakan rasa sakitnya. Beberapa menit kemudian ia terangsang lagi, lalu tanpa buang waktu lagi kutekan pantatku sehingga batang kemaluanku masuk semuanya ke dalam lubangnya.


    “Pelan-pelan Tonn, masih sakit nih..!” katanya meringis.
    Kugoyangkan pinggulku pelan-pelan, lama kelamaan kulihat dia mulai terangsang lagi. Lalu gerakanku mulai kupercepat sambil menyedot-nyedot puting susunya. Kulihat Dina sangat menikmati sekali permainan ini.

    Tidak lama kemudian ia mengejang, “Tonn, aa.. akuu.. mau keluarr.., teruss.. terus.., aahh..!”
    Aku pun mulai merasakan hal yang sama, “Yu, aku juga mau keluar, di dalam atau di luar..?”
    “Keluarin di dalem aja Sayang.. ohh.. aahh..!” katanya sambil kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku dan terus menggoyangkan pantatnya.

    Tiba-tiba dia menjerit histeris, “Oohh.. sshh.. sshh.. sshh..”
    Ternyata dia sudah keluar, aku terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga menyentuh ke dasar liang senggamanya.
    “Sshh.. aahh..” dan, “Aagghh.. crett.. crett.. creet..!”
    Kutekan pantatku hingga batang kejantananku menempel ke dasar liang kenikmatannya, dan keluarlah spermaku ke dalam liang surganya.

    Saat terakhir air maniku keluar, aku pun merasa lemas. Walaupun dalam keadaan lemas, tidak kucabut batang kemaluanku dari liangnya, melainkan menaikkan lagi kedua pahanya hingga dgn jelas aku dapat melihat bagaimana rudalku masuk ke dalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu kemaluannya yang menggoda. Kubelai bulu-bulu itu sambil sesekali menyentuh klitorisnya.
    “Sshh.. aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu.

    Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. Kami saling berpelukan selama kira-kira satu jam sambil meraba-raba.
    Lalu ia berkata kepadaku, “Tonn, mudah-mudahan kita bisa bersatu seperti ini Tonn, gua sangat sayang pada elu.”
    Aku diam sejenak, lalu kubilang begini, “Gua juga sayang elu, tapi elu mesti janji tidak boleh meladeni paman gua kalo dia nyari-nyari elu.”
    “Oke boss, siap laksanakan perintah..!” katanya sambil memelukku lebih erat.

    Sejak saat itu, kami menjadi sangat lengket, tiap malam minggu selalu kami bertingkah seperti suami istri. Tidak hanya di apartmentnya, kadang aku datang ke tempat kerjanya dan melakukannya bersama di WC, tentu saja setelah semua orang sudah pulang. Kadang ia juga ke tempat kerjaku untuk minta jatahnya. Katanya pamanku sudah tidak pernah mencarinya lagi, soalnya tiap kali Dina ditelpon, yang menjawabnya adalah mesin penjawabnya, lalu tak pernah dibalas Dina, mungkin akhirnya pamanku jadi bosan sendiri.


    Aku dan ia sering jalan-jalan ke Mal-Mal, untungnya tidak pernah bertemu dgn pamanku itu. Sampai saat ini aku masih jalan bersama, tapi ketika kutanya sampai kapan mau begini, ia tidak menjawabnya. Aku ingin sekali menikahinya, tapi sepertinya ia bukan tipe cewek yang ingin punya keluarga. Tapi lama-lama kupikir, tidak apalah, yang penting aku dapat enaknya juga.

  • Aroused Girl Fucking Hard In Sexy Asian Outdoor Scenes

    Aroused Girl Fucking Hard In Sexy Asian Outdoor Scenes


    2020 views

  • Foto Bugil foto cewek pantat bahenol memasukkan timun kememeknya

    Foto Bugil foto cewek pantat bahenol memasukkan timun kememeknya


    3420 views

    Duniabola99.com – foto cewek berpakaian sexy minim mengangkang memamerkan memeknya yang temben dan juga pantatnya yang bahenol dan juga memasukkan timun yang besar kedalam memeknya yang temben.

  • Kisah Memek Aku Ngentot Dengan Ayahku

    Kisah Memek Aku Ngentot Dengan Ayahku


    5003 views

    Duniabola99.com – Namaku adalah Regina, orang di rumah biasa memanggil ku Egin, demikian juga teman-temanku . Aku mempunyai postur tubuh yang lumayan tinggi, 170cm dengan berat 59 kg. Banyak yang bilang kalau aku memang seksi, montok dan menggemaskan. Karena memang kalau dilihat ukuran payudaraku yang juga besar, 36c. Umurku sekarang 25 tahun, sudah menjadi seorang wanita yang cukup matang. Namun aku memutuskan untuk belum menikah. Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta milik papiku di daerah Sudirman, Jakarta. Sudah 2 tahun aku bekerja di sana, sebagai general manager, yang membawahi sekitar 35 karyawan.


    Cerita ini berawal sekitar 7 tahun yang lalu, waktu itu aku kuliah semester 1 Beginilah kisahku….
    Semuanya ini berawal dari kehidupan keluargaku yang boleh di bilang berantakan….Papiku seorang pengusaha yang sukses…bergerak di bidang property yang cukup terkenal di Indonesia. Dia seorang yang gila kerja tetapi juga gila wanita, sehingga sepertinya beliau banyak memiliki wanita simpanan. Sedangkan mami selalu sibuk dengan kegiatan sosial, karena mami juga adalah seorang yang sangat aktif di sebuah partai yang bonafit. Dan tidak jarang aku memergoki mami sedang asyik bercanda mesra di handphonenya. Pernah satu kali aku, secara tidak sengaja membaca sms di handphone mamiku, isinya membuat aku jadi jijik, karena ternyata sms itu dari pacar-pacarnya. Yang paling membuatku tambah kesal setelah ku selidiki pacar-pacar mami itu adalah pemuda-pemuda yang biasa kita kenal dengan istilah gigolo. Hancur hatiku melihat semuanya ini terjadi dalam keluargaku.

    Hingga pada suatu malam, di saat aku tidur dalam kamarku aku merasakan ada sesuatu yang menggerayangi tubuhku. Awalnya aku merasa seperti ada binatang yang merayap dari ujung rambutku sampai ujung kaki, lalu akhirnya naik lagi dan berhenti di sekitar selangkanganku, antara sadar dan tidak aku membuka mataku, dan alangkah kaget nya aku setelah kulihat papi dengan tubuh tanpa selembar benang pun sedang mengelus-elus celana dalam ku sementara tangan kanannya sedang mengocok penisnya sendiri.

    Sambil berteriak aku berkata
    “paappiii….apa yang sedang papi lakukan???, tenang sayang jangan berteriak nanti semua orang bangun…., kata papiku.
    Sambil aku membereskan dasterku yang sudah berantakan, sementara papiku masih terus mengocok penisnya yang besar dan berurat itu.
    Lalu papiku berkata
    “ayo puaskan papi sayang….sudah lama papi melihat pertumbuhan badanmu yang semakin seksi….”.


    Sementara aku menjadi bengong dengan semua yang telah ku lihat, juga melihat sifat liar papi, aku juga mulai melirik ke arah penis papi yang menurutku sangat besar itu. Karena di banding dengan penis pacarku, penis papi jauh lebih besar dan panjang. Terus terang aku juga belum pernah merasakan apa yang namanya ML, aku dan pacarku hanya sebatas pegang-pegang alat kelamin saja…..tidak lebih dari itu, karena aku sangat takut untuk melakukan hal2 yang aku anggap tabu , maklum usiaku masih 18 tahun waktu itu.
    Lalu papi mulai meraba-raba ku lagi,

    “ayo sayang jangan takut, buka daster mu yuuuu….”.
    “tidak…seharusnya papi tidak berbuat ini….akukan anak papi sendiri….darah daging papi….!!!”.

    Lalu terhirup aroma minuman keras dari mulut papi, begitu kencangnya sehingga rasanya kamarku di penuhi aroma itu. Dan akupun segera tahu kalau papiku sedang mabuk berat dan disergap oleh nafsu birahi yang tak terbendung lagi.

    “Papi kan bisa melakukannya dengan mami atau wanita2 lain yang bisa papi bayar”, kataku.
    “Ach…mamimu sudah tidak perduli dengan papi, dan juga papi bosan dengan wanita2 itu, papi kepingin mencicipi kamu sayang….., balas papi.
    Antara bingung dan marah (namun dalam hatiku kagum melihat penis sebesar itu) akupun tidak tahu harus berbuat apa….akupun berkata
    “nanti kalau ketahuan mami atau orang lain bagaimana???”.
    “ach…..perduli setan dengan mereka semua……


    Sambil tangan nya yang kekar itu menarik tubuhku, papi mulai mencium bibirku dengan nafsu yang sudah membakarnya, dirobeknya daster ku hingga tubuhku hanya dibalut bra dan celana dalam saja. Aku pun tak kuasa melawan tenaga papiku yang begitu besar, walaupun aku sudah mencoba, namun sia saja, papiku malahan tambah liar karena melihatku meronta ronta….
    Akupun hanya bisa pasrah dan menangis saat papi menarik bra dan celana dalam ku, hingga sekarang tubuhku benar2 telanjang bulat.

    Papi pun mulai menjilat jilat puting susuku, sambil tangannya memainkan vaginaku. Dari yang tadinya aku meronta ronta, sekarang sedikit demi sedikit aku mulai menikmati permainan papi.

    “sshhhh….aaaaachhh…..ooooowwww…”
    “tttteeeerrruuuuusss……oooooohhhhh….” desahku.

    Akupun mulai di kuasai oleh nafsu yang bergerak perlahan menjalari tubuhku. Sementara papi dengan rakusnya mulai menjilati vagina ku, dan sesekali menghisap klitoris ku. Dan tangan ku pun mulai mencari cari rudal papi. Ku kocok pelan-pelan sambil mengimbangi serangan papi. Saking besarnya hingga tangan ku tidak muat lagi untuk menggenggam rudal papi.

    ” Ayo gin terus kocokin kontol papi…..
    ” sssssshhhh……aaahhhhh…..

    Dan akhirnya papi pun mengakhiri jilatan jilatannya dan kaki ku ditariknya, sambil berjongkok dia pun memegang batang penisnya dan langsung mengarahkan ke lubang vagina ku.

    ” papi nanti kalau egin hamil bagaimana???
    ” gampang nanti kita gugurin aja…..
    ” tapi egin belum pernah begini…..pelan2 ya….
    ” iya sayang ini juga pelan2….

    Papi mulai menempelkan penisnya di bibir vagina ku….

    ” aauuuuwwww…..sakit pi…….
    ” cuma sebentar sakitnya sayang…..abis itu pasti enak banget….
    Dia pun mulai menekan lagi….
    ” bless….ssrreeet…….ssrreeettt……
    ” oooouuuuwww…..pppaaaapppppiiiiiiii…….


    Akupun berteriak sekencang-kencangnya, tanpa perduli ada yang mendengar atau tidak. Papi pun mulai menggenjot tubuhku. Lama kelamaan aku pun tidak merasakan sakit lagi….tapi kenikmatan yang tiada taranya…..dan aku merasa penis papi memenuhi seluruh rongga rahimku. Akupun mulai mengikuti irama goyangan papi dengan menggoyang pantat ku ke kiri dan ke kanan.

    ” ssssshhhhh…aaaacchhhhh……ooooooohhhh….
    ” eeennnaaakkkk ssseeeekkkaaallllii ppaaapppp….
    ” ooooohhh……aaahhhh…..yyeeessss…..terus goyang sayang…..
    ” ppeeegggaannggg pppannntttaattt pppappi…..saaayaaannngg…
    ” oooohhhh….ttterrrruuussss……gggiiinnn…….

    Mulut papi mengulum-ngulum puting susuku, dan sesekali menjambak rambutku…..akupun sudah terbakar oleh birahi yang menyala-nyala…tidak sadar kalau lelaki yang sedang menyetubuhiku adalah papiku sendiri.

    ” pi…egin mau di atas ya….
    ” iya sayang…., sambil menghentikan genjotannya dan berbaring di sisiku
    Akupun mulai menaiki tubuh papiku yang sudah basah oleh keringat kami berdua. Dan aku mulai mengarahkan rudal papi ke lubang vaginaku…..
    “blesssek….oooohhhh…..

    Masuklah seluruh penis papi ke dalam vagina ku yang mungil. Tapi aneh, sekarang sudah tidak sakit lagi seperti pertama papi menusukkan penisnya tadi. Akupun mulai bergerak naik turun dan goyang ke kiri dan ke kanan, sambil kedua tangan papi meremas remas susuku.

    ” ahhhhh…ahhhhh…yyyeeeaahahhh……
    ” teeeruuuus…..gggooyyyaannnggg….sssayyyyaaannng g….
    ” aaaaahhhh….aaaahhhh…….aahhhh…ppppaaaappppi iii…..
    ” aaayyyyyoooo…..ssssoooodooookkkk….ppppiiii…. .
    ” yyyaaannngggg….kkkeeennncceeeenngg….oooohhhh.. ..


    Gerakanku semakin tidak beraturan dan mulutku meracau hebat…..hingga akhirnya ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam tubuhku.

    ” paaaapppiiii….eeegggiiinnn….uuuddaahh….ggaa. …tttaaahhhaannn….
    ” eeeggiiinnn…mmmaaauuu..kkkeellllluuuaarrrr…..

    Papi semakin gencar menaikkan pantatnya menghujam vaginaku….semakin cepat….dan cepat lagi….

    ” taaahhhaannn ssebbenntaarr ssaayaaannggg….
    ” papi jjjugggaa maauuu kkkellluuuarrr…..
    ” kkitaa kkkelluuaarriinnn ssaaammaa ssssaaammmaa yyayaaa…..
    ” ahhhh…..aaahhh….ahhhhh…aahhhh
    ” yyeeess…..yyeesss….
    ” aayyoooo….ssaayaaannggg….pppaaapppiii…kkkell llluuuaarr….
    ” cccrrootttzzzz….crooottssss…..ccrrotttsss…..
    ” eeeegggiinnnn jjjuuugggaaa kkkellluuuarrr pppaaapp……
    ” ssrrreeettt….srrreeeetttzz……aaaahhhhhhhh….

    Papi langsung membalikkan tubuhku dan menekan penisnya sambil mendekap tubuhku sekuat tenaga, begitu pun aku membalas memeluk tubuh papi, sampai aku merasa melayang di awan2. Tak terasa sudah 35 menit berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 3 lewat 10 menit, kami bertempur dengan hebatnya, sehingga ranjangku pun basah oleh peluh kami.


    ” kamu hebat sayang….” kata papi.
    ” papi ga sangka….
    ” iya tapi papi mau perkosa egin tadi…
    ” maafin papi ya…
    ” iya….tapi papi janji mau beliin egin apa aja yang egin minta…
    ” iya papi janji sayang…..

    Sambil mengecup keningku papi pun keluar dari kamar ku, dan aku pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dengan siraman air hangat….

    Setelah itu aku dan papi selalu mengulangi perbuatan ini kapan saja dan dimana saja kami suka, kadang di rumah, di hotel, di kantor papi, di kantor ku, di mobil, dll. Sampai saat ini (aku bekerja di perusahaan milik papi ku) kami pun masih tetap melakukannya, walau usia papi yang sudah hampir 60 tahun, dan tidak ada yang mengetahui perbuatan kami ini termasuk mami. Karena mamipun sibuk dengan gigolo2 nya, kurasa mami pun tahu, tapi dia tidak ambil pusing dengan ulah kami ini. Beginilah kisahku dengan papiku tercinta….

  • Video Bokep Fujikita Harumoto Aoi Mamiya lesbi pijit

    Video Bokep Fujikita Harumoto Aoi Mamiya lesbi pijit


    2417 views

  • Cerita Sex Berhubungan Intim Dengan Anak Tetangga Yang Montok Dan Mantap

    Cerita Sex Berhubungan Intim Dengan Anak Tetangga Yang Montok Dan Mantap


    10498 views

    Minggu sore nyaris jam empat. Sesudah melihat CD porno semenjak pagi penisku tidak ingin dibawa sepakat. Sang adik kecil ini ingin selekasnya disarungkan ke vagina. Permasalahannya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang daerah semenjak tempo hari sampai 2 hari kedepan, sebab ada famili punyai hajat menikahkan anaknya.

     

    Cersex Terbaru – Anak tunggalku turut ibunya. Saya coba menentramkan diri mandi, lantas tiduran di tempat tidur. Tapi penisku masih tetap tidak menyusut ereksinya. Justru saat ini berasa berdenyut sisi puncaknya. “Wah genting gawat nih. Tidak ada target kembali. Salahku sendiri menonton CD porno sepanjang hari”, gumamku. Saya bangun dari berbaring ke arah ruangan tengah. Ambil satu gelas air es lantas hidupkan tape deck. Cukup, tegangan cukup berkurang.Tapi saat ada video clip musik barat cukup seronok, penisku berdenyut kembali -denyut.
    Nach, kelimpungan sendiri jadi. Sebelumnya sempat terpikirkan untuk jajan saja. Tetapi cepat kubatalkan. Takut terkena penyakit kelamin. Salah-salah dapat ketularan HIV yang masih belum ada obatnya sampai sekarang ini. Kuingat-ingat kapan akhir kali barangku kepakai untuk meniduri istriku. Ya, 3 hari kemarin. Patut sekarang adik kecilku gelisah tidak karuan. Masalahnya 2 hari sekali harus nancap.
    “Saat ini meminta porsi..”. Sekalian terus berusaha menentramkan diri, saya sekedar duduk di teras depan membaca media massa pagi yang masih belum terjamah.
    Mendadak pintu pagar mengeluarkan bunyi dibuka orang. Refleks saya mengubah pandangan ke suara. Renny anak tetangga merapat.
    “Selamat sore Om. Tante ada?”
    “Sore.. Ooo Tantemu pulang daerah sampai lusa. Ada apakah? ”
    “Wah bagaimana ya..”
    “Silahkan duduk dahulu. Baru bicara ada kepentingan apa”, kataku ramah.
    ABG berumur sekitaran lima belas tahun itu merunut. Ia duduk di atas bangku kosong sebelahku. “Nach, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om dapat tolong”, tuturku sekalian mencari tubuh gadis yang mulai mengembang tersebut.
    “Anu Om, Tante janji ingin minjemi majalah terkini..”
    “Majalah apa sih?”, tanyaku. Mataku tidak terlepas dari dadanya yang
    terlihat mulai mencolok. Wah, telah sebesar bola tenis nih.
    “Apa. Dasarnya yang terkini”.
    “Oke silahkan masuk dan tentukan sendiri”.
    Kuletakkan media massa dan masuk ruangan dalam. Ia cukup ragu meng ikuti. Di ruangan tengah saya stop. “Mencari sendiri di rack bawah tv itu”, kataku, selanjutnya membanting bokong di atas sofa. Renny selekasnya jongkok di muka tv membongkar setumpukan majalah di sana. Pikiranku mulai jahil. Kulihat dengan bebas badannya dari belakang. Memiliki bentuk benar-benar baik untuk ABG sama usianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di pakaian kaosnya.
    Kulitnya putih bersih. Ah begitu asyiknya jika saja dapat nikmati badan yang mulai tumbuh tersebut.
    “Tidak ada Om. Ini lama semua”, ucapnya membentak lamunan nakalku. “Nggg.. mungkin berada di kamar Tantemu. Mencari saja di situ” Sejauh ini saya tidak demikian memerhatikan anak itu walau kerap bermain ke rumahku. Tapi saat ini, saat penisku gelisah mendadak baru kusadari anak tetanggaku itu seperti buah mangga sudah mulai mengkal. Mataku meng ikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk kekamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, “berikut peluang untuk penismu supaya stop berdenyut. Tetapi ia tetap kecil dananak tetanggaku sendiri? Bedebah dengan itu semua, yang terpenting birahimu terlampiaskan”.
    Pada akhirnya saya bangun susul Renny. Dalam kamar kusaksikan anak itu berjongkok membedah majalah di pojok. Pintu kututup dan kukunci perlahan-lahan.
    “Telah bertemu Ren?” tanyaku.
    “Belum Om”, jawabannya tanpa melihat. “Ingin saksikan CD bagus tidak?” “CD apa Om?” “Filmnya bagus kok. Mari duduk di sini.”
    Gadis itu tanpa berprasangka buruk selekasnya berdiri dan duduk tepi tempat tidur. Saya masukkan CD ke VCD dan hidupkan tv kamar.
    “Film apa sich Om?” “Saksikan saja. Dasarnya bagus”, kataku sekalian duduk di sebelahnya. Ia masih tetap diam-diam tidak menyimpan berprasangka buruk. “Ihh..”, jeritnya demikian menyaksikan intro berisi beberapa potongan episode orang bersetubuh.
    “Bagus kan?” “Ini kan film porno Om?!” “Iya. Kamu sukai kan?” Ia terus ber-ih.. ih saat episode syur berjalan, tapi tidak berusaha mengalihkan pandangannya.
    Masuk episode ke-2 saya tidak kuat kembali. Saya merengkuh gadis itu dari belakang.”Kamu ingin begituan tidak?”, bisikku di telinganya.
    “Jangan Om”, ucapnya tetapi tidak berusaha mengurai tanganku yang memutari lehernya. Kucium sepintas tengkuknya. Ia menggeliat. “Ingin tidak gituan sama Om? Kamu tidak pernah kan? Sedap lo..””Tetapi.. tetapi.. ah jangan Om.” Ia menggelinjang berusaha terlepas dari lilitanku. Tetapi saya tidak perduli. Tanganku selekasnya meremas dadanya.
    Ia melenguh dan akan melawan
    .”Tenang.. tenang.. Tidak sakit kok. Om telah pengalaman..”
    Tangan kananku menguak roknya dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku mulai bermain disekitaran vaginanya, ia mengeluh.Terlihat birahinya telah terangsang. Perlahan-lahan tubuhnya kurebahkan di tempat tidur tapi kakinya masih tetap menjuntai. Mulutku tidak sabar kembali selekasnya mencercah pangkal pahanya yang tetap dibalut celana warna
    hitam.
    “Ohh.. ahh.. jangan Om”, erangnya sekalian berusaha rapatkan ke-2 kakinya. Tapi saya tidak perduli. Justru celana dalamnya selanjutnya kupelorotkan dan kulepas. Saya terkesima menyaksikan panorama tersebut. Pangkal kepuasan itu demikian imut, warna merah di tengah-tengah, dan dihias bulu-bulu halus di atasnya. Klitorisnya imut.
    Tidak menanti semakin lama kembali, bibirku selekasnya menggempur vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk lubangnya yang sempit. Wah masih perawan ia. Renny terus menggeliat sekalian melenguh dan mengeluh kenikmatan. Bahkan juga selanjutnya kakinya menjepit kepalaku, seakan-akan minta dikerjai lebih dalam serta lebih keras .

    Karena itu lidahku juga semakin saat menggerayangi dinding vaginanya yang mulai basah. Lima menit lebih barang kepuasan punya ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung sekurang-kurangnya ia 2x orgasme. Lantas saya merayap naik. Kaosnya kulepas perlahan-lahan. Susul selanjutnya BH hitamnya memiliki ukuran 32. Sesudah kuremas-remas buah dadanya yang tetap keras itu sesaat, mengganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan mencium putingnya yang kecil.
    “Ahh..” keluh gadis tersebut. Tangannya meremas-remas rambutku meredam kepuasan tidak ada tara yang mungkin baru saat ini ia merasai. “Sedap kan beginian?” tanyaku sekalian melihat mukanya. “Iii.. iya Om. Tetapi..” “Kamu ingin lebih sedap ?”
    Tanpa menanti jawabnya saya selekasnya atur posisi tubuhnya. Ke-2 kakinya kuangkat ke tempat tidur. Sekarang ia terlihat terlentang pasrah. Penisku juga sudah tidak sabar kembali landing di target. Tetapi saya harus berhati-hati. Ia masih perawan hingga haruslah sabar supaya tidak kesakitan. Mulutku bermain kembali -main di vaginanya. Sesudah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang sudah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Sesaat kugesek-gesekkan sampai Renny semakin terangsang.
    Selanjutnya kucoba masuk pelan-pelan ke sela yang sempit tersebut. Dikit demi sedikit kumaju-mundurkan hingga semakin melesak ke. Perlu waktu lima menit lebih supaya kepala penisku masuk semuanya. Nach istirahat sesaat karena ia terlihat meredam ngilu.
    “Jika sakit katakan ya”, kataku sekalian mencium bibirnya sepintas. Ia mengeluh. Kurang sedikit kembali saya akan membobol perawannya. Pacuan kutingkatkan walau masih tetap kuusahakan perlahan dan halus. Nach ada perkembangan. Leher penisku segera masuk.
    “Auw.. sakit Om..” Renny menjerit ketahan. Saya stop sesaat menanti lubang vaginanya terlatih terima penisku yang memiliki ukuran sedang. Semenit selanjutnya saya maju kembali. Demikian selanjutnya. Beberapa langkah untuk beberapa langkah saya maju. Hingga kemudian..
    “Ouuu..”, ia menjerit kembali. Saya merasa penisku tembus suatu hal.sebuah hal. Wah saya sudah menyetubuhi ia.
    Kusaksikan ada sepercik darah membasahi sprei.
    Saya meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menentramkan. Sesudah cukup tenang saya mulai memacu anak tersebut.
    “Ahh.. ohh.. asshh…”, ia mengeluh dan melenguh saat saya mulai naik turun di atas badannya. Pacuan kutingkatkan dan erangannya juga semakin keras. Dengar itu saya semakin bergairah meniduri gadis tersebut. Berulang-kali ia orgasme. Pertanda ialah saat kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau bahuku.
    “Tidak sakit kembali kan? Saat ini berasa sedap kan?”
    “Ouuu sedap sekali Om…”
    Sebetulnya saya ingin mempraktikkan beragam posisi senggama. Tetapi aku pikir untuk pertama kali tidak harus beberapa macam dahulu. Paling penting ia bisa mulai nikmati. Lain waktu kan itu bisa dilaksanakan.
    Sekitaran satu jam saya menggoyang badannya mati-matian saat sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya. Begitu enaknya meniduri perawan. Benar-benar untung saya ini.
    “Bagaimana? Benar sedap seperti kata Om kan?” tanyaku sekalian merengkuh badannya yang lesu sesudah sama capai klimaks. “Tetapi takut Om..”
    “Tidak perlu takut. Takut apa sich?”
    “Hamil”
    Saya tertawa. “Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Mustahil
    hamil donk”
    Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi mukanya. Saya tersenyum senang dapat menurunkan adik kecilku.
    “Jika ingin sedap kembali katakan Om ya? Kelak kita belajar beragam style melalui CD”. “Jika kedapatan Tante bagaimana?” “Ya janganlah sampai kedapatan donk” Sesaat selanjutnya birahiku bangun kembali. Ini kali Renny kugenjot dalam posisi menungging. Ia sudah tidak menjerit kesakitan kembali. Penisku bebas masuk keluar disertai erangan, lenguhan, dan jeritannya.

  • Video Bokep Asia hinouchi you malu malu malu nenunjukan memek basahnya

    Video Bokep Asia hinouchi you malu malu malu nenunjukan memek basahnya


    2132 views

  • Kisah Memek Surprise Bisa ML Bersama

    Kisah Memek Surprise Bisa ML Bersama


    2717 views


    Duniabola99.com – Siang itu pada hari minggu kira kiranya satu bulan yang lalu setelah kejadian bersama pak ferdi dan Bagas aku belum sempat maen kesana lagi mungkin karena aku sedang sibuk kuliah, hari minggu aku pergi kesana unutk refreshing karena besok senin itu perkuliahanku libur.

    Biasanya kami selalu berempat. Kali ini aku tidak sendiri tapi bersama 2 orang teman cewekku yaitu Verna dan Indah, kami semua adalah teman akrab di kampus, sebenarnya geng kami ini ada 4 orang, satu lagi si Ratna yang hari ini tidak bisa ikut karena ada acara dengan keluarganya.

    Kami sama-sama terbuka tentang seks dan sama-sama penggemar seks, Verna dikaruniai tubuh tinggi semampai dengan buah dada yang bulat montok yang membuat pikiran kotor para cowok melayang-layang, beruntunglah mereka karena Verna tidak sulit diajak ‘naik ranjang’ karena dia sudah ketagihan seks sejak SMP.

    Sedangkan Indah mempunyai wajah yang imut dengan rambut panjang yang indah, bodynya pun tidak kalah dari Verna walaupun payudaranya lebih kecil, namun dibalik wajah imutnya ternyata Indah termasuk cewek yang lihai memanfaatkan cowok, sudah berkali-kali dia ganti pacar gara-gara sifat materenya.

    Sedangkan aku sendiri sepertinya kalian sudah tahulah cewek seperti apa aku ini dari cerita-ceritaku dulu. Baiklah, sekarang kita kembali ke kejadian hari itu yang rencananya mau mengadakan orgy party setelah sekian lama otak kami dijejali bahan-bahan kuliah dan urusan sehari-hari.

    Waktu itu Verna protes karena aku tidak memperbolehkannya mengajak teman-teman cowok yang biasa diajak, begitu juga Indah yang ikut mendukung Verna karena pacarnya juga tidak boleh diajak.

    “Emangnya lu ngundang siapa lagi sih Ci, masa si Chevy aja ga boleh ikutan ?” kata Indah

    “Iya nih, emangnya kita mau pesta lesbian apa, wah gua kan cewek normal nih” timpal Verna “Udahlah, lu orang tenang aja, cowok-cowoknya nanti nyusul, pokoknya yang kali ini surprise deh ! dijamin kalian puas sampe ga bisa bangun lagi deh”

    Aku ingin sedikit membuat kejutan agar acara kali ini lain dari yang lain, karena itulah aku merahasiakan siapa pejantannya yang tidak lain adalah penjaga vilaku dan vila tetanggaku, Pak Ferdi dan Bagas.

    Kemarinnya aku memang sudah mengabari Pak Ferdi lewat telepon bahwa aku besok akan ke sana dengan teman-temanku yang pernah kujanjikan pada mereka dulu. Pak Ferdi tentu antusias sekali dengan acara kali ini, kami telah mengatur skenario acaranya agar seru.

    Beberapa jam kemudian kami sampai di villaku, Pak Ferdi seperti biasa membukakan pintu garasi, bola matanya melihat jelalatan pada kami terutama Verna yang hari itu pakaiannya seksi berupa sebuah tank top merah berdada rendah dengan rok mini.

    Dia kusuruh keluar dulu sampai aku memberi syarat padanya, dia menunggunya di villa tetangga yang tidak lain vila yang dijaga si Bagas. Setelah membereskan barang bawaan, kami menyantap makan siang, lalu ngobrol-ngobrol dan istirahat. Indah yang daritadi kelihatan letih terlelap lebih dulu. Kami bangun sore hari sekitar jam 4 sore.

    “Eh…sambil nunggu cowok-cowoknya mendingan kita berenang dulu yuk” ajakku pada mereka

    Aku melepaskan semua bajuku tanpa tersisa dan berjalan ke arah kolam dengan santainya

    “Wei…gila lo Ci, masa mau berenang ga pake apa-apa gitu, kalo keliatan orang gimana ?” tegur Indah

    “Iya Ci, lagian kan kalo si tua Ferdi itu dateng gimana tuh” sambung Verna

    “Yah kalian, katanya mo party, masa berenang bugil aja ga berani, tenang aja Pak Ferdi udah gua suruh jangan ke sini sampai kita pulang nanti” bujukku sambil menarik tangan Verna Di tepi kolam mereka masih agak ragu melepas pakaiannya, alasannya takut kepergok tetangga, setelah kutantang Verna baru mulai berani melepas satu demi satu yang melekat di tubuhnya, aku membantu Indah yang masih agak malu mempreteli pakaiannya.

    Akhirnya kami bertiga nyebur ke kolam tanpa memakai apapun. Perlahan-lahan rasa risih mereka pun mulai berkurang, kami tertawa-tawa, main siram-siraman air, dan balapan renang kesana kemari dengan bebasnya. Mungkin seperti inilah kira-kira gambaran tempat pemandian di istana haremnya para raja. Sesudah agak lama bermain di air aku naik ke atas dan mengelap tubuhku yang basah, lalu membalut tubuhku dengan kimono.

    “Ci, sekalian ambilin kita minum yah” pinta Verna Akupun berjalan ke dalam dan meminum segelas air.

    “Ok, it’s the showtime” gumamku dalam hati, inilah saat yang tepat untuk menjalankan skenario ini. Aku segera menelepon vila sebelah menyuruh Pak Ferdi dan Bagas segera kesini karena pesta akan segera dimulai.

    “Iya neng, kita segera ke sana” sahut Bagas sambil menutup gagang telepon Hanya dalam hitungan menit mereka sudah nampak di pekarangan depan vilaku. Aku yang sudah menunggu membukakan pintu untuk mereka.

    “Wah udah ga sabaran nih, daritadi cuma ngintipin neng sama temen-temen neng dari loteng”

    kata Pak Ferdi “Pokoknya yang rambutnya dikuncir itu buat saya dulu yah neng” ujar Bagas merujuk pada Indah.

    “Iya tenang, sabar, Pokoknya semua kebagian, ok” kataku “yang penting sekarang surprise buat mereka dulu” Setelah beberapa saat berbicara kasak-kusuk, akhirnya operasipun siap dilaksanakan. Pertama-tama dimulai dari Verna.

    Aku berjalan ke arah kolam membawakan mereka dua gelas air, disana Indah sedang tiduran di kursi santai tanpa busana, sementara Verna masih berendam di air.

    “Ver, lu bisa ke kamar gua sebentar ga, gua mo minta tolong dikit nih” pintaku padanya “lu lap badan dulu gih, gua tunggu di sana”

    Aku masuk ke dalam terlebih dahulu dan duduk di pingir ranjang menunggunya. Di balik pintu itu Pak Ferdi dan Bagas yang sudah kusuruh bugil telah siap memangsa temanku itu, kemaluan mereka sudah mengeras dan berdiri tegak seperti pedang yang terhunus.

    Tak lama kemudian Verna memasuki kamarku sambil mengelap rambutnya yang masih basah.

    “Kenapa Ci, ada perlu apa emang ?” tanyanya.

    “Ngga, cuma mau ngasih surprise dikit kok” jawabku dengan menyeringai dan memberi aba-aba pada mereka.

    Cerita Seks Surprise Bisa Ngentot Bersama
    Sebelum Verna sempat membalikkan badan, sepasang lengan hitam sudah memeluknya dari belakang dan tangan yang satunya dengan sigap membekap mulutnya agar tidak berteriak. Verna yang terkejut tentu saja meronta-ronta , namun pemberontakkan itu justru makin membakar nafsu kedua orang itu.

    Pak Ferdi dengan gemas meremas payudara kirinya dan memilin-milin putingnya. Si Bagas berhasil menangkap kedua pergelangan kakinya yang menendang-nendang. Dibentangkannya kedua tungkai itu, lalu dia berjongkok dengan wajah tepat di hadapan kemaluan Verna.

    “Wah jembutnya lebat juga yah, kaya si neng” komentar Bagas sambil menyentuhkan lidahnya ke liang vagina Verna, diperlakukan seperti itu Verna cuma bisa merem melek dan mengeluarkan desahan tertahan karena bekapan Pak Ferdi begitu kokoh.

    “Hei, jangan rakus dong Klas, dia kan buat Pak Ferdi, tuh jatahlu masih nunggu di luar sana” kataku padanya Mengingat kembali sasarannya semula, Bagas menurunkan kembali kaki Verna dan bergegas menuju ke kolam.

    “Jangan terlalu kasar yah ke dia, bisa-bisa pingsan gara-gara lu” godaku Setelah Bagas keluar tinggallah kami bertiga di kamarku.

    Pak Ferdi langsung menghempaskan dirinya bersama Verna ke ranjang spring bed-ku. Tak berapa lama terdengarlah jeritan Indah dari kolam, aku melihat dari jendela kamarku apa yang terjadi antara mereka. Indah terpelanting dari kursi santai dan berusaha melepaskan diri dari Bagas.

    Dia berhasil berdiri dan mendapat kesempatan menghindar, tapi kalah cepat dari Bagas, tukang kebun itu berhasil mendekapnya dari belakang lalu mengangkat badannya.

    “Jangan…tolong !!” jeritnya sambil meronta-ronta dalam gendongan Bagas Bagas dengan santai membawa Indah ke tepi kolam, lalu dilemparnya ke air, setelah itu dia ikutan nyebur. Dia air Indah terus berontak saat Bagas menggerayangi tubuhnya dalam himpitannya.

    Sekuat apapun Indah tentu saja bukan tandingan Bagas yang sudah kesurupan itu. Perlawanan Indah mengendur setelah Bagas mendesaknya di sudut kolam, riak di kolam juga mulai berkurang.

    Tidak terlalu jelas detilnya Bagas menggerayangi tubuh Indah, tapi aku dapat melihat Bagas memeluk erat Indah sambil melumat bibirnya. Kutinggalkan mereka menikmati saat-saat nikmatnya untuk kembali lagi pada situasi di kamarku.

    Aku lalu menghampiri Pak Ferdi dan Verna untuk bergabung dalam kenikmatan ini. Sama seperti Indah, Verna juga menjerit-jerit, namun jeritannya juga pelan-pelan berubah menjadi erangan nikmat akibat rangsangan-rangsangan yang dilakukan Pak Ferdi.

    Waktu aku menghampiri mereka Pak Ferdi sedang menjilati paha mulus Verna sambil kedua tangannya masing-masing bergerilya pada payudara dan kemaluan Verna.

    “Aduh Ci…tega-teganya lu nyerahin kita ke orang-orang kaya gini…ahhh !!” kata Verna ditengah desahannya “Tenang Ver, ini baru namanya surprise, sekali kali coba produk kampung dong” kataku seraya melumat bibirnya Aku berpagutan dengan Verna beberapa menit lamanya.

    Jilatan Pak Ferdi mulai merambat naik hingga dia melumat dan meremas payudara Verna secara bergantian, sementara tangannya masih saja mengobok-obok vaginanya. Desahan Verna tertahan karena sedang berciuman denganku, tubuhnya menggeliat-geliat merasakan nikmat yang tiada tara. “Hhhmmhh…tetek Neng Verna ini gede juga ya, lebih gede dari punya Neng” kata Pak Ferdi disela aktivitasnya.

    Memang sih diantara kami bereempat, payudara Verna termasuk yang paling montok. Menurut pengakuannya, cowok-cowok yang pernah ML dengannya paling tergila-gila mengeyot benda itu atau mengocok penis mereka diantara himpitannya. Pak Ferdi pun tidak terkecuali, dia dengan gemas mengemut susunya, seluruh susu kanan Verna ditelan olehnya.

    Puas menetek pada Verna, Pak Ferdi bersiap memasuki vagina Verna dengan penisnya. Kulihat dalam posisinya diantara kedua belah paha Verna dia memegang penisnya untuk diarahkan ke liang itu.

    “Ouch…sakit Ver, duh kasar banget sih babu lu” Verna meringis dan mencengkram lenganku waktu penis super Pak Ferdi mendorong-dorongkan penisnya dengan bernafsu “Tahan Ver, ntar juga lu keenakan kok, pokoknya enjoy aja” kataku sambil meremasi kedua payudaranya yang sudah basah dan merah akibat disedot Pak Ferdi.

    Pak Ferdi menyodokkan penisnya dengan keras sehingga Verna pun tidak bisa menahan jeritannya, Verna kelihatan mau menangis nampak dari matanya yang sedikit berair.

    Pak Ferdi mulai menggarap Verna dengan genjotannya. Aku merasakan tangan Verna menyelinap ke bawah kimonoku menuju selangkangan, eennghh…aku mendesah merasakan jari-jari Verna menggerayangi kemaluanku. Aku lalu naik ke wajah Verna berhadapan dengan Pak Ferdi yang sedang menggenjotnya.

    Verna langsung menjilati kemaluanku dan Pak Ferdi menarik tali pinggang kimonoku sehingga tubuhku tersingkap.

    Dengan terus menyodoki Verna, dia meraih payudaraku yang kiri, mula-mula dibelainya dengan lembut tapi lama-lama tangannya semakin keras mencengkramnya sampai aku meringis menahan sakit.

    Dia juga menyorongkan kepalanya berusaha mencaplok payudara yang satunya. Aku yang mengerti apa maunya segera mencondongkan badanku ke depan sehingga dadaku pun makin membusung indah.

    Ternyata dia tidak langsung mencaplok payudaraku, tetapi hanya menjulurkan lidahnya untuk menjilati putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Aku merasakan sensasi yang luar biasa, geli bercampur nikmat.

    Sapuan-sapuan lidah Verna pada vaginaku membuat daerah itu semakin becek, bukan cuma itu saja Verna juga mengorek-ngoreknya dengan jarinya.

    Aku mendesah tak karuan marasakan jilatan dan sedotan pada klistoris dan putingku. Ciuman Pak Ferdi merambat naik dari dadaku hingga hinggap di bibirku, kami berciuman dengan penuh nafsu.

    Tidak kuhiraukan nafasnya yang bau rokok, lidah kami beradu dengan liar sampai ludah kami bercampur baur.

    “Aahh…oohh…gua dah mau…Pak !!” erang Verna bersamaan dengan tubuhnya yang mengejang dan membusur ke atas. Melihat reaksi Verna, Pak Ferdi semakin memperdahsyat sodokannya dan semakin ganas meremas dadanya.

    Aku sendiri tidak merasa akan segera menyusul Verna, dibawah sana seperti mau meledak rasanya. Dalam waktu yang hampir bersamaan aku dan Verna mencapai klimaks, tubuh kami mengejang hebat dan cairan kewanitaanku tumpah ke wajah Verna. Erangan kami memenuhi kamar ini membuat Pak Ferdi semakin liar.

    Setelah aku ambruk ke samping, Pak Ferdi menindih Verna dan mulai menciuminya, dijilatinya cairan cintaku yang blepotan di sekitar mulut Verna, tangannya tak henti-hentinya menggerayangi payudara montok itu, seolah-oleh tak ingin lepas darinya.

    “Hhmmpphh…sluurrpp…cup…cup…” demikian bunyinya saat mereka bercipokan, lidah mereka saling membelit dan bermain di rongga mulut masing-masing. Pak Ferdi cukup pengertian akan kondisi Verna yang mulai kepayahan, jadi setelah puas berciuman dia membiarkannya memulihkan tenaga dulu.

    Dan kini disambarnya tubuhku, padahal gairahku baru naik setengahnya setelah orgasme barusan. Tubuhku yang dalam posisi tengkurap diangkatnya pada bagian pinggul sehingga menungging.

    Dia membuka lebar bibir vaginaku dan menyentuhkan kepala penisnya disitu. Benda itu pelan-pelan mendesak masuk ke vaginaku. Aku mendesah sambil meremas-remas sprei menghayati proses pencoblosan itu.

    Permainan Pak Ferdi sungguh membuatku terhanyut, dia memulainya dengan genjotan-genjotan pelan, tapi lama-kelamaan sodokannya terasa makin keras dan kasar sampai tubuhku berguncang dengan hebatnya. Aku meraih tangannya untuk meremasi payudaraku yang berayun-ayun. Tiba-tiba suara desahan Verna terdengar lagi menjari sahut menyahut dengan desahanku.

    Gila, penjaga vilaku ini mengerjai kami berdua dalam waktu bersamaan, bedanya aku dikocok dengan penis sedangkan Verna dikocok dengan jari-jarinya. Verna membuka pahanya lebih lebar lagi agar jari-jari Pak Ferdi bermain lebih leluasa.

    “Aduhh…aahh…gila Ver…enak banget !!” ceracauku sambil merem-melek “Oohh…terus Pak…kocok terus” Verna terus mendesah dan meremas-remas dadanya sendiri, wajahnya sudah memerah saking terangsangnya.

    “Yak…dikit lagi…aahh…Pak…udah mau” aku mempercepat iramaku karena merasa sudah hampir klimaks “Neng Citra…Neng Verna…bapak juga…mau keluar…eerrhh” geramnya dengan mempercepat gerakkannya.

    Penis itu terasa menyodok semakin dalam bahkan sepertinya menyentuh dasar rahimku. Sebuah rintihan panjang menandai orgasmeku, tubuhku berkelejotan seperti kesetrum. Kemudian dia lepaskan penisnya dari vaginaku dan berdiri di ranjang.

    Disuruhnya Verna berlutut dan mengoral penisnya yang berlumuran cairan cintaku. Verna berlutut mengemut penis basah itu sambil tangan kanannya mengocok vaginanya sendiri yang tanggung belum tuntas. Aku bangkit perlahan dan ikut bergabung dengan Verna menikmati penis Pak Ferdi.

    Verna mengemut batangnya, aku mengemut buah zakarnya, kami saling berbagi menikmati ‘sosis’ itu. Di tengah kulumannya mendadak Verna merintih tertahan, tubuhnya seperti menggigil, dan kulihat ke bawah ternyata dari vaginanya mengucur cairan bening hasil masturbasinya sendiri. Disusul beberapa detik kemudian, Pak Ferdi mencabut penisnya dari mulutku lalu mengerang panjang.

    Cairan kental berbau khas memancar dengan derasnya membasahi wajah kami. Kami berebutan menelan cairan itu, penis itu kupompa dalam genggamanku agar semuanya keluar, nampak pemiliknya mendesah-desah dan kelabakan “Sabar, sabar dong neng, bisa putus kontol bapak kalo rebutan gini” katanya terbata-bata Setelah tidak ada yang keluar lagi Verna menjilati sisanya di wajahku, demikian pula sebaliknya.

    Mereka berdua akhirnya ambruk kecapaian, wajah Pak Ferdi jatuh tepat di dada Verna. Saat mereka ambruk, sebaliknya gairahku mulai timbul lagi. Maka kutinggalkan mereka untuk melihat keadaan Indah dan Bagas.

    Aku tiba di kolam melihat Bagas sedang menggarap tubuh mungil Indah. Di daerah dangkal Indah dalam posisi berpegangan pada tangga kolam, Bagas dari bawahnya juga dalam posisi berdiri sedang asyik menggenjot penisnya pada vagina Indah. Kedua payudara Indah bergoyang naik turun seirama goyang tubuhnya.

    Pasti adegan ini membuat para cowok di kampusku sirik pada Bagas yang buruk rupa tapi bisa ngentot dengan gadis seimut itu.

    “Belum selesai juga lu orang, udah berapa ronde nih ?” sapaku “Edan Ci…gua sampe klimaks tiga kali…aahh !!” desah Indah tak karuan “Neng….temennya enak banget, udah cantik, memeknya seret lagi” komentar Bagas sambil terus menggenjot.

    Indah tak kuasa menahan rintihannya setiap Bagas menusukkan penisnya, tubuhnya bergetar hebat akibat tarikan dan dorongan penis penjaga vila itu pada kemaluannya. Kepala Bagas menyelinap lewat ketiak sebelah kirinya lalu mulutnya mencaplok buah dadanya. Pinggul Indah naik turun berkali kali mengikuti gerakan Bagas.

    Jeritannya makin menjadi-jadi hingga akhirnya satu lenguhan panjang membuatnya terlarut dalam orgasme, beberapa saat tubuhnya menegang sebelum akhirnya terkulai lemas di tangga kolam.

    Setelah menaklukkan Indah, Bagas memanggilku yang mengelus-ngelus kemaluanku sendiri menonton adegan mereka. “Sini neng, mendingan dipuasin pake kontol saya aja daripada ngocok sendiri” Akupun turun ke air yang merendam sebatas lutut kami, disambutnya aku dengan pelukannya, tangannya mengelusi punggungku terus turun hingga meremas bongkahan pantatku.

    Sementara tanganku juga turun meraih kemaluannya. “Gila nih kontol, masih keras juga…udah keluar berapa kali tadi ?” tanyaku waktu menggenggam batangnya yang masih ‘lapar’ itu. “Baru sekali tadi…abis saya masih nungguin neng sih” godanya saambil nyengir. Kemudian diangkatnya badanku dengan posisi kakiku dipinggangnya, aku melingkarkan tangan pada lehernya agar tidak jatuh.

    Diletakkannya aku pada lantai di tepi kolam, disebelah Indah yang terkapar, dia merapatkan badannya diantara kedua kakiku yang tergantung. Dia mulai menciumiku dari telinga, lidah itu menelusuri belakang telingaku juga bermain-main di lubangnya.

    Dengusan nafas dan lidahnya membuatku merasa geli dan menggeliat-geliat. Mulutnya berpindah melumat bibirku dengan ganas, lidahnya menyapu langit-langit mulutku, kurespon dengan mengulum lidahnya.

    Tanganku meraba-raba kebawah mencari kemaluannya karena birahiku telah demikian tingginya, tak sabar lagi untuk dientot. Ketika kuraih benda itu kutuntun memasuki kemaluanku, tangan kanan Bagas ikut menuntun senjatanya menembaki sasaran. Saat kepala penisnya menyentuh bibir kemaluanku, dia menekannya ke dalam, mulutku menggumam tertahan karena sedang berciuman dengannya.

    Ciuman kami baru terlepas disertai jeritan kecil ketika Bagas mengehentakkan pinggulnya hingga penisnya tertanam semua dalam vaginaku. Pinggulnya bergerak cepat diantara kedua pahaku sementara mulutnya mencupangi pundak dan leher jenjangku. Aku hanya bisa menengadahkan kepala menatap langit dan mendesah sejadi-jadinya.

    Kalau dibandingkan dengan Pak Ferdi, memang sodokan Bagas lebih mantap selain karena usianya masih 30-an, badannya juga lebih berisi daripada Pak Ferdi yang tinggi kurus seperti Datuk Maringgih itu.

    Di tengah badai kenikmatan itu sekonyong-konyong aku melihat sesuatu yang bergerak-gerak di jendela kamarku. Kufokuskan pandanganku dan astaga…ternyata si Verna, dia sedang disetubuhi dari belakang dengan posisi menghadap jendela, tubuhnya terlonjak-lonjak dan terdorong ke depan sampai payudaranya menempel pada kaca jendela, mulutnya tampak mengap-mengap atau terkadang meringis, sungguh suatu pemandangan yang erotis.

    Adegan itu ditambah serangan Bagas yang makin gencar membuatku makin tak terkontrol, pelukanku semakin erat sehingga dadaku tertekan di dadanya, kedua kakiku menggelepar-gelepar menepuk permukaan air. Aku merasa detik-detik orgasme sudah dekat, maka kuberitahu dia tentang hal ini. Bagas memintaku bertahan sebentar lagi karena dia juga sudah mau keluar.

    Susah payah aku bertahan agar bisa klimaks bersama, setelah kurasakan ada cairan hangat menyemprot di rahimku, akupun melepas sesuatu yang daritadi ditahan-tahan. Perasaan itu mengalir dengan deras di sekujur tubuhku, otot-ototku mengejang, tak terasa kukuku menggores punggungnya.

    Beberapa detik kemudian badanku terkulai lemas seolah mati rasa, begitu juga Bagas yang jatuh bersandar di pinggir kolam. Aku berbaring di pinggir kolam di atas lantai marmer, kedua payudaraku nampak bergerak naik turun seiring desah nafasku.

    Kugerakkan mataku, di jendela Verna dan Pak Ferdi sudah tak nampak lagi, di sisi lain Indah yang sudah pulih merendam dirinya di air dangkal untuk membasuh tubuhnya. Kami beristirahat sebentar, bahkan beberapa diantara kami tertidur.

    Pesta dimulai lagi sekitar pukul 8 malam setelah makan. Kami mengadakan permainan gila, ceritanya kami bertiga bermain poker dengan taruhan yang kalah paling awal harus rela dikeroyok kedua penjaga villa itu dan diabadikan dalam video klip dengan HP Nokia model terbaru milik Verna, filenya akan disimpan dalam komputer Verna untuk koleksi dan tidak akan boleh dicopy atau dilihat orang lain selain geng kami, mengingat kasus bokep Itenas.

    Kami duduk melingkar di ranjang, Pak Ferdi dan Bagas kusuruh menjauh dan kularang menyentuh siapapun sebelum ada yang kalah, mereka menunggu hanya dengan memakai kolor, sambil sebentar-sebentar mengocok anunya sendiri Aku mulai membagikan kartu dan permainan dimulai.

    Suasana tegang menyelimuti kami bertiga, setelah akhirnya Indah melempar kartunya yang buruk sambil menepuk jidatnya, dia kalah. Kedua orang yang sudah tak sabar menunggu itu segera maju mengeksekusi Indah. Indah sempat berontak, tapi berhasil dilumpuhkan mereka dengan dipegangi erat-erat dan digerayangi bagian-bagian sensitifnya. Bagas menyusupkan tangannya ke kimono Indah meraih payudaranya yang tak memakai apa-apa di baliknya.

    Pak Ferdi menyerang dari bawah dengan merentangkan lebar-lebar kedua paha Indah dan langsung membenamkan kepalanya pada kemaluannya yang terawat dan berbulu lebat itu.

    Perlakuan ini membuat rontaan Indah terhenti, kini dia malah mengelus-elus penis Bagas yang menegang sambil memejamkan mata menikmati vaginanya dijilati Pak Ferdi dan dadanya diremas Mulkas. Aku melihat lidah Pak Ferdi menjalar jari belahan bawah hingga puncak kemaluan Indah, lalu disentil-sentilkan pada klistorisnya.

    Indah tidak tahan lagi, dia merundukkan badan untuk memasukkan penis Bagas ke mulutnya, benda itu dikulumnya dengan rakus seperti sedang makan es krim. Event menarik itu tidak dilewatkan Verna dengan kamera-HP nya.

    Indah terengah-engah melayani penis super Bagas, sepertinya dia sudah tidak peduli keadaan sekitarnya, rasa malunya hilang digantikan dengan hasrat yang besar untuk menyelesaikan gairahnya. Dia mempertunjukkan suatu live show yang panas seperti aktris bokep dan Verna sebagai juru kameranya.

    Pak Ferdi yang baru saja melepaskan kolornya menggesek-gesekkan benda itu pada bibir kemaluan Indah, sebagai pemanasan sebelum memasukinya. Kemulusan tubuh Indah terpampang begitu Bagas menarik lepas tali pinggang pada kimononya, sesosok tubuh yang putih mulus serta terawat baik diantara dua tubuh hitam dan kasar, sungguh perpaduan yang kontras tapi menggairahkan. Pak Ferdi mempergencar rangsangannya dengan menciumi batang kakinya mulai dari betis, tumit, hingga jari-jari kakinya.

    Indah yang sudah kesurupan ‘setan seks’ itu jadi makin gila dengan perlakuan seperti itu “Ahhh…awww…Pak enak banget….masukin aja sekarang !!” rintihnya manja sambil meraih penis Pak Ferdi yang masih bergesekan dengan bibir vaginanya. Pak Ferdi pun mendorong penis itu membelah kedua belahan kemaluan Indah diiringi desahan nikmat yang memenuhi kamar ini sampai aku dibuat merinding mendengarnya.

    Aku mengeluarkan payudara kiriku dari balik kimono dan meremasnya dengan tanganku, tangan yang satu lagi turun menggesek-gesekkan jariku ke kemaluanku, Verna yang juga sudah horny sesekali mengelus kemaluannya sendiri. Indah nampak sangat liar, kemaluannya digenjot dari depan, dan Bagas yang menopang tubuhnya dari belakang meremasi kedua payudaranya serta memencet-mencet putingnya.

    Rambutnya yang sudah terurai itu disibakkan Bagas, lalu melumat leher dan pundaknya dengan jilatan dan gigitan ringan. Hal ini menyebabkan Indah tambah menggelinjang dan mempercepat kocokannya pada penis Bagas.

    Serangan Pak Ferdi pada vagina Indah semakin cepat sehingga tubuhnya menggelinjang hebat “Aaakhhh…aahhh !!” jerit Indah dengan melengkungkan tubuhnya ke atas Indah telah mencapai orgasme hampir bersamaan dengan Pak Ferdi yang menyemprotkan spermanya di dalam rahimnya.

    Adegan ini juga direkam oleh Verna, difokuskan terutama pada wajah Indah yang sedang orgasme. Tanpa memberi istirahat, Bagas menaikkan Indah ke pangkuannya dengan posisi membelakangi. Kembali vagina Indah dikocok oleh penis Bagas.

    Walaupun masih lemas dia mulai menggoyangkan pantatnya mengikuti kocokan Bagas. Bagas yang merasa keenakan hanya bisa mengerang sambil meremas pantat Indah menikmati pijatan kemaluannya. Pak Ferdi mengistirahatkan penisnya sambil menyusu dari kedua payudara Indah secara bergantian.

    Aku semakin dalam mencucukkan jariku ke dalam vaginaku saking terangsangnya, sampai-sampai cairanku mulai meleleh membasahi selangkangan dan jari-jariku. Bosan dengan gaya berpangkuan, Bagas berbaring telentang dan membiarkan Indah bergoyang di atas penisnya.

    Kemudian dia menyuruh Verna naik ke atas wajahnya agar bisa menikmati kemaluannya. Verna yang daritadi sudah terangsang itu segera melakukan apa yang disuruh tanpa ragu-ragu.

    Seluruh wajah Bagas tertutup oleh daster transparan Verna, namun aku masih dapat melihat dia dengan rakusnya melahap kemaluannya sambil menyusupkan tangannya dari bawah daster menuju payudaranya.

    Pak Ferdi yang anunya sudah mulai bangkit lagi menerkamku, kami berguling-guling sambil berciuman penuh nafsu. Dengan tetap berciuman Pak Ferdi memasukkan penisnya ke vaginaku, cairan yang melumuri selangkanganku melancarkan penetrasinya.

    Dengan kecepatan tinggi penisnya keluar masuk dalam vaginaku hingga aku histeris setiap benda itu menghujam keras ke dalam. Aku cuma bisa pasrah di bawah tindihannya membiarkan tangannya menggerayangi payudaraku, mulutnya pun terus menjilati leherku.

    Aku masih memakai kimonoku, hanya saja sudah tersingkap kesana kemari. Aku melihat Bagas masih berasyik-masyuk dengan kedua temanku, hanya kali ini Verna sudah bertukar posisi dengan Indah.

    Sekarang mereka saling berhadapan, Verna bergoyang naik turun diatas penis Bagas sambil berciuman dengan Indah yang mekangkangi wajah Bagas. Indah membuka kakinya lebar-lebar sehingga cairannya semakin mengalir, cairan itu diseruput dengan rakus oleh si Bagas sampai terdengar suara sluurrpp…. sshhrrpp

    Ketika aku sedang menikmati orgasmeku yang hebat, dia tekan sepenuhnya penis itu ke dalam dan ini membawa efek yang luar biasa padaku dalam menghayati setiap detik klimaks tersebut, tubuhku menggelinjang dan berteriak tak tentu arah sampai akhirnya melemas kembali.

    Pesta gila-gilaan ini berakhir sekitar jam 11 malam. Aku sudah setengah sadar ketika Pak Ferdi menumpahkan maninya di wajahku, tulang-tulangku serasa berantakan. Indah sudah terkapar lebih dulu dengan tubuh bersimbah peluh dan ceceran sperma di dadanya, dari pangkal pahanya yang terbuka nampak cairan kewanitaan bercampur sperma yang mengalir bak mata air.

    Sebelum tak sadarkan diri aku masih sempat melihat Bagas menyodomi Verna yang masih dalam gaun transparan yang sudah berantakan, tubuh keduanya sudah mandi keringat.

    Karena letih dan ngantuk aku pun segera tertidur tanpa kupedulikan jeritan histeris Verna maupun tubuhku yang sudah lengket oleh sperma. Besok paginya aku terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi dan aku hanya mendapati Indah yang masih terlelap di sebelah kiriku. Kuguncang tubuh Indah untuk membangunkannya.

    “Gimana Dah…puas semalem ?” tanyaku “Gila gua dientotin sampe kelenger , barbar banget tuh dua orang, eh…omong-omong pada kemana yang lain si Verna juga ga ada ?”

    “Ga tau juga tuh gua juga baru bangun kok, duh lengket banget mandi dulu yuk…udah lengket gini” ajakku karena merasa tidak nyaman dengan sperma kering terutama di wajahku, rasanya seperti ada sarang laba-laba menempel di sana.

    Baru saja keluar dari kamar, sayup-sayup sudah terdengar suara desahan, kuikuti asal suara itu yang ternyata dari kamar mandi. Kami berdua segera menuju ke kamar mandi yang pintunya setengah terbuka itu, kami tengok ke dalam dan melihat Verna dan kedua penjaga villa itu. Darahku berdesir melihat pemandangan erotis di depan kami, dimana Verna sedang dikerjai oleh mereka di lantai kamar mandi.

    Bagas sedang enak-enaknya mengocok senjatanya diantara kedua gunung bulat itu, sedangkan Pak Ferdi berlutut diantara paha jenjang itu sedang menyetubuhinya, air dan sabun membuat tubuh mereka basah berkilauan. Kedatangan kami sepertinya tidak terlalu membuat mereka terkejut, mereka malah menyapa kami sambil terus ‘bekerja’.

    Aku dengan tidak terlepas dari live show itu berjalan ke arah shower dan membuka kimonoku diikuti Indah dari belakang. Air hangat mengucur membasuh dan menyegarkan tubuh kami, kuambil sabun cair dan menggosokkannya ke sekujur tubuh Indah. Demikian juga Indah dia melakukan hal yang sama padaku, kami saling menyabuni satu sama lain.

    Kami saling mengelus bagian tubuh masing-masing, suatu ketika ketika tanganku sampai ke bawah, iseng-iseng kubelai bibir kemaluannya sekaligus mempermainkan klistorisnya.

    “Uuhh…Ci !!” dia menjerit kecil dan mempererat pelukannya padaku sehingga buah dada kami saling berhimpit. Tangan Indah yang lembut juga mengelusi punggungku lalu mulai turun ke bawah meremas bongkahan pantatku. Darahku pun mengalir makin cepat ditambah lagi adegan panas Verna dengan kedua pria itu membuatku makin naik.

    Indah mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku yang terbuka karena sedang mendesah, selama beberapa menit bibir kami berpagutan. Kemudian aku memutar badanku membelakangi Indah supaya bisa lebih nyaman menonton Verna.

    Aku melihat wajah horny Verna yang cantik, dia meringis dan mengerang menikmati tusukan Pak Ferdi pada vaginanya, sementara Bagas hampir mencapai orgasmenya, dia semakin cepat menggesek-gesekkan penisnya diantara gunung kembar itu, tangannya pun semakin keras mencengkram daging kenyal itu sehingga pemiliknya merintih kesakitan.

    Akhirnya menyemprotlah spermanya membasahi dada, leher dan mulut Verna. Mataku tidak berkedip menyaksikan semua itu sambil menikmati belaian Indah pada daerah sensitifku. Dengan tangan kanannya dia memainkan payudaraku, putingnya dipencet dan dipilin hingga makin menegang, tangan kirinya meraba-raba selangkanganku.

    Perbuatan Indah yang mengobok-obok vaginaku dengan jarinya itu hampir membuatku orgasme, sungguh sulit dilukiskan dengan kata-kata betapa nikmatnya saat itu. Aku masih menikmati jari-jari Indah bermain di vaginaku ketika Bagas yang baru menyelesaikan hajatnya dengan Verna berjalan ke arahku, penisnya agak menyusut karena baru orgasme.

    Jantungku berdetak lebih kencang menunggu apa yang akan terjadi. Tangannya mendarat di payudara kiriku dan meremasnya dengan lembut sambil sesekali memelintirnya. Lalu dia membungkuk dan mengarahkan kepalanya ke payudara kananku yang langsung dikenyotnya. Aku memejamkan mata menghayati suasana itu dan mengeluarkan desahan menggoda.

    Lalu aku merasakan kaki kananku diangkat dan sesuatu mendesak masuk ke vaginaku. Sejenak kubuka mataku untuk melihat, dan ternyata yang bertengger di vaginaku bukan lagi tangan Indah tapi penis Bagas yang sudah bangkit lagi. Kembali aku disetubuhi dalam posisi berdiri sambil digerayangi Indah dari belakang.

    Tubuhku seolah terbang tinggi, wajahku menengadah dengan mata merem-melek merasakan nikmat yang tak terkira. Hampir satu jam lamanya kami melakukan orgy di kamar mandi. Akhirnya setelah mandi bersih-bersih kami bertiga mencari udara segar dengan berjalan-jalan di kompleks sekalian makan siang di sebuah restoran di daerah itu.

    Setelah makan kami kembali ke vila dan mengepak barang untuk kembali ke Jakarta. Indah dan Verna keluar dari kamar terlebih dulu meninggalkanku yang masih membereskan bawaanku yang lebih banyak.

    Cukup lama juga aku dikamar gara-gara sibuk mencari alat charge HP-ku yang ternyata kutaruh di lemari meja rias. Waktu aku menuju ke garasi terdengar suara desahan dan ya ampun…ternyata mereka sedang bermain ‘short time’ sambil menungguku. Indah yang celana panjang dan dalamnya sudah dipeloroti sedang menungging dengan bersandar pada moncong mobil, Pak Ferdi menyodokinya dari belakang sambil memegangi payudaranya yang tidak terbuka.

    Sementara di pintu mobil, Verna berdiri bersandar dengan baju dan rok tersingkap, paha kirinya bertumpu pada bahu Bagas yang berjongkok di bawahnya. Celana dalamnya tidak dibuka, Bagas menjilati kemaluannya hanya dengan menggeser pinggiran celana dalamnya, tangannya turut bekerja meremasi payudara dan pantatnya.

    “Weleh…weleh…masih sempat-sempatnya lu orang, asal jangan kelamaan aja, ntar kejebak macet kita” kataku sambil geleng-geleng kepala. “Tengan neng ga usah buru-buru, masih pagi kok, ini cuma sebentar aja kok” tanggap Pak Ferdi dengan terengah-engah Akhirnya setelah 15 menitan Pak Ferdi melepas penisnya dan memanggilku untuk bergabung dengan Indah menjilatinya.

    Aku tadinya menolak karena tak ingin make upku luntur, tapi karena didesak terus akhirnya aku berjongkok di sebelah Indah.

    “Tapi kalo keluar lu yang isep ya Dah, ntar muka gua luntur” kataku padanya yang hanya dijawab dengan anggukan kepala sambil mengulum benda itu Sesuai perjanjian tidak lama kemudian Pak Ferdi menggeram dan cepat-cepat kuberikan penis itu pada Indah yang segera memasukkan ke mulutnya.

    Pria itu mendesah panjang sambil menekan penisnya ke mulut Indah, Indah sendiri sedang menyedot sperma dari batang itu, sepertinya yang keluar tidak banyak lagi soalnya Indah tidak terlalu lama mengisapnya.

    “Yuk cabut, udah ga haus lagi kan Dah ?” ujar Verna yang sudah merapikan kembali pakaiannya. Kami naik ke mobil dan kembali ke kota kami dengan kenangan tak terlupakan. Dalam perjalanan kami saling berbagi cerita dan kesan-kesan dari pengalaman kemarin dan membicarakan rencana untuk mengerjai si Ratna yang hari ini absen.

  • Foto Bugil Sensual Samantha E tersenyum cerah saat dia berpose & mengelus vaginanya yang telanjang

    Foto Bugil Sensual Samantha E tersenyum cerah saat dia berpose & mengelus vaginanya yang telanjang


    2310 views

    Duniabola99.com – foto gadis pirang tersenyum manis Samantha E melepaskan gaunnya dan memainkan memeknya dengan jari jarinya yang putih mulus hingga becek dan basah di memeknya yang berwarna pink dan masih sempit.

  • Video Bokep pelajag jepang Mitsuki Akai lagi baca diikat tanngannya

    Video Bokep pelajag jepang Mitsuki Akai lagi baca diikat tanngannya