Author: dbgoog99

  • Foto Bugil Gadis remaja nakal di trotoar

    Foto Bugil Gadis remaja nakal di trotoar


    2213 views

    Duniabola99.com – foto cewek nakal membuka pakiannya ditempat umum memamerkan memeknya yang berwana merah merekah dan juga petil payudaranya yang berwana pink yang sangat menggoda.

     

  • Video bokep Cayla bergoyang erotis menggoda pacarnya

    Video bokep Cayla bergoyang erotis menggoda pacarnya


    2649 views

     

  • Cerita Sex Rahma

    Cerita Sex Rahma


    2982 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Rahma ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Rista adalah seorang gadis cantik,bertubuh langsing, berambut panjang lurus, mempunyai payudara yang tidak terlalu besar namun sangat ketat, dan juga bongkahan pantatnya yang lumayan runcing kebelakang. Saat saudaraku mengenalkan Rista kepadku, sugguh aku langsung terpana melihat penampilan Rista malam itu. apalagi tubuhnya dihiasi dengan gaun putih, sungguh perfect banget Rista, dan aku pun langsung suka dengan Rista. Namun aku hanya bisa memendam saja karena tak mungkin aku merebut pacar saudara kandungku sendiri.
    Aku dan saudaraku waktu itu kuliah di salah satu universitas terkenal disurabaya.

    Karena kita asli Jakarta makanya kita kita mengontrak. Dirumah yang lumayan besar hanya kau dan saudaraku saja yang menempatinya. Oh ya namaku Arya dan nama saudaraku Aryo, umur kita sama karena kita lahir secara bersama. Secara penampilan kita pun sama, mungkin yang membedakan antara aku dan Aryo adalah kecerdasan kita. Aryo lebih sedikit cerdas dibandingkan denganku. Rumah yang hanya kita tinggli berdua itu tidak sepi lagi ketika Rista sering maen kerumah, malah bisa dibilang setiap hari setelah pulang kuliah Rista selalu maen kerumah kita.
    Rasa suka ku pada Rista pun semakin bertambah dengan seiring seringnya aku bertemu dengan Rista. Aku sempat merasa cemburu kita melihat Aryo bermesraan dengan Rista. Namun aku hanya bisa berteriak dalam hati, karena kau tak bisa berbuat apa-apa. Hingga akhirnya kesempatan yang aku nantikan datang juga. Suatu malam Aryo mendapat telpon dari papahku dan papah meminta Aryo untuk pulang karena suatu hal. Aryo pun menurut pada papah, dan keesokan harinya Aryo pun langsung balik kejakarta. Aku bakal mendapat kesempatan berdua denga Rista, nmaun dengan alasan apa aku masih bingug.
    Saya sempat merasa agak kesepian juga di rumah, karena saya hanya sendirian saja. Apalagi kalau Aryo tidak di sini, berarti Rista juga nggak akan datang ke rumah saya kan?..Nah, pada suatu siang di rumah, tiba-tiba saya seperti mendengar suara motor Rista dari kejauhan. “Ah, aku pasti terlalu merindukan kehadiran Rista”, pikirku, sampai suara motor lewat pun saya sangka suara motor Rista. Eh, ternyata suara motor itu memang menuju ke rumahku, and guess what, itu memang Rista! Dia mengenakan kaos ketat berwarna oranye-biru, dan celana jeans ngatung yang juga ketat. Sunggu menggairahkan sekali penampilannya saat itu. Saya gembira campur bingung, kenapa Rista datang ke sini, padahal Aryo kan lagi pergi.
    “Halo Arya.. Sendirian aja ya di rumah? Kasian, ditinggal Aryo sendirian. Pasti sepi ya?”, kata Rista sambil menuntun motornya masuk.
    “Iya nih Win, sendirian terus tiap hari. Kamu tumben dateng ke sini? Ada angin apa Win?”
    “Ini No, aku mau ngambil catetanku yang dulu dipinjem Aryo. Soalnya ada perlu buat semester pendek.”
    “Ooo.. kalo gitu masuk aja Win. Aku kurang tau di mana Aryo nyimpen catetanmu. Liat aja di kamarnya.”, jawabku lagi.

    Cerita Sex Rahma Rista pun masuk ke kamar Aryo dan mencari catetannya di laci meja komputer Aryo. Sepertinya dia memang sudah tau kalau Aryo menyimpannya di sana. Untuk membuka laci itu, dia mesti agak membungkuk. Ketika membungkuk, bagian belakang baju kaosnya agak terangkat, dan tampaklah olehku punggungnya yang putih mulus. Wahh.. walaupun hanya sedikit yang tampak, tapi itu sudah membuat pikiranku melayang dan otomatis penisku pun ikut berdiri.
    “Udah dapet nih No, catetannya.”, kata Rista kepadaku.
    “Oh, di sana ternyata dia simpen ya? Oke deh. Itu aja yang perlu Win?”, kataku dengan agak sedikit kecewa, karena kalau memang hanya itu tujuan dia ke sini, berarti dia udah mau balik dong..?
    “Iya, ini aja. Aku pulang dulu deh ya No.”
    Yaahh.., sebentar banget aku sempat ketemu dengan Rista, pikirku. Kemudian Rista keluar menuju motornya. Di depan motornya aku melihat dia menggantungkan sebuah tas yang agak besar.
    “Bawa apaan tuh Win?”, tanyaku sama Rista.
    “Oh, ini? Sebenarnya setelah ini aku bukan mau pulang sih. Aku rencananya mau ke tempat temenku. Numpang mandi. Abis, air di kosku lagi habis. Sumurnya kering No. Wah, jadi ketauan deh kalo aku belum mandi nih.. Jadi malu..”, kata Rista dengan agak malu-malu.

    Wah.., kesempatan nih!
    “Kenapa nggak mandi di sini aja Win? Airnya banyak kok di sini. Daripada repot-repot ke tempat temenmu lagi. Gimana? Mau?”, cecarku dengan penuh semangat bercampur nafsu
    “Mmm.., nggak apa-apa nih No?”, tanya Rista agak ragu.
    “Nggak apa-apa kok. Bener. Suwer. Samber geledek.”, jawabku dengan sedikit bercanda.
    “Ya oke deh kalo gitu. Aku numpang mandi ya..”

    Yess.. Akhirnya aku punya kesempatan untuk bersama Rista lebih lama lagi.. Rista langsung masuk lagi menuju kamar mandi. Aku hanya dapat membayangkan apa yang terjadi di dalam kamar mandi itu. Aku membayangkan Rista membuka baju ketatnya, dan melepaskan celana jeansnya. Aku membayangkan bagaimana tubuh seksi Rista hanya berbalutkan BH dan celana dalam saja. Hhhmm.. penisku langsung tegang dengan sendirinya tanpa perlu kusentuh. Sedang enak-enak melamun, tiba-tiba pintu kamar mandi Rista terbuka. Oh, ternyata Rista masih mengenakan pakaiannya, tidak seperti dalam bayanganku.
    “Arya, aku bisa pinjem handuk nggak? Aku lupa bawa nih. Sori ya ngerepotin.”
    “Oh, nggak apa-apa. Ntar ku ambilin.”
    Ketika aku memberikan handukku kepada Rista, terlihat tali BH Rista yang berwarna hitam di bahunya. Walaupun itu hanya seutas tali BH di bahu, tapi itu sudah cukup untuk membuatku berimajinasi yang bukan-bukan tentang Rista.
    “Makasih ya Arya..”, wah, suaranya benar-benar bisa membuatku terbang ke langit ketujuh..
    “eh, iya..”, jawabku.

    Lalu Rista masuk kembali ke kamar mandi. Tak lama kemudian sudah terdengar suara cebyar-cebyur air. Aku tak dapat berhenti membayangkan tubuh Rista yang telanjang.. Kulitnya pasti mulus.., putih.., dan badannya sangat seksi sekali.. mmhh.. aku tak kuasa untuk menahan nafsuku.. Aku masuk ke kamar, dan masuk ke kamar mandiku (letaknya tepat di sebelah kamar mandi tamu tempat Rista mandi).Di dalam kamar mandi, aku langsung melepaskan seluruh pakaianku dan mengambil sabun untuk onani. Aku memegang penisku yang sudah sangat tegang (rasanya belum pernah “dia” sebesar ini.Bayangan akan Rista benar-benar telah membuatnya sangat keras..). Dengan sedikit sabun, aku mulai meremas-remas penisku, dan pelan-pelan mulai mengocoknya maju-mundur.. mm.. aku membayangkan ini adalah tangan Rista yang mengocok penisku.. oohh Rista.. andaikan kamu mau mandi bersamaku di sini.. hhmm.. Imajinasiku telah melayang ke mana-mana. Sedang asyik-asyiknya onani, tiba-tiba pintu kamar mandiku diketuk dari luar.
    “Arya.. Kamu lagi mandi ya? Sori mengganggu lagi. Kamu ada sabun cuci muka nggak? Aku lupa bawa tadi..”, terdengar suara Rista memanggil.

    Aku kaget! Wah, mana udah mau klimaks, eh Rista ngetuk pintu. Buyar deh imajinasiku yang sudah kubangun dari tadi. Wah, pasti Rista sudah pakai baju lengkap lagi seperti tadi, tidak telanjang seperti dalam bayanganku. Tapi nggak apa-apa deh, kan aku bisa ngeliat Rista lagi jadinya. Aku lingkarkan handuk di pinggangku untuk menutupi penisku yang tegang, lalu aku ambilkan sabun cuci mukaku untuk Rista.
    “Ini Win, sabun cuci mukanya”, kataku sambil membuka pintu.

    Wahh.. ternyata Rista hanya mengenakan handukku yang kuberikan tadi, bukannya berpakaian lengkap! Rejeki lagi nih! Dengan balutan handukku yang tidak terlalu lebar itu, tampak kulitnya yang benar-benar putih mulus. Handukku hanya menutupi dari dadanya sampai sekitar 15 cm di atas lututnya. Tampak olehku pahanya yang begitu indah. Rambutnya yang basah juga memberi efek yang membuatnya semakin kelihatan seksi.. Tanpa bisa dibendung, penisku menjadi semakin tegang lagi.
    “Makasih Arya.. Wah, bener-bener sori ya, jadi ngeganggu mandimu..”, kata Rista lagi.
    “Ehm.., nggak apa-apa kok Win.”, jawabku terbata-bata karena nggak kuat menahan nafsuku..
    Cerita Sex Rahma Tanpa kusadari, penisku semakin menyembul dan membuat handukku hampir copot. Jarakku dengan Rista waktu itu sangat dekat, sehingga penisku yang sudah berdiri itu menyentuh bagian perut Rista penisku dan perut Rista sama-sama masih tertutupi handuk. Rista kaget, karena ada sesuatu yang menekan perutnya.
    “Eh, aku mandi lagi ya No.”, kata Rista buru-buru dengan muka yang memerah. Sepertinya dia malu campur bingung.
    “Mmm, iya.., aku juga mau mandi lagi”, jawabku juga dengan penuh malu.
    Ristapun kembali ke kamar mandinya, dan aku juga masuk lagi ke kamar mandiku.

    Cerita Sex Rahma

    Cerita Sex Rahma

    Di dalam kamar mandi aku berpikir, apa kira-kira tanggapan Rista atas kejadian tadi ya? Apa dia akan lapor ke Aryo kalau aku berbuat kurang ajar? Apa dia marah sama aku? Atau apa? Aku jadi takut.. Setelah termenung beberapa menit, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan apa yang kukerjakan tadi. Masalah nanti ya urusan belakangan. Baru saja aku mau mulai untuk onani lagi, pintu kamar mandiku diketuk lagi.
    “Arya.., sori mengganggu lagi. Aku ada perlu lagi nih”, kata Rista dari luar.
    “oh iya, bentar..”
    Sekarang aku pakai celana dalam dan celana pendekku. Aku nggak mau terulang lagi kejadian memalukan tadi. Aku keluar dari kamar mandi.
    “Ada apa Win? Apa lagi yang ketinggalan? Mau pinjem celana dalam?”, candaku pada Rista.
    “Ah, kamu ada-ada aja.”, kata Rista sambil tertawa. Hhh.., manis sekali senyumannya itu.. Btw, dia masih mengenakan handuk seperti tadi. Seksi..!
    “Gini No.. Waktu aku minjem sabun cuci muka tadi, aku tau kalo kamu sempat.. mm.. apa ya istilahnya? Terangsang?”, kata Rista.

    “Hah? Apa? Maksudnya gimana? Aku nggak ngerti?”, tanyaku pura-pura bego.
    “Nggak apa-apa kok No. Nggak usah malu. Kuakui, aku tadi juga sempat membayangkan “itu” mu waktu aku masuk kamar mandi lagi.
    Aku bahkan hampir saja mau.. mm.. masturbasi sambil mbayangin kamu. Tapi kupikir, ngapain pake tangan sendiri, kalo “barang”nya ada di sebelah?”, jawab Rista.
    “Hhhaahh? Apa maksudmu Win? Aku jadi makin bingung? Aku nggak”
    Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Rista sudah meraba penisku dari luar celana pendekku.

    “Ini yang kumaksud, Arya! Penismu yang tegang ini! Aku menginginkannya!”, kata Rista sambil terus meraba-raba dan meremas penisku.
    “hhmm.., Rista.. kamu..”
    “Arya.. Walaupun aku pacarnya Aryo, kamu nggak usah malu begitu. Sejak bertemu denganmu di Djokdja ini, aku selalu membayangkanmu dalam setiap fantasi seksku. Bukannya aku nggak cinta Aryo. Tapi dengan membayangkan sesuatu yang “tabu”, biasanya aku selalu menjadi begitu terangsang, dan selalu kuakhiri dengan masturbasi sambil membayangkan bercinta dengan saudara kembar pacarku sendiri. Markas Judi Online Dominoqq

    Cerita Sex Rahma Arya.. saat ini sudah lama kutunggu-tunggu. Aku selalu membayangkan bagaimana rasanya mengulum Penismu dalam mulutku. Bagaimana rasanya memainkan Penismu dalam vaginaku.. hhmm.. You’re always on my fantasy, Arya..”, cerocos Rista sambil semakin kuat meremas penisku masih dari luar celana pendekku.

    “Ohh.., oohhmm.., Rista.. Aku.., juga.. selalu membayangkanmu dalam setiap onaniku. Aku nggak tahan melihat kecantikan dan keseksianmu, sejak pertama kali aku bertemu denganmu. Aku cemburu dengan Aryo. Aku selalu membayangkan tubuhmu yang putih, halus, lembut, dan seksi ini.. Aku menginginkanmu Rista..”, jawabku sambil meraba bahu dan tangannya yang begitu halus dan lembut.
    Kemudian tanpa berpikir lagi, aku raih rambutnya dan kutarik mukanya ke mukaku, dan kucium Rista dengan buas. Kulumat bibirnya yang merah dan mungil itu. Inilah pengalaman pertamaku mencium wanita. Rasanya benar-benar nikmat sekali. Apalagi tangannya masih terus meremas penisku yang sudah berdenyut-denyut dari tadi.

    “Hmmpp.., mmhhmmhh..”, Rista juga membalas ciumanku dengan lumatan bibirnya dan lidahnya bermain-main di dalam mulutku.

    Aku terus menghisap bibir & lidahnya, dan tanganku mulai meraba payudaranya yang masih tertutup handuk. Payudaranya cukup besar. Belakangan kuketahui ukurannya 34B. Terasa putingnya yang mengeras dari balik handuk.
    “Ohh.. Arya.. remas susuku! Remas, Arya.. Ohhmmhh..”,
    desah Arya di telingaku, semakin membuatku bernafsu.. Tanpa pikir panjang, langsung kulepaskan handuk Rista, sehingga tampaklah di depan mataku keindahan tubuh telanjang Rista yang selama ini hanya ada dalam fantasiku.

    “Rista.. kamu sunguh-sungguh cantik.. Aku menginginkanmu..”.

    Aku pun langsung menerkamnya dan tanpa membuang waktu langsung kuhisap payudaranya yang bulat & padat itu. Sebelumnya aku hanya dapat membayangkan betapa indahnya payudara Rista yang sering mengenakan kaos ketat itu. Bahkan pernah sekali dia mengenakan kaos ketat tanpa BH, sehingga tampak samar-samar putingnya yang merah olehku waktu itu.

    “Arya.. Mmmhhmm.. Kamu benar-benar hebat Arya.. Bahkan Aryo tidak pernah bisa membuatku jadi gila seperti ini.. Ooohh.. hisap putingku Arya. Jilat.. hhmm..” jerit Rista yang sudah benar-benar penuh nafsu birahi itu.

    Aku terus menjilati dan menghisap payudaranya, dan sekali-sekali kugigit karena gemas, sehingga payudaranya menjadi merah-merah. Tapi Rista tidak marah, malah sepertinya ia sangat menikmati permainan mulutku.

    Bosan bersikap pasif, Rista pun melepaskan celana pendekku dengan penuh nafsu, sehingga tampaklah olehnya penisku yang sudah berdiri tegak hingga keluar dari pinggang celana dalamku.

    “Besar sekali Penismu Arya! Wow.. Lebih besar dari pacarku yang dulu. Bahkan lebih besar dari punya Aryo! Kukira punya sudah yang terbesar yang ada!”, puji Rista dengan mata berbinar ketika melihat penisku.

    Rista menarik celana dalamku hingga lepas, berlutut di depan penisku dan langsung menjilati telorku yang penuh bulu itu.

    “Aahhmm.. enak sekali Rista..! mmhhmm.. Kamu memang hebat sekali..”,
    aku meracau kenikmatan sambil terus membelai rambutnya yang indah.
    “oohhmm.. aku suka sekali Penismu Arya.. besar, panjang, dan hitam.. oohhoohhmm..”,
    Rista memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil, dan menghisapnya dengan kuat.
    “Ahh.., Rista.. AAhhmmhh..”,

    Aku benar-benar dalam puncak kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Kenikmatan onani hanyalah sepersekian dari kenikmatan dihisap dan dijilat oleh mulut dan lidah Rista yang sedang mengulum penisku ini. Rista dangan penuh semangat terus menghisap penisku, dan karena ia memaju mundurkan kepala dan badannya dengan kencang, tampak olehku payudaranya bergoyang-goyang kesana kemari.

    Ketika aku hampir mencapai klimaks, langsung kutarik penisku dari mulutnya, dan kupeluk Rista erat-erat sambil menjilati dan menciumi seluruh mukanya. Mulai dari keningnya, matanya, hidungnya yang mancung, pipinya, telinganya, lehernya, dagunya, dan kuteruskan ke bawah sampai akhirnya seluruh tubuhnya basah oleh air liurku dan di beberapa tempat bahkan sampai merah-merah karena hisapan dan gigitan gemasku. Rista benar-benar menikmati perlakuanku terhadap tubuhnya, terutama ketika aku menjilati dan menghisap daun telinganya. Dia benar-benar merinding ketika itu.

    “oohh Arya.., kamu hebat sekali.. Belum pernah ada sebelumnya yang bisa membuatku orgasme tanpa perlu menyentuh vaginaku. Ohhmm.. you’re the greatest..!”, kata Rista lagi.
    Setelah beristirahat sejenak, aku mulai menjilati vagina Rista.
    “Aryao.. nikmat sekali.. kamu hebat sekali memainkan lidahmu.. mmhhmm.. aahhgghh..”, Rista benar-benar menikmati permainan lidahku yang mengobok-obok vaginanya dengan buas.
    “Rista.., boleh aku memasukkan penisku ke dalam” belum selesai kata-kataku, Rista langsung memotong.

    “Nggak usah minta ijin segala, masukin Penismu yang gede itu ke vaginaku cepat, Arya!”, potong Rista sambil memegang penisku dan mengarahkannya ke lobang vaginanya.
    “Ahh.. sempit sekali Rista.. Mmmgghh..”, vaginanya benar-benar menjepit penisku dengan kencang sekali, sehingga sensasi yang kurasakan menjadi benar-benar tak terlukiskan dengan kata-kata. Pokoknya enak banget!!
    “Ooohh Arya.. Penismu besar sekali!! HHhhmmhh.. aahh.. nikmat sekali Arya!”

    Cerita Sex Rahma Perlahan-lahan, aku pun mulai menggoyangkan pantatku sehingga penisku yang gede dan hitam mulai mengocok-ngocok vaginanya. Rista pun juga menggoyangkan pantatnya yang putih mulus itu sehingga makin lama goyangan kami menjadi semakin cepat dan buas.

    “Arrryyaaaaaa.. hh.. hh.. hh.. aku suka Penismu! mmhh.. lebih cepat, cepat.. keras.. aku.. hhoohhmmhh..”,
    racauan Rista makin lama makin tidak jelas.
    “Aku hhaammpir keluuaar.. Rissttaaaaaaa.. hhmmhh..”,
    campuran antara goyangan, desahan, dan tampang Rista yang benar-benar seksi, merangsang, dan penuh keringat itu membuatku nggak tahan lagi.
    “Keluarkan di dalam saja, Arya.. Aku jugaa.. mauu.. sampai.. hh..”.

    “AAHHMMHH.. AARRGGHH.. OOHHMMHH.. NIKMAAT SEKAALLII.. AAHHMMHH..!!” kami berdua mencapai klimaks pada saat yang bersamaan.

    Setelah permainan yang dahsyat itu, kami sama-sama terlelap di kamarku. Sewaktu terbangun ternyata hari sudah malam. Rista langsung pulang karena takut kos-kosannya sudah dikunci kalau kemalaman. Tapi kami berjanji untuk bertemu lagi esok hari, karena kami berdua masih ingin melanjutkan hubungan yang tabu ini. Kami sama-sama menikmatinya. Kita pasti akan mengulanginya lagi ketika ada kesempatan dan waktu yang tepat.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Foto Ngentot Cewek Latina mengganggu sesi yoga untuk bercinta dengan orang asing

    Foto Ngentot Cewek Latina mengganggu sesi yoga untuk bercinta dengan orang asing


    2302 views

    Duniabola99.com – foto cewek yang lagi yoga dipagi hari diganggu orang asing cewok berbadan kekar dan diajak untuk melakukan hubungan seks dirumahnya dan menghantam keras memeknya oleh kontol besar dan menelan banyak sperma.

  • Pigtailed Brunette Fucked Hard Afterschool

    Pigtailed Brunette Fucked Hard Afterschool


    2035 views

  • Foto Ngentot Lauren Phillips dihantam pantatnya dari belakang hinggak teriak kesakitan

    Foto Ngentot Lauren Phillips dihantam pantatnya dari belakang hinggak teriak kesakitan


    2168 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang dientot pria berato dari belakang yang menghantap keras ke pantatnya hingga teriak kesakitan dan menelan semua sperma yang dikeluarkan.

     

  • Foto Bugil  Remaja berambut pirang itu meraih bibir vaginanya

    Foto Bugil Remaja berambut pirang itu meraih bibir vaginanya


    2099 views

    Duniabola99.com – foto gadis cantik pirang memamerkan memeknya yang tembem tampa bulu berwarna pink dan juga memamerkan toketnya yang sedang dan memainkan jari – jarinya dimemeknya.

  • Cerita Sex Hadiah Dari Sahabat

    Cerita Sex Hadiah Dari Sahabat


    3451 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Hadiah Dari Sahabat ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita SexGue punya sahabat namanya Olla kami jarang bertemu atau berjumpa sejak kami sudah berkeluarga hingga
    anak kami bertumbuhya dewasa tapi kami selalu telpon atau sms menanyakan kabar jadi jalinan
    persahabatan kami masih berlanjut sampai sekarang, ada saja yang kami bicarakan dari tanya kabar
    anaknya, orang tuaya dan lain sebagainya.

    Pada hari sabtu pagi Olla menelponku katanya dia habis pulang dari Magelang kota kelahirannya dia
    membawakan oleh oleh kecil untuk keluargaku.

    Katanya Anaknya yang bernama Riko akan mengahantarkan oleh olehnya kerumahku kalau aku tidak keluar,

    Ah terimakasih Olla sudah mengasih oleh oleh. Pasti dia membawa gethuk kesukaanku khas makanan
    magelang, gue pun tidak keluar menunggu kedatangan Riko kerumahku, yang mana hampir 15 tahun aku tidak
    pernah melihat Riko.

    Malam itu Datanglah yang memakai mobil Jeep masuk kedalam rumahku, kuintip dari jendela. Dua orang
    anak tanggung turun dari jeep itu. Mungkin si Riko datang bersama temannya. Ah, jangkung bener anak
    Olla. Gue buka pintu. Dengan sebuah bingkisan si Riko naik ke teras rumah

    “Selamat siang, Tante. Ini titipan mama untuk Tante Erna. Kenalin ini Bonny teman saya, Tante”. Riko
    menyerahkan kiriman dari mamanya dan mengenalkan temannya padaku. Gue sambut gembira mereka.

    Oleh-oleh Olla dan langsung Gue simpan di lemari es-ku biar nggak basi. Gue terpesona saat melihat
    anak Olla yang sudah demikian gede dan jangkung itu. Dengan gaya pakaian dan rambutnya yang trendy
    sungguh keren anak sahabatku ini.

    Demikian pula si Donny temannya, mereka berdua adalah pemuda-pemuda masa kini yang sangat tampan dan
    simpatik. Ah, anak jaman sekarang, mungkin karena pola makannya sudah maju pertumbuhan mereka jadi
    subur. Mereka Gue ajak masuk ke rumah. Kubuatkan minuman untuk mereka.

    Kuperhatikan mata si Donny agak nakal, dia pelototi bahuku, buah dadaku, leherku. Matanya mengikuti
    apapun yang sedang Gue lakukan, saat Gue jalan, saat Gue ngomong, saat Gue mengambil sesuatu.

    Ah, maklum anak laki-laki, kalau lihat perempuan yang agak melek, biar sudah tuaan macam Gue ini,
    tetap saja matanya melotot. Dia juga pinter ngomong lucu dan banyak nyerempet-nyerempet ke masalah
    seksual. Dan si Riko sendiri senang dengan omongan dan kelakar temannya. Dia juga suka nimbrung,
    nambahin lucu sambil melempar senyuman manisnya.

    Kami jadi banyak tertawa dan cepat saling akrab. Terus terang Gue senang dengan mereka berdua. Dan
    tiba-tiba Gue merasa berlGue aneh, apakah ini karena naluri perempuanku atau dasar genitku yang nggak
    pernah hilang sejak masih gadis dulu, hingga teman-temanku sering menyebutku sebagai perempuan gatal.
    Dan kini naluri genit macam itu tiba-tiba kembali hadir

    Mungkin hal ini disebabkan oleh tingkah si Donny yang seakan-akan memberikan celah padaku untuk
    mengulangi peristiwa-peristiwa masa muda. Peristiwa-peristiwa penuh birahi yang selalu mendebarkan
    jantung dan hatiku.

    Cerita Sex Hadiah Dari Sahabat Ah, dasar perempuan tua yang nggak tahu diri, makian dari hatiku untukku sendiri. Tetapi gebu libidoku
    ini demikian cepat menyeruak ke darahku dan lebih cepat lagi ke wajahku yang langsung terasa bengap
    kemerahan menahan gejolak birahi mengingat masa laluku itu.

    “Tante, jangan ngelamun. Cicak jatuh karena ngelamun, lho”. Kami kembali terbahak mendengar kelakar
    Riko. Dan kulihat mata Donny terus menunjukkan minatnya pada bagian-bagian tubuhku yang masih mulus
    ini.

    Dan Gue tidak heran kalau anak-anak muda macam Donny dan Riko ini demen menikmati penampilanku.
    Walaupun usiaku yang memasuki tahun ke 42 Gue tetap “fresh” dan “good looking”. Gue memang suka
    merawat tubuhku sejak muda.

    Boleh dibilang tak ada kerutan tanda ketuaan pada bagian-bagian tubuhku. Kalau Gue jalan sama Oke,
    suamiku, banyak yang mengira Gue anaknya atau bahkan “piaraan”nya. Kurang asem, tuh orang.

    Dan suamiku sendiri sangat membanggakan kecantikkanku. Kalau dia berkesempatan untuk membicarakan
    istrinya, seakan-akan memberi iming-iming pada para pendengarnya hingga Gue tersipu walaupun dipenuhi
    rasa bangga dalam hatiku.

    Beberapa teman suamiku nampak sering tergoda untuk mencuri pandang padaku. Tiba-tiba Gue ada ide untuk
    menahan kedua anak ini.

    “Hai, bagaimana kalau kalian makan siang di sini. Gue punya resep masakan yang gampang, cepat dan
    sedap. Sementara Gue masak kamu bisa ngobrol, baca tuh majalah atau pakai tuh, komputer si oom. Kamu
    bisa main game, internet atau apa lainnya. Tapi jangan cari yang ‘enggak-enggak’, ya..”, Gue tawarkan
    makan siang pada mereka. Markas Judi Online Dominoqq

    Tanpa konsultasi dengan temannya si Donny langsung iya saja. Gue tahu mata Donny ingin menikmati
    sensual tubuhku lebih lama lagi.

    Si Riko ngikut saja apa kata Donny. Sementara mereka buka komputer Gue ke dapur mempersiapkan
    masakanku. Gue sedang mengiris sayuran ketika tahu-tahu Donny sudah berada di belakangku. Dia
    menanyaiku, “Tante dulu teman kuliah mamanya Riko, ya. Kok kayanya jauh banget, sih?”.

    “Apanya yang jauh?, Gue tahu maksud pertanyaan Donny.

    “Iya, Tante pantesnya se-umur dengan teman-temanku”.

    “Gombal, ah. Kamu kok pinter nge-gombal, sih, Don”.

    “Bener. Kalau nggak percaya tanya, deh, sama Riko”, lanjutnya sambil melototi pahaku.

    “Tante hobbynya apa?”.

    “Berenang di laut, skin dan scuba diving, makan sea food, makan sayuran, nonton Discovery di TV”.

    “Ooo, pantesan”.

    “Apa yang pantesan?”, sergapku.

    “Pantesan body Tante masih mulus banget”.

    Kurang asem Donny ini, tanpa kusadari dia menggiring Gue untuk mendapatkan peluang melontarkan kata-
    kata “body Tante masih mulus banget” pada tubuhku. Tetapi Gue tak akan pernah menyesal akan giringan
    Donny ini.

    Dan reaksi naluriku langsung membuat darahku terasa serr.., libidoku muncul terdongkrak. Setapak demi
    setapak Gue merasa ada yang bergerak maju. Donny sudah menunjukkan keberaniannya untuk mendekat ke Gue
    dan punya jalan untuk mengungkapkan kenakalan ke-lelakian-nya.

    “Ah, mata kamu saja yang keranjang”, jawabku yang langsung membuatnya tergelak-gelak.

    “Papa kamu, ya, yang ngajarin?, lanjutku.

    “Ah, Tante, masak kaya gitu aja mesti diajarin”.

    Ah, cerdasnya anak ini, kembali Gue merasa tergiring dan akhirnya terjebak oleh pertanyaanku sendiri.

    “Memangnya pinter dengan sendirinya?”, lanjutku yang kepingin terjebak lagi.

    “Iya, dong, Tante. Gue belum pernah dengar ada orang yang ngajari gitu-gitu-an”.

    Ah, kata-kata giringannya muncul lagi, dan dengan senang hati kugiringkan diriku.

    “Gitu-gituan gimana, sih, Don sayang?”, jawabku lebih progresif.

    “Hoo, bener sayang, nih?”, sigap Donny.

    “Habis kamu bawel, sih”, sergahku.

    “Sudah sana, temenin si Riko tuh, n’tar dia kesepian”, lanjutku.

    “Si Riko, mah, senengnya cuma nonton”, jawabnya.

    “Kalau kamu?”, sergahku kembali.

    “Kalau saya, action, Tante sayang”, balas sayangnya.

    “Ya, sudah, kalau mau action, tuh ulek bumbu tumis di cobek, biar masakannya cepet mateng”, ujarku
    sambil memukulnya dengan manis.

    “Oo, beres, Tante sayang”, dia tak pernah mengendorkan serangannya padaku.

    Cerita Sex Hadiah Dari Sahabat Kemudian dia menghampiri cobekku yang sudah penuh dengan bumbu yang siap di-ulek. Beberapa saat
    kemudian Gue mendekat ke dia untuk melihat hasil ulekannya.

    “Uh, baunya sedap banget, nih, Tante. Ini bau bumbu yang mirip Tante atau bau Tante yang mirip
    bumbu?”.

    Kurang asem, kreatif banget nih anak, sambil ketawa ngakak kucubit pinggangnya keras-keras hingga dia
    aduh-aduhan. Seketika tangannya melepas pengulekan dan menarik tanganku dari cubitan di pinggangnya
    itu.

    Saat terlepas tangannya masih tetap menggenggam tanganku, dia melihat ke matGue. Ah, pandangannya itu
    membuat Gue gemetar. Akankah dia berani berbuat lebih jauh? Akankah dia yakin bahwa Gue juga
    merindukan kesempatan macam ini? Akankah dia akan mengisi gejolak hausku? Petualanganku? Nafsu
    birahiku?

    Gue tidak memerlukan jawaban terlampau lama. Bibir Donny sudah mendarat di bibirku. Kini kami sudah
    berpagutan dan kemudian saling melumat. Dan tangan-tangan kami saling berpeluk. Dan tanganku meraih
    kepalanya serta mengelusi rambutnya.

    Dan tangan Donny mulai bergeser menerobos masuk ke blusku. Dan tangan-tangan itu juga menerobosi BH-ku
    untuk kemudian meremasi payudarGue. Dan Gue mengeluarkan desahan nikmat yang tak terhingga. Nikmat
    kerinduan birahi menggauli anak muda yang seusia anakku, 22 tahun di bawah usiaku.

    “Tante, Gue nafsu banget lihat body Tante. Gue pengin menciumi body Tante. Gue pengin menjilati body
    Tante. Gue ingin menjilati nonok Tante. Gue ingin ngentot Tante”.

    Ah, seronoknya mulutnya. Kata-kata seronok Donny melahirkan sebuah sensasi erotik yang membuat Gue
    menggelinjang hebat. Kutekankan selangkanganku mepet ke selangkangnnya hingga kurasakan ada jendolan
    panas yang mengganjal. Pasti kontol Donny sudah ngaceng banget.

    Kuputar-putar pinggulku untuk merasakan tonjolannya lebih dalam lagi. Donny mengerang.Dengan tidak
    sabaran dia angkat dan lepaskan blusku. Sementara blus masih menutupi kepalGue bibirnya sudah mendarat
    ke ketiakku.

    Dia lumati habis-habisan ketiak kiri kemudian kanannya. Gue merasakan nikmat di sekujur urat-uratku.
    Donny menjadi sangat liar, maklum anak muda, dia melepaskan gigitan dan kecupannya dari ketiak ke
    dadaku.

    Dia kuak BH-ku dan keluarkan buah dadaku yang masih nampak ranum. Dia isep-isep bukit dan pentilnya
    dengan penuh nafsu. Suara-suara erangannya terus mengiringi setiap sedotan, jilatan dan gigitannya.

    Sementara itu tangannya mulai merambah ke pahaku, ke selangkanganku. Dia lepaskan kancing-kancing
    kemudian dia perosotkan hotpants-ku. Gue tak mampu mengelak dan Gue memang tak akan mengelak.

    Birahiku sendiri sekarang sudah terbakar hebat. Gelombang dahsyat nafsuku telah melanda dan
    menghanyutkan Gue. Yang bisa kulakukan hanyalah mendesah dan merintih menanggung derita dan siksa
    nikmat birahiku.

    Begitu hotpants-ku merosot ke kaki, Donny langsung setengah jongkok menciumi celana dalamku. Dia
    kenyoti hingga basah kuyup oleh ludahnya. Dengan nafsu besarnya yang kurang sabaran tangannya
    memerosotkan celana dalamku. Kini bibir dan lidahnya menyergap vagina, bibir dan kelentitku. Gue jadi
    ikutan tidak sabar.

    “Donny, Tante udah gatal banget, nih”.

    “Copot dong celanamu, Gue pengin menciumi kamu punya, kan”.

    Dan tanpa protes dia langsung berdiri melepaskan celana panjang berikut celana dalamnya. kontolnya
    yang ngaceng berat langsung mengayun seakan mau nonjok Gue. Kini Gue ganti yang setengah jongkok,
    kukulum kontolnya.

    Dengan sepenuh nafsuku Gue jilati ujungnya yang sobek merekah menampilkan lubang kencingnya. Gue
    merasakan precum asinnya saat Donny menggerakkan pantatnya ngentot mulutku. Gue raih pahanya biar arah
    kontolnya tepat ke lubang mulutku.

    “Tante, Gue pengin ngentot memek Tante sekarang”. Gue tidak tahu maunya, belum juga Gue puas mengulum
    kontolnya dia angkat tubuhku. Dia angkat satu kakiku ke meja dapur hingga nonokku terbuka. Kemudian
    dia tusukkannya kontolnya yang lumayan gede itu ke memekku.

    Gue menjerit tertahan, sudah lebih dari 3 bulan Oke, suamiku nggak nyenggol-nyenggol Gue. Yang
    sibuklah, yang rapatlah, yang golflah. Terlampau banyak alasan untuk memberikan waktunya padaku.

    Kini kegatalan kemaluanku terobati, Kocokkan kontol Donny tanpa kenal henti dan semakin cepat. Anak
    muda ini maunya serba cepat. Gue rasa sebentar lagi spermanya pasti muncrat, sementara Gue masih belum
    sepenuhnya puas dengan entotannya.

    Gue harus menunda agar nafsu Donny lebih terarah. Gue cepat tarik kemaluanku dari tusukkannya, Gue
    berbalik sedikit nungging dengan tanganku bertumpu pada tepian meja. Gue pengin dan mau Donny nembak
    nonokku dari arah belakang. Ini adalah gaya favoritku.

    Biasanya Gue akan cepat orgasme saat dientot suamiku dengan cara ini. Donny tidak perlu menunggu
    permintaanku yang kedua. kontolnya langsung di desakkan ke memekku yang telah siap untuk melahap
    kontolnya itu.

    Nah, Gue merasakan enaknya kontol Donny sekarang. Pompaannya juga lebih mantab dengan pantatku yang
    terus mengimbangi dan menjemput setiap tusukan kontolnya. Ruang dapur jadi riuh rendah.
    Selintas terpikir olehku, di mana si Riko. Apakah dia masih berkutat dengan komputernya? Atau dia
    sedang mengintip kami barangkali? Tiba-tiba dalam ayunan kontolnya yang sudah demikian keras dan
    berirama Donny berteriak.

    “Dang, Riko, ayoo, bantuin Gue .., Dang..”.

    Ah, kurang asem anak-anak ini. Jangan-jangan mereka memang melakukan konspirasi untuk mengentotku saat
    ada kesempatan disuruh mamanya untuk mengirimkan oleh-oleh itu. Kemudian kulihat Riko dengan tenangnya
    muncul menuju ke dapur dan berkata ke Donny

    “Gue kebagian apanya Don?’

    “Tuh, lu bisa ngentot mulutnya. Dia mau kok”.

    Duh, kata-kata seronok yang mereka ucapkan dengan kesan seolah-olah Gue ini hanya obyek mereka. Dan
    anehnya ucapan-ucapan yang sangat tidak santun itu demikian merangsang nafsu birahiku, sangat eksotik
    dalam khayalku. Gue langsung membayangkan seolah-olah Gue ini anjing mereka yang siap melayani apapun
    kehendak pemiliknya.

    Gue melenguh keras-keras untuk merespon gaya mereka itu. Kulihat dengan tenangnya Riko mencopoti
    celananya sendiri dan lantas meraih kepalGue dengan tangan kirinya, dijambaknya rambutku tanpa
    menunjukkan rasa hormat padaku yang adalah teman mamanya itu.

    Untuk kemudian ditariknya mendekat ke kontolnya yang telah siap dalam genggaman tangan kanannya.
    kontol Riko nampak kemerahan mengkilat. Kepalanya menjamur besar diujung batangnya.

    Saat bibirku disentuhkannya aroma kontolnya menyergap hidungku yang langsung membuat Gue kelimpungan
    untuk selekasnya mencaplok kontol itu. Dengan penuh kegilaan Gue lumati, jilati kulum, gigiti
    kepalanya, batangnya, pangkalnya, biji pelernya.

    Tangan Riko terus mengendalikan kepalGue mengikuti keinginannya. Terkadang dia buat maju mundur agar
    mulutku memompa, terkadang dia tarik keluar kontolnya menekankan batangnya atau pelirnya agar Gue
    menjilatinya.

    Duh, Gue mendapatkan sensasi kenikmatan seksualku yang sungguh luar biasa. Sementara di belakang sana
    si Donny terus menggenjotkan kontolnya keluar masuk menembusi nonoknya sambil jari-jarinya mengutik-
    utik dan disogok-sogokkannya ke lubang pantatku yang belum pernah Gue mengalami cara macam itu. Oke,
    suamiku adalah lelaki konvensional.

    Saat dia menggauliku dia lakukan secara konvensional saja. Sehingga saat Gue merasakan bagaimana
    perbuatan teman dan anak sahabatku ini Gue merasakan adanya sensasi baru yang benar-benar hebat
    melanda Gue.

    Kini 3 lubang erotis yang ada padaku semua dijejali oleh nafsu birahi mereka. Gue benar-benar jadi
    lupa segala-galanya. Gue mengenjot-enjot pantatku untuk menjemputi kontol dan jari-jari tangan Donny
    dan mengangguk-anggukkan kepalGue untuk memompa kontol Riko.

    “Ah, Tante, mulut Tante sedap banget, sih. Enak kan, kontolku. Enak, kan? Sama kontol Oom enak mana?
    N’tar Tante pasti minta lagi, nih”

    Cerita Sex Hadiah Dari Sahabat Dia percepat kendali tangannya pada kepalGue. Ludahku sudah membusa keluar dai mulutku. kontol Riko
    sudah sangat kuyup. Sesekali Gue berhenti sessat untuk menelan ludahku.

    Tiba-tiba Donny berteriak dari belakang, “Gue mau keluar nih, Tante. Keluarin di memok atau mau
    diisep, nih?”.

    Ah, betapa nikmatnya bisa meminum air mani anak-anak ini. Mendengar teriakan Donny yang nampak sudah
    kebelet mau muncratkan spermanya,

    Gue buru-buru lepaskan kontol Riko dari mulutku. Gue bergerak dengan cepat jongkok sambil mengangakan
    mulutku tepat di ujung kontol Donny yang kini penuh giat tangannya mengocok-ocok kontolnya untuk
    mendorong agar air maninya cepat keluar.

    Kudengar mulutnya terus meracau, “Minum air maniku, ya, Tante, minum ya, minum, nih, Tante, minum ya,
    makan spermGue ya, Tante, makan ya, enak nih, Tante, enak nih air maniku, Tante, makan ya..”

    Air mani Donny muncrat-muncrat ke wajahku, ke mulutku, ke rambutku. Sebagian lain nampak mengalir di
    batang dan tangannya. Yang masuk mulutku langsung Gue kenyam-kenyam dan kutelan. Yang meleleh di
    batang dan tanganannya kujilati kemudian kuminum pula.

    Kemudian dengan jari-jarinya Donny mengorek yang muncrat ke wajahku kemudian disodorkannya ke mulutku
    yang langsung kulumati jari-jarinya itu. Ternyata saat Riko menyaksikan apa yang dikerjakan Donny dia
    nggak mampu menahan diri untuk mengocok-ocok juga kontolnya.

    Dan beberapa saat sesudah kontol Donny menyemprotkan air maninya, menyusul kontol Riko memuntahkan
    banyak spermanya ke mulutku.

    Gue menerima semuanya seolah-olah ini hari pesta ulang tahunku. Gue merasakan rasa yang berbeda,
    sperma Donny serasa madu manisnya, sementara sperma Riko sangat gurih seperti air kelapa muda.

    Dasar anak muda, nafsu mereka tak pernah bisa dipuaskan. Belum sempat Gue istirahat mereka mengajak
    Gue ke ranjang pengantinku. Mereka nggak mau tahu kalau Gue masih mengagungkan ranjang pengantinku
    yang hanya Oke saja yang boleh ngentot Gue di atasnya. Setengahnya mereka menggelandang Gue memaksa
    menuju kamarku.

    Gue ditelentangkannya ke kasur dengan pantatku berada di pinggiran ranjang. Riko menjemput satu
    tungkai kakiku yang dia angkatnya hingga nempel ke bahunya.

    Dia tusukan kontolnya yang tidak surut ngacengnya sesudah sedemikian banyak menyemprotkan sperma untuk
    menyesaki memekku, kemudian dia pompa kemaluanku dengan cepat kesamping kanan, kiri, ke atas, ke bawah
    dengan penuh irama.

    Gue merasakan ujungnya menyentuh dinding rahimku dan Gue langsung menggelinjang dahsyat. Pantatku naik
    turun menjemput tusukan-tusukan kontol legit si Riko. Sementara itu Donny menarik tubuhku agar
    kepalGue bisa menciumi dan mengisap kontolnya. Kami bertiga kembali mengarungi samudra nikmatnya
    birahi yang nikmatnya tak terperi.

    Hidungku menikmati banget aroma yang menyebar dari selangkangan Donny. Jilatan lidah dan kuluman
    bibirku liar melata ke seluruh kemaluan Donny.

    Kemudian untuk memenuhi kehausanku yang amat sangat, paha Donny kuraih ke atas ranjang sehingga satu
    kakinya menginjak ke kasur dan membuat posisi pantatnya menduduki wajahku. Dengan mudah tangan Donny
    meraih dan meremasi susu-susu dan pentilku.

    Sementara hidungku setengah terbenam ke celah pantatnya dan bibirku tepat di bawah akar pangkal
    kontolnya yang keras menggembung.

    Gue menggosok-gosokkan keseluruhan wajahku ke celah bokongnya itu sambil tangan kananku ke atas untuk
    ngocok kontol Donny. Duh, Gue kini tenggelam dalam aroma nikmat yang tak terhingga. Gue menjadi
    kesetanan menjilati celah pantat Donny.

    Aroma yang menusuk dari pantatnya semakin membuat Gue liar tak terkendali. Sementara di bawah sana
    Riko yang rupanya melihat bagaimana Gue begitu liar menjilati pantat Donny langsung dengan buasnya
    menggenjot nonokku. Dia memperdengarkan racauan nikmatnya,

    “Tante, nonokmu enak, Tante, nonokmu Gue entot, Tante, nonokmu Gue entot, ya, enak, nggak, heh?, Enak
    ya, kontolku, enak Tante, kontolku?”. Gue juga membalas erangan, desahan dan rintihan nikmat yang
    sangat dahsyat. Dan ada yang rasa yang demikian exciting merambat dari dalam kemaluanku.

    Gue tahu orgasmeku sedang menuju ke ambang puncak kepuasanku. Gerakkanku semakin menggila, semakin
    cepat dan keluar dari keteraturan. Kocokkan tanganku pada kontol Donny semakin kencang. Naik-naik
    pantatku menjemputi kontol Riko semakin cepat, semakin cepat, cepat, cepat, cepat.

    Dan teriakanku yang rasanya membahana dalam kamar pengantinku tak mampu kutahan, meledak menyertai
    bobolnya pertahanan kemaluanku. Cairan birahiku tumpah ruah membasah dab membusa mengikuti batang
    kontol yang masih semakin kencang menusukki nonokku.

    Dan Gue memang tahu bahwa Riko juga hendak melepas spermanya yang kemudian dengan rintihan nikmatnya
    akhirnya menyusul sedetik sesudah cairan birahiku tertumpah. Kakiku yang sejak tadi telah berada dalam
    pelukannya disedoti dan gigitinya hingga meninggalkan cupang-cupang kemerahan.

    Sementara Donny yang sedang menggapai menuju puncak pula, meracau agar Gue mempercepat kocokkan
    kontolnya sambil tangannya keras-keras meremasi buah dadaku hingga Gue merasakan pedihnya. Dan saat
    puncaknya itu akhirnya datang, dia lepaskan genggaman tanganku untuk dia kocok sendiri kontolnya
    dengan kecepatan tinggi hingga spermanya muncrat semburat tumpah ke tubuhku.

    Cerita Sex Hadiah Dari Sahabat Gue yang tetap penasaran, meraih batang yang berkedut-kedut itu untuk kukenyoti, mulutku mengisap-isap
    cairan maninya hingga akhirnya segalanya reda. Jari-jari tanganku mencoleki sperma yang tercecer di
    tubuhku untuk Gue jilat dan isap guna mengurangi dahaga birahiku.

    Sore harinya, walaupun Gue belum sempat merasakan getuk kirimannya yang kini berada dalam lemari esku
    dengan penuh semangat dan terima kasih Gue menelepon Olla.

    “Wah, terima kasih banget atas kirimannya, ya. Karena sudah lama Gue tidak merasakannya, huh, nikmat
    banget rasanya. Ada gurihnya, ada manisnya, ada legitnya”, kataku sambil selintas mengingat kenikmatan
    yang Gue raih dari Riko anaknya dan Donny temannya.

    Olla tertawa senang sambil menjawab, “Nyindir, ya. Memangnya kerajinan tanduk dari Pucang (sebuah desa
    di utara Magelang yang menjadi pusat kerajinan dari tanduk kerbau) itu serasa getuk kesukaanmu itu.

    N’tar deh kalau Gue pulang lagi, kubawakan sekeranjang getukmu”.
    Gue tersedak dan terbatuk-batuk. Mati Gue, demikian pikirku. Ternyata bingkisan dalam kulkas itu bukan
    getuk kesukaanku.

    cerita seks bergambar, cerita dewasa seks, cerpen seks, cerita seks hot, kisah seks, cerita seks tante, cerita sexx, cerita sex janda, cerita hot sex, cerita sex pembantu, cerita sex gay, sex dewasa, cerita sex 2019, cerita sex artis, cerita sex jilbab, cerita ngesex, cerita sex sma, cerita sex dengan tante, cerita sex mama, cerita dewasa tante, kumpulan cerita seks, cerita hot dewasa,

  • Video Bekep Eropa adik tiri emma dientot dan tembak sperma kememeknya

    Video Bekep Eropa adik tiri emma dientot dan tembak sperma kememeknya


    2495 views

  • Kisah Memek Tante Tetangga Mandi

    Kisah Memek Tante Tetangga Mandi


    2986 views

    Duniabola99.com – Kisah ini berawal dari nafsuku yang boleh dibilang ugal-ugalan. Bagaimana tidak, disaat usiaku yang mencapai 29 tahun, sekarang ini inginnya ML (bersetubuh) terus tiap hari dengan istriku (inginnya 3 kali sehari). Dan para netters duga, pasti seorang istri tidak hanya menginginkan kepuasan seksual setiap waktu, akan tetapi juga kerja mengurus rumah lah, mengurus anak lah dan lain-lain banyaknya. Sehingga nyaris istriku juga sering keberatan kalau tiap malam bersetubuh terus, dan aku juga kasihan padanya. Setiap kali bercinta, istriku bisa 3 kadang 4 kali orgasme dan aku sendiri kadang tidak ejakulasi sama sekali karena istriku keburu lelah duluan. Paling setelah istriku tertidur pulas kelelahan, aku langsung pindah ke meja kerjaku dan menyalakan PC, lalu memutar Blue Film dan aku lanjutkan dengan self service. Setelah puas, aku baru menyusul istriku yang tertidur, dan jika tengah malam aku terjaga dan kudapati “pusakaku” berdiri, aku ulangi lagi hingga aku benar-benar lelah dan tertidur.


    Aku sendiri sangat bergairah apabila melihat tante-tante yang umumnya mereka lebih dewasa, lebih pintar dan telaten dalam urusan ranjang. Bahkan aku dalam melakukan onani sering membayangkan dengan tante-tante tetanggaku yang umumnya genit-genit. Begitu hingga suatu saat, aku mendapat pengalaman bercinta yang amat berkesan dalam sejarah kehidupan seksualku.Ceritanya berawal pada saat temanku mengajak karaoke di kawasan wisata prigen dan sebelumnya aku belum pernah masuk ke kawasan semacam itu. Kami bertiga pesan ruang utama yang mempunyai pintu sendiri dan ruangan itu terpisah dengan yang lainnya selama tiga jam penuh.

    “Eh, Eko emangnya Elo udah booking cewek untuk nemenin Kita..?” tanyaku pada Eko, salah seorang dari kawanku.
    “Sabaarrr Boss, entar Adi juga bawain tuh cewek..” tukasnya. Joker388
    Sepuluh menit kemudian, saat aku akan menyulut Djarum 76-ku, merapatlah sebuah Kijang dan Civic Wonder berjejeran ke hadapanku dan Eko. Kalau Kijang itu aku kenal, itu adalah Kijang-nya si Adi dan keluar dua orang ABG yang berdandan Ahooyy. Berdesir darah lelakiku melihat dua orang ABG itu. Bagaimana tidak, pakainnya super ketat dan sangat menonjolkan bukit-bukit indah di dada dan pantatnya. Akan tetapi, aku tidak kenal dengan Civic itu. Aku melihat di dalamnya ada seorang cewek ABG dan seorang lagi wanita sekitar 35 tahun (menurut taksiranku dari raut wajahnya).
    Eko yang rupanya kenal baik dengan kedua wanita itu langsung menyambut dan membukakan pintu, lantas memperkenalkannya kepadaku.
    “Lisa..” seru tante itu disambut uluran tangannya padaku.
    “Inneke..” sahut gadis manis disampingnya.
    Singkat cerita, kami sudah mulai bernyanyi, berjoget dan minum-minum bersama, entah sudah berapa keping VCD Blue Dangdut yang kami putar. Aku melihat Eko dan Adi mulai mendekati sudut ruangan, dan entah sudah berapa lama ceweknya orgasme karena oral yang mereka lakukan. Sementara aku sendiri agak kaku dengan Lisa dan Inneke. Kami pun tetap bernyanyi-nyanyi, meskipun syairnya awur-awuran karena desakan birahi akibat pertunjukan BF di depan kami

    Aku sendiri duduk di dekat Lisa, sementara Inneke serius menyanyikan lagu-lagu itu. Tante Lisa sendiri sudah habis satu pak A-mild-nya, sementara aku melihat wajah Inneke yang merah padam dan kadang nafasnya terengah pelan karena menahan gejolak yang ia saksikan di layar 29 inch itu. Tiba giliranku untuk mengambil mike dari Inneke, aku bangkit mengambil mike itu dari tangan Inneke dan mengambil duduk di antara Inneke dan Lisa. Pengaruh minumanku dan XTC yang mereka telan membuat kami jatuh dalam alunan suasana birahi itu.
    “Boy.., I want your sperm tonight Honey…” bisik Lisa lirih di telingaku, sementara tangan kirinya meraba selangkanganku.


    Inneke yang sudah meletakkan pet aqua-nya mengambil sikap yang sama padaku. Dia malah mulai memainkan ujung lidahnya di telinga. Hangat nafas dan harum kedua wanita itu membuatku terbuai dalam alunan melodi birahi yang sudah aku rasakan menjalar menelusuri selangkanganku. Perlahan namun pasti, kejantananku menegak dan kencang, sehingga Lee Cooper-ku rasanya tidak muat lagi, apalagi saat meneganggnya salah jalur dan sedikit melenceng.
    “Lho kok.. bengkok punyamu Say..?” tanya Lisa padaku pura-pura seperti seorang amatiran saja.
    Belum sempat aku menjawab, buru-buru Inneke membuka zipper dan CD-ku, lantas mengeluarkan isinya.
    “Gini lho Tan… mintanya dilurusin, Mas Boy ini..” kata Inneke diikuti penundukkan kepalanya ke arah selangkanganku.
    “Aaakkhhh…” pekikku tertahan saat Inneke spontan mulai mengulum kepala penisku ke dalam mulutnya dikombinaksikan dengan sedotan dan jilatan melingkar lidah.
    Spotan kedua kakiku menegang dan membuka lebih lebar lagi untuk memudahkan oral Ineke.

    “Ooookh My Godd… ssshhh… aakkk…” desahku.
    Seluruh tubuhku bergetar dan terasa disedot seluruh sumsun tulangku lewat lubang penisku. Permainan Inneke betul-betul professional, sampai-sampai dentuman musik itu sepertinya tidak kudengar lagi, karena telingaku juga berdesir kencang. Ujung penisku betul-betul ngilu, hangat, geli dan perasaan birahi bercampur jadi satu disana. Lisa lantas membuka kancing kemeja Hawai-ku dan mundaratkan mulut indahnya di puting susu kiriku, sementara puting kanan dimainkan oleh telunjuk dan jempol kirinya.

    “Aaakkk… mmmhhh…” desahku tidak menentu.
    Aku betul-betul tidak tahan menikmati sensasi ini. Agen Joker388
    “Gila.., inilah penyelewenganku yang pertama dan dimanja oleh dua orang wanita sekaligus…” bisikku dalam hati.
    Aku semakin tidak tahan saja, lalu kurengkuh leher Lisa dan kudekatkan bibirku, kujulurkan lidahku menyapu seluruh rongga mulutnya dan sesekali kuhisap dalam-dalam bibir bawahnya yang sangaat menawan itu. Ini karena jujur saja, aku lebih bergairah dengan Tante Lisa, meskipun sudah hampir mencapai kepala 4 itu (dalam perbincangan kami, akhirnya aku tahu juga umur Lisa, meskipun tidak pasti segitu bahkan bisa lebih).

    Badanku lantas kumiringkan dan bersandar pada sofa.
    Bukit indah Tante Lisa adalah tujuanku dan benar saja, berapa saat kemudian, “Oookkkhhh… Nimaaatthh… Sayyy… seddooottthhh… terrruuusshhh…” desah Lisa terengah-engah.
    Sedotanku kukombinasikan dengan pelintiran jempol dan telunjuk kiriku, sesekali kuputar-putar putingnya dengan telapak tanganku.
    “Ssshhh… terussshhh… Sayyy…” Lisa mendesis seperti ular.
    Tiba-tiba, “Teeettt..,” suara bel mengejutkan kami, pertanda sepuluh menit lagi akan berakhir.
    Aku melihat Adi dan Eko tersandar kelelahan, dan kulihat ada sisa sperma menentes dari ujung penis-nya yang mulai mengkerut.
    “Udahan dulu ya Tante.., In..,” pintaku pada mereka.
    “Emmhhh… Oke…” jawab mereka dengan nada sedikit keberatan.


    Kami pun turun, aku berpisah dengan Adi dan Eko, entah kemana mereka melanjutkan petualangan birahinya. Dan kami pun sudah masuk ke Civic Lisa.
    “Kemana Kita nich..?” tanyaku sok bloon seraya menghidupkan mesin.
    “Kita lanjutin di hotel yuk Ke..!” ajak Tanta Lisa kepada Inneke.
    “Baik Tan… Kita ke hotel **** (edited) yang punya whirpool di kamarnya.” sahut Inneke.
    Rupanya Tante Lisa adalah seorang eksekutif, karena itu ia pesan salah satu President Suit Room yang mana seumur-umur aku baru mesuk ke dalamnya. Kamarnya luas, kurang lebih 6 x 8 meter, beralaskan permadani coklat muda kembang-kembang dan dilengkapi whirpool yang menghadap ke arah kehijauan lembah. Kamar itu juga mempunyai sofa panjang di sebelah whirpool.

    Begitu masuk, Tante Lisa lalu mengunci pintu, aku dan Inneke mengambil tempat duduk di sofa sebelah whirpool. Aku melingkarkan lenganku ke pundak Inneke, alunan musik malam pun semakin menambah romantis suasana.
    “Innn…” bisikku mesra kepada Inneke mengawali percumbuanku.
    Inneke yang sudah on berat itu langsung menyambut kecupanku, nafasnya terengah-engah, menandakan bahwa dia sangat menginginkan kehangatan, kenikmatan dan mengisi kekosongan ruang vaginanya yang terasa menggelitik dan lembab. Dengan sedikit tergesa, aku melepas CD-nya, lalu kurebahkan kepalanya di sandaran sisi sofa dan keletakkan pinggulnya tepat diselangkanganku.
    “Sreett…” penisku mulai bereaksi saat pantatnya yang dingin menyentuh Lee Cooper-ku dan kulihat Inneke terpejam, sementara tangannya membetulkan rambutnya yang tergerai di sofa.

    Aku mulai memainkan jari telunjukku di bibir luar vaginanya yang sudah mulai melelehkan cairan bening dari hulunya. Tidak ketinggalan, bibirku menghisap dalam-dalam dan sesekali kujepit putingnya dengan kedua bibirku lalu kutarik-tarik, sesekali kupilin-pilin dengan kedua bibirku.
    “Wuuuaahhh… ssshhh… terussshhh… nikkkmatthhh…” desah Inneke keras-keras saat kuperlakukan seperti itu.
    Tubuhnya kejang panas dan seluruh aliran darahnya kini memuncak. Sengaja aku tidak memasukkan telunjukku, karena untuk menstimulasi lebih intens lagi. Kami bercumbu dan sudah tidak ingat lagi apa yang dilakukan Lisa di kamar mandi yang begitu lama.

    “Bentar Inn.., Aku pispot dulu yach..?” kataku sambil melepaskan cumbuanku.
    “Emmhhh…” desah Inneke sedikit kesal.
    Akan tetapi, aku melihat Inneke melanjutkan birahinya dengan dua jari. Aku sendiri berlari kecil menuju ke kamar kecil dan sesampai di pintu, aku kaget karena mendapati Tante Lisa lagi meregang orgasmenya.
    “Aaakkkhhh… ssshhh… ssshhh…” desah Tante Lisa, matanya mendelik merem melek.
    Tampaknya vibrator mutiara itu masih bekerja, sehingga saat aku kencing, Lisa pun tidak melihatku.
    “Boyyy…” sebuah panggilan lembut mengagetkan aku saat hendak meninggalkan kamar mandi itu.
    “I… iii.. yaaa… Tan..?” sahutku agak kaget.
    “Sini dooonggg..! Hangatin vagina Lisa dengan penis Kamu yang.., ookkhhh…” Tante Lisa terpekik saat vibrator itu ia cabut dari liang vaginanya.


    Aku hampiri Tante Lisa di Bath tub itu dan aku baringkan tubuhku disana.
    “Oh.., nikmat sekali mandi air hangat dikelonin tante seksi ini.” bisikku dalam hati.
    Aku rengkuh lehernya dan kuberikan french kiss yang begitu mesra dan Tante Lisa pun membalas dengan ganas seluruh rongga mulutku, leher dan kadang puting susuku di hisapnya. Penisku yang terendam kehangatan air itu semakin maksimal saja. Selama tiga menit kami bercumbu, Tante Lisa nampaknya tidak dapat mengendalikan nafsunya.
    “Mmmppphhh… oookkkhhh… setubuhi aku Boy..! Cepeeetthh..!” pinta Tante lisa sambil menggeliat seperti cacing kepanasan.
    “Baik.. Lisss… Terima penisku yang panjaaanggg…” bisikku sambil memasukkan seluruh batang penisku pelan sekali.
    “Oohhh… mmmppphhh… nikmatthh…” gumannya saat batang kejantananku mili per mili mulai menjejali rongga rahimnya.
    “Kocokkhh.. yaacchhh… terussshhh… aaakhh… nimat bangeettthh..!” serunya ketika aku mulai mengosok-gosok pelan penisku.

    Aku keluarkan kira-kira empat senti, lalu kukocok lima atau enam kali dengan cepat dan kusodokkan dalam-dalam pada kocokan ke tujuh. Rupanya usahaku tidak sia-sia untuk menstimulasi G-spot-nya.
    “Aaakkkhhh… ooohhh… nimatthhnyaa… oookkkhhh Godd..!” teriaknya mengawali detik-detik orgasmenya.
    Sepuluh detik kemudian, “Nnggghhh… aaakkkhhh… sshhhfff… ookkkhhh… Boyy… kocokk… lebih intens lagi Yannk..!” jerit Tante Lisa diiringi geliat liar tubuh indahnya.
    Payudaranya diremas-remasnya sendiri, sementara aku tetap berpegangan pada sisi bathtub sambil mengocok lembut vaginanya.
    “Akkhh…” teriakku pelan saat Tante Lisa menggigit pundakku karena aku masih saja mengocok penisku di vaginanya.
    Rupanya Lisa sudah mulai ngilu.

    Aku memeras tegang otot lenganku dan Tante Lisa sepertinya minta time out untuk mengatur nafas dan menghilangkan kengiluan di liang sengamanya. Aku meraih lehernya, lalu aku berdiri pada dua lututku dan Tante Lisa diam mengikuti apa yang akan kulakukan. Aku memondong Lisa dan tetap menjaga penisku tertanam dalam-dalam di vagina Tante Lisa yang mengapit kedua tungakainya ke pinggangku. Kami menghampiri Inneke yang juga lagi meregang orgasmenya dan Inneke tampaknya lebih liar dari pada Lisa, mungkin karena pengaruh XTC dan suasana yang penuh hawa birahi itu.

    “Aaaoookkkhhh… ssshhh… aaakkkhhh… aaakkkhhh…” jerit Inneke keras sambil menghujam-hujamkan kedua jari kanannya.
    Sementara tangan kirinya meremas dan memilin payudaranya dan sesekali ditekan serta diputar. Aku terkesima sejenak dengan pemandangan yang diciptakan Inneke itu dan aku mebayangkan akan lebih histeris lagi pasti jika yang keluar masuk itu adalah 15 cm penis kebanggaanku.
    “Booyy… ayyyoook terusinn..!” pinta Tante Lisa diiringi goyangan lembut pinggulnya.
    Ia tampaknya mulai bergairah kembali setelah melihat Inneke yang begitu histeris dan aku pun demikian ketika penisku hampir mengendor di Vagina Lisa. Aku maju selangkah dan mendudukkan Tante Lisa dari arah belakang sofa. Aku sendiri mengambil posisi berdiri untuk memudahkan eksplorasiku. Di lain pihak, Inneke yang sudah mengakhiri masturbasinya itu mengetahui kehadirna kami dan mengambil tempat di belakang Tante Lisa.

    “Ookkhhh… Terusin Keee..!” pinta Tante Lisa saat Inneke menyibakkan rambutnya dan mulai mencumbui leher Tante Lisa.
    Tidak ketinggalan, kedua telapak tangan Inneke menggoyang, memutar puting dan kadang-kadang dipilin lembut. Aku sepertinya merasakan apa yang Tante Lisa rasakan, darahnya mulai hangat, birahinya sudah memanas. Tubuh lisa bagaikan daging burger di antara aku dan Inneke, pinggulnya masih aktif menggoyang-goyang, kadang menghentak-hentak lembut.
    “Oooaaakkkhhh… nngghhh… ohhhh… nngghhh… Kocok terushh… yaaa… iyaa… terusss..!” desah Tante Lisa keras saat aku tepat menstimulasi G-Spot-nya.
    Nafasnya tersengal-sengal disela-sela lenguhan-lenguhan panjangnya, tubuh Tante Lisa menggeliat-geliat liar.
    Inneke masih aktif membantu Tante Lisa menggapai surgawinya, kecupan-kecupan di belakang tubuh, leher, pinggang dan tiba-tiba Tante Lisa melenguh panjang diiringi percepatan hentakan pinggulnya. Aku semakin penasaran saja apakah yang dilakukan Inneke hingga Tante Lisa tampak lebih histeris lagi dari yang tadi. Kuraba raba punggung Lisa sambil kukulum mesra bibirnya, tanganku mulai turun ke arah pantatnya, kutekan kedua sisi bokongnya yang padat itu dan kuulir-ulir. Berawal dari situlah aku tahu rupanya telunjuk dan bibir Inneke memainkan peran di lubang anus Tante Lisa, telunjuknya yang berlumur vaselin itu keluar masuk lembut di vagina Tante Lisa.


    “Oookkhhghh… Goddhh… Ke… truuusss… Yanng… oookkhhh, kontholll… akkhhh… sshhh…” ceracau Tante Lisa tidak beraturan, menjemput ambang orgasmenya.
    Kedua lubang Tante Lisa terasa pejal dan hangat. Aku malah semakin terangsang oleh imajinasiku sendiri, aku lantas memeluk erat-erat Tante Lisa saat ia mulai mengencangkan lingkaran tangannya di tubuhku. Darahku juga mulai bergerak cepat menuju ke ujung syaraf di kepalaku, kupingku tidak lagi menghiraukan lenguhan dan desahan-desahan Tante Lisa.

    “Oookkkhhh… Lissshhh… nikmathhh… vaginamu… Akkhhh..!” desahku saat birahiku kurasakan menjalar di seluruh tubuhku.
    “Booyyy… Akuuu… mmmhhh… mauuu…” seru Tante Lisa menyambut orgasmenya.
    Tubuhnya menegang, wajahnya merah merona, menambah cantiknya Tante kesepian ini, sementara bibirnya terkatup rapat.
    “Sssebentar… Lissss… Kita keluar bareng…” bisikku yang kuiringi tempo kocokanku secara maksimal, yaitu kukeluarkan hampir sepanjang batangnya dan kubenamkan dalam-dalam di rahimnya.

    Rupanya darahku tidak bertahan lama di syaraf-syarafku, hingga berdesir kencang meluncur melalui seluruh nadiku dan bermuara pada sebuah daging pejal di selangkanganku.
    “Lisss… Aku nyammmppaaiii… uuaaakkkhhh… aaakkhhh.., aakhhh..,” desahku sambi memutar-mutar penisku yang tertanam maksimal di vagina Tante Lisa, sehingga rambut-rambutku yang disana juga menggelitik klitoris Tante Lisa.
    “Sseerrr… serrr…” kurasakan cairan Tante Lisa mendahului orgasmeku, dan seditik kemudian, aku dan Lisa meregang nikmat.
    Kami menjerit-jerit sensasional dan tidak khawatir orang lain mendengarnya. Tante Lisa histeris seperti orang kesetanan ketika telunjuk Inneke juga mempercepat kocokan di anusnya.

    “Aaakkkhhhggh…” desah kami bersamaan mengakhiri nikmat yang tiada tara tadi dan juga baru kurasakan seumur hidupku.
    Maniku meleleh di sela-sela pejalnya bnatang kejantananku yang masih manancap dalam di rahim Tante Lisa. Inneke tampaknya puas dengan hasil kerjanya, lalu ia memeluk Tante Lisa erat dan berbisik, “Enak khan Tannn..?”
    Tante Lisa sendiri sudah lemas dan terkulai di atara aku dan Inneke, aku mengecup mesra Tante Lisa dan beralih kepada Inneke untuk memberikan stimulan birahi dalam dirinya yang juga mulai mendidih.

    Kedua wanita itu memang hebat, yang tua histeris dan mampu menguasai diri dan yang muda histeris juga dan menuruti jiwa mudanya yang bergejolak. Tante Lisa tampaknya tidak dapat menahan rasa di tubuhnya, sehingga lunglai lemas tidak bertenaga. Inneke lantas membimbingnya melepas gigitan vaginanya dari penisku yang mulai mengendor ke arah ujung sofa untuk beristirahat. Kulihat wajah Tante Lisa amat puas bercampur dengan letih, akan tetapi semua beban birahinya yang tertahan selama dua minggu meledak lah sudah.

    “Ooookkkhh… sssshh…” desis Tante Lisa saat penisku kutarik pelan dari gigitan vaginanya.
    Aku melangkahi sofa dan duduk di sandarannya, lalu kubuka kedua pahaku. Tampaklah oleh Inneke sebuah meriam yang berlumur sperma masih setengah tegak.
    “Oookkkhhh… gellliii… ssshhh… terusssss… Keee..!” pintaku pada Inneke saat ia mulai mengulum penisku dan hampir semuanya terkulum di mulutnya yang sedikit lebar namun seksi.
    “Oaaakhhh…. aaakkkhh… sshhhssshshh…” desisku saat aku mulai merasakan lagi denyutan penisku di mulutnya.

    Inneke masih menghisap habis seluruh sperma yang tersisa dan kocokkannya semakin cepat, hingga kedua kakiku bergetar menahan ngilu bercampur nikmat.
    “Oookkkhhh… terusss… hisappphh Sayy..!” pintaku sambil mendorong kepala Inneke untuk melakukan lebih dalam lagi.
    “Oooouakghh.. Plop…” tiba-tiba mulut Inneke melepas kulumannya dan langsung berdiri menjilat leher dan kedua telingaku bergantian.
    “Aku ingin di whirpool Sayy..!” bisik Inneke.


    Whirpool itu sendiri sudah dilengkapi semacam sofa untuk berbaring, sehingga jika berbaring di situ, maka mulai dada sampai kaki akan terendam air hangat bercampur semburan air di sisi-sisi kolamnya. Aku merebahkan Inneke disana dan memulai percumbuan kami, tubuh kami terasa hangat dan seperti di pijat-pijat, sehingga penisku yang sempat layu mulai menegang kembali. Inneke tampak menikmati sensasi ini dan aku tahu bahwa Inneke akan menginginkan melodi yang berbeda dengan Lisa.

    “Masss… sshh… oookkkkhh… masukin Aku… oookkhhh… mmmppphh…” pinta Inneke sambil membuka pahanya lebar-lebar.
    Sejenak aku memainkan kehangatan air, kuayun-ayun tanganku di dalam air ke arah vagina Inneke yang membuatnya segera menarik tubuhku untuk menaikinya. Kami memang sudah diselimuti nafsu sehingga rasanya pemanasan Inneke melihat orgasme dari Tante Lisa sudah lebih dari cukup. Tubuh kami hangat oleh air dan kehangatan dari pasangan kami serta semburan-semburan air dari sela-sela kolam membuat kami semakin terbuai jauh ke awang-awang.

    “Blesss…” 10 cm dari penisku mulai menjejali vagina Ineke diiringi desahan, “Aaakkkkhhh… mmmppph…” guman Inneke yang membuat Tante Lisa tersadar dan menyusul kami di kolam.
    Kuhentakkan pelan, sehingga seluruh penisku mendesak dinding-dinding vaginanya yang terasa lebih perat dan berdenyut. Lisa mengambil posisi memangku kepala Inneke di paha kanannya dan membelai lembut kening Inneke.
    “Aaawww… oookkkhhh… gelli… Masssh…” teriak Inneke saat aku memainkan otot lelakiku di leher rahimnya.
    “Masss… dikocok pelaannn… yacch..!” pintanya sambil membelai rambutku, membuatku jadi teringat saat-saat romantis dengan pacar-pacarku dulu.

    Aku mengangguk dan kuikuti apa yang Inneke mau, lalu kukocok perlahan dengan cara sepuluh senti aku kocok lima atau enam kali dan kubenamkan dalam-dalam, lalu kuputar pada kocokan ke-7. Cara ini efektif untuk menstimulasi G-Spot seorang wanita. Kurang lebih lima menit kemudian, Inneke mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di mulut dan leherku bergantian. Tubuhnya sedikit menegang dan lebih hangat kurasa, lalu aku memberi isyarat Tante Lisa untuk menyingkir ke arah bagian belakang kami.
    “Ooookhhh… Massshh.. aaakuuu… hammmppirr..!” bisik Inneke saat aku mulai menaikkan ritme kocokanku.
    “Tahan Ke..!” pintaku, lalu aku memberi isyarat kepada Tante Lisa lagi.
    “Akkkhhhgghhh… ssshhh… mmmpppphh…” desahku dan Inneke bersamaan saat telunjuk Tante Lisa mulai memasuki lubang pantatku dan anusnya Inneke.
    Rasanya hangat mengelitik, apalagi jika di kocokkan di kedalaman anusku dan aku bisa membayangkan sensasi yang dialami Inneke. Pasti akan terasa pejal dan nikmat serta sensasional pada kedua lubangnya.


    “Oookkkhhh… Taaan… aaaakk.. kuuu tak kuuu..atthh…” teriak Inneke mulai mengawali detik-detik orgasmenya.
    Para netters yang budiman, sudah bisa diduga, kami pun terbuai dengan alunan sensai jari Tante Lisa dan hisapan vagina Inneke bersamaan. Demikian pula Inneke. Panasnya penisku dan gelitik telunjuk Tante Lisa membuatnya lupa daratan.
    “Aaaggghhh… oookkkhhh… oookkkhhh… aaakkkhhhg… mmmm.. ssshshhh.. awww… ssshhh…” ceracauku dan Inneke tidak beraturan.

    Dan kurang lebih sepuluh detik kemudian, aku dan Inneke meregang birahi yang dikenal dengan nama orgasmus secara bersamaan. Aku memancarkan spermaku. Terasa lebih banyak dari pada dengan Tante Lisa dan aku juga merasakan aliran mani Inneke dari rahimnya. Aku menghempaskan tubuhku ke samping Inneke dan Tante Lisa mengambil tempat di sisi lainnya. Hangat tubuh mereka dan kami becumbu seolah tiada hari esok. Kami lanjutkan tidur mesra diapit dua tubuh sintal nan hangat berselimutkan sutra lembut. Dan saat salah satu dari kami terjaga, kami mengulanginya lagi hingga spermaku betul-betul terasa kering.

    Minggu siang, kami baru terbangun, lantas kami mandi bersama dan kemudian sarapan pagi. Kami meluncur ke Surabaya dan janji akan kencan lagi entah dengan Tante Lisa ataupun Inneke atau kadang mereka minta barengan lagi. Aku akhirnya terlibat kisah asmara yang penuh birahi, namun aku puas karena dapat melampiaskan nafsuku yang meletup-letup itu. Beberapa kali aku ditawari dan berkencan dengan teman Tante Lisa dan kadang ada yang aku tolak, karena prinsipku bukan jual cinta seperti gigolo, akan tetapi sebuah prinsip petualangan.

  • Video Bokep pelacur jepang Ema Kato sangat becek

    Video Bokep pelacur jepang Ema Kato sangat becek


    2558 views

  • Cerita Sex Si Indah

    Cerita Sex Si Indah


    2625 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Si Indah ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Cerita Sex – Nama saya Indah. Orang biasa memanggil “Iin” atau “Indah”. Aku sekarang baru lulus dari sebuah Universitas di Jakarta.

    Saya adalah seorang wanita yang berparas yah tidak akan mengecewakan bagi siapapun yang memandangnya deh. Tinggi badanku saya 171 cm, berat badan 53 kg, biar langsing tapi aku rajin fitness minimal 2 kali seminggu di Gym, jadi ya kulitku kencang dan mulus, berambut hitam lurus sebahu, bermata hitam kecoklatan, dan kulit saya kuning langsat (yah pokoknya kulit orang Indonesia banget deh!) dan asalnya dari Sunda, di Cicaheum, Bandung! tapi tinggalnya di Daan Mogot, Jakarta. Dan saya masih benar-benar “totally virgin” alias perawan asli ketika hal yang akan saya ceritakan ini terjadi!

    Saya tadinya seorang wanita yang normal, maksud saya sifat seksualitas saya itu normal seperti wanita lainnya, suka sama cowok, apalagi yang keren! Walau sekarang masih senang sama cowok, tapi arah seksualitas saya lebih cenderung ke arah seorang lesbian setelah hal ‘itu’ terjadi, jadi saya simpulkan bahwa saya adalah seorang biseksual!

    Siang itu aku seperti biasa, jalan dari rumah ke kampus, biasa bawa tugas-tugas yang setumpuk dari dosen-dosen yang killer-killer. Setelah kuliah (maklum hanya sebentar, ketika itu hari Sabtu, jadi kuliah yang barusan sebenarnya hanya buat pengganti buat selasanya, karena dosennya tidak masuk!) jadi jam 12.30 sudah bubaran. Aku tuh orang yang paling sering diledekin sama teman-temanku karena hanya punya tampang ‘n body doang, tapi tidak punya cowok! (katanya terlalu mikirin belajar, padahal sih kan memang harus).

    Terus, siang itu karena bete banget habis kuliah, ya aku langsung saja pulang! Tapi ketika sudah hampir sampai di rumah aku kepikiran, lebih baik malam minggu begini menyewa beberapa VCD saja di rental dekat rumahku! Tentang rental itu terus terang aku bilang bagus! Tempatnya cukup besar dan terlihat mewah, dan ber-AC, lagi pula harga VCD sewaannya pun tidak terlalu mahal! Ya sudah deh, aku menyewa film-film itu kalau tidak salah sih aku menyewa 6 film!

    Cerita Sex Si Indah Sorenya ketika aku mau menonton film pertama, telpon rumah berdering memecah kesunyian (maklum orang rumah pada pergi! Papa sama mama lagi pulang kampung ke Bandung, terus adikku yang cowok ikutan camping sama klub pecinta alamnya di Garut). Pokoknya benar-benar sendirian deh. Ya sudah, dengan agak malas kuangkat telepon itu, dan ternyata benar seperti yang kuduga, yang menelpon si Mira (dia hanya tinggal berdua dengan kakeknya ditambah pembantu), sobatku sejak semester satu.

    “Hallo.., ini Indah ya..? Ini aku, Mira..!” katanya.
    “Hallo.., ya ini aku, ada apa lagi nih, Mir..!” jawabku.
    “Gini, Ndah.. aku lupa kalo Mang Eja (pembantunya) yang megang kunci rumahku, padahal tadi pas dia mau berangkat ke rumahnya (di Karawang) aku taruh kuncinya di tasnya, soalnya kebelet pipis, trus aku lupa deh, dan kuncinya kebawa dia..!” katanya panjang.
    “Duh, Mir.. masih cantik kok udah pikun..!” tukasku enteng.
    “Trus, kamu gimana sekarang..?” tanyaku lagi.
    “Ya tau deh bingung banget nih, dia baru balik lagi pas minggu malem, katanya sih gitu..!” Mira memang nadanya waktu itu lagi kesal dan bingung.
    “Gimana kalo aku nginep di rumahmu aja malem ini, Ndah.. masa aku mau nginep di hotel..?” pintanya dengan nada sedikit memelas.

    Rumahnya si Mira sekitar 1 jam jaraknya kalau ditempuh dari rumahku, akhirnya aku sih boleh-boleh saja, paling tidak ada teman deh di rumah! Masa anak gadis sendirian di rumah, di Jakarta Barat lagi, yang terkenal kriminalitasnya. Begitu tukasku dalam hati.

    “Oke deh, Mir.. gue tungguin..! Ati-ati lu, Mir..!” tukasku ringan.

    Aku menunda menonton VCD itu, karena mau mandi dulu, malu biar sama teman sendiri tapi belum mandi. Ketika jam 16.30 tepat, si Mira datang, waktu itu hujan deras, dia tidak membawa payung, ya sudah deh basah kuyup ketika sampai rumah! Aku kasih tahu tentang gadis yang feminim ini, tingginya sekitar 160 cm deh, tapi masih lebih tinggi aku sedikit, penampilannya persis seperti Putri Solo sekali, langsing singset, kulit putih kekuningan, rambut hitam lurus agak panjang dari rambutku, dan waktu itu dia memakai kemeja krem dengan rok sebetis (agak belah sedikit sampai sepaha).

    Ketika dia datang, aku kebetulan baru saja habis mandi, dan hanya memakai handuk di kepala dan longdress buat pakaian orang habis mandi! Biar begitu juga aku selalu pakai BH dan CD-ku dong! Tidak seperti yang di film-film barat, hanya bahu yang menempel di badan saja! Ya sudah, aku suruh dia masuk dan segera mandi, aku pinjamkan dasterku (dia yang minta karena hanya di rumah saja). Aku berdua Mira awalnya sih biasa saja, sama sekali tidak ada tuh perasaan saling suka (secara seksual) sama dia, hanya memang kami saling mengagumi fisik masing-masing.

    Sehbis dia mandi, kami berdua makan Indomie Rebus hangat yang baru kubikin, sungguh nikmat saat itu, udara dingin ditutupi dengan kehangatan dari Mie itu, mengasyikkan! Malamnya kira-kira jam 19.30 baru deh kami menonton VCD yang kusewa siang tadi, judulnya kalau tidak salah sih Wildthings, nah inilah merupakan faktor yang membuat kami jadi ‘lesbo’. Aku sendiri juga kaget, ternyata di CD keduanya, artis Neve Campbell (tidak disangka juga Neve campbell mau akting bercinta sama cewek) sama artis satunya lagi (sorry, lupa nih) itu saling bermain cinta, walaupun disana juga ada aktornya, jadi mereka bercinta bertiga, 2 cewek dan 1 cowok.

    Cerita Sex Si Indah Awalnya kami sih kaget dan agak jijik, melihat 2 cewek saling bersetubuh bugil begitu, walaupun ada juga prianya. Kami terus terpana melihat adegan bagian itu yang berdurasi sekitar 5-10 menit. Dan terus terang, ketika itu aku merasakan sesuatu yang benar-benar lain merasuki perasaanku, mungkin memang juga sudah naluri seksku dari sananya mungkin, yang cenderung bisa jadi lesbian, jadi aku merasa sesuatu yang aku benar-benar ingin rasakan kelembutan seksual seorang wanita. Terasa sekali hasrat seksualku mulai naik, lalu tanpa sengaja aku memegang lengan kanan si Mira, lalu kutatap dalam-dalam tubuhnya.

    Ternyata dia yang selama ini kuanganggap biasa saja terlihat menjadi sangat sensual di hadapanku, benar-benar seorang wanita yang anggun. Kulitnya yang sangat mulus (beneran lho..!) membuatku selalu ingin memegangnya, bahkan sempat terbesit bahwa di malam panjang ini aku harus bercinta dengannya, dan keinginan itu semakin menjadi-jadi ketika adegan di VCD itu antara artis wanitanya saling berciuman bibir dengan sangat lembutya, dan saling menjilati tubuh satu sama lain. Tapi ketika itu si Mira tidak merespon, dia hanya balas memegang jemariku saja, dan tiap sebentar melihatku dengan pandangan yang terus terang sangat menggodaku.

    Nafsu seksualku semakin bertambah, keinginan yang teramat dan amat sangat menimpa diriku kala itu, sepertinya aku mulai merasakan bahwa libidoku naik dengan sangat drastis, tapi aku masih dapat menahannya sambil hanya mengelus-elus tangan Mira dan sesekai rambutnya yang cantik itu. Mulailah kucoba untuk mengalihkan perhatiannya, kumatikan lampu yang terang, dan kunyalakan yang redup (walau masih agak terang juga). Lalu mulai aku memegangi dagunya dan menolehkannya pada wajahku, tersentak dia agak terkejut, sungguh! Wajah Mira membuatku sangat naksir padanya, baru kali itu aku rasakan hal seperti itu.

    Dan hal yang membuatku lebih membuat libido semakin membara ketika Mira mengucapkan kata-kata indah kepadaku.

    “Ya ampun, kalo diperhatikan elu tuh sweet banget lo, Ndah! Bodymu juga sensual banget..!” setika itu pula tersentak nafsu seksualku sangat menggebu.

    Mulailah kututup mulut Mira dengan jemariku, tanganku yang satunya lagi mengelus-elus rambutnya. Perlahan-lahan alam bawah sadarku memerintahkanku untuk mencumbu bibirnya yang manis itu. Lalu kulakukan, kukecup dengan penuh mesra, dan seperti yang kuharapkan, Mira akhirnya juga merasakan apa yang sudah kurasakan sejak tadi. Dia akhirya juga jadi ‘horny’ setelah kuperlakukan seperti itu.

    Serentak kami pindah ke kamarku, sambil sedikit berlarian dan tertawa senang. Sampai di kamarku, aku menggodanya dengan mengatakan,

    “Aku.. aku sungguh suka sama kamu Mira, kamu sangat cantik, ayu, dan baik!”

    Dan tampaknya serentak itu pula Mira mulai merasakan libidonya membara! Kami berciuman bibir, dia jelujurkan lidahnya ke bibirku, kusambut lidah dengan lidahku. Kami bercumbu sangat baik, dengan memainkan lidah dan mengulum-ngulumnya (seperti orang sudah terlatih, padahal sih tidak pernah!).

    Tindakan kami terus berlanjut, sementara kami berciuman, Mira perlahan menarik ke atas dasterku, terus hingga perasaanku sangat nikmat kala itu. Dia meraih CD kremku dan membukanya perlahan-lahan. Kubantu dengan sedikit mengatur selangkanganku, dan terlepaslah CD-ku yang mungil itu. Kubalas dia dengan langsung membuka dasternya dari bawah ke atas, kulihat sekarang Mira hanya mengenakan Bra dan CD-nya, itu merupakan stelan pakaian dalamku, karena punyanya basah terkena hujan.

    Cerita Sex Si Indah Dia mencium leherku terus dan menjilati telingaku, aku tetap meraba-raba perutnya yang sudah terbuka itu sesukaku, sungguh kulit yang sangat indah dari yang penah kurasakan.

    Lalu kucium mesra dan kuhisap-hisap pusarnya, hingga dia benar-benar kegelian dan berkata, “Ohh, Indaahh.. uhmm, terus sayang.. oohh..!” desahnya di telinga kiriku pelan, suara serak basahnya yang membuatku semakin ingin memberikan nafsu juga padanya.

    Suara Mira benar-benar membuatku semakin nafsu, tampak kami sedikit berkeringat karena memang agak tegang melakukan ini.

    Kuhisap dan kujilati keringat yang seperti embun itu di pahanya.

    “Ohh, kamu betul-betul bidadari, Mira sayangku..!” tukasku.

    Tak hanya itu, Mira pun membalas dengan membuka restleting daster di punggungku. Lepaslah busana kami berdua, tinggal bra dan CD yang merekat. Kulihat payudaranya tampak mengeras perlahan-lahan, lalu dia sendiri yang membuka bra-nya secara mendadak. Dengan cepat pula dia lepas CD-nya, dia lakukan semua itu di hadapanku. Lalu dia memutari tubuhku dan menulunkupkanku di ranjang sambil menciumi dan menghisap-hisap leher belakangku.

    Dia melepas bra-ku, terus dia ciumi sampai CD-ku terlepas, dan dia lalu menciumi pantatku yang benar-benar seksi. Dijilati selangkanganku antara lubang dubur dengan pantatku, kurasakan sangat nikmat.

    “Ooohh sayang.. teruskan sayang..! Miraa..!”

    Sungguh kurasakan kenikmatan yang teramat sangat, dan juga mulai kurasakan vaginaku mulai basah sedikit demi sedikit. Mira lantas membalikkan tubuhku, kini kami berhadapan, kami mulai lagi berciuman.

    Mira sengaja menindihku dengan menghimpitkan payudaranya ke payudaraku sambil tetap mencumbuiku. Payudaraku yang berukuran 34C itu semakin mengeras akibat tindihan tubuh Mira yang yang sungguh sensual. Tangan Mira satunya meremas-remas lembut puting susuku, yang satunya lagi ia mainkan dalam liang kemaluanku, kurasakan kegelian dengan kenikmatan yang teramat sangat, hingga hampir tak kuasa aku menahannya.

    “Miraa, oh Mira sayang.. ahh.. ahh.. ahh..”

    Hampir satu jam kami melakukan ini, sungguh terasa begitu cepat. Lalu kami berputar posisi, sepertinya Mira lebih sering nonton film BF dan membaca buku-buku seks dari pada aku, sehingga dia tahu banyak style-style yang memberi kenikmatan.
    “Orang bilang sytle ini 69 sayang..” tukasnya.
    Aku sungguh tergoda ketika selangkangan Mira di hadapanku, kucium-cium dan kujilati duburnya, sungguh aroma parfum dicampur bau kulitnya membuatku semakin terangsang.

    Mira melakukan sesuatu yang membuatku sangat merasakan sesuatu yang paling berbeda di dalam hidupku, dia menuangkan coke ke liang kemaluanku, kurasakan dingin. Tiba-tiba puncak kenikmatan datang ketika Mira menjilati vaginaku, memainkan lidah lembutnya di liang peranakanku, dan meniup-niup kecil disertai gigitan-gigitan halus.

    “Ohh.. ahh.. terus, terus, teruskan sayang..! Oooh.. ah..,” kurasakan itulah puncak kenikamatan yang kudapatkan. Markas Judi Online Dominoqq

    Cerita Sex Si Indah Walaupun vaginaku basah bercampur dengan coke itu, Mira tetap menjilati dan melalapnya. Oh sungguh membuatku tak kuasa menahan kenikmatan itu!

    Aku memang terkadang sering mencukur rambut-rambut yang ada di sekitar vaginaku, jadi hal itu memudahkan Mira menjalankan aksinya. Begitu juga Mira, vaginanya yang ada di hadapan wajahku kucium kecil, lalu kuhisap-hisap dan kujilati. Aku mencoba mengikutinya, yaitu dengan mengigit-gigit kecil dan memasukkan serta memainkan lidahku di liang peranakannya, oh sungguh memuaskan ketika itu. Mira sampai-sampai berkata,

    “Uuhmmf.. sayang.. oh.. Indaah aahh..!”

    Mira dan aku sungguh sedang merasakan betapa nikmatnya bercinta, itulah pengalama pertamaku bercinta, dengan seorang wanita lagi, begitupun Mira.

    Tubuh kami berkeringat, kami saling menjilati kulit dan menjilati keringatnya yang baunya benar-benar menggoda. Lalu kami bertukar posisi, jujur kami sedikit lelah, Mira berbaring di dadaku, kurasakan lembut payudaranya di tangan kananku, sedang tangan kiriku meremas-remas kecil vaginanya, lagi kami berciuman. Aku dan Mira bersetubuh (kendati sesama wanita) dengan cukup melelahkan, semalaman kami bercinta.

    Mulai jam 10 malam sampai pagi, kami tetap berbugil ria berduaan, saling menikmati tubuh, sedikit kami kurangi frekwensi pergerakan, lebih kepada bergerak slowly! Kemudian kuulang lagi, kucium dan kuhisap-hisap serta kujilati kedua Nipples-nya..

    “Ooh payudaramu benar-benar indah, kendati sedikit lebih menggoda payudaraku..,” katanya.

    Kalau aku tidak salah, kami bercinta sekitar 3 jam, kami lelah, lalu tidur berpelukan berdua. Saling mengeratkan tubuh, tapi Mira tak berhenti mencumbu kening, pipi, serta bibirku.

    Ketika terjaga saat jam 4 pagi, kulihat Mira tidur pulas di lengan kananku, kutolehkan wajahku menghadapnya, kucumbui lagi Mira.., sungguh dia terlihat sangat anggun dalam keadaan bugil dan lelah begitu..! Aku mulai merasakan keanehan timbul, karena malam itu baru saja aku bersetubuh dengan sesama jenis, tapi yang kurasakan adalah kenikmatan yang tiada tara!

    “Oh Miraa, sayang..!” kudaratkan lagi bibirku pada bibirnya sambil kuusap-usap rambut panjangnya.

    Pagi harinya Mira terbangun lebih dahulu. Dia bilang dia sudah bangun jam 7, tapi aku baru bangun jam 7.30 pagi. Ketika bangun, kulihat Mira sedang bugil duduk di kursi di kamarku dengan kedua kakinya diangkat dan ditahan dengan kedua tangannya, sehingga menutupi payudaranya, dia menatapku dengan senyuman manis. Kubalas dengan segera bangun ke hadapannya dan lagi-lagi aku menciumi bibir seksinya.

    Aku berkata, “Mira sayang, terima kasih ya, aku benar-benar ngga tau kenapa malam itu, tapi kamu sungguh hebat..! Aku.. aku mencintai kamu, Mir, sungguh..! Aku benar-benar suka kamu..!” ucapku spontan sambil memandangi matanya.

    Cerita Sex Si Indah “Ah sudahlah, Indah sayanng.. aku ngga menyesal kok, kamu juga sangat hebat semalam, baru kali ini juga aku bercinta, sama kamu lagi!
    “Hihihi.. aku, aku juga cinta kamu, sayang, sungguh..!” aku benar-benar terkejut Mira berkata itu, tapi aku sungguh senang.

    Kini kami sungguh sangat lebih akrab dari sebelumnya, dan kami selalu melakukan persetubuhan (benar-benar bugil) dimanapun kami punya kesempatan, sungguh! Aku sangat menikmatinya begitu juga sayangku Mira! kini mereka (teman-teman kampus) tidak dapat ngeledek bahwa aku tidak punya pacar, atau cuma punya tampang ‘n body saja, tapi tidak punya cowok. Kini aku punya, meskipun satu jenis denganku, dia lah Mira yang sangat kusayangi! Inilah kebiasaan baru kami, juga dengan sering berkata,

    “Sayang, sayang, dan sebagainya!”

    Meskipun tidak ada seorangpun yang mengetahui bahwa kami ini lesbian dan telah beberapa kali bercinta.

    Sekian kisah nyata ini dari saya, hanya untuk berbagi pengalaman. Love you all readers! Indah.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kisah Memek Satu Keluarga Ngentot Bebas

    Kisah Memek Satu Keluarga Ngentot Bebas


    11129 views

    Duniabola99.com – Keingat jaman dulu waktu kecil aku sering melihat kedua orang tuaku menonton film porno di ruang keluarga, saat itu siang malam di putar terus film pornonya mereka cuek walaupun ada anak anaknya di sekitarnya, sempat juga aku menemui orang tuaku saat dia nonton filmdan terangsang mereka langsung bersetubuh di tempat itu.


    Semua pembantu yang ada di rumah sudah paham sifat nyonya dan tuan jadi tidak heran bila ayah dan ibuku sedang ngentot pembantu masuk di ruangan, pembatu yang ada di rumahku ada 4 yang mana kesemuanya adalah wanita. Karena aku dan adiku sewaktu masih usia SD karena masih polos menganggap itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh seorang ayah dengan ibu.

    Ketika aku pulang sekolah (aku sudah kls 1 SMP sedangkan adikku kls 6 SD )aku melihat kontol ayahku sedang dihisap oleh salah seorang pembantuku dan disamping ayahku ada ibuku yang bertelanjang dada memperhatikan sambil kadang-kadang berciuman dengan ayahku. Aku agak sedikit heran tapi.. ah mungkin hal yang biasa pikirku.

    “Pa.. kok sudah pulang dari kantor” kataku.

    Ayah dan ibuku kaget. “Eh.. sayang sudah pulang… bagaimana ujiannya?” tanya ibuku.

    “Lumayan lah.. ngga jelek” kataku.

    Aku langsung duduk di samping ibuku yang sedang bertelanjang dada itu.

    “Sana makan dulu Ted” kata ayahku.

    “Sudah Pah… tadi ada temen yang nraktir” kataku sambil tetap menatap pembantu kami yang bernama Dewi sedang menghisap kontol ayahku.

    “Lagi ngapain sih ma..?” tanya ku. Fontana99

    Ibuku hanya tersenyum saja.

    “Sudah Tuan..?” tanya si Dewi mungkin dia agak canggung diperhatikan olehku.

    “Belum dong Dewi….. sampe keluar maninya.. kamu ini ngga pernah beres kalo kerja” tegur ibuku.
    Kulihat ayah ku.. beliau sedang merem melek sambil berdesis-desis… Ssshh.. hhhss.. ahh.. terus wi.. ahh.. shh. Aku jadi penasaran bagaimana sih rasanya.. kok seperti yang nikmat betul.

    “Ma Teddy mau donk digituin kaya Papa” pintaku pada Mama.

    Mama tersenyum “Sini buka celanamu” perintah Mama.

    Aku langsung membuka celana dan menyodorkan kontolku pada Mama. Mama langsung menhisap kontolku dengan lembut dan tangannya kirinya memegang biji pelerku. Aku kontan merasakan nikmat2 geli.


    “Ahh… sshh.. Ma geli Ma… ssh ahh” tapi Mamaku tetap saja menghisap kontolku lebih dalam lagi. Aku melihat Papaku sedang berusaha memasukan kontolnya ke dalam memek si Dewi.

    “Lho kok Papa keterusan sih..” kata ibuku sambil tersenyum dan tangannya masih saja mengocok-ngocok kontolku.

    “Tanggung sih ma…” Kata Papaku.

    Kulihat si Dewi merem melek menerima hujaman kontol Papaku sambil sesekali menggoyangkan pantatnya. Tiba-tiba si Dewi memeluk erat pingang Papaku dan Papaku mencengkram bahu si Dewi “…aduh tuan udah mau keluar nih” erang si Dewi.

    “Bapak juga mau ke…luarrr…” kata Papaku dan Crott.. crott.. crot.. air mani Papaku di semburkan ke rahim si Dewi…. setelah itu mereka terkulai lemas dan tergolek bersama di karpet depan TV.

    “Teddy mau ngga masukin anunya ke memek Mama..?” tanya Mamaku sambil tangannya tetap mengocok kontolku, belum selesai dia bicara tiba-tiba.. Ahh.. ahh…… kontolku menyemburkan maninya sendi-sendi ini terasa lemas jadinya.

    “Yaaa… udah keluar… Mama kan belum di entot siang ini..” kata Mamaku kecewa.

    Papaku tertawa..” nanti malem aja.. kamu dapat giliran penuh…” kata Papaku.

    “Mammaa…” adiku ternyata sudah pulang diantar oleh Mang Ikin supir keluarga. Tenny langsung di sun pipinya oleh Mama.

    “Ma kok ngga pada pake baju sih?” tanya adiku itu.

    “Ngga apa-apa.. cuma gerah aja” kata Papaku menimpali.

    Malamnya ketika kami berempat sedang menonton sinetron aku dan adiku duduk dikarpet depan TV, sedang Papa dan Mamaku di atas sofa panjang. Ketika aku menoleh ke belakang, kulihat Mamaku sedang duduk di pangkuan ayahku sambil menyingkapkan dasternya dan terlihat jelas kontol Papaku diduduki oleh Mama.

    Pantat Mamaku naik turun dengan disertai goyangan yang erotis. Lalu mereka pindah ke karpet dan posisinya yaitu… ayahku berbaring sedangkan Mamaku di atas kontol Papa sambil menghadap ke arah Papa.

    Lalu Mamaku menaik turunkan pantatnya sambil disertai goyangan…. “ahh.. sshhh… ahh…” slleep.. sleep Sllepp…” Terus goyang Ma.. ahh.. sshh…”.

    Aku dan adiku saling berpandangan…. memang hal seperti ini sudah tidak asing lagi dipertontonkan kepada kami, tapi kami berdua sepertinya mempunya pikiran yang sama…. rasa penasaran akan rasanya.

    Tiba-tiba si Emi salah satu pembantu masuk ke ruang keluarga… melihat tuan dan nyonyanya sedang entotan tidak membuat si Emi canggung.

    “Nyonya.. makan malam nya sudah siap” kata si Emi.

    “Iya.. sebhen… thar.. sshh.. ahh” jawab ibuku.

    Aku hanya tersenyum saja. Tiba-tiba aku ada ide.. aku mengeluarkan kontolku dari balik celana… lalu minta si Emi untuk menghisap kontolku.

    Si Emi kaget… “nanti Nyonya dan Tuan marah lho Den” jawab si Emi

    “Ngga ah.. saya harus menyiapkan dulu minum buat makan nanti..” kata si Emi sambil ngeloyor pergi kebekalang. “Huh..” Aku bersungut-sungut. Tak habis akal.. aku menyodorkan kontolku ke mulut Mama yag sekarang posisinya menunggin dan Papaku sedang menusuknya dari belakang.

    Mamaku manyambut kontolku dengan mulutnya… aku merasa keenakan. Setelah kontolku memerah aku mencabutnya dari mulut Mamaku dan posisi merekapun berubah lagi…. Mamaku kembali menduduki kontol Papaku.

    Papaku memegang pinggul Mama sambil sesekali meremas buah dada Mama.Mama lalu membungkukan badannya untuk mencium bibir Papa.mereka berciuman dengan heboh…. hmmmpp… cpot.. cpot.. hmmp ashhh …sssshhh… ahhh.. ashhh… aough…..


    Aku bingung apa yang mesti dikerjain nih. lalu aku melihat lubang anus Mama.”Wah.. ada lobang yang masih nganggur nih..” pikirku. Aku lalu memasukan kontpolku di anus Mama. Mama kaget.. tapi..” pelan-pelan sayang …Ahhh… Sshh..” erang Mama.

    Aku langsung saja mengocokan kontolku dilubang anus Mama. Ahh sshh… ahh….. terus sayang.. masukan kontolmu… aahhh….. mmmhhh…

    Mama terlihat menikmati tentu saja akupun enjoy banget. Tapi Papa tampaknya terganggu dengan gerakan ku.

    “Ted.. jangan masukin kontol di situ… Papa jadi kagok nih” Akupun mencabut kontolku dengan kecewa.

    “Kak.. masukin di sini saja”. Tiba-tiba terdengar suara Tenny adiku dan diapun telah menyingkapkan dasternya dan membuka celana dalamnya. Aku tersenyum… “Makasih ya Ten.. kamu adik yang paling pengertian” kataku.

    Sebelum sempat aku Mamasukan kontolku ke lobang memeknya Tenny Papa dan Mama menghentikan kegiatannya.

    “Sini Mama bantuin” kata Mamaku, lalu dia mebimbing kontolku masuk ke memek Tenny.
    “Tahan sedikit ya sayang..” kata Mamaku kepada Tenny. Lalu kontolku masuk perlahan-lahan .”Ahh.. Agh…. sakit ma..” jerit Tenny tertahan.

    “Tenang sayang nanti juga enak..” hibur Mama, lalu Mama meremas-remas toket adiku itu yang masih sekepal tangan.

    “Gimana enak..?” tanya Mamaku ke Tenny. Adiku tidak menjawab hanya bibirnya mendesis ssshh.. aahhhh…. sshhh…. terus kak.. ssshhh.

    Papaku tertawa.. “Wah udah keenakan dia” kata Papa.

    “Ted..gantian donk..” pinta Papa.


    “Waduh Papa.. ngeganggu aja nih” jawabku, lalu kita pun bergantian. Papa memasukan kontolnya ke memek Tenny. Tenny menahan nafas ketika kontol Papa masuk ke lobang memeknya, ada sensasi yang luar biasa memeknya dimasuki kontol yang lebih besar. Aku lalu tanpa buang waktu lagi kembali memasukan kontolku ke anusnya Mama.

    “Aaahhh….. ssshh…. terus sayang…… aahhhhh… ahhh….” erang Mamaku.

    Lima belas menit kemudian kami berempat mengeluarkan air surgawi kami bersama. “aaaahhh………”

    Sejak saat itu kami sering melakukan hubungan sex. Itu bisa terjadi antar aku dan Mama, aku dan Tenny, Mama dan Papa, Papa dan Tenny. tidak jarang aku dan Papa menggarap para pembantu bersama.



  • Foto Bugil Gadis berambut cokelat Johanna D melepas pakaian dalam merahnya untuk pose telanjang

    Foto Bugil Gadis berambut cokelat Johanna D melepas pakaian dalam merahnya untuk pose telanjang


    1980 views

    Duniabola99.com – foto cewek Johanna D kurus membuka semua pakaiannya menampilan toketnya yang kecil dan memamerkan memeknya yang tanpa bulu dan sambil berpose hot diatas kursi sofa.

     

  • Foto Bugil Brittani Jayde memamerkan payudara bagus dan pantat seksi

    Foto Bugil Brittani Jayde memamerkan payudara bagus dan pantat seksi


    2374 views

    Duniabola99.com – foto gadis sexy Brittani Jayde lepas bikininya di kamarnya yang masih gelap mamamerkan memeknya yang botak tanpa bulu.

  • Kisah Memek Menunggu Hujan Reda

    Kisah Memek Menunggu Hujan Reda


    3858 views


    Duniabola99.com – Kisah ini terjadi antara aku dan isteri jiran sebelah rumah. Kebetulan ketika sebulan sebelum aku berkahwin aku telah mendapat jiran baru. Hisham dan Norlin pasangan suami isteri serta 2 anak. Khabarnya mereka telah membeli rumah tersebut so bila dapat jiran baru rajin juga la saling bertegur sapa. Sikap aku yang ramah membuatkan aku rajin menyapa si suami atau isterinya. Tapi apa yang aku perasan Norlin memang nampak mudah mesra dan kerap kali juga dia yang menegur aku dahulu dan akutak nafikan kerapkali juga aku berangan nak bersetubuh dengan Norlin bila terpandang susuk tubuhnya yang amat menarik perhatianku.


    Dari perbualan dengan Hisham aku mendapat tahu isterinya Norlin lebih tua setahun dari aku dan muda 3 tahun dari Hisham. Walaupun aku baru berkahwin tetapi bila terpandang isterinya yang berkulit cerah serta susuk tubuh yang menarik dengan buah dada yang agak besar buat aku cukup teransang dan isteri akulah yang akan tetap menjadi mangsa bila aku teringin. Walaupun aku suka melihat Norlin tetapi aku tidak pernah terfikir untuk menggangu kehidupannya suami isteri lagi pun aku sudah beristeri.

    Setelah setahun lebih berjiran bersama suatu pagi Norlin menegur aku yang sedang mencuci kereta sambil dia menjemur pakaian dihadapan rumah kebetulan hari tersebut aku bercuti sebab terpaksa menghabiskan cuti tahunan dan suaminya pula, Hisham outstation dan isteri aku pula bekerja. “tak kerja hari ni azree?” tegurnya.. “tak la.. saja nak habiskan cuti..” jawabku sambil mencuri curi pandang ke buah dadanya. “lin tak kerja?” tanya ku pula.. “alaaa.. penat la hari hari kerja, saja cuti nak rehat rehat.. anak pun hantar ke nursery..” katanya sambil tersenyum.

    Berderau darah aku bila Norlin yang menghadap aku memakai T-shirt putih dgn berkain batik tiba tiba menunduk untuk mengambil pakaian didalam bakul, terserlah buah dadanya yang tergantung itu yang membuat aku cukup geram! “azree.. malam tadi lin dengar kuat laa..” katanya sambil tersipu sipu bila dia melihat aku masih terlopong memandangnya. “err.. bunyi apa?” tanya ku kehairanan… “malam tadikan malam jumaat” katanya sambil malu malu “ohhh…ye ke?” jawab ku spontan.

    Aku cukup terkejut dengan apa yang Norlin maksudkan. Memang aku projek malam tadi dgn wife aku.. ye lah malam sunat sebab tu pukul 10 malam dah masuk bilik. Kebetulan master bedroom aku bersebelahan dengan master bedroom Norlin.. “Hisham balik bila?” tanyaku untuk menukar topik.. “lusa kut” jawab Norlin sambil menyidai branya berwarna hitam yang ku agak bersaiz 36C itu.. tiba tiba dalam hati aku terasa ingin mengusik lin walaupun sejak berjiran aku hanya bertegur sapa begitu sahaja dan inilah kali pertama aku berbual dengannya. “amboi.. besarnya” tegur ku berani walaupun dadaku berdegup kencang.


    Kalau Norlin tak mulakan tadi aku pun tak berani nak mula nak usik usik pasal ni. “apa yang besar..?” soal Norlin seolah terkejut. “tu haa.. yang lin tengah pegang tu..” jawabku dengan nada yang tak bersungguh sungguh sebab aku pun tak biasa bersembang lama dengan Norlin apatah lagi hal yang sensitif begini. “ohhh.. biasa je.. kenapa.. macam tak biasa tengok je” ujar Norlin sambil tersenyum senyum.

    Aku mula memberanikan diri melayan perbualan Norlin ” ohhh.. yang lin punya tak pernah tengok laa.. ” jawabku sambil ketawa ketawa kecil nak hilangkan perasaan gementar. Niat nak mencuci kereta dah separuh jalan. Tangan aku yang bersabun tadi pun dah kering. “kalau nak tengok kena datang rumah la..”jawab Norlin sambil terus menyidai pakaian tanpa memandang aku, mungkin malu tapi mahu!! itu yang terlintas dalam hatiku.

    Sambil mencuci tangan ke paip yang bersempadanan dengan rumahnya aku berkata dengan nada lebih perlahan “lin datang sini aje la.. ” entah dari mana datang idea sebegitu terus terpacul dari mulutku. Sungguh pun begitu dalam hati aku masih ragu ragu disebabkan sepanjang hidup aku tak pernah mengadakan hubungan seks dengan mana mana wanita melainkan isteri aku seorang sahaja, apatah lagi dengan isteri orang. “boleh juga.. bila?” tanya Norlin tersipu sipu sambil mengangkat bakul pakaian yang telah habis dijemur.

    Berderau darah aku bila melihat lihat cara Norlin begitu bersungguh sungguh sedangkan aku sendiri seolah olah macam tak percaya dengan apa yang sedang berlaku. “sekarang la.. masuk ikut pintu belakang” jawabku pantas.

    Selepas memerhatikan Norlin masuk aku pun terus masuk kedalam rumah menuju ke pintu belakang. Memang kebiasaannya pada hari bekerja kawasan belakang rumah aku agak sunyi sepi sebab kebanyakan jiran jiran aku berkerja suami isteri. Tak sampai 5 minit aku membuka pintu Norlin sudah tercegat dimuka pintu dapur.

    Dengan berkain batik dan T-shirt putih tadi Norlin tersenyum memandangku “masuklah.. buat macam rumah sendiri” pelawa ku sambil menuju kearah Norlin lalu menutup pintu. Berselisih dengannya bagaikan berada dikedai menjual perfume.. “wanginya..” tegurku sambil memegang tangan Norlin lalu aku menariknya kebilik ku. “nak buat apa ni?” Tanya Norlin seperti berpura pura dengan tindakanku “kan tadi nak tunjukkan sesuatu..” kataku sambil tersenyum lalu terus menarik perlahan tangannya. Norlin tersenyum sambil berpesan “jangan gopoh gopoh ye..”. Dibilik aku terus menyuruh Norlin duduk diatas tilam empuk tempat aku bertarung dengan isteriku malam tadi lalu aku duduk disisinya.


    Tanpa membuang masa diatas katil secara perlahan aku mula bercumbu dengannya sambil sebelah tanganku memaut bahunya dan sebelah lagi merayap rayap dibahagian dadanya. Norlin cuma membiarkan sahaja kelakuan aku terhadap tubuhnya. Aku terus mengucup bibir panas Norlin dan dia membalas dengan menghisap lidahku dan memainkan lidahnya kedalam mulutku sambil tanganku tak henti henti meramas kedua dua belah buah dada yang besar dan tegang itu.

    Degupan jantungku masih kuat masih terkejut dengan apa yang sedang aku lakukan sekarang ni.. Aku mula terasa tangan Norlin meraba raba kearah pangkal pahaku mencari cari sesuatu. Aku terus melondehkan seluar pendekku ke sehingga terkeluar batangku yang keras menegang lalu ku halakan tangann Norlin ke batangku. Seperti yang ku duga Norlin terus mengenggam dan meramas ramas dengan penuh geram, agak lama mulut aku bertaut di bibirnya, hinggakan rontaannya makin lemah, suaranya tidak lagi berbunyi, sehingga tiada lagi rontaan, sebaliknya tangan Norlin memeluk erat leher aku. Aku dapat merasakan bibirnya mula membalas ciuman aku.

    Apa lagi, aku pun mula menciumnya dengan mesra dan penuh kelembutan dia membalas sambil mengeratkan pelukannya. Terasa akan lidahnya dijulurkan, aku menyambut lalu menghisap lidahnya lalu berselang seli aku dan Norlin berhisap lidah. Agak lama kami berkucupan, bertautan bibir dan lidah sambil berpelukan mesra. Kemudian Norlin meleraikan tautan itu diikuti dengusan yang memberahikan Kami bertentang mata, tangan masih lagi dilengkarkan, badan masih lagi rapat, nafas makin kencang.. semakin berahi, kemaluan aku makin menegang.

    Renungan matanya yang redup itu bagaikan meminta sesuatu, lantas aku halakan sekali lagi bibirku ke bibirnya. Kami saling berkucupan mesra, sesekali ciuman dilarikan ke arah leher yang putih itu, aku cium, aku gigit dan aku jilat batang lehernya. Norlin hanya menggeliat kegelian bila diperlakukan sedemikian. Suara rengekkan manjanya menerjah ke dalam lubang telingaku. Tshirt yang dipakainya aku selakkan keatas hingga menampakkan coli warna hitam yang dipakainya.


    Kepala dan rambut aku diramas dan dipeluk erat bila dadanya aku cium dan teteknya aku ramas. Leen terus merintih keenakkan yang cukup membangkitkan nafsu. Aku semakin berani membuka Tshirt yang dipakainya sambil aku terus mencium dan mengucup wajahnya. Mulut kami terus bertautan akhirnya Norlin meluruskan tangan agar baju T itu dapat dilucutkan dari tubuhnya.

    Kini, bahagian atas tubuh Norlin hanya berbalut coli saja. Aku leraikan ciuman mulut lalu mencium pangkal buah dada di atas colinya. Aku mencium, menjilat seluruh pangkal buah dadanya sambil meramas-ramas. Suara rintihan Norlin makin kuat apabila aku memicit puting teteknya dari luar coli. Norlin merangkul erat dan meramas-ramas rambutku. Sambil mencium dan meramas buah dadanya, aku lengkarkan tangan ke belakang dan mula mencari kancing penyangkuk coli yang dipakai. Jumpa, dan aku terus lucutkan kancing itu. Perlahan-lahan aku menarik coli hitamnya ke depan dan terus mencampakkan ke lantai.

    Terpukau mata aku bila menatap dihadapan mata buah dadanya yang putih kemerahan yang tadi hanya mampu aku lihat dari jauh saja. Aku renung dan gentel-gentelkan putting teteknya sambil mulut mencium dan menjilat yang sebelah lagi. Suara rengekkan Norlin makin manja, makin ghairah aku dengar. Habis kedua-dua belah buah dadanya aku jilat.. aku hisap semahunya..ku gigit gigit manja putingnya dan diikuti rangkulan yang erat Norlin kepalaku kedadanya.

    Sambil mengulum puting buah dadanya aku membuka T Shirt yang aku pakai tadi lalu campakkan ke bawah. Kehangatan tubuh Norlin membangkitkan nafsu ghairahku. Aku terus memeluk erat Norlin sambil berkucupan mulut. Buah dadanya terasa hangat bergesel dengan dadaku. Perasaan yang sukar digambar, berpelukan dengan wanita lain selain dari isteriku sendiri dalam keadaan tidak berbaju, teteknya yang pejal menekan-nekan dadaku ke kiri dan ke kanan mengikut alunan nafsu.

    Setelah agak lama berkucupan berpelukan aku menatap sekujur tubuh yang separuh bogel di depan mata. Aku bangun berdiri.. Norlin hanya memandang sayu melihat aku melorotkankan seluar yang ku pakai dan bertelanjang bulat dihadapannya. Kemaluanku yang dah keras menegang dari tadi itu memerlukan sesuatu untuk dijinakkan. Aku kembali berbaring disisinya lalu aku mula meleraikan simpulan kain batiknya dan dengan lembut aku menarik kain itu ke bawah, lalu terus melucutkan terus dari tubuhnya. Segitiga emasnya hanya ditutupi secebis kain berwarna hitam yang mesti aku lucutkan juga. Aku usapkan kemaluannya dari luar, terasa basah dan melekit pada hujung lurah yang subur itu. Pahanya aku raba dan usap sambil lidah kini menjilat dan mencium pusatnya.


    Terliuk-lentok tubuh gebu Norlin diperlakukan begitu. Kedua tanganku memegang seluar dalamnya dan mula melurutkan ke bawah dengan punggung Norlin diangkatnya sedikit, dan terlucutkan benteng terakhir yang ada pada tubuh norlin maka aku tak lepaskan peluang menatap sekujur tubuh lemah yang tidak dibaluti seurat benang pun yang berada di depan mata minta dijamah. Aku terus membelai buah dadanya yang menegang itu.

    Aku kembali mengulum puting buah dada Norlin sambil tangan kananku merayap ke arah lembah lalu mengusap sekitar lembah itu. Segitiga emas milik Norlin akan aku terokai sekejap lagi.. aku mula mengusap dan menggosok di rekahan bawah lembah itu. Terangkat-angkat punggung Norlin menahan keenakan dan kenikmatan yang sukar digambarkan oleh kata kata. Yang kedengaran hanyalah rintihan dan desisan manja lagi mempesonakan. Kelihatan kemaluannya berair dikelilingi bulu-bulu nipis berjaga rapi.

    Aku sentuh lurah kemaluannya, terangkat tubuhn Norlin menahan keenakan. Aku sentuh lagi dan menggeselkan jari-jari aku melewati lurah itu, suara mengerang mengiringi liuk-lentok tubuhnya. Kelentitnya aku mainkan.. aku gentelkan hinggakan suara yang dilepaskan kali ini agak kuat dengan badan terangkat kekejangan. Terasa basah jari aku waktu tu.. aku masih cuba bertahan untuk melayan aksi Norlin yang cukup menghairahkan dan sekarang aku tahu Norlin sudah sampai ke kemuncaknya. Aku terfikir juga untuk menjilat kemaluannya tetapi niat aku terbantut bila melihat kemaluan Norlin dah mula berair membasahi cadar katilku.

    Aku terus menghempapkan tubuh aku ke atas tubuhnya dengan lembut sambil mencium wajahnya. ku geselkan kemaluanku dengan kemaluannya. Terasa nyilu dihujung kemaluanku bila bergesel dengan bulu dan air mazi Norlin yang mula membasahi lurah keramat itu. Setelah mendapatkan kedudukan yang selesa, aku pegang kemaluanku lalu aku halakan ke lubang kemaluannya. Sebagai seorang isteri yang berpengalaman Norlin tahu apa yang akan aku lakukan lalu dia membuka dan meluaskan kangkangnya sedikit.

    Setelah berada betul betul di hujung kemaluannya aku pun menghalakan batangku ke kemaluan Norlin secara perlahan-lahan diikuti dengan rengekan kami berdua bersilih ganti. Aku terus menujah masuk perlahan lahan hingga sampai dasar kemaluannya dan aku biarkan sekejap bila melihat Norlin mengerutkan mukanya sambil mengetapkan bibirnya..Aku terus mencium leher dan mulutnya berulang kali. bila ku lihat keadaan Norlin agak tenang aku mula mendayung.. menyorong masuk dan keluar perlahan lahan sambil Norlin terus mendakap bontotku dengan kedua belah kakinya sambil memeluk erat tubuhku.

    Kenikmatan pada waktu itu tidak terkata.. begitu berbeza ketika peluk dicumbu rayu oleh Norlin jika dibandingkan dengan isteriku. Memang terasa nikmat ketika berada diatas tubuh Norlin sambil aku tak henti henti memuji keenakan bersetubuh bersamanya. Inilah kali pertama dalam hidup aku bersetubuh dengan orang lain selain isteriku.. isteri orang pula…


    Pengalaman Norlin sebagai isteri yang sudah hampir 5 tahun itu digunakan sepenuhnya untuk melayan aku yang sememangnya agak kaku ketika mula menyentuh tubuhnya. Aku terus melakukan hayunan demi hayunan ke kemaluan Norlin dengan di iringi suara mengerang yang agak kuat sambil itu panorama di bawah cukup indah bila melihatkan batangku keluar masuk dari lubang kemaluan Norlin disamping bunyi irama yang cukup melekakan.

    Air mazi Norlin begitu banyak mula membasahi tilam.. Norlin memeluk erat tubuhku semasa berdayung, punggungnya bergerak atas bawah mengikuti rentak dayungan. Sesekali dia menggoyang-goyangkan punggungnya membantu dayungan aku, terasa kenikmatan yang tiada tolok bandingnya. sungguh pun aku mempunyai isteri tapi pengalaman Norlin dalam hubungan seks ini begitu mengasyikkan aku dan aku terus melajukan dayungan diiringi dengan suara rengekan Norlin yang makin kuat sambil itu aku leka melihat ayunan dan gegaran buah dada Norlin yang berayun mengikut rentak.

    Norlin memejam rapat matanya dan sesekali mengetapkan bibir menahan kepedihan. Norlin mula mengerang dan aku dapat rasa macam dah nak terpancut keluar, aku lajukan lagi hayunan menujah masuk jauh kedasar kemaluan Norlin sedalam yang boleh diikuti dengan jeritanNorlin yang agak nyaring lalu terpancutlah air mani aku jauh ke dasar kemaluannya. Tubuh ku terkulai di atas tubuh Norlin yang matanya masih terpejam rapat dengan mulut yang sedikit terbuka sambil mendengus kesedapan disamping dadanya berombak laju..

    Titisan peluhku membasahi kedua belah buah dada Norlin, aku juga berpeluh sehingga terasa meleleh di belakang. Batang aku yang dari tadi terendam didalam kemaluan Norlin semakin lembik akibat muntahan yang padu tadi. Aku kucup dahi Norlin lalu dia membukakan mata sambil tersenyum memandangku. Aku membalasnya dengan mengucup mesra bibirnya.. Aku masih terbaring atas tubuh Norlin di atas tilam empuk yang dibasahi dengan air mazi dan peluh. Terasa degupan jantung yang kencang didada Norlin… isteri jiranku sendiri yang baru sahaja aku menjamah tubuhnya. Memang terasa perbezaan melakukan hubungan seks dengan wanita yang lebih berpengalaman..

    Norlin memeluk erat tubuhku sambil mengucapkan terima kasih. Katanya sudah agak lama dia tidak mencapai kepuasan sebegini sambil memuji muji kemampuan aku melakukan hubungan seks yang lebih lama berbanding dengan suaminya. Aku minta keizinan untuk manarik keluar kemaluanku yang mula lembik.. Norlin mengangguk setuju dan aku terus baring terlentang kepenatan.

    Tak sampai 5 minit terbaring Norlin bangun duduk disisiku dan mula mengusap usap batangku yang lembik.. dengan kedua belah tangannya Norlin bermain main kemaluanku sehingga keras semula sambil tangan kiriku menggentel biji kelentitnya yang masih basah. Bila batangku sudah cukup keras menegang Norlin bingkas bangun lalu naik keatas tubuhku sambil perlahan lahan membenamkan batangku ke dalam kemaluannya.

    Norlin terus menghenjut sambil kedua belah tanganku memegang dan meramas buah dadanya. Sesekali Norlin merapatkan dadanya ke dadaku lalu berkucupan… aku dan Norlin bertarung lagi dengan aku memberi peluang kepada Norlin untuk berada di atas tubuh aku pula. Dalam tempoh beberapa jam aku bersamanya aku sempat memancut 3 kali. Memang terasa cukup puas bersetubuh dengan Norlin.


    Aku tersedar bila isteriku menelefonku untuk mengingatkan aku jangan lupa menjemputnya sekejap lagi. Ku lihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 4 petang. . Aku bingkas bangun ku lihat Norlin masih terlena kepenatan. Kemaluannya kelihatan masih basah dan masih sedikit terbuka. Aku mengucup bibir Norlin untuk mengejutkannya.

    Dengan tergesa gesa Norlin bangun dan memakai pakaiannya. Sebelum keluar melalui pintu belakang kami sempat berpelukan berciuman. Aku tidak lupa mempelawa Norlin untuk datang lagi jika berkesempatan. Norlin angguk tanda setuju tanpa sepatah perkataan pun yang keluar dari mulutnya. Dari raut wajahnya aku tidak pasti sama ada Norlin happy atau menyesal dengan apa yang berlaku hari ini.

    Aku terus menukarkan cadar katil bilik aku yang berselerakan dan dibasahi peluh dan air mazi dan air mani aku dan Norlin. Dua hari selepas itu Norlin ada menelefon hp aku katanya dia dapat no hp aku dari suaminya yang memesan jika ada apa apa hal boleh minta tolong dari jiran sebelah semasa ketiadaannya. Norlin menyatakan dia cukup puas dan seronok semasa bersamaku cuma buat masa ini dia belum terfikir lagi untuk mengadakan hubungan seks bersamaku lagi..

    Ternyata rasa bersalah telah menyelubungi dirinya. Aku cuba menenangkan Norlin supaya jangan memikirkan sangat soal itu anggap seolah olah tidak pernah ada apa apa yang berlaku. Dua tiga bulan lagi aku akan berpindah ke rumah sendiri. Terus terang sehingga kini aku masih mengharap untuk bersama Norlin lagi.

  • Foto Ngentot Perawat toket gede Rebeca Linares diruang inap pasien

    Foto Ngentot Perawat toket gede Rebeca Linares diruang inap pasien


    2262 views

    Duniabola99.com – foto perawat montok toket gede lagi melayani pasiennya yang sedang diperiksa dokter dan malakukan hubungan seks yang sangat hot diranjang pasien dan menembakkan banyak sperma ke mulut dan toketnya yang gede.

  • Cerita Sex Menikmati Keperawaan Bos Atau Atasanku

    Cerita Sex Menikmati Keperawaan Bos Atau Atasanku


    1842 views

    Tetapi atas permintaanya sendiri, satu minggu yang lantas, dia menjelaskan lebih sukai bila di panggil “Mbak”. Semenjak saat itu mulai terbina situasi dan jalinan kerja yang hangat, tidak terlampau resmi. Khususnya karena sikapnya yang ramah. Dia kerap langsung menyebutkan namaku, kadang-kadang bila sesertag bersama rekan kerja yang lain, dia menyebutkan “Pak”. Dan tanpa kusadari juga, sembunyi-sembunyi saya merasa nyaman dan kerasan bila melihat mukanya yang elok dan halus menarik.

    Dia memang menarik karena sepasang bola matanya setiap saat dapat bernar-binar, atau melihat dgn tajam. Tetapi dibalik itu semua, rupanya dia sukai mendikte. Mungkin sudah menempati kedudukan yang lumayan tinggi dalam usia yang relatif muda, keyakinan dianya juga lumayan tinggi untuk memerintah seorang melakukan apa yang diinginnya. Bu Tiara selalu kenakan pakaian resmi. Dia selalu kenakan blouse dan rok hitam yang cukup menggantung sedikit di atas lutut. Bila sesertag ada di ruangan kerjanya, sembunyi-sembunyi aku juga kerap melihat lekukan pinggulnya saat dia bangun ambil file dari rack folder ada berada di belakangnya.

     

    Foto Bokep Korea –  Walaupun sisi bawah roknya lebar, tapi saya dapat menyaksikan pinggul yang samar-samar tercetak dari baliknya. Bagus sekali, tidak besar tapi terang memiliki bentuk membongkah, memaksakan mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keelokannya. Di dalam ruangan kerjanya yang besar, sama persis dari sisi meja kerjanya, terbisa seperangkatan sofa yang kerap dipakainya terima beberapa tamu perusahaan. Sebagai Akunting Manajer, pasti ada selalu perbincangan-pembicaraan ‘privacy’ yang semakin nyaman dilaksanakan di ruangan kerjanya dibanding di ruangan rapat. Saya merasa untung bila diundang Bu Tiara untuk mengulas aliran kas keuangan di atas bangku sofa tersebut. Saya selalu duduk sama persis di depannya.

    Dan bila kami terturut dalam perbincangan yang lumayan serius, dia tidak mengetahui roknya yang cukup terkuak. Di sanalah keberuntunganku. Saya dapat melihat beberapa kulit paha yang warna gading. Kasertag-kasertag lututnya cukup sedikit terbuka hingga saya berusaha untuk melihat ujung pahanya. Tetapi mataku selalu kebentur dalam kegelapan. Seandainya saja roknya terkuak semakin tinggi dan ke-2 lututnya lebih terbuka, pasti dapat kupastikan apa rambut-rambut lembut yang tumbuh pada lengannya tumbuh di sepanjang paha sampai ke pangkalnya.

    Bila ke-2 lututnya rapat kembali, lirikanku beralih ke betisnya. Betis yang cantik dan bersih. Terurus. Saat saya terbuai melihat kakinya, mendadak saya dikejuti oleh pertanyaan Bu Tiara.. “Thomas, saya merasa jika kamu kerap melihat ke betisku. Apa sangkaanku salah?” Saya termenung sesaat sekalian tersenyum untuk sembunyikan jantungku yang mendadak berdebar-debar. “Thomas, apakah salah sangkaanku?” “Hmm.., ya, betul Mbak,” jawabku akui, jujur. Bu Tiara tersenyum sekalian melihat mataku. “Kenapa?” Saya membisu. Sangat terasa berat jawab pertanyaan simpel tersebut.

    Tetapi saat menengadah melihat mukanya, kusaksikan bola matanya berbinar-binar menanti jawabanku. “Saya sukai kaki Mbak. Sukai betis Mbak. Cantik. Dan..,” sesudah menarik napas panjang, kukatakan argumen sebetulnya. “Saya kerap menduga-duga, apa kaki Mbak banyak rambut-rambut.” “Sama seperti yang kuduga, kamu tentu berbicara jujur, apa yang ada,” kata Mbak Tiara sekalian sedikit menggerakkan bangku rodanya.

    “Supaya kamu tidak ingin tahu menduga-duga, bagaimana kalau kuberi peluang mengeceknya sendiri?” “Sebuah kehormatan besar bagiku,” jawabku sekalian membungkukan kepala, menyengaja sedikit bergurau untuk cairkan perbincangan yang kaku tersebut. “Ganti ruginya apa?” “Sebagai rasa hormat dan pertanda terima kasih, akan kuberikan sebuah kecupan.” “Bagus, saya sukai. Sisi mana yang kamu akan cium?” “Betis yang cantik itu!” “Cuma sebuah kecupan?” “Seribu kali juga saya siap.” Mbak Tiara tersenyum manis ditahan.

    Dia berusaha manahan tawanya. “Dan saya yang tentukan pada bagian mana saja yang harus kamu cium, OK?” “Setuju, my lady!” “I like it!” kata Bu Tiara sekalian bangun dari sofa. Dia mengambil langkah ke mejanya lantas menarik kursinya sampai ke luar dari kolong mejanya yang besar. Sesudah menghempas pinggulnya di bangku kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Bu Tiara tersenyum. Matanya berbinar-binar seakan menebarkan sejuta daya tarik birahi. Daya tarik yang memerlukan pujian dan idola. “Periksalah, Thomas. Berlutut di depanku!” Saya membisu.

    Terkesima dengar perintahnya. “Kamu tidak ingin mengeceknya, Thomas?” bertanya Bu Tiara sekalian sedikit renggangkan ke-2 lututnya. Sesaat, saya berusaha menurunkan debar-debar jantungku. Saya tidak pernah diperintah semacam itu. Apalagi diperintah untuk berlutut dengan seorang wanita. Bibir Bu Tiara tetap tersenyum saat dia lebih renggangkan ke-2 lututnya. “Thomas, kamu ketahui warna apa yang terselinap di pangkal pahaku?” Saya geleng-geleng kurang kuat, seakan ada kemampuan yang mendadak mengambil beberapa sendi di sekujur badanku.

    Pandanganku terdiam ke dalam keremangan antara sela lutut Bu Tiara yang meregang. Pada akhirnya saya bangun mendatanginya, dan berlutut di depannya. Samping lututku sentuh karpet. Mukaku menengadah. Mbak Tiara tetap tersenyum. Telapak tangannya menyeka pipiku seringkali, lantas beralih ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku supaya merunduk ke kakinya. “Ingin ketahui berwarna?” Saya menggangguk tidak memiliki daya. “Kunci dahulu pintu itu,” ucapnya sekalian menunjuk pintu ruangan kerjanya. Dan dgn taat saya melakukan perintahnya, selanjutnya berlutut lagi di depannya. Bu Tiara menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Pergerakannya lamban seperti bermalasan.

    Di saat tersebut saya menbisa peluang memansertag sampai ke pangkal pahanya. Ini kali pandanganku kebentur pada selembar kain tipis warna putih. Tentu dia menggunakan G-String, kataku dalam hati. Saat sebelum paha kanannya betul-betul tertopang di atas paha kirinya, saya sempat menyaksikan rambut-rambut ikal yang menyembul dari beberapa sisi celana dalemnya. Segitiga tipis yang cuma dengan lebar kurang lebih dua jemari itu kekecilan untuk sembunyikan semua rambut yang mengelilingi pangkal pahanya. Bahkan juga sebelumnya sempat kulirik baygan lipatan bibir dibalik segitiga tipis tersebut. “Sukai?” Saya menggangguk sekalian mengusung kaki kiri Bu Tiara ke atas lututku. Ujung hak sepatunya berasa cukup menyerang. Kulepaskan clip tali sepatunya.

    Lantas saya menengadah. Sekalian melepas sepatu tersebut. Mbak Tiara menggangguk. Tidak ada komentar penampikan. Saya merunduk lagi. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Kakinya mulus tanpa cacat. Rupanya betisnya yang warna gading itu mulus tanpa rambut lembut. Tetapi pada bagian atas lutut kusaksikan sedikit banyak rambut-rambut lembut yang cukup kehitaman. Benar-benar kontras dgn warna kulitnya. Saya terkesima. Mungkinkah dimulai dari atas lutut sampai.., sampai.. Aah, saya mengembuskan napas. Rongga dadaku mulai berasa sesak. Mukaku benar-benar dekat dgn lututnya. Embusan napasku rupanya membuat rambut-rambut itu meremang. “Sangat indah,” kataku sekalian mengelus-elus betisnya. Kenyal. “Sukai, Thomas?” Saya menggangguk. “Perlihatkan jika kamu sukai.

    Perlihatkan jika betisku cantik!” Saya mengusung kaki Bu Tiara dari lututku. Sekalian masih tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk tersebut. Saya sedikit membungkuk supaya bisa mengecup pergelangan kakinya. Pada ciuman yang ke-2 , saya menjulurkan lidah supaya bisa mengecup sekalian menjilat, mencicip kaki cantik tersebut. Karena ciumanku, Bu Tiara turunkan paha kanan dari paha kirinya. Dan tidak menyengaja, kembali mataku kagum menyaksikan sisi dalam kanannya. Karena ingin menyaksikan lebih terang, kugigit sisi bawah roknya lantas gerakkan kepalaku ke perutnya.

    Saat melepas gigitanku, kudengar tawa ketahan, lantas ujung jari-jari tangan Bu Tiara mengusung daguku. Saya menengadah. “Kurang terang, Thomas?” Saya menggangguk. Bu Tiara tersenyum nakal sekalian menyeka-usap rambutku. Lantas telapak tangannya menekan sisi belakang kepalaku hingga saya merunduk lagi. Di muka mataku sekarang terpajang keelokan pahanya. Tidak pernah saya menyaksikan paha semulus dan seindah tersebut. Sisi atas pahanya banyak rambut-rambut lembut kehitaman. Sisi dalemnya banyak tapi tidak selebat sisi atasnya, dan warna kehitaman itu cukup menghilang. Benar-benar kontras dgn pahanya yang warna gading. Saya bergidik. Karena ingin menyaksikan paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya semakin tinggi sekalian mengecup sisi dalam lututnya. Dan paha itu makin terang. Menarik.

    Di paha sisi belakang mulus tanpa rambut. Karena gaungs, kukecup berkali-kali. Ciuman-kecupanku makin lama makin tinggi. Dan saat cuma memiliki jarak kurang lebih dengan lebar telapak tangan dari pangkal pahanya, ciuman-kecupanku beralih menjadi kecupan yang panas dan basah. Saat ini hidungku benar-benar dekat dgn segitiga yang tutupi pangkal pahanya. Karena benar-benar dekat, walaupun terselinap, dgn terang dapat kusaksikan baygan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan tersisip membayg di sisi tengah segitiga tersebut. Kebasahan yang dikitari rambut-rambut ikal yang menyelip dari kanan kiri G-stringnya. Sekalian melihat daya tarik di muka mataku, saya menarik napas dalem-dalem. Tercium wewangian fresh yang membuatku jadi makin tidak memiliki daya. Wewangian yang memaksakanku terjebak antara ke-2 iris paha Bu Tiara. Ingin kusergap wewangian itu dan menjilat kemulusannya.

    Bu Tiara menghempas kepalanya ke sandaran bangku. Menarik napas berkali-kali. Sekalian menyeka-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya hingga roknya makin terkuak sampai ketahan di atas pangkal paha. “Sukai Thomas?” “Hmm.. Hmm..!” jawabku bergumam sekalian mengalihkan kecupan ke betis dan lutut kirinya. Lantas kuraih pergelangan kaki kanannya, dan menempatkan telapaknya di bahuku. Kucium lipatan ada di belakang lututnya. Bu Tiara menggeliat sekalian menarik rambutku dgn manja. Lantas saat kecupan-ciumanku menjalar ke paha sisi dalam dan makin lama makin dekati pangkal pahanya, berasa tarikan di rambutku makin keras. Dan saat bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul dari kembali G-stringnya, mendadak Bu Tiara menggerakkan kepalaku. Saya terheran. Menengadah. Kami sama-sama melihat. Selang beberapa saat, sekalian tersenyum memikat, Bu Tiara menarik telapak kakinya dari bahuku. Dia lantas menekuk dan menempatkan telapak kaki kanannya di atas bangku.

    Gaya yang benar-benar memabukkan. Samping kaki menekuk dan lebar terbuka di bangku, dan yang samping kembali menjuntai ke karpet. “Sukai Thomas?”. “Hmm.. Hmm..!”. “Jawab!”. “Sukai sekali!” Panorama itu tidak lama. Mendadak saja Mbak Tiara rapatkan ke-2 pahanya sekalian menarik rambutku. “Kelak ada yang menyaksikan baygan kita dari kembali kaca. Masuk ke dalam dalam, Thomas,” ucapnya sekalian menunjuk kolong mejanya. Saya terpana. Mbak Tiara mengambil sisi belakang kepalaku, dan menariknya perlahan-lahan. Saya tidak memiliki daya.

    Tarikan perlahan-lahan itu tidak sanggup kutolak. Lantas Bu Tiara mendadak buka ke dua pahanya dan landingkan mulut dan hidungku di pangkal paha tersebut. Kebasahan yang tersisip antara ke-2 bibir kewanitaan kelihatan makin terang. Makin basah. Dan di sanalah hidungku landing. Saya menarik napas untuk mengisap wewangian yang benar-benar beri kesegaran. Wewangian yang sedikit seperti daun pandan tapi sanggup membius saraf-saraf di rongga kepala. “Sukai Thomas?”. “Hmm.. Hmm..!” “Saat ini masuk ke dalam dalam!” ulangnya sekalian menunjuk kolong mejanya. Saya merayap ke kolong mejanya.

    Saya sudah tidak dapat berpikiran sehat. Tidak perduli dgn semua kegilaan yang sesertag terjadi. Tidak perduli dgn norma, dgn etika-etika bercinta, dgn keramat dalam pertalian cinta. Saya cuma perduli dgn ke-2 iris paha mulus yang akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yang akan menjambak rambutku, telapak tangan yang akan menekan sisi belakang kepalaku, wewangian merebak yang akan menerobos hidung dan penuhi rongga dadaku, kehalusan dan kehangatan dua omongan kewanitaan yang menjepit lidahku, dan tetes-tetes birahi dari bibir kewanitaan yang harus kujilat berkali-kali supaya pada akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yang sangat ingin kucucipi. Di kolong meja, Bu Tiara buka ke-2 iris pahanya lebar-lebar. Saya ulurkan tangan untuk meraba-raba sela basah antara pahanya.

    Tetapi dia menepiskan tanganku. “Cuma lidah, Thomas! OK?” Saya menggangguk. Dan dgn cepat memasukkan mukaku di G-string yang tutupi pangkal pahanya. Menggosokikan hidungku sekalian mengisap wewangian pandan itu sedalem-dalemnya. Bu Tiara kaget sesaat, lantas dia ketawa manja sekalian menyeka-usap rambutku.. “Ternyata kamu sudah tidak sabar ya, Thomas?” ucapnya sekalian melingkarkan pahanya di leherku. “Hm..!” “Haus?” “Hm!” “Jawab, Thomas!” ucapnya sekalian menyisipkan tangannya untuk mengusung daguku. Saya menengadah. “Haus!” jawabku singkat.

    Tangan Bu Tiara bergerak melepas tali G-string yang terlilit di kanan dan kiri pinggulnya. Saya terkesima melihat keelokan dua omongan warna merah yang basah mengkilat. Sepasang bibir yang pada bagian atasnya dihias benjolan daging pembungkus clit yang warna pink. Saya tercenung melihat keelokan yang terpajang sama persis di muka mataku. “Jangan diam saja. Thomas!” kata Bu Tiara sekalian menekan sisi belakang kepalaku. “Hisap wewangiannya!” lanjutnya sekalian menekan kepalaku hingga hidungku tersisip antara bibir kewanitaannya.

    Pahanya menjepit leherku hingga saya tidak dapat bergerak. Bibirku terjepit dan tertekan antara dubur dan sisi bawah kemaluannya. Karena harus bernafas, saya tidak memiliki opsi terkecuali mengisap udara dari sela bibir kewanitaannya. Cuma sedikit udara yang dapat kuhirup, sesak tapi menggembirakan. Saya menusukkan hidungku lebih dalam . Bu Tiara terpekik. Pinggulnya diangkat dan digosok-gosokkannya sampai hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yang mulai mengucur dari sumbernya. Saya mendengus.

    Bu Tiara menggeliat dan mengusung lagi pinggulnya. Kuhirup wewangian kewanitaannya dalem-dalem, seakan kemaluannya ialah napas kehidupannku. “Fenomenal!” kata Bu Tiara sekalian menggerakkan kepalaku dgn halus. Saya menengadah. Dia tersenyum melihat hidungku yang sudah licin dan basah. “Sedap ‘kan?” lanjutnya sekalian membelai ujung hidungku. “Fresh!” Bu Tiara ketawa kecil. “Kamu pintar memanjakanku, Thomas. Saat ini, kecup, jilat, dan hirup sepuas-puasmu. Perlihatkan jika kamu menyembah ini,” ucapnya sekalian menyibakkan rambut-rambut ikal yang beberapa tutupi bibir kewanitaannya. “Jilat dan hirup dgn rakus. Perlihatkan jika kamu menyembahnya.

    Perlihatkan rasa hausmu! Jangan ada setetes juga yang sisa! Perlihatkan dgn rakus seakan ini ialah peluang pertama dan yang paling akhir buatmu!” Saya dipengaruhi dgn ucapannya. Saya tidak perduli meskipun ada suara perintah di seTiarap kalimat yang diucapnya. Saya memang merasa benar-benar lapar dan haus untuk mereguk kehalusan dan kehangatan kemaluannya. Tenggorokanku berasa panas dan kering. Saya merasa betul-betul haus dan ingin selekasnya menbisakan segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi tenggorokannku. Lantas bibir kewanitaannya kukulum dan kuhisap supaya semua kebasahan yang menempel di sana mengucur ke tenggorokanku. Ke-2 bibir kewanitaannya kuhisap-hisap berganTiaran. Kepala Bu Tiara terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya mencapai bahuku. Pinggulnya terangkut dan terhempas di atas bangku berkali-kali.

    Itil V3
    Kadang-kadang pinggul itu berputar-putar memburu lidahku yang bergerak amelr pada dinding kewanitaannya. Dia mendesah seTiarap kali lidahku menjilat clitnya. Napasnya mengebu. Kasertag-kasertag dia memekik sekalian menjambak rambutku. “Ooh, ooh, Thomas! Thomas!” Dan saat clitnya kujepit antara bibirku, lantas kuhisap dan mempermainkan dgn ujung lidahku, Bu Tiara mendesah menyebut-nyebut namaku.. “Thomasssss, sangat nikmat sayg.. Thomas! Ooh.. Thomas oooooooooooooooo!” Telapak kakinya menghentak-hentak di pundak dan kepalaku. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Kaki itu saat ini diangkat dan tertekuk di atas kursinya. Mengangkang. Telapaknya mencapai bangku.

    Sebagai penggantinya, ke-2 tangan Bu Tiara menjambak rambutku. Menekan dan menggerakkan kepalaku sekehendak hatinya. “Thomas, julurkan lidahmuu! Hirup! Hisaap!” Saya menjulurkan lidah sedalem-dalemnya. Memasukkan mukaku di kemaluannya. Dan mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir kemaluannya, kedutan yang mengisap lidahku, mengunsertag supaya masuk lebih dalam. Beberapa menit selanjutnya, lendir mulai berasa di ujung lidahku. Kuhisap semua kemaluannya. Saya tidak ingin ada setetes juga yang kebuang. Berikut hadiah yang kutunggu-tunggu. Hadiah yang dapat mempersejuk tenggorokanku yang kering. Ke-2 bibirku kubenamkan sedalem-dalemnya supaya bisa segera mengisap dari bibir kemaluannya yang imut.

    “Thomaso! Hirup Thomasoooooooooooo!” Saya tidak tahu apa rintihan Bu Tiara dapat kedengar di luar ruangan kerjanya. Andaikan rintihan itu kedengar juga, saya tidak perduli. Saya cuma perduli dgn lendir yang dapat kuhisap dan kutelan. Lendir yang cuma segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengucur membasahi tenggorokanku. Lendir yang langsung ditumpahkan dari kemaluan Bu Tiara, dari pinggul yang terangkut supaya lidahku terhunjam dalam. “Oh, fenomenalssssssssssssssss,” gumam Bu Tiara sekalian menghenyakkan lagi pinggulnya ke atas kursinya. Dia merunduk dan menyeka-usap ke-2 iris pipiku. Selang beberapa saat, jemari tangannya mengadahkan daguku.

    Sesaat saya stop menjilat-jilat beberapa sisa cairan di atas kewanitaannya. “Saya senang sekali, Thomas,” ucapnya. Kami sama-sama melihat. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kehalusan yang terpancar dari bola matanya yang melihat sendu. “Thomas.” “Hm..” “Lihat mataku, Thomas.” Saya melihat bola matanya. “Jilat cairan yang sisa sampai bersih” “Hm..” jawabku sekalian mulai menjilat-jilati kemaluannya. “Jangan merunduk, Thomas. Jilat sekalian melihat mataku. Saya ingin menyaksikan erotisme di bola matamu saat menjilat-jilat kemaluanku.” Saya menengadah untuk melihat matanya.

    Sekalian melingkarkan ke-2 lenganku di pinggulnya, saya mulai menjilat dan mengisap lagi cairan lendir yang sisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya. “Kamu menyembahku, Thomas?” “Ya, saya menyembah betismu, pahamu, dan di atas segala hal, yang ini.., muuah!” jawabku sekalian mencium kewanitaannya dgn mesra segenap hati. Bu Tiara ketawa manja sekalian menyeka-usap rambutku.

  • Foto Ngentot Kecantikan Latina Sophia Leone menggoda kliennya yang tidak bahagia

    Foto Ngentot Kecantikan Latina Sophia Leone menggoda kliennya yang tidak bahagia


    2189 views

    Duniabola99.com – foto gadis cantik Sophia Leone ngentot dengan om-om yang berkontol besar diatas kursi sofa.

  • Video Bokep Kokone Mizutani threesome hingga becek

    Video Bokep Kokone Mizutani threesome hingga becek


    2477 views

  • Megumi Shino Sky Angel Blue Vol-76

    Megumi Shino Sky Angel Blue Vol-76


    2043 views

  • Cerita Sex Pengalamanku Saat Melakukan Getarkan Senam Jantungku

    Cerita Sex Pengalamanku Saat Melakukan Getarkan Senam Jantungku


    5646 views

    Saat itu Rounald yang masih duduk di perkuliahan memiliki rekan dekat namanya Silvina ia asal dari Sumatera dan ucapnya ia tetap menumpang di dalam rumah tantenya, kebenaran hoby kita sama yakni naik ke gunung pencinta alam kita kerap bersama terkadang saya maen kerumahnya, dan dapat bertambah sebab saya tertarik dgn adik ponakannya namanya Seshy.

     

    Cersex Stw – Seshy ialah anak dari tante yang tempat tinggalnya ditumpangi oleh Silvina, walaupun saya telah dekat dgn keluarganya tante tetapi saya tidak segera kekasihi sang Seshy, tetapi sepanjang perjalanan waktu telah berbeda di mana ayah Seshy yang wakil masyarakat wafat.

    Jadi Saat ini Ibunya yang mengurusi semua perusahaan yang dikendalaikan ayah Seshy, Keinginanku untuk memacari Seshy masih tetap ada, walaupun saat saya bertandang kerumahnya jarang-jarang berjumpa secara langsung dgn Seshy, justru Ibunya yang namanya Desta temaniku, karena aktivitasnya Seshy yang di Jakarta sedang belajar dalam sekolah pembawa acara stasiun TV swasta.

    Terkini Tetapi sebetulnya jika ingin jujur Seshy kalah dgn ibunya. Bu Desta lebih elok, kulitnya lebih putih bersih, dewasa dan tenang karakternya. Sementara Seshy cukup sawo masak, nurun ayahnya kali? Andaikan Seshy seperti ibunya: tenang karakternya, keibuan dan penuh perhatian, baik .
    Saat ini, di dalam rumah yang cukup eksklusif itu cuma ada bu Desta dan seorang pembantu. Silvina tidak di sana, sedangkan Seshy sekolah di ibu-kota, paling-paling satu minggu pulang. Pada akhirnya saya diminta bu Desta untuk menolong sebagai pegawai tak tetap mengurus perusahaannya. Untungnya saya mempunyai kekuatan di bagian computer dan managementnya, yang saya jalani semenjak SMA.

    Sesudah ketahui management perusahaan bu Desta lantas saya menawari program akuntansi dan keuangan dgn computer, dan bu Desta sepakat bahkan juga suka. Berencana hitung ongkos project yang diatasi perusahaannya, dll.

    Saya menyenangi tugas ini. Yang terang dapat menambahkan uang belanja saya, dapat untuk menolong kuliah, yang waktu itu baru semester dua. Bu Desta memberikan honor lebih dari cukup menurut ukuran saya. Karyawan bu Desta ada tiga wanita di dalam kantor, tambah saya, belom termasuk di atas lapangan.

    Saya kerap bekerja sesudah kuliah, sore sampai malam hari, tiba mendekati karyawan yang lain pulang. Itu juga jika ada project yang harus ditangani. Part time demikian. Untuk saya ini cuma kerja sampingan tetapi dapat menambahkan pengalaman.

    Karena jalinan kerja di antara majikan dan karyawan, jalinan saya dgn bu Desta makin dekat. Sebelumnya sich biasa-biasa saja, makin lama seperti teman dekat, sharing, dan lain-lain.

    Saya kerap dinasehati, bahkan juga karena sangat akrabnya, bergurau, saya kerap pegang tangannya, mencium tangan, sudah pasti tanpa diketahui rekanan kerja yang lain. Dan ternyata ia suka. Tetapi saya masih tetap jaga kesopanan.

    Pengalaman ini yang menggentarkan jantungku, betapapun dan siapa saja bu Desta, ia sanggup getarkan dadaku. Walaupun cukup usia wanita ini masih tetap jelDesta. Saya anggap siapa saja orangnya tentu menjelaskan orang ini elok bahkan juga elok sekali.

    Dasar pintar menjaga tubuh, sebab ada dana karena itu, rajin fitnees, di dalam rumah disiapkan perlengkapannya. Jika sedang fitnees menggunakan baju fitnees ketat benar-benar enak dilihat. Ini telah saya kenali semenjak saya SMA dahulu, tetapi karena saya ingin dekati Seshy, hal tersebut saya kesampingkan.

    Beberapa data individu bu Desta saya mengetahui benar karena kerap kerjakan biodata berkaDestan dgn proyek-
    proyeknya. Tingginya 161 cm, umurnya saat cerita ini terjadi 37 tahun, 5 bulan dan berat tubuhnya
    52 kg. Cukup bagus.

    Di suatu hari saya lembur, sebab ada tugas project dan paginya harus didaftarkan untuk diikutkan tender. Jam 22.00 tugas belom usai, tetapi saya cukup terhibur bu Desta ingin temaniku, sekalian memeriksa pekerjaanku.

    Ia cukup cermat. Jika kerja lembur ini dia justru kerap bergurau. Bahkan juga jika minumanku habis ia tidak enggan-segan yang menuang lagi, saya justru jadi kikuk. Ia tidak malas pegang tanganku, mencubit, tetapi saya tidak berani membalasnya.

    Apalagi jika sedang mencubit dadaku saya benar-benar tidak membalasnya. Dan yang cukup kejutan tanpa sangsi memijit-pijit bahuku dari belakang.

    “Lelah ya..? Saya pijit, nih”, ucapnya.

    Saya cuma tersenyum, dalam hati juga senang, dipijit janda elok. Apalagi yang kurasakan dadanya, tentu teteknya menyenggol kepalaku sisi belakang, saya rasa nyaman . Semakin lama pipiku menyengaja saya pepetkan dgn tangannya yang mulus, ia diam saja.

    Ia membalasnya membelai-belai daguku, yang tanpa rambut tersebut. Saya jadi cukup suka. Nyaris jam 23.00 baru usai semua tugas, saya bersihkan kantor dan tetap ditolong bu Desta. Wah wanita ini benar-benar seorang karyawan keras, gumanku dalam hati.

    Saya bersiap-sedia untuk pulang, tetapi dibuatkan kopi, menjadi kembali minum.

    “Kamu telah mempunyai kekasih Ron?”

    “Belom Bu”, jawabku

    “Saat.., tentu kamu telah mempunyai. Wanita mana yang tidak ingin dgn lelaki tampan”, ucapnya

    “Belom Bu, benar-benar kok”, kataku kembali. Kami duduk berdekatan di atas sofa ruangan tengah, dgn pencahayaan yang cukup redup. Entahlah siapa yang menyusul, kami berdua sama-sama berpegangan tangan sama-sama meremas halus. Yang terang sebelumnya saya menyengaja menyenggol tangannya

    Karena mungkin terikut situasi malam yang dingin dan situasi ruang yang syahdu, dan kedengar suara mobil lewat di jalan raya dan sayup-sayup suara binatang malam, saya dan bu Desta tenggelam terikut oleh situasi romantis.

    Bu Desta yang malam itu menggunakan gaun warna hDestam dan sedikit pola bunga ungu. Benar-benar kontras dgn
    warna kulitnya yang putih bersih.

    Itil V3
    Wanita pebisnis ini semakin dekatkan tubuhnya ke arahku. Pada keadaan yang baru saya alami ini saya jadi benar-benar kikuk dan canggung, tetapi anehnya napasku semakin mengincar, kejar- kejaran dan berkobar-kobar seperti deru ombak di Dermaga Ratu. Saya jadi bergemetaran, dan tidak sanggup banyak berbuat, walau tanganku masih tetap menggenggam tangannya.

    “Dingin ya Ron..?!”, ucapnya sendu.

    Sementara tangan kiriku diambil dan dekap lengan kirinya yang memang tanpa lengan pakaian tersebut.
    “Ya, Bu dingin sekali”, jawabku.

    Berasa dingin, sedangkan tangannya merengkuh pinggangku. Berbau wewanginan merebak disekitaran, saya duduk, menambahkan situasi romantis

    “Jika kedapatan Darti (pembantunya), bagaimana Bu?”, kataku gemetaran.

    “Darti tidak masuk kesini, pintunya terkunci”, ucapnya.

    Saya jadi aman. Lantas saya coba mengecup kening wanita gesit ini, ia tersenyum lantas ia mengadahkan mukanya. Tanpa diajari atau diperintah oleh siapa saja, kukecup bibir cantiknya.

    Ia menyongsong dgn senyum, kami sama-sama berciuman bibir sama-sama melumat bibir, lidah kami berjumpa memburu cari kepuasan setiap beberapa sudut bibir dan rongga mulut masing-masing. Tangankupun mulai meraba-raba tubuh sintal bu Desta, diapun tidak kalah meraba-raba punggungku serta menyelusup dibalik kaosku. Saya jadi makin terangsang di dalam permainan yang cantik ini.

    Sesaat interval, kami sama-sama berpandangan ia tersenyum manis bahkan juga sangat manis, dibandingkan saat-saat sebelomnya.

    Kami berpelukan lagi, seakan-akan dua sejoli yang sedang mabok cinta sedang bermesraan, walau sebenarnya di antara majikan dan pegawainya. Ia mulai mencumi leherku dan menggigit halus semantara tanganku mulai meraba-raba tubuhnya, pertama bokongnya, selanjutnya menyebar ke pinggulnya.

    “Semenjak kamu ke sini dgn Silvina dahulu, saya telah berpikiran: “Tampan sekali ini anak!””, ucapnya 1/2 berbisik.

    “Ah ibu ada saja”, kataku menghindari walaupun saya suka mendapatkan pujian.

    “Saya tidak membujuk, benar-benar”, ucapnya kembali.

    Kami semakin menyerobot bercumbu, birahiku semakin naik naik, dadaku makin tergetar, demikian pula dada bu Desta. Diapun terlihat tergetaran dan suaranya cukup parau.

    Selanjutnya saya bergerak, berdiri dan tarik tangan bu Desta yang agar turut berdiri. Dalam posisi inilah
    saya peluk dgn hangatnya. Keinginan kelakianku jadi bertambah bangun dan berasa seolah memotong celana yang saya gunakan.

    Lantas saya tuntun ia ke kamarnya, seperti kerbau dicocok hidungnya bu Desta menurut saja. Kami tiduran bersama-sama di spring bed, kembali kami bergumul sama-sama berciuman dan becumbu.

    “Bagaimana jika saya tidur di sini saja, Bu”, pintaku lirih.

    Dia berpikiran sesaat lantas menggangguk sekalian tersenyum. Selanjutnya ia bergerak ke arah almari dan ambil baju sekalian memberikan ke saya.

    “Ini gunakan punyaku”, ia memberikan baju tidur.

    Lantas saya merosot celana panjangku dan kaos selanjutnya menggunakan kimononya.

    Saya jadi terbuai. Dalam pelukannya saya tertidur. Baru sekitaran 1/2 jam saya terjaga kembali. Pada keadaan ini, terang saya sulit tidur.

    Udara berasa dingin, saya mendekapnya semakin kuat. Ia menyelusupkan kaki kanannya di selakangan saya. Kemaluanku semakin bergerak, sedangkan cumbuan berjalan, kemaluanku semakin menjadi kencangnya, yang sebenarnya semenjak barusan di atas sofa.

    Saya berpikiran jika sudah ini bagaimana? Apa saya teruskan atau diam saja? Lama saya berpikir
    untuk menjelaskan tidak! Tetapi tidak dapat tertutupi jika keinginan, gairah birahiku kuat sekali yang menggerakkan naik-lonjak dalam dadaku bersatu aduk sampai ke ubun-ubunku.

    Walaupun saya biarkan sesaat, tetap kejaran libido yang berasa semakin kuat. Memang saya
    sadar, wanita yang ada didekapanku ialah majikanku, tantenya Silvina, mamanya Seshy, tetapi sebagai lelaki normal dan dewasa saya rasakan kepuasan bibir dan rasa hati bu Desta sebagai wanita yang sintal, elok dan menakjubkan.

    Minimal saya telah rasakan kehangatannya tubuhnya dan hatinya, walau pengalaman ini baru pertama kalinya kualami.

    Saya tidak dapat berkeputusan, pada keadaan semacam ini saya makin bergemetaran, di antara menghindari dan keinginan yang menggelora. Saya lihat mukanya di bawah sorot lampu bed, menyengaja saya saksikan lama dari jarak dekat, mukanya pancarkan penyerahan sebagai wanita, di muka lelaki dewasa.

    Perlahan-lahan tanganku menyelusup dibalik gaunnya, meraba-raba pahanya ia mengeliat perlahan, saya tidak paham apa ia tidur atau berpura-pura tidur. Saya cium halus bibirnya, dan ia menyambutnya. Bermakna ia tidak tidur. Ku sibak gaun tidurnya selanjutnya kulepas, ia menggunakan beha warna putih dan celana dalamnya putih.

    Saya jadi tambah kagum menyaksikan kemolekan tubuh bu Desta, putih dan cantik sekali. Ku raba-raba
    tubuhnya, ia mengeliat geli dan buka matanya yang sayu. Jari-jari lentiknya menyelusup ke kembali pakaian tidur yang kupakai dan menarik talinya di bagian perutku, lantas bajuku lepas. Sekarang aku juga cuma gunakan celana dalam saja.

    “Kamu tampan sekali, Ron, tinggi tubuhmu berapakah, ya?”, bisiknya. Saya tersenyum suka.

    “Terima kasih. Ada 171. Bu Desta elok sekali”, dengar jawabanku, ia cuma tersenyum.

    Saya berusaha buka behanya dgn buka kaDestannya di punggungnya, selanjutnya keplorotkan
    celana dalamnya hingga saya makin kagum menyaksikan keelokan alam yang tidak ada tara ini. Ini jadikan dadaku makin tergetar.

    Bagaimana tidak?! Saya bertemu secara langsung dgn wanita tanpa baju yang memiliki badan cantik, yang sejauh ini cuma kusaksikan melalui beberapa gambar orang asing saja. Sekarang langsung memperhatikan dari jarak dekat sekali bahkan juga dapat meraba-raba.

    Wanita yang sejauh ini saya saksikan berkulit putih bersih cuma di bagian muka, sisi kaki dan sisi lengan ini, saat ini terlihat semuanya tidak ada yang sisa. Mengagumkan! Darahku makin mendidih, menyaksikan panorama yang cantik tersebut.

    Ketika saya masih bengong, perlahan-lahan saya merosot celana dalamku, saya dan bu Desta sama tidak
    kenakan pakaian. Kemaluanku betul-betul optimal kencangnya. Kami berdua berdekapan, sama-sama meraba-raba
    dan membelai.

    Kaki kami berdua sama-sama bersilang yang berawal di selakangan, sama-sama mengesek. Kemaluanku yang kuat turut membelai paha cantik bu Desta. Sementara itu dia membelai-belai halus kemaluanku dgn tangan lembutnya, yang bawa dampak nikmat hebat.

    Tanganku membela-belai pahanya selanjutnya kucium dimulai dari lutut menjalar perlahan ke pangkal pahanya. Dia mendesah halus. Dadaku semakin tergetaran karena kami sama-sama mencumbu, saya meraba-raba selakangannya, ada rumput-rumputan di situ, tidak begitu lebat menjadi sedap dilihat.

    Ia mengeluh halus, saat jariku sentuh bibir vaginanya. Mulutku menciumi buah dadanya dgn halus dan mengedot puntingnya yang warna coklat kemerah-merahan, lantas memasukkan mukaku antara ke-2 buah dadanya.

    Sementara tangan kiriku meremas halus teteknya. Desisan dan erangan halus ada dari mulut cantiknya. Saya makin bergairah walau masih tetap gemetar. Tanganku mulai aktif mainkan selakangannya, yang rupanya basah tersebut.

    Saya ingin tahu, lantas kubuka ke-2 pahanya, selanjutnya kusingkap rumput-rumputan disekitaran keperempuanannya. Beberapa bagian warna pink itu saya belai-belai dgn jariku. Klitorisnya, ku mainkan, menggembirakan sekali.

    Desta mengeluh halus sekalian gerakkan perlahan kaki-kakinya. Lantas jariku kumasukkan keterowongan pink itu dan menari-nari didalamnya. Ia makin bergelincangan. Lanjutannya dia menarikku.

    “Mari Ron”saya tidak kuat”, ucapnya berbisik

    Dan merengkuhku sangat ketat, hingga sisi yang mencolok di dadanya tertekan oleh dadaku. Saya mulai menindih tubuh sintal itu, sekalian bertopang pada ke-2 siku-siku tanganku, agar dia tidak berat menompang tubuhku.

    Sementara itu senjataku terjepit dgn ke-2 pahanya. Dalam posisi ini saja nikmatnya bukan bermain, getaran jantungku semakin tidak teratur. Sekalian menciumi bibirnya, dan lehernya, tanganku meremas-remas halus buah dadanya.

    Kemaluanku menggesek-gesek sekalangannya, ke atas (perut), selanjutnya turun berkali-kali. Selang beberapa saat kakinya diperenggang, lantas pinggul kami berdua beringsut, untuk ambil posisi pas di antara senjataku dgn lubang keperempuanannya. Seringkali kami beringsut, tetapi belom sampai ke targetnya. Kemaluanku belom masuk juga ke vaginanya

    “Keras “, bisikku. Bu Desta yang tetap di bawahku tersenyum.

    “Sabar-sabar”, ucapnya. Lantas tangannya menggenggam kemaluanku dan membimbing masukkan ke keperempuanannya.

    “Telah ditekan… perlahan-lahan saja”, ucapnya. Aku juga mengikuti saja, menekan pinggulku…

    “Blesss”, masuk kemaluanku, cukup geret, tetapi tanpa kendala. Rupanya gampang! Di saat masuk tersebut, rasa enaknya sangat benar-benar. Seakan saya baru masuk ke dunia lain, dunia yang benar-benar baru buatku.

    Saya pernah menyaksikan film orang beginian, tapi untuk lakukan sendiri baru ini kali. Rupanya rasanya sedap, nyaman, menyenangkan. Wonderful! Bagaimana tidak, dalam umurku yang ke 23, baru rasakan kehangatan dan kepuasan tubuh wanita.

    Pergerakanku meng ikuti perasaan lelakiku, mulai turun-naik, turun-naik, terkadang cepat terkadang lamban, sekalian melihat air muka bu Desta yang merem-melek, mulutnya sedikit terbuka, sekalian keluar suara tidak tersengaja desah-mendesah. Rasakan kepuasannya sendiri.

    “Ah… uh… eh… hem””

    Saat saya mengutamakan pinggulku, ia menyongsong dgn menekan juga ke atas, agar kemaluanku masuk menekan sampai ke dasar vaginanya. Getaran-getaran hati bersatu dgn lenguhan dan rasa kepuasan jalan merayap sampai berlari-lari kecil berkejar-kejaran.

    Di tengah-tengah kejadian itu bu Desta berbisik

    “Kamu jangan terlampau terburu gairah, kelak kamu cepat lelah, rileks saja, perlahan-lahan, ikutinya iramanya”, saat saya mulai memacu dgn semangatnya.

    “Ya Bu, maaf”, aku juga mengikuti perintahnya.

    Lantas saya cuma gerakkan pinggulku ala-ala kandungannya meng ikuti pergerakan pinggulnya yang cuma kadang-kadang dilaksanakan. Rupanya mode ini semakin nyaman dan gampang dicicipi. Kadang-kadang ke-2 kakinya diangkat dan sampai ditempatkan di atas bahuku, atau selanjutnya dibuka lebar-lebar, bahkan juga terkadang dirapatkan, hingga berasa kemaluanku terjepit ketat dan makin geret.

    Gerak apapun itu yang kami kerjakan berdua bawa dampak kepuasan tertentu. Sesudah lebih dari sepuluh menit , saya nikmati tubuhnya di atas, ia membuat sesuatu pergerakan dan saya tahu tujuannya, ia meminta di atas.

    Saya tidur telentang, selanjutnya bu Desta ambil posisi telungkup di atasku sekalian menjadikan satu alat penting kami berdua. Bersebadanlah kami kembali.Dia masukkan kemaluanku rasanya sangat ketat menusuk sampai dalam.

    Sampai sesaat bu Desta gerakkan pinggulnya, buah dadanya bergelantung terlihat sangat indah, terkadang sapu mukaku. Saya meremas kuat-kuat bongkahan bokongnya yang bergoyg-goyg. Buah dadanya diberikan kemulutku, langsung kudot.

    Pergerakan wanita memiliki rambut sebahu ini semakin memesona di atas tubuhku. Terkadang mirip orang berenang, atau menari yang terpusat pada pergerakan pinggulnya yang aduhai. Bayg-bayg pergerakan itu terlihat cantik di cermin samping tempat tidur.

    Tubuh putih yang cantik wanita 1/2 baya naiki tubuh pemuda cukup coklat kekuning-kuningan. Betul-betul lintasi angkatan!

    Episode ini berjalan lebih dari lima belas menit, semakin lama semakin kuat dan cepat, pergerakannya. Napasnya semakin tidak teratur, sedikit liar. Seperti memburu setoran saja. Tanganku memperkuat rangulanku pada bokong dan pinggulnya, sedangkan mulutku kadang-kadang mengulum punting buah dadanya. Rasanya sedap sekali. Sesudah usaha keras majikanku itu mendesah sejadi-jadinya”

    “Ah… uh, eh… saya, ke.. luaar..Ron..”, ternyata dia orgasme.

    Pucuk kepuasannya dicapainya di atas tubuhku, napasnya berkejar-kejaran, tersengal-sengal rasakan kenikmatan yang capai klimaknya.

    Napasnya berkejar-kejaran, pergerakannya makin lama berangsur menurun, pada akhirnya diam. Dia jadi lemas di atasku, sekalian atur napasnya kembali. Saya menyeka-usap punggung mulusnya. Kadang-kadang dia menggerakkan pinggulnya perlahan, perlahan sekali, rasakan beberapa sisa pucuk kepuasannya. Beberapa saat ia tetap menindih saya.

    Sesudah sembuh tenaganya, ia tidur telentang kembali, siap untukku tembak kembali. Sekarang gantian saya menindihnya, dan memulai kerjakan aktivitas seperti barusan. Pergerakan ku perlahan , ia merengkuh saya. Turun naik, masuk keluar.

    Saat masuk tersebut rasa nikmat hebat, apalagi ia dapat menjepit-jepit, sampai seringkali. Benar-benar saya nikmati semuanya tubuh bu Desta. Ruaar biasa! Mendadak sesuatu dorongan tenaga yang kuat sampai diujung senjataku, saluran darah, energi dan hati terkonsentrasi di situ, yang memunculkan kemampuan hebat tidak ada tara.

    Energi itu menekan-nekan dan penuhi lorong-lorong rasa dan hati, sama-sama mengincar dan kejar-mengejar. Didorong dengan nafsu hebat, memunculkan dampak pergerakan semakin keras dan kuat menekan tubuh cantik, yang menyeimbangi dgn pergerakan gemulai memesona.

    Pada akhirnya tenaga yang menghentak-hentak itu keluar bawa kepuasan hebat”, suara tidak tersengaja keluar mulut dua individu yang sedang diterpa kepuasan. Air maniku berasa keluar tidak ada kendalian, menyemprotkan penuhi lubang kepuasan punya bu Desta.

    “Ahh… egh… egh… uhh”, suara kami bersaut-sahutan.

    Bibir cantik itu kembali kulumat semakin hebat, diapun semakin rapatkan tubuhnya khususnya di bagian bawah perutnya, kuat sekali. Bersatu semua,

    “Saya” keluar Bu”, kataku tersengal-sengal.

    “Saya Ron”, suaranya cukup kurang kuat.

    “Lho keluar kembali, barusan kan telah?! Kok dapat keluar kembali?!”, tanyaku cukup bingung.

    “Ya, dapat 2x”, jawabannya sekalian tersenyum senang.

    Kami berdua berkeringat, walau udara di luar dingin. Rasanya cukup banyak memerlukan tenaga, seperti habis
    naik ke gunung saja, lempar lembing atau habis dari perjalanan jauh, tetapi saya bisa rasakan beberapa sisa kepuasan bersama-sama.

    Selang beberapa saat, sesudah kepuasan berangsur menyusut, dan berasa benyek, saya mengambil senjataku dan tiduran telentang di seginya sekalian menghela napas panjang. Senang rasanya nikmati semua kepuasan tubuhnya.

    Wanita punyai bentuk tubuh cantik itu juga kelihatan senang, seolah lepas dari dahaganya, yang kelihatan dari goresan senyumannya. Saya saksikan selakangannya, ada ceceran air maniku putih kental menetes di bibir vaginanya bahkan juga ada yang di pahanya.

    Pengalaman malam itu benar-benar mengagumkan, sampai hingga berapakah kali saya naiki bu Desta, saya lupa. Yang terang kami beradu gairah nyaris semalaman dan kekurangan tidur.

    Esok harinya. Busa-busa sabun penuhi bathtub, saya dan bu Desta mandi bersama, kami sama-sama menyabun dan menggosok, semua beberapa sisi tubuhnya kami susuri, termasuk sisi yang paling individu. Yang menyenangkan saat ia menyabun kemaluanku dan mengocak-kocok halus. Saya suka sekali dan tentunya bawa dampak nikmat.

    “Saya bingung barang ini sepanjang malam kok tegak terus, seperti tugu Silvinas, besar kembali. Ukuran jumbo kembali?!”, ucapnya sekalian menimang tititku.

    “Kan Ibu yang membuat ini?!”, jawabku. Kami tersenyum bersama-sama.

    Setelah mandi, kuintip melalui jendela kamar, Darti sedang nyapu halaman muka, jika saya keluar dari rumah mustahil, dapat kedapatan. Waktu baru jam 1/2 enam. Tapi senjata ini belom turun juga, mendadak keinginan lelakiku bangkit kembali kuat sekali.

    meletus Kembali -letup, jantung berdetak semakin kuat. Kembali lagi saya dekati janda yang telah kenakan pakaian itu, dan kupeluk, kuciumi. Saya cukup membungkuk, karena saya semakin tinggi. Berbau aroma merebak disekujur tubuhnya, rasanya semakin fresh, setelah mandi.

    Lantas ku lepas gaunnya, ku tanggalkan behanya dan kuplorotkan celana dalamnya. Kami berdua bertelanjang lagi riang dan ke arah tempat tidur. Ke-2 individu lelaki wanita ini sama-sama bercumbu, mengulang kepuasan tadi malam.

    Dia terbujur dgn manisnya, panorama yang cantik gabungan di antara pinggul depan, pangkal paha, dan rumput-rumputan sedikit di tengah-tengah tutup samara-samar huruf “V”, tidak ada gumpalan lemaknya.

    Saya membuka dgn perlahan ke-2 pahanya. Saya ciumi, dimulai dari lutut, selanjutnya menjalar ke paha mulusnya. Sementara tangannya mengurut-urut halus kemaluanku. Tubuhku mulai tergetaran, lantas saya buka selakangannya, menyibakkan rumput-rumputan di situ.

    Saya ingin menyaksikan dengan terang barang kepunyaannya. Jariku sentuh benda yang warna pink itu, mulai sisi atas membelai-belainya dgn halus, kadang-kadang mencubit dan membelai lagi. Bu Desta bergelincangan, tangannya semakin kuat menggenggam tititku.

    Selanjutnya jariku segera masuk ke lorong, selanjutnya menari-nari di situ, seperti tadi malam. Tetapi bibir, dan terowong yang dikuasai warna pink ini tambah terang, seperti bunga mawar yang mengembang. Sesaat saya lakukan permainan ini, dan jadi memahami dan terang benar susunan keperempuanan bu Desta, yang menggegerkan tadi malam.

    Gelora gairah semakin bergema dan menyebar seantero tubuh kami, sama-sama mencium dan mencumbu, semakin menghangat dan berlari kejar-mengejar. Seperti ombak laut mendesir-desir menimpa pantai. Tidak ada kendalian yang bisa mengungkung dari kami berdua.

    Apalagi saat pucuk kepuasan mulai terlihat dan merapat ketat. Sebuah surprise, tanpa saya sangka sebelomnya kemaluanku yang semenjak barusan di urut-urut selanjutnya dikulum dgn halusnya. Pertama dijilati kepalanya, lantas dimasukkan pada rongga mulutnya.

    Rasanya saya dibawa melayg ke angkasa sangat tinggi ke arah bulan. Saya jadi kecapekan. Sesion selanjutnya ia ambil sikap tidur telentang, sedangkan saya pasang kuda-kuda, telungkup yang bertopang pada ke-2 tangan saya.

    Saya mulai masukkan kemaluanku ke lubang keperempuanan bu Desta yang barusan telah saya “ketahui” bagian-bagiannya dengan cermat tersebut. Benda ini rasanya tidak ada tara, saat kumasukkan, bukan hanya saya yang rasakan nikmatnya penetratif, tapi juga bu Desta rasakan kepuasan yang hebat, kelihatan dari ekpresi mukanya, dan desahan halus dari mulutnya.

    “Ah”, desahnya tiap saya menekan senjataku ke selakangannya, sekalian mengutamakan juga pinggulnya ke tititku. Kami berdua mengulang melalui samodra birahi yang mengagumkan, pagi tersebut.

    Semua sudah usai, saya keluar dari rumah sekitaran jam 1/2 delapan, saat Darti membersihkan ada di belakang. Diperjalanan pulang saya termenung, Begitu peristiwa tadi malam bisa berjalan demikian cepat, tanpa lika-liku, tanpa terpikir sebelomnya.

    Sebuah yang tidak tersangka sebelomnya. Kepuasan yang kuraih, prosesnya mulus, semulus paha bu Desta. Singkat, cepat dan mengucur demikian saja, tetapi bawa kepuasan yang menggegerkan.

    Begitu saya dapat rasakan kehangatan tubuh bu Desta secara utuh, orang yang sejauh ini jadi majikanku. Melihat rona muka bu Desta yang memeras jambu, kepasrahannya dalam tertelanjangannya, memperlihatkan kedagaan seorang wanita yang mebutuhkan belaian dan kehangatan seorang lelaki.

    Hari ganti minggu, minggu ganti bulan, sang kumbang muda semakin kerap bertandang ke bunga untuk menghisap madu. Dan bunga itu masih fresh saja, bahkan juga rasanya semakin fresh menarik. Memang bunga itu tetap mengembang dan belom layu, atau memanglah tidak ingin layu.

  • Kisah Memek Kau nikmati istriku kunikmati istrimu

    Kisah Memek Kau nikmati istriku kunikmati istrimu


    3637 views

    Duniabola99.com – Pagi itu, Aku akan mengolah data-data penting milik klien perusahaanku. Data-data itu ada di komputerku di rumah dan aku lupa mengcopykannya ke flashdisk, sehingga aku segera pulang ke rumah untuk mengcopy data. Aku tiba di rumahku sekitar jam 9 pagi. Sesampai di rumah, kudapati ruangan tengah rumah berantakan dengan mainan anak-anak yang sedang dimainkan oleh anakku dan anak Anton, tapi tak kutemukan istriku, barangkali istriku sedang pergi ke warung atau ngerumpi sesama ibu rumah tangga.


    Karena aku ada perlu ke istriku, maka aku berusaha mencari istriku ke rumah Anton. Terlihat seperti sendal istriku tergeletak di depan pintu, namun pintu depan tertutup rapat. Kuintip dari jendela ruang tamu, terlihat ada berkas-berkas MLM yang belum dirapihkan serta 2 gelas kosong serta sisa makanan ringan atas meja, tapi istriku tak tampak. Aku mencoba berjalan ke pinggir rumah, ketika aku melewati kamar tidur Anton yang kaca nakonya terbuka. Kudengar desahan-desahan khas orang yang sedang bercumbu. Memuaskan rasa penasaranku, kuintip dari celah-celah yang terbuka , mataku langsung tertarik pada apa yang kulihat, gairahku muncul seketika menyaksikan apa yang terjadi di kamar itu. Kulihat Anton dalam keadaan bugil sedang menghentak-hentakan pantatnya menyetubuhi seorang wanita yang kuyakini sebagai istrinya. Joker123

     

    Tapi tubuh istrinya tak terlihat karena terhalang oleh tubuh Anton, yang terlihat hanyalah tangan mulus seorang wanita yang bergerak-gerak penuh gairah serta dua bilah betis yang terayun-ayun dipinggir pinggang Anton yang sedang asyik menghentak-hentakan pinggul dan pantatnya. Aku semakin penasaran, terbayang tubuh bugil istri Anton yang selama ini selalu jadi obsesiku, terutama ingin sekali kudengar desahan nikmat dari mulut istri Anton bila sedang disetubuhi. Diam-diam kuambil camera digital yang selalu kubawa-bawa di dalam tas pinggangku. Kuaktifkan tombol rekaman agar persetubuhan mereka terekam. Rangsangan demikian kuat mengalir di pembuluh darahku dan aku jadi teringat sudah seminggu aku tak bercumbu dengan istriku. Aku ingin istriku segera pulang dan mengajaknya bercinta seperti yang sedang dilakukan oleh Anton. Nafasku semakin tersengal-sengal menahan gairah nafsu sambil menyaksikan apa yang Anton lakukan. Kulihat Anton menghentikan gerakannya dan mencabut penisnya. Istrinya memutarkan badannya kepinggir sehingga aku dapat melihat wajahnya. Tiba-tiba nafasku sesak, mulutku ternganga tak percaya, pandangan serasa gelap. Kukucek-kucekan mataku dengan jari tanganku seolah aku tak percaya dengan apa yang kulihat.

    Badanku semakin lemas…., ternyata yang sedang disetubuhi Anton itu bukan istrinya melainkan istriku yang sedang kutunggu. Darahku mendidih….., terbakar amarah… Ingin aku melabrak masuk ke rumah Anton ini dan menghajar mereka, namun apa daya…. Tangan dan kakiku lemas tak berdaya serta tak mampu kugerakkan. Selama beberapa menit aku terpaku diam, lemas dengan nafas yang semakin sesak serta pikiran yang berkecamuk dan akhirnya buntu tak mampu berpikir bagaikan orang yang kehilangan kesadaran. Sementara mataku melotot tak berkedip…., serta tak mampu mengalihkan pandangan dari celah yang memperlihatkan apa yang terjadi di dalam kamar.. Tubuh istriku yang sangat seksi sedang dalam posisi merangkak dengan pinggang yang ditarik kebawah sedang digenjot dengan liar oleh Anton dari belakang. Buahdadaku istriku yang besar dan montok terayun-ayun akibat sodokan yang dilakukan oleh tetangaku. Istriku terlihat begitu menikmati…, matanya terpejam dan mulut yang teranganga. Secara perlahan rangsangan gairah yang tadi melanda diriku, kembali menjalar diseluruh pembuluh darah dan hatiku. Rangsangan itu perlahan-lahan mengalihkan rasa marah yang membludak di dalam dada. Semakin lama, rangsangan yang kurasakan semakin menggeser rasa marah yang melanda dada ini. Sehingga ada dorongan untuk terus menyaksikan perselingkuhan yang dilakukan oleh istriku dengan Anton. Penisku kembali mengeras dan tegang menyaksikan adegan yang sangat merangsang itu, nafasku semakin sesak dan terengah-engah.


    Beberapa menit kemudian kulihat tubuh mereka berkelojotan bersamaan dengan erangan dan dengusan yang semakin keras dan akhirnya mengejang kaku dan mengalami orgasme secara bersamaan Tanpa terasa akupun mengejang dan cret…. cret…. cret … spermakupun muncrat membasahi celana. Badanku terasa lemas namun nyaman, nafasku tersengal-sengal menikmati sensasi orgasme yang sangat aneh ini. Kumatikan kameraku, secara perlahan aku meninggalkan tempat itu dan kembali menuju rumahku dengan perasaan tak menentu. Sesampai di rumah, kulihat anakku dan anak Anton tertidur kelelahan di ruang tengah yang berantakan. Aku langsung menuju ruang kerjaku dan menyalakan komputer untuk menyalin file yang berisi bukti adegan persetubuhan istriku dan Anton ke dalam flashdisk. Kumatikan komputerku dan dengan gontai aku melangkah menuju ruang tamu dan duduk di kursi sambil melamun dengan pikiran yang berkecamuk. Di dalam keheningan itu, perlahan-lahan otakku dapat berpikir kembali. Rasa cemburu, marah dan kecewa bercampur menjadi satu, ingin rasanya kuceraikan istriku saat ini juga, tapi rasa cintaku demikian besar pada istriku dan aku tak sanggup berpisah dengannya. Walaupun aku selalu membayangkan dapat menyetubuhi istri Anton, tetapi aku sama sekali tak berniat untuk meninggalkan istriku,karena aku sangat mencintainya. Pikiranku seperti diarahkan agar membiarkan saja ini terjadi, demi menjaga keutuhan rumah tanggaku dan rumah tangganya. Tapi sebagai pembalasan atas apa yang mereka lakukan aku akan balas menyetubuhi istri Anton dengan seijin istriku dan Anton..

    Biarkan saja perselingkuhan itu sebagai bumbu kehidupan berumah tangga yang dapat menambah gairah kami dalam meningkatkan kemesraan hubungan suami istri. Bahkan ada bisikan-bisikan yang menganjurkan agar masing-masing kami pernah menyaksikan istri atau suaminya bercinta dengan tetangganya. Dan akhirnya lamunanku lebih terarah ke bagaimana caranya agar semuanya bisa setuju dengan kondisi yang kuhayalkan tadi. Tapi apakah istri Anton yang solehah ini dapat menyetujuinya ? ————- Ketika aku termenung itulah, istriku pulang dari rumah Anton setelah mereguk kenikmatan bercinta dari Anton. ————- Istriku menangis sesegukan di kakiku…., sambil berkata “maafkan Mamah, Pah!… Ampuni Mamah…! Mamah rela melakukan apa saja untuk menebus kesalahan yang Mamah lakukan….asal Papah mau memaafkan Mamah…..Huu.huuu..huu” kata istriku sambil terus menangis “Betul…? Mamah akan melakukan apa saja ?” Tanyaku menekannya “Betul.., Pah !” jawab istriku tanpa pikir panjang sambil terus menangis di kakiku. “Udah… bangun… “ kataku menyuruhnya bangun “Maafkan dulu Mamah…hu..hu..” kata istriku belum berani beranjak dari kakiku. “Udah…. Bangun…., Mamah akan Papah maafkan…. Asal…!” kataku terpotong “Asal apa, Pah ?” tanya istriku lagi sambil menengadahkan wajahnya menatap wajahku., matanya merah berlinangan air mata penyesalan. “Asal Mamah rela, bila Papah menyetubuhi istri tetangga kita dan Papah ingin Mamah mengintip Papah yang sedang menyetubuhi istri tetangga kita, sebagaimana Papah lihat, bagaimana Mamah menjerit-jerit nikmat disetubuhi oleh tetangga kita, seperti yang terdapat pada rekaman ini.” Kataku kalem sambil menunjukkan kamera yang berisikan rekaman perselingkuhan istriku. “Papah.. merekamnya..?” tanya istriku terbelalak kaget “Ya… sebagai bukti perselingkuhan kalian.” Jawabku ketus. “Tapi…Pah…!” Kata istriku menyanggah.. “Tapi , apa..?” “Adakah cara lain…?”istriku berusaha menawar “Hanya itu syarat dari Papah…, agar Papah memaafkan perbuatan Mamah. Kalau tidak…, terpaksa kita bercerai dan rekaman ini dapat menjadi bukti perselingkuhan kalian. Dan untuk memuaskan dendam Papah kepada kalian berdua yang telah menghianati Papah, maka akan Papah sebarkan rekaman ini di internet…” Ancamku. “Jangan, Pah…, jangan ceraikan Mamah…., Mamah sangat cinta pada Papah. Lakukan saja yang ingin Papah lakukan , kalau memang itu merupakan syarat dari Papah untuk memaafkan penghianatan Mamah….” Kata istriku menyerah. Kurengkuh tubuh istriku yang masih terduduk di lantai , kucium mesra bibirnya sambil berkata “Papah sangat mencintai Mamah…”. Istriku membalas dengan ragu ciuman mesra penuh rasa cinta yang kuberikan. Kuangkat tubuhnya agar duduk disampingku. Istriku memeluk diriku erat-erat dan kepalanya dia sisipkan di dadaku. Cukup lama dia memelukku.

    Kemudian wajahnya menghadap wajahku dan bertanya “Bagaimana, Papah bisa memiliki rekaman itu ?” “Papah merekamnya, waktu mengintip apa yang sedang mamah lakukan dengan tetangga kita” kataku. Istriku terdiam dan percaya akan apa yang kuceritakan, kemudian dia bertanya lagi “Bagaimana caranya agar istri tetangga kita mau bercinta dengan Papah, bukankah dia wanita yang solehah dan taat beribadah. Dan lagi apakah suaminya setuju jika istrinya digauli oleh Papah..” “Suaminya pasti setuju dan harus setuju, kalau tidak…… ancaman Papah untuk menyebarkan rekaman ini akan dilaksanakan. Oleh sebab itu…. tugas Mamah merayunya agar dia setuju.” Kataku lagi “Bagaimana caranya Papah bisa menggauli istri tetangga kita yang solehah itu ?” kembali istriku menanyakan hal yang tadi dia tanyakan. “Akan kuperlihatkan rekaman ini padanya….., dia pasti marah dan dendam pada kalian berdua…., Sehingga dengan mudah Papah bisa mempengararuhinya dan merayunya agar dia mau melayani Papah..” kataku lagi. Istriku hanya bengong mendengar rencanaku. Dia tidak bisa berbuat apa-apa mendengarucapanku itu. “Hayooo…. Mengapa bengong ! Sudah sana pergi temui tetangga kita dan perlihatkan rekaman ini, serta ceritakan syarat dari Papah. Rayu dia agar setuju dengan syarat dari Papah, biar posisi kita menjadi seri.” Suruhku pada istriku untuk menemui Anton. Dengan langkah berat, istriku kembali menemui Anton di rumahnya. Cukup lama aku menunggu istrku kembali. Aku sudah tak peduli dengan apa yang mereka lakukan, yang ada di pikiranku adalah malam ini aku bisa menikmati tubuh istri Anton yang menjadi obsesiku selama ini. Lama kutunggu-tunggu, istriku belum pulang juga.


    Hingga akhirnya istriku datang dibuntuti oleh Anton. Tampak sekali Anton merasa rikuh menatapku, tatapan mata orang yang merasa sangat bersalah, karena tertangkap basah perselingkuhannya dengan istriku terekam oleh kamera. Dengan terbungkuk-bungkuk dia menyembah diriku sambil meminta ampun dan memohon agar aku tidak melaporkan tindakannya ke polisi serta memohon dengan sangat agar rekaman itu tidak disebarkan ke internet. Dia menyanggupi syarat yang kuajukan sebagai balasan atas apa yang dia lakukan terhadap istriku. Aku bilang padanya bahwa nanti malam aku akan mengunjungi rumahnya, kemudian dia harus meninggalkan aku dan istrinya berdua di rumahnya Dan kuminta dia dan istriku mengintip apa yang kulakukan dengan pada istrinya sehingga dia merasakan bagaimana perasaannya jika istrinya digauli oleh laki-laki lain. Dengan berat hati dan terpaksa, Anton menyetujui usulku. Dan akhirnya dengan gontai ia kembali ke rumahnya. Sisa hari itu kugunakan dengan menunggu kejadian mendebarkan yang akan terjadi dan akan merubah suasana perkawinan keluarga kami, dan akhirnya waktu yang kutunggu itupun tiba. Sekitar jam 9 malam, Aku segera mendatangi rumah Anton dan mengetuk pintu. Tak lama kemudian, istriku Anton membukakan pintu, dan seperti biasa dia mengenakan baju longgar dan panjang serta kepala dan dadanya ditutup oleh jilbab yang lebar. “Ehhh….bapak ! Ada apa Pak ?” katanya kaget. Aku berusaha bertindak tenang seolah-olah orang yang sedang benar-benar bertamu. “’Ngga apa-apa, Bu ! Bapak ada ?” Jawabku. Dia mempersilahkanku duduk di kursi tamu, dan menutup pintu. “Pah…! Pah..! Ada tamu…” teriak istri Anton memanggil suaminya. “Ada siapa Mah ? “ jawab Anton sambil keluar dari kamar. “Aihh…, Bapak…., ada apa Pak ?” tanya Anton bersandiwara. “Ahh…, pingin silaturahmi aja Pak…, Mana si kecil ? sudah tidur ?” jawabku berbasa basi. Agen Joker123

    Kemudian kami ngobrol berbasa-basi, sebelum akhirnya dia bilang akan meninggalkanku sejenak, dengan alasan mau ke warung untuk beli rokok. Setelah Anton meninggalkan rumah, aku mulai bertanya pada istri Anton yang selalu menggoda hatiku ini. “Bu !, Ngomong-gomong…, saya ingin bertanya…!” kataku “Mau nanya apa sich ?” balasnya sambil menatapku. “Bagaimana, perasaan ibu, kalau ibu tahu suami ibu berselingkuh ?” tanyaku langsung pada persoalan. “Kenapa, Bapak menanyakan hal yang tidak sopan seperti itu ?” jawab istri Anton dengan nada tersinggung. “Jawab saja pertanyaan saya !” desakku padanya “Tentu saja saya sangat kecewa dan marah padanya. Saya minta Bapak jangan memfitnah suami saya dan sebaiknya bapak pulang sekarang, saya tersinggung dengan ucapan Bapak” jawabnya istri Anton tersinggung dan mulai emosi. “Bagaimana kalau ternyata, dia berselingkuh dengan istriku ?” kataku lagi tanpa menghiraukan kata-kata pengusiran yang dilontarkannya. Dia terhenyak dan menatapku tajam “Kenapa bapak berkata begitu ? Apakah dia berselingkuh dengan istri bapak ?” katanya mulai melemah dan terhenyak lemas. “Itulah sebabnya saya tanyakan pada Ibu, apa reaksi ibu kalau ternyata suami ibu berselingkuh dengan istriku ?” tanyaku tanpa memperdulikan pertanyaannya. “Bapak jangan memfitnah suami saya, suami saya orang baik-baik…, mana buktinya ?” emosi istri Anton mulai naik kembali. “Saya punya rekaman perselingkuhan suami ibu dengan istri saya..” jawabku tegas sambil memperlihatkan flashdisk padanya, “Jadi…, apa reaksi ibu, kalau tahu suami ibu selingkuh dengan istri saya ?” desakku lagi. “Saya sangat kecewa, tapi tak bisa apa-apa….. karena saya sangat mencintai suami saya, dan tak mungkin saya minta cerai padanya. Karena saya sudah sebatang kara, tidak punya sanak saudara.. Tapi…… apakah benar seperti itu ? dari mana bapak dapatkan rekaman itu ? dan apakah benar isi rekaman itu adalah suami saya?” berondongan pertanyaan dia lontarkan padaku dengan penasaran dan rasa khawatir. Aku tak menjawabnya, tapi langsung menuju meja komputer yang ada di ruang tengah.

    Lalu kunyalakan komputernya sambil berkata “Saya punya bukti perselingkuhan mereka di flashdisk ini…”. Dia termenung dan menanti dengan tak sabar apa tindakanku selanjutnya. Kupersilahkan dia duduk di kursi yang ada di depan komputer sementara aku berdiri di sampingnya sambil memasang flashdsk pada CPU. Kemudian aku membuka file rekaman yang berisi adegan persetubuhan yang dilakukan suaminya. “Aihhhh…” mulutnya menjerit tertahan, dan kedua tangannya menutup mulutnya yang menganga, jantungnya seolah berhenti berdetak, nafasnya sesak serta matanya melotot tak berkedip ketika dia menyaksikan tubuh seorang lelaki yang mirip tubuh suaminya dalam keadaan bugil sedang menghentak-hentakan pantatnya pada selengkangan seorang wanita yang tak tampak pada layar karena terhalang oleh tubuhlelaki itu. Hanya terdengar samar-samar suara erangan dari seorang wanita yang sedang meraih nikmat… “Benarkah….. itu suami saya…? Wajahnya kan tak terlihat, tapi……, itu ‘khan kamar kami…!” keringat dingin keluar dari pori-porinya dan sorot matanya memperlihatkan bahwa dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tapi suasana kamar yang diperlihatkan pada layar memang menunjukkan kamarnya….. “Kapan gambar ini direkam ?” disela-sela nafasnya yang tersengal “Tadi pagi sekitar jam 9 pagi..” jawabku. Nafasnya semakin sesak….., sementara erangan-erangan nikmat yang terdengar mulai merangsang gairahnya. Berbagai macam perasaan berkecamuk di kepalanya. Membuat pikirannya buntu. Mulutnya menjerit tertahan ketika lelaki itu berpindah posisi sehingga wajah lelaki dan wajah wanita yang ada dalam itu jelas memperlihat wajah suaminya dan wajah istriku. Dia memalingkan wajahnya seolah tak percaya dan tak mau melihat apa yang tampak di layar monitor. Tapi tak lama kemudian dia mengintip dari sudut matanya untuk melihat kejadian selanjutnya yang ditampilkan dari layar monitor. “Bu…, saya sangat cemburu dan marah luar biasa pada saat saya pulang dan mencari istri saya ternyata istri saya sedang asyik bercinta dengan suami ibu. Ingin rasanya saya melabrak masuk dan membunuh mereka berdua. Tapi keinginan itu kutahan karena saya sangat mencintai istri saya. Dan tak ingin lingkungan kita menjadi gempar karena saya memergoki istri saya dan suami ibu berselingkuh.” “Keluarga kita berdua bisa malu…,kasihan anak-anak. Itu sebabnya saya merekam perbuatan mereka supaya mereka tidak bisa mungkir.” Lalu lanjutku lagi “Untuk membalas perbuatan mereka agar impas dan mambalas rasa sakit hati saya, maka saya sudah minta pada suami ibu agar saya bisa mengauli ibu dan suami ibu menyetujuinya agar kita bisa membalas perbuatan mereka.Itulah sebabnya suami ibu meninggalkan kita berdua sekarang” Istri Anton mulai terpengaruh oleh ucapanku, sebab diapun sakit hati terhadap apa yang dilakukan suaminya dengan istriku.


    Timbul dendam didalam hatinya untuk membalas apa yang dilakukan oleh suaminya dan istriku. Sementara itu di layar, terlihat bahwa istriku dalam posisi merangkak sedang digenjot oleh suaminya dengan hentkan-hentakan yang membuat mata istriku terpejam menahan nikmat dari dari mulut istriku kembali terdengar erangan-erangan nikmat. Cemburu, kecewa dan amarah yang berkecamuk di dalam dada istri Anton menimbulkan dorongan untuk membalas perbuatan suaminya dengan berselingkuh denganku. Apalagi dilihatnya istriku begitu terlonjak-lonjak menikmati sodokan penis suaminya, Istri Anton iri dengan kenikmatan yang di dapat istriku dari suaminya Disamping itu apa yang dilihatnya itu menimbulkan rangsangan berahi yang mulai menggeser rasa marah dan kecewanya. Tangannya mulai meremas-remas pegangan kursi dengan keras, terlihat bulu-bulu halus ditangannya berdiri yang menunjukkan bahwa dirinya sudah terangsang. Gairahkupun sebenarnya sudah meninggi menyaksikan persetubuhan yang mengairahkan yang dilakukan istriku dan suaminya. Semakin lama tampaknya gairah nafsu berahi semakin menguasai diri istri Anton, dadanya turun naik terpompa gairah yang semakin membumbung tinggi. Keinginan untuk segera membalas dendam semakin besar.

    Duduknya gelisah dan mulai menggeliat, hingga pada saat tayangan menampilkan kondisi dimana istriku dan suaminya melonjak-lonjak dan mengejang kaku mencapai orgasme, rupanya nafsu istri tetangga sudah tak tertahankan lagi dia langsung berdiri dan berkata “Kalau suami saya berselingkuh dengan istri bapak, mengapa saya tidak boleh? Saya juga mampu melakukan seperti apa yang mereka lakukan, bahkan saya akan melakukannya lebih dari apa yang mereka lakukan. Apalagi seperti yang bapak bilang bahwa suami saya mengijinkan bapak menggauli saya. Ayo Pak! Tunggu apa lagi ?” katanya parau. Cemburu , marah dan gairah bercampur menjadi satu. Tangannya merengkuh leherku dan bibirnya langsung melumat bibirku dengan penuh nafsu birahi yang meronta-ronta ingin menemukan pelampiasan. Rupanya ia ingin membalas sakit hati yang dirasakannya dan berharap suaminya melihat apa yang dilakukannya padaku. Begitu ganas istri Anton yang berjilbab lebar ini mnciumiku, hawa dari mulutnya terasa panas menandakan gairah nafsu yang membara, kakinya terjinjit agar wajahnya semakin mendekat dan rapat ke wajahku, pelukannya sangat erat dan kepalanya bergerak lincah sambil bibirnya menghisap dan mengecup bibirku.

    Kembali istri Anton ini merasa sakit hati akan kelakuan suaminya. Dan rasa sakit hatinya ini membuatnya ingin segera membalas rasa sakit hati pada suaminya. Dia langsung membuka seluruh pakaiannya hingga tak ada selembar benangpun yang menempel pada tubuhnya, aku terpana memandang mulusnya tubuh istri Anton yang selama ini hanya ada dalam lamunanku saja. Sekarang secara nyata ada di hadapanku. Yang kuhayalkan selama ini memang benar, kulit tubuh istri tetangga ini demikian putih, mulus dan halus bak pualam. Ohhhh… ‘the dream come true’. Rangsangan yang merasuk ke aliran darahku semakin deras. Terutama saat kupandangi buahdadanya yang masih mengacung montok sangat indah. Aku tak tahan menikmati pemandangan indah ini. Kuhampiri tubuh bugil istri Anton ini, kupeluk dengan nafsu yang menggebu-gebu, kuciumi seluruh pundak, leher dan buah dadanya dengan nafas yang berat dan terengah-engah. Tanganku tak tinggal diam, turut meremas-remas buah dada yang montok dan menggemaskan. Nafsu istri Anton semakin terbakar, tubuhnya menggelinjang menikmati cumbuanku, erangan nikmat keluar dari mulutnya yang mungil “Ouh… euhh… auhhh….”. Kepalanya terdongak sambil mengerang dengan mata terpejam. Buah dadanya semakin membusung, mulutku langsung menjilati dan menghisap putting susu yang semakin menonjol keras. Penisku semakin keras dan tegak, mendorong celana yang kukenakan, terasa sakit terjepit oleh celana yang seolah tak mampu membendung membengkaknya batang penisku. Aku melepaskan seluruh pakaian yang kukenakan.


    Melihat apa yang kulakukan, gairah istri Anton semakin tak tertahankan, dia menarik lenganku agar bersama-sama naik ke sofa. Nampaknya nafsu istri Anton sudah tak tertahankan, vaginanya terasa basah dan sangat gatal ingin segera digaruk. Dan rasa gatal itu semakin meronta-ronta melanda vaginanya ketika matanya melihat batang penisku yang mengacung keras dan tegang. Dia membanting tubuhku agar telentang, dengan tergesa-gesa dia mengangkangi pinggangku, meraih batang penisku dan mengarahkannya pada liang vaginanya yang semakin basah, berdenyut dan gatal. Pantatnya ditekan sambil memejamkan mata menanti kenikmatan yang datang menjelang Lalu bleessshhh…….”Ahhhkk……” erangan nikmat dan merangsang keluar dari bibirnya yang tipis. Matakupun mendelik merasakan kepala penisku menerobos liang vaginanya yang sempit menjempit namun panas membara. Rasa nikmat yang luar biasa menjalar ke seluruh penjuru urat nadiku. “Oohhhh…..” akupun melenguh nikmat. Rasa nikmat dan puas semakin bertambah, karena mimpiku jadi kenyataan. Dan diluar dugaanku ternyata istri Anton ini demikian liar dalam bercinta bertolak belakang dengan prilakunya sehari-hari yang lembut dan anggun.Aku semakin puas dan nikmat menghadapi kenyataan ini. Dinding vaginanya berdenyut keras seolah menghisap kepala dan batang penisku, lalu dia melonjak-lonjakan tubuhnya dengan hebat dan tak lama kemudian dia menjerit panjang sambil tubuhnya mengejang kaku “Aaaaaaakkkhhhhh…….”. Dendam dan Gairah nafsu yang begitu meronta-ronta mengakibatkan orgasmenya begitu cepat datang menjemput. Beberapa saat kemudian dia ambruk menimpa tubuhku, kepalanya diletakkan di atas dadaku.

    Dinding vaginanya berdenyut kuat dan cepat dan dasar liang vaginanya meremas dan menghisap-hisap kepala penisku memberikan kenikmatan yang tak terhingga padaku. “Ouhhhh…..” keluar nikmat tanpa terasa keluar dari mulutku merasakan nikmatnya vagina istri Anton ini. Vaginanya memang lain dari yang biasa kurasakan dari istriku. Remasan dan hisapan yang dilakukan vagina istri Anton ini demikian kuat menyentuh simpul-simpul syarat kenikmatan yang ada di sekeliling batang dan kepala penisku.Uuuhhh….. luar biasa Denyutan dinding vaginanya semakin lama semakin melemah namun terasa semakin basah dan licin. Setelah denyutan dinding vaginanya menghilang dan nafasnya teratur kembali, dia mulai menggerakan pinggulnya ke atas ke bawah agar batang penisku yang masih ditelan oleh vaginanya mengocok dan menggaruk seluruh dinding vaginanya dan masih gatal. Gerakan pinggulnya kadan-kadang berubah ke kiri dan kekanan bahkan diputar agar sambil menekannya dalam-dalam agar penisku masuk semakin dalam menggaruk dinding vaginanya. Rasa nikmat yang teramat sangat kembali menjalar di tubuh kami, aku membalas gerakan pinggulnya dengan menghentak-hentakan pantatku ke atas dan kebawah agar garukan batang penis semakin lebih terasa nikmat.

    Pinggulnya bergerak demikian lincah dan liar, tubuhnya melonjak-lonjak, sehingga mataku terpana melihat buahdadanya yang montok dan sekal berayun dan berguncang-gucang. Kujulurkan kedua tanganku untuk meremas dengan gemas dan penuh nafsu kedua buahdada indah itu. Kepuasan dan kenikmatan semakin menjalar di seantero pembuluh darah kami. Kedua tangannya memegangi kedua pergelanganku yang sedang memberikan kenikmatan tambahan dengan meremas dan memilin buahdadanya sebagai pegangan pada saat lonjakannya semakin keras meronta-ronta. Lonjakan tubuhnya semakin liar dan pinggulnya menghentak-hentak kaku, sementara itu, penisku terasa seperti dijepit kuat dan dipelintir oleh mesin penggilingan yang sangat nikmat hingga mataku melotot dan melenguh “ouhhhhhhh…..” Pinggulnya menghentak sangat keras dan dalam, cengkraman kedua tangannya pada pergelangan tanganku sangat kuat, punggungnya menjauh, tubuhnya melenting kaku dengan mata mendelik dan berteriak cukup nyaring “Aaaaaaakkkhhhhh…….” Kembali istri Anton ini mengalami orgasme yang lebih luarbiasa dibandingkan dengan orgasme pertamanya, sesaat kemudian tubuhnya melayang dan ambruk kembali di atas tubuhku. Sensasi orgasme yang kedua darinya kembali dirasakan penisku, kali ini remasan dan kedutan dinding baginanya terasa lebih kuat dan lebih cepat dibandingkan yang pertama, sehingga akupun merasa lebih nikmat. Sambil telungkup lemah di atas tubuhku, dengan lemas dia julurkan kakinya sehingga berada di samping luar kedua kakiku yang agak terbuka, kedua tangannya dia susupkan ke bawah bahuku dan merengkuh pundakku dari bawah.


    Kemudian mulutnya menciumi dadaku, merayap ke atas , ke leher , ke pipi hingga kembali bibir kami bertautan dengan hisapan yang dalam dan panjang. Sambil berciuman, pantatnya kembali bergerak ke atas dan ke bawah agar batang penisku yang masih keras kembali menggaruk rasa gatal pada dinding vaginanya yang kembali datang walaupun telah terpuaskan. Helaan pantatnya yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar dan menekan, semakin cepat dan bertenaga, buahdadanya menggesek-gesek dadaku akibat gerakan pinggulnya yang memelintir nikmat batang penisku yang masih kuat dicengkram oleh dinding vaginanya. Gerakan melonjak yang kejang dan kaku kembali dialami oleh istri Anton setelah beberapa saat dia menghela batang penisku. Kepala terangkat menjau dari wajahku, matanya terpejam rapat dan “Aaaaaakkkkhhhhh…..” kembali dia meraih orgasme yang semakin cepat dapat diraihnya. Dan kembali tubuhnya lunglai lemas di atas tubuhku. Rasa dendam pada suaminya membuat dirinya demikian lincah dan binal. Sehingga Berkali-kali dia meraih orgasme di atas tubuhku dalam posisi dia diatas tubuhku. Berbagai gaya goyangan pinggul dia peragakan mulai dari menaik-turunkan pantatnya, memutar pinggulnya hingga memaju-mundurkan pantatnya. Batang penisku seperti dipelintir, dijepit dan dihisap-hisap luar biasa nikmat. Teriakan dan erangan nikmat yang keluar dari mulutnya semakin keras dan merangsang, seolah ingin di dengar oleh suaminya bahwa dia juga bisa selingkuh seperti suaminya. Akhirnya istri Anton betul-betul ambruk dan tak mampu menggerakkan pinggulnya beberapa saat.

    Namun tampaknya rasa gatal yang menyerang dinding vaginanya belum juga hilang sepenuhnya. Dia menggulingkan tubuhnya hingga telentang di sampingku. Dan tangannya menarik tubuhku agar aku di atas. Aku paham dengan apa yang diinginkannya. Tubuhku bangkit, kukangkangkan pahanya, lalu aku meletakan kedua lututku tepat dibawah pahanya, kuarahkan penisku yang semakin bengkak dan keras pada mulut liang vaginanya yang mengkilat basah oleh cairan kenikmatan. Dan blessshhh…… penisku menerobos liang vagina yang semakin basah , namun tetap terasa sempit dan menjepit serta memijit-mijit batang penisku. Aku mulai memompa pantatku hingga batang penisku mengocok-ngocok dan mengaduk-aduk liang nikmat itu. Setelah sekian lama aku menggenjotnya, dia mulai membalas dengan menghentak-hentakan pinggulnya menyambut setiap sodokan batang penisku dengan erangan-erangan nikmat yang kembali dia perdengarkan. Pada saat istri Anton sedang melonjak-lonjak merasakan nikmat atas sodokan-sodokan batang penisku, tiba-tiba suaminya dan istriku masuk melalui pintu yang tadi lupa tidak ditutup. Istri tetangaku terperanjat dan terpekik kaget “Awww….”. Dan kekagetannya semakin bertambah setelah melihat bahwa suaminya dan istriku langsung melepaskan pakaian yang sudah setengah terbuka. Dia berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuhku yang sedang menekan pinggulku dalam-dalam hingga seluruh batang penisku amblas hingga ke pangkalnya di dalam vaginanya.

    Tapi urung dilakukan karena ternyata suaminya masuk bukan untuk menghentikan kami yang sedang berpacu meraih nikmatnya persetubuhan. Dia menggandeng tangan istriku, dan menuju sofa dimana aku dan istrinya sedang bercumbu. Betapa besar rasa cemburunya ketika dia melihat bagaimana istrinya dengan lincah dan ganas melonjak-lonjak di atas tubuhku. Namun baik istriku dan Anton tak berdaya untuk menghentikan apa yang sedang kami lakukan. Mereka hanya melihat apa yang kami lakukan dengan perasaan yang tak menentu. Tetapi perasaan cemburu dan bersalah yang melanda hati Anton dan istriku secara perlahan tergantikan oleh rangsangan berahi yang menjalar di seluruh pembuluh darah mereka melihat bagaimana aku dan istrinya melonjak-lonja meraih nikmat serta mendengar erangan-erangan istrinya yang membuat nafsu berahi keduanya naik dengan cepat. Sambil melihat apa yang kami lakukan, mereka saling meremas dan meraba membuat nafsu mereka membumbung tinggi., Dan mereka bercumbu di depan pintu sambil memperhatikan kami, pakaian yang istriku kenakan sudah setengah terbuka.


    Buah dada istriku yang besar membusung indah sudah terbuka dan diremas-remas oleh Anton sambil melihat yang kami lakukan Dan pada saat aku sedang di atas tubuh istrinya, nampaknya nafsu mereka sudah tak tertahankan lagi, mereka langsung melepaskan semua pakaian hingga akhirnya bugil. Istriku dibimbingnya agar berbaring dibagian kosong di sofa lain di ruang tamu itu, namun kaki istriku masih terjulur di lantai. Tanpa memperhatikan kami yang sedang bengong melihat kedatangannya. Anton langsung mengangkat paha istriku hingga terkangkang, meletakkan kedua lututnya ke pinggir sofa dan mengarahkan batang penisnya yang sangat tegang dan keras ke mulut liang vagina istriku yang basah menunggu dimasuki oleh batang penis yang keras. Lalu dia mulai menggenjot tubuh istriku dengan cepat hingga tubuh istriku melonjak-lonjak dan mengerang nikmat. Rangsangan nafsu begitu menguasai istriku dan Anton, sehingga mereka langsung merasa berada di awang-awang dilambungkan oleh kenikmatan yang tak terhingga. Rangsangan kembali menjalar di tubuh istri Anton melihat suaminya tidak mempedulikan dirinya. “Aku.. akan melayanimu Mas…., aku akan memuaskanmu mas…., kalau Mas Anton aja bisa dan sangat bersemangat memberikan kenikmatan pada istrimu. Mengapa aku harus merasa terpaksa melayanimu Mas ?. Ayo mas …aku akan membuatmu melayang-layang…” demikian katanya sambil kedua tangannya memeluk erat tengkukku.

    Ciuman yang istri Anton berikan pada bibirku demikian ganas dan panas membara memberikan rasa nikmat yang membuat diriku melayang. Kemudian dengan liarnya, bibir dan lidahnya menciumi serta menjilati sekujur bidang dadaku sampai ke perut kemudian naik lagi kearah puting susuku yang kiri dan kanan secara bergantian. Dihisap-hisapnya dengan penuh nafsu kedua puting susuku sehingga aku melayang nikmat. ”Ouhhhh… ” keluhku. Kemudian tangan istri Anton dengan cekatan memegang pangkal penisku dan mengocoknya, sementara bibirnya langsung mengemut, menghisap dan menjilati penisku membuat aku semakin melayang diterpa nikmat yang luar biasa ”Akh…..hoohhh…..hoh… Aduh jeng….enak….ohhh…” kata-kataku keluar dari mulutku secara terpotong-potong. Secara sekilas kulihat bahwa posisi istriku dan Anton sudah berubah. Mereka sudah tidak lagi berdiri dipinggir sofa melainkan sudah berbaring diatas karpet . Anton terlentang dalam keadaan telanjang bulat . Tangan kanan istriku memegang pangkal penis Anton dan tangan kirinya mengusap-ngusap dada Anton, sementara mulut dan bibir istriku sibuk mengemut, menghisap dan menjilati kepala penis Anton membuat badan Anton terlonjak-lonjak dan kedua kakinya terkejang-kejang menahan nikmat yang diberikan istriku. Aku disinipun tak mau kalah… kuangkat badan mungil istri temanku ini, kuciumi seluruh bagian leher jenjang yang menggairahkan ini kejilat dan kuhisap-hisap hingga mata istri temanku ini terbeliak-beliak menahan nikmat dan mulut yang megap-megap serta keluarlah suara desisannya.. ”Hsssstttt….hhssstt..” Tanganku segera bekerja untuk meremas buah dada indah ini dan memilin-milin puting susunya sedang mulutku langsung menghisap dan menjilati puting susu yang sebelahnya.

    Desahan istri temanku sudah berubah menjadi erangan kenikmatan : ”Euh…euh… ouh…ouh….” dengan mata yang kadang terpejam rapat dan terkadang terbeliak-beliak menahan nikmat. Lalu kedua tanganku langsung meraih pantat indahnya dan bibirku langsung menuju selangmasan istri temanku ini dan dengan rakus aku menciumi, menjilati bahkan menghisap-hisap dan menggigit-gigit gemas vagina istri temanku ini. Perbuatanku ini membuat kaki istriku terjinjit-jinjit didera rasa nikmat dan kedua tangannya bertahan pada pundakku dan erangannya sudah berubah menjadi jeritan-jeritan serta teriakan nafas tertahan ”Auw…auw… ouhh…ouh enak mas…makasih mas….ouh…enak…mas…auw …” demikian ucapnya tiada henti seiring dengan ciuman dan jilatan lidahku pada vaginanya. Sampai akhirnya ia menjinjitkan kakinya tinggi-tinggi dan lurus kaku, kedua tangannya mencengkram pundakku dengan keras bagaikan cakar burung elang yang menangkap mangsa dan badannya melenting bagaikan busur panah, pantatnya ditekankan ke wajahku keras-keras sambil berteriak..”Aaaakkkhhhh……” kemudian badannya melonjak-lonjak dengan pantat yang berkedut-kedut dan setelah itu badannya terjengkang kebelakang hingga hampir jatuh telentang jika tidak kutahan.. Kubangunkan dia dan kubawa ke atas sofa, kulihat matanya basah oleh air mata yang keluar akibat menahan nikmat yang teramat sangat sambil berucap terbata-bata .. ”Makasih mas…enak banget…aku sangat melayang dan terhempas kehilangan keseimbangan…” kemudian ia memeluk erat diriku sambil merasakan sisa-sisa kenikmatan yang masih datang menghampirinya.


    Sementara itu Anton telah diguncang-guncang kenikmatan yang diberikan oleh istriku. Tubuh istriku sedang menduduki selangkangan Anton dan dia bergerak sangat lincah dan erotis memberikan segala kenikmatan yang ada. Buah dadanya berguncang-guncang menggairahkan akibat gerakannya yang sangat liar. Mata Anton terbeliak-beliak menahan nikmat sementara dari mulut istriku keluar teriakan-teriakan seperti orang yang sedang berolah raga dengan nafas yang tersengal-sengal. ”Hhoh…Hhohh.. ..hessshhh ….heshhh ” seiring dengan gerakan pantatnya yang maju-mundur, keatas kebawah, kekiri-kekanan dan diputar-putar. Teriakan-teriakan istriku rupanya cepat membangkitkan kembali nafsu istri Anton untuk melanjutkan persetubuhan denganku. Badannya berdiri diatas sofa, kedua kakinya diletakkan dikiri dan kanan pinggulku , kemudian dia berjongkok mengarahkan liang vagina yang telah basah dan licin tepat di depan kepala penisku yang sedang tegak berdiri dengan gagahnya. ”Aku akan memberikan kenikmatan yang belum pernah mas rasakan sebelumnya, percayalah..!” katanya tersenyum manis berpromosi.. Tangan mungilnya mengarahkan kepala penisku ke depan liang vaginanya, kemudian pantatnya menekan ke bawah. Dan….blessshhh…penisku telah masuk ke liang kenikmatan istri temanku secara perlahan-lahan. Sepanjang perjalanan kepala penisku menerobos liang vagina istri temanku, kepala dan batang penisku seperti disambut dengan jilatan-jilatan beribu-ribu lidah kecil yang menjilati seluruh permukaan syaraf nikmat yang terdapat diseluruh permukaan penisku. Membuat mulutku ternganga dan mata melotot menahan nikmat yang amat sangat yang tidak pernah kualami selama bersetubuh dengan istriku. Janji istri temanku ini memang benar. Istri temanku ini tersenyum manja melihat aku melotot dan ternganga menahan nikmat yang diberikan oleh vaginanya.. ”Itu tadi baru permulaan…” katanya dilanjutkan dengan mencium bibirku penuh nafsu, kemudian secara perlahan-lahan pantatnya mulai bergerak secara teratur keatas-kebawah, kedepan-kebelamas, dan diputar-putar.. Gerakan-gerakan tersebut secara periodik terus dilakukan oleh secara konstan, memberikan kenikmatan yang sangat bagi penisku.

    Aku sampai mabuk kepayang dan melayang-layang didera oleh angin topan kenikmatan yang diberikan oleh vagina istri temanku yang luar biasa ini. Sepertinya istri temanku ini merasa heran, kenapa aku belum juga mencapai puncak, padahal biasanya bila jurus yang barusan saja dia peragakan padaku dia berikan pada suaminya, maka tak menunggu banyak waktu suaminya akan sampai menuju puncak dan menjerit nikmat sambil melepaskan sperma yang deras. Sementara dirasakan olehnya bahwa penisku masih tetap tegang dan keras padahal dia melihat aku terbeliak-beliak menahan nikmat Istriku temanku semakin ganas menggerakkan pantatnya, dan mulai memperdengarkan suara dengusan dan erangan yang memburu ”Aaah…hekhs…heks… ouh…ouh….auw…” jeritannya berulang-ulang.

    Dan akhirnya gerakannya sudah mulai sangat cepat dan tak teratur. Denyutan , kedutan dan jilatan lidah-lidah kecil di rongga vagina istri temanku semakin keras dan akhirnya… ”Aaaaahhh…..” istri temanku menjerit sangat keras sambil melentingkan badan dan mencakar dadaku. Vaginanya ditekan kuat-kuat ke selangmasanku sehingga penisku amblas sampai dalam sekali dan kakinya kaku dan BRUK…. dia ambruk menindih tubuhku yang sudah hampir menuju puncak tapi Istri temanku ini keburu ambruk dan terdiam sehingga orgasmeku kembali surut ”Oooh…mas…benar-benar nikmat banget… mas benar-benar hebat” katanya memujiku sambil membaringkan kepalanya di dadaku menikmati sisa-sisa orgasme. Sementara di ruang tengah, posisi sudah berubah lagi. Anton diatas istriku sedang memompa pantatnya ke selengkangan istriku. Penisnya dengan cepat keluar-masuk vagina istriku. Tangannya seperti biasa selalu bermain dibuah dada istriku yang sangat digandrunginya. Matanya melotot seperti mau copot seolah sedang mengejar sesuatu yang akan segera dia raih. Gerakan pinggul istriku dibawah tubuh Anton sangat cepat dan tidak teratur, teriakan-terikan istriku keluar menunjukkan bahwa dia sedang didera kenikmatan yang teramat sangat yang sebentar lagi akan menuju puncak ”Auw..auw…auw…oh…ouh……” Dan akhirnya secara bersamaan gerakan mereka berdua sangat keras dan tak terkendali dan …. ”Aaahhh…….” teriakan Anton dan istriku berbarengan.


    Lalu kedua tubuh mereka menegang kaku dan akhirnya terhempas lemas dengan diakhiri dengan kedutan-kedutan pantat mereka untuk saling menekan selangmasan masing-masing. Dan diakhiri dengan menggelosornya tubuh Anton dari atas tubuh istriku kesamping tubuh istriku. Dan mereka tertidur kelelahan sambil berpelukan damai. Sementara aku sudah mulai merangsang kembali istri Anton yang masih telungkup diatas tubuhku yang terduduk di sofa ruang tamu. Kubelai rambutnya yang indah, kukecup lembut bibirnya yang tipis dan matanya yang indah lalu kembali mengulum dan menghisap-hisap bibir istri temanku dengan penuh nafsu. Dia membuka matanya dan membalas ciumanku dengan tak kalah ganasnya. Tanganku kembali mempermainkan buahdada indah milik istri temanku. Perlahan-lahan kembali pantatnya bergerak mengucek penisku yang masih berada didalam vaginanya. Tetapi nampaknya gerakan pantatnya masih kurasakan lemah, karena mungkin masih lelah karena telah dua kali merasakan puncak orgasme yang sangat hebat yang menguras banyak energinya. Akhirnya kupegangi pantatnya, kemudian aku berdiri dari dudukku sehingga posisi saat ini menjadi aku yang sedang memangku istri temanku yang mungil dan menggairahkan. Kedua kakinya dia ikatkan ke pinggangku dan kedua tangannya merangkul tengkukku sebagai gantungan, sementara selangmasannya menekan keras selangmasanku sehingga penisku menusuk vaginanya hingga ke pangkalnya. ”Ouhh…. nikmatnya…” erangku. ”Ouhmmh… mas…. aku juga enak….euh….” sahutnya sambil mendekapku seperti orang yang sedang memanjat pohon kelapa. Kemudian aku mulai melonjak-lonjakan tubuhnya dengan melurus-luruskan kakiku.

    Istri temankupun ikut melonjak-lonjakan tubuhnya sehingga persetubuhan yang kulakukan sangat berat dan melelahkan namun juga sangat nikmat sehingga erangan kenikmatan kami saling bersahutan… ”Ouh….ouh….” erangannya ”Euh….hek….hek hsssttt..” Keluhku Lututku semakin kurasakan leklok. Akhirnya kupangku istri temanku ini memepet kan punggungnya ke dinding ruang tamu dan kakinya aku turunkan sehingga kakinya terjinjit tertahan vagina yang diganjal oleh penisku yang sangat tegang. Bebanku berkurang dan pantatku dapat bergerak bebas untuk maju-mundur mengocok penisku didalam vagina dengan beribu-ribu lidah kecil yang terus menerus menjilati seluruh permukaan penisku disertai dengan kedutan dinding yang memijit-mijit nikmat penisku. Kenikmatan ini semakin tak terlukiskan dan akupun tanpa sadar terus-menerus mendengus dan melenguh menahan nikmat ”Ouh…heh…heh……ouh….hekss…” dengusku keras. Tiba-tiba gerakan pantat istri temanku ini semakin liar dan dia mulai menjerit-jerit kembali…”Auw…auw…auw…ohhhh….hoh…..hoh….hhhssstttt… ” Dan akhirnya ”Aaaahhhhh…” Istri temanku kembali menjerit panjang badannya melenting kaku.. giginya menggigit dadaku dan tangannya mencakar punggungku. Beberapa detik kemudian kembali pantatnya berkedut-kedut dan vaginanya berkontraksi sangat hebat memijit-mijit batang penisku dengan ketat.. ”Oohhh…….” aku melenguh menahan nikmat.

    Sejurus kemudian badannya lemas tak berdaya hampir mengelosor jatuh terduduk jika tak ditahan oleh pelukanku ”Ouhh…hssss makasih mas… kenikmatan orgasme ini benar-benar melelahkanku…” katanya lemah …. Aku bimbing kembali istri temanku ke sofa dan kubaringkan. Badannya sudah sangat basah kuyup oleh keringat. Benar-benar suatu persetubuhan yang sangat luar biasa menguras tenaga…Aku biarkan dia terbaring beberapa saat sambil kubelai-belai rambutnya yang indah. Aku tak bosan-bosan menikmati keindahan tubuh mungil istri temanku ini. Rupanya istri temanku ini merupakan tipe wanita penikmat sex, karena walaupun telah beberapa kali meraih orgasme yang hebatpun gairahnya cepat kembali bangkit untuk meraih kepuasan orgasme berikutnya., ditambah lagi keistimewaan kedutan vagina miliknya yang bagaikan memiliki ribuah lidah kecil yang selalu menjilat dan memeras penis yang menjelajahinya. Kuarahkan dia agar kepalanya berbantalkan pegangan tangan sofa, kemudian kaki kanannya kuturankan kelantai dan kaki kiri terlipat di atas sofa, sehingga posisi istri temanku sekarang menjadi nungging dengan kaki kanan menahan di lantai dan dengkul kaki kiri menahan di sofa. Kemudian kedekati pantat seksi yang menggairahkanku ini. Kuarahkan penis tegangku ke vagina istriku dari belamas, kemudian blesss…. kembali batang penisku merasakan jepitan liang vagina yang memiliki ribuan lidah menjilat ini.. ”Ouhh…ouhh,…..” keluhku dan erangan istri temanku berbarengan.


    Aku memulai mengocok penisku ke vagina istri temanku. Ku maju mundurkan pantatku hingga menekan pantatnya sehingga terdengar suara yang keras akibat tumbukan antara selangmasanku dan pantat istri temanku. Plok…plok…plok Gerakanku mulai cepat-cepat tapi tetap teratur disertai dengan tolakan yang kejang-kejang. Hingga akhirnya pinggul istri temanku bergerak-gerak liar sehinga bunyi benturan itu semakin keras. PLOK…PLOK…PLOK Dan akhirnya kembali dia menjerit dan melenguh keras… ”Aaakhhh….” jerit istri temanku ini… ”Hhhooohhhhh…..” dengus napasku. Tubuhnya kaku beberapa saat dan kemudian terjadi kontraksi pada vaginanya dengan berkedut-kedut beberapa kali sangat keras. Lalu…BRUKK… kami jatuh telungkup di atas sofa ”Ouhh… kenapa selalu enak begini, mas..? ” pertanyaan yang tak perlu dijawab dilontarkan lemah oleh mulutnya .. Tapi saat ini aku tidak akan membiarkannya lama-lama beristirahat karena kurasakan orgasme bagi diriku sudah sangat dekat karena mataku sudah berkunang-kunang dan perasaan sudah tak menentu. Kemudian kubalikkan badannya dan langsung menindih badannya kurahkan venisku ke liang vaginanya yang sudah sangat banjir dan kemerahan dan … Blesss… kembali kurasakan liang vagina dengan ribuan lidah menjilat ini. Aku mulai memompakan pantatku mengocok dan mengaduk-ngaduk vagina istri temanku dengan penisku.

    Gairah istri temanku ini kembali meninggi dan dia mulai mengeluh dan mengerang menahan nikmat.. Erangan istri temanku semakin keras…”Euh..euh..” Dan tiba-tiba gerakan pantatnya menjadi liar dan cepat. Erangannyapun telah berubah menjadi teriakan-teriakan yang merangsang “Aaah…aahhh…aaahhh” Dan diakhiri dengan jeritan panjang melepas nikmat “AAAaaaaahhhhhh…..” Tubuhnya kaku, badannya melenting dan vagina berkonstraksi sangat hebat membuat penisku tidak mampu bertahan. Dan aku pun menjerit melepaskan beban nikmat “Aahhhh…” Tubuhku tegang, pantatku kutekan dalam-dalam dan.. cret…cret…cret spermaku terpancar sangat deras dan kental menyemprot dinding vagina istri temanku yang sedang berkonstraksi.

    Akhirnyanya tubuh kami pun berkedut-kedut menghabiskan sisa-sisa kenikmatan yang masih bisa terasakan. Kemudian…Bruk…. kali ini ..tubuhku benar-benar ambruk menindih tubuh mungil istri temanku, tapi aku gelosorkan kesamping tubuhnya, kemudian aku memeluknya sambil mata terpejam menikmati sisa-sisa orgasme yang sangat luar biasa… dan tanpa sadar kamipun tertidur. Dini hari aku dan istri temanku terbangun karena terganggu oleh erangan dan jeritan-jeritan nikmat yang keluar dari mulut Anton dan istriku. Rupanya Anton dan istriku kembali mengayuh berahi menggapai nikmat membuat aku dan terutama istri Anton menjadi terangsang kembali. Aku merangsang gairah istri Anton dengan cara menciumi leher, dada dan akhirnya menjilati, mengulum dan menghisap puting susu istri Anton yang sudah menonjol keras, Istri Anton hanya mengerang nikmat mendapat rangsangan dariku dan akhirnya kubisikan agar pindah ke ruangan dimana suaminya dan istriku sedang menagyuh nikmat, Istri Anton memandangku sejenak, namun akhirnya mengangguk dan secara bersamaan kami berdiri dan berjalan beriringan menuju ruang tengah dengan telanjang bulat. Aku dan istri Anton semakin terangsang, begitu masuk ke ruang tengah kami lihat istriku dan Anton sedang bersetubuh dengan nafsu yang bergelora, kulihat Anton begitu semangat mengayunkan pantatnya agar batang penisnya mengaduk-ngaduk liang vagina istriku, tangan Anton tak henti-hentinya meremas-remas buah dada istriku yang montok.


    Sementara itu, kepala istriku tergeleng-geleng ke kiri dan kekanan menikmati genjotan Anton sambil terus menerus mengerang nikmat, pantat istriku bergerak lincah menyambut setiap helaan pantat Anton. Anton dan istriku yang sedang seru mengayuh nikmat hanya menoleh selintas padaku dan istri Anton ketika kami datang dan mengambil posisi disamping mereka, kemudian tanpa mempedulikan kehadiran kami mereka melanjutkan pergulatan mereka merengkuh nikmat disertai dengan suara erangan dan keluhan nikmat yang bersahutan.Aku dan istri Anton pun tidak mempedulikan kondisi mereka. Kami mulai bercumbu mengayuh nikmat yang jauh lebih seru dan lebih panas dibanding tadi, karena saat ini kami dapat melakukan dengan bebas karena kami lakukan di atas karpet yang luas. Geliat tubuh istri Anton semakin liar dan ganas seperti mendapat tambahan tenaga baru ketika dia lihat disampingnya suaminya dengan liar dan ganas sedang menghentak-hentakan pinggulnya dia atas tubuh istriku Dengan tiada lelah Aku terus memberikan kenikmatan yang sensasional pada istri Anton dengan cara dan variasi yang berbeda-beda. Demikian pula nampaknya dengan istri Anton, Dia mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk memberikan kenikmatan yang dalam beberapa hal belum pernah kudapatkan dari istriku. Entah berapa puluh kali istri temanku ini mengalami orgasme dan entah berapa ronde kami melakukan pertarungan yang sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga.

    Pertarunganku dan istri Anton baru selesai ketika kokok ayam jago terdengar, sementara Anton dan istriku sudah cukup lama tertidur kelelahan setelah mereka selesai melakukan pertarungan babak kedua dini hari tadi.. Akibat kejadian semalam, keakraban kami menjadi sangat lain, orang lain akan bingung bila meperhatikan kemesraan kami, bingung untuk menentukan mana yang merupakan pasangan suami istri. Sebab aku menjadi sangat mesra dengan istriku dan istri Anton, demikian juga dengan Anton menjadi sangat mesra terhadap istrinya dan istriku. Sejak saat itu sering kali aku pulang siang-siang bukan ke rumahku tapi ke rumah Anton dan bersetubuh dengan istrinya Anton. Demikian pula dengan Anton sering kali siang-siang ke rumahku dan bersetubuh dengan istriku. Pernah beberapa kali aku memergoki Anton sedang bergulat meraih nikmat di atas tubuh seksi istriku. Aku tidak marah tapi langsung aja kubilang akan kerumah Anton.

    Mereka maklum dan terus melanjutkan pergulatan yang sempat terganggu atas kedatanganku. Kejadian hari ini adalah pengalaman pertama yang tak terlupakan, dimana kami main berempat. Dan sejak saat itu seolah-olah telah diresmikan oleh kami berempat, aku boleh meniduri istrinya kapan saja aku mau dan akupun merelakan istriku digaulinya kapankun dia mau. Sampai saat ini status perkawinan kami tidak tergannggu. Aku dan istriku tetap saling mencinta demikian juga dengan Anton dan istrinya. Dan kami tetap melakukan hubungan suami istri dengan pasangan perkawinan masing-masing. Hanya saja sampai saat ini kami belum pernah melakukan keroyokan. Dan nampaknya tidak akan pernah kami lakukan. Tetapi kalau menukar pasangan ditengah permainan beberapa kali pernah kami lakukan. Pada saat kami melakukan acara kumpul bersama.




  • Foto Ngentot anal menyakitkan oleh Sofy Torn

    Foto Ngentot anal menyakitkan oleh Sofy Torn


    2197 views

    Duniabola99.com – foto cewek diajak ngento oleh pacarnya dan mendapatkan ngentot anal yang pertama kali dan merakan kesakitan dan menembakkan sperma kemuka.

  • Foto Bugil Remaja seksi Dakota Skye memamerkan payudara kecil dan menyebarkan vagina botak

    Foto Bugil Remaja seksi Dakota Skye memamerkan payudara kecil dan menyebarkan vagina botak


    2620 views

    Duniabola99.com – foto gadis remaja sexy berambut sebahu pirang membuka celana dalamnya memarkan memeknya yang merekah berbulu tipis dan mengangkang lebar memamerkannya.

    Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,

  • Kisah Memek exebisi bersama adik iparku tersayang nana

    Kisah Memek exebisi bersama adik iparku tersayang nana


    3324 views

    Duniabola99.com – Salah satu pengalaman Daku yg terbilang spesifik adalah bersama adik iparku yg Jablai semampai, sensual dan sedikit agresif. serta cukup vulgar bila berpakaian di rumah.

    Awalnya seeh Daku ekstra Muna dan agak Jaim dengan Adik Iparku yg kerap Caper ke Daku.


    Kelembutannya yg utama bukanlah dati tutur kata dan busananya tetapi justeru dari kulitnya yg bersih, putih Harum Mewangi.. yah pegimana ngak wangi kalo setiap hari mandi pake sabun, keramas dengan sampo lanjut pake parfum

    Sejak menikah, selama beberapa tahun Daku tinggal di Mertua Indah dengan seorang Adik ipar wanita yg masih lajang serta seorang Kakak Ipar Wanita yg bercerai dan beberapa keponakan cewek menjelang ABG. Ditengah kerumunan wanita-wanita itulah Daku berada.

    Karena kebiasaanku yag pulang kantor pada malam hari, maka biasanya Daku pulang kerumah pada situasi yag sudah cukup sepi jadi karena kondisi maka Daku pun kerap bercinta dengan isteri pada tengah malam. kadang kita bercinta didalam kamar tidur, kadang bercinta di ruang utama rumah karena memang sudah sepi.

    Suatu kali sehabis Daku puas bergumul cumbu dengan isteriku saling meremas-remas dan menjilati penuh nafsu seluruh bagian tubuh yg sensitif.. tanpa sengaja Daku tiba-tiba nelihat pintu kamar tidur adik iparku ternyata terkuak sedikit. Entah sudah berapa lama pintu itu terbuka.. walau sedikit Daku sempat berfikir apakah adik iparku tadi sebetulnya bangun dan melihat Diriku bercumbu nafsu dengan kakaknya . atau terlintas dalam benakKu apakah memang baru kali ini pintu itu terkuak sedikit jangan-jangan ah sudahlah Daku tak peduli

    HubunganKu dengan Nana, adik iparKu itu memang cukup AIYSS (Aik Ipar Yg Saling Sayang) cenderung lebih manja ketimbang isteriKu sendiri dia sugnguh gaul, pintar menyanyi dan banyak kawan, pacar pun punya malah cenderung punya lebih banyak kawan lelaki daripada wanitanya tapi entah mengapa dia tetap saja sering caper ke diriKu yaah Daku sih happy azza mungkin Daku betul-betul Zantan kali yaa.. ha..ha..haha.. bisa aja yaah namanya juga karangan hihihi.

    Lanjut ah, ini bener kok pengalaman nyata ngapain boong ama orang lain entar Daku kalo pembohong kan kagak bakalan punya kawan banyak .. tul ngak ?

    Beberapa hari kemudian Ceillah seperti biasa Daku mengajak isteri bercinta di ruang tamu pada malam hari saat seisi rumah sudah tidur. Tapi kali ini sebelum bercumbu, terlebih dahulu Ku perhatikan pintu kamar tidur adik iparKu Ooohh. ternyata tertutup rapat berrati aman.. karena letak kamar tidur adik iparku berhadapan dengan sofa ruang tamu maka walaupun terkuat hanya sedikit tentunya Nana, sang adik iparku dapat mengintip dengan leluasa permainan cumbu nafsu diriku dengan isteri tersayang..

    Karena kita berdua sudah yakin semuanya yg ada di rumah telah tertidur pulas di kamarnya masing-masing maka Daku berbegas mengatur posisi . untuk memulai percumbuan dengan isteriku dimana Daku lebih suka duduk dibawah sofa sementara isteriku duduk di atas sofa. Permainan langsung di seputar wilayah Paha dan Memek adalah kegemaran utamaKu.


    Menciumi menjilat-jilat sambil mengigit-gigit lembut sepasang paha sekel istaeriKu adalah menu pembukaan cumbu nafsu diriKu yg paling sering Ku lakukan.. disaat menggelinjang antara geli-geli nikmat menahan sentuhan bibir dan lidahKu di sepasang pahanya, biasanya isteriKu tdk sabar untuk menanti hisapan Ku pada Memeknya.. tapi disitulah letak permainannya Daku sering menahan diri untuk berlama-lama di sekitar paha hingga mendekati Memek sesekali saja menjilati kelentit dan liang memek IsteriKu sekedar mengecek apakah IsteriKu sudah mulai mencapai orgasme melalui cairan genitalnya atau belum

    Bila ternyata memek isteriKu sudah mulai basah tanda-tanda orgasme .. maka Daku mulai lebih sering menjilat-jilati dan menghisap kelentit dan daging memek isteriku secara perlahan-lahan dengan cara seperti ini

    Daku bisa berlama-lama menyenangkan Isteriku megngigil menahan nikmat.. terlebih saat cairan memeknya yg mulai mengalir deras keluar Ku reguk hingga tak bersisi eehhhmmm memainkan lidah di ujung kelentit dan di didnding Memek bisa membuat tubuh isteriku bergetar kuat . semakin dia bergerak menjauh dari kepalaku.. semakin kukejar dan kutempel permukaan memek isteriku. aahhh. Aaauuww di saat Isterku mulai bangkit berdiri karena tak tahan menerima hisapan Diriku pada Memeknya semakin Ku kencangkan cengkeraman lingkaran tanganKu pada sepasang pantat Isteriku sementara kepalaku kutempelkan eraterat kehadapan memeknya..


    Paa Papa udah aaauuhhh ooohhh.. Paa ngak tahan .. Jerit lirih terlontar dari isteriKu.

    kalau sudah seperti ini. apa boleh buat dari pada membangun kan orang se isi rumah yah kulepaslah dekapan Ku di Memeknya

    Setelah Daku puas bercumbu nafsu dengan isteriku selama satu jam lebih akhirnya aku beristirahat menonton tv sementara isteriKu cepat berlalu masuk ke kamar..

    Namun, belum lama aku menonton teve . kulihat pintu kamar Nana, adik iparKu itu yg tadinya tertutup rapat ternyata sudah terkuak kembali, sedikit hanya terbuka beberapa cm. Ku perhatikan, kali ini kamar tidurnya gelap .. tdk biasanya ..

    Setelah menunggu beberapa saat, karena penasaran Daku menghampiri kamar tidur Nana. oouu memang terbuka, lalu dengan hati-hati, perlahan-lahan Ku buka pintu kamar tidur Nana ku intip dengan seksama uugghh. samar-samar dalam keremangan kamar Kulihat Nana tertidur dengan tertelungkup. tapiii Ammbbooiii Nana tidur tdk mengenakan bad cover sementara daster mininya terserak menyembulkan sepasang paha dan pantat yg padat. saking penasaran ingin melihat apakah Nana tertidur dengan sepasang pantat yg terbuka menantang maka kuhampiri kasur dimana Nana tertidur

    Aaahh baru duatiga langkah memasuki kamarnya kaki kanan ku menyentuh sepotong kain segera kuambil kain itu ouwwah..aahh ternyata celana dalam mungil milik Nana berwarna gelap yg berserak dilantai saat kuambil dan kupegang mmmhhhh. CD Nana basah.. tanpa sadar kucium CD Nana . uugghhhh wangi khas cairan Memek.

    Kini Daku semakin curiga. jangan-jangan Nana memang mengintip percumbuan Daku dengan IsteriKu dari balik pintu kamarnya yg gelap.. ah.. aku pun betul-betul penasaran segera kudekati Nana dikasurnya dia masih tertidur menelungkup dengan wajah menghadap pintu. kearah diriku tapi setelah kuperhatikan dengan teliti sepasang pantatnya yg terbuka penuh memang tdk mengenakan celana dalam alias polos..

    Antara penasaran sekaligus terangsang kemontokan paha dan pantat Nana. dengan spoantan kunyalakan lampu meja belajarnya. emmhh benar-benar mulus, kenyal, putih nian sepasang pada dan pantat Nana ooohhh Daku berdecak kagum sambil menelusuri lekuk liku daging Paha dan Pantat Nana sambil terus memegangi dan sesekali menciumi CD Nana yg basah dengan cairan Memeknya..

    Tibatiba saja terlintas dibenakKu untuk mengecek apakah Nana betul-betul sudah tertidur pulas dari tadi ataukah dia berpura-pura tidur karena tadi dia sebenarnya mengintip KU bercumbu.. maka CD dan sarung yg kukenakan sengaja Ku lepaskan . dalam jarak dekat didepan wajah Nana . hanya dengan mengenakan kaus singlet ditubuh sementara perutku ke bawah sudah polos Daku pun berEksibisi.


    Sembari menelusuri pemandangan Indah sepasang Paha dan Pantat Nana yg putih montok, Daku pun berOnani dalam jarak teramat dekat dihadapan wajah Nana. mmmhhh.. aaaahhhh sengaja Daku bergumam lirih. menikmati Keindahan dan kenikmatan berOnani di Depan Nana sambil tdk lepas memperhatikan lekuk-lekuk daging Paha dan Memek Nana. oooohhhh saaat K0ntolKu mulai menegangkencang dengan ujung yg Mengkilau..

    kulirik wajah Nana kuperhatikan Mata Nana ooohhhh. ternyata bulu matanya yg lentik .. bergerak-gerak dan bergetar-getar lembut tanda dirinya tdk tidur dan sedang aktif melilhat Daku berOnani di hadapannya dengan K0ntol yg semakin panjang, besar, menonjolkan uliran urat yg kencang dengan daging ujung K0ntol yg berwarna pink mengkilat..

    Karena sudah terlanjur .. juga karena sudah terlalu nikmat melakukan Onani jarak dekat di wajah Nana. Daku pun semakin semangat memainkan tangan kananKu mengocok-ngocok lembut batang K0ntolKu .

    Mengetahui bahwa Adik Iparku Tersayang juga terkesima mengintip K0ntolKu dari balik bulu matanya yg lentik.. Daku benar-benar bergairah melakukan Onani.. Aahhhh. oouuuwww. Nana desahKu lembut.. tanpa sadar Syeer-syeer. kutahan dan kukendalikan aliran spermaKu yg keluar dari ujung k0ntolKu. Dengan menengadahkan telapak kanan kualirkan tetesan air maniKu ketangan lalu cairan tersebut ku oleskan ke batang K0ntolku sehingga seluruh K0ntolku hingga daging Ujungnya semakin mengkilat licin..


    Dengan olesan cairan spermaKu yg kental dan licin maka tangan kananKu semakin lincah leluasa berOnani mmmhhh.. Daku pun semakin hot berOnani mengeluar masukkan ujung batang K0ntolku dalam genggaman tangan.. sembari menggoyang-goyangkan pantatku layaknya bersenggama. ooouuuuuu. kukperhatikan bulu mata Nana semakin terbuka agak lebar jelas sudah kalau Nana sedang menikmati keindahan Batang K0ntolKu dan Goyangan-Goyangan Erotis senggamaKu . oohh ouw kulihat gerak bibir senyum manis terpancar dari wajah Nana karena dirinya tampak senang sekali memandangi buah zakar dan Ujung Batang K0ntolKu. yg terus besar, tegang dan mengkilat.

    Baru kusadari kemudian, tangan kiri Nana ternyata bergerak-gerak perlahan dari balik tubuhnya yg mengarah pada
    Memeknya ooouuu.. Nana juga sedang bermasturbasi rupanya. mengetahui hal itu.. Daku semakin bernafsu melakukan Onanai dengan Hot ku percepat gerakan Onani K0ntolKu keluar masuk Genggaman tangan den . Crott. crrott crottt syyerr.. Air ManiKu keluar Deras dari Ujung K0ntolKu lalu kutumpajkan ketelapak tangan kiriKu. tanpa bisa dicegah Tubuh Nana pun ikut yg tidur tertelungkup mengigal bergetar cukup kuat saat dirinya melihat dengan jelas pancaran SpermaKu yg mengalir muncrat ke telapak tangan . aaahhhh Nana.

    Dengan seluruh Sperma yg ada kubasuh lagi batang K0ntolKu yg tetap tegang. crrekcreekk.. crreekk suara onani terdengar dari gesekan tangan kananku yg penuh air mani . sementara itu kuperhatikan Nana sudah lebih aktif menggerak-gerakkan tangan kirinya ke tengah-tengah pangkal pahanya seluruh badan Nana kini sudah terlihat bergerak-gerak sebagai tanda dirinya sangat terangsang. ooouuu Nikmatnya..

    Setelah puas berOnani sampai spermaKu habis kering secara demonstratif Daku mencium celana dalam Nana yg basah yg dari tadi kupegang terus.. dalam posisi tidurnya yg pura-pura itu kulihat Nana tersenyum lebih lebar dari sebelumnya tanda dirinya pun ikut senang menikmati eksibisi sensual yg membahagiakan.

    Tanpa kuduga . baru sekitar 15 menit Daku beritirahat tidur-tiduran sambil memejamkan mata di sofa ruang tamu. dari kamar tidurnya Nana keluar dengan mengenakan handuk saja yg dililitkan ditubuhkan. kulirik dari balik mataku yg pura-pura terpejam. Nana menghampiri diriku di Sofa daannnn aaiiihhhh. aku terkejut.. saat Nana membuka handuknya lalu dihampar di meja dan dia duduk di tepi meja tepat dihadapan wajahku ..

    Di ruang tamu yg terang benderang tentunya Daku dapat melihat jelas seluruh Tubuh Nana yg Aduhai Indahnya.. sepasang daging Payudara Nana tampak kenyal montok dengan puting susunya yg mencuat kencang kemerahan .. Pinggangnya yg ramping serta kulit pahanya yg putih, halus sintal.

    Setelah duduk begitu dekat didepan wajahku tanpa ragu sedikit pun Nana duduk mengangkang . kedua pahanya dibuka lebar-lebar dengan ujung kaki jarinya yg menjinjit Nana mulai memperlihatkan Keindahan pangkal paha, daging Memek dan kelentinya ygn mengkal merekah berwarna merah muda dengan posisi duduk mengangkang dekat wajahku Nana dengan atraktif membuka bibir Memekya Oooohhh Kekagumanku semakin bertambah terhadp bagian Genital Nana. yg mempertontonkan kelembutan, kelenturan, grunjulan daging bagian dalam Memek Nana.


    syyeerrr sekujur tubuhku mulai memanas. tegang..

    Seolah sudah tahu kalau diriKu sedang menonton peragaan Memek Nana,,,, Dia pun lantas dengan lembut mempermainkan bibir-bibir Memeknya yg kadang di kuak lebar .. lalu digesek-gesekkan dengan kedua tangannya . aahhhh ooohhh Nana . aku berdesah dalam hati. menahan rangsangan yg luas biasa

    Dengan gerakan-gerakan yg sangat mesra dan erotis Nana mengelus-elus dengan cepat ujung kelentitnya diselangseling dengan gerakan-gerakan tangannya dilipatan pangkal pahanya lalu dia pun mengingal-ngigal sambil menguakkan Memeknya lebar-lebar . mmhhh ingin sekali rasanya Daku mengelus-elus Memek Nana yg merekah Indah itu aauuuhh

    Seolah tahu akan niatku itu, Nana tanpa Ku duga meraih tangan kananKu lalu telapak tangan kanan ku di elus-eluskannya secara lembut ke Daging Memeknya . sssyyyeeerrr. K0ntol ku menegang tinggi .. sehingga Nana melihat dengan jelas dari sembulan sarungKu

    Dengan tersenyum manis Nana lantas berdiri semakin dekat dengan wajah ku Dalam posisi berdiri mengangkan tangan kananKu diselipkan di jepit di antara kedua pahanya tepat di tempelkan di daging Memeknya .

    Dengan posisi itu, Daku yg pura-pura tiduran di sofa tetapi tangan kanan Ku di kepit Pangkal Paha Nana yg berdiri di depanku . tanpa bisa ku tebak .. Nana melakukan surprise . seperti naik kuda-kudaan Pangkal Paha Nana Memek Nana degesek-gesekkan di sepanjang pergelangan tangan hingga ke lengan Ku mendekati pangkal lengan .

    Aaauuuwww tubuh ku tanpa bisa dicegah ikut bergetar .. K0ntol Ku pun kian Menegang

    Sementara Nana semakin Asyik masyuk menikmati gesekan-gesekan lembut pangkal Memeknya ke sepanjang lengan kananku Ssyyyeerrrr Ssyyyeeerrr.. Ssyyyeerrr. tiba-tiba dari memek Nana keluar cairan agak kental yg hangat .. Ooooooo Crreettt..Creeettt..Crreeettt.. dari ujung K0ntol Ku keluar cairan sperma ..

    Melihat Ujung k0ntolku yg mengeluarkan Sperma dan membasahi sarung . Nana pun mengecup-ngecup menyerup cairan yg membasahi sarungKu . tindakan Nana ini seolah hendak melakukan revanche atas Diriku yg menciumi Celana Dalamnya yg basa..


    Oooo sungguh-sungguh kejutan yg kudapat dari Nana Adik Iparku Tersayangng

    Setelah selesai mengecup-ngecup dan menyerup-nyerup sarungku yg basah oleh Sprema

    Nana dengan lembut membersihkan sisa-sisa cairan Memeknya yg masih membasahi legnanku.

    Lagi-lagi Nana membuat kejutan dengan tiba-tiba dia menggesek-gesekkan Payudara dan Puting Susunya
    kenyal dan kencang ke Bibir Ku. Oooouuuwwww. Nanaii..

    Aaahh Gilanya Nana mencium Bibir Ku bukan dengan Bibirnya tetapi dengan Memeknya yg di oles-oles kan ke Mulut Ku. mmmhhhhooohhh Nanaiii. Harum Mewangin Nian Memek Mu Naaa..

    demikian Al kisah Awalku ber Eksibisi dan BerEksibisionis dengan Nana Adik IparKu tersayang.

  • Foto Bugil Kimmy Granger dengan rok mikro dan kaus kaki bikini top

    Foto Bugil Kimmy Granger dengan rok mikro dan kaus kaki bikini top


    3170 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang sexy pantat montok Kimmy Granger pakai rok mini dan bikini merah toketnya kecil sambil berpose disamping pintu menampilkan memeknya yang bulunya baru dicukur.

    Koleksi Foto Cewek Cewek Cantik, Foto Cewek Cantik Idaman Para Cowok, Foto Wanita Cantik Gambar, Foto Wantik Cantik Tersenyum Gambar, Kumpulan Foto Cewek Cantik Terbaru 2019, Foto Cewek Cantik dan Cewek Imut, Foto Terbaru Artis, Kumpulan Potret Perempuan Cantik Di Dunia, Koleksi Foto Gambar Cewek Cantik Terbaru 2019

  • Kisah Memek pacarku dan tukang ojek

    Kisah Memek pacarku dan tukang ojek


    3241 views

    Duniabola99.com – Aku berpacaran dgn Mila sejak duduk dibangku kelas 2 SMU sampai sekarang kuliah semester empat. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. Akhir-akhir ini aku merasa hubunganku dgnya terasa hambar. Aku sangat mencintainya, karena Mila sangat mengerti aku dan menerimaku apa adanya. Secara fisik tergolong “petite” kalau orang bule bilang. Tinggi badanya 160 cm sangat cocok wajahnya yg “babyface”. Kulitnya putih bersih, tubuhnya padat berisi dgn ukuran yg sangat ideal.


    Aku tak ingin hubunganku dgn Mila yg sudah kujalin hampir 3 tahun lebih ini putus begitu saja. Aku butuh Mila sebagai penyemangat hidupku, dan aku merasa Mila jg membutuhkan kasih sayangku karena dia hanya tinggal berdua dgn mamanya yg pengusaha furniture. Bisnis furniture mamanya sangat maju karena sudah sampai diekspor ke luar negeri. Konsekuensinya, sang mama harus sering meninggalkan Mila sendiri di rumah untuk mengontrol pabrik furniturenya di Jepara. Orangtuanya bercerai sejak Mila masih SD sehingga Mila sangat membutuhkan figur laki-laki dewasa, figur yg menurut Mila dia temukan pada diriku.

    Pada suatu weekend, seperti biasa aku meneleponnya untuk mengajak jalan-jalan.

    “Sayang, nanti malem kamu mau nggak nyobain restoran baru di Kemang?”

    “Duh Mila mau banget mas, tp tante Mila dari Semarang baru dateng nih. Mila musti nemenin dia, nggak enak soalnya mama kan lagi di Jepara”

    “Oh ya udah gak papa deh kalau gitu…”

    “Yaaa sayang, jangan marah ya, kamu mau ngapain dong sendirian?”

    “Gak papa sayang, aku di rumah aja kalau gitu nonton DVD”

    “Maap ya sayang, Mila janji deh nanti ketemu di kampus Mila kasih sejuta cium buat yayg Mila yg paling sabar sedunia”

    “Hehehehe janji yaa… Awas loh kalau ketemu aku tagih”

    “Hihihi iya sayang, ya udah aku nemenin tanteku lagi ya”

    “Oke sayang, kiss dulu mmmwah… love you”

    “Mmmmwah… love you too sayang”

    Telepon kututup dgn pelan. Tanganku meraih remote DVD dan menekan play. 15 menit aksi Bruce Wilis dalam Die Hard 4 tdk mampu mengusir rasa hampaku. Kumatikan televisi dan DVD. Kuputuskan untuk keluar saja jalan-jalan. Kuambil kunci Honda Jazz kesayanganku dan meluncurlah aku menuju entah kemana.

    Di tengah jalan, aku melewati toko kue langgananku. Aku teringat Mila dan kue kegemarannya, kue mangkok. Aku mendapat ide untuk membelikannya beberapa kue dan mengantarkannya sebagai surprise, hitung-hitung cari muka jg di depan tantenya hehehe… Setelah membeli selusin kue mangkok, akupun meluncur menuju rumah Mila. Mobilku sengaja kuparkir agak jauh supaya Mila tdk bisa mendengarnya, karena dia sudah hafal dgn suara mesin mobil kesayanganku.


    Sampai depan rumahnya, ada sebuah motor terparkir. Aku agak heran karena pagarnya tdk terkunci, padahal biasanya kalau mamanya sedang pergi keluar kota, Mila selalu menguncinya karena memang dia tinggal sendirian di rumah. Demi menjaga surprise, aku diam-diam masuk. Pintu depan rumahnya kutemukan terkunci. Aku tdk ingin mengetuk supaya tetap surprise. Aku berjalan ke samping rumahnya menuju jendela kamarnya. Semakin dekat aku mendengar suara-suara dari dalam kamarnya. Persis di depan jendela kamarnya, kusibakkan sedikit gordennya untuk mengintip. Apa yg kulihat kemudian membuat darahku menggelegak.

    Mila sedang di atas tempat tidurnya dalam keadaan telanjang bulat, dgn posisi menungging dan seorang lelaki jelas-jelas sedang menyetubuhinya dari belakang. Betapa terkejutnya aku, pacarku sedang disetubuhi orang dgn gaya doggy style. Jelas kulihat ekspresi muka Mila yg seperti menahan rasa puas dan sakit bersamaan. Tubuh seksi pacarku maju mundur terdorong oleh hentakan pinggang lelaki yg sedang menghunjamkan k0ntolnya ke dalam meqi Mila. Pinggul Mila dicengkeram erat oleh kedua tangan lelaki itu. Terlihat kontras sekali warna pantat putih Mila yg mulus beradu dgn pinggul lelaki yg berkulit coklat gelap itu. Aku mencoba pindah melihat dari sisi jendela satunya lagi. Sekarang dapat kulihat k0ntollelaki itu ternyata besar dan panjang sekali, sekitar 23 cm panjangnya, 4x lebih besar dari k0ntolku. Meqi Mila yg mungil ternyata mampu menampung k0ntol sebesar itu. K0ntol raksasa itu keluar masuk meqi pacarku dgn lancarnya, itu berarti Mila sudah sangat terangsang sampai becek meqinya.

    “Ouh ouh ouh enak banget bang… terus entot Mila bang”, ceracau Mila sambil terengah-engah penuh kenikmatan

    “Oooh si eneng meqinya rapet banget… abang kayak ngentot sama perawan”, lelaki itu dgn kurang ajarnya mengomentari meqi pacarku.

    “Ahh ahh ahhh… k0ntol abang sih gede banget… Aahhhh enak baaang” Mila menjawab dgn melenguh keenakan.

    Belum pernah kudengar Mila menggunakan kata-kata kasar seperti itu. Tak kusadari, k0ntolku sudah mengeras tertahan celana jeansku. Aku terangsang melihat pacarku disetubuhi orang, aku terangsang melihat meqi pacarku dihantam oleh k0ntol yg besar milik lelaki asing itu.


    “Owh bang terus bang, Mila mo keluar lagi bang…terus entot meqi Mila bang… ooh ooh….oooooooooooooooooh” Tubuh Mila mengejang tanda telah mencapai orgasme.

    Lelaki itu melepaskan cengkeramannya. Tubuh Mila terkulai lemas di kasur. Sekarang terlihat jelas k0ntol raksasa itu tegang hitam mengkilat berselaput cairan meqi pacarku.

    “Duh abang kuat banget sih, Mila udah empat kali keluar tp peler abang masih ngaceng aja” Mila meraih k0ntol besar lelaki itu dgn ekspresi muka penuh kepuasan.

    “Yah maklum neng, bini abang lagi hamil tua, abang udah 3 bulan lebih kagak ngewe. Mangkenye sekalinya ketemu meqi, si otong semangat juang empat lima dah” ucap lelaki itu dgn seringai kepuasan karena mampu membuat cewek secantik dan seseksi Mila melayang ke langit kenikmatan.

    “Uh Mila ngiri deh sama bininya abang, bisa ngerasain ngentot sehebat ini tiap hari” ucap Mila sembari mulai mengocok k0ntol besar itu.

    “Hehehe..” Lelaki itu terkekeh, “Bini abang mah kalau udah mulai cerewet, ntu brarti meqinya udah gatel minta ditancep neng.

    Hampir tiap malem dah die minta dientot mulu, kadang sampe pagi, mangkanye abang selalu ngojeknya siang”.

    Bangsat! Ternyata lelaki ini tukang ojek langganan Mila. Aku ingat Mila selalu bercerita kalau dia punya tukang ojek langganan yg selalu mengantarnya ketika aku sedang tdk bisa menjemputnya. Aku semakin terangsang memikirkan seorang tukang ojek berwajah kampungan berkulit coklat gelap yg sedang menyetubuhi pacarku Mila yg putih, cantik dan seksi


    “Neng, ayo dong mulai lagi… si otong udah ga sabar nih pengen ngebor” Tukang ojek itu rupanya tdk sabar ingin menyetubuhi lagi pacarku yg cantik.

    “Uuhhhhh si abang… tp Mila di bawah ya bang, kaki Mila lemes nih” Ucap Mila dgn senyum nakal menggodanya itu.

    “Ah tenang aja neng, si eneng tinggal ngangkang, trus rasain dah enaknya dientot kanjut abang” Tukang ojek itu berujar sambil bergerak ke atas tubuh molek Mila.

    “Mmmppphhh ayo bang masukin… entot lagi meqi Mila bang…” Mila melebarkan kedua kakinya, membuat meqinya yg sudah merah dan basah tepat berada di depan k0ntol besar sang tukang ojek.

    “Nih, neng rasain lagi titit abang yah” Tukang ojek itu kembali menancapkan k0ntol besarnya ke meqi Mila.

    “Ooooouuccchhh…..” Mila merintih antara sakit dan nikmat.

    “Eemmmhhhhhh…. oochhhh… tancep meqi Mila bang….occhhhh”

    Bless… bless…. Clekk Clekk Clekk … terdengar jelas k0ntol besar itu dgn lancarnya menembus meqi Mila yg sudah sangat basah. Mulut si tukang ojek dgn rakusnya menghisap-hisap toket Mila. Mila semakin melenguh tdk karuan.

    “Oocchhh… acchhhh….. isep toket Mila bang…. Entot meqi Mila…..oooh… ahhhh” Mila semakin meracau dan merintih.

    Selama 5 menit kemudian kulihat ranjang Mila ikut bergetar karena hunjaman pinggang si tukang ojek. Mata Mila tertutup dgn ekspresi menggigit bibir. Aku semakin terangsang hebat melihat pacarku sedang terbaring pasrah disetubuhi tukang ojek kampungan itu. Tak tahan lagi kubuka retsleting celana jinsku dan kukeluarkan k0ntolku. Aku bermasturbasi sambil menyaksikan pacarku yg cantik disetubuhi seorang tukang ojek berk0ntol besar.

    Tanpa kusadari, aku mulai menikmati pemandangan meqi pacarku yg sedang dibor k0ntol berukuran besar tersebut. Tak membutuhkan waktu lama bagiku untuk mencapai ejakulasi. Akupun menumpahkan spermaku ke dinding luar kamar pacarku sendiri. Sungguh aneh, pacarku sedang disetubuhi orang lain sedangkan aku hanya bisa bermasturbasi sambil menonton mereka memadu birahi.


    “Oooh neng… abang mau keluar nih neng…” Rupanya tukang ojek itu sudah hampir mencapai klimaksnya.

    “Oooh terus bang…Mila jg mau keluar lagi bang….oohhhh ahhhh…auhhhh…”Mila memeluk erat punggung tukang ojek itu seperti tdk rela melepasnya.

    “Ooohhh… bentar neng abang cabut ya…. Aaahhhh…. Abang keluarin di luar biar eneng nggak hamil…”

    “Jangan bang…ohhhh…aahhhh… jangan dicabut…aaahhh…. Terus entot Mila bang….keluarin di dalem aja sama-sama ya bang…ahhhh…oooh” Mila memeluk erat punggung tukang ojek itu, tdk rela berhenti disetubuhinya.

    “Oooooooooh Mila keluar lagi baaaaaang….ahhhh”

    “Ooohhh…iya neng…auuhhhh….abang keluar nih neng…. AAAAAAaahhhhhh” Tubuh tukang ojek itu menegang dgn k0ntol besarnya yg masih tertancap di meqi pacarku, menumpahkan spermanya langsung ke rahim Mila.

    Selama 10 detik kulihat si tukang ojek orgasme mengucurkan benihnya ke meqi pacar kesayanganku.

    Pelan-pelan tukang ojek itu memutar badannya. PLOP! Suara k0ntol besar yg tercabut itu jelas terdengar. Cairan putih kental mengalir pelan keluar dari meqi pacarku. Rupanya banyak sekali sperma yg dikeluarkannya sampai luber. Dua manusia itu terbaring lemas setelah mencapai puncak birahi.

  • Kisah Memek Deris Lesbianku

    Kisah Memek Deris Lesbianku


    2349 views


    Awal mula aku melakukan hubungan sexs sesama jenis yitu dengan ibu kosku, dia bernama Tante Asih, suaminya seorang pedagang yang sering keluar kota. Dan akibat dari pengalaman bercinta dengannya aku mendapat pelayanan istimewa dari Ibu Kosku. tetapi aku tak ingin menjadi lesbian sejati, sehingga aku sering menolak bila diajak bercinta dengannya, walaupun Tante Asih sering merayuku tetapi aku dapat menolaknya dengan cara yang halus, dengan alasan ada laporan yang harus kukumpulkan besok, atau ada test esok hari sehingga aku harus konsentrasi belajar, semula aku ada niat untuk pindah kos tetapi Tante Maria memohon agar aku tidak pindah kos dengan syarat aku tidak diganggu lagi olehnya, dan ia pun setuju. Sehingga walaupun aku pernah bercinta dengannya seperti seorang suami istri tetapi aku tak ingin jatuh cinta kepadanya, kadang aku kasihan kepadanya bila ia sangat memerlukanku tetapi aku harus seolah tidak memperdulikannya. Kadang aku heran juga dengan sikapnya ketika suaminya pulang kerumah mereka seakan tidak akur, sehingga mereka berada pada kamar yang terpisah.

    Pada suatu hari ketika aku pulang malam hari setelah menonton bioskop dengan teman priaku, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, karena aku mempunyai kunci sendiri maka aku membuka pintu depan, suasana amat sepi lampu depan sudah padam, kulihat lampu menyala dari balik pintu kamar kos pramugari itu,

    “ Rupanya dia sudah datang ,” gumamku, aku langsung menuju kamarku yang letaknya bersebelahan dengan kamar pramugari itu. aku bersihkan wajahku dan berganti pakaian dengan baju piyamaku, lalu aku menuju ke pembaringan, tiba-tiba terdengar rintihan-rintihan yang aneh dari kamar sebelah. Aku jadi penasaran karena suara itu sempat membuatku takut, kucoba memberanikan diri untuk mengintip kamar sebelah karena kebetulan ada celah udara antara kamarku dengan kamar pramugari itu, walaupun ditutup triplek aku mencoba untuk melobanginya, kuambil meja agar aku dapat menjangkau lubang udara yang tertutup triplek itu.


    Kemudian pelan-pelan kutusukan gunting tajam agar triplek itu berlobang, betapa terkejutnya aku ketika kulihat pemandangan di kamar sebelahku. Aku melihat Tante Asih menindih seorang wanita yang kelihatan lebih tinggi, berkulit putih, dan berambut panjang, mereka berdua dalam keadaan bugil, lampu kamarnya tidak dipadamkan sehingga aku dapat melihat jelas Tante Asih sedang berciuman bibir dengan wanita itu yang mungkin pramugari itu. Ketika Tante Asih menciumi lehernya, aku dapat melihat wajah pramugari itu, dan ia sangat cantik wajahnya bersih dan mempunyai ciri khas seorang keturunan ningrat. Ternyata pramugari itu juga terkena rayuan Tante Asih, Dia memang sangat mahir membuat wanita takluk kepadanya, dengan sangat hati-hati Tante Asih menjilati leher dan turun terus ke bawah. Bibir pramugari itu menganga dan mengeluarkan desahan-desahan birahi yang khas, wajahnya memerah dan matanya tertutup sayu menikmati kebuasan Tante Asih menikmati tubuhnya itu. Tanganya mulai memilih puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya menggigit kecil puting payudara sebelahnya. Tiba-tiba Jantungku berdetak sangat kencang sekali menikmati adegan itu, belum pernah aku melihat adegan lesbianisme secara langsung, walaupun aku pernah merasakannya. Dan ini membuat libidiku naik tinggi sekali, aku tak tahan berdiri lama, kakiku gemetaran, lalu aku turun dari meja tempat aku berpijak, walau aku masih ingin menyaksikan adegan mereka berdua.

    Jantungkupun berdebar tidak karuan. Entah mengapa aku juga ingin mengalami seperti yang mereka lakukan. Lalu jariku kuarahkan keliang vaginaku, dan kuraba klitorisku, seiring erangan-erangan dari kamar sebelah aku bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku dan tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku dan aku membayangkan juga wajah cantik pramugari itu menciumiku, dan tak terasa cairan membasahi tanganku, walaupun aku belum orgasme tapi tiba-tiba semua gelap dan ketika kubuka mataku, matahari pagi sudah bersinar sangat terang.
    Kemudian akupun mandi membersihkan diriku, karena tadi malam aku tidak sempat membersihkan diriku. Aku keluar kamar dan kulihat mereka berdua sedang bercanda di sofa. Ketika aku datang mereka berdua diam seolah kaget dengan kehadiranku. Tante Asih memperkenalkan pramugari itu kepadaku,
    “ Sevi sini!!! Kenalin ini pramugari yang tinggal disebelah kamarmu.”
    Kusodorknlh tanganku kepadanya untuk berjabat tangan.
    “ Hey, cantik namaku kenalin namaku Deris, aku sudah tahu namamu dari Ibu Kos, semoga kita dapat menjadi teman yang baik ya.” Ujarnya padaku.


    Kulihat sinar matanya sangat agresif kepadaku, wajahnya memang sangat cantik, membuatku terpesona sekaligus iri kepadanya, ia memang sempurna. Aku menjawab dengan antusias juga,
    “ Hey juga kak, kamu juga cantik sekali, baru pulang tadi malam ya.” Jawabku.
    Diapun mengangguk kepala saja, aku tak tahu apa lagi yang diceritakan Tante Anis kepadanya tentang diriku, tapi aku tak peduli kami beranjak ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia semua masakan yang dihidangkan oleh Tante Anis, kami bertiga makan bersama. Kurasakan ia sering melirikku walaupun aku juga sesekali meliriknya, entah mengapa dadaku bergetar ketika tatapanku beradu dengan tatapannya.
    Tiba-tiba Tante Anis memecahkan kesunyian,

    “ Hari ini Tante harus menjenguk saudara Tante yang sakit, kalau ada telepon untuk Tante atau dari suami Tante, tolong katakan Tante ke rumah Tante Rosa ya.” Pesan tante anis kepada kami.
    Kami berdua mengangguk tanda mengerti, dan selang beberapa menit kemudian Tante Anis pergi menuju rumah saudaranya. Dan tinggallah aku dan Vera sang pramugari itu, untuk memulai pembicaraan aku mengajukan pertanyaan kepadanya,

    “ Kak Deris udah lama ya kos di tempat tante Anis.” Tanyaku pada Kak Deris.
    “ Belum terlalu lama juga kog sev, baru setahun, tapi aku sering bepergian, asalku sendiri dari kota “Y”, aku kos disini hanya untuk beristirahat bila perusahaan mengharuskan aku untuk menunggu shift disini.” Jawb kak Deris padaku.

    Aku mengamati gaya bicaranya yang lemah lembut menunjukan ciri khas daerahnya, tubuhnya tinggi semampai. Dari percakapan kami, kutahu ia baru berumur 25 tahun. Tiba-tiba dia menanyakan hubunganku dengan Tante Anis. Aku sempat kaget tetapi kucoba menenangkan diriku bahwa Tante Anis sangat baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku tidak berhenti disitu saja, karena Pramugari itu mengakui hubungannya dengan Tante Anis sudah merupakan hubungan percintaan.Aku pura-pura kaget,
    “ Hahhh… Bagaimana mungkin kakak bercinta dengannya, apakah kakak seorang lesbian,” ktaku dengan berpura-pura polos.


    “ Hufttttttttttt…. entahlah Sev, Selama ini aku tak pernah berhasil menjalani hubungan dengan beberapa pria, aku sering dikhianati pria, aku berusaha kuat, dan ketika kos disini aku dapat merasakan kenyamanan dengan Tante Anis, walaupun Tante Anis bukan yang pertama bagiku, karena aku pertama kali bercinta dengan wanita yaitu dengan seniorku.” Jawabny padaku.
    kjKini aku baru mengerti rahasianya, tetapi mengapa ia mau membocorkan rahasianya kepadaku aku masih belum mengerti, sehingga aku mencoba bertanya kepadanya,
    “ Kog kak Deris membocorkan rahasia kakak kepadaku.” Tanyaku padanya.
    “ Aku membocorkn rahasiku kepadamu, karena aku mempercayaimu, aku ingin kamu lebih dari seorang sahabat denganku.” Ujarny padaku.

    Aku sedikit kaget walaupun aku tahu isyarat itu, aku tahu ia ingin tidur denganku, tetapi dengan Vera sangat berbeda karena aku juga ingin tidur dengannya. Aku tertunduk dan berpikir untuk menjawabnya, tetapi tiba-tiba tangan kanannya sudah menyentuh daguku. Dia tersenyum sangat manis sekali, aku membalas senyumannya. Lalu bibirnya mendekat ke bibirku dan aku menunggu saat bibirnya menyentuhku, begitu bibirnya menyentuh bibirku aku rasakan hangat dan basah, aku membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yang sedkit kering, sementara bibirku juga merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya memasuki rongga mulutku dan kami seperti saling memakan satu sama lain. Sementara aku fokus kepada pagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksabaju kaosku, bahkan ia merobek baju kaosku. Walau terkejut tapi kubiarkan ia melakukan semuanya, dan aku membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sebentar karena dasternya yang kubuka harus dibuka melewati wajahnya.

    Kulihat Bra hitam yang menopang payudaranya yang lumayan besar, hampir seukuran denganku tetapi payudaranya lebih besar. Ketika ia mendongakkan kepalanya tanpa menunggu, aku cium leher jenjangnya yang sexy, sementara tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Aku sangat bernafsu saat itu aku ingin juga merasakan kedua puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya dan tersembul putingnya merah muda tampak menegang, dengan cepat kukulum putingnya yang segar itu. Kudengar ia melenguh kencang seperti seekor sapi, tapi lenguhan itu sangat indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk tubuhnya, baru kurasakan saat ini seperti seorang pria, dan aku mulai tak dapat menahan diriku lalu kurebahkan Kak Deris di sofa itu. Kujilati semua bagian tubuhnya, kulepas celana dalamnya dan lidahku mulai memainkan perannya seperti yang diajarkan Tante Anis kepadaku. Entah karena nafsuku yang menggebu sehingga aku tidak jijik untuk menjilati semua bagian analnya. Sementara tubuhnya menegang dan Deris menjambak rambutku, dia seperti menahan kekuatan dasyat yang melingkupinya.


    Ketika aku sedang asyik Menjelajahi tubuh Kak Deris, tiba-tiba pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, tiba-tiba Tante Anispun sudah berdiri di depan pintu. Aku agak kaget tetapi matanya terbelalak melihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya dan tanpa basa-basi ia membuka semua baju yang dikenakannya, lalu menghampiri Deris yang terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, lalu dijilatinya leher Deris secara membabi buta, dan tanggannya yang satu mencoba meraihku. Aku tahu maksud Tante Anis, kudekatkan wajahku kepadanya, tiba-tiba wajahnya beralih ke wajahku dan bibirnya menciumi bibirku. aku membalasnya, dan Kak Deris mencoba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Kak Deris. Aku benar-benar merasakan sensasi yang luar biasa kami bercinta bertiga. Untung waktu itu hujan mulai datang sehingga lingkungan mulai berubah menjadi dingin, dan keadaan mulai temaram. Kak Derispun kini melampiaskan nafsunya menjarah dan menikmati tubuhku, sementara aku berciuman dengan Tante Anis. Kak Deris mulai menghisap klitorisku, aku tak tahu perasaan apa pada saat itu. Setelah mulut Tante Anis meluncur ke leherku aku berteriak keras seakan tak peduli ada yang mendengar suaraku. Aku sangat tergetar secara jiwa dan raga oleh kenikmatan sensasi saat itu.

    Tibalah giliranku yang dibaringkan di sofa, dan Kak Deris masih mengoral klitorisku, sementara Tante Anis memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Anis yang sedikit kusut di makan usia, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Kak Deris menjelejah pahaku dan lidah Tante Anis mulai menjelajah bagian sensitifku. Dibukalah Pahaku lebar oleh Kak Deris, sementara Tante Anis mengulangi apa yang telah dilakukan Kak Deris tadi, dan kini Kak Deris berdiri dan kulihat ia menikmati tubuh Tante Anis. Dijilatinya punggung Tante Anis yang menindihku dengan posisi 69, dan Kak Deris menelusuri tubuh Tante Maria. Tetapi kemudian ia menatapku dan dalam keadaan setengah terbuai oleh kenikmatan lidah Tante Anis. Kak Deris menciumi bibirku dan aku membalasnya juga, hingga tak terasa kami berjatuhan dilantai yang dingin. Aku sangat lelah sekali dikeroyok oleh mereka berdua, sehingga aku mulai pasif. Tetapi mereka masih sangat agresif sekali, seperti tidak kehabisan akal Kak Deris mengangkatku dan mendudukan tubuhku di kedua pahanya, aku hanya pasrah. Sementara dari belakang Tante Anis menciumi leherku yang berkeringat, dan Kak Deris dalam posisi berhadapan denganku, ia menikmatiku, menjilati leherku, dan mengulum payudaraku.


    Sementara tangan mereka berdua menggerayangi seluruh tubuhku, sedangkan tanganku kulingkarkan kebelakang untuk menjangkau rambut Tante Anis yang menciumi tengkuk dan seluruh punggungku.
    Entah berapa banyak rintihan dan erangan yang keluar dari mulutku, tetapi seakan mereka makin buas melahap diriku. Akhirnya aku menyerah kalah aku tak kuat lagi menahan segalanya aku jatuh tertidur, tetapi sebelum aku jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih saling menghamburkan gairahnya. Saat aku terbangun adalah ketika kudengar dentang bel jam berbunyi dua kali, ternyata sudah jam dua malam hari. Masih kurasakan dinginnya lantai dan hangatnya kedua tubuh wanita yang tertidur disampingku. Aku mencoba untuk duduk, kulihat sekelilingku sangat gelap karena tidak ada yang menyalakan lampu, dan kucoba berdiri untuk menyalakan semua lampu. Kulihat baju berserakan dimana-mana, dan tubuh telanjang dua wanita masih terbuai lemas dan tak berdaya. Kuambilkan selimut untuk mereka berdua dan aku sendiri melanjutkan tidurku di lantai bersama mereka. Kulihat wajah cantik Kak Deris, dan wajah anggun Tante Anis, dan aku peluk mereka berdua hingga sinar matahari datang menyelinap di kamar itu.

    Datanglah Pagi hari dan aku harus kembali pergi kuliah, tetapi ketika mandi seseorang mengetuk pintu kamar mandi dan ketika kubuka ternyata Kak Deris dan Tante Anis. Mereka masuk dan di dalam kamar mandi kami melakukan lagi pesta seks ala lesbi. Kini Kak Deris yang dijadikan pusat eksplotasi, seperti biasanya Tante Anis menggarap dari belakang dan aku menggarap Kak Deris dari depan. Semua dilakukan dalam posisi berdiri. Tubuh Vera yang tinggi semampai membuat aku tak lama-lama untuk berciuman dengannya aku lebih memfokuskan untuk melahap buah dadanya yang besar itu. Sementara tangan Tante Anis membelai-belai daerah sensitif Kak Deris. Dan tanganku menikmati lekuk tubuh Kak Deris yang memang sangat aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami Tante Anis yang memang berukuran besar, sehingga kami bertiga bebas untuk berguling, dan melakukan semua kepuasan yang ingin kami rengkuh. Hingga pada hari itu aku benar-benar membolos masuk kuliah.

    Hari demi haripun berlalu dan kami bertiga melakukan secara berganti-ganti. Ketika Kak Deris belum bertugas aku lebih banyak bercinta dengan Kak Deris, tetapi setelah seminggu Kak Deris kembali bertugas ada ketakutan kehilangan akan dia. Mungkin aku sudah jatuh cinta dengan nya, dan dia pun merasa begitu. Malam sebelum Kak Deris bertugas aku dan Dia menyewa kamar hotel berbintang dan kami melampiaskan perasaan kami dan benar-benar tanpa nafsu. Aku dan Dia telah menjadi kekasih sesama jenis. Malam itu seperti malam pertama bagiku dan bagi Kak Deris, tanpa ada gangguan dari Tante Maria. Kami bercinta seperti perkelahian macan yang lapar akan kasih sayang, dan setelah malam itu Dia bertugas di perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.


    Aku tidk tahu mengapa kepergiannya ke bandara sempat membuatku menitikan air mata, dan mungkin aku telah menjadi lesbian. Karena Kak Deris membuat hatiku dipenuhi kerinduan akan dirinya, dan aku masih menunggu Kak Deris di kos Tante Anis. Walaupun aku selalu menolak untuk bercinta dengan Tante Anis, tetapi saat pembayaran kos, Tante Anis tak mau dibayar dengan uang tetapi dengan kehangatan tubuhku di ranjang. Sehingga setiap satu bulan sekali aku melayaninya dengan senang hati walaupun kini aku mulai melirik wanita lainnya.

  • Foto Ngentot Gadis sekolah nakal Amirah Adara dengan pria bertopeng

    Foto Ngentot Gadis sekolah nakal Amirah Adara dengan pria bertopeng


    2170 views

    Duniabola99.com – foto cewek sekolahan dientot oleh pria bertopeng dan memiliki kontol yang gede dan hitam.

  • Riley Reid Gets Her Tight Pussy pounded

    Riley Reid Gets Her Tight Pussy pounded


    2319 views

  • Video Bokep Mai Kamio toket gede dan pantat bahenol hingga memek becek oleh kontol gede

    Video Bokep Mai Kamio toket gede dan pantat bahenol hingga memek becek oleh kontol gede


    2536 views

  • Akubi Yumemi cantik sangat becek ngentot anal threesome

    Akubi Yumemi cantik sangat becek ngentot anal threesome


    2528 views

  • Luna Ruiz ngentot romantis dengan pacarnya di ruangan penuh lilin

    Luna Ruiz ngentot romantis dengan pacarnya di ruangan penuh lilin


    2124 views

  • Video bokep Kate England menggoda pacarnya dari balik jendela

    Video bokep Kate England menggoda pacarnya dari balik jendela


    2705 views

    Agen Joker123

  • Kisah Memek Dosen Killer

    Kisah Memek Dosen Killer


    3075 views

    Duniabola99.com – Aku seorang laki-laki yg dilahirkan di kota Pekan baru di provinsi sumatera, kota yg panas karena terletak di dataran rendah. Selain tinggi tubuh seukuran orang-orang bule, kata kawanku wajahku lumayan. Mereka bilang Aku hitam manis. Sebagai laki-laki, bokep, Aku juga bangga karena ketika SMA dulu Aku banyak memiliki kawan-kawan wanita.

    Walaupun Aku sendiri tak ada yg tertarik satupun di antara mereka. Mengenang ketika-ketika dulu Aku kasertag tersenyum sendiri, karena walo bagaimanapun kenangan adalah sesuatu yg berharga dalam diri kita. Apalagi kenangan manis.

    Aku mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di kota S, mengambil jurusan ilmu perhotelan. Tapi para pembaca, sampai ketika ini pun Aku masih belom bisa menyelesaikan studiku hanya gara-gara satu mata kuliah saja yg belom lulus, yaitu mata kuliah yg berhubugan dgn hitung berhitung. Walopun sudah kuambil selama empat semester, tapi hasilnya belom lulus juga. Untuk mata kuliah yg lain Aku bisa menyelesaikannya, tapi untuk mata kuliah yg satu ini Aku benar-benar merasa kesulitan. Joker138

    “Coba saja dirimu konsultasi kepada dosen pembimbing akademis..,” kata kawanku Andi ketika kita berdua sesertag duduk-duduk dalam kamar kost.
    “Sudah, Di. Tapi beliau juga lepas tangan dgn masalahku ini.
    Kata beliau ini ditentukan oleh dirimu sendiri.” Kata Aku sambil menghisap rokok dalam-dalam.

    “Benar juga apa yg dikatakan beliau, Gi, semua ditentukan dari dirimu sendiri.” sahut Andi sambil termangu, tangannya sibuk memainkan korek api di depannya.

    Lama kita sibuk tenggelam dalam pikiran kita masing-masing, sampai akhirnya Andi berkata,

    “Gini saja, Gi, dirimu langsung saja menghadap dosen mata kuliah itu, ceritakan kesulitanmu, mungkin beliau mau membantu.” kata Andi.

    Mendengar perkataan Andi, seketika Aku langsung teringat dgn dosen mata kuliah yg menyebalkan itu. Namanya Ibu Miska, umurnya kira-kira 35 tahun.

    Orangnya lumayan cantik, juga seksi, tapi banyak kawanku begitu juga Aku mengatakan Ibu Miska adalah dosen killer, banyak kawanku yg dibuat sebal olehnya. Maklum saja Ibu Miska belom berkeluarga alias masih sendiri, wanita yg masih sendiri mudah tersinggung serta sensitif.


    “Waduh, Di, bagaimana bisa, dia dosen killer di kampus kita..,” Kata Aku bimbang.
    “Iya sih, tapi walo bagaimanapun dirimu harus berterus terang mengenai kesulitanmu, bicaralah baik-baik, masa beliau tak mau membantu..,” kata Andi memberi saran.

    Aku terdiam sejenak, berbagai pertimbangan muncul di kepala Aku. Dikejar-kejar ketika, pesan orang tua, dosen wanita yg killer.

    Akhirnya Aku berkata, “Baiklah Di, akan kucoba, besok Aku akan menghadap beliau di kampus.”
    “Nah begitu dong, segala sesuatu harus dicoba dulu,” sahut Andi sambil menepuk-nepuk pundakku.

    Siang itu Aku sudah duduk di kantin kampus dgn segelas es teh di depanku serta sebatang rokok yg menyala di tanganku. Sebelom bertemu Ibu Miska Aku sengaja bersantai dulu, karena bagaimanapun nanti Aku akan gugup menghadapinya, Aku akan menenangkan diri dulu beberapa ketika. Tanpa Aku sadari, tiba-tiba Andi sudah berdiri di belakangku sambil menepuk pundakku, seketika Aku kaget dibuatnya.

    “Ayo Chris, sekarang ketikanya. Bu Miska kulihat tadi sesertag menuju ke ruangannya, mumpung sekarang tak mengajar, temuilah beliau..!” bisik Andi di telingAku.
    “Oke-oke..,” Kata Aku singkat sambil berdiri, menghabiskan sisa es teh terakhir, kubuang rokok yg tersisa sedikit, kuambil permen dalam saku Aku, kutarik dalam-dalam nafasku. Aku langsung melangkahkan kaki. “Kalau begitu Aku duluan ya, Chris.

    Sampai ketemu di kost,” sahut Andi sambil meninggalkanku.

    Aku hanya bisa melambaikan tangan saja, karena pikiranku masih berkecamuk bimbang, bagaimana Aku harus menghadapai Ibu Miska, dosen killer yg masih sendiri itu.

    Perlahan Aku berjalan menyusupi lorong kampus, suasana sangat lengang ketika itu, maklum hari Sabtu, banyak mahasiswa yg meliburkan diri, lagipula kalau saja Aku tak mengalami masalah ini lebih baik Aku tidur-tiduran saja di kamar kost, ngobrol dgn kawan. Hanya karena masalah ini Aku harus bersusah-susah menemui Bu Miska, untuk bisa membantuku dalam masalah ini.

    Kulihat pintu di ujung lorong. Memang ruangan Bu Miska terletak di pojok ruangan, sehingga tak ada orang lewat simpang siur di depan ruangannya. Kelihatan sekali keadaan yg sepi.

    Pikirku,
    “Mungkin saja wanita yg belom bersuami inginnya menyendiri saja.” Perlahan-lahan kuketuk pintu, seketika kemudian terdengar suara dari dalam,

    “Masuk..!”

    Aku langsung masuk, kulihat Bu Miska sesertag duduk di belakang mejanya sambil membuka-buka map. Kutup pintu pelan-pelan. Kulihat Bu Miska memansertagku sambil tersenyum, sesaat Aku tak menygka beliau tersenyum ramah padAku. Sedikit demi sedikit Aku mulai bisa merasa tenang, walopun masih ada sedikit rasa gugup di hatiku.

    “Silakan duduk, apa yg bisa Ibu bantu..?” Bu Miska langsung mempersilakan Aku duduk,

    Seketika Aku terpesona oleh kecantikannya. Bagaimana mungkin dosen yg begitu cantik serta anggun menbisa julukan dosen killer. Kutarik kursi pelan-pelan, kemudian Aku duduk.

    “Oke, Bertho, ada apa ke sini, ada yg bisa Ibu bantu..?” sekali lagi Bu Miska menanyakan hal itu kepada Aku dgn senyumnya yg masih mengembang.

    Perlahan-lahan kuceritakan masalahku kepada Bu Miska, mulai dari keinginan orangtua yg ingin Aku agak cepat menyelesaikan studiku, sampai ke mata kuliah yg ketika ini Aku belom bisa menyelesaikannya.

    Kulihat Bu Miska dgn tekun mendengarkan cerita Aku sambil sesekali tersenyum kepada Aku. Melihat keadaan yg demikian Aku bertambah semangat bercerita, sampai pada akhirnya dgn spontan Aku berkata,

    “Apa saja akan kulakukan Bu Miska, untuk bisa menyelesaikan mata kuliah ini. Mungkin suatu ketika membantu Ibu membersihkan rumah, contohnya mencuci piring, mengepel, atau yah, katakanlah mencuci baju pun Aku akan melAkukannya demi agar mata kuliah ini bisa aku selesaikan. Aku mohon sekali, berikanlah keringanan nilai mata kuliah Ibu pada aku.”


    Mendengar kejujuran serta perkataanku yg polos itu, kulihat Bu Miska tertawa kecil sambil berdiri menghampiriku, tawa kecil yg kelihatan misterius, dimana Aku tak bisa mengerti apa maksudnya.

    “Apa saja Bertho..?” kata Bu Miska seakan menegaskan perkataanku tadi yg secara spontan keluar dari mulutku tadi dgn nada bertanya.

    “Apa saja Bu..!” kutegaskan sekali lagi perkataanku dgn spontan.

    Seketika kemudian tanpa kusadari Bu Miska sudah berdiri di belakangku, ketika itu Aku masih duduk di kursi sambil termenung. Sejenak Bu Miska memegang pundakku sambil berbisik di telingAku.

    “Apa saja kan Bertho..?” Aku mengangguk sambil menunduk,

    Ketika itu Aku belom menyadari apa yg akan terjadi. Tiba-tiba saja dari arah belakang, Bu Miska sudah menghujani pipiku dgn ciuman-ciuman lembut, sebelom sempat Aku tersadar apa yg akan terjadi. Bu Miska tiba-tiba saja sudah duduk di pangkuanku, merangkul kepala aku, kemudian melumatkan bibirnya ke bibirku. Ketika itu Aku tak tahu apa yg harus kulakukan, seketika kedua tangan Bu Miska memegang kedua tanganku, kemudian meremas-remaskan ke buah dadanya yg sudah mulai mengencang. Aku tersadar, kulepaskan mulutku dari mulutnya.

    “Bu, haruskah kita..” Sebelom Aku menyelesaikan ucapanku, telunjuk Bu Miska sudah menempel di bibirku, seakan menyuruhku untuk diam.

    “Sudahlah Bertho, inilah yg Ibu inginkan..” Setelah berkata begitu, kembali Bu Miska melumat bibirku dgn lembut, sambil membimbing kedua tanganku untuk tetap meremas-remas buah dadanya yg montok karena sudah mengencang.

    Akhirnya timbul hasrat kelelakianku yg normal, seakan terhipnotis oleh reaksi Bu Miska yg menggairahkan serta ucapannya yg begitu pasrah, kita berdua tenggelam dalam hasrat seks yg sangat menggebu-gebu serta panas.

    Aku membalas melumat bibirnya yg indah merekah sambil kedua tanganku terus meremas-remas kedua buah dadanya yg masih tertutup oleh baju itu tanpa harus dibimbing lagi.

    Tangan Bu Miska turun ke bawah perutku, kemudian mengusap-usap kemaluanku yg sudah mengencang hebat. Dilanjutkan kemudian satu-persatu kancing-kancing bajuku dibuka oleh Bu Miska, secara reflek pula Aku mulai membuka satu-persatu kancing baju Bu Miska sambil terus bibirku melumat bibirnya.

    Setelah bisa membuka bajunya, begitu pula dgn bajuku yg sudah terlepas, gairah kita semakin memuncak, kulihat kedua buah dada Bu Miska yg memakai BH itu mengencang, buah dadanya menyembul indah di antara BH-nya.


    Kuciumi kedua buah dada itu, kulumat belahannya, buah dada yg putih serta indah. Kudengar suara Bu Miska yg mendesah-desah merasakan kenikmatan yg kuberikan. Kedua tangan Bu Miska mengelus-elus dada Aku yg bisertag. Lama Aku menciumi serta melumat kedua buah dadanya dgn kedua tanganku yg sesekali meremas-remas serta mengusap-usap buah dada serta perutnya.

    Akhirnya kuraba tali pengait BH di punggungnya, kulepaskan kancingnya, setelah lepas kubuang BH ke samping. Ketika itu Aku benar-benar bisa melihat dgn utuh kedua buah dada yg mulus, putih serta mengencang hebat, menonjol serasi di dadanya. Kulumat putingnya dgn mulutku sambil tanganku meremas-remas buah dadanya yg lain.

    Puting yg menonjol indah itu kukulum dgn penuh gairah, terdengar desahan nafas Bu Miska yg semakin menggebu-gebu.

    Oh.., oh.., Bertho.. teruskan.., teruskan Bertho..!” desah Bu Miska dgn pasrah serta memelas.

    Melihat kondisi seperti itu, kejantananku semakin memuncak. Dgn penuh gairah yg mengebu-gebu, kedua puting Bu Miska kukulum bergantian sambil kedua tanganku mengusap-usap punggungnya, kedua puting yg menonjol tepat di wajahku. Buah dada yg mengencang keras. Lama Aku melakukannya, sampai akhirnya sambil berbisik Bu Miska berkata, Agen Joker138

    “Angkat Aku ke atas meja Bertho.., ayo angkat Aku..!”

    Spontan kubopong tubuh Bu Miska ke arah meja, kududukkan, kemudian dgn reflek Aku menyingkirkan barang-barang di atas meja. Map, buku, pulpen, kertas-kertas, semua kujatuhkan ke lantai dgn cepat, untung lantainya memakai karpet, sehingga suara yg ditimbulkan tak terkemudian keras.

    Masih dalam keadaan duduk di atas meja serta Aku berdiri di depannya, tangan Bu Miska langsung meraba sabukku, membuka pengaitnya, kemudian membuka celana Aku serta menjatuhkannya ke bawah. Serta-merta Aku segera membuka celana dalamku, serta melemparkannya ke samping. Kulihat Bu Miska tersenyum serta berkata lirih,

    “Oh.. Bertho.., betapa jantannya dirimu.. kemaluanmu begitu panjang serta besar..

    Oh.. Bertho, Aku sudah tak tahan lagi untuk merasakannya.” Aku tersenyum juga, kuperhatikan tubuh Bu Miska yg setengah bugil itu.

    Kemudian sambil kurebahkan tubuhnya di atas meja dgn posisi Aku berdiri di antara kedua pahanya yg telentang dgn rok yg tersibak sehingga kelihatan pahanya yg putih mulus, kuciumi buah dadanya, kulumat putingnya dgn penuh gairah, sambil tanganku bergerilya di antara pahanya.

    Aku memang menginginkan pemanasan ini agak lama, kurasakan tubuh kita yg berkeringat karena gairah yg timbul di antara Aku serta Bu Miska. Kutelusuri tubuh Bu Miska yg setengah bugil serta telentang itu mulai dari perut, kemudian kedua buah dadanya yg montok, kemudian leher. Kudengar desahan-desahan serta rintihan-rintihan pasrah dari mulut Bu Miska.

    Sampai ketika Bu Miska menyuruhku untuk membuka roknya, perlahan-lahan kubuka kancing pengait rok Bu Miska, kubuka restletingnya, kemudian kuturunkan roknya, kemudian kujatuhkan ke bawah. Setelah itu kubuka serta kuturunkan juga celana dalamnya.

    Seketika hasrat kelelakianku semakin menggebu-gebu demi melihat tubuh Bu Miska yg sudah bugil bulat, tubuh yg indah serta seksi, dgn gundukan daging di antara pahanya yg ditutupi oleh rambut yg begitu rimbun. Terdengar Bu Miska berkata pasrah,

    “Ayolah Bertho.., apa yg kau tunggu..? Ibu sudah tak tahan lagi.”

    Kurasakan tangan Bu Miska menggenggam kemaluanku, menariknya untuk lebih mendekat di antara pahanya. Aku mengikuti kemauan Bu Miska yg sudah memuncak itu, perlahan tapi pasti kumasukkan kemaluanku yg sudah mengencang keras layaknya milik kuda perkasa itu ke dalam kemaluan Bu Miska.

    Kurasakan milik Bu Miska yg masih agak sempit. Akhirnya setelah sedikit bersusah payah, seluruh batang kemaluanku amblas ke dalam kemaluan Bu Miska. Terdengar Bu Miska merintih serta mendesah,

    Oh.., oh.., Bertho.. terus Bertho.. jangan lepaskan Bertho.. Aku mohon..!

    ” Tanpa pikir panjang lagi disertai hasratku yg sudah menggebu-gebu, kugerakkan kedua pantatku maju-mundur dgn posisi Bu Miska yg telentang di atas meja serta Aku berdiri di antara kedua pahanya.


    Mula-mula teratur, seirama dgn goygan-goygan pantat Bu Miska. Sering kudengar rintihan-rintihan serta desahan Bu Miska karena menahan kenikmatan yg amat sangat. Begitu juga Aku, kuciumi serta kulumat kedua buah dada Bu Miska dgn mulutku. Kurasakan kedua tangan Bu Miska meremas-remas rambutku sambil sesekali merintih,

    “Oh.. Bertho.. oh.. Bertho.. jangan lepaskan Bertho, kumohon..!”

    Mendengar rintihan Bu Miska, gairahku semakin memuncak, goyganku bertambah ganas, kugerakkan kedua pantatku maju-mundur semakin cepat. Terdengar lagi suara Bu Miska merintih,

    “Oh.. Bertho.. dirimu memang perkasa.., kau memang jantan.. Bertho..
    Aku mulai keluar.. oh..!”
    “Ayolah Bu.., ayolah kita mencapai puncak bersama-sama, Aku juga sudah tak tahan lagi,” keluhku.

    Setelah berkata begitu, kurasakan tubuhku serta tubuh Bu Miska mengejang, seakan-akan terbang ke langit tujuh, kurasakan cairan kenikmatan yg keluar dari kemaluanku, semakin kurapatkan kemaluanku ke kemaluan Bu Miska.

    Terdengar keluhan serta rintihan panjang dari mulut Bu Miska, kurasakan juga dada Aku digigit oleh Bu Miska, seakan-akan nmenahan kenikmatan yg amat sangat.

    “Oh.. Bertho.. oh.. oh.. oh..”

    Setelah kukeluarkan cairan dari kemaluanku ke dalam kemaluan Bu Miska, kurasakan tubuhku yg sangat kelelahan, kutelungkupkan tubuhku di atas tubuh Bu Miska dgn masih dalam keaserta bugil, agak lama Aku telungkup di atasnya.

    Setelah kurasakan kelelahanku mulai berkurang, Aku langsung bangkit serta berkata,

    “Bu, apakah yg sudah kita lakukan tadi..?


    ” Kembali Bu Miska memotong pembicaraanku,
    “Sudahlah Bertho, yg tadi itu biarlah terjadi karena kita sama-sama menginginkannya, sekarang pulanglah serta ini alamat Ibu, Ibu ingin cerita banyak kepadamu, dirimu mau kan..?”

    Setelah berkata begitu, Bu Miska langsung menyodorkan kartu namanya kepada Aku. Kuterima kartu nama yg berisi alamat itu.

    Sejenak kutermangu, kembali Aku dikagetkan oleh suara Bu Miska,

    “Bertho, pulanglah, pakai kembali pakaianmu..!”

    Tanpa basa-basi lagi, Aku langsung mengenakan pakaianku, kemudian membuka pintu serta keluar ruangan. Dgn gontai Aku berjalan keluar kampus sambil pikiranku berkecamuk dgn kejadian yg baru saja terjadi antara Aku dgn Bu Miska. Aku telah bermain cinta dgn dosen killer itu. Bagaimana itu bisa terjadi, semua itu diluar kehendakku. Akhirnya walo bagaimanapun nanti malam Aku harus ke rumah Bu Miska.

    Kubisai rumah itu begitu kecil tapi asri dgn tanaman serta bunga di halaman depan yg tertata rapi, serasi sekali keasertanya. Langsung kupencet bel di pintu, tak lama kemudian Bu Miska sendiri yg membukakan pintu, kulihat Bu Miska tersenyum serta mempersilakan Aku masuk ke dalam. K

    uketahui ternyata Bu Miska hidup sendirian di rumah ini. Setelah duduk, kemudian kita pun mengobrol. Setelah sekian lama mengobrol, akhirnya kuketahui bahwa Bu Miska selama ini banyak dikecewakan oleh laki-laki yg dicintainya.


    Semua laki-laki itu hanya menginginkan tubuhnya saja bukan cintanya. Setelah bosan, laki-laki itu meninggalkan Bu Miska. Kemudian dgn jujur pula dia meminta Aku selama masih menyelesaikan studi, Aku dimintanya untuk menjadi kawan sekaligus kekasihnya. Akhirnya Aku mulai menyadari bahwa posisiku tak beda dgn gigolo.

    Kudengar Bu Miska berkata, “Selama dirimu masih belom wisuda, tetaplah menjadi kawan serta kekasih Ibu. Apa pun permintaanmu kupenuhi, uang, nilai mata kuliahmu agar lulus, semua akan Ibu penuhi, mengerti kan Bertho..?”

    Selain melihat kesendirian Bu Miska tanpa ada laki-laki yg bisa memuaskan hasratnya, Aku pun juga mempertimbangkan kelulusan nilai mata kuliahku. Akhirnya Aku pun bersedia menerima tawarannya.

    Akhirnya malam itu juga Aku serta Bu Miska kembali melakukan apa yg kita lakukan siang tadi di ruangan Bu Miska, di kampus. Namun bedanya kali ini Aku tak canggung lagi melayani Bu Miska dalam bercinta.

    Kita bercinta dgn hebat malam itu, 3 kali semalam, kulihat senyum kepuasan di wajah Bu Miska. Walo bagaimanapun serta entah sampai kapan, Aku akan sekemudian melayani hasrat seksualnya yg berlebihan, karena memang ada jaminan mengenai kelulusan mata kuliahku yg tak lulus-lulus itu dari dulu.