
Author: dbgoog99
-

Hentai036
-

Kisah Memek Askar

Duniabola99.com – Nama saya Yusman, “Man”. Boleh kenal tak? Itu msg yang saya terima pada 5hb Oktober 2007, dari 012-85xxxxx Saya stay kat Alor Gajah, umur 29thn.Setelah berbicara panjang lebar, msg dan btanya tentang apa yang menjadi kesukaan masing-masing, kami pun sepakat berjumpa pada 7hb oktober kat Alor Gajah, Melaka.
Pada 7hb, 9.45am . Kami berjumpa first time, dekat bas stand Alor Gajah, “Saya dah sampai, saya kat stand teksi Alor Gajah”, itu pesan msg yang saya terima daripada Yusman.
Saya pun berjalan, datang menemui Yusman. Pertama kali saya nampak dia, saya terkejut! Kulit dia coklat gelap, style rambut khas seorang askar menambah tegas wajahnya, badan tap – macam seorang askar.
Kami pun saling berjabat tangan, menyebutkan nama masing-masing. “Jom kita gi Tampin, sewa bilik kat sana ”, dia mempelawa dan mengulurkan helmit. Saya meraih helmit tuh, dan kemudian naik ke motor bernombor …….
Moto pun melaju kearah luar Bandar, tetiba dekat simpang depan kilang Honda Alor Gajah, moto memusing balik. “Jom kita gi semak kat sana , tempat dia ok jugak, Tampin jauh. Next time le kita gi sana ”, Yusman memberitahu. Motor pun membelok kanan, menuju kilang Honda – simpang pertama kemudian membelok kanan lagi, lepas tu ikut kiri. Berhenti …
Kami turun dan dia menolak moto masuk kedalam semak, agak terlindung daripada pandangan orang. Dia bakar sebatang rokok dan … sekali sentap, dia membuka butang seluar saya. Apalagi … saya buka leh sekali zip jeans saya.
Dia kuarkan semua batang saya, dia hisap dan sedut. Perasaan saya lain macam, batang saya kena sedut ngan seorang lelaki berbadan tegap, sasa. Bila saya nampak dia dah puas menghisap dan menyedut batang saya, saya pun meminta izin untuk fuck dia. Dia cuba mengelak, “saya hisapkan batang awak sampai kuar” cakap dia. “saya tak boleh pancut bila tak fucking”, saya menyambung. “tolonglah bagi saya fuck lubang jubor awak”, saya meminta lagi. Yusman diam dan kemudian “Awak boleh fuck saya, tapi buat perlahan. Ini yang first time saya kena fuck”. “OK”, saya mengangguk.
Dia kemudian turun kat saliran air yang kering, dan menonggeng. Saya gigit buntut dia dan menyapukan KY kat kepala batang saya. Perlahan saya jolok kan batang saya dalam lubang buntut dia, baru kepala konek saya je yang masuk dia dah meringis, menahan sakit. Saya cuba menggigit tetek dia yang keras, buat dia stim dan dapat mengurangkan rasa sakit dia kat lubang buntut Tak lama sangat cam biasa, saya dah mula rasa nak terpancut mungkin sebab lubang buntut Yusman yang memang sangat ketat, teruna lagi.“Man, saya dah nak pancut”, saya tetiba memberitahu. “Pancut kat luar le, saya nak minum sperm awak”, Yusman menyambung. Tapi bila kesedapan tuh dah melampau, saya terus jolok keluar masuk batang saya dalam lubang Yusman, hingga terpancut kat dalam. Yusman tetiba membalikkan badan dia, hingga le batang saya yang tengah pancutkan sperm tuh terlepas daripada lubang dia. Dia kemudian merentap batang saya, dan menyedut kuat tanpa ada rasa jijik. Puiiihhhhh, sedap tak terkira. Yusman, menjilat semua sisa air mani yang menetes dekat kepala batang saya, sambil tangan nya melancap batang nye sendiri. Saya cuba tundukkan badan saya dan menggigit-gigit tetek dia, yang membuat dia mengerang, melenguh. Tak lama kemudian dia pun pancut.
Kami duduk rehat kejap, kemudian membersihkan diri ngan saputangan dan memasang seluar masing-masing.
“saya nak jumpa awak lagi”, Yusman bercakap. “OK, terimakasih awak dah tolong saya pancut”, saya menyambung. “sama leh”, Yusman pun bercakap lagi. “Jom kita cabut, saya hantar awak gi bas stand Alor Gajah”, Yusman memberitahu.
Tak lama kemudian kami pun sampai kat bas stand, saya turun daripada moto, melepaskan helmit dan menghulurkan kat dia, “Terimakasih banyak Man. Jumpa lagi. Bye”. Jam dah menunjukkan 1pm lebih.
…………………….. Lama takda kabar berita, raya dah dekat. Kami pun sibuk ngan family.15hb, msg Man masuk. “Jom kita jumpa, saya nak rasa batang abang (dia membahasakan saya sebagai abang) yang besar tuh”, 012-85xxxxx (15Oct, 4.47pm). “OK, qt jumpa pada 18hb, belah petang”, saya reply msg dia. “tapi, bila abg fuck saya, buat slow sikit – hari tuh lubang buntut saya naya – ada darah kuar”, dia membagi tahu dalam msg.
Setelah berbalas msg, kami pun sepakat. Jumpa pada 18hb pukul 6.30petang. Dia datang ambik kat Londang, depan Kolej Matrikulasi.
18hb Okt 2007, kurang daripada 6.30pm . Saya dah duduk terpacak menunggu Man kat bas stop Taman Bidara, seperti yang dah saya msg kat dia tengah hari tadi. Tak lama kemudian saya nampak Man dengan motor dia, berhenti depan saya. Dia menghulurkan helmit dan moto kami pun melaju mengarah ke Pantai Pengkalan Balak.
Setelah agak lama round kat tepi pantai, kami berhenti depan “Angin laut Challet”. Chek in dan masuk kedalam bilik nombor 7, tingkat 2.
Masuk je dalam bilik, pintu dikunci – Man cam nak gila, merentap seluar saya, menarik kuar batang saya yang belum keras betul. Dia kulom dan sedut kuat, buat saya sakit cam nak menjerit. Risau tengok dia yang macam dah gila.
Tak lama kemudian … saya cuba ambil alih, saya baringkan dia kemudian menggigit buntut dia. Saya jilat daripada pangkal peha naik keperut, kemudian terus ke tetek dan leher dia. Bau rokok tercium kuat, dia memang perokok.Saya telentangkan dia, kemudian sapukan KY lebih lebih kat lubang buntut dia, saya cuba masukkan 2 jari. Bila dia dah mula melenguh, saya pun jolok kan kepala batang masuk dalam lubang buntut dia, saya kuar masuk kan kepala batang. Bila saya tengok dia tak selesa, saya sapukan KY lagi dan minta dia mengiring. Saya cuba masukkan semua batang saya. Plup, konek saya dah dapat masuk penuh dalam lubang buntut Man. Saya diam kan sekejap, bila dia dah mula rasa selesa, dia cuba gerakkan badan dia. Saya pun beri jalan kat dia mengatur seberapa dalam konek saya dalam lubang buntut dia yang dia nak.
Puuiiihhhhh, semakin lama semakin laju dia gerakkan badan dia, nampak nye dia dah mula selesa ngan konek kat lubang buntut dia, dan dah rasa sedap. Dah mula lah dia bergerak pantas. Saya gigit tetek dia, saya remas dada dia yang tap gila, keras. Sesekali saya pukul buntut dia.
Bila dia dah mula penat, dia meminta saya segera pancut dalam lubang jubor dia. Dia nak rasa macam hari tu lagi. “Apsal kena pancut cepat Man?”, saya bertanya. “Lepas nih, saya kena pergi Port Dickson, esok saya ada kelas”, dia membagi tahu. “Kelas apa pulak?”, saya menyambung bertanya. “Saya askar, tengah belajar kejuruteraan khas askar kat Port Dickson”, dia membagi tahu, yang membuat saya terkejut. Dalam hati saya bercakap, patut le badan dia tap gila, kulit yang keras, dan style rambut pendek khas askar, main pun macam nak gila, GANAS. -

Kisah Memek Istri Atasanku Ku Embat Juga

Duniabola99.com – Seperti yang kujanjikan, beberapa teman kantorku akhirnya menjadi langganan pijatan Bu Mumun setelah aku mempromosikannya. Rupanya pijatannya benar-benar disukai para pria. Termasuk Pak Marmo, atasanku.
Bahkan ada dua temanku yang menanyakan kemungkinan untuk tidak sekadar mendapat layanan memijat dari Bu Mumun tetapi lebih dari itu. “Kayaknya bisa nggak To kalau Bu Mumun diajak begituan. Aku suka lho wanita tipe seperti dia. Sudah tua tapi tubuhnya masih bagus dan terawat,” kata Rizal, teman sekantorku suatu hari setelah hari sebelumnya dipijat Bu Mumun di rumahnya.Rizal juga cerita, saat dipijat ia sempat menggerayang ke balik daster yang dipakai Bu Mumun. Tetapi ternyata, kata Rizal, Bu Mumun di samping memakai celana panjang ketat sebatas lutut juga memakai celana dalam rangkap. “Entah rangkap berapa celana dalam yang dipakainya. Aku sampai nggak bisa merasakan empuknya memek dia,” ungkap Rizal menambahkan.
Mendengar ceritanya aku jadi ingin ketawa sekaligus bangga. Sebab ide memakai pakaian seperti itu saat memijat memang atas saranku. Karena kuyakin para pria pasti tertarik untuk iseng dan coba-coba. Tetapi agar Rizal menjadi penasaran dan tetap menjadi langganan pijat, kukatakan padanya kalau aku tidak tahu bisa tidaknya Bu Mumun memberi layanan seks selain memijat.
“Selama ini sih aku hanya tahu ia tukang pijat yang baik dan pijatannya enak. Kalau sampai ke masalah itu saya tidak tahu. Mungkin kalau pendekatannya pas bisa saja ia mau melayani. Apalagi kan udah cukup lama ia ditinggal suaminya,” ujarku.
Pria lain yang juga terang-terangan menyatakan ketertarikannya pada Bu Mumun adalah atasanku. Bahkan setelah aku sering mengantar Bu Mumun untuk memijat, karena Pak Marmo lebih senang pijat di rumahnya, ia menjadi semakin dekat denganku. Aku juga dipercaya memegang sebuah proyek dengan nilai cukup besar, sesuatu yang belum pernah dipercayakan padaku.
Menurut Pak Marmo, pijatan Bu Mumun bukan hanya enak tetapi juga mampu menggairahkan kejantanannya. “Jangan cerita ke siapa-siapa ya. Saya dengan ibu sudah lama tidak jalan lho. Nggak tahu kenapa. Tetapi melihat pemijat tetanggamu itu dan mendapat pijatannya, sepertinya mulai agak bangkit. Suaminya sampai sekarang belum pulang?” kata Pak Marmo ketika aku menghadapnya di ruang kerja.
Pak Marmo mengundangku karena nanti malam jadwalnya dia dipijat Bu Mumun. Tetapi menurut dia, istrinya juga ada rencana belanja ke supermarket dan menemui salah satu koleganya pedagang permata. Selain mengantar Bu Mumun ke rumahnya, aku diminta bantuan menyopir mobil untuk mengantar istrinya.
Sebagai seorang bawahan terlebih karena kebaikannya mempercayakan sebuah proyek berdana besar kepadaku, kusampaikan kesediaanku. Namun sebelum aku keluar dari ruangannya ia kembali mencegah dan berbisik. “Eh Ton, kira-kira bisa nggak tukang pijat itu memberi layanan lebih? Kamu bisa bantu atur?”Aku paham kemana arah pembicaraan atasanku itu. Maka seperti yang kusampaikan kepada dua temanku yang menjadi langganan pijat Bu Mumun, kukatakan bahwa selama ini yang kutahu ia hanya berprofesi sebagai pemijat dan soal yang lain-lain belum tahu. Hanya kepada Pak Marmo kukatakan akan mencoba melakukan pendekatan ke Bu Mumun.
Setelah keluar dari ruang kerja atasanku, aku menemui Bu Mumun. Sambil berpura-pura cemburu kuceritakan soal ketertarikan atasanku kepadanya. Tetapi juga kuceritakan tentang kebaikan Pak Marmo termasuk kepercayaannya memberikan proyek besar di bawah penangananku.
Bu Mumun cerita, setiap dipijat Pak Marmo memang berusaha merayunya. Juga berusaha menggerayang ke balik pakaian seperti temanku yang lain. “Tetapi kelihatannya punya Pak Marmo sudah sulit bangkit kok,” ujar Bu Mumun.
“Oh jadi cerita Pak Marmo soal kemampuan seksnya yang sudah berkurang itu bener?” Kataku pura-pura kaget.
“Jadi enaknya sikapnya gimana Pak Anto. Dia kan atasan bapak dan juga baik sama bapak,” ujarnya lagi.
Akhirnya dengan seolah-olah sebagai sesuatu yang sangat sulit untuk kuputuskan, kukatakan padanya bahwa karena kondisi kemampuan seks atasanku tidak normal maka sebaiknya Bu Mumun membantunya. Saat memijat, sebaiknya tidak memakai celana dalam rangkap tiga dan juga tidak memakai celana panjang di balik daster yang dipakai.
“Maksud saya agar Pak Marmo terangsang karena dia suka sama ibu. Memang resikonya Pak Marmo jadi leluasa menjahili ibu sih. Tetapi niatnya kan untuk membantu menyembuhkan dia. Gimana menurut ibu?”
“Kalau itu yang terbaik menurut Pak Anto saya sih nurut saja. Tetapi Pak Anto jangan cemburu ya,”
Bu Mumun langsung kupeluk. Kukatakan padanya bahwa sebenarnya aku sangat cemburu dan tidak suka tubuh Bu Mumun diraba dan dipegang-pegang orang lain. Tetapi demi menolong atasanku itu dan demi membalas kebaikannya aku akan berusaha untuk tidak cemburu. “Asal yang ini jangan diberikan semua ke Pak Marmo ya bu. Saya suka banget dengan yang ini,” ujarku sambil meraba memek Bu Mumun setelah menyingkap dasternya.
Tadinya aku berniat melepaskan hasratku untuk menyetubuhi tubuh montok tetanggaku itu. Tetapi setelah saling memagut dan hendak saling melepaskan baju, kudengar anak-anak Bu Mumun pulang dari sekolah. Hingga kuurungkan niatku dan langsung kebur menyelinap lewat pintu belakang.
Seperti yang kujanjikan, sekitar pukul 17.00 kujemput Bu Mumun dan kuantar ke rumah Pak Marmo. Bu Mumun memakai seragam baju terusan warna putih seperti yang biasa dipakai suster rumah sakit. Itu memang baju seragamnya saat memijat. Tetapi dari bentuk cetakan celana dalam yang membayang di pantatnya yang besar, kuyakin ia tidak pakai celana panjang dan celana dalam rangkap seperti biasanya. Rupanya ia benar-benar memenuhi janjinya untuk melayani Pak Marmo dengan lebih baik seperti yang kusarankan.
Kulihat Pak Marmo sedang menyiram bunga di halaman rumahnya saat aku datang. “Eh To, silahkan masuk. Tuh istriku udah uring-uringan karena sudah dandan dan siap berangkat,” ujarnya mempersilahkan.
Benar Bu Marmo sudah berdandan rapi dan siap pergi. Bahkan ia langsung menyerahkan kunci kontak mobil kepadaku. “Wah ibu takut Nak Anto telat datang. Soalnya selain belanja ibu kan harus ke rumah Bu Ramli, jadi takut kemalaman,” kata Bu Marmo.Bu Marmo menyapa Bu Mumun ramah dan mempersilahkan masuk ke ruang tamu rumahnya. Ia meminta Bu Mumun menunggu karena suaminya belum mandi. Bahkan kepada Bu Mumun juga berpesan untuk istirahat di kamar tamu rumahnya kalau selesai memijat nanti ia belum pulang. “Santai saja Mbak Mumun nggak usah sungkan-sungkan. Kalau mungkin nanti saya juga ikut dipijat,” ujar Bu Marmo yang langsung mengahmpiriku yang sudah siap dengan mobil Kijang keluaran terbaru milik keluarga itu.
Usia Bu Marmo mungkin sebaya dengan Bu Mumun. Atau boleh jadi lebih tua satu atau dua tahun. Namun dengan pakaian stelan jas tanpa kancing yang dipadu dengan kaos warna krem di bagian dalam serta celana panjang ketat warna hitam senada, wanita itu tampak berwibawa.
Bau harum yang lembut dari wangi farfumnya membaui hidungku saat ia masuk ke dalam mobil. Ia menyebut nama sebuah suoermarket ternama hingga aku langsung menjalankan mobil perlahan. Untung aku yang biasanya hanya memakai T shirt, tadi memutuskan memakai baju lengan panjang meski untuk celana tetap memilih jins. Hingga tidak terlalu canggung mengantar istri atasanku.
Ukuran dan bentuk tubuh Bu Marmo nyaris sama dengan Bu Mumun, tinggi besar. Kakinya panjang dan kekar. Hanya perutnya relatif lebih rata, mungkin karena rajin senam dan olahraga hingga tubuhnya tampak lebih liat.
Awalnya pembicaraan lebih bersifat formal. Tentang bagaimana sikap kepemimpinan suaminya di kantor dan bagaimana penilaianku sebagai bawahan. Namun lama kelamaan perbincangan menjadi lebih cair setelah topiknya menyangkut keluarga. “Sebentar lagi cucu saya dua lho Nak Anto. Sebab Menik kemarin telepon katanya sudah hamil,” kata ibu beranak tiga itu.
“Kalau ngomongnya sama orang yang tidak tahu keluarga ibu nggak akan percaya kalau ibu sudah punya cucu,”
“Lho kok?”
“Soalnya dari penampilan ibu, orang pasti mengira usianya belum 40 tahun. Soalnya ibu terlihat masih muda dan energik,” kataku memuji.
“Ah bisa saja Nak Anto. Pujiannya disimpan saja deh untuk istri Nak Anto. Pasti istrinya cantik ya karena Nak Anto kan pandai merayu,”
Lewat kaca spion, wanita yang sehari-hari menjadi kepala sekolah di sebuah SD itu kulihat tak mampu menyembunyikan perasaan bangganya atas pujian yang kuberikan. Seulas senyum manis terlihat menghias wajahnya, wajah yang masih menyimpan sisa-sisa kecantikan di usianya yang sudah lebih dari setengah abad.
Melihat Bu Marmo aku jadi ingat Bu Mumun. Wanita itu pasti lagi sibuk memijat tubuh atasanku. Atau boleh jadi sambil memijat ia jadi terangsang karena tangan Pak Marmo yang menggerayang ke paha dan selangkangan atau di memeknya yang kini hanya dibalut satu buah celana dalam.
Membayangkan semua itu aku kembali melirik Bu Marmo yang ada di sebelahku. Perbedaan Bu Mumun dengan Bu Marmo mungkin hanya pada warna kulitnya. Kulit Bu Mumun lebih terang dan Bu Marmo agak gelap. Kalau teteknya, aku berani bertaruh payudara istri atasanku ini juga cukup besar ukurannya. Meski tertutup jas hitam dan kaos krem yang dipakainya, tonjolan yang dibentuknya tak bisa disembunyikan.
Di luar itu, yang pasti Bu Marmo lebih wangi dan boleh jadi tubuhnya lebih terawat. Sebab ia memiliki kemampuan keuangan yang memadai untuk merawat tubuh dan membeli parfum mahal. Tetapi begitulah hidup, rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri.
“Sudah berapa lama ya Pak Marmo tidak menyentuh wanita berwajah manis ini? Ah aku juga mau kalau diberi kesempatan,” ujarku membathin sambil melirik bentuk kakinya yang panjang dan tampak indah dibalut celana hitam ketat.
Gara-gara terus-menerus melirik Bu Marmo, mobil yang kubawa nyaris menabrak becak. Untung Bu Marmo mengingatkan hingga aku bisa sigap menghindar. “Makanya jangan meleng! Kenapa sih, sepertinya Nak Anto ngelihatin ibu terus deh,”“Ee.. ee.. anu.. eee ibu cantik banget sih,” jawabku sekenanya.
“Hush… orang sudah nenek-nenek dibilang cantik,”
Tanpa terasa mobil akhirnya memasuki pelataran parkir supermarket yang dituju. Tadinya aku berniat menunggu di tempat parkir sementara istri atasanku itu berbelanja. Tetapi Bu Marmo memintaku menemani masuk ke supermarket. Bahkan ia menggamit lenganku sambil berjalan di sisiku layaknya seorang istri pada suami.
Sebagai anak buah dari suaminya, sebenarnya aku agak canggung. Tetapi karena Bu Marmo terkesan sangat santai, aku pun akhirnya bisa bersikap wajar. Bahkan setelah berkali-kali tanpa disengaja lenganku menekan buah dada Bu Marmo yang kelewat merapat saat berjalan, aku mulai nekad mengisenginya. Sambil berjalan, siku lengan kiriku sengaja kutekan ke teteknya hingga kurasakan kelembutan buah dadanya.
Entah tidak tahu ulah isengku atau tahu tetapi pura-pura tidak tahu, Bu Marmo bukannya menghindar dari siku lenganku yang ‘nakal’. Sambil terus melangkah di sisiku untuk melihat-lihat barang-barang di supermarket posisi tubuhnya malah kian merapat. Akibatnya tonjolan buah dadanya kurasakan ikut menekan lenganku. Aku juga mulai bisa memperkirakan seberapa besar tetek istri atasanku itu.
Sebenarnya aku kurang begitu suka mengaantar istri berbelanja. Sebab biasanya, istriku suka berlama-lama khususnya ketika berada counter pakaian. Begitu pun Bu Marmo, hampir setiap baju dan gaun wanita yang menarik hatinya selalu didekati dan beberapa diantaranya dicobanya di kamar pas.
Namun aku yang biasanya jenuh dan menjadi bersungut-sungut, kali ini malah menikmatinya. Sebab sambil menunggu wanita itu memilih baju-baju yang hendak dibelinya, aku jadi punya banyak kesempatan untuk melihat bentuk tubuh istri atasanku itu. Saat kuamati dari belakang, wanita yang usianya sudah kepala lima itu ternyata masih lumayan seksi.
Dalam balutan celana ketat yang dipakainya, pinggul dan pantat Bu Marmo benar-benar aduhai. Apalagi celana dalam yang dipakainya jadi tercetak sempurna karena ketatnya celana warna hitam yang dikenakan. Aku terus melirik dan mencari kesempatan untuk menatapnya saat Bu Marmo membungkuk atau memilih-milih pakaian yang menjadikan posisi pantatnya menonjol.
Saat hendak mencoba baju yang diminatinya di kamar pas, Bu Marmo menitipkan tasnya padaku sambil meminta berada tak jauh dari lokasi kamar pas. Lagi-lagi goyangan pinggul dan pantat besarnya menggoda mataku saat ia melangkah. Pikiranku jadi menerawang membayangkan Bu Mumun. Ada perasaan cemburu karena kuyakin Pak Marmo lagi berusaha merayu atau malah sudah berhasil menaklukkan Bu Mumun dan tengah menikmati kemontokkan tubuh wanita itu. Ah andai Bu Marmo bisa kurayu atau membutuhkan layanan seksku, ujarku membathin.
Aku merasakan adanya peluang untuk itu ketika kudengar Bu Marmo memanggilku dari kamar pas. Dengan tergesa aku menuju ke kamar pas yang letaknya agak terpencil dan tertutup oleh display aneka pakaian di supermarket tersebut. Namun di lokasi itu, istri atasanku tak kunjung keluar dan menyampaikan maksudnya memanggilku hingga aku nekad melongokkan kepala dengan menyibak tirai kamar pas.Ternyata, di kamar pas Bu Marmo dalam keadaan setengah telanjang. Karena setelah mencoba baju dan celana yang hendak dibelinya ia belum memakai pakaiannya lagi. Hanya BH dan celana dalam krem yang menutup tubuhnya. Maka yang semula hanya bisa kubayangkan kini benar-benar terpampang di hadapanku.
Wanita yang usianya tidak muda lagi itu, benar-benar masih menggoda hasratku. Teteknya nampak agak kendur, tetapi besar dan bentuknya masih bagus. Pahanya mulus tanpa cela. Hanya meskipun perutnya tidak membuncit seperti perut Bu Mumun, namun terlihat bergelombang dan ada beberapa kerutan. Maklum karena faktor usia. Sedangkan gundukkan di selangkangannya benar-benar membuatku terpana, besar dan membukit. Bisa kubayangkan montoknya memek Bu Marmo dari apa yang tampak oleh cetakan pada celana dalam yang membungkusnya.
Dan anehnya kendati tahu akan kehadiranku, ia tak merasa jengah atau mencoba menutupi ketelanjangannya. Bahkan meskipun mataku terbelalak dan terang-terangan menjilati ketelanjangannya. “Ih kayak yang nggak pernah lihat perempuan telanjang saja. Nak tolong ke sales untuk bajunya ganti nomor yang lebih besar sedikit. Yang ini kekecilan,” ujarnya tetap santai.
Saat kembali seusai menukar baju pada sales, Bu Marmo memang telah memakai kembali celana panjang warna hitamnya. Tetapi di bagian atas tetap terbuka. Bahkan tanpa menyuruhku pergi, ia segera memakai pakaian yang kusodorkan untuk dicobanya dihadapanku. “Menurut Nak Anto, ibu pantes nggak pakai pakaian model seperti ini,” ujarnya meminta komentarku.
“Ee.. ee bagus. Seksi banget,”
“Hus dimintai pendapat kok seksi.. seksi. Seksi apaan sih,”
“Ee maksud saya dengan pakaian itu ibu terlihat makin cantik dan seksi,” kataku yang tidak berkedip menikmati kemewahan buah dadanya.
Entah karena pujianku atau menganggap baju itu memang sesuai seleranya, Bu Marmo akhirnya memutuskan membelinya di samping beberapa stel pakain lainnya. Hanya ketika aku menemani di counter pakaian dalam dan ia memilih-milih BH nomor 36B, sambil berbisik kuingatkan bahwa nomor itu terlalu kekecilan dipakai olehnya.
“Ih sok tahu,” ujarnya lirih.
“Kan tadi sudah dikasih lihat sama ibu,”
Bu Marmo mencubit pinggangku. Tetapi tidak sakit karena cubitan mesra dan gemas. Kalau bukan ditempat keramaian, rasanya aku sudah cukup punya keberanian untuk memeluk atau mencium istri atasanku itu. Karenanya setelah membayar semua yang dibelinya, saat keluar dari supermarket lengannya kugamit untuk meyakinkannya bahwa aku pun tertarik padanya.Seperti tujuannya semula, setelah dari supermarket Bu Marmo berniat ke rumah temannya untuk urusan pembelian perhiasan. Tetapi menurutnya ia agak lapar dan ingin menu ikan bakar. Maka seperti yang dimintanya, mobil pun meluncur ke kawasan pantai di mana terdapat rumah makan yang berbentuk saung-saung terpisah dan tersebar dan khusus menjual aneka menu seafood.
Setelah memesan beberapa menu dan minuman, kami menuju ke salah satu saung paling terpencil dan tertutup rimbun pepohonan. Tadinya Bu Marmo memprotes karena menurutnya tempatnya terlalu gelap dan terpencil. Tetapi saat tanganku melingkar ke pinggangnya dan kukatankan bahwa lebih gelap lebih asyik, protesnya yang boleh jadi cuma pura-pura segera berhenti dan hanya sebuah cubitan darinya sebagai jawabannya.
Dari pinggangnya tangaku meliar turun merayap di pantatnya. Dari luar celana ketat yang dipakainya, pantat besarnya kuraba. Bokongnya yang lebar masih lumayan padat, hanya agak sedikit turun. Dengan gemas kuusap-usap dan kuremas pantat Bu Marmo. Lagi-lagi ia tidak menolak dan bahkan kian merapatkan tubuhnya. Maka setelah di dalam saung, ia langsung kupeluk dan kulumat bibirnya.
Sejenak ia tidak bereaksi. Hanya diam membiarkan lidahku bermain di rongga mulutnya. Namun setelah tanganku merayap di selangkangannya dan menelusup masuk ke dalamnya melalui risleting celananya yang telah kuturunkan, pagutanku di mulutnya mulai mendapatkan perlawanan. Bibir dan lidah Bu Marmo ikut aktif melumat dan memainkan lidahnya.
Memek istri atasanku itu tak cuma tebal, tapi juga lebar dan membusung. Itu kurasakan saat telapak tanganku mengusap dari luar celana dalam yang dipakainya. Tetapi nampaknya tak berambut. Permukannya terasa agak kasar karena munculnya rambut-rambut yang baru tumbuh. Sepertinya ia baru mencukur bulu-bulu jembutnya itu.
Namun saat aku hendak lebih memelorotkan celana panjangnya agar leluasa meraba dan mengusap memeknya Bu Marmo mencegah. “Jangan Nak Anto, nanti ada orang. Kan pelayan belum ke sini buat nganterin pesanan makanan kita,” sergahya.
“Ii… ii.. iya Bu,”
Benar juga, ujarku membathin. Aku terpaksa menahan diri untuk tidak meneruskan niatku memelorotkan celana panjang yang dipakai Bu Marmo. Hanya usapan dan rabaanku di busungan memeknya tak kuhentikan. Bahkan sesekali aku meremasnya dengan gemas karena keinginan untuk memasukkan jariku ke lubang nikmatnya tak kesampaian.
Diobok-obok di bagian tubuhnya yang paling peka, kendati masih di luar celana dalamnya, Bu Marmo mendesah. Pelukannya semakin ketat dan lumatannya di bibirku makin menjadi. Rupanya wanita yang usianya sudah di atas kepala lima itu mulai terbangkitkan hasratnya.Aku dan Bu Marmo baru melepaskan pelukan dan segera berbenah setelah dari jauh kulihat dua pelayan wanita membawa nampan berisi makanan dan minuman yang kami pesan. Selembar uang pecahan Rp 20 ribu kusisipkan di nampan salah satu pelayan perempuan setelah mereka selesai menghidangkan yang kami pesan. “Terima kasih dan selamat menikmati,” kata keduanya sambil melemparkan senyum dan beranjak meninggalkan saung yang kami tempati.
Tetapi bukannya makanan yang terhidang yang kuserbu setelah kedua pelayan meninggalkan saung. Dari arah belakang kudekati dan kupeluk Bu Marmo yang di tikar saung yang menyajikan makanan secera lesehan itu. “Tidak makan dulu Nak Anto?” ujar Bu Marmo.
Tetapi aku tak peduli pada apa yang dikatakan istri atasanku itu. Hasrtaku lebih besar untuk segera menikmati kehangatan tubuhnya ketimbang makanan yang tersaji. Hingga setelah membenamkan wajahku ke keharuman rambutnya, tanganku langsung meliar, Meremasi teteknya dari luar t shirt warna krem yang dipakai dibalik jaketnya yang tak terkancing.
Seperti tetek Bu Mumun, susu Bu Marmo juga sudah agak kendur. Tapi dari segi ukuran, nampaknya tak jauh beda. Besar dan empuk, entah bentuk putingnya. Sambil kuciumi tengkuk dan lehernya, tanganku merayap ke balik t shirt yang dipakainya. Kembali aku meremas teteknya dan kali ini langsung dari BH yang membungkusnya. Kelembutan buah dada Bu Marmo baru benar-benar dapat kurasakan setelah aku berhasil merogoh dan mengelurkannya dari BH.
Bu Marmo mulai menggelinjang dan mendesah saat aku meremas-remas teteknya perlahan dan memainkan puting-putingnya. Ia menyandarkan tubuh ke dadaku seakan memasrahkan tubuhnya padaku. “Sshhh….aaahhh….. sshhh….aahhh… ibu sudah lama tidak begini Nak Anto,” ujarnya mendesah.
“Lho kan ada Pak Marmo,” kataku menyelidik.
“Dia jarang mau diajak dan sudah sulit bangun itunya,”
Meski sudah mendengar langsung dari Pak Marmo aku agak kaget karena ternyata cerita atasanku itu benar adanya. Pantesan Bu Marmo merasa tidak ada masalah meninggalkan suaminya dipijat wanita lain berdua di rumahnya.
Ternyata wanita yang ada dalam pelukanku ini sudah lama tidak dijamah suaminya. Membayangkan itu aku makin terangsang. Jas hitam yang dipakai Bu Marmo kulepas dari tubuhnya. Namun saat hendak kulepas kaos krem yang dikenakan dibalik jaket, wanita istri atasanku itu mencegah. “Takut nanti ada yang ke sini Nak Anto,” ujarnya.Meski aku telah membujuknya bahwa tak mungkin ada pelayan yang datang kecuali tombol bel yang ada ditekan untuk memanggil, Bu Marmo tetap menolak. Menurutnya ia tetap merasa was-was karena berada di ruang terbuka. “Kalau celana dalam ibu saja yang dibuka nggak apa-apa,” katanya akhirnya.
Agak kecewa sebenarnya karena aku ingin melihat tubuh istri atasanku dalam keadaa bugil. Tetapi membuka celana berarti memberiku kesempatan melihat memeknya. Bagian yang paling ingin kulihat pada tubuh Bu Marmo karena saat di kamar pas supermarket, bagian membusung di selangkangannya itu masih tertutup celana dalam.
Tanpa membuang kesempatan, segera kubaringkan Bu Marmo di lantai saung yang beralaskan tikar itu. Kubuka kancing celana hitam yang dipakai dan kutarik risletingnya. Kini kembali kulihat gundukan memeknya yang masih dibungkus celana dalam krem. Aku menyempatkan membelai memek istri atasanku itu dari luar celana dalamnya sebelum menarik dan memelorotkan celana panjangnya. Benar-benar tebal, besar dan masih cukup liat.
Aku makin terpana setelah memelorotkan celana dalamnya dan membuat tubuh bagian bawah Bu Marmo benar-benar bugil. Memeknya benar-benar nyempluk, membusung dan tanpa rambut. Kalau dibiarkan tumbuh mungkin jembut di memek Bu Mumun masih kalah lebat. Namun Bu Marmo rupanya lebih senang mencukurnya, hingga nampak gundul dan polos.
Memek tembemnya itu terasa hangat saat aku menyentuh dan membelainya. Tetapi sekaligus terasa kasar karena bulu-bulu jembutnya mulai tumbuh. Aku yang menjadi makin terangsang dan tak sabar untuk melihat itilnya, segera membuka posisi kaki Bu Marmo yang masih merapat.
Ah lubang memeknya ternyata sudah lebar, menganga diantara bibir kemaluannya yang tebal dan berkerut-kerut. Bibir kemaluannya coklat kehitaman. Tetapi itilnya yang mencuat menonjol di bagian atas celah memeknya nampak kemerahan. Aku tak lagi bisa menahan diri. Langsung kukecup memeknya dengan mulutku. Memek Bu Marmo ternyata sangat terawat dan tidak berbau. Ia mendesah dan makin melebarkan kangkangan pahanya saat lidahku mulai menyapu seputar bibir luar vaginanya.
Lidahku terus menjelajah, melata dan merayap seolah hendak melumasi seluruh permukaan tepian labia mayoranya. Bahkan dengan gemas sesekali bibir vaginanya yang telah menggelambir kucerucupi. Membuat Bu Marmo mendesis mengangkat pantat menahan nikmat. “Aakkhhh… sshhh… shhh… aahhh…. ookkhhh…. ssshhhh,” rintih wanita itu mengikuti setiap sapuan lidah dan cerucupan mulutku di memeknya.
Sambil mendesis dan mendesah, kulihat Bu Marmo meremasi sendiri susunya dari luar kaos warna krem yang dipakainya. Rupanya ia sangat menikmati sentuhan awal oral seks yang kuberikan. Aku yang memang berniat memberi kesan mendalam pada persetubuhan pertama dengan istri atasanku itu, segera meningkatkan serangan. Dengan dua tanganku bibir memeknya kusibak hingga terlihat lubang bagian dalam kemaluannya. Lubang yang sudah cukup lebar dan terlihat basah.
Ke celah lubang nikmat itulah lidahku kujulurkan. Terasa asin saat ujung lidahku mulai memasuki lorong kenikmatannya dan menyentuh cairan yang keluar membasah. Aku tak peduli. Ujung lidahku terus terulur masuk menjelajah ke kedalaman yang bisa dijangkau. Bahkan di kedalaman yang makin pekat oleh cairan memeknya, lidahku meliar. Melata dan menyodok-nyodok. Akibatnya Bu Marmo tak hanya merintih dan mendesah tapi mulai mengerang.“Aahhkkkhhh…. aaahhh…. oookkkhhhh… enak banget Nak Anto. Oookkh.. terus.. Nak, aaakkkhhhhh,” erangnya kian menjadi.
Bahkan ketika lidahku menjilat itilnya, tubuh istri atasanku itu mengejang. Ia mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya. Seolah menjemput lidahku agar lebih dalam menggesek dan mendesak ke kelentitnya. Kesempatan itu kugunakan untuk menempatkan kedua tanganku untuk menangkup dan menyangga pantatnya. Dan sambil terus menjilati itilnya kubenamkan wajahku di permukaan memeknya sambil menekan dan meremas-remas pantatnya.
Kenikmatan tak tertahan yang dirasakan Bu Marmo akibat jilatan-jilatan di kelentitnya membuat gairah wanita itu makin memuncak. Kakinya mengelonjot dan menyepak-nyepak sambil erangannya makin menjadi. Bahkan kepalaku dijambaknya. “Ahh.. ahhh.. ooohh ….aaaauuuhhhhh…. enak.. sshhh…. sshhh…. aahhh enak banget. Ibu nggak tahan Nak Anto, aaahhh…. aahhhh,” sesekali tangannya berusaha menjauhkan kepalaku dari memeknya.
Tetapi aku tak peduli. Jilatan lidahku di itilnya bukannya kuhentikan tetapi makin kutingkatkan. Bahkan dengan gemas, bagian paling peka di kemaluannya itu kucerucupi dan kuhisap-hisap. Akibatnya ia tak mampu bertahan lebih lama. Pertahanannya jebol. Kedua pahanya yang kekar menjepit kencang kepalaku dan menekan hebat hingga wajahku benar-benar membenam di memeknya.
Berbarengan dengan itu ia memekik dan mengerang kencang namun tertahan. Cairan kental yang terasa hangat juga kurasakan menyemprot mulutku uang masih menghisap itilnya. Saat itulah aku tahu Bu Marmo baru saja mencapai puncak kenikmatannya. Rupanya, upayaku untuk membuatnya orgasme tanpa mencoblos memeknya dengan kontolku berhasil.
Setelah beberapa lama, nafas Bu Marmo yang sempat memburu berangsur pulih seiring dengan mengendurnya jepitan paha wanita itu di kepalaku. Hanya ia tetap terbaring. Mungkin tenaganya terkuras setelah puncak kenikmatan yang didapatnya. Kesempatan itu kugunakan untuk menyeka dan membersihkan mulutku memakai serbet makan yang tersedia bersama sejumlah menu makanan yang belum sempat kami sentuh.
Aku baru saja menenggak habis segelas teh manis hangat yang sudah diingin saat Bu Marmo menggeliat dan terbangun. Kulihat ia tersenyum padaku. Senyum yang sangat manis. Mungkin sebagai ungkapan terima kasih atas yang baru kuberikan dan sudah lama tidak diperoleh lagi dari suaminya. “Nak Anto sudah lapar? Kalau lapar makan dulu deh,” ujarnya.
“Saya sudah kenyang kok Bu,” jawabku.
“Kenyang apa, wong baru minum teh saja kok,”
“Bukan kenyang karena makanan. Tetapi karena menjilati memek ibu yang mantep banget,” candaku sambil menatapi busungan memeknya.
“Ih dasar. Ibu bener-bener nggak tahan lho Nak Anto. Soalnya sudah lama banget nggak dapat yang seperti tadi,” ujarnya tersipu.
Rupanya ia juga baru sadar bahwa bagian bawah tubuhnya masih telanjang. Celana dalam warna krem miliknya yang teronggok segera diambil dan Bu Marmo berniat untuk memakainya. Namun aku langsung mencegah. Kurebut dari tangannya dan kulempar agak jauh darinya. “Jangan ditutup dulu dong Bu. Saya masih belum puas lihat punya ibu,” kataku sambil mengusap memeknya.“Nak Anto tidak pengin makan dulu?”
“Nanti saja ah. Perut saya sih belum lapar. Tapi kalau yang ini sudah lapar sejak tadi,” ujarku sambil menurunkan risleting celanaku dan mengeluarkan isinya dari celana dalam yang kupelorotkan.
Kontolku keras dan tegak mengacung sempurna. Urat-uratnya terlihat menonjol melingkari sekujur batangnya yang hitam dan berukuran lumayan besar. Bu Marmo tampak terpana melihatnya. “Punya saya hitam dan jelek ya Bu,” kataku memancing.
“Bukan.. bukan karena itu. Tapi ukurannya.. kok gede banget,”
“Masa? Tapi ibu suka sama yang gede kan?” Kataku sambil merubah posisi menggeserkan bagian bawah tubuhku mendekat ke istri atasanku. Aku berharap ia tak hanya menatap senjataku tapi mau mengelusnya atau bahkan mengulumnya. Sementara tanganku tetap merabai dan mengusap-usap memeknya yang tebal.
Bu Marmo ternyata cepat tanggap dan mengerti apa yang kuinginkan. Batang zakarku digenggamnya. Tetapi ia hanya mengelus dan seperti mengamati. Mungkin ia tengah membandingkan senjata milikku dengan kepunyaan suaminya. “Beda dengan milik bapak ya bu. Punya saya memang sudah hitam dari sananya kok,” candaku lagi.
“Ih.. bukan begitu. Punya Nak Anto ukurannya nggilani. Kayaknya marem banget,” ujarnya tersenyum. Wajahnya tampak dipenuhi nafsu.
Akhirnya, Bu Marmo benar-benar melakukan seperti yang kuharapkan. Setelah mengecu-ngecup topi baja kontolku, ia mulai memasukkan ke dalam mulutnya. Awalnya cuma sebagian yang dikulumnya. Selanjutnya, seluruh batang zakarku seperti hendak ditelannya. Mulutnya terlihat penuh karena berusaha memasukkan seluruh bagian tonggak daging milikku yang lumayan besar dan panjang.
Wanita istri atasanku itu ternyata cukup pandai dalam urusan kulum-mengulum. Setelah seluruh bagian batang kontolku masuk ke mulut, ia menghisap sambil menarik perlahan kepalanya. Begitu ia melakukannya berulang-ulang. Aku mendesah oleh kenikmatan yang diberikan. “Oookkhhh… sshhh…. oookkkhhhhh…. enak banget… aakkkkhhhh…. terusss…. aaakkkkkhhhhhh,” desisku.
Sambil terus melumati batang kontolku, tangan Bu Marmo juga menggerayang dan memainkan biji-biji pelir milikku. Kalau bukan di rumah makan mungkin aku sudah mengerang dan melolong oleh sensasi dan kenikmatan yang diberikan. Sebisaku aku berusaha menahan agar tidak sampai rintihanku terdengar orang lain.Untuk melampiaskannya, aku mulai ambil bagian dalam permainan pemanasan yang dilakukannya. Aku harus bisa mengimbangi permainan Bu Marmo. Kedua pahanya kembali kukangkangkan dan wajahku kembali kubenamkan di selangkangannya. Bu Marmo sebenarnya belum sempat mencuci memeknya setelah lendir kenikmatannya keluar saat orgasme sebelumnya. Tetapi aku tak peduli. Memek wanita yang sudah dipanggil nenek itu kucerucupi.
Bahkan jilatan lidahku tidak hanya menyapu bagian dalam lubang memek dan kelentitnya. Tetapi juga melata di sepanjang alur liang nikmatnya yang menganga namun juga ke tepian lubang duburnya. Saat aku menjilat-jilat tepian lubang anusnya Bu Marmo menggerinjal dan memekik tertahan. Mungkin kaget karena tak menyangka lidahku bakal menjangkau bagian yang oleh sementara orang dianggap kotor.
Tetapi itu hanya sesaat. Setelah itu ia kembali melumati dan menghisapi batang kontolku sambil mendesah-desah nikmat. Karenanya aku makin fokus dan makin sering kurahkan jilatan lidahku ke lubang duburnya sambil sesekali meremasi bongkahan pantat besarnya.
Pertahananku nyaris jebol saat mulut Bu Marmo mulai mencerucupi biji pelir kontolku. Untung Bu Marmo mengambil insiatif menyudahi permainan pemanasan itu. Ia memintaku segera memasukkan rudalku ke liang sanggamanya. “Ahhh… sudah dulu ya. Sudah nggak kuat pengin merasakan batang Nak Anto yang gede ini nih,” kata Bu Marmo seraya melepaskan batang kontolu dari genggamannya.
“Ii.. iiya bu, saya juga sudah pengin banget merasakan memek ibu,”
Aku mengambil ancang-ancang di antara paha Bu Marmo yang mengangkang lebar. Lubang bagian dalam kemaluannya yang menganga terlihat kemerahan . Sepertinya lubang nikmat Bu Marmo telah menunggu untuk disogok. Memang sudah lama tidak ditengok karena kemaluan suaminya yang mulai loyo. Kepala penisku yang membonggol sengaja kuusap-usapkan di bibir luar memeknya yang sudah amburadul bentuknya. Bahkan ada sebentuk daging mirip jengger ayam yang menjulur keluar. Entah apa namanya karena aku baru melihatnya.
Bu Marmo mendesah saat ujung penisku menyentuh bibir kemaluannya. Meski nafsuku kian membuncah melihat memek tembemnya yang menggairahkan, aku berusaha menahan diri. Bahkan ujung topi baja rudalku hanya kumainkan untuk menggesek dan mendorong gelambir daging mirip jengger ayam di memek Bu Marmo. Sedikit menekannya masuk dan menariknya kembali.
Akibatnya Bu Marmo merintih dan memintaku untuk segera menuntaskan permainan. “Ayo Nak Anto… jangan siksa ibu. Masukkan kontolmu.. ssshhh… aahh… sshh ahhh ayo nak,”
Blleeessseeekkk… akhirnya batang kontolku kutekan dan benar-benar masuk ke lubang memeknya. Karena sudah lumayan longgar dan banyaknya pelicin yang membasah di lubang memeknya, batang kontolku tidak mengalami hambatan berarti saat memasukinya. Bagian dalam lubang Memek Bu Marmo terasa hangat dan sangat becek.Setelah batang zakarku benar-benar membenam di kehangatan liang sanggamanya, kurebahkan tubuhku untuk menindih tubuh montoknya. Bibir istri atasanku yang merekah perlahan kukecup dan akhirnya kulumat. Saat itulah sambil terus mengulum dan melumati bibirnya, mulai kuayun pinggulku dan menjadikan batang kontolku keluar masuk di lubang memeknya.
Bu Marmo juga mulai mengimbanginya. Tak kalah hot, lidahku yang menyapu rongga bagian dalam mulutnya sesekali dihisap-hisapnya. Bahkan ia mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya. Aku baru mulai merasakan kelebihan yang dimiliki Bu Marmo. Bukan cuma tubuhnya yang matang akibat usia senja namun masih menggairahkan. Tetapi kerja otot bagian dalam memeknya juga lebih terasa. Berdenyut dan seperti memerah batang kontolku.
Kini giliran aku yang dibuatnya mengerang. Nampaknya istri atasanku telah benar-benar matang dalam hal urusan ranjang. Untuk melampiaskannya, kuremas gemas teteknya yang besar dari luar kaos yang dipakainya. Bahkan karena kurang puas, kaosnya kusingkap dan sepasang payudaranya kurogoh dan kutarik keluar dari kutangnya. Pentil-pentil teteknya yang berwarna coklat kehitaman kupelintir dan kumain-mainkan dengan jariku.
Blep… blep…. blep… begitu suara yang kudengar setiap kali ayunan pinggulku menyentuh selangkangan Bu Marmo. Di samping bunyi kecipak karena lendir yang kian membanjir di liang sanggamanya. “Sshhh… ssshh …aahh …. aahh terus nak.. aahh enak banget. Kontolmu enak bangat Nak Anto,”
“Memek ibu juga enak. Empotannya mantep banget,”
Bu Marmo tersenyum. Wajahnya kian memerah. Kembali kulumat bibirnya sambil tak lepas tanganku menggerayangi buah dadanya. Saat itu kurasakan tangan Bu Marmo mencengkeram pantatku dan mulai menekan-nekannya. Dan kursakan tempo goyangan pinggulnya makin cepat. Rupanya ia mulai mendekat ke puncak gairahnya.
Aku yang juga mulai kehilangan daya tahan segera mengimbanginya. Berkali kontolku kutikamkan ke lubang memeknya dengan tekanan yang lebih kencang dan lebih bertenaga. Bu Marmo memekik dan mengerang. “Aaauuww… aaakhhh ,,,, aakkkhhh enak banget… aaakhhh…. terus… sayang …. aaaakhhh … ya…. aaakhhh memek ibu enak bangat disogok begini… aaaaakkkkhhhh …. sshhhh… sshhh… aaahhhhh,” rintihan dan suara Bu marmo makin tak terkontrol.Aku jadi makin terpacu. Bukan cuma mulutnya yang kucium. Tapi ujung hidungnya yang bangir dan dahinya juga kucerucupi dengan mulutku. Bahkan lidahku menjelajah ke lehernya dan terus melata. Lubang telinga Bu Marmo juga tak luput dari jilatan lidahku setelah menyibak rambutnya.
Tubuh Bu Marmo kian mengejang. Kedua kakinya yang kekar dan panjang membelit pinggangku dan menekannya. Kedua tangannya memeluk erat tubuhku. Rupanya ia hampir sampai di garis batas kenikmatannya. Aku yang juga sudah mendekati puncak gairah makin meningkatkan tikaman- tikaman bertenaga pada lubang sanggamanya.
Akhirnya gairah Bu Marmo benar-benar tertuntaskan. Cairan yang menyembur di lubang memeknya dan cengkereman kuku-kukunya di punggungku menjadi pertanda kalau ia sudah mendapatkan orgasmenya. Tetapi aku terus mengayun. Kocokan batang kontolku di lubang memeknya yang makin banjir tak kuhentikan. Bahkan makin kutingkatkan karena kenikmatan yang kian tak tertahan.
Puncaknya, Bu Marmo kembali mencengkeram pantatku. Kali ini dengan sekuat tenaga ia berusaha menahan agar pinggulku tidak dapat bergerak dan kontolku tetap membenam di lubang memeknya. Saat itulah, otot-otot bagian dalam vaginanya terasa mencengkeram bagitu hebat dan bergelombang. Serasa memerah dengan kuatnya. Aku merintih dan melolong panjang. Pertahanku menjadi jebol dan maniku menyemprot sangat banyak gua kenikmatan istri atasanku. Bersama peluh membanjir, tubuhku ambruk di atas tubuh montok Bu Marmo dengan nafas memburu.
“Nanti ikan bakar dan kepiting saos tomatnya minta dibungkus saja Nak Anto. Sayang kalau tidak dimakan. Tapi jangan lupa piring-piringnya dibuat kotor dengan masi dan lauk yang lain, hingga sepertinya kita sudah benar-benar makan,” kata Bu Marmo setelah merapikan kembali baju yang dipakainya.
Kami meninggalkan rumah makan saung di pinggir pantai setelah membayar di kasir dan meninggalkan lembaran dua puluh ribu rupiah sebagai tip kepada petugas yang membereskan serta membungkuskan makanan yang memang tidak kami makan. Dari spion, wajah Bu Marmo kulihat sangat cerah. Pasti karena kenikmatan yang baru direguknya serta nafsunya yang lama tertahan telah tersalurkan.
“Apa lihat-lihat. Wanita sudah tua kok masih diajak ngentot,” kata Bu Marmo yang memergoki ulah mencuri-curi pandang ke arahnya lewat spion. Tetapi perkataannya itu bukan karena marah.“Usia boleh saja sudah kepala lima. Tetapi wajah ibu masih cantik dan tubuh ibu masih sangat merangsang. Mau deh tiap malam dikelonin ibu,” ujarku menggoda.
“Bener tuh,”
“Sungguh Bu. Saya bisa ketagihan deh oleh empotan memek ibu yang dahsyat tadi,’
“Ibu juga suka sama batang Nak Anto. Besar dan panjang. Kalau mau kapan-kapan kita bisa mengulang. Kalau ada kesempatan nanti saya SMS,” ujar Bu Marmo.
Aku sangat senang karena sudah mendapat peluang untuk terus bisa menyetubuhinya. Tangan Bu Marmo kuraih dan kugenggam. Bahkan sempat meremas susunya sambil mengendalikan kemudi. Hanya Bu Marmo mengingatkan bahwa ulahku bisa menyebabkan kecelakaan hingga aku kembali berkosentrasi pada setir mobil yang kukendarai. Ah, memek wanita tua ternyata masih sangat nikmat.
Sampai di rumah Pak Marmo sudah tidur di kamarnya. Sedang Bu Mumun, terlihat berbincang dengan Yu Sarti, pembantu di rumah itu. Setelah berbincang sebentar, aku dan Bu Mumun pamit pulang. Hanya sebelumnya Bu Marmo memberikan bungkusan lauk yang belum sempat kami makan sewaktu di rumah makan. “Buat oleh-olah anak di rumah Bu,” kata Bu Marmo.
Di jalan, saat membonceng sepeda motor dan kutanya tentang ulah Pak Marmo, Bu Mumun cerita bahwa atasanku itu benar-benar genit. Selama dipijat, kata Bu Mumun, ia terus merayu dan berusaha menggerayangi. “Tapi tidak saya ladeni lho Pak Anto,” ujar Bu Mumun meyakinkanku.
“Pasti Pak Marmo maksa untuk bisa megang memek ibu kan? Soalnya dia kemarin bilang pengin banget lihat punya ibu,”
“Iya sih tapi hanya pegang. Dan karena terus maksa akhirnya ibu kocok,” ungkap Bu Mumun jujur.
Aku tertawa dalam hati. Sementara suaminya hanya bisa meraba memek wanita lain dan dipuaskan dengan dikocok, istrinya malah sampai orgasme dua kali disogok penis laki-laki lain. Bahkan istrinya berjanji untuk mengontak agar bisa mengulang kenikmatan yang telah kami lakukan.Sampai di rumah anak-anak Bu Mumun sudah tidur. Dan mungkin karena terangsang gara-gara memeknya digerayangi Pak Marmo, Bu Mumun memaksaku untuk singgah di rumahnya. Untuk menolak rasanya kurang enak. Karena biasanya aku yang sering memintanya untuk melayaniku.
Rupanya nafsu Bu Mumun sudah benar-benar tinggi. Di kamarnya, saat ia mulai mengulum batang kontolku dan tanganku menggerayang ke selangkangannya, memeknya sudah basah. Bahkan saat tangaku mulai mencolok-colok lubang nikmatnya, Bu Mumun kelabakan. Memintaku untuk segera menuntaskan hasratnya.
Tetapi aku berusaha bertahan. “Punya saya belum terlalu keras Bu. Nanti kurang enak. Kalau ibu menjilatnya di sini, pesti cepat kerasnya,” kataku sambil mengangkat dan memperlihatkan lubang anusku,” kataku.
Sebenarnya, kontolku kurang keras karena sebelumnya telah dipakai melayani Bu Marmo di rumah makan. Namun keinginan untuk dijilati di bagian anus, mendapat tanggapan serius Bu Mumun. Ia langsung berjongkok di tepi ranjang dan berada selangkanganku. Dan tanpa ragu atau merasa jijik, langsung menjulurkan lidahnya untuk menyapu biji pelirku dan diteruskan dengan menjilat-jilat lubang duburku. Rasanya geli-geli nikmat dan membuat tubuhku merinding.
Akibatnya aku dibuat kelojotan. Dibuai kenikmatan yang diberikan Bu Mumun. Terlebih ketika ia mulai mencucuk-cucukkan lidahnya ke lubang duburku. “Aaakkhhhhh… aakkhh.. enak banget …. oookkh enak banget. Saya suka suka banget ngewe sama ibu. Oookkkh … nikmat,”
Dirangsang sebegitu rupa kontolku makin mengeras. Tetapi Bu Mumun terus saja menjilati dan mencerucupi anusku. Ia melakukannya sambil meremasi dan mengocok-ngocok kontolku yang makin terpacak. Takut keburu muncar sebelum dipakai menyogok lubang memeknya, aku meminta Bu Mumun menghentikan aksinya.Tubuh montoknya langsung kutarik dan kutelentangkan di ranjang. Dalam posisi mengangkang, aku langsung menungganginya. Bleesss… kontolku langsung membelesak di lubang nikmatnya yang basah. Ia agak tersentak. Mungkin karena aku menggenjotnya secara tiba-tiba.
-

Nozomi Yui disiksa kenikmatan oleh alat bantu sex sampai muncrat

-

Video Bokep Eropa Dengan Kakek kekar di dalam mobil

-

Foto Bugil Remaja Charlee Monroe dan melakukan mastrubasi dengan alat bantu sex warna merah

Duniabola99.com – foto cewek cantik pirang charlee Monroe bugil menampilkan memeknya yang berwarna pink dan memainkan memeknya dengan memasukkan alat bantu sex berwana merah hingga membuatnya basah.
-

Video Bokep Asia Harua Narimiya ngetot sampai terkencing-kencing

-

Video Bokep Fujikita Harumoto Aoi Mamiya lesbi pijit

-

Foto Bugil cewek eropa pirang Kailena di tepi kolam

Duniabola99.com – foto cwewk pirang yang bertoket gede Kailena bugil didalm kolam menampilkan memeknya yang temben dan tercukur rapi dan memiliki pantat yang bahenol.
-

Kisah Memek Mendapat kenikmatan yang luar biasa dari adikku sendiri

Duniabola99.com – Namaku Mona, umurku 24 tahun, aku sudah menikah dan mempunyai satu anak lelaki. Berikut ini aku ingin berbagi pengalaman tentang hubunganku dengan adik kandungku sendiri. Kejadian ini terjadi dua tahun yang lalu ketika aku berusia 22 tahun dan adikku berusia 18 tahun.
Kami adalah 3 bersaudara, kakakku Diana telah menikah dan ikut suaminya, sedangkan aku dan adikku tinggal bersama orang tua kami. Aku sendiri berperawakan sedang, tinggiku 160cm berat badan 52kg, orang bilang aku montok, terutama pada bagian pinggul/pantat. Payudaraku termasuk rata2 34 saja. Kulitku yang putih selalu menjadi perhatian orang2 bila sedang berjalan keluar rumah.Aku mempunyai seorang pacar berusia 2 tahun diatasku, dia adalah kakak kelas kuliahku. Aku dan pacarku berpacaran sudah 2 tahun lebih, dan selama itu paling jauh kami hanya bersetubuh dengan melakukan petting, saling raba, saling cium dan saling hisap…..
Pacarku sangat ingin menerobos vaginaku jika saat petting, tapi aku sendiri tidak ingin hal itu terjadi sebelum kami menikah, jadi aku mengeluarkan air maninya dengan cara swalayan, yaitu mengocok kontolnya. Aku juga kerap dipaksa menghisap kontol pacarku yang mana sebenernya aku agak jijik melakukannya.
Keseringan bersetubuh dengan cara petting dengan pacarku membuatku menjadi haus akan belaian lelaki dan selalu iingin disentuh, sehari saja tidak dibelai rasanya tersiksa sekali… entah kenapa aku jadi ketagihan… Sampai akhirnya kalau sendiri melakukannya dengan tanganku sendiri dikamarku sendiri.
Sering aku meraba-raba payudaraku sendiri dan mengusap-usap memeku sendiri sampai aku orgasme. Inilah kesalahan ku, aku tidak menyadari kalau selama ini adikku John sering mengintip aku… ini aku ketahui setelah dia mengakuinya saat berhasil membobol keperawananku, kakaknya sendiri.
Awal mulanya, ketika itu aku, mamaku dan adikku John pergi ke supermarket 500m dekat rumah. Karena belanjaan kami banyak maka kami memutuskan untuk naik becak. Saat itu aku memakai celana panjang ketat setengah lutut, dan karena kami hanya naik satu becak, aku memutuskan untuk di pangku adikku, sedangkan mamaku memangku belanjaan.
Diperjalanan yang hanya 500m itu, ketika aku duduk di pangkuan adikku, aku merasakan sesuatu bergerak-gerak dipantatku, aku sadar bahwa itu kontol adikku, keras sekali dan berada di belahan pantatku. Aku membiarkannya, karena memang tidak ada yang bisa kulakukan.Bahkan ketika di jalan yang jelek, semakin terasa ganjalan dipantatku. Karena aku juga sangat rindu belaian pacarku yang sudah 3 hari tidak ke rumah, diam diam aku menikmatinya. Sejak kejadian itu, aku sering melihat dia memperhatikan tubuhku, agak risi aku diperhatikan adikku sendiri, tapi aku berusaha bersikap biasa.
Suatu hari, aku dan pacarku melakukan petting di kamarku… Aku sangat terangsang sekali… dia meraba dan membelai-belai tubuhku. Sampai akhirnya pacarku memaksakku membuka celana dalamku dan memaksaku untuk mengijinkannya bersetubuh dan memasukkan kontolnya ke memekku.
Tentu saja aku keberatan, walaupun aku sangat terangsang tapi aku berusaha untuk mempertahankan keperawananku. Dalam ketelajanganku aku memohon padanya untuk tidak melakukannya. Dan anehnya aku malah berteriak minta tolong.
Hal ini di dengar oleh adikku John, dia langsung menerobos kamarku dan mengusirnya, saat itu juga pacarku ketakutan, karena memang badan adikku jauh lebih besar. Aku langsung menutupi tubuhku yang telanjang dan aku yakin adikku melihat ketelajanganku. Dan pacarku sendiri langsung memakai pakaiannya dan pamit pulang.
Sejak itu, pacarku jadi jarang ke rumah. Dari selentingan teman-teman ku, pacarku katanya mempunyai teman cewe lain yang sering jalan dengannya. Tentu saja aku sedih mendengarnya, tapi aku juga merasa beruntung tidak ternodai olehnya.Suatu malam aku berbincang-bincang dengan adikku, aku berterima kasih padanya karena dia telah menggagalkan pacarku menodaiku. Aku kaget ketika adikku ngomong bahwa, aku ngga bisa menyalahkan pacarku karena memang bodyku sexy sekali dan setiap laki-laki pasti ingin merasakan tubuhku. Ketika kutanya, jika setiap lelaki, apakah adikku juga ingin merasakan tubuhku juga… dia menjawab:
“Kalau kakak bukan kakakku, ya aku juga pengen bersetubuh, aku kan juga lelaki” aku sangat kaget mendengar jawabannya tapi aku berusaha itu adalah pernyataan biasa, aku langsung aja tembak, “emang adik pernah nyobain bersetubuh dengan cewe?” dia bilang “ya, belum pernah bersetubuh kak”…. itulah percakapan awal bencana itu.
Malam harinya aku membayangkan bercinta dengan pacarku, kau merindukan belaiannya… lalu aku mulai meraba-raba tubuhku sendiri… tapi aku tetap tidak bisa mencapai apa yang aku inginkan… sekilas aku membayangkan adikku… lalu aku memutuskan untuk mengintip ke kamarnya…
Malam itu aku mengendap-endap dan perlahan-lahan nak keatas kursi dan dari lubang angin aku mengintip adikku sendiri, aku sangat kaget sekali ketika melihat adikku dalam keadaan tak memakai celana dan sedang memegang alat vitalnya sendiri, dia melakukan onani, aku terkesima melihat ukuran kontolnya, hampir 2 kali pacarku, gila kupikir, kok bisa yah sebesar itu punya adikku… Dan yang lebih kaget, di puncak orgasmenya dia meneriakkan namaku… Saat itu perasaanku bercampur baur antar nafsu dan marah… aku langsung balik kekamarku dan membayangkan apa yang baru saja aku saksikan.
Pagi harinya, libidoku sangat tinggi sekali, ingin dipuaskan adikku tidak mungkin, maka aku memutuskan untuk mendatangi pacarku. Pagi itu aku langsung kerumah pacarku dan kulihat dia sangat senang aku datang… ditariknya aku ke kamarnya dan kami langsung bercumbu… saling cium saling hisap dan perlahan-lahan baju kami lepas satu demi satu sampai akhirnya kami telanjang bulat.
Gilanya begitu aku melihat kontolnya, aku terbayang kontol adikku yang jauh lebih besar darinya… sepert biasa dia menyuruhku menghisap kontolnya, dengan terpaksa aku melakukannya, dia merintih-rintih keenakkan dan mungkin karena hampir orgasme dia menarik kepalaku.“Jangan diterusin, aku bisa keluar katanya” lalu dia mulai menindihi ku dan dari nafasnya yang memburu kontolnya mencari-cari lubang memekku… begitu unjung kontolnya nempel dan baru setengah kepalanya masuk, aku kaget karena dia sudah langsung orgasme, air maninya belepotan diatas memekku…
“Ohhhhh…” katanya.
Dia memelukku dan minta maaf karena gagal melakukan penetrasi ke memekku. Tentu saja aku sangat kecewa, karena libidoku masih sangat tinggi.
“Puaskan aku dong… aku kan belum…” rengekku tanpa malu-malu. Tapi jawabannya sangat menyakitkanku…
“Maaf, aku harus buru-buru ada janji dengan sisca” katanya tanpa ada rasa ngga enak sedikitpun. Aku menyembunyikan kedongkolanku dan buru-buru berpakaian dan kami berpisah ketika keluar dari rumahnya.
Diperjalanan pulang aku sangat kesal dan timbul kenginanku untuk menyeleweng, apalagi selama diperjalanan banyak sekali lelaki yang mengodaku dari tukang becak, kuli bangunan sampai setiap orang di bis.
Begitu sampai rumah aku memergoki adikku yang akan pergi ke sport club, dia mengajakku untuk ikut dan aku langsung menyanguppinya karena memang aku juga ingin melepaskan libidoku dengan cara berolah raga.
Di tempat sport club, kam berolah raga dari senam sampai berenang dan puncaknya kami mandi sauna. Karena sport club tersebut sangat sepi, maka aku minta adikku satu kamar denganku saat sauna. Saat didalam adikku bilang “kak, baju renangnya ganti tuh, kan kalau tertutup gitu keringatnya ngga keluar, percuma sauna”
“Abis pake apa” timpalku, “aku ngga punya baju lagi”
“Pake celana dalem sam BH aja kak, supaya pori-porinya kebuka” katanya
Pikirku, bener juga apa katanya, aku langsung keluar dan menganti baju renangku dengan BH dan celana dalam, sialnya aku memakai celana dalam G-string putih sehabis dari rumah pacarku tadi… Tapi “ah, cuek aja.. toh adikku pernah liat aku telanjang juga”.Begitu aku masuk, adikku terkesima dengan penampilanku yang sangat berani… kulihat dia berkali-kali menelan ludah, aku pura-pura acuh dan langsung duduk dan menikmati panasnya sauna. Keringat mencucur dari tubuhku, dan hal itu membuat segalanya tercetak didalam BH dan celana dalamku… adikku terus memandang tubuhku dan ketika kulihat kontolnya, aku sangat kaget, dan mengingatkanku ke hal semalam ketika adikku onani dan yang membuat libidoku malah memuncak adalah kepala kontolnya muncul diatas celana renangnya.
Aku berusaha untuk tidak melihat, tapi mataku selalu melirik ke bagian itu, dan nafasku semakin memburu dan kulihat adikku melihat kegelisahanku. Aku juga membayangkan kejadian tadi pagi bersama pacarku, aku kecewa dan ingin pelampiasan. Dalam kediaman itu aku tidak mampu untuk bertahan lagi dan aku memulainya dengan berkata:
“Ngga kesempitan tuh celana, sampe nongol gitu” Agen Bandarq
“Ia nih, si otong ngga bisa diajak kompromi kalo liat cewe bahenol” katanya
“Kasian amat tuh, kejepit. Buka aja dari pada kecekik” kataku lebih berani
“Iya yah…” katanya sambil berdiri dan membuka celananya…Aku sangat berdebar-debar dan berkali-kali menggigit bibirku melihat batang kemaluan adikku yang begitu besar.
Tiba-tiba adikku mematikan mesin saunanya dan kembali ke tempatnya.
“Kenapa dimatiin” kataku
“Udah cukup panas kak” katanyaMemang saat juga aku merasa sudah cukup panas, dan dia kembali duduk, kami saling memandang tubuh masing-masing. Tiba-tiba cairan di memekku meleleh dan gatal menyelimuti dinding memekku, apalagi melihat kontol adikku.
Akal warasku datang dan aku langsung berdiri dan hendak keluar, tapi adikku malah mencegahku “nanti kak”.
“Kan udah saunanya ” timpalku, aku sangat kaget dia berada tepat di depanku dengan kontol mengacung ke arahku, antara takut dan ingin.“Kakak udah pernah gituan belum kak” kata adikku
“Belum” kataku, “emang kamu udah..?” lanjutku
“Belum juga kak, tapi pengen nyoba” katanya“Nyoba gimana???? Nantikan juga ada saatnya” kataku berbalik kearah pintu dan sialnya kunci lokerku jatuh, ketika aku memungutnya, otomatis aku menunggingi adikku dan buah pantatku yang besar menempel di kontolnya.
Gilanya aku malah tetap diposisi itu dan menengok ke arah adikku. Dan tak kusangka adikku memegang pinggulku dan menempelkan kontolnya dibelahan pantatku yang hanya tertutup G-string.
“Oh kak…. bahenol sekali, aku pengen nyobain kak” katanya dengan nafas memburu.
“Aw… dik ngapain kamu” timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, karena memang aku juga menginginkannya.
“Pengen bersetubuh kak” katanya kasar sambil menekan batangnya kepantatku.
Aku menarik pantatku dan berdiri membelakanginya, “Aku kan kakakmu John, inget dong”
Adikku tetap memegang pinggulku “tolong kak.. asal nempel aja.. ngga usah dimasukkin, aku ngga tahan banget”
“Tolong kak,” katanya memelas. Aku di suruh ngapain juga mau kak, asal bisa nempelin aja ke memek kakak”.
Pikiranku buntu, aku juga punya libido yang tak tertuntaskan tadi pagi.. dan membayangkan pacarku menunggangi sisca, libidoku tambah naik..“Persetan dengan pacar brengsek” batinku.
“Jangan disini” pintaku.
“Sebentar aja kak, asal nempel aja 1 menit” katanya meremas pinggulku.
“Kakak belum siap” kataku.
“Kakak nungging aja, nanti aku panasin” katanya.Bagai terhipnotis aku menuruti apa katanya, sambil memegang grendel pintu, aku menungginginya dan dengam pelan-pelan dia membuka G-stringku dan melemparkannya. Dan dia jongkok di belakangku dan gilanya dia menjulurkan lidahnya menjilat memeku dari belakang…
“Oh… ngapain kamu dik…” kataku tanpa melarangnya.
Dia terus menjulurkan lidah dan menjilati memekku dari belakang.. ohhhh… gila pikirku… enak banget, pacarku saja ngga mau ngejilatin memekku, adikku sendiri dengan rakus menjilati memekku
“Gila kamu dik, enak banget, belajar dimana” rintihku… Tanpa menjawab dia terus menjilati memekku dan meremas remas bokongku sampai akhirnya lama-lama memekku basah sekali dan bagian dalam memekku gatal sekali…
Tiba-tiba dia berdiri dan memegang pinggulku..
“Udah panas kak” katanya mengarahkan kontolnya kepantatku dan memukul-mukul kepala kontolnya kepantatku….
“udah….” kataku sambil terus menungging dan menoleh ke arah adikku…
“Jangan bilang siapa-siapa yah dik” kataku.Adikku berusaha mencari lubang memekku dengan kepala kontolnya yang besar… dia kesulitan…
“Mana lubangnya kak..” katanya.
Tanpa sadar aku menjulurkan tangan kananku dan menggengam kontolnya dan menuntun ke mulut goaku…
“Ini dik” kataku begitu tepat di depannya, “gesek-gesek aja yah dik”.
“Masukin dikit aja kak” katanya menekan kontolnya.
“aw… dik, gede banget sih” kataku, “pelan-pelan….”.Begitu kepala kontolnya membuka jalan masuk ke memekku, adikku pelan-pelan menekannya.. dan mengeluarkannya lagi sedikit sedikit… tapi tidak sampai lepas… terus ia lakukan sampai membuat aku gemas….
“Oh.. dik…. enak…. dik…. udah yah…” kataku pura-pura…..
“Belum kak…. baru kepalanya udah enak yah….”
“Memang bisa lebih enak…???” kataku menantang.Dan…. langsung menarik pinggulku sehingga batang kontolnya yang besar amblas ditelan memekku”
Aku merasakan perih luar biasa dan “aw…. sakit dik…” teriakku.
Adikku menahan batangnya didalam memekku ….
“Oh…kak…nikmat banget…..” dan secara perlahan dia menariknya keluar dan memasukannya lagi, sungguh sensasi luar biasa. Aku merasakan nikmat yang teramat sangat, begitu juga adikku…
“Oh, kak… nikmat banget memekmu..” katanya.
“Ssssshhhh… ia dik… enak banget” kataku.Lima belas menit dia mengenjotku, sampai akhirnya aku merasakan orgasme yang sangat panjang dan nikmat disusul erangan adkku sambil menggengam pinggulku agar penetrasinya maksimum.
“Oh.. kak.. aku keluar.. nikmat banget…” katanyaSejenak dia memelukku dari belakang, dan mulai mencabut kontolnya di memekku…
“Ma kasih kak” katanya tanpa dosa dan memakaikan celanaku lagi. Aku bingung bercampur menyesal dan ingin menangis. Aku langsung keluar dan membersihkan diri sambil menyesali diri.. “kenapa adikku????”
Dalam perjalanan pulang adikku berulang-ulang minta maaf atas perbuatannya di ruangan sauna… Aku hanya bisa berdiam merenungi diriku yang sudah tidak perawan lagi… Kejadian itu adalah awal petualangan aku dan adikku, Karena dua hari setelah itu kembali kami besetubuh, bahkan lebih gila lagi.. kami bisa melakukannya sehari 3 sampai 5 kali sehari semalam.
Satahun sudah aku di tunggangi adikku sendiri sampai ada seorang kaya, kenalan bapakku melamarku, dan kami menikah. Untungnya suamiku tidak mempermasalahkan keperawananku. Akhirnya aku di karunia seorang anak dari suamiku, bukan dari adikku.. karena aku selalu menjaga jangan sampai hamil bila bersetubuh dengan adikku.
Sampai sekarang aku tidak bisa menghentikan perbuatanku dengan adikku, yang pertama adikku selalu meminta jatah, dilain pihak aku juga sangat ketagihan permainan sex nya.
-

Kisah Memek Nikmatnya Pentungan Ronda

Duniabola99.com – Aku adalah seorang mahasiswi yang memiliki nafsu seks yang cukup tinggi. Sejak keperawananku hilang di SMA aku selalu ingin melakukannya lagi dan lagi. Kalau dipikir-pikir, entah sudah berapa orang yang menikmati tubuhku ini, sudah berapa penis yang pernah masuk ke vaginaku ini, aku juga menikmati sekali nge-seks dengan orang yang belum pernah aku kenal dan namanya pun belum aku tahu seperti para tukang yang pernah aku ceritakan pada kisah terdahulu.
Nah ceritanya begini, aku baru saja pulang dari rumah temanku seusai mengerjakan tugas kelompok salah satu mata kuliah. Tugas yang benar-benar melelahkan itu akhirnya selesai juga hari itu. Ketika aku meninggalkan rumah temanku langit sudah gelap, jam menunjukkan pukul 8 lebih.Yang kutakutkan adalah bensinku tinggal sedikit, padahal rumahku cukup jauh dari daerah ini lagipula aku agak asing dengan daerah ini karena aku jarang berkunjung ke temanku yang satu ini. Di perjalanan aku melihat sebuah pom bensin, tapi harapanku langsung sirna karena begitu mau membelokkan mobilku ternyata pom bensin itu sudah tutup, aku jadi kesal sampai menggebrak setirku, terpaksa kuteruskan perjalanan sambil berharap menemukan pom bensin yang masih buka atau segera sampai ke rumah.
Ketika sedang berada di sebuah kompleks perumahan yang cukup sepi dan gelap, tiba-tiba mobilku mulai ngadat, aku agak panik hingga kutepikan mobilku dan kucoba menstarternya, namun walupun kucoba berulang-ulang tetap saja tidak berhasil, menyesal sekali aku gara-gara tadi siang terlambat kuliah jadi aku tidak sempat mengisi bensin terjebak tidak tahu harus bagaimana, kedua orang tuaku sedang di luar kota, di rumah cuma ada pembantu yang tidak bisa diharapkan bantuannya.
Tidak jauh dari mobilku nampak sebuah pos ronda yang lampunya menyala remang-remang. Aku segera turun dan menuju ke sana untuk meminta bantuan, setibanya di sana aku melihat lima orang di sana sedang ngobrol-ngobrol, juga ada dua motor diparkir di sana, mereka adalah yang mendapat giliran ronda malam itu dan juga 2 tukang ojek.
“Ada apa Non, malam-malam begini? Nyasar ya?”, tanya salah seorang yang berpakaian hansip.
“Eeh.. itu Pak, Bapak tau nggak pom bensin yang paling dekat dari sini tapi masih buka, soalnya mobil saya kehabisan bensin”, kujawab sambil menunjuk ke arah mobilku.
“Wah, kalo pom bensin jam segini sudah tutup semua Non, ada yang buka terus tapi agak jauh dari sini”, timpal seorang Bapak berkumis tebal yang ternyata tukang ojek di daerah itu.“Aduuhh.. gimana ya! Atau gini aja deh Pak, Bapak kan punya motor, mau nggak Bapak beliin bensin buat saya, ntar saya bayar kok”, tawarku.
Untung mereka berbaik hati menyetujuinya, si Bapak yang berkumis tebal itu mengambil jaketnya dan segera berangkat dengan motornya. Tinggallah aku bersama 4 orang lainnya.
“Mari Non duduk dulu di sini sambil nunggu”.
Seorang pemuda berumur kira-kira 18 tahunan menggeser duduknya untuk memberiku tempat di kursi panjang itu. Seorang Bapak setengah baya yang memakai sarung menawariku segelas air hangat, mereka tampak ramah sekali sampai-sampai aku harus terus tersenyum dan berterima kasih karena merasa merepotkan. Kami akhirnya ngobrol-ngobrol dengan akrab, aku juga merasakan kalau mereka sedang memandangi tubuhku, hari itu aku memakai celana jeans ketat dan setelan luar berlengan panjang dari bahan jeans, di dalamnya aku memakai tanktop merah yang potongan dadanya rendah sehingga belahan dadaku agak terlihat. Jadi tidak heran si pemuda di sampingku selalu berusaha mencuri pandang ingin melihat daerah itu.
Kompleks itu sudah sepi sekali saat itu, sehingga mulai timbul niat isengku dan membayangkan bagaimana seandainya kuberikan tubuhku untuk dinikmati mereka sekalian juga sebagai balas budi. Sehubungan dengan cuaca di Jakarta yang cukup panas akhir-akhir ini, aku iseng-iseng berkata, “Wah.. panas banget yah belakangan ini Pak, sampai malam gini aja masih panas”. Aku mengatakan hal tersebut sambil mengibas-ngibaskan leher bajuku kemudian dengan santainya kulepaskan setelan luarku, sehingga nampaklah lenganku yang putih mulus. Mereka menatapku dengan tidak berkedip, agaknya umpanku sudah mengena, aku yakin mereka pasti terangsang dan tidak sabar ingin menikmati tubuhku.
Si pemuda di sampingku sepertinya sudah tak tahan lagi, dia mulai memberanikan diri membelai lenganku, aku diam saja diperlakukan begitu. Salah satu dari mereka, seorang tukang ojek berusia 30 tahunan mengambil tempat di sebelahku, tangannya diletakkan diatas pahaku, melihat tidak ada penolakan dariku, perlahan-lahan tangan itu merambat ke atas hingga sampai ke payudaraku. Aku mengeluarkan desahan lembut menggoda ketika si tukang ojek itu meremas payudaraku, tanganku meraba kemaluan pemuda di sampingku yang sudah terasa mengeras.
Melihat hal ini kedua Bapak yang dari tadi hanya tertegun serentak maju ikut menggerayangi tubuhku. Mereka berebutan menyusupkan tangannya ke leher tanktop-ku yang rendah untuk mengerjai dadaku, sebentar saja aku sudah merasakan kedua buah dadaku sudah digerayangi tangan-tangan hitam kasar. Aku mengerang-ngerang keenakan menikmati keempat orang itu menikmatiku.
“Eh.. kita bawa ke dalam pos aja biar aman!”, usul si hansip.
Mereka pun setuju dan aku dibawa masuk ke pos yang berukuran 3×3 m itu, penerangannya hanya sebuah bohlam 40 watt. Mereka dengan tidak sabaran langsung melepas tank top dan bra-ku yang sudah tersingkap. Aku sendiri membuka kancing celana jeansku dan menariknya ke bawah. Keempat orang ini terpesona melihat tubuhku yang tinggal terbalut celana dalam pink yang minim, payudaraku yang montok dengan puting kemerahan itu membusung tegak. Ini merupakan hal yang menyenangkan dengan membuat pria tergiur dengan kemolekan tubuhku, untuk lebih merangsang mereka, kubuka ikat rambutku sehingga rambutku terurai sampai menyentuh bahu.Si hansip menyuruh seseorang untuk berjaga dulu di luar khawatir kalau ada yang memergoki, akhirnya yang paling muda diantara mereka yaitu si pemuda itu yang mereka panggil Mat itulah yang diberi giliran jaga, Mat dengan bersungut-sungut meninggalkan ruangan itu. Si hansip mendekapku dari belakang dan tangannya merogoh-rogoh celana dalamku, terasa benar jari-jarinya merayap masuk dan menyentuh dinding kewanitaanku, sementara di tukang ojek membungkuk untuk bisa mengenyot payudaraku, putingku yang sudah menegang itu disedot dan digigit kecil.
Kemudian aku dibaringkan pada tikar yang mereka gelar disitu. Mereka bertiga sudah membuka celananya sehingga terlihatlah tiga batang yang sudah mengeras, aku sampai terpana melihat batang mereka yang besar-besar itu, terutama punya si hansip, penisnya paling besar diantara ketiganya, hitam dan dipenuhi urat-urat menonjol.
Celana dalamku mereka lucuti jadi sekarang aku sudah telanjang bulat. Aku langsung meraih penisnya, kukocok lalu kumasukkan ke mulutku untuk dijilat dan dikulum, selain itu tangan lembutku meremas-remas buah zakarnya, sungguh besar penisnya ini sampai tidak muat seluruhnya di mulutku yang mungil, paling cuma masuk tiga perempatnya. Si tukang ojek mengangkat sedikit pinggulku dan menyelipkan kepalanya di antara kedua belah paha mulusku, dengan kedua jarinya dia sibakkan kemaluanku sehingga terlihatlah vagina pink-ku di antara bulu-bulu hitam.
Lidahnya mulai menyentuh bagian dalam vaginaku, dia juga melakukan jilatan-jilatan dan menyedotnya, tubuhku menggelinjang merasakan birahi yang memuncak, kedua pahaku mengapit kencang kepalanya karena merasa geli dan nikmat di bawah sana. Bapak bersarung menikmati payudaraku sambil penisnya kukocok dengan tanganku dan payudaraku yang satunya diremasi si hansip yang sedang ku-karaoke.
Aku sering melihat sebentar-sebentar Mat nongol di jendela mengintipku diperkosa teman-temannya, nampaknya dia sudah gelisah karena tidak sabaran lagi untuk bisa menikmati tubuhku. Tak lama kemudian aku mencapai orgasme pertamaku melalui permainan mulut si tukang ojek pada kemaluanku, tubuhku mengejang sesaat, dari mulutku terdengar erangan tertahan karena mulutku penuh oleh penis si hansip.Cairanku yang mengalir dengan deras itu dilahap olehnya dengan rakus sampai terdengar bunyi, “Slurrpp.., sluupp..”. Puas menjilati vaginaku, si tukang ojek meneruskannya dengan memasukkan penisnya ke vaginaku, eranganku mengiringi masuknya penis itu, cairan cintaku menyebabkan penis itu lebih leluasa menancap ke dalam.
Aku merasakan nikmatnya setiap gesekannya dengan melipat kakiku menjepit pantatnya agar tusukannya semakin dalam. Bapak bersarung menggeram-geram keenakan saat penisnya kujilati dan kuemut, sedangkan si hansip sekarang sedang meremas-remas payudaraku sambil menjilati leher jenjangku. Aku dibuatnya kegelian nikmat oleh jilatan-jilatannya, selain leher dia jilati juga telingaku lalu turun lagi ke payudaraku yang langsung dia caplok dengan mulutnya
Beberapa saat lamanya si tukang ojek menggenjotku, tiba-tiba genjotannya makin cepat dan pinggulku dipegang makin erat, akhirnya tumpahlah maninya di dalam kemaluanku diiringi dengan erangannya, lalu dia lepaskan penisnya dari vaginaku. Posisinya segera digantikan oleh si hansip yang mengatur tubuhku dengan posisi bertumpu pada kedua tangan dan lututku. Kembali vaginaku dimasuki penis, penis yang besar sampai aku meringis dan mengerang menahan sakit ketika penis itu.
“Wuah.. memek Non ini sempit banget, untung banget gua hari ini bisa ngentot sama anak kuliahan.. emmhh.. ohh..”, komentar si hansip.
Sodokan-sodokannya benar-benar mantap sehingga aku merintih keras setiap penis itu menghujam ke dalam, kegaduhanku diredam oleh Bapak bersarung yang duduk mekangkang di depanku dan menjejali mulutku dengan penisnya, penis itu ditekan-tekankan ke dalam mulutku hingga wajahku hampir terbenam pada bulu-bulu kemaluannya. Aku sangat menikmati menyepong penisnya, kedua buah zakarnya kupijati dengan tanganku, sementara di belakang si hansip mengakangkan pahaku lebih lebar lagi sambil terus menyodokku, si tukang ojek beristirahat sambil memain-mainkan payudaraku yang menggantung. Si Bapak bersarung akhirnya ejakulasi lebih dulu di mulutku, dia melenguh panjang dan meremas-remas rambutku saat aku mengeluarkan teknik mengisapku, kuminum semua air maninya, tapi saking banyaknya ada sedikit yang menetes di bibirku.
“Wah, si Non ini.. cantik-cantik demen nenggak peju!”, komentar si tukang ojek melihatku dengan rakus membersihkan penis si Bapak bersarung dengan jilatanku.
Tiba-tiba pintu terbuka, aku sedikit terkejut, di depan pintu muncul si Mat dan si tukang ojek berkumis tebal yang sudah kembali dari membeli bensin.“Wah.. ngapain nih, ngentot kok gak ngajak-ngajak”, katanya.
“Iya nih, cepetan dong, masa gua dari tadi cuma disuruh jaga, udah kebelet nih!”, sambung si Mat.
“Ya udah, lu dua-an ngentot dulu sana, gua yang jaga sekarang”, kata si tukang ojek yang satu sambil merapikan lagi celananya.Segera setelah si tukang ojek keluar dan menutup pintu, mereka berdua langsung melucuti pakaiannya, si Mat juga membuka kaosnya sampai telanjang bulat, tubuhnya agak kurus tapi penisnya lumayan juga, pas si tukang ojek berkumis melepas celananya barulah aku menatapnya takjub karena penisnya ternyata lebih besar daripada punya si hansip, diameternya lebih tebal pula.
“Gile, bisa mati kepuasan gua, keluar satu datang dua, mana kontolnya gede lagi!”, kataku dalam hati.
Si hansip yang masih belum keluar masih menggenjotku dari belakang, kali ini dia memegangi kedua lenganku sehingga posisiku setengah berlutut. Si Mat langsung melumat bibirku sambil meremas-remas dadaku, dan payudaraku yang lain dilumat si tukang ojek itu. Nampak Mat begitu buasnya mencium dan memain-mainkan lidahnya dalam mulutku, pelampiasan dari hajat yang dari tadi ditahan-tahan, aku pun membalas perlakuannya dengan mengadukan lidahku dengannya.
Kumis si tukang ojek yang lebat itu terasa sekali menyapu-nyapu payudaraku memberikan sensasi geli dan nikmat yang luar biasa. Si Bapak bersarung sekarang mengistirahatkan penisnya sambil mencupangi leher jenjangku membuat darahku makin bergolak saja memberi perasaan nikmat ke seluruh tubuhku. Ketika aku merasa sudah mau keluar lagi, sodokan si hansip pun terasa makin keras dan pegangannya pada lenganku juga makin erat.
“Aaahh..!”, aku mendesah panjang saat tidak kuasa menahan orgasmeku yang hampir bersamaan dengan si hansip, vaginaku terasa hangat oleh semburan maninya, selangkanganku yang sudah becek semakin banjir saja sampai cairan itu meleleh di salah satu pahaku. Tubuhku sudah basah berkeringat, ditambah lagi cuaca yang cukup gerah.
Setelah mencapai klimaks panjang mereka melepaskanku, lalu si Bapak bersarung berbaring di tikar dan menyuruhku menaiki penisnya. Baru saja aku menduduki dan menancapkan penis itu, si tukang ojek menindihku dari belakang dan kurasakan ada sesuatu yang menyeruak ke dalam anusku.
Edan memang si tukang ojek ini, sudah batangnya paling besar minta main sodomi lagi. Untung daerah selanganku sudah penuh lendir sehingga melicinkan jalan bagi benda hitam besar itu untuk menerobosnya, tapi tetap saja sakitnya terasa sekali sampai aku menjerit-jerit kesakitan, kalau saja ada orang lewat dan mendengarku pasti disangkanya sedang terjadi pemerkosaan.Dua penis besar mengaduk-aduk kedua liang senggamaku, si Bapak bersarung asyik menikmati payudaraku yang menggantung tepat di depan wajahnya. Si Mat berlutut di depan wajahku, tanpa disuruh lagi kuraih penisnya dan kukocok dalam mulutku, tidak terlalu besar memang, tapi cukup keras. Kulihat wajahnya merah padam sambil mendesah-desah, sepertinya dia grogi
“Enak gak Mat? Kamu udah pernah ngentot belum?”, tanyaku di tengah desahan.
“Aduh.. enak banget Non, baru pernah saya ngerasain ngentot”, katanya dengan bergetar.Aku terus mengemut penis si Mat sambil tanganku yang satu lagi mengocok penis supernya si hansip. Si Mat memaju-mundurkan pantatnya di mulutku sampai akhirnya menyemprotkan maninya dengan deras yang langsung kuhisap dan kutelan dengan rakus. Tidak sampai dua menit si tukang ojek menyusul orgasme, dia melepas penisnya dari duburku lalu menyemprotkan spermanya ke punggungku. Si Bapak bersarung juga sepertinya sudah mau orgasme, tampak dari erangannya dan cengkeramannya yang makin erat pada payudaraku. Maka kugoyang pinggulku lebih cepat sampai kurasakan cairan hangat memenuhi vaginaku. Karena aku masih belum klimaks, aku tetap menaik-turunkan tubuhku sampai 3 menit kemudian aku pun mencapainya.
Setelah itu si Bapak bersarung itu keluar dan si tukang ojek yang tadi berjaga itu kembali masuk.“Aduh, belum puas juga nih orang.. bisa pingsan gua lama-lama nih!”, pikirku
Tubuhku kembali ditelentangkan di atas tikar. Kali ini giliran si Mat, dasar perjaka.. dia masih terlihat agak canggung saat ke mau mulai sehingga harus kubimbing penisnya untuk menusuk vaginaku dan kurangsang dengan kata-kata
“Ayo Mat, kapan lagi lu bisa ngerasain ngentot sama cewek kampus, puasin Mbak dong kalo lu laki-laki!”.
Setelah masuk setengah kusuruh dia gerakkan pinggulnya maju-mundur. Tidak sampai lima menit dia nampak sudah terbiasa dan menikmatinya. Si hansip sekarang naik ke dadaku dan menjepitkan penisnya di antara kedua payudaraku, lalu dia kocok penisnya disitu. Aku melihat jelas sekali kepala penis itu maju mundur di bawah wajahku. Si tukang ojek berkumis menarik wajahku ke samping dan menyodorkan penisnya.
Kugenggam dan kujilati kepalanya sehingga pemiliknya mendesah nikmat, mulutku tidak muat menampung penisnya yang paling besar di antara mereka berlima. Aku sudah tidak bisa ngapa-ngapain lagi, tubuhku dikuasai sepenuhnya oleh mereka, aku hanya bisa menggerakkan tangan kiriku, itupun untuk mengocok penis si tukang ojek yang satu lagi. Tubuhku basah kuyup oleh keringat dan juga sperma yang disemburkan oleh mereka yang menggauliku.
Setelah mereka semua kebagian jatah, aku membersihkan tubuhku dengan handuk basah yang diberikan si hansip lalu memakai kembali pakaianku. Mereka berpamitan padaku dengan menepuk pantatku atau meremas dadaku. Si tukang ojek berkumis mengantarku ke mobil sambil membawa sejerigen bensin yang tadi dibelinya. Setelah membantuku menuangkan bensin ternyata dia masih belum puas, dengan paksa dilepaskannya celanaku dan menyodokkan penisnya ke vaginaku.
Kami melakukannya dalam posisi berdiri sambil berpegangan pada mobilku selama 10 menit. Untung saja tidak ada orang atau mobil yang lewat disini. Setibanya di rumah aku langsung mengguyur tubuhku yang bau sperma itu di bawah shower lalu tidur dengan perasaan puas. -

Video Bokep Cayla menggoda pacarnya dengan memakai lingerie

-

Cerita Sex Ketagihan Kontol
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Ketagihan Kontol ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Malam itu tidak biasanya aku yang bisa menjemput istriku yang sehabis mengajar , karena jadwalnya mundur satu jam awalnya jam 10 malam menjadi jam 11 malam istriku baru pulang, malam itu suasana di perumahan sungguh sepi, tapi aku sudah berniat untuk menjemput istriku, aku lewat pintu belakang rumah.
Dimana memang agak rimbum saat aku buka pintu sedikit ternyata istriku sudah berada dibelakang tapi yang aku herankan istriku seolah olah berbicara kepada seoarang ternyata dia sedang bersama penjaga malam komplek namanya Pak Latif dia pria tua yang berumuran 60 an tahun.
“Terima kasih, Pak Latif….!!! ” kata istriku pelan
“Aah, nggak papa, saya senang, kok tolongin, ibu….!!!!! ,” kata Pak Latif sambil cengar cengir dan tak kunyana tangan kiri Pak Latif memegang tangan istriku dan mengarahkan ke selangkangan nya yang menyembul, sedang tangan kanan Pak Latif langsung meremas remas payudara kanan istriku.
Akupun teringat omongan Pak Latif saat awal-awal aku berkenalan. dimana Pak Latif pernah bercerita sering wanita yang sudah bersuami di desanya dibuatnya kelenger oleh batang kemaluan, dan nama Latif adalah nama olok-oloknya kepanjangan Besar Anunya sebesar punya kuda, dan Pak Latif tak punya tempat tinggal tetap sehingga tidurnya berpindah-pindah di rumah teman-teman se desa nya yang ada di kotaku dan ia juga pernah bercerita padaku, istri temannya sering dia setubuhi saat suaminya tidur pulas.
Esok malamnya aku bersembunyi beberapa meter sebelum jalan masuk perumahanku dan beberapa saat kemudian dari kejauhan kulihat Pak Latif tengah membonceng istriku dengan sepeda bututnya dan aku mengambil posisi yang terlindung tapi dapat melihat dari dekat.
Hatikupun berdegup kencang saat kulihat istriku bergayut menempelkan payudara kanannya ke pinggang Pak Latif dan kakiku hampir tak dapat berdiri saat kulihat kedua tangan istriku sedang mengocok dan mengelus-elus batang kemaluan Pak Latif yang sebesar batang kemaluan kuda itu sehingga aku sempat melihat jari-jari tangan istriku tak dapat menggenggam batang kemaluan Pak Latif.
Beberapa saat Pak Latif dan istriku berlalu, aku sedikit berlari agar aku sampai di rumah sebelum istriku dan Pak Latif sampai dengan mengambil jalan pintas, tetapi karena kurang hati-hati aku terperosok dan kurasakan kakiku terkilir, sehingga aku tak dapat berjalan cepat.
Akupun berusaha berjalan dengan menyeret kakiku, dan akhirnya dengan susah payah aku sampai di rumah. Aku lewat pintu dapur dan kulihat sepeda Pak Latif ada di balik rerimbunan pintu samping.
Dengan perlahan aku masuk dan menuju ruang tamu dengan hati-hati dan kudengar suara “croop croop” dari ruang tamu, akupun membuka sedikit selambu yang menutup ruang tamu dan ruang tengah.
Cerita Sex Ketagihan Kontol Matakupun seakan terlepas dari tempatnya saat kulihat istriku sedang berjongkok di depan Pak Latif dan tengah mengulum batang kemaluan Pak Latif yang besar panjang dan berurat-urat sebesar cacing tanah sehingga mulut istriku kesulitan mengulum batang kemaluannya yang amat besar itu.
Sedangkan tangan kanan Pak Latif menyusup di blouse kuning istriku sedang meremas-remas payudara kiri istriku dan tangan kanan Pak Latif membelaibelai rambut pendek istriku.
Punggung kaki kanan Pak Latif tengah menggosok-ngosok selangkangan istriku yang duduk jongkok terkangkang dan di atas meja tamu kulihat BH tipis cream dan celana dalam merah istriku tergeletak di dekat tas kerja istriku.
“Oooooohhhhh. …eeuuunaak Bu Mia ?!!!!!” kudengar Pak Latif mendesis, akupun benar-benar tak kuat menopang tubuhku dengan satu kaki melihat istriku tengah “membayar” kebaikan Pak Latif untuk menjemputnya dari jalan raya, sehingga akupun jatuh tersungkur dan membuat istriku dan Pak Latif kaget.
“Bu Mia, mungkin suami ibu ..????” kudengar bisikan Pak Latif. Merekapun berlari mendapatiku tersungkur. “Kenapa, mas? tanya istriku. Aku tak menjawab dan merekapun tahu kakiku terkilir karena celanaku berlepotan tanah.
Akhirnya akupun dipijat oleh Pak Latif dan memang agak berkurang sakitnya. Akupun disuruh Pak Latif beristirahat dan Pak Latif akan kembali esok pagi. Pak Latif pun berpamitan dan Kudengar istriku mendesis pelan sebelum pintu depan ditutup.Setelah pak Latif pergi, istriku menanyakanku darimana dan kujawab aku akan menjemput nya tadi, tapi ditengah jalan terjatuh. Keesokkan paginya Pak Latif datang dan memijitku lagi dan terakhir aku tak mengerti kenapa Pak Latif menusuk-nusuk batang kemaluanku dengan sarung kerisnya dan Pak Latif memberiku ramuan untuk diminumkan kepadaku oleh istriku.
Pagi itu istriku memakai daster dari kaos yang agak ketat, daster ini kesukaanku karena mempunyai resleting di depan sampai ke perut dan aku tahu pagi itu istriku tak mengenakan BH karena kedua puting susu istriku yang besar menonjol dari daster kaos ketatnya dan istriku merias diri seperti akan berangkat kerja.
Istriku dan Pak Latif keluar dari kamar, sambil menarik pintu kamar, akan tetapi tidak tertutup rapat dan masih sedikit terbuka, setelah aku berpura-pura tidur sehingga aku masih dapat mendengar pembicaraan mereka.
“Sudah, Jeng Yati…..!!! ” terdengar kata Pak Latif menyebut istriku “Jeng”.
“Aku masih takut, Pak ……!!!!” bisik istriku
“Ayo dicoba saja, Jeng Mia…..!!! ,” bisik lagi Pak Latif. Kemudian Istriku masuk kamar kembali dan aku sedikit kaget saat istriku mengelus elus batang kemaluanku dan aku pura-pura terbangun, sementara batang kemaluanku langsung bangun, kemudian istriku melepas celana dalam nya.
“Eeeeehhh… Diikkk, apa… Pak Latif sudah pulang….? tanyaku
“Sudah…!!! ” istriku menjawab singkat dan kini mengocok batang kemaluan ku, sambil naik keatas tempat tidur dan mengkangkangkan kedua kaki di atas tubuhku, sementara selangkangannya mendekati batang kemaluanku dan….. “Crot crot crot” tak tahan aku, air maniku lansung keluar saat menempel bulu-bulu kemaluan istriku.
“Aaaaahhhhhh. ….maaasssss. …..!!!! !,” bisik istriku yang terus mengocok batang kemaluan ku dan tak lama kemudian bisa berdiri lagi dan untuk kedua kalinya airmaniku tersenbur kembali saat masih menempel di bulu-bulu kemaluan istriku .
“Mas kok, begini terus. Sudah berapa bulan, mas. Aku sudah pingin sekali, mas. Aku pingin penyaluran.. !!” kata istriku sambil melap air maniku di bulu-bulu kemaluan nya.
Kemudian Istriku keluar kamar dan kudengar bisikan Pak Latif “nanti malam…,yaaa. . , Jeng Mia…!!!
”Siangnya aku menahan sakit di batang kemaluan dan utamanya di lubang kencingku sebelum istriku berangkat mengajar, aku tak mengatakan pada istriku dan akupun terkulai dan tertidur hingga kudengar pintu depan terbuka saat istriku pulang.
“Pak Latif saya masih takut, aahhhh…..! !” terdengar bisikan istriku “Ayo, cepat, Jeng Mia,….” suara mendesak Pak Latif berbisik.
Aku menutup wajahku berpura pura tidur saat istriku masuk kamar dan kulihat istriku merias diri dan melepas semua yang menempel tubuh sintal istriku tak terkecuali celana dalam dan BHnya pun tak lagi di tempatnya dan mengambil kaim panjang dan melilitkan ketubuh sintalnya sehingga lekuk tubuh istriku dimana kedua payudara dan kedua puting nya menonjol di bagian dada dan pantat bahenol nya.
“Mas mas ..!!!” istriku membangunkanku.
“Eeeh ? ada apa, dik….?” tanyaku “Eee ? aku eeee ?.
Pak Latif mau mijit aku mas?!!!” kata istriku terbata-bata.
“Lho, kamu sakit atau terjatuh…. ?? tanyaku.
“Eehh enggak mas, ee katanya dia bisa mengurangi nafsuku ..!!!!” kata istriku mengagetkanku. Tapi lidahku kelu, tak dapat berbicara.
“Maass kan tak bisa memuaskanku, sedangkan aku pingin sekali, Pak Latif bisa mengurangi nafsuku, mas, bolehkan…. ????” aku hanya diam dan diam, istriku pun menganggapku setuju.
“Paaakk…Pak Latif, ayoo…masuk siniii…, pak..!!!” istriku memanggil Pak Latif.
Cerita Sex Ketagihan Kontol Pak Latif yang mengenakan sarung membawa tas plastik itupun masuk kamarku. Kemudian istriku tidur tengkurap diatas tempat tidur disampingku dengan posisinya berlawanan denganku sehingga kaki istriku di dekat kepalaku dan Pak Latif duduk dipinggir ranjang.
Serta mulai memijat betis istriku, telapak kaki dan kemudian kedua tangan istriku. Kelihatan pijatan Pak Latif wajar-wajar saja, sampai akhirnya Pak Latif memijat tengkuk istriku dan kulihat mulutnya komat kamit seperti membaca sesuatu, kemudian Pak Latif meniup tengkuk istriku dan terdengar istriku mendesis
“Eccch ?eeeeccchhhhh. …!!” 2 kali dan ke 3 kalinya istriku semakin mendesis.
“Dibalik badannya, Jeng….!!!! !!” perintah Pak Latif pada istriku dan Pak Latif memijat kedua tangan istriku dan kemudian kaki istriku.
Pak Latif akhirnya memijit punggung dan telapak kaki istriku dan istriku semakin mendesis-desis dan tubuhnya mulai meregang.
“Ini mulai, Jeng Mia,…!!!” kata Pak Latif semakin intensif memijit telapak kaki istriku dan istriku makin lama makin meregangkan kedua kakinya dan kedua lututnya semakin tertekuk. Begitu Pak Latif memijat kedua pergelangan kaki istriku, istriku langsung mengkangkangkan kedua kakinya sehingga terlihat olehku selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu-bulu lebat.
“Wuuh Jeng Mia sangat tinggi ini..!!!” kata Pak Latif dan tangan kanannya meraih tas plastiknya dan kuingat Mbah Muklis, dan Pak Latif membuka bungkusan yang berisi sarung keris sebesar batang kemaluan orang dewasa tapi tanpa keris dan diletakkan diantara kedua kaki istriku yang terkangkang tanpa sepengetahuan istriku.
Pak Latif berdiri dan mendudukkan istriku dan Pak Latif kemudian duduk bersila di belakang istriku, Pak Latif memijat tengku istriku kembali dan meniup niup tengkuk istriku dan kulihat kedua tangan istriku lunglai dan istriku mendesis desis sedangkan sarung keris itu merayap mendekato selangkangan istriku dimana istriku semakin mengkangkangkan kedua kakinya.
Istriku semakin lunglai dan tubuh istriku rebah ke dada Pak Latif yang sudah mengkangkangkan kedua kaki di samping tubuh istriku
“Paak apa ituuuu…paaakkkk? !!!!” istriku mendesis saat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menempel di selangkangannya dan pantat bahenolnya pun bergetar.
“Paaak apaaa oooooooccccchhhhh ….paaakkkk ?!!!!!!!” istriku merintih panjang.
“Biar nafsumu keluar, Jeng…..!!! !” kata Pak Latif dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa bergetar dan kudengar bunyi “kecepak di selangkangan istriku, sambil pantat bahenol bergetar.
Aku hanya bisa melotot melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa mulai menguak bibir vagina istriku dan membuat istriku mengkangkangkan kedua kaki nya lebih lebar-lebar lagi.
“Paaaaak Deraaan ooooohhhhh.. ..kookkkk masuuuk?..paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu mulai menembus masuk liang vagina istriku. Markas Judi Online Dominoqq
“Apanya yang masuk, Jeng …..???? tanya Pak Latif berpura pura.
“Nggak tahu paaak..iiiii. ..oooooggggghhhh hhh…… paaakkkk. ….!!!!” istriku mendesis “Lho, masuk kemana…..? ” tanya lagi Pak Latif
“EEEcccgggghhhhh. .. ke…keeee.. . amuuukuuuu?paaaakkkk ?!!!!” istriku merintih dan mulai menceracau menandakan nafsu nya sudah mulai naik.
“Anu, apa Jeng Mia….? “OOcch anuu….kuuu. … paaaak,….! !!!” istriku merintih-rintih dan kedua tangan Pak Latif mulai turun ke kedua lengan istriku dan…..
“Paaaak….jaaaa. …jaaangaannnn. ..paaaakkkkk. …aaaa.. ..aaaaaddaaa. .. ….ssuuuu.. suu….. uuuamikuuuu. .paaaakkkkkkk. ….!!!!! ” istriku mendesis panjang terputus-putus saat kedua tangan keriput Pak Latif mulai meremas-remas kedua payudaranya,
“Anu apa, Jeng Mia…..? bisik Pak Latif di telinga kanan istriku dimana kepalanya terkulai dibahu kiri Pak Latif.
Sementara itu, ujung tumpul sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu berputar menggetarkan pantat bahenol istriku dan
“Toroookkuuuuuu paaaaak adaa yang….maaaaa. .. maaaasuuk toroookkuuuu? !!” istriku meracau dan
“Hhhhuuuuuaaaaggggg hhhhhh… .aaaaaaaddduuuuu uhhhhh… …beee.. beeesaaa arrrrr…… aaaammmmmaaaatttttt ….paaaakkkkkk ?..!!!!” rintih istriku dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menembus makin dalam liang vagina nya.
“Ayo….jeeengg. sambil… dilihat.. ..!!!!,” kata Pak Latif enteng sambil menyungkapkan kain panjang istriku hingga selangkangan istriku terlihat dan Pak Latif menundukkan kepala istriku yang lunglai ke selangkangan nya, yang mulai dijejali sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu.
“Iiiiihhhhhhh. …aaaaappaaa iiiiniii…. paaaaaakkkkkk ?!!!!!” rintih istriku, kemudian…
“Beeeuuuuzzzaaarrrr ..aaaaammaaaaatt tt….paaaakkkkk? .ooooo hhhh…paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih saat dia melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu menembus masuk ke liang vaginanya dan kulihat bibir vagina istriku menggelembung seolah-olah ditiup.
Karena desakan sarung keris besar itu di dalam liang vagina nya sehingga dia semakin mengkangkangkan kedua kaki nya lebar-lebar. Istriku mengerang-erang keras seirama dengan meluncur keluar masuknya sarung keris tersebut menembus liang vaginanya
Cerita Sex Ketagihan Kontol “Nngngngaaaaaaaccch hhh ??beeezzaaaaaarrr hghghghghghhh ??!!!!!” sambil kepala nya lunglai bersandar di bahu kiri Pak Latif dan kedua tangan keriput Pak Latif menyusup ke kain panjang bagian atas istriku dan dengan gemasnya Pak Latif meremas-remas payudara istriku yang menggelinjang- gelinjang.
Sementara mulut istriku merintih-rintih, mengerang dan menggeram, dan bahkan badannya kemudian mengejan-ngejan dengan keras karena sarung keris besar tersebut mulai menghujam makin dalam keluar masuk di liang vagina nya.
Sementara itu, Pak Latif berhasil melepas ikatan kain panjang istriku dan terkuaklah kedua payudara montok istriku, lalu kedua tangan keriput Pak Latif mulai meremas remas lagi dengan ganas kedua payudara istriku dan jari-jari tangan Pak Latif memelintir sambil menarik-narik kedua puting susu istriku secara bergantian seolah Pak Latif sedang merempon sapi betina yang sudah waktunya mengeluarkan air susunya
“Paaaaaak ??oooooooohhhhh. …..paaaakkkk. ..!!!” rintih istriku saat mulut Pak Latif mencaplok payudara kanannya dan tak lama setelah itu bunyi “sreep sreep” terdengar menandakan air susu istriku telah keluar akibat jilatan lidah Pak Latif di puting susu kanan istriku.
Pak Latif membentangkan tangan kanan istriku yang lunglai agar Pak Latif mudah mengempot payudara istriku dan kulihat istriku benar- benar menikmati perlakuan Pak Latif, penjaga malam itu, sementara pantat bahenolnya bergoyang.
Berputar maju mundur akibat sarung keris yang keluar masuk di liang vagina nya dan tubuhnya terus bergetar hebat, nafas istriku mendengus-dengus oleh perbuatan Pak Latif di payudara nya dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa yang menghujam keluar masuk semakin cepat di liang vagina istriku membuat ia mandi keringat dan….. “Paaaak…paaaaakkk k Deraaaaaan.. .aaaaa… .aaaaaakuuu. …..oooccccchhh hh…paaaaaak ….aaa aa….aaaakuuu nggaaaaaak taahaaaan ? aaaa…aaakuuuu. ..keee… .keeeluaaaar ?paaaaakkkkk. …..!!!! ” istriku mengerang keras dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dengan kuat ketika dia mengalami orgasme yang dasyaattt malam itu.
Rupanya sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa di liang vagina nya tak berhenti juga keluar masuk di liang vagina nya dan bahkan semakin cepat membuat nafas istriku semakin mendengus-dengus seperti kuda betina yang digenjot tuannya untuk berlari kencang.
Dimana pantat bahenol nya tersentak-sentak dan terangkat angkat tak karuan dan Pak Latif yang sudah menghabiskan air susu payudara kanan istriku, langsung mencaplok dan mengempot dan menyedot nyedot payudara kiri istriku sementara jari-jari tangan kanan Pak Latif tak henti-hentinya mremelintir sambil menarik-narik puting susu kanan istriku dan istrikupun mengangkat pinggulnya ke atas dannnn
“Paaaaak…ooohhhhh ……… .aaaa…aaakuuuu u keluar lagiiiiiiiiii ??.paaakkkkk.. .. !!!!!” istriku mengerang mencapai orgasme keduanya.
Pak Latif rupanya sudah tak sabar lagi dan dia menidurkan istriku yang sudah mengkangkangkan kedua kaki dan mulutnya komat kamit. Selanjutnya, sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu pun muncul dan keluar dari liang vagina istriku dan seolah mengerti perintah.
Sarung keris itu masuk ke tempatnya semula dan Pak Latif menutupkan sarungnya di kedua kaki istriku yang sudah kegatalan ingin disetubuhi Pak Latif, penjaga malam perumahanku dan
“Hgggggggggghhhhhh ??..aaaaaaagggghhhhhh hh……! !!!!!” kudengar suara istriku menggeram saat kulihat pantat Pak Latif mulai turun naik diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar seolah punggung istriku digebuk keras.
“ppppfffaaaak ?. amppffuuuuunnnn ?.beeezzzzzaaaaaarrr seeekaliiiiiii kontooolmuuu paaaaak ? hhhgggggggggghhhhhh h ?..rooobeeeeek naaatniiii liaaaangkuuuu paaaaaak hhhgggggggggghhhhhh ?.!!!!!”
Kulihat kedua jari-jari tangan istriku yang lunglai itu mencengkeram lengan Pak Latif yang menopang tubuhnya saat menggenjot batang kemaluan nya ke liang vagina istriku dan entah karena kebesaran kedua kaki istriku terkangkang lebar.
Sehingga sarung Pak Latif pun tersingkap dan betapa kagetnya aku saat kulihat batang kemaluan Pak Latif sebesar kuda itu sudah separuh menjejali liang vagina istriku, dimana bibir vagina istriku seolah-olah ditiup menggelembung besar karena desakan batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif itu.
Pak Latif berhenti menghujamkan batang kemaluan sebesar kuda nya saat istriku melenguh keras dan pingsan. Aku mengira Pak Latif akan melepas batang kemaluannya yang sebesar kuda dari liang vagina istriku yang pingsan.Tapi mulut Pak Latif komat kamit dan begitu wajah istriku ditiup oleh Pak Latif, istriku pun tersadar kembali dan Pak Latif menjejalkan kembali batang kemaluan sebesar kuda nya ke liang vagina istriku sehingga kudengar gemeletuk gigi istriku merasakan liang vagina seolah robek.
Pak Latif kini mempermainkan kelentit istriku dan istriku mulai mengerang kembali mendapatkan kenikmatan hasrat seksualnya, sehingga bunyi “cek cek” lendir vagina istriku terdengar kembali menandakan nafsu istriku mulai naik dan suara lendir vagina istriku semakin keras dan seperti tak percaya kulihat batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif mulai masuk ke dalam liang vagina istriku perlahan namun pasti.
“kontolmu besaaar ? kontolmu besaaar paaak eeeccch aku nggak pernaaaah merasakan uuummpppfff paaaakk akuuuu oooocccch paaaaaaakk engngngngngngngng ??.”
Istriku mengejan keras saat mencapai orgasme ketiganya malam itu dan hal itu memudahkan batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif semakin masuk ke liang vagina istriku yang berlendir karena orgasmenya sehingga tak kusangka batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif amblas keseluruhan ke liang vagina istriku dan Pak Latif menindih tubuh istriku \.
Kulihat kedua tangan Pak Latif meremas remas kedua payudara istriku kembali, mulutnya mengulum bibir merah istriku dan istriku meladeni kuluman Pak Latif dan kulihat lidah Pak Latif menyusup ke rongga mulut istriku dan menjilati dalam rongga istriku yang kian terangsang kembali dimana jari-jari tangan istriku meremas remas punggung Pak Latif .
Mulai menggoyangkan pantatnya dan istriku mencengkeram punggung Pak Latif disertai nafas istriku mendengus- dengus dan tak lama kemudian pantat bahenol tersentak sentak mencapai orgasmenya ke empat.
Malam itu, Pak Latif menyetubuhi istriku tanpa henti dan aku hanya dapat menghitung pantat bahenol istriku tersentak sentak lebih dari enam kali dan akhirnya Pak Latif menggenjot pantatnya naik turun semakin lama semakin cepat dan menghujam kan batang kemaluan sebesar kuda diserati erangan panjang dan bunyi “preet preeet”berulang ulang dari liang vagina istriku saat Pak Latif menumpahkan airmaninya di rahim istriku.
Keesokkan paginya Pak Latif baru pulang meninggalkan istriku yang hampir pingsan dan seharian istriku tak dapat turun dari tempat tidur karena liang vagina dan bibir vagina istriku membengkak. Hari-hari berikutnya.Istriku menolak dengan halus saat Pak Latif mengajak istriku bersetubuh dan sebagai gantinya sering kulihat istriku mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif dan istriku selalu berusaha menelan air mani Pak Latif saat Pak Latif ejakulasi di mulut istriku .
Rupanya istriku hampir tiap hari mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Latif dan bahkan sering kulihat dua kali sehari dan hal ini merontokkan kesehatan Pak Latif yang akhirnya jatuh sakit dan pulang ke desanya.
cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Kisah Memek Adik Kawanku

Duniabola99.com – Aku tinggal serumah bersama dengan 4 orang kawan aku, Pada suatu hari salah seorang kawan aku minta aku tolong adiknyapindah barang kerumah sewa kami. Rupanya adik kawan aku tu perempuan.Aku pun tolong pindahkan barang kerumah sewa kami sebab ada bilik kosong.Dalam kereta aku pun risik – risik pada dia.
Nama nya ila 20 thn dah ada boyfriend,tapi aku ni dalam ketegori jantan handsome jadi aku dapat rasa aku boleh dapatkannya. Bila tengok ila ni aku rasa grairah sebab teteknya yang besar. Rambut yang panjang dan semestinya cantik. Bila ila dah duduk serumah dengan kita bila dia mandi selalu berkemban dengan tuala pendek,saja nak menggoda.Dalam hati selalu berkata bila nak dapat ni.Satu hari abang dia tak ada rumah , pergi tidur rumah kawan. Bila ila balek kerja terus ila masuk mandi.Dalam rumah tu aku saja ada tv & video.Masa tu jam dah pukul 10.00 mlm . Tiba tiba ila ketuk bilik aku tanya abang dia mana,aku cakap abang dia pergi tidur rumah kawan. Dia tanya aku buat apa , aku cakap tengah rilex tengok Tv.
Aku ajak dia rilex dengan aku,Dia setuju sebab tak ada apa nak buat.Mula diam sja aku tanya dia ila nak
tengok videoke,cerita apa ada,aku cakap BF adala. Dia cakap boleh juga.Bila buka aje video aku tengok dia dah gelisah. Aku beranikan diri pegang tangan dia,sejuk.Dia diam aje.Aku nekad terus aku cium mulut dia ada respon. Aku jilat bibir dia dan hisap lidah dia, sambil tangan aku mengusap – ngusap buah dada yang aku geram selama ini.
Aku minta dia buka bra dengan rela hati dia bukakan untuk aku.Bila dah terbuka aku terus menjilat dan menggigit puting dia yang kecil, aku paling suka perempuan yang puting tetek yang kecil.Nafas ila dah tak keruan, tangan aku dah bermaian di pussy dia. Pussy dia dah banjir ,aku jolok sikit jari aku ke dalam lubang sambil mengusik biji dia . Ila mengerang Aaaagh ila tak tahan bang,terus aku buka kangkang dan dengan rakus aku jilat pussy dia, aku jolok lidah dalam lubang dia,ila dah lupa diri,mengliat dan mengerang minta aku fuck dia. tapi aku masih boleh sabar.Aku terus menjilat ,aku rasa dah 2 kali ila klimax. Tiba -tiba ila menarik aku dan menarik seluar aku.Bang ila dah tak bole tahan ni Bila dia pegang aku punya batang aku tengok dia terkejut sikit,Fuh batang abangni ila tak sangka besar dan panjang,sempat dia capai pembaris nak ukur aku punya 7inc katanya.
Tanpa membuang masa ila menjilat dan mengulum batang aku tapi tak habis. Aku biarkan ila hisap sepuas hati dia.Bila dah puas aku baringkan dia. Aku cuba masukkan zakar aku ke pussy ila ,ila mengerang suara ila bergetar
Lubang dia ketat lagi,perlahan lahan aku dapat masukkan setengah dari batang aku, aku memula kan hayunan aku, mula perlahan dan makin laju ila mengerang aaaaah aaaaaaagh laju lagi bang tiba dia kekejangan untuk kali ketiga,aku teruskan lagi terasa batang aku dikemut kemut, Aku terasa air mani aku dah nak keluar ,makin laju dan aku benam kan semua batang aku dalam lubang ila , ila mengerang aku tembak air aku dalam pussy dia, puas hati aku.
Ila cakap batang balak dia kecil tak macam aku punya,mana nak puas.Tapi aku tak bagi dia putus hubungan dengan boy dia sebab aku tak mahu tanggung jawab,ila setuju kalau tidak aku tak mahu bagi aku punya batang dekat dia.Lepas tu aku dapat main dengan ila bila aku mahu. Nasib baik girl friend aku tak tahu kalau tidak mampus……..Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri
-

Kisah Memek Ngentot Dengan Guru Les

Duniabola99.com – Nama saya Sigit (samaran) saya berumur 18 tahun, kulit ku sawo matang, dan bola mata ku warna coklat. Nah… yang saya akan ceritakan adalah kisah nyata yah… sekaligus pengalaman hidupku selama ini. Pada saat itu saya sekolah di salah satu SMK yang ada di Depok.
Saya setiap hari pergi sekolah naik angkot yah… jarak sekolah dengan rumah ku sekitar 40km, dari sini lah… kisah ku.Pada hari itu saya mengadakan ujian semester setiap ujian saya tidak pernah dapat nilai bagus dan kali ini ujian nasional sudah mendekat dan saya takut tidak lulus, orang tua ku setiap hari memarahiku sepanjang waktu takut saya tidak lulus. Saya pun tidak memfokus pelajaran ku karena setiap kegiatan pulang sekolah saya langsung keluar sama teman-teman.
Orangtua ku sangat marah melihat saya sampai memukul ku tetapi saya tidak open apa yang orangtua saya berkata yah…. ibarat nya masuk telinga kiri keluar telinga kanan la… hahahaha… jadi orangtua ku ingin saya mempunyai guru les untuk mengajari saya setiap pelajaran yang saya tidak bisa karena orangtua saya ingin saya lulus dan tidak membuat orangtua merasa malu.
Pada hari selasa saya merasa capek sekali di sekolah dan saya pun langsung pulang kerumah tidak keluar sama teman-teman ku, saya ingin sekali tidur. Sampai dirumah saya melihat di ruang tamu ada cewek sangat cantik sekali badan ny putih, hot , seksi dan body nya WoW…. Aduhai… sekali. Hmmmm…. kakak ini ngak pernah saya lihat dan saya langsung menuju ruang tamu dan bertanya sama orangtua saya.
Mak… kakak ini siapa yah? tamu dari mana? (aku bertanya), Ini nak… Guru les kamu dan kakak ini akan mengajari kamu semua mata pelajaran yang kamu tidak bisa (ibu ku menjawab). HAH….?? ( otak ku berpikiran aneh” dan jantung ku berdedak sangat kencang) langsung saya menjawab kepada ibu ku, Mau mak… Mau…Saya langsung berkenalan dengan kakak cantik ini, Nama saya Sigit kak, Nama kakak siapa yah? (saya bertanya), Nama saya Ida Kemala panggil saja kak Ida, Ooh… Salam kenal kak. jadi kapan mak… Kak Ida mulai ajarin saya? (saya bertanya kepada ibu saya), kapan yah Ida bisa mulai mengajari anak saya? (ibu saya bertanya kepada kak Ida), Kak Ida jawab sangat lembut kapan pun bisa bu… mau hari ini juga bisa.
Otomatis saya bicara hari ini aja mak… Kak Ida mulai ajarin Sigit biar bisa ujian ku besok. Langsung saya bawa kak Ida ke ruangan saya. Di kamar saya enak dan lebar ada meja belajar juga, jadi saya otomatis bawa Kak Ida ke ruangan kamar saya. Kak disini saja yah belajar nya? (saya bertanya), terserah Sigit saja mau belajar dimana yang penting nyaman menurut Sigit sendiri, Saya langsung buka kamar saya.
Sigit : Kak duduk dulu saya ganti pakaian dulu yah..
Ida : Iyah… Wan pigi ganti dulu sana dan sekalian mandi biar segar.
Sigit: Oke Kak, Lihat-lihat dulu kamar ku kak kalau capek golek-golek dulu kak di kasur.
Ida : iyah… Wan sana pigi beres-beres duluSekitar 20menit saya selesai mandi dan buat minum untuk kak Ida
Sigit : Maaf kak lama, Ini di minum kak.
Ida : ngak apa-apa Wan, Makasih yah… minum nya. Enak juga kamar mu.
Sigit : sama sama kak, yah… Kalau kakak ingin tiduran boleh kok kak.
Ida : Makasih wan, Sebelum nya sudah pernah ada guru les ngak wan??
Sigit : Ngak pernah kak, Dari dulu saya belajar sendiri tetapi setiap ujian dapat nilai merah terus kak.
Ida : hahahaha…. Gimana mau dapat nilai bagus kalau pikiran mu cuma main-main saja.
Sigit: hehehehe…. Iyah kak, tau aja kakak ini.
Ida : Yuk… buka mata pelajaran kamu untuk besok.
Sigit : Oke kak.Selama belajar saya asik lihat kak Ida terus dan pikiran ku melayang-melayang seperti layang-layang, hahahaha…. saya lihat body kak Ida putih,manis,seksi,imut dan dada nya sangat gede yah… ukuran dada 34B, pingin saya pegang dada kak Ida yang montok dan pingin ku jilat puting susu kak Ida.
Ida : Wan… apa yang kamu lihat?? dan apa yang kamu pikirkan?
Sigit : Ngak kak, Maaf… Maaf…
Ida : (respon lihat badan ny dan geleng kepala nya sambil senyum)
Sigit : kak… Di minum air nya nanti ngak dingin lagi, Oyah… Kak… Saya mau tanya sama kakak,boleh ngak?
Ida : Iya… Wan, Emang mau tanya apa Wan? silakan kalau mau bertanya.
Sigit : Kakak kok bisa cantik sekali dan badan kakak putih?
Ida : hahahaha… Pertanyaan kamu ada ada aja Wan, memang dari lahir loo..
Sigit : Ooh… hahahaha…. Kak pelajaran ini saya ngak bisa (pelajaran matematika)
Ida : Yang mana wan ngak bisa? sini kakak lihat.
Sigit : (Otomatis saya pikiran ku ingin kakak lengket dengan saya) Sini loo… Kak… yang ini kak.
Ida : Yang mana?
“Kak Ida langsung datang di samping saya dada nya ntah sengaja di lengket kan ke badan ku sehingga kontol ku naik dan merasa empuk sekali,Ucap Sigit”. Selama 2 jam Kak Ida mengajari saya, Kak Ida capek dan pingin istirahat sehingga bersandar di kasur saya. “Kak capek yah… Kalau capek kakak tidurn dulu kak, ngak apa apa kok kak saya belajar sendiri nanti saya ngak bisa saya bangunin kakak,Ucap Sigit”.“Kak Ida langsung ke kasur saya dan tiduran-tiduran dan saya kunci pintu kamar saya,Ucap Sigit”. “Ngapain di kunci pintu nya Wan… Emang nya mau ngapain?? ucap kak Ida”. “kakak kan mau tiduran jadi saya kunci biar tidak ada yang masuk lihat kakak sedang tidur,ucap Sigit”. “Udah… kakak istirahat dulu saya belajar dulu,oke kak. Ucap Sigit”.
Setelah kak Ida tidur saya melihat terus dan saya sangat pingin memegang dada nya sangkin napsu saya naik, saya tidak ingin melihat nya. “Sekitar 10menit kak Ida bangun, Sini Wan… kakak mau tanya? Ucap Ida”. “Mau tanya apa kak,Ucap Sigit”. “Sigit dari tadi lihat kakak terus, Emang Sigit lihat apa? coba jujur sama kakak ngak usah malu-malu,Ucap Ida”. “Ngak apa apa kok kak ( malu saya kalau jujur) , Ucap Sigit”. “Dari tadi kakak merasa Sigit melihat dada kakak terus deh,iyah kan?”, Ucap Ida”. “(Ngak malu-malu lagi) iyah… kak maaf kalau Sigit kurang ajar” Ucap Sigit”.
Ida : Kenapa dengan dada kakak? mau pegang?
Sigit : Ngak kak…. Ngak berani…. Maaf kak…
Ida : Kalau mau pegang dada kakak, Silakan loo… dari pada lihat terus.
Sigit : hah?? Emang Boleh kak?
Ida : Boleh… donk… Sapa yang bilang ngak boleh.“kak Ida langsung buka pakaian nya dan buka bra nya, WoW….. Sangat besar sekali dada kakak dan padat, Napsu saya langsung naik. Ngak tahan melihat nya saya langsung pijit dada kak Ida”.
Ida : pelan-pelan donk Wan… Enak kan?
Sigit : Iyah… kak… Enak…. Kenyal….
Ida : Di isap donk Wan…
Sigit : Iyah kak.Orgasme kak Ida naik dan tidak tahan saya menjilati puting susu nya, dan tangan saya bermain Vagina nya sampai Kak Ida tidak tahan keluar cairan putih dari Vagina kak Ida Crooot……. Croottttt…… Crooootttttt…… Ahkk…… Ahk…… “Sigit berani ngak isap kliroritas kakak? ucap Ida”. “Berani kak (langsung saya jilat dan bermain dengan lidah saya)”. Ahk…. Ahk…. Ahhhkkkk…… Enak Wan….. Achhhhhhhhhhhh…………… Acccchhhh…………
Croooottttt…… Crrooooot……………. Crootttttt………………… Keluar lagi cairan putih kak Ida membasahi wajah ku.Kak Ida tidak bisa menahan lagi dan akhir nya kak Ida juga emut kontol ku dan kami pun bergaya 69, selama 10menit. Aahhhh….. Aaaaaahhhhhkkkkk….. accchhhhhhhkkkkk………………………. “Sigit sudah pernah melakukan Seks?? Ucap Ida”. “Belum pernah kak masih perjaka aku kak baru sekali ini sama kakak,Ucap Sigit”. “Sini kakak ajarin yah…. Ucap Ida”.
Kak Ida pun ambil kontol ku yang berukuran 14cm masukan ke vagina nya,”pelan-pelan masukin nya yah wan… ucap Ida”. “iyah… kak. aku masukin dengan pelan-pelan sampai semua kontol ku masuk, aku langsung bergoyang maju-mundur. ahhhhkkkk……………… ahhhhkkkkk….. Enak nya kak…. kayak gini lupa nya seks…. ucap Sigit. Iyah… donk wan enak kan….. lanjut kan yah goyang nya. Iyah… kak…. Ahhhhhhhkkkkkkkkkkkkkkkkk…………… aaahhhhhhhhhhhhhhccckkkkkkkkkkkk…… sangat becek vagina kak Ida dan saya pun terus goyang maju-mundur dan tangan sambil pijit dada nya dan mulut ku sambil ku isap puting susu nya untung saya sudah pernah lihat firm porno. Ahhhhhhhhhhhkkkk………….. ahhhhkk……………… ahhhckkkkcccckkk……… Waaannnnn…. Aaaahhhhkkk……. Ahhcskkkkkkkkk……. Waaannnnn……….. enak seeeee……..kaliiiiiiii…….. aaahhhhhkkkkkkk…………
Wan… kalau sudah mau keluar bilang yah…. biar kakak isap,Ucap Ida. Iyah…. kak….. Aaaaahkk……. ahhhhhhh……. ahhhhkkkkcckkkk…… Kak………. silllll………viiiii…… sudah mau keluar. Ku tahan kan sampai ujung kontol ku dan kak Ida pun siap membuka mulut nya, ku keluar kan semua sperma ku ke mulut nya dan kena wajah nya. Sambil di isap kak Ida kontol ku aaahkkk….ahhhkkkk…. ahhhk…. Enak Wan?? ucap kak Ida. “enak kak….”ucap Sigit.Ida : Lain x Sigit Seks dengan kakak lagi yah… mau kan?
Sigit : beneran kak? mau kak mau…. Soal nya enak kak (jawab dengan polos nya)
Ida : bener donk, tapi jangan bilang siapa-siapa yah… ini rahasia kita berdua.
Sigit : iyah… kak.Selama 1 bulan kak Ida dan saya selalu berhubungan intim pas datang dan pas pulang dalam 1 hari kami melakukan 2x, sangat senang bisa bertemu dengan kak Ida dan saya pun tidak menyesal hilang perjaka ku karena kak Ida sangat cantik sekali. Meskipun kak Ida tidak mengajari saya les tetapi saya pun bisa berjumpa dengan kak Ida di kost kak Ida dan kami melakukan hubungan intim seperti suami istri. Sampai 3 bulan kak Ida pulang ke jakarta dan saya pun tidak pernah berjumpa sama kak Ida lagi dan tak pernah call atau pun sms an lagi ibarat nya lost kontak,begitu la kisah seks ku dengan Guru les.
-

Kisah Memek Curi Curi Pandang Dengan Guru Les Piano Mesum

Duniabola99.com – Ketika masi abege banget, aku tinggal ma paklikku, dia adik dari ibuku almarhum. Paklik membantu membiayai sekolahku, karena itulah aku tinggal dirumahnya. Mereka merupakan pasangan muda, anak mereka baru kelas 5 SD, sedang aku sekolah selevel(bukan sekelas lo) lebih tinggi dari sodaraku itu. Sodaraku itu sangat dimanja, anak tunggal pula, sehingga apa maunya selalu dituruti ortunya. Ya biar aja, bukan urusanku kan, lagian itu kan anak mereka jadi mo dimanja kaya apa ya hak ortunya lah. Aku cuma numpang, jadi ya jelaslah ada perbedaan perlakuan. aku dah bersyukur banget ada yang mo nyekolahin dan ngasi tumpangan tempat tinggal.
Sejak kedua ortuku almarhum, hidupku sangat terlunta2 tergantung dari belas kasihan kerabat ortuku. Aku tinggal pindah2 tergantung kepada siapa yang mau menampung aku, sekolahku menjadi berantakan. Anak lain menyelesaikan skolah level pertama dalam 6 tahun, aku baru selesai 8 tahun, ya ngerti kerna yang mo nanggung kontinyu sekolahku gak ada. Ya dijalani aja, sehingga sekarang aku yang paling tua dikelasku. Badanku mungil dengan kulit yang tidak putih, tapi kata cowokku aku seksi banget dengan tidak berkulit warna putih. Tokedku juga mungil, proporsional dengan tinggi-berat badanku. Cowokku sudah mahasiswa, makanya dia yang memperkenalkan nikmatnya ranjang kepadaku, aku menjadi ketagihan untuk mereguknya setiap kali kita ketemu.Lagian cowokku itu pinter banget melakukan tugasnya dalam memuaskan napsuku yang selalu berkobar kalo aku ada didekatnya. Sungguh aku sangat menikmati kehangatan dari laki-laki itu. Merasakan tangan cowokku meraba raba dan menjilat jilat nonokku, meremasi toketku dan aku meremas remas kontolnya dan melumatnya lalu ngentotlah kita.
Aku di rumah selalu pakai pakaian seadanya, hanya bercelana yang bener2 pendek. Kadang aku tak pakai cd dan bh, juga bajuku tanpa lengan sehingga ketekku yang mulus kelihatan. Itulah sebabnya cowokku bilang aku tu sexy sekali, dan dia selalu napsu kalo ketemu aku. Memang aku bebas dirumah omku, aku tinggal dibagian belakang dari rumah besar si om, sehingga aku mo ngapain juga gak da yang ngurus. Kamarku gak kecil2 amat si, ada kamar mandinya didalem, jadi aku gak repot kalo mo pipis pa eek. Si om taunya mbayari sekolahku dan memenuhi kebutuhan dasarku. Uang saku aku dikasi juga biar gak banyak. Kalo gak da keperluan aku jarang ngumpul di rumah besar sehingga aku lebi sering menyendiri dikamarku. Makanya cowokku bebas aja kalo dateng kerumah, kamu selalu ngobrol di kamarku kalo gak kemana2, sehingga jelaslah aku selalu terangsang sekali kalo cowokku memulai aksinya.
beberapa hari terakhir ada seorang bapak2, yang rutin dateng kerumah untuk memberi les piano buat sodaraku, sehingga kalo ada les kedengaran tang ting tung suara piano yang gak keruan. Namanya, kita sebut saja dengan si om, umurnya 40an, orangnya cakep, rambut ikal, kumis tipis dan badannya atletis, suka banget aku ngeliatnya. Kadang-kadang dia curi-curi pandang kemulusan pahaku dan ketekku. Aku merasakan kalau dia tertarik dengan tubuhku, akupun senang masih bisa menarik perhatian laki-laki laen, karena akhir2 ini cowokku mulai pindah kelain hati, mendekati temen sekolahku yang lebih bahenol dari aku. Aku pengen dicumbu si om, dipeluknya dan diraba raba. Sering kulihat tonjolan celananya kupikir kontolnya pasti lumayan besar, rupanya dia terangsang melihat pahaku dan aku pun ikut terangsang kalau membayangkannya.
Sungguh aku kepingin meremas benda menonjol di selangkangannya itu dan kuingin dia meremas remas punyaku, tapi gimana caranya? Lagian gak selalu kalo dia ngasi les aku ketemu, karena seperti yang sudah aku bilang aku jarang kerumah besar kalo gak da keperluan. Aku punya ide, kenapa gak aku pura2 liat sodaraku latihan piano aja, paklikku si gak keberatan selama aku gak minta dilesin piano juga. Saat pas dia datang kerumah aku coba merangsangnya dengan dudukku yang agak seksi sambil kusilangkan kakiku sehingga celanaku makin tertarik ke atas dan pahaku yang putih mulus makin banyak kelihatan. Kadang kubuka sedikit kakiku sehingga cdku kelihatan, dia meliriknya dan menikmati kemulusan pahaku. Kulihat tonjolan celananya makin menonjol rupanya dia terangsang juga. akupun dalam hati senang juga dia tertarik melihat kemulusan tubuhku tapi dia tidak berani bereaksi selanjutnya atau dia mungkin sungkan dan tak berani takut aku tak mau. Ya kerna gak ada reaksi selain celananya dibagian selangkangan yang menggembung, aku ya diem aja, rasanya usahaku menarik perhatian si om dah maksimal, tapi dianya adem2 aja, ya udah.
Suatu sore dia datang ke rumah. Padahal paklik sekeluarga sedang keluar kota, tentunya sodaraku ya ikut ortunya lah. Aku menyambutnya dirumah besar, karena pembantu bilang si om dateng nyari aku. “Kok dateng om, kan lagi pada keluar kota, mangnya om gak tau ya”. “Tau kok”. “Kok dateng juga, mangnya mo ngasi les gratis buat Inez”. “Mau di lesin juga toh”. “Gak kok om, becanda, siapa yang mo bayarin?”. “Buat abege secantik kamu gratis deh”. “Gak enak ma paklik nantinya om”. “Ya sekarang ja aku ajarin kamu maen piano, kan gak da orang dirumah”. “Cuma sekali diajarin mana bisa om, tu sodaraku yang dah sekian lama om lesin ja masi tang ting tong gak keruanan”. “Ya anak segitu kan bosenan, awalnya ja menggebu, sekarang ya gimana kalo dia gak mo latihan ndiri dirumah, ya gak da kemajuannya”. “Om dah bilang ke paklik”. “Dah bolak balik, tapi ya gitu gak da folo ap nya, paling kalo sesinya abis ya udahan lesnya, padahal dah beli pano mahal2 gini”. “Piano kaya gini mahal ya om”. “Ya lumayanlah, mau gak diajarin, sini duduk sebelah aku”. Dia menarik tangaku untuk duduk disebelahnya. Bangku untuk maen piano memang gak besar sehingga aku duduk merapat ke dia. Ketika kulirik, dia lagi memelototi pahaku dari dekat, terdengar napasnya memburu, aku pun semakin senang saja. Pura-pura aku menggaruk pahaku dan selangkanganku supaya dia makin terangsang. “Napa, banyak nyamuk ya”. “Gak kok”. “Tu garuk2, diselangkangan lagi”. “Gatel aja, alergi ma om kali”, jawabku becanda. “Wah kalo alergi kudu aku yang ngegarukin, biar alerginya ilang”. “Katanya mo ngajarin piano, kok sekarang mo ngegarukin Inez”. “abis kamu sexy banget si, padahal masi umur abege banget ya”. “mangnya napa kalo Inez sexy?” “Ya aku napsu lah”. Wah kliatan aslinya sekarang dia, rupanya dia sungkan ma paklik makanya sok cuek. Aku ngerti napa kok dia dateng sore ini, sengaja pengen ngegelutin aku kayanya, hihi geer ya.Tiba-tiba tanganku dipegangnya dan diajaknya aku duduk disofa, aku disuruh duduk di samping nya, tanganku masih dipegangnya telapak tanganku diremasnya. Tangannya mulai meraba lenganku dan mengelus elusnya, enganku dielusnya naik ke atas sampai belahan ketekku dan mulai diciumnya pundakku. Aku terdiem ngerasain, elusannya makin nikmat kurasakan dan terangsang aku dibuatnya. Karena aku diem, dia makin berani, dia mulai mencium belakang ketekku dan dia coba mengangkat tanganku supaya dia dapat mencium ketekku. ”oh oh geli om, jangan”, desahku kegelian. dia tetap memaksa mengangkat tanganku lalu ketekku diciumnya dibenamkannya hidungnya dalam-dalam sambil menghirup aroma ketekku. ”Nez, harum lo ketekmu dan mulus lagi, aku senang sama ketekmu”, rayunya sedangkan aku kegelian dan terangsang, enak juga ketekku diciumnya.
Dia tak puas-puasnya terus mencium ketekku. ”sudah dari pertama ketemu kamu aku pengen merasakan ketekmu, aku terangsang kalau sedang lihat ketekmu” katanya lagi. Dia mulai meraba raba toketku yang tak pakai bh dan diciumnya leherku pipiku terus kebelahan dadaku,aku menggelinjang nikmat dan menahan geli. Terus dia mencium toketku yang masih terbungkus baju, lalu tangannya lewat bawah bajuku mulai masuk ke arah toketku dan dia meremasnya langsung, diremasnya makin kuat dan aku merasa kesakitan. “Jangan keras2 dong om, atit”, desahku manja. “Abis aku gemes ngeremes toket kamu”.
“Kan kecil om”. “Tapi proporsionallah ma badan kamu yang imut ngegemesin”. “Tapi napsuin kan…” “Banget”. ”Aahh…om om geli aku, sudah…sudah…geli om!” desahku mengerang nikmat. Mendengar eranganku dia makin bernapsu meremas toketku kiri dan kanan. Napasnya makin memburu dan dia mencium pipiku. Diciumnya terus pipiku dan aku makin pasrah saja, bibirku mulai dikecupnya dan dilumatnya. aku pun tak tahan membalasnya. Lidahku dilumatnya. Tanganku merangkul erat di belakang kepalanya. Aku dan dia makin napsu sambil satu tangannya meraba raba paha bagian dalam hampir dekat selangkangan dan cdku. “Kamu dah pinter banget ciuman Nez, latihan ma cowok kamu ya”. “He eh”, cuma itu yang keluar dari mulutku, napsu mulai menguasai aku, lagian dah lama aku gak ngerasain kenikmatan ini sejak cowokku pindah kelaen hari, ya cowokku gak mo lagi ma aku ya suka2 dialah, aku gak maksain dia tetep ma aku.
“slangkangan kamu napsuin deh Nez, aku jilat ya”. Aku kebelet pipis rasanya. ”om Inez pipis dulu, kebelet banget nih!”. Di kamar mandi kulihat cdku sudah banyak cairan nikmatku, nonokku kusabuni sampai bersih biar nanti kalau dicium wangi baunya. Aku pun tak pakai cd lagi. Cd kukantongin ja. Ganti dia sekarang mau pipis. Ketika dia kembali ke sofa, aku disuruh duduk di pangkuannya dan tanganku disuruh merangkul pundaknya karena dia mau mencium ketekku. Terasa kontolnya tegang dan hangat tertekan bokongku, enak juga dipangku, terasa kontolnya berdenyut di bawah nonokku. ketekku diciumnya dan dibenamkannya hidungnya dalam-dalam sambil menghirup aroma ketekku yang harum. Dia sungguh menikmati kelembutan dan harumnya ketekku. “Ketek kamu lembut dan merangsang sekali deh”. . Aku juga menikmati rangsangan ini dan senang ketekku dicium ciumnya sambil tangannya mulai meraba raba selangkanganku lagi, nyelip ke balik celpenku dan menyentuh tepi nonokku yang sudah tak ber cd. “Kamu dah napsu banget ya Nez, sampe cd kamu lepasin, biar gampang aku kilik2 ya”. Aku tersipu mendengarnya. Perasaan geli bercampur nikmat ketika selangkanganku dielus elusnya dengan lembut. kubuka kakiku supaya dia bisa lebi leluasa meraba nonokku. kuarahkan tangannya ke nonokku, lalu dirabanya dan dielus elus, aku menggelinjang keenakan dan tak sadar aku mendesah sambil pantat kugoyang goyang makin menekan kontolnya dengan nonokku. Tangannya mulai meraba itilku dan ditekannya sambil dipilin pilin geli. Jarinya mulai meraba bibir dalam nonokku yang semakin basah, aku makin menggelinjang dan mendesah nikmat. “Aahhh…om, enak om cepet dimasukin om aaahh…aahh” aku mendesis keenakan sambil kaki kurapatkan dan kubuka menahan kegelian di nonokku. ”Nez, enak ya, sudah mo keluar ya, mau aku jilat nonoknya,boleh ya?” bisiknya di telingaku
Mendengar bisikannya aku makin tak tahan lalu kulumat bibirnya dan lidahku diisep nya. Tangannya tak masuk-masuk ke nonokku hanya meraba raba bibirnya dan itilku. Lalu aku disuruh turun dari pangkuannya dan duduk di sofa dan dia duduk di bawah mau mencium dan menjilat nonokku. aku malu nonokku sudah basah lagi dan banyak cairannya, ”om Inez cebok dulu ya, nonok Inez basah”. “Gak usah Nez, yang basah gitu lebi napsuin aromanya” Kakiku dibukanya satu dinaikkan ke sofa sekarang nonokku terasa terbuka lebar tapi masih pakai celana. Diciumnya pahaku kiri kanan terus paha bagian dalam dekat selangkanganku. Aku makin merinding nikmat dan merintih keenakkan. Nikmat rasanya selangkanganku kena hembusan napasnya, selangkangankudiciumnya lama sekali. “sejak ketemu kamu pertama kali aku dah ngarepin kesempatan kaya gini nez”. “Inez juga suka kok ma om, tapi omnya acuh gitu”. “Ya belon saatnya lah ketika itu, kan ada paklik kamu”.
celanaku dibuka ritslutingnya dan diturunkan sampe ke dengkul. aku mengangkangkan kakiku sehingga nonokku lebi bebas menantang untuk dicium dan dijilatnya. Dipandangnya dengan napsu nonokku yang diliputi bulu2 kriting cukup banyak, mengairahkan untuk dijilat, lalu mulai diciumnya. hidungnya masuk kesela sela bibir nonokku sambil digesek gesek naik turun. Aku menggelinjang geli dan nikmat. “oh enak sekali…dijilat sekarang dong om” pintaku merajuk kepingin lidahnya bermain di dalam nonokku. Tapi dia masih asik mencium nonokku, tak puas-puasnya dia mereguk aroma nonokku. ”Nez, nonok kamu harum dan hangat, aku senang bisa cium nonokmu,” katanya membuatku makin terangsang saja. Lalu dia mulai menjulurkan lidahnya dan disapunya bibir nonokku. itilku dikulumnya. Sungguh nikmat rasanya mau pipis rasanya. nonokku berdenyut, lidahnya mulai masuk ke dalam nonokku, aku mengangkat pantatku supaya makin dalam lidahnya masuk. aku makin menggelinjang dan merinding seluruh tubuhku merasakan kenikmatan ini. Nonokku makin basah karena banyaknya cairan yang keluar dan makin diisepnya cairan nonokku dan direguknya dengan nikmat. “Gurih banget rasanya Nez”. Tak puas-puasnya diamenjilati nonokku. Aku pun makin mengelinjang, pahaku mengapit kepalanya saking tak tahannya dan aku orgasme, langsung disedotnya cairanku. “Om baru dijilatin ja dah nikmat gini ya, palagi kalo….” “Kalo apa Nez”. “Kalo om masukin”. Nonokku terasa panas dan agak perih sedikit.
Setelah puas melumat nonokku, aku disuruhnya meremas remas kontolnya, ganti dia duduk di sofa aku duduk di sampingnya sambil meremas remas kontolnya tapi masih diluar celananya. Terasa sudah tegang dan besar. Dia mendesah desah, “enak Nez, pinter kamu”.Kepingin aku melihat kontolnya dan meremasnya langsung, kumasukkan tanganku ke celananya dan kulepas berikut cdnya. Kontolnya besar, kepalanya seperti helm tentara dan berwarna keunguan, kulitnya agak coklat tidak hitam. kuremas dan kukocok pelan. “Om gede banget kontolnya”. “Mangnya ****** cowok kamu kecil ya”. “Gede juga si rasanya, tapi gak da papanya dibanding ma om punya”. “Wah kamu dah pengalaman banget urusan ranjang ya”. Kontolnya terasa hangat di tanganku, lubangnya kuraba terasa basah dan dia makin mendesah keenakan. Akupun ikut terangsang dan nonokku terasa berkedut kepingin dimasuki ****** gedenya.
“Diemut dong Nez”. Kujilat kepala kontolnya, terasa asin. Kocokan tanganku jalan terus, pelan kumasukkan kepala kontolnya ke mulutku dan kuemut pelan, dia menggelinjang keenakan, “Nez nikmat banget emutanmu”. Gak percuma aku dilatih ma cowokku urusan ginian, skarang aku praktekin ke dia. lidahku menjilat jilat kepalanya, kulumat dengan bibirku dan ku keluar masukin sambil disedot dan kuputar putar. Dia mengelinjang dan mendesah, “gila nikmatnya”. Disuruhnya aku berhenti karena mau orgasme tapi aku tetap mengemutnya supaya aku dapat merasakan orgasmenya di mulutku. Kontolnya makin tegang dan panas berdenyut, dia makin menggelinjang dan mendesah dan akhirnya terasa pejunya menyemprot dalam mulutku, terus kusedot supaya tuntas keluarnya. ”Aduh Nez, enak sekali emutanmu sayang, nikmat sekali, blajar ma cowok kamu ya”. Aku cuma ngangguk.
Dia mencium pipiku dengan sayang, dia kurangkul sambil kubisiki aku sayang dan mau jadi pacarnya. “Trus cowok kamu dikemanain”. “Dia pindah kelaen hati om”. “wah jablay dong kamu ya, pantes kamu menggebu2 gitu napsunya”. aku dipeluknya dan pipiku diciumnya dengan mesra kubalas dengan rangkulanku. bibirku dilumatnya, lidahku diisepnya. Sambil lidahnya masuk kumulutku mencari liurku lalu diteguknya dengan napsu, terasa kontolnya sudah tegang lagi. “Om kuat amir, baru ja ngecret dimulut Inez dah ngaceng lagi”. “pengen ngecret di nonok kamu soale Nez, bole kan”. kuraih kontolnya dan kuremas remas. Dia kembali mencium ketekku. Hidungnya dibenamkan menikmati aroma ketekku yang lembut tak berbulu. Aku menggelinjang kegelian nikmat, lalu tangannya mulai meraba raba pahaku terus naik membelai selangkanganku. ”Om ayo om ngentot di kamar Inez ya, Inez pengin ngerasai ****** om”. Dia segera merapikan celananya, akupun juga. Kami berjalan menuju ke kekamarku di bagian belakang rumah.
Kuajak dia masuk kamarku dan aku merebahkan di tempat tidur dengan kaki kubuka lebar menantangnya. Dia mulai mencium pahaku dari bawah sampai naik ke selangkanganku. Diciumnya dengan napsu selangkanganku digesek geseknya hidungnya ke selangkanganku sambil menghirup aromanya yang katanya amat mengairahkan. “aku lepasin ya celana kamu”, katanya sambil melepas kancing celana pendekku, menurunkan ritsluitingnya dan meloloskannya dari tubuhku. Kuangkat pantatku supaya celanaku gampang dilepas. Diciumnya dan dibenamkan hidungnya ke nonokku seraya menghirup aroma vaginaku yang selalu kurawat. “Jembut kamu banyak juga ya Nez”. “masak si segini banyak om”. “Ya bisa dibilang lebatlah, gak heran napsu kamu gede gini”. “mangnya apa hubungannya om”. “Biasanya kalo cewek jembutnya lebat napsunya gede, kaya kamu gini Nez. “Eemmm…emmm, enak dan wangi hangat!” katanya sambil kembali mencium nonokku. hidungnya masuk ke belahan nonokku tak perduli sudah banyak lendirku makin bernapsu dia menciumnya.”Non0k kamu rapet banget Nez, jarang dipake cowok kamu ya”. “Sering kok om, tiap ktemuan pasti Inez dia entotin”. lidahnya kembali menjilat jilatnya. ”ooooh ommm eenaaak, jilat terus ooh!!” aku meracau keenakan.Mulai lidahnya menjilat dari bawah dekat anusku. “Aaw…aw…geli ah om!!” aku kegelian kena lidahnya terus menelusuri belahan nonokku, ke bawah lagi makin dekat anusku naik lagi sambil bibirnya melumat bibir nonokku. Nikmat sekali, sekarang anusku dijilat jilatnya lidahnya bermain main lama di sana. Serasa melayang aku kegelian dia tak merasa jijik menjilat anusku. Jilatannya menyebabkan aku makin mendesah keenakan. Kakiku kupegang rapat nempel di dadaku sehingga nonokku makin menonjol dan merekah lidahnya mulai masuk dan menjilat jilat di dalam, lendirku makin banyak keluar. Pantatku diganjalnya dengan bantal supaya aku tak capek. lendirku yang makin banyak keluar diisepnya sampai habis.
Sekarang dia mau aku mengemut kontolnya lagi. dia naik dan mengangkangi kepalaku. diganjalnya kepalaku dengan bantal. Kujilat kepalanya dulu dan lobang kencingnya dia meringis kegelian kena jilatanku. Kemudian kuemut emut kontolnya dengan lahap, kuurut dengan bibirku sambil lidah ku menjilat jilat, kukocok dengan tanganku pelan supaya dia tambah enak. Terasa kontolnya makin keras. Lalu aku minta gaya 69 saja karena nonokku kepingin dijilati lagi. Kami memutar badan sehingga nonokku sekarang berada dimukanya, dia segera melakukan tugasnya dengan lidahnya sementara aku trus ja nyepongin kontolnya. “Dah dulu Nez, masak ak ngecret lagi dimulut kamu”. Dia melepaskan bajuku dan bajunya, kami sudah bertelanjang bulat diranjangku.
Aku minta sekarang dia menusuk nonokku dengan kontolnya karena nonokku sudah tak tahan gatalnya. Aku telentang dan kubuka kakiku lebar-lebar sambil mendesah. “Ayo om…entot in Inez, udah gak tahan nih!!“aku memohon dengan sangat. Diapun naik keatasku sambil mengarahkan kontolnya ke nonokku. Kontolnya digesek gesek ke bibir nonokku dan mulai masuk pelan-pelan kepalanya. Dia mulai memasukkan kontolnya yang besar itu ke nonokku. Pantatnya semakin didorong2, sampai aku merem melek keenakan ngerasain nonokku digesek kontolnya. Dia mulai menggerakkan kontolnya keluar dan masuk dinonokku yang sempit itu. “Wuah Nez, sempit betul nonokmu”, dia menggumam tak keruan. Aku mulai merasakan nikmat yg luar biasa. Secara naluri aku gerakkan pantatku kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kontolnya yang keluar masuk, wuihh tambah nikmat. Kulihat wajahnya menikmati sekali gesekkan kontolnya di nonokku. Tubuhnya yang berada diatas tubuhku bergoyang-goyang maju mundur, dia memperhatikan kontolnya sendiri yang sedang keluar masuk di nonokku. Kakiku kunaikkan ke pinggangnya, pantatku kunaikan supaya aku bisa menekan kontolnya makin masuk. Blees aw aw enak sekali terasa nonokku sesak dimasuki ****** besarnya. aduh enaknya, terus makin masuk kontolnya sampai tinggal pangkalnya.
Selang beberapa saat, dia mengajak ganti posisi, aku pasrah aja. Aku disuruhnya nungging, dan dia menyodokkan kontolnya dari belakang ke nonokku. Enngghh…” desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, dia memegangi pinggulku dengan erat, aku merasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama dia menggenjot nonokku dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya aku nyampe, “Om, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya”, jeritku. Dia mengenjot kontolnya lebih cepat lagi dan kemudian pejunya muncrat didalam nonokku berulang-ulang, banyak sekali. ‘crottt, croooth.., crooootttthh…’ Aku merasa nonokku agak membengkak akibat disodok oleh kontolya yang besar itu. Setelah istirahat beberapa saat, dia bertanya padaku “Gimana Nez? enak kan?”. “Enak sekali om, rasanya nikmat sekali, no nok Inez sampe sesek kemasukan kon tol om, abis gede banget sih”, jawabku. Dia mencabut kontolnya yang sudah lemes dari nonokku. kontolnya berlumuran pejunya dan cairan nonokku. Mungkin saking banyaknya ngecretin pejunya dinonokku. Aku yang kelelahan hanya terkapar di ranjang. Tak lama kemudian aku tertidur.
Ketika aku bangun, hari udah gelap. Segera aku kekamar mandi. Dia gak ada, keluar dari kamar mandi, dia masuk kamarku dengan membawa bungkusan. “Ni aku beliin nasgor, sukakan?” “Om tau aja kalo Inez laper”. “Ya laperlah, dah kerja keras gitu, kalo gak diisi ntar gak bisa ke ronde brikutnya lagi”. Waduh, sia blon puas ngentotin akunya. Ya gak apalah, soale nikmat banget dientot ma kont0l gede si om, jauh lebi nikmat katimbang dientot cowokku. Kami segera melahap nasi goreng yang dibelinya, dia juga membeli teh kotak untuk kami minum. Dikamarku kalo air putih aja si ada dispensernya. Nasi goreng yang dia beli porsinya gede abnget, ampe aku kenyang banget jadinya. “Om kena penyakit orang kaya neh”. “Paan tu?” “Abis makan ngantuk”. “Ya mandi ja dulu biar segeran”. Kami masuk ke kamar mandi. Dia memelukku. Hebatnya kontolnya udah ngaceng lagi. “Om, gak puas2nya si ngentotin Inez, tu kont0l om dah ngaceng lagi”. Dia diem, tapi tangannya meremas2 toketku. Leherku diciuminya dengan penuh napsu. Itu membuat napsuku juga bangkit dengan cepat.Dia segera duduk di toilet dan aku dipangkunya dalam posisi memunggunginya. Kuarahkan kontolnya ke belahan bibir nonokku. Dengan menggunakan tanganku, kugesek-gesekkan ujung kontolnya ke belahan bibir nonokku. Kutempelkan ujung kontolnya ke ujung itilku dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini nonokku kembali mengeluarkan cairan bening. Kemudian kontolnya yang sudah ngaceng keras kembali dimasukkannya ke dalam nonokku. Awalnya agak sulit juga kontolnya masuk kedalam nonokku. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kontolnya berhasil menyeruak ke dalam nonokku yang kubantu dengan sedikit menekan badanku kebawah, dan kuangkat kembali pantatku hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kontolnya amblas semua ke dalam nonokku. Dengan posisi begini membuatku harus aktif mengocok kontolnya dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatku, sehingga nonokku bisa meremas dan mengocok-ngocok kontolnya. kontolnya terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam nonokku. Saat aku duduk terlalu ke bawah, kontolnya terasa sekali menusuk keras nonokku, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi. nonokku semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kontolnya dalam nonokku sudah tidak sesesak tadi. Kini aku pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku.
Aku tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatku seperti tadi, kini aku hanya bisa terduduk dalam posisi kontolnya masih tertancap di dalam nonokku. Kugoyang-goyangkan saja pantatku sambil duduk di pangkuannya, persis seperti Inul menggoyangkan pinggul dan pantatnya, ngebor. Kedua tangannya sedari tadi asyik meremas kedua toketku. Pentilku dicubit dan dipilin-pilinnya sehingga menimbulkan sensasi tersendiri bagiku. Dia rupanya tidak mampu bertahan lama merasakan goyang ngebor gaya Inul yang kulakukan. “Aduuh..! Nez, hebat banget empotan no nok kamu! Aku hampir ngecret nich!” serunya sambil tetap memilin pentilku. “Kita keluarin sama-sama yuk!” sahutku sambil mempercepat goyanganku.
Dia rupanya sudah benar- benar tidak mampu bertahan lebih lama lagi hingga didorongnya aku sedikit ke depan sambil dia berdiri, sehingga posisiku menungging membelakanginya sambil berpegangan ke wastafel, tetapi kontolnya masih menancap di dalam nonokku. Dia berdiri sambil mengambil alih permainan, dia mengocok-ngocokkan kontolnya keluar masuk nonokku dalam posisi doggy style. “Aa.. Aacch!” kini giliranku yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam nonokku, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding nonokku, pejunya rupanya langsung muncrat keluar memenuhi nonokku. Bersamaan dengan itu, aku pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan nonokku berkali- kali saat aku nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga nonokku kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah nonokku dan merembes keluar hingga membasahi perutku karena posisiku masih setengah menungging saat itu. dia juga memejamkan matanya keenakan kontolnya merasakan kehangatan nonokku. “Nez enak banget deh nonok kamu, peret banget”, bisiknya sambil dia melumat bibirku “Abis ****** om gede banget si, Inez juga nikmat banget om, sesek rasanya nonok Inez kemasukan ****** om, kerasa banget deh gesekannya”. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama. Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk.
Malem itu dia gak pulang, dia membawaku berkali2 mereguk kenikmatan bersamanya. Staminanya luar biasa sehingga dia bisa berkali2 menggocek nonokku dengan kontolnya sampe aku berkali2 nyampe. “Om kuat amir si, bisa berkali2 ngentotin Inez terus, Inez lemes banget deh”. “Tapi nikmat kan”. “Banget”. “Masi mau jadi cewekku?” “Mau om, asal dikasi nikmat gini tiap malem ya”. Sungguh kenikmatan yang melelahkan. -

Eri Hosaka bermastrubasi saat sedang mandi dengan shower

-

Foto Bugil cewek cantik tinggi lagi sarapan tiba-tiba sange

Duniabola99.com – foto cewek cantik yang lagi sarapan tiba tiba sange dan melepaskan semua pakainannya dan melakukan mastrubasi di kursi dan memamasukkan alat bantuk sex kememeknya hingga basah dan becek.
-

Kisah Memek Kenikmatan ML Dengan Pembantu Tua Yang Montok Dimalam Hari

Duniabola99.com – Malam itu Aku makan keluar sama temen-temen kuliah dulu, pulang tengah malem, mbok Hana sudah tidur. Perasaan Aku merinding nginget kejadian sore tadi waktu ngeliat kamarnya dari ruang dapur, rasanya masih gak percaya.
Senin pagi, sebelom berangkat kerja Aku sempet ketemu dia di dapur, nyeruput kopi dan makan roti yang dia siapin. Gak ada kata-kata yang keluar, dari sekilas ngelirik muka mbok Hana, gak ada kesan beban gitu, biasa banget.
“Sore ini Dinda nti pulang sm anak-anak mbok, tolong siapin makanan dan rapi-rapi kamar yah ..”
“Nggih mas..ow hari ini tah..”
“Iyah….” Jawab Aku.Terus kita diem-dieman lagi, mbok Hana masih sibuk bersih-bersih perkakas dapur di belakang meja makan tempat Aku duduk. Ngeliat jam, 5 menit lagi Aku kudu keluar berangkat kerja. Tapi kayaknya ada yang Aku harus omongin sebelom pergi.
” Yang kemaren..saya minta maaf, saya khilaf..tolong jangan dibahas lagi, apalagi setelah ada Dinda nanti mbok..” Kata Aku dengan nada tegas.
“…mm..ga perlu minta maap mas..mbok paham kok..mas lagi bingung, lagi banyak masalah..”
” Okay… Tapi saya tetep harus minta maaf toh..”
“ga..ga apa apa.. Mbok ikhlas..”
“Masa sih ..maen ikhlas aja..lain kali berarti bisa aja dong kejadian lagi…” Komen Aku jahil.
” Hehehe……mmm..yaa..terserah mas aja..”Aku gak perlu ngejawab lagi omongan dia, sudah cukup nyadar bahwa dia emang gak pentingin soal batasan moral, atau jangan-jangan malah ikut ngenikmatin kejadian itu, ada senyum tipis tersungging di bibir Aku waktu ngelangkah pergi, entah apa itu maksudnya.
Selama beberapa hari istri dan anak-anak di rumah suasana belom normal. sm indra dan dewi, anak-anak Aku, tentu aja bikin Aku sumringah, kangen banget sm mereka, kalo lagi sumpek liat muka masem mamahnya Aku cukup ngajak mereka berdua jalan-jalan ke luar.
Komunikasi di kamar jg masih kaku, ngomong seperlunya, tidur masing-masing meski seranjang, sarapan jg masih bukan bini yang nyiapin, tapi mbok Hana. Pembokat tua itu sukur-sukur tau diri, sikapnya biasa banget, kayak gak ada kejadian apa-apa. Andai Dinda tau kejadian itu,kebayang gak sih gimana posesive dan cemburuannya dia, bisa-bisa digorok Aku waktu tidur..hehe..
Sayangnya pikiran waras Aku cuma bertahan beberapa hari, malem ke 4 semenjak mereka pulang, tiba-tiba Aku inget si mbok. Gak bisa tidur sampe tengah malem, desakan emosi Aku gak terkontrol. Gairah Aku terusik, horny banget, sampe waktu nyentuh bagian vital Aku, perasaan jadi gak keruan, pengin ml dengan pembantu pokoknya.
Jadi kebayang bokong besar si mbok, ahhh..kenapa tiba-tiba jadi pengen banget nempelin kemaluan Aku di tengah-tengah pantatnya. Untung gak lama keinget muka 2 anak Aku, jadi malu sm diri sendiri dan segera tertidur. Besok-besoknya, secara gak sadar, Aku jadi suka nyuri kesempetan jelalatan mandangin mbok Hana dari belakang..hehe.. Ckckck..baru nyadar ternyata dia masih bahenol juga biar tua gitu.
Dua malem selanjutnya beneran deh, Aku masih kepikiran dia..dorongan libido Aku jadi parah. Bayangan Aku ngelantur ke kamar di sebelah dapur tempat dia tidur, kebayang di balik pintu itu ada perempuan yang siap sedia Aku setubuhin.
“Mbok..mbok..bahkan istri saya aja gak bikin saya senafsu ini..”kata Aku dalem hati.
Minggu pagi, ada acara arisan kumpulan ibu-ibu wali murid tempat si indra sekolah sore harinya. Mbok Hana jelas orang yang paling sibuk, pas pula dia pinter bikin kue dan masak macem-macem menu makanan, dulunya pernah jadi tkw di Saudi katanya, kerja di hotel.Pakean dia kerja hari itu persis sm dengan seminggu sebelumnya waktu maen gila itu kejadian. Gimana gak pangling dan salah tingkah Aku..hehe.. Semok abis dan kenangannya masih kuat soalnya.. Ntah kenapa tiba-tiba timbul niat nekat Aku, mungkin karena udah berapa malem sebelumnya pikiran Aku terganggu gara-gara dia.
Momentnya pas Dinda lagi sibuk teleponan di teras depan, Aku buru-buru ke dapur, pandangan kita secara reflek ketemu..duilee… dia lagi sibuk motong-motong kentang di meja dapur. Jantung ini berdebar kenceng waktu Aku ngelangkah mendekat dan ngomong berbisik ngajak ml dengan pembantu di belakang bahunya.
“Nanti malem yah…pintu kamar jgn dikunci..”
Dia waktu itu ketakutan, noleh jauh ke depan, takut ada bini Aku. Diem sebentar sambil merhatiin muka Aku yang tepat di belakang punggungnya, sebelum Aku pergi berlalu dia masih sempet ngejawab pelan.
“Nggih mas…”
Acara arisan kelar jam 9 malem, Aku gak ikut nimbrung, perempuan semua soalnya. Duduk nonton tv di lantai 2 bareng anak-anak, pikiran Aku gelisah, antara pengen ngebatalin niat sm penasaran. Anak2 gak lama pada masuk kamar mereka, sementara bini Aku waktu itu gak tau kenapa kumat sakit giginya.
Habis minum biogesic dia langsung masuk kamar, seperti kebiasaan dia selama ini kalo abis minum obat, biasanya tepar sampe pagi, tidur kayak pingsan, gak sadar apa-apa. Momentnya kayak mendukung banget, tapi tetep aja Aku was-was dengan niat Aku. Sudah jam 11, Aku masih ragu mau turun ke bawah untuk ml dengan pembantu, bolak balik merhatiin Dinda tidur, takut tidurnya gak pules.
Aduhh..gila rasanya, sebenernya mudah aja Aku ngebatalin sepihak, dan milih tidur aja. Tapi gimana dengan desakan syahwat Aku yang bikin penasaran, kebayang muka si mbok yang ngeseks gitu ekpresinya bediri nyambut Aku di depan pintu kamarnya..hehe..
Setelah mastiin untuk terakhir kalinya kondisi bini Aku tidur, akhirnya Aku nekat ngelangkah hati-hati ke arah pintu, ngebuka dan nutup daun pintu dengan super hati-hati. Langkah kaki nurunin tangga kayak berlari..hehe..entah karena takut atau gak sabaran. Ini pertama kalinya Aku niat banget selingkuh, makanya kayak amatiran mental Aku.
Suasana dapur dan lorong tempat pintu kamar si mbok redup banget, cuma pantulan cahaya dari lampu ruang tengah aja yang ngebantu Aku sedikit ngeliat suasana di situ. Sempet kawatir jangan-jangan mbok Hana udah tidur. Tapi lamat-lamat kedengeran suara tv dari dalem kamarnya, pelan-pelan Aku pegang handle pintu, trus di dorong supaya kebuka.U know what? Di dalem sana mbok Hana udah kayak tau aja Aku bakal dateng, duduk di sisi ranjang, ngadep ke arah pintu. Pakai baju tank top pemberian bini Aku, dengan kain sarung diiket sepinggang. Kebayang gak sih gimana seronoknya si ibuk2 ini, rambut kegerai sampe bahu, belahan dadanya kayak garis lurus panjang ke atas, senyum di bibirnya terkesan binal.
Dada Aku bergemuruh.. Dia nyengir ngeliat muka Aku yang tegang, Aku buru-buru nutup dan ngunci pintu. Lampu kamar Aku matiin, sementara tv dibiarin nyala, kamuflase suara lah, takut-takut ada yang nguping..segitu parnonya Aku.
“Jadi mas ? Hehe..”
“Yuk..ke kamar mandi aja.. Buka aja kain sarungnya..” Kata Aku berbisik.
“Loh ..kamar mandi?? Terburu-buru gitu mas…” Protes si mbok.
“Takut istri bangun..di sini suara lebih gak kedengeran dari luar..ayoohh..” Kata Aku gak sabar dari dalem kamar mandi kecil itu.Mbok Hana akhirnya nurut, begitu dia masuk, pintu kamar mandi dari alumunium itu Aku tutup rapet. Ruang kamar mandi itu emang sesek untuk kita berdua di dalemnya. Ukuran 2X1, ada bak mandi mungil dan toilet duduk sebelah-belahhan posisinya. Bingung jg ngatur posisi kayak apa..

Tapi Aku gak banyak mikir, berdiri depan dengan dia gini aja udah bikin semangat. Belahan dadanya langsung Aku ciumin bertubi-tubi, mbok Hana mesem-mesem ngeliat kelakuan Aku. Bawahanya cuma ketutupan cd doang, kaos tank top itu kekecilan buat badan bongsor si mbok. Badannya emang cuma setinggi kuping Aku, tapi posturnya lebih besar dari Aku yang kurus.
Sempet terlintas mikir, gila banget, di rumah Aku sendiri, ada bini dan anak-anak Aku di lantai 2, sementara Aku tengah ml dengan pembantu di bawah sini. Tapi ngeliat badan si mbok sudah dalam jangkauan Aku pikiran tadi langsung lenyap, tanpa ragu Aku jamah bokong dan selangkangan dia di bawah.
Ahhh..nafsu Aku memuncak banget.. Jari-jari Aku nyusup ke dalem kolornya, ujung telunjuk sama jari manis ngeraba sekitaran bibir vagina berikut gundukan bulu-bulu lebat itu. Sementara mulut Aku terus ngejilat sekitaran dadanya. Mbok Hana pasrah aja Aku apa-apain.
Nafas kita jadi sama-sama berat, udah puas ngeraba, Aku buru-buru nurunin celana pendek Aku sampe selutut. Baru aja ngebuka eh tangan si mbok maen jamah aja penis Aku yang bediri keras di balik cd, tambah panas ni otak. Jemarinya ngeraba antara pangkal batang dan kantong bijinya, matanya jadi liar noleh ke arah muka Aku.

“Panas mas..kedut-kedut gitu..” Kata dia pelan.
Aku langsung kalap, badan si mbok Aku puter ke belakang, mepet ke dinding bak di depanya, cdnya langsung Aku tarik turun sampe ke mata kaki, belom puas juga, langsung Aku lepasin paksa,sampe kedengeran suara kain robek gitu.
Sekarang pantat gede sebakul itu udah nantang di depan mata.. Langsung aja Aku porotin celana dalem Aku sendiri, trus buru-buru Aku tempelin penis Aku ke bongkahan kiri pantatnya. Digesek-gesek berapa kali, terus tangan kiri si mbok Aku tarik ke belakang, supaya jemarinya bisa megang titit Aku yang bediri keras kayak terong muda.
“Walahhh mas.. Gedenyaa..” Bisik si mbok.
“He eh..siap-siap aja bentar lagi nyodok dalem..” Kata Aku gahar.
“Buka kakinya ..”
“Iyah…mass..” Kata dia sambil masang dua kakinya lebar, sementara dua lenganya mencengkram pinggiran bak.
“Hohhhh.!..shhhhhhhh..!” Desis Aku pas ngerasain ujung penis Aku nyusup dan nyentuh selangkanganya dari sela-sela bawahan pantatnya.Anget, basah, kerasa bulu-bulunya di sekitaran batang Aku, hhhh…darah muda Aku kayak menggelegak.
“Nungging dikit..” Kata Aku penasaran.
“Iyah..nih mass..”Begitu dia nungging langsung Aku arahin masuk tuh kepalanya dibantu dua jari Aku, begitu nemu sasaran, kaki-kaki Aku kayak gemeter pas neken masuk.
“Ahhssssss.!..ohhhhhh..mmmmm..” Bisik Aku ke kupingnya.Penis Aku langsung sukses masuk, dalem gitu, sampe mentok ke pangkalnya.
“Iiih..massss..sesekkk…” Desis si mbok.
“Hhhhh…enakk bangett mbook..” Bisik Aku dengan suara serak..Intinya detik itu kita sama-sama kayak disengat listrik, gemeteran, dada kayak mau meledak sm sensasinya. Lupa sm beda umur kita yang jauh banget, ahh..kalo udah urusan seks sih, anak kecil aja bisa ngebuntingin ibuk-ibuk kayak yang pernah Aku baca di internet.
“Cplak!..cplak!..cplak!..” Penis Aku langsung gerilya keluar masuk.
Ruangan kecil gitu bikin bunyi gesekan kelamin kita jadi rame, was-was juga takut kedengeran, tapi suara tv di luar cukuplah nyembunyiin kejadian di sini. Ini yang udah Aku pengenin dari berapa hari lalu, ahhh..memang janda tua ini luar biasa sedapnya, penis Aku kayak dipilin-pilin dibelakang pantatnya. Lagian mbok Hana juga ikut-ikutan syahwat, semangat banget maju mundurin pantatnya, rintihanya juga seru.
“Masss..iihh..truss sodok mas…hhhhh..” Mulut dia ngeracau, kepalanya sampe nunduk gitu, urat lehernya jegeng.
Sementara Aku di belakang terus ngehajar dengan buas, pinggulnya Aku cengkrem kuat, kaki Aku kadang sampe jinjit segala supaya lebih cepet bergerak dan nusuk sedalem-dalemnya. Seks terburu-buru, dengan rasa was-was gitu malah lebih berkualitas.
Sebentar aja kita udah sama-sama kesetanan, ngelambung, dan bener-bener dahaga dengan kenikmatan. Aku malah sampe nyium bibirnya berapa kali dari belakang, mbok Hana ngebales ciuman panas Aku. Badan kita berdua udah banjir keringet.
“Mbok..mbokkkk…mau keluarrr …hohhhh..” Desah Aku panik sekitar 5 menit permainan.
Dan bener aja..begitu ngehajar sekuat-kuatnya bokong si mbok, pertahanan Aku jebol.
“Ceplakkk ! ..”
“Ahhhhh..aduuhh…duuuhh…mboook..” Jerit Aku tertahan sambil ngegigit bibir.
“Srettt…sreetttt…sreerttt..”Mani Aku berebutan keluar, kerasa banyak banget, badan Aku sampe terbungkuk-bungkuk nahan geli.
“Aihhh ! ..” Pekik si mbok kaget ngerasain semprotan Aku di dalem.
“Hhhhh..mbok jg pengen nih mas..uhhh..” Kata dia sambil geyal geyolin bokongnya, kayak orang kebelet pipis.
“Maaasss..tekennn trusss..” Seru dia yang masih konsen pengen lanjut.
Dengan sisa-sisa tenaga, Aku ngedorong selangkangan Aku serapet mungkin, badan dia gak lama bergetar hebat. Diawalin dengan rintihan panjang mbok Hana tiba-tiba mematung, badannya kaku banget. Pantatnya muter sekali, kayak mengigil gitu..“Masss…uhhhh…aduuhhh….huhuhuu…” Dia sampe nangis gitu, kepalanya ngelendot di atas bak mandi, kerasa ada yang basah ngalir dipangkal penis Aku yang nyumbet bibir vaginanya..
“Uhhhh…masss…enak tenan maas..hhh..” Kata dia setelah kesadaranya perlahan pulih.Begitu penis Aku ditarik, sisa-sisa maninya ngucur turun pelan dari sela-sela bawah pantatnya,nyusurin daleman paha si mbok. Puas banget bisa ml dengan pembantu. Kejadian ml dengan pembantu pas malem itu persis seperti keinginan Aku, batin jadi lega banget..
Tertatih-tatih Aku menapak tangga ke atas, begitu baring di ranjang, di samping bini Aku, .. setelah ml dengan pembantu, seketika itu jg langsung pulas tertidur.
-

Foto Ngentot eindahan pirang Kennedy Leigh memiliki pengalaman audisi casting panas pertamanya

Duniabola99.com – foto pirang casting cantik Kennedy Leigh pantat bahenol toket gede memeknya tembem dan jebut yang dicukur rapi dan tipis tipis dihantam keras oleh kontol besar gemuk dan menelan banyak sperma yang dikeluarkan. Joker688
-

Video bokep Tysen Rich bercinta diatas loteng

-

Video bokep Lola Foxx cantik sederhana

-

Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati
Cerita Sex ini berjudul ” Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – “PermisiiiIII………?” Terdengar suara dari arah pintu depan rumah ku, lalu beberapa suara lain, berbicara pelan, kira-kira tiga suara, 1 laki-laki 2 perempuan, agak asing tapi mirip suara pamanku.
” yaaa….” Ku jawab dan Langsung bergegas kutinggalkan meja makan diruang tengah menuju pintu depan, untuk ku buka.Setelah terbuka ternyata memang pamanku, adik dari ibuku, bersama 1 orang perempuan yang kukenali sebagai tanteku dan….satunya lagi seorang perempuan muda berjilbab, maklum belum seminggu lebaran, tapi tidak aku kenali.
“Eh Om Pras, Tante,.” sapaku dan langsung kusalami tangan Om ku , lalu berpindah ke tanteku, wanita yang amat kukagumi sedari aku kecil dulu saat mereka pertama berkunjung kerumah kami, saat itu aku masih duduk dibangku smp, kemudian kusalami juga gadis manis yang datang bersama Om ku, saat kusalami tangannya Om ku berkata
“ …Dia Sandra, Tom. Anak Om…” lalu kujawab sekenaku
“oh ya Om”.
“ hai, saya Tomi..”
“Sandra” jawabnya,sangat singkat dengan senyum manis seperti ibunya. Maklum, aku sering bertemu dengan Om pras dan jelas mengenalinya, tapi tidak putrinya ini. Dulu setiap lebaran berkunjung Sandra tidak pernah ikut, selalu dengan alasan ada di rumah nenek dari ibunya. Jadi ya… baru ini melihat dan kenalan langsung,tapi entahlah kalau saat kami masih sama2 kecil dulu, udah lupa tuh..
‘Ayah Ibumu mana?”Tanya tanteku..
belum sempat kujawab sudah muncul suara ibuku dari arah halaman belakang… nah berhubung lagi pada kangen-kangenan, dan ngobrol ngalor ngidul, aku permisi deh… mau beli rokok,maklum baru abis makan, asem mulut rasanya..
“Om, Tan..Aku kebelakang dulu ya ?” pamitku diantara mereka,
“ eh ya Tom” jawab Omku, Lalu” Ajak nih Sandra jalan,Lihat-lihat sekitar..”
“Iya Om…”Sandra pun ikut pamit pada ayah dan ibuku.hingga akhirnya kami kembali lagi kerumah.
Sesampainya dirumah, ibuku menyambutku dengan pertanyaan
” Tom, mau gak kuliah di batam?”saat itu aku tinggal di cilegon.
“ Pindah , maksud ibu?’jawabku.
“ iya, nanti tinggal di rumah Om pras, sambil jaga rumah. Om ‘kan jarang pulang trus tantemu juga sibuk, rumahnya sering ditinggal kosong, mau ‘kan?
“ya, terserah ibu,.. ‘gimana baiknya, aku nurut aja” jawabku saat itu,Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati meski sebenarnya aku senang sekali, bisa melihat tanteku yang cantik setiap hari, yang aku impi-impikan dari dulu, yah…tanteku memang cantik, tinggi meski sekarang terlihat agak gemuk, tapi menurutku malah tambah montok, kadang menghayalkan dirinya telanjang.. trus, aku nenen di teteknya…dan….entahlah kenapa aku sangat menyukai tanteku, apa aku Oedipus kompleks, ah bodo amat,laki-laki normal manapun pasti menyukainya. Bahkan nantinya aku akan serumah dengan doi… wow asyiiiik.
setelah berselang 2 minggu dari kedatangan Om dan tanteku kerumah, dan mengurus kepindahan kuliahku, aku berangkat ke pulau batam, berbekal alamat yang diberikan Omku.
selamat datang di bandara Hang Nadim Batam
jam masih menunjukan pukul 9 pagi saat kuturuni tangga pesawat yang membawaku dari cengkareng ke pulau batam. setelah mengambil koperku dan sebuah boks berisi oleh-oleh langsung kupesan taxi dengan tujuan,…….. alamat yang pamanku berikan….15 menit berselang, taxi yang kutumpangi telah memasuki sebuak kompleks perumahan dilereng bukit, yah.. kompleks perumahan Bukit Indah Sukajadi.. tak lama taxi berhenti di depan sebuah rumah besar, diujung sisi kiri atas kompleks tersebut. Melihat nomor rumah yang tertera di gapura pagar rumah besar itu, aku yakin ini rumah pamanku.
Kubayar taxi lalu turun….ku pencet bel di samping nomor rumah itu, beberapa kali, kutunggu sesaat….kupencet lagi…lalu, seseorang datang,karena pagar rumah yang tinggi dan agak tertutup, tak jelas siapa yang datang, setelah pagar terbuka ternyata Om ku yang membukakan…” hei.. Tom, akhirnya sampai juga…, kok gak nelpon dulu?”sapa Omku
“ ‘kan bisa Om jemput.” Lanjutnya. “ gak Om, ibu bilang takut gak ada orang disini, dan gak repot kok cari alamatnya..” jawabku
“ ayo masuk..”ajaknya..lalu menyuruh seorang perempuan dengan pakaian sederhana, cukup manis, muda dan yah lumayan seksi, hehehehe….. dasar otak lendir……
yang kebetulan ada di samping rumah untuk membantuku membawa koper dan bawaan ku yang lain,..
“kebetulan kamu datang, nanti malam Om harus berangkat lagi ke inggris, untuk kira-kira 6 bulan kedepan, urusan kerja.” Yah.. begitulah, sebagai seorang mekanik kapal tanker perusahaan minyak di inggris, Om pras harus rela bekerja lama tidak pulang.
“ tenang aja Om, ‘kan ada Tomi di sini” jawabku santai
“ yah sukurlah, masalah kuliahmu nanti di urus teman Om, nanti Om telponin, biar diurus
semua olehnya,kamu santai aja,okay.
“ iya Om”jawabku
“ nah sekarang Istirahat dulu sana, kamarnya udah disiapin sama juju, kalo perlu apa-apa tinggal minta aja sama juju.”..ooo ternyata nama pembokatnya “juju”, cukup sederhana..Kabarnya lagi sih, janda kembang. Aku pamit pada Om ku untuk istirahat, sore nanti mau mengantarnya ke bandara….
Selamat jalan Om, sampai jumpa 6 bulan yang akan datang…..Kan kujaga istrimu, anakmu serta pembantumu yang seksi-seksi itu, siang malam…
Ohhhhhh.. ini minggu ketiga setelah Om ku pergi…semua biasa-biasa aja, tanteku sibuk dengan aktifitasnya sebagai seorang manajer keuangan perusahaan asing di pulau ini, Sandra sibuk dengan sekolah nya, juju sibuk dengan urusan rumah sedang aku belum ada kegiatan, karena belum ada kabar dari teman Om pras yang mengurus tempat kuliahku yang baruu……………tak ada yang special…..sampai suatu sore.
“juuuu…” suara tanteku memanggil pembantunya dari dalam kamarnya di lantai 2.
berselang satu ruang dengan kamarku, terpisah oleh kamar Sandra, disamping kamarku.
“ya Nya..” jawab juju, sambil bergegas menuju kamar majikannya.
Setelah itu tak ada suara, sepi,..1 jam kemudian terdengar pintu kamar terbuka, kamar tanteku,
Karena ingin melihat tanteku, maka aku mengintip dari pintu kamarku yang ku buka sedikt. Ternyata bukan tanteku, tapi juju, keluar kamar dengan terburu-buru meuju kamarnya di lantai bawah. Penasaran, kuikuti perlahan juju dari belakang, melewati kamar Sandra yang selalau kosong di sore seperti ini, lalu pintu kamar tanteku yang tidak tertutup rapat, mungkin karena juju tadi terburu-buru. Kubuat langkahku tidak terdengar saat melewati kamar itu sambil mataku melirik kearah pintu mencoba melihat kedalam.Cerita Sex Dewasa
Ooops, terlihat tanteku tertidur di ranjangnya dengan wajah menoleh membelakangi pintu namun tak ada sehelai benangpun menempel di tubuhnya yang montok, dengan sedikt lemak diperut, buah dadanya yang montok membuat jantungku deg-degan dan kaki berat unruk melangkah tapi takut kalau ketahuan, tanpa sadar ada yang mengembang didalam celana pendekku sore itu,..oohh.. Mupeng neh dan apa itu….sebuah benda menyerupai pipa berwarna coklat muda tergeletak di sisi paha mulusnya dengan dihiasi jemby yang rapi di pangkal paha, ya… itu penis buatan.
Lalu apa yang terjadi baru saja di kamar ini… ohhh….ya.. juju pasti tahu, tapi tak mungkin dia akan cerita, aku harus cari tahu semua ini.
Malam itu kulewati dengan bayangan tubuh tanteku yang aduhai serta sejuta pertanyaan tentang apa yang terjadi tadi sore…hingga tak terasa aku bangun kesiangan.
Jam 10 pagi, saat aku terbangun karena ada suara dikamarku, ternyata juju.
Aku terbangun karena kaget, hingga membuat juju nampak takut, kalau aku marah karena mangganggu tidurku,“maaf den, “ katanya.
” juju Cuma mau bersih-bersih”
“ gak papa kok” jawabku sambil mencoba bangun dan menyingkap selimut dari tubuhku, ow..dengan cepat kutarik lagi selimut ku,karena tanpa kusadari penisku sedang bangun pagi ini.Ternyata juju tahu reaksiku yang batal turun dari tempat tidur
“kenapa den?’ Tanya juju
‘”Gak pa pa kok” jawabku, ternyata juju hanya basa basi, melihat wajahnya yang bersemu merah aku yakin dia sudah melihat penisku yang bangun di dalam celana saat aku masih tertidur tadi. Karena aku tak pernah pakai CD saat tidur.Terlebih melihat posisi selimut yang rapi, menutup tubuhku,karena biasanya saat aku bangun, selalu acak-acakan. Markas Judi Online Dominoqq
“ ju, jujur ya… kamu lihat ‘kan?” tanyaku…
“ apa den?’ Tanya juju kembali dengan senyum dan mata yang genit. Kampret…
“iya, tapi kan gak tahu bentuk aslinya den” tambahnya sambil berjalan menuju kamar mandi kamarku, saat itulah kulihat tubuh bahenolnya melenggok didepanku.Membuat darah ku pagi ini langsung naik ke ubun-ubun…..juju pasti memancingku..
Dengan cepat kubangun dan menyusul juju ke kamar mandi, sampai di pintu ternyata juju sedang menyikat lantai kamar mandi sambil berlutut menyembulkan pantatnya yang bulat membuat penisku semakin tegang seolah ingin merobek celana pendekku, aku harus lampiaskan ini.
Merasa ada yang memperhatikan, juju membalikakan badannya, dan kali ini memperlihatkan buah dadanya yang hampir jatuh tak tertahan oleh BH nya, dengan leher daster batiknya yang memang lebar membuat dadanya nampak jelas terlihat belahannya.
“ mau mandi den?” Tanya juju sambil berdiri
“ ah belum” jawabku sambil tangan ku menekan penisku supaya tidak terlihat nongolSekali Dayung 2 Vagina Ternikmati tiba-tiba juju berjalan hendak keluar kamar mandi, saat itulah kutahan dia dengan menyilangkan tangan kiriku menutupi pintu kamar mandi, membuatnya tak bisa keluar, dan tangan kananku tetap menekan penisku.
“kenapa Den?” Tanya juju, melihatku meringis.
“Sakit ya?”tanyanya lagi
“ enggak “ jawabku
“trus kenapa dong?” lanjutnya..
“ini nih” jawabku sambil tangan kananku kuangkat dan kutunjukkan penisku yang menonjol di dalam celana padanya.
“ih den genit, jangan ah den, gak boleh,” katamya
“tolonglah juuu” rengekku
“tolong apa den?”sambil matanya genit melirik kearah penisku.Aku tahu juju juga sebenarnya kepengen, karena juju sudah menjanda sekitar 3 tahun.
“mau ‘kan?” tanyaku sambil menyerangnya dengan ciuman kearah bibirnya dan tangan kiriku kearah dadanya.
“jangan den, nanti ketahuan nyonya, saya bisa di pecat” pintanya sambil mendorong tubuhku
“nyonya ‘kan gak ada” lanjutku, dengan tangan kiriku masih menempel di dadanyaternyata juju juga udah horny dari tadi saat aku tertidur dengan penis yang terbangun
“tapi den…” suaranya lemah menahan remasan tanganku didadanya
“gak apa-apa…” jawabku, sambil menyerang lehernya dengan kecupan dan bermain di sekitar cupingnya.Busyeet ni pembantu bisa wangi begini.. tambah nafsu aja jadinya
“den….” Terdengar lagi suara juju melenguh…sambil menyenderkan tubuhnya kedinding kamar mandi.
Oops… berani juga nih juju.langsung main pegang aja penis orang. Sesaat matanya terbuka, ketika menggenggam penisku.
“ wah panjang ya punya aden..” suaranya agak serak terdengar, aku asyik aja terus menjilati lehernya sampai ke cuping juju dengan tanganku masih bermain didada juju.
Dengan kondisi seperti itu,kuhentikan permainan sambil berdiri tadi dan kutarik juju mendekati kloset duduk kamar mandi. Lalu aku duduk duluan, melihat wajahnya sudah merah menahan horny, kujongkokkan juju menghadap penisku. Tanpa diperintah juju langsung menarik kolorku hingga mencuat penisku yang tegang banget itu.
Dengan tetap menggenggam penisku, juju sempat melirik nakal kearah ku, kutahu maksudnya, akupun akhirnya menarik daster batiknya untuk kubuka, lalu pengait BH nya, kini juju hanya pakai cd dan jongkok siap mengulum penisku, tanpa basa basi kubuka kakiku lebar-lebar memberikan jalan untuk juju lebih dekat, supaya lebih bebas blow job nya, dan akupun lebih enak mainin dadanya yang masih kenceng. Meski janda tapi juju belum punya anak, pentilnya pun masih kemerahan dan kecil layaknya perawan.
Gila…sedotanya bersih, gak nyenggol gigi sedikitpun, pengalaman kayaknya neh, sambil terus kuremas dadanya, terlihat juju sesekali merubah posisi kakainya seolah tak tenang. Melihat nya seperti itu kuhentikan blow job nya, akupun ingin melihat yang lain sebelum permainan di lanjutkan. Kugerakkan tanganku memberinya kode untuk berdiri.
Jujupun berdiri didepanku yang masih duduk di kloset. Kini posisi kepalaku tepat di depan segi tiga mautnya, kurenggangkan kedua kakinya.
Kuraba selangkangannya…. Ya…memang sudah basah, dengan aroma khas menggiurkan.
Kumainkan jariku diluar Cd nya yang basah, membuatnya menggoyangkan pinggulnya beberapa saat menahan nikmat, dengan suaranya agak melenguh serak. Lalu kutarik Cd nya ke bawah dan kulepas membuat vaginanya kini jelas terlihat segar dan sedikit mengkilap karena sudah basah, dan jembutnya yang tidak terlalu lebat nampak terawat dan bersih, layaknya perempuan kelas atas. Tanpa berlama-lama langsung kumainkan jariku di klentitnya yang mengkilat, sesekali kumasukkan jariku sedkikit kedalam vaginanya, membuatnya semakin tak tenang berdiri
“ohhh…den… enak den..” desahnya
kumainkan juga dadanya sambil kuciumi pusarnya ,yang memang tubuh juju terawat dan bersih, meski doi seorang pembantu. Melihatnya semakin tak tenang berdiri dan vaginanya yang semakin basah, kuhentikan permainan dan kutarik tubuhnya mengangkang di atas penisku yang sudah tak sabar ingin merasakan vagina yang indah itu. Kurapatkan kakiku hingga juju bisa mengangkang diatasku, kuarahkan penisku kearah mememknya yang semakin basah
“OOOhhh….” Desahnya sedikit teriak saat penisku ku lesakkan masuk ke vaginanya.
Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati Meski basah tapi tetap seret. Gila …. Susah juga melesakkan penisku langsung kevaginanya, dengan ditekan tubuh juju, dengan pantat yang bulat bahenol, akhirnya masuk juga seluruh batang penisku. Sesaat setelah masuk, kuremaskan tanmganku di pantat bulatnya menariknya semakin rapat ketubuhku, kudiamkan sesaat penisku didalam vagina juju, merasakan sensasi hangat rongganya. Juju mulai bereaksi santai menggerakkan pinggulnya kedepan dan belakang saat ku ciumi dada montoknya yang kian mengencang. Tak ada suara, kulihat juju hanya menggigit bibir bawahnya, dan sesekali menarik nafas panjang. Benar-benar di nikmatinya penisku didalam vaginanya,.
Juju hanya bergerak santai maju mundur, dan kurasakan penisku seperti di pinjat perlahan, memang nikmat sekali, kuikuti permainan juju yang santai itu sambil terus kucium dan kusedot putting susunya,membuatnya hanya sesekali menyentakkan pantatnya saat kusedot kuat putingnya. Sekitar 10 menit ku ikuti permainan juju hingga terdengar suaranya.
“den juju pingin pipis”….seiring gerakan pantatnya yang kian cepat dan bahkan terangkat hingga setengah panjang penisku. dan semakit cepat.
Kuhentikan ciumanku di putingnya, hanya membenamkan wajahku di antara dada montoknya. Kubantu gerakan naik turunnya dengan mengangkat dan meremas pantanya yang bulat kenyal itu. Tangan juju sibuk meremas rambutku, mengacak-acaknya. Juju menuju klimaksnya…..”den…oh…den…..oh….”suaranya melemah seiring gerakkan pantatnya yang juga melemah. Kurasakan ada yang meleleh keluar dari vaginanya saat juju menghentikan goyanganya.
“maaf ya den, juju gak tahan..udah lama juju gak disetubuhi, 2 tahun lebih..” .. ucapnya sambil berdiri membuat penisku terlepas dari vaginaya yang basah.
Gila, lama juga vaginanya nganggur…bathin ku. Juju lalu jongkok lagi dan mulai menciumi ,menjilat dan mengulum serta menyedot penisku dengan semangat, lebih heboh dari yang pertama. Sepertinya dia ingin membayar kepuasan yang telah ia dapatkan. Kali ini aku sandarkan tubuhku dan hanya menikmati sedotan di penisku. Setelah beberapa menit, kuhentikan kepala juju, yang lagi nyedot penisku. Kuajak ia berdiri dan kubawa ke tempat tidur. Kubalikkan badannya, kusuruh ia berpegangan pada ranjang dan membuatnya nungging, terlihatlah belahan vaginanya yang kemerahan, sekarang agak kering. Dengan penisku yang masih berdiri tegak dan basah bekas liur juju, kulesakkan masuk ke vagina juju dari belakang.
Sambil menungging kulihat juju melihatku sambil menggigit bibirnya sendiri lalu terdengar suaranya lirih
”oooohhh,,,,”
kali ini agak lancar melesakkannya. Seperti tadi, kubiarkan beberapa saat penisku didalam vaginanya,merasakan kehangatan sesungguhnya dari perempuan. Sambil kuraih dadanya, kuremas keduanya membuat juju melenguh nikmat beberapa kali , sambil mengangkat tubuh depannya, setengah berdiri, lalu turun lagi keposisi semula. Saat itulah mulai kutarik dan kumasukkan penisku perlahan, kurasakan seret vagina juju saat pertama kusodok namun, lama kelamaan mulai licin kembali, dan juju pun mulai menggoyang pinggulnya memutar, lalu kurasakan denyutan dalam vagina juju, seiring suara juju terdengar serak
”juju mau keluar lagi den..ooookhhh…denn enaak dennn…nungging gini enak bangetss uuukkhhh”
Namun kali ini kubiarkan penisku terus maju mundur dalam vagina juju..meski kurasakan juju makin melemah berdirinya. Merasa juju tak melawan dalam posisi itu, kucabut penisku, lalu, kubalikkan tubuh juju hingga terlentang di ranjang.
“maafin juju ya den, abis penis den tomi hebat sih.” terdengar juju bicara pelan..
”sekarang terserah den tomi deh, juju ladeni..” lanjutnyaAku hanya senyum-senyum, sambil kedua tanganku membuka kedua kakinya lebar-lebar, menyembulkan vagina juju yang kian memerah.
”gak pa-pa kok” sahutku sambil kudekatkan tubuhku dan kuarahkan penisku ke vaginanya..
Srrreeet..slup..agak seret vagina juju.. mulai kering setelah klimaksnya
Seperti biasa aku suka membiarkan penisku beberapa saat diam didalam vagina juju, merasakan kehangatan, sambil ku kenyot puting susunya..
Terlihat juju kembali menggigit bibirnya menahan terobosan penisku…
Tanpa suara membiarkan bibirku menyerang dada dan lehernya..
Setelah beberapa saat kemudian, kurasakan ada gerakan memijat pada penisku, ternyata juju menggoyangkan pinggulnya, barulah aku mulai menarik kontoku setengah lalu kumasukkan lagi membuat juju menarik nafas dalam sambil masih menggigit bibirnya..
Aku suka gaya bercinta juju yang kalem.. membuatku makin semangat menggali kenikmatan tubuhnya. Kutarik dan kudorong terus penisku membuat juju pun makin menggila menggoyangkan pinggulnya hingga terasa ada yang memijat penisku.. gila nikmat banget… Hebat betul goyangan janda satu ini…
Lalu kurasaka ada gerakakn memijat dan sedotan yang hebat dalam vagina juju menbuat penisku agak seret keluar masuknya..dan kurasakan juga seperti ada sesuatu yang akan keluar dari penisku…
”den… juju mau keluar lagi niih…” rengeknya…
”iya, saya juga juuu..“ balas kuJuju memang makin menggila menggoyang pinggulnya, hingga terasa bergoyang tempat tidurku itu..
Tak lama terdengar suara lenguhan setengah menjerit dari bibir juju, bebarengan dengan muncratnya pejuh dari penisku…
”deeenn okhh…okhhh… okhh…”
Kubiarkan pejuhku muncrat didalam vagina juju, sambil terus kugerakakn penisku maju mundur yang semakin pelan… dan kubiarkan diam didalam vagina juju sambil kuciumi dada montoknya.. kurasakan tubuh juju melemah dan memejam sesaat setelah puncaknya yang ketiga itu..
Kucabut penisku dari vaginanya yang basah dan hangat itu, lalu terlihat ada sedikit cairan kental mengalir keluar,…yah sisa pejuhku… ikut keluar..
Namun juju masih terlihat terpejam seakan masih menikmati sisa kenikmatan tadi. Kubiarkan juju tergelatak di tepi ranjangku, dan kulangkahkan tubuhku kekamr mandi, lalu langsung kuguyur seluruh tubuhku..segar …setelah sebuah kenikmatan bersama juju, Pembokat seksi Omku.
Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati Setelah cukup kurasakan segarnya mandi pagi itu, kulangkahkan tubuhku keluar kamar mandi, namun juju sudah tak ditempat tidurku, meninggalkan tempat tidur yang sudah tertata rapi… Yah .. thank you lah juuu… Thank you for your service…
kuawali hari itu dengan senyum segar , hingga sekitar pukul 3 sore kulihat tanteku sudah datang, pulang dari kerja, namun tidak sendiri, kulihat doi bersama seorang wanita sebayanya, mungkin teman sekantornya, melihat gaya pakaian layaknya wanita kantoran. Duduk sejenak di ruang tamu, basi basi dan sedikit tawa, lalu terlihat mereka berjalan menuju kamar tanteku…
Tanpa berpikir yang lain langsung kucari tahu, tapi tidak mengintipnya, tapi menanyakan pada Juju..yah pada juju. Langsung kucari juju yang ternyata sudah ada didapur menyiapkan makanan untuk tanteku dan temannya.
” Ju, tadi yang datang siapa..” tanyaku pada juju sambil memperhatikan tubuhnya yang sedang sibuk menyiapkan makanan.
” itu Ibu Lola, teman nyonya.., kenapa?” juju balik bertanya.
”enggak, kok pake naik kekamar segala..?” makin penasaran, sambil memancing juju untuk jujur padaku.
” ehh, emang gak boleh..?” jawabnya sambil senyum genit.Kali ini kudekati juju sambil kuraba pantat bahenolnya
”iya tapi kan, gak mesti di kamar to..?” kilahku makin memancingnya buka mulut.
”nah itu dia, terserah Nyonya mau ajak tamunya kemana..” jawab juju centil, dengan tetap membiarkan pantatnya kuremas..
”tapi gak terjadi apa-apa ’kan?” Tanyaku lagi, sedikit menyelidik
”maksudnya..?” timpal juju
”yah.. kamu kan tahu?” lanjutku
” tahu apa den?” juju agak serius
”jujur deh?’ tambahku
”jujur apa den, emang ada apa?” juju tambah serius berlagak gak ngerti.
” kamu ’kan tahu kesenengannya Nyonya, kalo udah dikamar sama perempuan lain?” pancingku
”ihhh. Aden ini mngomong apa sihh..??/” jawabnya dengan mimik wajah yang berusaha menutupi sesuatu..
”ayolah ju, jujur aja..” ucap ku, sambil tambah kencang meremas pantatnya…Juju nampak kikuk,… salah tingkah, bukan lantaran remasan tanganku pada pantatnya tapi.. antara ingin terus terang dan takut.
’juju takut den” tiba tiba juju bicara lagi setelah cukup lama terdiam.
’gak pa-pa” timpalku.. sambil mendekatkan wajaku kesamping wajahnya dari belakang.
” kamu kan pernah sama Nyonya” mendengar itu juju langsung membalikkan badan dan menatapku tajam.
” aden tahu?” dengan mimik takut bercampur kaget, dengan polosnya juju bertanya.
”iya..kemarin sore” jawabku…Dengan wajah memerah juju langsung membalikkan badan…
Lalu terdengar lirih suaranya,
” Juju takut di pecat den”
”kenapa?” tanyaku berlagak serius
”Nyonya memang suka ngajak juju, kalo ndak mau juju nanti di pecat” keluhnya
” tapi Cuma pake mainan, kaya penis dari karet kok den” lanjutnya
”kamu suka?” tanyaku lagi
”enggak, juju Cuma pura-pura suka, takut nyonya marah, abis gimana gitu…, lain sama punyanya aden…” jawab juju genit.
”jadi sekarang kira-kira nyonyamu itu lagi main-main di dalam sana?” tanyaku lagi
” iya den, juju juga pernah diajak mereka berdua, Ibu Lola itu seneng banget kalo begituan, sampe keluar 3 kali…”jawab juju dengan wajah nampak memerah, entah teringat saat nikmat itu datang atau malu.
”lama dong mereka nanti?’ terus juju kececar pertanyaan
” iya, kadang malam baru keluar kamar, sampe makanan ini dingin” jawabnya
”Non sandra tahu nggak?’ lanjutku
’Enggak, abis non pulang malam terus, kursus katanya, tapi pernah pulang mabuk den, diantar temannya, Nyonya gak tahu” tambahnya
” kasian Non sandra” ucapnyaa lirih.
” sejak saya di sini nyonya sering begitu den.” lanjutnya.
” ya udah, maksih ya ju, kamu udah mau jujur, nanti aku kasih bonus deh” ujarku genit sambil meremas pantatnya.
” kapan den?” tanyaya, sambil membalikkan badan,terseyum genit.
”besok pagi yah” jawabku sekenanya, sambil meninggalkan juju di ruang makan sendiri, dipenuhi harapan ngentot besok pagi denganku, hehehehe…Malam berlalu, sekitar jam 10 malam terdengar suara mobil meninggalkan halaman rumah besar itu, ya.., Tante Lola sudah pulang, diantar Tanteku sampai gerbang… Akhir selingkuh sejenis Tanteku hari itu… Sambil mengatur rencana untuk besok, kututup mataku malam ini dengan rencana setan di otakku..hehehehe……pagi ini aku bangun lebih pagi dan langsung mandi, saat kemudian kudengar pintu kamar mandiku diketuk seseorang, pasti juju, hehehehe… sudah nagih…
”den…den…?’ terdengar suara diseberang pintu, suara juju.
“masuk aja ju”.. jawabku
“ enggak ah” balasnya terdengar ragu
”udah gak apa-apa” rayuku.Lalu seseorang membuka pintu kamar mandi yang tak aku kunci itu.
Nampak juju masuk, dengan memkai daster kembang-kembang, namun tetap dengan model kerah leher yang sama lebarnya dengan yang kemarin, hehehe
Dengan tetap kubelakangi menghadap shower, juju pun tetap diam menunduk didepan pintu yang sudah ditutupnya itu.
” udah sini” pintaku
” nanti aj den” jawabnyaMendengar jawabnya itu, langsung ku balik badan dan mendekati juju,telanjang.
Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati
Juju tetap menunduk meski terlihat curi curi pandang kearah penisku yang masih belum bereaksi. Kupegang tangannya, kutarik mendekat air shower, juju agak menahan tarikanku, mungkin takut basah. Tapi akhirnya kutarik kuat, juju kini basah di bawah shower itu, nampak lekuk tubuh indahnya,dibalut pakaian nya yang basah, wow seksi memang pembokat satu ini. Membuat penisku mulai bereaksi,mengembang…
Juju yang matanya tak lepas dari penisku langsung menyambarnya, jongkok dan mulai menciumi, menjilat dan mulai mengulumnya, dibawah pancuran air itu, sungguh sensasi yang sangat menyegarkan di pagi ini.
Untuk beberapa menit juju nampak serius menm-blow penisku, yang semakin tegang…. …
” oooohhhh enak juuu” ucapku saat juju kulihat melirik kearahku..
Mendengar itu juju kian kuat menyedot penisku…
Mungkin juju benar-benar ingin membalas semua kenikmatan yang diraihnya kemarin pagi..
Saat kurasakan cukup untuk sesion ini, kutarik juju berdiri. Kuciumi lehernya, kujilati cupingnya, sambil kuremas dadanya yang masih terbungkus BH dan daster basahnya, namun terlihat juju menikmatinya.. terus kujilati sampai kedada atas depannya yang montok.
Tak puas dengan balutan pakaian basahnya itu, kutarik keatas dan kubuka daster basahnya, lalu pengait BHnya namun ternyata juju gak pakai Cd, wow ….
Kini tubuh telanjang juju telah siap untuk kunikmati, dengan kesan basah dari air shower itu membuat tubuhnya makin nampak indah dan mengkilap mulus.
Langsung kudaratkan mulutku di puting susunya yang mengeras karena nafsu dan dinginnya air pagi itu…kusedot meski bercampur air, kujilati, terus hingga kurasakan juju menggeliat merasakan sensasi kenyotan bibirku.
Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati Kulanjutkan permainan bibirku menyusuri perutnya…lalu sampai di hutan kecil yang nampak basah oleh air..terus sampai kesela-sela selangkangannya..yang tanpa kuperintahkan sudah dibuka lebar oleh juju, mengharap aku memasuki area itu dengan lidahku, seperti saat pertama kali kemarin… namun tidak ku lakukan.. sengaja, biar membuatnya sedikit tersiksa…hehehe..
justru aku bangun lagi dan mematikan kran air shower itu..lalu kutarik tangannya ke kloset duduk, dan menyuruhnya duduk. Nah, barulah kedua kakinya kubuka lebar, dengan duduk yang sedikit kutarik ketepi, supaya mudah buatku bermain lidah divaginanya yang menggairahkan itu…
Dengan bertumpu lututku, ku mulai mainkan lidahku divaginanya..dengan tangan meremas dada montoknya. Membuat juju terdengar melenguh keenakan, dan kaki yang terus bergoyang menahan sensasi yang kuberikan pada vaginanya.
Kujilati terus hingga kurasakan kedua paha juju mulai menjepit kepalaku dan berkata
”juju, mau keluar den…okhhh…okhhh…okhhh…okhhhh…” dan kurasakan jambakan tangannya di kepalaku pun melemah… yah.. Juju sudah sampai klimaksnya yang pertama.
Tubuhnya yang mulai mengering dari air shower tadi nampak memunculkan warna kemerahan di wajahnya, akibat sensasi klimaksnya tadi…
”enak banget den, sumpah…nikmat den, maaf ya den,…nanti juju balas deh..” ucap juju sambil menarik tubuhku untuk berdiri, kuikuti tarikan tangan nya dan kini aku sudah berdiri dengan penisku tepat di depan wajahnya.
Tanpa bicara lagi, juju langsung mengulum penisku..
Hangat kurasa penisku didalam mulut juju.. tapi badan kedinginan nih.
Untuk beberapa saat kubiarkan rasa dingin menyergapku setelah mandi tadi, sambil menikmati sepongan juju…
Lalu kuhentikan gerakan kepala juju yang asyik mengulum dan menyedot penisku.
Ku tarik tangannya ke arah tempat tidur, sambil kusambar handuk yang menggantung tak jauh dari pintu kamar mandi. Kusapu sisa air di badanku lalu kuberikan pada juju untuk dirinya mengeringkan juga sisi air di tubuh montoknya..
Aku duduk lebih dulu di tepi ranjang, dengan penis yang masih berdiri tegak sambil menikmati pemandangan tubuh juju yang sedang disapu handuk olehnya..Kulihat juju senyum genit saat mengeringkan selangkangannya, ku hanya senyum, sambil memegang penisku…
Dilemparkannya handuk basah ku kelantai oleh juju, lalu dengan senyum genit juju ternyata bergoyang erotis di depanku, wow….wow…., juju memberiku hiburan lain, juju striptease didepanku,.. gila.. belajar di mana nih pembokat, gara2 bergaul dengan majikannya pasti nih.
Dengan meliuk-liukkan tubuh mulusnya juju terus menari didepanku dengan terus mendekatiku, sambil merangkak juju mendekatiku dengan sorot mata sayu kearah penisku..
Menikmati tarian telanjang juju membuat penisku semakin tegak berdiri..
Juju semakin dekat, mendekatkan mulutnya ke penisku…meraba pahaku dengan dada montoknya, dan langsung mengulum penisku dengan menggila.”oookkkhhh…..enak juuuu” desah ku agar juju semakin semangat.
Ternyata benar, juju makin kuat menyedot penisku yang memenuhi mulutnya..
Kubiarkan sensasi sedotan juju, benar-benar kunikmati permainan juju pagi ini.
Setelah sekitar lima menit juju menyedotnya, kuangkat kepala juju.
Juju berdiri tepat didepanku kini…. memberiku kesempatan memainkan kembali puting susunya, kujilati…membuat juju melenguh perlahan.Akupun berdiri sambil terus kuremas dada montoknya, memutar tubuh lalu mendorong juju ketempat tidur sambil tetap menciumi dadanya lalu turun keperut dan hutan lebat di selangkangannya…. juju mulai basah lagi, terangsang.
Akupun ikut naik ketempat tidur..Tiba-tiba juju terbangun dari rebahannya, menarikku hingga terlentang, langsung menyambar penisku dengan bibirnya,… gila gak puas – puas nih juju nyepong… tapi kubiarkan.. enak brur.. juju hebat nyepongnya,..
Melihat penisku yang total tegang, juju menghentikan sedotannya, merayap naik keatas tubuhku, membuka kakinya dan siap menelan habis penisku dengan vaginanya yang basah itu.Kubiarka juju beraksi kali ini, dimasukkan penisku ke vaginanya, dipegang dan dituntun kearah bibir vaginanya,menekan dalam-dalam…
Sreeettt…sluuuppp….kurasaka penisku melesak masuk..hangat…ooookhhhh
Tahu akan kesukaanku yang selalu mendiamkan penisku sejenak dalam vaginanya, setelah masuk semua batang penisku dalam mememknya, juju hanya menciumi puting susuku tanpa menggerakakn pinggulnya, hangat terasa vagina juju….”ooohhkkkkhh enak ju, vaginamu hangat banget,,,,” bisikku
Juju Cuma senyum lalu menggigit bibirnya merasakan sensasi hangat yang sama.
” penis aden juga hebat, besar keras…juju suka den, biarin lama didalam ya…” pintanya, Aku hanya tersenyum….
Namun tiba-tiba kurasaka ada gerakakn memijat pada batang penisku, ternyata juju gak tahan juga, dan mulai
menggoyang penisku dengan santai, enak gila…” enak juu, goyanganmu mantap…” ucapku
Mendengar itu juju makin bersemangat,memutar lalu mangangkat pantatnya seolah ingin mematahkan penisku…..
”oohh ahhh oohhh ” terdengar suara juju sedikit berisik kali ini
”enak den… penis aden enak banget…oh ah oahkkhh…” juju meracau..menikmati batang penisku di dalam vaginanya, akupun juga merasakan sensasi lain dari juju kali ini…
”terus juuu” pintaku…Juju makin menggila, mungkin juju benar-benar ingin memuaskan ku pagi ini…
Seiring goyangan juju yang menggoyang seluruh ranjangku pagi ini, kuremas dada montoknya sesekali kuangkat tubuhku mendekati putingnya dengan bibirku, kusedot kuat membuat juju menggelinjang dan makin membuat gerakan memutar dahsyat di pinggulnya….kubantu gerakakn pantatnya dengan remasan di pantat kenyalnya dan kadang kuangkat sedikit lalu turun lagi, mengocok penisku…
”deeeenn juju mau pipis lagi niiihh…” seru juju sedikit teriak tertahan.
” terus juuu goyang aja…” jawabkuSekali Dayung 2 Vagina Ternikmati Kurasaka ada yang meyedot penisku dari dalam vagina juju, membuatku serasa ingin keluar juga…
”iya juu, saya juga mau keluar niihhh…” seru ku
” iya den… ohhhhh ahhh” jawab juju dengan wajah memerah dan goyangan yang makin menggila….
”iya..ya..ya..ya…ohhhh ohhhh ohhh ….” juju meracau dan bergetarrr
”terus ju…” pintaku melihat juju menegang dan mulai melemah gerakaknnya….Tak lama kurasakan ada yang muncrat dari penisku…sambil ku tarik pantat juju makin rapat ketubuhku…kulepaska pejuhku di dalam vagina juju…
”oookkkhhh….ohhhh”….teriakku…
Kurasakan nikmat sekali vagina juju pagi ini…Seiring robohnya tubuh lemas juju di atas tubuhku, kurasakan ada yang meleleh keluar dari vagina juju….hangat….nikmat… mengiringi akhir pacuan mesum ku bersama pembokat seksi ini…
Kubiarkan tubuhny tetap diatas tubuhku untuk beberapa menit….kupeluk….. akupun ikut melemah dan memejamkan mata… menikmati sisa-sisa kenikmatan pagi ini….Tak lama juju membuka mata…
“maaf den juju ketiduran, abis capek banget,….keenakkan…”ucapnya sambil senyum dan mengangkat tubuhnya bergerak kesampingku….
penisku pun terlepas dari vaginanya… sudah melemas…basah, sisa pejuh kaki berdua.
“ju, nyonya mu itu apa gak suka lagi sama cowok ya…?” tanyaku
”ah enggak kok, Buktinya masih mainin penis mainan itu..” jawabnya lugu
”aku pengen ngentot dia ju” ucapku
”apa???” juju sedikit mengankat tubuhnya melihat wajahku , kaget
”yang bener aja den, masa tante sendiri di embat?’ lanjutnya
”kan ada juju den” tambahnya, sambil tangannya memainkan penisku, seperti tak rela kalo aku main dengan perempuan lain, wah gawat…
”abis dari dulu, aku tuh udah nafsu banget ama tanteku itu” kilahku
”kadang sampe mimpi basah..” ucapku berbohong sambil kulihat wajah juju lalu dadanya yang masih telanjang disampingku..
”masak sih den?” juju melongo
” iya juuu.., kamu mau bantu kan?’ tambahku
”apa…????//// wah aden tambah gila nih?” juju kaget
”tenang aja juu, aku yang atur, kamu bantu aja,….” rayu ku
” gimana bisa den?” juju tak percaya
” bisa ju, pokoknya kamu bantu aja ya…” pintaku sambil kedekatkan bibirku keputing juju, mencoba mencari kenikmatan selanjutnya…..jujupun membantu menarik kepelaku tambah menempel didadanya… kusedot…jilat…dan yang lain kuremas dengan tanganku…
Juju menggelinjang…….kuhabiskan pagi ini dengan juju yang bahenol dan goyangannya yang mantap,sampai dua kali…..lumayan…..pegel…tapi langsung dapat pijatan dari juju…..gila enak banget pagi ini…..ngentot dua kali trus dipijat…. setelah itu akupun tertidur lagi dengan mimpi ngentot ama tanteku…dan rencana sudah kuatur dengan juju…. juju bersedia dengan imbalan gentot….. hahahah hahahaha……. sekali dayung dua vagina ternikmati…..
cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Alexa Grace pirang mendapatkan kepuasan dimeja dapur

-

Foto Ngentot gadis muda berjalan kehutan ngentot ditanah

Duniabola99.com – foto gadis muda yang jalan jalan bersama pacarnya kehutan tiba-tiba sange nengentot bersama pacarnya dijalan beralas haduk dan melakukan ngentot gaya anjing dan masih banyak posisi hot dan menembakkan sperma yang banyak keatas memeknya yang tanpa bulu.
-

Ayumi Shinoda kirari 128

-

Kaede Niiyama Kirari 58 Tropical Cream Pie Fuck

-

Video bokep An Koshi pembantu cantik dan penurut

-

Video bokep Mindy lagi sauna menggoda tukang bersih-bersih
-

Kisah Memek Auntie Iza

Duniabola99.com – Bagi mereka yang telah bertemu dengan makcik aku, sememangnya mereka pasti akan merasa yang wajah dan perwatakannya langsung tidak menyerupai usianya. Walaupun usianya sudah hampir mencecah 45 tahun, tidak keterlaluan jika aku katakan yang dia macam orang yang baru nak mencecah 35 tahun. Untuk kesenangan orang memahami cerita ini, biarlah aku namakan dia sebagai Auntie Iza aje…walaupun itu bukan namanya.
Walaupun ada kalanya aku memasang angan-angan yang bercorak x-rated apabila berhadapan dengannya, aku terpaksa pendamkan saja memandangkan yang aku hanya berpangkat anak buah sahaja. Tambahan pula Auntie Iza telahpun mempunyai tiga orang anak dan adalah tidak elok sekiranya aku memperlakukan sebarang perangai yang tidak elok.Tapi anggapan aku terhadap Auntie Iza berubah apabila aku tinggal bersama dengan pakcik aku baru-baru ini. Tuan rumah aku inginkan rumah sewa ku kembali dan memandangkan yang aku masih belum dapat rumah sewa, pakcik aku telah mengajak aku tinggal bersamanya sementara waktu.
Suatu hari semasa pakcik ku keluar kerja, tinggallah aku bersama dengan Auntie Iza saja di rumah. Aku anggap ini biasa saja sebab dia makcik ku juga.
Nak dijadikan cerita, aku sedang makan sarapan di dapur bila Auntie Iza keluar dari bilik air. Dia berkemban. Auntie Iza terpaksa lalu depan aku kerana bilik air terletak di belakang dapur. Secara spontan mata aku terus memandang ke gunung Auntie Iza semasa dia lalu di depan aku. Mungkin menyedari pandangan aku, Auntie Iza berhenti dan memandang ke arah ku. Tergamam, aku terus menundukkan kepala.
“Kenapa malu? Suka apa yang you nampak?” tanya Auntie Iza selamba.Tanpa dapat aku menjawab, Auntie Iza terus berjalan ke arah aku dan tanpa aku sedar, kainnya terus terlucut ke lantai. Sepasang buah dadanya yang besar menunding ke arah ku. Mata ku terus tertumpu pada bulu lebat yang menutupi cipapnya.
Auntie Iza terus rapat dengan muka ku dan buah dadanya digeselkan ke muka ku. Semakin kencang nafas aku. Dalam seluar ku, batang ku sudah semakin menegak dan tegang. Auntie Iza terus memegang tangan ku dan dibawanya ke arah buah dadanya. “Peganglah. Auntie tahu kau nak pegang.”
Pucuk di cita ulam mendatang. Tanpa melepaskan rezeki aku terus menjilat putting Auntie Iza yang sudah semakin tegang. Sambil tangan ku bermain-main di cipapnya. Perlahan-lahan cipapnya semakin basah dan jari ku terus menusuk ke dalam lubang keramatnya yang basah itu.
Auntie Iza terus duduk di atas meja makan dengan kedua kakinya mengangkang luas. Tanpa berlengah lagi aku terus melucutkan seluar ku dan menghalakan batang ku ke arah lubang keramat Auntie Iza. Aku terus menusuk dengan penuh kenikmatan. Air cipap Auntie Iza mula membasahi telurku. Aku terus melajukan terjahan aku.Bila aku rasakan aku hampir terpancut, cepat-cepat aku tarik keluar batang ku. Namun sebelum sempat aku menariknya habis, Auntie Iza terus menarik aku agar masuk semula. Tak sempat aku berbuat apa-apa, aku terus terpancut dalam cipap Auntie Iza.
Aku terus menarik keluar batang ku. takut aku seketika. Namun ketakutan itu hilang bila Auntie Iza terus memusingkan badannya dan menonggengkan punggungnya ke arah ku.
“Masuk belakang,” katanya.
Aku tak tahu nak buat apa sebab aku memang tak pernah masukkan batang ku ke dalam jubur seseorang. Aku hanya berdiri di belakang Auntie sambil tangan ku meramas punggungnya. Mungkin menyedari yang aku tak tahu nak buat apa, Auntie terus memegang batang ku dan terus menasukkannya ke dalam juburnya. Ketatnya memang aku tak boleh katakan.Bila dah masuk, aku terus menjalankan operasi. Dalam aku menusuk juburnya, auntie terus menusuk cipapnya dengan dua jarinya. Depan belakang dia kena. Patutlah dengusan dan rintihannya begitu kuat sekali. Aku kian lajukan terkaman aku. Aku tahu dia tak akan mengandung kalau aku lepas dalam juburnya. Maka aku pun terus menerja walaupun aku rasa aku dah nak pancut. Bila aku tarik keluar batang aku, aku nampak cecair pekat ku mengalir keluar dari juburnya.
“Jangan lap,” kata Auntie bila aku mencapai tisu untuk lap batang ku.
Tanpa menghiraukan di mana batang aku berada tadi, Auntie terus menghisap batang aku dengan lahapnya. Untkuk kali ketiga pagi itu, aku terpancut lagi. Kali ini dalam mulut auntie.
Selepas itu baru aku tahu yang auntie sudah hampir empat bulan tidak digauli. Dan sepanjang perkahwinannya, dia belum pernah menghisap batang lelaki atau main belakang. Walaupun pernah dia minta kat pakcik aku, pakcik aku tak benarkan dia buat begitu.Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri
-

Foto Bugil gadis cantik berambut pirang pamer pantat yang hot

Duniabola99.com – foto gadis pirang cantik mengangkat gaunnya diatas tempat tidurnya menampilkan toketnya yang indah dan memamerkan pantatnya yang behenol.
Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,
-

Rino Sakuragi berdua dengan pacarnya dikamar

-

Video bokep Aidra Fox licin saat basah

-

Yui Mizuna Catwalk Poison 77

-

Video bokep Tiffany Doll dengan goyangan maut

-

Foto Ngentot pelacur remaja menghisap kontol dan menelan sperma yang menetes

Duniabola99.com – foto cwewk ramaja yang berlutut didpan pacarnya melakukan hisapan kontol yang gede dan melakukan ngentot gaya anjing dan menerima banyak sperma di mulutnya.







