
Author: dbgoog99
-

Antonia Sainz ngentot dengan cowok berkontol gede saat pijit ++
-

Video bokep Luna Ruiz main mobil-mobilan dan coklat

-

Cerita Sex Dewasa Damar Si Kakak Ngentot Dengan Adik
Cersex Terbaru – Bacaan Seks Dewasa Pertalian cinta Yang Tidak Menyengaja – Bacaan seks, bacaan dewasa, bacaan ngentot, bacaan panas, narasi sex terkini 2023. Nama saya Damar (nama rahasia). Saya tuch sudah kuliah semester 3 disalah satu kampus. Saya tinggal masih bersama orangtua dan adik saya yang masih duduk di kursi SMP, Mirna namanya (jg nama rahasia). Babak belur saya kedua-duanya kerja . Maka rumah kerap tinggal adik saya dan saya saja, ama pembantu.
Di saat sore rumah sedang kosong; babak belur kembali pergi dan kebenaran pembantu jg kembali tidak ada. Adik saya kembali pergi. Saya nyewa VCD bokep xxx dan x2.- Saya senang sekali, karena tidak gangguen cocok kembali menonton. Narasi x2 di VCD itu kebenaran menceritakan mengenai jalinan seks sedarah di antara kakak dek. Edan sekali dech episodenya. Saya berpikir kok dapat ya.

Kelompok Bacaan Seks Dewasa Pertalian cinta Yang Tidak Menyengaja
Bacaan Seks Dewasa Pertalian cinta Yang Tidak Menyengaja
Eh, saya berani tidak ya ngelakuin itu ama adik saya yang masih SMP? tp khan adik saya masih polos sekali, kalau di film ini sih sudah jago and pro, berpikir saya dalam hati. Kembali menonton plus mikir bagaimana triknya ngelakuin ama adik saya, eh, bel bunyi. Wah, teryata adik saya, sang Mirna ama temannya dateng. Apes, mana filmnya belum usai kembali. Langsung saya simpen saja tuch VCD, terus saya bukain pintu. Mirna ama temannya masuk. Eh, temannya manis jg lho.
“Darimanakah lo?” bertanya saya.
“Dari jalanan dong. Memang kaya kakak, ngedekem melulu di dalam rumah,” jawabannya sekalian muram.
“Saya jg kerap jalan tahu, memang elo doank. Hanya saat ini kembali malas,” kata saya.“Oh ya, kak. Kenalin nih teman saya, namanya Siska. teman sama kelas saya,” ucapnya. pada akhirnya saya kenalan ama tuch anak.
Mendadak sang Mirna tanya,“simak VCD Boyzone saya tidak?”
“Tau’, mencari saja di laci,” kata saya.
Eh, ia ngebuka tempat saya naro VCD xxx. Saya langsung gelagapan.
“Eh, bukan disitu…” kata saya cemas.
“Kali saja ada kak,” ucapnya. Terlambat.
Belum sempat saya tahan ia sudah melihat VCD xxx yang covernya cukup hot itu, kalau yang x2 sich tidak ada gambarnya.“Aduh… kak. Kok menonton film kaya begini?” ucapnya sekalian mandang jijik ke VCD xxx tersebut.
Temannya sich hanya senyam-senyum saja.
“Tidak kok, saya barusan dititipin ama teman saya,” jawab saya berbohong.
“Berbohong sekali. Ngapain jg kalau dititipin nyasar ampe di laci ini,” ucapnya.
“Kak, ini film kotor kan? mmmmm… kaya apa sich?” tanyanya kembali.
Saya tertawa saja dalam hati. Agak jijik, kok saat ini justru ingin tahu.
“Elo ingin menonton jg?” bertanya saya.
“Mmmmm…. jijik sich… tp… ingin tahu kak…,” ucapnya sekalian malu.
“Siska, elo mo menonton jg tidak?” tanyanya ke temannya.
“Saya mah asyik saja. Lagian saya sudah sebelumnya pernah kok menonton film begituan” jawab temannya.
“Gimana… menjadi tidak? terburu mama ama papah pulang nih,” desakku.
“Mari dech. Tp kalau saya jijik, dimatiin ya?” ucapnya.
“Sedap saja lo, elo kabur saja ke kamar,” jawab saya.
Lantas VCD itu saya hidupin. Jreeeeng… dimulailah film xxx itu. Saya nontonnya sekalian kadang-kadang mandangin adik saya ama temannya. Sang Siska sich kelihatannya tenang nontonnya, sudah ahli kali ya? Kalau adik saya kelihatan sekali baru pertama kalinya menonton film kaya gituan. Ia kelihatan takut-takut. Apalagi cocok episode penisnya cowo dikulum. Mana tuch penis gedenya meminta ampun.
“Ih, jijik banget…” kata Mirna.
Cocok episode ML kayanya sang Mirna sudah tidak kuat. Ia segera kabur ke kamar.
“Yeee, justru kabur,” kata Siska.
“Elo masih ingin menonton tidak?” bertanya saya ke sang Siska.
“Ya, terusin saja,” jawabannya.
Wah, bisa jg nih anak. Kayanya, dapat nih saya bermain ama ia. Tp kalau ia geram bagaimana? berpikir saya dalam hati. Ah, tidak apapun kok. Tidak sampai ML ini. Sekalian menonton, saya duduknya ngedeket ama ia. Ia tetap terus serius menonton. Lantas saya coba pegang tangannya. Pertama ia terkejut tp ia tidak berusaha ngelepas tangannya dari tangan saya. Peluang besar, berpikir saya. Saya elus saja lehernya. Ia justru pejamkan matanya. Kayanya ia menikmatin sekali. Wow, gantenggnya itu lho… manis!! Saya menjadi pengan ngotot.
Waktu ia tetap merem, saya deketin bibir saya ke bibir ia. Pada akhirnya bersinggunganlah bibir kita. Mungkin karena memang sudah jago, sang Siska justru ngajakin french kiss. Lidah ia masuk ke dalam mulut saya dan bermain di dalam mulut. Apes, jawara ia dibanding saya. Saat saya dikalahin ama anak SMP sich.
Sekalian kita berfrench kiss, saya berusaha masukkin tangan saya ke kembali pakaiannya. Cari sebuah buah dada imut. Ukuran toketnya tidak demikian besar, tp kayanya sich seksi. Masalahnya tubuh sang Siska itu tidak besar tp tidak kurus, dan badannya itu putih. Demikian bertemu toketnya, langsung saya pegang dan saya raba-raba. Tp tetap terbungkus ama bra-nya.
“Pakaian lo saya membuka ya?” bertanya saya.Ia ngangguk saja sekalian mengusung tangannya ke atas. Saya membuka pakaiannya. Saat ini ia tinggal pakai bra warna pink dan celana panjang yang masi h dipakai. Shit!! kata saya dalam hati. Mulus sekali! Saya membuka saja bra-nya. payudaranya bagus, lancip dan putingnya warna pink. Langsung saya jilatin toketnya… ia mendesah… Saya menjadi semakin terangsang. Saya menjadi pengan ngentotin ia. Tp saya belom sebelumnya pernah ML menjadi saya tidak berani.
Tp kalau sekitaran dada saja sich saya cukup tahu. Bagaimana ya? Mendadak cocok saya kembali ngejilatin toketnya sang Siska, adik saya keluar kamar. Kita sama terkejut. Ia terkejut melihat apa yang kakak dan temannya lakukan. Saya dan Siska terkejut cocok melihat Mirna keluar kamar. Sang Siska cepat-cepat pakai bra dan pakaiannya kembali. Sang Mirna masuk langsung ke kamarnya kembali. Kayanya ia shock melihat apa yang kita berdua lakukan. Sang Siska langsung pamit mo pulang.
“Katakan ama Mirna ya…. sorry,” kata Siska.
“Gpapa kok,” jawab saya. Pada akhirnya ia pulang.
saya ketuk kamarnya Mirna. Saya ingin ngejelasin. Eh, si dia diem saja. Masih terkejut kali ya, berpikir saya. Saya tidur saja, dan rupanya saya ketiduran ampe malem. Cocok kebangun, saya tidak dapat tidur kembali. Saya keluar kamar. Menonton tv ah, berpikir saya. Cocok sampai di muka TV rupanya adik saya kembali tidur di atas bangku depan TV. Tentu ketiduran kembali nih anak, kata saya dalam hati. Karena melihat ia tidur dgn cukup “terbuka” mendadak saya menjadi keinget ama film x2 yang belom usai saya saksikan, yang ceritanya mengenai jalinan seks di antara adik dan kakak, ditambahkan keinginan saya yang tidak kesampaian cocok sama Siska barusan.
Saat adik saya ngegerakin kakinya membuat roknya terkuak, dan kelihatanlah CD-nya. Demikian melihat cd nya saya menjadi makin gairah. Tp saya takut. Ini kan adik saya sendiri saat saya entotin sich. Tp dorongan gairah makin mengganas. Ah, saya pelorotin saja cdnya. Eh, nanti kalau ia bangun bagaimana? ah, cuek saja. Demikian CD-nya turun semua, wow, bel ahan memeknya kelihatan masih rapet dan di hias bulu-bulu lembut yang baru tumbuh. Saya coba sentuh… hmmm, lembut sekali. Saya sentuh garis memek-nya. Mendadak ia menggumam. Saya menjadi terkejut. Saya merasa di ruangan TV terlampau terbuka. Saya rapiin kembali baju adik saya, truss saya gendong ke kamarnya ia.
Sampai di dalam kamar dia… it’s show time, berpikir saya. Saya setubuhin ia di atas kasurnya. Saya bukain pakaiannya. Rupanya ia tidak pakai bra. Wah, payah jg nih adik saya. Nanti kalau toketnya menjadi turun bagaimana. Demikian pakaiannya kebuka, toket imutnya menyembul. Ih, lucu memiliki bentuk. Masih kecil toketnya tp cukup ada. Saya coba isep putingnya… hmmm…. nikmat! Toket dan putingnya demikian halus. Eh, mendadak ia bangun!!
“Kak… ngapain lo!!” teriaknya sekalian menggerakkan saya. Saya terkejut sekali.
“mmmm… mmm… tidak kok, saya hanya ingin meneruskan barusan cocok sama sang Siska. Tidak papah kan?” jawab saya ketakutan.
Saya mengharap babak belur saya tidak ngedenger pekikan adik saya yang cukup keras barusan. Ia nangis.
“Sorry ya Mir. Saya salah, setelah elo jg sich ngapain tidur di ruangan TV dgn kondisi semacam itu. Tidak pakai bra kembali,” kata saya.
“Jangan katakan sama mama dan papah ya, please…,” kata saya.
Ia masih nangis. Pada akhirnya saya tempatin ia. Aduh, saya takut nanti ia nga du.
Semenjak waktu itu saya kalau bertemu ia sukai canggung. Kalau bicara paling seadanya saja. Tp saya masih ingin tahu. Saya masih ingin coba kembali untuk ngegituin Mirna. Sampai di suatu hari, adik saya kembali sendiri di dalam kamar. Saya coba masuk.
“Mir, kembali ngapain elo,” saya coba untuk beramah tamah.
“Kembali dengarkan kaset,” jawabannya.
“Yang saat itu, elo masih geram ya….” bertanya saya.
“….” ia diem saja.
“Sebenernya gue… gue… ingin coba lagi….” edan ya saya ngotot sekali. Ia terkejut dan cocok ia mo bicara suatu hal langsung saya deketin wajahnya dan secara langsung saya cium bibirnya.
“Mmhhpp… kakk…. mmmhph…” ia kaya mo bicara suatu hal.sebuah hal.
Tp pada akhirnya ia diem dan meng ikuti permainan saya untuk kecupan. Sekalian kecupan itu tangan saya coba meraba-raba toketnya di luar. Pertama merasakan toketnya disentuh, ia menepiskan tangan saya. Tp saya terus berusaha sekalian masih tetap berciuman.
Sesudah beberapa saat berciuman sekalian meraba-raba toket, saya coba buka pakaiannya. Eh, kok ia segera ingin saja dibuka ya? Mungkin ia kembali rasakan kepuasan yang sangat benar-benar dan pertama kalinya dirasanya. Demikian dibuka, langsung saya membuka bra-nya. Saya jilatin putingnya dan sekalian menyeka dan mneremas- remas toket yang satunya. Meskipun toket adik saya itu tetap cukup kecil, tp bisa memberi kesan yang tidak kalah dgn toket yang besar. Saat kembali di isep-isep, ia mendesah,
“Sshh… ssshhhh…. ahhh, sedap, kak….” Sesudah saya isepin, putingnya jadi tegang dan cukup keras.
Truss saya membuka celana saya dan saya keluarin “adik” saya yang sudah cukup tegang. Cocok ia melihat, ia cukup terkejut. Masalahnya dahulu kita sebelumnya pernah mandi bersama cocok “punyai” saya tetap kecil. Saat ini kan sudah besar dong. Saya bertanya ama ia,
“berani untuk ngisep punyai saya tidak? nanti punyai elo jg saya isepin dech, kita pakai posisi 69”
“69… apa’an tuch?” tanyanya.
“Posisi di mana kita sama-sama menghisap dan ngejilatin punyanya mitra kita pada waktu terkait.” terang saya.
“Oooo…” Langsung saya ngebuka celana ia dan CDnya ia.
Kita langsung ngambil posisi 69. Saya membuka belahan memeknya dan kelihatanlah klentitnya seperti bentuk kacang di dalam memeknya tersebut. Saat saya sentuh pakai lidah, ia mengeluh,
“Ahhhh… kakak nyentuh apanya sich kok sedap banget….” tanyanya.
“Elo harusnya ngejilatin dan ngisep punyai saya dong. Saat elo doank yang sedap,” kata saya.
“Iya kak, setelah takut dan geli sich…” jawabannya.
“Jangan bayangin yang bukan-bukan donk. Bayangin saja kenikmatan elo,” kata saya kembali.
Waktu itu jg ia segera menjilat punyai saya. Ia ngejilatin kepala anu saya dgn perlahan-lahan. Uuhhh…. sedap benar. Truss ia mulai ngejilatin semua dari tangkai saya. Lantas ia masukkin punyai saya ke mulutnya dan memulai mengisapnya. Ooohhhh…. edan benar. Ia rupanya berpotensi. Isepannya ngebuat saya menjadi nyaris keluar.
“Stop… eh, Mir, setop dahulu,” kata saya.
“lho knapa?” bertanya nya.
“Tahan dahulu nanti saya keluar,” jawab saya.
“Lho memang mengapa kalau keluar?” tanyanya kembali.
“Nanti games over,” kata saya.
Rupanya adik saya memang belom tahu permasalahan sex. Benar-benar polos. Pada akhirnya jelaskan mengapa kalau cowo sudah keluar tidak tetap pemainannya. Pada akhirnya ia mulai memahami. Posisi kita sudah tidak 69 kembali, menjadi saya saja yang bekerja. Selanjutnya saya terusin ngisepin memeknya dan klentitnya. Ia terus-terusan mendesah dang mengeluh.
“Kak Damar… terus kak… disitu… iya disitu… oohhhhh…. ssshhhh….” Saya terus mengisap dan menjilat-jilatinya. Ia menjambak rambut saya. Sekalian matanya merem terbuka.
Pada akhirnya saya sudah pada keadaan bugar kembali (barusan kan keadaannya sudah mo keluar). Saya bertanya sama adik saya,
“Elo berani ML tidak?”
“…” ia diem.
“Saya ingin ML, tp terserah elo… saya tidak maksa,” kata saya.
“Sebenerya saya takut. Tp sudah kepalang tanggung nih…. saya kembali on air,” katanya.
“Ok… menjadi elo ingin ya?” bertanya saya kembali.
“…” ia diem kembali.
“Ya sudah dech, kayanya elo ingin,” kata saya.
“Tp tahan sedikit. kelak cukup sakit awalannya. Masalahnya elo baru pertama kalinya,” kata saya.
“…” ia diem saja sekalian melihat kosong ke langit-langit.
Saya membuka ke-2 iris pahanya lebar-lebar. Kelihatan bibir memeknya yang masih sempit tersebut. Saya arahin ke lobang memek nya. Demikian saya sentuhin pala anu saya ke memeknya, Mirna menarik napas panjang, dan kelihatan sedikit keluarkan air mata.
“Tahan ya Mir….” Langsung saya dorong anu saya masuk ke dalam dalam memeknya.
Tp masih sulit, masalahnya masih sempit sekali. Saya terus coba menggerakkan anu gue… dan… bleesss… Masuk jg pala anu saya. Mirna cukup teriak,
“akhhh sakit kak….”
“Tahan ya Mir…” kata saya.
Bacaan Seks Dewasa Pertalian cinta Yang Tidak Menyengaja
Saya terus menggerakkan supaya masuk semua. Pada akhirnya masuk semua anu saya ke selangkangan adik saya sendiri.
“Ahhh… kak… sakit kak… ahhhh.” Sesudah masuk, langsung saya goyang mundur-maju, masuk keluar memeknya.
“Ssshhh… sakittt kakk…. ahhh… enak… kak, terussss… goyang kakk…” Ia menjadi mengeluh tidak keruan.
Sesudah beberapa saat dgn posisi itu, kita mengganti dgn posisi dog model. Mirna saya suruh nungging dan saya masukkin ke memeknya melalui belakang. Sesudah masuk, terus saya pacu. Tp dgn kondisi dog model itu rupanya Mirna langsung alami orgasme. Berasa sekali otot-otot di saat memeknya itu seperti menarik anu saya agar semakin masuk.
Itil V3
“Ahhhhh… ahhha… saya lemess banget… kak,” rintihnya dan ia jatuh tengkurap.
Tp saya belom orgasme . Maka saya terusin saja. Saya kembali bad annya untuk tidur telentang. Truss saya membuka kembali belahan pahanya. Saya masukkin anu saya ke saat memeknya. Walau sebenarnya ia sudah kecapaian.
“Kak, sudah donk. Saya sudah lemes…” pintanya.
“Sesaat lagi ya…” jawab saya.
Tp sesudah beberapa saat saya pacu, eh, si dia segar kembali.
“kak, yang cukup cepat kembali dong…” ucapnya. Saya mempercepat dorongan dan pacuan saya.
“Ya… kaya… begitu dong… sssshh… ahhh.. uhuuh,” desahannya semakin maut saja.
Sekalian ngegenjot, tangan saya meraba-raba dan meremas toketnya yang imut tersebut. Mendadak saya seolah ingin meletus, rupanya saya mo orgasme.
“Ahhh, Mir saya mo keluar…. ahhh…” Rupanya saat yang bersama ia orgasme jg.
Anu saya sperti dipijat- pijat di dalam. Karena enak, saya ngeluarinnya di dalam memeknya. Nanti saya suruh minum pil KB saja agar tidak hamil, berpikir saya dalam hati. Sesudah orgasme bersama itu saya cium bibirnya sesaat. Kemudian saya dan ia pada akhirnya ketiduran dan pada kondisi bugil dan berkeringat di dalam kamar karena kecapaian.
Saat bangun, saya denger ia kembali mendesah sekalian menangis.
“Kak, bagaimana nih. Punyai saya berdarah banyak,” tangisnya.
Saya simak rupanya di atas kasurnya ada bintik darah yang lumayan banyak. Dan memeknya cukup melebar sedikit. Saya terkejut melihatnya. Bagaimana nih jadi?
“Kak, saya sudah tidak perawan kembali ya?” tanyanya.
“…” saya diem saja. Setelah mo jawab apa.
Gila… saya sudah mengambil keperawanan adik saya sendiri.
“Kak, punyai saya tidak apa-apakan?” tanyanya kembali.
“Berdarah ini lumrah untuk pertama kalinya,” kata saya.
Mendadak, karena melihat ia tidak pakai CD dan menunjukkan memeknya yang cukup melebar itu ke saya, anu saya “On” kembali.
Saya elus-elus saja memek adik saya tersebut. Truss saya suruh ia berbaring kembali.
“Mo diapain kembali saya kak?” tanyanya.
“Tidak, saya ingin simak apa punyai elo baik saja,” kata saya sekalian berbohong, walau sebenarnya saya ingin nikmati kembali.
Cocok ia berbaring, saya membuka belahan memeknya. Memang sich menjadi lebih lebar dan masih tetap ada tersisa sedikit darah jadi kering. Saya mencari klitorisnya, saya jilatin .
“Kak, jangan donk. Masih perih nih,” larangnya.
Yaaa… kok ia sudah tidak ingin kembali.
“Ya sudah dech, kalau masih perih,” kata saya.
Saya kebingungan nih, saya masih ingin kembali, tp adik saya sudah terburu tidak ingin. Sakit sekali kali ya, pertama kalinya begituan. Ya sudah dech, saya mengajak mandi bersama saja siapa tahu kalau sudah segar kelak ia ingin kembali.
“Kita mandi bersama saja yok,” pinta saya.
“Ayo…” kata Mirna.
Kita mandi di dalam kamar mandi adik saya. Saya idupin air shower yang anget. Wuihhh, nikmat sekali cocok terkena air anget. Setelah cape ML ama adik sen- diri, mandi air anget. Di bawah pancuran shower, saya pertama kali ngambil posisi ada di belakangnya. Truss saya mulai nyabunin bela- kang badannya. Sesudah belakangnya usai semua, masih juga dalam posisi saya ada berada di belakangnya, saya mulai nyabunin sisi depannya, dimulai dari perut ke atas. Cocok sampai sisi toketnya saya sabunin, ia mulai meng- gelinjang dan mendesah kembali. Saya ciumin sisi belakang lehernya sekalian terus nyiumin leher adik saya tersebut. Puting adik saya, saya pilin- pilin pakai ujung jempol dan ujung telunjuk.
Eh, di saat saya nyabunin toket imutnya itu tangan ia sentuh dan memulai meraba-meraba badan saya dan berusaha cari punyai saya. Demikian terjamah punyai saya langsung dipegang dan dipijat. Tangan saya yang satu kembali mulai bergerilya ke wilayah selangkangannya. Dgn dengan modal sabun, saya mulai nyabunin sisi memek adik saya tersebut. Pertama, saya seka di luar bibir memeknya, lantas jemari saya mulai coba masuk cari klitorisnya. Adik saya mendadak bicara kembali tp masih pada kondisi kepuasan karena masih saya ciumin lehernya dan putingnya saya pilin-pilin.
“Kak, sshhh… Jangan dahulu dong. Sshttss… ahhh…” erangnya.
Ya sudah, saya gosok-gosok saja di luar. Rupanya belom lama sesudah saya gosok-gosok itu rupanya adik saya orgasme.
“Aahhh… ah…” ia mendesah kenikmatan dan ia segera lemas.
Sesudah ia orgasme itu, saya meminta ia untuk mainkan anu saya pakai tangannya. Dgn menggunakan sabun ia mengocak anu saya. Sedap sekali. Tangannya yang kecil itu memegang anu saya kuat sekali. Pada akhirnya selang beberapa saat saya keluar jg. Usai itu, kita keluar langsung kamar mandi. dan saya keluar kamarnya.
Sesudah hari itu, saya cukup repot dgn beberapa tugas kuliah saya sampai satu minggu. Nach, di suatu hari saya kembali melalui di muka kamar Mirna. Eh, kedengeran suara orang kembali mendesah-desah, tp cukup kabur. Wah, kembali ngapain nih anak. Saya ingin tahu, kalau saya ketuk tentu nanti udahan. Saya melalui belakang saja, masalahnya ada jendela yang “cukup” untuk melihat ke dalam kamarnya, meskipun harus manjat. Saya panjat dinding, truss saya simak melalui jendela. Ternyata… Saya terkejut sekali. Saya kirain paling ia kembali masturbasi, taunya sang Mirna kembali di jilatin memeknya ama sang Siska.
Saat adik saya lesbi sich. Saya masih tidak setelah berpikir. Ya sudah dech saya cicipin saja dech. Saya simak sang Siska masih pakai rok seragam SMPnya, dan dadanya sudah kebuka dan toketnya yang lancip dan seksi itu kaya’nya semakin seksi dech. Dan sang Mirna sudah bugil. Kacau-balau jg nih beberapa anak smp. Pulang dari sekolah lang sung “maen”. Sang Mirna tetap terus mendesah, karena Siska menjilat-jilati memeknya dgn benar-benar gairah. Tangannya sang Siska jg meremas-remas toket imutnya Mirna, dan ia jg terkadang meremas toketnya sendiri.
“mmmppphhhhh…. Siska…. geliii sekali. Aaahhh…. sedap.. mmmhh..” kedengar sedikit desahannya Mirna.
Kembali asyik-asyiknya mendadak saya inget ama janji bertemu teman saya untuk ngerjain pekerjaan saya. Apes, mengapa saya dapat lupa ama tuch pekerjaan. Ya sudah, mau tak mau saya tempatin dech episode lesbi ini.
Esok malemnya, cocok sang Mirna kembali menonton TV, saya bicara ama ia.
“Nanti malem saya bicara suatu hal ama elo. Jangan tidur dahulu ya?” kata saya.
“Bicara saat ini saja knapa?” jawabannya.
“Saya kembali ada pekerjaan nih. Dasarnya tungguin ya!” kata saya kembali.
Sesudah pekerjaan saya usai, saya langsung ke kamar adik saya. saya ketok…
“Mir, sudah tidur belom?” panggil saya cukup perlahan-lahan agar tidak ke- dengeran babak belur saya.
“Masuk saja kak, tidak digembok kok,” jawabannya.
“Hai, belom mengantuk kan?” kata saya.
“Belom kok. Ada apakah sich kak? Kok kayanya serius sekali,” katanya.
“Mir, sorry. Kemaren gue… kemaren saya melihat elo,” saya diem.
Saya tidak sedap bicaranya, masalahnya ia dapat geram karena saya lihat.
“Melihat apa kak?” tanyanya ingin tahu.
“Nnggg… melihat elo ‘maen’ ama Siska kemaren di dalam kamar elo,” kata saya.
Mirna langsung kelihatan terkejut. Ia diem dan kelihatan tegang.
“Mengapa sich Mir, apa elo lesbi. Ups, sorry itu privacy elo sich. Saya tidak memiliki hak tanya. Hanya saya ingin tahu saja,” kata saya.
Mendadak ia ngeluarin air mata.
“Abis… setelah kak Damar repot terus sich satu minggu ini,” jawabannya sekalian cukup nangis.
“Mirna kan ingin kembali, kaya saat itu. Setelah enak…” jawabannya kembali.
“Kok tidak katakan a ja ama saya?” kata saya.
“Setelah Mirna malu. Malu meminta ama kak Damar. Terus, Mirna sharing ke Siska. Eh, ia katakan,
‘mo coba ama ia tidak?'” jelasnya.
“Karena Mirna ingin sekali, ya sudah Mirna maen saja ama Siska. Tp kayanya masih enakan… masih lebih enak maen ama kak Damar,” katanya segera nunduk sekalian masih cukup nangis.Saya bersedih ngedengernya. Saya angkat wajahnya agar tidak nunduk. Saya deketin wajahnya perlahan-lahan, lantas saya deketin mulutnya dan saya cium bibirnya dgn perlahan-lahan agar Mirna menikmatinya. Mirna langsung memberi respon dgn mainkan bibirnya di bibir saya. Lidah saya maen di dalam mulutnya. Tangan saya mulai buka kancing piyamanya, lantas saya membuka piyamanya sekalian masih pada kondisi berciuman.
Saya raba pelan-pelan toketnya yang masih imut itu dan tetap terbungkus bra. Saya berciuman ama adik saya itu lumayan lama jg. Saya membuka branya. Adik saya masih juga dalam posisi kondisi duduk, saya isep toketnya dimulai dari putingnya yang masih cukup baru t umbuh tp seksi itu dan terus saya jilatin melingkari putingnya sampai ke semua permukaan toketnya.
Dan toket yang satu kembali saya pilin-pilin putingnya. Saya ingin memberi service terbaik ke ade saya. Setelah kasian ia sudah pengan sekali satu minggu ini. Saya membuka celana piyamanya. Ia tinggal menggunakan CD saja. saya membuka CDnya. Kelihatanlah memek seorang anak SMP yang masih cukup polos tersebut. Mulai di tumbuhi rambut-rambut lembut. Saya simak Memeknya itu mulai basah. Kayanya ia kembali betul-betul terangsang. Saya membuka belahan memeknya. Saya jilatin sekitaran clitorisnya. Ia bergoyang-goyang, meredam kepuasan sekalian cukup menjambak rambut saya. Berasa asin saat saya jilat cairan memeknya.
“Kak… terussss… kak… di situ…. enakkk… hhh…” desahnya cukup keras.
“Ssstt… jangan keras-keras dong. Sudah malem nih,” kata saya takut babak belur bangun.
Dapat berabe nih. Suara ia menjadi bising sekali. Sesudah cukup lama mempetting ia disekitaran vagin anya, saya langsung ngeluarin anu saya. Anu saya sich tidak perlu pakai pemanasan kembali. “Pacar” sudah tegang!
“Mir, saya masukkin saat ini ya?” kata saya.
Mirna langsung tegak lempeng mendangak ke atas. Saya selekasnya atur posisi di atas badannya antara pahanya. Saya membuka pahanya lebar-lebar hingga selangkangannya benar-benar terbuka. Ini kali saya dapat menyaksikan dgn terang ‘pintu’nya yang berbentuk sela dua bibir-bibir. Dgn dua tangan saya membuka bibir memeknya itu dan dapat kusaksikan celahnya itu terlihat penuh cairan licin. Saya dorongkan saja pinggulku hingga anu saya cocok di muka lubang kepuasannya. Dgn satu tangan saya menggesek-gesekkan kepalanya hingga buka bibirnya dan mengakibatkan kepalanya cocok ada di depan sela lubangnya tersebut. Dgn satu sentakan perlahan-lahan saya dorongkan kepala anu saya mema- sukinya.
“Kak…. mmmpphhhhhh!” erangnya. Saya diam sesaat sampai kenaikan rasa nikmat barusan berkurang pelan-pelan.
Saya rasakan bah wa sejumlah tusukan dapat mem- bagiku keluar dan saya tidak ingin tinggalkan ia dgn ketdktun- tasan. Kan saya mo memberi service yang bagus. Saya tahan sesaat, sekalian saya pandangin muka polos adik saya yang sedang merem. Kemudian saya mulai memacunya. Simak juga: Bacaan Seks Dewasa Perselingkuhan Karena Sharing Sama Pria
“mmmppphhhh… ssshhh… ahhh..” ia menggumam tidak terang.
Saya percepat pergerakan saya mundur-maju.
“Kak… teruss kak….” ia terus mengeluh.
Sesudah saya cukup negrasa saya mo keluar, saya keluarin anu saya dari memek adik. Untung rupanya saya belum sampai orgasme. Saya mengganti style. Adik saya gue suruh tidur ke samping. Kemudian saya angkat satu kakinya, dan saya masukkin kembali anu saya.
“Ahhh… kembali kak… teeruss…” ucapnya.
Saya goyang kembali. Rupanya pada kondisi itu membuat ia dan jg saya orgasme.
“Kak… gue… mo… ke.. keluar nih… ahhhhhhhhhh…” ia mendesah panjang, tidak lama dari orgasme ia, saya jg keluar dan saya ngeluarin sperma saya di dadanya.
“Mir, elo n ggak coba jilat sperma saya?” bertanya saya.
“Geli ah,” jawabannya.
“Eh, coba deh…” Ia ambil sperma saya dari dadanya dgn jarinya dan ia jilat.
“Mmm… asin. Tp kok sedap ya?” jawabannya.
Ia justru suka. Ia justru menjilat-jilati sperma saya yang tumpah di dadanya.
“Ok Mir, saya mo tidur. Tp kalau elo ingin maen kembali, jangan malu. Katakan saja ama saya,” kata saya.
“Iya dech, kak. Terima kasih ya!” jawab Mirna.
begitu dech cerita jalinan saya ama adik saya Mirna dan sampai saat ini saya ama Mirna masih ngelakuin jalinan seks kakak-adik yang kita cicipi sekali. -

Kisah Memek Diperkosa Mama Dan Tanteku Yang Binal

Duniabola99.com – Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. bude ratna berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat.
Aku suka lihat bude ratna kalau telah menggunakan celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, mteriaksang. bude ratna ialah adik kandung Papa aku.
Waktu itu hheri aku tidak masuk kusarih. Aku diam di rumah bersama mama dan bude ratna. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dheri kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada dan setengah pacuma yang putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat mengnafsukan.Saat itu gak tahu secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama walau gak begitu besar tapi masih bagus bentuknya.
Yang terutama jadi perhatian aku ialah memek mama yang dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin mengasuhnya.
Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sgilag melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi.
Aku dekati pintu, lalu aku intip dheri lubang kunci. Terlihat mama sgilag membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yang aku fokuskan.
Secara otomatis tangan aku meraba kontol dheri luar celana, lalu meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh mteriaksang mama. Karena telah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil berimajinasi menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku klimak.
Sore hherinya, waktu aku sgilag tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.
“Roy..!” panggil mama.
“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.
“Ada apa, Ma?” tanya aku.
“Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.
“Iya, Ma…” jawab aku.
Waktu itu mama menggunakan daster. Aku mulai memijit kaki mama dheri betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku.
Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.“Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya mama.
“Seluruh badan mama,” jawab aku.
“Ya telah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
“Ayo lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.
“Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.
“Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.
Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat ialah mengusap agak keras.
Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang menggunakan celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.
“Kok dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.
“Mm.. Roy takut mama marah…” jawab aku.
“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.
Karena telah memperoleh angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dheri luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku.
Karena birahi aku telah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.
Jheri tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jheri aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jheri tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam.
Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jheri aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.
Karena telah basah, aku nekad masukkan jheri aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat.
“Roy, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.
“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
“Roy tidak tahan membatalkan birahi…” kataku lagi.“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.
“Sini berbhering dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.
“Sini berbhering Roy,” ujar mama lagi.
“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.
“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemususan aku berbhering di samping mama.
Mama menatapku sambil mengelus rambut aku.
“Kenapa berbirahi dengan mama, Roy,” tanya mama lembut.
“Mama marahkah?” tanya aku.
“Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar mama.
“Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.
“Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama.
“Kamu benar-benar mau akung?” tanya mama.
“Maksud mama?” tanya aku.
“Dua jam lagi Papa kamu balik…” cuma itu yang keluar dheri mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dheri luar celana.
Aku kaget sekaligus bahagia. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami saling mencium mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.
“Buka baju kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.
Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sgilagkan aku tetap berdiri.
“Kontol kamu besar, Roy…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.
“Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, akung?” tanya mama.
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, gak tahu apa artinya.
Lalu mama menherik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dheri kontol sampai ke kepalanya.
Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hjilatan dan permainan lidah mama sangat pandai.Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kepuasan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.
“Enak akung?” tanya mama sambil menengadah menatapku.
“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.
“Sini akung. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menherik tanganku.
Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.
“Ayo, Roy.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.
Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu kontol kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang gak tahu bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.
“Enak, Roy?” tanya mama.
“Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.
“Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.
“Karena mama akung kamu, Roy…” jawab mama.
“Sangat akung…” lanjutnya.
“Lagipula detik ini mama memang sgilag ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.
Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.
“Roy juga sangat akung mama…” ujarku.
“Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.
“Mama mau keluar…” desah mama lagi.
Tak lama kurasakan tubuh mama menggelinjang lalu mendekap aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..
“Ohh.. Enak akungg…” desah mama lagi ketika dia mencapai klimak.
Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dheri kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..
“Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.
“Keluherin akung…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
“Keluherin di dalam aja akung biar enak…” bisik mama mesra.
Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.
“Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.
“Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.
“Lekas berbaju, Papa kamu sebentar lagi balik!” kata mama.
Lalu kamipun segera berbaju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.
Malam hherinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, aku dan bude ratna masih nonton TV. bude ratna menggunakan kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena telah biasa melihat seperti itu.Tiba-tiba bude ratna bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya bude ratna.
“Hayo, ngapain..?” tanya bude ratna lagi sambil tersenyum.
“Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.
“Kok lama amat. Sampe lebih dheri satu jam,” tanyanya lagi.
“Curigaan amat sih, bude?” kataku sambil tersenyum.
“bude cuma merasa aneh saja waktu bude denger ada suara-suara yang bagaimanaa gitu…” ujar bude ratna sambil tersenyum.
“Kayak suara yang lagi enak…” ujar bude ratna lagi.
“Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…” ujarku sambil bangun.
“Maaf dong, Roy. bude becanda kok…” ujar bude ratna.
“Kamu mau kemana?” tanya bude ratna.
“Mau tidur,” jawabku pendek.
“Temenein bude dong, Roy,” pinta bude.
Aku kembali duduk dikursi di samping bude ratna.
“Ada apa sih bude?” tanyaku.
“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab bude ratna.
“Kamu telah mempunyai pacar, Roy?” tanya bude ratna.
“Belum bude. Kenapa?” aku balik bertanya.
“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?” tanya bude lagi.
“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.
“Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya bude ratna slow sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.
Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.
“Ni bude lagi horny kayaknya…” pikir aku.
Tanpa banyak kata, aku cium bibir bude ratna. bude ratnapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono bude ratna. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dengan mesra sambil ujung jheri aku memainkan puting toketnya.
“Mmhh..”
Suara bude ratna mendesah tertahan karena kami masih tetap saling mencium. Tangan bude ratnapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dheri luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.
“Roy, pindah ke kamar bude, yuk?” pinta bude ratna.
“Iya bude…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar bude ratna.
Setiba di kamar, bude ratna dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di tubuh aku.
“Ayo Roy, bude telah gak tahan…” ujar bude ratna sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.
Aku segera menindih tubuh telanjang bude ratna. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke toketnya. Aku jilat dan hjilat puting toket bude ratna sambil meremas toket yang satu lagi.
“Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah bude ratna sambil tangannya memegang kepala aku.
Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, bude ratna segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek bude ratna bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek bude ratna terutama bagian kelentitnya.
“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus akung…” desah bude ratna sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat.Tak berapa lama tiba-tiba bude ratna mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.
“Oh, Roy.. bude keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah bude ratna.
Aku bangun, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek bude ratna, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. bude ratna langsung membalas ciumanku dengan mesra.
“Isep dong kontol Roy, bude…” pintaku.
bude ratna mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah bude ratna dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya.
bude ratna langsung menghjilat dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontolnya lebih pintar dheri mama.
“Udah bude, Roy udah pengen setubuhi bude…” kataku.
bude ratna melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.
“Ayo, Roy.. bude telah tidak tahan…” bisik bude ratna.
Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek bude ratna.
“Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…” kata bude ditengah-tengah persetubuhan kami.
“Ah, biasa saja, bude…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.
Selang beberapa lama, tiba-tiba bude ratna mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.
“Roy, terus setubuhi bude.. Mmhh.. Ohh.. bude mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.
Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.
“Tente udah keluar, akung…” bisik bude ratna.
“Kamu hebat.. Kuat…” ujar bude ratna.
“Terus setubuhi bude, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.
Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera klimak. Kupertcepat gerakanku.
“Roy mau keluar, bude…” kataku.
“Jangan keluarkan di dalam, akung…” pinta bude ratna.
“Cabut dulu…” ujar bude ratna.
“Sini bude isepin…” katanya lagi.
Aku cabut kontolku dheri memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. bude ratna lalu menghjilat kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut bude ratna banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut bude ratna.
bude ratna dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan bude ratna.
Aku segera berbaju. bude ratna juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.
“Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan bude,” ujar bude ratna.
“Kalo bude butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya bude sambil mendekap aku.
“Kapan saja bude mau, Roy pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.
“Terima kasih, akung,” ujar bude ratna.
“Roy kembali ke kamar ya, bude? Mau tidur,” kataku.
“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.
Besoknya, setelah Papa bteriakkat ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.
“Roy, semalam kamu ngapain di kamar bude ratna sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.
Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum.Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kasarin. Kamu suka bude kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.
“Iya, Ma.. Roy suka bude ratna,” jawabku.
“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kasarin…” ujar mama.
“Kasarin hati-hatilah…” ujar mama lagi.
“Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.
“Karena mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.
“Terima kasih ya, Ma…” kataku.
“Roy akung mama,” kataku lagi.
“Roy, bude dan Papa kamu sgilag keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.
“Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.
“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.
“Roy akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.
“Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..
Sejak detik itu hingga detik ini aku kawin dan mempunyai 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan bude ratna kalau ada kesempatan. Walau telah agak berumur tapi kemengnafsukanan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik.
Baik itu di rumah bude ratna kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di panasel.
Silahkan dengan mama, aku telah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan cuma 2 kali. -

Video bokep Saya Niiyama cantik berpose dengan latar pemandangan indah

-

Vanessa Decker mendapatkan banyak orgams dikamarnya

-

Kisah Memek nafsuku mudah merangsang

Duniabola99.com – Matahari siang terasa begitu menyengat membuat pakaian seragam Yessy basah oleh peluh, begitu juga pakaian dalamnya terasa lengket. Dia pulang diantar oleh Yoni.
” duhhh gerah bangeeet nihh, ACnya gedein dong say ” keluh Yessy
” iya panas banget hari ini, itu AC udah maksimal ” kata Yoni
” huuhhh.. masih gerah yah ” kata Yessy mengecek udara yg keluar dari blower AC di dashboardYessy membuka 3 kancing bajunya yang atas lalu menunduk menempelkan dadanya yang terbuka pada lubang AC dashboard.
” uuuuhhhhhhh… sejuuukk ” Yessy terpejam menikmati sejuknya AC langsung mengenai kulit dadanya
” yah.. kamu sih jadi dingin, aku yang sekarang makin kepanasan ” kata Yoni melirik dada Yessy
” hhihihiiiii…. biarin ” kata Yessy tersenyum” heiiiii… ck.ck.ck ” Yoni kaget dan hanya bisa geleng-geleng kepala ketika Yessy menarik BHnya ke atas sehingga buah dada yang putih montok menggantung bebas didepan dashboard
“uuuuuuuhhh…. ” Yessy mendesah terpejam meresapi sejuknya AC yg menerpa langsung payudaranya
” cleguks… sayaaaang… masuk angin lho ” Yoni menelan ludah melihat payudara begitu montok menggantung bebas
” uuhh… hihihiiiiiiii…. sejuk banget sayang ” Yessy masih terpejam tdk hanya menikmati sejuknya AC,
namun dia juga menjadi horny karena putingnya yg diterpa AC langsung menjadi dingin geli membuatnya merinding
“ihhh.. hihihiii” Yessy menggelinjang kegelian lalu membetulkan lagi BHnya dan hendak menutup lagi baju seragamnya” yah.. kok di tutup sih ” Yoni cemberut membuat Yessy menghentikan aksinya
” hihihhiiii… ntar kamu tambah kepanasan” senyum Yessy genit
” hmmm.. pegang dikit dong say ” pinta Yoni memelas
“dikit aja yah ” kata Yessy nakal lalu meraih tangan kiri Yoni dan menaruh ke puting payudaranya yg cup BHnya diangkat kembali
” aoowww.. ih nakal ” teriak Yessy genit ketika dgn nakal jari Yoni mencubit puting Yessy.
” hihihi.. abis gemesss ” Yoni cengengesan” yeeee… dasar ” kata Yessy mencubit lengan Yoni lalu membetulkan lagi BH dan bajunya
” mampir dulu ya sayang, masih kangeeen ” rajuk Yessy ketika mobil telah sampai di depan rumahnya
” oke.. ” jawab Yoni memasuki halaman rumah Yessy setelah pembantu membukakan gerbang
Mereka bergegas turun dari mobil
” ayo masuk” ajak Yessy membukakan pintu lalu masuk
” siang ma ” Yessy mencium mamanya yg sedang membaca tabloid di ruang tamu dan membalas ciuman anaknya
” Selamat siang Tante ” sapa Yoni pada mama Yessy
” siang nak Yoni , baru pulang sekolah??” tanya mama Yessy basa basi
” iya tante ” jawab Yoni lalu duduk di kursi
Sementara Yessy masuk kekamar menaruh tas lalu ke kulkas mengambil minuman dingin
” ini minum Tom ” kata Yessy menaruh gelas di meja.
” ajak Tomas makan Yessy ” kata Mama Yessy lalu beranjak ke depan televisi agak jauh dari ruang tamu” ntar aja ma ” jawab Yessy duduk di kursi depan Yoni , sengaja kakinya diangkat bersila di kursi sambil menikmati minuman
” uuuhh.. segaaaarrr ” Yoni meneguk minuman dingin sambil matanya menatap paha Yessy yg roknya terangkat karena duduk bersila
” hayoo liat apa ” kata Yessy genit menaruh tangannya dipangkuan sehingga roknya tertekan menutupi selangkangannya” hehheheeee… dikiiiiiitt ” pinta Yoni sambil cengengesan
Yessy memindahkan tangannya sambil merenggangkan posisi silanya sehingga celana dalamnya kelihatan oleh Yoni
“cleguks… ” Yoni menelan ludah, kemudian menengok ke arah mama Yessy yg sedang nonton TV takut kalo2 ketahuan” santai aja sayang mama nggak ngliat, ntar kalo mama ke sini kan aku udah tau ” bisik Yessy lalu duduk bersandar dgn kaki masih bersila merenggang membuat pahanya semakin lebar terbuka menampakkan sepasang paha mulus dan celana dalam putih
” huuuffttt… ” Yoni menarik nafas berat menikmati paha mulus Yessy
Pandangan mata Yessy menggoda sambil sesekali melirik ke arah mamanya yg asyik nonton TV
” Kurang Lebar ” bisik Yoni sambil memberi tanda dgn tangannya agar Yessy melebarkan pahanyaYessy mengubah posisi duduknya, masih tetap bersandar kini satu kakinya turun dari kursi satunya lagi tetap dikursi menekuk sehingga roknya semakin terangkat dan pahanya semakin terbuka lebar, celana dalamnya tampak menggembung tersimpan vagina yg montok dan telah horny.. Pandangan Yoni begitu serius karena nafsu sange nya menggebu menikmati paha dan celana dalam Yessy.
” ehem… ” Yessy pura2 batuk segera menurunkan kakinya dan duduk biasa ketika dia melihat mamanya berdiri, Yoni juga agak kaget
Ternyata mamanya menuju kulkas lalu balik lagi menonton TV
” bentar ya say.. ” bisik Yessy beranjak menuju kamarnyaYoni menarik nafas berkali kali utk meredakan nafsu sange yg semakin menggelora.. Yessy keluar lagi namun kini dia tidak duduk kembali di kursi , namun duduk bersila di lantai sehingga terlindung kursi didepannya namun dia masih tetap bisa mengawasi mamanya
” ada apa say ” tanya Yoni ketika Yessy tersenyum senyum penuh arti kepadanya
Sambil mengedipkan matanya genit, Yessy menekuk satu kakinya sehingga pahanya terbuka lebar sampai ke pangkalnya
” cleguksss… ” Yoni terbelalak menatap selangkangan Yessy , karena Yessy tidak lagi memakai celana dalam sehingga dia bisa melihat langsung vagina Yessy yg montok berbulu jarang dan lembut terhimpit sepasang paha mulus
” hihiihiiii.. ” Yessy tersenyum genit lalu bersandar ke kursi di belakangnya, tatapan matanya begitu menggoda
” huuuftt..huuufttt ” nafas Yoni terengah melihat posisi duduk YessyYessy merenggangkan pahanya semakin lebar lalu memberi isyarat kepada Yoni agar Yoni mengelus penisnya sendiri.. Sejenak Yoni menoleh ke arah mama Yessy yg masih nonton TV, lalu dia bersandar dan memajukan pinggulnya lalu mengelus elus penisnya sendiri yg masih terbungkus celana
Tindakan Yoni membuat darah Yessy berdesir, vaginanya berdenyut horny mengeluarkan lendir kewanitaan. Sepasang pahanya bergerak pelan merenggang merapat menggoda Yoni.
Yessy melemparkan bantal yg ada di kursi di belakangnya ke arah Yoni dan memberi isyarat agar menaruhnya diatas pangkuan Yoni utk melindungi aksi tangannya yg mengelus penis.. Meski Yoni memangku bantal namun bagian penis Yoni yg masih terbungkus celana dan dielus elus tetap terlihat oleh Yessy karena posisi duduknya lebih rendah..” euuh.. ” Yoni melenguh memasukkan tangannya ke dalam celana dan menggenggam kuat penisnya yg terasa panas dan mendesak keluar
” hmm.. ” Yessy tersenyum nakal melihat Yoni terlanda birahi membuat dia juga semakin sange
” Diitt.. makan dulu giih ” suara mama Yessy mengagetkan mereka yg sedang berpandangan penuh nafsu sange
” Bentar maa.. masih kenyang ” sahut Yessy yg secara reflek membetulkan duduknya
” fiuuhh.. sayang aku nggak kuat ” bisik Yoni dgn tatapan sayu sambil melanjutkan lagi mengelus penis dibalik celananya” hihihiii ” Yessy hanya tersenyum kemudian mengubah posisi duduk dgn kedua kakinya menekuk ke depan dan masih tetap bersandar di kursi sehingga vaginanya benar2 terbuka tidak terlindung rok Yessy , vagina tsb nampak menonjol montok diantara pahanya yg putih mulus
” ouuuchh..” desah Yoni berat dan memasukkan kembali tangannya ke dalam celana semakin kuat menggenggam penis di dalam celana tsbYessy merapatkan pahanya lalu direnggangkan lagi begitu berulang ulang sambil menatap penuh nafsu sange pada Yoni yg sedang mengocok penisnya sendiri di dalam celana
” Buka ” kata Yessy tanpa suara hanya bibirnya yg bergerak memberi isyarat kepada Yoni utk membuka resleutingnya
” haa.. ” Yoni melongo bingung dan menoleh ke arah mama Yessy
” tertutup bantal ” bisik Yessy lagi nyaris tanpa suara memberi isyaratLalu Yoni menurut, di bawah bantal tangannya menurunkan resleutingnya lalu mengeluarkan separuh penisnya melalui resleuting
” uhhh… ” Yessy melenguh penuh nafsu melihat permintaannya di kabulkan Yoni
” Remas … ” kata Yoni pelan memberi isyarat pada Yessy agar meremas sendiri payudaranyaSetelah memastikan mamanya asyik dgn TV, dgn tatapan sayu Yessy meremas pelan kedua payudaranya sendiri
” huuuftyt… ” Yoni semakin kuat menggenggam separuh penisnya di bawah bantal, nafsunya semakin membuncah melihat tindakan Yessy.
Nafsu sange mereka berdua benar-benar sudah menggelora, sensasinya begitu dahsyat karena dilakukan dgn sembunyi2 sementara mamanya tidak jauh dari mereka. Perasaan nafsu dan deg2an bercampur menimbulkan sensasi yg luar biasa” aahhh…” Yessy yg terlanda nafsu sange semakin menggila, satu tangannya kini mengelus vaginanya sendiri sambil tetap sesekali mengawasi mamanya, lalu kembali memandang penis Yoni dibawah bantal yg sedang di kocok oleh pemiliknya membuat darahnya semakin bergolak
” eeuuhh.. ” Yoni juga semakin tak terkendali, genggamannya semakin erat dan kocokannya semakin cepat
“ups.. eh.. papa .. echh… ” Seperti disambar petir kagetnya mereka berdua ketika terdengar suara pintu gerbang dibuka dan mobil masuk, Yessy tau itu papanya dan Leo sudah pulangMereka semakin gugup karena mama Yessy juga beranjak utk membukakan pintu, untung dia tidak menoleh ke arah mereka berdua
” huuuftt.. hoossfftttt.. “ sambil merapikan pakaian mereka mencoba sekuat tenaga menahan nafas agar tdk terengah engah.
Yessy langsung beranjak masuk ke kamarnya agar tidak ketahuan
” siangg omm ” sapa Yoni sambil menahan nafas agar tdk terengah engah
” eh.. ada Yoni , lha Yessy mana ” tanya papa Yessy sambil melepas sepatu, sedangkan Leo langsung masuk ke kamarnya
” lagi ngambil buku di kamar om ” jawab Yoni sekenanya
” ooohh.. ya udah lanjutkan, om mau istirahat dulu ya ” kata papa Yessy sambil beranjak masuk
” iya om… fiuuuuhh ” jawab Yoni lega
Beberapa saat kemudian Yessy keluar sambil senyum-SENYUM
” untuuungg… huuuftt ” bisik Yoni menghempaskan nafas
” hihiiiii… nyaris saja ” kata Yessy tertawa lalu duduk disamping Yoni
” trus gimana sayaang, nanggung nih ” kata Yessy manja” sama.. mau gimana lagi, terpaksa deh….. ” Yoni tersenyum tdk melanjutkan kata2nya
” terpaksa paan ..? ” tanya Yessy bingung
” terpaksa kita onani sendiri2 hihihii ” bisik Yoni pelan di telinga Yessy di sambut tawa juga oleh Yessy
” aku mau itu sambil mbayangin sayang yah ..” bisik Yessy makin manja penuh nafsu sange
” he`em.. aku juga mbayangin sayang ” bisik YoniLalu Yoni segera pamitan pada mama dan papa Yessy utk pulang. Setelah mengantar Yoni sampai depan, Yessy langsung masuk kamar dan menguncinya.. Dgn buru-buru dia langsung meloncat ke tempat tidur dan memeluk guling dgn erat
” euuuhhh…” Desah Yessy mengelus vaginanya yg terhimpit guling setelah mengangkat rok seragamnya sampai ke pinggang
” eehhh..aaaaaaahhh.. ” Yessy semakin erat memeluk guling menekankan payudaranya dan menggesek gesekkannya sambil tangannya semakin cepat mengelusi vaginanya yg sudah basah licin dan menggembung menahan birahi” aaaaaaaaaacchhh…… ahhh ” Paha mulus Yessy semakin erat menghimpit guling dan menggesekkan vaginanya dgn kuat pada guling tsb sementara tangannya memeluk erat guling tsb agar payudaranya terhimpit
” akkhh..akhhh….aakkhhh ” Desahan Yessy panjang namun tersendat, tubuhnya mengejang sementara gerakan pinggulnya semakin cepat menggesekkan vaginanya yg berdenyut denyut pada bantal yg lembut tepat pada kelentitnyaGelora orgasme yg melanda dgn hebat membuat gerakan Yessy semakin liar sampai guling yg tadi dihimpit miring kini di tindih dan di peluknya dgn sangat erat
” aaaaaaaaacchhhh… ” desahan penuh kepuasan Yessy mengiringi denyutan vagina Yessy melepas orgasme berkali kali sampai tubuhnya melemas tak bertenaga
” huuufftt.. huuufttt ” nafas Yessy terengah engah terbenam dalam bantalTubuh lemasnya sesekali masih menggelinjang melepas sisa-sisa orgasmenya, sampai akhirnya dia terlelap memeluk guling.
-

Video bokep Misaki Tsubasa dengan pacarnya badan penuh keringat kenikmatan

-

Sweet Cunt gets fucked

-

Foto Bugil gadis cantik berambut pirang pamer pantat yang hot

Duniabola99.com – foto gadis pirang cantik mengangkat gaunnya diatas tempat tidurnya menampilkan toketnya yang indah dan memamerkan pantatnya yang behenol.
Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,
-

Kisah Memek Ahhh…Jangan Pak!!

Duniabola99.com – Kira-kira empat bulan lalu, aku pindah dari rumah kontrakanku ke rumah yang aku beli. Rumah yang baru ini hanya beda dua blok dari rumah kontrakanku. Selain rumah aku pun mampu membeli sebuah apartemen yang juga masih di lingkungan aku tinggal, dari rumahku sekarang jaraknya 3 km.
Selama aku tinggal di rumah kontrakan, aku mengenal seorang pembantu rumah tangga, sebut saja Yarmi. Dia juga pelayan di toko milik majikannya, jadi setiap aku atau istriku belanja, Yarmi-lah yang melayani kami.
Dia seorang gadis desa, kulit tubuhnya hitam manis namun bodinya seksi untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga di daerah kami tinggal, jadi dia sering digoda oleh para supir dan pembantu laki-laki, tapi aku yang bisa mencicipi kehangatan tubuhnya. Inilah yang kualami dari 3 bulan lalu sampai saat ini.
Suatu hari ketika aku mau ambil laundry di rumah majikan Yarmi dan kebetulan dia sendiri yang melayaniku.
“Yarmi, bisa tolong saya cariin pembantu…”
“Untuk di rumah Bapak…?”
“Untuk di apartemen saya, nanti saya gaji 4 juta.”
“Wah gede tuh Pak, yach nanti Yarmi cariin… kabarnya minggu depan ya Pak.”
“Ok deh, makasih yah ini uang untuk kamu, jasa cariin pembantu…”
“Wah.. banyak amat Pak, makasih deh..”Kutinggal Yarmi setelah kuberi 2 juta untuk mencarikan pembantu untuk apartemenku, aku sangat perlu pembantu karena banyak tamu dan client-ku yang sering datang ke apartemenku dan aku juga tidak pernah memberitahukan apartemenku pada istriku sendiri, jadi sering kewalahan melayani tamu-tamuku.
Dua hari kemudian, mobilku dicegat Yarmi ketika melintas di depan rumah majikannya.
“Malam Pak…”
“Gimana Yar, sudah dapat apa belum temen kamu?”
“Pak, saya aja deh.. habis gajinya lumayan untuk kirim-kirim ke kampung.”
“Loh, nanti Ibu Ina, marah kalau kamu ikut saya.”
“Nggak.. apa-apa deh Pak, nanti saya yang bilang sama Ibu.”
“Ya, sudah kalau ini keputusanmu, besok pagi kamu saya jemput di ujung jalan sini lalu kita ke apartemen.”
“Ok… Pak.”
Keesokan pagi kujemput Yarmi di ujung jalan dan kuantarkan ke apartemenku. Begitu sampai Yarmi terlihat bingung karena istriku tidak mengetahui atas keberadaan apartemenku. Agen Judi Slot
“Tugas saya apa Pak…?”
“Kamu hanya jaga apartemen ini, ini kunci kamu pegang satu, saya satu dan ini uang, kamu belanja dan masak yang enak untuk lusa karena temen-temen saya mau main ke sini.”
“Baik Pak…”Dengan perasaan agak tenang kutinggalkan Yarmi, aku senang karena kalau ada tamu aku tidak akan capai lagi karena sudah ada Yarmi yang membantuku di apartemen.
Keesokannya sepulang kantor, aku mampir ke apartemen untuk mengecek persiapan untuk acara besok, tapi aku jadi agak cemas ketika pintu apartemen kuketuk berkali-kali tidak ada jawaban dari dalam. Pikiranku khawatir atas diri Yarmi kalau ada apa-apa, tapi ketika kubuka pintu dan aku masuk ke dalam apartemenku terdengar suara dari kamar mandiku yang pintunya terbuka sedikit. Kuintip dari sela pintu kamar mandi dan terlihatlah dengan jelas pemandangan yang membuat diriku terangsang. Yarmi sedang mengguyur badannya yang hitam manis di bawah shower, satu tangannya mengusap payudaranya dengan busa sabun sedangkan satu kakinya diangkat ke closetdimana tangan satunya sedang membersihkan selangkangannya dengan sabun.Pemandangan yang luar biasa indah membuat nafsu birahiku meningkat dan kuintip lagi, kali ini Yarmi menghadap ke arah pintu dimana tangannya sedang meremas-remas payudaranya yang ranum terbungkus kulit sawo matang dan putingnya sesekali dipijatnya, sedangkan bulu-bulu halus menutupi liang vaginanya diusap oleh tangannya yang lain, hal ini membuat dia merem-melek. Pemandangan seorang gadis kira-kira 19 tahun dengan lekuk tubuh yang montok nan seksi, payudara yang ranum dihiasi puting coklat dan liang vagina yang menonjol ditutupi bulu halus sedang dibasahi air dan sabun membuat nafsu birahi makin meningkat dan tentu saja batangku mulai mendesak dari balik celana kantorku.
Melihat nafsuku mulai berontak dengan cepat kutanggalkan seluruh pakaian kerjaku di atas sofa, dengan perlahan kubuka pintu kamar mandiku, Yarmi yang sudah kembali membelakangiku, perlahan kudekati Yarmi yang membasuh sabun di bawah shower. Secara tiba-tiba tubuhnya kupeluk dan kuciumi leher dan punggungnya. Yarmi yang terkaget-kaget berusaha melepaskan tanganku dari tubuhnya. “Akh.. jangan Pak.. jangan.. tolong Pak…” Karena tenaganya lemah sementara aku yang makin bernafsu, akhirnya Yarmi melemaskan tenaganya sendiri karena kalah tenaga dariku. Bibir tebal dan merekah sudah kulumatkan dengan bibirku, tanganku yang satu membekap tubuhnya sambil menggerayangi payudaranya, sedangkan tanganku yang satunya telah mendarat di pangkal pahanya, vaginanya pun sudah kuremas.
“Ahhh.. ahhh.. jja. jjangan.. Pak…”
“Tenang sayang.. nanti juga enak…”
Aku yang sudah makin buas menggerayangi tubuhnya bertubi-tubi membuat Yarmi mengalah dan Yarmi pun membalas dengan memasukkan lidahnya ke mulutku sehingga lidah kami bertautan, Yarmi pun mulai menggelinjang di saat jariku kumasukan ke liang vaginanya. “Arghh.. arghh… enak.. Pak.. argh…” Tubuh Yarmi kubalik ke arahku dan kutempelkan pada dinding di bawah showeryang membasahi tubuh kami. Setelah mulut dan lehernya, dengan makin ke bawah kujilati akhirnya payudaranya kutemukan juga, langsung kuhisap kukenyot, putingnya kugigit. Payudaranya kenyal sekali seperti busa. Yarmi makin menggelinjang karena tanganku masih merambah liang vaginanya. “Argh.. akkkhh… akhh… terus.. Pak… enak… terus…” Aku pun mulai turun ke bawah setelah payudara, aku menjilati seluruh tubuhnya, badan, perut dan sampailah ke selangkangannya dimana aku sudah jongkok sehingga bulu halus yang menutupi vaginanya persis di hadapanku, bau harum tercium dari vaginanya.Aku pun kagum karena Yarmi merawat vaginanya sebaik-baiknya. Bulu halus yang menutupi vaginanya kubersihkan dan kumulai menjilati liang vaginanya. “Ssshh.. sshh.. argh.. aghh… aw… sshhh.. trus… Pak.. sshh… aakkkhh…” Aku makin kagum pada Yarmi yang telah merawat vaginanya karena selain bau harum, vagina Yarmi yang masih perawan karena liangnya masih rapat, rasanya pun sangat menyegarkan dan manis rasa vagina Yarmi. Jariku mulai kucoba dengan sesekali masuk liang vagina Yarmi diselingi oleh lidahku. Rasa manis vagina Yarmi yang tiada habisnya membuatku makin menusukkan lidahku makin ke dalam sehingga menyentuh klitorisnya yang dari sana rasa manis itu berasal. Yarmi pun makin menggelinjang dan meronta-ronta keenakan tapi tangannya malah menekan kepalaku supaya tidak melepaskan lidahku dari vaginanya.
“Auwwwhhh… aahhh… terus.. sedappp… Pakkkh…”
“Yar… vaginamu sedap sekali… kalau begini… setiap malam aku pingin begini terus…”
“Mmm.. yah.. Pak.. terus.. Pak… oohhh…”
Yarmi makin menjerit keenakan dan menggelinjang karena lidahku kupelintir ke dalam vaginanya untuk menyedot klitorisnya. Setelah hampir 30 menit vagina Yarmi kusedot-sedot, keluarlah cairan putih kental dan manis serta menyegarkan membanjiri vagina Yarmi, dan dengan cepat kujilat habis cairan itu yang rasanya sangat sedap dan menyegarkan badan.
“Ooohhh… ough… arghhh… sshh.. Pak, Yarmi… keluar.. nihhh… aahhh… sshh…”
“Yar… cairanmu… mmmhh… sedap.. sayang… boleh.. saya masukin sekarang… batang saya ke vagina kamu? mmhh.. gimana sayang…”
“Hmmm… boleh Pak.. asal.. Ibu nggak tahu…”Yarmi pun lemas tak berdaya setelah cairan yang keluar dari vaginanya banyak sekali tapi dia seakan siap untuk dimasuki vaginanya oleh batangku karena dia menyender dinding kamar mandi tapi kakinya direnggangkan. Aku pun langsung mendempetnya dan mengatur posisi batangku pada liang vaginanya. Setelah batangku tepat di liang vaginanya yang hangat, dengan jariku kubuka vaginanya dan mencoba menekan batangku untuk masuk vaginanya yang masih rapat.
“Ohhh… Yarmi.. vaginamu rapat sekali, hangat deh rasanya… saya jadi makin suka nih…”
“Mmmmhh… mhhh.. Pak.. perih.. Pak… sakit…”
“Sabar.. sayang.. nanti juga enak kok, sabar ya…”Berulang kali kucoba menekan batangku memasuki vagina Yarmi yang masih perawan dan Yarmi pun hanya menjerit kesakitan, setelah hampir 15 kali aku tekan keluar-masuk batangku akhirnya masuk juga ke dalam vagina Yarmi walaupun hanya masuk setengahnya saja. Tapi rasa hangat dari dalam vagina Yarmi sangat mengasyikan dimana belum pernah aku merasakan vagina yang hangat melebihi kehangatan vagina Yarmi membuatku makin cepat saja menggoyangkan batangku maju-mundur di dalam vagina Yarmi.
“Yar, vaginamu hangat sekali, batangku rasanya di-steam-up sama vaginamu…”
“Iya.. Pak, tapi masih perih Pak…”
“Sabar ya sayang…”Kukecup bibirnya untuk menahan rasa perih vagina Yarmi yang masih rapat alias perawan sedang dimasuki batangku yang besarnya 29 cm dan berdiameter 5 cm, wajar saja kalau Yarmi menjerit kesakitan. Payudaranya pun sudah menjadi bulan-bulanan mulutku, kujilat, kukenyot, kusedot dan kugigit putingnya. “Ahh.. ahhh.. aah.. aww… Pak… iya Pak.. enak deh.. rasanya ada yang nyundul ke dalam memek Yarmi.. aahh…” Yarmi yang sudah merasakan kenikmatan ikut juga menggoyangkan pinggulnya maju-mundur mengikuti iramaku. Hal ini membuatku merasa menemukan kenikmatan tiada tara dan membuat makin masuk lagi batangku ke dalam vaginanya yang sudah makin melebar.
Kutekan batangku berkali-kali hingga rasanya menembus hingga ke perutnya dimana Yarmi hanya bisa memejamkan mata saja menahan hujaman batangku berkali-kali. Air pancuran masih membasahi tubuh kami membuatku makin giat menekan batangku lebih ke dalam lagi. Muka Yarmi yang basah oleh air showermembuat tubuh hitam manis itu makin mengkilat sehingga membuat nafsuku bertambah yaitu dengan menciumi pipinya dan bibirnya yang merekah. Lidahku kumasukan dalam mulutnya dan membuat lidah kami bertautan, Yarmi pun membalas dengan menyedot lidahku membuat kami makin bernafsu. “Mmmhh… mmmhhh… Pak.. batangnya nikmat sekali, Yarmi jadi.. mmauu… tiap malam seperti ini.. aaakh… aakkhh.. Paaakkhh.. Yarmi keeluuaarrr.. nniihh…”
Akhirnya bobol juga pertahanan Yarmi setelah hampir satu jam dia menahan seranganku dimana dari dalam vaginanya mengeluarkan cairan kental yang membasahi batangku yang masih terbenam di dalam vaginanya, tapi rupanya selain cairan, ada darah segar yang menetes dari vaginanya dan membasahi pahanya dan terus mengalir terbawa air shower sampai ke lantai kamar mandi dan lemaslah tubuhnya, dengan cepat kutahan tubuhnya supaya tidak jatuh. Sementara aku yang masih segar bugar dan bersemangat tanpa melihat keadaan Yarmi, dimana batangku yang masih tertancap di vaginanya. Kuputar tubuhnya sehingga posisinya doggy style, tangannya kutuntun untuk meraih kran shower, sekarang kusodok dari belakang. Pantatnya yang padat dan kenyal bergoyang-goyang mengikuti irama batangku yang keluar-masuk vaginanya dari belakang.
Vagina Yarmi makin terasa hangat setelah mengeluarkan cairan kental dan membuat batangku terasa lebih diperas-peras dalam vaginanya. Hal itu membuatku merasakan nikmat yang sangat sehingga aku pun memejamkan mata dan melenguh. “Ohhh… ohhh.. Yar.. vaginamu sedap sekali, baru kali ini aku merasakan nikmat yang sangat luar biasa… aakkh.. aakkhh… sshhh…” Yarmi tidak memberi komentar apa-apa karena tubuhnya hanya bertahan saja menerima sodokan batangku ke vaginanya, dia hanya memegangi kran saja. Satu jam kemudian meledaklah pertahanan Yarmi untuk kedua kalinya dimana dia mengerang, tubuhnya pun makin merosot ke bawah dan cairan kental dengan derasnya membasahi batangku yang masih terbenam di vaginanya. “Akhhh… aakkhh… Pak… Pakkhh… nikmattthhh…”Setelah tubuhnya mengelepar dan selang 15 menit kemudian gantian tubuhku yang mengejang dan meledaklah cairan kental dari batangku dan membasahi liang vagina Yarmi dan muncrat ke rahim Yarmi, yang disusul dengan lemasnya tubuhku ke arah Yarmi yang hanya berpegang pada kran sehingga kami terpeleset dan hampir jatuh di bawah shower kamar mandi. Batangku yang sudah lepas dari vagina Yarmi dan masih menetes cairan dari batangku, dengan sisa tenaga kugendong tubuh Yarmi dan kami keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur dan langsung ambruk ke tempat tidurku secara bersamaan.
Aku terbangun sekitar jam 10.30 malam, itupun karena batangku sedang dikecup oleh Yarmi yang sedang membersihkan sisa-sisa cairan yang masih melekat pada batangku, Yarmi layak anak kecil menjilati es loli. Aku usap kepalanya dengan lembut. Setelah agak kering Yarmi bergeser sehingga muka kami berhadapan. Dia pun menciumi pipi dan bibirku.
“Pak.. Yarmi puas deh… batang Bapak nikmat sekali pada saat menyodok-nyodok memek Yarmi, Yarmi jadi kepingin tiap hari deh, apalagi di saat air hangat mengalir deras di rahim Yarmi… kalau Bapak gimana? Puas nggak.. sama Yarmi…?”“Yar.. Bapak pun puas sekali.. Bapak senang bisa ngebongkar vagina Yarmi yang masih rapat.. terus terang… baru kali ini Bapak puas sekali bermain, sejak dulu sama istriku aku belum pernah puas seperti sekarang… makanya saya mau Yarmi siap kalau saya datang dan siap jadi istri kedua saya… gimana..?”
“Saya mah terserah Bapak aja.”“Sekarang saya pulang dulu yach.. Yarmi… besok aku ke sini lagi…”
“Oke… Pak.. janji yach… vagina Yarmi maunya tiap hari nich disodok punya Bapak…”
“Oke.. sayang…”Kukecup pipi dan bibir Yarmi, aku mandi dan setelah itu kutinggal dia di apartemenku. Sejak itu setiap sore aku pasti pulang ke tempat Yarmi terlebih dahulu baru ke istriku, sering juga aku beralasan pergi bisnis keluar kota pada istriku, padahal aku menikmati tubuh Yarmi pembantuku yang juga istri keduaku, hal ini sudah kunikmati dari tiga bulan yang lalu dan aku tidak tahu akan berakhir sampai kapan, tapi aku lebih senang kalau pulang ke pangkuan Yarmi.
-

Cerita Sex Mas Parto
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Mas Parto ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Lelaki berkulit sawo matang bertampang amburadul dan berpakaian kusut itu menkan bel di depan pintu
gerbang rumah yang besar sekali itu. Beberapa saat kemudian muncul pembantu cewek stw dari dalam rumah
itu.“Lho, Parto! Kok kamu bisa nyampe sini?”
“Ceritanya aku nyari kerja di Jakarta, Mbak. Tapi sudah jauh-jauh kesini, sampai seminggu masih belum
dapet kerjaan juga. Sekarang duitku abis Mbak.”
“Aduh duh, Parto, Parto, dari dulu kamu itu nggak pernah berbuat benar. Nggak dipikir dulu, nekat ke
Jakarta. Ngabis-ngabisin duit aja.”
“Yah mau gimana lagi Mbak. Semua ini gara-gara si bangsat Tarjo itu. Kata dia di Jakarta enak, kerjaan
kantoran dapet duit banyak. Ternyata sampe disini, aku ga dapet kerjaan. Dan dia ternyata cuma jadi
kuli bangunan.”
“Terus sekarang maumu apa?”
“Eh, anu..aku mau minta duit, Mbak. Dan aku pengin kerja di rumah ini. Wah, rumahnya gede dan bagus.
Pasti yang punya kaya banget ya Mbak.”
“Enak aja kamu. Pikirmu Mbakmu ini punya duit banyak. Dan kamu jangan mimpi bisa diterima kerja
disini. Lha wong kamu ga punya kepandaian apa-apa gitu.”
“Siapa tahu disini butuh tenaga kasar Mbak. Jadi kuli atau kacung pun aku mau daripada pulang ke desa.
Malunya itu lho.”
“Salahmu sendiri, kenapa kamu nekat ke Jakarta. Huh, jangan harap kamu tinggal disini. Tuan nggak akan
menerima kamu kerja apalagi membolehkan tinggal disini.”
“Kok dari tadi Mbak yakin banget aku ga bakalan diterima disini?”
“Soalnya Tuan khan punya anak gadis yang baru dewasa. Mana mungkin dia membolehkan kamu tinggal
disini.”
“Lho aku khan pengin kerja beneran bukan mau ngapa-ngapain. Lagipula mana mungkin aku berani godain
anak majikan. Coba tanyain dulu Mbak. Kalo memang ga boleh ya udah aku pulang. Tapi kasih duit buat
ongkosnya donk.”
Entah karena kegigihan Parto yang memaksa atau karena ia tak mau memberikan uang, akhirnya ia
mengalah.
“Ya udah aku coba tanyain ke Tuan dulu. Kamu tunggu disini, jangan kemana-mana.”
Tak lama kemudian, pembantu cewek tadi muncul lagi sambil membuka pintu pagar.
“Kamu betul-betul mujur. Kebetulan Tuan butuh orang untuk mencabuti rumput liar dan mengerjakan
pekerjaan kasar lainnya. Tapi kamu disini cuma sementara. Sekarang hari Senin. Hari Jumat pagi nanti,
sebelum Tuan pergi ke kantor, kamu sudah harus pergi. Gajimu 5 hari disini cukup untuk ongkos pulang.
Tapi awas, disini kamu jangan bikin malu Mbak ya!” katanya memperingatkan adik bungsunya.
“Baik Mbak,” kata Parto sambil menghela nafas. Ah, kalau cuma kerja 5 hari nyabutin rumput, ngapain
aku jauh-jauh ke Jakarta, keluhnya.
Parto adalah pemuda malas yang tinggal di desa di Jawa Timur. Meski usianya sudah 21 tahun, ia masih
luntang lantung tanpa kerjaan dan bergantung ke orangtuanya. Ia tak mau bekerja karena merasa tak
punya tanggungan apa-apa. Sementara biaya hidup orangtuanya ditunjang oleh saudara-saudaranya termasuk
pembantu cewek tadi yang bernama Mbok Minah. Ia adalah kakak sulungnya. Meski pengangguran, tak
berarti kehidupan Parto susah.
Malah sebaliknya, tiap hari ia menghabiskan waktu berjudi maen gaple dan kartu sambil menggodai
gadis-gadis desa yang lewat. Ia juga sering menggerombol dengan pemuda-pemuda berandalan lainnya
sambil minum-minum tuak. Kalau duitnya habis, ia tinggal minta ke orangtuanya. Orangtuanya tak bisa
menolak karena sejak kecil memang ia amat dimanja. Sehingga semua saudara-saudaranya jadi sebal dengan
Parto.
Sementara itu, ibunya beberapa kali mencoba ingin mengawinkan dia dengan gadis sedesanya yang
seumuran. Namun semua pinangannya itu selalu ditolak, baik oleh gadisnya sendiri dan juga keluarganya.
Karena reputasi Parto terkenal buruk. Apalagi belakangan ini timbul isyu santer kalau dia ada hubungan
gelap dengan Sutinah, janda kembang muda yang cantik. Beberapa orang menjumpai dirinya keluar dari
rumah Sutinah. Kebetulan atau kebetulankah? Yang jelas reputasi Parto semakin hancur di desanya.
Oleh karena itu, saat Tarjo teman kecilnya balik dari Jakarta dan membual tentang hidup enak di
Jakarta, dengan nekat ia pergi ke Jakarta. Inilah jalanku, pikirnya sambil membayangkan orang-orang
yang kini memandang rendah dirinya, nantinya pada terkagum-kagum melihat keberhasilannya hidup di
Jakarta. Namun apa lacur, kenyataan sungguh jauh berbeda dibanding angan-angannya. Sungguh beruntung
ia sebelumnya mencatat alamat rumah tempat kakak sulungnya bekerja, sehingga kini bisa didatanginya.
***Begitu selesai memberikan instruksi kepada Parto, Pak Sutanto pemilik rumah itu segera pergi ke
kantor. Sementara Parto mulai bekerja mencabuti rumput liar di taman yang luas. Karena memang malas,
belum setengah jam ia mulai mengeluh. Namun karena tak ada pilihan lain, ia terpaksa melakukan
pekerjaannya itu dengan terus-terusan mengeluh. Tak terasa hari pun telah berubah menjadi sore dan
kini ia telah berhenti bekerja. Saat itu ia sedang berbincang-bincang dengan kakak sulungnya yang
usianya terpaut 20 tahun itu, ketika tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil.
“Sebentar, aku bukain pintu dulu,” kata Mbok Minah langsung meninggalkan Parto.
Tak lama kemudian, masuklah mobil merah ke dalam rumah itu. Ternyata pengendaranya seorang gadis yang
masih sangat muda. Wajahnya putih cakep dan berambut panjang. Ia memakai baju seragam yang lengkap dan
tertata rapi di tubuhnya.
Cewek itu tersenyum manis kepada Mbok Minah.
“Kok Non Fey Chen jam segini baru pulang?” tanya Mbok Minah.
“Soalnya tadi ada latihan buat upacara 17 Agustus, Mbok. Aku kepilih jadi pembawa bendera. Makanya
pake baju seragam lengkap gini,” jawab Fey Chen dengan ramah sambil menutup pintu mobilnya.
Sementara Parto yang melihatnya dari kejauhan sungguh terkesima dengan cewek cakep itu apalagi saat
dia tersenyum manis. Kesannya putih bersih dan high class gitu loh.
Belum pernah ia melihat cewek semenarik itu. Usianya masih sangat muda. Kulitnya putih bersih.
Wajahnya sungguh cantik menawan. Ditambah lagi rambutnya yang panjang dicat agak kecoklatan. Sungguh
bening sekali, beda dengan gadis-gadis desa yang biasa dilihatnya.
“Oh ya Non, yang disitu itu Parto adik Mbok yang baru datang dari desa. Tadi pagi ia datang kesini dan
Tuan mau mempekerjakan dia disini sampe Jumat,” katanya sambil menunjuk Parto yang berdiri agak
kejauhan itu. Rupanya Mbok Minah tidak ingin cewek itu kaget melihat ada cowok rendahan yang tak
dikenal berada di dalam rumah.
“Ooh, begitu,” komentar cewek itu singkat tanpa sedikitpun menoleh ke arah Parto.
”Oh ya, Mbok, tadi Papi bilang nggak pulangnya jam berapa?”
“Tadi Papi pesan kalo pulangnya agak malaman, jadi kalau sudah lapar, Non makan duluan aja katanya.”
Sementara Parto yang dari tadi sudah kesengsem dengan gadis itu, merasa berbunga-bunga saat dirinya
dikenalkan oleh Mbok Minah. Ia pengin jual tampang dikit ke cewek itu. Segera ia berjalan mendekati
mereka. Lumayanlah kalo bisa salaman sama dia juga, pikirnya.
“Oh begitu. Ya udah aku masuk kamar dulu deh Mbok,” kata Fey Chen.
Sementara itu Parto yang berjalan mendekat sambil terus memandang Fey Chen lekat-lekat, menganggukkan
kepalanya sambil menyodorkan tangannya dan berkata,” Saya Parto, Non.”
Namun sial baginya, karena bersamaan pada saat itu Fey Chen telah keburu membalikkan badannya dan
berjalan ke dalam. Pada saat yang sama Fey Chen berbicara ke Mbok Minah tanpa menoleh,”Tolong
makanannya dipanasin sekarang ya Mbok, sementara aku mandi dulu.” Sehingga ia tak mendengar suara
Parto. Jadilah kini Parto berdiri salah tingkah sementara tangannya masih terjulur ke depan. Mukanya
merah padam. Sementara Mbok Minah tertawa mengikik melihat adegan lucu itu.
“Hahahaha. Makanya jadi orang jangan sok pengin nampang. Level kamu nggak nyampe. Nggak dianggap kamu
sama dia. Makanya jadi orang tahu diri dikit napa sih. Ayo kamu balik nyabutin rumput sana,” kata Mbok
Minah sambil tertawa setelah Fey Chen masuk ke dalam rumah.
“Itu tadi siapa sih, Mbak?” tanya Parto penasaran saat keduanya berjalan masuk.
“Ooh, dia itu Non Fey Chen, anaknya Tuan. Kalo Tuan manggil dia Chen-Chen. Kalo kamu harus panggil dia
Non, jangan panggil namanya! Dan ingat, kamu jangan kurang ajar sama dia. Mengerti?”
“Wah, anaknya cantik banget ya Mbak. Kulitnya putih lagi. Memang cewek Cino akeh sing ayu-ayu yo Mbak
(cewek Chinese banyak yang cakep ya Mbak), tapi dia ini betul-betul istimewa.”
“Hushh! Sudah dibilang jangan kurang ajar kok kowe ngomong gitu!” sergah Mbok Minah.
“Lho iya beneran Mbak. Ga pernah aku ketemu cah wedhok sing ayune koyok ngono (Nggak pernah aku ketemu
dengan cewek yang cakepnya seperti itu).”
“Kowe kalo ngomong jangan sembarangan. Ingat, disini kamu cuma numpang sementara. Kamu harus sopan
sama tuan dan terutama sama Non, mengerti?”
“Yo ngerti ngerti Mbak. Tapi mbayangno di dalam hati khan boleh-boleh aja. Lha wong cakep dan putihnya
kayak gitu, heheheh,” kata Parto sambil membayangkan wajah Fey Chen tadi.
Apalagi ia mendengar gadis itu tadi bilang kalau ia akan mandi dulu sebelum makan. Dasar pikirannya
memang kotor, ia langsung membayangkan Fey Chen yang cakep itu tentu kini sedang telanjang bulat.
Seketika batangnya langsung mengeras membayangkan itu.
“Heh! Ngelamunin apa kamu? Ayo sini bantuin Mbak bawa panci ini ke dalam untuk makan malam Non,” seru
Mbok Minah.
“Omong-omong, dia umur berapa sih Mbak? Masih sekolah ya.”
“Ngapain kamu nanya umurnya segala? Itu bukan urusanmu tahu. Urusanmu disini cuma kerja kasaran, bukan
ngurusin umurnya Nonik. Ngerti kowe?”
“Ya ngerti, Mbak. Tapi ngomong antar kita sendiri khan nggak apa-apa. Aku cuma pengin tahu aja. Kok
keliatannya masih muda banget.”
“Memang dia baru ulang tahun ke-18, dia masih sekolah kelas 3 SMA.”
“Ooh, makanya tadi Mbak bilang anaknya Tuan baru dewasa.”
“Wis, wis jangan ngomongin dia lagi. Ayo taruh panci itu disini,” perintah Mbok Minah kepada Parto.
“Wah, wis cakep, sexy, putih, masih muda, anak orang kaya lagi,” kata Parto membatin sambil menelan
ludahnya. Ia masih terbayang-bayang akan wajah cakep Fey Chen.Cerita Sex Mas Parto Tak berapa lama keluarlah Fey Chen dari kamarnya. Wajahnya nampak segar. Ujung-ujung rambutnya masih
terlihat basah. Pertanda ia baru saja selesai mandi. Parto cukup beruntung saat itu. Tadi ia hanya
bisa melihat wajah cantik Fey Chen saja, sementara tubuhnya tertutup rapat oleh baju seragam hitam
yang lengkap dan berlapis-lapis. Namun kini ia melihat Fey Chen memakai pakaian rumah yang sifatnya
informal yang tak se-tertutup dan berlapis-lapis seperti baju seragamnya tadi. Seketika mata Parto
jelalatan menyaksikan putih mulusnya dan keindahaan bentuk tubuh gadis itu.
“Wah, makanannya sudah selesai ya. Makasih ya Mbok,” kata Fey Chen dengan wajah ceria.
Daster tanpa lengan warna abu-abu dengan motif bunga itu sungguh cocok sekali dikenakannya. Fey Chen
sama sekali mengacuhkan kehadiran Parto. Sebaliknya Parto menatap gadis itu sampai melongo.
Pandangan mata Parto tak bisa melewatkan “benda bening” di depan matanya itu. Daster yang dipakai Fey
Chen itu termasuk “heboh” buat ukuran orang desa seperti Parto. Karena daster tanpa lengan itu
menunjukkan jelas-jelas ke-sexy-an tubuh pemakainya. Bahu dan seluruh tangan gadis itu begitu terbuka
dan terlihat jelas. Sungguh putih mulus kulitnya. Pinggulnya nampak padat berisi. Dadanya nampak
menonjol di balik daster itu apalagi kalau dari samping, pertanda payudara gadis itu telah tumbuh
sempurna.
Tepat di ujung belahan leher daster itu, terlihat sedikit belahan payudaranya. Tak heran kalau
sebentar-sebentar Parto selalu melirik ke arah Fey Chen. Sementara itu Mbok Minah seolah berperan
sebagai polisi yang mengawasi jelalatan mata adiknya itu. Ia beberapa kali memelototkan matanya ke
arah Parto memberi isyarat untuk meninggalkan cewek itu. Dengan terpaksa akhirnya Parto meninggalkan
ruangan tengah itu dan pergi ke kamarnya di ujung belakang. Sebagai hiburan di dalam kamar, ia
mendengarkan lagu dangdut dari radio kecil yang dibawanya. Inilah satu-satunya hiburanku, pikirnya.
Sampai akhirnya ia pun tertidur lelap apalagi hari itu ia cukup kecapean karena mencabuti rumput.
Day 2
Pagi-pagi, Parto terbangun saat Mbok Minah memanggil-manggil namanya, padahal ia masih mengantuk.
“Ayo cepat bangun. Tuan ingin bicara sama kamu!”
Hari itu, selain mencabuti rumput, Pak Sutanto menyuruhnya untuk membetulkan genting yang bocor di
bagian belakang rumah. Setelah itu, Pak Sutanto berangkat ke kantor. Sementara ia tak melihat Fey Chen
pagi itu karena anak itu telah berangkat ke sekolah sejak pagi-pagi tadi. Setelah itu Parto
melanjutkan mencabuti rumput. Siangnya ia naik ke atas membetulkan genting yang bocor. Kira-kira agak
sorean ia mendengar suara Pak Sutanto dan Fey Chen. Rupanya mereka telah sama-sama pulang ke rumah.
Namun ia sama sekali tak mendapat kesempatan cuci mata, karena ia harus bekerja di atas genting.
Saat itu Parto ingin beristirahat setelah “bekerja keras seharian”. Ia menuruni tangga dan menuju ke
belakang. Sambil bertelanjang dada ia menggotong tangga itu. Karena masih asing dengan rumah yang
besar itu, rupanya ia salah jalan. Ia menuju ke sisi rumah yang selama ini belum pernah didatangi.
Namun sungguh tak rugi ia salah jalan. Karena ia melihat dari arah samping, Fey Chen yang sedang asyik
berjalan-jalan sambil ber-jogging menikmati angin sore yang sejuk. Sementara Fey Chen tidak
melihatnya. Buru-buru ia bersembunyi dan mengintip di balik dinding bata yang berlubang-lubang.
Ia ingin menikmati lebih lama pemandangan indah itu tanpa ketahuan gadis itu. Karena saat itu Fey Chen
memakai pakaian yang minim sekali. Bahkan di mata orang desa seperti dirinya, itu termasuk kategori
telanjang. Kini ia dengan bebas memelototi ke-sexy-an Fey Chen tanpa diketahui gadis itu. Rupanya saat
itu Fey Chen sedang asyik sendiri sehingga ia tak memperhatikan kalau ada cowok di balik dinding
sedang asyik mengagumi kemulusan tubuhnya. Namun sial bagi Parto, karena Fey Chen kini membelok ke
arahnya. Rupanya gadis itu ingin melihat bunga-bunga merah yang merambat di dinding dari jarak dekat.
Sementara ia tak sadar kalau Parto berdiri di belakangnya, juga sedang memperhatikan “bunga berjalan”
yaitu dirinya. Parto berdiri kaku di belakang Fey Chen. Ia merasa tegang. Sekali gadis itu menoleh ke
belakang, habislah ia sudah. Namun ia juga terpana oleh pemandangan indah bagian belakang tubuh Fey
Chen. Bentuk tubuhnya sungguh proporsional. Kedua lengan dan pahanya begitu putih mulus. Pantatnya
begitu padat menonjol di balik rok mini ketatnya. Namun rupanya naluri kewanitaan Fey Chen merasakan
ada sesuatu yang janggal di balik punggungnya.
Karena secara tiba-tiba gadis itu membalikkan badannya. Dan, kelihatan kalau ia amat terkejut sampai-
sampai dirinya tersentak dan mengeluarkan seruan tertahan. Entah ia kaget karena tiba-tiba ada cowok
rendahan macam Parto di belakangnya tak jauh dari tempatnya berdiri dan sedang menatap dirinya lekat-
lekat. Ataukah karena jengah melihat tubuh kekar cowok berkulit sawo matang yang hanya terbalut celana
pendek saja. (Atau mungkin karena keduanya?) Sementara Parto juga kaget tiba-tiba cewek itu menoleh ke
arah dirinya. Ia jadi serba salah. Saat itu ia bagaikan murid yang ketahuan nyontek oleh gurunya.
Setelah berhasil menguasai dirinya, akhirnya Fey Chen membuka pembicaraan.
“Mas namanya Parto ya?…” tanya Fey Chen dengan pandangan menyelidik.
“Iya Non,” kata Parto menjadi grogi dan tak berani memandang balik cewek itu.
“Ngapain kamu disini?” tanya gadis itu dengan pandangan tajam.
“Eh, anu Non, saya mau naruh tangga ini disini,” kata Parto sambil berusaha menyandarkan tangga itu ke
dinding bata tempat ia berdiri.
“Tangga itu pasti bukan disini tempatnya. Dan pasti kamu salah jalan kesini,” kata Fey Chen sambil
menaruh kedua tangannya di depan dadanya seolah ingin menutupinya dari pandangan Parto.
“Eh, iya. Anu, maaf, saya tadi salah jalan Non,” katanya sambil melirik sebentar ke tubuh sexy di
depannya itu.
“Iya, kamu pasti salah jalan. Nggak seharusnya kamu masuk kesini. Jalan keluarnya lewat sana tuh,”
kata Fey Chen sambil menunjuk dengan satu tangannya sementara tangannya yang lain masih menutupi
dadanya.
“Baik. Permisi Non,” kata Parto sambil berjalan ngeloyor pergi.
“Tunggu,” seru gadis itu tiba-tiba.
“Eh, ada apa Non.”
“Itu tangganya dibawa keluar juga,” kata Fey Chen,” Dan ingat, kamu jangan kesini lagi. Mengerti?”
“Oh, i-iya Non. Permisi Non,” kata Parto sambil tergopoh-gopoh membawa tangga itu. Ia tak berani
menoleh ke belakang lagi.
Fey Chen akhirnya lega begitu Parto meninggalkan tempat itu. Ia sendiri merasa risih berbicara terlalu
lama dengan Parto barusan. Pertama, ia menyadari pakaiannya cukup minim untuk “konsumsi” orang seperti
Parto ini di tempat sunyi seperti itu. Dan kedua, ia jengah melihat Parto yang bertelanjang dada dan
hanya memakai celana pendek yang sangat pendek. Ia bahkan tak berani melihat ke tanah, karena takut
melihat bagian bawah tubuh Parto yang hanya tertutup celana yang amat pendek.
Tak lama kemudian muncullah Mbok Minah.
“Ada apa Non, kok tadi Mbok denger Non bicara sama orang.”
“Iya, sama Mas Parto, Mbok. Dia tadi nyasar ada disini.”
“Ooh, memang geblug itu anak. Padahal Mbok sudah bilang ga boleh ke tempat ini karena ini tempat Non
Fey Chen. Maafin deh Non. Dia memang orangnya agak-agak bego,” kata Mbok Minah berusaha melindungi
supaya Fey Chen tidak berpikiran yang negatif terhadap Parto.
“Iya memang kayaknya sih memang dia rada-rada telmi gitu Mbok. Bukannya menghina ya. Masa tangga mau
ditaruh di dinding sini. Padahal tingginya jelas-jelas nggak cukup,” kata Fey Chen sambil tersenyum
geli.
“Iya memang dari dulu juga begitu tuh anak. Nanti Mbok kasih tahu lagi deh Non. Maaf ya kalo tadi
ngeganggu Non.”
Malamnya…
Parto berdiam di dalam kamarnya terus. Atau tepatnya “bersembunyi” disana. Ia merasa takut kalau-kalau
Fey Chen mengetahui pikiran kotornya terhadap gadis itu dan melaporkan kejadian sore tadi ke Papinya.
Untuk menenangkan pikirannya, ia ngendon di dalam kamar terus sambil mendengarkan radionya. Setelah
sampai malam tak ada teguran yang ditakutinya, kini dirinya merasa lega.
Saat larut malam…
Pikiran Parto kembali membayangkan pertemuannya dengan gadis itu tadi. Tubuhnya berkeringat. Penisnya
menegang keras. Jantungnya berdetak lebih kencang. Perasaannya bercampur antara rasa grogi dan
terangsang. Antara takut dan nafsu birahi………
Saat lewat larut malam…
Suasana rumah sunyi senyap. Namun di dalam kamar gelap yang dingin ber-AC itu terdengar suara sayup-
sayup, suara seorang cowok dan cewek.
“Ooohh….ohhhh…ohhhhhh, “ terdengar suara cewek itu mendesah-desah perlahan seperti layaknya sedang
disetubuhi cowok.
Lalu terdengar suara cowok,
“Ayo, sekarang isep kontolku…Nah, ya gitu dong, aahhh, ahhhh, ahhhhh, seru suara cowok itu. Rupanya
penisnya telah mulai didalam kuluman cewek tadi.
Tak lama kemudian,
“Oohhh, ohhhh, aaahhhhh, aaahhhhhhhhhh,” serunya penuh rasa puas saat seluruh spermanya meleleh di
dalam mulut cewek tadi.
Tak lama kemudian, lampu di dalam kamar itu dinyalakan. Yang cowok masih terkapar dengan telanjang
bulat. Napasnya terengah-engah memandangi cewek di dekatnya yang juga telanjang bulat. Di dekat mulut
cewek itu masih terdapat sisa-sisa sperma yang mengalir keluar dari mulutnya.
“Wah, makin lama kamu makin asyik aja maennya, Nah,” kata Pak Sutanto kepada Mbok Minah,
” Kamu nggak kalah sama cewek-cewek muda 20 tahunan. Yang pasti kamu lebih hebat dibanding Nyonya.”
“Ah, bisa aja Tuan,” katanya tersipu.
(Sungguh aneh. Kok bisa-bisanya Pak Sutanto kepincut sama Minah. Padahal dengan kekayaannya ia bisa
mendapatkan banyak cewek-cewek muda yang jauh lebih cakep dan seksi. Sementara Minah sendiri meski
body-nya bahenol tapi sudah stw dan tak bisa dikategorikan cakep. Mungkinlah karena ia jago bermain di
ranjang, sehingga Pak Sutanto dibuatnya takluk? Ataukah ada alasan lain? Atau keduanya?)
“Iya betulan. Besok malam lagi ya, mumpung Nyonya nggak disini. Aku pengin ngenyot-ngenyot susumu yang
montok ini lagi,” kata Pak Sutanto dengan senyum mesum sambil meremas-remas payudara Minah yang
montok.
“Iih, Tuan genit deh,” katanya berusaha menepis tangan nakal majikannya itu, tapi pada akhirnya tangan
majikannya itu masih terus melekat di dadanya.
“Udah aku balik ke kamar dulu. Besok mesti bangun pagi-pagi nyiapin buat Non Fey Chen,” kata Minah
sambil berdiri dan mulai mengenakan seluruh pakaiannya.
“Ya udah kamu balik sekarang. Tapi ingat, besok jam yang sama kamu kesini lagi untuk begini lagi ya,”
kata Pak Sutanto sambil menyelipkan ibu jarinya di antara telunjuk dan jari tengahnya.
“Kalo itu tergantung, ininya banyak nggak,” kata Minah sambil menggerakkan tiga jarinya.
“Itu sih beress. Nih buat malam ini,” kata Pak Sutanto mengambil segepok Rupiah dan menyelipkannya ke
balik bra Minah dan meremasnya. “Besok aku tambah deh persenannya.”
“Makasih tuan. Yuk, aku balik dulu,” katanya sambil mengerling genit dan memajukan bibirnya seolah
mencium, sebelum membalikkan badan dan keluar dari kamar tuannya.
Saat lewat lewat larut malam, menjelang subuh…
Terdengar bunyi kresek-kresek di dalam rumah itu namun di kamar yang berbeda. Kali ini di kamar Parto.
Parto yang telanjang bulat sedang menindih tubuh Fey Chen yang juga telah telanjang bulat. Keduanya
menempel menjadi satu. Dan ternyata penis Parto telah berada di dalam vagina Fey Chen. Dan, Parto
mengocok-ngocok penisnya di dalam tubuh gadis itu.
“Ooohh, oohhhh, ohhhhhh…….
Suara keduanya bercampur menjadi satu seiring dengan kocokan penis Parto di dalam tubuh Fey Chen.
“Ahhhh, Fey Chen, ahhhhhh, ahhhhhh
Day 3
“Ooohh, ohhhh, ohhhh.”
Shleeb, shleeb, shleeb
Mmmpphh
Aaahh, aaahhhh, aaahhhh, aaahhhhhh…
Dokk, dokk, dokk!
Dokk, dokk, dokkkk!
Dokk, dokk, dokkkkkk!
Terdengar suara pintu yang digebrak-gebrak makin keras.
“Partooo!!”
“Partooo!!”
Parto yang sedang asyik, jadi sangat terkejut.
“Iya, iya, “ serunya tergopoh-gopoh.Cerita Sex Mas Parto “Ayo buka pintunya, lagi ngapain aja kamu sih. Dipanggil-panggil dari tadi nggak dijawab,” suara Mbok
Minah.
“Kamu ini maunya kerja atau apa?”
“Iya, iya bentar. Ah ngeganggu keasyikan orang aja,” gerutu Parto.
“Ada apa sih Mbak, pagi-pagi ngagetin orang.”
“Ini sudah jam 6 pagi. Kamu harus bangun!”
Ah sialan, padahal ini udah ampir ngecrott, memang Mbak Minah ini ngerusak kesenangan orang aja. Lagi
asyik-asyik sama “Fey Chen” dikagetin kayak gini. Padahal tiap malem dia sendiri “disasak” Pak
Sutanto, gerutunya.
“Ayo cepat kamu mandi dan bangun. Jangan bikin malu aja.”
“Iya, iya, ini aku mandi,” kata Parto keluar dari kamarnya sambil menuju ke kamar mandi.
Sementara itu, sebelum Parto bangun, pagi-pagi Fey Chen telah meninggalkan rumah itu berangkat ke
sekolah. Hari ini ia tak membawa mobil namun ia dijemput temannya.
Saat siang hari dikala Mbok Minah dan Parto sedang makan bareng, tiba-tiba Parto membuka pembicaraan.
“Aku heran karo kowe Mbak. Kerja jadi pembantu kok bisa beli pakaian dan perhiasan yang mahal-mahal.
Memang sebulan dikasih gaji berapa sih?”
“Ah, selain gaji bulanan aku khan sering dapet duit tambahan dari Non Fey Chen dan juga tuan. Soalnya
semua urusan Non Fey Chen khan aku yang beresin semua, dari nyuci baju, nyiapin makanan, mijitin dia,
bahkan juga dia suka curhat tentang cowoknya.“
“Ooh, dia sudah punya cowok tho,” kata Parto dalam hati agak-agak iri hati.
“Iya lah, cewek cakepnya kayak gitu, cowok mana yang ga suka sama dia. Sudahlah To, kamu jangan
mikirin dia terus. Mbok ya kamu ngaca. Jangan mikirin yang nggak-nggak. Mending abis ini kamu pulang
kampung, kerja yang bener trus kawin gitu lho.”
“Bukan gitu, Mbak. Aku cuma mikir aja, kirain dia belum punya cowok gitu lho.”
“Eh, omong2, kok disini nggak ada Nyonya-nya Mbak. Memang kemana?”
“Ooh, nyonya itu juga orang sibuk. Maklum kedua majikan kita ini sama-sama orang bisnis. Jadi sering
pergi sendiri-sendiri. Sekarang dia pas nggak ada disini.”
“Ooh gitu. Makanya sekarang Mbak “ngegantiin fungsi nyonya” ya,” sindir Parto.
“Lho maksudmu apa To??”
“Hehehe. Aku sekarang tahu Mbak dapet duit banyak karena tiap malem Mbak mijitin Tuan, tapi pijit-
pijit plus plus plus,” kata Parto sambil nyengir kuda.
“Anak gila! Kowe ngomong jangan sembarangan ya!” kata Mbok Minah marah.
“Sudahlah Mbak jangan pura-pura. Rahasiamu telah terbongkar. Sekarang Mbak nggak mau khan kalo aku
bongkar rahasia ini. Hehehe,” Parto tersenyum penuh kemenangan.
“Sembarangan kamu ngomong. Memangnya aku orang ga bener sama kayak kamu yang main gila sama janda muda
itu?” sergah Mbok Minah.
“Sudahlah jangan munafik Mbak. Mbak sengaja ngerayu Pak Sutanto supaya dapet duit banyak. Ya khan?
Dari dulu sifat Mbak sudah ketahuan, mata duitan tapi pelit! Kalo ga gitu masa mau kawin sama Mas
Parno yang sudah tua bangka itu.”
“Tadi malam aku ga bisa tidur, jadi ke kamar Mbak. Tapi aku gedor-gedor kok ga dijawab. Aku kirain
sudah tidur. Tapi aku jadi curiga jangan-jangan di dalam nggak ada orang. Diam-diam aku sembunyi. Gak
lama kemudian, Mbak dateng sambil ngitung uang ratusan ribu di tangan. Malam-malam gini, bisa dapet
duit banyak, kemana lagi kalo ga habis dari kamar juragan asem itu.”
“Ya udah sekarang maumu apa?” tanya Mbok Minah dengan muka merah padam. “Ingat ya sebagian uang dari
berbuat gini, dipake untuk ngirim duit ke desa. Dan kamu juga makan dari duit itu. Jadi kamu jangan
bertindah bodoh dalam hal ini.”
“Itu Mbak ga usah kuatir. Tapi, boleh khan kalo aku dapet tambahan langsung dari Mbak? Heheheh.”
“Dasar anak haram jadah. Ya udah berapa maumu?”
“Ya paling nggak pipti-pipti lah Mbak.”
“Edan kamu. Udah aku kasih sepertiga aja.”
“OK terima kasih Mbak. Hehehe.”
“Ayo sekarang balik kerja lagi.”
“Tapi aku masih penasaran satu hal Mbak.”
“Apa lagi?”
“Aku heran kok Mbak bisa ngerayu Tuan Sutanto. Memang apa sih kelebihan Mbak sampe dia jadi tergila-
gila sampe gitu. Markas Judi Online Dominoqq
Padahal dia orang kaya, bisa gampang dapetin cewek-cewek yang lebih muda dan cakep-cakep. Pasti Mbak
punya ilmu pelet ampuh. Kalo Mbak mau ngebagi, hehehe, siapa tahu aku bisa bikin Non Peicen (Parto
menyebutnya “Peicen” karena ia tak bisa ngomong “f”) kepincut sama aku. Hehehe.” “Kamu gila ya To?!!!
Tapi ketahuilah, biarpun kamu pake pelet ini, tetap aja ga cukup kuat buat orang kayak kamu untuk
memelet Non.”
“Ha! Jadi Mbak benar-benar punya ilmu pelet ya.”
“Memang iya,” akhirnya ia mengakui.
“Tapi ini ga boleh dipake sembarangan. Dan, yang Mbak bilang tadi, pelet ini ga cukup kuat kamu pake
untuk memelet Non Fey Chen. Jadi sudahlah, kamu jangan berharap yang muluk-muluk. ”
“Lho kenapa ga kuat Mbak?”
“Seandainya kamu ini cewek dan Non Fey Chen itu cowok, kemungkinan pelet ini bisa berhasil. Ilmu pelet
ini lebih gampang dipake oleh cewek untuk memelet cowok dibanding sebaliknya.”
“Kenapa bisa begitu Mbak?”
“Soalnya cewek lebih punya daya tarik seksual di mata cowok dibandingkan sebaliknya. Lain cerita kalo
status cowoknya lebih tinggi dibanding ceweknya atau minimal ga beda-beda jauh lah. Lha kalo kamu
sekarang, statusmu dan dia bagai bumi dan langit. Sudah pasti ga bakalan jalan. Salah-salah malah
ketahuan, wah gawat, Mbak bisa kehilangan pekerjaan bagus disini.”
“Dan juga kehilangan bonus “plus plus” nya ya Mbak”, sindir Parto.
“Ah, tapi masa Mbak ga mau bantuin aku. Aku ini khan adikmu sendiri Mbak,” kata Parto penasaran.
“Memang maumu apa?”
“Ya apa lagi kalo bukan memelet Non Peicen supaya dia nurut sama aku. Sampe dia mau aku ajak “gituan”.
Kalo bisa kayak Mbak, tiap malem “maen” sama dia khan asyik banget. Heheheheh.”
“Edan kamu! Pikiranmu betul-betul gendheng! Tapi, NGGAK! Mbak nggak akan melakukan hal yang bakal
merusak masa depan Non Fey Chen. Mbak cukup banyak mendapat kebaikan dari keluarga sini. Oleh karena
itu aku nggak bakalan melakukan hal yang menyakiti keluarga sini, terutama yang merusak Non!” kata
Mbok Minah tegas. “Biarpun orang yang minta bantuan itu adalah kamu, adik Mbak sendiri!” tambahnya
lagi.
“Aku tahu kenapa Mbak nggak mau bantu aku. Soalnya mereka bisa ngasih duit lebih banyak dibanding aku,
ya khan? Sekarang baru terbukti, Mbak memang orang mata duitan. Lebih berat sama uang dibanding
saudara sendiri,” tuduh Parto dengan tajam.
“Hey! Dengar Parto, Mbak nggak akan melakukan perbuatan hina itu. Urusan Mbak memelet Pak Sutanto, itu
karena memang Mbak rela ditiduri sama dia demi uang. Tapi yang kamu minta ini lain cerita. Non Fey
Chen adalah anak gadis baik-baik yang belum menikah. Jadi Mbak nggak bakalan membantu kamu merusak
dirinya demi memuaskan pikiran bejatmu itu. Kamu boleh melakukan itu terhadap janda Sutinah di desa.
Tapi Non Fey Chen adalah lain cerita. Titik!!” kata Mboh Minah berjalan meninggalkan Parto.
Sambil tersenyum licik, Parto berkata,
”Ah, Mbak salah kalo berpikiran seperti itu.”
“Salah dimana? Sudah jelas sekali niat kamu ini dilandasi nafsu bejatmu yang ingin meniduri dia.
Sudahlah, kamu yang tahu diri gitu lho. Mending kamu ikuti nasehat Mbak: cepat pulang ke desa, kerja
yang benar, terus kawin gitu. Jadi kamu nggak nyusahin orang terus.”
“Mengenai aku kepingin meniduri dia, kuakui itu memang betul. Karena belum pernah aku ketemu cewek
yang cakep dan sexy serta punya daya tarik seksual yang sekuat dia. Wajar dong kalo aku pengin tidur
sama dia, aku khan juga cowok normal. Tapi ada satu hal lain yang perlu Mbak ketahui. Kalo Mbak
membantu aku, justru Mbak akan mendapatkan keuntungan banyak dari sini.”
“Apa yang bisa kamu berikan ke Mbak?” tanya Mbok Minah dengan sinis namun ia menghentikan langkahnya.
Parto tersenyum penuh arti karena pancingannya mengena.
“Seandainya aku berhasil menguasai dirinya, sudah pasti aku akan menikmati dirinya. Tapi selain itu,
aku juga akan porotin duitnya, sama seperti Mbak morotin Bapaknya. Nah, kalo aku berhasil morotin dari
dia, tentu Mbak bakal kebagian juga. Aku mau berbagi pipti-pipti sama Mbak. Apakah Mbak nggak tertarik
dengan itu? Lagipula siapa tahu aku bisa morotin duit lebih banyak dari dia dibanding Mbak dari
Bapaknya.”
“Tapi tetap saja, Mbak nggak bisa membantu kamu melakukan itu. Itu adalah perbuatan yang sungguh
keterlaluan. Sudah ngerusak anak gadis baik-baik masih diporotin lagi duitnya. Mbak nggak akan
melakukan itu,” kata Mbok Minah. Namun kini nada bicaranya tak setegas sebelumnya.
“Sudahlah Mbak ga usah munafik dan sok bermoral. Aku tahu Mbak bukan orang seputih itu. Karena itu aku
ga percaya kalau Mbak ga mau bantu aku karena alasan Mbak sayang ke Non Peicen atau merasa berhutang
budi terhadap keluarga sini. Menurutku Mbak ga mau bantu aku, karena seperti yang Mbak bilang tadi,
ilmu pelet Mbak ga cukup ampuh untuk menaklukkan Non Peicen. Oleh karena itu Mbak nggak mau ngambil
resiko.”
“Tapi sekarang coba Mbak pikir lagi, kalo ada cara ampuh untuk menaklukkan cewek itu, CARA AMPUH YANG
PASTI BERHASIL, masa Mbak tetap nggak mau membantu aku. Apakah Mbak nggak mau dapet uang tambahan dari
“penghasilanku”? Sudahlah sama aku Mbak ga usah malu-malu dan ga usah sok suci kayak penggede-penggede
itu.”
“Memang cara ampuh seperti apa sih yang kamu punya?” tanya Mbok Minah yang kelihatan telah bergoyah
pendiriannya.
“Begini nih Mbak,” kata Parto sambil membisikkan rencananya secara detail ke telinga Mbok Minah.
“Wah!! Betul-betul anak setan kamu! Aku nggak nyangka kamu bisa punya akal sehebat itu!” Puji Mbok
Minah yang terkagum-kagum.
Memang Parto adalah pemuda malas yang asal-asalan. Namun kalau menyangkut hal-hal yang menguntungkan
dirinya, ia kadang bisa punya ide-ide brilyan yang jenius.
“Namun untuk melaksanakan rencanamu itu perlu timing yang betul-betul tepat. Karena ilmu pelet ini
juga ada ketergantungan dengan waktu. Aku masih ragu apakah akalmu itu bisa jalan atau nggak,” kata
Mbok Minah ragu.
Meski ragu, namun kelihatan jelas bahwa tanda-tanda perubahan “arah angin” telah mulai nampak.
“Kenapa nggak Mbak coba jelasin dulu gimana cara kerja ilmu pelet itu. Supaya aku bisa bantu mikirin
juga,” kata Parto yang tak ingin kakaknya berubah pikiran lagi.
Lalu berceritalah Mbak Minah kepada Parto tentang ilmu pelet itu. Ia mendapatkan ilmu pelet itu dari
seorang dukun sakti yang tinggal di seberang sungai di desanya. Ceritanya waktu ia berumur 16 tahun,
sepulang dari mencuci baju, diam-diam ia mendatangi rumah dukun itu. Ia ingin mendapatkan suami kaya.
Yang diincarnya adalah Pak Parno, orang kaya di desanya yang suka gadis-gadis muda. Ia ingin dijadikan
istri mudanya. Dukun itu, yang bernama Mbah Durgo, bersedia membantunya asal dengan syarat mutlak,
yaitu ia harus menyerahkan keperawananannya kepadanya.
Setelah ia menyerahkan keperawanannya, sesuai janjinya Mbah Durgo membantu sampai ia dipinang oleh Pak
Parno dan akhirnya menjadi gundik favoritnya. Sementara itu, setelah diperistri Pak Parno, ia masih
tetap menjalin hubungan gelap dengan Mbah Durgo sambil merayunya untuk mengajarkan ilmu pelet yang
ampuh itu sampai akhirnya ia betul-betul menguasainya dan tak tergantung kepada Mbah Durgo. Setelah
itu “ditendangnya” Mbah Durgo. Demikian pula Pak Parno, setelah harga kekayaannya habis diserap, juga
ditendangnya.Cerita Sex Mas Parto
Sejak saat itu ia melakukan ilmu pelet itu ke banyak orang, sampai terakhir ke majikannya yang
sekarang yaitu Pak Sutanto. Cara penggunaan pelet itu, yaitu orang itu harus mengucapkan mantera terus
menerus sampai 34 kali sambil membayangkan orang yang ingin dipeletnya. Selama mengucapkan mantera itu
ia tak boleh mendengar suara orang lain, termasuk orang yang ingin dipelet. Namun setelah pengucapan
mantera itu selesai, ia harus langsung mendengar suara orang yang ingin dipeletnya itu. Apabila suara
orang lain yang didengarnya pertama kali, maka mantera itu jadi tak berguna.
Parto mendengar cerita kakak perempuannya itu sambil tersenyum getir. Tak disangkanya ternyata kakak
sulungnya itu dari sejak berusia akil balik telah rela menyerahkan diri dan kehormatannya demi harta.
Namun disisi lain ia gembira karena kini mendapat kesempatan menikmati Fey Chen yang mulus bening itu.
“Kalau begitu aturannya, berarti kita mesti tunggu timing yang betul-betul tepat, tidak ada gangguan,
dan suasana rumah yang sepi. Tapi sekarang Mbak mau membantu aku khan?,” tanya Parto sambil “melempar
bola”.
“Ingat Mbak, kalo aku untung, Mbak dapet untung juga,” katanya mengingatkan lagi.
“Hmm. Baiklah. Mbak bersedia membantu kamu,” kata Mbok Minah akhirnya,
”Tapi ingat, aku yang pegang kendali disini. Aku akan cari cara dan waktu yang tepat untuk
melaksanakan itu. Dan kamu harus nurut semua perkataan Mbak. Sementara ini kamu duduk tenang saja
dulu. Jangan bergerak sebelum aku kasih tanda. Mengerti? Dan ingat lagi, sebisa mungkin jaga supaya
matamu itu jangan jelalatan ngeliatin dia. Atau lebih baik lagi kalo kamu nggak ketemu dia. Aku nggak
mau dia jadi curiga sampai nanti rencana kita jadi berantakan. Atau lebih parah lagi, aku dipecat dari
sini. Kalo itu terjadi, bisa aku bunuh kamu. Mengerti?” seru Mbok Minah sambil matanya berkilat-kilat.
Rupanya kini dapat dipastikan bahwa arah angin telah berbalik arah.
“Baik Mbak.”
“Dan satu lagi, ingat janjimu itu, kalau sudah berhasil: fifty-fifty. Kalau nggak, nanti ilmu pelet
itu ga bakalan tahan lama.”
“Baik Mbak.”
“Nah sekarang, ayo kamu balik kerja lagi. Supaya kamu nggak dimarahi Tuan.”
Kira-kira pukul 3 di saat Parto sedang mencabuti rumput di halaman depan, sebuah BMW model terbaru
yang mengkilap berhenti di depan rumah itu. Ternyata Fey Chen. Ia masih mengenakan seragam sekolah.
Namun gadis itu tidak sendirian. Ia diantar oleh seorang cowok. Namun yang membuat Parto semakin iri
adalah cowok itu kemudian menggandeng tangan Fey Chen. Cowok itu adalah Roger, pacar Fey Chen yang
juga adalah anak teman Papanya. Kini Parto dapat melihat secara langsung cowok Fey Chen. Sungguh
pasangan yang amat serasi. Karena cowok itu juga keren dan cakep dan dari keluarga kaya pula, cocok
untuk bersanding dengan Fey Chen.
Setelah itu kedua muda mudi ini masuk ke dalam, sementara Parto hanya bisa manyun sambil berjongkok
meneruskan mencabuti rumput. Namun hatinya tak tertuju di pekerjaannya. Karena hatinya penuh dengan
rasa iri dengki. Pada saat menjelang maghrib, Mbok Minah, yang hati dan pikirannya kini telah penuh
dengan racun hitam, memulai misinya mendekati Fey Chen. Akhirnya ia masuk ke dalam kamar Fey Chen
untuk memijiti gadis itu. Di dalam kamar, sambil memijiti punggung Fey Chen yang putih telanjang itu,
ia memancing-mancing tentang hubungannya dengan Roger.
Seperti layaknya hubungan cinta anak SMA, tentu ada naik turunnya. Mbok Minah memancing Fey Chen untuk
menceritakan lebih banyak saat-saat dimana mereka bertengkar. Dengan licin, ia menghasut Fey Chen
dengan membuat seolah-olah cowoknya adalah cowok yang egois dan nggak setia. Pada saat kedua tangannya
dengan lembut memijiti punggung Fey Chen, mulutnya terus mengeluarkan kata-kata yang memanaskan hati.
Tangannya adalah tangan malaikat, namun mulutnya adalah mulut setan.
Fey Chen terhanyut bagaikan air sungai yang mengalir menikmati pijitan Mbok Minah, namun makin lama
api amarah berkobar-kobar semakin besar di dalam hatinya. Apalagi pada dasarnya Fey Chen adalah gadis
yang lugu yang tidak paham akan intrik-intrik tersembunyi. Ditambah juga ia amat mempercayai Mbok
Minah yang sering membantunya dan selalu dijadikan tempat curhat itu. Sementara Mbok Minah tahu betul
sifat Fey Chen sejak kecil dan perasaan gadis muda itu. Akhirnya Fey Chen sungguh termakan hasutan
Mbok Minah. Oleh karena termakan emosi, begitu pijitan Mbok Minah selesai, ia langsung menelpon Roger
dan menuduh cowok itu selama ini tak setia dan tak menyayangi dirinya. Roger kebingungan mendengar
ceweknya yang tiba-tiba sewot tanpa sebab. Dan ia menyangkal semua tuduhan ceweknya itu.
Sebuah kesalahan fatal dari cowok itu, karena hal itu hanya membuat Fey Chen semakin terbakar emosinya
dan semakin percaya bahwa ia adalah cowok egois. Mbok Minah mendengarkan percakapan telepon dua anak
muda itu dengan senyuman iblis tersungging di bibirnya. Ah, darah muda…sungguh mudah ditebak,
batinnya. Dan, percakapan dua muda-mudi yang sedang dilanda cinta itu berubah jadi amat buruk. Sungguh
bertolak belakang dengan siang tadi dimana hubungan mereka lagi bagus-bagusnya.
Apalagi setelah emosi Roger juga naik karena tuduhan-tuduhan tak berdasar yang dilemparkan oleh Fey
Chen. Ia menyerang balik Fey Chen dengan mengatai gadis itu sebagai cewek yang susah dimengerti dan
sangat tidak masuk akal. Namun yang paling parah adalah ia menuduh balik cewek itu sengaja cari gara-
gara karena ia memang ingin putus hubungan karena ada cowok lain. Pada saat telpon itu diputus, Fey
Chen tak kuasa menahan air matanya. Perasaan marah, sedih, menyesal, dan takut kini betul-betul
menguasai dirinya.
“Bagaimana ini Mbok? Ternyata betul terbukti dia nggak sungguh-sungguh mencintaiku, ” tanyanya
disela-sela tangisannya. “Kok, tega-teganya ia melakukan itu kepadaku. Padahal aku sungguh
mencintainya.” Kedua tangan Mbok Minah kembali bekerja seolah berusaha menyejukkan hati gadis itu.
Namun kata-kata yang keluar dari mulutnya semakin membuat gadis itu terbakar emosinya. “Bagaimana
kalau betul-betul ada cewek lain selama ini? Aku takut kalo kehilangan dia, Mbok.”
“Tenang Non…yang sabar ya,” katanya sambil mengelus-ngelus punggung gadis itu. “Sebenarnya Mbok tahu
ada cara yang bisa membuat cowok Non itu menyayangi Non. Tapi Mbok nggak tahu apakah Non percaya
dengan hal-hal seperti itu.”
“Apa itu Mbok? Coba ceritakan dong.”
“Begini Non,Cerita Sex Mas Parto Lalu diceritakannya tentang ilmu pelet itu ke gadis itu. Tentu ia tak menyebutnya sebagai “pelet” dan
ia mengubah versi ceritanya disana sini untuk memberi kesan tidak terlalu mengandung misteri. Dan Fey
Chen pun mempercayainya.
“Bagaimana Mbak?” tanya Parto bersemangat.
“Wah idemu memang hebat, To. Dia sudah kena perangkap. Hehehe,” tawa Mbok Minah dengan senyum licik.
“Wah! Jadi bisa malam ini ya Mbak? Waktunya kapan? Sekarang?”
“Sabar dulu, To. Dia memang sudah kena jerat kita, tapi malam ini bukan waktu yang tepat. Nanti malam
bakal ada tamu Tuan yang datang kesini. Biasanya mereka pulang agak larut malam. Kamu tahu sendiri
khan persyaratan ilmu pelet ini, semakin banyak orang semakin susah dilaksanakan. Dan Mbak nggak yakin
omongan Mbak tadi sudah cukup membuat dia mau melakukan itu. Jadi besok mesti Mbak komporin lagi. Jadi
kamu sabar dulu sampai besok.”
“Ah!” seru Parto dengan kecewa. “Tapi besok adalah hari terakhirku disini. Gimana kalo gagal?”
“Ah, tenang. Kowe sabar kenapa. Yang penting alon alon asal kelakon. Kalo masalah itu, gampang, bila
perlu aku ngomong sama Tuan minta waktumu disini diperpanjang beberapa hari. Kalo cuma beberapa hari,
pasti dia setuju. Tapi aku yakin kowe bakal bisa menikmati cewek idamanmu itu besok. Lagipula aku
punya akal supaya besok Tuan pulang agak malam sehingga Non Fey Chen sendirian di rumah,” kata Mbok
Minah.
Kini ia tak ragu-ragu lagi mengorbankan Fey Chen, karena angin keberuntungannya telah berbalik arah.
“Yah, aku kecewa banget Mbak. Kirain malam ini sudah bisa aku sikat dia.”
“Tenang aja. Anggap ini adalah ujian kesabaran buatmu. Kalo pengin dapet hadiahnya, kamu mesti sabar.
Ingat, kamu jangan terburu-buru berbuat hal-hal yang bodoh. Jangan sampai sesuatu yang hampir di
tangan jadi terlepas. Mengerti? Dan jangan lupa ya janjimu, kowe nanti mesti bagi-bagi hasil.”
“Itu beres lah Mbak. Ya aku ngerti Mbak.”
“Tadi waktu mijitin di dalam, apa dianya telanjang juga Mbak?”
“Ya iya lah, wong namanya orang dipijat. Bagian atasnya dibuka semua.”
“Waduuh. Enak bener Mbak. Badannya mulus banget ya Mbak. Trus teteknya gede nggak? Bagus nggak?”
“Ya baguslah. Sudahlah jangan banyak nanya, aku mesti kerja lagi, nyiapin makanan buat tamu Tuan.”
“Wah, bikin aku penasaran aja Mbak. Yang dipijit tadi apanya aja Mbak? Susunya juga?”
“Sudahlah jangan banyak tanya lagi. Mbak mesti masak sekarang. Besok kamu bisa liat dan pijit-pijit
sendiri sambil sekaligus nyusu sana.”
“Ah, Mbak tahu aja maunya orang,” kata Parto cengengesan.
Malamnya memang betul ada dua orang tamu yang datang, yaitu Pak Burhan dan Pak Abdul. Keduanya adalah
oknum militer yang terlibat KKN dengan Pak Sutanto. Pak Abdul adalah orang Jawa Timur juga yang logat
bicaranya sama seperti Parto. Sementara itu Fey Chen sempat muncul keluar mengobrol sebentar basa-basi
dengan mereka sebelum akhirnya balik ke dalam kamarnya.
Meski kedua tamu itu telah berusia setengah baya dan telah berkeluarga, namun Parto bisa merasakan
kalau kedua bandot tua juga tertarik terhadap Fey Chen. Dan malam itu adalah malam penuh penderitaan
bagi Parto. Pikirannya terus terbayang-bayang akan diri Fey Chen. Apalagi sebelumnya ia punya harapan
tinggi bakal “mendapatkan” gadis itu malam ini. Namun ia mengikuti saran kakaknya yaitu berusaha
sabar. Sehingga kini ia mau tak mau melewatkan malam itu dengan manyun seorang diri.
Day 4
Parto bangun pagi dengan sendirinya tanpa perlu dibangunkan. Karena memang sebenarnya ia nggak bisa
terlalu tidur. Pikirannya masih diliputi rasa kecewa terutama karena harapan sebelumnya yang begitu
tinggi. Ini adalah hari terakhirku disini. Besok pagi-pagi aku sudah harus meninggalkan tempat ini.
Jadi hari ini harus berhasil, pikirnya. Pagi itu ia sempat membukakan pintu untuk Fey Chen saat gadis
itu ke sekolah. Setelah seluruh pemilik rumah pergi, kedua pembantu itu berdiskusi untuk merampungkan
rencananya. Kini Parto takut rencana itu tak kesampaian.
“Gimana kalau rencana ini ga berhasil, Mbak?” tanyanya.
Sebaliknya Mbok Minah yang kemarinnya ragu-ragu kini malah lebih yakin.
“Tenang aja,” katanya,” Pokoknya malam ini Non Fey Chen yang mulus itu pasti akan jatuh ke tanganmu.”
“Benarkah itu? Tapi bagaimana kalau meleset?”
“Tenang aja. Hari ini semuanya bakal beres. Karena aku sudah mengatur semuanya.”
Hari itu Fey Chen pulang lebih awal karena hari itu hari Jumat dan ia tak ada kegiatan ekstra
kurikuler. Begitu nyampe, tak lama kemudian Fey Chen bilang ke Mbok Minah kalau ia ingin berenang.
Rupanya di dalam rumah itu terdapat kolam renang di ruang tertutup. Hebat juga pemilik rumah ini,
pikir Parto, kolam renang aja ada. Sementara Mbok Minah menemani Fey Chen berenang, Parto bersembunyi
di tempat yang aman namun strategis untuk mengintip Fey Chen berenang. Setelah Fey Chen selesai
berenang, diam-diam Parto mendatangi Mbok Minah.
“Aduuh Mbak. Aku sudah nggak kuat lagi. Sampe kapan mesti nahan kayak gini terus. Tolongin dong,
laksanakan sekarang juga! Kalo gini terus bisa gila aku rasanya,” keluh Parto.
“Hihihi, tenang, abis ini semuanya beres. Tunggu Non Fey Chen selesai mandi, setelah itu aku pijitin
dia sambil aku bisiki lagi. Sementara kamu siap tunggu aba-aba dariku, ok?”
Setelah itu Mbok Minah menelpon Pak Sutanto.
“Tuan masih ingat dengan permintaan saya kemarin malam. Jangan lupa tolong belikan kembang 4 warna.
Tapi harus Tuan sendiri yang beli, nggak boleh nyuruh orang lain. Kembang ini dijual di pasar kembang
antara jam 5 – 6 doang.”
“Memang kamu yakin ini betul-betul efektif?”
“Betul Tuan. Dengan pake kembang ini, Nyonya nggak bakalan tahu tentang hubungan kita. Bahkan semisal
ia tidur di ranjang yang sama pun, ia akan terus tertidur lelap. Asalkan setelah itu Tuan membuang
bunga-bunga kecil itu di Ancol SATU PERSATU.”
“Hahaha. Mbak pintar. Membuang bunga itu satu persatu bisa berjam-jam lamanya.”
“Eh jangan salah, tapi bunga itu betul-betul ada khasiatnya lho.”
“Hah, memang khasiat bunga itu memang betul seperti yang Mbak bilang??”
“Bukan, tapi khasiat bunga itu sebenarnya untuk kamu. Bunga itu akan membuat penghuni rumah ini
menyetujui usul Mbak supaya kamu tinggal lebih lama disini. Sehingga kamu bisa dengan leluasa
menggauli Non Fey Chen tiap hari, sekaligus supaya kamu bisa morotin duitnya sebanyak mungkin.”
“Wah, aku nggak nyangka ternyata Mbak begitu hebat. Ya, kalo aku sih setuju-setuju aja Mbak. Hehehe.”
“Nah, sekarang bapaknya sudah dibereskan. Tinggal sekarang ngurus anaknya. Kamu diam tenang dulu.
Tunggu isyaratku, ok?
“Beres, Mbak.”Cerita Sex Mas Parto Fey Chen sedang tiduran di ranjang menikmati asyiknya dipijit-pijit oleh Mbok Minah. Sembari memijit,
Mbok Minah memulai pembicaraan mengenai ilmu pelet kemarin. Dengan cerdik ia membuat Fey Chen
penasaran dulu, sampai akhirnya gadis itu bersedia mencoba hal itu.
“Baiklah, sekarang Non inget baik-baik kalimat ini.”
Mbok Minah membacakan mantera ilmu pelet itu kepada Fey Chen.
“Sudah Non ingat baik-baik? Nah, begini cara kerjanya. Pertama, Non sebut dulu nama cowok Non sambil
membayangkan orangnya. Lalu Non baca kalimat tadi sebanyak 34 kali sambil konsentrasi membayangkan
cowok lain. Non bebas pilih sendiri cowok ini. Dia boleh siapa saja asalkan bukan cowok Non. Karena
dia hanyalah sebagai pemancing supaya cowok Non merasakan kalau dalam pikiran Non ada cowok lain. Nah,
karena ia merasakan adanya kehadiran cowok lain, maka ia akan jadi lebih sayang kepada Non. Ada dua
syarat buat cowok pemancing tadi. Pertama, cowok itu sama sekali nggak ada hubungan keluarga sama Non.
Kedua, cowok Non pernah bertemu dengan cowok itu ”
“Tapi mungkin nggak nanti jadi salah alamat sehingga cowok yang aku pikirin itu malah jadi suka sama
aku. Atau lebih gawat lagi, aku yang jadi suka sama cowok itu?”
“Itu sih nggak mungkin Non, karena fungsi cowok itu adalah pemancing belaka. Yang penting Non jangan
salah menyebut nama cowok Non sambil membayangkan orangnya sebelum memulai membaca kalimat tadi.”
“Oh ya, Mbak lupa bilang satu hal. Pengaruh cowok pemancing itu akan lebih kuat terhadap cowok Non
apabila cowok itu sekarang berada dekat dengan tempat Non sekarang. Semakin dekat semakin balik. Nah
sekarang Non pikir dulu, setelah menemukan orangnya baru Non bisa mulai.”
“Cowok yang paling dekat sama tempatku sekarang adalah Parto. Dia memenuhi dua syarat tadi karena dia
nggak ada hubungan keluarga sama aku. Dan kemarin cowokku pernah liat dia waktu si Parto bukain pintu
pagar. Tapi apakah ada syarat bahwa cowok pemancing ini harus orang yang kira-kira cocok jadi cowokku.
Soalnya aku khan sudah pasti ga mungkin jadian sama Parto. Kalo aku milih dia sebagai cowok pemancing,
apakah itu bakal efektif membuat cowokku merasakan adanya saingan?”
“Itu sih nggak masalah, Non. Asalkan cowok dan memenuhi dua syarat tadi.”
“OK deh. Kalo gitu aku pake Parto, Mbok.”
“Baiklah. Dan Non ingat, setelah Non selesai membaca kalimat tadi, untuk beberapa waktu Non tidak
boleh berbicara ke siapa pun, bahkan lewat telpon juga. Oleh karena itu sebaiknya telpon Non
dimatikan. Setelah waktunya selesai, nanti Mbok akan ketuk pintu kamar. Setelah itu Non bebas
berbicara. Ini nggak lama kok, paling cuma beberapa menit.”
“Non mengerti khan? Nah, sekarang silakan Non sebut dalam hati nama cowok Non, kalau sudah silakan Non
menganggukkan kepala.”
Fey Chen menganggukkan kepalanya.
“Nah, sekarang silakan Non mulai membaca kalimat itu dan membayangkan cowok pemancing tadi.”
Fey Chen segera memejamkan matanya sambil membaca mantera itu. Sementara Mbok Minah tersenyum puas
menyaksikan betapa mudahnya gadis cantik itu diperdayanya. Penyebutan nama cowok di saat awal hanyalah
tipuan belaka yang sama sekali tak ada artinya. Yang berarti justru cowok yang dibayangkan sambil
membaca mantera itu. Sengaja ia mengarahkan supaya Fey Chen memilih Parto sebagai “cowok pemancing”.
Kini sudah jelas-jelas pasti ilmu pelet itu akan berhasil dengan sukses, karena sekarang justru Fey
Chen lah yang memelet Parto!! Sementara khasiat pelet itu juga berlaku bagi si pemelet. Artinya, si
pemelet juga akan menjadi makin suka terhadap orang yang dipeletnya. Hal ini sangat masuk akal.
Bukankah alasan orang memelet adalah karena ia suka terhadap orang yang dipeletnya? Semua ini adalah
akal Parto yang jitu dan dilaksanakan dengan sukses oleh Mbok Minah. Kini terbukti omongan Parto
tentang sifat Mbok Minah. Demi harta, ia tidak segan-segan mengorbankan gadis yang telah dirawatnya
sejak masih SD.
Diam-diam Mbok Minah keluar dari kamar Fey Chen. Segera ia menemui Parto dan berkata sambil berbisik,
“Sudah beres. Sekarang kamu boleh memulai membaca mantera itu juga.”
“Hah, jadi dia sudah mulai membaca mantera itu? Jadi semuanya berjalan sesuai rencana?”
“Betul. Akalmu itu betul-betul busuk. Tapi memang jitu. Abis ini silakan kamu bersenang-senang abis
dengan dia.”
“Ya, aku juga nggak sabar lagi pengin ngerasain madunya. Kapan lagi dapat kesempatan seperti ini.
Selama ini Mbak dijadikan pelampiasan nafsu bandot tengik itu demi uang. Kini keadaannya dibalik.
Giliran aku, adikmu ini, yang melampiaskan nafsunya ke anak gadisnya. Kalo Mbak dipake bapaknya, kini
aku gantian make anaknya. Ini baru adil, ya nggak Mbak. Apalagi, hehehe, anaknya cakep banget dan
ngegemesin gitu, pasti enak kalo diesek-esek di ranjang. Hehehe.”
“Setelah itu, kita sama-sama porotin duitnya. Mbak morotin bapaknya, aku morotin anaknya. Hahahaha…”
“Nah, sekarang ajarin aku mantera itu donk, Mbak.”
Setelah Mbok Minah memberitahu mantera itu, Parto segera membacanya sebanyak 34 kali dengan pikiran
yang terkonsentrasi penuh ke Fey Chen.
Kamar Fey Chen,
Saat itu meski malam belum datang, namun hari sangat gelap karena langit sedang mendung gelap pekat.
Sehingga suasana kamar itu juga gelap kecuali di ranjang tempat Fey Chen duduk saja yang ada lampu
penerangan. Saat itu Fey Chen telah selesai mengucapkan mantera itu 34 kali. Kini ia membuka matanya.
Dirasakannya hawa AC kamar lebih dingin dibanding sebelumnya, mungkin karena pengaruh udara luar yang
mendung pekat disertai angin kencang. Ia tak melihat Mbok Minah disitu. Iia menunggu dengan sabar.
Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan. ‘Dokk-dokk-dokk.’ Pertanda bahwa ia sudah boleh
bicara.
Segera ia menjawabnya,
”Iya, masuk Mbok.”
Dan terdengar suara jawaban dengan keras,
”BAIK NON!”
Namun itu suara Parto, bukan Mbok Minah! Sebelumnya Fey Chen mengucapkan mantera itu sambil
membayangkan Parto dan kini ia mendengar suara Parto. Sebaliknya, Parto tadi mengucapkan mantera itu
sambil membayangkan Fey Chen dan kini ia mendengar suara Fey Chen. Jadi syarat ilmu pelet itu telah
terpenuhi dan kini menjadi aktif secara dua arah, dari Fey Chen ke Parto dan dari Parto ke Fey Chen!
Dua orang yang saling memelet! Bisa dibayangkan seperti apa akibatnya. Tentu keduanya bakal NEMPEL
terus kayak perangko, seperti apa yang akan terjadi sekarang ini.
Kini Fey Chen ibarat tikus yang telah terjerat di dalam jebakan, tak bisa (dan juga tak mau) lari
kemana-mana. Sementara Parto adalah kucing yang akan membuka pintu jebakan itu untuk menggerogotinya.
Parto membuka pintu kamar Fey Chen. Ia baru menyadari betapa besar sekali kamar gadis ini. Bahkan
berkali-kali lebih besar dibanding rumahnya di desa! Saat itu suasana kamar tempat ia berdiri cukup
gelap. Hanya ada satu sampu penerangan yaitu di dalam ranjang Fey Chen yang tertutup kelambu. Ia
melihat figur indah tubuh Fey Chen yang sedang duduk di atas ranjang di balik kelambu. Seketika
penisnya menegang melihat siluet bentuk tubuh yang indah itu. Lalu ia berjalan mendekati tempat gadis
itu duduk.
Fey Chen merasa heran mendengar suara cowok. Dan suasana saat itu amatlah gelap. Ia segera menyalakan
lampu di sekeliling ranjangnya serta membuka pintu otomatis yang menuju ke taman kecil di dalam
kamarnya dengan remote control. Sementara Parto yang telah sampai di tepi ranjang itu, segera
menyingkap kelambu dan masuk ke dalamnya, bagaikan seorang pengantin pria yang mendekati pengantin
wanita saat malam pertama. Seketika ia terpesona melihat kecantikan yang memancar dari tubuh Fey Chen.
Sementara Fey Chen berteriak terkejut ketika melihat ternyata adalah Parto yang masuk ke dalam
kamarnya dan berdiri di tepi ranjangnya.
“Kenapa kamu bisa kesini?” tanyanya.
“Karena aku ingin membuka kelambu ranjang Non,” katanya asal-asalan sambil membuka seluruh kelambu
itu.
Fey Chen yang masih keheranan bertanya lagi tanpa mengubah posisi duduknya. “Kenapa kamu membuka semua
kelambu ini?”
Ia terpana akan kecantikan Fey Chen yang begitu natural. Namun pandangan Parto segera beralih ke paha
putih Fey Chen yang agak terbuka karena posisi duduk gadis itu.
Parto yakin kalau gadis ini telah terkena pengaruh ilmu pelet. Dengan nekat ia menjawabnya,” Karena
aku ingin melihat wajah Non yang cantik itu. Aku suka sama Non,” kata Parto tanpa sungkan lagi.
Fey Chen segera menundukkan kepalanya. Terlihat rona-rona merah di pipinya yang putih. Parto jadi
semakin berani.Cerita Sex Mas Parto “Dari semula melihat Non, aku langsung jatuh cinta sama kamu Non,” kata Parto sambil duduk di ranjang
itu.
Ia meraih tangan kanan Fey Chen dan meremas-remasnya dengan lembut. Melihat cewek itu diam saja,
tangan yang satunya meraih rambut Fey Chen dan membelai-belai rambut yang panjang dan indah itu. Fey
Chen menunduk sambil memejamkan matanya, membiarkan rambutnya dibelai-belai Parto. Parto segera
mendekatkan kepala Fey Chen ke dirinya dan direbahkannya kepala gadis itu di dadanya sambil tangannya
terus membelai-belai rambut gadis itu. Fey Chen membiarkan dirinya bersandar di dada Parto yang
bidang, merasakan aroma kejantanan yang kuat dari tubuh Parto. Sementara Parto merasakan aroma
kewanitaan yang harum semerbak dari rambut dan tubuh gadis berpakaian putih itu. Bagaikan bunga yang
mekar harum semerbak. Pada saat itu waktu seakan berhenti berjalan bagi keduanya.
Parto memandang wajah cantik Fey Chen. Kemudian ia mendekatkan bibirnya ke bibir indah gadis itu. Pada
saat bibir keduanya akan bertemu, Tiba-tiba Fey Chen menjauhkan dirinya dari pelukan Parto. Ia bangkit
dan berjalan meninggalkan Parto. Perhatiannya tertuju ke satu benda di lantai di dekat ranjang.
Ternyata handphone-nya yang sebelumnya di-Silent, kini layarnya berubah berwarna warni, pertanda ada
telepon masuk.
“Halo.”
“Kenapa lu telpon?”
Sementara Parto mendengarkan dengan waswas. Ia telah bisa menduga siapa si penelpon itu.
“Eh, tunggu dulu. Gua cuman mau bilang….”
“Sorry, sekarang gua lagi nggak pengin bicara sama elu. Nanti aja, ok?”
Klik! Telepon itu langsung diputus oleh Fey Chen. Kemudian disingkirkannya handphone itu.
“Cari gara-gara aja,” gerutu Fey Chen. Kemudian ia tidur berbaring di atas ranjang yang besar itu
sambil memejamkan matanya.
“Udah lupain aja dia. Sekarang khan ada aku disini, sayang,” kata Parto memegang punggung Fey Chen dan
meraba-rabanya.
Tangannya yang hitam nampak kontras dengan gaun putih gadis itu. Dan tangan satunya mengelus-ngelus
rambutnya.
“Ehhh” Fey Chen bereaksi dengan sedikit menggeliatkan tubuhnya.
“Kok saat ini gua jadi ngerasa aneh ya.”
“Itu gara-gara cowok sialan tadi. Sekarang dia sudah pergi. Tinggal sekarang kita berdua sayang.”
“Iya tapi aku masih bingung sebenarnya kamu ini siapa sih?
“Aku adalah pacarmu, sayang.”
“Ah, ya betul. Mas adalah pacarku,” kata Fey Chen mengubah posisi tidurnya supaya ia bisa menatap
wajah
“Mas Parto-nya”. Tangannya memegang tangan Parto.
“Badanku kok agak lemas ya. Mas, tolong donk ambilin aku air disana,
“kata Fey Chen sambil menunjuk kulkas besar di dalam kamar itu.
Segera Parto bangkit, mengambil segelas air putih yang dingin dan segar, dan menyerahkannya ke gadis
itu.
“Aaahhh, segarnya!” seru gadis itu dengan gembira sambil mengangkat kedua tangannya.
“Sekarang badanku jadi segar kembali. Dan kini ingatanku pulih kembali. Kamu adalah Mas Parto adik
Mbok Minah yang baru datang itu khan?”
Parto agak waswas dengan perkembangan itu.
Namun,
“Mas, aku senang deh punya cowok kayak Mas,” kata Fey Chen dengan matanya yang polos memandang Parto.
“Kenapa?” tanya Parto dengan hati lega.
“Karena badan Mas kekar, apalagi waktu di taman waktu itu,” Fey Chen menundukkan kepalanya.
“Kesannya macho gitu loh,” tambahnya.
“Aku juga suka punya cewek kayak kamu,” jawab Parto.
“Kenapa?”
“Karena kamu cantik dan putih. Juga kamu sexy banget apalagi pake baju putih gini.”
“Iih, Mas memang suka ngerayu deh.”
“Beneran aku ga bohong. Bahkan saat ini pun aku juga bersedia jadi suamimu, sayang.”
“Eh, Mas Parto, kamu betul-betul mencintaiku?”
“Iya donk, aku betul-betul mencintaimu, Non.”
“Kalo gitu jangan panggil aku Non donk. Meski Mas adalah adiknya Mbok Minah yang bekerja disini, tapi
masa Mas manggil ceweknya Non gitu. Panggil aku Fey Chen aja, ok?”
“OK non. Eh, Peicen.”
“Hihihi, mas Parto lucu deh. Bilang katanya cinta, tapi manggil namaku yang bener aja nggak bisa,”
kata Fey Chen sambil tersenyum geli.
“Itu nggak ada hubungannya Non, eh Peicen.”
“Lalu yang ada hubungannya apa?”
“Yang ada hubungannya ini nih,” kata Parto sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Fey Chen.
Kemudian disentuhnya bibir gadis itu dengan bibirnya. Lalu dikecupnya.
Hmmmpphhhhh…gadis itu membiarkan bibirnya dicium. Lalu Parto melumat bibir indah itu dan dijelajahinya
setiap milimeter, seolah tak ingin melewatkan satu pun butir-butir kenikmatan yang ada pada pada bibir
gadis itu. Dinikmatinya bibir Fey Chen lama sekali.
Dan Fey Chen membiarkan bibirnya dinikmati Parto sambil ia memejamkan matanya. Sepertinya ia juga tak
kalah menikmati ciuman itu. Mmmmpphhhhh. Parto mendorong tubuh Fey Chen sampai ia terbaring di ranjang
sambil terus menciumi bibirnya. Wajahnya yang hitam kini menindih wajah cakep gadis itu. Sementara
kedua mulut mereka masih saling bertautan. Ciuman itu telah berubah menjadi nafsu birahi yang
berkobar-kobar membakar dua sejoli yang berbeda segalanya itu. Dan nafsu birahi itu kini menjalar ke
seluruh bagian tubuh mereka, terutama pada Fey Chen.
Kedua tangan Parto memegangi wajah Fey Chen. Seolah ia ingin mematek gadis itu supaya tak bisa
bergerak sehingga ia bisa dengan bebas melakukan deep kissing. Kini lidah keduanya saling bertemu dan
beradu di dalam mulut. Mereka melakukan french kissing dengan seru. Sambil menciumi, tangan Parto
mulai bergerilya menggerayangi tubuh Fey Chen. Kedua tangannya menjelajahi kedua tangan putih Fey Chen
yang tak tertutup oleh daster putih itu. Kini ia bisa merasakan langsung kehalusan kulit tubuh Fey
Chen.Cerita Sex Mas Parto Lalu tangan kanannya merabai tubuh Fey Chen. Disentuhnya perut gadis itu. Hmm, sungguh rata seperti
tak berlemak sama sekali. Tangannya naik ke atas. Diraba-rabanya dada dan tangan Fey Chen. Cewek itu
bereaksi dengan menggeliatkan tubuhnya. Pertanda ia suka dengan sentuhan-sentuhan Parto. Terutama saat
tangan Parto melewati dadanya. Kini Parto semakin berani. Semakin sering diraba-rabanya payudara Fey
Chen dengan lembut. Membuat Fey Chen semakin ganas menciumi Parto.
Kini lidahnya dengan lincah menari-nari di dalam mulut Parto, saling beradu dengan lidah Parto. Dan
ciuman bibirnya juga semakin ganas. Membuat Parto juga semakin aktif dalam melakukan aksinya meremas
payudara Fey Chen. Sungguh ia tak menyangka, gadis dengan wajah sepolos ini bisa beraksi seganas itu.
Kini gantian kedua tangan Fey Chen memegang leher Parto, seolah tak ingin ciuman itu terlepas.
Tangan Parto menuruni sekujur tubuh Fey Chen. Diraba-rabanya paha mulus gadis itu yang sejak
dilihatnya tadi telah membuatnya ngiler. Sementara ciuman Parto kini beralih turun ke leher gadis itu.
Dikecupinya leher yang putih halus itu dengan bibir hitamnya sampai terdengar suara-suara kecupannya.
Membuat Fey Chen mulai mendesah-desah perlahan. Apalagi pada saat yang sama tangan Parto telah merayap
masuk ke dalam dasternya. Diraba-rabainya pangkal paha Fey Chen yang putih mulus dan lembut bagaikan
sutera itu. Rupanya bagian ini juga termasuk bagian yang sensitif bagi Fey Chen.
Terbukti tubuhnya semakin menegang-negang seiring dengan sentuhan-sentuhan jari-jari nakal Parto. Jari
jemari Parto dengan lincah menari-nari di sekitar pangkal paha Fey Chen. Bahkan sesekali menyentuh-
nyentuh bagian rahasia gadis itu. Parto semakin buas mengecupi leher kiri dan kanan Fey Chen. Sembari
ia menciumi harum rambut panjang Fey Chen. Memang Parto sengaja menciumi leher gadis itu supaya
lehernya yang putih jadi penuh dengan cupang-cupang merah yang membekas.
Dan Fey Chen sendiri sepertinya tak peduli dengan itu, karena ia juga merasakan kenikmatan yang luar
biasa. Ia melenguh-lenguh kecil sambil gerakan-gerakan tubuhnya yang mengejang menjadi semakin sering,
membuatnya semakin erotis di mata Parto. Sementara tangannya di dalam daster putih itu kini semakin
sering memegang-megang celana dalam cewek itu. Jarinya menekan-nekan daerah vaginanya dan telunjuknya
ditempel-tempelkannya persis di liang vagina gadis itu.
Setelah puas menggrepe-grepe Fey Chen saat mengenakan daster putih, kini tiba saatnya untuk
menelanjangi gadis itu. Dibangunkannya gadis itu sampai terduduk di ranjang. Lalu satu persatu
diturunkannya kedua pengait daster di bahunya ke bawah. Fey Chen nampak sexy sekali dengan kedua
pundaknya yang kini terbuka. Lalu Parto menurunkan daster putih itu sampai ia berhasil mengeluarkan
kaitan daster itu dari tangan Fey Chen.
Semakin turun daster itu, semakin terlihat belahan payudaranya yang indah dan berisi. Kini kira-kira
sepertiga payudaranya telah terbuka. Parto segera menurunkan dasternya ke bawah lagi supaya ia bisa
segera membuka bra di balik daster itu. Ia sudah tak sabar lagi ingin melihat dada telanjang Fey Chen.
Namun pada saat ia melakukan itu, alangkah kagetnya dirinya ternyata Fey Chen sama sekali tak memakai
bra.
Rupanya di daster itu ada mini bra yang melekat yang berfungsi melindungi supaya kedua putingnya tak
kelihatan menonjol keluar. Parto langsung melongo menyaksikan pemandangan indah di depannya itu. Meski
saat selagi berpakaian tak terlalu terlihat menonjol, namun begitu dilihat langsung secara telanjang
begini, ternyata payudara Fey Chen cukup padat berisi juga. Keduanya nampak simetris. Putingnya
berwarna merah. Nampak begitu segar dan muda. Kedua putingnya kecil namun nampak menonjol keluar.
Fey Chen nampak tersipu malu dan menundukkan kepalanya saat Parto tak bergerak menatap lekat-lekat
dadanya yang telanjang. Kedua tangan hitam Parto kembali beraksi di tubuh putih mulus yang setengah
telanjang itu. Sasarannya mana lagi kalo bukan payudara Fey Chen. Ia segera meremas-remas sepasang
gunung kembar yang indah menantang itu. Diusap-usapnya “lereng gunung” yang putih itu.
Makin lama makin ke tengah. Sampai akhirnya mencapai “puncaknya”. Kedua telunjuknya bergerak
melingkari kedua puting Fey Chen. Lalu ujung dua puting yang menonjol itu disentuh-sentuhnya dengan
ujung telunjuknya, yang mana membuat geli Fey Chen. Tanpa dapat dicegah ia menggerak-gerakkan tubuhnya
karena geli. Semakin gadis itu menggerakkan tubuhnya, semakin aktif jari telunjuk Parto menekan-nekan
kedua putingnya yang membuat gerakan tubuh gadis itu semakin tak terkendali. Kini kedua jarinya
kemudian juga menggerak-gerakkan kedua puting yang sejak tadi menggemaskan dirinya itu baik dari arah
horizontal dan juga vertikal.
Parto mendorong tubuh Fey Chen sehingga ia tertidur ke atas ranjang. Ia kembali menciumi leher Fey
Chen sambil meneruskan meremas-remas payudaranya. Kemudian mulutnya yang agak tonggos itu turun ke
bawah dan kini menciumi pundak putih gadis itu. Dan turun makin ke bawah lagi sampai akhirnya mendarat
di lekukan di tengah gunung kembar gadis putih itu. Diselipkannya lidahnya di tengah-tengah dua gunung
kembar gadis itu. Lalu digerak-gerakkannya naik turun sambil lidahnya menjilat-jilat “lereng gunung
putih kembar” itu.
Sementara Fey Chen jadi melenguh-lenguh dibuatnya sambil kedua tangannya memegang kepala Parto. Aksi
spontan gadis itu membuat Parto jadi kian semangat. Lidahnya semakin aktif bergerak kesana kemari di
payudara Fey Chen dan dilanjutkan dengan gerakan melingkari puncak gunung itu. Kemudian ia sengaja
menyentuh-nyentuhkan lidahnya mengelilingi kedua puting segar kemerahan itu bergantian, mula-mula
payudara kiri gadis itu dan lalu diulangi lagi aksinya itu di payudara kanannya.
Sambil sesekali menyentuh-nyentuhkan ujung lidahnya ke ujung puting kemerahan yang tegak menonjol di
atas dada membusung gadis putih berwajah oriental itu. Sementara gadis itu tanpa malu-malu lagi mulai
mendesah-desah pertanda ia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Parto sungguh puas sekali menyaksikan
reaksi gadis itu. Apalagi mengingat saat pertama kali ketemu, cewek ini sama sekali tak menggubrisnya
bahkan melihat pun tidak. Sungguh arogan sekali cewek ini. Namun kini ia puas bisa memberi pelajaran
kepada cewek arogan ini! Sementara Fey Chen saat itu betul-betul dibuatnya terangsang. Karena memang
payudaranya terutama putingnya adalah bagian yang amat sensitif.
Kedua tangannya memegang erat-erat kepala Parto, seolah tak ingin cowok itu menghentikan aksinya.
Saking terangsangnya sampai ia kini sudah tak peduli lagi bahwa Parto adalah kacung rendahan yang
sungguh amat tak pentas melakukan itu terhadap gadis elit seperti dirinya. Sementara Parto masih belum
puas memainkan “susu” Fey Chen ini. Kini lidahnya menjilat-jilat dan menggerak-gerakkan puting
kemerahan itu ke kiri…ke kanan…ke atas…ke bawah…ditekannya dengan ujung lidahnya ke dalam…dan
digigit-gigitnya dengan lembut dan ditarik-tariknya keatas dengan giginya yang tonggos.
Setelah puas dengan yang kanan, Parto berpindah ke yang kiri. Kini mulut Parto sedang asyik mengulum
payudara Fey Chen. Wajahnya yang berwarna sawo matang menempel di dada putih gadis cakep oriental itu,
karena ia sedang asyik mengenyot-ngenyot puting payudara gadis itu. Terdengar suara kecupan-kecupan
mulut Parto yang sedang asyik menikmati payudara ranum gadis belia itu.
Dan Fey Chen menjadi bertambah liar terutama semenjak cowok berkulit coklat itu menciumi dadanya yang
telanjang. Sementara cowok itu mengenyot-ngenyot payudaranya, kini ia malah mendekapkan kepala cowok
itu ke dadanya sambil kedua kakinya terbuka lebar-lebar. Seolah tak ingin cowok itu buru-buru
menghentikan aksinya yang seharusnya tergolong perbuatan amat sangat kurang ajar dari seorang kacung
terhadap putri majikannya. Namun apa mau dikata kalau ternyata putri majikannya kini malah membiarkan
hal itu bahkan menikmati saat dirinya “digerogoti” oleh Parto.
Setelah beberapa saat, dekapan Fey Chen mulai mengendur meskipun aksi Parto terhadap dirinya tak
berkurang dahsyatnya. Dan kini kedua tangan Fey Chen mulai bergerak meraba-raba punggung Parto. Bahkan
kedua tangannya dimasukkan ke dalam baju kaus Parto. Tangan yang putih mulus itu meraba-raba kulit
sawo matang tubuh Parto. Dan juga mulai menarik kaus Parto keatas sehingga bagian atas tubuh Parto
hampir seluruhnya terbuka. Parto sungguh tak menyangka kalau gadis kinyis-kinyis seperti Fey Chen bisa
menjadi seliar ini di atas ranjang. Sungguh hatinya tersenyum gembira karena keliaran gadis itu
diarahkan kepadanya.
Kini Parto menghentikan kenyotannya untuk memberi kesempatan gadis itu beraksi. Dan Fey Chen terus
melanjutkan aksinya. Dilepaskannya baju kaus Parto sehingga bisa dilihatnya dada bidang dan kekarnya.
Kemudian ia merebahkan kepalanya ke dada bidang cowok berkulit sawo matang itu. Tercium oleh Parto bau
harum gadis itu yang memancar dari tubuh dan rambutnya. Rambut panjang dan lebat Fey Chen menempel di
tubuhnya. Parto mengelus-ngelus kepala dan rambut gadis itu. Dan payudara putih Fey Chen menempel ke
tubuh Parto.Cerita Sex Mas Parto Nampak kontras perbedaan warna kulit keduanya. Namun mereka berdua nampak bagaikan sepasang kekasih
yang sedang memadu cinta. Sejenak mereka berdua berdiam menikmati saat-saat tenang itu. Setelah itu
Fey Chenlah yang memulai melakukan gerakan. Bibirnya yang indah itu kini mulai mengecupi dada kekar
Parto. Sampai kemudian giliran ia mengecup dan menjilati puting dada Parto. Nampak Parto juga
menikmati kecupan gadis feminin itu. Apalagi, seolah tak mau kalah dengan aksi gadis itu, kedua
tangannya kini mulai merengkuh dan meraba-raba serta meremas-remas payudara putih Fey Chen yang sejak
awal bertemu telah menjadi obsesinya.
Fey Chen menghentikan aksinya dan ia menjauhkan dirinya dari Parto. Namun, hanya supaya ia bisa
membuka kancing dan retsleting celana jins Parto! Dikeluarkannya celana jins belel itu dari tubuh
Parto. Nampak tonjolan penisnya yang besar di balik celana dalam warna biru tua. Sementara bulu
kemaluan dekat penis Parto nampak keluar di sekitar celana dalamnya. Rupanya Fey Chen tak terlalu
canggung dengan hal itu dan rupanya ia cukup cekatan di ranjang karena selama ini ia telah sering
melakukannya dengan Roger, cowoknya.
Terbukti bahwa kini tangan putih mulus itu menarik celana dalam biru tua itu ke bawah sampai akhirnya
diloloskannya dari tubuh Parto. Sehingga terlihatlah penis Parto yang hitam besar dan berurat.
Kepalanya yang tak disunat nampak cukup besar. Sementara Parto yang telah ditelanjangi gadis itu
sampai telanjang bulat tentu tak mau kalah. Ia pun juga menarik daster tidur putih Fey Chen turun ke
bawah sampai terlepas dari kakinya. Nampak kedua paha yang putih mulus dan celana dalam warna putih.
Ia tak tahan untuk tak meraba-raba paha putih di depan matanya itu. Sambil sesekali menyentuh-nyentuh
bagian paling rahasianya. Disadarinya bahwa celana dalam gadis itu telah agak basah.
Rupanya gadis itu sungguh terangsang hebat saat ia memain-mainkan payudaranya. Tanpa menunggu lama-
lama segera diloloskannya celana dalam putih itu dari tubuh Fey Chen. Sehingga kini kedua orang yang
berlainan jenis dan warna kulitnya berbeda kontras itu sama-sama telanjang bulat di atas ranjang putih
itu. Nampak penis Parto berdiri dengan super tegak menyaksikan tubuh putih mulus Fey Chen yang polos
tanpa selembar benang pun.
Sementara vagina Fey Chen yang berbulu rapi itu nampak agak basah. Seolah hati mereka telah saling
menyatu, pada saat bersamaan keduanya saling meraih “benda pusaka” milik lawan jenisnya. Tangan Parto
didekapkan di vagina Fey Chen. Ibu jarinya meraba-raba bulu rapi kemaluannya, sementara keempat jari
lainnya menggesek-gesek vaginanya, terutama jari tengahnya yang persis berada di liang vaginanya.
“Ooooh, oohhhhh, oohhhhhh,” desah Fey Chen.
Tangan Parto yang satunya segera meraba-raba tubuh putih halus Fey Chen terutama paha dan dadanya.
Fey Chen menggeliat-geliat sambil terus mendesah-desah.
“Ooohh, ohhhhh, ohhhhhh,” desahnya sambil tangannya asyik mengocok penis hitam Parto.
Telunjuk dan ibu jarinya yang mungil meraba-raba kepala dan leher penis Parto, membuat cowok itu
mengerang-ngerang karena nikmat. Apalagi menyadari bahwa yang melakukan itu adalah cewek yang super
cakep dan sexy.
Tentu Parto tak ingin “keluar” di tangan gadis itu. Untuk itu ia menjauhkan dirinya dari Fey Chen.
Kini dibukanya kedua kaki Fey Chen lebar-lebar. Nampak liang vaginanya yang masih tertutup rapat. Lalu
didekatkan kepalanya ke vagina cewek itu dan mulailah ia menjilat-jilat vagina yang kemerahan itu.
Kedua jarinya membuka liang vagina Fey Chen sampai ditemukannya klitoris gadis itu. Lalu dijilatinya
klitorisnya. Membuat Fey Chen jadi menggelinjang-gelinjang sambil berteriak mendesah-desah.
“Aaahhhhh, AAAHHHHH, AAAAHHHHHHH.”
Parto memang sengaja ingin supaya gadis itu “naik” hampir sampai ke puncaknya. Oleh karena itu ia
meneruskan jilatannya, apalagi ia sendiri juga menikmati menjilati vagina gadis yang bersih ini. Ia
ingin membuat gadis itu jadi “kuyup” sebelum akhirnya “dieksekusinya”. Vagina Fey Chen dibukanya
semakin lebar. Lidahnya dimasukkan ke daerah G-spot gadis itu. Dan, gadis itu semakin liar gerakan
tubuh dan desahannya.
Sementara itu vaginanya kini betul-betul jadi basah kuyup. Kini ia mulai menjilati lendir cinta yang
keluar dari vagina Fey Chen. Setelah beberapa saat membuat gadis itu betul-betul kuyup, kini tiba
saatnya menikmati hidangan utama tubuh gadis itu. Ditatapnya liang vagina Fey Chen yang kelihatan
jelas di tengah kedua kakinya yang mengangkang. Nampak vagina itu tertutup rapat kembali. Lalu
didekatkannya penisnya ke depan liang vagina Fey Chen sambil tubuhnya menindih di atas tubuh Fey Chen
yang tidur telentang di tengah-tengah ranjang.
Setelah menarik napas, lalu…..eggh…dipaksanya masuk ujung kepala penisnya ke dalam vagina sempit Fey
Chen. Meskipun terasa sempit sekali, namun pada akhirnya, bleessssh!… masuk juga penisnya ke dalam
vagina gadis itu. Dan,” OOOhhhhh,” Fey Chen secara spontan berteriak saat benda tumpul itu masuk
menembus ke dalam vaginanya. Kemudian Parto meneruskan mendorong tubuhnya sehingga penisnya amblas
masuk seluruhnya ke dalam vagina Fey Chen. Lalu…dikocoknya penisnya di dalam tubuh Fey Chen.
“AAAHH, AAHHHH, AAHHHHH….”
Fey Chen mendesah-desah sambil tubuhnya bergerak-gerak maju mundur saat dirinya disetubuhi oleh Parto.
Dua sejoli yang berbeda warna kulit itu nampak asyik menikmati saat itu. Parto semakin terangsang
untuk terus mengocok penisnya di dalam tubuh Fey Chen, menyerap seluruh sari madu gadis itu. Sementara
Fey Chen membiarkan dirinya “dibolongi” oleh Parto, cowok yang berbeda ras dan status sosialnya
sungguh jauh di bawah dirinya. Inilah hubungan seks interracial ala Indonesia, yang terjadi atas dasar
suka sama suka, mau sama mau, dan saling menikmati. Terbukti bahwa Fey Chen memejamkan matanya sambil
terus mendesah-desah menikmati tusukan-tusukan penis Parto yang menembus vaginanya. Apalagi saat Parto
melakukan itu sambil menindih tubuhnya dan mengecupi lehernya.
Setelah puas mencicipi gadis kelas 3 SMA ini dalam posisi konvensional, Parto ingin merasakannya dalam
posisi yang berbeda. Untuk itu ia mencabut penisnya dari vagina Fey Chen. Dilihatnya lipatan liang
vagina Fey Chen yang agak terbuka dibanding sebelumnya. Namun yang membuatnya sungguh terkejut namun
amat membanggakan hati adalah dilihatnya vagina gadis itu berdarah. Sampai darah itu membasahi seprei
putih di sekitarnya.
Artinya, gadis ini sebelumnya masih perawan! Dan ialah cowok pertama yang menikmati keperawanan gadis
Chinese yang cakep dan kinyis-kinyis ini!!! Sungguh hal ini diluar dugaannya. Pantas tadi begitu
seret. Rupanya selama ini Fey Chen telah sering melakukan petting dengan cowoknya. Namun hubungan
mereka itu tak sampai sejauh seperti yang dilakukannya barusan. Perasaan bangga yang menggelora itu
makin membuatnya bernafsu untuk mengobok-obok lebih banyak lagi.
Kini ia tidur telantang di atas ranjang. Sementara Fey Chen yang baru saja diperawaninya itu diarahkan
untuk duduk diatas tubuhnya. Tepatnya di atas penisnya yang mengacung ke atas. Rupanya gadis itu telah
mengerti kemauan Parto. Segera ia mendekatkan vaginanya ke atas penis Parto. Dan dengan berat
tubuhnya, bleeesss, tubuhnya turun ke bawah sampai bulu-bulu kemaluannya menempel di bulu kemaluan
Parto. Lalu ia menggerakkan tubuhnya naik turun sambil tangan Parto mulai beraksi.
Karena ia tak mau membiarkan payudara yang bergoyang-goyang naik turun itu “sia-sia”. Kedua tangannya
meremas-remasnya sambil jari-jarinya memainkan kedua putingnya. Rupanya posisi ini sungguh efektif
bagi cewek untuk bisa mengatur ritmenya supaya ia bisa orgasme. Hal ini terbukti karena Fey Chen
menggerakkan tubuhnya dengan ritme kadang cepat kadang lambat. Dan tak lama setelah itu tubuhnya
mengejang sambil ia mengerang di saat ia memainkan tubuhnya naik turun. Rupanya ia mencapai
orgasmenya.
Hati Parto sungguh puas saat menyaksikan ekspresi gadis cakep berwajah oriental itu saat orgasme
karena ditembus penisnya yang perkasa! Setelah orgasme, napas Fey Chen agak terengah-engah dan ia
menghentikan gerakan tubuhnya. Pertanda ia agak kecapean. Untuk itu Parto mengubah posisinya. Kali ini
dibiarkannya gadis itu yang tiduran di ranjang. Fey Chen tidur dengan posisi miringdengan kepalanya
ditaruh di atas tangannya (mirip seperti sebelumnya yang ada di foto). Cuma bedanya kini dirinya
telanjang bulat. Meski ia sedang tiduran, namun bukan berarti Parto membiarkannya untuk beristirahat.
Karena ia masih belum selesai, tentu ia ingin melanjutkan melampiaskan nafsu lelakinya itu terhadap
gadis ini. Kali ini ia akan melakukannya dengan membelakanginya. Diangkatnya satu kaki Fey Chen.
Sehingga kini mengangalah liang vagina cewek itu. Lalu dengan posisi tubuhnya yang juga miring di
belakang Fey Chen, didekatkannya penisnya di antara kedua kaki Fey Chen. Dan dimasukkannya penisnya ke
dalam vagina Fey Chen dan “dipompanya” dari belakang. Parto melakukan itu sambil menatap wajah cakep
Fey Chen yang jadi mendesah-desah lagi.
Tangannya ikutan main dengan meraba-raba sekujur tubuh bagian depan Fey Chen. Kali ini Fey Chen
merasakan sensasi kenikmatan yang berbeda dibanding posisi sebelumnya. Ia merasakan vaginanya yang
sempit diobok-obok oleh benda tumpul yang rasanya lebih besar dibanding sebelumnya. Hati Parto sungguh
puas menyaksikan gadis Chinese ini lagi-lagi mendesah-desah karena desakan-desakan penisnya.
Setelah puas menyetubuhi Fey Chen di posisi itu, kali ini Parto akan kembali mengganyang gadis itu
dengan posisi doggy style. Kali ini Fey Chen disuruhnya menungging ke depan. Dan sengaja ia
menyuruhnya menungging di depan kaca rias yang besar. Parto membelakangi Fey Chen, mengarahkan
penisnya yang menegang ke liang vaginanya. Dan, bluuusshh, dimasukkannya penis hitamnya ke dalam tubuh
putih mulus itu.
Lalu, shleeb, shleeeb, shleeebb…dengan gagah disodok-sodoknya vagina gadis itu dari belakang. Saking
kerasnya sampai-sampai seluruh tubuh Fey Chen ikut terdorong-dorong dan bergoyang-goyang dibuatnya.
Terutama payudaranya yang menggantung jadi ikut terguncang-guncang pula. Parto menyaksikan bayangan
mereka dari pantulan cermin.Kulit tubuh dirinya dan Fey Chen sungguh berbeda kontras sekali. Tubuhnya
sendiri kesannya gelap dan dekil. Tubuh Fey Chen putih mulus.
Namun kini tubuh keduanya menjadi satu. Penis Parto terus dengan perkasa memompa dan menggoyang Fey
Chen. Parto bisa menyaksikannya dari cermin, tubuh Fey Chen termasuk payudaranya terguncang-guncang
gara-gara perbuatannya itu. Kemudian Parto mencabut penisnya dari dalam tubuh Fey Chen. Dan kembali
dibaringkannya gadis itu. Namun kini kedua kakinya ditekuknya sambil dibuka lebar. Lalu ia memajukan
tubuhnya diantara kedua kaki gadis itu. Kembali ia mengarahkan penisnya ke depan vagina cewek itu.
Dan, lagi-lagi dihajarnya vagina Fey Chen dengan dentaman penisnya yang bertubi-tubi. Sampai-sampai
seluruh tubuh Fey Chen kembali terdorong-dorong. Parto semakin terangsang dan buas saat melihat
payudara Fey Chen bergerak berputar-putar karena sodokan-sodokan penisnya yang mengocok habis vagina
gadis itu. Cukup lama Parto menikmati vagina cewek itu dalam posisi itu.
Sambil diselingi variasi dimana ia menciumi bibir dan leher cewek itu dengan penuh nafsu. Atau juga
meremas-remas payudara yang bergoyang-goyang itu dan juga mengenyot-ngenyot dan menjilati payudaran
gadis itu. Sampai akhirnya Fey Chen tak tahan lagi. Dan sampailah ia meracau tak karuan dengan suara-
suara yang merintih-rintih pertanda ia sampai ke orgasme keduanya.
Parto sengaja membiarkan Fey Chen menikmati orgasmenya itu. Sementara penisnya masih berada di dalam
tubuh gadis itu. Setelah gadis itu mulai cooling down, ia mencabut penisnya yang masih menegang. Lalu
ia mendekatkannya ke wajah cakep Fey Chen dan disuruhnya gadis itu mengemut penisnya. Dengan patuh Fey
Chen menuruti permintaan cowok itu. Setelah terlebih dahulu ia mengikat rambut panjangnya yang kini
agak awut-awutan, lalu penis hitam tegak dan berlendir itu akhirnya masuk ke dalam mulutnya.
Dikulumnya penis itu lalu ia mengocoknya dengan mulutnya.
“Bleep..bleep…bleep…..”Cerita Sex Mas Parto Ia begitu patuh mengulum dan memaju-mundurkan mulutnya. Sementara itu di dalam mulut, lidahnya juga
ikut menari-nari di seluruh bagian leher dan kepala penis Parto. Kemudian Fey Chen mengeluarkan penis
itu dari mulutnya. Kini ia mengemut-ngemut buah zakar Parto. Tersengar suara kecupan-kecupannya.
“Cleep, cleep, cleeep….”
Dan lidahnya menjilati batang penis Parto mulai dari dasarnya di buah zakar sampai ke ujung kepalanya.
Lalu kembali lidahnya menari-nari di seluruh leher dan kepala penisnya. Sampai akhirnya Parto tak
dapat menahan lagi, dan….
crooootttt, crrrrrrrrrrrruttttttt, crruuuuooooottt, crooott, crooottt,…. akhirnya penis Parto akhirnya
menyemburkan sperma dengan volume begitu banyak secara tak beraturan. Ada yang kencang dan jauh
semprotannya, ada yang dekat, namun makin lama semprotannya semakin lemah dan sedikit. Sampai akhirnya
penis Parto tidak mengeluarkan cairan sperma lagi. Namun semburan “lava” sperma tadi sebagian besar
mendarat di wajah cakep Fey Chen. Sehingga kini wajahnya jadi belepotan. Di hidungnya menempel sperma
kental yang menyembur dengan kuat saat pertama kali.
Sementara itu di pipinya juga terdapat cipratan sperma disana-sini. Di bibirnya pun juga terdapat
cairan kental warna putih keruh. Alisnya pun juga tak luput dari semburan liar tadi. Bahkan di
rambutnya pun juga ada cairan putih kental yang mendarat kesana. Lalu Parto menyuruh gadis itu kembali
mengemut penisnya yang masih sedikit menegang. Dengan lidahnya, dibersihkannya penis itu dari sisa-
sisa lendir yang menempel. Setelah penisnya terkulai lemas, barulah ia mencabutnya dari dalam mulut
Fey Chen.
Penisnya menjadi licin bersih. Sungguh hatinya sangat puas sekali akhirnya ia berhasil menikmati tubuh
gadis cakep itu bahkan mendapatkan keperawanannya. Sementara Fey Chen kini nampak begitu amburadul.
Rambutnya yang tadi diikat telah dilepas oleh Parto saat gadis itu sedang mengulum penisnya. Rambutnya
itu nampak awut-awutan dan sperma Parto “mendarat” di dua tempat di rambutnya.
Wajah cakepnya yang kinyis-kinyis kini jadi basah belepotan karena semprotan sperma Parto tadi yang
kini telah agak mencair. Dan cairan itu sebagian turun ke bawah bagaikan anak-anak sungai membasahi
dagu, leher, dan payudaranya. Di leher dan dadanya, selain basah karena sperma disana sini, juga
nampak bekas-bekas cupang merah disana sini akibat kecupan-kecupan buas Parto tadi.
Sementara di vagina dan pangkal pahanya masih ada sisa-sisa darah yang telah mengering. Sesaat
kemudian, Parto tidur telentang dengan tenaga yang telah terkuras. Meskipun secara fisik kecapean,
namun hatinya puas sekali. Sementara tangannya mengelus-ngelus rambut panjang Fey Chen yang tertidur
lemas diatas dadanya. Ia bisa merasakan gerakan napas gadis itu karena dadanya menempel di tubuhnya.
“Aku mencintaimu sayang,” bisik Parto ke telinga Fey Chen.
“Aku juga mencintaimu sayang,” bisik Fey Chen tak kalah mesra sambil menatap Parto.
“Oleh karena itu aku rela menyerahkan segalanya kepadamu.”
“Benarkah Mas sungguh-sungguh mencintaiku?” tanya Fey Chen.
Parto menganggukkan kepalanya.
Dan Fey Chen tersenyum sambil merebahkan kembali kepalanya ke dada Parto.
Dan Parto kembali mengelus-ngelus rambutnya sambil senyum tersungging di bibirnya.
Parto memakai pakaiannya kembali sambil memandangi Fey Chen yang masih tiduran di ranjang. Dengan hati
puas ia menyaksikan tubuh mulus telanjang gadis cantik yang barusan dinikmatinya itu. Dan Fey Chen,
kontras dengan sikapnya di hari-hari sebelumnya yang sama sekali tak memandang Parto, kini ia tak
merasa risih dirinya yang masih telanjang bulat itu ditatap oleh Parto. Apalagi setelah apa yang
barusan terjadi. Dan kini cara bicara dan cara pandang Parto tentu tak lagi menunjukkan rasa hormat
seperti layaknya seorang pembantu pria terhadap nona majikannya.
“Wah ga nyangka, ternyata kamu hebat juga ya di ranjang. Aku benar-benar puas telah “menikmatimu”
sayang. Sekarang aku keluar dulu ya. Nanti kita “gituan” lagi. Hahahaha.”
Pada saat ia melangkah, kakinya tersandung sesuatu. Ternyata handphone tadi. Diambilnya benda itu dan
dilihatnya. Ternyata layarnya menyala, tanda ada telpon masuk. Dilemparnya benda itu ke ranjang dan
mendarat dekat Fey Chen,
”Nih, punya kamu.” Fey Chen mengambil handphone itu, ternyata lagi-lagi Roger menelponnya lagi.
“Halo.”
Terdengar suara cowok dari ujung sana, rupanya speaker phone-nya kepencet.
“Say, kok lu marah-marah mulu sih. Sampe gua telpon terus ga diangkat-angkat. Gua kaga tau apa salah
gua ke elu. Tapi kalo elu marah sama gua, apa pun alasannya, gua minta maaf deh. Gue sayang banget
sama elu. Tapi plisss, tolong jangan cuekin gua kayak gitu donk,” suara cowok itu terdengar memelas
sekali.
“Aaaahh, ngapain lu telpon gua lagi….kini semuanya sudah terlambat..” kata cewek itu lemah.
“Loh, apa maksud elu Chen?….Halo….Haloo….Halo….????”
Klik!
Parto tersenyum puas mendengar semua itu. Kemudian ia keluar dari kamar itu, meninggalkan Fey Chen
yang masih tiduran sambil termenung-menung.
“Bagaimana? Wah, tampangmu senyum-senyum gitu dan baru muncul sekarang, kayaknya sukses besar yah!”
bisik Mbok Minah.“Bener-bener gini nih,” kata Parto sambil mengangkat kedua jempolnya dan mengedipkan matanya,”
Pokoknya top markotop dah! Luar biasa!”
“Hah, jadi beneran kamu sudah berhasil meniduri Non Fey Chen?” serunya kagum dan gembira.
Hebat juga adiknya yang cuma cowok pengangguran dari desa bisa mencicipi anak gadis majikannya.
“Iya donk Mbak. Dan, waah, tubuhnya putih muluuuss. Susunya montok lagi. Pentilnya merah, Mbak.
Bener-bener asik pokoknya. Aku kenyot-kenyot abis deh susunya tadi.”
“Dan, puas banget rasanya waktu ngeliatin wajahnya yang kinyis-kinyis tadi sampe mendesah-desah ga
karuan waktu diesek-esek. Hehehe.”
“Tapi yang paling hebat nih, Mbak, ternyata dia itu masih perawan lho. Jadi akulah cowok pertama yang
memerawani Peicen.”
“Oh ya?”
“Iya Mbak. Kalo ga percaya, nanti lihat aja sendiri seprei ranjangnya. Pasti tahu deh. Non Peicen itu
memang cakep tapi sudah “bolong”. Sudah jadi barang bekas dia sekarang. Hahahahahahaaaaaa!”
“Hush. Jangan keras-keras tertawanya,” katan Mbok Minah sambil menoleh ke kiri kanan.
“Nanti terdengar orang lho. Dan namanya adalah Fey Chen, F-E-Y C-H-E-N, bukan “Peicen”. Gimana sih,
sudah meniduri orangnya tapi masih nggak bisa manggil namanya dengan benar.”
“Ah, terserahlah mau apa namanya. Itu ga penting. Yang penting bisa menikmati orangnya sambil
mendapatkan duitnya. HEHEHEHEHEEE.cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Cerita Sex Pasangan Sahabat
Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Pasangan Sahabat ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

Cerita Sex – Kenalin namaku Antok aku tinggal di kota Bandung kejadian ini terjadi kira kira 1 tahun kemarin dimana
tunangan temanku Bayu yang bernama Indi, sungguh tak menyangka aku bisa menikmati tubuh tunangan
temanku itu.Saat itu Bayu yang sibuk mengurusi bisnisnya diharuskan ke luar kota, kebetulan Bayu itu punya adik
yang bernama Deni dia juga teman maenku, waktu pas malam minggu kebetulan aku ada rencana keluar.Langsung saja aku tancap motorku dan saat di perjalanan handphonku berbunyi ternyata Deni ini mau
pinjam motorku untuk menjemput temannya yang menunggunya di alun alun , yaudah aku samperin dia
sebentar.Dia juga bilang nitip sebentar tunangan kakaknya, karena di rumah lagi tidak ada siapa-siapa. Aku
tidak bisa menolak, lagi pula aku ingin tahu tunangan temanku itu seperti bagaimana rupanya.Tidak lama kemudian Deni datang, karena rumahnya memang tidak begitu jauh dari rumahku dan langsung
menuju ke kamarku.“Hei Ntok..! Aku langsung pergi nih.. mana kuncinya..?” kata Deni.
“Tuh.., di atas meja belajar.” kataku, padahal dalam hati aku kesal juga bisa batal deh acaraku.
“Oh ya Ntok.., kenalin nih tunangan kakakku. Aku nitip sebentar ya, soalnya tadi di rumah nggak ada
siapa-siapa, jadinya aku ajak dulu kesini. Bentar kok Ntok.., ” kata Deni sambil tertawa kecil.“Antok.., ” kataku sambil menyodorkan tanganku.
“Indi.., ” katanya sambil tersenyum.
“Busyeett..! Senyumannya..!” kataku dalam hati.
Jantungku langsung berdebar-debar ketika berjabatan tangan dengannya. Bibirnya sensual sekali,
kulitnya putih, payudaranya lumayan besar, matanya, hidungnya, pokoknya, wahh..! Akibatnya pikiran
kotorku mulai keluar.“Heh..! Kok malah bengong Ntok..!” kata Deni sambil menepuk pundakku.
“Eh.. oh.. kenapa Den..?” kaget juga aku.
“Ntok, aku pergi dulu ya..! Ooh ya Ndi.., kalo si Antok macem-macem, teriak aja..!” ucap Deni sambil
langsung pergi. Indi hanya tersenyum saja.“Sialan lu Den..!” gerutuku dalam hati.
Cerita Sex Pasangan Sahabat Seperginya Deni, aku jadi seperti orang bingung saja, serba salah dan aku tidak tahu apa yang harus
kulakukan. Memang pada dasarnya aku ini sifatnya agak pemalu, tapi kupaksakan juga akhirnya.
“Mo minum apa Ndi..?” kataku melepas rasa maluku.“Apa aja deh Ntok. Asal jangan ngasih racun.” katanya sambil tersenyum.
“Bisa juga bercanda nih cewek, aku kasih obat perangsang baru tau..!” kataku dalam hati sambil pergi
untuk mengambil beberapa minuman kaleng di dalam kulkas.Akhirnya kami mengobrol tidak menentu, sampai dia menceritakan kalau dia lagi kesal sekali sama Bayu
tunangannya itu, pasalnya dia itu sama sekali tidak tahu kalau Bayu pergi keluar kota. Sudah jauh-jauh
datang ke Bandung, nyatanya orang yang dituju lagi pergi, padahal sebelumnya Bayu bilang bahwa dia
tidak akan kemana-mana.“Udah deh Ndi.., mungkin rencananya itu diluar dugaan.., jadi Kamu harus ngerti dong..!” kataku sok
bijaksana.“Kalo sekali sih nggak apa Ntok, tapi ini udah yang keberapa kalinya, Aku kadang suka curiga, jangan-
jangan Dia punya cewek lain..!” ucap Indi dengan nada kesal.“Heh.., jangan nuduh dulu Ndi, siapa tau dugaan Kamu salah, ” kataku.
“Tau ah.., jadi bingung Aku Ntok, udah deh, nggak usah ngomongin Dia lagi..!” potong Indi.
“Terus mau ngomong apa nih..?” kataku polos. Indi tersenyum mendengar ucapanku.
“Kamu udah punya pacar Ntok..?” tanya Indi.
“Eh, belom.. nggak laku Ndi.. mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sBayukit berbohong.
“Ah bohong Kamu Ntok..!” ucap Indi sambil mencubit lenganku.
Seerr..! Tiba- tiba aliran darahku seperti melaju dengan cepat, otomatis adikku berdiri perlahan-
lahan, aku jadi salah tingkah.Sepertinya si Indi melihat perubahan yang terjadi pada diriku, aku langsung pura-pura mau mengambil
minum lagi, karena memang minumanku sudah habis, tetapi dia langsung menarik tanganku.“Ada apa Ndi..? Minumannya sudah habis juga..?” kataku pura-pura bodoh.
“Ntok, Kamu mau nolongin Aku..?” ucap Indi seperti memelas.
“Iyaa.., ada apa Ndi..?” jawabku.
“Aku.., Aku.. pengen bercinta Ntok..?” pinta Indi.
“Hah..!” kaget juga aku mendengarnya, bagai petir di siang hari, bayangkan saja, baru juga satu jam
yang lalu kami berkenalan, tetapi dia sudah mengucapkan hal seperti itu kepadaku.“Ka.., Kamu..?” ujarku terbata-bata. Belum juga kusempat meneruskan kata- kataku, telunjuknya langsung
ditempelkan ke bibirku, kemudian dia membelai pipiku, kemudian dengan lembut dia juga mencium bibirku. Markas Judi Online DominoqqAku hanya bisa diam saja mendapat perlakuan seperti itu. Walaupun ini mungkin bukan yang pertama
kalinya bagiku, namun kalau yang seperti ini aku baru yang pertama kalinya merasakan dengan orang yang
baru kukenal.Begitu lembut dia mencium bibirku, kemudian dia berbisik kepadaku,
“Aku pengen bercinta sama Kamu, Ntok..!
Puasin Aku Ntok..!”
Lalu dia mulai mencium telinganku, kemudian leherku,
“Aahh..!” aku mendesah.
Mendapat perlakuan seperti itu, gejolakku akhirnya bangkit juga. Begitu lembut sekali dia mencium
sekitar leherku, kemudian dia kembali mencium bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku.
Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan.Cerita Sex Pasangan Sahabat Cukup lama juga kami berciuman, kemudian kulepaskan ciumannya, kemudian kujilat telinganya, dan
menelusuri lehernya yang putih bak pualam.Ia mendesah kenikmatan,
“Aahh Ntok..!”
Mendengar desahannya, aku semakin bernafsu, tanganku mulai menjalar ke belakang, ke dalam t- shirt-
nya. Kemudian kuarahkan menuju ke pengait BH-nya, dengan sekali sentakan, pengait itu terlepas.Kemudian aku mencium bibirnya lagi, kali ini ciumannya sudah mulai agak beringas, mungkin karena nafsu
yang sudah mencapai ubun- ubun, lidahku disedotnya sampai terasa sakit, tetapi sakitnya sakit nikmat.“Ntok.., buka dong bajunya..!” katanya manja.
“Bukain dong Ndi.., ” kataku.
Sambil menciumiku, Indi membuka satu persatu kancing kemeja, kemudian kaos dalamku, kemudian dia
lemparkan ke samping tempat tidur.Dia langsung mencium leherku, terus ke arah puting susuku. Aku hanya bisa mendesah karena nikmatnya,
“Akhh.., Ndi.”
Kemudian Indi mulai membuka sabukku dan celanaku dibukanya juga. Akhirnya tinggal celana dalam saja.
Dia tersenyum ketika melihat kepala kemaluanku off set alias menyembul ke atas.Indi melihat wajahku sebentar, kemudian dia cium kepala kemaluanku yang menyembul keluar itu.
Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku, kemudian dia lemparkan seenaknya.Dengan penuh nafsu dia mulai menjilati cairang bening yang keluar dari kemaluanku, rasanya nikmat
sekali.Setelah puas menjilati, kemudian dia mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya.
“Okhh.. nikmat sekali, ” kataku dalam hati,sepertinya kemaluanku terasa disedot-sedot. Indi sangat menikmatinya, sekali- sekali dia gigit
kemaluanku.“Auwww.., sakit dong Ndi..!” kataku sambil agak meringis.
Indi seperti tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan kepalanya.
Mendapat perlakuannya, akhirnya aku tidak kuat juga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya,
“Ndi, Aku mau keluar.. akhh..!”Indi cuek saja, dia malah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya, “Croott..
croott..!” Aku menyemburkan lahar panasku ke dalam mulut Indi.Dia menelan semua cairan spermaku, terasa agak ngilu juga tetapi nikmat. Setelah cairannya benar-benar
bersih, Indi kemudian berdiri, kemudian dia membuka semua pakaiannya sendiri, sampai akhirnya dia
telanjang bulat. Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku.“Puasin Aku Ntok..!” katanya sambil memeluk tubuhku, kemudian dia menuju tempat tidur.
Sampai disana dia tidur telentang. Aku lalu mendekatinya, kutindih tubuhnya yang elok, kuciumi
bibirnya, kemudian kujilati belakang telinga kirinya.Dia mendesah keenakan, “Aahh..!”
Cerita Sex Pasangan Sahabat Mendengar desahannya, aku tambah bernafsu, kemudian lidahku mulai menjalar ke payudaranya. Kujilati
putingnya yang sebelah kiri, sedangkan tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, sambil
kadang kupelintir putingnya.“Okkhh..! Antok sayang, terus Ntok..! Okhh..!” desahnya mulai tidak menentu.
Puas dengan bukit kembarnya, badanku kugeser, kemudian kujilati pusarnya, jilatanku makin turun ke
bawah. Kujilati sekitar pangkal pahanya, Indi mulai melenguh hebat, tangan kananku mulai mengelus
bukit kemaluannya, lalu kumasukkan, mencari sesuatu yang mungkin kata orang itu adalah klitoris.Indi semakin melenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang kehabisan air. Kemudian aku mulai
menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan sBayukit bibir kemaluannya, terlihat jelas sekali apa yang
namanya klitoris, dengan agak sBayukit menahan nafas, kusedot klitorisnya.“Aakkhh.. Ntok.., ” Indi menjerit agak keras, rupanya dia sudah orgasme, karena aku merasakan cairan
yang menyemprot hidungku, kaget juga aku. Mungkin ini pengalaman pertamaku menjilati kemaluan wanita,
karena sebelumnya aku tidak pernah.Aku masih saja menjilati dan menyedot klitorisnya.
“Ntok..! Masukin Ntok..! Masukin..!” pinta dia dengan wajah memerah menahan nafsu.
Aku yang dari tadi memang sudah menahan nafsu, lalu bangkit dan mengarahkan senjataku ke mulut
kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di sekitar bibir kemaluannya.“Udah dong Ntok..! Cepet masukin..!” katanya manja.
“Hmm.., rupanya ni cewek nggak sabaran banget.” kataku dalam hati.
Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, terlihat kemaluannya yang
menyembul. Pahanya kulebarkan sBayukit, kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang
merah merekah.Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku. “Bless..!” akhirnya kemaluanku terbenam di dalam liang kemaluan
Indri.“Aaakkhh Ntok..!” desah Indi.
Kaget juga dia karena sentakan kemaluanku yang langsung menerobos kemaluan Indi. Aku mulai mengerakkan
tubuhku, makin lama makin cepat, kadang- kadang sambil meremas- remas kedua bukit kembarnya. Kemudian
kubungkukkan badanku, lalu kuhisap puting susunya.“Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..!” erang Indi sambil tangannya memegang kedua pipiku.
Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- tiba tubuh Indi mengejang,“Aaakkhh.. Eriicckk..!” Ternyata Indi sudah mencapai puncaknya duluan.
“Aku udah keluar duluan Sayang..!” kata Indi.
“Aku masih lama Ndi.., ” kataku sambil masih menggenjot tubuhku.
Kemudian kuangkat tubuh Indi ke tengah tempat tidur, secara spontan, kaki Indi melingkar di
pinggangku. Aku menggenjot tubuhku, diikuti goyangan pantat Indi.“Aakkhh Ndi.., punya Kamu enak sekali.” kataku memuji, Indi hanya tersenyum saja.
Cerita Sex Pasangan Sahabat Aku juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya. Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat, kami
masih mengayuh bersama menuju puncak kenikmatan. Akhirnya aku tidak kuat juga menahan kenikmatan ini.“Aahh Ndi.., Aku hampir keluar.., ” kataku agak terbata-bata.
“Aku juga Ntok..! Kita keluarin sama- sama ya Sayang..!” kata Indi sambil menggoyang pantatnya yang
bahenol itu.Goyangan pantat Indi semakin liar. Aku pun tidak kalah sama halnya dengan Indi, frekuensi genjotanku
makin kupercepat, sampai pada akhirnya,“Aaakkhh.., Ericckk..!” jerit Indi sambil menancapkan kukunya ke pundakku.
“Aakhh, Indii.., Aku sayang Kamuu..!” erangku sambil mendekap tubuh Indi.
Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti pelari marathon.
“Kamu hebat sekali Ntok..!” puji Indi.“Kamu juga Ndi..!” pujiku juga setelah agak lama kami berpelukan.
Kemudian kami cepat-cepat memakai pakain kami kembali karena takut adik tunangannya Indi keburu
datang.cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,
-

Momo Aihara cewek gemuk ngntot diruangan sempit

-

Video Bokep Violet tukang pijit yang pantatnya bahenol

-

Foto Bugil pirang Sasha Rose terikat dalam lateks dan rantai sebelum mempermainkan anal

Duniabola99.com – sedang mencari foto ngentot yang terupdate setiap hari? temukan di Duniabola99 yang selalu update dan membagikan. Foto-foto ngentot pilihan terbaik duniabola99.
-

Asian Amateur Porn With Young Japanese Yuri Sakurai

-

Petite Babe Fucking Her Boyfriend’s Best Friend

-

Foto Bugil Pemijat Bella Rose menunjukkan vagina merah mudanya di atas meja pijat

Duniabola99.com – foto tukang pijat cantil tubuh mulus putih Bella Rose melepaskan pakaiannya diatas meja pijat dan ngangkang lebar memamerkan memeknya yang masih sempit dan memeknya yang berwara pink sangat menggoda.
-

Kisah Memek Selingkuh Dengan Pengantin Baru

Duniabola99.com – Perkenalkan nama saya Irwan, saya lelaki yang cukup dewasa karena saya telah berusia 26 tahun. Keadaan saya sekarang adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan plastik.
Disini saya akan menceritakan tentang kisah sexs saya dengan istri tetangga kamar kontrakan-kan saya. Kisah ini berawal dari sore itu, saya terbangun. Kulihat jam di dinding dikamarku menunjukkan pukul 16.00 WIB.Pada sore hari itu saya iseng-iseng untuk memanjat dinding tembok pembatas kamarku, dan kamar sampingku yang ditempati oleh pasangan pengantin baru, yaitu Mas Andy dan Mba’ Erna.
Saat itu saya Cuma bermaksud melihat aktivitas tetangga sebelahku melalui Fentilasi. Setelah saya lihat ternyata mereka sedang tiduran sambil mengobrol di atas ranjang.
Saat itu saya mengawasi terus kegiatan mereka, saat itu kulihat Mas Andy hanya memakai singlet, begitu juga Mba’ Erna yang hanya memakai baju dalam. Mentang-mentang mereka pengantin baru didalam kamar hanya memakai pakaian dalam saja.
Saat itu saya berharap kepada meraka agar mereka segera berhubungan sexs.hhe. tidak lama setelah itu, Mas Andy dan Mba’ Erna berbicara sambil berpelukan.
Karena posisiku saat itu lumayan jauh dan hanya melihat dari sela fetilasi, maka saya kurang bisa menangkap apa yang mereka bicarakan. Saat itu sesekali Mba’ Erna tertawa, dan Beberapakali pula saya amati Mas Andy meremas buah dada Mba’ Erna.
Setelah sekian lama saya menunggu, pada akhirnya yang saya harapkan terjadi juga. Tiba-tiba Mas Andy membuka celana pendeknya dan memegang tangan Mba’ Erna.
Lalu Mas Andy saat itu menyuruh Mba’ Erna memegang kejantanan Mas Andy. Mba’ Erna kelihatannya menurut dan memasukan tangannya ke dalam celana boxer Mas Andy, tetapi baru sebentar sudah ditariknya kembali, tampaknya Mba’ Erna menolak. Yahhhh, baru disuruh gitu aja nggak mau, apalagi kalau disuruh nyepongin, ucapku dalam hati kecewa.
Namun kekecewaanku terobati karena sejurus kemudian Mas Andy tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. Kini dia hanya berCD (celana dalam) dan bersinglet. Kemudian Mas Andy-pun memeluk Mba’ Erna. Saya tersenyum kegirangan, keinginanku untuk melihat keduanya bercinta tampaknya akan terpenuhi
Tidak lama kemudian, Mas Andy-pun melepas pelukannya dan Mba’ Mba’ Erna-pun mulai melepas celananya. Kini sama seperti suaminya, Mba’ Erna hanya bersinglet dan berCD (celana dalam). Kulihat pahanya, putih dan mulus sekali.Kemudian mendadak Mas Andy mengeluarkan kejantanannya dari CD (celana dalam)nya. Kecil sekali, dibandingkan puny saya, ucapku dalam hati melihat kejantanan Mas Andy.
Mas Andy-pun langsung menghimpit Mba’ Erna, tampaknya Mas Andy akan ber-penestrasi Mba’ Erna. Kulihat Mba’ Erna memelorotkan CD (celana dalam)-nya hanya sampai sebatas paha saja.
Sejurus kemudian saya melihat pelan Mas Andy memasukkan kejantanannya ke dalam lubang kewanitaan Mba’ Erna yang tertutup rambut kewanitaan.
Setelah kejantanan Mas Andy masuk keseluruhannya ke dalam liang senggama Mba’ Erna, Mas Andy langsung memeluk Mba’ Erna sambil menciumnya bertubu-tubi. Itu dilsayakan cukup lama.
Saya sedikit keheranan kenapa Mas Andy tidak melsayakan genjotan, tidak mendorong-dorong pinggulnya. Mas Andy hanya diam memeluk Mba’ Erna.
Payah nih, ini pasti karena Mas Andy nggak tahan bermain lama, nggak seperti saya ucapku dalam hati, tertawa, merasa unggul dari Mas Andy. Disinilah saya mulai melihat adanya kesempatanku untuk turut melsayakan tumpangsari pada Mba’ Erna.
Ditambah lagi, kejadian itu hanya berlangsung sangat singkat, sekitar 7 menit. Meskipun Mba’ Erna bisa mencapai klimaksnya, tetapi Mas Andy terlalu cepat.
Saya me-nangkap kekecewaan di muka Mba’ Erna, meski Mba’ Ernaberusaha tersenyum setelah permainan itu, tapi saya yakin ia tidak puas dengan permainan Mas Andy.
Dari hasil pengintaian saya kemarin, hal itu membuatku mengambil kesimpulan, ada kemungkinan saya bisa menyetubuhi Mba’ Erna dan merasakan nikmat tubuhnya, kalau perlu saya juga akan menanam benih di rahim Mba’ Erna, Itulah tekadku.
Dari kejadian itu saya-pun mulai menyusun rencana. Kebetulan Mas Andy itu belum bekerja, ada kesempatan bagiku untuk membuatnya berpisah cukup lama dari Mba’ Erna. Apalagi saya punya kenalan yang bekerja di perusahaan, namanya Idris. Siang ini saya menjumpai Idris di kantornya,
“ Hai Irwan, apa kabar ? ”, tanya Idris sambil menjabat tanganku.
“ Baik nih Dris”, jawabku sambil ter-senyum.
“ Oh iya, duduk dulu deh Wan, biar enak kita ngobrolnya ”, ucap Idris mempersilahkanku.
Setelah saya duduk di kursi kantornya yang empuk itu, saya mulai mengajukan permintaan,“ Dris, saya butuh bantuanmu ”, ucap saya.
“ Oh, itu semua bisa diatur, emang bantuan apa ni Wan ? ”, tanya Idris.
“ Aku butuh pekerjaan nih Dris”, ucapku.
“ Ouh kerjaan, itu gampang Wan, memangnya kamu ingin diposisi apa dan minta gaji berapa ??? ”, tanya Idris.
“ Bukan buwat aku maksudnya Wan, tapi ini untuk orang lain ”, terang saya.
“ Hmmm… memangnya untuk siapa ? ”, tanya Idris.
“ Untuk temanku, Mas Andy namanya Dris, kamu wawancarai, tempatkan di mana saja kamu suka, nggak perlu tinggi-tinggi betul jabatannya ”, terang saya.
“ Aneh… tapi jika itu maumu, yaa tidak apa-apa ”, jawabnya.
“ Yang penting kamu wawancarai dia cukup lama, dan kamu wawancarnya kalau bisa diulang sampai beberapa kali gitu Dris”, terangku pada Idris.
“ Oke deh Wan, kalau itu semua kemauan kamu ”, jawab Idris menuruti saya.
“ Tapi… nanti jadwal wawancara-nya saya yang tentuin ya Dris, hhe… Gimana, bisakan Dris ??? ”, pintaku lagi pada Idris.
“ Ah, kamu ini ada-ada aja deh Wan, yaudah deh terserah kamu aja deh Wan ”, ucap Idris mengiyakan kemauan saya.
Maka saat itu mulailah saya menyusun jadwal interview Mas Andy, mulai lusa, hari rabu sampai jumat dari jam 07.00 sampai 10.00 pagi. Idris menyetujuinya, kemudian saya permisi pulang. Dalam perjalanan pulang, hatiku sangat senang, sudah terbayang nikmatnya tubuh Mba’ Erna itu.
Sesampainya di kos-kosanku, saya langsung bertemu dengan Mas Andy di tempat cuci, tampak Mas Andy sedang menyuci bajunya.
“ Mas… saya ingin bicara sebentar ”, ucapku mulai membuka percakapan.
Saat itu Mas Andy-pun menoleh dan menghentikan pekerjaannya,
“ Ada apa Wan ??? ”, tanya Mas Andy.
“ Begini nih Mas, saya dengar Mas Andy mencari pekerjaan, kebetulan tadi saya ke tempat teman saya, dia perlu pegawai baru, dia-nya sih malas menaruh iklan di koran, soalnya dia hanya butuh satu orang ”, ucapku panjang lebar menjelaskan.
Saat itu saya sedikit berdebar-debar karena menunggu tanggapan Mas Andy. Setelah beberapa saat Mas Andy kulihat terdiam, merenung, lalu
“ Hmmm… saya pikir dulu, sebelumnya terima kasih ya Wan ”,ucap Mas Andy.
“ Ya Mas sama-sama… ”, ucapku dengan senyuman.
Saat itu dalam hatiku, saya berpikir habislah sudah kesempatanku, tapi setelah di dalam kamar, sekitar 1 jam kemudian saya yang tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. Saya lalu bangun, mengucek-ngucek mata saya, melihat dari jendela. Tampak Mas Andy berdiri menunggu. Saya-pun cepat-cepat membuka pintu.“ Wah… sedang tidur ya, kalau gitu nanti saja deh ”,ucap mas Mas Andy akan pergi lagi.
“ Enggak kog Mas, saya sudah bangun nih ”, ucapku berusaha mencegah Mas Andy pergi.
“ Gangguin tidur kamu nggak ? ”, tanya Mas Andy.
“ Ndak… masuk saja Mas ”, ucapku mempersilahkan.
Setelah kami berdua duduk di karpet kamarku, lalu…
“ Begini, ini soal lamaran kerja yang kamu bilang itu, tempatnya di mana sih ? ”, tanya Mas Andy.
“ Ooo…itu di Kaliurang km 10 nomor 17, nama perusahaannya PT. A, nggak jauh kok Mas ”, terangku.
“ Syaratnya apa aja ya Wan kira-kira ? ”, tanya Mas Andy.
“ Saya kurang tau juga tuh, Mas Andy pergi saja ke sana. temui teman saya, Idris, katakan Mas butuh pekerjaan ”, tahunya dari Irwan.
“ Wah…kok rasanya kurang enak ya, seperti nepotisme saja… ”, Mas Andy sepertinya keberatan.
“ Enggak… nggak… kog, perusahaan-nya besar, Mas ke sana juga belum tentu diterima, Mas tetap melalui tes dulu ”, ucapku meyakinkan Mas Andy.
“ Hmmm…baiklah, saya coba dulu deh Wan, jam berapa ya ke sana ? ”, ucap Mas Andy.
“ Sekitar jam kerja saja baiknya, jam 07.00 pagi saja Mas ”, ucapku menyarankan.
Mas Andy hanya mengangguk tersenyum, lalu permisi seraya tak lupa berterima kasih kepadsaya. Saya hanya tersenyum, berarti selangkah lagi keinginanku tercapai. Hari ini selasa, sesuai pre-diksiku, Mas Andy pagi-pagi sudah berangkat, dan sekitar jam 11.00 siang baru pulang. Saya menuju ke kamarnya, lalu mengetuk pintu,
“ Assalamualaikum ”, saya memberi salam.
Waalaikumussalam, terdengar jawaban Mas Andy dari dalam kamarnya. Lama baru pintu dibuka, dan Mas Andy mempersilahkanku untuk masuk. Kulihat di dalam kamarnya, istrinya tengah duduk di pinggir tempat tidur dengan me-makai jilbab putih, tersenyum padsaya. Mba’ Erna tampak cantik sekali.
“ Bagaimana Mas, tadi ? ”, tanya saya.
“ Oh… nanti saya disuruh ke sana lagi, besok untuk interview Wan ”, ucap mas Andy.
“ Alhamdulillah, saya doakan supaya keterima ya Mas ”, ucapku berbasa-basi.
“ Terima kasih ya Wan ”, ucapnya.
Setelah berbasa – basi cukup lama, sayapun permisi,
“ Eehh… nanti dulu, kamu khan belum minum ”,ucap Mas Andy berusaha mencegahku.
“ Ayo Mah buatkan air minumnya dong ”, perintah Mas Andy me-nyuruh istrinya.
Saya menolak dengan halus,
“ Ah nggak usah Mas, saya sebentar aja kog, soalnya saya ada urusan ”, ucapku berpura-pura.
“ Oh baiklah kalau begitu, sekali lagi terima kasih ya ”, ucap Mas Andy.Saya tersenyum mengangguk, kulihat Mba’ Erna tidak jadi membuat minuman. Sayapun pergi ke ka-marku, riang karena sebentar lagi adikku akan bersarang dan menemukan pasangannya.
Hari ini rabu, Mas Andy sudah berangkat dan meninggalkan Mba’ Erna sendirian dikamarnya. Rencana mulai kulaksanakan.
Saya membongkar beberapa koleksi kaset pornoku, memilih salah satunya yang saya anggap paling bagus, kaset porno dari Indonesia sendiri, lalu membungkusnya dengan kertas merah jambu. Kemudian sambil membawa bungkusan Kaset itu, saya menuju ke kamar tetanggsaya, mengetuk pintu,
“ Assalamualaikum, saya mem-beri salam. Lama baru terdengar jawaban,
“ Waalaikumsalam ”, sahut Mba’ Erna dari dalam kamar itu.
Tidak kama pintunya-pun terbuka, kulihat Mba’ Erna melongokkan kepalanya yang berjilbab itudari celah pintu,
“ Ada apa ya ? ”, tanya-nya.
“ Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa ucapku sambil menunjukkan bungkusan Kaset itu ”, ucapku.
“ Oh, baiklah ”, ucap Mba’ Erna sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu.
“ Eee…tunggu dulu Mba’, ini isinya Kaset, saya mau lihat apa bisa muter nggak di komputernya Mas Andy ”, ucapku mengarang alasan.
Sedikit keberatan kelihatannya, akhirnya Mba’ Erna mempersilahkanku untuk masuk, saya yakin dia juga kurang ngerti tentang komputer. Di dalam kamar, saya menghidupkan komputer dan mengoperasikan program dvd playernya, lalu kumasukkan kaset-ku itu dan kujalankan. Sesuai dugaanku Kaset itu berjalan bagus.
“ Mba’ pingin nonton ? ”, tanya saya sambil melihat Mba’ Erna yang sedari tadi duduk di belakang memperhatikanku.
“ Film apa sih ? ”, tanya Mba’ Erna kepada saya.
Pokoknya bagus deh Mba’ filnya ”, ucapku.
Kemudian memberikan pe-tunjuk bagi Mba’ Erna , bagaimana cara menghentikan player dan mematikan komputernya. Mba’ Erna hanya mengangguk, lalu kupermisi untuk pergi mumpung filmnya belum masuk ke bagian intinya. Pintu kamar tetangga saya itu-pun kembali ditutup, saya bergegas ke kamarku, mau mengintip apa yang dirasakan Mba’ Erna.
Setelah di kamarku. melalui Fentilasi kulihat Mba’ Erna menonton di depan komputer. Dia tampaknya kaget begitu melihat adegan porno langsung hadir di layar monitor komputer itu. Dengan cemas saya menantikan reaksinya. Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mba’ Erna masih tetap menonton. Saya senang berarti Mba’ Erna menyukainya.
Lalu terjadi sesuatu yang lebih dari saya harapkan, tangan Mba’ Erna saat itu mulai masuk ke dalam dalam roknya, dan bergerak-gerak di dalam rok itu.
“ Ssssss… Oughhhh… Aghhhhh… ”, desahnya mulai terdengar.
Suara Mba’ Erna mendesah-desah , tampaknya merasakan kenikmatan. Saya kaget, Wah, hebat ternyata ber-masturbasi ucapku dalam hati. Rasanya saat itu saya ingin segera masuk ke kamar Mba’ Erna, kemudian memeluk dan langsung menyetubuhinya. Saat itu masih hanya angan-angan, tapi saya sadar, ini perlu proses dan hal ini tidak semudah seperti yang saya katakan tadi.
Akhirnya saya memutuskan untuk tetap mengintip, dan berinisiatif mengukur kemampuanku. Saya pun mulai melsayakan onani dengan memain-mainkan kejantananku. Film di komputer itu terus berjalan, kira-kira hampir 1jam lamanya, pertanda film itu akan habis dan Mba’ Erna kulihat sudah empat kali klimaks, luar biasa.Dan ketika filmnya berakhir, Mba’ Erna ternyata masih me-neruskan masturbasinya hingga menggenapi klimaksnya menjadi lima kali.
“ Aghhhhhh… ”, Mba’ Erna terpekik pelan menandai klimaksnya.
Sesaat setelah klimaks Mba’ Erna yang kelima saya-pun ejakulasi.
“ Oughhhhh… ”, suara berat-ku mengiringi luapan air mani di tanganku.
Saya senang sekali, berarti saya lebih tangguh dari Mas Andy dan bisa memuaskan Mba’ Erna nantinya karena bisa klimaks dan ejakulasi bersamaan. Kemudian Mba’ Erna sesuai petunjukku, kulihat mengeluarkan Kasetnya dan mematikan komputer. Setelah siang hari, Mas Andy baru pulang. Sedikit berdebar-debar saya menunggu perkembangan di kamar tetangga saya itu.
Saya takut kalau-kalau Mba’ Erna ngomong macam- macam soal Kaset itu, bisa berabe saya. Tetapi kelihatannya tak terjadi apa-apa. Kembali saya mengintip lewat Fentilasi, apa yang terjadi di sebelah. Begitu saya mulai mengintip, saya kaget ! Karena kulihat Mba’ Erna dalam keadaan hampir bugil. Saat itu Mba’ Erna hanya memakai CD (celana dalam) dihimpit oleh Mas Andy.
Lalu mereka-pun mulai bersetubuh. Namun seperti yang dulu-dulu, permainan itu hanya berlangsung sebentar dan tampaknya Mba’ Erna kelihatan tidak menikmati dan tidak bisa mencapai klimaks. Bahkan saya melihat Mba’ Erna seringkali kesakitan ketika penetrasi atau ketika buah dadanya diremas. Bagaimanapun saya senang, langkah kedua saya berhasil.
Hal itu membuat Mba’ Erna tidak bisalagi mencapai klimaks dengan Mas Andy. Prediksiku, Mba’ Erna akan sangat tergantung pada Kaset itu untuk kepuasan klimaksnya, sedangkan cara menghidupkan Kaset itu hanya saya yang tahu, disinilah kesempatanku. Hari Kamis, pukul 09.00 pagi, saya bangun dari tidur, mempersiapkan segala sesuatunya.
Kebetulan saat itu hari cuti bersama diperusahaan saya, pas sekalikan para pembaca. Hari ini bisa jadi saat yang sangat bersejarah bagiku. Kemarin saya telah mengintip Mba’ Erna dan Mas Andy seharian, mereka kemarin ber-setubuh hanya 2 kali, itupun berlangsung sangat cepat, dan yang penting bagiku, Mba’ Erna tidak bisa klimaks.
Malam kemarin saya juga sudah bersiap-siap dengan minum segelas jamu kuat, yang bisa menambah kualitas spermsaya.Pada pagi hari itu, setelah saya mandi, saya berpakaian sebaik mungkin, parfum beraroma melati kuusapkan ke seluruh tubuhku, rambutku juga sudah disisir rapi. Lalu dengan langkah pasti saya melangkah ke tetangga sebelahku, Mba’ Erna yang sedang sendirian. Kembali saya mengetuk pintu kamarnya pelan,
“ Selamat pagi Mba’ ”, ucapku msembari mengetuk pintu Mba’ Erna.
“ Iya, siapa yah ”, suara lembut Mba’ Erna menyahut dari dalam kamar.
Mba’ Erna-pun membuka pintu, kali ini dia berdiri di depan pintunya, tidak seperti kemarin yang hanya melongokkan kepala dari celah pintu yang se’dikit terbuka. Saat itu dia memakai jilbab biru dengan motif renda, terlihat sangat manis sekali,
“ Oh kamu Wan, kenapa lagi Wan kamu kesini ??? ”, tanya Mba’ Erna.
“ Gini Mba’, saya kemarin lupa memberitahukan cara mengelurkan kaset yang kemarin Mba’ ”, ucapku sambil tersenyum.
Tiba-tiba raut muka Mba’ Erna menjadi sangat serius,dan berkata
“ Kamu bener-bener kurang ajar ya Wan, masa kamu muterin Kaset porno pada Mba’ ”, kata Mba’ Erna sedikit keras.
Saat itu saya terkaget, ternyata dia marah. Lalu saat itu juga saya cepat mengarang alasan,
“ Wah… maaf Mba’, kaset itu adalah hadiah dari teman saya Mba’, setahu saya isi kaset itu adalah film humor, maafin saya ya Mba’, kasetnya tertukar, yaudah saya ambil lagi ya Mba’ kasetnya, sekali lagi maafkan saya ya Mba’ ”, ucapku.
Saat itu Mba’ Erna tidak menjawab, lalu dia masuk ke dalam kamarnya. Saat itu dia tampak kecewa, saya senang berarti dia takut kehilangan Kaset itu. Lalu saya-pun masuk ke kamarnya melalui pintu yang sedari tadi terbuka. Mba’ Erna kaget, melihatku mengikuti langkahnya,
“ Eeeh… kamu kok ikut masuk juga ??? ”, ucap Mba’ Erna.
Saat itu sambil menutup pintu kamar Mba’ Erna, dengan tenang saya menjawab,
“ Ahhh… Mba’ jangan munafiklah, toh Mba’ juga menyukai kaset porno itu, saya lihat Mba’ sampai masturbasi segala ”, ucapku dengan tegas.
“ Kurang ajar kamu ya Wan, keluar nggak kamu !!! Kalau tidak saya akan berteriak ”, gertak Mba’ Erna.
“ Mba’ jangan marah dulu, coba Mba’ pikirkan lagi, sejak menonton Kaset itu, Mba’ tidak bisa lagi klimaks dengan Mas Andy khan ”, ucapku sembari merebut kaset itu dan mematahkannya. Seketika itu Mba’ Rika terkejut,
“ Ka… kamu… ”.
Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, saya memotongnya,
“ Saya bersedia memberikan kepuasan kepada Mba’ Erna, saya jamin Mba’ Erna bisa klimaks bila main dengan saya ”, rayuku.
“ Kurang ajar, Keluar kamu !!! ”, gertaknya lagi.
“ Oh tidak bisa, tidak segampang itu Mba’ mengusir saya, ayolah Mba’ Erna jangan marah !!! pikirkan dulu, saya satu-satunya kesempatan, bila Mba’ Erna tidak memakai saya, seumur-umur Mba’ Erna nggak akan pernah mencapai klimaks lagi ”, ucap saya terus menghasutnya.
Saat itu Mba’ Erna terdiam sebentar, saya senang dan berpikir dia mulai termakan rayuanku, namun,
“ sekali tidak ya tidak, kamu ngerti nggks sih ??? keluar kamu !!!! ucap Mba’ Erna membentak saya lagi.
Sebenarnya saat itu saya mulai takut dan gemetar, tapi saat itu sudah terlanjur basah, maka saya terus berusaha untuk merayu Erna dan berkata,“ Sebaiknya Mba’ pikirkan lagi, di sini cuma saya yang mengajukan diri memuaskan Mba’, saya satu-satunya kesempatan Mba’, kalau Mba’ tidak mengambil kesempatan ini, Mba’ akan menyesal seumur hidup… ”, ucapku sedikit tegas.
Lama kulihat Mba’ Erna terdiam, bahkan dia kini terduduk lemas di samping ranjangnya. Saya pura-pura mengalah,
“ Ya udahlah, jika Mba’ tidak mau, saya pergi saja, saya itu cuma kasihan ngelihat Mba’ ”, ucapku sambil beranjak pergi.
Tetapi kulihat Mba’ Erna hanya diam terduduk di ranjangnya, saya membatalkan niatku, pintu yang telah terbuka kini kututup lagi dan kukunci dari dalam. Perlahan saya mendekati Mba’ Erna, kulihat dia menangis,
“ Mba’, jangan menangis gitu dong, tidak ada maksud saya sedikitpun menyakiti Mba’, ucapku sambil mulai menyeka air matanya dengan tanganku.
Lalu pelan-pelan kupegang pundak Mba’ Erna dan kudorong pelan dia agar berbaring di ranjang. Ternyata Mba’ Erna hanya menurut saja, saya senang seklai saat itu, ternyata rayuanku berhasil meruntuhkan pendiriannya. Kemudian saya mulai membuka resleting celana panjangnya, saat itu dia tampaknya inign menolak, namun saat itu saya dengan santai menepis tangannya.
Saya-pun melanjutkan aksi saya dengan memasukkan tanganku ke dalam celana Mba’ Erna. Tanganku masuk kedalam CD (celana dalam)nya, lalu langsung jariku menuju ke tengah lubang birahinya. Saya sudah terburu nafsu, mencucuk-cucukkan jemariku ke dalam lubangitu berkali-kali.
“ Aghhhhh… Ssss… Aghhhhhhh ”,desahan Mba’ Erna mengiringi setiap aksi jemariku.
Saya ingin membuatnya terang-sang dan mencapai klimaks. Lalu dengan cepat kutarik celana pan-jang dan kolornya, sehingga terlihatlah pahanya yang putih dan mulus, saya langsung mencium paha mulus itu bertubi-tubi, menjilat paha putih Mba’ Erna dengan merata. Saya pun mengincar klitoris Mba’ Erna yang tersembul ke luar dari bagian atas liang senggama-nya.Tanpa buang waktu saya langsung mengkulum klitoris itu di dalam mulutku,
“ Eummm… sruppp… eummmm… sruppp… sruppp ”, suara lidahku menari-nari di di klitoris-nya, ssembari sesekali kugigit pelan-pelan klitoris Mba’ Erna.
“ Aghhhh… Oughhhhh… Sssssss… Wan… Aghhhhhh ”, desah Mba’ Erna mulai terdengar.
Saat itu tanganku semakin kupercepat menusuk liang senggama Mba’ Erna dan lidahku makin menggila menari-nari di atas klitorisnya itu. Perlahan kubimbing Mba’ Erna mencapai puncaknya, hingga akhirnya…
“ Oughhhhhhhhhhhhhhh…. ”, terdengar pekikan pelan Mba’ Erna mengiringi klimaksnya.
Pada saat itu saya melihat jemari tanganku sudah basah, hal itu bukan karena liurku melainkan karena lendir kawin Mba’ Erna yang telah basah. Saya mencium kewanitaan itu, tercium bau khas cairan kewanitaan wanita yang klimaks.
Saya tersenyum, hatiku senang karena bisa membawa Mba’ Erna mencapai klimaksnya. Tetapi saya tidak berhenti sampai di situ saja.
Setelah memelankan permainan jariku di liang senggama-nya, kini permainan jari saya-pun kembali kupercepat. Terdengar desahan Mba’ Erna ,
“ Aghhhh… Oughhhh… yeaah… ”, Mba’ Erna mulai meracau.
Sementara tangan kiriku beroperasi di kewanitaan Mba’ Erna, tangan kananku mulai meremas blus Mba’ Erna, dengan cepat tangan kananku merobek blus itu dan menarik kutangnya hingga menyembullah buah dada Mba’ Erna yang indah membukit.Kemudian saya menghisap kedua puting itu sambil tangan kananku meremas buah dada Mba’ Erna bergantian,
“ Slurrpp… slrrrrpp… .slluuurpp ”, suara hisapan saya pada puting Mba’ Erna.
Dan sat itu-pun desahan Mba’ Erna mulai terdengar di telinga saya,
“ Ughhhh… Aghhhh… terus… Wan… terusin… Sssss… ”, ucapnya.
Saat itu dengan tangan kiriku tetap beraksi di kewanitaan Mba’ Erna. Kini mulutku mulai merangkak maju menuju bibir Mba’ Erna yang mendesah-desah, begitu wajah kami bertatapan, kulumat bibir mungil itu dalam-dalam, Mba’ Erna sedikit kaget,
“ Oughhhh… eummm… slurpppp ”,
Saat itu Mba’ Erna tidak bisa lagi bersuara, karena bibirnya telah kulumat, dan lidahnya kini-pun bertemu dengan lidahku yang mulai menari-nari didalam mulutnya. Saat itu saya memang berusaha membimbing Mba’ Erna agar klimaks untuk kedua kalinya. Agar di saat klimaksnya itu saya bisa memasukan kejantananku, mempenetrasi kewanitaannya.
Karena saya sadar penetrasi itu akan sangat sakit karena ukuran kejantananku lebih besar dari punya Mas Andy yang biasa masuk. Sambil mencium dan merang-sang liang senggama Mba’ Erna, tangan kananku mulai melepas celana panjangku dan boxer, lalu melemparkannya ke lantai. Tangan kananku mengelus – elus Torpedoku yang terasa mulai mengeras.Setelah sekian lama, pada akhirnya Mba’ Erna mencapai klimaksnya untuk yang kedua kali,
“ Oughhhhh… Ssssssssssssssss…. Enak Wan … Aghhhhhhh ”, desah Mba’ Erna.
Mba’ Erna mengerang, tetapi belum selesai erangannya, saya langsung menusukkan kejantananku pelan-pelan ke dalam kewanitaannya.
“ Ughhhh… Ssss… Aghhhhh…”, suara Mba’ Rika terpekik.
Saat itu diiringi dengan atanya sayup-sayup menatap syahdu ke arahku, saya tersenyum.Saya pun mengambil posisi duduk dan mengangkangkan kedua paha Mba’ Erna dengan kedua tanganku, lalu kulsayakan penetrasi Torpedoku pelan-pelan lama kelamaan menjadi semakin cepat.
“ Clepppp… Slerppp… Pyekkk… Pyekkk… Pyekkk… ”, suara kewanitaan yang mulai basah karena kejantananku mulai terdengar.
Lalu Mba’ Erna pun berkata,
“ Oughhhhh… yeaaah… terus Rom, Oughhh… Sssss… Aghhhh… ”, racau Mba’ Erna mulai tidak terkendali.
Saat itu sayapun semakin mempercepat genjotan, kini kedua kakinya saya sandarkan di pundakku, dengan posisi pinggul Mba’ Erna sedikit kuangkat lalu saya-pun terus mendorong pinggulku berulang-ulang. Sementara dengan sekali sentakan kulepaskan jilbabnya, tampaklah rambut hitam sebahu milik Mba’ Erna yang indah, sambil menggenjot saya membelai rambut hitam itu.
“ Oughhhh… Oughhhhh… Ssss… aghhhh… ”, desah kami saling beriringan.
Suara desahanku dan Mba’ Erna terus terdengar bergantian seperti irama musik alam yang indah. Setelah lama, saya mengubah posisi Mba’ Erna, badannya kutarik sehingga kini diaada di pangkuanku dan kami duduk berhadap-hadapan, sementara kejantananku dan kewanitaannya masih menyatu. Tanganku memegang pinggul Mba’ Erna, membantunya badannya untuk naik turun.Kepala saya kini dihadapkan pada dua buah dada montok yang segar dan berayun-ayun akibat gerakan kami berdua. Saat itu saya-pun langsung membenamkan kepala saya ke dalam kedua buah dada itu, menjilatnya dan menciumnya be-gantian.Tak kusangka genjotanku membuahkan hasil, tak lama… .
“ Ughhhh… Ssss… Oughhhhh… ”, desah Mba’’ Erna.
Desahan panjang Mba’ Erna itu pertanda bahwa Mba’ Erna telah klimaks, saat itu kepalanya mendongak menatap langit-langit kamarnya saat. Saya senang sekali, kemudian kupelankan genjotanku dan akhirya kuhentikan sesaat.
Lama kami saling bertatap-tatapan, saya lalu mencium mesra bibir Mba’ Erna dan Mba’ Erna juga menyambut ciumanku. Saat itu kami-pun saling berciuman dengan mesra, sungguh nikmatnya. Tidak lama saya-pun menghentikan ciumanku, saya kaget, Mba’ Erna ternyata menangis, lalu aku bertanya,
“ Kenapa Mba’ Erna ? saya menyakiti Mba’ ya ??? ”, tanya saya lembut penuh sesal.
Dengan masih terisak karena menangis, Mba’ Erna menjawab,
“ Nggak kog Wan, kamu justru telah membuat Mba’ bahagia, sebelumnya Mba’ belum pernah merasakan kebahagian seperti bersama suami Mba’”, ucapnya.
Kami berdua tersenyum, ke-mudian pelan saya baringkan Mba’ Erna. Perlahan saya mengencangkan penetrasiku kembali.Sambil meremas kedua payu-daranya, saya membolak-balikkan badan Mba’ Erna ke kiri dan ke kanan. Kami berdua mendesah bergantian,
“ Aghhhh… Aghhhh… Aghhhh… ”, desahku.
“ Oughhhh… Oughhhhh… Ssss… aghhhh… ”, desah Mba’ Erna.
Sampai pada akhirnya saya mulai merasakan urat-uratku menegang dan cairan kejantananku seperti berada di ujung, siap untuk meledak.Saya ingin melsayakannya ber-sama dengan Mba’ Erna. Untuk itu saya memeluk Mba’ Erna, menciumi bibirnya dan membelai rambutnya pelan.
Usahsaya berhasil karena perlahan Mba’ Erna kembali terang-sang, bahkan terlalu cepat. Dalam pelukanku kubisikkan ke telinga Mba’ Erna,
“ Ughhhh…Tahan… tahan… Mba’, kita keluarkan bersama-sama ya Mba’, Ssss… Aghhhhh… ”, ucap saya menahan Mba’ Erna.“ Oughhhh…Ssss… saya udah tidak tahan lagi Rom… Oughhhh…”, ucap Mba’ Erna, sembari mendesah.
Saat itu saya melihat matanya terpejam kuat menahan klimaksnya.
“ Pelan – pelan saja Mba’, kita lsayakan serentak ”, ucapku berbisik sembari kupelankan ayunan torpedoku.
Pada Akhirnya yang kuinginkan terjadi, urat-urat syarafku menegang, kejantananku makin mengeras. Lalu sekuat tenaga saya mendorong pinggulku berulang-ulang dengan cepat.
“ Ouhhhh… Ssss… Aghhh… ”, Desah Mba’ Erna.
Kepalanya tersentak-sentak karena dorongan kejantananku,
“ Lepaskan… lepaskan… Mba’, sekarang !!! suarsaya mengiringi desahan Mba’ Erna.
Sketika itu Mba’ Erna-pun menuruti saranku, diapun akhirnya melepaskan klimaksnya,
“ Ouhhhhhhhhhh… Ssss… Aghhhhh… … ”, desah Mba’ Erna.
suara berat menandakan ejakulasiku, mengiringi klimaks Mba’ Erna. Saat itu saya-pun memeluk erat ketika dia mendapatkan ejakulasi-nya. Setelah permainan sexs itu, masih dalam keadaan bugil saya terkapar di samping Mba’ Erna yang juga telanjang. Mba’ Erna memelukku dan mencium pipiku berkali-kali sembari membisikkan sesuatu ke telingsaya.
“ Makasih ya Wan, saya puas sekali dengan permainan sexsmu… ”, bisik Mba’ Erna puas kepada saya.
Saat itu Mba’ Erna saya lihat senang, kemudian dia memeluk tubuhku dengan erat, sembari menyandarkan kepalanya di atas dadsaya. Dalam hatiku saya merasakan senang, gembira, tapi juga sedih.Saya sedih dan menyesal melsayakan ini dengan Mba’ Erna, saya takut dia tidak akan pernah lagi mencapai klimaks selain dengan diriku, ini berarti saya menyengsarakan Mba’ Erna.
-

Chubby amateur girlfriend sucks and fucks at home

-

Video bokep jepang Rion Ichijo Harua Narimiya memek becek

-

Foto Ngentot pelajar Tapheael dikamarnya yang lagi kosong

Duniabola99.com – foto cewek dengna seragan sekolah ngentot dengan abang tiritnya dirumah yang lagi kosong dan kontol besarnya menghantam dengan keras ke meemeknya yang berwarna pink dan masih sempit hingga merem melek.
-

Kisah Memek Di Ajari Ngentot Tante Yosi

Duniabola99.com – Cerita ini adalah sebuah pengalaman saya yang terjadi sekitar 1 tahun yang lalu. Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan bersama Tante Yossie. Umur saya sekarang adalah 23 tahun, saya (Donnie) baru saja menyelesaikan kuliah saya di sebuah perguruan swasta yang terkenal di Jakarta.
Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya mempunyai teman bermain yang cukup akrab, namanya Jessy. Dia adalah teman dekat saya sejak perkenalan pertama kali ketika masih duduk di bangku SMP. Karena hubungan kami sangat dekat, maka saya sering bermain ke rumahnya di kawasan Menteng.
Hampir tiap minggu pasti saya bermain ke rumahnya, entah untuk mengajaknya pergi atau hanya bermain di rumahnya saja. Karena hubungan kami yang dekat, maka hubungan saya dengan keluarganya cukup dekat pula. Apalagi dengan Tante Yossie, yang tidak lain adalah ibu kandung Jessy. Perlu anda ketahui, Tante Yossie menikah di umur yang sangat muda dengan Om Anwar. Tante Yossie melahirkan Jessy ketika masih berumur 18 tahun. Selain Jessy, Tante Yossie juga mempunyai anak lagi yaitu George yang baru berumur 2 tahun saat itu. Memang perbedaan umurnya dengan Jessy sangat jauh, apakah mungkin Tante Yossie memang ingin mempunyai anak lagi ataukah..? Setiap hari Tante Yossie hanya di rumah saja, sedangkan Om Anwar-nya adalah seorang karyawan perusahaan asing yang cukup sukses. Pada akhirnya ketika baru menginjak SMA tahun ke-2 hubungan saya dan Jessy serta dengan keluarganya putus, ketika ternyata mereka sekeluarga harus pindah ke Jerman untuk mengikuti Om Anwar yang mendapat pekerjaan di Jerman.
Namun kira–kira setahun yang lalu saya mendapat berita bahwa Jessy sedang liburan ke Jakarta. Tentu saja saya senang sekali karena bisa bertemu teman lama saya. Ketika sudah berada di Jakarta, Jessy menelepon saya dan dia menyuruh saya datang ke apartmentnya di kawasan Kuningan. Dan akhirnya saya pun datang bertemu dengan dia di apartmentnya. Ketika datang saya sangat kaget, karena ternyata Tante Yossie sudah tinggal kembali di Jakarta. Tante Yossie ternyata tidak terlalu betah dengan suasana di Jerman, kira–kira setelah 1 tahun di Jerman dia memutuskan bersama George untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan Om Anwar dan Jessy tetap tinggal di sana. George sekarang sudah sekolah pada sebuah SD swasta terkenal di kawasan Lippo Karawaci.
Ketika bertemu dengan Jessy maupun dengan anggota keluarganya yang lain, saya sangat senang sekali, karena sudah lama sekali saya tidak berjumpa dengan mereka semua. Namun setelah kira–kira 2 minggu berada di Jakarta untuk liburan, akhirnya Jessy harus kembali ke Jerman untuk meneruskan studinya. Namun setelah 1 minggu Jessy balik ke Jerman, tiba–tiba saya mendapat telepon dari nomor HP yang biasa dipakai Jessy ketika dia berada di Jakarta, dan ternyata setelah saya ingat nomor tersebut adalah nomor HP Tante Yossie.
“Don.. Tante nih, kamu lagi dimana?” tanya si Tante. Situs Judi Online
“Saya baru saja habis makan siang tuh sama teman saya Tante, ada apa memangnya?” tanyaku kembali.
“Gini.. ada yang aneh sama TV di rumah Tante, kamu bisa tolong kemari tidak?” tanyanya.
“Yah.. bisa deh Tante, cuman kira-kira 2 jam lagi deh yah,” jawab saya.Akhirnya saya datang juga ke apartmentnya untuk membantunya. Setelah sampai di apartmentnya alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Yossie memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi bagiku, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Yossie masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira–kira 36B. Ketika saya mengecek TV-nya ternyata memang ada yang rusak. Waktu saya sedang berusaha mengeceknya tiba–tiba Tante Yossie menempel di belakang saya. Mula–mula saya tidak menaruh curiga sama sekali mungkin karena dia ingin tahu bagian mana yang rusak, namun lama–lama saya merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung saya, yaitu payudaranya yang montok. Setelah TV berhasil saya benarkan, kami berdua akhirnya duduk di ruang keluarganya sambil menonton acara TV dan berbicara tentang kabar saya.
“Don, kamu masih seperti yang dulu saja yah?” tanya Tante Yossie.
“Agh.. Tante bisa aja deh, emang nggak ada bedanya sama sekali apa?” jawabku.
“Iyah tuh.. masih seperti yang dulu saja, cuman sekarang pastinya sudah dewasa dong..” tanyanya.
Lalu belum saya menjawab pertanyaannya yang satu itu, tiba–tiba tangan Tante Yossie sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.
“Don.. mau kan tolongin Tante?” tanya si Tante dengan manja.
“Loh.. tolongin apalagi nih Tante?” jawabku.
“Tolong memuaskan Tante, Tante kesepian nih..” jawab si Tante.
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Yossie yang memiliki rambut sebahu dengan warna rambut yang highlight, saya benar–benar tidak membayangkan kalau ibu teman dekatku sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Yossie ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.
“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong?” tanyaku sambil bercanda.
“Yah.. kamu pikir sendiri dong, kan kamu sudah dewasa kan..” jawabnya.Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulailah memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas–remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Yossie juga tidak mau kalah, ia langsung meremas–remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini, apalagi setelah kepulangannya dari Jerman. Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu seperti di atas, Tante Yossie menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya dia langsung melucuti semua baju saya, pertama–tama dia melepas kemeja saya kancing perkancing sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya. “Wah.. Don, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda. “Masa sih Tante.. perasaan biasa–biasa saja deh,” jawabku. Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Yossie yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.
Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba–tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas–remas, sementara itu Tante Yossie terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit–gigit putingnya yang sudah mengeras.
“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Don..” desahnya.
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah?” kataku.
Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitorisnya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu–bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat–jilat kemaluan si Tante dengan pelan–pelan. “Ogh.. Don, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah. “Wah.. natural tuh Tante, padahal saya belum pernah sampai sejauh ini loh..” jawabku. Tak terasa, tahu–tahu rambutku dijambaknya dan tiba–tiba tubuh tante mengejang dan aku merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, cuma berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apapun tentunya sudah tidak menjadi masalah.Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar–benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Yossie sekarang meminta saya untuk memasukan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.
“Don.. ayoo dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih,” minta si Tante.
“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..” tanyaku.
“Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang–tenang aja deh,” sambil berusaha meyakinkanku.
Benar–benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya. Walaupun sakitnya juga lumayan. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan, karena masih terasa sakit. “Ahh.. dorong terus dong Don..” minta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali. Mendengar desahannya saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat walaupun rasa sakit juga terasa. Akhirnya saya mulai terbiasa dan mulai mendorong dengan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas–remas payudaranya, sampai tiba–tiba tubuh Tante Yossie mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya. Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar–benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, dan tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.
“Oh.. oh.. nikmat sekali Donniie..!” teriak si Tante.
“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..” kata saya.
“Sabar yah Don.. tunggu sebentar lagi dong, Tante juga udah mau keluar lagi nih..” jawab si Tante.
Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante. “Arghh..!” teriak si Tante Yossie. Tante Yossie kemudian mencakar pundak saya sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot–otot kemaluannya benar–benar meremas batang kemaluanku. Setelah itu kami berdua letih dan langsung tidur saja di atas ranjangnya. Tanpa disadari setelah 3 jam tertidur, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke dapur. Ketika di dapur saya melihat Tante Yossie dalam keadaan telanjang, mungkin dia sudah biasa seperti itu. Entah kenapa, tiba–tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata–kata, saya langsung memeluk Tante Yossie dari belakang, dan mulai lagi meremas–remas payudaranya dan pantatnya yang bahenol serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.
“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya?” kataya sambil tertawa kecil.
“Agh Tante bisa aja deh,” jawabku sambil menciumi bibirnya kembali.
Saking nafsunya, saya mengajak untuk sekali lagi bersenggama dengan si Tante, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Yossie kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di dapurnya. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya doggie style.”Um.. dorong lebih keras lagi dong Don..” desahnya. Semakin nafsu saja aku mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokanku kepada si Tante, sementara itu tanganku menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.
“Don.. mandi yuk?” mintanya.
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah?” jawab saya.Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya mendudukkan Tante Yossie di atas wastafel, dan kemudian saya kembali menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.
“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Don.. agghh..” desahnya.
“Don.. kamu sering–sering ke sini dong..” katanya dengan nafas memburu.
“Tante, kalo tahu ada service begini mah saya tiap hari kalau bisa juga mau,” jawabku sambil tersenyum.
Setelah puas menjilatinya, saya memasukkan batang kemaluan saya kembali ke lubang kemaluan Tante Yossie. Kali ini, dorongan saya sudah semakin kuat, karena rasa sakit saya sudah mulai berkurang ataukah saya sudah mulai terbiasa yah? Bosan dengan gaya tersebut, saya duduk di atas kloset dan Tante Yossie saya dudukkan di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini saya sudah mulai tidak terlalu merasakan sakit sama sekali, namun rasa nikmat lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat akhirnya saya “KO” kembali, saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Yossie kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.
Setelah selesai mandi, Tante Yossie memasakkan makan malam untuk kami berdua, dan setelah itu saya pamitan untuk balik ke rumah. Setelah kajadian itu saya baru tahu bahwa kesepian seorang Tante dapat membawa nikmat juga kadang–kadang. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan bersetubuhan. Kami biasanya melakukan di apartmetnya di kala anaknya George sedang sekolah atau les. Dan sering juga Tante mem-booking hotel berbintang dan kami bertemu di kamar.
-

Kisah Memek Hutang Kereta Bayar Badan

Duniabola99.com – Pulang dari hospital petang itu Norida melihat ada sebuah kereta Honda Civic warna hitam berada di hadapan rumahnya. Kelihatan dua orang lelaki berada di dalam kereta tersebut. Hatinya berdebar-debar, bimbang sesuatu yang tidak baik akan berlaku kepadanya. Dalam hati dia berdoa agar benda-benda seperti itu terhindar dari dirinya. Bandar Colok
Norida berhenti di depan pintu pagar rumahnya dan turun membuka pintu yang berkunci.Selepas pintu pagar terbuka luas dia kembali masuk ke dalam kereta dan memandu masuk ke porch rumahnya.Selepas handbrake ditarik dan enjin dimatikan,Norida membuka pintu untuk keluar.Sebaik saja pintu terbuka dan Norida melangkah keluar dia terkaku bila dua orang lelaki yang berada dalam Honda Civic telah berada disebelah keretanya.Kereta Perodua MYVI SE warna putih miliknya itu telah dibelinya enam bulan yang lalu.
“Ini kereta puan?” Lelaki muda keturunan india itu bertanya sopan kepada Norida
“Ya! Ada apa-apa yang tak kena?”Norida menjawab sambil bertanya kembali
“Kami diarahkan untuk menarik kereta puan.Telah tiga bulan puan tak membayar ansuran”Lelaki india itu masih bersuara“Tak mungkin.rasanya bulan lepas suami saya bayar”
Norida berasa hairan.kelmarin dia baru terima SMS dari suaminya mengatakan semua hutang telah dijelaskan.Kenapa benda seperti ini masih berlaku.Mungkin ada kesilapan dari syarikat kewangan tempat dia membuat pinjaman.
“mengikut rekod syarikat kami puan tak bayar tiga bulan”.Lelaki india itu menunjukkan kertas penyata bayaran yang dikeluarkan oleh syarikat kewangan tersebut.Norida membelek kertas tersebut.Angka-angka yang tertulis di kertas tersebut nampaknya seperti betul.Kalau begitu telah tiga bulan dia ditipu oleh suaminya. Norida sedar dia memang bermasalah dengan suaminya sejak suaminya sedang angau dengan seorang aris muda.Suaminya sekarang sudah jarang pulang kerumah tapi suaminya berjanji untuk membayar semua hutang-hutang mereka.
Norida yang baru bertugas sebagai jururawat disebuah Hospital kerajaan baru saja membuat pinjaman membeli rumah.Lebih seribu ringgit gajinya dipotong setiap bulan sebagai ansuran rumah didiaminya itu.Baki gajinya tinggal beberapa ratus saja kerana itu ansuran kereta yang berjumlah RM500 dibayar oleh suaminya.Segala-galanya berjalan lancar hingga suaminya tertarik dengan seorang artis muda yang sedang glamor.
“Puan boleh bagi kunci kereta ini”
Norida yang sedang mengelamun terkejut bila lelaki cina yang lebih tua bersuara. Dia menoleh kepada lelaki tersebut yang tersenyum kepadanya. Norida berfikir, jika keretanya diambil bagaimana dia akan ke tempat kerja. Fikirnya buntu.“Mari kita bincang didalam”
Norida mengajak kedua tetamunya itu berbual didalam rumah. Dia rasa tidak selesa dilihat oleh jiran sebelah. Dia akan lebih tidak selesa jika jiran-jirannya melihat keretanya ditarik oleh penarik kereta dari syarikat kewangan. Malu, diamana akan disenbunyikan mukanya kalau jiran-jiran bertanya keretanya bila melihat dia berjalan kaki atau menaiki teksi ke tempat kerja.
“Tak ada jalan lain ke nak selesaikan masalah ini?”Norida bertanya kedua tetamunya bila mereka bertiga telah bertada diruang tamu
“Ini saja jalannya. Puan telah diberikan masa tiga bulan. Mengikut perjanjian kereta ini boleh diambil oleh syarikat kewangan”. Lelaki india itu masih bercakap lembut memberi penerangan.
“Tapi sebelum ini saya telah membayarnya.Deposit pun saya bayar ribuan ringgit”. Norida cuba mempertahan haknya.
“Betul puan,ini perjanjian sewa beli. Selagi belum selesai hutang puan, puan hanya menyewa saja kereta tersebut. Hak milik kepunyaan sayrikat kewangan”Lelaki cina yang lebih berumur mencelah.
“Saya tak ada duit hari ini”
Norida menjawab lemah. Dalam akaun banknya hanya ada RM250. Duit itu akan digunakan untuk makan dan membayar bil.suaminya yang sedang jatuh cinta kali kedua itu memang tak boleh diharapkan lagi.wang suaminya telah dicurahkan kepada kekasih barunya. Sudah lama nafkah zahir dan batinnya diabaikan oleh suaminya.
“Kalau begitu kami terpaksa tarik kereta puan. Puan boleh setelkan perkara hutang ini dipejabat. Lepas tu puan boleh dapatkan semula kereta puan.Norida menjadi buntu. Betapa malunya dia kalau jiran dan rakan-rakannya tahu keretanya ditarik dan akan bertambah malu jika mereka tahu masalah rumah tangganya. Akan menjadi gosip dipejabat suaminya lari mengejar artis muda. Dia memang tahu mulut-mulut kawan-kawannya dipejabat bukan boleh dikawal. Hanya beberapa jam seluruh Hospital akan bercakap-cakap,apalagi melibatkan artis glamor. Norida tak boleh berfikir lagi.
“Bagaimana jika saya bayar dengan ini.” Norida menepuk celah pehanya.Kedua lelaki tersebut terkejut dan terpinga-pinga dengan tindakan spontan Norida tersebut. Lelaki cina dan lelaki india tersebut berpandangan sesama sendiri. Sudah lama mereka bekerja sebagai penarik kereta tetapi belum pernah hutang kereta dibayar cara itu
“Bagaimana Chong,boleh?”Lelaki india bertanya kepada kawannya.
“Boleh ,tapi kami hanya boleh melengahkan bayaran. Tangguh satu bulan. Tapi puan tetap kena bayar bulan depan
Norida telah habis berfikir. Diruang tamu itu juga pakaian seragam putihnya dilepaskan satu persatu. Dua pasang mata lelaki tersebut hanya melihat saja tanpa berkedip hingga akhirnya jururawat muda yang bertubuh padat dan berkulit cerah itu berdiri separuh bogel teteknya yang pejal masih dibaluti coli crim dan kemaluannya ditutupi seluar dalam warna crim juga. Norida duduk tanpa malu ditengah-tengah kedua lelaki tersebut di kerusi panjang
Chong mendekati wanita cantik tersebut dan meramas buah dada Norida dari luar dan dengan lembut chong menaggalkan coli yang dipakai Norida. Terdedahlah sepasang gunung kembar yang padat dan mengkal itu. Kulitnya yang putih dan halus itu menarik perhatian Chong nafsunya mula bangkit. Chong meramas dan menghisap puting susu Norida bila saaja tetek cantik tersebut terdedah nafas jururawat muda kian kencang apalagi telah tiga bulan dia tidak mendapat belaian suaminya.Lelaki india yang bernama Ramachandran tidak mahu ketinggalan dia menepuk-nepuk dan mengusap tundun Norida, Norida mula mengeliat keenakan Norida ingin menyelesaikan projek itu secepatnya leher Chong dirangkulnya melihat tindakbalas dari wanita muda disampingnya itu Chong segerea merebahkan Norida diatas sofa. Rama segera menarik seluar dalam yang dipakai Norida dan tangannya mula merayap mengusap-usap faraj yang berbulu pendek dan bertundun tembam itu.
Norida mengerang kelazatan apabila Chong mengentel dan menghisap puting susunya tangan Norida membuka tali pinggang dan butang seluar Chong,perlahan-lahan zip seluar Chong dilurut turun. Sebaik saja terlurut zip seluar Chong maka terhambur keluar zakar Chong yang mengeras dan berlendir dengan air mazi yang telah membasahi bahagian hujungnya.Norida terbaring diatas sofa panjang Chong dan Rama berlutut dia atas lantai sambil meneruskan kerja masing-masing jururrawat muda merintih sambil mengeliat kegelian bila biji kelentiknya dijilat rakus oleh Rama,Chong berlutut diatas lantai sambil menghisap dan meramas puting susu Norida,Norida mengeliat kegelian,mulutnya merintih Arrghh..urghh..ahh..ahh..ah…dan mengerag nikmat bila puting dan kelentiknya dihisap serentak air hangat makin banyak mengalir keluar membasahi kemaluannya.
-

Video Bokep Asia saya niiyama ngento dengan pemandangan gunung gunung

-

Video bokep Shiona Suzumori menghisap kontol dan melakukan tits job
-

Cerita Sex Dewasa Bujukan Maut Menantu Rika
Link Bokep – Narasi Seks Riil 2024 Bujukan Maut Menantu Elok – Awalnya ada pula cerita cabul yang membuat birahi seksual anda segera naik berjudul Narasi Seks Cabul di Bioskop Sama Cewek Turunan Jepang. Kenalkan namaku Hermawan, saya ialah seorang duda, yang ditinggalkan mati oleh istriku. Di sini saya akan bercerita pengalaman cerita seks yang sebetulnya tidak patut saya kerjakan dan saya katakan.langsung ke narasi seks skandalku dengan menantuku.
Cerita ini berawal Di saat saya sedang berdiri di muka pintu rumahku. Rika menantuku saat itu, dengan mendadak dekatkan kepalanya ke arahku dan membisikan suatu hal kepadaku, ” Bila Ayah inginkanku, saya siap ” katanya mendadak.
narasi riil, narasi seks riil, narasi dewasa riil, narasi seks riil 2024, narasi seks riil terkini 2024
Narasi Seks Riil Selanjutnya Rika-pun memberikan sebuah ciuman kecil di pipiku, lantas jalan susul suami dan anak-nya yang telah terlebih dahulu ke arah mobil. Saat itu Andi anak lelakiku menempatkan anaknya yang bayi di dudukan di atas bangku bayi yang berada di mobil Andi. Sebagaimana umumnya, Andi anakku terlampau jauh untuk dengar apa yang sudah disebutkan istrinya tercinta pada Ayah-nya.

Sesudah memikatku Rika jalan melangkah di jalan kecil depan rumah dengan rianya seperti seorang gadis remaja yang memikat lelaki. Anakku Andi sebelumnya tidak pernah ketahui perlakuan istrinya yang selalu memikatku. Mungkin kalian menduga saya terlampau dibuat-buat masalah ini, tetapi realitanya apa yang Rika kerjakan ini bukan hanya sekali ini saja.
Semenjak saya tidak terlampau kaget kembali, saya merasa ada suatu hal yang lenyap bila ia tidak melakukan waktu bertandang ke rumahku. Saya merasa ada getaran pada Torpedoku, dan sebagai seorang lelaki yang normal, pikiran itu selalu datang dalam benakku. Rika ialah seorang wanita yang memiliki tubuh imut, tetapi walaupun demikian ukuran badannya itu tidak sanggup tutupi daya magnet seksualnya.
Figurnya kelihatan pas dalam ukuran sendiri. Ia memiliki rambut hitam pekat yang dipotong sebahu, ia kerap mengikatnya dengan bandana. Ia mempunyai energi dan keuletan yang setahuku tidak dipunyai seseorang. Sebuah keelokan yang cantik jika ingin mendiskripsikannya. Ia selalu repot, selalu kelihatan seolah dikejar waktu tetapi selalu kelihatan manis.
Ia masuk di kehidupan keluarga kami semenjak 2 tahun lantas, tetapi secara cepat telah kelihatan sebagai bagian keluarga kami demikian lama waktunya. Andi berjumpa dengannya saat kuliah di tahun awal. Rika barusan lulu SMA, mendaftarkan di universitas yang masih sama dan turut aktivitas tujuan mahasiswa baru. Kebenaran Andi yang bekerja sebagai pengawas dalam kelompoknya Rika.
Sama seperti yang kerap mereka katakan, cinta pada pandangan pertama. Mereka menikah pada usia yang termasuk muda, Andi 22 tahun dan Rika 18 tahun. Satu tahun selanjutnya bayi pertama mereka lahir. Saya ingat saat itu kebahagian sangat terasa menyelimutinya keluarga kami. Situasi waktu itu makin menambah kami dekat. Rika memiliki hasrat komedi yang sangatlah baik, selalu tersenyum ria, dan menyenangi bola.
Ia kerap kelihatan bergurau dengan Andi, mereka betul-betul pasangan cocok. Ia selalu memberikan semangat pada Andi yang membutuhkan hal tersebut. Andi dan Rika kerap bertandang kesini, membawa juga bayi meraka. Mereka sudah mengontrak rumah sendiri, walaupun tidak terlampau besar. Saya berpikir mereka merasakan jika saya memerlukan seorang rekan.
Memang sich saya benar-benar memerlukan karena saya seorang lelaki tua yang hendak merasa kesepian bila mereka tidak kerap bertandang. Selain itu, saya memang sendiri di dalam rumah tuaku yang lebih besar, dan saya percaya mereka sukai jika ada di sini, dibanding rumah kontrakannya yang sempit. Ibunya Andi sudah wafat karena kanker saat sebelum Rika masuk di kehidupan kami.
Sebetulnya, tanpa mereka, saya betul-betul akan menjadi orangtua yang kesepian. Saya masih rindukan istriku, apabila saya terlampau meratap itu, kupikir, kesepian itu akan memakanku. Tetapi pekerjaanku di perkebunan dan lawatan mereka, sudah sibukkanku. Terlampau repot sekedar untuk putus semangat, dan terlampau repot untuk cari wanita untuk isi tersisa hidupku kembali.
Saya tidak terlampau bikin pusing kangenku pada figur wanita. Tidak terlampau. Bayi mereka lahir, dan jadi penerus turunan keluarga kami. Kami benar-benar mengasihinya. Dan kehidupan terus jalan, Andi meneruskan pendidikannya untuk gelar MBA, dan Rika bekerja sebagai Teller dalam suatu Bank swasta.
Lawatan mereka padaku tidak berbeda sedikitpun.Tetapi sekarang ini perbedaannya saat ini mereka kerap bawa sejumlah bungkusan . Sudah pasti, diasamping itu peralatan bayi, sejumlah popok, bermainan dan makanan bayi. Beberapa waktu lantas Rika dan bayi mereka tiba saat Andi tetap dalam kelasnya. Ia duduk disitu menggendong bayinya pada lengannya. Ia sedang berusaha untuk menidurkan bayinya. Saya tidak tahu triknya, tetapi panorama itu entahlah bagaimana sudah mengelitik kehidupan seksualku.
” Ngomong-omong… kapan Ayah akan selekasnya menikah kembali ? “, ia menanyakan dengan getaran pada suaranya.
” Saya tidak tahu. Saya keliatannya belum terlampau memerlukan kedatangan seorang wanita dalam hidupku. Apalagi, saya sudah mempunyai kalian yang temaniku.”,
” Saya tidak berbicara mengenai rekan. Saya sedang berbicara masalah sex.”, matanya mengedip kearahku saat ia berbicara.
” Apa? “,
” Ayah tahu, sex.”, ia nyaris ketawa sekarang ini.
” Saat seorang lelaki dan wanita telah telanjang dan mainkan bagiannya masin-masing ? “,
” Ya, saya tahu sex,”, saya bela diri. ” Apalagi kamu berpikir darimanakah suamimu berasal ? “,
” Yah, saya cuma cemas jika Ayah telah lupakannya. Tujuanku, apa Ayah tidak rindukan hal tersebut ? “,
” Terima kasih atas perhatianmu, tetapi saya telah terlampau tua untuk hal semacam itu.”,
” Hei! Lelaki tidak pernah jemu dengan hal tersebut. Minimal demikianlah dengan putramu.”,
” Anakku lebih muda dariku, dan ia memiliki seorang istri yang elok.”,
” Terima kasih, tetapi saya tetap memandang Ayah memerlukannya,”, ia mengutamakan suaranya pada kata Ayah’.
Itil V3
” Terima kasih telah bercakap “, kataku, tetap kedengar seru.Sedikit ada interval pada pembicaraan itu, saat ia tetap menekan kehidupan seksualku. Kupikir bukan masalahnya untuk menambahi hal tersebut walaupun terkadang saya memikirkannya . Ia pandang bayinya, yang pada akhirnya tertidur, dan memberikannya sebuah senyum rahasia, kelihatannya mereka berdua akan share sebuah rahasia besar. Masih melihatnya, tetapi ia bicara padaku,
” Jika Ayah mau… saya tidak menampik.”,
” Apa!!! ? “,
” Saya serius.”, Rika melihatku.
” Jika Ayah inginkan aku… Ayah ialah seorang lelaki yang ganteng. Ayah memerlukan sex. Selain itu, saya siap, kan ? “,
Kupikir ia sedang bergurau. Tetapi wanita yang memikat ini sedang tidak bermain-main. Tetapi tetap mustahil saya melakukan dengan istri dari anak kandungku sendiri.
” Terima kasih atas penawarannya, tetapi aku pikir saya akan menampik tawaranmu.”, suaraku kedengar sarat dengan kebimbangan waktu mengatakannya.
Rika menyinyirkan bibir bawahnya, saya tidak dapat menyangka apa yang dirasanya. Ia masih tetap kelihatan menarik, dan saya merasa Andi benar-benar untung. Ia berbicara dengan perlahan.
” Dengar, Andi tidak akan mengetahui. Tujuanku, saya tidak akan menjelaskannya jika Ayah jaga rahasia. Dan tidak berarti saya tawarkan diriku pada tiap lelaki yang kutemui. Saya bukan wanita semacam itu dan saya dapat atur supaya kerap bertandang kesini. Dan saya tahu Ayah menganggapku lumayan menarik kan, karena saya kerap menyaksikan Ayah melihati bokongku.”,
Saya mustahil menyangkalnya. Rika mungkin tidak terlampau tinggi, tetapi ia mempunyai bongkahan bokong yang cantik di atas ke-2 kakinya.
” Ya, kamu memang mempunyai bokong yang cantik. Tetapi itu tidak berarti jika saya ingin berselingkuh dengan menantuku sendiri.”,
Ia stop sesaat, tetapi Rika keliatannya tidak akan berserah demikian saja.
” Yah, tetapi janganlah lupa. ” Jika Ayah mau… saya tidak menampik.”,
Dan itu awalnya dari semuanya.
Bersamaan minggu yang berakhir, entahlah di menyengaja atau mungkin tidak, ia seolah selalu berusaha untuk memikatku, membuat puting sususnya sentuh dadaku saat ia memberikan bayinya padaku untuk ku gendong. Atau ia masukan jarinya di mulutnya saat Andi tidak menyaksikan, dan mengisapnya dengan pandangan penuh kepuasan ke arahku.
Sesuatu saat ia duduk di lantai dengan kaki bersilang dan sedang main dengan bayinya, ia melihatku pas di mata, tersenyum, dan sentuh pangkal paha dibalik celana jeansnya. Saya tidak akan lupakan hal tersebut. Dan ia entahlah bagaimana selalu temukan langkah untuk berduaan denganku meskipun sebentar, dan ia memberikan kecupan singkat yang penuh nafsu, pas di bibir. Itu semua dilakukan berkali-kali.
” Jika Ayah mau… saya tidak menampik,”, ia berbisik ada di belakang Andi saat suaminya itu sedang masukkan DVD pada player.
” Jika Ayah mau… saya tidak menampik,”, ia berbisik saat merapat untuk memberikan minuman padaku.
” Jika Ayah mau… saya tidak menampik,”, ia membisikkannya setiap ia mohon pamit.
Dan saat ini, saya bukan dibuat dari batu, dan saya tidak akan katakan kelakuannya itu tidak memberi dampak padaku. Rika benar-benar manis dan imut, dan walaupun sesudah melahirkan bayi pertama kalinya tidak membuat badannya berbeda seperti umumnya wanita. Ia masih tetap langsing, dan manis, dan ia tawarkan dianya untuk kumiliki.
Tetapi saya tidak akan mengawali langkah awal untuk tidur dengan menantuku sendiri, tidak peduli segampang apa pun. Minimal tersebut yang masih tetap kukatakan pada diriku sendiri. Sejumlah minggu lalu kami semua bergabung di rumahku untuk menyaksikan laga bola. Saya ambil sejumlah kaleng minuman dan lagi ada di dapur untuk mempersiapkan sejumlah camilan saat Rika ada dari kembali pintu tersebut.
” Hai!”, sapanya, buka pintu dan masuk ke dalam dapur.
” Ayah siap untuk laga kelak ? “,
” Nyaris. Saya sedang membuat makanan untuk keluarga kecil kita, dan saya punyai sejumlah wortel untuk cucuku. Kupikir ia akan sukai dan berwarna sama dengan kesebelasan yang hendak berlaga kelak, kan?
Rika ketawa dan berbicara. ” Saya rasa ia tidak akan peduli. Selain itu tidakkah ada sesuatu hal yang lain lebih bagus yang dapat Ayah lakukan bagiku ? “,
” Jangan memikatku. Saya seorang kakek dan saya akan kerjakan apa yang menurutku akan dicintai oleh cucuku.”, saya melihatnya.
Rika berdiri di situ menggunakan bandana merah kegemarannya di atas rambutnya yang sebahu. Ia menggunakan kaos yang sedikit ketat yang bahkan juga tidak sampai ke pinggangnya, dan pusarnya mengedip padaku dibalik kaosnya. Kancing jeansnya membuat terlihat seperti beberapa anak diera bunga tahun 60an, dan ia menggunakan sandal dengan sisi bawah yang tebal yang menjadikan semakin tinggi sepuluh centi.
Kuku kakinya dicat merah seirama dengan lipstiknya, dan itu jadi kelihatan dengan bagus sekali dibalik denimnya. Ia selalu sukai kenakan perhiasan, dan ia menggunakannya pada leher, telinga, pergelangan tangan serta di jemari kakinya. Ia membuatku berangan-angan bila saja saya masih remaja, menjadi saya bisa memacari gadis kelihatannya.
Mungkin sesuatu saat kelak saya harus pergi ke universitas dan cari gadis-gadis. Angan-anganku berhenti saat mengetahui jika Andi dan bayinya tidak meng ikutinya masuk.
” Mana anggota keluargamu yang lain ? “, saya menanyakan ingin ketahui.
” Mereka akan selekasnya tiba. Andi pergi ke toko perkakas untuk beli perlengkapan mesin pencuci yang rusak. Ia ingin membawa juga anak-nya. Perjalanan ke toko perkakas yang pertama bersama Ayah’ kurasa yang disebutkannya padaku.”, ia tersenyum.
” Apa Ayah mempersoalkan saat pertamanya kali ajak Andi ke toko perkakas ? “,
” Saya tidak ingat,”, saya berbicara dengan garing.
Rika merapat padaku, dan menyimpan tangannya memutari leherku.
” Ini peluang Ayah. Jika Ayah mau… saya tidak menampik.”,
Rika melihatku pas di mata dan mengusung badannya dan menciumku lama dan liar. Saya ingin mendorongnya, tetapi saya tidak tahu di mana saya harus menyimpan tanganku. Saya tidak ingin sentuh pinggang telanjang itu, apabila saya menyimpan tanganku di dadanya saya pasti sentuh puting susunya. Saat saya tetap kaget dan kebingungan, saya dapatkan diriku nikmati kecupannya.
Ini telah kelamaan, dan saya merasa sudah lupa akan rasa lapar yang mulai berkembang dalam diriku.Pada akhirnya saya hentikan kecupan itu dan undur dan melepas ta ngannya dari leherku.
” Kita tidak dapat melakukan.”, saya coba sampaikannya secara halus, tetapi saya takut itu terdengaran seperti rajukan.
” Ya kita dapat ” katanya,
Rika menyimpan lagi lengannya di leherku dan menggerakkan bibirku ke arahnya. Ada nafsu lebih kembali pada kecupan ini kali, dan pada akhirnya akseptasiku. Ini kali saat kami stop, sedikit ada kekurangan udara antara kami berdua, dan saya makin merasa sedikit ragu. Rika melihatku dengan binar di matanya dan sebuah senyum di bibirnya.
” Ayah inginkanku. Saya dapat merasainya. Ayah tidak memperoleh wanita satu tahun akhir-akhir ini, dan Ayah tidak memiliki tempat untuk melepaskannya. Dan saya inginkan Ayah . Maka nantikan apa lagi…”,
Pada segi ini saya tidak sanggup memberi komentar. Saya inginkannya. Tetapi saya tidak bisa menyetubuhi menantuku, dapatkah saya ? Tetapi saya inginkan ia. Saya merasa pertahananku menurun, dan saat Rika menciumku kembali, saya menjadi sedikit kaget saat mengetahui diriku membalasnya kecupannya dengan rakus.
” Mmmmm. Itu lebih bagus “, ucapnya saat kami stop untuk ambil napas.
Rika tarik tangannya dari leherku dan memulai melepas kancing celanaku saat menciumku lagi lantas ia undur . Maka ia dapat menyaksikan saat ia melepas kancing jeansku, turunkan resletingnya, dan mengambil ke untuk keluarkan barangku. Saya kaget saat kelihatan menjadi terlihat semakin lebih besar di pegangan tangannya yang kecil.
Satu tahun sudah tidak disentuh wanita , dan bereaksi secara cepat, jadi keras dan cairan pre-cumnya keluar saat ia mengocaknya secara halus. Rika undur dan duduk. Saat kepalanya turun, ia tempatkan bibirnya di pangkal Torpedoku yang basah.
” Saya rasa saya menyenangi memiliki bentuk,”, bisiknya sekalian melihat mataku.
Selanjutnya ia buka mulutnya dan dengan perlahan-lahan masukkan Torpedoku ke mulutnya. Ke serta lebih dalam Torpedoku masuk ke mulutnya yang halus, hangat dan basah, dan saya merasa ada dalam kewanitaan yang basah dan kenyal saat lidahnya menari di Torpedoku. Pada akhirnya saya merasa sudah ada sedalam yang saya sanggup.
Bibirnya yang sentuh bulu kejtananku dan kepala Torpedoku ada entahlah di mana jauh di kerongkongannya. Torpedoku tanpa berasa melafalkanng, dan pinggangku bergerak bersimpangan arah dengannya, dan siap-siap untuk meniduri mukanya. Tetapi Rika perlahan-lahan menghindari mulutnya dariku, memunculkan suara seolah tengah mengemut permen.
Saat ia bangun untuk menciumku kembali, saya arahkan tanganku antara pahanya. Saya gosok jeansnya dan ia menggelinjang karena itu.
” Mmmm, itu tentu nikmat,”, ucapnya.
” Tetapi agar saya membuat menjadi lebih gampang.”,
Rika melepas kancing celananya dan turunkan resletingnya, menunjukkan celana dalam katunnya yang bermotif beruang kecil. Di turunkannya celananya dan melepasnya dari badannya. Kami menyaksikan ke bawah pada tempat gelap di bawah sana di mana kewanitaannya sembunyi, dan saya sentuh perutnya yang kuat dan terus turunkan celana dalamnya.
Rika mengeluh dalam kepuasan saat tanganku capai targetnya dibalik celana dalamnya. Kewanitaannya terasanya selembut bokong bayi, dan saya sadar jika ia tentu sudah cukurnya saat sebelum kesini. Berasa basah dan licin oleh cairan kewanitaannya dan membuatku takjub karena itu tidak memunculkan sisa basah di luar jeansnya.
Saat tanganku menyelusup dibalik bibir kewanitaannya dan sentuh klitorisnya yang mengeras, ia pejamkan matanya dan menekan bersimpangan arah dengan jariku. Rika menyimpan salah satunya tangannya di leherku dan menggerakkan kami untuk sebuah kecupan intens selanjutnya dan tangannya lainnya mengocak Torpedoku dan tanganku terus bergerak di lubang basahnya. Saat kami stop untuk bernafas, Rika undur dan menjelaskan suatu hal yang mengagetkan,
” Andi tiba.”, Saya selekasnya melepaskannya dan ke arah jendela.
Ya, mobil Andi kelihatan di jalan sedang ke arah kesini. Rika tentu menyaksikannya dari kembali bahuku saat kami sama-sama mencumbui leher. Mendadak rasa bersalah tiba menangkap karena nyaris kedapatan. Saya tidak yakin apa yang nyaris kami kerjakan. Dengan terburu-buru saya gunakan kemabali celanaku, tetapi Rika menghentikanku dan tangkap tanganku dan meneruskan kocokannya.
” Hei, jangan. Tidak segampang itu Ayah bisa akhirinya. Saya sudah menanti kelamaan untuk ini.”,
” Tetapi Andi nyaris tiba! Ia akan menyaksikan kita!”,
Rika keluarkan Torpedoku dan jalan ke meja dapur.
” Ini perjanjiannya,”, ucapnya.
” Saya tidak akan mengadu pada Andi mengenai apa yang barusan kita kerjakan jika Ayah dapat bisa keluarkan semua sperma Ayah dalam kewanitaanku saat sebelum ia sampai kesini.”, Sekalian berbicara demikian, ia turunkan celananya sampai lutut dan membungkuk di atas meja tersebut.
” Ia selekasnya tiba!”, nyaris saya teriak.
” Tidak.”, Rika menghamparkan kakinya sepanjang celananya memungkinkannya karena itu dan ia melihatku melalui pundaknya.
” Ia harus menggendong bayi dan keluarkan semua barangnya. Umumnya ia membutuhkan beberapa saat. Saat ini kemarilah dan tiduri saya.”,
Rika sudah telanjang dari pinggang sampai kaki, dan ia meminta padaku supaya selekasnya masukkan diriku dalam badannya. Saya melihat dua lubang yang mengundang tersebut. Bokongnya demikian kuat dan saya tidak terganggu saat menyaksikan lubang anusnya yang mengerut kemerahan, dan di bawahnya, bibir kewanitaannya yang merah, kelihatan mengkilat basah.
Kakinya tidak sejenjang mode, tetapi lebih kecil dan berasa cocok, dan saya memikirkan bercinta dengannya beberapa saat.Tangannya bergerak kebelakang antara pahanya dan tempatkan tangannya pada kewanitaannya. Dengan 2 jarinya dilebarkannya bibir kewanitaannya sampai terbuka, dan saya bisa menyaksikan lubang merah mudanya mengundang Torpedoku supaya selekasnya masuk.
” Mari,”, ucapnya.
” Mengambil saya.”,
Saya tidak tahu apa ia sedang bergurau waktu menjelaskannya. Andi ataulah bukan, rangsangan ini lebih dari cukup buat mereguk birahinya. Saya mengambil langkah ke belakang menantuku dan tempatkan Torpedoku di kewanitaannya. Saat saya menggerakkan Torpedoku melalui lubang surganya yang sempit. Waktu itu saya dapat rasakan jemari Rika meredam bibir madunya supaya masih tetap terbuka.
Lantas ia melenguh saat saya menggenggam pinggangnya dan masukkan diriku kepadanya. Rika sudah benar-benar basah sampai saya secara gampang melalui kewanitaan mudanya yang sempit. Saya mulai mengayunkan barangku didalamnya, beberapa didorong dengan gairah akan badan menariknya dan beberapa oleh perasaan takut bila Andi mendapati kami.
Rika mengeluh, dan saya dapat rasakan jarinya menggosok kelentit dan bibir kewanitaannya sendiri. Napasnya mulai tersengal, dan sesudah sejumlah goyangan dariku, ia selekasnya orgasme. Suara rengekan perlahan keluar bibirnya saat ia mencekram tepian meja dengan kuat, dan letupan orgasmenya mengguncang kami berdua saat saya menghentaknya. Itu cukup buat mengantarku.
Saya tidak terkait sama wanita dalam satu tahun ini, dan saya tidak pernah memperoleh yang sepanas Rika. Saya meredam napas dan menggerakkan semua kelaki-lakianku ke dianya. Kami mematung, dan spermaku menyemprotkan dengan luar biasa jauh dalam surganya. Terasanya saya sudah mengguyurinya dengan sperma yang panas dan berlebihan.
Ia mengeluh dalam nikmat, getarkan bokongnya di sekitar Torpedoku saat saya kosongkan stok benihku. Ia menurun bersamaan dengan habisnya spermaku, dan kami pada akhirnya stop bergerak, terkecuali untuk ambil napas. Takut Andi akan tiba saat sebelum kami sebelumnya sempat melepas diri, saya mengeluarkan diriku dari badannya dengan bunyi plup yang basah.
Lantas undur menjauh dan kenakan celanaku. Rika tetap tiduran telungkup di meja rasakan kehangatan kombinasi cairan birahi kami, bokong telanjangnya tetap panggilku. Saya saksikan spermaku dan cairannya mulai menetes keluar bibir surganya. Saya palingkan muka dan menyaksikan Andi nyaris sampai pada pintu belakang, bayi pada tangan yang satu dan belanjaan pada tangan yang lain.
Selanjutnya saya kembali dan meminta pada Rika.
” Ayolah!”, kataku.
” Kamu sudah peroleh kemauanmu. Ia nyaris sampai kesini.”,
Rika bangun, sorot matanya tetap terlihat bingung. Ia mengarah ke depanku, menjadikanku sebagai penghambat dari pandangan suaminya saat ia terburu-buru menggunakan celananya.
” Apa kalian siap untuk kompetisinya ? “, bertanya Andi sekalian buka pintu.
” Ya,”, saya menjawab dari kembali punggungku saat saya diam untuk merintangi Rika yang meningkatkan resletingnya.
Sesudah ia usai, saya selekasnya kembali untuk menyongsong Andi.
” Ini,”, ucapnya, memberikan bayinya padaku dan menempatkan belanjaannya di atas meja dapur.
” Urus ini, saya akan ambil popok bayi.”, Andi mengambil langkah ke pintu yang tetap terbuka, dan saya mendekati Rika. Ia tetap kelihatan sedikit bingung.
” Nyaris,”, kataku.
” Sini, agar saya yang menggendongnya.”,
Saya beri bayinya. Rika memberikan panorama seraut muka dari wanita yang senang setelah bersetubuh, dan memberikan kecupan hangat yang basah.
” Masih tetap ada satu perihal kembali yang perlu kuketahui,”,ucapnya.
” Apa itu ? “,
” Jika saya ingin, dapatkah saya memperolehnya esok? “,
Tanpa menanti jawabanku Rika menantuku itu-pun bergerak pergi demikian saja, seolah ia menganggap saya akan ingin kembali bila dibawa ia untuk mengulangi hal yang seperti barusan kami kerjakan. Entahlah ini sebuah kebahagian karena saya dapat memperoleh kepuasan sexs, atau mungkin ini awalnya dari kehancuranku ?. Entahlah sampai kapan ini bisa terjadi. Maafkan ayahmu ini anakku Andy.
-

Aroused Girl Fucking Hard In Sexy Asian Outdoor Scenes

-

Foto Bugil Berambut gelap mahasiswi dengan payudara indah menyebarkan pantat ketatnya & bibir vagina lebar

Duniabola99.com – foto cewek yang melepas celana jins yang panjang memamerkan toketnya yang gede dan juga memamerkan memeknya yang tanpa bulu sambil duduk dikursi dan berpose hot.
-

Foto Bugil Gadis cantik dari Ceko Eufrat melepas bra putih

-

Video bokep Angella Christin menggoda cowoknya ngentot disofa

-

Foto Bugil bingtang porno yang lagi bosan

Duniabola99.com – foto bintang porno yang berambut pendek bugil memarkan toketnya yang sedang dan memeknya yang botak tanpa bulu.
-

Kisah Memek Selingan Ranjangku
Cerita Sex ini berjudul ” Selingan Ranjangku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2018.

Duniabola99.com – Kota Denpasar mungkin bukan hanya sebagian yg menjadi lokasi wisata, namun sebagai ibukota provinsi yg penuh dengan kantor pemerintahan dan perusahaan maka jalanan akan selalu ramai dan macet. banyak sepeda motor bersliweran dan para tour operator yg kadang naiknya tidak tertib menjadi jalanan semakin macet dan tak nyaman. apalagi pada saat jam pulang kantor, dimana para tour operator memulangkan clientnya ke hotel, orang kantoran pulang kerja dan selain itu transisi bagi para orang yg ingin menikmati suasana malam.
Aku duduk di kursi kemudiku mobil buatan Jerman ini, sambil mendengarkan lagu dari Jennifer Lopez yg On the Floor yg jinglenya seperti Sari Roti. sebagai seorang kepada bagian banyak yg menawariku untuk diberi fasilitas sopir agar aku tak terlalu capek dibelakang kemudi. namun tujuanku beli mobil ini aku ingin merasakan tenaganya dan kenyamanannya dibelakang kemudi, walau tenaga mobil ini tidak bisa kukeluarkan dengan maksimal karena kondisi jalanan yg selalu ramai dan harus selalu waspada. berjibaku di belakang kemudi selama hampir 30 menit menembus keramaian kota, akhirnya aku tiba dirumah dengan wajah super lelah.“Hai mas, teh atau kopi?”, ujar istriku menyambut kedatanganku sambil bersalaman dan dia mencium tanganku.
“Teh aja yang, jangan manis-manis ya, minumnya sambil ngeliatin kamu soalnya”, ujarku dengan wajah datar.
“Capek masih bisa ngegombal ya”, balasnya sambil membuatkanku teh panas.
“Iya dong, anak-anak mana?”, tanyaku.
“Itu lagi main di taman sebelah”, ujarnya sambil melihat melalui jendela, “ada cerita apa hari ini?”, lanjut dia.
“Gak ada yang, biasa tadi rapat dengan PNS, huuh makanya capek, mereka susah nangkep maksud planning kita jangka panjang, malah minta persenan. sama-sama pegawai pemerintahan kok gitu, mainnya korup”, terangku kesal sambil membuka lembaran koran di meja makan.
“Haha udah biasa toh mereka gitu”, balas istriku yg berdiri dibelakangku sambil menciumi kepalaku.
Setelah kami berdua ngobrol di meja makan sambil minum teh, akhirnya anak-anakku datang dan memberiku salam.
“Papah..”, teriak kedua anakku.
“Abis dari mana?”, tanyaku pada mereka sambil memberi senyuman.
“Abis main di taman sebelah rumah Zaki”, ujar anakku yg tertua.
Lalu mereka lanjut bermain di depan TV, enak ya jadi anak-anak yg ada hanya bermain dan main, belum pusing ngurus rumah tangga, kerja, finansial dan lain-lain. istriku mempersilahkan aku untuk mandi duluan dan mengambil pakaian yg aku pakai tadi siang untuk di cuci. aku sungguh bersyukur memiliki istri yg pandai mengurusku dan urusan rumah selalu beres saat aku sibuk dengan pekerjaan.Setelah semua selesai dengan mandi dan makan malam, kami berempat duduk bersama di depan TV. anak tertuaku sedang dibantu oleh Bella mengerjakan PR nya, sedangkan anak yg kecil berada di sebelahku bermain dengan Lego. dan aku duduk manis sambil membuka email dan membalasnya yg belum sempat aku lakukan saat di kantor.
“Eh yang, kamu tadi senam Zumba ya”, ujarku memecah keheningan sambil mata tetap fokus pada laptop.
“Ih gimana sih mas, besok aku senamnya, dan jumat aku arisan”, ujarnya dengan sedikit gemas karena aku sering lupa waktu.
“Oh iya haha maap”, balasku.
Selama disini kegiatan istriku hanya senam, arisan dan ngurus rumah tangga. teman arisan ini juga teman Zumbanya, yg sesama perantuan dan jumlahnya katanya hanya 6 orang. menurutku kalau hanya berenam bukan arisan, tapi ngerumpi.
“Maaah, udah jam 9, adik ngantuk”, ujar anakku yg kecil.
“Kakak udah ya nonton TV nya, ayok tidur, mamah temenin”, ujar istriku yg lalu beranjak dan mengantar kedua anakku ke kamarnya, aku masih saja fokus pada laptopku. kadang aku berpikir, kapan mereka bisa pisah, aku tak ingin kedua anakku memiliki hubungan diluar batas seperti pada kisah Rendy dengan Novita, yaitu kakaknya. mungkin kalau sudah berani, mereka akan segera aku pisahkan kamarnya.
“Mas, masih kerja?”, ujar istriku yg duduk dan bersender disebelahku sambil melihat aktifitasku di depan laptop.
“Hmm lumayan sih, kenapa sayang?”, balasku sambil mengarahkan pandang padanya.
“Gapapa, pengin gangguin kamu aja haha”, balasnya dengan genit. rambut dia yg lurus seleher membuatnya semakin cantik, namun saat dia berkerudung akan jauh lebih cantik dan anggun.“Huuu sukanya”, balasku sambil mencubit pipinya.
“Kan kita bisanya mersa kalau anak-anak udah tidur mas”, ujarnya sambil memelukku.
“Iya sayang, udah ini aku tutup laptopnya”, ujarku sambil berberes di meja laptopku yg pendek ini.
Lalu kami berdua duduk didepan TV sambil ngobrolin hal ringan, tanpa gangguan HP dan gadget, benar-benar quality time dengan istri. aku senang dengan cara istriku yg saat kami berdua ngobrol bisa fokus dan tidak terganggu oleh gadget. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah 11. dimana beso pagi aku harus kembali ke kantor pada pukul 9, seperti biasa.
“Mau ke kamar yang? udah jam segini”, ajakku padanya.
“Yuuk, gendong!”, balasnya dengan manja.
Seperti saat jaman menikah pertama, aku sering menggendongnya untuk kubawa ke kamar, setelah menikah hingga 2 anak, masih aja mintanya sama. kebahagiaan yg tak bisa dibayar atau diganti dengan apapun. dengan posisi Bella digendong dipunggungku maka dia perlu naik keatas sofa untuk itu. dengan badan dia yg proporsional bukan jadi masalah buatku untuk menggendongnya. setelah aku jatuhkan dia di kasur, aku kembali berjalan untuk mengganti lampu kamar menjadi remang, dan dia senyum-senyum diatas kasur menyaksikanku.
“Ih kenapa ini senyum-senyum, mau ngajak ena-ena ya”, tanyaku sambil berbaring di sebelahnya sambil menjadikan dia gulingku.
“Hehe gapapa mas, kamu nggemesin”, balasnya sambil minta peluk aku.
“Yang, yuk yang hehe udah 4 hari nih gak main”, ajakku pada dia sambil sedikit menciumi lehernya.
“Ehhmmmm ngentot mas?”, tanya istriku.
“Iya dong hehhe”, balasku sambil meremasi susu istriku sendiri.
“Hmm aku sepong aja ya mas hehe itumu gede banget mas soalnya”, balas istriku sambil mengekspresikan mimik wajah nyeri, memang benar, kadang kalau pas aku bersemangat masuk pada gigi 5 dengan goyangan yg kencang, aku melihat istriku keenakan namun juga kesakitan kadang airmatanya sedikit keluar. entah kenapa istriku masih kurang menikmati yg mengakibatkan nyeri walau sudah lama menikah, apa mungkin ukuran yg kegedean. walau begitu, kami belum pernah konsultasi pada pakar seks, karena malu. namun banyak aku membaca melalui google bahwa kejadian seperti itu memang biasa saat pasangan kurang ikhlas atau kepikiran sesuatu yg membuatnya tak menikmati sehingga menjadikannya nyeri karena lubrikasi pada vagina yg tiba-tiba terhenti saat sedang panasnya.
“Bukannya yg gede yg enak ya yang, yauda deh disepong gapapa daripada kagak”, ujarku santai.“Iya ii mas, kenapa ya, padahal aku ya berusaha menikmati, tapi ya karena entah kenapa jadi kaya gimana gitu, maaf ya suamiku”, ujarnya sambil memelukku.
Lalu tanpa membuang waktu aku langsung melepas celanaku dan istriku langsung meraih kontolku.
“Yaampun segede gini lho mas”, ujarnya sambil terus mengocok kontolku dengan pelan. sebelum kami mulai ritual, istriku kudekatkan pada bibirku untuk kulahap bibirnya.
“Smooocchhh cmooocchhh cmooooccchhhhh”, ciuman kami disertai dengan permainan lidah dan aku meraba badannya yg langsing. kami berdua bersilat lidah dengan cukup lama, bahkan nafas istriku mulai terengah engah saat ciuman kami berubah menjadi ciuman yg hot. aku harap istriku mengubah pikirannya dan ingin ngentot.
“Mas, bikin aku orgasme dong”, mintanya sambil wajah yg super sange.
“Ngentot ya sayang”, tanyaku.
“Ehmmm di kobel sama dijilat aja ya mas”, minta dia, walau sedikit kecewa namun tak apalah.
Lalu aku langsung berpindah posisi dan menarik celana istriku berserta dengan celana dalamnya dan terlihatlah vagina bersih tanpa bulu sedikitpun itu. kepalaku mendekat pada pangkal selangkangannya dan kujulurkan lidahku pada bibir vaginanya yg tipis tersebut, aroma khas sabun sirih membuatku semakin bernafsu.
“Sluuuuuuurrrrrpppppppppppppp”, aku menjilati bibir vagina istriku dari ujung bawah hingga ujung atasnya yg membuat dia klejotan tak karuan, bibir vagina yg sedikit terasa asin tak ku hiraukan selama bisa memberi kepuasan dan nafsu pada kami berdua.
“Awwwwwwhhhhhhh mass”, desah panjang istriku saat ujung lidahku mengenai klitorisnya. aku terus menjilati pada bagian itu, istriku hanya terdiam sambil klejotan, menahan desahnya dengan mengigit bibirnya sendiri dan tangannya memainkan payudaranya dari luar bajunya. terkadang tangannya mencengkram sprei saat aku sedang intens memberikan serangan pada alat vitalnya.
Cairan vaginanya turut keluar yg membantuku memainkan lidah semakin licin dan lihay. kedua kaki istriku terus bergerak-gerak untuk menghilangkan rasa geli yg menyerang tubuhnya. dia enggan mendesah kencang karena tepat kamar sebelah adalah kamar anak-anak. sejak memiliki anak kami terbiasa bermain senyap dengan desahan yg minimal. permainan senyap justru membuat semuanya semakin nikmat dengan saling melihat wajah yg sange namun menahan luapan nafsu yg seharusnya dikeluarkan menjadi sebuah desahan nikmat. istriku mengigit bibirnya sebelah bawah sambil terus mendesah ringah.“Ssshhhh shhhhh hmmmm shhhhhh awhhhh shhhh stthhhmmm”
“Ahhhh mas Herii, enak banget sih mas”, desah dia sambil merancu tak jelas, “kalau udah capek gantian mas”, lanjutnya lembut disela-sela serangan lidahku.
“Pantang gantian sebelum kamu orgasme sayang”, balasku yg lalu memasukkan salah satu jariku kedalam vaginanya yg sudah sangat becek dan basah.
“Awwwhhhh massss, jangan pakai jari mas”, mintanya, namun tak ku hiraukan dan aku terus memainkan jariku berada di dalam rahimnya. jariku bergerak keluar masuk dan membentuk seperti pancing untuk menstimuli bagian atas rahimnya. istriku semakin klejotan bagaikan cacing yg terkena garam, tangannya berusaha menarik tanganku agar berhenti mengobok-obok vaginanya, namun tenaganya kalah denganku. kuperhatikan wajahnya semakin memerah dan matanya semakin sayu.
“AAHHHHH MAS ANDRRRRIIIIIIIWW AHHHWWHHHHHHH MASSSS”, teriak istriku yg sangat kencang diiringi dengan tubuh yg mengencang dan keenakan, diikuti dengan nafas yg berburu.
“Yanggg!! teriaknya kok gak diatur”, ujarku sambil tertawa.
“Abisnya kamu sih mas, ngobelnya gak aturan, langsung orgasme dong mas, kenceng banget ya teriakku, anak-anak bangun gak ya hahaha”, khawatirnya dengan anak kami terbangun, lalu istriku duduk sambil menyenderkan punggungnya pada tembok sebelah kasur dengan menutupi bagian bawahnya dengan selimut sembari mendengarkan jika ada suara tangis karena anak yg terbangun.
“Enggak deh kayanya”, balasku sambil konsentrasi mendengarkan.
Lalu istriku mendekat padaku yg berdiri di pinggir kasur, dia mulai memberiku blowjob dengan posisi seperti doggy style diatas kasur, bentuknya sungguh seksi. kontolku yg 18cm itu dia lahapnya dengan penuh penghayatan.
“Ehhhhmmmm ahhhhh enak banget yanggg”, ujarku sambil memejamkan mata.Istriku bergerak maju dan mundur, lidahnya memainkan permainannya dengan lihai, membuatku merem melek keenakan. walau begitu, kontolku hanya bisa masuk separuh ke dalam mulutnya.
“Yang, dorong masuk terus hingga masuk mentok yang”, ujarku sambil memegangi kepalanya dan mendorongnya agar kontolku bisa masuk semua kedalam mulutnya. istriku berusaha memasukkan semua kontolku, yg sering disebut dengan deep throat.
“Uhuuuuk..uhuuuukkk..uhuuukkkk”, suara batuk istriku diiringi dengan dia mengeluarkan kontolku dari mulutnya dan ludahnya yg terkumpul keluar dari mulutnya. dari total panjang kontolku, hanya sepertiga yg bisa di telan, selain itu dia juga harus membuka mulutnya lebar-lebar untuk mengakomodasi lebar dan panjang penisku.
“Gak bisa mas, udah yg paling mentok tadi”, ujarnya sambil menatapku, lalu dia kembali memasukkan kontolku pada mulutnya. dia memainkannya dengan tempo cepat dibantu dengan tangan kanannya ngocokin bagian pangkal kontolku. aku hanya merem melek keenakan, dan membelai rambut istriku.
“Terus sayang aku bentar lagi mau keluar sayanggg”, ujarku sambil berbisik padanya dengan belaian yg lembut pada rambutnya. kontolku rasanya semakin mengencang dan ototku juga turut mengikutinya. istriku semakin bergerak dengan cepat.
“Ahhhh yanggg ahhhh aku mau keluar yanggggg”, aku mencengkram kepala istriku.
“Aahhkkkk sayanggggg ooowwhhhhh yangggggg awwhhhh croooooooot crooooooot crooooooot crooooooot croooooooooot”, semburan demi semburan keluar dari buah zakarku hingga rasanya tak ada yg tersisa, aku masih merem melek menikmati tiap tetes yg tersisa untuk terus keluar. bahkan saat aku sedang maksimal dalam memuncratkan cairan putih itu, istriku tetap menggerakkan tangannya maju mundur untuk mengeluarkan semua cairan pejuh.
Lalu dengan perlahan istriku mengeluarkan kontolku dari dalam mulutnya, dan dia menunjukkan betapa banyaknya pejuhku yg keluar dengan membuka mulutnya dihadapanku. lantas dia menutup mulutnya dan tersenyum, selanjutnya kembali menunjukkan bahwa pejuhnya sudah habis dia telan.
“Kamu gak bisa to mas, memberiku pas aja, selalu berlebihan, sperma sampai sebanyak itu, mulutku sampai penuh”, ujarnya sambil senyum.“Itu tadi kamu telan semua”, aku masih tak percaya, karena istriku jarang mau menelan sperma.
“Iyaa mas, gurih ternyata”, balasnya sambil memunguti pakaian kami yg berserakan.
Secara reflek tanpa ada rasa jijik, aku langsung menundukkan kepalaku dan meraih bibirnya secara paksa karena istriku enggan aku cium setelah mulut kami saling menyentuh kelamin masing-masing.
“Smooocccchhhhhhh”, ciuman paksa aku yg berikan ke istri.
“Ihh mas, jangan mas, kan bibirku abis di kontolmu dan kena pejuh juga”, protes dia.
“Gapapa sayang, ciuman kasih sayang, ntar disangka aku jijik mencium kamu setelah memberikan nikmat padaku”, balasku padanya.
“Hihi iya deh mas Heri sayangku”, lanjutnya dengan malu-malu. lalu kami berdua berlanjut berciuman untuk sejenak dan saling memandangi satu dengan lainnya. betapa cantiknya istriku saat dia keadaan polos tanpa sehelai apapun yg menutupi tubuhnya ditambah wajah paska sange dan nafsu tinggi.
Setelah selesai dengan urusan nafsu kami, lalu kami merapikan kasur dan tidur. istriku tidur didalam pelukanku dengan wajah yg sangat cantik dan anggun, rasa syukur yg luar biasa aku bisa memiliki istri yg begitu cantik dan membanggakan. namun, walau aku puas dengan permainan tadi, tapi rasanya kurang puas jika gak dituntaskan dalam bentuk seks. aku jadi teringat kata Edo, katanya cewek suka dengan kontol yg gede, tapi kenapa sekarang sebaliknya.
Mungkin orang yg tau, bahwa keluarga Heri sangat harmonis, istri yg selalu disegani oleh para tetangga, aku yg sangat dihormati, siapa sangka kalau permainan ranjangnya kurang mencerminkan seperti yg orang lihat. tapi yaudalah, walau seks tak memuaskan, namun aku diberi kenikmatan yg lain yaitu, keluarga harmonis, ekonomi yg aman dan stabil, jabatan yg aman dan keluarga yg sehat. sudah saatnya tidur, aku besok harus kembali ke kantor.
Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Pasutri.
-

Foto Bugil Guru berambut gelap Tabitha Stevens secara misterius memutuskan untuk telanjang

Duniabola99.com – foto guru dengan penggaris panjannya bugil diatas meja guru menampakkan toketnya yang padat berisi dan memeknya yang bulunya baru dicukur botak sambil memainkan jari jarinya di memek.
-

Foto Bugil Hot remaja Jennifer Mackay memeknya botak dicukur









