Author: dbgoog99

  • Video Bokep Allie Knox dan Chloe threesome, kontol gede

    Video Bokep Allie Knox dan Chloe threesome, kontol gede


    2515 views

     

  • Kisah Memek Yuli Namanya

    Kisah Memek Yuli Namanya


    3103 views

    Duniabola99.com – Yuli, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Herman, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Yuli sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat.

    Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Herman yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Yuli pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Herman dalam hati Yuli karena dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Yuli tentang cinta..
    Suatu siang, Yuli sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Yuli langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Yuli terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Yuli langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Darmawan, anak tetangga depan rumah Yuli kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Yuli sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Darmawan langsung lari ke arah Yuli. Agen Judi Nova88

    “Kenapa tante?” tanya Darmawan.
    “Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Wan…” ujar Yuli sambil meringis.
    “Bantu saya berdiri, Wan…” kata Yuli.
    “Iya tante,” kata Darmawan sambil memegang tangan Yuli dan dibimbingnya bediri.
    “Wan, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…” kata Yuli.
    “Iya tante,” kata Darmawan sambil segera menghampiri anak-anak Yuli.

    Sementara Yuli segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Darmawan mengantarkan anak-anak Yuli ke rumahnya, Yuli sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.

    “Ada obat merah tidak, tante?” tanya Darmawan.
    “Ada di dalam, Wan,” kata Yuli.
    “Kita ke dalam saja…” kata Yuli lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dalam rumah.

    Darmawan dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

    “Ma, Donny ngantuk,” kata anaknya kepada Yuli.
    “Tunggu sebentar ya, Wan. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Yuli sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.

    Setelah mengantar mereka tidur, Yuli kembali ke tengah rumah.

    “Mana obat merahnya, tante?” tanya Darmawan.
    “Di atas sana, Wan…” kata Yuli sambil menunjuk kotak obat.

    Darmawan segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Darmawan segera kembali dan mulai mengobati lutut Yuli.

    “Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Darmawan.
    “Tidak apa-apa kok, Wan. Tante senang ada yang menolong,” kata Yuli sambil tersenyum.

    Darmawan mulai memegang lutut Yuli dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.


    “Aduh, perih…” kata Yuli sambil agak menggerakkan lututnya.

    Secara bersamaan rok Yuli agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Darmawan. Darmawan terkesiap melihatnya. Tapi Darmawan pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus yuli menggoda mata Darmawan untuk melirik walau kadang-kadang. Hati Darmawan agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Yuli. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Yuli memakai celana pendek.

    Darmawan biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Yuli sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Yuli sangat jelas terlihat. Yuli sepertinya sadar kalau mata Darmawan sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Yuli merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Darmawanpun sepertinya terkesima dengan sikap Yuli tersebut. Darmawan menjadi malu sendiri..

    “Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Darmawan.
    “Iya, terima kasih,” kata Yuli sambil tersenyum.
    “Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,” ujar Yuli lagi sambil tetap tersenyum.

    Darmawan, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Yuli. Masih duduk di bangku SMP kelas 3. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Darmawan adalah sosok anak laki-laki yang sudah mulai mengalami masa puber.

    “Kenapa kamu nunduk terus, Wan?” tanya Yuli.
    “Tidak apa-apa, tante…” ujar Darmawan sambil sekilas menatap mata Yuli lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
    “Ayo, ada apa?” tanya Yuli lagi sambil tersenyum.
    “Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja…” kata Darmawan sambil tetap menunduk.
    “Lihat apa?” tanya Yuli pura-pura tidak mengerti.
    “Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Darmawan sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Yuli tersenyum mendengarnya.
    “Tidak apa-apa kok, Wan,” kata Yuli.
    “Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Yuli lagi sambil tetap tersenyum.
    “Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Yuli lagi sambil tetap tersenyum.
    “Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,” kata Yuli.
    “Benar tante tidak marah?” tanya Darmawan sambil menatap Yuli.


    Yuli menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Darmawanpun jadi ikut tersenyum.

    “Tante sangat cantik kalau tersenyum,” kata Darmawan mulai berani.
    “Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu…” kata Yuli.
    “Saya berkata jujur loh, tante,” kata Darmawan lagi.
    “Kamu sudah makan, Wan?” tanya Yuli.
    “Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,” kata Darmawan.
    “Makan disini saja, ya.. Temani saya makan siang,” ajak Yuli.
    “Baik tante, terima kasih,” kata Darmawan.

    Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Darmawan menyentuk kaki Yuli. Darmawan kaget, lalu segera menarik kakinya.

    “Maaf tante, saya tidak sengaja,” kata Darmawan.
    “Tidak apa-apa kok, Wan…” kata Yuli sambil matanya nenatap Darmawan dengan pandangan yang berbeda. Agen Nova88 Terbaik

    Ketika kaki Darmawan menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Yuli merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Yuli merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Darmawan terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh..

    “Kamu sudah punya pacar, Wan?” tanya Yuli sambil menatap Darmawan.
    “Belum tante,” kata Darmawan sambil tersenyum.
    “Lagian saya tidak tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Darmawan lagi sambil tetap tersenyum. Yulipun ikut tersenyum.
    “Pernah tidak kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Yuli lagi.
    “Keinginan apa tante?” tanya Darmawan. Yuli tersenyum.
    “Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara…” kata Yuli.

    Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.

    “Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?” tanya Yuli.
    “Tidak ada, tante,” kata Darmawan.
    “Tadi tante mau tanya apa?” kata Darmawan penasaran.
    “Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh wanita?” tanya Yuli.
    “Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Yuli lagi.
    “Kamu juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Yuli lagi.
    “Iya, tante,” kata Darmawan.
    “Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…” kata Yuli sambil tersenyum.
    “Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Saya juga suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Darmawan tanpa ragu.
    “Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Yuli lagi. Darmawan agak ragu untuk menjawab.
    “Ayolah…” kata Yuli sambil memegang tangan Darmawan. Tangan Darmawan bergetar.. Yuli tersenyum.
    “Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, juga.. Juga.. Juga saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Darmawan dengan nafas tersendat.
    “Oh, ya? Di VCD itu kamu lihat apa saja,” kata Yuli pura-pura tidak tahu, sambil terus menggenggam tangan Darmawan yang terus gemetar.
    “Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Darmawan.
    “Begituan apa?” tanya Yuli lagi.
    “Ya, lihat orang sedang bersetubuh…” kata Darmawan.


    Yuli kembali tersenyum, tapi dengan nafas yang agak memburu menahan sesuatu di dadanya.

    “Kamu suka tidak film begitu?” tanya Yuli.
    “Iya suka, tante?” kata Darmawan sambil menunduk.
    “Mau coba seperti di film, tidak?” kata Yuli.

    Darmawan diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Yuli mendekatkan tubuhnya ke tubuh Darmawan. Wajahnya di dekatkan ke wajah Darmawan.

    “Mau tidak?” tanya Yuli setengah berbisik.

    Darmawan tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Yuli membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Darmawan. Darmawan tetap diam dan makin gemetar. Yuli terus menciumi wajah Darmawan, lalu akhirnya dilumatnya bibir Darmawan.. Lama-lama Darmawanpun mulai terangsang nafsunya. Dengan pasti dibalasnya ciuman Yuli.

    “Masukkan tangan kamu ke sini…” kata Yuli dengan nafas memburu sambil memegang tangan Darmawan dan mengarahkannya ke dalam baju Yuli.
    “Masukkan tangan kamu ke dalam BH saya, Wan.. Pegang buah dada saya,” kata Yuli sambil tangannya meremas kontol Darmawan dari luar celana.

    Sementara tangan Darmawan sudah masuk ke dalam BH Yuli dan mulai meremas-remas buah dada Yuli.

    “Mmhh.. Terus sayang…” kata Yuli.
    “Tangan saya pegal, tante…” kata Darmawan polos.
    “Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk…” ajak Yuli sambil menarik tangan Darmawan. Sesampainya di dalam kamar..
    “Buka pakaian kamu, Wan…” ujar Yulipun melepas seluruh pakaiannya sendiri.
    “Iya, tante…” kata Darmawan.

    Yuli setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Darmawan terkesima melihat tubuh telanjang Yuli. Seumur-umur Darmawan, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yang sering di bayangkannya bila onani. Kontol Darmawan langsung tegang dan tegak..

    “Naik sini, Wan…” kata Yuli.
    “Iya, tante…” kata Darmawan.
    “Sini naik ke atas tubuh saya…” kata Yuli sambil mengangkangkan pahanya.

    Darmawan segera menaiki tubuh telanjang Yuli. Yuli langsung melumat bibir Darmawan dan Darmawanpun langsung membalasnyanya dengan hebat. Sementara satu tangan Darmawan meremas buah dada Yuli yang tidak terlalu besar. Sementara kontol Darmawan sesekali mengenai belahan memek Yuli.


    “Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…” desah Yuli sambil memegang tangan Darmawan yang sedang meremas buah dadanya, dan tangan mereka bersamaan meremas buah dadanya.
    “Ohh.. Sshh…” kata Yuli. Darmawanpun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati buah dada Yuli.
    “Wan, jilati memek ya, sayang…” pinta Yuli.
    “Tapi saya tidak tahu caranya, tante,” kata Darmawan polos.

    “Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke memek, lalu kamu jilati belahannya…” kata Yuli setengah memaksa dengan menekan kepala Darmawan ke arah memeknya.

    Darmawan langsung menuruti permintaan Yuli. Dijilatinya belahan memek Yuli sampai tubuh Yuli mengejang menahan nikmat.

    “Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…” desah Yuli sambil meremas kepala Darmawan.
    “Wan, kamu jilati bagian atas sini…” kata Yuli sambil jarinya mengelus kelentitnya.

    Lalu lidah Darmawan menjilati habis kelentit Yuli.. Yuli kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat.

    “Teruss.. Sshh.. Ohh…” desah Yuli sambil badannya semakin mengejang.

    Pahanya rapat menjepit kepala Darmawan. Sementara tangannya semakin menekan kepala Darmawan ke memeknya. Tak lama..

    “Ohh…” desah Yuli panjang. Yuli orgasme.
    “Sudah, Wan.. Naik sini,” kata Yuli.

    Darmawan lalu menaiki tubuh Yuli. Yuli lalu mengelap mulut Darmawan yang basah oleh cairan memeknya. Yuli tersenyum, lalu mengecup bibir Darmawan.

    “Mau tidak kontol kamu saya hisap,” kata Yuli.
    “Mau tante,” kata Darmawan bersemangat.
    “Bangkitlah.. Sinikan kontol kamu,” kata Yuli sambil tangannya meraih kontol Darmawan yang tegang dan tegak.

    Darmawan lalu mengangkangi wajah Yuli. Yuli segera mengulum kontol Darmawan. Tidak hanya itu, kontol Darmawan lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Darmawan tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.

    “Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Darmawan sambil memompa kontolnya di mulut Yuli.
    “Masukkin ke memek, sayang…” kata Yuli setelah dia beberapa lama menghisap kontol Darmawan.

    Darmawan lalu mengangkangi Yuli. Sementara tangan Yuli memegang dan membimbing kontol Darmawan ke lubang memeknya.


    “Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Yuli.

    Darmawan berusaha menekan kontolnya ke lubang memek Yuli sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Darmawan berhasil masuk dan mulai memompa memek Yuli. Darmawan merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang kontolnya.

    “Bagaimana rasanya, Wan?” tanya Yuli sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
    “Ohh.. Sangat enakk, tanttee…” kata Darmawan tersendat sambil memompa kontolnya keluar masuk memek Yuli.

    Yuli tersenyum.. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, tiba-tiba tubuh Darmawan mengejang. Gerakannya makin cepat. Yuli karena sudah mengerti langsung meremas pantat Darmawan dan menekankannya ke memeknya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..

    “Ohh.. Hohh…” desah Darmawan. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Yuli.
    “Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Yuli sambil memeluk Darmawan.
    “Sangat enak, tante…” kata Darmawan.

    Itulah pengalaman nyata dari Yuli yang saya paparkan sesuai dengan aslinya ditambah sedikit reka-reka sensual dari saya. Menurut Yuli, kejadian ini baru berjalan mulai 2 bulan yang lalu. Sampai saat ini mereka masih sering melakukan persetubuhan di rumah Yuli setiap ada kesempatan. Menurutnya lagi, dalam satu hari/sepanjang siang, mereka biasanya bisa melakukan 2 kali persetubuhan, mungkin karena Darmawan masih muda. Perlu dijelaskan bahwa menurut Yuli, cintanya pada Herman tidak pernah berubah. Kejadian itu bermula tanpa ada niat dan keinginan. Terjadi begitu saja. Hanya saja menurut Yuli, ternyata cinta tidak selamanya membuat terikat pada sesuatu atau seseorang. Demikian.




  • Video bokep Dengan kejutan Seksi threesome yang Bohay

    Video bokep Dengan kejutan Seksi threesome yang Bohay


    3275 views

  • Kisah Memek Tante Ratna Yang Aduhai

    Kisah Memek Tante Ratna Yang Aduhai


    3272 views


    Duniabola99.com – Edang tidur2an didepan tv ketika seorang datang dan mengetuk pintu rumahku, ketika kubuka pintu..kulihat seorang wanita berusia 35 tahunan dan menanyakan “ibunya ada dik?”…
    lalu ku jawab “maaf, tante siapa? ibu ada dikamar, sebentar saya panggilkan”
    sambil tersenyum dia bilang “saya ratna, temannya ibu kamu dari cilandak..

    itulah awal perkenalanku dengan tante ratna, yg belakangan baru aku ketahui bahwa dia adalah “renteneir”, dan ibuku terlilit hutang yg lumayan banyak sama dia…terus terang kehidupan kami dikala itu sangatlah sulit… semenjak ayahku yg lebih memilih meninggalkan ibuku demi istri baru, aku bersama kakak dan adik2ku hanya tinggal dirumah petakkan, dan hidup dengan sangat kekurangan…

    hari2 terus berlalu, semakin sering aku bertemu dengan tante ratna, karena hampir setiap hari dia selalu kerumah untuk menagih cicilan hutang…

    Pagi itu hari minggu 12 april 1995 (masih ku ingat jelas)
    aku baru saja bangun tidur, sambil menikmati secangkir teh manis hangat..
    sampai kudengar langkah kaki menuju pintu depan rumahku, belum saja dia mengetuk, pintu sudah kubuka…
    aku : “eh tante..cari ibu ya?”
    tante ratna : “iya,masih dirumah nggak? tante kesiangan nih…tante bilang sih jam 9 mau kesini, sekarang udah jam 10 lebih”
    aku : “iya, ibu lagi nganter adik2 tuh ke gereja kayaknya…saya aja baru bangun nih, mungkin sebentar lagi tan…tunggu saja kalo mau”
    tante : “gitu ya? ya udah deh tante tunggu aja…”

    setelah kupersilahkan duduk, aku pun ke dapur untuk membuatkan minuman untuknya…
    Tante : “wah repot2 kamu Di…tante kan bisa ambil sendiri..”
    aku : “gak apa2 tante…gak repot kok”
    Tante : “kamu sendirian dirumah?”
    aku : “iya nih tan, aku aja baru bangun..tau2 udah gak ada siapa2, kakak aku sih biasa dia kalo hari minggu ngajar karate di sekolahan..”
    tante : “oh gitu…lha kamu sendiri gak kemana-mana? ”
    aku : “nggak tan, kalo aku paling dirumah aja nonton tv atau kerumah temen di sebelah..”
    tante : “gak pacaran?..eh ngomong2 udah punya pacar belum kamu?”
    aku : “hehehehe…masih kecil tan, belum bisa cari uang sendiri, aku gak mau pacaran, nanti kalo udah kerja baru deh..”
    tante : “masih kecil gimana? emang umur kamu berapa?”
    aku : “aku khan baru 14th tan..baru kelas 3 smp”
    tante : ” hah..14th kok bongsor ya? tante kira kamu sma..hehehe”
    aku : “ah tante bisa aja…emang sih banyak yg bilang kalo aku bongsor, maaf tan..permisi sebentar aku tinggal mandi dulu gak apa2 ya..”
    tante : “wah belom mandi ya? ih pantesan bau..hehehe, ganteng2 kok jorok belum mandi, ya udah mandi aja sana…apa mau tante yg mandiin?
    (sambil tersenyum nakal)
    aku : “ah tante bisa aja…sebentar ya tan..” tapi belum sempat aku berdiri dari tempat dudukku, tangan tante ratna langsung menarik tangan ku…
    tante : “sebentar sini Di..tante gak bercanda kok, mau nggak tante mandiin..
    enak loh..beneran deh gak bohong”…
    seketika itu juga jantungku berdegup kencang, mukaku memerah ketika tante ratna meletakkan tangannya di pahaku..


    tante : “beneran kok Di, tante janji deh gak cerita siapa2…kamu gak usah takut..tante khan gak galak hehehehehe…sini deh” tangan kanan tante menarik pinggangku, seraya menyuruhku untuk lebih rapat duduk didekatnya,
    aku masih membisu tak dapat berkata apa2 ketika tangan kirinya sudah masuk kedalam celanaku dan meremas buah zakarku…
    aku : “aah tante” (sambil merintih keenakkan ketika ia memainkan buah zakarku)
    tante : ” tenang aja ya sayang…pokoknya tante jamin enak deh” bisik tante ratna sambil menjilat telingaku…kemudian leherku, akupun mengerang ketika dia menghisap pentil dadaku…
    aku : “tante…akh…hmmmnnn…aaaak h…”
    kemudian bibirnya terus menciumi perutku, dan aku makin tak kuasa ketika kepala penisku mulai dijilati dan dikulum-kulum olehnya…aku hanya bisa mengerang tanpa bisa menolak apalagi berontak…saat tante ratna melahap buah zakarku, dan memainkannya dengan lidahnya…ooohh…kemudian tante mulai membuka baju dan roknya…aku pun makin terpana dengan kemontokkan tubuhnya…payudaranya…ooh tante…

    tante : “sini sayang…kamu jilatin ini ya” sambil mendorong kepalaku kearah vaginanya yg ditumbuhi bulu2 halus…aku pun langsung saja menjilati vagina tante ratna dengan rakus…
    tante : “OOOhhh…dandi…terus sayang…ooohh…jangan berhenti sayang…ooooh…iya sayang disitu…iya terus…terus..terus…oaaaahh ….”
    setelah beberapa menit kujilati vaginanya…
    tante : ” kamu hebat Di…” tante ratna meregangkan kedua kakinya, sambil menarik penisku… “sini sayang, masukkan kesini…aaaaahhh…” ia pun mengerang, ketika penisku mulai masuk ke dalam vaginanya, sambil kedua tangannya mendorong dan menarik pantatku…tante ratna terus mengerang
    ” Ooooh Dandi…terus sayang…Oooh Tuhan…Aaaahhhkh..”


    setelah beberapa menit, aku langsung merasakan ketegangan, seluruh tubuhku terasa kaku…dan akhirnya, Aaaaaaakkkhhhh….tapi tangan tante ratna terus menekan pantatku sehingga aku “keluar” di”dalam”nya…dan kemudian dia membiarkan aku terkapar lemas diatas tubuhnya,
    tante: “hehehe…kamu jagoan Di..” sambil mencium keningku…” tante janji, gak akan bilang siapa2 sayang…kamu nggak usah takut..ini rahasia kita berdua ya sayang…”
    aku : “tapi gimana kalo ibu aku tau? atau suami tante?..”
    tante : “nggak, mereka nggak bakal tau…tenang aja ya sayang…pokoknya tante janji deh…terus terang tante sudah “kepingin” sama kamu dari dulu…akhirnya dapet juga..hehehehe…”

    Setelah kejadian pagi itu, kami pun semakin sering melakukannya di setiap ada kesempatan, tante ratna mengajariku bermacam gaya…dari foreplay dan seterusnya…dan setiap kali aku orgasme, tante ratna selalu menyuruhku untuk orgasme di dalam vaginanya, dia bilang lebih nikmat rasanya… bahkan kadang dia menyuruhku untuk “keluar” di mulutnya…awalnya aku takut kalo nanti dia hamil, ternyata tante ratna jujur padaku bahwa sesungguhnya dia tidak akan pernah bisa mempunyai keturunan (mandul) dan kedua anaknya yg masih kecil2 adalah anak hasil adopsi…


    Berhubungan dengannya perlahan kehidupan ekonomi keluargaku membaik…walaupun aku selalu berbohong pada ibuku, mengenai uang yg tante ratna sering berikan kepadaku…selain itu diapun memenuhi segala macam kebutuhan sekolahku dari keperluan membeli buku, sampai membiayai uang sekolah untuk masuk SMU, malahan sejak kami berhubungan dia tidak pernah lagi menagih hutang ke ibuku, padahal jumlahnya hampir 30jt.

    Tiga tahun aku menjalin hubungan dengan tante ratna, sampai saat krisis moneter menimpa indonesia, tante ratna memutuskan pindah ke solo bersama suami dan kedua anak angkatnya…

    sampai sekarang aku tak pernah lagi mendengar kabar beritanya…
    karena semenjak krisis moneterpun rumahku pindah ke daerah yg lebih terpencil.

    Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri

  • Cerita Sex Berhubungan Intim Demi Mendapakan Sebuah (HP) Smartphone

    Cerita Sex Berhubungan Intim Demi Mendapakan Sebuah (HP) Smartphone


    1711 views
    Entahlah mengapa ia ingin jadi kekasihku. Sebenarnya saya menyenangi sejumlah gadis elok selainnya kekasihku itu, tapi saya berpikiran 2x bila saya melakukan perbuatan beberapa macam tentu bisa menjadi bahan perkataan di lingkunganku. Singkat kata, saya tertarik oleh salah satunya anak tetangga orangtuaku, sebutlah saja Gita Walau sebenarnya saya telah merajut cinta dengan gadis yang tetanggaku.
    Cersex Stw – Kami bahkan juga telah melakukan pertunangan. Gita ialah seorang mahasiswi. Dia memiliki bodi yang memikat, meskipun cukup sedikit gendut, tapi dia memiliki bibir yang seksi dan memiliki payudara memiliki ukuran 36B.
    Sebagai deskripsi, bodinya serupa dengan aktris Feby Febiola, dan bibirnya seperti Cornelia Agatha. Kelakuannya selalu memikatku. Sebagai lelaki normal, terkadang saya berpikir cukup kotor. Sampai di suatu peluang, dia minta kontribusiku untuk dicarikan HP pada harga miring.
    Sudah pasti peluang itu tidak kusia-siakan (dalam hatiku saya akan membelikannya HP itu dengan gratis). Saya menerimanya, tapi saya memberi persyaratan supaya dia ingin kuajak pergi makan dan menonton berdua tanpa setahu kekasihku dan teman-temanku. Dasar Gita memang centil, syaratku dia sepakati karena dia berpikir benar-benar sangat mudah untuk jalaninya.
    Pada akhirnya saya membelikannya HP yang dia harapkan, dan aku juga meminta janjinya. Selanjutnya di hari minggu siang, saya dan Gita pergi berdua untuk makan siang dan menonton. Saat kami sedang menonton, peluang itu tidak kusia-siakan untuk sekedar mencium dan meraba-raba badannya.
    Tidak kusangka dia justru katakan kepadaku sebetulnya dia menyenangiku. Saat saya dengan hot-hotnya menciumi dan menggerayangi badannya, dia berbisik kepadaku jika dia telah horny, dan ajakku keluar bioskop untuk pergi ke pantai. Saat di tengah-tengah perjalanan, saya membulatkan tekad untuk ajaknya ‘chek in’ di hotel yang paling dekat, rupanya dia menyepakatinya.
    Saya datang di hotel tujuan sekitaran puku 3 sore. Sesudah saya bayar kamar hotel itu, saya dan Gita dengan cara yang tergesa-gesa ke arah kamar hotel. Sesampai di dalam kamar hotel dan mengamankan pintu, saya segera memperlancar kecupanku, dan Gita membalas dengan semangat. Selanjutnya masih pada kondisi berdiri kubuka pakain dan celana panjangnya sampai dia cuma menggunakan BH dan CD yang warna hitam. Selanjutnya dia mintaku untuk buka pakaian dan celana panjangku.
    Sekarang kami pada kondisi cuma menggunakan baju dalam saja. Selanjutnya dia kubimbing ke atas tempat tidur yang memiliki ukuran ganda size. Saya mulai melumat bibirnya yang seksi dan menciumi dan menjilat semua badannya. Selanjutnya saat saya mencium CD-nya, pada bagian kemaluannya yang telah basah, dia menggeliat dan kadang-kadang merintih-rintih kenikmatan. Sesudah saya senang menciumi semua badannya, selanjutnya kubuka BH dan CD-nya. Aku juga buka CD-ku, sekarang kami berdua telah betul-betul bugil.
    Saya sampai meredam napas saat kusaksikan payudaranya yang lebih besar dan montok. Dengan bergairah kulumat puting susunya yang warna coklat kemerah-merahan. Karena sebetulnya Gita tetap berumur 20 tahun, hingga kelihatan bodinya yang serba kuat. Saya meraba-raba dan menyeka bulu-bulu di kemaluannya yang lebat. Saya makin bergairah mencium dan menjilat semua badannya yang mulus.
    Selanjutnya saya masukkan dua jemari tanganku ke vaginanya yang telah basah, dan lidahku repot menjilat-jilati puting susunya yang warna coklat kemerah-merahan. Gita makin merintih-rintih dan menggeliat dan napasnya mulai berat. Selanjutnya kubuka ke-2 pahanya lebar-lebar supaya saya bisa dengan bebas mainkan lidahku ke vaginanya.
    Saya menjilat-jilati dan mainkan klitorisnya dengan penuh nafsu. Sesudah kupuas, gantian Gita mainkan rudalku yang telah tegang dengan lidahnya. Dia jilati kemaluanku yang memiliki ukuran cukup panjang dan besar (kurang lebih 15 cm berdiameter 3,5 inchi).
    Dia menjilat dan mengulum rudalku dengan penuh kepuasan. Saya tidak menduga jika kemaluanku akan dibikin bersih oleh gadis mimpiku. Sesudah dia senang, selanjutnya Gita ambil posisi terlentang dengan ke-2 paha dibuka lebar-lebar, dia mintaku agar selekasnya masukkan rudalku ke vaginanya.
    Saya ambil ancang-ancang untuk masukkan tangkai kemaluanku ke vaginanya yang telah basah. Aku pikir tentu saya tidak kesusahan untuk memasukannya, rupanya seringkali saya coba sering kali melenceng, dengan tidak sabar Gita menarik rudalku dan arahkan ke lubang kewanitaannya.
    Rupanya Gita masih perawan, tapi dengan kegigihanku pada akhirnya saya sukses masukkan ujung rudalku ke vaginanya. Saat kutekan dengan sedikit desakan, Gita menjerit kesakitan, selanjutnya saya hentikan sesaat gempuranku sampai kusaksikan dia siap kembali, dan pelan-pelan kumasukkan tangkai rudalku. Gita mendesah lagi meredam sakit.
    Saya menanyakan,
    “Git, kamu ingin diterusin atau tidak..?”
    Dia menjawab,
    “Terusin donk sayang, tetapi perlahan-lahan ya..!”
    Pada akhirnya dengan perjuangan yang meletihkan, saya sukses masukkan 1/2 tangkai kemaluanku, dan saya diamkan sesaat aktivitasku. Saya rasakan dari vagina Gita keluar darah fresh tanda keperawanannya telah lenyap.
    Dinding vaginanya yang halus dan hangat memijat-mijat tangkai kemaluanku. Saya tidak begitu memaksakan untuk memasukkan semua rudalku ke vaginanya. Mungkin ukuran rudalku yang cukup panjang, hingga membuat sakit vagina Gita yang baru pertama kalinya lakukan sex.
    Selanjutnya saya mulai menaik-turunkan bokongku secara perlahan-lahan dan teratur. Dan secara perlahan saya memasukkan rudalku sedalam-dalamnya, sampai pada akhirnya semua tangkai kemaluanku ambles ke vagina Gita. Gita mulai terlatih dengan rudalku, justru dia mulai putar pinggulnya, hingga makin menambahkan kepuasan pergumulan kami saja.
    Saya makin semangat untuk mainkan rudalku secara cepat. Permainanku disertai Gita dengan menjepit bokongku dengan ke-2 kakinya. Saya rasakan rudalku makin mentok saja berkenaan ujung rahimnya. Kami ganti posisi dengan sekalian duduk. Gita makin terbuai, karena posisi itu membuat rudalku makin bersinggungan dengan klitorisnya, hingga hal tersebut membuat Gita makin kebakar birahinya.
    Kami sebelumnya sempat istirahat sesaat, karena posisi itu banyak banyak memerlukan tenaga kami. Sekalian istirahat saya meremas-remas dan menjilat-jilati dan mengisap puting susuya dengan berganti-gantian. Sesudah tenaga kami terkumpul, kami meneruskan lagi lebih menggelora.
    Sesudah kurang lebih 25 menit kami bergumul luar biasa, saya mulai rasakan spermaku akan keluar, begitu juga dengan Gita, dia mulai dekati orgasmenya. Saya rasakan dinding vaginanya yang berdenyut kuat dan makin banjir. Saya berbicara 1/2 berbisik,
    “Git, saya mau keluar nih, kita keluarinnya sama ya..?”
    Gita menjawab secara terputus-putus,
    “Dia.. sa.. yaaa.. ngg.. sshhh.. cepatan donk keluarinnya saya.. sesaat lagi usai nih..!”
    Dengan napas yang tidak teratur, saya menjawab,
    “Tahan sesaat ya sayang.., saya mau keluar..”
    Selang beberapa saat saya memuntahkan spermaku ke rahimnya, dan aku juga rasakan cairan hangat dari dalam vagina yang berkenaan rudalku.
    “Ooohhh.. shhh…” nyaris bersama kami melenguh akhiri perjalan yang meletihkan dan penuh kepuasan.
    “Sayang.., vaginaku hangat sekali sama spermamu..” Gita memberi komentar senang dengan keperkasaanku.
    Selanjutnya kami istirahat sesaat sekalian memuji kepuasan masing-masing. Tapi tanganku dan Gita tetap meraba-raba dan menyeka kemaluan kami keduanya, hingga birahi kami kembali muncul. Ini kali Gita yang menyusul dengan menjilat dan melumat sebagian besar rudalku ke mulutnya. Tidak cuma itu saja, dia dengan benar-benar agresif menciumi semua badanku.
    Saya menggerakkan badannya ke samping sampai dia terlentang. Sekarang giliranku untuk menciumi semua badannya. Payudara Gita yang telah mengeras dan puting susu membubung tinggi, membuatku makin bergairah untuk meremas, menjilat-jilati dan mengisap-hisap puting susunya sampai puting susu Gita makin kelihatan basah dan mengkilat. Jari-jari tanganku dengan nakal mainkan klitoris dan menyikat-nyodok ke vaginanya yang telah banjir.
    Gita makin kelojotan dan memulai meminta-mohon kepadaku agar selekasnya masukkan rudalku ke lubang kewanitaannya. Saya mengubah posisi dengan tidur terlentang, sedangkan Gita berjongkok sekalian mengangkang untuk ambil posisi masukkan zakarku ke vaginanya.
    Dengan tidak sabar Gita raih tangkai kemaluanku dan dibantu ke vaginanya. Saat rudalku mulai masuk vagina Gita yang pinggirannya banyak bulu-bulu lebat, saya rasakan dinding vaginanya yang telah banjir menghangatkan dan memijat-mijat tangkai zakarku.
    Gita mulai gerakkan pinggulnya yang montok ke atas ke bawah, dan memutarnya ke kanan dan ke kiri. Dan tanganku mulai meremas-remas sepasang payudara yang lebih besar dan kuat. Gita dengan bergairah menekan bokongnya kuat-kuat, hingga rudalku semuanya ambles ditelan vaginanya.
    Ini kali Gita yang memiliki peran, saya menurutinya saja, karena kusaksikan dengan tempatnya yang di atas dia benar-benar bernafsu sekali. Saya mengusung tubuhku untuk melumat puting susunya. Perlakuanku makin menambah Gita mabok kepayang. Dia merengkuh kepalaku ke payudaranya. Bokongnya makin cepat diambil dan diputar-putar. Sampai pada akhirnya dia capai orgasme yang ke-2 kalinya.
    Saya yang masih belum capai klimaks membuat keputusan ganti posisi dengan dogie model. Gita ambil posisi menungging, selanjutnya kuarahkan rudalku ke vaginanya melalui belakang. Saya benar-benar bergairah sekali menyaksikan bokongnya yang lebih lebar dan seksi.
    Tangan kananku menggenggam dan menepuk-nepuk bokongnya, dan tangan kiriku meremas-remas payudaranya. Pergerakan itu kulakukan dengan berganti-gantian. Rupanya posisi itu membuat Gita kembali bangkit nafsunya, karena klitorisnya terserang gesekan rudalku.
    Ini kali Gita mulai memberi perlawanan. Dia menggoyang-goyangkan bokongnya mundur-maju bersimpangan dengan arah goyangan bokongku. Saat Saya menggerakkan bokongku dia memberikan bokongnya ke belakang, dan saat Saya menarik bokongku ke belakang dia menarik bokongnya ke depan.
    Irama napas kami makin cepat, kami lakukan goyangan secara cepat, hingga setiap kucabut dan menyikat vaginya dengan rudalku muncul bunyi karena vagina Gita yang banjir oleh lendir birahi. Saya mulai rasakan spermaku akan selekasnya keluar. Rupanya Gita juga rasakan dia akan alami orgasme yang ke-3 kalinya.
    Selang beberapa saat rudalku memuntahkan sperma dengan beruntun dalam vaginanya. Aku juga rasakan pergerakan Gita yang bergoyang-goyang perlahan dan tegang, dan punggungnya telihat meliuk seperti udang karena dia sudah orgasme.
    Saya mengambil tangkai kemaluanku dari vaginanya sesudah Saya tidak merasa kan muncratan spermaku. Saya terlentang capek, dan Gita menjilat-jilati beberapa sisa spermaku yang tetap keluar zakarku. Dia hentikan aktivitasnya sesudah spermaku tidak keluar kembali.
    Kami berangkulan kuat sekalian meresapi kepuasan yang baru saja kami kerjakan. Kami lakukan tidak cuma sekali saja, tapi entahlah sampai berapakah kali. Permainan kami makin lama semakin bertambah hot saja, karena rupanya Gita mulai terlatih dan suka dengan keperkasaan rudalku. Kami putuskan pulang sesudah merasa sama-sama sudah lemas dan senang. Seandainya saja kami melakukan saat malam minggu, mungkin kami terus akan melakukan sampai pagi.
    Sesudah peristiwa saat malam itu, sampai sekarang kami menjadi kerap melakukan sampai pagi. Saya lakukan hubungan seksual dengan Gita dengan sistem kalender, hal tersebut kami kerjakan untuk menghindar dari kehamilan. Saya makin suka, karena tunanganku ialah type gadis pendiam dan alim, dan saya sebelumnya tidak pernah memperoleh servis seks darinya.
    Dimanapun saya pergi, termasuk chek-in, saya selalu bawa netbook. Computer itu kupergunakan untuk mengawasi perubahan usahaku, disamping itu dipakai untuk menulis ceritaku dan putar film blue sebagai pembakar keinginan birahi kami.
  • Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy


    2812 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Aku merupakan seorang mahasiswa  di salah satu perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah semester akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Sebab itu aku jadi sering main ke tempat abangku di Jakarta.

    Waktu aku ke Jakarta. Ketika aku sampai mampir ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah dan sopan kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Gading. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Merry, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Sherly, duduk di kelas 2 SMP.

    Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Gading untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.

    Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Gading. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis “Hallo, Oom Rendy..!” Sherly yang baru masuk tersenyum.
    “Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Sherly sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
    Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah..

    Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Sherly duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.
    “Ih! Oom Rendy! Begitu, tho, caranya..? Sherly sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
    Gugup aku menjawab, “Sherly.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”
    “Aahh, Oom Rendy. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Sherly  di sekolah lebih serem.”

    Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Sherly justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Sherly terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.

    Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Sherly sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan.. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

    Setelah makanan siap, aku memanggil Sherly . Dan.., sekali lagi astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celanaku.

    Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

    “Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!”
    “Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian.. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”
    Mia mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan.
    “Yang bener.. Sherly pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!”
    “Aahh.. Oom Rendy ngeledek..!”
    Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan.. tersandung!

    Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Sherly mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Nafas Sherly makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
    “Uuuhh.. mmhh..” Sherly menggelinjang.
    Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.
    Aahh..! Sherly menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!

    Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Sherly yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Sherly. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

    “Ehh.. mmaahh..,” tangan Sherly meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.
    Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.
    “Ooohh.. aduuhh..,” Sherly mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
    Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Sherly akan terlonjak dan nafas Sherly seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

    Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Sherly tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Sherly.
    “Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Sherly membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.
    Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Sherly  dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Sherly dan aroma kemaluan Sherly di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

    Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Sherly, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Sherly menekan pantatku dari belakang.
    “Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm..”
    Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Sherly semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Sherly  masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil. Markas Judi Online Dominoqq

    Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Sherly memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Sherly terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

    Sebentar kemudian kernyit di dahi Sherly menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Sherly mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.
    “Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm..”
    Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Sherly, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Sherly sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Sherly  segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

    Cerita Sex Memilik Anak Gadis Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Sherly makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

    Setelah tubuh Sherly melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Sherly tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.

    Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
    “Aduh, Oom.. Sherly lemes. Tapi enak banget.”
    Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Sherly yang masih amat kencang.

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Cerita Sex Rekan Bisnis Memilik Anak Gadis Sexy

    Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan.. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Sherly.. entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Sherly kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.

    Kembali ke rumah Boneng, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Sherly pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kemaluanku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku “blowjob”, aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Foto Ngentot anal Mandy Dee yang sangat keras

    Foto Ngentot anal Mandy Dee yang sangat keras


    1978 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang yang suka makan permen dan menhisap kontol panjang dan mendapatkan ngentot anal keras yang sangat nikmat.

  • Video bokep Jepang Yui Nishikawa menemui pacarnya

    Video bokep Jepang Yui Nishikawa menemui pacarnya


    3328 views

  • Cerita Sex Jadi Budak Seks

    Cerita Sex Jadi Budak Seks


    5299 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Jadi Budak Seks ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita SexAwal perkenalanku dengan miss Eva sebenarnya secara tidak sengaja dan iseng aja dari dunia maya. Waktu
    itu aku sedang chat di room bandung , setelah aku lihat2 pengunjung room chat aku lihat ada nick yang
    mengundang perhatianku yaitu ce-cari –brondong-virgin.

    Iseng-iseng aku klik nicknya dan dia merepylnya. Dari situ dia mengaku cewek berusia 26 tahun yang
    sedang mencari remaja pria yang masih virgin untuk memuaskanya, awalnya agak aneh juga ko cewek malah
    cari cowok yang masih virgin emang ketahuan apa kalo laki-laki virgin itu gimana pikirku.

    Dia bersedia memberikan sejumlah uang atau memberi handpone seri terbaru kalo cocok tapi dengan syarat
    harus mau melakukan apapun untuk memuaskannya. Sebenarnya awalnya aku hanya penasaran dan sekedar
    tanya-tanya apalagi aku belum pernah berhubungan intim sperti itu. Paling banter paling Cuma ciuman dan
    pegang-pegang punya mantan cewekku. Aku pikir ini juga tidak akan serius jadi iseng-iseng aku kasih
    alamat FB ku.

    Setelah dia melihat fbku dengan sederet foto narsisku ternyata dia merespon positif dan minta nomer
    hapeku. Memang kata orang aku lumayan cakep dan imut, bahkan aku pernah masuk 40 besar lomba coverboy
    majalah remaja di jakarta. Setelah melihat profilnya akhirnya aku kasih juga nomer hapeku. Dari foto
    yang terpasang dia ternyata seorang wanita keturunan chinese, lumayan cantik dengan rambut panjang.
    Namanya Eva.

    Singkat cerita Setelah sekian lama tetpon-telponan,smsan, dan chat dan dia rasa aku tidak membohonginya
    dengan profil dan foto palsu akhirnya dia mengajak kencan. Tapi justru aku yang bingung dan takut
    menemuinya karena dia lebih dewasa dari aku. Aku juga pernah beberapa kali ketemuan dengan teman dari
    dunia maya tapi masih seumuranku dan Cuma sebatas untuk hank out bareng. Saat ini aku masih sekolah
    kelas 3 di sebuah sekolah swasta, tapi karena tergiur dengan janjinya akan diberi hape terbaru akhirnya
    aku beranikan diri untuk ketemuan di sebuah mall ternama di bandung. Apalagi dari obrolan di telefon
    sepertinya orangnya asyik pikirku.

    Sabtu siang itu aku menemuinya di foodcourt mall. Agak canggung juga awalanya tapi setelah diselingi
    dengan candaannya akhirnya aku tidak lagi grogi. Kemudian aku juga dipesankan makanan dan minuman.
    Sosoknya tidak jauh beda dengan di fotonya dan terlihat cantik dengan baju yang modis. Dari tatatapanya
    sepertinya dia menyukaiku. “ gimana vino, serius ga kamu mo kencan ntar?” Tanyanya.

    “ tapi aku belum pernah ka” kataku polos.
    “tenang aja ntar kaka ajarin ko” katanya sambil bercanda

    Akhirnya aku nekat untuk ikut pulang denganya. Antara perasaan deg-degan dan takut melanda hatiku .
    setelah selesai makan kami langsung menuju tempat parkiran. Rupanya dia memakai mobil lumayan mewah
    menandakan kalo dia memang orang berduit.

    Sekitar 30 menit mobil melaju kerumahnya di pinggiran kota bandung. Rumahnya berada di perumahan elit di
    kawasan ini. Aku kemudiandisuruh menunggu di ruang tamu. Agak canggung aku mencoba melihat sekeliling
    rumah yang sepertinya sepi dan tidak ada orang lain.Tidak berapa lama ka eva dating dengan membawa
    segelas minuman dingin. Kemudian kami ngobrol basa basi sambil aku meminum minuman yang disajikan. Tapi
    tidak berapa lama aku menghabiskan minuman itu aku merasa kepalaku pusing dan pandanganku kabur setelah
    itu aku tak tahu lagi.

    Cerita Sex Jadi Budak Seks Saat aku sadar dan membuka mata aku benar-benar terkejut. Tak ada selembar benang pun yang menempel di
    tubuhku. Aku benar-benar bugil. Dan yang lebih membuatku takut karena aku tidak bias menggerakan tangan
    dan kakiku yang terikat di sebuah tiang di dalam ruangan. Pergelangan Kakiku terikat menyatu dengan
    tiang sementara kedua tanganku terikat terentang ke atas. Dan aku juga tidak bisa mengeluarkan suara
    karena ada suatu benda seperti bola yang menyumbat mulutku dengan tali yang mengikat ke belakang
    kepalaku. Aku mencoba meronta tapi tali-tali ini terlalu kuat. Aku yakin ini perbuatan ka eva tapi
    kenapa? Pikirku… bukankah tadi ka eva begitu baik dan tidak ada gelagat untuk menyakitiku. Aku mencoba
    memanggilnya tapi hanya suara2 tidak jelas yang keluar dari mulutku yang tersumbat.

    Setelah beberapa saat barulah pintu ruangan terbuka. Dan benar saja ka eva yang datang. Tapi kali ini
    dengan penampilan berbeda. Dia memakai celana ketat hitam seperti dari kulit, begitu juga atasanya
    dengan bagian payudara yang sedikit menyembul dari balik pakaiannya. Sungguh sexy! Tapi tidak saat ini.
    Aku Cuma perlu penjelasan dari ka eva kenapa aku diperlakukan seperti ini.Dengam tenang dia
    mendatangiku. Langkahnya terdengar dari suara sepatu hak tingginya. Setelah sampai di depanku dia
    tersenyum memandangiku. “ hmmm sudah bangun rupanya slave”

    Aku mencoba meronta minta untuk dilepaskan smbil mulutku mencoba berbicara.“ kamu bingung slave dengan
    apa yang terjadi?” tanyanya. Aku angguk-anggukan kepalaku.Aku jelasin yah. Ini adalah permainan bdsm dan
    kamu disini hanyalah seorang slave atau budak yang harus mematuhi perintah mistress. Kamu ingat kan kalo
    syarat untuk memuaskanku harus mau melakukan apapun? Yah inilah maksudnya.” Katanya. Dia lalu mengambil
    camera digital memfoto dan merekam tubuh telanjangku yang terikat di tiang. Aku benar-benar takut
    setelah mendengar penjelasanya.

    Sepertinya ka Eva seorang psikopat yang punya kepribadian ganda, pikirku. Aku meronta berusaha
    melepaskan diri dan mencoba menjelaskan padanya kalo aku tidak bersedia dan ingin dilepaskan tapi sia-
    sia saja.

    “kenapa? Kamu takut? Semakin kamu meronta aku semakin suka melihatnya. Benar-benar membuatku bergairah….
    Dari pertama kali melihat fotomu aku yakin kamulah calon korban yang ideal untuk jadi bonekaku” ucapnya
    sambil tangannya memegangi daguku.
    “mulai sekarang kamu adalah budakku! Dan panggil aku mist eva! Paham?” katanya.

    Karena posisiku yang tidak bias melawan aku hanya bisa menganggukan kepalaku.

    “Badan kamu kurus dan wajah kamu imut jadi pasti cocok kalo jadi boneka mainanku ntar” ucapnya sambil
    tangannya mulai menggerayangi seluruh badan telanjangku dan mulai memegangi penisku. Sedikit sentuhan
    saja dari tangannya yang halus sudah cukup membuat penisku bangun dan langsung tegak berdiri, ditambah
    lagi karena rasa takut yang menyelimutiku.

    Sementara aku hanya bisa pasrah saat tangannya memainkan penisku.

    “enak kan?” katanya lagi meledeku yang memang terasa nikmat penisku dikocok-kocokin.
    “tapi jangan senang dulu, kamu disini untuk memuaskanku jadi bukan kamu yang keenakan! Dan aku paling
    suka kalo melihat cowok cakep yang tidak berdaya dipermainkan” ucapnya.

    Dia menuju ke sebuah lemari kecil dan mengambil sesuatu. Aku gemetaran ketika dia ternyata mengambil
    sebuah gunting dan alat pencukur. Aku takut kalo aku akan dibunuh dan dimutilasi pikirku. Aku hanya bisa
    memejamkan mata dan berdoa.
    Apalagi ketika dia memegangi penisku lagi. Aku piker dia akan memotongnya. Aku benar-benar ketakutan.
    Tapi ternyata dia memegangi rambut di sekitar kemaluanku dan mengguntingnya. Hhhmm aku sedikit lega
    karena ternyata dia hanya mencukur bulu kemaluanku dan menghaluskanya dengan alat cukur. Begitu juga
    demgan bola pelerku juga dicukur halus.

    Setelah semuanya rata, lalu dibersihkan dengan handuk basah. Dan entah kenapa penisku tetap tegang
    berdiri selama proses pencukuran itu. Sekarang penisku terlihat halus mengkilat tanpa rambut satupun
    tersisa.

    “Kamu suka kan slave, kontolnya dicukur bersih gini?” Tanya mist eva.

    Aku hanya diam saja.

    “Heeh budak! Jawab kalo ditanya!” ucapnya keras sambil tangannya meremas penisku.

    Spontan aku angguk-anggukan kepalaku karena sakit.

    “ awas kalo diulangi lagi dan tidak patuh, mist tidak akan segan-segan menghukum kamu! Ngerti?” katanya
    lagi yang langsung aku jawab dengan menganggukan kepalaku.
    “kalo jadi bonekaku seluruh badan kamu harus smooth jadi smua bulu badan kamu harus dicukur” ucapnya
    sambil tangannya mulai mencukur bulu ketiakku.

    Setelah semua rambut ketiakku dicukur mulus, mist eva jongkok di depanku dan mulai memegangi kakikku.

    “kaki kamu juga harus mulus demi penampilan kamu nanti” aku coba protes karena kaki kan pasti kelihatan
    kalo lagi pake celana pendek pasti akan malu kalo kaki terlihat mulus dicukur.

    Apalagi saat ini rambut di kakiku sudah tumbuh lebat. Tapi mist eva tidak menghiraukanku. Dia mulai
    mencukur bulu-bulu kakiku. Agak lama juga mist eva mencukur bersih semua bulu kakiku. Selelah
    membersihkan dengan handuk basah dia terlihat puas melihat tubuh telanjangku yang sekarang benar-benar
    mulus tanpa bulu badan.

    Lalu mist eva kembali ke lemari kecil tadi untuk menaruh gunting dan alat cukur.

    Terlihat dia datang membawa sebuah kotak.

    “ sekarang untuk menguji kepatuhan kamu, kamu perlu dihukum supaya bisa patuh dan selalu menuruti
    perintahku. “ katanya sambil tangannya mulai memainkan puting susuku.

    Dari dalam kotak dia mengambil sebuah jepitan jemuran dan menjepitkanya ke puting susuku.

    “ emmmpphhhh” jeritku tertahan ballgag di mulutku karena rasanya sakit sekali.

    Aku meronta supaya mist eva melepaskan jepitanya tapi dia tidak menghiraukanya. Justru jepitan satu lagi
    dijepitkan ke putting sebelahku. Kali ini aku benar-benar meronta tak terkendali.

    “ tenang slave kalo tidak ingin sakit” ucap mist eva kalem. Enak bicara seperti itu karena bukan dia
    yang dijept pikirku. Aku mencoba tenang dengan menggigit ballgag yang menyumbat mulutku.

    Cerita Sex Jadi Budak Seks Setelah bebrapa saat rasa sakitnya berkurang. Tapi mist eva tidak berhenti sampai disitu. Dia kembali
    menjepit bagian perut di bawah puting susuku beberapa buah memanjang sampai ke pinggangku. Aku gigit
    ballgag kuat-kuat setiap jepitan menempel di tubuhku untuk menahan sakit. Sekarang ada 10 buah jepitan
    yang menjepit badanku. Aku mencoba memohon mist eva untuk melepaskan jepitanya tapi dia malah tersenyum
    puas melihat penderitaanku. Aku pikir akan sia-sia aku mencoba memohon untuk dilepaskan jadi aku tahan
    semampuku.

    Tapi rupanya belum puas juga mist eva melihat penderitaanku. Dia mengambil seutas tali dan mengikat
    batang penisku yang masih tegang, begitu pula dengan biji pelerku. Lalu ujung tali yang tersisa
    diikatkan dengan beban timbangan 1 kg untuk beban di penis dan pelerku menambah sakitku. Karena sekarang
    ada beban yang mengikat penisku. Belum cukup sampai disitu, mist eva mengikat ujung penisku kuat-kuat
    dan kedua ujung talinya diikatkan ke dua jepitan yang menjepit putting susuku.

    “mmmmmmppppphhh” kali ini aku benar-benar kesakitan karena jepitan yang menjepit putingku tertarik tali
    yang mengikat ujung penisku.

    Tapi justru mist eva semakin puas memandangiku. Aku coba diam dan memejamkan mata untuk menahan sakit.
    Karena semakin aku banyak bergerak semakin sakit rasanya. Rupanya mist eva tahu dan dia mulai meraba
    bagian tubuhku di sekitar puting membuatku gelinjingan menahan sakit. Bahkan mist eva menjilati tubuhku.
    Sedikit sentuhan di sekitar jepitan saja sudah tarasa sakit dan perih apalagi ketika kemudian mist eva
    memainkan jepitannya. Aku menjerit tertahan sumbatan mulutku.

    ” aemmmpphhhhhh!!!!!!” mist eva tersenyum puas. Lalu menambah beberap jepitan di penis dan biji penisku.

    Aku semakin takut ketika mist eva mengambil sebuah lilin dan menyalakannya. Tanpa ragu-ragu dia lalu
    meneteskannya tepat di batang penisku. Spontan aku menggerakan penisku karena panas lilin yang menempel
    di penisku. Tapi justru puting susuku yang juga terasa sangat sakit karena tertarik tali yang mengikat
    ujung penisku. Belum lagi biji pelerku yang sakit menahan beban timbangan yang terikat. Jadi aku tahan
    dan tetap diam ketika tanpa ampun mist eva meneteskan lelehan lilin panas ke penisku. Rasanya sungguh
    tak terkira. Setelah beberapa lama penisku terlihat tertutup olehlelehan lilin panas. Tahu dengan
    sikapku mist eva lalu menarik dan menggoyangkan beban timbangan yang tergantung dari biji pelerku ke
    kiri kanan tanpa bisa aku cegah. Menambah penderitaan yang kualami.

    Setelah bebrapa saat aku terdiam sambil terus menggigit ballgag untuk menahan rasa sakit. Mist eva
    kembali mendatangiku. Aku sedikit lega ketika mist eva membuka lapisan lilin yang tercetak di penisku
    dan melepaskan jepitan yang menjepit batang penisku. Sakitnya bukan main ketika jepitan itu dilepaskan.
    Aku piker mist eva akan segera melepaskanku tapi ternyata tidak juga melepas tali yang mengikat di ujung
    penisku. Penisku hanya dibersihkan dengan handuk basah. Entah kenapa penisku tetap tegang selama
    penyiksaan ini.

    Mataku terbelalak kaget ketika mist eva mengambil sebuah balsam geliga merah super panas. Rupanya dia
    masih senang melihat penderitaanku dan tidak berniat mengakhirinya sekarang. Benar saja kekhawatiranku
    terbukti. “ini akan membuat kamu semakin keenakan” katanya . Dengan tenang mist eva mengoleskan balsam
    super panas itu ke seluruh penis dan biji pelerku. Kontan saja aku langsung merasakan panas di penis dan
    pelerku dan aku yakin ini akan bertambah panas. Setelah puas mengoleskannya mist eva membersihkan
    tangannya dengan handuk dan mulai mengambil gambarku dengan kameranya.

    Benar saja tidak berapa lama efek balsam itu mulai terasa dan aku merasakan penis dan pelerku seperti
    terbakar karena sangat panas. Benar-benar aku tidak kuat menahanya sampai aku meronta tak terkendali
    berharap mist eva mau mengasihaniku smpai aku menangis dan menjerit tetapi tertahan. Tapi mist eva tetap
    tidak peduli dengan penderitaanku,justru dia tersenyum puas. yang kurasakan justru semakin sakit di
    putingku karena jepitan di putingku yang terikat tertarik penisku. Ditambah sakit di pelerku karena
    beban yang terikat bergoyang-goyang. Aku menggigit kuat-kuat ballgag mencoba untuk diam tapi tidak bisa
    karena penisku semakin terasa panas dan ingin terus aku gerakan. Sementara mist eva terus saja asyik
    merekamku dengan kameranya. “selamat menikmati yah slave, mist tinggal dulu” kata mist eva setelah puas
    merekamku. Markas Judi Online Dominoqq

    Aku semakin meronta karena takut ditinggalkan sendiri dalam keadaan kaya gini tapi tetap mist eva
    melangkah meninggalkan ruangan yang mirip seperti gudang ini dan meninggalkanku sendirian dalam keadaan
    tersiksa. Aku benar-benar tidak kuat dengan panas di penisku dan sakit di jepitan tubuhku.

    …Aku menangis karena tidak kuat menahan rasa panas di penisku, sakit dan perih di badanku karena jepitan
    dan juga rasa mulas karena sakit di pelerku yang tergantung beban berat. Benar2 sebuah siksaan yang tak
    pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku terus menggigit ballgag untuk sebisa mungkin menahan sakit dan
    tidak banyak bergerak . setelah beberapa lama tersiksa panas di penisku sedikit berkurang tapi tetap
    saja aku tersiksa.

    Sekian lama barulah aku dengar pintu ruangan terbuka dan mist eva mendatangiku.

    “gimana slave? Enak kan?” aku menggelengkan kepala dan memohon dilepaskan.
    “ini untuk pelajaran biar kamu selalu mematuhi perintahku dan mist tidak akan main-main” jelasnya.

    Akhirnya dia melepaskan tali yang mengikat peler dan batang penisku. Terasa lega ketika berat beban di
    pelerku dilepaskan. Kmdn tali yang mengikat ujung penisku juga dilepaskan, begitu juga tali yang
    mengikat jepitan di putingku. Tapi begitu jepitan dilepaskan sakit yang teramat sangat kurasakan smpai
    aku gigit ballgag kuat2 dan kupejamkan mata. Demikian seterusnya setiap jepitan dilepaskan terasa sakit
    tak terkira.

    Akhirnya
    semua jepitan dilepaskan dan mist eva dengan penuh perhatian membersihkan bekas jepitan dan ikatan
    dengan handuk hangat.

    Sekarang mist akan melepaskan ikatan kamu tapi jangan coba-coba untuk berbuat bodoh kalo kamu tidak
    ingin celaka. Mist sudah tau dimana kamu tinggal dan mist punya banyak kenalan jadi gampang saja
    menyuruh orang untuk menculik kamu kalo kamu berbuat bodoh. Mist juga sudah mengcopy semua phonebook
    kamu jadi jangan macam-macam!” ancamnya. Ternyata dia sudah merencanakan semuanya pikirku.

    Cerita Sex Jadi Budak Seks Tali yang mengikat kakiku kemudian dilepaskan, begitu juga tali yang mengikat tanganku ke atas. Pegal
    semua rasanya seluruh badanku setelah sekian lama terikat. Tapi kembali tanganku diikat ke belakang di
    pergelangan tanganku. “ mist akan buka sumbatan mulut kamu tapi jangam bicara yang tidak perlu kalo
    tidak ingin dihukum.” Ucapnya sambil membuka ballgag yang sekian lama menyumpal mulutku. Pegal rasanya
    bahkan aku susah untuk menutup mulutku karena terlalu lama terbuka. Mist eva lalu membawaku keluar
    ruangan. Agak susah juga aku berjalan setelah lama terikat.

    Ternyata aku dibawa ke kamar mandi dan karena tanganku yang terikat ke belakang mist eva lah yang
    memandikanku dan menyabuni tubuh telanjangku dengan lembut. Benar-benar kontras dengan apa yang tadi
    dilakukanya padaku. Aku pikir memang mist eva punya kepribadian ganda. Tak lupa dia menyabuni bagian
    tubuh sensitifku sampai memainkan penisku dengan menggenggam batang penisku maju mundur. Rasanya sungguh
    nikmat, aku hanya memejamkan mata menikmatinya.

    Cukup lama mist eva memainkan penisku sampai detak nafasku semakin memburu menandakan aku menikmati
    perbuatanya. rupanya mist eva mengetahui kalo aku hamper orgasme dan seketika menghentikan kocokanya.
    Aku sungguh kecewa karena hampir saja aku orgasme tapi tidak jadi karena mist eva mengguyurku dengan air
    dingin. Rupanya mist eva memang Cuma ingin mempermainkanku.

    “belum saatnya kamu nikmati permainan ini, tunggu saja. “ katanya singkat.

    Setelah tubuhku bersih dari air sabun mist eva mengeringkan tubuhku dengan handuk lalu membawaku keluar
    kamar mandi. Rupanya aku dibawa ke kamar tidurnya karena dari desain kamarnya menandakan itu kamar
    cewek. “ sekarang waktunya makeover untuk jadi bonekaku” ucapnya. Aku tidak tahu apa maksud mist eva
    dari awal untuk menjadikanku bonekanya tapi aku hanya diam duduk di tepi tempat tidur sementara mist eva
    mengambil sesuatu dari lemarinya.

    Aku heran ketika dia dating tidak membawa pakaianku tapi malah membawa beberapa lembar kain berwarna
    merah menyala.

    “ waktunya berpakaian” katanya sambil mengambil sebuah celana dalam cewek. Spontan aku menolaknya
    “ mist, aku kan bukan banci. Aku ga mau pake itu” ucapku lugu karena menurutku akan sangat memalukan
    kalo cowok memakai celana dalam cewek. Tapi
    “ plaaaak” tiba-tiba mist eva menamparku keras sekali sampai aku terjatuh.
    “kamu inget kan, kalo kamu disini hanya seorang budakku. Jadi harus patuh semua perintahku tanpa
    membantah! Ingat itu!!! Atau kamu mau dihukum lagi yang lebih berat?” Cerocosnya ketus.
    “ tidak mist, ampuun.” Jawabku terbata-bata sambil masih terduduk di lantai.
    ‘cepet nurut pake ini” aku segera bangun dan mist eva memakaikan celana dalam cewek warna merah menyala
    yang ketat dan sexy dengan model berenda dan di tengah juga ada hiasan kupu. Benar-benar membuatku malu
    memakainya. Modelnya juga mini yang hanya pas menutup penisku saja.

    “ tuh kan kamu lucu pake ini” kata mist eva meledekku.

    Aku diam tertunduk malu. Kemudian dia mengambil sebuah benda yang dijepitkan di putingku.
    “..aaawhh” jeritku spontan karena memang sakit apalagi sakit bekas jepitan tadi juga belum hilang.

    Jepitannya berbentuk pipih dan melekat erat di putting susuku. Begitu pula putting satuku juga dijepit.
    Mist eva lalu mengambil sesuatu dan memamerkanya padaku. Kamu pasti lucu kalo pake ini. Kata mist eva
    sambil menempelkanya di dadaku. Sebuah benda sangat mirip payudara cewek sepertinya terbuat dari bahan
    karet karena lentur. Lalu mengaitkan talinya ke punggungku. Semakin membuatku malu karena sekarang ada
    buah payudara montok menempel di dadaku. Mist eva lalu mengelus dan meremas payudara palsuku membuatku
    merintih karena sakit di putingku yang terjepit.

    Entah apa yang akan direncanakan mist eva tapi sepertinya dia berniat mendandaniku dengan pakaian cewek
    untuk mempermainkan dan mempermalukanku. Aku tak berani menolak ketika mist eva membuka ikatan di
    tanganku dan memakaikan bra dengan warna dan model yang sama dengan celana dalam yang kupakai saat ini.
    Ada pikiran untuk melawan dan kaburtapi aku tidak tahu jalan keluar, apalagi ingat dengan ancaman mist
    eva membuat ciut nyaliku.

    “jangan berpikir macam-macam kalo ingin selamat” ucap mist eva yang sepertinya bias membaca pikiranku.

    Akhirnya aku hanya menurut saja ketika mist eva memakaikan dress cewek sexy yang ketat di badanku
    sebatas paha dan menutup bra yang kupakai dengan tali kecil yang mengait ke pundak.

    Entah seperti apa wajahku saai ini, aku tak berani membayangkanya karena malu. Aku paling jijik dengan
    banci tapi kenapa malah sekarang aku harus berdandan seperti banci kayak gini.

    Selesai memakaianku baju cewek mist eva kembali mengikat tanganku ke belakang. Tapi kali ini lebih
    kencang dari siku atas, siku bahak sampai pergelangan tanganku diikat menjadi satu. Membuatku harus
    membusungkan dada dan putingku yang terjepit agak sakit tertarik.

    Aku lalu didudukan di tepi ranjang. Mist eva kembali mengambil sesuatu dan perlahan memasangkannya di
    kakiku. Rupanya mist eva masih belum puas mendandaniku dan kali ini aku dipakaikan stoking jaring.
    Rasanya ada sensasi sendiri ketika stoking itu digulung sampai sebatas pahaku. Stokingnya berwarna hitam
    sangat kontras dengan kakiku yang putih mulus setelah dicukur bersih mist eva.

    “ inilah gunanya kaki kamu dicukur, supaya terlihat indah saat memakai stoking seperti ini” kata mist
    eva setelah selesai memakaikan dua buah stoking di kakiku.

    Belum cukup sampai disitu mist eva mengambil sebuah kardus sepatu dan membukanya lalu mengeluarkan
    sepasang sepatu hak tinggi warna merah menyala. Hmm rupanya aku masih harus memakai sepatu hak tinggi
    juga. Entah apalagi yang direncanakan mist eva. Sepatu itu dipasangkan di kedua kakiku. “wooow anggun
    sekali kamu dengan high heel seperti ini” mist eva kelihatan puas melihat pekerjaannya.

    Kemudian aku dituntun di depan meja riasnya. Agak susah aku berjalan dengan sepatu hak yang tinggi ini,
    apalagi tanganku terikat kuat ke belakang. Lalu aku didudukan di kursi. Aku tak berani menatap kaca di
    depanku karena malu dengan keadaanku. Mist eva mengambil seutas tali dan mengikat kedua pergelangan
    kakiku ke kaki kursi. Kembali aku terikat tak berdaya.

    “saatnya kamu dimake up supaya cantik dan sempurna jadi boneka” ucap mist eva.

    Gila rupanya aku juga akan dimake up. Aku menggelengkan kepala tapi mist eva mengancam

    “ mau dihukum lagi” ucapnya ketus membuatku takut dan terpaksa pasrah.

    Mist eva mengambil peralatan riasnya dan mulai memoles mukaku. Agak lama aku dimake up, entah mist eva
    memakai apa aja untuk meriasku tapi terakhir dia memoles bibirku dengan lipstick merah menyala. Setelah
    selasia mist eva mengambil wig dengan rambut panjang dan memakaikannya di kepalaku lalu menyisirnya.

    “ lihat slave, kamu cantik sekali” kata mist eva setelah selesai mendandaniku sambil mendongakan
    kepalaku ke cermin.

    Terpaksalah aku menatap cermin dan betapa kagetnya aku karena hamper aku tak bias mengenali diriku
    sendiri. Di depanku terlihat sesosok sangat mirip cewek memakai dress sexy dengan rambut panjang sedang
    terikat di kursi. Tapi tetap saja aku malu melihat diriku sendiri. “ sudah mist duga kamu pasti akan
    sangat cantik kalo dimakeover” ucap mist eva puas.

    “ mist paling suka dengan boneka seperti kamu slave” ucapnya.

    Aku hanya diam karenai buatku ini lebih menyiksaku secara mental karena aku dipermalukan seperti ini.

    Kemudian tanpa aku duga mist eva mencium bibirku, sepertinya dia bernafsu melihat penampilanku setelah
    dimakeover.

    Dia memainkan lidah di mulutku dan aku balas pagutanya dengan memainkan bibir indahnya. Lama kami
    berciuman mulut sampai mist eva menghentikanya dan beralih ke leherku sambil tangannya menggerayangi
    tubuhku. Terlihat mist eva begitu bergairah menyusuri leher dan dadaku. Tangannya mulai memngelus dan
    meremas payudara palsuku membuatku menjerit dan merintih karena sakit di putingku yang terjepit.

    Cerita Sex Jadi Budak Seks Antara nikmat dan sakit aku pejamkan mataku sambil mulutku mendesah nikmat. Aku tak bisa berbohong kalo
    rangsangannya sungguh nikmat. Dan aku seakan diperkosa karena tak bias melawan cumbuannya dengan
    tanganku yang terikat ke belakang dan kakiku terikat ke kaki kursi. Aku semakin renggangkan kakiku untuk
    menikmati sensasinya, penisku juga sudah ngaceng tapi masih terkurung di balik celana dalam cewek yang
    aku pakai. Mist eva tak berhenti mencumbuiku bahkan mengangkat dress yang aku pakai lalu mengeluarkan
    penisku dari balik celana dalam.

    Sambil terus mencumbuiku, penisku dipegang dan dipermainkan oleh tangan halus mist eva. Entah kenapa aku
    sungguh menikmatinya dipermainkan seperti ini. Tanpa malu lagi aku mengerang kenikmatan ketika penisku
    dimaju mundurin.

    Cukup lama aku dipermainkan tapi ketika aku hampir mencapai orgasme kembali aku dibuat kecewa karena
    tiba-tiba mist eva menghentikannya. Sungguh aku benar-benar kecewa karena spermaku sudah di ujung tanduk
    dan sekali kocokan saja pasti keluar. Aku sampai goyang-goyangkan penisku tapi tetap tidak bias keluar.
    “ mist tolong aku pengen keluar” kataku menghiba.

    “ belum saatnya, tunggu saja nanti” kata mist eva singkat sambil berlalu meninggalkanku.

    Benar-benar mist eva Cuma mempermainkanku dan membuatku frustasi karena kepuasanku tertunda. Dia kembali
    dengan membawa sebuah benda seperti kalung lalu mengaitkannya ke leherku dan menguncinya. Aku hanya diam
    saja ketika mist eva kembali merapikan riasan wajahku.

    “ sekarang waktunya latihan kamu jadi boneka yang patuh” ucapnya sambil mengikat tali panjang ke kalung
    di leherku. Mist eva lalu membuka ikatan di pergelangan kakiku dan aku di suruh berdiri.
    “ ayo waktunya belajar jalan sebagai boneka” dengan agak susah aku berdiri dengan sepatu hak tinggi yang
    kupakai dan mulai berjalan ke ujung kamar tapi tak berapa lama aku tertarik hampir mau jatuh ketika tali
    yang mengikat di kalung leherku ditarik mist eva.

    Sudah pasti aku susah menjaga keseimbangan karena tanganku masih terikat ke belakang.

    “ jalan yang bener! Kamu kan cewek jadi harus jalan yang anggun! Kamu kan model.” Kata mist eva keras.

    Memang aku juga sering ikut model dan fashion show tapi jelas aku Cuma diajarkan sebagai model cowok
    yang harus berjalan tegak. Jadi sebisa mungkin aku ingat cara jalan model cewek temanku. Aku coba jalan
    dengan meluruskan kakiku pada satu garis lurus seperti biasa dilakukan model cewek walaupun agak susah
    karena sepatu hak tinggi ini benar-benar menyiksaku. Dengan perlahan aku berjalan mengitari tempat tidur
    dimana mist eva duduk di ranjang memperhatikanku sambil tangannya memegang tali yang mengikat kalung di
    leherku.

    “ nah gitu lebih baik. Busungkan dada kamu” ucap mist eva.

    Dengan terpaksa aku menurutinya karena tak segan-segan mist eva menarik tali di leherku setiap aku tidak
    mematuhinya sampai aku hampir terjatuh beberapa kali. Setelah agak lama barulah aku bisa sedikit menjaga
    keseimbanganku saat berjalan memakai sepatu hak tinggi ini.

    “ ini latihan jalan biar kamu bias jalan kayak cewek kalo jadi boneka” terang mist eva.

    Ahirnya aku diperbolehkan berhenti. Cape juga rasanya. Tapi belum hilang rasa capekku, mist eva kembali
    memerintahku.

    “ slave, sekarang jilati spatu hak tinggi mist sampai bersih” menurutku ini sangat menghinaku tapi aku
    tak punya pilihan lain.

    Dengan susah payah aku membungkuk dan bersujud di depan kakinya bertumpu pada lututku karena tanganku
    terikat ke belakang.

    Aku sorongkan wajahku ke depan sepatu mist eva dan mulai menjilatinya pelan-pelan. Aku takut debu yang
    menempel di lidahku akan tertelan jadi ake sedikit meludah untuk membuangnya tapi tiba-tiba aku rasakan
    pantatku dipukul mist eva. Ketika aku dongakan wajahku Nampak mist eva sudah membawa sebuah alat pemukul
    seperti rotan.

    “ jangan ulangi lagi!” hardik mist eva.

    Kembali aku jilati sepatu hak tinggi mise eva dari bagian depan, samping sampai belakang. Sementara mist
    eva duduk di tepi ranjang sambil merekamku dengan kameranya. Sesekali dia memukul pantatku dengan
    pemukul rotan. Aku decak-decakan ludahku setiap kali menjilati sepatunya tapi tak berani meludahkanya
    lagi. Benar-benar terhina rasanya aku disuruh menjilati sepatunya seperti ini tapi aku tak punya pilihan
    lain selain mematuhinya.

    Setelah bersih sepatunya dia menyorongkan sepatu sebelahbya. Mau tak mau aku kembali menjilatinya dengan
    susah payah. Kmdn dengan enaknya dia menyandarkan kaki sebelahnya di punggungku. Setelah beberapa saat
    akhirnya aku diperbolehkan berhenti menjilati sepatunya.

    Kali ini mist eva turun dari ranjang dan mengambil tali. Aku disuruh duduk lalu mist eva mengikat
    pergelangan kakiku menyatu dengan paha. Begitu juga kaki satunya. Kembali aku terikat tak berdaya,
    setelah sebelumnya mist eva juga mengikat tanganku ke belakang, bahkan sekarang mulai terasa pegal dan
    kesemutan. Selesai mengikatku mist eva meninggalkanku. Entah apalagi yang direncanakanya.

    Rupanya dia berganti baju. Tanpa malu dia melepas celana kulit dan baju kulit ketatnya sampai terlihat
    hanya memakai cd dan bra saja. Dia menggantinya dengan baju tidur transparan membuat tubuh sintalnya
    tetap terlihat sexy membuat penisku menegang.Kembali mist eva mendatangiku dan mengambil tali panjang
    yang mengikat ke leherku.

    “ sekarang jalan lagi” perintah mist eva.

    Tapi aku tak mengerti karena kakiku terikat tidak bias berdiri apalagi buat jalan. Mist eva spontan
    menarik tali di leherku.

    “ bodoh banget kamu slave! Kaya gitu saja ga tau? Jalan jongkok donk!” aku segera paham maksudnya dan
    mulai berjalan jongkok dengan susah pyaha karena tangan dan kakiku yang terikat. Apalagi aku masih
    memakai sepatu hak tinggi.

    Cerita Sex Jadi Budak Seks Aku terus berjalan jongkok mengitari tempat tidur sambil seskali tali di leherku ditarik-tarik mist eva.
    Ternyata jalan dengan jongkok seperti ini lebih terasa cepat cape daripada berjalan biasa. Setelah
    beberapa putaran barulah tali leherku ditarik dan aku berjalan menghampirinya ke tepi ranjang.

    Mist eva lalu menyorongkan kaki telanjangnya ke wajahku.

    “ jilati sampai bersih” perintah mist eva.

    Hmmm mau tidak mau aku kembali menjilati kakinya mulai dari telapak kakinya. Rasanya sungguh mual karena
    tercium bau kaki dan sepatu yang lama dipakai dari awal menyiksaku. Tapi aku tahan karena mist eva tak
    segan memukulku dengan rotan yang dipeganginya.

    “ jilat semuanya sampai sela-sela jari dan kulum satu persatu jarinya!” aku turuti perintahnya dengan
    menjilati dan mengulum satu persatu jari kaki mist eva.

    Sungguh terhina rasanya harus menjilati kaki seperti ini tapi aku terus mengerjakanya. Selanjutnya kaki
    sebelah mist eva juga aku bersihkan dengan lidahku.

    “ sekarang jilati kaki mist dari ujung kaki sampai paha” kali ini aku lebih bisa menikmatinya ketika
    diperintahkan menjilati kakinya yang mulus.

    Dengan bernafsu aku jilati ujung kakinya menyusur terus sampai ke pahanya. Sesekali mist eva mendesah
    puas ketika ujung lidahku menyusuri kulit lembut kakinya.

    Apalagi ketika mist eva tanpa malu membuka celana dalamnya dan duduk di tepi ranjang. Aku masih jongkok
    di hadapannya. Dia membuka baju tidurnya dan tampak pemandangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
    Baru kali ini aku lihat langsung karena selama ini hanya melihat di internet dan video. Vaginanya
    terlihat merah dengan rambut yang tercukur rapi.

    “ jilati sampai mist puas!” tanpa disuruhpun aku akan dengan senang hati melakukannya, pikirku dalam
    hati.

    Dengan sedikit gemetar karena baru pertama kali aku jilati daerah sekitar vaginanya. Penisku mulai
    bereaksi dan semakin menegang di balik celana dalam cewek yang kupakai. Aku terus menyusuri daerah
    sekitar vagina mist eva lalu sedikit demi sedikit aku mulai menjelajah ke daerah lubang kenikmatanya.
    Aku mainkan ujung lidahku di dalam vaginanya dan tampak mist eva mendesah nikmat, tangannya mulai
    menjambak rambutku dan menekan kepalaku supaya tidak lepas dari vaginanya.

    Aku terus mainkan lidahku di dalam vaginanya dengan memutar lidahku dan menjelajah semampu ujung
    lidahku, nafasnya mulai memburu dan desahanya semakin terdengar sexy tapi mist eva tidak juga mencapai
    orgasme setelah sekian lama. Lidahku mulai terasa kelu tapi aku terus mengerjakannya. Kuat juga mist
    eva.

    Akhirnya mist eva menjauhkan kepalaku dari vaginyanya.

    “ lidah kamu Cuma bisa menggelitiki saja ga bisa sampai memuaskanku” ucap mist eva seenaknya membuatku
    malu.

    Dia mengambil sesuatu dari lemarinya dan memamerkannya padaku. Aku tidak tahu benda apa itu, seperti
    penis dildo ukuran panjang tapi di tengahnya ada semacam tali sabuknya.

    “ jilati sampai basah!” perintah mist eva sambil menyodorkan penis dildo itu ke mulutku.

    Agak aneh dan jijik rasanya harus menjilati benda yang sangat mirip penisku itu tapi mau tak mau aku
    kerjakan, lagian itu bukan penis beneran pikirku. Aku jilati penis buatan itu dari ujung sampai
    batangnya sampai semua basah oleh ludahku.

    “ waah kamu suka jilatin kontol juga yah?” kata mist eva meledekku, aku langsung gelengkan kepalaku
    sambil terus memasukan batang penis besar itu ke mulutku.

    Mist eva mengeluarkan penis itu dari mulutku dan memasukan ujung satunya yang lebih gemuk ke mulutku
    lagi. Kali ini aku agak kesulitan karena ukurannya besar sampai mulutku terasa penuh dan tersumbat. Lalu
    dua buah tali di sampingnya di ikatkan ke belakang kepalaku. Praktis aku tidak bisa mengeluarkan suara
    lagi dan yang lebih menjijikan karena sekarang ada penis besar di dalam mulut dan juga mengacung keluar
    dari mulutku.

    Tanpa menunggu lama mist eva kembali menjambak rambutku dan menuntun penis dildo di mulutku ke lubang
    vaginanya. Sepertinya mist eva sudah terbiasa karena penis besar ini begitu mudah masuk ke vaginanya,
    apalagi dildo ini sudah basah oleh ludahku dan bercampur dengan sedikit cairan di vaginanya. Mist eva
    mulai mendorong kepalaku ke lubang kenikmatanya dan memaju mundurkan kepalaku dengan menjambak kepalaku.
    Desahannya kembali terdengar.aku mulai kesulitan menjaga keseimbanganku ketika kepalaku semakin di tekan
    dan mist eva merebahkan diri dengan bertumpu pada siku tangan satunya. Sepertinya mist eva mulai
    menikmatinya terlihat dari desahanya yang semakin kencang dan matanya terpejam dengan wajah menghadap ke
    atas.

    Tapi ini membuatku tersiksa karena kakiku yang terikat hanya bisa jongkok dan bertumpu pada sepatu hak
    tinggiku, sehingga ketika kepalaku lebih di tekan mengikuti badannya ke atas kakiku terasa semakin
    sakit. Apalagi tanganku yang masih terikat kuat ke belakang sampai aku hampir jatuh tdk bisa menjaga
    keseimbanganku. Belum lagi mulutku yang penuh dengan dildo penis ini terus digerkain maju mundur
    membuatku rahangku ngilu. Tapi aku tak bisa melawan karena mist eva menjambak rambutku kuat-kuat.

    Mist eva semakin bernafsu menekan-nekan mulutku ke dalam vaginanya membuat aku semakin kewalahan,
    akhirnya setelah sekian lama tersiksa mist eva menekan keras-keras kepalaku ke dalam liangnya dan tak
    melepaskannya , ini membuat aku tak bisa bernafas karena hidungku tertutup badannya. Lalu aku merasa
    suatu cairan keluar dari liang vaginanya dan membasahi pipi dan ada yang masuk ke mulutku. Rasanya
    sangat aneh.

    Akhirnya kepalaku dilepaskan dan mist eva tampak menikmati puncak orgasmenya sambil memejamkan mata.
    Kmdn merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Sementara aku masih duduk jongkok terikat dengan penis dildo
    di mulutku yang penuh dengan cairan kenikmatannya. Akhirnya aku berhasil juga memuaskannya, kataku dalam
    hati.

    Agak lama mist eva merebahkan dirinya di tempat tidur. Aku takut kalo mist eva tertidur karena tangan
    dan kakiku yang terikat terasa sakit dan kesemutan. Belum lagi ada dildo penis yang memenuhi mulutku
    sampai aku susah mengeluarkan suara. Tapi aku tak berani membangunkannya.

    Setelah beberapa saat barulah mist eva bangun tapi langsung berlalu masuk ke kamar mandi tanpa
    mempedulikanku. Terpaksalah aku kembali menunggu tanpa bisa berbuat apa-apa. Cukup lama mist eva mandi
    sampai kmdn dia keluar kamar mandi dengan piyama mandinya. Rambutnya tampak basah dan dikeringkan dengan
    handuknya. Barulah kmdn miet eva mendatangiku. Cukup lega aku ketika mist eva membuka ikatan di kaki
    tanganku lalu tanpa aku duga mist eva memijiti tanganku yang bekas ikatan.

    Barulah kemudian dildo penis yang menyumbat mulutku juga dilepaskan. Tapi Baru beberapa saat ikatanku
    dilepaskan kembali tanganku diikat tapi kali ini ke depan agak longgar.

    “ mist aku kan sdh memuaskan mist. Ko masi diikat? Aku sdh sangat cape n pengin pulang.” Kataku
    memberanikan diri. “ ssst diem! Kan kamu belum puas. Sekarang gantian biar impas.” Kata mist eva.
    “ ga papa mist,yang penting mist udah puas.” Jawabku karena memang aku sudah sangat lelah.
    “ diem kamu! Atau pengen dihukum lagi?” bentak mist eva.

    Kali ini aku tak berani lagi membantahnya karena takut dihukum. Aku lalu dituntun keluar kamar. Agak
    susah rasanya setelah kakiku lama terikat tertekuk. Apalagi aku berjalan masih memakai sepatu hak
    tinggi.

    Sesampai di ruang makan mist eva menyuruhku duduk dan kembali mengikat pergelangan kakiku ke kaki
    kursiku. Dia pergi ke lemari pendingin dan mengambil segelas minuman dingin lalu menyodrkan ke mulutku.
    Segar sekali rasanya setelah cape karena lama terikat. Kembali mist eva mengambil sesuatu. Aku lihat jam
    dinding menunjukan jam 7 malam. Padahal tadi aku datang kesini sekitar jam 4 sore. Berarti sudah tiga
    jam aku dipake mist eva.

    Mist eva datang kembali dengan membawa sepiring makanan lalu menyuapiku, aku hanya menurut saja.
    Sepertinya ini bubur tapi rasanya enak . yang aku heran kenapa kadang mist eva bisa bersikap kejam
    menyiksaku tapi kadang juga bersikap penuh perhatian. Setelah habis mist eva kembali menyuapiku buah
    anggur. Lalu dia memberikanku beberapa tablet pil lalu menyuruhku meminumnya.

    “ apa ini mist? “ kataku penasaran karena aku takut ini pil extacy .
    “ udah minum aja ga akan membahayakan kamu. Itu Cuma vitamin biar kamu fit” ucap mist eva.

    Akhirnya aku meminumnya walaupun sebernya aku takut juga. Kmdn mist eva kembali mengikat tanganku ke
    belang kursi. Entah apa lagi rencana mist eva karena kmdn mist eva kembali menyumpal mulutku dengan
    dildo penis gag yang tadi sudah digunakan. Tapi kmdn dia kembali masuk kamar dan meninggalkanku
    sendirian. Entah apa yang dikerjakan mist eva di dalam kamar, sepertinya istirahat sebentar setelah tadi
    mencapai klimax.

    Sementara aku tak bisa berbuat apa-apa disini menunggunya terikat di kursi makan. Walaupun ikatanya
    tidak terlalu kencang tapi yang membuatku tidak nyaman karena ada dildo penis gede di mulutku dengan
    penis dildo yang keluar dari mulutku membuatku jijik. Beberapa saat lamanya aku menunggu sampai mist eva
    datang dengan berganti pakaian kembali memakai celana dan baju ketat kulitbya.

    Sementara sepatu boot tingginya membuatnya semakin anggun. Dia kembali merapikan make up ku yang mungkin
    sekarang sudah acak-acakan. Lalu merapikan dan menyisir rambut wig yang masih aku pakai. Aku takut
    ketika mist eva membawaku kembali ke ruangan gudang yang tadi sore dipakai untuk menyiksaku. Jangan-
    jangan mist eva akan menyiksaku lag, pikirku membayangkan apa yang akan dilakukan mist eva.

    Di bawah dua buah tiang kayu yang membentuk seperti tiang kayu Dia mengikat kedua tanganku ke belakang
    tapi kali ini dengan posisi pergelangan tangan kanan ke siku kiri dan begitu sebaliknya. Sehingga
    tanganku terikat kuat di punggung. Sedangkan kakiku direntangkan lalu mist eva memasangkan sejenis dua
    buah besi panjang yang di ujungnya terdapat lubang setengah lingkaran. Sehingga ketika Lubang itu
    dipasangkan di masing-masing pergelangan kakiku menjadi semacam pasungan yang memasung kakiku. Lalu
    dikunci dan diikat kuat. Aku tak bisa menggerakan kakiku yang sekarang terentang lebar.

    Cerita Sex Jadi Budak Seks Lalu mist eva melemparkan sebuah tali ke palang kayu di atas. Ujungnya di tarik dan dibuat untuk
    mengikat dada dan pundakku sangat kencang. Setelah terikat kuat ujung tali satunya ditarik kuat sehingga
    badanku meregang tertarik ke atas sehingga posisiku sekarang agak membungkuk. Setelah merasa badanku
    sudah teregang ke atas, ujung talinya diikatkan kembali ke kedua d sikuku sehingga sekarang aku dalam
    kondisi terikat tergantung membungkuk dengan kaki terentang lebar. Belum cukup sampai disitu, kedua besi
    pemasung kakiku diikat ujungnya ke samping ke masing2 tiang membuat posisi kakiku terikat kuat tanpa
    bisa aku gerakan lagi.

    Setelah puas mengikatku mist eva merekamku dengan kameranya sampai mengclose up wajahku dengan mulutku
    yang masih terpasang dildo penis. Dia keliahatan puas melihatku yang malu2 mencoba menghindari camera.
    Lau mist eva kembali ke belakangku dan dreass yang aku pakai diangkatnya. aku merasa pinggulku ditepuk2.
    Kmdn dengan memakai sesuatu memukul2 bokongku agak keras. Aku mencoba menghindar dan berteriak kesakitan
    tapi suaraku tersumbat gag penis di mulutku.

    Sepertinya mist eva memakai pemukul rotan yang tadi digunakannya. Percuma saja aku menghindar karena aku
    dalam posisi terikat jadi aku Cuma bisa menggoyangkan pinggulku. Untunglah tidak berapa lama mist eva
    menghentikanya. Tapi kmdn memelorotkan celana dalam cewek yang aku pakai. Aku kaget setengah mati ketika
    aku merasa lubang anusku dimasuki sesuatu. Sakit rasanya sehingga aku goyang2kan pinggulku.

    “ diemm!!” bentak mist eva sambil memukul pinggulku keras2.
    “ ini ga akan sakit kalo kamu nurut” aku terpaksa menurutinya ketika benda itu sedikit demi sedikit
    masuk ke lubang anusku.

    Benda itu terus ditekan masuk sementara tangan mist eva membuka belahan pantatku. Lalu aku merasa ada
    cairan pelican yang dioleskan ke lubangku sehingga benda itu tidak terlalu kesat dan sakit memasukiku.
    Tapi aku merasa tetap sakit ketika benda itu semakin menerobos anusku. Aku mencoba menahan tapi justru
    semakin sakit rasanya sehingga aku coba tenangkan pikiran dan pasrah. Aku gigit dildo kuat2 untuk
    menahan sakit.

    Rasanya sungguh aneh ketika benda itu semakin dalam didorong mist eva masuk ke anusku, aku merasa ingin
    buang air besar. Sepertinya benda itu sudah masuk sepenuhnya karena mist eva tidak mendorongnya lagi.
    Tapi mengikat ujungnya ke pahaku sehingga benda itu tetap di dalam lubang anusku, tidak akan keluar lagi
    meskipun aku coba mendorongnya.
    Mist eva lalu keluar ruang meninggalkanku begitu saja yang terikat. benda yang masuk ke lubang anusku
    membuatku benar2 merasa tidak nyaman karena serasa ingin buang air besar.

    Aku terus mencoba mendorongnya keluar tapi tetap saja benda itu di dalam lubangku. Aku kembali
    membayangkan siksaan apalagi yang akan dilakukan mist eva padaku. Sepertinya dia sangat suka membuat
    orang menderita. Aku mulai merasa cape karena terikat tergantung membungkuk seperti ini, apalagi kakiku
    juga terpasung terentang lebar.

    Akhirnya mist eva masuk kembali ke ruangan tempat penyiksaan ini. Langkahnya terdengar dari sepatu hak
    tinggi yang dipakainya. Dia berdiri di depanku dengan tersenyum puas. Tapi kali ini agak aneh karena
    mist eva memakai benda seperti penis besar di antara selangkangannya.

    “ kamu tahu apa ini?” aku Cuma menggeleng pelan karena memang tidak tahu benda apalagi itu.
    “ ini akan memuaskan kamu slave.’

    Kata mist eva sambil mengadu penis di selangkangannya dengan penis gag yang keluar menjulur dari
    mulutku. Aku mulai takut jangan2 mist eva akan menydomiku dengan benda mirip penis besar itu.
    Kekhawatiranku semakin menjadi ketika mist eva mulai melepas benda yang terikat di lubang anusku.
    Sepertinya benda itu Cuma untuk pemanasan masuk ke lubang anusku. Aku mulai meronta ketika kembali
    lubang anusku dimasuki ujung penis buatan yang dipakai mist eva. Penis itu sepertinya lebih besar dari
    benda yang tadi dimasukan ke lubangku karena kali ini terasa lebih sakit ketika baru ujungnya saja yang
    memasuki lubangku.

    “ diam!!! Kamu bakal keenakan nanti!” bentak mist eva sambil menepuk2 pinggulku dan merenggangkan
    belahan pantatku. “aooogghhh” jeritku tertahan ketika benda itu semakin masuk.

    Mist eva terus menekan dan mendorong benda itu masuk ke lubang anusku kali ini terasa sangat sakit
    sampai aku tak kuasa meneteskan air mata. Benar-benar aku serasa diperkosa. Rupanya inilah maksudnya
    kenapa mist eva mencari cowok yang masih virgin, untuk diperkosa seperti ini. Aku sungguh menyesal
    kenapa menerima tawarannya.

    ‘ kamu benar-benar masih perawan yah slave” ucap mist eva meledekku sambil terus menekan benda itu
    masuk.

    Ketika aku tahan benda itu justru aku merasa lebih sakit maka aku coba untuk tenang dan membiarkan benda
    itu masuk lebih dalam lagi ke lubangku. Cara ini sedikit berhasil karena penis itu terus masuk sedikit
    demi sedikit . walaupun tetap sakit tapi lebih mengurangi penderitaanku. Apalagi ketika mist eva
    menambah pelicin ke batang penis itu semakin mudah menerobos masuk.

    Aku coba lebih meregangkan kakiku lebih lebar supaya benda itu cepat masuk semuanya dan ternyata
    berhasil. Aku merasa paha mist eva menyentuh pinggulku menandakan benda itu sudah masuk seluruhnya. Mist
    eva lalu mulai menggoyang-goyang pinggulnya membuat penis buatan yang masuk di lubangku semakin masuk
    lebih dalam. Aku ikut bergoyang2 mengikutinya. Mist eva memegangi pinggangku dan memaju mundurkan penis
    itu di dalam lubangku. Pertama pelan tapi kemudian semakin kencang. Apalagi batang penis itu kembali
    diberi pelican sehingga penis itu bisa sliding maju mundur dengan lebih mudah.

    Aku tak pernah membayangkan keadaanku saat ini. Aku diperkosa dan disodomi oleh seorang wanita. Rasanya
    malu sekali ada dua buah penis yang memasukiku yaitu di lubang anusku dan juga di mulutku. Tapi aku tak
    bisa berbuat apa-apa untuk melawannya karena aku terikat tak berdaya. Akhirnya aku pasrah saja ketika
    mist eva terus saja memompa penis buatan itu di dalam lubangku. Aku terus menggigit dildo gag di
    mulutku.

    Tapi entah kenapa semakin lama aku merasa ada getaran gairah yang mengalir ke tubuhku. Apalagi ketika
    mist eva semakin intens memompa penis itu dan sesekali menggoyangnya. Tak terasa penisku yang sudah tak
    tertutup celana dalam sudah tegang penuh. Apalagi ketika mist eva mulai menyentuh dan memainkannya.

    “ gimana? Enak kan? Kata mist eva sambil terus memompaku.

    Aku hanya diam sambil mencoba pejamkan mata kenapa aku justru menikmati disodomi seperti ini. Aku tak
    kuasa menahan nafsu ketika aku merasa semakin menikmati pompaan mist eva dan tangannya yang memainkan
    penisku. Akhirnya aku ikut mengikuti ritme pompaannya yang semakin dahsyat. Rupanya mist eva sudah tahu
    aku mulai menikmatinya. Dia lalu membuka gag penis di mulutku. Lega rasanya setelah lama mulutku
    tersumbat.

    Tanpa sadar aku mulai mengeluarkan desahan kenikmatan sambil terus mengikuti dorongan mist eva yang
    terus memaju mundurkan penis itu di dalam lubangku.

    “aaaahhhg” desahku lirih sambil terus membuka mulut dan memejamkan mata untuk menikmati sensasi yang
    belum pernah aku alami sebelumnya ini. “ tuh kan kamu menikmatinya, enak kan? Kata mist eva yang tak aku
    pedulikan karena aku benar-benar menikmati kenikmatan yang intens ini.

    Namun sekarang tangan mist eva beralih dari memainkan penisku ke payudara palsu yang masih aku pakai.
    Payudaraku di remas-remas perlahan membuat sakit jepitan yang menjepit putingku. Antara sakit dan nikmat
    aku terus mendesah tak karuan. Bahkan tanpa sadar desahanku semakin keras tapi aku tak mempedulikannya
    karena yang kurasakan sekarang hanyalah nafsu yang semakin menggebu. Penisku benar-benar tegang
    sepertinya siap meluncurkan cairan kenikmatanya.

    Sepertinya mist eva tahu aku hampir mencapai klimax dan seperti biasa dia kembali mempermainkanku dengan
    menghentikan sodokannya. Tapi penis itu masih di dalam lubangku. Tanpa sadar aku yang bergerak maju
    mundur memompa penis itu. Tapi rasanya kurang begitu nikmat.

    “ kenapa slave? “ Tanya mist eva meledekku lagi.
    “ plzz mist…” kataku menghiba tanpa malu lagi karena kenikmatanku terhenti.
    “bilang fuck me plzzz mist” kata mist eva mempermainkanku.
    “ fuck me plzzz mist….” Kataku tanpa malu-malu karena aku sudah terbawa nafsu sampai tak mempedulikan
    apa-apa lagi.

    Mist eva segera menyodok dan memompaku lagi membuatku kembali mendesah kenikmatan sambil memejamkan
    mata.

    “aaaaghhhhh….. aoooohhh desahku tak karuan.
    “ayo minta yang kenceng” kata mist eva menghentikan pompaannya lagi.
    “ FUCK ME MIST PLZZZZ…………” kataku setengah berteriak berulang-ulang.

    Mist eva tertawa melihat keberhasilannya mempermainkanku. Mist eva terus menyodok dan memompa penis itu
    ke lubangku semakin keras dan kadang digoyang-goyangkannya. Aku benar-benar melayang dibuatnya. Nafasku
    semakin memburu, Sampai pada satu sodokan penisku yang sudah sangat tegang meluncurkan gelombang demi
    gelombang kenikmatan tanpa ada sentuhan.

    Aku bergetar hebat menikmati sensasi yang sungguh luar biasa ini. Belum pernah aku merasakan kepuasan
    yang sangat dahsyat seperti ini. Aku renggangkan kakiku lebar-lebar sementara mulutku menganga lebar dan
    mataku masih aku pejamkan untuk menikmati momen yang sungguh menakjubkan ini.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Video Bokep Jepang Yui Satonaka bermian-main dengan dildonya

    Video Bokep Jepang Yui Satonaka bermian-main dengan dildonya


    2117 views

  • Video Bokep Eropa  ibuku menggoda teman sekelasku dan aku untuk ngentot

    Video Bokep Eropa ibuku menggoda teman sekelasku dan aku untuk ngentot


    2201 views

     

  • Kisah Memek tante susan

    Kisah Memek tante susan


    2859 views

    Duniabola99.com – Tante Susan tampak seksi dengan pakaian aerobiknya, lekuk-lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas. Kamipun meluncur menuju tempat aerobik dengan menggunakan mobil Kijang Putih milik Tante Susan. Di sepanjang jalan Tante Susan banyak mengeluh tentang Om Edwin yang semakin jarang di rumah.
    “Om Edwin itu egois dan gila kerja, padahal gajinya sudah lebih dari cukup tapi terus saja menerima ditawari jadi pembicara dimana-mana…”
    “Yach, sabar aja tante.. itu semua khan demi tante juga,” kataku mencoba menghibur.
    “Ah..Rio, kalau orang sudah berumah tangga, kebutuhan itu bukan cuma materi, tapi juga yang lain. Dan itu yang sangat kurang tante dapatkan dari Om.”

    Tiba-tiba tangan Tante Susan menyentuh paha kiriku dengan lembut, “Biarpun begini, tante juga seorang wanita yang butuh belaian seorang laki-laki… tante masih butuh itu dan sayangnya Om kurang peduli.”

    Aku menoleh sejenak dan kulihat Tante Susan menatapku dengan tersenyum. Tante Susan terus mengelus-elus pahaku di sepanjang perjalanan. Aku tidak berani bereaksi apa-apa kecuali, takut membuat Tante Susan tersinggung atau disangka kurang ajar.

    Keluar dari kelas aerobik sekitar jam 4 sore, Tante Susan tampak segar dan bersemangat. Tubuhnya yang lembab karena keringat membuatnya tampak lebih seksi.

    “Rio, waktu latihan tadi tadi punggung tante agak terkilir… kamu bisa tolong pijitin tante khan?” katanya sambil menutup pintu mobil.
    “Iya… sedikit-sedikit bisa tante,” kataku sambil mengangguk.
    Aku mulai merasa Tante Susan menginginkan yang lebih jauh dari sekadar teman ngobrol dan curhat. Terus terang ini suatu pengalaman baru bagiku dan aku tidak tahu bagaimana harus menyikapinya. Sepanjang jalan pulang kami tidak banyak bicara, kami sibuk dengan pikiran dan khayalan masing-masing tentang apa yang mungkin terjadi nanti.

    Setelah sampai di rumah, Tante Susan langsung mengajakku ke kamarnya. Dikuncinya pintu kamar dan kemudian Tante Susan langsung mandi. Entah sengaja atau tidak, pintu kamar mandinya dibiarkan sedikit terbuka. Jelas Tante Susan sudah memberiku lampu kuning untuk melakukan apapun yang diinginkan seorang laki-laki pada wanita. Tetapi aku masih tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya terduduk diam di kursi meja rias.

    “Rio sayang… tolong ambilkan handuk dong…” nada suara Tante Susan mulai manja.

    Lalu kuambil handuk dari gantungan dan tanganku kusodorkan melalui pintu sambil berusaha untuk tidak melihat Tante Susan secara langsung. Sebenarnya ini tindakan bodoh, toh Tante Susan sendiri sudah memberi tanda lalu kenapa aku masih malu-malu? Aku betul-betul salah tingkah. Tidak berapa lama kemudian Tante Susan keluar dari kamar mandi dengan tubuh dililit handuk dari dada sampai paha. Baru kali ini aku melihat Tante Susan dalam keadaan seperti ini, aku mulai terangsang dan sedikit bengong. Tante Susan hanya tersenyum melihat tingkah lakuku yang serba kikuk melihat keadaannya.

    “Nah, sekarang kamu pijitin tante ya… ini pakai body-lotion…” katanya sambil berbaring tengkurap di tempat tidur. Dibukanya lilitan handuknya sehingga hanya tertinggal BH dan CD-nya saja. Aku mulai menuangkan body-lotion ke punggung Tante Susan dan mulai memijit daerah punggungnya.

    “Tante, bagian mana yang sakit…” tanyaku berlagak polos.
    “Semuanya sayang… semuanya… dari atas sampai ke bawah. Bagian depan juga sakit lho…nanti Rio pijit ya…” kata Tante Susan sambil tersenyum nakal.

    Aku terus memijit punggung Tante Susan, sementara itu aku merasakan kontolku mulai membesar. Aku berpikir sekarang saatnya menanggapi ajakan Tante Susan dengan aktif. Saat inilah aku berkesempatan menyetubuhi Tante Susan. Sudah ratusan referensi dari film-film BF yang pernah kutonton maka aku tahu apa yang harus kuperbuat… dan yang paling penting ikuti saja naluri…


    “Tante sayang…, tali BH-nya boleh kubuka?” kataku sambil mengelus pundaknya. Tante Susan menatapku sambil tersenyum dan mengangguk. Aku tahu betul Tante Susan sama sekali tidak sakit ataupun cedera, acara pijat ini cuma sarana untuk mengajakku bercinta. Setelah tali BH-nya kubuka perlahan-lahan kuarahkan kedua tanganku ke-arah payudaranya. Dengan hati-hati kuremas-remas payudaranya… ahh lembut dan empuk. Tante Susan bereaksi, ia mulai terangsang dan pandangan matanya menatapku dengan sayu. Kualihkan tanganku ke bagian bawah, kuselipkan kedua tanganku ke dalam celana dalamnya sambil pelan-pelan kuremas kedua pantatnya selama beberapa saat. Tante Susan dengan pasrah membiarkan aku mengeksplorasi tubuhnya. Kini tanganku mulai berani menjelajahi juga bagian depannya sambil mengusap-usap daerah sekitar memeknya dengan lembut. Jantungku brdebar kencang, inilah pertamakalinya aku menyentuh memek Tante Susan… Perlahan tapi pasti kupelorotkan celana dalam Tante Susan.

    Sekarang tubuh Tante Susan tertelungkup di tempat tidur tanpa selembar benangpun… sungguh suatu pemandangan yang indah. Aku kagum sekaligus terangsang. Ingin rasanya segera menancapkan batang kemaluanku ke dalam memek memeknya. Aku memejamkan mata dan mencoba bernafas perlahan untuk mengontrol emosiku.

    Seranganku berlanjut, kuselipkan tanganku diantara kedua pahanya dan kurasakan rambut kemaluannya yang cukup lebat. Jari tengahku mulai menjelajahi celah sempit dan basah yang ada di sana. Hangat sekali raanya. Kurasakan nafas Tante Susan mulai berat, tampaknya dia makin terangsang oleh perbuatanku.

    “Mmhh… Rio… kamu nakal ya…” katanya.
    “Tapi tante suka khan…?”
    “Mmhh.. terusin Rio… terusin… tante suka sekali.”
    Jariku terus bergerilya di belahan memeknya yang terasa lembut seperti sutra, dan akhirnya ujung jariku mulai menyentuh daging yang berbentuk bulat seperti kacang tapi kenyal seperti moci Cianjur. Itu klitoris Tante Susan. Dengan gerakan memutar yang lembut kupermainkan klitorisnya dengan jariku dan diapun mulai menggelinjang keenakan. Kurasakan tubuhnya sedikit bergetar tidak teratur. Sementara itu aku juga sudah semakin terangsang, dengan agak terburu-buru pakaiankupun kubuka satu-persatu hingga tidak ada selembar benangpun menutup tubuhku, sama seperti Tante Susan.

    Kukecup leher Tante Susan dan dengan perlahan kubalikkan tubuhnya. Sesaat kupandangi keindahan tubuhnya yang seksi. Payudaranya cukup berisi dan tampak kencang dengan putingnya yang berwarna kecoklatan memberi pesona keindahan tersendiri. Tubuhnya putih mulus dan nyaris tanpa lemak, sungguh-sungguh Tante Susan pandai merawat tubuhnya. Diantara kedua pahanya tampak bulu-bulu kemaluan yang agak basah, entah karena baru mandi atau karena cairan lain. Sementara itu belahan memeknya samar-samar tampak di balik bulu-bulu tersebut. Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin suaminya bisa sering meninggalkannya dan mengabaikan keindahan seperti ini.


    “Tante seksi sekali…” kataku terus terang memujinya. Kelihatan wajahnya langsung memerah.
    “Ah.. bisa aja kamu merayu tante… kamu juga seksi lho Rio… lihat tuh burungmu sudah siap tempur… ayo jangan bengong gitu… terusin pijat seluruh badan tante….,” kata Tante Susan sambil tersenyum memperhatikan kontolku yang sudah mengeras dan mendongak ke atas.

    Aku mulai menjilati payudara Tante Susan sementara itu tangan kananku perlahan-lahan mempermainkan memek dan klitorisnya. Kujilati kedua bukit payudaranya dan sesekali kuhisap serta kuemut putingnya dengan lembut sambil kupermainkan dengan lidahku. Tante Susan tampak sangat menikmati permainan ini sementara tangannya meraba dan mempermainkan kontolku.

    Aku ingin sekali menjilati memek Tante Susan seperti dalam adegan film BF yag pernah kutonton. Perlahan-lahan aku mengubah posisiku, sekarang aku berlutut di atas tempat tidur diantara kedua kaki Tante Susan. Dengan perlahan kubuka pahanya dan kulihat belahan memeknya tampak merah dan basah. Dengan kedua ibu jariku kubuka bibir memeknya dan terlihatlah liang memek Tante Susan yang sudah menanti untuk dipuaskan, sementara itu klitorisnya tampak menyembul indah di bagian atas memeknya. Tanpa menunggu komando aku langsung mengarahkan mulutku ke arah memek Tante Susan. Kujilati bibir memeknya dan kemudian kumasukkan lidahku ke liang memeknya yang terasa lembut dan basah. “Mmhhh.. aahhh” desahan nikmat keluar dari mulut Tante Susan saat lidahku menjilati klitorisnya. Sesekali klitorisnya kuemut dengan kedua bibirku sambil kupermainkan dengan lidah. Aroma khas memek wanita dan kehangatannya membuatku makin bersemangat, sementara itu Tante Susan terus mendesah-desah keenakan. Sesekali jari tanganku ikut membantu masuk ke dalam memek memeknya.

    “Aduuh.. Rioooo… enak sekali sayang… iya sayang… yang itu enak.. emmhh .. terus sayang… pelan-pelan sayang… iya… gitu sayang… terus.. aduuh.. aahh… mmhh..” katanya mencoba membimbingku sambil kedua tangannya terus menekan kepalaku ke selangkangannya. Tidak berapa lama kemudian pinggul Tante Susan mulai berkedut-kedut, gerakannya terasa makin bertenaga, lalu pinggulnya maju-mundur dan berputar-putar tak terkendali. Sementara itu kedua tangannya semakin keras mencengkeram rambutku.

    “Rio.. Tante mau keluaar… aah.. uuh..aahh…oooh…. adduuh… sayaaang… Rioooo…. terus jilat itu Rio… teruus… aduuuh… aduuuh…tante keluaaar…” bersamaan dengan itu kepalaku dijepit oleh kedua pahanya sementara lidah dan bibirku terus terbenam menikmati kehangatan klitoris dan memeknya yang tiba-tiba dibanjiri oleh cairan orgasmenya. Beberapa saat tubuh Tante Susan meregang dalam kenikmatan dan akhirnya terkulai lemas sambil matanya terpejam. Tampak bibir memeknya yang merah merekah berdenyut-denyut dan basah penuh cairan.


    “Rio.. enak banget…. sudah lama tante nggak ngerasain yang seperti ini…” katanya perlahan sambil membuka mata. Aku langsung merebahkan diri di samping Tante Susan, kubelai rambut Tante Susan lalu bibir kami beradu dalam percumbuan yang penuh nafsu. Kedua lidah kami saling melilit, perlahan-lahan tanganku meraba dan mempermainkan pentil dan payudaranya. Tidak berapa lama kemudian tampaknya Tante Susan sudah mulai naik lagi. Nafasnya mulai memburu dan tangannya meraba-raba kontolku dan meremas-remas kedua buah bola pingpongku.

    “Rio sayang… sekarang gantian tante yang bikin kamu puas ya…” katanya sambil mengarahkan kepalanya ke arah selangkanganku. Tidak berapa lama kemudian Tante Susan mulai menjilati kontolku, mulai dari arah pangkal kemudian perlahan-lahan sampai ke ujung. Dipermainkannya kepala kontolku dengan lidahnya. Wow.. nikmat sekali rasanya… tanpa sadar aku mulai melenguh-lenguh keenakan. Kemudian seluruh kontolku dimasukkan ke dalam mulutnya. Tante Susan mengemut dan sekaligus mempermainkan batang kemaluanku dengan lidahnya. Kadang dihisapnya kontolku kuat-kuat sehingga tampak pipinya cekung. Kurasakan permainan oral Tante Susan sungguh luar biasa, sementara dia mengulum kontolku dengan penuh nafsu seluruh tubuhku mulai bergetar menahan nikmat. Aku merasakan kontolku mengeras dan membesar lebih dari biasanya, aku ingin mengeluarkan seluruh isinya ke dalam memek Tante Susan. Aku sangat ingin merasakan nikmatnya memek Tante Susan….

    “Tante… Rio pengen ngentotin memek tante… ” kataku sambil mencoba melepaskan kontolku dari mulutnya. Tante Susan mengangguk setuju, lalu ia membiarkan kontolku keluar dari mulutnya. “Terserah Rio sayang… keluarin aja semua isinya ke dalam memek tante… tante juga udah pengen banget ngerasain punya kamu di dalam sini….”

    Perlahan kurebahkan Tante Susan disebelahku, Tante Susan langsung membuka kedua pahanya mempersilahkan kontolku masuk. Samar-samar kulihat belahan memeknya yang merah. Dengan perlahan kubuka belahan memeknya dan tampaklah memek memek Tante Susan yang begitu indah dan menggugah birahi dan membuat jantungku berdetak keras. Aku takut kehilangan kontrol melihat pemandangan yang indah nan alami, aku berusaha keras mengatur nafasku supaya tidak terlarut dalam nafsu…. Perlahan-lahan kupermainkan klitorisnya dengan jempol sementara jari tengahku masuk ke memek memeknya. Tidak berapa lama kemudian Tante Susan mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, “Rio sayang.. masukin punyamu sekarang, tante udah siap…”


    Kuarahkan kontolku yang sudah mengeras ke memek memeknya, aku sudah begitu bernafsu ingin segera menghujamkan batang kontolku ke dalam memek Tante Susan yang hangat. Tapi mungkin karena memek tante susan terlalu sempit karena jarang di entotin aku agak kesulitan untuk memasukkan kontolku. Rupanya Tante Susan menyadari kesulitanku. Dia memandangku dengan tersenyum…..

    “Tenang aja… nggak usah buru-buru… tante bantu…” katanya sambil memegang kontolku. Diarahkannya kepala kontolku ke dalam memek memeknya sambil tangan yang lain membuka bibir memeknya, lalu dengan sedikit dorongan ke depan…masuklah kepala kontolku ke dalam memeknya. Rasanya hangat dan basah…. sensasinya sungguh luar biasa.

    Akhirnya perlahan tapi pasti kubenamkan seluruh kontolku ke dalam memek Tante Susan, aah.. nikmatnya. “Aaahh…Rioooo.. eemh…” Tante Susan berbisik perlahan, dia juga merasakan kenikmatan yang sama. Sekalipun sudah 38 tahun memek Tante Susan masih terasa sempit, dinding-dindingnya terasa kuat mencengkeram kontolku. Aku merasakan memeknya seperti meremas kontolku dengan gerakan yang berirama. Luar biasa nikmat rasanya…. Perlahan kugerakkan pinggulku turun naik, Tante Susan juga tidak mau kalah, pinggulnya bergerak turun naik mengimbangi gerakanku. Tangannya mencengkeram erat punggungku dan tanganku membelai rambutnya sambil meremas-remas payudaranya yang empuk. Sementara itu bibir kami berpagutan dengan liar….

    Baru beberapa menit saja aku sudah mulai merasa seluruh tubuhku bergetar dijalari sensasi nikmat yang luar biasa…… kelihatannya tidak lama lagi aku akan mencapai puncak orgasme.

    “Tante…Rio sudah hampir keluar…. aaah…uuh…” kataku berusaha keras menahan diri.
    “Terusin aja Rio… kita barengan yaa…. tante juga udah mau keluar… aahh… Rio… tusuk yang kuat Rio… tusuk sampai ujung sayang… mmhh….”

    Kata-kata Tante Susan membuatku makin bernafsu dan aku menghujamkan kontolku berkali-kali dengan kuat dan cepat ke dalam memeknya.


    “Aduuh…Rio udah nggak tahan lagi…” aku benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi, pantatku bergerak turun naik makin cepat dan kontolku terasa membesar dan berdenyut-denyut bersiap mencapai puncak di dalam memek Tante Susan. Sementara itu Tante Susan juga hampir mencapai orgasmenya yang kedua.

    “Ayoo Rio… tante juga mau…ahhhh…ahhh kamu ganas sekali……. aaaahhh…. Riooooo…. sekarang Rio…. keluarin sekarang Rio… tante udah nggak tahan…mmmhhh”. Tante Susan juga mulai kehilangan kontrol, kedua kakinya dijepitkan melingkari pinggulku dan tangannya mencengkeram keras punggungku.

    Dan kemudian aku melancarkan sebuah tusukan akhir yang maha dahsyat…
    “Tante…aaaa…aaaagh….Rio keluaaaar…..aagh..” aku mendesah sambil memuncratkan seluruh spermaku ke dalam liang kenikmatan Tante Susan. Bersamaan dengan itu Tante Susanpun mengalami puncak orgasmenya, “Rioooo…. aduuuh……tante jugaa….aaaah… I’m cumming honey… aaaahh…..aah….”

    Kami berpelukan lama sekali sementara kontolku masih tertanam dengan kuat di dalam memek Tante Susan. Ini sungguh pengalaman pertamaku yang luar biasa…. aku betul-betul ingin meresapi sisa-sisa kenikmatan persetubuhan yang indah ini. Akhirnya aku mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, seluruh persendianku terasa lepas dari tempatnya. Kulepaskan pelukanku dan perlahan-lahan kutarik kontolku yang mulai sedikit melemah karena kehabisan energi. Lalu aku terbaring lemas di sebelah Tante Susan yang juga tergolek lemas dengan mata masih terpejam dan bibir bawahnya sedikit digigit. Kulihat dari celah memeknya cairan spermaku meleleh melewati sela-sela pahanya. Rupanya cukup banyak juga spermaku muntah di dalam memek Tante Susan.


    Tak lama kemudian Tante Susan membuka matanya dan tersenyum padaku, “Gimana sayang…enak?” katanya sambil menyeka sisa spermaku dengan handuk. Aku hanya mengangguk sambil mengecup bibirnya.

    “Tante nggak nyangka kalau kamu ternyata pinter “making-love”. Soalnya waktu “fore-play” tadi nggak kelihatan, baru waktu mau masukin kontol tante tahu kalau kamu pengalaman. By the way, Tante senang sekali dientoti kamu. Tante betul-betul menikmati permainan ini. Kapan-kapan kalau ada kesempatan kita main lagi mau Rio…?”

    Aku hanya diam tersenyum, betapa tololnya kalau aku jawab tidak. Tante Susan membaringkan kepalanya di dadaku, kami terdiam menikmati perasaan kami masing-masing selama beberapa saat. Tapi tidak sampai 5 menit, energiku mulai kembali. Tubuh wanita matang yang bugil dan tergolek dipelukanku membuat aku kembali terangsang, perlahan-lahan kontolku mulai membesar. Tangan kananku kembali meraba payudara Tante Susan dan membelainya perlahan. Dia memandangku dan tersenyum, tangannya meraih kontolku yang sudah kembali membesar sempurna dan digenggamnya erat-erat.

    “Sudah siap lagi sayang…? Sekarang tante mau di atas ya…?” katanya sambil mengangkangi aku. Dibimbingnya kontolku ke arah memek memeknya yang masih basah oleh spermaku. Kali ini dengan lancar kontolku langsung meluncur masuk ke dalam memek Tante Susan yang sudah sangat basah dan licin. Kini Tante Susan duduk diatas badanku dengan kontolku terbenam dalam-dalam di memeknya. Tangannya mencengkeram lenganku dan kepalanya menengadah ke atas dengan mata terpejam menahan nikmat.
    “Aahh…Rio… kontolmu sampai ke ujung… uuh…. mmhh… aahhh” katanya mendesah-desah. Gerakan Tante Susan perlahan tapi penuh energi, setiap dorongannya selalu dilakukan dengan penuh energi sehingga membuat kontolku terasa masuk begitu dalam di liang memeknya. Pantat Tante Susan terus bergerak naik turun dan berputar-putar, kadang-kadang diangkatnya cukup tinggi sehingga kontolku hampir terlepas lalu dibenamkan lagi dengan kuat. Sementara itu aku menikmati goyangan payudaranya yang terombang-ambing naik-turun mengikuti irama gerakan binal Tante Susan. Kuremas-remas payudaranya dan kupermainkan pentilnya sehingga membuat Tante Susan makin bergairah. Gerakan Tante Susan makin lama makin kuat dan dia betul-betul melupakan statusnya sebagai seorang istri pembicara yang terhormat. Saat itu dia menampilkan dirinya yang sesungguhnya dan apa adanya… seorang wanita yang sedang dalam puncak birahi dan haus akan kenikmatan. Akhirnya gerakan kami mulai makin liar dan tak terkontrol…


    “Rio… tante sudah mau keluar lagi…. aaah… mmmhh.. uuuughhh…”
    “Ayoo tante… Rio juga udah nggak tahan…”

    Akhirnya dengan sebuah sentakan yang kuat Tante Susan menekan seluruh berat badannya ke bawah dan kontolku tertancap jauh ke dalam liang memeknya sambil memuncratkan seluruh muatan… Tangan Tante Susan mencengkeram keras dadaku, badannya melengkung kaku dan mulutnya terbuka dengan gigi yang terkatup rapat serta matanya terpejam menahan nikmat. Setelah beberapa saat akhirnya Tante Susan merebahkan tubuhnya di atasku, kami berdua terkulai lemas kelelahan. Malam itu untuk pertama kalinya aku tidur di dalam kamar Tante Susan karena dia tidak mengijinkan aku kembali ke kamar. Kami tidur berdekapan tanpa sehelai busanapun. Pagi harinya kami kembali melakukan persetubuhan dengan liar… Tante Susan seolah-olah ingin memuaskan seluruh kerinduannya akan kenikmatan yang jarang didapat dari suaminya.

    Semenjak saat itu kami sering sekali melakukannya dalam berbagai kesempatan. Kadang di kamarku, kadang di kamar Tante Susan, atau sesekali kami ganti suasana dengan menyewa kamar hotel di daerah Lembang untuk kencan short-time. Kalau aku sedang “horny” dan ada kesempatan, aku mendatangi Tante Susan dan mengelus pantatnya atau mencium lehernya. Kalau OK Tante Susan pasti langsung menggandeng tanganku dan mengajakku masuk ke kamar. Sebaliknya kalau Tante Susan yang “horny”, dia tidak sungkan-sungkan datang ke kamarku dan langsung menciumi aku untuk mengajakku bercinta.

    Semenjak merasakan nikmatnya kontolku, Tante Susan tidak lagi cemberut dan uring-uringan kalau Om Edwin pergi tugas mengajar ke luar kota. Malah kelihatannya Tante Susan justru mengharapkan Om Edwin sering-sering tugas di luar kota karena dengan demikian dia bisa bebas bersamaku. Dan akupun juga semakin betah tinggal di rumah Tante Susan.


    Pernah suatu malam setelah Om Edwin berangkat keluar kota, Tante Susan masuk ke kamarku dengan mengenakan daster. Dipeluknya aku dari belakang dan tangannya langsung menggerayangi selangkanganku. Aku menyambut dengan mencumbu bibirnya dan membaringkannya di tempat tidur. Saat kuraba payudaranya ternyata Tante Susan sudah tidak memakai BH, dan ketika kuangkat dasternya ternyata dia juga tidak memakai celana dalam lagi. Bibir memeknya tampak merah dan bulu-bulunya basah oleh lendir. Samar-samar kulihat sisa-sisa lelehan sperma dengan baunya yang khas masih tampak disana, rupanya Tante Susan baru saja bertempur dengan suaminya dan Tante Susan belum merasa puas. Langsung saja kubuka celanaku dan kontol yang sudah mengeras langsung menyembul menantang minta dimasukkan ke dalam liang kenikmatan. Tante Susan menanggapi tantangan kontolku dengan mengangkangkan kakinya. Ia langsung membuka bibir memeknya dengan kedua tangannya sehingga tampaklah belahan memek memeknya yang merekah merah. “Masukin punyamu sekarang ke memek tante sayang…..” katanya dengan nafas yang berat dan mata sayu.

    Karena aku rasa Tante Susan sudah sangat “horny”, tanpa banyak basa-basi dan “foreplay” lagi aku langsung menancapkan batang kontolku ke dalam memek Tante Susan dan kami bergumul dengan liar selama hampir 5 jam! Kami bersetubuh dengan berbagai macam gaya, aku diatas, Tante Susan diatas, doggy-style, gaya 69, kadang sambil berdiri dengan satu kaki di atas tempat tidur, lalu duduk berhadapan di pinggir ranjang, atau berganti posisi dengan Tante Susan membelakangi aku, sesekali kami melakukan di atas meja belajarku dengan kedua kaki Tante Susan diangkat dan dibuka lebar-lebar, dan masih banyak lagi. Aku tidak ingat apa masih ada gaya persetubuhan yang belum kami lakukan malam itu. Dinginnya hawa Dago Utara di waktu malam tidak lagi kami rasakan, yang ada hanya kehangatan yang menggetarkan dua insan dan membuat kami basah oleh keringat yang mengucur deras. Begitu liarnya persetubuhan kami sampai-sampai aku mengalami empat kali orgasme yang begitu menguras energi dan Tante Susan entah berapa kali. Yang jelas setelah selesai, Tante Susan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidurku karena kakinya lemas dan gemetaran sementara memeknya begitu basah oleh lendir dan sangat merah. Seingatku itulah malam paling liar diantara malam-malam liar lain yang pernah kulalui bersama Tante Susan.

    Petualanganku dengan Tante Susan berjalan cukup lama, 2 tahun, sampai akhirnya kami merasa Om Edwin mulai curiga dengan perselingkuhan kami. Sebagai jalan terbaik aku memutuskan untuk pindah kos sebelum keadaan menjadi buruk. Tetapi meskipun demikian, kami masih tetap saling bertemu paling sedikit sebulan sekali untuk melepas rindu dan nafsu. Hal ini berjalan terus sampai aku lulus kuliah dan kembali ke Jakarta. Bahkan sekarang kalau sedang mendapat tugas ke Bandung aku masih menyempatkan diri menemui Tante Susan yang nafsu dan gairahnya seolah tidak pernah berkurang oleh umurnya yang kini sudah mendekati kepala empat .

  • Kisah Memek Adik Ipar

    Kisah Memek Adik Ipar


    4051 views

    Duniabola99.com – Kejadian ini kira-kira 8 tahun yang lalu. Saya sudah membina keluarga yang bahagia dengan anak dua yang sudah menginjak remaja. Isteri saya mempunyai 3 bersaudara terdiri dua perempuan dan satu laki-laki. Mertua saya termasuk orang kaya karena mendapat warisan ayahnya yang kaya raya.
    Bahkan menurut cerita isteri saya kakeknya itu adalah orang terkaya di salah satu kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Pekarangan dan sawahnya sangat luas. Dua dari anak perempuan mertua sudah kawin duluan dan mendapatkan suami yang cukup terpandang dan berhasil. Saya sendiri adalah salah menantunya yang cukup berhasil, karena menjadi seorang Dosen di salah satu PTS terkenal di Jakarta den bergelar Doktor dari Ohio. Fastbet99

    Menurut adat maka anak laki-laki akan mendapatkan warisan yang terbanyak. Jadi adik ipar laki itu akan mendapatkan warisan tanah yang luas. Dia kawin dengan gadis dari kalangan biasa dari daerah pedesaan itu. dia memang cantik sekali bdabnya bersih dan memiliki bentuk tubuh yang aduhai. Setelah 3 tahun kawin ternyata tidak punya anak. Setelah saya tanya isteri, ternyata yang tidak mampu memberi anak adalah adik ipar saya. Dia mempunyai kelainan anatomi pada alat kelaminnya.

    Dia mampu tegang namun tidak bisa menyalurkan sperma kedalam rahim. Sudah diusahakan kemana-mana bahkan ke dokter ahli bayi tabung. Namun ternyata menurut dokter itu tidak mungkin mendapatkan anak dri sperma dari suaminya meskipun bisa diusahakan dengan bayi tabung. Hanya bisa kalau nanti suaminya itu sudah meninggal seperti yang terjadi di Amerika itu. Ada usul dari dokter kalau ambil sperma dari ayah mertua. Tetapi karena mertua sudah sakit-sakitan, dan menderita sakit gula maka dokter menyarankan untuk mendapatkan donor sperma, terserah dari siapa. Maka jatuhlah pilihan kepada saya. Alasan adik ipar saya saya orangnya baik dan pintar. Isteri saya dibujuk untuk mengujinkan spermanya diambil untuk membuahi isteri ipar. Karen dengan niat menolong maka saya mau. Singkat cerita process berhasil dan mendapatkan anak laki mungil dan cakep seperti harapan mertua dan ipar dan isterinya.


    Mertua saya sangat khawatir kalau warisan itu akan jatuh ke orang lain sehingga usaha agar anak laki satu-satunya itu harus punya anak. Sewaktu mengandung bayi tabung itu, ipar saya dipindah tugaskan ke NTT. Menurut pesan mertua isterinya karena kandungannya masih muda agar dititipkan di rumah saya di Jakarta. Karena mertua sudah tidak sanggup mengurusi, karena kesehatannya. Jadilah saya yang mengurus, yang memeriksakan kedokter kandungan itu, dan segala macam. Kalau dia lagi nyidam juga saya yang harus ngurusin. Isteri saya orang nya cuek saja, karena dia juga disibukkan oleh pekerjaannya sendiri sebagai wiraswastawati.

    Dia manja sekali ke saya, karena tahu anak yang ada dikandungan yang sangat didambakan itu adalah berasal dari sperma saya. Karena seringnya dia menjadi biada kadang menggayutkan tangannya ke tangan saya. Kadang sewaktu jalan kami selalu bergandengan tangan. Saat menunggu diruang dokter kami omong-omong. Bertanya, bagaimana keadaan suaminya, keadaan pekerjaannya dan akhirnya masalah tempat hubungan di tempat tidur. Dia menceritakan semuanya kepada saya. Dia merasa beruntung dikawini ipar saya, karena berasal dari orang yang nggak punya dan dia ikut ibu tiri. Tetapi ternyata suami saya tidak bisa memberi anak. Bahkan katanya dis tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menerima nafkah suami yang dicintainya itu yang sebenarnya. Karena tidak merasakan bagaiman suaminya menyemprotkan sperma kedalam rahimnya.

    Sambil cerita dia menangis di pelukan saya. Sembari melanjutkan ceritanya. Sebenarnya kami melakukna hubungan normal karena dia tetap bisa tegang hanya sewaktu dia keluar spermanya hanya menempel dibibir kemaluan saya kak. Saya mendengar itu semakin merasakan betapa menderitanya dia. Saya tumbuh rasa sayang yang dulunya dari rasa iba. Suatu saat saya meraba kandungannya yang sudah mulai kelihatan karena sudah dua setangah bulan. Dia lalu bilang katanya bayi dikandungan juga harus disiram agar sehat ya kak. Saya jawab iya. Apakah kamu juga minta disiram? Tanya saya sambil menyelidik. Dia hanya diam saja. Saya mulai terasa aneh karena kemaluannya mulai tegang setelah ngomong begitu. Kalau mau disiram bapaknya juga bersedia sambil merasakan bagaiman hangatnya sperma.gurau saya.


    Tetapi ternyata dia berdiri dan melototkan matanya. Ayo kak..Karena waktu itu steri ada dirumah maka saya dan dia pamit untuk mencari mangga muda. Kami keluar dengan mobil dan berhenti didepan motel dilura kota Jakarta. Dia sangat antusia sekali. Begitu masuk kamar ida lalu merebahkan badannya. Saya mulai mencium pipinya yang mulus, bibirnya. Say jadi sangat sayang sama dia karena kandungannya itu adalah dari sperma saya demikian juga dia menganggap saya sudah sebagai suaminya.

    Saya raba buah dadanya yang semakin membengkak itu. Dia hanya memejamkan matanya sambil mendesah. Dasternya saya sibakkan keatas, branya saya buka dan saya mulai mengisap puting susunya yang mengeras yang mulai berubah kehitaman karena kandungannya. Saya mulai meraba memeknya yang suag basah. CD nya saya buka dan saya sambil melepas celana dalam saya.Betapa indahnya memeknya yang ditumbuhi rambut yang halus. Nafsu saya mulai tak terkendali. Saya angkat kedua kakinya dan saya jilati memek dan kelentitnya yang sudah basah itu. Dia hanya bisa mendesah .aa…h.aaah.aa kak..aaah terus kak. Nampaknya dia sudah siap betul untuk menerima kehadiran ayah dari anaknya itu. Agen Maxbet

    Kakinya diangkat keatas dan batang zakar saya masukkankedalam memeknya yang sudah licin. Pelan-pelan saya tekan exocet saya sampai semua bagian masuk. Memeknya masih cukup sempit karena dia belum pernah memnpunyai anak.Aku merasakan betapa enaknya. Dia merintih halus sambilbilang “kak.. terus saya ingin sekali merasakan sperma didalam memek saya.” Saya hentikan gerakan saya dan saya bilang Ya sabar jawab saya Neng.. yang penting kamu siap dan ilhlas menerimanya.


    “Ya sya sudah siap dan iklah kak. Tugas saya anjutkan saya mengisap puting susunya sampil batang saya gerakan maju mundur. Setelah sekitar 12 menit denyutan memeknya semakin cepat dan dia keluar saya mengikutinya. Dia sangat berterima kasih dan betapa nikmatnya kalau sperma suaminya bisa masuk. Selanjutnya kami selalu melakukan dimana ada kesempatan sampai suaminya datang 2 bulan sebelum melahirkan. Setelah itu kami tidak melakukannya. Sewaktu saya menjenguk dia diruah sakit waktu melahirkan dia berbisik “ini benar-benar ankmua kak” saya hanya mengangguk. Setelah melahirkan dia dibawa tasik dan kami tidak lagi mempunyai kesempatan lagi, karena suaminya sudah pulang dan ditugaskan ke Jawa Barat


  • Cerita Sex Berhubungan Intim Karena Cinta Yang Begitu Mendalam

    Cerita Sex Berhubungan Intim Karena Cinta Yang Begitu Mendalam


    1649 views

    Waktu itu saya mulai kebingungan mengenai siapakah yang memperbesar jika bukan hantu, mendadak ada suatu hal yang melompati punggungku dan secara langsung saja membungkam mulut dan mataku. Refleks saja saya menyikut striker itu, terkena perutnya. Ia jatuh, dan secara langsung kupiting tangannya sekalian saya menghidupkan lampu.

    Cersex Terbaru – Ya ampun, rupanya Leni yang mengisengi saya. Ia menggunakan jaket hitam, dan jeans ketat hitam . Matanya basah dan wajahnya mengernyit kesakitan. Langsung kubangunkan ia sekalian menggotong ia ke ruang studio yang berkarpet tebal. Kubaringkan di karpet sekalian menyeka keringatnya yang keluar sekalian meredam rasa mualnya terkena sikutku barusan.
    “Aduh Leni, ngapain sich kamu ngagetin saya seperti begitu?” Sekalian meredam tangisnya,
    “Kamu ini bukanlah nolongin justru hiduphin saya. Karena itu liat-liat dahulu, baru pukul. Untung tidak terkena ulu hati. Jika terkena, tentu dech kamu senang jika saya mati, kekurangan napas. Agar kamu dapat mencari lainnya kan.” Busyet nih anak elok, kembali kesakitan sempat bergurau.

    Terang saja donk saya tersenyum.
    “Aduh maafkan saya ya sayang. Kamu sich, tiba tidak memberi berita dahulu. Kapan sampai di Yogya? Kok dapat masuk ke? Kan pagarnya saya kunci”, kataku.

    “Saya ingin memberi surprise dengan kamu. Saya sampai di Yogya barusan pagi jam 06.00. Naik terus taksi kesini. Simak rumah kamu sepi, dibanding ngebel justru tidak kejutan kembali mendingan saya lompat pagar saja”, ucapnya.
    Dasar Leni ini orangnya cuek sekali. Terkadang jika main-mainnya kambuh.muncul, tomboy-nya menaklukkan lelaki. Walau sebenarnya aslinya feminin sekali. Elok, tinggi, gesit dan anggun bisa juga (bergantung waktunya). Kulitnya putih, dan tubuh yang lebih tinggi untuk ukuran cewek, membuat ia bisa tampil elok dengan style dan model apapun itu.

    “Maafkan saya ya sayang. Kejutanmu sukses, sayang terlampau sukses. Maafkan saya ya”, kataku sekalian mengelus rambut hitamnya yang panjangnya sepunggung, dan secara halus saya mencium keningnya.
    Kemudian kami menceritakan banyak berkenaan berita masing-masing. Leni barusan diterima di SMU 3, dan ia suka di situ. Saya narasi beberapa lagu yang baru band kami buat dan latih sejauh ini sekalian menyetelkan contoh lagu itu di CD player. Sejumlah lagu melalui, ia manggut-manggut sekalian katakan,
    “Gab, lagunya bagus-bagus. Asyik buat goyang, nge-groove sekali”, sekalian melanjutkan dengar lagu selanjutnya.
    Saya keluar studio dahulu, membikinkan es jeruk agar pacarku tersayang agar mualnya cukup mendingan. Waktu saya kembali Leni melihatku sayu sekalian katakan,
    “Andri sayang, puterin kembali lagu yang nomor 5 donk. Lagunya romantis sekali. Saya menjadi terharu dengerinnya.” Ya telah, saya putarkan kembali ke trek 5, lagunya memang halus sekali, romantis dech dasarnya.
    Leni berdiri sekalian menggenggam tanganku,
    “Dance with me, honey!”, pintanya.
    Kupegang tangannya, lantas kami berdansa meng ikuti alunan musik yang saya buat. Sekalian merengkuhnya, saya menyaksikan matanya berlinang air mata.
    “Mengapa Sayang?”, tanyaku.
    “Tidak.., Hanya saya merasa begitu berbahagianya jika seorang disayangi seperti lirik lagu tersebut. ”
    “Do you wanna know something, honey?”, tanyaku kembali.
    “What is it, dear?”
    “This song is written by me, to kilat how deep is my love.. just for you, honey!”, kataku.
    “Oooh, Andri.., What a wonderful gift from God you are for me”, sekalian ia bicara demikian, air matanya tambah deras dan dekapannya makin kuat dan dansanya tambah halus. M
    ataku menjadi basah . Saya benar-benar menyukai Leni. Jika mungkin, biarkanlah semua hidupku saya lalui dengan dia.
    Leni meminta lagu itu diulangi terus, agar dansa kami tidak putus-putus dan liriknya dapat semakin dihayati. Perlahan-lahan sekalian larut dalam cantiknya lagu dan halusnya dansa kami, Leni mengusung kepalanya dari dadaku dan mengecup halus bibirku. Ciumannya halus sekali. Mungkin kurang menggembirakan untuk yang hanya ingin sex saja. Tetapi untuk yang sama-sama mencinta, ciuman semacam itu lebih terkena di hati dibanding apa yang terjadi selanjutnya.
    Bacaan Seks Dewasa Bukan Gairah Tetapi Karena Cinta
    Lampu studio yang cukup redup, alunan musik merdu yang keluar sound sistem yang kece dan kuat powernya (kebenaran tidak menembus keluar hingga tidak mengusik tetangga, karena studio musiknya kedap suara). Kami sama-sama mengecup secara halus dalam waktu yang lama.
    Sekalian masih tetap berputar-putar meng ikuti irama lagu, Leni berbicara,
    “Andri my love, bercintalah denganku sayang. Di sini dan melakukan saat ini!”
    Saya tersenyum dingin sekalian berbicara,
    “Leni, ma’af saya tidak dapat melakukan”.
    Leni terkejut,
    “Mengapa sayang?”
    “Saya tidak mau bercinta denganmu, Saya cuma ingin menyukaimu. Tidak untuk terkait tubuh, tetapi cuma menyukaimu sayang”.
    Ia tersenyum, sekalian meneruskan ciumannya, tetapi ini kali tangannya mulai meraba-raba punggungku, dan bibirnya tidak tutup kembali, tetapi buka untuk memberikan jalan lidahnya menyerang bibirku. Aku juga bereaksi layaknya seperti seorang lelaki yang normal. Kuelus halus punggungnya, kasar sekali. Terang saja, wong masih gunakan jaket jeans.
    Perlahan-lahan kubuka jaket hitamnya, dan melihat kaos ketatnya yang warna merah tanpa lengan, menunjukkan keelokan badan dan dadanya yang memiliki ukuran 34B. Tidak besar, cukup imut tetapi yang terpenting buatku kencangnya bukan besarnya. Dibanding seperti Pamella Anderson yang lebih besar tetapi tidak kuat.

    Kujelajahi terus sekujur tubuh sisi atasnya. Kunikmati tiap jengkal dari badan cantiknya. Dimulai dari punggungnya, pelan-pelan merayap ke pinggangnya, perutnya, dan dada cantiknya. Dibalik kaos merah ketatnya saya dapat menyaksikan dan rasakan puting yang makin mengeras dan menjulur keluar tempatnya, cetak prima pada pembungkusnya. Kuputarkan jariku disekitaran putingnya yang keras hebat, sekalian berbisik halus ke telinga Leni.
    “Coba merasai, Leni. Merasai sentuhanku ini!”
    “Mmmppphh.. mmppphh”, hanya itu bunyi yang keluar mulutnya, karena terlampau penuh khayalannya oleh keelokan cinta kami berdua.
    Walau bagaimanapun, ia memanglah bukan type cewek banyak berbicara sedikit melakukan tindakan. Faktanya perkataannya sedikit, tetapi tanpa sadar tangannya meraba-raba lembut celana jeans-ku, naikkan tangkai kemaluanku dari kungkungan celana dalamku. Ia terus mengelus barang kecintaannya ini dengan makin keras, seolah ia tahu benar jika celana jeans yang tebal itu merintangi tangkai kemaluanku untuk rasakan kepuasan belaian jarinya.
    “Oh Sayang, izinkan saya nikmati burungmu. Akan kubuktikan jika segala hal cuma buat kamu, Andri.”
    “Merasai semua, Sayang. Kerjakan apa yang kamu ingin. Semua diriku ialah punyamu Leni.”
    “Demikian juga saya Sayang. Kerjakan pada diriku apapun itu yang kamu harapkan. Leni sayang kamu, Andri.”
    Sesudah mendapatkan izin darinya,langsung (tetapi dengan masih tetap halus) kubuka kaos ketat merahnya. Wah.. patut saja putingnya mencolok sekali, ia tidak menggunakan bra.
    “Len, kamu kok tidak gunakan bra sich? Panas ya?”
    “Menyengaja kubuka waktu kamu buatkan es jeruk bagiku. Tuch, branya saya lempar ada di belakang drum. Jika kamu lebih sukai branya, mengambil saja. Tetapi jika lebih sukai didalamnya teruslah di sini sekalian gesturkan cintamu bagiku.”
    Wah, masa sich saya mentingin branya, jika dapat malah jangan sampai ia gunakan bra kembali. Kembali juga payudara sekencang itu, buat apa gunakan bra kembali sich? Leni juga tidak ingin kalah. Ia buka celana jeans-ku dengan cukup tergesa-gesa. Apesnya ujung tangkai kemaluanku yang sudah keluar celana dalamnya terjepit retsleting.
    “Aduh Leni, berhati-hati donk Sayang. Sakit kan.”
    “Ya ampun, Gab.. burungmu sich yang nakal. Belum dibuka sudah keluar lebih dulu. Salah kamu sendiri.. eh tidak dech, salah kamu sich (ucapnya sekalian menunjuk tangkai kemaluanku).”
    “Len, kelak jika dimarahi ia ngambek lho.”
    “He.. he.. he.. tidak dech. Bergurau kok ya sayang (sekalian mengelus dan mengocak halus tangkai kemaluanku).”
    “Ssshh.. aduh Leni. Sangat nikmat Sayang. Lanjutkan lanjutkan..”
    Sesudah demikian menit Leni mengocak halus tangkai kemaluanku, tangkai kemaluanku sekarang tegang prima. Sesudah senang dikerjai Leni, saya mengusung ia ke atas piano. Kusuruh ia duduk di sana, sesudah usai kupeloroti celana jeans-nya yang ketat. Sesudah penghambatnya tersingkirkan, baru saya dapat sepuas hati mengisap wangi badan pacarku tersayang tersebut. Dimulai dari dada, jilatanku perlahan-lahan turun sampai ke wilayah perutnya yang putih bersih.
    Kemudian, dengan tidak tergesa-gesa agar ia ingin tahu, saya menjilat-jilati sisi belakang lututnya, yakinlah rekan, ada kesan tertentu untuk wanita saat kita menjilat-jilati sisi ini. Dari sana jilatan naik ke paha depan, belakang, dan paling akhir paha sisi dalam. Di sana jilatanku bukan hanya menjalar lempeng tetapi berputar. Dekati lubang kepuasannya, menjauh kembali, dekati kembali, menjauh kembali, dekati kembali, menjauh kembali. Beberapa teman, tidak bakal ada cewek yang tidak ingin tahu saat diberlakukan selembut tersebut.
    Sama dengan Leni, ia sampai menangis karena tidak bisa meredam gairahnya, hingga ia nekad menarik rambutku ke lubang kepuasannya, karena sangat semangatnya sampai daguku kebentur piano yang disetubuhinya. Lidahku menelusuri bibir luar lubang kepuasannya dengan masih tetap halus dan mesra, sebelumnya terakhir kupuaskan dahagaku dan dahaganya dengan menyesap (bukan mengisap lho. Seperti kita jika ingin minum teh yang panas, diseruput). Ucapnya sesudah usai, seruputan itu berasa sangat nikmat, seperti menggunakan vibrator tetapi lebih nikmat karena yang getarkan mulut cowoknya sendiri dan bukan mesin.
    “Aduuhhh.. duuhhhh.. Ndri, kamu apain sich klitorisku? Aduuhhhh Ndri, kembali donk.. sshh nikmat sekali tuch. Sssh Ndri.. Ndri.. Ndriii.. aahhhhhh”. Pada akhirnya Leni orgasme .
    Ia memang sebelumnya tidak pernah berbicara terang-terangan jika ingin orgasme. Ia lebih sukai mengekspresikannya melalui sikap dan kerusuhan seperti barusan tersebut. Menyaksikan muka Leni yang bersimbah keringat, matanya yang tertutup, dan keningnya yang mengerut meredam rasa nikmat yang tetap menimpa otot-otot lubang kepuasannya, hatiku berbahagia karena saya dapat menggembirakan dan memberikan kepuasan nafsu sex pacarku tersayang itu, meskipun saya belum landingkan tangkai kemaluanku ke lubang kepuasannya.
    Memang sampai sekarang saya tidak pernah masukkan tangkai kemaluanku ke lubang kepuasannya karena saya benar-benar menyukainya, dan buatku bercinta yang sebenarnya (bersetubuh) saat pernikahan lebih bermakna dibanding bercinta sekarang ini yang cuma berdasar gairah semata.

  • Video Bokep Kokone Mizutani threesome hingga becek

    Video Bokep Kokone Mizutani threesome hingga becek


    2478 views

  • Foto Ngentot Cewek Cina kurus Alina Li menggoda teman prianya

    Foto Ngentot Cewek Cina kurus Alina Li menggoda teman prianya


    2537 views

    Duniabola99.com – foto cewek asia cantik toket kenyal padat bulat dan pantat bahenol ngentot dengan bule yang berkontol besar dan munghujam kerah kememeknya yang tembem dan menembakkan semua sperma keperutnya. Daftar IDN Poker

    Agen Poker IDN

    Judi Poker Deposit Pulsa

  • Foto Ngentot anal menyakitkan oleh Sofy Torn

    Foto Ngentot anal menyakitkan oleh Sofy Torn


    2197 views

    Duniabola99.com – foto cewek diajak ngento oleh pacarnya dan mendapatkan ngentot anal yang pertama kali dan merakan kesakitan dan menembakkan sperma kemuka.

  • Hentai040

    Hentai040


    2614 views

  • Kisah Memek Sensual Seksku Yang Penuh Pesona

    Kisah Memek Sensual Seksku Yang Penuh Pesona


    3049 views

    Duniabola99.com – Aku sering menjumpai lelaki atau perempuan yang memiliki daya tarik dan pesona seksual yang sangat luar biasa. Dalam kenyataannya mereka tidak selalu cantik atau tampan. Juga tak pandang tua atau muda, pendek atau jangkung, kurus atau gemuk. Juga tidak karena status sosial, seperti kaya atau miskin, terpelajar atau pengangguran, karyawan tinggi atau sekedar satpam. Secara tampak nampaknya biasa-biasa saja. Aku juga nggak ngerti kenapa dan dimana penyebab pesonanya itu. Apabila kebetulan ketemu type macam itu rasanya apapun polah tingkahnya sangat sedap dipandang mata.


    Bisa diumpamakan kalau lelaki macam Ryan Hidayat yang pemain sinetron dan bintang iklan atau kalau perempuan macam Ike Nurjanah penyanyi dangdut yang kebetulan sangat ‘macan’, manis dan cantik itu. Sangat erotik rasanya ‘ditaklukkan’ oleh lelaki ataupun perempuan macam itu untuk kemudian melayani dan menjadi budaknya.

    Akan kuciumi sepatu dan kaos kakinya. Akan kucuci celana dalamnya dengan ludahku hingga larutan sisa kencing atau keringatnya larut dan bisa kutelan kembali. Aku akan rela menceboki lubang-lubang pembuangannya sebagai tugas setiap pagiku. Aku akan memandikannya dengan jilatan-jilatan lidahku hingga tak tersisa noda barang sedikitpun pada semua celah-celah tubuhnya.

    Pada orang macam ini apapun yang keluar dari dia rasanya nikmat untuk kita lahap. Aku akan serta merta telan apabila dia membuang ludah ke mulutku. Aku akan menjilati lubang tainya hingga tak ada yang Tersisa. Aku akan minum kencingnya. Aku akan sodorkan mukaku kemudian membuka mulutku untuk menampung kencingnya yang kuning pekat. Aku bisa mencuci mukaku pula dengan cairannya itu.

    Di kompleks rumahku adalah seorang Randi, pemuda 21 tahun, pengangguran jebolan SMU3, tingginya 182 cm dan berat badannya 68 kg. Jangkung dan langsing. Rambutnya yang lurus selalu terurai bergaya Bon Jovi. Pakaiannya itu-itu juga, kaos oblong lusuh, terkadang dibungkus jeans kumel. Nexiabet

    Celana Khaki. Kerjanya luntang lantung, jalan sana jalan sini. Berdasarkan apa yang sering dialaminya Randi sadar banget bahwa banyak cewek bahkan juga cowok yang naksir berat padanya.

    Sejak masih di SMU dia sudah sering diajak tidur sama teman-teman ceweknya. Bahkan Bu gurunya, Bu Endang, sangat tergila-gila padanya. Walaupun belum habis 3 bulan menikah Bu Endang pernah nekad mengajak Randi tidur di rumahnya saat suaminya tugas ke luar kota.

    Bu gurunya itu bilang bahwa ada mata pelajaran yang harus diulangi dan mesti dikerjakan di rumahnya. Dan semalaman itu Bu Endang berhasil melampiaskan kerinduan syahwatnya pada Randi. Saat waktunya pulang tak ada bagian tubuh Randi yang tanpa cupang-cupang bekas sedotan bibir Bu Endang. Pada kesempatan di bawah nanti biarlah Randi juga menceritakan apa yang dialaminya bersama Bu gurunya itu.


    Randi tingal di kompleks Perumahan Sederhana Pondok Permai Jakarta Barat. Di tempat itu, dia sangat didambakan oleh para gadis dan janda muda dan walaupun tidak selalu nampak terang-terangan para Ibu-ibu muda maupun setengah tua juga mengimpikan untuk memandikan dengan lidah dan bibir-bibir mereka yang mungil-mungil itu. Dari cara mereka memandang Randi pada saat berpapasan atau Kebetulan lewat di depan rumahnya nampak mereka dipenuhi khayalan seandainya bisa bertelanjang Berasyik masyuk bersama Randi pada suatu ketika nanti.

    Diantara ibu-ibu itu adalah Tante Wenny. Dia perempuan asal Sukabumi yang sangat jelita. Kulitnya kuning langsat. Perawakannya langsing. Mungkin sekitar 165 cm-an. Usianya yang sekitar 42 tahun Namun nampaknya ada 10 tahun lebih muda. Suaminya, Oom Darto adalah karyawan di sebuah pabrik sepatu di Cilincing yang setiap hari pulang kerja hingga jam 9 malam. Tentu saja Tante Wenny banyak waktu sepinya. Dia sering membayangkan seandainya bisa ‘kelonan’ dengan Randi.

    Tak jarang pada puncak sepinya dia melakukan masturbasi. Dengan dibantu ketimun Jepang yang hijau gede dan panjang Itu. Dia mengulum-ulum ketimun itu kemudian memasukkannya ke liang vaginanya. Tante Wenny membayangkan seakan kontol Randi sedang dia kulum kemudian ngentot kemaluannya. Dan betapa Puasnya saat menjelang orgasme dia memanggil-manggil dalam bisik dan rintihannya.

    “Acchh.. Randii.. Randii.. Keluarkan pejuhmu ke mulut tantee.. Yaa.. Keluarkan pejuuhhmmuu..”

    Dan akhirnya terjadilah peristiwa itu. Suatu pagi, sekitar jam 9 pagi, dengan sebatang rokok di tangannya Randi jalan melewati rumah Tante Wenny. Saat itu Tante Wenny sedang menyiram dan memindah-mindah Pot tanaman anggrek kesukaannya. Ada pot besar yang dia nggak kuat mengangkatnya. Melihat Perempuan jelita macam Tante Wenny, tanpa diminta dan spontan Randi membantu mengangkat pot itu.

    “Koq ngangkat-angkat sendiri. Irwan mana Tante?” Rando menanyakan Irwan yang sahabatnya dan anak Tante Wenny yang cantik ini.
    “Ah, Irwan mah tahunya beres. Tahu tuh, katanya tadi ke Depok negok kampusnya dan terus main kali”

    Randi dan Irwan adalah teman bermain saat di kompleks. Betapa terima kasih dan gembira hati Tante Wenny. Apalagi saat menyadari bahwa yang membantu itu adalah Randi lelaki muda teman anaknya yang mempesona hatinya dan selalu hadir dalam khayal-khayal masturbasinya. Bagaimana kelanjutan cerita yang merangsang libido ini? Apa yang selanjutnya dilakukan Tante Wendy? Bagaimana Randi merespon ulah tante jelita ini? Acchh.. Aku rasa lebih fair kalau Randi sendiri yang cerita kepada para pembaca. OK? Dengarkan..

    “Hooh.. Cah Bagus (aku jadi tersanjung dengan panggilannya itu).. Terima kasih yaa..”


    Aku membantu menggeser pot itu dan aku merasa Tante Wenny memandangku sedemikan rupa gemas dan hausnya. Pada wajahnya nampak dia hendak mengeluarkan sesuatu pikiran. Aku merasa bahwa tante jelita ini hanya pengin menahan agar aku lebih lama tinggal. Aku paham. Aku memang termasuk sering menghadapi tante-tante genit macam ini. Mereka bilang bahwa lelaki macam aku pantas menerima perlakuan macam bayi.

    Melayani lelaki macam aku merupakan impian kenikmatan syahwat yang tak terkira. Mereka bilang apapun mauku dengan rela mereka akan penuhi. Dia nampak berpikir dan…

    “Oocchh.. Bisa minta tolong sekalian donk.. Sayang (dia terus melemparkan godaan padaku). Tante Mau geser lemari di tempat tidur tante. Mau bantuin nggak??”
    “Boleh saja…”

    Aku tahu banget bahwa tante jelita ini termasuk tante yang ‘gatal’ dan sering mencuri-curi pandang setiap kali aku lewat atau berpapasan dengannya. Kali ini apa maunya??

    “Ayolah masuk…” Tante Wenny mengajak aku masuk ke rumahnya, “Duduk dulu, yaa..”

    Tante Wenny bergegas masuk ke kamarnya. Aku agak heran kenapa untuk menggeser lemari yang paling cuma semenit mesti duduk dulu. Tetapi pikiranku langsung sirna saat melihat Tante Wenny sudah ganti ‘short pant’ yang sangat seksi saat kembali keluar dari kamarnya.

    “Aku buatin minuman dulu, yaa…”

    Ucchh mata tante genit itu melirik belalak sambil melepas senyuman dari pipinya yang ranum menunjukkan kejelitaannya. Aroma parfumnya sangat menggoda libidoku. Untuk membesarkan hatinya aku melototkan mataku memandang lekuk liku tubuhnya dengan penuh kekaguman Birahi. Aku semakin yakin bahwa ini semua hanya ulah Tante Wenny untuk menahan agar aku tidak cepat menghilang dari pandangan matanya. Ah, biarlah. Siapa tahu dapat rejeki nomplok.

    Dengan 2 buah gelas besar penuh Coca Cola di tangan Tante Wenny keluar dan memberikan segelas buat Aku.

    “Ambil Cah Bagus…” sapanya bergaya akrab, “Ayo minum… nggak perlu buru-buru khan?”

    Duduk di seberang depanku mata Tante Wenny sebentar-sebentar mengamati penuh khayalan birahi padaku. Aku yakin kalau kuminta menjilati lubang pantatku pasti serta merta dia akan lakukan dengan sepenuh obsesinya. Aku tahu pula dia isteri yang kesepian karena sepanjang hari ditinggal kerja suaminya.

    “Kamu koq bagus banget ssehh Ran..? Dulu mama kamu makan apa bisa melahirkan cah bagus Macam ini..?” lempar goda yang begitu berani dan agresif dari tante genit padaku. Aku nggak tahu mesti jawab apa. Aku diam saja. Aku mesti berlagak acuh dan ‘cool’.

    “Jadi nggak menggeser lemari, Tante?”
    “Oohh, pastii.. Sekarang?” dia berdiri.

    Yang aneh tangannya disodorkan untuk kuraih dan yang terjadi kemudian adalah dia menarikku ke kamar tidurnya.

    “Mari kutunjukkan lemarinya,” sambil terus menggelandang aku.
    “Yang ini Cah Bagus.. Digeser ke kanan sedikit. Tante mau cerminnya mengarah ke tempat tidur hingga kalau Oom sama Tante tidur bisa sambil berkaca. Gituu..!” katanya sambil melempar senyum manisnya dengan penuh arti.

    Aku baru meraih tepian lemari untuk mulai mendorong saat tiba-tiba bibir Tante Wenny memagut lenganku kemudian melata dan menyedot punggung tanganku. Duuhh.. Aku sepertinya disambar stroom listrik ribuan watt. Seluruh tubuhku langsung menggelinjang. Aku merasakan betapa haus dan sepinya Perempuan STW (setengah tua) ini. Tak kupungkiri sedotan bibir Tante Wenny langsung menyambar gairah syahwatku. Kontolku sudah ngaceng saat tangan Tante Wenny tak bisa kuhindari merabai celah-celah selangkanganku.

    “Cc.. Cah Baguuss.. Ayolah.. Jangan acuh.. Cium aku.. Atau.. L.. Ludahi akuu.. Aku sangat Rindu sayaanngg…” sambil tangannya berusaha menggapai dan merangkul leherku berikut bibirnya Yang menantang bibirku. Aku masih bergaya acuh dan ‘cool’.

    “Ayoo.. Ludahi aku Randii.. Ludahi tante..”. Matanya itu.. Ahh.. Mata yang sungguh sangat Kehausan.
    “Tolong Randii.. Tolong tante inii.. Ayoo.. Mana ludahmuu..”

    Dia merangsek berusaha memagut bibirku namun aku mengelak dan pagutan itu mendarat pada kulit leherku. Tante Wenny menjadi beringas, Dia memelukku keras sambil mengamukkan pagutannya pada leher, dagu, bawah kuping dan bahuku. Aku memang semakin terbakar. Namun gaya acuh dan ‘cool’-ku tetap aku pertahankan.

    Sungguh indah menikmati bagaimana perempuan dengan penuh haus mengerjain dan menikmati tubuhku. Akhirnya aku terdorong dan jatuh ke kasur. Tante Wenny tak lagi bisa kubendung.


    “Nanti saja menggeser lemarinya ya sayaanngg…”
    “Kasihan Cah Bagus. Kamu mesti istirahat duluu yaa.. Mumpung Irwan nggak di rumah. Kamu Temenin Tante dulu yaa…” sambil tangan-tangannya terus menggerilya tubuhku.
    “Acchh Tantee.. Jangan.. Nanti dilihat tetangga. Saat Randi masuk tadi khan ada pembantu Bu Kirno sebelah rumah sedang nyapu,”
    “Ahh.. Jangan khawatir. Dia hanya babu blo’on. Nggak akan berani ngomong apa-apa,” nada bicara yang didera nafsu birahi membuat Tante Wenny merendahkan pelayan sebelah rumahnya.

    Tante Wenny yang jelita ini bergerak jongkok dan seperti pelayan pada tuannya mulai melepasi sepatuku. Sebelumnya dia ciumi terlebih dahulu ujung-ujung sepatuku sambil.

    “Sabar ya Cah Bagus.. Uuhh.. Kenapa kamu bagus banget sseehh..?”

    Dia juga cium-cium kaos kakiku. Bahkan sesaat dia sumpalkan sendiri pada mulutnya sambil melepas wajah senyumnya padaku. Sebelum mulai melepasi celanaku mama Irwan yang jelita ini mencium, melumat dan menggigiti telapak Kakiku.

    “Sayaang.. Kakimu indah banget. Bikin tante ngiler banget ssiihh..”

    Dia ciumi, jilati dan kulum jari-jari Kakiku. Lidahnya menjilati celah-celah di antara jari-jari itu. Nampak bibir indah tante Wenny demikian Lahap mengecupinya. Seluruh tubuhku seperti terkena sengatan listrik. Ucchh.. Nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Hampir kutarik kakiku karena tak tahan rasa geli yang merambati saraf-sarafku. Sementara libidoku langsung terdongkrak. Kontolku ngaceng mendesaki celanaku. Akhirnya tangannya berhasil melepas kancing celanaku dan menariknya merosot kebawah, membuangnya ke lantai hingga aku tinggal bercelana dalam saja.

    “Dduhh.. Duuhh.. Randikuu.. Tante sudah lama merindukan macam ini,” tante Wenny langsung membenamkan mukanya ke selangkanganku. Dia menggigiti celana dalamku yang menonjolkan Kemaluanku. Aku merasakan giginya mengigit kenyalnya kontolku yang memang telah ngaceng berat. Tetapi tidak lama.. Akhirnya Tante Wenny merosot melata ke lantai menyergap kakiku yang terjuntai dari tempat tidur untuk Langsung menciuminya telapak kakiku. Dia kulum dan jilati jari-jari kakiku. Lidahnya menusuki celah-celah Jariku. Dduhh.. Bukan main nikmatnya. Lidahnya yang hangat lembut itu berusaha membersihkan aroma kakiku yang pasti berbau kaos kaki atau sepatu yang menusuk.

    Demikian kegilaan dia mencium dan menggigit bagian ini sebelum akhirnya melata menuju betis-betisku. Gigi-giginya yang tajam terkadang menggigit sakit hingga aku mesti menahan dengan mengaduh desah dan menahan kepalanya. Namun semua itu justru membuat Tante Wenny semakin meliar. Didorongnya pahaku hingga aku terbalik tengkurap. Dalam posisi ini Tante Wenny kembali menyerang aku dari bawah. Lidah dan bibirnya mengecupi lipatan paha dan betisku. Uucch.. Rasanya tak tahan.. Aku tak pernah aku menikmati sentuhan seksual macam ini.

    Tante Wenny yang usianya telah lebih 40 tahun ternyata nafsunya seperti magma gunung berapi. Yang aku kaget adalah saat ciuman itu terus merambah ke paha belakangku dan dengan cepatnya naik hingga wajahnya langsung nyungsep ke belahan pantatku. Yaa ampuunn.. Dengan histeris tante Wenny mengusel-uselkan wajahnya ke celah bokongku. Tante Wenny tanpa ragu menciumi pantatku. Bagi aku menjadi sensasi yang luar biasa saat lidahnya menggelitik dan menusuk-nusuk lubang pantatku ini. Sesekali dengan geregetan dia menggigit kecil Bibir-bibir analku. Lidahnya berusaha menggerilya lubang duburku sambil nafasnya terdengar demikian memburu. Rasanya dia dalam keadaan birahi yang penuh kegilaan. Yang tak mungkin aku bisa menghentikannya. Dia sudah tenggelam dalam kejaran syahwatnya sendiri.

    “Hecchh.. Huuchmm.. Rr, rra.. Andd.. Ii,” gumamnya dalam tenggelam sambil dengan histeris lidahnya terus mencari-cari. Tanpa kusadari aku tertuntun untuk nungging tinggi. Naluriku adalah membuka celah bokongku agar muka Tante Yenny bisa lebih tenggelam dan lidahnya menemukan lubang analku.
    “Acchh.. Rr.. Randd.. Ddii..”

    Berpegang pada bokongku sapuan dan sedotan lidah dan bibirnya di Lubang duburku semakin nikmat kurasakan. Entah kenikmatan macam apa yang didapatkan Tante Wenny dari analku ini. Mungkin aroma analku membuatnya mabuk kepayang padaku. Kubayangkan bagaimana seandainya Irwan yang sahabatku melihat bagaimana mamanya menjilati lubang taiku. Haa.. Haa.. Aku tertahan hingga menjelang makan siang.

    Tante Wenny berhasil merangsang libidoku hingga aku tak mampu menahan air maniku tumpah ke mulutnya. Kulihat betapa rakus dia menjilati spermaku hingga bersih tanpa bekas. Yang tercecer di rambut kemaluanku, pahaku, batang dan pangkal kemaluanku bersih macam kena cuci saja. Uuchh.. Sangat nikmat merasai jilatan dan sedotan bibir ayu milik Tante Wenny Ini.

    Yang lebih tak kumengerti adalah saat aku permisi ke kamar mandi untuk kencing. Saat pancuran kencingku mancur Tante Wenny menyusul masuk ke kamar mandi. Kupikir dia hanya hendak mengambil Sesuatu. Ternyata dia merangkul pinggulku dan bergerak jongkok menyongsong pancuran kencingku. Sambil matanya melirik ke aku, dia menengadahkan dan membuka mulutnya menampung cairan kuning pekat kencingku. Tanpa bisa kucegah dia memegangi kedua kakiku dan minum menenggak cairan pekatku itu.

    “Jangan Tantee… jangaann..!,” tetapi aku tak mampu mencegahnya.

    Juga aku tak mampu menghentikan kencingku yang memang sudah sangat mendesaki kandungannya. Sungguh mempesona melihat tante Wenny yang jelita setengah gelagapan dengan mulutnya yang sga-nga menerima pancuran kencing kuning pekat yang keluar dari penisku. Terdengar suara jatuhnya pancuran air kencing dalam rongga mulutnya itu. Sebagiannya dia minum seakan menjadi penawar Hausnya dan sesekali dia raupi wajahnya seperti orang mencuci muka dengan kencingku ini.


    “Tante memang telah mengimpikan kencingmu sayaanngg.. Nikmat banget rasanya.. Tante puas Banget niihh…” katanya sambil mengusap raup wajahnya dengan air kencing yang dia tampung pada Kedua tangannya.

    Demikianlah cerita sekilas pengalaman Randi yang memang memiliki pesona seksual luar biasa itu. Tante Wenny yang jelitapun bertekuk lutut dengan sudi untuk menjilati pantat dan minum air kencingnya.

    *****

    Ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu saat aku masih duduk di kelas 2 SMU top di Kebayoran. Waktu itu usiaku masih 16 tahun. Walaupun banyak cewek teman kelas maupun kakak kelasku yang sering merayu, mengajak kencan atau terang-terangan bilang naksir padaku, bahkan ingin tidur dengan aku namun aku masih tetap perjaka ‘ting-ting’ dan sangat ‘idjo’ dalam hal seksual.

    Cewek-cewek itu bilang bahwa aku adalah pemuda paling seksi di sekolahku. Bahkan mereka juga bilang mungkin se-Kebayoran hanya kepadakulah mereka ingin tidur denganku. Lebih gila lagi ada yang bilang sangat senang hati untuk menerimanya seandainya aku mau membuang air ludahku ke mulutnya. Edann.. Ternyata bukan hanya teman sekolahku yang pengin ngajak tidur aku. Dan ini baru aku sadari setelah aku berada di rumahnya dimana aku tak bisa lagi menghindar.

    Dia adalah Bu Endang guru matematika SMU Kebayoran. Bu Endang adalah guru yang paling cantik di SMU-ku. Anak-anak bilang dia mirip dengan Desy Ratnasari itu artis sinetron asal Sukabumi. Yang aku heran bahwa Bu Endang ini baru saja menikah sekitar 3 minggu yang lalu. Bahkan orang tuaku hadir saat pernikahannya itu. Suaminya adalah seorang PNS Departemen Dalam Negeri. Sesekali suaminya itu bertugas meninjau ke daerah-daerah di tanah air. Dengan alasan banyak pekerjaanku yang salah saat bel pulang kelas berbunyi, sekitar jam 12.30 siang Bu Endang menahanku agar tidak pulang dulu.

    “Kamu mesti memperbaiki PR-mu. Aku nggak mau dibuat repot. Kamu bawa semua buku-buku ini ke rumah ibu. Nanti kamu ibu ajari bagaimana mengerjakan PR dengan benar,” katanya dengan nada kesal atau marah padaku.

    Siang itu aku tidak boleh pulang dan mesti belajar matematika pada Bu Endang di rumahnya. Dengan Honda bebek-nya Bu Endang meluncur pulang lebih dahulu. Aku mesti menyusul naik kendaraan umum sambil membawa buku-bukunya yang cukup berat ini. Ah, mungkin inilah hukamanku karena pekerjaanku yang tidak bener itu. Anehnya sesampainya di rumahnya, Bu Endang menyambut aku dengan sangat ramah. Wajah marah atau kesal di kelas tadi sama sekali tak nampak lagi.

    “Sini Randi. Kamu taruh tuh buku-buku ibu di meja. Jangan malu-malu. Kamu makan siang dulu, ya, sama ibu. Bapak lagi dinas ke Kalimantan, jadi ibu sendirian koq. Mau minum apa?”

    Dia rangkul pinggulku menuju meja makan. Ah, ini mah lebih dari ramah. Rangkulannya itu demikian mesra membuat aku langsung merinding bergetar. Rasanya aku belum pernah dirangkul perempuan macam begini. Tangannya yang lembut itu mengelusi pinggulku. Bahkan ada sekali sedikit mencubit aku. Nampaknya semua itu merupakan tanda atau sinyal yang dilepaskan Bu Endang padaku. Karena aku nggak tahu mesti bagaimana, jadi yaa… ngikut saja kemauannya. Yang kupikirkan hanyalah mudah-mudahan matematikaku cepet benar dan aku bisa lekas pulang.

    Selesai makan dia kembali merangkul mesra dan membimbing aku ke sofa ruang tamunya. Dan ternyata hari itu sama sekali tak ada matematika di rumah Bu Endang. Sejak awal duduk di sofanya, Bu Endang langsung mengelusi pahaku. Dia bilang.

    “Randii… kamu menjadi idaman banyak cewek di sekolah. Kamu pasti tahu, khan? Sudahlah, matematikamu nanti biar ibu yang bantu benerinnya. Ibu pengin istirahat sambil ngobrol dulu sama kamu. OK?” Bu Endang menutup kata-katanya sambil tangannya mengambil tanganku dan meremasi jari-jariku.

    Edan… nggak tahu kenapa tanpa sadar aku membalas remasannya. Akibatnya Bu Endang langsung menjadi liar. Pasti dia berpikir bahwa aku merespon apa yang dia mau. Duduk di sofa saling berhimpitan Bu Endang semakin merapatkan tubuhnya pada tubuhku. Remasan tangannya menjalar menjadi cemolan di pahaku. Greenng.. Saraf birahiku bangkit dan tak ayal lagi kemaluanku ngaceng mendesaki celana SMU-ku.


    Uucchh.. Aku malu banget kalau sampai Bu Endang melihatnya. Tetapi dia memang telah melihatnya.

    “Nggak usah malu Randi.. Ini tandanya kamu normal dan sehat. Baru kesenggol sedikit saja langsung tegang berdiri.. Hii.. Hii.. Hii…” canda Bu Endang dengan senyumannya yang amat menawan yang membuat suasana menjadi lebih mencair.

    Namun mukaku tetap berasa kemerahan karena malu. Aku cepat menyadari pula rupanya Bu Endang memang telah merencanakan perjumpaan macam ini denganku. Aku merasa blo’on banget, walaupun pada dasarnya aku senang dengan apa yang sedang terjadi ini. Aku menengokkan wajahku. Acchh.. Wajah-wajah kami ternyata telah begitu berdekatan.

    Mata Bu Endang rasanya menusuki kedalaman mataku untuk mendapatkan kepastian. Dan aku tetap blo’on saat tiba-tiba bibirnya telah menyentuh dan langsung menyedot kecil bibirku. Itulah pembukaan yang dilakukan Bu Endang padaku. Mengerti kalau akhirnya aku diam dan ‘cool’ Bu Endang kembali meliar. Dia peluk dan pagut aku. Bibir lembutnya melumat bibirku. Aku sedikit gelagapan dan hampir terjatuh dari sofa tempat dudukku. Situasi itu membuat aku merangkul Bu Endang secara reflek. Dan itulah yang ditungu-tunggunya.

    Dia mendesah, “Hhaacchh.. Hheecchh.. Rranddii…” dengan sepenuhnya kini memeluk tubuhku.

    Kurasakan remasan tangan-tangan halusnya pada punggung mengiringi lumatan bibirnya pada bibirku. Aku merem melek kaget namun uucchh.. Nikmatnyaa.. Aroma parfum Bu Endang menyergap hidungku dan aku mulai berasa melayang dalam nikmatnya berasyikmasyuk dengan perempuan ayu macam Bu Endang yang dalam pelukanku pula kini.

    “Bapak nanti bagaimana Bu..??”
    “Sshh.. Jj.. Jangan bicara itu sayangg.. Aku sangat rindu kamu.. Aku sangat inginkan kamu.. Ayoo Randi.. Peluk ibu yang lebih erat lagii…” rupanya dia tak mau aku bicara tentang suaminya.

    Ah.. Urusannyalah. Dan Bu Endang menggunakan kesempatan bersama aku ini dengan sepenuh kerinduan akan belaian syahwatnya. Dia hempaskan aku ke sofa dan tindih tubuhku.

    Dia meracau, “Randii.. Kamu tampan banget siihh.. Aku sayang kamu Randii.. Boleh ya? Bolehh.. Khan?? Randii.. Hhcchh…” terdengar nafasnya yang memburu dan suaranya serak menahan gelora nafsunya.

    Dan tangan-tangannya yang lentik itu terasa tak sabar mulai melepasi kancing kemeja SMU-ku. Aku jadi bengong juga akan nafsunya yang demikian menggebu padaku.

    “Randii.. Ibu sayang kkhaamuu.. Randii, oohhcch Ran.. Ddii…” racau Bu Endang tak henti-hentinya.

    Saat kancing kemejaku telah lepas mukanya langsung merangsek dadaku. Kurasakan bibirnya mulai dengan halus melumat buah dadaku. Lidahnya menyapu dan kemudian disusul dengan bibirnya yang mengecupi dan mengigit penuh haus pada pentil-pentilku. Aku taka tahan menahan gelinjangku, aku juga mengeluarangan desahan dan erangan. Tangan Bu Endang meremasi punggung dan turun ke pinggulku.


    Duuhh.. Sungguh dahsyat birahi ini.. Kutengok perempuan cantik se usia bibiku ini seperti ular sanca yang sedang menancapkan taringnya pada dadaku. Kepalanya bergeleng untuk mengetatkan gigitannya. Lumatan bibirnya membuat aku melayang dalam lambung nikmat tak terkira. Bu Endang rasanya telah melupakan semuanya termasuk pada suaminya yang baru menikahinya 3 minggu yang lalu. Kemudian mulut ular sanca itu melata dan merambah perutku dan terus turun lagi.

    Saat bibirnya menyentuh ikat pinggangku taringnya kembali menggigit agar tidak melepaskannya. Tangan-tangan Bu Endang dengan sigap melepasi ikat pingang dan kancing celanaku. Dengan tak sabar dia tarik dan dorong celanaku ke bawah hingga betisku. Wajahnya langsung menenggelamkan ke celana dalam dan selangkanganku. Dia menciumi dengan ganasnya. Oocchh.. Perempuan ayuu.. Begitu buas dia merangsekkan mukanya. Dia hirup aroma-aroma yang menebar dari selangkangan dan celana dalamku.

    “Raanddii.. Uucchh.. Raa.. Nddii.. Ibuu saayngg.. Kkaamuu…” racaunya yang terus membising.

    Aku memang tak mampu menahan gelinjangku. Syaraf-syaraf peka yang tertebar pada pori selangkangan dan pahaku membuat aku merasakan kegatalan shyawat yang sangat dahsyat. Kucabik-cabik rambut Bu Endang dan kuremas-remas dengan sangat kerasnya. Jilatan dan lumatan bibir Bu Endang membuat aku menggeliat-geliat tanpa menahan diri. Seluruh syaraf-syaraf birahiku terbangkit merambatkan kegelian tak tehingga.

    “Ampuunn.. Buu.. Ooiicchh.. Jj.. Jangaann…” entah ngomong apa lagi aku.

    Rasanya asal bersuara. Aku memerlukan saluran emosiku yang menggelegak karena ulah Bu Guru cantikku ini. Rambut Bu guruku yang cantik itu langsung awut-awutan, namun Bu Endang tidak mengeluh. Dia terus menggilakan wajahnya men-‘dusel-dusel’ ke selangkanganku. Kemaluanku menjadi tegak keras seperti tongkat mahoni. Bu Endang tanpa ragu menciumi dan menjilatinya. Basah precum di ujung penis dia jilati dengan rakus. Nampak wajahnya menyeringai dalam matanya yang setengah terbeliak larut dalam puncak nikmatnya yang tak bertara. Aku tak mampu menahannya.

    “Adduhh.. Bb.. Bu.. Saya nggak ttahann.. Ggelii.. Bbuu..”

    Kuseret tubuh Bu Endang ke atas hingga tubuhnya menindih tubuhku. Kurangkul dengan ketat bahunya dan kucium bibirnya. Aku melumat penuh kegilaan sambil menyedoti ludah-ludahnya. Kami bergelut bak dua ular yang sedang memperebutkan mangsa. Pada saat bersamaan tangan Bu Endang meraih kemaluanku untuk diarahkan ke kemaluannya. Aku tahu, dia mau aku memasukan batang kemaluanku ke rongga kemaluannya.

    Terus terang tiba-tiba rasa takut menyergap aku. Aku takut Bu Endang hamil. Aku takut Bu Endang akan memaksa aku menjadi suaminya karena kehamilannya itu. Aku takut dia akan memperkarakan ke pengadilan dan mempermalukan aku, mempermaukan orang tuaku. Aku takut menjadi berita di koran Pos Kota atau Lampu Merah atau berpuluh tabloid lainnya yang banyak beredar di Jakarta saat ini. Aku takut tak lagi menyandang predikat pemuda atau perjaka. Lucu juga ketakutanku macam itu pada waktu itu.. Tetapi Bu Endang tak habis cara. Tetap melayani pagutanku, dengan tubuhnya yang setengah menduduki selangkanganku dengan penisku yang tegang kaku dengan cepat terjadilah..

    Blezz..

    Seluruh batang kemaluanku telah amblas ditelan kemaluan Bu Endang. Tak ada kesempatan untukku. Bu Endang langsung bergerak naik turun memompakan pantatnya yang mendorong memek atau vaginanya menelani batang keras penisku ini. Ascchh.. Akhirnya.. Hanya Bu Endanglah yang berhasil menggapai keperjakaanku. Dan nikmat yang kuterima.. Sungguh tak bisa kulukiskan.. Batang penisku terjepit oleh dinding hangat yang legit. Memek Bu Endang menyedot-nyedot urat-urat sensitif yang tersebar di seluruh permukaan batang penisku.

    Kenikmatan itu demikian bergerak penuh pergantian setiap Bu Endang menarik atau mendorong pantatnya yang membantu kemaluannya melahapi kenisku. Ammppunn.. Buu.. Enaakk bangett.. Ssiihh.. Kini aku menyaksikan bagaimana seorang perempuan yang demikian kehausan diserang orgasmenya. Mula-mula mata di wajah cantiknya itu mendelik dan membeliak dengan kelopak yang menelan bulatan hitam matanya dan menyisakan warna putih pinggirnya.

    Keadaan itu disertai dengan desah keras yang sangat mengenaskan sebagaimana kijang yang sekarat dalam terkaman pemangsanya. Dengan tangannya yang nyaris mencekik leherku Bu Endang menancapkan cakarnya pada bahu samping leherku itu. Dengan keringat yang deras mengucur dia tekan lebih membenam kemaluannya untuk menelan kemaluanku lebih dalam. Pada detik-detik itu kurasakan kedutan-kedutan keras menggilas-gilas batang penisku. Yang kemudian terdengar adalah auman atau teriakan tanpa tertahan dari mulut ayu Bu Endang.


    “Rr.. Aanndii.. Tt.. Toloonngg.. Ranndii.. Ampunii ibbuu.. Yaa.. Rranddii.. Ii,” kemudian ‘bruukk’ tubuhnya jatuh terhempas ke dadaku. Tubuh penuh keringat itu langsung berkejat-kejat beberapa saat sebelum akhirnya diam dan beku kecuali menyisakan tarikan nafas yang cepat dan tersengal. Aku langsung merasa iba dan tanganku nampak mengusap-usap punggungnya.

    “Haacchh.. Maafin ibu yaa.. Randdii…” tubuhnya merosot ke kasur dengan lunglai.

    Tangannya kembali jatuh ke dadaku. Situasi hening beberapa saat. Aku menyesuaikan kehendak Bu Endang. Aku tak bergerak dan membiarkan dia melepas lelahnya. Hari itu aku pulang jam 5 sore. Bu Endang memuasi aku dengan mulutnya yang mengulum-kulum penisku. Dia minum spermaku.

    “Randi, inilah tanda ibu sayang sama kamu. Pada bapak (suaminya) aku nggak pernah lakukan begini. Aku rasanya geli. Jijik begitu. Tetapi pada kamu Randi, justru aku selalu mengimpikannya. Aku selalu membayangkan bagaimana rasanya menelan air manimu. Auucchh.. Terima kasih banget yy.. Sayaanngg..”

    Sebelum aku pulang Bu Endang memberi aku uang namun kutolak. Apa jadinya nanti.. Bu Endang berharap aku datang lagi selama suaminya belum pulang. Namun aku tak pernah datang lagi. Aku tetap saja takut kalau Bu Endang hamil karena ulahku. Sekali aku kepergok dengannya saat ada pesta olah raga antar sekolah.

    Pada waktu itu usai pertandingan di sekolah (aku pemain volley SMU-ku) aku tertinggal pulang sehingga aku berjalan cukup jauh sebelum ketemu halte angkutan kota. Tiba-tiba sebuah mobil menepi tepat di sampingku. Bu Endang membuka kaca pintunya dan menyilahkan masuk. Aku nggak enak untuk menolaknya. Rupanya dia berkesempatan membawa mobil suaminya.

    “Apa kabar Randi?” sambil meremas selangkanganku yang membuat kontolku langsung ngaceng berdiri.
    Tidak langsung menjalankan mobilnya Bu Endang justru menepi, “Ibu kangen ini Randi, boleh yaa…”

    Sebelum aku menjawabnya tangan-tangannya yang cantik gemulai itu sudah menarik resluiting celanaku dan bahkan langsung merogoh dan kemudian membetot keluar kontolku. Tangannya beberapa saat mengurut-urut hingga aku memperdengarkan desahanku. Dengan mesin tetap menyala agar ruangan mobil tetap dingin ber-AC Bu Endang langsung merunduk dan menyosor.


    Kontolku di emut-emut dan kulum-kulum hingga spermaku muncrat. Menjelang muncrat kuraih kepalanya yang nampaknya rapi ditata salon rambutnya. Kuremasi tatanan rambut itu hingga awut-awutan. Menjelang muncrat aku berteriak tertahan. Kutekan kepala Bu Endang agar menelam lebih dalam. 6 atau 7 kedutan besar kemaluanku memuncratkan cairan hangat air maniku ke haribaan mulut Bu Endang. Nampaknya di tersedak-sedak. Namun dia ucapkan terima kasih tak habis-habisnya padaku sebelum aku diturunkan di halte angkutan kota tidak jauh dari sekolahku.

  • Video bokep Summer Carter Merayu Boss di kantor

    Video bokep Summer Carter Merayu Boss di kantor


    2936 views

    Agen Joker188

  • Kisah Memek Aku Terjerat Dalam Pergaulan Bebas

    Kisah Memek Aku Terjerat Dalam Pergaulan Bebas


    2459 views

    Duniabola99.com – Saya terlahir dari keluarga berada, dan cukup terhormat. Dan saya keturunan Indo, campuran dari berbagai suku bangsa (negara). Saya pun tumbuh layaknya gadis lain. Lincah, banyak teman dan di sekolahan termasuk murid pintar. Itu kata Bu Guru dan teman-teman. Tapi, dari nilai yang ada di rapor dengan rata-rata delapan bisa jadi kata Guru dan teman-teman itu benar. Namun dalam perjalanan pendidikan sempat mengalami hambatan. Dan akhirnya dapat juga menyelesaikan pendidikan diploma (2) bidang sekretaris, yang sempat terseok-seok disebabkan oleb pergaulanku yang sudah termasuk kelewat batas.


    Saya memang termasuk anak yang menganut pergaulan bebas. Tepatnya kelas dua SMA sudah menjalin kasih dengan teman sekolah. Dan hubungan kami sampai di luar batas. Melakukan hal yang mestinya baru boleh dilakukan setelah ada ikatan resmi, nikah.

    Itu terjadi karena dalam keluargaku saya bungsu dan empat bersaudara kurang mendapat didikan dan perhatian dari kedua orang tua. Kedua orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Dan kami anak-anaknya dipercayakan kepada pembantu. Ayah dan ibu seolah berkewajiban hanya menyiapkan uang untuk berbagai kebutuhan. Tapi dari segi kasih sayang sama sekali tidak merasakan. Karena ayah dan ibu pulang rata-rata sudah larut malam. Untuk sekadar makan bersama atau kumpul keluarga saja boleh dikatakan hampir tak pernah.

    Kondisi itu sepertinya tidak dipedulikan oleh ketiga kakakku, dua pertama perempuan, dan ketiga laki-laki. Bisa jadi karena sudah biasa. Tapi bagi saya (bungsu), sangat mendambakan belaian dan kasih sayang yang hangat dari ayah dan ibu. Dan harapan itu sangat terasa saat menjelang tidur malam. Ingin rasanya mendapat pelukan dan ciuman khususnya dari ibuku. Namun akhirnya dari harapan kasih dari kedua orang tua yang tak kunjung tiba, membuat saya menjadi terbiasa mandiri. Bahkan menjadikan saya perempuan tegar tidak cengeng. Hampir semua persoalan hidup, saya hadapi dan coba selesaikan sendiri.


    Akhirnya dalam pergaulan untuk menghilangkan stres dan rasa penat di dalam rumah, sering keluar jalan-jalan mencari hiburan nonton film ramai-ramai bersama teman atau sekadar kongkow-kongkow hingga larut malam. Di dalam pergaulan ini saya mengenal yang namanya obat-obatan dan mulai merokok. Sepertinya saat itu tidak ada beban dan rasa bersalah dengan keputusan yang saya ambil itu.

    Apalagi ketiga kakakku juga tidak ada yang dapat sebagai panutan. Semua bersikap cuek. Jadi yang kuperbuat ya sah-sah saja. Tidak ada yang melarang, apalagi masing-masing (kakak-kakakku) punya kesibukan sendiri-sendiri. Yang pertama Kak Intan, yang saat itu sedang kuliah asyik dengan kehidupannya sendiri bersama sang pacar satu kampus.

    Kak Mira (kedua) kelakuannya juga tidak terlalu berbeda dengan Kak Intan. Di samping kuliah juga terlalu asyik dengan pacarnya. Sementara Kak Niko (ketiga) memang lebih liar dibanding kedua kakak perempuannya. Hampir tiap hari pulang larut malam. Dan sekolahnya boleh dikatakan sudah drop. Kerjanya hanya main, dan kalau siang tidur. Tiap hari minta uang kepada ayah, jika tidak diberi pindah minta ke ibu. Ada saja alasan untuk kebutuhan. Saya sendiri sebagai adik sampai berpikir mau jadi apa nanti Kak Niko itu.

    Pernah suatu hari, saya merasa kurang nikmat badan dan minta ijin pulang. Sampai di rumah, di kamar kakakku Intan yang bersebelahan dengan kamarku terdengar suara aneh, rintihan tapi disertai desahan. Yang sedianya pulang untuk istirahat, dengan adanya suara itu saya penasaran mencari tahu. Kondisi rumah, jika siang memang sepi. Karena semua kakakku dan aku pergi sekolah. Tinggallah pembantu sendirian. Kadang kakak Intan memang kuliah siang. Seperti siang itu, Kak Intan kuliah siang.


    Saya coba membuka pintu kamar Kak Intan, dalam benak saya siapa tahu sakit seperti saya dan perlu pertolongan. Tapi pintu dikunci. Suara itu makin jelas, dan sepertinya Kak Intan tidak sendirian. Nah saya mencoba mengintip lewat lubang kunci. Degup jantungku bergetar keras dan kencang. Melihat adegan seni yang saya ketahui, meski masih dalam khayalan dari membaca stensilan yang dipinjami teman.

    Cukup goyah lututku menyaksikan keasyikan kakakku yang tanpa pembalut tubuh bergelut dengan teman prianya. Perbuatan yang sebelumnya hanya saya khayalkan, kini terpampang di depan mata disajikan oleh kakakku Intan. Cukup lama pergumulan itu berlangsung. Dengan rasa tak tahan namun kepinginnya terus nonton, saya masuk kamar dan rebahan. Suara kakaku dan teman prianya terus menggoda. Akhirnya saya tidak lagi merasakan sakit, bahkan penyakit pusing itu lantas hilang begitu saja.

    Suara desahan Kak Intan tidak kedengaran lagi, yang ada obrolan mereka berdua. Dan mereka lantas berangkat kuliah. Tidak tahu jika saya pulang lebih awal dan telah menyaksikan perbuatan bejatnya. Sayapun terus membayangkan kejadian yang baru saja terjadi. Namun terhadap Kak Intan saya bersikap biasa, seolah tidak tahu apa yang telah dilakukan dengan kekasihnya. Kepada ayah dan ibu saya juga tidak bercerita, saya pikir apa pedulinya toh sepertinya kakak saya begitu menikmati terlihat dan cara bermain dan pagutannya saat itu.
    Sejak kejadian itu, saya jadi sering bolos sekolah. Ingin mengulang menonton ‘pergulatan’ Kak Intan. Dengan cara mengendap-endap masuk rumah takut ketahuan terus menyelinap masuk kamar. Namun harapan untuk mendapatkan tontotan menarik seperti siang kemarin sia-sia. Karena teryata Kak Intan kuliah pagi.


    Nah saat saya dalam keadaan antara tertidur, terdengar sayup-sayup suara dua orang sedang ngobrol di kamar sebelah, kamar Kak Mira (kakak kedua saya). Pikir saya mereka baru pulang kuliah. Kamar Kak Mira memang bersebelahan dengan saya. Kamar kami (cewek) bertiga berjejer, dan saya yang di tengah. Sementara kakak laki-laki saya, Niko kamarnya di depan.

    Kak Mira pulang kuliah mengajak teman laki-laki ke rumah. Pertama obrolan itu soal pelajaran. Namun lama-lama suara obrolan itu hilang, berganti suara desahan. Saya kontan bangun dan mengendap-endap mencari lubang kunci. Dan setelah di luar saya terkejut, karena pintu Kak Mira tidak ditutup dan terbuka cukup lebar. Saya sendiri jadi serba salah, takut ketahuan. Tapi suara musik di kamar Kak Mira membuat langkah dan gerakan saya tidak terdengar. Bahkan Kak Mira sepertinya tidak peduli dengan pintu yang masih terbuka itu.

    Setelah mendapat posisi yang aman, saya mengamati dengan cermat gerakan demi gerakan yang dilakukan Kak Mira bersama temannya. Terlihat mereka masih mengenakan pakaian lengkap. Hanya saja rok Kak Mira mulai tersingkap, CD-nya terlihat. Sementara Si pria masih lengkap dengan t-shirt dan celana jeans. Tapi pagutan dan ciuman mereka berdua sepertinya membawa ke langkah yang makin seru. Masing-masing berlomba melucuti pakaian lawannya. Hingga akhirmya keduanya dalam kondisi telanjang. Cukup nanar dan gemetar juga saya menyaksikan adegan itu. Dan adegan seperti itu pernah saya saksikan lewat film BF bersama teman-teman usai sekolah, di rumah Linda (teman sekelas). Dan kedua saat melihat Kak Intan sedang main dengan pacarnya. Namun saat nonton Kak Intan kurang seru disamping lewat lubang kunci, shownya sudah setengah main.


    Hari ini sungguh berbeda, saya menyaksikan seluruh permainan dari awal. Sungguh mendebarkan, Kak Mira meraih batang penis pacarnya, kemudian mulai dikocok-kocok dengan perlahan. Terlihat batang penis pacar kakakku mulai tampak membesar dan memanjang, sampai akhirnya dengan mata kepalaku sendiri aku menyaksikan bagaimana batang penis yang tadinya layu kini telah berdiri dengan kerasnya dan sangat panjang, mengundang hasrat birahiku untuk turut merasakan kehangatan dan kedahsyatan penis pacar kakakku ini. Dengan penuh birahi kakakku mulai mengulum batang penis dihadapannya, sementara tangannya tetap mengocok-ngocok bagian tengah kebawah batang penis, kulihat tubuh pacar kakakku berkelejat-kelejat dan dari mimik wajahnya seakan menahan serangan kenikmatan yang datang bertubi-tubi di daerah sekitar batang kepala penisnya.

    Pergulatan Kak Mira dan temannya semakin seru, saling memagut, mendesah, memburu, dan akhirnya saya lihat mereka berdua berada dalam permainan seks yang menggairahkan saat teman kakakku mulai memasukkan batang penisnya yang panjang kedalam vagina kakakku, kudengar kakakku mulai berteriak-teriak kecil dengan disertai desahan-desahan penuh birahi, kuakui memang teman kakakku ini memiliki stamina yang kuat sanggup bermain dalam satu jam dalam beberapa posisi yang pernah kulihat dalam video seks kamasutra, kuhitung-hitung kakakku sudah mengalami orgasme tiga kali dalam permainan tersebut, hingga pada akhirnya kulihat teman kakakku menggenjot-genjotkan batang penisnya secara cepat, dan.., tiba-tiba manarik batang penisnya dengan cepat dari vagina kakakku, dan beberapa detik kemudian kulihat semprotan sperma begitu banyaknya dan akhirnya teman kakakku mulai terkulai lemas dengan mandi keringat. Namun posisi mereka tetap berpelukan.

    Saya pun dengan lemas dan gemetar masuk kamar. Namun pada saat menyaksikan adegan pergumulan itu tidak terasa tangan saya seperti dibimbing meraba dan menyentuh ‘barang’ terlarang milik saya. Dengan tidak sadar tangan saya mengusap-usap diantara selangkangan. Dan saya mendapatkan rasa kenikmatan. Sepertinya ada cairan yang keluar dari dalam, dan saya tidak tahu apa yang keluar itu. Yang ada rasa nikmat tiada tara saat itu.

    Nah perbuatan itu (mengusap kemaluan) saya lakukan di saat sendirian di dalam kamar. Dan ternyata saya mendapat kenikmatan yang sama seperti saat sedang nonton Kak Mira bercumbu. Bahkan perbuatan itu terus diulang-ulang. Rasa penasaran pun makin menjadi-jadi, akhirnya saya ingin tahu bagaimana rasanya berhubungan. Suatu saat, sebetulnya tidak sengaja. Saya bermaksud pinjam catatan pelajaran kepada pacar, yang tidak sempat saya ikuti karena tidak masuk sekolah. Kebetulan buku itu ada di rumah. Maka saya diajak ke rumahnya mengambil buku itu.

    Rumah pacar saya siang itu sepi. Kedua orang tuanya bekerja, sementara pacar saya anak satu-satunya. Yang ada di rumah hanya pembantu. Rumah itu cukup besar dan sepi. Saya dipersilakan masuk, dan diajak ke kamarnya. Setelah diambilkan minum, kami ngobrol. Pacar saya sepertinya telah berpengalaman dalam berpacaran. Terlihat dan saat ngobrol tangannya mulai aktif meraba daerah sekwilda (sekitar wilayah dada) milik saya. Namun anehnya saya menikmati, dan membiarkan tangan itu menelusuri daerah sensitif saya.


    Teringat yang dilakukan pacar saya, seperti saat pacar Kak Mira melakukan hal yang sama. Saya pun terlena dalam kenikmatan, seperti terbang diawang-awang. Dan akhirnya perbuatan yang tadinya hanya dalam angan, kini kunikmati sungguhan. Kamipun sudah dalam kondisi polos, suara mendesah bercampur degup kencang jantung ada di dalam tubuhku. Saya pun rebah ditindih. Bukan sakit yang saya rasakan, tapi kenikmatan. Dan akhirnya kami pun sampai batas ‘perburuan’, lemas, lunglai dan bermandikan keringat. Untuk beberapa saat kami berpelukan, rasanya tidak ingin melepas, malah inginnya mengulang lagi. Dan perbuatan itu kami ulang setiap ada kesempatan. Sampai selesai sekolah diploma. Kamipun sebelum melakukan hubungan sering menggunakan obat-obatan terlebih dulu. Dan ternyata berdampak makin lebih nikmat dalam berhubungan. Hubungan kamipun lepas begitu saja, setelah pacar dengan alasan meneruskan sekolah, pergi ke luar negeri.

    Bagi saya kepergian pacar saat itu tidak masalah. Toh dalam benak saya masih banyak pria lain yang antri untuk bisa kencan denganku. Mengingat dan merasakan pengalaman seks selama ini, banyak laki-laki yang mencoba mendekati saya dan mengutarakan cinta. Saya saja yang agak jual mahal. Nah saat baru selesai sekolah (diploma), sementara lagi kosong pacar tidak ada, saya banyak tinggal di rumah. Kegiatan diisi dengan baca buku, dan baca apa saja. Paling kalau jenuh, ke rumah teman ngobrol hingga malam, terus pulang langsung tidur.

    Saat pulang pukul 24.00 WIB, dan pintu rumah memang hampir tidak pernah terkunci, saat buka pintu melewati depan kamar Kak Niko terdengar suara agak aneh. Ada desahan suara tertahan, sementara ada pula suara cekikikan. Saya yakin di kamar Kak Niko ada dua orang. Kebetulan saat itu ayah sedang tugas ke luar kota, dan ibu ikut mendampinginya. Ruang depan memang sudah gelap, tapi ruang Kak Niko terang, jadi cukup leluasa saya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan kakakku. Kebetulan Kak Niko tidak pernah menutup jendela kamarnya yang terletak di dalam rumah. Dari jendela itu, saya mengendap mengintip. Dalam benak saya, yang terjadi di dalam kamar sama dengan kejadian seperti Kak Intan dan Kak Mira saat itu, ‘pergumulan’.

    Benar saja. Kakak saya dan teman wanitanya setengab baya (35-an) namun masih terlihat cantik dan seksi sedang bergumul tanpa sehelai pakaian. Kak Niko terlihat begita asyik mencumbu, dan tak henti-hentinya menciumi seluruh bagian lekuk-lekuk tubuh si wanita. Si wanita menggelinjang, tertawa cekikikan di antara desahan yang tertahan.

    Cukup lama permainan mereka itu berlangsung. Bahkan Si wanita sepertinya sudah tidak tahan, menjerit-jerit kecil dan memohon kepada Kak Niko, “Please, please”, katanya. Kak Niko sepertinya tidak peduli dengan kondisi wanita yang sudah seperti cacing kepanasan. Dan akhirnya, mereka berdua bergumul saling mendekap erat, berlomba mencapai perpaduan. Selesai sudah. tapi saya tidak lantas beranjak dari posisi. Penasaran ingin tahu apa lagi yang akan diperbuat. Posisi mereka telentang dan membiarkan tubuhnya terhampar tanpa pakaian. Tapi Si wanita, masih menggelayut dan mencumbu. Kakak saya bersuara, “Bayar dulu”, katanya.
    “Jangan khawatir”, jawab Si wanita. Dan Si wanita bangkit, berjalan gontai menuju kursi belajar Kak Niko, di mana di situ terletak tasnya. Dari dalam tas wanita itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan, saya taksir sekitar satu juta.


    Lantas uang itu dilemparkan kepada Kak Niko.
    “Bagaimana”, kata wanita itu. “Thanks darling”, jawab Kak Niko.
    Dan wanita itu tidur rebahan di sebelah kakakku. Mereka ngobrol tapi tangan masing-masing aktif menjamah daerah sensitif lawan. Lama-lama mereka mulai terangsang lagi. Ronde kedua jelas tinggal nerusin. Tidak perlu capai-capai pemanasan. Tapi saya melihat sebelum melakukan ‘pertempuran’ mereka berdua sepertinya mengkonsumsi obat. Sehingga permainan mereka terlihat lebih seru dan panas. Dan sayapun lama-kelamaan tidak tahan, mundur dan masuk kamar. Namun mata ini tidak bisa terpejam.

  • Kisah Memek Kado spesial yang diberikan kakek tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun

    Kisah Memek Kado spesial yang diberikan kakek tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun


    4104 views

    Duniabola99.com – Kisah Nyata Pemerkosaan Saya. Gadis muda menunggu di antisipasi untuk jam alarm untuk buzz. Itu adalah hari ulang kesebelas dan dia penuh semangat merindukan perhatian hari ini. Dia cepat melompat dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi membawa pakaian barunya bahwa ia akan memakai untuk partainya hanya dalam beberapa jam. Dia mandi, BERPAKAIAN, dan menggosok gigi dengan cepat. Dia mengambil waktu sejenak untuk melihat ke dalam cermin ingin terkesan teman-temannya karena semua gadis-gadis muda seusianya ingin. Dia melesat ke dapur di mana sarapan menunggu di atas kompor. Dia menyiapkan piring telur, daging dan roti panggang, dan duduk untuk makan.Tiga jam kemudian, teman-temannya mulai berdatangan di rumahnya. Semua gadis-gadis muda tertawa dan bergosip sambil makan kue dan es krim. Setelah perayaan, gadis muda duduk untuk membuka hadiah nya. Dia sangat bersemangat untuk melihat make-up, shower gel dan lotion. Dia tidak lagi diinginkan mainan, setelah semua dia hampir dewasa sekarang. Setelah pesta selesai dan teman-temannya pergi, ia mulai mengemasi kopernya. Dia akan menghabiskan akhir pekan dengan neneknya dan langkah-kakek seperti yang dia lakukan hampir setiap akhir pekan. Mereka akan bangun pagi-pagi dan membawanya keluar dengan sepupunya untuk pergi pertambangan permata di salah satu tempat wisata. Sedikit yang dia tahu, ini akan menjadi malam terakhir dia tidak bersalah pada usia muda 16 Tahun.

    kakek-neneknya yang membesarkan sepupunya, yang merasa lebih seperti adiknya. Nenek dan Kakek tidur di kamar tidur yang berbeda sebagai sepupunya Katy baru berusia 5 tahun dan menolak untuk tidur sendirian di kamar tidur di ujung lain dari trailer DUA KAMAR TIDUR. Jadi, Katy tidur dengan nenek, dan ketika gadis muda menghabiskan malam dengan mereka, tentu dia tidur dengan kakek.

    Rebecca, menempatkan koper Anda ke bawah dan datang melihat apa yang kita punya Anda untuk ulang tahun Anda.
    Ok, benar ada nenek.

    Rebecca berjalan ke dapur untuk melihat satu set indah rol panas untuk meringkuk rambutnya dengan dan pakaian indah untuk dipakai ke sekolah. pakaian terdiri dari sepasang celana jeans yang lucu dan BLOUSE nama merek.

    Ya Tuhan! Terima kasih banyak! Aku tidak percaya itu. Ive lama ingin satu set rol panas untuk beberapa waktu sekarang!
    Kita tahu, jawab Nenek. Saya tidak sabar untuk mengajarkan Anda bagaimana untuk menggunakannya. Anda akan menjadi begitu indah!
    Tetapi tidak lebih dari Anda sudah, jawab Kakek.

    Rebecca memberi mereka berdua pelukan dan kecupan cepat di pipi dan lari ke kamar mandi untuk mencoba PAKAIAN barunya. Dia berlari keluar untuk memamerkan penampilan barunya dan menemukan sepupunya Katy siap untuk berjalan di luar dan bermain. Dia bersemangat wajib dan dua berlari keluar berpegangan tangan untuk mengejar satu sama lain di sekitar halaman.


    Pada delapan malam itu Nenek datang di luar dan mengatakan kepada mereka untuk datang bersiap-siap untuk tidur karena mereka akan bangun sangat pagi-pagi untuk pergi pertambangan permata. Gadis-gadis masuk ke dalam dan mengambil mandi air panas dan mengenakan piyama mereka. Mereka pergi ke kamar mereka dan meringkuk di satu sama kakek, baik menonton televisi sedikit sebelum tidur sabar menunggu kegiatan hari berikutnya.

    Rebecca terbangun untuk sensasi yang aneh. Dia masih setengah tidur dan tidak tahu apa yang terjadi. Dia merasa lebih banyak tekanan dan sepenuhnya terbangun, namun pura-pura masih tidur. kakeknya menggosok vaginanya melalui celana pendeknya. Dia berpikir, Oh Tuhan, apa yang terjadi ?! Saya harus memiliki mimpi buruk! Dia mencoba untuk bergeser menjauh, tapi tangannya terus-menerus. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan mulai panik dalam. Dia bahkan tidak mulai memiliki dorongan seksual pada usianya. Dan baru mulai menstruasi, atau belum pernah punya pacar. Dia hanya 11! Berharap dia akan berhenti jika dia tahu dia terjaga, dia pindah dan bertanya apa waktu itu. Its empat bayi pagi. Emang harus bangun dalam beberapa jam sehingga Anda lebih baik kembali tidur atau kamu akan menjadi LELAH besok. Dia tidak pernah berhenti menggosok nya.

    Dia merasa lumpuh sambil terus menyentuhnya dan mulai meletakkan tangannya di dalam piyama. Dia berjuang dan dia melingkarkan tangannya di depan dada untuk menahan ke bawah. Kakek, silakan berhenti. Apa yang sedang kamu lakukan?! Hush Rebecca. Jika Anda bangun Nenek atau Katy, aku harus membunuh mereka di depan Anda, dan kemudian saya akan membunuhmu juga. Kakek nya mencapai lebih ke meja dan menunjuk Revolver di wajahnya. Dia selalu membawa tangan-gun, meskipun ia tidak pernah memiliki izin untuk membawa satu hukum. mata Rebeccas melebar dalam ketakutan dan dia menutup mulutnya dan menahan napas.

    Kakek nya terus ke piyama dan mulai menggosok nya di bawah celana dalamnya. Dia mengerang saat dia membungkuk untuk menciumnya dengan cara yang dia tidak pernah sebelumnya. Dia berjuang untuk melepaskan diri dan dia menampar wajahnya dan mengambil Revolver tersebut. Dia meletakkan diam dan tidak menciumnya kembali bahkan ketika ia berusaha untuk menciumnya. Dia tiba-tiba mendorong dua jari ke dalam vagina kecil dan dia menjerit kecil kesakitan. Diam atau theyll mendengar Anda Rebecca. Aku bersumpah Ill membunuh kalian semua jika Anda tidak tutup mulut! Dia menyambar di sekitar leher dan meremas erat. Dia tahu jika dia tidak melakukan apa yang dia katakan, bahwa ia akan membunuh mereka semua.


    Kakek nya melepaskan lehernya dan meraih stoples Vaseline di samping tempat tidurnya. Dia dihapus jari-jarinya dan dilapisi mereka dalam petroleum jelly. Dia mengatakan padanya untuk melepas piyama dan celana dalamnya. Dia melakukan apa yang diperintahkan, menangis. Dia menempatkan jari-jarinya kembali ke dalam vaginanya dan mulai bergerak mereka masuk dan keluar. Rasa sakit tak tertahankan saat ia pecah selaput daranya dan tetesan kecil darah berlari keluar ke bedsheet. Ooh, aku hanya muncul ulang tahun gadis cherry Anda. Rebecca menangis keras, hati-hati untuk tidak membuat suara apapun. Dia mendorong jari-jarinya di jauh menyebabkan dia bahkan lebih sakit dari sebelumnya. Dia pikir dia akan mati. Dia mulai menggosok payudara mungilnya dengan tangannya yang lain sambil terus jari nya di bawah selimut berat yang ada di tempat tidurnya.

    Rebecca, meletakkan tangan Anda di penisku.
    Apa?!
    Letakkan tangan Anda di penisku atau Anda akan menyesal!

    Rebeccas Kakek dihapus tangannya dari payudaranya cukup lama untuk menghapus penis tegak dari petinju dan meletakkan tangannya di atasnya. Sekarang gosok Rebecca. Rebecca tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia mencoba menggosok seperti katanya. Letakkan tangan Anda di sekitar itu dan gosokkan atas dan ke bawah. Rebecca melakukan apa yang diperintahkan, tidak yakin apakah ia melakukannya dengan benar. Dia terus bermain dengan vaginanya dan rasa sakit tidak pergi jauh. Dia dihapus jari-jarinya akhirnya dan mulai menggosok bagian luar vaginanya dan kemudian klitorisnya. yang merasa ulang tahun gadis yang baik? Tidak ada, silakan berhenti. Youre menyakitiku! Dia tidak berhenti.

    Rebeccas Kakek mulai mengerang sedikit dan dia dihapus tangannya dari penis tegak. Ia bersandar pada siku dan pindah di atas tubuhnya. Apa yang sedang kamu lakukan?! Dia tahu apa yang akan ia lakukan. Dia ingin mati di sana pada saat itu. Dia bahkan pernah memiliki pengalaman berhubungan seks. Ini tidak merasa baik. Dia bertanya-tanya bagaimana orang bisa menyukai seks. Sakit begitu banyak. Kakek nya seharusnya mencintai dan melindunginya, tidak memperkosanya! Menyebar kaki Anda Rebecca. Nomor Dia berjuang melawan dia saat ia meraih pergelangan tangannya dan disematkan lengannya ke bantal di atas kepalanya. Dia mencoba untuk menendang dia sebagai dia meletakkan satu kaki antara miliknya dan membongkar pahanya terpisah dengan lututnya. Dia terlalu kuat baginya untuk mengalahkan. Dia menamparnya di sisi lain wajahnya. Jika Anda menendang, menjerit, atau apa pun, aku akan menembakmu. Ini adalah peringatan terakhir Anda. Apakah Anda ingin bertanggung jawab atas pembunuhan nenek dan sepupu? Aku akan membunuh orang tua Anda juga. Youre my Grand-anak. Dalam Alkitab, ia mengatakan youre seharusnya membiarkan aku melakukan hal ini.
    Rebeccas Kakek memborgol sekitar masing-masing pergelangan tangannya dan mengamankan mereka ke tiang ranjang menyuruhnya untuk tidak berjuang dan membuat kebisingan. Dia mengambil Vaseline dan mengusap beberapa ke penisnya. Ia menjulang tinggi di atasnya, dan menyebar kakinya cukup jauh terbuka untuk berbaring di-antara mereka. Dia menggunakan satu tangan untuk menempatkan kepala penisnya ke dalam vagina sebagai tangannya yang lain terus menganiaya payudaranya. Dia tersentak rasa sakit, tapi tak bisa perjuangan. Dia lumpuh dengan rasa takut dan kaget dengan apa yang terjadi padanya. Dia sangat kuat, tapi tenang untuk tidak membangunkan istrinya. kamarnya berada di ujung lain dari trailer, dan itu akan sulit untuk mendengar apa-apa pula.


    Dia mendorong ereksinya lebih jauh ke dalam vagina dan matanya menggenang bahkan lebih dengan air mata. Dia berdoa untuk dia untuk bergegas dan berhenti. Menyenangkan Tuhan membantu saya, dia berdoa di kepalanya. Dia paksa mendorong sisa penisnya ke dalam vagina dan nyeri dia merasa saat ia menekan leher rahim adalah luar biasa. Dia merasa lemah dari rasa sakit, tapi itu tidak cukup beruntung untuk benar-benar pingsan. Dia menarik hampir semua jalan keluar dan mendorong di lebih keras dan lebih dalam setiap kali. Dia merasa seolah-olah perutnya sedang dikoyak-koyak dan bersumpah dia tidak akan pernah berhubungan seks dengan siapa pun jika ia hanya akan berhenti. Dia tidak berhenti.

    Setelah apa yang terasa seperti selamanya ia menarik kakinya dan menyebarkannya lebih jauh, membuat entri nya lebih menyakitkan. Dia mulai dorong lebih keras dan mulai merintih pelan. Dia dorong lebih cepat. Akhirnya ia menembus nya dalam dan berhenti ketika ia mulai orgasme. Dia ditarik keluar dengan cepat dan ejakulasi ke handuk kertas dia di tangannya. Dia cepat-cepat menarik kakinya bersama-sama dan mencoba menariknya jauh dari dia mungkin. Dia menarik celana dalamnya kembali dan melemparkan pakaiannya padanya. Dapatkan berpakaian dan tutup mulut. Dia membuka borgol dan menyaksikan saat ia mengenakan celana dan piyama nya.

    Dia mengambil Revolver sekali lagi. Buka mulut Anda Rebecca. Dia membuka mulutnya. Dia menempatkan ujung laras ke dalam mulutnya dan memiringkan pelatuk. Dengarkan aku benar-benar bagus. Jika Anda mengatakan sesuatu tentang ini kepada siapa pun, aku akan mengikat Anda dan membunuh nenek dan Katy di depan Anda. Kemudian Ill membunuh orang tua Anda dan orang lain yang Anda pedulikan. Kemudian, setelah MENONTON mereka mati, Ill membunuh Anda. Apakah kamu mengerti? Rebecca berkedip melalui air matanya dan nyaris mengangguk padanya. Dia menyingkirkan pistol, Vaseline dan handuk kertas kotor dan merangkak kembali di bawah selimut. Berbaring dan tidur Rebecca. Kita harus bangun pagi, ingat?
    Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs WebPeluang Pasar Global
    Tentang Google TerjemahanKomunitasSelulerTentang GooglePrivasi & PersyaratanBantuanKirim masukan

    Rebecca menutup matanya saat ia meluncur di bawah selimut dan di samping dinding, berusaha untuk tidak menyentuhnya. Kakek nya yang dicintainya begitu banyak baru saja memperkosanya, memukulnya, dan menodongkan pistol di mulutnya. Jika dia mengatakan sesuatu ia AKAN membunuh semua orang yang dicintainya. Dia tahu dia jahat dan terlalu takut untuk bergerak. Dia tidak tidur dan mendengar dia bangun jam 6 pagi bangun semua orang untuk bersiap-siap untuk perjalanan.


    Rebecca pergi ke kamar mandi dan mengambil mandi sebelum DRESSING di pakaian barunya bahwa nenek menyuruhnya pakai hari ini. Dia ingin membuat alasan untuk kembali pulang. Dia tidak bisa berdiri kedua lain di sini bersamanya. Dia tidak pernah bisa kembali. Apa yang bisa dia lakukan? Dia berjalan keluar ke dapur dan mengatakan Nenek dia tidak merasa baik dan ingin kembali ke rumah. Rebecca, whats salah? Di mana Anda merasa sakit di? Aku tidak tahu, hanya seluruh. Mungkin Anda memiliki suhu. Nenek nya pergi untuk mendapatkan termometer dan Kakek nya mengambil lengannya dan berbisik di telinganya. Anda harus bersikap normal atau dia akan mencari tahu dan Anda tidak ingin itu terjadi kan? Anda tidak bisa berhenti turun setiap akhir pekan karena thats apa yang telah Anda lakukan selama bertahun-tahun. Semua orang akan mengetahui apakah Anda mulai bertindak berbeda. Nenek kembali dengan termometer dan Rebecca tidak demam. Oh well, Nenek, saya pikir mungkin Im hanya masih lelah dari kemarin. Setelah sarapan Im yakin aku akan merasa lebih baik.

    Dalam perjalanan ke tambang permata, Rebecca duduk di belakang kakeknya dan ia terus-menerus menatapnya melalui kaca spion. Dia merasa sakit dan kotor. Dia merasa seperti orang menjijikkan dan masih sakit dari kesenangan. Dia mulai membencinya, tapi merasa dia terjebak dalam apa yang akan menjadi CYCLE tidak pernah berakhir.

    Setelah lima tahun dicuci otak, diperkosa, dan disiksa, Rebecca segera dibebaskan dari perbudakan fisiknya. Kakek nya telah sakit untuk sementara waktu dan sekarang menerima Hospice Perawatan sambil berbaring di ranjang kematiannya. Dia mengatakan betapa ia mencintainya dan bahwa ia menyesal atas semua yang telah ia lakukan padanya. Dia memohon pengampunan dan dia memberikannya kepadanya karena ia tahu itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Dia memohon pengampunan dari Allah, dan ia berdoa agar Tuhan mengampuni dia dari dosa-dosanya terhadap dirinya dan untuk membantunya bergerak.

    Delapan tahun setelah kematiannya, Rebecca telah bahagia menikah selama hampir enam tahun sekarang. Dia hanya rela menyerahkan dirinya untuk satu orang, dan ia telah menjadi GIFT dari Allah. Dia hampir berbalik melawan seks dan masih berjuang untuk mencapai keintiman fisik bahkan dengan suaminya. Dia adalah pria yang luar biasa yang tidak pernah mendorongnya menjadi sesuatu seksual yang dia tidak inginkan. Mereka berpacaran selama bertahun-tahun bahkan sebelum berhubungan seks pertama kalinya. Dia masih menghantui dalam mimpi buruk nya dari penyiksaan yang dialaminya selama bertahun-tahun tetapi berjuang untuk menjadi orang yang lebih baik melalui pengalamannya.







  • Video Bokep Asia ngentot huwari memek becek lubang sempit

    Video Bokep Asia ngentot huwari memek becek lubang sempit


    2313 views

  • Kisah Memek Ngentot Mahasiswi Yang Seksi

    Kisah Memek Ngentot Mahasiswi Yang Seksi


    2553 views

    Duniabola99.com – Wаnitа bеrnаmа Prily, iа аdаlаh mаhаѕiѕwi di

    salah satu Univеrѕitаs swasta terkemuka di Jakarta. Sеmuа kеjаdiаn ini, tеrjаdi ѕесаrа tidаk tеrdugа dаn tidаk dirеnсаkаn. Sааt ini аku bеrumur 25 tаhun, kuliаh dаn ѕаmbil kеrjа di bidаng biѕniѕ рrоduk kоѕmеtik.


    Aku рunуа kеunikаn уаng tеrtаrik jikа mеlihаt mаhаѕiѕwi. Rаѕаnуа ingin bеrmаin bеrсintа dеngаnnуа, kаrеnа mеnurut аku mаhаѕiѕwi itu аdаlаh mаѕа-mаѕа ѕubur untuk di nikmаti. Di dаlаm kеhiduраn рribаdiku, tidаk bаnуаk wаnitа уg ѕinggаh dаlаm hаtiku. mungkin di kаrеnаkаn kаrаktеrku уаng реmаlu. Atаu mungkin аjа kаrеnа lingkungаn dimаnа аku dibеѕаrkаn di gоlоngаn уаng bаik.

    Pеrtеmuаn аku dеngаn wаnitа kеdоtеrаn tеrѕеbut di ѕаlаh ѕаtu асаrа mаhаѕiѕwа уаng diikuti bаnуаk kаmрuѕ. Nаmаnуа Prily, ѕikар аku biаѕа аjа kаrеnа mеnurutku diа tidаk bеgitu аnggun. tеtарi рunуа kеlеbihаn bоdуnуа ѕuреr ѕеkѕi dаn mоntоk.

    Kаlаu di рikir-рikir еnаk lаh untuk роѕiѕi арарun wаnitа уаng ѕереrti ini kаlаu di аjаk mаin. bеrbоdi lаngѕing dаn rаmbut раnjаng аdаlаh tiреku. аku dаn diа di kеnаlkаn оlеh bеbеrара tеmаnku ѕааt mаkаn ѕiаng.

    “Prily…” kаtаnуа ѕаmbil mеngulurkаn tаngаn

    “Randy…” kuѕаmbut tаngаnnуа уаng lеmbut. аkhirnуа аku tаu jugа nаmаnуа. рikirku dаlаm hаti.

    Dаri оbrоlаn mаkаn ѕiаng itu аku ѕеdikit tаu lаtаr bеlаkаng kеhiduраnnуа, iа bеrаѕа dаri dаеrаh Jawa Tengah mеmрunуаi сiri khаѕ dаеrаh Jawa. jаdi kаlаu diа bеrbiсаrа terdengar dari logatnya yang masih terdengar medog.


    Satu mаlаm ѕаjа асаrа tеrѕеbut bеrlаngѕung, tidаk bаnуаk аku bеrkоmunikаѕi dеngаnnуа. hаnуа ѕеkаli-kаli аku hаnуа mеnсuri раndаng mеlihаt tubuhnуа уаng lаngѕing. Pеrnаh ѕааt аku tаtарi diа, mаlаh mаtа kаmi ѕаling bеrtеmu dаn ѕаling buаng mukа. luсu ѕеkаli kаlаu mеngingаt hаl kоnуоl tеrѕеbut.

    Di аkhir аkhir асаrа аku mеnуеmраtkаn untuk mеndеkаtinуа mеmintа nо hр dаn bbmnуа lаngѕung. Kеlihаtаn dаri rеаkѕinуа, tidаk аdа kаtа-kаtа реnоlаkаn dаn iа mеmbеrikаn nоmоr tеrѕеbut.

    Pulаnglаh kаmi mаlаm itu kе rumаh mаѕing-mаѕing. hinggа satu minggu аku tidаk реrnаh mеnghubunginуа ѕааt bеrhаѕil mеndараtkаn bbmnуа tеrѕеbut. Di аkhir реnghujung hаri ѕаbtu уаitu mаlаm minggu, аku mеndараtkаn tеlроn dаri diа.

    “Hаllо… ” tеrdеngаn ѕuаrаnуа Prily уаng medok.

    “Hаllо jugа ” ѕаhutku

    “Aра kаbаr Randy, ѕibuk уа ? uсарnуа

    “Tidаk kоk, lаgi ѕаntаi аjа nih mаlаm minggu ini ” bаlаѕku

    Singkаt сеritа аku diаjаknуа jаlаn-jаlаn di mаlаm minggu itu, tеtарi аku mеndаtаngi dаhulu tеmраt kоѕtаnnуа di dаеrаh jаkаrtа jugа. Sеtеlаh ѕаmраi di kоѕtаnnуа, bеnаr dugааnku kаmаrnуа rарi ѕеkаli mаklum wаtеk dаri сеwеk itu ѕеring bеrѕih dаn rарi.


    Dеngаn bеrjаlаnnуа wаktu hubungаn kаmi ѕеmаkin аkrаb. mеmаng tidаk аdа hаdiаh аtаu ѕurрiѕе mаlаm itu. hinggа kаmi bеrduа ѕераkаt bеrрасаrаn kаrеnа tidаk biѕа mеmbоhоngi реrаѕааn mаѕing-mаѕing. Hаnуа ѕаjа аku ѕеring mеmbауаngkаn bеrсintа dеngаn tubuhnуа уаng ѕеring mеnеmаni khауаlаnku ѕеbеlum tidur.

    Kаmi ѕераkаt расаrаn mаlаm itu, dаn kаmi mеlаnjuti аktifiаѕ mеnоntоn kаѕеt biоѕkор ѕаjа. Awаl mulа kаmi расаrаn ѕаngаt mеѕrа, bауаngin ѕаjа bаgi раrа реmbаса. Nоntоn kаѕеt biоѕkор ѕаmbil tidurаn di ѕаmрingnуа, mukаnуарun ѕеring ѕеkаli mеnаtар wаjаhku. kаrеnа bеlum реngаlаmаn аku ngаk tаu kаlаu itu kоdе dаri diа ingin di сium.

    Dеngаn rаѕа dеg-dеgаn аku mеnсоbа mеnguѕар-uѕар rаmbutnуа dаhulu dаn mеlаnjutkаn nоntоn kаѕеt. Tаk lаmа kеmudiаn iа mеnаtар wаjаhku lаgi, аku mеmbеrаnikаn diri untuk mеngесuр bibirnуа ѕеkаli.

    “Cuррр.. Cuрррр.. Cuрр… ” ѕuаrа сiumаn kаmi

    Sеtеlаh mеnсiuminуа diа bеrаkѕi mеmbаlаѕ ѕеrаngаn сiumаnku. аku jаdi gеmеtаѕаn реngеn реgаng tokednуа. Kаrеnа kаmi аѕik сiроkаn, аkuрun ngаk mаu mаlаh mеmbеrаnikаn diri mеmеgаng tоkеdnуа.

    “Hhhmmmm… Sѕѕѕhh… ” nаdаnуа уаng mеnggеmаѕkаn.

    Dаlаm hаti bеrkаtа аku bаru реrtаmа kаmi расаrаn dеngаn mаhаѕiѕwi dоktеr ѕереrti ini. dаn ѕереrtinуа аku bеrhаѕil mеmbuаt diа mаbuk kерауаng. Dеngаn роѕiѕi miring dаn реgаng tоkеd, аku mаѕih lеluаѕа mеngrауарi tubuhnуа.

    Kеtikа реgаng tоkеdnуа, аlаmаkkk… ! uсарku dаlаm hаti tеrnуаtа tоkеdnуа mаѕih kеnсаng dаn kеnуаl. Tаnра bа bi bu bе bо mеnunggu wаktu lаmа, аku lераѕkаn сiumаn kаmi dаn lаngѕung bеrаlih kе bаgiаn рutingnуа.


    “Ouuuhhhhh…. Aаааааhhh… ” lаgi-lаgi dеѕаhnуа уаng mеrdu tеrdеngаr di tеlingаku

    Sеkitаr 5 mеnitаn rеmаѕаn dаn сiроkаn itu bеrlаngѕung. Kауаknуа diа ѕudаh tеrреngаruhi оlеh ѕуаhwаt birаhi hinggа diа ѕеndiri уаng mеmbukа iѕi сеlаnа dаlаmnуа. Dараt rеzеki nоmрlоk, ngараin di tоlаk ” рikirku dаlаm hаti уаng tidаk mеngkоmеntаri tindаkаnnуа.

    Yg bikin hоrnуа lаgi, аku bеrhаѕil mеrоbеk iѕi dаlаm vаginаnуа dеngаn jаri-jаriku. Aраlаgi ѕааt аku mеmреrmаinkаn bаgiаn klitоriѕnуа.

    “Ahhh… Ahh… ” diа ѕереrti mеlауаng. Pаkаiаn kаmi рun ѕаtu реr ѕаtu ѕudаh tеrlераѕ ѕеmuа. kеbеtulаn wаnitа ini gаnаѕ jugа dеngаn tubuhku, hinggа diа lаngѕung mеnаrik tubuhku untuk mеnindihkаn tubuhnуа.

    “Aуо lаh jаgоаnku, tеmаni аku mаlаm minggu ini donk ” uсарnуа mеrауuku.

    Akuрun hаnуа tеrѕеnуum mаniѕ mеlihаt аkѕinуа уаng bringаѕ. Kаmi ѕереrti bеrlоmbа untuk ѕаling mеmuаѕkаn hаѕrаt. Mulаi уuk ѕауаng ” kоmеntаrinуа lаgi. Wаlаu роѕiѕinуа di bаwаh bаdаnku tарi diа gаk mаu bеrdiаm diri ѕаjа. iа mеnjilаti tubuhku dаn mеrаbа-rаbа jugа ѕеluruh tubuhku.

    Lаngѕung ѕаjа аku tаnсар gаѕ mаlаm itu, dеngаn lаngѕung mеngаrаhkаn реniѕku kе vаginаnуа. Tеrutаmа аku оlеѕ-оlеѕ dаhulu, di ѕеkеliling bibir vаginаnуа аgаr diа tеrаngѕаng. Sааt аku оlеѕ-оlеhkаn, tubuhnуарun mеnggеlinjаng kееnаkаn.

    “Aуо dong Randy сераtаn mаѕukin Iihhh.. ” рintаnуа

    Agаk ѕеmрit еmаng mеmеknуа kеtikа аku ѕоdоk, mеѕkiрun ѕudаh tidаk реrаwаn mеmеknуа mаѕing lеngkеt. Aku mаѕukin lаgi реrlаhаn-lаhаn.

    “HHmmmm… ” dеѕirnуа уаng lеmbut ѕаmbil mеmеjаmkаn mаtа.

    Sеtеlаh ѕudаh mаѕuk ѕеmuа bаtаng реniѕku, mulаi аku gоуаngkаn dеngаn реlаn-реlаn lаgi аgаr mеmеknуа mеlеbаr ѕеhinggа tеrbiаѕа dеngаn gоуаngаn рinggulku. Tеrkаdаng jugа аku mеmреrсераt gоуаngаnnуа, аku ѕеѕi реrmаinаn реrсintааn kаmi сераt ѕеlеѕаi. Aku jugа khаwаtir, kаlаu ѕеdаng bеrсintа di kеtаhui оlеh tеtаnggа kоѕt уаng di ѕеbеlаh.

    Sеtеlаh рuаѕ dеngаn gауа аku di аtаѕ, аku mеnуuruhnуа nungging уg bеrubаh mеnjаdi роѕiѕi dоggу ѕtуlе. Pоѕiѕi ini lеbih lеngkеt lаgi, kаrеnа mеmеknуа mеrараt bеrkаt раntаtnуа уаng tеbаl.


    “Aааhhh… Ahhh… Tеruѕѕ Randy” uсарnуа mеmаnggil nаmаku ѕingkаt.

    Dеѕаhаnnуа уаng ѕереrti itu juѕtru mеmbuаt ku ѕеmаkin bеrnаfѕu, ku gеnjоt tеruѕ dаri bеlаkng dеngаn kесаng dаn tеrаrаh. Sеmаkin kеnсаng gеnjоtаn, ѕеmаkin сераt jugа kаmi di ujung оrgаѕmе. ini ѕudаh mеnjаdi kоdе аlаm bеrhubungаn intim.Sungguh nikmаt ѕеkаli mеmеknуа уаng mаѕih lеngkеt itu , hinggа аku mеnсараi di ujung реrjаlаnаn.

    “Kеluаrin dimаnа nih Prily.. ” uсарku

    “Kеluаrin di luаr аjа Ran” ѕаhutnуа

    Crrооооt… Crооооt… Crооооtt… ” lеndirnуа munсаt di bаgiаn раntаt dаn аku mеngеluаrkаn ѕuаrа

    ”аааhhhhhh..Hmmmmm… ” Aku mеnjаdi lеmаѕ dаn tеrjаtuh уаng lаngѕung mеnindih tubuhnуа.

    Akhir сеritа seks ini berujung kаmi bеrduа jаdiаn dеngаn wаktu уаng ѕаngаt ѕingkаt, tеrkаdаng jugа kаmi ѕеring mеlаkukаn hubungаn ѕеkѕuаl di hоtеl-hоtеl kаlаu di kоѕtаn ѕеdаng bаnуаk tеtаnggа уаng bеlum tidur.


  • Foto Bugil  Remaja kulit putih memamerkan payudaranya yang tegas

    Foto Bugil Remaja kulit putih memamerkan payudaranya yang tegas


    2065 views

    Duniabola99.com – foto gadis cantik putih membuka bikinya menampilkan toketnya yang bulat dan padat dan juga menangkang lebar menampilkan memeknya yang tanpa bulu berwarna pink.

    Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,

  • Foto Bugil Remaja yang luar biasa Tini butuh waktu sendiri untuk mastrubasi

    Foto Bugil Remaja yang luar biasa Tini butuh waktu sendiri untuk mastrubasi


    2205 views

    Duniabola99.com – foto gidis pirang cantik toket kecil memainkan memeknya yang masih sempit berwarna pink diatas kursi yang berbulu bulu.

    Koleksi Foto Memek Cewek Cantik Ngangkang, Foto Tante Cantik Cuma Pakai BH CD, Foto Hot Tante Janda Muda Kena Crot, Foto Hot Tante Janda Muda Kena Crot, Kumpulan Foto Cewek Cantik Terbaru & imut, Kumpulan foto cewek cantik, Kumpulan Gadis Cantik Berbaju Seksi,

  • Cerita Sex Karena Suami Repot Istri di Setubuhi Demgam Kakak Ipar

    Cerita Sex Karena Suami Repot Istri di Setubuhi Demgam Kakak Ipar


    4753 views

    Foto Bokep KoreaNarasi Seks 2024 Karena Suami Repot Istri di Setubuhi Kakak Ipar – Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik berjudul Narasi Seks Nikmati Keelokan Badan Kekasih Temanku. Saat saya menikah 2 tahun lalu, rasanya dunia ini cuma punyaku seorang. Bagaimana tidak, saya memperoleh seorang pria sebagai mimpi semua gadis di semua kampungku. Saya jadi istri seorang petinggi di kota yang sangat kaya.

    Pikirkan saja, suamiku mempunyai beberapa puluh hektar tanah di kampungku, belum ruko-ruko yang dikontrakan. Bukan hanya di wilayah kampungku tapi ada pula di beberapa daerah yang lain. Telah terpikir dalam benakku, tiap hari saya ada di rumah besar dan eksklusif (minimal untuk ukuran di kampungku), naik mobil bagus keluaran terkini.

     

    narasi seks, pemerkosaan, narasi seks setubuhian, narasi seks terkini, narasi seks 2024
    Narasi Seks 2024 Beberapa hariku sebagai istrinya memang menyenangkan dan membesarkan hati. Beberapa teman gadisku banyak yang iri dengan kehidupanku yang serba sedap. Walau saya sendiri tidak percaya dengan kebahagian yang kurasakan waktu itu. Hati kecilku kerap dipenuhi dengan kekuatiran yang setiap saat akan membuat hidupku jatuh menderita. Saya sebetulnya bukan salah satu wanita pengiring suamiku. Dia telah beristri dengan anak-anak. Mereka tinggal jauh di kota besar dan benar-benar tidak pernah tahu akan kehadiranku sebagai madunya.

    Saat menikah juga saya sudah mengetahui akan statusnya ini. Saya, entahlah mau tak mau atau memang menyukainya, memilih untuk menikah dengannya. Demikian juga sama orang tuaku. Mereka justru benar-benar menginginkan saya jadi istrinya. Mungkin mereka menginginkan kehidupan kami akan berbeda, derajat kami bertambah dan dilihat oleh semuanya orang daerah jika saya telah jadi istrinya. Mungkin sudah nasibku menjadi istri ke-2 , kembali juga hidupku cukup berbahagia dengan statusku ini.

    Semua itu kurasakan satu tahun lalu. Demikian mencapai tahun ke-2 , baru saya rasakan peralihan. Suamiku yang dahulunya seringkali ada di sisiku, sekarang mulai jarang-jarang ada di rumah. Pertama satu minggu sekali dia mengunjungiku, selanjutnya satu bulan dan paling akhir saya sudah tidak hitung entahlah berapakah bulan sekali ia tiba kepadaku untuk melepaskan kangen.

    Saya tidak berani menghubunginya. Saya takut semua itu justru akan membuat hidupku lebih menderita. Saya tidak dapat memikirkan jika istri pertama kalinya tahu kehadiranku. Tentu saja akan geram besar dan mengadukanku ke faksi berwajib. Biarkanlah saya tanggung semua penderitaan ini. Saya tidak ingin orang tuaku terikut menderita oleh permasalahan kami. Mereka telah hidup berbahagia, mempunyai rumah lebih besar, sawah dan ternak-ternak peliharaan pemberian suamiku.

    Hari hari yang kulalui makin tidak menarik. Saya berusaha untuk menyibukan diri beragam pekerjaan supaya tidak merasakan jemu ditinggalkan suami dalam waktu yang lama. Tapi semua itu tidak membuat hatiku tenang. Malah jadi resah, khususnya pada malam hari.

    Saya selalu termenung sendiri di tempat tidur sampai tengah malam menanti mengantuk yang tidak juga tiba. Kurasakan sprei tempat tidurku demikian dingin, tidak seperti pada beberapa hari awalnya pernikahan kami dahulu. Sprei tempat tidurku tidak pernah rapi, selalu berantakan dan hangat sisa pertarungan badan kami yang selalu berkeringat.

    Di saat-sat beginilah saya selalu rasakan duka cita yang dalam, resah mengidamkan kehangatan seperti dahulu. Kangen akan cumbuan hangat suamiku yang kelihatannya tidak pernah padam walau umurnya mulai menua.

    Jika sudah terpikir semuanya, saya jadi makin resah. Resah oleh hatiku yang menggelora. Bahkan juga belakangan ini makin menambah kepalaku pusing. Membuatku gelisah. Geram oleh suatu hal yang saya sendiri tidak memahami. Kegundahan ini kerap terikut dalam mimpiku.

    Di luar sadarku, saya kerap memikirkan cumbuan hangat suamiku. Bagaimana panasnya ciuman bibir suamiku di sekujur badanku. Saya menggeliat setiap terserang sentuhan bibirnya, tergetar rasakan sentuhan halus jari tangannya pada bagian tertentu badanku.

    Saya tidak sanggup mengendalikan diri. Pada akhirnya saya mencumbui diriku sendiri. Tangannku menggerayang ke semua badanku sekalian memikirkan semua itu punya suamiku. Pinggulku berputar-putar liar menyeimbangi pergerakan jari disekitaran pangkal pahaku.

    Bokongku terangkut tinggi-tinggi menyongsong tekanan benda khayalanku ke diriku. Saya melenguh dan mendesah kepuasan sampai pada akhirnya terkulai lemas di tempat tidur kembali lagi ke alam sadar jika semua itu adalah kepuasan semu. Air mataku jatuh bercucur, meratap nasibku yang tidak untung.

    Pelarianku itu jadi rutinitas tiap mendekati tidur. Jadi seperti kewajiban. Saya suka. Susah hilangkan rutinitas yang telah jadi keperluan bathinku. Saya tidak tahu sampai kapan semuanya akan usai. Saya telah jemu. Sedih, geram, bersedih dan entahlah apalagi yang ada pada hatiku sekarang ini. Ke siapa saya harus melepaskan semuanya? Suamiku? Entahlah kapan dia tiba kembali. Ke orangtua? Apa yang dapat mereka lakukan? Oohh.. saya cuma dapat menangisi kesengsaraan ini.

    Saya memang gadis daerah yang tidak tahu kondisi. Saya tidak pernah sadar jika kondisiku setiap hari mengundang perhatian seorang. Saya baru mengetahui selanjutnya jika rupanya Kang Hendi, suami kakakku, meng ikuti perkembanganku setiap hari. Mereka memang ada di rumahku. Saya menyengaja ajak mereka tinggal dengan, karena rumahku lumayan besar untuk memuat mereka bersama anak tunggalnya yang balita. Sekaligus temaniku yang hidup seorang diri.

    “Kasihan Neng Anna, temanin saja. Agar rumah kalian yang di situ dikontrakan saja” begitu anjuran orang tuaku saat itu.

    Aku juga tidak berkeberatan. Pada akhirnya mereka tinggal bersamaku. Semua jalan normal saja. Tidak ada persoalan antara kami semua, sampai sesuatu malam saat saya melakukan hal ‘rutin’ kaget 1/2 mati saat kusadari rupanya saya sedang tidak mimpi bercumbu dengan suamiku.

    Saat sebelum sadar, saya rasakan kepuasan yang hebat sekali. Berasa lain dengan angan-anganku sejauh ini. Apalagi saat puting payudaraku dijilat dan dihisap-hisap dengan penuh nafsu. Saya sampai mengeluh karena sangat enaknya. Rangsangan itu semakin luar biasa kuasai diriku.

    Ciuman itu makin mengganas, bergerak perlahan-lahan mencari perutku langsung ke bawah ke arah lembah yang banyak semak-semak lebat disekitaran selangkanganku. Saya nyaris berteriak karena sangat menikmatinya. Ini adalah suatu hal yang baru, yang tidak pernah dilaksanakan oleh suamiku. Bahkan juga dalam mimpipun, saya tidak pernah memikirkan sampai sepanjang tersebut.

    Di sanalah saya baru tersadarkan. Terjaga dari mimipiku yang cantik. Kubuka mataku dan melihat ke bawah badanku untuk ketahui apa yang sebetulnya terjadi. Mataku yang belum terlatih dengan kondisi gelap ruang kamar, menyaksikan suatu hal bergerak di bawah sana, antara ke-2 pahaku yang lebar terbuka.

    “Aduh mengapa sich ini..” gumamku 1/2 sadar sekalian menjulurkan tanganku ke bawah sana.

    Tanganku menggenggam suatu hal seperti rambut. Kuraba-raba dan baru kutahu jika itu ialah kepala seorang. Saya terkejut. Dengan refleks saya bangun dan mendekat ke ujung tempat tidur sekalian coba menyaksikan apa terjadi. Sesudah mataku terlatih dengan kegelapan, kusaksikan di situ rupanya seorang tengah merayap ke atas tempat tidur. Saya makin terkejut demikian kutahu orang itu ialah Kang Hendi, kakak iparku!

    Karena sangat terkejutnya, saya berteriak semaksimal mungkin. Tapi saya tidak dengar suara pekikan tersebut. Tenggorokanku terasanya tersekat. Cuma mulutku yang terbuka, menganga lebar-lebar. Ke-2 mataku melotot seolah tidak yakin apa yang kusaksikan di hadapanku ialah Kang Hendi yang bertelanjang dengan menggunakan cawat.

    Kang Hendi mendekati sekalian menyaratkan supaya jangan berteriak. Badanku makin minim ke ujung dinding. Takut, geram dan lain-lain bersatu aduk dalam dihatiku menyaksikan hadirnya di kamarku pada kondisi 1/2 telanjang semacam itu.

    “Kang! Kembali apa..?” cuma itu yang keluar mulutku sementara tanganku repot mengatur bajuku yang sudah tidak karuan.

    Itil V3
    Saya baru sadar rupanya semua kancing pakaian tidurku semua lepas dan sisi bawahnya telah terangkut sampai ke pinggang. Untungnya saja celana dalamku tetap kepakai rapi, cuma dadaku yang telanjang. Saya cepat-cepat tutupi tertelanjangan dadaku karena kusaksikan mata Kang Hendi yang liar kelihatannya tidak pernah berkedip-kedip melihat ke sana.

    Karena sangat ngerinya saya tidak dapat bicara apapun dan cuma melongo menyaksikan Kang Hendi makin merapat. Dia lantas duduk di bibir tempat tidur sekalian raih tanganku dan membisikan kata-kata rayuan jika saya ini elok tetapi kurang untung dalam perkawinannya. Dadaku terasanya ingin meletus dengar ucapannya.

    Apa hak ia untuk menjelaskan semuanya? Saya tidak perlu dengan belas kasihannya. Jika saja saya tak ingat akan istrinya, yang disebut kakakku sendiri. Telah kutampar mulut lancangnya tersebut. Apalagi dia telah berani-berani masuk ke kamarku malam-malam ini.

    Terpikir itu saya segera menanyakan, “Ke mana Teh Mirna?”.

    “Ssst, tenang dia kembali di dalam rumah yang di situ” kata Kang Hendi dengan tenang seakan tidak bersalah.

    Kurang ajar, runtukku dalam hati. Pantesan berani masuk ke dalam kamar. Tetapi kok Teh Mirna tidak ngomong-ngomong sebelumnya.

    “Kok ia tidak bilang-bilang ingin pulang ” Tanyaku bingung.

    “Semula ingin bicara. Tetapi Kang Hendi katakan tidak perlu kasihan Neng Anna telah tidur, agar kelak Abang yang bilangin” terangnya.

    Dasar lelaki kurang ajar. Istrinya dikelabui agar ia bebas masuk kamarku. Saya makin geram. Pertama dia telah kurang ajar masuk kamarku, ke-2 dia berani mengkhianati istrinya yang kakak kandungku sendiri!

    “Abang sadar saya ini adikmu . Abang ingin ngapain kesini.. Hanya.. ngh.. pakai gituan saja” kataku sambil melihat Kang Hendi sepintas. Saya tidak berani semakin lama karena takut menyaksikan pandangannya.

    “Neng..” panggilnya dengan suara parau.

    “Abang kasihan saksikan Neng Anna. Belakangan ini keliatannya makin menanggung derita saja” katanya selanjutnya.

    “Abang tahu darimanakah saya menanggung derita” sergahku dengan mata mendelik.

    “Eh.. jangan geram ya. Tersebut.. nggh.. Abang.. anu..” ucapnya dengan ragu.

    “Ada apakah kang?” tanyaku makin ingin tahu sekalian melihat mukanya lekat-lekat.

    “Anu.. eh, Abang saksikan kamu selalu kesepian. Lama ditinggalkan suami, menjadi Abang ingin Tolong kamu” ucapnya tanpa malu.

    “Tujuan Abang?”

    “Ini.. Abang, maaf neng.., sebelumnya pernah saksikan Neng Anna jika sedang tidur sukai..” bebernya setengah-setengah.

    “Jadi Abang sukai ngintip saya?” tanyaku makin sewot.

    Kusaksikan dia menggangguk kurang kuat untuk selanjutnya melihatku dengan penuh nafsu.

    “Abang ingin membantu kamu” bisiknya nyaris tidak kedengar.

    Kepalaku terasanya dihajar petir dengar pernyataan dan keberaniannya mengutarakan isi hatinya. Benar-benar kurang ajar lelaki ini. Bicara semacam itu tanpa merasa bersalah. Dadaku terasanya sesak oleh kemarahan yang tidak tersalurkan. Saya termenung seribu bahasa, tubuhku terasanya lemas tidak berkekuatan hadapi realita ini. Saya malu sekali pemuasanku sejauh ini diketahui seseorang. Saya tidak tahu sampai seberapa jauh Kang Hendi menyaksikan rahasia di badanku. Saya tidak ingin memikirkannya.

    Kang Hendi tidak berserah demikian saja menyaksikan amarahku. Ketidaktahuanku sudah membuat diriku kurang siaga. Saya tidak tahu semenjak kapan Kang Hendi rapatkan badannya kepadaku. Saya terjerat di ujung tempat tidur. Tidak ada jalan buatku untuk larikan diri. Semua tertutup oleh badannya yang lebih besar dariku.

    Saya sembunyikan kepalaku saat dia merengkuh badanku. Tercium wewangian ciri khas lelaki menyebar dari badan Kang Hendi. Saya rasa otot-otot badannya yang keras melekat di badanku. Ke-2 tangannya yang kekar melingkar hingga badanku yang lebih imut tertutup telah olehnya.

    Saya berontak sekalian menggerakkan dadanya. Kang Hendi justru memperkuat dekapannya. Saya tersengal-sengal dibikinnya. Tenagaku benar-benar tidak berarti dibandingkan kemampuannya. Kelihatannya usaha percuma semata menantang tenaga lelaki yang telah kesurupan ini.

    “Kang inget.. saya kan adik Abang . Lepasin saya kang. Saya janji tidak akan katakan sama teteh atau siapa saja..” pintaku memelas karena sangat putus asanya.

    Hibaanku benar-benar tidak diacuhkan. Kang Hendi sudah kerasukan. Mukaku diciumi penuh gairah bahkan juga tangannya mulai menarik-narik baju tidurku. Saya berusaha menghindari kecupan itu sekalian meredam bajuku agr tidak terbuka. Kami bergelut sama-sama bertahan.

    Kudorong badan Kang Hendi semaksimal mungkin sekalian terus menerus mengingati ia supaya hentikan perlakuannya. Lelaki yang telah kerasukan ini mana dapat dihindari, malah kebalikannya dia makin ganas. Baju tidurku yang dibuat dari kain tipis tidak sanggup meredam kemampuan tenaganya. Cukup dengan sekali sentakan, kedengar suara baju dirobek. Saya terpekik terkejut. Bajuku robek sampai ke pinggang dan menunjukkan dadaku yang sudah tidak tertutup apapun kembali.

    Kusaksikan mata Kang Hendi melotot melihat buah dadaku yang montok dan kenyal, menggelantung cantik dan menarik. Ke-2 tanganku secara cepat tutupi tertelanjanganku dari pandangan liar mata lelaki tersebut. Upayaku itu membuat Kang Hendi makin brutal. Dia geram dan menarik ke-2 kakiku sampai saya telentang di tempat tidur. Badannya yang lebih besar dan kekar itu langsung menindihku. Napasku sampai tersengal meredam beban di atas badanku.

    “Kang jangan!” cegahku saat dia buka tangannku di atas dadaku.

    Ke-2 tanganku ditangkap dan dijepit masing-masing disebelah kepalaku. Dadaku menjadi lebar terbuka mempertunjukkan keelokan buah dadaku yang membubung tabah ke atas. Kepalaku meronta-ronta demikian kurasakan mukanya merapat ke atas dadaku. Kupejamkan mataku.

    Saya tidak ingin melihat sisi badanku yang tidak pernah terjamah seseorang terkecuali suamiku itu, dirambah kasar oleh Kang Hendi. Saya tidak ikhlas dia menyentuhnya. Kucoba meronta di bawah himpitan badannya. Percuma saja. Air mataku langsung menetes di pipi. Saya tidak mampu meredam tangisku atas perlakuan tidak pantas ini.

    Kusaksikan muka Kang Hendi menyeringai suka melihatku tidak meronta kembali. Dia terus membujukku sekalian berbicara jika dianya malah membantu diriku. Dia, ucapnya, akan berusaha memberi apa yang sejauh ini kudambakan.

    “Kamu tenang saja dan cicipi. Abang janji akan perlahan-lahan. Tidak kasar asal kamu jangan berontak..” ucapnya selanjutnya.

    Saya tidak ingin dengarkan umbaran bualan dan rayuannya. Saya tidak ingin Kang Hendi ucapkan kata-kata semacam itu, karena saya tidak ikhlas diberlakukan semacam ini. Saya betul-betul tidak memiliki daya di bawah kekuasaannya. Saya cuma dapat terkulai pasrah dan mau tak mau biarkan Kang Hendi menciumi mukaku sesenang hati. Bibirnya dengan bebas mengulum bibirku, menjilat-jilati semua mukaku. Saya cuma diam tidak bergerak dengan mata terpejam.

    Hatiku menjerit rasakan cumbuannya yang makin liar, menggerayang ke leher dan teus turun ke atas dadaku. Saya meredam napas pada saat bibirnya mulai menciumi kulit di sekitar buah dadaku. Lidahnya menari-nari dengan bebas mencari kemulusan kulit buah dadaku. Terkadang lidahnya menjentik sesekali ke atas putingku.

    “Tidak ikhlas.. tidak ikhlas..!” jeritku dalam hati.

    Kudengar napasnya makin menderu kuat. Kedengar suara kecipakan mulutnya yang dengan rakus melumat semua payudaraku yang montok. Seakan ingin rasakan tiap inch kekenyalannya. Saya seolah terkesima oleh cumbuannya. Hatiku bertanya. Apa yang terjadi pada diriku.

    Ke mana tenagaku? Mengapa saya tidak berontak? Mengapa biarkan Kang Hendi melakukan perbuatan seenaknya padaku? Saya mendengus frustrasi oleh hatiku sendiri. Saya tidak suka pada diriku sendiri yang demikian gampang terkecoh oleh kemahirannya bercumbu. Terjadi perselisihan bathin dalam diriku. Di satu segi, saya tidak ingin diriku jadi target empuk gairah lelaki ini. Saya ialah seorang wanita bersuami. Terpandang. Mempunyai kehormatan.

    Saya bukan wanita murahan yang bisa sesenang hati cari kepuasan. Tapi di lain sisi, saya rasakan sesuatu tekanan dalam diriku sendiri. Sesuatu kemauan yang demikian kuat, meletus-letup tidak teratasi. Semakin lama semakin kuat desakannya. Badanku sampai bergetar luar biasa rasakan perang bathin ini. Saya tidak tahu yang mana semakin kuat. Tidakkah hati ini yang kuimpikan tiap malam?

    Tanpa tersadar dari bibirku melaju desisan dan rintihan halus. Walau benar-benar perlahan-lahan, Kang Hendi bisa dengarnya dan rasakan peralihan yang terjadi dari badanku. Dia ersenyum penuh kemenangan. Dia terlihat demikian percaya jika saya akan berserah padanya. Bahkan juga ke-2 tangkapan tangannya pada tanganku juga dilepaskan dan beralih ke atas buah dadaku untuk meremasnya. Dia benar-benar percaya saya tidak akan berontak walau tanganku telah terlepas dari tangkapannya.

    Memang tidak bisa disangkal kepercayaan Kang Hendi ini. Saya sendiri tidak manfaatkan terbebasnya tanganku untuk menggerakkan badannya dari atasku. Saya justru meletakkannya di atas kepala Kang Hendi yang bergerak bebas di atas dadaku. Tanganku justru meremas rambutnya, menekan kepalanya ke atas dadaku.

    “Kang sudah.. jangaann..!” rintihku tetap meminta stop.

    Oh benar-benar munafik sekali diriku! Mulutku terus menerus menghambat tetapi realitanya aka justru mendorongnya untuk melakukan perbuatan lebih jauh . Akal sehatku telah lenyap entahlah ke mana. Saya sudah tidak ingat akan suamiku, kakakku, atau diriku sendiri. Yang kuingat hanya rangsangan dahysat karena jilatan dan kuluman bibir Kang Hendi di sekitar putingku. Tangannku menggerayang di atas punggungnya.

    Meraba-raba kekerasan otot-otot pejalnya. Saya makin terbang melayang-layang, memikirkan keperkasaannya. Inikah jawaban atas semua mimpi-mimpiku sejauh ini? Haruskah semuanya kulakukan? Walau dengan kakak iparku sendiri? Apa saya harus mempertaruhkan semua? Pembelotan pada suamiku? Kakakku? Cuma untuk memberikan kepuasan kemauanku seorang? Aakkhh.. tidak.. tidak! jeritku ingat semuanya.

    Tetapi apa ingin dikata, cumbuan Kang Hendi yang demikian mahir kelihatannya tahu benar kemauanku. Keperluanku yang telah lumayan lama terkekang. Letupan nafsu wanita kesepian yang tidak pernah terlampiaskan. Peperangan dalam bathinku selesai telah dan saya lebih meng ikuti perasaan nafsu birahiku.

    “Akaangg..!” jeritku lirih tidak sadar panggil namanya saat puting susuku dihisap kuat-kuat.

    Saya menggeliat kegelian. Benar-benar sangat nikmat hisapan tersebut. Hebat. Kurasakan selangkanganku mulai basah, meradang. Badanku menggelinjang-geliat seperti ular kepanasan menyeimbangi permainan lidah dan mulut Kang Hendi di buah dadaku yang dirasa makin menggelembung keras.

    “Oohh Neng.. sangat bagus teteknya. Abang sukai sekali.. mmpphh.. wuiihh.. montok sekali” komentar Kang Hendi.

    Sebetulnya hatiku tidak terima ucapan-ucapan kotor yang keluar mulut Kang Hendi. Kelihatannya saya ini wanita murahan, yang umum mengobral badannya cuma untuk kepuasan lelaki hidung belang. Tapi hati itu pada akhirnya tertutup oleh kepiawaiannya saat mencumbu diriku. Badanku kelihatannya menyongsong hangat tiap ciuman hangat bibirnya. Tubuhku meliuk dan dadaku dibusungkan untuk memburu ciuman bibirnya. Kelihatannya malah akulah sebagai agresif. Liar seperti kuda binal yang baru lepas kandang.

    “Mmpphh.. Neng Anna.. jika saja Abang sejak dahulu tahu. Tentu saja Neng tidak perlu resah setiap malam sendiri. Abang tentu ingin nemenin semalamam..” celoteh Kang Hendi seolah tidak tahu begitu malunya diriku dengar perkataan tersebut.

    Saya sudah tidak peduli kembali dengan celotehan tidak senonohnya. Saya telah memilih untuk nikmati apa yang kunikmati sekarang ini. Kudorong kepala kang Hendi ke bawah telusur perutku. Saya ingin rasakan seperti saat kubermimpi barusan. Ternyata Kang Hendi memahami kemauanku. Dengan gairah menggelora, dia mulai bergerak. Ke-2 tangannya menelusup ke bawah badanku, menangkap pinggangku.

    Mengusung pinggulku sedikit selanjutnya tangannya tarik ke bawah raih pinggiran celana dalamku dan memelorotkannya sampai lepas dari ke-2 kakiku. Saya meng ikuti apa yang dia kerjakan. Saya sekarang telah terlepas. Baju tidurku entahlah telah tercampak di mana. Badanku telah telanjang bundar, tanpa satu helai benangpun yang merintangi.

    Kulirik Kang Hendi terbeliak melihati tertelanjanganku. Dia seakan tidak yakin dengan yang ada di depan matanya sekarang. Nafsuku seolah ingin meletus menyaksikan pandangan penuh daya tarik mata Kang Hendi. Membuatku begitu tersanjung. Saya senang dikarunia bentuk badan yang demikian cantik.

    Ke-2 dadaku membusung penuh, keras dan kenyal. Perutku ramping dan rata. Pinggulku mempunyai lekukan yang cantik dan bokongku bundar penuh, menungging cantik. Ke-2 kakiku panjang dan ramping. Dimulai dari pahaku yang gempal dan bentuk betisku yang menarik.

    Mungkin kang Hendi tidak pernah menduga akan keelokan badanku ini karena setiap hari saya selalu memakai baju yang sebelumnya tidak pernah menunjukkan lekukan badanku. Saya dapat memikirkan bagaimana terpesonanya Kang Hendi melihatku pada kondisi telanjang bundar.

    “Neng.. kamu elok sekali. Prima.. oohh sangat indah. Mmhh.. teteknya montok dan aakkhh.. lebat sekali..” puji Kang Hendi tidak berhenti-hentinya melihat selangkanganku yang disanggupi bulu hitam lebat, kontras dengan warna kulitku yang putih bersih.

    Mataku melihat ke bawah menyaksikan benjolan keras dibalik cawatnya. Uugghh.. kurasakan dadaku berdegub, selangkanganku berdenyut dan makin membasah oleh nafsu memikirkan tangkai keras dibalik cawatnya. Besar sekali dan panjang! Lenguhku dalam hati sekalian meredam rangsangan luar biasa.

    “Kaanngg.. ngghh.. jangan melihatin saja. Khan malu..” rengekku manja dengan style mulai bergenit-genit.

    Seolah baru sadar dari ketakjubannya, Kang Hendi lantas mulai berlaga.

    “Abisnya elok sekali kamu sich, Neng” ucapnya selanjutnya sambil melepas cawatnya sampai dia juga sekarang sama telanjang.

    Kusaksikan tangkai kontolnya yang keras itu meloncat keluar seakan ada pernya demikian terlepas dari kungkungan cawatnya. Mengacungkan tegang secara gagahnya. Saya terbeliak menyaksikannya. Betul saja besar dan panjang. Kusaksikan otot-ototnya melingkar di sekujur tangkai tersebut. Saya sudah tidak sabar ingin rasakan kekerasannya dalam genggamanku.

    Terang-terangan baru ini kali saya menyaksikan kontol selainnya punya suamiku. Dan apa yang dipunyai kang Hendi membuat punyai suamiku seperti punya anak kecil saja. Kembali lagi saya memperbandingkan. Cepat-cepat pikiran itu kubuang. Saya lebih sukai menyongsong kehadiran Kang Hendi menindih badanku .

    Sekarang saya segera menyongsong hangat kecupannya sekalian merengkuhnya dengan kuat. Kecupan Kang Hendi betul-betul menghanyutkan. Saya dibikinnya bernafsu. Apalagi kurasakan gesekan kontol yang keras di atas perutku makin menambah nafsuku meletus-ledak. Kang Hendi lantas menciumi lagi buah dadaku.

    Ini kali kusodorkan dengan segenap hati. Kurasakan hisapan dan remasannya dengan penuh kepuasan. Tanganku mulai berani lebih nakal. Menggerayang ke sekujur badannya, bergerak perlahan-lahan tetapi tentu ke batangnya. Hatiku berhembus kuat rasakan tangkai yang keras itu dalam genggamanku. Kutelusuri dimulai dari ujung sampai pangkalnya. Jariku menari-nari gesit mencari urat-urat yang melingkar di sekujur batangnya.

    Kukocok perlahan-lahan di atas ke bawah dan kebalikannya. Kedengar Kang Hendi melenguh perlahan-lahan. Aku ingin dia rasakan kepuasan yang kuberikan. Ujung jariku mengelitik moncongnya yang telah licin oleh cairannya. Kembali lagi Kang Hendi melenguh. Ini kali lebih keras.

    Mendadak saja dia mengubah badannya. Kepalanya sama persis ada di atas selangkanganku sementara kepunyaannya sama persis di atas mukaku. Kusaksikan batangnya bergelantung, ujungnya menggesek-gesek mulutku. Entahlah darimanakah keberanianku ada, mulutku langsung tangkap kontolnya. Kukulum perlahan-lahan.

    Sebenarnya saya tidak pernah lakukan ini ke suamiku sebelumnya. Saya tidak memahami mengapa saya dapat beralih menjadi binal, tidak ada perbedaannya dengan wanita-perempuan nakal di jalanan. Tetapi saya tidak perduli. Saya ingin rasakan kebebasan yang sebenar-benarnya. Aku ingin semua perasaanku melepaskan fantasi-fantasi liar yang ada pada diriku. Aku ingin nikmati semua.

    Kang Hendi tidak ingin kalah. Lidahnya menjulur mencari garis memanjang bibir kemaluanku. Saya kaget seperti terserang listrik. Badanku tergetar. Kurasakan darahku berhembus ke mana saja. Lidah Kang Hendi bermain gesit. Menjilat, menusuk-nusuk, menerobos rongga rahimku.

    Saya seperti melayang di awan. Ini adalah pengalaman yang hebat sepanjang hidupku. Saya tidak pernah rasakan dijilati semacam itu sebelumnya. Enaknya benar-benar tidak terhitung. Pinggulku tidak dapat diam, meng ikuti ke mana jilatan lidah Kang Hendi ada.

    Badanku seperti dialiri listrik bertenaga tinggi. Gemetaran meredam tekanan kuat dalam badanku. Rasanya saya tidak kuat terima kepuasan ini. Perutku melafalkanng. Kakiku mendekat, menjepit kepala Kang Hendi. Semua otot-ototku menegang. Jantungku terasanya stop.

    Saya bergelut semaksimal mungkin hingga kemudian ku tidak sanggup kembali dan secara langsung melepasnya disertai jeritan lirih dan panjang. Badanku menghentak berulang-kali meng ikuti semprotan cairan hangat dari dalam lubang memekku. Saya terhempas di atas tempat tidur dengan badan lesu tidak berkekuatan. Pucuk kepuasan yang kucapai ini kali benar-benar hebat dan dahysat. Saya merasa sudah terlepas dari suatu hal yang menyesakan dada sejauh ini.

    “Oohh.. Kaanngg.. ngghh.. sedap sekali..” rintihku tidak dapat mengendalikan diri.

    Saya sendiri tidak sadar dengan yang kuucapkan. Benar-benar malu-maluin sekali pernyataan atas kepuasan yang kurasakan waktu itu. Saya tidak ingin Kang Hendi memandang rendah diriku. Ku tidak ingin dia mengetahui saya benar-benar nikmati cumbuannya. Kusaksikan Kang Hendi tersenyum di bawah sana. Dia merasa telah memperoleh kemenangannya pada diriku.

    Dia senang dengan kehebatannya bercinta sampai sanggup membuatku orgasme terlebih dahulu. Saya tidak dapat banyak berbuat, karena harus kuakui jika diriku benar-benar memerlukannya sekarang ini. Memerlukan apa yang kuggengam dalam tanganku. Benda yang tentu saja akn memberi kepuasan yang lebih dari yang kudapatkan baru saja.

    Tanpa sadar jariku meremas-remas tangkai lagi kontolnya. Kukocok perlahan-lahan dan kumasukan ke mulutku. Kukulum dan kujilat-jilat. Kurasakan Kang Hendi meregang, mendesah kepuasan. Saya tersenyum menyaksikannya semacam itu. Saya ingin dia rasakan kepuasan juga. Kepuasan yang hendak membuat meminta-mohon padaku. Kulumanku makin panas. Lidahku melata-lata liar di sekujur batangnya. Saya berkemauan untuk keluarkan air maninya sekencang mungkin.

    Kedengar suara selomotan mulutku. Kang Hendi merintih-rintih kenikmatan. Rasain, runtukku dalam hati dan memulai tidak sabar ingin menyaksikan air maninya menyemburkan keluar. Di atas badanku, Kang Hendi menggerakkan pinggulnya seakan sedang bersenggama, namun waktu itu kontolnya menancap dalam mulutku.

    Kuhisap, kusedot kuat-kuat. Dia tetap bertahan. Saya berusaha lagi tapi kelihatannya dia belum menunjukkan pertanda. Saya mulai kecapaian. Mulutku berasa kaku. Sementara nafsuku mulai kembali bangkit. Lubang memekku mulai merekah dan basah kembali, dan kontol Kang Hendi masih tegang dan gagah gagah. Bahkan juga berasa lebih keras.

    “Sudah Neng. Mengganti posisi saja..” kata Kang Hendi selanjutnya sambil mengubah badannya dalam posisi biasanya bersetubuh.

    Kang Hendi memang mahir dalam bercinta. Dia tidak segera menanamkan kontolnya ke saat memekku, tapi digesek-gesekan dahulu disekitaran bibir kemaluanku. Dia kelihatannya menyengaja lakukan tersebut. Terkadang didesak seperti mau dimasukkan, tapi selanjutnya digeserkan lagi ke ujung atas bibir kemaluanku sentuh kelentitku. Kepalanya digosok-gosokan. Saya menjerit lirih karena sangat kenikmatan. Nyeri, sedap dan entahlah apalagi rasanya.

    “Kaangg.. aduuhh.. sudah kang! Sshh.. mmppffhh.. ayoo kang.. masukkan saja.. tidak tahan!” pintaku menjerit-jerit tanpa malu.

    Saya sudah tidak pikirkan kembali kehormatan diriku. Rasa gengsi atau apapun itu. Yang aku inginkan saat ini ialah dia selekasnya isi kekosongan lubang memekku dengan kontolnya yang lebih besar dan panjang. Saya hampir capai orgasme kembali cukup dengan memikirkan begitu enaknya kontol sebesar itu isi penuh lubang memekku yang rapat.

    “Sudah tidak tahan ya, Neng” guraunya hingga membuatku blingsatan meredam gairah. Kurang ajar sekali Kang Hendi ini. Dia mengetahui saya telah dalam kendaliannya menjadi dapat permainkan hatiku seenaknya.

    Saya gaungs sekali menyaksikannya menyeringai semacam itu. Di luar sangkaannya, saya segera menekan bokongnya dengan ke-2 tanganku semaksimal mungkin. Kang Hendi benar-benar tidak menduga ini. Dia tidak sebelumnya sempat meredamnya. Jadi tidak sangsi kembali tangkai kontolnya melesak ke lubang memekku. Saya selekasnya buka ke-2 kakiku lebar-lebar, memberikan jalan sebebas mungkin untuk kontolnya.

    Saya berteriak kegirangan dalam hati, pada akhirnya kontol Kang Hendi sukses masuk semuanya. Walau cukup memengapkan dan membuat lubang memekku tersingkap lebar-lebar, tapi saya senang dan lega karena kemauanku terwujud . Kusaksikan muka Kang Hendi terbeliak tidak menduga akan perlakuanku. Dia melihat ke bawah menyaksikan semua kontolnya tenggelam dalam lubangku. Saya tersenyum melihatnya.

    Dia balas tersenyum, “Kamu nakal ya..” ucapnya selanjutnya.

    “Awas, entar Abang membuat kamu mati kenikmatan. ”

    “Ingin doongg..” jawabku dengan genit sekalian merengkuh badan kekarnya.

    Kang Hendi mulai menggerakkan pinggulnya. Bokongnya kusaksikan turun naik secara teratur. Terkadang digeol-geolkan hingga ujung kontolnya sentuh semua lubuk-relung vaginaku. Saya ikut menyeimbanginya. Pinggulku berputar-putar penuh irama. Bergerak patah-patah, selanjutnya berputar-putar kembali. Goyangan ini muncul demikian saja dalam benakku. Mungkin sering menonton vokalis dangdut bergoyang di atas pentas.

    Tapi dampaknya benar-benar hebat. Kang hendi tidak berhenti-hentinya beri pujian goyanganku. Dia katakan tidak pernah rasakan goyangan sehebat ini. Saya tambah bernafsu. Pinggulku terus bergoyang tiada henti sekalian mengedut-edutkan otot vaginaku hingga Kang Hendi rasakan kontol seperti diemut-emut.

    “Akkhh Neengg.. eennaakkhh.., hebaathh.. uugghh..” erangnya berkali-kali.

    Kang Hendi percepat irama tusukannya. Kurasakan tangkai kontol besar itu masuk keluar lubang memekku secara pesatnya. Saya mengimbangi secara cepat juga. Aku ingin Kang Hendi bisa lebih cepat keluar. Saya ingin membuat KO! Kami sama-sama berlomba-lomba, berusaha sama-sama menaklukkan.

    Kuakui permainan Kang Hendi memang hebat. Mungkin jika saya belum orgasme barusan, tentu saja saya telah keluar lebih dulu. Saya tersenyum menyaksikan Kang Hendi terlihat berusaha keras untuk tetap bertahan, walau sebenarnya telah kurasakan badannya mulai melafalkanng-ngejang. Saya berpikiran dia akan selekasnya tumpah.

    Pinggulku meliuk liar bak kuda binal. Demikian juga Kang Hendi, bokongnya mengaduk-aduk cepat sekali. Semakin cepat, tidak teratur seperti barusan. Saya terperanjat karena mendadak saja berasa saluran kuat berhembus dalam badanku. Akh.. kelihatannya saya sendiri tidak kuat kembali.

    Memekku berasa mengembang makin lebar, ke-2 ujung puting susuku mengeras, muncul berdiri yang tegak. Mulut Kang Hendi langsung tangkapnya, mengisap ke-2 susu ku kuat-kuat. Menjilat-jilatinya dengan penuh gairah. Saya membusungkan dadaku sedapat mungkin dan oohh.. rasanya saya tidak kuat kembali bertahan.

    “Kang Hendi! Cepat keluarin ..!” teriakku sekalian menekan bokongnya kuat-kuat supaya mendesak selangkanganku.

    Beberapa menit selanjutnya saya selekasnya menyembur air maniku diikuti selanjutnya oleh semburan cairan hangat dan kental menyiram semua lubang memekku. Badan Kang Hendi tergetar keras. Dia dekap diriku erat-erat. Saya balas merengkuhnya. Kami lantas bergulingan di tempat tidur rasakan kepuasan pucuk permainan cinta ini dengan penuh kepuasan. Kami merasainya bersama.

    Kami tidak mempedulikan badan kami yang telah basah oleh peluh keringat, bantal berguguran ke lantai. Sprei amburadul tidak karuan, lepas dari ikatannya. Eranganku, jeritan nikmatku sama-sama bersahutan dengan marahannya. Ke-2 kakiku melingkar di sekitar pinggangnya. Saya tetap rasakan kedutan-kedutan tangkai kontol Kang Hendi saat memekku.

    Sangat nikmat permainan nafsu cinta yang sarat dengan gelora gairah birahi ini. Saya termenung rasakan beberapa sisa akhir kepuasan ini. Pikiranku menerawang jauh. Apa saya bisa rasakan kehangatan ini bersama Kang Hendi. Apa cuma sampai di sini saja ingat perselingkuhan ini sesuatu ketika akan tersingkap .

    Bagaimana mengakibatkan? Bagaimana hati kakakku? Orang tuaku, suamiku dan yang lain? Akh! Saya tidak ingin pikirkannya sekarang ini. Saya tidak ingin kepuasan ini terusik oleh beberapa hal lain. Aku ingin rasakan semua malam hari ini bersama Kang Hendi. Lelaki yang sudah memberi pengalaman baru dalam bercinta. Dia orang yang sudah membuat lembar baru dalam garis kehidupan saat depanku.

    Sejak kejadian pada malam itu, saya dan Kang Hendi selalu cari peluang untuk melakukan lagi. Dia memang seorang lelaki yang betul-betul jantan. Demikian gagah. Saya harus mengakui dia benar-benar sangat pintar memberikan kepuasan wanita kesepian seperti diriku. Dia selalu datang dalam pelukanku dengan style permainan yang berbeda.

    Saya tidak penah jemu melakukan, ada selalu yang baru. Salah satunya, yang adalah style favoritku, dia berdiri sekalian memangku badanku. Ke-2 kakiku melingkar di pinggangnya, tanganku bergelayut di lehernya supaya tidak jatuh. Selangkanganku lebar terbuka dan tangkai kontolnya menyerang dari bawah. Saya bergelayutan seperti pada ayunan menyeimbangi tusukan kontolnya.

    Kang Hendi lakukan semua itu sekalian jalan melingkari kamar dan baru stop di depan cermin. Saat kumenoleh kebelakang saya dapat menyaksikan bayang-bayang bokongku bergoyang-goyang sementara kontolnya kelihatan masuk keluar memekku. Benar-benar asyik sekali permainan dalam style ini.

    Tetapi perselingkuhanku dengan Kang Hendi berjalan tidak berlama-lama. Saya sangat ketakutan semuanya satu saat tersingkap. Karena itu saya memilih untuk berpindah dari kampungku supaya tidak berjumpa kembali dengannya. Terang-terangan saja, sesudah peristiwa itu, malah akulah yang kerap meminta untuk tiba ke kamarku malam-malam.

    Saya tidak pernah dapat mengendalikan diri. Apalagi jika sudah menyaksikannya bergurau mesra dengan kakakku. Sebelumnya pernah sesuatu kali saya ingin tahu untuk melihat mereka bercinta di kamarnya. Saya ketidaktahuan sendiri hingga kemudian berlari ke kamar dan melakukan sendiri sampai saya capai kepuasan karena menanti Kang Hendi terang mustahil karena istrinya ada di dalam rumah.

    Kondisi ini terang mustahil berjalan terus-terusan, selainnya akan tersingkap, aku juga rasanya akan menanggung derita harus bertahan semacam ini. Dengan berat hati pada akhirnya saya berpindah ke kota. Kujual semua hartaku, termasuk tempat tinggal, sawah dan ternak-ternak punyaku untuk modal kelak di kehidupanku yang baru. Terkecuali mobil karena kuanggap akan bermanfaat sebagai alat transportasi untuk mendukung aktivitasku kelak.

  • Kisah Memek Ngentot Mbak Ampe Teler Dan Muncrat

    Kisah Memek Ngentot Mbak Ampe Teler Dan Muncrat


    3144 views

    Duniabola99.com – Ibuuqu adalah 8 bersaudara,, dan beldiiau adalah anak tertua ke2,, kemuddiian adiik-adiikny ada 5 orang,, berturut-turut perempuan dan yaang bungsu prdiia,, adiik perempuan yaang terkecil tinggal bersama kita sejak aqu Massih kecil..

    Sejak aqu usdiia 8 tahun {kira kira kelas 4 SD},, Jengqu itu mulai iqut tinggal dii rumah kita,, sebut saja Mbak Gelisi.. Mbak Gelisi terpaut sekitar 7 tahun denganqu,, jadii waktu itu usdiiany 15 thn.. Setelah lulus SMP dii K,, Mbak Gelisi tidak mau meneruskann ke SMA dan memilih iqut AMassny dii Bandung,, katany mau tahu Bandung..

    Wajah Mbak Gelisi sangat imut,, bulet,, cuqup menarik,, qulit sawo mateng,, dengan tinggi seperti anak perempuan usdiia 14 tahun,, tetapi dalam pandanganqu sepertiny tubuh Mbak Gelisi lebih montok diibandiing teman seusdiiany yaang lain..


    Sebagai gadiis remaja yaang sedang mekar tubuhny,, Jengqu ini juga agak sediikit genit.. Ddiia senang berlama-lama jika sedang merdiias diiriny dii depan cermin,, aqu sering menggodany dan Mbak Gelisi selalu tertawa saja.. aqu sendiiri anak tertua dari tigat bersaudara {semua saudaraquperempuan}..

    Rumahqu waktu itu hany mempunyi 4 kamar,, 1 kamar orang tuaqu dan tigat untuk anakqu.. ke2 adiikkqu tidur dalam 1 kamar,, dan aqu mentigati kamar lain yaang lebih kecil.. Sejak Mbak Gelisi tinggal dengan kita,, Jeng tidur dengan ke2 adiikkqu ini.. Pergaulan Mbak Gelisi dengan tetangga sekitar juga sangat baik,, diia cepat akrab dengan anak remaja sebayany,, antara lain tetangga kita Eli..

    Usdiiany tak jauh beda dengan Jengqu kira-kira 16 tahun,, tapi berbeda dengan Jengqu,, Eli berqulit putih bersih dan jauh lebih tinggi {kata orang bongsor},, wajahny ayu,, rambutny selalu diisisir poni,, murah senyum dan baik hati.. diia sangat baik terhadap semua saudaraqu terlebih terhadapqu,, mungkin karena diia anak tunggal dan sangat mendambakann seorang adiik laki-laki seperti yaang sering diikatakannny kepadaqu.. Mbak Eli sering bermain dii rumah kita,, bahkann beberapa kali iqut tidur dii rumah kita bila hari libuur,, oh ya Mbak Eli ini kelas 3 SMEA.. Agen Bola Terpercaya

    Sekitar tigat bulan setelah Mbak Gelisi tinggal dii rumahqu,, suatu saat ibuu dan almarhum ayahqu harus meninggalkann kita karena suatu urusan dii Jawa Tengah {almarhum berasal dari sana} katany urusan warisan atau apalah waktu itu aqu tidak begitu paham.. adiikkqu yaang kecil {3,,5 thn..} ddiiajak serta,, sedangkann kita diititipkann pada tetangga sebelah rumah {kita saling dekat dengan tetangga kiri-kannan} dan tentu saja pada Mbak Gelisi..

    Mbak Gelisi orangny sangat telaten mengurus para kepoonakann,, mungkin karena dii desa dulu memang Jengqu itu orang yaang ‘prigel’ dalam pekerjaan rumah tangga.. Setdiiap hari Mbak Gelisi bersama adiikkqu selalu mengantarqu sekolah yaang jarakny tidak terlalu jauh dengan rumah.. Lalu diia pulang dan menjemputqu lagi pada jam pulang sekolah {kira-kira puqul 11:30}.. aqu sangat senang diijemput Mbak Gelisi,, karena aqu puny kestigatan untuk menggandengny dan menepuk pantatny yaang montok itu.. Entah mengapa meskipun aqu saat itu Massih kecil,, tetapi kemontokann dada Mbak Gelisi serta juga pinggulny yaang menonjol itu membuat aqu selalu berusaha menyentuhny terutama secara ‘pura pura’ tidak sengaja.. Semuany itu aqu laqukann secara intuitif saja,, tanpa ada sdiiapapun yaang mengajari.. Pada hari ketigat sejak diitinggal pergi ke2 orang tuaqu {hari jutmat},, Sepulang sekolah,, kita bermain dii ruang depan sambil nonton televisi.. aqu,, adiikkqu,, Mbak Gelisi dan Mbak Eli.. Orang tua Mbak Eli inilah yaang diititipi oleh orang tuaqu.. Massa kecilqu memang lebih banyk diihabiskann dii dalam rumah,, jarang aqu bermain dii luar rumah kecuali bila sekolah,, dan pergaulanqu juga lebih banyk dengan adiikkqu,, atau beberapa anak sebaya tetangga terdekat,, itupun kebanykann merexa perempuan.. kita bdiiasany bermain mobil-mobilan atau sesekali bermain dokter-dokteran,, aqujadii dokter lalu Mbak Gelisi dan Mbak Eli menjadii pasien..

    Kadang-kadang bila aqu sedang berpura-pura memeriksa dengan stetoskop mainanqu secara mencuri-curi aqu menyenggol payudara Mbak Eli atau Jengqu,, tapi merexa tidak marah hany tersenyum sambil berkata,, ‘Eh,, koq dokterny nakal,, ya’.. sambil tertawa,, terkadang membalas dengan cubitan ke pipi atau lenganqu,, yaang selalu quhindari.. Memang mulany aqu tak sengaja tapi sepertiny asyik juga menyenggol payudara merexa,, maka hal itu menjadii kebdiiasaanqu,, setdiiap kali permainan itu.. Terasa sekali payudara merexa kenyl dan empuk,, setelah aqu besar baru aqu menydari bahwa saat itu merexa pasti tak memakai beha,, karena tak terasa ada sesuatu yaang menghalangi sentuhan jariqu pada daging montok itu kecuali lapisan baju merexa.. Setdiiap kali tanganqu menyentuh mereMass atau menowel bukit empuk itu,, aqu merasakann ada getaran aneh terutama dii sekitar kemaluanqu,, tak jarang membuatny menegang,, walaupun waktu itu

    Massih kecil dan belum sunat.. Sering aqu mengkhayalkann memegang payudara merexa bila sedang sendiirdiian dii kamarqu sambil memegang kontolqu,, hingga tegang walaupun tak sampai mengeluarkann sperma,, hany cairan bening,, seperti cairan lem uhu tapi tidak seperti lem lengketny.. Sdiiang itu setelah adiikkqu tertidur kita kembali bermain dokter-dokteran dan hal itu qulaqukann lagi.. Untuk diiperiksa quminta Mbak Gelisi untuk berbaring dii lantai,, ddiia menurut saja.. yaang pertama quperiksa adalah dahiny lalu aqulangsung meletakkann stetoskopqu dii dadany,, namun aqu sengaja memposisikann tanganqu sedemikdiian rupa sehingga tanganqu berhasil menempel dii dada Mbak Gelisi,, qurasakann empuk sekali dan seiring dengan napasny,, tanganqupun iqut naik turun pelan-pelan.. Mbak Gelisi hany tertawa saja,, sementara Mbak Eli memperhatikann sambil tertawa,, rupany merexa geli atas kequrangajaranqu ini,, sepertiny Mbak Gelisi keenakann dengan tingkahqu ini,, tanganqu tak hany memeriksa dii 1 ttigat tetapi terus bergeser,, dan aqu tak pernah mengangkat tanganqu dari gundukann kenyl itu.. Sampai tiba-tiba Mbak Gelisi memegang tanganqu dan menggosok-gosokannny dii dadany.. aqu merasa senang sekali,, apalagi Mbak


    Gelisi juga tiba-tiba merangqul dan menciumiqu dengan geMass,, tapi ya cuma begitu saja.. Karena selanjutny Mbak Eli yaang minta diiperiksa,, Mbak Eli malahan lebih gila lagi,, ddiia sengaja membuka kanncing blus-ny sehingga aqu bisa melihat gundukann daging yaang putih itu.. Tanganqu gemetar ketika meletakkann stetoskop plastikqu dii tepi gundukann dadany,, apalagi ketika dengan suara nyring Mbak Eli berkata,, ‘Mass…. {ddiia bdiiasa memanggilqu Mass seperti adiik adiikkqu,, begitu juga Mbak Gelisi},, diingin stetoskopmu!!’.. Tanpa mempedulikann ucapanny,, stetoskopqu terus bergeser sehingga tersingkaplah bajuny dan mataqu terbelalak melihat puting susuny yaang kecil dan berwarna coklat muda itu..

    Saat itulah Mbak Eli menepis tanganqu sambil tertawa,, ‘Sudah sudah,, geli!!’.. merexa bertigat langsung berdiiri dan meninggalkannqu sambil berbisik-bisik,, aqu merengek agar merexa tetap menemaniqu bermain,, tetapi merexa terus keluar sambil tertawa.. aqumerasakann kalau penisqu kaqu sekali dan juga celanaqu jadii basah,, entah mengapa aqu jadii penasaran sekali dengan semua ini,, aqu bertekad kalau besok main dokter-dokteran lagi,, akann aqu singkap baju Mbak Gelisi atau Mbak Eli bdiiar aqu bisa melihat lebih jelas puting susu yaang menonjol bulet itu.. Malamny sebelum tidur aqu kembali membayaangkann kejaddiian sdiiang itu,, qurasakann penis kecilqu meregang sehingga qubuka celana pendekqu dan qukeluarkann penisqu yaang sudah tegak ke atas itu.. qupegang dan qureMass pelan-pelan,, sambil memejamkann mata qubayaangkann kekenylan dada Mbak Gelisi,, puting susu Mbak Eli,, terasa nikmat sekali melamun sambil merasakann sesuatu yaang gatal dan nikmat dii sekitar penisqu itu.. ‘Hayo..,, lagi ngapain!!,, aqu jadii kaget dan terlonjak serta membuka mataqu.. dii depanqu qulihat Mbak Gelisi sambil tersenyum memandang bagdiian bawah tubuhqu yaang terbuka itu.. Mukaqu terasa panas,, mungkin merah padam mukaqu,, sambil membetulkann celana yaang hany qupelorotkann sampai dengqul aqu segera memeluk guling tanpa berkata apa apa lagi dan membelakanngi Jengqu.. Sambil terus tertawa Jengqu iqut naik ke ranjangqu dan memelukqu dari belakanng dan menciumqu sambil berbisik,, ‘Nggak apa apa Mass..’.. Jantungqu deg-deg,, apalagi ketika dengan lembut Jengqu membelai rambutqu terus tubuhqu sambil berbisi,, ‘eeehhhh,, jangan malu,, kamu senang ya pegangin burung,, sini Jengpegangin’.. Mulany aqu ragu,, taqut kalau Jengqu hany memancing reaksiqu saja,, tetapi ketika rabaanny turun ke arah selangkannganqu aqu jadii berubah senang.. quberanikann diiri untuk menolehny dan qudapati wajah Jengqu yaang tersenyum manis sekali membuat hatiqu berbunga bunga.. pinisqu yaang tadiiny sudah mengecil itu mendadak meregang lagi dan mendesak celanaqu.. Jengqu kemuddiian menciumi wajahqu dengan kasih sayaang,, tanganny mulai meraba lagi bagdiian sensitifqu dari bagdiian luar celanaqu,, aqu yakin Jengqu bisa merasakann penisqu yaang meregang dan keras itu,, elusan Jengqu terasa qurang nikmat,, aquberpikir seandainy Jengqu memegang langsung pinisqu,, tentu lebih nikmat.. Belum habis aquberpikir,, tiba-tiba saja Mbak Gelisi memelorotkann celana pendekqu sampai terlepas,, sehingga pinisqu yaang sudah tegang itu bebas mengacung diiudara terbuka..

    Dengan kelima jariny Jengqu menggenggam pinisqu dan mereMassny pelan..aqu merasa gatal dan geli serta nikmat yaang tak qumengerti tapi membuat aqu merasa seperti melayaang dan menggeldiiat serta merintih pelan.. Dengan memandang tajam mataqu,, reMassan jari lentik Mbak Gelisi dii pinisqu menjadii semakin cepat bahkann juga diikocokny naik turun kadang-kadang juga diielusny buah pelirqu.. aqu semakin meringis merasakann kenikmatan ini,, secara nalurdiiah aqu berusaha merangqul Jengqu agar rasa geli itu makin terasa nikmat.. aqu juga berusaha menempelkann wajahqu ke wajah Mbak Gelisi yaang qulihat juga merah padam dan bibirny gemetar,, nafas Mbak Gelisi semakin memburu dan ddiia makin merapatkann tubuhny ke tubuh kecilqu,, tanganqu diiraihny lalu diituntun ke dadany yaang montok dan kenyl itu.. Tanganqu terasa menempel dii puting susu Mbak Gelisi yaang terasa keras seperti kelereng itu,, aqu mereMassny dengan agak Elit,, karena telapak tanganqu yaang kecil itu tak bisa mereMass keseluruhan permukaan dada Mbak Gelisi yaang lebar dan keras itu quperhatikann Jengqu saat itu mengenakann baju tidur kaos yaang tipis tanpa mengenakann apa apa lagi diibalikny.. Merasa qurang puas hany mereMass dari luar,, aqupun menyelusupkann tanganqu ke luMass tangan baju tidur Mbak Gelisi sehingga tanganqu secara langsung bersentuhan dengan dada yaang telah lama aqu kanngeni itu,, hangat dan licin sekali.. Kalau tadiiny Jengqu yaang asyik mereMass-reMass pinisqu,, sekarang justru aqu yaang beringas mereMass-reMass payudara Jengqu bahkann tanganqu yaang lain juga iqut iqutan mereMass payudara Mbak Gelisi yaang 1ny.. Mbak


    Gelisi hany memejamkann matany rapat rapat sambil menggigit bibirny.. aqutak mempedulikann apapun sikap Mbak Gelisi,, bagiqu kestigatan eMass ini harus benar-benar diinikmati dan peduli dengan Jengqu.. Tanganqu bukann hany mereMass,, tetapi juga memelintir puting susu Jengqu yaang kecil dan keras itu,, lucu sekali melihat ke2 tanganqu menyelinap dan bergerak-gerak dii dalam baju tidur Jengqu.. qurasakann tangan Jengqu sudah tak mengocok penisqu,, tetapi hany kadang kadang saja ddiia mereMassny dengan keras membuat aqu kesakitan.. Dari luar dadany yaang berbaju tidur mulutqu iqut iqutan menciumi dada Jengqu itu,, rasany bila memungkinkann aqu ingin memanfaatkann seluruh tubuhqu untuk menikmati kekenylan dada

    Mbak Gelisi ini.. Tak qusadari nafas Jengqu makin lama makin memburu,, rupany ddiia juga sangat menikmati kekasaran tanganqu ini.. Tiba-tiba saja Mbak Gelisi mengangkat baju tidurny sehingga dadany tersibak,, baru saat itu aqu bisa melihat kemontokann payudara Jengqu ini,, tanganqu hany dapat menutupi sebagdiian ujung atas payudarany,, sedangkann bagdiian yaang lain Massih belum tersentuh oleh reMassanqu.. Dada yaang montok itu diipenuhi oleh barut-barut merah bekas reMassanqu.. Setelah dadany terbuka dengan gemetar Mbak Gelisi berbisik,, ‘ Mass,, isep pentilny pelan-pelan ya’.. Tak perlu diiperintah tigat kali,, aqu segera melumat puting susu Jengqu dan mengenyotny sequatqu,, Mbak Gelisi mendesis desis dan menekann kepalaqu quat quat kedadany,, aqu memeluk pinggangny dan qutindiih badan Mbak Gelisi dengan tubuhqu yaang telanjang bawah itu.. Terasa pinisqu yaang kaqu itu menghunjam dii tubuh mulus Jengqu yaang hany diilapisi celana dalam itu.. Jengqu makin kencang memeluk tubuhqu,, bahkann diia menyuruh aqu untuk menjilati juga putingny.. qulaqukann semua itu dengan penuh semangat,, entah apa pengaruh kepatuhanqu ini pada Mbak Gelisi,, yaang jelas aqu sangat menikmatiny,, penisqu yaang menggeser-geser diiperut Mbak Gelisi terasa mengeluarkann cairan yaang membasahi perut Mbak Gelisi..

    Saat itu Mbak Gelisi sudah tak mempedulikann penisqu lagi,, ddiia asyik menikmati kepatuhanqu itu.. Mungkin karena sudah tak tahan dengan semua itu,, tiba-tiba saja Mbak Gelisi juga melepaskann celana dalamny.. Selama ini aqu hany bernafsu pada gunungny saja,, aqu tak pernah berpikiran lebih dari itu.. Ketika dengan berbisik diia menyuruhqu memindahkann ciumanqu,, aqu agak bingung juga.. ‘ Mass,, ayo sekarang ciumi selangkanngan Mbak ya,, nanti puny kamu juga Mbak ciumi’.. aqu menghentikann kesibuukannqu dii dada Mbak Gelisi dan memandang ke selangkannganny.. aqu takjub sekali melihat selangkanngan Mbak Gelisi itu karena ada rambut keriting yaang tumbuh dii ujung selangkannganny yaang cembung itu,, ini adalah pemandangan yaang sama sekali baru bagiqu,, selama ini aqu hany pernah melihat selangkanngan adiikkqu yaang aqu tahu tak ada burungny seperti aqu.. Namun selangkanngan wanita yaang berbulu,, ya baru kepunyan Mbak Gelisi ini!! Oh,, terus terang saja,, meskipun aqu secara naluri sudah Masskit birahi,, tetapi tak pernah qubayaangkann bahwa aqu akann melangkah sejauh ini dalam bidang sexual apalagi dii usdiiaqu yaang belum sampai sepuluh tahun itu.. aqu agak ragu juga melepaskann mainan yaang begitu nikmat dii payudara Mbak Gelisi,, tetapi perintah Mbak Gelisi membuatqu merubah posisi badanqu dan dengan ragu-ragu qudekatkann wajahqu ke bukit cembung yaang ada bulu keritingny itu..

    Merasakann keraguanqu,, Mbak Gelisi tanpa basa basi langsung menekann kepalaqu sehingga bibir dan hidungqu menempel dii bulu-bulu keriting yaang halus itu.. Karena tadii aqu diisuruh menggigiti payudara,, maka kali ini aqupun juga mulai menggigiti bukit cembung itu.. Namun qudengar Mbak Gelisi berterdiiak lirih,, ‘Jangan keras keras gigitny Mass,, sakit!!’.. Ketidaktahuanqu benar-benar konyol,, aqu kira bukit cembung itu sama seperti payudara,, tetapi karena bidangny kecil,, tanganqu tak mungkin untuk mereMassny,, sebagai sasaran lain aqu jadii mereMass paha Mbak Gelisi serta juga pantatny.. Ketika Mbak Gelisi membisiki agar ciumanqu lebih turun lagi ke depan,, aqu agak bingung juga.. Nah ketika aqumaju ke depan barulah aqu melihat celah sempit yaang berbentuk bibir dan saat itu sudah basah.. Warnany sungguh menarik merah muda dan bibirny seperti berlipat lipat.. Seperti bdiiasa aqu menciumi bagdiian ini dengan penuh semangat.. ‘Jilat saja Mass,, nikmat lho!!’,, bisikann Mbak Gelisi membuatqu merubah lagi permainanqu.. Entah kenapa dii tengah asyiknyaqu menjilati celah basah yaang asin dan agak amis itu,,


    Mbak Gelisi mengerang dan menjambak rambutqu sambil menjepitny dengan ke2 pahany.. aqu tak bisa bernafas dan aqu segera berontak melepaskann diiri.. Mbak Gelisi melepaskann baju tidurny yaang tadii Massih bergulung dii atas dadany sehingga ddiia sekarang jadii telanjang bulet.. Dengan suara serak diisuruhny aqu berbaring telentang,, dengan telanjang bulet Mbak Gelisi memegang pinisqu yaang Massih tegang itu,, karena waktu itu aqu belum diikhitan,, Jengqu menceletkann qulup penisqu yaang terasa sangat geli bagiqu kemuddiian dengan tiba-tiba Mbak Gelisi mengangkanngi pinisqu ddiia menurunkann pantatny,, dan diituntunny pinisqu meMassuki celah sempit yaang tadii aqu jilati itu.. diilaqukannny semua ini dengan pelan-pelan sampai akhirny aqu merasakann kehangatan jepitan kemaluan Jengqu yaang ternyta telah sangat basah.. aqu tak mengerti apa yaang diilaqukann Jengqu ini,, tetapi terasa geli,, ngilu dii sekitar kemaluanqu,, juga ada rasa perih.. Jengqu hany ddiiam saja setelah menelan pinisqu,, ddiia malah mendekatkann dadany ke wajahqu sehingga aqu mulai lagi menyedot puting susuny itu.. Jengqu kembali mendesis-desis,, dan terasa ddiia memutar-mutar pantatny membuat pinisqu seperti diikocok-kocok oleh tangan Jengqu yaang lembut itu,, nikmat sekali.. Jengqu terus saja menggoyaangkann pantatny ke kannan-kiri,, putar sehingga ada rasa yaang lebih nikmat dii sekitar kemaluanqu.. Rasa geli yaang diitimbulkann membuat aqu makin ganas menciumi bahkann juga menggigit daging montok yaang bergantung dii depanqu itu.. Ketika Mbak Gelisi mengangkat pantatny,, aqu merasa kalau batang penisqu yaang sekarang penuh lendiir dari dalam celah

    Mbak Gelisi itu menjadii gatal dan geli,, ternyta rasany jauh lebih menyenangkann daripada diireMass dengan tangan Mbak Gelisi,, apalagi dengan tanganqu sendiiri.. Tidak lama aqu merasakann ada lendiir yaang meleleh dii pangkal pinisqu,, yaang berasal dari luMass Mbak Gelisi itu.. Ketika qutanykann apakah Mbak Gelisi pipis,, ddiia tak menjawab,, melainkann memejamkann matany serta mendesis dengan keras sekali.. Pantatny diitekann keras-keras ke tubuhqu sehingga terasa pangkal kemaluanqu menyentuh bibir memekny yaang hangat.. qurasakann tubuhny menegang dan berdenyut-denyut pada bagdiian kemaluanny,, membuat kontolqu seperti diiurut dan diipilin oleh tangan yaang lembut.. Oh….,, sungguh qurasakann nikmat yaang sungguh luar bdiiasa.. Bayaangkann……,, aqu yaang baru SD kelas 3 telah merasakann tubuh Jengqu yaang notabene beberapa tahun lebih tua,, yaang mungkin mandiiak sex {terakhir qutemukann koleksi gambar gambar porno dii balik tumpukann pakadiianny.. Jujur saja Mbak,, aqupun tak tahu apakah sebelum itu

    Jengqu sudah pernah berhubungan sex,, tetapi qukira ddiia sudah pernah melaqukannny,, mungkin dengan temanny ketika dii K.. Mbak pengalaman ini sangat membekas dii hatiqu,, setelah kejaddiian itu setdiiap ada kestigatan aqu selalu melaqukann hal itu bersamaJengqu,, bahkann pada suatu saat Mbak Eli ddiiajak melaqukann bersama kita bertigat {nanti lain waktu aqu cerita lagi tentang hal ini}.. Kalau dulu kita Massih berpura-pura,, maka sekarang kita sudah pintar saling merangsang,, dan yaang paling qunikmati adalah saat spermaqumenyembur keluar,, itulah puncak dari segala kenikmatan,, geli,, dan nikmat bercampur menjadii 1.. kita sama sama menyukai permainan ini sehingga sering dalam 1 hari kita melaqukannny tigat tigat kali,, sering juga Jengqu pindah ke kamarqu malam-malam dan kita melaqukann hubungan sex ini dengan pintu terqunci.. Mbak Gelisi juga senang mengulum pinisqu,, bahkann seringkali juga aqu muncrat dii dalam mulutny.. Semua kegdiiatan ini qulaqukann kira-kira sampai qurang lebih ke2 tahun sampai akhirny Jengqu pulang ke K.. dan selanjutny menikah dii sana.. Mbak Yuri,, diisaat aqu sudah berkeluarga keinginan untuk mengulang persetubuhan avonturir dengan Jengqu sering muncul,, yaang aqu bayaangkann hany betapa sekarang aquakann lebih pintar membuat Jengqu merasa nikmat,, dan aqupun pasti juga akann lebih menghayati dalam merasakann kelembutan Jengqu itu.. Semua keinginanqu itu baru dapat terulang 15 tahun kemuddiian,, ketika adiikkqu yaang paling kecil menikah dii K.. Malam itu setelah acara resepsi perkawinan selesai kita kembali ke rumah kira-kira puqul 1 pagi,, dan karena banyk saudara yaang datang maka kita juga menyewa beberapa kamar hotel melati yaang letakny tidak jauh dari rumah {kira kira ke200 meter},, kebetulan waktu itu aqu 1 rombongan dengan Mbak Gelisi bersama tigat orang anakny {11 thn dan 8 thn},, suaminy tidak iqut,, karena ada tugas kanntorny yaang tak bisa diitinggalkann.. Jengqu tidur dii ranjang bersama ke2 anakny,, aqu tidur dii lantai dengan kasur extra.. Mungkin karena terlalu lelah ke2 anakny langsung tertidur tak lama setelah lampu kamar diipadamkann.. Walaupun lelah aqu tak bisa memejamkann mata,, karena mengingat-ingat kejaddiian beberapa belas tahun lalu bersama Jeng yaang sekarang sedang terbaring dii atas ttigat tidur.. Ternyta hal ini juga ddiialami oleh Jeng,, aqu merasakann diia gelisah bolak balik.. ‘Nggak bisa tidur Mass??’.. ‘Iya nich,, sumuk’.. Sambil melongok Jeng tersenyum kepada yaang ada diibawahny.. Sambil turun dari ranjang ddiia bilang,, ‘Eh boleh nggak aqu tidur dii sini??,, sumuk dii atas,, dii sinikann anyep’.. aqu menggeser ke tepi memberi ttigat untuk Jeng.. Jantung ini serasa berpacu cepat ketika tubuh Jeng yaang hangat menempel ke sisi tubuhqu.. aqu merasa ‘adiikkqu’ sudah mulai bereaksi walaupun belum tegak benar {aqu waktu itu hany mengenakann kaos oblong dan sarung saja,, tidak mengenakann Celana Dalam}.. aqu semakin tidak tahan ketika Jengqu memiringkann tubuhny ke arahqu sehingga sekarang dadany menempel pada lenganqu.. Semakin nggak karuan nich rasany.. ternyta Jeng tidak mengenakann Tututp dada,, hany baju tidur terusan saja,, yach payudarany cuquplah,, kira-kira 35B tapi terasa sudah sangat kencang dii lenganqu.. aqu semakin berani,, quraih pinggang Jeng dan aqu rapatkann pada tubuhqu..


    Tiba-tiba,, tidak tahu sdiiapa yaang mulai kita telah saling berpagutan.. LidahJengqu dengan lincah menyelinapp ke dalam mulutqu yaang segera qubelit dengan lidahqu sendiiri.. Mbak Yuri,, selama itu aqu hany pernah berhubungan sex dengan biniqu sendiiri,, dan selama itu juga trauma hubungan sexqu dengan Mbak Gelisi membuat aqu selalu beranggapan bahwa Mbak Gelisi ‘lebih nikmat’ dari biniqu.. Bagiqu inilah saatny untuk membuktikann kebenaran memori Massa lalu itu.. Tangan Mbak Gelisi mulai meraba dadaqu terus ke bawah sampai dii selangkannganqu dan menemukann ‘adiikkqu’ yaang sudah mengacung keras.. Perlahan tangan Mbak Gelisi mulai membelai-belai,, mengocok-ngocok.. aqu tak mau ketinggalan dengan ganas merogoh ke arah selangkannganny sambil mulut ini tak henti hentiny bergantdiian menghisap puting yaang telah menegang.. Clitoris Mbak Gelisi qubelai dengan sediikit kasar membuatny mengelinjang tidak keruan.. Ketika aqu bermaksud akann menggunakann lidah untuk membuat sensasi yaang lain,, Jengqu mencegahny,, ‘Jangan Mass,,Jeng nggak tahan geliny’,, katany.. aqu mengurungkann ndiiatqu dan dengan pandangan matany aqu mengerti bahwa Jeng sudah tidak tahan ingin diisetubuhi maka aqu mengambil posisi untuk menindiihny,, perlahan aqu gesekann dulu ‘adiikkqu’ ke seputar belahan dan permukaan ldiiang Jengqu itu,, diia terlihat mengelinjang dan berusaha meraih penisqu,, diibimbingny menuju lembah kehangatanny..

    Begitu ujung adiikkqu sudah terselip ddiiantara ke2 bibir memekny,, dengan berbisik Jeng menyuruhqu untuk menekann!! Perlahan quturunkann pantatqu,, oh….,, ternyta qurang lebih sama dengan rasa istri aqu tapi agak lebih hangat rasany.. Mulai aqu naik turunkann dengan perlahan membuat sensasi yaang semakin lama semakin qupercepat irama kocokannqu,, sayaangny Jeng Munrni sama sekali tidak memberi reaksi apa-apa,, ddiia hany ddiiam saja,, sambil tanganny terus mencakar-cakar punggungqu.. Rupany Jeng sangat terpengaruh oleh suasana yaang menegangkann ini,, sehingga Elit untuk memberikann respon.. Namun kira-kira pada menit ke 5 aqu merasakann otot-otot memekny mulai berkontraksi menandakann sudah waktuny bagi Jeng.. aqu mempercepat kocokann dan membenamkann sedalam dalamny sampai qurasakann dasar kewanitaanny,, qudengar Jeng menjerit tertahan karena segera ddiia letakkann bantal ke wajahny untuk meredam suara yaang timbul.. Bagdiian vitalqu terasa ada yaang mencengkram lembut tapi ketat sekali,, otot-otot memek Jengqu serasa memijat-mijat.. Mbak Yuri……,, terus terang rasany lebih nikmat dari yaang selama iniaqu pernah dapat dari biniqu,, barang biniqu tidak bisa mencengkeram,, meskipun sebenarny lebih sempit dan kering diibandiing kepunyan Jeng yaang terasa lebih longgar dan agak licin itu..aqu sendiiri belum keluar saat itu,, qulihat Jengqu terqulai keleelahan,, qubersihkann sisa-sisa air seni serta juga cairan dari dalam memekny dengan menggunakann handuk kecil yaang ada dii dekat sana.. Setelah qurasakann kering,, dengan perlahan quMassukkann lagi pinisqu yaang Massih tegang dan qugenjot lagi.. aqu menggigit bibir

    Jengqu ketika qurasakann gesekann penisqu dengan diindiing memek Jengyaang kesat dan kering itu,, rasany luar bdiiasa.. Jeng tiba tiba berbisik,, ‘Mass,, jangan diigoyaang dulu ya,, bdiiar Jeng yaang goyaangin’.. aqu menurut saja,, dan mulailah Jengqu meletakkann ke2 kakiny dii pantatqu,, lalu mulai bergoyaang,, pertama memutar ke kiri dan ke kannan,, kadang-kadang diisodokny ke atas.. aqu hany memejamkann mata merasakann kenikmatan yaang tak pernah aqu dapat ini,, ‘Enak mana puny Jeng sama Asri,, Mass??’.. aqutak menjawab pertanyan Jeng ini,, karena jujur saja Mbak Yuri,, puny Jengqu lebih nikmat dari memek Asri biniqu.. Tak tahan dengan putaranny,, apalagi Jengqu terus membisikkann kata-kata yaang membuatqu makin terangsang,, aqupun iqut-iqutan menggerakkann pinisqu maju mundur.. Sementara gunung Jengqu sudah rata quciumi dan qugigiti,, tadiiny aqu taqut untuk membuat cupangan diidadany,, tetapi justru Mbak Gelisi yaang menyuruhqu.. Beberapa saat kemuddiian aqu rasakann sesuatu seakann mendesak untuk diikeluarkann.. qutekann sedalam-dalamny dan meledaklah semua kenikmatan dii dasar kewanitaanny.. Jengqu tersenyum dalam kegelapan melihat aqu mencapai kepuasan itu.. ‘Mass,, ini baru komplit ya’!!,, bisikny.. Setelah merasakann tuntasny semprotan spermaqu,, Mbak Gelisi mendorong tubuhqu ke samping,, dan dengan lembut diiqulumny pinisqu,, aqu menolak karena terasa geli sekali membuat sakit dii batang penisqu,, tetapi Jeng tak mempedulikannqu,, terus saja ddiia menjilati sehingga pinisqu hingga bersih.. Sampai sekarang aqu selalu merindukann persetubuhan dengan Mbak Gelisi ini..


    Seringkali aqu melamun dan menganalisis apa yaang menyebabkann begitu nikmatny rasa persetubuhan dengan ddiia.. Jawabny hany 1,, suasana yaang penuh resiko,,Cerita dewasa membuat rangsangan yaang berbeda dan membuat aqu menjadii penuh gairah..



  • Hentai020

    Hentai020


    2405 views

  • Video Bokep Eropa Whitney Westgate sedang ngentot di sofa coklat empuk dan direkam oleh temannya yang melakukan masatrubasi

    Video Bokep Eropa Whitney Westgate sedang ngentot di sofa coklat empuk dan direkam oleh temannya yang melakukan masatrubasi


    2148 views

  • Kisah Memek Di Ajari Ngentot Tante Yosi

    Kisah Memek Di Ajari Ngentot Tante Yosi


    3065 views

    Duniabola99.com – Cerita ini adalah sebuah pengalaman saya yang terjadi sekitar 1 tahun yang lalu. Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan bersama Tante Yossie. Umur saya sekarang adalah 23 tahun, saya (Donnie) baru saja menyelesaikan kuliah saya di sebuah perguruan swasta yang terkenal di Jakarta.

    Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya mempunyai teman bermain yang cukup akrab, namanya Jessy. Dia adalah teman dekat saya sejak perkenalan pertama kali ketika masih duduk di bangku SMP. Karena hubungan kami sangat dekat, maka saya sering bermain ke rumahnya di kawasan Menteng.

    Hampir tiap minggu pasti saya bermain ke rumahnya, entah untuk mengajaknya pergi atau hanya bermain di rumahnya saja. Karena hubungan kami yang dekat, maka hubungan saya dengan keluarganya cukup dekat pula. Apalagi dengan Tante Yossie, yang tidak lain adalah ibu kandung Jessy. Perlu anda ketahui, Tante Yossie menikah di umur yang sangat muda dengan Om Anwar. Tante Yossie melahirkan Jessy ketika masih berumur 18 tahun. Selain Jessy, Tante Yossie juga mempunyai anak lagi yaitu George yang baru berumur 2 tahun saat itu. Memang perbedaan umurnya dengan Jessy sangat jauh, apakah mungkin Tante Yossie memang ingin mempunyai anak lagi ataukah..? Setiap hari Tante Yossie hanya di rumah saja, sedangkan Om Anwar-nya adalah seorang karyawan perusahaan asing yang cukup sukses. Pada akhirnya ketika baru menginjak SMA tahun ke-2 hubungan saya dan Jessy serta dengan keluarganya putus, ketika ternyata mereka sekeluarga harus pindah ke Jerman untuk mengikuti Om Anwar yang mendapat pekerjaan di Jerman.

    Namun kira–kira setahun yang lalu saya mendapat berita bahwa Jessy sedang liburan ke Jakarta. Tentu saja saya senang sekali karena bisa bertemu teman lama saya. Ketika sudah berada di Jakarta, Jessy menelepon saya dan dia menyuruh saya datang ke apartmentnya di kawasan Kuningan. Dan akhirnya saya pun datang bertemu dengan dia di apartmentnya. Ketika datang saya sangat kaget, karena ternyata Tante Yossie sudah tinggal kembali di Jakarta. Tante Yossie ternyata tidak terlalu betah dengan suasana di Jerman, kira–kira setelah 1 tahun di Jerman dia memutuskan bersama George untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan Om Anwar dan Jessy tetap tinggal di sana. George sekarang sudah sekolah pada sebuah SD swasta terkenal di kawasan Lippo Karawaci.

    Ketika bertemu dengan Jessy maupun dengan anggota keluarganya yang lain, saya sangat senang sekali, karena sudah lama sekali saya tidak berjumpa dengan mereka semua. Namun setelah kira–kira 2 minggu berada di Jakarta untuk liburan, akhirnya Jessy harus kembali ke Jerman untuk meneruskan studinya. Namun setelah 1 minggu Jessy balik ke Jerman, tiba–tiba saya mendapat telepon dari nomor HP yang biasa dipakai Jessy ketika dia berada di Jakarta, dan ternyata setelah saya ingat nomor tersebut adalah nomor HP Tante Yossie.

    “Don.. Tante nih, kamu lagi dimana?” tanya si Tante. Situs Judi Online
    “Saya baru saja habis makan siang tuh sama teman saya Tante, ada apa memangnya?” tanyaku kembali.
    “Gini.. ada yang aneh sama TV di rumah Tante, kamu bisa tolong kemari tidak?” tanyanya.
    “Yah.. bisa deh Tante, cuman kira-kira 2 jam lagi deh yah,” jawab saya.

    Akhirnya saya datang juga ke apartmentnya untuk membantunya. Setelah sampai di apartmentnya alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Yossie memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi bagiku, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Yossie masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira–kira 36B. Ketika saya mengecek TV-nya ternyata memang ada yang rusak. Waktu saya sedang berusaha mengeceknya tiba–tiba Tante Yossie menempel di belakang saya. Mula–mula saya tidak menaruh curiga sama sekali mungkin karena dia ingin tahu bagian mana yang rusak, namun lama–lama saya merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung saya, yaitu payudaranya yang montok. Setelah TV berhasil saya benarkan, kami berdua akhirnya duduk di ruang keluarganya sambil menonton acara TV dan berbicara tentang kabar saya.

    “Don, kamu masih seperti yang dulu saja yah?” tanya Tante Yossie.
    “Agh.. Tante bisa aja deh, emang nggak ada bedanya sama sekali apa?” jawabku.
    “Iyah tuh.. masih seperti yang dulu saja, cuman sekarang pastinya sudah dewasa dong..” tanyanya.
    Lalu belum saya menjawab pertanyaannya yang satu itu, tiba–tiba tangan Tante Yossie sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.
    “Don.. mau kan tolongin Tante?” tanya si Tante dengan manja.
    “Loh.. tolongin apalagi nih Tante?” jawabku.
    “Tolong memuaskan Tante, Tante kesepian nih..” jawab si Tante.
    Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Yossie yang memiliki rambut sebahu dengan warna rambut yang highlight, saya benar–benar tidak membayangkan kalau ibu teman dekatku sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Yossie ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.
    “Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong?” tanyaku sambil bercanda.
    “Yah.. kamu pikir sendiri dong, kan kamu sudah dewasa kan..” jawabnya.

    Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulailah memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas–remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Yossie juga tidak mau kalah, ia langsung meremas–remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini, apalagi setelah kepulangannya dari Jerman. Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu seperti di atas, Tante Yossie menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya dia langsung melucuti semua baju saya, pertama–tama dia melepas kemeja saya kancing perkancing sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya. “Wah.. Don, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda. “Masa sih Tante.. perasaan biasa–biasa saja deh,” jawabku. Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Yossie yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.


    Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba–tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas–remas, sementara itu Tante Yossie terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit–gigit putingnya yang sudah mengeras.
    “Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Don..” desahnya.
    “Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah?” kataku.
    Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitorisnya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu–bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat–jilat kemaluan si Tante dengan pelan–pelan. “Ogh.. Don, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah. “Wah.. natural tuh Tante, padahal saya belum pernah sampai sejauh ini loh..” jawabku. Tak terasa, tahu–tahu rambutku dijambaknya dan tiba–tiba tubuh tante mengejang dan aku merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, cuma berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apapun tentunya sudah tidak menjadi masalah.

    Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar–benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Yossie sekarang meminta saya untuk memasukan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.
    “Don.. ayoo dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih,” minta si Tante.
    “Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..” tanyaku.
    “Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang–tenang aja deh,” sambil berusaha meyakinkanku.
    Benar–benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya. Walaupun sakitnya juga lumayan. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan, karena masih terasa sakit. “Ahh.. dorong terus dong Don..” minta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali. Mendengar desahannya saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat walaupun rasa sakit juga terasa. Akhirnya saya mulai terbiasa dan mulai mendorong dengan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas–remas payudaranya, sampai tiba–tiba tubuh Tante Yossie mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya. Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar–benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, dan tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.
    “Oh.. oh.. nikmat sekali Donniie..!” teriak si Tante.
    “Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..” kata saya.
    “Sabar yah Don.. tunggu sebentar lagi dong, Tante juga udah mau keluar lagi nih..” jawab si Tante.


    Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante. “Arghh..!” teriak si Tante Yossie. Tante Yossie kemudian mencakar pundak saya sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot–otot kemaluannya benar–benar meremas batang kemaluanku. Setelah itu kami berdua letih dan langsung tidur saja di atas ranjangnya. Tanpa disadari setelah 3 jam tertidur, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke dapur. Ketika di dapur saya melihat Tante Yossie dalam keadaan telanjang, mungkin dia sudah biasa seperti itu. Entah kenapa, tiba–tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata–kata, saya langsung memeluk Tante Yossie dari belakang, dan mulai lagi meremas–remas payudaranya dan pantatnya yang bahenol serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.
    “Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya?” kataya sambil tertawa kecil.
    “Agh Tante bisa aja deh,” jawabku sambil menciumi bibirnya kembali.
    Saking nafsunya, saya mengajak untuk sekali lagi bersenggama dengan si Tante, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Yossie kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di dapurnya. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya doggie style.”Um.. dorong lebih keras lagi dong Don..” desahnya. Semakin nafsu saja aku mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokanku kepada si Tante, sementara itu tanganku menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.
    “Don.. mandi yuk?” mintanya.
    “Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah?” jawab saya.

    Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya mendudukkan Tante Yossie di atas wastafel, dan kemudian saya kembali menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.
    “Hm.. nikmat sekali jilatanmu Don.. agghh..” desahnya.
    “Don.. kamu sering–sering ke sini dong..” katanya dengan nafas memburu.
    “Tante, kalo tahu ada service begini mah saya tiap hari kalau bisa juga mau,” jawabku sambil tersenyum.
    Setelah puas menjilatinya, saya memasukkan batang kemaluan saya kembali ke lubang kemaluan Tante Yossie. Kali ini, dorongan saya sudah semakin kuat, karena rasa sakit saya sudah mulai berkurang ataukah saya sudah mulai terbiasa yah? Bosan dengan gaya tersebut, saya duduk di atas kloset dan Tante Yossie saya dudukkan di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini saya sudah mulai tidak terlalu merasakan sakit sama sekali, namun rasa nikmat lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat akhirnya saya “KO” kembali, saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Yossie kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.


    Setelah selesai mandi, Tante Yossie memasakkan makan malam untuk kami berdua, dan setelah itu saya pamitan untuk balik ke rumah. Setelah kajadian itu saya baru tahu bahwa kesepian seorang Tante dapat membawa nikmat juga kadang–kadang. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan bersetubuhan. Kami biasanya melakukan di apartmetnya di kala anaknya George sedang sekolah atau les. Dan sering juga Tante mem-booking hotel berbintang dan kami bertemu di kamar.

     

  • Kisah Memek Si Body mulus membuatku terpersona

    Kisah Memek Si Body mulus membuatku terpersona


    2532 views

    Duniabola99.com – Aku telah bekerja selama hampir 6 tahun di bagian akuntansi dan juga masih menempuh kuliah semester 4 di sebuat PTS ternama di Surabaya. Aku selalu mengendarai motor bututku ke mana aku pergi, baik itu ke kantor maupun aku ke kampus.


    Pada suatu hari, waktu itu jumat pagi aku akan berangkat senam di kantor, aku mengendarai motorku dengan agak tergesa-gesa, maklum sudah agak terlambat. Sesampainya di jalan Ahmad Yani aku terperanjat hebat karena ada mobil yang memotong di depanku,

    Tanpa dapat aku kuasai akhirnya akupun menabraknya dan terjatuh dengan luka yang lumayan parah, kemudian aku pingsan. Aku sadar saat aku sudah di rumah sakit AL di dekat kawasan itu, aku membuka mataku pelan-pelan dan seorang cewek cantik sudah tersenyum kepadaku.

    “Mas, maafkan saya”, dia mengucapkan kata dengan penuh pesona.
    “Nggak pa-pa..”, kataku lirih.
    “Nama saya Rina”, kata cewek itu.
    “Saya Dimas”, jawabku singkat.

    Kamipun ngobrol kesana kemari, aku sudah agak enakan dengan kehadirannya aku bersemangat sekali untuk segera sembuh. Sejak peristiwa itu aku dirawatnya hingga aku pulang, kedua orang tuanya pun selalu menjengukku tiap sore hari, maklumlah aku anak perantauan yang jauh dari keluarga.

    Setelah seminggu dirawat aku diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Semua biaya ditanggung oleh keluarga Rina termasuk motorku yang rusak. Aku diberi motor baru sebagai gantinya dengan harapan aku akan lebih baik, aku selalu dianggap sebagai keluarga Rina sehingga aku diminta tinggal di rumahnya. Akupun sangat berterima kasih sebab akan banyak mengurangi biayaku. Rina di rumah itu adalah anak tunggal dan selalu dimanja.


    Setelah hampir 6 bulan aku tinggal aku mulai merasakan bahwa Rina mulai menyukaiku, memang sih usia kami tidak jauh terpaut aku masih 24 tahun sedang Rina 20 tahun. Rina kuliah pagi di PTN semester 4 juga. Rina adalah cewek yang sangat cantik dengan bentuk tubuh yang sangat seksi, sehingga banyak cowok yang ingin jadi kekasihnya.

    Singkat cerita, pada hari jumat sore aku di telepon ke kantor untuk segera pulang sore karena ayah dan ibunya akan ke Jakarta. Aku segera pulang setelah jam 14.30. Sesampainya di rumah aku mendapati rumah dalam keadaan sepi. Aku pencet bel dan Rina hanya berteriak dari dalam bahwa pintu tidak dikunci. Aku masuk ke kamarku di atas, aku yakin orang tua Rina sudah berangkat, akupun mandi dan bermaksud istirahat, akan tetapi dari bawah Rina berteriak.

    “Mas, sudah saya bikinkan kopi cream di meja belajarku”, teriak Rina.
    “Ya…”, aku turun dan mengetuk kamar Rina.
    “Masuk saja tidak dikunci, aku lagi mandi”, jawab Rina.

    Dadaku berdebar kencang ketika aku lihat di sudut ruangan ada bayangan body mulus Rina yang seksi itu diguyur air dan hanya terhalang partisi plastik tipis (seperti di hotel-hotel). Aku duduk di meja belajar Rina dan menikmati kopi buatannya.

    “Mas, udah mandi belum”, tanya Rina.
    “Udah, emang kenapa?, tanyaku balik.
    “Mau mandi lagi?”, kata Rina.
    “Nggak”, jawabku singkat.

    Aku membuka majalah di meja Rina, ketika tiba-tiba Rina berteriak, “Mas, tolong ada kecoak”, dengan tanpa pikir panjang aku melompat ke kamar mandi itu. Jantungku berdegub kencang ketika aku melihat Rina hanya tertutup daster kecil jauh di atas lutut.

    “Kecoaknya udah pergi”, Rina berkata sambil tersenyum.

    Aku terdiam dan terpana, Rina tidak merasa malu sedikitpun dia malah menyemprotkan shower yang dia pegang ke arahku, akupun basah kuyup. Kamipun bercanda, aku ambil shower kloset dengan tak kalah cerdik aku menyemprot bagian tubuh Rina yang aku rasa bikin geli. Rina menggeliat-geliat ketika air itu menyemprot ke payudaranya, seolah ia menikmatinya, aku kaget ternyata Rina tidak mengenakan BH.


    Aku semakin turun dan melihat Rina juga tidak mengenakan celana dalam, darah laki-lakiku memuncak, tanpa kami sadari kami berpelukan dan aku mencium serta mengulum bibir Rina yang merah dan seksi itu, Rina sangat menikmatinya, tangankupun mulai meraba daerah sensitif Rina, Rina semakin menggeliat-geliat dan daster kecil itupun luruh ke lantai kamar mandi, aku sangat terpesona melihat body mulus Rina tanpa sehelai benang pun, Rina semakin menantang, akupun mulai mencumbuinya.

    Sedikit demi sedikit pakaiankupun dilucuti Rina dengan tangan halusnya. Aku bopong body mulus Rina ke tempat tidur, Rina memamerkan vaginanya yang kelihatan rapat dan cekung memerah. Aku semakin tidak sabar, aku lepas celana dalamku cepat-cepat. Aku mulai menjilati paha Rina yang mulih halus itu. Rina menggeliat-geliat menahan nafsu birahi.

    Saat lidahku menjilati vagina Rina, Rina berteriak-teriak menahan kenikmatan. Aku semakin ke atas dan mengulum payudaranya serta menindihnya, semakin ke atas aku mengulum bibirnya dan aku rasakan penisku menyentuk benda lembut tapi panas.

    Aku coba menekan tapi susah sekali. Rina semakin meregangkan selangkangannya, aku menekan pinggangku dan aku rasakan penisku mulai panas (karena penisku menyeruak masuk ke dalam vagina Rina), semakin panas saat aku menekannya dengan keras dan Rina menjerit sembari mendekapku erat. Sesaat kami terasa tidak sadar, kemudian aku mulai memainkan pinggulku, kami sangat menikmatinya hingga sesaat lamanya penisku mengejang dan cairan menyeruak di dalam vagina Rina, Rina memelukku erat sekali.

    Kami kelelahan namun Rina kembali menggoyangkan pinggulnya, akupun seolah enggan untuk mencabut penisku yang dijepit vagina Rina yang sangat kuat itu, kami memainkan lagi pinggul kami sangat lama. Kemudian kembali penisku mengejang dan cairan itu menyemprot diding rahim Rina. Dia memejamkan matanya sembari memelukku erat. Kamipun tertidur dengan posisi penisku masih menancap di vaginanya.


    Setelah bangun aku merasa penisku sakit dan panas sekali, akan tetapi saat aku mau mencabut penisku, Rina kembali memelukku. Rina sungguh hebat, kamipun melakukan lagi. Setelah itu Rina melangkah ke kamar mandi, aku mengikutinya dari belakang. Rina mencuci vaginanya dan aku mencuci penisku.

    “Mas, aku lapar”, kata Rina.
    “Aku juga”, jawabku samabil kucium bibir Rina.

    Rina mengenakan pakaian seperti saat mandi tadi, tanpa BH dan celana dalam, aku membalut tubuhku dengan handuk. Kami melangkah ke dapur untuk masak, kami bercanda dan tanpa aku sadari penisku telah menegang, Rinapun begitu.

    Rina duduk di meja dapur dan mengangkat kakinya, vaginanya kelihatan begitu indah dan kecil. Aku pegang penisku dan memasukkannya ke dalam vaginanya, gesekan-gesekan lembut kami lakukan dengan tenang dan mesra. Setelah beberapa lama cairan spermaku menyemprot di dalam vagina Rina. Rina tersenyum puas.

    Kami melanjutkan lagi masak dan makan malam. Mulai saat itu setiap pagi penisku menegang, aku turun dan melakukan perbuatan itu dengan Rina, ya hampir setiap pagi. Kami sangat menikmatinya dan aku bicara kepada orang tua Rina untuk meminangnya, mereka setuju.

    Kami sangat bahagia dan semakin gila-gilaan melakukan perbuatan mesum tersebut tanpa kenal waktu dan ruang.



  • Foto Bugil Jenna Sativa melepas legging ketat dari kulit

    Foto Bugil Jenna Sativa melepas legging ketat dari kulit


    2454 views

    Duniabola99.com – foto cewek cantik beramput pendek Jenna Sativa melepas celana yoga ketatnya dan baju yang ketat menampakkan toketnya yang gede dan memamerkan memeknya yang berbulu lebat tidak dicukur.

    Kumpulan Foto Cewek Cantik Spesialis Penghibur, Koleksi Foto Cewek Cantik di Google Plus, Foto Foto Cewek Cantik YouTube, Foto cewek cantik Facebook, Foto Cewek cantik Instagram, koleksi foto gadis cantik, Kumpulan Foto Cewek Cantik Imut dan Manis 2019, Para Gadis Cantik dan Seksi di Indonesia, Gadis cantik berkerudung,

  • Video Bokep Eropa 3 balerina prima dientot 1 kontol gede

    Video Bokep Eropa 3 balerina prima dientot 1 kontol gede


    2786 views

  • Kisah Memek Pijatan Nafsu Pembantu Baruku

    Kisah Memek Pijatan Nafsu Pembantu Baruku


    2724 views

    Duniabola99.com – Aku dan istri memang sedang membutuhkan seorang pembantu untuk mengurus segala aktifitas rumah tangga yang terbengkalai karena kami berdua sama-sama sibuk cari nafkah di luar rumah.


    ‘Dari Cisompet, Bu ‘ kata pembantu baru itu kepada istriku ketika ditanya asalnya dari mana.
    ‘Cisompet ? Daerah mana tuh ‘
    ‘Itu Bu ‘ Garut terus ka kidul .. jauh ‘. Dekat perkebunan teh ‘ jelasnya lagi dengan wajah memerah karena malu-malu kali.

    Wajah yang biasa saja seperti wajah gadis desa lainnya, tapi Tini ini punya kelebihan, kulitnya kuning langsat dan bersih, badannya sedikit agak gemuk.

    ‘Pameumpeuk, maksud kamu ‘ kataku nimbrung, ingat daerah pantai selatan Garut, yang ada tempat peluncuran roket itu.
    ‘Sebelumnya Pak. Tempat saya daerah pegunungan, kebun teh. Pameumpeuk mah cakeut pisan ka laut ‘
    ‘Berapa umur kamu ‘
    ‘Bulan depan 21 tahun, Bu ‘
    ‘Udah berkeluarga ? ‘
    ‘Sudah Bu, tapi sekarang udah cerai ‘
    ‘Punya anak ? ‘
    ‘Satu Bu, laki2, umur 2 tahun ‘
    ‘Dimana anaknya sekarang ? ‘
    ‘Di kampung, ikut neneknya ‘
    ‘Udah pernah kerja sebelumnya ? ‘ tanya isteriku lagi.
    ‘Pernah dua kali Bu ‘.
    ‘Kerja di mana ? ‘
    ‘Di Jakarta ‘
    ‘Pembantu juga, trus pindah ke Swasta hanya sebulan
    ‘Sebagai apa di swasta ‘
    ‘Biasa Bu, buruh ‘

    Singkatnya, setelah ‘wawancara rekrutmen ‘ itu akhirnya isteriku menerima Tini sebagai pembantu rumah tangga kami yang baru. Sebenarnya, ‘interview’ yang dilakukan oleh isteriku kurang mendalam, setidaknya menurut text-book yang pernah kubaca. Tapi biarlah, toh hanya PRT dan kami memang sangat membutuhkannya. Di hari pertama Tini bekerja, isteriku terpaksa ambil cuti sehari untuk ‘memberi petunjuk ‘ kepada pembantu baru ini.

    Pembaca yang baik, dari sejak diterimanya Tini sebagai pembantu rumah tangga kami inilah kisah nyataku berawal. Cerita ini memang sungguh2 saya alami sekitar setahun yang lalu. Setelah aku dapat kiriman URL address Samzara lewat seorang mail-mate dan aku membaca cerita2 serunya, aku terdorong untuk ikut berkisah tentang pengalamanku nyataku ini, walaupun aku sebenarnya bukan penulis.

    Kami suami isteri memang sama-sama bekerja sebagai karyawan, tapi beda perusahaan. Anak kami orang. Si sulung, laki2, baru sebulan ini mulai kuliah dan kost di Jatinangor. Walaupun kami juga tinggal di Bandung, tapi untuk menghemat waktu dan biaya transport dia kost di dekat kampusnya. Nomor dua perempuan, SMU swasta kelas dua, masuk siang, dan si Bungsu lelaki, masih SLTP negeri masuk pagi.

    Walapun aku terkadang ‘jajan‘ kalau keadaan darurat, sebenarnya aku tak tertarik kepada Tini. Selain karena dia pembantu, juga karena isteriku masih mantap dan mampu memuaskanku dalam banyak hal, termasuk seks. Kenapa masih suka jajan? Ya .. karena dalam keadaan darurat itu. Tapi sekepepet gimanapun aku engga akan ‘makan ‘ pembantu. Tak baik. Lagipula Tini, yang menarik darinya sebagai wanita, hanya kulit tubuhnya yang langsat dan bersih.
    Demikian juga setelah Tini sebulan kerja di rumahku. Sampai suatu saat, aku mulai lebih sering memperhatikannya karena peristiwa yang akan kuceritakan ini.


    Waktu itu aku tak masuk kantor sebab badanku tak enak. Seluruh badan pegal2, mulai dari punggung, pinggang sampai kedua kaki. Mungkin ini cuma flu atau masuk angin, aku tak perlu ke dokter. Tapi karena pegal2 tadi aku memutuskan untuk istirahat di rumah saja. Tiduran saja sambil membaca.

    ‘Oh, maaf Pak‘ Saya kira Bapak ke kantor ‘ seru Tini kaget.

    Dia masuk ke kamarku untuk membersihkan seperti biasanya. Tini langsung menutup pintu kembali dan keluar.

    ‘Engga apa2 bersihin aja ‘
    ‘Bapak sakit?‘ tanyanya
    ‘Engga ‘. Cuman pegel2 badan, kayanya masuk angin ‘

    Tini mulai menyapu, kemudian mengepel. Ketika dia membungkuk-bungkuk ngepel lantai itulah aku ‘terpaksa‘ melihat belahan dadanya dari leher T-shirt nya. Kesan pertama : bulat dan putih. Wah ‘pemandangan menarik juga nih, pikirku. Tak ada salahnya kan menikmati pemandangan ini. Bentuk buah dada itu semakin jelas ketika Tini mengepel lantai dekat tempat tidur. Belahan dada itu menyiratkan ‘kebulatan‘ dan mantapnya ukuran bukit-bukit disampingnya. Dan lagi, putihnya ampuun.

    Walaupun aku mulai terrangsang menikmati guncangan sepasang ‘bola’ kembar besar itu, aku segera menghilangkan pikiran-pikiran yang mulai menggoda. Ingat, dia pembantu rumah tangga kamu.

    ‘Kalo masuk angin, mau dikerokin Pak?‘

    Pertanyaan yang biasa sebenarnya, apalagi ekspresi wajahnya wajar, polos, dan memang ingin membantu. Tini ternyata rajin bekerja, isteriku senang karena dia tak perlu banyak perintah sudah bisa jalan sendiri. Jadi kalau dia bertanya seperti itu memang dia ingin membantuku. Tapi aku sempat kaget atas tawarannya itu, sebab lagi asyik memperhatikan belahan putihnya.

    ‘Kerokin? Bapak engga biasa kerokan. Punggung pegal2 begini sih biasanya dipijit‘

    Memang aku suka memanggil Mang Oyo, tukang pijat, tapi dia sedang ada panggilan ke Cimahi. Besok lusa baru tukang pijit langgananku itu janji mau dateng.

    ‘Oo .. tukang pijit yang ditelepon Ibu tadi ya‘ sahutnya.

    Tini rupanya memperhatikan isteriku menelepon.

    ‘Dia kan baru dateng 2 hari lagi‘ lanjutnya sambil terus mengepel.

    Tini memang suka ngobrol. Tak apalah sekali2 ngobrol ama pembantu, asal masih bisa menikmati guncangan bukit kembarnya. Aku tak menjawab. Kini ada lagi ‘temuanku’. Meski Tini agak gemuk, tapi badannya berbentuk. Maksudku shaping line-nya dari atas lebar, turun ke pinggang menyempit, terus turun lagi ke pinggul melebar. Seandainya tubuh
    Tini ini bisa di ‘re-engineering‘, dibentuk kembali, tingginya ditambah sekitar 5 cm tapi tidak perlu tambahan

    ‘bahan baku ‘, jadilah tubuh ideal.
    ‘Entar kalo kerjaan saya udah beres, Bapak mau saya pijitin?‘
    ‘Hah’ Berani bener dia menawari majikan lakinya untuk dipijit? Tapi kulihat wajahnya serius dan masih tetap polos.


    Jelas tak ada maksud lain selain memang ingin membantu majikannya.

    ‘Emang kamu bisa ? ‘
    ‘Saya pernah kursus memijat, Pak ‘
    ‘Boleh‘ hanya itu jawabanku.

    Sebenarnya aku ingin tanya lebih jauh tentang kursusnya itu, tapi dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan terus keluar kamar. Tinggal aku yang menimbang-nimbang. Aku memang senang dipijit, baik oleh Mang Oyo apalagi oleh wanita muda. Tapi gimana kalau isteriku tahu aku dipijit oleh Tini, aku belum tahu reaksinya. Terima sajalah tawarannya ini, toh aku nanti bisa pesan sama dia untuk tak bilang ke isteriku.

    ‘Dipijat sekarang, Pak?‘ tawarnya ketika ia membawa minuman yang kuminta.

    Kulihat baru jam 12 siang.

    ‘Kerjaan kamu udah beres ? ‘
    ‘Belum sih, mau seterika tapi jemuran belum kering ‘

    Aku juga ingin sekarang, tapi anakku yang sekolah siang belum berangkat. Tak enak kalau dia tahu bapaknya dipijat oleh pembantu wanita muda.

    ‘Entar aja. Sekitar jam 2′

    Pertimbanganku, pada jam itu anak kedua sudah ke sekolah, si Bungsu sudah pulang sekolah dan main keluar rumah seperti biasanya, dan masih cukup waktu sebelum isteriku pulang kantor pada pukul 5 sore.
    Sekitar pukul 2 lewat seperempat, Tini mengetuk pintu kamarku.

    ‘Masuk‘ Tini nongol di pintu.
    ‘Bapak ada henbodi?‘ Maksudnya tentu hand-body lotion.
    ‘Cari aja disitu ‘ kataku sambil menunjuk meja rias isteriku. Aku membalikkan tubuh, telungkup, siap dipijat.
    ‘Lepas aja kaosnya Pak, biar engga kena henbodi ‘

    Celaka! Ketika aku melepas kaos, aku baru sadar bahwa aku dari pagi belum mandi dan masih mengenakan ‘pakaian tidur‘ kebiasaanku : T-shirt dan singlet untuk atasnya, dan hanya sarung sebagai penutup tubuh bawahku. Pakaian ‘kebesaran‘ ini memang kesukaanku, sebab memudahkan kalau sewaktu- waktu aku ingin meniduri isteriku. Akupun menuntut isteriku untuk berpakaian tidur khusus pula : gaun agak tipis model tank-top dan mini, tanpa apa-apa lagi di dalamnya!

    Jadi kalau aku akan berhubungan seks aku perlu stimulasi lebih dulu, maklum sudah belasan tahun aku menikah. Stimulasi yang paling aku senangi dan bisa membuat penisku keras adalah oral. Isteriku tinggal menyingkap sarung dan melahap isinya. Dan setelah kami siap tempur, aku tak perlu direpotkan oleh pakaian isteriku. Aku tinggal ‘menembak‘ setelah menindih tubuhnya, sebab biasanya baju tidur pendeknya itu akan tersingkap dengan sendirinya ketika aku menindih dan menggeser-geserkan tubuhku‘

    Tini memang pintar memijat. Dengan hand-body lotion dia mengurut tubuhku mulai dari pinggang sampai punggung begitu enak kurasakan. Dia tahu persis susunan otot2 di punggung. Sepertinya dia sudah pengalaman memijat.


    ‘Kamu pernah kursus pijat di mana?‘ tanyaku membuka percakapan.
    ‘Ehhmm ‘ di… di panti pijat Pak ‘
    ‘Ha. Kamu pernah kerja di panti pijat ? ‘
    ‘Iiyyyaa ‘ Pak ‘ ‘
    ‘Kok engga bilang ‘
    ‘Takut engga diterima ama Ibu, Pak ‘
    ‘Dimana dan berapa lama ? ‘
    ‘Di panti pijat ———-, cuma sebulan kok. Tapi Bapak jangan bilang ke Ibu ya‘
    ‘Iya deh, asal kamu mau cerita semua pengalaman kamu kerja di panti pijat‘.

    Untuk sementara aku menang, punya kartu as yang nanti akan berguna kalau aku harus bilang ke Tini, jangan bilang ke Ibu ya‘

    ‘Sebelum kerja ‘kan ikut trening dulu seminggu Pak ‘
    ‘Oh iya ‘
    ‘Soalnya itu emang tempat pijat beneran‘

    Aku tahu, panti pijat yang disebutnya itu terletak di Jakarta Selatan dan memang panti pijat ’serius‘. Bukan seperti di Manggabesar misalnya, semua panti pijat hanya kamuflase dari tempat pelayanan seks saja.

    ‘Trus kenapa kamu hanya sebulan, gajinya lumayan kan, dibanding pembantu‘
    ‘Iya sih ‘cuman cape‘ Pak. Saya sehari paling tahan memijat 2 orang saja. ‘
    ‘Kerja memang cape ‘
    ‘Tapi tangan saya jadi pegel banget Pak. Sehari saya memijat 5 – 6 orang.

    Penghasilan memang gede tapi biaya juga gede. Mendingan pembantu aja, semua biaya ada yang nanggung, bisa nabung ‘

    ‘Kamu senang kerja di sini?‘
    ‘Saya kerasan Pak, semuanya baik sih‘

    Memang aku mengajarkan kepada anak-anakku untuk bersikap baik kepada pembantu.

    ‘Kamu mijit sekarang ini cape juga dong ‘
    ‘Engga dong Pak, kan cuma sekali2 ‘
    ‘Kalau Bapak minta tiap hari ? ‘
    ‘Engga baik Pak pijat setiap hari. Paling sering sekali seminggu ‘

    Lalu hening lagi. Aku asyik menikmati pijatannya, masih di punggungku.

    ‘Punggungnya udah Pak. Kakinya mau ? ‘
    ‘Boleh‘

    Kaki saja bolehlah, asal jangan ke atas, soalnya burungku sedang tak ada kurungannya. Tini menyingkap sarungku sampai lutut, lalu mulai memencet-mencet telapak kakiku.

    ‘Aturan kaki dulu Pak, baru ke atas ‘
    ‘Kenapa tadi engga begitu ? ‘
    ‘Kan Bapak tadi minta punggung ‘

    Lalu naik ke betis, kemudian mengurutnya dari pergelangan kaki sampai lutut, kaki kiri dulu baru yang kanan.


    ‘Apa aja yang diajarin waktu trening ? ‘
    ‘Pengetahuan tentang otot2 tubuh, cara memijat dan mengurut, terus praktek memijat. Paling engga enak prakteknya ‘
    ‘Kenapa ? ‘
    ‘Mijitin para senior, engga dibayar ‘

    Kedua kakiku sudah selesai dipijatnya. Tiba2 Tini menyingkap sarungku lebih ke atas lagi dan mulai memijat paha belakangku (aku masih telungkup). Nah, ketika mengurut pahaku sampai pangkalnya, burungku mulai bereaksi, membesar.

    Aku yakin Tini sudah tahu bahwa aku tak memakai CD. Meskipun sarung masih menutupi pantatku, tapi dalam posisi begini, terbuka sampai pangkal paha, paling tidak ‘biji ‘ku akan terlihat. Tapi Tini terlihat wajar-wajar saja, masih terus mengurut, tak terlihat kaget atas kenakalanku. Bahkan dia sekarang memencet-mencet pantatku yang terbuka.

    ‘Cuma itu pelajarannya?‘ tanyaku asal saja, untuk mengatasi kakunya suasana.
    Tapi aku mendapatkan jawaban yang mengejutkan.
    ‘Ada lagi sebetulnya, cuman ‘ malu ah bilangnya ‘
    ‘Bilang aja, kenapa musti malu ‘
    ‘Engga enak ah Pak ‘
    ‘Ya udah, kamu cerita aja pengalaman kamu selama kerja mijat ‘
    ‘Ahh ‘ itu malu juga‘
    ‘Heee‘. Udah‘ cerita apa aja yang kamu mau‘
    ‘Kan tamu macem2 orangnya. Ada yang baik, yang nakal, ada yang kurang ajar ‘
    ‘Trus?‘
    ‘Kita diajarin cara mengatasi tamu yang ingin coba-coba ‘
    ‘Coba2 gimana? ‘
    ‘Coba itu ‘ ah .. Bapak tahu deh maksud saya ‘ ‘
    ‘Engga tahu ‘ kataku pura-pura
    ‘Itu ‘ tamu yang udah tinggi ‘. Emm ‘ nafsunya ‘ Wah menarik nih.
    ‘Gimana caranya ‘
    ‘Hmm‘ ah engga enak ah bilangnya‘ katanya sambil mengendurkan otot2 pantatku dengan menekan dan mengguncangkan.

    Punyaku makin terjepit.

    ‘Bilang aja ‘
    ‘Dikocok aja ‘
    ‘Ha ‘! ‘
    ‘Kalo udah keluar, kan tensinya langsung turun ‘
    ‘Kamu diajarin cara ngocoknya ? ‘
    ‘Sebenernya bukan itu aja sih Pak, tapi diajarin cara mengurut ‘itu’.
    ‘Wah .. kamu jadi pinter ngurut itu dong‘

    Pantesan dia biasa2 saja melihat pria telanjang.

    ‘Buat apa itu diurut ‘ tanyaku lagi.
    ‘Biar jalan darahnya lancar ‘. ‘ Maksudnya peredaran darah.
    ‘Kalo lancar, trus ? ‘
    ‘Ya‘ biar sip, gitu. Ah Bapak ini kaya engga tahu aja. Sekarang depannya mau Pak?‘

    Mau sih mau, cuman malu dong ketahuan lagi tegang begini. Ketahuan sama pembantu lagi. Apa boleh buat. Dengan acuhnya aku membalikkan badan. Jelas banget yang tegang itu di balik sarungku. Punyaku memang besarnya sedang2 saja, tapi panjang. Kulihat Tini melirik sekilas kepada punyaku itu, lalu mulai mengurut kakiku. Ekspresinya tak berubah. Biasa saja. Dia memang udah biasa melihat ‘perangkat’ lelaki.

    ‘Cerita lagi pengalaman kamu‘ kataku sambil menahan geli.

    Tangan Tini sudah sampai di pahaku. Kedua belah telapak tangannya membentuk lingkaran yang pas di pahaku, lalu digerakkan mulai dari atas lutut sampai ke pangkal pahaku berulang-ulang. Terasa jelas beberapa kali jari2nya menyentuh pelirku yang membuat penisku makin kencang tegangnya. Apalagi gerakan mengurut pahaku itu membuatnya harus membungkuk sehingga aku bisa makin jelas melihat belahan dadanya dan sebagian buah putihnya itu. Bahkan sampai guratan2 tipis kehijauan pembuluh darah pada buah dadanya nampak.


    Aku harus berusaha keras menahan diri agar tak hilang kendali lalu menggumuli wanita muda di depanku ini, menelanjanginya dan memasukkan penisku yang sudah tegang ke lubang vaginanya. Walaupun udah high begini, aku tak akan memberikan air maniku kedalam vagina pembantuku sendiri. Semacam pantanganlah. Lebih baik sama isteri atau cari di luaran. Ada kawan kantor yang bersedia menerima penisku memasuki tubuhnya, kapan saja aku butuh. Termasuk sedang mens, tentunya dengan teknik oral kalo bulannya lagi datang.

    ‘Banyak susahnya dibanding senengnya, Pak ‘
    ‘Ah masa ‘
    ‘Iya. Makanya saya hanya tahan sebulan ‘
    ‘Gimana sih engga enaknya ‘
    ‘Banyak tamu yang dateng maunya ‘main’, bukan pijit.

    Saya kan engga mau begituan. Lagian udah jelas di situ kan engga boleh buat main ‘

    ‘Kalo tamunya ngotot minta ‘
    ‘Yaah .. dikocok aja, sambil ” ‘ Aku tunggu dia tak meneruskan kalimatnya.
    ‘Sambil apa ‘
    ‘Kalo ada yang nekat, daripada bikin repot, saya kasih aja pegang2 tetek, tapi dari luar aja. Saya engga kasih buka kancing ‘
    ‘Pantesan kamu laris, ada bonusnya sih.. ‘
    ‘Engga semua tamu Pak, emangnya diobral. Hanya yang bandel aja.

    Biasanya sih kalo mulai nakal pengin pegang2, trus saya tolak terus, dia bisa ngerti. Kalo udah keluar ‘kan langsung surut nafsunya ‘

    Paha kanan selesai diurut, kini pindah ke paha kiri. Mungkin karena posisinya, kayanya kali ini pelirku lebih sering disentuh dan terusap. Baru aku menyadari, lengan Tini ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku makin tegang saja, penisku sudah tegang maksimum, siap untuk digunakan. Tapi aku tetap bertahan untuk tak lepas kontrol.

    Tiba2 muncul ide nakalku. Dengan menggerakkan pinggul dan kaki, aku diam2 menarik sarungku seolah-olah tak sengaja sehingga kini seluruh batang kelaminku terbuka. Aku juga pura2 tak tahu. Tapi dasar ‘. Reaksi Tini tak seperti yang kuduga. Dia hanya sekilas melihat kelaminku, lalu kembali asyik mengurut dan acuh. Dia sudah terlalu sering melihat kelamin lelaki yang tegang ‘.

    ‘Setiap tamu kamu kocok ‘
    ‘Engga dong, yang nakal iya, ada juga yang minta. Sebenarnya saya bukan ngocok, tapi mengurut supaya darahnya lancar, tapi tamunya yang minta sekalian dikocok ‘
    Ah ‘ pengin juga punyaku diurut, supaya lancar. Terus dikocok, supaya segar ‘
    ‘Kamu ngocoknya selalu sampai keluar ‘
    ‘Iya dong Pak, kan supaya aman. Lagian cuman sebentar. ‘
    ‘Oh iya ‘
    ‘Iya .. ada juga sih yang lama, tapi umumnya 2-3 menit juga keluar. Malah ada yang udah keluar duluan sebelum diurut, cuman kesentuh ‘
    ‘Oh ..ya ‘
    ‘Waktu saya ngerjain perutnya, kalau dianya udah tegang, sering kesentuh ama tangan saya.

    Eh .. tahu2 jari saya kesiram ‘air hangat ‘.

    ‘Oh iya .. terus gimana‘
    ‘Saya emang sedikit kaget, tapi pura2 engga tahu, supaya dia engga kesinggung‘ Bijaksana juga dia.

    ‘Yang lucu lagi, ada yang udah keluar sebelum disentuh ‘
    ‘Ah masa ‘
    ‘Anak muda.

    Setelah selesai pijit belakang, terus kan saya suruh balik badan buat pijit depan. Dianya engga segera membalik. Trus saya minta ijin buat minum sebentar. Waktu saya masuk lagi, dianya udah terlentang dan itunya ditutup pakai handuk. Padahal tadi dia telanjang. Trus waktu saya ngurut paha kaya sekarang ini lho, terasa basah2 di situ. Setelah dia pulang ‘ spreinya basah. Dia udah keluar sewaktu telungkup‘


    Paha kanan dan kiriku sudah selesai diurut, pelir kanan dan kirikupun sudah beberapa kali disentuh.

    ‘Terus, what next ?

    Dengan ‘dingin ‘nya Tini menutupi kembali kelaminku dengan sarung, lalu.

    ‘Sekarang atasnya, Pak ‘

    Tini lebih mendekat, berdiri di samping kiri perutku dan mulai memijit bahuku, trus dadaku. Bulu-bulu di lengannya makin jelas, lumayan panjang, halus, dan berbaris rapi. Hali ini menambah rangsanganku. Kedua tanganku bebas. Kesempatan ini kugunakan buat ‘tak sengaja ‘ menyentuh pantatnya yang begitu menonjol ke belakang, dengan tangan kiriku.

    Uh ‘padat banget pantat si Tini.

    Dia tak bereaksi. Tanganku makin nakal. Kali ini tak menyentuh lagi, tapi sudah meremas-remas kedua bulatan di belakang tubuhnya itu. Tini tak protes, tapi dengan amat ’sopan‘ dan lihai dia menghindari kenakalan tanganku sambil terus memijit, seolah-olah tak sengaja menghindar. Benar2 dia ‘bijaksana‘. Akupun segera tahu diri, dia tak suka diganggu oleh majikannya ini.

    Begitu juga waktu dia memijat tanganku. Ketika mengurut di bagian lengan atas telapak tanganku berada di wilayah dadanya. Aku lagi2 ‘tak sengaja menyentuh bukit kanannya. Uuuh bukan main padat dada janda muda beranak satu ini. Tapi aku tak berani melanjutkan aksi tanganku di dadanya. Ada rasa tak enak.

    Kedua tangan selesai diurut. Tini menyibak sarung yang menutupi perutku, sehingga seolah-olah makin mempertegas menjulangnya penisku. Dengan perlahan ia mengurut perutku.

    ‘Kalau perut memang engga boleh kuat2 ‘ katanya.

    Memang, dia lebih mirip mengusap dibanding mengurut. Hal ini makin menambah rangsanganku saja. Benar, dalam mengusap perut Tini beberapa kali menyentuh penisku, tapi tak langsung, masih kehalangan dengan kain sarung. Lebih nikmat kalau langsung ‘.

    ‘Selesai Pak ‘ katanya begitu selesai mengurut perut.

    Selesai? Aku ingin dia mengurut penisku, seperti yang dilakukan kepada customernya.


    ‘Engga sekalian‘ kataku setengah ragu dan dengan suara agak serak.
    ‘Apa pak? ‘
    ‘Punya Bapak diurut sekalian ‘ ‘
    ‘Ah engga perlu Pak, punya Bapak masih bagus, masih sip .. ‘
    ‘Tahu dari mana kamu ‘
    ‘Itu ‘ tegangnya masih bagus ‘ katanya.

    Anak ini benar2 . Ekspresi wajahnya biasa2, polos wajar, padahal bicara tentang suatu yang amat sensitif dan rahasia. Dan‘. Kaget banget aku dibuatnya. Dia tiba2 menyingkap sarungku dan lalu”. Memegang batang penisku!

    ‘Tuh kan ‘ kerasnya juga masih bagus ‘
    ‘Ah ..masa ‘ ‘
    ‘Benar Pak, masih tok-cer ‘

    Anak Cisompet ini benar2 mengagumkan, seperti sex-counselor aja. Apa yang dikatakannya benar. Punyaku tak pernah ngambek bila ingin kugunakan.

    ‘Engga apa2, biar tambah sip ‘ aku masih belum menyerah ingin menikmati urutannya.
    ‘Eehmm ‘.. sebenarnya saya mau aja mengurut punya Bapak, cuman rasanya kok engga enak sama Ibu ‘
    ”Kan engga perlu bilang sama Ibu ‘
    ‘Seolah saya mengganggu milik Ibu, engga enak kan ‘ bu kan baik banget ama saya‘
    ‘Ah .. siapa bilang mengganggu, justru kamu membantu Ibu. Ini kan untuk kepuasan Ibu‘

    Tini termakan rayuanku. Dituangnya hand-body ke telapak tangan, lalu menyingkirkan sarungku, dan mulai bekerja.

    Pertama-tama, dioleskannya ke pahaku bagian dalam yang dekat-dekat kelamin, dan diurutnya. Lalu urutan pindah ke kantung buah pelir dan bergerak keatas ke batangnya, dengan kedua tangan bergantian.

    ‘Ahhh sedapnya”

    Lalu dengan telunjuk dan ibu jari dipencetnya batang penisku mulai dari pangkal sampai ke ujungnya. Demikian gerakannya bergantian antara mengurut dan memencet. Lalu proses diulang lagi, mulai dengan mengurut paha, biji pelir, batang, dan seterusnya sampai empat kali ulangan. Begitu ulangan keempat selesai, dia lanjutkan dengan gerakan urut naik-turun. Kalo gerakan ini sih lebih mirip mengocok tapi lebih perlahan ‘ enak campur geli2 ‘
    Pencet lagi dengan kedua jari, lalu urut lagi, dilanjutkan mengocok pelan. Terkadang kocokannya diselingi dengan kecepatan tinggi, tapi hanya beberapa kali kocokan terus pelan lagi. Kurasakan aku mulai mendaki‘.
    Tangan Tini benar-benar lihai menstimulir kelaminku hingga mulai meninggi ‘ terus mendaki ‘.. mungkin beberapa langkah lagi aku sampai di puncak. Tapi ‘..


    ‘Udah Pak ‘ ‘
    ‘Udah ..? ‘ aku kecewa berhenti mendadak begini.
    ‘Masih yahuud begini‘ kalo orang lain sih udah muncrat dari tadi ‘
    ‘Ah masa‘
    ‘Bener Pak, udah lebih dari 10 menit Bapak belum‘. ‘
    ‘Sebentar lagi aja udah hampir kok‘
    ‘Jangan ah pak ‘ simpan aja buat Ibu nanti malem‘
    ‘Sebentar aja deh ‘
    ‘Udahlah Pak. Bapak hebat. Ibu beruntung lho memiliki Bapak ‘

    Akhirnya aku mengalah.

    ‘Iyalah‘. Makasih ya‘ bapak jadi seger nih‘

    Memang perasaanku menjadi lebih segar dibanding tadi pagi. Tapi ini ‘rasa yang menggantung ini perlu penyelesaian. Tiba2 aku berharap agar isteriku cepat2 pulang‘.

    ‘Makasi ya Tin‘ kataku lagi waktu dia pamitan.
    ‘Sama-sama Pak‘

    Pukul lima kurang seperempat. Tini memijatku selama satu setengah jam. Sebentar lagi isteriku pulang. Aku cepat2 mandi menghilangkan wanginya hand-body lotion, entar curiga isteriku, tumben2an pakai handbody.

    Isteriku terheran-heran ketika sedang mengganti baju aku serbu dari belakang

    ‘Eh ‘ ada angin apa nih‘

    ‘Habis‘ seharian nganggur, jadinya mengkhayal aja‘ kataku berbohong.

    Isteriku sudah makfum maksud seranganku ini. Akupun sudah pengin banget, gara-gara nanggungnya pekerjaan tangan Tini tadi. Tahu suaminya udah ngebet banget, dia langsung melepas Cdnya dan pasang posisi. Kusingkap dasternya. Kusingkap juga sarungku, dan aku masuk. Goyang dan pompa. Kiri kanan, dan atas bawah. Sampai tuntas, sampai kejang melayang, sampai lemas. Seperti yang sudah-sudah. Hanya bedanya sekarang, waktu menggoyang dan memompa tadi aku membayangkan sedang menyetubuhi Tini! Hah!

    Sejak Tini memijatku kemarin, aku jadi makin memperhatikannya. Padahal sebelumnya hal ini tak pernah kulakukan. Seperti waktu dia pagi hari menyapu lantai terkadang agak membungkuk buat menjangkau debu di bawah sofa misalnya. Aku tak melewatkan untuk menikmati bulatan buah dada putihnya. Atau kalau dia sedang naik tangga belakang ke tempat jemuran. Aku bisa menikmati betis dan bagian paha belakangnya, walaupun bentuk kakinya tak begitu bagus, tapi putih mulus. Paling menyenangkan kalau memperhatikan dia mengepel lantai, makin banyak bagian dari buah dadanya yang terlihat, apalagi kalau dia memakai daster yang dadanya rendah. Tentu saja sebelum memperhatikan dia, aku harus memeriksa situasi dulu, ada isteriku atau anak-anakku engga.

    Yang membuatku merasa beruntung adalah ketika aku terpaksa pulang lagi ke rumah karena ada berkas kantor yang ketinggalan. Waktu itu sekitar jam 10 pagi. Aku parkir mobilku di tepi jalan, tidak di garasi, toh hanya mengambil dokumen. Aku ketok pintu depan tak ada yang menyahut. Kemana nih si Uci (anakku yang SMU masuk siang). Si Tini pasti ada di belakang. Ternyata pintu tak terkunci, aku masuk, sepi, langsung ke belakang. Maksudnya mau memperingatkan anakku dan pembantu tentang kecerobohannya tak mengunci pintu.


    Sampai di belakang tak ada seorangpun. Ke mana mereka ini. Aku kembali ke ruang tengah. Saat itulah Tini muncul dari kamar mandinya. Aku berniat menegurnya, tapi niatku urung, sebab Tini keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk yang tak begitu lebar. Buah dada besar itu seakan ‘tumpah‘?. Lebih dari separuh dada tak tertutup handuk. Puting dada ke bawah saja yang tersembunyi. Dan bawahnya ”Seluruh pahanya tampak! Handuk sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja.

    Aku segera mengambil posisi yang aman buat mengamatinya, dibalik pintu kaca belakang. Viterage itu akan menghalangi pandangan Tini ke dalam. Aman. Habis mandi dia masih berberes-beres berbagai peralatan cuci, dengan hanya berbalut handuk. Sebelumnya dia tak pernah begini, mungkin dikiranya tak ada orang, berarti Si Uci lagi pergi. Yang membuat jantungku berdegup kencang adalah, dengan membelakangiku Tini membungkuk mengambil sesuatu di dalam ember. Seluruh pantatnya kelihatan, bahkan sedetik aku sempat melihat kelaminnya dari belakang!

    Tak hanya itu saja. Setelah selesai berberes, Tini melangkah memasuki kamarnya. Sebelum masuk kamar inilah yang membuat jantungku berhenti. Tini melepas handuknya dan menjemurnya dengan telanjang bulat! Hanya beberapa detik aku menikmati tubuh polosnya dari belakang agak samping. Bulatan buah dada kirinya sangat jelas. Kulit tubuhnya begitu bersih. Bentuk tubuhnya nyaris bagus, kecuali agak gemuk. Dada besar, pinggang menyempit, pinggul melebar dan pantat bulat menonjol ke belakang. Dia langsung melangkah masuk ke kamarnya. Dalam melangkah, sepersekian detik sempat terlihat bahwa bulu2 kelamin Tini lebat!

    Aku tegang. Rasanya aku harus melanggar janjiku sendiri untuk tak meniduri pembantu. Ini adalah kesempatan baik. Tak ada siapapun di rumah. Aku tinggal masuk ke kamarnya dan menyalurkan ketegangan ini. Kukunci dulu pintu depan. Dengan mantap aku melangkah, siap berhubungan seks dengan wanita muda bahenol itu. Tapi sebelum keluar pintu belakang, aku ragu. Bagaimana kalau dia menolak kusetubuhi?. Kemarin saja dia menolak meneruskan mengocok penisku sampai keluar mani. Apakah sekarang ia akan membiarkan vaginanya kumasuki? Dia begitu merasa bersalah sama isteriku. Bahkan hanya buat mengonaniku, apalagi bersetubuh. Aku menimbang. Rasanya dia tak akan mau. Lagipula, apakah aku harus melanggar pantanganku sendiri hanya karena terangsang tubuh polosnya? Tapi aku sudah high sekarang.

    Ah sudahlah, aku harus bersabar menunggu Senin depan, saatnya dia memijatku lagi. Mungkin aku bisa merayunya sehingga dia merasa ikhlas, tak bersalah, memberikan tubuhnya buat kunikmati. Untuk menyalurkan yang sudah terlanjur tegang ini terpaksa aku akan mengajak ‘makan siang’ wanita rekan kantorku seperti biasa kulakukan : makan siang di motel”’.!


    Kami sudah di dalam kamar motel langgananku. Begitu pelayan berlalu, aku langsung mengunci pintu dan kupeluk si Ani, sebut saja begitu, mantan anak buahku, pasangan selingkuhku yang selalu siap setiap saat kubutuhkan.

    ‘Eehhmmmmhh‘? reaksinya begitu ciumanku sampai di lehernya.
    Katanya mau makan dulu ‘. ‘?
    ‘Makan yang ini dulu ah .. ‘? kataku sambil tanganku yang telah menerobos rok mininya mampir ke selangkangannya.
    ‘Ehhmmmm kok tumben semangat banget nih‘ tadi malem engga dikasih ama dia ya?’
    ‘Udah kangen sih?’ Kutanggalkan blazernya.
    ‘Huuu .. gombal ! Kemarin aja acuh banget ”?
    ‘Kan sibuk kemarin’ Kubuka kancing blousenya satu persatu.

    Padahal kami masih berdiri di balik pintu.

    ‘Alesan’

    BH-nya juga kucopot, sepasang bukit itu telah terhidang bebas di depanku. Dengan gemas kuciumi kedua buah kenyal itu. Putingnya kusedot-sedot. Gantian kanan dan kiri. Walaupun sudah sering aku melumat-lumat buah ini, tapi tak bosan-bosan juga. Mulai terdengar lenguhan Ani. Tanganku sudah menerobos CD-nya, dan telunjukkupun mengetest, ‘pintu‘-nya sudah membasah. Lenguhan telah berubah menjadi rintihan. Yang aku suka pada wanita 30 tahun ini selain dia siap setiap saat kusetubuhi, juga karena Ani cepat panasnya.

    Mulut dan jariku makin aktif. Rintihannya makin tak karuan. Hingga akhirnya‘

    ‘Ayo‘.. sekarang ‘Pak .. ‘? katanya.

    Akupun sudah pengin masuk dari tadi. Kupelorotkan CD-nya dan kulepas celana dan CD ku juga. Kutuntun Ani menuju tempat tidur. Kurebahkan tubuhnya. Kusingkap rok mininya dan kubuka pahanya lebar-lebar. Siap. Padahal roknya masih belum lepas, begitu juga kemejaku. Kuarahkan penisku tepat di pintunya yang basah itu, dan kutekan.

    ‘Aaaaafffff hhhhhh ‘ teriak Ani.

    Dengan perlahan tapi pasti, penisku memasuki liang senggamanya, sampai seluruh batang yang tergolong panjang itu tertelan vaginanya. Kocok ‘ goyang ‘. Kocok ‘. Goyang ‘. Seperti biasa.

    Sampai jari2 Ani mencengkeram sprei kuat-kuat diiringi dengan rintihan histeris. Sampai aku menekan kuat2 penisku guna menyemprotkan maniku ke dalam vaginanya. Sampai terasa denyutan teratur di dalam sana. Sampai kami berdua rebah lemas keenakan ‘. Begitulah. Persetubuhanku dengan Ani begitu sama gayanya. Gaya standar. Hal ini karena kami hampir selalu diburu waktu, memanfaatkan waktu istirahat makan siang. Atau juga karena Ani cepat panasnya. Aku merasakannya monoton. Aku ingin sesuatu yang baru, tapi masih sayang melepaskan Ani, sebab sewaktu-waktu dia amat berguna meredakan keteganganku. Berarti harus menambah ‘koleksi ‘ lagi?

    Mungkinkah sesuatu yang baru itu akan kudapatkan dari Tini? Ah, masih banyak hal yang musti kupertimbangkan. Pertama, tentang janjiku yang tak akan meniduri pembantu. Kedua, resiko ketahuan akan lebih besar. Ketiga, si Tini belum tentu mau, dia merasa terhalang oleh kebaikan isteriku. Tapi bahwa aku akan mendapatkan sesuatu yang lain, yaitu : jauh lebih muda dari umurku, buah dada yang sintal dan besar, foreplay yang mengasyikkan dengan memijatku, makin mendorongku untuk mendapatkan Tini. Tak sabar aku menunggu Senin depan, saatnya Tini akan memijatku lagi ‘.


    Senin, pukul 12.00. Aku menelepon ke rumah. Uci yang mengangkat, belum berangkat sekolah dia rupanya. Aku mengharap Tini yang mengangkat telepon sehingga bisa janjian jam berapa dia mau memijatku. Satu jam berikutnya aku menelepon lagi, lama tak ada yang mengangkat, lalu

    ”Halo‘ suara Tini.
    Aha!
    ‘Uci ada Tin?‘
    ‘Udah berangkat, Pak‘
    ‘Si Ade?‘
    ‘Mas Ade tadi nelepon mau pulang sore, ada belajar kelompok, katanya?’ Kesempatan nih.

    ‘Ya sudah ‘.. ehm ‘.. kerjaan kamu udah beres belum?‘
    ‘Hmm udah Pak, tinggal seterika entar sore?‘
    ‘Mau ‘kan kamu mijit Bapak lagi? Pegal2 nih kan udah seminggu‘
    ‘Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang?‘
    ‘Sekarang?‘
    ‘Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu‘

    Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya.

    ‘Maaf Pak, tadi baru mandi‘. Kata Tini tergopoh-gopoh.

    Ah, penisku mulai bergerak naik. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buru-buru.

    ‘Engga apa-apa. Bisa mulai?‘

    ‘Bisa pak, saya ganti baju dulu‘

    Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya. Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut.

    ‘Siap Tin?‘
    ‘Ya pak‘

    Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tini melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku. Selama telungkup ini, penisku berganti-ganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basa-basi dan ’serius‘, surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.

    ‘Depannya Pak?‘

    Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur.


    ‘Kenapa Tin?‘

    Aku mulai iseng bertanya.

    ‘Ah ‘ engga‘ katanya sedikit gugup.
    ‘Cepet bangunnya’

    Hi ..hi..hi..‘ katanya sambil ketawa polos.

    ‘Iya dong ‘. Kan masih sip kata kamu‘

    Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi. Jangan berharap dulu, mengingat ‘kesetiaan‘-nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan. Jadi aku tak sempat ‘mendaki‘, cuman ‘ pengin menyetubuhinya!

    ‘Udah. Benar2 masih sip, Pak?‘
    ‘Mau coba sipnya?‘ kataku tiba2 dan menjurus.

    Wajahnya sedikit berubah.

    ‘Jangan dong Pak, itu kan milik Ibu. Masa sih sama pembantu?‘
    ‘Engga apa-apa ‘ asal engga ada yang tahu aja”

    Tini diam saja. Dia berpindah ke dadaku. Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya.

    Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang setengah terhimpit itu. Aduuuhhh ‘. Aku mampu bertahan engga nih ‘. Apakah aku akan melanggar janjiku?

    Seperti minggu lalu juga tangan kiriku mulai nakal. Kuusap-usap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu lalu juga, Tini menghindar dengan sopan. Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja kembali ke situ meski dihindari berkali-kali. Lama2 Tini membiarkannya, bahkan ketika tanganku tak hanya mengusap tapi mulai meremas-remas pantat itu, Tini tak bereaksi, masih asyik mengurut. Tini masih saja asyik mengurut walaupun tanganku kini sudah menerobos gaunnya mengelus-elus pahanya. Tapi itu tak lama, Tini mengubah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena hendak mengurutnya, sambil menarik nafas panjang. Entah apa arti tarikan nafasnya itu, karena memang sesak atau mulai terangsang?

    Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku buat menjamah daerah dada. Pada kesempatan dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak ada reaksi. Aku makin nekat. Tangan kananku yang sedari tadi nganggur, kini ikut menjamah dada sintal itu.

    ‘Paak…‘ Katanya pelan sambil menyingkirkan tanganku.

    Okelah, untuk sementara aku nurut. Tak lama, aku sudah tak tahan untuk tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya sedikit meningkat temponya. Entah karena capek memijat atau mulai terangsang akibat remasanku pada dadanya. Yang penting : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku makin nakal. Kancing paling atas kulepas, lalu jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak ada reaksi. Merasa kurang leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku berhasil menyusup jauh sampai ke dalam BH-nya, Ah ‘ puting dadanya sudah mengeras! Tini menarik telapak tanganku dari dadanya.

    ‘Bapak kok nakal sih?‘

    Katanya, dan ”.. tiba-tiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku. Aku sudah sangat paham akan sinyal ini. Berarti aku akan mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 lalu kuangkat sambil aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Kubuka kancing blousenya lagi sehingga BH itu tampak seluruhnya. Buah dada sintal itu terlihat naik turun sesuai irama nafasnya yang mulai memburu. Kucium belahan dadanya, lalu bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada wanita muda ini. Bulat, padat, besar, putih.

    Kuturunkan tali Bhnya sehingga puting tegang itu terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku.

    ‘Aaahhffffhhhhh…Paaaaak‘ rintihnya.

    Tak ada penolakan. Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya hingga jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BH-nya sehingga jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Tini ke kasur, dada besar itu berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tini tak malu2 lagi melenguh dan merintih sebagai tanda dia menikmati cumbuanku.

    Tanganku mengusapi pahanya yang licin, lalu berhenti di pinggangnya dan mulai menarik CD-nya

    ‘Jangan Pak‘. Kata Tini terengah sambil mencegah melorotnya CD.

    Wah‘ engga bisa dong‘ aku udah sampai pada point no-return, harus berlanjut sampai hubungan kelamin.

    ‘Engga apa-apa Tin ya‘. Bapak pengin‘. Badan kamu bagus bener’

    Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan ada cairan bening yang lengket, menunjukkan bahwa dia sudah terangsang. Aku melanjutkan menarik CD-nya hingga lepas sama sekali. Tini tak mencegah lagi. Benar, Tini punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya sudah polos, dan dua2nya sudah terangsang, tunggu apa lagi. Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku di antara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang telah membasah itu, lalu kutekan sambil merebahkan diri ke tubuhnya.

    ‘Auww ‘. Pelan2 Pak ‘. Sakit ‘.! ‘?
    ‘Bapak pelan2 nih”

    Aku tarik sedikit lalu memainkannya di mulut vaginanya.

    ‘Bapak sabar ya ‘. Saya udah lamaa sekali engga gini”
    ‘Ah masa’
    ‘Benar Pak‘
    ‘Iya deh sekarang bapak masukin lagi ya ‘. Pelan deh.. ‘
    ‘Benar Bapak engga bilang ke Ibu ‘kan?‘
    ‘Engga dong ‘ gila apa‘

    Terpaksa aku pegangi penisku agar masuknya terkontrol. Kugeser-geser lagi di pintu vaginanya, ini akan menambah rangsangannya. Baru setelah itu menusuk sedikit dan pelan.


    ‘Aaghhhhfff ‘ serunya, tapi tak ada penolakan kaya tadi
    ‘Sakit lagi Tin?‘ Tini hanya menggelengkan kepalanya.

    ‘Terusin Pak ‘perlahan‘?

    Sekarang dia yang minta. Aku menekan lagi. AH ‘ bukan main sempitnya vagina wanita muda ini. Kugosok-gosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau Si Ani, tekanan segini sudah cukup menenggelamkan penisku di vaginanya masing-masing. Tini memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, dibantu juga oleh goyangan Tini, akhirnya seluruh batang panisku tenggelam di vagina Tini yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku menarik penisku kembali secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan.

    Setelah hampir sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula sampai mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap menambah kecepatan. Tingkah Tini sudah tak karuan. Selain merintih dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai membanting kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil merasakan nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku mampu merasakan relung2 dinding vaginanya. Memang beda, janda muda beranak satu ini dibandingkan dengan isteriku yang telah kali melahirkan. Beda juga rasanya dengan Ani yang walaupun juga punya anak satu tapi sudah 30 tahun dan sering dimasuki oleh suaminya dan aku sendiri.

    Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, saat aku memompa cepat, tiba2 Tini menggerak-gerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya mencengkeram punggungku kuat-kuat sambil menjerit, benar2 menjerit! Dua detik kemudian gerakan tubuhnya total berhenti, cengkeraman makin kuat, dan penisku merasakan ada denyutan teratur di dalam sana. Ohh ‘nikmatnya‘.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu beberapa detik kemudian kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Tini telah mencapai orgasme. Sementara aku sedang mendaki.

    ‘Paaak ‘ ooohhhh ‘..
    ‘Kenapa Tin?”
    ‘Ooohh sedapnya”

    Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar kemudian badannya berguncang, teratur. Tini menangis!

    ‘Kenapa Tin?”

    Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja.

    ’Saya berdosa ama Ibu‘ katanya kemudian
    ‘Engga apa-apa Tin ‘.. Kan Bapak yang mau‘
    ‘Iya .. Bapak yang mulai sih. Kenapa Pak? Jadinya saya engga bisa menahan‘.

    Aku diam saja.

    ‘Saya khawatir Pak‘.
    ‘Sama Ibu? Bapak engga akan bilang ke siapapun‘
    ‘Juga khawatir kalo… kalo’
    ‘Kalo apa Tin?‘
    ‘Kalo saya ketagihan‘.
    ‘Oh‘ jangan khawatir, Pasti Bapak kasih kalo kamu pengin lagi. Tinggal bilang aja‘
    ‘Ya itu masalahnya‘
    ‘Kenapa?‘
    ‘Kalo sering2 kan lama2 ketahuan .. ‘?
    ‘Yaah…harus hati2 dong‘ kataku sambil mulai lagi menggoyang.

    Kan aku belum sampai.

    ‘Ehhmmmmmm ‘ reaksinya.

    Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Tini juga mulai ikut bergoyang. Makin cepat. Aku merasakan hampir sampai di puncak.

    ‘Tin?‘
    ‘Ya ‘ Pak?’
    ‘Bapak ‘. hampir ‘. sampai”
    ‘Teruus ‘ Pak‘
    ‘Kalo ‘.. keluar ”.gimana?‘
    ‘Keluarin ‘..aja ” Pak‘… Engga‘. apa-apa?‘
    ‘Engga ‘.. usah ” dicabut?‘
    ‘Jangan ‘.. pak ”. aman ‘.. kok‘

    Aku mempercepat genjotanku. Gesekan dinding vaginanya yang sangat terasa mengakibatkan aku cepat mendaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2

    Kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas.

    Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kenikmatan luar biasa. Suatu nikmat hubungan seks yang baru sekarang aku alami lagi setelah belasan tahun lalu berbulan madu dengan isteriku. Vagina Tini memang ‘gurih‘, dan aku bebas mencapai puncak tanpa khawatir resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah?

    ‘Tin?‘
    ‘Ya .. Pak?‘
    ‘Makasih ya ‘ benar2 nikmat‘
    ‘Sama-sama Pak. Saya juga merasakan nikmat‘
    ‘Masa ..?‘
    ‘Iya Pak. Ibu benar2 beruntung mendapatkan Bapak‘
    ‘Ah kamu’
    ‘Bener Pak. Sama suami engga seenak ini‘
    ‘Oh ya?”
    ‘Percaya engga Pak ‘. Baru kali ini saya merasa kayak melayang-layang..
    ‘Emang sama suami engga melayang, gitu?‘
    ‘Engga Pak. Seperti yang saya bilang ‘ punya Bapak bagus banget?‘
    ‘Katamu tadi ‘. Udah berapa lama kamu engga begini ..?‘
    ‘Sejak ‘.ehm ‘.. udah 4 bulan Pak‘
    ‘Lho ‘. Katanya kamu udah cerai 5 bulan?‘
    ‘Benar”
    ‘Trus?‘
    ‘Waktu itu saya kepepet Pak‘
    ‘Sama siapa?‘
    ‘Sama tamu. Tapi baru sekali itu Pak. Makanya saya hanya sebulan kerja di panti pijat itu. Engga tahan diganggu terus?‘
    ‘Cerita dong semuanya?‘
    ‘Ada tamu yang nafsunya gede banget. Udah saya kocok sampai keluar, masih aja dia mengganggu. Saya sampai tinggalin dia. Trus akhirnya dia ninggalin duit, lumayan banyak, sambil bilang saya ditunggu di Halte dekat sini, hari Sabtu jam 10.00. Dia mau ajak saya ke Hotel. Kalo saya mau, akan dikasih lagi sebesar itu‘
    ‘Trus?‘
    ‘Saya waktu itu benar2 butuh buat bayar rumah sakit, biaya perawatan adik saya. Jadi saya mau‘
    ‘Pernah sama tamu yang lain?‘
    ‘Engga pernah Pak. Habis itu trus saya langsung berhenti‘
    ‘Kapan kamu terakhir ‘main‘?‘
    ‘Ya itu ‘ sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah itu saya kerja jadi pembantu sebelum kesini.

    Selama itu saya engga pernah ‘main‘, sampai barusan tadi sama Bapak”. Enak banget barusan kali karena udah lama engga ngrasain ya ‘Pak ‘ atau emang punya Bapak siip banget ‘hi..hi.. ‘


    Polos banget anak ini. Aku juga merasakan nikmat yang sangat. Dia mungkin engga menyadari bahwa dia punya vagina yang ‘legit‘, lengket-lengket sempit, dan seret.

    ‘Kamu engga takut hamil sama tamu itu?‘
    ‘Engga. Sehabis saya melahirkan kan pasang aiyudi (maksudnya IUD, spiral alat KB). Waktu cerai saya engga lepas, sampai sekarang. Bapak takut saya hamil ya?‘

    Aku lega bukan main. Berarti untuk selanjutnya, aku bisa dengan bebas menidurinya tanpa khawatir dia akan hamil ‘.

    ‘Jam berapa Pak?‘
    ‘Jam 4 lewat 5‘
    ‘Pijitnya udah ya Pak ‘. Saya mau ke belakang dulu‘
    ‘Udah disitu aja‘ kataku sambil menyuruh dia ke kamar mandi dalam kamarku.

    Dengan tenangnya Tini beranjak menuju kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya lumayan juga. Tak lama kemudian Tini muncul lagi. Baru sekarang aku bisa jelas melihat sepasang buah dada besarnya.

    Bergoyang seirama langkahnya menuju ke tempat tidur memungut BH-nya. Melihat caranya memakai BH, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya sekitar 45 menit sebelum isteriku pulang, cukup buat satu ronde lagi. Begitu Tini memungut CD-nya, tangannya kupegang, kuremas.

    ‘Bapak pengin lagi, Tin‘
    ‘Ah ‘ nanti Ibu keburu dateng , Pak‘
    ‘Masih ada waktu kok ‘
    ‘Ah Bapak nih ‘ gede juga nafsunya’ katanya, tapi tak menolak ketika BH nya kulepas lagi.

    Sore itu kembali aku menikmati vagina legit milik Tini, janda muda beranak satu, pembantu rumah tanggaku ‘..

    Hubungan seks kami selanjutnya tak perlu didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau tinggal pilih waktu yang aman (cuma Tini sendirian di rumah) biasanya sekitar jam 2 siang. Tini selalu menyambutku dengan antusias, sebab dia juga menikmati permainan penisku. Tempatnya, lebih aman di kamarnya, walaupun kurang nyaman. Bahkan dia mulai ‘berani’ memanggilku untuk menyetubuhinya.

    Suatu siang dia meneleponku ke kantor menginformasikan bahwa Uci udah berangkat sekolah dan Ade pergi less bahasa Inggris, itu artinya dia sendirian di rumah, artinya dia juga pengin disetubuhi. Terbukti, ketika aku langsung pulang, Tini menyambutku di pintu hanya berbalut handuk. Begitu pintu kukunci, dia langsung membuang handuknya dan menelanjangiku! Langsung saja kita main di sofa ruang tamu.

  • Cerita Sex Dipatok 3 Burung

    Cerita Sex Dipatok 3 Burung


    3671 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Dipatok 3 Burung ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Fela pulang kerja jalan kaki, jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat mendung dilangit malam itu.
    Cewek yang tingginya sekitar 170 cm, langsing, kakinya juga jenjang banget (Fela waktu itu pake rok yg rada mini) mempercepat jalannya.

    Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Fela, sepi jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan ada badai besar malam itu.

    Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap-endap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas cewek bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan melaporkan satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habis-habisan sebagai balasannya.

    “Sssstttt…..hati-hati jangan berisik…..ayo sini….” Bisik Emilo sambil memberi aba-aba untuk segera maju bersembunyi dikebun rumah Fela yang penuh semak-semak.

    Sementara itu Fela tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja tidak menaruh curiga. Cewek itu menyalakan kran air mandi, lalu menuju kekamarnya. Fela menyalakan lagu disco, sambil melepaskan baju kerjanya.

    Di kebun para berandal sudah mulai mengendap- endap sambil menyusun rencana untuk masuk ke dalam rumah. Edi dan Jack mendapat tugas mengawasi jalanan, sedangkan Emilo membuka pintu depan, Joe dan Billie mencari jalan masuk lewat belakang. Joker123

    Pada saat itu secara tidak sengaja Joe melewati jendela kamar Fela yang lagi membuka baju kerjanya. Roknya berada diatas ranjang, sementara Fela yang tubuhnya cuma terbungkus kemeja kerja dan celana dalam sambil berdisco membuka kancing kemejanya.

    Joe segera memanggil Billie untuk melihat pemandangan itu. Mereka menelan ludah melihat Fela yang meliuk-liuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yang sekitar 36B keliatan jelas banget belahannya ketika cewek itu sudah melepas kemejanya.

    “Wow, Joe…LOOK AT HER TITS….aku ingin segera mencicipi tubuhnya….” Bisik Billie tanpa melepaskan padangan matanya menatap tubuh Fela yang hanya mengenakan baju dalam.
    “He…he….he…sabar, Bill…nanti kita cicipi sama-sama, sampai pagi!” sahut Joe yang makin bernapsu melihat hal itu.

    Beberapa saat kemudian Fela beranjak menuju kekamar mandi. Sementara itu Emilo yang berhasil membuka pintu depan segera memberi aba-aba pada teman-temannya untuk masuk. Para berandal itu sudah memperhitungkan segalanya, mereka mengunci pintu dari dalam sehingga nanti mereka bebas bertindak.

    Kabel telpon sudah mereka putus, cewek itu tinggal sendirian dan lagi badai yang akan datang sangat menguntungkan rencana mereka. Dengan leluasa mereka masuk ke kamar cewek itu. Jack membuka kulkas, yang lain masuk ke kamar Fela. Edi memeriksa lemari pakaian Fela.

    “Hai….lihat apa yang kutemukan!” sambil menunjukkan barang temuannya. Joe segera menyahut celana dalam itu.

    “Hmmmmm….mmmm…” Joe mencium celana dalam

    “Ingat aku yang pertama bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati. Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi.

    Fela selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih, duduk menikmati acara TV kabel.
    Waktu itu pukul 20:30, cewek itu tidak menaruh curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tiba-tiba dari arah belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Fela terkejut dan segera berontak melepaskan diri.

    “EVER BEEN GANG RAPED BABY? DON’T KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DON’T YOU……” ejek Edi.

    Fela segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu benar-benar melaksanakan ancamannya.

    Joe maju menerkamnya tiba-tiba, cewek itu menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk. Ia meronta-ronta dan menendang Joe. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Joe membuatnya meringis kesakitan dan melepaskan dekapannya.

    Cerita Sex Dipatok 3 Burung Fela segera melepaskan diri dan lari menuju pintu depan. Para berandal segera mengejarnya sambil menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu berusaha dibuka, tetapi usahanya sia-sia.

    “Wooooo……woooooo……ha…ha…ha….ayo sayang, mau lari kemana kamu hah….ayo sini…ha…ha….ha…” Ejek para berandal yang mengejarnya dari belakang. Fela segera dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki ketidak berdayaannya.

    Fela didesak terus sampai merapat kedinding, Joe yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada saat cewek itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan berandal itu, lolos dan lari menuju ke dapur, Fela bermaksud lari lewat pintu belakang.

    Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Fela, begitu tangannya berhasil menyentuh gagang pintu, para berandal berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Fela yang panjangnya sebahu terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.

    “Aaaahhhh….aammpun…aaah” hiba Fela, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.

    “Sayang…. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu……ha…ha..ha…, oya kau juga akan menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! ” Joe maju dari kerumunan temannya.

    Fela tak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret menuju ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong-dorong.

    “Sayang, kita akan berpesta denganmu!” seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Billie.

    “Ha…..ha…ha…. kau tak akan bisa lolos kali ini….” Ejek Billie sambil mendekap tubuh Fela. Mereka berteriak-teriak membuat Fela makin ketakutan.

    “Kemarikan dia Bill….HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY!” seru Jack tak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu

    Fela didorong ke arah Jack yang segera merangkul nya dari depan. Mulutnya segera mencari dada cewek itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.

    “Wooooo…. Wooooou…..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU…..” Jack menggerayangi cewek itu.

    “Aaaahhhh…….aaam…punnn….aahhh…..jaa…aa ahhhh!!!” jerit Fela ketakutan.

    Tiba-tiba dengan satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Fela, membuat cewek itu terpelanting. Emilo segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Fela hanya mengenakan BH dan celana dalam saja, membuat mereka makin menjadi-jadi.

    “Ah…aahh…aahh!” jerit Fela ketika tangan Emilo yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai menggerayangi pahanya yang putih mulus.

    “Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Emilo.

    Para berandal lainnya ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Fela. Jack memburu kemaluan Fela, sementara Billie dan Joe buka baju dan celana panjang mereka sambil tertawa sinis. Tubuh para berandal itu terlihat begitu kekar dan berotot.

    “HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND HOLD HER ARMS, I’M FUCKING HER FIRST!” Joe memberi aba-aba yang langsung disetujui teman-temannya. Cewek itu meronta-ronta di bopong kelima berandal itu keruang tengah.

    “Jack, Emilo, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini” perintah Joe.
    Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Fela diterlentangkan di atas sebuah meja bundar. Masing-masing tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh para berandal.

    Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Fela hanya bisa melihat tubuh-tubuh kekar mengerubunginya dan tangan-tangan berotot meraba-raba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para berandal mengejek ketidak berdayaannya.

    Lidah Joe menelusuri lehernya yang jenjang. Fela berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya tenaga seorang cewek dibanding dengan lima laki-laki yang kesetanan.

    Jack dan Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Fela dipegangi erat-erat oleh Emilo dan Billie. Joe mencumbunya dengan kasar dan penuh napsu, tangannya dengan liar meremas-remas buah dada Fela.

    “I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA!” kata Joe yang langsung disambut oleh tawa para berandal.

    “HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Emilo sudah tidak sabar lagi.

    “Aaaah…..aaah….ooh…jangan…..aahkh!” jerit Fela ketika dengan satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH yang dikenakannya.

    Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Joe segera melumat buah dada Fela yang sintal, sementara tangan kirinya masih meremas-remas buah dada sebelah kanan Fela.

    “Aaaaah….aaoooh…..ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh….” desah Fela mengeliat-liat. Putingnya dijilati penuh napsu oleh lidah Joe.

    “Ha….ha….ha…. kau sungguh mengiurkan sayang!” tawa Billie menelan ludah tak sabar ingin segera menikmati gilirannya. Joe sekarang membuka celana dalamnya sendiri, penisnya yang hitam besar 10 inci itu terlihat tegak siap beraksi.

    “Kenyal sekali…..ha…ha…ha…”seru Joe sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada cewek itu dengan buas.

    Tubuh Fela mengeliat-liat membusur, sementara buah dadanya diremas-remas sampai merah. Lidah Joe menelusuri buah dada Fela, lalu turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian sambil tersenyum sinis, mata Joe memelirik kearah paha Fela.

    “Oooohhh….jangan…..aaahhhh….” hiba Fela ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima berandal kekar dan berotot.

    Lalu tangan Joe mulai memelorot celana dalam Fela. Cewek itu berusaha mempertahankannya

    “Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Joe ketika Fela berontak sekuat tenaga, tetapi Billie dan Emilo makin erat memegangi tangan Fela, perlahan- lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Fela terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya terlepas.

    “Cihuuuiiii……Ha…ha…ha….PARTY TIMES… ha…ha…ha….” Teriaknya sambil memutar-putar celana dalam itu, lalu dicium dalam-dalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Joe jelalatan memandangi Fela yang telanjang bulat terlentang diatas meja.

    Fela lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal itu akan ‘menelan tubuhnya ramai-ramai’. Para berandal makin ramai menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang setiap lekuk tubuh Fela. Emilo yang tadi memegangi tangan Fela digantikan oleh Billie.

    “Oooooh…..aaaahh….am…pun…..aaaah…jang… an…aaahh..” hiba tangis Fela.

    “Diam!….THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT…..Ha…ha…ha…kita lihat siapa yang paling hebat bercinta denganmu!” ejek Emilo mendekati Fela sambil mengeluarkan pisau lipat.

    Fela ketakutan ketika Emilo memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputar-putar mengelilingi belahan buah dada Fela yang naik-turun karena napasnya tak beraturan.

    Cerita Sex Dipatok 3 Burung Hal itu membuat para berandal benar-benar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Fela, lalu pisau itu bergerak kearah perut cewek itu dan turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Emilo dengan pisau lipatnya.

    “Ayo Milo, cukur sampai habis…..ha…ha…ha…ha…” seru Edi kegirangan.

    “Aaaahh…..ohhhh…jangan….aaah….” teriak Fela sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.

    “Ha…ha….ha… kesempatan yang langka ini tak akan kami lewat begitu saja. Ayo manis berteriaklah semaumu, tak akan ada yang mendengarmu saat ini.” Ejek Joe sambil menerkam buah dada Fela,

    Diremasnya kuat-kuat membuat cewek itu mengerang kesakitan sementara Emilo mencukur rambut kemaluannya tanpa foam pelicin sehingga Fela merasa perih. Billie, Jack dan Edi yang memegangi kaki dan kedua tangan Fela tertawa melihat cewek itu meronta-ronta.

    “Aaaaaagggg….aaaaoooohh….ooooohhh…oohh.. .” desah Fela buah dadanya diremas-remas oleh Joe. Suara desahan itu membuat para berandal itu makin terangsang.

    Dengan buas pisau Emilo beraksi, dalam beberapa menit saja rambut kemaluan Fela telah tercukur habis. Daerah kulit bawah perut Fela yang tadinya ada rambut kemaluannya terlihat memerah. Emilo tersenyum puas,

    Joe segera maju sambil mementang kaki cewek itu lebar-lebar, sekarang ia berada diantara pahanya , memandang kemaluan Fela yang terlihat jelas karena rambut disekitar daerah itu habis tercukur.

    “Ha…ha…ha…buah dadamu sungguh lezat, NOW I’LL EAT YOUR PUSSY!” kata Joe sambil menjilatkan lidahnya sementara matanya melirik kearah kemaluan Fela.

    “Oooooh….lepas…kan….jang…an ..oooOOAAHH!” tangis Fela terhenti ketika Joe mulai menjilatinya. Lidah itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong vagina Fela. Tubuh cewek itu mengelinjang-gelinjang, sementara lidah Joe bergerak seperti cacing menggali lobang.

    “Oooooohhhhh…aaaauuuuoooo…oooouuu…aaaah. ..” Desis Fela sementara kepalanya hanya bisa menggeleng ke kiri dan kanan. Tubuh Fela bergetar, tangannya mengepal erat-erat, Emilo menciumi leher dan daerah sekitar ketiak, sambil tangannya mencubit puting susu cewek itu. Jack melepaskan kaki cewek itu, dan ikutan mencumbu perut Fela. Lidah Jack menjilati pusar cewek itu.

    “Uuuuuuhhhh….oooouuh…ooohhh…” suara desah Fela makin keras, ketika lidah Joe masuk makin dalam divaginanya.

    “Ha…ha…ha….percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini!” ejek salah satu berandal.

    Buah dada Fela memerah dan mengembang karena remasan tangan Emilo.

    Joe makin bersemangat, ketika vagina Fela mulai berlendir. Lidah itu menjelajah makin dalam bersamaan dengan pekik desah Fela. Emilo masih mengulum buah dada cewek itu. Judi Slot online 

    Putingnya disedot kuat-kuat, membuat cewek itu mengeliat menahan rasa nikmat dan sakit yang bercampur menjadi satu. Tanpa disengaja dari puting buah dada Fela keluar cairan putih seperti susu. Emilo lebih bersemangat lagi menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremas-remas buah dada Fela agar keluar lebih banyak.

    “Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh….uuuhhhh….aaauuuhh hhh….” desis Fela dengan napas tersedak-sedak.

    “Ha…ha…ha….ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diam-diam kau menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Emilo sambil menyedoti buah dada Fela, kanan-kiri.

    Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30. Rupanya para berandal itu senang bermain-main dengan tubuhnya dan berniat melakukan WARMING-UP sebelum memperkosanya.

    Fela hanya bisa mengeliat-liat dikerubuti para berandal yang kekar. Lidah Joe dengan lahapnya menjilati vagina Fela.

    Tidak puas hanya lidah, sekarang jari tangan Joe ikutan beraksi. Jari tengah dan telunjuk Joe masuk di lobang kemaluan cewek itu, diputar-putar seolah-olah mengaduk-aduk vagina Fela, sementara lidahnya ikut menjilati bibir kemaluan Fela.

    “Aaaauuuuhhhhh……uuuuuhhh…..aaahhhh” desah cewek itu makin keras, membuat para berandal itu tertawa mengejek ketidak berdayaannya. Jari tangan Joe menusuk masuk dan bermain-main dengan klitorisnya, membuat Fela mengelinjang-gelinjang.

    Mata Fela terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Jack menciumi pusarnya, tangan Emilo meremas-remas buah dadanya. Setelah puas bermain-main, Joe mementang kedua kaki Fela.

    “Joe mau pakai kondom?” tanya Billie. Joe menolak usul Billie.

    “NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Joe mengangkat pinggul Fela tinggi-tinggi.

    Penisnya sekarang digesek-gesekkan disekitar bibir kemaluan Fela berusaha menyibak belahannya. Mata cewek itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala penis Joe yang besar dan hangat. Batang penis itu berdenyut-denyut dibibir kemaluannya.

    “Ohhh…ohhhh sekarang saatnya!” pikiran Fela melayang jauh ketika Joe mulai beraksi menindih tubuhnya.

    “Ayo Joe cumbu dia sampai mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu memberi semangat.
    Joe merasakan rasa hangat yang mengalir pada kepala batang kemaluannya yang sudah menancap tepat pada pintu gua kenikmatan milik cewek itu.

    Joe menekan perlahan, seperempat dari bagian kepala kemaluannya mulai terbenam ….Fela menahan napas …. ditekan lebih dalam lagi …. separuh dari bagian kepala kemaluannya melesak masuk …. dengan lebih bertenaga Joe mendesak batang kemaluannya untuk masuk lebih dalam lagi. Markas Judi Online Dominoqq

    “Ayo Joe! sedikit lagi! Masukin saja semua! Biar dia rasain Joe!” Emilo menyoraki Joe sambil meremas-remas buah dada Fela.

    “AAAgggh!!!!” Pekik Fela merasakan sesuatu yang menyakitkan dipangkal pahanya ketika seluruh kepala kemaluan Joe sudah terbenam kedalam liang hangat miliknya, dengan satu hentakan yang kuat, penis Joe menyeruak masuk ke dalam vagina Fela membuatnya memekik kesakitan.

    Sementara badai diluar mulai turun dengan deras dimulailah pesta perkosaan itu. Fela terlentang diatas meja bundar diruang tengah, tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh Billie dan Edi, buah dadanya dijilati, disedoti oleh Jack dan Emilo, sementara penis Joe mengoyak-koyak vaginanya dengan ganas.

    “Aaagh…..aaahh….ooooh….ooohh…” suara rintih Fela seiring dengan gerakan ayunan pinggul Joe yang kuat. Senti demi senti batang kemaluan Joe menelusur masuk menerobos keketatan liang kemaluan Fela yang sudah basah berlendir itu.

    Setiap ayunan Joe membuat tubuhnya mengelepar kesakitan karena penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam. Suara desahan Fela membuat para berandal itu makin bernapsu menikmati tubuhnya.

    “Ayo Joe…..genjot terus sampai mampus….. ha…ha…ha…” seru salah satu berandal.
    Joe merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Fela, selang beberapa saat penis itu terhenti menerobos keluar masuk.

    “CAN’T SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH INTO YOU BABY!” Joe mengatur posisi pinggulnya, “YOU SO DAMN TIGHT!.” kemudian dengan satu hentakan yang kuat membuat batang penis itu hilang tertelan kemaluan Fela.

    “AAAaaaaggggkkk!!” suara lolong histeris Fela ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah penis itu beraksi lagi di liang vagina Fela yang berlendir, rupanya selaput perawan Fela robek.

    Cerita Sex Dipatok 3 Burung “Uuuugggghhhh…. SO YOU’RE STILL A VIRGIN? Ha…ha…ha….manis, kau tak akan melupakan pengalaman ini!” ejek Joe, Penis itu dengan mudah menerjang keluar masuk dengan cepat, sementara tubuhnya menghentak hentak barbar diatas Fela yang mendesah-desah tak berdaya.

    Kemaluan Fela terasa akan robek oleh desakan penis Joe yang menyeruak masuk keluar dalam-dalam seperti membor kilang minyak. Joe melengkuh-lengkuh nikmat, pinggulnya berayun-ayun memompa, penis itu keluar masuk.

    Kaki Fela terangkat tinggi diatas meja terayun-ayun seirama gerakan pinggul Joe menghujamkan keluar masuk batang penisnya yang dengan barbar beraksi divaginanya.

    Fela berharap ia dapat pingsan saat itu juga supaya tidak merasakan sakit yang tak terlukiskan itu. Para berandal itu menyanyikan lagu “ROW YOUR BOAT”.

    “Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh…

    aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Fela. Pinggul Joe bergerak seperti pompa. Penis itu keluar masuk seiring desahan Fela.

    “Ayo Joe coblos terus, coblos…coblos…woooo…

    wooooo BABY….” teriak Emilo sambil menciumi dada cewek itu.

    “Delapan puluh delapan……delapan puluh sembilan….sembilan puluh…Ayo…” dengan semangat Edi menghitungi setiap hujaman penis Joe.

    “Aaaaahhh….wahhhhaaa….aaaah….uuuuh…

    uuugh….” pekik Fela, sementara Joe berayun-ayun diatas tubuhnya. Cewek itu hanya bisa terisak-isak. Suara petir menyambar di sela-sela badai.

    “YEAAAHHH. HOW’S IT FEEL, BABE, HOW’S IT FEEL WITH A REAL MAN’S BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO YOU FEEL SO GOOD, SO HOT.” ejek Joe sambil memaksa Fela yang mendesah untuk melihat penisnya mengenjot keluar masuk lorong vaginanya.

    Fela bisa merasakan setiap inci dari otot dibatang penis Joe bergerak menelusuri lorong kemaluannya.
    “Uuuh…uuuh….uuaah…” lengkuh Joe, sudah sekitar setengah jam dia berayun-ayun diatas cewek itu, keringat membasahi tubuh keduanya, tetapi gerakan pinggulnya tetap ganas, penisnya menyodok-sodok dikemaluan Fela, tangannya menggerayangi pahanya dengan liar.

    Sementara itu Emilo membuka celana panjang dan celana dalamnya sendiri, penisnya panjang, (tetapi tidak sebesar Joe sekitar 8.7 inci) sudah tegak menegang.

    Jack masih asyik menyedoti puting buah dada Fela. Sesekali cewek itu berusaha memberontak, tetapi Edi dan Billie mempererat pegangannya. Joe melengkuh-lengkuh nikmat di atas tubuh Fela yang mengeliat-liat menahan berat tubuh Joe yang menindihnya.

    “Seratus enam puluh enam…… seratus enam puluh tujuh…..seratus enam puluh delapan…..ayo Joe taklukan dia….ha…ha…ha…” Edi menyemangati yang langsung diikuti oleh para berandal yang lain.

    “Seratus tujuh puluh tiga….seratus tujuh puluh empat…seratus tujuh puluh lima….” Para berandal yang lain ikutan menyemangati Joe.

    Tubuh dan buah dada Fela berguncang-guncang seirama dengan hentakan genjotan Joe yang makin liar. Vaginanya terasa terbakar oleh gesekan penis Joe yang buas.

    “Aaaaaaahhhh…..aaaaaa….aaaaaahh…..aahhhh…. ..ooooohhh” Fela melolong menahan sakit

    “Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi memberi semangat.

    Cerita Sex Dipatok 3 Burung “Uuuuaah….uuuuuh….uuughh…tubuhmu nikmat sekali!” Joe mengejek Fela yang mengigit bibirnya menahan sakit. Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan cewek itu. Jack dengan gemas mengigit puting buah dada Fela, sementara tangannya yang satu meremas- remas buah dada sebelah kanan.

    “Aaaaahh……uuuughhh…..uuughh…uuukkkh….ooo uuuughh…” rintih Fela, sementara gerakan Joe mulai pelan, tapi mantap.

    “Seratus sembilan puluh enam…..seratus sembilan puluh tujuh….” Semua berandal menyemangati Joe. Batang penisnya keluar masuk dengan barbar.

    “”I’M COMING, BABY!” lengkuh Joe.

    “OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!…..AAAKKKHHHH!” kepala Fela terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang penis itu menghujam dalam-dalam divaginanya.

    Dengan satu hentakan kuat Joe mencapai klimax, penisnya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan Fela.

    “Uuuuuugggh…..ha…ha…ha….bagaimana?” ejek Joe sambil mencabut penisnya dengan perkasa.

    “kau akan digilir sampai pagi!!…..ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.

    Sementara itu kilat diluar menyambar-yambar, waktu itu pukul 22:25. Fela hanya bisa terisak-isak, Emilo maju sambil menyeringai. Tanpa perlawanan yang berarti, Emilo sudah berada di antara selangkangan cewek itu.

    “Ha…ha…ha…IS MY TIME TO RIDE, BABY I’M GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND SLOW. LET’S SEE HOW LONG I CAN KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I CAN KEEP YOU MOANS…..!” ejek Emilo, sementara batang penisnya dengan mudah masuk ke vagina Fela.

    “Cerita sex” Emilo memulai gerakannya, pinggulnya bergerak memutar, memastikan penisnya masuk penuh, lalu bergerak maju mundur perlahan tapi dalam. Pinggulnya berayun-ayun pelan dan mantap, diantara kedua paha Fela yang terbuka lebar, sambil meremas-remas buah dadanya.

    Kadang jari-jari tangan Emilo melintir-lintir puting susu cewek itu, tubuh Fela hanya bisa mengeliat-liat, sementara dari bibirnya yang terbuka terdengar suara erangan dan desah.

    Penis itu beraksi di vaginanya, pinggulnya diangkat ke antara pinggang Emilo yang maju mundur. Jack meninggalkan kerumunan menuju kulkas diruang makan. Joe duduk disofa, sambil melihat teman- temannya beraksi diatas tubuh Fela.

    Billie masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Fela, juga Edi yang memegangi kedua kaki Fela. Suara desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka.

    Tubuh Fela basah kuyup karena keringat, sementara Emilo melengkuh-lengkuh nikmat.

    “Ooooooooohhhhhh…….uuuuuuhhhhh…..uuuhhhh…. .uuhhh…..

    ha…ha…ha….” suara Emilo, penisnya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Fela. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Emilo.

    Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Fela menjerit kesakitan. Terlihat bercak-bercak merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Fela.

    “Aaaahhh…..aaaaoooohhh….ooooohhhhhh…ooooohhh h…..” desah Fela merasakan penis Emilo menusuk keluar masuk divaginanya. Sudah sekitar lima belas menit Emilo beraksi, tubuh Fela berguncang- guncang seirama ayunan pinggul Emilo.

    Pukul 23.10. Kilat dan guntur bersahutan diluar, membuat jalanan bertambah sepi.

    “Hah…hah….hah……uuuggghhh…”lengkuh Emilo, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi berirama cepat dan dalam. Vagina Fela terasa perih terbakar oleh gesekan penis Emilo.

    “Ha….ha…ha….. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri dengan selei sehingga kepala penis itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.

    “Uuuuuggghhhh…….uuuuuggghh…… uuuugggghhhh……”desah Fela pendek seirama keluar masuk penis Emilo di kemaluannya.

    Edi meremas-remas penisnya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Fela.

    “Ha…ha…ha….Ed, kau sudah tak sabar ya?……” tanya Billie sambil matanya terkagum melihat penis Edi yang makin besar, sehingga kepala penis itu seperti jamur.

    “Oooooohhhhhh….uuugggghhh…..oooohh……

    oooohh……..HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Emilo, penisnya menghujam dalam-dalam sambil menyemprotkan cairan putih.

    “Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Fela diantara lengkuhan nikmat Emilo.

    Emilo mencium kening Fela yang terlentang terengah-engah diatas meja.

    “FUCK YOU BABE!…..ha…ha..ha….” ejek Emilo sambil mencabut penisnya.

    Posisinya segera digantikan oleh Edi. Kepala penis yang besar itu digesek-gesekkan di antara paha Fela. Edi memandangi tubuh Fela yang sintal dan mulus basah oleh keringat.

    “LET’S GO TO HEAVEN, manis…ha…ha…ha….” Bersamaan dengan kata itu Edi menciumi buah dada Fela, sementara tangannya mengesek-gesekkan penisnya di bibir kemaluan cewek itu.

    Teriakan Fela tertelan badai yang ganas, pukul 23.45. Fela, meronta-ronta tubuhnya membusur digumuli Edi yang penuh napsu, sementara para berandal yang lain tertawa terbahak-bahak.

    Tangan Fela yang dipegangi oleh Billie,membuatnya tak bisa melawan, sehingga dengan leluasa Edi menciumi tubuhnya.

    Dari leher, lidah Edi terus menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuat-kuat buah dada cewek itu, membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dengan lahap cairan yang keluar dari puting susu Fela.

    Tiba-tiba dengan hentakan yang kuat penis Edi menerobos masuk kemaluan cewek itu.

    “Aaaaakkkkkkkhhhhh…….”Diana berteriak kesakitan. Penis itu terus berusaha masuk penuh, Fela bisa merasakan kepala penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di vaginanya.

    “Uuuuugggghhhhh…..sempit sekali….uuuuaahh…

    hhhaaaa….”seru Edi sambil terus mendorong masuk penisnya.

    “Ayo…..Ed,……ha….ha…ha….masukkan semuanya….biar mampus dia!” teriak Joe menyemangati Edi.

    Cerita Sex Dipatok 3 Burung Sekarang kepala penis itu sudah masuk, Edi diam sebentar merasakan otot vagina Fela yang berusaha menyesuaikan diri dengan penisnya. Dinding vagina Fela serasa meremas-remas penisnya, membuatnya lebih tegang.

    “Ha….ha…ha….kulumat kau, manis!” bisik Edi sambil mulai menggenjotkan penisnya dengan barbar. Joe menciumi leher Fela, Jack meremas-remas buah dadanya.

    Emilo meratakan olesan selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya agar lebih leluasa penisnya bisa maju mundur diliang kemaluan Fela.

    “Aaaahhhh……aaahhhhhh…..aaaggghhhh…

    aaahhhhh…” lolongan desah Fela digarap ramai-ramai. Suara desah dan erangan Fela terdengar bagai musik merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Fela yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta menikmati tubuh cewek itu.

    Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Fela yang basah, mengkilat karena olesan selai dan keringat. Penis Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan tubuhnya terdengar erangan Fela menghiba kesakitan.

    Jack yang meremas-remas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya disedoti agar keluar cairan seperti susu, Joe terus menciumi leher Fela yang jenjang.
    “Uuugggh…….uuuuggghhh……..aauughh…..

    uuugghhh….uuuuggghhh….” rintih Fela, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh membasahi tubuhnya. Edi melengkuh-lengkuh penuh napsu, menikmati setiap inci hujaman penisnya dilorong kemaluan Fela.

    “Haaah…..haaah….uuuggh…..bagaimana manis, asik bukan…..kau akan digilir sampai pagi…ha…ha…

    ha….Haah….haaah….” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Fela. Buah dada cewek itu memerah diremas-remas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Fela berguncang-guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.

    “He…he…he…..buah dadamu lezat sekali, ya…..kau akan membayarnya dengan tubuhmu sayang!” ejek Jack sambil menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremas-remas buah dada cewek itu dengan napsu.

    Fela hanya bisa terisak-isak sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang basah kuyup karena keringat dan selai. Penis Edi makin ganas menggenjot cewek itu.

    “Aaaauuh…..aaagggh……uuuuugggghhhh…

    uuuughhhhh….” pikik desah Fela. Vaginanya terasa panas dan perih oleh gesekan penis Edi yang barbar.

    Badai masih ganas, didekat lantai meja makan, terlihat BH dan celana dalam Fela berserakan sementara diatas meja Fela diperkosa dengan ganas oleh lima berandal yang kekar, tubuhnya dipentang dan dijilati penuh napsu.

    Buah dadanya dicengkram dan diremas-remas, lehernya diciumi, puting dan pusarnya dijilati, sementara Edi melengkuh-lengkuh nikmat, cewek itu hanya bisa merintih dan mendesah karena penis besar dan hitam beraksi menghentak-hentak barbar keluar masuk diantara selangkangannya.

    Waktu menunjukkan 24:16 Edi sudah hampir mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya makin cepat tanpa perduli Fela yang terengah-engah kelelahan, Jack menggigit puting buah dadanya, membuat Fela mengerang kesakitan.

    “aakkkh….aaahh…ooooohhhh…” rintih Fela diantara lengkuh nikmat Edi.

    “Huuuh…uuuhhh…..uuuuhhh…..uhhhh….

    HUUAAAHHHH…..” jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, penisnya masuk hilang tertelan dilorong vagina Fela.

    “Aaaaakkkkhhhh….” jerit Fela tertahan, tubuh cewek itu mengeliat kejang, lalu lunglai, pingsan kelelahan, sementara penis itu menyemburkan banyak sprema dalam vaginanya. Peluh menetes dari tubuh Edi yang masih menindih cewek itu.

    “Ha…ha…ha….tubuhmu sungguh menggairahkan sekali…” Raut wajahnya terlihat puas, beberapa saat kemudian Edi mencabut penisnya, sambil mencium leher Fela yang masih pingsan. Jack siap-siap maju mengambil posisi.

    “Biarkan dia istirahat dulu, nggak enak kalau nggak ada perlawanan” Cegah Joe.

    “Kita beri dia obat perangsang saja!” usul Billie sambil tersenyum penuh napsu.

    “Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir” Joe duduk disofa.

    Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 24:40, Fela yang baru saja siuman dibopong ramai-ramai menuju kamarnya, disana cewek itu dilempar ke ranjang dan langsung diterkam oleh para berandal yang sekarang semuanya sudah telanjang bulat.

    Cewek itu berusaha berontak melarikan diri, tetapi dengan cekatan para berandal itu menerentangkan tubuh Fela.

    Cewek itu berteriak ketakutan ketika para berandal dengan buas menggumuli tubuhnya.

    “Aaaahhhh…..aampun…..aaaahhhh….”hiba Fela, sementara Edi dengan kasar mulai meremas-remas buah dada kanannya. Joe berusaha mencium bibirnya yang merah merekah. Emilo menjilati dan menyedoti puting sebelah kiri.

    “Aaaaduuuhh…aaaaawww…aaaahhh…..ja…ja….ngan…”teriakan Fela tak digubris.

    Jack maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher cewek itu. Fela mengeliat-liat tak berdaya. Lidah Jack menelusur turun dari lehernya menuju perutnya Fela.

    “Aaaaaahhh…..le…paskan…..aaaahhh” jerit Fela ditengah kerubutan berandal. Jack mulai menjilati daerah pusar Fela.

    “Manis…tadi kulihat kau suka disco! bagaimana kalau sambil diputarkan lagu…hmmm?…
    disco…rock…atau metal?….OK metal saja!”

    Billie mengejek Fela. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Fela.

    “Ha…ha…ha…manis, kami masih belum puas!” ejek Jack. Billie membaca surat yang ditemukannya dimeja rias pinggir ranjang.

    Gumam Billie sambil melihat Fela yang mendesah-desah tak berdaya dijilati dan diciumi teman-temannya. Beberapa saat kemudian Billie naik keatas ranjang, berbaring disamping cewek itu.

    “Nah Fela sayang, ARE YOU READY TO LOSE YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau benar-benar beruntung manis! kau pasti puas!” kata Billie sambil menjilat muka cewek itu yang menangis ketakutan.

    Billie merangkul tubuhnya dari samping dan digulingkan menghadapkan keatas terlentang sehingga posisinya sekarang dibawah Fela.

    “Hai….sayang pestanya dilanjutkan. Manis kau pikir tadi sudah yang paling sakit, tunggu yang ini kau akan rasain sakit yang sebenernya!” kata Emilo sambil menerkam gemas buah dadanya.

    “Dan sekarang kau dapat kehormatan manis BECAUSE I’LL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!!” mata Fela terbelalak ketakutan.

    “Oooohhh….jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Fela disela isak tangisnya.

    “Dianay kau akan merasakan sesuatu yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya sayang!” ejek Billie.

    Cewek itu berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak bisa berkutik.

    Fela didudukkan tepat diatas tubuh Billie, berandal itu mengarahkan penisnya yang tegak di lobang anus cewek itu dan segera dihujamkan dalam anus Fela tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.

    “AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!!” lolong Fela, sementara penis Billie (10 inci) masuk penuh dalam anusnya, sekarang cewek itu dipaksa tidur terlentang. Jack diatas menindihnya sementara Fela meronta-ronta kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang penis Billie yang berada dibawahnya.

    Jack yang sudah puas menjilati perut Fela, sekarang mementang kedua paha Fela, mengarahkan penisnya (8 inci) ke lorong vagina cewek itu.

    Apa daya tenaga seorang cewek yang dikeroyok lima lelaki kekar, dengan mudah masing-masing tangan Fela diikat dengan tali BH dijeruji pilar ranjangnya agar tidak bisa berontak.

    Jack segera memasukkan penisnya ke vagina Fela yang masih meronta-ronta, sambil tertawa terbahak-bahak.

    “Ha….ha…ha…. sayang sekarang kau rasakan ini!” sambil berkata seperti itu, Jack dan Billie mulai menggoyangkan pinggul mereka.

    Penis Billie bergerak naik-turun dianus sedangkan penis Jack menyodok keluar masuk seirama nada metal yang makin bersemangat. Teriakan cewek itu tertelan oleh bunyi halilintar yang keras. Usaha Fela untuk berontak membuat ikatan ditangannya makin erat dan menyakitkan.

    Tubuh Fela meronta-ronta kesakitan, tanpa disadarinya gerakannya itu makin membuat Jack dan Billie yang memperkosanya makin terangsang.

    Cerita Sex Dipatok 3 Burung Tubuhnya mulai menggelinjang kesana kemari, pinggulnya bergerak-gerak ke kanan, kiri, memutar, sementara Billie yang dibawah mempertahankan kecepatan ritme keluar masuk batang penisnya dianus Fela. Suara kecipak akibat gesekan kemaluan mereka berdua semakin terdengar.

    Sodokan batang penis Billie dianus Fela membuat tubuh cewek itu meliuk-liuk tak beraturan dan semakin lama semakin bergerak naik seolah menantang kejantanan Jack.

    “Ha…ha…ha….Dianay kau suka ya? Nih akan kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!!” teriak Jack sambil bertumpu pada remasan tangannya dibuah dada cewek itu ia menyodokkan penisnya lebih dalam ke vagina Fela.

    “Oooooohhhh……aaahhh….aaahhhh…aahh…

    ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Fela kesakitan. Sementara kedua penis berandal itu mengkoyak-koyak vagina dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar.

    Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ketidak berdayaan Fela, mereka meremas-remas penis mereka sendiri.

    “Ohhh….ha…ha…ha….bagaimana sayang, bagaimana rasanya….puas nggak? tenang pestanya masih lama….tunggu giliran kita…ha…ha…ha..” seru para berandal lainnya.

    Beberapa menit saja penis mereka sudah tegak tegang siap beraksi kembali. Ranjang berderit-derit seirama musik metal dan gerakan mereka yang barbar, Fela ditindih ditengah-tengah mereka yang menghentak-hentak berpacu dalam birahi.

    Gerakan Billie bagaikan dongkrak memaksa tubuh Fela mengelinjang keatas mengundang penis Jack masuk ke lorong vaginanya, sedangkan gerakan Jack yang seperti memompa dari atas menekan kebawah sehingga penis Billie masuk penuh, begitu seterusnya, membuat cewek itu terengah-engah menahan rasa sakit di anus dan vaginanya sekaligus. Billie menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh napsu.

    “Uuuggh…uuggh…uuuughhh….” rintih Fela seirama ayunan kedua penis itu. Cewek itu bisa merasakan seakan-akan kedua penis itu saling bertemu dan bergesekan didalam perutnya, hanya berbeda lorong saja.

    Jack dan Billie melengkuh-lengkuh nikmat. Buah dadanya diremas-remas dengan kasar sekali oleh Jack. Fela merasakan kesakitan, tapi remasan dibuah dadanya membuatnya tetap tersadar. Para berandal yang lainnya bersorak-sorak menyemangati keduanya melahap tubuh Fela.

    Penis-penis mereka digesek-gesekkan di tubuh cewek itu. Waktu menunjukkan Pukul 01:20 sementara pesta perkosaan itu makin brutal terbawa napsu birahi para berandal.

    Badai diluar makin ganas dan guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Fela. Joe menemukan lipstik dimeja rias dan dioleskan dengan paksa dibibir Fela.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,